DESTILASI AIR ENERGI SURYA JENIS VERTIKAL DENGAN MENGGUNAKAN EFEK KAPILARITAS ABSORBER KAIN TUNGGAL TUGAS AKHIR - Destilasi air energi surya jenis vertikal dengan menggunakan efek kapilaritas absorber kain tunggal - USD Repository

Gratis

0
0
50
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DESTILASI AIR ENERGI SURYA JENIS VERTIKAL DENGAN MENGGUNAKAN EFEK KAPILARITAS ABSORBER KAIN TUNGGAL TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Sarjana Teknik Program Studi Teknik Mesin Diajukan oleh CHARISTCA EKAPUTRA BUDIONO NIM: 125214015 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DESTILASI AIR ENERGI SURYA JENIS VERTIKAL DENGAN MENGGUNAKAN EFEK KAPILARITAS ABSORBER KAIN TUNGGAL TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Sarjana Teknik Program Studi Teknik Mesin Diajukan oleh CHARISTCA EKAPUTRA BUDIONO NIM: 125214015 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014 ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VERTICAL SOLAR WATER DISTILATION WITH CAPILLARIES EFFECT OF SINGLE FABRIC ABSORBER FINAL PROJECT Presented as partitial fulfillment of the requirement To Obtain The Sarjana Teknik Degree In Mechanical Engineering By CHARISTCA EKAPUTRA BUDIONO NIM: 125214015 MECHANICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM DEPARTMENT OF MECHANICAL ENGINEERING FACULTY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA 2014 iii

(4) I l PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI l l I TUGASAKHIR DISTILASI AIR ENERGI SURYA JEMS VERTIKAL DENGAN MENGGUNAKAN EFEK KAPITARITAS ABSORBER KAIN TUNGGAL ,',trffio*q g{- ll__y, l9I_.\\ b 2ffifr b%s ).^ ' "@, I ,^S -*O PembimbingUtama Tanggal 19 Agustus 2014 IV

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat katya ada pendapat yang pemah di tulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Yogyakarta, 19 Agustus 201 Charistca Ekaputra B VI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Charistca Ekaputra Budiono Nomor Mahasiswa : 125214015 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah dengan judul : DISTILASI AIR ENERGI SURYA JENIS \TERTIKAL DENGAN MENGGUNAKAN EFEK KAPILARITAS ABSORBER KAIN TUNGGAL Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberi royalti kepada saya selama masih mencantumkan nama saya sebagai penulis Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal,19 Agustus 2014 Yang men vil

