Tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah: sebuah survei bagi guru-guru Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
300
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TINGKAT IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK OLEH GURU PENGAMPU KELAS BAWAH : SEBUAH SURVEI BAGI GURUGURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Disusun oleh : Yosefine Anisa Kurnia Putri 101134096 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TINGKAT IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK OLEH GURU PENGAMPU KELAS BAWAH : SEBUAH SURVEI BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Disusun oleh : Yosefine Anisa Kurnia Putri 101134096 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 SKRIPSI i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini peneliti persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus serta Bunda Maria yang selalu menyertai, memberkati, dan membimbing dalam hidupku. 2. Almamater tercinta, Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Catur Rismiati dan Ibu Andri Anugrahana yang menjadi pembimbing penyelesaian skripsi ini. 4. Ibuku Anastasia Supadmi dan Ayahku Henry Nursanto 5. Saudara-saudaraku Cicilia Anggitasari Kurnia Putri, Andreas Heru Nugroho Santo serta Carolina Gita Prawesti yang selalu mendoakanku. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Ketika kita berusaha, sudah Tuhan berdoa akan dan bekerja di hidup kita Tuhan Membuat Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK TINGKAT IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK OLEH GURU PENGAMPU KELAS BAWAH : SEBUAH SURVEI BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA Oleh Yosefine Anisa KP 101134096 Pendidikan sekolah dasar merupakan proses dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki siswa. Ada dua cara untuk memperbaiki sistem pendidikan, salah satunya dengan meyempurnakan kurikulum yang telah ada. Salah satu penyempurnaan kurikulum adalah adanya kurikulum 2013. Kurikulum 2013 memuat pembelajaran tematik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat implementasi pembelajaran tematik yang dilakukan oleh guru pengampu kelas bawah di SDN seKota Yogyakarta, 2) mengetahui perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik ditinjau dari jam training dan 3) mengetahui perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental cross sectional metode survei. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 328 guru. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 175 guru pengampu kelas bawah. Teknik yang digunakan adalah Purpossive Random Sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta termasuk ke dalam kategori tinggi; 2) tidak ada perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik dengan jumlah training menggunakan pembelajaran tematik ( t = 0,511); 3) tidak ada perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik dengan lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik (t = 0,439). Kata kunci : Pembelajaran tematik, kurikulum, demografi, reformasi, guru pengampu kelas bawah viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT IMPLEMENTATION LEVEL OF THEMATIC LEARNING BY LOWER CLASS TEACHER : A SURVEY FOR STATE PRIMARY SCHOOL TEACHERS IN YOGYAKARTA By Yosefine Anisa KP 101134096 Primary School education is process in developing students ability. There are two ways to improve education system, one of them is by completing curriculum that already exist. One of the curriculum completing ways is Curriculum 2013. Curriculum 2013 contains thematic learning. This research has purposes 1) to find out level implementation of thematic learning done by under class teacher in Yogyakarta State Primary Schools, 2) to find out implementation level of thematic learning difference observed from hours of training and 3) to find out implementation level of thematic learning difference observed from duration of learning using thematic learning. This is survey method non experimental cross sectional research. 328 teachers used in this research as population. While the 175 under class teachers used as sample. The technique used is Purpossive Random Sampling. The Data Collection Method is Frequency Distribution and Independent Sample t-test. The result of this research shows that 1) implementation level of thematic learning by lower class teacher in Yogyakarta State Primary Schools is included in high category; 2) there is not also difference between level implementation of thematic learning and the amount of training using thematic learning. (t = 0,511); 3) there is not also difference between implementation level of thematic learning and the duration of learning using thematic learning. (t = 0,439). Key words : Thematic learning, curriculum, demography, reformation, under class teacher ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan dalam menyusun tugas akhir yang berjudul “TINGKAT IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK OLEH GURU PENGAMPU KELAS BAWAH: SEBUAH SURVEI BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA” berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus serta Bunda Maria yang selalu menyertai, memberkati, dan membimbing dalam hidupku. 2. Almamater tercinta, Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Catur Rismiati dan Ibu Andri Anugrahana yang menjadi pembimbing penyelesaian skripsi ini. 4. Ibuku Anastasia Supadmi yang selalu mendoakan, menemani, dan menyemangati, Ayahku Henry Nursanto yang selalu memberikan semangat dan doa, terimakasih atas segala pengorbanan dan kasih sayang kalian berikan. 5. Saudara-saudaraku Cicilia Anggitasari Kurnia Putri yang selalu menyemangati dan mendoakanku, Andreas Heru Nugroho Santo serta Carolina Gita Prawesti yang selalu mendoakanku. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv MOTTO ............................................................................................................. v SURAT PERNYATAAN................................................................................... vi HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBILKASI ......................... vii ABSTRAK ......................................................................................................... viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ....................................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................. xiv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ..................................................................... 1 B. Batasan Masalah.................................................................................. 5 C. Rumusan Masalah ............................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian ................................................................................ 6 E. Manfaat Penelitian .............................................................................. 6 F. Definisi Operasional............................................................................ 7 BAB II KAJIAN TEORI ................................................................................... 9 A. Tinjauan Teoritik 1. Reformasi Pendidikan secara Global ........................................... 9 2. Reformasi Pendidikan di Indonesia ............................................. 10 3. Reformasi Kurikulum di Indonesia .............................................. 12 4. Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) .......................... 17 5. Pembelajaran Terpadu ................................................................... 20 6. Pembelajaran Tematik .................................................................. 25 a. Pengertian Pembelajaran Tematik ........................................... 25 b. Kekurangan dan Kelebihan Pembelajaran Tematik ................ 28 7. Implikasi Pembelajaran Tematik .................................................. 31 a. Implikasi Bagi Guru ................................................................ 31 b. Implikasi Bagi Siswa .............................................................. 33 c. Implikasi Terhadap Sarana, Prasarana, Sumber Belajar dan Media ..................................................... 34 d. Implikasi Terhadap Pengaturan Ruangan ............................... 34 e. Implikasi Terhadap Pemilihan Metode ................................... 35 8. Karakteristik Pembelajaran Tematik ............................................ 35 9. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Reformasi ............................. 37 B. Hasil Penelitian yang Relevan ........................................................... 39 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Kerangka Berpikir .............................................................................. 43 D. Hipotesis Penelitian ............................................................................ 44 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 45 A. Jenis dan Desain Penelitian ................................................................ 45 B. Waktu dan Tempat ............................................................................. 46 1. Tempat Penelitian.......................................................................... 46 2. Waktu Penelitian ........................................................................... 46 C. Variabel Penelitian ............................................................................. 47 1. Variabel bebas (independent variable) ........................................ 47 2. Variabel terikat (dependent variable) .......................................... 47 D. Populasi dan Sampel .......................................................................... 48 E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 49 F. Instrumen Penelitian/Alat Ukur ......................................................... 49 G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen .................................................. 57 1. Validitas isi (content validity) ...................................................... 57 2. Validitas muka (face validity) ...................................................... 68 3. Validitas konstruk (construct validity) ......................................... 68 4. Reliabilitas .................................................................................... 73 H. Prosedur Analisis Data ....................................................................... 75 1. Menentukan Hipotesis Statistik .................................................... 75 2. Pengelolaan Data .......................................................................... 77 3. Analisis Data Deskriptif ................................................................ 79 4. Menentukan Taraf Signifikansi .................................................... 80 5. Menguji Asumsi Klasik ............................................................... 81 6. Uji Hipotesis ................................................................................ 88 I. Jadwal Penelitian ............................................................................... 96 BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............. 97 A. Deskripsi Penelitian ........................................................................... 97 B. Tingkat Pengembalian Kuesioner ...................................................... 98 C. Hasil Penelitian .................................................................................. 98 D. Pembahasan ........................................................................................ 125 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 131 A. Kesimpulan ........................................................................................ 131 B. Keterbatasan ....................................................................................... 133 C. Saran ................................................................................................... 133 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 135 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Keunggulan KBK dibandingkan kurikulum 1994 ............................ 16 Tabel 2.2 Perubahan Kurikulum di Indonesia.................................................... 17 Tabel 2.3 Landasan Pengembangan Kurikulum 2013 ....................................... 19 Tabel 2.4 Perbedaan Esensial Kurikulum 2006 dengan Kurikulim 2013 .......... 20 Tabel 2.5 Landasan Pembelajaran Tematik ....................................................... 27 Tabel 3.1 Penjabaran Skor Item ......................................................................... 51 Tabel 3.2 Sebaran item positif dan item negatif ................................................ 52 Tabel 3.3 Indikator Kuesioner............................................................................ 55 Tabel 3.4 Kriteria Revisi .................................................................................... 58 Tabel 3.5 Hasil Expert Judgement: Kegiatan Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa .......................................................................... 59 Tabel 3.6 Hasil Expert Judgement: Siswa Mengalami Pegalaman Langsung dalam Belajar.................................................. 60 Tabel 3.7 Hasil Expert Judgement: Pemisahan pada Setiap Mata Pelajaran Tidak Begitu ...................................................................... 62 Tabel 3.8 Jelas Hasil Expert Judgement:Pembelajaran yang Menyajikan Konsep dari Satu Mata Pelajaran....................................................... 63 Tabel 3.9 Hasil Expert Judgement :Pembelajaran Bersifat Fleksibel ................ 64 Tabel 3.10 Hasil Expert Judgement :Hasil Pembelajaran yang Sesuai dengan Minat dan Kebutuhan Siswa ................................................. 66 Tabel 3.11 Hasil Expert Judgement :Prinsip Belajar Sambil Bermain yang Menyenangkan Bagi Siswa ............................................................. 67 Tabel 3.12 Validitas Muka ................................................................................. 69 Tabel 3.13 Hasil Validitas Implementasi Pembelajaran Tematik ...................... 72 Tabel 3.14 Tingkat Koefisien dan Tingkat Hubungan ....................................... 74 Tabel 3.15 Hasil Reliabilitas .............................................................................. 75 Tabel 3.16 Contoh Pengkodean ......................................................................... 77 Tabel 3.17 Jadwal Penelitian.............................................................................. 96 Tabel 4.1 Panjang Kelas Interval ..................................................................... 100 Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Daftar Distribusi ................................................. 100 Tabel 4.3 Kategorisasi Faktor demografi Lama Mengajar Menggunakan Pembelajaran tematik ...................................................................... 102 Tabel 4.4 Tabel Hasil Uji Normalitas Data Implementasi Lama Mengajar Pembelajaran Tematik yang Junior ................................................. 103 Tabel 4.5 Tabel Hasil Uji Normalitas Data Implementasi Pembelajaran Tematik yang Senior................................................. 107 Tabel 4.6 Tabel Hasil Uji Homogenitas Faktor Demogrfai Lama Mengajar Pembelajaran Tematik ..................................................................... 112 Tabel 4.7 Hasil Uji Independent Sample t-test................................................... 112 Tabel 4.8 Kategorisasi Faktor Demografi Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik ..................................................................... 114 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.9 Tabel Hasil Uji Normalitas Data Implementasi Jumlah Jam Training Pembelajaran Tematik Sedikit ........................................................ 116 Tabel 4.10 Tabel Hasil Uji Normalitas Data Implementasi Jumlah Jam Training Pembelajaran Tematik Banyak ....................................................... 119 Tabel 4.11 Tabel Hasil Uji Homogenitas Faktor Demografi Jumlah Jam Training ....................................................................... 123 Tabel 4.12 Tabel Hasil Uji Independent Sample t-test ...................................... 125 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Literatur Map ............................................................................... 42 Gambar 3.1 Hubungan Antar Variabel ........................................................... 46 Gambar 3.2 Rumus Product Moment .............................................................. 71 Gambar 3.3 Rumus Koefisian Alpha Cronbach .............................................. 73 Gambar 3.4 Rumus Panjang Kelas Interval ..................................................... 80 Gambar 3.5 Rumus Jarak Rentangan ............................................................... 82 Gambar 3.6 Rumus Sturges.............................................................................. 82 Gambar 3.7 Rumus Panjang Kelas Interval ..................................................... 82 Gambar 3.8 Rumus Uji Normalitas .................................................................. 83 Gambar 3.9 Rumus Lavene’s Test ................................................................... 88 Gambar 3.10 Rumus Independent Sample Test ................................................. 92 Gambar 3.11 Rumus Mann whitney Test ........................................................... 93 Gambar 3.12 Rumus Effect Size Data Normal ................................................... 94 Gambar 3.13 Rumus Effect Size Data Tidak Normal......................................... 94 Gambar 3.14 Koefisien Determinasi .................................................................. 95 Gambar 4.1 Gambar Visualisasi P-P Plot Faktor Demografi Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Junior ....................................................... 104 Gambar 4.2 Gambar Visualisasi Histogram Faktor Demografi Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Junior ....................................................... 105 Gambar 4.3 Gambar Visualisasi P-P Plot Faktor Demografi Lama Mengajar Pebelajaran Tematik Senior .......................................................... 108 Gambar 4.4 Gambar Visualisasi Histogram Faktor Demografi Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Senior ....................................................... 109 Gambar 4.5 Gambar Visualisasi P-P Plot Faktor Demografi Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Sedikit ........ 117 Gambar 4.6 Gambar Visualisasi Histogram Faktor Demografi Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Sedikit .............................. 118 Gambar 4.7 Gambar Visualisasi P-P Plot Faktor Demografi Jumlah JamTraining Menggunakan Pembelajaran Tematik Banyak ........ 120 Gambar 4.8 Gambar Visualisasi Histogram Faktor Demografi Jumlah JamTraining Menggunakan Pembelajaran tematik Banyak............................... 121 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian dan Surat Ijin Telah Melakukan Penelitian ................................... 140 Lampiran 2 Expert Judgement ................................................................... 144 Lampiran 3 Validitas Muka ....................................................................... 219 Lampiran 4 Data Validitas ......................................................................... 230 Lampiran 5 Hasil Validitas ........................................................................ 231 Lampiran 6 Data Reliabilitas ..................................................................... 232 Lampiran 7 Hasil Reliabilitas .................................................................... 233 Lampiran 8 Data Asli................................................................................. 237 Lampiran 9 Hasil Perhitungan Distribusi Frekuensi ................................. 240 Lampiran 10 Hasil Distribusi Frekuensi Faktor emografi Lama Mengajar Pembelajaran Tematik ............................................................ 241 Lampiran 11 Hasil Uji Normalitas Lama Mengajar Menggunakan Pembelajaran Tematik Kategori Junior .......... 242 Lampiran 12 Hasil Uji Normalitas Lama Mengajar Menggunakan Pembelajaran Tematik Kategori Senior .......... 248 Lampiran 13 Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis Lama Mengajar Menggunakan Pembelajaran Tematik ..................................... 253 Lampiran 14 Hasil Distribusi Frekuensi Faktor Demografi Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik ............................................................ 254 Lampiran 15 Uji Normalitas Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Kategori Sedikit ......... 255 Lampiran 16 Uji Normalitas Jumlah Jam Training xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menggunakan Pembelajaran Tematik Kategori Banyak........ 260 Lampiran 17 Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis Jumlah Jam Training Mengguunakan Pembelajaran Tematik ................................... 265 Lampiran 18 R Tabel .................................................................................... 266 Lampiran 19 Tabel Krejcie ........................................................................... 267 Lampiran 20 Tingkat Pengembalian Kuesioner ........................................... 268 Lampiran 21 Kuesioner Sesudah dan Sebelum Dilakukan Revisi .............. 270 Lampiran 22 Contoh Kuesioner yang sudah diisi ........................................ 276 Lampiran 23 Biodata Peneliti ...................................................................... 381 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi enam bagian. Bagian-bagian tersebut adalah latar belakang, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi penelitian. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan yang terdapat dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 dinyatakan sebagai : “…Usaha sadar untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat bangsa dan Negara”. Pengertian pendidikan menurut UU No 20 Tahun 2003 tersebut, dapat dijelaskan bahwa peran dari pendidikan sangat penting dalam mewujudkan manusia yang utuh, mandiri dan bermanfaat bagi lingkungannya. Taufiq (2011: 12) berpendapat bahwa pendidikan Sekolah Dasar (SD) diartikan sebagai proses dalam mengembangkan potensi yang dimiliki siswa, dimana setiap siswa belajar secara aktif karena mendapat dorongan dari dalam diri sendiri. Tujuan dari pendidikan adalah untuk membentuk siswa yang beriman, beretika, memiliki nalar (kreatif, inovatif, cerdas, cakap dan maju), mempunyai kemampuan berinteraksi (Mulyasa, 2013: 20). Tujuan pendidikan menurut Mulyasa dapat dicapai melalui dua cara sesuai dengan yang telah dikemukakan 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 oleh Trianto. Trianto (2012: 12) berpendapat bahwa terdapat dua cara untuk mewujudkan tujuan sistem pendidikan nasional di Indonesia. Cara untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional di Indonesia yang pertama melalui implementasi pendidikan pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-undang tersebut mengalami perubahan menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah beserta dengan peraturan pelaksanaannya. Cara kedua melalui penyempurnaan kurikulum dengan adanya pembaruan kurikulum yang telah dilakukan berdasarkan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan peraturan pelaksanaannya dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayan (dalam Mulyasa, 2013: 60) mengatakan bahwa perubahan dan pengembangan kurikulum merupakan persoalan yang sangat penting, oleh karena itu kurikulum harus disesuaikan dengan tuntutan jaman. Tuntutan jaman membuat Indonesia melakukan perubahan pada kurikulum. Trianto (2010: 54) mengatakan bahwa kurikulum yang terdapat di Indonesia sudah mengalami perubahan beberapa kali guna mencapai kesempurnaan dalam pendidikan. Kurikulum yang pertama kali diterapkan di Indonesia adalah Kuriklum 1947. Kurikulum 1947 lebih menekankan pada cara mengajar yang dilakukan oleh guru dan cara siswa memahami materi pelajaran. Masa orde baru, Indonesia kembali merubah kurikulumnya. Kurikulum pertama yang diterapkan Indonesia pada masa orde baru adalah kurikulum 1968 yang bersifat correlated subject curriculum. Correlated subject curriculum mempunyai arti bahwa materi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 pelajaran pada tingkat bawah mempunyai hubungan dengan kurikulum tingkat lanjutan. Kurikulum yang selanjutnya pada masa orde baru yaitu kurikulum 1975, kurikulum 1984, dan kurikulum 1994. Memasuki masa reformasi, kurikulum di Indonesia kembali mengalami perubahan. Kurikulum 2004 merupakan kurikulum pertama yang diterapkan dalam masa reformasi. Kurikulum ini sering disebut dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang selanjutnya adalah kurikulum 2006 yang sering disebut dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2006 mengalami perubahan menjadi kurikulum 2013. Mulyasa (2013: 66) menyatakan bahwa kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut dari kurikulum 2006. Mulyasa juga mengemukakan bahwa kurikulum 2013 merupakan suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kompetensi, sehingga hasilnya dapat dilaksanakan sendiri oleh siswa. Mulyasa (2013:163) mengatakan kurikulum 2013 merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Kurikulum 2013 diharapkan mampu melahirkan siswa yang kreatif dalam mengemukakan ide-idenya dan inovatif sehingga dapat diterapkan ke dalam kehidupan nyata. Kurikulum 2013 mencoba untuk mempermudah siswa SD dengan mengitegrasikan beberapa mata pelajaran. Mata pelajaran IPA, IPS, Muatan Lokal dan Kepribadian sudah tidak tercantum lagi dalam mata pelajaran, tetapi kontennya diorganisasikan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKN, Matematika, dan juga Agama (Hasan dalam Muh Nuh,

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 2013: 177). Pemberian materi dalam kurikulum 2013 disajikan melalui pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik termasuk ke dalam pembelajaran terpadu. Pembelajaran tematik pada dasarnya merupakan model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman langsung bagi siswa (Departemen Pendidikan Nasional dalam Trianto, 2006: 5). Pengetahuan kognitif, psikomotorik, dan afektif dibentuk sendiri oleh siswa melalui pengalaman (Trianto, 2010: 111). Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang diawali dengan suatu pokok bahasan, konsep tertentu yang dikaitkan dengan konsep lain, baik dalam satu bidang studi atau lebih (Subroto dalam Zahara, 2011: 9). Kurikulum di Indonesia sudah mengalami beberapa perubahan. Perubahan kurikulum yang terjadi tidak akan berhasil tanpa campur tangan dari para guru. Piaget (dalam Trianto, 2010: 103) mengatakan selain kurikulumnya yang harus diperbaiki, tetapi guru juga harus mampu menciptakan suatu keadaan atau lingkungan belajar. Lingkungan belajar membantu siswa menemukan pengalaman-pengalaman nyata dan telibat secara langsung. Depiknas (2008: 11) mengatakan bahwa masih banyak guru yang belum memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap kebutuhan siswa. Selain faktor guru yang masih belum baik, ada pula faktor lain yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Faktor-faktor tersebut adalah dukungan dari kepala sekolah, pengalaman menggunakan pembelajaran tematik, status kepegawaian, jumlah jam

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 training pembelajaran tematik, jumlah siswa, jumlah rekan guru yang menggunakan tematik, dan pengalaman mengajar. Faktor-faktor tersebut dapat membantu seorang guru menjadi guru lebih baik. Pembelajaran tematik merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk membantu guru dalam proses belajar mengajar dengan mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya. Hal inilah yang mendasari peneliti melakukan sebuah penelitian yang berjudul “Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik oleh Guru Pengampu Kelas Bawah: Sebuah Survei Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta”. B. Batasan Masalah Penelitian ini difokuskan pada implementasi pembelajaran tematik pada guru kelas 1, 2 dan 3 SD Negeri se-Kota Yogyakarta. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada dua faktor demografi. Faktor demografi yang pertama adalah lama penggunaan pembelajaran tematik terhadap implementasi pembelajaran tematik. Faktor demografi yang kedua adalah jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik di SD Negeri se-Kota Yogyakarta terhadap implementasi pembelajaran tematik. C. Rumusan Masalah Penelitian ini menggunakan rumusan masalah adalah : 1. Bagaimana tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah di Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta?

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 6 Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik? 3. Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah jam training pembelajaran tematik? D. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan : 1. Mengetahui tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah di Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta. 2. Mengetahui perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik. 3. Mengetahui perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari jumlah jam training pembelajaran tematik. E. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi guru sekolah dasar Penelitian diharapkan mampu membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik di kelas bawah. 2. Bagi siswa Siswa diharapkan mampu memahami mata pelajaran dengan lebih baik lagi.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 3. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peneliti untuk terjun langsung menjadi guru. 4. Bagi institusi Penelitian ini diharapkan dapat membantu institusi dalam melihat kendala-kendala yang dialami oleh semua guru sekolah dasar dan mampu memberikan solusi atas kendala yang dihadapi. F. Definisi Operasional 1. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang mampu mengaitkan dua mata pelajaran atau lebih menjadi satu tema (disebut juga pembelajaran tematik integratif). 2. Kurikulum adalah seperangkat aturan, tujuan dan isi pembelajaran yang telah direncanakan dalam proses pembelajaran. 3. Demografi adalah faktor yang dapat mempengaruhi perilaku/tingkah laku seseorang. 4. Reformasi adalah perubahan yang dilakukan oleh suatu negara untuk perbaikan dibidang sosial, politik dan agama. 5. Guru pengampu kelas bawah adalah seseorang yang memberikan materi pelajaran pada kelas 1, 2 dan 3. 6. Implementasi adalah pelaksanaan dari sebuah rencana yang telah dibuat secara terperinci. 7. Survei adalah upaya dalam mengumpulkan informasi dari sebagaian populasi.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 8. Lama mengajar pembelajaran tematik adalah seberapa lama seorang guru mengajar menggunakan pembelajaran tematik. 9. Jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik adalah seberapa lama seorang guru menjalani masa pelatihan khusus mengenai pembelajaran tematik.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI BAB II ini membahas tinjauan teoritik, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. A. Tinjauan Teoritik 1. Reformasi Pendidikan secara Global Reformasi merupakan perubahan untuk memperbaiki segala sesuatu yang terjadi dalam suatu masyarakat dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan lain-lain (Kamus Terbaru Bahasa Indonesia, 2008: 548). Reformasi adalah istilah yang sangat populer pada masa sekarang ini dan telah menjadi kata kunci dalam memperbaiki seluruh tatanan hidup berbangsa, termasuk di bidang pendidikan (Hisyam dalam Sanaky, 2009: 1). Reformasi pendidikan merupakan hukum alam yang akan mencari jalannya sendiri, terkhusus di masa sekarang ini yang mengglobal dan sangat ketat dengan persaingan (Hisyam dalam Sanaky, 2009: 1). Abad ke 19-20 siapa saja yang tidak bisa memenuhi persyaratan global atau tidak bisa mengikuti perkembangan jaman akan tersingkir secara sendirinya (Hisyam dalam Sanaky, 2009: 1). Kunandar (2008: 37) berpendapat arus globalisasi juga masuk ke dalam bidang pendidikan. Tugas dan peran guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan dituntut untuk lebih berperan aktif. Globalisasi telah mengubah cara hidup manusia sebagai manusia dan masyarakat di Indonesia (Kunandar, 2008: 36). Memasuki era globalisasi, selain masyaraktnya tetap menjaga dan mengembangkan jati diri bangsa Indonesia, 9

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 sistem pendidikan Indonesia juga perlu beradaptasi dengan perkembangan era globalisasi ini. Kehidupan di era global menuntut berbagai perubahan pendidikan. Perubahan-perubahan yang terjadi salah satunya adalah perubahan dalam bidang pendidikan. Perubahan-perubahan dalam bidang pendidikan menuntut para guru untuk lebih bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Kunandar, 2008: 37). UNESCO tahun 1998 melakukan perubahan dalam bidang pendidikan. UNESCO berpendapat terdapat dua basis landasan : pertama, pendidikan harus diletakkan pada empat pilar yaitu belajar mengetahui, belajar melakukan, belajar hidup dalam kebersamaan, dan belajar menjadi diri sendiri; kedua, belajar seumur hidup (Mulyasa, 2013: 2). Sistem pendidikan mengarah pada orientasi penyediaan sumber daya manusia yang unggul dalam interaksi, pergaulan dan pendidikan global. Menghadapi era globalisasi yang penuh dengan saingan ini, dibutuhkan guru yang mampu mengelola proses belajar mengajar yang efektif. Perubahan strategi dan model pembelajaran yang baru juga dibutuhkan dalam mengahadapi era globalisasi. 2. Reformasi Pendidikan di Indonesia Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas, 2010) mengatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJM) 2010-2014 merupakan bagian dari RPJP di bidang pendidikan pada tahun 2005-2025 telah memutuskan peningkatan kualitas layanan sebagai fokus utama. Sejalan dengan fokus tersebut dan memperhatikan tantangan, peluang, dan target yang harus

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 dicapai, serta harapan masyarakat terutama yang terkait pemanfaatan anggaran fungsi pendidikan. Hal tersebut yang menjadikan Kemendiknas harus melakukan reformasi dalam melaksanakan Sistem Pendidikan Nasional. Reformasi sebenarnya sudah diterapkan sejak Kabinet Indonesia Bersatu. Kemendiknas yang saat itu menjadi salah satu dari 12 Kementerian yang dipilih menjadi pilot project reformasi birokrasi. Kementerian Pendidikan Nasional mempunyai tekad untuk memanfaatkan momentum reformasi birokrasi untuk melakukan Reformasi Pelaksanaan Sitem Pendidikan Nasional secara menyeluruh (Kemendiknas, 2010). Tujuan dari reformasi pendidikan adalah untuk menghasilkan suatu sistem yang dapat mendukung tercapainya efisiensi nasional dalam bidang pendidikan. Tujuan tersebut akan lebih mudah tercapai apabila semua kaitan Kemdiknas dilaksanakan secara terbuka, sehingga tidak memberikan kesempatan dalam pemberian tidak baik (Kemendiknas, 2010: 4). Shaeffer (dalam Nuh, 2013: 66) pernah melakukan studi kasus di Indonesia. Shaeffer mengujikan tiga inovasi kurikulum, diantaranya: pertama, Proyek Sekolah Pembangunan (PPSP); kedua, Pendidikan Antara Masyarakat, Orang Tua, dan Guru (PAMONG); ketiga, Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Secara konseptual, kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) mendapatkan tanggapan yang positif dari pemerintah. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), kemudian diadopsi untuk dijadikan sebagai kurikulum nasional, akan tetapi para pekerja kurukulum di lapangan enggan untuk merealisasikan konsep-konsep yang terdapat dalam CBSA. Keengganan pekerja kurikulum dalam

