ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH), KUALITAS PENDAMPINGAN, DAN PENGELOLAAN DANA BANTUAN DI DESA NGRECO, WERU, SUKOHARJO

Gratis

0
0
219
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH), KUALITAS PENDAMPINGAN, DAN PENGELOLAAN DANA BANTUAN DI DESA NGRECO, WERU, SUKOHARJO SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: RIRIN NUR HIDAYATI NIM: 131324040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH), KUALITAS PENDAMPINGAN, DAN PENGELOLAAN DANA BANTUAN DI DESA NGRECO, WERU, SUKOHARJO SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: RIRIN NUR HIDAYATI NIM: 131324040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yang Maha Esa Kedua orang tua, adik, kakek, cinta, dan teman-teman yang senantiasa memberikan dukungan, semangat, doa, dan motivasi. Program Studi Pendidikan Ekonomi Almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Success is no accident, it is hard work, perseverance learning, sacrifice and most of all love what you do.” (Pele) v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH), KUALITAS PENDAMPINGAN, DAN PENGELOLAAN DANA BANTUAN DI DESA NGRECO, KECAMATAN WERU, KABUPATEN SUKOHARJO Ririn Nur Hidayati Universitas Sanata Dharma 2018 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis persepsi masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH); (2) menganalisis kualitas pendampingan Program keluarga Harapan (PKH); dan (3) menganalisis pengelolaan dana bantuan oleh penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif campuran dengan metode penelitian studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2018. Populasi penelitian adalah seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH komponen pendidikan dan komponen kesehatan di Desa Ngreco yang berjumlah 161 KPM. Sampel penelitian sebanyak 115 KPM yang diambil dari teknik purposive sampling. Data penelitian dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) masyarakat penerima dana bantuan memiliki persepsi positif terhadap Program Keluarga Harapan (PKH); (2) masyarakat memiliki persepsi yang baik terhadap kualitas pendampingan yang dilakukan oleh pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH); dan (3) pengelolaan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) oleh masyarakat Desa Ngreco adalah kurang baik. Kata kunci: Program Keluarga Harapan (PKH), kualitas pendampingan, pengelolaan dana. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE ANALYSIS OF THE SOCIETY PERCEPTION ON PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH), QUALITY OF MONITORING PROCESS, AND THE FUND MANAGEMENT SYSTEM OF PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) IN DESA NGRECO, WERU, SUKOHARJO Ririn Nur Hidayati Sanata Dharma University 2018 This research attempts to know: (1) the society perception on Program Keluarga Harapan (PKH); (2) the quality of Program Keluarga Harapan (PKH) monitoring process; and (3) the fund management system by the beneficiary of the Program Keluarga Harapan (PKH). This research is descriptive mixed methods research with case study research method. This research was held on September-October, 2018. The research population is Keluarga Penerima Manfaat (KPM) of education and health components in Desa Ngreco covered 161 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). The research sample is 115 of Keluarga Penerima Manfaat (KPM). The research sampling technique is purposive sampling technique. The data collection methods are questionnaire and interview to gather quantitative and qualitative data. The results of data analysis show that: (1) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) had a positive society perception on Program Keluarga Harapan (PKH); (2) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) had a good perception on quality of Program Keluarga Harapan (PKH) monitoring process; and (3) management system of Program Keluarga Harapan (PKH) fund was bad. Keywords: Program Keluarga Harapan (PKH), quality of monitoring process, fund management system. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya sembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat yang diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir dengan judul PROGRAM “ANALISIS KELUARGA PERSEPSI MASYARAKAT HARAPAN (PKH), TENTANG KUALITAS PENDAMPINGAN, DAN PENGELOLAAN DANA BANTUAN DI DESA NGRECO, WERU, SUKOHARJO”. Dalam penyelesaian tugas akhir ini, penulis tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari sejumlah pihak. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat yang diberikan. 2. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Bapak Dr. Y. Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Ibu Dra. C. Wigati Retno Astuti, M.Si., M.Ed. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 5. Ibu Dra. C. Wigati Retno Astuti, M.Si., M.Ed. selaku dosen pembimbing yang telah sabar membimbing, memberikan saran dan meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan kepada saya sampai menyelesaikan skripsi ini. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Scluruh Oapak n. Penulis mcn)'adari masih hanynk ke\..u1angan ) ang tcrdap:n pada skrip:,i ini. Sarnn dan kritik snngnt diharapkan dari pcmbncn �ang
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv MOTTO ...................................................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................................. vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix KATA PENGANTAR .............................................................................................x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xviii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xix BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1 A. Latar Belakang ...........................................................................................1 B. Rumusan Masalah ......................................................................................5 C. Tujuan Penelitian .......................................................................................5 D. Batasan Masalah ........................................................................................6 E. Manfaat Penelitian .....................................................................................6 F. Definisi Operasional ..................................................................................7 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORETIK .................................................................................9 A. Konsep Kebijakan Publik ..........................................................................9 1. Pengertian Kebijakan Publik................................................................9 2. Elemen-elemen Kebijakan Publik......................................................10 3. Tahap-tahap Kebijakan Publik ...........................................................14 B. Program Keluarga Harapan (PKH) ..........................................................15 1. Pengertian Program Keluarga Harapan (PKH) ...................................15 2. Landasan dan Dasar Hukum Pelaksanaan PKH .................................17 3. Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) .........................................19 4. Sasaran Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) .........20 5. Hak dan Kewajiban Keluarga Penerima Manfaat PKH ......................21 6. Besar Dana Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) ..................22 C. Persepsi Masyarakat.................................................................................22 1. Pengertian Persepsi .............................................................................22 2. Pengertian Masyarakat ........................................................................23 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat ...................24 4. Dimensi Persepsi Masyarakat .............................................................25 D. Kualitas Pendampingan ...........................................................................27 1. Pendamping (Pekerja Sosial) ..............................................................27 2. Peran Pendamping ...............................................................................28 3. Pengertian Kualitas Pelayanan ............................................................32 4. Pendamping Sosial PKH .....................................................................33 5. Dimensi Kualitas Pendampingan ........................................................36 E. Pengelolaan Dana Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)..............37 1. Pengelolaan Dana ................................................................................37 2. Bantuan Dana Program keluarga Harapan (PKH) ..............................38 3. Indikator Pengelolaan Dana ................................................................40 F. Penelitian Terdahulu ................................................................................41 BAB III METODE PENELITIAN ........................................................................44 A. Jenis Penelitian.........................................................................................44 B. Lokasi dan Waktu Penelitian ...................................................................44 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Subjek dan Objek Penelitian ....................................................................45 D. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel ...............................45 E. Operasional Variabel ...............................................................................47 1. Persepsi Masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH) ......47 2. Kualitas Pendampingan .......................................................................49 3. Pola Pengelolaan Dana ........................................................................52 F. Jenis Data yang Diperlukan .....................................................................54 G. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................55 H. Pengujian Instrumen Penelitian ...............................................................56 1. Uji Validitas ........................................................................................56 2. Uji Reliabilitas.....................................................................................61 I. Teknik Analisis Data................................................................................63 1. Analisis Data Kuantitatif .....................................................................63 2. Analisis Data Kualitatif .......................................................................74 BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ...................................76 A. Lokasi dan Luas Wilayah.........................................................................76 B. Penduduk..................................................................................................78 C. Mata Pencaharian .....................................................................................79 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .............................................82 A. Pelaksanaan Penelitian .............................................................................82 B. Deskripsi Data ..........................................................................................83 1. Usia......................................................................................................84 2. Latar Belakang Pendidikan .................................................................86 3. Profesi..................................................................................................88 C. Analisis Data ............................................................................................90 1. Persepsi Masyarakat ............................................................................90 2. Kualitas Pendampingan .......................................................................93 3. Pengeloaan Dana .................................................................................96 D. Pembahasan Hasil Penelitian ...................................................................99 1. Persepsi Masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH) ......99 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Kualitas Pendapingan Pendamping Program Keluarga Harapan ......103 3. Pola Pengelolaan Dana Bantuan Program Keluarga Harapan ..........109 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................114 A. Kesimpulan ............................................................................................114 1. Persepsi Masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH) ....114 2. Kualitas Pendampingan .....................................................................115 3. Pengelolaan Dana ..............................................................................117 B. Keterbatasan Penelitian ..........................................................................118 C. Saran ......................................................................................................118 DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................120 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel Halaman 3.1 Skor Alternatif Jawaban ...............................................................................47 3.2 Kisi-kisi Kuisioner Variabel Persepsi Masyarakat .......................................47 3.3 Kisi-kisi Wawancara pada KPM Variabel Persepsi Masyarakat ..................48 3.4 Kisi-kisi Wawancara pada Pendamping .......................................................48 3.5 Skor Alternatif Jawaban ...............................................................................49 3.6 Kisi-kisi Kuisioner Variabel Kualitas Pendampingan ..................................50 3.7 Kisi-kisi Wawancara pada KPM Variabel Kualitas Pendampingan.............50 3.8 Kisi-kisi Wawancara pada Pendamping .......................................................51 3.9 Skor Alternatif Jawaban ...............................................................................53 3.10 Kisi-kisi Kuisioner Variabel Pengelolaan Dana ...........................................53 3.11 Kisi-kisi Wawancara pada KPM Variabel Pengelolaan Dana......................54 3.12 Kisi-kisi Wawancara pada Pendamping .......................................................54 3.13 Hasil Pengujian Validitas Persepsi Masyarakat ...........................................57 3.14 Hasil Pengujian Validitas Kualitas Pendampingan ......................................58 3.15 Hasil Pengujian Validitas Pengelolaan Dana Butir 1 – 13 ..........................59 3.16 Hasil Pengujian Validitas Pengelolaan Dana Butir 14a dan 15a ..................60 3.17 Hasil Pengujian Validitas Pengelolaan Dana Butir 14b dan 15b .................61 3.18 Hasil Uji Reliabilitas.....................................................................................62 3.19 Interval Kelas Variansi Persepsi Masyarakat ...............................................65 3.20 Interval Kelas Variansi Kualitas Pendampingan ..........................................68 3.21 Interval Kelas Variansi Pengelolaan Dana ...................................................72 4.1 Luas Wilayah Menurut Jenis Penggunaan Tanah Tahun 2016 (Ha) ............77 4.2 Jumlah Penduduk berdasarkan Usia .............................................................78 4.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama ........................................................79 4.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan ..................................................79 4.5 Keadaan Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian.....................................80 5.1 Data Responden ............................................................................................83 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.2 Karakteristik Responden Komponen Pendidikan Berdasarkan Usia............84 5.3 Karakteristik Responden Komponen Kesehatan Berdasarkan Usia .............85 5.4 Karakteristik Komponen Pendidikan Berdasarkan Pendidikan ....................87 5.5 Karakteristik Komponen Kesehatan Berdasarkan Pendidikan .....................87 5.6 Karakteristik Responden Komponen Pendidikan Berdasarkan Profesi........88 5.7 Karakteristik Responden Komponen Kesehatan Berdasarkan Profesi .........89 5.8 Analisis Statistik Variabel Persepsi Masyarakat ..........................................92 5.9 Kategori Kelas Interval Variabel Persepsi Masyarakat ................................92 5.10 Distribusi Frekuensi Variabel Persepsi Masyarakat .....................................93 5.11 Analisis Statistik Variabel Kualitas Pendampingan .....................................94 5.12 Kategori Kelas Interval Variabel Kualitas Pendampingan ...........................94 5.13 Distribusi Frekuensi Variabel Kualitas Pendampingan ................................95 5.14 Analisis Statistik Variabel Pola Pengelolaan Dana ......................................98 5.15 Interval Kelas Variansi dalam Pola Pengelolaan ..........................................98 5.16 Distribusi Frekuensi Variabel Pola Pengelolaan Dana .................................98 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Halaman Peta Kecamatan Weru...................................................................................76 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran I Kuisioner dan Pedoman Wawancara.............................................123 Lampiran II Data Induk .....................................................................................132 Lampiran III Data Hasil Wawancara ..................................................................141 Lampiran IV Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ..................................................172 Lampiran V Data Responden ............................................................................183 Lampiran VI Surat Perijinan ..............................................................................189 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terciptanya masyarakat adil dan makmur merupakan salah satu cita-cita bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan, sebagaimana telah diamanatkan dalam alinea ke empat Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini tercermin dari berbagai program pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah selama ini. Program pembangunan ekonomi tersebut senantiasa diarahkan dan ditujukan pada upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, masalah kemiskinan sampai saat ini masih menjadi perhatian pemerintah, terutama penanggulangan kemiskinan masyarakat pedesaan yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Hal ini cukup masuk akal mengingat masih banyak penduduk yang masih berada di bawah garis kemiskinan, yaitu sejumlah 25,67 juta jiwa pada bulan September 2018. Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS), persentase penduduk miskin pada September 2018 sebesar 9,66% atau turun 0,16% (0,28 juta orang) dibanding Maret 2018, dan turun 0,46% (0,91 juta orang) dibanding September 2017. Kendati mengalami penurunan namun angka tersebut masih dapat dikatakan cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain. 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Secara umum tingkat kemiskinan suatu rumah tangga terkait dengan tingkat pendidikan dan kesehatan. Rendahnya pendapatan keluarga sangat miskin menyebabkan keluarga tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan, bahkan untuk tingkat minimal sekalipun. Sebagai contoh, asupan gizi kurang berdampak buruk pada produktivitas dan daya tahan tubuh seseorang sehingga menyebabkan terperangkap dalam siklus kesehatan yang buruk. Seringnya anak tidak masuk sekolah karena sakit dapat menyebabkan kurang berprestasi di sekolah atau bahkan putus sekolah. Ada juga sebagian dari anakanak keluarga sangat miskin sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan karena harus membantu mencari nafkah. Selain itu, pemeliharaan kesehatan ibu hamil pada keluarga sangat miskin sering tidak memadai sehingga dapat menyebabkan buruknya kondisi kesehatan bayi yang dilahirkan atau bahkan kematian bayi. Minimnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan tersebut dapat menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang rendah. Kualitas sumber daya manusia yang rendah akan menyebabkan tenaga kerja kurang mampu bersaing dalam dunia kerja. Sementara itu dunia kerja merupakan salah satu alternatif cara yang mampu mengeluarkan penduduk miskin dari lingkaran kemiskinan. Sedangkan pada kenyataannya, kebutuhan pasar tenaga kerja di zaman sekarang memprioritaskan orang-orang dengan pendidikan tinggi. Maka sangat penting untuk membuat kebijakan yang nantinya dapat menciptakan generasi sehat dan berpendidikan.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Dalam upaya percepatan pengentasan masalah kemiskinan tersebut Pemerintah telah membuat dan mengimplementasikan berbagai solusi atau program kebijakan. Dari keseluruhan program penanggulangan kemiskinan yang ada, pemberian bantuan secara langsung masih menjadi pilihan solusi yang diambil oleh pemerintah. Solusi ini dianggap paling efektif dalam membantu mengurangi angka kemiskinan dengan cara yang mudah, dan tidak membutuhkan waktu serta upaya yang besar. Salah satu contoh dari program pengangkatan kemiskinan dengan cara memberikan bantuan langsung adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial dengan cara memberikan bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Keluarga yang berhak mendapat bantuan ini adalah keluarga yang memenuhi salah satu dari kriteria tertentu yaitu keluarga dengan anggota keluarga anak berusia 0-6 tahun, anak di bawah usia 18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, dan ibu hamil. Bantuan PKH ini disalurkan kepada penerima selama 4 kali dalam setahun dan akan dihentikan apabila dalam keluarga tersebut sudah tidak ada lagi anggota keluarga yang memenuhi kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. PKH telah dilaksanakan sejak tahun 2007 di Indonesia. Namun, sampai saat ini di Indonesia masih terjadi kesenjangan ekonomi yang ditunjukkan dengan timpangnya pertumbuhan pengeluaran baik pangan maupun nonpangan antara kelompok masyarakat pedesaan dan perkotaan. Menurut Iriyanti (2014),

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 tidak meratanya akses terhadap layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, air dan sanitasi, dan pelayanan dasar lainnya di desa dan di kota dapat menyebabkan kesenjangan ekonomi. Akses pelayanan di desa lebih sedikit dan lebih sulit dibandingan di kota. Kurangnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan tersebut juga terjadi di desa Ngreco, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Kurangnya pengetahuan dan wawasan mengenai pentingnya pendidikan dan kesehatan, serta sulitnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan tersebut menjadi alasan mengapa masyarakat desa Ngreco dapat dikatakan miskin dan berhak untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Alasan lainnya adalah faktor pekerjaan yang didominasi oleh tenaga kerja di sektor pertanian yang meliputi petani dan buruh tani, yaitu sebesar 76,53% dari jumlah penduduk Desa Ngreco. Dikarenakan mayoritas pekerjaan penduduk Desa Ngreco adalah petani dan buruh tani, pendapatan merekapun tidak menentu yang dapat dipengaruhi oleh kondisi iklim dan cuaca. Dengan pendapatan yang tidak menentu disertai dengan pengeluaran atau konsumsi pangan yang lebih tinggi dari pendapatan tidak jarang membuat mereka untuk lebih mengesampingkan pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya. Dengan adanya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah diimplementasikan di Desa Ngreco kurang lebih 5 tahun ini diharapkan sedikit banyak dapat mengurangi beban rumah tangga sangat miskin yang menjadi penerima manfaat Program Keluarga Harapan dalam mengakses pelayanan dasar

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 pendidikan dan kesehatan. Berdasarkan pada kondisi Desa Ngreco dan adanya Program Keluarga Harapan di desa tersebut, penulis tertarik untuk meneliti perspektif masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH) dengan judul “Analisis Persepsi Masyarakat Tentang Program Keluarga Harapan (PKH), Kualitas Pendampingan dan Pengelolaan Dana Bantuan Di Desa Ngreco, Weru, Sukoharjo”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap Program Keluarga Harapan (PKH)? 2. Bagaimanakah kualitas pendampingan yang diberikan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)? 3. Bagaimanakah pengelolaan dana bantuan oleh penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH)? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk menganalisis persepsi masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH). 2. Untuk menganalisis kualitas pendampingan yang diberikan oleh pendamping Program keluarga Harapan (PKH).

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 3. Untuk menganalisis pengelolaan dana bantuan oleh penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). D. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, penulis membatasi masalah hanya sebatas persepsi masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH) dan kualitas pendampingan oleh pendamping PKH, serta meneliti tentang pengelolaan dana bantuan PKH oleh penerima manfaat. Lokasi penelitian hanya akan dilakukan di Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Subjek penelitian ini adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) khususnya para ibu rumah tangga yang termasuk dalam komponen kesehatan dan komponen pendidikan. Hal ini dikarenakan sasaran dari Program ini adalah para ibu rumah tangga sebagai penerima dana manfaat PKH dan diberikan pendampingan langsung oleh pendamping. Selain itu ibu rumah tangga dianggap lebih dekat dengan pengaturan keuangan atau penggunaan dana dalam keluarga. Komponen pendidikan dan kesehatan dipilih karena KPM komponen kesejahteraan sosial (disabilitas dan lansia) dinilai tidak dapat mempresepsikan pengalamannya tentang PKH karena tidak merasakan langusng pengalaman tersebut secara langusng. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan mampu memberi manfaat bagi masyarakat, pemerintah, bagi pembaca, serta bagi penelitian selanjutnya baik secara teoritik maupun praktik. Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1. Manfaat Teoritik a. Bagi Masyarakat Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai persepsi masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH), kualitas pendampingan, dan pengelolaan dana bantuan oleh penerima manfaat. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Pemerintah Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan mengenai persepsi masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH), kualitas pendampingan, dan pengelolaan dana bantuan oleh penerima manfaat PKH, yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan implementasi suatu kebijakan selanjutnnya. b. Bagi Penelitian Selanjutnya Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman menganai persepsi masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH), kualitas pendampingan, dan pengelolaan dana bantuan oleh penerima manfaat PKH. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. F. Definisi Operasional 1. Persepsi Masyarakat Persepsi masyarakat dalam penelitian ini adalah pendapat atau pandangan dari masyarakat mengenai Program keluarga Harapan (PKH)

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 yang berdasarkan pada pengalaman sebagai penerima manfaat bantuan dana PKH. 2. Kualitas Pendampingan Kualitas pendampingan dalam penelitian ini adalah persepsi masyarakat tentang kualitas pendampingan dari pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang berdasarkan pada pengalaman sebagai penerimana manfaat PKH yang telah didampingi selama ini. 3. Pengelolaan Dana Pengelolaan dana dalam penelitian ini adalah hal-hal yang dilakukan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mengelola dana bantuan PKH, yang menyangkut perencanaan dana tersebut akan digunakan, pengorganisasian dana sesuai kebutuhan dan pengendalian/pengawasan penggunaan dana.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORETIK A. Konsep Kebijakan Publik 1. Pengertian Kebijakan Publik Kebijakan merupakan sebuah instrumen untuk mengontrol tingkah laku warga negara dan juga mempunyai dampak terhadap masyarakat luas. Secara hirarki kebijakan publik dapat bersifat nasional, regional maupun lokal seperti undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, peraturan pemerintah daerah/provinsi, keputusan gubernur, peraturan daerah kabupaten/kota, dan keputusan bupati/walikota. Kebijakan publik menurut Thomas R Dye adalah apapun pilihan pemerintah untuk melakukan atau untuk tidak melakukan (Islamy, 2009: 19). Definisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan publik dibuat oleh badan pemerintah dan kebijakan publik juga menyangkut pilihan yang harus dilakukan atau tidak dilakukan. Segala keputusan yang diambil oleh pemerintah adalah kebijakan, namun tidak mengambil keputusan pun juga merupakan suatu kebijakan. Hal tersebut terjadi karena jika pemerintah tidak mengambil keputusan pun akan tetap menimbulkan pengaruh atau dampak yang sama dengan pilihan pemerintah untuk melakukan sesuatu. Menurut Nugroho, ada dua karakteristik dari kebijakan publik, yaitu (1) kebijakan publik merupakan sesuatu yang mudah untuk dipahami, 9

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 karena maknanya adalah hal-hal yang dikerjakan untuk mencapai tujuan nasional; (2) kebijakan publik merupakan sesuatu yang mudah diukur, karena ukurannya jelas yakni sejauh mana kemajuan pencapaian cita-cita sudah ditempuh (Nugroho, 2007: 51). Selanjutnya, menurut Anderson kebijakan publik adalah serangkaian kegiatan yang mempunyai maksud yang ditetapkan oleh seorang atau sejumlah aktor dalam mengatasi suatu masalah atau suatu persoalan. Sementara menurut Dunn kebijakan publik adalah pedoman yang berisi nilai-nilai dan norma-norma yang mempunyai kewenangan untuk mendukung tindakan-tindakan pemerintah (Nugroho 2007: 6). Berdasarkan beberapa pendapat di atas menunjukkan bahwa kebijakan publik merupakan suatu tindakan yang dilakukan pemerintah untuk mencapai tujuan bagi kepentingan seluruh masyarakat. Kebijakan publik muncul dari adanya permasalahan publik sehingga kebijakan yang dihasilkan merupakan upaya penyelesaian masalah tersebut. Namun tidak semua permasalahan publik dianggap membutuhkan suatu kebijakan. Lahirnya suatu kebijakanakan melalui suatu proses yang disebut siklus kebijakan publik. 2. Elemen-elemen Kebijakan Publik Anderson mendefinisikan kebijakan publik sebagai serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh pelaku atau sekelompok pelaku guna memecahkan masalah tertentu.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Lebih lanjut Anderson menyatakan ada elemen-elemen penting yang terkandung dalam kebijakan publik antara lain (Nugroho, 2007: 11): a. Solusi untuk masalah publik Kebijakan bertujuan untuk menyelesaikan masalah sosial yang secara politis diakui sebagai masalah publik. Kebijakan tersebut mengharuskan pembentukan kembali komunikasi diantara pelaku sosial yang rusak atau berada di bawah ancaman. b. Adanya kelompok sasaran yang menjadi akar masalah publik Kebijakan publik berawal dari adanya tuntutan atau dukungan dari sekelompok orang dalam upaya mengatasi suatu permasalahan publik, maka dari itu mereka termasuk kedalam elemen penting dari sebuah kebijakan publik. c. Koherensi yang disengaja Kebijakan publik dibuat dengan arah tertentu. Hal ini mengandaikan teori perubahan sosial atau “model kausalitas”, dimana kebijakan akan berusaha untuk diterapkan dalam upaya untuk menyelesaikan masalah publik yang bersangkutan. Dengan kata lain terjadi adanya keterhubungan antara permasalahan yang hendak diselesaikan oleh kebijakan tersebut dengan aksi atau keputusan yang terbentuk untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. d. Keberadaan beberapa keputusan dan kegiatan Kebijakan publik ditandai oleh sekelompok tindakan yang melampaui tingkat keputusan tunggal maupun khusus, namun tetap dari

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 gerakan sosial umum. Poin ini berarti bahwa suatu kebijakan publik tidak mempunyai arti penting tanpa tindakan-tindakan riil yang dilakukan dengan program, kegiatan atau proyek. e. Program Intervensi Dalam kebijakan publik, adanya suatu intervensi dari pihak–pihak tertentu merupakan hal yang biasa asalkan intervensi yang dilakukan tersebut tidak spesifik atau tidak terlalu berpihak pada kepentingan dari pihak yang mengintervensi tersebut. Artinya bahwa kebijakan publik tersebut masih harus lebih besar berpihak pada kelompok sasaran. f. Peran kunci dari para aktor publik Dalam kebijakan publik diperlukan adanya para aktor publik yang memang diberi legitimasi/berkapasitas untuk menetapkan kebijakan tersebut. Jika suatu kebijakan tidak ditetapkan oleh pihak yang diberi wewenang dalam hukum untuk menetapkan kebijakan publik maka kebijakan yang dikeluarkan tidak dapat dikatakan sebagai suatu kebijakan publik, namun bisa disebut sebagai suatu kebijakan korporasi atau kebijakan individu saja. g. Adanya langkah-langkah formal Kebijakan publik mengasumsikan produksi atau output yang dimaksudkan untuk menyalurkan perilaku kelompok atau individu. Dalam hal ini, definisi tentang sebuah kebijakan publik adalah adanya fase implementasi konkret untuk ukuran memutuskan. Namun, dalam kasus tertentu, analisis kebijakan menunjukkan kegagalan aktor politik-

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 administratif untuk campur tangan atau kurangnya jalan lain untuk instrumen intervensi tertentu. h. Keputusan dan kegiatan yang menyebabkan hambatan Banyak diantara kebijakan publik yang dikeluarkan aktor politikadministratif sering koersif. Dengan demikian, intervensi publik banyak yang saat ini diimplementasikan melalui prosedur antara negara dan otoritas publik (pengelolaan sampah, pemeliharaan jalan, pembangunan daerah), antara, misalnya, yayasan negara dan perusahaan swasta atau publik atau koperasi. Elemen-elemen tersebut memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Adanya aduan-aduan yang dilaporkan oleh suatu kelompok sasaran atau permasalahan yang dilihat langsung oleh pemerintah kemudian permasalahan tersebut ditampung oleh aktor publik yang berkapasitas membuat kebijakan publik. Aktor publik berusaha mencarikan solusi dari aduan-aduan tersebut, dengan mempertimbangkan adanya intervensi dalam pembuatannya (misalnya adanya kerjasama dengan pihak swasta) dalam rangka melancarkan implementasinya nantinya. Kemudian solusi-solusi tersebut disusun menjadi terpadu dan diimplementasikan. Pengimplementasian kebijakan ini kemudian diterapkan oleh kelompok sasaran yakni untuk membentuk perilaku kelompok sasaran dalam rangka mengatasi persoalan yang muncul di awal tadi. Berdasarkan elemen yang terkandung dalam kebijakan tersebut, maka kebijakan publik dibuat adalah dalam kerangka

