Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
169
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS MATA PELAJARAN IPA SD BOPKRI GONDOLAYU YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Nama : Himawan Hari Pramono NIM : 091134135 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Halaman persetujuan pembimbi ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Halaman pengesahan iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Dengan mengucap syukur, penulis persembahkan karya sederhana ini kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan Rahmat dan berkat serta bimbingan sehingga mempermudah jalan yang penulis tempuh sampai saat ini. 2. Ayah dan Ibu yang tanpa henti memberikan dukungan, doa, dan pengorbanan serta selalu sabar merawat dan membesarkanku sampai kini. 3. Kakak-kakakku dan saudara yang telah mendukung saya selama ini. 4. Teman-temanku yang selalu memberi semangat. 5. Almamater Universitas Sanata dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Apa yang mernurutmu baik, akan tetapi belum tentu baik di mata orang lain (Ibuku) Apa yang kamu takutkan maka itu yang akan kamu alami -noname- v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagai layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 24 Agustus 2014 Penulis Himawan Hari Pramono vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Himawan Hari Pramono NIM : 091134135 Dengan pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul: PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS MATA PELAJARAN IPA SD BOPKRI GONDOLAYU YOGYAKARTA Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun member royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 24 Agustus 2014 Yang menyatakan Himawan Hari Pramono vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Pramono, Himawan Hari. 2014. Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terhadap Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis Mata Pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Kata kunci: metode inkuiri, proses kognitif Bloom, kemampuan mengaplikasi, kemampuan menganalisis, mata pelajaran IPA. Pada proses pembelajaran, siswa hanya mendengarkan dan mencatat pokok penting pada materi yang disampaikan guru. Proses pembelajaran tersebut hanya memfasilitasi kemampuan siswa pada kemampuan mengingat saja sehingga siswa belum dilibatkan dalam penggunaan prosedur-prosedur tertentu dan menghubungkan materi-materi pembelajaran untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, informasi atau pengetahuan yang hanya diperoleh siswa dari buku atau guru, berakibat siswa tidak mengetahui bagaimana informasi atau pengetahuan tersebut diperolehPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya terhadap kemampuan kognitif mengaplikasi dan menganalisis pada siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi-experimental design tipe nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini salah siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu yang terdiri dari siswa kelas V.2 sebanyak 38 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V.1 sebanyak 37 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pretest dan posttest yang terdiri dari 2 soal essay yaitu satu soal untuk kemampuan mengaplikasi dan satu soal untuk kemampuan menganalisis. Analisis data menggunakan program IBM Statistics 20 forWindows 7 dengan lima langkah yaitu uji perbedaan skor pretest, uji perbedaan skor pretest ke posttest, uji selisih skor pretest dan posttest, uji besar pengaruh (size effect), dan uji retensi posttest pertama dan posttest kedua kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig.2 tailed kemampuan mengaplikasi 0,75 atau > 0,05 dengan nilai Z = - 1,78. Pada uji besar pengaruh juga menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh yang dikategorikan kecil yaitu dengan nilai r= 0,21. Sedangkan hasil analisis data kemampuan menganalisis ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) = 0,291 > 0,05 dengan nilai Levene’s Test F = 3,3, M = 0,20 , SE = 0,19 , t(52) = 1,06. Pada uji besar pengaruh juga menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh dalam kategori kecil dengan r = 0,3. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Pramono, Himawan Hari.2014. Influence of the Use Inquiry method toward the ability to apply and analyze for science subject in BOPKRI Gondolayu Yogyakarta Elementary School. Yogyakarta. Sanata Dharma University. Keywords: inquiry method, Bloom’s cognitive ability, apply ability, analyze ability, science. In the learning process, the students just listen and record the important subject material presented on the teacher. The learning process just facilitate student's ability to remember so the students have not been involved in the use of certain procedures and connecting learning materials to solve the problem. In addition, the information or knowledge that students acquired only from books or teachers, resulting in students did not know how the information or the knowledge acquired. This research aims to determine the effect of the use of the method of inquiry in science subjects the material properties of the light on the cognitive ability to apply and analyze the fifth grade elementary school students BOPKRI Gondolayu Yogyakarta in 2012/2013.. This is was a quasi experimental research with non equivalent control group design. The sample of the research was an experiental group of 38 students (class V.2) and a control group of 37 students (class V.1). For data collecting, the research used a pre-test and a post-test consisting of 2 essay questions; the 1st question was to measure the ability to apply and the 2nd was to measure the ability to analyze The data were analyzed using IBM SPSS Statistics 20 for windows 7 with 5 steps of analysis namely: 1) pretest score differences, 2) pretest-posttest scores differences, 3) group scores differences, 4) effect size test, and 5) retention test 1st posttest and 2nd control group and experimental group also. The result of the analysis showed there was not influence from the use of inquiry method on the ability to apply and analyze. indicated by sig value (2-tailed) of apply ability 0,75 or> 0,05 by Z = - 1,78.The statistical analysis on the effect size showed that inquiry method gave small category with resulted on an r value of 0,21.While the result of analysis showed the ability to analyze by sig. value (2tailed) 0,291 > 0,05 with Levene’s Test F = 3,3, M = 0,20 , SE = 0,19 , t(52) = 1,06. The statistical analysis on the effect size showed that inquiry method gave small category with resulted on an r value of 0,3. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PRAKATA Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa telah melimpahkan karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISISMATA PELAJARAN IPA SDBOPKRI GONDOLAYU YOGYAKARTA” ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selesainya skripsi ini tidak lepas dari dukungan, bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Rohandi, Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma 2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus dosen pembimbing I, yang telah memberikan bimbingan, masukan yang sangat bermanfaat dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. 3. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd, Wakil Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang telah membantu dalam proses pembuatan karya ilmiah ini. 4. Agnes Herlina D.H, S.Si., M.T., M.Sc, dosen pembimbing II yang telah membimbing dalam pembuatan karya ilmiah ini. 5. Ester Markis Sarwo Rini, S.Pd , Kepala Sekolah SD BOPKRI Gondolayu yang telah memberikan dukungan serta ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian di SD BOPKRI Gondolayu 6. Agnita Kristi Purnaningtyas, S.Si , guru mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu yang telah bekerja sama serta memberikan waktu dan tenaganya sebagai guru mitra dalam penelitian kolaboratif. 7. Siswa kelas V.1 dan V.2 SD BOPKRI Gondolayu, yang bersedia bekerja sama dalam penelitian ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Ayah Hendrikus Sugiman, Ibu Diah Purwaningsih dan kakak-kakakku Ardianus Ardian Galih Prastowo dan Danar Ade Kristanto dan saudara yang selalu memberikan doa, kasih sayang dan dukungan kepada penulis. 9. Anggarwati Risca Putantri yang selalu mendukung dan membantu penulis selama ini. 10. Teman-teman penelitian kolaboratif (Hero dan Dita) yang banyak membantu selama penelitian dan selalu berbagi pengetahuan, semangat dan dukungan kepada penulis. 11. Teman-teman PPL yang sudah memberikan bantuan selama melakukan penelitian di sekolah. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ilmiah ini. Untuk itu, penulis sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari semua pihak. Besar harapan penulis semoga semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma khususnya dan bagi semua pihak yang membutuhkan pada umumnya. Penulis xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI ............................................. i TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ......... i MATA PELAJARAN IPA SD BOPKRI GONDOLAYU YOGYAKARTA ......... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ iii MOTTO ...................................................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ..................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ..................................................................................................xv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 1.1 Latar Belakang ...................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................................3 1.3 Tujuan Penelitian ...............................................................................................4 1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................................4 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................................5 2.1 Kajian Pustaka....................................................................................................5 2.1.1 Teori-teori yang Relevan ........................................................................ 5 2.1.1.1 Metode Inkuiri .......................................................................... 5 2.1.1.2 Proses Kognitif Mengaplikasi dan Menganalisis ..................... 9 2.1.1.3 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ...................... 12 2.1.1.4 Materi Ajar Kelas V ............................................................... 12 2.2 Penelitian yang relevan ....................................................................................17 2.2.1 Metode Inkuiri ...................................................................................... 17 2.2.2 Proses Kognitif ...................................................................................... 18 2.3 Literature Map ................................................................................................19 2.4 Kerangka Berpikir ............................................................................................20 2.5 Hipotesis Penelitian..........................................................................................21 BAB III METODE PENELITIAN ........................................................................22 3.1 Jenis Penelitian.................................................................................................22 3.2 Setting penelitian..............................................................................................23 3.2.1 Tempat Penelitian ................................................................................. 23 3.2.2 Waktu Pengambilan Data ..................................................................... 23 3.3 Populasi dan Sampel ........................................................................................24 3.4 Variabel Penelitian ...........................................................................................24 3.5 Definisi Operasional ........................................................................................25 3.6 Instrumen Penelitian ........................................................................................26 3.7 Validitas dan Reliabilitas .................................................................................27 3.8 Teknik Pengumpulan Data ...............................................................................29 3.9 Teknik Analisis Data ........................................................................................30 3.9.1 Uji Normalitas Distribusi Data ............................................................. 30 3.9.2 Uji Statistik ........................................................................................... 30 3.9.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest .................................................... 30 3.9.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest dan Posttest ................................ 31 3.9.2.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest-Posttest .......................... 32 3.9.2.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis ............................................. 33 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.9.2.5 Uji Retensi Pengaruh .............................................................. 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................................36 4.1 Hasil Penelitian ................................................................................................36 4.1.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi ............................................................................................. 36 4.1.1.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi ........ 38 4.1.1.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi .......................................................................... 39 4.1.1.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest-Posttest Kemampuan Mengaplikasi .......................................................................... 41 4.1.1.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi .......................................................................... 43 4.1.1.5 Uji Retensi Pengaruh .............................................................. 44 4.1.2 Pengaruh Penggunaan Inkuiri Terhadap Kemampuan Menganalisis ... 46 4.1.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis ........ 48 4.1.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis .......................................................................... 49 4.1.2.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest-Posttest Kemampuan Menganalisis .......................................................................... 51 4.1.2.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Menganalisis .......................................................................... 53 4.1.2.5 Uji Retensi Pengaruh .............................................................. 54 4.2 Pembahasan ......................................................................................................56 4.2.1 Kemampuan Mengaplikasi ................................................................... 56 4.2.2 Kemampuan Menganalisis.................................................................... 57 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.................................................................58 5.1 Kesimpulan ......................................................................................................58 5.2 Keterbatasan Penelitian ....................................................................................59 5.3 Saran.................................................................................................................59 DAFTAR REFERENSI .........................................................................................60 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Waktu Pengambilan Data ........................................................................23 Tabel 2. Matriks pengembangan instrumen ...........................................................26 Tabel 3. Validitas Instrumen ..................................................................................27 Tabel 4. Validitas instrumen aspek mengaplikasi dan menganalisis .....................28 Tabel 5. Kriteria koefisien reliabilitas....................................................................28 Tabel 6. Reliabilitas instrumen ..............................................................................29 Tabel 7. Teknik pengumpulan data ........................................................................30 Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasi dengan KolmogorovSmirnov ....................................................................................................37 Tabel 9. Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi .................................................39 Tabel 10. Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi .............................40 Tabel 11. Uji Normalitas Selisih Skor ...................................................................41 Tabel 12. Uji Selisih Skor Posttest Kemampuan Mengaplikasi ............................43 Tabel 13. Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Mengaplikasi .................................................................................................................44 Tabel 14. Hasil Uji Beda Posttest I dan Posttest II Kemampuan Mengaplikasi ...45 Tabel 15. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis dengan KolmogorovSmirnov....................................................................................................47 Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis ..............................49 Tabel 17. Perbedaan Skor Pretestke Posttest Kemampuan Menganalisis.............50 Tabel 18. Uji Normalitas Selisih Skor ...................................................................51 Tabel 19 Uji Selisih Skor Posttest Kemampuan Menganalisis .............................53 Tabel 20. Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Menganalisis .................................................................................................................53 Tabel 21. Hasil Uji Beda Posttest I dan Posttest II Kemampuan Menganalisis ...55 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Cahaya Merambat Lurus ......................................................................13 Gambar 2. Cahaya menembus benda bening .........................................................13 Gambar 3. Cahaya memantul pada cermin datar ...................................................14 Gambar 4. Cahaya memantul pada cermin cekung................................................15 Gambar 5. Cahaya memantul pada cermin cembung ............................................15 Gambar 6. Pembiasan cahaya ................................................................................16 Gambar 7. Pelangi ..................................................................................................16 Gambar 8. LiteratureMap ......................................................................................19 Gambar 9. Desain Penelitian ..................................................................................22 Gambar 10. Variabel Penelitian .............................................................................25 Gambar 11. Diagram Skor Selisih Pretest-Posttest Kemampuan Mengaplikasi ...43 Gambar 12. Perbandingan antara skor pretest, posttest I dan posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mengaplikasi. ...............46 Gambar 13. Diagram Skor Selisih Pretest-Posttest KemampuanMenganalisis ....52 Gambar 14. Perbandingan antara skor pretest, posttest I dan posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan menganalisis ................55 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Silabus Kelompok Kontrol ................................................................63 Lampiran 2: Silabus Kelompok Eksperimen .........................................................67 Lampiran 3: RPP Kelompok Kontrol.....................................................................70 Lampiran 4: RPP Kelompok Eksperimen ..............................................................78 Lampiran 5: Rubrik Penilaian ................................................................................96 Lampiran 6: Kasus dan Soal Essay Penelitian .......................................................99 Lampiran 7: LKS Kelompok Kontrol ..................................................................100 Lampiran 8: LKS Kelompok Eksperimen ...........................................................102 Lampiran 9: Kunci Jawaban ................................................................................105 Lampiran 10: Hasil Analisis SPSS Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ......108 Lampiran 11: Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Mengaplikasi .....110 Lampiran 12: Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Menganalisis ......119 Lampiran 13: Rekap Nilai Kemampuan Mengaplikasi Kelompok Kontrol ........128 Lampiran 14: Rekap Nilai Kemampuan Mengaplikasi Kelompok Eksperimen..132 Lampiran 15: Rekap Nilai Kemampuan Menganalisis Kelompok Kontrol ........136 Lampiran 16: Rekap Nilai Kemampuan Mencipta Kelompok Eksperimen ........140 Lampiran 17: Foto Penelitian ...............................................................................144 Lampiran 18: Surat Ijin Penelitian .......................................................................150 Lampiran 19: Surat Keterangan Penelitian dari SD BOPKRI GONDOLAYU ...151 Lampiran 20: Daftar Riwayat Hidup ...................................................................152 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab I ini akan dibahas latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. 1.1 Latar Belakang Belajar merupakan kegiatan yang dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan yang mereka miliki. Belajar yang bermakna menghadirkan pengetahuan dan proses-proses kognitif yang siswa butuhkan untuk menyelesaikan masalah (Anderson & Krathwohl, 2010 : 97). Sedangkan hakekat belajar menurut Surakhmad (2009 : 51) adalah penemuan hubungan unsur-unsur didalam ikatan keseluruhan belajar. Pada penemuan hubungan unsur-unsur tersebut kemampuan kognitif siswa dapat dikembangkan dengan baik. Kemampuan kognitif yang baik perlu didukung kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis yang baik pula, sehingga kemampuan siswa tidak hanya sampai pada kemampuan mengingat saja. Kemampuan mengaplikasi merupakan kemampuan untuk menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu. Kemampuan menganalisis merupakan kemampuan yang melibatkan proses memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar bagian serta struktur keseluruhannya, sehingga siswa dapat memilih pengetahuan-pengetahuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah (Anderson & Krathwohl, 2010 : 101). Dalam pengamatan yang dilakukan peneliti pada tanggal 15 Januari 2013 sampai 20 Januari 2013 di SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta menunjukkan bahwa peserta didik belajar dengan cara menghafal teori yang diberikan guru melalui metode ceramah. Peranan siswa dalam metode ceramah menurut Surakhmad (1961 : 77) yaitu siswa mendengarkan dengan teliti serta mencatat pokok penting yang dikemukakan oleh guru. Dapat dilihat bahwa metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi belum melibatkan siswa. Pada proses pembelajaran, siswa hanya mendengarkan dan mencatat pokok penting pada materi yang disampaikan guru. Proses pembelajaran tersebut hanya memfasilitasi kemampuan siswa pada kemampuan mengingat saja sehingga siswa 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belum dilibatkan dalam penggunaan prosedur-prosedur tertentu 2 dan menghubungkan materi-materi pembelajaran untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, informasi atau pengetahuan yang hanya diperoleh siswa dari buku atau guru, berakibat siswa tidak mengetahui bagaimana informasi atau pengetahuan tersebut diperoleh. Maka, dengan metode ceramah siswa tidak dapat menerapkan suatu prosedur dan menentukan hubungan pengetahuan-pengetahuan tersebut dalam proses pembelajaran. Dari kenyataan dapat dilihat rendahnya kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada siswa. Berdasarkan realita tersebut perlu adanya penelitian yang menggunakan metode pembelajaran inovatif untuk mengetahui pengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Untuk mengatasi rendahnya kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada siswa, peneliti menggunakan metode pembelajaran yang diduga dapat meningkatkan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis siswa dengan menggunakan metode inkuiri. Menurut Sanjaya (2006 : 194) metode inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Pada metode inkuiri siswa akan mengaplikasikan prosedur-prosedur sesuai materi yang dipelajari. Selain itu pada metode inkuiri siswa didampingi guru untuk menganalisis suatu masalah sehingga siswa dapat menemukan pemecahan masalah melalui langkah-langkah pada metode inkuiri. Langkah-langkah tersebut adalah (1) orientasi, pada langkah ini siswa diajak untuk fokus pada materi yang akan dipelajari, (2) membuat pertanyaan, pada langkah ini siswa dibimbing guru untuk mencari masalah yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari, (3) merumuskan hipotesis, guru membimbing siswa untuk menentukan jawaban sementara dari permasalahan yang dibahas, (4) mengumpulkan data, siswa mengumpulkan data-data yang dibutuhkan, (5) menguji hipotesis, siswa melakukan percobaan untuk menjawab permasalahan (6) merumuskan kesimpulan, siswa dibimbing guru untuk menarik kesimpulan dari hasil uji hipotesis yang dilakukan siswa. Penekanan proses dalam menggunakan prosedur-prosedur serta menghubungkan informasi yang didapatkan pada langkah metode inkuiri membantu siswa mendalami secara langsung materi sehingga dapat membantu siswa untuk mengembangkan