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 merealisasikan konsep-konsep yang ada juga merupakan cerminan dari sikap apatisme masyarakat di Indonesia (Lie dalam Nuh, 2013: 66). Lie (dalam Nuh, 2013: 67) menjelaskan, selain pekerja kurikulum, para guru pun tidak bisa menerapkan kurikulum CBSA. Hal ini disebakan para guru sulit untuk meninggalkan model pembelajaran yang telah mereka terapkan sebelumnya. Model pembelajaran yang selalu diterapkan oleh guru di Indonesia tak lepas dari anggapan bahwa setiap pembelajaran mengharuskan siswa aktif, siswa memperoleh kebermaknaan dalam proses belajar, dan sebagian tidak dilandasi oleh suatu paradigma yang relevan dengan konteks budaya yang ada di daerah tersebut. Paradigma dan visi pendidikan di Indonesia semestinya diciptakan berdasarkan pengenalan terlebih dahulu dengan lingkungan sekitar, dan impian atas masa depan bersama. Warga negara Indonesia membutuhkan kesadaran bersama untuk merumuskan impian Indonesia. Merumuskan impian dari Indonesia memerlukan sebuah strategi dengan melalui pendidikan (Lie dalam Nuh, 2013: 79). Adanya reformasi kurikulum diharapkan siswa-siswa di Indonesia menjadi lebih cerdas, bermoral, kreatif, komunikatif, dan toleran (Kompas, 2012: 3). 3. Reformasi Kurikulum di Indonesia Trianto (2010: 54) menjelaskan bahwa kurikulum sekolah dasar pada umumnya harus ditempuh dalam satu jenjang pendidikan adalah enam tahun, yaitu dimulai dari kelas I hingga kelas VI. Kurikulum telah mengalami beberapa

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 kali perubahan di Indonesia. Trianto (2010: 54) juga memaparkan bahwa kurikulum sekolah dasar di Indonesia mengalami perubahan. Pada masa orde lama, Indonesia telah menerapkan kurikulum pendidikan. Trianto (2010: 55) menjelaskan bahwa kurikulum yang pertama kali dilaksanakan pada masa kemerdekaan bernama Rencana Pelajaran 1947. Rencana Pelajaran 1947 bersifat politis, karena tidak ingin melihat dunia pendidikan menerapkan kurikulum dari Belanda. Rencana Pelajaran 1947 mulai diterapkan pada tahun 1950, maka dari itu Rencana Pelajaran 1947 juga sering disebut dengan Kurikulum 1950. Rencana Pelajaran 1947 lebih berkonsentrasi pada pendidikan watak, kesadaran dalam bernegara, dan bermayarakat. Garisgaris besar pengajaran pada saat itu sangat menuntut pada cara guru mengajar dan cara siswa memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Pada masa orde baru, kurikulum juga mengalami beberapa kali perubahan yaitu kurikulum 1968, 1975, 1984 dan 1994 (Trianto, 2010: 56). Herry (2012: 4.8) menjelaskan bahwa kurikulum 1968 tercipta karena di tahun 1965 terjadi peristiwa Gerakan 30 September yang menandai berakhirnya masa orde lama. Peristiwa tersebut banyak memberikan pengaruh di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Herry (2012: 4.8) mengatakan bahwa kurikulum 1968 terbagi menjadi tiga kelompok besar: pertama, Kelompok Pembinaan Jiwa Pancasila, yang meliputi: Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Olahraga. Kedua, Kelompok Pembinaan Pengetahuan Dasar, meliputi pelajaran: Berhitung, Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Kesenian, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, termasuk ilmu

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 kesehatan. Ketiga, Kelompok Pembinaan Kecakapan Khusus, meliputi pelajaran : Kejuruan Agraria, Kejuruan Teknik, Kejuruan Katata laksanaan atau Jasa. Kurikulum 1968 yang telah dilaksanakan di berbagai sekolah dasar ternyata dipandang kurang sesuai dengan kondisi masyarakat, maka dari itu terciptalah kurikulum baru yang disebut dengan kurikulum 1975 (Herry, 2012: 4.9). Trianto (2010: 58) menjelaskan bahwa di dalam kurikulum 1975 terdapat tujuh unsur pokok. Tujuh unsur pokok tersebut adalah dasar, tujuan, dan prinsip; struktur program kurikulum; GBPP (Garis Besar Pokok Pembelajaran); sistem penyajian; pedoman supervisi dan administrasi. Kurikulum 1975 didasari konsep Struktural, Analisis, Sintetis (SAS). Siswa menjadi lebih pandai karena mereka mampu menganalisis sesuatu yang dihubungkan dengan mata pelajaran. Sisi positif dari kurikulum ini adalah ilmu-ilmu dasar yang dipelajari akan semakin berkembang. Sisi negatif dari kurikulum ini adalah guru akan banyak menghabiskan waktunya karena harus mengerjakan tugas administrasi (Trianto, 2010: 59). Bersamaan dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 0461/U/1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, maka untuk tingkat sekolah dasar diberlakukan penggunaan kurikulum baru yakni kurikulum 1984 (Herry, 2012: 4.13). Kurikulum 1984 mengusung processkill approach, yang seiringan dengan tuntutan GBHN 1983 bahwa pendidikan harus mencetak siswa yang kreatif, bermutu dan efisien kerja. Kurikulum 1984 memposisikan siswa sebagai subjek belajar (Trianto, 2010: 60).

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Trianto (2010: 61) mengatakan bahwa lahirnya UU No 2 Tahun 1989, merupakan awal dari lahirnya kurikulum 1994. Kurikulum 1994 mengharuskan pendidikan dasar dipatok menjadi 9 tahun (SD dan SMP). Kurikulum 1994 berusaha menyatukan kurikulum sebelumnya, yakni kurikulum 1975 dengan menggunakan pendekatan tujuan dan kurikulum 1989 dengan menggunakan tujuan pendekatan proses. Masa orde reformasi di Indonesia juga mengalami perubahan dalam hal pendidikan, diantaranya kurikulum 2004 dan kurikulum 2006 (Trianto, 2010: 62). Trianto (2010: 62) mengatakan bahwa kurikulum 2004 lebih terkenal dengan sebutan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan menyelesaikan tugas-tugas dengan baik dan hasilnya dapat dirasakan sendiri oleh siswa. KBK memfokuskan pada pemerolehan kompetensi tertentu yang dilakukan oleh siswa. Kurikulum berbasis kompetensi tercipta sebagai jawaban dari berbagai kritikan masyarakat terhadap kurikulum sebelumnya yaitu krikulum 1994. Secara yuridis KBK tercipta sebagai respon dari tuntutan reformasi, diantaranya UU No 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, yang telah diubah dengan UU No 32 tahun 2004, dan UU No 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom yang telah diubah dengan UU No 33 tahun 2004, dan Tap MPR No IV/MPR/1999 tentang Arah Kebijakan Pendidikan Nasional (Trianto, 2010: 63-64). Keunggulan KBK dibandingkan kurikulum 1994 menurut Trianto (2010: 64) dapat dilihat pada tabel 2.1.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Tabel 2.1 Keunggulan KBK dibandingkan kurikulum 1994 Subjek Yang Utama Paradigma Pembelajaran 1994 Penguasaan materi Silabus Ditentukan seragam dengan sekolah lain Jumlah Jam Pelajaran Metode Pembelajaran 40 jam per minggu Katerampilan proses Sistem Penilaian Memfokuskan aspek kgnitif pada KBK Hasil belajar dan kompetensi Versi UNESCO:belajar mengetahui, belajar untuk bertindak, belajar hidup bersama, dan belajar menjadi diri sendiri. Peran dari guru dan siswa dalam proses belajar mengajar, silabus menjadi tanggung jawab guru 32 jam per minggu Tercipta metode pembelajaran aktif, kreatif, efektif,dan menyenangkan. Dan juga lahir metode lain yaitu pembelajaran kontekstual Memadukan keseimbangan kognitif, afektif dan psikomotorik. Sumber: Trianto (2010: 64) Tabel 2.1 menunjukkan bahwa kurikulum berbasis kompetensi memang lebih baik dari kurikulum 1994. Perbedaan yang paling menonjol dari tabel 2.1 bahwa KBK lebih mementingkan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. KBK juga lebih menguntungkan bagi guru dan siswa, karena jumlah jam pelajaran di KBK lebih sedikit dibandingkan dengan kurikulum 1994. Trianto (2010: 66) berpendapat kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sama sekali tidak mengubah kurikulum berbasis kompetensi, melainkan menjadi penegas KBK. KTSP merupakan suatu cara pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif dan berprestasi. KTSP bertujuan untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui kewenangan kepada lembaga pendidikan. Trianto (2010: 69) mengatakan seiring dengan perkembangan jaman, kurikulum telah mengalami perubahan pada sistem pengajarannya. Sistem pengajaran yang digunakan oleh masing-masing sekolah dasar saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Tabel 2.2 Perubahan Kurikulum di Indonesia Tahun Nama Kurikulum Masa Orde Lama 1947 Rencana Pembelajaran 1947 1968 Kurikulum 1968 1975 Kurikulum 1975 1984 Kurikulum 1984 1994 Kurikulum 1994 2004 Kurikulum 2004 2006 Kurikulum 2006 Ide Pokok Garis-garis besar pengajaran menuntut cara guru mengajar dan cara guru memahami pelajaran agar lebih meningkat. Masa Orde Baru Tujuan dari kurikulum ini untuk membentuk manusia pancasia Terdapat tujuh unsur pokok dalam kurikulum ini (dasar, tujuan, dan prinsip; struktur; program kurikulum; GBPP; sistem penyajian, pedoman supervisi; administrasi) Kurikulum ini mengusung process skill approach Mewajibkan pendidikan 9 yahun, yang meliputi SD dan SMP Masa Orde Reformasi Memfokuskan pada pemerolehan kompetensi-kompetensi yang dilakaukan oleh siswa Tujuan dari kurikulum ini yaitu mengembangkan kurikulum untuk mewujudkan SD yang efektif, produktif dan berprestasi. Tabel 2.2 menunjukkan ciri khusus dari setiap kurikulum yang pernah diterapkan di negara Indonesia. Kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia melalui 3 masa. Masa-masa tersebut adalah masa orde lama, masa orde baru dan masa orde reformasi. Kurikulum pada masa orde lama terjadi pada tahun 1947. Kurikulum masa orde baru sering disebut dengan kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984 dan kurikulum 1994. Kurikulum yang terjadi pada masa reformasi adalah kurikulum 2004 dan kurikulum 2006. 4. Kurikulum 2013 dan Kurkulum Tingkat Satuan Pendidikan Mulyasa (2013: 59) mengatakan bahwa suatu sistem pendidikan di dalamnya terdapat kurikulum yang sifatnya dinamis yang selalu mengalami perubahan dan pengembangan sejalan dengan perkembangan jaman. Perubahan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 dan pengembangannya harus dilaksanakan secara sistematis dan harus memiliki arah yang jelas. Perubahan dan pengembangan kurikulum sangat diperlukan karena di Indoneisa masih terdapat kesenjangan kurikulum yang sekarang ini sedang berlangsung (KTSP). Kesenjangan tersebut antara lain: isi dan pesan di dalam kurikulum masih terlalu padat, kompetensi yang dikembangkan masih berpusat pada pengetahuan dan belum sepenuhnya menggambarkan pribadi siswa, kurikulum belum peka terhadap berbagai perubahan sosial yang terjadi pada lingkungan sekitar. Untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan di masa depan yang semakin rumit dan kompleks, maka tercetuslah sebuah kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. Mulyasa (2013: 66) berpendapat bahwa kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterapkan pada tahun 2006. Kurikulum 2013 memfokuskan pada pemerolehan kompetensi oleh para siswa dan memungkinkan para guru dalam menilai hasil belajar siswa dalam proses pencapaian tujuan belajar yang mencerminkan pemahaman terhadap mata pelajaran. Majid (2014: 29) menjelaskan ada 4 landasan dalam kurikulum 2013, yaitu landasan yuridis, landasan filosofis, landasan empiris, dan landasan teoritis.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Tabel 2.3 Landasan Pengembangan Kurikulum 2013 Landasan Yuridis 1. Instruksi Presiden Republik Indoneisia tahun 2010 tentang Pendidikan Karakter, Pembelajaran Aktif dan Pendidikan Kewirausahaan 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan 4. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Satandar Isi Landasan Filosofis 1. Kurikulum berakar pada budaya dan bangsa. 2. Kurikulum dikembangkan berdasarkan filosofi eksperimentalisme yang mengatakan bahwa proses pendidikan merupakan usaha untuk mendekatkan apa yang sudah dipelajari di dalam sekolah dengan yang sudah dipelajari di masyarakat. 3. Filosofi rekonstruksi soaial yang memberikan dasar pengembangan kurikulum untuk menempatkan siswa sebagai seseorang yang peduli dengan lingkungan, sosial, alam dan lingkungan budaya. 4. Filosofi esensialisme, perenialisme, dan eksistensialisme. Landasan Empiris 1. Kurikulum harus mampu membentuk siwa di seluruh Indonesia untuk menyeimbangka n kebutuhan individu, dan masyarakat demi kebutuhan beritegrasi sebagai satu identitas bangsa Indonesia. 2. Kurikulum perlu direorientasi dan direorganisasi terhadap beban belajar. 3. Kurikulum seharusnya diarahkan untuk membangun kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungannya. Landasan Teoritis 1. Krikulum dikembangkan agar siswa dapat mencapai kualitas standar nasional diatasnya. 2. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar bagi siswa untuk mengembangkan sikap, keterampilan dan pengetahuan. Sumber: Abdul Majid (2014: 29) Tabel 2.3 menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum 2013 dilaksanakan berdasarkan landasan di atas. Keempat landasan yang terdapat di dalam kurikulum 2013 tidak hanya bersumber dari peraturan-peratutan yang telah tertera di dalam Undang-Undang, tetapi bersumber pada nilai-nilai sosial yang terdapat di tanah masyarakat sekitar. Kurikulum 2013 mengajak siswa untuk membangun kesadaran dalam diri siswa untuk selalu memaknai setiap pembelajaran yang didapat.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Tabel 2.4 Perbedaan Esensial Kurikulum 2006 dengan Kurikulim 2013 KTSP 2006 Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Kurikulum 2013 Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi yang meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik Mata pelajaran disusun secara sendiri dan mempunyai kompetensi sendiri Mata pelajaran disusun saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya dan juga mempunyai kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas. Bahasa Indonesia sebagai penghubung mata pelajaran lain. Semua mata pelajaran dilakukan dengan pendekatan yang sama Bermacam-macam jenis konten pembelajaran diajarkan terpadu antara yang satu dengan yang lainnya Konten ilmu pengetahuan diitegrasikan dan dijadikan penggerak pembelajaran yang lainnya. Tematik Integratif untuk kelas I, II,II dan IV Bahasa Indonesiasejajar dengan mata pelajaran yang lain Setiap mata pelajaran diajarakan dengan menggunakan pendekatan yang berbeda-beda Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah Konten ilmu pengetahuan berdiri sendiri Tematik untuk kelas bawah (I. II. dan III) Sumber : Mulyasa (2013: 169) Tabel 2.4 menunjukkan bahwa kurikulum 2013 lebih banyak keunggulan dibandingkan dengan kurikulum 2006. Kurikulum 2013 menekankan pada kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Pembelajaran tematik di kurikulum 2006 hanya diajarkan pada kelas I, II, dan III saja, sedangkan di kurikulum 2013, pembelajaran tematik diajarkan dari kelas I hingga kelas IV. 5. Pembelajaran Terpadu Indrawati (2009: 17) menjelaskan bahwa pembelajaran tematik termasuk ke dalam pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu diibaratkan sebagai bentuk kegiatan pembelajaran yang secara terstruktur dengan program satuan pembelajaran untuk satu pokok bahasan. Indrawati (2009: 18) juga mengatakan bahwa pembelajaran terpadu mempunyai fungsi sebagai tempat penyatuan beberapa pokok bahasan dan beberapa mata pelajaran yang mempunyai

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 keterpaduan pemahaman. Karli dan Margartha (dalam Indrawati 2009: 23) mengatakan bahwa pembelajaran terpadu memiliki 3 ciri, diantaranya adalah: 1) holistik, kejadian yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu dikaji dari beberapa mata pelajaran untuk memahami suatu fenomena dari segala hal; 2) bermakna, saling berkaitan dengan konsep-konsep lain yang akan menambah kebermaknaan konsep yang dipelajari dan diharapkan siswa mampu menerapkan segala sesuatu yang telah dipelajari untuk memecahkan masalahmasalah nyata di kehidupannya; 3) aktif, pembelajaran terpadu dikembangkan melalui pendekatan inkuiri. Siswa akan dilibatkan secara aktif dalam setiap proses pembelajaran yang secara tidak langsung untuk memotivasi siswa dalam belajar. Fogarty (dalam Prastowo, 2013: 109) menyebutkan bahwa ada sepuluh model pembelajaran terpadu. Sepuluh model tersebut adalah fragmented, connected, nested, sequenced, shared, webbed, threaded, integrated, immersed, dan networked. Model pembelajaran terpadu yang pertama adalah model Fragmented atau penggalan. Prastowo (2013: 109) mengemukakan bahwa penggalan ditandai dari adanya pemaduan yang terbatas yaitu hanya pada satu mata pelajaran saja. Indrawati (2009: 109) mengatakan bahwa model terpisah merupakan suatu model pembelajaran yang menyampaikan mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya secara terpisah. Model pembelajaran fragmented atau terpisah atau penggalan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan tersebut adalah adanya kejelasan dan pandangan yang terpsah dalam satu mata pelajaran. Kekurangan dari model pembelajaran ini adalah keterkaitan tidak jelas

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 dan transfer ilmu lebih sedikit (Indrawati, 2009: 19). Model pembelajaran yang kedua adalah connected atau keterhubungan. Prastowo (2013: 110) berpendapat bahwa model keterhubungan berlandaskan pada pokok-pokok pembelajaran yang dijadikan satu dengan induk mata pelajaran tertentu. Indrawati (2009: 19) menjelaskan bahwa model pembelajaran keterhubungan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari model pembelajaran keterkaitan adalah konsepkonsep utama pada suatu mata pelajaran saling terhubung, mengarah pada pengulangan atau review, rekonseptualisasi, dan asimilasi ide-ide dalam disiplin ilmu. Kekurangan dari model pembelajaran keterhubungan adalah disiplin ilmu tidak saling berkaitan, konten tetap terfokus pada satu disiplin ilmu. mengatakan bahwa pembelajaran terpadu mempunyai beberapa model. Model pembelajaran yang ketiga adalah model sarang (nested). Model pembelajaran sarang (nested) adalah pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui proses pembelajaran. Indrawati (2009: 19) menjelaskan bahwa model pembelajaran sarang merupakan keterampilanketerampilan sosial, berpikir, dan konten dicapai di dalam satu mata pelajaran. Indrawati (2009: 19) menjelaskan bahwa model sarang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari model sarang adalah memberikan perhatian pada berbagai mata pelajaran yang berbeda dalam waktu yang bersama dan dapat memperluas pembelajaran. Model pembelajaran terpadu yang keempat adalah model urutan (sequenced). Prastowo (2013: 111-112) menjelaskan bahwa model urutan merupakan pemaduan topik-topik berbagai mata pelajaran yang berbeda secara

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 paralel. Indrawati (2009: 20) menyatakan bahwa model urutan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari model urutan dalah memberikan fasilitas untuk mentransfer pembelajaran melalui beberapa mata pelajaran. Kekurangan dari model urutan adalah membutuhkan kerjasama yang terus menerus, karena guru-guru memiliki lebih sedikit otonomi untuk merancang pembelajaran. Model pembelajaran terpadu yang kelima adalah model bagian (shared). Prastowo (2013: 112) menjelaskan bahwa model bagian merupakan pemaduan mata pelajaran akibat adanya tumpang tindih ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Model bagian mempunyai kelebihan dan kekurangan (Indrawati, 2009: 20). Kelebihan model bagian yaitu terdapat pengalaman instruksional bersama dengan dua guru di dalam satu tim. Kekurangan dari model bagian yaitu membutuhkan waktu yang lama, kelenturan, komitmen dan kerjasama. Model pembelajaran terpadu yang keenam adalah model jaring laba-laba (webbed). Prastowo (2013: 113) menjelaskan bahwa model jaring laba-laba merupakan pemaduan mata pelajaran yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan tematik dilaksanakan dengan menggunakan tema untuk mengikat setiap kegiatan pembelajaran. Indrawati (2009: 20) berpendapat bahwa model jaring laba-laba mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari model jaring laba-laba adalah dapat memberikan motivasi kepada siswa dan dapat membantu siswa untuk melihat keterkaitan antar ide.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Model pembelajaran terpadu yang ketujuh adalah model galur (threaded). Prastowo (2013: 114) mengutarakan bahwa model galur merupakan model pemaduan beberapa keterampilan. Keterampilan-keterampilan tersebut adalah keterampilan sosial, berpikir berbagai jenis kecerdasan melalui disiplin ilmu. Model galur mempunyai kelebihan dan kekurangan (Indrawati: 2009: 21). Kelebihan model galur adalah dapat membantu siswa dalam mempelajarai cara belajar dan memberikan fasilitas dalam mentransfer pembelajaran selanjutnya. Kekurangan model galur adalah disiplin-disiplin ilmu yang bersangkutan tetap terpisah. Model pembelajaran terpadu yang kedelapan adalah model keterpaduan (integrated). Prastowo (2013: 114-115) menjelaskan bahwa model keterkaitan merupakan pemaduan sejumlah topik dari berbagai mata pelajaran yang berbeda tetapi memiliki kesamaan konsep dan sikap. Indrawati (2009: 21) menguraikan bahwa model keterpaduan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan model keterpaduan adalah dapat mendorong siswa untuk melihat keterkaitan antar disiplin ilmu dan siswa menjadi termotivasi dengan melihat berbagai keterkaitan tersebut. Model pembelajaran terpadu yang kesembilan adalah celupan (immersed). Prastowo (2013: 115-116) menguraikan bahwa model celupan dibuat untuk membantu siswa untuk menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang selanjutnya dihubungkan dengan penerapannya. Model celupan mempunyai kelebihan dan kekurangan (Indrawati, 2009: 21). Kelebihan

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 model celupan adalah keterpaduan berlangsung di dalam siswa. Kekurangan model celupan adalah dapat mempersempit fokus belajar siswa. Model pembelajaran terpadu yang kesepuluh adalah model jaringan (networked). Prastowo (2013: 116-117) menjelaskan bahwa model jarigan merupakan pemaduan topik yang akan dipelajari melalui pemilihan jejaringan pakar dan sumber daya. Indrawati (2009: 22) mengemukakan bahwa model jaringan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan model jaringan adalah bersifat proaktif, siswa menjadi terstimulasi oleh informasi, keterampilan atau konsep-konsep baru. Kekurangan dari model jaringan adalah dapat memecah perhatian siswa dan usaha-usaha siswa dalam belajar menjadi tidak efektif. Kesepuluh model pembelajaran terpadu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam setiap model pembelajaran terpadu dapat dijadikan sebagai acuhan untuk memilih model pembelajaran yang diterapkan di sekolah dasar. Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat diterapkan di sekolah dasar adalah model jaring laba-laba. Model jaring laba-laba menggunakan tema-tema yang dapat membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. 6. Pembelajaran Tematik a. Pengertian Pembelajaran Tematik Indrawati (2009:17) menjelaskan bahwa pembelajaran tematik termasuk ke dalam salah satu model pembelajaran terpadu. Sa’ud (dalam Zahara, 2011: 27)

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 mengatakan bahwa pembelajaran tematik biasa disebut dengan pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu berasal dari kata “integrated teaching and learning”. Herlanti (dalam Zahara, 2001: 27) juga berpendapat, bahwa pembelajaran tematik adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa dalam proses pembentukan pengetahuan. Herlanti (dalam Zahara, 2001: 28) juga menjelaskan pembelajaran tematik dianggap sebagai “proses pembelajaran yang mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan dan juga mengaitkan beberapa mata pelajaran dalam sebuah tema pokok”. Trianto (2010: 78) menyatakan bahwa pembelajaran tematik dimaknai sebagai pembelajaran yang diciptakan berdasarkan tema-tema tertentu. Tema ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum yang menawarkan kesempatan bagi siswa untuk menciptakan kreativitas siswa dalam pendidikan. Pembelajaran tematik dianggap sebagai model pembelajaran yang termasuk dalam model pembelajaran terpadu Depdiknas (dalam Trianto, 2010: 79). Departemen Pendidikan Nasional (2009: 6) berpendapat bahwa pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar learning by doing. Guru perlu merancang pengalaman belajar yang nantinya akan mempengaruhi kemampuan berpikir siswa. Pengalaman belajar siswa akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar sangat membantu siswa dalam tahap perkembangan siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Penelitian di Amerika dalam hal pendidikan, sebagaimana dikutip dari Wiryawan (dalam Zahara, 2011: 12) mengatakan bahwa pembelajaran yang menerapkan kurikulum dengan mata pelajaran yang terpisah-pisah menjadikan pembelajaran kurang berhasil dalam meningkatkan kemampuan siswa. Siswa kurang mendapat kesempatan mempelajari suatu mata pelajaran secara mendalam. Proses pembelajaran yang seperti ini sangat bertolak belakang dengan perkembangan tahapan berpikir siswa sekolah dasar. Pernyataan sebelumnya menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan sekolah dasar terkhusus bagi siswa kelas bawah lebih baik menggunakan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan segala kemampuan yang dimiliki siswa dan memberikan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi. Adapun landasan yang mendasari pembelajaran tematik. Depdiknas (2009: 8) mengutarakan ada tiga landasan di dalam pembelajaran tematik. Landasan tersebut tertuang dalam tabel 2.5. Tabel 2.5 Landasan Pembelajaran Tematik Landasan Filosofis 1.Progresivis memandang proses belajar mengajar harus bisa membentuk kreativitas, dapan memberikan banyak kegiatan, dengan suasana yang alami dan selalu memperhitungkan pengalaman yang di dapat siswa. 2.Konstruktivisme melihat pengalaman langsung yang diamalami oleh siswa dijadikans ebagai awal dari proses belajar Landasan Psikologis 1. Psikologis perkembangan siswa sangat diperlukan untuk menentukan materi dalam pembelajaran tematik agar tingkat pemahaman sesuai dengan perkembangan siswa. 2. Psikologis belajar memberikan masukkan dalam hal bagaimana materi pembelajaran temaik disampaikan kepada siswa dan Landasan Yuridis 1. UU No. 23 Tahun 2002 mengenai perlindungan anak yang menyatakan bahwa setiap siswa berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam hal pembengembangan pribadi dan tingkat kecerdasaannya. 2. UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatkan bahwa setiap siswa mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Landasan Filosofis mengajar. Aliran ini juga menjelaskan bahwa pengetahuan adalah bentukkan dari manusia. Pengetahuan tidak bisa ditransfer begitu saja dari guru kepada siswa. Pengetahuan merupakan suatu proses yang akan berkembang terus. 3.Humanisme melihat siswa dari segi keunikan yang dimiliki, kemampuan dan motivasi yang dimiliki oleh setiap siswa. Landasan Psikologis bagaimana pula siswa menerimanya. 28 Landasan Yuridis dan kemampuannya. Sumber: Depdiknas (2009: 8) b. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Tematik Trianto (2011: 153) mengemukakan bahwa ada 7 kelebihan dari pembelajaran tematik: pertama, memudahkan siswa dalam memusatkan perhatian pada satu tema tertentu. Pembelajaran tematik mengajak setiap siswa untuk berkonsentrasi dalam satu tema, karena di pembelajaran tematik hanya ada satu tema di setiap pertemuan. Satu tema tersebut terdiri dari beberapa mata pelajaran yang telah dijadikan satu tema. Jadi, siswa akan lebih mudah dalam memusatkan perhatian. Kedua, siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar isi di mata pelajaran dalam satu tema yang sama. Siswa menjadi lebih mudah dalam mempelajari materi yang diberikan, karena siswa tidak harus mempelajari setiap mata pelajaran, tetapi siswa hanya akan mempelajari materi di satu tema yang telah mencangkup beberapa mata pelajaran. Ketiga, pemahaman materi mata pelajaran lebih mendalam dan berkesan bagi siswa. Guru tidak selalu memberikan materi secara terus menerus kepada siswa, tetapi guru juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari dan

