PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI DI USIA DEWASA AWAL DI TINJAU DARI KELEKATAN OBJEK TRANSISI

Gratis

0
0
127
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI DI USIA DEWASA AWAL DI TINJAU DARI KELEKATAN OBJEK TRANSISI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Bernadeta Dwi Hapsari 099114063 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “Apa saja yang kamu minta di dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya” -Matius 21:22“Aku ada bukan untuk merubah, tetapi untuk menyempurnakan” -BDH- Love is patient, love is kind, It does not envy, It does not boast, It is not proud, It is not rade, It is not self-seeking, It is not easily engered, It keeps no record of wrong, Love does not delight in evil, But rejoices with the truth, It always protects, always trust, always hope, Always perseveres, LOVE NEVER FAILS. - 1 Corinthians 13:4-8 – “Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi berada di atas kepala orang lain – Marcus Aurelius” Pandai bersyukur, itulah salah satu cara menikmati indahnya kehidupan -BDHInsecure, outgoing, sweet, elegant and love white rose. It’s me -BDH- iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus Bunda Maria Kedua Orang tua ku tercinta, Bapak R.H Baskoro dan Mama Agustina Isti.N Kakakku tersayang, Mas Ian Sepupu-sepupuku, dik Tita, Rara, Tea, dll Sahabat-sahabatku, Christi, Keket, Yanti, Stenny, Imu, Devi, Mitha, Andri, Fia, Resti, Wulan Teman-temanku Dan alamamaterku, Universitas Sanata Dharma v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 25 Febuari 2014 Bernadeta Dwi Hapsari vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI DI USIA DEWASA AWAL DITINJAU DARI KELAKATAN OBJEK TRANSISI Bernadeta Dwi Hapsari ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan dalam tingkat depresi di usia dewasa awal berdasarkan kelekatan pada objek transisi. Kelekatan objek transisi adalah kepemilikikan suatu benda lembut seperti boneka, selimut, potongan kain, dan mainan lembut yang dibutuhkan ketika hendak tidur dan dapat memberikan kenyamanan serta mengurangi kecemasan. Kelekatan objek transisi di usia dewasa awal mengindikasi adanya gangguan psikopatologi, misalnya gangguan emosional atau depresi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi pada individu dewasa awal yang memiliki dan yang tidak memiliki kelekatan objek transisi. Subjek penelitian berjumlah 50 orang yang dikelompokkan ke dalam dua kelompok berdasarkan kelekatan objek transisi, yaitu 28 orang masuk ke dalam kelompok yang tidak memiliki kelekatan objek tansisi dan 9 orang masuk ke dalam kelompok yang memiliki kelekatan objek transisi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan bentuk skala, yaitu Skala Beck Depresi (Beck Depression Inventory) dan Skala Kelekatan Objek Transisi. Uji reliabilitas skala menggunakan teknik Alpha Cronbach dengan hasil Skala Beck Depresi memiliki reliabilitas 0,757 dan Skala Kelakatan Objek Transisi memiliki reliabilitas 0,690. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik Independent sample TTest. Analisis data menghasilkan nilai t = 0,007 dengan nilai p = 0,016 (p > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang siginifikan antara tingkat depresi di usia dewasa awal berdasarkan kelekatan objek transisi. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini ditolak. Kata kunci: depresi, dewasa awal, kelekatan objek transisi vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DIFFERENCES OF DEPRESSION IN ADULTS AGES EARLY IN TERMS TRANSITIONAL OBJECT ATTACHMENT Bernadeta Dwi Hapsari ABSTRACT This study aims to determine the differences in rates of depression in early adulthood by attachment to transitional objects . Stickiness is a transition object controlling interest in a soft object such as dolls , blankets , pieces of cloth , and soft toys are needed when going to sleep and can provide comfort and reduce anxiety . Transitional object attachment in early adulthood indicates a disorder psychopathology , such as emotional disorders or depression . The hypothesis of this study is that there is a significant difference between the level of depression in early adult individuals who have and who do not have a transitional object attachment . Subjects numbered 50 were classified into two groups based on the attachment object transitions , 28 people into the group that does not have the attachment object tansisi and 9 people get into a group that has a transitional object attachment . Methods of data collection in this study using a form of the scale , the Beck Depression Scale ( Beck Depression Inventory ) and the Transitional Object Attachment Scale . Scale reliability test using Cronbach Alpha with the results of Beck Depression Scale has a reliability of 0.757 and the Transitional Object Scale Kelakatan has reliability 0.690 . Data analysis was performed with statistical techniques Independent sample T-Test . Analysis of the data produced by the value of t = 0.007 p = 0.016 ( p > 0.05 ) which means that there is no significant difference between the level of depression in early adulthood based transitional object attachment . This shows that the hypothesis is rejected . Keywords: depression, early adulthood, transitional object attachment viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PENYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Bernadeta Dwi Hapsari NIM : 099114063 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “Perbedaan Tingkat Depresi di Usia Dewasa Awal di Tinjau dari Kelekatan Objek Transisi” Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 25 Febuari 2014 Yang menyatakan Bernadeta Dwi Hapsari ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas karunia, berkat dan bimbingan-Nya sehingga saya dapat mengerjakan dan menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Perbedaan Tingkat Depresi di Usia Dewasa Awal di Tinjau dari Kelekatan Objek”. Penulis menyadari penyusunan Skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan, dukungan, bimbingan serta doa dari pihak-pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang setulusnya kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus Mahakasih, yang sudah memberikan anugrah dan berkat sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. 2. Ibu Ratri Sunar Astuti, S.Psi,. M.Psi selaku dosen pembimbing skripsi yang telah membimbing dan membantu dalam penulisan skripsi. 3. Ibu Agnes Indar dan Bu Lusia P selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan dan saran untuk skripsi saya. 4. Suster Wina dan Pak Landung selaku dosen matakuliah Statistik di Fakultas Psikologi yang telah memberikan arahan dan masukan dalam penulisan skripsi. 5. Seluruh dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ilmu, dan mengajari menyelesaikan perkuliahan. x nilai-nilai kehidupan selama

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Seluruh Staf karyawan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Mas Gandung, Bu Nanik, Mas Doni, Mas Muji dan Pak Gik yang telah membantu penulis dalam menjalani studi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 7. Bapak Robertus Hari Baskoro dan Mama Agustina Isti Nurani yang telah memberikan semangat, nasehat, doa dan dukungan baik dalam bentuk materi, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. You are my everything mom, dad.. thanks for your love, I’ll give the best for you.. and I’ll make you proud ! and I LOVE YOU.. 8. Kakakku Agustinus Kristian Adhi Nugroho yang telah memberikan semangat, bantuan dan dukungan selama penulis menyelesaikan penulisan skripsi. Thanks a lot.. I pray for you, for your life and your carrier, do the best for mom and dad, okay ?! 9. Untuk sepupu-sepupuku tersayang,dik Tita, om Inand, Rara, Tea, Manda, mas-mas dan mbak-mbak sepupu yang telah memberikan semangat dan keceriaan ketika penulis merasakan kebosanan dan kejenuhan selama menyelesaikan penulisan skripsi ini. Thanks my sistaa and brother, we are family.. 10. Sahabat-sahabatku, Christi, Keket, Yanti, dan Stenny yang selalu memberikan dukungan, doa, dan semangat kepada peneliti selama menyelesaikan studi. Yang telah memberikan saran dan masukan serta kerjasamanya ketika menyelesaikan penulisan skripsi ini. I found you in Psychology, guys.. and you’er my best friends forever.. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Sahabat-sahabatku Imu, Devi, Mitha, Resti, Andri, Fia dan Amel yang telah memberikan doa dan semangat jarak jauh. Terimakasih karena kalian telah membantuku menyelesaikan permasalahan yang membuat aku bertahan hingga sekarang. I miss you so badly, guys.. 12. Om Bulik, Pakde Budhe yang telah memberikan doa sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini. Tuhan jaga mereka selalu.. 13. Untuk Dimas yang telah memberikan waktu, perhatian dan kesediaan telinga untuk mendengarkan keluh kesah ketika penulis merasa terbebani dalam proses menyelesaikan skripsi ini. God Blessing you, always.. keep fighting, and keep smile. Thanks for beautiful moment.. 14. Untuk Andredan mas Anggit, terimakasih untuk dukungan, doa serta semangatnya sehingga peneliti bisa menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Dan terimakasih karena sudah menjadi bagian dalam hidupku. Success for you, guys.. 15. Untuk seluruh mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma khususnya angkatan 2009. Terimakasih atas kerjasamanya selama studi di fakultas ini, dan terimakasih atas dukungan serta doanya. Semoga kalian selalu sukses kedepannya, amin.. 16. Untuk adik-adik angkatan 2010, 2011, dan 2012 mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang pernah menjadi anak bimbingku selama menjadi asisten, terimakasih karena kalian juga yang telah menambahkan pengalaman dan keceriaan dalam kehidupanku. xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17. Untuk subjek-subjekku, terimakasih atas kesediaan kalian dalam memberikan data-data yang peneliti butuhkan, tanpa kalian skripsi ini pun tidak akan terselesaikan dengan baik. 18. Dan untuk pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan, terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya. Tuhan memberkati.. Tidak cukup ucapan kata terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini, semoga Berkat Tuhan selalu melimpah dalam kehidupan kita semua. Akhir kata, semoga karya ilmiah bermanfaat bagi yang membacanya. Yogyakarta, Bernadeta Dwi Hapsari xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ...................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................... iii HALAMAN MOTTO ............................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................ v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................... vi ABSTRAK ............................................................................................. vii ABSTRACT............................................................................................. viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .......... ix KATA PENGANTAR ............................................................................ x DAFTAR ISI ........................................................................................... xiv DAFTAR TABEL .................................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... xx BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1 A. Latar Belakang ................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 5 D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 5 1. Manfaat Teoritis .......................................................................... 5 2. Manfaat Praktis ........................................................................... 6 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN TEORI .................................................................. 7 A. Depresi pada Masa Dewasa Awal .................................................... 7 1. Pengertian Depresi ...................................................................... 7 2. Gejala-gejala Depresi .................................................................. 8 3. Faktor yang Mempengaruhi Depresi ......................................... 13 4. Teori-teori Depresi ...................................................................... 19 B. Kelekatan Objek Transisi ................................................................. 21 1. Definisi Kelekatan Objek Transisi ................................................ 21 2. Karakteristik Kelekatan Objek Transisi ........................................ 22 3. Objek Transisi di Usia Dewasa .................................................. 25 C. Perkembangan Dewasa Awal ........................................................... 26 D. Dinamika Perbedaan Tingkat Depresi di Usia Dewasa Awal BerdasarkanKelekatan Objek Transisi............................................ 29 E. Kerangka Berpikir ............................................................................ 32 F. Hipotesis ........................................................................................... 32 BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... 33 A. Jenis Penelitian ................................................................................. 33 B. Identifikasi Variabel Penelitian ........................................................ 33 C. Definisi Operasional Variabel .......................................................... 33 1. Definisi Depresi ......................................................................... 33 2. Definisi Kelekatan Objek Transisi ............................................. 34 D. Subjek Penelitian .............................................................................. 35 E. Metode Pengumpulan Data .............................................................. 36 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Skala Depresi pada Masa Dewasa............................................... 36 2. Skala Kelakatan Objek Transisi ................................................. 42 F. Uji Coba Alat Ukur .......................................................................... 44 1. Estimasi Validitas...................................................................... 44 2. Uji Daya Deskriminasi Item ....................................................... 45 3. Estimasi Reliabilitas ................................................................... 48 G. Metode Analisis Data ....................................................................... 49 1. Uji Asumsi ................................................................................... 49 2. Uji Hipotesis ............................................................................... 50 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAAN ............................................. 51 A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian .............................................. 51 1. Persiapan Penelitian .................................................................... 51 2. Pelaksanaan Penelitian ................................................................... 52 3. Data Demografis Subjek Penelitian ............................................. B. Hasil Penelitian ................................................................................ 52 54 1. Kategorisasi Pengelompokkan Subjek Berdasarkan Kelekatan Objek Transisi ............................................................................ 54 2. Uji Asumsi ................................................................................ 55 3. Uji Hipotesis ............................................................................... 57 C. Pembahasan ...................................................................................... 59 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................. 64 A. Kesimpulan ....................................................................................... 64 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Saran ................................................................................................. 64 1. Bagi Individu yang Memiliki dan Tidak Memiliki Kelekatan Objek Transisi .............................................................................. 64 2. Bagi Penelitian Selanjutnya ........................................................ 65 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 66 LAMPIRAN ........................................................................................... 69 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Distribus Item Beck Depression Inventory Item sebelum Uji Coba.................................................................................. 37 Tabel 3.2 Distribusi Dan Jumlah Item Skala Kelekatan Objek Transisi sebelum Uji Coba .................................................. 43 Tabel 3.3 Distribusi Item Beck Depression Inventory Item setelah Uji Coba .................................................................... 47 Tabel 3.4 Distribusi dan Jumlah Item Skala Kelekatan Objek Transisi setelah Uji Coba ...................................................... 48 Tabel 4.1 Deskripsi Data Demografis Berdasarkan Usia ....................... 53 Tabel 4.2 Deskripsi Data Demografis Berdasarkan Pekerjaan ................ 53 Tabel 4.3 Norma Kategorisasi ................................................................ 54 Tabel 4.4 Hasil Analisis Kategorisasi .................................................... 54 Tabel 4.5 Hasil Kategorisasi Item Kelekatan Objek Transisi ................. 55 Tabel 4.6 Rangkuman Hasil Uji Normalitas .......................................... 56 Tabel 4.7 Rangkuman Hasil Uji Homogenitas ...................................... 57 Tabel 4.8 Rangkuman Hasil Uji Hipotesis ............................................ 58 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Eksplikasi Konstruk Item Skala Kelekatan Objek Transisi sebelum Uji Coba............................................ 70 Lampiran 2. Item Skala Kelekatan Objek Transisi sebelum Uji Coba............................................................ 72 Lampiran 3. Item Skala Kelekatan Objek Transisi setelah Uji Coba ........................................................................... 74 Lampiran 4. Skala Kelekatan Objek Transisi ....................................... 76 Lampiran 5. Skala Beck Depression Inventory versi Bahasa Indonesia ............................................................. 83 Lampiran 6. Skala Beck Depression Inventory versi Bahasa Inggris ................................................................. 92 Lampiran 7. Hasil Uji Daya Deskriminasi Item dan Reliabilitas Skala................................................................................ 95 Lampiran 8. Hasil Uji Normalitas ........................................................ 102 Lampiran 9. Hasil Uji Asumsi dan Hipotesis ....................................... 104 Lampiran 10. Data Kategorisasi Subjek ............................................... 106 xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kelekatan objek transisi masih terjadi pada individu dewasa awal. Kelekatan objek transisierat kaitannya dengan perkembangan kelekatan antara ibu dan bayi. Ketika sang ibu tidak memberikan kenyamanan pada bayi, atau bayi mengalami kecemasan akibat keterpisahan dari sang ibu, maka bayi akan mengembangkan kelekatan objek. Winniccot (1953) menyebutkan fenomena tersebut sebagai kelekatan objek transisi. Bayi dan anak-anak sering membentuk sebuah kelekatan yang kuat pada objek lembut, misalnya selimut, teddy bear, bantal dan boneka. Kelekatan objek transisi di masa anak-anak merupakan hal yang normal terjadi. Menurut Winnicott (1953), kelekatan objek transisi membantu bayi untuk belajar memahami kehidupan di luar dari dirinya: memainkan peran pertama pada kepemilikan “bukan aku” dan membantu bayi untuk membangun dirinya setelah proses keterpisahan dari ibunya. Winnicott (1953) mengatakan bahwa usia melepaskan kelekatan pada objek tersebut sekitar usia 7 tahun. Namun, beberapa hasil penelitian menemukan bahwa pada usia remaja dan dewasa ditemukan masih memiliki kelekatan pada objek transisi.Ocvitasari (2009), memberikan gambaran tentang penyebab kelekatan objek transisi di usia dewasa. Menurut Ocvitasari (2009) penyebab dari individu memiliki objek transisi dikarenakan adanya 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 rasa kehilangan pengasuh utama sehingga kurangnya pemenuhan kebutuhan oral dan rasa aman. Perasaan kehilangan mengakibatkan individu mengembangkan keterikatan emosional terhadap benda-benda transisi atau benda lembutnya dimasa dewasa (dalam Hooley, DPhil, dan Murphy, 2012). Selain itu, pengalaman masa kecil yang kurang optimal memungkinkan individu mengalami kesulitan untuk menemukan dan memelihara hubungan emosional, sehingga menggunakan objek transisi tersebut untuk mengisi kekosongan tersebut (dalam Hooley, DPhil, dan Murphy, 2012). Menurut psikodinamika, seseorang yang mengalami depresi menjadi lebih dipengaruhi pada penilaian dan persetujuan orang lain dalam membentuk harga diri (King, 2010b).Selain itu, kemunculan depresi kemungkinan besar akibat dari masalah-masalah yang dihadapi dalam hubungannya dengan orang lain (Constantine, 2006; Gladstone, et al, 2007 dalam A. King 2010b). Menurut King (2010b) pengalaman dalam hubungannya dengan orang lain biasanya berkaitan dengan pengalaman yang baru terjadi (misal, konflik pernikahan) dan pengalaman yang sudah terjadi di masa lalu (misalnya, hubungan dengan orang tua yang tidak cukup baik). Individu yang tidak mampu membentuk relasi dengan orang lain akan merasa khawatir jika kesepian dan tidak mempunyai teman sebagai tempat curahan hati (Noi & Smith, 1991). Selain itu, kesepian akan mengakibatkan individu merasa rendah diri karena tidak mampu menjalin hubungan yang