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 untuk memecahkan masalah dan untuk mencapai tujuan serta sasaran tertentu yang diinginkan. 3. Tahap-tahap Kebijakan Publik Terdapat tahap-tahap yang harus dilewati dalam pembuatan suatu kebijakan. Hal tersebut dilakukan agar suatu kebijakan dapat disusun dan dilaksanakan dengan baik. Tahap-tahap dalam proses pembuatan kebijakan menurut Dunn adalah sebagai berikut (Nugroho 2007: 7): a. Fase Penyusunan Agenda Pada fase ini para pejabat yang dipilih menentukan masalah dalam agenda publik. b. Formulasi Kebijakan Masalah yang sudah masuk dalam agenda kebijakan kemudian dibahas oleh para pembuat kebijakan untuk perumusan pilihan kebijakan atau alternatif kebijakan. c. Fase Adopsi Kebijakan Pada fase ini alternatif atau pilihan kebijakan dipilih dan diadopsi dengan dukungan suatu masyarakat. d. Implementasi Kebijakan Kebijakan yang telah diambil kemudian dilaksanakan oleh unit-unit administratif dengan memobilisir sumber daya yang dimiliki. e. Penilaian Kebijakan Unit-unit pemeriksaan menilai apakah pembuat kebijakan telah memenuhi syarat dari pembuat dan pelaksana kebijakan.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Setiap kebijakan memiliki proses dan tahapan dalam menjadi sebuah kebijakan publik. Kebijakan-kebijakan pemerintah pada kenyataannya bersumber dari aktor-aktor yang memiliki wewenang dalam sistem politik. Kebijakan pemerintah dalam bentuknya yang positif pada umumnya dibuat berlandaskan hukum dan kewenangan tertentu. B. Program Keluarga Harapan (PKH) 1. Pengertian Program Keluarga Harapan (PKH) Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan bersyarat yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Bantuan diberikan dengan persyaratan terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yaitu pendidikan dan kesehatan. Program Keluarga Harapan berada di bawah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), baik di pusat maupun di daerah. PKH sebenarnya telah dilaksanakan di berbagai negara, khususnya negara-negara latin dengan nama program yang berfariasi. Namun secara konseptual arti aslinya adalah Conditional Cash Transfer (CCT). Merujuk pada Sistem Jaminan Sosial Nasional berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004, PKH menjadi model jaminan yang unik. Di satu sisi, PKH merupakan bantuan sosial yang dimaksudkan demi mempertahankan kehidupan (life survival) dalam kebutuhan dasar terutama pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, PKH bernuansa pemberdayaan yakni menguatkan rumah tangga miskin agar mampu

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 keluar dari kemiskinannya melalui promosi kesehatan dan mendorong anak bersekolah. Dana yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara tunai. Dana bantuan diberikan agar KPM dapat mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan yakni anak-anak harus bersekolah hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), anak balita harus mendapatkan imunisasi, dan ibu hamil harus memeriksakan kandungan secara rutin. Fokus persyaratan PKH adalah penurunan kemiskinan, investasi kapital/modal manusia dan memelihara sumber daya manusia yang ada saat ini. PKH menuntut pesertanya untuk mengubah perilaku yang membawa manfaat dalam beberapa hal, dan mengasumsikan bahwa bantuan tunai yang diterima akan memampukan penerimanya melakukan itu. Atau dengan kata lain, diasumsikan bahwa adanya bantuan tunai yang diterima, penerimanya dapat melakukan investasi di bidang pendidikan dan kesehatan sesuai dengan yang disyaratkan. Bantuan tunai merupakan insentif yang tepat untuk mendorong pesertanya memenuhi kewajiban tersebut yang nantinya akan berdampak pada peningkatan status kesehatan dan kehadiran sekolah serta prestasi sekolah. Dengan begitu program ini diharapkan akan memutus rantai kemiskinan dengan memperbaiki kualitas hidup dan membuka berbagai kesempatan dalam hidup. Program Keluarga Harapan (PKH) harus terintegrasi dengan program-program pengentasan kemiskinan lain agar target dapat tercapai.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Program itu antara lain Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beras untuk Warga Miskin (Raskin), dan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu). Program pengentasan kemiskinan selama ini tidak berjalan efektif salah satu penyebabnya antara satu program dan program pengentasan kemiskinan lain terpisah dan tak saling terintegrasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Mantan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (2015), “Kalau sebuah keluarga penerima PKH diintervensi, keluarga dapat KIS dan KKS, orang tuanya dapat Kube, anak dapat KIP, Raskin dapat, dan rumahnya dibedah dengan Rutialahu, maka dalam jangka lima tahun, mereka bisa terentas dari kemiskinan”. Keluarga penerima PKH memang harus diprioritaskan, karena keluarga tersebut merupakan keluarga sangat miskin. Maka dari itu, tujuan bantuan difokuskan pada keluarga miskin agar mereka bisa mandiri dan bisa lepas dari rantai kemiskinan. 2. Landasan dan Dasar Hukum Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) a. Landasan Hukum 1) Undang-undang nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. 2) UU No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial 3) Undang-undang nomor 13 Tahun 2011 tentang penanganan Fakir Miskin.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 4) Peraturan Presiden nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 5) Inpres nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan poin lampiran ke 1 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan. 6) Inpres nomor 1 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi poin lampiran ke 46 tentang Pelaksanaan Transparansi Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Bersyarat Bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) Sebagai Peserta Program Keluarga Harapan (PKH). b. Dasar Hukum Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) 1) Permensos No 1 Tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan. 2) Permensos No. 10 Tahun 2017 tentang Program Keluarga Harapan. 3) SK dirjen No.12/LJS.SET.OHH/09/2016 Tentang Pedoman Umum PKH 4) Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat selaku ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, No: 31/KEP/MENKO/-KESRA/IX/2007 Pengendali Program Keluarga Harapan. tentang Tim

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 5) Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 02A/HUK/2008 tentang Tim Pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2008. 6) Keputusan Gubernur tentang Tim Koordinasi Teknis Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi/TKPKD. 7) Keputusan Bupati/Walikota tentang Tim Koordinasi Teknis Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten/Kota/TKPKD. 8) Surat Kesepakatan Bupati untuk Berpartisipasi dalam Program Keluarga Harapan. 3. Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin. Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs). Berdasarkan Permensos No. 1 Tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan, tujuan PKH adalah sebagai berikut: 1) Untuk meningkatkan taraf hidup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial 2) Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 3) Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian Keluarga Penerima Manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial 4) Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan 5) Mengenalkan manfaat produk dan jasa keuangan formal kepada Keluarga Penerima Manfaat. 4. Sasaran Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Sasaran PKH merupakan keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin yang memiliki komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteran sosial. Wilayah akses PKH adalah di wilayah daerah tertinggal, daerah terpencil dan pulau terluar. Berdasarkan Permensos No. 1 Tahun 2018 tentang program Keluarga Harapan, kriteria penerima PKH adalah sebagai berikut: a. Kriteria komponen kesehatan 1) Ibu hamil/nifas/menyusui 2) Anak usia 0 (nol) sampai dengan 6 tahun. b. Kriteria komponen pendidikan 1) Anak SD/MI atau sederajat 2) Anak SMP/MTs atau sederajat 3) Anak SMA/MA atau sederajat 4) Anak usia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 (dua belas) tahun.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 c. Kriteria komponen kesejahteraan sosial 1) Lanjut usia diutamakan mulai dari 60 (tujuh puluh) tahun 2) Penyandang disabilitas, diutamakan penyandang disabilitas berat. 5. Hak dan Kewajiban Keluarga Penerima Manfaat PKH a. Keluarga Penerima Manfaat PKH berhak mendapatkan: 1) Bantuan Sosial PKH 2) Pendampingan sosial 3) Pelayanan di fasilitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial 4) Program bantuan komplementer di bidang pangan, kesehatan, pendidikan, subsidi energi, ekonomi, perumahan, pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. Program komplementer yang berada di bawah ruang lingkup koordinasi Kementerian Sosial (Kemensos) yang telah bersinergi dengan program PKH meliputi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kelompok Usaha Bersama (KUBe), Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2/FDS). b. Keluarga Penerima Manfaat PKH berkewajiban: 1) Memeriksakan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan bagi ibu hamil/menyusui dan anak berusia 0 (nol) sampai dengan 6 (enam) tahun

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 2) Mengikuti kegiatan belajar dengan tingkat kehadiran paling sedikit 85% (delapan puluh lima persen) dari hari belajar efektif bagi anak usia sekolah wajib belajar 12 (dua belas) tahun 3) Mengikuti kegiatan di bidang kesejahteraan sosial sesuai kebutuhan bagi keluarga yang memiliki komponen lanjut usia mulai dari 60 (enam puluh) tahun dan/atau penyandang disabilitas berat. 6. Besar Dana Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Nilai bantuan merujuk Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor 26/LJS/12/2016 tanggal 27 Desember 2016 tentang Indeks dan Komponen Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan Tahun 2017. Komponen bantuan dan indeks bantuan PKH pada tahun 2017, sebagai berikut: a. Bantuan Sosial PKH Rp1.890.000,00 b. Bantuan Lanjut Usia Rp2.000.000,00 c. Bantuan Penyandang Disabilitas Rp2.000.000,00 d. Bantuan Wilayah Papua dan Papua Barat Rp2.000.000,00 C. Persepsi Masyarakat 1. Pengertian Persepsi Secara etimologi istilah persepsi berasal dari bahasa inggris yaitu perception yang artinya tanggapan, daya memahami atau daya mengamati sesuatu. Rakhmat (2011:50) mengatakan persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Sedangkan menurut Walgito (2002: 87) persepsi merupakan suatu proses yang didahului penginderaan yaitu proses stimulus oleh individu melalui proses sensoris. Namun proses itu tidak berhenti begitu saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan dan diproses selanjutnya merupakan proses persepsi. Proses persepsi tidak dapat terlepas dari proses penginderaan. Proses penginderaan tersebut merupakan proses pendahulu dari proses persepsi. Penginderan sendiri dapat diartikan suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yang disebut indera. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luasnya. Dari stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu dapat memberikan pandangan, memahami dan dapat mengartikan tentang stimulus yang diterimanya. Proses menginterpretasikan ini biasanya dipengaruhi oleh pengalaman dan proses belajar individu. Berdasarkan beberapa pendapat dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi adalah suatu cara pandangan sesorang yang berbeda terhadap objek yang dilihat dan dirasakannya berdasarkan pengamatan, pengetahuan dan pengalaman yang telah dilakukan oleh seseorang tersebut sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. 2. Pengertian Masyarakat Masyarakat pada kamus bahasa Inggris disebut society asal katanya socius yang berarti kawan. Sedangkan secara etimologis kata

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu “musyarak” yang artinya hubungan (interaksi). Menurut Soekanto masyarakat adalah proses terjadinya interaksi sosial. Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat yaitu interaksi sosial dan komunikasi (Soekanto, 2007). Kemudian menurut Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan suatu kebudayaan (Soekanto, 2007: 22). Masyarakat adalah kumpulan individu-individu yang saling bergaul dan berinteraksi karena mempunyai norma-norma, cara-cara, nilai-nilai dan prosedur yang merupakan kebutuhan bersama berupa suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu identitas bersama (Mac & Gillin dalam Mussadun, 2000:86). Bersasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat adalah suatu proses dimana sekelompok manusia yang hidup dan tinggal bersama dalam wilayah tertentu yang sering berinteraksi dan komunikasi, sehingga dapat memberikan pemahaman atau tanggapan terhadap hal-hal atau peristiwa yang terjadi di lingkungannya. 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda saat mendapatkan stimulan dari objek yang sama. Hal itu disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi. Robbins (2001:89) mengemukakan bahwa ada 3 faktor yang dapat mempengaruhi persepsi masyarakat yaitu:

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 a. Pelaku persepsi, dimana seseorang memandang suatu objek dan mencoba menafsirkan apa yang dilihatnya dan penafsiran itu sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadi dari pelaku persepsi individu tersebut. b. Objek atau Target, karakteristik dan target yang diamati dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan. Target atau Objek tidak dipandang dalam keadaan terisolasi, hubungan suatu target dengan latar belakangnya mempengaruhi persepsi seperti kecendrungan kita untuk mengelompokkan benda-benda yang salaing berdekatan atau yang mirip. c. Situasi, dalam hal ini penting untuk melihat konteks objek atau peristiwa sebab unsur-unsur lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi persepsi kita. 4. Dimensi Persepsi Masyarakat Dimensi yang terkait dengan persepsi menurut Osgood, dkk (Azwar, 2011) adalah sebagai berikut: a. Evaluasi Di dalam dimensi evaluasi ini termuat: 1) unsur kenyamanan yang menjelaskan unsur kenikmatan yang dirasakan individu ketika menghadapi sebuah situasi yang menimbulkan persepsi, 2) unsur konsekuensi yang menjelaskan apakah konsekuensi sebuah persepsi dinilai mengganggu atau tidak, 3) Unsur pemeliharaan diri yang

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 menunjukkan apakah sebuah persepsi menimbulkan kesantaian atau kecemasan b. Potensi Dimensi potensi menjelaskan adanya sumber kekuatan pada pengalaman persepsi yang memuat: 1) unsur kekuatan yang berkaitan dengan persepsi terhadap status individu misalnya penurunan kekuatan akan menyebabkan munculnya persepsi negatif, 2) Unsur kecepatan yang menggambarkan perubahan tindakan pada saat persepsi berlangsung. Unsur kecepatan juga menunjukkan adanya kepentingan yang segera dipenuhi (urgency). 3) unsur atraksi yang menunjukkan tampilan apakah sebuah persepsi dinilai baik atau buruk. 4) Unsur kemantapan yang menggambarkan kestabilan dan keseimbangan individu dalam mengenali persepsi. c. Aktivitas Dimensi aktivitas menandakan ekspresi emosi dalam perilaku motorik atau reaksi sosiologis. Dimensi aktivitas memuat beberapa unsur persepsi, antara lain: 1) unsur keaktifan yang menandakan intensitas dan frekuensi tindakan pada saat pengalaman emosi, 2) unsur keteraturan aktivitas yang menunjukkan pengendalian, 3) Unsur ketegangan yang menunjukkan intensitas reaksi sosiologis tubuh. Unsur kekuatan menunjukkan adanya unsur kekuasaan, keyakinan terhadap diri dan dominasi pada persepsi. 4) Unsur kegairahan yang

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 menunjukkanadanya unsur semangat dan motivasi dan mendorong individu menjadi bergairah pada saat munculnya persepsi. D. Kualitas Pendampingan 1. Pendamping (Pekerja Sosial) Pendamping dalam bahasa Inggris colleague, bisa ditafsirkan rekan, kolega, sahabat, sehingga maknanya sangat longgar. Pendampingan Sosial merupakan satu strategi yang sangat menentukan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Sesuai dengan prinsip pekerjaan sosial, yakni “membantu orang agar dapat membantu dirinya sendiri”, pemberdayaan masyarakat sangat memperhatikan pentingnya partisipasi masyarakat yang kuat. Dalam konteks ini, peranan seorang pekerja sosial seringkali diwujudkan dalam kapasitasnya sebagai pendamping, bukan sebagai penyembuh atau pemecah masalah secara langsung. Unsur terpenting dalam meraih keberhasilan pengembangan masyarakat di samping unsur modal alam, teknologi, kelembagaan, modal manusia adalah unsur modal sosial seperti saling percaya sesama anggota masyarakat, empati sosial, kohesi sosial, kepedulian sosial, dan kerjasama kolektif. Karena itu diperlukan penguatan modal sosial dan modal manusia atau sumberdaya manusia. Saat ini di Indonesia telah berkembang satu sistem pemberdayaan masyarakat sebagai pelaksana (pelaku) dengan nama pendamping sosial untuk melengkapi pendekatan pemberdayaan masyarakat yang sudah ada.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Metode pendampingan diterapkan sesuai dengan kondisi dan situasi kelompok sasaran yang dihadapi. Fungsi pendamping sangat penting, terutama dalam membina dan mengarahkan kegiatan dalam kelompok sasaran. Pendamping bertugas mengarahkan proses pembentukan dan penyelenggaraan kelompok dan fasilitator (pemandu), komunikator (penghubung), maupun sebagai dinamisator (penggerak) (Zubaedi, 2007). Pekerjaan sosial atau pendampingan merupakan profesi pertolongan yang bertujuan untuk membantu individu, kelompok, dan masyarakat guna mencapai tingkat kesejahteraan sosial, mental, dan psikis yang sebaik-baiknya (Adi, 2003). 2. Peran Pendamping Pada saat melakukan pendampingan sosial ada beberapa peran pekerjaan sosial (pendamping) dalam pembimbingan sosial. Mengacu pada Ife (1995), peran pendamping umumnya mencakup tiga peran utama, yaitu fasilitator, pendidik, perwakilan masyarakat, dan peranperan teknis bagi masyarakat miskin yang didampinginya. a. Fasilitator Merupakan peran yang berkaitan dengan pemberian motivasi, kesempatan, dan dukungan bagi masyarakat. Beberapa tugas yang berkaitan dengan peran ini antara lain menjadi model, melakukan mediasi dan negosiasi, memberi dukungan, membangun konsensus bersama, serta melakukan pengorganisasian dan pemanfaatan sumber.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Dalam literatur pekerjaan sosial, peranan fasilitator sering disebut sebagai pemungkin (enabler). Keduanya bahkan sering dipertukarkan satu sama lain. Barker (1987), memberi definisi pemungkin atau fasilitator sebagai tanggungjawab untuk membantu klien menjadi mampu menangani tekanan situasional atau transisional. Strategi-strategi khusus untuk mencapai tujuan tersebut meliputi: pemberian harapan, pengurangan penolakan dan ambivalensi, pengakuan dan pengaturan perasaan-perasaan, pengidentifikasian dan pendorongan kekuatankekuatan personal dan aset-aset sosial, pemilahan masalah menjadi beberapa bagian sehingga lebih mudah dipecahkan, dan pemeliharaan sebuah fokus pada tujuan dan cara-cara pencapaiannya. b. Pendidik Pendamping berperan aktif sebagai agen yang memberi masukan positif dan direktif berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya serta bertukar gagasan dengan pengetahuan dan pengalaman masyarakat yang didampinginya. Membangkitkan kesadaran masyarakat, menyampaikan informasi, melakukan konfrontasi, menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat adalah beberapa tugas yang berkaitan dengan peran pendidik. c. Perwakilan Masyarakat Peran ini dilakukan dalam kaitannya dengan interaksi antar pendamping dengan lembaga-lembaga eksternal atas nama dan demi

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 atas kepentingan masyarakat dampingannya. Pekerja sosial dapat bertugas mencari sumbersumber, melakukan pembelaan, menggunakan media, meningkatkan hubungan masyarakat, dan membangun jaringan kerja. d. Mediator Pekerja sosial sering melakukan peran mediator dalam berbagai kegiatan pertolongannya. Peran ini sangat penting dalam paradigma generalis. Peran mediator diperlukan terutama pada saat terdapat perbedaan mencolok dan mengarah pada konflik antar berbagai pihak. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam melaksanakan peran mediator meliputi kontrak perilaku, negosiasi, pendamai pihak ketiga, serta barbagai macam resolusi konflik. Dalam mediasi, upayaupaya yang dilakukan pada hakikatnya diarahkan untuk mencapai “solusi menang-menang” (win-win solution). Hal ini berbeda dengan peran sebagai pembela dimana bantuan pekerja sosial diarahkan untuk memenangkan kasus klien memenangkannya sendiri. e. Pembela Dalam prakteknya, seringkali pekerja sosial harus berhadapan dengan sistem politik dalam rangka menjamin kebutuhan dan sumber yang diperlukan oleh klien atau dalam melaksanakan tujuan-tujuan pendampingan sosial. Manakala pelayanan dan sumber-sumber sulit dijangkau oleh klien, pekerja sosial harus memerankan peranan sebagai pembela. Peran pembela atau advokasi merupakan salah satu

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 praktek pekerjaan sosial yang bersentuhan dengan kegiatan politik. Apabila pekerja sosial melakukan pembelaan atas nama seorang klien secara individual, maka ia berperan sebagai pembela kasus, dan pembelaan kausal terjadi manakala klien yang dibela bukanlah individu melainkan sekelompok anggota masyarakat. f. Pelindung Tanggung jawab pekerja sosial terhadap masyarakat didukung oleh hukum. Hukum tersebut memberikan legitimasi kepada pekerja sosial untuk menjadi pelindung terhadap orang-orang yang lemah dan rentan. Dalam melakukan peran sebagai pelindung, pekerja sosial bertindak berdasarkan kepentingan korban, calon korban, dan populasi yang beresiko lainnya. Peranan sebagai pelindung mencakup penerapan berbagai kemampuan yang menyangkut kekuasaan, pengaruh, otoritas, dan pengawasan sosial. Adapun demikian, prinsipprinsip peran pelindung meliputi: 1) Menentukan siapa klien pekerja sosial yang paling utama 2) Menjamin bahwa tindakan yang dilakukan sesuai dengan proses perlindungan 3) Berkomunikasi dengan semua pihak yang terpengaruh oleh tindakan sesuai dengan tanggungjawab etis, legal dan rasional dalam praktek pekerjaan sosial

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 3. Pengertian Kualitas Pelayanan Kualitas merupakan apresiasi tertinggi dari tindakan pelayanan. Konsep kualitas layanan pada dasarnya memberikan persepsi secara konkrit mengenai kualitas suatu layanan. Menurut Parasuraman dan Berry (1985) yang dikutip dari Tjiptono (2012: 330) kualitas jasa adalah hasil akhir dari perbandingan antara pelayanan yang diharapkan konsumen dengan persepsi mereka terhadap kinerja pelayan actual. Sedangkan menurut Supranto (2006: 226) kualitas jasa adalah sebuah kata yang penting bagi penyedia jasa, hal itu merupakan sesuatu yang harius dikerjakan dengan baik. Pelayanan merupakan faktor yang amat penting khususnya bagi para pekerja sosial yang notabene bergerak dalam bidang jasa. Kualitas pelayanan jasa merupakan tingkat kesempurnaan yang diharapkan untuk memenuhi keinginan pelanggan, yang pada penelitian ini adalah para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan kata lain, baik buruknya kualitas jasa tergantung pada kemampuan penyedia jasa untuk memenuhi harapan pelanggannya secara konsisten. Tjiptono (2012: 61) menyimpulkan bahwa citra kualitas layanan yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang atau persepsi penyedia jasa, melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi konsumen persepsi konsumen terhadap kualitas jasa merupakan penilaian yang menyeluruh terhadap keunggulan suatu jasa layanan. Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kualitas jasa pelayanan

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 merupakan kondisi dari kinerja seorang pekerja (dalam penelitian ini adalah pendamping PKH) dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan (dalam penelitian ini adalah KPM) dengan tujuan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan/konsumen. 4. Pendamping Sosial PKH Dalam memperlancar pelaksanaan PKH tentunya dibutuhkan tenagatenaga yang profesional. Dibalik kelancaran pelaksanaan tujuan dan misi PKH saat ini, terdapat orang yang melaksanakan amanah sebagai pekerja sosial yaitu pendamping sosial PKH. Pendamping sosial PKH merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang direkrut oleh Kementerian sosial. Sebagai pekerja sosial, peran pendamping sosial PKH sangat bermanfaat dan membantu pemerintah dalam menanggulangi permasalahan kemiskinan. Pendamping sosial PKH dituntut untuk siap menerima apa konsekuensi yang akan terjadi di lapangan. Pendamping sosial PKH bekerja secara purna waktu, dimana dituntut sewaktu-waktu harus siap mental dan fisik dalam menjalankan tugas dengan sepenuh hati dan tanggung jawab. Tugas utama pendamping PKH adalah kegiatan pengembangan kepesertaan PKH di lapangan. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi PKH, validasi, verifikasi, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), pemutakhiran, hingga proses penyaluran bantuan kepada KPM. Peran dominan pendamping sosial PKH inilah yang menjadi tolak ukur keberhasilan PKH di lapangan, sehingga pendamping

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 sosial PKH dituntut harus bekerja secara efektif, efisien, dan produktif sebagai pekerja sosial yang profesional. Profesi pendamping sosial PKH bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan karena harus langsung bersentuhan dengan masyarakat di lapangan. Pendamping tentunya akan bertemu dengan berbagai macam orang yang mempunyai karakter yang berbedah-beda. Sehingga pendamping sosial PKH dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai macam karakter orang yang kita jumpai di lapangan, khususnya penerima bantuan sosial. Sebagai pekerja sosial, pendamping sosial PKH haruslah memiliki kemampuan sebagai berikut (Andrianto, 2017): a. Memahami Karekter KPM Pendamping sosial harus mampu memahami karakter masingmasing KPM, agar dapat menjalin komunikasi yang baik dengan para KPM. Komunikasi yang baik dengan KPM inilah yang nantinya dapat dijadikan modal bagi pendamping sosial PKH dalam memberikan motivasi dan arahan dalam melakukan perubahan sosial bagi KPM yang didampingi. b. Kemampuan Penyelesaian Masalah Secara umum, pendamping sosial PKH harus mampu tanggap dan turut serta dalam melakukan intervensi perubahan terhadap permasalahan sosial KPM, baik secara individu ataupun keluarga, sehingga permasalahan yang timbul akan dapat terselesaikan dengan

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 maksimal. Sebagai pekerja sosial, pendamping sosial PKH dituntut memiliki suatu pemahaman mengenai penanganan masalah yang dihadapi oleh KPM, baik permasalahan pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial. c. Kemampuan Mendidik Pendamping sosial PKH juga harus mampu menerapakan strategi atau metode keilmuan yang diperoleh ketika pelatihan ataupun pendidikan sebagai bahan dasar dalam menganalisis dan menyelesaikan permsalahan sosial KPM, sehingga nantinya KPM akan mengalami perubahan sosial secara berkelanjutan. Pemberian bantuan sosial yang diberikan kepada KPM PKH tidak akan selalu menjamin akan terjadinya perubahan sosial terhadap kehidupan sosial KPM, untuk itu perlu pendekatan pendamping sosial PKH secara langsung dalam membimbing KPM PKH, agar mampu melakukan transformasi dari KPM dari yang kurang sejahtera menuju KPM yang sejahtera. d. Tanggap Kondisi Secara teknis di lapangan, pendamping sosial PKH harus mengetahui secara langsung kondisi KPM yang ada di masyarakat. Hal tersebut dilakukan agar pendamping sosial PKH mengetahui apa permasalahan dan solusi yang perlu diberikan kepada KPM. Jika melihat dari aspek kinerjanya, pendamping sosial PKH merupakan pekerja yang dipersiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Sosial sebagai agen khusus yang diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat miskin, khususnya keluarga miskin sebagai penerima bantuan sosial secara berkelanjutan. 5. Dimensi Kualitas Pendampingan Dimensi kualitas pendampingan dalam penelitian ini mengambil dari dari dimensi kualitas pelayanan. Hal itu dilakukan karena salam penelitian ini kualitas pendampingan dilihat dari sisi kualitas pelayanan oleh pendamping kepada KPM. Menurut Lupiyoadi (2016) beberapa dimensi kualitas pelayanan adalah sebagai berikut: a. Tangibles (bukti fisik) Dalam penelitian ini bukti fisik merupakan kemampuan dalam menempatkan diri dalam segala kondisi. Cara pendamping dalam bersikap dengan segala kondisi sangat penting dalam dimensi ini. b. Reliability (keandalan) Kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan. Keandalan adalah kemampuan pendamping untuk menyajikan pelayanan yang dijanjikan secara tepat dan konsisten. Keandalan dapat diartikan mengerjakan dengan benar sampai kurun waktu tertentu. Pemenuhan janji pelayanan yang tepat dan memuaskan meliputi ketepatan waktu dan kecakapan dalam menanggapi keluhan pelanggan serta pemberian pelayanan secara wajar dan akurat.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 c. Responsiveness (daya tanggap) Sikap tanggap pendamping dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan dapat menyelesaikan dengan cepat. Kecepatan pelayanan yang diberikan merupakan sikap tanggap dari petugas dalam pemberian pelayanan yang dibutuhkan. d. Assurence (jaminan) Assurence ini mencakup pengetahuan, kemampuan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki pendamping, bebas dari risiko dan keragu-raguan. Jaminan adalah upaya perlindungan yang disajikan oleh pendamping untuk masyarakat terhadap resiko yang dapat mengakibatkan gangguan dalam struktur kehidupan yang normal. e. Emphaty (empati) Empati meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan konsumen. Empati adalah perhatian yang dilaksanakan secara pribadi terhadap pelanggan dengan menempatkan dirinya pada situasi pelanggan. E. Pengelolaan Dana Bantuan Program Keluarga Harapan 1. Pengelolaan Dana Pengelolaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata “kelola” yang artinya mengurus, melakukan dan menyelenggarakan. Selain itu pengelolaan juga dapat diartikan sebagai penyelenggaraan, proses, cara, perbuatan mengelola serta proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Pengolahan sama halnya dengan manajemen, karena pengelolaan dalam sebuah organisasi memerlukan pelaksanaan tanggung jawab manajerial secara terus menerus. Dan tanggung jawab tersebut secara kolektif sering disebut sebagai fungsi manajemen. Menurut Hasibuan (2007: 2) pengelolaan atau manajemen adalah ilmu seni dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian manajemen menurut Manullang (2005:5) adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Keuangan rumah tangga merupakan bagian yang sangat penting karena setiap kegiatan rumah tangga membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan. Pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik dapat dilakukan dengan menggunakan asas fungsi manajemen, yaitu perencanaan dana akan digunakan, pengorganisasian dana sesuai kebutuhan dan pengendalian/pengawasan dana tersebut digunakan. 2. Bantuan Dana Program Keluarga Harapan (PKH) Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial dengan cara memberikan bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan adanya PKH ini diharapkan peserta PKH memiliki akses yang lebih baik untuk memanfaatkan pelayanan sosial dasar.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Dana bantuan PKH diberikan kepada masyarakat 1 kali dalam 3 bulan, itu berarti KPM mendapatkan bantuan dana ini 4 kali dalam 1 tahun. Tujuan pemberian dana dalam kebijakan ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup RTSM menjadi lebih yang layak, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih berkualitas. Dana ini diharapkan dapat dikelola dengan baik agar dapat digunakan secara maksimal. Namun, menjadi sangat ironis apabila dana bantuan PKH ini disalahgunakan oleh KPM untuk kepentingan lain. Dana bantuan PKH menjadi hak sepenuhnya bagi KPM untuk digunakan dalam mengatasi masalah hidupnya, seperti masalah kesehatan atau pendidikan. Penyalahgunaan dana bantuan oleh KPM dapat berupa membeli barangbarang yang tidak dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan dan pendidikan, untuk melakukan kegiatan lain seperti berlibur, membayar hutang dan berjudi. KPM diwajibkan untuk memanfaatkan bantuan dana PKH tersebut untuk keperluan pendidikan dan kesehatan sesuai sebagaimana telah diatur dalam pedoman umum pelaksanaan PKH. Berikut adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh KPM: a. Bidang Kesehatan Kewajiban Peserta PKH dibidang kesehatan adalah untuk melakukan pemeriksaan rutin bagi ibu hamil dan balita. Pemeriksaan kesehatan yang telah sudah ditetapkan dalam protokol kesehatan yaitu, melakukan pemeriksaan rutin ke posyandu, puskesmas, rumah sakit,

