HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA JANDA CERAI MATI

Gratis

0
0
136
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA JANDA CERAI MATI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Oleh: Dyah Ayu Sekar Ambarini NIM : 149114081 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “If you can’t fly, then run. If you can’t run, then walk. If you can’t walk, then crawl. But whatever you do, you have to keep moving forward” – Martin Luther King Jr. “Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan kebimbangan. Sedangkan teman yang paling setia yaitu keberanian dan keyakinan yang teguh” – Andrew Jackson “Bermimpilah untuk sukses dan tetap berusahalah untuk mewujudkannya” iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan kepada: Allah SWT yang telah memberikan saya kekuatan, kemudahan, kesehatan, kelancaran dan karuniaNya sehingga saya bisa menyelesaikan karya ini. Keluarga yang saya hormati dan cintai, yaitu Bapak Ambardi, Ibu Marsini, Hanif Atha Ammar yang telah memberi saya cinta, dukungan dan doa mereka untuk saya. Ibu Diana Permata Sari, S.Psi., M.Sc. yang selalu membantu saya dan meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan kepada saya agar saya dapat menyelesaikan karya ini dengan target yang sudah saya tentukan. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA JANDA CERAI MATI Dyah Ayu Sekar ambarini ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan resiliensi pada janda cerai mati. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi pada janda cerai mati. Subjek dalam penelitian ini adalah janda yang suaminya telah meninggal dan memiliki anak dengan jumlah 120 subjek. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial dan skala resiliensi. Skala dukungan sosial terdiri dari 36 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.964 dan skala resiliensi terdiri dari 28 item dengan koefisien reliabilitas yang dimiliki yaitu 0.953. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho dikarenakan sebaran data pada kedua skala dalam penelitian ini bersifat tidak normal (skala dukungan sosial dan skala resiliensi). Selain itu, penelitian ini menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0.788 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi pada janda cerai mati. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima oleh janda, maka semakin tinggi pula resiliensi yang dimiliki oleh janda. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diterima oleh janda, maka kan semakin rendah pula resiliensi yang dimiliki oleh janda. Kata kunci: dukungan sosial, resiliensi, janda cerai mati. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI THE CORELLATION BETWEEN SOCIAL SUPPORT AND RESILIENCE OF WIDOWHOOD Dyah Ayu Sekar Ambarini ABSTRAK This research was intended to investigate the correlation between social support and resilience on widows. The hypothesis in this research said that there was a positive and significant correlation bertween social support and resilience on widows. Subjects in this research were 120 widows. There were two instrumenst in this research namely social support scale and resilience scale. The social support scale had 36 items with 0.964 of reliability coefficient and the resilience scale had 28 items with 0.953 of reliability coefficient. The data analysis technique in this research used Spearman’s Rho correlation test because the distribution of social support scale and the distribution of resilience scale were not normal. Then, this research produced r = 0.788 of correlation value and 0.000 or p < 0.05 significance value. The result in this research showed that there was a positive and significant correlation between social support and resilience on widows. It meant that the higher social support which was received by widows, the higher resilience they had. Otherwise, the lower social support was received by widows, the lower resilience they had. Keywords: Social support, resilience, widows. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, kasih sayang dan karuniaNya kepada penulis, sehingga penulis mampu menyelesaikan karya skripsi ini dengan baik. Selanjutnya, tidak lupa juga penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam memberikan penulis bantuan dan dukungan untuk menyelesaikan karya ini. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Dr. Titik Kristiyani, M.Psi., Psi. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu Monica Eviandaru M., M.App., Ph.D selaku Ketua Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Maria Laksmi Anantasari M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah bersedia membantu dalam memberikan masukan, kritik serta saran yang berkaitan dengan mata kuliah dan skripsi selama penulis menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 4. Ibu Diana Permata Sari, S.Psi., M.Sc. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang selalu membantu dan meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, masukan, saran serta arahan bagi penulis dalam proses penyelesaian karya skripsi ini. Terima kasih penulis ucapkan karena telah memberikan pelajaran berharga tidak hanya x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengenai penulisan skripsi tetapi juga mengajarkan banyak nilai-nilai kehidupan. 5. Bapak Ambardi dan Ibu Marsini selaku orangtua dari penulis yang selalu memberikan dukungan baik berupa dukungan emosional maupun dukungan materiil untuk penulis serta memberikan arahan dan kasih sayangnya agar penulis dapat cepat menyelesaikan pendidikan hingga akhirnya penulis mampu menyelesaikannya. Penulis berharap untuk ke depannya, orangtua akan selalu tetap memberikan dukungannya dan kasih sayangnya kepada penulis. 6. Hanif Atha Ammar selaku adik dari penulis. Terima kasih atas dukungan, kasih sayang dan semangat yang diberikan iuntuk penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 7. Fiyogananto Primatmojo, terima kasih untuk selama ini selalu membantu, mendoakan, memberi semangat, menemani, meluangkan banyak waktunya, tenaga, perhatian dan kasih sayangnya guna mendukung penulis agar segera menyelesaikan penulisan skripsi. Makasih yaaaa, walaupun sering berantem tapi aku padamu  8. Bapak Opik, selaku pengurus Komunitas Pengajian Ummu Salamah. Terima kasih telah membantu penulis dalam proses penyelesaian skripsi dan dalam proses pengambilan data. 9. Kepada Pendeta Gunawan, Ibu Sulinah, Ibu Dewi, dan semua pengurus dari GKJ Sarimulyo. Terimakasih atas bantuan, waktu dan saran yang sangat membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Seluruh anggota Pengajian Ummu Salamah dan seluruh anggota Komunitas Gereja di GKJ Sarimulyo. Terima kasih atas bantuan dalam kesediaannya dalam mengisi skala penelitian. 11. Teman-teman “KONCO KESEL” yakni Carys, Nungky, Dwina, Ana, Mega, Sekar, Joste terima kasih telah memberikan perhatian, semangat, hiburan, perjuangan dan kesabarannya untuk penulis. Semoga kita awet yaa, kalian terbaekk! 12. Teman sejak SMA yakni Alyssa Bella, Anita, Deta, Esty, dan Martha terimakasih selalu ada untuk penulis dan selalu memberi semangat serta perhatiannya kepada penulis. Secara tidak langsung kalian adalah motivasi penulis untuk segera menyusul kalian lulus. 13. Teman sejak SMP yaitu Dina Novitasari, terima kasih sudah memberikan semangat dan motivasi untuk segera lulus serta menghibur penulis ketika sedang pusing skripsi. 14. Teman-teman Psikologi Kelas D 2014, terima kasih untuk dinamikanya selama 4 tahun ini. Sangat senang bisa menjadi bagian dari kalian. See you on top, gaes! 15. Teman-teman bimbingan Bu Diana, yaitu Dwina, Joste, Kevin, Vanny, Intan, Wulan, Linda, Vina dan Dea terimakasih atas dinamikanya selama bimbingan. Terimakasih juga atas segala semangat yang telah diberikan kepada penulis. Semoga kalian juga segera menyusul, ayo semangat!! xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING ...................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ................................................................ iii HALAMAN MOTTO ............................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ..............................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT ......................................................................................................... viii PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .................................................. ix KATA PENGANTAR .............................................................................................x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiv DAFTAR TABEL ............................................................................................... xvii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................xx BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 A. Latar Belakang ................................................................................................1 B. Rumusan Masalah ...........................................................................................9 C. Tujuan Penelitian ............................................................................................9 D. Manfaat Penelitian ........................................................................................10 1. Manfaat Teoritis .......................................................................................10 2. Manfaat Praktis ........................................................................................10 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................11 A. Resiliensi.......................................................................................................11 B. Dukungan Sosial ...........................................................................................17 C. Janda .............................................................................................................23 D. Dinamika Hubungan antara Dukungan Sosial dan Resiliensi ......................26 E. Kerangka Berpikir ........................................................................................32 F. Hipotesis Penelitian ......................................................................................33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN...............................................................34 A. Jenis Penelitian .............................................................................................34 B. Variabel Penelitian........................................................................................35 C. Definisi Operasional .....................................................................................35 1. Resiliensi ..................................................................................................35 2. Dukungan Sosial ......................................................................................36 D. Subjek Penelitian ..........................................................................................36 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ............................................................37 1. Resiliensi ..................................................................................................38 2. Dukungan Sosial ......................................................................................38 F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur .............................................................39 1. Validitas Alat Ukur ..................................................................................39 2. Seleksi Item ..............................................................................................41 3. Reliabilitas Alat Ukur ..............................................................................47 G. Metode Analisis Data ...................................................................................49 1. Uji Asumsi Data Penelitian ......................................................................49 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Uji Hipotesis ............................................................................................50 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................................52 A. Pelaksanaan Penelitian..................................................................................52 B. Deskripsi Subjek Penelitian ..........................................................................53 C. Deskripsi Data Penelitian .............................................................................54 D. Analisis Data Penelitian ................................................................................61 1. Uji Asumsi ...............................................................................................61 2. Uji Hipotesis ............................................................................................64 E. Analisis Tambahan .......................................................................................66 F. Pembahasan ..................................................................................................70 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................74 A. Kesimpulan ...................................................................................................74 B. Keterbatasan Penelitian ................................................................................74 C. Saran .............................................................................................................75 1. Bagi Subjek ..............................................................................................75 2. Bagi Keluarga inti/besar dan orang terdekat ...........................................75 3. Bagi Peneliti Selanjutnya .........................................................................75 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................77 LAMPIRAN ...........................................................................................................83 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Penilaian skala Likert ...............................................................................37 Tabel 2. Blueprint skala resiliensi sebelum tryout .................................................38 Tabel 3. Blueprint skala dukungan sosial sebelum tryout......................................39 Tabel 4. Sebaran Item resiliensi setelah tryout ......................................................43 Tabel 5. Sebaran Item resiliensi sesudah dilakukan penguguran manual ..............45 Tabel 6. Sebaran Item dukungan sosial setelah tryout ...........................................46 Tabel 7. Sebaran Item dukungan sosial sesudah dilakukan penguguran manual ..47 Tabel 8. Deskripsi subjek berdasarkan usia ...........................................................53 Tabel 9. Deskripsi subjek penelitian berdasarkan status pekerjaan .......................53 Tabel 10. Deskripsi subjek penelitian berdasarkan rentang waktu menjanda ........................................................................................................………………54 Tabel 11. Deskripsi data empiris skala resiliensi ..................................................56 Tabel 12. Hasil uji beda antara mean empiris dan mean teoritis skala resiliensi...56 Tabel 13. Deskripsi rumus penggolongan variabel berdasarkan standar pembagian kategori ...................................................................................................................57 Tabel 14. Deskripsi Kategorisasi Skala resiliensi ..................................................57 Tabel 15. Deskripsi data empiris skala dukungan sosial .......................................58 Tabel 16. Hasil uji beda antara mean teoritik dan mean empiris skala dukungan sosial.......................................................................................................................59 Tabel 17. Deskripsi rumus penggolongan variabel berdasarkan standar pembagian kategori ...................................................................................................................60 Tabel 18. Deskripsi kategorisasi skala dukungan sosial ........................................61 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 19. Deskripsi data keseluruhan skala dukungan sosial dan resiliensi ..........61 Tabel 20. Hasil uji normalitas dukungan sosial dan resiliensi ...............................62 Tabel 21. Hasil uji linearitas antara dukungan sosial dan resiliensi .....................63 Tabel 22. Hasil uji hipotesis Spearman’s Rho Correlations ..................................65 Tabel 23. Tabel deskripsi tingkat korelasi dan kekuatan hubungan ......................65 Tabel 24. Hasil uji beda resiliensi berdasarkan status bekerja ...............................68 Tabel 25. Hasil uji beda resiliensi berdasarkan lama menjanda ............................70 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Kerangka Berpikir ................................................................................32 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Skala Penelitian ..................................................................................85 Lampiran 2 Reliabilitas dan Korelasi Item Total Skala Resiliensi ........................99 Lampiran 3 Reliabilitas dan Korelasi Item Total Skala Dukungan Sosial...........103 Lampiran 4 Data Empiris Skala Penelitian ..........................................................107 Lampiran 5 Uji Normalitas ..................................................................................108 Lampiran 6 Uji Linearitas ....................................................................................109 Lampiran 7 Uji Korelasi Spearman’s Rho ...........................................................109 Lampiran 8 Analisis Tambahan ...........................................................................110 Lampiran 9 IVI-I & IVI-R Skala Penelitian ........................................................112 Lampiran 10 Surat Keterangan Penelitian ...........................................................115 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pernikahan merupakan sebuah ikatan yang dilakukan secara sah antara pria dan wanita sesuai dengan peraturan-peraturan negara yang berlaku (Walgito, 2002). Menurut Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1 tentang Perkawinan, pernikahan didefinisikan sebagai ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Suatu pernikahan dianggap ideal jika dapat memberikan keintiman, komitmen, pertemanan, kasih sayang, pemenuhan kebutuhan seksual, kebersamaan, perkembangan emosional, dan harga diri bagi seseorang (Papalia, Olds, & Feldmann, 2009). Akan tetapi, kebahagiaan atas suatu pernikahan akan terhenti saat salah satu dari pasangannya harus kembali menghadap Tuhan (Mardhika, 2013). Menurut Atkinson, Atkinson dan Hilgrad (dalam Sawitri, 2007) kematian dari salah satu pasangan, akan memunculkan nilai perubahan kehidupan yang paling tinggi dibandingkan dengan peristiwa lain yang terjadi dalam kehidupan seseorang yang ditinggalkan. Dalam Papalia, Olds, dan Feldman (2009) dijelaskan bahwa kehilangan seseorang karena terjadinya kematian dapat membawa perubahan status dan peran dari seseorang yang ditinggalkan. Kehilangan (loss) merupakan pengalaman yang akan terjadi 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 sepanjang kehidupan manusia yang akan terus dialami kembali walaupun dalam bentuk yang berbeda (Shear & Shair, 2005). Setelah terjadinya kehilangan, individu akan merasakan keadaan berduka yang merupakan respon normal akibat mengalami kehilangan (Shear & Shair, 2005). Kehilangan pasangan yang disebabkan karena kematian merupakan suatu peristiwa yang dapat menimbulkan stres (Aprilia, 2013). Menurut Berk (2012), individu yang harus mengatur ulang hidup, identitas dan status mereka dengan meninggalkan identitas atau atribut dari pasangannya yang sudah meninggal disebut kondisi menjanda atau menduda. Menurut Badan Pusat Statistik tentang kependudukan terdapat dua kategori janda atau duda, yaitu cerai mati dan cerai hidup. Cerai hidup didefinisikan sebagai status dari seseorang yang telah hidup secara terpisah dengan suami atau istrinya karena bercerai. Sedangkan cerai mati merupakan status bagi seseorang yang telah hidup terpisah dengan suami atau istrinya karena meninggal dunia (Badan Pusat Statistik, 2015). Menurut laporan Sistem Pemantauan Kesejahteraan Berbasis Komunitas-Perempuan Kepala Keluarga (SPKBK-PEKKA) pada tahun 20112012 total keluarga mencapai 89.960 dan keluarga yang dikepalai oleh perempuan (KKP) mencapai 15.644 keluarga. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) jumlah janda yang tercatat hingga Juni 2016 mencapai 17.419 jiwa dengan jumlah janda yang mengalami cerai mati mencapai 12.626 jiwa (Mardani, 2017). Sedangkan menurut Tantan Hadiansyah selaku Kepala Bidang Pengelolaan Informasi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil jumlah lakilaki dengan status duda akibat cerai hidup mencapai 1.845 jiwa sedangkan akibat cerai mati mencapai 2.142 jiwa (JawaPos, 2017). Hal tersebut menunjukkan bahwa populasi janda memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah duda walaupun setiap tahunnya selalu meningkat (JawaPos, 2017). Akan tetapi pada pria biasanya status menduda tidak berlangsung lama karena adanya keterbatasan untuk merawat dirinya sehingga membuat duda memilih untuk menikah kembali (Desiningrum, 2015). Sedangkan bagi janda, kehilangan suami menjadi fenomena yang traumatik dan menyedihkan bagi sebagian wanita karena untuk menjalani kehidupan sebagai orangtua tunggal merupakan hal yang tidak mudah dan berat (Aprilia, 2013). Menurut Perlmutter dan Hall (dalam Aprilia, 2013) berperan sebagai orangtua tunggal bagi wanita akan membuatnya mengalami perubahan yang dapat menimbulkan masalah karena seseorang yang seharusnya hanya berperan sebagai ibu saja pada akhirnya harus berperan ganda. Keadaan menjanda bagi wanita dengan usia lansia akan mengalami permasalahan yaitu menurunnya kesehatan dan fisiknya serta memiliki persaaan kesepian (Desiningrum, 2015). Selain itu, menurut Jahja (2011) terdapat masalah umum pada masa menjanda, yakni masalah keuangan, masalah sosial, masalah keluarga, masalah praktis, masalah seksual, dan masalah tempat tinggal. Permasalahan spesifik yang terjadi pada janda yang ditinggal mati oleh suaminya antara lain mereka mengalami kesedihan yang mendalam akibat

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 kepergian dari suami yang tidak terduga, kehilangan peran suami, kesulitan dalam mengurus anak dan permasalahan ekonomi dalam kehidupan seharihari (Mardhika, 2013). Perubahan status menjadi seorang janda juga menyebabkan permasalahan bagi wanita dalam lingkungan sosialnya (Fernandez & Soedagijono, 2018). Menjadi janda juga menimbulkan masalah pada kesehatan baik fisik maupun mentalnya (Hendrickson et al., 2018). Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada 2 Februari 2018 di Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta oleh salah satu subjek dengan inisial YR permasalahan mengenai anggapan atau persepsi negatif tentang status janda masih sering terdengar direndahkan. Beberapa orang di lingkungannya janda sering kali dianggap lemah dan serba kekurangan. Selain itu, subjek juga menganggap bahwa latar belakang pendidikan menjadi salah satu permasalahan pada janda. Seorang janda dengan latar belakang pendidikan yang tinggi akan mudah mendapatkan pekerjaan, sedangkan bagi yang memiliki latar belakang rendah akan kesulitan dalam mencari penghasilan. Di Indonesia, fenomena yang berkaitan dengan permasalahan janda juga masih tergolong banyak seperti yang dilansir dalam Tribunnews (2016) bahwa seorang janda 26 tahun yang ditinggal meninggal oleh suaminya cenderung mengalami stress dan lebih memilih untuk melakukan hal negatif yaitu memakai narkoba untuk menghilangkan stres dan beban hidup yang membuatnya kesulitan tidur. Kemudian, terdapat contoh lain dari permasalahan janda terkait dengan kesulitan ekonomi seperti dilansir dalam

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 TribunJambi (2018) yang mana seorang janda 53 tahun dengan 5 anak yang ditinggal suaminya meninggal dunia memilih nekat menjual ganja untuk membiayai hidupnya sehari-hari dan membayar hutang sebanyak 12 juta. Selain itu, terdapat permasalahan janda di lingkungan sosialnya yaitu status sebagai janda masih dipandang dengan sebelah mata, seolah-olah kehadiran janda masih sulit diterima di tengah-tengah masyarakat bahkan banyak dari masyarakat yang menganggap janda sebagai suatu aib, sering disudutkan, disalahkan bahkan status janda sering dijadikan lelucon (Bernas.id, 2017). Banyaknya masalah yang muncul selama menjadi seorang wanita dengan peran orangtua tunggal membutuhkan penyesuaian diri untuk menghadapi banyaknya perubahan (Aprilia, 2013). Janda juga memerlukan kemampuan diri agar dapat menghadapi tekanan-tekanan maupun permasalahan hidup agar dapat menjalani kehidupannya dengan lebih baik (Naufaliasari & Andriani, 2006). Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kemampuan resiliensi pada wanita yang kehilangan suaminya akibat meninggal dunia (Fernandez & Soedagijono, 2018). Kemampuan atau kapasitas yang dimiliki seseorang, kelompok atau masyarakat untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan atau mengubah kondisi kehidupan yang menyedihkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi yang disebut kemampuan resiliensi (Desmita, 2007). Resiliensi yaitu kemampuan yang dimiliki individu untuk mengatasi kesulitan dan melanjutkan perkembangannya seperti semula (Ungar, 2006).

