Pengaruh motivasi hedonik terhadap pembelian impulsif produk Sophie Martin : studi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
141
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH MOTIVASI HEDONIK TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PRODUK SOPHIE MARTIN (Studi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh : Errika Damayanti NIM : 102214004 PROGRAM STUDI MANAJEMEN, JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Formula dari sebuah kesuksesan adalah kerja keras dan tidak pernah menyerah (Penulis) Tuhan, semoga pengharapan yang kuat selalu menjiwai seluruh hidupku. Dalam pengharapan itu aku akan membangun hidup dan masa depanku. Dalam pengharapan itu pula aku percaya akan memperoleh hidup abadi bersama Engkau. Ya Tuhan, teguhkanlah pengharapanku (Doa Pengharapan) Skripsi ini dipersembahkan untuk :  Tuhan yang Maha Kuasa  Ayah dan Mami tercinta  Kakakku Windhy, Wisben, Om Bams, Aditya  Sahabatku Vicca, Sita, Susy, Yovita, kakak Melinda, kakak Tiwie  Teman-teman Manajemen 2010 iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi dengan judul: PENGARUH MOTIVASI HEDONIK TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PRODUK SOPHIE MARTIN Studi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan diajukan untuk diuji pada tanggal 25 September 2014 adalah hasil karya saya. Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyakin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya. Bila di kemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta proses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70). Yogyakarta, 25 September 2014 Yang membuat pernyataan, Errika Damayanti NIM : 102214004 v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Errika Damayanti NIM : 102214004 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul “PENGARUH MOTIVASI HEDONIK TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PRODUK SOPHIE MARTIN, Studi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta” beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet dan media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 25 September 2014 Yang menyatakan, Errika Damayanti vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan atas rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Pengaruh Motivasi Hedonik Terhadap Pembelian Impulsif, Studi pada produk Sophie Martin. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Bapak Dr. Lukas Purwoto, S.E., MBA, selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktu dalam mengarahkan dan membimbing penulis dari awal hingga akhir sehingga skripsi ini menjadi lebih sempurna. 3. Ibu Dra. Yuliana Rini Hardanti, M.Si., selaku dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktu dalam mengarahkan dan membimbing penulis dari awal hingga akhir sehingga skripsi ini menjadi lebih sempurna. 4. Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan segala bekal pengetahuan dan pendidikan yang penulis peroleh selama menuntut ilmu di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 5. Kepada Ayah saya Abbas Syamsuri dan Mami saya Elly Sunarwati yang senantiasa mendoakan serta memberikan semangat dalam mengerjakan skripsi. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Kepada kakak saya tercinta Windhy Puspasari dan kakak ipar saya Wisben Antoro yang selalu memberikan dukungan dan semangat. 7. Kepada om saya Yohanes Bambang yang senantiasa mengantarkan saya mencari bahan-bahan untuk mengerjakan skripsi. 8. Yustinus Aditya Sri Yunianto yang selalu memberikan dukungan dan semangat dalam mengerjakan skripsi. 9. Vicca, Sita, kakak Melinda, Susy, Yovita, kakak Tiwie, bang Virly, Edy terima kasih atas bantuan yang sudah kalian lakukan serta motivasi yang kalian berikan dalam mengerjakan skripsi. 10. Seluruh teman-teman manajemen angkatan 2010 yang telah memberikan saya semangat dan motivasi dalam mengerjakan skripsi. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan masukan bagi teman-teman dalam menyusun skripsi. Yogyakarta, 25 September 2014 Penulis Errika Damayanti NIM : 102214004 viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................. ii HALAMAN PENGESAHAH .......................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................................... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ........................................ v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ..................................... vi HALAMAN KATA PENGANTAR ................................................................................ vii HALAMAN DAFTAR ISI ............................................................................................... ix HALAMAN DAFTAR TABEL ....................................................................................... xii HALAMAN DAFTAR GAMBAR................................................................................... xiii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xiv HALAMAN ABSTRAK ................................................................................................... xv HALAMAN ABSTRACT ................................................................................................ xvi BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 5 D. Batasan Penelitian ................................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian .................................................................................................. 6 ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................................... 7 A. Pemasaran ............................................................................................................... 7 B. Manajemen Pemasaran .......................................................................................... 12 C. Konsep Pemasaran ................................................................................................. 14 D. Sistem Pemasaran .................................................................................................. 19 E. Strategi Pemasaran ................................................................................................. 24 F. Perilaku Konsumen ................................................................................................. 25 G. Motivasi Hedonik ................................................................................................... 39 H. Pembelian Impulsif ................................................................................................. 40 I. Penelitian Skripsi Terdahulu .................................................................................. 41 J. Hipotesis ................................................................................................................. 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ....................................................................... 46 A. Jenis Penelitian........................................................................................................ 46 B. Jenis dan Sumber Data ............................................................................................ 46 C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ......................................................... 47 D. Populasi dan Sampel ............................................................................................... 49 E. Metode Pengumpulan Data ..................................................................................... 51 F. Metode Analisis Data .............................................................................................. 52 G. Teknik Analisis Data............................................................................................... 53 BAB IV GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN ............................................ 59 A. Deskripsi Tempat Penelitian ................................................................................... 59 1. Latar Belakang Universitas Sanata Dharma Yogyakarta............................ 59 2. Subjek Penelitian ...................................................................................... 63 3. Sejarah Sophie Martin ................................................................................ 64 x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................. 70 A. Deskripsi Data Responden ...................................................................................... 70 B. Deskripsi Variabel ................................................................................................. 73 C. Analisis Data ........................................................................................................... 76 1. Hasil Uji Reliabilitas ................................................................................... 76 2. Hasil Uji Validitas....................................................................................... 77 3. Uji Asumsi Klasik ....................................................................................... 79 a. Hasil Uji Normalitas ....................................................................... 79 b. Hasil Uji Heterokedastisitas ............................................................ 80 4. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana... ......................................................... 81 5. Uji Goodness of Fit ..................................................................................... 82 a. Hasil Uji T....................................................................................... 82 b. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) ............................................. 84 D. Pembahasan ............................................................................................................ 85 BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN ...................................... 89 A. Kesimpulan ............................................................................................................. 89 B. Saran ....................................................................................................................... 90 C. Keterbatasan ............................................................................................................ 92 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 93 LAMPIRAN....................................................................................................................... 96 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL No. Judul Tabel Halaman III.1 Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional ........................................................ 48 IV.1 Data Mahasiswa ...................................................................................................... 63 IV.2 Jumlah Mahasiswa Berdasarkan Jenis Kelamin .................................................... 64 V.I Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ........................................... 71 V.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ........................................................... 72 V.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Program Studi ........................................... 73 V.4 Tingkat Motivasi Hedonik ..................................................................................... 74 V.5 Tingkat Pembelian Impulsif ................................................................................... 75 V.6 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian ............................................................. 76 V.7 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian ................................................................ 78 V.8 Hasil Uji Normalitas ............................................................................................... 79 V.9 Hasil Uji Heterokedastisitas .................................................................................... 80 V.10 Hasil Uji Regresi Liner Sederhana.......................................................................... 81 V.11 Tabel Koefisien Determinasi (R2) ........................................................................... 84 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR No. Judul Gambar Halaman II.1 Lingkungan Mikro Eksternal .................................................................................. 22 II.2 Controllable Factors ................................................................................................ 23 II.3 Tahap-Tahap Proses Keputusan Pembelian ............................................................ 32 II.4 Pengembangan Model Teoritikal Dasar Perilaku Berbelanja ................................ 44 IV.3 Gambar Katalog Dan Produk Sophie Martin ......................................................... 69 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN No. Judul Lampiran Halaman Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ................................................................................... 96 Lampiran 2 Hasil Penilaian Penelitian Kuesioner .......................................................... 101 Lampiran 3 Hasil Uji Validitas Dan Realibilitas ............................................................ 107 Lampiran 4 Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana .................................................... 117 Lampiran 5 Tabel T dan R ............................................................................................. 120 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Pengaruh Motivasi Hedonik Terhadap Pembelian Impulsif Produk Sophie Martin Studi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Errika Damayanti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Dalam penelitian ini membahas pengaruh motivasi hedonik terhadap pembelian impulsif pada produk Sophie Martin. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi motivasi hedonik, seberapa tinggi pembelian impulsif mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap produk Sophie Martin, dan untuk mengetahui apakah motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif pada produk Sophie Martin. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan. Sumber data diperoleh dari hasil membagikan kuesioner kepada responden. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian diolah menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis maka dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi hedonik pada produk Sophie Martin adalah cukup sebab hasil yang diperoleh responden menjawab netral sebanyak 46% dan untuk tingkat pembelian impulsif pada produk Sophie Martin adalah tinggi sebanyak 50%. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif pada produk Sophie Martin. xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT The Influence of Hedonic Motivation Against impulsive Purchase Sophie Martin products A case study on students Sanata Dharma University Yogyakarta Errika Damayanti Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 This research discusses the influence to hedonic motivation to impulsive purchase on Sophie Martin products. This research was conducted on the students Sanata Dharma University Yogyakarta. It aims to find out how high hedonic motivation, how high impulsive purchase the student of Sanata Dharma University Yogyakarta to Sophie Martin products, and to determine whether the hedonic motivation positively influence impulsive purchase on Sophie Martin products. The sampling method used purposive sampling deliberate sampling in accordance with the requirement of the required samples sources of date obtained from the questionnaires distributed to respondents. The date obtained in this study is then processed using qualitative and quantitative method. Based on the research that has been conducted by the author, it can be concluded that the level of hedonic motivation Sophie Martin products is enough for results respondents obtained neutral as much as 46% and for the level impulsive purchase on Sophie Martin products is higher as much as 50%. From these results it can be concluded that hedonic motivation positively influence the impulsive purchase the Sophie Martin products. xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persaingan bisnis bukanlah hal baru dalam dunia perdagangan global, terutama dalam memperebutkan pasar potensial dan mempertahankan konsumen yang ada. Dewasa ini, hampir setiap perusahaan, besar atau kecil, pasti tersentuh oleh persaingan global (Kotler,2000:23). Dalam hal ini perusahaan barang atau jasa yang bersangkutan dituntut untuk menangkap peluang yang ada agar dapat bertahan seiring dengan perubahan zaman. Kecenderungan kemajuan dalam berbagai hal berdampak pula pada perilaku dan gaya hidup manusia. Keinginan pemenuhan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan yang semula sederhana berkembang lebih kompleks. Era globalisasi bukan hanya menjanjikan suatu peluang bisnis di Indonesia, tetapi juga memunculkan persaingan yang semakin ketat baik antara perusahaan domestik maupun perusahaan asing. Fenomena persaingan yang ada dalam era globalisasi akan semakin mengarahkan sistem perekonomian Indonesia ke mekanisme pasar yang memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut market share. Untuk menunjang terwujudnya tujuan dan sasaran tersebut, perlu adanya peran pemasaran, sebab peranan pemasaran dalam suatu perusahaan sangat berpengaruh dalam kegiatan operasional suatu perusahaan. Menyadari pentingnya peranan pemasaran dalam suatu perusahaan, salah satu hal yang berpengaruh terhadap peningkatan perusahaan adalah perlunya analisis perilaku konsumen. 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Analisis perilaku konsumen berkaitan secara langsung dengan kegiatan individu-individu dalam mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan, persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan dalam pemasaran. Dalam memahami perilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap perilaku konsumen. Faktor eksternal yang dimaksud meliputi kebudayaan, sub budaya, kelas sosial, kelompok sosial, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang ada pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri, serta sikap (Stanton,1996:155). Untuk menunjang perilaku konsumen dalam pemasaran, perlu ditunjang dengan adanya evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Tujuan dan sasaran perusahaan melakukan evaluasi terhadap analisis perilaku konsumen dalam pemasaran suatu barang dan jasa adalah untuk mengetahui sejauh mana perilaku konsumen terhadap perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. PT Sophie Martin Indonesia merupakan perusahaan Multi Level Marketing (MLM) yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1994. Sudah sekitar 20 tahun lamanya Sophie Martin berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia. MLM merupakan suatu cara atau metode menjual barang secara langsung kepada pelanggan melalui jaringan yang

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 dikembangkan oleh para distributor lainnya; pendapatan dihasilkan terdiri dari laba eceran dan laba grosir ditambah dengan pembayaran-pembayaran berdasarkan penjualan total kelompok yang dibentuk oleh sebuah distributor. (Clothier,1994:33). Fashion pada masa ini sudah sangat jauh berbeda fungsinya dengan masa lampau, bila pada masa lampau fashion mungkin hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh dari terik matahari dan cuaca, maka pada saat ini fashion juga berfungsi sebagai gaya hidup atau biasa disebut lifestyle. Tak dapat dipungkiri, fashion telah mengakarkan pengaruhnya dengan kuat pada kehidupan manusia modern. Oleh karena itu, PT Sophie Martin menerapkan strategi pemasaran untuk merebut pasar sasaran sebanyak mungkin dengan mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan pemasarannya. Dengan meningkatnya aktivitas perusahaan yang bergerak di bidang fashion, maka perlu adanya analisis terhadap perilaku konsumen dalam rangka meningkatkan volume penjualan. Hal tersebut dilakukan untuk melihat faktor-faktor apa yang mempengaruhi keinginan konsumen terhadap produk yang dipasarkan. Dalam pelaksanaan analisis perilaku konsumen terhadap produk yang dipasarkan yaitu produk fashion, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen diantaranya meliputi keluarga, situasi ekonomi, dan gaya hidup. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh dalam pemasaran produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Peranan analisis perilaku konsumen dalam pemasaran produk Sophie Martin sangat penting dilakukan, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 - Adanya persaingan dari beberapa perusahaan sejenis. - Adanya perbedaan-perbedaan perilaku konsumen pada setiap golongan pembeli. Melihat kondisi sebagaimana disebutkan di atas, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah perbaikan sistem pemasaran yang lebih efektif, di mana dalam hal penerapannya bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan volume penjualan, akan tetapi juga perlu memperhatikan perubahan-perubahan yang timbul didalam perusahaan, mengamati tingkah laku konsumen, serta usaha perbaikan produk dan pelayanan yang lebih baik dengan harga terjangkau. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah diuraikan, dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: - Seberapa tinggi motivasi hedonik mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap produk Sophie Martin ? - Seberapa tinggi pembelian impulsif mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap produk Sophie Martin ? - Apakah motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif pada produk Sophie Martin ?

