Korelasi Body Mass Index (BMI) terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository

Gratis

0
0
137
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KORELASI BODY MASS INDEX TERHADAP RASIO KADAR LDL/HDL PADA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN TEMANGGUNG SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh: Francisca Devi Permata NIM : 108114015 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk: Tuhan Yesus Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Papa, Mama, Kakak, Adekku, Sahabat dan saudara-saudaraku, Teman-temanku, dan Almamaterku iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang atas berkat dan penyertaan Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang dengan judul “Korelasi Body Mass Index (BMI) terhadap Rasio Kadar LDL/HDL pada Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Kabupaten Temanggung” untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam proses penulisan skripsi ini tentunya tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak atas bantuan yang telah diberikan, baik waktu maupun tenaga, hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. dr. Fenty, M.Kes., Sp. PK. selaku dosen pembimbing utama skripsi, yang telah mendampingi penulis dengan segala kesabaran, selalu mendukung, menyediakan waktu, memotivasi, dan memberi masukan dari awal hingga akhir proses penyusunan skripsi. 2. Ipang Djunarko, M.Sc., Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. 3. Phebe Hendra, M.Si, Ph.D., Apt. selaku dosen pembimbing akademik dan dosen penguji atas saran dan dukungan yang membangun dan berharga. vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Maria Wisnu Donowati, M.Si., Apt. selaku dosen penguji atas saran dan dukungan yang membangun dan berharga. 5. Ketua Komite Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian. 6. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung sebagai tempat dilakukannya penelitian. 7. Semua dosen Fakultas Farmasi yang telah memberikan ilmu dan bimbingan kepada penulis. 8. Pak Narto yang telah membantu membuat surat perijinan dalam berlangsungnya penelitian. 9. Papa (Wagiyono), Mama (Sukesi), kakak (Yulius Agung Christianto), adik (Valentina Triarsi Wijayanti) yang selalu memberikan semangat, kasih sayang dan dukungan baik moril maupun materiil. Doa dan motivasi kalian selalu menjadi sumber semangat penulis. 10. Teman-teman Fakultas Farmasi angkatan 2010 yang telah berjuang bersama dalam suka dan duka masa perkuliahan dan praktikum, khususnya teman-teman kelas A dan FKK A yang senantiasa memberikan dukungan. 11. Ambar, Padma, Della, Oswaldine, Ines yang senantiasa bertukar pikiran dan saling membantu dalam mengolah data serta memberikan dukungan dan semangat selama proses penyusunan skripsi. 12. Jonas, Ni Putu Padmaningsih, Rita Della Valentini, Francisca Devi Permata, Paulina Ambarsari Mawar Ning Hadi, Oswaldine Heraolia vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pramesthi, Ines Permata Putri, Reza Pahlevi Adisaputra, Liliany Inamtri Ludji, Gabriel Indria Putri Sabatera K.W., Yeni Natalia Susanti, Isabela Anjani, Gissela Haryuningtiyas, Djanuar Davidzob Pah yang telah berjuang bersama untuk bertukar pikiran dalam mengolah data dan memberikan dukungan. 13. CC 171 (Nicko, Suryo, Beni, Ino, Hesti, Ina, Bona, Patrick, Ari, Dilla) dan Kost Wulandari (Lentin, Sesil, Ave) yang selalu menghibur dan memberikan motivasi serta semangat dalam penyusunan skripsi. 14. Keluarga besar Paulina Ambarsari Mawar Ning Hadi di Temanggung yang telah banyak mendukung dan membantu berjalannya penelitian. 15. Semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Dukungan kalian berharga untuk penulis hingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis terbuka terhadap kritik dan saran dari pembaca. Kritik dan saran yang membangun menjadi pembelajaran bagi penulis untuk menjadi lebih baik. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi sumbangan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan. Yogyakarta, 11 Maret 2014 Penulis viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .................... v PRAKATA .................................................................................................... vi PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... ix DAFTAR ISI ................................................................................................. x DAFTAR TABEL ......................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvii INTISARI ..................................................................................................... xxi ABSTRACT .................................................................................................. xxii BAB I. PENGANTAR ............................................................................ 1 A. Latar Belakang ......................................................................................... 1 1. Perumusan Masalah ........................................................................... 4 x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Keaslian Penelitian ............................................................................. 4 3. Manfaat Penelitian ............................................................................. 7 B. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 8 BAB II. PENELAAHAN PUSTAKA........................................................... 9 A. Diabetes Melitus ...................................................................................... 9 B. Diabetes mellitus Tipe 2........................................................................... 10 C. Sindrom Metabolik .................................................................................. 11 D. Kolesterol ................................................................................................. 15 E. Rasio LDL/HDL ...................................................................................... 18 F. Metode Antropometri ............................................................................... 19 G. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten temanggung ............................. 20 H. Landasan Teori ......................................................................................... 21 I. Hipotesis................................................................................................... 22 BAB III. METODE PENELITIAN............................................................... 23 A. Jenis dan Rancangan Penelitian .............................................................. 23 B. Variabel Penelitian .................................................................................. 23 1. Variabel Bebas .................................................................................. 23 2. Variabel Tergantung.......................................................................... 24 3. Variabel Pengacau ............................................................................. 24 C. Definisi Operasional................................................................................ 24 D. Responden Penelitian .............................................................................. 25 E. Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................................. 28 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. Ruang Lingkup Penelitian ....................................................................... 28 G. Teknik Pengambilan Sampel................................................................... 29 H. Instrumen Penelitian................................................................................ 30 I. Tata Cara Penelitian ................................................................................ 30 1. Observasi awal .................................................................................. 30 2. Permohonan Izin dan kerjasama ....................................................... 31 3. Pembuatan informed consent dan leaflet........................................... 31 4. Pencarian responden.......................................................................... 32 5. Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian .................................. 33 6. Pengambilan darah dan pengukuran antropometri ............................ 35 7. Pembagian hasil pemeriksaan ........................................................... 35 8. Pengolahan data ................................................................................ 35 J. Teknik Analisis Data Statistik................................................................. 35 K. Kesulitan Penelitian ................................................................................ 37 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................... 38 A. Karakteristik Responden ......................................................................... 38 1. Usia ................................................................................................... 39 2. Berat Badan ....................................................................................... 40 3. Tinggi Badan ..................................................................................... 40 4. Body mass index ............................................................................... 40 5. Kadar LDL ........................................................................................ 41 6. Kadar HDL ........................................................................................ 42 7. Rasio kadar LDL/HDL...................................................................... 43 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Pria dan Wanita dengan BMI <23 kg/m2 dan BMI ≥23 kg/m2 ....................................................................................... 45 a. Perbandingan Kadar LDL pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan BMI ≥23 kg/m2 pada Responden Pria dan Wanita..................... 46 b. Perbandingan Kadar HDL pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan BMI ≥23 kg/m2 pada Responden Pria dan Wanita .................... 47 c. Perbandingan Rasio Kadar LDL/HDL pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan BMI ≥23 kg/m2 pada Responden Pria dan Wanita ................................................................................. 48 C. Korelasi Body Mass Index terhadap Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Pria dan Wanita ......................................... 48 1. Korelasi Body Mass Index terhadap kadar LDL ............................... 49 2. Korelasi Body Mass Index terhadap kadar HDL............................... 52 3. Korelasi Body Mass Index terhadap rasio kadar LDL/HDL ............. 54 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 62 A. Kesimpulan ............................................................................................. 62 B. Saran ........................................................................................................ 62 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 63 LAMPIRAN .................................................................................................. 69 BIOGRAFI PENULIS .................................................................................. 115 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Klasifikasi Diabetes Melitus ........................................................... 10 Tabel II. Klasifikasi Kadar LDL ................................................................... 17 Tabel III. Klasifikasi Kadar HDL ................................................................. 17 Tabel IV. Risk Categories dan Level Target Rasio Kadar LDL/HDL pada Primary and Secondary Prevention Berdasarkan Gender .......................................................................................... 18 Tabel V. Klasifikasi BMI pada Orang Dewasa Asia .................................... 20 Tabel VI. Klasifikasi Internasional BMI....................................................... 20 Tabel VII. Klasifikasi Rasio Kadar LDL/HDL ............................................. 25 Tabel VIII. Metode Distribusi Data Normal atau Tidak Normal .................. 36 Tabel IX. Uji Hipotesis Berdasarkan Kekuatan Korelasi, Nilai p, dan Arah Korelasi ......................................................................... 37 Tabel X. Profil Karakteristik Responden Pria dan Wanita ........................... 39 Tabel XI. Distribusi Kadar LDL Responden Pria ......................................... 42 Tabel XII. Distribusi Kadar LDL Responden Wanita .................................. 42 Table XIII. Distribusi Kadar HDL Pria......................................................... 43 Table XIV. Distribusi Kadar HDL Wanita ................................................... 43 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel XV. Distribusi Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria .................... 44 Tabel XVI. Distribusi Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita ............. 44 Tabel XVII. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan BMI ≥23 kg/m2 ........................................................................ 45 Tabel XVIII. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan BMI ≥23 kg/m2 ........................................................................ 45 Tabel XIX. Korelasi Body Mass Index terhadap Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Pria dan Wanita ............................................. 49 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Definisi Sindrom Metabolik ........................................................ 13 Gambar 2. Skema Dislipidemia pada Obesitas ............................................. 15 Gambar 3. Skema Responden Penelitian ...................................................... 27 Gambar 4. Diagram Sebaran BMI terhadap Kadar LDL Responden Pria ............................................................................................. 50 Gambar 5. Diagram Sebaran BMI terhadap Kadar LDL Responden Wanita ........................................................................................ 51 Gambar 6. Diagram Sebaran BMI terhadap Kadar HDL Responden Pria ............................................................................................. 52 Gambar 7. Diagram Sebaran BMI terhadap Kadar HDL Responden Wanita ........................................................................................ 53 Gambar 8. Diagram Sebaran BMI Terhadap Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria ........................................................................ 55 Gambar 9. Diagram Sebaran BMI Terhadap Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita...................................................................... 56 Gambar 10. Pengukuran Tinggi Badan ......................................................... 76 Gambar 11. Pengukuran Berat Badan ........................................................... 76 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Keterangan Izin Penelitian .............................................. 70 Lampiran 2. Ethical Clearance ...................................................................... 71 Lampiran 3. Informed Consent ..................................................................... 72 Lampiran 4. Pedoman Wawancara ............................................................... 73 Lampiran 5. Leaflet ....................................................................................... 74 Lampiran 6. Pengukuran Tinggi Badan, Berat Badan .................................. 76 Lampiran 7. Hasil Tes Laboratorium ............................................................ 77 Lampiran 8. Uji reabilitas Instrumen Penelitian ........................................... 78 Lampiran 9. Deskriptif dan Uji Normalitas Usia pada Responden Pria ....... 79 Lampiran 10. Deskriptif dan Uji Normalitas Usia pada Responden Wanita.................................................................................... 80 Lampiran 11. Deskriptif dan Uji Normalitas Berat Badan pada Responden Pria ...................................................................... 81 Lampiran 12. Deskriptif dan Uji Normalitas Berat Badan pada Responden Wanita ................................................................. 82 Lampiran 13. Deskriptif dan Uji Normalitas Tinggi Badan pada Responden Pria ...................................................................... 83 Lampiran 14. Deskriptif dan Uji Normalitas Tinggi Badan pada Responden Wanita ................................................................. 84 Lampiran 15. Deskriptif dan Uji Normalitas BMI pada Responden Pria ..... 85 Lampiran 16. Deskriptif dan Uji Normalitas BMI pada Responden xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Wanita.................................................................................... 86 Lampiran 17. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar LDL pada Responden Pria ...................................................................... 87 Lampiran 18. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar LDL pada Responden Wanita ................................................................. 88 Lampiran 19. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL pada Responden Pria ...................................................................... 89 Lampiran 20. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL pada Responden Wanita ................................................................ 90 Lampiran 21. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Pria .............................................................  91 Lampiran 22. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Wanita ........................................................ 92 Lampiran 23. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar LDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ........................... 93 Lampiran 24. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar LDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ...................... 95 Lampiran 25. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ........................... 95 Lampiran 26. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ...................... 97 Lampiran 27. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ........ 98 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 28. Deskriptif dan Uji Normalitas RasioKadar LDL/HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2....................................................................... 99 Lampiran 29. Uji Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ................................... 101 Lampiran 30. Uji Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ................................... 102 Lampiran 31. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ................................... 102 Lampiran 32. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ...................... 103 Lampiran 33. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 ........ 104 Lampiran 34. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2....................................................................... 105 Lampiran 35. Uji Korelasi Spearman BMI Terhadap Kadar LDL pada Responden Pria ............................................................. 105 Lampiran 36. Uji Korelasi Spearman BMI Terhadap Kadar LDL pada Responden Wanita ........................................................ 106 Lampiran 37. Uji Korelasi Spearman BMI Terhadap Kadar HDL pada Responden Pria ............................................................. 106 Lampiran 38. Uji Korelasi Spearman BMI Terhadap Kadar HDL pada xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Responden Wanita ................................................................. 107 Lampiran 39. Uji Korelasi Spearman BMI Terhadap Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Pria ........................................... 107 Lampiran 40. Uji Korelasi Spearman BMI Terhadap Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Wanita ...................................... 108 Lampiran 41. Daftar Obat yang Digunakan Responden ............................... 108 xx

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Diabetes melitus tipe 2 dapat terjadi karena adanya gangguan metabolisme lipid sehingga terjadi peningkatan berat badan sampai obesitas dan terjadi sindrom metabolik. Sindrom metabolik merupakan faktor risiko terjadinya dislipidemia, dimana terjadi peningkatan kadar trigliserida, LDL dan disertai penurunan kadar HDL. Pengukuran antropometri digunakan sebagai indikator kesehatan untuk mengetahui tingkat obesitas seseorang. Body Mass Index (BMI) merupakan salah satu metode antropometri yang murah, mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi body mass index terhadap rasio kadar LDL/HDL pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional (potong lintang). Responden penelitian adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten temanggung dengan jumlah responden 95 orang (37 pria, 58 wanita) dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan meliputi tinggi badan, berat badan dan rasio kadar LDL/HDL yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian ini akan diolah secara stastistik dengan cara uji normalitas dengan uji Kolmogorov-smirnov untuk wanita dan Shapiro-Wilk untuk pria, kemudian dilakukan uji T tidak berpasangan maupun uji Mann-Whitney dan analisis korelasi Spearman dengan taraf kepercayaan 95%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi positif tidak bermakna dengan kekuatan korelasi sangat lemah antara body mass index terhadap rasio kadar LDL/HDL pada responden pria dengan r=0,107 dan p=0,527. Terdapat korelasi positif tidak bermakna juga ditemukan pada responden wanita dengan r=0,114 dan p=0,395. Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Body Mass Index (BMI), rasio kadar LDL/HDL. xxi

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Diabetes mellitus type 2 may occur due to disorders of lipid metabolism resulting in increased weight to obesity and metabolic syndrome. Metabolic syndrome is a risk factor causing dyslipidemia which is marked by an increase of triglyceride, LDL and a decrease of HDL measure. Anthropometric measurements are used as an indicator to determine the health of a person's level of obesity . Body Mass Index ( BMI ) is one method of anthropometry are cheap, easy and does not require any special skills . This study aimed to determine the correlation of body mass index on the ratio of LDL / HDL in patient with type 2 diabetes mellitus in RSUD Kabupaten Temanggung. The study used an observational analytic cross-sectional study design (cross-sectional) . The respondents were people with type 2 diabetes mellitus in RSUD Kabupaten Temanggung by the number of respondents 95 people (37 men , 58 women) and sampling using purposive sampling was conducted on the height, weight and the ratio of LDL / HDL that met the inclusion criteria and exclusion . The research data processed by means of statistical test for normality with the Kolmogorov- Smirnov test for women and Shapiro - Wilk for men , then performed unpaired t test or Mann - Whitney test and Spearman correlation analysis with 95% confidence level . The conclusion of this study are no significant positive correlation with the strength of a very weak correlation between body mass index of the ratio of LDL / HDL in male respondents with r = 0.107 and p = 0.527 . There is no significant positive correlation was also found in female respondents with r = 0.114 and p = 0.395 . Keywords : Diabetes mellitus type 2, Body Mass Index (BMI), the ratio of LDL/HDL. xxii

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang American Diabetes Association (2013), menyatakan bahwa diabetes melitus tipe 2 menyumbang 90% dari seluruh kasus diabetes. International Diabetes Federation (2006), melaporkan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar keempat dengan prevalensi diabetes melitus tipe 2. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 di Indonesia menunjukkan bahwa proporsi penyebab kematian akibat diabetes melitus tipe 2 pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki ranking ke-2 yaitu 14,7% dan daerah pedesaan dengan ranking ke-6 yaitu 5,8% (Kemenkes RI, 2012). Diabetes melitus tipe 2 menempati urutan kedua dari lima besar penyakit yang tidak menular di Jawa Tengah pada tahun 2007-2009 (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2009). Josten, Mutmainah, dan Hardjoeno (2006) menyatakan sekitar 80% penyebab utama terjadi kematian diabetes melitus tipe 2 adalah komplikasi berupa cardiovascular disease (CVD). Penyandang diabetes melitus tipe 2 rentan terkena CVD 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan dewasa tanpa diabetes melitus. Komplikasi CVD akibat diabetes melitus tipe 2 diawali karena dislipidemia atau hiperlipidemia. Menurut Indumati et al., (2011), diabetik dislipidemia adalah abnormalitas jumlah lemak dalam tubuh seperti terjadinya peningkatan Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida serta penurunan High Density Lipoprotein (HDL). Kejadian dislipidemia pada diabetes melitus tipe 2 mengarah pada terjadinya peningkatan LDL dan penurunan HDL. Dengan demikian, LDL 1