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Menurut Sagor (dalam Patilima, 2015) resiliensi adalah kumpulan atribut dari seorang individu berupa kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi hambatan besar dalam kehidupannya. Pada kenyataannya, penelitian yang memfokuskan pada resiliensi khususnya pada janda masih terbilang minim (Bennett, 2010). Selain itu, Bennett (2010) juga menyatakan bahwa masih terdapat janda yang memiliki tingkat resiliensi rendah semenjak meninggalnya sang suami atau pasangannya. Menurut Resnick, Gwyther dan Roberto (2011) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi resiliensi pada seseorang yaitu self-esteem, spiritualitas, emosi positif dan salah satu sumber yang menjadi fokus penelitian ini yaitu berhubungan dengan dukungan sosial yang diberikan lingkungan untuk dirinya. Menurut Grotberg (dalam Patilima, 2015) kualitas resiliensi yang dimiliki pada setiap orang tidak sama dikarenakan hal tersebut ditentukan oleh salah satu faktornya yaitu seberapa besar dukungan sosial dalam pembentukan resiliensi seseorang tersebut. Menurut Gollieb (dalam Smet, 1994) dukungan sosial adalah informasi verbal atau non verbal serta bantuan yang nyata atau perilaku yang diberikan dari orang-orang di sekitar subjek di dalam lingkungan sosialnya baik berupa kehadiran atau hal-hal yang memberi kekuatan emosional yang dapat mempengaruhi perilaku subjek. Young (2006) mengatakan dukungan sosial terdapat dua bentuk yaitu dukungan sosial yang dirasakan atau diterima oleh individu (received support) dan dukungan yang dipersepsikan (perceived support). Penelitian ini

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 berfokus pada received support yang mana dukungan sosial dilakukan dengan menghitung berdasarkan bentuk atau jumlah dukungan sosial yang diberikan oleh orang lain. Dukungan sosial yang diterima oleh individu dapat berasal dari keluarga, teman, rekan kerja, komunitas atau organisasi yang diikuti (Sarafino, 2008). Sumber lain dari dukungan sosial yang terpenting yaitu berasal dari dukungan anak karena bagi seorang janda anak merupakan motivasi penting untuk dapat menjadi kuat dan bersemangat dalam menghadapi permasalahan (Hendrickson, Kim, Tol, Shrestha, Kafle, Luitel, Thapa, & Surkan, 2018). Seorang janda memiliki keinginan kuat untuk mampu memberikan masa depan yang terbaik bagi anak-anaknya sehingga anak merupakan kekuatan seorang janda dalam menghadapi tekanannya dan tidak akan mempengaruhi tekadnya dalam memenuhi kebutuhan anak-anaknya (Aprilia, 2013). Pada umumnya yang terjadi pada lansia janda, anak-anak cenderung sudah mandiri dan berumah tangga sehingga rumah terasa sepi dan janda harus mampu mengatasi masalah ekonomi dan sosialnya secara mandiri (Desiningrum, 2015). Selain itu, bentuk dari dukungan sosial yang dilakukan dengan cara menjalin hubungan dengan orang lain dan terlibat dengan lingkungan sosial merupakan faktor penting terkait tingkat keberhasilan seseorang dalam mencapai resiliensi (Hendrickson et. al., 2018). Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa ketika dukungan sosial yang diterima memadai, melalui ikatan sosial yang dijalin dengan orang lain maka akan mempengaruhi kehidupan janda (Hendrickson et. al.,

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 2018). Hingga pada akhirnya, janda yang mampu beresiliensi akan mampu menemukan jalan untuk menempuh kehidupannya sehari-hari tanpa adanya suami (Hahn, 2011). Akan tetapi pada kenyataannya, Aprilia (2013) mengatakan bahwa pada umumnya beberapa janda mengatakan bahwa dukungan sosial yang mereka terima masih sangat minim dan terbatas dikarenakan adanya isolasi sosial terkait dengan anggapan miring mengenai statusnya sebagai janda. Penelitian yang dilakukan oleh Setiawan dan Prastitis (2015) menyatakan bahwa dukungan sosial memiliki korelasi yang positif dengan resiliensi yang mana apabila dukungan sosial tinggi maka resiliensi juga cenderung tinggi, dan sebaliknya jika dukungan sosial rendah maka resiliensi juga rendah. Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Tampi, Kumaat dan Masi (2013) memperoleh hasil bahwa dukungan sosial memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap tingkat resiliensi seseorang. Akan tetapi dalam sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh Diaz (2012) terkait hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi memiliki perbedaan hasil dan bertolak belakang dengan kedua penelitian di atas, yaitu penelitian tersebut memperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan sosial dengan resiliensi pada seseorang. Diaz (2012) berasumsi bahwa kemampuan resiliensi tidak selalu dipengaruhi oleh dukungan sosial yang diterima melainkan adanya faktor lain yang juga mempengaruhi tingkat resiliensi seseorang.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Berdasarkan perbedaan hasil di atas, maka peneliti membuat penelitian ini guna ingin menguji kembali mengenai hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi dengan subjek janda. Penelitian yang dilakukan ini dikhususkan bagi perempuan yang ditinggalkan oleh pasangannya akibat kematian, yang mana seorang janda yang ditinggal meninggal oleh pasangannya akan memiliki resiko lebih besar secara psikologis (Andriani & Naufaliasari, 2013) serta beberapa hal yang dialami oleh janda bahwa dukungan sosial yang mereka terima masih tergolong terbatas dikarenakan adanya isolasi sosial dan anggapan miring mengenai statusnya sebagai janda (Aprilia, 2013). B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu “Apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat resiliensi pada janda yang ditinggal meninggal oleh suami?” C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada janda yang ditinggal mati oleh suami. D. Manfaat Penelitian Manfaat yang terkandung dalam penelitan ini mencakup dua macam: 1. Manfaat teoretis Penelitian ini dapat memberikan sumbangan berupa wawasan atau pengetahuan mengenai hubungan dukungan sosial dan resiliensi pada

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 janda yang ditinggal mati oleh suami di bidang psikologi khususnya perkembangan dan sosial. 2. Manfaat Praktis a. Bagi lingkungan sekitar Penelitian ini secara praktis diharapkan mampu memberikan evaluasi bagi orang-orang terdekat janda terkait dukungan sosial yang diberikan memiliki hubungan dengan tingkat resiliensi yang dimiliki oleh janda. b. Bagi janda Penelitian ini diharapkan mampu menjadi evaluasi bagi janda terkait pentingnya dukungan sosial agar janda dapat mencapai resiliensi dan berguna bagi janda dalam mencari dukungan sosial dari lingkungan terdekatnya agar mampu mencapai kemampuan resiliensi.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Resiliensi 1. Pengertian Resiliensi Desmita (2007) mengatakan bahwa resiliensi merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang, kelompok atau pihak masyarakat dalam menghadapi, mencegah, dan menghilangkan dampak negatif dari situasi yang tidak menyenangkan serta mengubah sesuatu yang sulit menjadi sesuatu yang wajar untuk diatasi. Menurut Werner (dalam Desmita, 2007) resiliensi dapat didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk kembali mencapai keberhasilannya dalam beradaptasi dari kesulitan dengan mengembangkan kemampuan sosial, pendidikan dan kejuruannya untuk menghadapi stres. Rutter (dalam Kalil, 2003) mengatakan bahwa resiliensi merupakan hasil dari keberhasilan mengatasi resiko dalam hidupnya, bukan penghindaran akan resiko atau bahaya. Menurut Reich, John, Zautra, Alex dan Hall (2010) resiliensi didefinisikan sebagai hasil keberhasilan dari adaptasi seseorang terhadap kesulitan yang dihadapi. Resiliensi juga berfokus pada kemampuan seseorang untuk bangkit atau pulih dari keadaan stres, sehingga 11 membuat individu mampu

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 mengembalikan keseimbangan dan memulihkan keadaan mentalnya seperti semula dengan cepat (Reich et al., 2010). Penelitian ini mengacu pada konsep dari Reivich dan Shatte (dalam Jackson & Chris, 2004) mengatakan bahwa reseliensi merupakan kemampuan seseorang untuk bertahan dan beradaptasi terhadap suatu tekanan yang sulit. Reivich and Shatte juga mengatakan bahwa resiliensi bukan hanya membuat seseorang dapat pulih dari suatu kesulitan, tetapi resiliensi juga mampu meningkatkan kehidupan seseorang lebih positif (Suyasa, 2011). Selain itu, konsep resiliensi dari Reivich dan Shatte dapat digunakan karena dapat memperlihatkan tingkat resiliensi yang dimiliki oleh seseorang (Jackson & Chris, 2004). 2. Aspek-aspek Resiliensi Menurut Reivich dan Shatte (dalam Jackson & Chris, 2004), terdapat tujuh aspek kemampuan dalam resiliensi. Aspek-aspek kemampuan resiliensi yang dikembangkan oleh Reivich dan Shatte mampu digunakan untuk melihat tingkat resiliensi pada individu (Jackson & Chris, 2004; Taufiq, Susanty, Titi, & Nurlina, 2014) dan berfungsi sebagai kunci untuk mengembangkan dan membangun resiliensi pada tingkat individu maupun organisasi atau kelompok, serta aspek-aspek resiliensi dilihat secara keseluruhan bukan per masingmasing aspek (Jackson & Chris, 2004). Tujuh aspek tersebut yaitu:

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 a. Regulasi Emosi (Emotion Regulation) Dalam regulasi emosi, kemampuan resiliensi dianggap sebagai kemampuan untuk tetap tenang ketika berada dalam kondisi yang tertekan sehingga seseorang yang resilien menggunakan kemampuannya untuk mengontrol/mengelola emosi dan perilakunya. b. Pengendalian Impuls (Impuls Control) Kontrol impuls merupakan kemampuan dalam mengontrol dorongan-dorongan, keinginan, kesukaran dan tekanan yang ada di dalam diri untuk kepuasan dirinya. Individu yang memiliki kemampuan dalam mengontrol impulsnya akan mampu mencegah kesalahan dalam berpikir, dapat berpikir jernih dan mampu memberikan respon yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Kontrol impuls ini juga berhubungan dengan regulasi emosi. c. Analisis Kausal (Causal Analysis) Kemampuan menganalisis masalah merupakan kemampuan individu untuk dengan mudah mengidentifikasi penyebab-penyebab dari masalah-masalah yang mereka hadapi secara akurat. Namun, apabila seseorang tidak dapat mengidentifikasi masalah dengan tepat, maka individu tidak akan dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik dan cenderung mengulang kesalahan yang sama. Seseorang yang dianggap resilien akan mampu berpikir diluar

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 kemampuannya untuk dapat mengidentifikasi permasalahan, berfokus pada masalah dan menemukan solusi d. Efikasi Diri (Self-Efficacy) Self-Efficacy merupakan keyakinan individu bahwa dirinya dapat menyelesaikan masalahnya secara efektif. Seseorang yang memiliki efikasi diri yang tergolong tinggi akan yakin pada kemampuannya untuk dapat berhasil dalam mencapai kesuksesannya serta memiliki komitmen dalam pemecahan masalahnya dan tidak mudah menyerah dalam kegagalan menentukan strategi-strategi pemecahan masalahnya. e. Optimisme (Realistic Optimism) Optimis merupakan kemampuan individu untuk tetep positif dalam memandang masa depannya. Individu akan meyakini bahwa berbagai hal yang terjadi di dalam dirinya dapat berubah menjadi lebih baik, memiliki harapan masa depan dan percaya untuk mampu mengontrol atau menangani masalah yang akan muncul di masa depan. Individu yang optimis cenderung akan lebih sehat secara fisik, dapat berprestasi dengan baik serta dapat lebih produktif dalam bekerja. f. Empati (Emphaty) Empati menggambarkan kemampuan seseorang dalam membaca petunjuk dari orang lain yang berkaitan dengan kondisi psikologis dan emosionalnya seperti menginterpretasikan perilaku

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 non verbal maupun verbal seseorang guna dapat membangun relasi yang lebih baik. Individu yang resilien akan mampu berempati dengan membaca tanda-tanda non verbal orang lain dan cenderung memiliki hubungan sosial yang positif. g. Pencapaian (Reaching Out) Pencapaian merupakan kemampuan seseorang untuk meningkatkan aspek positif di dalam dirinya yang berkaitan dengan keberanian individu untuk mencoba mengatasi masalah ataupun berani mengambil resiko dan menganggap masalah sebagai sebuah tantangan. Pada akhirnya, resiliensi tidak hanya berfungsi untuk mengatasi masalah atau trauma yang berat, akan tetapi berguna untuk memperkaya hidup, memperdalam relasi dan menambah pengalaman yang baru. Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa resiliensi memiliki tujuh aspek yaitu regulasi emosi, kontrol impuls, analisis kausal, efikasi diri, optimisme, empati dan pencapaian. 3. Faktor – Faktor Resiliensi Menurut Resnick, Gwyther dan Roberto (2011) dalam pembentukan resiliensi terdapat empat faktor yang mempengaruhi, antara lain:

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 a. Self-esteem Seseorang yang memiliki self-esteem atau kepercayaan diri yang baik, dapat membantunya untuk dapat bangkit dalam menghadapi kesengsaraan atau keterpurukan. b. Dukungan Sosial (Social Support) Resiliensi berhubungan dengan dukungan sosial dimana dalam menghadapi kesulitan atau kesengsaraan dibutuhkan dukungan atau support dari lingkungan sekitarnya untuk dapat meningkatkan resiliensi dalam menyelesaikan masalah serta dapat bangkit dari keterpurukan yang dialami seseorang. Selain itu, menurut Hendrickson et. al. (2018) dukungan sosial merupakan faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan seseorang dalam mencapai resiliensi. c. Spiritualitas Faktor lain yang dapat mempengaruhi bahkan meningkatkan resiliensi yaitu spiritualitas. Pada faktor ini, manusia cenderung memandang dan mempercayai bahwa ketika seseorang mengalami kesulitan, ia akan selalu ditolong oleh Tuhan sehingga seseorang merasa mampu untuk menyelesaikan segala kesulitannya atau kesengsaraannya. d. Emosi Positif Faktor penting lainnya yang dapat mempengaruhi pembentukan resiliensi pada seorang individu yaitu emosi positif.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Seseorang yang sedang menghadapi situasi sulit atau kritis sangat membutuhkan emosi positif karena dengan memiliki emosi positif seseorang dapat mengurangi tekanan atau stres secara lebih efektif. Selain itu, dengan adanya rasa syukur yang baik, seseorang mampu mengendalikan emosi negatif dan dapat meningkatkan emosi positif dalam menghadapi segala kesulitan akan permasalahan yang ada dalam hidupnya. B. Dukungan Sosial 1. Pengertian Dukungan Sosial Dukungan sosial (Sarafino, 2008) mengacu pada pemberian kenyamanan, kepedulian dan penghargaan serta bantuan yang diterima oleh individu dari orang lain atau kelompok dengan merawat, menerima dan menghargainya. Santrock (2006) mengatakan bahwa dukungan sosial merupakan informasi atau tanggapan dari pihak lain yang disayangi, dicintai yang menghargai dan menghormatinya, serta yang memiliki hubungan saling bergantung satu sama lain. Menurut Rook (dalam Smet, 1994) dukungan sosial merupakan salah satu fungsi dari pertalian atau ikatan sosial yang dapat menggambarkan tingkat dan kualitas umum dari hubungan interpersonal yang akan melindungi individu dari stres. Menurut Rodin dan Salovey (dalam Smet, 1994) penikahan dan keluarga merupakan sumber dari dukungan sosial yang paling penting bagi seseorang. Shakespeare-Finch dan Obst (2011) mengatakan bahwa dukungan sosial yaitu pemberian

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 dukungan yang dapat mempengaruhi kesehatan individu baik secara fisik maupun psikologis, baik pada individu maupun kelompok sosial. Menurut Schwarzer dan Leppin (dalam Smet, 1994) dukungan sosial dapat dilihat sebagai fakta sosial atas dukungan yang diberikan orang lain kepada individu (perceived support) dan dianggap sebagai kognisi individu yang mengacu pada pesepsi terhadap dukungan yang diterima (received support). dalam penelitian ini, peneliti berfokus pada dukungan yang diterima oleh individu dari orang lain (perceived support). Selain itu, Sarafino (2008) mengatakan bahwa individu yang mendapatkan dukungan sosial akan memiliki keyakinan bahwa dirinya dicintai, dirawat, dihargai, berharga dan merasa bahwa dirinya merupakan bagian yang berarti dari lingkungannya. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial merupakan bantuan berupa fisik dan emosional yang diberikan oleh lingkungan sekitar terdiri dari keluarga, teman dan orang-orang yang terlibat dengan individu sehingga dapat membantu individu agar merasa dihargai, dirawat dan dicintai. 2. Dimensi dari Dukungan Sosial Declercq, Vanheule, Markey dan Willemsen (dalam ShakespeareFinch & Obst, 2011) mengemukakan dua dimensi utama dari dukungan sosial yang secara konsisten menonjol dan mencakup tipe-tipe dari dukungan sosial. Kedua dimensi dari dukungan sosial tersebut yaitu:

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 a. Dukungan Emosional (emotional support) Dimensi dari dukungan sosial yaitu dukungan emosional terdiri atas pengakuan sosial dari orang lain seperti pujian atau penghargaan terhadap suatu perilaku yang dilakukan individu serta mencakup penguatan sosial seperti rasa empati, kepedulian, percaya, penyemangat, penerimaan secara positif dan meyakinkan sebagai penilaian terhadap perilaku, penguatan sosial atau aspek dari dorongan sosial. b. Dukungan Instrumental (instrumental support) Dimensi dari dukungan sosial yaitu dukungan instrumental ini terdiri dari pemberian informasi atau masukan-masukan serta saran atau arahan guna membantu orang lain untuk menyelesaikan masalah atau tugas-tugas yang diberikan secara langsung dari individu yang bersangkutan. Dukungan instrumental juga merupakan dukungan yang diberikan dalam bentuk tenaga, waktu, keterampilan atau pengetahuan yang diberikan kepada individu yang bersangkutan guna menyelesaikan masalah atau tugas dari individu. 3. Sumber Dukungan Sosial Dukungan sosial dapat diperoleh individu dari berbagai sumber. Sarafino (2008) menjelaskan bahwa dukungan sosial dapat berasal dari keluarga, teman, dokter serta komunitas dan organisasi yang terlibat dengan individu. Dukungan sosial juga dapat berasal dari lingkungan

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 atau tempat kerja yang biasa diberikan oleh supervisor, atasan, maupun rekan kerja (Taylor et al., 2006). Selain itu, dukungan sosial yang terpenting yaitu berasal dari dukungan anak karena bagi seseorang anak merupakan motivasi penting untuk dapat menjadi kuat dan bersemangat dalam menghadapi permasalahan (Hendrickson, Kim, Tol, Shrestha, Kafle, Luitel, Thapa, & Surkan, 2018). Menurut Cohen dan Syrne (dalam Aprilia, 2013) dukungan sosial lain juga dapat bersumber dari tempat kerja, keluarga, dan teman di lingkungan sekitarnya. 4. Dampak dari Dukungan Sosial Terdapat beberapa dampak dari dukungan sosial meliputi: a. Dukungan sosial dapat mengurangi atau mencegah seseorang mengalami stres. Menurut Sarason, Levine, Basham, dan Sarason (1983) gagasan yang mendukung hal tersebut yaitu hubungan yang positif dapat menumbuhkan kemandirian dan kegigihan seseorang dalam menghadapi tantangan dan rintangan dari masalahnya. Penelitian yang dilakukan oleh Turner (dalam Sarafino, 2008) terkait dengan dukungan sosial yang dapat mengurangi stres yaitu pengaruh dukungan sosial terhadap dua penyebab stres lain: (1) menjadi ibu baru dan (2) mengalami gangguan pendengaran pada seseorang di masa dewasa. Kedua penelitian tersebut mendapatkan hasil bahwa seseorang dengan tingkat dukungan sosial yang tinggi tidak memiliki

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 tekanan psikologis atau stress dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat dukungan rendah (Sarafino, 2008). Selain itu, terdapat penelitian lain yang dilakukan oleh Fleming, Baum, Gisriel dan Gatchel (dalam Sarafino, 2008) terkait dengan pengaruh dukungan sosial terhadap stres yang dialami oleh orang-orang memperoleh hasil bahwa penduduk dengan tingkat dukungan emosional yang tinggi akan memiliki ketegangan psikologis, stress dan gangguan kognitif yang rendah dibandingkan penduduk yang memiliki tingkat dukungan emosional rendah. b. Dukungan sosial dapat bermanfaat untuk kesehatan seseorang. Kesehatan seseorang dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan orang lain ketika menghadapi efek negatif dari stres yang tinggi (Sarafino, 2008). Penelitian yang dilakukan oleh Karlin, Brondolo dan Schwart (2003) menemukan bahwa dukungan sosial berfungsi dalam menangani stres kerja. Seseorang yang mengalami stres kerja jika diberikan dukungan sosial maka akan menghasilkan tekanan darah yang rendah. Selain itu, Sarafino (2008) mengatakan bahwa pandangan positif yang dimiliki individu dapat bermanfaat bagi kesehatan terlepas dari pengalaman stres dan membuat individu lebih tahan terhadap penyakit. Seseorang yang memiliki tingkat dukungan sosial yang tinggi dapat mendorong orang lain untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat dibandingkan seseorang yang memiliki dukungan sosial rendah (Sarafino, 2008).

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 c. Dukungan sosial membuat seseorang memiliki harga diri dan rasa dimiliki yang kuat. Sarafino (2008) mengatakan bahwa seseorang yang memiliki dukungan sosial tinggi akan memiliki harga diri dan rasa memiliki yang kuat. Dalam penelitiannya Sarason, Levine, Basham dan Sarason (1983) mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki dukungan sosial tinggi lebih sering mengalami pengalaman yang lebih positif dalam kehidupannya, memiliki harga diri yang tinggi dan cenderung memiliki pandangan hidup yang lebih optimis dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki dukungan sosial rendah. Orang-orang yang memiliki dukungan sosial yang rendah memiliki keterkaitan dengan external locus of control, relatif memiliki ketidakpuasan terhadap kehidupannya, dan mengalami kesulitan untuk bertahan dalam suatu masalah tanpa menghasilkan solusi. d. Dukungan sosial dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang Dukungan sosial sangat berhubungan dengan kemampuan resiliensi yang dimiliki seseorang. Penelitian lain menemukan bahwa resiliensi dan dukungan emosional dapat menghasilkan kualitas hidup yang tinggi bagi orang dewasa (Resnick et al., 2011). Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Poindexter dan Shippy (2008) terhadap orang dengan HIV di New York menemukan bahwa ketersediaan dukungan sosial di kalangan kelompok berkontribusi

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 terhadap resiliensi yang dimiliki oleh kelompok (Resnick et al., 2011). C. Janda 1. Pengertian Janda Single mother atau janda merupakan orangtua tunggal yang terdiri dari ibu yang menjalankan tugasnya dengan tanggung jawab penuh dan mampu mengurus anak-anaknya dengan berani mengambil segala resikonya (Sari, 2015). Menurut Dwiyani (dalam Akmalia, 2013) seseorang dikatakan janda atau single mother apabila seorang perempuan atau ibu yang mengasuh anak-anaknya secara mandiri tanpa didampingi oleh sosok suami atau pasangannya yang disebabkan karena perceraian, kematian, tempat tinggal yang terpisah, kehamilan diluar nikah dan mengadopsi anak atau mengasuhnya secara mandiri. Menurut Balson (dalam Aprilia, 2013) orangtua tunggal yaitu orangtua yang dalam menjalankan rumah tangganya hanya sendirian atau seorang diri tanpa adanya pasangan yang mendampingi. Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa janda atau single mother yaitu seorang sosok ibu yang harus menjalankan tugasnya untuk mengurus keluarganya sebagai tanggung jawabnya tanpa didampingi oleh suaminya. 2. Kondisi Psikologis Janda Menurut Jahja (2011) terdapat enam permasalahan umum yang dialami oleh janda, yaitu masalah ekonomi. Kondisi janda yang ditinggal

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 suaminya meninggal mengalami penurunan karena sumber pendapatan dari suami terhenti sehingga menyebabkan janda mengalami permasalahan keuangan dan mata pencaharian keluarga tidak mencukupi untuk memenuhi keperluan keluarganya. Kedua, janda juga mengalami permasalahan sosial. Hal tersebut terjadi karena masalah statusnya sebagai janda serta sulitnya bergabung ke dalam lingkungan sosial masyarakat karena tidak ada yang membantunya dalam mengurus kehidupan sehari-hari. Ketiga, masalah keluarga karena janda cenderung memiliki peran ganda sebagai ayah sekaligus sebagai ibu serta diharuskan dapat menyelesaikan barbagai masalah yang ada di dalam keluarga dan dalam mengurus anak. Keempat, masalah praktis yang janda alami seperti mencoba menghadapi masalah yang ada di rumah dan menjalankan rumah tangganya secara mandiri setelah sebelumnya terbiasa dibantu oleh suaminya. Kelima, masalah seksual karena kesendirian dan rasa frustasi akibat tak terpenuhinya seksualitasnya sebab tidak ada lagi suami dan janda berusaha menjaga agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang menyimpang dalam memenuhi kebutuhan seksualnya. Keenam, masalah tempat tinggal di mana seorang janda akan tinggal bergantung pada dua kondisi baik pada status ekonomi maupun memiliki seseorang yang dapat diajak untuk tinggal bersama.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Selain itu, terdapat permasalahan spesifik yang terjadi pada janda sepeninggal suaminya berkepanjangan karena yaitu suami kesedihan meninggal yang tanpa mendalam dan terduga akan mempengaruhi atau mengganggu kehidupannya sehari-hari (American Psychiatric Association, 2013 dalam Hendrickson, Kim, Tol, Shrestha, Kafle, Luitel, Thapa, dan Surkan, 2018). Menurut Arizmendi (dalam Hendrickson et al., 2018).kehilangan pasangan dapat membuat seseorang mengalami masalah pada kesehatannya baik secara fisik maupun secara mentalnya dan menyandang status sebagai janda memiliki resiko yang besar mengalami depresi dan kematian dini dibandingkan dengan wanita yang menikah. Masalah lain yang dialami oleh mayoritas janda dengan usia muda yaitu masih banyak stereotipe yang ditujukan kepada janda yaitu sebagai wanita penggoda, genit, atau perusak rumah tangga karena statusnya yang tidak memiliki suami dan juga status janda memiliki konotasi lebih negatif dibandingkan seseorang dengan status duda (Ulfah, 2017). Selain itu, permasalahan yang dialami oleh mayoritas janda dengan usia lansia yaitu berkaitan dengan kesehatan dan fisiknya, masalah ekonomi, masalah sosial serta memiliki perasaan kesepian dikarenakan kebanyakan anak-anaknya sudah mandiri atau berumah tangga sehingga janda harus hidup secara mandiri (Desiningrum, 2015).

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 D. Dinamika Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Resiliensi pada Janda Dukungan sosial merupakan pemberian kepedulian, kenyamanan maupun bantuan yang diberikan oleh orang lain kepada individu (Sarafino, 2008). Dukungan sosial juga merupakan faktor terpenting yang dapat menentukan keberhasilan janda dalam mencapai resiliensinya (Hendrickson, 2018). Sumber dari dukungan sosial dapat berasal dari keluarga, teman, komunitas maupun organisasi (Sarafino, 2018). Taylor et. al (2006) menambahkan bahwa dukungan sosial dapat berasal dari lingkungan tempat kerja seperti supervisor, atasan maupun rekan kerja. selain itu, dukungan lain dapat berasal dari dukungan anak agar janda mampu menjadi kuar dan bersemangat dalam menjalani kehidupannya (Hendrickson et. al., 2018). Dengan adanya dukungan sosial, maka individu akan mampu merasa dicintai, dihargai dan diterima oleh lingkungannya sehingga ketika individu memiliki kesulitan akan menerima bantuan (Sarafino, 2008). Berikut ini akan dijelaskan hubungan dukungan sosial dan resiliensi melalui penjabaran beberapa aspek-aspek dari resiliensi. Dukungan sosial yang diberikan lingkungan sekitarnya dapat membantu janda dalam meningkatkan regulasi emosinya (Eisenberg, Fabes, Guthrie, & Reiser, 2000). Regulasi emosi merupakan salah satu aspek yang mendukung resiliensi seseorang (Reivich dan Shatte, 2002 dalam Jackson & Chris, 2004). Regulasi emosi dapat terlihat dari pengendalian diri seseorang sehingga dapat mencerminkan keterampilan sosial yang baik dan memiliki dukungan dari

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 orang lain (Eisenberg et al., 2000). Seseorang yang memiliki tingkat regulasi emosi yang tinggi akan dapat meredam emosinya dan mengelola emosi negatifnya ketika menghadapi pengalaman yang buruk (Wills & Bantum, 2012). Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa seseorang yang mendapatkan dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya maka orang tersebut dapat meregulasi emosinya sehingga dapat mencapai resiliensi. Pada konteks penelitian ini, seorang janda dapat dikatakan resiliensi jika bersikap tetap tenang serta dapat mengontrol emosi ketika menghadapi berbagai persoalan karena memiliki kemampuan meregulasi emosi (Reivich & Shatte, 2002 dalam Smith, 2013). Sebaliknya, jika dukungan sosial yang diterima oleh individu rendah, maka individu akan kesulitan dalam meregulasi dan mengontrol emosinya dalam mencapai kemampuan resiliensinya (Reivich & Shatte, 2002 dalam Smith, 2013). Aspek lain dari resiliensi yaitu kontrol terhadap impuls. Dukungan sosial yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya dapat bermanfaat untuk mengontrol perilaku, emosi atau dorongan-dorongan seseorang ketika mengalami banyak tekanan dan ketika individu merasa terancam sehingga membuat individu terhindar dari stres atau depresi (Cai, Pan, Zhang, Cun, Dong, Deng, 2017). Selain itu, individu yang memiliki resiliensi tinggi akan mampu mengesampingkan dorongan-dorongan atau keinginan khusus untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Morrison & Pidgeon, 2017). Hal tersebut

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 membuktikan bahwa individu yang mendapat dukungan sosial maka individu tersebut memiliki kontrol terhadap impuls sehingga dapat menjadi resilien. Dalam konteks ini, seorang janda yang dapat mengontrol perilaku atau dorongan-dorongan atas keinginannya dapat meningkatkan kemampuan resiliensinya untuk melindungi dirinya dari dampak negatif stres (Garnefski & Kraaji., 2006; Jinyao, Y, et. al., 2012 dalam Cai et al, 2017) dan dengan adanya dukungan sosial yang baik maka seseorang akan memiliki efek kesehatan yang positif (Berkman L.F, Glass T., Brissette, I., Seeman, T.E, 2000 & Cohen, 2004). Lalu, apabila dukungan sosial yang diterima individu rendah maka individu akan mengalami dampak negatif dari stres dan memiliki efek kesehatan yang buruk serta memiliki kemampuan resiliensi yang buruk. Selain itu, resiliensi memiliki aspek lain yaitu berpikir optimis. Dukungan yang diberikan, khususnya dukungan penghargaan dapat mendorong individu untuk melampaui segala macam kondisi yang sulit serta dapat membangkitkan optimis agar kehidupan ke depannya dapat lebih baik (Tampi, Kumaat & Masi, 2013). Seseorang yang mendapatkan dukungan sosial, maka individu tersebut akan merasa lebih dicintai, dihargai, dihormati dan merasa diterima oleh lingkungan sekitarnya (Sarafino, 2008) sehingga seseorang khususnya seorang janda mampu memiliki sikap optimisme serta dapat mencapai resiliensi. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang janda yang mendapat dukungan sosial maka individu dapat memiliki pemikiran optimis dan realistik sehingga dapat mencapai resiliensi.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Dalam penelitian ini, seorang janda dapat dikatakan resilien apabila janda dapat memiliki pemikiran optimis dan realistik bahwa segala permasalahan yang terjadi dalam hidupnya dapat berubah menjadi sesuatu yang baik (Reivich & Shatte, 2002 dalam Jackson & Chris, 2004). Namun, apabila individu mendapatkan dukungan sosial yang rendah maka individu merasa tidak dicintai, dihormati serta tidak memiliki sikap optimisme dalam mencapai resiliensi. Seorang janda dalam mencapai resiliensinya juga memerlukan keyakinan akan dirinya bahwa dirinya mampu untuk menyelesaikan permasalahannya dan mencapai kesuksesannya (Reivich & Shatte, 2002 dalam Jackson & Chris, 2004). Kemampuan untuk meyakini kemampuan dalam diri individu untuk menghadapi masalah secara efektif disebut dengan efikasi diri (self-efficacy) (Jackson & Chris, 2004). Menurut Brooks, selfefficacy dilihat sebagai salah satu karakteristik untuk mencapai resiliensi seseorang dan bertolak belakang dengan meningkatnya stres seseorang (2006, dalam Yendork & Somhlaba, 2015). Selain itu, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa efikasi diri (selfefficacy) dapat meningkatkan pemikiran positif dan meningkatkan kesejahteraan seseorang (Ozer & Bandura, 1990 dalam Yendork & Somhlaba, 2015). Sehubungan dengan itu, adanya dukungan sosial yang tinggi maka dapat membantu seorang janda untuk meningkatkan keyakinannya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam hidupnya.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Menurut Rutter (dalam Wolkow & Ferguson, 2001), dukungan sosial yang dimiliki oleh seseorang dapat mempengaruhi keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan permasalahannya, dukungan tersebut khususnya dukungan penghargaan karena dapat meningkatkan penerimaan diri yang akan berpengaruh pada meningkatnya harga dirinya dan efikasi dirinya (self-efficacy). Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa seorang janda yang memiliki dukungan sosial tinggi maka dapat meningkatkan efikasi dirinya (selfefficacy) dan kemampuan resiliensinya dalam menghadapi permasalahannya dibandingkan seorang janda yang memiliki dukungan sosial rendah. Hal lain yang dibutuhkan oleh janda dalam meningkatkan resiliensinya yaitu dengan adanya kemampuan berpikir analisis kausal yaitu, seorang janda mampu mengidentifikasi penyebab dari masalahnya guna menyelesaikan segala masalah yang dialaminya (Reivich dan Shatte, 2002 dalam Jackson & Chris, 2004). Tumbuhnya kemampuan berpikir yang fleksibel didukung dengan adanya dukungan sosial dari lingkungan keluarga maupun dari lingkungan sekitarnya. Berdasarkan hal tersebut, Sarafino (2008) menjelaskan bahwa dengan adanya dukungan sosial khususnya dukungan informatif maka seorang janda akan memiliki wawasan atau pengetahuan yang lebih luas dari keluarga, anak, orangtua, teman atau lingkungan sekitarnya sehingga janda dapat lebih berpikir positif dan fleksibel dalam menghadapi masalahnya. Selain itu, dengan adanya kemampuan resiliensi yang tinggi maka seorang janda akan dapat beradaptasi dengan masalahnya dan mengatasi