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: - Untuk mengetahui seberapa tinggi motivasi hedonik mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap produk Sophie Martin. - Untuk mengetahui seberapa tinggi pembelian impulsif mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap produk Sophie Martin. - Untuk mengetahui apakah motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsive pada produk Sophie Martin dikalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. D. Batasan Penelitian Batasan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:  Responden yang diteliti adalah : - Konsumen yang menyukai atau ingin membeli produk dari Sophie Martin di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. - Konsumen yang memiliki member card atau sebagai pelanggan tetap pada produk Sophie Martin.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 E. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: - Bagi konsumen Untuk memberikan informasi yang baik agar konsumen tidak konsumtif dalam setiap melakukan pembelian pada suatu produk dan agar tidak mudah terpengaruh oleh produk-produk yang ditawarkan. - Bagi peneliti Untuk mempraktekkan semua teori-teori yang telah diajarkan serta mengembangkan ilmu yang dipelajari. - Bagi perusahaan Untuk menambah customer atau pelanggan pada produk Sophie Martin agar produk Sophie Martin dapat dinikmati oleh semua orang. Dan untuk mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia sebab dengan menjadi customer laba yang diperoleh dari hasil penjualan produk Sophie Martin cukup besar, apalagi produk Sophie Martin merupakan produk yang disukai dan menjadi trend dikalangan masyarakat khususnya mahasiswa.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Pemasaran itu sendiri merupakan kegiatan yang sangat penting yang harus dilakukan oleh semua perusahaan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup, untuk berkembang dan memperoleh laba yang maksimal. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. Kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan harus dapat memberikan kepuasan bagi konsumen apabila menginginkan usahanya terus berjalan dengan baik dan lancar atau sebaliknya konsumen akan mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan lain. Pemasaran melebihi fungsi apapun didunia ini karena langsung berhubungan dengan para konsumen. 7

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai berbagai macam kelompok sosial untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Adapun definisi pemasaran menurut ahlinya, yaitu :  Menurut Philip Kotler dan Amstrong Pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.  Menurut W Stanton Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial Dari definisi pemasaran diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran pada konsep ini meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). Dan pemasaran merupakan usaha terpadu untuk menggabungkan

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 rencana-rencana strategis yang diarahkan kepada usaha pemuas kebutuhan dan keinginan konsumen untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan melalui proses pertukaran atau transaksi. Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen bila ingin mendapatkan tanggapan yang baik dari konsumen. Perusahaan harus secara penuh tanggung jawab tentang kepuasan produk yang ditawarkan tersebut. Dengan demikian, maka segala aktivitas perusahaan, harusnya diarahkan untuk dapat memuaskan konsumen yang pada akhirnya bertujuan untuk memperoleh laba. Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran dapat juga diartikan sebagai suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta,1996).  Fungsi Pemasaran Tujuan pemasaran adalah mengarahkan barang-barang dan jasa-jasa ke tangan konsumen untuk itu diperlukan kegiatan-kegiatan tertentu. Berbagai jenis kegiatan dan proses yang diperlukan karena spesialisasinya di dalam pemasaran itu disebut fungsi-fungsi pemasaran. Menurut Suhardi Sigit (1992), fungsi-fungsi pemasaran dapat digolongkan sebagai berikut :

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10  Fungsi pertukaran Fungsi pemasaran jenis pertukaran, meliputi : - Pembelian adalah proses atau kegiatan yang mendorong untuk mencari penjual. Kegiatan ini merupakan timbal balik daripada penjualan, oleh karena itu perlu dimengerti proses atau kegiatan apa yang mengakibatkan atau mendorong untuk melakukan pembelian. - Penjualan adalah refleksi daripada pembelian, merupakan lawan daripada pembelian. Pembelian tidak akan terjadi tanpa penjualan , penjualan tidak ada tanpa pembelian. Di dalam pembelian dan penjualan itu terjadi saling mendekati, melakukan tawar-menawar, berunding, membentuk harga dan penyerahan hak pemilikan.  Fungsi penyediaan fisik Fungsi pemasaran jenis penyediaan fisik, meliputi : - Transportasi adalah kegiatan atau proses pemindahan barang dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Proses ini menciptakan kegunaan tempat. - Pergudangan, fungsi pemasaran jenis ini melakukan kegiatan penyimpangan barang sejak selesai diproduksi atau dibeli sampai saat dipakai atau dijual dimasa yang akan datang. Pergudangan menciptakan kegunaan waktu.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11  Fungsi fasilitas Fungsi pemasaran jenis fasilitas, meliputi : - Standardisasi, meliputi penentuan standar produk, pemeriksaan produk untuk menentukan termasuk standar yang sama dan menjeniskan barang ke dalam kelompok-kelompok standar yang telah ditentukan. Standardisasi adalah oleh adanya penjualan-penjualan yang dilakukan dengan inspection, sampel atau cukup memberikan gambaran atau uraian saja. - Pembelanjaan, di dalam kegiatan pembelian, transportasi, pergudangan, standardisasi, dan sebagainya, diperlukan uang atau dana untuk pembiayaan. - Penanggungan resiko, di dalam kegiatan atau proses pemasaran terdapat banyak resiko seperti resiko hilang, resiko lepas pemilikan, lepas pengawasan, turun harga, rusak, terbakar dan lain sebagainya. Agar resiko itu dapat dihindarkan atau diperkecil maka terjadilah pengambilan resiko yang dilakukan oleh lembaga atau orang-orang tertentu, misalnya perusahaan perasuransian. - Penerangan pasar adalah fungsi pemasaran yang sangat luas, karena fungsi ini memberikan keterangan tentang situasi dagang pada umumnya, keterangan yang berhubungan dengan fungsi-fungsi manajemen pemasaran, dan kegiatan-kegiatan lainnya mengenai spesialisasi-spesialisasi di dalam bidang perekonomian. Termasuk

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 didalam fungsi penerangan pasar, yaitu pengumpulan data, menafsirkan dan mengambil konklusinya. B. Pengertian Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. Manajemen pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Manajemen pemasaran merupakan sebuah proses yang melibatkan analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang mencakup barang, jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terkait. Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. Dalam manajemen terdapat fungsi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan. Tahap perencanan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi pemasaran. Proses perencanaan merupakan satu proses yang selalu memandang ke depan atau pada kemungkinan masa akan datang termasuk dalam pengembangan program,

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran. Adapun definisi dari beberapa ahli, diantaranya :  Menurut Kotler dan Armstrong Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengawasan.  Menurut William J.Stanton Manajemen pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barangbarang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial.  Menurut Paul Smith, Chris Berry, dan Alan Rufold Manajemen pemasaran adalah suatu hubungan sistematis antara sebuah bisnis dan pasarnya, dimensi pelaku pasar memasang beberapa ide-ide yang luas, desain-desain, pesan-pesan, media, potongan-potongan, bentuk-bentuk dan warnawarna, keduanya untuk mengkomunikasikan ide-ide dan untuk merangsang

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 persepsi khusus tentang produk dan layanan-layanan oleh individual masyarakat yang telah dikumpulkan atau disatukan dalam sebuah target pasar. C. Pengertian Konsep Pemasaran Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara : - Temukan keinginan pasar dan penuhilah. - Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat. - Cintailah pelanggan, bukan produk anda. - Lakukanlah menurut cara anda (Burger king). - Andalah yang menentukan (United Airlines).

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 - Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney). Adapun faktor penting dari sebuah konsep pemasaran yaitu untuk mencapai sukses bagi perusahaan agar dapat mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar yaitu : - Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada konsumen/pasar. - Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri. - Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi. Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 - Konsep produksi Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka. - Konsep produk Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri-ciri terbaik. Konsep produk ini meliputi : - Konsumen membeli produk tidak hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhnnya saja. - Konsumen terutama selalu menekankan mutu produk. - Konsumen mengetahui mutu dan penampilan yang membedakan dari merek-merek yang bersaing. - Konsumen memilih diantara merek yang bersaing atas dasar mutu yang terbaik yang dapat dicapai dari uang yang mereka korbankan.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 - Tugas organisasi adalah untuk selalu melakukan perbaikan mutu produk sebagai kunci guna menarik dan mempertahankan langganan. Konsep produk ini biasanya terdapat pada perusahaan yang selalu mengembangkan produknya untuk dapat menghasilkan produk yang terbaik. Misalnya pada perusahaan kereta api, sekolah, perguruan tinggi, dan kantor pos. - Konsep penjualan Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif. Konsep penjualan adalah orientasi manajemen yang menganggap konsumen akan melakukan atau tidak melakukan pembelian produk-produk perusahaan didasarkan atas pertimbangan usaha-usaha nyata yang dilakukan untuk menggugah atau mendorong minat akan produk tersebut. Yang secara implisif terkandung dalam pandangan konsep penjualan ini adalah : - Konsumen mempunyai kecenderungan normal untuk tidak melakukan pembelian produk yang tidak penting. - Konsumen dapat didorong untuk membeli lebih banyak melalui berbagai peralatan atau usaha-usaha yang mendorong pembelian. - Tugas organisasi adalah untuk mengorganisasi bagian yang sangat berorientasi pada penjualan sebagai kunci untuk menarik dan mempertahankan langganan. Usaha penjualan dilakukan secara intensif oleh perusahaan industri dan perdagangan bila terdapat

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 surplus dari produk di tangan perusahaan ini. Konsep penjualan ini mempunyai motto, yaitu produknya dijual, bukan dibeli. - Konsep pemasaran Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Pada konsep pemasaran ini mengandung tiga dasar pokok, yaitu : - Perencanaan dan operasinya berorientasi pada kebutuhan dan keinginan pelanggan atau konsumen. - Semua aktivitas pemasaran dilakukan secara terkoordinir atau terpadu. - Tujuannya akhirnya adalah memenuhi atau mencapai tujuan perusahaan dan berusaha memberikan kepuasaan semaksimal mungkin pada pelanggan. Pada umumnya konsep pemasaran ini digunakan untuk perusahaan yang menghasilkan barang konsumsi daripada perusahaan yang menghasilkan barang industri serta untuk perusahaan besar dan perusahaan kecil. - Konsep pemasaran sosial Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripada para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. - Konsep Pemasaran Global Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. Adapun definisi menurut beberapa ahli, diantaranya Menurut Swastha dan Irawan, (2005:10): Konsep pemasaran sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Bagian pemasaran pada suatu perusahaan menurut Kotler, 1997. Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran. D. Pengertian Sistem Pemasaran Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembagalembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya. Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup : - Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran. - Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan. - Target pasar. - Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan). - Kendala lingkungan (environmental constraints). Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat. 1. Macam-Macam Sistem Pemasaran : - Sistem pemasaran dengan saluran vertikal Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan. - Sistem pemasaran dengan saluran horizontal. Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 - Sistem pemasaran dengan saluran ganda. Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral. 2. Lingkungan Sebuah Sistem Pemasaran Lingkungan pemasaran adalah kekuatan-kekuatan yang membentuk lingkungan sistem pemasaran baik kekuatan intern maupun kekuatan ekstern. Macam-macam dalam lingkungan pemasaran, menurut William J. Stanton, meliputi :  Faktor yang tidak dapat dikendalikan :  Lingkungan makro eksternal ada enam kekuatan lingkungan makro eksternal yang mempengaruhi sistem pemasaran perusahaan, meliputi : - Demografi (kependudukan) meliputi distribusi penduduk, usia, seks, tahap daur hidup keluarga, lain-lain (suku, agama, kebangsaan, pendidikan, dan pekerjaan). - Kondisi ekonomi meliputi tingkat pertumbuhan ekonomi , inflasi, tingkat bunga. - Teknologi meliputi memulai industri baru, mengubah dengan drastis atau melumpuhkan industri yang sedang jalan, merangsang pasar dan industri lain yang tidak ada hubungannya dengan industri baru.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 - Kekuatan sosial dan budaya meliputi gaya hidup dan nilai-nilai sosial perorangan, polusi lingkungan, konsumerisme, kesehatan dan keselamatan kerja, dorongan dalam pembelian. - Kekuatan politik dan hukum meliputi kebijaksanaan umum dalam bidang moneter dan perpajakan, hubungan pemerintah dengan industri, perundang- undangan sosial dan lain- lain. - Persaingan.  Lingkungan mikro eksternal, meliputi : - Pasar adalah sekelompok pembeli aktual dan potensial sebuah produk atau jasa. - Penyuplai adalah mereka yang menyuplai bahan mentah dan setengah jadi pada produsen. - Perantara pemasaran adalah organisasi bisnis yang membantu memperlancar arus produk atau jasa antara sebuah organisasi pemasaran dan pasarnya. Lingkungan mikro eksternal ini dapat digambarkan secara visual sebagai berikut : Gambar II.1 Lingkungan Mikro Eksternal Produsen Perantara Program Pemasaran Perusahaan Perantara Pasar

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23  Lingkungan Non-Pemasaran Intern Kekuatan non-pemasaran lainnya adalah lokasi perusahaan, ketangguhan bagian penelitian dan pengembangan. Kekuatan intern bersifat menyatu (interest) dalam organisasi dan dikendalikan oleh manajemen.  Faktor yang dapat dikendalikan Sistem pemasaran perusahaan juga dipengaruhi oleh kekuatan intern yang dapat dikendalikan oleh organisasi atau perusahaan secara visual dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar II.2 Controllable Factors Program Pemasaran Perusahaan Fasilitas Kemampuan Sumber Lokasi Kemampuan Manajemen Produksi Keuangan Perusahaan Riset Dan Perusahaan Daya Manusia Pengembangan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 E. Strategi Pemasaran Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu : - Daur hidup produk Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran. - Posisi persaingan perusahaan di pasar Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar. - Situasi ekonomi Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 F. Perilaku Konsumen 1. Pengertian Perilaku Konsumen Perilaku konsumen yang loyal terhadap suatu produk tentu saja menguntungkan bagi produsennya karena konsumen akan terus berusaha mencari produk yang diinginkannya. Namun demikian dengan konsumen terus menerus kesulitan mencari produk yang diinginkannya., maka lama-lama konsumen akan mencoba merek lain. Sementara itu perilaku konsumen yang tidak loyal atau dengan kata lain membeli suatu produk hanya karena kebiasaannya saja, perlu memperhatikan aspek-aspek lain secara lebih serius. Perilaku konsumen itu sendiri merupakan kegiatan-kegiatan individu yang terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang atau jasa termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut secara ekonomis.. Adapun definisi menurut beberapa ahli, diantaranya :  Menurut James F. Engel, 1992 Perilaku konsumen adalah tindakan langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.  Menurut David L. Loundan dan Albert J. Della Bitta, 1993 Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan aktifitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam proses evaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang dan jasa.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26  American Marketing Association Perilaku konsumen interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka. Dari definisi diatas terdapat dua elemen penting dari pengertian perilaku konsumen yaitu proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik, yang semuanya melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa ekonomis. Dalam mempelajari perilaku konsumen dimulai dengan melakukan penelitian siapa saja yang disebut sebagai konsumen, yaitu : - Konsumen akhir, yaitu individu-individu yang membeli atau mengkonsumsi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. - Pembeli individu, yaitu seseorang yang melakukan pembelian tanpa harus dipengaruhi oleh pendapat orang lain, sehingga seseorang individu dapat benar-benar melakukan pembelian. Adapun berbagai peranan yang dapat dilakukan oleh seorang pembeli dalam proses pembelian, antara lain :  Initiator yaitu individu yang mempengaruhi inisiatif pembelian barang tertentu atau yang mempunyai kebutuhan dan keinginan tetapi mempunyai wewenang untuk melakukannya sendiri.  Influencer yaitu individu yang mempengaruhi keputusan untuk membeli baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27  Decider yaitu individu yang akan memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya, kapan dan dimana membelinya.  Buyer yaitu individu yang akan melakukan transaksi pembelian selanjutnya.  User yaitu individu yang menggunakan produk atau jasa yang dibeli. 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua faktor (Kotler and Amstrong, 1995:224) :  Faktor Eksternal - Kebudayaan Sifat kebudayaan sangat luas dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengertian, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif, yaitu mencakup segala caracara atau pola berpikir, merasakan, dan bertindak. Kebudayaan itu sendiri merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 - Kelas Sosial Kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen yang bertahan lama dalam sebuah masyarakat, yang tersusun secara hierarkhi dan yang keanggotaannya mempunyai nilai minat dan perilaku yang sama (Philip Kotler, 1993:225). - Keluarga Keluarga digunakan menggambarkan berbagai macam bentuk rumah tangga. Dalam keluarga masing-masing anggota dapat berbuat hal yang berbeda dalam membeli sesuatu. Setiap anggota keluarga memiliki selera dan keinginan yang berbeda. - Kelompok Referensi Kelompok referensi adalah kelompok yang menjadi ukuran seseorang untuk membentuk kepribadian perilakunya. Pada umumnya orang sangat dipengaruhi oleh kelompok referensi mereka dengan tiga cara pertama, kelompok referensi pada seseorang perilaku, gaya, dan konsep jati diri seseorang karena orang tersebut ingin menyesuaikan diri yang dapat mempengaruhi pilihan produk dan merek seseorang (Philip Kotler, 1993:228).

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 - Kelompok Sosial Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132).  Faktor Internal - Motivasi Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologi, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003,p.214). - Persepsi Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003,p.215).