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 dan HDL memiliki peranan yang penting dalam peningkatan risiko CVD (Grover, Dorais, and Coupal, 2003). Peningkatan LDL dan penurunan HDL umumnya terjadi pada orang obesitas. Rasio kadar LDL/HDL merupakan prediktor CVD yang lebih kuat apabila dibandingkan dengan kadar LDL atau HDL saja. Rasio kadar LDL/HDL merupakan rasio yang lebih spesifik apabila dibandingkan dengan rasio kadar kolesterol/HDL karena kolesterol total merupakan jumlah dari LDL, HDL, dan VLDL (Indumati, et al., 2011). Peningkatan body mass index sebesar 12% akan menyebabkan penurunan HDL sebesar 2% pada wanita dan 4% pada pria (Hu et al., 2000). Pengukuran body mass index berkorelasi secara signifikan dengan rasio LDL/HDL (Sotoudeh, 2003). Pengukuran antropometri digunakan sebagai indikator kesehatan dan status nutrisi serta pengukurannya yang murah, mudah, dan sering diperlukan untuk pemeriksaan klinik (Dioum, Gartner, Bernard, Delpeuch, and Wade, 2005). Indikator antropometri tersebut cukup akurat untuk menggambarkan komposisi lemak tubuh yang berkaitan dengan profil lipid. Parameter antropometri terdiri dari tinggi badan, berat badan, dan body mass index (Supariasa, Fajar, and Bakri, 2002). Body Mass Index (BMI) secara umum digunakan untuk mengidentifikasi obesitas dan overweight pada seseorang penderita diabetes mellitus tipe 2. National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) melaporkan nilai normal rata–rata BMI adalah 27,9 kg/m2 (NHANES, 2009). Ketika body mass index meningkat, nilainya sama dengan atau lebih besar dari 3,0 risiko kesehatan meningkat. Kelebihan masa tubuh (BMI 25-30) atau obesitas (BMI >30)

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 meningkatkan beberapa risiko antara lain diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. The International Obesity Task Force memperkirakan bahwa saat ini setidaknya 1,1 miliar orang dewasa mengalami kelebihan berat badan, termasuk 312 juta yang mengalami obesitas. Obesitas berkaitan erat dengan terjadinya gangguan jantung, ginjal, metabolisme, termasuk penyakit jantung koroner, gagal jantung dan diabetes melitus tipe 2 (Francischetti and Genelhu, 2007). Berdasarkan survey yang dilakukan National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), obesitas sangat kuat berhubungan dengan kejadian dislipidemia (Shah et al., 2010). Data rekam medik RSUD Kabupaten Temanggung pada tahun 2010 sampai 2013 yang menderita diabetes melitus tipe 2 tercatat sebanyak 6319 pasien. Hal tersebut menunjukkan jumlah pasien penyandang diabetes melitus tipe 2 setiap tahun terus meningkat. Pada tahun 2010, terdapat 1307 pasien yang menderita diabetes melitus tipe 2, pada tahun 2011 terdapat 1918 pasien, pada tahun 2012 terdapat 2704 pasien dan pada tahun 2013, di bulan Januari terdapat 95 pasien, di bulan Februari sebanyak 46 pasien dan di bulan Maret meningkat menjadi 249 pasien. Prevalensi diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung pada tahun 2012 berada di peringkat ke-3 sebagai penyakit yang sering terjadi setelah penyakit diare dan hipertensi. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung sebagai model dalam penelitian ini dan merupakan jenis rumah sakit umum kelas/tipe B pendidikan serta sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat di daerah Temanggung (Pemerintah Kabupaten temanggung, 2012).

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Penelitian yang sama belum pernah dilakukan di RSUD Kabupaten Temanggung. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang telah dilakukan oleh kelompok penelitian yang bertema korelasi pengukuran antropometri terhadap profil lipid dan kadar glukosa darah puasa pada mahasiswa-mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tujuan dari dilakukannya pengukuran body mass index yaitu untuk melihat pengaruh obesitas secara keseluruhan terhadap kadar LDL dan HDL pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Pada penelitian ini, peneliti mengambil data tinggi badan dan berat badan serta rasio kadar LDL/HDL pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi antara body mass index terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2. 1. Perumusan masalah Apakah terdapat korelasi antara body mass index terhadap rasio LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung? 2. Keaslian penelitian Beberapa penelitian yang berkaitan dengan korelasi body mass index terhadap rasio LDL/HDL pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang telah dipublikasikan antara lain sebagai berikut: a. Correlations between Anthropometry and Lipid Profile in Type 2 Diabetics (Himabindu, Sriharibabu, Alekhya, Saisumanth, Lakshmanrao, and Komali, 2013). Penelitian ini melibatkan 102 responden penyandang diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif tidak bermakna

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 antara BMI terhadap kadar LDL (r=0,021; p=0,874), dan hasil korelasi positif tidak bermakna antara BMI terhadap HDL (r=0,150; p=0,132). b. Korelasi antara Body Fat Percentage terhadap Rasio Kadar LDL/HDL pada Mahasiswa dan Mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (Raras, 2012). Pengambilan sampel dilakukan secara nonrandom sampling. Jumlah responden yaitu 125 orang (67 wanita dan 58 pria) Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan terdapat korelasi positif bermakna (p=0,000) dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,481) terhadap rasio kadar LDL/HDL pada pria dan korelasi positif bermakna (p=0,001) dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,410) terhadap rasio kadar LDL/HDL pada wanita. c. Korelasi Body Mass Index (BMI) terhadap Rasio LDL/HDL pada Mahasiswa dan Mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (Silvia, 2012). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi positif bermakna (p<0,05) dengan kekuatan korelasi sedang antara BMI dengan rasio LDL/HDL pada responden wanita (r=0,442 dan p=0,000) dan pada responden pria (r=0,410 dan p=0,001). d. Waist Circumference, Body Mass Index, and Other Measures of Adiposity in Predicting Cardiovascular Disesase Risk Factors among Peruvian Adults (Knowles et al., 2011) tentang korelasi lingkar pinggang, indeks massa tubuh, rasio pinggang-panggul, rasio pinggang-tinggi badan dan indeks adiposa viseral terhadap komponen sindrom metabolik dan kenaikan protein reaktif C. Penelitian melibatkan 1,518 orang dewasa Peru dengan rata-rata usia 38.3 tahun

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 untuk pria dan 39.9 tahun untuk wanita. Dibandingkan dengan responden yang memiliki indeks massa tubuh dan lingkar pinggang yang rendah, pria dan wanita yang memiliki indeks massa tubuh dan lingkar pinggang yang lebih tinggi memiliki trigliserida yang meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran jaringan adiposa memiliki korelasi dengan risiko kardiovaskuler. e. Non-HDL Cholesterol and LDL-C/HDL-C Ratio in Type II Diabetic Patients (Indumati et al., 2011). Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 200 orang, terdiri dari 100 orang sehat (50 pria dan 50 wanita) dan 100 orang diabetes melitus tipe 2 (50 pria dan 50 wanita). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang bermakna pada kadar kolesterol total, triglserida, HDL, nonHDL (p<0.001), LDL (p<0.01), dan rasio LDL/HDL (p<0.05) pada diabetes dibandingkan dengan kontrol. f. Frequency of Dyslipidemia in Obese Versus Non-obese in Relationship to Body Mass Index (BMI), Waist Hip Ratio (WHR), and Waist Circumference (WC) (Shah et al., 2010). Penelitian dilakukan pada 200 subyek penelitian pria dan wanita berusia 20-79 tahun, dibagi menjadi 2 kelompok (obes, n=100 dan non obes n=100). Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif bermakna bahwa terdapat perbedaan (p<0,05) kadar HDL, LDL, dan trigliserida antara kelompok obes dan non obes. g. A Study of Correlation between Lipid Profile and Body Mass Index (BMI) in Patients with Diabetes Mellitus (Sandhu, Koley, and Shandu, 2008). Penelitian dilakukan di Punjab, India, dengan melibatkan 251 responden penyandang diabetes melitus yang terdiri dari 113 responden pria dan 138

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 responden wanita penderita diabetes melitus usia 31-95 tahun. Hasil menunjukkan adanya korelasi positif dari BMI terhadap trigliserida pada kelompok usia 31-40 tahun (r = 0.41) dan kelompok usia 61+ tahun (r = 0.23). h. Profil Lipid Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (Josten, Mutmainnah, dan Hardjoeno, 2006). Penelitian ini dilakukan secara retrospektif pada 100 orang penderita DM 2 (55 pria dan 45 wanita) berusia > 45 tahun di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Hasil penelitian ditemukan pada usia > 59 tahun kejadian dislipidemia pada penderita DM 2 banyak ditemukan, dan sering terjadi peningkatan kadar LDL (p=0,34) serta penurunan HDL (0,02). Berdasarkan penelusuran pustaka yang telah dilakukan, belum terdapat penelitian yang meneliti mengenai korelasi Body Mass Index terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. 3. Manfaat penelitian a. Manfaat teoretis. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai pengukuran body mass index terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2. b. Manfaat praktis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran mengenai korelasi body mass index dalam kaitannya dengan obesitas terhadap diabetes melitus tipe 2. Pengetahuan mengenai pengukuran body mass index terhadap rasio kadar LDL/HDL dapat digunakan sebagai prediktor terjadinya komplikasi terutama cardiovascular disease.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 B. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara Body Mass Index (BMI) terhadap rasio kadar LDL/HDL pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Diabetes Melitus 1. Definisi diabetes melitus Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh ketidakmampuan sel-sel pankreas mensekresi insulin yang cukup atau insulin yang tidak digunakan dengan efisien dengan gejala berupa kurangnya daya kesanggupan (toleransi) karbohidrat, gangguan metabolisme lemak maupun protein yang dikarenakan adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Salah satu manifestasi utama DM adalah kenaikan kadar glukosa darah (ADA, 2011; Crowley, 2001). Kadar normal glukosa darah sebesar 70-120 mg/dL. Diagnosis DM dipastikan dengan adanya peningkatan glukosa darah yang memenuhi salah satu dari kriteria berikut : 1. Pemeriksaan kadar glukosa plasma sewaktu lebih dari 200mg/dL (>200 mg/dL) dan terdapat keluhan klasik, 2. Pemeriksaan kadar glukosa plasma puasa lebih dari sama dengan 126 mg/dL (>126 mg/dL) dengan adanya keluhan klasik, 3. Tes kolesterol glukosa oral (TTGO) menggunakan glukosa yang setara dengan 75 gram glukosa anhidrat yang dilarutkan dalam air. Hasil pemeriksaan dinyatakan diabetes melitus, sehingga dapat digolongkan ke dalam kelompok toleransi glukosa tergantung (TGT) yang ditunjukkan dengan kadar glukosa 9

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 plasma 2 jam postprandial sekitar 140-199 mg/dL atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT) yang ditunjukkan dengan kadar glukosa plasma puasa sekitar 100-125 mg/dL (PERKENI, 2011). 2. Klasifikasi diabetes melitus Diabetes melitus diklasifikasikan menjadi 4 berdasarkan tipe yang dialami, yaitu diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus tipe lain, dan diabetes gestasional. Berdasarkan Depkes RI (2005), perbedaan klasifikasi tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini : No. 1. 2. 3. 4. Tabel I . Klasifikasi Diabetes Melitus (Depkes RI, 2005) Klasifikasi Diabetes Melitus Keterangan Diabetes melitus tipe 1 Ditandai oleh defisiensi absolut insulin akibat (T1DM) detruksi sel beta. Terdapat sekitar 10% kasus DM dengan tipe ini. Diabetes melitus tipe 2 Disebabkan oleh kombinasi resistensi perifer (T2DM) terhadap kerja insulin dan kurangnya respon sekretorik sel beta pankreas. Terdapat sekitar 8090% kasus DM tipe ini. Diabetes melitus tipe lain Disebabkan oleh genetik, infeksi, dan obat-obatan atau zat kimia Diabetes melitus gestasional Muncul pada masa kehamilan yang umunya bersifat sementara tetapi menjadi faktor risiko T2DM B. Diabetes Melitus Tipe 2 Diabetes melitus tipe 2 disebabkan karena adanya gangguan metabolisme lipid sehingga dapat terjadi peningkatan berat badan sampai obesitas serta terjadinya sindrom metabolik. Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronik dan dapat menimbulkan komplikasi kronik, baik berupa komplikasi makrovaskular maupun mikrovaskular (Kurniawan, 2010). Prevalensi yang tinggi pada penyakit diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh adanya interaksi antara faktor-faktor kerentanan genetis dan paparan terhadap

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 lingkungan. Faktor lingkungan yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 di antaranya adalah kebiasaan makan yang tidak seimbang akan menyebabkan obesitas. Kondisi obesitas tersebut akan memicu timbulnya diabetes melitus tipe 2. Orang yang berusia ≥45 tahun lebih berisiko terkena diabetes melitus tipe 2 dibandingkan dengan orang yang berusia <45 tahun. Hal tersebut sesuai dengan beberapa studi epidemiologi yang mengatakan bahwa tingkat kerentanan terjangkitnya penyakit diabetes melitus tipe 2 sejalan dengan bertambahnya usia (Wicaksono, Putra, dan Hakim, 2012). C. Sindrom Metabolik 1. Obesitas Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan (Francischetti and Genelhu, 2007). Obesitas memiliki kaitan erat dengan penyebab terjadinya sindrom metabolik. Obesitas akan mengganggu homeostasis metabolik akibat distribusi lemak dan menyebabkan timbulnya banyak faktor risiko terkait resistensi insulin dan hiperlipidemia. Obesitas sendiri meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL. Sindrom metabolik merupakan kumpulan dari penyakit degeneratif, termasuk di dalamnya diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit kardiovaskular, tinggi trigliserida dan rendah HDL dalam darah (Sizer and Whitney 2007). Resistensi insulin terjadi karena jumlah asam lemak bebas yang berlebih di dalam tubuh. Pelepasan asam lemak bebas berlebih ini kemudian dapat mempercepat aktivitas lipolisis dan menyebabkan lipotoksisitas yang

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 menyebabkan disfungsi reseptor insulin (resistensi insulin) yang mempengaruhi kerja insulin dan penyimpanan glukosa pada jaringan. Keadaan ini menyebabkan hiperglikemia dengan glukoneogenesis hepatik yang dikompensasi. Peningkatan produksi glukosa hepatik memperparah hiperglikemia akibat resistensi insulin. Asam lemak bebas juga menurunkan penggunaan glukosa otot yang distimulasi insulin, menyebabkan hiperglikemia lebih lanjut (Yaturu, 2011; Redinger, 2007). Resistensi insulin dapat menyebabkan terganggunya proses penyimpanan lemak maupun sintesis lemak, yang berakibat tingginya kadar kolesterol, trigliserida, LDL dan rendahnya kadar HDL. Dengan adanya peningkatan kadar trigliserida dan Low Density Lipoprotein (LDL) diketahui sebagai faktor risiko terjadinya aterosklerosis, sedangkan semakin tinggi kadar kolesterol HDL, semakin rendah risiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner (Suryawanshi et al., 2006). Sitokin tumor necrosis factor-α (TNF-α) dan interleukin-6 (IL-6) yang diekspresikan pada jaringan adiposa juga berperan dalam resistensi insulin. Jaringan adiposa berkontribusi hingga 35% IL-6 yang bersirkulasi dalam tubuh dan lemak viseral lebih banyak menghasilkan TNF-α dibandingkan lemak subkutan. TNF-α menyebabkan resistensi insulin dengan mengganggu pensinyalan insulin pada tahap protein substrat reseptor insulin. TNF-α menghambat fosforilasi tirosin kinase pada reseptor insulin sehingga terjadi penurunan pensinyalan insulin dan menyebabkan resistensi insulin serta penurunan transpor glukosa (Yaturu, 2011). TNF-α juga mampu meningkatkan lipolisis yang menyebabkan peningkatan asam lemak bebas dan perpindahannya

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 ke hati dan memicu sintesis trigliserida dan very low density lipoprotein (VLDL) (Gutierrez, Puglisi dan Hasty, 2009). Berikut merupakan tabel kriteria klinis sindrom metabolik menurut International Diabetes Federation (2006): Gambar 1. Definisi Sindrom Metabolik (IDF, 2006) Penderita obesitas yang mengalami sindrom metabolik memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular yang semakin tinggi (Arnlov et al., 2009). Adanya asosiasi kuat antara obesitas dengan peningkatan faktor-faktor risiko kardiovaskular. Hubungan antara obesitas dan penyakit kardiovaskuler sangat erat, akibat hubungannya dengan peningkatan kolesterol darah dan hipertensi. Semakin meningkatnya berat badan, semakin besar risiko terserang penyakit kardiovaskuler. Faktor risiko penyakit kardiovaskular yang terkait dengan obesitas sebagai berikut, yaitu: (1) kolesterol LDL yang tinggi, (2) kolesterol HDL rendah, (3) tingginya tekanan darah (hipertensi), dan (4) diabetes (Whitney and Rolfes, 2011).

