KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N 1 KEBONDALEM LOR KLATEN

Gratis

0
3
386
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N 1 KEBONDALEM LOR KLATEN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S-1) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Meyta Isnandari 101134226 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N 1 KEBONDALEM LOR KLATEN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S-1) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Meyta Isnandari 101134226 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N 1 KEBONDALEM LOR KLATEN Disusun oleh: Meyta Isnandari NIM 101134226 Telah disetujui oleh: Pembimbing I, (Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd.) Tanggal, 4 Juni 2014 Pembimbing II, (Veronika Fitri Rianasari, S.Pd., M.Sc.) Tanggal, 4 Juni 2014 ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N 1 KEBONDALEM LOR KLATEN Dipersiapkan dan ditulis oleh: Meyta Isnandari NIM: 101134226 Telah dipertahankan di depan panitia penguji pada tanggal 12 Juni 2013 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Tanda Tangan Ketua : G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BS T., M.A. ......................... Sekretaris : Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D. ......................... Anggota : Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd. ......................... Anggota : Veronika Fitri Rianasari, S.Pd., M.Sc. ......................... Anggota : Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D. ......................... Yogyakarta, 12 Juni 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Rohandi, Ph.D. iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN “Hidup bukan untuk masa lalu, tetapi hidup untuk masa depan.” Skripsi ini saya persembahkan untuk:  Allah SWT yang selalu ada dalam doaku  Kedua orang tuaku tercinta  Keluarga besarku  Sahabatku iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis yang saya buat ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan daftar pustaka selayaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis, Meyta Isnandari v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Meyta Isnandari Nomor Mahasiswa : 101134226 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N 1 KEBONDALEM LOR KLATEN beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma baik untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu ijin dari saya atau memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta, Pada Tanggal: 12 Juni 2014 Yang menyatakan Meyta Isnandari vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N 1 KEBONDALEM LOR KLATEN Meyta Isnandari Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui: (1) keterlaksanaan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor Klaten; (2) keefektifan pembelajaran matematika dalam materi bangun ruang dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor Klaten ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian Kuasi eksperimental tipe non-equivalent control design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor Klaten. Instrumen penelitian mengenai hasil belajar menggunakan pretest dan posttest. Hasil dari pretest dan posttest dianalisis menggunakan program komputer IBM SPSS 20 for Windows dengan menggunakan tiga tahap yaitu : 1) uji perbedaan pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen. 2) uji perbedaan dari pretest ke posttest pada masing-masing kelas. 3) uji perbedaan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis statistik pada data posttest diperoleh nilai sig. (2-tailed) ≤ 0,05 yaitu 0,000. Selain itu, peneliti juga memperoleh data mengenai keaktifan dari observasi keaktifan maupun kuesioner keaktifan yang diisi oleh siswa. Berdasarkan data observasi keaktifan, di kelas eksperimen diperoleh 73,33% siswa aktif, sedangkan di kelas kontrol hanya 10% siswa aktif. Data dari kuesioner juga menunjukkan bahwa di kelas eksperimen terdapat 90% siswa sangat aktif, sedangkan di kelas kontrol hanya 53,33% siswa sangat aktif. Sehubungan dengan KKM, presentase siswa yang tuntas KKM di kelas eksperimen yakni 90% lebih tinggi daripada di kelas kontrol yakni 0%. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dalam materi bangun ruang efektif dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor Klaten ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar siswa. Kata kunci: matematika, bangun ruang, pendekatan PMRI, keaktifan, dan hasil belajar. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT EFFECTIVENESS OF MATHEMATIC LEARNING WITHIN GEOMETRICAL MATERIAL USING PMRI APPROACH AT FOURTH GRADE CLASS IN SD N 1 KEBONDALEM LOR KLATEN By: Meyta Isnandari Sanata Dharma University The research in this thesis has purposes to know about: (1) Implementation of PMRI Approach within mathematic learning Geometrical material at fourth grade class in SD N 1 Kebondalem Lor Klaten; (2) Effectiveness of mathematic learning within Geometrical Material with PMRI approach at fourth grade class SD N 1 Kebondalem Lor Klaten Reviewed by the liveliness and the student learning outcomes. The research conducted using type of experimental quasi research especially non-equivalent control design type. Subject of this research is Student at fourth grade class SD N 1 Kebondalem Lor Klaten. The research instrument about student learning outcomes using pretest and posttest. The outcomes of pretest and posttest analyzed using IBM SPSS 20 for Windows computer program that using three steps: 1) Test of different control class pretest and experiment class. 2) Test of different pretest to posttest in each class. 3) Test of different class control posttest and experiment class. The Result of this research showing that analytical statistic outcomes at posttest data have a sig value (2-tailed) ≤ 0.05 that is 0.000. Moreover, the research also has a data about the liveliness of neither the liveliness of observation nor the liveliness of questionnaire which fulfill by student. Based on the data of the liveliness of observation, in experiment classes gain 73.33% active student, whereas in control classes only obtain 10% active student. The Data of questionnaire also show up that in experiment classes there are 90% very active student, whereas in control classes only 53.33% very active student. In connection with the KKM, percentage of student who passed the KKM in experiment class that is 90% higher than in control class that is 0%. From analysis outcomes it can be concluded that mathematic learning within geometrical material is effective with PMRI approach at fourth grade class SD N 1 Kebondalem Lor Klaten reviewed by the liveliness and the student learning outcomes. Keywords: mathematic, geometrical, PMRI approach, liveliness, and learning outcomes. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendapatkan gelar sarjana (S1) pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa penulisan ini tidak akan selesai tepat pada waktunya tanpa bantuan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma, 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma, 4. Galih Kusumo, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Akademik, 5. Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd., selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, ide, saran dan kritik yang membangun untuk penelitian ini, 6. Veronika Fitri Rianasari, M.Sc., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, ide, saran dan kritik yang membangun untuk penelitian ini, 7. Tri Suhartini S.Pd., selaku kepala sekolah SD N 1 Kebondalem Lor Klaten yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian di SD N 1 Kebondalem Lor Klaten, 8. Lailatul Fajri, S.Pd., selaku guru kelas IV B di SD N 1 Kebondalem Lor Klaten yang telah memberikan bantuan dan waktu kepada penulis, 9. Maryati, S.Pd., selaku guru kelas IV A di SD N 1 Kebondalem Lor Klaten yang telah memberikan bantuan dan waktu kepada penulis, 10. Siswa kelas IV selaku guru kelas IV B di SD N 1 Kebondalem Lor Klaten yang telah bersedia membantu dalam penelitian ini, ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Ayahku tercinta Sumisnan dan Ibuku tercinta Daryati yang telah memberikan dukungan baik material ataupun finansial serta doa yang tidak pernah berhenti untuk penulis, 12. Adikku Novia Isnandari dan Meindyta Isnandari yang telah memberikan doa dan dukungan untuk penulis, 13. Teman dekatku, Dimas, Nopi, Sisi, dan Maya yang telah memberikan semangat, doa, dan dorongan untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini, 14. Teman-teman PMRI-ku, Esti, Vivi, Yeni, Ayu, Rizky, Hananta, Wulani, dan Tina yang telah bekerja sama dan semangat dalam menyelesaikan penelitian ini, 15. Teman-teman PPL SD N 1 Kebondalem Lor Klaten yang telah memberikan bantuan selama proses penelitian berlangsung, 16. Teman-temanku di kelas B angkatan 2010, yang telah memberikan semangat dalam penyelesaian skripsi ini, dan 17. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian ini berlangsung. Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penulisaan ini. Semoga skripsi ini bermafaat bagi siapa saja yang membaca. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN .................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................................ vi ABSTRAK ...................................................................................................... vii ABSTRACT .................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ....................................................................................... ix DAFTAR ISI .................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 4 1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................................... 4 1.4 Manfaat Penelitian ....................................................................................... 5 1.5 Definisi Operasional .................................................................................... 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pembelajaran Matematika ............................................................................ 8 2.2 Pendekatan PMRI ...................................................................................... 10 2.3 Keefektifan ............................................................................................... 14 2.4 Keaktifan .................................................................................................... 14 2.5 Hasil Belajar ............................................................................................... 16 2.6 Materi Bangun Ruang ................................................................................ 17 2.7 Hasil Penelitian yang Relevan ..................................................................... 21 2.8 Kerangka Berpikir ....................................................................................... 25 2.9 Hipotesis .................................................................................................... 25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian .......................................................................................... 26 3.2 Desain Penelitian ........................................................................................ 26 3.3 Tempat dan Waktu Penelitian...................................................................... 27 3.4 Populasi dan Sampel ................................................................................... 27 3.5 Variabel Penelitian ...................................................................................... 28 3.6 Data Penelitian .......................................................................................... 29 3.7 Instrumen Penelitian ................................................................................... 29 3.8 Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 35 3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas ....................................................................... 35 3.10 Teknik Analisis Data ................................................................................ 37 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ........................................................................................ 44 4.1.1 Deskripsi Pembelajaran di Kelas Kontrol .................................................. 44 4.1.2 Deskripsi Pembelajaran di Kelas Eksperimen............................................ 44 4.1.3 Data Hasil Belajar ..................................................................................... 54 4.1.4 Data Keaktifan ........................................................................................ 57 4.2 Analisis .................................................................................................... 60 4.2.1 Analisis Data Hasil Belajar ....................................................................... 60 4.2.2 Analisis Data Keaktifan ............................................................................ 69 4.2.3 Analisis Data Keterlaksanaan Pembelajaran .............................................. 73 4.3 Pembahasan .............................................................................................. 74 4.3.1 Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI ....... 74 4.3.2 Keefektifan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI ditinjau dari Hasil Belajar ...................................................................................... 74 4.3.3 Keefektifan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI ditinjau dari Keaktifan ........................................................................................... 76 4.4 Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 77 BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan ............................................................................................... 78 5.2 Saran .......................................................................................................... 79 DAFTAR REFERENSI .................................................................................... 80 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.11 Tabel 3.12 Tabel 3.13 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tabel 4.15 Tabel 4.16 Tabel 4.17 Tabel 4.18 Tabel 4.19 Tabel 4.20 Tabel 4.21 Tabel 4.22 Tabel Indikator Keaktifan Menurut Peneliti ..................................... 16 Tabel Kisi-kisi Tes Hasil Belajar ..................................................... 30 Tabel Kisi-kisi Kuesioner Keaktifan ................................................ 31 Tabel Kriteria Penyekoran Kuesioner Keaktifan .............................. 32 Tabel Kisi-kisi Observasi Keaktifan ................................................ 33 Tabel Kisi-kisi Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Menggunakan Pendekatan PMRI ..................................................... 34 Tabel Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 35 Tabel Hasil Perhitungan Validitas .................................................... 36 Tabel Hasil Perhitungan Reliabilitas ................................................ 36 Tabel Kriteria Keaktifan Siswa ........................................................ 41 Tabel Kriteria Keaktifan Siswa secara Keseluruhan ......................... 41 Tabel Kriteria Observasi Keaktifan .................................................. 42 Tabel Rentang Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI ..................................................... 42 Tabel Kriteria Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI secara Keseluruhan ...................... 43 Tabel Tabulasi Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI ..................................................... 54 Tabel Tabulasi Pretest Kelas Kontrol .............................................. 54 Tabel Tabulasi Posttest Kelas Kontrol ............................................. 55 Tabel Tabulasi Pretest Kelas Eksperimen ........................................ 56 Tabel Tabulasi Posttest Kelas Eksperimen ....................................... 56 Tabel Tabulasi Observasi Keaktifan di Kelas Kontrol ...................... 57 Tabel Tabulasi Observasi Keaktifan di Kelas Eksperimen ............... 58 Tabel Tabulasi Keaktifan Kelas Kontrol .......................................... 59 Tabel Tabulasi Keaktifan Kelas Eksperimen .................................... 60 Tabel Hasil Uji Normalitas Tes Hasil Belajar .................................. 61 Tabel Hasil Uji Homogenitas ........................................................... 62 Tabel Hasil Perbandingan Rata-rata Pretest ..................................... 63 Tabel Hasil Perbandingan Skor Pretest dan Posttest ........................ 64 Tabel Perbandingan Skor Posttest .................................................... 65 Tabel Hasil Perbandingan Rata-rata T-Test ...................................... 66 Tabel Rata-rata Postest Kelas Kontrol ............................................. 66 Tabel Rata-rata Postest Kelas Eksperimen ....................................... 67 Tabel Hasil Observasi Keaktifan Kelas Kontrol ............................... 69 Tabel Hasil Observasi Keaktifan Kelas Eksperimen......................... 69 Tabel Keaktifan Kelas Kontrol ........................................................ 71 Tabel Keaktifan Kelas Eksperimen .................................................. 72 Tabel Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI ........................................................................... 73 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar bangun ruang balok ......................................................... 18 Gambar Kubus ............................................................................. 18 Gambar Balok .............................................................................. 19 Gambar Jaring-jaring Kubus ........................................................ 21 Gambar Jaring-jaring Balok ......................................................... 21 Literature Map.............................................................................. 24 Desain Penelitian .......................................................................... 27 Variabel Penelitian ........................................................................ 28 Presentase KKM di Kelas Kontrol ............................................... 68 Presentase KKM di Kelas Eksperimen ......................................... 68 Presentase Keaktifan di Kelas Kontrol (melalui lembar observasi) 70 Presentase Keaktifan di Kelas Eksperimen (melalui lembar observasi) ................................................................................... 71 Gambar 4.5 Presentase Keaktifan di Kelas Kontrol (melalui kuesioner) .......... 73 Gambar 4.4 Presentase Keaktifan di Kelas Eksperimen (melalui kuesioner) .... 73 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus Kelas Eksperimen ............................................................. [1] Lampiran 2 RPP Kelas Eksperimen .............................................................. [16] Lampiran 3 RPP Kelas Kontrol ................................................................... [110] Lampiran 4 Bahan Ajar Materi Bangun Ruang ............................................. [119] Lampiran 5 LKS ........................................................................................ [127] Lampiran 6 Soal Evaluasi .......................................................................... [141] Lampiran 7 Soal Pretest dan Posttest ......................................................... [149] Lampiran 8 Lembar Kuesioner Keaktifan .................................................... [152] Lampiran 9 Lembar Pengamatan Keaktifan ................................................. [155] Lampiran 10 Indikator Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Karakteristik Pendekatan PMRI ................................................. [156] Lampiran 11 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Karakteristik PMRI .................................................................. [158] Lampiran 12 Hasil Validasi Expert Judgment Keterlaksanaan PMRI............. [161] Lampiran 13 Hasil Validasi Expert Judgment Lembar Observasi Keaktifan .. [165] Lampiran 14 Hasil Validasi Expert Judgment Lembar Kuesioner Keaktifan .. [168] Lampiran 15 Hasil Kuesioner Keaktifan........................................................ [192] Lampiran 16 Hasil Observasi Keaktifan ........................................................ [196] Lampiran 17 Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI ..................................................................... [208] Lampiran 18 Transkrip video pembelajaran .................................................. [210] Lampiran 19 Hasil Pekerjaan Siswa (LKS) ................................................... [242] Lampiran 20 Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi ................................................ [256] Lampiran 21 Hasil Pretest Kelas Kontrol ...................................................... [264] Lampiran 22 Hasil Pretest Kelas Eksperimen ............................................... [267] Lampiran 23 Hasil Posttest Kelas Kontrol..................................................... [270] Lampiran 24 Hasil Posttest Kelas Eksperimen .............................................. [273] Lampiran 25 Hasil Validitas Soal Pretest Dan Posttest ................................. [276] Lampiran 26 Hasil Reliabilitas Soal Pretest Dan Posttest .............................. [278] Lampiran 27 Hasil Uji Normalitas ................................................................ [279] Lampiran 28 Hasil Uji Homogenitas ............................................................. [280] Lampiran 29 Hasil Uji Perbedaan Nilai Rata-rata Pretest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen .............................................................................. [281] Lampiran 30 Hasil Uji Perbedaan Pretest ke Posttest .................................... [282] Lampiran 31 Hasil Uji Perbedaan Skor Rata-rata Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen .............................................................................. [283] Lampiran 32 Surat Izin Penelitian ................................................................. [284] Lampiran 33 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ......................... [285] Lampiran 34 Foto Penelitian ......................................................................... [286] Lampiran 35 Biodata Penulis ......................................................................... [288] xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana yang sangat penting untuk membantu manusia mengembangkan potensi yang dimiliki. Satori (2007: 115) menjelaskan bahwa pendidikan adalah situasi dimana terjadi dialog antara peserta didik dengan pendidik yang memungkinkan peserta didik tumbuh ke arah yang dikehendaki oleh pendidik agar selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi masyarakat. Hal tersebut dapat diartikan dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sekolah harus mampu memunculkan interaksi aktif antara guru dan siswa. Pada kegiatan ini hendaknya diterapkan prinsip pembelajaran yang menyenangkan serta berdasarkan pengalaman langsung dalam belajar. Keaktifan siswa merupakan salah satu hal utama dalam kegiatan pembelajaran. Belajar adalah bertindak, jadi di dalam belajar ada aktivitas yang berlangsung. Pengalaman langsung dalam belajar hanya dapat diperoleh ketika siswa aktif berinteraksi dengan lingkungan belajarnya. Tugas guru hanyalah sebagai fasilitator, sedangkan siswa harus mampu mengolah dan mencerna sendiri bahan pelajaran yang disediakan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Susanto (2013: 183) memaparkan bahwa matematika merupakan salah satu bidang studi yang ada pada semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, bahkan matematika diajarkan di taman kanakkanak secara informal. Belajar matematika merupakan suatu syarat cukup untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, karena dengan belajar matematika kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif, dan aktif. Matematika memberi penjelasan tentang ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol, maka konsepkonsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol tersebut. Daryanto (2013: 155) menjelaskan hasil penelitian The Third International Mathematic and Science Study Repeat (TIMSS-R) pada tahun 1999 menyebutkan bahwa di antara 38 negara, prestasi peserta didik SMP Indonesia berada pada 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 urutan 34 untuk matematika. Sementara hasil nilai matematika pada Ujian Nasional, pada semua tingkat dan jenjang pendidikan selalu terpaku pada angka yang rendah. Keadaan ini sangat ironis dengan kedudukan dan peran matematika untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan, mengingat matematika merupakan induk ilmu pengetahuan. Selain itu, ternyata matematika pun hingga saat ini belum menjadi pelajaran yang difavoritkan. Rasa takut terhadap pelajaran matematika (fobia matematika) sering kali menghinggapi perasaan peserta didik dari tingkat SD sampai dengan SMA bahkan hingga perguruan tinggi. Hal ini yang mampu menyebabkan sulitnya matematika bagi siswa yaitu karena pembelajaran matematika kurang bermakna. Kegagalan siswa dalam menguasai matematika di sekolah disebabkan oleh kurang baiknya kegiatan pembelajaran matematika yang diterapkan oleh guru. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti pada hari Senin, 25 November 2013, hal yang terjadi pada kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor Klaten, siswa belum mampu terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran (terpusat pada guru). Selain itu, banyak ditemui pelaksanaan pembelajaran yang kurang variatif, dengan kata lain kemampuan guru yang kurang maksimal dalam menggunakan pendekatan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan efisien mengakibatkan pemahaman siswa terhadap materi sangatlah rendah. Guru masih menggunakan model pembelajaran tradisional yang terpaku pada penggunaan metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, keaktifan dan hasil belajar siswa tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari: siswa tidak banyak yang bertanya, aktivitas siswa terbatas pada mendengarkan dan mencatat materi yang diberikan oleh guru, siswa ribut jika diberi tugas oleh guru, siswa hanya diam ketika ditanya oleh guru dan sebagian besar hasil belajar siswa yang berada di bawah KKM (60). Pembelajaran matematika seharusnya menerapkan konsep matematika yang telah dimiliki siswa pada kehidupan sehari-hari atau bidang lain. Salah satu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada kehidupan sehari-hari adalah Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Dalam PMRI, matematika dipandang sebagai kegiatan manusia. Lebih jelasnya menurut Suryanto (2010:

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 39), dasar filosofis PMRI menyatakan bahwa matematika adalah kegiatan manusia (mathematic as human activity) dan sekaligus sebagai alat (mathematics as a tool). Pada kegiatan pembelajaran dengan pendekatan PMRI harus berorientasi pada siswa, sedangkan guru dalam PMRI, hanya sebagai fasilitator. Daryanto (2013: 163) menjelaskan bahwa konsep PMRI sejalan dengan kebutuhan untuk memperbaiki pendidikan matematika di Indonesia yang didominasi oleh persoalan bagaimana meningkatkan pemahaman siswa tentang matematika dan mengembangkan daya nalar. Menurut beliau, salah satu pertimbangan mengapa kurikulum pendidikan di Indonesia direvisi adalah banyaknya kritik yang mengatakan bahwa materi pelajaran matematika tidak relevan dan tidak bermakna. Guru diharapkan mampu memilih pendekatan pembelajaran yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga siswa dapat memahami materi dengan baik. Selain itu, guru juga mampu menumbuhkan keyakinan dalam diri peserta didik agar mampu mengerjakan soal dan berusaha menghilangkan persepsi dalam diri siswa bahwa matematika itu sulit serta mengusahakan agar siswa memiliki pengalaman bahwa belajar matematika itu mudah dan menyenangkan. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian pada pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI khususnya dalam materi geometri (bangun ruang) yaitu Standar Kompetensi (SK) 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor semeter genap tahun pelajaran 2013/2014. Materi tersebut dipilih karena siswa sering salah persepsi dalam membayangkan dan menyebutkan mana yang disebut bangun ruang balok dan kubus. Peneliti memperoleh alasan tersebut ketika sedang melaksanakan kegiatan Program Pengakraban Lingkungan (Probaling 1) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang diadakan oleh Prodi. Ketika membayangkan kubus, siswa A mampu membayangkan kubus berbentuk kotak dan permukaannya berbentuk persegi, sedangkan siswa B membayangkan kubus berbentuk kotak, tetapi permukaannya berbentuk persegi panjang. Kesalahan persepsi ini diakibatkan karena tidak adanya media pembelajaran yang menjembatani materi agar dapat dilihat secara

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 visual. Penggunaan media realistik dalam penyampaian materi yang bersifat abstrak dengan menggunakan PMRI dapat menghindari kesalahan persepsi tersebut. Kesalahan persepsi dapat dihindari karena siswa dapat melihat langsung secara visual dengan menggunakan indera yang dimiliki. Selain itu, media realistik yang digunakan dapat dijadikan sebagai sarana untuk memusatkan perhatian siswa. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya yang berfokus pada implementasi perangkat pembelajaran yang menggunakan pendekatan PMRI, bukan bagaimana pelaksanaan pembelajarannya. Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian untuk mengetahui apakah pendekatan PMRI efektif atau tidak jika diterapkan dalam pembelajaran materi bangun ruang. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian merumuskan masalah yang dilakukan agar lebih terarah. Peneliti merumuskan masalah yang diambil yaitu: 1.2.1 Bagaimana keterlaksanaan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor? 1.2.2 Apakah pembelajaran matematika dalam materi bangun ruang efektif dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar siswa? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas penelitian ini bertujuan untuk: 1.3.1 Mengetahui keterlaksanaan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor. 1.3.2 Mengetahui keefektifan pembelajaran matematika dalam materi bangun ruang dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar siswa.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 1.4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sehingga dapat digunakan sebagai salah satu langkah memajukan dunia pendidikan. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.4.1 Secara teoritis Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menerapkan pembelajaran yang efektif dan memberikan sumbangan pemikiran dalam memilih pendekatan pembelajaran yang tepat. 1.4.2 Secara praktis 1.4.2.1 Bagi Sekolah 1.4.2.1.1 Sekolah mampu meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan. 1.4.2.1.2 Sekolah mampu meningkatkan keaktifan dalam pembelajaran di setiap kelas. 1.4.2.1.3 Sekolah mampu meningkatkan hasil belajar siswa di setiap kelas. 1.4.2.2 Bagi Guru 1.4.2.2.1 Guru mampu mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa. 1.4.2.2.2 Guru mampu meningkatkan perannya sebagai fasilitator yang baik. 1.4.2.2.3 Guru mampu mengelola proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. 1.4.2.2.4 Guru mampu menerapkan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI. 1.4.2.3 Bagi Siswa 1.4.2.3.1 Siswa mampu meningkatkan pemahaman dan keaktifan dalam kegiatan pembelajaran. 1.4.2.3.2 Siswa mampu membangun kepercayaan diri dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika. 1.4.2.3.3 Siswa memperoleh pengalaman dalam mempelajari materi bangun ruang menggunakan pendekatan PMRI. 1.4.2.3.4 Siswa merasa kejenuhan atau kebosanan berkurang pada saat kegiatan pembelajaran.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1.4.2.4 Bagi Peneliti 1.4.2.4.1 Peneliti memperoleh pengalaman dalam melaksanakan penelitian eksperimen. 1.4.2.4.2 Peneliti mampu mengetahui keefektifan pendekatan PMRI pada pembelajaran matematika materi geometri (bangun ruang). 1.4.2.4.3 Peneliti mampu menambah wawasan tentang penggunaan masalah kontekstual pada materi geometri (bangun ruang). 1.4.2.4.4 Peneliti mampu menerapkan dasar-dasar kemampuan mengajar dan kemampuan mengembangkan media pembelajaran. 1.4.2.4.5 Peneliti memperoleh pengalaman baru yang dapat dikembangkan untuk pembelajaran materi lain. 1.4.2.5 Bagi Universitas Sanata Dharma 1.4.2.5.1 Universitas memperoleh sumber bacaan atau tambahan referensi tentang pendidikan. 1.4.2.5.2 Universitas mampu menyediakan bahan sebagai pertimbangan mahasiswa atau calon guru yang akan melakukan penelitian sejenis. 1.5 Definisi Operasional 1.5.1 Keefektifan adalah suatu ukuran yang menyatakan adanya ketercapaiam tujuan yang telah ditetapkan. 1.5.2 Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang didalamnya selalu menggunakan masalah kontekstual, berasal dari jangkauan siswa dan membuat siswa mampu membayangkan situasi yang disajikan dalam masalah. 1.5.3 Pembelajaran adalah aktivitas yang dilakukan dalam interaksi dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan tertentu. 1.5.4 Pembelajaran Matematika merupakan pembelajaran untuk membangun konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika yang melibatkan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.5.5 Bangun ruang adalah sebuah bangun yang memiliki ruang yang dibatasi oleh beberapa sisi, rusuk atau titik sudut. 1.5.6 Keaktifan adalah kegiatan berbuat sesuatu agar tercipta sikap aktif dalam bertanya, bekerjasama, dan mengerjakan pekerjaan tepat waktunya. 1.5.7 Belajar adalah suatu kegiatan dalam proses mencapai apa yang diharapkan baik dalam pengetahuan maupun sikap, dari yang tidak tahu menjadi tahu. 1.5.8 Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai melalui proses belajar mengajar yang diukur dengan menggunakan tes hasil belajar matematika khususnya pada aspek kognitif.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pembelajaran Matematika 2.1.1 Pembelajaran Hamalik (2002:57) menjelaskan pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi (siswa dan guru), material (buku, papan tulis, kapur dan alat belajar), fasilitas (ruang, kelas audio visual), dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Susanto (2013: 19), pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Pembelajaran menekankan pada kegiatan atau keaktifan siswa, bukan kegiatan guru. Ukuran kualitas pembelajaran tidak terletak pada baiknya guru dalam menerangkan, tetapi pada kualitas dan kuantitas siswa dalam arti seberapa banyak dan seberapa siswa terlibat aktif. Peran guru yang pokok adalah menciptakan situasi, menyediakan kemudahan, merancang kegiatan dan membimbing siswa gara mereka terlibat dalam proses belajar secara berkesinambungan. Berdasarkan uraian di atas, peneliti menjelaskan bahwa pembelajaran adalah aktivitas yang dilakukan dalam interaksi dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan tertentu. 2.1.2 Matematika Depdiknas (2001: 7) memaparkan matematika secara istilah berasal dari bahasa latin, manthanein atau mathema yang diartikan belajar atau hal yang dipelajari. Dalam bahasa Belanda, matematika disebut wiskunde atau ilmu pasti yang berkaitan dengan penalaran. Secara lebih lengkap matematika dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bilangan-bilangan, penalaran, berpikir logis, algoritma yang berguna dalam pemecahan masalah sehari-hari. Soedjadi (2000: 1) menyajikan beberapa pengertian tentang matematika, yaitu: (1) Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir 8

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 secara sistematik, (2) Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi, (3) Matematika adalah pengethuan tentang penalaran logik dan berhubungan dengan bilangan, (4) Matematika adalah pengetahuan tentang faktafakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk, (5) Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik, dan (6) Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat. Berdasarkan uraian di atas, peneliti menjelaskan bahwa matematika adalah bahasa simbol yang terdefinisikan secara sistematik, antara satu konsep dengan konsep yang lain saling berkaitan dan pembuktian matematika dibangun dengan penalaran deduktif. 2.1.3 Pembelajaran matematika Pembelajaran matematika menurut Dienes dalam Hudojo (2005:56) adalah belajar tentang konsep dan struktur matematika yang terdapat dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsep dan struktur matematika di dalamnya. Pada hakekatnya belajar matematika sangat terkait dengan pola berpikir sistematis, yaitu berpikir merumuskan sesuatu yang dilakukan atau yang berhubungan dengan struktur-struktur yang telah dibentuk dari hal yang ada. Tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar menurut Depdiknas dalam Susanto (2013: 190), yaitu: 1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma. 2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan atau pernyataan matematika. 3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, meyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh 4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 5. Memiliki sikap menghargai penggunaan matematika dalam kehidupan seharihari. Berdasarkan uraian di atas, peneliti menjelaskan bahwa pembelajaran matematika merupakan pembelajaran untuk membangun konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika yang membuat siswa aktif dalam pemecahan masalah sehari-hari (guru sebagai pembimbing dalam belajar) dan siswa mampu berinteraksi dengan lingkungannya. 2.2 Pendekatan PMRI 2.2.1 Sejarah PMRI Sebelum PMRI muncul di Indonesia, di Belanda lahir suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang dikenal dengan sebutan Realistic Mathematics Education (RME) dan berdiri tahun 1971 di Institut Freudental dibawah Utrecht University Belanda (Daryanto, 2013: 162). Penggunaan kata “realistik” dalam pendidikan matematika realistik berasal dari bahasa Belanda “zich realiseren” yang berarti “untuk dibayangkan” atau “to imagine” (Van den Heuvel-Panhuizen dalam Wijaya, 2012: 20). Pendidikan matematika realistik lebih menekankan pada penggunaan situasi yang bisa dibayangkan (imagineable) oleh siswa. Freudental dalam Suryanto (2010: 14) mengemukakan bahwa matematika yang diajarkan sebaiknya dikaitkan dengan realitas sejalan dengan pengalaman siswa serta relevan dengan masyarakat. Gagasan inilah yang menarik pihak Indonesia sehingga dilakukan adaptasi dari RME. Di Indonesia, adaptasi RME dinamakan dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia yang dapat disingkat menjadi PMRI. 2.2.2 Pengertian PMRI Suryanto (2010: 150) menyatakan bahwa PMRI adalah pendidikan matematika sebagai hasil adaptasi dari Realistic Mathematic Education (RME) yang diselaraskan dengan kondisi budaya, geografi, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Pendekatan pembelajaran tersebut menekankan bagaimana siswa menemukan konsep-konsep atau prosedur-prosedur dalam matematika melalui

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 masalah-masalah kontekstual. Pada kegiatan pembelajaran, siswa dituntut lebih aktif. Sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan tidak lagi mendominasi pembelajaran. Siswa didorong untuk mengeluarkan dan mengkomunikasikan idenya secara bebas. Menurut Frudenthal, pendidikan harus mengarahkan siswa kepada penggunaan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali matematika dengan caranya sendiri (Hadi, 2005: 7). Jika dikaitkan dengan matematika sebagai kegiatan manusia, siswa harus diberi kesempatan untuk mampu berinteraksi satu sama lain sehingga siswa bisa menemukan kembali ide atau konsep matematika secara mandiri dari hasil interaksinya itu. Setelah siswa menemukan hingga terbentuk konsep-konsep matematika, siswa menggunakannya untuk menyelesaikan masalah kontekstual selanjutnya sebagai jembatan untuk memperkuat konsep. Berdasarkan uraian diatas, peneliti berpendapat bahwa PMRI adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang didalamnya selalu menggunakan masalah kontekstual, berasal dari jangkauan siswa dan membuat siswa mampu membayangkan situasi yang disajikan dalam masalah. 2.2.3 Prinsip PMRI Suryanto (2010: 41-43) menyatakan bahawa PMRI memiliki tiga prinsip yaitu: 1) Prinsip Guided Re-invention (Penemuan kembali secara terbimbing) Prinsip ini menekankan pada “penemuan kembali” secara terbimbing. Melalui masalah kontekstual yang realistik (yang dapat dibayangkan atau dipahami oleh siswa), siswa diberi kesempatan untuk membangun dan menemukan kembali ide-ide dan konsep matematis. Siswa seolah-olah berperan sebagai seorang penemu dan guru hanya berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa mencapai tujuan pembelajaran. 2) Prinsip progressive mathematization (matematisasi progresif) Prinsip ini menekankan proses matematisasi. Matematisasi dapat diartikan sebagai proses mematematikakan suatu konteks, yaitu proses menerjemahkan suatu konteks menjadi konsep matematika. Dikatakan progresif karena ada dua

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 langkah berurutan, yaitu matematisasi horizontal (siswa mampu memecahkan masalah yang berawal dari kontekstual menuju matematika formal) dan matematika vertikal (siswa mampu memecahkan masalah dari matematika formal menuju matematika formal lebih luas). 3) Prinsip didactical phenomenology (fenomenologi didaktis) Prinsip ini menekankan fenomena pembelajaran yang bersifat mendidik dan menekankan fenomena pembelajaran yang bersifat memperkenalkan topik-topik matematik kepada siswa. Masalah kontekstual dipilih karena aspek kecocokan aplikasi yang harus diantisipasi dalam pembelajaran dan kecocokan dengan Reinvention yang berarti bahwa konsep, aturan, cara, sifat, termasuk model, matematis tidak disediakan oleh guru. Melainkan siswa perlu berusaha sendiri untuk menemukan atau membangun sendiri berpangkal dari masalah kontekstual. 4) Self-developed model (membangun sendiri model) Prinsip ini menunjukan adanya fungsi jembatan yang berupa model. Berpangkal dari masalah kontekstual menuju matematika formal dan ada kebebasan siswa, maka tidak menutup kemungkinan siswa akan mengembangkan model sendiri. Berdasarkan prinsip PMRI diatas, dapat dilihat bahwa PMRI dapat membantu siswa dalam belajar pada usia sekolah dasar yang berada pada tahap operasi konkret. Selain itu, dapat membantu siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri dengan caranya sendiri sesuai dengan usia siswa. 2.2.4 Karakteristik PMRI Menurut Treffers dalam Wijaya (2012: 21-23), karakteristik PMRI terdiri dari: 1) Penggunaan konteks Masalah kontekstual (nyata) dan tidak diawali dari sistem formal digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika. Konteks tidak harus berupa masalah dunia nyata namun juga dapat masalah yang dapat dibayangkan dalam pikiran siswa selama hal itu masih bermakna bagi siswa. Penggunaan konteks saat pembelajaran membuat siswa berperan aktif untuk menyelesaikan permasalahan dan mengembangkan strategi penyelesaian masalah sesuai keinginannya. Selain