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Permasalahan yang ada pada destilasi air energi surya saat ini adalah masih rendahnya efisiens. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada rendahnya efisiensi penyerapan air untuk mempertahankan air di dalam bak penampung. Air dalam bak penampung biasanya tidak terpapar matahari dan menguap secara merata dan menyeluruh pada bagian bak penampung. Sehingga diperlukan absorber sebagai media meratakan air secara menyeluruh pada bagian bak penampung. Destilasi vertikal dalam hal ini khususnya sangat memerlukan adanya absorber yang berguna untuk mempertahankan air dalam bak supaya dapat terpapar matahari. Publikasi tentang alat destilasi air energi surya jenis vertikal yang ada sangat sedikit, sejauh ini dari penelusuran pustaka yang telah dilakukan, penulis belum menemukan penelitian mengenai alat destilasi air energi surya jenis vertikal di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah membuat model alat destilasi air energi surya jenis vertikal, menganalisis pengaruh jumlah energi surya yang didapat terhadap efisiensi yang dihasilkan alat destilasi air energi surya jenis vertikal. Alat destilasi air energi surya pada penelitian ini terdiri dari tiga konfigurasi yaitu alat destilasi berpendingin udara tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami, alat destilasi berpendingin air tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami, alat destilasi berpendingin air dengan reflektor dengan aliran kapilaritas alami. Parameter dari alat ini adalah temperatur air (TW), temperatur kaca penutup (TC), temperatur udara (TA), temperatur pendingin air (TS), jumlah massa air destilasi yang dihasilkan alat destilasi (mD), energi surya yang datang (G) dan lama waktu pencatatan data (t). Hasil penulis menunjukan destilasi model vertikal dengan absober kain tunggal dapat menghasilkan 0.22 liter rata rata per hari dengan pendigin udara, sedangkan dengan pendingin air diperoleh 0.52 liter. Penambahan reflektor menghasilkan 0.51 liter tiap harinya dengan luas penampang pada alat 0.82705 m2. Sedangkan model destilasi konvensional dapat menghasilkan rata rata 0.83 liter perharinya dengan luas penampang alat 0.856 m2. Alat destilasi vertikal dengan pendingin udara dapat mencapai efisiensi teoritis rata rata perharinya sebesar 21.35 % dan aktual sebesar 17.65%. Destilasi vertikal dengan pendingin air dapat mencapai efisiensi teoritis rata rata perharinya sebesar 23,05 % dan aktual sebesar 14.63%. Destilasi vertikal dengan pendingin air dan penamahan reflektor kaca mencapai efisiensi teoritis rata rata perharinya sebesar 35 % dan aktual sebesar 13.4%. Destilasi konvensional dapat mencapai efisiensi teoritis sebesar 49.17% dan 22.47% Kata kunci: destilasi air, energi surya, vertikal, sifat kapilaritas alami, efisiensi viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Abstract The matters do exist of solar water distillation is the result of the efficiency of the distillation still very low. This efficiency is one of the factors that really affected of low produces. Water in container usually kept it away from the sun and it should be evaporating in the container and spread all over inside the container. Which absorber needed as a media to spread all the water in the container. In this case vertical distillation need an absorber for keeping the water inside the container even be in touched with the sun. Information about this solar water distillation is still slightly . As far as this search for the reference, the writer hasn’t yet found any research about this vertical solar water distillation in Indonesia. The purpose of this project is to make vertical solar water distillation, analyzing the affect of glass temperature and the amount of solar that can be obtain toward with this efficiency’s result which can be produce using vertical solar distillation. Solar water distillation in this project consist of three configuration such as air cooler distillation without reflector with natural capillary flow, water cooler distillation without reflector with natural capillary flow, and water cooler distillation with reflector with natural capillary flow. The parameter that need to be recorded is water temperature (Tw), glass closure temperature (Tc), air temperature (Ta),water cooler temperature (Ts),the amount of distillated water that has been produced with distillation (m),the amount of solar (G) and time (t) The result of this project showing that this vertical distillation with a lot of air cooler variation product 0.22 litre average per day, water cooler variation product until 0.52 litre average per day, reflector additional produce 0.51 litre average per day with 0.82705 m2 broad of board. Whereas conventional distillation can produce until 0.83 litre average per day with 0.8656 m2 broad of board . Conventional distillation be able average theoretic efficient per week is 49.17 % and actually is 22.47%. Vertical distillation with air cooler process be able theoretic efficient until 21.35% and actually until 17.65 % , vertical distillation with water cooler be able theoretic efficient until 23.05% and actually until 14.63 %. Vertical distillation with air cooler process and additional reflector be able theoretic efficient until 35% and actually until 13.4 % Keyword : Water Distillation, Solar Energy, Natural Capillaries, Efficiency ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji Syukur kepada Allah Bapa di Surga atas segala berkah dan anugerahNya, sehingga tugas akhir ini dapat terselesaikan. Tugas akhir ini merupakan salah satu persyaratan untuk mencapai derajat sarjana S-1 program studi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma. Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Destilasi Air Energi Surya Jenis Vertikal Dengan Menggunakan Efek Kapilaritas Absorber Kain Tunggal” ini karena adanya bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Paulina Heruningsih Prima Rosa, S.Si., M.Sc., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma. 2. Ir. Petrus Kanisius Purwadi, M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin. 3. I Gusti Ketut Puja, S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir yang telah mendampingi dan memberikan bimbingan dalam menyelesaikan Tugas Akhir 4. A. Prasetyadi S.Si., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik. 5. Seluruh staf pengajar Program Studi Teknik Mesin yang telah memberikan materi selama kuliah di Universitas Sanata Dharma. 6. Ag. Rony Windaryawan selaku Laboran yang telah membantu memberikan izin dalam penggunaan fasilitas yang diperlukan dalam penelitian ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Orang tua penulis, Yohanes Anandh Sunar Budiono dan Phoa Kiki Felisa yang telah memberi motivasi dan dukungan kepada penulis. 8. Prima Nugroho Aji Purnomo, Selaku tim yang membantu dalam perancangan, pembuatan, perbaikan alat dan pengambilan data. 9. Pihak – pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan dorongan dan bantuan dalam wujud apapun selama penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan ini karena keterbatasan pengetahuan yang belum diperoleh, oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak yang bersifat membangun dalam penyempurnaan laporan ini. Semoga karya tulis ini berguna bagi mahasiswa pembaca. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan naskah ini penulis mohon maaf. Terima Kasih. Yogyakarta, 18 Agustus 2014 Penulis xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman Sampul ...................................................................................................... i Title Page ............................................................................................................... iii Halaman Pengesahan ............................................................................................. iv Daftar Dewan Penguji ............................................................................................ .v Pernyataan Keaslian Karya .................................................................................... vi Lembar Publikasi .................................................................................................. vii Intisari .................................................................................................................. viii Abstract .................................................................................................................. ix Kata Pengantar ....................................................................................................... xi Daftar Isi............................................................................................................... xiii Daftar Tabel ......................................................................................................... xiv Daftar Gambar ...................................................................................................... xvi BAB 1 Pendahuluan ................................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1 1.2 Tujuan Penelitian .......................................................................................... 2 1.3 Manfaat Penelitian ........................................................................................ 3 1.4 Batasan Masalah............................................................................................ 3 BAB 2 Tinjauan Pustaka ......................................................................................... 4 2.1 Landasan Teori .............................................................................................. 4 2.2 Jenis Destilasi ................................................................................................ 5 2.3 Penelitian yang Pernah Dilakukan ................................................................ 8 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 3 Metode Penelitian ..................................................................................... 10 3.1 Alat Penelitian ............................................................................................. 10 3.2 Parameter Yang Divariasikan ..................................................................... 10 3.3 Variabel Yang Diukur ................................................................................. 11 3.4 Langkah Penelitian ...................................................................................... 14 BAB 4 Hasil dan Pembahasan .............................................................................. 15 4.1Hasil Penelitian ............................................................................................ 15 4.2 Pembahasan ................................................................................................. 15 BAB 5 Kesimpulan dan Saran .............................................................................. 27 5.1 Kesimpulan ................................................................................................. 27 5.2 Saran ............................................................................................................ 28 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan udara hari pertama ......... 17 Tabel 2 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan air hari kedua ................. 17 Tabel 3 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan air dan reflektor hari ketiga .................................................................................................. 18 Tabel 4 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan air dan reflektor hari keempat .............................................................................................. 18 Tabel 5 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan air hari kelima................ 18 Tabel 6 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan udara hari ke enam ........ 19 Tabel 7 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari pertama ................................................................. 19 Tabel 8 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari kedua ..................................................................... 19 Tabel 9 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari ketiga..................................................................... 20 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 10 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari keempat ................................................................. 20 Tabel 11 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari kelima ................................................................... 20 Tabel 12 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari keenam .................................................................. 21 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema alat destilasi air energi surya jenis vertikal ............................... 7 Gambar 2. Skema alat destilasi air energi surya dengan pendingin udara tanpa reflektor dengan kapilaritas alami ....................................................... 11 Gambar 3. Mekanisme aliran kapilaritas alami..................................................... 12 Gambar 4. Skema alat destilasi air energi surya dengan pendingin air tanpa reflektor dengan kapilaritas alami ....................................................... 12 Gambar 5. Skema alat destilasi air energi surya dengan pendingin air dengan reflektor dengan kapilaritas alami ....................................................... 13 Gambar 6. Grafik perbandingan ketinggian air hasil destilasi yang didapat antara destilasi konvensional dan vertikal ..................................................... 21 Gambar 7. Grafik efisiensi teoritis dan aktual terhadap penambahan variasi pendingin air pada destilasi vertikal .................................................... 22 Gambar 8. Grafik efisiensi teoritis dan aktual terhadap penambahan variasi pendingin air pada destilasi vertikal .................................................... 23 Gambar 9. Grafik efisiensi teoritis dan aktual terhadap penambahan variasi pendingin air dan reflektor pada destilasi vertikal .............................. 24 Gambar 10. Grafik perbandingan antara efisiensi teoritis dan aktual tiap harinya pada destilasi vertikal .......................................................................... 25 Gambar 11. Grafik perbandingan antara efisiensi teoritis dan aktual tiap harinya pada destilasi konvensional ................................................................. 26 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan kebutuhan hidup bagi setiap makhluk hidup. Beberapa daerah di indonesia sering mengalami kesulitan penyediaan air bersih, terutama pada musim kemarau. Kelangkaan air sungguh ironis dengan predikat bumi sebagai "Planet Air" sebab 70% permukaan bumi tertutup air. Sebagian besar air di bumi merupakan air asin (yaitu lautan dan samudra) sehingga tidak bisa digunakan untuk air minum serta kebutuhan lainnya dan hanya sekitar 2,5% saja yang berupa air tawar. Dengan melihat wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan memiliki luas wilayah 5.193.252 km2, dan dua pertiga wilayah Indonesia merupakan lautan, yaitu sekitar 3.288.683 km2. Melihat bahwa Indonesia terletak di garis khatulistiwa, sehingga Indonesia mempunyai sumber energi surya yang berlimpah dengan intensitas radiasi matahari rata rata sekitar 4.8 kWh/m2 tiap harinya di seluruh wilayah Indonesia. Melihat Potensi Indonesia akan ketersediaan cahaya matahari dan air laut yang melimpah penulis ingin menyalurkan ketrampilan dan keahlian yang dimiliki untuk mengabdi pada masyarakat dengan membuat aplikasi model penjernihan air. Salah satu alternatif yang ditawarkan untuk pengadaan air bersih adalah dengan menggunakan teknologi destilasi. Teknologi destilasi memanfaatkan pemisahan komponen suatu bahan berdasarkan perbedaan uapnya dengan memanfaatkan energi panas. Untuk itu diperlukan suatu alat 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 dengan teknologi destilasi sederhana yang dapat memanfaatkan energi radiasi matahari tersebut berupa destilasi tenaga surya. Keuntungan alat destilasi air energi surya diantaranya adalah murah dalam pembuatan dan pengoperasian serta perawatan yang mudah (Kunze, 2001). Penulis tertarik memilih model destilasi jenis vertikal. Dikarenakan alat destilasi air energi surya jenis vertikal mempunyai keunggulan dalam hal konstruksi yang sederhana dibandingkan beberapa jenis alat destilasi air energi surya lain. Permasalahan umum pada alat destilasi air energi surya jenis vertikal saat ini adalah masih rendahnya efisiensi yang dihasilkan. Banyak faktor yang mempengaruhi efisiensi alat destilasi air energi surya diantaranya adalah sifat kapilaritas absorber. Penelitian ini akan meneliti pengaruh sifat kapilaritas absorber terhadap efisiensi yang dihasilkan. Selain pengaruh sifat kapilaritas penelitian ini juga akan meneliti beberapa faktor lain yang mempengaruhi efisiensi alat destilasi air energi surya jenis vertikal yakni temperatur kaca penutup dan jumlah energi surya yang diterima. 1.1 Tujuan Penelitian 1. Membuat model alat destilasi air energi surya jenis vertikal dengan metode kapilaritas. 2. Membandingkan hasil air destilasi antara alat destilasi konvensional dengan alat destilasi vertikal menggunakan absober kain tunggal dengan aliran alami.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 3. Membandingkan hasil efisiensi relatif teoritis dan aktual antara alat destilasi konvensional dengan alat destilasi vertikal menggunakan absober kain tunggal dengan aliran alami 1.2 Manfaat Penelitian 1. Menambah kepustakaan teknologi destilasi air energi surya jenis vertikal sehingga hasil penelitian ini dapat dikembangkan menjadi alat destilasi air energi surya bagi masyarakat. 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan untuk membuat prototipe dan produk teknologi alat destilasi energi surya. 1.3 Batasan Masalah Agar topik tidak meluas penulis membatasi penelitian khusus untuk alat destilasi surya jenis vertikal dengan menggunakan arbsorber kain tunggal dengan kapilaritas alami. Membandingkan ada tidaknya reflektor pada alat yang akan di bangun. Penulis juga akan menambahkan beberapa jenis model pendingin dengan media air dan udara yang akan di aplikasikan pada variasi alat. Penulis juga menambahkan satu variasi alat lagi berupa destilasi horizontal sederhana. Dimana destilasi horizontal sederhana ini dapat dijadikan sebagai pembanding sehingga diperoleh hasil pemodelan mana yang lebih efektif untuk di terapkan pada penelitian selanjutnya.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori Destilasi adalah metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan cara destilasi untuk memeroleh senyawa murninya. Senyawa – senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap pada saat mencapai titik didih masing – masing (Atmojo, 2011). Prinsip kerja alat destilasi air energi surya adalah evaporasi dan kondensasi. Dalam proses destilasi air kotor masuk akan menguap karena mendapat kalor dari bak penampung yang melewati kaca transparan, bagian yang menguap hanya air sedangkan bahan kontaminasi yang terkandung dalam air tertinggal di absorber. Absober dalam hal ini berupa kain jenis spandex yang telah di rendam kaporit selama 5 menit, guna meningkatkan ukuran lubang pada pori pori permukaan kain. Proses yang terjadi di dalam absorber adalah menguapnya air karena temperatur bagian luar kaca lebih rendah dari temperatur bagian dalam absorber. Air yang menguap bergerak ke atas dan bersentuhan dengan dinding kaca. Air yang telah menguap dan menempel di kaca akan mengembun dan jatuh di bak penampungan air bersih. Dalam proses destilasi khususnya menggunakan energy surya, terdapat satu proses yang pasti terjadi yaitu perpindahan panas. 4