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 2. Dislipidemia Dislipidemia pada diabetes melitus tipe 2 ditandai dengan meningkatnya kadar trigliserida dan menurunnya kadar HDL. Kadar LDL tidak banyak berbeda dengan yang ditemukan pada individu non diabetes, namun lebih didominasi oleh bentuk yang lebih kecil dan padat (small dense LDL). Partikel-partikel LDL kecil padat ini secara intrinsik lebih bersifat aterogenik daripada partikel-partikel LDL yang lebih besar (buoyant LDL particles). Ukuran yang lebih kecil, jumlah kandungan plasma didalamnya lebih besar, sehingga lebih meningkatkan risiko aterogenik. Trias dari abnormalitas profil lipid ini dikenal dengan istilah “dislipidemia diabetik”. Dislipidemia diabetik merupakan karakteristik dari sindrom resistensi insulin. Ditandai dengan rendahnya kadar kolesterol HDL (kurang dari 30 mg/dl), tingginya kadar trigliserida (300-400 mg/dl) dan perubahan kualitatif partikel LDL sehingga pasien berisiko terjadi komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskular (Rai and Jeganthan, 2012). Dislipidemia pada obesitas ditandai dengan hipertrigliseridemia. Adanya peningkatan fluks asam lemak bebas ke dalam hati akan menimbulkan akumulasi trigliserida hepatik (TG). Hal tersebut menyebabkan peningkatan sintesis VLDL, dengan menghambat lipolisis kilomikron. Pada individu dengan obesitas akan terganggu dengan adanya proses lipolisis, ditandai dengan berkurangnya tingkat ekspresi mRNA dari lipoprotein lipase pada jaringan adiposa, serta berkurangnya aktivitas lipoprotein lipase pada otot rangka. Kadar trigliserida yang tinggi akan menginduksi pertukaran peningkatan cholesterylester (CE) pada HDL dengan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI trigliserida pada VLDL dan LDL. Pertukaran tersebut 15 diperantarai cholesterylester-transfer protein (CETP). Hal tersebut akan menyebabkan penurunan HDL dan reduksi kandungan trigliserida di dalam LDL. Adanya hepatic lipase (HL) akan menghilangkan trigliserida dan fosfolipid dari LDL, menyebabkan terbentuknya partikel small-dense LDL. Dislipidemia pada individu dengan obesitas dapat dilihat pada Gambar 2. Garis berwarna hijau menunjukkan peningkatan proses metabolisme yang diinduksi oleh terjadinya obesitas, sedangkan garis panah berwarna merah menunjukkan proses yang direduksi. Bagian warna kuning terang menunjukkan kolesterol, dan kuning muda menunjukkan trigliserida (Klop, Elte, and Cabezas, 2013). Gambar 2. Skema Dislipidemia pada obesitas (Klop, Elte, and Cabezas, 2013) D. Kolesterol Profil lipid terdiri dari kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida. Konsumsi lemak jenuh dan lemak trans meningkatkan kolesterol darah lebih signifikan daripada konsumsi kolesterol sendiri (hiperkolesterolemia). Kolesterol

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 merupakan bentuk lipid yang tidak larut dalam darah, kecuali terikat oleh protein (Santoso and Setiawan 2005). Total kolesterol mencangkup kolesterol yang berada dalam seluruh fraksi lipoprotein, yaitu 60-70% dibawa oleh LDL, 20-30% dibawa oleh HDL dan 10-15% dibawa oleh VLDL (Mahan and Escott-Stump, 2008). Kolesterol juga merupakan suatu substansi lemak yang terdapat di dalam sel tubuh. Sumber kolesterol terdapat dua jenis yaitu sumber kolesterol dari dalam tubuh dan kolesterol yang berasal dari asupan makanan sehari-hari. Apabila jumlah kolesterol berlebih, maka akan disimpan di arteri dan dapat meningkatkan kemungkinan pembentukan plak disebut aterosklerosis. Plak tersebut akan pecah dan membentuk bekuan darah pada permukaan plak. Bekuan darah tersebut akan menurunkan suplai oksigen melalui aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh yang lain. Jenis lipoprotein yaitu Low-Density Lipoprotein (LDL), HighDensity Lipoprotein (HDL), dan Very Low-Density Lipoprotein (VLDL) (Birtcher and Ballantyne, 2004). 1. Low-Density Lipoprotein (LDL) Low-Density Lipoprotein atau LDL merupakan bagian dari kolesterol yang dikenal dengan kolesterol ‘jahat’. Jika jumlah LDL dalam sirkulasi darah banyak maka dapat membentuk plak di dinding bagian dalam arteri. Adanya plak pada dinding arteri menyebabkan aliran darah melalui arteri menjadi sempit dan tidak fleksibel. Pembentukan plak disebut juga atherosclerosis, lebih lanjut lagi dapat mempersempit arteri dan menyebabkan terjadinya serangan jantung (American Heart Association, 2013). Menurut National Cholesterol Education

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Program (2002), kadar LDL diklasifikasikan menjadi 5 kategori yang dapat dilihat pada Tabel II. Tabel II. Klasifikasi Kadar LDL (NCEP ATP III, 2002) Kadar LDL (mg/dL) Kategori < 100 Optimal 100-129 mendekati optimal 130-159 Batas atas/batas tinggi 160-189 Tinggi >190 Sangat tinggi <40 (pria) Rendah Rendah <50 (wanita) 2. High-Density Lipoprotein (HDL) High-Density Lipoprotein atau HDL merupakan bagian dari kolesterol yang dikenal dengan kolesterol ‘baik’. Kadar HDL tinggi di dalam darah dapat memberikan perlindungan terhadap organ jantung dari serangan jantung atau risiko terjadinya gangguan pada organ. Beberapa penelitian menyatakan bahwa HDL membawa kolesterol menjauhi arteri dan kembali ke liver dan ada juga yang menyatakan bahwa HDL menghilangkan kelebihan kolesterol yang dapat membentuk plak pada arteri, dan memperlambat pembentukan plak pada arteri (American Heart Association, 2013). Menurut National Cholesterol Education Program (2002), kriteria kadar HDL diklasifikasikan menjadi 2 kategori yang dapat dilihat pada Tabel III. Tabel III. Klasifikasi Kadar HDL (NCEP ATP III, 2002) Kadar HDL (mg/dL) Kategori >40 (pria) Optimal >50 (wanita) Optimal ≥60 Tinggi <150 Normal

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 E. Rasio kadar LDL/HDL Rasio kadar LDL/HDL merupakan pengukuran yang lebih kuat dan signifikan sebagai prediktor CVD jika hanya dibandingkan dengan pengukuran LDL atau HDL. Pengukuran rasio kadar LDL/HDL lebih murni jika dibandingkan dengan pengukuran kolesterol total/HDL. Hal tersebut dikarenakan kolesterol total merupakan jumlah dari kadar LDL, HDL, dan VLDL (Indumati et al., 2011). Menurut Fernandez and Webb (2008), terjadinya penyakit jantung koroner apabila terjadi peningkatan rasio kadar LDL/HDL antara 3,6-4,2. Menurut Millán et al. (2009), kriteria rasio kadar LDL/HDL diklasifikasikan menjadi 2 kategori, yaitu kategori pencegahan primer dan kategori pencegahan sekunder yang dapat dilihat pada Tabel IV. Pencegahan primer merupakan pencegahan yang dilakukan sebelum terjadinya suatu penyakit. Pencegahan sekunder merupakan pencegahan yang dilakukan setelah terjadinya penyakit, sebelum mengetahui penyakitnya tersebut (CDC, 2007). Level risiko adalah kriteria yang menyatakan bahwa terjadinya peningkatan risiko terhadap penyakit kardiovaskuler, sedangkan target menyatakan kriteria yang diharapkan dapat tercapai (dengan adanya lipidlowering therapy) sehingga meminimalkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Berikut ini tabel yang digunakan dalam penetapan untuk rasio kadar LDL/HDL menurut Millán et al. (2009) : Tabel IV. Risk Categories dan Level Target Rasio Kadar LDL/HDL pada Primary and Secondary Prevention berdasarkan Gender (Millán et al., 2009) Profil Lipid LDL/HDL Primary Prevention Risk Level Target Pria Wanita Pria Wanita >3,5 >3,0 <3,0 <2,5 Secondary Prevention Risk Level Target Pria Wanita Pria Wanita >3,0 >2,5 <2,5 <2,0

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 F. Metode Antropometri Metode antropometri adalah pengukuran pada berbagai macam ukuran tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat gizi dan tingkat umur. Pengukuran antropometri digunakan sebagai indikator kesehatan dan status nutrisi serta pengukurannya yang murah, mudah, dan sering diperlukan untuk pemeriksaan klinik dan epidemiologi secara rutin (Dioum, Gartner, Bernard, Delpeuch, and Wade, 2005). Pengukuran antropometri meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan (berdiri), panjang badan (berbaring), skinfold thickness, lingkar kepala dan lengan, panjang lengan, pergelangan tangan, lebar bahu, dan lain-lain (NHANES, 2007). Indikator antropometri tersebut cukup akurat untuk menggambarkan komposisi lemak tubuh yang berkaitan dengan profil lipid. Parameter antropometri terdiri dari tinggi badan, berat badan, dan BMI (Supariasa, Fajar, and Bakri, 2002). 1. Body Mass Index (BMI) Pengukuran BMI merupakan pengukuran yang sederhana, murah dan mudah dilakukan untuk mengetahui pengaruh berat badan dan tinggi badan terhadap kejadian obesitas yang kemungkinan dapat terjadi dislipidemia. World Health Organization (2011) menyatakan b d mass i de Berat Badan (kg) Tinggi Badan (m2 ) World Health Organization (2000) menyatakan, klasifikasi berat badan kurang, berat badan berlebih dan obesitas berdasarkan BMI pada individu dewasa Asia Pasifik sebagai berikut:

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Tabel V. Klasifikasi BMI pada Orang Dewasa Asia (WHO, 2000) Kategori BMI (kg/m2) Risiko morbiditas Berat badan kurang <18.5 Rendah ( tetapi risiko terhadap masalahmasalah klinis lain meningkat) Kisaran normal 18.5 – 22.9 Rata-rata Berat badan berlebih ≥23.00 Berisiko 23,0-24,9 Meningkat Obesitas I 25,0-29,9 Sedang Obesitas II ≥30,0 Berbahaya Menurut WHO (2013), klasifikasi internasional berat badan kurang, berat badan berlebih dan obesitas berdasarkan BMI adalah sebagai berikut: Tabel VI. Klasifikasi Internasional BMI (WHO, 2013) Klasifikasi BMI (kg/m2) Berat badan kurang <18,50 Berat <16,00 Sedang 16,00 – 16,99 Ringan 17,00 – 18,49 Normal 18,50 – 24,99 Berat badan berlebih ≥25,00 Pre-obesitas 25,00 – 29,99 Obesitas ≥30,00 Obesitas kelas I 30,00 – 34,99 Obesitas kelas II 35,00 – 39,99 Obesitas kelas III ≥40,00 G. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung terletak di Jalan Dr. Sutomo No.67, Temanggung, Jawa Tengah, 56212. RSUD Kabupaten Temanggung adalah rumah sakit umum kelas B, yang memiliki fasilitas dan kemampuan pelayanan medik sekurang-kurangnya 4 spesialis dasar, 4 spesialis penunjang medik, 8 spesialis lainnya dan 2 subspesialis dasar rumah sakit ini serta dapat menjadi rumah sakit pendidikan apabila telah memenuhi standar dan prasyaratan. Penyelenggara RSUD Kabupaten Temanggung adalah pemerintah

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 kabupaten dengan jumlah tenaga medis sebanyak 362 orang serta sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat di daerah Temanggung. Rumah sakit umum kelas B ini (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2010). Diabetes melitus tipe 2 menempati peringkat ketiga setelah diare dan hipertensi sebagai penyakit yang banyak terjadi di RSUD Kabupaten Temanggung. Pemerintah setempat belum terdapat upaya-upaya untuk mensosialisasikan mengenai pencegahan atau pengontrolan hidup sehat bagi pasien diabetes melitus tipe 2 tersebut (Pemerintah Kabupaten Temanggung, 2012). H. Landasan Teori World Health Organization (WHO) menyatakan, diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronik dimana tubuh tidak lagi dapat memproduksi insulin atau saat tubuh tidak dapat menggunakan insulinnya secara efektif. Diabetes melitus sangat rentan berisiko terkena pada orang dewasa yang berusia ≥45 tahun dibandingkan dengan orang yang berusia <45 tahun. Diabetes melitus tipe 2 disebabkan karena adanya gangguan metabolisme lipid sehingga dapat terjadi peningkatan berat badan sampai obesitas serta terjadinya sindrom metabolik. Obesitas berhubungan dengan kejadian dislipidemia. Salah satu abnormalitas yang dapat terjadi pada diabetes melitus tipe 2 yaitu dislipidemia. Dislipidemia ditandai dengan adanya peningkatan kadar trigliserida dan kadar LDL disertai penurunan kadar HDL. Obesitas juga sebagai prediksi penyakit kardiovaskular. Rasio kadar LDL/HDL merupakan prediktor yang lebih kuat

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 terhadap penyakit kardiovaskular dan dislipidemia daripada dengan kadar LDL atau HDL itu sendiri, dan rasio kadar kolesterol total/HDL. Kriteria rasio kadar LDL/HDL menurut Millán et al. (2009), rasio kadar LDL/HDL >3,0 untuk pria dan >2,5 untuk wanita yang menunjukkan terjadinya peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Metode antropometri yang dapat digunakan untuk skrining terjadinya obesitas, dengan pengukuran body mass index. Pengukuran body mass index ini merupakan peringatan bagi kesehatan kita sehingga dapat mendeteksi dini adanya penyakit yang berhubungan dengan obesitas dan dapat dilakukan upaya pencegahan yang lebih awal. I. Hipotesis Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat korelasi yang bermakna antara body mass index terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian secara cross-sectional (potong lintang). Metode penelitian observasional merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan pengamatan saja tanpa melakukan intervensi. Penelitian analitik dimana peneliti mencoba mencari hubungan antar variabel yang ada (Sastroasmoro and Ismael, 2008). Notoatmodjo (2010) menyatakan, penelitian cross-sectional adalah suatu penelitian termasuk pengukuran variabel-variabel dalam faktor risiko dan variabel-variabel yang termasuk efek, diobservasi langsung pada waktu yang sama. Analisis korelasi dilakukan antara faktor risiko dan faktor efek. Faktor risiko adalah suatu fenomena yang menyebabkan terjadinya efek. Faktor efek adalah suatu akibat dari adanya faktor risiko. Penelitian ini menganalisis korelasi antara Body Mass Index (BMI) sebagai faktor risiko terhadap rasio LDL/HDL sebagai faktor efek pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Data penelitian yang diperoleh diolah secara statistik untuk mengetahui korelasi antara faktor risiko dengan faktor efek. B. Variabel Penelitian 1. Variabel bebas Body mass index (kg/m2) 23

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 2. Variabel tergantung Rasio kadar LDL/HDL dalam darah. 3. Variabel pengacau a. Variabel pengacau terkendali: umur dan kondisi puasa sebelum pengambilan data. b. Variabel pengacau tak terkendali : aktivitas, gaya hidup responden, pola makan, kondisi patologis, dan obat-obatan yang dikonsumsi. C. Definisi Operasional 1. Responden adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian. 2. Karakteristik penelitian meliputi demografi (usia), pengukuran antropometri (body mass index) dan hasil pemeriksaan yang didapat dari Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung (rasio kadar LDL/HDL). 3. Body mass index adalah sebuah ukuran massa tubuh dalam kilogram (kg) dibagi dengan tinggi badan dalam m2 yang umum digunakan untuk menggolongkan orang dewasa ke dalam kategori underweight (kekurangan berat badan), normal weight (berat badan normal), overweight (kelebihan berat badan) dan obesitas (kegemukan). Pengukuran body mass index dilakukan dengan cara menimbang berat badan responden, kemudian mengukur tinggi badan responden menggunakan meteran tinggi badan. Nilai body mass index didapat dengan cara hasil penimbangan berat badan dalam kilogram (kg) dibagi dengan tinggi badan dalam m2.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 4. Pengukuran kadar LDL dan HDL dilakukan oleh Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung. Kadar LDL yang diukur adalah LDL indirek: LDL indirek diperoleh dengan persamaan Friedewald, yaitu: LDL=TC-HDL-(TG/5) (Ahmadi, Boroumand, Moghaddam, Tajik, dan Dibaj, 2008). 5. Standar yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: a. Body Mass Index berdasarkan WHO (2000) yang telah disajikan pada Tabel V. b. Kriteria rasio kadar LDL/HDL menurut Millán et al. (2009) Tabel VII. Klasifikasi rasio kadar LDL/HDL (Secondary Prevention) (Millán et al., 2009) Profil Lipid LDL/HDL Pria >3,0 Wanita >2,5 D. Responden penelitian Responden adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yaitu penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung pada pria dan wanita dengan usia lebih dari 40 tahun, bersedia berpuasa 8-10 jam sebelum pengambilan data dan menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi yaitu penyandang diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung dengan penyakit penyerta seperti stroke, gangren, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner pada saat pemeriksaan, serta tidak hadir saat pengambilan data. Jumlah responden penelitian yang ditetapkan sebesar 95 orang yang terdiri dari 37 pria dan 58 wanita. Jumlah minimum sampel yang digunakan untuk penelitian korelasi yaitu sebesar 30 subyek (Spiegel dan stephens, 2007).