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 itu, penggunaan konteks dapat membangun motivasi dan semangat siswa untuk belajar matematika. 2) Penggunaan model untuk matematisasi progresif Model merupakan suatu alat ”vertikal” dalam matematika yang tidak bisa dilepaskan dari proses matematisasi (matematisasi horisontal dan matematisasi vertikal). Penggunaan model memiliki fungsi sebagai jembatan (bridge) untuk mempermudah siswa dalam belajar dari pengetahuan (membangun pengetahuan awal) dan matematika tingkat konkret atau informal menuju pengetahuan matematika tingkat formal. Diharapkan siswa mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. 3) Pemanfaatan hasil konstruksi siswa Siswa dalam PMRI dijadikan subyek belajar dan guru hanya memfasilitasi siswa dalam belajar. Siswa memiliki kebebasan untuk mengembangkan strategi pemecahan masalah sehingga bermanfaat membantu siswa memahami konsep, mengembangkan aktivitas dan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Menurut Cropley (1997) dalam Wijaya (2012: 56), sangat yakin bahwa kemampuan bepikir kreatif dan inovatif serta kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan mendasar yang mutlak dibutuhkan di abad ke-21. 4) Interaktivitas Proses interaksi adalah proses belajar bukan hanya suatu proses individu melainkan secara bersamaan (siswa dengan siswa atau siswa dengan guru) merupakan suatu proses sosial sehingga proses belajar siswa akan lebih singkat dan bermakna. Manfaat interaksi dalam pembelajaran matematika adalah mengembangkan kemampuan kognitif dan afektif siswa secara simultan. 5) Keterkaitan Konsep dalam matematika saling berkaitan satu sama lain sehingga konsep matematika tidak diajarkan secara terpisah-pisah. Melalui keterkaitan ini, mata pembelajaran matematika diharapkan bisa mengenalkan dan membangun lebih dari satu konsep matematika secara bersamaan. Keterkaitan dapat terjadi antar materi pada mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran matematika dengan mata pelajaran yang lain.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Dari karakteristik PMRI dapat dilihat bahwa PMRI mengakomodasi siswa saat belajar matematika sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan siswa. Dalam hal ini, PMRI diharapkan dapat membantu siswa dalam membangun konsep pengetahuan yang siswa bangun sendiri, sehingga pembelajaran matematika lebih bermakna. 2.3 Keefektifan Suatu pembelajaran dapat dikatakan efektif jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai, baik dilihat dari tingkat keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar maupun dari hasil belajar siswa. Menurut Daryanto (2013: 167) pembelajaran dapat dikatakan efektif jika siswa dapat belajar melalui bekerja, belajar, dan hidup bersama dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Sadiman dalam Trianto (2009:20) menjelaskan bahwa keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar. Keefektifan suatu pembelajaran dapat diukur dengan cara melihat tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan dan optimal maka perlu perencanaan model pembelajaran secara matang. Berdasarkan uraian di atas, peneliti menjelaskan bahwa keefektifan adalah suatu ukuran yang menyatakan adanya ketercapaiam tujuan yang telah ditetapkan. Keefektifan pembelajaran dalam penelitian ini ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI pada siswa kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor Klaten. 2.4 Keaktifan Dimyati (1999: 45) menyebutkan keaktifan sebagai proses siswa mencari, memperoleh dan mengolah perolehan belajarnya sendiri. Dalam setiap kegiatan pembelajaran, siswa selalu menampakkan keaktifan, sedangkan Daryanto (2012: 27) menyebutkan keaktifan terdiri dari: (1) Partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, seperti: ikut serta menentukan tujuan kegiatan belajar, ikut serta dalam melaksanakan kegiatan belajar, dan partisipasi siswa dalam mengambil

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 keputusan; (2) Interaksi siswa dengan antar individu seperti guru atau siswa lainnya, seperti dalam kegiatan berkomunikasi; (3) Siswa menangani atau menyelesaikan masalah pribadi baik yang berhubungan ataupun tidak berhubungan dengan pelajaran Menurut Sanjaya (2006: 141), keaktifan terlihat dari keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Keterlibatan tersebut antara lain: keterlibatan fisik, mental, emosional, maupun intelektual. Contoh keterlibatan siswa yaitu: (1) Siswa memperhatikan guru ketika menjelaskan pelajaran, (2) Siswa menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, (3) Siswa melakukan kerjasama atau diskusi dalam kelompok, (4) Siswa terlibat dalam kegiatan mencari sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran, (5) Siswa memanfaatkan sumber belajar yang tersedia dalam belajar, (6) Siswa menjawab dan mengajukan pertanyaan kepada guru ataupun siswa lainnya dalam pembelajaran, (7) Siswa berusaha memecahkan masalah yang diajukan atau timbul selama proses pembelajaran, (8) Keterlibatan siswa dalam mengevaluasi sendiri hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Selain itu, Uno (2011: 116) juga menyebutkan keaktifan siswa terdiri dari: (1) Siswa aktif mencari atau memberikan informasi dalam membuat kesimpulan pembelajaran, (2) Adanya interaksi aktif secara terstruktur antar siswa, (3) Adanya kesempatan bagi siswa untuk menilai hasil karyanya sendiri, (4) Adanya pemanfaatan sumber belajar secara optimal, (5) Siswa terbiasa belajar teratur walaupun tidak ada ulangan, (6) Siswa memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada, (7) Siswa melakukan sendiri kegiatan belajar seperti kegiatan praktikum di laboratorium, (8) Siswa memahami bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar, (9) Siswa mendengarkan guru yang sedang memberikan ceramah, (10) Siswa mendiskusikan sesuatu dengan guru ataupun siswa lainnya, dan (11) Siswa mencari cara untuk memecahkan soal matematika. Berdasarkan beberapa pengertian keaktifan di atas, peneliti menjelaskan bahwa keaktifan adalah kegiatan berbuat sesuatu agar tercipta sikap aktif dalam bertanya, bekerjasama, dan mengerjakan pekerjaan tepat waktunya. Berikut ini

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 merupakan tabel mengenai indikator keaktifan yang disusun oleh peneliti berdasarkan beberapa uraian di atas. Tabel 2.1 Indikator Keaktifan Menurut Peneliti Aspek Aktivitas siswa Indikator Keaktifan Aktivitas-aktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Partisipasi atau keterlibatan siswa Partisipasi atau siswa dalam pembelajaran Interaksi Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru Penilaian Penilaian yang dilakukan siswa selama proses belajar 2.5 keterlibatan kegiatan Deskriptor Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa mendengarkan ketika guru sedang menjelaskan materi Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa terbiasa belajar secara teratur walaupun tidak ada kegiatan ulangan Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa mencari cara sendiri untuk memecahkan masalah atau soal matematika Siswa mencari sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa memberikan kesempatan kepada temannya untuk berpendapat Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain Siswa membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar Siswa mengevaluasi sendiri hasil pembelajaran yang telah dilakukan Siswa menilai hasil karyanya sendiri Hasil Belajar Sudjana (2005: 22) menegaskan bahwa hasil belajar adalah kemampuan- kemampuan yang dimiliki siswa setelah siswa menerima pengalaman belajar.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Kedua ahli tersebut sama-sama memberikan pengertian yang sama bahwa hasil belajar merupakan sebuah perubahan setelah menerima pengalaman belajar. Sedangkan Purwanto (2009: 45) memberikan pengertian bahwa hasil belajar merupakan perolehan dari proses belajar siswa sesuai dengan tujuan pengajarn. Benyamin Bloom menggolongkan enam tingkatan pada ranah kognitif dari pengetahuan sederhana ke penilaian (evaluasi) (Yulaelawati, 2004: 59). Dalam perjalanannya taksonomi Bloom mengalami perubahan, yaitu berawal dari tahap mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan menciptakan. Sedangkan ranah afektif yang paling banyak digunakan adalah taksonomi Krathwol yang mengurutkan ranah afektif berdasarkan penghayatan. Penghayatan dalam ranah kognitif berhubungan dengan proses ketika perasaan seseorang beralih dari kesadaran umum menuju penghayatan yang mengatur seseorang untuk berperilaku konsisten. Selain itu, ranah psikomotorik juga diperhatikan dalam hasil belajar. Taksonomi Anita Harrow adalah taksonomi psikomotor yang sering digunakan, dimulai dari refleks yang sederhana ke yang lebih tinggi. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa dari yang belum tahu menjadi tahu atau belum mampu menjadi mampu yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam penelitian ini, hasil belajar matematika diukur dengan menggunakan tes hasil belajar matematika yang berupa pre test dan post test. Peningkatan hasil belajar siswa akan terlihat dari perubahan skor pre test dengan skor post test. 2.6 Materi Bangun Ruang Copeled (1967: 237) menjelaskan bangun ruang adalah bangun matematika yang memiliki isi atau volume. Menurut Mustaqim (2008: 207) dalam bangun ruang terdapat istilah yaitu sisi, rusuk, dan titik sudut. Sisi adalah bidang atau permukaan yang membatasi bangun ruang; rusuk adalah garis yang merupakan pertemuan dari dua sisi bangun ruang; dan titik sudut adalah titik pertemuan tiga buah rusuk pada bangun ruang.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Berdasarkan uraian di atas, peneliti menjelaskan bahwa bangun ruang adalah sebuah bangun yang memiliki ruang yang dibatasi oleh beberapa sisi, rusuk atau titik sudut. Titik sudut Rusuk Sisi Gambar 2.1 Bangun ruang balok 2.6.1 Kubus Mustaqim (2008: 208) menjelaskan kubus adalah sebuah benda ruang yang dibatasi oleh enam buah persegi yang berukuran sama. H G E F D C A B Gambar 2.2 Kubus Sifat-sifat kubus: Nama kubus diatas adalah kubus ABCD.EFGH. berdasarkan gambar diatas diperoleh: 1) Sisi-sisi pada kubus ABCD.EFGH Sisi ABCD  Sisi EFGH  Sisi ABFE  Sisi DCGH  Sisi ADHE  Sisi BCGF Jadi bangun ruang kubus memiliki 6 sisi yang sama besar. Sisi-sisi tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar). 2) Rusuk pada kubus ABCD.EFG Rusuk AB Rusuk BC Rusuk AE Rusuk EF Rusuk FG Rusuk BF Rusuk HG Rusuk EH Rusuk CG Rusuk DC Rusuk AG Rusuk DH

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Jadi bangun kubus memiliki 12 rusuk. Semua rusuknya mempunyai ukuran yang sama panjang. 3) Titik sudut pada kubus ABCD.EFGH Titik sudut A Titik sudut E Titik sudut B Titik sudut F Titik sudut C Titik sudut G Titik sudut D Titik sudut H Berdasarkan uraian diatas maka sifat-sifat kubus adalah: (1) mempunyai 6 sisi yang sama ukurannya, (2) sisinya berbentuk persegi (bujur sangkar), (3) mempunyai 12 rusuk yang sama panjang, dan (4) mempunyai 8 titik sudut. 2.6.2 Balok Mustaqim (2008: 210) menyatakan bahwa balok adalah sebuah benda ruang yang dibatasi oleh tiga pasang (enam buah persegi panjang) di mana setiap pasang persegi panjang saling sejajar (berhadapan) dan kongruen. H E G F D A C B Gambar 2.3 Balok Sifat-sifat balok 1) Sisi-sisi pada balok ABCD.EFGH adalah: Sisi ABCD Sisi EFGH Sisi ABFE Sisi DCGH Sisi ADHE Sisi BCGF Jadi ada 6 sisi pada bangun ruang balok ABCD.EFGH Sisi ABCD  Sisi EFGH Sisi ABFE  Sisi DCGH Sisi ADHE  Sisi BCGF

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 2) Rusuk pada balok ABCD.EFGH: Rusuk AB Rusuk BC Rusuk AE Rusuk EF Rusuk FG Rusuk BF Rusuk HG Rusuk EH Rusuk CG Rusuk DC Rusuk AG Rusuk DH Jadi ada 12 rusuk pada bangun ruang balok ABCD.EFGH Rusuk AB = Rusuk EF = Rusuk HG = Rusuk DC Rusuk BC = Rusuk FG = Rusuk EH = Rusuk AG Rusuk AE = Rusuk BF = Rusuk CG = Rusuk DH 3) Titik sudut balok ABCD.EFGH: Titik sudut A Titik sudut E Titik sudut B Titik sudut F Titik sudut C Titik sudut G Titik sudut D Titik sudut H Berdasarkan uraian diatas maka sifat-sifat balok adalah: (1) mempunyai 6 sisi yang berbentuk persegi panjang, (2) mempunyai 12 titik sudut, (3) mempunyai 3 pasang sisi yang sama (sisi-sisi yang berhadapan), dan (4) mempunyai 12 rusuk (rusuk tegak 4 buah, rusuk samping 4 buah, dan rusuk panjang 4 buah). 2.6.3 Jaring-jaring Mustaqim (2008: 212) menyatakan bahwa jaring-jaring bangun ruang adalah gabungan dari beberapa bangun datar yang membentuk sebuah bangun ruang. Jaring-jaring kubus adalah gabungan dari beberapa persegi yang berukuran sama yang akan membentuk kubus, sedangkan jaring-jaring balok adalah gabungan dari beberapa persegi panjang yang akan membentuk balok.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Gambar 2.4 Jaring-jaring kubus Gambar 2.5 Jaring-jaring balok 2.7 Hasil Penelitian yang Relevan Peneliti menemukan lima penelitian sejenis yang terkait dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), keaktifan, dan hasil belajar. Berikut ini adalah kelima penelitian tersebut: 2.7.1 Penelitian Farina Dini Sukawati Penelitian yang dilakukan oleh Farina Dini Sukawati berjudul Implementasi perangkat pembelajaran bangun ruang menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD N Caturtunggal 3 Sleman. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan peneliti dengan dokumentasi dan wawancara, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui validasi terhadap perangkat pembelajaran yang telah direvisi, uji keterbacaan, lembar evaluasi, serta respon guru dan siswa. Penelitian ini dilakukan dengan 5 tahapan sebelum implementasi yaitu mempelajari penelitian tahun lalu, revisi perangkat pembelajaran, validasi, uji keterbacaan, dan implementasi. Implementasi ini dilakukan pada siswa kelas IV SD N Caturtunggal 3 dengan 29 siswa sebagai sampel. Implementasi ini

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan. Hasil implementasi perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI mampu membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran matematika. 2.7.2 Penelitian Novi Handayani Penelitian yang dilakukan oleh Novi Handayani berjudul Keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik yang dipadu dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 3 pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi dengan pendekatan realistik yang dipadu dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dilihat dari keaktifan, minat, dan prestasi belajar siswa serta untuk mengetahui tanggapan guru terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP Muhammadiyah Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar pengamatan keterlibatan siswa, kuesioner minat siswa, lembar wawancara minat siswa, tes prestaasi yang berbentuk pre test dan post test serta lembar wawancara tanggapan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahawa pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik yang dipadu dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II cukup efektif mengaktifkan siswa dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas, minat siswa berada pada kriteria berminat, ada peningkatan prestasi belajar siswa, guru memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik yang dipadu dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. 2.7.3 Penelitian Ag. Tri Hardianta Penelitian yang dilakukan oleh Ag. Tri Hardianta berjudul Pengembangan perangkat pembelajaran bangun ruang yang mencakup interaktivitas dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD N Kledokan tahun pelajaran 2011/2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and development. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran bangun ruang yang mencakup interaktivitas dengan pendekatan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 PMRI di kelas IV SD N Kledokan tahun pelajaran 2011/2012 serta mengetahui interaktivitas yang nampak pada kegiatan pembelajaran bangun ruang. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif yang berkaitan dengan pengembangan perangkat pembelajaran bangun ruang dengan pendekatan PMRI serta karakteristik PMRI terutama interaktivitas yang nampak selama pembelajaran. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 32 siswa dan guru matematika kelas IV SD N Kledokan. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara kepada guru matematika, observasi kegiatan pembelajaran matematika, studi dokumen, dan studi literatur. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tentang interaktivitas yang nampak pada kegiatan pembelajaran bangun ruang di kelas IV SD N Kledokan berupa interaktivitas guru dengan siswa dan interaktivitas siswa dengan siswa. 2.7.4 Penelitian Odilia Rani Andikawati Penelitian yang dilakukan oleh Odilia Rani Andikawati berjudul Keefektifan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dalam Pembelajaran Matemaatika pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa di Kelas X SMK SANJAYA PAKEM. Penelitian ini merupakan penelitian gabungan (deskriptif kualitatif dan kuantitatif). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Group Investigation terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 17 siswa SMK SANJAYA PAKEM. Pengumpulan data diperoleh melalui lembar pengamatan, tes kemampuan akhir untuk mengetahui hasil belajar siswa, dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ratarata keaktifan siswa secara keseluruhan tergolong sangat tinggi dan hasil belajar siswa dinyatakan tidak tuntas menggunakan metode Group Investigation. 2.7.5 Penelitian Patricia Endah Pertaningsih Penelitian yang dilakukan oleh Patricia Endah Pertaningsih berjudul Keefektifan Penggunaan Modul dalam Pembelajaran Matematika pada Materi

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Peluang Terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan siswa di SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan data dianalisis secara kuantitatif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah rata-rata tes akhir di kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol dan keterlibatan siswa juga lebih tinggi di kelas eksperimen daripada kelas kontrol. Berdasarkan uraian di atas, kaitan antara penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan sama-sama bertujuan untuk mengetahui pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI yang ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar siswa serta mengetahui keefektifan dalam pembelajaran matematika tersebut. Namun, dalam penelitian ini materi yang digunakan adalah bangun ruang. Berikut ini merupakan map literature yang dibuat peneliti berdasarkan penelitian yang relevan di atas. Pendekatan PMRI Keaktifan dan Hasil Belajar Dini (2013) Implementasi perangkat pembelajaran bangun ruang menggunakan pendekatan PMRI Novi (2013) Keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik yang dipadu dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II Tri (2012) Pengembangan perangkat pembelajaran bangun ruang yang mencakup interaktivitas dengan pendekatan PMRI Rani (2013) Keefektifan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dalam Pembelajaran Matemaatika pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa Endah (2012) Keefektifan Penggunaan Modul dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Peluang Terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan siswa Yang akan diteliti: Keefektifan Pembelajaran Matematika dalam Materi Bangun Ruang dengan Pendekatan PMRI Ditinjau dari Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Gambar 2.6 Map Literature

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2.8 Kerangka Berpikir Strategi untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, efektif dan menghasilkan hasil belajar yang tinggin merupakan hal membanggakan yang menjadi masalah bagi para guru di sekolah dasar. Berbagai cara telah dilakukan, salah satunya guru berupaya meningkatkan proses pembelajaran dengan mengubah desain pembelajarannya, yaitu memilih strategi dan pendekatan tertentu yang diharapkan dapat berpengaruh pada peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa serta keefektifan pembelajarannya. Dari masalah tersebut, peneliti mencoba memperkenalkan pembelajaran matematika dengan pendekatan inovatif yang efektif dan menyenangkan bagi siswa, yaitu pendekatan PMRI. Pendekatan PMRI mampu menuntun siswa pada keadaan yang sangat konkret. Siswa diharapkan mampu memunculkan sendiri pengetahuannya (pengetahuan awal) yang nantinya digunakan dalam memecahkan masalah matematika. Penyampaian materi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari (masalah kontekstual) merupakan prinsip dari pendekatan PMRI 2.9 Hipotesis Hipotesis penelitian ini adalah: 2.9.1.1 Pembelajaran matematika dalam materi bangun ruang efektif dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar siswa.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika dan keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI materi geometri (bangun ruang) di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Iqbal Hasan (2004: 10) memaparkan bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi (perlakuan) terhadap objek penelitian serta diadakannya kontrol terhadap variabel tertentu. 3.2 Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kuasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Desain penelitian ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi penuh untuk mengontrol variabelvariabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (Sugiyono, 2011:116). Hal ini dilakukan karena sulit untuk memperoleh kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian ini. Peneliti menggunakan kelompok kelas yang sudah ada. Kelompok dalam suatu kelas sudah seimbang, sehingga jika peneliti membuat kelompok baru akan merusak kealamiahan dari kelas tersebut. Peneliti juga tidak memiliki wewenang untuk merubah kelas yang sudah ada. Kedua kelompok tersebut akan diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal dari masing-masing kelompok yaitu pada kelas kontrol maupun pada kelas eksperimen. Selanjutnya dalam penelitian ini, kelompok eksperimen akan diberi perlakuan berupa pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PMRI. Adapun design penelitian quasi eksperimen tipe nonequivalent control group design terlihat dalam tabel berikut: 26

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 O1 X O2 …………………. O3 O4 Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan : X = Perlakuan (Treatment) yaitu pendekatan PMRI O1 = Rerata skor pre-test kelas eksperimen O2 = Rerata skor post-test kelas eksperimen O3 = Rerata skor pre-test kelas kontrol O4 = Rerata skor post-test kelas kontrol O1 dan O3 merupakan prestasi belajar siswa sebelum ada perlakuan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PMRI. O 2 adalah hasil belajar siswa yang menjadi kelas eksperimen setelah mendapatkan perlakuan. O 4 adalah hasil belajar siswa yang tidak diberi perlakuan. Penggunaan pendekatan PMRI terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV adalah (O 2-O1)- (O4-O3). Pada akhir penelitian ini diadakan post-test untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa. Hasil pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol menjadi data yang akan di analisis dari variabel bebas. 3.3 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD N 1 Kebondalem Lor yang terletak di jalan Manisrenggo Km. 2, kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada jam pelajaran matematika selama 6 kali pertemuan yang dimulai dari tanggal 7 April 2014 sampai selesai. 3.4 Populasi dan Sampel Sugiyono (2011: 119) menjelaskan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang selanjutnya ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari serta ditarik kesimpulan. Menurut Arikunto (2006: 130) populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD N 1 Kebondalem

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Lor tahun ajaran 2013/2014. Besarnya populasi adalah 61 siswa yang terdiri dari kelas IV A dan IV B. Menurut Sugiyono (2011: 120) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sedangkan menurut Arikunto (2006:131) sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu (Sugiyono, 2011: 126). Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut diperoleh sampel kelas IV B diperoleh dari semua populasi yang diberi perlakuan sebagai kelas eksperimen dan sampel kelas IV A diperoleh dari semua populasi yang diberi perlakuan sebagai kelas kontrol. Pelaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen dan kontrol dilakukan oleh masing-masing guru kelas dan untuk mengurangi faktor bias selama kegiatan pembelajaran maka observasi dan dokumentasi dilakukan oleh peneliti. 3.5 Variabel Penelitian Ada dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Menurut Sugiyono (2008:61), pengertian variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab atau timbulnya dependen, sedangkan variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah penggunaan pendekatan PMRI , sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Pendekatan PMRI (variabel independen) Keaktifan dan Hasil Belajar (variabel dependen) Gambar 3.2 Variabel penelitian

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 3.6 Data Penelitian 3.6.1 Data kuantitatif Data kuantitatif merupakan data yang diperoleh selama proses penelitian. Adapun jenis data kuantitatif tersebut adalah sebagai berikut. 3.6.1.1 Keaktifan Data keaktifan siswa diperoleh dari hasil observasi keaktifan siswa selama pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PMRI berdasarkan indikatorindikator keaktifan yang sudah disusun pada lembar observasi. Selain itu, peneliti memperoleh data tersebut dengan mengunakan kuesioner yang telah diisi oleh siswa. Data kuesioner keaktifan digunakan peneliti untuk mengetahui keaktifan siswa secara personal dalam proses pembelajaran matematika di kelas. 3.6.1.2 Hasil Belajar Data hasil belajar pada penelitian dibatasi pada aspek kognitif siswa. Aspek kognitif diperoleh dari hasil soal pretest dan posttest tentang geometri bangun ruang kubus dan balok dengan banyak soal ada 10 yang diberikan kepada siswa kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor. 3.6.1.3 Keterlaksanaan Pembelajaran Menggunakan Pendekatan PMRI Data keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI diperoleh dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan yang dilakukan menggunakan rubrik keterlaksanaan pembelajaran PMRI dengan mencocokan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan karakteristik PMRI yang telah disusun. 3.6.2 Data Kualitatif Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari data transkrip video pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI. Video pembelajaran tersebut, peneliti peroleh saat proses pembelajaran berlangsung di kelompok eksperimen. 3.7 Instrumen Penelitian Menurut Arikunto (2006: 40) instrumen merupakan alat ukur dalam penelitian. Berikut ini adalah instrumen yang digunakan dalam penelitian.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 3.7.1 Tes Hasil Belajar Dalam penelitian ini tes hasil belajar siswa diperoleh dari soal pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor. Soal dibuat berdasarkan Standar Kompetensi (SK) 8. yaitu memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar dan Kompetensi Dasar (KD) 8.1 yaitu menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana dan 8.2 yaitu menentukan jaring-jaring balok dan kubus. Berikut ini adalah kisi-kisi tes hasil belajar. Tabel 3.1 Kisi-kisi Tes Hasil Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Indikator Mengidentifikasi sifatsifat balok Mengidentifikasi sifatsifat kubus Menggambar balok dengan tepat Menggambar kubus dengan tepat Membandingkan sifatsifat balok dan kubus Mengidentifikasi jaring-jaring kubus Mengidentifikasi jaring-jaring balok Menggambar jaringjaring kubus dengan tepat Menggambar jaringjaring balok dengan tepat Membandingkan sifatsifat balok dan kubus Kisi-kisi Menyebutkan 4 sifat balok Menyebutkan 3 sifat kubus Menggambar balok ABCD.EFGH Menggambar kubus ABCD.EFGH Menulis dua perbedaan dari sifatsifat balok dan kubus Menyebutkan dua ciri jaring-jaring kubus Menyebutkan dua ciri jaring-jaring balok Nomor soal 1 2 3 4 5 6 7 Menggambar 3 jaring-jaring kubus 8 Menggambar 3 jaring-jaring balok 9 Menuliskan sebuah perbedaan dari jaringjaring balok dan kubus 10 Sumber: Mustaqim dan Astuti. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas. 3.7.2 Kuesioner Menurut Arikunto (2006: 42) kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden). Kuesioner digunakan peneliti untuk mengetahui pendapat siswa mengenai keaktifan dalam mengikuti

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 pembelajaran matematika. Kuesioner bersifat tertutup, sehingga responden tinggal memilih salah satu alternatif jawaban yang paling sesuai dengan keadaannya. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari skala Likert. Sugiyono (2011: 136) menjelaskan skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan presepsi seseorang atau sekelompok tentang fenomena sosial. Skala Likert mengunakan lima alternatif jawaban, sementara pada kuesioner ini peneliti melakukan modifikasi menjadi empat alternatif jawaban yaitu: “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Tidak Setuju” (TS) dan “Sangat Tidak Setuju” (STS). Alasan peneliti menggunakan empat alternatif jawaban pada lembar kuesioner dalam penelitian ini adalah untuk menghindari kecenderungan responden memilih jawaban yang ada di tengah-tengah. Kuesioner pada penelitian ini sebelumnya sudah dilakukan validasi oleh dosen ahli. Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Keaktifan No. 1 2 Aspek Aktivitas siswa Partisipa Indikator Keaktifan Aktivitasaktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Partisipasi Deskriptor keaktifan Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa mendengarkan ketika guru sedang menjelaskan materi Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Siswa ikut serta Nomor Pernyataan Positif Negatif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 si atau keterlibat an siswa 3 Interaksi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbeda-beda Siswa mencari sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Sumber: Dimyati. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Daryanto. 2012. Konsep Pembelajaran Kreatif. Yogyakarta: Gava Media. Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Uno, Hamzah. B. 2011. Belajar dengan Pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menarik). Jakarta: Bumi Aksara Tabel 3.3 Kriteria Penyekoran Kuesioner Keaktifan No Keterangan Positif Negatif 1 Sangat Setuju (SS) 4 1 2 Setuju (S) 3 2 3 Tidak Setuju (TS) 2 3 4 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4 Sumber: Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta. Melalui tabel di atas, peneliti dapat melakukan penyekoran pada kuesioner keaktifan dengan melihat acuan masing-masing skor yang di dapat oleh aitem positif maupun negatif sesuai dengan tabel kisi-kisi kuesioner keaktifan. 3.7.3 Data keaktifan berdasarkan observasi Menurut Arikunto (2006: 45) observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis. Instrumen penelitian pada lembar observasi ini dimaksudkan untuk mengobservasi keaktifan dalam pembelajaran serta untuk melihat sejauh mana

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 pendekatan PMRI dapat terimplementasi. Lembar observasi ini disusun untuk mengobservasi masing-masing siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut. Penyusunan aitem observasi berdasarkan pada indikator-indikator keaktifan yang kemudian diturunkan menjadi butir aitem observasi. Lembar observasi ini sebelumnya telah dilakukan validasi oleh dosen ahli, sehingga sudah dapat digunakan untuk penelitian. Untuk mendukung peneliti dalam penelitian serta untuk memperkuat data penelitian, maka peneliti mengunakan dukumentasi berupa video pembelajaran matematika untuk memantapkan data keaktifan siswa dalam proses pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PMRI. Tabel 3.4 Kisi-kisi Observasi Keaktifan Aspek Indikator Keaktifan Aktivitas siswa Aktivitas-aktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Partisipasi atau keterlibatan siswa Partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran Interaksi Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru Deskriptor keaktifan Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbeda-beda Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain Siswa membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar Sumber: Dimyati. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Daryanto. 2012. Konsep Pembelajaran Kreatif. Yogyakarta: Gava Media. Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Uno, Hamzah. B. 2011. Belajar dengan Pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menarik). Jakarta: Bumi Aksara

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 3.7.4 Lembar keterlaksanaan pembelajaran berdasarkan observasi Lembar kerterlaksanaan pembelajaran pada penelitian disusun berdasarkan karakteristik PMRI yang telah dibuat sebelumnya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Instrumen tersebut digunakan untuk melihat keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI dan melihat apakah masing-masing karakteristik yang ada dalam pendekatan PMRI dilakukan selama proses pembelajaran. Lembar keterlaksanaan pembelajaran PMRI tersebut sebelumnya sudah divalidasi oleh dosen ahli. Dalam hal ini dilakukan observasi dilakukan pada kelas eksperimen saja. Untuk mendukung peneliti dalam penelitian serta untuk memperkuat data penelitian, maka peneliti mengunakan dukumentasi berupa video pembelajaran matematika untuk memantapkan data keterlaksanaan pembelajaran. Berikut adalah kisi – kisi lembar keterlaksanaan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian: Tabel 3.5 Kisi-kisi Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Menggunakan Pendekatan PMRI Kegiatan Pembelajaran Karakteristik PMRI PMRI 1 Awal PMRI 4 PMRI 2 PMRI 2 Inti PMRI 4 PMRI 3 PMRI 4 Aspek yang diamati Guru menyajikan masalah kontekstual atau soal cerita secara lisan atau tertulis. (Penggunaan Konteks) Guru membangkitkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang menarik. (Interaktifitas) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan penyelesaianpenyelesaian masalah yang berbeda-beda. (Penggunaan Model) Guru membimbing siswa untuk menggunakan model-model yang dikembangkan oleh siswa untuk membangun suatu prosedur penyelesaian. (Penggunaan Model) Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk saling berdiskusi berkaitan dengan materi yang diajarkan. (Interaktifitas) Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk menemukan cara menyelesaikan soal yang diberikan. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menggunakan model-model yang dibangun oleh siswa untuk masalah kontekstual yang diberikan. (Interatikfitas) No. Pernyataan 1 2 3 4 4 5 6

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 PMRI 4 PMRI 5 PMRI 5 PMRI 3 Akhir PMRI 5 Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk saling bertanya jawab. (Interaktivitas) Guru mengaitkan konsep matematika satu dengan konsep matematika lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru melakukan refleksi dan penguatan. (Keterkaitan). 7 8 9 10 11 Sumber: Wijaya, Ariyadi. 2012. Pendidikan Matematika Realistik. Yogyakarta: Graha Ilmu . 3.8 Teknik Pengumpulan Data Berikut ini merupakan tabel teknik pengumpulan data dari variabel keaktifan dan hasil belajar. Tabel 3.6 Teknik pengumpulan data No 3.9 Variabel Data Instrumen lembar observasi dan Lembar Kuesioner Soal pretest dan posttest 1 Keaktifan Data keaktifan belajar siswa 2 Hasil Belajar Data dari pretest dan posttest Teknik Pengumpulan data Observasi dan Kuesioner Dokumentasi UJi Validitas dan Reliabilitas 3.9.1 Validitas Validitas menurut Masidjo (1995: 242) adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian ini peneliti menggunakan validitas isi dan konstruk. Validitas isi yang digunakan adalah tes hasil belajar matematika yang disusun oleh peneliti terdahulu digunakan sebagai soal pretest dan posttest. Validitas konstruk disusun berdasarkan konsultasi ahli (expert judgment) yang telah diperiksa atau dinilai. Pada perhitungan validitas tersebut, peneliti menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan hasil perhitungan sebagai berikut.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Tabel 3.7 Hasil Perhitungan Validitas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pearson correlation ,775** ,695** ,779** , 810** ,753** , 775** ,618** ,710** ,802** ,643** Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari hasil perhitungan di atas diperoleh bahwa semua soal dinyatakan valid. Selain validasi untuk soal pretest dan posttest, validasi dari ahli mengenai perangkat pembelajaran, kuesioner keaktifan, lembar observasi keaktifan, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI juga dilakukan. 3.9.2 Reliabilitas Reliabilitas menurut Masidjo (1995:209) merupakan taraf dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Reliabilitas dinyatakan dengan koefisiensi reliabilitas, yaitu koefisien korelasi yang menunjukkan derajat hubungan antara dua hasil pengukuran yang diperoleh dari instrumen atau prosedur yang sama. Dalam penelitian ini, penentuan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Peneliti menggunakan program komputer IBM SPSS 20 for Windows. Tabel 3.8 Hasil Perhitungan Reliabilitas Cronbach's Alpha .904 N of Items 10

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 3.10 Teknik Analisis Data 3.10.1 Teknik analisis data kuantitatif 3.10.1.1 Data hasil belajar Teknik analisis data hasil belajar siswa dengan mengunakan pendekatan PMRI dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Uji Normalitas Data. Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang normal atau tidak (Noor, 2011: 174). Dari keterangan tersebut menunjukkan bahwa uji normalitas menjadi syarat yang harus dipenuhi dan dilakukan sebelum analisis data selanjutnya dilakukan. Uji normalitas data menggunakan IBM SPSS 20 for windows dapat berdasarkan pada uji KolmogorovSmirnov. Bila menggunakan uji normalitas, dapat diketahui apakah data yang dihasilkan berdistribusi normal atau tidak. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas (Noor, 2011: 178) sebagai berikut. a) Jika nilai sig (2-tailed) > 0,05, maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Jika distribusi data normal maka langkah selanjutnya menggunakan parametrik uji t atau t-test. b) Jika nilai sig (2-tailed) ≤ 0,05, maka sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Jika distribusi data tidak normal maka langkah selanjutnya menggunakan statistik nonparametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon atau Kruskal-wallis. 2) Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama untuk dilakukan perbandingan. Uji ini dilakukan dengan menganalisis pretest dan posttest baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji homogenitas sebagai berikut: a) Jika nilai sig (2-tailed) > 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dengan kata lain keduanya memiliki homogenitas data.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 b) Jika nilai sig (2-tailed) ≤ 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dengan kata lain, tidak ada homogenitas data. 3) Uji perbedaan nilai rata-rata pretest Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan independent t-test. Independent t-test ini dipergunakan untuk melihat satu hal perbedaan dari dua kelompok yang diteliti. Hal yang dilihat adalah rata-rata pre-test dari dua kelompok. Uji beda terhadap pre-test dilakukan untuk mengetahui persamaan dasar yang dimiliki oleh kedua kelompok. Kelas kontrol adalah kelas yang tidak mendapat treatment pendekatan PMRI. Kelas eksperimen adalah kelompok yang mendapat perlakuan penerapan pendekatan PMRI. Dari kedua kelas ini, ingin diketahui akan rata-rata skor pre-testnya. Pengambilan keputusan terhadap skor pre-test berdasarkan nilai probabilitas: a) Jika harga sig (2-tailed) > 0,05, maka hal ini menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data pre-test yang didapatkan menunjukkan bahwa kelas kontrol dan kelas eksperimen mempunyai persamaan dasar, maka nantinya dapat menggunakan uji perbandingan skor post-test. b) Jika probabilitas (2-tailed) ≤ 0,05, maka hal ini menjelaskan bahwa ada ada perbedaan yang signifikan antara skor pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen. Bila menunjukkan hasil yang seperti ini, maka antara kelas kontrol dan kelas eksperimen tidak mempunyai dasar yang sama. Maka, tidak dapat dilakukan uji skor pre-test karena adanya perbedaan. 4) Uji perbedaan skor pre-test ke post-test. Uji perbandingan skor pretest ke post-test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan skor pre-test ke skor post-test dalam kelas kontrol ataupun kelas eksperimen. Teknik pengujian ini juga dipengaruhi oleh distribusi normalitas data. Ketika distribusi data normal maka teknik yang digunakan adalah