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 baik dengan orang lain. Kesepian adalah salah satu akibat dari stres (Noi & Smith, 1991). Menurut Beck (1985), depresi merupakan kesedihan yang berkepanjangan dan keadaan jiwa yang apatis, cara berpikir yang salah dalam memandang realitas di luar dan di dalam diri sendiri sehingga terbentuk konsep yang negatif yang berlanjut pada perasaan rendah diri (dalam Qonitatin, Widyawati & Asih, 2011). Menurut teori humanistik, depresi adalah hasil dari rendahnya konsep diri dan self-esteem yang diakibatkan dari kehilangan (Wahyuni, 2010). Hal ini memungkinkan individu merasa kesepian karena ketidakmampuan untuk membangun relasi yang baru. Berdasarkan penelitian Katon dan Sullivan (dalam Lubis, 2009) diperkirakan 15 sampai 33 persen orang yang pergi kedokter sebenarnya menderita penyakit karena sebab emosional: stres, khawatir, ketakutan, frustrasi, dan rasa tidak aman. Berawal dari stres yang tidak diatasi, maka seseorang bisa jatuh ke fase depresi (Wahyuni, 2010). Selain itu, individu yang mengalami kecemasan, merasakan kekosongan, tidak berdaya, insomnia, pesimis, kurang dapat berkonsentrasi, dan sebagainya, merupakan simptom-simptom yang mengarah pada depresi (Lemme, 1947). Depresi menjadi salah satu penyakit yang dianggap wabah tingkat dunia, bahkan dari hasil yang dikeluarkan World Health Organisation (WHO), gangguan kejiwaan ini menduduki peringkat kedua setelah penyakit jantung (Hernawan, 2012). Hampir satu juta nyawa hilang setiap tahun karena bunuh diri, terdapat 3000 kematian akibat bunuh diri setiap harinya (WHO,

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 2012). Hal ini didukung oleh pernyataan Supriyanto, Direktur Jendral Bina Upaya Kesehatan, yang menyatakan bahwa dari populasi orang dewasa di Indonesia yang mencapai sekitar 150 juta jiwa, sekitar 11,6% atau 17,4 juta jiwa mengalami gangguan emosional atau gangguan kecemasan dan depresi (Hidayat, 2011). Banyak penelitian tentang kelekatan objek transisi yang telah dilakukan pada individu usia remaja dan dewasa. Meskipun penelitian dengan tema ini sudah banyak di lakukan di negara-negara barat, namun di Indonesia sangat jarangdilakukan. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan pada perempuan antara usia 18-23 tahun, 43,34% dari 30 subjek menunjukkan memiliki kelekatan objek transisi pada masa dewasa awal. Penelitian menemukan bahwa individu remaja yang memiliki kelekatan objek transisi menunjukkan memiliki simptom psikopatologi. Bachar dkk(dalam Erkolahti &Nystrom, 2009), mempelajari penggunaan objek transisi pada masa kanak-kanak dengan masa remaja dan menemukan bahwa penggunaan objek transisi pada masa remaja secara signifikan berhubungan dengan psikopatologi. Penelitian yang dilakukan di Israel, 22% yang setuju memiliki kelekatan objek transisi pada masa remaja menunjukkan simptom psikiatrik (Bachar, et al,. 1998). Penelitian juga dilakukan pada pasien rawat inap yang memiliki kelekatan objek transisi pada masa dewasa menunjukkan bahwa mereka memiliki borderline personality disorder (BPD) (Cardasis, et al,. 1997).Selain itu, kepemilikan objek transisi mengindikasi

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 adanya simptom depresi, seperti kesedihan dan rendahnya kepercayaan diri (Erkolahti &Nystrom, 2009). Hal tersebut menjadi bahan pertimbangan peneliti untuk masih melakukan penelitian ini. Peneliti ingin melihat apakah perkembangan kelekatan objek transisi di Indonesia sama dengan perkembangan kelekatan objek transisi di usia dewasa awal di negara-negara barat terhadap tingkat depresi di usia dewasa awal. Peneliti ingin membandingkan tingkat depresi pada individu dewasa awal berdasarkan kelekatan objek transisi. B. Rumusan Masalah Apakah terdapat perbedaan tingkat depresi di usia dewasa awal berdasarkan kelekatan pada objek transisi? C. Tujuan Mengetahui adanya perbedaan dalam tingkat depresi di usia dewasa awal berdasarkan kelekatan pada objek transisi. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis a. Memberikan pengetahuan tentang kelekatan objek transisi yang berlanjut hingga usia dewasa awal, terutama dalam bidang psikologi perkembangan.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 b. Memberikan wawasan tambahan dalam bidang psikologi klinis dan kesehatan mental untuk melihat simptom-simptom depresi dan kaitannya dengan kelekatan objek transisi. 2. Manfaat Praktis Memberikan pengetahuan bahwa memiliki kelekatan objek transisi hingga dewasa awal merupakan perkembangan yang mengindikasi gejala depresi, sehingga individu usia dewasa awal mampu melakukan coping stres dengan tepat agar tidak berlanjut hingga fase depresi.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN TEORI A. Depresi pada Masa Dewasa Awal 1. Pengertian Depresi Depresi adalah suatu gangguan yang berlangsung cukup lama di sertai gejala-gejala dan tanda-tanda spesifik yang secara substansial mengganggu kewajaran sikap dan tindakan seseorang atau yang menyebabkan kesedihan yang amat sangat, dan bisa juga kedua-duanya (Greist, John, H.& Jefferson, James, W. 1987). Menurut Atkinson (dalam Lubis, 2009) depresi sebagai suatu gangguan mood yang dicirikan tak ada harapan dan patah hati, ketidakberdayaan yang berlebihan, tak mampu mengambil keputusan memulai suatu kegiatan, tak mampu berkonsentrasi, tak punya semangat hidup, dan mencoba bunuh diri. Rathus (dalam Lubis, 2009)menyatakan orang yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasi, fungsional, dan gerakan tingkah laku serta kognisi. Depresi mayor (major depression) adalah suatu gangguan suasana hati (a mood disorder) dimana individu merasa sangat tidak bahagia, kehilangan semangat (demoralized), merasa terhina (seftderagatory), dan bosan (Santrock, 2002b). Selain itu, individu yang mengalami kecemasan, merasakan kekosongan, tidak berdaya, insomnia, pesimis, kurang dapat berkonsentrasi, dan sebagainya, merupakan simptom-simptom yang mengarah pada depresi (Lemme, 1947). 7

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Dalam hal ini, peneliti lebih mengacu pada teori depresi berdasarkan Beck. Depresi merupakan kesedihan yang berkepanjangan dan keadaan jiwa yang apatis, cara berpikir yang salah dalam memandang realitas di luar dan di dalam diri sendiri sehingga terbentuk konsep yang negatif yang berlanjut pada perasaan rendah diri. Beck (1985) mengemukakan depresi sebagai suatu keadaan dengan ciri sebagai berikut : a. Perubahan suasana hati yang spesifik, seperti kesedihan, kesepian, dan apatis. b. Keinginan-keinginan menghukum diri sendiri, seperti keinginan untuk menghindar,bersembunyi, keinginan untuk bunuh diri. c. Konsep diri negatif yang berhubungan dengan penyalahan diri dan mencela diri. d. Perubahan dalam fungsi fisik, seperti anoreksia, insomnia, hipersomnia danhilangnya nafsu makan. e. Perubahan dalam tingkat aktifitas, seperti menurunnya aktifitas motorik ataupun mudah lelah. 2. Gejala-gejala Depresi Menurut King (2010b), terdapat sembilan gejala yang mencirikan episode depresi utama (diantaranya, harus muncul minimal 5 gejala pada rentang waktu 2minggu), yaitu: a. Suasana hati depresi pada sebagian besar waktu dalam sehari

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 b. Kurangnya minat atau kesenangan pada semua atau sebagian aktivitas c. Berkurangnya atau meningkatnya berat badan secara signifikan atau penuruan minat makan d. Kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak e. Agitasi psikomotor atau kemunduran dalam psikomotorik f. Kelelahan atau kehilangan energi g. Perasaan tidak berharga atau bersalah tidak tepat atau berlebihan h. Permasalahan dalam proses berpikir, berkonsentrasi, atau membuat keputusan i. Pikiran berulang tentang kematian atau bunuh diri Menurut Lubis (2009), terdapat gejala-gejala yang dibedakan ke dalam beberapa kategori, yaitu: a. Gejala fisik Gejala fisik umum yang relatif mudah di deteksi, misalnya : 1) Gangguan pola tidur. Misalnya, sulit tidur, terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur. 2) Menurunnya tingkat aktivitas. Misalnya, menunjukkan perilaku yang pasif, menyukai kegiatan yang tidak melibatkan orang lain seperti menonton TV, makan, dan tidur. 3) Menurunnya efisiensi kerja. Orang yang terkena depresi akan sulit menfokuskan perhatian atau pikiran pada suatu hal, atau

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 pekerjaan. Seseorang yang mengalami depresi cara kerjanya yang kurang terstruktur, kacau atau menjadi lamban. 4) Menurunnya produktivitas kerja. Orang yang terkena depresi akan kehilangan sebagian atau seluruh motivasi kerjanya. 5) Mudah merasa letih dan sakit. Depresi merupakan perasaan negatif, sehingga ketika seseorang mengalami depresi mudah merasa letih karena perasaan negatif tersebut membebani pikiran dan perasaan setiap waktu. b. Gejala psikis Gejala psisik dari depresi mempunyai tanda-tanda seperti dibawah ini: 1) Kehilangan rasa percaya diri. Orang yang mengalami depresi cenderung memandang segala suatu dari sisi negatif, termasuk menilai diri sendiri. 2) Sensitif. Orang yang mengalami depresi terkadang mengaitkan segala sesuatu dengan dirinya, baik kejadian yang terjadi di luar maupun di dalam dirinya. Hal ini terkadang membuat mereka menjadi sensitif dan memandang sesuatu yang netral dengan sudut pandang yang berbeda, sehingga mereka mudah tersinggung, mudah marah, perasa, curiga, mudah sedih, murung, dsb.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 3) Merasa diri tidak berguna. Perasaan tidak berguna ini muncul karena mereka merasa menjadi orang yang gagal di dalam situasi yang seharunya mereka tangani. 4) Perasaan bersalah. Mereka memandang suatu kejadian yang menimpa dirinya sebagai suatu hukuman arau akibat dari kegagalan mereka melaksanakan tanggung jawab yang seharusnya dikerjakan. 5) Perasaan terbebani. Banyak orang yang menyalahkan orang lain arat kesusahan yang dialaminya. Mereka merasa terbeban berat karena merasa terlalu dibebani tanggung jawab yang berat. c. Gejala sosial Gejala sosial yang nampak dari seseorang yang menderita depresi adalah perasaan minder, malu, cemas ketika berada di dalam sebuah kelompok dan merasa tidak nyaman. Merasa tidak mampu untuk bersikap terbuka dan secara aktif menjalin hubungan dengan lingkungan sekalipun ada kesempatan. Selain itu, Beck (1976) mengemukakan simptom-simptom dari depresi, yaitu: a. Simptom emosional Menurut beck, simptom-simptom emosional dari depresi meliputi penurunan mood, pandangan negatif terhadap diri sendiri,

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 tidak lagi merasakan kepuasan, menangis, hilang respons yang menggembirakan. b. Simptom kognitif Menurut Beck simptom kognitif yang muncul pada seseorang yang mengalami depresi, yakni penilaian diri sendiri yang rendah, harapan-harapan yang negatif, menyalahkan serta mengkritik diri sendiri tidak dapat membuat keputusan, distorsi “body image”. c. Simptom motivasional Penderita depresi memiliki masalah besar dalam memobilisasi dirinya untuk menjalankan aktivitas-aktivitas yang paling dasar seperti makan, minum, dan buang air. Selain itu, keinginan untuk menyimpang dari pola hidup sehari-hari, cenderung menunda kegiatan yang tidak memberi kepuasan segera, lebih sering melamun daripada mengerjakan sesuatu. Disamping itu, simptom motivasional lainnya adalah keinginan bunuh diri misalnya muncul pada pikiran berulang kali. d. Simptom fisik Simptom fisik menurut Beck misalnya, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, mudah lelah dan kehilangan libido. Berdasarkan uraian di atas, peneliti berfokus pada simptom depresi yang dikemukakan oleh Beck. Hal ini karena simptom depresi menurut

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Beck sudah mencakup simptom emosional, kognitif, motivasional dan fisik yang sesuai dengan konsep depresi yang dibutuhkan oleh peneliti. 3. Faktor yang Mempengaruhi Depresi a. Faktor fisik 1) Faktor genetik Menurut Wahyuni (2010) seseorang yang mengalami gangguan depresi erat kaitannya dengan pengalaman keluarga (baik orang tua maupun saudara kandung) yang juga mengalami gangguan depresi. Hal ini berkaitan dengan gen (faktor keturunan) yang ada di dalam tubuh manusia. Meskipun belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa faktor keturunan merupakan penyebab munculnya depresi, tetapi faktor risiko merupakan salah satu penyebab munculnya depresi. Faktor risiko nampak pada kembar identik yang terkena depresi. Hal ini juga masih menjadi kesulitan tersendiri untuk menunjukkan bahwa faktor keturunan merupakan pemicu munculnya depresi, karena tingkat resiko akibat pengaruh dari gen berbeda untuk tiap tipe depresi. 2) Faktor usia Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa golongan usia muda yaitu remaja dan orang dewasa lebih banyak terkena depresi (Wahyuni, 2010). Survei masyarakat terakhir melaporkan adanya

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 prevalensi yang tinggi dari gejala-gejala depresi pada golongan usia dewasa muda yaitu 18-44 tahun (Wilkinson, dalam Wahyuni, 2010). 3) Gender Menurut Inaba (dalam King, 2010b) wanita hampir dua kali lebih rentan terhadap depresi dibandingkan dengan pria dan perbedaan gender ini terjadi pada banyak negara. Selain itu, menurut Whiffen dan Demidenko (dalam King, 2010b), pada wanita yang tidak menikah yang menjadi kepala keluarga dan wanita yang menikah muda bekerja pada pekerjaan yang tidak memuaskan dan tidak mendapatkan pengembangan karir menunjukkan tingkat depresi yang sangat tinggi. Menurut Rice dan Else-Quest (dalam King, 2010b) menyebutkan bahwa di dalam sebuah pernikahan yang tidak bahagia, wanita tiga kali lebih rentan mengalami depresi. Dari data-data diatas menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan mengalami depresi dari pada laki-laki. 4) Gaya hidup Gaya hidup sangat mempengaruhi munculnya depresi. Hal ini dikarenakan pola makan yang tidak teratur, tidak membiasakan diri untuk berolah raga, makan makanan cepat saji dan mengkonsumsi minuman keras (dalam Wahyuni, 2010).