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 masalahnya sehingga akan menumbuhkan kemampuan berpikir secara fleksibel (Reivich K dan Shatte.A, 2002 dalam Aprilia, 2013). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan adanya dukungan sosial yang tinggi maka seorang janda dapat menumbuhkan kemampuan berpikir analisis kausal untuk menyelesaikan masalahnya dan mencapai resiliensi. Namun sebaliknya, seorang janda yang memiliki dukungan sosial rendah maka janda kurang mampu berpikir analisis kausal dalam menyelesaikan segala masalahnya. Berdasarkan pemaparan di atas, untuk menghadapi segala masalahnya janda membutuhkan dukungan sosial. Dukungan sosial dapat berasal dari berbagai macam pihak yaitu orang yang dicintai, keluarga, teman, dokter, dan komunitas atau organisasi (Sarafino, 2008). Adanya dukungan sosial yang diberikan kepada janda, maka seorang janda akan merasa lebih dicintai, dihargai, dihormati, dan merasa diterima oleh lingkungan sekitarnya sehingga seorang janda mampu mencapai kemampuan resiliensi (Sarafino, 2008). Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dan resiliensi. Seorang janda yang mendapatkan dukungan sosial dari orang lain atau dari lingkungan sekitarnya seperti keluarga, teman maupun masyarakat, maka janda tersebut akan dapat meningkatkan kemampuan resiliensi yang dimiliki oleh janda itu sendiri. Namun, apabila seorang janda menerima dukungan sosial yang rendah, maka janda tersebut akan memiliki kemampuan resiliensi yang rendah.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 E. Kerangka Berpikir Dukungan Sosial Dukungan Sosial Tinggi Dukungan Sosial Rendah  Memiliki tekanan psikologis dan tingkat stres yang rendah.  Memiliki tingkat kesehatan yang baik.  Memiliki harga diri dan rasa memiliki yang kuat.  Memiliki tekanan psikologis dan tingkat stres yang tinggi  Memiliki tingkat kesehatan yang buruk.  Kurang memiliki harga diri dan rasa memiliki yang kuat. Individu merasa dicintai, dihargai dan diterima oleh lingkungan sekitarnya. Individu merasa tidak dicintai, dihargai dan diterima oleh lingkungan sekitarnya. Resiliensi Tinggi Resiliensi Rendah  Meningkatnya kemampuan meregulasi emosi  Memiliki kemampuan kontrol terhadap impuls  Mampu berpikir positif dan fleksibel dalam menyelesaikan masalah  Meningkatnya self-efficacy  Meningkatnya sikap optimisme  Mampu memahami perasaan orang lain atau berempati  Mampu meningkatkan aspek positif dan berani mengambil resiko dalam kehidupan  Memiliki kemampuan meregulasi emosi yang rendah  Memiliki kemampuan kontrol terhadap impuls yang buruk  Kurang mampu berpikir positif dan fleksibel dalam menyelesaikan masalah  Menurunnya self-efficacy  Memiliki sikap optimisme yang rendah  Kurang mampu memahami perasaan orang lain atau berempati  Kurang mampu meningkatkan aspek positif dan berani mengambil resiko dalam kehidupan Gambar 1. Skema hubungan dukungan sosial dan resiliensi pada janda cerai mati

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 F. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi pada janda cerai mati.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan dengan metode kuantitatif analisisnya lebih menekankan pada penggunaan data berbentuk numerik atau angka yang dikumpulkan melalui prosedur pengukuran dan diolah dengan metode analisis statistika (Azwar, 2016). Dengan menggunakan metode kuantitatif maka akan diperoleh bukti signifikan perbedaan kelompok atau signifikansi dalam hubungan antar variabel yang dilibatkan (Azwar, 2016). Selain itu, dalam penelitian ini menggunakan penelitian korelasional. Penelitian dengan metode korelasional memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan yang ada diantara variabel-variabel yang terkait (Azwar, 2017). Penelitian korelasional juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variasi lainnya berdasarkan koefisien korelasi (Azwar, 2017). Dengan menggunakan metode ini, peneliti mampu mendapatkan informasi terkait dengan hubungan timbal-balik yang terjadi, bukan untuk mengetahui hubungan kausal atau hubungan sebab-akibat (Azwar, 2017). Penelitian yang dilakukan oleh peneliti memiliki tujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel dukungan sosial dengan variabel resiliensi. 34

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 B. Variabel Penelitian Terdapat dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel bebas atau variabel independen merupakan variabel yang variansinya mempengaruhi variabel lain. Selain itu, variabel tergantung merupakan variabel penelitian yang diukur untuk mengetahui besarnya pengaruh dari variabel lain (Azwar, 2017). Variabel dalam penelitian ini sebagai berikut: a. Variabel Bebas : Dukungan Sosial b. Variabel Tergantung : Resiliensi C. Definisi Operasional 1. Resiliensi Resiliensi yaitu kemampuan yang dimiliki seorang janda untuk bertahan serta mengatasi masa tersulit dalam hidupnya guna dapat kembali ke keadaan normal seperti semula. Resiliensi memiliki 7 aspek kemampuan, yaitu emotional regulation, impulse control, realistic optimis, causal analysis, self-efficacy, empathy and reaching out. Resiliensi yang dimiliki oleh subjek diukur dengan menggunakan skala Resiliensi. Jika subjek memiliki skor yang tinggi pada skala resiliensi, maka resiliensi yang dimiliki oleh subjek juga tinggi. Sebaliknya, jika subjek memiliki skor yang rendah pada skala resiliensi, maka resiliensi yang dimiliki subjek juga rendah.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 2. Dukungan sosial Dukungan sosial merupakan bantuan berupa dukungan verbal maupun non verbal yang diberikan oleh lingkungan sekitar yang terdiri dari keluarga, pasangan, teman dan orang-orang yang terlibat dengan individu sehingga dapat membantu individu agar merasa dirinya dihargai, dan dicintai oleh lingkungan sekitarnya. Terdapat dua dimensi dari dukungan sosial yaitu instrumental support dan emotional support. Dukungan sosial yang dimiliki oleh seorang subjek diukur dengan skala dukungan sosial. Jika subjek memiliki skor yang tinggi pada skala dukungan sosial, maka dukungan sosial yang diterima subjek juga tinggi. Sebaliknya, jika subjek memiliki skor yang rendah pada skala dukungan sosial, maka dukungan sosial yang dimiliki subjek juga rendah. D. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini yaitu janda yang mengalami cerai mati. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu metode dengan pemilihan subjek yang didasarkan atas kriteria-kriteria tertentu (Siregar, 2013). Adapun kriteria-kriteria yang dapat diambil sebagai subjek dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1. Wanita yang menyandang status sebagai janda karena suami yang meninggal dunia. 2. Janda yang sudah memiliki anak.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan metode penyebaran skala dukungan sosial dan skala resiliensi yang diisi oleh subjek yang bersangkutan sesuai dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala Likert. Skala Likert merupakan model skala yang digunakan guna melihat dan mengukur sikap subjek terhadap atribut psikologis tertentu atau mengenai kepemilikan subjek terhadap suatu atribut psikologis tertentu (Supratiknya, 2014). Dalam skala Likert, terdapat pernyataan yang menggunakan empat pilihan jawaban sebagai respon dari subjek yaitu Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS) (Azwar, 2017). Setiap isi dari pernyataan-pernyataan tersebut dibedakan menjadi dua kategori yaitu pernyataan favorable (pernyataan yang bersifat positif dan mendukung) dan pernyataan unfavorable (pernyataan yang bersifat negative dan menyangkal atau mengingkari) (Supratiknya, 2014). Berikut tabel 1 sistem pemberian skor menggunakan skala likert dalam penelitian ini: Tabel 1. Penilaian Skala Likert Respon Pernyataan Favorable Unfavorable Sangat Tidak Sesuai (STS) Tidak Sesuai (TS) Sesuai (S) Sangat Sesuai (SS) 1 2 3 4 4 3 2 1

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 1. Skala Resiliensi Dalam skala resiliensi terdapat 56 item yang digunakan dalam penelitian ini. Skala resiliensi disusun berdasarkan konstruk yang dikemukakan oleh Reivich dan Shatte (2002, dalam Jackson & Chris, 2004). Resiliensi memiliki 7 aspek yaitu emotional regulation, impulse control, realistic optimism, causal analysis, self-efficacy, emphaty dan reaching out. Berikut pada tabel 2 blue print dari skala resiliensi. Tabel 2. Blueprint Skala Resiliensi sebelum tryout No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 2. Aspek Resiliensi Emotion Regulation Impulse Control Realistic Optimism Causal Analysis Self-Efficacy Emphaty Reaching Out Total 4 4 Jumlah Item 8 4 4 8 14,28 % 4 4 8 14,28% 4 4 8 14,28 % 4 4 4 28 4 4 4 28 8 8 8 56 14,28 % 14,28 % 14,28 % 100 % Favorable Unfavorable % 14,28 % Skala Dukungan Sosial Terdapat 40 item pernyataan dalam skala dukungan sosial yang digunakan dalam penelitian ini. Skala penelitian ini menggunakan 2 dimensi dari dukungan sosial yang dikemukakan oleh Shakespeare-Finch dan Obst (2011). Dimensi dari dukungan sosial terdiri dari emotional

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 support dan instrumental support. Berikut ini pada tabel 3 blue print dari skala dukungan sosial. Tabel 3. Blueprint Skala Dukungan Sosial sebelum tryout No. 1. 2. Dimensi Dukungan Sosial Instrumental support Emotional support Total Favorable Unfavorable Jumlah Item % 10 10 20 50 % 10 10 20 50 % 20 20 40 100 % F. Validitas dan Realibilitas Alat Ukur 1. Validitas Alat Ukur Validitas merupakan kualitas esensial yang melihat sejauh mana sebuah instrumen baik berupa tes maupun non-tes sebagai metode asesmen psikologi dapat benar-benar mengukur suatu atribut psikologi sebagai objek atau sasaran yang ingin diukur (Supratiknya, 2014). Selain itu, validitas memiliki pengertian lain yaitu suatu taraf yang menunjukkan sejauh mana bukti-bukti empiris atau teoritis dalam mendukung penafsiran skor tes sesuai dengan tujuan penggunaan tes (Supratiknya, 2014). Dalam Supratiknya (2014) terdapat tiga jenis dari validitas, yaitu content validity (validitas isi), criterion-related validity (validitas terkait dengan kriteria) atau criterion-oriented validity (validitas yang

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 berorientasi dengan kriteria), dan construct validity (validitas konstruk). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan validitas isi (content validity) yang merupakan prosedur validasi yang digunakan untuk menguji isi suatu tes untuk melihat sejauh mana item-item tes mencakup keseluruhan isi objek yang ingin diukur dengan menggunakan professional judgement yang diperoleh melalui penilaian dosen pembimbing (Supratiknya, 2014). Selain itu, peneliti menggunakan content validity atau validitas isi karena peneliti ingin mengetahui kesesuaian antara isi tes dengan konstruk yang diukur (Supratiknya, 2014). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan indeks validitas isi (IVI) dengan menghitung IVI-I dan IVI-S. Indeks validitas isi dari masing-masing item (IVI-I) dan indeks validitas isi skala (IVI-S) yaitu metode yang peneliti pakai dengan meminta penilaian pada tiga expert judgement yaitu dosen pembimbing dan dua expert guna menilai masing-masing item dari keseluruhan item dalam skala terkait relevansi dengan konstruk yang akan diukur (Supratiknya, 2016). Tingkat validitas dapat dikatakan baik apabila memiliki nilai IVI-I minimal 0.78 dan IVI-S minimal 0.90 (Supratiknya, 2016). a. Skala Resiliensi Berdasarkan hasil dari perhitungan yang dilakukan guna mengetahui nilai validitas isi dari skala resiliensi dengan menggunakan metode IVI, diperoleh bahwa skala resiliensi

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 mencapai indeks validitas isi untuk masing-masing item (IVI-I) sebesar 1 dan juga mencapai indeks validitas skala (IVI-S) sebesar 1. Hal tersebut membuktikan bahwa untuk masing-masing item dalam skala resiliensi dapat dinyatakan valid dan layak untuk digunakan karena memiliki indeks validitas isi dari masing-masing item (IVI-I) melebihi 0.78 dan indeks validitas skala (IVI-S) melebihi 0.90. b. Skala Dukungan Sosial Hasil perhitungan dari validitas isi pada skala dukungan sosial, diperoleh bahwa skala dukungan sosial mencapai indeks validitas isi untuk masing-masing item (IVI-I) sebesar 1 dan juga mencapai indeks validitas skala (IVI-S) sebesar 1. Hal tersebut membuktikan bahwa untuk masing-masing item dalam skala dukungan sosial dapat dinyatakan valid dan layak untuk digunkan karena memiliki indeks validitas isi dari masing-masing item (IVI-I) melebihi 0.78 dan indeks validitas skala (IVI-S) melebihi 0.90. 2. Seleksi Item Seleksi item dilakukan guna mengeleminasi item-item yang memiliki daya diskriminasi yang rendah dan memilih item-item yang akan membentuk sebuah skala yang memiliki daya diskriminasi yang baik (Supratiknya, 2014). Seleksi item juga bertujuan untuk memutuskan item-item mana yang dipandang langsung yang memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam skala, bagaian mana yang perlu terlebih dulu direvisi dan diuji

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 cobakan kembali sebelum dimasukkan ke dalam bentuk final tes, dan bagian mana yang harus langsung digugurkan karena memiliki ciri-ciri statistik yang terlalu jauh dari persyaratan. Batasan yang digunakan sebagai kriteria pemilihan item yaitu suatu item yang dianggap baik jika memiliki koefisien korelasi item-total (𝑟𝑖𝑥 ) ≥ 0,30 (Azwar, 2011). Segala item yang mampu mencapai koefisien korelasi item-total (𝑟𝑖𝑥 ) ≥ 0,30 dapat dikatakan bahwa daya pembeda atau daya diskriminasi yang dimiliki item tersebut dianggap memuaskan (Azwar, 2011). Begitu juga sebaliknya, jika sebuah item memiliki korelasi item-total kurang dari 0,30 dianggap memiliki daya diskriminasi yang rendah (Azwar, 2011). Dalam seleksi item, jika suatu item memiliki nilai korelasi item-total yang mendekati angka 1, maka akan semakin baik (Supratiknya, 2014). Daya diskriminasi dilakukan guna untuk mengetahui sejauh mana suatu item mampu membedakan suatu atribut yang tinggi ataupun rendah sesuai dengan apa yang diukur (Supratiknya, 2014). Suatu item yang memiliki koefisien korelasi item-total (𝑟𝑖𝑥 ) yang tidak mencapai 0,30 dapat dilakukan pengguguran atau dapat dilakukan revisi terhadap itemitem tersebut (Supratiknya, 2014). Tryout dilakukan mulai tanggal 26 Juli 2018 hingga 15 September 2018. Subjek dalam pelaksanaan tryout yaitu sebanyak 51 orang yang terdiri dari perempuan dengan status janda dan disebarkan secara acak

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 sesuai kriteria yang sudah ditentukan. Berikut ini merupakan hasil seleksi dari dua skala yang digunakan dalam penelitian ini. a. Skala Resiliensi Berdasarkan hasil dari tryout yang sudah dilakukan, peneliti menemukan bahwa terdapat 28 item dari 56 item yang telah terujikan dan memiliki kualitas yang memuaskan. Hasil dari korelasi item-total sebelum seleksi item adalah (𝑟𝑖𝑥 ) = - 0.006 hingga (𝑟𝑖𝑥 ) = 0.737. Setelah dilakukan seleksi item, diperoleh hasil koefisien korelasi item-total menjadi (𝑟𝑖𝑥 ) = 0.519 hingga (𝑟𝑖𝑥 ) = 0.750. Tabel 4. Sebaran item skala resiliensi sesudah dilakukan tryout Aspek Emotional Regulation Favorable 1*, 23, 42, 52 Unfavorable 13*, 24*, 34*, 37 Jumlah 8 Impulse Control Realistic Optimism Causal Analysis Self-Efficacy 14*, 25, 35, 55 3, 26*, 50, 54 2**, 43, 49*, 56* 4, 15*, 36**, 53* 6*, 17, 27**, 44 7 8, 29*, 39, 45* 8 10, 20**, 31**, 51** 4 12*, 21*, 41, 47* 22 8 Emphaty Reaching Out Total 5*, 16*, 28, 38 7*, 18, 19*, 30 9, 32**, 40, 46 11, 22, 33, 48* 27 7 7 49 Tabel 4 menggambarkan mengenai sebaran item untuk skala resiliensi setelah dilakukan tryout. Dilihat bahwa terdapat angka

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 yang diberi tanda dua bintang (**), hal tersebut menandakan bahwa nomor-nomor tersebut gugur dikarenakan memiliki nilai (𝑟𝑖𝑥 ) < 0.30. Berdasarkan hal tersebut, item antar dimensi yang ada di skala resiliensi menjadi tidak seimbang, sehingga peneliti menyeimbangkan atau menyamaratakan jumlah item pada masingmasing dimensi. Penyetaraan item dilakukan karena jika tidak ada teori atau hal lain yang mengatakan bahwa jumlah item boleh dibuat tidak seimbang maka lebih baik jumlah item dibuat seimbang atau sama banyak (Azwar, 2011; Widhiarso, 2011). Dalam penelitian ini, peneliti menyeimbangkan masing-masing aspek menjadi 4 item. Penyeimbangan item yang dilakukan didasari pada nilai 𝑟𝑖𝑥 terbaik atau tertinggi yang dimiliki oleh masing- masing aspek sehingga bobot dari masing-masing aspek menjadi seimbang dengan jumlah 4 item (Widhiarso, 2011). Dalam tabel 4, terdapat item dengan bintang satu (*). Hal tersebut dinyatakan bahwa item dengan tanda (*) telah digugurkan secara manual guna menyeimbangkan masing-masing aspek. Tabel 5 merupakan gambaran dari hasil skala resiliensi setelah dilakukan pengguguran secara manual.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 5 Sebaran item skala resiliensi sesudah dilakukan pengguguran secara manual b. Aspek Favorable Unfavorable Jumlah Presentase Emotional Regulation 23, 42, 52 37 4 14.28 % Impulse Control 25, 35, 55 43 4 14.28 % Realistic Optimism Causal Analysis 3, 50, 54 4 4 14.28 % 28, 38 17, 44 4 14.28 % SelfEfficacy 18, 30 8, 39 4 14.28 % Emphaty 9, 40, 46 10 4 14.28 % Reaching Out Total 11, 22, 33 41 4 14.28 % 19 9 28 100 % Skala Dukungan Sosial Berdasarkan hasil dari tryout yang dilakukan oleh peneliti, terdapat 36 item dari 40 item yang dianggap memiliki 𝑟𝑖𝑥 terbaik dengan total diatas 0.30. Rentang korelasi item-total yang terdapat pada skala dukungan sosial yaitu 𝑟𝑖𝑥 = 0.343 hingga 𝑟𝑖𝑥 = 0.820. Setelah dilakukan seleksi item pada skala dukungan sosial, rentang korelasi item-total yang dimiliki menjadi 𝑟𝑖𝑥 = 0.376 hingga 𝑟𝑖𝑥 = 0.832.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Tabel 6. Sebaran item skala dukungan sosial setelah dilakukan tryout Favorable Unfavorable Jumlah Emotional Support 1, 3, 11, 13**, 19, 21**, 26, 27, 34, 35 2, 4, 10, 12, 18, 20, 28, 33, 36, 38 18 Instrumental Support 5, 7, 9, 15, 17, 23, 24**, 29, 30**, 39 16 6, 8, 14, 16, 22, 25, 31, 32, 37, 40 20 18 Dimensi Total 36 Tabel 6 merupakan gambaran sebaran item dari skala dukungan sosial setelah dilakukan tryout. Terdapat item dengan tanda bintang dua (**) yang menandakan bahwa item tersebut gugur karena memiliki nilai 𝑟𝑖𝑥 < 0,30. Selain itu, dikarenakan item yang gugur memiliki jumlah yang seimbang sehingga peneliti tidak perlu untuk melakukan pengguguran secara manual sehingga masingmasing dimensi memiliki jumlah seimbang yaitu 18 item. Tabel 7 merupakan gambaran hasil dari skala dukungan sosial setelah terdapat item yang gugur.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Tabel 7. Sebaran item dari skala dukungan sosial setelah dilakukan pengguguran item. Dimensi Emotional Support Favorable Unfavorable 1, 3, 11, 19, 2, 4, 10, 12, 26, 27, 34, 18, 20, 28, 35 33, 36, 38 Instrumental Support 5, 7, 9, 15, 17, 23, 29, 39 16 Total 3. 6, 8, 14, 16, 22, 25, 31, 32, 37, 40 20 Jumlah 18 Presentase 50 % 18 50 % 36 100 % Reliabilitas Reliabilitas merupakan konsistensi dari hasil pengukuran apabila pengetesannya dilakukan secara berulang kali terhadap suatu populasi individu maupun kelompok (AERA, APA & NCME, 1999 dalam Supratiknya, 2014). Reliabilitas dilakukan guna mengetahui sejauh mana suatu hasil dari pengukuran tetap konsisten jika dilakukan pengukuran beberapa kali terhadap gejala dengan menggunakan alat ukur yang sama (Noor, 2011). Sehingga, dapat dikatakan bahwa reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya maupun diandalkan (Noor, 2011). Dalam penggunaannya, reliabilitas dapat ditentukan oleh rentang dari koefisien reliabilatasnya (𝑟𝑥𝑥 ′ ) yaitu antara 0 hingga 1.00 (Azwar, 2011). Semakin tinggi koefisien reliabilitas atau semakin mendekati angka 1.00, maka semakin tinggi pula reliabilitasnya. Begitu juga