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Paired t-test, tetapi jika distribusi data tidak normal maka teknik yang digunakan adalah Wilcoxon. Kriteria penyimpulan hasil pengujian yang digunakan adalah: a) Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test sehingga tidak terjadi kenaikan signifikan dari skor pre-test ke post-test. b) Jika harga sig. (2-tailed) ≤ 0.05 maka terdapat perbedaan signifikan antara skor pre-test ke post-test sehingga terjadi kenaikan yang signifikan dari skor pre-test ke post-test. 5) Uji perbandingan skor post-test Uji perbandingan skor post-test untuk melihat apakah ada perbedaan skor post-test dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji perbedaan skor post-test menggunakan independent t-test. Adapun tujuan dari uji perbandingan ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan skor post-test yang signifikan antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Pengambilan keputusan terhadap skor post-test berdasarkan nilai sig.(2tailed)): a) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, Hal ini menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor post-test kelas kontrol dan kelas eksperimen. b) Jika harga sig. (2-tailed) ≤ 0,05, Hal ini menjelaskan bahwa ada ada perbedaan yang signifikan antara skor post-test kelas kontrol dan kelas eksperimen. Untuk dapat melihat keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI menggunakan nilai sig. (1-tailed). Berikut merupakan pengambilan keputusan terhadap skor post-test berdasarkan nilai sig. (1-tailed). a) Jika harga Jika harga t-test > t-tabel, atau µE > µK maka terdapat perbedaan rata-rata yang siginifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain dapat dikatakan rata-rata postest kelas eksperimen lebih dari kelas kontrol. b) Jika harga t-test ≤ t-tabel, atau µE ≤ µK maka tidak terdapat perbedaan rata-rata yang siginifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 kata lain dapat dikatakan rata-rata postest kelas eksperimen kurang dari atau sama dengan kelas kontrol. 3.10.1.2 Data hasil belajar berdasarkan KKM Pada penelitian ini teknik analisis data hasil belajar siswa berdasarkan KKM dilakukan dengan mengacu standar KKM yang ditetapkan sekolah pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor yaitu bernilai 60. Kriteria yang digunakan dalam teknik ini adalah 1) Jika nilai postest ≥ 60, maka siswa dinyatakan lulus KKM 2) Jika nilai postest < 60, maka siswa dinyatakan tidak lulus KKM Berikut adalah cara mengolah nilai postest berdasarkan soal evaluasi yang dikerjakan rumus siswa: Nilai posttest = x 100% Berikut adalah cara mengolah persentase nilai postest siswa yang lulus KKM: Persentase Tuntas KKM = x 100% 3.10.1.3 Data Keaktifan Teknik analisis data keaktifan pada penelitian ini menggunakan PAP II. Menurut Masidjo (1995: 157) menyebutkan bahwa data kuantitatif dianalisis menggunakan acuan Penilaian Acuan Patokan II (PAP II). Dalam PAP II ini penguasaan kompetensi minimal yang merupakan passing score adalah 56% dari total skor yang seharusnya dicapai, diberi nilai cukup. Berikut adalah cara menghitung rentang skor yang digunakan dalam pengkategorian hasil kuesioner: 𝐑𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐤𝐨𝐫 = 𝐛𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐱 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐚𝐥 𝟏𝟎𝟎

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Setelah diperoleh presentase keaktifan masing-masing siswa, selanjutnya ditentukan kriteria keaktifan masing-masing siswa seperti pada tabel. Tabel 3.9 Kriteria Keaktifan Siswa Persentase Rentang Skor Kriteria < 46 % < 37 Sangat tidak aktif 46 % - 55 % 37 – 44 Kurang aktif 56 % - 65 % 45 – 52 Cukup aktif 66 % -80 % 53 – 64 Aktif 81 % - 100 % 65 – 80 Sangat aktif Sumber: Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Setelah diperoleh keaktifan masing-masing siswa, dapat dihitung presentase keaktifan siswa secara keseluruhan dengan cara menghitung jumlah siswa yang termasuk dalam masing-masing kriteria. Berikut rumus yang digunakan. Jumlah siswa yang aktif sesuai krite ria Jumlah seluruh siswa x 100 % Selanjutnya dapat ditentukan kriteria keaktifan secara keseluruhan menggunakan tabel kriteria keaktifan siswa secara keseluruhan sebagai berikut: Tabel 3.10 Kriteria keaktifan siswa secara keseluruhan ST ≥75% <75% ST+T ≥75% <75% Jumlah yang aktif ST+T+C ST+T+C+R ≥65% <65% ≥65% <65% ST+T+C+R+SR Kriteria Sangat tinggi (ST) Tinggi (T) Cukup (C) Rendah (R) Sangat Rendah (SR) Sumber: Kartika Budi. 2001. Berbagai strategi untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran fisika di SMU, efektivitasnya, dan sikap mereka pada strategi tersebut. USD: Widya Dharma. Selain dari kuesioner, data mengenai keaktifan dapat diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan dalam tiap pertemuan pada pembelajaran matematika materi bangun ruang kelompok eksperimen. Berikut tabel rentang untuk observasi keaktifan.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 3.11 Kriteria Observasi Keaktifan Rentang Skor <3 3-5 6-8 9-11 12-14 Kriteria Sangat tidak aktif Kurang aktif Cukup aktif Aktif Sangat aktif Setelah diketahui kriteria pada masing-masing siswa, maka dicocokkan ke dalam tabel kriteria keaktifan siswa secara keseluruhan seperti mencari hasil keaktifan siswa dari data kuesioner. 3.10.1.4 Data Keterlaksanaan Pembelajaran Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan mengacu skor yang didapat pada setiap aspek teramati oleh peneliti yang sudah ditentukan berdasarkan rubrik penskoran yang telah dibuat sebelumnya oleh peneliti. Analisis keterlaksanaan pembelajaran matematika dapat dihitung berdasarkan total skor yang didapatkan dari semua aspek yang teramati sesuai dengan rubrik penskoran. Acuan rentang yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan PAP II dapat ditentukan kriteria keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan PMRI sebagai berikut: Tabel 3.12 Rentang Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI Persentase Rentang Skor Kualifikasi < 46 % < 20 Sangat tidak terlaksana 46 % - 55 % 20 – 24 Kurang terlaksana 56 % - 65 % 25 – 28 Cukup terlaksana 66 % -80 % 29 – 35 Terlaksana 81 % - 100 % 36 – 44 Sangat terlaksana Sumber: Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Setelah diperoleh keterlaksanaan pembelajaran pada masing-masing pertemuan, dapat dihitung presentase keterlaksanaan pembelajaran secara keseluruhan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Jumlah keterlaksanaan di semua pertemuan sesuai kriteria Jumlah seluruh pertemuan x 100 % Selanjutnya dapat ditentukan kriteria keterlaksanaan pembelajaran secara keseluruhan menggunakan tabel sebagai berikut: Tabel 3.13 Kriteria Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI secara Keseluruhan ST ≥75% <75% Jumlah keterlaksanaan pembelajaran ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR ≥75% <75% ≥65% <65% ≥65% <65% Kriteria Sangat tinggi (ST) Tinggi (T) Cukup (C) Rendah (R) Sangat Rendah (SR) Sumber: Kartika Budi. 2001. Berbagai strategi untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran fisika di SMU, efektivitasnya, dan sikap mereka pada strategi tersebut. USD: Widya Dharma. 3.10.2 Teknik analisis kualitatif Teknik analisis data kualitatif yang digunakan dalam peneltian ini adalah teknik analisis data berupa transkip video pembelajaran matematika pada materi geometri (bangun ruang) dalam enam kali pertemuan. Transkrip video berisi bentuk kalimat-kalimat berdasarkan video pembelajaran yang direkam. Tujuan analisis data kualitatif ini adalah untuk memperkuat data penelitian yang sudah diperoleh ketika penelitian.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Pembelajaran di Kelas Kontrol Pada bagian ini peneliti memaparkan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas dengan metode yang biasa digunakan pada kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor. Berikut deskripsi pelaksanaan pembelajaran secara umum yang dilaksanakan sebanyak enam kali pertemuan pada materi bangun ruang. Pada kegiatan awal pembelajaran di kelas kontrol diawali dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas. Dilanjutkan dengan saling mengucapkan salam antara guru dan siswa. Guru melakukan presensi untuk mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, guru menyiapkan kondisi belajar siswa. Guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pada kegiatan inti, terkadang guru mengadakan pembelajaran secara berkelompok sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan. Guru menjelaskan materi bangun ruang menggunakan sumber dan media bangun ruang kubus dan balok yang ada di dalam kelas. Setelah itu siswa diberi latihan mengerjakan soal yang ada di buku paket. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami dan memberi bantuan kepada siswa yang merasa kesulitan dalam pembelajaran. Jika sudan tidak ada siswa yang bertanya, guru melanjutkan membahas materi secara bersama-sama dengan siswa. Pada kegiatan akhir, guru tidak memberikan evaluasi, refleksi maupun tindak lanjut. Kegiatan pembelajaran hari ini diakhiri dengan saling mengucapkan salam antar guru dan siswa. 4.1.2 Deskripsi Pembelajaran di Kelas Eksperimen 4.1.2.1 Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI berdasarkan dokumentasi Pada bagian ini peneliti memaparkan transkripsi video pembelajaran yang peneliti peroleh dari rekaman video saat pembelajaran matematika menggunakan 44

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 pendekatan PMRI yang berlangsung di kelas eksperimen yang sesuai dengan karakteristik dari pendekatan PMRI tersebut. Karakterisitik PMRI meliputi penggunaan konteks, penggunaan model, pemanfaatan hasil konstruksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan. Karakteristik PMRI tersebut terangkum di setiap pertemuan. Berikut deskripsi pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan sebanyak enam kali pertemuan dengan dua kompetensi dasar. 1) Pertemuan 1 Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 2 April 2014 dimulai dari pukul 07.00-08.10 WIB. Kegiatan pembelajaran diawali dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas. Guru mengucapkan salam dan melakukan presensi kehadiran siswa serta menyiapkan kondisi siswa untuk belajar. Pada kegiatan pembelajaran ini ada beberapa peraturan yang harus ditaati oleh siswa (Interaktivitas dan Keterkaitan). Hal ini terlihat pada kutipan berikut ini. (1) G (2) SS (3) G (4) SS : “Sebelum memulai pelajaran, bu guru mempunyai kesepakatan yang harus dipatuhi oleh kalian.Kalau tidak patuh nanti diberi ......” : “hukuman.” : “Ya hukuman. Nah, peraturannya yang pertama, didengarkan baik-baik ya. Yang pertama tidak diperkenankan bicara ketika guru atau teman lain berbicara. Paham maksudnya?” : “Paham.” Adapun motivasi yang dibuat agar siswa menjadi semangat dalam melakukan pembelajaran yaitu guru mengucapkan keyword atau yel-yel yaitu “kelas empat” dan siswa menjawab “geometri asyik-asyik yes.” Pembelajaran dilanjutkan dengan guru bercerita tentang “Paijo dan Kotak Ajaib” (Penggunaan konteks dan Keterkaitan). Hal ini dapat terlihat pada kutipan berikut ini. (25) G (26) BS (27) G (28) BS : “Sebelumnya bu guru punya cerita. Ceritanya yaitu cerita paijo dengan kotak ……” : “Ajaib.” : “Ini lho kotak ajaib. Dengarkan baik-baik. Cerita paijo dan kotak ajaib. Konon di tepi hutan tinggal seorang anak yang sangat kumal. Kumal ki karena tidak pernah membersihkan badannya, dia tidak pernah ……” : “Mandi……”

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Siswa sangat antusias untuk mendengarkan cerita tersebut. Melalui cerita tersebut, guru mengajak siswa agar dapat menyelesaikan masalah yang ada dalam cerita itu. Pada kegiatan inti, siswa dibagi menjadi enam kelompok berdasarkan gambar yang diperoleh masing-masing siswa. Gambar yang dibagikan yaitu gambar kotak makanan, obat, dan pasta gigi (Penggunaan konteks dan Penggunaan Model). Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut. (51) G (52) S6 (53) G : “Ya hari ini kita akan belajar tentang balok. Bu guru punya foto. Foto ini bu guru kocok, akan dibagi satu-satu, satu orang satu ya . pokoknya dipegang dulu ya perintahnya tunggu bu guru.” : “Bu boleh dibuka ?” : “Nggak boleh dibuka .....” Siswa mencari teman sekelompoknya dengan mencocokan gambar diperoleh. Guru membagikan media kepada masing-masing kelompok berupa kotak pasta gigi, kotak obat, kotak makanan, dan lain-lain. Kemudian siswa diberi LKS oleh guru sebagai bahan diskusi yaitu mengidentifikasi balok (Pemanfaata hasil konstruksi siswa, Interaktivitas dan Keterkaitan). Hal ini terlihat dari kutipan sebagai berikut. (63) G (64) S9 (65) G (66) S4 (67) G : “Bu guru punya LKS tolong dikerjakan bersama kelompoknya. Ketua kelompoknya maju ke depan, ya dipahami dulu LKSnya. Ok sudah? Kita akan menggunakan kembali kotaknya paijo. Ketua kelompok silahkan maju, mengambil satu benda. Kalian tulis nama bendanya apa? Terus ciri-cirinya apa. Ayok kerjasama kelompoknya ya. : “Bu guru .... buguru .....” : “Eh tadi peraturannya gimanaa? Lupa? Siapa tadi yang tanya? Apa nama bendanya? Atau apa nama bentuknya? Boleh. Duaduanya boleh. Dilihat bendanya aja, benda yang kamu dapat apa to? Cirri-cirinya bagaimana?” : “Ini beda bu .....” : “Ayok itu namanya apa?” Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi kelompok. Kelompok yang presentasi pada pertemuan ini ada dua kelompok dan kelompok lain yang tidak presentasi menanggapi hasil presentasi kelompok yang maju. Kelompok yang presentasi menggambar bangun balok di papan tulis. Setelah itu, siswa bersamasama dibimbing oleh guru untuk menarik kesimpulan berdasarkan hasil diskusi

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 dan presentasi yang telah dilakukan. Jika pada saat penarikan kesimpulan kurang tepat, guru memberikan penegasan materi. Selanjutnya guru memberikan umpan balik terhadap keberhasilan siswa dengan melakukan tepuk tangan bersama-sama. Pada kegiatan terakhir siswa merangkum dengan menulis dibuku catatan mereka mengenai materi pembelajaran hari ini yaitu sifat-sifat balok dan dilanjutkan dengan mengerjakan evaluasi secara mandiri. Setelah evaluasi selesai, siswa melakukan refleksi mengenai pembelajaran hari ini dengan mengisi lembar refleksi yang ada dalam LKS. Guru memberikan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah yaitu menggambar balok. Kegiatan hari ini diakhiri dengan menyerukan yel-yel yang dilakukan guru dan siswa serta pembelajaran diakhiri dengan guru mengucapkan salam kepada siswa. 2) Pertemuan 2 Pertemuan kedua baru dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 7 April 2014 dimulai dari pukul 07.00-08.10 WIB. Pembelajaran diawali dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas. Selanjutnya guru mengucapkan salam kepada siswa sebelum dilakukannya kegiatan pembelajaran. Guru melakukan presensi kehadiran siswa pada hari ini dan menyiapkan kondisi siswa untuk belajar serta mengingatkan menggenai peraturan yang telah disepakati sebelumnya (Keterkaitan). Hal tersebut terlihat dari kutipan berikut ini. (11) G (12) SS (13) G : “Ok sebelumnya, sebelum bu guru mulai, bu guru akan membacakan peraturan pelajaran matematika hari ini ya. Silahkan didengarkan baik-baik. Yang pertama peserta didik tidak diperkenankan berbicara ketika guru atau teman lain berbicara. Paham?” : “Paham.” : “Peserta didik yang akan bertanya, menjawab atau izin melakukan sesuatu. Dadi nek arep lungo arep jalan-jalan ki ijin dengan mengangkat tangan terlebih dahulu. Lalu yang ketiga peserta didik menjaga ketertiban selama pelajara berlangsung, yang melanggar peraturan akan menggantikan regu piket membersihkan kelas. Saiki ra mung rong dino, tak tambahi dadi pattang dino, dobel. Ok sudah? Kelas 4.” Siswa dan guru kembali menyerukan yel-yel untuk menumbuhkan semangat dalam belajar. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa untuk mengingat materi yang telah dipelajari sebelumnya.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Pada kegiatan inti siswa berdiskusi kelompok dengan kelompok yang sama pada pertemuan sebelumnya. Perwakilan dari kelompok diminta untuk mengambil media yang berada di dalam kotak ajaib (Penggunaan konteks dan Penggunaan Model)). Hal tersebut terlihat dari kutipan sebagai berikut. (35) G (36) BS (37) G (38) SS Siswa : “Sekarang perwakilan dari massing-masing kelompok maju ke depan mengambil salah satu benda yang ada di dalam kotak Paijo. Ok sudah dapat kubusnya?” : “Sudah.” : “Walaupun beda mereknya tapi itu bentuknya adalah ….” : “Kubus.” mendiskusikan LKS yang dibagikan guru bersama teman sekelompoknya (Keterkaitan dan Pemanfaatan hasil konstruksi siswa). Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi yang dilakukan oleh dua kelompok dan kelompok lain menanggapi hasil presentasi dari kelompok yang maju. Kelompok presentasi menggambarkan hasil diskusinya di papan tulis. Setelah kegiatan presentasi selesai, siswa bersama-sama diminta untuk menarik kesimpulan tentang materi pembelajaran dengan bimbingan guru (Interaktivitas). Hal tersebut terlihat pada kutipan berikut ini. (101) G (102) SS (103) G (104) SS (105) G (106) SS (107) G (108) SS : “Ayo kalo sudah lihat depan. Ayo kita simpulkan sama-sama. Yang pertama.” : “Kubus sisinya ada enam.” : “Yang kedua.” : “Titik sudut ada delapan.” : “Terus?” : “Rusuk ada dua belas.” : “Terus yang terakhir.” : “Mempunyi sisi yang sama besar.” Pada kegiatan akhir, siswa diminta untuk merangkum materi pembelajaran. Siswa menulis sifat-sifat kubus dibuku catatan mereka dan dilanjutkan oleh kegiatan evaluasi. Kemudian guru memberikan tindak lanjut kepada siswa untuk menggambar kubus di rumah. Sebelum kegiatan pembelajaran selesai, siswa dan guru kembali menyerukan yel-yel. Guru menutup pembelajaran dengan salam. 3) Pertemuan 3 Pertemuan ketiga dilakukan pada hari Selasa, tanggal 8 April 2014 dimulai dari pukul 07.00-08.10 WIB. Pada pertemuan ini siswa diminta untuk mengisi

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 soal evalauasi sesuai dengan kegiatan pembelajaran pada dua pertemuan sebelumnya. Kegiatan ini diawali dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas. Setelah berdoa, siswa dan guru saling mengucapkan salam serta dilanjutkan dengan presensi kehadiran siswa yang dilakukan oleh guru. Guru mengingatkan kembali peraturan yang disepakati bersama pada pertemuan sebelumnya (Keterkaitan). Hal tersebut terlihat dari kutipan sebagai berikut. (9) G (10) SS (11) G (12) SS : “Peraturannya masih seperti kemarin, masih ingat?” : “Masih.” : “Tidak perlu diperjelas lagi. Pokoknya kalau kurang jelas atau mau ijin silahkan bertanya pada bu guru dengan angkat tangan, paham?” : “Paham.” Sebelum mengerjakan soal evaluasi, guru mengajak siswa untuk bermain “tirukan aku”. Siswa terlihat antusias dan bersemangat mengikuti permainan. Setelah permainan selesai, guru menyiapkan kondisi siswa untuk mengikuti kegiatan evaluasi. Pada kegiatan inti, guru membacakan petunjuk cara pengerjaan soal. Siswa diberi waktu untuk mengerjakan soal evaluasi selama dua puluh menit. Setelah siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya, guru mengajak siswa untuk berefleksi secara lisan mengenai materi evaluasi. Kemudian siswa diberi tindak lanjut untuk mempelajari kembali materi. Pertemuan ini diakhiri dengan guru mengucapkan salam kepada siswa. 4) Pertemuan 4 Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 14 April 2014 dimulai dari pukul 07.00-08.45 WIB. Kegitan dalam pertemuan ini membahas tentang kompetensi dasar yang kedua yaitu jaring-jaring balok dan kubus. Pertemuan ini diawali dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas. Guru mengucapkan salam dan melakukan presensi kehadiran siswa serta dilanjutkan dengan menyiapkan kondisi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru mengingatkan kembali peraturan yang telah disepakati pada pertemuan (Keterkaitan). Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan sebagai berikut. (9) G (10) SS : “Kelasmya sudah rapi? Sudah bersih?” : “Sudah .” sebelumnya

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 (11) G (12) SS : “Peraturannya masih sama seperti kemarin ya?” : “Iya.” Pada kegiatan apersepsi, guru melanjutkan cerita yang berjudul “Paijo dan Kotak Ajaib” (Penggunaan konteks) yang terlihat pada kutipan berikut ini. (13) G (14) SS (15) G (16) SS : “Ya sudah, tidak perlu ibu ulang ya kalo begitu. Ya sebelumnya ibu ingin bertanya kepada kalian. Di awal pelajaran ibu pernah menyampaikan cerita. Ibu guru bercerita tentang apa ya? Kalian masih ingat?” : “Paijo dan kotak ajaib.” : “Nah ceritanya ada lanjutannya. Sekarang ibu guru akan membacakan lanjutannya tersebut. Dengarkan baik-baik ya nak?” : “Iya bu.” Selanjutnya guru memberikan potongan kertas kepada masing-masing siswa yang di dalamnya terdapat gambar kotak. Masing-masing siswa memperoleh gambar kotak dengan warna yang berbeda. Melalui kegiatan ini, siswa dibagi menjadi kelompok yang berbeda dengan pertemuan pertama sampai ketiga. Kelompok dibagi dengan cara siswa harus menemukan warna yang sama untuk menjadi satu kelompok. Setelah semua berkumpul dalam kelompok masing-masing, guru membagikan LKS sebagai bahan diskusi. Setiap kelompok memperoleh media yang diedarkan oleh guru. Siswa mulai berdiskusi untuk membongkar kubus setelah itu guru membagi kertas yang digunakan untuk menjiplak kubus yang telah dibongkar (Penggunaan model dan Pemanfaatan hasil konstruksi siswa). Hal tersebut terlihat dari kutipan berikut ini. : “Ok sekarang bongkar bangun ruang kubus yang telah kalian dapatkan menjadi sebuah rebahan.” (39) Semua siswa dalam kelompok bekerja sama membongkar bangun kubus menjadi sebuah rebahan. Siswa mengerjakan sesuai dengan perintah yang ada dalam LKS. (40) S8 : “Piye e iki, di suwek po?” (41) G : “Huuh di suwek wae kan iso udah dapat rebahannya? Sekarang kalian tuliskan ciri-ciri hasil rebahannya.” (38) G Di kertas yang sisa, siswa diminta untuk menggambar jaring-jaring kubus (Keterkaitan). Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan berikut ini.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 : “Ayo dibaca kegiatan belajar 2. Gambarlah sebuah jaring-jaring kubus. Coba kalian gambar yang ukurannya berbeda, lebih besar dari ukuran yang kalian jiplak tadi. Paham?” (64) SS : “Paham.” (65) G : “Ingat harus ada sisa buat ngelemnya, agar kalian bisa membentuk jadi sebuah kubus.” (66) Semua kelompok serius dalam menggambar jaring-jaring kubus. Guru berkeliling melihat hasil kerja siswa saat berdiskusi menggambar jaringjaring kubus dan membetulkan jika ada siswa yang salah. (63) G Siswa mengambar jaring-jaring tersebut dengan ukuran yang berbeda dan selanjutnya digunting dan dibuat bangun ruang kubus. Setelah selesai membuat kubus, siswa diberi kesempatan untuk presentasi mengenai hasil diskusinya. Ada satu kelompok yang mempresentasikan hasil diskusi. Selanjutnya diadakan pembahasan bersama mengenai jaring-jaring kubus dengan melakukan tanya jawab antara guru dan siswa (Interaktivitas). Hal tersebut terlihat dari kutipan berikut ini. (80) G (81) SS (82) G (83) SS : “Sekarang ibu guru bertanya, terdiri dari beberapa bangun datar apa ini?” : “Persegi.” : “Dari beberapa bangun datar persegi ini terus kalian lipat-lipat diberi lem akan membentuk bangun ruang apa?” : “Kubus.” Pada kegiatan akhir, siswa mencatat hasil pembelajaran hari ini. Kemudian guru membagikan soal evaluasi. Setelah semua siswa mengumpulkan hasil evaluasi, guru memberikan tugas kepada siswa berupa membuat macam-macam jaring-jaring kubus. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan salam. 5) Pertemuan 5 Pertemuan kelima dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 15 April 2014 dimulai dari pukul 07.00-08.10 WIB. Kegiatan pembelajaran diawali dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas. Dilanjutkan dengan saling mengucapkan salam antara guru dan siswa. Guru melakukan presensi untuk mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, guru menyiapkan kondisi belajar siswa dan mengingatkan kembali peraturan yang sudah disepakati (Keterkaitan). Guru melakukan kegiatan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 tanya jawab mengenai jaring-jaring kubus. Guru mengingatkan kembali cerita Paijo dan Kotak Ajaibnya (Penggunaan konteks dan Interaktivitas). Pada kegiatan inti, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kelompok pada pertemuan keempat. Guru membagikan LKS kepada siswa dan memberikan kesempatan untuk memahami isi LKS. Perwakilan dari kelompok mengambil benda yang berbentuk balok yang di dalam kotak ajaib. Siswa dalam kelompok memulai dengan membongkar bangun balok yang diambil (Pemanfaatan hasil konstruksi siswa dan Penggunaan Model). Hal tersebut terlihat dari kutipan berikut ini. (27) G (28) BS (29) G : “Perwakilan kelompok silahkan ambil benda yang ada di kotak ajaib Paijo. Kalo sudah silahkan kalian baca LKSnya, nomor soal dari nomor 1 sampai nomor 4 kira-kira ada yang perlu ditanyakan atau tidak?” : “Tidak.” : “Ini sama seperti kemarin.” Setelah siswa berhasil membongkar kotak, siswa medapatkan jaring-jaring balok. Kegiatan selanjutnya adalah menjiplak hasil bongkaran benda yang berbentuk balok tadi pada kertas yang telah disediakan. Kemudian siswa melanjutkan kegiatan menggambar jaring-jaring balok di kertas yang telah disediakan guru (Keterkaitan). Siswa membuat bangun ruang balok menggunakan hasil gambar jaring-jaring balok tersebut. Kegiatan selanjutnya adalah presentasi. Kegiatan presentasi dilakuan oleh satu kelompok karena keterbatasan waktu, kelompok yang lain menanggapi hasil diskusi dari kelompok presentasi. Selanjutnya, siswa secara bersama-sama dibimbing oleh guru untuk menarik kesimpulan mengenai jaring-jaring balok (Interaktivitas). Hal tersebut terlihat dari kutipan sebagai berikut. (33) G (34) SS (34) G (35) SS : “Jadi hasil presentasi teman-teman kalian bahwa jaring-jaring balok itu adalah beberapa bangun datar yang berbentuk ….” : “Persegi.” : “Lalu digabungkan membentuk bangun ruang kubus. Jadi kalau kalian mau membuat kubus, sebelumnya harus membuat apa ini namanya?” : “Jaring-jaring kubus.”

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Pada kegiatan akhir, guru memberikan soal evaluasi kepada siswa. Kemudian siswa diminta untuk mengisi lembar refleksi yang ada di LKS. Setelah hasil pekerjaan siswa dikumpulkan, guru memberikan tindak lanjut yaitu menggambar macam-macam jaring-jaring balok. Kegiatan pembelajaran hari ini diakhiri dengan saling mengucapkan salam antar guru dan siswa. 6) Pertemuan 6 Pertemuan ini merupakan pertemuan terakhir yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 16 April 2014 dimulai dari pukul 07.00-07.35 WIB. Kegiatan ini diisi dengan kegiatan evaluasi kompetensi dasar 8.2 yaitu menentukan jaringjaring balok dan kubus. Kegiatan pembelajaran hari ini diawali dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas dan dilanjutkan dengan saling mengucapkan salam antara guru dan siswa. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari, terlihat dari kutipan sebagai berikut. (3) G (4) SS (5) G (6) S4 : “Kemarin dua hari yang lalu bu guru menjelaskan tentang apa?” : “Jaring-jaring kubus dan jaring-jaring balok.” : “Apa yang kalian ketahui tentang jaring-jaring kubus dan jaringjaring balok? Siapa yang bisa tunjuk jari?” : “Jaring-jaring kubus adalah beberapa bangun datar persegi yang membentuk bangun ruang kubus.” Setelah itu, guru menyiapkan kondisi siswa untuk mengikuti kegiatan evaluasi. Guru membagikan soal evaluasi dan memberikan penjelasan cara mengerjakan soal evaluasi serta memberikan waktu pengerjaan soal evaluasi selama 20 menit. Kegiatan ini diakhiri mengucapkan salam sebelum melanjutkan pelajaran. 4.1.2.2 Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI Berdasarkan Observasi Data keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI diperoleh dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran matematika. Berikut ini merupakan data observasi keterlaksanaan yang diperoleh pada 4 pertemuan pada materi bangun ruang, yaitu pertemuan 1, 2, 4, dan 5.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 4.1 Tabulasi Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI Pertemuan ke1 2 4 5 1 4 4 4 3 2 4 4 3 4 3 4 4 3 4 Aspek yang diamati 4 5 6 7 8 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 2 3 Total Rata-rata 9 4 3 2 2 10 3 2 1 3 11 4 4 4 4 12 4 4 4 4 Total 45 43 38 39 165 41,25 4.1.3 Data Hasil belajar Peneliti memperoleh data hasil belajar dari semua perlakuan baik di kelas kontrol maupun di kelas eksperimen. Data yang diperoleh merupakan data pre test dan post test dari masing-masing perlakuan. Berikut merupakan data hasil belajar yang telah direkap ke dalam tabel. Tabel 4.2 Tabulasi Pretest Kelas Kontrol No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 3 3 3 2 1 3 1 3 3 3 1 1 3 2 1 1 1 3 3 3 3 3 2 3 3 2 1 3 2 4 4 3 2 1 4 1 2 3 4 2 2 3 2 2 4 1 4 3 2 2 4 2 4 4 2 1 4 Skor masing-masing soal 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 4 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 4 3 1 1 1 1 1 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 10 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 Total 15 21 16 14 11 15 10 13 14 15 15 12 14 12 11 14 10 21 16 13 13 15 12 22 21 12 16 17 Rata-rata 3.75 5.25 4 3.5 2.75 3.75 2.5 3.25 3.5 3.75 3.75 3 3.5 3 2.75 3.5 2.5 5.25 4 3.25 3.25 3.75 3 5.5 5.25 3 4 4.25

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 29 30 3 3 2 2 1 2 1 1 1 1 Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 14 3.25 3.5 437 Tabel 4.3 Tabulasi Posttest Kelas Kontrol No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 2 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 2 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 1 1 4 4 4 Skor masing-masing soal 3 4 5 6 7 8 1 2 3 2 2 3 1 1 1 3 3 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Total 9 2 2 2 3 2 1 3 2 1 2 2 1 2 3 3 1 3 1 1 1 1 1 3 1 3 3 2 2 2 1 10 3 2 2 3 1 1 3 1 3 2 3 2 2 3 2 1 2 1 1 3 1 3 3 1 1 3 3 2 1 2 Total 22 21 19 20 16 17 20 16 19 16 18 16 19 16 18 15 16 15 16 17 15 20 18 21 18 15 19 17 16 16 527 Rata-rata 5.5 5.25 4.75 5 4 4.25 5 4 4.75 4 4.5 4 4.75 4 4.5 3.75 4 3.75 4 4.25 3.75 5 4.5 5.25 4.5 3.75 4.75 4.25 4 4

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 4.4 Tabulasi Pretest Kelas Eksperimen No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 1 1 1 1 2 1 4 1 4 1 1 2 1 1 2 1 1 1 4 4 2 2 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 1 2 3 4 4 2 1 1 1 3 2 1 1 2 1 2 1 1 Skor masing-masing soal 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 2 1 1 1 1 1 1 2 3 2 2 3 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 3 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 3 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 3 3 1 1 3 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 2 3 1 1 1 1 Total 10 1 1 2 1 1 2 3 1 3 1 1 1 4 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 2 3 1 1 1 2 Total 10 10 13 13 12 15 23 11 17 12 10 12 15 16 15 18 15 15 16 17 15 13 18 14 13 17 12 14 12 15 428 Rata-rata 2.5 2.5 3.25 3.25 3 3.75 5.75 2.75 4.25 3 2.5 3 3.75 4 3.75 4.5 3.75 3.75 4 4.25 3.75 3.25 4.5 3.5 3.25 4.25 3 3.5 3 3.75 Tabel 4.5 Tabulasi Posttest Kelas Eksperimen No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 4 2 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 4 4 4 4 3 3 Skor masing-masing soal 3 4 5 6 7 8 9 3 3 1 3 4 4 1 3 3 3 3 2 2 2 3 1 1 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 1 2 1 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 1 3 3 3 3 3 3 1 2 2 2 3 4 3 2 4 4 4 3 3 3 3 1 1 2 3 3 3 2 4 4 1 2 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 10 2 2 3 3 4 3 1 3 2 3 3 3 4 Total 29 25 28 35 26 30 26 29 28 35 25 28 34 Rata-rata 7.25 6.25 7 8.75 6.5 7.5 6.5 7.25 7 8.75 6.25 7 8.5