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 - Pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004,p.207). - Kepribadian Kepribadian adalah pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk bertingkah laku. Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan sikap dan ciriciri sifat dan watak yang khusus yang menentukan perbedaan perilaku dari tiaptiap individu, dan yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain. - Konsep Diri Konsep diri merupakan pendekatan yang dikenal luas untuk menggambarkan hubungan antara konsep diri dalam konsumen dengan image merek dan image penjual. Konsep ini merupakan implikasi yang sangat luas dalam proses pembelian konsumen, maka dapat digunakan dalam menentukan segmentasi pasar, periklanan, pembungkusan, personal selling, pengembangan produk, dan distribusi.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 - Kepercayaan Kepercayaan adalah suatu pikiran deskriptif yang dianut seseorang mengenai sesuatu (Philip Kotler, 1993:242). Kepercayaan ini merupakan citra produk dan merek. - Sikap Sikap menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik, perasaan-perasaan emosional, dan kecenderungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap berberapa objek atau gagasan (Philip Kotler, 1992:203). Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 3. Tahap- Tahap Dalam Proses Keputusan Pembelian Gambar II.3 Tahap- Tahap Proses Pembelian Pengenalan Masalah Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian Perilaku Pasca Pembelian Sumber : Philip Kotler (2003:224) Adapun penjelasan dari tahapan diatas yaitu sebagai berikut :  Pengenalan Masalah Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Dalam sebuah kasu, rasa lapar, haus, dapat menjadi sebuah pendorong atau pemicu yang menjadi kegiatan pembelian. Dalam beberapa kasus lainnya, kebutuhan juga dapat didorong oleh kebutuhan eksternal, contohnya ketika seseorang mencium sebuah wangi masakan dari dalam rumah makan ia akan merasa lapar atau seseorang menjadi ingin memiliki mobil seperti yang dimiliki tetangganya. Pada tahap ini pemasar perlu melakukan identifikasi keadaan yang dapat memicu timbulnya kebutuhan konsumen. Para pemasar dapat melakukan penelitian pada konsumen untuk mengidentifikasi rangsangan yang paling sering membangkitkan minat mereka terhadap suatu produk.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33  Pencarian Informasi Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi informasi yag lebih banyak. Dalam tahap ini, pencarian informasi yang dilakukan oleh konsumen dapat dibagi ke dalam dua level, yaitu situasi pencarian informasi yang lebih ringan dinamakan dengan penguatan informasi. Pada level ini orang akan mencari serangkaian informasi tentang sebuah produk. Pada level kedua, konsumen mungkin akan mungkin masuk kedalam tahap pencarian informasi secara aktif. Mereka akan mencari informasi melalui bahan bacaan, pengalaman orang lain, dan mengunjungi toko untuk mempelajari produk tertentu. Yang dapat menjadi perhatian pemasar dalam tahap ini adalah bagaimana caranya agar pemasar dapat mengidentifikasi sumber-sumber utama atas informasi yang didapat konsumen dan bagaimana pengaruh sumber tersebut terhadap keputusan pembelian konsumen selanjutnya. Menurut Kotler (2003:225) sumber utama yang menjadi tempat konsumen untuk mendapatkan informasi dapat digolongkan kedalam empat kelompok, yaitu: - Sumber pribadi : keluarga, teman, tetangga dan kenalan. - Sumber komersial : iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan ditoko. - Sumber publik : media masa, organisasi penentu peringkat konsumen. - Sumber pengalaman : penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Secara umum, konsumen mendapatkan sebagian informasi tentang sebuah produk melalui sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar. Namun, informasi yang paling efektif berasal dari sumber pribadi. Tiap-tiap informasi komersial menjalankan perannya sebagai pemberi informasi, dan sumber pribadi menjalankan fungsi legitimasi atau evaluasi. Melalui sebuah aktivitas pengumpulan informasi, konsumen dapat mempelajari merek-merek yang bersaing beserta fitur-fitur yang dimiliki oleh setiap merek sebelum memutuskan untuk membeli merek yang mana.  Evaluasi Alternatif Dalam tahapan selanjutnya, setelah mengumpulkan informasi sebuah merek, konsumen akan melakukan evaluasi alternatif terhadap beberapa merek yang menghasilkan produk yang sama. Pada tahap ini ada tiga buah konsep dasar yang dapat membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen akan berusaha memenuhi kebutuhannya. Kedua, konsumen akan mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen akan memandang masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunakan dan untuk memuaskan kebutuhan itu. Atribut yang diminati oleh pembeli dapat berbeda-beda tergantung pada jenis produknya. Contohnya, konsumen akan mengamati perbedaan atribut seperti ketajaman gambar, kecepatan kamera, ukuran kamera, dan harga yang terdapat pada sebuah kamera.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35  Keputusan Pembelian Dalam melakukan evaluasi alternatif, konsumen akan mengembangkan sebuah keyakinan atas merek dan tentang posisi tiap merek berdasarkan masingmasing atribut yang berujung pada pembentukan citra merek. Selain itu, pada tahap evaluasi alternatif konsumen juga membentuk sebuah preferensi atas merekmerek yang ada dalam kumpulan pribadi dan konsumen juga akan membentuk niat untuk membeli merek yang paling di sukai dan berujung pada keputusan pembelian. Pada tahapan keputusan pembelian, konsumen dipengaruhi oleh dua faktor utama yang terdapat diantara niat pembelian dan keputusan pembelian yaitu: - Sikap orang lain, yaitu sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif yang disukai seseorang akan bergantung pada dua hal. Pertama, intensitas sikap negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai calon konsumen. Kedua, motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain (Fisbhein, dalam Kotler 2003:227). Semakin gencar sikap negatif orang lain dan semakin dekat orang lain tersebut dengan konsumen, maka konsumen akan semakin mengubah niat pembeliannya. Keadaan preferensi sebaliknya juga berlaku, preferensi pembeli terhadap merek tertentu akan meningkat jika orang yang menyukai juga sangat menyukai merek yang sama.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 - Faktor yang kedualah faktor situasi yang tidak terantisipasi yang dapat mengurangi niat pembelian konsumen. Contohnya, konsumen mungkin akan kehilangan niat pembeliannya ketika ia kehilangan pekerjaannya atau adanya kebutuhan yang lebih mendesak pada saat yang tidak terduga sebelumnya. Keputusan konsumen untuk memodifikasi, menunda atau menghindari keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh resiko yang dipikirkan (Kotler 2003:228). Seperti jumlah uang yang akan dikeluarkan, ketidakpastian atribut dan besarnya kepercayaan diri konsumen. Dalam hal ini, pemasar harus memahami faktor-faktor yang menimbulkan perasaan dalam diri konsumen akan adanya resiko dan memberikan informasi serta dukungan untuk mengurangi resiko yang dipikirkan konsumen.  Perilaku Pasca Pembelian Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami level kepuasan atau ketidapuasan tertentu. Tugas pemasar tidak berakhir begitu saja ketika produk dibeli. Para pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca pembelian dan pemakaian produk pasca pembelian. Adapun penjelasan mengenai kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca pembelian dan pemakaian produk pasca pembelian, sebagai berikut :

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 - Kepuasan Pasca Pembelian Kepuasan pembeli merupakan fungsi dari seberapa dekat harapan pembeli atas produk dengan kinerja yang dipikirkan pembeli atas produk tersebut. Jika kinerja produk lebih rendah daripada harapan, pembeli akan kecewa. Sebaliknya, jika kinerja produk lebih tinggi dibandingkan harapan konsumen maka pembeli akan merasa puas. Perasaan-perasaan itulah yang akan memutuskan apakah konsumen akan membeli kembali merek yang telah dibelinya dan memutuskan untuk menjadi pelanggan merek tersebut atau mereferensikan merek tersebut kepada orang lain. Pentingya kepuasan pasca pembelian menunjukkan bahwa para penjual harus menyebutkan akan seperti apa kinerja produk yang sebenarnya. Beberapa penjual bahkan menyatakan kinerja yang lebih rendah sehingga konsumen akan mendapatkan kepuasan yang lebih tinggi daripada yang diharapkannya atas produk tersebut. - Tindakan Pasca Pembelian Kepuasan dan ketidakpuasan terhadap produk akan mempengaruhi perilaku konsumen selanjutnya. Jika konsumen merasa puas ia akan menunjukkan kemungkinan yang lebih tinggi untuk membeli kembali produk tersebut. Sebaliknya jika konsumen merasa tidak puas, maka ia mungkin tidak akan membeli kembali merek tersebut.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 - Pemakaian dan Pembuangan Pasca Pembelian Selain perilaku pasca pembelian, dan tindakan pasca pembelian, pemasar juga harus memantau cara konsumen dalam memakai dan membuang produk tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan diri konsumen, dan lingkungan atas pemakaian yang salah, berlebihan atau kurang bertanggung jawab. 4. Tipe-Tipe Perilaku Pembelian Terdapat 4 jenis perilaku pembelian konsumen berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat diferensiasi merek, yaitu: - Perilaku pembelian yang rumit. Konsumen terlibat dalam pembelian yang rumit dan menyadari adanya perbedaan signifikan diantara berbagai merek. Dan biasanya merupakan kasus untuk produk yang mahal, jarang dibeli, beresiko, dan sangat mengekspresikan pribadi. Biasanya konsumen tidak banyak tahu tentang kategori produk tersebut dan harus belajar banyak. - Perilaku pembelian pengurang disonansi. Kadang-kadang konsumen terlibat dalam sebuah pembelian namun melihat sedikit perbedaan dalam merek-merek. Hal ini didasari karena barang tersebut mahal, jarang dilakukan, dan beresiko. Biasanya konsumen akan berkeliling untuk mempelajari apa yang tersedia namun akan membeli bilamana dirasa tepat dan dirasa nyaman.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 - Perilaku pembelian karena kebiasaan. Konsumen kurang terlibat dalam pembelian produk yang dibeli dan tidak adanya perbedaan merek yang signifikan. Jika pun harus membeli produk tersebut hal itu dikarenakan keterbiasaan bukan pada kesetiaan merek yang kuat. - Perilaku pembelian yang mencari variasi. Dalam beberapa situasi tertentu pembelian ditandai dengan keterlibatan konsumen yang rendah namun perbedaan merek yang signifikan. Sehingga konsumen sering melakukan perpindahan merek. G. Motivasi Hedonik Motivasi hedonik merupakan suatu keinginan konsumen yang dialami secara mendadak, termasuk diantaranya adalah himbauan yang kuat untuk membeli sesuatu pada saat itu juga. Untuk membeli secara motivasi hedonik dan kompleks dapat merangsang konflik emosional, hal ini terkait dengan prinsip motivasi klasik yang diperoleh dari bertindak atas perilaku tertentu yang dihasilkan dari estetika dan perasaan emosional seperti: cinta, benci, takut, sukacita, dll. Secara historik, pendekatan dan motivasi menghindari telah dikaitkan dengan karakteristik hedonik kesenangan dan penderitaan akar kata hedonik berasal. Dari kata Yunani untuk "manis", yang berarti berkaitan dengan atau ditandai dengan kesenangan. Hal ini menarik karena meskipun motivasi hedonik menggabungkan mengejar kesenangan serta menghindari situasi yang menyakitkan, konsep ini telah secara tradisional dikaitkan dengan konotasi positif kesenangan. Sebagai contoh, barang yang dibeli hedonik sehingga konsumen dapat memperoleh

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 kesenangan dan kenikmatan dari yang baik, dan pengalaman nilai juga dipandang sebagai pengalaman hedonik. H. Pembelian Impulsif Rook (dikutip Engel et al,1994,h.203) menyatakan bahwa pembelian impulsif adalah pembelian tanpa perencanaan yang diwarnai oleh dorongan kuat untuk membeli yang muncul secara tiba-tiba dan seringkali sulit untuk ditahan, yang dipicu secara spontan saat berhadapan dengan produk, serta adanya perasaan menyenangkan dan penuh gairah. Pada pembelian impulsif, konsumen memiliki perasaan yang kuat dan positif terhadap suatu produk, hingga akhirnya konsumen memutuskan untuk membeli, tanpa konsumen memikirkan terlebih dahulu, dan memperhitungkan konsekuensi yang diperolehnya. 1. Tipe-Tipe Pembelian Impulsif - Pembelian impulsif murni atau pure impulse yaitu dorongan untuk membeli produk diluar kebiasaaan pembeliannya. - Pembelian impulsif yang timbul karena sugesti atau suggestion impulse yaitu dorongan yang didasarkan stimulus pada toko dan ditunjang dengan pemberian saran, baik dari sales promotion, pramuniaga maupun teman - Pembelian impulsif karena pengalaman masa lampau atau reminder impulse yaitu dorongan yang muncul saat melihat barang pada toko , atau warung, display atau teringat iklan dan informasi lainnya tenang suatu produk

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 - Pembelian impulsif yang direncanakan atau planned impulse yaitu pembelian impulsif yang terjadi apabila kondisi penjualan tertentu diberikan. 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Impulsif - Faktor personal terdiri dari perilaku pembelajaran, motivasi, kepribadian, kepercayaan, usia, sumber daya konsumen, dan gaya hidup. - Faktor lingkungan terdiri dari situasi, kelompok dan budaya (Engel et al, 1995,hal.140-141). Situasi tempat tinggal individu tersebut mampu menpengaruhi bagaimana dia berperilaku sebagai konsumen dan bagaimana lingkungan kelompoknya mampu memberi variasi nilai-nilai kelompok yang di tularkan ke dalam individu tersebut. I. Penelitian Skripsi Terdahulu 1. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Yusup (2011) yang berjudul Analisis Pengaruh Promosi, Harga, Kualitas Produk Dan Layanan Purna Jual Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda. Berdasarkan hasil penelitian, strategi pemasaran terdiri dari empat bauran pemasaran (marketing mix) yaitu produk (product), harga (price), promosi (promotion) dan tempat (place). Dari keempat bauran pemasaran tersebut sangat penting digunakan untuk mengetahui berapa persentase penjualan sepeda motor atau berapa unit sepeda motor yang terjual setiap tahunnya.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 2. Penelitian yang dilakukan oleh Bayu Hadyanto Mulyono, Yoestini, Rini Nugraheni, Mustofa Kamal (2007) yang berjudul Analisis Pengaruh Kualitas Produk Dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Pada Perumahan Puri Mediterania Semarang). Berdasarkan hasil penelitian, variabel kualitas produk dan kualitas layanan merupakan variabel yang penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen sehingga implikasi manajerial seharusnya lebih difokuskan pada variabel-variabel tersebut. 3. Penelitian yang dilakukan oleh Thomas Emerald Kristianto (2004) yang berjudul Penilaian Konsumen Terhadap Motivasi Hedonik Dan Pembelian Impulsif Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada konsumen yang sedang berbelanja di Galeria Mall Yogyakarta menyatakan bahwa penilaian konsumen terhadap motivasi hedonik dan pembelian impulsif di daerah Yogyakarta berpengaruh positif. J. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan. (Sugiyono,2009). Penelitian ini menyatakan bahwa berbagai produk yang ditawarkan untuk konsumen mencakup berbagai kebutuhan hedonik dan produk yang spesifik diperoleh selama membeli