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 sebaliknya, koefisien reliabilitas yang semakin rendah mendekati angka 0, maka akan semakin rendah reliabilitasnya (Azwar, 2011). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan perhitungan reabilitas dari alat ukur menggunakan koefisien alpha cronbach menggunakan Program IBM SPSS Statistic 22. Supratiknya (2014) menyatakan bahwa koefisien minimum suatu alat ukur dikatakan memuaskan apabila memiliki nilai koefisien reliabilitas ≥ 0.70. a. Skala Resiliensi Pada skala resiliensi, koefisien alpha cronbach setelah dilakukan tryout memiliki nilai 0.947. Lalu setelah dilakukan seleksi item terhadap item yang memiliki nilai korelasi item-total dibawah 0.30 kemudian mendapatkan koefisien alpha cronbach sebesar 0.953. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dilihat bahwa skala resiliensi memiliki tingkat reliabilitas yang baik dan memadai untuk digunakan dalam penelitian. b. Skala Dukungan Sosial Pada skala dukungan sosial, koefisien alpha cronbach sebelum dilakukan seleksi item memperoleh hasil 0.951. Kemudian setelah dilakukan seleksi item terhadap item yang memiliki korelasi itemtotal < 0.30 sehingga memperoleh koefisien alpha cronbach sebesar 0.964. Hal tersebut menunjukkan bahwa skala dukungan sosial memiliki tingkat reliabilitas yang baik dan memuaskan jika digunakan dalam penelitian.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 G. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi Data Penelitian Uji asumsi yang digunakan dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui linearitas dari suatu data atau populasi serta mengetahui apakah suatu data atau populasi dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak (Siregar, 2013). a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah suatu penelitian yang dilakukan oleh peneliti memiliki sebaram data yang berdistribusi secara normal atau tidak (Siregar, 2013; Santoso, 2010). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik uji normalitas yaitu kolmogorov smirnov dengan bantuan Program IBM SPSS Statistic 22. Sesuai dengan Nazir (2005) bahwa penelitian ini menggunakan uji kolmogorov smirnov dengan sampel besar dikarenakan sampel yang dimiliki melebihi 30 subjek. Selain itu, uji kolmogorov smirnov juga perlu dilakukan sebagai prasyarat untuk analisis parametrik (Priyatno, 2012). Suatu data dapat dikatakan memiliki sebaran data normal apabila memiliki nilai signifikansi (p) dari uji normalitas memperoleh hasil lebih dari 0.05. Sedangkan jika nilai signifikan (p) dari uji normalitas memperoleh hasil kurang dari 0.05, maka sebaran data yang dimiliki dianggap tidak normal (Santoso, 2010). Namun, apabila data yang dimiliki dinyatakan tidak berdistribusi normal,

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 maka dapat menggunakan uji analisis non-parametrik (Santoso, 2010). b. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan guna untuk mengetahui apakah antara variabel bebas dan variabel tergantung memiliki hubungan yang linier atau tidak (Priyatno, 2012). Menurut Santoso (2010), uji linearitas dilakukan untuk mengetahui hubungan antarvariabel yang akan diteliti mengikuti garis lurus atau tidak. Suatu data dari dua variabel dapat dikatakan linear apabila memiliki nilai signifikansi pada linearitas < 0.05. Sebaliknya, apabila nilai signifikansi pada linearitas > 0.05, maka hubungan antara dua variabel dapat dikatakan tidak linier (Priyatno, 2012). Santoso (2010) mengatakan bahwa apabila data memperoleh hasil tidak linier maka data akan memiliki kecenderungan kekuatan hubungan yang lemah antara dua variabel. 2. Uji Hipotesis Dalam penelitian yang dilakukan, peneliti ingin menguji apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada janda. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang positif maupun negatif diantara dua variabel yang sudah ditentukan, maka dapat melihat nilai dari koefisien korelasi (Santoso, 2010). Menurut Priyatno (2012), jika nilai dari koefisien korelasi memperoleh nilai mendekati 1 atau -1 maka hubungan semakin erat atau kuat, namun jika koefisien korelasi memiliki nilai 0 maka hubungan antar variabelnya menjadi lemah. Selain

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 itu, dalam pengujian hubungan guna mengetahui apakah hubungan antar dua variabel signifikan atau tidak, maka dapat menggunakan signifikansi 0.05 (Priyatno, 2012). Apabila nilai signifikansi < 0.05 maka memiliki arti bahwa terdapat hubungan yang signifikan, sedangkan jika nilai signifikansi > 0.05 maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel (Priyatno, 2012). Data yang memiliki nilai signifikan (p) < 0.05 maka memiliki hipotesis nol ditolak, artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dua variabel. Namun, jika data memiliki nilai signifikan (p) > 0.05 maka memiliki hipotesis nol diterima, artinya tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dua variabel yang diteliti. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini dibantu dengan Program IBM SPSS 22 Statistic. Jika data dalam penelitian ini memperoleh data distribusi yang normal maka perhitungan koefisien korelasi menggunakan Product Moment Pearson. Namun, jika data memperoleh hasil tidak berdistribusi normal maka uji hipotesis dapat dilakukan dengan Spearman Rho Correlation atau dengan uji korelasi Pearson (Priyatno, 2012).

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penyebaran skala dilakukan pada periode 7 Oktober 2018 hingga 22 Oktober 2018. Penyebaran skala penelitian dilakukan di dua komunitas khusus janda yaitu di Pengajian Ummu Salamah Yogyakarta dan Komunitas GKJ Sarimulyo Yogyakarta. Penyebaran skala di Komunitas Pengajian Ummu Salamah Yogyakarta dilaksanakan pada saat pertemuan komunitas tanggal 7 Oktober 2018 dengan cara membagikan skala kepada masing-masing subjek untuk diisi sesuai dengan keadaan subjek. Kemudian, skala diambil kembali setelah masingmasing subjek menyelesaikan pengisian skala. Pelaksanaan penyebaran skala ini berlangsung selama dua jam dengan jumlah subjek sebanyak 70 orang. Selain itu, penyebaran skala dilaksanakan juga di Komunitas GKJ Sarimulyo Yogyakarta. Penyebaran skala dilakukan dengan cara menitipkan skala penelitian kepada koordinator wilayah dari masing-masing kelompok. Peneliti menitipkan skala penelitian kepada koordinator wilayah pada tanggal 9 Oktober 2018. Kemudian, pada tanggal 22 Oktober 2018, peneliti mengambil kembali skala yang sudah terisi. Skala yang didapatkan dari Komunitas GKJ Sarimulyo Yogyakarta berjumlah 50 orang. Berdasarkan hal tersebut, jumlah skala yang peneliti bagikan sebanyak 120 dan terkumpul kembali dengan jumlah keseluruhan sebanyak 120. 52

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 B. Deskripsi Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, subjek yang berpartisipasi yaitu subjek dengan status janda, memiliki anak dan dapat membaca maupun menulis. Jumlah subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak 120 subjek. Tabel 8. Deskripsi subjek penelitian berdasarkan usia Usia 21 – 30 Tahun 31 – 40 Tahun Jumlah 1 7 Presentase 1% 6% 41 – 50 Tahun 26 22 % 51 – 60 Tahun 36 30 % 61 – 70 Tahun 39 32 % 71 – 80 Tahun 11 9% Total 120 100 % Tabel 8 menggambarkan deskripsi dari subjek penelitian berdasarkan usia subjek. Dari tabel terlihat bahwa mayoritas subjek berada di rentang usia 61 – 70 tahun dan sisanya tersebar di rentang usia sesuai dengan tabel. Tabel 9. Deskripsi subjek penelitian berdasarkan status pekerjaan Status Pekerjaan Jumlah Presentase Bekerja Tidak Bekerja Total 61 59 120 51 % 49 % 100 %

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 9 menggambarkan deskripsi dari subjek penelitian berdasarkan status pekerjaan. Pada tabel terlihat bahwa perbandingan pada subjek yang bekerja dan tidak bekerja memiliki selisih jumlah yang tidak jauh. Tabel 10. Deskripsi subjek penelitian berdasarkan rentang waktu menjanda Usia 0 – 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 - 20 Tahun 21 - 25 Tahun 26 - 30 Tahun 31 – 35 Tahun Total Jumlah 35 31 22 17 6 7 1 120 Presentase 29 % 27 % 18 % 14% 5% 6% 1% 100 % Tabel 10 merupakan gambaran deskripsi subjek berdasarkan rentang waktu menjadi janda. Dari tabel terlihat bahwa mayoritas subjek memiliki rentang waktu menjanda selama 0 – 5 tahun. Subjek dengan rentang waktu tersebut berjumlah 35 subjek dan presentase subjek mencapai 29 %. C. Deskripsi Data Penelitian Deskripsi data penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana subjek merespon skala penelitian yang dibuat oleh peneliti. Deskripsi data penelitian bertujuan guna menghitung mean empiris, mean teoritik, standar deviasi, skor tertinggi dan skor terendah menggunakan analisis berdasarkan Program IBM SPSS Statistic 22. Kemudian, peneliti dapat menghitung dan mengetahui tinggi maupun rendahnya berdasarkan variabel penelitian yaitu resiliensi dan dukungan sosial. Setelah itu, peneliti

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 melakukan uji one-sample test guna melihat perbedaan yang signifikan antara mean empiris dan mean teoritis yang ditunjukkan dengan nilai signifikan. Mean teoritis dari penelitian ini dapat dilihat dari perhitungan secara manual berdasarkan skor tertinggi maupun skor terendah yang didapatkan dalam suatu skala. Mean teoritis dapat dirumuskan sebagai berikut : Mean teoritis = Skor Terendah x Jumlah Item + (Skor Tertinggi x Jumlah Item ) 2 Mean empiris yaitu rata-rata skor berdasarkan respon atau jawaban subjek dalam penelitian ini. Mean empiris dalam penelitian ini dapat dilihat melalui analisis Program IBM Statistic 22. Jika mean empiris memiliki nilai lebih tinggi daripada mean teoritis, artinya hal tersebut menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat resiliensi dan menerima dukungan sosial yang tinggi. Begitu pula sebaliknya, apabila mean empiris lebih rendah dibandingkan dengan mean teoritis, maka hal tersebut menandakan bahwa subjek memiliki tingkat resiliensi dan penerimaan dukungan sosial yang rendah. 1. Skala Resiliensi Dalam penelitian ini, nilai mean teoritis dari skala resiliensi memiliki hasil sebesar 70. Hasil tersebut dapat diketahui melalui perhitungan secara manual, yaitu Mean teoritis = 1 𝑥 28 + (4 𝑥 28) 2 = 28+112 2 = 140 2 = 70 Selanjutnya, untuk melihat mean empiris dari skala resiliensi, peneliti menggunakan perhitungan dari hasil analisis Program IBM SPSS Statistic 22. Hasil perhitungan tersebut yakni:

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 11. Deskripsi data empiris skala resiliensi One-Sample Statistics N Mean 120 90.46 Resiliensi Std. Deviation 10.617 Dalam tabel 11 dapat dipastikan bahwa mean empiris dari skala resiliensi memperoleh hasil 90.46 (SD = 10.617). Dari perhitungan manual yang dilakukan sebelumnya, didapatkan bahwa mean teoritis dari skala resiliensi sebesar 70. Selanjutnya, didapatkan bahwa mean empiris lebih besar daripada mean teoritis (90.46 > 70), maka subjek dalam penelitian ini memiliki tingkat resiliensi yang tinggi. Lalu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan atau tidak antara mean teoritis maupun mean empiris pada skala resiliensi, maka peneliti menggunakan uji one sample test. Berikut ini merupakan tabel uji one sample test menggunakan SPSS Statistic 22. Tabel 12. Hasil uji beda antara mean empiris dan mean teoritis skala resiliensi One-Sample Test Test Value = 70 Resili ensi T Df 21.10 9 119 Sig. (2tailed) .000 Mean Difference 20.458 95% Confidence Interval of the Difference Lower 18.54 Upper 22.38

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Dalam tabel 12 yang merupakan tabel uji beda mean one sample test dari skala resiliensi diperoleh bahwa hasil nilai signifikansi sebesar 0.000. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empiris dan mean teoritis dalam skala resiliensi (0.000 < 0.05). Selanjutnya peneliti juga membuat kategorisasi untuk skala resiliensi dengan tujuan guna mengetahui kategorisasi dari masing-masing subjek ke dalam tiga tingkatan yakni rendah, sedang dan tinggi (Azwar, 2011). Tabel 13. Gambaran rumus penggolongan variabel berdasarkan standar pembagian kategori Kategorisasi Kriteria Tinggi X > Meanhipotetik + 1,5 SDhipotetetik Sedang (Meanhipotetik – 1,5 SDhipotetik) ≤ X ≤ (Meanhipotesis + 1,5 SDhipotetik) X < Meanhipotetik – 1,5 SDhipotetik Rendah Berikut lampiran tabel 14 yang merupakan hasil kategorisasi untuk skala resiliensi. Tabel 14. Kategorisasi skala resiliensi Kategorisasi Rendah Sedang Tinggi Total Skor ≤ 54 55 – 88 ≥ 89 Jumlah 0 61 59 120 Presentase 0% 51 % 49 % 100 %

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Berdasarkan tabel 14 yang merupakan tabel gambaran kategorisasi, dapat dilihat bahwa subjek dalam penelitian ini tidak ada yang memiliki skor terendah (0 %). Hal tersebut membuktikan pernyataan di atas bahwa mean empiris lebih besar dibandingkan mean teoritis dalam penelitian ini yaitu (90.46 > 70). Berdasarkan hasil tersebut dinyatakan bahwa subjek yang terdapat dalam penelitian ini cenderung memiliki tingkat resiliensi yang tinggi. 2. Skala Dukungan Sosial Dalam penelitian ini, nilai mean teoritis dari skala dukungan sosial sebesar 90. Berikut perhitungan mean empiris untuk skala dukungan sosial. Mean teoritis = 1 𝑥 36 + (4 𝑥 36) 2 = 36 + 144 2 = 180 2 = 90 Mean empiris dalam skala dukungan sosial dihitung menggunakan analisis Program statistic SPSS 22. Di bawah ini merupakan hasil analisis dari skala dukungan sosial Tabel 15. Gambaran data empiris dari skala dukungan sosial Variabel Dukungan Sosial N 120 One-Sample Statistics Mean 113.99 Std. Deviation 14.463 Dilihat bahwa mean empiris pada skala dukungan sosial memiliki nilai sebesar 113.99 (SD = 14.463). berdasarkan perhitungan secara

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 manual pada mean teoritis memiliki total sebesar 90. Berdasarkan hal tersebut, dapat diartikan bahwa mean empiris lebih besar daripada mean teoritis (113.99 > 90), sehingga dapat dikatakan bahwa subjek yang terdapat dalam penelitian ini menerima dukungan sosial yang tergolong tinggi. Kemudian, guna melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empiris dan mean teoritis, peneliti menghitung nilai signifikansi melalui uji one sample test dengan Program SPSS Statistic 22. Di bawah ini merupakan perhitungan uji beda antara mean empiris dan mean teoritis menggunakan program SPSS. Tabel 16. Hasil dari uji beda antara mean teoritik dan mean empiris pada skala dukungan sosial One-Sample Test Test Value = 90 Duku ngan_ sosial T Df 18.17 1 119 Sig. (2tailed) .000 Mean Difference 23.992 95% Confidence Interval of the Difference Lower 21.38 Upper 26.61 Tabel 16 menujukkan bahwa nilai signifikansi dari hasil uji one sample test pada skala dukungan sosial memperoleh nilai sebesar 0.000. Hal tersebut membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empiris dengan mean teoritis dalam skala dukungan sosial yaitu (0.000 < 0.05). Selanjutnya, peneliti melakukan kategorisasi guna

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 dapat mengetahui kategorisasi dari masing-masing subjek dan menjabarkannya ke rentang rendah, sedang, maupun tinggi (Azwar, 2011). Tabel 17. Gambaran rumus penggolongan variabel berdasarkan standar pembagian kategori Kategorisasi Kriteria Tinggi X > Meanhipotetik + 1,5 SDhipotetetik Sedang (Meanhipotetik – 1,5 SDhipotetik) ≤ X ≤ (Meanhipotesis + 1,5 SDhipotetik) Rendah X < Meanhipotetik – 1,5 SDhipotetik Di bawah ini pada tabel 18 merupakan hasil kategorisasi dari skala dukungan sosial. Tabel 18. Kategorisasi dari skala dukungan sosial Kategorisasi Rendah Sedang Tinggi Total Skor ≤ 68 69 – 113 ≥ 114 Jumlah 0 70 50 120 Presentase 0% 58 % 42 % 100 % Pada tabel 18 dapat dilihat bahwa subjek yang terdapat dalam penelitian ini tidak ada yang memiliki nilai kategori rendah (0 %). Hal tersebut membuktikan atas pernyataan sebelumnya yang menyatakan bahwa mean empiris lebih besar daripada mean teoritis dalam skala