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Pengambilan data dilakukan selama 6 minggu yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2013 sampai 28 September 2013 di RSUD Kabupaten Temanggung. Dalam pengambilan data pada minggu pertama jumlah responden terdapat 16 responden yang terdiri dari 8 responden pria dan 8 responden wanita. Pada minggu kedua jumlah responden terdapat 10 responden yang terdiri dari 8 responden pria dan 2 responden wanita. Pada minggu ketiga terdapat 16 responden yang terdiri dari 8 responden pria dan 8 responden wanita. Pada minggu keempat terdapat 14 responden yang terdiri dari 5 responden pria dan 9 responden wanita. Pada minggu kelima terdapat 15 responden yang terdiri dari 6 responden pria dan 9 responden wanita. Pada minggu keenam terdapat 35 responden yang terdiri dari 10 responden pria dan 25 responden wanita. Jumlah keseluruhan responden adalah 106, dimana dari 106 responden, 1 responden di eksklusi karena data responden pria menunjukkan usia ≤40 tahun, kemudian data direduksi yaitu 1 data ganda responden pria, 1 data ganda responden wanita, 6 data responden pria tidak lengkap dan 2 data responden wanita tidak lengkap.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pengambilan data minggu pertama Pengambilan data minggu kedua 8 responden wanita 8 responden pria 16 responden responden 2 responden wanita 10 responden 8 responden pria Pengambilan data minggu ketiga 8 responden wanita 16 responden 8 responden pria 106 responden Pengambilan data minggu keempat 9 responden wanita 14 responden 5 responden pria 1 data dieksklusi 10 data direduksi Pengambilan data minggu kelima Pengambilan data minggu keenam 9 responden wanita 15 responden 6 responden pria 25 responden wanita 35 responden 10 responden pria Gambar 3. Skema Responden Penelitian 27

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 E. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di RSUD Kabupaten Temanggung yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo No. 67, Temanggung, Jawa Tengah, 56212. Penelitian ini berlangsung pada bulan Juni-September 2013. F. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian payung Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang berjudul “Korelasi Pengukuran Antropometri terhadap Profil Lipid, Kadar Glukosa Darah Puasa, dan Tekanan Darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung” dan telah memperoleh izin dari Komisi Etik Kedokteran. Penelitian payung bertujuan untuk mengkaji korelasi antara pengukuran antropometri terhadap profil lipid, kadar glukosa darah puasa, dan tekanan darah. Penelitian ini dilakukan berkelompok dengan jumlah anggota sebanyak 14 orang dengan kajian yang berbeda, namun penulis utama mengkaji korelasi Body Mass Index (BMI) terhadap rasio kadar LDL/HDL dalam darah. Kajian yang diteliti dalam penelitian paying ini adalah : a. Korelasi Pengukuran Body Mass Index (BMI) terhadap Kadar Trigliserida b. Korelasi Pengukuran Body Mass Index (BMI) terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL c. Korelasi Pengukuran Body Mass Index (BMI) terhadap Rasio Kadar LDL/HDL d. Korelasi Pengukuran Body Mass Index (BMI) terhadap Tekanan Darah e. Korelasi Trigliserida Pengukuran Abdominal Skinfold Thickness terhadap Kadar

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 f. Korelasi Pengukuran Abdominal Skinfold Thickness terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL g. Korelasi Pengukuran Abdominal Skinfold Thickness terhadap Rasio Kadar LDL/HDL h. Korelasi Pengukuran Abdominal Skinfold Thickness terhadap Tekanan Darah i. Korelasi Pengukuran Body Mass Index dan Abdominal Skinfold Thickness terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa j. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul terhadap Kadar Trigliserida k. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL l. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul terhadap Rasio LDL/HDL m. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul terhadap Tekanan Darah n. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul terhadapKadar Glukosa Darah Puasa G. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara nonrandom dengan jenis purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara non random karena setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Responden yang digunakan adalah penyandang DM

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 tipe 2 dimana terdiri dari pria maupun wanita yang dijumpai di RSUD Kabupaten Temanggung yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden. Purposive sampling ini, responden dipilih berdasarkan pertimbangan subyektif peneliti bahwa responden dapat memberikan informasi yang sesuai terkait dengan tujuan penelitian (Sastroasmoro and Ismael, 2010). Pertimbangan tersebut dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan sifat atau ciri dari populasi yang sudah diketahui sebelumnya. H. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat pengukur tinggi badan berupa meteran Butterfly® untuk mengukur tinggi badan responden dan timbangan berupa Camry® berfungsi untuk mengukur berat badan responden sehingga dapat digunakan untuk menghitung body mass index. Pemeriksaan kadar LDL dan kadar HDL responden dilakukan oleh Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung menggunakan Sysmex Chemix-180 (Jepang), seri 5830-0605. I. Tata Cara Penelitian 1. Observasi Awal Observasi awal dilakukan dengan mencari informasi mengenai penyandang DM tipe 2 yang selalu kontrol di RSUD Kabupaten Temanggung yang dapat digunakan sebagai tempat untuk wawancara, pengisian informed consent serta pengukuran antropometri responden pada saat pengambilan data.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 2. Permohonan ijin dan kerjasama Permohonan ijin ditujukan kepada Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) RSUD Kabupaten Temanggung. Permohonan ijin selanjutnya ditujukan kepada Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk memperoleh ethical clearence. Permohonan ijin dilakukan untuk memenuhi etika penelitian menggunakan sampel darah manusia dan hasil penelitian dapat dipublikasikan. Permohonan kerja sama di ajukan kepada Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung selaku laboratorium yang mengambil dan mengolah darah responden. Selanjutnya melakukan penawaran kerja sama penelitian kepada calon responden yang bersedia mengikuti penelitian ini dengan mengisi informed consent. 3. Pembuatan informed consent dan leaflet a. Informed consent. Penggunaan informed consent sebagai bukti tertulis tentang pernyataan kesediaan responden dalam mengikuti penelitian. Informed consent yang digunakan dalam penelitian harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Responden yang menyatakan diri bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian diminta untuk mengisi data nama, usia, dan alamat pada informed consent serta menandatangani informed consent setelah mendapatkan kejelasan penuh dari peneliti terkait dengan penelitian yang akan dilakukan. b. Leaflet. Penggunaan leaflet berupa selembaran kertas berukuran A4 yang berisi informasi mengenai penjelasan dan gambaran umum tentang

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 penelitian. Judul leaflet yang digunakan adalah “Type 2 Diabetes”. Leaflet ini berisi mengenai: penjelasan singkat tentang pentingnya pengukuran antropometri (BMI, Skinfold Thickness, Lingkar pinggang dan lingkar panggul) dan pemeriksaan laboratorium yaitu profil lipid, kadar glukosa darah puasa dan tekanan darah sebagai metode deteksi dini mengenai berbagai masalah kesehatan khususnya mengenai komplikasi DM tipe 2 seperti dislipidemia. 4. Pencarian calon responden dan penawaran kerjasama kepada calon responden penelitian Pencarian responden dilakukan setelah mendapat ijin dari Litbang RSUD Kabupaten Temanggung. Dalam pencarian responden dilakukan secara langsung (tatap muka) dengan menunggu penyandang DM tipe 2 yang kontrol di RSUD Temanggung yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi penelitian. Jika responden yang datang tidak berpuasa, maka peneliti memohon responden untuk datang kembali ke RSUD Kabupaten temanggung dalam kondisi sudah berpuasa selama 8-10 jam dan meminta nomor telepon responden yang dapat digunakan untuk mengingatkan responden untuk berpuasa dan memberikan konfirmasi ulang mengenai waktu dan tempat pelaksanaan dalam pengukuran antropometri. Peneliti membuat surat undangan permohonan untuk mengundang para penyandang DM tipe 2 untuk mengikuti penelitian ini dengan datang ke RSUD Kabupaten temanggung. Peneliti menyebarkan undangan ke penyandang DM tipe 2 di puskesmas dan dinas kesehatan di daerah Temanggung. Kemudian peneliti akan memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan penelitian kepada calon

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 responden. Informasi yang disampaikan meliputi pengenalan tentang pengukuran antropometri dan manfaatnya, serta pentingnya dalam mengetahui korelasi terhadap profil lipid, kadar glukosa darah puasa, dan tekanan darah. Hal ini diharapkan dapat digunakan untuk mendeteksi dini bagi para penyandang DM tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung untuk terjadinya komplikasi seperti dislipidemia dan agar calon responden terdorong untuk terlibat dalam penelitian ini. Media sosialisasi yang digunakan peneliti dalam bentuk leaflet yang berjudul “Type 2 Diabetes”. Leaflet ini mencakup informasi mengenai antropometri dan perannya dalam mengetahui distribusi dan akumulasi lemak di tubuh, serta pemeriksaan penunjang di laboratorium untuk mengetahui profil kesehatan. Informasi dalam leaflet tersebut disusun secara singkat, padat dan jelas serta dilengkapi ilustrasi sehingga mudah dipahami oleh calon responden. Calon responden yang bersedia ikut dalam penelitian ini diminta untuk mengisi dan menandatangani informed consent. 5. Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian Suatu instrumen perlu melakukan pengujian validitas dan reabilitas. Tujuannya untuk mendapatkan data yang akurat. Pada instrumen dikatakan valid jika instrumen tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Reliabilitas berhubungan dengan konsistensi. Penelitian disebut reliable apabila instrumen tersebut konsisten dalam memberikan penilaian atas apa yang di ukur. Presisi merupakan parameter yang harus dipenuhi dalam validitas dan reabilitas (Ronny, 2013). Reliabilitas instrumen merupakan suatu indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu instrumen dapat dipercaya atau diandalkan, jadi dapat diartikan bahwa

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan sebanyak 2 kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan instrumen yang sama (Notoadmodjo, 2010). Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah timbangan berat badan dan meteran tinggi badan yang telah tervalidasi. Instrumen yang telah tervalidasi dan reliabilitas dalam penelitian digunakan untuk mengukur body mass index satu individu sebanyak lima kali berturut-turut menggunakan instrumen yang sama. Nilai CV (coefficient of variation) yang diperoleh untuk pengukuran body mass index pada pria yang terdiri dari pengukuran tinggi badan dan berat badan. Nilai CV untuk pengukuran tinggi badan sebesar 0,06% dan pengukuran berat badan sebesar 0,37%. Pengukuran body mass index pada wanita yang terdiri dari pengukuran tinggi badan dan berat badan. Nilai CV untuk pengukuran tinggi badan sebesar 0,34% dan pengukuran berat badan sebesar 0,54%. Pengukuran kadar LDL dan kadar HDL dilakukan oleh Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung, dimana validasi alat sudah dilakukan oleh pihak laboratorium, sehingga peneliti tidak melakukan validitas. Instrumen penelitian ini dikatakan reliable dan memiliki presisi yang baik bila nilai CV ≤ 5% (Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik, 2011). 6. Pengambilan darah dan pengukuran antropometri Pengambilan darah responden yang telah menandatangani informed consent dapat berpuasa selama 8-10 jam sebelum pengambilan darah serta tidak sakit pada hari yang bersangkutan, dilakukan oleh Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung. Pengukuran antropometri dilakukan oleh peneliti

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 meliputi body mass index. Pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan body mass index. Pada pengukuran berat badan, responden diminta untuk melepas alas kaki kemudian berdiri di atas timbangan dengan posisi badan tegak lurus. Pada pengukuran tinggi badan, responden juga diminta untuk melepas alas kaki kemudian berdiri menempel pada tembok dengan posisi badan tegak lurus sehingga ujung kepala dapat menyentuh garis meteran. 7. Pembagian hasil pemeriksaan laboratorium Peneliti akan membagikan hasil pemeriksaan kepada responden secara langsung. Hasil pemeriksaan akan dimasukkan dalam amplop dan peneliti akan memberikan penjelasan langsung kepada responden mengenai data hasil laboratorium dan pengukuran antropometri tersebut. 8. Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan dengan kategorisasi data sejenis, yaitu menyusun data dan menggolongkannya dalam kategori–kategori setelah itu dilakukan interpretasi data. Cara pengolahan data dilakukan secara statistik dengan komputerisasi. J. Teknik Analisis Data Statistik Data diolah secara statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hal pertama yang dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov untuk melihat distribusi normal atau tidak suatu data. Suatu data dikatakan normal apabila nilai Asymp. Sig lebih besar dari 0,05. Dalam mengetahui suatu data terdistribusi normal atau tidak dapat dilihat pada Tabel VIII.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Tabel VIII. Metode Distribusi Data Normal atau Tidak Normal (Dahlan, 2012) Parameter Kriteria Metode Deskriptif Koefisien varian <30% Rasio skewness -2 ‒ 2 Rasio kurtosis -2 ‒ 2 Histogram Simetris, tidak miring ke kiri atau ke kanan, tidak terlalu tinggi atau rendah Box plot Simetris, median tepat di tengah, tidak ada outlier atau nilai ekstrim Normal Q-Q plots Data menyebar di sekitar garis Detrended Q-Q plots Data menyebar di sekitar garis pada titik 0 Analitik Kolmogrov-Smirnov (n>50) p > 0,05 Shapiro-Wilk (n≤50) p > 0,05 Data yang terdistribusikan normal dilanjutkan dengan uji hipotesis komparatif antara dua kelompok data. Uji hipotesis komparatif dilakukan antara kadar LDL, HDL, dan rasio kadar LDL/HDL dengan kelompok BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 untuk pria dan wanita. Data yang terdistribusi normal maka dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji T tidak berpasangan. Sedangkan apabila data tidak terdistribusi normal digunakan uji Mann-Whitney, dikatakan terdapat perbedaan yang bermakna antara dua kelompok data apabila nilai p <0,05 (Dahlan, 2012). Uji korelasi data dilakukan menggunakan analisis Pearson apabila data terdistribusi normal atau analisis Spearman bila data terdistribusi tidak normal.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Data dikatakan memiliki korelasi yang bermakna apabila nilai p <0,05 dan kekuatan korelasi dinyatakan melalui koefisien korelasi (Dahlan, 2012). Tabel IX. Uji Hipotesis berdasarkan Kekuatan Korelasi, Nilai p, dan Arah Korelasi (Dahlan, 2012) No. Parameter 1. Kekuatan korelasi (r) 2. Nilai p Nilai 0,0 sd <0,2 0,2 sd <0,4 0,4 sd <0,6 0,6 sd <0,8 0,8 sd 1 p < 0,05 p > 0,05 3. Arah korelasi + (positif) - (negatif) Interpretasi Sangat lemah Lemah Sedang Kuat Sangat kuat Terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji. Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji. Searah, semakin besar nilai satu variabel semakin besar pula nilai variabel lainnya. Berlawanan arah, semakin besar nilai satu variabel, semakin kecil nilai variabel lainnya. K. Kesulitan Penelitian Dalam penelitian ini, kesulitan yang dihadapi adalah sulitnya untuk mencari responden yang bersedia mengikuti penelitian ini. Hal ini dikarenakan responden takut dengan jarum suntik. Selain itu, sulitnya mendapatkan responden yang telah berpuasa 8-10 jam saat kontrol ke rumah sakit sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dalam pengambilan data dan adanya beberapa data dari penelitian yang perlu diekslusi karena data responden ada yang diukur dua kali. Pengendalian variabel pengacau terkendali yaitu kondisi puasa sebelum pengambilan data kurang optimal sehingga hasil wawancara kurang mendetail. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya melengkapi pedoman wawancara untuk memperoleh informasi yang lebih mendetail.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden Penelitian Responden penelitian adalah penyandang diabetes melitus tipe 2. Jumlah responden sebanyak 95 penyandang dengan rentang usia 41-78 tahun pada pria dan 44-77 tahun pada wanita di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung. Responden penelitian terdiri dari 37 responden pria dan 58 responden wanita yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Profil karakteristik 95 responden dianalisis secara statistik meliputi usia, BMI, kadar LDL, HDL, dan rasio kadar LDL/HDL. Statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik dari data yang diperoleh, salah satunya distribusi data yang normal atau tidak. Karakteristik data terdistribusi normal dianjurkan menggunakan mean ± SD sedangkan data yang terdistribusi tidak normal menggunakan median dan minimum maksimum. Uji normalitas data yang diperoleh dengan menggunakan uji statistik analitik yaitu uji KolmogorovSmirnov digunakan apabila n>50 dan uji Shapiro-Wilk digunakan apabila n<50 (Dahlan,2012). 38

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Tabel X. Profil Karakteristik Responden Pria dan Wanita Karakteristik Usia (tahun) Berat Badan (kg) Tinggi Badan (cm) BMI ((kg/m²) LDL (mg/dL) HDL (mg/dL) Rasio LDL/HDL Pria (n=37) 61,76 ± 9,06** 64,14 ± 7,04** 64,14 ± 7,15** 24,29 ± 2,09** 121,00 (44-188)* 39,30(15,0-84,3)* 2,91(0,78-6,10)* P 0,556 0,218 0,449 0,110 0,945 0,027 0,632 Wanita (n=58) 60,50 ± 8,23** 57,81 ± 8,66** 150,75 ± 6,73** 25,43 ± 3,41** 122,50(67-251)* 42,40(11,7-122,9)* 2,76(0,67-13,76)* p 0,179 0,463 0,007 0,841 0,003 0,000 0,000 Keterangan : * : nilai median (nilai minimum-maksimum) ** : nilai mean±SD p > 0,05 menunjukkan bahwa data terdistribusi normal p < 0,05 menunjukkan bahwa data terdistribusi tidak normal 1. Usia Pada penelitian ini responden pria berada dalam rentang usia berkisar 4178 tahun. Data usia responden pria diuji menggunakan uji normalitas ShapiroWilk, karena jumlah sampel yang digunakan sebanyak 37 sampel dengan taraf kepercayaan 95%. Rerata usia responden dalam penelitian ini adalah 60 tahun. Hasil uji normalitas usia responden pria diketahui bersifat normal, karena menghasilkan nilai p>0,05. Nilai signifikansi responden pria sebesar 0,556. Distribusi data usia bersifat normal berarti persebaran data usia responden merata. Pada responden wanita yang berada dalam rentang usia 44-77 tahun. Data usia responden wanita diuji dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan taraf kepercayaan 95%. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov digunakan karena sampel terdapat 58 sampel. Rerata usia responden wanita adalah 59 tahun. Hasil uji normalitas usia responden wanita diketahui bersifat normal, karena menghasilkan nilai p>0,05. Nilai signifikansi responden wanita sebesar 0,179. Distribusi data usia bersifat normal berarti persebaran data usia responden merata.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 2. Berat Badan Pada penelitian ini rentang berat badan semua responden berkisar 40-80 kg. Distribusi data berat badan responden pria dan wanita diketahui bersifat normal, karena menunjukkan nilai p>0,05. Nilai signifikansi responden pria sebesar 0,218 dan nilai signifikansi responden wanita sebesar 0,463. Data berat badan terdistribusi normal berarti persebaran data berat badan responden merata. 3. Tinggi Badan Pada penelitian ini rentang tinggi badan responden berkisar 134-175 cm. Distribusi data tinggi badan responden pria diketahui bersifat normal, karena menunjukkan nilai p>0,05. Nilai signifikansi responden pria sebesar 0,449. Distribusi data tinggi badan bersifat normal berarti menunjukkkan persebaran data tinggi badan responden pria merata. Distribusi data tinggi badan responden wanita diketahui bersifat tidak normal, karena menunjukkan nilai p<0,05. Nilai p sebesar 0,007 pada responden wanita. Hal ini menunjukkan data terdistribusi tidak normal berarti persebaran data tinggi badan responden tidak merata. 4. Body Mass Index (BMI) Rentang BMI semua responden berkisar dari 18-33 kg/m². Responden pria menunjukkan rerata sebesar 24,29 dan nilai SD±2,09 yang mengindikasikan bahwa rerata BMI pada pria penyandang DM tipe 2 diluar range normal, karena nilai normal BMI untuk pria adalah <23 kg/m2 menurut WHO (2000). Responden wanita menunjukkan rerata sebesar 25,43 dan nilai SD±3,41 yang mengindikasikan bahwa rerata BMI pada wanita penyandang DM tipe 2 diluar range normal, karena nilai normal BMI pada wanita adalah <23 kg/m2 menurut