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 dan konsultasi dengan dokter kandungan tentang kehamilan ibu. Selain itu sebagai peserta PKH, KPM berkewajiban untuk membawa anaknya untuk imunisasi lengkap dengan pemberian vitamin dan selalu memberikan makanan yang bergizi untuk anaknya. b. Bidang Pendidikan Di bidang pendidikan Peserta PKH bertugas mendaftarkan anggota keluarga kedalam satuan pendidikan dan memastikan tingkat kehadiran siswa minimal 85% setiap bulannya. Selain itu peserta PKH juga berkewajiban untuk memenuhi perlengkapan yang dibutuhkan untuk pendidikan anak seperti, membayar sekolah, membeli buku, membeli sepatu dan juga untuk membeli seragam sekolah. Selain itu apabila ibu hamil dan balita mengalami sakit, KPM harus memberikan obat. Untuk itulah perlu adanya sosialisasi dan pengawasan dalam pengelolaan dana bantuan agar dana yang dikeluarkan oleh pemerintah menjadi efektif dan efisien yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan dan kesehatan. 3. Indikator Pengelolaan Dana Menurut Irwadana (2008), pengelolaan dana memiliki indikator sebagai berikut: a. Perencanaan Perencanan adalah bagaimana individu menetapkan tujuan yang diinginkan dan kemudian menyusun rencana strategi bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut. secara garis besar perencanaan adalah

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 proses menentukan tujuan dan rencana dana bantuan PKH akan digunakan. b. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah pengaturan sumber daya yang dimiliki secara terstruktur agar dapat menjalankan rencana-rencana yang sudah diputuskan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam konteks penelitian ini pengorganisasian adalah proses evaluasi dana secara rinci dan terstruktur serta sesuai prioritas kebutuhan sehingga rencanarencana pengelolaan dana yang sudah ditentukan dapat tercapai. c. Pengendalian/pengawasan Pengendalian/pengawasan adalah upaya untuk menilai suatu kinerja yang berpatokan kepada standar yang telah dibuat. Dalam konteks ini pengendalian melihat apakan proses penggunaan dana sudah sesuai dengan yang direncanakan atau belum. F. Penelitian Terdahulu Pada penelitian ini, ada beberapa literatur atau sumber yang didapat dari penelitian sebelumnya demi melengkapi informasi yang peneliti lakukan. Literatur yang dimaksud di bawah ini diperoleh dari skripsi atau tugas akhir dan juga jurnal hasil penelitian sebagai berikut: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Panji (UI) tentang Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai Pilihan Kebijakan dalam Mengatasi Hambatan Akses terhadap Pendidikan Dasar. Dalam penelitian ini Panji mengatakan bahwa PKH dapat berjalan sebagaimana mestinya jika lebih banyak

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 pendamping yang diterjunkan. Posisi pendamping dalam penelitian ini sangat vital untuk keberhasilan program ini. Menurut Panji pendamping harus bekerja secara profesional dan berintegritas moral tinggi karena tugasnya adalah mengawal program dilapangan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Terlebih lagi pendamping direkrut dari masyarakat harus menjadi seorang kreator dan inovator bagi kemajuan RTSM peserta PKH. 2. Penelitian selanjutnya adalah dari Cici, Marleni dan Ariesta, dengan judul Pemanfaatan Dana Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi Masyarakat Penerima Di Kampung Lubuk Sarik Nagari Kembang Utara Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang memanfaatkan bantuan PKH yang sesuai dengan ketentuan pedoman umum PKH yakni pendidkan kesehatan, tetapi masih ada juga yang tidak sesuai dengan ketentuan pedoman umum PKH. Itu berarti dana yang diberikan pemerintah dengan tujuan untuk pendidikan dan kesehatan tersebut tidak digunakan sesuai dengan tujuan dari Program Keluarga Harapan PKH Dalam penelitian ini juga menyebutkan penyebab terjadinya pemanfaatan bantuan dana PKH yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah di Kampung Lubuk Sarik Nagari Kambang Utara Kecamatan

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan adalah karena kurangnya sosialisasi, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang PKH, dan kurangnya pengawasan pendamping PKH. 3. Penelitian yang dilakukan oleh Irwadana Juliandri Nadeak dengan judul Analisis Pengelolaan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam Pencapaian Efektivitas Dana Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) di Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey dan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan fungsi managemen sebagai indikator pengelolaan dana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak penyelenggaraan program BLT di kecamatan Rantau Selatan ini belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pelatihan yang maksimal terhadap pendamping program BLT ini dapat menimbulkan hambatan, termasuk dalam pengelolaan dana. Selain itu kurangnya koordinasi antar lembaga yang berimbas pada kurangnya kontrol atau pengawasan pengelolaan dana BLT dapat menimbulakan penyelewengan penggunaan dana bantuan BLT.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif campuran (mix-method), yaitu dalam melakukan penelitian peneliti menggunakan kombinasi metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode Penelitian ini adalah metode studi kasus. Metode Penelitian studi kasus merupakan metode yang dilakukan melalui pemeriksaan yang mendalam terhadap suatu keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus dengan menggunakan cara-cara yang sistematis dalam melakukan pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi, dan pelaporan hasilnya. Dalam penelitian ini penelitian akan menggali persepsi masyarakat akan adanya Program Keluarga Harapan (PKH), sekaligus mengobservasi kualitas pendampingan yang dilakukan oleh pendamping PKH dan pengelolaan dana bantuan PKH oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM). B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo pada bulan Oktober sampai dengan November 2018. Adapun alasan memilih lokasi tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan kesehatan serta ditambah kurangnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan membuat desa tersebut layak untuk diberikan bantuan PKH. 44

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Selain itu, faktor pekerjaan yang didominasi oleh tenaga kerja di sektor pertanian membuat pendapatan mereka tidak menentu. Dengan pendapatan yang tidak menentu disertai dengan pengeluaran pangan dan non pangan yang lebih besar, tidak jarang membuat masyarakat Desa Ngreco lebih memilih untuk mengesampingkan pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober 2018. C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah seluruh KPM PKH komponen pendidikan dan komponen kesehatan di Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Jumlah KPM PKH di Desa Ngreco sebanyak 161 Keluarga. 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah persepsi masyarakat tentang PKH, kualitas pendampingan, dan pengelolaan dana bantuan PKH. D. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2017:80). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KPM PKH

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 komponen pendidikan dan kesehatan di Desa Ngreco yang berjumlah 161 populasi penelitian ini terdiri dari 118 KPM komponen pendidikan dan 43 KPM komponen kesehatan. 2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2017:81). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 115 orang KPM yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan ditetapkan sebesar 5% atau ketepatan sampel 95%, yaitu: 𝒏= 𝑵 𝟏 + 𝑵𝒆𝟐 Keterangan: n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi e = Tingkat kesalahan yang ditetapkan Proses perhitungan sampel dilalukan sebagai berikut: 𝑁 1 + 𝑁𝑒 2 161 𝑛= 1 + (161 𝑥 0.052 ) 161 𝑛= 1.4025 𝑛= 𝑛 = 114.795 dibulatkan menjadi 115 responden. 3. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling. Purposive Sampling merupakan metode pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dianggap relevan atau dapat mewakili objek yang akan diteliti (Sugiyono, 2012:85). Teknik ini

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 digunakan karena mempertimbangkan bahwa sampel yang dicari adalah KPM PKH komponen pendidikan dan komponen kesehatan. E. Operasional Variabel Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Persepsi Masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH) Persepsi masyarakat dalam penelitian ini adalah pendapat atau pandangan dari masyarakat mengenai PKH, berdasarkan pada pengalaman sebagai penerima manfaat dana PKH. Indikator variabel persepsi masyarakat tentang PKH dinyatakan oleh Osgood, dkk (Azwar, 2011), yaitu (1) evaluasi, (2) potensi, (3) aktivitas. Skoring butir kuesioner variabel persepsi masyarakat tentang PKH ini menggunakan sistem penilaian skala Likert. Skala pengukuran ini terdiri dari 4 alternatif jawaban (Sugiyono, 2004: 86-87). Tabel 3.1. Skor Alternatif Jawaban Pernyataan Positif Pernyataan Negatif Kriteria Skor Kriteria Skor Sangat Setuju SS) 5 Sangat Setuju SS) 1 Setuju (S) 4 Setuju (S) 2 Ragu-ragu (RR) 3 Ragu-ragu (RR) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Tidak Setuju (TS) 4 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sangat Tidak Setuju (STS) 5 Tabel di bawah ini menunjukkan kisi-kisi kuesioner dan wawancara variabel persepsi masyarakat tentang PKH. Tabel 3.2. Kisi-kisi Kuesioner Variabel Persepsi Masyarakat Deskriptor No Item Dimensi Indikator (+) (-) Evaluasi Persepsi kepuasan Persepsi ini berkaitan 1, 2, 3, 6 masyarakat terhadap dengan tanggapan rasa 3, 5, 7, PKH puas, nyaman dan 8, 9

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Potensi Aktivitas Persepsi kebermanfaatan masyarakat tentang PKH Persepsi masyarakat tentang kegiatan pengimplementasian PKH kecemasan yang dirasakan peserta PKH secara menyeluruh tentang PKH, baik dari segi sistem kebijakan, tujuan, dan kegiatan selama menjadi peserta. Persepsi ini berkaitan dengan tanggapan peserta tentang manfaat dan harapan dari PKH Persepsi ini berkaitan dengan pengalaman peserta sebagai penerima manfaat yang merasakan semua aktivitas dalam PKH. Dari pengalaman tersebut dapat terungkap persepsinya tentang PKH. 10, 11, 13, 14, 15, 16 12 17, 18, 19, 20 Sumber: Osgood, dkk (Azwar, 2011) Tabel 3.3. Kisi-kisi Wawancara kepada KPM Variabel Persepsi Masyarakat Dimensi Evaluasi Indikator Persepsi kepuasan masyarakat terhadap PKH Persepsi kebermanfaatan masyarakat tentang PKH Pertanyaan Bagaimana perasaan Anda setelah mendapatkan bantuan dana PKH? Manfaat apa sajakah yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima dana bantuan PKH? potensi Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? Persepsi masyarakat Bagaimana tanggapan Anda tentang tentang kegiatan implementasi PKH secara keseluruhan? Aktivitas pengimplementasian Pengalaman apa yang Anda dapatkan PKH setelah menjadi peserta penerima PKH? Sumber: Osgood, dkk (Azwar, 2011). Tabel 3.4. Kisi-kisi Wawancara kepada Pendamping Variabel Persepsi Masyarakat Dimensi Indikator Pertanyaan Persepsi kepuasan Bagaimana perasaan Anda (sebagai Evaluasi pendampingt terhadap pendamping) tentang PKH?

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 PKH Persepsi kebermanfaatan pendamping tentang PKH Menurut Anda (pendamping) manfaat apa yang didapatkan KPM setelah menjadi peserta PKH? Potensi Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? Persepsi pendamping Bagaimana tanggapan Anda tentang tentang kegiatan implementasi PKH secara keseluruhan? Aktivitas pengimplementasian PKH Pengalaman apa yang Anda dapatkan selama menjadi pendamping PKH? Sumber: Osgood, dkk (Azwar, 2011) 2. Kualitas Pendampingan Kualitas pendampingan dalam penelitian ini adalah pandangan masyarakat tentang kualitas pendampingan dari pendamping PKH, berdasarkan pada pengalaman sebagai penerimana manfaat PKH yang telah didampingi selama ini. Indikator variabel kualitas pendampingan dinyatakan oleh Lupiyoadi (2016), yaitu (1) tangibles (bukti fisik), (2) reliability (keandalan), (3) responsiveness (daya tanggap), (4) assurance (jaminan), dan (5) emphaty (empati). Skoring butir kuesioner variabel kualitas pendampingan ini menggunakan sistem penilaian skala Likert. Skala pengukuran ini terdiri dari 4 alternatif jawaban (Sugiyono, 2004: 86-87). Tabel 3.5. Skor Alternatif Jawaban Pernyataan Positif Pernyataan Negatif Kriteria Skor Kriteria Skor Sangat Setuju SS) 5 Sangat Setuju SS) 1 Setuju (S) 4 Setuju (S) 2 Ragu-ragu (RR) 3 Ragu-ragu (RR) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Tidak Setuju (TS) 4 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sangat Tidak Setuju (STS) 5

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Tabel di bawah ini menunjukkan kisi-kisi kuesioner dan wawancara variabel kualitas pendampingan: Tabel 3.6. Kisi-kisi Kuesioner Variabel Kualitas Pendampingan No Item Dimensi Indikator (+) (-) Tangibles Pendamping mampu menempatkan diri 1, 2, dalam kondisi apapun 3, 4 Reliability Pendamping mampu menyajikan 5, 6, pelayanan yang dijanjikan secara tepat 7, 8 dan konsisten Responsiveness Pendamping tanggap dalam melakukan 9, 10, pelayanan 11, 12 Assurance Pengetahuan pendamping tentang PKH 13, 14 mampu menjadi jaminan rasa aman peserta dalam pengimplementasian PKH dengan baik Pendamping memiliki kemampuan dan 15, 16 keterampilan dalam mendidik peserta Pendamping mudah dalam membangun 18, 20 Emphaty hubungan dengan peserta dan memahami kebutuhan peserta dengan baik Pendamping memahami kebutuhan 17, 19 peserta dengan baik Sumber: Lupiyoadi (2016) Tabel 3.7. Kisi-kisi wawancara kepada KPM Variabel Kualitas Pendampingan Dimensi Indikator Pertanyaan Pendamping mampu Bagaimana pendapat Anda menempatkan diri tentang kinerja pendamping Tangibles dalam kondisi apapun PKH dalam proses pendampingan? Pendamping mampu Menurut Anda apakah menyajikan pelayanan pendamping PKH sudah Reliability yang dijanjikan secara bekerja dengan baik? tepat dan konsisten Pendamping tanggap Menurut Anda bagaimanakah dalam melakukan cara pendamping dalam pelayanan menghadapi masalah yang Responsiveness muncul dalam proses pendampingan?

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Assurance Emphaty Pengetahuan pendamping tentang PKH mampu menjadi jaminan rasa aman peserta dalam pengimplementasian PKH dengan baik Pendamping memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mendidik peserta Pendamping mudah dalam membangun hubungan dengan peserta dan memahami kebutuhan peserta dengan baik Pendamping memahami kebutuhan peserta dengan baik Kegiatan apa saja yang dilakukan pendamping saat kegiatan pendampingan? Bagaimana cara pendamping dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan Anda? Sumber: Lupiyoadi (2016) Tabel 3.8. Kisi-kisi wawancara kepada Pendamping Variabel Kualitas Pendampingan Dimensi Indikator Pertanyaan Pendamping mampu Apa yang Anda persiapkan menempatkan diri sebelum melakukan Tangibles dalam kondisi pendampingan kepada KPM apapun PKH? Pendamping mampu Bagaimana pendapat Anda menyajikan tentang kegiatan pendampingan Reliability pelayanan yang yang sudah Anda lakukan? dijanjikan secara tepat dan konsisten Pendamping 1. Apa saja kendala atau tanggap dalam masalah yang muncul saat melakukan kegiatan pendampingan? pelayanan 2. Bagaimana cara Anda dalam mengatasi kendala Responsiveness atau masalah yang terjadi saat kegiatan pendampingan?

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Assurance Emphaty Pengetahuan pendamping tentang PKH mampu menjadi jaminan rasa aman peserta dalam pengimplementasian PKH dengan baik Pendamping memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mendidik peserta Pendamping mudah dalam membangun hubungan dengan peserta dan memahami kebutuhan peserta dengan baik Pendamping memahami kebutuhan peserta dengan baik Apakah Anda mendapatkan pelatihan sebelum terjun ke lapangan untuk pendampingi KPM PKH? Bagaimana cara Anda dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan KPM? Sumber: Lupiyoadi (2016) 3. Pengelolaan Dana Pengelolaan dana dalam penelitian ini adalah beberapa hal yang dilakukan oleh KPM PKH dalam mengelola dana bantuan PKH, yang menyangkut perencanaan dana yang akan digunakan, pengorganisasian dana sesuai kebutuhan dan pengendalian/pengawasan penggunaan dana. Indikator variabel pengelolaan dana yang telah dikembangkan oleh Irwadana (2008), yaitu (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, dan (3) pengendalian/pengawasan.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Skoring butir kuesioner variabel pengelolaan dana ini menggunakan sistem penilaian skala Likert. Skala pengukuran ini terdiri dari 4 alternatif jawaban (Sugiyono, 2004: 86-87). Tabel 3.9. Skor Alternatif Jawaban Pernyataan Positif Pernyataan Negatif Kriteria Skor Kriteria Skor Selalu (SL) 5 Selalu (SL) 1 Sering (SR) 4 Sering (SR) 2 Jarang (JR) 3 Jarang (JR) 3 Jarang Sekali (JRS) 2 Jarang Sekali (JRS) 4 Tidak Pernag (TP) 1 Tidak Pernag (TP) 5 Tabel di bawah ini menunjukkan kisi-kisi kuesioner dan wawancara variabel pengelolaan dana: Tabel 3.10. Kisi-kisi Kuesioner Pengelolaan Dana Bantuan PKH No Item Indikator Deskripsi (+) (-) Perencanaan Proses menentukan tujuan dan 1, 4, 5 rencana dana bantuan PKH akan digunakan. Pengorganisasian Proses pengaturan dana secara rinci 2, 6, 3, dan terstruktur serta sesuai prioritas 14a, 8, kebutuhan sehingga rencana-rencana 15b, 10 pengelolaan dana yang sudah 14b, ditentukan dapat tercapai. 15b Pengendalian / Upaya dalam melihat apakan proses 7, 9, pengawasan penggunaan dana sudah sesuai dengan 11, yang direncanakan atau belum. 12, 13 Sumber: Irwadana (2008) Tabel 3.11. Kisi-kisi Wawancara kepada KPM Variabel Pengelolaan Dana Bantuan PKH Indikator Pertanyaan Perencanaan Kegiatan apa yang Anda lakukan setelah menerima dana bantuan PKH? Pengorganisasian Bagaimanakah cara Anda dalam mengatur penggunaan dana bantuan PKH? Pengendalian/ Bagaimana cara Anda mengetahui dana bantuan Pengawasan PKH yang anda terima sudah digunakan sesuai

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 kebutuhan atau belum? Bagaimanakah cara pendamping melakukan evaluasi atas penggunaan dana yang anda telah pakai? Sumber: Irwadana (2008) Tabel 3.12. Kisi-kisi Wawancara kepada Pendamping Variabel Pengelolaan Dana Bantuan PKH Indikator Pertanyaan Perencanaan Apakah yang Anda lakukan setelah KPM menerima dana bantuan PKH? Pengorganisasian Pengendalian/ Pengawasan Bagaimana cara Anda dalam memberikan informasi cara penggunaan dana bantuan PKH sesuai pedoman penggunaan dana PKH kepada KPM? Bagaimana cara Anda melakukan pengawasan penggunaan dana bantuan PKH oleh KPM? Sumber: Irwadana (2008) F. Jenis Data yang Diperlukan Data yang diperlukan dalam peelitian ini, yaitu: 1. Data Primer Data primer adalah data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui sumber perantara) dan dikumpulkan secara khusus untuk menjawab pernyataan penelitian yang sesuai dengan keinginan peneliti. Data tersebut diperoleh dengan membagikan kuesioner yang mencakup pertanyaan mengenai persepsi masyarakat tentang PKH, kualitas pendampingan dan pengelolaan dana bantuan PKH. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang tidak diperoleh langsung dari subjek penelitian, tetapi diperoleh dari instansi terkait. Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari instansi pemerintahan berupa kecamatan. Data

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 tersebut mencakup kelengkapan informasi berupa gambaran umum lokasi penelitian dan juga data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. G. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan masing-masing penjelasan sebagai berikut: 1. Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pernyataan yang digunakan untuk memperoleh informasi atau data dari responden yang bersifat tertulis. Kuesioner/angket dalam penelitian ini bersifat tertutup, yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Kuesioner yang diberikan kepada responden adalah kuesioner yang mengungkapkan tentang variabel penelitian yang meliputi persepsi masyarakat tentang PKH, kualitas pendampingan dan pengelolan dana bantuan PKH. 2. Wawancara Mendalam Wawancara mendalam adalah wawancara yang tidak berdasarkan sejumlah pertanyaan yang telah disusun menditail, melainkan berdasarkan pertanyaan yang umum yang kemudian diditailkan dan dikembangkan ketika melakukan wawancara atau setelah melakukan wawancara. Wawancara mendalam digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan informasi lebih mendalam tentang persepsi masyarakat tentang PKH, kualitas pendampingan dan pengelolan dana bantuan PKH

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 3. Observasi Observasi merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi untuk memperoleh data primer berupa analisis kegiatan pengelolaan dana bantuan PKH dan kegiatan pendampingan oleh pendamping PKH. 4. Dokumentasi Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data sekunder berupa gambaran umum lokasi penelitian dan daftar KPM PKH. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumen-dokumen, arsip-arsip-arsip, dan catatan-catatan yang berhubungan dengan objek penelitian. H. Pengujian Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas dari kuesioner. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk menguji kuesioner persepsi masyarakat tentang PKH, kualitas pendampingan dan pengelolan dana bantuan PKH.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Adapun rumus yang digunakan adalah rumus Product Moment dari Pearson. Rumus tersebut adalah sebagai berikut: 𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 ∑ 𝑥𝑦 − (∑𝑥)(∑𝑦) √{𝑁 ∑ 𝑥 2 − (∑𝑥)2 } {𝑁∑𝑦 2 − (∑𝑦)2 } Keterangan: 𝑟𝑥𝑦 : Koefisien korelasi butir pernyataan N : Jumlah responden 𝑥 : Skor pada tiap butir soal 𝑦 : Skor tiap responden Jika nilai rhitung lebih besar daripada rtabel , maka butir soal tersebut dapat dikatakan valid. Jika rhitung lebih kecil dari rtabel , maka butir soal tersebut dikatakan tidak valid. Nilai rtabel dapat dihitung dengan menggunakan data seluruh responden dengan taraf signifikansi 5% dengan cara menghitung: Df = n – 2 Keterangan: Df : degree of freedom (derajat bebas) n : jumlah responden Perhitungan rtabel adalah sebagai berikut: Populasi dalam uji validitas adalah n = 115 dengan Df = n – 2 (Df = 115 – 2 = 113) dengan taraf signifikansi α = 0,05 sehingga didapatkan hasil rtabel sebesar 0,183. Hasil pengujian validitas item penelitian ini disajikan sebagai berikut: a. Persepsi Masyarakat Tabel 3.13. Hasil Pengujian Validitas Persepsi Masyarakat Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan Pernyataan 1 0,419 0,183 valid 2 0,446 0,183 valid

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 0,685 0,477 0,582 0,256 0,811 0,689 0,684 0,653 0,756 0,811 0,581 0,478 0,504 0,753 0,470 0,448 0,659 0,689 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa 20 item pernyataan variabel persepsi masyarakat tentang PKH dinyatakan valid. Pengambilan kesimpulan berdasarkan nilai rhitung 20 item pernyataan lebih besar dari rtabel . b. Kualitas Pendampingan Tabel 3.14. Hasil Pengujian Validitas Kualitas Pendampingan Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan Pernyataan 0,183 1 0,666 valid 2 0,415 0,183 valid 3 0,584 0,183 valid 4 0,632 0,183 valid 0,183 5 0,592 valid 0,183 6 0,670 valid 7 0,790 0,183 valid 0,183 8 0,565 valid

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 0,757 0,815 0,760 0,704 0,581 0,520 0,693 0,670 0,605 0,518 0,652 0,607 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 0,183 valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa 20 item pernyataan variabel kualitas pendampingan pendamping PKH dinyatakan valid. Pengambilan kesimpulan berdasarkan nilai rhitung 20 item pernyataan lebih besar dari rtabel . c. Pengelolaan Dana Uji validitas pada variabel pengelolaan dana ini dibagi menjadi 3 uji validitas. Pertama, uji validitas butir pernyataan 1-13 dengan 115 responden dimana responden yang merupakan KPM komponen pendidikan dan kesehatan mengisi ke-13 butir pernyataan tersebut. Tabel 3.15. Hasil Pengujian Validitas Pengelolaan Dana Butir 1 sampai 13 Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan Pernyataan 0,920 0,183 1 valid 0,914 0,183 2 valid 3 0,620 0,183 valid 4 0,843 0,183 valid 5 0,815 0,183 valid 6 0,321 0,183 valid