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 menggali sendiri materi pelajaran yang akan dipelajari. Pembelajaran yang dialami secara langsung oleh siswa inilah yang akan menjadi berkesan dan mendalam bagi siswa. Keempat, kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. Kelima, lebih dapat dirasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. Tema yang jelas dapat membantu siswa dalam mengerti atau memahami materi yang diajarkan. Keenam, siswa lebih bersemangat belajar karena dapat berinteraksi langsung dengan situasi nyata. Siswa tidak harus duduk diam saat guru menjelaskan materi pelajaran, akan tetapi siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar dengan mendatangi lingkungan secara nyata. Pembelajaran tematik mampu memberikan pengalaman baru bagi siswa dengan cara mengajak siswa untuk merasakan pengalaman secara langsung. Ketujuh, guru dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang diajarkan secara tematik dapat diberikan bersama. Guru yang biasanya mengajarkan 2-3 mata pelajaran setiap harinya. Dengan menggunakan pembelajaran tematik, guru bisa menggabungkan mata pelajaran menjadi satu tema yang diajarkan pada satu hari. Mas’ud (dalam Zahara, 2001: 22) mengutarakan bahwa terdapat empat keunggulan dari pembelajaran tematik: 1) Mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas. Hal ini menuntut guru untuk selalu memiliki wawasan dan kreativitas yang tinggi. Serta guru didorong untuk memahami keterkaitan tentang pokok bahasan yang satu dengan pokok bahasan yang lain; 2) Memberikan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan kondisi

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 pembelajaran yang utuh, dinamis dan bermakna. Dalam hal ini, pembelajaran tematik memberikan kesempatan terjadinya pengembangan ilmu pengetahuan; 3) Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan antar konsep, pengetahuan dan nilai yang terdapat dalam pokok bahasan. Menggunakan pembelajaran tematik, secara psikologis siswa diajak untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap serta memahami hubungan konseptual yang disajikan oleh guru; 4) Menghemat waktu, tenaga dan sarana serta biaya pembelajaran. Hal ini terjadi karena adanya proses penyatuan sejumlah unsur, tujuan, materi serta langkah pembelajaran. Penjelasan di atas mengenai keuntungan pembelajaran tematik, dapat disimpulkan bahwa keutungan dari pembelajaran tematik dengan pembelajaran lain adalah terletak pada kegiatan yang berlangsung selama proses pembelajaran, yaitu guru dituntut untuk mengembangkan kegiatan belajar mengajar agar lebih bermakna, lebih menghemat waktu, pemahaman yang diterima oleh siswa lebih bermakna. Guru yang menggunakan pembelajaran tematik akan merasa terbantu dengan adanya pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik memberikan tujuh keuntungan. Keuntungan–keuntungan dari pembelajaran tematik inilah yang mendasari banyak guru beralih menggunakan pembelajaran tematik. Ramadhan (dalam Zahra 2001: 24) berpendapat bahwa selain ada keuntungan dari pembelajaran tematik, ada pula kelemahan pembelajaran tematik. Kelemahan pembelajaran tematik terletak pada pelaksanaannya. Ramadhan juga mengatakan hal tersebut terjadi karena guru belum mengerti prosedur pelaksanaan pembelajaran tematik, sehingga guru masih kebingungan dalam

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 memilih metode yang akan digunakan. Indrawati (2009: 24) mengemukakan bahwa kelemahan pembelajaran tematik terletak dalam pelaksanaannya. Penjelasan yang telah disampaikan mengenai kelemahan pembelajaran tematik, dapat dikatakan bahwa pembelajaran tematik mempunyai kelemahan pada bagian pelaksanaannya. Pelaksanaan pembelajaran tematik yang membuat bingung para guru dalam menentukan metode pembelajaran yang akan dipakai mengajar. Pelakasanaan pembelajaran tematik mengharuskan guru untuk melakukan evaluasi pembelajaran tematik. 7. Implikasi Pembelajaran Tematik Sebagai suatu model pembelajaran yang inovasi, pembelajaran tematik tidak mudah untuk dilaksanakan. Hal tersebut terjadi karena karena pembelajaran tematik menggabungkan berbagai displin ilmu (Trianto, 2011: 173). Trianto juga mengemukakan bahwa pembelajaran tematik yang diterapkan di kelas-kelas membawa beberapa implikasi. Implikasi tersebut memiliki dua sisi. Sisi pertama memberikan keuntungan dan yang sisi lainya memberikan konsekuensikonsekuensi yang harus ditanggung (Trianto, 2011: 173). Implikasi pembelajaran tematik menurut Depdiknas (2009: 11) dibagi menjadi lima. Implikasi pembelajaran tematik adalah sebagai berikut : a. Implikasi Bagi Guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif dalam memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Trianto (2012: 174) berpendapat bahwa prinsipprinsip pembelajaran tematik yang tidak sederhana menuntut guru untuk kreatif

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam mempersiapkan pembelajaran bagi 32 siswa. Guru harus mampu berimprovisasi dalam segala kondisi yang terjadi di dalam kelas, termasuk dalam mengahadapi siswa yang beraneka ragam. Trianto juga menyatakan bahwa guru tidak hanya harus kreatif dalam melaksanakan pembelajaran, tetapi juga harus kreatif dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan materi ajar. Di pihak lain berhubungan dengan kompetensi yang dimiliki guru terutama penguasaan materi, juga terdapat permasalahan (Trianto, 2012: 174). Trianto mengatakan bahwa di banyak sekolah, setiap guru masih mengampu satu mata pelajaran. Guru dengan latar belakang guru mata pelajaran tentu sulit untuk masuk ke dalam pengintegrasian bidang kajian yang mempunyai matter komprehensif. Pembelajaran tematik juga menimbulkan permasalahan pada beban jam pelajaran (Trianto, 2012: 175). Jam pelajaran atau efektivitas materi pembelajaran tematik dapat dilaksanakan dengan menempuh dua cara, yakni: a) Team Teaching, pembelajaran tematik dalam hal ini memiliki lebih dari satu guru (Trianto, 2012: 175). Trianto berpendapat bahwa sistem ini mempunyai kelebihan, diantaranya : (1) pencapain dalam kompetensi dasar setiap topik pembelajaran efektif, karena dalam tim terdiri dari beberapa ahli dalam bidang ilmu; (2) pemahaman siswa tentang materi lebih kaya; (3) siswa akan lebih memahami, karena diskusi bersama dengan narasumber dari berbagai displin ilmu. Sistem ini juga mempunyai kelemahan, diantaranya jika tidak ada komunikasi diantara setiap guru akan sulit untuk mencapai kompetensi dasar. Cara yang kedua adalah guru tunggal. Adapun keuntungan dari sistem ini bahwa suatu bidang ilmu adalah satu mata pelajaran penuh, guru dapat membuat

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 rancangan pembelajaran (RPP) dengan topik yang diinginkan tanpa harus ada konsolidasi dengan guru lain, dan keuntungan yang ketiga karena tanggung jawab dipikul sendiri, maka potensi saling bergantung akan sangat kecil. Trianto juga mengemukakan, selain ada keuntungan dalam sistem guru tunggal, adapula kelemahan dari sistem ini. Kelemahan-kelemahan dalam sistem ini adalah sebagai berikut : (a) guru sulit untuk menggabungkan berbagai bidang studi, karena guru yang tersedia merupakan guru pengampu mata pelajaran; (b) guru yang mengampu satu bidang ilmu tertentu belum tentu menguasai bidang ilmu yang lain; (c) jika RPP yang telah dibuat tidak menggunakan model inovatif, maka pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar tidak akan tercapai dan bermakna. b. Implikasi bagi siswa Depdiknas (2009: 11) menyatakan bahwa implikasi ini dibagi menjadi dua, yaitu : a) siswa diharuskan siap dalam mengikuti setiap proses belajar mengajar baik secara individu maupun kelompok; b) siswa harus aktif dalam mengikuti pembelajaran tematik, seperti aktif dalam diskusi kelompok. Trianto (2012: 178) berpendapat bahwa dalam pembelajaran tematik mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan siswa. Pembelajaran tematik juga dapat mempermudah siswa untuk mengenal, menerima dan memahami kerterkaitan antar konsep, pengetahuan, nilai yang terdapat dalam indikator dan kompetensi dasar. Pembelajaran tematik menuntun siswa untuk berkembang ke arah yang lebih baik, baik dalam aspek intelegensi dan kreativitas (Trianto, 202012: 178).

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 c. Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media. Depdiknas (2009: 11) menyatakan bahwa implikasi ini dibagi menjadi empat: a) Pembelajaran tematik menekankan siswa untuk menggali dan menemukan pengetahuannya sendiri, oleh karena itu dalam pelaksanaan pembelajaran tematik diperlukan bebagai sarana dan prasarana; b) pembelajaran tematik memerlukan berbagai sumber belajar baik yang dengan sengaja dibuat ataupun yang sudah tersedia di lingkungan; c) Pembelajaran tematik perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran secara bervariasi, agar siswa mampu memahami konsep yang bersifat abstrak; d) penerapan pembelajaran tematik masih dapat menggunakan buku-buku pelajaran yang sudah ada dan dimungkinkan pula untuk memanfaatkan buku pelajaran yang memuat bahan ajar yang teritegrasi. d. Implikasi Terhadap Pengaturan Ruangan Depdiknas (2009: 11) mengatakan bahwa, pengaturan ruang dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran ini dibagi menjadi enam: a) Ruang ditata sesuai dengan tema yang akan dilaksankan, hal ini dilakukan agar siswa merasa nyaman berada di dalam ruangan tersebut; b) Susunan bangku dan meja siswa dapat diubah-ubah sesuai dengan yang diperlukan dalam pembelajaran; c) siswa juga tidak harus duduk di kursi, melainkan siswa bisa duduk di karpet atau lantai; d) kegiatan yang dilaksanakan tidak selalu berada di dalam kelas, melainkan di luar ruang kelas pun dapat dijadikan sebagi ruang untuk belajar; e) dinding yang ada di dalam kelas dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memasang hasil karya yang telah dibuat oleh siswa; f) sarana dan sumber belajar hendaknya

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 dijaga sehingga memudahkan siswa untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. e. Implikasi Terhadap Pemilihan Metode Trianto (2012: 192) berpendapat bahwa metode merupakan usaha untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam suatu kegiatan yang nyata. Metode digunakan untuk mewujudkan strategi yang telah ditetapkan. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu. Metode pembelajaran berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, memberi contoh kepada siswa untuk mencapai suatu tujuan. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik, maka dalam pembelajaran dilakukan persiapan berbagai macam kegiatan. 8. Karakteristik Pembelajaran Tematik Depdiknas (2009: 6) berpendapat bahwa ciri khas dari pembelajaran tematik: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa sekolah dasar. Pengalaman terdahulu yang telah dimiliki siswa dapat membantu dalam menentukan tingkat perkembangan siswa. Tingkat perkembangan siswa dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan siswa, seperti seberapa paham siswa tentang materi yang telah diajarkan oleh guru dalam proses belajar mengajar; 2) kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam melaksanakan pembelajaran tematik dari minat dan kebutuhan siswa. Siswa diberi kesempatan untuk memaksimalkan segala kemampuan yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa melalui kegiatan-kegiatan

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 yang dilakukan; 3) kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. Kegiatan belajar dapat lebih bermakna bagi siswa, karena siswa tidak harus mempelajari satu persatu mata pelajaran, akan tetapi yang dipelajari siswa adalah beberapa mata pelajaran yang telah dijadikan satu kesatuan menjadi satu tema pokok. Tema pokok ini yang akan dipelajari oleh siswa. Pembelajaran yang mengaitkan beberapa mata pelajaran yang dijadikan satu tema dapat membantu siswa mengalami langsung yang dipelajari, karena dalam satu tema ini akan banyak kegiatan yang dapat dialamai secara langsung oleh siswa, sehingga pembelajaran yang didapat bertahan lama; 4) membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. Pembelajaran tematik memusatkan pembelajaran pada siswa (student centered learning), jadi mau tidak mau siswa akan lebih berusaha dalam mengembangkan keterampilan siswa untuk menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajari; 5) menyajikan kegitan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. Pembelajaran tematik selain mengaitkan beberapa mata pelajaran menjadi satu tema, tetapi pembelajaran tematik juga mengaitkan tema tersebut dengan keadaan lingkungan dan permasalahan di sekitar siswa; 6) mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain. Pembelajaran tematik seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa pembelajaran tematik berpusat pada siswa. Jadi, dalam pembelajaran ini siswa akan menemukan sendiri pengetahuan dengan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 membentuk kelompok belajar. Jiwa sosial siswa bisa terbentuk dari adanya kelompok kerja yang telah dibentuk. 9. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Implementasi Pelaksanaan Reformasi Pembelajaan tematik mempunyai beberapa faktor yang dapat mempengaruhi implementasi pelaksanaan reformasi. Faktor yang mempengaruhi implementasi pelakanaan reformasi adalah faktor demografi. Kamus Besar Bahasa Indoneisa (KBBI) (2008: 309) mengartikan demografi sebagai ilmu yang memberikan gambaran statistik tentang suatu bangsa dari sudut sosial. Beberapa faktor demografi yang mempengaruhi pembelajaran tematik anatar lain : usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, status kepegawain, masa kerja dan pelatihan yang diikuti (Chairunninza, 2012: 10). Wexley (dalam Chairunniza, 2012: 11) berpendapat bahwa usia 20-30 tahun memiliki motivasi kerja yang relatif rendah dibandingkan dengan pekerja yang lebih tua. Hal tersebut terjadi karena pekerja yang memiliki usia yang lebih muda belum berpijak pada realitas, sehingga sering mengalami kekecewaan saat bekerja. Siagian (dalam Chaerunniza, 2012: 11) menjelaskan bahwa semakin dewasa usia pekerja akan semakin meningkatkan pula kedewasaan teknisnya dalam bekerja. Faktor demografi yang kedua adalah jenis kelamin. Jenis kelamin diartikan sebagai kelompok yang terbentuk dalam suatu individu yang dijadikan sebagai sarana dalam proses reproduksi seksual untuk mempertahankan keberlangsungan individu tersebut (Chaerunniza, 2012: 12). Ilyas (dalam Cherunniza, 2012: 11)

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 berpendapat bahwa tidak ada perbedaan produktivitas kerja antara pekerja wanita maupun pekerja laki-laki. Faktor demografi yang selanjutnya adalah tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan adalah suatu proses jangka panjang yang menggunakan aturan yang sistematis, yang mana pekerja mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum (Sihombing dalam Chaerunniza, 2012: 12). Surani (dalam Chaerunniza, 2012: 12) berpendapat bahwa latar belakang pendidikan seseorang akan sangat mempengaruhi kemampuan pemenuhan kebutuhannya. Status kepegawaian merupakan faktor demografi yang selanjutnya. Undang-Undang ketenagakerjaan membagi status kepegawaian menjadi 2 macam. Status yang pertama adalah pegawai yang terikat dengan perjanjian kerja tidak tentu dan yang kedua adalah pegawai kontrak. Faktor demografi yang selanjutnya adalah masa kerja. Surani (dalam chaerunniza, 2012: 13) menjelaskan bahwa masa kerja diibaratkan dengan pengalaman kerja. Sihombing (dalam chaerunniza, 2012: 13) menyatakan bahwa pengalaman bekerja atau masa kerja merupakan keseluruhan pelajaran yang dapat diambil oleh seseorang dari kejadian-kejadian yang telah dilaluinya selama mengajar. Jumah jam training adalah faktor demografi yang selanjutnya. Pelatihan atau training merupakan sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan kemampuan tertentu dan sikap agar guru semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik (Chaerunniza, 2012: 14). Chaerunniza juga berpendapat bahwa training menunjuk pada pengembangan keterampilan bekerja yang akan segera digunakan. Sumantri (dalam

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Chaerunniza, 2012: 14) mengartikan training sebagai proses pendidikan dalam jangka pendek yang menggunakan proedur yang telah diatur. Guru yang sedang menjalani masa pelatihan akan mempelajari pengetahuan dan keterampilan tertentu. B. Hasil Penelitian yang Relevan Ni Wayan Sadri (2012) meneliti tetang implementasi pembelajaran tematik. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan keadaan di dalam proses implementasi pembelajaran tematik di SD Gugus I Denpasar Timur di Denpasar. Penenlitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian evaluatif yang mengadopsi evaluasi CIPP. Instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas I, II, dan III dengan usia enam sampai sembilan tahun. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Ni Wayan Sadri dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran tematik pada sekolah dasar gugus I Denpasar Timur di Denpasar dilihat dari variabel konteks, input proses dan produk tergolong ke dalam kategori tidak efektif. Maka, perlu untuk diadakan perbaikan baik dari konteks, input, proses dan produk. Nurkhayati (2012) meneliti tentang implementasi pembelajaran tematik. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan: 1) rencana pelaksanaan pembelajaran; 2) pelaksanaan pembelajaran tematik; 3) model penilaian yang digunakan dalam pembelajaran tematik; 4) hambatan-hambatan dalam

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 implementasi model pembelajaran tematik di kelas III SD pada gugus 1 Kecamatan Srandakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Gugus 1 di Kecamatan Srandakan yang sudah menerapkan pembelajaran tematik dengan jumlah kelas 8. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Siti Nurkhayati menunjukkan bahwa: 1) guru sudah menyususn RPP berdasarkan tema, 2) guru sudah menerapkan pembelajaran tematik, namun di dalam proses belajar mengajar terdapat pemisahan mata pelajaran, 3) guru sudah melakukan penilaian proses pembelajaran dan hasil pembelajarannya, 4) hambatan dalam implementasi model pembelajaran tematik adalah kurangnya pemahaman guru tentang konsep model pembelajaran tematik. Fatmawati (2011) meneliti tentang penerapan pembelajaran tematik.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegatahui penerapan model pembelajaran tematik dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran IPA, Bahasa Indonesia dan Matematika terhadap hasil belajar siswa di kelas II SDN Tuntang dan Kanisius Cungkup. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II di dua SD yaitu SD Kanisius Cungkup sebagai kelas kontrol berjumlah 24 siswa yang menggunakan metode konvensional dan SDN Tuntang 02 sebagai kelas eksperimen berjumlah 28 siswa. Kelas eksperimen dalam pembelajaran dengan menggunakan media gambar, sedangkan kelas kontrol menggunakan pendekatan konvensional. Hasil

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran tematik dengan menggunakan media gambar dan siswa yang diajar dengan menggunakan model tranmisi pengetahuan mata pelajaran IPA, Bahasa Indonesia dan Matematika terhadap dua SD. Arman Rede (2009) meneliti tentang pembelajaan tematik pemanasan global. Penelitian ini dibagi menjadi ke dalam 2 tahap, yaitu tahan penegmbangan dan tahap eksperimen. Penenlitian pengembangan mempunyai tujuan untuk mengembangkan tema sentral pemanasan global menjadi beberapa subtema dan selanjutnya dikembangkan seperangkat pembelajarannya yang mengadopsi pengembangan model kemp. Sedangkan, penelitian eksperimen mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran tematik terhadap kesadaran diri siswa dalam menghadapi permasalahan global. Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan ANOVA. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 118 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran tematik mempunyai pngaruh yang nyata terhadap kesadaran diri yang dimiliki oleh siswa. Dilek (2002) meneliti tentang penggunaan pembelajaran tematik. Penelitian ini menginvestigasi bagaimana guru mengenalkan segala kegiatan yang berpusat pada siswa dalam keadaan kelas yang sangat ramai. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif. Penelitian ini dilakukan di program studi Pendidikan Guru Ilmu Kependudukan dan Sejarah Fakultas Pendidikan Ataturk Universitas Marmara dan SD Kartal Gurbuz Istanbul. Penelitian dilakuka berdasarkan bagaimana

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 siswa mnggunakan antusias, kemampuan dan ketertarikannya terhadap pembelajaran kependudukan dan sejarah. Nurkhayati. 2012. Implementasi Model Pembelajaran Tematik di Kelas III Sekolah Dasar Pada Gugus 1 Kecamatan Srandakan Kabupaten Sadri. 2012.Studi Evaluasi Implementasi Pembelajaran Tematik Pada Sekolah Dasar Gugus I Denpasar Timur Di Denpasar . Bantul. Implementasi Pembelajaran Tematik oleh Guru Pengampu Kelas Bawah : Survey Bagi Guru-Guru Pengampu Kelas Bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta Fatnawati. 2011. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tematik Dengan Menggunakan Media Gambar Pada Mata Pelajaran IPA, Bahasa Indonesia Dan Matematika Terhadap Hasil Belajar Siswa di Kelas II SDN Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012 Rede.2009.Pembelajaran Tematik Pemanasan Global dan Kesadaran Diri Siswa Sekolah Dasar. Dilek. 2002. Using a Thematic Approach Based on Pupil’s Skill and Interest in Social Stiduies Teaching Gambar 2.1 Literarur Map Gambar 2.1 menunjukkan posisi penelitian diantara penelitian-penelitian yang relevan. Lima penelitian yang relevan meneliti tentang pembelajaran tematik ditinjau dari media yang digunakan. Penelitian yang dilakukan peneliti merupakan

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 penelitian tentang implementasi pembelajaran tematik ditinjauk dari lama mengajar pembelajaran tematik dan jumlah jam Training menggunakan pembelajaran tematik. Kelima penelitian tersebut menjadi acuan bagi peneliti untuk melakukan penelitian yang berjudul Implementasi Pembelajaran Tematik Oleh Guru Pengampu Kelas Bawah: Survei Bagi Guru-Guru Pengampu Kelas Bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta. C. Kerangka Berpikir Perubahan kurikulum pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah Indoneisa adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pendidikan yang ada dinegara Indonesia. Kurikulum-kurikulum yang sebelumnya telah ada dan mengalami perubahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang sebelumnya telah ada. Akan tetapi perubahan kurikulum yang telah dilakukan belum diimbangi dengan adanya perbaikan hasil belajar siswa. Hasil belajar yang dicapai oleh siswa masih banyak yang terdapat di bawah standar KKM, dan hanya sebagaian kecil saja yang sudah mampu mencapai KKM. Pembaharuan kurikulum melalui penerapan pembelajaran kurikulum diharapkan mampu meningkatakan kualitas pendidikan. Pembelajaran tematik sangat menekankan pada keaktifan siswa dalam proses belajar. Siswa diharuskan untuk aktif selama proses belajar, sehingga siswa mampu menemukan pembelajaran yang bermakna. Disamping pembelajaran tematik mempunyai kelebihan, pembelajaran tematik juga mempunyai kekurangan yang harus diperbaiki. Pembelajaran tematik juga mempunyai karakter tersendiri

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 dibandingan dengan pembelajaran yang lain karena pembelajaran tematik mengaitkan berbagai macam mata pelajaran menjadi satu tema pokok. D. Hipotesis Penelitian Hipotesis dari penelitian ini adalah: 1. Tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah di Sekolah dasar Negeri di Kota Yogyakarta adalah tinggi. 2. Ada perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari pengalaman menggunakan pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta. 3. Ada perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari jumlah jam training oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III terdapat delapan bagian, yaitu jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, variabel penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas instrumen dan reliabilitas instrumen, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian dan Desain Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian non experimental cross sectional desain melalui metode survei. John & Christensen (dalam Rismiati 2014: 21) menjelaskan bahwa dalam penelitian non eksperimental desain, variabel independen tidak bisa dimanupulasi dan tidak ada “random assigment” yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data (Effendi dan Tukiran, 2012: 3). Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah di Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta dan mengetahui hubungan antara faktor demografi guru dengan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah di Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta. 45

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 X1 Y X2 Gambar 3.1 Hubungan Antar Variabel Keterangan: X1 : Lama Mengajar Pembelajaran Tematik X2 : Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Y : Implementasi pembelajaran tematik B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini mengambil tempat di Sekolah Dasar Negeri kota Yogyakarta yang berjumlah 97 sekolah. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada September 2013 hingga Juni 2014.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 C. Variabel dan Data Penelitian Farhady (dalam Sugiyono, 2011: 63) mengatakan bahwa variabel adalah perlengkapan suatu objek yang memiliki variasi antara satu objek dengan objek yang lainya. Sugiyono (2011: 63) berpendapat bahwa variabel merupakan perlengkapan dari bidang ilmu atau kegiatan tertentu. Penelitian ini menggunakan dua macam variabel, diantarnya : 1. Variabel bebas (independent variable) Sugiyono (2011: 64) menyatakan bahwa variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan variabel terikat. Variabel bebas bisa disebut dengan independent variable. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor demografi lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dan jumlah jam training. 2. Variabel terikat (dependent variable) Sugiyono (2011: 64) menyatakan bahwa variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat dari variabel bebas. Variabel terikat biasa disebut dengan dependent variable. Variabel terikat penelitian ini adalah tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 D. Populasi dan Sampel Populasi merupakan jumlah dari keseluruhan objek maupun subjek yang diteliti (Effendi, 2012: 155). Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta yang berjumlah 328 guru. Data 328 diperoleh dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta (lihat lampiran 1). Kuesioner disebar sebanyak 328. Kuesioner kembali sebanyak 251. Sisa kuesioner digunakan untuk menghitung validitas. Sebanyak 61 kuesioner digunakan untuk menghitung validitas. Sampel merupakan sebagian dari jumlah keseluruhan populasi (Sugiyono, 2011:119). Sampel dari penelitian ini berjumlah 190 guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta. Sampel tersebut diambil berdasarkan pada tabel Krejcie. Tabel Krejcie merupakan tabel yang digunakan untuk menentukan jumlah minimal sampel yang digunakan dalam penelitian (Krejcie dan Morgan, 1970)). Tabel Krejcie dapat dilihat pada lampiran 19 halaman 267. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purpossive random sampling atau gabungan antara Purpossive sampling dan Simple random sampling. Porpussive sampling merupakan metode pengambilan sampel dengan mempertimbangkan yang dianggap relevan. Simple random sampling merupakan sebuah metode pengambilan sampel yang diambil secara acak, tetapi satuan dari elementernya memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih (Effendi, 2012: 158). Purpossive sampling dalam penelitian ini adalah guru pengampu kelas