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 WHO (2000). Distribusi data BMI pada responden pria dan wanita bersifat normal karena menghasilkan nilai p>0,05. Nilai p sebesar 0,110 pada responden pria dan nilai p sebesar 0,841 responden wanita. Data BMI terdistribusi normal berarti persebaran data BMI responden merata. Penelitian yang dilakukan oleh Khairani, Sumiera (2005), menunjukkan bahwa body mass index merupakan faktor risiko terhadap peningkatan kadar LDL yang tinggi pada wanita dibandingkan pada pria. Berdasarkan body mass index <25 memiliki risiko 2,5 kali lebih besar terjadi peningkatan LDL yang tinggi dibandingkan pada pria. 5. Kadar LDL Pada responden pria, nilai LDL berada pada rentang 44,00-188,00 mg/dL dengan rerata 120,49 mg/dL. Menurut NCEP ATP III (2002), kadar LDL yang optimal adalah <100mg/dL. Hal ini menunjukkan bahwa rerata kadar LDL responden pria termasuk dalam range mendekati optimal. Uji nomalitas kadar LDL dengan Shapiro-Wilk menghasilkan nilai p sebesar 0,945, yang berarti data kadar LDL responden pria terdistribusi normal. Pada responden wanita, nilai LDL berada pada rentang 67-251 mg/dL dengan rerata 125,28 mg/dL. Hal ini menunjukkan bahwa rerata kadar LDL responden wanita termasuk dalam range mendekati optimal. Hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov taraf kepercayaan 95% dengan p sebesar 0,003, yang berarti data kadar LDL responden wanita terdistribusi tidak normal. Berdasarkan NCEP ATP III (2002), klasifikasi LDL dapat dibedakan menjadi 4 dan telah disajikan pada Tabel I. Pada Tabel XI dan Tabel XII menunjukkan

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 frekuensi kadar LDL terbanyak berada pada klasifikasi mendekati optimal pada pria (21 orang; 51,22%) dan wanita (23 orang; 38,33%). Tabel XI . Distribusi Kadar LDL Responden Pria LDL (mg/dL) <100 100-129 130-159 160-189 >190 Jumlah (orang) 6 21 8 6 - Persentase (%) 14,63 51,22 19,51 14,63 - Klasifikasi Optimal Mendekati optimal Batas tinggi Tinggi Sangat tinggi Tabel XII. Distribusi Kadar LDL Responden Wanita LDL (mg/dL) <100 100-129 130-159 160-189 >190 Jumlah (orang) 14 23 15 4 4 Persentase (%) 23,33 38,33 25 6,67 6,67 Klasifikasi Optimal Mendekati optimal Batas tinggi Tinggi Sangat tinggi 6. Kadar HDL Pada penelitian ini nilai kadar HDL responden pria yang diperoleh berada pada rentang 15,0-84,3 mg/dL dengan rerata 41,08 mg/dL. Nilai median kadar HDL responden pria adalah 39,30 dengan nilai minimum 15,0 mg/dL dan nilai maksimum 84,3 mg/dL. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk dengan taraf kepercayaan 95% menghasilkan nilai p sebesar 0,027 yang menunjukkan bahwa kadar HDL responden pria terdistribusi tidak normal. Nilai kadar HDL responden wanita yang diperoleh dalam penelitian ini berada pada rentang 15,00-84,30 mg/dL dengan rerata 45,60 mg/dL. Nilai median pada responden wanita adalah 42,40 dengan nilai minimum 11,7 mg/dL dan nilai maksimum sebesar 122,9 mg/dL. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan taraf kepercayaan 95% menghasilkan p sebesar 0,000, yang berarti data kadar HDL responden wanita terdistribusi tidak normal.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Berdasarkan ADA (2011), klasifikasi kadar HDL dapat dibedakan menjadi 3 yang telah disajikan dalam Tabel III. Menurut NCEP ATP III (2002), jika terjadi penurunan 1% dari kadar HDL akan berisiko terjadinya peningkatan 2-3% penyakit kardiovaskuler. Pada Tabel XIII dan Tabel XIV menunjukkan frekuensi kadar HDL terbanyak berada pada klasifikasi normal pada pria (16 orang; 39,02%) dan wanita berada pada klasifikasi rendah (38 orang; 63,33%). Hal ini menunjukkan adanya penurunan kadar HDL pada responden dapat berisiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Tabel XIII. Distribusi Kadar HDL Pria HDL (mg/dL) <40 40-59 >60 Jumlah (orang) 22 16 3 Persentase (%) 53,66 39,02 7,32 Klasifikasi Rendah Normal Tinggi Tabel XIV. Distribusi Kadar HDL Wanita HDL (mg/dL) <50 50-59 >60 Jumlah (orang) 38 10 12 Persentase (%) 63,33 16,67 20 Klasifikasi Rendah Normal Tinggi 7. Rasio kadar LDL/HDL Pada penelitian ini nilai rasio kadar LDL/HDL responden pria berada pada rentang 0,78-6,10 dengan rerata 3,20. Nilai median 2,91, nilai minimum sebesar 0,78 dan nilai maksimum sebesar 6,10. Uji normalitas Shapiro-Wilk dengan taraf kepercayaan 95% menghasilkan nilai p sebesar 0,632 yang berarti data rasio kadar LDL/HDL responden pria terdistribusi normal. Nilai rasio kadar LDL/HDL responden wanita berada pada rentang 0,67-13,76 dengan rerata 3,34. Nilai median adalah 2,76 dengan nilai minimum 0,67 dan nilai maksimum 13,76. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan taraf kepercayaan 95% menghasilkan p

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 sebesar 0,000 yang berarti data rasio kadar LDL/HDL responden wanita terdistribusi tidak normal. Menurut Indumati et al. (2011), penyandang diabetes melitus tipe 2 menyatakan bahwa rasio kadar LDL/HDL merupakan rasio yang lebih murni daripada rasio kadar kolesterol total/HDL. Pernyataan didukung dengan adanya penelitian lain yang dilakukan oleh Enomoto, Adachi, Hirai, Fukami, Satoh, Otsuka, et al. (2011). Penelitian ini menyatakan rasio kadar LDL/HDL yang tinggi merupakan prediktor yang kuat terhadap kejadian CVD. Menurut Millán et al. (2009), penentuan risk categories rasio kadar LDL/HDL pada secondary prevention dikarenakan responden adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 yang memiliki faktor risiko dislipidemia. Menurut Fernandez and Webb (2008), adanya peningkatan rasio kadar LDL/HDL antara 3,6-4,3 akan berisiko terjadi penyakit jantung koroner (PJK). Pada Tabel XV dan XVI menunjukkan frekuensi rasio kadar LDL/HDL terbanyak pada tingkat berisiko (21 orang; 51,21%) pada pria dan (36 orang; 60%) pada wanita. Risiko terjadi dislipidemia dimungkinkan sedang dialami penyandang diabetes melitus tipe 2 dalam penelitian ini namun untuk terjadinya penyakit jantung koroner masih dapat dihindari dengan mengontrol pola hidup sehat. Tabel XV. Distribusi Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria Rasio LDL/HDL <3,0 >3,0 Jumlah (orang) 20 21 Persentase (%) 48,79 51,21 Tabel XVI. Distribusi Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita Rasio LDL/HDL <2,5 >2,5 Jumlah (orang) 24 36 Persentase (%) 40 60

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 B. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria dan Wanita pada BMI <23 kg/m² dan ≥23 kg/m² Pada penelitian ini, ukuran body mass index diklasifikasikan berdasarkan kriteria menurut WHO (2000) untuk pria dan wanita pada populasi Asia Pasifik. Ukuran body mass index dibagi menjadi dua kelompok, yaitu BMI<23 kg/m² dan BMI≥23 kg/m², dan selanjutnya dilakukan uji normalitas. Uji normalitas dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk, kemudian dilakukan uji hipotesis komparatif dengan uji T tidak berpasangan untuk data yang terdistribusi normal. Uji hipotesis komparatif dilakukan dengan Mann-Whitney untuk data yang tidak terdistribusi normal. Tabel XVII. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m² dan ≥23 kg/m² Profil Lipid Kadar LDL Kadar HDL Rasio LDL/HDL BMI<23 (n=7) 123±42,75 45,52±13,49 2,95±1,32 BMI≥23 (n=30) 119,90±29,89 40,05±12,88 3,26±1,20 P 0,821 0,352 0,554 Tabel XVIII. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m² dan ≥23 kg/m² Profil Lipid Kadar LDL Kadar HDL Rasio LDL/HDL BMI<23 (n=14) 117,57±23,95 46,44±16,10 2,91±1,41 BMI≥23 (n=44) 127,73±35,55 45,33±21,60 3,48±2,30 P 0,592 0,388 0,378 Pada responden pria dapat dilihat kadar LDL dengan kelompok BMI<23,00 kg/m² (p=0,371) dan kelompok BMI≥23 kg/m² (p=1,000) yang menunjukkan data terdistribusi normal dengan nilai p>0,05. Data kadar HDL dengan kelompok BMI<23 kg/m² (p=0,768) menunjukkan data terdistribusi normal dengan nilai p>0,05 dan kelompok BMI≥23 kg/m² (p=0,009)

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 menunjukkan data tidak terdistribusi normal dengan nilai p<0,05. Data rasio kadar LDL/HDL dengan kelompok BMI<23kg/m² (p=0,956) dan kelompok BMI≥23 kg/m² (p=0,191) menunjukkan data terdistribusi normal dengan nilai p>0,05. Pada responden wanita dapat dilihat kadar LDL dengan kelompok BMI<23 kg/m² (p=0,768) menunjukkan data terdistribusi normal dengan nilai p>0,05 dan kelompok BMI≥23 kg/m² (p=0,009) menunjukkan data terdistribusi tidak normal dengan nilai p<0,05. Data kadar HDL dengan kelompok BMI<23 kg/m² (p=0,289) menunjukkan data terdistribusi normal dengan nilai p>0,05 dan kelompok BMI≥23 kg/m² (p=0,000)menunjukkan data terdistribusi tidak normal dengan nilai p<0,05. Data rasio kadar LDL/HDL dengan kelompok BMI<23 kg/m² (p=0,099) menunjukkan data terdistribusi normal dengan nilai p>0,05 dan kelompok BMI≥23 kg/m² (p=0,000) menunjukkan data terdistribusi tidak normal dengan nilai p<0,05. a. Perbandingan kadar LDL pada kelompok BMI<23 kg/m² dan kelompok BMI ≥23 kg/m² pada responden pria dan wanita Pada responden pria, hasil distribusi antara BMI<23 kg/m² dan BMI≥23 kg/m² dengan kadar LDL adalah normal dengan nilai p>0,05, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji T tidak berpasangan. Hasil uji T tidak berpasangan menunjukkan perbedaan rerata kadar LDL yang bermakna antara kedua kelompok dengan p>0,05 (p=0,821). Pada responden wanita, hasil distribusi BMI<23 kg/m² terhadap LDL adalah normal dengan nilai p>0,05 dan BMI≥23 kg/m² terhadap kadar LDL adalah tidak normal dengan p<0,05. Hal ini digunakan uji Mann-Whitney untuk melihat kebermaknaan data yang salah satu

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 diantaranya tidak terdistribusi normal. Hasil yang didapatkan untuk uji tersebut adalah berbeda tidak bermakna dengan nilai p>0,05 (p=0,592). Penelitian yang dilakukan Lakshmi, Bandyopadyay, Bhaskar, Madhubala, and Raghavendra (2011) menyatakan bahwa terdapat perbedaan tidak bermakna pada kadar LDL (p=0,114) terhadap 92 penyandang diabetes melitus. Menurut Qi et al., (2012) juga menunjukkan terdapat perbedaan tidak bermakna kadar LDL pada diabetes melitus tipe 2 pada pria dan wanita. Pada diabetes melitus tipe 2 kadar LDL pria menunjukkan perbedaan bermakna dalam hasil penelitian. Perbedaan kadar LDL tidak memberikan asosiasi yang cukup bermakna dengan peningkatan diabetes melitus tipe 2. b. Perbandingan kadar HDL pada kelompok BMI<23 kg/m² dan kelompok BMI ≥23 kg/m² pada responden pria dan wanita Pada penelitian ini, hasil distribusi pada responden pria dan wanita antara kadar HDL dengan BMI<23 kg/m² menunjukkan hasil terdistribusi normal dengan nilai p>0,05 dan BMI≥23 kg/m² menunjukkan hasil terdistribusi tidak normal dengan nilai p<0,05 sehingga menggunakan uji Mann-Whitney untuk melihat kebermaknaan pada data yang salah satunya diantaranya terdistribusi tidak normal. Hasil yang diperoleh uji tersebut adalah berbeda tidak bermakna dengan nilai p>0,05 (p=0,388). Penelitian yang mendukung hasil penelitian ini dilakukan oleh Qi et al., (2012) bahwa terhadap 2447 pasien diabetes melitus tipe 2 dan 3052 pasien kontrol terdapat perbedaan tidak bermakna pada kadar HDL responden pria.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 c. Perbandingan rasio kadar LDL/HDL pada kelompok BMI<23 kg/m² dan kelompok BMI ≥23 kg/m² pada responden pria dan wanita Pada penelitian ini, data hasil distribusi antara rasio kadar LDL/HDL dengan BMI<23 kg/m² dan BMI≥23 kg/m² menunjukkan bahwa pada responden pria terdistribusi normal dengan nilai p>0,05. Dengan demikian menggunakan uji T tidak berpasangan untuk melihat kebermaknaan dua data yang terdistribusi normal. Hasil uji ini diperoleh berbeda tidak bermakna dengan nilai p>0,05 (p=0,554). Data hasil distribusi antara rasio kadar LDL/HDL dengan BMI<23 kg/m² menunjukkan hasil distribusi normal dengan nilai p>0,05 dan BMI≥23 kg/m² menunjukkan hasil distribusi tidak normal dengan p<0,05. Hal ini menunjukkan digunakan uji Mann-Whitney untuk melihat kebermaknaan pada data yang salah satu diantaranya terdistibusi tidak normal. Hasil yang diperoleh dengan uji tersebut adalah berbeda tidak bermakna dengan nilai p>0,05 (p=0,378). Rasio kadar LDL/HDL menjadi prediktor penyakit jantung koroner ataupun marker aterosklerosis yang baik dibandingkan dengan kadar LDL atau HDL sendiri (Indumati et al., 2011; Millán et al., 2009). C. Korelasi Body Mass Index (BMI) terhadap Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Pria dan Wanita Pada penelitian ini dilakukan uji korelasi antara body mass index terhadap kadar LDL, HDL, dan rasio kadar LDL/HDL responden pria. Uji korelasi yang dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Uji Spearman adalah uji korelasi alternatif yang sah yang dilakukan apabila data tidak diketahui

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 kenormalitasnnya sehingga peneliti menggunakan uji tersebut (Hauke and Kossowski, 2011). Taraf Kepercayaan yang digunakan adalah 95%. Hasil uji hipotesis dikatakan memiliki korelasi bermakna apabila nilai p<0,05 (Dahlan, 2012). Tabel XIX. Korelasi Body Mass Index terhadap Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Pria dan Wanita Body Mass Index Profil Lipid Pria R Wanita P R P 0,058 0,732* 0,030 0,821* -0,095 0,575* -0,148 0,267* 0,107 0,527* 0,114 0,395* Keterangan : *p>0,05 menunjukkan adanya korelasi tidak bermakna LDL HDL Rasio Kadar LDL/HDL 1. Korelasi body mass index terhadap kadar LDL Uji korelasi pada responden pria dilakukan dengan menggunakan Uji Spearman, karena data normalitas body mass index dan kadar LDL menunjukkan distribusi tidak normal. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p sebesar 0,732 yang dapat disimpulkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara body mass index dengan kadar LDL pada responden pria. Pada uji Spearman, dua variabel yang diuji dikatakan terdapat korelasi yang bermakna apabila memiliki nilai signifikansi p<0,05. Nilai korelasi Spearman diperoleh sebesar 0,058 menunjukkan bahwa kekuatan korelasi sangat lemah. Korelasi Spearman menunjukkan arah korelasi positif. Arah korelasi positif menunjukkan searah, dengan adanya kenaikan body mass index berbanding lurus dengan kenaikan kadar LDL semakin besar. Gambar grafik yang menunjukkan korelasi positif dilihat pada garis yang arahnya dari bawah ke atas.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Gambar 4. Diagram Sebaran BMI terhadap Kadar LDL Responden Pria Sebaran titik-titik pada grafik menunjukkan kekuatan Persebaran titik makin mendekati garis linear menunjukkan korelasi. korelasi akan semakin kuat (Dahlan, 2012). Persebaran titik-titik yang banyak tersebar jauh dari garis dan hanya sebagian kecil titik yang mendekati garis menunjukkan body mass index berkorelasi sangat lemah. Pada uji korelasi responden wanita dilakukan dengan menggunakan Uji Spearman, karena data normalitas body mass index dan kadar LDL menunjukkan distribusi tidak normal. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p sebesar 0,821 yang dapat disimpulkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara body mass index dengan kadar LDL pada responden wanita. Pada uji Spearman, dua variabel yang diuji dikatakan terdapat korelasi yang bermakna apabila memiliki nilai signifikansi p<0,05. Nilai korelasi Spearman diperoleh sebesar 0,030 menunjukkan bahwa kekuatan korelasi sangat lemah. Korelasi Spearman menunjukkan arah korelasi positif. Arah korelasi positif menunjukkan searah,