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 7 0,702 0,183 valid 8 0,271 0,183 valid 9 0,895 0,183 valid 10 0,326 0,183 valid 11 0,763 0,183 valid 12 0,669 0,183 valid 13 0,648 0,183 valid Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa 13 item pernyataan variabel pengelolaan dana bantuan PKH dinyatakan valid. Pengambilan kesimpulan berdasarkan nilai rhitung 13 item pernyataan lebih besar dari rtabel . Kedua, uji validitas butir pernyataan 14a dan 15a yang hanya diisi oleh 72 responden yang merupakan KPM komponen pendidikan. Butir pernyataan nomor 14a dan 15a wajib diisi oleh KPM komponen pendidikan karena pernyataan tersebut hanya berkaitan dengan KPM komponen pendidikan dan tidak berkaitan dengan KPM komponen kesehatan. Populasi dalam uji validitas ini adalah n = 72 dengan Df = n – 2 (Df = 72 – 2 = 70) dengan taraf signifikansi α = 0,05 sehingga didapatkan hasil rtabel sebesar 0,232. Tabel 3.16. Hasil Pengujian Validitas Pengelolaan Dana Butir 14a dan 15b Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan Pernyataan 0,923 14a 0,232 valid 0,931 15a 0,232 valid Sumber: data primer, diolah tahun 2018.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa item pernyataan 14a dan 15b variabel pengelolaan dana dinyatakan valid. Pengambilan kesimpulan berdasarkan nilai rhitung kedua item pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel . Ketiga, uji validitas butir pernyataan 14b dan 15b yang hanya diisi oleh 43 responden yang merupakan KPM komponen kesehatan, karena pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan KPM komponen pendidikan. Populasi dalam uji validitas ini adalah n = 43 dengan Df = n – 2 (Df = 43 – 2 = 41) dengan taraf signifikansi α = 0,05 sehingga didapatkan hasil rtabel sebesar 0,301. Tabel 3.17. Hasil Pengujian Validitas Pengelolaan Dana Butir 14b dan 15b Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan Pernyataan 0,876 14b 0,301 valid 0,885 15b 0,301 valid Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa item pernyataan 14b dan 15b variabel pengelolaan dana dinyatakan valid. Pengambilan kesimpulan berdasarkan nilai rhitung kedua item pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel . 2. Uji Reliabilitas Instrumen kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 koefisien Alpha Cronbach, dengan rumus sebagai berikut (Arikunto, 2002: 171): 𝑟11 𝑘 ∑𝜎𝑏2 =⌊ ⌋ ⌊1 2 ⌋ 𝑘−1 𝜎1 Keterangan: 𝑟11 : Koefisien reliabilitas 𝑘 : Banyaknya butir soal 2 ∑σb : Jumlah varian butir soal σ12 : Varian total Sebuah pernyataan dinyatakan reliabel atau tidak, dapat diketahui dengan menggunakan kriteria pengujian reliabilitas berikut ini:  Bila nilai Alpha Cronbach > 0,6 maka instrumen penelitian reliabel.  Bila nilai Alpha Cronbach < 0,6 maka instrumen penelitian tidak reliabel. Hasil pengujian reliabilitas diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3.18. Uji Reliabilitas Nilai Alpha Variabel Keterangan Cronbach Persepsi Masyarakat (X1) 0,897 Reliabel Kualitas Pendampingan (X2) 0,923 Reliabel Pengelolaan Dana (X3) Pengelolaan Dana item no 1 - 13 0,904 Reliabel Pengelolaan Dana item no 14a dan 15a 0,836 Reliabel Pengelolaan Dana item no 14b dan 15b 0,709 Reliabel Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Tabel di atas menunjukkan hasil pengujian reliabilitas instrumen persepsi masyarakat diperoleh nilai Alpha Cronbach sebesar 0,897. Nilai Alpha Cronbach instrumen kualitas pendampingan sebesar 0,923. Nilai Alpha Cronbach instrumen pengelolaan dana item nomor 1 – 13 sebesar 0,904. Nilai Alpha Cronbach instrumen pengelolaan dana item nomor 14a

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 dan 15a sebesar 0,836. Nilai Alpha Cronbach instrumen pengelolaan dana item nomor 14b dan 15b diperoleh nilai sebesar 0,709. Nilai Alpha Cronbach ketiga instrumen tersebut lebih dari 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen ketiga variabel dinyatakan reliabel. I. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. Deskripsi variabel menggambarkan tanggapan responden mengenai PKH, kualitas pendampingan dan pengelolaan dana bantuan PKH. 1. Analisis Data Kuantitatif Data kuantitatif yang diperoleh selanjutnya akan disajikan dalam bentuk statistik deskriptif. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. Deskripsi variabel menggambarkan persepsi resonden mengenai PKH, kualitas pendampingan oleh pendamping PKH dan pengelolaan dana bantuan PKH. Data hasil penelitian, selanjutnya dibuat suatu kriteria dengan menggunakan tabel kecenderungan variabel. Tabel kecenderungan variabel merupakan pengkategorian masing-masing skor variabel. Kategori variabel dalam penelitian ini menggunakan rumus:

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 𝑅𝑎𝑛𝑔𝑒 = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 − 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 Data hasil penelitian kemudian dikategorikan ke dalam kelompok rentang. Persepsi masyarakat tentang PKH dinilai dengan rentang sangat positif, positif, negatif, dan sangat negatif. Kualitas pendampingan dinilai dengan rentang sangat baik, baik, cukup baik dan kurang baik. Pengelolaan dana dinilai dengan rentang sangat baik, baik, cukup baik, dan kurang baik. Kategori variabel akan dijabarkan berdasarkan pada masingmasing varibel. Hasil kategorisasi variabel adalah sebagai berikut: a. Persepsi Masyarakat tentang PKH 1) Mencari Nilai Tertinggi dan Terendah Variabel persepsi masyarakat tentang PKH terdapat 20 item pernyataan dengan skala likert 5 pilihan, maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut: Nilai tertinggi = 20 x 5 = 100 Nilai terendah = 20 x 1 = 20 2) Mencari Nilai Interval Kelas Range = = = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖−𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 100−20 80 5 2 = 16 Maka diperoleh nilai interval kelas variansi dalam persepsi masyarakat tentang PKH adalah 16.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 3) Interval Kelas Variansi dalam Persepsi Masyarakat tantang PKH Karakteristik responden variansi dalam persepsi masyarakat tentang PKH dikelompokkan menjadi empat kategori. Pengelompokan kategori variansi dalam persepsi masyarakat tentang PKH ditunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel 3.19. Interval Kelas Variansi dalam Persepsi Masyarakat tentang PKH Kategori Interval Kelas Sangat Positif 84 – 100 Positif 68 – 83 Netral 52 – 67 Negatif 36 – 51 Sangat Negatif 20 – 35 Sumber: Data primer, diolah 2018 Keterangan Interval Kelas Variabel Persepsi: a) Sangat positif dalam penelitian ini berarti persepsi atas pengalaman responden sebagai KPM sangat merasa nyaman, sangat puas dan tidak ada rasa kecemasan sama sekali dalam pengimplementasian PKH. KPM sangat merasakan manfaat sebagai peserta PKH. Selain itu KPM juga memiliki harapan yang tinggi kepada segala potensi yang akan dihasilkan oleh PKH. KPM juga merasakan pengalaman yang sangat menyenangkan dan berharga dari semua kegitan PKH dalam melatih kemandirian dan kepercayaan diri. b) Positif dalam penelitian ini berarti persepsi atas pengalaman responden sebagai KPM adalah adanya rasa nyaman, puas dan

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 tidak ada rasa kecemasan sama sekali dalam pengimplementasian PKH. KPM merasakan manfaat sebagai peserta PKH. Selain itu KPM juga memiliki harapan yang tinggi kepada segala potensi yang akan dihasilkan oleh PKH. KPM merasakan pengalaman yang menyenangkan dan berharga, namun disisi lain, KPM juga merasakan pengalaman yang kurang menyenangkan dari kegitan PKH dalam melatih kemandirian dan kepercayaan diri. c) Netral dalam penelitian ini berarti persepsi atas pengalaman responden sebagai KPM adalah adanya rasa puas, nyaman, tidak terdapat rasa kecemasan dalam pengimplementasian PKH. KPM memiliki keyakinan bahwa PKH bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. KPM merasakan pengalaman tidak menyenangkan dari kegiatan-kegiatan PKH ini. d) Negatif penelitian ini berarti persepsi atas pengalaman responden sebagai KPM adalah adanya rasa tidak puas, tidak nyaman, terdapat rasa kecemasan dalam pengimplementasian PKH. Namun KPM memiliki keyakinan bahwa PKH bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. KPM merasakan pengalaman tidak menyenangkan dari kegiatan-kegiatan PKH ini. e) Sangat Negatif dalam penelitian ini berarti persepsi atas pengalaman responden sebagai KPM adalah rasa sangat tidak puas, sangat tidak nyaman dan sangat memiliki rasa cemas dalam pengimplementasian PKH. KPM juga sangat tidak memiliki

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 keyakinan bahwa PKH bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. KPM sangat merasakan pengalaman tidak menyenangkan dari kegiatan-kegiatan PKH ini. b. Kualitas Pendampingan 1) Mencari Nilai Tertinggi dan Terendah Variabel kualitas pendampingan terdapat 20 item pernyataan dengan skala likert 5 pilihan, maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut: Nilai tertinggi = 20 x 5 = 100 Nilai terendah = 20 x 1 = 20 2) Mencari Nilai Interval Kelas Range = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖−𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 = 100−20 = 80 5 4 = 16 Maka diperoleh nilai interval kelas variansi dalam kualitas pendampingan adalah 16. 3) Interval Kelas Variansi dalam Kualitas Pendampingan Karakteristik responden variansi dalam kualitas pendampingan dikelompokkan menjadi empat kategori. Pengelompokan kategori variansi dalam kualitas pendampingan ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Tabel 3.20. Interval Kelas Variansi dalam Kualitas Pendampingan Kategori Interval Kelas Sangat Baik 84 – 100 Baik 68 – 83 Cukup Baik 52 – 67 36 – 51 Kurang Baik 20 – 35 Sangat Kurang Baik Sumber: Data primer, diolah 2018 Keterangan Interval Kelas Variabel Kualitas Pendampingan: a) Sangat baik dalam penelitian ini berarti persepsi masyarakat tentang kualitas pendampingan yang diberikan oleh pendamping PKH sangat baik. Pendamping sangat mampu menempatkan diri dalam segala kondisi. Pendamping sangat tanggap dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan dapat menyelesaikan dengan cepat. Pendamping mampu menyajikan pelayanan secara tepat dan konsisten. Kemudian pendamping mempunyai pengetahuan tentang PKH dan kemampuan yang baik, sehingga mampu memberikan jaminan rasa aman. Selain itu pendamping juga sangat memahami kebutuhan dan mudah membangun hubungan dengan KPM. b) Baik dalam penelitian ini berarti persepsi masyarakat tentang kualitas pendampingan yang diberikan oleh pendamping PKH adalah baik. Pendamping mampu menempatkan diri dalam segala kondisi. Pendamping tanggap dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan dapat menyelesaikan dengan cepat. Pendamping mampu menyajikan pelayanan secara tepat namun belum

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 konsisten. Kemudian pendamping mempunyai pengetahuan tentang PKH dan kemampuan yang baik, sehingga mampu memberikan jaminan rasa aman. KPM merasa pendamping cukup mampu berkomunikasi dan membangun hubungan dengan KPM. c) Cukup baik dalam penelitian ini berarti persepsi masyarakat tentang kualitas pendampingan yang diberikan oleh pendamping PKH adalah cukup baik. Pendamping cukup mampu menempatkan diri dalam segala kondisi. Pendamping cukup tanggap dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan dapat menyelesaikan dengan cepat. Pendamping kurang mampu menyajikan pelayanan secara tepat namun belum konsisten. Kemudian pendamping mempunyai pengetahuan tentang PKH dan kemampuan yang baik, sehingga mampu memberikan jaminan rasa aman. KPM merasa pendamping tidak mampu berkomunikasi dan membangun hubungan dengan KPM. d) Kurang baik dalam penelitian ini berarti persepsi masyarakat tentang kualitas pendampingan yang diberikan oleh pendamping PKH adalah kurang baik. Pendamping cukup mampu menempatkan diri dalam segala kondisi. Pendamping cukup tanggap dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan dapat menyelesaikan dengan cepat. Pendamping kurang mampu menyajikan pelayanan secara tepat namun belum konsisten. Kemudian pendamping tidak mempunyai pengetahuan tentang

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 PKH dan kemampuan yang baik, sehingga belum mampu memberikan jaminan rasa aman. KPM merasa pendamping tidak mampu berkomunikasi dan membangun hubungan dengan KPM. e) Sangat kurang baik dalam penelitian ini berarti persepsi masyarakat tentang kualitas pendampingan yang diberikan oleh pendamping PKH adalah sangat kurang baik. Pendamping kurang mampu menempatkan diri dalam segala kondisi. Pendamping tidak tanggap dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan dapat menyelesaikan dengan cepat. Pendamping sangat kurang mampu menyajikan pelayanan secara tepat namun belum konsisten. Kemudian pendamping tidak mempunyai pengetahuan tentang PKH dan kemampuan yang baik, sehingga tidak mampu memberikan jaminan rasa aman. KPM merasa pendamping tidak mampu berkomunikasi dan membangun hubungan dengan KPM. c. Pengelolaan Dana 1) Mencari Nilai Tertinggi dan Terendah Variabel pengelolaan dana sebenarnya terdapat 17 item pernyataan, namun pada perhitungan nilai tertinggi dan terendah ini hanya dihitung 15 pernyataan. Hal ini dikarenakan jenis pernyataan nomor 14a sama dengan pernyataan nomor 14b dan jenis pernyataan nomor 15a sama dengan pernyataan nomor 15b. Kedua jenis pernyataan tersebut sama yaitu tentang penggunaan dana bantuan PKH. Yang membuat berbeda adalah contoh

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 penggunaan dananya yang disesuaikan dengan responden komponen pendidikan dan komponen pendidikan. Sebagai contoh pernyataan nomor 14a yang ditujukan pada responden komponen pendidikan, yaitu “dana PKH digunakan untuk memenuhi biaya operasional sekolah anak”. Pernyataan tersebut sama jenisnya dengan pernyataan nomor 14b, yaitu “dana PKH digunakan untuk membayar biaya cek kandungan dan periksa kesehatan anak”. Begitu pula dengan pernyataan nomor 15a dan 15b Selain alasan tersebut, ada juga alasan lain yang melatarbelakangi jumlah pernyataan hanya dihitung 15 pernyataan. Pernyataan nomor 14a dan 15a merupakan pernyataan untuk responden komponen pendidikan yang berjumlah 72 orang. Serta pernyataan nomor 14b dan 15b merupakan pernyataan untuk responden komponen kesehatan yang berjumlah 43 orang. Sedangkan untuk pernyataan nomor 1 hingga 13 merupakan pernyataan yang ditujukan pada semua responden (komponen pendiikan dan kesehatan) yang berjumlah 115 orang. Kondisi inilah yang mendasari peneliti untuk menghitung pernyataan nomor 14a dan 14b menjadi satu, begitu pula dengan pernyataan nomor 15a dan 15b. Jadi dengan alasan tersebut peneliti memutuskan untuk menghitung pernyataan variabel pengelolaan ini menjadi 15

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 pernyataan, dengan 5 pillihan skala likert Maka perhitungan nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut: Nilai tertinggi = 15 x 5 = 75 Nilai terendah = 15 x 1 = 15 2) Mencari Nilai Interval Kelas Range = = = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖−𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 75−15 60 5 4 = 12 Maka diperoleh nilai interval kelas variansi dalam pengelolaan dana adalah 12. 3) Interval Kelas Variansi dalam Pengelolaan Dana Karakteristik responden variansi dalam pengelolaan dana dikelompokkan menjadi empat kategori. Pengelompokan kategori variansi dalam pengelolaan dana ditunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel 3.21. Interval Kelas Variansi dalam Pengelolaan Dana Kategori Interval Kelas Sangat Baik 63 – 75 Baik 51 – 62 Cukup Baik 39 – 50 27 – 38 Kurang Baik Sangat Kurang Baik 15 – 26 Sumber: Data primer, diolah 2018 Keterangan Interval Kelas Variabel Pengelolaan Dana: a) Sangat baik dalam penelitian ini berarti KPM sangat mampu mengelola dana bantuan PKH dengan sangat baik. KPM telah

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 melakukan perencanaan dana yang akan digunakan, pengorganisasian dana sesuai kebutuhan dan pengendalian atau pengawasan pengunaan dana. b) Baik dalam penelitian ini berarti KPM mampu mengelola dana bantuan PKH dengan baik. KPM jarang membuat perencanaan dana yang akan digunakan. Namun KPM telah melakukan pengorganisasian penggunaan dana sesuai kebutuhan. KPM juga melakukan pengendalian atau pengawasan pengunaan dana, sehingga KPM mengetahui penggunaan dana sudah sesuai kebutuhan atau belum. c) Cukup baik dalam penelitian ini berarti KPM cukup mampu mengelola dana bantuan PKH. KPM tidak melakukan pengorganisasian penggunaan dana sesuai kebutuhan. Namun KPM melakukan perencanaan penggunaan dana dan melakukan pengendalian atau pengawasan pengunaan dana. d) Kurang baik dalam penelitian ini berarti KPM tidak mampu mengelola dana bantuan PKH. KPM tidak melakukan perancanaan dana yang akan digunakan. KPM jarang melakukan pengendalian atau pengawasan pengunaan dana. KPM juga jarang melakukan pengorganisasian dana sesuai kebutuhan. e) Sangat Kurang Baik dalam penelitian ini berarti KPM sangat tidak mampu dalam mengelola dana bantuan PKH. KPM tidak melakukan perencanaan dana yang akan digunakan, tidak

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 melalakukan pengorganisasian dana sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pengendalian atau pengawasan pengunaan dana. 2. Analisis Data Kualitatif Data kualitatif akan dianalisis dengan teknik analisis kualitatif dengan langkah sebagai berikut: a. Mengolah dan mempersiapkan data. Langkah ini melibatkan transkrip wawancara, materi, mengetik data lapangan, memilah dan menyusun data tersebut ke dalam jenisjenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi. b. Membaca keseluruhan data. Pada tahap ini peneliti membangun general sense atas informasi yang diperoleh dan merefleksikan makna secara keseluruhan. Gagasan umum apa yang terkandung dalam perkataan peserta? Bagaimana nada gagasan tersebut? Bagaimana kesan kedalaman, kredibilitas, dan penuturan informasi itu? Peneliti terkadang juga menulis catatancatatan khusus atau gagasan-gagasan umum tentang data yang diperoleh. c. Menganalisis lebih detail dengan meng-coding data, coding merupakan proses mengolah materi atau informasi menjadi segmen-segmen tulisan sebelum memakainya. d. Menerapkan proses coding Proses coding diterapkan untuk mendeskripsikan setting, orangorang, kategori-kategori, dan tema-tema yang akan dianalisis. Deskripsi

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 ini melibatkan usaha menyampaikan informasi secara detail mengenai orang-orang, lokasi-lokasi, atau peristiwa-peristiwa dalam setting tertentu. e. Menunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi atau laporan kualitatif. Pendekatan yang paling populer dalah menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dalam menyampaikan hasil analisis (Cresswell, 2013: 276-283). Selanjutnya untuk melihat keabsahan data digunakan strategi triangulasi konkuren. Dalam strategi ini peneliti mengumpulkan data secara konkuren (dalam satu waktu), kemudian membandingkan kedua data tersebut untuk mengetahui apakah terdapat konvergensi, perbedaanperbedaan, atau beberapa kombinasi (Cresswell, 2013:320). Pada strategi ini, pencampuran data terjadi ketika penelitian sampai pada tahap interpretasi dan pembahasan. Pencampuran ini dilakukan dengan melebur dua data penelitian menjadi satu dengan mengintegrasikan atau mengkomparasikan hasil-hasil dari dua data tersebut secara berdampingan dalam pembahasan.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Lokasi dan Luas Wilayah Desa Ngreco merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Desa Ngreco berada tidak jauh dari pusat kecamatan dan merupakan salah satu desa dengan jarak terdekat dengan Kecamatan Weru yaitu 0,3 km. Desa Ngreco juga memiliki aksesibilitas yang baik, mudah dijangkau dan terhubung dengan daerah-daerah lain di sekitarnya oleh jalur transportasi jalan raya. Secara administratif Desa Ngreco terletak di Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo dengan batas sebelah utara yaitu Desa Tawang (Kecamatan Weru), sebelah selatan Desa Karangmojo, sebelah barat yaitu Desa Weru dan sebelah timur yaitu Desa Grajegan. Gambar 4.1 Peta Kecamatan Weru 76

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Desa Ngreco merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 11,34 % dari luas wilayah Kecamatan Weru (476,4368 Ha). Desa Ngreco terdiri atas 15 dukuh tetapi diampu oleh 5 Kepala Dukuh dengan 11 RW dan 43 RT. Dukuh yang menjadi bagian dalam Desa Ngreco yaitu Dukuh Ngreco, Dukuh Klampok, Dukuh Candi, Dukuh Gabeng, Dukuh Pulerejo, Dukuh Gemawang, Dukuh Kaligondang, Dukuh Jlumbang, Dukuh Lengkong, Dukuh Ngadisari, Dukuh Putuk, Dukuh Ngrawan, Dukuh Sidowayah, Dukuh Tawangrejo, dan Dukuh Sambirejo. Tabel 4.1. Luas Wilayah Desa Ngreco Menurut Jenis Penggunaan Tanah Tahun 2016 (Ha) No Jenis Penggunaan Tanah Luas (Ha) Persentase (%) 1 Tanah Sawah 160 33,61 2 Tanah Tegal 62 13,03 3 Tanah Pekarangan 176 36,97 4 Hutan Rakyat 52 10,92 5 Lainnya 26 5,46 476 100 Jumlah Sumber: diolah dari Kecamatan Weru dalam Angka 2017. Dari tebel diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar wilayan Desa Ngreco adalah area persawahan (33,61%) dan pekarangan rumah (36,97%), kemudian sisanya adalah berupa tanah tegal (13,03%), hutan rakyat (10,92%), dan lainnya (5,46%). Hal tersebut berpengaruh pada mata pencaharian sebagian besar masyarakat Desa Ngreco, yaitu bekerja pada sektor pertanian.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 B. Penduduk Data kependudukan di Pemerintahan Desa Ngreco pada tahun 2018 berjumlah 6.203 jiwa, yang terdiri dari 3.076 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 3.127 jiwa berjenis kelamin perempuan. Dari jumlah penduduk tersebut terdapat 2.342 jiwa belum kawin, 3.403 jiwa sudah kawin, 74 jiwa cerai hidup dan 384 jiwa cerai mati. Tabel berikut menunjukkan jumlah penduduk berdasarkan uisa: Tabel 4.2. Jumlah Penduduk berdasarkan Usia Kelompok Usia (tahun) Jumlah (jiwa) Persentase (%) 0-4 341 5,50 5-9 412 6,64 10-14 389 6,27 15-19 442 7,13 20-24 427 6,88 25-29 485 7,82 30-34 463 7,46 35-39 477 7,69 40-44 442 7,13 45-49 396 6,38 50-54 383 6,17 55-59 361 5,82 60-64 332 5,35 65-69 273 4,40 70-74 237 3,82 ≥ 75 343 5,53 Jumlah 6203 100 Sumber: Data Kependudukan Desa Ngreco 2018

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Kondisi keagamaan masyarakat Ngreco cukup beragam, walaupun tetap didominasi oleh satu agama tertentu. Namun keragaman ini dibuktikan dengan adanya pemeluk agama lain di desa ini. Berikut merupakan jumlah penduduk berdasarkan agama: Tabel 4.3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Agama Jumlah (jiwa) Persentase (%) Islam 6.180 99,63 Kristen 20 0,32 Katholik 1 0,02 Hindu 2 0,03 Buddha 0 0 Jumlah 6.203 100 Sumber: Data Kependudukan Desa Ngreco 2018. C. Mata Pencaharian Pekerjaan penduduk di Desa Ngreco yang cukup beragam sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahlian yang dimiliki oleh setiap individu. Berikut merupakah jumlah penduduk berdasarkan pendidikan: Tabel 4.4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Jumlah (Jiwa) Persentase (%) 1.149 18,52 653 10,53 1.992 32,11 SLTP/Sederajat 967 15,59 SLTA/Sederajat 1.199 19,33 Tidak/Belum Sekolah Belum Tamat SD/Sederajat Tamat SD/Sederajat

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Diploma I/II 13 0,21 Akademi/Diploma II/Sarjana Muda 65 1,05 Diploma IV/Strata I 158 2,55 Strata II 7 0,11 Strata III 0 0,00 6.203 100 Jumlah Sumber: Data Kependudukan Desa Ngreco 2018 Masyarakat Desa Ngreco mayoritas hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SD (32,11%) saja. Masyarakat yang melanjutkan pendidikan SLTP dan SLTA hanya sebesar 15,59% dan 19,33% dari total penduduk. Sedangkan masyarakat yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi hanya sedikit. Hal tersebut dipengaruhi oleh belum terbukanya pemikiran masyarakat Desa Ngreco terhadap pendidikan. Berikut keadaan penduduk Desa Ngreco berdasarkan mata pencahariannya: Tabel 4.5. Keadaan Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Jumlah (Orang) Persentase (%) 3.535 76,53 Sektor Industri 660 14,29 Sektor Jasa 168 3,64 lain-lain 256 5,54 Jenis Pekerjaan Sektor Pertanian Sumber: Kecamatan Weru dalam Angka 2017 Mata pencaharian mayotitas penduduk Desa Ngreco adalah pada sektor pertanian yang meliputi petani dan buruh tani yaitu sejumlah 3.535 orang

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 (76,53%). Penduduk yang berkerja pada sektor industri dan perdagangan adalah sejumlah 660 orang (14,29%) yang meliputi, buruh industri, karyawan perusahaan swasta dan usaha mandiri. Para pekerja di sektor jasa yang meliputi penjahit, tukang, sopir, pramuwisata, aisten rumah tangga, PNS, POLRI, dan TNI adalah sejumlah 168 orang (3,64%). Adapun penduduk yang bekerja selain pada ketiga sektor tersebuh adalah sebesar 256 orang (5,54%).