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 kemampuan kognitif mengaplikasi dan menganalisis. Peneliti berharap dengan menggunakan metode inkuiri dapat mengembangkan kemampuan kognitif mengaplikasi dan menganalisis siswa serta dapat membuat materi yang dipelajari lebih bermakna. Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuanmengaplikasi dan menganalisis siswa SD BOPKRI Gondolayu pada semester genap TahunAjaran 2012/2013 pada Standar Kompetensi 6. Menerapkan sifat-sifat cahaya melaluikegiatan membuat suatu model dengan Kompetensi Dasar 6.1 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya dan 6.2 Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahansederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya. Untuk mengetahui pengaruh metode inkuiriterhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis tersebut, peneliti menggunakan jenis quasi-experimental design dengan tipe non equivalent control group design untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap proses kemampuan mengaplikasi siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dan pembuatan model sederhana semester genap tahun ajaran 2012/2013? 1.2.2 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap proses kemampuan menganalisis siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dan pembuatan model sederhana semester genap tahun ajaran 2012/2013?

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dan pembuatan model sederhana semester genap tahun ajaran 2012/2013. 1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dan pembuatan model sederhana semester genap tahun ajaran 2012/2013. 1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini akan bermanfaat bagi berbagai pihak, antara lain siswa , guru, sekolah, peneliti, dan masyarakat. Manfaat tersebut antara lain : 1.4.1 Bagi Siswa Mendapatkan pengalaman belajar menggunakan metode inkuiri dan melakukan eksperimen-eksperimen dalam pembelajaran. 1.4.2 Bagi Guru Menambah wawasan guru mengenai metode-metode pembelajaran sehingga dapat menginspirasi guru untuk menyampaikan materi dalam pembelajaran. 1.4.3 Bagi Sekolah Penelitian ini dapat dimanfaatkan guru untuk mngembangkan model pembelajaran inovatif lainnya dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sekolah. 1.4.4 Bagi Peneliti Memberikan pengalaman dalam penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran. Sehingga dapat lebih memahami metode inkuiri.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas landasan teori, penelitian terdahuluyang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis. Landasan teori membahas teori-teori yang relevan dan hasil penelitian sebelumnya yang berisi pengalaman penelitian yang pernah ada. Selanjutnya dirumuskan kerangka berpikir dan hipotesis yang berisi dugaan sementara dari rumusan masalah. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori-teori yang Relevan 2.1.1.1 Metode Inkuiri 1. Pengertian Metode Inkuiri Gulo (2008 : 84) menyatakan bahwa inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis dan analitis sehingga dapat merumuskan sendiri penemuan dengan penuh percaya diri. Hal tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat paham informasi yang diperoleh secara langsung sehigga dapat memiliki kemampuan mengaplikasi dan menganalisis yang baik. Menurut Sanjaya (2006 : 194) metode inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Selain itu, metode inkuiri didasari oleh teori belajar konstruktivisme yaitu proses belajar dimana peserta didik membangun pengetahuanya sendiri sehingga pengetahuanya itu akan bermakna. 2. Macam Inkuiri Macam inkuiri menurut Amien (dalam Sriningsih, 2011 : 7-8) yaitu : a. Guided Discovery-Inquiry Guided Discovery-Inquiry atau sering disebut inkuiri terbimbing ini merupakan metode yang pelaksanaannya guru memberikan pengarahan dan bimbingan kepada siswa. 5

(23) 6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Modified Inquiry Modified Inquiry ini merupakan metode yang memberikan kebebasan siswa untuk memecahkan masalah melalui pengamatan, eksplorasi dan atau prosedur penelitian untuk memperoleh jawaban. Guru dalam metode inkuiri ini memberikan masalah, merupakan sumber untuk menemukan cara-cara yang tepat dan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada jawaban. c. Free Inquiry Free Inqiuiry ini siswa mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang akan dipelajari d. Invitation into Inquiry Invitation into Inquiry ini merupakan proses pemecahan masalah serupa dengan cara-cara umum yang diikuti oleh para ilmuwan. Cara-cara tersebut yaitu merancang eksperimen, merumuskan hipotesis, menetapkan kontrol, menentukan sebab akibat, menginterpretasikan data, dan menentukan kesimpulan. e. Inquiry Role Approach Inquiry Role Approach ini merupakan metode yang melibatkan siswa dalam tim. Tim bekerja sama dalam memecahkan yang berkaitan dengan topik. Guided Discovery-Inquiry atau inkuiri terbimbing merupakan inkuiri yang digunakan dalam penelitian ini. Inkuiri terbimbing merupakan salah satu macam metode inkuiri yang sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar karena siswa Sekolah Dasar masih perlu adanya bimbingan dari guru dalam proses pembelajaran. Metode inkuiri terbimbing akan dibahas pada sub bab berikutnya. 3. Metode Inkuiri Terbimbing Metode inkuiri terbimbing adalah metode dimana siswa menemukan informasi atau pengetahuan yang mereka butuhkan dengan bantuan dan

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 bimbingan seorang guru (Amien, 1979 : 15). Pratiknyo Prawironegoro (1980 : 1) menjelaskan ciri-ciri pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing : a. Mengutamakan aktivitas murid untuk belajar sendiri b. Berorientasi pada proses c. Dengan bantuan guru, siswa mengarahkan atau memimpin dirinya sendiri untuk memecahkan masalah. Metode inkuiri merupakan metode yang tepat untuk siswa dalam memperoleh pengetahuan secara langsung. Berikut keuntungan metode inkuiri terbimbing menurut Amien (1987 : 133) : a. Pengajaran menjadi student centered b. Membentuk dan mengembangkan konsep diri c. Tingkat pengharapan bertambah d. Mengembangkan bakat individu e. Menghindari cara belajar tradisional f. Mengakomodasi dan mengasilmilasi informasi 4. Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Inkuiri Menurut Hamalik (1993: 119) terdapat 5 langkah pelaksanaan pembelajaran inkuiri: a. Merumuskan masalah b. Mengembangkan suatu jawaban tentatif dalam bentuk perumusan hipotesis c. Menguji jawaban tentatif d. Mengembangkan suatu kesimpulan e. Melaksanakan kesimpulan terhadap data atau pengalaman-pengalaman Menurut Sanjaya (2006:199) langkah-langkah inkuiri adalah: a. Orientasi b. Merumuskan masalah c. Mengajukan hipotesis d. Mengumpulkan data e. Menguji hipotesis

(25) 8 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Merumuskan kesimpulan Berdasarkan uraian di atas, langkah pembelajaran inkuiri yang digunakandalam penelitian ini adalah: a. Orientasi Orientasi merupakan langkah awal dalam metode inkuiri yang digunakan guru untuk mengondisikan siswa agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Pada langkah ini guru melihat kemampuan awal siswa terkait materi yang akan diajarkan. Kemampuan awal siswa dapat dilihat ketika guru menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang dapat dicapai oleh siswa. Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inkuiri serta tujuan setiap langkah, mulai dari langkah merumuskan masalah sampai dengan merumuskan kesimpulan. b. Merumuskan masalah Pada langkah ini, siswa dibimbing guru untuk mencari masalah yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. c. Merumuskan Hipotesis Pada langkah merumuskan hipotesis, guru membimbing siswa untuk menentukan jawaban sementara dari permasalahan yang dibahas. d. Melakukan percobaan Pada langkah ini, siswa dibimbing guru untuk mengumpulkan data – data yang dibutuhkan dengan melakukan percobaan, menganalisis data yang diperoleh, dan membahas hasil percobaan yang telah dilakukan. e. Membuat kesimpulan Pada langkah membuat kesimpulan, guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dari hasil percobaan yang dilakukan. f. Mempresentasikan Hasil Pada tahap ini, siswa melaporkan hasil percobaannya di depan kelas.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 g. Evaluasi Pada langkah evaluasi, guru dan siswa mengevaluasi proses dan hasil selama pembelajaran berlangsung. 2.1.1.2 Proses Kognitif Mengaplikasi dan Menganalisis 1. Proses Kognitif Benjamin S. Bloom Berdasarkan tahapan taksonomi Bloom (Anderson, 2010 : 43) dimensi proses kognitif dibagi menjadi beberapa ketegori dengan tingkatan proses-proses kognitif yang dimiliki oleh para siswa yang terdapat dalam tujuan di bidang pendidikan. Berikut diuraikan 6 tahap proses kognitif Bloom (Anderson, 2010 : 99), yaitu: a. Mengingat Proses mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang. Proses kognitif mengingat meliputi mengenali dan mengingat kembali. b. Memahami Proses memahami adalah mengonstruksi makna dari pembelajaran yang telah diperoleh, baik yang bersifat lisan, tulisan maupun grafis. Proses memahami meliputi menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, menjelaskan. c. Mengaplikasi Proses mengaplikasi adalah menerapkan atau menggunakan suatu prosedur. Proses kognitif mengaplikasi meliputi mengeksekusi dan mengimplementasikan. d. Menganalisis Proses menganalisis adalah memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar bagian dan antara setiap bagian dan struktur keseluruhan dari struktur tersebut. Proses kognitif menganalisis meliputi: membedakan, mengorganisasi, dan mengatribusikan.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 e. Mengevaluasi Proses mengevaluasi adalah mengambil keputusan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Proses koginitif meliputi memeriksa dan mengritik. f. Mencipta Proses mencipta adalah proses menyusun elemen-elemen menjadi sebuah keseluruhan yang fungsional. Proses mencipta ini membentuk suatu produk yang orisinal. 2. Kemampuan Mengaplikasi dan Kemampuan Menganalisis Dalam penelitian ini akan digunakan dan dibahas lebih lanjut kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis a. Kemampuan Mengaplikasi Proses kognitif mengaplikasi melibatkan penggunaan prosedur-prosedur tertentu untuk mengerjakan soal latihan atau menyelesaikan masalah. Kategori Mengaplikasi melaksanakan, terdiri dari empat menggunakan, dan proses kognitif, yakni mengimplementasikan mengeksekusi, (Anderson dan Krathwohl, 2010 : 44-45). 1) Mengeksekusi Dalam mengeksekusi, siswa secara rutin menerapkan prosedur ketika menghadapi tugas atau soal latihan. Tugas atau soal latihan sering kali memberikan petunjuk yang cukup untuk memilih prosedur yang tepat dan menggunakannya. 2) Melaksanakan Dalam melaksanakan, siswa juga diberi tugas atau soal latihan dan dapat dikerjakan dengan prosedur yang telah diketahui misalnya “Carilah x dalam x2 + 2x – 3 = 0.” Siswa diminta untuk mencari sendiri jawabannya atau memilih dari pilihan jawaban yang disediakan. Siswa diharuskan bukan sekedar mencari jawabannya, melainkan juga menunjukan langkah-langkah pengerjaannya

(28) 11 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3) Menggunakan Dalam menggunakan, siswa menentukan prosedur-prosedur yang akan digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan, siswa memilih prosedur yang tepat dan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi siswa. 4) Mengimplementasi Mengimplementasi berlangsung pada saat siswa memilih dan menggunakan sebuah prosedur untuk menyelesaikan suatu permasalahan. siswa harus memahami jenis masalahnya dan jenis alternatif-alternatif prosedur yang tersedia. Maka mengimplementasikan terjadi bersama kategori-kategori proses kognitif lain, seperti memahami dan mencipta. b. Kemampuan Menganalisis Menganalisis melibatkan proses memecah-mecah materi jadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar-bagian dan struktur keseluruhannya. Kategori proses Menganalisis ini meliputi proses-proses kognitif membedakan, memilih, mengorganisasi, dan mengatribusikan (Anderson dan Krathwohl, 2010 : 44-45). 1) Membedakan Membedakan melibatkan proses memilah-milah bagian-bagian yang relevan atau penting dari sebuah struktur. Membedakan terjadi sewaktu siswa mendiskriminasikan informasi yang relevan dan tidak relevan, yang penting dan tidak penting, dan kemudian memperhatikan informasi yang relevan atau penting. 2) Memilih Memilih merupakan kemampuan melibatkan proses mengidentifikasi dan proses mengenali bagaimana bagian-bagian ini membentuk sebuah struktur yang koheren. Siswa membangun hubunganhubungan yang sistematis dan koheren antarpotongan informasi. 3) Mengorganisasi Mengorganisasi merupakan kemampuan proses mengelompokkan suatu bagian relevan dengan yang relevan, bagian yang tidak relevan dengan