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 produk merupakan kebutuhan sekunder. Karena dari pengalaman konsumen membeli suatu produk yang ditawarkan akan menimbulkan suatu kepuasan yang disebut kebutuhan hedonik, produk yang akan dibeli seperti terpilih tanpa perencanaan terlebih dahulu dan menghadirkan suatu dorongan atau gerakan hati untuk membeli suatu produk (Angela,2000). Motivasi hedonik merupakan dorongan atau gerakan hati pembelian yang dapat diramalkan dari pengalaman, kebutuhan tambahan, memotivasi di dalam data kuesioner. Motivasi hedonik merupakan suatu keinginan konsumen yang dialami secara mendadak, termasuk diantaranya adalah himbauan yang kuat untuk membeli sesuatu pada saat itu juga. Untuk membeli secara motivasi hedonik dan kompleks dapat merangsang konflik emosional, hal ini terkait dengan prinsip motivasi klasik yang diperoleh dari bertindak atas perilaku tertentu yang dihasilkan dari estetika dan perasaan emosional seperti: cinta, benci, takut, sukacita, dll. Pembelian impulsif adalah pembelian tanpa perencanaan yang diwarnai oleh dorongan kuat untuk membeli yang muncul secara tiba-tiba dan sering kali sulit untuk ditahan, yang dipicu secara spontan saat berhadapan dengan produk, serta adanya perasaan menyenangkan dan penuh gairah. Pada pembelian impulsif, konsumen memiliki perasaan yang kuat dan positif terhadap suatu produk, hingga akhirnya konsumen memutuskan untuk membeli, tanpa konsumen memikirkan terlebih dahulu, dan memperhitungkan konsekuensi yang diperolehnya.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Gambar II.4. Pengembangan Model Teoritikal Dasar Perilaku Berbelanja Keterangan: = variabel yang akan diteliti Dari pengembangan model teoritikal dasar perilaku berbelanja konsumen di atas, studi ini fokus pembahasan pada faktor situasional, reaksi impulsif, motivasi hedonik, dan keputusan pembelian impulsif. Faktor situasional dalam hal ini dijabarkan sebagai variabel lingkungan fisik, perspektif waktu, lingkungan sosial, dan suasana hati. Secara spesifik studi ini mengkaji pengaruh lingkungan fisik dan perspektif waktu terhadap reaksi impulsif, lingkungan sosial dan suasana hati terhadap motivasi hedonik konsumsi, reaksi impulsif terhadap keputusan pembelian impulsif. Atas dasar penjelasan tersebut maka kerangka konseptual yang diajukan dalam studi ini digambarkan seperti pada gambar II.4.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Berdasarkan penjelasan dan gambar yang ada diatas, maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: H1 : Motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif produk Sophie Martin.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 BAB III Metode Penelitian A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi survei pada produk Sophie Martin. Kuesioner dibuat dan disebar pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. B. Jenis dan Sumber Data Dalam penelitian ini data yang digunakan : 1. Data Primer Data primer yaitu data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah riset secara khusus dan diperoleh dari sumber pertama objek penelitian yang dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada sebagian konsumen yang membeli dan menggunakan produk Sophie Martin di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data serta mencakup semua informasi yang telah dikumpulkan dan hanya mungkin relevan dengan permasalahan yang ada. Data sekunder dalam penelitian ini dilakukan untuk menambah daya dukungan atas penelitian dengan data-data yang lain berkaitan dengan penelitian. 46

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel yaitu : 1. Variabel bebas (independent variable) Variabel bebasnya adalah motivasi hedonik. Variabel bebas adalah suatu variabel yang menyebabkan atau menjadi sebab bagi berubahnya variabel lain (Dependent Variables/DV). Apabila Independent Variables/IV mengalami perubahan maka Dependent Variables/DV juga mengalami perubahan. Variabel bebas memberikan stiumulus dalam perubahan variabel lain. Banyak istilah yang digunakan untuk penyebutan istilah variabel bebas, padanan kata atau sinonim dari variabel bebas diantaranya variabel penyebab (independent variables), prediktor, stimulus, eksougen atau antecendent. Variabel bebas biasanya dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi. 2. Variabel terikat (dependent variable). Variabel terikatnya adalah pembelian impulsif. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel lain (variabel bebas). Juga sering disebut variabel terikat, variabel respon atau endogen. Variabel dependen atau terikat sering juga disebut variabel kriteria, respondan output (hasil). Variabel dependen (DV) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independent (bebas). Ada pula yang mengistilahkan Variabel Terikat (Dependent Variables/DV) dengan variabel tergantung. Variabel tergantung memberikan reaksi/respon jika dihubungkan dengan variabel bebas. Variabel tergantung adalah

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 adalah variabel yang faktornya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas. 3. Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel adalah suatu definisi yang diberikan pada suatu variabel dengan memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan atau membenarkan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut (Sugiyono,2004). Pengertian dari variabel-variabel yang diteliti dan akan dilakukan analisis lebih lanjut yaitu motivasi hedonik dan pembelian impulsif. Tabel III.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Definisi Indikator Penelitian Pengukuran Operasional Motivasi Motivasi hedonik merupakan  Cinta 1 = Sangat hedonik suatu keinginan konsumen  Benci Tidak Setuju yang  Takut 2 = Tidak di  Sukacita Setuju antaranya adalah himbauan  Kesenangan 3 = Netral dialami mendadak, secara termasuk yang kuat untuk membeli 4 = Setuju sesuatu pada saat itu juga. 5 = Sangat Setuju

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Variabel Definisi Indikator Penelitian Pengukuran Operasional adalah  Gaya hidup 1 = Sangat tanpa  Kepribadian Tidak diwarnai  Kepercayaan Setuju oleh dorongan kuat untuk  Pengalaman 2 = Tidak Pembelian Pembelian impulsif pembelian impulsif perencanaan yang membeli yang muncul secara Setuju tiba-tiba dan seringkali sulit 3 = Netral untuk ditahan, yang dipicu 4 = Setuju secara 5 = Sangat spontan saat berhadapan dengan produk. Setuju D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Jamili, Ahmad dan Sari (2001), populasi adalah sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam beberapa hal yang membentuk masalah pokok. Sedangkan menurut Sudjana (2005), populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin hasil menghitung atau pengukuran kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua konsumen yang membeli dan menggunakan produk dari Sophie Martin sebab produk Sophie Martin merupakan produk yang disukai oleh mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 2. Sampel Menurut (Sugiyono,1999), sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi dimana pengambilan yang dilakukan harus mewakili populasi atau harus representatif. Penentuan jumlah sampel ditentukan melalui beberapa metode antara lain dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Widiyanto,2008) apabila populasi berukuran besar dan jumlahnya tidak diketahui maka digunakan rumus sebagai berikut: = 96, 04 = 97 (atau dibulatkan 100 agar penelitian lebih fit). Dimana : n = jumlah sampel Z = tingkat keyakinan yang dibutuhkan dalam penentuan sampel 95% Moe = margin of error yaitu tingkat kesalahan maksimum yang dapat ditoleransi, ditentukan sebesar 10% Dari hasil perhitungan sampel diatas, maka jumlah sampel dalam penelitian ini dibulatkan sebanyak 100 responden agar penelitian lebih fit karena jumlah populasi yang terwakili semakin banyak sehingga kekuatan statistika semakin baik. Dalam penelitian ini metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 menentukan sendiri sampel yang diambil. Jadi, sampel diambil tidak secara acak tetapi ditentukan sendiri oleh peneliti. Pengambilan sampel populasi dilakukan pada konsumen yang akan membeli dan menggunakan produk dari Sophie Martin di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. E. Metode Pengumpulan Data Untuk dapat mengumpulkan data secara lengkap, maka dalam penelitian ini digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :  Kuesioner Dalam penelitian ini data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data melalui seperangkat daftar pertanyaan disusun oleh penulis dan diisi responden (Sigit, 1999). Kuesioner yang dibagikan harus disertai surat permohonan pengisian kuesioner dan penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan skala pengukuran yang disebut skala likert dengan skala 5, dimana konsumen diminta untuk memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan dan berhubungan dengan motivasi konsumen untuk membeli dengan dorongan atau gerakan hati untuk membeli suatu produk. Skala tersebut sebagai berikut (Husein Umar, 2002). 1 = Sangat tidak setuju 2 = Tidak setuju 4 = Setuju 5 = Sangat Setuju 3 = Netral

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 F. Metode Analisis Data Dalam penelitian ini menggunakan dua metode analisis, yaitu : 1. Metode analisis kuantitatif Metode analisis kuantitatif merupakan suatu metode expremential satu test pada kondisi terkontrol yang dibuat untuk mempertunjukkan satu diketahui benar atau menguji kebenaran dari satu hipotesis (Daniel Muijl,2004). Diberi nama kuantatatif karena kualitas di skor ke dalam angka kuantitas dalam pengumpulan dan analisis datanya (Purwanto,2007). 2. Metode analisis kualitatif Metode analisis kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik (Strauss dan Corbin 2003). Dengan tujuan untuk mendapatkan makna dan pemahaman, penjelasan mengenai hubungan gejala, tapi lebih dari itu menjelaskan alasan-alasan adanya hubungan (Purwanto,2007). Proses analisis kualitatif ini dilakukan dalam beberapa tahapan antara lain : - Pengeditan(Editing) Pengeditan yaitu memilih atau mengambil data yang perlu dan membuang data yang dianggap tidak perlu untuk memudahkan dalam proses perhitungan dalam pengujian hipotesis.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 - Pemberian Skor (Scoring) Mengubah data yang bersifat kualitatif ke dalam bentuk kuantitatif. Dalam penelitian ini urutan pemberian skor menggunakan skala likert. - Tabulating Pengelompokkan data atas jawaban dengan benar dan teliti kemudian dihitung dan dijumlahkan sampai berwujud dalam bentuk yang berguna. Dari hasil tabulasi tersebut akan disepakati untuk membuat data tabel dan mendapatkan hubungan atau pengaruh antara variabel-variabel yang ada. G. Teknik Analisis Data 1. Uji Realibilitas dan Validitas Untuk menunjang proses analisis maka alat pengukur data harus terlebih dahulu diuji reliabilitas dan validitasnya. Jika pertanyaan sudah reliabel dan valid, berarti pertanyaan tersebut sudah bisa digunakan untuk mengukur faktornya. - Uji Realibilitas Adalah suatu indeks yang menunjukan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya atau reliabel hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah. Rumus yang digunakan adalah rumus Spearman-Brown.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Rumus Spearman-Brown: Keterangan : rsb : nilai reabilitas instrument rpm : nilai korelasi product moment Apabila nilai koefisien korelasi hasil perhitungan ternyata lebih besar daripada nilai r dalam tabel, maka uji reliabilitas signifikan. Dengan kata lain, instrument penelitian reliabel. - Uji Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi alat ukurnya. Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali,2006). Validitas ditentukan dengan mengorelasikan antara skor yang diperoleh setiap pertanyaan dengan skor total. Jika skor tiap pertanyaan berkorelasi secara signifikan dengan skor total pada tingkat alpha tertentu (misalnya 1%) maka dapat dikatakan bahwa alat pengukuran itu valid. Sebaliknya, jika korelasinya tidak signifikan maka alat pengukuran tidak valid dan alat pengukuran tidak perlu digunakan untuk mengumpulkan dan mengambil data. Pada penelitian ini uji validitas ini dilakukan dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Sciences).

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Rumus Pearson Product Moment: Keterangan : √[ ∑ r : koefisien korelasi  : skor butir  : skor total butir  : jumlah sampel (responden) ∑ ∑ ∑ ∑ ][ ∑ ∑ ] Selanjutnya, nilai r dibandingkan dengan r tabel dengan derajat (n-2). Jika nilai r hasil perhitungan lebih besar daripada nilai r dalam tabel pada  tertentu maka berarti signifikan sehingga disimpulkan bahwa butir pertanyaan atau pernyataan itu valid. 2. Uji Asumsi Klasik - Uji Normalitas Uji Normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki residual yang terdistribusi secara normal. Uji normalitas yang digunakan untuk penelitian ini adalah uji one sample Kolmogorov Smirnov, dalam hal ini untuk mengetahui apakah residual terdistribusi normal, jika nilai signifikansi lebih dari 0.05 (Priyatno,2012: 144).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 - Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui persamaan regresi mengenai sama atau tidak varian dari residual observasi yang satu dengan observasi yang lain. Uji Heteroskedastisitas akan diuji dengan menggunakan uji koefisien korelasi Spearman’s rho (Priyatno, 2012:158). Uji heteroskedastisitas dengan korelasi Spearman’s rho yaitu mengorelasikan variabel independen dengan nilai unstandardized residual. Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 1 sisi. Jika korelasi antara variabel independen dengan residual didapat signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi. 3. Analisis Regresi Linear Sederhana Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan variabel dependen. Persamaan umum regresi linier sederhana adalah : Dimana: = nilai prediksi dari jumlah pembelian impulsif pada produk Sophie Martin (Y) berdasarkan nilai dari jumlah motivasi hedonik (X). A = titik potong dari jumlah pembelian impulsif pada produk Sophie Martin (Y), merupakan nilai bagi jumlah pembelian impulsif pada produk Sophie Martin ((Y) ketika jumlah motivasi hedonik (X) = 0.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 b = kemiringan atau slope atau perubahan rata-rata dalam untuk setiap perubahan dari satu unit jumlah motivasi hedonik (X), baik berupa peningkatan maupun penurunan. X = nilai variabel motivasi hedonik (X) yang dipilih. Perumusan hipotesis : - H0 = 0, motivasi hedonik tidak berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif produk Sophie Martin. - Ha ≠ 0, motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif produk Sophie Martin. - Level of significance Probabilitas yang digunakan yaitu sebesar  = 5% - Rumus t hitung : Keterangan : b1 : koefisien regresi Sb1 : standar deviation N : jumlah sampel - Menentukan kriteria pengujian Ho diterima atau Ha ditolak apabila t hitung ≤t tabel, atau Ha diterima apabila t hitung > t tabel, pada  5%. pada  5% Ho ditolak

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 - Kesimpulan Jika Ho ditolak maka motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif produk Sophie Martin. Jika Ho diterima maka motivasi hedonik tidak berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif produk Sophie Martin. 4. Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar kontrbusi atau sumbangan variabel independen (X) terhadap variabel independen (Y). Dari sinilah kita dapat mengetahui faktor manakah dari motivasi hedonik dan pembelian impulsif yang paling dominan mempengaruhi produk Sophie Martin.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 BAB IV GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN A. Deskripsi Tempat Penelitian 1. Latar Belakang Universitas Sanata Dharma Yogyakarta PTPG (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru) Sanata Dharma lahir pada tanggal 20 Oktober 1955 dan diresmikan pada tanggal 17 Desember 1955. Pada waktu itu telah dibuka kursus-kursus B1, antara lain B1 mendidik (Yayasan De Brito) di Yogyakarta yang dikelola oleh Pater H. Loeff, S.J., dan B1 Bahasa Inggris (Yayasan Loyola) di Semarang yang dikelola oleh Pater W.J. Van der Meulen, S.J. dan Pater H. Bastiaanse, S.J. Dengan dukungan dari Conggregatio de Propaganda Fide, selanjutnya Pater Kester yang waktu itu menjabat sebagai Superior Misionaris Serikat Yesus menggabungkan kursus-kursus ini menjadi sebuah perguruan tinggi dan lahirlah PTPG Sanata Dharma pada tanggal 20 Oktober 1955 dan diresmikan oleh pada tanggal 17 Desember 1955. Pada awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai 4 Jurusan, yaitu Bahasa Inggris, Sejarah, IPA, dan Ilmu Mendidik. Para pembesar misi Serikat Yesus menunjuk Pater Prof. Nicolaus Driyarkara, S.J. menjadi Dekan PTPG Sanata Dharma dan Pater H. Loeff sebagai Wakil Dekan. Nama Sanata Dharma diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J. yang waktu itu menjadi pejabat Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan di Kantor Wali Gereja Indonesia. "Sanata Dharma" sebenarnya dibaca "Sanyata Dharma" yang berarti 59

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 "kebaktian yang sebenarnya" atau "pelayanan yang nyata". Kebaktian dan pelayanan itu ditujukan kepada tanah air dan gereja (Pro Patria et Eclessia). a. Perkembangan Sanata Dharma - FKIP Sanata Dharma (1958 - 1965) PTPG Sanata Dharma pada bulan November 1958 berubah menjadi FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Sanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Pada masa FKIP ini Sanata Dharma berhasil memperoleh status "Disamakan" dengan negeri berdasarkan SK Menteri PTIP No.1 / 1961 pada tanggal 6 Mei 1961 jo No. 77 / 1962 tanggal 11 Juli 1962. Walaupun bagian dari Universitas Katolik Indonesia, secara de facto FKIP Sanata Dharma berdiri sendiri. - IKIP Sanata Dharma (1965 - 1993) Dalam mengatasi kerancuan antara menjadi bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta dengan kemandirian FKIP Sanata Dharma sebagai sebuah institusi pendidikan, FKIP Santa Dharma berubah menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK Menteri PTIP No. 237 / B - Swt / U / 1965. Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal 1 September 1965. Selain melaksanakan Program S1, IKIP Sanata Dharma juga dipercaya pemerintah untuk mengelola Program Diploma I, II, dan III untuk jurusan Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan PMP. Berbagai program Diploma ini ditutup pada tahun 1990