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 bawah (kelas 1, 2, dan 3). Simple random sampling dalam penelitian ini adalah 328 guru yang diambil secara acak. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi beberapa pertanyaan ataupun pernyataan tertulis kepada responden (Sugiyono, 2011: 192). Kuesioner dalam penelitian ini berisi beberapa pertanyaan dan pernyataan dan menggunakan Skala Likert lima pilihan. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang/responden mengenai fenomena sosial (Sugiyono, 2011: 136). Alasan penggunaan skala Likert dalam penelitian ini adalah jawaban dari pernyataan atau pertanyaan pada kuesioner berupa pendapat. F. Instrumen Penelitian Alat ukur yang digunakan di dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner implementasi pembelajaran tematik. Lembar kuesioner yang digunakan merupakan lembarkuesioner milik Rismiati (2012). Lembar kuesioner tersebut tersusun atas 43 item soal yang terdiri dari 28 item pernyataan mengenai tingkat implementasi pembelajaran tematik, 6 item pernyataan mengenai dukungan kepala sekolah pada pembelajaran tematik, 9 pertanyaan mengenai faktor demografi guru. Ada 37 item

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 pernyataan tertutup yang terdapat dalam kuesioner. Item-item tersebut terdiri dari item nomor 1 sampai dengan item nomor 34 dan item 40, 41, dan 43. Pernyataan terbuka terdiri dari item nomor 35, 36, 37, 38, 39, dan 42. Peneliti menggunakan lembar kuesioner tersebut untuk menguji kembali tingkat validitas dan reliabilitas kuesioner yang telah dilakukan sebelumnya. Lembar kuesioner implementasi pembelajaran tematik terdiri dari 7 indikator dimana pada setiap indikatornya terdiri dari item positif dan item negatif. Kuesioner terdiri dari 43 item, dimana 39 diantaranya merupakan item positif dan 4 item lainnya berupa item negatif. Selain mengukur tingkat implementasi pembelajaran tematik, kuesioner ini juga digunakan untuk melihat perbedaan implementasi pembelajaran tematik dilihat dari faktor demografi. Pernyataan mengenai faktor demografi berjumlah 15 item. Kuesioner ini disusun dengan “summate raiting scale” atau biasa disebut dengan skala likert (Furchan, 2007: 278-280). Skala ini diubah menjadi lima pilihan jawaban untuk pilihan skor 1-5. Item positif diberi skor dari “Sangat Tidak Setuju” ke “Sangat setuju”. Sedangkan, untuk item negatif diberi skor “Sangat Setuju” ke “Sangat Tidak Setuju” dengan pilihan skor 5-1. Berikut adalah penjabaran skor untuk item positif dan item negatif.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Tabel 3.1 Penjabaran Skor Item Negratif dan Positif No 1 Kategori Item Positif 2 Item Negatif Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Keterangan Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Ragu-ragu Setuju Sangat Setu Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Tabel 3.1 menunjukkan penjabaran skor untuk item positif dan negatif. Skor 1 pada item positif memiliki arti responden sangat tidak setuju dengan pernyataan pada kuesioner. Skor 2 memiliki arti responden tidak setuju dengan pernyataan yang terdapat pada kuesioner. Skor 3 memiliki arti responden ragu-ragu dengan pernyataan pada kuesioner. Skor 4 memiliki arti responden setuju dengan pernyataan yang terdapat pada kuesioner. Skor 5 memiliki arti bahwa responden sangat setuju dengan pernyataan pada kuesioner. Skor 5 pada item negatif memiliki arti respoden sangat tidak setuju dengan pernyataan pada kuesioner. Skor 4 memiliki arti responden tidak setuju dengan pernyataan pada kuesioner. Skor 3 memiliki arti responden ragu-ragu dengan pernyataan pada kuesioner. Skor 2 memiliki arti responden setuju dengan pernyataan pada kuesioner. Skor 1 memiliki arti responden sangat setuju dengan pernyataan pada kuesioner. Tabel 3.2 menunjukkan item positif dan item negatif dari kuesioner implementasi pembelajaran tematik yang telah disusun.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.2 Sebaran item positif dan item negatif Indikator Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa No Item 2. 3. 4. Siswa mengalami pengalaman langsung dalam belajar 5. 6. 7. 8. Pemisahan pada setiap mata pelajaran tidak begitu jelas 10. 11. 12. Item Positif Saya memberi pilihan kepada siswa untuk menentukan cara mereka belajar. Peran yang saya lakukan di kelas adalah sebagai fasilitator pembelajaran. Saya menggunakan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk memegang peran utama dalam kelas. Saya menggunakan kegiatan “belajar dengan melakukan atau belajar dengan mengalami” (learning by doing) untuk pembelajaran di kelas seperti siswa melakukan percobaan atau siswa melakukan presentasi. Saya meminta siswa untuk membawa artefak (barang) pribadi agar mereka lebih mudah memahami materi pembelajaran. Saya menggunakan sumber belajar langsung dalam menyampaikan materi (misalnya gambar, foto, tanaman, hewan dan media/teknologi yang bisa diraba, dilihat atau didengar siswa). Saya menyediakan berbagai sumber belajar di kelas sehingga siswa dapat mendalami tema pembelajaran melalui berbagai cara dan material. Ketika saya menggunakan Pembelajaran Tematik, siswa saya dapat mengerti adanya keterkaitan antar mata pelajaran. Saya menyatukan paling sedikit dua atau lebih mata pelajaran secara rutin. Saya mengembangkan Pembelajaran Tematik untuk mengajar berbagai mata pelajaran sekaligus. No Item 1. 9. Item Negatif Saya menggunakan ceramah sebagai metode utama untuk menyampaikan materi. Saya mengajar materi lima bidang studi ke-SD-an secara terpisah (Matematika, Bahasa, PPKn, IPA dan IPS). 52

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator Pembelajaran yang menyajikan konsep dari satu mata pelajaran No Item 13. 14. 15 Pembelajaran bersifat fleksibel 17. 18. 19. 20. Hasil pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 21. 23. 24. Prinsip belajar sambil belajar dan bermain yang menyenangkan bagi siswa 25. 26. Item Positif Saya merancang pembelajaran dalam suatu tema sentral untuk membantu siswa belajar berbagai mata pelajaran sekaligus. Saya menggunakan pemetaan atau jaringan tema untuk mengembangkan konsep utama dari berbagai mata pelajaran. Pembelajaran saya mendorong siswa untuk memahami adanya persamaan konsep antar mata pelajaran. Saya mengaitkan tema dan materi pelajaran dengan lingkungan sekitar seperti kerumahtanggaan, kota dan lingkungan alam. Saya memberitahu siswa tentang hal-hal yang saat ini sedang menjadi perdebatan di masyarakat misalnya korupsi, pornografi, dll. Saya mengaitkan materi dengan pengalaman hidup siswa. Ketika mengembangkan Pembelajaran Tematik, saya menggunakan tema-tema yang sesuai dengan pengalaman hidup dan budaya para siswa. Saya menggunakan materi atau alat penilaian yang sesuai dengan kebutuhan setiap siswa. Saya menggunakan penilaian unjuk kerja untuk menilai hasil belajar siswa. Saya menggunakan portofolio kerja untuk menilai hasil belajar siswa. Saya menggunakan permainan, bermain peran, simulasi dan strategi pembelajaran lainnya yang melibatkan siswa secara aktif. Saya menggunakan No Item Item Negatif 16 Jadwal mengajar saya adalah jadwal per mata pelajaran (misalnya Senin mengajar IPA dan Matematika, Selasa mengajar IPS dan Bahasa Indonesia, dst). 22. Saya menggunakan tes tertulis (misalnya esai, pilihan ganda, benar salah) sebagai metode utama dalam menilai hasil belajar siswa. 53

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator No Item 27. 28. Item Positif No Item 54 Item Negatif nyanyian, tarian dan aktivitas menyenangkan lainnya dalam mengajar. Saya menggunakan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk aktif bergerak ketika belajar. Saya menggunakan pembelajaran kelompok kooperatif seperti: Jigsaw, STAD, kepala bernomor, investigasi kelompok, dan sebagainya. Tabel 3.2 menunjukkan bahwa di dalam kuesioner implementasi pembelajaran tematik terdapat tujuh indikator. Indikator pertama memiliki tiga item positif, diantaranya adalah item nomor 2, 3 dan 4. Indikator pertama memiliki satu item negatif yaitu item nomor 1. Indikator kedua memiliki empat item positif, diantaranya item nomor 5, 6, 7, dan 8. Indikator ketiga memiliki tiga item positif, diantaranya item nomor 10, 11, dan 12. Indikator ketiga memiliki satu item negatif yaitu item nomor 9. Indikator keempat memiliki tiga item positif, diantaranya item nomor 13, 14, dan 15. Indikator keempat memiliki satu item positif yaitu item nomor 16. Indikator kelima memiliki empat item positif, diantaranya item nomor 17, 18, 19, dan 20. Indikator keenam memiliki tiga item positif, diantaranya item nomor 21, 23, dan 24. Indikator keenam memiliki satu item negatifyaitu item nomor 22. Indikator ketujuh memiliki empat item positif, diantaranya item nomor 25, 26, 27, dan 28. Semua item berjumlah 28. Tabel 3.3 menunjukkan kisi-kisi instrumen pada penelitian.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Tabel 3.3 Indikator Kuesioner Variabel Tingkat implementasi pembelajaran tematik Faktor Demografi Indikator Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa Siswa mengalami pengalaman langsung dalam belajar Pemisahan pada setiap mata pelajaran tidak begitu jelas Pembelajaran yang menyajikan konsep dari satu mata pelajaran Pembelajaran bersifat fleksibel Hasil pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi siswa Dukungan dari kepala sekolah Pengalaman mengajar Jenjang Kelas yang diampu Lama mengajar tematik Pengalaman training pembelajaran tematik Jumlah siswa yang diajar menggunakan pembelajaran tematik Pendidikan terakhir guru Status kepegawaian guru Jumlah rekan guru yang secara bersama-sama mengajar tematik No. Item 1, 2, 3, 4 Jenis Variabel 5, 6, 7, 8 9, 10, 11, 12 13, 14, 15, 16 17, 18, 19, 20 Variabel Terikat 21, 22, 23, 24 25,26,27,28 29, 30, 31, 32, 33, 34 35 36 37 38 39 Variabel Bebas 40 41 42,43 Tabel 3.3 menunjukkan sebaran dari nomor item pada kuesioner penelitian. Tabel 3.3 menunjukkan bahwa dalam kuesioner terdapat dua variabel yaitu variabel tingkat implementasi pembelajaran tematik dan variabel demografi. Variabel tingkat implementasi pembelajaran tematik mempunyai 7 indikator dan masing-masing

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 indikator terdapat 4 item. Varibel tingkat implementasi pembelajaran tematik termasuk ke dalam variabel terikat. Variabel faktor demografi mempunyai 9 indikator. Indikator pertama yaitu dukungan dari kepala sekolah. Indikator kedua memuat lama mengajar. Indikator ketiga dan keempat adalah lama mengajar pembelajaran tematik dan jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Indikator kelima dan keenam adalah jumlah siswa dan pendidikan terakhir yang ditempuh oleh guru. Indikator tujuh dan kedelapan adalah status kepegawaian dan jumlah rekan guru. Penelitian ini hanya meneliti tngkat implementasi pembelajaran tematik dan faktor demografi. Faktor demografi yang diteliti adalah lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dan jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Variabel lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dikategorikan menjadi dua yaitu senior dan junior. Senior digunakan untuk mengungkapkan bahwa seorang guru telah lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dan junior digunakan untuk mengungkapkan seorang guru yang masih baru dalam mengajar menggunakan pembelajaran tematik (Erlinayanti, 2012). Variabel jumlah jam training menggunakan pebelajaran tematik dikategorikan menjadi dua yaitu banyak dan sedikit. Banyak digunakan untuk mengungkapkan seorang guru yang memiliki jumlah jam training yang banyak. Sedikit digunakan untuk mengungkapkan seorang guru yang memiliki jumlah jam

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 training sedikit. Faktor demografi yang lainnya merupakan penelitian dari anggota kelompok studi yang lain. G. Validitas Instrumen dan Reliabilitas Instrumen a. Validitas Anggoro (2011: 36) menjelaskan bahwa validitas bersal dari bahasa Inggris validity yang mempunyai arti keabsahan. Effendi (2012: 126) berpendapat bahwa validitas dibagi menjadi 6 macam, yaitu : (1) validitas konstruk, (2) validitas isi, (3) validitas eksternal, (4) validitas prediktif, (5) Validitas budaya, (6) validitas muka. Penelitian ini hanya menggunakan tiga teknik validitas. Ketiga teknik itu ialah : 1. Validitas isi (content validity) Validasi isi saling berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen dalam mengukur konsep yang harus diisi (Siregar, 2010: 163). Kuesioner dalam penelitian ini mengukur tingkat implementasi pembelajaran tematik pada sekolah dasar negeri di Kota Yogyakarta. Validitas isi dilakukan dengan expert judgement pada orang yang ahli. Validitas isi dalam penelitian ini dilakukan oleh dosen, kepala sekolah, dan guru. Dosen, kepala sekolah, dan guru dipilih karena merupakan ahli dalam pembelajaran tematik. Kuesioner yang telah diisi oleh para ahli kemudian diolah untuk mengetahui perlu tidaknya dilakukan revisi pada kuesioner. Revisi pernyataan item didasarkan pada kriteria tertentu. Kriteria revisi dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan kesepakatan dengan kelompok studi yang lain. Kriteria revisi yang

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 diambil sebesar 2,5. Kriteria revisi tersebut diambil karena dalam kuesioner terdapat 4 pedoman skoring, jadi peneliti bersama kelompok studi memutuskan untuk memilih 2,5 untuk dijadikan kriteria revisi. Tabel 3.4 Kriteria Revisi Kriteria > 2,5 ≥ 2,5 ≤ 2,5 < 2,5 Pernyataan Positif Negatif Positif Negatif Revis/Tidak Revisi Tidak Revisi Tidak Revisi Revisi Revisi Tabel 3.4 menunjukkan bahwa apabila rata-rata skor yang diperoleh dari masing-masing nomor item dalam setiap indikator > 2,5 dan memuat pernyataan positif, maka tidak perlu untuk dilakaukan revisi. Nilai rata-rata yang diperoleh ≥ 2,5 dan memuat pernyataan negatif, maka perlu diakukan revisi. Rata-rata skor 2,5 dan memuat pernyataan positif, maka perlu dilakukan revisi. Rata-rata skor < 2,5 dan memuat pernyataan negatif, maka pernyataan tidak perlu direvisi. Tabel 3.4 merupakan hasil expert judgment setiap indikator.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 3.5 Hasil Expert Judgement Indikator Kegiatan Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa 2 3 4 Rata-rata No Validator 1 Dosen a 3 4 4 4 3,75 2 Dosen b 1 3 4 3 2,75 3 Dosen c 3 3 3 3 3 4 Guru a 2 3 4 4 3,25 5 Guru b 3 4 3 4 3,5 6 Guru c 3 2 3 4 3 7 Kepsek a 3 4 4 4 3,75 8 Kepsek b 4 4 4 4 4 Rata-rata 2,75 3,375 3,625 3,75 1 Tabel 3.5 menunjukkan bahwa rata-rata untuk indikator pertama yaitu kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan nomor item 1 sebesar 2,75. Item nomor 1 tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh para ahli atau validator memuat komentar positif. Komentar untuk item 1 yaitu “pernyataan sudah jelas, sudah bisa digunakan untuk mengetahui kebiasaan yang sering digunakan dalam pembelajaran”. Item nomor 2 mempunyai rata-rata sebesar 3,375. Rata-rata yang dimiliki oleh item nomor 2 menunjukkan bahwa item ini tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan berisi komentar positif. Komentar untuk item 2 yaitu “kata (pilihan) mungkin bisa diganti dengan kata (kebebasan) karena kata pilihan itu terbatas sedangkan kata kebebasan tidak terbatas”. Item nomor 3 memiliki rata-rata 3,625. Rata-rata nomor item 3 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, komentar yang diberikan oleh validator

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 merupakan komentar positif. Hal ini dikarenakan rata-rata yang dimiliki item nomor 3 lebih dari 2,5. Komentar untuk item 3 yaitu “pernyataan sudah cukup bagus”. Item 4 memiliki rata-rata sebesar 3,75. Rata-rata item nomor 4 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, komentar yang diberikan oleh validator berisi komentar positif. Hal ini dikarenakan rata-rata yang dimiliki item nomor 4 lebih dari 2,5. Komentar untuk item 4 yaitu “pernyataan sudah bagus dan bisa dipahami oleh guru”. Tabel 3.6 Hasil Expert Judgement Indikator Siswa Mengalami Pengalaman Langsung dalam Belajar No Validator Siswa mengalami pengalaman langsung dalam belajar 1 2 3 4 Rata-rata 1 Dosen a 4 4 4 4 4 2 Dosen b 4 4 4 4 4 3 Dosen c 4 4 4 4 4 4 Guru a 4 3 4 3 3,5 5 Guru b 3 3 3 4 3,25 6 Guru c 4 4 4 3 3,75 7 Kepsek a 4 4 4 4 4 8 Kepsek b 4 3 3 4 3,5 Rata-rata 3,875 3,625 3,75 3,75 Tabel 3.6 menunjukkan bahwa rata-rata untuk indikator kedua yaitu siswa mengalami pengalaman langsung dalam belajar dengan nomor item 1 sebesar 3,875. Item nomor 1 tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh para ahli atau validator adalah komentar positif. Komentar untuk item 1 “pernyataan sudah bagus, sudah diberi contoh pembelajaran learning by doing itu yang seperti

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 apa?”. Item nomor 2 mempunyai rata-rata sebesar 3,625. Rata-rata yang dimiliki oleh item nomor 2 menunjukkan bahwa item ini tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan berisi komentar positif. Komentar untuk item 2 yaitu “pernyataan sudah baik, mudah dipahami oleh guru”. Item nomor 3 memiliki rata-rata 3,75. Rata-rata nomor item 3 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator merupakan komentar positif. Komentar untuk item 3 yaitu “pernyataan sudah baik, mudah dipahami oleh guru”. Item 4 memiliki rata-rata sebesar 3,75. Rata-rata item nomor 4 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, meskipun komentar yang diberikan oleh validator berisi komentar positif. Hal ini dikarenakan rata-rata yang dimiliki item nomor 4 lebih dari 2,5. Komentar untuk item 4 yaitu “pernyataan sudah baik, hanya masih perlu diberi penjelasan tentang contoh sumber belajar macam apa yang dimaksud?”.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Tabel 3.7 Hasil Expert Judgement Indikator Pemisahan Pada Setiap Mata Pelajaran tidak Begitu Jelas Pemisahan pada setiap mata pelajaran tidak begitu jelas 1 2 3 4 No Validator Rata-rata 1 Dosen a 3 3 4 4 3,5 2 Dosen b 1 4 3 4 3 3 Dosen c 3 3 3 3 3 4 Guru a 3 3 4 4 3,5 5 Guru b 3 4 3 3 3,25 6 Guru c 4 3 4 4 3,75 7 Kepsek a 4 3 3 4 3,5 8 Kepsek b 4 4 4 4 4 Rata-rata 3,125 3,375 3,5 3,75 Tabel 3.7 menunjukkan bahwa rata-rata untuk indikator ketiga yaitu pemisahan pada setiap mata pelajaran tidak begitu jelas dengan nomor item 1 sebesar 3,125. Item nomor 1 tidak memerlukan revisi, meskipun komentar yang diberikan oleh para ahli atau validator memuat komentar negatif. Hal ini dikarenakan rata-rata yang dimiliki item nomor 1 lebih dari 2,5. Komentar untuk item 1 yaitu “pernyataan ini bertentangan dengan indikator, lebih baik diganti (saya mengajar materi lima bidang studi secara terpadu)”. Item nomor 2 mempunyai rata-rata sebesar 3,375. Rata-rata yang dimiliki oleh item nomor 2 menunjukkan bahwa item ini tidak memerlukan revisi, meskipun komentar yang diberikan berisi komentar negatif. Hal ini dikarenakan rata-rata yang dimiliki item nomor 2 lebih dari 2,5. Komentar untuk item 2 yaitu “pada RPP hendaknya dirancang betul atau dikondisikan adanya keterkaitan”.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Item nomor 3 memiliki rata-rata 3,5. Rata-rata nomor item 3 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, meskipun komentar yang diberikan oleh validator merupakan komentar negatif. Hal ini dikarenakan rata-rata yang dimiliki item nomor 3 lebih dari 2,5. Komentar untuk item 3 yaitu “kata (atau lebih) lebih baik dihilangkan”.Item 4 memiliki rata-rata sebesar 3,75. Rata-rata item nomor 4 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator berisi komentar positif. Komentar untuk item 4 yaitu “pernyataan sudah baik, jelas, dan mudah dipahami oleh guru”. Tabel 3.8 Hasil Expert Judgement Indikator Pembelajaran yang Menyajikan Konsep dari Satu Mata Pelajaran No Validator Pembelajaran yang menyajikan konsep dari satu mata pelajaran 1 2 3 4 Rata-rata 1 Dosen a 4 4 4 3 3,75 2 Dosen b 4 4 4 4 4 3 Dosen c 4 4 4 4 4 4 Guru a 3 3 3 3 3 5 Guru b 4 3 4 3 3,5 6 Guru c 4 4 3 4 3,75 7 Kepsek a 4 4 4 4 4 8 Kepsek b 4 4 4 4 4 Rata-rata 3,875 3,75 3,75 3,625 Tabel 3.8 menunjukkan bahwa rata-rata untuk indikator keempat yaitu pembelajaran yang menyajikan konsep dari satu mata pelajaran dengan nomor item 1 sebesar 3,875. Item nomor 1 tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh para ahli atau validator memuat komentar positif. Komentar untuk

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 item 1 yaitu “pernyataan sudah baik, jelas, dan mudah dipahami oleh guru”. Item nomor 2 mempunyai rata-rata sebesar 3,75. Rata-rata yang dimiliki oleh item nomor 2 menunjukkan bahwa item ini tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan berisi komentar positif. Komentar untuk item 2 yaitu “pernyataan sudah bagus, jelas, dan mudah dipahami oleh guru”. Item nomor 3 memiliki rata-rata 3,75. Rata-rata nomor item 3 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator merupakan komentar positif. Komentar untuk item 3 yaitu “pernyataan sudah cukup baik dan bisa dimengerti maksudnya oleh guru”. Item 4 memiliki ratarata sebesar 3,625. Rata-rata item nomor 4 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator berisi komentar positif. Komentar untuk item 4 yaitu “pernyataan yang dibuat sudah baik, kata-kata yang digunakan sudah jelas karena sudah diberi keterangan dalam kurung”. Tabel 3.9 Hasil Expert Judgement Pembelajaran bersifat fleksibel No Validator 1 Pembelajaran bersifat fleksibel 1 2 3 4 Rata-rata Dosen a 4 3 4 4 3,75 2 Dosen b 4 2 4 4 3,5 3 Dosen c 4 4 4 4 4 4 Guru a 3 3 4 4 3,5 5 Guru b 4 3 4 4 3,75 6 Guru c 4 3 4 4 3,75 7 Kepsek a 4 3 4 4 3,75 8 Kepsek b 4 3 4 4 3,75 Rata-rata 3,875 3 4 4

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Tabel 3.9 menunjukkan bahwa rata-rata untuk indikator kelima yaitu isi pembelajaran bersifat fleksibel dengan nomor item 1 sebesar 3,875. Item nomor 1 tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh para ahli atau validator memuat komentar positif. Komentar untuk item 1 yaitu “pernyataan sudah bagus, menanyakan tentang kaitan antar materi dan tema. Tema tidak hanya tentang lingkungan, bisa kegemaran, binatang, diri sendiri, pengalaman, dll”. Item nomor 2 mempunyai rata-rata sebesar 3. Rata-rata yang dimiliki oleh item nomor 2 menunjukkan bahwa item ini tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan berisi komentar positif. Komentar untuk item 2 yaitu “pernyataan sudah cukup bagus”. Item nomor 3 memiliki rata-rata 4. Rata-rata nomor item 3 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator merupakan komentar positif. Komentar untuk item 3 yaitu “pernyataan sudah jelas dan mudah dimengerti guru”. Item 4 memiliki rata-rata sebesar 3,75. Rata-rata item nomor 4 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator berisi komentar positif. Komentar untuk item 4 “pernyataan yang dibuat sudah bagus, kalimat jelas dan mudah dipahami maksudnya”.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Tabel 3.10 Hasil Expert Judgement Indikator hasil Pembelajaran yang Sesuai dengan Minat dan Kebutuhan Siswa Hasil pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 1 2 3 4 Rata-rata No Validator 1 Dosen a 4 3 4 4 3,75 2 Dosen b 3 4 4 4 3,75 3 Dosen c 4 4 4 4 4 4 Guru a 3 2 4 4 3,25 5 Guru b 3 4 3 3 3,25 6 Guru c 3 4 4 4 3,75 7 Kepsek a 4 4 4 4 4 8 Kepsek b 4 4 4 4 4 Rata-rata 3,5 3,625 3,875 3,875 Tabel 3.10 menunjukkan bahwa rata-rata untuk indikator keenam yaitu hasil pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa dengan nomor item 1 sebesar 3,5. Item nomor 1 tidak memerlukan revisi, meskipun komentar yang diberikan oleh para ahli atau validator memuat komentar negatif. Hal ini dikarenakan rata-rata yang dimiliki item nomor 2 lebih dari 2,5. Komentar untuk item 1 yaitu “pernyataan masih ngawang. Mungkin lebih dijelaskan lagi kebutuhan setiap siswa yang seperti apa. Pernyataan yang mengukur minat siswa belum kelihatan. Indikator: hasil pembelajaran. Namun, pernyataan-pernyataan berisi tentang penilaian. Usul: indikator diubah menjadi penilaian hasil pembelajaran”. Item nomor 2 mempunyai rata-rata sebesar 3,625. Rata-rata yang dimiliki oleh item nomor 2 menunjukkan bahwa item ini tidak memerlukan revisi, meskipun komentar yang diberikan berisi komentar negatif. Hal ini dikarenakan rata-rata yang dimiliki

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 item nomor 2 lebih dari 2,5. Komentar untuk item 2 yaitu “yang lebih mendekati kebutuhan siswa itu tes esai”. Item nomor 3 memiliki rata-rata 3,875. Rata-rata nomor item 3 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator merupakan komentar positif. Komentar untuk item 3 yaitu “pernyataan sudah bagus dan jelas”. Item 4 memiliki rata-rata sebesar 3,875. Rata-rata item nomor 4 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator berisi komentar positif. Komentar untuk item 4 yaitu “pernyataan sudah bagus dan jelas serta mudah dipahami”. Tabel 3.11 Validitas Isi Indikator Prinsip Belajar Sambil Bermain yang Menyenangkan Bagi Siswa No Validator Prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi siswa 1 2 3 4 Rata-rata 1 Dosen a 4 4 4 4 4 2 Dosen b 4 4 3 0 2,75 3 Dosen c 4 4 4 4 4 4 Guru a 4 4 3 3 3,5 5 Guru b 4 3 3 3 3,25 6 Guru c 4 4 3 4 3,75 7 Kepsek a 4 4 4 4 4 8 Kepsek b 4 4 4 4 4 Rata-rata 4 3,875 3,5 3,25 Tabel 3.11 menunjukkan bahwa rata-rata untuk indikator ketujuh yaitu prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi siswa dengan nomor item 1 sebesar 4. Item nomor 1 tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 oleh para ahli atau validator memuat komentar positif. Komentar untuk item 1 yaitu “pernyataan yang dibuat sudah bagus, jelas, dan dapat dimengerti”. Item nomor 2 mempunyai rata-rata sebesar 3,875. Rata-rata yang dimiliki oleh item nomor 2 menunjukkan bahwa item ini tidak memerlukan revisi, karena komentar yang diberikan berisi komentar positif. Komentar untuk item 2 yaitu “pernyataan sudah bagus, jelas, dan mudah dimengerti”. Item nomor 3 memiliki rata-rata 3,5. Rata-rata nomor item 3 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator merupakan komentar positif. Komentar untuk item 3 yaitu “pernyataan sudah cukup baik”. Item 4 memiliki rata-rata sebesar 3,25. Rata-rata item nomor 4 menunjukkan bahwa item ini tidak perlu dilakukan revisi, karena komentar yang diberikan oleh validator berisi komentar positif. Komentar untuk item 4 yaitu “pernyataan sudah bagus, jelas, dan dapat dimengerti karena diberi contoh pembelajaran dengan model kelompok”. 2. Validitas muka (face validity) Validitas muka berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen untuk mengukur isi yang harus diukur (Siregar, 2010: 163). Morrisan (2012: 104) berpendapat bahwa pengukuran validitas muka yang dilakukan tampak baik dengan melihat indikator pengukuran yang digunakan. Tabel 3.12 menunjukkan hasil validitas muka