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 b. Faktor psikologis Faktor psikologi yang mempengaruhi munculnya depresi, yaitu: 1) Kepribadian Retnowati (1990) dan Culbertson (1997) individu-individu yang lebih rentan terhadap depresi, yaitu yang mempunyai konsep diri serta pola pikir yang negatif, pesimis, juga tipe kepribadian introvert (dalam Wahyuni, 2010). 2) Harga diri Menurut Blascovich dan Tomaka (dalam Robinson, 1991) self-esteem adalah pandangan individu terhadap nilai dirinya atau bagaimana seseorang menilai, mengakui, menghargai, atau menyukai dirinya sendiri. 3) Stres Stres adalah respon fisiologis tubuh terhadap stressor, yaitu kejadian atau perubahan apapun yang membutuhkan adaptasi (Durand & Barlow, 2006). Penyebab stres pada umumnya mencakup berbagai peristiwa traumatik, kecemasan, frustrasi dan ketidakmampuan untuk mengendalikan situasi (Noi & Smith, 1991). Kematian yang dicintai, kehilangan pekerjaan, pindah rumah, atau stres berat yang lain dianggap dapat menyebabkan depresi. Selain itu, hubungan yang buruk dengan orang lain bisa mengakibatkan munculnya stres (Noi & Smith, 1991). Reaksi terhadap stres sering kali diabaikan dan depresi

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 dapat terjadi beberapa bulan sesudah peristiwa itu terjadi (Wahyuni, 2010). Kemampuan untuk mengontrol situasi sosial dan kemampuan untuk mengatasi tekanan merupakan salah satu cara untuk mengurangi stres. Individu yang merasa cemas tanpa alasan yang jelas dan mengganggap segala sesuatu merupakan hal yang negatif mengakibatkan kehilangan harapan dan kehilangan kontrol diri, maka individu tersebut memasuki tahap depresi (Durand & Barlow, 2006). Respon-respon akibat stres mencakup respon emosional, respon sikap dan respon mental. Respon emosional seperti merasa tidak bahagia, merasa tidak puas, mengalami kecemasan, kemarahan dan ketakutan (Noi & Smith, 1991). Respon sikap membentuk individu menjadi lebih berdiam diri, murung dan aktifitas yang tidak terkoordini (Noi & Smith, 1991). Selain itu, respon mental berupa perasaan putus asa, patah semangat, murung, mengkritik diri sendiri, dan pesimis (Noi & Smith, 1991). Respon-respon stres tersebut perlu dikendalikan agar tidak berlanjut pada tahap depresi. Berkaitan dengan coping stress, menurut model penilaian kognitif (cognitive-appraisal model) individu secara sadar memilih strategi penanganan masalah berdasarkan penerimaan dan menganalisa situasi (Papalia, et,al. 2008). Penanganan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 berkaitan dengan usaha untuk menyesuaikan diri dengan stres. Strategi coping stres bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) berfokus pada masalah, yaitu bertujuan menghilangkan, mengatur atau memperbaiki kondisi yang menekan, (2) berfokus pada emosi, yaitu mengelola, atau mengatur respon emosional terhadap situasi yang menekan untuk meringankan pengaruh fisik dan psikologinya (Papalia, et,al. 2008). 4) Hubungan interpesonal Individu yang berada pada situasi baru kerap kali mengalami kesepian. Hal ini dikarenakan dirinya merasa kehilangan orang-orang yang disayangi. Individu akan merasa khawatir jika kesepian dan tidak mempunyai teman sebagai tempat curahan hati (Noi & Smith, 1991). Selain itu, kesepian akan mengakibatkan individu merasa rendah diri karena tidak mampu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Kesepian adalah salah satu akibat dari stres (Noi & Smith, 1991). Depresi adalah salah satu akibat stes. Kemunculan depresi kemungkinan besar akibat dari masalah-masalah yang dihadapi dalam hubungan dengan orang lain (Constantine, 2006; Gladstone, et al, 2007 dalam A. King 2010b). Menurut King (2010b) pengalaman dalam hubungannya dengan orang lain biasanya berkaitan dengan pengalaman yang baru terjadi (misal, konflik pernikahan) dan pengalaman yang sudah terjadi di masa

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 lalu (misalnya, hubungan dengan orang tua yang tidak cukup baik). Menurut teori psikodinamika, depresi muncul akibat pengalaman masa kecil yang kurang optimal (King, 2010b). Hal ini disebabkan pada masa kanak-kanak kebutuhan akan cinta mengalami hambatan dan memunculkan perasaan kehilangan. Perasaan kehilangan dimasa kecil mengakibatkan individu mengembangkan keterikatan emosional terhadap benda-benda transisi atau benda lembutnya dimasa dewasa (dalam Hooley, DPhil, dan Murphy, 2012). Selain itu, pengalaman masa kecil yang kurang optimal memungkinkan individu mengalami kesulitan untuk menemukan dan memelihara hubungan emosional, sehingga menggunakan objek transisi tersebut untuk mengisi kekosongan tersebut (dalam Hooley, DPhil, dan Murphy, 2012). Berdasarkan urian diatas, maka peneliti menyimpulkan bahwa faktor yang dominan menyebabkan depresi adala faktor psikologi, yaitu berkaitan dengan hubungan interpersonal dan stres.Stres yang berkelanjutan dan tidak ditangani dengan kontrol diri yang tepat, akan berlanjut pada tahap depresi. Selain itu, hubungan interpersonal dengan orang lain juga dapat mengakibatkan munculnya stres dan dapat berlanjut pada depresi.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Individu yang tidak mampu membentuk hubungan yang baik dengan orang lain atau tidak mampu menghadirkan figur yang mampu meredam perasaan cemas maupun stres, maka menggantikannya dengan objek transisi. Hal ini dikarenakan adanya dorongan dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman. 4. Teori-teori Depresi a. Teori psikodinamika Menurut Novie (2007) depresi berdasarkan teori psikodinamika, depresi muncul akibat dari pengalaman masa kecil individu yang mencegah mereka mengembangkan diri dan memiliki perasaan positif. Menurut psikodinamika, seseorang yang mengalami depresi menjadi lebih dipengaruhi pada penilaian dan persetujuan orang lain dalam membentuk harga diri mereka dan hal ini dikarenakan pengaruh dari proses pengasuhan oerang tua yang kurang baik. Ketika seorang anak mengalami keterpisahan atau kebutuhan akan cinta mengalami hambatan, maka perasaan kehilangan akan muncul disertai dengan kemarahan si anak. Seorang anak yang tidak mampu menerima perasaan marah terhadap figur yang ia butuhkan, maka kemarahan tersebut akan di arahkan ke dalam dirinya dan akhirnya individu tersebut akan mengalami depresi (King, 2010)1. Vanheule (dalam Feldman, 2012)mengatakan bahwa depresi muncul akibat dari kehilangan orang tua pada masa awal kehidupan.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 b. Teori behaviorisme Menurut Lewinshon dan Gotlib (dalam King, 2010a), stres kehidupan dapat mengarah pada depresi dengan mengurangi penguatan positif dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang mengalami depresi akan berusaha menarik diri dari situasi yang memunculkan stres. Hal ini yang mengakibatkan seseorang mengalami penguatan dari depresi yang dialaminya (Feldman, 2012). Selain itu, perasaan akan ketidarbedayaan sering kali muncul ketika seseorang mengalami depresi dan tidak mau berusaha untuk mengubah situasi yang tidak menyenangkan tersebut. Martin Seligman (dalam King, 2010a) menyatakan bahwa perasaan tidak berdaya yang dipelajari adalah satu alasan bahwa beberapa individu menjadi depresi. Ketidakberdayaan yang dipelajari adalah harapan bahwa kejadian dalam kehidupan seseorang tidak dapat dikontrol dan tidak ada seorang pun yang dapat melepaskan diri dari situasi tersebut (Feldman, 2012). c. Teori kognitif Menurut Aaron Beck (dalam Feldman, 2012) depresi muncul akibat dari kognisi yang salah dalam diri seseorang. Individu yang mengalami depresi lebih memandang dirinya sebagai seseorang yang pecundang dan lebih menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa mereka (Feldman, 2012). Menurut Newman(dalam Feldman, 2012) kognisi negatif mereka mendorong munculnya

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 perasaan dperesi. Susan Nolen-Hoeksema (1995, 2000, 2003; NolenHoeksema, et, al 2007) menemukan bahwa beberapa individu yang depresi menggunakan cara mengatasi masalah ruminatif, dimana mereka memusatkan perhatian dengan sengaja pada apa yang mereka rasakan (misalnya, perasaan sedih dan putus asa), dan tidak mencoba untuk melakukan apapun berkaitan dengan perasaan yang dialaminya (King, 2010b). B. Kelekatan Objek Transisi 1. Definisi Kelekatan Objek Transisi D.H. Lawrence dan D.W. Winnicott(dalam Erkolahti dan Marjana, 2009) mendefinisikan objek transisi sebagai simbol yang menjadi perantara bayi yang memiliki ikatan dengan ibu untuk memahami suatu keadaan di luardan terpisah dari dirinya sendiri.Menurut Winnicott, kelekatan objek transisi membantu bayi untuk belajar memahami kehidupan di luar dari dirinya: memainkan peran pertama pada kepemilikan “bukan aku” dan membantu bayi untuk membangun dirinya setelah proses keterpisahan dari ibunya Menurut Winnicott (1971), benda lembut seperti selimut, boneka, potongan kain, dan bundelan kain wol yang digunakan bayi ketika hendak tidur dan dapat mengurangi kecemasandisebut sebagai objek transisi. Biasanya bayi memiliki benda tersebut hingga keadaan kotor dan bau, sehingga ketika benda tersebut dicuci akan menghilangkan arti dan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 nilai dari benda tersebut (Winnicott, 1971). Ketika bayi memiliki kelekatan dengan objek transisi, maka benda tersebut akan menjadi lebih penting daripada sang ibu karena mampu memberikan kenyamanan. Menurut Winnicot (1971), objek transisi digunakan untuk mengisi kebutuhan emosional dan berpindah dari kepuasan fantasi dan menuju realitas. Ciri objek transisi: anak harus sepenuhnya memiliki dan menguasai benda tersebut, tentunya memiliki perasaan yang inten, baik positif maupun negatif, memberikan suatu kehangatan dan perasaan nyata akan dirinya. Jadi, definisi objek transisi adalah suatu benda lembut seperti boneka, selimut, potongan kain yang merupakan simbol dari hadirnya figur aman, mampu memberikan kehangatan, dibutuhkan ketika hendak tidur yang dapat mengurangi kecemasan dan memberikan kenyamanan. Hal ini berlaku untuk kelekatan objek transisi di usia dewasa yang diperkuat dengan hasil penelitian Ocvitasari (2009), yang mengatakan kelekatan objek transisi di usia dewasa awal memberikan efek lekas tidur, efek kenyamanan, aman dan ketenangan. 2. Karakteristik Kelekatan Objek Transisi Karakteristik dari kelekatan objek transisi menurut Busch (dalam Litt, 1986): a. Kelekatan harus menjadi manifestasi dengan tahun pertama kehidupan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 b. Itu harus tahan lama, misalnya 1 tahun atau lebih c. Kehadiran objek menenangkan dan menurunkan kecemasan d. Objek tidak memenuhi kebutuhan oral langsung atau kebutuhan libido (misalnya, botol atau payudara) e. Objek harus dibuat oleh bayi dan bukan salah satu yang disediakan langsung oleh orangtua f. Objek bukan hanya bagian dari tubuh bayi (jempol, jari) Ciri-ciri objek transisi menurut Winnicott: a. Objek kesayangan terbentuk dengan penuh semangat cinta b. Objek tidak pernah berubah kecuali diubah (diganti) oleh bayi c. Objek harus bertahan secara insting mencintai dan juga membenci dan penuh agresi d. Namun, tampaknya bayi harus memiliki ketahanan atau realitasnya sendiri e. Hal itu datang tanpa maupun dengan; itu bukan halusinasi f. Kelekatan pada objek transisi secara umum terjadi pada kesehatan anak g. Kelekatan pada objek transisi berkembang pada anak yang mengalami pengalaman diperhatikan “cukup baik” oleh ibu h. Benar objek transisi nyatanya menjadi lebih penting dari pada ibunya pada saat dia stres.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Berdasarkan uraian diatas, penelitian merasa bahwa kelekatan objek transisi di usia dewasa memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang sama dengan objek transisi yang terjadi di usia anak-anak. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Ocvitasari (2009) yang mengatakan bahwa individu memiliki objek transisi dikarenakan adanya rasa kehilangan pengasuh utama sehingga kurangnya pemenuhan kebutuhan oral dan rasa aman. Berdasarkan teori diatas, peneliti merangkum aspek-aspek dari adanya kelekatan objek transisi, yaitu: 1) Benda yang memberikan kenyamanan a) Merasa nyaman ketika berada didekat benda favorit (boneka, selimut, potongan kain, teddy bear, mainan lembut, dll) b) Merasa tenang ketika bisa menggenggam benda favorit 2) Benda yang bertahan sejak kecil a) memiliki benda favorit seperti selimut, boneka, potongan kain, teddy bear, mainan lembut dll sejak kecil dan sebagai benda favorit b) Memiliki benda favorit yang dimiliki sejak kecil c) Tidak pernah mencuci benda tersebut dari kecil d) Tidak menggantikan benda tersebut dengan benda yang sejenis e) Benda tersebut terlihat kotor dan bau f) Diri sendiri yang memilih benda itu sendiri g) Menyukai tekstur dari benda yang lembut

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 3) Benda yang mengurangi kecemasan a) Merasa takut ketika tidur sendiri dan harus ada benda tersebut disamping tempat tidur b) Kesulitan untuk tidur ketika benda tersebut tidak ada 3. Objek Transisi di Usia Dewasa Kelekatan objek transisi dimasa anak-anak merupakan hal yang normal. Akan tetapi, hal tersebut menjadi tidak normal ketika individu memiliki kelekatan objek diusia dewasa. Orang-orang dewasa yang memiliki keterikatan emosional terhadap boneka binatang dan bendabenda transisi lainnya cenderung mengawali masa kecil yang kurang baik, mendapatkan pengalaman kasar, dan kurangnya perawatan dari sang ibu (dalam Hooley, DPhil, and Murphy 2012). Individu yang memiliki kelekatan objek transisi juga mengalami pengasuhan yang ketat, memiliki kecemasan dan mengalami pengalaman trauma di masa kecil(dalam Hooley, DPhil, and Murphy 2012). Selain itu, pengalaman masa kecil yang kurang optimal memungkinkan individu mengalami kesulitan untuk menemukan dan memelihara hubungan emosional, sehingga menggunakan objek transisi tersebut untuk mengisi kekosongan tersebut (dalam Hooley, DPhil, dan Murphy, 2012).Ocvitasari (2009) juga mengatakan bahwa individu memiliki objek transisi dikarenakan adanya rasa kehilangan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 pengasuh utama sehingga kurangnya pemenuhan kebutuhan oral dan rasa aman. Proses pengasuhan yang kurang optimal di masa kecil membentuk individu memiliki karakteristik pribadi yang kurang percaya diri, merasa kurang berharga, dan memandang orang lain mempunyai komitmen rendah dalam hubungan interpersonal (Simpson, dalam Helmi 2004), kurang asertif dan merasa tidak dicintai orang lain (Collins & Read, dalam Helmi 2004). Hal-hal tersebut mengakibatkan individu memiliki konsep diri yang negatif. Individu yang memiliki konsep diri negatif memandang dunia luar sebagai situasi yan mengancam (Helmi, 2004). Menurut Beck, hal tersebut merupakan simptom adanya depresi (Beck, 1985). C. Perkembangan Dewasa Awal Kategori umur dalam perkembangan dewasa, yaitu dewasa awal 1840; dewasa tengah 40-60; dan dewasa akhir 60-meninggal (King, 2010b). Pada setiap fase usia mengalami perubahan dalam hal perubahan fisik, kognitif dan sosioemosi. Tumbuh dewasa merupakan masa transisi dari remaja menuju usia dewasa, yang berada pada rentang usia 18-25 tahun (King, 2010b). Pada usia ini beberapa individu yang mulai tumbuh dewasa memasuki dunia perkuliahan. Di dunia perkuliahan, individu berusaha untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya, berusaha untuk menyesuaikan pergaulan, gaya hidup dan tugas-tugas akademik. Hal tersebut mengakibatkan mahasiswa yang baru memasuki universitas cenderung