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 dan selanjutnya dibuka program Diploma II PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar). - Universitas Sanata Dharma (1993 sampai sekarang) Akhirnya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan zaman, tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK Mendikbud No. 46 / D / O / 1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma atau lebih dikenal dengan nama USD. Dengan perkembangan ini USD diharapkan tetap dapat memajukan sistem pendidikan guru sekaligus berpartisipasi dalam memperluas wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Universitas Sanata Dharma sekarang memiliki 8 Fakultas dengan 25 Program Studi, 3 Program Pasca Sarjana, 1 Program Profesi, dan 3 Program Kursus Bersertifikat. b. Tujuan Universitas Sanata Dharma Pendidikan di Universitas Sanata Dharma bertujuan membantu mencerdaskan putra-putri bangsa dengan memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai humanistik yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani yang universal dan cita-cita kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila, sehingga memiliki kemampuan akademik sesuai dengan bidang studinya dan integritas kepribadian yang tinggi.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 c. Visi dan Misi Universitas Sanata Dharma a. Visi Menjadi penggali kebenaran yang unggul dan humanis demi terwujudnya masyarakat yang semakin bermartabat. b. Misi 1. Mengembangkan sistem pendidikan holistik yang merupakan perpaduan keunggulan akademik dan nilai-nilai kemanusiaan melalui pendekatan yang berciri cura personalis, dialogis, pluralistik, dan transformatif. 2. Menciptakan masyakarat akademik Universitas yang mampu menghargai kebebasan akademik serta otonomi kelimuan, mampu bekerjasama lintas ilmu, dan mampu mengedepankan kedalaman dari pada keluasan wawasan keilmuan dalam usaha menggali kebenaran lewat kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengadian pada masyarakat. 3. Menghadirkan pencerahan yang mencerdaskan bagi masyarakat melalui publikasi hasil kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, pengembangan kerjasama dengan berbagai mitra yang memiliki visi serta kepedulian sama, dan pemberdayaan para alumni dalam pengembagngan keterlibatan nyata di tengah masyarakat.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Data mahasiswa meliputi mahasiswa program S1, S2, dan Profesi dari tahun 2008-2013 adalah sebagai berikut : Tabel IV.1 Data Mahasiwa Tahun Jumlah Keseluruhan Mahasiswa 2008 9384 2009 9002 2010 8367 2011 8540 2012 9476 2013 10373 Dapat dilihat pada 2008-2011 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengalami penurunan mahasiswa. Dan pada tahun 2012-2013 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengalami peningkatan yang baik bagi perkembangan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tetapi dalam penelitian ini penulis hanya menyebar 100 kuesioner pada responden untuk mewakilkan jumlah sampel yang diteliti. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari laki-laki dan perempuan, untuk mengetahui berapa persentase mahasiswa laki-laki dan perempuan pada tahun 2011-2013 adalah sebagai berikut :

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel IV.2 Jumlah Mahasiswa Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun Jumlah Mahasiswa Laki-laki Jumlah Mahasiswa Perempuan 2011 3448 5092 2012 3766 5710 2013 4072 6301 Dari hasil yang diperoleh berdasarkan jumlah mahasiswa berdasarkan jenis kelamin, persentase terbesar pada tahun 2011-2013 adalah perempuan. Terlihat bahwa pada tahun 2011-2013 jumlah mahasiswa perempuan mengalami peningkatan. 3. Sejarah Sophie Martin Sophie Martin didirikan oleh pasangan suami istri berkebangsaan Prancis , Bruno Hasson dan Sophie Martin. Pada tahun 1997, mereka datang ke Indonesia karena Bruno mendapat tugas di sebuah perusahaan Prancis. mulanya, mereka tak berniat lama-lama tinggal di Indonesia. Namun, Bruno dan Sophie bukan pasangan exspat biasa. Sophie sangat pandai merancang tas sementara Bruno dengan skill marketingnya yang tinggi. Peluang bisnis ini dilakukan untuk memasarkan keterampilan istrinya. Dengan mempekerjakan seorang tukang jahit diloteng rumah, mereka merintis Sophie Martin karena pernah menjadi handbag designer untuk christian dior selama 2 tahun , produk yang pertama di buat

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Sophie adalah tas ternyata tas-tas tersebut yang dipromosikan dari mulut ke mulut dan mendapat respon positif dari konsumen. Sophie Martin menggunakan beberapa strategi untuk mencapai target yaitu yang pertama dengan meningkatkan stock supply management, hal ini dilakukan agar tidak menghadapi kendala dalam ketersediaan produk dan dapat memenuhi permintaan pasar secara tepat. Yang kedua menerapkan e-commerce, dalam penerapan ini konsumen yang ingin berbelanja online Sophie Martin akan mendapatkan produk melalui Business Center (BC). Business Center (BC) yaitu agen berbentuk took sebagai kepanjangan tangan dari Sophie Martin kepada konsumen dan BC merupakan bagian penting dari bentuk bisnis MLM, saat ini ada sekitar 320 BC yang tersebar di Indonesia. Ketiga yaitu siklus produk, hal ini dilakukan karena adanya permintaan pasar yang dulunya katalog produk Sophie Martin diterbitkan setiap dua bulan sekali sekarang menjadi 40 hari sekali. Bukan hal yang mudah apabila setiap 40 hari sekali menerbitkan katalog dengan edisi katalog terdapat 1000 jenis produk dengan persentase produk baru sebanyak 40% dan setiap edisi yang diterbitkan sebanyak 400.000 eksemplar. Keempat yaitu promosi, promosi ini dilakukan untuk manambah konsumen menjadi lebih banyak sebab dengan promosi Sophie Martin mengharapkan agar konsumen tertarik untuk membeli produk yang telah dihasilkan sebab produk yang ditawarkan oleh Sophie Martin merupakan produk yang berkualitas dan harganya yang terjangkau Perusahaan Sophie Martin ini kini mempekerjakan sekitar 500 orang di lebih dari 10 negara, seperti Indonesia, India, Korea, Italia, dan Perancis untuk membuat garment, tas, sepatu, perhiasan, kostum, kosmetik, dll. Produk Sophie

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Martin dijual melalui skema MLM (Multi Level Marketing) dengan katalog baru yang diterbitkan setiap 40 hari. Kini, Sophie Martin memiliki lebih dari 1 juta anggota aktif yang menjual lebih dari 50.000 produk sehari. Cabang perusahaan telah dibuka di Negara Filipina, Vietnam, dan Maroko. Pada tahun 2002 Sophie Martin melakukan perluasan bisnisnya ke luar negeri dengan membuka kantor perwakilan di kota Manila-Filipina dan saat ini sudah ada lebih dari 100 Business Center Sophie Martin yang tersebar di seluruh Filipina. Tahun 2008 Sophie Martin menerapkan strategi branding, dimana Sophie Martin menjadi bagian dari brand besar. Sophie Martin mengunakan gedung yang terdiri dari 7 lantai dan 2 basement. Gedung tersebut menjadi kantor pusat dan training center yang setiap harinya membuka berbagai kelas pelatihan untuk memaksimalkan pengetahuan dan potensi para membernya, saat itu Sophie Martin merambah Maroko serta membuka cabang di kota Casablanca. Tahun 2009 Sophie Martin meresmikan flagship store pertama di Plaza Semanggi dan program Sophie Goes To Mall. Tahun 2010 Sophie Martin melebarkan usahanya di Negara Asia lainnya, yaitu Vietnam. Di tahun tersebut Sophie Martin menempati peringkat pertama pada kategori tas wanita terfavorit. Prestasi ini mengukuhkan Sophie Martin dalam meraih berbagai penghargaan tertinggi antara lain Top Brand Award, Woman Brand Award, dan Youth Brand Award. Dan pada tahun 2012 Sophie martin berhasil menjadi MLM (Multi Level Marketing) fashion nomor 1 di Malaysia, Sophie Martin juga mendapatkan The Most Recommended Brand Award, Marketing Award, Digital Marketing Award, dan The Most Original Brand Award. Di tahun 2013 Sophie Martin meluncurkan visi dan misi terbarunya yaitu

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Sophie Diliver Happines yang bermakna “Kami keluarga besar Sophie Martin percaya bahwa kebahagiaan di Sophie Martin berawal dari semangat kerja karyawan yang tercermin dari hasil kerja dan antusias para karyawan”. Sejak itu Sophie Martin menjadi perusahaan MLM nomor 1 di Indonesia yang berhasil meningkatkan taraf hidup, merubah menjadi lebih baik dan mewujudkan mimpi dari jutaan orang yang ada. Saat ini Sophie Martin merupakan perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan cara direct selling dengan sistem keangotaan atau member ship yang menjadi tenaga penjual langsung secara otomatis. Dimana para member mendapatkan keuntungan selisih harga jual dari discount keangotaan dan bonus bulanan dari persentase belanja group jaringannya. Keuntungan ini menjadi peluang usaha untuk mereka yang memiliki jiwa bisnis dan kreatif untuk mengisi kekosongan diantara kesibukan dengan sesuatu yang menghasilkan dan produktif, namun tak sedikit diantara mereka yang masih bingung bagaimana cara jadi member Sophie Martin. Cara menjadi member Sophie Martin sangat mudah pertama karena Sophie Martin merupakan MLM maka anda harus bergabung dengan seseorang yang sudah lebih dulu menjadi anggota Sophie Martin. Dan dialah yang akan menjadi calon upline anda yang tentunya membantu anda untuk mendaftarkannya sampai benar-benar siap menjadi member dan jualan. Seorang upline memang harus memberikan perhatian yang lebih terlebih kepada member baru, bimbingan dan arahan adalah kewajiban seorang upline yang baik dengan tujuan membesarkan groupnya dan menjadikan target penjualan group tercapai setiap saat. Saat ini ada sekitar 1,8 juta member yang terdaftar dan jumlah yang aktif

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 sebanyak 120.000 dengan rata-rata perekrutan anggota baru sebanyak 250 orang perhari. Sophie Martin juga memiliki akun resmi untuk menawarkan produk yang telah dihasilkan yaitu www.SophieParis.com. Jadi jika ingin berbelanja produk Sophie Martin secara online , http://cippyshop.com/sophie-martin/ adalah tempat yang tepat, karena situs tersebut merupakan situs resmi Sophie Martin yang tidak melayani penjualan secara online. Visi dari http://cippyshop.com/sophie-martin/ adalah menjadi toko online produk Sophie Martin bagi para Sophieholic yang menginginkan belanja secara praktis, nyaman, cepat, dan aman.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Gambar IV.3 Gambaran Katalog dan Produk Sophie Martin

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang hasil pengumpulan data dari hasil kuesioner, analisis data penelitian dan pembahasan data penelitian. Analisis terdiri dari pengujian instrumen (uji reliabilitas dan uji variabilitas), uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji hipotesis (uji t). Pengolahan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu program software SPSS (Statistical Product and Service Solution) 16.0 for Windows dan Microsoft Office Excel 2007. A. Deskripsi Data Responden Analisis ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang karakteristik responden yang diteliti, kemudian dilakukan pengolahan data melalui analisis statistik desktriptif. Analisis data responden diklasifikasikan berdasarkan :  Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin, karakteristik responden yang menggunakan produk Sophie Martin sebagai berikut: 70

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Tabel V.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%) 1. Laki-Laki 40 40 2. Perempuan 60 60 100 100 Jumlah Sumber : diolah dari lampiran 1, 2014 Dari tabel V.1, dapat dilihat bahwa responden berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebab jumlah persentase yang diperoleh sebesar 60% sedangkan responden berdasarkan jenis kelamin terkecil adalah laki-laki dengan jumlah persentase 40%.  Usia Dalam penelitian ini, karakteristikresponden dikelompokkan menjadi tiga kelompok usia sebagai berikut: berdasarkan usia

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tabel V.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia No. Kelompok Usia Jumlah (orang) Persentase (%) (Tahun) 1. 17-19 35 35 2. 20-22 46 46 3. 23-25 19 19 100 100 Jumlah Sumber : diolah dari lampiran 1, 2014 Dari tabel V.2 diatas, dapat dilihat bahwa persentase terbanyak berdasarkan kelompok usia 20-22 sebesar 46% dan persentase terkecil diperoleh berdasarkan kelompok usia 23-25 sebesar 19%.  Program Studi Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan dilakukan pada beberapa program studi yang ada. Dari hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut:

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Tabel V.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Program Studi No. Program Studi Jumlah (orang) Persentase (%) 1. Manajemen 60 60 2. Teknik Mesin 10 10 3. Teknik Informatika 10 10 4. PGSD 20 20 100 100 Jumlah Sumber : diolah dari lampiran 1, 2014 Dari tabel V.3, dapat dilihat bahwa persentase responden terbanyak berdasarkan program studi manajemen sebesar 60% serta persentase terkecil berdasarkan program studi teknik mesin dan teknik informatika sebesar 10%. B . Deskripsi Variabel Dari kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden akan diubah ke dalam data kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tingkatan skala Likert untuk urutan pemberian skor. Urutan pemberian skor dapat dilihat sebagai berikut: Sangat Setuju (SS) = diberi bobot/skor 5 Setuju (S) = diberi bobot/skor 4 Tidak Setuju (TS) = diberi bobot/skor 2 Netral (N) = diberi bobot/skor 3 Sangat Tidak Setuju (STS) = diberi bobot/skor 1

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 1. Tingkat Motivasi Hedonik Dari kuesioner dengan jumlah 5 pertanyaanyang dibagikan kepada 100 responden untuk variabel motivasi hedonik, didapat hasil yang ditunjukkan pada tabel V.4 Tabel V.4 Variabel Motivasi Hedonik (X) Jumlah Persentase (%) SS = Sangat setuju 80 16% S = Setuju 135 27% N = Netral 230 46% TS = Tidak setuju 50 10% STS = Sangat tidak setuju 5 1% Total 500 100% Sumber data primer diolah, 2014 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa respondenyang menjawab netral sebanyak 46%, responden yang menjawab setuju sebanyak 27%, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 16%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 10%, dan responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 1%. Dari jawaban kuesioner tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi hedonik adalah cukup sebab kebanyakan responden menjawab netral. Hal ini terjadi karena motivasi hedonik merupakan suatu keinginan konsumen yang dialami secara mendadak termasuk diantaranya adalah himbauan yang kuat untuk membeli sesuatu pada saat itu juga. Dari hasil yang didapat menyatakan bahwa tingkat motivasi hedonik pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 terhadap produk Sophie Martin cukup, artinya bahwa tidak banyak konsumen yang berkeinginan untuk membeli produk Sophie Martin secara mendadak dan pada saat itu juga walaupun konsumen merasa senang atau suka pada produk Sophie Martin. Ketika membeli secara mendadak dan pada saat itu juga konsumen akan berfikir ulang untuk membelinya. Konsumen tidak memiliki motivasi hedonik untuk membeli sesuatu yang kesannya secara mendadak dan pada saat itu juga harus membeli. 2. Tingkat Pembelian Impulsif Dari kuesioner dengan jumlah 5 pertanyaan yang dibagikan kepada 100 responden untuk variabel pembelian impulsif, didapat hasil yang ditunjukkan pada tabel V.5 Tabel V.5 Variabel Pembelian Impulsif (Y) Jumlah Persentase (%) SS = Sangat setuju 50 10% S = Setuju 250 50% N = Netral 105 21% TS = Tidak setuju 90 18% STS = Sangat tidak setuju 5 1% Total 500 100% Sumber data primer diolah, 2014 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa respondenyang menjawab setuju sebanyak 50%, responden yang menjawab netral sebanyak 21%, responden yang menjawab tidaksetuju sebanyak 18%, responden yang menjawab

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 sangatsetuju sebanyak 10%, dan responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 1%. Dari jawaban kuesioner tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pembelian impulsif tinggi karena kebanyakan responden menjawab setuju. Sebab dalam hal ini responden berperan aktif melakukan pembelian impulsif yang tanpa mereka sadari ingin membeli produk Sophie Martin ketika produk tersebut menawarkan berbagai produk yang menarik serta menawarkan promo atau discount. C.Analisis Data 1. Hasil Uji Reliabilitas Pengujian instrumen reliabilitas menggunakan rumus Spearman Brown (Split-half), agar hasil dapat dipercaya dan reliabel. Hasil reliabilitas yang didasarkan pada Sprearman Brown (Split-half) dapat terlihat seperti berikut ini : Tabel V.6 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Split-half Item Keterangan Motivasi 0.741 5 item Reliabel 0.939 5 item Reliabel Hedonik Pembelian Impulsif Sumber : data primer yang diolah 2014 Jika dilihat dari tabel V.6, maka terlihat bahwa kedua komponen variabel diatas jika dibandingkan dengan pearson sebesar 0.197, maka hasil yang