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 2 4 3 4 3 3 4 2 2 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 1 3 2 3 3 4 1 4 4 3 1 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 3 4 4 3 Total 2 2 3 2 3 4 3 2 2 2 3 3 4 2 2 3 3 2 3 3 4 3 4 3 2 2 2 2 3 4 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 1 3 3 1 3 4 4 1 3 4 2 3 3 3 4 1 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 28 25 28 31 29 35 33 31 29 34 30 34 33 30 29 29 30 896 7 6.25 7 7.75 7.25 8.75 8.25 7.75 7.25 8.5 7.5 8.5 8.25 7.5 7.25 7.25 7.5 Data hasil belajar dari kedua kelas tersebut, selain di uji statistiknya juga dicari kriteria KKM yang diperoleh dari nilai rata-rata post test masing-masing kelas kontrol dan eksperimen. 4.1.4 Data Keaktifan 4.1.4.1 Data Keaktifan berdasarkan Pengamatan Observasi keaktifan saat proses pembelajaran berlangsung dilaksanakan dalam enam kali pertemuan pada materi bangun ruang. Berikut merupakan data observasi keaktifan yang diperoleh saat penelitian. Tabel 4.6 Tabulasi Observasi Keaktifan di Kelas Kontrol No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Pertemuan 1 5 4 5 6 7 5 4 5 6 7 10 7 6 7 5 Pertemuan 2 6 5 6 9 7 10 8 6 7 8 7 8 6 7 5 Pertemuan 3 7 7 6 7 8 5 6 7 9 8 9 7 5 6 6 Pertemuan 4 7 6 7 7 8 8 7 7 5 5 6 7 4 5 6 Pertemuan 5 5 9 6 7 8 9 8 9 8 6 9 7 8 10 9 pertemuan 6 5 7 6 8 7 7 9 8 8 7 9 8 5 6 4 Total 54 38 36 44 45 44 42 42 43 41 50 44 55 41 57 Rata-rata 9 6.33333 6 7.33333 7.5 7.33333 7 7 7.16667 6.83333 8.33333 7.33333 9.16667 6.83333 9.5

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 5 7 4 6 5 7 6 5 6 7 8 7 4 9 8 4 7 8 10 9 6 7 5 10 6 6 7 8 10 5 7 8 8 5 6 7 9 9 6 7 8 8 9 4 5 8 9 9 6 4 5 5 6 5 7 7 9 10 8 7 10 7 7 9 8 8 4 8 9 9 5 6 7 5 8 6 9 7 9 8 6 5 9 8 8 9 7 7 5 8 40 47 43 45 40 39 36 42 44 44 43 44 45 41 41 6.66667 7.83333 7.16667 7.5 6.66667 6.5 6 7 7.3333333 7.3333333 7.1666667 7.3333333 7.5 6.8333333 6.8333333 Total Rata-rata 58 55 57 59 57 53 50 51 54 54 53 52 63 62 56 51 53 54 57 54 57 62 61 58 57 51 55 64 63 64 9.666667 9.166667 9.5 9.833333 9.5 8.833333 8.333333 8.5 9 9 8.833333 8.666667 10.5 10.33333 9.333333 8.5 8.833333 9 9.5 9 9.5 10.33333 10.16667 9.666667 9.5 8.5 9.166667 10.66667 10.5 10.66667 Tabel 4.7 Tabulasi Observasi Keaktifan di Kelas Eksperimen No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Pertemuan 1 10 8 9 10 10 11 9 8 9 8 8 7 10 11 10 8 7 9 11 11 10 10 11 9 11 8 7 11 9 10 Pertemuan 2 11 10 8 9 12 10 8 7 10 8 9 10 11 10 9 7 9 8 10 9 9 11 12 10 9 9 10 12 10 11 Pertemuan 3 10 11 12 9 10 8 9 10 9 8 9 10 12 11 10 8 8 9 8 8 9 9 9 11 12 8 8 9 9 10 Pertemuan 4 9 8 7 11 10 8 7 9 8 9 9 10 11 8 7 8 9 9 10 8 7 11 12 9 8 7 9 10 11 12 Pertemuan 5 8 9 11 12 8 9 8 9 10 11 9 7 8 10 9 10 11 12 9 8 11 10 8 9 9 10 11 12 12 11 pertemuan 6 10 9 10 8 7 7 9 8 8 10 9 8 11 12 11 10 9 7 9 10 11 11 9 10 8 9 10 10 12 10

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 4.1.4.2 Data Keaktifan berdasarkan Kuesioner Data yang digunakan untuk mengetahui keaktifan selain menggunakan lembar observasi keaktifan yaitu dengan menggunakan kuesioner keaktifan yang diisi siswa setelah melakukan posttest, tepatnya di akhir terlaksananya pembelajaran matematika materi bangun ruang tersebut. Di bawah ini merupakan data keaktifan yang diperoleh peneliti melalui kuesioner. Tabel 4.8 Tabulasi Keaktifan kelas kontrol No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 4 1 4 4 4 4 4 1 3 4 4 3 4 3 3 3 2 4 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 4 3 1 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 4 5 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 6 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 2 4 3 3 1 3 4 3 4 1 2 3 4 3 4 3 1 3 3 7 4 4 4 4 2 4 3 3 3 3 4 1 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 8 4 3 4 3 4 4 4 1 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 Skor masing-masing item 9 10 11 12 13 14 1 2 4 4 4 4 3 2 4 3 4 3 2 2 4 4 4 4 2 2 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 2 3 4 4 3 3 1 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 1 3 4 4 4 4 2 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 1 2 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 1 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 3 2 4 4 4 3 1 4 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 4 4 4 3 1 4 4 4 4 4 2 2 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 1 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 Total Rata-rata 15 1 1 1 2 1 2 1 1 1 3 1 1 1 1 2 2 1 2 1 2 1 1 2 1 3 4 2 1 1 1 16 4 3 4 3 4 3 4 1 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 4 3 4 4 17 4 2 2 3 2 1 1 2 3 3 4 2 2 1 2 1 2 2 2 3 4 2 2 2 1 2 2 2 4 3 18 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 1 1 4 4 4 4 19 4 4 3 3 3 3 1 3 4 2 4 4 3 1 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 1 2 4 4 4 3 20 4 3 3 3 3 3 3 1 4 1 4 4 4 2 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 1 3 3 3 4 3 Total 72 62 67 65 62 65 63 54 68 61 75 62 69 58 57 55 67 69 66 69 71 65 69 66 55 59 64 62 70 63 1930 64.33

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 4.9 Tabulasi Keaktifan kelas eksperimen No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4.2 1 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 2 4 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 5 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 6 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 4 2 2 3 2 3 2 3 2 2 3 4 3 4 4 4 2 1 3 2 7 4 2 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 2 4 3 3 3 4 4 4 1 4 3 4 3 3 8 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 Skor masing-masing item 9 10 11 12 13 14 3 3 4 4 4 3 4 3 2 1 2 4 3 3 3 3 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 2 4 4 4 3 3 2 4 4 4 3 2 2 3 4 4 3 3 2 4 4 4 3 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 3 3 4 4 2 2 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 3 3 1 4 4 4 3 3 2 4 3 2 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 1 4 4 4 3 4 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 3 3 2 4 4 4 4 4 1 3 4 4 1 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 Total Rata-rata 15 2 4 2 2 2 2 2 1 2 2 4 4 2 2 4 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 3 2 2 2 2 16 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 17 2 4 2 2 4 2 2 2 3 2 4 1 3 3 4 2 2 3 3 3 3 1 4 2 4 1 2 1 2 2 18 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 1 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 1 4 4 4 3 3 4 3 4 19 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 1 2 3 4 3 3 3 4 2 4 2 4 4 2 4 20 4 4 2 3 2 3 4 4 4 4 4 3 3 1 1 4 4 1 3 3 3 3 4 2 4 3 1 4 2 4 Analisis 4.2.1 Analisis data hasil belajar 1) Uji Normalitas Data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk hasil belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer IBM SPSS 20 for windows. Uji normalitas tersebut untuk menentukan jenis uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria berikut: Total 67 66 56 61 68 68 67 66 67 66 74 70 68 63 73 64 61 61 61 67 67 65 73 62 74 64 63 65 54 69 1970 65,67

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 a) Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed)>0,05, berdistribusi data dikatakan normal. b) Jika nilai signifikasi atau harga sig (2-tailed)≤ 0,05, berdistribusi data dikatakan tidak normal. Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data seperti pada tabel dibawah ini : Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas Tes Hasil Belajar No 1 2 3 4 Aspek Rerata skor Prestest kelas kontrol Rerata skor Posttest kelas kontrol Rerata skor Pretest kelas eksperimen Rerata skor Posttest kelas eksperimen Nilai Signifikansi 0,288 0,130 0,678 0,515 Keterangan Berdistribusi normal Berdistribusi normal Berdistribusi normal Berdistribusi normal Dari analisis statistik di atas, aspek pretest kelas kontrol, dan posttest kelas kontrol memiliki distribusi data normal karena harga sig (2-tailed) pretest kelas kontrol berada di atas 0,05 yaitu sebesar 0,288 dan harga sig. (2-tailed) posttest kelas kontrol yaitu 0,130. Pada kelas eksperimen memiliki distribusi data yang normal pada pretest maupun posttest. Harga sig. (2-tailed) pada pretest menunjukkan berada di atas 0,05 yaitu 0,678 dan data posttest memiliki harga sig. (2-tailed) berada di atas 0,05 yaitu 0,515. Harga sig. (2-tailed) pretest dan posttest kelompok kontrol dan harga sig. (2-tailed) pretest dan posttest kelas eksperimen menunjukkan keadaan yang normal sehingga hasil belajar pada kedua kelompok akan dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik t-test. 2) Uji Homogenitas Langkah selanjutnya yang dilakukan setelah mengetahui normalitas data pretest dan posttest dari masing-masing kelas yaitu melakukan uji homogenitas. Uji homogenitas ini merupakan uji prasyarat yang harus dilakukan sebelum melakukan uji statistik. Kriteria yang digunakan untuk untuk menguji homogenitas adalah apabila nilai sig. (2-tailed) > 0.05 maka tidak perbedaan data dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Namun apabila nilai sig. (2-tailed) < 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Hnull : varians tidak homogen H1 : varians homogen Tabel 4.11 Hasil Uji Homogenitas Pretest Post test Lavene’s Test 0,124 3,666 Sig. (2-tailed) 0,726 0,060 Analisis Sig > 0.05 Sig > 0.05 Keterangan Homogen Homogen Dari perhitungan Lavene’s Test di atas, nilai signifikansi dari data pretest dan posttest adalah > 0.05 yaitu 0,726 dan 0,060 sehingga semua data dinyatakan homogen. Dengan kata lain Hnull ditolak dan H1 diterima. Uji normalitas dan uji homogenitas telah dilakukan dan hasilnya semua data berdistribusi normal dan homogen, sehingga aspek-aspek tersebut akan dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik. Dalam Statistik Uji Homogenitas digunakan untuk mengetahui varian dari beberapa populasi sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis Independent Sampel T Test dan Anova. 3) Uji perbedaan rata-rata pretest Perbandingan rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau tidak dari kedua rata-rata tersebut. Jika tidak ada perbedaan, maka rata-rata pretest dari kedua sampel ini bias dilakukan perbandingan karena mempunyai titik pijak yang sama. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent Sample t-test. Analisis tersebut dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Kedua rata-rata pretest dikatakan tidak ada perbedaan apabila nilai sig. (2-tailed) > 0.05. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. H1 : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika sig. (2tailed) > 0,05 artinya Hnull diterima dan Hi ditolak atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tabel 4.12 Hasil Perbandingan Rata-rata Pretest Df 58 sig. (2-tailed) 0,702 Analisis Sig. > 0.05 Keterangan Tidak terdapat perbedaan Dari tabel di atas, nilai sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,702 jadi Hnull diterima dan H1 ditolak atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. 4) Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Langkah selanjutnya dilakukan untuk melihat ada atau tidak adanya kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelas k kontrol maupun kelas eksperimen. Dari uji perbedaan skor pretest ke posttest akan diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelas. Uji perbandingan ini berkaitan dengan uji normalitas. Pada kelas kontrol dan kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) pada pretest dan posttest > 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal, sehingga Analisis statistik yang digunakan untuk data normal adalah statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data pada kedua kelas tersebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. H1 : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kriteria sebagai berikut: 1. Jika harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05, Hnull ditolak dan H1 diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. 2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan H1 ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut :

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel 4.13 Hasil perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kelas Eksperimen Kontrol Df 29 29 Sig. (2-tailed) 0,000 0,000 Analisis Sig. ≤ 0,05 Sig. ≤ 0,05 Keterangan Terdapat perbedaan Terdapat perbedaan Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil belajar pada kelas kontrol maupun kelas ekperimen terdapat kenaikan yang signifikan pada pretest ke posttest. Hal itu ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa harga sig.(2-tailed) ≤0,05 yaitu 0,000. Maka Hnull ditolak dan H1 diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil data pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara data pretest ke posttest pada kelas kontrol dan eksperimen. 5) Perbandingan Posttest Langkah terakhir yang dilakukan untuk melihat ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah Analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan pada kemampuan mengingat adalah statistik parametrik independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% karena data posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki distribusi normal dengan harga sig.(2-tailed) >0,05. Analisis data yang digunakan menggunakan hipotesis statitik sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. H1 : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dengan kriteria sebagai berikut : 1. Jika harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05, Hnull ditolak dan H1 diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dengan kata lain pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 2. Jika harga sig.(2-tailed) >0,05, Hnull diterima dan H1 ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dengan kata lain pendekatan PMRI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh atau tidak secara signifikan terhadap hasil belajar. Hasil analisis perbandingan posttest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dilakukan akan digunakan sebagai titik pijak dalam menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis sehingga mengetahui apakah hasil penelitian menolak hipotesis penelitian. Hasil analisis statistik perbandingan posttest kelas kontrol dengan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4.14 Perbandingan Skor Posttest Hasil Posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen Signifikansi 0,000 Keterangan Berbeda Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa hasil analisis statistik signifikansi data harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05 yaitu 0,000. Sehingga Hi diterima maka Hnull ditolak dengan kata lain pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI menggunakan harga sig.(1-tailed). Hipotesis statistik yang digunakan adalah: Hnull : rata-rata posttest kelas eksperimen kurang dari atau sama dengan rata-rata posttest kelas kontrol H1 : rata-rata posttest kelas eksperimen lebih dari rata-rata posttest kelas kontrol ttest > ttabel maka, µE > µK sehingga Hnull ditolak dan H1 diterima ttest ≤ ttabel maka, µE ≤ µK sehingga Hnull diterima dan H1 ditolak

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Keterangan: µE adalah rata-rata skor posttest kelas eksperimen, sedangkan µK adalah rata-rata skor posttest kelas kontrol. Berikut ini merupakan tabel perbandingan rata-rata ttest. Tabel 4.15 Hasil perbandingan rata-rata t-test Hasil Posttest kelas kontrol dan eksperimen kelas df t-test t-tabel 58 18,258 1,6716 Keputusan t-test > t-tabel µE > µK Dilihat dari tabel di atas diperoleh keputusan bahwa t-test > t-tabel dan µE > µK sehingga dapat disimpulkan bahwa Hnull ditolak dan H1 diterima berarti bahwa rata-rata posttest kelas k eksperimen lebih dari rata-rata kelas kontrol. Selain diperoleh dari uji statistik, data hasil belajar siswa juga diperoleh melalui KKM yang dilakukan dengan mengacu standar KKM yang telah ditetapkan sekolah pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor yaitu bernilai 60. Kriteria yang digunakan dalam teknik ini adalah 1. Jika nilai postest ≥ 60, maka siswa dinyatakan tuntas KKM 2. Jika nilai postest < 60, maka siswa dinyatakan tidak tuntas KKM Tabel 4.16 Rata-rata Posttest Kelas Kontrol No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Rata-rata 5.5 5.25 4.75 5 4 4.25 5 4 4.75 4 4.5 4 4.75 4 4.5 3.75 4 3.75 4 4.25 Keputusan Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3.75 5 4.5 5.25 4.5 3.75 4.75 4.25 4 4 Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tabel 4.17 Rata-rata Posttest Kelas Eksperimen No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Rata-rata 7.25 6.25 7 8.75 6.5 7.5 6.5 7.25 7 8.75 6.25 7 8.5 7 6.25 7 7.75 7.25 8.75 8.25 7.75 7.25 8.5 7.5 8.5 8.25 7.5 7.25 7.25 7.5 Keputusan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Berikut adalah cara mengolah persentase nilai posttest siswa yang lulus KKM:

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Dari rumus tersebut diperoleh hasil presentase tuntas KKM dari kelas kontrol ada 0% siswa dan dari kelas eksperimen ada 100%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan PMRI sangat efektif digunakan pada pembelajaran matematika materi bangun ruang kelas IV di SD N 1 Kebondalem Lor. Berikut ini merupakan diagram lingkaran yang menunjukkan presentase tuntas KKM dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas Kontrol 0% Tidak tuntas KKM Tuntas KKM 100% Gambar 4.1 Presentase KKM di Kelas Kontrol Kelas eksperimen 0% Tidak tuntas KKM Tuntas KKM 100% Gambar 4.2 Presentase KKM di Kelas Eksperimen

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 4.2.2 Analisis data keaktifan 4.2.2.1 Analisis data keaktifan berdasarkan pengamatan Dalam menganalisis data keaktifan yang diperoleh dari observasi keaktifan dari tiap pertemuan (6 kali) dalam pembelajaran matematika diperoleh hasil dari observasi keaktifan pembelajaran matematika, sebagai berikut. Tabel 4.18 Hasil Observasi Keaktifan Kelas Kontrol No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Rata-rata 9 6.33333 6 7.33333 7.5 7.33333 7 7 7.16667 6.83333 8.33333 7.33333 9.5 6.83333 9.16667 6.66667 7.83333 7.16667 7.5 6.66667 6.5 6 7 7.3333333 7.3333333 7.1666667 7.3333333 7.5 6.8333333 6.8333333 Keputusan Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Tabel 4.19 Hasil Observasi Keaktifan Kelas Eksperimen No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 Rata-rata 9.666667 9.166667 9.5 9.833333 9.5 8.833333 8.333333 Keputusan Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 8.5 9 9 8.833333 8.666667 10.5 10.33333 9.333333 8.5 8.833333 9 9.5 9 9.5 10.33333 10.16667 9.666667 9.5 8.5 9.166667 10.66667 10.5 10.66667 Cukup Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Menurut dua tabel di atas pada kelas kontrol dapat dijelaskan aktif ada 10% siswa dan cukup aktif ada 90% siswa, sedangkan pada kelas eksperimen dapat dijelaskan bahwa, aktif ada 73,33% siswa dan cukup aktif ada 26,67% siswa. Kriteria tersebut dapat ditunjukkan melalui diagram di bawah ini. Kelas kontrol 10% Aktif Cukup Aktif 90% Gambar 4.3 Presentase Keaktifan di Kelas Kontrol (melalui lembar observasi)

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Kelas eksperimen Aktif 27% Cukup Aktif 73% Gambar 4.4 Presentase Keaktifan di Kelas Eksperimen (melalui lembar observasi) 4.2.2.2 Analisis data keaktifan berdasarkan kuesioner Dalam menganalisis data keaktifan yang diperoleh dari kuesioner dari tiap siswa dapat melihat tabel 3.9 dengan rentang skor keaktifan (PAP Tipe II). Dengan melihat tabel tersebut dapat diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.20 Keaktifan Kelas Kontrol No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Total 72 62 67 65 62 65 63 54 68 61 75 62 69 58 57 55 67 69 66 69 71 65 69 66 55 59 64 Keputusan Sangat aktif Aktif Sangat aktif Sangat aktif Aktif Sangat aktif Aktif Aktif Sangat aktif Aktif Sangat aktif Aktif Sangat aktif Aktif Aktif Aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Aktif Aktif Aktif

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 28 29 30 Total Rata-rata 62 70 63 1930 64.33333 Aktif Sangat aktif Aktif Tabel 4.21 Keaktifan Kelas Eksperimen No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Total Rata-rata Total 67 66 66 67 68 68 67 66 67 66 74 70 68 67 73 66 61 61 61 67 67 65 73 67 74 67 66 65 67 69 1970 65.66667 Keputusan Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Aktif Aktif Aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Menurut dua tabel di atas pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dijelaskan bahwa pada kelas kontrol, sangat aktif ada 53,33% siswa dan aktif ada 46,67% siswa, sedangkan pada kelas eksperimen, sangat aktif ada 90% siswa dan aktif ada 10% siswa. Jika dilihat dari rata-rata yang diperoleh pada setiap kelas baik kontrol maupun eksperimen, yaitu kelas eksperimen sangat aktif dan kelas kontrol aktif. Kriteria tersebut dapat ditunjukkan melalui diagram di bawah ini.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Kelas Kontrol Sangat Aktif 47% 53% Aktif Gambar 4.5 Presentase Keaktifan di Kelas Kontrol (melalui kuesioner) Kelas Eksperimen 10% Sangat Aktif 90% Aktif Gambar 4.6 Presentase Keaktifan di Kelas Eksperimen (melalui kuesioner) 4.2.1 Analisis data keterlaksanaan pembelajaran Dalam menganalisis data keterlaksanakan pembelajaran dapat melihat tabel Rentang skor keterlaksanaan (PAP TIPE II). Dengan melihat tabel tersebut dapat diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.22 Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI Pertemuan ke1 2 4 5 Total 45 43 38 39 Keputusan Sangat terlaksana Sangat terlaksana Sangat terlaksana Sangat terlaksana Setelah diperoleh hasil keputusan mengenai keterlaksanaan pembelajaran yang terdapat di kelompok eksperimen yaitu dalam 4 pertemuan sangat

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 terlaksana. Selanjutnya dicari secara keseluruhan keterlaksanaan pembelajaran dengan rumus sebagai berikut. Jumlah keterlaksanaan di semua pertemuan sesuai kriteria Jumlah seluruh pertemuan x 100 % Dari rumus tersebut didapat 100% pembelajaran matematika terlaksana dengan baik yang artinya keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI sangat tinggi. Jadi pembelajaran matematika efektif menggunakan pendekatan PMRI. Hal tersebut dapat dilihat dengan mengacu tabel Kriteria keterlaksanaan pembelajaran secara keseluruhan. 4.3 Pembahasan 4.3.1 Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI Data mengenai keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI diperoleh dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran matematika. Data observasi keterlaksanaan diperoleh di semua (4 kali) pertemuan pada materi bangun ruang. Data yang diperoleh lalu dimasukkan ke dalam kriteria keterlaksanaan. Setelah diperoleh hasil keputusan mengenai keterlaksanaan pembelajaran yang terdapat di kelompok eksperimen yaitu dalam 4 pertemuan terlaksana dengan baik. Langkah selanjutnya dicari secara keseluruhan keterlaksanaan pembelajaran dengan rumus yang telah ditentukan. Dari rumus tersebut didapat 100% pembelajaran matematika terlaksana dengan baik yang artinya keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI sangat tinggi. Jadi pembelajaran matematika efektif menggunakan pendekatan PMRI. 4.3.2 Keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI ditinjau dari hasil belajar Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa dari yang belum tahu menjadi tahu atau belum mampu menjadi mampu yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun, dalam penelitian ini hanya meneliti aspek kognitifnya saja. Hasil penelitian yang telah diperoleh dari hasil analisis data menggunakan program komputer IBM SPSS 20 for Windows. Untuk menentukan

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 uji statistik yang akan digunakan, terlebih dahulu data-data penelitian diuji normalitas dan homogenitasnya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa data-data penelitian yang berupa pretest dan posttest kelas eksperimen serta pretest dan posttest kelas kontrol normal dan homogen. Pada tahap pertama dilakukan uji normalitas, data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer IBM SPSS 20 for windows. Uji normalitas tersebut untuk menentukan jenis uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden. Selanjutnya pada uji kedua, setelah melakukan uji normalitas maka dilakukan uji homogenitas pada kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukkan bahwa harga sig.(2-tailed)> 0,05 untuk data pretest adalah 0,726 dan untuk data posttest adalah 0,060. Pada uji ketiga dengan melakukan perbandingan skor pretest ke posttest dari masing-masing kelas diperoleh data bahwa pada kelas control maupun kelas eksperimen terdapat peningkatan dengan signifikansi berada ≤ 0,05 yaitu 0,000. Persentase kenaikan pada kelompok eksperimen sangat tinggi karena siswa dalam pembelajaran di kelas siswa dilibatkan secara aktif mempelajari materi bangun ruang menggunakan pendekatan PMRI dalam menentukan sifat maupun jaringjaring kubus dan balok menggunakan media yang realistik dalam kehidupan sehari-hari siswa yaitu dengan kotak makanan. Tahap keempat yaitu uji posttest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengetahui pengaruh treatment pada kelas eksperimen. Hasil posttest mempunyai harga sig.(2-tailed) <0,05 yaitu 0,000 dan berdasarkan hipotesis statistik Hnull ditolak dan H1 diterima menjelaskan ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI menggunakan harga sig.(1-tailed), pada analisis data diperoleh keputusan bahwa t-test > t-tabel dan µE > µK. Dapat disimpulkan bahwa H null ditolak dan H1 diterima berarti bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen lebih dari rata-rata kelas kontrol. Sehingga

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 pembelajaran matematika dapat dikatakan efektif menggunakan pendekatan PMRI. Selain itu, data hasil belajar juga diperoleh berdasarkan KKM. Data hasil belajar berdasarkan KKM diperoleh dari nilai rata-rata post test masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data hasil belajar siswa mengacu standar KKM yang ditetapkan sekolah pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor yaitu bernilai 60. Kriteria yang digunakan dalam teknik ini adalah (1) Jika nilai postest ≥ 60, maka siswa dinyatakan tuntas KKM dan (2) Jika nilai postest < 60, maka siswa dinyatakan tidak tuntas KKM. Pada kelas eksperimen diperoleh ada 27 siswa yang memenuhi kriteria tuntas KKM, sedangakan di kelas kontrol tidak ada satupun siswa yang memenuhi kriteria tuntas KKM karena dari hasil observasi yang telah dilakukan di kelas kontrol, guru tidak memberikan evaluasi yang membantu siswa untuk memperdalam materi. Hasil presentase tuntas KKM dari kelas eksperimen ada 100% siswa dan dari kelas kontrol ada 0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan PMRI sangat efektif digunakan pada pembelajaran matematika materi bangun ruang kelas IV di SD N 1 Kebondalem Lor. 4.3.3 Keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI ditinjau dari keaktifan Peneliti memperoleh data keaktifan melalui observasi keaktifan saat proses pembelajaran berlangsung dilaksanakan dalam enam kali pertemuan pada materi bangun ruang. Analisis data keaktifan diperoleh dari observasi keaktifan semua pertemuan (6 kali) dalam pembelajaran matematika di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol. Menurut data observasi keaktifan yang diperoleh pada kelas eksperimen dapat dijelaskan bahwa, aktif ada 73,33% siswa, sedangkan pada kelas kontrol dapat dijelaskan aktif ada 10% siswa. Data yang digunakan untuk mengetahui keaktifan selain menggunakan lembar observasi keaktifan yaitu dengan menggunakan kuesioner keaktifan yang diisi siswa setelah melakukan post test, tepatnya di akhir terlaksananya pembelajaran matematika materi bangun ruang. Dalam menganalisis data

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 keaktifan yang diperoleh dari kuesioner dari tiap siswa dapat melihat tabel kriteria yang telah disusun untuk mengetahui rentangnya. Menurut data kuesioner yang diperoleh dapat dijelaskan bahwa pada kelas eksperimen, sangat aktif ada 90% siswa, sedangkan pada kelas kontrol, sangat aktif ada 53,33%6 siswa. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti berpendapat bahwa pendekatan PMRI berpengaruh atau efektif digunakan untuk materi bangun ruang yang dilakukan pada kelas eksperimen. 4.4 Keterbatasan penelitian Berikut beberapa keterbatasan penelitian: 4.4.1 Keterbatasan alokasi waktu Keterbatasan alokasi waktu pada tiap pertemuan sangat terbatas dan membuat alokasi waktu melebihi waktu yang telah ditentukan, sehingga penelitian mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang lain di sekolah. 4.4.2 Dokumentasi Peneliti melakukan kegiatan dokumentasi sendirian di kelas eksperimen maupun kontrol sehingga hasil dokumentasi yang diperoleh kurang jelas untuk di transkip semua dari awal hingga akhir pembelajaran.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Keterlaksanaan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor sangat tinggi dengan jumlah persentase 100%. 5.1.2 Penggunaan pendekatan PMRI efektif pada pembelajaran matematika materi bangun ruang di kelas IV SD N 1 Kebondalem Lor ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal itu ditunjukkan pada hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05 yaitu 0,000. Sehingga Hnull ditolak maka Hi diterima dengan kata lain penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan pada kelas eksperimen. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI menggunakan harga sig.(1-tailed) dan diperoleh keputusan bahwa t-test > t-tabel dan µE > µK. Dapat disimpulkan bahwa H null ditolak dan H1 diterima berarti bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen lebih dari rata-rata kelas kontrol. Dari hasil tersebut dapat dikatakan terdapat perbedaan rata-rata dari skor post test kedua kelompok tersebut. Kemudian hasil belajar dapat dilihat dari presentase lulus KKM kelas eksperimen ada 90% siswa tuntas dan dari kelas kontroln ada 0% siswa tuntas. Selain itu, dinilai dari keaktifannya, dari data observasi keaktifan yang diperoleh pada kelas eksperimen dapat dijelaskan bahwa, aktif ada 73,33% siswa, sedangkan pada kelas kontrol dapat dijelaskan aktif ada 10% siswa. Selain itu juuga dari hasil kuesioner diperoleh kelas eksperimen ada 90% siswa yang aktif sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan, sedangkan pada kelas kontrol ada 53,33% siswa yang aktif. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dapat dikatakan efektif menggunakan pendekatan PMRI. 78

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 5.2 Saran 5.2.1 Bagi guru 5.2.1.1 Pengelolan kelas belum terorganisasi secara maksimal sehingga ada siswa yang membuat gaduh dalam kelas sehingga kelas tampak ramai. Peneliti berharap guru mampu tegas mengelola kelas lebih baik dengan penggunaan norma-norma kelas. 5.2.1.2 Guru mendominasi bertanya kepada siswa sehingga siswa pasif untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami. Oleh karena itu, guru memberikan kesempatan untuk siswa mengajukan pertanyaan baik dengan guru atau siswa lain. 5.2.1.3 Bagi guru atau calon guru supaya dapat memilih pendekatan pembelajaran yang inovatif dan di dalam kegiatannya bervariasi sehingga siswa akan bersemangat dalam belajar misalnya menggunakan permainan. 5.2.2 Bagi peneliti lain 5.2.2.1 Peneliti diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI tidak hanya sebatas bangun ruang balok dan kubus. 5.2.2.2 Media pembelajaran yang digunakan sebaiknya menggunakan bendabenda di sekitar siswa yang disesuikan dengan kondisi lingkumgan sekolah.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 DAFTAR REFERENSI Andikawati, Odilia Rani. 2013. Keefektifan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperative Tipe Group Investigation dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa di Kelas X SMK Sanjaya Pakem Tahun Ajaran 2012/2013. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Arikunto. 2006. Dasar-Dasar evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Copeled, Ricard W. 1967. Mathematics and The Elementary Teacher. Tokyo: Toppan Company Limited. Dimyati. 1999. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Daryanto. 2012. Konsep pembelajaran kreatif. Yogyakarta: Gava Media. _______. 2013. Inovasi Pembelajaran Efektif. Bandung: YRAMA WIDYA. Depdiknas. 2001. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Dasar. Jakarta: Depsiknas. Hadi, Sutarto. 2005. Pendidikan Matematika dan Implementasinya. Banjarmasin: Tulip. Hamalik, Oemar. 2002. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Handayani, Novi. 2013. Keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik yang dipadu dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 3 pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Hardianta, Ag.Tri. 2012. Pengembangan perangkat pembelajaran bangun ruang yang mencakup interaktivitas dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD N Kledokan tahun pelajaran 2011/2012. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Hasan, Iqbal. 2004. Analisis data penelitian dengan statistik. Jakarta: Bumi Aksara. Hudojo, Herman. 2005. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Universitas Negeri Malang (UM PRESS). Kartika Budi. 2001. Berbagi strategi untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran fisika di SMU, efektivitasnya, dan sikap mereka pada strategi tersebut. USD: Widya dharma. Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Mustaqim, dan Astuti. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas. Noor, Juliansyah.2011. Metodologi penelitian : skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah. Jakarta: Kencana. Pertaningsih, Patricia Endah. 2012. Keefektifan Penggunaan Modul dalamPembelajaran Matematika pada Materi Peluang terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Purwanto, M. Ngalim. 2009. Prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sanjaya. 2006. Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana. Satori, Djam’an. 2007. Profesi Keguruan. Jakarta : UT. Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia: konstatasi Keadaan Masa Kini menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Sudjana, Nana. 2005. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sugiyono. 2008. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. ________. 2011. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta. Sukawati, Farina. D. 2013. Implementasi perangkat pembelajaran bangun ruang menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD N Caturtunggal 3 Sleman. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suryanto. 2010. Sejarah Pendidikan Matematika Realistik. Yogyakarta: Graha Ilmu. Susanto, Ahmad. 2013. TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN di Sekolah Dasar. Jakarta: KENCANA. Trianto. 2009. Mendesain Pembelajaran Kontekstual. Jakarta: Cerdas Pustaka Publisher. Uno, Hamzah. B. 2011. Belajar dengan pendekatan PAILKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik). Jakarta: bumi Aksara. Wijaya, Ariyadi. 2012. Pendidikan Matematika Realistik. Yogyakarta: Graha Ilmu. Yulaelawati, Ella. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Pakar Raya.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1: Silabus Kelas Eksperimen 1

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Lampiran 2: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD N 1 Kebondalem Lor I. Mata Pelajaran : Matematika Hari / Tanggal : Rabu, 2 April 2014 Pertemuan ke :1 Kelas / Semester : IV/ 2 Unit / Tema : Bangun Ruang (Balok) Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. II. Kompetensi Dasar 8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana. III. Indikator Pembelajaran Kognitif 8.1.1 Mengidentifikasi sifat-sifat balok. 8.1.2 Menyebutkan sifat-sifat balok. Afektif 8.1.3 Menampilkan sikap percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya mengenai hasil identifikasi balok. Psikomotorik 8.1.4 Menggunakan media balok dalam mengidentifikasi sifat-sifatnya dengan terampil. 8.1.5 Menggambar balok dengan tepat.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IV. 17 Tujuan Pembelajaran Kognitif 8.1.1.1 Peserta didik mampu mengidentifikasi empat sifat balok melalui pengamatan. 8.1.2.1 Peserta didik mampu menyebutkan empat sifat balok melalui pengamatan. Afektif 8.1.3.1 Peserta didik mampu menampilkan sikap percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya mengenai hasil identifikasi balok melalui pengamatan Psikomotorik 8.1.4.1 Peserta didik mampu menggunakan media mengidentifikasi sifat-sifatnya dengan terampil V. Karakter yang Diharapkan A. Disiplin (disciple) B. Tekun (diligence) C. Tanggung jawab (responsibility) D. Ketelitian (carefulness) E. Kerjasama (cooperation) VI. Materi Pembelajaran Sifat-sifat bangun ruang balok (terlampir) VII. Pendekatan dan Metode Pembelajaran A. Pendekatan Pembelajaran : PMRI B. MetodePembelajaran 1. Diskusi 2. Presentasi 3. Tanya jawab : balok dalam

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Penugasan 5. Demonstrasi 18 VIII. Kegiatan Pembelajaran Uraian kegiatan Alokasi Waktu A. Kegiatan Awal 1. Keterangan 10 menit Pendidik mengucapkan salam pembuka. 2. Salah satu peserta didik doa untuk memimpin mengawali kegiatan pembelajaran. 3. Pendidik melakukan absensi untuk mengecek kehadiran peserta didik. 4. Pendidik menyiapkan kondisi peserta didik (kesiapan dan peserta mengikuti pelajaran, pelajaran, dan kelas didik buku kebersihan kelas). 5. Peserta didik dan pendidik membuat kesepakatan mengenai peraturan selama proses pembelajaran berlangsung. Peraturan tersebut antara lain: a) Peserta didik tidak diperkenankan berbicara ketika pendidik teman lain berbicara. atau PMRI 4