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Perpindahan panas atau alih bahang (heat transfer) ialah ilmu untuk meramalkan perpindahan energy yang terjadi karena adanya perpindahan suhu diantara benda atau material. 2.2 Jenis Destilasi Menurut jenis pemisahnya terdapat 4 jenis destilasi yaitu : 1. Destilasi Sederhana Pada dasarnya destilasi ini memiliki pemisah yang jelas beruapa perbedaan titik didih yang jauh. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan lebih menguap lebih dahulu. Destilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer. Aplikasi ini sering dignakan untuk memisahkan air dan alkohol. 2. Destilasi Fraksionisasi Fungsi destikasi fraksionasi adalah memisahkan komponen–komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Destilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 200 C dan bekerja pada tekanan atmosfer dan tekanan rendah. Aplikasi dari destilasi jenis ini biasa digunakan pada industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen–komponen dalam minyak mentah. Perbedaan destilasi fraksionisasi dengan destilasi sederhana terletak pada kolom fraksionisasinya, dalam kolom ini

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu berbeda – beda pada setiap pelatnya. 3. Destiliasi Uap Destilasi uap digunakan pada campuran senyawa – senyawa yang memiliki titik didih mencapai 2000C atau lebih. Destilasi uap dapat menguapkan uap atau air mendidih. Sifat yang fundamental dari destilasi uap adalah dapat mendestilasi campuran senyawa dibawah titih didih dari masing – masing senyawa campurannya. Aplikasi dari destilasi uap adalah untuk mengenstrak beberapa produk alam seperti eucalyptus, minyak sitrus, lemon dan jeruk, dan untuk mengekstrraksi minyak parfum dari tumbuhan 4. Destilasi Vakum Destilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didestilasi dalam kondisi tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposis sebelum atau mendekati titik didihnya atau campuran yang memiliki titik didik di atas 1500

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Gambar 1. Skema alat destilasi air energi surya jenis vertikal Komponen utama yang terdapat pada sebuah alat destilasi air energi surya jenis vertikal (Gambar 1) adalah (1) absorber dan (2) kaca penutup (3) kotak destilasi, (4) saluran buang air kotor yang tidak menguap, (5) konstruksi pendukung, (6) keran pengatur aliran air kotor, (7) kotak air kotor, (8) bak pengatur ketinggian air, (9) pipa pendistribusi air kotor ke absorber, (10) saluran suplai air kotor dan (11) bak penampung air bersih. Absorber berfungsi sebagai penyerap energi surya untuk memanasi air yang akan diuapkan (didestilasi). Kaca penutup berfungsi sebagai tempat mengembunnya uap air sehingga dihasilkan air bersih yang dapat langsung dikonsumsi. Absorber terbuat dari bahan yang memiliki sifat kapilaritas seperti kain atau spon.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Efisiensi alat destilasi energi surya didefinisikan 8 sebagai perbandingan antara jumlah energi yang digunakan dalam proses penguapan air dengan jumlah energi surya yang datang selama waktu pemanasan (Arismunandar, 1995): (1) dengan ∫ adalah luas alat destilasi ( , dt adalah lama pemanasan (detik), G adalah energi surya yang datang (W/ panas laten air (J/(kg)) dan air ( ), waktu adalah adalah massa uap air (kg). Massa uap ) dapat diperkirakan dengan persamaan matematis berikut (Arismunandar, 1995): = 16,27. . dengan untuk . * ( + ⁄ ) (2) (3) adalah bagian energi matahari yang digunakan proses penguapan (W/ hilang karena konveksi (W/ pada temperatur air (N/ ), temperatur kaca penutup ((N/ ), ), bagian energi matahari yang adalah adalah tekanan parsial uap air adalah tekanan parsial uap air pada ), adalah temperatur air (OC) dan adalah temperatur kaca penutup (OC). 2.3 Peneltian yang Pernah dilakukan Publikasi tentang alat destilasi air energi surya jenis vertikal yang ada sangat sedikit (Kiatsiriroat, 1989). Hanya terdapat empat alat destilasi