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 mengalami tekanan dan depresi (Santrock, 2002b). Mahasiswa lebih banyak mengalami tekanan dan depresi akibat dari ketakutan akan kegagalan masa depan (Santrock, 2002b). Selain itu, dalam masa muda individu mulai mengarahkan dirinya untuk lebih mandiri dan terlibat secara sosial (Santrock, 2002a). Hal ini mengakibatkan individu pada masa muda membutuhkan dukungan yang mampu menguatkan sikap dan perilaku mereka (Santrock, 2002a). Santrock (2002b), menganggap bahwa individu yang berada pada masa dewasa awal lebih memiliki hubungan dekat dengan orang-orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Selain itu, pada masa dewasa seseorang akan mulai mengenal wajah cinta dalam banyak hal. Menurut Santrock (2002b), wajah cinta terbagi dalam tiga hal, yaitu: 1. Persahabatan Suatu bentuk hubungan yang melibatkan kenikmatan, penerimaan, kepercayaan, saling menghormati, saling menolong, tempat untuk menceritakan rahasia, saling mengerti dan spontanitas. 2. Cinta yang romantis atau bergairah Di dalam cinta yang romatis, terdapat unsur seksual dan kekanak-kanakan. Cinta yang romatis mengawali terbentuknya hubungan cinta dan menjadi alasan utama untuk menikah. Di dalam cinta yang romantis juga terdapat ketakutan, kemarahan, gairah seksual, kesenangan dan kecemburuan.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 3. Cinta yang penuh afeksi Cinta yang penuh kebersamaan, yaitu suatu hubungan yang melibatkan perasaan yang dalam dan sayang terhadap orang yang berada di dekat kita. Menurut Erikson (1968), masa dewasa memasuki masa intimacy vs isolation. Keintiman terjadi ketika individu memiliki hubungan yang intim dengan orang lain dan menemukan bagian dari dirinya di dalam diri orang lain (King, 2010b). Ketika seseorang tidak memiliki keintiman dengan orang lain, maka individu tersebut akan mengalami isolasi yang kemudian akan membuat dirinya menolak, mengabaikan dan menyerang orang lain (Santrock, 2002a). Berdasarkan uraian diatas, peneliti menyimpulkan bahwa individu yang mulai tumbuh dewasa adalah masa transisi dari remaja menuju usia dewasa, yang berada pada rentang usia 18-25 tahun. Beberapa dari mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti masuk ke perguruan tinggi. Penyesuaian di lingkungan perkuliahan terkadang menjadi tekanan untuk individu yang baru memasuki jenjang ini. Hal ini dikarenakan gaya hidup, pola pergaulaun, tugas akademik dan tuntutan-tuntutan lain yang muncul. Beberapa diantara mereka pun mulai membangun relasi dengan orang lain, seperti persahabatan atau mulai tertarik dengan lawan jenis. Hal ini bertujuan agar mereka tidak merasa kesepian.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 D. Dinamika Perbedaan Tingkat Depresi di Usia Dewasa Awal Berdasarkan Kelekatan Objek Transisi Individu yang berada pada situasi baru kerap kali mengalami kesepian. Hal ini dikarenakan dirinya merasa kehilangan orang-orang yang disayangi. Individu akan merasa khawatir jika kesepian dan tidak mempunyai teman sebagai tempat curahan hati (Noi & Smith, 1991). Selain itu, kesepian akan mengakibatkan individu merasa rendah diri karena tidak mampu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Perasaan kesepian dan kehilangan figur aman mengakibatkan individu memiliki kelekatan objek transisi. Menurut Ocvitasari (2009) penyebab dari individu memiliki objek transisi dikarenakan adanya rasa kehilangan pengasuh utama sehingga kurangnya pemenuhan kebutuhan oral dan rasa aman. Kemunculan depresi kemungkinan besar juga akibat dari masalahmasalah yang dihadapi dalam hubungan dengan orang lain (Constantine, 2006; Gladstone, et al, 2007 dalam A. King 2010)2. Menurut King (2010)2 pengalaman dalam hubungannya dengan orang lain biasanya berkaitan dengan pengalaman yang baru terjadi (misal, konflik pernikahan) dan pengalaman yang sudah terjadi di masa lalu (misalnya, hubungan dengan orang tua yang tidak cukup baik). Perasaan kehilangan mengakibatkan individu mengembangkan keterikatan emosional terhadap benda-benda transisi atau benda lembutnya dimasa dewasa (dalam Hooley, DPhil, dan Murphy, 2012). Selain itu,

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 pengalaman masa kecil yang kurang optimal memungkinkan individu mengalami kesulitan untuk menemukan dan memelihara hubungan emosional, sehingga menggunakan objek transisi tersebut untuk mengisi kekosongan tersebut (dalam Hooley, DPhil, dan Murphy, 2012). Proses pengasuhan yang kurang optimal di masa kecil membentuk individu memiliki karakteristik pribadi yang kurang percaya diri, merasa kurang berharga, dan memandang orang lain mempunyai komitmen rendah dalam hubungan interpersonal (Simpson, dalam Helmi 2004), kurang asertif dan merasa tidak dicintai orang lain (Collins & Read, dalam Helmi 2004). Hal-hal tersebut mengakibatkan individu memiliki konsep diri yang negatif. Individu yang memiliki konsep diri negatif memandang dunia luar sebagai situasi yang mengancam (Helmi, 2004). Menurut Beck, hal tersebut merupakan simptom adanya depresi (Beck, 1985). Menurut psikodinamika, seseorang yang mengalami depresi menjadi lebih dipengaruhi pada penilaian dan persetujuan orang lain dalam membentuk harga diri (King 2010)2.Selain itu, kemunculan depresi kemungkinan besar akibat dari masalah-masalah yang dihadapi dalam hubungannya dengan orang lain (Constantine, 2006; Gladstone, et al, 2007 dalam A. King 2010)2. Sikap negatif yang berkembang hingga dewasa terkadang mengakibatkan seseorang kesulitan dalam memandang dunia luar dari dirinya, sehingga memandang setiap situasi atau keadaan sebagai stresor dalam hidupnya. Stres yang terakumulasi dan bertahan dari waktu ke waktu

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 (Lazarus & Cohen, 1977) dan tanpa koping yang efektif dan sesuai bisa mengakibatkan masalah serius (Singer & Davidson, dalam Lazarus & Cohen, 1977). Sedangkan, individu dewasa yang tidak memiliki kelekatan objek transisi memiliki proses pengasuhan di masa kanak-kanak yang cukup optimal dari orang tuanya. Proses pengasuhan yang optimal biasanya dicirikan dengan terbentuk kelekatan yang positif antara ibu dan anak. Kelekatan yang positif nampak dari hadirnya figur lekat ketika anak membutuhkannya, sehingga anak akan mempunyai keyakinan diri sebagai orang yang dapat dipercaya, memandang diri secara positif, mampu menghargai dirinya dan memiliki konsep diri yang baik (Helmi, 1999). Selain itu, anak-anak yang mengalami kelekatan yang positif akan lebih mampu menangani tugas yang sulit dan tidak cepat berputus asa (Grosman&Grosman, dalam Sutcliffe, 2002). Kelekatan yang positif di masa kanak-kanak menjadi dasar perkembangan yang positif di masa dewasa. Individu dewasa yang tidak memiliki kelekatan objek transisi mampu menghadirkan figur aman, sehingga dirinya tidak merasa kesepian. Selain itu, kehadiran figur aman juga dapat menjadi tempat untuk berbagi curahan hati. Hal ini mengakibatkan individu mampu menyelesaikan masalah-masalah kecil yang dihadapinya dengan koping yang tepat, sehingga tidak berlanjut sampai mengalami depresi.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 E. Kerangka Berpikir Bagan Kerangka Berpikir Penelitian Memiliki kelekatan objek transisi Muncul stres dan tidak dapat menghadirkan figur aman (teman, ibu atau pasangan Tidak mampu melakukan coping stress dengan tepat Tingkat Tidak memiliki kelekatan objek transisi Muncul stres dan mampu menghadirkan figur aman (teman, ibu atau pasangan Mampu melakukan coping stress dengan tepat Tingkat depresi tinggi depresi rendah F. Hipotesis Berdasarkan uraian tinjauan pustaka yang telah dijabarkan di atas, maka dapat diambil hipotesis sebagai berikut: Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi pada individu dewasa awal yang tidak memiliki dan yang memiliki kelekatan objek transisi.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini bersifat penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan bersifat penelitian kausal komparatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan diantara dua sampel atau kelompok (Hadi, 1991). Selain itu, penelitian kausal komparatif bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat (Suryabrata, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan tingkat depresi berdasarkan kelekatan objek transisi diusia dewasa awal. B. Identfikasi Variabel Penelitian Variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini : 1. Variabel independent : Kelekatan objek transisi (X) 2. Variabel dependent : Tingkat depresi (Y) C. Definisi Operasional Variabel 1. Definisi Depresi Depresi merupakan kesedihan yang berkepanjangan dan keadaan jiwa yang apatis, cara berpikir yang salah dalam memandang realitas di luar dan di dalam diri sendiri sehingga terbentuk konsep yang negatif yang berlanjut pada perasaan rendah diri. Simptom-simptom depresi yang 33

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 digunakan dalam penelitian ini mencakup simptom emosional, kognitif, motivasional dan fisik. Di dalam penelitian ini, tingkat depresi diukur dengan menggunakan skala Beck Depression Inventory (BDI). 2. Definisi Kelekatan Objek Transisi Definisi operasional objek transisi adalah suatu benda lembut (boneka, selimut, potongan kain, teddy bear, bantal, selimut, dll) yang dibutuhkan ketika hendak tidur yang dapat mengurangi kecemasan dan memberikan kenyamanan. Benda yangdisebut sebagai objek transisi memiliki kriteria sebagai berikut: 1) Benda yang memberikan kenyamanan a) Merasa nyaman ketika berada didekat benda favorit (boneka, selimut, potongan kain, teddy bear, mainan lembut, dll) b) Merasa tenang ketika bisa menggenggam benda favorit 2) Benda yang bertahan sejak kecil a) Memiliki benda favorit seperti selimut, boneka, potongan kain, teddy bear, mainan lembut dll sejak kecil dan sebagai benda favorit b) Memiliki benda favorit yang dimiliki sejak kecil c) Tidak pernah mencuci benda tersebut dari kecil d) Tidak menggantikan benda tersebut dengan benda yang sejenis e) Benda tersebut terlihat kotor dan bau f) Diri sendiri yang memilih benda itu sendiri

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 g) Menyukai tekstur dari benda yang lembut 3) Benda yang mengurangi kecemasan a) Merasa takut ketika tidur sendiri dan harus ada benda tersebut disamping tempat tidur b) Kesulitan untuk tidur ketika benda tersebut tidak ada Di dalam penelitian ini, kelekatan pada objek transisi diukur dengan menggunakan skala Kelekatan Objek Transisi (KOT). Kelekatan objek transisi pada subjek dilihat dari tinggi rendahnya skor total yang diperoleh subjek berdasarkan Skala Kelekatan Objek Transisi. D. Subjek Penelitian Populasi adalah suatu kumpulan menyeluruh atau suatu objek yang menjadi perhatian peneliti (Suryabrata, 2008). Populasi subjek di dalam penelitian ini adalah individu yang berada pada periode masa muda dengan rentang usia 18-21 tahun. Karakteristik subjek penelitian ialah individu yang masih berada pada jenjang perkuliahan atau disebut dengan mahasiswa. Mahasiswa lebih banyak mengalami tekanan dan depresi akibat dari ketakutan akan kegagalan masa depan (Santrock, 2002b). Selain itu, dalam masa muda individu mulai mengarahkan dirinya untuk lebih mandiri dan terlibat secara sosial (Santrock, 2002b). Hal ini mengakibatkan individu pada masa muda membutuhkan dukungan yang mampu menguatkan sikap dan perilaku mereka (Santrock, 2002b).

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Jumlah sampel subjek dalam penelitian ini secara keselurahan adalah 50 subjek. Dari 50 subjek, akan dibagi ke dalam 2 kelompok berdasarkan rata-rata dari skor total. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih mengikuti prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya (Suryabrata, 2008& Purwanto & Sulistyastuti, 2007). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. E. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data di dalam penelitian menggunakan skala. Skala merupakan kumpulan dari kalimat-kalimat yang menjadi acuan variabel yang diukur yang menghasilkan data kuantitatif dan dapat diubah ke dalam bentuk angka (Hasan, 2002). Skala yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Skala Beck Depression Inventory (BDI) dan skala kelekatan objek transisi (KOT). 1. Skala Depresi pada Masa Dewasa a. Penyusunan item Beck Depression Inventory merupakan instrumen untuk mengukur derajat depresi dari Dr. Aaron T. Beck. Mengandung skala depresi yang terdiri dari 21 item yang menggambarkan 21 kategori, yaitu: (1) perasaan sedih, (2) perasaan pesimis, (3) perasaan gagal, (4) perasaan tak puas, (5) perasaan bersalah, (6) perasaan dihukum, (7) membenci diri sendiri, (8) menyalahkan diri, (9) keinginan bunuh diri, (10) mudah menangis,(11) mudah tersinggung, (12) menarik diri dari

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 hubungan sosial, (13) tak mampu mengambil keputusan, (14) merasa tidak berharga, (15) kehilangan energi, (16) perubahan pola tidur, (17) mudah marah, (18) perubahan nafsu makan, (19) kesulitan dalam berkonsentrasi, (20) merasa lelah, (21) kehilangan libido (Beck, 1996). Di dalam Beck Depression Inventory terdiri dari empat pernyataan untuk setiap kategori item dan setiap itempernyataan memiliki nilai yang berbeda yaitu 0,1,2 dan 3. Subjek diminta untuk melingkari nomor di sebelah jawaban yang paling mencerminkan keadaan yang sebenarnya, jika lebih dari satu jawaban yang cocok maka subjek melingkari nomor yang paling tinggi. Tabel 3.1 Distribus Item Beck Depression Inventory Item sebelum Uji Coba 1) Perasaan sedih : 12) Menarik diri dari hubungan 0. Saya tidak merasa sedih. sosial: 0. 1. Saya merasa sedih. Saya tidak kehilangan minat 2. Sepanjang waktu saya sedih saya terhadap orang lain dan 3. Saya demikian sedih atau tidak aktifitas saya. 1. bahagia sehingga saya tidak tahan Saya agak kurang berminat terhadap lagi rasanya. orang lain dibandingkan biasanya. 2. Saya kehilangan hampir seluruh minat saya pada orang lain dan aktifitasnya. 3. Saya telah kehilangan seluruh minat saya pada apapun. 2) Perasaan pesimis: 0. Saya tidak terlalu berkecil hati mengenai masa depan saya. 1. Saya merasa kecil hati mengenai masa depan saya. 13) Tidak mampu mengambil keputusan: 0. Saya mengambil keputusankeputusan hampir sama baiknya dengan yang biasa

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 2. Saya merasa bahwa tidak ada suatu pun yang dapat saya saya lakukan. 1. Saya menunda mengambil keputusan-keputusan harapkan. sering dari yang biasa saya 3. Saya merasa bahwa masa depan lakukan. saya tanpa harapan dan bahwa semuanya tidak dapat membaik. lebih 2. Saya mengalami kesulitan lebih besar dalam mengambil keputusan-keputusan dari pada sebelumnya. 3. Saya sama sekali tidak dapat mengambil keputusan- keputusan lagi. 3) Perasaan gagal: 14) Merasa tidak berharga: 0. Saya tidak mengganggapdiri saya 0. sebagai orang yang gagal. Saya tidak merasa bahwa keadaan saya tampak lebih 1. Saya merasa bahwa saya telah gagal lebih daripada kebanyakan buruk dari yang biasanya. 1. Saya khawatir saya tampak tua atau tidak menarik. orang. 2. Saat saya menengok ke masa lalu, 2. Saya merasa bahwa ada maka yang terlihat oleh saya perubahan-perubahan yang hanyalah kegagalan. permanen dalam penampilan saya sehingga membuat saya 3. Saya merasa bahwa saya adalah seorang yang gagal total. tampak tidak menarik. 3. Saya yakin bahwa saya bekerja sama tampak jelek. 4) Perasaan tidak puas: 0. Saya 15) Kehilangan energi: memperoleh banyak 0. Saya dapat kepuasan dari hal-hal yang saya baiknya dengan waktu-waktu lakukan, sebelumnya. sama seperti sebelumnya. 1. Saya tidak 1. lagi menikmati berbagai hal, seperti yang pernah saya rasakan dulu. 2. puas dengan segalanya. suatu usaha ekstra mulai Saya sekuat dari apapun lagi. tidak membutuhkan untuk melakukan sesuatu. 2. Saya tidak memperoleh kepuasan 3. Saya Saya harus memaksa tenaga diri untuk melakukan sesuatu. atau bosan 3. Saya tidak mampu mengerjakan apapun lagi.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 5) Perasaan bersalah: 0. Saya tidak 16) Perubahan pola tidur: terlalu merasa 0. bersalah. seluruh waktu. agak tidak mengalami perubahan dalam pola tidur 1. Saya merasa bersalah dihampir 2. Saya Saya saya. 1. merasa bersalah 1a. Saya dapat tidur lebih dari biasanya. disebagian besar waktu. 1b. Saya tidur lebih sedikit 3. Saya merasa bersalah sepanjang waktu. daripada biasanya 2. 2a. Tidur saya jauh lebih banyak dari biasanya. 2b. Tidur saya jauh lebih sedikit dari biasanya. 3. 3a. Saya tidur sepanjang hari. 3b. Saya terbangun 1-2 jam lebih awal dari biasanya dan tidak dapat tidur kembali. 6) Perasaan dihukum: 17) Mudah marah: 0. Saya tidak merasa seoalah saya 0. sedang dihukum. 1. Saya merasa Saya tidak lebih mudah marah dari pada biasanya. mungkin saya 1. sedang dihukum. Saya lebih mudah marah daripada biasanya. 2. Saya pikir saya akan dihukum. 2. 3. Saya merasa bahwa saya sedang dihukum. Saya jauh lebih mudah marah daripada biasanya. 3. Saya mudah marah sepanjang waktu. 7) Membenci diri sendiri: 0. Saya tidak merasa 18) Perubahan nafsu makan: kecewa 0. terhadap diri saya sendiri. 1. Saya kecewa dengan diri saya tidak mengalami perubahan nafsu makan. 1. sendiri. 1a. Nafsu makan saya lebih sedikit dari biasanya. 2. Saya muak dengan diri saya 1b. Nafsu makan saya lebih sendiri. 3. Saya membenci diri saya sendiri. Saya banyak daripada biasanya 2. 2a. Nafsu makan saya jauh lebih sedikit dari biasanya. 2b. Nafsu makan saya jauh lebih banyak dari biasanya. 3. 3a. Saya tidak memiliki nafsu