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 yang tidak relevan, bagian yang penting dengan yang penting, bagian yang tidak penting dengan yang tidak penting. 4) Mengatribusi Mengatribusikan terjadi ketika siswa dapat menentukan sudut pandang, pendapat, nilai, atau tujuan dibalik komunikasi. Mengatribusikanmelibatkan proses dekontruksi, yang di dalamnya siswa menentukan tujuan materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. 2.1.1.3 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fisher (dalam Amien, 1987 : 4) menyatakan bahwa IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode-metode yang berdasarkan observasi. Sedangkan Iskandar (2001 : 1) menjelaskan hakikat IPA adalah ilmu pengetahuan yang meliputi pengetahuan tentang alam yang diperoleh lewat proses ilmiah yang dilandasi oleh sikap ilmiah sehingga dihasilkan produk ilmiah. Tujuan pembelajaran IPA yaitu untuk membantu setiap orang agar mempunyai sikap ilmiah. Beberapa sikap ilmiah (Iskandar, 2001 : 12) antara lain, yaitu : 1. Objektif terhadap fakta artinya tidak dicampuri oleh perasaan dalam mengungkapakan sesuatu, sesuai dengan fakta. 2. Tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan sebelum ada banyak bukti yang menguatkan data. 3. Berhati terbuka artinya mempertimbangkan penemuan orang lain sekalipun pendapat orang lain bertentangan dengan penemuan diri sendiri. 4. Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat. 5. Bersifat hati-hati. 6. Ingin menyelidiki 2.1.1.4 Materi Ajar Kelas V Materi ajar kelas V yang diteliti yaitu pada Standar Kompetensi 6. “Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/mode”. Kompetensi 6.1 Dasar Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya kelas dan Kompetensi

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Dasar 6.2 Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya. Sifat-sifat cahaya menurut Haryanto (2004 : 143-160) yaitu: 1. Merambat lurus Saat siang kita berada pada ruang yang gelap dan ruangan itu terdapat celah pasti kita dapat melihat berkas cahaya yang merambat lurus dari celah tersebut. Cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan atau celah-celah ruangan yang gelap akan membentuk bayangan. Gambar 1. Cahaya Merambat Lurus Sumber: Hermana (2009:134) 2. Cahaya menembus benda bening Benda-benda yang dapat ditembus oleh cahaya disebut benda bening. Benda-benda yang tidak dapat ditembus oleh cahaya disebut benda gelap. Contoh benda bening yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah gelas kaca, kaca bening, plastik bening, botol bening, dsb. Gambar 2. Cahaya menembus benda bening Sumber: (http://dc162.4shared.com/doc/bHkA9yJm/preview.html)

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 3. Cahaya dapat dipantulkan Benda yang mempunyai permukaan licin atau mengkilap disebut cermin. Cermin dapat membentuk bayangan benda yang tampak sama seperti benda asli. Hal itu terjadi karena cermin mempunyai permukaan yang licin yang dapat menghasilkan pemantulan teratur. Berdasarkan permukaannya, cermin digolongkan menjadi tiga, yaitu cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. a. Cermin datar adalah cermin yang memiliki bagian pemantul cahaya yang datar. Bayangan pada cermin datar bersifat semu, tegak, dan sama besar. Contoh : cermin hias Gambar 3. Cahaya memantul pada cermin datar Sumber: (http://idris-pamekasan.blogspot.com/2012/07/pemantulan-cahayahukum-pemantulan.html) b. Cermin cekung adalah cermin yang memiliki bagian pemantul cahaya berupa cekungan. Bayangan pada cermin cekung jika letak benda dekat dari cermin maka bayangan yang terbentuk bersifat semu, lebih besar, dan tegak, jika letak benda jauh dari cermin, maka bayangan yang terbentuk bersifat nyata dan terbalik. Contohnya reflektor pada lampu mobil, reflektor pada senter

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Gambar 4. Cahaya memantul pada cermin cekung Sumber: (http://blackpearlvida.wordpress.com/2009/04/07/cahaya-dan-alat-optik/) c. Cermin cembung adalah cermin yang memiliki bagian pemantul cahaya berupa cembungan. Bayangan pada cermin cembung bersifat semu, lebih kecil, dan tegak. Contoh : kaca spion pada mobil dan motor Gambar 5. Cahaya memantul pada cermin cembung Sumber : (http://bigbozz.wordpress.com/2009/04/11/cahaya/) 4. Cahaya dapat dibiaskan Medium adalah zat perantara yang dilalui. Kerapatan zat berbeda-beda. Perambatan cahaya melalui dua medium yang berbeda disebut pembiasan atau pembelokan.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Gambar 6. Pembiasan cahaya Sumber : (http://dwijunianto.wordpress.com/modul-belajar-ipa-kelas-v-sdcahaya-dan-alat-optik/) 5. Cahaya putih terdiri atas berbagai warna Pelangi akan tampak jika kita membelakangi matahari, sedangkan pada tempat yang jauh di depan kita terjadi hujan. Pelangi memiliki warna yang bermacam-macam seperti: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Warna-warna itu timbul karena sinar matahari dibiaskan, diuraikan, dan dipantulkan oleh tetes-tetes air hujan. Warna-warna itu membentuk semacam pita setengah lingkaran. Gambar 7. Pelangi Sumber:http:http://doakalian.wordpress.com/2012/07/14/pelangi/)

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 2.2 Penelitian yang relevan Berikut merupakan penelitian-penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini. 2.2.1 Metode Inkuiri Lestari (2011) meneliti pengaruh penggunaan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA terhadap pretasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif. Subjek penelitian yang diteliti adalah kelas VA dan VB SDK Ganjuran Yogyakarta dengan jumlah 54 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanyapengaruh penerapan metode inkuiri terhadap pretasi belajar siswa dengan ditunjukkan harga sig.(2 tailed) sebesar 0,000 atau (< 0,05) dan pengaruh penerapan metode kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis kognitif ditunjukkan dengan harga sig.(2 tailed) 0,000 atau (< 0,05). Istianto (2010) meneliti penggunaan metode inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar matematika di kelas V Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penggunaan langkah-langkah metodeinkuiri dapat berjalan sesuai skenario, (2) penggunaan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar. Peningkatan hasil belajar matematika dari pratindakan mencapai 40% di siklus I 60% dan siklus II 73% dan siklus III meningkat menjadi 80% Ningsih (2012) meneliti penggunaan metode inkuiri dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode inkuiri ini, dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan persentase aktivitas siswa dan rata-rata hasil belajar siswa tiap siklus. Persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 46,55 %, meningkat pada siklus II sebesar 61,55 %, dan meningkat lagi pada siklus III sebesar 78,43 %. Begitu pula rata-rata hasil belajar siswa yang selalu meningkat dari 57,62 pada siklus I, menjadi 63,46 pada siklus II, dan 70,75 pada siklus III. Peningkatan tiap siklusnya memperoleh 5,84 pada siklus I ke siklus II, dan 7,3 pada siklus II ke siklus III.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 2.2.2 Proses Kognitif Putriyana (2012) menggunakan metode mind map untuk mengetahui kemampuan menerapkan dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SDK Sengkan Yogyakarta. nilai siginifikansi pada pada perbandingan skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen 0,000 atau < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen pada kemampuan mencipta. Gitawati (2012) menggunakan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami siswamateri IPA materi pelapukan batuan kelas V SD Kanisius Sengkan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012. Pada kemampuan mengingat perbandingan posstest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan analisis statistik non parametrik Mann-Whitney U test diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,005. Sedangkan pada kemampuan memahami perbandingan posstest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan analisis stastistik parametrik independent samples tast diperoleh harga sig.(2-tailed z) sebesar 0,0006. Kedua hal tersebut menunjukan bahwa penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan kognitif mengingatdan memahami. Trisnawati (2012) menggunakan metode mind map untuk mengetahui kemampuan mengingat dan memamahami pada mata pelajaran IPA SDK Sorowajan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Sehingga Hnull diterima maka Hi ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Sehingga Hnull diterima maka Hi ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami Dari penelitian-penelitian yang telah diuraikan di atas, beberapa penelitian membahas penerapan metode inkuiri dan penelitian yang lain membahas proses kognitif. Meskipun demikian, belum ada satupun yang meneliti pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada siswa Sekolah Dasar.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 2.3 Literature Map Berikut merupakan literature map dari penelitian-penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan variabel independen dan variabel dependen dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya metode inkuiri digunakan untuk dapat meningkatkan prestasi belajar sedangkan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis hanya dilatih menggunakan metode mind map. Dengan demikian belum ada yang meneliti peningkatan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis menggunakan metode inkuiri di Sekolah Dasar. Metode Inkuiri Proses Kognitif Lestari (2011) Gitawati (2012) metode inkuiri - prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis metode mind mapkemampuan mengingat dan memahami Istianto Metode inkuiri – hasil belajar Trisnawati (2012) metode mind mapkemampuan mengingat dan memahami Ningsih (2012) Putriyana(2012) inkuiri - aktivitas dan hasil belajar metode mind mapkemampuan menerapkan dan mencipta Yang perlu diteliti Kemampuan mengingat dan memahami menggunakan metode inkuiri Gambar 8. Literature Map

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 2.4 Kerangka Berpikir Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang mempelajari gejala-gejala alam. Materi pelajaran IPA kelas V tentang sifat-sifat cahaya merupakan salah satu gejala alam yang umum bagi kehidupan sehari-hari siswa. Materi tersebut diajarkan oleh guru menggunakan teknik hafalan atau siswa hanya mendapatkan pengetahuan dari buku yang disuguhkan oleh guru maka siswa tidak memiliki kemampuan. Kemampuan proses yang tidak dimiliki siswa tersebut akan berakibat rendahnya kemampuan siswa dalam mengaplikasikan dan menganalisis materi pembelajaran ke dalam kehidupan sehari-hari. Metode inkuiri merupakan salah satu metode yang mendukung siswa untuk mengembangkan kemampuan proses yang berasal dari pengetahuan awal siswa tersebut. Metode inkuiri memiliki langkah-langkah, yang pertama yaitu Orientasi, pada langkah ini guru melihat kemampuan awal siswa terkait materi yang akan diajarkan. Yang kedua merumuskan masalah, pada langkah ini, guru membimbing siswa untuk mencari masalah yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Yang ketiga merumuskan hipotesis, pada langkah merumuskan hipotesis, guru membimbing siswa untuk menentukan jawaban sementara dari permasalahan yang dibahas. Yang keempat melakukan percobaan, pada langkah melakukan percobaan, siswa mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dengan melakukan percobaan, menganalisis data yang diperoleh, dan membahas hasil percbaan yang telah dilakukan dengan bimbingan dari guru. Yang kelima membuat kesimpulan, pada langkah membuat kesimpulan, guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dari hasil percobaan yang dilakukan. Yang keenam mempresentasikan Hasil, pada tahap ini, siswa melaporkan hasil percobaannya di depan kelas. Yang ketujuh evaluasi, pada langkah evaluasi, guru dan siswa mengevaluasi proses dan hasil selama pembelajaran berlangsung. Pembelajaran IPA yang menggunakan metode inkuiri sesuai langkah-langkah membantu siswa untuk dapat memperoleh pengetahuan secara langsung untuk mengaplikasikan teori dalam percobaan yang kemudian hasilnya dianalisis. Hal tersebut menunjukkan jika pembelajaran metode inkuiri digunakan maka akan berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis siswa.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 2.5 Hipotesis Penelitian 2.5.1 Penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dan pembuatan model sederhana siswa kelas V.2 SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. 2.5.2 Penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dan pembuatan model sederhana siswa kelas V.2 SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III ini akan membahas tentang jenis penelitian, populasi dan sampel, jadwal pengambilaan data, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design (Sugiyono, 2008 : 77) dengan menggunakan tipe Non-equivalent Control Group Design (Sugiyono, 2008 : 79). Penelitian eksperimen jenis quasi experimental design tipe non-equivalent control group design digunakan karena kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Pada desain ini kelompok eksperimen akan mendapat treatment (perlakuan) metode inkuiri dan kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan sebagai pembanding hasil dengan kelompok kontrol. Dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol akan dilakukan pretest untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa. Hasil pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol akan dibandingkan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan awal pada masing-masing kelompok. Selanjutnya peneliti akan memberikan perlakuan pada kelompok eksperimen (kelas V.2) dengan menerapkan pembelajaran inquiry sedangkan kelompok kontrol (kelas V.1) tidak diberi perlakuan. Setelah diberikan perlakuan dilakukan posstest pada masing-masing kelompok, posttest dilakukan untuk mengetahui pengaruh treatment (perlakuan) yang diberikan pada kelompok eksperimen. Pengaruh perlakuan yang diberikan dapat dihitung dengan cara : (O2O1)-(O4-O3). Pengaruh dari perlakuan tersebut digambarkan dengan gambar berikut: O1 X O2 O3 O4 Gambar 9. Desain Penelitian 22

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Keterangan : O1 = Rata-rata skor pretest kelompok eksperimen O2 = Rata-rata skor posttest kelompok eksperimen X = Perlakuan penggunaan metode inkuiri O3 = Rata-rata skor pretest kelompok kontrol O4 = Rata-rata skor posttest kelompok kontrol 3.2 Setting penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SD BOPKRI Gondolayu yang beralamat di Jln. Jend. Soedirman No.24 Yogyakarta 55232. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 218 Februari. SD BOPKRI Gondolayu dijadikan tempat penelitian karena terdapat kelas yang pararel dan jumlah siswa mencukupi untuk digunakan penelitian yaitu kelas kontrol 37 siswa dan kelas eksperimen 38 siswa. Selain itu, SD BOPKRI Gondolayu merupakan sekolah yang bekerja sama dengan PGSD Universitas Sanata Dharma sehingga peneliti dapat melakukan komunikasi dengan pihak sekolah dengan baik. 3.2.2 Waktu Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan selama bulan Februari 2013 dan bulan April 2013 akhir. Jadwal pengambilan data diperinci sebagai berikut: Tabel 1 . Waktu Pengambilan Data Kelompok Kontrol V.1 Eksperimen V.2 Hari, tanggal Pertemuan Sabtu, 2 Februari 2013 I Rabu 6 Februari 2013 II Senin, 11 Februari 2013 III Rabu, 13 Februari 2013 IV Sabtu 16 Februari 2013 V Senin, 18 Februari 2013 VI Jum’at, 19 April 2013 VII Sabtu, 2 Februari 2013 I Kegiatan Pretest Penyampaian materi sifat-sifat cahaya Penyampaian materi sifat-sifat cahaya Penyampaian materi sifat-sifat cahaya Membahas benda yang memanfaatkan sifat cahaya Posttest I Posttest II Pretest Alokasi Waktu 1x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 1x35 menit 1x35 menit 1x35 menit

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kamis, 7 Februari 2013 II Sabtu, 9 Feberuari 2013 III Kamis, 14 Februari 2013 IV Sabtu, 16 Februari 2013 V Senin, 18 Feberuari 2013 VI Jum’at, 19 April 2013 VII Penyampaian materi sifat-sifat cahaya Percobaan sifat cahaya merambat lurus, cahaya dapat menembus benda bening, cahaya dapat dipantulkan Percobaan sifat cahaya dapat dibiaskan. Membuat kaleidoskop Membuat spectrum cahaya Posttest I Posttest II 24 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 1x35 menit 1x35 menit 3.3 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2008 : 80). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu yang berjumlah 75 siswa. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008 : 81). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V.2 sebagai sampel kelompok eksperimen yang berjumlah 38 siswa. Kelas V.1 sebagai sampel kelompok kontrol yang berjumlah 37 siswa. Proses pemilihan kelas kontrol maupun kelas eksperimen dilakukan dengan cara undian. Penelitian ini dilakukan bersama dengan guru mitra yang merupakan pelaksana proses kegiatan belajar mengajar dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol, sedangkan peneliti mendokumentasikan dan melakukan pengamatan selama kegiatan penelitian berlangsung. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi bias dalam penelitian ini. 3.4 Variabel Penelitian Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2008 : 38)