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober 2018. Lokasi penelitian berada di Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Subjek penelitian ini adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) komponen pendidikan dan komponen kesehatan di Desa Ngreco, sebanyak 115 responden. Selama pengambilan data di lapangan, peneliti mendatangi rumah masing-masing KPM melalui data yang diperoleh dari pendamping PKH Kecamatan Weru. Data tersebut berupa nama dan alamat rumah KPM PKH di Desa Ngreco. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kuisioner dan wawancara mendalam. Peneliti menyebarkan kuisioner kepada 115 KPM yang terdiri dari 72 KPM komponen pendidikan dan 43 KPM komponen kesehatan yang ada di Desa Ngreco. Jumlah kuesioner yang kembali adalah 115 yang telah diisi secara lengkap dan dapat dioleh lebih lanjut. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara mendalam kepada 6 KPM yang terdiri dari 3 responden komponen pendidikan dan 3 responden komponen kesehatan, serta pendamping PKH Desa Ngreco untuk memperoleh data secara lebih mendalam. Berikut ini adalah deskripsi data, analisis data dan pembahasan. 82

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 B. Deskripsi Data Berdasarkan temuan pada saat wawancara dengan Pendaping PKH Kecamatan Weru, diperoleh informasi bahwa PKH mulai diimpelentasikan di Desa Ngreco pada tahun 2013. Dalam kurun waktu lima tahun tersebut telah terjadi 3 (tiga) kali pendataan dan perekrutan KPM PKH di Desa Ngreco, yaitu pada tahun 2013, 2016 dan 2017. Jumlah total KPM di Desa Ngreco adalah 331 keluarga yang terdiri dari 118 KPM komponen pendidikan, 43 KPM komponen kesehatan dan 170 KPM komponen kebutuhan khusus dan lansia. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah seluruh KPM PKH komponen pendidikan dan komponen kesehatan yang ada di Desa Ngreco. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 115 KPM. Sampel inilah yang kemudian disebut sebagai responden penelitian. Data responden tersebut dijelaskan menggunakan tabel sebagai berikut: Tabel 5.1. Data Responden KPM Komponen Populasi Responden Persentase Responden Pendidikan 118 72 62,61% Kesehatan 43 43 37,39% 161 115 100% Jumlah Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa jumlah populasi dari KPM komponen pendidikan (118 KPM) lebih mengominasi daripada KPM komponen kesehatan (43 KPM). Oleh karena itu, peneliti memutuskan untuk mengambil seluruh populasi KPM komponen kesehatan untuk dijadikan responden dalam penelitian

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 ini. Jumlah populasi KPM komponen kesehatan yang terbatas juga menjadi alasan dijadikannya seluruh populasi KPM komponen kesehatan sebagai responden. Sehingga dapat diambil kesimpulan responden untuk komponen pendidikan sebanyak 72 KPM (62,61%) dan komponen kesehatan sebanyak 43 KPM (37,39%). Jadi total responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 115 responden. Informasi terkait responden tidak hanya diperoleh dari proses wawancara saja tetapi juga melalui penyebaran kuesioner. Melalui penyebaran kuesioner diperoleh data demografi responden yang berupa usia, latar belakang pendidikan, dan profesi responden. Berikut penjabaran masing-masing demografi responden: 1. Usia Karakteristik responden berdasarkan usia dibagi menjadi dua kelompok komponen, yakni usia responden komponen pendidikan dan usia responden komponen kesehatan. Berikut penjabaran masing-masing karakteristik responden bersadarkan usia: Tabel 5.2. Karakteristik Responden Komponen Pendidikan Berdasarkan Usia Usia <29 30 - 34 Tahun 35 - 39 Tahun 40 - 44 Tahun 45 - 49 Tahun 50 - 54 Tahun Jumlah Frekuensi 0 6 23 16 23 4 72 Persentase (%) 0 8,33 31,95 22,22 31,95 5,55 100 Sumber: data primer, diolah tahun 2018.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa responden komponen pendidikan lebih didominasi oleh responden dengan usia 35-39 tahun dan usia 45-49 tahun, yaitu sama-sama sebanyak 23 responden (31,95%). Sedangkan terbanyak kedua adalah KPM dengan usia 40-44 tahun, yakni sebanyak 16 responden (22,22%). Kemudian untuk responden dengan usia 30-34 tahun sebanyak 6 responden (8,33%), dan reponden yang berusia 50-54 tahun hanya ssebanyak 4 responden saja (5,55%). Karakteristik usia reponden komponen pendidikan didominasi oleh usia 35-39 tahun, 45-49 tahun, dan 40-44 tahun. Hal tersebut terjadi karena pada saat pendataan peserta PKH, responden memiliki anak yang masuk usia sekolah. Hal tersebut sesuai dengan syarat peserta penerima dana bantauan PKH komponen pendidikan. Syarat tersebut tercantum dalam Permensos No. 10 Tahun 2017 tentang Program Keluarga Harapan (PKH), yaitu keluarga tidak mampu yang memiliki anak yang berusia 6 sampai dengan 12 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Tabel 5.3. Karakteristik Responden Komponen Kesehatan Berdasarkan Usia Usia <19 20 - 24 Tahun 25 - 29 Tahun 30 - 34 Tahun 35 - 39 Tahun Jumlah Frekuensi 0 7 21 13 2 43 Persentase (%) 0 16,28 48,84 30,23 4,65 100 Sumber: data primer, diolah tahun 2018.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 43 responden komponen keseharan, didapati 7 responden yang berusia 20-24 tahun. Sedangkan untuk usia 25-29 tahun terdapat 21 reponden, 13 responden berusia 30-34 tahun dan responden yang memiliki umur 35-39 tahun hanya 2 responden saja. Mayoritas usia responden komponen kesehatan dalam penelitian ini adalah usia 25-29 tahun, yaitu sebanyak 48,84% dari total responden. Kemudian jumlah tersebut diikuti oleh kelompok usia 30-34 tahun, yaitu sebanyak 30,23%. Berdasarkan Permensos No. 10 Tahun 2017 tentang Program Keluarga Harapan (PKH), kriteria untuk dapat menjadi peserta penerima bantuan PKH komponen kesehatan adalah keluarga miskin yang terdapat ibu hamil dan/atau anak usia 0 (nol) sampai dengan 5 tahun (balita). Selain itu, pada saat pendataan peserta PKH responden juga telah memenuhi syarat tersebut, yaitu responden tengah hamil atau memiliki balita. Hal itulah yang mendasari banyaknya responden komponen kesehatan yang berusia 25-29 tahun dan 3034 tahun, yang memiliki anak balita atau sedang hamil. 2. Latar Belakang Pendidikan Latar belakang pendidikan responden dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi empat kelompok, yakni tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan D3 atau Sarjana. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan ditunjukkan pada tabel berikut:

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Tabel 5.4. Karakteristik Responden Komponen Pendidikan Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Pendidikan Frekuensi Persentase (%) SD 3 4,17 SMP 30 41,67 SMA/SMK 39 54,16 D3/Sarjana 0 0 Jumlah 72 100 Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa dari 72 responden yang mengisi kuisioner, didapati 3 responden dengan latar belakang pendidikan SD. Sedangkan untuk lulusan SMP terdapat 30 responden. Responden yang memiliki latar belakang pendidikan lulusan SMA sejumlah 39 responden, sedangkan responden berlatar belakang D3/Sarjana tidak ada. Dari tabel 5.4 dapat kita lihat bahwa mayoritas responden komponen pendidikan memiliki latar belakang pendidikan lulusan SMA (54,16%). Jumlah terbanyak kedua adalah responden dengan lulusan SMP, yaitu sebesar 41,67% dari total responden. Sedangkan sisanya adalah responden lulusan SD, yaitu sebesar 4,17% dari total responden. Tabel 5.5. Karakteristik Responden Komponen Kesehatan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pendidikan Frekuensi Persentase (%) SD 2 4,65 SMP 13 30,23 SMA/SMK 28 65,12 D3/Sarjana 0 0 Jumlah 43 100 Sumber: data primer, diolah tahun 2018.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa komponen kesehatan lebih didominasi oleh responden dengan latar belakang pendidikan lulusan SMA (28 responden) sebesar 65,12% dari total responden. Sedangkan terbanyak kedua adalah responden dengan latar belakang pendidikan lulusan SMP dengan 13 responden atau 30,23% dari total responden. Responden yang memiliki latar belakang pendidikan lulusan SD, yaitu sebanyak 2 reponden atau 4,65% dari total responden. 3. Profesi Jenis profesi dalam penelitian ini dibagi menjadi 5 kategori, yaitu ibu rumah tangga, wiraswasta, karyawan swasta dan buruh tani. Yang termasuk kedalam kategori wiraswasta, yaitu berdagang baik makanan, pakaian, membuka jasa laundry dan membuka toko kelontong. Sedangkan yang termasuk kedalam kategori karyawan swata, yaitu responden yang bekerja untuk perusahaan swasta, baik sebagai pramuniaga, pramusaji maupun buruh jahit. Berikut masing-masing karakteristik responden berdasarkan profesi: Tabel 5.6. Karakteristik Responden Komponen Pendidikan Berdasarkan Profesi Profesi Frekuensi Persentase (%) Ibu Rumah Tangga 22 30,56 Wiraswasta 16 22,22 Jasa Pengajar 1 1,39 Karyawan Swasta 8 11,11 Buruh Tani 25 34,72 Jumlah 72 100 Sumber: data primer, diolah tahun 2018.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Berdaasrkan tabel di atas, diketahui bahwa 22 reponden berprofesi sebagai ibu rumah tangga, 16 responden bekerja dibidang wiraswasta. Responden yang berprofesi dibidang jasa pengajar ada 1 reponden (1,39%). Responden yang berprofesi sebagai karyawan swata sebanyak 8 responden (11,11%), dan 25 responden berprofesi sebagai buruh tani. Karakteristik responden komponen pendidikan mayoritas didominasi oleh responden yang berprofesi sebagai buruh tani, yaitu 34,72% dari total 72 responden. Kemudian jumlah tersebut diikuti oleh responden yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, yaitu sebanyak 30,56%. Tidak banyaknya peluang lapangan pekerjaan di daerah tempat tinggal membuat responden memilih untuk bekerja sebagai wiraswasta. Beberapa responden memilih untuk berdagang sarapan pagi, berdagang gorengan, berdagang pakaian untuk orang dewasa dan anak-anak dari rumah kerumah, dan ada beberapa responden yang membuka toko kelontong. Untuk itulah banyak responden yang berprofesi sebagai wiraswasta, yaitu sebanyak 22,22% dari total responden. Tabel 5.7. Karakteristik Responden Komponen Kesehatan Berdasarkan Profesi Profesi Frekuensi Persentase (%) Ibu Rumah Tangga 15 34,88 Wiraswasta 11 25,58 Jasa Pengajar 0 0 Karyawan Swasta 16 37,21 Buruh Tani 1 2,33 Jumlah 43 100 Sumber: data primer, diolah tahun 2018.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa dari 72 responden yang mengisi kuesioner, didapati 15 responden yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Responden yang berprofesi wiraswata terdapat 11 responden. Sedangkan tidak ada responden yang berprofesi sebagai pengajar di KPM komponen kesehatan. Responden yang berprofesi sebagai karyawan swasta sebanyak 16 responden. Kemudian terdapat 1 responden yang berprofesi sebegai buruh tani. Dari tabel 5.7 dapat kita lihat bahwa mayoritas responden komponen kesehatan berprofesi sebagai karyawan swasta (37,21%) dan ibu rumah tangga (34,88%). Jumlah terbanyak ketiga adalah responden yang berprofesi sebagai wiraswasta, yaitu sebesar 25,58% dari total responden. Sedangkan sisanya adalah responden yang berprofesi sebagai buruh tani, yaitu sebesar 2,33% dari total responden. C. Analisis Data Analsis data pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik data pada masing-masing variabel, yaitu persepsi masyarakat, kualitas pendampingan dan pengelolaan dana. Hasil analisis data adalah sebagai berikut: 1. Persepsi Masyarakat Tujuan dilakukannya analisis data pada variabel persepsi masyarakat adalah untuk menunjukkan pendapat atau pandangan dari masyarakat mengenai PKH yang berdasarkan pada pengalaman sebagai penerima dana

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 bantuan PKH. Untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang PKH peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Wawancara dilakukan pada 6 responden yang terdiri dari 3 responden komponen pendidikan dan 3 responden komponen kesehatan, serta pendamping PKH Kecamatan Weru. Kuesioner berisikan 20 pernyataan dengan mengacu pada indikator penelitian. Kuesioner dibagikan pada 72 reponden komponen pendidikan, dan 43 responden komponen kesehatan. Ada tiga indikator yang digunakan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang PKH, yaitu persepsi kepuasan masyarakat tentang PKH, persepsi kebermanfaatan PKH, dan persepsi masyarakat tentang kegiatan pengimplementasian PKH. Persepsi kepuasan masyarakat tentang PKH berkaitan dengan tanggapan rasa puas, nyaman dan rasa cemas yang dirasakan KPM secara menyeluruh tentang PKH, baik dari segi sistem kebijakan, tujuan, dan kegiatan selama menjadi peserta. Persepsi kebermanfaatan PKH berkaitan dengan tanggapan peserta tentang manfaat dan harapan dari PKH. Dan yang terakhir persepsi masyarakat tentang kegiatan pengimplementasian PKH, berkaitan dengan pengalaman peserta sebagai penerima manfaat dan merasakan semua aktivitas dalam PKH. Dari pengalaman tersebut dapat terungkap persepsi peserta tentang PKH. Data hasil kuesioner kemudian dianalisis dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan menghitung nilai mean, median, modus, dan standar deviasi dari total skor responden. Cara kedua adalah dengan menghitung total skor

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 setiap responden dari 20 pernyataan dan memasukan kedalam distribusi frekuensi. Dengan distribusi frekuensi kita dapat melihat sebaran total skor kedalam kelas interval, dimana setiap responden hanya termasuk dalam satu kelas interval saja. Jadi hasil analisis dari distribusi frekuensi diharapkan mampu untuk lebih membuktikan dan memperkuat hasil analisis dengan cara pertama. Berikut ini adalah hasil analisis variabel persepsi masyarakat: Tabel 5.8. Analisis Statistik Variabel Persepsi Masyarakat Harga Statistik Nilai Mean 73,76 Median 73 Modus 72 Standar Deviasi 7,498 Sumber: data primer, diolah tahun 2018 Tabel 5.9. Kategori Kelas Interval Variabel Persepsi Masyarakat Kategori Interval Kelas Sangat Positif 84 – 100 Positif 68 – 83 Netral 52 – 67 Negatif 36 – 51 Sangat Negatif 20 – 35 Sumber: data primer, diolah tahun 2018 Dari tabel 5.8 diketahui bahwa nilai mean atau nilai rata-rata variabel persepsi masyarakat adalah 73,76. Nilai median atau nilai tengah adalah 73. Kemudian nilai modus atau nilai yang sering muncul adalah 72. Kemudian yang terakhir nilai standar deviasi atau nilai simpangan baku adalah 7,498. Jika dihubungkan dengan tabel 5.9 maka masyarakat Desa Ngreco memiliki persepsi yang positif tentang PKH. Hal tersebut terbukti dari nilai mean yaitu

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 sebesar 73,76 yang berada dalam interval kelas 68-83, yang berarti bahwa nilai tersebut masuk kedalam kategori positif. Tabel 5.10. Distribusi Frekuensi Variabel Persepsi Masyarakat Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%) Sangat Positif 84 – 100 12 10,43 Positif 68 – 83 81 70,43 Netral 52 – 67 22 19,13 Negatif 36 – 51 0 0 Sangat Negatif 20 – 35 0 0 JUMLAH 115 100 Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa 12 responden (10,43%) memiliki total skor diantara 84-100 dan masuk dalam kategori sangat positif. Kemudian sebanyak 81 responden (70,43%) memiliki total skor antara 68-83, sehingga masuk dalam kategori positif. Sedangkan sisanya sebanyak 22 responden (19,13%) memiliki total skor antara 52 sampai dengan 67, dan masuk dalam kategori netral. Hasil tersebut menunjukkan bahwa KPM PKH selaku masyarakat mempunyai persepsi yang positif tentang PKH. Hal tersebut terbukti dari 81 (70,43%) dari total 115 responden yang memiliki persepsi yang positif tentang PKH. 2. Kualitas Pendampingan Tabel di bawah ini menunjukkan pendapat atau pandangan dari masyarakat tentang kualitas pendampingan dari pendamping PKH yang berdasarkan pada pengalaman sebagai KPM yang telah didampingi selama ini. Sama seperti pada variabel persepsi masyarakat, teknik pengumpulan data

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 pada variabel ini adalah melalui pengisian kuesioner dan wawancara mendalam. Wawancara dilakukan pada 6 responden yang terdiri dari 3 responden komponen pendidikan dan 3 responden komponen kesehatan, serta pada pendamping PKH Kecamatan Weru. Kuesioner berisikan 20 pernyataan dengan mengacu pada indikator penelitian. Kuesioner dibagikan kepada 115 responden. Sama seperti pada variabel persepsi masyarakat, data hasil kuesioner kualitas pendampingan kemudian dianalisis dengan dua cara. Pertama, menghitung nilai statistik deskriptif berupa nilai mean, median, modus, dan standar deviasi dari total skor kuesioner responden. Kedua, menghitung total skor hasil kuesioner setiap responden dan memasukan kedalam distribusi frekuensi. Berikut ini adalah hasil analisis variabel kualitas pendampingan: Tabel 5.11. Analisis Statistik Variabel Kualitas Pendampingan Harga Statistik Mean Median Modus Standar Deviasi Nilai 73,63 72 70 9,433 Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Tabel 5.12. Kategori Kelas Interval Variabel Kualitas Pendampingan Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik Interval Kelas 84 – 100 68 – 83 52 – 67 36 – 51 20 – 35 Sumber: data primer, diolah tahun 2018.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Berdasarkan tabel 5.11 diketahui nilai mean variabel kualitas pendampingan sebesar 73,63. Nilai median sebesar 72, nilai modus adalah sebesar 72. Kemudian yang terakhir nilai standar deviasi sebesar 9,433. Jika nilai mean dihubungkan dengan interval kelas variabel kualitas pendampingan (tabel 5.12), maka masyarakat Desa Ngreco memiliki persepsi yang baik terhadap kualitas pendampingan pendamping sosial PKH. Hal tersebut terbukti dari nilai mean sebesar 73,63, berada dalam interval kelas 68-73, yang berarti bahwa nilai tersebut masuk kedalam kategori baik. Tabel 5.13. Distribusi Frekuensi Variabel Kualitas Pendampingan Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%) Sangat Baik 84 – 100 20 17,39 Baik 68 – 83 65 56,52 Cukup Baik 52 – 67 30 26,09 Kurang Baik 36 – 51 0 0 Sangat Kurang Baik 20 – 35 0 0 JUMLAH 115 100 Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Dapat diketahui dari tabel di atas bahwa responden yang memiliki total skor diantara 84-100 sejumlah 20 responden. 20 responden tersebut masuk kedalam kategori sangat baik. Selanjutnya ada 65 responden yang masuk dalam kategori baik, dengan total skor diantara 68-83. Kemudian sebanyak 30 responden yang memiliki total skor antara 52-67, dan masuk dalam kategori cukup baik. Sedangkan untuk kategori kurang baik dan sangat kurang baik, tidak ada responden yang masuk dalam kategori tersebut.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa KPM mempunyai persepsi yang baik tentang kualitas pendampingan oleh pendamping sosial PKH. Hasil ini terbukti dari 65 (56,52%) dari total 115 responden memiliki persepsi yang baik terhadap kualitas pendampingan pendamping sosial PKH. 3. Pengelolaan Dana Tabel di bawah ini menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan oleh KPM dalam mengelola dana bantuan PKH yang berhubungan dengan perencanaan dana yang akan digunakan, pengorganisasian dana sesuai kebutuhan dan pengendalian/pengawasan penggunaan dana. Teknik pengumpulan data pada variabel ini dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara mendalam. Wawancara dilakukan pada 6 responden yang terdiri dari 3 responden komponen pendidikan dan 3 responden komponen kesehatan, serta pada pendamping PKH Kecamatan Weru. Sedangkan kuesioner dibagikan kepada 115 reponden, yang terdiri dari 72 reponden komponen pendidikan, dan 43 responden komponen kesehatan. Kuesioner variabel pengelolaan dana sebenarnya berisikan 17 pernyataan, namun pada lembar kuesioner hanya ditulis 15 nomor pernyataan. Hal ini terjadi karena jenis pernyataan nomor 14a sama dengan nomor 14b dan jenis pernyataan nomor 15a sama dengan nomor 15b. Kedua jenis pernyataan tersebut sama yaitu tentang penggunaan dana bantuan PKH. Yang membuat berbeda adalah contoh penggunaan dananya yang disesuaikan dengan responden komponen pendidikan dan komponen

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 pendidikan. Pernyataan nomor 14a dan 15a hanya wajib diisi oleh responden komponen pendidikan, sedangkan pernyataan nomor 14b dan 15b hanya wajib diisi oleh responden komponen kesehatan. Kemudian pernyataan nomor 1 hingga 13 adalah pernyataana umum yang berkaitan dengan variabel dan indikator penelitian yang wajib diisi oleh semua responden. Selain alasan tersebut, ada juga alasan lain yang melatarbelakangi jumlah pernyataan hanya dihitung 15 pernyataan. Pernyataan nomor 14a dan 15a merupakan pernyataan untuk responden komponen pendidikan yang berjumlah 72 orang. Serta pernyataan nomor 14b dan 15b merupakan pernyataan untuk responden komponen kesehatan yang berjumlah 43 orang. Sedangkan untuk pernyataan nomor 1 hingga 13 merupakan pernyataan yang ditujukan pada semua responden (komponen pendiikan dan kesehatan) yang berjumlah 115 orang. Kondisi inilah yang mendasari peneliti untuk menghitung pernyataan nomor 14a dan 14b menjadi satu, dan pernyataan nomor 15a dan 15b walaupun pernyataannya berbeda. Teknik analisis data pada variabel ini sama dengan variabel-variabel sebelumya, yaitu cara pertama dengan menghitung nilai statistik deskriptif dan cara kedua dengan analisis distribusi frekuensi. Cara pertama, menghitung nilai statistik deskriptif berupa nilai mean, median, modus, dan standar deviasi dari total skor kuesioner responden. Kedua, menghitung total skor hasil kuesioner setiap responden dan memasukan kedalam distribusi frekuensi. Berikut ini adalah hasil analisis variabel pola pengelolaan dana:

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Tabel 5.14. Analisis Statistik Variabel Pengelolaan Dana Harga Statistik Nilai Mean 38,10 Median 36 Modus 29 Standar Deviasi 9,33 Sumber: data primer, diolah tahun 2018. Tabel 3.15. Interval Kelas Variansi dalam Pengelolaan Dana Kategori Interval Kelas Sangat Baik 63 – 75 Baik 51 – 62 Cukup Baik 39 – 50 Kurang Baik 27 – 38 Sangat Kurang Baik 15 – 26 Dari tabel 5.14 diketahui bahwa nilai mean variabel pola pengelolaan dana adalah 38,10. Nilai median adalah 36. Kemudian nilai modus adalah 29. Dan yang terakhir nilai standar deviasi adalah 9,33. Jika dihubungkan dengan tabel 5.15 maka pengelolaan dana bantuan PKH oleh masyarakat Desa Ngreco adalah kurang baik. Hasil ini terbukti dari nilai mean (38,10) yang berada dalam interval kelas 27-38, yang berarti bahwa nilai tersebut masuk kedalam kategori kurang baik. Tabel 5.16. Distribusi Frekuensi Variabel Pengelolaan Dana Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%) 63 – 75 Sangat Baik 0 0 51 – 62 Baik 14 12,18 39 – 50 Cukup Baik 36 31,3 27 – 38 Kurang Baik 60 52,17 Sangat Kurang Baik 5 4,35 15 – 26 JUMLAH 115 100 Sumber: data primer, diolah tahun 2018.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Berdasarkan tebel di atas, dapat diketahui bahwa 5 responden (4,35%) memiliki total skor diantara 15-26 dan masuk dalam kategori sangat kurang baik. Kemudian sebanyak 60 responden (52,17%) memiliki total skor antara 27-38, sehingga masuk dalam kategori kurang baik. Sedangkan sebanyak 36 responden (31,3%) memiliki total skor antara 39-50, dan masuk dalam kategori cukup baik. Sebanyak 14 responden (12,18%) masuk dalam kategori baik, karena memiliki total skor antara 51-62. Dan yang terakhir tidak terdapat responden yang termasuk kedalam interval kelas 63-75. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan dana bantuan PKH oleh masyarakat Desa Ngreco adalah kurang baik. Hal ini terbukti dari 60 (52,17%) dari total 115 responden masuk dalam kategori kurang baik. D. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Persepsi Masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH) Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) selama kurang lebih 5 (lima) tahun ini telah menciptakan pengalaman tersendiri bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pengalaman KPM dalam berdinamika bersama PKH selama ini pada akhirnya menciptakan sebuah persepsi terhadap PKH. Persepsi setiap KPM tentang PKH akan berbeda-beda, tergantung pada baik buruknya pengalaman mereka sebagai peserta PKH. Secara keseluruhan KPM PKH Desa Ngreco selaku masyarakat penerima dana bantuan memiliki persepsi positif tentang PKH. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel 5.8 dan 5.9 dimana nilai mean persepsi masyarakat

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 tentang PKH yakni, 73,76 berada dalam interval kelas 60-79, yang berarti bahwa nilai tersebut masuk kedalam kategori positif. Persepsi positif KPM terhadap PKH dapat terlihat dari beberapa hal berikut. Pertama, KPM PKH merasakan kenyamanan setelah mendapatkan bantuan dana PKH ini. Para KPM merasa senang karena PKH dirasakan membantu dari segi finansial maupun dari segi perhatian terhadap pendidikan dan kesehatan para anak KPM. KPM yang merupakan keluarga ekonomi lemah, merasa sangat terbantu dari segi finansial setelah menjadi peserta PKH. Ibu Nur Alami (KPM komponen pendidikan) mengungkapkan bahwa “Saya merasa ekonomi keluarga saya terbantu dengan adanya PKH ini. Nominalnya tidak terlalu besar memang, tapi itu sudah sangat membantu perekonomian keluarga saya”. Ibu Nur menambahkan bahwa manfaat yang dirasakan tidak hanya dari segi finansial saja, tetapi juga “manfaat lain yang saya dapat adalah saya menjadi lebih mandiri sekarang. Mandiri dalam artian saya sudah mempunyai usaha sendiri sekarang”. Ibu Nur Alami adalah satu contoh dari sekian banyak KPM PKH yang telah mandiri. Kemandirian KPM sejatinya merupakan salah satu tujuan dari PKH. Hal ini diungkapkan oleh pendamping PKH Desa Ngreco bahwa “Saya berharapan sih semoga semua KPM bisa madiri. Ya kan kalau mandiri semua kan berarti programnya terpenuhi dan berhasil”. Tidak hanya dari segi finansial, KPM juga merasakan PKH memperhatikan pendidikan dan kesehatan dari anak-anak peserta PKH serta

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 kesehatan ibu hamil. Sebelumnya, beberapa anak dari KPM sangat malas untuk pergi ke sekolah dan selalu mencari alasan untuk membolos, bahkan ada yang sempat tidak ingin melanjutkan sekolah. Namun setelah mendapatkan PKH, anak dari KPM menjadi ingin bersekolah dan bahkan lebih rajin ke sekolah. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Kasmini bahwa “Anak saya itu dulu susah sekali kalo disuruh sekolah atau belajar, maunya main terus. Setelah dapat PKH ini kan anak saya harus masuk sekolah terus biar uangnya tidak dikurangi. Awalnya ya masih harus disuruh-suruh, tapi lama-lama jadi kebiasaan, saya tidak usah nyuruh lagi”. Pada awalnya anak dari KPM tersebut rajin ke sekolah karena takut bantuannya dipotong, tetapi setelah beberapa tahun pelaksanaan PKH timbullah kesadaran anak dari KPM akan pentingnya pendidikan dan kesehatan. Kedua, para KPM PKH merasakan potensi dari kegiatan PKH yang dapat memberikan kesadaran kepada KPM tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan anak. Kegiatan pertemuan kelompok setiap bulan tidak hanya diisi oleh kegiatan arisan saja, namun diisi dengan materi-materi yang berbeda setiap bulannya. Pemberian materi-materi oleh pendamping pada saat pendampingan biasa disebut dengan istilah Family Development Session (FDS). Ibu Sri Kasmini mengungkapkan perasaannya setelah mendapatkan materi FDS bahwa “yang paling saya ngerti itu tentang pendidikan, sama cara ngatur keuangan ya, ternyata pendidikan itu sangat penting, saya jadi pengen nanti anak saya bisa sekolah sampai perguruan tinggi. Saya mau anak

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 saya sukses dan punya nasib baik, jangan seperti orang tuanya”. Dari pendapat tersebut dapat terlihat bahwa secara tidak langsung pemberian materi FDS dapat mempengaruhi kesadaran KPM akan pentingnya pendidikan. FDS adalah suatu kegiatan terstruktur yang dilakukan oleh pendamping guna menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya aspek-aspek kehidupan. Dengan FDS pertemuan kelompok menjadi lebih bernilai, dimana peserta diajarkan dan dibekali oleh pendamping tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan, pengelolaan keuangan keluarga, dan cara mengasuh anak. KPM yang sudah menerima materi FDS dari pendamping menjadi lebih melek akan pentingnya pendidikan bagi anak- anak dan kesehatan ibu hamil serta balita. Ketiga, adanya unsur keteraturan aktivitas pada kegiatan PKH yang dirasakan oleh KPM yang menunjukkan pengendalian. Pada saat pertemuan kelompok, pendamping sering memberikan nasihat tentang penggunaan dana bantuan. Cara penyampaian yang sangat tegas serta seringnya frekuensi pemberian nasihat tentang penggunaan dana bantuan membuat KPM merasa cemas dan takut jika menyalahgunakan dana bantuan. KPM merasa takut jika dana bantuan akan dikurangi, atau bahkan dicabut kepesertaannya sebagai peserta PKH jika tidak menggunakan dana bantuan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. Seperti yang dikatakan oleh Ibu Atikah bahwa “… memang kadang cara menyampaikannya sedikit agak mengancam. Ancaman

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 itu berupa akan mengurangi jumlah dana bantuan jika KPM tidak menggunakan dana untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu kami merasa takut jika tidak menggunakan dana dengan baik”. Di sisi lain, pengalaman KPM tentang PKH memang tidak selalu baik. Pengalaman kurang menyenangkan KPM dengan PKH biasanya berhubungan dengan waktu pencairan dana bantuan PKH yang kadang terlambat. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Liana (KPM komponen kesehatan) bahwa “Saya merasa terbantu dengan dana PKH ini, tapi terkadang dana yang datang itu telat banget”. Ibu Liana menambahkan “Saya berharap dana yang akan diberikan kepada penerima bantuan bisa turun tepat waktu”. 2. Kualitas Pendampingan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Profesi pendamping sosial PKH bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan karena harus bersentuhan langsung dengan masyarakat di lapangan. Kondisi masyarakat dan lingkungan yang berbeda-beda menuntut pendamping sosial PKH untuk dapat beradaptasi dengan berbagai macam orang yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Sebagai pendamping sosial, pendamping PKH perlu memiliki berbagai kemampuan khusus, yaitu mampu meyelesaikan masalah terkait pengimplementasian PKH di lapangan, mampu mendidik KPM, dan mampu tanggap dalam segala kondisi, mampu memahami karakter KPM sehingga mampu membangun hubungan dengan KPM. Kemampuan-kemampuan tersebut haruslah dimiliki oleh semua pendamping PKH, tak terkecuali pendamping PKH di Desa Ngreco.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Secara keseluruhan KPM PKH Desa Ngreco selaku masyarakat penerima dana bantuan memiliki persepsi yang baik tentang kualitas pendampingan yang dilakukan oleh pendamping PKH. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel 5.11 dan 5.12 dimana nilai mean kualitas pendampingan yakni, 73,63 berada dalam interval kelas 68-83, yang berarti bahwa nilai tersebut masuk kedalam kategori baik. Berikut merupakan penjabaran dari persepsi baik yang dirasakan oleh KPM terhadap kualitas pendampingan pendamping PKH. Pertama, KPM merasa pendamping mampu tanggap dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan dapat menyelesaikannya dengan cepat. KPM merasa bahwa pendamping PKH Desa Ngreco tanggap dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam pengimplementasian PKH di lapangan dengan baik. Hal tersebut diungkapkan oleh Ibu Sri Kasmini, jika terjadi masalah dengan KPM “Pendamping selalu mendatangi langsung, terus musyawarah (dengan KPM) sih. Menurut saya pendamping sudah cekatan dan ahli kalau mengatasi masalah tentang PKH”. Ibu Nur Alami juga menambahkan bahwa “Pendamping selalu bersikap tenang lalu mencoba memahami masalah apa yang sedang terjadi dan mencoba menyelesaikan masalah satu per satu sampai selesai”. Seperti yang telah diungkapkan oleh Ibu Sri Kasmini, pendamping sosial PKH memang dituntut untuk ikut serta dalam penyelesaian masalah sosial KPM, baik secara individu maupun keluarga. Tidak menutup