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 dengan adanya kenaikan body mass index berbanding lurus dengan kenaikan kadar LDL. Gambar grafik menunjukkan korelasi positif dapat dilihat pada garis yang arahnya dari bawah ke atas. Gambar 5. Diagram Sebaran BMI terhadap Kadar LDL Responden Wanita Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Tangvarasittichai et al., (2010) melaporkan ada korelasi yang tidak bermakna (p=0,412) antara LDL dengan kejadian resistensi insulin pada 92 penyandang diabetes melitus tipe 2 yang berusia 40 tahun. Menurut penelitian Santos, Silvia, Araujo, Arruda, Diniz, Cabral (2012) menyatakan bahwa terdapat korelasi positif dengan korelasi sangat lemah r sebesar 0,16, tidak bermakna dengan p sebesar 0,28 antara LDL dengan BMI pada 550 pasien diluar rumah sakit. Hasil penelitian ini mendukung dikarenakan memperkuat hasil korelasi yang didapatkan oleh peneliti, dimana yang penting untuk diamati yaitu adanya korelasi positif antara LDL dengan BMI.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 2. Korelasi body mass index terhadap kadar HDL Uji korelasi pada responden pria dilakukan dengan menggunakan Uji Spearman, karena data normalitas body mass index dan kadar HDL menunjukkan distribusi tidak normal. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p sebesar 0,575 yang dapat disimpulkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara body mass index dengan kadar HDL pada responden pria. Pada uji Spearman, dua variabel yang diuji dikatakan terdapat korelasi yang bermakna apabila memiliki nilai signifikansi p<0,05. Nilai korelasi Spearman diperoleh r sebesar 0,095 menunjukkan bahwa kekuatan korelasi sangat lemah. Korelasi Spearman menunjukkan arah korelasi negatif. Arah korelasi negatif menunjukkan arah berlawanan, adanya kenaikan body mass index berbanding terbalik denga kenaikan kadar HDL. Gambar grafik yang menunjukkan korelasi negatif dapat dilihat pada garis yang arahnya dari atas ke bawah. Gambar 6. Diagram Sebaran BMI terhadap Kadar HDL Responden Pria Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan Uji Spearman, karena data normalitas body mass index dan kadar HDL menunjukkan distribusi tidak normal. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai signifikansi p=0,267 yang dapat disimpulkan

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 tidak terdapat korelasi yang bermakna antara body mass index dengan kadar HDL pada responden wanita. Pada uji Spearman, dua variabel yang diuji dikatakan terdapat korelasi yang bermakna apabila memiliki nilai signifikansi p<0,05. Nilai korelasi Spearman diperoleh r sebesar 0,148 menunjukkan bahwa kekuatan korelasi sangat lemah. Korelasi Spearman menunjukkan arah korelasi negatif. Arah korelasi negatif menunjukkan arah berlawanan, adanya kenaikan body mass index berbanding terbalik dengan kenaikan kadar HDL. Gambar grafik yang menunjukkan korelasi negatif dapat dilihat pada garis yang arahnya dari atas ke bawah. Gambar 7. Diagram Sebaran BMI terhadap Kadar HDL Responden Wanita Pada grafik sebaran titik-titik menunjukkan kekuatan korelasi. Persebaran titik makin mendekati garis linear menunjukkan korelasi semakin kuat (Dahlan, 2011). Garis linearitas ditunjukkan dalam r² sehingga grafik tidak menunjukkan garis linear dengan arah negatif. Titik-titik yang banyak tersebar jauh dari garis dan hanya sebagian kecil titik yang mendekati garis menunjukkan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 body mass index berkorelasi sangat lemah dengan kadar HDL pada responden pria dan wanita. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Sandhu, Koley, dan Sandhu (2008). Pada penelitian tersebut dinyatakan bahwa adanya korelasi negatif dengan nilai r sebesar -0,33 antara HDL dengan BMI pada pasien diabetes usia 41-50 tahun. Penelitian Himabindu et al., (2013) juga menggambarkan bahwa adanya kekuatan korelasi sangat lemah dan tidak bermakna (r=0,150 dan p=0,132) antara HDL dengan BMI pada responden pria. Hasil penelitian yang mendukung lainnya adalah penelitian oleh Santos, Silva, Araujo, Arruda, Diniz, Cabral (2012), dimana terdapat korelasi sangat lemah dengan arah negatif yang memiliki nilai r sebesar -0,36 antara HDL dengan BMI pada pasien di luar rumah sakit. Sampel yang digunakan sebanyak 550 individu dan 40% dari jumlah sampel yang mengalami ketidaknormalan dalam profil lipid dan kadar glukosa di Brasil. Hasil penelitian ini mendukung dikarenakan memperkuat hasil korelasi yang didapatkan oleh peneliti, dimana yang penting untuk diamati adalah adanya korelasi negatif antara HDL dengan BMI. 3. Korelasi body mass index terhadap rasio kadar LDL/HDL Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan Uji Spearman, karena data normalitas body mass index dan rasio kadar LDL/HDL menunjukkan distribusi tidak normal. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p sebesar 0,527 yang dapat disimpulkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara body mass index dengan rasio kadar LDL/HDL pada responden pria. Pada uji Spearman, dua variabel yang diuji dikatakan terdapat korelasi yang bermakna apabila memiliki

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 nilai signifikansi p<0,05. Nilai korelasi Spearman diperoleh r sebesar 0,107 menunjukkan bahwa kekuatan korelasi sangat lemah. Korelasi Spearman menunjukkan arah korelasi positif. Arah korelasi positif menunjukkan searah, adanya kenaikan body mass index berbanding lurus dengan kenaikan rasio kadar LDL/HDL. Gambar grafik menunjukkan korelasi positif dapat dilihat pada garis yang arahnya dari bawah ke atas. Gambar 8. Diagram Sebaran BMI terhadap Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria Uji korelasi pada responden wanita dilakukan dengan menggunakan Uji Spearman, karena data normalitas body mass index dan rasio kadar LDL/HDL menunjukkan distribusi tidak normal. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p sebesar 0,395 yang dapat disimpulkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara body mass index dengan rasio kadar LDL/HDL. Pada uji Spearman, dua variabel yang diuji dikatakan terdapat korelasi yang bermakna apabila memiliki nilai signifikansi p<0,05. Nilai korelasi Spearman diperoleh sebesar 0,114 menunjukkan bahwa kekuatan korelasi sangat lemah. Korelasi Spearman

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 menunjukkan arah korelasi positif. Arah korelasi positif menunjukkan searah, adanya kenaikan body mass index berbanding lurus dengan kenaikan rasio kadar LDL/HDL. Gambar grafik menunjukkan korelasi positif dapat dilihat pada garis yang arahnya dari bawah ke atas. Gambar 9. Diagram Sebaran BMI terhadap Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita Hasil penelitian lain dilakukan oleh Nakanishi (2000), penelitian tersebut dinyatakan bahwa ada korelasi positif lemah yang bermakna dengan nilai r sebesar 0,373 dan p<0,001 antara rasio kadar LDL/HDL dengan BMI di Jepang dengan 1217 yang berusia dari 25 tahun sampai 59 tahun. Penelitian lain yang dilakukan oleh Tangvarasittichai et al., (2010) melaporkan adanya korelasi yang tidak bermakna (p=0,201) antara rasio kadar LDL/HDL dengan kejadian resistensi insulin pada 92 penyandang diabetes melitus tipe 2 yang berusia 40 tahun. Adanya perbedaan hasil tersebut dapat disebabkan karena perbedaan jumlah responden yang digunakan. Pada penelitian Öhrvall, et al. (2000), jumlah responden penelitian sebanyak 297 responden wanita. Perbedaan jumlah responden yang

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 sangat besar tersebut dapat mempengaruhi hasil uji korelasi yang diperoleh. Apabila jumlah responden yang digunakan semakin banyak, maka hasil yang diperoleh dapat lebih menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Menurut Ademuyima, Ugbaja, dan Rotimi (2008), rasio kadar LDL/HDL memiliki nilai signifikan lebih tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria sehingga risiko terjadi penyakit kardiovaskular di populasi Afrika. Rasio kadar LDL/HDL dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya faktor risiko penyakit jantung koroner yang kuat dibandingkan dengan kadar LDL atau kadar HDL pada diabetes melitus tipe 2 (Indumati et al., 2011; Millán et al., 2009). Pada penelitian ini juga tidak menggunakan kontrol yaitu non diabetes melitus. Penggunaan kontrol sangat diperlukan untuk mengetahui perbedaan hasil korelasi body mass index baik pada penyandang diabetes melitus tipe 2 maupun pada non diabetes melitus, sehingga dapat diketahui dengan jelas apakah terdapat korelasi body mass index pada penyandang diabetes melitus maupun non diabetes melitus. Hasil penelitian ini mendukung dikarenakan memperkuat hasil korelasi yang didapatkan oleh peneliti, dimana yang penting diamati adalah adanya korelasi positif antara rasio kadar LDL/HDL dengan BMI. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yang menunjukkan terdapat korelasi positif tidak bermakna antara body mass index dengan rasio kadar LDL/HDL, yang artinya semakin meningkat body mass index maka rasio kadar LDL/HDL dalam tubuh juga meningkat namun tidak memberikan hasil yang signifikan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Blebil, Hassan, dan Djuaili (2011), menyatakan terdapat perbedaan signifikan dalam parameter pengukuran

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 antropometri dan pola profil lipid pada diabetes melitus tipe 2 dalam tiga kelompok etnis yang berbeda yang tinggal di Malaysia. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian mengenai korelasi antropometri dengan pola profil lipid sebenarnya tidak dapat dibandingkan dengan penelitian serupa yang menggunakan kelompok etnis yang berbeda, karena parameter antropometri dan pola profil lipid pada masing-masing kelompok etnis dapat bervariasi. Adanya hasil yang tidak bermakna pada penelitian ini tidak sesuai dengan teori. Hal ini dimungkinkan responden sudah menggunakan obat yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Adanya responden yang telah mengkonsumsi obat-obat penurun kadar kolesterol menyebabkan penurunan profil lipid yang terdeteksi di dalam darah (berada dalam kriteria mendekati normal), sedangkan untuk mendapatkan body mass index dalam kriteria normal tidak secepat menormalkan profil lipid. Data mengenai penggunaan obat terbatas, hal ini disebabkan karena sebagian besar responden telah berusia lanjut, sehingga cenderung lebih sulit untuk mengingat riwayat penggunaan obat. Selain itu, peneliti hanya mendapatkan informasi terkait jenis obat yang digunakan secara umum dari perawat (tanpa pengecekan medical record). Durasi diabetes dapat menjadi penyebab korelasi yang sangat lemah dan tidak bermakna pada responden pria dan wanita. Namun dalam penelitian ini, peneliti tidak mempertimbangkan durasi diabetes responden, sehingga diperoleh rentang durasi menyandang diabetes melitus tipe 2 yang cukup besar. Rentang usia yang cukup besar tersebut dapat menyebabkan kondisi patologis dan fisiologis yang bervariasi antar individu penyandang diabetes melitus tipe 2. Hal

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 ini dapat berpengaruh terhadap kebermaknaan hasil penelitian yang diperoleh. Mahajan, Shende, Narkhede, Chakole dan Lokhande (2013) mengemukakan adanya peningkatan rasio kadar LDL/HDL yang abnormal pada durasi diabetes >10 tahun. Penelitian ini didukung oleh penelitian milik Shabana dan Sasisekhar (2013) mengemukakan adanya peningkatan pada rerata LDL dan penurunan pada rerata HDL dengan peningkatan durasi DM tipe 2 yang linear pada pria dan wanita. Parmar, Vidja dan Ghugare (2013) menemukan bahwa kadar LDL meningkat secara signifikan dan kadar HDL menurun secara signifikan seiring dengan durasi diabetes ≤5 tahun, 6-10 tahun dan > 10 tahun pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Dalam penelitian ini tidak ditetapkan rentang usia responden sehingga diperoleh rentang usia yang cukup besar, sedangkan individu yang berusia lebih dari 40 tahun terdiri dari individu yang masih termasuk produktif dan kelompok lanjut usia (>60 tahun). Adanya kelompok usia yang berbeda tersebut menyebabkan kondisi fisiologis responden yang berbeda-beda, sehingga dapat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Faktor usia juga dapat mempengaruhi profil lipid terutama pada kadar LDL dan HDL. Pada penelitian ini, dimana semakin bertambah usia maka semakin meningkat kadar LDL dan HDL. Berdasarkan hasil penelitian Darmawan dan Irfanuddin (2007) terhadap 84 pria dan 28 wanita di Palembang, parameter lipid bergantung pada usia subyek. Kadar LDL dan HDL pada pria berusia 35-45 tahun akan semakin meningkat dan puncak berada pada usia 55 tahun. Pada wanita, kadar LDL dan HDL puncak berada pada usia 45 tahun dan menurun setelah usia 55 tahun. Hasil penelitian

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Shabana dan Sasisekhar (2013) terhadap responden pria 130 dan responden wanita 140 menunjukkan bahwa pada pria dengan DM tipe 2, kadar LDL mencapai puncak pada kelompok usia 46-50 tahun dan berbeda signifikan dibandingkan kelompok usia lain pada pria dan wanita sedangkan kadar HDL pada kelompok usia 35-40 tahun dan 41-45 tahun lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain pada pria dan wanita. Elnasri dan Ahmed (2008) menemukan adanya hubungan yang signifikan antara LDL dan HDL dengan bertambah usia pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Kadar LDL semakin meningkat dan kadar HDL semakin menurun secara signifikan pada kelompok responden usia 31-40 tahun, 41-50 tahun, 51-60 tahun dan 71-80 tahun yang meliputi 250 responden (95 pria dan 155 wanita) di Sudan. Konsumsi obat-obatan penurun lipid oleh responden dimungkinkan mempengaruhi kadar LDL dan HDL responden. Jumlah responden pria yang diketahui mengonsumsi obat penurun lipid simvastatin adalah 2 responden dan pada responden wanita terdapat 3 responden. Simvastatin termasuk dalam golongan statin yang merupakan obat penurun lipid khususnya kolesterol LDL. Statin secara kompetitif menghambat reduktase 3-hidroksi-3-hidroksi-3- metilglutaril-koenzim A (HMG-CoA), suatu enzim dalam biosintesis kolesterol yang menurunkan kadar kolesterol hepatosit. Adanya penurunan kolesterol intraseluler ini akan memicu peningkatan ekspresi reseptor LDL hepatik yang menangkap LDL dan prekusornya dari sirkulasi darah (Maron, Fazio dan linton, 2000). Kelemahan dari penelitian ini adalah tidak seluruh responden diketahui jenis obat yang dikonsumsi karena wawancara yang kurang mendalam oleh

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 peneliti dan tidak semua responden dapat dihubungi untuk melaporkan obatobatan penurun lipid yang digunakan sehingga memungkinkan adanya pemakaian obat penurun kolesterol (LDL dan HDL) yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya korelasi positif yang tidak bermakna dengan kekuatan korelasi sangat lemah antara body mass index terhadap rasio kadar LDL/HDL pada responden pria dan wanita penyandang diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung. B. Saran 1. Perlu dilakukan wawancara lebih mendalam dan memeriksa rekam medik responden terkait obat-obatan penurun lipid yang dikonsumsi yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran rasio kadar LDL/HDL. 2. Perlu dilakukan penelitian dengan jumlah responden lebih banyak yang memiliki proporsi yang sama dengan BMI <23 kg/m² dan BMI ≥23 kg/m² sehingga dapat dibandingkan dengan jelas. 3. Pada penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan dua kelompok responden, yaitu kelompok penyandang diabetes melitus tipe 2 dan kelompok tanpa diabetes melitus tipe 2 untuk mengetahui adanya perbedaan pada rasio kadar LDL/HDL antara kedua kelompok. 4. Menetapkan rentang usia dan durasi diabetes responden yang dapat mempengaruhi profil lipid responden. 62