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 b) Peserta didik yang akan bertanya, menjawab, ataupun izin melakukan sesuatu mengangkat tangan terlebih dahulu. c) Peserta didik menjaga ketertiban selama pembelajaran berlangsung. d) Peserta didik melanggar akan yang peraturan mendapatkan sanksi berupa menggantikan regu piket membersihkan kelas 6. Motivasi: diajak peserta didik untuk mengucapkan keyword sebagai PMRI 1 berikut pendidik berkata: “Kelas4” peserta didik menjawab: “Geometri Asyik-asyik Yes”. 7. Apersepsi: Pendidik menceritakan sebuah cerita yang berjudul „Paijo dan Kotak Ajaib‟. 8. Pendidik tujuan menyampaikan pembelajaran rencana pembelajaran dan kegiatan yang dilakukan hari ini. akan PMRI 5

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Kegiatan Inti 20 45 menit Eksplorasi 9. Seluruh peserta didik mendapat foto benda berbentuk balok yang PMRI 2 dibagikan oleh pendidik. 10. Peserta didik berkumpul dengan teman lain mempunyai foto kemudian yang sama, membentuk kelompok dengan anggota masing-masing 4-5 orang. 11. Peserta didik bersama teman sekelompoknya kemudian menentukan seorang ketua kelompok dan menuliskan nama anggota kelompok. 12. Peserta didik mendapatkan LKS yang dibagikan oleh pendidik. 13. Peserta didik diberi kesempatan untuk memahami LKS yang telah dibagikan oleh pendidik. 14. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya PMRI 4 kepada pendidik apabila ada yang masih kurang jelas. 15. Salah satu masing-masing (ketua) perwakilan kelompok mengambil benda PMRI 2

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 dari “Kotak Paijo”. 16. Peserta didik mengidentifikasi balok sifat-sifat melalui kelompok media PMRI 2 diskusi menggunakan yang disediakan kemudian peserta didik mencatat sifat-sifat balok berdasarkan hasil identifikasi bendabenda yang diperoleh pada LKS. 17. Peserta didik menggambar benda yang diperoleh dalam PMRI 3 LKS. Elaborasi 18. Setiap kelompok mempresentasikan hasil PMRI 4 diskusi kelompok di hadapan pendidik dan teman lain. 19. Kelompok lain dan pendidik menanggapi kelompok yang PMRI 4 presentasi. Konfrmasi 20. Peserta didik sama menarik kesimpulan tentang yang bersama- hasil identifikasi dilakukan dengan bimbingan pendidik. 21. Pendidik memberikan PMRI 3, PMRI 4

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penegasan materi sifat-sifat 22 PMRI 4 dan gambar balok dari hasil presentasi masing-masing kelompok. 22. Pendidik memberikan umpan balik terhadap keberhasilan yang dicapai peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. C. Kegiatan Akhir 23. Peserta 15 menit didik bersama pendidik merangkum tentang materi yang telah dipelajari hari ini. 24. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi yang diberikan pendidik. 25. Peserta didik refleksi melakukan atas kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari. 26. Tindak lanjut: pendidik meminta peserta didik untuk menggambar balok sebagai pekerjaan rumah. 27. Peserta didik diajak untuk mengucapkan keyword sebagai pendidik berikut berkata: “Kelas 4” peserta didik menjawab: “Geometri Asyik-asyik Yes”. PMRI 3

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 28. Pendidik mengucapkan salam pada peserta didik. Total alokasi waktu 70 menit Keterangan: IX. PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan hasil konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan Media dan SumberBelajar A. Sumberbelajar: 1. Anam, Fatkul. Dasar/Madrasah dkk. 2009. Matematika 4 Ibtidaiyah Kelas 4. untuk Jakarta: Sekolah Departemen Pendidikan Nasional. 2. Irwan Kusdinar. dkk. Pintar Matematika 4: Untuk SD/MI Kelas 4. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. 3. Mustaqiem, Burhan. Dan Ary Astuty. 2008. Ayo belajar matematika 4: untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 4. http://chantiqarakhadisa.blogspot.com/2012/03/kubus.html. 5. http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=scri pt&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/SMP/view&id=257 &uniq=2186. B. Media: Benda-benda berbentuk balok di sekitar, LKS „Mengidentifikasi Balok‟, kertas karton/kertas manila dan spidol.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI X. 24 Penilaian A. Prosedur : proses dan akhir B. Teknik : unjuk kerja dan tertulis C. Instrumen : - soal dan kunci jawaban (terlampir) - rubrik unjuk kerja terlampir D. Pedoman 1. : Skoring: Kognitif = skor 10 Afektif = 4 aspek (masing-masing 4 skor) Psikomotorik = 5 aspek (masing-masing 4 skor) 2. Nilai akhir : Nilai akhir = ∑ skor (kognitif + afektif + psikomotorik) x100 46

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Lampiran 1 Cerita Paijo dan Kotak Ajaib Konon, di tepi hutan tinggal seorang anak yang sangat kumal karena tidak pernah membersihkan badan. Anak itu bernama Paijo. Pada suatu malam ia bermimpi bertemu dengan seorang kakek. Di dalam mimpinya kakek itu berpesan agar ia pergi ke sebuah gua untuk mengambil kotak ajaib. Tiba-tiba terdengar suara ayam berkokok dan membangunkan Paijo. Setelah matahari terbit, Paijo bergegas pergi ke gua di tengah hutan sesuai yang dipesankan oleh sang kakek dalam mimpinya. Setelah sampai di pintu gua, Paijo terkejut karena tiba-tiba muncul sebuah cahaya terang dari dalam gua. Dengan perasaan takut dan penasaran, Paijo mulai memasuki gua. Sesampainya di dalam gua, dia menemukan sebuah kotak. Ketika Paijo hendak membuka kotak tersebut, terdengar suara kakek yang ada dalam mimpinya. Paijo terkejut hingga tersungkur ke tanah. Kakek berkata, “Anakku Paijo, pergunakanlah kotak tersebut dengan baik!” Kemudian Paijo bangun dan mendekati kotak tersebut dengan ragu-ragu. Diberanikan dirinya untuk membuka kotak tersebut. Kemudian Paijo mengeluarkan benda-benda dalam kotak ajaib itu satu persatu. Paijo tampak kebingungan, namun tidak ada seorangpun. Maukah anak-anak membantu Paijo menyelesaikan kebingunggannya?

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Lampiran 2 KISI-KISI SOAL EVALUASI No Indikator 1 Kisi-kisi Mengidentifikasi sifatsifat balok. Menggambar balok dengan tepat. 2 No. Tingkat Soal kesukaran 1 Mudah 2 Sedang Menyebutkan 4 sifat balok Menggambar balok ABCD.EFGH SOAL EVALUASI Kerjakan soal di bawah ini! 1. Sebutkan 4 sifat balok! 2. Gambarkan sebuah balok ABCD.EFGH! KUNCI JAWABAN 1. 2. Sifat-sifat balok yaitu : a. Memiliki 6 sisi yang berbentuk persegi panjang b. Memiliki 8 titik sudut c. Memiliki 3 pasang sisi yang kongruen d. Memiliki 12 rusuk (4 panjang, 4 lebar, dan 4 tinggi) Gambar balok ABCD.EFGH

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Lampiran 3 KRITERIA PENILAIAN SOAL EVALUASI No. soal Keterangan  1       2    Menjawab 4 jawaban benar: memiliki 6 sisi yang berbentuk persegi panjang, memiliki 8 titik sudut, memiliki 3 pasang sisi yang kongruen, memiliki 12 rusuk (4 rusuk tegak, 4 rusuk samping, dan 4 rusuk panjang). Menjawab 3 dari 4 jawaban benar Menjawab 2 dari 4 jawaban benar Menjawab 1 dari 4 jawaban benar Menjawab, namun semua jawaban salah Ketepatan (penamaan, bentuk sisi, penggambaran rusuk) dan kebersihan gambar Ketepatan (penamaan, bentuk sisi, penggambaran rusuk) namun kurang bidang gambarnya Kurang tepatbersih (penamaan, bentuk sisi, penggambaran rusuk) namun Gambarbersih kurang tepat (penamaan, bentuk sisi, penggambaran rusuk) tetapi kurang bersih Menggambar namun tidak tepat (penamaan, bentuk sisi, penggambaran rusuk) dan tidak bersih. Skor 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Lampiran 4 RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF Presentasikan hasil diskusimu dengan percaya diri! Aspek yang dinilai *) Kejelasan Kesesuaian Keberanian pengucapan dengan topik Kelompok Kelantangan suara 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor : 4 = Sangat baik Total skor 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 2 Kelantangan suara Kejelasan pengucapan 3 2 1 4 3 2 1 4 3 Keberanian 3 2 Kriteria Suara terdengar sampai ke baris paling belakang dan jelas Suara terdengar sampai ke baris paling belakang, namun kurang jelas Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang Suara tidak terdengar sampai ke baris paling belakang yang diucapkan jelas vokal dan Kalimat konsonannya Konsonan dalam kalimat kurang jelas Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas Kalimat yang diucapkan tidak jelas Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan disuruh Kurang dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Kesesuaian dengan topik 1 4 3 2 1 29 Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat Materi dalam diskusi sesuai dengan topik bahasan Materi dalam diskusi kurang sesuai dengan topik bahasandalam diskusi diselingi dengan topik lain Materi Materi dalam diskusi tidak sesuai dengan topik bahasan

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Lampiran 5 RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTORIK Gambarkan balok di bukumu! Aspek yang dinilai *) Kelancaran Terampil No Nama Ketepatan Kerapihan dalam Ketepatan Mengdan gambar menggunakan waktu kebersihan gambar media 1 2 3 4 5 Skor : 4 = Sangat baik Total skor 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No 1 Aspek Skor 4 Ketepatan gambar 3 2 1 4 2 Kerapihan dan kebersihan 3 2 Kriteria Peletakan nama bangun, ukuran, dan garis tepat Peletakan nama bangun dan ukuran tepat, namun garis bangun tidak lurus Peletakan nama bangun tepat, namun ukuran dan garis kurang tepat Peletakan nama bangun,ukuran, dan garis tidak tepat Gambar bangun ruang tidak ada bekas tipe-x/penghapus dan gambar rapi dan tidak berantakan/bertumpuk Gambar bangun ruang tidak ada bekas tipe-x/penghapus, namun gambar kurang rapi Gambar bangun ruang rapi, namun ada bekas tipe-x/penghapus

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 4 3 Kelancaran dalam menggambar 3 2 1 4 3 4 Ketepatan waktu 2 1 4 5 Terampil menggunakan media 3 2 1 31 Gambar bangun ruang tidak rapi dan banyak bekas tipe-x/ penghapus Menggambar bangun ruang tanpa bertanya dan melihat buku Menggambar bangun ruang dengan bantuan guru tanpa melihat buku Menggambar bangun ruang hanya dengan melihat buku Menggambar bangun ruang dengan bantuan guru dan melihat buku Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang berlebih Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang cukup Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang kurang Peserta didik tidak selesai dalam menggambar bangun ruang Peserta didik menggunakan media sangat terampil dalam menyelesaikan masalah Peserta didik menggunakan media cukup terampil dalam menyelesaika masalah Peserta didik menggunakan media kurang terampil dalam menyelesaikan masalah Peserta didik tidak terampil menggunkan media dalam menyelesaikan masalah

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD N 1 Kebondalem Lor I. Mata Pelajaran : Matematika Hari / Tanggal : Senin, 7 April 2014 Pertemuan ke :2 Kelas / Semester : IV/ 2 Unit / Tema : Bangun Ruang (Kubus) Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. II. Kompetensi Dasar 8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana. III. Indikator Pembelajaran Kognitif 8.1.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus. 8.1.2 Menyebutkan sifat-sifat kubus. Afektif 8.1.3 Menampilkan sikap percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya mengenai hasil identifikasi kubus. Psikomotorik 8.1.4 Menggunakan media balok dalam mengidentifikasi sifat-sifatnya dengan terampil. 8.1.5 Menggambar kubus dengan tepat.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IV. 33 Tujuan Pembelajaran Kognitif 8.1.1.1 Peserta didik mampu mengidentifikasi empat sifat kubus melalui pengamatan dalam kelompok. 8.1.2.1 Peserta didik mampu menyebutkan empat sifat kubusk melalui diskusi menggunakan media yang disediakan. Afektif 8.1.3.1 Peserta didik mampu menampilkan sikap percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya mengenai hasil identifikasi kubus. Psikomotorik 8.1.4.1 Peserta didik mampu menggunakan media kubus dalam mengidentifikasi sifat-sifatnya dengan terampil. 8.1.4.2 Peserta didik mampu menggambar sebuah kubus dengan tepat setelah melakukan identifikasi. V. Karakter yang Diharapkan A. Disiplin (disciple) B. Tekun (diligence) C. Tanggung jawab (responsibility) D. Ketelitian (carefulness) E. Kerjasama (cooperation) VI. Materi Pembelajaran Sifat-sifat bangun ruang kubus (terlampir) VII. Pendekatan dan Metode Pembelajaran A. Pendekatan Pembelajaran : PMRI B. MetodePembelajaran 1. Diskusi 2. Presentasi :

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Tanya jawab 4. Penugasan 5. Demonstrasi 34 VIII. Kegiatan Pembelajaran Uraian kegiatan Alokasi Waktu A. Kegiatan Awal 1. Keterangan 10 menit Pendidik mengucapkan salam pembuka kepada peserta didik. 2. Salah satu peserta didik doa untuk memimpin mengawali kegiatan pembelajaran. 3. Pendidik melakukan absensi untuk mengecek kehadiran peserta didik. 4. Pendidik menyiapkan kondisi peserta didik (kesiapan dan peserta mengikuti pelajaran, pelajaran, dan kelas didik buku kebersihan kelas). 5. Pendidik mengingatkan kembali tentang kesepakatan yang telah pertemuan dibuat pada sebelumnya mengenai peraturan selama proses pembelajaran berlangsung. tersebut antara lain: Peraturan PMRI 4

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a) Peserta didik 35 tidak diperkenankan berbicara ketika pendidik atau teman lain berbicara. b) Peserta didik yang akan bertanya, menjawab, ataupun izin melakukan sesuatu mengangkat tangan terlebih dahulu. c) Peserta didik menjaga ketertiban selama pembelajaran berlangsung. d) Peserta didik melanggar akan yang peraturan mendapatkan sanksi berupa menggantikan regu piket membersihkan kelas 6. Motivasi: diajak peserta didik untuk mengucapkan keyword sebagai PMRI 5 berikut pendidik berkata: “Kelas4” peserta didik menjawab: “Geometri Asyik-asyik Yes”. 7. Apersepsi: Pendidik menceritakan sebuah cerita PMRI 1 yang berjudul „Paijo dan Kotak Ajaib‟. 8. Pendidik tujuan menyampaikan pembelajaran dan PMRI 5

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI rencana 36 kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini. B. Kegiatan Inti 50 menit Eksplorasi 9. Peserta didik dibagi menjadi 7 kelompok (masing-masing terdiri dari 4 - 5 peserta didik) seperti kelompok pertemuan sebelumnya. 10. Peserta didik memperoleh LKS yang dibagikan oleh pendidik. 11. Peserta didik memahami LKS yang telah dibagikan oleh pendidik 12. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya PMRI 4 kepada pendidik apabila ada bagian yang masih kurang jelas. 13. Salah satu perwakilan masing-masing mengambil kelompok benda dari “Kotak Ajaib Paijo”. 14. Peserta didik mengidentifikasi sifat- sifat kubus melalui kelompok media diskusi menggunakan yang disediakan kemudian mencatat sifat-sifat PMRI 2

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kubus berdasarkan identifikasi 37 hasil benda yang diperoleh pada LKS. 15. Peserta didik menggambar benda yang diperoleh ke PMRI 3 dalam LKS. Elaborasi 16. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil PMRI 4 diskusi kelompok di hadapan pendidik dan teman lain. 17. Kelompok lain dan pendidik menanggapi kelompok yang PMRI 4 presentasi. Konfirmasi 18. Peserta didik bersama-sama menarik kesimpulan tentang hasil identifikasi PMRI 3 yang dilakukan dengan bimbingan pendidik. 19. Pendidik memberikan penegasan materi sifat-sifat PMRI 4, dan gambar kubus dari hasil PMRI 5 presentasi masing-masing kelompok. 20. Pendidik umpan keberhasilan peserta memberikan balik yang didik terhadap dicapai dalam PMRI 1

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengikuti 38 proses pembelajaran. C. Kegiatan Akhir 21. Peserta 10 menit didik bersama PMRI 3, pendidik merangkum materi PMRI 4 yang telah dipelajari hari ini. 22. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi yang diberikan pendidik. 23. Peserta refleksi didik melakukan atas kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari. 24. Tindak lanjut: pendidik meminta peserta didik untuk menggambar kubus sebagai pekerjaan rumah. 25. Peserta didik diajak untuk mengucapkan keyword sebagai berikut pendidik berkata: “Kelas4” peserta didik menjawab: “Geometri Asyik- asyik Yes”. 26. Pendidik mengucapkan salam kepada peserta didik. Total Alokasi Waktu 70 menit Keterangan: PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan hasil konstruksi siswa

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IX. PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan 39 Media dan SumberBelajar A. Sumber belajar: 1. Anam, Fatkul. dkk. 2009. Matematika 4 Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas 4. untuk Jakarta: Sekolah Departemen Pendidikan Nasional. 2. Irwan Kusdinar. dkk. Pintar Matematika 4: Untuk SD/MI Kelas 4. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. 3. Mustaqiem, Burhan. Dan Ary Astuty. 2008. Ayo belajar matematika 4: untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 4. http://chantiqarakhadisa.blogspot.com/2012/03/kubus.html. 5. http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=script&c md=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/SMP/view&id=257&uniq =2186. B. Media: Benda-benda berbentuk kubus di sekitar, LKS „Mengidentifikasi Kubus‟, kertas karton/kertas manila dan spidol. X. Penilaian A. Prosedur : proses dan akhir B. Teknik : unjuk kerja dan tertulis C. Instrumen : - soal dan kunci jawaban (terlampir) - rubrik unjuk kerja terlampir D. Pedoman 1. : Skoring: Kognitif = skor 10 Afektif = 4 aspek (masing-masing 4 skor)

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Psikomotorik = 5 aspek (masing-masing 4 skor) 2. Nilai akhir : Nilai akhir = ∑ skor (kognitif + afektif + psikomotorik) x100 46

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 Syair lagu berikut ini dinyanyikan dengan nada lagu abang tukang bakso! SIFAT BALOK Ayo teman-teman belajar bersama B‟lajar bangun ruang Tidak usah bingung tidak usah pusing Semuanya gampang Bangun ruang balok punya 4 sifat sebagai berikut Punya 6 sisi, 12 rusuk, dan 8 titik sudut Ada satu lagi sifat balok Ada 3 pasang sisi kongruen Ayo teman kita rajin belajar Biar kita jadi anak yang pintar ARR.Lina 41

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Lampiran 2 KISI-KISI SOAL EVALUASI No 1 2 Indikator Kisi-Kisi Mengidentifikasi sifatsifat kubus. Mengambar kubus dengan tepat Menyebutkan 3 sifat kubus Mengambar kubus ABCD.EFGH EVALUASI Kerjakan soal di bawah ini! 1. Sebutkan 3 sifat kubus! 2. Gambarkan sebuah kubus ABCD.EFGH! KUNCI JAWABAN 1. 2. Sifat-sifat kubus yaitu : a. Memiliki 6 sisi yang berbentuk persegi b. Memiliki 8 titik sudut c. Memiliki12 rusuk d. Memiliki 6 pasang sisi yang kongruen Gambar kubus ABCD.EFGH No Soal Tingkat Kesukaran 1 Sedang 2 Sedang

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Lampiran 3 KRITERIA PENILAIAN SOAL EVALUASI No. Soal 1 2 Keterangan Skor  Menjawab 3 jawaban benar: memiliki 6 sisi yang berbentuk persegi panjang, memiliki 8 titik sudut, memiliki 3 pasang sisi yang kongruen, memiliki 12 rusuk (4 panjang, 4 lebar, dan 4 tinggi).  Menjawab 2 dari 3 jawaban benar  Menjawab 1 dari 3 jawaban benar  Menjawab, namun semua jawaban salah  Ketepatan (penamaan sudut, bentuk sisi, penggambaran rusuk), dan kebersihan gambar  Ketepatan (penamaan sudut, bentuk sisi, penggambaran rusuk) namun kurang bersih bidang gambarnya  Kurang tepat (penamaan sudut, bentuk sisi, penggambaran rusuk), namun bersih  Kurang tepat (penamaan sudut, bentuk sisi, penggambaran rusuk), tetapi kurang bersih  Menggambar (penamaan sudut, bentuk sisi, penggambaran rusuk) namun tidak tepat,dan tidak bersih. 5 4 2 1 5 4 3 2 1

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Lampiran 4 RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF Aspek yang dinilai *) Kejelasan Keberanian pengucapan Kelompok Kelantangan suara 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor : 4 = Sangat baik Kesesuaian dengan topik Total skor 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek 1 Kelantangan suara Skor 4 3 2 1 4 2 Kejelasan pengucapan 3 2 1 4 3 Keberanian 3 Kriteria Suara terdengar sampai ke baris paling belakang dan jelas Suara terdengar sampai ke baris paling belakang, namun kurang jelas Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang Suara tidak terdengar sampai ke baris paling belakang Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan konsonannya Konsonan dalam kalimat kurang jelas Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas Kalimat yang diucapkan tidak jelas Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan disuruh

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 1 4 4 Kesesuaian dengan topik 3 2 1 45 Kurangdari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat Materi dalam diskusi sesuai dengan topik bahasan Materi dalam diskusi kurang sesuai dengan topik bahasan Materi dalam diskusidiselingi dengan topik lain Materi dalam diskusi tidak sesuai dengan topik bahasan

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Lampiran 5 RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTORIK Aspek yang dinilai *) Kelancaran Terampil No Nama Ketepatan Kerapihan dalam Ketepatan Mengdan gambar menggunakan waktu kebersihan gambar media 1 2 3 4 5 Skor : 4 = Sangat baik Total skor 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No 1 Aspek Ketepatan gambar Skor 4 3 2 1 4 2 Kerapihan dan kebersihan 3 2 1 Kriteria Peletakan nama bangun, ukuran, dan garis tepat Peletakan nama bangun dan ukuran tepat, namun garis bangun tidak lurus Peletakan nama bangun tepat, namun ukuran dan garis kurang tepat Peletakan nama bangun,ukuran, dan garis tidak tepat Gambar bangun ruang tidak ada bekas tipe-x/penghapus dan gambar rapi dan tidak berantakan/bertumpuk Gambar bangun ruang tidak ada bekas tipe-x/penghapus, namun gambar kurang rapi Gambar bangun ruang rapi, namun ada bekas tipe-x/penghapus Gambar bangun ruang tidak rapi dan banyak bekas tipe-x/penghapus

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 3 Kelancaran dalam menggambar 3 2 1 4 3 4 Ketepatan waktu 2 1 4 5 Terampil menggunakan media 3 2 1 47 Menggambar bangun ruang tanpa bertanya dan melihat buku Menggambar bangun ruang dengan bantuan guru tanpa melihat buku Menggambar bangun ruang hanya dengan melihat buku Menggambar bangun ruang dengan bantuan guru dan melihat buku Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang berlebih Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang cukup Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang kurang Peserta didik tidak selesai dalam menggambar bangun ruang Peserta didik menggunakan media sangat terampil dalam menyelesaikan masalah Peserta didik menggunakan media cukup terampil dalam menyelesaikan masalah Peserta didik menggunakan media kurang terampil dalam menyelesaikan masalah Peserta didik tidak terampil menggunkan media dalam menyelesaikan masalah

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD N 1 Kebondalem Lor I. Mata Pelajaran : Matematika Hari / Tanggal : Selasa/8 April 2014 Pertemuan ke :3 Kelas / Semester : IV/ 2 Unit / Tema : Bangun Ruang (Kubus dan Balok) Alokasi Waktu : 1 x 35 menit (1 JP) Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. II. Kompetensi Dasar 8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana. III. Indikator Pembelajaran Kognitif 8.1.1 Menyelesaikan soal evaluasi sifat-sifat balok. 8.1.2 Menyelesaikan soal evaluasi sifat-sifat kubus. Afektif 8.1.3 Menampilkan sikap jujur menyelesaikan evaluasi sifat-sifat balok dan kubus. Psikomotorik 8.1.4 Menggambar balok dan kubus dengan tepat.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IV. 49 Tujuan Pembelajaran Kognitif 8.1.1.1 Peserta didik mampu menyelesaikan satu soal evaluasi sifat-sifat balok tanpa melihat buku. 8.1.2.1 Peserta didik mampu menyelesaikan satu soal evaluasi sifat-sifat kubus tanpa melihat buku. Afektif 8.1.3.1 Peserta didik mampu menampilkan sikap jujur dalam menyelesaikan evaluasi sifat-sifat balok dan kubus. Psikomotorik 8.1.4.1 Peserta didik mampu menggambarkan balok dan kubus dengan tepat tanpa melihat buku. V. Karakter yang Diharapkan A. Disiplin (disciple) B. Tekun (diligence) C. Tanggung jawab (responsibility) D. Ketelitian (carefulness) E. Kerjasama (cooperation) VI. Materi Pembelajaran Mengidentifikasi balok dan kubus (terlampir) VII. Pendekatan dan Metode Pembelajaran A. Pendekatan Pembelajaran : PMRI B. MetodePembelajaran : Penugasan

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 VIII. Kegiatan Pembelajaran Uraian kegiatan Alokasi Waktu A. Kegiatan Awal 1. Keterangan 5 menit Pendidik mengucapkan salam pembuka. 2. Salah satu peserta didik doa untuk memimpin mengawali kegiatan pembelajaran. 3. Pendidik melakukan absensi untuk mengecek kehadiran pesertadidik. 4. Pendidik menyiapkan kondisi peserta didik (kesiapan dan peserta mengikuti pelajaran, pelajaran, dan kelas didik buku kebersihan kelas). 5. Peserta didik dan pendidik membuat kesepakatan mengenai peraturan selama proses evaluasi berlangsung. Peraturan tersebut antara lain: a. Peserta didik tidak diperkenankan berbicara dengan teman lain b. Peserta didik yang akan bertanya atau mengacungkan terlebih dahulu izin jari PMRI 4

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. 51 Peserta didik menjaga ketertiban selama proses evaluasi berlangsung d. Peserta didik melanggar akan yang peraturan mendapat sanksi berupa pengerjaan kan waktu dikurangi dari peserta yang lain. 6. Apersepsi: pendidik dan PMRI 1 peserta didik bertanya jawab mengenai sifat-sifat balok peserta didik dan kubus. 7. Motivasi: melakukan permainan “TirukanAku”. 8. Pendidik tujuan menyampaikan pembelajaran rencana PMRI 5 dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini. B. KegiatanInti 9. 25 menit Pendidik memberikan pengarahan atau penjelasan tentang pengerjaan evaluasi. 10. Peserta didik menyiapkan alat tulis untuk mengerjakan soal evaluasi 11. Peserta didik memperoleh soal evaluasi yang dibagikan

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 oleh pendidik. 12. Peserta didik mengerjakan evaluasi secara mandiri. C. Kegiatan Akhir 13. Peserta 5 menit didik refleksi melakukan atas kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari. 14. Tindak lanjut: meminta pendidik peserta didik membuat rangkuman tentang materi sifat-sifat kubus dan balok. 15. Pendidik mengucapkan salam kepada peserta didik untuk menutup kegiatan pembelajaran. Total Alokasi Waktu 35 menit Keterangan: IX. PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan hasil konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan Media dan SumberBelajar A. Sumber belajar: 1. Anam, Fatkul. Dasar/Madrasah dkk. 2009. Matematika 4 Ibtidaiyah Pendidikan Nasional. Kelas 4. untuk Jakarta: Sekolah Departemen

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 53 Irwan Kusdinar. dkk. Pintar Matematika 4: Untuk SD/MI Kelas 4. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. 3. Mustaqiem, Burhan. Dan Ary Astuty. 2008. Ayo belajar matematika 4: untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 4. http://chantiqarakhadisa.blogspot.com/2012/03/kubus.html. 5. http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=script &c md=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/SMP/view&id=257&uniq =2186. B. Media: Lembar evaluasi dan perlengkapan permainan X. Penilaian A. Prosedur : post test B. Teknik : tertulis C. Instrumen : - soal, kunci jawaban dan rubrik penilaian (terlampir) D. Pedoman 1. : Skoring: Kognitif = skor 100 Afektif = 4 aspek (masing-masing 4 skor) Psikomotorik = 4 aspek (masing-masing 4 skor)

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 54 Nilai akhir : Nilai akhir = ∑ skor (kognitif + afektif + psikomotorik) x100 132

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 SOAL EVALUASI Kerjakan soal-soal di bawah ini! 1. Tuliskan 4 sifat balok! 2. Tuliskan 3 sifat kubus! 3. Gambarkan balok ABCD.EFGH! 4. Gambarkan kubus ABCD.EFGH! 5. Tuliskan perbedaan dari sifat-sifat balok dan kubus! KUNCI JAWABAN 1. 2. 3. Sifat-sifat balok yaitu: a. Memiliki 6 sisi yang berbentuk persegi panjang b. Memiliki 8 titik sudut c. Memiliki 3 pasang sisi yang kongruen d. Memiliki 12 rusuk (4 panjang, 4 lebar, dan 4 tinggi) Sifat-sifat kubus yaitu : a. Memiliki 6 sisi yang berbentuk persegi b. Memiliki 8 titik sudut c. Memiliki 12 rusuk Gambar balok ABCD.EFGH 55

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Gambar kubus ABCD.EFGH 5. Perbedaan balok dan kubus : Balok Kubus 1. Sisinya berbentuk persegi panjang 1. Sisinya berbentuk persegi 2. Tiga pasang sisi yang kongruen 2. Semua sisinya kongruen 56

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Lampiran 2 KRITERIA PENILAIAN SOAL EVALUASI No. Soal 1 2 3 4 5 Keterang an  Memberikan 4 sifat balok dengan tepat  Memberikan 2 sifat balok dengan tepat  Memberikan 1 sifat balok dengan tepat  Memberikan 4 sifat balok, namun jawaban tidak tepat  Memberikan 3 sifat kubus dengan tepat  Memberikan 2 sifat kubus dengan tepat  Memberikan 1sifat kubus dengan tepat  Memberikan 4 sifat kubus, namun jawaban tidak tepat  Menggambar dengan tepat, rapi, dan bersih  Menggambar dengan tepat, rapi, namun tidak bersih  Menggambar dengan tepat namun tidak rapi dan tidak bersih Menggambar dengan tidak tepat, tidak rapi dan tidak bersih  Menggambar dengan tepat, rapi, dan bersih  Menggambar dengan tepat, rapi, namun tidak bersih  Menggambar dengan tepat namun tidak rapi dan tidak bersih  Menggambar dengan tidak tepat, tidak rapi dan tidak bersih  Menyebutkan 2 perbedaan balok dan kubus dengan benar  Menyebutkan 2 perbedaan balok dan kubus namun salah satu salahsalahsasasasalahbenbenar  Menyebutkan 1 perbedaan balok dan kubus dengan benar  Menyebutkan perbedaan balok dan kubus namun salah Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Lampiran 3 RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF No 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor Tidak mencontek jawaban teman Nama Aspek yang dinilai *) Tidak Tidak memberi membuka jawaban buku/catatan pada teman Tidak Bertanya pada teman Total skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 Tidak mencontek jawaban teman 3 2 1 4 2 Tidak membuka buku/catatan 3 2 1 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan melihat ke atas (berpikir) Menengok kanan kiri (mengerjakan evaluasi secara mandiri) Mencontek pekerjaan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak membuka catatan Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri Gelisah dan menengok kanan/kiri Membuka catatan

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Tidak Memberi jawaban pada teman 4 3 2 1 4 Tidak bertanya pada teman 4 3 2 1 59 Tidak memberi jawaban pada teman dan bekerja secara mandiri Tidak memberi jawaban pada teman, namun menengok kanan kiri Mengobrol bersama teman (tidak member jawaban) Memberi jawaban pada teman Tidak bertanya pada teman dan tidak menengok kanan/kiri Tidak bertanya pada teman, namun menengok kanan/kiri Mengintip jawaban teman Bertanya pada teman

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Lampiran 4 RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTORIK No Nama 1 2 3 4 5 Skor Ketepatan gambar Aspek yang dinilai *) Kelancaran Kerapihan dalam dan mengkebersihan gambar Ketepatan waktu Total skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek 1 Ketepatan gambar 2 Kerapihan dan kebersihan Skor Kriteria 4 Peletakan nama bangun, ukuran, dan garis tepat Peletakan nama bangun dan ukuran tepat, namun 3 garis bangun tidak lurus Peletakan nama bangun tepat, namun ukuran dan 2 garis kurang tepat 1 Peletakan nama bangun, ukuran, dan garis tidak tepat Gambar bangun ruang tidak ada bekas tipex/penghapus dan gambar rapi dan tidak 4 berantakan/bertumpuk Gambar bangun ruang tidak ada bekas tipe3 x/penghapus, namun gambar kurang rapi 2 Gambar bangun ruang rapi, namun ada bekas tipe-x/ penghapus Gambar bangun ruang tidak rapi dan banyak 1 bekasntipe-x/penghapus

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 3 Kelancaran dalam menggambar 3 2 1 4 3 4 Ketepatan waktu 2 1 61 Menggambar bangun ruang tanpa bertanya dan melihat buku Menggambar bangun ruang dengan bantuan pendidik tanpa melihat buku Menggambar bangun ruang hanya dengan melihat buku Menggambar bangun ruang dengan bantuan pendidik dan melihat buku Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang berlebih Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang cukup Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang kurang Peserta didik tidak selesai dalam menggambar bangun ruang

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD N 1 Kebondalem Lor I. Mata Pelajaran : Matematika Hari /Tanggal : Senin/14 April 2014 Pertemuan ke :4 Kelas / Semester : IV / 2 Unit / Tema : Bangun Ruang (Jaring-Jaring Kubus) Alokasi Waktu : 3 x 35menit (3 JP) Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. II. Kompetensi Dasar 8.1 Menentukan jaring-jaring balok dan kubus. III. Indikator Pembelajaran Kognitif 8.1.1 Menjelaskan pengertian jaring-jaring bangun ruang. 8.1.2 Menjelaskan pengertian jaring-jaring kubus 8.1.3 Mengidentifikasi jaring-jaring kubus. Afektif 8.1.4 Bekerja sama dalam mengidentifikasi jaring-jaring kubus. 8.1.5 Menampilkan sikap percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya mengenai jaring-jaring kubus Psikomotorik 8.1.6 Menjiplak jaring-jaring kubus. 8.1.7 Menggambarkan jaring-jaring kubus.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 8.1.8 Membuat jaring-jaring kubus. IV. Tujuan Pembelajaran Kognitif 8.2.1.1 Peserta didik mampu menjelaskan sebuah pengertian jaring-jaring bangun ruang melalui diskusi menggunakan media yang disediakan. 8.2.2.1 Peserta didik mampu menjelaskan sebuah pengertian jaring-jaring bangun ruang melalui diskusi menggunakan media yang disediakan. 8.2.3.1 Peserta didik mampu mengidentifikasi jaring-jaring kubus melalui diskusi menggunakan media.. Afektif 8.2.4.1 Peserta didik mampu bekerjasama dalam mengidentifikasi jaringjarring kubus melalui diskusi. 8.2.5.1 Peserta didik mampu menampilkan sikap percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya mengenai jaring-jaring kubus melalui presentasi. Psikomotorik 8.2.6.1 Peserta didik mampu menjiplak sebuah jaring-jaring kubus menggunakan media yang tersedia. 8.2.7.1 Peserta didik mampu menggambar sebuah jaring-jaring kubus yang berbeda secara berkelompok. 8.2.8.1 Peserta didik mampu membuat sebuah jaring-jaring kubus dari kertas karton menggunakan jaring-jaring yang telah dibuat dalam kelompok. V. Karakter yang Diharapkan A. Disiplin (disciple) B. Tekun (diligence) C. Tanggung jawab (responsibility) D. Ketelitian (carefulness) E. Kerjasama (cooperation)