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 didapat adalah reliabel. Ini berarti nilai realibilitas tersebut memenuhi syarat. Uji ini juga bisa menggunakan patokan 0.6 sebagai pengujian reliabilitasnya, jika lebih dari 0.6, maka instrumen tersebut reliabel. 2. Hasil Uji Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi alat ukurnya. Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali , 2006). Kriteria yang digunakan adalah bila korelasi butir-butir pernyataan terhadap skor totalnya tersebut > , maka butir peryataan tersebut dinyatakan valid. Untuk responden yang berjumlah 100 responden, dapat diperoleh derajat bebasnya (df) sebesar (n-2) = 98. Untuk df 98 dan alpha 5% diperoleh nilai gunakan adalah jika berikut: = 0.197, sehingga patokan yang peneliti lebih besar dari 0.197. Hasilnya adalah sebagai

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Tabel V.7 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Variabel Item Keterangan pertanyaan Motivasi Pertanyaan 1 0.688 0.197 Valid Pertanyaan 2 0.719 0.197 Valid Pertanyaan 3 0.379 0.197 Valid Pertanyaan 4 0.761 0.197 Valid Pertanyaan 5 0.706 0.197 Valid Pertanyaan 1 0.668 0.197 Valid Pertanyaan 2 0.801 0.197 Valid Pertanyaan 3 0.623 0.197 Valid Pertanyaan 4 0.783 0.197 Valid Pertanyaan 5 0.697 0.197 Valid hedonik (X) Pembelian Impulsif (Y) Dari data diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ke-10 pernyataan yang ada adalah valid. Hal ini dapat dilihat dari nilai . lebih besar dari

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 3. Uji Asumsi Klasik a) Hasil Uji Normalitas Uji Normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki residual yang terdistribusi secara normal. Uji normalitas yang digunakan untuk penelitian ini adalah uji one sample Kolomogorov Smirnov, dalam hal ini untuk mengetahui apakah residual terdistribusi normal, jika nilai signifikansi lebih dari 0.05 (Priyatno, 2012:144). Hasil uji normalitas yang didasarkan pada Kolmogorov-Smirnov Goodness of Fit Test akan terlihat seperti berikut ini : Tabel V.8 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 100 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) .0000000 2.63421199 Absolute .128 Positive .073 Negative -.128 1.276 .077 a. Test distribution is Normal. Dari hasil uji normalitas diatas, disimpulkan bahwa nilai probabilitas Uji One-Sample-Kolmogrov Smirnov-Z > 0.05, yaitu sebesar 1.276, maka

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 menunjukkan bahwa presentase sumbangan dari semua data penelitian ini terdistribusi secara normal. b) Hasil Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya ketidaksamaan varian dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dengan melakukan analisis korelasi spearman antara residul dengan masingmasing variabel independen dengan residual signifikan lebih dari 0.05. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut: Tabel V.9 Hasil Uji Heterokedastisitas Correlations Unstandardized X Spearman's rho X Correlation Coefficient 1.000 .094 . .351 N 100 100 Correlation Coefficient .094 1.000 Sig. (2-tailed) .351 . 100 100 Sig. (2-tailed) Unstandardized Residual Residual N

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Dari hasil uji diatas, disimpulkan bahwa nilai signifikan > 0.05, maka dapat dikatakan semua variabel independen yang terdiri dari faktor motivasi hedonik dari heteroskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. 4. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Dari hasil olah data yang dilakukan peneliti diperoleh hasil pada tabel berikut : Tabel V.10 Hasil Uji Regresi Liner Sederhana Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) X Std. Error 10.392 1.684 .410 .096 Coefficients Beta T .396 Sig. 6.170 .000 4.274 .000 a. Dependent Variable: y Dari tabel diatas diketahui bahwa dari hasil tersebut dapat dibuat persamaan regresi sebagai berikut: Y = a + bX Y = 10.392 + 0.410 X

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Dimana : Y = Pembelian Impulsif a = Konstanta b = Koefisien Regresi X = Motivasi Hedonik Diketahui : a. nilai konstanta sebesar 10.392, artinya jika faktor motivasi hedonik nilainya 0, maka pembelian impulsif nilainya sebesar 10.392. b. nilai koefisien regresi variabel motivasi hedonik sebesar 0.410, artinya jika faktor motivasi hedonik mengalami kenaikan satu-satuan maka pembelian impulsif mengalami perubahan sebesar 0.410. 5. Uji Goodness of Fit a) Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (uji t) Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1,X2, ..., Xn) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Tahap-tahap untuk melakukan uji t adalah sebagai berikut: - Menentukan hipotesis H0 : motivasi hedonik tidak berpengaruh secara simultan terhadap pembelian impulsif.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Ha : motivasi hedonik berpengaruh secara positif terhadap pembelian impulsif. - Menentukan tingkat signifikansi Tingkat signifikansi menggunakan - = 5%. Pengambilan keputusan Apabila t hitung > t tabel maka Ha diterima Apabila t hitung ≤ t tabel maka Ha ditolak - Kesimpulan Dari persamaan regresi pada tabel 5.10 dan hasil pengujian signifikansi maka dapat disimpulkan bahwa:  Nilai konstanta sebesar10.392, artinya bahwa jika variabel X bernilai nol (0), maka Y yang didapatkan sebanyak 10.392.  Variabel motivasi hedonik, nilai ttabel dengan α = 5% dan derajat kebebasan (n-k) = 98, adalah 1.661 dan thitung = 6.739 dengan demikian thitung > ttabel maka Ho ditolak Ha diterima yang secara statistik terbukti bahwa motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif. Nilai signifikansi dari variabel motivasi hedonik (X) adalah sebesar 0.000 yang menunjukkan bahwa 0.000 < 0.05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga Ha terbukti bahwa motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif. Artinya bahwa jika variabel motivasi hedonik

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 mengalami kenaikan, maka pembelian impulsif juga kontrbusi atau mengalami kenaikan. b) Koefisien Determinasi (R2) Koefisien Determinasi mengukur seberapa besar sumbangan variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Hasil olah data yang dilakukan adalah sebagai berikut: Tabel V.11 Tabel Koefisien Determinasi (R2) b Model Summary Model 1 R .396 R Square a Adjusted R Square .157 .148 Std. Error of the Estimate 2.64762 a. Predictors: (Constant), x b. Dependent Variable: y Koefisien Determinasi ( ) menunjukkan seberapa besar presentase variabel independen yang digunakan dalam model hingga mampu menjelaskan variabel dependen. Dari tabel V.11 diperoleh angka (R Square) sebesar 0.148 (14.8%). Hal ini menunjukkan bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel independen (motivasi hedonik) terhadap variabel dependen (pembelian impulsif) sebesar 14.8% atau dengan kata lain variabel independen yang digunakan dalam model yaitu : variabel motivasi hedonik hanya mampu menjelaskan sebesar 14.8% variabel dependen yaitu pembelian impulsif . Sedangkan sisanya sebesar 85.2% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 D. Pembahasan Hasil penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk membuktikan pengaruh motivasi hedonik terhadap pembelian impulsif. Dari hasil olah data yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa variabel motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif. Presentase sumbangan pengaruh variabel independen (variabel motivasi hedonik) terhadap variabel dependen (pembelian impulsif) sebesar 14.8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsifseseorang yang ingin membeli atau menggunakan produk Sophie Martin. Hal ini menunjukkan bahwa responden lebih terlibat dalam melakukan pembelian impulsif ketika mereka termotivasi akan kebutuhan dan keinginan hedonik, seperti kesenangan, fantasi, dan sosial ataukepuasan emosional. Peran ini mendukung hubungan konseptual antara motivasi hedonik yang berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif yang sejalan dengan penemuan yang didapat oleh Hausman (2000); Piron (1991), Rook (1987) dalam Park,Eun Joo.,Eun Young Kim.,Judith Cardona Forney (2005). Sedangkan untuk variabel pembelian impulsif mempunyai pengaruh yang signifikan pada perilaku responden, hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang melakukan pembelian impulsif mengalami kesenangan yang relatif tinggi yang artinya secara umum responden meluangkan waktu lebih banyak pada produk Sophie Martin dan lebih berkeinginan untuk melakukan pembelian yang sebelumnya tidak direncanakan daripada yang tidak senang atau tidak nyaman ketika melakukan pembelian (Darden dan Babin,1994; Dawson etal.,1990; Donovan dan Rositter,1982; Hui dan Bateson,1991 dalam

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Bayley,G and Nancarrow,1998). Motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif, hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang melakukan pembelian impulsif berarti sedang melakukan proses pembelian yang cenderung secara spontan dan seketika tanpa direncankan terlebih dahulu oleh responden sedangkan seseorang yang melakukan motivasi hedonik berarti potensi pembelian dan nilai emosi responden dalam melakukan pembelian akan lebih kuat pengaruhnya. Artinya, ketika seseorang memiliki potensi dalam melakukan pembelian dan emosi yang meningkat maka akan mendorong terjadinya pembelian impulsif. Dan ketika perasaan atau mood yang dialami oleh seseorang yang membawa dampak pada keinginan yang sangat besar untuk melakukan pembelian impulsif sebab pengaruh tersebut sangat kuat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, antara responden perempuan dan laki-laki terbukti bahwa pelanggan terbesar pada produk Sophie Martin didominasi perempuan sebab barang-barang yang ditawarkan merupakan barang yang sedang trend dikalangan perempuan serta barang-barang tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan baik yang muda maupun yang tua. Apalagi barang-barang yang ditawarkan produk Sophie Martin sangat menarik itulah yang membuat produk Sophie Martin banyak diminati oleh semua kalangan. Produk Sophie Martin merupakan produk yang memiliki brand sendiri serta dibuat dan dirancang sendiri agar produk Sophie Martin tidak ditiru dipasaran. Harga dari produk Sophie Martin yang ditawarkan sangat terjangkau sehingga dapat dibeli oleh semua kalangan dan bagi yang memiliki member card mendapatkan diskon 20%-30% dari harga normal, serta pada bulan-bulan tertentu produk Sophie

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Martin mengadakan discount yang lumayan untuk menghemat pengeluaran. Jadi produk yang memiliki brand serta memiliki harga yang terjangkau membuat semua kalangan tergiur untuk membelinya, produk Sophie Martin terdiri dari tas, baju, sandal, sepatu, accesoris, dompet, jaket, dll untuk usia dewasa maupun anak-anak serta perempuan maupun laki-laki semua ada pada produk Sophie Martin. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada usia 17-19 diperoleh 35%, 20-22 diperoleh 46%, dan 23-25 diperoleh 19%. Jadi persentase terbesar didapat pada usia 20-22 sebesar 46% dan persentase terkecil pada usia 23-25 sebesar 19%. Dan total keseluruhan responden yang menyukai atau ingin membeli produk Sophie Martin sebesar 100%. Dan dari hasil inilah dapat disimpulkan bahwa responden tertarik pada produk Sophie Martin karena pada setiap bulannya produk Sophie Martin selalu memberikan serta menawarkan produk-produk yang berbeda agar pelanggan tidak bosan pada produk yang ditawarkan. Inilah segmentasi pasar yang dilakukan pada produk Sophie Martin untuk memperoleh pelanggan sebanyak-banyaknya. Dan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada prodi manajemen, teknik mesin, maupun teknik informatika didapat bahwa 60% prodi Manajemen, 10% prodi Teknik Mesin, 10% prodi Teknik Informatika, dan 20% PGSD. Ketika melakukan penelitian pada prodi manajemen penulis tidak mengalami kesulitan yang terlalu berat sebab dari sekian banyak mahasiswa pada prodi manajemen sebagian besar menggunakan produk Sophie Martin. Kemudian ketika penulis

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 mencoba melakukan penelitian pada prodi Teknik Mesin dan Teknik Informatika juga tidak terlalu mengalami kesulitan yang terlalu berat sebab para mahasiswa prodi Teknik Mesin dan Teknik Informatika sangat terbuka dan mau mengisi kuesioner yang penulis bagikan untuk bahan penelitian bagi penulis agar penelitian ini mendapatkan hasil yang valid dari setiap kuesioner yang dibagikan. Pada mahasiswa PGSD juga tidak terlalu mengalami kesulitan sebab pada mahasiswa PGSD sangat terbuka dan mau mengisi kuesioner yang penulis bagikan. Dari hasil yang dilakukan didapat 60% prodi Manajemen menyukai atau ingin membeli produk Sophie Martin, 10% prodi Teknik Mesin menyukai atau ingin membeli produk Sophie Martin, 10% prodi Teknik Informatika menyukai atau ingin membeli produk Sophie Martin dn 20% mahasiswa PGSD menyukai atau ingin membeli produk Sophie Martin. Dapat disimpulkan bahwa presentase terbesar didapat pada prodi Manajemen.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Tingkat motivasi hedonik mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap produk Sophie Martin adalah cukup. 2. Tingkat pembelian impulsif mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap produk Sophie Martin adalah tinggi. 3. Terbukti bahwa motivasi hedonik berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif pada produk Sophie Martin dikalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebab nilai ttabel dengan α = 5% dan derajat kebebasan (n-k) = 98, adalah 1.661 dan thitung = 6.739 dengan demikian thitung>ttabelmaka Ho ditolak Ha diterima. 89

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 B. Saran Berdasarkan kesimpulan yang ditarik oleh peneliti, maka ada beberapa saran yang peneliti sampaikan: - Bagi konsumen Dengan melihat hasil yang didapatkan maka konsumen hendaknya mempertimbangkan penerapan motivasi hedonik untuk meningkatkan pembelian impulsif konsumen. Namun dengan melihat hasil koefisien determinasi ( dengan angka yang di peroleh ) (R square) sebesar 0.148 (14.8%). Angka 0.148% tersebut merupakan angka yang rendah atau dengan kata lain motivasi hedonik memberikan kontribusi yang cukup berkaitan dengan pembelian impulsif. Oleh karena itu saran bagi konsumen, ketika ingin melakukan pembelian pada saat membutuhkan sesuatu sebaiknya memilih kebutuhan yang dianggap paling penting sehingga akan tersusun kebutuhan yang terpenting dan kebutuhan itulah yang akan dibeli dengan pertimbangan dan pemikiran yang matang. Dan sebaiknya konsumen mencari informasi untuk produk-produk yang akan dibeli serta mempertimbangkan produk apa saja yang dibutuhkan. - Bagi Perusahaan Sophie Martin Dari hasil yang didapat dalam melakukan penelitian ini menyatakan bahwa perusahaan Sophie Martin yang menjual produk fashion telah memberikan pelayanan dan kualitas yang terbaik bagi konsumen dengan melihat hasil kuesioner yang dibagikan pada setiap responden yang mendapatkan respon positif serta tanggapan yang baik. Bagi penulis melakukan penelitian ini tidak terlalu mengalami kendala yang signifikan sebab responden mengetahui produk Sophie