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 kemungkinan jika pendamping juga harus berkoordinasi dan berhubungan secara langsung dengan KPM dan pihak lainnya untuk mendiskusikan masalah yang sedang terjadi. Hal tersebut ditegaskan oleh Pendamping PKH Desa Ngreco bahwa “Setelah saya menerima laporan tentang adanya masalah terkait KPM, hal pertama yang saya lakukan adalah mengkonfirmasi masalah itu kepada yang bersangkutan. Baru setelah itu saya mulai memahami masalahnya, lalu segera mengambil tindakan untuk mengatasinya. Karena masalah KPM itu sangat kompleks jadi banyak pihak yang harus terlibat juga untuk mengatasi masalahnya”. Kedua, KPM merasa bahwa pendamping PKH Desa Ngreco mampu memberikan pelayanan yang dijanjikan secara baik dan memuaskan namun belum konsisten. Wujud dari pemberian pelayanan yang telah dijanjikan oleh pendamping adalah dengan mengadakan pertemuan kelompok rutin setiap satu bulan sekali, yang diisi dengan berbagai kegiatan. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Kasmini bahwa “Kami setiap bulan selalu ada PK, di PK kami biasanya arisan, ngobrol-ngobrol, pendamping ngasih pelajaran (materi) kalau pendampingnya ikut PK”. Ibu Titik Rahayu menambahkan bahwa “Pada saat kegiatan pendampingan yang pasti pendamping akan memeriksa catatan dana yang sudah digunakan selama bantuan sebelumnya. Setelah itu ya cerita bareng dan tanya jawab apakah ada keluhan dan masalah dengan PKH atau tidak. Selain itu pendamping kadang-kadang juga

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 memberikan materi-materi tentang anak, keluarga, pendidikan dan kesehatan”. Kegiatan pertemuan kelompok memang diisi dengan kegiatan yang telah dijanjikan oleh pendamping, seperti arisan antar KPM, penyampaian materi-materi FDS, dan kegiatan evaluasi penggunaan dana bantuan PKH oleh KPM. Namun, disisi lain KPM juga merasa bahwa pendamping belum konsisten dalam memberikan pelayanan. Menurut KPM, dalam satu tahun belakangan ini pendamping jarang datang ke pertemuan kelompok. Hal tersebut diungkapkan Ibu Atikah bahwa “Dulu saat saya masuk PKH 2016 sih rajin, tapi tahun 2018 ini kayaknya hanya datang awal – awal tahun saja, belakangan ini tidak pernah datang”. Ibu Nur Alami juga mengungkapkan pendapat yang kurang lebih sama bahwa “Satu tahun belakangan ini pendamping jarang datang PK, dia hanya datang awal-awal tahun ini saja, terus tidak datang lagi”. Ketiga, KPM merasa bahwa pendamping memiliki pengetahuan, kemampuan, dan sifat dapat dipercaya sehingga dapat menjadi jaminan rasa aman saat dilaksanakannya kegiatan PKH. Hal tersebut terlihat dari kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh pendamping. Dalam menyelesaikan masalah PKH yang dialami oleh KPM, pendamping terlihat memiliki pengetahuan yang luas tentang PKH, sehingga pendamping terlihat terampil dan tahu prosedur dalam menyelesaikan masalah tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Ibu Nur Alami bahwa “Pendamping mempunyai

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 pengetahuan yang cukup banyak tentang seluk beluk PKH dan kemampuan penyelesaian masalahnya pun saya rasa sangat baik, jadi saya tidak perlu khawatir dan sangat percaya dengan kemampuan pendamping”. Selain terlihat dari kemampuan menyelesaikan masalah, luasnya pengetahuan pendamping tentang PKH juga terlihat saat pendamping memberikan sosialisasi dan penyampaian materi-materi FDS. Tidak hanya itu, keterampilan pendamping dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang PKH, yang diajukan oleh KPM juga semakin menambah keyakinan KPM bahwa pendamping memiliki pengetahuan yang luas tentang PKH. Pendamping PKH Desa Ngreco memang memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang baik, namun tidak dengan kemampuan dalam mendidik dan mengarahkan fokus KPM. Pendamping kurang mampu dalam mengarahkan ketertarikan KPM kepada potensi-potensi yang terkandung dalam PKH. Sebagian bersar KPM PKH Desa Ngreco lebih tertarik dengan dana bantuan saja. Hal tersebut terbukti pada saat pertemuan kelompok rutin, dimana pada saat itu KPM selalu menanyakan tentang waktu pencairan dana. Keempat, pendamping dirasakan mampu menempatkan diri dalam segala kondisi. Pendamping terlihat tegas ketika berhadapan dengan KPM yang tidak menggunakan dana bantuan sesuai anjuran pemerintah. Pendamping terlihat tenang dalam menyikapi masalah yang terjadi pada KPM. Pendamping terlihat ramah dan berwibawa ketika berhadapan dengan KPM saat kegiatan pertemuan rutin. Disisi lain, pendamping terlihat sopan

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 jika berhadapan dengan Koordinator Kecamatan (KorCa) atau Koordinator Kabupaten (KorKab). Kelima, para KPM merasa bahwa pendamping cukup mampu berkomunikasi dan membangun hubungan dengan baik dengan KPM. Namun, komunikasi yang terjalin diantara pendamping dan KPM hanya terjadi saat pertemuan rutin saja. Jika diluar pertemuan KPM tidak pernah berkomunikasi dengan pendamping. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang diungkapkan oleh Ibu Atikah bahwa “Saya jarang menghubungi pendamping, ngobrol pun tidak pernah. Paling saat pertemuan sih pendamping tanya-tanya masalah PKH, selebihnya saya tidak ada komunikasi dengan pendamping. Tapi hubungan kami baik-baik saja kok, selayaknya hubungan KPM dengan pendampingnya”. Ibu Titik Rahayu juga mengungkapkan pendapat yang serupa bahwa “Saya jarang berkomunikasi dengan pendamping. Yang saya tau kami berkomunikasi ya pada saat pertemuan. Selain itu yang saya tau melalui telepon, atau WA tapi saya tidak pernah telepon atau WA”. Pendapat KPM tentang kurangnya kemampuan pendamping dalam berkomunikasi dan membangun hubungan dengan KPM juga dibenarkan oleh pendamping sendiri, “Saya sebenarnya tidak bergitu dekat ya dengan KPM, tapi saya berusaha untuk memahami perasaan mereka, saya berusaha untuk berada di posisi mereka ketika mendapatkan masalah terkait PKH ya”. Banyaknya KPM yang diampu menjadi alasan kenapa pendamping kurang mampu membangun hubungan dengan KPM. Pendamping hanya akan

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 memberitahukan informasi terkait PKH kepada ketua kelompok. Hal tersebut membuat KPM merasa canggung dan segan jika ingin berkonsultasi dengan pendamping terkait masalah PKH. Bahkan ada juga KPM yang merasa lebih nyaman jika langsung mendatangi Koordinator Kecamatan (KorCa) atau Koordinator Kabupaten (KOrKab) untuk berkonsultasi tentang PKH. 3. Pengelolaan Dana Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Pola pengelolaan dana dalam penelitian ini adalah beberapa hal yang dilakukan oleh KPM dalam mengelola dana bantuan PKH, yang berhubungan dengan perencanaan dana yang akan digunakan, pengorganisasian dana sesuai kebutuhan dan pengendalian/pengawasan penggunaan dana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana bantuan PKH oleh masyarakat Desa Ngreco adalah kurang baik. Hal ini terbukti dari tabel 5.14 dan 5.15 dimana nilai mean pola pengelolaan dana yakni 38,10 berada dalam interval kelas 27-38 yang berarti bahwa nilai tersebut masuk kedalam kurang baik. Berikut ini merupakan penjabaran dari kurang baiknya pengelolaan dana yang dilakukan oleh KPM PKH Desa Ngreco. Pertama, kegiatan perencanaan penggunaan dana belum dilakukan oleh KPM PKH Desa Ngreco. Sejatinya kegiatan tersebut bertujuan untuk menyusun rencana-rencana dana bantuan PKH akan digunakan. KPM PKH Desa Ngreco belum melakukan kegiatan tersebut karena, sebagian besar KPM menggunakan dana secara to the point. Ketika dana bantuan PKH cair KPM akan menggunakan dana sesuai kebutuhan pada saat itu dan tidak

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 merencanakan penggunaan dana jauh-jauh hari sebelum dana bantuan cair. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang diungkapkan oleh Ibu Titik Rahayu (KPM tahun 2013) bahwa “Saya yang pasti membeli kebutuhan anak (balita) terlebih dahulu, kemudian membeli kebutuhan untuk keluarga saya. Sisanya baru saya simpan dan saya gunakan untuk sesuatu yang saya perlukan”. Ibu Sri Kasmini (KPM tahun 2016) juga mengungkapkan pendapat yang serupa bahwa “Biasanya saya cuma utamakan apa yang butuh dibayar saat itu. Ya kalau pas butuh bayar SPP, LKS, bayar ekstrakurikuler atau yang lainnya ya tinggal bayar, kalau engga ya buat yang lainnya”. Kedua, sebagian besar KPM PKH Desa Ngreco tahun 2013 dan 2016 telah melakukan kegiatan pengorganisasian dana bantuan. Sedangkan untuk KPM tahun 2017 belum melakukan kegiatan pengorganisasian dana bantuan. Kegitan pengorganisasian bertujuan untuk mengatur dana secara rinci dan terstruktur sesuai dengan prioritas kebutuhan, sehingga rencana-rencana pengelolaan dana yang sudah ditentukan dapat tercapai. Dari pendapat Ibu Titik dan Ibu Sri di atas dapat diperoleh bahwa sebagian besar KPM PKH tahun 2013 dan 2016 di Desa Ngreco telah melakukan tindakan pengorganisasian penggunaan dana bantuan PKH sesuai dengan kebutuhan. KPM tahun 2013 dan 2016 memang menggunakan dana bantuan secara to the point dan tidak melakukan perencanaan sebelumnya, tetapi KPM selalu mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak atau kebutuhan gizi anak.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Berbeda dari KPM PKH tahun 2013 dan 2016, KPM PKH tahun 2017 masih belum menggunakan dana bantuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ibu Sri Wahyuni (KPM tahun 2017) bahwa “Uang saya gunakan untuk kebutuhan mendesak. Jika tidak ada hal tertentu yang harus dibayarkan, saya hanya sekedar pakai saja. Jujur saja saya juga kadang menggunakan uang itu untuk membayar hutang”. Ibu Sri juga menambahkan bahwa “Kebanyakan dari teman-teman KPM (2017) juga seperti itu mbak, uangnya dipakai untuk membayar hutang atau malah beli emas dan baju juga ada”. Salah satu penyebab adanya perbedaan antara KPM 2013, 2016 dengan KPM 2017 adalah pendamping yang jarang datang ke pertemuan kelompok selama kurang lebih satu tahun terakhir. Pada saat pertemuan kelompok pendamping selalu mengingatkan tentang penggunaan dana sesuai anjuran pemerintah dan melakukan kegiatan evaluasi penggunaan dana. Namun, karena pendamping selama satu tahun ini jarang datang pada pertemuan dan KPM 2017 belum melakukan kegiatan evaluasi, sehingga membuat KPM 2017 merasa acuh dengan anjuran tersebut. Ketiga, para KPM PKH Desa Ngreco tidak melakukan pengendalian atau pengawasan penggunaan dana bantuan PKH. Proses pengendalian atau pengawasan penggunaan dana ini biasa disebut oleh pendamping dan KPM dengan istilah evalusi penggunaan dana. Pendamping selalu mengingatkan untuk mengevaluasi penggunaan dana dengan cara mencatat setiap

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 pengeluaran dana. Catatan pengeluaran dana yang telah dibuat oleh KPM tersebut nantinya akan dievaluasi atau dicek oleh pendamping pada saat pertemuan kelompok. Apabila terdapat KPM yang tidak menggunakan dana bantuan sesuai kebutuhan, maka pendamping akan memberikan peringatan kepada KPM tersebut. Peringatan tersebut beriisi bahwa dana PKH akan dikurangi bahkan bisa dicabut kepesertaannya apabila KPM tidak menggunakan dana untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Pada tahun 2013 hingga 2016 pendamping memang rajin untuk melakukan evaluasi penggunaan dana, karena adanya perintah dari Koordinator PKH Kabupaten Sukoharjo untuk melakukan evaluasi. Hal ini diungkapkan langsung oleh pendamping PKH Desa Ngreco bahwa “Kalau dulu dari KorKab PKH itu sering meminta ada laporan dari KPM tentang penggunaan dana. Makanya setelah dana turun, selang satu bulan saya melakukan evaluasi dana itu digunakan untuk apa, tapi kalo sekarang sih jarang ya”. Pendamping menambahkan bahwa “Sekarang sih jarang ya. Soalnya kalau dulu masih sering tertib laporan karna selalu ditagih terus sama Korkab, kalo sekarang ngga begitu, paling satu tahun sekali kalau sekarang”. Jadi jika KorKab PKH tidak memerintahkan untuk melakukan evaluasi, pendamping juga tidak akan melakukan evaluasi. Hal itulah yang terjadi pada tahun 2017 hingga sekarang, pendamping PKH Desa Ngreco tidak melakukan evaluasi penggunaan dana karena merasa tidak mendapatkan perintah dari koordinator PKH tingkat kabupaten.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Tidak adanya evaluasi penggunaan dana bantuan oleh pendamping membuat para KPM (baik KPM 2013, 2016 dan 2017) tidak membuat catatan pengeluaran dana. Ibu Sri kasmini (KPM 2016) mengungkapkan bahwa “Sudah 3 kali ini uang turun tapi saya ga bikin, soalnya ga disuruh (pendamping)”. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ibu Nur Alami (KPM 2013) bahwa “Jujur saja saya tidak membuat catatan itu lagi. Pendamping tidak meminta dan tidak ngecek jadi saya tidak buat”. Bahkan menurut penuturan dari Ibu Sri Wahyuni, KPM 2017 cenderung tidak pernah membuat catatan pengeluaran dana PKH. “Saya tidak membuat catatan itu. Memang saat sosialisasi pendamping ada ngomongin itu, tapi saya tidak membuat. Teman-teman lain juga tidak buat jadi saya juga tidak (Sri Wahyuni, 2018)”. Dari ungkapan ketiga KPM itu dapat diketahui bahwa KPM PKH Desa Ngreco sudah jarang bahkan tidak pernah membuat catatan pengeluaran dana bantuan PKH.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Persepsi Masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memiliki persepsi yang positif tentang Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini dapat dilihat dari kenyamanan KPM setelah menjadi peserta PKH, potensi yang dirasakan KPM terhadap PKH dan adanya keteraturan aktivitas pada kegiatan PKH yang dirasakan oleh KPM yang menunjukkan pengendalian. Para KPM merasa senang karena PKH dirasakan membantu dari segi finansial maupun dari segi perhatian terhadap pendidikan dan kesehatan para anak KPM. Secara tidak langsung PKH membuat anak-anak KPM yang pada awalnya tidak bersemangat sekolah dan bahkan tidak ingin melanjutkan sekolah menjadi semangat bersekolah lagi. Para KPM PKH merasakan potensi dari kegiatan PKH yang dapat memberikan kesadaran kepada KPM tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan anak. Pemberian materi FDS setiap pertemuan kelompok membuat KPM merasa lebih sadar akan pentingnya pendidikan dan kesehatan pada anak. KPM percaya bahwa dengan bersekolah dan 114

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 memberikan gizi yang cukup pada anak, akan dapat menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan. Para KPM juga merasakan keteraturan aktivitas pada kegiatan PKH yang menunjukkan pengendalian. Pada saat pertemuan kelompok, pendamping sering memberikan nasihat tentang penggunaan dana bantuan. Cara penyampaian yang sangat tegas serta seringnya frekuensi pemberian nasihat tentang penggunaan dana bantuan membuat KPM merasa cemas dan takut jika menyalahgunakan dana bantuan. KPM merasa takut jika dana bantuan akan dikurangi, atau bahkan dicabut kepesertaannya sebagai peserta PKH jika tidak menggunakan dana bantuan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. 2. Kualitas Pendampingan Dalam penelitian ini masyarakat memiliki persepsi yang baik tentang kualitas pendampingan yang diberikan oleh pendamping sosial PKH. Hal ini dapat dilihat dari, pertama, pendamping mampu tanggap dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan dapat menyelesaikannya dengan cepat. KPM merasa bahwa pendamping PKH Desa Ngreco tanggap dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam pengimplementasian PKH di lapangan dengan baik. Kedua, pendamping PKH Desa Ngreco mampu memberikan pelayanan yang dijanjikan secara baik dan memuaskan namun belum konsisten. Hal tersebut terlihat dari pendamping yang memberikan pelayanan berupa

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 pertemuan kelompok rutin setiap bulan. Pertemuan itu diisi dengan berbagai kegiatan seperti arisan antar KPM, penyampaian materi-materi FDS, dan kegiatan evaluasi penggunaan dana bantuan PKH oleh KPM. Namun, disisi lain KPM juga merasa bahwa pendamping belum konsisten dalam memberikan pelayanan, karena dalam satu tahun terakhir pendamping jarang datang ke pertemuan kelompok. Ketiga, pendamping cukup memiliki pengetahuan, kemampuan, dan sifat dapat dipercaya sehingga dapat menjadi jaminan rasa aman saat dilaksanakannya kegiatan PKH. Hal tersebut terlihat dari kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh pendamping, pemberian sosialisasi, penyampaian materi-materi FDS, dan keterampilan pendamping dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang PKH, yang diajukan oleh KPM. Pendamping PKH Desa Ngreco memang memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang baik, namun tidak dengan kemampuan dalam mendidik dan mengarahkan fokus KPM. Pendamping kurang mampu dalam mengarahkan ketertarikan KPM kepada potensi-potensi yang terkandung dalam PKH. Sebagian bersar KPM PKH Desa Ngreco lebih tertarik dengan dana bantuan saja. Hal tersebut terbukti pada saat pertemuan kelompok rutin, dimana pada saat itu KPM selalu menanyakan tentang waktu pencairan dana Keempat, pendamping dirasakan mampu menempatkan diri dalam segala kondisi. Dan kelima, pendamping cukup mampu berkomunikasi dan

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 membangun hubungan dengan baik dengan KPM. Namun, komunikasi yang terjalin diantara pendamping dan KPM hanya terjadi saat pertemuan rutin saja. 3. Pengelolaan Dana Pengelolaan dana bantuan PKH oleh KPM Desa Ngreco adalah kurang baik. Hal tersebut terlihat dari, pertama, kegiatan perencanaan penggunaan dana yang belum dilakukan oleh KPM PKH Desa Ngreco. KPM PKH belum melakukan kegiatan tersebut karena, sebagian besar KPM menggunakan dana secara to the point. Ketika dana bantuan PKH cair KPM akan menggunakan dana sesuai kebutuhan pada saat itu dan tidak merencanakan penggunaan dana jauh-jauh hari sebelum dana bantuan cair. Kedua, sebagian besar KPM PKH Desa Ngreco tahun 2013 dan 2016 telah melakukan kegiatan pengorganisasian dana bantuan. Sedangkan untuk KPM tahun 2017 belum melakukan kegiatan pengorganisasian dana bantuan. Hal tersebut terjadi karena pendamping yang jarang datang ke pertemuan kelompok selama kurang lebih satu tahun terakhir. Pada saat pertemuan kelompok pendamping selalu mengingatkan tentang penggunaan dana sesuai anjuran pemerintah dan melakukan kegiatan evaluasi penggunaan dana. Namun, karena pendamping selama satu tahun ini jarang datang pada pertemuan dan KPM 2017 belum melakukan kegiatan evaluasi, sehingga membuat KPM 2017 merasa acuh dengan anjuran tersebut.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Ketiga, para KPM PKH Desa Ngreco tidak melakukan pengendalian atau pengawasan penggunaan dana bantuan PKH. Pada tahun 2013 hingga 2016 pendamping memang rajin untuk melakukan evaluasi penggunaan dana, karena adanya perintah dari Koordinator PKH Kabupaten Sukoharjo (KorKab) untuk melakukan evaluasi. Jadi jika KorKab PKH tidak memerintahkan untuk melakukan evaluasi, pendamping juga tidak akan melakukan evaluasi. Hal itulah yang terjadi pada tahun 2017 hingga sekarang, pendamping PKH Desa Ngreco tidak melakukan evaluasi penggunaan dana karena merasa tidak mendapatkan perintah dari koordinator PKH tingkat kabupaten. B. Keterbatasan Penelitian Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan beberapa keterbatasan penelitian sebagai berikut: 1. Penelitian ini hanya melihat PKH dari persepsi KPM dan pendamping saja. 2. Responden penelitian ini hanya terbatas pada KPM PKH komponen pendidikan dan kesehatan saja. C. Saran Saran yang dapat peneliti ajukan dalam penelitian ini adalah: 1. Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo diharapkan dapat melakukan pelatihan dan monitoring kepada pendamping. Dengan adanya pelatihan dan monitoring diharapkan kemampuan pendamping dalam mendidik dan mengarahkan KPM

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 dapat memingkat, sehingga pendamping dapat membantu KPM untuk keluar dari kemiskinan melaui pemenuhan akses pendidikan dan kesehatan. 2. Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, khususnya divisi yang menangani PKH hendaknya melakukan program evaluasi penggunaan dana bantuan secara rutin dan konsisten, sehingga dana yang telah dikeluarkan oleh pemerintah tidak sia-sia dan tepat sasaran. 3. Pendamping dan KPM diharapkan dapat tetap melakukan kegiatan evaluasi penggunaan dana bantuan walaupun tidak mendapatkan perintah dari orang lain. 4. Responden penelitian ini hanya terbatas pada KPM PKH komponen pendidikan dan kesehatan saja. Peneliti tidak memasukkan KPM PKH komponen kesejahteraan sosial (lansia dan disabilitas). Maka baik bagi peneliti selanjutkan untuk memasukkan KPM komponen kesejahteraan sosial agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abdi, Firstian Bintoro. 2016. “Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Konteks Penanggulangan Kemiskinan”. Skripsi. Universitas Gajah Mada.1-151. Anggara, Panji. 2009. “Program Keluarga Harapan (PKH) Sebagai Pilihan Kebijakan dalam Mengatasi Hambatan Akses Terhadap Pendidikan Dasar (Studi Kasus Penyelenggaraan PKH di Kecamatan Cilincing)”. Skripsi. Universitas Indonesia. Azwar, Saifuddin. 2011. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Badan Pusat Statistika. 2015. Indikator Kesejahteraan Rakyat/Welfare Indicators 2015. Tersedia di: https://www.bappenas.go.id/files/data/Sumber_Daya_Manusia_dan_Kebudayaa n/Indikator%20Kesejahteraan%20Rakyat%202015.pdf (10 Februari 2018) BPS Kabupaten Sukoharjo. 2017. Kabupaten Sukoharjo dalam Angka 2016. Tersedia di: https://sukoharjokab.bps.go.id/ (10 Februari 2018) Bungkaes, Heri Rizal, Dkk. 2013. Hubungan Efektivitas Pengelolaan Program Raskin Dengan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Mamahan Kecamatan Gameh Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal “Acta Diurna”, 1-23. Darwin, M. M. 2005. Memanusiakan Rakyat: Penanggulangan Kemiskinan sebagai Arus Utama Pembangunan. Yogyakarta: Benang Merah. Direktorat Jaminan Sosial. 2014. Buku Kerja Pendamping dan Operator PKH. Jakarta: Direktorat Jaminan Sosial. Drs. H. Malayu, S.P. Hasibuan. 2007. Management Sumber Daya Manusia. Jakarta: Cetakan 9. PT. Bumi Aksara. Fitria, Dewi. (2017). “Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) Pada Dua Wilayah Pilot Project PKH Jakarta Utara dan Kabupaten Sikka”. Tesis. Universitas Gajah Mada. 1-99. Fukuyama, Francis. 1995. Trust: Kebajikan Sosial Dan Penciptaan Kemakmuran. Yogyakarta: Qalam. Ife, Jim. 1995. Community Development: Creating Community Alternatives, Vision, Analysis and Practice. Australia: Longman. 120

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Instruksi Presiden nomor 1 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, poin lampiran ke 46 tentang Pelaksanaan Transparansi Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Bersyarat Bagi Keluarga Sangat Miskin (KSM) Sebagai Peserta Program Keluarga Harapan (PKH). 25 Januari 2013. Jakarta. Instruksi Presiden nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan. 21 April 2010. Bali. Islamy. 2009. Prinsip-prinsip Perumusan Kebijakan Negara. Jakarta: Bumi Aksara. Kementerian Sosial RI. 2007. Pedoman Umum PKH. Jakarta: UPPKH Pusat. Kementerian Sosial Republik Indonesia. 2016. PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN. TNP2K. Tersedia di: www.tnp2k.go.id (2 Februari 2018) Kementerian Sosial Republik Indonesia. 2017. Pendamping Sosial PKH: Agen Perubahan Sosial. Tersedia di: https://www.kemsos.go.id/artikel/pendampingsosial-pkh-agen-perubahan-sosial (2 Februari 2018) Lupiyoadi, Rambat. 2016. Manajmen Pemasaran Jasa. Jalarta: Salemba Empat. Manullang. 2005. Dasar-dasar Management. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Muhidin, Ali. 2011. Panduan Praktis Memahami Penelitian. Bandung: Pustaka Setia. Mussadun. 2000. Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang: Ditinjau dari Undang-Undang No.24 Tahun 1992”. Tata Loka Vol 5. Nadeak, Irwadana Juliandri. 2008. Analisis Pengelolaan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dalam Pencapaian Efektivitas Dana Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) di Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu. Jurnal Ilmu Administrasi. Volume V No. 21 Nugroho, Rian D. 2007. Kebijakan Publik untuk Negara-Negara Berkembang. Jakarta: PT Gramedia. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia nomor 1 Tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan. 8 Januari 2018. Jakarta.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia nomor 10 Tahun 2017 tentang Program Keluarga Harapan. 10 Juli 2017. Jakarta. Peraturan Presiden nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 20 Februari 2010. Jakarta. Rakhmat, Jalaluddin.2011. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Rifqy, Khairy. 2013. “Dampak Bantuan Tunai Bersyarat Pada Tingkat Kehadiran Siswa Di Sekolah”. Tesis. Universitas Gajah Mada. 1-88. Robbins, Stephen P.2007. Perilaku Organisasi Buku, Jakarta: Salemba Empat. Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi suatu Pengantar. Jakarta: P.T. Raja Grafindo. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitataif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Supranto. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Jakarta: Rineka Cipta. Tjiptono, Fandy. 2012. Strategi Pemasaran. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Andi Offset. Undang-undang nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. 19 Oktober 2004. Jakarta. Undang-undang nomor 13 Tahun 2011 tentang penanganan Fakir Miskin. 18 Agustus 2011. Jakarta. Walgito, Bimo. 2002. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset. Widodo, Jokowi. 2001. Implementasi Kebijakan. Bandung: Pustaka Pelajar. William N. Dunn. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran I KUESIONER DAN PEDOMAN WAWANCARA