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VI. 64 Materi Pembelajaran Jaring-jaring Kubus (terlampir) VII. Pendekatan dan Metode Pembelajaran A. Pendekatan Pembelajaran : PMRI B. MetodePembelajaran 1. Diskusi 2. Presentasi 3. Tanya jawab 4. Penugasan 5. Demonstrasi : VIII. Kegiatan Pembelajaran Uraian kegiatan Alokasi Waktu A. Kegiatan Awal 1. 15 menit Pendidik mengucapkan salam pembuka kepada peserta didik. 2. Salah satu peserta memimpin doa mengawali didik untuk kegiatan pembelajaran. 3. Pendidik melakukan absensi untuk mengecek kehadiran peserta didik. 4. Pendidik menyiapkan kondisi peserta didik dan kelas (kesiapan peserta didik mengikuti pelajaran, buku pelajaran, dan kebersihan Keterangan

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 kelas). 5. Pendidik mengingatkan kembali tentang kesepakatan yang telah dibuat pertemuan PMRI 4 pada sebelumnya mengenai peraturan selama proses pembelajaran berlangsung. Peraturan tersebut antara lain: a) Peserta didik tidak diperkenankan berbicara ketika pendidik atau teman lain berbicara. b) Peserta didik yang akan bertanya, menjawab, ataupun izin melakukan sesuatu mengangkat tangan terlebih dahulu. c) Peserta didik menjaga ketertiban selama pembelajaran berlangsung. d) Peserta melanggar akan sanksi didik yang peraturan mendapatkan berupa menggantikan regu piket membersihkan kelas 6. Apersepsi: Pendidik menceritakan sebuah cerita „Paijo danKotak Ajaib‟. PMRI 1

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Pendidik tujuan 66 menyampaikan pembelajaran dan PMRI 5 langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan hari ini. B. Kegiatan Inti 70 menit Eksplorasi 8. Peserta didik mendapatkan potongan kertas yang berisi PMRI 4 perintah. Kemudian peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 4-5 orang, dengan cara mencari teman yang sesuai dengan perintah yang tertulis pada kertas yang didapatkan. 9. Peserta didik berkumpul bersama teman sekelompoknya kemudian menentukan seorang ketua kelompok dan menuliskan nama anggota kelompok. 10. Peserta didik memperoleh LKS yang dibagikan oleh guru. 11. Peserta didik membaca LKS „Jaring-jaring kubus‟. 12. Peserta didik kesempatan diberi untuk memahami LKS dan menanyakan bagian yang PMRI 5

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 masih kurang dimengerti. 13. Perwakilan masing-masing kelompok mengambil media PMRI 2 kubus. 14. Peserta didik membongkar bangun media kubus yang PMRI 2 didapatkan oleh kelompoknya untuk mengetahui jaring- jaringnya. 15. Peserta didik menuliskan pengertian jaring-jaring menggunakan media yang tersedia. 16. Peserta didik menjiplak jaring-jaring menggunakan media kubus PMRI 2, yang PMRI 5 telah dibongkar sebelumnya secara berkelompok. 17. Peserta didik menggambar jaring-jaring kubus yang PMRI 3, berbeda dari media kubus PMRI 5 yang sudah dibongkar sebelumnya secara berkelompok. 18. Peserta didik membuat kubus dari jaring-jaring kubus baru yang telah sebelumnya digambar secara berkelompok. Elaborasi 19. Perwakilan dari masing- PMRI 3

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI masing kelompok mempresentasikan 68 PMRI 5 hasil diskusi kelompok dihadapan pendidik dan teman lain. 20. Peserta didik dan pendidik memberikan umpan balik dari hasil presentasi PMRI 3 masing- masing kelompok. Konfirmasi 21. Peserta sama tentang yang didik bersama- menarik kesimpulan hasil PMRI 3 identifikasi dilakukan dengan bimbingan pendidik. 22. Pendidik memberikan penegasan mengenai materi PMRI 4 jaring-jaring kubus 23. Pendidik memberikan umpan balik terhadap keberhasilan yang dicapai peserta didik dalam mengikuti PMRI 4 proses pembelajaran. C. Kegiatan Akhir 24. Peserta kesempatan 20 menit didik diberi PMRI 3, untuk bertanya PMRI 4 apabila terdapat hal-hal yang belum dimengerti mengenai jaring-jaring kubus. 25. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi yang diberikan

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 oleh pendidik. 26. Peserta didik dibimbing pendidik melakukan refleksi mengenai kegiatan pembelajaraan yang dilakukan hari ini. 27. Pendidik memberikan tindak lanjut berupa tugas membuat macam-macam jaring-jaring kubus yang telah dipelajari bersama teman sekelompok.pembelajaran yang dilakukan hari. 28. Pendidik mengucapkan salam kepada peserta didik. Total Alokasi Waktu 105 menit Keterangan: IX. PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan hasil konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan Media dan Sumber Belajar A. Sumber belajar: 1. Kasri, M. Khafid. dan Gunanto. 2008. Matematika Aktif untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Erlangga. 2. Mustaqim, Burhan. dan Ary Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas. 3. Sinaga, Mangatur. dkk. 2007. Terampil Berhitung Matematika

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 untuk SD Kelas IV. Jakarta. Erlangga. 4. Tim Fokus. 2011. Matematika untuk SD/MI Kelas IV Semester2. Solo: CV. Sindunata. B. Media: Benda berbentuk kubus yang ada disekitar, karton/manila, spidol, gunting, penggaris, lem/ double tip. X. Penilaian A. Prosedur : proses dan akhir B. Teknik : unjuk kerja dan tertulis C. Instrumen : - soal dan kunci jawaban (terlampir) - tugas dan rubrik unjuk kerja terlampir D. Pedoman 1. : Skoring: Kognitif = jumlah nilai jawaban benar x 10 = 100 Afektif = 4 aspek (kerjasama) + 4 aspek (percaya diri) x100 32 Psikomotorik = 4 aspek (masing-masing 4 skor) x 100 16

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Nilai akhir : Nilai akhir = ∑ skor (kognitif + afektif + psikomotorik) 3 71

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Lampiran 1 Cerita Paijo dan Kotak Ajaib Kotak yang telah ditemukan oleh Paijo dari dalam gua kemudian dibawa pulang oleh Paijo. Sesampainya di rumah, Paijo kembali membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya di atas meja. Paijo teringat bahwa temannya akan berulang tahun minggu depan. Paijo telah mempersiapkan kado yang akan diberikan kepada temannya saat ia akan datang ke pesta ulang tahun temannya itu, tetapi Paijo bingung bagaimana akan membungkus kadonya itu. Paijo mencoba memasukkan kado ke dalam kotak-kotak tersebut, tetapi kado yang disiapkan Paijo tidak dapat masuk ke dalam kotak tersebut. Kemudian, dia berpikir bagaimana caranya membuat kotak dalam ukuran yang lebih besar untuk membungkus kado dengan bentuk yang sama. Setelah lama berpikir Paijo memberanikan diri untuk membuat kotak kado dalam ukuran yang lebih besar sehingga kado yang telah disiapkan oleh Paijo dapat dimasukkan ke dalam kotak.

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Lampiran 2 KISI-KISI SOAL EVALUASI No Indikator Kisi-kisi 1 Menjelaskan pengertian jaring-jaring bangun ruang. 2 Menggambar jaring kubus tepat jaringdengan Menjelaskan sebuah pengertian jaringjaring bangun ruang kubus. Menggambar tiga jaring-jaring kubus. Nomor Tingkat soal Kesukaran 1 Mudah 2 Sedang SOAL EVALUASI Kerjakan soal dibawah ini! 1. Apa yang dimaksud dengan jaring-jaring kubus? 2. Gambarkan jaring-jaring kubus ABCD.EFGH! KUNCI JAWABAN 1. Jaring-jaring kubus adalah gabungan dari beberapa persegi yang membentuk kubus. 2. Gambar jaring-jaring kubus ABCD.EFGH

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Lampiran 3 KRITERIAPENILAIANSOAL EVALUASI No. Soal Keterangan  1        2   Menjawab tepat dan lengkap (Jaring-jaring kubus yaitu gabungan dari beberapa persegi yang membentuk kubus). Menjawab kurang tepat Menjawab namun tidak tepat Ketepatan (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan), dan kebersihan gambar Ketepatan (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan), namun kurang bersih gambarnya Kurang tepat(bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan), namun bersih gambarnya Kurang tepat(bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan), tetapi kurang bersih gambarnya Menggambar (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan) tepat, namun tidak bersih gambarnya. Menggambar (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan) namun tidak tepat, dan bersih gambarnya. Menggambar (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan) namun tidak tepat, dan tidak bersih gambarnya. Skor 3 2 1 7 6 5 4 3 2 1

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Lampiran 4 RUBRIK PENILAIAN 1. Rubrik penilaian afektif (kerjasama) Aspek yang dinilai*) Kelompok Tidak mendominasi Menghargai Kekompakan siswa lain Mau berpendapat dalam kelompok Total skor 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No 1 Aspe k Tidak mendominasi Skor 4 3 2 1 4 2 Menghargai siswa lain 3 2 1 4 3 Kekompakan 3 2 1 Kriteria Tidak bertindak sebagai ketua dan mau memberikan kesempatan pada teman lain Tidak bertindak sebagai ketua Tidak memberikan kesempatan pada teman lain Mendominasi dalam kelompok (bertindak sebagai ketua) Mau mendengar pendapat dari teman lain dan memberikan apresiasinya Mau mendengar pendapat teman, namun tidak memberikan apresiasi Hanya mendengar pendapat teman lain Egois terhadap pendapatnya Mau bekerjasama dengan teman lain Mau bekerjasama dengan teman lain dengan syarat harus mengikuti pendapatnya Tidak mau bekerjasama dengan teman lain Hanya menuruti pendapatnya dan menolak pendapat dari teman lain

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Mau berpendapat dalam kelompok 4 3 2 1 2. 76 Lebih dari 3 kali memberikan pendapatnya dalam kelompok 3 kali dalam memberikan pendapatnya dalam kelompok Kurang dari 3 kali dalam memberikan pendapatnya dalam kelompok Tidak mau memberikan pendapatnya dalam kelompok Rubrik penilaian afektif (percaya diri) Aspek yang dinilai *) Kelompok Kelantangan Kejelasan suara pengucapan Kesesuaian Keberanian dengan topik Total skor 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 3 1 Kelantangan suara 2 1 4 2 Kejelasan pengucapan 3 Kriteria Suara terdengar sampai ke baris paling belakang dan jelas Suara terdengar sampai ke baris paling belakang, namun kurang jelas Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang Suara tidak terdengar sampai ke baris paling belakang Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan konsonannya Konsonan dalam kalimat kurang jelas

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 1 4 3 3 Keberanian 2 1 4 3 Kesesuaian dengan topik 4 2 1 3. 77 Vokal dan konsonan dalam kalimat kurangjelas Kalimat yang diucapkan tidak jelas Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/ pendapat tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan disuruh Kurang dari 3 kali mengajukan pertanyaan/ pendapat Tidak pernah mengajukan pertanyaan/ pendapat Materi dalam diskusi sesuai dengan topik bahasan Materi dalam diskusi kurang sesuai dengan topik bahasan Materi dalam diskusi diselingi dengan topik lain Materi dalam diskusi tidak sesuai dengan topik bahasan Rubrik penilaian psikomotorik Kelompok Ketepatan gambar/ jiplakan/ produk kubus 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang Aspek yang dinilai *) Kelancaran dalam Kerapihan Ketepatan menggambar/ dan waktu dalam menjiplak/ kebersihan mengerjakan membuat kubus Total skor

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 Ketepatan jiplakan/ gambar/ membuat kubus 3 2 1 4 2 Kerapihan dan kebersihan 3 2 1 3 Kelancaran dalam menggambar/ menjiplak/ membuat kubus 4 3 2 1 4 4 Ketepatan waktu dalam mengerjakan 3 2 1 Kriteria Tepat dalam menjipalak, mengambar dan membuat kubus Kurang tepat dalam menjipalak, mengambar dan membuat kubus Tidak tepat dalam menjipalak, mengambar dan membuat kubus Sangat tidak tepat dalam menjiplak, menggambar, dan membuat kubus Jiplakkan/gambar/produk bangun ruang tidak ada bekas tipe-x/penghapus dan rapi serta tidak berantakan/bertumpuk Jiplakkan/gambar/produk bangun ruang tidak ada bekas tipe-x/penghapus, namun kurang rapi Jiplakkan/gambar/produk bangun ruang rapi, namun ada bekas tipe-x/penghapus Jiplakkan/gambar/produk bangun ruang tidak rapi dan banyak bekas tipe-x/penghapus Menggambar/menjiplak/membuat bangun ruang tanpa bertanya dan melihat buku Menggambar/menjiplak/membuat bangun ruang dengan bantuan guru tanpa melihat buku Menggambar/menjiplak/membuat bangun ruang hanya dengan melihat buku Menggambar/menjiplak/membuat bangun ruang dengan bantuan guru dan melihat buku Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang berlebih Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang cukup Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang kurang Peserta didik tidak selesai dalam menggambar bangun ruang

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD N 1 Kebondalem Lor I. Mata Pelajaran : Matematika Hari /Tanggal : Selasa/15 April 2014 Pertemuan ke :5 Kelas / Semester : IV / 2 Unit / Tema : Bangun Ruang (Jaring-Jaring Balok) Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (23 JP) Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. II. Kompetensi Dasar 8.2 Menentukan jaring-jaring balok dan kubus. III. Indikator Pembelajaran Kognitif 8.2.1 Mengidentifikasi jaring-jaring balok. 8.2.2 Menjelaskan pengertian jaring-jaring balok. Afektif 8.2.3 Bekerjasama dalam mengidentifikasi jaring-jaring balok. 8.2.4 Percaya diri dalam mempresentasikan hasil diskusi. Psikomotorik 8.2.5 Menjiplak jaring-jaring balok 8.2.6 Menggambarkan jaring-jaring balok. 8.2.7 Membuat jaring-jaring balok.

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IV. 80 Tujuan Pembelajaran Kognitif 8.2.1.1 Peserta didik mampu mengidentifikasi jaring-jaring balok melalui diskusi menggunakan media. 8.2.2.1 Peserta didik mampu menjelaskan pengertian jaring-jaring balok melalui diskusi menggunakan media. Afektif 8.2.3.1 Peserta didik mampu bekerjasama dalam kelompok untuk mengidentifikasi jaring-jaring balok. 8.2.4.1 Peserta didik percaya diri menyampaikan pendapatnya mengenai jaring-jaring balok didepan kelas saat presentasi. Psikomotorik 8.2.5.1 Peserta didik mampu menjiplak sebuah jaring-jaring balok menggunakan media yang tersedia. 8.2.6.1 Peserta didik mampu menggambarkan sebuah jaring-jaring balok yang berbeda ukuran secara berkelompok. 8.2.7.1 Peserta didik mampu membuat sebuah bangun balok menggunakan jaring-jaring yang telah dibuat dalam kelompok. V. Karakter yang Diharapkan A. Disiplin (disciple) B. Tekun (diligence) C. Tanggung jawab (responsibility) D. Ketelitian (carefulness) E. Kerjasama (cooperation) VI. Materi Pembelajaran Jaring-jaring Balok (terlampir) VII. Pendekatan dan Metode Pembelajaran A. Pendekatan Pembelajaran : PMRI

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. MetodePembelajaran 1. Diskusi 2. Presentasi 3. Tanya jawab 4. Penugasan 5. Demonstrasi 81 : VIII. Kegiatan Pembelajaran Uraian kegiatan Alokasi Waktu A. Kegiatan Awal 1. Keterangan 10 menit Pendidik mengucapkan salam pembuka kepada peserta didik. 2. Salah satu peserta memimpin doa mengawali didik untuk kegiatan pembelajaran. 3. Pendidik melakukan absensi untuk mengecek kehadiran peserta didik. 4. Pendidik menyiapkan kondisi peserta didik dan kelas (kesiapan peserta didik mengikuti pelajaran, buku pelajaran, dan kebersihan kelas). 5. Pendidik mengingatkan kembali tentang kesepakatan yang telah pertemuan dibuat pada sebelumnya mengenai peraturan selama PMRI 4

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI proses 82 pembelajaran berlangsung. Peraturan tersebut antara lain: a) Peserta didik tidak diperkenankan berbicara ketika pendidik atau teman lain berbicara. b) Peserta didik yang akan bertanya, menjawab, ataupun izin melakukan sesuatu mengangkat tangan terlebih dahulu. c) Peserta didik menjaga ketertiban selama pembelajaran berlangsung. d) Peserta didik melanggar akan yang peraturan mendapatkan sanksi berupa menggantikan regu piket membersihkan kelas 6. Apersepsi: pendidik bertanya mengenai jaring-jaring PMRI 1 kepada peserta didik. 7. Pendidik tujuan menyampaikan pembelajaran langkah-langkah pembelajaran. dan PMRI 5

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Kegiatan Inti 83 70 menit Eksplorasi 8. Peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 45 orang sesuai dengan kelompok pada pertemuan sebelumnya. 9. Peserta didik memperoleh LKS yang dibagikan oleh pendidik. 10. Peserta didik membaca LKS „Jaring-jaring Balok‟ yang telah dibagikan PMRI 5 oleh pendidik. 11. Peserta didik diberi kesempatan untuk memahami LKS dan menanyakan bagian yang masih kurang dimengerti. 12. Perwakilan masing-masing kelompok mengambil media PMRI 2 balok. 13. Peserta didik membongkar bangun media balok yang didapatkan kelompoknya oleh untuk mengetahui jaring-jaringnya. 14. Peserta didik menyebutkan pengertian jaring-jaring menggunakan media yang tersedia. PMRI 2

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15. Peserta didik 84 menjiplak jaring-jaring balok PMRI 5, menggunakan media yang PMRI 2 telah dibongkar sebelumnya secara berkelompok. 16. Peserta didik menggambarkan jaring-jaring balok yang berbeda dari PMRI 3, media kubus yang sudah PMRI 5 dibongkar sebelumnya secara berkelompok. 17. Peserta didik membuat balok dari jaring-jaring balok baru PMRI 3, yang PMRI 5 telah digambar sebelumnya secara berkelompok. Elaborasi 18. Perwakilan dari masing masingkelompok mempresentasikan PMRI 5 hasil pekerjaannya. 19. Peserta didik umpan balik memberikan dari hasil presentasi dengan bimbingan PMRI 3 pendidik Konfirmasi 20. Peserta didik bersama-sama menarik kesimpulan tentang hasil identifikasi yang dilakukan dengan bimbingan pendidik. PMRI 3

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21. Pendidik 85 memberikan penegasan materi sifat-sifat dan gambar balok dari hasil presentasi masing-masing PMRI 3 kelompok. C. Kegiatan Akhir 22. Peserta 25 menit didik diberi PMRI 3, kesempatan untuk bertanya PMRI 4 apabila terdapat bagian yang belum dimengerti. 23. Peserta didik bersama pendidik merangkum tentang materi yang telah dipelajari hari ini. 24. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh pendidik. 25. Peserta refleksi didik melakukan atas kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari. 26. Peserta didik diberi tugas untuk membuat macam- macam jaring-jaring balok secara berkelompok. 27. Pendidik mengucapkan salam untuk menutup kegiatan pembelajaran. Total Alokasi Waktu 105 menit

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Keterangan: IX. PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan hasil konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan Media dan Sumber Belajar A. Sumber belajar: 1. Kasri, M. Khafid. dan Gunanto. 2008. Matematika Aktif untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Erlangga. 2. Mustaqim, Burhan. dan Ary Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas. 3. Sinaga, Mangatur. dkk. 2007. Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas IV. Jakarta. Erlangga. 4. Tim Fokus. 2011. Matematika untuk SD/MI Kelas IV Semester2. Solo: CV. Sindunata. B. Media: Benda berbentuk balok yang ada disekitar, karton/manila, spidol, gunting, penggaris, lem/ double tip. X. Penilaian A. Prosedur : proses dan akhir B. Teknik : unjuk kerja dan tertulis C. Instrumen : - soal dan kunci jawaban (terlampir) - rubrik unjuk kerja (terlampir) D. Pedoman 1. : Skoring: Kognitif = 10 Afektif = 32

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Psikomotorik = 16 2. Nilai akhir : Nilai akhir = ∑ skor (kognitif + afektif + psikomotorik) x 100 58 87

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 1 KISI-KISI SOAL EVALUASI No Indikator Kisi-kisi 1 Menjelaskan pengertian jaring-jaring bangun ruang. 2 Menggambarkan jaringjaring balok. Menjelaskan sebuah pengertian jaringjaring bangun ruang balok Menggambar tiga jaring-jaring balok. No. Soal Tingkat kesukaran 1 Mudah 2 Sedang SOALEVALUASI Kerjakan soal dibawah ini! 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan jaring-jaring balok! 2. Gambarkan sebuah jaring-jaring balok! 1. 2. KUNCI JAWABAN Jaring-jaring balok yaitu gabungan dari beberapa persegi panjang membentuk balok. Gambar jaring-jaring balok

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Lampiran 2 KRITERIAPENILAIAN SOAL EVALUASI No. Soal Keterangan  1       2    Menjawab tepat (Jaring-jaring balok yaitu gabungan dari beberapa persegi panjang membentuk balok.) Menjawab kurang tepat Menjawab namun tidak tepat Ketepatan (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan), dan kebersihan gambar Ketepatan (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan), namun kurang bersih gambarnya Kurang tepat (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk,dan ukuran sisi yang berhadapan), namun bersih gambarnya Kurang tepat (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan), tetapi kurang bersih gambarnya Menggambar (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisiyang berhadapan) tepat, namun tidak bersih gambarnya. Menggambar (bentuk jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan) namun tidak tepat, dan bersih gambarnya. (bentuk Menggambar jaring-jaring, penggambaran rusuk, dan ukuran sisi yang berhadapan) namun tidak tepat, dan tidak bersih gambarnya. Skor 3 2 1 7 6 5 4 3 2 1

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Lampiran 3 RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF a. Rubrik penilaian afektif (percaya diri) Aspek yang dinilai *) Kelompok Kelantangan suara Kejelasan Keberanian pengucapan Kesesuaian dengan topik Total skor 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 3 1 Kelantangan suara 2 1 4 2 Kejelasan pengucapan 3 2 1 4 3 3 Keberanian 2 1 Kriteria Suara terdengar sampai ke baris paling belakang dan jelas Suara terdengar sampai ke baris paling belakang, namun kurang jelas Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang Suara tidak terdengar sampai ke baris paling belakang Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan konsonannya Konsonan dalam kalimat kurang jelas Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas Kalimat yang diucapkan tidak jelas Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan disuruh Kurang dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 4 Kesesuaian dengan topik 91 Materi dalam diskusi sesuai dengan topik bahasan Materi dalam diskusi kurang sesuai dengan topik bahasan Materi dalam diskusi diselingi dengan topik lain Materi dalam diskusi tidak sesuai dengan topik bahasan 3 2 1 b. Rubrik penilaian afektif (kerjasama) Aspek yang dinilai *) Kelompok Tidak mendominasi Menghargai siswalain Kekompakan Mau berpendapat dalam kelompok Total skor 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 Tidak mendominasi 3 2 1 4 2 Menghargai siswa lain 3 2 1 Kriteria Tidak bertindak sebagai ketua dan mau memberikan kesempatan pada teman lain Tidak bertindak sebagai ketua Tidak memberikan kesempatan pada teman lain Mendominasi dalam kelompok (bertindak sebagai ketua) Mau mendengar pendapat dari teman lain dan memberikan apresiasinya Mau mendengar pendapat teman, namun tidak memberikan apresiasi Hanya mendengar pendapat teman lain Egois terhadap pendapatnya

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 3 Kekompakan 3 2 1 4 3 4 Mau berpendapat dalam kelompok 2 1 92 Mau bekerjasama dengan teman lain Mau bekerjasama dengan teman lain dengan syarat harus mengikuti pendapatnya Hanya mau bekerjasama dengan beberapa teman tertentu. Tidak mau bekerjasama dengan teman lain Lebih dari 3 kali memberikan pendapatnya dalam kelompok 3 kali dalam memberikan pendapatnya dalam kelompok Kurang dari 3 kali dalam memberikan pendapatnya dalam kelompok Tidak mau memberikan pendapatnya dalam kelompok

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Lampiran 4 RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTORI Kelompok Aspek yang dinilai *) Kelancaran dalam Kerapihan Ketepatan menggambar/ dan waktu dalam menjiplak/ kebersihan mengerjakan membuat kubus Ketepatan gambar/ jiplakan/ produk kubus Total skor 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 Ketepatan jiplakan/ gambar/ membuat kubus 3 2 1 4 2 Kerapihan dan kebersihan 3 2 1 Kriteria Tepat dalam menjiplak, mengambar dan membuat kubus Kurang tepat dalam menjiplak, mengambar dan membuat kubus Tidak tepat dalam menjiplak, mengambar dan membuat kubus Sangat tidak tepat dalam menjiplak, menggambar, dan membuat kubus Jiplakkan/gambar/produk bangun ruang tidak ada bekas tipe-x/penghapus dan rapi serta tidak berantakan/bertumpuk Jiplakkan/gambar/produk bangun ruang tidak ada bekas tipe-x/penghapus, namun kurang rapi Jiplakkan/ gambar/ produk bangun ruang rapi, namun ada bekas tipe-x/penghapus Jiplakkan/gambar/produk bangun ruang tidak rapi dan banyak bekas tipe-x/penghapus

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Kelancaran dalam menggambar/ menjiplak/ membuat kubus 4 3 2 1 4 4 Ketepatan waktu dalam mengerjakan 3 2 1 94 Menggambar/menjiplak/membuat bangun ruang tanpa bertanya dan melihat buku Menggambar/menjiplak/membuat bangun ruang dengan bantuan guru tanpa melihat buku Menggambar/menjiplak/membuat bangun ruang hanya dengan melihat buku Menggambar/menjiplak/membuat bangun ruang dengan bantuan guru dan melihat buku Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang berlebih Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang cukup Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang kurang Peserta didik tidak selesai dalam menggambar bangun ruang

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD N 1 Kebondalem Lor I. Mata Pelajaran : Matematika Hari /Tanggal : Rabu/16 April 2014 Pertemuan ke :6 Kelas / Semester : IV / 2 Unit / Tema : Bangun Ruang Alokasi Waktu : 1 x 35 menit (23 JP) Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. II. Kompetensi Dasar 8.2 Menentukan jaring-jaring balok dan kubus. III. Indikator Pembelajaran Kognitif 8.1.1 Menyebutkan ciri-ciri jaring-jaring kubus 8.1.2 Menyebutkan ciri-ciri jaring-jaring balok 8.1.3 Menyebutkan perbedaan jaring-jaring kubus dan balok. Afektif 8.1.4 Jujur dalam menyelesaikan soal evaluasi tentang jaring-jaring kubus dan balok. 8.1.5 Menghargai teman yang sedang mengerjakan soal evaluasi sifatsifat kubus dan balok. Psikomotorik 8.1.6 Menggambarkan jaring-jaring kubus.

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 8.1.7 Menggambarkan jaring-jaring balok. IV. Tujuan Pembelajaran Kognitif 8.2.1.1 Peserta didik mampu menyebutkan sebuah ciri-ciri sebuah jaringjaring kubus tanpa melihat buku. 8.2.2.1 Peserta didik mampu menyebutkan sebuah ciri-ciri sebuah jaringjaring balok tanpa melihat buku. 8.2.3.1 Peserta didik mampu menyebutkan dua perbedaan jaring-jaring kubus dan balok tanpa melihat buku. Afektif 8.2.4.1 Peserta didik jujur dalam menyelesaikan soal evaluasi jaring-jaring kubus dan balok. 8.2.5.1 Peserta didik mampu menghargai teman yang sedang mengerjakan soal evaluasi sifat-sifat kubus dan balok. Psikomotorik 8.2.6.1 Peserta didik mampu menggambarkan sebuah jaring-jaring kubus tanpa melihat buku 8.2.7.1 Peserta didik mampu menggambarkan sebuah jaring-jaring balok tanpa melihat buku V. Karakter yang Diharapkan A. Disiplin (disciple) B. Tekun (diligence) C. Tanggung jawab (responsibility) D. Ketelitian (carefulness) E. Kerjasama (cooperation) VI. Materi Pembelajaran Jaring-jaring Kubus dan Balok

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 VII. Pendekatan dan Metode Pembelajaran A. Pendekatan Pembelajaran : PMRI B. Metode Pembelajaran : Penugasan VIII. Kegiatan Pembelajaran Uraian kegiatan Alokasi Waktu A. Kegiatan Awal 1. Keterangan 5 menit Pendidik mengucapkan salam pembuka. 2. Salah satu peserta didik doa untuk memimpin mengawali kegiatan pembelajaran. 3. Pendidik melakukan absensi untuk mengecek kehadiran siswa. 4. Pendidik menyiapkan kondisi peserta didik dan (kesiapan peserta mengikuti pelajaran, kelas didik dan kebersihan kelas). 5. Peserta didik dan pendidik membuat kesepakatan mengenai peraturan selama proses evaluasi berlangsung. Peraturan tersebut antara didik tidak lain: a. Peserta diperkenankan berbicara dengan teman lain. b. Peserta didik yang akan PMRI 4

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 bertanya mengacungkan jari terlebih dahulu. c. Peserta didik menjaga ketertiban selama proses evaluasi berlangsung. d. Peserta didik melanggar akan yang peraturan mendapatkan sanksi berupa pengerjaan waktu dikurangi dari peserta yang lain. 6. Apersepsi: Pendidik mengingatkan kembali materi mengenai jaring- jaring balok PMRI 1 dan kubus. 7. Pendidik tujuan menyampaikan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini. B. Kegiatan Inti 8. Pendidik memberikan penjelasan tentang aturan mengerjakan soal evaluasi. 9. Peserta didik menyiapkan 10. Peserta didik memperoleh alat tulis. soal evaluasi yang dibagikan oleh pendidik. 11. Peserta didik mengerjakan evaluasi secara mandiri. PMRI 5

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 12. Peserta didik mengumpulkan jawaban evaluasi masing- masing. C. KegiatanAkhir 13. Pendidik melakukan refleksi terhadap kegiatan evaluasi yang dilakukan pesertadidik secara lisan. 14. Tindak lanjut: meminta peserta pendidik didik membuat rangkuman tentang materi sifat-sifat kubus dan balok. 15. Pendidik mengucapkan salam kepada peserta didik Total Alokasi Waktu 35 menit Keterangan: IX. PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan hasil konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan Media dan Sumber Belajar A. Sumber belajar: 1. Kasri, M. Khafid. dan Gunanto. 2008. Matematika Aktif untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Erlangga. 2. Mustaqim, Burhan. Dan Ary Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas. 3. Sinaga, Mangatur. dkk. 2007. Terampil Berhitung Matematika

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 untuk SD Kelas IV. Jakarta. Erlangga. 4. TimFokus. 2011. Matematika untuk SD/MI Kelas IV Semester 2. Solo: CV. Sindunata. B. Media: lembar evaluasi X. Penilaian A. Prosedur : post-test B. Teknik : tertulis C. Instrumen : soal dankunci jawaban (terlampir) D. Pedoman : 1. Skoring : Kognitif = skor 100 Afektif =16 Psikomotor =16

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Nilai akhir : Nilai Akhir = 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐤𝐨𝐠𝐧𝐢𝐭𝐢𝐟+𝐚𝐟𝐞𝐤𝐭𝐢𝐟+𝐩𝐬𝐢𝐤𝐨𝐦𝐨𝐭𝐨𝐫𝐢𝐤 𝟏𝟑𝟐 𝐱 𝟏𝟎𝟎 101

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Lampiran 1 SOALEVALUASI Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang tepat! 1. Sebutkan ciri-ciri jaring-jaring bangun kubus! 2. Sebutkan ciri-ciri jaring-jaring bangun balok! 3. Gambarkan sebuah jaring-jaring kubus! 4. Gambarkan sebuah jaring-jaring balok! 5. Tuliskan dua perbedaan dari jaring-jaring balok dan kubus! KUNCI JAWABAN 1. Memiliki 6 sisi bidang datar yang berbentuk persegi yang kongruen, 8 titik sudut, dan 12 rusuk. 2. Memiliki 6 sisi bidang datar yang berbentuk persegi panjang, 8 titik sudut, 12 rusuk dan 3 pasang sisi yang kongruen. 3. Gambar jaring-jaring kubus

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 4. Gambar jaring-jaring balok 5. Perbedaan jaring-jaring kubus dan balok Kubus 1. Sisinya berbentuk persegi 1. 2. Semua sisinya sama dan 2. sebangun (kongruen) Balo k Sisinya berbentuk persegi panjang Tiga pasang sisinya kongruen

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Lampiran 2 KRITERIA PENILAIAN SOAL EVALUASI No. Soal 1 2 3 4 5 Keterangan Skor Memberikan 2 jaring-jaring kubus dengan tepat Memberikan 1 jaring-jaring kubus dengan tepat Memberikan 2 jaring-jaring kubus, namun 1 jawaban tidak tepat Memberikan 1 jaring-jaring kubus, namun jawaban tidak tepat Memberikan 2 jaring-jaring balok dengan tepat Memberikan 1 jaring-jaring balok dengan tepat Memberikan 2 jaring-jaring balok, namun 1 jawaban tidak tepat Memberikan 1 jaring-jaring balok, namun jawaban tidak tepat Menyebutkan 2 perbedaan jaring-jaring balok dan kubus Menyebutkan 1 perbedaan jaring-jaring balok dan kubus Menyebutkan 2 perbedaan jaring-jaring balok dan kubus namun salah Menyebutkan 1 perbedaan jaring-jaring balok dan kubus namun salah Menggambar dengan tepat, rapi, dan bersih Menggambar dengan tepat, rapi, namun tidak bersih Menggambar dengan tepat namun tidak rapi dan tidak bersih Menggambar dengan tidak tepat, tidak rapi dan tidak bersih Menggambar dengan tepat, rapi, dan bersih Menggambar dengan tepat, rapi, namun tidak bersih Menggambar dengan tepat namun tidak rapi dan tidak bersih Menggambar dengan tidak tepat, tidak rapi dan tidak bersih 4 3 2 1 4 3 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Lampiran 3 RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF 1. Rubrik Penilan Afektif (Kejujuran) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor Nama Tidak mencontek jawaban teman Aspekyangdinilai *) Tidak Tidak Tidak memberi membuka bertanya jawaban buku/ pada teman padateman catatan Total skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 Tidak mencontek jawaban teman 3 2 1 4 2 Tidak membuka buku/ catatan 3 2 1 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan melihat ke atas (berpikir) Menengok kanan kiri (mengerjakan evaluasi secara mandiri) Mencontek pekerjaan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak membuka catatan Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri Gelisah dan menengok kanan/kiri Membuka catatan