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Tabel 3.12 Vaiditas Muka No 1 Indikator Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa 2 Siswa mengalami pengalamanlangsung dalam belajar 3 Pemisahan pada setiap mata pelajaran tidak begitu jelas 4 5 Pembelajaran yang menyajikan konsep darisatu mata pelajaran Pembelajaran bersifat fleksibel 6 Hasil pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 7 Prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi siswa Rata-rata No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Skor untuk pernyataan 3 3 4 3 2 2 4 3 2 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 3 4 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 25 26 27 28 4 4 3 4 3,29 Tabel 3.12 menunjukkan skor untuk setiap indikator dan setiap item. Validator tidak memberikan komentar pada item 1 sampai 4 dalam Indikator kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Indikator kedua, siswa mengalami pengalaman langsung dalam belajar terdapat dua komentar untuk item 5 dan 6. Komentar item 5 berisi bahwa “presentasi tidak sesuai jika dilakukan di kelas rendah”. Komentar untuk item 6 berisi”perjelas nama-nama barang yang harus dibawa”. Indikator ketiga, pemisahan pada setiap mata pelajaran tidak begitu jelas

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 terdapat satu komentar pada item 9. Komentar pada item 9 berisi “tematik penyampaian pembelajaran tematik selalu berkaitan dengan beberapa pelajaran dan tidak boleh menyebut mata pelajaran yang disampaikan”. Indikator keempat yaitu pembelajaran yang menyajikan konsep dari satu mata pelajaran tidak memuat komentar untuk memperbaiki item. Indikator kelima yaitu pembelajaran bersifat fleksibel hanya berisi satu komentar pada item 18. Komentarnya berisi”yang kita hadapi adalah anak kelas 1-3, jadi masalah yang ada dilingkungan adalah seputar anak.Misal tertib di rumah, di sekolah, dan masayarakat, contoh gotong royong”. Indikator keenam yaitu hasil pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa tidak ada komentar khusus untuk perbaikan. Indikator ketujuh yaitu prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi siswa tidak terdapat komentar. 3. Validitas konstruk (construct validity) Validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam mengukur suatu konsep yang diukurnya (Siregar, 2010: 163). Validitas konstruk merupakan usaha dalam menghubungkan suatu instrumen pengukuran dengan keseluruhan kerangka kerja teoritis (Morrison, 2012: 107). Morrisan menjelaskan hal tersebut dilakukan untuk memastikan penelitian yang dilakukan memiliki hubungan yang logis dengan konsep lainnya. Instrumen bagian pertama mengenai implementasi pembelajaran tematik dalam penelitian memiliki 28 item pernyataan dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Penentuan sampel dilakukan secara acak proses analisis data

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 menggunakan Product Moment. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 16 mengingat keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti. Formulasi digunakan (Martono, 2010: 243) adalah sebagai berikut: √{ ( ) } ( { )( ) ( ) } Gambar 3.2 Rumus Product Moment Keterangan rumus rxy = koefisien korelasi x = jumlah skor dalam sebaran x (skor butir) y = jumlah skor dalam sebaran y (skor total) xy = jumlah hasil kali skor x dan skor y berpasangan x2 = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x y2 = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N = banyaknya subjek Penelitin ini menggunakan bantuan SPSS 16 untuk mengetahui validitas dari 28 item kuesioner implementasi pembelajaran tematik. Tabel 3.13 menunjukkan hasil validitas. Hasil validitas dikatakan valid apabila disetiap item terdapat tanda bintang satu (*) atau bintang dua (**). Item valid berbintang satu (*) mempunyai tingkat kepercayaan 95%, sedang item ynag berbintang dua (**) mempunyai tingkat kepercayaan sebesar 99%.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Tabel 3.13 Tabel hasil validitas implementasi pembelajaran tematik Tambah r tabel No. Item Pearson Correlation r tabel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 0,310* 0,522** 0,356* 0,598** 0,655** 0,426** 0,393** 0,673** 0,141 -0,426** 0,598** 0,653** 0,668** 0,698** 0,634** -0,034 0,655** -0,243 0,533** 0,768** 0,480** -0,170 0,744** 0,660** 0,741** 0,698** 0,453** 0,589** 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 Valid / Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 3.13 menunjukkan bahwa terdapat empat item yang tidak valid yaitu item 9, 16, 18, dan 22. Item valid dan tidak valid dianalisis dengan membandingkan antara rhitung > rtabel (Sugiyono, 2012: 613). Penentuan rtabel menurut Sugiyono dilakukan dengan melihat jumlah sampel yang diperoleh. Sampel yang digunakan dalam uji empiris berjumlah 61. Nilai rtabel yang digunakan untuk jumlah sampel 61 adalah 0,254. Item nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 19, 20, 21, 23, 24, 25, 26, 27, 28 merupakan item-item yang valid. 24 item yang valid memiliki nilai > rtabel. Item yang valid dan memiliki tanda (*) memiliki taraf kepercayaan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 sebesar 95%. Item yang valid dan memiliki tanda (*) adalah item 1 dan 3. Item valid dan memiliki tanda (**) memiliki taraf kepercayaan sebesar 99%. Item valid dan memiliki tanda (**) adalah item 2, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28. Hasil validitas konstruk terdapat 4 item yang tidak valid, maka penelitian hanya menggunakan 24 item untuk menganalisis perhitungan-perhitungan selanjutnya. Hasil SPSS dapat dilihat pada lampiran 5 halaman 231. b. Reliabilitas Reliabilitas menurut Effendi (2012: 141) adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya. Suatu pengukuran disebut reliable atau memiliki keandalan jika konsisten memberikan jawaban yang sama. Penelitian ini menggunakan rumus alpha Cronbach. Peneliti mengunakan rumus koefisien alpha dari cronbach (Siregar, 2012: 176). Berikut adalah rumus koefisien Alpha Cronbach: [ ][ ] Gambar 3.3 Rumus Koefisien Alpha Cronbach Keterangan: ∑

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha cronbach dan dikerjakan dengan bantuan SPSS 16, setelah mendapatkan hasil dari SPSS 16 maka hasil tersebut akan dibandingkan tingkat koefisien dan tingkat hubungannya dengan tabel 3.13 dari Masidjo (1995: 209) Tabel 3.14 Tingkat Koefisien dan Tingkat Hubungan Interval Koefisien 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Tingkat Hubungan Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Masidjo (1995:209) Tabel 3.14 menuraikan bahwa skor interval koefisien perhitungan reliabilitas 0,91-1,00 memiliki tingkat hubungan yang sangat tinggi. Skor interval koefisien 0,71-0,90 memiliki tingkat hubungan yang tinggi. Skor 0,41 – 0,70 memiliki tingkat hubungan yang cukup. Skor interval 0,21 – 0,40 memiliki tingkat hubungan yang rendah. Skor interval negatif – 0,20 memiliki tingkat hubungan yang sangat rendah. Item-item pada kuesioner yang sudah dianalisis kemudian diambil item yang valid. Item-item yang valid berjumlah 26 item. Item yang valid kemudian dioleh reliabilitasnya menggunakan program SPSS 16. Hasil pengolahan reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.15.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Tabel 3.15 Hasil Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .891 N of Items .898 24 Tabel 3.15 menunjukkan hasil dari reliabilitas. Hasil reliabilitas pada penelitian ini tinggi, karena mempunyai hasil sebesar 0.891 menurut Masidjo (1995: 209). Hasil uji reliabilitas dapat dilihat secara lengkap pada lampiran 7 halaman 233. H. Prosedur Analisis Data Prosedur analisis data pada penelitian ini ada empat tahap, yaitu : 1. Menentukan Hipotesis Statistik Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka dapat disusun hipotesis statistik untuk penelitian ini sebagai berikut : Rumusan masalah pertama adalah “Seberapa tinggi implementasi pembelajaran tematik di kelas oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta?”. Rumusan masalah yang pertama tidak menggunakan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Rumusan masalah yang pertama bersifat deskriptif. Rumusan masalah kedua adalah “Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik?”. Variabel lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dibagi

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah lama mengajar pembelajaran tematik dengan kategori senior (µ 1) dan lama mengajar pembelajaran tematik dengan kategori junior (µ 2). Hipotesis nol (Ho) : Tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar pembelajaran tematik (µ 1 = µ 2). Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar pembelajaran tematik (µ 1 ≠ µ2). Rumusan masalah ketiga adalah “Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training?”. Variabel jumlah jam training dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah jumlah jam training dengan kategori banyak (µ 1) dan kelompok kedua adalah kategori jumlah jam training dengan kategori banyak (µ 2). Hipotesis nol (Ho) : Tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 ditinjau dari faktor jumlah jam training penggunaan pembelajaran tematik (µ 1 = µ 2) Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jam menggunakan training pembelajaran tematik (µ 1 ≠ µ2). 2. Pengolahan Data Pengolahan data dalam penelitian ini ada empat, yaitu : coding, editing, data entry, dan data cleaning. Siregar (2010: 206) mengatakan bahwa coding merupakan suatu kegiatan dalam pemberian kode pada tiap-tiap data yang masih dalam kategori yang sama Kode tersebut bisa berupa angka maupun huruf. Pada penelitian ini coding yang dilakukan adalah pemberian kode pada kuesioner. Tujuan dari pembearian kode ini untuk membedakan data guru satu dengan guru lainnya dalam satu sekolah ataupun di luar sekolah. Tabel 3.16 Contoh Pengkodean Nama Sekolah Kode Sekolah SD Negeri TGL SD Negeri UNG 10 25 Kode Kelas I 10.1.1 25.1.1 Guru Kode Kelas II 10.2.1 25.2.1 Guru Kode Guru Kelas III 10.3.1 25.3.1 Tabel 3.16 dijelaskan bahwa untuk SDN TGL dengan kode 10. Kode untuk guru pengampu kelas 1 menggunakan kode 10.1.1, menunjukkan bahwa kuesioner tersebut berasal dari SDN TGL yang telah diisi oleh guru pengampu kelas I guru

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 pertama. Kode 10.2.1 digunakan untuk kuesioner dari SDN TGL yang telah diisi oleh guru pengampu kelas II. Kode 10.3.1 diberikan kepada guru pengampu kelas III dari SDN TGL. Apabila terdapat dua guru pengampu kelas I di SDN TGL maka kode yang akan diberikan adalah 10.1.2 dan seterusnya. Editing adalah proses memeriksa data yang telah dikumpulkan, karena kemungkinan ada data yang tdak dibutuhkan (Siregar, 2010 : 206). Siregar juga berpendapat bahwa tujuan dari editing adalah untuk mengoreksi kesalahankesalahan dari data yang terdapat di lapangan. Editing dalam penelitian ini dilakukan dengan memeriksa kembali data yang tidak sesuai dengan jawaban pada lembar kuesioner. Editing juga dilakukan pada data yang berasal dari responden yang mengisi kuesioner kurang dari 80% dari total seluruh item American Association for Public opinion (dalam Rismiati, 2014:130). Semua item berjumlah 26 item, jadi 80% dari 26 adalah 21 item. 21 Item tersebut harus terisi di dalam kuesioner, jika kuesioner kurang dari 21 item maka dinyatakan gugur. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian dilihat satu persatu dan didapatkan 1 responden yang dinyatakan gugur. Gugurnya responden dikarenakan kuesioner hanya terisi 15 item dan dinyatakan jauh dari kriteria untuk dianggap layak. Data entry merupakan proses memasukan data yang telah diperiksa ke dalam Microsoft Excel 2007. Validitas dan reliabilitasnya dihitung menggunakan program SPSS 16. Setelah mengatahui data yang valid dan tidak valid, maka proses yang

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 selanjutnya adalah data cleaning. Data cleaning dalam penelitian ini dilakukan pada kuesioner bagian pertama tentang implementasi pembelajaran tematik dan kuesiner bagian kedua tentang faktor demografi. Data cleaning merupakan proses membersihkan data-data yang tidak digunakan. Proses data cleaning pada penelitian ini dilakukan dengan menghilangkan data-data yang tidak valid dari kuesioner. Data cleaning dilakukan pada kuesioner bagian pertama yaitu mengenai yang implementasi pembelajaran tematik adalah nomor urut 85. Nomor 85 dihilangkan karena sampel tersebut hanya menjawab beberapa item pernyataan dalam kuesioner. Data cleaning juga dilakukan pada bagian kedua kuesioner yaitu mengenai faktor demografi lama mengajar tematik dan jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Data cleaning yang dilakukan pada faktor demografi lama mengajar tematik sampel yang dihilangkan sebanyak 10 responden. Alasan sampel dihilangkan karena data tidak diisi dan termasuk data outlier. Faktor demografi lama jumlah training menggunakan pembelajaran tematik juga dilakukan data cleaning sebanyak 4 item. Alasan sampel dihilangkan karena beberapa responden tidak mengisi kuesioner. Alasan yang kedua, karena data tersebut outlier. 3. Menganalisis Data Deskriptif Tahap menganalisis data deskriptif ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah nomor 1. Data implementasi pembelajaran tematik dibagi menjadi 5 kelompok. Lima kelompok tersebut dibagi menjadi sangat tinggi, tinggi, cukup,

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 rendah, dan sangat rendah (Masidjo, 1995: 153). Penentuan distribusi frekuensi dilakukan melalui tujuh tahap (Riduan, 2008: 70-72). Tujuh tahap distribusi frekuensi yaitu: a. Tahap pertama dengan mengurutkan data yang terkecil sampai yang terbesar. b. Tahap kedua dengan menghitung jarak atau rentangan (R). Rumus menghitung jarak atau rentangan (R): Data tertinggi-data terendah. c. Tahap ketiga dengan menghitung jumlah kelas (K). Rumus: 1+3,3 log n. d. Tahap keempat dengan menghitung panjang kelas interval (P). Rumus: ( ) ( ) Gambar 3.4 Rumus Panjang Kelas Interval e. Tahap kelima dengan menentukan batas interval panjang kelas. f. Tahap keenam dengan menghitung urutan interval kelas. g. Tahap ketujuh dengan membuat urutan inetrval kelas menjadi acuan kategorisasi. Ketujuh tahapan distribusi frekuensi dilanjutkan dengan mengkategorikan data total implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta sesuai interval kelas yang telah dibuat 4. Menentukan Taraf Signifikansi Tahap penentuan taraf signifikansi digunakan untuk menjawab rumusan masalah nomor 2 dan 3 Penelitian ini menggunakan taraf signifikansi α = 5% = 0,05

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 (two tailed). Hal ini mempunyai arti bahwa peneliti mentolerir kesalahan sebesar 0,05. Azwar (2005: 6) mengatakan bahwa pemilihan taraf signifikansi 1% atau 5% berdasarkan kesepakatan para peneliti. Field (2009: 252) menjelaskan bahwa taraf signifikansi (α) menunjukkan peluang kesalahan yang dapat dialami oleh peneliti dalam mengambil keputusan untuk mendukung ataupun menolak Ho. Hasil peninjauan teori pada bab dua menunjukkan bahwa teori mengenai lama mengajar pembelajaran tematik dan jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Peninjauan teori menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara lama mengajar tematik dan jumlah jam training dengan implementasi pembelajaran tematik. Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perebadaan antara lama mengajar tematik dan jumlah jam training dengan implementasi pembelajaran tematik. Tinjauan teori tersebut menunjukkan bahwa hipotesis untuk faktor demografi lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dan faktor jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik termasuk ke dalam hipotesis satu pihak (one tailed). Adanya kecenderungan hipotesis satu pihak tetapi penelitian ini tetap menggunakan hipotesis dua pihak karena dalam banyak jurnal penelitian tetap menggunakan uji dua pihak (two tailed) (Chritensen dan Johnson, 2008:506). 5. Menguji Asumsi Klasik Data yang diolah untuk uji asumsi klasik adalah data pada implementasi pembelajaran tematik dan faktor demografi. Faktor demografi yang diuji adalah lama

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 mengajar pembelajaran tematik dan lama training menggunakan pembelajaran tematik. Faktor demografi lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dan jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik dikelompokkan menjadi dua. Pengelompokkan data berdasarkan atas distribusi frekuensi menggunakan rumus Sturges (Riduwan, 2008: 70-72). Penentuan distribusi frekuensi dilakukan dengan melalui tujuh tahap. Tahap pertama dilakukan dengan mengurutkan data dari yang terkecil sampai terbesar. Tahap kedua dengan menghitung jarak atau rentangan (R). Rumus menghitung jarak atau rentangan dapat dilihat pada gambar 3.5. R = data tertinggi – data terendah Gambar 3.5 Rumus Jarak atau Rentangan Tahap ketiga dengan menghitung jumlah kelas (K) menggunakan rumus Struges. Rumus Struges dapat dilihat pada gambar 3.6. K = 1 + 3,3 log. 70 Gambar 3.6 Rumus Struges Tahap keempat dengan menghitung panjang kelas interval (P). Rumus panjang kelas interval dapat dilihat pada gambar 3.7. P= ( ) ( ) Gambar 3.7 Rumus Panjang Kelas Interval Tahap kelima dengan menentukan batas kelas interval panjang kelas. Tahap keenam dengan menghitung urutan interval kelas. Tahap terakhir dengan

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 memindahkan semua angka distribusi ke hasil akhir. Penghitungan distribusi frekuensi digunakan untuk menentukan rentangan data faktor demografi jumlah siswa dan jumlah rekan guru yang menggunakan pembelajaran tematik. Uji asumsi klasik berisi tentang uji homogenitas dan uji normalitas yang akan dijabarkan sebagai berikut: a. Uji Normalitas Uji normalitas yang dilakukan untuk mengetahui suatu model regresi termasuk distribusi normal atau tidak (Santoso, 2010: 210). Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi data mendekati distribusi normal (Santoso, 2012: 34). Uji normalitas dilakukan menggunakan tiga cara. Tiga cara tersebut adalah Kolmogorov Smirnov Test, visualisasi P-P Plot, dan histogram. Tes Kolmogorov Smornov merupakan tes yang digunakan dalam penelitian ini. Hipotesis untuk uji normalitas dilakukan untuk menjawab rumusam kedua dan ketiga. Rumusan masalah kedua adalah “Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar pembelajaran tematik?”. Hipotesis nol (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi normal). Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal).

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Penelitian ini menggunakan dua kriteria pengambilan keputusan di dalam uji normalitas. Kriteria yang pertama yaitu jika nilai sign. (2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat dikatakan bahwa ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. Kriteria yang kedua adalah jika nilai sign. (2-tailed) < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal). Variabel lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu senior dan junior. Uji normalitas dilakukan pada masingmasing kelompok. Apabila kedua kelompok memiliki data berdistribusi normal, maka menggunakan statistik parametrik. Apabila salah satu kelompok memiliki data berdistribusi tidak normal, maka menggunakan statistik non parametrik. Rumusan masalah ketiga adalah “Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik?”. hipotesis nol (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara ignifikan dari distribusi normal (data berdistribusi normal). Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal).

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Penelitian ini menggunakan dua kriteria pengambilan keputusan di dalam uji normalitas. Kriteria yang pertama yaitu jika nilai sign. (2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. Kriteria yang kedua adalah jika nilai sign. (2-tailed) < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal). Variabel jumlah jam training dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu banyak dan sedikit. Uji normalitas dilakukan pada masing-masing kelompok. Apabila kedua kelompok memiliki data berdistribusi normal, maka menggunakan statistik parametrik. Apabila salah satu kelompok memiliki data berdistribusi tidak normal, maka menggunakan statistik non parametrik. Uji normalitas juga diketahui menggunakan visualisasi grafik P-P Plot. Grafik P-P Plot diperoleh dari program SPSS 16. Output P-P Plot berupa grafik yang digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau data tidak berdistribusi normal. Titik-titik berlubang paa grafik P-P Plot merupakan data. Apabila titik-titik tersebut terletak di sekitar garis, maka dapat diartikan bahwa data berdistribusi normal (Field, 2009: 136). Normal atau tidaknya persebaran data dapat dilihat melalui histogram dengan kurva normal. Apabila histogram membentuk kurva normal maka dapat dinyatakan data berdistribusi normal (Field, 2009: 136).

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Perhitungan menggunakan Kolmogorov Smirnov dengan menggunakan program SPSS 16. Rumus uji normalitas dapat dilihat pada gambar 3.8 (Uyanto, 2009: 54). {| ( ) ( )| Gambar 3.8 Rumus Uji Normalitas } Keterangan: ( ) = fungsi distribusi empiris ( ) = fungsi distribusi kumulatif b. Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui objek yang diteliti mempunyai varian yang sama atau tidak (Siregar, 2013: 167). Uji homogenitas penelitian ini digunakan untuk menguji rumusan masalah kedua dan rumusan masalah yang ketiga. Rumusan masalah kedua adalah “Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar mengunakan pembelajaran tematik?”. Hipotesis nol (Ho) : Tidak terdapat perbedaan varian tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kela bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik. Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan varian tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik . Kriteria pengambilan keputusan dalam uji homogenitas terdapat satu kriteria. Apabila harga Sig.(2-tailed) ≥ 0,05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak berarti tidak terdapat perbedaan varian antara dua kelompok. Apabila harga Sig.(2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak berarti terdapat perbedaan varian antara dua kelompok. Rumusan Masalah ketiga adalah “Apakah terdapat perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training penggunaan pembelajaran tematik?”. Hipotesis nol (Ho) : Tidak terdapat perbedaan varian antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training penggunaan pembelajaran tematik. Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan varian antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training penggunaan pembelajaran tematik.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Kriteria pengambilan keputusan dalam uji homogenitas, apabila harga Sig.(2tailed) ≥ 0,05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak berarti tidak terdapat perbedaan varian antara dua kelompok. Apabila harga Sig.(2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak berarti terdapat perbedaan varian antara dua kelompok. Rumusan Uji homogenitas pada penelitian ini menggunakan Lavene’s test. Rumus uji homogenitas dapat dilihat pada gambar 3.9 (Nordstokke, 2011: 3). Gambar 3.9 Rumus Lavene’s test Keterangan: n = jumlah observasi k = banyaknya kelompok | ̅| = rata-rata dari kelompok ke i ̅ = rata-rata dari kelompok dari Z ̅ = rata-rata menyeluruh 6. Uji Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk menguji seberapa kuat data dari sampel untuk menjelaskan populasinya (Santoso, 2010: 79). Uji hipotesis dilakukan setalah peneliti

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 melakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Santoso (2012: 94) mengatakan jika data bersifat interval maupun rasio dan berdistribusi normal, maka perhitungan menggunakan statistik parametrik uji t dua sampel bebas (Independent sample t-test). Apabila data bersifat normal atau ordinal maupun bersifat interval atau rasio akan tetapi tidak berdistribusi normal maka perhitungan menggunakan statistik non parametrik. Statistik non parametrik menggunakan uji dua sampel bebas (Mann Whitney Test). Apabila hasil analisis menunjukkan data berdistribusi normal dan memiliki varian yang sama atau bersifat homogen, maka data diolah menggunakan Independent Sample t-Test dalam program SPSS 16. Sebaliknya jika data yang diolah berdistribusi tidak normal dan idak memiliki varian yang sama atau bersifat tidak homogen, maka data diolah menggunakan uji Mann Whitney pada program SPSS 16. Uji hipotesis digunakan untuk menjawab rumusan masalah kedua dan rumusan masalah ketiga. Rumusan masalah yang kedua yaitu “Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik?”. Variabel lama mengajar pembelajaran tematik dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah lama mengajar pembelajaran tematik dengan kategori senior (µ 1) dan kelompok kedua adalah lama mengajar pembelajaran tematik dengan kategori junior (µ 2). hipotesis non (Ho) : Tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran tematik oleh guru

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar pembelajaran tematik (µ 1 = µ 2) Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat penggunaan perbedaan pembelajaran tingkat implementasi tematik oleh guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar pembelajaran tematik (µ 1 ≠ µ2) Uji hipotesis rumusan masalah yang kedua memiliki dua kriteria pengambilan keputusan. Kriteria yang pertama jika Sig.(2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik atau Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Kriteria yang kedua, jika Sig.(2-tailed) < 0,05 maka dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik atau Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Rumusan masalah yang ketiga adalah “ Apakah terdapat perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik?”. Variabel jumlah jam training menggunakan pembelajaran

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 tematik merupakan data interval dan data ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu jumlah jam training dengan kategori kelompok banyak (µ 1) dan jumlah jam training dengan kategori sedikit (µ 2). Hipotesis nol (Ho) : Tidak terdapat perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik (µ 1 = µ 2). Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik (µ 1 ≠ µ2). Uji hipotesis rumusan masalah ke tiga memiliki dua kriteria pengambilan keputusan. Kriteria yang pertama jika Sig.(2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari jumah jam training menggunakan pembelajaran tematik atau Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Kriteria yang kedua jika Sig.(2-tailed) < 0,05 maka dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah siswa atau Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Susanto (2012: 94) mengatakan bahwa data yang bersifat interval maupun rasio dan berdistribusi normal menggunakan statistik parametrik. Statistik parametrik yang digunakan adalah uji t dua sampel bebas (independent sample t test). Wiyono (2011: 240) menjelaskan bahwa independent sample t test digunakan untuk mengkaji signifikansi beda rata-rata dua kelompok. Uji independent sample t test digunakan untuk menguji pengaruh satu variabel independen terhadap satu variabel dependen. Rumus pengujian hipotesis menggunakan hipotesis independent sample t test adalah : ̅ √( ̅ ) Gambar 3.10 Rumus independet sample t-test Keterangan : ̅̅̅ ̅̅̅ r = Korelasi antara dua sampel Uji hipotesis dapat juga menggunakan uji mann whitney test. Uyanto (2009) berpendapat bahwa uji Mann Whitney Test digunakan untuk membandingkan dua

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 sampel independen dengan skal ordinal maupun skala interval, akan tetapi tidak berdistribusi normal. Rumus pengujian hipotesis yang menggunakan uji mann whitney test adalah : ( ) Z Gambar 3.11 Rumus Mann Whitney dengan: ( ) √ ( ( ( ) ) ) Keterangan: = jumlah peringkat sampel pertama = jumlah sampel 1 = jumlah sampel 2 Hasil dari perhitungan Mann Whiitney Test kemudian dilihat Effect size. Effect size adalah suatu ukuran objektif yang dapat dijadikan standar untuk mengetahui besarnya efek yang dihailkan (Field, 2009:57). Field (2009, 57179) menjelaskan effect size dapat diketahui dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson dengan kriteria r = 0,10 (efek kecil) yang setara dengan 1%

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 dan pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen, r = 0.30 (efek menengah) setara dengan 9%, dan r = 0,50 (efek besar) setara dengan 25%. Rumusan dari Effect size pada data berdistribusi normal (Field, 2009:332) dapat dilihar pada gambar 3.12. r t t 2 2  df Gambar 3.12 Rumus Effect Size data normal Keterangan : r : Besarnya pengaruh (effect size) menggunakan koefisien korelasi Pearson. t : Harga uji t. df : Harga derajad kebebasan (degree of freedom). Jika distribusi data tidak normal digunakan rumus berikut (Field, 2009: 550) r Z N Gambar 3.13 Rumus Effect Size jika data tidak normal Keterangan: Z = harga konversi standar deviasi. N = Jumlah total observasi.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Kriteria yang digunakan untuk menentukan besar efek (Field, 2009: 179) adalah: 0,10 – 2,29 = small effect (kecil) 0,30 – 0,49 = medium effect (sedang) 0,50 – 1,00 = large effect (besar) Effect size yang sudah dihitung kemudian digunakan untuk menghitung koefisien determinasi (R2). Rums koefisien determinasi dapat dilihat pada gambar 3.13. R2 = r2 x 100% Gambar 3.14 Rumus koefisien determinasi