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 makan sepanjang waktu. 3b. Saya menginginkan makanan sepanjang waktu. 8) Menyalahkan diri: 19) Kesulitan dalam berkonsentrasi: 0. Saya tidak merasa lebih buruk daripada orang lain. kelemahan-kelemahan atau kesalahan saya. berkonsentrasi 1. Saya tidak dapat berkonsentrasi seperti biasanya. menyalahkan sepanjang dapat dengan baik setiap saat. 1. Saya mencela diri saya karena 2. Saua 0. Saya diri waktu saya karena kesalahan-kesalahan saya. 3. Saya menyalahkan diri saya untuk semua hal buruk yang terjadi. 2. Sangat sulit untuk mempertahankan pikiran saya pada hal apapun dalam waktu yang lama. 3. Saya tidak berkonsentrasi dapat pada hal apapun. 9) Keinginan bunuh diri: 20) Merasa lelah: 0. Saya tidak punya sedikit pun pikiran untuk bunuh diri. 1. Saya mempunyai pikiran-pikiran 0. Saya tidak merasa lelah atau capek dari biasanya. 1. Saya lebih mudah lelah atau untuk bunuh diri, namun saya capek tidak akan melakukannya. biasanya. 2. Saya ingin bunuh diri. lebih awal dari 2. Saya merasa lelah atau capek 3. Saya akan bunuh diri jika saya ada kesempatan. untuk melakukan banyak hal. 3. Saya merasa lelah atau capek untuk melakukan sebagian hal. 10) Mudah menangis: 21) Kehilangan libido: 0. Saya tidak lebih banyak menangis dibandingkan biasanya. 1. Saya lebih banyak 0. Saya tidak melihat adanya perubahan dalam minat saya menangis daripada sebelumnya. 2. Saya menangis karena masalah kecil. 3. Saya merasa ingin menangis, namun saya tidak dapat menangis walaupun saya menginginkannya. terhadap seks. 1. Saya kurang berminat dibidang seks dibandingkan biasanya. 2. Saya sangat kurang berminat terhadap seks. 3. Saya telah kehilangan minat terhadap seks sama sekali.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 11) Mudah tersinggung: 0. Saya tidak lebih terganggu oleh berbagai hal dibandingkan biasanya. 1. Kini saya sedikit lebih pemarah daripada biasanya. 2. Saya agak jengkel atau terganggu dan membuat saya sulit untuk bertahan. 3. Saya merasa terganggu jengkel ketika atau melakukan sesuatu. b. Penskoran item Interpretasi pengukuran Beck Depression Inventory(dalam Burns, 1988) adalah sebagai berikut: 1) Nilai 1-9 menunjukkan naik turunnya perasaan yang tergolong wajar. 2) Nilai 10-16 menunjukkan gangguan “mood” atau rasa murung yang ringan. 3) Nilai 17-20 menunjukkan garis batas klinis. 4) Nilai 21-30 menunjukkan adanya depresi ringan. 5) Nilai 31-40 menunjukkan adanya depresi parah. 6) Nilai 40 keatas menunjukkan adanya depresi esktrim.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 2. Skala Kelekatan Objek Transisi a. Metode skala Skala kelekatan objek transisi merupakan skala untuk mengukur apakah seseorang lekat atau tidak dengan objek tertentu. Skala kelekatan objek menggunakan jenis skala guttman. Kategori pilihan untuk setiap pernyataan terdiri dari pilihan “YA” atau “TIDAK”. Pilihan jawaban “Ya” jika subjek menunjukkan kesetujuan pada pernyataan yang diberikan. Sedangkan, pilihan jawaban “Tidak” jika subjek tidak menunjukkan kesetujuan pada pernyataan yang diberikan. b. Penyusunan item Di dalam skala kelekatan objek transisi, terdapat 28 pernyataan mengenai kelekatan objek transisi. Aspek yang diungkap dalam skala kelekatan objek transisi terdiri dari: 1) Benda yang memberikan kenyamanan a) Merasa nyaman ketika berada didekat benda favorit (boneka, selimut, potongan kain, teddy bear, mainan lembut, dll) b) Merasa tenang ketika bisa menggenggam benda favorit 2) Benda yang bertahan sejak kecil a) memiliki benda favorit seperti selimut, boneka, potongan kain, teddy bear, mainan lembut dll sejak kecil dan sebagai benda favorit

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 b) Memiliki benda favorit yang dimiliki sejak kecil c) Tidak pernah mencuci benda tersebut dari kecil d) Tidak menggantikan benda tersebut dengan benda yang sejenis e) Benda tersebut terlihat kotor dan bau f) Diri sendiri yang memilih benda itu sendiri g) Menyukai tekstur dari benda yang lembut 3) Benda yang mengurangi kecemasan a) Merasa takut ketika tidur sendiri dan harus ada benda tersebut disamping tempat tidur b) Kesulitan untuk tidur ketika benda tersebut tidak ada Tabel 3.2 Distribusi Dan Jumlah Item Skala Kelekatan Objek Transisi sebelum Uji Coba Aspek sejenis 1) Benda yang bertahan sejak kecil Nomor item Total presentase (1,3,5, 6,7,9,11, 16 33,33% (8,15,19,22,27,28) 6 33,33% (4,2,10,17,21,23) 6 33,33% 28 100% 12,13,14,16,18,20,24,25, 26) 2) Benda yang memberikan kenyamanan 3) Benda yang mengurangi kecemasan Total *untuk nomor yang diberi garis bawah “_” merupakan pernyataan yang unfavorabel

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 c. Penskoran item Penskoran dalam skala ini, memiliki dua penilaian. Skor untuk kelompok yang memiliki kelekatan objek transisi berada pada rentang angka 1 sampai 0, yaitu untuk pernyataan favorabel skor 1 (Ya/Sesuai) dan skor 0 (Tidak/Tidak Sesuai), kemudian untuk pernyataan unfavorabel skor 0 (Ya/Sesuai) dan skor 1 (Tidak/Tidak Sesuai). Sedangkan untuk penskoran kelompok yang tidak memiliki kelekatan objek transisi berada pada rentang angka 0 hingga 1, yaitu untuk pernyataan favorabel skor 0 (Ya/Sesuai) dan skor 1 (Tidak/Tidak Sesuai), kemudian untuk pernyataan unfavorabel skor 1 (Ya/Sesuai) dan skor 0 (Tidak/Tidak sesuai). Subjek yang memiliki skor total sama dengan atau di atas ratarata, akan masuk dalam kelompok yang memiliki kelekatan objek transisi. Sedangkan, subjek yang memiliki skor total di bawah ratarata, akan masuk dalam kelompok yang tidak memiliki kelekatan objek transisi. F. Uji Coba Alat Ukur 1. Estimasi Validitas Validitas adalah ketepatan suatu alat ukur dalam mengukur hal yang seharusnya diukur. Validitas suatu alat ukur dilihat dari isi dari alat ukur itu sendiri, kesesuaian alat ukur dengan konstruk dan kriteria dari alat ukur tersebut (Suryabrata, 2008). Validitas dalam penelitian ini

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 menggunakan validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang memberikan gambaran sejauh mana aitem-aitem dalam alat ukur mencakup keseluruhan hal yang akan hendak diukur (Azwar, 1997). Di dalam validitas isi, pengujjian kesesuaian hal yang akan diukur dengan alat ukur yang digunakan menggunakan professional judgment. Professional judgment yang digunakan dalam penelitian melalui dosen pembimbing. Dosen pembimbing mengecek kesesuaian aitem-aitem yang digunakan dengan melihat aspek-aspek yang akan diukur di dalam blue print. 2. Uji Daya Deskriminasi Item Uji daya beda atau uji daya deskrisminasi item adalah sejauh mana aitem mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang diukur (Azwar, 1999). Selain itu, merupakan indikator keselarasan atau konsistensi antara fungsi aitem dengan fungsi skala yang disebut sebagai konsistensi aitem-total (Azwar, 1999). Dalam penelitian, uji daya beda atau uji daya deskriminasi item menggunakan teknik product-moment pearson. Didalam pengujian daya diskriminasi aitem dilakukan dengan sistem komputasi koefisien korelasi antara distribusi skor aitem dengan suatu kriteria yang relevean, yaitu distribusi skor skala itu sendiri yang akan menghasilkan koefisiensi korelasi aitem-total (Rix) (Azwar, 1999). Semakin tinggi koefisiensi korelasi aitem-total positif antara skor aitem

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 dengan skor skala berarti semakin tinggi konsistensi antara aitem dengan skala secara kesulurahan berarti semakin tinggi daya bedanya (Azwar, 1999). Sedangkan, bila koefisien korelasinya rendah mendekati nol berarti fungsi aitem tersebut tidak cocok dengan fungsi ukur skala dan daya bedanya tidak baik (Azwar, 1999). Semakin baik daya diskriminasi aitem maka koefisien korelasinya semakin mendekati angka 1,00. Sedangkan kriteria pemilihan aitem berdasar korelasi aitem-total, biasanya memiliki batasan rix ≥ 0,30 dan semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan, sedangkan yang memiliki koefisien korelasi aitem-total (rix) kurang dari 0,30 memiliki daya deskriminasi rendah (Azwar, 1999). Berikut ini adalah hasil uji coba skala depresi beck (Beck Depression Inventory)dan skala kelekatan objek. a. Beck Depression Inventory Item pada skala kelakatan objek terdiri dari 21 item dan disajikan pada 25 subjek yang sesuai dengan kriteria penelitian. Kriteria pemilihan aitem berdasar korelasi aitem-total, biasanya memiliki batasan rix ≥ 0,30 dan semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan, sedangkan yang memiliki koefisien korelasi aitemtotal (rix) kurang dari 0,30 memiliki daya deskriminasi rendah (Azwar, 1999).Seluruh item dalam skala Beck Depression Inventory terpakai dan tidak ada yang gugur.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 b. Skala kelekatan objek Item pada skala kelakatan objek terdiri dari 28 item dan disajikan pada 25 subjek yang sesuai dengan kriteria penelitian. Kriteria pemilihan aitem berdasar korelasi aitem-total, biasanya memiliki batasan rix ≥ 0,30 dan semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan, sedangkan yang memiliki koefisien korelasi aitemtotal (rix) kurang dari 0,30 memiliki daya deskriminasi rendah (Azwar, 1999). Berikut ini adalah distribusi item kelekatan objek transisi setelah uji coba: Table3.3 Distribusi Dan Jumlah Item Skala Kelekatan Objek Transisi setelah Uji Coba Aspek sejenis 1) Benda yang bertahan sejak kecil 2) Benda yang memberikan Nomor item (1,3,5,6,7,9,11,12,13,14,16,18,20,24,25, 26) (8,15,19,22,27,28) kenyamanan 3) Benda yang mengurangi (4,2,10,17,21,23) kecemasan Keterangan: *untuk nomor yang diberi garis bawah “_” merupakan pernyataan yang unfavorabel *angka yang dicetak tebal adalah item gugur dalam uji coba penelitian.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Berdasarkan korelasi item total, diperoleh 18 item untuk skala kelekatan objek dan 10 item gugur dan tidak dapat disertakan dalam skala penelitian. Item yang gugur merupakan item-item yang terdapat pada aspek “benda yang bertahan sejak kecil”(aspek 1) sejumlah 9 item dan item gugur sejumlah 1 item merupakan item dari aspek “benda yang memberikan kenyamanan) (aspek 2). Berikut adalah distribusi item skala kelekatan objek yang digunakan dalam penelitian. Table3.4 Distribusi dan Jumlah Item Skala Kelekatan Objek Transisi setelah Uji Coba Aspek sejenis Nomor item Total Presentase 1) Benda yang bertahan 5, 11(9), 3(14), 14(18), 7 33,33% 5 33,33% 6 33,33% 18 100% sejak kecil 2) Benda yang memberikan kenyamanan 3) Benda yang mengurangi kecemasan Total 16(24), 9(25), 17(26) 2(15),1(19), 8(22), 13(27), 18(28) 2(6),10(4), 12(10), 7(17), 15(21), 4(23) Keterangan: *nomor dalam tanda kurung (n) adalah nomor item sebelum uji coba penelitian. 3. Estimasi Reliabilitas Reliabilitas mengacu pada konsistensi atau kepercayaan hasil ukur yang mengandung kecermatan pengukuran (Azwar, 1999).

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (rxx ) yang memiliki 1 rentang angka dimulai dari 0 sampai 1,00 (Azwar, 1999). Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 semakin tinggi reliabilitasnya, sedangkan koefisien reliabilitas yang semakin mendekati angka 0 berarti semakin rendah reliabilitasnya (Azwar, 1999). Untuk menguji reliabilitas dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan koefisien Alpha (α). Hal ini dikarenakan, dalam penelitian ini dilakukan satu kali penyajian pada sekelompok responden (Azwar, 1999). Batas minimal Alpha Cronbach sebagai persyaratan reliabilitas suatu skala adalah 0,90 (Azwar, 2008). Hasil perhitungan reliabilitas dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach menggunakan SPSS for windows versi 16 menunjukkan bahwa Beck Depression Inventory menunjukkan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,757. Sedangkan, skala kelekatan objek menunjukkan koefisienAlpha Cronbach sebesar 0,690. Hasil dari koefisien Alpha CronbachBeck Depression Inventory dan skala kelekatan objek menunjukkan bahwa skala tersebut reliable. G. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari populasi yang memiliki sebaran data normal (Santoso, 2010). Di dalam

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 penelitian ini menggunakan metode Kolmogorov-smirnov untuk menguji normalitas data. Kriteria untuk menguji sebaran data normalitas adalah p > 0,10 maka sebaran data besifat normal, sedangkan jika sebaran data nomalitas menunjukkan p < 0,10 maka sebaran data bersifat tidak normal (Santoso, 2010). b. Uji Homogenitas Uji homogenitas adalah merupakan uji perbedaan antara dua kelompok dengan melihat skor varian dari dua kelompok tersebut (Santoso, 2010). Di dalam penelitian menggunakan metode Levene Test untuk menguji homogenitas varian dari kelompok. Kriteria pengujian homogenitas adalah p > 0,05 maka skor varian dari kelompok bersifat homogen (Santoso, 2010). 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis di dalam penelitian menggunakan teknik statistik Independent Sampel T-test. Hipotesis akan diterima bila taraf signifikansi kurang dari 0,05 (p < 0,05), yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi pada individu dewasa awal yang tidak memiliki dan yang memiliki kelekatan objek. Pengolahan data akan dibantu menggunakan program komputer SPSS for windows versi 16.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Persiapan dan Pelaksaan Penelitian 1. Persiapan Penelitian Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan uji coba skala kelekatan objek dan skala depresi beck (Beck Depression Inventory). Uji coba skala ini dalam rangka untuk melihat kualitas itemitem skala yang telah dibuat oleh peneliti apakah layak untuk dipakai pada saat penelitian dilakukan. Kedua skala tersebut diberikan kepada 30 subjek perempuan dewasa awal dengan kriteria 15 subjek yang memiliki kelekatan dan 15 subjek yang tidak memiliki kelekatan. Skala ini diberikan pada subjek yang berada disekitar provinsi DI. Yogyakarta, yaitu daerah Paingan. Pelaksaan uji coba skala dilakukan pada tanggal 2 september 2013 sampai 7 september 2013. Berdasarkan 30 skala yang dibagikan, skala yang kembali pada peneliti berjumlah 25 buah, 11 skala dari subjek yang memiliki kelekatan objek dan 14 skala dari subjek yang tidak memiliki skala kelekatan. Dari 25 buah skala yang kembali tersebut, peneliti melakukan uji daya diskriminasi item, uji validitas dan uji reliabilitas skala. 51

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 2. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan pada tanggal 16 september 2013 hingga 23 september 2013. Peneliti menyebarkan 50 skala kepada perempuan dewasa awal. Penyebaran skala tersebut dilakukan dibeberapa tempat di daerah provinsi DI. Yogyakarta, antara lain daerah Paingan (kampus III Universitas Sanata Dharma), Mrican (kampus pusat Universitas Sanata Dharma), daerah Sagan (asrama Syantikara). Selain itu, penyebaran skala yang dilakukan secara individual dan dibantu oleh beberapa rekan peneliti dilakukan pada subjek yang berdomisili di Solo, Wonosobo dan Jakarta. Dari ke 50 skala yang disebarkan, peneliti menerima kembali semua skala dengan jumlah yang sama pada saat penyebaran dilakukan. Berdasarkan olah data yang dilakukan, sebanyak 9 subjek masuk dalam kategori memiliki kelekatan objek dan 28 subjek masuk dalam kategori tidak memiliki kelekatan objek 3. Data Demografis Subjek Penelitian Subjek penelitian berjumlah 50 orang perempuan dewasa awal Dalam skala, subjek mencantumkan usia untuk menambah informasi data subjek yang diteliti. Berikut adalah beberapa deskripsi data demografis dari subjek penelitian:

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel 4.1 Deskripsi Data Demografis Berdasarkan Usia Usia Jumlah Persen(%) 19 2 4% 20 13 26% 21 22 44% 22 9 18% 23 1 2% 25 2 4% 27 1 2% TOTAL 50 100% Subjek penelitian memiliki rentang usia dari 19 tahun sampai 27 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa subjek penelitian berada pada tahap perkembangan usia dewasa awal. Dengan prosentase 44% berada pada usia 21 tahun. Tabel 4.2 Deskripsi Data Demografis Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Persen (%) Mahasiswa 49 98% Karyawan 1 2% Total 50 100%

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Subjek penelitian sebesar 98% merupakan mahasiswa dan subjek sebesar 2% merupakan karyawan. Jenis pekerjaan yang paling banyak adalah mahasiswa dengan prosentase 98%. B. Hasil Penelitian 1. Kategorisasi Pengelompokkan Subjek Berdasarkan Kelekatan Objek Transisi Norma berdasarkan pembagian wilayah dalam distribusi norma: Tabel 4.3 Norma Kategorisasi Kategori Sangat Lekat Lekat Normal Tidak Lekat Sangat Tidak lekat Rentan (M + 1,50 SD) < X (M + 0,50 SD) < X ≤ (M + 1,50 SD) (M – 0,50 SD) < X ≤ (M + 0,50 SD) (M – 1,50 SD) < X ≤ (M – 0,50 SD) X ≤ M – 1,50 SD Tabel 4.4 Hasil Analisi Kategorisasi N Minimun Maximum Mean Std. Deviation kot 50 4 16 10.96 3.257 td 50 0 32 9.42 6.034 Valin N 50 (listwise)

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 4.5 Hasil Kategorisasi Item Kelekatan Objek Transisi Kategori Sangat Lekat Lekat Normal Tidak lekat Sangat Tidak Lekat Rentan 15,873< X 12,588< X ≤ 15,873 9,332 < X ≤ 12,588 6,047 < X ≤ 9,332 X ≤ 6,047 Jumlah subjek 0 orang 9 orang 13 orang 9 orang 19 orang Persentase 0% 18% 26% 18% 38% Berdasarkan hasil kategorisasi, diketahui bahwa kelekatan objek transisi di usia dewasa awal, dari 50 subjek didapatkan 0 subjek (0%) berada pada kategori sangat lekat, 9 subjek (18%) berada pada kategori lekat, 13 subjek (26%) berada pada kategori normal, 9 subjek (18%) berada pada kategori tidak lekat dan 19 subjek (38%) berada pada kategori sangat tidak lekat. Didapatkan kesimpulan bahwa subjek yang masuk dalam kelompok lekat objek sebanyak 9 orang dan subjek yang masuk dalam kelompok tidak lekat objek sebanyak 28 orang. Subjek yang berada dalam kategori normal akan dibuang. 2. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari populasi yang memiliki sebaran data normal (Santoso, 2010). Di dalam penelitian ini menggunakan

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test untuk menguji normalitas data. Kriteria untuk menguji sebaran data normalitas adalah p > 0,10 maka sebaran data besifat normal, sedangkan jika sebaran data nomalitas menunjukkan p < 0,10 maka sebaran data bersifat tidak normal (Santoso, 2010). Hasil sebaran data dalam penelitian ini tampak bahwa p = 0,645 untuk kelompok yang tidak memiliki kelekatan objek. Hal ini menunjukkan bahwa taraf signifikansi tingkat depresi pada kelompok tidak memiliki kelekatan objek bersifat normal karena p = 0,645> 0,05 (p > 0,05). Sedangkan, hasil sebaran data untuk kelompok yang memiliki kelekatan objek adalah p = 0,250. Hal ini menunjukkan bahwa taraf signifikansi tingkat depresi pada kelompok yang memiliki kelekatan objek bersifat normal karena p = 0,250 > 0,05 (p > 0,05). Data rangkuman uji normalitas OneSample Kolmogorov-Smirnov Test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.6 Rangkuman Hasil Uji Normalitas Kelompok Tidak lekat Lekat N 28 9 Asymp. Sig. (2-tailed) 0,645 0,250 Keterangan (p > 0,05) Normal Normal b. Uji Homogenitas Uji homogenitas adalah merupakan uji perbedaan antara dua kelompok dengan melihat skor varian dari dua kelompok

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 tersebut (Santoso, 2010). Di dalam penelitian menggunakan metode Levene Test untuk menguji homogenitas varian dari kelompok. Kriteria pengujian homogenitas adalah p > 0,05 maka skor varian dari kelompok bersifat homogen (Santoso, 2010). Dalam penelitian ini, tampak bahwa p = 0,935. Hal ini menunjukkan taraf signifikansi tingkat depresi memiliki nilai varian skor yang bersifat homogen terhadap kelompok tidak lekat objek dan lekat objek karena p = 0,935 (p > 0,05). Data rangkuman uji homogenitas Levene Test dapat dilihat pada berikut: Tabel 4.7 Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Nilai F (Levene’s Test) Nilai p 0,007 0,935 3. Uji Hipotesis Hipotesis dalam penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi pada individu dewasa awal yang tidak memiliki dan yang memiliki kelekatan objek transisi. Uji hipotesis di dalam penelitian menggunakan teknik statistik Independent Sampel Ttest. Hipotesis akan diterima bila taraf signifikansi kurang dari 0,05 (p < 0,05), yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi pada individu dewasa awal yang tidak memiliki dan yang memiliki kelekatan objek. Berikut data hasil uji hipotesis:

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 4.8 Rangkuman Hasil Uji Hipotesis Kelompok Tidak lekat Lekat Ho = N Mean Mean Difference 6,044 T p Keterangan p < 0,05 28 7,18 2,525 0,016 Tidak signifikan 9 13,22 6,044 2,525 0,016 Tidak signifikan Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi diusia dewasa awal berdasarkan kelekatan objek transisi (Ho diterima jika p > 0,05). H1= terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi diusia dewasa awal berdasarkan kelekatan objek transisi (H1 diterima jika p < 0,05). Berdasar tabel di atas dapat dilihat bahwa mean kelompok tidak lekat lebih tinggi dari pada mean kelompok lekat. Meskipun demikian, perbedaan mean kedua kelompok kecil dan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Nilai p untuk kedua kelompok adalah p = 0,016. Hal ini menunjukkan bahwa nilai p > 0,05 ( 0,016> 0,05), sehingga Ho diterima yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi diusia dewasa awal berdasarkan kelekatan objek transisi.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 C. Pembahasan Hipotesis dalam penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi pada individu dewasa awal yang tidak memiliki dan yang memiliki kelekatan objek transisi. Berdasarkan olah data yang telah dilakukan, nilai p untuk kedua kelompok adalah p = 0,016. Hal ini menunjukkan bahwa nilai p > 0,05 (0,016> 0,05), sehingga Ho diterima yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi diusia dewasa awal berdasarkan kelekatan objek transisi. Depresi atau gangguan emosinonal bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, relasi sosial dan pribadi (Hidayat, 2011), hal yang memungkinkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi berdasarkan kelekatan objek karena individu tersebut mampu membangun relasi yang baik dengan orang-orang disekitar dan mampu mengontrol dirinya sendiri. Masalah-masalah kecil yang dialami individu seperti berada pada situasi yang menjengkelkan, frustrasi, dan mengalami kejadian yang menyedihan serta kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas rutin dapat memunculkan stres (DeLongis, Coyne, Dakof, Folkman, & Lazarus, 1982; Kanner, Coyne, Schaefer, & Lazarus, 1981). Stres yang terakumulasi dan bertahan dari waktu ke waktu (Lazarus & Cohen, 1977) dan tanpa koping yang efektif dan sesuai bisa mengakibatkan masalah serius (Singer & Davidson, dalam Lazarus & Cohen, 1977). Selain itu, kemunculan depresi kemungkinan besar akibat dari masalah-masalah yang dihadapi dalam hubungan dengan orang lain

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 (Constantine, 2006; Gladstone, et al, 2007 dalam A. King 2010b).Jika individu dewasa awal yang tidak memiliki kelekatan objek, mampu membentuk relasi yang baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis atau sering disebut dengan keintiman maka dapat dikatakan bahwa individu tersebut berhasil dalam proses pembentukan indentitas diri. Hal ini yang memungkin individu dewasa yang tidak memiliki kelekatan dapat melakukan coping stress dengan tepat. Kedua kelompok penelitian berada pada masa tahap perkembangan dewasa awal. Individu pada kedua kelompok yang berada pada masa dewasa awal lebih memiliki hubungan dekat dengan orang-orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya (Santrock, 2009b). Hal ini dapat terwujud dalam hubungan persahabatan, cinta yang romantis, maupun cinta yang penuh afeksi. Ketika individu dewasa awal yang tidak memiliki kelekatan objek diusia dewasa awal, memungkinkan dirinya mampu membentuk suatu hubungan yang penuh penerimaan, saling menghormati, saling menolong, saling mengerti, dan mampu untuk menceritakan rahasia ataupun masalah yang sedang dialami (Santrock, 2009b). Selain itu, mereka yang berada pada tahap dewasa awal akan melewati masa dimana dirinya merasakan cinta yang romantis yang penuh dengan ketakutan, kemarahan, gairah seksual, kesenangan dan kecemburuan yang akan menyiapkan dirinya pada suatu hubungan yang dinamakan pernikahan. Hubungan cinta akan menumbuhkan rasa kebersamaan yang dalam dan saling menyanyi. Hal-hal tersebut yang

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 memungkinkan individu dewasa awal yang tidak memiliki kelekatan objek mampu mengatasi masalah-masalah yang sedang dialaminya. Selain itu, faktor dari diri sendiri memungkinkan seseorang tidak mengalami kecenderungan depresi, misalnya berkaitan dengan kontrol diri internal. Individu dengan kontrol diriinternal merasa yakin bahwa dirinya memiliki kontrolterhadap apa yang terjadi dalam hidupnya. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwaindividu dengan kontrol diri internal cenderungmemiliki usaha yang lebih aktif untuk mencapaitujuannya, lebih ulet dalam mencari informasi, lebihsiap dan waspada pada keadaan di sekitarnya, danlebih mandiri dalam membuat suatu keputusan (dalam Asthiningsih, Machira, & Sedyowinarso, 2010). Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang mengatakan bahwa semakin tinggi kontrol diri (Locus of Control)internal seseorang, maka kecenderungan untukmengalami depresi akan semakin rendah (dalam Asthiningsih, Machira, & Sedyowinarso, 2010). Sedangkan, untuk kelompok yang memiliki kelekatan objek, individu yang memiliki kelekatan objek karena individu tersebut membutuhkan sosok yang mampu membuat dirinya merasa nyaman, tenang, dan aman, sehingga menggunakan objek transisi sebagai figur yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dampak positif yang ditimbulkan dari objek transisi adalah membantu untuk lekas tidur, memberikan efek kenyamanan, keamanan dan ketenangan (Ocvitasari, 2009). Hal tersebut yang

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 memungkinkan bahwa individu yang memiliki kelekatan objek transisi tidak menunjukkan depresi yang tinggi. Selain itu, seseorang yang memiliki kelekatan objek transisi dan merasa depresi, dirinya akan merasa tenang dan menjadi lebih baik ketika dapat memegang maupun hanya melihat objek transisi tersebut (Malepo, 2008). Hal ini dikarenakan objek transisi digunakan sebagai mekanisme pertahanan diri yang mampu memberikan rasa aman, menyediakan kenyamanan dan inspirasi, terutama dalam menghadapi kesulitan (Schneiderman, 2000& Winnicott, 1953). Hasil penelitian yang memperkuat bahwa tidak adanya perbedaan tingkat depresi pada usia dewasa awal berdasarkan kelekatan objek dilakukan pada pelajar SMA yang menunjukkan bahwa penggunaan objek transisi tidak menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap depresi (Erkolahti &Nystrom, 2009). Selain itu, individu yang memiliki kelekatan objek transisi diusia dewasa tidak berbeda dengan individu yang dulunya tidak memiliki atau tidak memiliki kelekatan objek transisi diusia dewasanya (Hooley, Dphil, & Murphy, 2010). Perbedaan budaya yang ada di Indonesia dengan negara-negara barat, memungkinkan memiliki pengaruh pada hipotesis penelitian ini. pola pengasuhan di Indonesia masih mengarah pada pola pengasuhan tradisional yang mengutamakan proses sosialiasasi yang membentuk anak untuk dapat berinteraksi dengan sesama, keluarga, dan lingkungan sekitar. Anak diperlakukan secara khusus dan ditekankan mendapatkan kontak fisik

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 dengan pengasuhnya (Geertz dalam Adiyanti, 1991). Sedangkan, kelekatan objek transisi lebih umum terjadi di negara barat dan perkotaan dimana anak biasanya tidur sendiri dan tidak memiliki kontak fisik yang dekat dengan ibunya dalam kegiatan sehari-hari dari pada negara dimana bayi memiliki kontak fisik dengan ibunya (Erkolahti &Nystrom, 2009). Selain itu, peneliti juga merasa bahwa faktor dari depresi tidak hanya dilihat dari kelekatan objek transisi. Misalnya, penyebab depresi karena keturunan, pola hidup, gender, usia, dan faktor psikologi. Menurut King (2010b) pengalaman dalam hubungannya dengan orang lain biasanya berkaitan dengan pengalaman yang baru terjadi (misal, konflik pernikahan) dan pengalaman yang sudah terjadi di masa lalu (misalnya, hubungan dengan orang tua yang tidak cukup baik) yang memungkinkan munculnya depresi. Akan tetapi, dalam penelitian ini, peneliti tidak melihat hal-hal lain yang berpengaruh terhadap pola pengasuhan orang tua dan tingkat depresi sehingga hipotesis ditolak.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat depresi diusia dewasa awal berdasarkan kelekatan objek transisi ditinjau dari t = 0,007 dengan nilai p = 0,016 (p > 0,05). B. Saran 1. Bagi Individu yang Memiliki dan Tidak Memiliki Kelekatan Objek a. Bagi individu yang memiliki kelekatan objek transisi disarankan untuk lebih meningkatkan kemampuan relasi sosial sehingga tetap mampu mengatasi kemungkinan-kemungkinan munculnya depresi. b. Untuk individu yang memiliki kelekatan objek transisi juga harus lebih peka terhadap peristiwa yang sedang dialami sehingga mampu mengatasi stres yang muncul dan tidak berlanjut pada depresi. c. Selain itu, individu yang memiliki kelekatan objek transisi juga harus mampu mengatasi adanya situasi ketidakhadiran figur nyaman (ibu) dan mampu menemukan figur nyaman yang lain (misalnya, teman dan lawan jenis) untuk membantu dalam 64

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 mengurangi rasa kehilangan serta mampu berbagi tentang permasalahan yang dihadapinya sehingga stres yang dirasakan dapat teratasi. 2. Bagi Penelitian Selanjutnya a. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah proses pengelompokkan subjek yang kurang sesuai dengan kriteria dalam kelompok lekat objek transisi dan tidak lekat objek. Dalam hal ini, informasi yang didapat ketika melakukan pengelompokkan subjek yang memiliki kelekatan objek kurang maksimal, hanya melalui metode skala dan memberikan pertanyaan informal yang kurang mendalam sehingga kurang menunjukkan bahwa kelompok tersebut benar-benar memiliki kelekatan objek atau tidak. Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya menggunakan metode wawancara mendalam agar informasi yang didapatkan cukup maksimal. b. Penelitian selanjutnya juga disarankan untuk melihat faktor-faktor lain yang mempengaruhi munculnya depresi, sehingga dapat mengontrol faktor-faktor tersebut agar dapat mengungkap tingkat depresi seseorang. c. Selain itu, untuk subjek penelitian selanjutnya diharapkan mengambil lebih banyak sampel. Hal ini dimaksudkan agar hasil penelitiannya dapat digeneralisasikan.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Adiyanti, Maria, G,. 1991. Perkembangan Kelekatan Anak “The Development of Children Attachment”. BPPS-UGM Vol 4. Asthiningsih, N.W., Wiwin, Marchira, C.R., Sedyowinarso, Marlyono. 2010. Hubungan Kemampuan Kontrol Diri dengan Kecenderungan Depresi pada Mahasiswa Program Studi B PSIK FK UGM. Berita Kedokteran Masyarakat Vol. 26. Azwar, Saifuddin. 1997. RELIABILITAS dan VALIDITAS. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. 1999. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bachar, Phd. Eytan, et al,. 1998. Childhood vs. Adolescence Transitional Object Attachment, and Its Relation to Mental Health and Parental Bonding. Child psychiatry and human development, Vol 28. Beck, Aaron, T. 1967. Depression. Staples. Beck, Aaron, T., Emery, Gary, Greenberg, Ruth, L. 1985. Anxiety disorders and phobias: a cognitive perspective. Basic Books. Beck, Aaron, T. 1996. Beck Depression Inventory. The Psychological Corporation. USA. Cardasis, William. et al., 1997. Transitional Object and Borderline Personality Disorder. Am J Psychiatry 154:2. DeLongis, A., Coyne, J.C., Dakof,G., Folkman, S., & Lazarus, R.S. 1982. The Relationship of Hassles, Upfitss, and Major Life Events to Health Status. Health Psychology Vol. 1. Durand, V. Mark., Barlow, David., H. 2006. Intisari Psikologi Abnormal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Erkolahti, R., Nystrom, M. 2009. The Prevalence of Transitional Object Use in Adolescene: is there a Connection between the Existence of a Transitional Object and Depressive Symptoms?. Eur Child & Adolescene Psychiatry Vol. 18 No. 7 Feldman, Robert, S. 2012. Pengantar Psikologi Understanding Psychology. Salemba humanika: Jakarta. 66