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu variabel independent (variabel bebas) dan variabel dependent (variabel terikat). Menurut Sugiyono (2008 : 39) variabel independent adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau atau timbulnya variabel dependen (terikat),metode inkuiri yang akan menjadi variabel independent dalam penelitian ini. Variabel dependent (variabel terikat) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independen.Variabel dependent dalam penelitian ini adalah kemampuan mengaplikasi. Di bawah ini merupakan gambar hubungan antara variabel independent dan variabel dependent : Variaibel Independent Variabel Dependent Kemampuan Mengaplikasi Metode Inkuiri Kemampuan Menganalisis Gambar 10. Variabel Penelitian 3.5 Definisi Operasional 3.5.1 Metode inkuiri adalah metode yang digunakan guru untuk mengajar agar siswa dapat menentukan sendiri jawaban atas permasalahan yang berkaitan dengan materi menggunakan langkah-langkah pembelajaran metode inkuiri yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan percobaan, membuat kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan evaluasi 3.5.2 Metode inkuiri terbimbing adalah salah satu jenis metode inkuiri yang didalam proses pembelajarannya guru sebagai pembimbing, pendamping, dan pengarah siswa untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan seputar masalah yang membimbing. 3.5.3 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari peristiwa yang terjadi di alam

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 3.5.4 Kemampuan mengaplikasi adalah kemampuan yang melibatkan penggunaan prosedur-prosedur tertentu untuk mengerjakan soal latihan atau menyelesaikan masalah. 3.5.5 Kemampuan menganalisis adalah kemampuan memecah-mecah suatu materi menjadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar bagian dan struktur dari keseluruhan struktur tersebut. 3.5.6 Siswa SD adalah siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu yang terdiri dari kelas V.1 sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 37 siswa dan kelas V.2 sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 38 siswa. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian, menurut Sugiyono (2008 : 102), adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang diamati. Instrumen dalam penelitian ini adalah bentuk tes. Peneliti membuat 6 soal instrumen dengan 6 soal essai yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa yaitu kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, evaluasi, dan mencipta. Berdasarkan 6 soal essai tersebut peneliti menggunakan dua soal sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan mengaplikasi dan menganalisis yaitu pada soal nomer 2 dan 3. Sedangkan soal nomor 1,4,5,6 merupakan soal milik teman penelitian kolaboratif di SD BOPKRI Gondolayu. Instrumen penelitian ini berdasar pada mata pelajaran IPA standar kompetensi 6. Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model. Kompetensi dasar yang akan diteliti yaitu 6.1 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya dan 6.2 Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya. Tabel 2. Matriks pengembangan instrumen Variabel Mengaplikasi Aspek Mengeksekusi Melaksanakan Menggunakan Indikator Menentukan langkah-langkah kerja cara cahaya dapat menembus benda bening Menggambarkan langkahlangkah bahwa cahaya menembus benda bening Menggunakan penerapan sifatsifat cahaya dalam memecahkan masalah No Soal 2

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mengimplementasi Menganalisis Membedakan Memilih Mengorganisasi Mengatribusikan Menerapkan cara bahwa cahaya dapat menembus benda bening Membedakan benda-benda bening dan tidak bening Memilih benda-benda bening atau transparan Menemukan benda-benda bening yang dapat ditembus cahaya Menunjukan benda-benda yang dapat ditembus cahaya 27 3 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen yang digunakan dalam penelitian telah diujikan sehingga memenuhi syarat instrumen valid dan reliabel. Sukardi (2008 : 30) mengatakan bahwa instrumen dikatakan valid jika instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang akan diukur. Sedangkan hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti (Sugiyono 2008 : 121). Validitas menurut Azwar (2009:45) dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria instrumen penelitian yang berupa tes harus memenuhi validitas konstruk dan validitas isi (Sugiyono 2008 : 123). Untuk menguji validitas isi dapat digunakan pendapat dari ahli yaitu dosen pembimbing dalam penelitian ini. Untuk menguji validitas konstrukdapat menggunakan IBM SPSS Statistic 20. Instrumen penelitian yang telah diujikan di SDK Sorowajan dengan jumlah 35 siswa dan dinyatakan valid dan reliabel sehingga soal tersebut dapat digunakan untuk menguji dalam penelitian ini. Menurut Masidjo (1995 : 262), instrumen untuk responden sebanyak 30 dikatakan valid jika r Product-momen dari Pearson untuk taraf signifikansi 5% sebesar 0,361 dan untuk taraf signifikansi 1% sebesar 0,463. Berikut ini hasil perhitungan validitas dari instrumen secara teknis menggunakan IBM SPSS Statistic 20 dengan rumus Pearson Correlation: Tabel 3. Validitas Instrumen No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Variabel Mengingat Memahami Mengaplikasi Menganalisis Mengevaluasi Mencipta Pearson Correlation .677** .714** .540** .610** .553** .521** Sig.(2-tailed) .000 .000 .001 .000 .001 .001 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Tabel 4. Validitas instrumen aspek mengaplikasi dan menganalisis No 1 2 Variabel Aspek Mengeksekusi Mengaplika Melaksanakan si Menggunakan Mengimplementasi Membedakan Menganalisi Memilih s Mengorganisasi Mengatribusikan Penelitian ini merupakan Pearson Correlation 0,900 0,880 0,887 0,883 0,857 0,893 0,856 0,865 bagian dari Sig.(2tailed) 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 penelitian payung Ket. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid yang diselenggarakan oleh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yaitu G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., dan Agnes Herlina D.H, S.Si., M.T., M.Sc., sehingga yang digunakan oleh peneliti hanya bagian kognitif mengaplikasi dan menganalisis saja. Reliabilitas (Sukardi, 2008 : 43) dapat diartikan sebagai konsistensi atau keajegan. Nunnally (dalam Ghozali, 2007 : 42) mengatakan bahwa suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Alpha Cronbach> 0.60. Di bawah ini merupakan tabel yang dapat digunakan untuk mengukur kualifikasi reliabilitas. Tabel 5. Kriteria koefisien reliabilitas Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah negatif – 0,20 Sangat rendah

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Penghitungan instrumen yang menggunakan IBM SPSS statistic 20 dengan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut: Tabel 6. Reliabilitas instrumen Mengaplikasi Alpha Cronbach 0,901 Kualifikasi Sangat tinggi Menganalisis 0,853 Tinggi Aspek Hasil uji reliabilitas pada kemampuan mengaplikasi yaitu 0,901 dengan kualifikasi sangat tinggi, sedangkan pada kemampuan menganalisis yaitu 0,853 dengan kualifikasi tinggi (lihat lampiran 10 , halaman 109-113). Setelah melalui uji validitas dan reliabilitas diperoleh kesimpulan bahwa instrumen yang digunakan untuk penelitian dinyatakan valid dan reliabel. 3.8 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan bentuk tes, yaitu dengan tes essai. Soal yang diberikan pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen merupakan soal yang sama. Pretest dilaksanakan sebelum materi diajarkan dan posttest dilakukan sesudah materi tersebut diajarkan. Pretest dan posttest ini diberikan kepada kedua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pretest dilakukan untuk mngetahui kemampuan awal siswa pada kelompok kontrol dengan metode ceramah dan kelompok ekaperimen dengan metode inkuiri. Posttest dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dari kelompok yang diberi perlakuan dengan yang tidak diberi perlakuan. Berikut merupakan teknik pengumpulan data pada penelitian ini :

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Tabel 7. Teknik pengumpulan data No. Kelompok Variabel 1. Kontrol Mengaplikasi 2. Eksperimen Mengaplikasi 3. Kontrol Menganalisis 4. Eksperimen Menganalisis Data yang diperoleh Skor pretest Skor posttest I Skor posttest II Skor pretest Skor posttest I Skor posttest II Skor pretest Skor posttest I Skor posttest II Skor pretest Skor posttest I Skor posttest II Pengukuran data Pretest Posttest I Posttest II Pretest Posttest I Posttest II Pretest Posttest I Posttest II Pretest Posttest I Posttest II Instrumen yang digunakan Soal essai (no. 2) Soal essai (no. 2) Soal essai (no. 2) Soal essai (no. 2) Soal essai (no. 2) Soal essai (no. 2) Soal essai (no. 3) Soal essai (no. 3) Soal essai (no. 3) Soal essai (no. 3) Soal essai (no. 3) Soal essai (no. 3) 3.9 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan peneliti merupakan teknik analisis data dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 yang meliputi: 3.9.1 Uji Normalitas Distribusi Data Penelitian ini menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov pada uji normalitas distribusi data dengan tujuan mengetahui apakah data terdistribusi dalam data normal atau tidak normal kemudian untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan pada langkah selanjutnya (Sarwono, 2010 : 27). Kriteria yang digunakan dalam teknik Kolmogorov-Smirnov yaitu : 1. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05, distribusi data normal. Jika distribusi data normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik parametrik t-test. 2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, distribusi data tidak normal. Jika distribusi data tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik non parametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon . 3.9.2 Uji Statistik Uji statistik merupakan pengujian data pada penelitian ini. Pengujian data tersebut ini akan dijabarkan sebagai berikut: 3.9.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Untuk mengetahui apakah kedua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mempunyai kemampuan awal yang sama atau tidak dilakukan uji perbedaan skor pretest. Uji perbedaan data skor pretest ini dilakukan dengan menganalisis hasil pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 kontrol. Prayitno (dalam Trisnawati, 2008 : 31) menjelaskan jika nilai Sig. (2tailed)> 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari kedua kelompok data adalah sama. Apabila hasil uji normalitas data dalam kategori normal, maka pengujian perbedaan skor pretest menggunakan statistik parametrik independent samples t-test sedangkan statistik non-parametrik Mann-Whitney digunakan apabila hasil uji normalitas data yang diperoleh termasuk kategori tidak normal. Hipotesis statistiknya adalah: Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah: 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. 3.9.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest dan Posttest Untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan uji perbedaan skor pretest dan posttest. Apabila data terdistribusi normal digunakan paired samples t-tes sedangkan Wilcoxon untuk data yang terdistribusi secara tidak normal.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Hipotesis statistiknya adalah : Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan adalah: 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. 3.9.2.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest-Posttest Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif mengaplikasi dan menganalisis dilakukan uji perbedaan selisih skor pretest-posttest. Johnson, B. & Christensen, L (2008 : 312,330) menjelaskan bahwa uji selisih skor dilakukan dengan membandingkan perbedaan skor tersebut untuk mengetahui apakah skor kelompok eksperimental berbeda secara signifikan dari skor kelompok kontrol. Pengujian selisih skor dengan menghitung selisih rata-rata dari skor pretest dan skor posttest pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Apabila Data yang terdistribusi secara normal dianalisis menggunakan independent samples t-test sedangkan data yang terdistribusi tidak normal menggunakan statistik non-parametrik Mann-Whitney. Hipotesis statistiknya adalah : Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis Kriteria yang digunakan adalah : 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis Hasil analisis perbedaan skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakan untuk menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis sehingga dapat diketahui hasil penelitian mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. 3.9.2.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis Untuk mengetahui besarnya pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis dilakukan uji besar pengaruh. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Untuk mengetahui besar pengaruh metode pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Menurut Field (2009 : 57,179) data yang terdistribusi secara normal menggunakan rumus sebagai berikut : √ Keterangan: r t df = effect size (dengan menggunakan koefisien Pearson) = harga uji t = harga derajad kebebasan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Sedangkan menurut Field (2009 : 550) untuk data yang terdistribusi tidak normal menggunakan rumus sebagai berikut : √ Keterangan: r = effect size (dengan menggunakan koefesien korelasi Pearson) Z = harga konversi dari Standar Deviasi (diperoleh dari SPSS uji Wilcoxon) N = jumlah total observasi (2x jumlah siswa) Untuk mengetahui persentase pengaruh tersebut digunakan koefisien determinasi ( ) dengan rumus sebagai berikut: = Kriteria yang digunakan untuk menentukan besar pengaruh (Field, 2009:179) adalah: 1. Jika r = 0,10 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki kecil atau setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen. 2. Jika r = 0,30 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki menengah atau setara dengan 9% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen. 3. Jika r = 0,50 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki besar atau setara dengan 25% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen 3.9.2.5 Uji Retensi Pengaruh Krathwohl (1998 : 546) menjelaskan bahwa untuk meningkatkan ketelitian analisis dianjurkan untuk melakukan posttest kedua sesudah sekian waktu dari posttest pertama. Uji retensi ini dilakukan dengan cara membandingkan posttest I dan posttest II. Pemberian posttest II pada kedua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan 2 bulan setelah dilakukannya posttest I. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II dan efek pada posttest II apakan pengaruhnya

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 masih sama dengan posttest I atau tidak. Apabila Jika data terdistribusi normal digunakan paired samples t-tes sedangkan Wilcoxon untuk data yang terdistribusi secara tidak normal. Hipotesis statistiknya adalah: Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I dengan posttest II. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I ke posttest II. Kriterianya adalah sebagai berikut : 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttest I dan posttest II. 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada penurunan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas hasil penelitian dan pembahasan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Hasil penelitian akan menjelaskan deskripsi data dan analisis data yang dilakukan. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian payung yang meneliti tentang pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Kemampuan tersebut yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Peneliti akan lebih memfokuskan pembahasan penelitian tentang kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Pada bagian ini akan dibahas kemampuan mengaplikasi. Penelitian dilakukan dengan memberi pretest baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Kelas kontrol merupakan kelas yang tidak diberi perlakuan dengan metode inkuiri sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan berupa metode inkuiri dengan materi yang diajarkan sama. Pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi yang akan diajarkan. Apabila penyampaian materi sudah selesai kelas kontrol dan kelas eksperimen selanjutnya diberi posttest pada kedua kelas yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakukan berupa metode inkuiri serta membandingkan hasil dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan oleh peneliti merupakan soal essai yang sudah diuji validitasnya di SD BOPKRI Gondolayu dan diuji reliabilitasnya serta di konsultasikan pada dua dosen pembimbing. Soal tersebut terdiri dari 6 soal, sedangkan peneliti hanya menggunakan dua soal dalam penelitian. Soal tersebut digunakan ketika pretest dan posttest. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi serta 36

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 untuk membuktikan hipotesis penelitian bahwa metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi siswa. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diuji normalitasnya dengan menggunakan uji KolmogorovSmirnov dengan program IBM SPSS Statistics 20. Uji normalitas tersebut menentukan uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria berikut : 1. Jika nilai signifikasi atau harga Sig. (2-tailed) > 0,05, distribusi data dikatakan normal. 2. Jika nilai signifikasi atau harga Sig. (2-tailed) < 0,05, distribusi data dikatakan tidak normal. Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data seperti pada tabel di bawah ini (lihat lampiran 11, halaman 111) Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasi dengan KolmogorovSmirnov No Aspek 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor Pretest kelompok kontrol Rata-rata skor Posttest I kelompok kontrol Rata-rata skor Pretest kelompok eksperimen Rata-rata skor Posttest I kelompokeksperimen Rata-rata skor Posttest II kelompok kontrol Rata-rata skor Posttest II kelompok eksperimen Nilai Signifikansi 0, 096 0, 121 0, 204 0, 066 0,190 0, 520 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Hasil analisis statistik di atas menunjukkan bahwa pada pretest dan posttest baik untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki harga Sig. (2-tailed) di atas 0,05 sehingga distribusi data dikatakan yang normal. Menurut kriteria semua aspek memiliki distribusi data yang normal, maka data akan dianalisis dengan statistik parametrik dalam hal ini t-test. Pada kemampuan mengaplikasi analisis data selanjutnya dilakukan dengan lima langkah. Langkah pertama, menguji perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengaplikasi yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen sebelum mendapatkan perlakuan pada masing-