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 3 3 Tidak memberi jawaban pada teman 2 1 4 4 3 Tidak bertanya padateman 2 1 106 Tidak memberi jawaban pada teman dan bekerja secara mandiri Tidak memberi jawaban pada teman, namun menengok kanan kiri Mengobrol bersama teman (tidak memberi jawaban) Memberi jawaban pada teman Tidak bertanya pada teman dan tidak menengok kanan/kiri Tidak bertanya pada teman, namun menengok kanan/kiri Mengintip jawaban teman Bertanya pada teman 2. Rubrik Penilaian Afektif (Menghargai) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor Nama Tidak berbicara dengan teman : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang Aspek yang dinilai *) Menaati Tidak Tidak peratumenyontek membuat ran yang pekerjaan keributan disepateman kati Total skor

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 Tidak berbicara dengan teman 3 2 1 4 3 2 Tidak membuat keributan 2 1 4 3 Menaati peraturan yang disepakati 3 2 1 4 Tidak menyontek pekerjaan teman 4 3 2 1 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi dengan bertanya kepada teman dan menengok kanan/kiri Tidak mengerjakan evaluasi dan berbicara dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi tepat waktu, mendengarkan penjelasan pendidik, dan melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Mengerjakan evaluasi tepat waktu, mendengarkan penjelasan pendidik, tetapi tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Mengerjakan evaluasi tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan pendidik, dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan pendidik, dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Tidak bertanya pada teman dan tidak menengok kanan/kiri Tidak bertanya pada teman, namun menengok kanan/kiri Mengintip jawaban teman Bertanya pada teman

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Lampiran 4 RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTORIK No 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor Nama Ketepatan gambar Aspek yang dinilai *) Kerapihan Kelancaran dan dalam kebersihan menggambar Ketepatan waktu Total skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek 1 Ketepatan gambar 2 Kerapihan dan kebersihan Kelancaran Skor Kriteria 4 Peletakan nama bangun,ukuran, dangaris tepat Peletakan nama bangundan ukuran tepat, namun 3 garis bangun tidak lurus Peletakan nama bangun tepat, namun ukuran dan 2 garis kurang tepat 1 Peletakan nama bangun, ukuran, dangaris tidak tepat Gambar bangun ruang tidak ada bekas tipex/penghapus dan gambarrapi dan tidak 4 berantakan/bertumpuk Gambar bangun ruang tidak ada bekas tipe3 x/penghapus, namun gambar kurang rapi Gambar bangun ruang rapi, namun ada bekas 2 tipe-/penghapus Gambar bangun ruang tidak rapi dan banyak 1 bekas tipe-x/penghapus Menggambar bangun ruang tanpa bertanya dan 4 melihat buku 3 Menggambar bangun ruang dengan bantuan guru tanpa melihat buku

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 dalam menggambar 2 1 4 4 Ketepatan waktu 3 2 1 109 Menggambar bangun ruang hanya dengan melihat buku Menggambar bangun ruang dengan bantuan guru dan melihat buku Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang berlebih Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang cukup Waktu yang diberikan untuk menggambar bangun ruang kurang Siswa tidak selesai dalam menggambar bangun ruang

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Lampiran 3: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SD N 1 Kebondalem Lor Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : IV/2 Waktu : 11 JP (6 x pertemuan) Tahun Pelajaran : 2013/2014 I. Standar Kompetensi 8. II. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar Kompetensi Dasar 8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana 8.2 Menentukan jaring-jaring kubus dan balok III. Indikator 8.1.1 Menyebutkan sifat-sifat bangun kubus dan balok 8.1.2 Menggambar bangun ruang kubus dan balok 8.2.1 Menentukan jaring-jaring kubus dan balok dari berbagai gambar yang ada 8.2.2 Menggambar dan membuat jaring-jaring kubus dan balok IV. Tujuan Pembelajaran Dengan mendengarkan penjelasan dari guru, siswa dapat: - Menyebutkan sifat-sifat bangun kubus dan balok dengan benar - Menggambar bangun ruang kubus dan balok dengan benar - Menentukan jaring-jaring kubus dan balok dari berbagai gambar yang ada dengan benar dan jelas - Menggambar dan membuat jaring-jaring kubus dan balok dengan benar

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI V. VI. VII. 111 Materi Pokok - Sifat bangun kubus dan balok - Jaring-jaring kubus dan balok Metode Pembelajaran - Demonstrasi - Diskusi Langkah-langkah Pembelajaran A. Pertemuan ke 1 (1 x 35 menit) Hari/Tanggal: 1. Kegiatan Awal Apersepsi  Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Motivasi  Untuk memperkenalkan siswa tentang sifat bangun ruang sederhana 2. Kegiatan Inti Eksplorasi  Siswa diajak tanya jawab tentang nama-nama bangun termasuk bangun ruang Elaborasi  Guru memberikan penjelasan tentang nama-nama bangun ruang  Dengan bimbingan guru siswa mengamati bangun ruang kubus dan balok Konfirmasi  Diskusi kelas tentang sifat-sifat bangun ruang kubus dan balok  Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas  Tanya jawab tentang materi yang dianggap siswa masih sulit  Guru memberikan umpan balik kepada siswa

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 112 Kegiatan Akhir  Dengan bimbingan dari guru siswa diajak menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari tentang bangun ruang kubus dan balok  Pemberian tugas rumah  Penetapan isi materi B. Pertemuan ke 2 (1 x 35 menit) Hari/Tanggal: 1. Kegiatan Awal Apersepsi  Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Motivasi  Untuk memperkenalkan siswa tentang sifat bangun ruang sederhana 2. Kegiatan Inti Eksplorasi  Siswa diajak tanya jawab tentang nama-nama bangun termasuk bangun ruang  Siswa mengamati gambar bangun kubus dan balok yang digambar oleh guru Elaborasi  Masing-masing siswa menggambar bangun kubus dan balok berdasarkan sifat-sifatnya Konfirmasi  Diskusi kelas tentang gambar bangun kubus dan balok yang benar sesuai dengan sifatnya  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas  Tanya jawab tentang materi yang dirasa siswa masih sulit  Guru memberikan umpan balik kepada siswa

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 113 Kegiatan Akhir  Dengan bimbingan dari guru siswa diajak menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari tentang bangun ruang kubus dan balok  Guru memberikan penilaian terhadap gambar-gambar siswa  Pemberian tugas rumah  Penetapan isi materi C. Pertemuan ke 3 (1 x 35 menit) Hari/Tanggal: 1. Kegiatan Awal Apersepsi  Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Motivasi  Untuk memperkenalkan siswa tentang jaring-jaring kubus  Untuk memperkenalkan siswa tentang jaring-jaring balok 2. Kegiatan Inti Eksplorasi  Guru membahas tugas yang diberikan pada pertemuan kemarin  Siswa diajak tanya jawab tentang jaring-jaring pada bangun ruang  Siswa mengamati gambar bangun kubus dan balok yang digambar oleh guru Elaborasi  Masing-masing siswa menunjukkan jaring-jaring kubus dan balok melalui bimbingan guru Konfirmasi  Diskusi kelas tentang jaring-jaring kubus dan balok  Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas  Tanya jawab tentang materi yang dirasa siswa maih sulit  Guru memberikan umpan balik kepada siswa

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 114 Kegiatan Akhir  Guru memberikan pertanyaan penjajakan pada beberapa siswa untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar dan indikator  Dengan bimbingan dari guru siswa diajak menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari tentang jaring-jaring kubus dan balok D. Pertemuan ke 4 (1 x 35 menit) Hari/Tanggal: 1. Kegiatan Awal Apersepsi  Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Motivasi  Untuk memperkenalkan siswa tentang jaring-jaring kubus  Untuk memperkenalkan siswa tentang jaring-jaring balok  Agar siswa mampu membuat jaring-jaring kubus  Agar siswa mampu membuat jaring-jaring balok 2. Kegiatan Inti Eksplorasi  Siswa diajak mengingat kembali materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya  Siswa diajak tanya jawab tentang jaring-jaring pada bangun ruang  Siswa mengamati gambar bangun kubus dan balok yang digambar oleh guru Elaborasi  Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok  Setiap siswa menuliskan hal-hal penting apa saja yang perlu diperhatikan dalam menggambar jaring-jaring kubus dan balok

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115  Masing-masing kelompok membuat jaring-jaring kubus dan balok Konfirmasi  Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya  Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas  Tanya jawab tentang materi yang dirasa siswa masih sulit  Guru memberikan umpan balik kepada siswa 3. Kegiatan Akhir  Guru memberikan pertanyaan penjajakan pada beberapa siswa untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar dan indikator  Penetapan isi materi  Guru memberikan komentar/penilaian E. Pertemuan ke 5 (1 x 35 menit) Hari/Tanggal: 1. Kegiatan Awal Apersepsi  Guru menjelaskan tujuan pembelajaran  Guru memberikan petunjuk cara mengerjakan soal Motivasi  Siswa harus mampu menyelesaikan soal dengan baik 2. Kegiatan Inti Eksplorasi  Guru memberikan petunjuk cara mengerjakan soal  Siswa harus mampu menyelesaikan soal dengan baik Elaborasi  Siswa mengerjakan soal pertanyaan secara individu) uji kompetensi (menjawab

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI  Setiap siswa diharapkan tidak bekerja sama 116 dalam mengerjakan soal ulangan Konfirmasi  Guru menanyakan pada siswa tentang soal yang dibuat ulangan harian  Guru membahas soal ulangan setelah ulangan selesai 3. Kegiatan Akhir  Guru menarik lembar uji kompetensi  Guru memberikan kesempatan siswa bertanya tentang soal ulangan yang dirasa siswa sulit dikerjakan  Penilaian hasil kerja siswa F. Pertemuan ke 6 (1 x 35 menit) Hari/Tanggal: 1. Kegiatan Awal Apersepsi  Informasi tentang tujuan pelajaran, perbaikan dan pengayaan Motivasi  Siswa mampu menyelesaikan soal dengan baik 2. Kegiatan Inti Eksplorasi  Guru memberikan petunjuk cara mengerjakan soal  Siswa mampu menyelesaikan soal dengan baik Elaborasi  Siswa mengerjakan soal pada lembar perbaikan/pengayaan  Setiap siswa diharapkan tidak bekerja sama dalam mengerjakan soal ulangan Konfirmasi  Guru menanyakan pada siswa tentang soal yang dibuat ulangan harian  Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 3. Kegiatan Akhir  Pembahasan hasil kerja siswa dan penilaian  Pesan dari guru VIII. Penilaian/Tindak lanjut A. Pada pertemuan ke 1 melalui penampilan - Kemampuan menentukan sifat-sifat bangun kubus dan balok B. Pada pertemuan ke 2 melalui portofolio - Ketepatan gambar kubus dan balok C. Pada pertemuan ke 3 melalui penampilan - Ketepatan menunjuk jaring-jaring kubus dan balok D. Pada pertemuan ke 4 melalui portofolio - Ketepatan menggambar jaring-jaring kubus dan balok E. Pada pertemuan ke 5 melalui tes tertulis - Mengerjakan soal pada lembar uji kompetensi F. Pada pertemuan ke 6 melalui tes tertulis - Mengerjakan soal pada lembar perbaikan/pengayaan Penilaian 1. Teknik Tes: Tes tertulis Bentuk instrumen: Isian dan uraian Jumlah soal = 5, Bobot nilai untuk setiap soal adalah 20 Nilai hasil = jumlah jawaban benar x bobot setiap soal Nilai akhir = 2. (nilai proses +nilai hasil ) 2 Kinerja/Perbuatan  Tingkah laku siswa, minat belajar, sikap, keaktifan dalam bertanya dan menjawab pertanyaan, serta keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar 3. Penugasan/Proyek  Guru memeriksa dan mengecek apakah tugas yang diberikan ke sisa dapat terselesaikan dengan baik atau tidak 4. Portofolio

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Contoh tugas portofolio  Buatlah soal cerita yang mengandung operasi penaksiran. Kemudian, selesaikanlah soal tersebut Contoh instrumen: 1. Balok mempunyai sisi sebanyak ... buah. 2. Yang termasuk bangun ruang adalah .... 3. Kubus mempunyai titik sudut sebanyak ... buah. 4. Buatlah 2 jaring-jaring kubus! 5. Sebuah balok mempunyai panjang 8 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 3 cm. Panjang semua rusuknya adalah ... cm. IX. Sumber/Media yang digunakan - Buku Matematika kelas IV yang relevan - Buku penunjang yang lain Catatan: ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4: Bahan Ajar Materi Bangun Ruang 119

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5: Lembar Kerja Siswa (LKS) 1. Pertemuan 1 127

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Pertemuan 2 131

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Pertemuan 4 135

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Pertemuan 5 138

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6: Soal Evaluasi 1. Pertemuan 1 141

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Pertemuan 2 142

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Pertemuan 3 143

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Pertemuan 4 145

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Pertemuan 5 146

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Pertemuan 6 147

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7: Soal Pretest dan Posttest 149

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Lampiran 8: Lembar Kuesioner Keaktifan PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA KUESIONER KEAKTIFAN SISWA Kuesioner ini berisi pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang berkaitan dengan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Jawaban yang anda berikan pada kuesioner tidak akan mempengaruhi nilai anda dalam pelajaran matematika. Jawablah setiap pernyataan dalam kuesioner secara jujur sesuai dengan keadaanmu pada waktu belajar matematika. Hasil kuesioner bersifat rahasia dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. A. Petunjuk Pengisian 1. Isilah kuesioner di bawah ini sesuai dengan apa yang anda alami saat ini! 2. Jawablah setiap pernyataan dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan anda! 3. Pilihan jawaban yang diberikan adalah: a. SS = Jika kamu “Sangat Setuju” dengan pernyataan tersebut. b. S = Jika kamu “Setuju” dengan pernyataan tersebut. c. TS = Jika kamu “Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut. d. STS = Jika kamu “Sangat Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut. 4. Contoh cara menjawab : No 1 Pernyataan Saya memahami penjelasan guru tentang SS S TS √ materi bangun ruang 5. Jika ingin mengganti jawaban, berilah coretan pada jawaban yang salah, kemudian berilah tanda centang (√) pada kolom lain sesuai dengan jawaban yang diinginkan. STS

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 1 Pernyataan SS S 153 TS √ Saya duduk diam saat pelajaran berlangsung STS √ B. Identitas Siswa : ……………………………………………… Nama No. absen : ……………………………………………… : ……………………………………………… Kelas C. Kuesioner No. 1 2 Pernyataan Saya membaca buku pelajaran matematika tanpa di perintah oleh guru Saya malas mendengarkan penjelasan guru tentang materi matematika Saya 3 4 5 6 7 8 9 SS menulis penjelasan guru selama mengikuti pembelajaran matematika Saya malas menyelesaikan tugas atau latihan soal yang diberikan guru Saya bersemangat belajar matematika ketika berdiskusi dengan teman. Saya membuat rangkuman sendiri setelah kegiatan berdiskusi selesai Saya malas belajar matematika sendiri Saya dapat menyelesaikan soal matematika yang diberikan guru Saya menggunakan media yang diberikan oleh guru diluar kegiatan pembelajaran matematika Saya memperhatikan presentasi dari kelompok 10 11 lain dengan sungguh-sungguh Saya ikut serta membuat kesimpulan dalam berdiskusi S TS STS

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 13 14 15 Saya mencari cara penyelesaian soal matematika sendiri tanpa mencontek teman Saya mencari buku di perpustakaan yang berkaitan dengan materipembelajaran Saya menyampaikan pendapat ketika berdiskusi Saya bertanya kepada teman daripada guru ketika merasa kesulitan belajar Saya memilih untuk diam daripada bertanya 16 pada guru ketika mengalami kesulitan belajar matematika 17 18 19 20 Saya memberikan jawaban ketika ada teman yang bertanya Saya malas menjawab pertanyaan yang diberikan guru Saya mendengarkan teman yang memberikan pendapat dalam berdiskusi Saya tidak pernah memberikan tanggapan ketika ada teman yang berpendapat 154

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Lampiran 9: Lembar Pengamatan Keaktifan Lembar Observasi Keaktifan Aspek Indikator Keaktifan Aktivitas siswa Aktivitasaktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Partisipa si atau keterlibat an siswa Partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran Interaksi Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru Nomor Absen Siswa Deskriptor keaktifan 1 2 3 Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa menulis atau mencatat halhal penting selama proses belajar Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbeda-beda Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain Siswa membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar Keterangan : berikan tanda checklist (√) pada kolom nomor siswa sesuai dengan deskriptor dan keadaan yang diamati. 4 5 dst

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Lampiran 10: Indikator Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Karakteristik Pendekatan PMRI Kegiatan Karakteristik Pembelajaran PMRI No. Aspek yang diamati Pernyataan Guru menyajikan masalah kontekstual atau PMRI 1 soal cerita secara lisan atau tertulis. 1 (Penggunaan Konteks) Awal Guru membangkitkan motivasi belajar PMRI 4 siswa dengan kegiatan yang menarik. 2 (Interaktifitas) Guru memberikan kesempatan kepada PMRI 2 siswa untuk memberikan penyelesaianpenyelesaian masalah yang berbeda-beda. 3 (Penggunaan Model) Guru PMRI 2 membimbing siswa untuk menggunakan model-model yang dikembangkan oleh siswa untuk 4 membangun suatu prosedur penyelesaian. (Penggunaan Model) Guru memberi kebebasan kepada siswa Inti PMRI 4 untuk saling berdiskusi berkaitan dengan 4 materi yang diajarkan. (Interaktifitas) Guru memberi kebebasan kepada siswa PMRI 3 untuk menemukan cara menyelesaikan soal yang diberikan. (Pemanfaatan Konstruksi 5 Siswa) Guru memberikan instruksi kepada siswa PMRI 4 untuk menggunakan model-model yang dibangun oleh siswa untuk masalah 6 kontekstual yang diberikan. (Interatikfitas) PMRI 4 Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk saling bertanya jawab. 7

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 (Interaktivitas) Guru mengaitkan konsep matematika satu PMRI 5 dengan konsep matematika lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. 8 (Keterkaitan) Guru PMRI 5 mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. 9 (Keterkaitan) Guru membimbing siswa menyimpulkan Akhir PMRI 3 materi yang telah dipelajari. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Keterangan: PMRI1 = penggunaan konteks PMRI2 = penggunaan model PMRI3 = pemanfaatan hasilkonstruksi siswa PMRI4 = interaktivitas PMRI5 = keterkaitan 10

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Lampiran 11: Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Karakteristik PMRI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA LEMBAR KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA A. Petunjuk Pengisian Berikut ini daftar kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang dilakukan pendidik didalam kelas.Lingkari angka pada kolom skor sesuai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan rambu-rambu skoring. B. Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran Hari / Tanggal : Jam Pelajaran : No Aspek yang diamati Skor Kegiatan Awal Guru 1. menyajikan masalah kontekstual atau soal cerita secara lisan atau tertulis. (Penggunaan 1 2 3 4 Konteks) Guru 2. membangkitkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang 1 2 3 4 menarik. (Interaktifitas) Kegiatan Inti 3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan 1 2 3 4 Keterangan

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penyelesaian-penyelesaian masalah yang berbeda-beda. (Penggunaan Model) Guru membimbing siswa untuk menggunakan model-model yang 4. dikembangkan oleh siswa untuk membangun suatu 1 2 3 4 prosedur penyelesaian. (Penggunaan Model) Guru memberi kebebasan kepada 5. siswa untuk berkaitan saling dengan berdiskusi materi yang 1 2 3 4 diajarkan. (Interaktifitas) Guru memberi kebebasan kepada 6. siswa untuk menemukan cara menyelesaikan soal yang diberikan. 1 2 3 4 (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menggunakan model7. model yang dibangun oleh siswa 1 2 3 4 untuk masalah kontekstual yang diberikan. (Interatikfitas) Guru memberikan instruksi kepada 8. siswa untuk saling bertanya jawab. 1 2 3 4 (Interaktivitas) Guru 9. mengaitkan konsep matematika satu dengan konsep matematika lain berdasarkan dengan 1 2 3 4 topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru 10. mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. 1 2 3 4 159

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Keterkaitan) Kegiatan Penutup Guru 11. membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) 1 2 3 4 160

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 12: Hasil Validasi Expert Judgment Keterlaksanaan PMRI 161

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13: Hasil Validasi Expert Judgment Lembar Observasi Keaktifan 165

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14: Hasil Validasi Expert Judgment Lembar Kuesioner Keaktifan 168

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 15: Hasil Kuesioner Keaktifan 1. Kelas Kontrol 192

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Kelas Eksperimen 194

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 16: Hasil Observasi Keaktifan 1. Kelas Kontrol 196

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Kelas Eksperimen 202

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 17: Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI 208

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 Lampiran 18: Transkrip Video Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI Transkrip Video Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Rabu, 2 April 2014 Pertemuan Ke :1 Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Sn (S1, S2, ….) : Siswa sesuai dengan nomor absen No 1 Subjek G Percakapan dan Kegiatan “Sebelum memulai pelajaran, bu guru mempunyai kesepakatan yang harus disepakati oleh kalian. Kalau tidak patuh nanti diberi ….” 2 SS “hukuman.” 3 G “Ya hukuman. didengarkan Nah, baik-baik peraturannya ya. Yang yang pertama, pertama tidak diperkenankan bicara ketika guru atau teman lain berbicara. Paham maksudnya?” 4 SS “Paham.” 5 G “Teman lain berbicara itu maksudnya koncone kui menyatakan penda ….” 6 G+S “pat.” 7 G “Lalu yang kedua, jika akan bertanya atau menjawab ataupun ijin melakukan sesuatu entah kamu kebelet pipis, angkat tangan terlebih da ….” 8 G+S “hulu.” 9 G “Jadi tangannya dulu ya yang diangkat, bukan mulutnya

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 dulu yang berbicara . lalu yang ketiga menjaga ketertiban selama pembelajaran berlangsung. Paham?” 10 BS “Paham.” 11 G “Lalu yang terakhir bagi yang melanggar peraturan akan mendapatkam sanksi berupa menggantikan regu piket membersihkan kelas. Senang?” 12 BS “Senang.” 13 G “Knp senang? Sing gojek engko kon ganti piket.” 14 S27 “Berarti yang piket gak piket bu?” 15 G “Yang piket ora piket. Sudah? Paham ya ? Ada yang complain dengan peraturannya? Sudah paham semuanya ya?” 16 SS “Sudah.” 17 G “Ya, sekarang kita akan ke materi yang baru yaitu tentang geometri. buka dulu bukunya, balok sama kubus. Sudah ketemu?” 18 SS “Sudah.” 19 G “Agar kalian lebih semangat lagi, bu guru punya sedikit yel-yel. Yel-yelnya seperti ini. Sudah ? Bu guru nanti akan bilang kelas empat, kalian nanti bilang geometri asyikasyik yes. Yesnya gini. Ok siap? Siap? Kelas 4.” 20 SS “Geometri asyik-asyik Yes.” 21 G “Sekali lagi. Kelas empat.” 22 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 23 G “Sekali lagi ya, kelas empat.” 24 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 25 G “Sebelumnya bu guru punya cerita. Ceritanya yaitu cerita paijo dengan kotak ….” 26 BS “ajaib.” 27 G “Ini lho kotak ajaib. Dengarkan baik-baik. Cerita paijo dan

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 kotak ajaib. Konon di tepi hutan tinggal seorang anak yang sangat kumal. Kumal ki karena tidak pernah membersihkan badannya, dia tidak pernah ….” 28 BS “mandi.” 29 G “Anak itu bernama paijo. Pada suatu malam ia bermimpi bertemu dengan seorang kakek. Di dalam mimpinya kakek itu berpesan agar ia pergi ke sebuah gua untuk mengambil kotak ajaib. Ok intinya adalah apa? Paijo….” 30 BS “mengambil kotak ajaib.” 31 G “Cerita yang selanjutnya. Tiba-tiba terdengar suara ayam berkokok dan membangunkan Paijo. Setelah matahari terbit, Paijo bergegas pergi ke gua di tngah hutan, sesuai dengan yang dipesankan oleh sang kakek dalam mimpinya setelah sampai di pintu gua, Paijo terkejut karena muncul sebuah cahaya terang dari dalam gua. Cahayanya dari mana nak?” 32 BS “Dari dalam gua.” 33 G “Menyilaukan mata. Dengan perasaan takut dan penasaran Paijo mulai memasuki gua. Bisa dibayangkan ya bentuknya ya. sesampainya di dalam gua ia menemukan sebuah kotak. Ketika paijo hendak membuka kotak tersebut, terdengar suara kakek yang ada di dalam mimpinya. Paijo terkejut hingga tersungkur ketanah. Tau tersungkur? Apa itu tersungkur?” 34 BS “Jatuh.” 35 G “Kakek berkata, anakku Paijo pergunakanlah kotak tersebut dengan dengan baik. Kemudian Paijo bangun (tangi) dan mendekati kotak tersebut dengan ragu-ragu. Diberanikan dirinya untuk membuka kotak tersebut. Kemudian paijo mengeluarkan benda yang ada di dalam

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 kotak ajaib ini satu-satu. Di dalam kotak ajaib ini ada banyak sekali benda. Paijo tampak kebingungan namun tidak ada seorang pun. Mau kah anak-anak membantu paijo menyelesaikan kebingungannya? Mau tidak?” 36 SS “Mau.” 37 G “Nah kalian membantu paijo untuk menyelesaikan kebingungan….” 38 BS “nya.” 39 G “Selanjutnya, disini nanti kita akan belajar dengan kotak ajaib ini kita akan melihat suatu bangun. Sekarang bu guru dibantu ya. Kotak ajaib ini di bu….” 40 BS “ka.” 41 G “Terus, siapa yang mau mengambil ayok salah satu. Ya S5 silahkan nak, diambil satu. Terus, ya S11. Yo yang tengah siapa? S24. Sebelah sini ada S19. Terus sana S30. Sebelah sini gak ada sini ? Ayok siapa?” 42 S26 “Saya.” 43 G ok sudah? Sekarang baris yang rapi. Sudah menerima? Ayo kalian tentukan benda yang terdapat dalam kotak ajaibnya Paijo. Kira-kira itu apa to? Apa itu anak-anak?” 44 BS “Bungkus makanan.” 45 G “Sekarang bentuknya apa?” 46 SS “Persegi panjang.” 47 G “Kira-kira kalo bentuknya persegi panjang hanya depannya saja? Ya ini ada, ini ada, ini ada, ini ada. Berarti namanya apa nak?” 48 BS “Balok.” 49 G “Walaupun ini benar merek ada tango ada pepsodent dan lain-lain. Berdasarkan bentuknya ini apa?” 50 SS “Balok.”

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 51 G “Ya hari ini kita akan belajar tentang ….” 52 SS “Balok.” 53 G “Ya kita akan belajar. Jadi intinya kebingungan Paijo sudah terjawab dan isi dalam kotak ajaib itu adalah bentuk apa nak?” 54 BS “Balok.” 55 G “Ya hari ini kita akan belajar tentang balok. Bu guru punya foto. Foto ini bu guru kocok, akan dibagi satu-satu, satu orang satu ya. Pokoknya dipegang dulu ya perintahnya tunggu bu guru.” 56 S6 “Bu boleh dibuka?” 57 G “Nggak boleh dibuka. Ayok kelas 4” 58 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 59 G “Ok sekarang jangan ribut dan duduk sesuai dengan gambar yang sama. Kelas 4” 60 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 61 G “Bu guru beri waktu 1 menit, kalian tulis nama kelompoknya sama kalian tentukan ketua kelompoknya. Ibu beri nama, kelompok 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ok kalo sudah sekarang kumpulkan, ketuanya dilingkari aja. Bu guru hitung sampai 5 ya . . 5, 4, 3, 2, 1 yok. Ok selanjutnya kelas 4.” 62 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 63 G “Bu guru punya LKS tolong dikerjakan bersama kelompoknya. Ketua kelompoknya maju ke depan, ya dipahami dulu LKSnya. Ok sudah? Kita akan menggunakan kembali kotaknya Paijo. Ketua kelompok silahkan maju, mengambil satu benda. Kalian tulis nama bendanya apa? Terus cirri-cirinya apa. Ayok kerjasama kelompoknya ya.”

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 64 S9 “Bu guru … buguru …” 65 G “Eh tadi peraturannya gimanaa? Lupa? Siapa tadi yang tanya? Apa nama bendanya? Atau apa nama bentuknya? Boleh. Dua-duanya boleh. Dilihat bendanya aja, benda yang kamu dapat apa to? Cirri-cirinya bagaimana?” 66 S4 “Ada 6 sisi.” 67 S10 “Punya 8 titik sudut.” 68 G “Sampai kegiatan belajar 3 ya.” 69 S16 “Bu gimana?” 70 G “Intinya kamu lihat ini, bungkusnya tango. Bentuknya opo nanti ketemu.” 71 Anak-anak mengerjakan dengan serius. Guru berkeliling mengawasi siswa dalam mengerjakan. 72 G “Bidang datar yang menyusun bangun tersebut sama besar? Sama besar gak? Tanya teman-teman, sama apa? Sama panjang atau sama besar? Ya terus ….” 73 S17 “Bu guru….” 74 G “Iya bentar … sama gak?” 75 S20 “Beda.” 76 G “Ini digambar.” 77 S20 “Kesimpulane?” 78 G “Ya kesimpulan dari hasil pengamatanmua itu apa?” 79 Siswa sibuk menggambar. 80 G “Sudah? kelas 4.” 81 SS “Geometri asyik-asyik yes” 82 G “Ok, sudah selesai ya. Salah satu yang bu guru inginkan dari kelompok kalian adalah mempresentasikan hasil kerja kelompok kalian. 83 BS “Maju?” 84 G “Maju dua orang boleh, salah satu kelompok aja yuk siapa

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 yang mau maju? Bu guru tunjuk boleh?” 85 SS “Boleh.” 86 G “Ayok kelompok 2 siap? Yok siapa yang mau maju? S 2 sama S11. Bendanya dibawa. Salah satu menunjukkan bendanya yang satunya membaca. Ya perhatikan temannya yang akan mempresentasikan. Ayo nama bendane opo? Ok nak perhatikan kedepan. Tadi peraturannya gimana? Ada teman yang berbicara di depan silahkan diperhatikan. Untuk alat tulis silahkan diletakkan. Teman kalian tidak akan bicara jika kalian tidak meletakkan alat tulis dan memperhatikan ke depan. Ayok letakkan alat tulisnya. Tak kon piket nek ora lho. Yo sudah silahkan dipresentasikan hasil kerja kelompokmu, nama bendanya apa yo. Sing mau mbaca tuh siapa? 87 S2 “S11.” 88 G “Berarti S2 yang menunjukkan bendanya.” 89 Siswa mulai berpresentasi 90 G “Siapa yang mau memberi tanggapan dari hsil presentasi S2 dan S11? Ada tidak tadi yang krang tepat nak? Ya sudah S2 dan S11 boleh duduk. Satu lagi kita akan membandingkan. Sekarang yang cewek maju. Ayo perhatikan dulu temannya.” 91 Kelompok siswa selanjutnya mulai berpresentasi 92 G “Siapa yang mau memberi tanggapan untuk presentasinya kelompok 1. Ada? Ok sekarang didengar dulu, kelas 4.” 93 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 94 G “Mengenai hasil presentasi tadi, kira-kira apakah jawaban yang dipresentasikan temanmu dengan jawabanmu ada yang sama?” 95 BS “Ada.”

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 96 G “Apakah ada yang beda?” 97 BS “Ada.” 98 G “Ok kita bahas bersama-sama. Ini nama bendanya apa?” 99 BS “Pepsodent.” 100 G “Perhatikan ke depan, kelas 4.” 101 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 102 G “Nah perjanjiannya masih ingat ya?” 103 SS “Masih.” 104 G “Silahkan perhatikan ke depan. Benda ini namanya benda?” 105 SS “Balok.” 106 G “Balok. Kalian bisa menemukan dalam kehidupan seharihari, contohnya dalam bentuk bungkus apa ini?” 107 SS “Pepsodent.” 108 G “Atau pasta gigi atau bungkus maka….” 109 BS “nan.” 110 G “Sekarang… ini bentuknya balok ya ok balok. Setuju?” 111 SS “Setuju.” 112 G “Mempunyai bidang datar yang sama tau tidak? Kelompok mana yang menjawab tidak silahkan tunjuk jari. Salah gak papa. Yang menjawab sama? Ok sekarang bu guru tanya, apakah bidang datar yang berhadapan, ngarep karo mburi, ngisor karo duwur, samping kanan samping kiri sama? Sisi yang berhadapan sama besar atau tidak sama besar?” 113 SS “Sama besar.” 114 G “Saiki ngarep karo mburi, ngisor karo nduwur podo ora ukurane?” 115 BS “Sama.” 116 G “Samping kanan karo samping kiri?” 117 SS “Sama.”

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 118 G “Balok mempunyai sisi yang berhadapan sama …..” 119 SS “Besar.” 120 G “Ok sekarang yang pertama kamu lihat. Nek koe ndelok balok ki ngrepe, bidang datar atau si….” 121 SS “si.” 122 G “Sisinya sekarang. Sisinya ada berapa?” 123 S “Enam.” 124 G “ok enam, kenapa bisa enam? Kita hitung sama-sama kok iso ketemu enem ki seko ngendi ya?” 125 G + S ”Satu, dua, tiga empat , lima , enam.” 126 G “Ini sisinya berapa?” 127 SS “Enam.” 128 G “Lalu yang kedua titik sudut atau nek kamu tidak tahu titik sudut itu sama saja dengan po….” 129 BS ” jok.” 130 G “jok, hooh. Ok sekarang pojoknya, titik sudutnya ada?” 131 SS “Delapan.” 132 G + S “Satu, dua, tiga, ………. delapan.” 133 G “Lalu rusuknya. Tadi bu dengar ada yang bertanya rusuk itu yang mana. Saiki sopo sing ngerti rusuk ki sing ngendi? Coba kamu pegang bendanya. Rusuk tuh yang ini , yang memenghubungkan dua titik sudut. Itu namanya ru….” 134 BS “suk.” 135 G “S23 apa itu rusuk? Menghubungkan …..” 136 S23 “Dua titik sudut.” 137 G “Ayo dihitung.” 138 G + S “Satu, dua, ……… dua belas.” 139 G “Ada berapa?” 140 SS “Dua belas.” 141 G “Sekarang sisi yang berhadapan. Ada berapa sisi yang

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 berhadapan? Dilihat kotakmu.” 142 BS “Tiga.” 143 G “Ada tiga. Cepet ya leh nulis. Sudah?” 144 SS “Sudah bu.” 145 G “Ok kalo sudah, kesimpulan, jadi balok itu mempunyai sisi berapa nak? Sisinya ada ....” 146 SS “Enam.” 147 G “Terus titik sudutnya ada ….” 148 SS “Delapan.” 149 G “Lalu rusuknya ada ….” 150 SS “Dua belas.” 151 G “Lalu ada sisi yang berhadapan yang sama?” 152 SS “Tiga.” 153 G “Ok sudah. Ok Bu guru punya soal, perwakilan kelompok maju.” 154 S6 “Bu boleh lihat buku?” 155 G Gak boleh. Dah tutup semua bukunya. Kerjakan sendirisendiri ya? Ini soal evaluasi, bukan kerja kelompok. Terus dinamai, baloke ojo lali dikei jeneng. Namanya ABCD.EFGH. ya sudah? 156 BS “Belum.” 157 G “Nama jangan lupa. Yang sudah dikumpulkan sini.”