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 air energi surya jenis vertikal yang dibuat sampai saat ini. Pertama kali di buat di Florida (Bloemer,1965). Penelitian disain Australia (Coffey, 1975). Di Thailand (KMITT) sebuah alat destilasi yang mempunyai absorber silinder vertikal telah dibuat dan diuji (Wibulswas, 1981). Sejauh ini dari penelusuran pustaka yang telah dilakukan, penulis belum menemukan penelitian mengenai alat destilasi air energi surya jenis vertikal di Indonesia.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat Penelitian Skema alat penelitian alat destilasi air energi surya jenis vertikal pada penelitian ini terdiri dari tiga konfigurasi sebagai berikut: 1. Alat destilasi berpendingin udara tanpa reflektor dengan aliran air tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami (Gambar 3) 2. Alat destilasi berpendingin kapilaritas alami (Gambar 5) 3. Alat destilasi berpendingin air dengan reflektor dengan aliran kapilaritas alami (Gambar 6) 3.2 Parameter yang Divariasiakan Terdapat beberapa jenis parameter yang akan divariasikan diantaranya sebagai berikut : 1. Jenis aliran kapilaritas sebanyak 1 variasi yaitu secara alami 2. Pendinginan kaca penutup sebanyak 2 variasi (dengan udara dan air) 3. Jumlah energi surya yang diterima sebanyak 2 variasi (dengan menggunakan dan tidak menggunakan reflektor) 3.3 Variabel yang Diukur Terdapat beberapa jenis variabel yang akan diukur diantaranya sebagai berikut : 10

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Temperatur air ( 11 ) 2. Temperatur air pendingin ( 3. Temperatur kaca penutup ( ) 4. Temperatur udara sekitar ( ) 5. Kelembaban udara sekitar ( ) 6. Jumlah massa air destilasi yang dihasilkan ( ) 7. Energi surya yang datang (G) 8. Lama waktu pencatatan data (t) Gambar 2. Skema Alat destilasi berpendingin udara tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami Komponen alat destilasi berpendingin udara tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami terdiri dari (1) absorber, (2) kaca penutup, (3) kotak destilasi, (4) saluran buang air kotor yang tidak menguap, (5) konstruksi pendukung, (6) keran pengatur aliran air kotor, (7) kotak air kotor, (8) bak pengatur ketinggian

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 air, (9) pipa pendistribusi air kotor ke absorber, (10) saluran suplai air kotor dan (11) bak penampung air bersih. Gambar 3. Mekanisme aliran kapilaritas alami Pada aliran alami, air dari bak pendistribusi mengalir ke arah atas terlebih dahulu sebelum ke arah bawah. Mengalirnya air hanya disebabkan sifat kapilaritas. Gambar 4. Skema Alat destilasi berpendingin air tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami Komponen alat destilasi berpendingin air tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami terdiri dari (1) absorber, (2) kaca penutup, (3) kotak destilasi, (4) saluran buang air kotor yang tidak menguap, (5) konstruksi pendukung, (6) keran

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 pengatur aliran air kotor, (7) kotak air kotor, (8) bak pengatur ketinggian air, (9) pipa pendistribusi air kotor ke absorber, (10) saluran suplai air kotor dan (11) bak penampung air bersih, (12) pipa pendingin kaca Gambar 5. Alat destilasi berpendingin air dengan reflektor dengan aliran kapilaritas alami Komponen alat destilasi berpendingin air dengan reflektor dengan aliran kapilaritas alami terdiri dari (1) absorber, (2) kaca penutup, (3) kotak destilasi, (4) saluran buang air kotor yang tidak menguap, (5) konstruksi pendukung, (6) keran pengatur aliran air kotor, (7) kotak air kotor, (8) bak pengatur ketinggian air, (9) pipa pendistribusi air kotor ke absorber, (10) saluran suplai air kotor, (11) bak penampung air bersih, (12) reflektor dan (13) pipa pendingin kaca. Untuk pengukuran temperatur digunakan sensor temperatur DS18B20, untuk pengukuran kelembaban digunakan sensor kelembaban DHT22 dan untuk pengukuran intensitas energi surya yang datang digunakan photovoltaic yang dikalibrasi dengan pyranometer. Untuk pengukuran air bersih yang dihasilkan digunakan E-tape. Selain sensor-sensor tersebut, untuk analisis

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 diperlukan juga beberapa peralatan penunjang dalam pengambilan data yakni WSN, Xbee dan Stalker. WSN berfungsi untuk memonitor pengambilan data, Xbee untuk mentransfer data dari Stalker ke WSN. Stalker berfungsi untuk mengatur pengambilan data dan menyimpan data untuk keperluan analisis. Sensor dan peralatan penunjang merupakan komponen penting dalam penelitian ini. Kegiatan penelitian dimulai dengan survey dan pembelian bahan untuk pembuatan alat destilasi. Konfigurasi alat destilasi yang diteliti berjumlah 2 (dua) konfigurasi seperti pada Gambar 3, 5 dan 6. Setelah pembuatan alat perlu dilakukan uji coba. Tujuan uji coba adalah untuk mengevaluasi apakah alat destilasi yang dibuat dapat bekerja dengan baik atau tidak. Jika dari uji coba diperoleh data yang menyatakan alat destilasi dapat bekerja dengan baik maka langkah selanjutnya adalah pengambilan data tetapi jika tidak maka dilakukan perbaikan dan uji coba kembali. 3.4 Langkah Penelitian Secara rinci langkah penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Penelitian diawali dengan penyiapan alat seperti Gambar 3, 5, dan 6 2. Ketiga konfigurasi alat di panasi dengan energi surya secara bersamaan. Pengambilan data diperkirakan akan dimulai pada akhir Juli, pada bulan tersebut matahari berada dibelahan bumi utara maka kedua alat dihadapkan ke arah utara. 3. Pengambilan data dilakukan tiap 10 detik selama 6 jam dari jam 10.00 sampai dengan jam 16.00. Tiap Variasi dilakukan pengambilan data

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 selama 2 hari sehingga memerlukan waktu 6 hari dalam melakukan pengambilan data setiap variasinya 4. Data yang dicatat adalah temperatur air ( ( ), temperatur udara sekitar ( ), temperatur kaca penutup ), kelembaban udara sekitar ( jumlah massa air destilasi yang dihasilkan ( ), ), energi surya yang datang (G) dan lama waktu pencatatan data (t) 5. Sebelum melanjutkan pengambilan data untuk hari berikutnya kondisi alat destilasi harus diperiksa untuk memastikan ketinggian air saat awal dan tidak ada masalah seperti kebocoran atau alat ukur yang terlepas. Pengolahan dan analisa data diawali dengan melakukan perhitungan pada parameter-parameter yang diperlukan dengan menggunakan persamaan (1) sampai dengan (3). Analisa akan lebih mudah dilakukan dengan membuat grafik hubungan parameter-parameter yang berpengaruh pada efisiensi dengan efisiensi alat destilasi.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Berikut ini adalah data keseluruhan hasil penelitian dari tiga variasi, yaitu: 1. Destilasi vertikal dengan absorber kain tunggal dengan pendingin udara dibandingakan dengan destilasi konvensional di uji secara bersamaan pada dua hari pertama 2. Destilasi vertikal dengan absorber kain tunggal dengan pendingin air dibandingakan dengan destilasi konvensional di uji secara bersamaan pada dua hari berikutnya 3. Destilasi vertikal dengan absorber kain tunggal dengan pendingin air dann reflektor dibandingkan dengan destilasi konvensional di uji secara bersamaan pada dua terakhir Secara lengkap data dari tiga variasi tersebut dapat dilihat secara berurutan pada tabel 1 sampai tabel 12 4.2 Pembahasan Setelah mendapatkan data penulis terlebih dahulu melakukan perhitungan dengan menggunakan persamaan (1) sampai (3) untuk menentukan besar efisiensi dari data yang telah diperoleh. Sebagai contoh perhitungan penulis mengambil data yang tercantum pada tabel (1). 15