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 DAFTAR PUSTAKA Ademuyiwa O, Ugbaja R.N., Rotimi, S.O., 2008, Plasma Lipid Profile, Atherogenic and Cononary Risk Indices in some Residents of Abeokuta in South-Western Nigeria, 20(2), pp. 85-91. Ahmadi, S.A., Boroumand, M.A., Moghaddam, K.G., Tajik, P., dan Dibaj, S.M., 2008, The Impact of Low Serum Triglyceride on LDL-Cholesterol Estimation, Arch Iranian Med; 11(3), pp. 318-321. American Diabetes Association, 2010, Standards of Medical Care in Diabetes, http://care.diabetesjournals.org/content/33/supplement.1/, diakses tanggal 19 April 2013. American Diabetes Association, 2011, Standards of Medical Care in Diabetes, Diabetes Care, vol. 34, 1. American Diabetes Association, 2013, Standards of Medical Care in Diabetes, Diabetes Care, vol. 36, S13. American Heart Association, 2013, Cholesterol Abnormalities & Diabetes, http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/Diabetes/WhyDiabetesM atters/Cholesterol-Abnormalities-Diabetes_UCM_313868_Article.jsp, diakses tanggal 8 Maret 2013. Arnlov J, Ingelsson E, Sundstrom J, Lind L., 2009, Impact of body mass index and the metabolic syndrome on the risk of cardiovascular disease and death in middle-aged men, Circulation 121: 230-236. Blebil, A.Q., Hassan, Y., dan Dujaili, J.A., 2011, Differences in Demographics, Lipid profile and other Clinical Characteristics among type 2 Diabetic patients in state of Penang, Malaysia according to Gender and Races, Asian J Pharm Clin Res, 4 (2), 130-133. Birtcher, K.K., and Ballantyne, C.M., 2004, Measurement of Cholesterol : A Patient Perspective, Journal of American Heart Association, 110, 296297. Centers for Diseases Control and Prevention, 2007, Levels of Disease Prevention, http://www.cdc.gov/excite/skincancer/mod13.htm, diakses pada 28 Februari 2014. Citkowitz, E., 2013, Hypertriglyceridemia Medication, http://emedicine.medscape.com/article/126568-medication, diakses tanggal 15 Januari 2014.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Crowley, L.V., 2001, An Introduction to Human Disease: Pathology and Pathophysiology Correlations, Fifth Edition, John and Bartlett Publishers, Sudbury, 585, 586. Dahlan, S., 2012, Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan, deskriptif, bivariat, dan Multivariat Dilengkapi Aplikasi dengan Menggunakan SPSS, Edisi kelima, Salemba Medika, Jakarta, pp 62-75, 170-175. Darmawan, H., Irfanuddin, 2007, Effect of age and sex on the association between lipid profile and obesity among telecomunication workers in Palembang, Med J Indones, Vol. 16, 251-256. Departemen Kesehatan RI, 2005, Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Melitus, http://ph-care-dm.pdf, diakses tanggal 30 April 2013. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2009, Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, pp. 38-39. Dioum, A., Gartner, A., Bernard. M., Delpeuch, F., Wade, S., 2005, Body Composition Predicted from Skinfold in African Women: A CrossValidation Study Using Air Displacement Plethysmography and a BlackSpecific Equation, National Institute of Health, 93, 973-980. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik, 2011, Uji Fungsi Alat Kimia Klinis dan Hematologi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, pp. 2. Elnasri, H.A., and Ahmed, A.M., 2008, Patterns of lipid changes among type 2 diabetes patients in Sudan, Eastern Mediterranean Health Journal, Vol. 14, No.2, 315-324. Enomoto, M., Adachi, H., Hirai, Y., Fukami, A., Satoh, A., Otsuka, M., et al., 2011, LDL-C/HDL-C Ratio Predicts Carotid Intima Media Thickness Progression Better Than HDL-C or LDL-C Alone, Journal of Lipids, 2011, 1-6. Fernandez, M.L., and Webb, D., 2008, The LDL to HDL Cholesterol Ratio as Valuable Tool to Evaluate Coronary Heart Disease Risk, Journal of the American College of Nutrition, 27, 1-5. Francischetti, E., A., Genelhu, V.A., 2007, Obesity-hypertension: an Ongoing Pandemic, International Journal of Clinical Practice, 61(2), 269-280. Grover, S.A., Dorais, M., Coupal, L., 2003, Improving the Prediction of Cardiovascular Risk: Interaction Between LDL and HDL Cholesterol, Lippincott Williams & Wilkins, Inc., 14, 315-320.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Gutierrez, D.A., Puglisi, M.J., and Hasty, A.H., 2009, Impact of Increased Adipose Tissue Mass on Inflammation, Insulin Resistance, and Dyslipidemia, Curr Diab Rep, 9(1), pp. 26-32. Himabindu, Y., Sriharibabu, M., Alekhya, K., Saisumanth, K., Lakshmanrao, N., and Komali, K., 2013, Correlation between antrhopometry and lipid profile in type 2 diabetics, Indian J Endocr Metab, Vol. 17, 727-729. Hu, D., Hannah, J., Gray, R.S., Jablonski, K.A., Henderson, J.A., Robbins, D.C.,et al., 2000, Effects of Obesity and Body Fat Distribution on Lipids and Lipoproteins in Nondiabetic American Indians: The Strong Heart Study, European Journal of Clinical Nutrition, 8, 411-421. Indumati, V., Vidya, S.P., Krishnaswamy, D., Satishkumar, D., Vijay, V., Mahesh, S., et al., 2011, Non-HDL Cholesterol and LDL-C/HDL-C Ratio in Type II Diabetic Patients, International Journal of Pharma and Bio Sciences, 2(2), 71-77. International Diabetes Federation, 2006, Metabolic Syndrome, The IDF Consensus Worldwide Definition of The Metabolic Syndrome, Belgium, pp. 10. Josten, S., Mutmainnah, and Hardjoeno, 2006, Lipid Profile in Type 2 Diabetic Mellitus Patient’s, Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 13(1), 20-22. Khairani, R., Sumiera, M., 2005, Profil Lipid pada Penduduk Lanjut Usia di Jakarta, Universa Medicina, 24(4), 175-181. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2012, Tahun 2030 Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia Mencapai 21,3 Juta Orang, http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/414-tahun-2030prevalensi-diabetes-melitus-di-indonesia-mencapai-213-juta-orang.html, diakses tanggal 7 Maret 2013. Klop, B., Elte, J.W.F., dan Cabezas, M.C., 2013, Dyslipidemia in Obesity: Mechanism and Potential Targets, Nutrients, 5, 1218-1240. Kurniawan, I., 2010, Diabetes Melitus tipe 2 pada Usia Lanjut, Majalah Kedokteran Indonesia(Maj Kedokt Indon), 60(12), 582–583. Lakshmi, R., Bandyopadhyay, S.S., Bhaskar, L.V.K.S., Madhubala, S., Rghavendra, R., 2011, Appraisal of Risk Factors for Diabetes Mellitus Type 2 in Central Indian Population: A Case Control Study, Antrocom Online Journal of Anthropology, 7(1), 103-110.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Mahajan, V., Shende, S., Narkhede, H., Chakole, S., and Lokhande, M., 2013, Effect of duration on lipid profile in type 2 diabetes mellitus, Current Research in Medicine and Medical Sciences, 3(1): 6-8. Mahan K dan S Escott-Stump, 2008, Krause’s F Elsevier, Kanada. d Nutriti a d Therap , Maron, D.J., Fazio, S., and Linton, M.F., 2000, Current Perspectives on Statins, Circulation, 207. Millán, J., Pintó, X., Muñoz, A., Zúñiga, M., Prat, J.R., Pallardo, L.P., et al., 2009, Lipoprotein Ratios: Physiological Significance and Clinical Usefulness in Cardiovascular Prevention, Vascular Health and Risk Management, Dovepress, 5, 757-765. Nakanishi, N., Nakamura, K., Suzuki, K., Matsuo, Y., Tatara, K., 2000, Associations of Body Mass Index and Percentage Body Fat by Bioelectrical Impedance Analysis with Cardiovaskular Risk Factors in Japanese Male Office Workers, Industrial Health, 38, 273-279. National Cholesterol Education Program, 2002, Third Report of the National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III) Final Report, National Institutes of Health, USA, pp. 27. National Health and Nutrition Examination Survey, 2009, Anthropometry Procedures Manual, CDC, USA, pp. 1-2. Notoatmodjo, S., 2010, Jenis dan Rancangan Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta, pp. 37-38. Parmar, D., Vidja, K., and Ghugare, B., 2013, Impact of Duration of Diabetes and Age: On Lipid Profile and Glycaemic Control in Type 2 Diabetic Patients, Int J Res Med, 2(1): 69-72. Pemerintah Kabupaten Temanggung, 2012, Grup Berita Kesehatan, http://www.temanggungkab.go.id/grupberita.php?kategori=Kesehatan, diakses tanggal 29 April 2013. PERKENI, 2011, Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, Jakarta, pp. 1,6-7. Öhrvall, M., Berglund, L., dan Vessby, B., 2000, Sagittal Abdominal Diameter Compared with Other Anthropometric Measurements in Relation to Cardiovascular Risk, International Journal of Obesity, 24(4), 497-501.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Qi, Q., Liang, L., Doria, A., Hu, Frank., and Qi, L., 2012, Genetic Predisposition to Dyslipidemia and Type 2 Diabetes Risk in Two Prospective Cohorts, Diabetes, 61, pp. 745-752. Ray, N. dan Jeganthan, 2012, Relation between Waist-Hip Ratio and Lipid Profile in Male Type 2 Diabetes Melitus Patients, Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Science (RJPBCS), 3(4), 954958. Redinger, R.N., 2007, The Pathophysiology of Obesity and Its Clinical Manifestations, Gastroenterology & Hepatology, Vol. 3, Issue 11, pp. 856-863. Ronny, 2003, Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis, 1th edition, PPM, Jakarta, pp. 152. Sandhu, H.S., Koley, S., dan Sandhu, K.S., 2008, A Study of Correlation between Lipid Profile and Waist to Hip Ratios in Patients with Diabetes Mellitus, Anthropologist, 10(3): pp. 215-218. Santos, C.M., Silvia, C.S., Araujo, E.C., Arruda, I.K.G., Diniz, A.S., Cabral, P.C., 2012, Lipid and Glucose Profiles in Outpatient and Their Correlation with Anthropometric Indices, Portuguese Journal of Cardiology, 32(1), pp. 35-41. Santoso M dan Setiawan T, 2005, Penyakti jantung koroner.Artikel Cermin Dunia Kedokteran, No. 147. Sastroasmoro, S., dan Ismael, 2008, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, Sagung Seto, Jakarta, pp.49, 53, 55, 57. Shabana, S., and Sasisekhar, T.V.D., 2013, Effect og gender, age and duration on dyslipidemia in type 2 diabetes mellitus, Int J Cur Res Rev, Vol. 5, 104113. Shah, S.Z.A., Devrajani, B.R., Devrajani, T., Bibi, I., 2010, Frequency of Dyslipidemia in Obese Versus Non-Obese in Relation to Body Mass Index (BMI), Waist Hip Ratio (WHR), and Waist Circumference (WC), Pakistan Journal of Science, 62(1), 27-31. Sizer FS dan Whitney E., 2007, Nutrition: Concepts and Controversies, Thomson Wadsworth, AS. Sotoudeh, G., 2003, Relationships of Overweight and Obesity with Hormonal and Metabolic Parameters in Hirsute Women, Acta Medica Iranica, 41(1), 37-44.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Spiegel, M., dan Stephens, L., 2007, Statistik, Edisi ketiga, diterjemahkan oleh Kastawan, W., dan Harmein, I., Erlangga, Jakarta, pp. 150. Supariasa, I.D.N., Fajar, I., dan Bakri, B., 2002, Penilaian Status Gizi, EGC, Jakarta, pp. 36, 38, 54-55. Suryawanshi, N.P., Bhutey, A.K., Nagdeote, A.A., Manoorkar, G.S., 2006, Study of Lipid Peroxide and Lipid Profile in Diabetes Melitus, Indian J, Biochem, 21 (1), 126-130. Tangvarasittichai, S., Poonsub, P., dan Tangvarasittichai, O., 2010, Association of Serum Lipoprotein Rations with Insulin Resistance in Type 2 Diabetes Mellitus, Indian J Med Res 131; pp. 641-648. The National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III), 2002, Final Report, Circulation, 106, 3143-3421. United Kingdom Prospective Diabetes Study, Plasma lipids and lipoproteins at diagnosis of NIDDM by age and sex (UKPDS 27), Diabetes Care 1997, 20, 1683-1687. Whitney, E., dan Rolfes, S.R., 2011, Understanding Nutrition, Wadsworth Cengage Learning, USA, pp. 254. Wicaksono, S., Putra, A.A.P.S., dan Hakim, L., 2012, Distribusi Lemak pada Mahasiswa Antropologi Universitas Airlangga antara Laki-Laki dan Perempuan (Preliminary Study), Skripsi, Universitas Airlangga, Surabaya. World Health Organization, 2000, The Asia-Pasific Perspective: Redefining Obesity and its Treatment, International Obesity TaskForce, International Association for the Study of Obesity TaskForce, Western Pasific Region, pp.17, 18, 34. World Health Organization, 2011, Obesity and Overweight, http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs311/en/, diakses tanggal 19 April 2013. World Health Organization, 2013, Body Mass Index Classification, http://apps.who.int/bmi/index.jsp?introPage=intro_3.html, diakses tanggal 6 Mei 2013. Yaturu, S., 2011, Obesity and type 2 diabetes, Journal of Diabetes Mellitus, 1(4), 79-95.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 LAMPIRAN

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1. Surat Keterangan Ijin Penelitian 70

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2. Ethical Clearance 71

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3. Informed Consent 72

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4. Panduan Wawancara 73

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5. Leaflet A. Halaman Depan 74

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Halaman Belakang 75

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6. Pengukuran Tinggi Badan, Berat Badan Gambar 10. Pengukuran Tinggi Badan Gambar 11. Pengukuran Berat Badan 76

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7. Hasil Tes Laboratorium 77

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 : Uji Reabilitas Instrumen Penelitian Alat pengukur tinggi badan (Butterfly®) Responden Pria Tinggi badan Mean SD (cm) 165,4 165,6 165,4 165,52 0,109 165,6 165,6 Responden Wanita Tinggi Badan Mean SD (cm) 158,2 158,2 158,3 158,24 0,0547 158,2 158,3 Alat pengukur berat badan (Camry®) CV 0,00066 CV 0,00346 Responden Pria Berat Badan (kg) 58,6 59,0 58,6 59,0 59,0 Responden Wanita Berat Badan (kg) 47,5 48,0 48,0 47,6 47,5 Mean SD CV 58,84 0,219 0,00372 Mean SD CV 47,72 0,258 0,00541 78

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9. Deskriptif dan Uji Normalitas Usia pada Responden Pria Descriptives Statistic Usia Mean 61.76 95% Confidence Interval for Lower Bound 58.73 Mean Upper Bound Std. Error 1.491 64.78 5% Trimmed Mean 61.85 Median 61.00 Variance 82.245 Std. Deviation 9.069 Minimum 43 Maximum 78 Range 35 Interquartile Range 15 Skewness Kurtosis .068 .388 -.738 .759 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Usia .078 df Shapiro-Wilk Sig. 37 .200 Statistic * a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .975 df Sig. 37 .556 79

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 10. Deskriptif dan Uji Normalitas Usia pada Responden Wanita Descriptives Statistic Usia Mean 60.50 95% Confidence Interval for Lower Bound 58.33 Mean Upper Bound Std. Error 1.081 62.67 5% Trimmed Mean 60.46 Median 59.50 Variance 67.833 Std. Deviation 8.236 Minimum 44 Maximum 77 Range 33 Interquartile Range 12 Skewness Kurtosis .147 .314 -.686 .618 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Usia .093 df Shapiro-Wilk Sig. 58 .200 Statistic * a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .971 df Sig. 58 .179 80

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 11. Deskriptif dan Uji Normalitas Berat Badan pada Responden Pria Descriptives Statistic BB Mean 64.14 95% Confidence Interval for Lower Bound 61.79 Mean Upper Bound Std. Error 1.158 66.49 5% Trimmed Mean 64.00 Median 62.50 Variance 49.610 Std. Deviation 7.043 Minimum 48 Maximum 80 Range 32 Interquartile Range 10 Skewness .470 .388 Kurtosis .062 .759 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic BB .114 df Shapiro-Wilk Sig. 37 .200 Statistic * a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .961 df Sig. 37 .218 81

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Lampiran 12. Deskriptif dan Uji Normalitas Berat Badan pada Responden Wanita Descriptives Statistic BB Mean 57.81 95% Confidence Interval for Lower Bound 55.53 Mean Upper Bound Std. Error 1.138 60.09 5% Trimmed Mean 57.69 Median 56.50 Variance 75.059 Std. Deviation 8.664 Minimum 40 Maximum 78 Range 38 Interquartile Range 14 Skewness Kurtosis .245 .314 -.399 .618 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic BB .089 df Shapiro-Wilk Sig. 58 .200 Statistic * a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .980 df Sig. 58 .463

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Lampiran 13. Deskriptif dan Uji Normalitas Tinggi Badan pada Responden Pria Descriptives Statistic TB Mean 162.47 95% Confidence Interval for Lower Bound 160.09 Mean Upper Bound Std. Error 1.177 164.86 5% Trimmed Mean 162.65 Median 162.00 Variance 51.232 Std. Deviation 7.158 Minimum 145 Maximum 175 Range 30 Interquartile Range 10 Skewness -.124 .388 Kurtosis -.246 .759 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic TB .104 df Shapiro-Wilk Sig. 37 .200 Statistic * a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .971 df Sig. 37 .449

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Lampiran 14. Deskriptif dan Uji Normalitas Tinggi Badan pada Responden Wanita Descriptives Statistic TB Std. Error Mean 150.75 95% Confidence Interval for Lower Bound 148.98 Mean Upper Bound .884 152.52 5% Trimmed Mean 150.65 Median 150.50 Variance 45.340 Std. Deviation 6.734 Minimum 135 Maximum 174 Range 39 Interquartile Range 6 Skewness Kurtosis .424 .314 2.541 .618 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic TB .118 df Shapiro-Wilk Sig. 58 a. Lilliefors Significance Correction .045 Statistic .941 df Sig. 58 .007

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 15. Deskriptif dan Uji Normalitas BMI pada Responden Pria Descriptives Statistic BMI Mean 24.2914 95% Confidence Interval for Lower Bound 23.5933 Mean Upper Bound Std. Error .34417 24.9894 5% Trimmed Mean 24.2386 Median 24.1300 Variance 4.383 Std. Deviation 2.09353 Minimum 19.80 Maximum 29.65 Range 9.85 Interquartile Range 2.12 Skewness .358 .388 1.230 .759 Kurtosis Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic BMI .132 df Shapiro-Wilk Sig. 37 a. Lilliefors Significance Correction .103 Statistic .952 df Sig. 37 .110 85

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 16. Deskriptif dan Uji Normalitas BMI pada Responden Wanita Descriptives Statistic BMI Mean 25.4362 95% Confidence Interval for Lower Bound 24.5385 Mean Upper Bound Std. Error .44830 26.3339 5% Trimmed Mean 25.4287 Median 25.0950 Variance 11.656 Std. Deviation 3.41411 Minimum 18.15 Maximum 32.54 Range 14.39 Interquartile Range 4.84 Skewness .054 .314 -.324 .618 Kurtosis Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic BMI .061 df Shapiro-Wilk Sig. 58 .200 Statistic * a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .988 df Sig. 58 .841 86

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 17. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar LDL pada Responden Pria Descriptives Statistic LDL Mean 120.49 95% Confidence Interval for Lower Bound 109.81 Mean Upper Bound Std. Error 5.265 131.17 5% Trimmed Mean 121.06 Median 121.00 Variance 1.026E3 Std. Deviation 32.028 Minimum 44 Maximum 188 Range 144 Interquartile Range 43 Skewness Kurtosis -.178 .388 .144 .759 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic LDL .072 df Shapiro-Wilk Sig. 37 .200 Statistic * a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .987 df Sig. 37 .945 87

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 18. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar LDL pada Responden Wanita Descriptives Statistic LDL Mean 125.28 95% Confidence Interval for Lower Bound 115.69 Mean Upper Bound Std. Error 4.789 134.87 5% Trimmed Mean 122.79 Median 122.50 Variance 1.330E3 Std. Deviation 36.475 Minimum 67 Maximum 251 Range 184 Interquartile Range 36 Skewness 1.056 .314 Kurtosis 1.816 .618 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic LDL .129 df Shapiro-Wilk Sig. 58 a. Lilliefors Significance Correction .017 Statistic .930 df Sig. 58 .003