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 Transkrip Video Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Senin, 7 April 2014 Pertemuan Ke :2 Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Sn (S1, S2, ….) : Siswa sesuai dengan nomor absen No Subjek Percakapan dan Kegiatan 1 G “Ok sudah siap? Kelas 4.” 2 SS “Geomeetri asyik-asyik yes.” 3 G “Selamat pagi anak-anak?” 4 SS “Selamat pagi bu guru.” 5 G “Kelas 4.” 6 S “Geometri asyik-asyik yes.” 7 G “Siapa yang hari ini tidak masuk? Ya masuk semua ya? Sudah berdoa? SS “Belum.” 9 G “Ayok S10 memimpin doa.” 10 S10 “Siap grak berdoa mulai. Cukup.” 11 G “Ok sebelumnya, sebelum bu guru mulai, bu guru akan 8 membacakan peraturan pelajaran matematika hari ini ya. Silahkan didengarkan baik-baik. Yang pertama peserta didik tidak diperkenankan berbicara ketika guru atau teman lain berbicara. Paham?” 12 SS “Paham.” 13 G “Peserta didik yang akan bertanya, menjawab atau izin melakukan sesuatu. Dadi nek arep lungo arep jalan-jalan ki

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 ijin dengan mengangkat tangan terlebih dahulu. Lalu yang ketiga peserta didik menjaga ketertiban selama pelajara berlangsung, yang melanggar peraturan akan menggantikan regu piket membersihkan kelas. Saiki ra mung rong dino, tak tambahi dadi pattang dino, dobel. Ok sudah? Kelas 4.” 14 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 15 G “Ketuanya maju ke depan.” 16 Bu guru membagi lembaran kertas dan mengajak siswa bernyanyi bersama (judul lagu sifat balok liriknya abang tukang bakso) 17 G “Ayo kita bahas lagunya, ini adalah sifat balok. Balok mempunyai berapa sifat?” 18 SS “Empat.” 19 G “Ok kelompok satu, sifat yang pertama apa? Mempunyai enam ….” 20 SS “Sisi.” 21 G “Terus kelompoknbya S7 selanjutnya sifat yang kedua apa?” 22 S7 “Mempunyai 12 rusuk.” 23 G “Ayok kelompoknya S14.” 24 S14 “Mempunyai 8 titik sudut,” 25 G “Ayok yang terakhir kelmpoknya S9.” 26 S9 “Mempunyai 3 pasang sisi yang kongruen.” 27 G “Iya tadi itu adalah sifat-sifat apa?” 28 SS “Sifat-sifat balok.” 29 G “Ya diinget ya? Selanjutnya, kita akan belajar tentang …. Kemarin kita sudah belajar tetang?” 30 BS “Balok.” 31 G “Sekarang kita akan belajar tentang ….” 32 SS “Kubus.” 33 G “Ok siapkan bukunya di atas meja. Sudah siap? Perhatikan

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 semua. Kelas 4.” 34 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 35 G “Sekarang perwakilan dari massing-masing kelompok maju ke depan mengambil salah satu benda yang ada di dalam kotak Paijo. Ok sudah dapat kubusnya?” 36 BS “Sudah.” 37 G “Walaupun beda mereknya tapi itu bentuknya adalah ….” 38 SS “Kubus.” 39 G “Sudah dapat ya kubusnya?” 40 SS “Sudah.” 41 G “Bu guru punya soal nanti dikerjakan dengan melihat benda yang kalian dapat (sambil membagikan soal). Jangan lupa namanya ya. Jangan buka buku, lihat bendanya saja.” 42 S18 “Bu boleh lihat buku tidak?” 43 G “Tidak boleh. Ada yang belum dapat soal?” 44 BS “Sudah.” 45 G “Ayok perhatikan depan dulu. Silahkan amati benda ini (sambil menjuk benda berbentuk kubus). Ini bentuknya apa? Nama bendanya apa terus cirri-cirinya. Sisi berapa, rusuknya berapa, titik sudutnya berapa? Ya, terus sisi yang sama ada berapa? Paham? 46 SS “Paham.” 47 G “Tidak boleh melihat buku, hanya boleh melihat bendanya saja. Kalian sudah bisa tahu sifat-sifat kubus. Paham?” 48 SS “Paham.” 49 G “Ada pertanyaan? Siapa yang mau tanya? Ya, ok tidak ada. Ok sekarang dikerjakan, jangan lupa diberi nama di atas. Ya tidak boleh melihat buku, hanya dari bendanya saja.” 50 Siswa diberi waktu untuk mengerjakan soal. 51 G “Ok, silahkan diperhatikan semua. Semua alat tulis

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 diletakkan. Gambarnya sudah selesai, ok? Sekarang waktunya kita akan membahas soal yang kalian kerjakan. Ok, yang pertama. Bu guru tunjuk ok? Kelompok mana yang akan maju? Gantian yang belum kelompoknya S15 ayo maju, dibawa kubusnya. Ok diperhatikan, dilarang berbicara sendiri. Kalau yang berbicara sendiri bu guru suruh ngadeg ra ulih lungguh.” 52 S5 “Iki bu ra ketok bu.” 53 G “Tolong mejanya dibelakangkan, biar temanmu bisa melihat. Ayo nak perhatikan semuanya ke depan, dibaca pertanyaannya. Ayo yang baca siapa? Yang keras.” 54 Presentasi bagian 1 55 G “Ya sudah silahkan duduk kembali, skg kegiatan belajar kedua. Yang belum kelompoknya siapa ? S25 yang kegiatan belajar dua. Yo sudah. Ok sekarang lihat depan. Kalau rame sendiri gak boleh duduk. Hayo yang baca S25 aja, S13 suaranya kecil.” 56 Presentasi bagian 2 57 G “Sama jawabannya semua? Tidak ada yang berbeda?” 58 S “Sama.” 59 G “Ok sekarang kelompok mana yang akan menggambar kubus di depan? S23 maju, ayo digambar.” 60 S23 menggambar kubus di papan tulis 61 G “Menurut kalian apakah gamba kubus dari S23 sudah benar?” 62 BS “Benar.” 63 G “Gambarnya sama tidak?” 64 SS “Sama.” 65 G “Ini adalah namanya kubus apa nak? Ok sekarang lihat depan. Ibu mau menjelaskan sedikit dari hasil kerja kalian.

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 Ok S3 nama kubusnya kubus apa?” 66 S3 “Kubus ABCD.EFGH” 67 G “Ok sifat yang pertama. Kita mulai dari apanya nak?” 68 SS “Sisi.” 69 G “Sisi. Ok sisinya ada berapa?” 70 SS “Enam.” 71 G “Ok lihat semua ada enam. Satu, dihitung bersama.” 72 G+S “Satu, dua, …… enam.” 73 G “Nah, mempunyai sisi berapa?” 74 SS “Enam.” 75 G “Ok lalu yang kedua. Titik sudut, titik sudut ki podo wae pojok. Titik sudutnya ada berapa ya?” 76 S “Satu, dua, ……… delapan.” 77 G “Ok sesudah titik sudut apa?” 78 BS “Rusuk.” 79 G “Ok rusuknya ada berapa?” 80 G+S “Satu, dua, ……… dua belas.” 81 G “Ayo bu guru kasih contoh satu, rusuk AB sejajar dengan rusuk apa?” 82 SS “EF” 83 G “Ayo sejajar lagi dengan apa?” 84 SS “DC” 85 G “Lalu sejajar dengan apa lagi?” 86 SS “GH” 87 G “Begitu ya dan seterusnya. Selanjutnya sisi yang berhadapan. Sisi yang berhadapan sama atau tidak? Jadi yang depan sama yang belakang ukurannya sama?” 88 SS “Sama.” 89 G “Yang depan dengan samping kiri sama?” 90 SS “Sama.”

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 91 G “Depan dengan yang atas sini sama?” 92 SS “Sama.” 93 G “Terus dengan bawahnya?” 94 SS “Sama.” 95 G “Berarti sisinya sama?” 96 SS “Sama.” 97 G “Sekarang silahkan ditulis dulu.” 98 Siswa menulis sifat-sifat dari bangun ruang kubus. 99 G “Sudah selesai?” 100 BS “Belum.” 101 G “Ayo kalo sudah lihat depan. Ayo kita simpulkan samasama. Yang pertama.” 102 SS “Kubus sisinya ada enam.” 103 G “Yang kedua.” 104 SS “Titik sudut ada delapan.” 105 G “Terus?” 106 SS “Rusuk ada dua belas.” 107 G “Terus yang terakhir.” 108 SS “Mempunyi sisi yang sama besar.” 109 G “Ok ada pertanyaan siapa yang belum paham? Ya sudah tidak ada. Bu guru kasih soal evaluasi. Jangan lihat buku, semua buku ditutup (membagi soal evaluasi). Kerjakan sendiri-sendiri jangan melihat temannya.” 110 Siswa diberi waktu untuk mengerjakan. 111 G 112 Refleksi bersama-sama. 113 G “Jika sudah dikumpulkan ke depan.” “Sekarang ibu kasih PR untuk menggambar kubus, digambar dikertas. Karena pelajaran sudah selesai, ok bu guru tutup ya. Assalamualaikum Wr. Wb.”

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 Transkrip Video Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Selasa, 8 April 2014 Pertemuan Ke :3 Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Sn (S1, S2, ….) : Siswa sesuai dengan nomor absen No Subjek Percakapan dan Kegiatan 1 G “Selamat pagi anak-anak.” 2 SS “Selamat pagi bu guru.” 3 G “Sudah berdoa?” 4 SS “Sudah.” 5 G “Siapa yang tidak masuk hari ini?” 6 BS “Tidak ada.” 7 G “Kelas 4.” 8 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 9 G “Peraturannya masih seperti kemarin, masih ingat?” 10 SS “Masih.” 11 G “Tidak perlu diperjelas lagi. Pokoknya kalau kurang jelas atau mau ijin silahkan bertanya pada bu guru dengan angkat tangan, paham?” 12 SS “Paham.” 13 G “Sekarang bu guru mempunyai permainan, permainannya adalah tirukan aku. Apa?” 14 SS “Tirukan aku.” 15 G “Hari ini pembelajarannya tentang evaluasi, jadi mengerjakan soal yang sudah dipelajari beberapa hari yang

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 lalu, yaitu tentang ….” 16 BS “Balok dan kubus.” 17 G “Masih ingat sifat-sifatnya?” 18 SS “Masih.” 19 G “Masih ingat tentang perbedaannya?” 20 SS “Masih.” 21 G “Sekarang ibu minta kerjakan soal sesuai dengan perintah. Sudah ya? Siap nak? Siap apa belum?” 22 SS “Siap.” 23 G “Kelas 4.” 24 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 25 Bu guru membagikan soal evaluasi kepada siswa. 26 G 27 Siswa diberi waktu untuk mengerjakan soal. 28 G “Silahkan dikerjakan.” “Yang sudah selesai silahkan ditulis nama dan nomer absennya juga. Sudah selesai semua?” 29 SS “Sudah.” 30 G “Ayo kumpulkan ke depan urut, 1, 2, 3………….sampai 30. Kelas 4.” 31 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 32 G “Gimana hari ini senang?” 33 SS “Senang.” 34 G “Ada yang mengalami kesulitan dalam mengerkjakan?” 35 SS “Tidak.” 36 G “Bisa membedakan gambar balok dan kubus?” 37 SS “Bisa.” 38 G “Perbedaannya di apa?” 39 BS ”Disisinya.” 40 G “Ya kalau balok sisinya apa? Per…” 41 SS “segi panjang.”

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 42 G “Kalau kubus bentuknya apa sisinya?” 43 SS “Persegi.” 44 G “Ok buguru cukupkan pelajaran matematika hari ini. Siang dan assalamualaikum wr. wb.” 45 SS “Walaikumsalam Wr. Wb.”

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 Transkrip Video Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Senin, 14 April 2014 Pertemuan Ke :4 Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Sn (S1, S2, ….) : Siswa sesuai dengan nomor absen No Subjek Percakapan dan Kegiatan 1 G “Selamat pagi anak-anak? Sudah berdoa?” 2 BS “Belum.” 3 G “Yok berdoa dulu. Ayo S10.” 4 S10 “Siap grak berdoa mulai. Selesai.” 5 G “Sudah siap untuk pelajaran hari ini?” 6 SS “Siap.” 7 G “Siapa yang tidak masuk hari ini?” 8 SS “Masuk semua.” 9 G “Kelasmya sudah rapi? Sudah bersih?” 10 SS “Sudah .” 11 G “Peraturannya masih sama seperti kemarin ya?” 12 SS “Iya.” 13 G “Ya sudah, tidak perlu ibu ulang ya kalo begitu. Ya sebelumnya ibu ingin bertanya kepada kalian. Di awal pelajaran ibu pernah menyampaikan cerita. Ibu guru bercerita tentang apa ya? Kalian masih ingat?” 14 SS “Paijo dan kotak ajaib.” 15 G “Nah ceritanya ada lanjutannya. Sekarang ibu guru akan membacakan lanjutannya tersebut. Dengarkan baik-baik ya

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 nak?” 16 SS “Iya bu.” 17 G “Sudah siap?” 18 SS “Siap.” 19 G “Sekarang ibu mulai. Kotak yang telah ditemukan Paijo dari dalam goa, kemudian dibawa pulang oleh Paijo. Yang menemukan kotak di dalam gua dulu siapa?” 20 SS “Paijo.” 21 G “Sesampainya di rumah, Paijo kembali membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya di atas meja. Paijo teringat bahwa temannya akan berulang tahun minggu depan. Paijo telah mempersiapkan kado yang akan diberikan kepada temannya di saat ia akan dating ke pesta ulang tahun temannya itu. Tetapi Paijo bingung bagaimana akan membungkus kadonya itu. Paijo mencoba memasukkan kado ke dalam kotak-kotak tersebut tetapi kado yang disiapkan Paijo tidak dpat masuk ke dalam kotak tersebut. Kemudian dia berpikir, bagaimana caranya membuat kotak dalam ukuran yang lebih besar untuk membungkus kado dengan bentuk yang sama. Nanti kalian ikut berpikir ya untuk membantu Paijo. Bagaimana crania membuat kotak dalam bentuk dan ukuran yang lebih besar. Kan kotaknya kekecilan dan gak bisa masuk. Nanti kalian temukan caranya agar kadonya bisa masuk ke dalam kotak. Apakah kalian mau membantu Paijo?” 22 SS “Mau.” 23 G “Nah hari ini kita akan belajar membuat kotak-kotak tersebut. Kotaknya dalam bentuk apa nak? Siapa yang tahu?” 24 S23 “Kubus bu.”

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 25 BS “Balok bu.” 26 G “Iya, kotaknya dalam bentuk kubus. S23 menjawab dengn tepat. Nanti kalian akan membuat yang namanya jarringjaring kubus. Nah sebelumnya kita akan membuat kelompok yang berbeda dari kemarin. Paham?” 27 SS “Paham.” 28 G “Sekarang ibu akan membagikan kalian kertas yang berisi perintah, jelas?” 29 BS “Iya bu.” 30 G “Sudah mendapatkan kertasnya semua nak?” 31 SS “Sudah.” 32 G “Kalau sudah duduk di tempat duduk masing-masing. Nanti ibu akan jelaskan. Intinya kalian mencari teman yang sesuai dengan kertas yang kalian miliki dan akan menjadi satu kelompok. Ayo jika sudah duduk bersama kelompoknya. Sekarang ibu akan membagikan LKS kepada kalian. Jangan lupa beri nama dan nomor absen ya nak? Semua sudah dapat LKS?” 33 SS “Sudah.” 34 G “Dibaca LKSnya, ada yang ditanyakan nak?” 35 Guru membagikan media bangun kubus berupa kardus makanan kepada tiap kelompok. 36 G “Sudah dibaca LKSnya? Semua sudah dapat kubusnya? Nah sekarang diskusikan bersama teman sekelompokmu. Kalian lakukan sesuai dengan kegiatan belajar satu dulu ya. Ini sebelum kalian bongkar ibu akan bagikan peralatan yang diperlukan umtuk mengerjakan LKS. Ayo perwakilan kelompok maju ke depan untuk mengambil. Sudah dapat semuanya?” 37 SS “Sudah.”

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 G 232 “Ok sekarang bongkar bangun ruang kubus yang telah kalian dapatkan menjadi sebuah rebahan.” 39 Semua siswa dalam kelompok bekerja sama membongkar bangun kubus menjadi sebuah rebahan. Siswa mengerjakan sesuai dengan perintah yang ada dalam LKS. 40 S8 “Piye e iki, di suwek po?” 41 G “Huuh di suwek wae kan iso udah dapat rebahannya? Sekarang kalian tuliskan ciri-ciri hasil rebahannya.” 42 S19 “Bu, kayak gini?” 43 G “Iya terus ditulis ciri-cirinya. Aduh itu belum jadi rebahan masih ada yang nempel, coba ditekuk saja yang nempel.” 44 S19 “Kayak gini bu?” 45 G “Iya, sekarang kamu tulis ciri-cirinya di dalam LKS. Coba bangun datarnya ada berapa dan bentuknya apa?” 46 S24 “Ow bisa ciri-ciri kubus bu?” 47 G “Coba sama gak dengan kubus kemarin?” 48 S13 “Mempunyai enam sisi boleh bu?” 49 G “Iya boleh, terus apa lagi? Terus apa yang dimaksud jaringjaring kubus? Kalian jelaskan jaring-jaring kubus. Ayo cepat diselesaikan, ibu hanya beri waktu sedikit untuk berdiskusi, ayo gek ndang. Apa yang dimaksud jaringjaring kubus? Untuk nomor 3 jiplak dikertas yng disediakan.” 50 S7 “Berarti harus digambar ya bu?” 51 G “Iya dijiplak.” 52 Guru membagikan kertas untuk menjiplak jaring-jaring kubus. 53 G “Kalau udah kamu jawab nomor satu dan nomor dua. Sama tidak ciri-cirinya sama kubus kemren?” 54 Kelompok S24 mencoba menjiplak jaring-jaring kubus yng dibantu oleh S13 dan S7.

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 55 G “Oh iya nanti biar kelihatan ditebalkan dengan spidol ya?” 56 BS “Iya bu.” 57 G “Udah dijiplak belum? Jangan lupa ditulis kelompok berapa. Tidak ada yang dipotong to sisa-sisanya ini?” (sambil menunjukkan sisa potongan yang ad dikotak makanan) 58 SS “Gak.” 59 G “Itu ada fungsinya, hayo untuk apa, siapa ada yang tahu? Untuk apa sisa ini? Sisanya untuk mengelem. Kalau hanya potongan-potongan ini kan tidak bisa untuk mengelem, dan sisanya digunakan untuk menggabungkan jarring-jaring kubus tadi jadi kubus. Ya yang sudah segera dikumpulkan. Sisa kertas itu untuk kalian membuat gambar jaring-jaring kubus ya?” 60 S23 “Bu gambar disini?” 61 G “Ayo dibaca kegiatan 2 suruh ngapain ? Kelas 4.” 62 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 63 G “Ayo dibaca kegiatan belajar 2. Gambarlah sebuah jaringjaring kubus. Coba kalian gambar yang ukurannya berbeda, lebih besar dari ukuran yang kalian jiplak tadi. Paham?” 64 SS “Paham.” 65 G “Ingat harus ada sisa buat ngelemnya, agar kalian bisa membentuk jadi sebuah kubus.” 66 Semua kelompok serius dalam menggambar jaring-jaring kubus. Guru berkeliling melihat hasil kerja siswa saat berdiskusi menggambar jaringjaring kubus dan membetulkan jika ada siswa yang salah. 67 S5 “Bu diberi nama?” 68 G “Iya diberi nama, kamu kelompok berapa?” 69 S23 “Kelompok 4.” 70 G “Ada yang sudah selesai membuat jaring-jaring?”

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234 71 BS “Belum bu.” 72 G “Sebelum dipotong ditambahi sisa lho.” 73 S5 “Gini bu?” 74 G “Iya. Diberi tempat buat ngelemnya dan tentukan mana yang akan kamu jadikan alas.” 75 Siswa masih berdiskusi membuat jaring-jaring di dalam kelompok (menggunting jaring-jaring kubus untuk dibuat bangun ruang kubus. 76 G “Ayok lima menit lagi, jangan lama-lama. Yang sudah selesai alatnya dikembalikan. Jangan lupa beri nama kelompoknya, LKS diselesaikan! Sudah semua?” 77 SS “Sudah.” 78 G “Ayo kelompok 5 siap untuk mepresentasikan hasil diskusinya, yang lain mendengarkan.” 79 Siswa yang ditunjuk mempresentasikan hasil diskusinya 80 G “Sekarang ibu guru bertanya, terdiri dari beberapa bangun datar apa ini?” 81 SS “Persegi.” 82 G “Dari beberapa bangun datar persegi ini terus kalian lipatlipat diberi lem akan membentuk bangun ruang apa?” 83 SS “Kubus.” 84 G “Ayo dicatat pengertian jaring-jaringnya. Yang belum mengembalikan alat-alatnya tolong segera dikembalikan ketempatnya. Yang sudah kembali ketempatnya masingmasing.” 85 Siswa mencatat pengertian jaring-jaring kubus dan menggambarnya. 86 G “Sudah selesai?” 87 SS “Sudah.” 88 G “Diingat bentuk jaring-jaring kubus, jangan cuma diingat satu saja. Kalau sudah nanti mengerjakan soal evaluasi.” 89 BS “Sudah bu.”

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 235 Guru membagikan soal evaluasi kepada siswa. Siswa serius mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. 91 G “Sudah selesai nak?” 92 SS “Sudah bu.” 93 G “Ya kalau sudah ibu beri kalian PR untuk membuat jaringjaring kubus secara berkelompok. Sudah ya?” 94 SS “Sudah.” 95 G “Kalau sudah sekarang ibu tutup pelajarannya, selamat siang nak.”

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236 Transkrip Video Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Selasa, 15 April 2014 Pertemuan Ke :5 Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Sn (S1, S2, ….) : Siswa sesuai dengan nomor absen No Subjek Percakapan dan Kegiatan 1 G “Selamat pagi anak-anak?” 2 SS “Selamat pagi bu guru.” 3 G “Ok, sudah berdoa?” 4 SS “Sudah.” 5 G “Silahkan dipersiapkan alat tulisnya.” 6 SS “Sudah.” 7 G “Kelas 4.” 8 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 9 G “Bu guru mau menanyakan kembali, PRnya sudah dikumpulkan?” 10 SS “Sudah.” 11 G “Kemarin kita sudah belajar tentang apa nak?” 12 SS “Jaring-jaring kubus.” 13 G “S14 jaring-jaring kubus itu apa?” 14 S14 “Lali.” 15 G “Ayok kemarin itu apa?” 16 S14 “Jaring-jaring kubus adalah beberapa bangun datar persegi yang membentuk bangun ruang kubus.” 17 G “Ok sekarang bu guru tanya kalo jaring-jaring kubus itu,

(335) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 bangun datarnya adalah apa anak-anak ?” 18 SS “Persegi.” 19 G “Membentuk bangun ruang namanya?” 20 SS “Kubus.” 21 G “Ok jadi sisi semua ukurannya apa nak?” 22 SS “Sama.” 23 G “Ok sekarang kita akan belajar tentang jaring-jaring ……” 24 SS “Balok.” 25 G “Silahkan membentuk kelompok seperti kemarin. Ok sudah ya? Kelas 4.” 26 SS “Geometri asyik-asyik yes.” 27 G “Perwakilan kelompok silahkan ambil benda yang ada di kotak ajaib Paijo. Kalo sudah silahkan kalian baca LKSnya, nomor soal dari nomor 1 sampai nomor 4 kirakira ada yang perlu ditanyakan atau tidak?” 28 BS “Tidak.” 29 G “Ini sama seperti kemarin.” 30 Guru membagi benda berbentuk balok yang ada pada kotak ajaib dan siswa mengerjakan soal dan bu guru membagi kertas untuk siswa menggambar. Guru mengawasi pembelajaran. Setelah itu guru meminta siswa untuk berpresentasi 31 G “Kira-kira ada yang menjawab salah? Ya soal nomor dua, apa itu jaring-jaring balok?” 32 BS “Beberapa bangun datar persegi panjang yang membentuk bangun ruang balok.” 33 G “Jadi hasil presentasi teman-teman kalian bahwa jaringjaring balok itu adalah beberapa bangun datar yang berbentuk ….” 34 SS “Persegi.”

(336) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 G 238 “Lalu digabungkan membentuk bangun ruang kubus. Jadi kalau kalian mau membuat kubus, sebelumnya harus membuat apa ini namanya?” 36 SS “Jaring-jaring kubus.” 37 G “Nah, paham ?” 38 SS “Paham.” 39 G “Bentuk jaring-jaring yang kalian jiplak dengan yang dibuat sendiri sama atau tidak?” 40 SS “Tidak.” 41 G “Jadi dalam membuat jaring-jaring kubus itu bisa dibuat berbe ….” 42 SS “da.” 43 G “Asalkan nanti membentuk bangun ruang yang namanya apa?” 44 SS “Kubus.” 45 G “Selanjutnya mengerjakan soal evaluasi, dikerjakan sendiri-sendiri. Perwakilan kelompok silahkan maju kedepan. Nama dan nomer absen jangan lupa, kerjakan sendiri-sendiri jangan mencontek temannya.” 46 Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya. 47 G “Ayo siapa yang belum selesai, ibu hitung. Satu, dua, ….. lima. Ibu beri PR dicatat ya dan dikerjakan di kertas sobekan dan dikumpulkan. Ok bu guru tutup pelajaran hari ini . Assalamualaikum Wr. Wb.

(337) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 Transkrip Video Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Rabu, 16 April 2014 Pertemuan Ke :6 Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Sn (S1, S2, ….) : Siswa sesuai dengan nomor absen No Subjek Percakapan dan Kegiatan 1 G “Sudah berdoa?” 2 SS “Sudah.” 3 G “Kemarin dua hari yang lalu bu guru menjelaskan tentang apa?” 4 SS “Jaring-jaring kubus dan jaring-jaring balok.” 5 G “Apa yang kalian ketahui tentang jaring-jaring kubus dan jaring-jaring balok? Siapa yang bisa tunjuk jari?” 6 S4 “Jaring-jaring kubus adalah beberapa bangun datar persegi yang membentuk bangun ruang kubus.” 7 G Kalau jaring-jaring balok, bangun datarnya apa?” 8 SS “Persegi panjang.” 9 G “Sekarang siapa yang bisa mengemukakan pengertian jaring-jaring balok? Siapa yang bisa? Oh ya S9.” 10 S9 “Beberapa bangun datar persegi panjang yang membentuk bangun ruang balok.” 11 G “Ya ok. Sekarang apakah beda atau sama, antara jaringjaring balok dan jaring-jaring kubus?” 12 SS “Beda.” 13 G “Ok untuk menguji kemampuan pemahaman kalian, bu

(338) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 guru punya soal. Ini dikerjakan secara mandiri, tidak boleh bekerja sma. Siapkan alat tulisnya dulu, dibaca soalnya dengan cermat, dilarang membuka buku paket maupun catatan dan dilarang mencontek jawaban teman lain. Jika melanggar nanti akan dikenakan sanksi siap nak?” “Siap.” 14 SS 15 Guru membagi soal dan aiswa diberi waktu untuk mengerjakan soal. 16 G “Ok sudah semua? Siapa yang belum selesai? Ya sudah dikumpulkan mulai dari absen nomor 1. Sudah duduk ditempat duduk masing-masing ya. Gimana nak ada soal yang susah ?” 17 BS “Tidak.” 18 G “Bisa semua?” 19 BS “Bisa.” 20 G “Gambarnya bisa?” 21 BS “Bisa.” 22 G “Kalau balok, sekarang pertanyaannya balok ada berapa pasang sisi kongruen?” 23 SS “Tiga.” 24 G “Kalau kubus?” 25 SS “Semua sisinya sama besar.” 26 G “Sekarang siapa yang bisa menggambar jarring-jaring balok dan kubus? S12 menggambar jarring-jaring balok coba. Lalu yang kedua S8 coba gambarkan jaring-jaring kubus. 27 Siswa yang ditunjuk maju ke depan. 28 G “Ok nomor 1 ini jaring-jaring apa namanya?” 29 SS “Balok.” 30 G “Yang nomor dua jaring-jaring apa?” 31 SS “Kubus.” 32 G “Jaring-jaring kubus da berapa persegi yang sama?”

(339) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241 33 SS “Enam.” 34 G “Siapa yang mau tanya? Paham semua?” 35 SS “Paham.” 36 G “Ya sudah bu guru akhiri pelajaran hari ini semoga bermanfaat. Assalamualaikum Wr. Wb.” 37 SS “Waalaikumsalam Wr. Wb.”

(340) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 19: Hasil Pekerjaan Siswa (LKS) 1. Pertemuan 1 242

(341) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243

(342) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244

(343) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245

(344) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Pertemuan 2 246

(345) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247

(346) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248

(347) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249

(348) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Pertemuan 4 250

(349) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251

(350) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252

(351) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Pertemuan 5 253

(352) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254

(353) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255

(354) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 20: Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi 1. Pertemuan 1 256

(355) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Pertemuan 2 257

(356) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Pertemuan 3 258

(357) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259

(358) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Pertemuan 4 260

(359) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Pertemuan 5 261

(360) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Pertemuan 6 262

(361) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263

(362) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 21: Hasil Pretest Kelas Kontrol 264

(363) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265

(364) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266

(365) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 22: Hasil Pretest Kelas Eksperimen 267

(366) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268

(367) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269

(368) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 23: Hasil Posttest Kelas Kontrol 270

(369) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271

(370) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272

(371) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 24: Hasil Posttest Kelas Eksperimen 273

(372) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274

(373) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275

(374) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 25: Hasil Validitas Pretest dan Posttest 276

(375) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277

(376) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 26: Hasil Reliabilitas Soal Pretest dan Posttest Case Processing Summary N Cases Valid % 22 100.0 0 .0 22 100.0 Excludeda Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .904 N of Items 10 278

(377) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 27: Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test pretest pretest posttest posttest eksperi kontrol eksperi kontrol men N men 30 30 30 30 Mean 14,27 14,57 29,87 17,57 Std. Deviation 2,840 3,202 3,082 2,029 Absolute ,131 ,180 ,149 ,213 Positive ,131 ,180 ,149 ,213 Negative -,102 -,111 -,112 -,103 Kolmogorov-Smirnov Z ,720 ,983 ,818 1,168 Asymp. Sig. (2-tailed) ,678 ,288 ,515 ,130 Normal Parameters a,b Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 279

(378) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 28: Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances pretest Levene Statistic df1 ,124 df2 1 Sig. 58 ,726 Test of Homogeneity of Variances posttest Levene Statistic 3,666 df1 df2 1 Sig. 58 ,060 280

(379) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281 Lampiran 29: Hasil Uji Perbedaan Rata-rata Pretest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Independent Samples Test Levene's t-test for Equality of Means Test for Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2tailed) Mean Std. Error Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Equal variances ,124 ,726 -,384 58 ,702 -,300 ,781 -1,864 1,264 -,384 57,183 ,702 -,300 ,781 -1,865 1,265 assumed pretest Equal variances not assumed

(380) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282 Lampiran 30: Hasil Uji Perbedaan Pretest ke Posttest Paired Samples Test Paired Differences Mean t Std. Std. Error 95% Confidence Deviation Mean Interval of the df Sig. (2tailed) Difference Lower Upper pretestkon Pair 1 trol posttestko -3,000 3,206 ,585 -4,197 -1,803 -5,126 29 ,000 ntrol Paired Samples Test Paired Differences Mean t Std. Std. Error 95% Confidence Deviation Mean Interval of the df Sig. (2tailed) Difference Lower Upper -17,050 -14,150 pretesteks Pair 1 perimen posttestek sperimen -15,600 3,883 ,709 -22,006 29 ,000

(381) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283 Lampiran 31: Hasil Uji Perbedaan Skor Pretest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Group Statistics kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean eksperimen 30 29,87 3,082 ,563 kontrol 30 17,57 2,029 ,370 posttest Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2tailed) Mean Std. Error Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Equal variances 3,666 ,060 18,258 58 ,000 12,300 ,674 10,952 13,648 18,258 50,160 ,000 12,300 ,674 10,947 13,653 assumed posttest Equal variances not assumed

(382) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 32: Surat Ijin Penelitian 284

(383) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 33: Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian 285

(384) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286 Lampiran 34: Foto Penelitian Gambar Keterangan Siswa sedang mengamati benda yang diberikan oleh guru Siswa sedang membongkar kotak yang berbentuk kubus. Siswa sedang menjiplak hasil rebahan kubus Siswa bersama kelompok membuat jaring-jaring kubus Siswa menggunting hasil gambar jaring-jaring kubus Siswa membentuk bangun kubus dari gambar jaring-jaring

(385) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287 Siswa yang sedang presentasi Guru sedang memberikan penjelasan Siswa sedang berdiskusi kelompok Siswa mengerjakan soal evaluasi

(386) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288 Lampiran 35: Biodata Penulis Nama Lengkap : Meyta Isnandari Nama Panggilan : Meta Tempat Lahir : Cilacap Tanggal Lahir : 29 Mei 1990 Riwayat Pendidikan: 1. Lulus dari pendidikan TK dari TK Aisyah 05 pada tahun 1996 2. Lulus dari pendidikan SD dari SD N 05 Gumilir pada tahun 2002 3. Lulus dari pendidikan SMP dari SMP N 05 Cilacap pada tahun 2005 4. Lulus dari pendidikan SMA dari SMA N 1 Jeruklegi pada tahun 2008 5. Pada tahun 2010 terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Riwayat Organisasi: 1. Bendahara OSIS SMP N 05 Cilacap pada tahun 2003 – 2004 2. Bendahara OSIS SMA N 1 Jeruklegi pada tahun 2006 – 2007 3. Sie Dekorasi Kegiatan Perayaan Ekaristi Pekan Suci pada tahun 2012

(387)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN METODE IMPROVE DENGAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VII MATERI SEGIEMPAT
2
14
285
PENGGUNAAN MEDIA BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP VOLUME DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD N 1 KLAKAH
0
5
46
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP/MTs.
0
12
453
DESAIN PEMBELAJARAN SUDUT PADA BANGUN RUANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS X Yulianita
0
2
14
PENERAPAN PENDEKATAN RME DENGAN MEDIA MODEL VBANGUN RUANG DALAM PENINGKATA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS 5 SD N 1 WONOSARI TAHUN AJARAN 2017/2018 - UNS Institutional Repository
0
0
19
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI KELAS IV SD NEGERI 1 SIDAKANGEN
0
0
14
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TERHADAP SIKAP KERJA KERAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG DAN JARING-JARING DI KELAS IV SD NEGERI SOKARAJA LOR
0
0
18
1 PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI KELAS IV SD NEGERI 3 ARCAWINANGUN
0
0
13
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BANGUN RUANG YANG MENGGUNAKAN KONTRIBUSI SISWA DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IVB SD KANISIUS KALASAN SKRIPSI
0
3
210
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BANGUN RUANG MENGGUNAKAN MASALAH KONTEKSTUAL SEBAGAI STARTING POINT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IVB SD TARAKANITA MAGELANG
0
1
202
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BANGUN RUANG YANG MENCAKUP INTERTWINING DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IVB SD KANISIUS KALASAN TAHUN PELAJARAN 20112012
0
1
235
IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN BANGUN RUANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3
0
0
405
IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N DARATAN MINGGIR SLEMAN SKRIPSI
0
1
395
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BANGUN RUANG YANG MENGGUNAKAN KONTRIBUSI SISWA DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SDN KLEDOKAN TAHUN PELAJARAN 20112012 SKRIPSI
0
1
206
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI KEPUTRAN A YOGYAKARTA
0
4
379
Show more