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 diketahui: Tc pada jam pertama = 50.84°C = 323.84°K Tw pada jam pertama = 64.10°C = 337.10°K v air jam pertama = 0.029 liter jam pertama = 529.19 alat destilasi vertikal =0.82075 ⁄ Bagian energi matahari ke kaca penutup karena konvensi: (pers. 2) * = ] ⁄ + [ ( ⁄ ( ⁄ ) ⁄ ) ⁄ Bagian energi matahari yang digunakan untuk proses penguapan: (Pers. 3) ( ⁄ ( ) ⁄ Massa uap air perjamnya pada proses destilasi vertikal: (pers. 2) =0.746 ⁄ )

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Proses perhitungan efisiensi teoritis dan aktual alat destilasi: (pers. 1) ⁄ ⁄ ∫ ⁄ ⁄ ∫ Dengan cara yang sama hasil penelitian disajikan selengkapnya pada tabel 1 sampai tabel 12 Tabel 1 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan udara hari pertama Vertikal 1 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 50.84 50.52 47.41 44.41 41.52 35.15 64.10 66.63 60.69 54.57 49.33 39.50 529.19 720.41 445.78 482.45 269.06 126.79 Rata Rata G 428.95 Pc (Pa) Pw (Pa) 12730.8 12529.3 10716.1 9202.0 7933.6 5693.9 23991.7 26881.0 20501.0 15301.9 11805.0 7144.2 mg Hfg q konv q uap (kg/jam. (kJ/kg) (kW/m2) (kW/m2) (liter) m2) 2357.07 2351.60 2364.47 2377.80 2389.28 2410.96 0.0353 0.0463 0.0345 0.0233 0.0160 0.0070 0.4882 0.6703 0.4138 0.2282 0.1290 0.0380 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 0.746 1.026 0.630 0.345 0.194 0.057 0.029 0.0017 0.055 0.028 0.070 0.062 0.27 η th (%) η ak (%) 11.15 11.25 11.22 5.72 57.99 36.20 22.3 4.28 0.18 9.83 4.60 20.82 39.37 13.2 Tabel 2 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan air hari kedua Vertikal 2 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 34.93 45.89 32.50 45.75 32.46 43.39 32.39 41.87 36.21 41.46 38.02 39.51 Rata Rata G 672.68 674.52 684.85 610.15 446.64 248.94 533.02 Pc (Pa) 5626.2 4943.5 4933.5 4914.2 6017.6 6616.8 mg Hfg q konv q uap (kg/jam (kJ/kg) (kW/m2) (kW/m2) (liter) .m2) 9924.1 2396.83 0.0245 0.1560 0.234 0.116 9851.8 2397.15 0.0313 0.1886 0.283 0.087 8734.7 2402.34 0.0240 0.1360 0.204 0.112 8077.7 2405.70 0.0198 0.1075 0.161 0.090 7909.8 2406.60 0.0091 0.0532 0.080 0.098 7147.5 2410.94 0.0017 0.0098 0.015 0.065 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 0.65 Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 28.0 33.8 24.0 21.3 14.4 4.7 13.9 10.4 13.2 11.9 17.7 21.1 21.1 14.7

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Tabel 3 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan air dan penambahan reflektor hari pertama Vertikal 3 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) G TW 2 (W/m ) (°C) 42.20 48.17 40.82 48.92 43.81 47.70 45.29 50.48 42.50 48.17 39.30 41.16 Rata Rata G 724.08 772.01 750.87 639.85 479.16 276.37 607.06 Pc (Pa) 8216.0 7650.3 8925.2 9624.2 8341.1 7073.1 mg Hfg q konv q uap (kg/jam (kJ/kg) (kW/m2) (kW/m2) .m2) 11136.9 2391.82 0.0112 0.0888 0.134 11565.1 2390.18 0.0167 0.1317 0.198 10878.2 2392.85 0.0063 0.0517 0.078 12504.1 2386.76 0.0094 0.0850 0.128 11140.0 2391.81 0.0104 0.0838 0.126 7787.0 2407.27 0.0023 0.0143 0.021 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi Pw (Pa) volume (litre) η th (%) η ak (%) 0.140 0.093 0.112 0.105 0.175 0.057 0.698 14.8 20.6 8.3 16.1 21.1 6.2 14.5 15.5 9.6 12.0 13.2 29.4 16.7 16.1 Tabel 4 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan air dan penambahan reflektor hari kedua Vertikal 4 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 42.31 54.64 43.78 60.66 37.40 50.79 40.67 51.38 37.41 45.56 34.08 41.38 Rata Rata G 657.89 754.21 447.77 465.82 369.46 230.44 487.60 Pc (Pa) 8263.8 8909.7 6404.3 7592.5 6408.0 5379.5 mg Hfg q konv q uap 2 (kg/jam 2 (kJ/kg) (kW/m ) (kW/m ) (liter) .m2) 15359.3 2377.64 0.0301 0.2814 0.426 0.0014 20475.0 2364.52 0.0470 0.5238 0.798 0.037 12704.3 2386.06 0.0327 0.2499 0.377 0.120 13080.6 2384.77 0.0245 0.2043 0.308 0.038 9755.9 2397.57 0.0165 0.1106 0.166 0.063 7875.0 2406.79 0.0140 0.0779 0.116 0.053 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 0.053 Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 51.7 84.0 67.5 53.0 36.2 40.9 40.9 0.2 3.9 21.5 6.6 13.7 18.6 18.6 Tabel 5 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan air reflektor hari kelima Vertikal 5 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 33.17 42.40 38.59 48.69 34.83 44.34 36.10 41.95 41.06 43.32 29.95 34.27 Rata Rata G 343.17 813.50 435.15 386.00 470.84 122.58 428.54 Pc (Pa) 5123.7 6814.3 5597.4 5985.2 7746.4 4300.4 mg Hfg q konv q uap 2 (kg/jam 2 (kJ/kg) (kW/m ) (kW/m ) (liter) .m2) 8301.2 2404.53 0.0192 0.1074 0.161 0.081 11432.8 2390.68 0.0223 0.1661 0.250 0.017 9170.3 2400.24 0.0201 0.1231 0.185 0.104 8110.1 2405.53 0.0105 0.0620 0.093 0.084 8702.5 2402.50 0.0030 0.0207 0.031 0.014 5433.0 2422.56 0.0068 0.0290 0.043 0.041 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 0.41 Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 37.8 24.7 34.2 19.4 5.3 28.6 25.00 19.1 1.7 19.2 17.5 2.4 27.5 14.57