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 dukungan sosial (113.99 > 90), sehingga subjek yang terdapat dalam penelitian ini cenderung memiliki dukungan sosial yang tinggi. Di bawah ini (Tabel 19) terdapat gambaran data keseluruhan dari variabel resiliensi dan dukungan sosial. Tabel 19. Data keseluruhan Mean teoritis dan Mean empiris antara dukungan sosial dan resiliensi Variabel N SD Dukungan 120 14.463 Teoritis Empiris Mean Mean Min Max Min Max Teoritik Empiris 36 144 83 144 90 113.99 28 112 69 112 70 90.46 Sosial Resiliensi 120 10.617 D. Analisis Data Penelitian 1. Uji Asumsi Uji asumsi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian ini memiliki distribusi yang normal atau tidak serta melihat apakah data bergerak linear atau tidak, sehingga peneliti dapat memutuskan teknik analisis korelasi yang dapat digunakan. Dalam penelitian ini, uji asumsi akan dilakukan melalui dua tahap yaitu melakukan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dan dengan uji linearitas menggunakan Test of Linearity. Pengujian tersebut akan dilakukan analisis menggunakan Program SPSS Statistic 22.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan guna mengetahui apakah populasi data dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak (Siregar, 2013). Di bawah ini terdapat hasil uji normalitas dari kedua variabel yaitu resiliensi dan dukungan sosial melalui Program SPSS Statistic 22. Berikut hasil dari uji normalitas resiliensi dan dukungan sosial pada tabel 20. Tabel 20. Hasil uji normalitas variabel penelitian Variabel Kolmogorov-Smirnov Keterangan (Sig.) Resiliensi 0.000 Tidak Normal Dukungan 0.000 Tidak Normal Sosial Berdasarkan hasil dari uji normalitas pada skala resiliensi diperoleh hasil nilai signifikan sebesar 0.000. Hal tersebut membuktikan bahwa nilai signifikansi uji normalitas pada skala resiliensi kurang dari 0.05, sehingga data penelitian dalam skala resiliensi memiliki distribusi data yang tidak normal. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji normalitas pada skala dukungan sosial diketahui bahwa nilai signifikansi skala dukungan sosial sebesar 0.000. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi uji normalitas pada skala dukungan sosial kurang dari

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 0.05, sehingga dapat dikatakan bahwa data penelitian dalam skala dukungan sosial memiliki distribusi data yang tidak normal. Dengan demikian, uji hipotesis yang dapat digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji hipotesis non-parametrik menggunakan Spearman’s Rho. b. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan guna mengetahui apakah variabel bebas dan variabel terikat memiliki hubungan yang linear atau tidak (Siregar, 2013). Hubungan dari dua variabel dikatakan linear apabila memiliki nilai signifikansi < 0.05. Begitu juga sebaliknya, suatu hubungan dikatakan tidak linear apabila nilai signifikansi yang dimiliki > 0.05. Di bawah ini akan dilampirkan hasil uji linearitas pada kedua variabel yaitu resiliensi dan dukungan sosial yang dihitung melalui Program Statistic SPSS 22. Tabel 21. Hasil uji linearitas antara resiliensi dan dukungan sosial Variabel Resiliensi * Dukungan Sosial Between groups (combined) Linearity Deviation from Linearity F 0.249 327.971 1.661 Linearity Sig. 0.000 0.000 0.000 Berdasarkan hasil dari uji linearitas (Tabel 21), diketahui bahwa nilai signifikansi dari uji linearitas dalam penelitian ini memperoleh hasil sebesar 0.000. Hal tersebut membuktikan bahwa

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 nilai signifikansi data dari penelitian ini kurang dari 0.05, maka dari itu data dalam penelitian ini memiliki hubungan yang lurus atau linear. Selanjutnya, dapat dikatakan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan yang linear atau lurus dengan resiliensi, sehingga dapat dilakukan uji hipotesis dalam penelitian ini. 2. Uji Hipotesis Setelah dilakukan uji asumsi dengan menguji normalitas dan uji linearitas dari data penelitian sehingga diketahui bahwa skala resiliensi dan skala dukungan sosial memiliki sebaran data yang berdistribusi tidak normal. Oleh karena itu, pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis non-parametrik yaitu dengan korelasi Spearman’s Rho. Selanjutnya, jika nilai signifikansi < 0.05 maka terdapat hubungan yang signifikan. Begitu juga sebaliknya, jika nilai signifikansi > 0.05 maka tidak terdapat hubungan yang signifikan. Apabila diketahui nilai signifikansi memperoleh hasil nilai signifikansi (p) < 0.05, maka dapat dikatakan bahwa hipotesis nol ditolak atau terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi. Sedangkan, apabila nilai signifikansi (p) > 0.05, dapat dinyatakan bahwa hipotesis nol diterima dan tidak terdapat hubungan yang positif serta signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi. Berikut ini pada tabel 22 terdapat hasil uji hipotesis menggunakan Spearman’s Rho dengan Program Statistic 22.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Tabel 22. Hasil uji hipotesis variabel Dukungan Sosial dan Resiliensi menggunakan Spearman’s Rho Correlations Correlations Resiliensi Dukungan_ Sosial Spearman's Resiliensi rho Correlation 1.000 Coefficient Sig. (1. tailed) N 120 Dukungan_So Correlation .788** sial Coefficient Sig. (1.000 tailed) N 120 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). .788** .000 120 1.000 . 120 Kekuatan hubungan antara dua variabel dapat dilihat melalui kriteria tingkat korelasi yang dikemukakan oleh Siregar (2013), yaitu: Tabel 23. Tabel deskripsi tingkat korelasi dan kekuatan hubungan No. Nilai Koefisien Korelasi Tingkat Hubungan 1. 0.00 – 0.199 Korelasi Sangat Lemah 2. 0.20 – 0.399 Korelasi Lemah 3. 0.40 – 0.599 Korelasi Cukup 4. 0.60 – 0.799 Korelasi Kuat 5. 0.80 – 0.100 Korelasi Sangat Kuat

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Berdasarkan hasil uji hipotesis yang sudah dilakukan menggunakan analisis non-parametrik dengan analisis korelasi Spearman’s Rho, diperoleh hasil bahwa terdapat nilai koefisien korelasi (r) antara dukungan sosial dan resiliensi sebesar 0.788. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat kekuatan hubungan yang kuat antara resiliensi dan dukungan sosial. Selanjutnya, nilai signifikansi yang terdapat dalam uji hipotesis yaitu sebesar 0.000, sehingga nilai signifikansi kurang dari 0.05. Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi. Maka dari itu, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima oleh janda, maka semakin tinggi pula resiliensi yang dimiliki oleh janda. Dalam penelitian ini, dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi pada janda. E. Analisis Data Tambahan 1. Analisis data berdasarkan perbedaan status bekerja Salah satu masalah yang dialami oleh janda akibat suami yang meninggal dunia yaitu mengalami kesulitan secara finansial di kehidupan sehari-hari (Mahardika, 2013). Asumsi masyarakat yang diberikan kepada istri-istri yaitu bahwa istri dianggap tidak dapat memberikan kontribusi apapun (Handayani & Artini, 2009). Maka dari itu, beberapa istri memilih untuk tetap memberikan kontribusi bagi keluarga dengan cara bekerja dengan alasan untuk membantu perekonomian keluarga

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 (Handayani & Artini, 2009). Sesuai dengan apa yang dikatakan Berk (2012) bahwa seorang istri yang sudah memutuskan untuk memilih tanggung jawabnya sendiri akan mengalami kemudahan dibandingkan dengan istri yang peran dan tanggung jawabnya hanya bergantung dengan suaminya. Pujiastuti dan Retnowati (2004) mengatakan bahwa wanita menganggap bahwa bekerja merupakan sarana untuk melepaskan diri dari tekanan-tekanan dalam rumah tangga serta dapat menambah pendapatan keluarga. Namun, penelitian lain yang dilakukan oleh Khana (Pujiastuti & Retnowati, 2004) mengatakan bahwa wanita yang bekerja akan lebih banyak mengalami kecemasan dan depresi. Berdasarkan hasil tersebut peneliti ingin melakukan uji perbedaan status bekerja agar dapat mengetahui lebih lanjut apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal status bekerja antara variabel resiliensi dan dukungan sosial. Uji perbedaan status bekerja dilakukan dengan menggunakan analisis non-parametrik. Hal tersebut dikarenakan data yang diperoleh peneliti berdistribusi tidak normal. Analisis non parametrik yang digunakan peneliti yaitu melalui Two Independent Samples guna untuk mengetahui perbedaan dari dua variabel sekaligus (Priyanto, 2012). Two Independent Samples diperoleh melalui Uji Mann-Whitney dengan Program SPSS Statistic 22.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Tabel 24. Hasil uji beda variabel Resiliensi berdasarkan Status Bekerja. R Status Bekerja Bekerja N Mean Rank 61 59.68 Tidak 59 61.35 Sig. (2-tailed) 0.793 Bekerja TOTAL 120 Note. R = Resiliensi Pada tabel 24 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi (p) sebesar 0.793, maka nilai p > 0.05. Hal tersebut membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara resiliensi pada janda yang bekerja maupun tidak bekerja. 2. Analisis data berdasarkan lama menjanda Kondisi menjanda menjadi sebuah tantangan secara emosional yang dihadapi oleh seorang wanita (Naufaliasari & Andriani, 2006). Kematian suami akan membuat seorang istri harus mampu mengatasi tekanan dan kesedihannya serta mampu menerima realitas sosial bahwa dirinya menyandang status baru mereka sebagai seorang janda (Utz et. al., 2004). Selain itu, kehidupan seorang janda akan mengalami berbagai masalah karena janda harus memiliki peran ganda yaitu menjadi ibu maupun ayah sekaligus yang akan membuat tanggung jawabnya bertambah (Aprilia, 2013).

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Di sela banyaknya permasalahan yang terjadi pada janda pasca kematian suami, maka janda membutuhkan kemampuan resiliensi untuk mampu mengatasi persoalan-persoalan dalam hidupnya (Aprilia, 2013). Akan tetapi untuk mampu mencapai resiliensi, maka janda memerlukan jangka waktu tertentu untuk melalui proses pencapaian resiliensi (Aprilia, 2013). Menurut Muniroh (2010), seseorang yang memiliki tingkat resiliensi rendah maka akan cenderung memerlukan waktu yang lama untuk menerima keadaannya sedangkan seseorang dengan tingkat resiliensi yang tinggi maka akan cenderung cepat bangkit dan segera mencari solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapinya. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin melakukan uji perbedaan lama menjanda agar dapat mengetahui lebih lanjut apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal rentang waktu seseorang menjanda pada variabel resiliensi. Uji perbedaan lama menjanda dilakukan dengan menggunakan analisis non-parametrik. Hal tersebut dilakukan karena data yang diperoleh peneliti berdistribusi tidak normal. Analisis non parametrik yang digunakan oleh peneliti yaitu melalui Two Independent Samples guna untuk mengetahui perbedaan dari dua variabel (Priyanto, 2012). Two Independent Samples diperoleh melalui Uji Mann-Whitney dengan Program SPSS Statistic 22.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Tabel 25. Hasil uji beda variabel Resiliensi berdasarkan Lama Menjanda. DS Status Bekerja < 10 tahun N Mean Rank 68 57.90 > 10 tahun 52 63.90 TOTAL Sig. (2-tailed) 0.348 120 Note. R = Resiliensi Pada tabel 25 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi (p) sebesar 0.348, maka nilai p > 0.05. Hal tersebut membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara resiliensi pada janda yang memiliki rentang waktu menjanda kurang dari 10 tahun maupun lebih dari 10 tahun. F. Pembahasan Penelitian ini dilakukan guna mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada janda yang ditinggal meninggal suami. Uji korelasi yang digunakan bertujuan untuk mengetahui hubungan yang terdapat dalam dua variabel yaitu antara dukungan sosial dengan resiliensi dengan menggunakan analisis Spearman’s Rho. Hasil uji korelasi antara dukungan sosial dan resliensi mendapatkan hasil sebesar 0.788 dan signifikansi sebesar 0.000 maka p < 0.05. Hal tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi. Selain itu, dapat dikatakan bahwa hipotesis nol yang telah diajukan ditolak. Hal tersebut memperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh Setiawan dan

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Prastiti (2015) bahwa dukungan sosial yang diterima seseorang dengan tinggi, maka semakin tinggi pula resiliensi yang dimiliki oleh individu tersebut. Berdasarkan penelitian Bonanno (2009) dalam Hahn (2011) sebanyak 45% dari partisipan janda dengan usia 60 tahun ke atas menunjukkan resiliensi yang tinggi yakni menunjukkan gejala depresi yang rendah selama 18 bulan semenjak ditinggal oleh pasangannya dan janda mampu berfungsi secara normal pada kehidupannya. Dengan adanya dukungan sosial, seorang individu mampu menjalani kehidupannya karena dirinya merasa dicintai, dihormati dan merasa diterima oleh lingkungannya sehingga dapat mencapai resiliensinya (Sarafino, 2008). Uji asumsi yang dilakukan oleh peneliti guna mengetahui hubungan antara dua variabel menghasilkan distribusi data yang bergerak linear atau tidak, serta normal atau tidak normal. Berdasarkan hasil uji linearitas yang sudah dilakukan oleh peneliti, dapat dilihat bahwa hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi seluruhnya bersifat linear. Hal tersebut menunjukkan bahwa semua hubungan yang terdapat di atas dinyatakan layak untuk diuji korelasi, meskipun menggunakan teknik analisis non-parametrik yaitu dengan Spearman’s Rho Correlation. Hal ini dikarenakan data dalam penelitian ini dengan variabel dukungan sosial dan resiliensi memiliki distribusi data yang tidak normal. Peneliti juga melakukan perhitungan deskripsi dari data penelitian yaitu variabel resiliensi memiliki mean empiris sebesar 90.46 dan mean teoritis sebesar 70. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan tersebut, maka

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 memperoleh hasil bahwa janda memiliki resiliensi yang tinggi (90.46 > 70). Hal ini dibuktikan juga berdasarkan kategori resiliensi, bahwa janda tidak ada yang memiliki skor dalam kategori yang rendah atau 0%. Hal tersebut dapat diartikan bahwa janda mampu bertahan dan beradaptasi terhadap suatu tekanan atau kesulitan di dalam hidupnya sehingga janda akan mampu mengembangkan kemampuan sosial, pendidikan, kejuruannya untuk mampu menghadapi stres dan mengembalikan keseimbangan hidupnya serta mampu menghilangkan dampak negatif dari hidupnya untuk dapat digantikan menjadi sesuatu yang wajar untuk dihadapi (Hahn, 2011; Hendrickson et. al, 2018). Selain itu, janda mampu untuk mengatasi berbagai masalahnya dan mampu untuk meningkatkan potensi diri, menjadi individu yang optimis, muncul keberanian serta memiliki kematangan emosi (Aprilia, 2013). Perhitungan deskripsi data penelitian pada variabel dukungan sosial yang dilakukan dalam penelitian menunjukkan bahwa mean empiris sebesar 113.99 dan mean teoritis sebesar 90. Berdasarkan hasil tersebut maka janda menerima dukungan sosial yang tinggi (113.99 > 90). Hal tersebut juga dibuktikan dalam kategori variabel dukungan sosial bahwa janda tidak ada yang memiliki skor dalam kategori yang rendah atau 0%, sehingga janda cenderung memiliki keyakinan bahwa dirinya dihargai, berharga, dan dicintai (Sarafino, 2008). Selain itu, menurut Rook (1985, dalam Smet, 1994) janda memiliki ikatan sosial yang dapat menggambarkan tingkat dan kualitas umum dari hubungan interpersonal yang jelas sehingga mampu melindungi dari stres.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Pada analisis tambahan berdasarkan tingkat resiliensi status bekerja pada janda yang ditinggal suami meninggal dunia, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi yang didapatkan lebih besar dari 0.05 (p = 0.793, p > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada tingkat resiliensi yang dimiliki oleh janda yang bekerja maupun yang tidak bekerja sehingga dapat terlihat bahwa janda dengan status bekerja maupun tidak bekerja memiliki tingkat resiliensi yang tergolong tinggi. Jadi di dalam penelitian ini, perbedaan tingkat resiliensi pada janda yang bekerja maupun tidak bekerja tidak memiliki perbedaan. Selain itu, analisis tambahan berdasarkan rentang waktu lama menjanda pada janda cerai mati, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi yang didapatkan lebih besar dari 0.05 (p = 0.348, p > 0.05). maka hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara janda yang memiliki rentang waktu menjanda kurang dari 10 tahun maupun lebih dari 10 sehingga dapat dikatakan bahwa janda dengan rentang waktu tertentu memiliki tingkat resiliensi yang sama besarnya.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian ini dilakukan guna menguji hipotesis dari peneliti yang sebelumnya sudah diajukan. Setelah dilakukannya analisis dan perhitunganperhitungan sesuai dengan data penelitian yang sudah didapatkan, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti dinyatakan diterima atau terbukti. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa penelitian ini terdapat hubungan yang positif, signifikan dan kuat antara dukungan sosial dan resiliensi (r = 0.788; p = 0.000). Selain itu, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi dukungan sosial (mean empiris = 113.99; SD = 14.463) yang diterima oleh janda, maka semakin tinggi juga resiliensi (mean empiris = 90.46; SD = 10.617) yang dimiliki oleh janda. B. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti masih memiliki keterbatasan yang diharapkan bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti topik yang sama untuk dapat memperbaikinya ataupun menyempurnakannya. Penelitian ini memiliki keterbatasan berupa kriteria pada janda yang kurang spesifik seperti rentang usia subjek dan rentang lama subjek menjanda. Kekurangan dalam penelitian ini juga terletak pada jumlah subjek yang masih kurang dan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan untuk subjek lain, dikarenakan 74

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 data yang diperoleh dalam perhitungan memiliki sebaran data yang tidak normal. Selain itu, peneliti juga memiliki keterbatasan bahwa prosedur pengambilan data yang dilakukan tidak diawasi oleh peneliti secara langsung. Hal tersebut menyebabkan peneliti tidak mengetahui jalannya pengisian skala yang dilakukan oleh subjek. C. Saran 1. Bagi Subjek Penelitian Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dan resiliensi pada janda. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan janda dapat mencari dukungan sosial secara proaktif agar mampu meningkatkan resiliensi yang telah dimilikinya. 2. Bagi Keluarga Inti / Keluarga Besar / Orang terdekat Berdasarkan penelitian ini diharapkan keluarga, teman, tetangga, dan masyarakat sekitar mampu memberikan dukungan sosial kepada subjek agar subjek dapat semakin kuat dan tegar dalam menjalani kehidupannya. Serta diharapkan orang-orang yang berada di sekitarnya mampu menghilangkan persepsi negatifnya mengenai status janda dan selalu berada di dekatnya untuk menjadi sumber kekuatan dalam menyelesaikan persoalannya. 3. Bagi peneliti selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam faktor internal lain seperti religiusitas, self-esteem, dan emosi positif yang dapat