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Martin serta produk apa saja yang ditawarkan oleh Sophie Martin. Hal inilah yang membuat penulis tertarik melakukan penelitian pada produk Sophie Martin. Dan sebagai perusahaan yang berada dalam bidang fashion, perusahaan Sophie Martin harus selalu mengikuti trend fashion yang sedang berkembang dikalangan sebab dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun perkembangan fashion selalu berubah-ubah maka dari itu perusahaan Sophie Martin harus selalu mengikuti perkembangan fashion yang ada di Indonesia. Perusahaan Sophie Martin tidak hanya mengikuti trend fashion yang ada tetapi perusahaan Sophie Martin juga harus selalu menjaga pencitraan dan kualitas produk yang dihasilkan agar konsumen senang terhadap produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaaan, hal ini dilakukan agar perusahaan memiliki customer atau pelanggan yang sebanyakbanyaknya. Customer atau pelanggan adalah raja atau ratu yang harus diperioritaskan, karena merekalah produk Sophie Martin menjadi produk yang dikenal oleh semua orang dan semua kalangan dari anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua antara laki-laki ataupun perempuan. Customer atau pelanggan sangatlah membantu bagi perkembangan perusahaan produk Sophie Martin. - Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya penulis mengharapkan agar peneliti dapat memperoleh hasil yang valid dan reliabel pada penelitian yang dilakukan serta dapat memilih subjek penelitian dengan benar agar tidak mengalami kesulitan dalam melakukan penelitian serta dalam mengolah data hasil penelitian.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 C. Keterbatasan Dalam penelitian ini adapun keterbatasan yang dialami oleh penulis, antara lain : 1. Penulis menyadari bahwa penelitian ini jauh dari kata sempurna, sebab penulis baru pertama kali ini membuat dan menyusun skripsi. Maka dari itulah penelitian ini jauh dari kata sempurna apalagi dalam menguji dan mengolah data spss yang mengalami kesulitan dalam mengerjakannya 2. Keterbatasan dalam kuesioner sebab banyak konsumen yang akan membeli atau menggunakkan produk tersebut hanya mengisi kuesioner tidak dalam keadaan yang sebenarnya mereka alami.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 DAFTAR PUSTAKA Babin B.J.,and Darden,W.R.,1995,Consumer Self-Regulation in a Retail Environtment,Journal of Retailing,71:47-70. Bayu Hadyanto Mulyono, Yoestini, Rini Nugraheni, Mustofa Kamal. 2007. Analisis Pengaruh Kualitas Produk Dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasaan Konsumen.Universitas Diponegoro, Semarang. David L and Della Bitta. 1994. Perilaku Konsumen. Penerbit Erlangga: Yogyakarta. Engle, J.F. Blackwell, R.D., Miniard, P.W, (1994), Cunsumer Behavior, Sixth Edition, Dryden Press, Chicago. http://id.shvoong.com/exact-sciences/statistics/2323653-pengertian-variabelbebas-dan-terikat Priyatno, Duwi, “Mandiri Belajar SPSS”, Cetakan Ketiga, Yogyakarta: Media Kom, 2008. http://studikustatistik.wordpress.com/2008/09/12/uji-asumsi-klasik-classicassumption-test/ http://ineddeni.wordpress.com/2007/08.02/asumsi-regresi-klasik-asumsi-gaussmarkov/ http://igie-disini.blogspot.com/2008/04/spss-dan-statistika.html

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 http://www.najwasyah.co.cc/2010/05/jenis-jenis-uji-statistik.html http://jonikriswanto.blogspot.com/2008/09/uji-normalitas.html Husein Umar. 2002. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Istijanto. 2005. Aplikasi Praktis Riset Pemasaran, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. James F. Engel, Roger D. Blackwell, Paul W. Miniard.1992. Perilaku Konsumen, edisi pertama. Lllionis: Hins Dale. Kepustakaan : Drs.Sumanto.M.A. , 1995 , Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan , Yogyakarta : Andi Offset. Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia : Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Salemba Empat. Jakarta. Muhadjir Noeng, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Rakesarasin Yogyakrta ; 1996 Maya Sari Dewi, Workshop Metode Ilmiah dan Metodologi PenelitianBidang Bisnis, Banjarmasin, 2007Purwanto, Metodelogi Penelitian Kuantitatif; Pustaka PelajarYogyakarta ; 2008. Muhammad Yusup. 2008,Analisis Pengaruh Promosi, Harga, Kualitas Produk Dan Layanan Purna Jual Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor. Universitas Brawijaya, Semarang.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Philip Kotler. 1997. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol, jilid 2. Penerbit PT. Prenhallindo: Jakarta. Rook, D.W. and Hoch, S.J.(1985), “ Trai and normative aspects of impulsive buying behavior”,.Journal of Consumer Research, Vol.22 No.3, pp.305-13. Sigit, Suhardi. 1999. Pengantar Metodologi Penelitian: Sosial, Bisnis, Manajemen, Kalangan Terbatas. Yogyakarta. Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Sugiyanto dan Wibowo, Eri. 2001. Statistika Penelitian, Cetakan 1. Alfabeta: Bandung. Stanton, William J. 2001. Prinsip Pemasaran. Erlangga. Jakarta. Swastha, Basu dan Irawan. 2005, Manajemen Pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta. Thomas emerald kristianto. 2004. Penilaian Konsumen Terhadap Motivasi Hedonik Dan Pembelian Impulsif Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Atma Jaya, Yogyakarta. William J. Stanton.1991. Prinsip Pemasaran, edisi ketujuh, jilid 1. Penerbit Erlangga: Jakarta.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Lampiran 1 Kuesioner Penelitian

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 KUESIONER PENELITIAN Penelitian tentang: Manajemen Pemasaran PENGARUH MOTIVASI HEDONIK TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PRODUK SOPHIE MARTIN (Studi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) Kepada Yth: Pelanggan produk Sophie Martin di tempat Dengan hormat, Dengan ini saya Nama : : Errika Damayanti Pekerjaan : Mahasiswi Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta NIM : 102214004 Sedang mengadakan penelitian dengan judul Skripsi “Pengaruh motivasi hedonik terhadap pembelian impulsif produk Sophie Martin ”. Untuk keperluan tersebut, saya mohon bantuan Saudara/i atau dengan hormat untuk memberikan penilaian melalui kuesioner ini dengan sebenar-benarnya berdasarkan atas apa yang Saudara/i lakukan berkaitan dengan apa yang Saudara/i rasakan terhadap produk Sophie Martin. Semoga partisipasi yang Saudara/i berikan dapat bermanfaat untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Atas kerjasama dan partisipasi yang diberikan, saya ucapkan terima kasih. Hormat saya, Errika Damayanti NIM. 102214004

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 KUESIONER Umur : ............ tahun Jenis Kelamin : P / L Program Studi : ............ Petunjuk : Di bawah ini terdapat beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan Pengaruh Motivasi Hedonik Terhadap Pembelian Impulsif produk Sophie Martin . Saudara/i di mohon untuk memilih salah satu dari setiap jawaban yang ada dari masing-masing pertanyaan yang diminta, dengan memberi tanda (√) pada jawaban yang sesuai dengan keadaan Anda. Adapun arti singkat dari jawaban sebagai berikut: SS = Sangat Setuju N = Netral S = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 KUESIONER YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI HEDONIK No. 1. Pertanyaan Saya senang menggunakan SS produk Sophie Martin. 2. Saya senang membeli produk Sophie Martin. 3. Saya cinta terhadap produk Sophie Martin. 4. Saya membeli produk Sophie Martin ketika sedang ada promo atau diskon. 5. Saya membeli produk Sophie Martin ketika ada cuci gudang. S N TS STS

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 KUESIONER YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBELIAN IMPULSIF No. 1. Pertanyaan Saya tertarik untuk membeli produk Sophie Martin ketika melihat katalog. 2. Saya tertarik membeli produk Sophie Martin ketika sedang ada promo atau diskon. 3. Saya tertarik membeli produk Sophie Martin ketika sedang lewat di depan toko. 4. Saya tertarik membeli produk Sophie Martin saat melihat iklan di tv. 5. Saya tertarik membeli Sophie Martin ketika melihat teman yang memakai produk tersebut. SS S N TS STS

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Lampiran 2 Hasil Penilaian Penelitian Responden

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 responden MH MH MH MH MH Jumlah PI PI PI P1 PI 1 2 3 4 5 Jumlah 1 2 3 4 5 4 3 3 4 4 18 4 4 3 3 4 18 3 4 2 4 4 17 4 4 2 2 4 16 4 4 3 4 3 18 4 4 4 4 4 20 3 3 3 4 5 18 4 4 2 2 4 16 3 2 3 5 5 18 4 5 2 4 5 20 4 5 3 5 5 22 5 5 2 4 5 21 5 5 4 3 2 19 4 3 2 3 2 14 2 2 2 2 2 10 5 3 3 4 4 19 3 3 2 3 3 14 2 2 2 2 2 10 3 3 3 5 3 17 4 4 2 4 4 18 4 4 3 4 4 19 4 4 5 4 4 21 3 1 3 4 3 14 4 2 1 2 4 13 4 4 4 5 5 22 5 5 4 3 4 21 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 4 20 4 5 2 5 5 21 4 4 2 2 4 16 3 3 3 4 4 17 4 4 3 3 3 17 3 3 4 3 3 16 4 4 3 3 3 17 3 3 3 3 3 15 3 4 3 3 4 17 3 3 3 5 5 19 4 5 3 4 4 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 20 3 3 3 4 4 17 3 4 3 3 3 16 4 3 3 4 4 18 4 4 3 3 4 18 3 4 2 4 4 17 4 4 2 2 4 16 4 4 3 4 3 18 4 4 4 4 4 20 3 3 3 4 5 18 4 4 2 2 4 16 3 2 3 5 5 18 4 5 2 4 5 20 4 5 3 5 5 22 5 5 2 4 5 21 5 5 4 3 2 19 4 3 2 3 2 14 2 2 2 2 2 10 5 3 3 4 4 19 3 3 2 3 3 14 2 2 2 2 2 10 3 3 3 5 3 17 4 4 2 4 4 18 4 4 3 4 4 19 4 4 5 4 4 21 3 1 3 4 3 14 4 2 1 2 4 13 4 4 4 5 5 22 5 5 4 3 4 21 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 4 20 4 5 2 5 5 21 4 4 2 2 4 16 3 3 3 4 4 17 4 4 3 3 3 17 3 3 4 3 3 16 4 4 3 3 3 17 3 3 3 3 3 15 3 4 3 3 4 17 3 3 3 5 5 19 4 5 3 4 4 20 3 3 3 4 4 17 3 4 3 3 3 16 4 3 3 4 4 18 4 4 3 3 4 18 3 4 2 4 4 17 4 4 2 2 4 16 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 43 4 4 3 4 3 18 4 4 4 4 4 20 3 3 3 4 5 18 4 4 2 2 4 16 3 2 3 5 5 18 4 5 2 4 5 20 4 5 3 5 5 22 5 5 2 4 5 21 5 5 4 3 2 19 4 3 2 3 2 14 2 2 2 2 2 10 5 3 3 4 4 19 3 3 2 3 3 14 2 2 2 2 2 10 3 3 3 5 3 17 4 4 2 4 4 18 4 4 3 4 4 19 4 4 5 4 4 21 3 1 3 4 3 14 4 2 1 2 4 13 4 4 4 5 5 22 5 5 4 3 4 21 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 4 20 4 5 2 5 5 21 4 4 2 2 4 16 3 3 3 4 4 17 4 4 3 3 3 17 3 3 4 3 3 16 4 4 3 3 3 17 3 3 3 3 3 15 3 4 3 3 4 17 3 3 3 5 5 19 4 5 3 4 4 20 3 3 3 4 4 17 3 4 3 3 3 16 4 3 3 4 4 18 4 4 3 3 4 18 3 4 2 4 4 17 4 4 2 2 4 16 4 4 3 4 3 18 4 4 4 4 4 20 3 3 3 4 5 18 4 4 2 2 4 16 3 2 3 5 5 18 4 5 2 4 5 20 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 66 4 5 3 5 5 22 5 5 2 4 5 21 5 5 4 3 2 19 4 3 2 3 2 14 2 2 2 2 2 10 5 3 3 4 4 19 3 3 2 3 3 14 2 2 2 2 2 10 3 3 3 5 3 17 4 4 2 4 4 18 4 4 3 4 4 19 4 4 5 4 4 21 3 1 3 4 3 14 4 2 1 2 4 13 4 4 4 5 5 22 5 5 4 3 4 21 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 4 20 4 5 2 5 5 21 4 4 2 2 4 16 3 3 3 4 4 17 4 4 3 3 3 17 3 3 4 3 3 16 4 4 3 3 3 17 3 3 3 3 3 15 3 4 3 3 4 17 3 3 3 5 5 19 4 5 3 4 4 20 3 3 3 4 4 17 3 4 3 3 3 16 4 3 3 4 4 18 4 4 3 3 4 18 3 4 2 4 4 17 4 4 2 2 4 16 4 4 3 4 3 18 4 4 4 4 4 20 3 3 3 4 5 18 4 4 2 2 4 16 3 2 3 5 5 18 4 5 2 4 5 20 4 5 3 5 5 22 5 5 2 4 5 21 5 5 4 3 2 19 4 3 2 3 2 14 2 2 2 2 2 10 5 3 3 4 4 19 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 89 3 3 2 3 3 14 2 2 2 2 2 10 3 3 3 5 3 17 4 4 2 4 4 18 4 4 3 4 4 19 4 4 5 4 4 21 3 1 3 4 3 14 4 2 1 2 4 13 4 4 4 5 5 22 5 5 4 3 4 21 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 4 20 4 5 2 5 5 21 4 4 2 2 4 16 3 3 3 4 4 17 4 4 3 3 3 17 3 3 4 3 3 16 4 4 3 3 3 17 3 3 3 3 3 15 3 4 3 3 4 17 3 3 3 5 5 19 4 5 3 4 4 20 3 3 3 4 4 17 3 4 3 3 3 16 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Lampiran 3 Uji Validitas dan Uji Realibilitas

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Uji Validitas - Hasil uji validitas pada item pertanyaan mengenai Motivasi hedonik (X) Correlations mh1 mh1 Pearson Correlation mh2 Correlation Sig. (2tailed) N mh3 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N mh4 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N mh5 Pearson Correlation Sig. (2tailed) Motivasihedonik .076 .688** .000 .000 .037 .453 .000 100 100 100 100 100 1.000 .110 .247* .225* .719** .277 .013 .024 .000 100 100 100 100 1.000 .093 -.021 .379** .356 .833 .000 100 100 100 100.00 0 Pearson mh5 .209* tailed) mh2 mh4 1.000 .720** .435** Sig. (2- N mh3 .720** .000 100 100.00 0 .435** .110 .000 .277 100 100 .209* .247* .093 1.000 .800** .761** .037 .013 .356 .000 .000 100 100 100 100 100 .076 .225* 1.000 .706** .453 .024 100.00 0 100.00 0 -.021 .800** .833 .000 .000

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 N Motivasi hedonik Pearson Correlation Sig. (2tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 100 100 100 100 100.00 0 .688** .719** .379** .761** .706** .000 .000 .000 .000 .000 100 100 100 100 100 100 1.000 100.000

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 - Hasil uji validitas pada item pertanyaan mengenai Pembelian impulsif (Y) Correlations pi1 pi1 pi2 pi3 pi4 pi5 Pembelianimpulsif Pearson Correlat .441** .139 .390** .561** .668** .000 .168 .000 .000 .000 100.000 100 100 100 100 100 .441** 1.000 .351** .478** .589** .801** .000 .000 .000 .000 1.000 ion Sig. (2tailed) N pi2 Pearson Correlat ion Sig. (2tailed) N pi3 .000 100 100.000 100 100 100 100 .139 .351** 1.000 .520** .052 .623** .168 .000 .000 .608 .000 100 100 100.000 100 100 100 .390** .478** .520** 1.000 .393** .783** .000 .000 .000 .000 .000 100 100 100 100.000 100 100 .561** .589** .052 .393** 1.000 .697** .000 .000 .608 .000 100 100 100 100 Pearson Correlat ion Sig. (2tailed) N pi4 Pearson Correlat ion Sig. (2tailed) N pi5 Pearson Correlat ion Sig. (2tailed) N .000 100.00 0 100

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Pembelian impulsif Pearson Correlat .668** .801** .623** .783** .697** .000 .000 .000 .000 .000 100 100 100 100 100 1.000 ion Sig. (2tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Uji Realibilitas - Motivasi Hedonik (X) Case Processing Summary N Cases Valid % 100 100.0 0 .0 100 100.0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Part 1 Value N of Items Part 2 Value N of Items Total N of Items .665 3.000 a .730 3.000 b 6.000 Correlation Between Forms .589 Spearman-Brown Coefficient Equal Length .741 Unequal Length Guttman Split-Half Coefficient a. The items are: mh1, mh2, mh3. b. The items are: mh4, mh5, motivasihedonik. .741 .592 100.000

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted mh1 31.3000 26.172 .616 .733 mh2 31.4000 23.778 .611 .711 mh3 31.7500 28.674 .283 .774 mh4 30.7500 24.230 .682 .707 mh5 30.9500 23.987 .596 .715 Motivasihedonik 17.3500 7.705 1.000 .671 - Pembelian Impulsif (Y) Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 100 100.0 0 .0 100 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Part 1 Value N of Items Part 2 Value N of Items Total N of Items .562 3.000 a .646 3.000 b 6.000 Correlation Between Forms .885 Spearman-Brown Coefficient Equal Length .939 Unequal Length Guttman Split-Half Coefficient .939 .792