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Hal: Permohonan Kesediaan Menjadi responden Kepada Yth. Bapak/Ibu Responden di tempat Dengan hormat, Saya adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas Sanata Dharma. Saat ini saya sedang melaksanakan proses penyelesaian studi dengan penulisan skripsi yang disertai dengan penelitian ilmiah. Dengan demikian, saya memohon kesedian Bapak/Ibu untuk ikut terlibat dalam pengisian kuesioner yang telah tersedia. Kuesioner yang tersedia berupa beberapa pernyataan yang berkaitan dengan persepsi Bapak/Ibu terhadap PKH, kualitas pendampingan, dan pengelolaan dana bantuan PKH. Bapak/Ibu dimohon untuk mengisi semua pernyataan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Penelitian akan menjaga kerahasiaan jawaban yang telah Bapak/Ibu berikan. Peneliti tidak akan melampirkan nama Bapak/Ibu karena identitas yang terlampir hanya digunakan peneliti sebagai kelengkapan informasi dalam penelitian ini saja. Demikian permohonan saya. Atas kesediaan dan partisipasi Bapak/Ibu untuk meluangkan waktu mengisi kuisioner ini, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, September 2018 Peneliti, Ririn Nur Hidayati

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Bagian I Data Responden Petunjuk Pengisian: 1. Pilihlah salah satu dengan menggunakan tanda silang (X) yang sesuai dengan konsidi Bapak/Ibu saat ini. 2. Isilah titik-titik di bawah ini sesuai dengan kondisi Bapak/Ibu saat ini. Nama : ………………………………………………… Usia : ………………………………………………… Pekerjaan : a. Ibu Rumah Tangga c. PNS b. Wiraswasta d. Karyawan e. Buruh Tani Pendidikan Terakhir : a. SD c. SMA/SMK Termasuk KPM Komponen : a. Pendidikan b. SMP d. D3/Sarjana b. Kesehatan

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Bagian II Kuesioner PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) Berikut ini terdapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan persepsi Anda tentang Program Keluarga Harapan (PKH). Kami mohon untuk memilih salah satu pilihan yang paling menggambarkan tentang kondisi Anda dengan cara memberikan tanda centang (✔). Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju RR : Ragu-ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pernyataan Saya merasa puas dapat menjadi peserta PKH Saya memiliki pengalaman yang menyenangkan sebagai peserta penerima PKH Saya merasa bangga dapat menerima bantuan PKH Saya merasa lebih dibantu (dari segi finansial) dengan menjadi penerima dana bantuan PKH Setelah mendapatkan bantuan PKH anak saya menjadi lebih bersemangat ke sekolah Setelah mendapatkan bantuan PKH saya menjadi malas untuk bekerja Saya merasa puas dengan pelayanan pendamping PKH Saya merasa puas dengan pelayanan dari pihak pemerintah Saya merasa cemas jika bantuan dana PKH tidak saya gunakan sebagaimana mestinya STS TS RR S SS

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 10 11 12 13 14 Saya merasakan manfaat yang besar dari adanya bantuan PKH Saya merasa kegiatan pendampingan dalam PKH sangat membantu Saya merasa kegiatan PKH tidak mempengaruhi kehidupan saya Pendamping PKH membuat saya lebih mengetahui informasi tentang PKH Saya berharap PKH dapat mengubah hidup saya menjadi lebih baik 15 Dana bantuan PKH selalu turun tepat waktu 16 Saya merasa pendamping PKH sangat membantu saya 17 18 Saya menjadi lebih mengerti cara mengatur keuangan setelah menjadi peserta PKH Saya menjadi lebih aktif dalam beraktivitas setelah menjadi peserta PKH Dengan adanya kegiatan pendampingan rutin saya 19 merasa lebih diperhatikan, karena dalam kegiatan pendampingan peserta bebas menyampaikan aspirasi 20 Setelah menjadi peserta PKH saya jadi lebih percaya diri dalam menghadapi hidup KUALITAS PENDAMPINGAN Berikut ini terdapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan persepsi Anda tentang kualitas pendampingan yang dilakukan oleh pendamping PKH. Kami mohon untuk memilih salah satu pilihan yang paling menggambarkan tentang kondisi Anda dengan cara memberikan tanda centang (✔). Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju RR : Ragu-ragu

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju No. 1 Pernyataan Pendamping memberikan waktu (di luar kegiatan pendampingan rutin) kepada peserta untuk berkonsultasi 2 Pendamping mampu menjadi moderator yang baik 3 Pendamping mampu menjadi penasihat kepada peserta 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Pendamping mampu menjadi penyampai informasi yang baik Pendamping menepati apa yang dijanjikan terkait pendampingan. Pendamping membantu memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi peserta terkait PKH. Pendamping memberikan pelayanan pendampingan secara tepat waktu Pendamping memberitahukan kepada peserta kapan kegiatan pendampingan akan diberikan. Pendamping cepat memberikan tanggapan terhadap keluhan peserta tentang PKH Pendamping cepat memberikan tanggapan terhadap keluhan peserta tentang kegiatan pendampingan. Pendamping cepat dalam melaksanakan tugas sesuai prosedur pelaksanaan PKH Pendamping memiliki pengetahuan yang luas tentang PKH Peserta percaya atas tindakan pendampingan (pemecahan solusi) yang diberikan oleh pendamping Pendamping terampil dalam menyampaikan informasi Pendamping terampil dalam menangani permasalah terkait PKH Pendamping memberikan waktu yang cukup kepada peserta untuk menyampaikan pendapatnya terkait PKH Pendamping mampu memberikan pelayanan STS TS RR S SS

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 pendampingan sesuai dengan harapan peserta 18 19 20 Pendamping mudah dalam membangun hubungan dengan peserta Pendamping memahami secara teliti setiap kebutuhan dari peserta Pendamping mudah dalam membangun komunikasi dengan peserta PENGELOLAAN DANA Berikut ini terdapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan persepsi Anda dalam mengelola dan menggunakan dana bantuan PKH. Kami mohon untuk memilih salah satu pilihan yang paling menggambarkan tentang kondisi Anda dengan cara memberikan tanda centang (✔). Keterangan: TP : Tidak Pernah JRS : Jarang Sekali JR : Jarang SR : Sering SL : Selalu No. 1 2 3 4 5 6 Pernyataan Saya membuat rencana penggunaan dana PKH yang saya terima Perencanaan alokasi dana PKH disesuaikan dengan prioritas kebutuhan Dana PKH saya gunakan untuk membayar hutang Keluarga saya berpartisipasi dalam perencanaan penggunaan dana PKH Rencana penggunaan dana PKH dikoordinasikan dengan pendamping Penggunaan dana PKH didasarkan pada kesepakatan dan TP JRS JR SR SL

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 keputusan bersama keluarga 7 8 9 Semua pengeluaran dana PKH selalu saya catat Saya menggunkana dana bantuan PKH untuk periksa ke dokter ketika saya sakit Penggunaan dana PKH sesuai dengan rencana yang telah disusun. Dana PKH saya gunakan untuk membeli barang selain 10 kebutuhan pokok keluarga (pulsa, barang elektronik, baju, dll) 11 12 13 * 14a 15a * 14b Saya mencatat semua penggunaan dana PKH Keluarga selalu melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana PKH Pendamping selalu melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana PKH Pertanyaan berikut ini hanya diisi oleh KPM komponen pendidikan Dana PKH digunakan untuk membantu memenuhi biaya operasional sekolah anak saya Dana PKH digunakan untuk membeli keperluan sekolah sekolah anak saya Pertanyaan berikut ini hanya diisi oleh KPM komponen Kesehatan Dana bantuan PKH saya pergunakan untuk membayar biaya cek kesehatan anak saya Dana bantuan PKH saya pergunakan untuk membeli 15b makanan bergizi yang berguna bagi kandungan saya dan anak saya

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 PEDOMAN WAWANCARA Pertanyaan Wawancara untuk KPM Persepsi masyarakat tentang PKH 1. Bagaimana perasaan Anda setelah mendapatkan bantuan dana PKH? 2. Manfaat apa sajakah yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima dana bantuan PKH? 3. Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? 4. Bagaimana tanggapan Anda tentang implementasi PKH secara keseluruhan? 5. Pengalaman apa yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima PKH? Kualitas Pendampingan 6. Bagaimana pendapat Anda tentang kinerja pendamping PKH dalam proses pendampingan? 7. Menurut Anda apakah pendamping PKH sudah bekerja dengan baik? 8. Menurut Anda bagaimanakah cara pendamping dalam menghadapi masalah yang muncul dalam proses pendampingan? 9. Kegiatan apa saja yang dilakukan pendamping saat kegiatan pendampingan? 10. Bagaimana cara pendamping dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan Anda? Pengelolaan Dana 11. Kegiatan apa yang Anda lakukan setelah menerima dana bantuan PKH? 12. Bagaimanakah cara Anda dalam mengatur penggunaan dana bantuan PKH? 13. Bagaimana cara Anda mengetahui dana bantuan PKH yang anda terima sudah digunakan sesuai kebutuhan atau belum? 14. Bagaimanakah cara pendamping melakukan evaluasi atas penggunaan dana yang anda telah pakai?

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Pertanyaan Wawancara untuk Pendamping Persepsi masyarakat tentang PKH 1. Bagaimana tanggapan Anda (sebagai pendamping) tentang PKH? 2. Menurut Anda (sebagai pendamping) manfaat apa yang didapatkan KPM setelah menjadi peserta PKH? 3. Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? 4. Bagaimana tanggapan Anda tentang implementasi PKH secara keseluruhan? 5. Pengalaman apa yang Anda dapatkan selama menjadi pendamping PKH? Kualitas Pendampingan 6. Apa yang Anda persiapkan sebelum melakukan pendampingan kepada KPM PKH? 7. Bagaimana pendapat Anda tentang kegiatan pendampingan yang sudah Anda lakukan? 8. Apa saja kendala atau masalah yang muncul saat kegiatan pendampingan? 9. Bagaimana cara Anda dalam mengatasi kendala atau masalah yang terjadi saat kegiatan pendampingan? 10. Apakah Anda mendapatkan pelatihan sebelum terjun ke lapangan untuk pendampingi KPM PKH? 11. Bagaimana cara Anda dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan KPM? Pengelolaan Dana 12. Apakah yang Anda lakukan setelah KPM menerima dana bantuan PKH? 13. Bagaimana cara Anda dalam memberikan informasi cara penggunaan dana bantuan PKH sesuai pedoman penggunaan dana PKH kepada KPM? 14. Bagaimana cara Anda dalam melakukan pengawasan penggunaan dana bantuan PKH oleh KPM?

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN II DATA INDUK

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN Responden R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 R21 R22 R23 R24 R25 R26 R27 R28 R29 R30 R31 R32 R33 R34 R35 R36 R37 ITEM PERNYATAAN 1 4 4 5 5 3 4 5 4 3 4 4 5 3 4 4 4 3 3 4 3 5 4 5 4 3 4 4 5 5 4 5 4 4 3 4 5 4 2 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 5 3 4 4 4 4 5 3 4 3 4 3 3 4 4 5 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 5 3 4 4 4 3 5 4 4 3 3 4 3 4 4 4 5 3 4 3 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 5 3 3 3 2 3 3 4 3 2 4 3 4 2 4 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 2 3 2 1 2 3 4 2 3 2 3 3 3 6 4 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 3 3 5 3 5 4 5 4 5 4 5 4 5 7 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 8 3 4 4 3 3 5 4 5 4 4 4 5 3 5 4 4 4 3 5 5 5 4 4 5 3 4 4 4 3 4 5 4 3 3 5 4 4 9 3 3 4 4 4 5 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 5 4 3 4 2 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 5 4 3 2 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 4 2 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 5 3 3 2 3 2 2 5 5 5 4 5 4 5 2 2 4 4 4 3 4 3 4 4 3 2 2 2 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 2 2 4 5 5 4 5 5 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 2 3 2 3 4 4 4 3 5 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 5 4 3 3 2 2 3 4 4 4 3 5 3 3 2 2 3 4 5 4 5 4 5 4 4 2 2 2 4 5 5 5 5 5 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 2 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 2 3 4 4 3 3 3 4 3 4 2 3 2 3 1 4 4 4 3 5 4 3 4 4 2 3 4 4 4 3 5 4 3 2 3 2 4 3 4 4 3 4 3 3 2 3 2 3 4 3 4 4 5 4 3 4 4 3 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 5 3 3 2 3 2 2 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 2 4 4 4 3 5 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 5 3 4 4 3 4 4 Jumlah 72 72 71 72 60 85 69 82 73 76 66 87 61 80 71 79 66 66 72 77 90 77 74 79 56 73 70 65 77 80 88 74 73 60 73 77 79

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 R38 R39 R40 R41 R42 R43 R44 R45 R46 R47 R48 R49 R50 R51 R52 R53 R54 R55 R56 R57 R58 R59 R60 R61 R62 R63 R64 R65 R66 R67 R68 R69 R70 R71 R72 R73 R74 R75 R76 R77 R78 R79 R80 4 4 4 5 4 4 5 5 3 5 3 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 3 4 3 4 5 4 5 4 4 4 3 5 3 4 3 4 5 5 4 4 4 5 3 4 4 3 5 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 5 4 3 5 4 4 4 4 4 5 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 5 5 4 3 3 4 4 3 3 4 4 5 4 4 3 4 4 3 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 5 3 4 4 4 5 4 4 3 4 3 5 4 4 4 4 4 4 2 3 3 1 2 3 4 2 3 4 3 1 3 3 2 4 3 1 3 3 3 3 4 2 3 2 3 4 3 4 4 2 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 2 4 3 4 3 4 5 4 5 4 4 4 3 5 3 4 3 4 5 5 4 4 4 5 4 4 3 4 5 4 3 5 5 4 4 4 5 5 3 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 3 4 4 5 5 4 3 5 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 3 5 3 4 3 4 5 5 4 5 3 3 4 4 3 5 4 5 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 5 2 4 4 4 3 3 3 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 5 5 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 5 3 3 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 5 4 3 5 4 4 3 4 4 5 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 5 5 4 4 3 4 4 3 3 4 3 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 5 2 2 4 4 3 3 3 4 5 4 3 3 3 4 2 3 3 4 4 4 5 4 4 3 2 2 3 3 3 4 3 4 4 4 4 2 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 5 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 5 3 3 3 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 5 2 3 4 4 3 3 3 4 5 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 5 5 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 2 3 3 3 1 2 4 3 2 2 4 2 2 3 3 4 3 3 1 3 4 3 2 2 2 4 4 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 4 3 4 2 4 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 3 4 2 3 2 4 2 3 2 3 3 4 2 4 2 3 3 3 3 3 2 2 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 2 2 2 3 3 4 4 3 3 2 3 2 3 2 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 3 4 3 3 4 4 4 2 4 3 4 5 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 72 69 73 65 76 83 90 68 60 87 76 65 67 73 74 89 72 67 72 77 72 60 74 61 79 75 72 91 84 74 79 61 71 72 71 67 82 70 87 78 79 72 67

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 R81 R82 R83 R84 R85 R86 R87 R88 R89 R90 R91 R92 R93 R94 R95 R96 R97 R98 R99 R100 R101 R102 R103 R104 R105 R106 R107 R108 R109 R110 R111 R112 R113 R114 R115 4 4 3 4 5 4 3 5 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 5 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 5 3 4 4 5 3 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 3 4 4 5 3 3 3 4 4 2 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 3 1 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 4 5 3 4 4 4 3 3 4 3 5 4 5 4 3 4 4 5 5 4 5 4 4 3 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 5 4 3 4 5 5 5 4 5 3 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 3 3 3 4 3 5 4 4 4 3 4 2 4 3 4 3 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 2 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 5 4 4 5 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 5 4 5 4 4 4 3 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 4 3 5 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 5 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 4 5 4 4 5 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 2 4 4 3 3 4 3 3 3 4 2 2 3 2 3 3 2 4 4 3 2 3 4 2 2 4 3 3 2 2 3 4 3 2 2 2 4 4 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 4 4 4 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 2 3 4 4 4 4 3 3 4 3 2 4 2 3 4 2 3 2 4 3 2 3 4 4 3 2 3 4 4 1 4 3 4 3 3 3 2 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 2 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 75 80 56 78 69 78 65 70 71 71 83 82 80 88 71 75 78 77 71 87 68 73 77 66 72 76 72 72 62 69 79 81 71 71 73 KUALITAS PENDAMPINGAN Responden R1 R2 R3 ITEM PERNYATAAN 1 3 4 3 2 4 5 4 3 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 6 3 4 3 7 5 4 5 8 5 4 5 9 5 5 4 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 4 4 4 4 5 4 4 4 5 3 5 5 5 4 4 5 5 3 5 5 4 4 4 4 4 3 4 5 4 3 5 4 4 Jumlah 83 88 81

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 R21 R22 R23 R24 R25 R26 R27 R28 R29 R30 R31 R32 R33 R34 R35 R36 R37 R38 R39 R40 R41 R42 R43 R44 R45 R46 5 4 5 4 5 2 3 2 3 3 2 5 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 5 3 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 5 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 3 4 3 5 5 4 5 5 2 4 3 3 2 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 5 3 5 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 2 3 4 5 5 4 5 4 4 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 2 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 5 5 5 3 4 4 3 5 4 4 4 3 3 5 4 4 3 4 4 3 4 4 5 3 5 5 4 3 5 5 3 3 3 4 4 3 2 3 4 3 3 4 4 5 5 5 5 5 2 4 5 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 5 4 5 3 5 5 3 4 4 5 3 4 4 5 4 3 4 4 4 3 3 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 4 4 3 5 4 5 3 5 5 4 3 5 5 3 4 4 5 4 3 4 4 4 3 3 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 4 4 3 3 3 5 4 4 4 5 3 3 4 4 5 3 5 4 3 4 5 5 4 4 4 5 4 4 3 4 3 3 3 4 5 3 4 5 4 4 2 2 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 5 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 5 4 5 2 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 5 4 4 2 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 5 3 4 3 4 5 4 5 4 4 2 4 4 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 4 4 5 4 5 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 5 3 3 3 4 5 3 3 4 4 2 4 3 4 3 2 3 4 4 3 3 3 4 4 5 4 3 5 4 4 5 3 3 3 4 3 5 4 3 4 4 4 5 4 3 5 3 4 5 3 5 4 3 2 4 4 4 4 2 2 2 4 3 3 3 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 3 3 5 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 5 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 5 4 5 5 5 3 4 4 3 3 3 4 4 4 5 3 4 3 4 5 4 4 4 3 4 5 4 3 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 3 3 3 5 4 5 4 5 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 5 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 5 4 5 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 5 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 2 3 3 3 4 3 4 5 5 4 5 3 4 5 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 5 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 5 4 5 2 2 3 3 3 3 4 2 2 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 2 4 3 2 4 3 3 4 3 87 87 94 82 91 59 70 73 66 62 63 77 68 76 72 70 70 70 75 69 76 76 84 60 83 85 71 71 84 81 60 72 71 78 70 61 62 64 76 60 60 67 70

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 R47 R48 R49 R50 R51 R52 R53 R54 R55 R56 R57 R58 R59 R60 R61 R62 R63 R64 R65 R66 R67 R68 R69 R70 R71 R72 R73 R74 R75 R76 R77 R78 R79 R80 R81 R82 R83 R84 R85 R86 R87 R88 R89 4 2 4 2 4 2 3 3 2 2 4 3 4 5 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 5 3 3 4 4 4 5 5 4 3 5 2 4 4 2 4 4 3 3 4 3 2 3 4 3 4 4 3 5 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 5 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 5 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 3 3 4 4 4 4 3 4 5 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 5 2 5 5 3 3 3 2 4 5 2 4 4 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 5 3 4 5 4 3 3 4 3 5 5 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 5 5 4 5 3 5 3 3 5 3 4 3 4 5 4 3 4 5 3 3 4 3 5 4 5 4 5 3 3 4 3 5 5 4 2 4 4 3 5 4 4 4 4 5 5 4 5 3 5 4 4 3 3 4 5 5 4 3 4 4 5 4 3 4 4 5 4 5 5 5 3 4 2 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 3 5 4 4 5 3 4 5 5 3 4 4 4 5 5 3 4 2 5 4 5 5 5 3 5 4 3 4 5 4 4 3 3 5 4 4 3 4 3 4 5 4 5 3 4 4 3 5 3 3 4 5 5 3 4 4 5 3 4 4 4 5 4 5 5 5 3 3 4 4 4 3 4 2 3 3 5 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 5 3 4 4 4 3 4 2 3 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 5 3 4 5 4 3 4 2 3 4 2 2 2 3 3 4 5 3 3 3 3 5 4 3 4 3 5 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 3 4 5 3 4 4 4 3 4 2 5 4 4 3 4 4 3 4 5 4 3 3 3 5 4 3 4 3 5 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 2 4 4 5 3 4 5 3 3 4 4 3 5 5 3 4 4 3 4 4 2 3 3 2 5 4 3 4 3 5 4 3 3 3 4 3 4 5 4 4 4 4 4 2 2 4 5 3 3 5 5 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 5 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 5 4 4 3 3 4 4 5 3 4 4 4 3 3 4 4 3 5 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 5 5 3 4 3 5 4 4 5 3 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 3 4 5 4 3 4 3 4 4 3 3 2 4 3 4 4 4 3 4 3 3 5 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 5 3 3 5 4 3 4 2 3 4 3 3 2 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 5 3 4 4 4 3 2 2 4 4 4 4 3 4 3 5 3 2 3 4 2 4 5 3 4 3 4 3 4 5 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 5 4 3 3 5 3 4 3 3 5 5 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 5 3 4 5 5 3 4 3 4 4 3 4 2 4 3 5 3 2 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 2 4 3 4 4 4 2 3 2 4 3 4 3 3 4 4 4 3 5 4 3 4 2 3 87 71 70 59 75 63 83 76 64 63 76 62 85 87 66 83 60 85 70 68 81 60 76 82 78 76 71 70 72 83 77 60 70 70 95 67 81 91 84 60 77 59 71

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 R90 R91 R92 R93 R94 R95 R96 R97 R98 R99 R100 R101 R102 R103 R104 R105 R106 R107 R108 R109 R110 R111 R112 R113 R114 R115 3 3 4 3 2 4 3 5 3 4 3 3 5 3 4 4 3 5 4 3 5 3 4 4 3 5 3 3 4 3 2 4 3 4 3 5 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 5 4 3 4 3 5 4 4 2 3 5 3 2 3 4 5 4 4 5 3 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 3 4 4 5 3 3 4 3 3 3 4 5 4 3 5 3 4 4 3 3 3 4 3 3 5 4 3 5 4 4 4 3 5 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 5 3 3 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 3 5 3 4 4 3 5 4 5 5 3 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 3 5 4 4 3 3 5 3 4 4 5 5 4 5 5 3 4 5 4 5 4 4 4 3 5 3 4 5 4 4 3 4 5 3 4 4 5 5 4 5 4 3 5 5 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 5 3 3 3 3 3 3 5 4 3 4 5 3 3 5 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 5 3 3 4 3 3 4 4 5 3 3 5 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 2 4 3 5 4 2 4 3 3 4 4 4 4 4 5 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 4 3 2 4 3 3 3 4 5 3 4 5 3 4 4 3 4 4 4 3 5 5 4 2 3 4 4 3 2 4 3 3 4 4 5 3 4 5 3 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 3 3 4 5 3 3 3 3 3 4 5 4 3 4 4 3 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 5 5 3 4 5 3 3 4 4 5 3 5 4 3 3 5 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 4 4 5 3 4 5 3 3 5 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 5 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 5 3 3 4 4 2 4 3 3 4 4 3 4 3 3 5 3 4 5 3 4 3 5 3 4 4 5 3 3 3 3 4 PENGELOLAAN DANA Responden R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 1 1 2 1 1 1 1 2 3 3 3 3 2 1 2 1 1 1 1 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 1 3 3 ITEM PERNYATAAN JUMLAH 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 1 3 1 3 1 3 2 2 2 3 3 30 1 2 4 4 3 2 4 2 3 2 4 4 42 1 1 3 1 3 1 3 2 2 2 3 3 29 3 1 3 1 2 3 2 1 3 3 3 3 32 1 1 4 2 2 1 2 1 2 1 3 3 27 1 1 3 2 2 1 2 1 2 1 4 4 29 1 1 2 2 4 2 3 3 4 3 3 3 37 2 2 2 1 4 3 3 4 2 2 3 4 40 2 2 1 1 3 3 2 1 2 2 3 3 32 4 2 4 3 3 4 3 3 4 3 4 5 51 4 2 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 48 4 3 4 3 5 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 5 3 3 5 3 3 4 4 4 2 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 5 5 4 4 5 3 3 3 3 4 72 70 82 69 73 76 62 81 72 88 62 60 87 60 67 71 83 91 71 78 94 60 70 84 69 77

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 R21 R22 R23 R24 R25 R26 R27 R28 R29 R30 R31 R32 R33 R34 R35 R36 R37 R38 R39 R40 R41 R42 R43 R44 R45 R46 R47 R48 R49 R50 R51 1 3 2 2 1 3 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 2 1 1 1 1 2 3 3 4 2 1 1 3 1 5 2 3 1 3 1 1 1 3 2 2 1 3 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 2 1 1 1 1 2 3 3 4 2 1 1 3 2 5 2 3 1 3 1 1 3 3 3 2 1 4 3 2 2 3 4 3 3 2 3 3 1 2 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 1 2 1 1 3 4 3 1 1 3 4 1 1 3 1 1 1 2 3 1 1 1 1 3 1 3 3 4 2 1 1 3 2 5 1 4 1 4 1 1 1 3 2 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 2 2 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 3 3 1 1 1 2 2 3 2 2 1 3 1 1 3 1 4 1 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 1 3 3 3 3 1 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 3 4 3 3 1 3 4 2 1 4 3 2 2 2 4 1 2 2 4 2 2 4 2 2 1 1 1 1 2 2 2 4 4 2 2 3 1 4 4 3 1 4 1 1 4 3 3 4 4 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 2 2 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 3 3 1 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 1 3 2 2 3 4 4 1 1 3 4 1 1 3 2 1 1 2 3 2 1 1 1 3 2 3 3 4 2 1 1 4 1 4 2 4 1 4 1 1 3 2 4 3 2 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 2 4 4 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 4 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 4 1 4 3 1 1 3 4 2 1 2 2 1 1 2 3 4 2 2 2 1 4 3 3 4 2 1 1 3 2 4 2 3 2 4 2 2 2 3 3 4 3 4 4 2 3 4 4 2 3 4 3 3 2 3 4 5 2 2 2 3 5 2 3 3 3 2 2 4 2 4 3 4 2 3 2 2 2 3 2 3 3 2 3 1 1 3 3 2 1 3 2 1 1 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 1 1 3 2 2 2 3 2 3 2 2 3 4 5 3 5 3 4 3 3 4 4 4 4 3 5 3 2 5 3 3 4 3 3 3 3 4 5 5 5 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 5 3 5 5 3 4 3 3 5 4 4 4 5 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 5 3 5 3 4 3 3 5 4 4 3 4 3 3 31 43 44 37 37 53 48 28 29 46 55 32 32 44 43 30 26 42 46 36 32 29 28 33 37 44 50 55 45 26 30 48 33 58 41 49 29 52 30 29