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 juga mempengaruhi resiliensi pada subjek. Peneliti juga menyarankan agar peneliti selanjutnya mampu memberikan karakteristik subjek secara lebih spesifik berdasarkan usia subjek maupun rentang lama subjek ketika menjanda. Serta peneliti juga menyarankan untuk menambah jumlah subjek dan mempersiapkan prosedur pengambilan data dengan baik seperti mengawasi secara langsung proses pengambilan data subjek. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan untuk mampu mendapatkan sebaran data yang normal guna dapat digeneralisasikan keseluruh populasi agar dapat mewakili populasi data normal.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Aprilia, W. (2013). Resiliensi dan dukungan sosial pada orang tua tunggal (Studi kasus pada ibu tunggal di Samarinda). E-Journal Psikologi, 1(3): 268-279. Akmalia, A. (2013). Pengelolaan stress pada ibu single parent. Emphaty Jurnal Psikologi: Universitas Ahmad Dahlan, 2(1). Asyari, Y. (2017, 14 Desember 2018). Jumlah duda di kota ini terus meningkat. Jawapos.com. Diunduh dari https://www.jawapos.com/jpgtoday/09/07/2017/jumlah-duda-di-kota-ini-terus-meningkat. Azwar, Saifuddin. (2007). Reabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Azwar, Saifuddin. (2011). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. (2016). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Badan Pusat Statistik (2015, 28 September). Data jumlah nikah, talak, cerai, serta rujuk tahun 2012–2015. bps.go.id. Diunduh dari https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/893 Basti & Dewi. (2008). Konflik perkawinan dan model penyelesaian konflik pada pasangan suami istri. Jurnal Psikologi 2(1), 42–51. Bennett, K. M. (2010). How to achieve resilience as an older widower: Turning points or gradual change?. Ageing and Society, 30(3), 369 – 382. doi: 10.1017/S0144686X09990572. Berk, L. E. (2012). Development through the life span. Boston : Pearson Education. Berkman, L. F., Thomas, G., Ian, B., & Teresa, E. S. (2000). From social integration to health: Durkheim in the new millennium. Social Science & Medicine 51(2000), 843 – 857. Bernas.id. (2017, 14 Desember 2018). Ungkapan perasaan seorang janda akibat stigma negatif tentang status mereka dalam kehidupan sosial. Bernas.id. Diunduh dari https://www.bernas.id/53457-ungkapanperasaan-seorang-janda-akibat-stigma-negatif-tentang-status-merekadalam-kehidupan-sosial.html 77

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Budi. (2018, 14 Desember 2018). Janda 5 anak yang ditinggal mati suami ini nekat jual ganja untuk bayar hutang. Tribunjambi.com. Diunduh dari http://jambi.tribunnews.com/2018/08/31/janda-5-anak-yang-ditinggalmati-suami-ini-nekat-jual-ganja-untuk-bayar-hutang Cai, Wen-Peng., Yu, Pan., Shui-miao, Z., Cun, W., Wei, D., & Guang-hui, D. (2017). Relationship between cognitive emotion regulation, social support, resilience and acutes stress responces in Chinese soldiers: Exploring multiple mediation model. Psychiatry Research 256, 71 – 78. Desiningrum, D. R. (2014). Kesejahteraan psikologis lansia janda/duda ditinjau dari persepsi terhadap dukungan sosial dan gender. Jurnal Psikologi Undip, 13(2), 102-106. Desmita (2007). Psikologi perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Eisenberg, N., Fabes, R. A., Guthrie, I. K., & Reiser, M. (2000). Dispositional emotionality and regulation : Their role in predicing quality of social functioning. Journal of Personality and Social Psychology, 78(1), 136 – 157. Fernandez, I. M. F., & Soedagijono, J. K. (2018). Resiliensi pada wanita dewasa madya setelah kematian pasangan hidup. Jurnal Experientia, 6(1) 27–38. Gass-Sternas, Kathleen A. (1995). Single parent widows: Stressors, appraisal, coping, resources, grieving responses and health. Mariage and Family Review, 20(3-4), 411-445. Handayani, M. Th., Ni Wayan, P. A., (2009). Kontribusi pendapatan ibu rumah tangga pembuat makanan olahan terhadap pendapatan keluarga. Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, 5(1). Hahn, E. A., Kelly, E. C., David, M. A., William, E. H. (2011). Time use and well-being in older widows: Adaptation and resilience. Journal of Women & Aging, 23(2),149 – 159, doi: 10.1080/08952841.2011.561139. Hendrickson, Z. M., Kim, J., Tol, W.A., Shrestha, A., Kafle, H.M., Luitel, N. P., Thapa L., & Surkan, P. J. (2018). Resilience among Nepali widows after the death of a spouse: :”That was my past and now I have to see my present”. Qualitative Health Research, 28(3), 446-478. House, S., & Khan R. L. (1985). Measures and concepts of social support. New York: Academic Press.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Jackson, R., & Chris, W. (2004). The resilience inventory: Seven essential skills for overcoming life’s obstacles and determining happiness. Selection & Development Review, 20(6), 13 – 17. Jahja, Yudrik. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Kencana. Kalil, Ariel. (2003). Family resilience and good child outcomes: A review of the literature. Centre for Social Reaserch and Evaluation Ministry of Social Development, Te Me Whakahiato Ora. Kartika, D. A. (2012). Resiliensi pada single mother pasca perceraian. Jurnal Psikologi: Universitas Gunadarma. Li, L., Jersey, L., Amanda, T., Shengzu, G. (2004). Widowhood and depressive symptoms among older Chinese: Do gender and source of support make a difference?. Social Science & Medicine.doi: 10.1016/j.socscimed.2004.06.014 Mardhika, A. R. (2013). Gambaran pencarian makna hidup pada wanita dewasa muda yang mengalami kematian suami mendadak. Jurnal Psikogenesis, 1(2), 107–115. Martin, J.A & Dowson, M. (2009). Interpersonal relationships, motivation, engagement, and achievement: Yields for theory, current issues, and educational practice. Review of Educational ResearchSpring,79(1), 327–365. doi: 10.3102/003465430832558. Morrison, R. & Aileen M. P. (2017). Cultivating resilience and self-control among university students: An experimental study. Universal Journal of Psychology 5(1): 1 – 7. Muiz, R. H., & Rr. Indahria, S. (2015). Efektivitas terapi dukungan kelompok dalam meningkatkan resiliensi pada remaja penghuni lembaga pemasyarakatan. Jurnal Intervensi Psikologi, 7(2), 173–190. Mujirah. (Maret, 2018). Permasalahan Yang Dialami Oleh Janda Cerai Mati, Komunikasi Pribadi. Muniroh, S. M. (2010). Dinamika resiliensi orang tua anak autis. Jurnal Penelitian, 7(2), 1-11. Naufaliasari, A. & Andriani, F. (2013). Resiliensi pada wanita dewasa awal pasca kematian pasangan. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 2(2), 264–269.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Noor, J. (2011). Metodologi penelitian: Skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah edisi pertama. Jakarta: Prenada Media Group. Ozer, E. M., & Bandura, A. (1990). Mechanisms govering empowerment effects: A self-efficacy analysis. Journal of Personality and Social Psychology, 58, 472–486. Papalia, D.E., Olds. S.W., & Feldman R. D. (2009). Human development. New York : McGraw Hill. Companies, inc Patilima, H. (2015). Resiliensi anak usia dini. Bandung: ALFABETA. PEKKA & SMERU. 2014. Menguak keberadaan dan kehidupan perempuan kepala keluarga: Laporan hasil sistem pemantauan kesejahteraan berbasis komunitas (SPKBK-PEKKA). Jakarta: Lembaga Penelitian SMERU. Priyatno, Duwi. (2012). Belajar praktis analisis parametrik dan parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Gava Media. non Pujiastuti, E., & Sofia, R. (2004). Kepuasan pernikahan dengan depresi pada kelompok wanita menikah yang bekerja dan yang tidak bekerja. Humanitas: Indonesian Psychologycal Journal, 1(2), 1–9. Reich, John W., Zautra, Alex J., & Hall, John S., (2010, 14 Desember 2017). Handbook of Adult Resilience. New York: Guilford. Diunduh dari http://bit.ly/2ACIMnx Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Yang diakses pada 14 Oktober 2017 melalui https://kemenag.go.id/file/dokumen/UUPerkawinan.pdf Resnick, B., Lisa P. Gwyther & Karen A. Roberto. (2011). Resilience in aging: Concepts, research and outcomes. London: Springer Science + Business Media, Inc. Sasongko, R. D., Frieda, N. R. H., & Ika F. K. (2013). Resiliensi pada wanita usia dewasa awal pasca perceraian di Sendangmulyo, Semarang. Jurnal Psikologi Undip,2(3). Sarafino, E., P. (2008) Health psychology biopsychosocial interactions. America: John Wiley & Sons, INC. Sari, Afrina (2015). Model komunikasi keluarga pada orangtua tunggal (Single Parent) dalam pengasuhan anak balita. Jurnal Ilmu Komunikasi: Universitas Budi Luhur, 3(2).

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Santrock. (2006). Life span development: Perkembangan masa hidup. Jakarta: Erlangga. Santoso, Agung. (2010). Statistik untuk psikologi dari blog menjadi buku. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma. Saputra, Andi (2016, 28 September 2017). Hingga Oktober tahun ini, ada 212 ribu janda baru di Indonesia. Detik.com. Diunduh dari https://news.detik.com/berita/d-3347534/hingga-oktober-tahun-ini-ada212-ribu-janda-baru-di-indonesia. Sarason, I. G., Henry, M. L., Robert, B. B., & Barbara, R. S. (1983). Assessing social support: The social support questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology 44 (1), 127 – 139. Sawitri, D. R. (2007). Menjalani hidup sepeninggal suami: Kenangan, perjuangan, dan harapan. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, ISSN 1693 – 5586 Setiawan, A. & Prastitis, N. T. (2015). Religiusitas, dukungan sosial, dan resiliensi korban lumpur lapindo Sidoarjo. Jurnal Psikologi Indonesia, Persona. 4(2), 137 – 144. Shahar, D. R., Schultz, R., Shahar, A., Wing, R. R. (2001). The effect of widowhood on weight change, dietary intake, and eating behavior in the elderly population. Journal of Aging and Health, 13 (2), 186–199. Shear, K., & Harry, S. (2005). Attachment, loss, and complicated grief. Research Review, 47: 253-267. Shakespeare-Finch, J., & Obst, P. L. (2011). The development of the 2-way social support scale: A measure of giving and receiving emotional and instrumental support. Journal of Personality Assessment, 93 (5), 483– 490. Siregar, S. (2013). Statistika Parametrik untuk penelitian kuantitatif: Dilengkapi dengan perhitungan manual dan aplikasi SPSS Versi 17. Jakarta: PT Bumi Aksara. Smet, Bart (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: Penerbit PT. Grasindo. Supratiknya, A. (2014). Pengukuran psikologis. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Supratiknya, A. (2016). Kuantifikasi Validitas Isi dalam Asesmen Psikologis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press. Sutriyanto, E. (2016, 14 Desember, 2018). Obati stress karena suami meninggal, janda muda ini pilih hisap ganja. Tribunnews.com. Diunduh dari http://www.tribunnews.com/regional/2016/07/22/obati-stresskarena-suami-meninggal-janda-muda-ini-pilih-hisap-ganja Tampi, Kumaat & Masi. (2013). Hubungan sikap dukungan sosial dengan tingkat resiliensi stres penyintas banjir di kelurahan Taas Kecamatan Tikala kota Manado. Ejournal Keperawatan (e-KP), 1(1). Taufiq, Rahmat., Eka, S., Dyah T. S., & Elin, N. (2014). Gambaran resiliensi anak pasca bencana banjir di Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jurnal Psikologi, 6(1), 73 – 87. Taylor, S. E., Peplau, L. A., & Sears, D. O. (2006). Social psychology. New Jersey: Pearson Prentice Hall. Ulfah, Fairuz Rana (2017, 3 September 207). Para janda dan ketidakadilan yang berlapis-lapis. Tirto.id. Diunduh dari https://tirto.id/para-janda-danketidakadilan-yang-berlapis-lapis-ch4x Ungar, M. 2008. Resilience Across Culture. British Journal of Social Work, 38, 218-325. Utz, R. L., Reidy, E. B., Carr, D., Nesse, R., & Wortman, C. (2004). The daily consequence of widowhood: The role of gender and intergenerational transfers on subsequent housework performance. Journal of Family Issues 25 (5), 683 – 712. Walgito, B. (2002). Bimbingan dan konseling perkawinan. Yogyakarta: Penerbit Andi. Widhiarso, W. (2011, 20 September 2018). Tahap penyusunan skala yang sering diabaikan: Jumlah butir di dalam skala dan proporsi jumlah butir dalam komponen. Diunduh dari http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/wp/tahap-penyusunan-skala-yang-seringdiabaikan-jumlah-butir-di-dalam-skala-dan-proporsi-jumlah-butir-dalamkomponen/. Wills, Thomas A., & Erin O’Carroll Bantum. (2012). Social support, selfregulation, and resilience in two populations: General-population adolescents and adult cancer survivors. Journal of Social and Clinical Psychology, 31(6),568 – 592.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Wolkow, K. W., & Ferguson, H. B. (2001). Community factors in the development of resilience: Consideration and future directions. Community Mental Health Journal, 37, 489-499. Yuriantini. (Februari, 2018). Masalah-Masalah Yang Terjadi Pada Janda, Komunikasi Pribadi.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 84

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 LAMPIRAN 1: Skala Penelitian

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 SKALA PENELITIAN Di susun oleh: Dyah Ayu Sekar Ambarini 149114081 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 LEMBAR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT) Salam Sejahtera, saya Dyah Ayu Sekar Ambarini, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang saat ini sedang melakukan sebuah penelitian untuk menyelesaikan studi saya di Fakultas Psikologi untuk memperoleh gelar sarjana. Berhubungan dengan penelitian yang akan saya lakukan, saya memohon bantuan dan kesedian Ibu sekalian untuk berpartisipasi sebagai responden saya dengan mengisi skala penelitian yang saya di bawah ini. Skala penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seorang istri menjalani hidupnya dengan dukungan dari lingkungan sekitar setelah ditinggal suami karena meninggal dunia. Saya berharap Ibu bersedia untuk menjawab pernyataan-pernyataan yang telah saya buat untuk penelitian ini dengan spontan, jujur dan apa adanya sesuai dengan keadaan yang dialami oleh Ibu. Dalam hal ini tidak ada penilaian benar atau salah atas jawaban yang Ibu pilih. Informasi yang Ibu berikan bersifat pribadi dan saya menjamin kerahasiaan informasi yang Ibu berikan hanya dipergunakan untuk kepentingan penelitian tanpa dipublikasikan. Saya berterima kasih atas kesediaan dan partisipasi Ibu dalam mengisi angket ini. Dengan menandatangani lembar persetujuan ini, Ibu telah bersedia untuk berpartisipasi menjadi responden dalam penelitian saya. Atas waktu dan bantuannya, saya mengucapkan terima kasih. Saya telah membaca dan memahami lembar persetujuan mengenai angket ini dan saya bersedia mengisi angket ini. Menyetujui, Partisipan Penelitian (…..........………………………..) *Nama Terang dan Tanda Tangan Hormat saya, Peneliti (Dyah Ayu Sekar Ambarini)

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 IDENTITAS DIRI Nama : Usia : Pendidikan Terakhir : Jumlah Anak : Usia Anak : Lama menjadi single mother : Status Pekerjaan : Bekerja/ Tidak Bekerja (*coret yang tidak perlu) PETUNJUK PENGERJAAN 1. Anda diminta untuk menjawab pernyataan-pernyataan berikut ini dengan memilih salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan diri Anda yang sebenarnya atau apa yang Anda alami. 2. Berikan tanda CENTANG (√) atau CORET (X) pada kolom jawaban yang tersedia pada pernyatan yang menggambarkan diri Anda. Terdapat empat kemungkinan jawaban yang dapat Anda pilih, yaitu: SS : Bila keadaan Anda SANGAT SESUAI dengan pernyataan yang tersedia S : Bila keadaan Anda SESUAI dengan pernyataan yang tersedia TS : Bila Keadaan Anda TIDAK SESUAI dengan pernyatan yang tersedia STS : Bila keadaan Anda SANGAT TIDAK SESUAI dengan pernyataan 3. Dalam pengisian beberapa pernyataan ini tidak terdapat jawaban yang BENAR maupun SALAH. Jawaban hanya diisi dengan kesesuaian dengan gambaran atau situasi yang Anda hadapi. 4. Apabila Anda telah selesai dalam mengisi semua pernyataan yang tersedia, Anda diharapkan MEMERIKSA dan MEMASTIKAN kembali bahwa tidak ada jawaban yang SALAH ataupun TERLEWATKAN. Contoh cara pengisian: NO. PERNYATAAN SS S TS STS 1. Saya menyukai suasana yang ramai √ 5. Jika Anda ingin mengganti jawaban, silahkan anda memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya, kemudian memberikan tanda centang (√) pada jawaban yang Anda rasa mewakili keadaan Anda. Contoh cara penggantian jawaban: NO. PERNYATAAN SS S 1. Saya menyukai suasana yang ramai. √ √ - SELAMAT MENGERJAKAN - TS STS

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 KUISIONER PENELITIAN A. SKALA A NO. PERNYATAAN SS 1. Saya tidak merasa terbebani dengan status saya sebagai seorang janda di kalangan masyarakat. 2. Ketika saya memiliki masalah dengan keluarga, berdiam diri mengabaikan saya dan pekerjaan rumah/kantor saya. 3. Saya percaya dapat menjalani kehidupan saya walau tanpa suami. 4. Saya meyakini bahwa apa yang terjadi dalam hidup saya membuat saya semakin terpuruk 5. Ketika menghadapi masalah, saya sesegera menyelesaikan tersebut. mungkin masalah S TS STS

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 NO. PERNYATAAN 6. Apapun yang saya lakukan, saya merasa SS gagal memberikan pendidikan pada anak karena tidak adanya suami. 7. Saya dapat memahami suasana hati anak saya yang sedang bersedih. 8. Saya sulit membaca raut wajah anak saya yang sedang bersedih. 9. Saya yakin kegagalan yang saya alami merupakan keberhasilan yang tertunda. 10. Dalam menyelesaikan permasalahan, saya berani untuk menghadapi tantangan atau risiko yang akan terjadi pada saya. 11. Masalah yang saya hadapi mengahambat aktivitas saya sehari-hari. S TS STS

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 NO. 12. PERNYATAAN Saya mampu menahan amarah meskipun saudara saya membicarakan hal negatif tentang saya. 13. Saya yakin ikatan persaudaraan dengan keluarga suami saya akan lebih erat meskipun suami saya telah tiada. 14. Saya kesulitan memahami suatu permasalahan pribadi saya. 15. Saya yakin dapat menyelesaikan tanggung jawab sebagai janda tanpa terganggu dengan kritik negatif orang lain. 16. Ketika saya memiliki masalah, saya tetap bersedia mendengarkan cerita permasalahan teman saya. SS S TS STS