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Tabel 6 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi vertikal absorber kain tunggal dengan pendinginan udara reflektor hari keenam Vertikal 6 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 41.41 45.91 37.51 41.90 35.96 39.12 39.97 42.98 37.22 40.65 33.28 35.48 Rata Rata G 471.01 134.90 141.40 415.44 152.82 105.57 236.86 Pc (Pa) 7886.3 6442.6 5939.6 7322.8 6347.4 5154.5 mg Hfg q konv q uap (kg/jam. (kJ/kg) (kW/m2) (kW/m2) (liter) m2) 9933.5 2396.79 0.0076 0.0561 0.084 0.023 8090.4 2405.63 0.0072 0.0438 0.066 0.132 7005.3 2411.79 0.0046 0.0251 0.037 0.041 8551.1 2403.25 0.0044 0.0291 0.044 0.020 7585.7 2408.39 0.0051 0.0302 0.045 0.019 5793.5 2419.86 0.0028 0.0132 0.020 0.016 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 0.18 Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 14.4 39.3 21.5 8.5 23.9 15.1 20.4 4.0 78.9 23.7 3.9 10.1 12.2 22.1 Tabel 7 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari pertama Konvensional 1 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 61.43 62.40 66.40 70.18 62.22 69.93 57.13 64.43 53.16 61.03 42.79 50.97 Rata Rata G 549.02 729.76 535.27 530.80 360.76 183.60 481.53 mg Hfg q konv q uap (kg/jam (kJ/kg) (kW/m2) (kW/m2) (liter) .m2) 21218.1 22196.5 2360.75 0.0011 0.0183 0.028 0.0298 26608.6 31410.4 2343.92 0.0072 0.1484 0.228 0.0300 22015.2 31064.3 2344.48 0.0183 0.3488 0.536 0.0766 17318.8 24351.8 2356.36 0.0163 0.2556 0.390 0.0553 14284.7 20833.1 2363.72 0.0175 0.2374 0.362 0.0499 8467.8 12814.4 2385.68 0.0172 0.1485 0.224 0.0599 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 0.27 Pc (Pa) Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 3.9 23.7 76.1 56.2 76.8 94.5 55.2 4.2 3.1 10.9 8.0 10.6 25.2 10.3 Tabel 8 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari kedua Konvensional 2 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 57.00 60.82 58.11 65.93 58.07 66.63 57.55 66.46 54.54 63.93 49.68 58.10 Rata Rata G 713.44 729.91 763.37 714.84 580.54 385.51 647.93 mg Hfg q konv q uap 2 (kg/jam 2 (kJ/kg) (kW/m ) (kW/m ) (liter) .m2) 17218.5 20628.8 2364.18 0.0068 0.0983 0.150 0.011 18152.4 26060.7 2353.10 0.0181 0.2970 0.454 0.087 18120.0 26887.7 2351.58 0.0204 0.3402 0.521 0.312 17675.0 26679.9 2351.96 0.0215 0.3532 0.541 0.277 15282.7 23803.7 2357.44 0.0225 0.3330 0.509 0.326 12014.7 18143.3 2370.10 0.0187 0.2220 0.337 0.302 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 1.49 Pc (Pa) Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 16.1 47.5 52.0 57.7 67.0 67.2 51.3 1.2 9.1 31.2 29.6 43.0 60.2 29.0

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Tabel 9 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari ketiga Konvensional 3 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 58.11 59.82 61.93 66.86 64.34 70.34 61.70 70.06 55.83 65.39 50.70 59.16 Rata Rata G 784.95 856.76 880.37 813.18 616.53 421.06 728.81 mg Hfg q konv q uap (kg/jam (kJ/kg) (kW/m2) (kW/m2) (liter) .m2) 18150.9 19687.4 2366.34 0.0023 0.0339 0.052 0.112 21716.5 27155.5 2351.10 0.0099 0.1781 0.273 0.020 24261.4 31616.6 2343.60 0.0132 0.2631 0.404 0.062 21486.2 31245.2 2344.19 0.0203 0.3861 0.593 0.085 16267.9 25428.3 2354.28 0.0233 0.3640 0.557 0.094 12641.9 19076.3 2367.80 0.0190 0.2352 0.358 0.086 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 0.608 Pc (Pa) Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 5.0 24.3 34.9 55.4 68.9 65.2 42.30 11.0 1.8 5.4 7.9 11.6 15.7 8.905 Tabel 10 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari keempat Konvensional 4 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 50.53 48.40 60.39 58.18 61.11 65.53 55.89 62.20 54.37 61.79 46.83 56.51 Rata Rata G 582.44 816.59 687.19 597.34 543.69 366.15 602.19 mg Hfg q konv q uap (kg/jam (kJ/kg) (kW/m2) (kW/m2) (liter) .m2) 12539.6 11267.1 2391.32 0.0029 0.0282 0.042 0.000 20213.7 18217.7 2369.91 0.0033 0.0480 0.073 0.060 20909.2 25594.5 2353.97 0.0085 0.1467 0.224 0.060 16320.4 21988.9 2361.19 0.0132 0.1935 0.295 0.160 15159.6 21584.6 2362.06 0.0163 0.2300 0.351 0.030 10409.0 16815.9 2373.55 0.0222 0.2394 0.363 0.260 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 1.103 Pc (Pa) Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 5.7 0.0 6.9 5.6 24.9 6.7 37.8 20.5 49.4 4.2 76.3 54.7 39.07 18.34 Tabel 11 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari kelima Konvensional 5 Hari ke1 2 3 4 5 6 TC (°C) TW G (°C) (W/m2) 49.94 53.71 61.94 60.77 58.23 64.82 53.06 61.30 53.99 60.45 42.94 53.58 Rata Rata G 381.10 904.58 531.10 427.02 561.27 183.71 498.13 mg Hfg q konv q uap 2 2 (kg/jam (kJ/kg) (kW/m ) (kW/m ) (liter) .m2) 12174.8 14674.3 2379.67 0.0063 0.0681 0.103 0.097 21726.4 20576.2 2364.30 0.0014 0.0227 0.035 0.030 18260.9 24786.1 2355.51 0.0143 0.2303 0.352 0.139 14215.9 21093.4 2363.14 0.0186 0.2533 0.386 0.259 14875.6 20277.3 2364.98 0.0135 0.1834 0.279 0.064 8532.8 14582.1 2379.96 0.0247 0.2280 0.345 0.276 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 0.833 Pc (Pa) Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 20.9 2.9 50.6 69.2 38.2 144.9 54.46 19.7 2.5 20.0 46.4 8.8 116.1 35.60

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Tabel 12 Data hasil perhitungan efisiensi aktual dan teoritis destilasi konvensional hari keenam Konvensional 6 TW G (°C) (W/m2) 39.06 47.89 41.19 49.51 40.05 46.11 40.76 48.31 42.37 50.33 39.18 45.63 Rata Rata G 522.43 197.96 200.57 463.41 237.53 171.06 298.83 Pc (Pa) 6986.1 7797.7 7352.7 7629.0 8285.4 7029.2 mg Hfg q konv q uap (kg/jam (kJ/kg) (kW/m2) (kW/m2) (liter) .m2) 10982.5 2392.43 0.0186 0.1372 0.206 0.062 11916.7 2388.87 0.0174 0.1402 0.211 0.030 10034.8 2396.35 0.0112 0.0810 0.122 0.125 11219.3 2391.50 0.0152 0.1177 0.177 0.516 12412.2 2387.08 0.0165 0.1393 0.210 0.065 9790.8 2397.41 0.0122 0.0848 0.127 0.042 Hasil Destilasi dan Rata Rata Efisiensi 0.698 Pw (Pa) η th (%) η ak (%) 30.7 82.7 47.1 29.7 68.5 57.8 52.74 9.2 11.7 48.3 86.3 21.2 19.0 32.63 Dari hasil perhitungan tabel 1 sampai 12 perhitungan teoritis terkadang menjadi lebih besar terhadap perhitungan aktual dikarenakan ada air kotor yang masuk ke kotak air bersih dan hasil perhitungan G horizontal berbeda dengan G vertikal. Sinar matahari yang masuk kedalam kotak melalui kaca pada destilasi vertikal lebih sedikit karene sudut pencahayaan matahari lebih optimal pada destilasi konvensional yang dapat menyerap lebih banyak 1,60 800 1,40 700 1,20 600 1,00 500 0,80 400 0,60 300 0,40 200 0,20 100 0,00 0 1 2 3 4 5 G 1 2 3 4 5 6 TC (°C) Volume, Liter Hari ke- Destilasi Vertikal Destilasi Konvensional 6 Hari Ke- Gambar 6. Grafik perbandingan air hasil destilasi yang didapat antara destilasi konvensional dan vertikal