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 19. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL pada Responden Pria Descriptives Statistic HDL Mean 41.086 95% Confidence Interval for Lower Bound 36.754 Mean Upper Bound Std. Error 2.1361 45.419 5% Trimmed Mean 40.497 Median 39.300 Variance 168.836 Std. Deviation 12.9937 Minimum 15.0 Maximum 84.3 Range 69.3 Interquartile Range 13.9 Skewness 1.003 .388 Kurtosis 2.699 .759 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic HDL .122 df Shapiro-Wilk Sig. 37 a. Lilliefors Significance Correction .178 Statistic .933 df Sig. 37 .027 89

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Lampiran 20. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL pada Responden Wanita Descriptives Statistic HDL Mean 45.603 95% Confidence Interval for Lower Bound 40.270 Mean Upper Bound Std. Error 2.6637 50.937 5% Trimmed Mean 43.997 Median 42.400 Variance 411.516 Std. Deviation 20.2859 Minimum 11.7 Maximum 122.9 Range 111.2 Interquartile Range 24.4 Skewness 1.718 .314 Kurtosis 5.112 .618 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic HDL .112 df Shapiro-Wilk Sig. 58 a. Lilliefors Significance Correction .068 Statistic .861 df Sig. 58 .000

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Lampiran 21. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Pria Descriptives Statistic LDLHDL Mean Std. Error 3.2043 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 2.7984 Upper Bound 3.6102 5% Trimmed Mean 3.1764 Median 2.9100 Variance .20014 1.482 Std. Deviation 1.21741 Minimum .78 Maximum 6.10 Range 5.32 Interquartile Range 1.71 Skewness .345 .388 -.138 .759 Kurtosis Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic LDLHDL .110 df Shapiro-Wilk Sig. 37 .200 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. Statistic * .977 df Sig. 37 .632

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Lampiran 22. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Wanita Descriptives Statistic LDLHDL Mean 3.3478 95% Confidence Interval for Lower Bound 2.7883 Mean Upper Bound Std. Error .27940 3.9072 5% Trimmed Mean 3.1118 Median 2.7600 Variance 4.528 Std. Deviation 2.12785 Minimum .67 Maximum 13.76 Range 13.09 Interquartile Range 2.22 Skewness 2.560 .314 Kurtosis 9.685 .618 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic LDLHDL .195 df Shapiro-Wilk Sig. 58 a. Lilliefors Significance Correction .000 Statistic .778 df Sig. 58 .000

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Lampiran 23. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar LDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 Descriptives Klasifikasi BMI LDL <23 Statistic Mean 123.00 95% Confidence Interval for Lower Bound Mean Upper Bound 162.54 124.61 Median 124.00 1.828E3 Std. Deviation 42.751 Minimum 44 Maximum 173 Range 129 Interquartile Range >=23 16.158 83.46 5% Trimmed Mean Variance Std. Error 60 Skewness -.857 .794 Kurtosis 1.448 1.587 Mean 119.90 5.457 95% Confidence Interval for Lower Bound 108.74 Mean Upper Bound 131.06 5% Trimmed Mean 119.80 Median 118.00 Variance Std. Deviation 893.403 29.890 Minimum 56 Maximum 188 Range 132 Interquartile Range 43 Skewness .070 .427 Kurtosis .005 .833

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tests of Normality a Klasifik asi BMI LDL Kolmogorov-Smirnov Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. <23 .211 7 .200 * .906 7 .371 >=23 .068 30 .200 * .994 30 1.000 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. 94

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran 24. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar LDL Responden Wanita pada BMI <23cm dan ≥23cm Descriptives Klasifikasi BMI LDL <23 Statistic Mean 117.57 95% Confidence Interval for Lower Bound 103.74 Mean Upper Bound 117.97 Median 116.50 573.648 Std. Deviation >=23 6.401 131.40 5% Trimmed Mean Variance Std. Error 23.951 Minimum 74 Maximum 154 Range 80 Interquartile Range 40 Skewness -.216 .597 Kurtosis -.587 1.154 Mean 127.73 5.963 95% Confidence Interval for Lower Bound 115.70 Mean Upper Bound 139.75 5% Trimmed Mean 125.15 Median 128.00 Variance Std. Deviation 1.565E3 39.556 Minimum 67 Maximum 251 Range 184 Interquartile Range Skewness Kurtosis 36 .999 .357 1.284 .702

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tests of Normality a Klasifik asi BMI LDL Kolmogorov-Smirnov Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. <23 .155 14 .200 * .963 14 .768 >=23 .161 44 .006 .929 44 .009 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. 96

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran 25. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 Descriptives Klasifikasi BMI HDL <23 Statistic Mean 45.529 95% Confidence Interval for Lower Bound 33.050 Mean Upper Bound 5.0998 58.007 5% Trimmed Mean 45.071 Median 45.200 Variance 182.059 Std. Deviation 13.4929 Minimum 31.9 Maximum 67.4 Range 35.5 Interquartile Range 23.5 Skewness .572 .794 -.906 1.587 Mean 40.050 2.3526 95% Confidence Interval for Lower Bound 35.238 Kurtosis >=23 Std. Error Mean Upper Bound 44.862 5% Trimmed Mean 39.335 Median 39.050 Variance 166.047 Std. Deviation 12.8859 Minimum 15.0 Maximum 84.3 Range 69.3 Interquartile Range 13.7 Skewness 1.187 .427 Kurtosis 4.167 .833

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tests of Normality a Klasifik asi BMI HDL Kolmogorov-Smirnov Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. <23 .228 7 .200 * .909 7 .390 >=23 .137 30 .159 .905 30 .011 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. 98

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Lampiran 26. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 Descriptives Klasifikasi BMI HDL <23 Statistic Mean 46.443 95% Confidence Interval for Lower Bound 37.144 Mean Upper Bound >=23 4.3045 55.742 5% Trimmed Mean 46.709 Median 44.300 Variance 259.400 Std. Deviation 16.1059 Minimum 18.4 Maximum 69.7 Range 51.3 Interquartile Range 28.0 Skewness Std. Error -.054 .597 Kurtosis -1.299 1.154 Mean 45.336 3.2571 95% Confidence Interval for Lower Bound 38.768 Mean Upper Bound 51.905 5% Trimmed Mean 43.112 Median 42.250 Variance 466.772 Std. Deviation 21.6049 Minimum 11.7 Maximum 122.9 Range 111.2 Interquartile Range 25.0 Skewness 1.931 .357 Kurtosis 5.536 .702

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tests of Normality a Klasifik asi BMI HDL Kolmogorov-Smirnov Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. <23 .184 14 .200 * .928 14 .289 >=23 .144 44 .023 .827 44 .000 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. 100

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Lampiran 27. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio LDL/HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 Descriptives Klasifikasi BMI LDLHDL <23 Statistic Mean 2.9543 95% Confidence Interval for Lower Bound 1.7279 Mean Upper Bound 2.9681 Median 3.2300 1.758 Std. Deviation 1.32599 Minimum .78 Maximum 4.88 Range 4.10 Interquartile Range 1.85 Skewness -.379 .794 .315 1.587 Mean 3.2627 .22041 95% Confidence Interval for Lower Bound 2.8119 Kurtosis >=23 .50118 4.1806 5% Trimmed Mean Variance Std. Error Mean Upper Bound 3.7135 5% Trimmed Mean 3.2152 Median 2.8650 Variance Std. Deviation 1.457 1.20725 Minimum 1.15 Maximum 6.10 Range 4.95 Interquartile Range 1.81 Skewness .538 .427 -.203 .833 Kurtosis

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Tests of Normality a Klasifik asi BMI LDLHDL Kolmogorov-Smirnov Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. <23 .154 7 .200 * .979 7 .956 >=23 .148 30 .091 .952 30 .191 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Lampiran 28. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio LDL/HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 Descriptives Klasifikasi BMI LDLHDL <23 Statistic Mean 2.9186 95% Confidence Interval for Lower Bound 2.1027 Mean Upper Bound 2.8173 Median 2.4800 1.997 Std. Deviation >=23 .37767 3.7345 5% Trimmed Mean Variance Std. Error 1.41312 Minimum 1.36 Maximum 6.30 Range 4.94 Interquartile Range 2.13 Skewness 1.154 .597 Kurtosis 1.006 1.154 Mean 3.4843 .34769 95% Confidence Interval for Lower Bound 2.7831 Mean Upper Bound 4.1855 5% Trimmed Mean 3.2061 Median 2.8000 Variance Std. Deviation 5.319 2.30632 Minimum .67 Maximum 13.76 Range 13.09 Interquartile Range 2.24 Skewness 2.505 .357 Kurtosis 8.758 .702

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Tests of Normality a Klasifik asi BMI LDLHDL Kolmogorov-Smirnov Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. <23 .193 14 .166 .896 14 .099 >=23 .210 44 .000 .774 44 .000 a. Lilliefors Significance Correction

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Lampiran 29. Uji Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥ 23 kg/m2 Group Statistics Klasifik asi BMI LDL N Mean Std. Deviation Std. Error Mean <23 7 123.00 42.751 16.158 >=23 30 119.90 29.890 5.457 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Sig. (2- F LDL Equal variances assumed Equal variances not assumed .316 Sig. .578 t df tailed) .228 35 .182 7.427 .821 .861 Mean Std. Error Difference Difference Difference Lower Upper 3.100 13.625 -24.559 30.759 3.100 17.055 -36.764 42.964

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Lampiran 30. Uji Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥ 23 kg/m2 Ranks Klasifik asi BMI LDL N Mean Rank Sum of Ranks <23 14 27.39 383.50 >=23 44 30.17 1327.50 Total 58 Test Statistics a LDL Mann-Whitney U 278.500 Wilcoxon W 383.500 Z Asymp. Sig. (2-tailed) -.536 .592 a. Grouping Variable: Klasifikasi BMI

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Lampiran 31. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥ 23 kg/m2 Ranks Klasifik asi BMI HDL N Mean Rank Sum of Ranks <23 7 22.43 157.00 >=23 30 18.20 546.00 Total 37 b Test Statistics HDL Mann-Whitney U Wilcoxon W 81.000 546.000 Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Klasifikasi BMI -.931 .352 .370 a

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Lampiran 32. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥23 kg/m2 Ranks Klasifik asi BMI HDL N Mean Rank Sum of Ranks <23 14 32.89 460.50 >=23 44 28.42 1250.50 Total 58 Test Statistics a HDL Mann-Whitney U 260.500 Wilcoxon W 1.250E3 Z Asymp. Sig. (2-tailed) -.863 .388 a. Grouping Variable: Klasifikasi BMI

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Lampiran 33. Uji Perbandingan Rerata Rasio LDL/HDL Responden Pria pada BMI <23 kg/m2 dan ≥ 23 kg/m2 Group Statistics Klasifik asi BMI LDL/HDL N Mean Std. Deviation Std. Error Mean <23 7 2.9543 1.32599 .50118 >=23 30 3.2627 1.20725 .22041 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the F Sig. T df Sig. (2- Mean Std. Error tailed) Difference Difference Difference Lower Upper LDL/HDL Equal variances .011 .917 -.598 35 .554 -.30838 .51563 -1.35517 .73840 -.563 8.480 .588 -.30838 .54751 -1.55860 .94184 assumed Equal variances not assumed

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Lampiran 34. Uji Perbandingan Rerata Rasio LDL/HDL Responden Wanita pada BMI <23 kg/m2 dan ≥ 23 kg/m2 Ranks Klasifik asi BMI LDL/HDL N Mean Rank Sum of Ranks <23 14 26.04 364.50 >=23 44 30.60 1346.50 Total 58 a Test Statistics LDLHDL Mann-Whitney U 259.500 Wilcoxon W 364.500 Z Asymp. Sig. (2-tailed) -.881 .378 a. Grouping Variable: Klasifikasi BMI

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Lampiran 35. Uji Korelasi Spearman BMI terhadap Kadar LDL pada Responden Pria Correlations BMI Spearman's rho BMI Correlation Coefficient 1.000 .058 . .732 37 37 Correlation Coefficient .058 1.000 Sig. (2-tailed) .732 . 37 37 Sig. (2-tailed) N LDL LDL N Lampiran 36. Uji Korelasi Spearman BMI terhadap Kadar LDL pada Responden Wanita Correlations BMI Spearman's rho BMI Correlation Coefficient 1.000 .030 . .821 58 58 Correlation Coefficient .030 1.000 Sig. (2-tailed) .821 . 58 58 Sig. (2-tailed) N LDL LDL N

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Lampiran 37. Uji Korelasi Spearman BMI terhadap Kadar HDL pada Responden Pria Correlations BMI Spearman's rho BMI Correlation Coefficient 1.000 -.095 . .575 37 37 -.095 1.000 .575 . 37 37 Sig. (2-tailed) N HDL Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) HDL N Lampiran 38. Uji Korelasi Spearman BMI terhadap Kadar HDL pada Responden Wanita Correlations BMI Spearman's rho BMI Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N HDL Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N HDL 1.000 -.148 . .267 58 58 -.148 1.000 .267 . 58 58

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Lampiran 39. Uji Korelasi Spearman BMI terhadap Rasio LDL/HDL pada Responden Pria Correlations BMI Spearman's rho BMI Correlation Coefficient 1.000 .107 . .527 37 37 Correlation Coefficient .107 1.000 Sig. (2-tailed) .527 . 37 37 Sig. (2-tailed) N LDL/HDL LDLHDL N Lampiran 40. Uji Korelasi Spearman BMI terhadap Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Wanita Correlations BMI Spearman's rho BMI Correlation Coefficient 1.000 .114 . .395 58 58 Correlation Coefficient .114 1.000 Sig. (2-tailed) .395 . 58 58 Sig. (2-tailed) N LDL/HDL LDLHDL N

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Lampiran 41. Daftar Obat yang Digunakan Responden No. Nama Jenis Responden Kelamin Usia BMI Kadar Kadar Rasio Obat (tahun) (kg/m²) LDL HDL Kadar Penurun (mg/dL) (mg/dL) LDL/HDL Kolesterol 1. Tn. J L 68 26.43 101 38.2 2.64 Simvastatin 2. Tn. MS L 51 24.73 104 40.5 2.64 Simvastatin 3. Tn. MD L 65 24.13 56 48.8 1.15 Simvastatin 4. Tn. C L 77 20.17 44 56.6 0.78 Simvastatin 5. Tn. MJ L 77 23.82 100 53.2 1.88 Simvastatin 6. Tn. NS L 56 23.71 112 38.5 2.91 Simvastatin 7. Tn. N L 57 27.43 96 42.1 2.28 Simvastatin 8. Tn. P L 69 23.73 115 46.8 2.46 Simvastatin 9. Tn. MS L 58 25.69 85 46.2 1.84 Simvastatin 10. Ny. A P 57 22.51 117 57.6 2.03 Simvastatin 11. Ny. I P 56 24.24 132 55.9 2.36 Simvastatin 12. Ny. M P 54 24.97 80 120 0.67 Simvastatin 13. Ny. MU P 58 22.43 83 61 1.36 Simvastatin 14. Ny. SM P 71 24.26 103 64.2 1.60 Simvastatin 15. Ny. SS P 58 26.84 83 59.90 1.39 Simvastatin 16. Ny. S P 75 25.33 78 70 1.11 Simvastatin 17. Ny. SP P 73 22.55 118 59.40 1.99 Simvastatin 18. Ny. T P 68 21.79 114 67.10 1.70 Gemfibrozil Keterangan : data obat tidak tersedia pada beberapa responden karena tidak ada nomor kontak yang bisa dihubungi

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BIOGRAFI PENULIS Penulis bernama lengkap Francisca Devi Permata, lahir di Lampung, tanggal 1 Maret 1992. Penulis merupakan anak kedua dari pasangan Gregorius Wagiyono dan Lucia Sukesi. Penulis mengawali bangku pendidikannya di TK Pertiwi Gadingrejo (1996-1998), SD N 1 Mersi (1998-2004), kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP N 6 Purwokerto (2004-2007) dan di SMA N Baturraden (2007-2010). Pada tahun 2010, penulis melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menempuh dunia pendidikan, penulis melatih softskillnya dengan turut aktif dalam beberapa kepanitiaan; sie dekorasi dan dokumentasi dalam Paingan Festival 2011, sie keakraban kepanitian peringatan Dies Natalis Fakultas ke-16 2012, dan sie acara dalam Komisi Pemilihan Umum Badan Eksekutif Mahasiswa 2012. Beberapa kompetisi yang diikuti penulis antara lain, tim basket putri Farmasi USD dalam event Farmasi CUP sebagai juara III 2011, dan tim basket putri dalam Pharmacy Perfomance and Event CUP 2012 antar fakultas kesehatan se-DIY sebagai juara III. Penulis tergabung dalam tim penyuluhan dengan tema Waspadai kanker payudara sejak dini dengan periksa payudara sendiri (SADARI) 2011 dan anggota basket unit kegiatan fakultas farmasi. Penulis juga mengembangkan ilmunya dengan terlibat sebagai asisten praktikum “Botani Farmasi”. 115

(138)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
1
1
167
Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
0
1
2
Korelasi lingkar pingang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
0
0
157
Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap rasio kadar LDL HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
0
1
Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
1
119
Korelasi lingkar pingang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
1
155
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar glukosa darah puasa pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
2
112
Korelasi abdominal skinfold thickness dengan kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
0
111
Korelasi body mass index terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
1
150
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap rasio kadar LDL HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
1
165
Korelasi Body Mass Index (BMI) dan Triceps Skinfold Thickness terhadap rasio kolesterol total/HDL - USD Repository
0
0
89
Korelasi Body Mass Index (BMI) dengan abdominal skinfold thickness terhadap rasio kadar LDL/HDL pada staf wanita Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
126
Korelasi Body Mass Index (BMI) dan Triceps Skinfold Thickness terhadap rasio kadar LDL/HDL - USD Repository
0
0
109
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository
0
0
145
Korelasi Body Mass Index terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository
0
0
93
Show more