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 NO. PERNYATAAN 17. Ketika saya gagal, saya takut untuk mencoba kembali. 18. Setelah suami saya tiada, saya mampu mengambil keputusan walaupun dalam kondisi tertekan. 19. Saya mampu membesarkan anak saya meskipun orang lain berkomentar negatif tentang status saya. 20. Setiap saya menghadapi masalah, saya cenderung menunda penyelesaiannya dalam waktu yang lama. 21. Saya dapat mencapai keberhasilan dalam hal pendidikan anak walau suami saya telah tiada. 22. Saya dapat memahami anak saya yang sedang bersedih melalui raut wajah yang murung. SS S TS STS

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 NO. PERNYATAAN 23. Penting bagi saya untuk tidak merasa takut ketika hendak melakukan sesuatu. 24. Saya tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari walaupun banyak masalah yang saya hadapi 25. Saya tetap fokus mengurus pekerjaan rumah/kantor saya walaupun saya memiliki masalah dengan keluarga saya. 26. Saya yakin peristiwa yang terjadi dalam hidup saya dapat membawa perubahan yang positif untuk masa depan saya. 27. Saya segera mencari pemecahan masalah dari setiap permasalahan yang muncul. 28. Saya gagal dalam karir karena lebih berfokus pada anak dan keluarga saya. SS S TS STS

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 B. SKALA B NO. 1. PERNYATAAN Saya merasa SS anak saya mengabaikan saya ketika saya gagal. 2. Keluarga dan anak saya peduli terhadap masalah yang saya hadapi. 3. Sulit bagi keluarga menerima saya ketika terlibat dalam acara keluarga. 4. Ketika saya menghadapi gagal masalah, keluarga saya tetap memberi penguatan untuk saya. 5. Keluarga jarang memberikan informasi berkaitan dengan pekerjaan kepada saya. 6. Saya mendapat saran dari keluarga untuk masa depan saya. berkaitan S TS STS

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 NO. 7. PERNYATAAN Ketika saya mengadakan acara keluarga, tetangga saya cuek untuk menawarkan bantuan. 8. Saya kurang terampil dalam mendidik anak karena tetangga saya enggan memberikan pemaham kepada saya. 9. Keluarga saya tetap membantu saya walaupun mereka memiliki kesibukan masing-masing. 10. Keluarga saya dapat memahami masalah pribadi yang saya alami. 11. Tetangga saya bersikap cuek tentang keadaan saya. 12. Saya merasa keluarga dan teman saya memberikan pandangan positif terhadap diri saya. SS S TS STS

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 NO. 13. PERNYATAAN Pencapaian karir saya dianggap rendah oleh keluarga saya. 14. Keluarga saya memberikan arahan yang positif dalam berelasi dengan orang lain. 15. Keputusan yang saya ambil kurang melibatkan nasihat dari keluarga saya. 16. Ketika saya sibuk, keluarga saya bersedia membantu saya untuk mengerjakan pekerjaan rumah. 17. Keluarga saya jarang memberikan waktunya untuk membantu saya ketika saya merasa bimbang dengan sesuatu hal. 18. Anak saya menghibur ketika saya merasa gagal. SS S TS STS

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 NO. 19. PERNYATAAN Saya merasa keluarga dan anak saya kurang memperdulikan saya. 20. Keluarga saya mampu menerima saya secara baik. 21. Ketika saya gagal menghadapi masalah, keluarga saya merendahkan saya. 22. Keluarga saya memberikan informasi berkaitan dengan suatu pekerjaan. 23. Teman saya cenderung malas memberikan masukan untuk menyelesaikan masalah keluarga saya. 24. Tetangga saya selalu menawarkan bantuannya ketika saya mengadakan suatu acara keluarga. SS S TS STS

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 NO. 25. PERNYATAAN Keluarga saya sulit meluangkan waktunya untuk membantu saya. 26. Tetangga saya menanyakan keadaan saya. 27. Keluarga dan teman saya memberikan pandangan negatif terhadap diri saya. 28. Keluarga saya aktif memberikan nasihat sebelum saya mengambil suatu keputusan. 29. Keluarga saya merasa direpotkan apabila saya meminta bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. 30. Keluarga saya bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan permasalahan pribadi yang saya hadapi. SS S TS STS

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 NO. 31. PERNYATAAN SS S TS STS Keluarga saya kurang peka terhadap masalah pribadi yang saya alami. 32. Keluarga saya merasa senang ketika saya terlibat dalam acara keluarga. 33. Terkadang saya merasa keluarga menerima saya dengan terpaksa. 34. Anak saya kecewa terhadap pencapaian yang telah saya capai. 35. Informasi yang diberikan keluarga kurang membantu saya dalam berelasi dengan orang lain. 36. Keluarga kurang membantu dalam memberikan saran untuk masa depan saya. Periksa kembali jawaban Anda, jangan sampai ada yang terlewatkan - Terima Kasih -

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 LAMPIRAN 2: Reliabilitas dan Korelasi Item Total Skala Resiliensi A. Hasil reliabilitas dan korelasi item total skala resiliensi setelah uji coba Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .947 56 Item-Total Statistics Corrected Item- Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Total Alpha if Item Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted Item1 177.39 372.963 .386 .946 Item2 177.90 372.690 .297 .947 Item3 177.20 372.681 .552 .945 Item4 177.22 371.773 .595 .945 Item5 177.49 372.415 .406 .946 Item6 177.61 368.603 .590 .945 Item7 177.24 370.824 .565 .945 Item8 177.22 370.613 .651 .945 Item9 177.31 370.980 .600 .945 Item10 177.51 369.935 .574 .945 item11 177.27 370.083 .568 .945 item12 177.88 371.186 .437 .946 Item13 177.49 369.655 .550 .945 Item14 177.27 369.683 .473 .946 Item15 177.59 365.247 .526 .945 Item16 177.47 370.694 .556 .945 Item17 177.57 368.050 .650 .945 Item18 177.35 369.513 .637 .945 Item19 177.51 373.055 .347 .946 Item20 177.86 384.841 -.031 .949 Item21 177.71 370.612 .455 .946 Item22 177.31 368.860 .698 .945 Item23 177.37 365.958 .610 .945 Item24 177.71 369.652 .507 .945

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Item25 177.47 372.214 .521 .945 Item26 177.20 373.641 .421 .946 Item27 178.00 383.360 .010 .949 Item28 177.41 369.127 .718 .945 Item29 177.37 370.838 .478 .946 Item30 177.18 371.028 .634 .945 Item31 178.37 383.918 -.006 .949 Item32 177.51 378.255 .265 .947 Item33 177.35 366.593 .690 .945 Item34 177.73 369.083 .385 .946 Item35 177.31 371.420 .545 .945 Item36 177.55 376.613 .237 .947 Item37 177.31 371.700 .656 .945 Item38 177.37 368.918 .668 .945 Item39 177.59 368.087 .600 .945 Item40 177.31 369.060 .737 .945 Item41 177.55 363.013 .716 .944 Item42 177.47 370.334 .644 .945 Item43 177.51 368.335 .583 .945 Item44 177.53 369.374 .641 .945 Item45 177.31 373.100 .447 .946 Item46 177.33 370.307 .680 .945 Item47 177.76 368.784 .492 .946 Item48 177.55 372.413 .441 .946 Item49 178.31 366.300 .448 .946 Item50 177.57 364.530 .572 .945 Item51 177.80 381.241 .085 .948 Item52 177.37 370.918 .662 .945 Item53 177.49 371.615 .525 .945 Item54 177.24 373.184 .526 .945 Item55 177.53 368.734 .633 .945 Item56 177.08 374.714 .513 .946

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 B. Hasil reabilitas dan korelasi item total skala resiliensi setelah seleksi item Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,957 49 Item-Total Statistics Scale Corrected Squared Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Multiple Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Correlation Deleted Item_1 157,31 343,580 ,407 . ,957 Item_3 157,12 343,826 ,555 . ,956 Item_4 157,14 343,081 ,591 . ,956 Item_5 157,41 342,847 ,435 . ,957 Item_6 157,53 339,054 ,627 . ,956 Item_7 157,16 341,615 ,587 . ,956 Item_8 157,14 341,761 ,658 . ,956 Item_9 157,24 341,704 ,626 . ,956 Item_10 157,43 341,410 ,567 . ,956 Item_11 157,20 341,041 ,583 . ,956 Item_12 157,80 343,361 ,403 . ,957 Item_13 157,41 341,647 ,523 . ,956 Item_14 157,20 340,801 ,480 . ,956 Item_15 157,51 336,935 ,520 . ,956 Item_16 157,39 341,603 ,572 . ,956 Item_17 157,49 339,015 ,668 . ,956 Item_18 157,27 340,283 ,662 . ,956 Item_19 157,43 344,250 ,346 . ,957 Item_21 157,63 342,358 ,438 . ,957 Item_22 157,24 340,184 ,700 . ,955 Item_23 157,29 337,052 ,623 . ,956 Item_24 157,63 341,598 ,484 . ,956 Item_25 157,39 343,003 ,541 . ,956 Item_26 157,12 344,426 ,437 . ,957 Item_28 157,33 339,947 ,744 . ,955 Item_29 157,29 342,612 ,458 . ,957

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Item_30 157,10 342,130 ,642 . ,956 Item_33 157,27 337,883 ,696 . ,955 Item_34 157,65 341,073 ,366 . ,958 Item_35 157,24 342,504 ,553 . ,956 Item_37 157,24 342,944 ,656 . ,956 Item_38 157,29 339,972 ,682 . ,956 Item_39 157,51 339,655 ,592 . ,956 Item_40 157,24 340,464 ,734 . ,955 Item_41 157,47 334,734 ,711 . ,955 Item_42 157,39 341,163 ,667 . ,956 Item_43 157,43 339,730 ,582 . ,956 Item_44 157,45 340,893 ,632 . ,956 Item_45 157,24 344,104 ,455 . ,956 Item_46 157,25 341,434 ,689 . ,956 Item_47 157,69 340,300 ,486 . ,956 Item_48 157,47 343,054 ,464 . ,956 Item_49 158,24 338,104 ,438 . ,957 Item_50 157,49 335,655 ,584 . ,956 Item_52 157,29 341,932 ,676 . ,956 Item_53 157,41 343,407 ,500 . ,956 Item_54 157,16 344,175 ,536 . ,956 Item_55 157,45 339,893 ,642 . ,956 Item_56 157,00 345,880 ,510 . ,956

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 LAMPIRAN 3: Reliabilitas dan Korelasi Item Total Skala Dukungan Sosial A. Hasil reliabilitas dan korelasi item total skala dukungan sosial setelah uji coba Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .951 40 Item-Total Statistics Corrected Item- Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Total Alpha if Item Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted Item1 125.47 230.654 .670 .949 Item2 125.75 237.474 .343 .951 Item3 125.22 234.693 .552 .950 Item4 125.27 236.643 .480 .950 Item5 125.41 231.007 .690 .949 Item6 125.53 236.734 .397 .951 Item7 125.47 231.894 .585 .950 Item8 125.29 233.252 .641 .949 Item9 125.49 230.655 .650 .949 Item10 125.37 231.718 .753 .949 Item11 125.20 233.441 .760 .949 Item12 125.25 235.194 .601 .950 Item13 125.55 241.253 .136 .953 Item14 125.75 227.274 .767 .948 Item15 125.51 231.975 .623 .949 Item16 125.53 228.254 .820 .948 Item17 125.39 230.883 .690 .949 Item18 125.55 227.173 .815 .948 Item19 125.22 235.853 .601 .950 Item20 125.33 233.747 .664 .949 Item21 125.43 244.130 .032 .953 Item22 125.67 232.387 .582 .950

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Item23 125.59 232.927 .562 .950 Item24 126.10 245.370 -.028 .955 Item25 125.57 228.850 .818 .948 Item26 125.55 232.453 .591 .950 Item27 125.27 235.603 .627 .950 Item28 125.41 233.047 .653 .949 Item29 125.63 231.198 .703 .949 Item30 125.82 244.068 .028 .954 Item31 125.51 228.775 .719 .949 Item32 125.43 232.690 .584 .950 Item33 125.33 235.787 .415 .951 Item34 125.39 234.763 .550 .950 Item35 125.29 232.532 .725 .949 Item36 125.25 234.034 .592 .950 Item37 125.53 230.574 .778 .948 Item38 125.29 233.412 .673 .949 Item39 125.51 228.815 .746 .948 Item40 125.63 232.638 .572 .950

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 B. Hasil reliabilitas dan korelasi item total skala dukungan sosial setelah seleksi item Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items ,964 N of Items ,965 36 Item-Total Statistics Scale Corrected Squared Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Multiple Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Correlation Deleted Item_1 113,63 226,518 ,659 . ,963 Item_2 113,90 232,370 ,376 . ,964 Item_3 113,37 229,878 ,576 . ,963 Item_4 113,43 231,690 ,512 . ,964 Item_5 113,57 226,890 ,678 . ,963 Item_6 113,69 231,380 ,444 . ,964 Item_7 113,63 227,878 ,568 . ,963 Item_8 113,45 228,493 ,663 . ,963 Item_9 113,65 226,473 ,642 . ,963 Item_10 113,53 226,934 ,778 . ,962 Item_11 113,35 229,193 ,751 . ,962 Item_12 113,41 230,407 ,626 . ,963 Item_14 113,90 222,850 ,772 . ,962 Item_15 113,67 228,107 ,598 . ,963 Item_16 113,69 223,700 ,832 . ,962 Item_17 113,55 226,173 ,708 . ,962 Item_18 113,71 222,892 ,813 . ,962 Item_19 113,37 231,038 ,629 . ,963 Item_20 113,49 229,255 ,671 . ,963 Item_22 113,82 228,108 ,577 . ,963 Item_23 113,75 228,674 ,556 . ,963 Item_25 113,73 224,283 ,830 . ,962 Item_26 113,71 227,852 ,602 . ,963 Item_27 113,43 231,250 ,624 . ,963 Item_28 113,57 227,970 ,693 . ,963

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Item_29 113,78 226,933 ,699 . ,963 Item_31 113,67 224,587 ,712 . ,962 Item_32 113,59 228,727 ,564 . ,963 Item_33 113,49 231,895 ,391 . ,964 Item_34 113,55 229,893 ,577 . ,963 Item_35 113,45 228,293 ,717 . ,963 Item_36 113,41 229,727 ,588 . ,963 Item_37 113,69 225,620 ,812 . ,962 Item_38 113,45 228,493 ,705 . ,963 Item_39 113,67 224,187 ,761 . ,962 Item_40 113,78 228,333 ,569 . ,963

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 LAMPIRAN 4 : DATA EMPIRIS A. Skala Resiliensi One-Sample Statistics N Resiliensi Mean 120 Std. Deviation 90.46 Std. Error Mean 10.617 .969 One-Sample Test Test Value = 70 95% Confidence Interval t Resilien si df 21.109 Sig. (2- Mean tailed) Difference 119 .000 of the Difference Lower 20.458 Upper 18.54 22.38 B. Skala Dukungan Sosial One-Sample Statistics N Dukungan_Sosi Mean 120 al Std. Std. Error Deviation Mean 113.99 14.463 1.320 One-Sample Test Test Value = 90 95% Confidence Interval of the T Dukungan_S osial 18.171 df 119 Sig. (2- Mean tailed) Difference .000 23.992 Difference Lower 21.38 Upper 26.61

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 LAMPIRAN 5 : UJI NORMALITAS A. Uji Normalitas Skala Resiliensi Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Resiliensi df Shapiro-Wilk Sig. .119 120 Statistic .000 df .950 Sig. 120 .000 a. Lilliefors Significance Correction B. Uji Normalitas Skala Dukungan Sosial Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Dukungan_Sosial .131 a. Lilliefors Significance Correction Df Shapiro-Wilk Sig. 120 .000 Statistic .948 df Sig. 120 .000

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 LAMPIRAN 6 : UJI LINEARITAS A. Uji Linearitas antara Skala Resiliensi dan Skala Dukungan Sosial ANOVA Table Sum of Squares Resiliensi * Between (Combined) 11261.7 Dukungan_Sosi Groups al 86 Linearity 9286.77 3 Deviation from 1975.01 Linearity Within Groups 4 2152.00 6 Total 13413.7 92 Mean df Square F Sig. 43 261.902 9.249 1 .000 9286.77 327.9 3 .000 71 42 47.024 1.661 76 28.316 .027 119 LAMPIRAN 7 : UJI KORELASIONAL SPEARMAN’S RHO A. Uji Hipotesis Korelasional antara Skala Resiliensi dan Skala Dukungan Sosial Correlations Dukungan_So Resiliensi Spearman's rho Resiliensi Correlation Coefficient 1.000 Sig. (1-tailed) .788 ** . .000 120 120 ** 1.000 Sig. (1-tailed) .000 . N 120 120 N Dukungan_Sosial sial Correlation Coefficient **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). .788

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 LAMPIRAN 8 : ANALISIS TAMBAHAN A. Uji Perbedaan Resiliensi berdasarkan Status Bekerja 1. Uji Normalitas Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Bekerja Df .144 Tidak_Bekerja .101 Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. 59 .004 .934 59 .003 59 * .957 59 .035 .200 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction 2. Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Resiliiensi Levene Statistic df1 df2 .125 1 Sig. 118 .724 3. Uji Perbedaan Resiliensi berdasarkan Status Bekerja (MannWhitney) Ranks Status_Pekerjaan Resiliiensi N Mean Rank Sum of Ranks Bekerja 61 59.68 3640.50 Tidak_Bekerja 59 61.35 3619.50 Total 120 a Test Statistics Resiliiensi Mann-Whitney U 1749.500 Wilcoxon W 3640.500 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Grouping Variable: Status_Pekerjaan -.263 .793

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 B. Uji Perbedaan Resiliensi berdasarkan Lama Menjanda 1. Uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df .161 < 10 tahun > 10 tahun .101 Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. 68 .000 .929 68 .001 52 * .968 52 .173 .200 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction Tests of Normality 2. Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Resiliensi Levene Statistic df1 df2 .007 1 Sig. 118 .935 3. Uji Perbedaan Resiliensi berdasarkan Lama Menjanda (MannWhitney Ranks Lama_menjanda N < 10 tahun > 10 tahun Total Mean Rank Sum of Ranks 68 52 120 Test Statisticsa Resiliensi Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2tailed) a. Grouping Variable: Lama_menjanda 1591.000 3937.000 -.939 .348 57.90 63.90 3937.00 3323.00

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 LAMPIRAN 9 : IVI –I & IVI – R Skala Penelitian A. IVI – I & IVI – R skala resiliensi Item Favor able Unfav orable 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Skala Resiliensi (IVI-I & IVI-R) Bu Kak Mbak Jumlah Diana Edwin Febi Persetujuan 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 IVI-I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keteran gan Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 IVI-S 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai IVII Keteranga n 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai B. IVI – I & IVI – R skala dukungan sosial Skala Dukungan Sosial (IVI-I & IVI-R) Favora ble Item Bu Diana Kak Edwin Mbak Febi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah Persetuju an 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Unfav orable 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 IVI-S 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran 10 : Surat Keterangan Penelitian

(137)

Dokumen baru

Download (136 Halaman)
Gratis

Tags