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 masing kelas. Langkah kedua, dilanjutkan dengan menguji perbedaan pretest ke posttest pada masing-masing kelas yang bertujuan untuk mengetahui kenaikan yang signifikan pada masing-masing kelompok yaitu kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Langkah ketiga, dilakukan uji perbedaan selisih skor prettest-posstest untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri pada kemampuan mengaplikasi. Langkah keempat, dilakukan uji besar pengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi. Langkah kelima, uji beda posttest I dan posttest II untuk mengetahui retensi pengaruh perlakuan. Hasil penelitian untuk kemampuan mengaplikasi menunjukkan bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi. Hal ini ditunjukkan dengan data skor rata-rata siswa pada kelompok kontrol lebih tinggi dengan nilai M = -0,52 , SE = 0,16, Sig.(2-tailed) = 0,003 , t(52) = -3,2 dibandingkan dengan kelompok eksperimen dengan nilai M = -0,17 , SE = 0,12, Sig.(2-tailed) = 0,195 , t(52) = -0,13. Uji besar pengaruh juga menunjukan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh dalam kategori kecil dengan r = 0,045 dengan presentase 4,5%. Untuk lebih rinci akan dijelaskan sebagai berikut: 4.1.1.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi Uji perbedaan skor pretest dilakukan analisis perbandingan skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui sama atau tidaknya kemampuan awal yang dimiliki pada kedua kelompok tersebut. Untuk itu dilakukan uji perbedaan pada aspek mengaplikasi menggunakan analisis statistik parametrik independent samples ttest. Dengan uji Kolmogorov-Smirnov harga Sig. (2-tailed) pretest kelompok kontrol aspek mengaplikasi yaitu 0,96 dan pretest kelompok eksperimen aspek mengaplikasi yaitu 0,204 , kedua harga Sig. (2-tailed) pretest kedua kelompok lebih besar dari 0,05 maka distribusi data dapat dikatakan normal. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hi : 39 Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang tidak sama. Kriteria yang digunakan sebagai berikut : 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak.Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Berikut ini merupakan tabel hasil analisis perbandingan pretest pada kemampuan mengaplikasi (lihat lampiran 11, halaman 112): Tabel 9. Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi Hasil Pretest Signifikasi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,031 berbeda Hasil pengolahan data menunjukkan harga Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan 95% F= 0,778 , Sig. = 0,381 , maka terdapat homogenitas varian dengan harga M = -0,47, SE = 0,21, Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,031. Dari tabel perbandingan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengaplikasi menunjukkan harga Sig. (2-tailed)< 0,05 yaitu 0,031 maka Hnull ditolak dan Hi diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen atau kedua kelompok berawal dari titik pijak yang berbeda atau memiliki kemampuan awal yang tidak sama. 4.1.1.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi Uji perbedaan skor pretest ke posttest kemampuan mengaplikasi dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan skor antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest ke posttest ini berkaitan dengan uji normalitas. Berdasarkan uji normalitas, pada

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 aspek mengaplikasii kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan harga Sig. (2-tailed)> 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal. Jika data normal maka analisis statistik menggunakan parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hipotesis statistiknya sebagai berikut : Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan sebagai berikut : 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut (lihat lampiran 11, halaman 113): Tabel 10. SkorPretestke Posttest Kemampuan Mengaplikasi No. Kelompok Test Pretest Posttest % peningkatan Signifikansi 1 Kontrol 1,82 2,34 22,22% 0,003 2 Eksperimen 2,33 2,45 4,89% 0,195 Keputusan Berbeda atau ada kenaikan Tidak berbeda atau tidak ada kenaikan Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa pada kelompok kontrol mencapai skor yang lebih tinggi yaitu dengan nilai M = -0,52 , SE = 0,16, Sig.(2-tailed) = 0,003 , t(52) = -3,2 dibandingkan dengan kelompok eksperimen dengan nilai M =

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 -0,17 , SE = 0,13 , Sig.(2-tailed) = 0,195 , t(52) = -1,3. Pada kelompok kontrol harga Sig.(2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. Berbeda dengan kelompok eksperimen yang memiliki harga Sig.(2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak sehingga tidak ada perbedaan antara hasil pretest ke posstest atau tidak ada kenaikan pada antara pretest ke posttest. Dapat disimpulkan bahwa pada aspek mengaplikasi pada kelompok kontrol ada kenaikan sedangkan pada kelompok eksperimen tidak ada kenaikan. 4.1.1.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest-Posttest Kemampuan Mengaplikasi Uji perbedaan selisih skor pretest-posttest kemampuan mengaplikasi dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode inkuiri dalam penelitian ini. Penghitungan selisih ini dilakukan dengan cara mengurangkan skor posttest dengan skor pretest pada masing-masing kelompok. Sebelum melakukan uji selisih skor, dilakukan uji normalitas data selisih skor mengaplikasi dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji selisih skor kemampuan mengaplikasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lihat lampiran 11, halaman 115): Tabel 11. Uji Normalitas Selisih Skor No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan 1 Selisih skor mengaplikasi kelompok kontrol 0,139 Normal 2 Selisih skor mengaplikasi kelompok eksperimen 0,023 Tidak Normal Hasil uji selisih skor tersebut menunjukkan bahwa data selisih skor pada kelompok kontrol tersebut normal dan data selisih skor pada kelompok eksperimen tersebut tidak normal sehingga analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan kemampuan mengaplikasi menggunakan Mann-Whitney. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hi 42 :Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi. Kriteria yang digunakan adalah: 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan antara selisih skor pretest-posttest terhadap kemampuan mengaplikasi. 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan antara selisih skor pretest-posttest terhadap kemampuan mengaplikasi. Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan atau tidak secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi. Hasil analisis perbandingan antara selisih skor pretestposttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakan untuk menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis penelitian sehingga dapat diketahui hasil penelitian mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. Berikut merupakan grafik selisih skor pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 0.60 0.50 0.40 0.30 MENGAPLIKASI 0.20 0.10 0.00 KONTROL EKSPERIMEN Gambar 11. Diagram Skor Selisih Pretest-Posttest Kemampuan Mengaplikasi Gambar diatas merupakan diagram hasil dari selisih skor aspek mengaplikasi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Selisih skor kelompok kontrol menunjukkan 0,52 sedangkan pada kelompok ekperimen menunjukkan skor 0,17. Hasil analisis statistik penelitian dengan menggunakan Mann-Whitney dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lihat lampiran 11, halaman 115): Hasil Posttest Signifikasi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,75 Tidak Berbeda Tabel 12. Uji Selisih Skor Posttest Kemampuan Mengaplikasi Hasil pengolahan data menunjukkan nilai Z = -1,78 dengan harga Sig. (2tailed) > 0,05 yaitu 0,75 maka Hi ditolak maka Hnull diterima dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi. 4.1.1.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi Langkah keempat dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh metode terhadap kemampuan mengaplikasi. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Hasil penghitungan analisis menggunakan rumus effect size diperoleh hasil sebagai berikut (lihat lampiran 11, halaman 116):

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Kelompok t 1 Kontrol -3,24 2 Eksperimen -1,31 r R2 Presentase Efek Size 36 0,47 0,225 22,5% 37 0,21 0,045 4,5% df 44 Keterangan Efek r kecil ke menengah Efek r kecil Tabel 13. Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Mengaplikasi Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui metode inkuiri memberikan efek kecil terhadap kemampuan mengaplikasi siswa, yaitu dengan ditunjukkan dengan harga r = 0,212, t(37) = -1,31, R2= 0,045 yang masuk dalam kategori efek kecil dengan presentase efek sebesar 4,5% dibandingkan dengan metode ceramah yang menunjukkan harga r = 0,475, t(36) = -3,24, R2= 0,225 yang masuk dalam kategori efek kecil ke menengah dengan presentase efek sebesar 22,5%. 4.1.1.5 Uji Retensi Pengaruh Langkah kelima dalam penelitian ini adalah menguji perbedaan pada posttest I dan posttest II. Proses pengambilan data atau dilaksanakanya posttest II ini 2 bulan setelah dilakukannya posttest I. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tetap atau ajeg pengaruh penggunaan sebuah perlakuan. Apabila tidak terdapat perbedaan secara signifikan maka tidak terjadi penurunan yang drastis atau stabil. Sebelum dilakukan uji beda data posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan uji normalitas terlebih dahulu menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas posttest II kelompok kontrol yaitu 0,190 dan posttest II kelompok eksperimen yaitu 0,520. Kedua harga Sig. (2-tailed) > 0,05 sehingga distribusi data normal. Analisisstatistik yang digunakan untuk mengetahui keajegan suatu perlakuan adalah paired t-test karena data yang digunakan memiliki distribusi data normal. Hipotesis yang digunakan pada analisis statistik ini adalah: Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I dan posttest II Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengankata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I dan posttest II.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Kriteria yang digunakan adalah: 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang Signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttest I dan posttest II. 2. Jika harga Sig.(2-tailed)> 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada penurunan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II Hasil analisis statistik perbandingan posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol maupun eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lihat lampiran 11 , halaman 118): Test No. Kelompok 1 2 % Peningkatan atau penurunan Signifikansi Posttest I Posttest II Kontrol 2,34 2,11 -10,3 0,79 Eksperimen 2,45 2,43 -0,8 0,817 Keputusan Tidak berbeda Tidak berbeda Tabel 14. Hasil Uji Beda Posttest I dan Posttest II Kemampuan Mengaplikasi Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. Hal tersebut ditunjukkan pada kelompok kontrol dengan harga M = 0,23, SE = 0,12, Sig.(2-tailed) = 0,079 , sedangkan pada kelompok eksperimen dengan harga M = 0,13, SE = 0,56, Sig.(2-tailed) = 0,817. Kelima langkah tersebut dapat diringkas dalam grafik yang memperlihatkan skor pretest hingga posttest II.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 3 2 Kontrol 1 eksperimen 0 pretest Posttest I Posttest II Gambar.12 Perbandingan antara skor pretest, posttest I dan posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mengaplikasi. Grafik di atas menggambarkan bahwa pretest atau kemampuan awal yang berbeda pada kelompk kontrol dan kelompok eksperimen dengan harga Sig.(2tailed)< 0,05 yaitu 0,031. Pada pretest ke posttest I kelompok kontrol terdapat kenaikan dengan harga Sig.(2-tailed)< 0,05 yaitu 0,003 sedangkan pada kelompk eksperimen tidak terdapat kenaikan dengan harga Sig.(2-tailed)> 0,05 yaitu 0,195. Pada posttest I ke posttest II kelompok kontrol tidak terdapat kenaikan dengan harga Sig.(2-tailed)> 0,05 yaitu 0,079 juga pada kelompk eksperimen tidak terdapat kenaikan dengan harga Sig.(2-tailed)> 0,05 yaitu 0,817. 4.1.2 Pengaruh Penggunaan Inkuiri Terhadap Kemampuan Menganalisis Kemampuan menganalisis merupakan variabel dependen kedua dalam penelitian ini. Dalam subbab ini akan dibahas pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis. Penelitian dilakukan dengan memberi pretest baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Kelas kontrol merupakan kelas yang tidak diberi perlakuan dengan metode inkuiri sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan berupa metode inkuiri dengan materi yang diajarkan sama. Pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi yang akan diajarkan. Apabila penyampaian materi sudah selesai kelas kontrol dan kelas eksperimen selanjutnya diberi posttest pada kedua kelas yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakukan berupa metode inkuiri serta membandingkan hasil dari kelas kontrol dan kelas eksperimen..

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program IBM SPSS Statistics 20. Uji normalitas tersebut untuk menentukan uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria berikut : 1. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, distribusi data dikatakan normal. 2. Jika hargaSig. (2-tailed)< 0,05, distribusi data dikatakan tidak normal Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data seperti pada tabel di bawah ini (lihat lampiran11, halaman 111 ) No Aspek 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor Pretest kelompok kontrol Rata-rata skor Posttest I kelompok kontrol Rata-rata skor Pretest kelompok eksperimen Rata-rata skor Posttest I kelompok eksperimen Rata-rata skor Posttest II kelompok kontrol Rata-rata skor Posttest II kelompok eksperimen Nilai Signifikansi 0, 92 0, 65 0, 69 0, 54 0, 66 0, 124 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Tabel 15. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis dengan KolmogorovSmirnov Hasil analisis statistik di atas menunjukkan bahwa pada pretest dan posttest baik untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki harga Sig. (2-tailed) di atas 0,05 atau > 0,05 sehingga distribusi data dikatakan normal. Menurut kriteria semua aspek memiliki distribusi data yang normal maka akan dianalisis dengan statistik parametrik dalam hal ini t-test. Pada kemampuan menganalisis, analisis data selanjutnya dilakukan dengan lima langkah. Langkah pertama, menguji perbedaan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan menganalisis yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen sebelum mendapatkan perlakuan pada masingmasing kelas. Langkah kedua, dilanjutkan dengan menguji perbedaan pretest ke posttest pada masing-masing kelas yang bertujuan untuk mengetahui kenaikan skor pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Langkah ketiga, dilakukan uji perbedaan selisih skor pretest-posstest untuk mengetahui pengaruh

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 penggunaan metode inkuiri pada kemampuan menganalisis. Langkah keempat, dilakukan uji besar pengaruh terhadap kemampuan menganalisis. Langkah kelima, uji beda posttest I dan posttest II untuk mengetahui retensi pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis. Hal ini ditunjukkan dengan data skor rata-rata siswa pada kelompok kontrol lebih tinggi dengan nilai M = -0,45, SE = 0,15, Sig.(2-tailed) = 0,005 , t(52) = -3,02 dibandingkan kelompok eksperimen dengan nilai M = -0,24 , SE = 0,12, Sig.(2-tailed) = 0,051 , t(52) = -2,02. Pada uji besar pengaruh juga menunjukan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh dalam kategori sedang dengan r = 0,331 dengan presentase 10,95%. Untuk lebih rinci akan dijelaskan sebagai berikut: 4.1.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis Uji perbedaan skor pretest kemampuan menganalisis dilakukan analisis perbedaan skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen. Uji perbedaan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimenini betujuan untuk mengetahui sama atau tidaknya kemampuan awal yang dimiliki pada kedua kelompok tersebut. Untuk itu dilakukan uji perbedaan pada aspek menganalisis menggunakan analisis statistik parametrik independent samples t-test karena dari uji Kolmogorov-Smirnov harga Sig. (2-tailed) pretest kelompok kontrol aspek mengaplikasi yaitu 0,92 dan pretest kelompok eksperimen aspek menganalisis yaitu 0,69. Kedua harga Sig. (2-tailed) pretest kedua kelompok lebih besar dari 0,05 maka distribusi data dapat dikatakan normal. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok mempunyai kemampuan awal yang sama. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain lain kedua kelompok mempunyai kemampuan awal yang tidak sama.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Kriteria yang digunakan sebagai berikut : 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak.Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Berikut ini merupakan tabel hasil analisis perbandingan pretest pada kemampuan menganalisis (lihat lampiran 12, halaman 120): Hasil Pretest Signifikasi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,575 Tidak berbeda Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa harga Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan 95% F= 1,26 dan Sign.= 0,26, maka terdapat homogenitas varian dengan harga harga M = -0,72, SE = 0,13, Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,575. Dari tabel perbandingan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan menganalisis menunjukkan bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen atau kedua kelompok berawal dari titik pijak yang sama atau memiliki kemampuan awal yang sama. 4.1.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis Uji perbedaan skor pretest ke posttest kemampuan menganalisis dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan skor antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Berdasarkan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov, pada aspek mengaplikasi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan harga Sign.(2-tailed)> 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal. Jika data normal maka analisis statistik menggunakan parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hipotesis statistiknya sebagai berikut :