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Part 1 Value .562 N of Items Part 2 3.000 Value a .646 N of Items 3.000 Total N of Items b 6.000 Correlation Between Forms .885 Spearman-Brown Coefficient Equal Length .939 Unequal Length .939 Guttman Split-Half Coefficient .792 a. The items are: pi1, pi2, pi3. b. The items are: pi4, pi5, pembelianimpulsif. Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted pi1 31.0600 28.259 .594 .761 pi2 31.1100 25.978 .739 .730 pi3 32.2600 27.083 .505 .760 pi4 31.8500 26.391 .721 .735 pi5 31.2600 27.386 .618 .752 Pembelianimpulsif 17.5100 8.252 .999 .753

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Uji Asumsi Klasik - Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 100 Normal Parameters a Mean .0000000 Std. Deviation Most Extreme Differences 2.63421199 Absolute .128 Positive .073 Negative -.128 Kolmogorov-Smirnov Z 1.276 Asymp. Sig. (2-tailed) .077 a. Test distribution is Normal. Besarnya nilai Kolmogorov-Smirnow Z adalah 1.276 dan signifikan pada 0.077 > 0.05 hal ini berati data residual terdistibusi normal. - Uji heteroskedastisitas Variables Entered/Removed Model 1 Variables Variables Entered Removed b Method a x . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: y b Model Summary Model 1 R .396 R Square a .157 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .148 2.64762

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 b Model Summary Model R 1 .396 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square a .157 .148 2.64762 a. Predictors: (Constant), x b. Dependent Variable: y b ANOVA Model 1 Sum of Squares df Mean Square Regression 128.032 1 128.032 Residual 686.968 98 7.010 Total 815.000 99 F Sig. 18.264 .000 a a. Predictors: (Constant), x b. Dependent Variable: y Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) X Coefficients Std. Error Beta 10.392 1.684 .410 .096 t .396 Sig. 6.170 .000 4.274 .000 a. Dependent Variable: y Residuals Statistics Minimum Predicted Value Maximum a Mean Std. Deviation N 14.4887 19.4051 17.5000 1.13721 100 -6.12750 4.51131 .00000 2.63421 100 Std. Predicted Value -2.648 1.675 .000 1.000 100 Std. Residual -2.314 1.704 .000 .995 100 Residual a. Dependent Variable: y

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Correlations Unstandardized x Spearman's rho X Correlation Coefficient 1.000 .094 . .351 N 100 100 Correlation Coefficient .094 1.000 Sig. (2-tailed) .351 . N 100 100 Sig. (2-tailed) Unstandardized Residual Residual

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Lampiran 4 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Sederhana

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 - Uji Regresi Sederhana Variables Entered/Removed Model 1 Variables Variables Entered Removed b Method a x . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: y b Model Summary Model R 1 .396 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square a .157 .148 2.64762 a. Predictors: (Constant), x b. Dependent Variable: y b ANOVA Model 1 Sum of Squares df Mean Square Regression 128.032 1 128.032 Residual 686.968 98 7.010 Total 815.000 99 F Sig. 18.264 .000 a a. Predictors: (Constant), x b. Dependent Variable: y Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) X a. Dependent Variable: y Std. Error 10.392 1.684 .410 .096 Coefficients Beta t .396 Sig. 6.170 .000 4.274 .000

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Residuals Statistics Minimum Predicted Value Maximum a Mean Std. Deviation N 14.4887 19.4051 17.5000 1.13721 100 -6.12750 4.51131 .00000 2.63421 100 Std. Predicted Value -2.648 1.675 .000 1.000 100 Std. Residual -2.314 1.704 .000 .995 100 Residual a. Dependent Variable: y

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Lampiran 5 Tabel r dan Tabel t

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Tabel r Product Moment Sig 0,05 N R N r N R N r N R N R 1 0,997 41 0,301 81 0,216 121 0,177 161 0,154 201 0,138 2 0,95 42 0,297 82 0,215 122 0,176 162 0,153 202 0,137 3 0,878 43 0,294 83 0,213 123 0,176 163 0,153 203 0,137 4 0,811 44 0,291 84 0,212 124 0,175 164 0,152 204 0,137 5 0,754 45 0,288 85 0,211 125 0,174 165 0,152 205 0,136 6 0,707 46 0,285 86 0,21 126 0,174 166 0,151 206 0,136 7 0,666 47 0,282 87 0,208 127 0,173 167 0,151 207 0,136 8 0,632 48 0,279 88 0,207 128 0,172 168 0,151 208 0,135 9 0,602 49 0,276 89 0,206 129 0,172 169 0,15 209 0,135 10 0,576 50 0,273 90 0,205 130 0,171 170 0,15 210 0,135 11 0,553 51 0,271 91 0,204 131 0,17 171 0,149 211 0,134 12 0,532 52 0,268 92 0,203 132 0,17 172 0,149 212 0,134 13 0,514 53 0,266 93 0,202 133 0,169 173 0,148 213 0,134 14 0,497 54 0,263 94 0,201 134 0,168 174 0,148 214 0,134 15 0,482 55 0,261 95 0,2 135 0,168 175 0,148 215 0,133 16 0,468 56 0,259 96 0,199 136 0,167 176 0,147 216 0,133 17 0,456 57 0,256 97 0,198 137 0,167 177 0,147 217 0,133 18 0,444 58 0,254 98 0,197 138 0,166 178 0,146 218 0,132 19 0,433 59 0,252 99 0,196 139 0,165 179 0,146 219 0,132 20 0,423 60 0,25 100 0,195 140 0,165 180 0,146 220 0,132 21 0,413 61 0,248 101 0,194 141 0,164 181 0,145 221 0,131 22 0,404 62 0,246 102 0,193 142 0,164 182 0,145 222 0,131 23 0,396 63 0,244 103 0,192 143 0,163 183 0,144 223 0,131 24 0,388 64 0,242 104 0,191 144 0,163 184 0,144 224 0,131 25 0,381 65 0,24 105 0,19 145 0,162 185 0,144 225 0,13 26 0,374 66 0,239 106 0,189 146 0,161 186 0,143 226 0,13 27 0,367 67 0,237 107 0,188 147 0,161 187 0,143 227 0,13 28 0,361 68 0,235 108 0,187 148 0,16 188 0,142 228 0,129 29 0,355 69 0,234 109 0,187 149 0,16 189 0,142 229 0,129 30 0,349 70 0,232 110 0,186 150 0,159 190 0,142 230 0,129 31 0,344 71 0,23 111 0,185 151 0,159 191 0,141 231 0,129 32 0,339 72 0,229 112 0,184 152 0,158 192 0,141 232 0,128 33 0,334 73 0,227 113 0,183 153 0,158 193 0,141 233 0,128 34 0,329 74 0,226 114 0,182 154 0,157 194 0,14 234 0,128 35 0,325 75 0,224 115 0,182 155 0,157 195 0,14 235 0,127

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 36 0,32 76 0,223 116 0,181 156 0,156 196 0,139 236 0,127 37 0,316 77 0,221 117 0,18 157 0,156 197 0,139 237 0,127 38 0,312 78 0,22 118 0,179 158 0,155 198 0,139 238 0,127 39 0,308 79 0,219 119 0,179 159 0,155 199 0,138 239 0,126 40 0,304 80 0,217 120 0,178 160 0,154 200 0,138 240 0,126

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Tabel T d.f. dua sisi satu sisi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 20% 10% 3,078 1,886 1,638 1,533 1,476 1,440 1,415 1,397 1,383 1,372 1,363 1,356 1,350 1,345 1,341 1,337 1,333 1,330 1,328 1,325 1,323 1,321 1,319 1,318 1,316 1,315 1,314 1,313 1,311 1,310 1,309 1,309 1,308 1,307 1,306 1,306 1,305 1,304 1,304 1,303 10% 5% 6,314 2,920 2,353 2,132 2,015 1,943 1,895 1,860 1,833 1,812 1,796 1,782 1,771 1,761 1,753 1,746 1,740 1,734 1,729 1,725 1,721 1,717 1,714 1,711 1,708 1,706 1,703 1,701 1,699 1,697 1,696 1,694 1,692 1,691 1,690 1,688 1,687 1,686 1,685 1,684 5% 2,5% 12,706 4,303 3,182 2,776 2,571 2,447 2,365 2,306 2,262 2,228 2,201 2,179 2,160 2,145 2,131 2,120 2,110 2,101 2,093 2,086 2,080 2,074 2,069 2,064 2,060 2,056 2,052 2,048 2,045 2,042 2,040 2,037 2,035 2,032 2,030 2,028 2,026 2,024 2,023 2,021 TINGKAT SIGNIFIKANSI 2% 1% 0,2% 1% 0,5% 0,1% 31,821 63,657 318,309 6,965 9,925 22,327 4,541 5,841 10,215 3,747 4,604 7,173 3,365 4,032 5,893 3,143 3,707 5,208 2,998 3,499 4,785 2,896 3,355 4,501 2,821 3,250 4,297 2,764 3,169 4,144 2,718 3,106 4,025 2,681 3,055 3,930 2,650 3,012 3,852 2,624 2,977 3,787 2,602 2,947 3,733 2,583 2,921 3,686 2,567 2,898 3,646 2,552 2,878 3,610 2,539 2,861 3,579 2,528 2,845 3,552 2,518 2,831 3,527 2,508 2,819 3,505 2,500 2,807 3,485 2,492 2,797 3,467 2,485 2,787 3,450 2,479 2,779 3,435 2,473 2,771 3,421 2,467 2,763 3,408 2,462 2,756 3,396 2,457 2,750 3,385 2,453 2,744 3,375 2,449 2,738 3,365 2,445 2,733 3,356 2,441 2,728 3,348 2,438 2,724 3,340 2,434 2,719 3,333 2,431 2,715 3,326 2,429 2,712 3,319 2,426 2,708 3,313 2,423 2,704 3,307 0,1% 0,05% 636,619 31,599 12,924 8,610 6,869 5,959 5,408 5,041 4,781 4,587 4,437 4,318 4,221 4,140 4,073 4,015 3,965 3,922 3,883 3,850 3,819 3,792 3,768 3,745 3,725 3,707 3,690 3,674 3,659 3,646 3,633 3,622 3,611 3,601 3,591 3,582 3,574 3,566 3,558 3,551

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 1,303 1,302 1,302 1,301 1,301 1,300 1,300 1,299 1,299 1,299 1,298 1,298 1,298 1,297 1,297 1,297 1,297 1,296 1,296 1,296 1,296 1,295 1,295 1,295 1,295 1,295 1,294 1,294 1,294 1,294 1,294 1,293 1,293 1,293 1,293 1,293 1,293 1,292 1,292 1,292 1,292 1,292 1,292 1,292 1,292 1,291 1,683 1,682 1,681 1,680 1,679 1,679 1,678 1,677 1,677 1,676 1,675 1,675 1,674 1,674 1,673 1,673 1,672 1,672 1,671 1,671 1,670 1,670 1,669 1,669 1,669 1,668 1,668 1,668 1,667 1,667 1,667 1,666 1,666 1,666 1,665 1,665 1,665 1,665 1,664 1,664 1,664 1,664 1,663 1,663 1,663 1,663 2,020 2,018 2,017 2,015 2,014 2,013 2,012 2,011 2,010 2,009 2,008 2,007 2,006 2,005 2,004 2,003 2,002 2,002 2,001 2,000 2,000 1,999 1,998 1,998 1,997 1,997 1,996 1,995 1,995 1,994 1,994 1,993 1,993 1,993 1,992 1,992 1,991 1,991 1,990 1,990 1,990 1,989 1,989 1,989 1,988 1,988 2,421 2,418 2,416 2,414 2,412 2,410 2,408 2,407 2,405 2,403 2,402 2,400 2,399 2,397 2,396 2,395 2,394 2,392 2,391 2,390 2,389 2,388 2,387 2,386 2,385 2,384 2,383 2,382 2,382 2,381 2,380 2,379 2,379 2,378 2,377 2,376 2,376 2,375 2,374 2,374 2,373 2,373 2,372 2,372 2,371 2,370 2,701 2,698 2,695 2,692 2,690 2,687 2,685 2,682 2,680 2,678 2,676 2,674 2,672 2,670 2,668 2,667 2,665 2,663 2,662 2,660 2,659 2,657 2,656 2,655 2,654 2,652 2,651 2,650 2,649 2,648 2,647 2,646 2,645 2,644 2,643 2,642 2,641 2,640 2,640 2,639 2,638 2,637 2,636 2,636 2,635 2,634 3,301 3,296 3,291 3,286 3,281 3,277 3,273 3,269 3,265 3,261 3,258 3,255 3,251 3,248 3,245 3,242 3,239 3,237 3,234 3,232 3,229 3,227 3,225 3,223 3,220 3,218 3,216 3,214 3,213 3,211 3,209 3,207 3,206 3,204 3,202 3,201 3,199 3,198 3,197 3,195 3,194 3,193 3,191 3,190 3,189 3,188 3,544 3,538 3,532 3,526 3,520 3,515 3,510 3,505 3,500 3,496 3,492 3,488 3,484 3,480 3,476 3,473 3,470 3,466 3,463 3,460 3,457 3,454 3,452 3,449 3,447 3,444 3,442 3,439 3,437 3,435 3,433 3,431 3,429 3,427 3,425 3,423 3,421 3,420 3,418 3,416 3,415 3,413 3,412 3,410 3,409 3,407

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 1,291 1,291 1,291 1,291 1,291 1,291 1,291 1,291 1,291 1,290 1,290 1,290 1,290 1,290 1,663 1,662 1,662 1,662 1,662 1,662 1,661 1,661 1,661 1,661 1,661 1,661 1,660 1,660 1,988 1,987 1,987 1,987 1,986 1,986 1,986 1,986 1,985 1,985 1,985 1,984 1,984 1,984 2,370 2,369 2,369 2,368 2,368 2,368 2,367 2,367 2,366 2,366 2,365 2,365 2,365 2,364 2,634 2,633 2,632 2,632 2,631 2,630 2,630 2,629 2,629 2,628 2,627 2,627 2,626 2,626 3,187 3,185 3,184 3,183 3,182 3,181 3,180 3,179 3,178 3,177 3,176 3,175 3,175 3,174 3,406 3,405 3,403 3,402 3,401 3,399 3,398 3,397 3,396 3,395 3,394 3,393 3,392 3,390

(142)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis sikap mahasiswa terhadap pengenalan produk Sprite Ice PT Coca Cola Semarang : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
109
Kajian motivasi dan pengetahuan untuk menggunakan produk pelangsing tubuh pada mahasiswa kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
122
Pengaruh karakteristik konsumen terhadap pembelian produk imitasi : studi kasus terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
123
Persepsi konsumen terhadap atribut produk Teh Sosro : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican - USD Repository
0
0
127
Pengaruh marketing mix terhadap pembelian rokok A Mild PT. HM. Sampoerna : studi kasus pada mahasiswa manajemen Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
134
Pengaruh iklan, kualitas, dan harga produk Oli Top One terhadap minat beli konsumen : studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
126
Analisis sikap konsumen terhadap produk sepeda motor Yamaha Jupiter Z : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
117
Analisis sikap konsumen terhadap produk sepeda motor Yamaha Jupiter Z : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
117
Pengaruh motivasi dan prestasi belajar mahasiswa terhadap kemampuan praktik mengajar : studi kasus mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
95
Studi deskriptif motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Pengaruh produk, harga, distribusi, dan promosi terhadap keputusan konsumen dalam pembelian mie instan merek Sedaap : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Pengaruh kualitas, kemasan, dan harga produk deterjen Attack terhadap kepuasan konsumen : studi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma kampus I dan III Yogyakarta - USD Repository
0
0
105
Pengaruh merek dan kualitas produk terhadap kepuasan kepercayaan, dan loyalitas konsumen : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
290
Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah Bank Mandiri : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
106
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk mi instan merek Indomie : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
122
Show more