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Melihat grafik di halaman sebelumya destilasi vertikal belum bisa menyamai hasil dari destilasi konvensional, Hal ini terjadi dikarenakan perbedaan selisih temperatur pada kedua konfigurasi alat tersebut yang dapat kita lihat pada tabel 1 sampai 12, dimana temperatur tersebut sangat berpengaruh pada intensitas matahari tiap harinya. Setiap batang hijau yang menunjukan intensitas cahaya matahari (G) yang di rata-rata dalam sehari. Hasil menunjukan setiap batang merah dan biru mengalami kenaikan maka instensitas matahari mengalami kenaikan. 70,0 800 60,0 700 600 500 40,0 400 30,0 G η, % 50,0 300 20,0 200 10,0 100 0 0,0 0 2 4 6 8 Teoritis Udara 1 Jam KeAktual Udara 1 G Gambar 7. Grafik efisiensi teoritis dan aktual terhadap pendingin udara pada destilasi vertikal Grafik diatas menunjukan bahwa pendingin udara memang belum mampu meningkatkan kerja alat destilasi. Hasil tersebut terlihat pada efisiensi actual yang sangat rendah denagan teoritis tinggi. Hasil dari destilasi ini juga menunjukan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 hasil yang sangat rendah terlihat pada tabel 1 destilasi dengan pendingin udara ini hanya dapat menghasilkan 0.27 liter perhari selama 6 jam. Sedangkan intensitas cahaya matahari pada saat itu lumayan tinggi yaitu sekitar 700 Watt/m2 – 800 Watt/m2, tapi alat destilasi dengan konfigurasi pendingin udara ini belum dapat menghasilkan secara maksimal 40,0 900 35,0 800 30,0 700 600 500 20,0 G η, % 25,0 400 15,0 300 10,0 200 5,0 100 Teoritis Air 2 0 Aktual Air 2 0,0 0 2 4 6 8 G Gambar 8. Grafik efisiensi teoritis dan aktual terhadap penambahan variasi pendingin air dan reflektor pada destilasi vertikal . Gambar diatas menunjukan hasil yang lebih baik dibandinkan gambar 7 terjadinya kenaikan efisiensi actual menunjukan adanya kenaikan beda temperatur yang cukup tunggu pada alat dengan variasi pendingin air. Terbukti pada tabel 1 dan 2 hasil dari air destilasi pun meningkat menjadi 0.65 liter dengan intesitas matahari yang hampir sama yaitu sekitar 700 -800 Watt/m2.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90,0 800 80,0 700 70,0 600 500 50,0 400 G η, % 60,0 24 40,0 300 30,0 20,0 200 10,0 100 Terotitis Ref 2 0 Aktual Ref 2 0,0 0 2 4 Jam Ke- 6 8 G Gambar 9. Grafik efisiensi teoritis dan aktual terhadap penambahan variasi pendingin air pada destilasi vertikal Penambahan variasi reflektor dan pendingin air menjadi variasi yang paling baik diantara variasi lainnya. Meningkatnya temperatur air sangat berpengaruh pada selisih hasil temperatur kerja alat destilasi vertikal dan berkaitan erat dengan penambahan hasil kerja destilasi. Meskipun hasil efisiensi yang tidak menunjukan hasil yang begitu bagus dan melihat intesitas cahaya matahari yang kurang maksimal pada hari itu ( hanya menyampai kisaran 800 watt/m2 ) tetapi alat destilasi dengan penambahan reflector dan pendingin air ini dapat menghasilkan air destilasi yang hampir sama dengan destilasi air dengan variasi pendingin air yang pada saat itu mendapatkan intensitas matahari yang lebih banyak yaitu sekitar 0.34 liter dalam sehari

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 700 50 600 500 40 400 30 G η, % 25 300 20 200 10 100 Teoritis 0 0 Udara 1 Udara 2 Air 1 Air 2 Ref 1 Ref 2 Aktual G Gambar 10. Grafik perbandingan antara efisiensi teoritis dan aktual tiap harinya pada destilasi vertikal Pada grafik diatas terlihat perhitungan teoritis yang kurang dapat memprediksi hasil yang di dapat. Terbukti pada hari pertama efisiesnsi yang teoritis yang tinggi dan actual yang rendah. Diprediksi terjadinya kebocoran pada pipa sambungan air sehingga menambah hasil pada hasil teoritis. Hal lain yang cukup berpengaruh adalah cuaca yang cenderung panas pada hari 3 dan ke 4. Penambahan reflektor pada kondisi cuaca ini menjadi sangat membantu menambah hasil kerja alat destilasi yang sangat bergantung intensitas sinar matahari. Tabel 1 dan 2 menunjukan hasil terbanyak dalam keseluruhan penganmbilan data selam seminggu, yaitu sekitar 0.6 liter perharinya. Penambahan variasi pada pendingin air dan reflector menjadi varian yang sangat memungkinkan untuk mendapatkan hasil dan beda temperature pada alat destilasi.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 26 800,00 700,00 50 600,00 500,00 30 400,00 G η, % 40 300,00 20 200,00 10 100,00 0,00 0 Hari Ke 1Hari Ke 2Hari Ke 3Hari Ke 4Hari Ke 5Hari Ke 6 Teroritis Aktual G Gambar 11. Grafik perbandingan antara efisiensi teoritis dan aktual tiap harinya pada destilasi konvensional Grafik yang terlihat pada destilasi konvensional menunjukan hasil yang lebih stabil daripada grafik pada destilasi vertikal. Secara teoritis kita dapat melihat pada hari hari awal dan selanjutnya pencatatan efisiensi dapat sesuai antara teori dan hasil yang di dapat. Selama melakukan pengujian ini dan melihat efisiensi berupa grarik alat destilasi vertikal memang belum dapat mengungguli alat destilasi konvensional yang sudah ada. Semoga penelitian selanjutnya dapat mendapatkan lebih baik pada destilasi vertikal dan dapat menimalisir kebocorankebocoran yang ada yang mengakibatkan data teoritis dan actual sedikit berubah

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 1. Alat destilasi air energi surya jenis vertikal dengan metode kapilaritas telah berhasil dibuat dan bekerja dengan baik. 2. Destilasi model vertikal dengan absober kain tunggal dapat menghasilkan 0.22 liter rata rata per hari dengan pendigin udara, sedangkan dengan pendingin air diperoleh 0.52 liter. Penambahan reflektor menghasilkan 0.51 liter tiap harinya dengan luas penampang pada alat 0.82705 m2. Sedangkan model destilasi konvensional dapat menghasilkan rata rata 0.83 liter perharinya dengan luas penampang alat 0.856 m2. 3. Alat destilasi vertikal dengan pendingin udara dapat mencapai efisiensi teoritis rata rata perharinya sebesar 21.35 % dan aktual sebesar 17.65%. Destilasi vertikal dengan pendingin air dapat mencapai efisiensi teoritis rata rata perharinya sebesar 23,05 % dan aktual sebesar 14.63%. Destilasi vertikal dengan pendingin air dan penamahan reflektor kaca mencapai efisiensi teoritis rata rata perharinya sebesar 35 % dan aktual sebesar 13.4%. Destilasi konvensional dapat mencapai efisiensi teoritis sebesar 49.17% dan 22.47% 27