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan sebagai berikut : 1. Jika harga Sign.(2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. 2. Jika harga Sign.(2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut(lihat lampiran 12 , halaman 121): No. Kelompok Test Pretest 1 Kontrol 2 Eksperimen Posttest % peningkatan Signifikansi 1,47 1,92 23,43% 0,005 1,55 1,88 17,55% 0,051 Keputusan Berbeda atau ada kenaikan Tidak berbeda atau tidak ada kenaikan Tabel 17. Perbedaan Skor Pretestke Posttest Kemampuan Menganalisis Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa pada kelompok kontrol mencapai skor yang lebih tinggi yaitu dengan M = -0,45, SE = 0,15, Sig.(2-tailed) = 0,005 , t(52) = -3,02 dibandingkan kelompok eksperimen dengan nilai M = -0,24 , SE = 0,12, Sig.(2-tailed) = 0,051 , t(52) = -2,02. Pada kelompok kontrol harga Sig.(2tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. Berbeda dengan kelompok kelompok eksperimen yang memiliki harga Sig.(2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 ditolak sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan dari pretest ke posstest atau tidak ada kenaikan yang signifikan dari pretest ke posttest. Maka dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan kemampuan menganalisis pada kelompok kontrol sedangkan pada kelompok eksperimen tidak ada kenaikan. 4.1.2.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest-Posttest Kemampuan Menganalisis Uji perbedaan selisih skor pretest-posttest kemampuan menganalisis dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode inkuiri dalam penelitian ini. Penghitungan selisih ini dilakukan dengan cara mengurangkan skor posttest dengan skor pretest pada masing-masing kelompok. Sebelum melakukan uji selisih skor, dilakukan uji normalitas data selisih skor menganalisis dengan Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji selisih skor kemampuan menganalisis dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lihat lampiran 12, halaman 123): No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan 1 Selisih skor menganalisis kelompok kontrol 0,257 Normal 2 Selisih skor menganalisis kelompok eksperimen 0,070 Normal Tabel 18. Uji Normalitas Selisih Skor Hasil uji selisih skor tersebut menunjukkan bahwa data tersebut normal sehingga analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan kemampuan menganalisis menggunakan statistik parametrik samples t-tes dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruhsecara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen.Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. Kriteria yang digunakan sebagai berikut :

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisihskor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap kemampuan menganalisis. Hasil analisis perbedaan selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakan untuk menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis sehingga dapat diketahui hasil penelitian mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. Berikut merupakan grafik selisih skor pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 0.5 0.4 0.3 MENGANALISIS 0.2 0.1 0 KONTROL EKSPERIMEN Gambar 13. Diagram Skor Selisih Pretest-Posttest Kemampuan Menganalisis Gambar diatas merupakan diagram hasil dari selisih skor aspek mengaplikasi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Selisih skor kelompok kontrol menunjukkan 0,46 sedangkan pada kelompok ekperimen menunjukkan skor 0,25.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Hasil analisis statistik penelitian dengan menggunakan independent samples t-test dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lihat lampiran 12, halaman 124): Hasil Posttest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikasi 0,291 Keterangan Tidak Berbeda Tabel 19 Uji Selisih Skor Posttest Kemampuan Menganalisis Hasil pengolahan data menunjukkan harga Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan 95% F = 3,3, Sig. (2-tailed)> 0,05 yaitu 0,072, maka terdapat homogenitas varian dengan harga M = 0,20 , SE = 0,19 , t(52) = 1,06, Sig. (2tailed)= 0,291. Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil analisis statistis pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen telah menunjukan bahwa Hi ditolak maka Hnull diterima dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. 4.1.2.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Menganalisis Uji besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Penghitungan analisis menggunakan rumus effect size diperoleh hasil sebagai berikut (lihat lampiran 12,halaman 125): No. Kelompok t df r R2 1 Kontrol -3,02 36 0,44 0,202 Presentase Efek Size 20,2% 2 Eksperimen -2,02 37 0,3 0,09 9% Keterangan Efek r sedang ke besar Efek r sedang Tabel 20.Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Menganalisis Berdasarkan tabel di atas dapat kita ketahui dari hasil pengolahan data uji pengaruh menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan efek sedang terhadap kemampuan menganalisis siswa, yaitu dengan ditunjukan dengan harga r = 0,3, t(37) = -2,02, R2= 0,09 yang masuk dalam kategori efek sedang dengan persentase efek sebesar 9% dibandingkan dengan metode ceramah yang menunjukan harga r

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 = 0,44, t(36) = -3,02,R2= 0,202 yang masuk dalam kategori efek sedang ke besar dengan persentase efek sebesar 20,2%. 4.1.2.5 Uji Retensi Pengaruh Uji retensi pengaruh adalah menguji perbedaan pada posttest I dan posttest II. Proses pengambilan data untuk posttest II ini 2 bulan setelah dilakukanya posttest I. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tetap atau ajeg pengaruh penggunaan sebuah perlakuan. Apabila tidak terdapat perbedaan secara signifikan maka tidak terjadi penurunan yang drastis atau dapat dikatakan stabil. Sebelum dilakukan uji beda data posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan uji normalitas terlebih dahulu menggunakan KolmogorovSmirnov. Hasil uji normalitas posttest II kelompok kontrol yaitu 0,066 dan posttest II kelompok eksperimen yaitu 0,124. Kedua harga Sig. (2-tailed) >0,05 sehingga distribusi data normal. Analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui retensi perlakuan adalah paired t-test. Hipotesis yang digunakan pada analisis statistik ini adalah: Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I dan posttest II. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengankata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I dan posttest II. Kriteria yang digunakan adalah: 1. Jika harga Sig.(2-tailed)< 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lainada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttest I dan posttest II. 2. Jika hargaSig.(2-tailed)> 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttet II. Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttest I dan posttest II.

(72) 55 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil analisis statistik perbandingan posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol maupun eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lihat lampiran 12, halaman 127): Test No. Kelompok 1 2 % Peningkatan atau penurunan Signifikansi Posttest I Posttest II Kontrol 1,92 2,07 7,8% 0,311 Eksperimen 1,88 1,76 - 40, 9% 0,528 Keputusan Tidak Berbeda Tidak Berbeda Tabel 21. Hasil Uji Beda Posttest I dan Posttest II Kemampuan Menganalisis Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. Hal tersebut ditunjukkan pada kelompok kontrol dengan harga M = -0,15, SE = 0,14, Sig.(2-tailed) = 0,311, sedangkan pada kelompok eksperimen dengan harga M = 0,04, SE = 0,07, Sig.(2-tailed) = 0,528. Kelima langkah tersebut dapat diringkas dalam grafik yang memperlihatkan skor pretest hingga posttest II Gambar 14. Perbandingan antara skor pretest, posttest I dan posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan menganalisis Grafik di atas menggambarkan bahwa pretest atau kemampuan awal yang tidak berbeda pada kelompk kontrol dan kelompok eksperimen dengan harga Sig.(2-tailed)< 0,05 yaitu 0,575. Pada pretest ke posttest I kelompok kontrol terdapat kenaikan dengan harga Sig.(2-tailed)< 0,05 yaitu 0,005 sedangkan pada kelompk eksperimen tidak terdapat kenaikan dengan harga Sig.(2-tailed)> 0,05 yaitu 0,051. Pada posttest I ke posttest II kelompok kontrol tidak terdapat

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 kenaikan dengan harga Sig.(2-tailed)> 0,05 yaitu 0,311 juga pada kelompk eksperimen tidak terdapat kenaikan dengan harga Sig.(2-tailed)> 0,05 yaitu 0,528. 4.2 Pembahasan 4.2.1 Kemampuan Mengaplikasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,75 atau > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen. Dalam grafik selisih skor kemampuan mengaplikasi menunjukkan bahwa pretest ke posttest I pada kelompok kontrol mengalami kenaikan secara signifikan. Dari pengamatan yang dilakukan peneliti saat berlangsungnya proses pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri, siswa sangat antusias pada media pembelajaran yang telah disediakan akan tetapi sebagian besar siswa lebih tertarik bermain dengan media pembelajaran tersebut daripada memanfaatkannya sebagai alat untuk mengaplikasikan langkah-langkah dalam percobaan sehingga penerapan aspek mengaplikasi pada pembelajaran menggunakan kelompok eksperimen dengan metode inkuiri kurang terfasilitasi dengan baik. Hal itu menyebabkan siswa tertinggal dalam pengarahan guru pada setiap tahap-tahap penggunaan metode inkuiri. Terlihat beberapa kelompok masih melakukan percobaan sedangkan guru yang memberikan pengarahan atau fasilitator sudah masuk pada tahap membuat kesimpulan. Pada wawancara dengan beberapa siswa kelompok eksperimen setelah pembelajaran selesai, siswa mengungkapkan belum terbiasa melakukan percobaan dalam pembelajaran, sehingga adanya kesulitan dalam menggunakan langkah-langkah pada metode inkuri yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa kemampuan mengaplikasi kelompok kontrol lebih baik daripada kelompok eksperimen. Hal ini terlihat pada kelompok kontrol dapat menyelesaikan materi sesuai waktu yang telah ditentukan sehingga kelompok kontrol dapat menjawab pertanyaan pada soal khususnya aspek mengaplikasi. Sedangkan pada kelompok eksperimen materi tidak dapat terselesaikan sehingga banyak siswa dari kelompok eksperimen yang tidak menjawab pertanyaan pada soal khususnya aspek mengaplikasi. Hal tersebut

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 yang mengakibatkan kemampuan mengaplikasi pada siswa tidak dapat terfasilitasi dengan baik. 4.2.2 Kemampuan Menganalisis Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis. Hal tersebut ditunjukkan dengan harga Sig.(2tailed) sebesar 0,291 atau > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen.Dalam grafik selisih skor kemampuan menganalisis menunjukkan bahwa pretest ke posttest I pada kelompok kontrol mengalami kenaikan secara signifikan. Skor kelompok eksperimen yang lebih rendah dari pada kelompok kontrol terjadi karena keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran mengakibatkan tidak dapat menyelesaikan lembar kerja pada percobaan sehingga tidak dapat mengerjakan soal posttest. Selain itu keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran mengakibatkan siswa tidak maksimal dalam mengaplikasikan langkah-langkah metode inkuiri pada saat berlangsungnya pembelajaran sehingga siswa tidak memiliki waktu yang cukup untuk menganalisis hasil percobaan. Sedangkan pada kelompok kontrol guru dapat memberikan materi ajar sesuai dengan waktu yang tersedia sehingga siswa dapat mengerjakan soal-soal latihan pada tiap materi yang diberikan guru. Hal itu dapat mendukung siswa untuk dapat menyelesaikan soal posttest dengan lebih baik.Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa kemampuan menganalisis kelompok kontrol lebih baik daripada kelompok eksperimen. Hal ini terlihat saat siswa dalam kelompok kontrol dapat mengerjakan soal posttest dengan baik dibandingkan dengan kelompok eksperimen yang tidak dapat menyelesaikan soal posttest.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dari hasil penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian yang dilakukan terhadap siswa-siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi pada pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Z = -1,78 dan harga Sig. (2-tailed )> 0,05 yaitu 0,75. Pada uji besar pengaruh juga menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh dalam kategori kecil dengan r = 0,21 dengan presentase sebesar 4,5%. Berdasarkan kriteria di atas dapat diketahui bahwa Hi ditolak maka Hnull diterima. Pada uji retensi pengaruh perlakuan selama kurang lebih 2 bulan setelah diberikan perlakuan menunjukkan bahwa retensi pengaruh pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak mengalami penuruan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. Hal ini ditunjukan dengan harga M = 0,13, SE = 0,05, Sig. (2-tailed) = 0,817 untuk kelompok eksperimen sedangkan harga M = 0,23, SE = 0,12, Sig.(2-tailed) = 0,079 untuk kelompok kontrol. Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mengalami penurunan sebesar -0,8% untuk kelompok eksperimen dan 10,3% untuk kelompok kontrol. 5.1.2 Penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis pada pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan harga Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,291 pada harga dengan harga Levene’s Test F = 3,3. Hasil uji t menunjukkan harga Sig.(2-tailed) = 0,291, M = 0,20 , SE = 0,19 , t(52) = 1,06. Pada uji besar pengaruh juga menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh dalam kategori kecil dengan r = 0,3 dengan 58

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 presentase sebesar 9%. Berdasarkan kriteria di atas dapat diketahui bahwa Hi ditolak maka Hnull diterima. Pada uji retensi pengaruh perlakuan selama kurang lebih 2 bulan setelah diberikan perlakuan menunjukkan bahwa retensi pengaruh pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak mengalami penuruan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. Hal ini ditunjukkan dengan harga M = -0,15, SE = 0,14, Sig. (2-tailed) = 0,311 untuk kelompok kontrol sedangkan harga M = 0,04, SE = 0,07, Sig.(2tailed) = 0,528 untuk kelompok eksperimenl. Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mengalami penurunan sebesar 7,8% untuk kelompok eksperimen dan -40,9% untuk kelompok kontrol. 5.2 Keterbatasan Penelitian 1. Penelitian ini menggunakan alat peragapembelajaran yang kurang permanen sehingga siswa yang terlalu aktif menggunakan media dapat merusak dan proses pembelajaran menjadi kurang maksimal 2. Keterbatasan waktu yang diberikan dalam penelitian ini membuat beberapa sub materi belum terselesaikan sehingga siswa tidak selesai mengerjakan soal pada saat proses pembelajaran 5.3 Saran Berikut merupakan saran untuk penelitian selanjutnya : 1. Pembuatan alat peraga dapat menggunakan bahan yang permanen apabila digunakan secara bergantian tidak mudah rusak sehingga dapat memaksimalkan proses pembelajaran 2. Dapat memilih waktu yang tepat dalam pembagian waktu dengan guru pamong atau guru mitra sehingga waktu yang digunakan dapat sesuai dengan yang direncanakan.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 DAFTAR REFERENSI Amien, M. (1979).Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan menggunakan metode “discovery” dan “inquiry”. Jakarta:Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Amien, M. (1987).Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan menggunakan Metode “Discovery” dan “Inquiry” bagian I. Jakarta:Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Anderson,L.W.&Krathwohl,D.R. (2010).Kerangkalandasan untuk pembelajaran pengajaran dan assesmen.Yogyakarta: Pustaka Pelajar Aryani, L. D. (2011). Pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan. Skripsi tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Skripsi Mahasiswa Sanata Dharma Azwar, S. (2009). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Field, A. (2009). Discovering statistic using SPSS. third edition. London: Sage Ghozali, I. (2008). Desain penelitian eksperimental. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang. Gitawati, M.S. (2012). Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengigat dan memahami pada pembelajaran IPA di SDK Sengkan. Skripsi tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Skripsi Mahasiswa Univeristas Sanata Dharma Gulo,W. (2008). Metodologi penelitian. Jakarta:PT Grasindo Hamalik, Oemar. (1993). Strategi belajar mengajar. Bandung : Mandar Maju Haryanto. (2007). Sains (jilid 4) : untuk sekolah dasar kelas IV. Jakarta : Erlangga. Hermana, D. (2009). Ayo belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA):kelas 5 SD. Kanisius: Yogyakarta. Iskandar, S. (2001). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: CV. Maulana. Johnson, B. & Christensen, L.(2008). Educational research, quantitative, qualitative, and mixed approaches, third edition. California: Sage Publications. Krathwohl, D. R. (1998). Method of educational and social science research, an integrated approach, second edition. Illiois: Waveland