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 I. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel 3.17 Tabel 3.17 Jadwal Penelitian Bulan No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Penyusunan proposal Konsultasi Bab I –III Bimbingan dengan dosen Meminta surat ijin ke dinas Melakukan penelitian Revisi Bab IIII Analisis data Menyusun Bab IV-V Ujian skripsi Tabel 3.17 menunjukkan jadwal penelitian. Jadwal penelitian dilaksanakan pada bulan September 2013 hingga Juli 2014. Bulan September peneliti mulai untuk menyusun sebuah proposal dan bimbingan dengan dosen. Bimbingan dilakukan selama kurang lebih 9 bulan. Bulan Oktober peneliti meminta surat ijin melakukan penelitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2013 hingga bulan Februari 2014. Bulan Maret 2014 peneliti mulai mengerjakan analisis data.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi empat bagian. Bagian-bagian tersebut adalah deskripsi penelitian, tingkat pengembalian kuesioner, hasil analisis, dan pembahasan. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan judul “Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik oleh Guru Pengampu Kelas Bawah : Sebuah Survei bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Negeri se-Kota Yogyakarta” dilaksanakan pada bulan Oktober 2013. Peneliti beserta 3 anggota kelompok studi meminta surat ijin penelitian ke Dinas Perijinan Kota Yogyakarta. Peneliti mulai membagikan kuesioner Implementasi Pembelajaran Tematik ke seluruh Sekolah Dasar Negeri se-Kota Yogyakarta pada bulan desembar 2013 hingga pertengahan Februari 2014. Teknik pembagian kuesioner dilakukan dengan mendatangi setiap Sekolah Dasar Negeri dan bertemu langsung dengan kepala sekolah dan meminta ijin. Ijin yang sudah diperoleh dari kepala sekolah, tindak lanjut yang berikutnya adalah membagikan kuesioner kepada guru kelas bawah dan membuat deadline untuk pengembalian kuesioner. Guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta berjumlah 328 guru. Tidak semua guru di setiap sekolah dasar negeri bersedia mengisi kueisoner yang diberikan karena sibuk dalam mengisi rapor. Alasan 97

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 guru tidak bersedia mengisi kuesioner karena pada saat pembagian kuesioner bertepatan dengan akhir semester dan guru sibuk mengisi rapor para siswa. B. Tingkat Pengembalian Kuesioner Jumlah guru pengampu kelas bawah SD Negeri di kota Yogyakarta sebanyak 328 guru. Jumlah guru sebanyak 328 tidak berarti bahwa semua bersedia mengisi kuesioner yang telah disediakan. Kuesioner yang kembali sebanyak 251 responden. Alasan yang diberikan, karena responden sedang sibuk mengurus administarsi sekolah. Urusan administrasi yang dimaksud adalah responden sedang mengisi nilai di rapor. Alasan lain yang diberikan bahwa ada guru pengampu kelas bawah sedang cuti dan sakit. C. Hasil Analisis Ada tujuh indikator yang terdapat dalam kuesioner penelitian ini. Indikator pertama adalah kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Indikator kedua adalah siswa mengalami pengalaman langsung dalam belajar. Indikator ketiga adalah pemisahan pada setiap mata pelajaran tidak begitu jelas. Indikator keempat adalah pembelajaran yang menyajikan konsep dari satu mata pelajaran. Indikator kelima adalah pembelajaran bersifat fleksibel. Indikator keenam adalah hasil pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Indikator ketujuh adalah prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi siswa. Penelitian juga terdapat tiga rumusan masalah.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. 99 Hasil analisis implementasi pembelajaran tematik Data implementasi pembelajaran tematik yang diperoleh dan diolah menggunakan distribusi frekuensi (Riduwan, 2008: 70-72). Distribusi frekuensi memiliki tujuh tahap. Data implementasi pembelajaran tematik dihitung melalui tujuh tahap distribusi frekuensi. Tahap pertama dengan mengurutkan kategori dari yang terkecil yang tebesar. Tahap kedua dengan menghitung jarak atau rentangan (R). Jarak atau rentangan (R) dihitung dengan mengurangkan data tertinggi dengan data terendah. Hasil yang didapat menunjukkan jarak atau rentangan (R) sebesar 79.Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 9 halaman 230. Tahap ketiga dengan menghitung jumlah kelas (K). Jumlah kelas telah ditetapkan menurut Masidjo (1995: 153). Jumlah kelas tersebut terdiri dari lima kelas yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah. Tahap keempat dengan menghitung panjang kelas interval (P). Panjang kelas interval (P) dihitung dengan membagi rentangan dan jumlah kelas. Panjang kelas interval diperoleh hasil sebesar 16 lampiran 9 halaman 230.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Tahap kelima dengan menentukan kelas interval. Kelas interval dapat dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Panjang Kelas Interval Panjang Kelas 49 – 64 65 – 80 81 - 96 97 – 112 113 – 128 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Tahap keenam dengan menghitung urutan interval kelas. Hasil dari perhitungan tahap keenam dapat dilihat pada lampiran 9 halaman 233. Tahap ketujuh dengan memindahkan semua angka distribusi ke dalam hasil akhir. Hasil akhir perhitungan distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Daftar Distribusi Panjang Kelas Frekuensi Presentase 113 – 128 34 17,99% 97 – 112 81 – 96 65 – 80 145 10 0 76,72% 5,29% 0% 49 – 64 0 0% 189 100% Kategori Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Total Tabel 4.2 menunjukan hasil dari perhitungan distribusi frekuensi. Kategori sangat tinggi mempunyai frekuensi 34 dengan presentasi 17,99%. Frekuensi 145 menunjukkan bahwa presentase yang diperoleh sebesar 76,72% dengan kategori tinggi. Presentase 5,29% memiliki panjang kelas 81-96 dan tidak memiliki frekuensi.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Kategori rendah dan sangat rendah tidak memiliki frkuensi dan memiliki presentase sebesar 0%. Kesimpulan yang dapat perhitungan distribusi frekuensi adalahsebagian besar responden termasuk ke dalam kategori tinggi. Sebanyak 145 responden termasuk ke dalam kategori tinggi dengan totak prsentase sebesar 76,72. Sebanyak 145 guru SD Negeri di Kota Yogyakata termasuk ke dalam kategori tinggi. 2. Hasil analisis perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari faktor demografi lama mengajar tematik. Analisis data untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari faktor demografi lama mengajar pembelajaran tematik dengan menggunakan program SPSS 16. Analisis data yang dilakukan berupa uji normalitas, dan uji hipotesis. Uji normalitas dilakukan pada dataimplementasi pembelajaran tematik dan faktor demografi lama mengajar pembelajaran tematik. Santoso (2010: 25) mengatakan bahwa uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk melihat data yang diteliti berasal dari populasi normal atau tidak normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov. Uji normalitas dilakukan untutkmenguji rumusan pertama. Rumusan masalah kedua adalah “Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar menggunakanpembelajaran tematik?”. Hipotesis Nol (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi berdistribusi normal). normal (data

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hipotesis alternatif (Ha) 102 : Distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal). Data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah ditinjau dari faktor lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dibagi menjadi dua kelas interval dengan menggunakan rumus Sturges. Pembagian kelas interval dapat dilihat pada tabel 4.3. Tabel 4.3 Kategorisasi Faktor Demografi Lama Mengajar Menggunakan pembelajaran Tematik Rentang kelas 1-48 49-96 Keterangan Junior Senior Tabel 4.3 merupakan kategorisasi lama mengajar sesuai dengan renatang kelas. Data faktor demografi lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dengan rentang kelas 1-45 termasuk ke dalam kategori rendah. Data faktor demografi lama mengajar menggunakan pembelajaran tergolong senior jika masuk ke dalam renatng 49-96. Pengujian normalitas pada rumusan kedua dilakukan pada dua kelompok data. Kelompok data pertama tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar yang junior. Data tingkat implementasi pembelajaran temaati oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar yang junior diuji normalitasnya dengan program

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 SPSS 16. Hasil perhitungan dapart dilihat pada lampiran11 halaman 242. Pengujian dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Uji hipotesis dalam uji normalitas ini yaitu: Hipotesis no (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. (data berdistribusi normal). Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal. (data tidak berdistribusi normal). Pengembalian keputusan di dalam uji normalitas. Kriteria yang pertama yaitu jika nilai sign. (2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat dikatakan bahwa ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. Kriteria yang kedua adalah jika nilai sign. (2tailed) < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal). Tabel 4.4 Tabel Hasil Uji Normalitas Data Imlementasi Pembelajaran Tematik Junior Variabel Lama mengajar pembelajaran tematik yang junior Asymp. Sig. 0,070 Keterangan Data berdistribusi normal Tabel 4.4 menunjukkan hasil normalitas data pertama tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar yang junior. Uji normalitas data ini memperoleh hasil nilai Asym.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Sign. (2-tailed) sebesar 0,070. Nilai Asymp. Sign. (2-tailed) sebesar 0,070 > α (0,05), yang memiliki arti bahwa data berdistribusi normal. Hasil SPSS 16 uji normalitas dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 235. Uji normalitas juga dilakukan dengan visualisasi grafik P-P Plot. Titik-titik berlubang pada grafik P-P Plot merupakan data. Apabila titik berlubang terletak di sekitar garis maka data berdistribusi normal (Field, 2009: 136). Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas P P-Plot Data Implementasi Dengan Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Junior Gambar 4.1 menunjukkan visualisasi P-P Plot uji normalitas data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar junior menggunakan pembelajaran tematik yang. Titik-titik berlubang pada grafik merupakan data. Titik-titik berlubang tersebut jika terletak di sekitar garis maka data normal. Gambar 4.1 menunjukkan bahwa titik-titik

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 berlubang terletak di sekitar garis, maka data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik yang junior berdistribusi normal. Uji normalitas juga dilakukan dengan melihat histogram dengan kurva normal. Histogram yang membentuk atau mirip kurva normal maka data normal (Field, 2009: 136). Gambar 4.2 Hasil Uji Normaitas Histogram Data Implementasi Dengan Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Junior Gambar 4.2 menunjukkan visualisasi histogram uji normalitas data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik yang junior. Data dikatakan normal jika histogram membentuk atau mirip kurva normal (Field, 2009: 136). Gambar 4.2 menunjukkan bahwa histogram membentuk atau

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 mirip degan kurva normal. Histogram membentuk atau mirip dengan kurva normal maka data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik yang junior berdistribusi normal. Kelompok data kedua adalah tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik yang senior. Data tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama menggunakan pembelajaran tematik yang senior di uji normalitasnya dengan SPSS 16. Pengujian dengan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Hipotesis dalam uji normalitas ini adalah : Hipotesis nol (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. (data berdistribusi normal) Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal. (data tidak berdistribusi normal). Pengembalian keputusan di dalam uji normalitas. Kriteria yang pertama yaitu jika nilai sign. (2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat dikatakan bahwa ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. Kriteria yang kedua adalah jika nilai sign. (2tailed) < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. hal ini

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 memiliki arti bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal). Tabel 4.5 Tabel Hasil Uji Normalitas Data Implementasi Pembelajaran Tematik Dengan Lama Mengajar Menggunakan Pembelajaran Tematik Senior Variabel Lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik yang senior Asymp. Sig. Keterangan 0,929 Data berdistribusi normal Tabel 4.5 menunjukkan hasil normalitas data pertama tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar yang senior. Uji normalitas data ini memperoleh hasil nilai Asym. Sign. (2-tailed) sebesar 0,929. Nilai Asymp. Sign. (2-tailed) sebesar 0,929 > α (0,05), yang memiliki arti bahwa data berdistribusi normal. Hasil SPSS 16 uji normalitas dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 235. Uji normalitas juga dilakukan dengan visualisasi grafik P-P Plot. Titik-titik berlubang pada grafik P-P Plot merupakan data. Apabila titik berlubang terletak di sekitar garis maka data berdistribusi normal (Field, 2009: 136).

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Gambar 4.3 Hasil Uji Normalitas Data P P-Plot Implementasi Dengan Data Implementasi Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Senior Gambar 4.3 menunjukkan visualisasi P-P Plot uji normalitas data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik yang senior. Titik-titik berlubang pada grafik merupakan data. Titik-titik berlubang tersebut jika terletak di sekitar garis maka data normal. Gambar 4.3 menunjukkan bahwa titik-titik berlubang terletak di sekitar garis, maka data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik yang senior berdistribusi normal. Uji normalitas juga dilakukan dengan melihat histogram dengan kurva normal. Histogram yang membentuk atau mirip kurva normal maka data normal (Field, 2009: 136).

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Gambar 4.4 Hasil Uji Normalitas Histogram Data Implementasi Dengan Data Implementasi Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Senior Gambar 4.4 menunjukkan visualisasi histogram uji normalitas data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik yang senior. Data dikatakan normal jika histogram membentuk atau mirip kurva normal (Field, 2009: 136). Gambar 4.4 menunjukkan bahwa histogram membentuk atau mirip degan kurva normal. Histogram membentuk atau mirip dengan kurva normal maka data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik yang senior berdistribusi normal.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Analisis data yang selanjutnya adalah uji homogenitas. Uji homogenitas digunakan untuk menghitung homogenitas rumusan masalah kedua dan ketiga. data implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta diuji homogenitasnya menggunakan SPSS 16. Pengujian dilakukan menggunakan metode Lavene’s test. Hipotesis uji homogenitas untuk rumusan masalah kedua adalah: Hipotesis nol (Ho) : Tidak terdapat perbedaan varian antara tingkat implementasi pembelajaran oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik. Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan varian antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji homogenitas, apabila harga Sig.(2tailed) ≥ 0,05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak berarti tidak terdapat perbedaan varian antara dua kelompok. Apabila harga Sig.(2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak berarti terdapat perbedaan varian antara dua kelompok.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Tabel 4.6 Tabel Hasil Uji Homogenitas Implementasi Pembelajaran Tematik Ditinjau Dari Faktor Lama Mengajar Menggunakan Pembelajaran tematik Variabel T Df Sig. Keterangan Implemetasi pembelajaran tematik ditinjau dari faktor demografi lama mengajar menggunakan pembeajaran tematik -,0659 177 0,286 Data homogen Tabel 4.6 menunjukkan hasil uji homogenitas data tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik. Uji homogenitas data ini mendapatkan hasil nilai Asym. Sig (2 – tailed) sebesar 0,286. Nilai Asym. Sig. (2 – tailed) Sebesar 0,286 < α (0,05), yang berarti data homogen. Hasil perhitungan SPSS 16 dapat dilihat pada lampiran 12 halaman 237. Data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik telah di uji normalitas. Uji normalitas mendapatkan hasil data berdistribusi normal. Data juga telah di uji homogenitasnya dan hasilnya data homogen. Data yang berdistribusi normal dan homogen memenuhi syarat untuk melakukan uji statistik parametrik. Analisis data yang selanjutnya adalah uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat implementasi pembelajaran oleh guru pengampu kelas bawah ditinjau dari faktor demografi lama mengajar pembelajaran tematik. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Independent Sample t-test. Hipotesis yang diuji dalam pengolahan data ini adalah:

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hipotesis nol (Ho) 112 : Tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar pembelajaran tematik (µ 1 = µ 2). Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar pembelajaran tematik (µ 1 ≠ µ2). Uji hipotesis rumusan masalah yang kedua memiliki dua kriteria pengambilan keputusan. Kriteria yang pertama jika Sig.(2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik atau Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Kriteria yang kedua, jika Sig.(2-tailed) < 0,05 maka dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di kota Yogyakarta ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik atau Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Tabel 4.7 Tabel Hasil Uji Independent Sample t-test Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik oleh Guru Pengampu Kelas Bawah Ditinjau dari Faktor Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Sig, (2-tailed) Equal varians assumed t -0.659 Df 177 Nilai 0.511 Keterangan Ho gagal ditolak

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Tabel 4.7 menunjukkan hasil uji Independent sample t-test mendapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,511. Sig. (2-tailed) (0,511) > α (0,05) maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik tidak memiliki perbedaan. Lama mengajar pembelajaran tematk oleh guru junior dan senior sama-sama memiliki tingkat implementasi pembelajaran tematik tinggi, maka tidak dilakukan effect size dan uji koefisien determinasi. Hasil SPSS dari uji Independent sample t-test selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 255. 3. Hasil analisis perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari faktor demografi lama jam training menggunakan pembelajaran tematik. Analisis data untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari faktor demografi jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. pembelajaran tematik dengan menggunakan program SPSS 16. Analisis data yang dilakukan berupa uji normalitas, dan uji hipotesis. Uji normalitas dilakukan pada data implementasi pembelajaran tematik dan faktor demografi jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Santoso (2010: 25) mengatakan bahwa uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk melihat data yang diteliti berasal dari populasi normal atau tidak normal. Uji normalitas

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 dilakukan dengan menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov. Uji normalitas dilakukan untutk menguji rumusan kedua. Rumusan masalah ketiga adalah “Apakah terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik?”. Hipotesis Nol (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi normal). Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal). Data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah ditinjau dari faktor lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik dibagi menjadi dua kelas interval dengan menggunakan rumus Sturges. Pembagian kelas interval dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 238. Tabel 4.8 Kategorisasi Faktor demografi Jumlah Jam Tarining Menggunakan Pembelajaran Tematik 4. Rentang kelas 1-44 45-88 Keterangan Sedikit Banyak Tabel 4.3 merupakan kategorisasi lama mengajar sesuai dengan rentang kelas. Data faktor demografi jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik menggunakan pembelajaran tematik dengan rentang kelas 1-44 termasuk ke dalam

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 kategori sedikit. Data faktor demografi jumlah jam training menggunakan pembelajaran tergolong banyak jika masuk ke dalam renatng 49-96. Pengujian normalitas pada rumusan kedua dilakukan pada dua kelompok data. Kelompok data pertama tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik sedikit. Data tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik banyak diuji normalitasnya dengan program SPSS 16. Pengujian dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Uji hipotesis dalam uji normalitas ini yaitu: Hipotesis no (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. (data berdistribusi normal). Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal. (data tidak berdistribusi normal). Pengembalian keputusan di dalam uji normalitas. Kriteria yang pertama yaitu jika nilai sign. (2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat dikatakan bahwa ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. Kriteria yang kedua adalah jika nilai sign. (2-tailed) < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal).

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Tabel 4.9 Tabel Hasil Uji Normalitas Data Imlementasi Jumlah Jam Training Sedikit Variabel Jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik sedikit Asymp. Sig. 0,059 Keterangan Data berdistribusi normal Tabel 4.9 menunjukkan hasil normalitas data pertama tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training sedikit menggunakan pembelajaran tematik. Uji normalitas data ini memperoleh hasil nilai Asym. Sign. (2-tailed) sebesar 0,059. Nilai Asymp. Sign. (2-tailed) sebesar 0,059 > α (0,05), yang memiliki arti bahwa data berdistribusi normal. Hasil SPSS 16 uji normalitas dapat dilihat pada lampiran 15 halaman 255. Uji normalitas juga dilakukan dengan visualisasi grafik P-P Plot. Titik-titik berlubang pada grafik P-P Plot merupakan data. Apabila titik berlubang terletak di sekitar garis maka data berdistribusi normal (Field, 2009: 136).

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Gambar 4.5 Hasil Uji Normalitas P P-Plot Data Implementasi Dengan Data Implementasi Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Sedikit Gambar 4.5 menunjukkan visualisasi P-P Plot uji normalitas data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training sedikit menggunakan pembelajaran tematik. Titik-titik berlubang pada grafik merupakan data. Titik-titik berlubang tersebut jika terletak di sekitar garis maka data normal. Gambar 4.5 menunjukkan bahwa titik-titik berlubang terletak di sekitar garis, maka data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training sedikit menggunakan pembelajaran tematik berdistribusi normal. Uji normalitas juga dilakukan dengan melihat histogram dengan kurva normal. Histogram yang membentuk atau mirip kurva normal maka data normal (Field, 2009: 136).

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Gambar 4.6 Hasil Uji Normalitas Histogram Data Implementasi Dengan Data Implementasi Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Sedikit Gambar 4.6 menunjukkan visualisasi histogram uji normalitas data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training sedikit menggunakan pembelajaran tematik. Data dikatakan normal jika histogram membentuk atau mirip kurva normal (Field, 2009: 136). Gambar 4.2 menunjukkan bahwa histogram membentuk atau mirip degan kurva normal. Histogram membentuk atau mirip dengan kurva normal maka data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik sedikit berdistribusi normal Kelompok data kedua adalah tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 training banyak menggunakan pembelajaran tematik. Data tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training banyak menggunakan pembelajaran tematik diuji normalitasnya dengan SPSS 16. Pengujian dengan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Hipotesis dalam uji normalitas ini adalah : Hipotesis nol (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. (data berdistribusi normal) Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal. (data tidak berdistribusi normal). Pengembalian keputusan di dalam uji normalitas. Kriteria yang pertama yaitu jika nilai sign. (2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat dikatakan bahwa ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. Kriteria yang kedua adalah jika nilai sign. (2tailed) < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. hal ini memiliki arti bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data berdistribusi tidak normal). Tabel 4.10 Tabel Hasil Uji Normalitas Data Imlementasi Jumlah Jam Training Banyak Variabel Jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik sedikit Asymp. Sig. 0,624 Keterangan Data berdistribusi normal

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Tabel 4.10 menunjukkan hasil normalitas data pertama tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training banyak menggunakan pembelajaran tematik. Uji normalitas data ini memperoleh hasil nilai Asym. Sign. (2-tailed) sebesar 0,624. Nilai Asymp. Sign. (2-tailed) sebesar 0,624 > α (0,05), yang memiliki arti bahwa data berdistribusi normal. Hasil SPSS 16 uji normalitas dapat dilihat pada lampiran 14 halaman 238. Uji normalitas juga dilakukan dengan visualisasi grafik P-P Plot. Titik-titik berlubang pada grafik P-P Plot merupakan data. Apabila titik berlubang terletak di sekitar garis maka data berdistribusi normal (Field, 2009: 136). Gambar 4.7 Hasil Uji Normalitas P P-Plot Data Implementasi Dengan Data Implementasi Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Banyak

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Gambar 4.7 menunjukkan visualisasi P-P Plot uji normalitas data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training banyak menggunakan pembelajaran tematik. Titik-titik berlubang pada grafik merupakan data. Titik-titik berlubang tersebut jika terletak di sekitar garis maka data normal. Gambar 4.5 menunjukkan bahwa titik-titik berlubang terletak di sekitar garis, maka data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training banyak menggunakan pembelajaran tematik berdistribusi normal. Uji normalitas juga dilakukan dengan melihat histogram dengan kurva normal. Histogram yang membentuk atau mirip kurva normal maka data normal (Field, 2009: 136). Gambar 4.8 Hasil Uji Normalitas P P-Plot Data Implementasi Dengan Data Implementasi Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Banyak Gambar 4.8 menunjukkan visualisasi histogram uji normalitas data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training banyak menggunakan pembelajaran tematik. Data dikatakan normal jika histogram membentuk atau mirip kurva normal (Field, 2009: 136). Gambar 4.2 menunjukkan bahwa histogram membentuk atau mirip degan kurva normal. Histogram membentuk atau mirip dengan kurva normal maka data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah jam training banyak menggunakan pembelajaran tematik berdistribusi normal. Analisis data yang selanjutnya adalah uji homogenitas. Data implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta diuji homogenitasnya menggunakan SPSS 16. Pengujian dilakukan menggunakan metode Lavene’s test. Hipotesis uji homogenitas untuk rumusan masalah ketiga adalah: Hipotesis nol (Ho) : Tidak terdapat perbedaan varian antara tingkat implementasi pembelajaran oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan varian antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Kriteria pengambilan keputusan dalam uji homogenitas, apabila harga Sig.(2tailed) ≥ 0,05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak berarti tidak terdapat perbedaan varian antara dua kelompok. Apabila harga Sig.(2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak berarti terdapat perbedaan varian antara dua kelompok. Tabel 4.11 Tabel Hasil Uji homogenitas Implementasi Pembelajaran Tematik Ditinjau dari Faktor Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Variabel t df Sig. Keterangan Implemetasi pembelajaran tematik ditinjau dari faktor demografi jumlah jam training menggunakan pembeajaran tematik 0.777 181 0,931 Data homogen Tabel 4.11 menunjukkan hasil uji homogenitas data tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Uji homogenitas data ini mendapatkan hasil nilai Asym. Sig (2 – tailed) sebesar 0,931. Nilai Asym. Sig. (2 – tailed) Sebesar 0,931 > α (0,05), yang berarti data homogen. Hasil perhitungan SPSS 16 dapat dilihat pada lampiran 14 halaman 239. Data implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik telah di uji normalitas. Uji normalitas mendapatkan hasil data berdistribusi normal. Data juga telah di uji homogenitasnya dan hasilnya data homogen. Data yang berdistribusi normal dan homogen memenuhi sarat untuk melakukan uji statistik parametrik.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Analisis data yang selanjutnya adalah uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat implementasi pembelajaran oleh guru pengampu kelas bawah ditinjau dari faktor demografi jumlah jam training pembelajaran tematik. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Independent Sample t-test. Hipotesis yang diuji dalam pengolahan data ini adalah: Hipotesis nol (Ho) : Tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training pembelajaran tematik (µ 1 = µ 2). Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training pembelajaran tematik (µ 1 ≠ µ2). Uji hipotesis rumusan masalah yang ketiga memiliki dua kriteria pengambilan keputusan. Kriteria yang pertama jika Sig.(2-tailed) ≥ 0,05 maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik atau Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Kriteria yang kedua, jika Sig.(2-tailed) < 0,05 maka dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah Sekolah Dasar Negeri di kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 jam training menggunakan pembelajaran tematik atau Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Tabel 4.12 Tabel Hasil Uji Independent Sample t-test Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik oleh Guru Pengampu Kelas Bawah Ditinjau dari Faktor Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Sig, (2-tailed) Equal varians assumed t 0,776 Df 181 Nilai 0.439 Keterangan Ho gagal ditolak Tabel 4.12 menunjukkan hasil uji Independent sample t-test mendapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,439. Sig. (2-tailed) (0,439) > α (0,05) maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Ho ditolak. Tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau dari faktor jumlah jam training pembelajaran tematik tidak memiliki perbedaan. Guru dengan jumlah jam training banyak dan sedikit sama-sama memiliki tingkat implementasi pembelajaran tematik tinggi, maka tidak dilakukan effect size dan uji koefisien determinasi. Hasil SPSS dari uji Independent sample t-test selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 17 halaman 265. D. Pembahasan Penelitian mempunyai tiga tujuan. Tujuan yang pertama adalah mengetahui tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta. Kedua, mengetahui perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta ditinjau