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Greist, M.D., John, H., dan James W. 1987. Depresi dan Penyembuhannya. Gunung mulia: Jakarta. Hadi, S,. 1991. Analisis Butir Untuk Instrumen. Yogyakarta: CV. Andi Offset. Hasan, M., Iqbal. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian & Aplikasinya. Ghalia Indonesia. Helmi, Avin Fadilla. 2004. Model Teoritik Gaya Kelekatan, Atribusi, Respon Emosi, dan Perilaku Marah. Buletin Psikologi, No.2. Hernawan, Andiono diunduh pada 15 Maret 2013 http://www.lensaindonesia.com/2012/10/10/penyakit-depresi-menjadiwabah-tingkat-global.html Hidayat, Atep Afia diunduh pada 15 Maret 2013 http://m.kompasiana.com/post/kejiwaan/2011/10/24/174-juta-orangalami-stres-dan-depresi/ Hooley, Jill, M., Hil, D.P., Murphy, Molly Wilson. 2012. Adult Attachment to TransitionalObjects and BorderlinePersonality Disorder. Journal of Personality DisordersVol. 26. King, Laura, A,. 2010. Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif Buku 2. Salemba humanika: jakarta. Lazarus, R.S., & Cohen, J. 1977. Environmental Stress In J. Wohlwill & I. Altman (Eds). Human Behavior and Environment. New York: Plenum. Lemme, BarbaraHansen. 1947. Development in Adulthood. Susan Badger: USA. Litt, Carole, J,. 1986. Theories of Transitional Object Attachment: An Overview. International Journal of Behavioral Development 9: 383. Lubis, NamoraLumongga. 2009. Depresi Tinjauan Psikologis. Prenada Media: Jakarta. Malepo, PhineasLesiba. 2008. “What Does that Mean?” Objects of Significance in Residential Programmers for Young Person in South Africa. University South Africa. Noi, Swee Tay., Smith, J., Peter. 1991. Bagaimana Mengendalikan Stres: ditujukan Khusus Untuk Kehidupan Kota di Asia. Pustaka Utama Grafiti: Jakarta.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Ocvitasari, Lely, 2009. Transitional Object Attachment (studi kasus pada orang dewasa). Universitas Muhammadiyah Malang. Purwanto, Erwan, .A, Sulistyastuti, Dyah, .R,. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif untuk Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial. Yogyakarta: Gava Media. Qonitatin, Novi, Widyawati, S., Asih, G.A. 2011. Pengaruh Katarsis dalam Menulis Ekspresif sebagai Intervensi Depresi Ringan pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi UNDIP Vol. 9. Robinson, John P., Shaver, Phillips R., Wrightsman, Lawrence S. 1991. Measures of Personality and Social Psychological Attitudes, Volume 1. USA: Gulf Professional. Santoso, A. 2010. Statistik Untuk Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Santrock, John, W,. 2002. LIFE-SPAN DEVELOPMENT Perkembangan Masa Hidup Jilid I. Erlangga: Jakarta. Santrock, John, W,. 2002. LIFE-SPAN DEVELOPMENT Perkembangan Masa Hidup Jilid II. Erlangga: Jakarta. Schneiderman, Leo. 2000. Willa Cather: Transitional Object And Creativity. Imagination, Cognition and Personality, Vol 19. Suryabrata, Sumadi. 2008. Metodologi Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Sutcliffe, J,. 2002. Baby Bonding, Membentuk Ikatan Batin dengan Bayi. Taramedia & Restu Agung: Jakarta. Wahyuni, Dwi, 2010. Depresi. Magistra No. 74. Winnicott,.D,.W.1953. Transitional objectsand transitional phenomena. Int J. Psychoanal 34:89–96 Winnicott,.D,.W.1971. Playing and Reality. Int J. Psychoanal Vol. 34. Trihendradi, C. 2009. Step By Step SPSS 16 Analisis Data Statistik. Andi: Yogyakarta.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 69

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Lampiran 1. Eksplikasi Konstruk Item Skala Kelekatan Objek Transisi sebelum Uji Coba

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Eksplikasi konstruk Item Skala Kelekatan Objek Transisi sebelum Uji Coba Atribut sejenis Benda yang memberikan kenyamanan dan ketenangan Benda yang bertahan sejak kecil Benda yang mengurangi kecemasan Total Komponen 1) Merasa nyaman ketika berada didekat benda favorit (boneka, selimut, potongan kain, teddy bear, mainan lembut, dll) 2) Merasa tenang ketika bisa menggenggam benda favorit 3) Merasa nyaman bukan karena kehadiran benda favorit, tetapi karena kehadiran orang lain 4) Merasa tenang ketika orang lain memperhatikan 1) memiliki benda favorit seperti selimut, boneka, potongan kain, teddy bear, mainan lembut dll sejak kecil dan sebagai benda favorit 2) Memiliki benda favorit yang dimiliki sejak kecil 3) Tidak pernah mencuci benda tersebut dari kecil 4) Tidak menggantikan benda tersebut dengan benda yang sejenis 5) Benda tersebut terlihat kotor dan bau 6) Diri sendiri yang memilih benda itu sendiri 7) Menyukai tekstur dari benda yang lembut 8) Memiliki benda favorit tetapi bukan benda sejak kecil 9) Memiliki benda favorit yang sering dicuci 10) Memiliki benda favorit yang dapat digantikan dengan benda yang sejenis 11) Memiliki benda favorit karena pemberian orang lain 1) Merasa takut ketika tidur sendiri dan harus ada benda tersebut disamping tempat tidur 2) Kesulitan untuk tidur ketika benda tersebut tidak ada 3) Tidak merasa takut ketika tidur tanpa benda favorit 4) Tetap bisa tidur meski tanpa benda tersebut presentase 33,33 % 33,33 % 33,33% 100%

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Lampiran 2. Item Skala Kelekatan Objek Transisi sebelum Uji Coba

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Item Skala Kelekatan Objek Transisi sebelum Uji Coba Atribut sejenis No.Item 1) Saya memiliki benda favorit seperti selimut, boneka, potongan kain, teddy bear, mainan lembut dll sejak kecil 3) Saya memiliki benda favorit yang dimiliki sejak kecil 5) Saya tidak pernah mencuci benda tersebut dari kecil 7) Saya tidak menggantikan benda tersebut dengan benda yang sejenis 9) Saya memiliki benda favorit hingga kotor dan bau 11) Saya sendiri yang memilih benda itu sebagai benda favorit 13) Saya menyukai tekstur benda tersebut karena lembut 25) Saya merasa jika benda favorit tersebut lebih penting daripada kehadiran ibu saya 26)Saya selalu membawa benda favorit ketika pergi keluar kota Benda yang bertahan 14) Saya tidak memiliki benda favorit yang saya miliki sejak sejak kecil kecil 6) Saya memiliki benda favorit yang sering dicuci 16) Saya memiliki benda favorit yang dapat digantikan dengan benda yang sejenis 20) Saya memiliki benda favorit karena pemberian orang lain 18) Saya memiliki benda favorit tetapi saya tidak menyukai jika benda tersebut kotor dan bau 24) Saya lebih mementingkan kehadiran ibu dari pada hanya sekedar benda tertentu 12) Saya tidak membawa benda favorit ketika pergi keluar kota 19) Saya merasa nyaman ketika berada didekat benda favorit (boneka, selimut, potongan kain, teddy bear, mainan lembut, dll) 15) Saya merasa tenang ketika bisa menggenggam benda favorit Benda yang 27) Saya merasa berada didekat ibu saya, ketika saya memberikan menggenggam benda favorit kenyamanan dan 8) Saya merasa nyaman bukan karena kehadiran benda ketenangan favorit, tetapi karena kehadiran orang lain 22) Saya merasa tenang ketika orang lain memperhatikan 28) Saya tidak merasa bahwa terdapat kaitan antara benda favorit dengan kehadiran ibu 23) Saya merasa takut ketika tidur sendiri 17) Ketika saya tidur, benda favorit terebut harus berada didekat saya 21) Saya kesulitan untuk tidur ketika benda tersebut tidak ada Benda yang 2) Saya tidak merasa takut ketika tidur tanpa benda favorit mengurangi kecemasan 10) Meskipun saya memiliki benda favorit, saya tidak selalu membawanya ketempat tidur 4) Saya akan tetap bisa tidur meski tanpa benda favorit tersebut Total Total Presentase 16 33,33 % 6 33,33% 6 33,33% 28 100%

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Lampiran 3. Item Skala Kelekatan Objek Transisi setelah Uji Coba

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Item Skala Kelekatan Objek Transisi setelah Uji Coba Atribut sejenis Benda yang bertahan sejak kecil Benda yang memberikan kenyamanan dan ketenangan Benda yang mengurangi kecemasan Total No.Item 5)Saya tidak pernah mencuci benda tersebut dari kecil(5) 9)Saya memiliki benda favorit hingga kotor dan bau (11) 25) Saya merasa jika benda favorit tersebut lebih penting daripada kehadiran ibu saya (9) 26)Saya selalu membawa benda favorit ketika pergi keluar kota (17) 14) Saya tidak memiliki benda favorit yang saya miliki sejak kecil (3) 18) Saya memiliki benda favorit tetapi saya tidak menyukai jika benda tersebut kotor dan bau (14) 24) Saya lebih mementingkan kehadiran ibu dari pada hanya sekedar benda tertentu (16) 19) Saya merasa nyaman ketika berada didekat benda favorit (boneka, selimut, potongan kain, teddy bear, mainan lembut, dll)(1) 15) Saya merasa tenang ketika bisa menggenggam benda favorit (2) 27)Saya merasa berada didekat ibu saya, ketika saya menggenggam benda favorit (13) 22)Saya merasa tenang ketika orang lain memperhatikan 28)Saya tidak merasa bahwa terdapat kaitan antara benda favorit dengan kehadiran ibu (18) 23) Saya merasa takut ketika tidur sendiri (4) 17) Ketika saya tidur, benda favorit terebut harus berada didekat saya (7) 21) Saya kesulitan untuk tidur ketika benda tersebut tidak ada (15) 2) Saya tidak merasa takut ketika tidur tanpa benda favorit (6) 10) Meskipun saya memiliki benda favorit, saya tidak selalu membawanya ketempat tidur (12) 4) Saya akan tetap bisa tidur meski tanpa benda favorit tersebut (10) Total Presentase 7 33,33 % 5 33,33% 6 33,33% 18 100%

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran 4. Skala Kelekatan Objek Transisi

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 SKALA PENELITIAN Disusun oleh: Bernadeta Dwi Hapsari 099114063 Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2013

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Yogyakarta, .......................2013 Dengan hormat, Berkaitan dengan program akademik, khususnya mata kuliah Skripsi, perkenankanlah saya memohon bantuan saudara/i untuk mengisi skala penelitian. Penelitian ini menggunakan skala yang berisikan pernyataan mengenai perasaan atau keadaanyang sedang dialami akhir-akhir ini. Bacalah terlebih dahulu petunjuk pengerjaan pada setiap permulaan skala. Hasil dari angket ini akan digunakan untuk kepentingan akademik dan saya menjamin kerahasiaan segala informasi yang diberikan. Demikian permohonan saya, atas kerjasama dan bantuan saudara/i, saya ucapkan terima kasih. Hormat saya, Bernadeta Dwi Hapsari

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa saya bersedia mengisi skala ini dengan tidak di bawah paksaan atau tekanan pihak tertentu, akan tetapi dengan sukarela demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Semua jawaban yang saya berikan, murni berdasarkan ata apa yang saya alami dan bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga mengijinkan jawaban saya dapat digunakan sebagai data penelitian ilmiah ini. ...................................., ...../....../2013 (................................................)

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 DATA IDENTITAS Inisial : Usia : ...... tahun Pekerjaan : Jenis Kelamin: SKALA B PETUNJUK PENGISIAN Berikut ini terdapat beberapa pernyataan mengenai perilaku atau pengalaman lekat dengan objek. Saudara/i diminta untuk memberikan jawaban yang paling sesuai dengan perilaku yang saudara/i miliki. Keterangan mengenai pilihan jawaban yang tersedia dijelaskan sebagai berikut: YA Jika pernyataan tersebut SESUAI dengan perilaku atau pengalaman saudara/i TIDAK Jika pernyataan tersebut TIDAK SESUAI dengan perilaku atau pengalaman saudara/i Berilah tanda centang (√) pada salah satu alternatif jawaban yang dianggap sesuai dengan pengalaman perilaku lekat objek yang dialami oleh saudara. Contoh: No. 1. Pernyataan Saya memiliki benda favorit seperti selimut, YA TIDAK √ boneka, potongan kain, teddy bear, mainan lembut dll sejak kecil Dalam skala ini, tidak ada penilaian benar atau salah, karena jawaban yang diharapkan adalah jawaban yang sesuai dengan perilaku yang sebenarnya.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Isilah seluruh pernyataan dan jangan sampai ada yang terlewati. Selamat mengerjakan. No. Pernyataan YA 1. Saya merasa nyaman ketika berada didekat benda favorit (boneka, selimut, potongan kain, teddy bear, mainan lembut, dll) 2. Saya merasa tenang ketika bisa menggenggam benda favorit 3. Saya tidak memiliki benda favorit yang yang saya miliki sejak kecil 4. Saya merasa takut ketika tidur sendiri 5. Saya tidak pernah mencuci benda favorit dari kecil 6. Saya tidak merasa takut ketika tidur tanpa benda favorit 7. Ketika saya tidur, benda favorit tersebut harus berada didekat saya 8. Saya merasa tenang ketika orang lain memperhatikan 9. Saya merasa jika benda favorit tersebut lebih penting daripada kehadiran ibu saya 10. Saya akan tetap bisa tidur meski tanpa benda favorit tersebut 11. Saya memiliki benda favorit hingga kotor dan bau 12. Meskipun saya memiliki benda favorit, saya tidak selalu membawanya ke tempat tidur 13. Saya merasa berada didekat ibu saya, ketika saya TIDAK

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 menggenggam benda favorit 14. Saya memiliki benda favorit tetapi saya tidak menyukai jika benda tersebut kotor dan bau 15. Saya kesulitan untuk tidur ketika benda favorit tersebut tidak ada 16. Saya lebih mementingkan kehadiran ibu saya dari pada hanya sekedar benda tertentu 17. Saya selalu membawa benda favorit ketika pergi ke luar kota 18. Saya tidak merasa bahwa terdapat kaitan antara benda favorit dengan kehadiran ibu

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Lampiran 5. Skala Beck Depression Inventory versi Bahasa Indonesia

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 SKALA PENELITIAN Disusun oleh: Bernadeta Dwi Hapsari 099114063 Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2013

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Yogyakarta, .......................2013 Dengan hormat, Berkaitan dengan program akademik, khususnya mata kuliah Skripsi, perkenankanlah saya memohon bantuan saudara/i untuk mengisi skala penelitian. Penelitian ini menggunakan skala yang berisikan pernyataan mengenai perasaan atau keadaanyang sedang dialami akhir-akhir ini. Bacalah terlebih dahulu petunjuk pengerjaan pada setiap permulaan skala. Hasil dari angket ini akan digunakan untuk kepentingan akademik dan saya menjamin kerahasiaan segala informasi yang diberikan. Demikian permohonan saya, atas kerjasama dan bantuan saudara/i, saya ucapkan terima kasih. Hormat saya, Bernadeta Dwi Hapsari

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa saya bersedia mengisi skala ini dengan tidak di bawah paksaan atau tekanan pihak tertentu, akan tetapi dengan sukarela demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Semua jawaban yang saya berikan, murni berdasarkan ata apa yang saya alami dan bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga mengijinkan jawaban saya dapat digunakan sebagai data penelitian ilmiah ini. ...................................., ...../....../2013 (................................................)