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 5.2 Saran 1. Pada penelitian berikutnya untuk mengurangi jumlah sambungan pipa serta mengurangi dan memeriksa kebocoran sehingga meminimalisir kerugian-kerugian. 2. Pada Penelitian berikutnya hendaknya benar benar mencari absorber yang sesuai dan memiliki daya serap dan tetes yang lebih maksimal.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arismunandar, Wiranto, 1995. Teknologi Rekayasa Surya, Jakarta : Pradnaya Paramita. Badran, O.O., 2007. Experimental Study Of The Enhancement Parameters On A Single Slope Solar Still Productivity, Desalination, 209, pp 136–143 Cengel, Yunus A.,1998. Heat Transfer: A Practical Approach, WCB/McGrawHill: Boston Fath, H.E.S; Elsherbiny, S.M.,; Ghazy, A., 2004. A Naturally Circulated Humidifying/Dehumidifying Solar Still With A Built-In Passive Condenser, Desalination, 169, pp 129–149 Kapita, Mayang, 2014. Unjuk Kerja Destilasi Air Energi Surya Dengan Penambahan Kondesor Pasif Pada Posisi di Belakang Bak Destilator, Yogyakarta Kunze, H.H.,(2001),A New Approach To Solar Desalination For Small- And Medium-Size Use In Remote Areas, Desalination, 139, pp 35–41 Malick, M.A.S., Tiwari, Pergamon Press. G.N., Sodha, M.S., 1982, Solar Distillation. Mardiyanto, Markos Totok, 2011. Peningkatan Unjuk Kerja Destilasi Air Energi Surya Menggunakan Kolektor Pelat Datar Pipa Paralel, Yogyakarta Naim, M.M.; Mervat, A.; Kawi, A. E., 2002a. Non-Conventional Solar Stills Part 1. Non-Conventional Solar Stills With Charcoal Particles As Absorber Medium, Desalination, 153, pp 55–64 Naim, M.M.; Mervat, A.; Kawi, A. E., 2002b. Non-Conventional Solar Stills Part 2. Non-Conventional Solar Stills With Energy Storage Element, Desalination, 153, pp 71–80 Nijmeh, S.; Odeh, S.; Akash, B., 2005. Experimental And Theoretical Study Of A Single-Basin Solar Still In Jordan, International Communications in Heat and Mass Transfer, 32, pp 565–572 Prasetyo, Chistiawan Hardi, 2011. Peningkatan Unjuk Kerja Destilasi Air Energi Surya Menggunakan Reflektor, Yogyakarta 29

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Ramli, M., Wibulswas, P., 1984, Solar stills with vertical and flat absorbing surface, Regional seminar on simulation and design in solar energy applications, UNESCO-USAID, Bangkok. Singh, S.K., Bhatnan, V.P., Tiwari, G.N., 1996, Design parameters for concentrator assisted solar distillation system, Energy Conves. Mgmt., 37(2), 242–252. Tanaka, K., Yamashita, A., Watanabe, K., 1982, Experimental and analytical study of the tilted wick type solar still, in: Solar World Forum, Vol. 2, Pergamon Press, Oxford. Tiwari, G.N., 1992, Recent advances in solar distillation. In R. Kamal, K.P. Maheshwari and R.L. Sawhney, eds., Solar Energy and Energy Conservation. Chapter 2, Wiley Eastern Limited. Wibulswas, P., 1982, Development of solar stills having acrylic plastic covers in Thailand, Alternative Energy Sources IV, Ann Arbor Science, Michigan, pp. 13–393. Wibulswas, P., Tadtiam, S., 1984, Improvement of a basin type solar still by means of vertical back wall. Internat. Symp. Workshop on Renewable Energy Sources, Lahore. Yeh, H.M., Chen, L.C., 1986, The effects of climatic, design and operational parameters on the performance of wick type distillers. Energy Convers. Mgmt., 26, 175.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(51)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Destilasi air energi surya vertikal dengan solar tracker.
0
0
59
Membandingkan unjuk kerja alat destilasi air energi surya jenis absorber kain menggunakan kaca tunggal berpendingin air dengan berpendingin udara.
0
0
72
Unjuk kerja destilasi air energi surya berkondensor pasif dengan heat recovery menggunakan efek kapilaritas satu kain.
0
1
81
Destilasi air energi surya berkondensor pasif dengan heat recovery menggunakan efek kapilaritas dua tingkat.
0
1
64
Destilasi air energi surya berkondensor pasif dengan heat recovery menggunakan efek kapilaritas dua tingkat
0
0
62
Efek kapilaritas absorber pada unjuk kerja destilasi air energi surya jenis vertikal | Purwadianto | Widya Teknik 1 PB
0
0
10
PEMANAS AIR ENERGI SURYA DENGAN KOLEKTOR PIPA PARALEL Tugas Akhir - Pemanas air energi surya dengan kolektor pipa parallel - USD Repository
0
0
74
POMPA AIR ENERGI SURYA DENGAN FLUIDA KERJA ALKOHOL TUGAS AKHIR - Pompa air energi surya dengan fluida kerja alkohol - USD Repository
0
0
173
PEMANAS AIR ENERGI SURYA DENGAN KOLEKTOR PIPA SERI Tugas Akhir - Pemanas air energi surya dengan kolektor pipa seri - USD Repository
0
0
74
Karakteristik pengering energi surya menggunakan ketebalan absorber porus 9 cm - USD Repository
0
0
101
STUDI EKSPERIMENTAL ABSORBSI AMONIA-AIR ENERGI SURYA MENGGUNAKAN KONDENSOR DAN EVAPORATOR BERPENDINGIN AIR TUGAS AKHIR - Studi eksperimental amonia-air energi surya menggunakan kondensor dan evaporator berpendingin air - USD Repository
0
0
55
UNJUK KERJA DESTILASI AIR ENERGI SURYA JENIS VERTIKAL MENGGUNAKAN EFEK KAPILARITAS ABSORBER KAIN LAPIS GANDA TUGAS AKHIR - Unjuk kerja destilasi air energi surya jenis vertikal menggunakan efek kapilaritas absorber kain lapis ganda - USD Repository
0
1
55
Destilasi air energi surya jenis vertikal menggunakan absorber kain tunggal dengan aliran paksa - USD Repository
0
0
64
UNJUK KERJA DESTILASI AIR ENERGI SURYA BERKONDENSOR PASIF DENGAN HEAT RECOVERY MENGGUNAKAN EFEK KAPILARITAS SATU KAIN TUGAS AKHIR - Unjuk kerja destilasi air energi surya berkondensor pasif dengan heat recovery menggunakan efek kapilaritas satu kain - USD
0
0
79
UNJUK KERJA DESTILASI AIR ENERGI SURYA DENGAN PENAMBAHAN KONDENSOR PASIF PADA POSISI DI BELAKANG BAK DESTILATOR TUGAS AKHIR - Unjuk kerja destilasi air energi surya dengan penambahan kondensor pasif pada posisi di belakang bak destilator - USD Repository
0
0
86
Show more