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 dari faktor demografi jam training menggunakan pembelajaran tematik. Ketiga, mengetahui perbedaan tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah SD Negeri di Kota Yogyakarta. Berikut adalah pembahasan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh masing-masing rumusan masalah: 1. Tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru kelas bawah di Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta Hasil penelitian dan pengukuran menggunakan distribusi frekuensi dengan rumus Sturges. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat implementasi pembelajaran tematik yang dilakukan oleh guru kelas bawah di SD N Kota Yoyakarta termasuk ke dalam kategori tinggi. Kategori tinggi terdapat 145 guru pengampu kelas bawah. Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang masih tergolong baru di dunia pendidikan. Keberhasilan suatu implementasi pembelajaran tematik dapat ditentukan dari perencanaan dan cara menyampaikan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswa (Majid, 2014: 96). Para guru dituntut untuk bisa merancang dan melaksanakan pembelajaran tematik (Majid, 2014: 85). Guru juga dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, kreatifitas tinggi dan kemampuan metodologi yang handal dalam mengembangkan sebuah materi pelajaran (Majid, 2014: 93). Guru dituntut untuk bisa mengemas sebuah pembelajaran menjadi menarik. Pembelajaran yang menarik dapat ditemukan pada pembelajaran tematik. Triyanto (2010: 172) menjelaskan bahwa pembelajaran tematik tidaklah mudah untuk diterapkan. Alasannya karena pembelajaran tematik memerlukan kreativitas

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 yang tinggi dalam menyampaikan materi. Pembelajaran tematik menuntut guru untuk bisa mengeksplorasi kemampuan mengajarnya. Guru dikatakan berhasil, apabila guru tersebut mampu menyampaikan materi dalam sebuah pembelajaran yang membuat siswa senang. Guru yang mampu menciptakan suasana yang menyenangkan tentu akan mengetahui tahapan dalam pembelajaran tematik. Majid (2004: 129) menjelaskan bahwa terdapat tiga tahapan dalam pembelajaran tematik. Tahapan tersebut adalah adalah kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Hasil dari penelitian pada rumusan masalah yang pertama menunjukkan bahwa tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah tergolong dalam kategori cukup tinggi. Guru dalam kategori tinggi mempunyai kemampuan mengajar materi dalam suatu pembelajaran tematik yang sudah baik. 2. Perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik. Hasil analisis rumusan masalah yang kedua menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik dengan lama mengajar pembelajaran tematik. Hipotesis penelitian menunjukkan bahwa Ho gagal ditolak dan Ha ditolak, yang mempunyai arti bahwa hipotesis penelitian tidak sesuai dengan pengujian statistik. Pernyataan tersebut diambil berdasarkan taraf signifikan yang telah diperoleh yaitu sebesar 0, 511 (α >0,05). Mangkunegara (dalam Chaerunniza, 2012: 14) mengatakan bahwa lama mengajar tematik menjadi peramal terhadap produktivitas siswa. Guru yang masih muda belum memiliki pengalaman mengajar (Perie & Baker dalam Donald, 2014:

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 5). Guru yang mempunyai pengalaman mengajar tematik lebih lama, akan lebih bisa menerapkan pembelajaran tematik dengan lebih baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik ditinjau dari faktor demografi lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik. Buchori (dalam Supardi, 2013: 27) berpendapat bahwa ada lima hal yang mempengaruhi implementasi pembelajaran tematik. Lima hal tersebut adalah sebagai berikut : 1) jenis kewenangan yang diberikan kepada guru, 2) kualitas atasan yang mengawasi, 3) kebebasan yang dberikan kepada guru, 4) hubungan guru dengan para siswa, 5) pengetahuan guru tentang dirinya sendiri dan kepercayaan diri yang dimiliki oleh guru. Buchori menjelaskan bahwa lama mengajar menggunakan pembelajaan tematik tidak berpengaruh terhadap implementasi pembelajaran tematik. Zubaidah (2013) menjelaskan bahwa pembelajaran tematik merupakan rencangan baru yang dibuat oleh pemerintah dan memerlukan proses lama dalam mematangkan pembelajaran tersebut. Zubaidah juga mengatakan bahwa Fransiska Suslawati seorang Kepala Sekolah Dasar Nasional Plus Bogor Raya telah menerapkan pembelajaran tematik sejak tahun 2005. Fransiska menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun menjalankan pembelajaran tematik, akan tetapi implementasi pembelajaran tematik masih jauh dari kata sempurna. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengalaman guru dalam mengajar pembelajaran tematik tidak menjamin berhasilnya seorang guru dalam mengajarkan dengan menggunakan pembelajaran tematik. Guru diharapkan mampu meningkatkan kualitas mengajar menggunakan pembelajaran

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 tematik, sehingga guru dapat memiliki mengajar pembelajaran tematik (Sumitro dalam Anindita, 2012: 39) Jadi, dapat disimpulkan bahwa tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah ditinjau dari faktor demografi lama mengajar menggunakan pembelajaran tematik tidak terdapat perbedaan. 3. Perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari jumlah jam training pembelajaran tematik? Hasil analisis rumusan masalah yang kedua menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik dengan jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Hasil analisis dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t-test. Peneliti menduga terdapat perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah ditinjau dari jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Hasil dari Independent Sample t-test Test adalah Asymp. Sign. 0.439, yang berarti α > 0,05. Hal ini menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah dengan faktor demografi jumlah jam training. As’ad (dalam Noviana, 2007: 8) berpendapat bahwa dengan adanya jam training kualitas dan kuantitas pekerjaannya akan lebih baik dan akan lebih sedikit berbuat kesalahan. Guru yang telah melalui jam training lebih lama akan membentuk keahlian dalam bidang pendidikan (Pajar, 2008: 36). Pendapat lain disampaikan oleh Supriadi. Supardi (2013: 38-39) menjelaskan bahwa usaha-usaha

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 yang dapat dilakukan dalam meningkatkan implementasi pembelajaran adalah kualitas kepemimpinan kepala sekolah, kadar kepercayaan, interaksi yang baik, tanggung jawab dan intensif yang adil. Supardi menambahkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi implementasi pembelajaran adalah keadaan bangungan suatu sekolah, sistem sosial, motivasi dan penghasilan. Supardi menjelaskan bahwa tidak terdapat perbedaan antara tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah ditinjau dari faktor jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah ditinjau dari faktor demografi jumlah jam training menggunakan pembelajaran tematik tidak terdapat perbedaan.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V terdiri dari tiga bagian. Bagian-bagian tersebut adalah kesimpulan, keterbatasan, dan saran. A. Kesimpulan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat implementasi pembelajaran tematik yang dilakaukan oleh guru-guru kelas bawah di SDN se-Kota Yogyakarta, apakah terdapat perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari jumlah jam training pembelajaran tematik, dan apakah terdapat perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari lama mengajar pembelajaran tematik. 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru pengampu kelas bawah di SD Negeri kota Yogyakarta termasuk ke dalam kategori tinggi dalam pelaksanaannya. Hasil pengolahan data menggunakan distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebanyak 145 reponden mendapatkan presentase sebesar 76,72%. Hasil tersebut menyatakan bahwa sebagian dari responden termasuk ke dalam kategori tinggi. 131

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 2. Tidak terdapat perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari lama mengajar pembelajaran tematik? Rumusan masalah yang ketiga tidak terdapat perbedaan tingkat imlementasi pembelajaran tematik dengan lama mengajar pembelajaran tematik. Rumusan masalah yang ketiga dihitung dengan menggunakan Independent Sample t-test. Independent Sample t-test mempunyai Asymp. Sign. sebesar 0.577. Asymp. Sign. sebesar 0.511 yang berarti α > 0,05, yang memiliki arti bahwa Ho gagal ditolak. Ho gagal ditolak memiliki arti bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran dengan lama mengajar pembelajaran tematik. 3. Tidak terdapat perbedaan implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari jumlah jam training pembelajaran tematik. Rumusan masalah yang kedua tidak terdapat perbedaan tingkat imlementasi pembelajaran tematik dengan jumlah jam training pembelajaran tematik. Rumusan masalah yang kedua dihitung dengan menggunakan Independent Sample t-test. Independent Sample t-test mempunyai Asymp. Sign. sebesar 0.439. Asymp. Sign. sebesar 0.439 yang berarti α > 0,05, yang memiliki arti bahwa Ho gagal ditolak. Ho gagal ditolak memiliki arti bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi pembelajaran dengan jam training menggunakan pembelajaran tematik.

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 B. Keterbatasan Keterbatasan yang dialami oleh peneliti adalah: 1. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dilakukan secara mandiri. Pengisian kuesionr secara mandiri oleh responden menyebabkan peneliti tidak bisa mengukur tingkat kejujuran responden. 2. Waktu penelitian dilakukan setelah Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal, sehingga responden merasa terbebani. Hal ini berpengaruh pada tingkat pengembalian kuesioner. 3. Pengembalian kuesioner bersamaan dengan kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL), hal ini menyebabkan peneliti kesulitan dalam membagi waktu. 4. Indikator dalam kuesioner masih bisa dikembangkan. C. Saran Saran untuk penelitian ini adalah: 1. Instrumen pengambilan data tidak hanya menggunakan kuesioner saja, namun bisa ditambahkan observasi dengan responden agar data yang diperoleh lebih dapat dipercaya. 2. Waktu penelitian sebaiknya dilakukan sebelum Ujian Akhir Semester (UAS), agar responden lebih memiliki waktu untuk mengisi kuesioner yang diberikan. 3. Penelitian dilakukan sebelum pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) agar tidak kesulitan dalam membagi waktu.

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 4. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih detail mengenai kualitas kuesioner melalui analisis.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Agus Taufiq, Hera Mikarsa dan Puji Prianto.2010. Pendidikan Anak di SD.Jakarta: Hak Penebitan pada Penerbit Universitas Terbuka Arikunto,Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.Rineka Cipta Azwar, Saifuddin. 1997. Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Chairunniza. 2012. Pengnaruh Karakterristik Demografi dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Aceh Utara. Jakarta: Universitas Terbuka Dilek, Dursun. 2002. Using a thematic teaching approach based on pupil’s skill and interest and social studies teaching. Istanbul: Marmara University (Thesis) Depdiknas. 2006. Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal Sekolah Dasar. Jakarta: Puskur Balitbang __________. 2008. Laporan hasil diskusi: Kajian kurikulum pendidikan dasar. Jakarta: Puskur Balitbang. Erlinayanti, Anindita. 2012. Pengaruh Latar Belakang Pendidikan,Pengalaman Mengajar dan Etos Kerja Guru Terhadap Kompetensi Profesional Guru Pkn di SMA Negeri di Kabupaten Magelang .S1. Skripsi (online). diakses dari httpeprints.uny.ac.id85353BAB%202-20-%2005401241036.pdf Field, A. (2009) .Discovery statistics using SPSS third edition. London: SAGE Publication ltd. 135

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hernawan.2012. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Banten: Universitas Terbuka Indrawati. Model Pembelajaran Terpadu. 2009. Jakarta: Pusat Pengebangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam Johnshon, B & Chistensen, L. (2008). Education research third edition. USA: SAGE Publication. Kunandar, S.Pd., M.Si. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2010. Reformasi Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Krejcie dan Morgan. 1970. Determining sample size for research activities. Penelitian. University of Minnesota. Majid, Abdul. 2014. Pembelajaran tematik terpadu. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Martono, Nanang. 2010. Statistik sosial: Teori dan aplikasi program SPSS. Yogyakarta: Gava Media. Masdjo.1995. Penilian Pencapaian Hasil Belajar di Sekolah.Yogyakarta: Penerbit Kanisius Morrisan. 2012. Metode penelitian survei. Jakarta: PT. Kencana Prenadamedia 136

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mulyasa, H.E. 2010. Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nordstokke. (2011).The operating characteristics od the non parametric Lavene’s test for equal variances with assesment and evaluation data. Practical assesment, rearch and evaluation.10(5), p.1-8. Noviana, Ria. 2007. Pengaruh Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. Malang. Skripsi Nuh, Mohhmmad. 2013. Menyambut Kurikulum 2013. Palmerah Selatan: PT Kompas Media Nusantara Nurkhayati, Siti. 2012. Implementasi model pembelajaran tematik di kelas III sekolah dasar pada gugus 1 Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul. Yogyakarta: Skripsi (Online) (http:// eprints.uny.ac.id/7842/1/cover%20- %2008108241111.pdf diakses 12 Januari 2014). Prastowo, Andi. 2013. Pengembangan bahan ajar tematik. Yogyakarta: Diva Press Rede, Amram. 2009.Pembelajaran Tematk Pemanasan Global dan Kesadaran Diri Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Riduan.2008.Dasar-dasar statistika. Bandung:Alfabeta Rismiati, Catur. 2012. Teachers’ concerns regarding the implementation of integrated thematic instruction: a study of primary grade teachers in Kanisius Catholic Schoolsin Yogyakarta, Indonesia. Loyola University Chicago. 137

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sadri, Ni Wayan. Studi Evaluasi Implementasi Pembelajaran Tematik Pada Sekolah Dasar Gugus I Denpasar Tiimur Di Denpasar.Skripsi Sanaky, Hujair. A.H. 2009. Reformasi pendidikan suatu keharusan untuk memasuki milenium III (Suatu renungan untuk pendidikan Islam). Makalah. Santoso, Singgih. 2012 .Aplikasi SPSS ada Statistik Nonparametrik.Jakarta: PT Elex Media Komputindo Susanto, A. (2013).Teori pembelajaran di sekolah dasar.Jakarta:Kencana _______. 2010. Statistik Prametrik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Siregar, S. 2010. Statistika Deskriptif untuk Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Sofian dan Tukiran. 2012. Metode Penelitian Survei. Jakarta: Perpustakaan Nasional Sugiyono. 2009. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. __________. 2011. Metodologi penelitian kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Supardi. 2013. Kinerja Guru. Depok: PT Rajagrafindo Persada Trianto. 2010. Mengembangkan model pembelajaran tematik. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya __________. 2012. Model pembelajaran terpadu. Jakarta: Bumi Aksara __________. 2011. Desain pengembangan pembelajaran tematik bagi anak usia dini TK/RA/dan anak kelas awal SD/MI. Jakarta : Kencana. 138

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uyanto, Stannislaus. 2009. Pedoman Analisis Data Dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu Zahara, Rita. 2011. Pengaruh Tematik Terhadap Hasil Belajar IPA. Jakarta: Skripsi (online) (http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/5015/1/101968RITA%20ZAHARA-FITK.PDF, diakses pada 15 Januari 2014) 139

(159) 140 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1: Surat Ijin Penelitian dan Surat Ijin telah Melakukan Penelitian

(160) 141 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI -

(161) 142 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(162) 143 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(163) 144 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2: Expert Judgement

(164) 145 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(165) 146 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(166) 147 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(167) 148 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(168) 149 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(169) 150 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(170) 151 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(171) 152 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(172) 153 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(173) 154 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(174) 155 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(175) 156 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(176) 157 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(177) 158 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(178) 159 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(179) 160 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(180) 161 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(181) 162 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(182) 163 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(183) 164 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(184) 165 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(185) 166 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(186) 167 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(187) 168 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(188) 169 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(189) 170 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(190) 171 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(191) 172 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(192) 173 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(193) 174 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(194) 175 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(195) 176 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(196) 177 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(197) 178 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(198) 179 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(199) 180 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(200) 181 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(201) 182 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(202) 183 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(203) 184 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(204) 185 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(205) 186 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(206) 187 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(207) 188 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(208) 189 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(209) 190 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(210) 191 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(211) 192 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(212) 193 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(213) 194 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(214) 195 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(215) 196 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(216) 197 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(217) 198 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(218) 199 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(219) 200 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(220) 201 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(221) 202 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(222) 203 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(223) 204 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(224) 205 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(225) 206 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(226) 207 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(227) 208 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(228) 209 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(229) 210 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(230) 211 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(231) 212 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(232) 213 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(233) 214 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(234) 215 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(235) 216 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(236) 217 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(237) 218 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(238) 219 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3: Validitas Muka

(239) 220 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(240) 221 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(241) 222 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(242) 223 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(243) 224 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(244) 225 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(245) 226 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(246) 227 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(247) 228 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(248) 229 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 : Data Validitas indikator 1 c 53.2.1 100.3.1 100.1.1 25.3 50.2.1 90.2.1 46.2.1 18.3 43.2.1 92.2.1 16.1 86.2.1 16.3 52.1.1 97.3.1 44.3.1 47.2.1 93.1.1 6 8 a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an indikator 2 indikator 3 indikator 4 indikator 5 indikator 6 indikator 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 total 4 4 2 2 2 2 2 4 5 2 2 5 5 3 2 2 4 2 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 5 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 5 5 3 5 3 5 2 2 4 3 4 4 5 5 3 3 3 3 4 2 3 5 1 1 4 3 2 2 3 4 2 2 4 3 4 4 5 3 4 3 4 2 2 5 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 5 . 5 4 5 2 5 3 5 4 2 4 4 3 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 2 4 5 3 2 4 4 4 5 3 4 5 3 4 5 3 5 5 4 4 5 3 5 5 4 4 3 . 4 5 4 5 3 4 2 5 2 5 4 2 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 3 4 4 3 5 5 5 2 3 4 3 4 3 4 1 1 3 5 4 4 3 3 4 4 5 3 3 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 3 3 5 4 5 4 4 5 3 4 5 5 4 3 4 2 4 4 2 4 2 4 3 3 4 2 4 2 4 3 2 2 4 3 5 3 3 4 . 4 3 3 5 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 2 2 4 3 2 4 4 3 5 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 3 3 2 3 3 4 2 4 3 1 2 1 4 1 2 2 3 3 3 3 3 3 1 4 . 5 4 3 4 4 4 2 4 3 2 3 4 3 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 2 4 4 3 3 4 4 2 4 5 5 4 3 4 4 5 4 4 4 4 5 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 3 4 4 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 5 4 3 4 5 3 3 4 4 4 4 3 4 5 4 4 2 5 4 2 3 5 3 5 2 2 3 2 4 3 1 4 4 4 4 3 2 5 3 1 4 2 3 5 3 5 3 4 3 4 3 2 2 4 4 4 3 4 3 2 3 5 5 4 4 3 4 2 4 5 4 3 2 4 5 4 4 4 5 4 5 3 5 3 4 3 3 3 3 4 4 5 4 3 3 1 3 2 1 5 2 2 3 3 3 2 3 1 1 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 5 2 3 4 5 4 4 3 1 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 3 2 3 4 2 3 4 3 3 3 3 2 5 4 3 4 2 3 5 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 1 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 5 4 2 4 4 2 3 5 1 4 5 2 2 2 5 2 5 1 3 2 2 3 1 3 3 3 2 4 3 4 2 3 4 2 3 4 5 3 5 3 1 4 4 5 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 2 3 5 1 3 4 2 3 2 3 3 5 1 3 2 2 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 2 4 5 3 4 2 1 3 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 3 5 5 5 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 3 3 5 1 5 3 2 2 4 3 3 5 3 3 2 2 2 4 2 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 5 4 4 2 1 4 3 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 3 3 4 2 3 4 3 5 3 4 4 4 3 2 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 5 4 2 4 5 3 3 2 4 4 4 5 3 5 2 2 2 4 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 5 5 2 2 2 3 4 3 5 1 4 4 3 2 1 3 2 5 3 3 4 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 5 3 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 3 4 4 3 5 3 3 4 4 5 5 5 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 2 3 5 5 3 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 2 2 2 2 2 5 1 3 1 2 5 4 4 3 3 2 4 4 2 2 3 3 3 2 3 3 1 2 3 3 3 3 4 5 1 2 2 4 2 4 2 3 4 3 3 3 5 4 2 4 5 3 2 4 4 3 3 2 3 2 2 5 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 3 . 5 5 5 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 5 1 3 4 4 4 4 4 3 3 4 5 . 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 3 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 1 4 3 2 5 3 3 2 2 4 4 4 4 4 2 2 3 4 4 4 5 3 4 2 5 2 3 4 3 3 4 5 . 4 4 1 4 4 5 4 4 2 4 4 5 2 5 3 5 4 2 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 2 4 5 5 5 4 2 3 4 5 4 4 4 5 4 3 3 3 3 4 4 2 4 3 4 2 4 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 4 4 2 3 1 1 3 2 2 3 3 3 2 4 1 1 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 1 2 3 1 1 3 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 1 3 1 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 3 3 2 3 1 2 3 3 2 1 3 2 2 1 4 4 4 1 2 2 2 3 2 4 2 4 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 1 2 4 4 4 4 5 4 5 3 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 1 2 5 3 5 3 3 3 2 4 4 5 5 5 3 2 2 5 2 3 5 3 3 2 3 2 3 4 4 2 3 3 3 2 2 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 5 4 3 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 3 4 4 3 4 5 3 3 5 4 3 3 3 4 5 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 2 3 4 5 2 5 4 3 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 3 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 5 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 5 4 5 3 3 3 4 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 5 2 5 3 4 4 3 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 3 5 3 5 4 3 3 3 5 4 4 5 5 4 5 5 2 4 5 5 4 3 3 4 4 3 3 5 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 5 5 3 4 3 4 4 4 5 3 4 4 4 3 . 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 4 3 3 4 4 3 2 3 5 5 3 4 3 2 2 3 2 3 4 3 3 3 4 2 4 3 4 2 4 4 4 3 2 4 4 3 4 4 230 120 97 110 99 109 109 111 87 121 104 110 101 101 108 99 110 118 110 100 106 103 71 91 102 80 101 92 86 81 89 98 91 109 86 95 79 65 84 92 86 96 102 87 97 82 101 75 90 110 101 84 105 115 85 102 92 86 102 100 105 101

(250) 231 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5: Hasil Validitas

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6: Data Reliabilitas 1 2 3 4 5 6 7 8 4 4 2 2 2 2 2 4 5 2 2 5 5 3 2 2 4 2 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 5 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 5 5 3 5 3 5 2 2 4 3 4 4 5 5 3 3 3 3 4 2 3 5 1 1 4 3 2 2 3 4 2 2 4 3 4 4 5 3 4 3 4 2 2 5 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 5 3 4 2 5 2 5 4 2 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 3 4 4 3 5 5 5 2 3 4 3 4 3 4 1 1 3 5 4 4 3 3 4 4 5 3 3 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 3 3 5 4 5 4 4 5 3 4 5 5 4 3 4 2 4 4 2 4 2 4 3 3 4 2 4 2 4 3 2 2 4 3 5 3 3 4 . 4 3 3 5 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 5 4 4 4 4 5 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 3 4 4 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 5 4 3 4 5 3 3 4 4 4 4 3 4 5 . 5 4 5 2 5 3 5 4 2 4 4 3 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 2 4 5 3 2 4 4 4 5 3 4 5 3 4 5 3 5 5 4 4 5 3 5 5 4 4 3 . 4 2 2 4 3 2 4 4 3 5 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 3 3 2 3 3 4 2 4 3 1 2 1 4 1 2 2 3 3 3 3 3 3 1 4 . 5 4 3 4 4 4 2 4 3 2 3 4 3 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 2 4 4 3 3 4 4 2 4 5 5 4 3 4 4 10 11 12 13 14 15 17 18 20 21 23 24 25 26 27 28 total 1 2 2 2 1 2 1 3 1 3 2 3 3 3 3 2 2 1 2 3 3 5 3 4 5 1 4 4 3 3 3 4 3 5 5 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 1 4 3 2 1 2 2 3 5 2 2 2 2 5 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 3 2 3 4 2 3 4 3 3 3 3 2 5 4 3 4 2 3 5 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 1 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 5 4 2 4 4 2 3 5 1 4 5 2 2 2 5 2 5 1 3 2 2 3 1 3 3 3 2 4 3 4 2 3 4 2 3 4 5 3 5 3 1 4 4 5 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 2 3 5 1 3 4 2 3 2 3 3 5 1 3 2 2 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 2 4 5 3 4 2 1 3 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 3 5 5 5 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 3 3 5 1 5 3 2 2 4 3 3 5 3 3 2 2 2 4 2 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 5 4 4 2 1 4 3 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 3 3 4 2 3 4 3 5 3 4 4 4 3 2 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 5 4 2 4 5 3 3 2 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 5 3 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 3 4 4 3 5 3 3 4 4 5 5 5 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 2 3 5 5 3 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 2 2 2 2 2 5 1 3 1 2 5 4 4 3 3 2 4 4 2 2 3 3 3 2 3 3 1 2 3 3 3 3 4 5 1 2 2 4 2 4 2 3 4 3 3 3 5 4 2 4 5 3 2 4 4 3 3 2 3 2 2 4 4 4 4 5 5 5 3 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 1 4 3 2 5 3 3 2 2 4 4 4 4 4 2 2 3 4 4 4 5 3 4 2 5 2 3 4 3 3 4 5 . 4 4 1 4 4 5 4 4 2 4 4 5 2 5 3 5 4 2 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 2 4 5 5 5 4 2 3 4 5 4 4 4 5 4 3 3 3 3 4 4 2 4 3 4 2 4 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 4 5 4 2 2 4 4 5 4 5 3 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 3 3 4 3 5 4 3 3 4 5 3 4 4 5 2 2 2 5 4 4 4 3 4 2 4 2 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 5 4 5 3 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 1 2 5 3 5 3 3 3 2 4 4 5 5 5 3 2 2 5 2 3 5 3 3 2 3 2 3 4 4 2 3 3 3 2 2 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 5 4 3 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 3 4 4 3 4 5 3 3 5 4 3 3 3 4 5 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 2 3 4 5 2 5 4 3 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 3 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 5 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 5 4 5 3 3 3 4 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 5 2 5 3 4 4 3 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 3 5 3 5 4 3 3 3 5 4 4 5 5 4 5 5 2 4 5 5 4 3 3 4 4 3 3 5 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 5 5 3 4 3 4 4 4 5 3 4 4 4 3 . 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 4 3 3 4 4 3 2 3 5 5 3 4 3 2 2 3 2 3 4 3 3 3 4 2 4 3 4 2 4 4 4 3 2 4 4 3 4 4 97 81 96 87 91 94 98 74 105 91 94 91 91 97 88 96 107 97 87 96 91 64 80 98 68 88 86 76 70 77 88 79 97 80 90 64 55 70 84 78 83 90 76 85 66 94 62 78 95 92 71 92 100 76 89 80 77 89 85 97 87 232

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7: Hasil Relibiitas Reliability Case Processing Summary N Cases % Valid 54 28.4 Excludeda 136 71.6 Total 190 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Cronbach's Alpha .891 Items N of Items .898 24 233

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Item Statistics Mean Std. Deviation N item1 3.09 .896 54 item2 3.48 1.059 54 item3 3.96 .846 54 item4 3.78 1.022 54 item5 3.61 .920 54 item6 3.26 .955 54 item7 4.02 .658 54 item8 3.70 .768 54 item10 2.78 1.110 54 item11 3.52 .818 54 item12 3.24 1.132 54 item13 3.19 .953 54 item14 3.52 1.077 54 item15 3.67 .847 54 item17 4.02 .687 54 item20 3.76 1.008 54 item21 3.80 .810 54 item23 3.81 .779 54 item24 3.59 1.037 54 item25 3.94 .763 54 item26 3.96 .776 54 item27 3.83 .771 54 item28 3.41 .765 54 item19 4.02 .835 54 234

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236 Summary Item Statistics Mean Item Means Item Variances Minimum 3.623 .805 Maximum 2.778 .434 Range 4.019 1.281 1.241 .847 Maximum / Minimum Variance 1.447 2.953 .110 .062 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted item_1 item_2 item_3 item_4 item_5 item_6 item_7 item_8 item_10 item_11 item_12 item_13 item_14 item_15 item_17 item_19 item_20 item_21 item_23 item_24 item_25 item_26 item_27 item_28 83.87 83.48 83.00 83.19 83.35 83.70 82.94 83.26 84.19 83.44 83.72 83.78 83.44 83.30 82.94 82.94 83.20 83.17 83.15 83.37 83.02 83.00 83.13 83.56 Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation 127.209 120.443 126.377 117.890 119.213 123.609 128.091 120.498 147.701 121.006 116.242 117.384 114.516 120.137 122.846 122.204 115.260 125.349 119.563 118.049 120.547 120.604 124.832 122.855 .218 .467 .280 .608 .615 .372 .261 .672 -.612 .597 .610 .684 .726 .623 .598 .515 .745 .353 .719 .589 .674 .657 .406 .529 .510 .486 .600 .725 .603 .589 .439 .776 .792 .705 .737 .844 .781 .685 .718 .550 .751 .661 .833 .843 .777 .782 .589 .751 Cronbach's Alpha if Item Deleted .893 .887 .892 .883 .883 .890 .891 .883 .917 .884 .883 .881 .880 .884 .885 .886 .879 .890 .882 .884 .883 .883 .889 .886 N of Items 24 24

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 : Data Asli 237

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Asli Lama Mengajar Menggunakan Pembelajaran Tematik 238

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Asli Jumlah Jam Training Menggnakan Pembelajaran Tematik 239

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 : Hasil Perhitungan Daftar Distribusi Frekuensi Perhitungan dengan daftar frekuensi: Jarak atau rentangan (R) = data tertinggi – data terendah = 128 – 49 = 79 Panjang kelas interval (K) = = =15,8 dibulatkan menjadi 16 Kategori Panjang Kelas Frekunsi Presentase Sangat Tinggi 113 – 128 34 17,99% Tinggi 97 – 112 145 76,725 Cukup 81- 96 10 5,29% Rendah 65 – 80 0 0% Sangat Rendah 48 - 64 0 0% 189 100% Total Keterangan: Keterangan: 1. = 17,99% 2. = 76,72% 3. = 5,29% 4. = 0% 5. = 0% 240

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 : Hasil distribusi Frekuensi Faktor Demografi Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Perhitungan dengan daftar frekuensi: Jarak atau rentangan (R) = Data tertinggi – data terendah = 96 – 1 =95 Jumlah kelas (K) =2 Panjang Kelas Interval (K) =P= = = 47,5 (dibulatkan menjadi 48) Panjang kelas interval : Panjang Kelas Kategori 1 – 48 Junior 49 -96 Senior 241

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242 Lampiran 11 : Uji Normalitas Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Kategori Junior Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum implem_lm_mengajar 157 91.83 8.383 44 120 rentang_lm_mengjr 157 1.00 .000 1 1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test implem_lm_menga rentang_lm_mengj jar N Normal Parametersa Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) r 157 157 Mean 91.83 1.00 Std. Deviation 8.383 .000c Absolute .103 Positive .103 Negative -.099 1.294 .070 a. Test distribution is Normal. c. The distribution has no variance for this variable. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test cannot be performed.