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Masidjo, Ign. (1995) Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta : Kanisius Prawironegoro, Pratiknyo.(1980). Metode penemuan untuk bidang studi matematika. Jakarta:P3G DEPARTEMEN P dan K Priyatno,D. (2012).Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS.Yogyakarta:Penerbit Gava Media. Putriyana, S. N. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menerapkan dan mencipta pada mata pelajaran IPA SDK Sengkan. Skripsi tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Skripsi Mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Sanjaya, Wina. (2006). Strategi pembelajaran:berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Prenada Media. Sarwono. (2010). Belajar statistik menjadi mudah dan cepat. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Sugiyono. (2008).Metode penelitian kuantitatifdan R & D.Bandung: Penerbit Alfabeta Sukardi. (2008). Evaluasi pendiidkan: prinsip dan operasionalnya. Jakarta Timur: Bumi Aksara. Surakhmad, W. (1961). Pendidikan Nasional Stategi dan Tragedi. Jakarta : PT Kompas Media Nusantara. Trianto (2009).Mendesain model pembelajaran progresif.Jakarta:Kencana Perdana Media Group. inovatif Trisnawati,A .(2012).Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan menginat dan memahami pada mata pelajaran di SDK Sorowajan Yogyakarta. Skripsi tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Skripsi Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Istianto.D. A. (2010). Penggunaan metodeinkuiri dalam peningkatan hasil belajar Matematika di Kelas V Sekolah Dasar. Kebumen ( 2 Februari 2014): http://jurnal.fkip.uns.ac.id/indexs.php/pgsdkebumen/article/view/415 Ningsih, K..A (2012). Peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa menggunakan metode inkuiri pada mata pelajaran PKn. Bandung:UPI( 4 Agustus 2013):http://jurnal.upi.edu/cdid/view/1357/model-pembelajaraninkuiri-menggunakan-simulasi-komputer-interaktif--untuk-meningkatkanpenguasaan-konsep-rangkaian-listrik-arus-searah-dan-keterampilanproses-sains.html

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Suryandari, K.A, Triyono, & Istianto,, D.A. Penggunaan metode inkuiri dalam peningkatan hasil belajar matematika di kelas V Sekolah Dasar. Surakarta : PGSD FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret.( 4 Agustus 2013): http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/article/download/41 5/201.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN Lampiran 1: Silabus Kelompok Kontrol 63

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2: Silabus Kelompok Eksperimen 67

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3: RPP Kelompok Kontrol 70

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4: RPP Kelompok Eksperimen 78

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95

(113) 96 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5: Rubrik Penilaian Variabel Aspek Mengeksekusi Melaksanakan Kriteria Jika mampu menentukan ≥ 2 cara yang efektif sesuai permasalahan dengan tepat Jika mampu menentukan 1 cara yang efektif sesuai permasalahan dengan tepat Jika mampu menentukan cara yang kurang efektif sesuai permasalahan Jika tidak dapat menentukan cara yang efektif sesuai dengan permasalahan atau tidak menjawab Jika mampu menerapkan ≥ 2 cara yang efektif sesuai permasalahan dengan tepat Jika mampu menerapkan 1 cara yang efektif sesuai permasalahan dengan tepat Jika mampu menerapkan cara yang kurang efektif sesuai permasalahan Jika tidak dapat menerapkan cara yang efektif sesuai dengan permasalahan atau tidak menjawab Mengaplikasi Menggunakan Mengimplementasi Jika mampu menggunakan ≥ 2 penerapan sifat-sifat cahaya sesuai dengan permasalahan dengan tepat Jika mampu menggunakan 1 penerapan sifat-sifat cahaya sesuai dengan permasalahan dengan tidak tepat Jika mampu menggunakan penerapan sifat-sifat cahaya dengan kurang tepat sesuai dengan permasalahan Jika tidak mampu menggunakan penerapan sifat-sifat cahaya sesuai dengan permasalahan atau tidak menjawab Jika mampu menyebutkan ≥ 2 langkah-langkah yang sesuai dengan permasalahan dengan tepat Jika mampu menyebutkan 1 langkah-langkah yang sesuai Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3

(114) 97 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Membedakan Memilih Menganalisis Mengorganisasi Mengatribusikan dengan permasalahan dengan tepat Jika mampu menyebutkan langkah-langkah yang kurang tepat sesuai dengan permasalahan Jika tidak mampu menyebutkan langkah-langkah yang sesuai dengan permasalahan atau tidak menjawab Jika mampu membedakan ≥ 3 benda yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan dengan tepat Jika mampu membedakan 2 benda yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan dengan tepat Jika mampu membedakan 1 benda yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan dengan tepat Jika tidak mampu membedakan benda yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan Jika mampu memilih ≥ 2 benda bening dengan alasan tepat Jika mampu memilih 1 benda bening dengan alasan yang tepat Jika mampu memilih benda bening dengan alasan yang kurang tepat Jika tidak mampu memilih benda atau tidak menjawab Jika mampu menemukan ≥ 3 benda yang dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah dengan tepat Jika mampu menemukan 2 benda yang dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah dengan tepat Jika mampu menemukan 1 benda yang dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah dengan tepat Jika tidak mampu menemukan benda yang dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah atau tidak menjawab Jika mampu menunjukan minimal benda yang dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah dengan tepat Jika mampu menunjukan minimal 2 benda yang dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah dengan tepat 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3

(115) 98 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jika mampu menunjukan minimal 1 benda yang dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah dengan tepat Jika tidak mampu menemukan benda yang dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah atau tidak menjawab 2 1

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Lampiran 6: Kasus dan Soal Essay Penelitian Nama : Kelas : No. Absen : Gudang yang Gelap (Kasus) Suatu hari ayah masuk ke dalam gudang yang lama tidak dimasuki. Gudang itu terletak di bagian belakang rumah. Gudang tersebut tidak memiliki jendela atau ventilasi yang lain. Saat itu sedang mati lampu sehingga ruangan dalam gudang gelap gulita walaupun saat itu masih siang hari. Tidak ada lampu minyak, lilin, senter, dan sumber cahaya lain. Ayah ingin menerangi gudang tersebut dengan cahaya matahari. Lalu bagaimana caranya agar cahaya matahari bisa masuk dan menerangi gudang itu? 1. Sebutkan 5 sifat cahaya yang kamu ketahui! 2. Cara yang dapat kamu lakukan untuk membantu ayah dalam usaha menerangi gudang tersebut dengan cahaya matahari! (minimal 2 cara) Lalu berikan langkah-langkah kerja cara tersebut! 3. Benda apa saja yang kamu butuhkan untuk mempermudah kamu dalam membantu ayah menerangi gudang? Jelaskan alasanmu! 4. Termasuk dalam sifat cahaya manakah peristiwa cahaya matahari dapat masuk ke dalam gudang? 5. Menurutmu, berdasarkan jawaban no.2 manakah cara yang lebih efektif dan hemat biaya? Mengapa? 6. Buatlah rancangan percobaan untuk membuktikan bahwa cahaya matahari dapat menembus benda bening dengan menyebutkan: a. Rumusan masalah (pertanyaan yang dimulai dengan “Apakah….?” Contoh: Apakah cahaya matahari dapat menembus kertas? b. Hipotesis (jawaban sementara) Contoh: Cahaya matahari dapat menembus kertas. c. Alat dan bahan d. Langkah-langkah percobaan e. Gambarkan langkah-langkah yang kamu buat

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Lampiran 7: LKS Kelompok Kontrol Lembar Kerja Siswa (Kelompok Kontrol) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Hari/Tanggal/Pertemuan Ke Kelas/Semester Alokasi waktu I. : SD BOPKRI Gondolayu : Ilmu Pengetahuan Alam(IPA) : Rabu/13 Februari 2013/IV : V.1/2 : 2x35 menit Indikator 1. Menjelaskan sifat bayangan dari cermin datar, cermin cembung dan cermin cekung 2. Menjelaskan macam-macam cacat mata pada manusia. 3. Menjelaskan contoh alat-alat optik. II. Petunjuk 1. Tuliskan identitasmu pada tempat yang telah disediakan. Nama : ………………………………………………………… Kelas : ………………………………………………………… No. Absen : ………………………………………………………… 2. Bacalah perintah yang diberikan di setiap soal! 3. Selamat mengerjakan  ! Jawablah pertanyan berikut ini dengan benar! 1. Jenis cermin apa yang digunakan pada kaca spion sepeda motor? Mengapa menggunakan jenis cermin itu? Jawab: …………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 2. Bagaimana pembentukan bayangan pada kaca spion? Jawab: …………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 3. Jelaskan sifat bayangan dari cermin datar, cermin cembung dan cermin cekung! Jawab: …………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 4. Jelaskan macam-macam cacat mata pada manusia! Jawab: …………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 5. Jelaskan alat-alat yang termasuk alat optik! Jawab …………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 6. Jelaskan perbedaan lensa okuler dan objektif! Jawab: …………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 7. Jelaskan fungsi diafragma pada kamera! Jawab: …………………………………………………………………… ……………………...……………………………………………...……… 8. Sebutkan macam-macam percobaan mengenai sifat-sifat cahaya! Jawab: …………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 9. Apa yang dimaksud dengan alat optik? Jawab: …………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 10. Apa perbedaan dari pemantulan teratur dan pemantulan baur? Jawab: ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Lampiran 8: LKS Kelompok Eksperimen Lembar Kerja Siswa I. Satuan pendidikan : SD BOPKRI Gondolayu Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Hari/Tanggal/Pertemuan Ke : Kamis/14 Februari 2013/IV Kelas/Semester : V.2/2 Alokasi waktu : 2x35 menit Kelompok : Eksperimen Indikator a. Menyebutkan alat dan bahandari percobaan yang akan dilakukan b. Menjelaskan langkah-langkah percobaan menggunakan bahasa sendiri c. Menentukan rumusan masalah dari percobaan yang dilakukan d. Menyusun kesimpulan dari percobaan yang dilakukan e. Memeriksa kesimpulan dari percobaan yang dilakukan f. Membuat hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan II. Petunjuk a. Perhatikan petunjuk yang ada di lembar kerja maupun penjelasan dari guru. b. Lakukan percobaan-percobaan di bawah ini III. Kegiatan Belajar A. Rumusan Masalah Tuliskan rumusan masalah dari percobaan yang akan kamu lakukan! Rumusan masalah dimulai dengan kata tanya 1. …………………………………………………………………………… 2. …………………………………………………………………………… 3. …………………………………………………………………………… 4. ……………………………………………………………………………

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 B. Hipotesis Tuliskan hipotesis dari rumusan masalah yang telah kamu buat! Hipotesis dibuat berdasarkan rumusan masalah yang telah kamu tentukan! 1. …………………………………………………………………………… 2. …………………………………………………………………………… 3. …………………………………………………………………………… C. Percobaan Lakukan percobaan dengan menuliskan alat dan bahan dari percobaan yang kamu lakukan, amati apa yang terjadi, kemudian jawablah setiap pertanyaan yang ada! a. Alat dan bahan 1. ………………. 2. ………………. 3. ………………. 4. ………………. 5. ………………. 6. ………………. 7. ………………. 8. ……………….

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 b. Cara Kerja Tuliskan secara runtut langkah-langkah percobaan yang kamu lakukan! ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… c. Pertanyaan Jawablah setiap pertanyaan di bawah ini berdasarkan percobaan yang kamu lakukan! 1. Apakah di dalam kaleidoskop terdapat pantulan-pantulan cahaya? Mengapa? Jawab : ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 2. Tergolong ke dalam sifat cahaya manakah percobaan yang telah kamu lakukan? Jawab : ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… d. Kesimpulan Tuliskan kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan pada kotak yang tersedia!

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lampiran 9: Kunci Jawaban 1. Cahaya merambat lurus, cahaya menembus benda bening, cahaya dapat dipantulkan, cahaya dapat dibiaskan, dan cahaya dapat diuraikan. 2. Cara-cara yang dapat dilakukan: a. Mengganti genteng tanah liat dengan genteng kaca. Langkah-langkah: - Naik ke atap gudang - Lalu mengganti genteng tanah liat dengan genteng yang terbuat dari kaca bening - Turun dari atap lalu mengambil cermin - Memantulkan cahaya matahari yang masuk dari genteng kaca ke cermin - Mengarahkan pantulan cahaya dari cermin ke bagian gudang yang ingin ayah sinari. b. Membobol tembok kemudian membuat ventilasi - Mengambil palu dan linggis - Lalu membuat pola kotak di tembok - Mengetok tembok dengan palu dan linggis seuai dengan pola yang sudah dibuat c. Membuat cerobong cahaya (memantulkan cahaya lewat cermin) - Mengambil cermin pipa yang terbuat dari paralon - Lalu membuat lubang-lubang kecil di sisi-sisi paralon - Memasang cermin pada ujung atas paralon - Naik ke atap gudang - Pindah salah satu genteng sehingga membuat lubang - Masukan paralon ke dalam lubang dengan posisi paralon yang terdapat cermin di bagian atas - Cahaya masuk melalui paralon dan terpancarkan melalui lubang-lubang keil di sisi paralon d. Mengganti genteng dengan fiberglass - Membeli fiberglass - Naik keatap gudang

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 106 Mengganti genteng tanah liat dengan fiberglass 3. A. Karena genteng yang terbuat dari kaca dapat dilewati oleh cahaya matahari sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam gudang. B. Karena dengan membobol tembok kita dapat membuat ventilasi yang dapat dilewati oleh cahaya matahari. C. Karena dengan membuat cerobong cahaya, cahaya matahari dapat masuk ke dalam gudang melalui pipa dan cahaya matahari tersebut dapat terpancarkan malalui lubang-lubang kecil di sisi pipa D. Karena dengan cara ini cahaya yang masuk lebih banyak dan membuat gudang lebih terang 4. a. Genteng kaca : karena genteng kaca dapat ditembus oleh cahaya matahari dan mudah didapatkan b. Cermin : karena cermin dapat memantulkan cahaya dengan baik c. Palu dan linggis : untuk membobol tembok d. Paralon : untuk membuat cerobong cahaya matahari e. Fiberglass : dapat ditembus cahaya matahari dan dapat menjangkau daerah yang luas 5. Lebih efektif mengganti genteng tanah liat dengan genteng kaca karena cahaya matahari dapat menembus genteng kaca dengan baik dan lebih terang selain itu genteng kaca mudah dicari dan murah harganya. 6. Lalu dengan menggunakan cermin maka cahaya matahari dapat dipantulkan ke arah yang diinginkan. Hal ini membuktikan bahwa cahaya dapat dipantulkan. 7. Beberapa alternatif jawaban a. Alat dan bahan - Genteng kaca Langkah-langkah - Naik ke atap rumah

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 107 Mengganti genteng tanah liat (bisa salah satu atau beberapa buah genteng tanah liat) dengan genteng kaca b. Alat dan bahan - Kaca bening Langkah-langkah - Menuju ke halaman pada saat ada matahari - Mengarahkan kaca bening pada posisi datar - Melihat apakah ada bayangan hitam di bawah kaca bening - Jika tidak ada, maka terbukti bahwa cahaya matahari dapat menembus benda bening

(125) 108 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10: Hasil Analisis SPSS Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Validitas Kemampuan Mengaplikasi Correlations total aspek1 Pearson Correlation total 1 ,900 Sig. (2-tailed) aspek2 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation aspek3 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation aspek4 Sig. (2-tailed) N ,880 aspek4 ,877 ** ,883** ,000 ,000 ,000 35 35 35 35 1 ** ** ,723** ,000 ,000 ,000 35 1 35 ,740** 35 ,689** ,000 ,000 35 1 35 ,667** ** ,000 N Pearson Correlation aspek3 ** ,000 35 Pearson Correlation aspek1 ,900 Sig. (2-tailed) N aspek2 ** ,749 ,711 35 ,880** 35 ,749** ,000 ,000 35 ,877** 35 ,711** 35 ,740** ,000 ,000 ,000 35 ,883** 35 ,723** 35 ,689** 35 ,667** ,000 ,000 ,000 ,000 35 35 35 35 ,000 35 1 35 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). b. Validitas Kemampuan Menganalisis Correlations total total aspek1 aspek2 aspek3 aspek4 aspek1 Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation 35 ,857** ,000 35 ,893** ,000 35 ,856** ,000 35 ,865** ,857 aspek2 ** ,000 35 1 35 ,662** ,000 35 ,568** ,000 35 ,552** Sig. (2-tailed) ,000 ,001 N 35 35 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). ,893 aspek3 ** ,000 35 ,662** ,000 35 1 35 ,685** ,000 35 ,734** ,000 35 aspek4 ** ,865** ,000 35 ,568** ,000 35 ,685** ,000 35 1 35 ,921** ,000 35 ,552** ,001 35 ,734** ,000 35 ,921** ,000 35 1 ,000 35 35 ,856