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 DATA IDENTITAS Inisial : Usia : ...... tahun Pekerjaan : Jenis Kelamin: SKALA A PETUNJUK PENGISIAN Berikut ini terdapat beberapa pernyataan yang berisikan mengenai perasaan atau keadaan yang sedang dialami akhir-akhir ini. Saudara/i diminta untuk melingkari nomor di sebelah jawaban yang paling mencerminkan keadaan yang sebenarnya, jika lebih dari satu jawaban yang cocok maka subjek melingkari nomor yang paling tinggi. Contoh : 0. Saya tidak merasa sedih. 1. Saya merasa sedih 2. Sepanjang waktu saya sedih 3. Saya demikian sedih atau tidak bahagia sehingga saya tidak tahan lagi rasanya. Dalam skala ini, tiak ada penilaian benar atau salah, karena jawaban yang diharapkan adalah jawaban yang sesuai dengan perasaan atau keadaan yang sebenarnya. Isilah seluruh pernyataan terlewatkan.Selamat mengerjakan. dan jangan sampai ada yang

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 PERNYATAAN 1. 0. Saya tidak merasa sedih. 1. Saya merasa sedih. 2. Sepanjang waktu saya sedih 3. Saya demikian sedih atau tidak bahagia sehingga saya tidak tahan lagi rasanya. 2. 0. Saya tidak terlalu berkecil hati mengenai masa depan saya. 1. Saya merasa kecil hati mengenai masa depan saya. 2. Saya merasa bahwa tidak ada suatu pun yang dapat saya harapkan. 3. Saya merasa bahwa masa depan saya tanpa harapan dan bahwa semuanya tidak dapat membaik. 3. 0. Saya tidak mengganggapdiri saya sebagai orang yang gagal. 1. Saya merasa bahwa saya telah gagal lebih daripada kebanyakan orang. 2. Saat saya menengok ke masa lalu, maka yang terlihat oleh saya hanyalah kegagalan. 3. Saya merasa bahwa saya adalah seorang yang gagal total. 4. 0. Saya memperoleh banyak kepuasan dari hal-hal yang saya lakukan, sama seperti sebelumnya. 1. Saya tidak lagi menikmati berbagai hal, seperti yang pernah saya rasakan dulu. 2. Saya tidak memperoleh kepuasan dari apapun lagi. 3. Saya tidak puas atau bosan dengan segalanya. 5. 0. Saya tidak terlalu merasa bersalah. 1. Saya merasa bersalah dihampir seluruh waktu. 2. Saya agak merasa bersalah disebagian besar waktu. 3. Saya merasa bersalah sepanjang waktu. 6. 0. Saya tidak merasa seoalah saya sedang dihukum. 1. Saya merasa mungkin saya sedang dihukum. 2. Saya pikir saya akan dihukum. 3. Saya merasa bahwa saya sedang dihukum. 7. 0. Saya tidak merasa kecewa terhadap diri saya sendiri.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 1. Saya kecewa dengan diri saya sendiri. 2. Saya muak dengan diri saya sendiri. 3. Saya membenci diri saya sendiri. 8. 0. Saya tidak merasa lebih buruk daripada orang lain. 1. Saya mencela diri saya karena kelemahan-kelemahan atau kesalahan saya. 2. Saya menyalahkan diri saya sepanjang waktu karena kesalahan-kesalahan saya. 3. Saya menyalahkan diri saya untuk semua hal buruk yang terjadi. 9. 0. Saya tidak punya sedikit pun pikiran untuk bunuh diri. 1. Saya mempunyai pikiran-pikiran untuk bunuh diri, namun saya tidak akan melakukannya. 2. Saya ingin bunuh diri. 3. Saya akan bunuh diri jika saya ada kesempatan. 10.0. Saya tidak lebih banyak menangis dibandingkan biasanya. 1. Saya lebih banyak menangis daripada sebelumnya. 2. Saya menangis karena masalah kecil. 3. Saya merasa ingin menangis, namun saya tidak dapat menangis walaupun saya menginginkannya. 11.0. Saya tidak lebih terganggu oleh berbagai hal dibandingkan biasanya. 1. Kini saya sedikit lebih pemarah daripada biasanya. 2. Saya agak jengkel atau terganggu dan membuat saya sulit untuk bertahan. 3. Saya merasa jengkel atau terganggu ketika melakukan sesuatu. 12.0. Saya tidak kehilangan minat saya terhadap orang lain dan aktifitas saya. 1. Saya agak kurang berminat terhadap orang lain dibandingkan biasanya. 2. Saya kehilangan hampir seluruh minat saya pada orang lain dan aktifitasnya. 3. Saya telah kehilangan seluruh minat saya pada apapun. 13.0.Saya mengambil keputusan-keputusan hampir sama baiknya dengan yang biasa saya lakukan.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 1. Saya menunda mengambil keputusan-keputusan lebih sering dari yang biasa saya lakukan. 2. Saya mengalami kesulitan lebih besar dalam mengambil keputusan-keputusan dari pada sebelumnya. 3. Saya sama sekali tidak dapat mengambil keputusan-keputusan lagi. 14.0. Saya tidak merasa bahwa keadaan saya tampak lebih buruk dari yang biasanya. 1. Saya khawatir saya tampak tua atau tidak menarik. 2. Saya merasa bahwa ada perubahan-perubahan yang permanen dalam penampilan saya sehingga membuat saya tampak tidak menarik. 3. Saya yakin bahwa saya tampak jelek. 15.0. Saya dapat bekerja sama baiknya dengan waktu-waktu sebelumnya. 1. Saya membutuhkan suatu usaha ekstra untuk mulai melakukan sesuatu. 2. Saya harus memaksa diri sekuat tenaga untuk melakukan sesuatu. 3. Saya tidak mampu mengerjakan apapun lagi. 16.0. Saya tidak mengalami perubahan dalam pola tidur saya. 1. 1a. Saya dapat tidur lebih dari biasanya. 1b. Saya tidur lebih sedikit daripada biasanya 2. 2a. Tidur saya jauh lebih banyak dari biasanya. 2b. Tidur saya jauh lebih sedikit dari biasanya. 3. 3a. Saya tidur sepanjang hari. 3b. Saya terbangun 1-2 jam lebih awal dari biasanya dan tidak dapat tidur kembali. 17.0.Saya tidak lebih mudah marah dari pada biasanya. 1. Saya lebih mudah marah daripada biasanya. 2. Saya jauh lebih mudah marah daripada biasanya. 3. Saya mudah marah sepanjang waktu. 18.0.Saya tidak mengalami perubahan nafsu makan. 1. 1a. Nafsu makan saya lebih sedikit dari biasanya. 1b. Nafsu makan saya lebih banyak daripada biasanya

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 2. 2a. Nafsu makan saya jauh lebih sedikit dari biasanya. 2b. Nafsu makan saya jauh lebih banyak dari biasanya. 3. 3a. Saya tidak memiliki nafsu makan sepanjang waktu. 3b. Saya menginginkan makanan sepanjang waktu. 19.0. Saya dapat berkonsentrasi dengan baik setiap saat. 1. Saya tidak dapat berkonsentrasi seperti biasanya. 2. Sangat sulit untuk mempertahankan pikiran saya pada hal apapun dalam waktu yang lama. 3. Saya tidak dapat berkonsentrasi pada hal apapun. 20.0. Saya tidak merasa lelah atau capek dari biasanya. 1. Saya lebih mudah lelah atau capek lebih awal dari biasanya. 2. Saya merasa lelah atau capek untuk melakukan banyak hal. 3. Saya merasa lelah atau capek untuk melakukan sebagian hal. 21. 0. Saya tidak melihat adanya perubahan dalam minat saya terhadap seks. 1. Saya kurang berminat dibidang seks dibandingkan biasanya. 2. Saya sangat kurang berminat terhadap seks. 3. Saya telah kehilangan minat terhadap seks sama sekali.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Lampiran 6. Skala Beck Depression Inventory versi Bahasa Inggris

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran 7. Hasil Uji Daya Deskriminasi Item dan Reliabilitas Skala

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 1. Reliabilitas skala Kelekatan objek transisi Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 25 100.0 0 .0 25 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .690 2. 29 Reliabilitas Skala Beck Depression Inventory Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 25 100.0 0 .0 25 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .757 N of Items 22

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 3. Uji Daya Diskriminasi Item Skala Kelekatan Objek Transisi Item Statistics Mean Std. Deviation N ko1 .72 .458 25 ko2 .68 .476 25 ko3 .76 .436 25 ko4 .56 .507 25 ko5 .48 .510 25 ko6 .44 .507 25 ko7 .60 .500 25 ko8 .68 .476 25 ko9 .60 .500 25 ko10 .60 .500 25 ko11 .68 .476 25 ko12 .72 .458 25 ko13 .72 .458 25 ko14 .68 .476 25 ko15 .80 .408 25 ko16 .64 .490 25 ko17 .72 .458 25 ko18 .60 .500 25 ko19 .80 .408 25 ko20 .60 .500 25 ko21 .68 .476 25 ko22 .52 .510 25 ko23 .40 .500 25 ko24 .60 .500 25 ko25 .56 .507 25 ko26 .68 .476 25 ko27 .76 .436 25 ko28 .44 .507 25 17.72 4.383 25 TX1

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Item Deleted Item Deleted Corrected Item- Cronbach's Alpha Total Correlation if Item Deleted ko1 34.72 77.377 -.093 .696 ko2 34.76 74.107 .306 .681 ko3 34.68 75.310 .177 .686 ko4 34.88 71.943 .540 .671 ko5 34.96 71.707 .564 .670 ko6 35.00 78.917 -.259 .703 ko7 34.84 75.890 .080 .690 ko8 34.76 74.940 .203 .685 ko9 34.84 73.390 .374 .678 ko10 34.84 71.890 .554 .670 ko11 34.76 78.440 -.217 .701 ko12 34.72 76.043 .073 .690 ko13 34.72 75.877 .094 .689 ko14 34.76 74.273 .285 .682 ko15 34.64 74.407 .322 .682 ko16 34.80 79.667 -.351 .706 ko17 34.72 72.710 .502 .674 ko18 34.84 73.723 .334 .680 ko19 34.64 74.073 .370 .680 ko20 34.84 75.390 .138 .688 ko21 34.76 71.773 .600 .670 ko22 34.92 72.327 .490 .673 ko23 35.04 72.957 .425 .676 ko24 34.84 73.223 .393 .677 ko25 34.88 72.443 .480 .673 ko26 34.76 72.773 .473 .675 ko27 34.68 72.643 .539 .673 ko28 35.00 72.917 .424 .676 TX1 17.72 19.210 1.000 .689

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Scale Statistics Mean 35.44 Variance 76.840 Std. Deviation 8.766 N of Items 29

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 4. Uji Daya Diskriminasi Item Skala Kelekatan Objek Transisi Item Statistics Mean Std. Deviation N td1 .36 .490 25 td2 .36 .490 25 td3 .44 .768 25 td4 .56 1.003 25 td5 .88 .971 25 td6 .68 .900 25 td7 .36 .490 25 td8 1.00 1.258 25 td9 .24 .436 25 td10 .92 1.222 25 td11 .84 .943 25 td12 .32 .476 25 td13 .60 .707 25 td14 .56 .821 25 td15 .56 .712 25 td16 1.08 1.038 25 td17 .72 .614 25 td18 .80 .866 25 td19 .64 .757 25 td20 .64 .700 25 td21 .24 .523 25 TX1 12.80 11.124 25

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Item Deleted Item Deleted Corrected Item- Cronbach's Alpha Total Correlation if Item Deleted td1 25.24 479.607 .706 .750 td2 25.24 480.440 .667 .750 td3 25.16 472.557 .654 .746 td4 25.04 459.873 .793 .739 td5 24.72 468.877 .599 .744 td6 24.92 464.077 .777 .741 td7 25.24 486.273 .393 .754 td8 24.60 454.917 .717 .736 td9 25.36 479.990 .776 .750 td10 24.68 455.893 .721 .737 td11 24.76 460.357 .834 .739 td12 25.28 481.293 .645 .751 td13 25.00 473.333 .688 .746 td14 25.04 466.040 .798 .742 td15 25.04 475.040 .627 .747 td16 24.52 477.677 .358 .750 td17 24.88 475.610 .710 .747 td18 24.80 472.083 .589 .746 td19 24.96 474.207 .613 .747 td20 24.96 473.790 .680 .747 td21 25.36 481.740 .566 .751 TX1 12.80 123.750 1.000 .934 Scale Statistics Mean 25.60 Variance 495.000 Std. Deviation 22.249 N of Items 22

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Lampiran 8. Hasil Uji Normalitas

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Tidak lekat N Lekat 28 9 10.86 7.18 13.22 7.145 5.696 7.823 .311 .140 .340 .311 .140 .340 -.130 -.104 -.229 Kolmogorov-Smirnov Z .740 1.020 Asymp. Sig. (2-tailed) .645 .250 Normal Parametersa Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Lampiran 9. Hasil Uji Asumsi dan Hipotesis

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Uji homogenitas dan uji hipotesis Group Statistics Kot Td N Lekat tidak lekat Mean Std. Deviation Std. Error Mean 9 13.22 7.823 2.608 28 7.18 5.696 1.077 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Sig. (2- F Td Sig. t df tailed) Mean Std. Error Difference Difference Difference Lower Upper Equal variances .007 .935 2.525 35 .016 6.044 2.394 1.185 10.903 2.142 10.886 .056 6.044 2.821 -.175 12.262 assumed Equal variances not assumed

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Lampiran 10. Data Kategorisasi Subjek

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Descriptives Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Kot 50 4 16 10.96 3.257 Td 50 0 32 9.42 6.034 Valid N (listwise) 50 Means Case Processing Summary Cases Included N td * kot Excluded Percent 50 N 100.0% Percent 0 .0% Report Td kot Mean N Total Std. Deviation 4 5.00 1 . 5 4.50 2 4.950 7 13.14 7 8.915 8 11.50 4 1.732 9 6.00 3 5.292 10 9.17 6 7.223 11 1.67 3 2.887 12 13.50 2 3.536 13 9.33 9 6.042 14 11.57 7 4.158 15 11.00 2 .000 16 6.75 4 3.403 Total 9.42 50 6.034 N Percent 50 100.0%

(128)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PERBEDAAN INTENSI BERHUTANG DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EXTROVERT-INTROVERT PADA WANITA DEWASA AWAL
0
6
97
PERBEDAAN SELF DISCLOSURE TERHADAP PASANGAN MELALUI MEDIA FACEBOOK DI TINJAU DARI JENIS KELAMIN
2
11
17
PERBEDAAN USIA MENOPAUSE ANTARA WANITA DEPRESI DAN TIDAK DEPRESI
1
5
38
KESIAPAN MENIKAH PADA WANITA USIA DEWASA AWAL KESIAPAN MENIKAH PADA WANITA USIA DEWASA AWAL.
0
1
16
PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI ANTARA IBU DARI ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB – C DENGAN IBU DARI ANAK PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI ANTARA IBU DARI ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB – C DENGAN IBU DARI ANAK NORMAL DI SDN DHUKUHAN KERTEN SURAKARTA.
0
0
11
TRANSAKSI UANG ELEKTRONIK DI TINJAU DARI
0
3
54
ARSITEKTUR TRANSISI DI NUSANTARA DARI
0
1
23
PERBEDAAN TINGKAT ANSIETAS DAN DEPRESI ANTARA PASIEN KANKER PAYUDARA DENGAN USIA PENYAKIT KURANG DAN LEBIH DARI SATU TAHUN
0
0
22
PERBEDAAN PERILAKU MEROKOK DITINJAU DARI TINGKAT STRES PADA WANITA DEWASA AWAL DI YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
125
PERBEDAAN TINGKAT AKTIVITAS DAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA YANG TINGGAL DI DALAM DAN DI LUAR PANTI WERDHA
0
0
10
PENGARUH TRAUMA MASA KANAK TERHADAP KELEKATAN DEWASA PADA DEWASA AWAL YANG PERNAH MENYAKSIKAN KDRT DITINJAU DARI KEPRIBADIAN Repository - UNAIR REPOSITORY
0
0
328
1 PERBEDAAN ANTARA KEPUASAN SEKSUAL PADA SUAMI DI FASE DEWASA AWAL DENGAN DEWASA MADYA DI DESA KEDONDONG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
0
0
16
PERBEDAAN PERSEPSI GURU TERHADAP SERTIFIKASI GURU DI TINJAU DARI LAMA MENGAJAR, TINGKAT PENDIDIKAN DAN GOLONGAN JABATAN
0
0
142
PERBEDAAN TINGKAT KELEKATAN ANAK DENGAN IBU DITINJAU DARI JENIS TEMPERAMEN ANAK
1
1
135
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TIDAK AMAN DAN KOMITMEN PADA WANITA DEWASA AWAL YANG BERPACARAN DI YOGYAKARTA
0
2
148
Show more