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PPlot Model Description Model Name MOD_5 Series or Sequence 1 implem_lm_mengajar Transformation None Non-Seasonal Differencing 0 Seasonal Differencing 0 Length of Seasonal Period No periodicity Standardization Not applied Distribution Type Normal Location Estimated Scale Estimated Fractional Rank Estimation Method Blom's Rank Assigned to Ties Mean rank of tied values Applying the model specifications from MOD_5 Case Processing Summary implem_lm_menga jar Series or Sequence Length 157 Number of Missing Values in the User-Missing Plot System-Missing 0 0 The cases are unweighted. Estimated Distribution Parameters implem_lm_menga jar Normal Distribution Location 91.83 Scale 8.383 The cases are unweighted. 243

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Frequencies Statistics implem_lm_mengajar N Valid Missing Skewness Std. Error of Skewness 157 0 -.570 .194 Minimum 44 Maximum 120 245

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI implem_lm_mengajar Frequency Valid Percent 44 1 74 1 75 2 80 1 81 5 82 3 83 2 84 Cumulative Percent Valid Percent .6 .6 .6 .6 1.3 1.3 1.3 2.5 .6 .6 3.2 3.2 3.2 6.4 1.9 1.9 8.3 1.3 1.3 9.6 2 1.3 1.3 10.8 85 9 5.7 5.7 16.6 86 7 4.5 4.5 21.0 87 6 3.8 3.8 24.8 88 10 6.4 6.4 31.2 89 10 6.4 6.4 37.6 90 9 5.7 5.7 43.3 91 11 7.0 7.0 50.3 92 17 10.8 10.8 61.1 93 6 3.8 3.8 65.0 94 6 3.8 3.8 68.8 95 9 5.7 5.7 74.5 96 4 2.5 2.5 77.1 97 4 2.5 2.5 79.6 98 5 3.2 3.2 82.8 99 4 2.5 2.5 85.4 100 4 2.5 2.5 87.9 101 3 1.9 1.9 89.8 102 4 2.5 2.5 92.4 103 3 1.9 1.9 94.3 105 2 1.3 1.3 95.5 106 1 .6 .6 96.2 107 2 1.3 1.3 97.5 113 1 .6 .6 98.1 114 1 .6 .6 98.7 118 1 .6 .6 99.4 120 1 .6 .6 100.0 157 100.0 100.0 Total .6 246

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 247

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 248 Lampiran 12 : Uji Normalitas Lama Mengajar Pembelajaran Tematik Kategori Senior Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum implem_lm_mengajar 22 93.05 5.753 82 107 rentang_lm_mengjr 22 2.00 .000 2 2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test implem_lm_menga rentang_lm_mengj jar N Normal Parameters a Most Extreme Differences r 22 22 Mean 93.05 2.00 Std. Deviation 5.753 .000c Absolute .116 Positive .116 Negative -.099 Kolmogorov-Smirnov Z .544 Asymp. Sig. (2-tailed) .929 a. Test distribution is Normal. c. The distribution has no variance for this variable. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test cannot be performed.

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PPlot Model Description Model Name MOD_6 Series or Sequence 1 implem_lm_mengajar Transformation None Non-Seasonal Differencing 0 Seasonal Differencing 0 Length of Seasonal Period No periodicity Standardization Not applied Distribution Type Normal Location estimated Scale estimated Fractional Rank Estimation Method Blom's Rank Assigned to Ties Mean rank of tied values Applying the model specifications from MOD_6 Case Processing Summary implem_lm_menga jar Series or Sequence Length 22 Number of Missing Values in the User-Missing Plot System-Missing 0 0 The cases are unweighted. Estimated Distribution Parameters implem_lm_menga jar Normal Distribution Location 93.05 Scale 5.753 The cases are unweighted. 249

(269) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 250

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Frequencies Statistics implem_lm_mengajar N Valid 22 Missing 0 Skewness .623 Std. Error of Skewness .491 Minimum 82 Maximum 107 implem_lm_mengajar Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent 82 1 4.5 4.5 4.5 86 1 4.5 4.5 9.1 88 2 9.1 9.1 18.2 89 2 9.1 9.1 27.3 90 2 9.1 9.1 36.4 91 2 9.1 9.1 45.5 92 1 4.5 4.5 50.0 93 2 9.1 9.1 59.1 94 2 9.1 9.1 68.2 95 1 4.5 4.5 72.7 96 1 4.5 4.5 77.3 97 1 4.5 4.5 81.8 98 1 4.5 4.5 86.4 101 1 4.5 4.5 90.9 103 1 4.5 4.5 95.5 107 1 4.5 4.5 100.0 Total 22 100.0 100.0 251

(271) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 252

(272) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 253 Lampiran 13 : Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis Lama Mengajar Menggunakan Pembelajaran Tematik Group Statistics rentang_ lm_meng jr implem_lm_mengajar N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 157 91.83 8.383 .669 2 22 93.05 5.753 1.226 Independent Samples Test implem_lm_mengajar Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Equal variances Equal variances assumed not assumed 1.144 Sig. .286 T -.659 -.871 Df 177 34.940 Sig. (2-tailed) .511 .389 -1.217 -1.217 1.847 1.397 Lower -4.863 -4.054 Upper 2.428 1.619 Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference

(273) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 : Hasil distribusi Frekuensi Faktor Demografi Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Perhitungan dengan daftar frekuensi: Jarak atau rentangan (R) = Data tertinggi – data terendah = 88 – 1 =87 Jumlah kelas (K) =2 Panjang Kelas Interval (K) =P= = =43,5 (dibulatkan menjadi 44) Panjang kelas interval : Panjang Kelas Kategori 1 – 44 Sedikit 45 - 88 Banyak 254

(274) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 : Uji Normalitas Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Kategori Sedikit Descriptive Statistics N Implem_Jml_training Mean 153 Std. Deviation 92.08 Minimum 8.272 44 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Implem_Jml_traini ng N Normal Parametersa Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. 153 Mean 92.08 Std. Deviation 8.272 Absolute .107 Positive .107 Negative -.104 1.328 .059 Maximum 120 255

(275) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PPlot Model Description Model Name MOD_1 Series or Sequence 1 Implem_Jml_training Transformation None Non-Seasonal Differencing 0 Seasonal Differencing 0 Length of Seasonal Period No periodicity Standardization Not applied Distribution Type Normal Location estimated Scale estimated Fractional Rank Estimation Method Blom's Rank Assigned to Ties Mean rank of tied values Applying the model specifications from MOD_1 Case Processing Summary Implem_Jml_traini ng Series or Sequence Length 153 Number of Missing Values in the User-Missing Plot System-Missing 0 0 The cases are unweighted. Estimated Distribution Parameters Implem_Jml_traini ng Normal Distribution Location 92.08 Scale 8.272 The cases are unweighted. 256

(276) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Frequencies Statistics Implem_Jml_training N Valid Missing 153 0 257

(277) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Implem_Jml_training Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent 44 1 .7 .7 .7 74 1 .7 .7 1.3 75 1 .7 .7 2.0 79 1 .7 .7 2.6 80 1 .7 .7 3.3 81 2 1.3 1.3 4.6 82 2 1.3 1.3 5.9 83 3 2.0 2.0 7.8 84 2 1.3 1.3 9.2 85 8 5.2 5.2 14.4 86 9 5.9 5.9 20.3 87 3 2.0 2.0 22.2 88 12 7.8 7.8 30.1 89 8 5.2 5.2 35.3 90 9 5.9 5.9 41.2 91 11 7.2 7.2 48.4 92 18 11.8 11.8 60.1 93 7 4.6 4.6 64.7 94 6 3.9 3.9 68.6 95 9 5.9 5.9 74.5 96 4 2.6 2.6 77.1 97 4 2.6 2.6 79.7 98 5 3.3 3.3 83.0 99 4 2.6 2.6 85.6 100 3 2.0 2.0 87.6 101 4 2.6 2.6 90.2 102 3 2.0 2.0 92.2 103 3 2.0 2.0 94.1 105 1 .7 .7 94.8 106 1 .7 .7 95.4 107 3 2.0 2.0 97.4 113 1 .7 .7 98.0 114 1 .7 .7 98.7 118 1 .7 .7 99.3 120 1 .7 .7 100.0 153 100.0 100.0 Tota l 258

(278) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 259

(279) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 : Uji Normalitas Jumlah Jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Kategori Banyak Descriptive Statistics N Implem_Jml_training Mean 30 Std. Deviation 90.83 Minimum 6.958 75 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Implem_Jml_traini ng N Normal Parametersa Most Extreme Differences 30 Mean 90.83 Std. Deviation 6.958 Absolute .137 Positive .137 Negative -.124 Kolmogorov-Smirnov Z .752 Asymp. Sig. (2-tailed) .624 a. Test distribution is Normal. Maximum 105 260

(280) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PPlot Model Description Model Name MOD_2 Series or Sequence 1 Implem_Jml_training Transformation None Non-Seasonal Differencing 0 Seasonal Differencing 0 Length of Seasonal Period No periodicity Standardization Not applied Distribution Type Normal Location estimated Scale estimated Fractional Rank Estimation Method Blom's Rank Assigned to Ties Mean rank of tied values Applying the model specifications from MOD_2 Case Processing Summary Implem_Jml_traini ng Series or Sequence Length 30 Number of Missing Values in the User-Missing 0 Plot 0 System-Missing The cases are unweighted. Estimated Distribution Parameters Implem_Jml_traini ng Normal Distribution Location 90.83 Scale 6.958 The cases are unweighted. 261

(281) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Frequencies Statistics Implem_Jml_training N Valid Missing 30 0 262

(282) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Implem_Jml_training Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 75 1 3.3 3.3 3.3 81 2 6.7 6.7 10.0 82 1 3.3 3.3 13.3 85 1 3.3 3.3 16.7 87 5 16.7 16.7 33.3 88 1 3.3 3.3 36.7 89 5 16.7 16.7 53.3 90 1 3.3 3.3 56.7 91 2 6.7 6.7 63.3 94 2 6.7 6.7 70.0 95 1 3.3 3.3 73.3 96 1 3.3 3.3 76.7 97 2 6.7 6.7 83.3 98 1 3.3 3.3 86.7 100 1 3.3 3.3 90.0 102 1 3.3 3.3 93.3 103 1 3.3 3.3 96.7 105 1 3.3 3.3 100.0 Total 30 100.0 100.0 263

(283) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 264

(284) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17 : Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis Jumlah jam Training Menggunakan Pembelajaran Tematik Group Statistics rentang_ lm_meng jr implem_lm_mengajar N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 157 91.83 8.383 .669 2 22 93.05 5.753 1.226 Independent Samples Test implem_lm_mengajar Equal variances assumed Levene's Test for Equality of Variances F 1.144 Sig. t-test for Equality of Means .286 t df Sig. (2-tailed) -.659 -.871 177 34.940 .511 .389 -1.217 -1.217 1.847 1.397 Lower -4.863 -4.054 Upper 2.428 1.619 Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Equal variance s not assume d 265

(285) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18: r Tabel 266

(286) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19: Hasil Krenjcie 267

(287) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 268 Lampiran 20: Tabel Pengembalian Kuesioner NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Nama Sekolah SDN LEMPUYANGWANGI SDN TEGALPANGGUNG SDN GEDONGTENGEN SDN SOSROWIJAYAN SDN BHAYANGKARA SDN DEMANGAN SDN KLITREN SDN LANGENSARI SDN SERAYU SDN TERBANSARI 1 SDN UNGARAN 1 SDN NGUPASAN SDN SAYIDAN SDN BADRAN SDN BUMIJO SDN COKROKUSUMAN SDN GONDOLAYU SDN JETIS 2 SDN JETISHARJO SDN KYAI MOJO SDN VIDYA QASANA SDN DALEM KOTAGEDE SDN Karangmulyo SDN KOTAGEDE 1 SDN KOTAGEDE 4 SDN KOTAGEDE 7 SDN PILAHAN SDN RANDUSARI SDN REJOWINANGUN 1 SDN REJOWINANGUN 3 SDN KEPUTRAN 1 SDN KEPUTRAN 2 SDN KEPUTRAN A SDN KEPUTRAN IV Responden Tidak kembali Rusak Gagal Jumlah 3 7 - - 3 6 - - - 6 3 2 - - 3 3 - - - 3 3 - - - 3 3 - - - 3 3 - - - 3 3 - - - 3 12 - - - 12 6 6 - - - 6 1 - - 5 3 - - - 3 3 - - - 3 6 - - - 6 6 - - - 6 3 - - - 3 3 - - - 3 3 - - - 3 3 3 3 - - - 3 3 - - - 3 3 - - - 3 3 - - - 3 9 - - - 9 3 - - - 3 3 - - - 3 3 1 - - 2 3 - - - 3 6 - - - 6 3 - - - 3 12 - - - 12 6 - - - 6 3 - - - 3 3 - - - 3

(288) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI NO. 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Nama Sekolah Responden 3 SDN KRATON 3 SDN GEDONGKIWO 3 SDN Suryodiningratan 1 3 SDN SURYODININGRATAN 2 6 SDN SURYODININGRATAN 3 3 SDN SURYOWIJAYAN 3 SDN KARANGANYAR 3 SDN KINTELAN 2 3 SDN PRAWIROTAMAN 13 SDN PUJOKUSUMAN 1 3 SDN SUROKARSAN 3 SDN TIMURAN 3 SDN SERANGAN 6 SD PUROPAKUALAMAN 1 3 SDN MARGOYASAN 6 SDN TUKANGAN 3 SDN BANGUNREJO 1 3 SDN KARANGREJO 3 SDN PINGIT 3 SDN TEGALREJO 2 3 SDN GLAGAH 6 SDN GOLO 3 SDN KOTAGEDE 3 3 SDN WARUNGBOTO 3 SDN PATANGPULUHAN 3 SDN SINDUREJAN 3 SDN Tamansari 1 3 SDN Tamansari 2 6 SDN Tamansari 3 3 SDN Tegalmulyo JUMLAH Tidak kembali Rusak Gagal Jumlah - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 6 1 - - 2 - - - 3 - - - 3 - - - 3 2 - - 11 - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 6 - - - 3 - - - 6 - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 6 - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 3 - - - 6 - - - 3 251 269

(289) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 270 Lampiran 21 : Kuesioner Setelah Dan Sebelum Dilakukan Revisi Kepada Yth. Bpk./Ibu Guru SD Dengan hormat, Bersama ini saya mohon partisipasi Bpk/Ibu dalam penelitian awal survei yang berjudul: Implementasi Pembelajaran Tematik Terintegrasi (PTT): Sebuah Survey pada Guru-Guru di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat implementasi PTT oleh guru di kelas, dan (2) hubungan antara keadaan demografi guru dengan tingkat implementasi PTT. Tidak akan ada resiko apapun untuk keterlibatan Bpk/Ibu dalam studi ini. Walaupun Bpk/Ibu tidak akan mendapat manfaat secara pribadi, hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi masyarakat umum di masa mendatang. Pengisian survei akan memakan waktu sekitar 30 menit. Jika Bpk/Ibu memiliki pertanyaan, atau saran, dimohon untuk menghubungi saya pada alamat atau nomer telpon pada bagian akhir surat pengantar ini atau dosen pembimbing saya Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D. dengan alamat email ematuris@gmail.com. Terima kasih atas waktu dan dukungan Bapak/Ibu. Hormat saya, Koordinator peneliti survei Agus Praditha Deo Agitya (Phone 085729886542, Email deo.agitya@gmail.com ) Primary School Teacher Education Study Program, Sanata Dharma University Dosen pembimbing : Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D Patangpuluhan WB 3/298 Yogyakarta, 55251. emanuelacatur@gmail.com Phone 0274 379917 (home) or 081227286363 (mobile)

(290) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 271 BAGIAN I. Skala Implementasi Pembelajaran Tematik Terintegrasi Silakan menentukan tingkat persetujuan Bpk/Ibu atas pernyataan-pernyataan berikut , angka 1 berarti sangat tidak setuju, 2 berarti tidak setuju, 3 berarti ragu-ragu, 4 berarti setuju dan 5 berarti sangat setuju. Pernyataan 1. Saya menggunakan ceramah sebagai metode utama untuk menyampaikan materi. 2. Saya memberi pilihan kepada siswa untuk menentukan cara mereka belajar. 3. Peran yang saya lakukan di kelas adalah sebagai fasilitator pembelajaran. 4. Saya menggunakan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk memegang peran utama dalam kelas. 5. Saya menggunakan kegiatan “belajar dengan melakukan atau belajar dengan mengalami” (learning by doing) untuk pembelajaran di kelas seperti siswa melakukan percobaan atau siswa melakukan presentasi. 6. Saya meminta siswa untuk membawa artefak (barang) pribadi agar mereka lebih mudah memahami materi pembelajaran. 7. Saya menggunakan sumber belajar langsung dalam menyampaikan materi (misalnya gambar, foto, tanaman, hewan dan media/teknologi yang bisa diraba, dilihat atau didengar siswa) 8. Saya menyediakan berbagai sumber belajar di kelas sehingga siswa dapat mendalami tema pembelajaran melalui berbagai cara dan material. 9. Saya mengajar materi lima bidang studi ke-SDan secara terpisah (Matematika, Bahasa, PPKn, IPA dan IPS). 10. Ketika saya menggunakan Pembelajaran Tematik, siswa saya dapat mengerti adanya keterkaitan antar mata pelajaran. Skala 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(291) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Saya menyatukan paling sedikit dua atau lebih mata pelajaran secara rutin. 12. Saya mengembangkan Pembelajaran Tematik untuk mengajar berbagai mata pelajaran sekaligus. 13. Saya merancang pembelajaran dalam suatu tema sentral untuk membantu siswa belajar berbagai mata pelajaran sekaligus. 14. Saya menggunakan pemetaan atau jaringan tema untuk mengembangkan konsep utama dari berbagai mata pelajaran. 15. Pembelajaran saya mendorong siswa untuk memahami adanya persamaan konsep antar mata pelajaran. 16. Jadwal mengajar saya adalah jadwal per mata pelajaran (misalnya Senin mengajar IPA dan Matematika, Selasa mengajar IPS dan Bahasa Indonesia, dst). 17. Saya mengaitkan tema dan materi pelajaran dengan lingkungan sekitar seperti kerumahtanggaan, kota dan lingkungan alam. 18. Saya memberitahu siswa tentang hal-hal yang saat ini sedang menjadi perdebatan di masyarakat misalnya korupsi, pornografi, dll. 19. Saya mengaitkan materi dengan pengalaman hidup siswa. 20. Ketika mengembangkan Pembelajaran Tematik, saya menggunakan tema-tema yang sesuai dengan pengalaman hidup dan budaya para siswa. 21. Saya menggunakan materi atau alat penilaian yang sesuai dengan kebutuhan setiap siswa. 22. Saya menggunakan tes tertulis (misalnya esai, pilihan ganda, benar salah) sebagai metode utama dalam menilai hasil belajar siswa. 23. Saya menggunakan penilaian unjuk kerja untuk menilai hasil belajar siswa. 272 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(292) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Saya menggunakan portofolio kerja untuk menilai hasil belajar siswa. 25. Saya menggunakan permainan, bermain peran, simulasi dan strategi pembelajaran lainnya yang melibatkan siswa secara aktif. 26. Saya menggunakan nyanyian, tarian dan aktivitas menyenangkan lainnya dalam mengajar. 27. Saya menggunakan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk aktif bergerak ketika belajar. 28. Saya menggunakan pembelajaran kelompok kooperatif seperti: Jigsaw, STAD, kepala bernomor, investigasi kelompok, dan sebagainya. 273 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Bagian II. Dukungan Administratif pada Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Silakan menentukan tingkat persetujuan Bpk/Ibu atas pernyataan-pernyataan berikut , angka 1 berarti sangat tidak setuju, 2 berarti tidak setuju, 3 berarti ragu-ragu, 4 berarti setuju dan 5 berarti sangat setuju. 29. Kepala Sekolah saya mendukung para guru yang mengajar dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran Tematik. 30. Kepala Sekolah saya mengetahui adanya tambahan beban kerja yang ada sehubungan dengan pelaksanaan Pembelajaran Tematik. 31. Kepala Sekolah saya mengkomunikasikan kepada para guru tentang pentingnya mengajar dengan pendekatan Pembelajaran Tematik. 32. Kepala Sekolah saya mengetahui cara menilai kualitas pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Tematik. 33. Kepala Sekolah saya memiliki sikap yang positif terhadap pengajaran dengan pendekatan Pembelajaran Tematik. 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(293) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. Kepala Sekolah saya secara positif mengenali penggunaan Pembelajaran Tematik untuk kepentingan jabatan, kedudukan, status dan pangkat. 1 2 3 4 274 5 Bagian III. Demografi Pada bagian ini, Bpk/Ibu dipersilahkan untuk mengisi pertanyaan yang ada sesuai dengan situasi Bpk/Ibu saat ini. 35. Berapa tahun pengalaman mengajar Bpk/Ibu pada tingkat pendidikan dasar? _____________ tahun. 36. Saat ini Bapak/Ibu mengajar di kelas _____________ 37. Berapa tahun Bpk/Ibu telah menggunakan PendekatanTematik? _____________ tahun. 38. Sekitar berapa jam keterlibatan Bpk/Ibu dalam pengembangan profesional berkaitan dengan Pembelajaran Tematik? (catatan: jumlah jam pengembangan profesional adalah jumlah total jam dari kegiatan-kegiatan formal yang Bpk/Ibu ikuti tentang Pembelajaran Tematik misalnya lokakarya, pelatihan, seminar, program, kursus, atau konferensi). ___________ jam. 39. Berapa jumlah siswa di kelas Bpk/Ibu sekarang? _________ siswa. 40. Silakan melingkari pendidikan terakhir Bpk/Ibu dengan tabel berikut ini! A. Sekolah Menengah Umum atau Kejuruan (SMU atau SMK) B. Sekolah Pendidikan Guru (SPG) C. Sarjana Pendidikan non PGSD (misalnya P. Mat., P. Fis., P. Ekonomi, P. Sejarah) D. Sarjana D2-PGSD E. Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) F. Master (S2) G. Lainnya

(294) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 275 41. Silakan mengisi status kepegawaian Bpk/Ibu dengan menggunakan tabel berikut ini ! A. Pegawai Tidak Tetap Yayawan (Honor, Kontrak, dll.) B. Pegawai Tetap Yayasan C. Pegawai Negeri 42. Berapakah jumlah rekan kerja guru di sekolah Bpk/Ibu yang menggunakan Pembelajaran Tematik? ___________ orang. 43. Apakah sekolah Bp/Ibu saat ini menerapkan kurikulum 2013? A. Ya B. Tidak ***Terima Kasih atas Kebaikan Anda***

(295) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22: Kuesioner yang Sudah Diisi 276

(296) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 277

(297) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 278

(298) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 279

(299) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 280

(300) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 281 Lampiran 23: Biodata Peneliti BIODATA Yosefine Anisa Kurnia Putri dilahirkan di Klaten pada 20 Juni 1992. Peneliti merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Henry Nursanto dan Anastasia Supadmi. Pendidikan yang pernah ditempuh yaitu: SD Kanisius Bayat lulus pada tahun 2004; SMP Pangudi Luhur lulus pada tahun 2007 ; SMA Negeri 3 Klaten lulus pada tahun 2010. Peneliti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma semenjak tahun 2010-2014, jurusan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama perkuliahan, peneliti mengikuti berbagai macam kegiatan. Diantaranya PPKM-1, PPKM-2, yang diselenggarakan oleh Universitas dimana peneliti berperan sebagai peserta wajib dalam kegiatan tersebut. Kegiatan selanjutnya yang diikuti oleh peneliti adalah seminar diseminasi hasil (PHK), seminar sosok guru terbaikku, seminar dan KMD yang merupakan khursus mahir dasar kepramukaan. Masa pendidikan diakhiri dengan menyusun skripsi sebagai tugas akhir yang berjudul “Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik Oleh Guru Pengampu Kelas Bawah : Survei Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Negeri Di Kota Yogyakarta”.

(301)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan persepsi guru tentang pelaksanaan pembelajaran tematik dengan kinerja guru di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman.
0
1
167
Hubungan persepsi guru tentang pelaksanaan pembelajaran tematik dengan kinerja guru di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman.
0
1
171
st pelatihan implementasi pembelajaran tematik guru di wukirsari imogiri bantul 2012
0
0
1
Sikap guru terhadap program sertifikasi dalam peningkatan kinerja guru : studi kasus guru-guru sekolah menengah atas di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
111
Pemanfaatan komputer oleh guru fisika dalam pembelajaran fisika di SMA Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta [sebuah survei pada tahun 2008] - USD Repository
0
0
190
Hubungan supervisi kepala sekolah dengan kinerja guru : studi kasus guru-guru sekolah menengah atas di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
2
147
Perbandingan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika di kelas XI SMA yang dikelola oleh dua orang guru - USD Repository
0
1
161
Teknik pembelajaran menulis bagi siswa kelas II SLB/C Bakti Siwi Sleman Yogyakarta - USD Repository
0
11
113
Persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru : survei guru-guru Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta Kabupaten Sleman - USD Repository
0
0
191
Hubungan supervisi kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru sekolah menengah atas : survei guru-guru Sekolah Menengah Atas se-Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
123
Identitas kebangsaan anak Sekolah Dasar di Yogyakarta - USD Repository
0
1
242
Representasi materi pembelajaran oleh dua orang guru fisika pada dua SMA di Yogyakarta - USD Repository
0
0
252
Tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah : sebuah survei bagi guru-guru Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
321
Tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah: sebuah survei bagi guru-guru Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
333
Tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah : survei bagi guru-guru SD Afiliasi Katholik, Kristen dan Nasional di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
1
284
Show more