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Reliabilitas kemampuan mengaplikasi Case Processing Summary N % Valid 35 100,0 a Cases Excluded 0 ,0 Total 35 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items ,901 4 d. Reliabilitas kemampuan menganalisis Case Processing Summary N % Valid 35 100,0 a Cases Excluded 0 ,0 Total 35 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items ,853 4 109

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Lampiran 11: Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Mengaplikasi a. Uji Normalitas

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi 111

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi 112

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Uji Normalitas Selisih e. Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest-Posttest Kemampuan Mengaplikasi 114

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Uji Besar Pengaruh Kemampuan Mengaplikasi 1. Kelompok Kontrol =√ √ =√ =√ = 0,475 = 0,225 Persentase efek = 0,225 x 100% = 22,5% 2. Kelompok Eksperimen √ =√ =√ =√ = 0,212 = 0,045 Persentase efek = 0,045 x 100% = 4,5% 115

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI g. Uji Normalitas Posstest 2 116

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI h. Uji Retensi Pengaruh 117

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Lampiran 12: Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Menganalisis a. Uji Perbedaan Skor Pretest

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Uji Perbedan Skor Pretest ke Posttest 120

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Uji Normalitas Selisih 122

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Perbedaan Skor Pretest-Posttest 123

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. Uji Besar Pengaruh 1. Kelompok Kontrol =√ √ =√ =√ = 0,44 = 0,202 Persentase efek = 0,202 x 100% = 20,2% 2. Kelompok Eksperimen √ =√ =√ =√ = 0,3 = 0,09 Persentase efek = 0,09x 100% = 9% 124

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Uji Normalitas Posttest II 125

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI g. Uji Retensi Pengaruh 126

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lampiran 13 : Rekap Nilai Kemampuan Mengaplikasi Kelompok Kontrol 1. Nilai Pretest Aspek No. Mengeksekusi 1 3 2 1 3 2 4 4 5 4 6 1 7 1 8 3 9 1 10 2 11 2 12 1 13 4 14 1 15 1 16 1 17 4 18 2 19 3 20 2 21 1 22 2 23 2 24 1 25 3 26 3 27 4 28 2 29 1 30 2 31 1 32 1 33 2 34 2 35 1 36 2 37 1 Melakukan 2 1 2 4 4 1 1 2 1 2 1,89 1 4 1 1 1 4 2 3 2 1 2 1 1 2 3 4 2 1 2 1 1 2 2 1 2 1 Menggunakan 3 1 2 4 4 1 1 3 1 2 2 1 4 1 1 1 4 2 3 2 1 2 2 1 3 3 4 2 1 2 1 1 2 2 1 2 1 Mengimplementasi 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1,39 3 2 1 1 1 4 2 1 2 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1

(146) 129 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Rangkuman Nilai Pretest Skor No 3 Variabel Mengaplikas i Aspek 1 2 3 4 Mengeksekusi 15 12 5 5 Melakukan 16 12 2 7 Menggunakan 15 11 4 7 Mengimplementa si 28 4 1 4 3. Nilai Posttest 1 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Aspek Mengeksekusi 4 1 4 1 4 3 3 2 1 1 2 3 4 2 1 1 4 4 3 2 4 4 4 1 3 Melakukan 4 1 4 1 4 2 2 1 1 1 2 2 4 2 1 1 4 4 3 2 4 4 4 1 2 Menggunakan 4 1 4 1 4 3 3 2 1 1 2 3 4 2 1 1 4 4 3 2 4 4 4 1 3 Mengimplementasi 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 1 1 1 4 1 3 2 1 1 1 1 3

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 4 4 4 3 4 2,64 1 2 1 1 4 1 4 4 4 3 4 2,5 1 2 1 1 4 1 4 4 4 3 4 2,64 1 2 1 1 4 1 1 4 1 3 1 1,58 1 2 1 1 1 1 4. Rangkuman Nilai Posttest 1 Skor No Soal 3 Variabel Aspek 1 2 3 4 Mengeksekusi 11 5 8 13 Melakukan 11 8 7 7 Menggunakan 11 6 6 14 Mengimplementasi 27 4 3 3 Mengaplikasi 5. Nilai Posttest 2 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Aspek Mengeksekusi 4 1 4 1 4 1 1 1 3 1 2 1 3 1 Melakukan 4 1 4 1 4 1 1 1 2 2 2 1 2 1 Menggunakan 4 2 4 1 4 1 1 1 3 2 2 1 3 1 Mengimplementasi 4 1 4 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 130

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 2 1 4 3 3 3 2 4 3 1 1 3 3 4 4 4 3 1 3 2 1 4 1 2 1 4 3 3 2 2 4 2 1 1 2 2 4 4 4 2 1 2 2 1 4 1 2 1 4 3 3 3 2 4 3 1 1 3 3 4 4 4 3 1 3 2 1 4 1 1 1 4 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6. Rangkuman Nilai Posttest 2 Skor No Soal 3 Variabel Aspek 1 2 3 4 Mengeksekusi 14 4 9 9 Melakukan 12 11 7 7 Menggunakan 11 5 13 8 Mengimplementasi 28 1 4 4 Mengaplikasi 131

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Lampiran 14: Rekap Nilai Kemampuan Mengaplikasi Kelompok Eksperimen 1. Nilai Pretest Aspek No. Mengeksekusi 1 1 2 1 3 1 4 1 5 4 6 4 7 1 8 2,66 9 2 10 2 11 4 12 4 13 4 14 4 15 4 16 3 17 1 18 4 19 3 20 4 21 1 22 3 23 2 24 3 25 3 26 2 27 3 28 3 29 3 30 3 31 3 32 1 33 3 34 3 35 4 Melakukan 1 1 1 1 4 4 1 2,66 2 2 4 4 4 4 4 3 1 4 3 4 1 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 4 Menggunakan 1 1 1 1 4 4 1 2,66 2 2 4 4 4 4 4 3 1 4 3 4 1 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 4 Mengimplementasi 1 1 1 1 4 1 1 1,31 1 1 4 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 37 38 1 2,66 1 1 2,66 1 1 2,66 1 1 1,31 1 2. Rangkuman Nilai Pretest Skor No Soal Variabel Aspek 1 2 3 4 Mengeksekusi 10 5 13 10 Melakukan 10 5 12 11 Menggunakan 10 4 14 10 Mengimplementasi 34 0 1 3 Mengaplikasi 3. Nilai Posttest I No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Aspek Mengeksekusi 3 1 3 1 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 2 2 2 Melakukan 3 2 3 1 3 4 3 4 3 2 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 2 2 2 Menggunakan 3 1 3 1 4 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 2 2 2 Mengimplementasi 1 1 3 1 1 1 1 1 4 2 1 1 4 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 133

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 3 2 1 3 4 3 4 3 1 3 3 4 1 2 3 3 2 2 3 4 3 3 3 1 3 3 4 1 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 1 2 3 4 1 2 3 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4. Rangkuman Nilai Posttest I Skor No Soal 3 Variabel Aspek 1 2 3 4 Mengeksekusi 5 6 17 10 Melakukan 3 8 21 6 Menggunakan 3 7 19 9 Mengimplementasi 27 6 1 4 Mengaplikasi 5. Nilai Posttest II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Aspek Mengeksekusi 3 1 2 1 3 4 3 4 3 4 2 Melakukan 1 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 Menggunakan 3 1 3 1 4 4 2 3 3 3 3 Mengimplementasi 1 1 3 1 1 2 1 1 4 2 1 134

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 4 3 2 3 4 4 4 3 3 4 3 2 3 3 1 3 3 1 4 3 3 3 2 4 1 2 4 3 4 4 3 3 3 2 3 2 2 1 2 3 2 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 1 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 2 2 4 2 3 2 4 3 4 2 1 2 3 3 1 3 3 1 3 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6. Rangkuman Nilai Posttest II Skor No Soal 3 Variabel Aspek 1 2 3 4 Mengeksekusi 5 6 16 11 Melakukan 5 8 20 5 Menggunakan 6 8 16 8 Mengimplementasi 27 7 2 2 Mengaplikasi 135

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Lampiran 15: Rekap Nilai Kemampuan Menganalisis Kelompok Kontrol 1. Nilai Pretest No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Aspek Membedakan 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1,33 1 3 1 2 1 1 2 1 2 1 3 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 Memilih 2 1 2 1 1 2 2 1 2 1 1,25 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 4 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 3 2 2 1 Mengorganisir 1 3 1 1 1 2 2 3 1 1 1,33 1 3 1 2 1 3 2 1 2 1 3 1 3 2 1 3 1 1 1 2 1 1 2 2 1 3 Mengatribusi 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1,33 1 3 1 2 1 1 2 1 2 1 3 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Rangkuman Nilai Pretest Skor No Soal 4 Variabel Aspek 1 2 3 Membedakan 28 7 2 Memilih 23 13 1 Mengorganisir 19 9 8 Mengatribusi 25 9 2 Menganalisis 3. Nilai Posttest 1 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Aspek Membedakan 1 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 3 3 3 1 2 1 3 2 4 4 3 2 2 3 1 3 Memilih 1 1 1 3 3 3 1 3 3 3 1 4 1 1 1 2 1 1 2 2 2 1 3 1 1 1 1 Mengorganisir 1 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 3 3 3 1 2 1 3 2 4 4 3 2 2 3 1 3 Mengatribusi 1 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 3 3 3 1 2 1 3 2 4 4 3 2 2 3 1 3 4 0 1 1 1 137

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 1 3 1 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1,69 2 2 1 1 1 3 1 3 1 2 2 2 1 1 1 2 1 3 1 2 2 2 1 1 1 2 4. Rangkuman Nilai Posttest 1 Skor No Soal 4 Variabel Aspek 1 2 3 4 Membedakan 12 15 8 2 Memilih 22 6 8 1 Mengorganisir 12 15 8 2 Mengatribusi 12 14 7 4 Menganalisis 5. Nilai Posttest 2 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Aspek Membedakan 1 1 1 2 1 3 2 2 3 2 3 3 4 2 2 3 1 Memilih 1 1 1 3 1 3 2 2 4 3 1 1 1 3 2 2 1 Mengorganisir 1 1 1 2 1 3 2 2 3 2 3 3 4 2 2 3 1 Mengatribusi 1 1 1 2 1 3 2 2 3 2 3 3 4 2 2 3 1 138

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 3 1 2 4 2 2 1 4 3 1 1 4 2 3 1 3 1 3 2 1 2 1 3 2 2 1 1 1 4 1 1 1 2 4 1 2 1 2 2 1 3 1 2 4 2 2 1 4 3 1 1 4 2 3 1 3 1 3 2 1 3 1 2 4 2 2 1 4 3 1 1 4 2 3 1 3 1 3 2 1 6. Rangkuman Nilai Posttest 2 Skor No Soal Variabel Aspek 1 2 3 4 Membedakan 12 11 5 9 Memilih 17 10 5 5 Mengorganisir 12 11 10 4 Mengatribusi 12 10 10 5 Menganalisis 139

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran 16: Rekap Nilai Kemampuan Mencipta Kelompok Eksperimen 1. Nilai Pretest No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Aspek Membedakan 1 2 2 3 1 1 1 1,4 1 1 1 2 3 2 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 Memilih 2 3 1 2 1 1 1 1,37 1 2 1 3 1 3 1 2 1 4 2 1 2 1 2 3 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 4 1 Mengorganisir 1 2 2 3 1 1 1 1,4 1 1 3 2 3 2 1 1 1 3 1 3 1 3 1 1 1 2 1 3 1 1 1 1 3 2 3 1 Mengatribusi 1 2 2 3 1 1 1 1,4 1 1 1 2 3 2 1 1 1 3 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 3 1

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 38 1,4 1 1,37 1 1,4 1 1,4 1 2. Rangkuman Nilai Pretest Skor No Soal Variabel Aspek 1 2 3 4 Membedakan 26 8 4 0 Memilih 21 9 2 6 Mengorganisir 22 6 8 2 Mengatribusi 24 8 4 0 Menganalisis 3. Nilai Posttest I No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Aspek Membedakan 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 3 1 2 2 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 Memilih 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 3 2 4 3 1 3 1 3 2 3 1 2 1 3 Mengorganisir 1 3 3 1 3 1 1 4 3 1 3 1 2 2 1 1 1 3 3 1 1 1 1 3 Mengatribusi 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 3 1 2 2 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 141

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 1 2 3 2 3 1 1 1 2 4 3 1 2 1 1 1 2 3 3 2 1 1 1 3 4 2 3 1 1 3 3 2 3 1 2 1 2 4 3 1 2 1 1 2 3 2 3 1 1 1 2 4 3 1 2 1 4. Rangkuman Nilai Posttest I Skor No Soal 4 Variabel Aspek 1 2 3 4 Membedakan 24 6 6 2 Memilih 15 10 10 3 Mengorganisir 16 6 12 4 Mengatribusi 23 6 6 3 Menganalisis 5. Nilai Posttest II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Aspek Membedakan 2 1 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 Memilih 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 Mengorganisir 1 2 3 1 2 1 1 3 3 1 3 3 Mengatribusi 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 142

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 3 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 3 2 2 4 2 1 1 2 4 3 1 1 1 3 3 1 4 1 3 2 2 1 3 1 1 1 1 2 3 2 2 1 2 1 3 2 2 3 1 2 2 1 3 1 2 2 1 1 1 2 2 2 3 2 2 3 1 2 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 3 1 2 1 2 3 1 1 2 2 3 3 1 2 1 6. Rangkuman Nilai Posttest II Skor No Soal 4 Variabel Aspek 1 2 3 4 Membedakan 19 12 5 2 Memilih 17 13 7 1 Mengorganisir 14 13 11 0 Mengatribusi 21 12 4 0 Menganalisis 143

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17: Foto Penelitian 1. Kelompok Kontrol Guru menjelaskan materi sifat-sifat cahaya 144

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Kelompok Eksperimen Siswa melakukan percobaan beberapa sifat cahaya 146

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18: Surat Ijin Penelitian 150

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Lampiran 19: Surat Keterangan Penelitian dari SD BOPKRI GONDOLAYU

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 Lampiran 20: Daftar Riwayat Hidup Himawan Hari Pramono merupakan putra ketiga adri pasangan Hendrikus Sugiman dan Diah Purwaningsih. Lahir di Pekalongan, 5 November 1990. Pendidikan awal di SD PIUS Pekalongan tahun 1997 – 2002. Dilanjutkan di SMP PIUS Pekalongan tahun 2002 – 2005. Pendidikan selanjutnya di SMAN 1 Pekalongan tahun 2005 – 2008. Pada tahun 2008 penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada Program Studi Akuntansi kemudian pindah jurusan ke Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada tahun 2009. Kegiatan yang dilakukan selama perkuliahan antara lain mengajar pramuka di SD selama 1 semester, menjadi koordinator perlengkapan pada lomba dongeng antar Universitas, menjadi ketua umum acara parade gamelan anak.

(170)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri Cebongan Yogyakarta.
0
2
210
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
3
175
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
198
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
2
151
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
0
162
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
148
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
170
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
0
1
143
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta
0
3
160
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
146
Show more