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 R52 R53 R54 R55 R56 R57 R58 R59 R60 R61 R62 R63 R64 R65 R66 R67 R68 R69 R70 R71 R72 R73 R74 R75 R76 R77 R78 R79 R80 R81 R82 R83 R84 R85 R86 R87 R88 R89 R90 R91 3 2 1 2 3 1 3 1 1 3 1 3 2 2 1 2 1 1 1 3 2 1 1 1 2 1 4 1 3 3 2 5 1 3 1 3 1 3 2 2 3 2 1 2 3 1 3 1 1 3 1 3 2 2 1 2 1 1 1 3 2 1 1 1 2 1 4 1 4 3 2 5 1 4 1 3 1 3 2 2 2 2 2 1 2 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 4 2 1 3 2 3 1 1 3 2 1 4 3 3 2 2 4 2 3 2 4 3 3 2 2 2 1 1 1 2 3 4 1 1 4 1 4 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 3 4 1 3 2 2 4 1 3 1 4 1 3 1 1 2 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 3 1 2 2 1 2 1 3 1 3 1 1 1 1 2 1 3 4 1 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 2 4 4 3 4 4 3 4 3 4 1 4 4 4 5 4 4 4 5 1 1 1 2 1 4 1 1 3 2 1 3 2 3 4 4 1 4 1 2 1 1 4 2 2 2 4 1 4 1 2 1 4 5 2 2 2 4 2 2 2 2 4 4 2 2 3 4 3 2 2 2 4 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 4 3 2 3 3 3 4 2 2 3 2 3 3 2 3 2 1 2 3 3 4 1 1 4 1 4 2 2 1 2 1 1 1 3 2 1 2 1 2 3 4 1 3 3 2 5 1 3 1 4 1 3 2 2 3 3 3 3 4 2 3 2 3 3 2 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 4 4 2 2 1 1 3 1 2 3 1 3 2 2 2 2 2 1 2 4 2 1 1 1 2 1 4 2 3 1 2 4 1 3 1 4 1 3 4 4 2 4 2 3 2 3 4 2 2 4 2 4 3 3 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 4 2 4 2 3 3 3 4 2 3 3 4 5 5 2 3 2 2 2 3 3 1 2 3 1 3 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 2 3 3 2 3 2 2 3 1 3 1 3 1 3 3 3 3 3 3 5 3 3 4 3 3 4 4 3 5 4 4 5 3 2 4 3 5 3 2 3 5 3 4 4 3 3 5 4 4 3 3 5 3 4 3 3 4 3 3 5 3 3 5 3 3 4 4 3 5 4 4 5 3 2 4 4 5 4 2 3 3 3 5 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 40 37 28 40 35 34 51 27 28 49 32 47 44 41 31 45 29 26 31 39 44 28 26 31 40 31 59 32 46 35 40 58 33 46 27 53 30 47 36 35

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 R92 3 3 3 4 2 4 3 4 4 3 3 4 3 4 5 52 R93 1 1 1 1 1 4 2 3 1 4 1 2 1 2 2 27 R94 5 5 4 5 3 5 4 3 4 4 4 4 2 4 5 61 R95 1 1 3 1 1 3 1 2 1 3 2 2 2 4 3 30 R96 3 3 2 3 2 4 2 3 3 3 3 2 3 4 4 44 R97 1 1 3 1 1 3 1 4 1 3 2 2 2 3 3 31 R98 3 3 4 3 3 4 2 2 3 3 3 3 3 5 5 49 R99 1 1 2 1 1 3 1 2 1 3 2 2 2 3 3 28 R100 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 2 3 5 54 R101 2 2 4 2 1 4 4 3 2 4 2 3 2 5 5 45 R102 1 1 2 1 1 3 1 3 1 3 2 2 2 3 3 29 R103 2 2 2 1 1 1 2 3 2 2 3 4 3 4 4 36 R104 1 1 2 1 1 4 2 2 1 2 1 2 1 4 4 29 R105 1 1 2 3 1 3 1 3 3 2 1 3 3 3 3 33 R106 1 1 2 3 1 3 1 4 3 2 1 3 3 3 3 34 R107 3 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 48 R108 2 2 2 1 1 1 2 4 2 4 3 4 3 3 3 37 R109 1 1 2 1 1 3 1 2 1 3 2 2 2 3 3 28 R110 1 1 1 1 1 3 2 2 1 4 1 2 1 2 2 25 R111 1 1 2 1 1 4 2 4 1 2 1 2 1 3 3 29 R112 3 3 3 4 2 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 50 R113 3 3 4 4 2 4 5 3 5 3 4 3 3 4 3 53 R114 1 1 2 3 1 3 2 3 3 2 1 3 3 3 3 34 R115 1 1 1 1 1 4 2 2 1 2 1 2 1 4 4 28 Keterangan: : data komponen pendidikan pernyataan nomor 14a dan 15a : data komponen kesehatan pernyataan nomor 14b dan 15b

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN III DATA HASIL WAWANCARA

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 DATA HASIL WAWANCARA Nama : Diyah Subekti S.Pd. Status : Pendamping PKH Kecamatan Weru Persepsi masyarakat tentang PKH 1. Bagaimana tanggapan Anda (sebagai pendamping) tentang PKH? Jawab: PKH itukan program pengentasan kemiskinan yang sasaran utamanya pada bidang pendidikan dan kesehatan. Kalau komponen pendidikan itu sekarang untuk anak sekolah SD sampai SMA, kalau dulu tahun 2013 hanya sampai SMP. Kalau komponen Kesehatan itu dari ibu hamil sampai anak usia 5 tahun (pra sekolah). Untuk syarat komponen pendidikan itu anak wajib hadir di sekolah minimal 85%, kalau komponen kesehatan ibu hamil harus cek kehamilan minimal 4 kali selama masa kemalilan dan anak harus rajin cek kesehatan ke fasilitas kesehatan (posyandu) I bulan sekali. Saya kira dari situ saja PKH sudah merupakan program yang baik karena mau memperhatikan pendidikan dan kesehatan masyarakat kurang mampu. 2. Menurut Anda (sebagai pendamping) manfaat apa yang didapatkan KPM setelah menjadi peserta PKH? Jawab: Manfaat PKH untuk KPM tentu saja dari segi finansial. Misalnya untuk komponen kesehatan itu membantu untuk memenuhi kebutuhan gizi baik untuk ibu hamil, balita, maupun anak pra sekolah. Kalau untuk pendidikan itu membantu membayar SPP atau mungkin membeli seragam, buku, atau kebutuhan sekolah lainnya. Manfaat lain juga KPM dapat materi-materi yang berhubungan dengan cara pengasuhan anak, kesehatan anak, bumil. dan lansia, lalu ada materi tentang kesehatan dan gizi juga. Pokoknya banyak manfaat kalau mau datang ke pertemuan rutin.

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 3. Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? Jawab: saya berharapan sih semoga semua KPM bisa madiri. Ya kan kalau mandiri semua kan berarti programnya terpenuhi dan berhasil. Kontrak PKH inikan 6 tahun rencananya, jadi tahun depan itu harusnya sudah ada pendataan sosial ekonomi. Jadi yang dulu pertama (KPM tahun 2013) didata yang sudah mandiri berapa dan nanti dilepas dari PKH dan digantikan dengan anggota baru yang lebih membutuhkan. Jadi istilahnya ada perkembanganlah dari yang dulu belum mandiri menjadi mandiri dengan mendapatkan PKH - Apa yang Anda lakukan untuk membuat KPM menjadi mandiri? Jawab: Jadi saat Pertemuan Kelompok (PK) saya ada menyelipkan beberapa materi tentang menabung dan cara mendirikan usaha kecil-kecilan. Jadi setelah dapat bantuan ini kan istilahnya dapat meringankan sedikit beban keuangan keluarga ya. Jadi uang yang dulunya dipake untuk biaya sekolah anak atau untuk biaya periksa kandungan ini bisa ditabung dan digunakan untuk membuat usaha kecil-kecilan, seperti berdagang makanan misalnya, atau membuka usaha laundry. Dan alhamdulillah sekarang sudah banyak KPM saya yang sudah mandiri. - Apa saja indikator yang menunjukkan KPM dikatakan sudah mandiri? Jawab: Kemarin itu saya ada form tentang itu ya, tapi kebetulan ini saya sedang tidak membawa. Tapi secara garis besar itu dilihat dari kualitas rumah yang dimiliki, aset-aset dalam rumah seperti barang elektronik, luas bangunan, tanah yang dimiliki berapa, pendapatannya berapa, pekerjaannya apa, gitu-gitu sih. Ya kalau dilihat dari segi kepemilikan aset berupa rumah sih bisa dibilang belum semua terpenuhi ya, tapi kalau dilihat dari segi pekerjaan dan pendapatan ya saya rasa KPM saya sudah mandiri. Istilahnya ya walau tanpa PKH pasti sudah bisa membiayai anaknya sekolah. 4. Bagaimana tanggapan Anda tentang implementasi PKH secara keseluruhan? Jawab: Selama 5 tahun saya menjadi pendamping, PKH sudah diimplementasikan dengan baik ya. Sudah banyak keluarga kurang mampu yang

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 dibantu oleh PKH. Secara kegiatannya pun sudah baik menurut saya, jadi PKH ini tidak sekedar memberikan bantuan dana tapi juga memberikan pelatihan dan pengarahan kepada KPM. Pengimplementasiannya pun sudah baik menurut saya, koordinasi dari pemerintah pusat sampai ke KPM sudah baik. Dari mulai kegiatan pendataan, survey KPM, sampai pencairan dana pun lancar. Memang ada beberapa kendala, namun dapat diatasi dengan baik. Tapi yang menjadi perhatian saya sekarang ini lebih ke kurangnya kesadaran ibuibu dalam memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan suka menggunakan dana bantuan sesuka mereka. Sepertinya pemerintah harus lebih ketat lagi terhadap penggunaan dana oleh KPM ini. Karena akan sia-sia saja ada PKH kalo bantuannya malah digunakan untuk hal-hal tidak penting. 5. Pengalaman apa yang Anda dapatkan selama menjadi pendamping PKH? Jawab: Banyak banget sih kalo bicara masalah pengalaman. Yang pasti dari PKH saya belajar berempati dengan orang lain, belajar sabar juga karena saya harus mengatasi masalah KPM yang berhubungan dengan PKH. Saya juga belajar bagaimana manjadi seorang pemimpin, belajar bicara didepan oarang banyak, belajar menyampaikan pendapat. Jadi PKH ini tidak hanya bermanfaat bagi KPM tapi juga bermanfaat untuk saya sebenarnya. Pokoknya banyak sekali suka duka yang saya rasakan ketika saya menjadi pendamping, banyak senengnya tapi juga banyak kendala dan masalah yang terjadi. Kualitas Pendampingan 6. Apa yang Anda persiapkan sebelum melakukan pendampingan kepada KPM PKH? Jawab: Tentu saja sebelum saya terjun untuk melakukan pendampingan ke KPM, saya mendapatkan pelatihan dari Koordinator Kabupaten (KORKAB). Ya sebisa mungkin saya menyerap dan belajar semua materi yang diberikan oleh KORKAB, agar saya nantinya tidak salah langkah saat melakukan pendampingan. Tapi yang paling penting sih persiapan mental, soalnya saya harus mendampingi dan menerima pertanyaan dari segitu banyak KPM ya. Dan

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 pertanyaannya itu macem-macem ya, ada yang tanya tentang dananya kapan turun, tentang kecemasan kalau dana telat turun, tentang kemungkinan hubungan kepesertaan dengan PKH diputus, dan masih banyak lagi. 7. Bagaimana pendapat Anda tentang kegiatan pendampingan yang sudah Anda lakukan? Jawab: Selama ini saya sudah mencoba bekerja secara maksimal ya sebagai pendamping PKH dan saya rasa saya sudah melakukan pekerjaan saya dengan cukup baik. Semua tugas dan arahan dari KORKAB sudah saya sampaikan pada KPM, ya walaupun ada beberapa kendala yang terjadi. Saya suka kurang sabar dan agak sedkit marah ya jika berhadapan dengan KPM yang ngeyelan dan ngotot kalau dia benar. Tapi sekali lagi sayang mecoba untuk tidak terpengaruh KPM yang berperti itu dan tetap melakukan pendampingan. Untuk pendapat KPM sendiri tentang kinerja saya, saya kurang tau ya. Yang penting saya sudah melakukan yang terbaik, semampu saya. 8. Apa saja kendala atau masalah yang muncul saat kegiatan pendampingan? Jawab: Kalau di KPM itukah masalanya itu kan kompleks gitu ya, misalkan beberapa anak yang putus sekolah. Anak SMP yang ga mau melanjutkan ke SMA padahal waktu itu sudah dapat PKH. Makanya saya dan orang tau anak itu berusaha membujuk agak anak itu mau melanjutkan ke SMP. Ya memang ada beberapa yang berhasil dibujuk untuk melanjutkan sekolah tapi ada juga yang nggak mau, ya terpaksa KPM yang bersangkutan harus diputus bantuannya. Ada juga anak yang kehadiran di sekolah kurang dari 85%. Setelah saya konfirmasi ke orang tua ternyata anak itu setiap hari pamit ke sekolah, hanya si anak ternyata tidak datang ke sekolah. Menurut pengakuan si anak sih katanya dia takut dimintain uang terus sama kakak tingkatnya (tindakan bullying). Lalu saya berkoordinasi dengan sekolah dan orang tua siswa untuk menyelesaikan masalah itu. Selain masalah itu ada juga beberapa laporan masalah tentang dana yang diterima oleh KPM. KPM melaporkan jika dana yang diterima Rp. 0.- dan segera minta

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 untuk ditanyakan ke pemerintah. Lalu ada juga masalah di bagian administrasi. Kasus ini terjadi pada KPM tahun 2013, dimana saat itu dana bantuan dihitung dari jumlah anak yang di miliki oleh keluarga. Saya melakukan pendataan bersumber dari Kartu Keluarga (KK). Saat itu KPM melaporkan jika dana yang diterima tidak sesuai dengan jumlah anak dalam keluarga, ternyata ada satu anak yang tidak masuk ke KK. Lalu ada juga laporan dari sekolah terkait anak dari KPM yang belum membayar seragam atau LKS padahal sudah mendapat PKH 9. Bagaimana cara Anda dalam mengatasi kendala atau masalah yang terjadi saat kegiatan pendampingan? Jawab: Setelah saya menerima laporan tentang adanya masalah terkait KPM hal pertama yang saya lakukan adalah mengkonfirmasi masalah itu kepada yang bersangkutan. Baru setelah itu saya mulai memahami masalahnya, lalu segera mengambil tindakan untuk mengatasinya. Karena masalah KPM itu sangat kompleks jadi banyak pihak yang harus terlibat juga untuk mengatasi masalahnya. 10. Apakah Anda mendapatkan pelatihan sebelum terjun ke lapangan untuk pendampingi KPM PKH? Jawab: Tentu saja, seperti yang saya bicarakan tadi setiap satu bulan sekali selalu diberikan pelatihan dari KORKAB. Isi pelatihannya ya macem-macem ya. Ada pelatihan tentang kepemimpinan, keterampilan dan kreartivitas, pemberian materi-materi public speaking, dan masih banyak lagi. Kalau untuk materi biasanya itu tentang Family Development Session (FDS). FDS itu materi tentang pengembangan keluarga, jadi tentang pengasuhan anak itu bagaimana, tentang kesehatan dan gizi, tentang perlindungan anak, tentang difabel dan lansia, dan masih banyak lain sebenarnya, cuma kok saya sedikit lupa. 11. Bagaimana cara Anda dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan KPM? Jawab: Saya sebenarnya tidak bergitu dekat ya dengan KPM, tapi saya berusaha untuk memahami perasaan mereka, saya berusaha untuk berada di posisi mereka

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 ketika mendapatkan masalah terkait PKH ya. Karena kan masalah KPM juga masalah saya juga sebenarnya, jadi saya harus berusaha menyelesaikan itu. Kalau komunikasi saya biasa dengan ketua kelompoknya saja biasanya. Jadi KPM ini tidak langsung berkomunikasi dengan saya tetapi lewat ketua kelompok. Karena akan sangat repot ya kalau saya harus berkomunikasi dengan 300an KPM. Tapi saya sih mencoba terbuka dengan KPM dengan memberikan nomor telepon saya pada mereka. Jika mereka lebih nyaman bicara sama saya daripada sama ketua kelompok sih ya monggo saya terbuka Pengelolaan Dana 12. Apakah yang Anda lakukan setelah KPM menerima dana bantuan PKH? Jawab: Jadi dana itukan langsung turun ke KPM ya misalkan tahun 2013 lewat kantor pos tapi setelah 2016 sudah pakai bank BNI, tidak lewat saya. Tapi yang biasa saya lakukan setelah tau informasi bahwa dana sudah turun sih pasti ngabarin masing-masing ketua kelompok KPM. Nah disitu saya juga sambil mengingatkan kalau KPM harus membuat catatan berapa dana yang diterima dan digunakan untuk apa saja. Kalau dulu sih awal-awal PKH saya masih sering mengadakan pertemuan dengan KPM setalah dana turun ya, karena saya harus mengingatkan secara langsung tentang pentingnya mencatat besar dana dan pengeluaran dana. Tapi kalau sekarang mengingat KPM saya sudah semakin banyak jadi lewat ketua saja saya rasa sudah cukup. 13. Bagaimana cara Anda dalam memberikan informasi cara penggunaan dana bantuan PKH sesuai pedoman penggunaan dana PKH kepada KPM? Jawab: Tentu saja dari PK setiap bulan. Setiap PK saya selalu menekankan untuk menggunakan dana bantuan sesuai kebutuhan ya. Secara pelan-pelan saya memberikan informasi tidak hanya tentang cara penggunaan dana tapi juga tentang PKH secara keseluruhan. Saya juga selalu mengingatkan tentang komitmen mereka sebagai peserta PKH. PKH ini kan bantuan bersyarat ya, nah saya selalu menekankan bahwa KPM ini harus punya komitmen untuk menggunakan dana bantuan ini untuk memenuhi syarat PKH itu.

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 Syarat PKH itukan tidak serta merta hanya kehadiran 85% anak di sekolah atau kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk bumil dan balita saja. Tapi juga bagaimana KPM mengupayakan agar anak mau ke sekolah atau ke agar bumil dan balita tetap sehat. Nah salah satu cara agar anak mau ke kesekolah kan dengan bayar sekolah to, coba kalo ga bayar sekolah, apa anak mau untuk pergi kesekolah? Begitu pula dengan bumil dan balita. Kalau mau mereka sehat kan harus makan-makanan bergizi. Dana bantuan ini kan seharusnya digunakan untuk hal-hal begitu itu bukan untuk bayar hutang atau foya-foya KPM. Makanya saya selalu menekannya berulang-ulang kali pada KPM tentang komitmen mereka sebagai peserta PKH. 14. Bagaimana cara Anda dalam melakukan pengawasan penggunaan dana bantuan PKH oleh KPM? Jawab: Kalau dulu dari KORKAB itu sering meminta ada laporan dari KPM tentang penggunaan dana. Makanya setelah dana turun, selang satu bulan saya melakukan evaluasi dana itu digunakan untuk apa, tapi kalo sekarang sih jarang ya. Soalnya kalau dulu masih sering tertib laporan karna selalu ditagih terus sama KORKAB, kalo sekarang ngga begitu, paling satu tahun sekali kalau sekarang. - Bagaimana cara Anda dalam melakukan evaluasi penggunaan dana? Jadi saya selalu menekankan kalau KPM ini harus memegang komitmennya untuk menggunakan dana sesuai anjuran pemerintah. Nah, cara saya tau bagaimana dana digunakan itu dari catatan pengeluara dari KPM itu sendiri. Jadi saat PK saya selalu bilang kalo harus selalu mencatat pengeluaran dana PKH. Nanti setiap PK itu saya mengecek catatan itu. Apakah dana benarbenar digunakan untuk pemenuhan gizi untuk yang komponen kesehatan dan memenuhi kebutuhan sekolah untuk komponen pendidikan atau tidak.

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Nama : Sri Kasmini Status : KPM Komponen Pendidikan tahun 2016 Persepsi masyarakat tentang PKH 1. Bagaimana perasaan Anda setelah mendapatkan bantuan dana PKH? Jawab: perasaan saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan bantuan PKH ini. Paling tidak dengan mendapatkan bantuan ini saya jadi lebih terbantu. Pokoknya saya senang pemerintah mau memperhatikan nasib masyarakat kecil seperti saya ini. 2. Manfaat apa sajakah yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima dana bantuan PKH? Jawab: manfaat yang saya dapatkan ya pasti dapat bantuan dana. Uang bantuan itu bisa saya gunakan untuk bayar sekolah anak saya, bayar LKS, bayar SPP. - Selain dari segi keuangan, manfaat lain apa yang anda dapatkan? Jawab: yang paling keliatan sih itu ya dari segi keuangannya, tapi untuk dapat PKH ini kan ada syaratnya ya. Syaratnya itu harus punya anak sekolah atau balita. Nah saya punya anak yang masih sekolah. Anak saya itu dulu susah sekali kalo disuruh sekolah atau belajar, maunya main terus. Setelah dapat PKH ini kan anak saya harus masuk sekolah terus biar uangnya tidak di kurangi. Awalnya ya masih harus disuruh-suruh, tapi lama-lama jadi kebiasaan, saya tidak usah nyuruh lagi. 3. Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? Jawab: harapannya semoga PKH bisa lebih baik lagi, dan (dana) nggak telat-telat turunnya. Kalau bisa lebih merata lagi, masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan soalnya. Dan juga harus tepat sasaran ya, jangan salah pilih KPM. Ya memang KPM yang sekarang itu sudah memenuhi syarat, tapi masih ada yang lebih membutuhkan lagi sebenarnya. 4. Bagaimana tanggapan Anda tentang implementasi PKH secara keseluruhan? Jawab: saya rasa sudah bagus, di Desa Ngreco sini sudah banyak yang dapat PKH. Itukan berarti pemerintah benar-benar memperhatikan rakyat kecil desa

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 sini. Ya cuma itu tadi kadang suka telat sama harus lebih merata saja. Selebihnya sudah baik kok, saya benar-benar merasa terbantu dengan mendapatkan PKH ini. - Kalau dari segi kegiatannya sendiri bagaimana tanggapan Anda? Jawab: kalau kegiatan saya taunya Pendampingan Kelompok (PK) saja ya, kalau PK ya sudah bagus. Kami setiap bulan selalu ada PK. Di PK kami biasanya arisan, ngobrol-ngobrol, pendamping ngasih pelajaran (materi) kalau pendampingnya ikut PK. Kalau pendamping tidak ikut ya palingan kami arisan saja. Terus biasanya kalau ada pendamping suka tanya sama ngecek uangnya (PKH) dipake untuk apa. Selalu pokoknya pendamping selalu tanya itu kalo PK. Saya jadi takut kalo pas uangnya saya pakai untuk keperluan lain, takut di potong uangnya. - Pelajaran (materi) apa yang disampaikan oleh pendamping? Jawab: ada yang tentang pentingnya pendidikan anak, pentingnya kesehatan anak, gizi, makanan sehat, cara mendidik anak yang baik itu seperti apa, cara ngatur keuangan, masih banyak lagi sebenarnya, tapi saya lupa. - Apa yang anda dapatkan dan rasakan setelah mendapatkan pelajaran itu? Jawab: rasanya ya biasa saja mbak. Kalau pendamping menjelaskan ya saya dengarkan, kalau ngasih kertas (modul) ya saya baca. - Apakah ada manfaat dari setelah mendapatkan pelajaran itu? Jawab: saya sebenarnya nggak terlalu ngerti yang begitu-begitu itu mbak. Biasanya ya hanya mendengarkan saja. Biasnya malah anak saya yang suka baca (modul), kan kertasnya selalu saya bawa pulang. Nanti anak saya yang menjelaskan ke saya, ya sedikit-sedikit saya paham sih. Yang paling saya ngerti itu tentang pendidikan, sama cara ngatur keuangan ya, ternyata pendidikan itu sangat penting, saya jadi pengen nanti anak saya bisa sekolah sampai perguruan tinggi. Saya mau anak saya sukses dan punya nasib baik, jangan seperti orang tuanya. 5. Pengalaman apa yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima PKH?

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Jawab: mungkin lebih ke pengalaman waktu PK. Saya dapat ilmu dari PK. Saya jadi ngerti tentang pendidikan anak, cara ngatur keuangan, cara ngurus anak. Saya jadi paham ternyata cara mendidik anak saya selama ini idak benar. Kalau pengalaman seperti dapat masalah gitu saya nggak pernah. (hubungan) Saya lancar-lancar saja ya sama PKH sampai saat ini. Kualitas Pendampingan 6. Bagaimana pendapat Anda tentang kinerja pendamping PKH dalam proses pendampingan? Jawab: kinerja pendamping sudah sangat baik. Pendamping datang waktu PK, ngasih pelajaran, kalo ada masalah sama KPM ya langsung dibantu, suka ngasih nasihat cara ngatur uang bantuan yang benar itu seperti apa, selalu ngasih tau kalo harus mencatat uang dipake untuk apa saja. Saya kira sih pendamping sudah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. 7. Menurut Anda apakah pendamping PKH sudah bekerja dengan baik? Jawab: saya sebenarnya nggak tau ya kerjaan pendamping itu apa saja, tapi menurut saya kerja pendamping sudah sangat baik. Mbak Diah (pendamping) sangat membantu sekali kalo misalnya ada masalah. Ada waktu itu teman saya uang PKHnya ga bisa turun karna anaknya ga masuk sekolah, katanya sih suka dipalak sama kakak tingkatnya. Makanya dia ga mau ke sekolah, padahal anak itu selalu pamit ke sekolah setiap hari tapi tidak tau malah kemana. Terus sama mbak Diah dibantu sampai anaknya itu mau sekolah lagi. Memang uangnya ga bisa turuh sih waktu itu, tapi yang selanjutnya turun kok. 8. Menurut Anda bagaimanakah cara pendamping dalam menghadapi masalah yang muncul dalam proses pendampingan? Jawab: saya ga tau sih cara pendamping untuk mengatasi masalah itu gimana, yang jelas pendamping selalu mendatangi langsung, terus musyawarah (dengan KPM) sih. Menurut saya pendamping sudah cekatan dan ahli kalau mengatasi masalah tentang PKH. - Bagaimanakah sikap pendamping saat menghadapi masalah saat PK?

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Jawab: kalau setau saya waktu PK tidak pernah ada masalah ya. Paling ya suka pada tanya-tanya tentang PKH gitu, dan selalu dijawab sama pendamping dengan baik. 9. Kegiatan apa saja yang dilakukan pendamping saat kegiatan pendampingan? Jawab: seperti yang saya bilang tadi ya kalo waktu PK sih biasanya arisan sama pelajaran. Sama selalu ngasih nasihat cara ngatur uang PKHnya, itu pokoknya yang ga pernah kelewatan, sampai hafal saya. Kalo ada PK setelah uang turuh sih pasti ngecek catatan (penggunaan dana). 10. Bagaimana cara pendamping dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan Anda? Jawab: kalo komunikasi biasanya lewat wa (WhatsApp), saya sih ga pernah wa, biasanya yang wa ketua kelompok. Pendamping ramah kok orangnya tapi jujur saya tidak begitu dekat sama pendamping. Saya suka tidak enak (segan) kalo mau ngomong atau ngajak ngobrol, takut dikira SKSD (sok kenal sok dekat). Pengelolaan Dana 11. Kegiatan apa yang Anda lakukan setelah menerima dana bantuan PKH? Jawab: yang pasti pake uangnya ya. Kalo pas anak butuh bayar keperluan sekolah sih ya buat bayar itu paling mbak, tapi kalo engga ya biasanya uangnya buat beli keperluan lain, kayak beli sepatu atau tas sekolah. Kadang juga buat beli makanan, beras, daging gitu, pokoknya buat gizi anak. - Apakah anda tidak pernah merencanakan sebelumnya, nanti uang PKH mau dipake untuk apa saja? Jawab: nggak pernah saya mbak. Biasanya saya cuma utamakan apa yang butuh dibayar saat itu. Ya kalo pas butuh bayar SPP, LKS, bayar ekstrakurikuler atau yang lainnya ya tinggal bayar, kalau engga ya buat yang lainnya. 12. Bagaimanakah cara Anda dalam mengatur penggunaan dana bantuan PKH? Jawab: saya sih yang penting buat keperluan anak sekolah dulu. Entah itu bayar SPP, LKS, beli buku, bayar seragam atau bayar ekstrakurikuler, pasti ada saja

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 yang harus dibayar mbak. Tapi biasanya kalo uang sekolah udah dibayar sih uangnya saya pake buat beli makanan atau daging buat dimakan. gizi juga kan mbak buat anak. Ya gitu-gitu aja sih saya pake uangnya, nggak berani saya mbak kalo pake (uang bantuan) buat bayar utang atau yang lain, takut ketauan. 13. Bagaimana cara Anda mengetahui dana bantuan PKH yang anda terima sudah digunakan sesuai kebutuhan atau belum? Jawab: bikin catatan pengeluaran mbak. Isi catatannya pas tanggal sekian bayar apa, terus nominalnya berapa gitu. Dari pendamping nyuruh bikin itu soalnya, jadi ya saya bikin. Katanya kalau dana tidak digunakan dengan benar nanti uangnya dikurangi. Sudah 3 kali ini uang turun tapi saya ga bikin, soalnya ga disuruh (pendamping). Jadi sekarang ya saya inget-inget aja udah bayar apa aja. 14. Bagaimanakah cara pendamping melakukan evaluasi atas penggunaan dana yang anda telah pakai? Jawab: dari catatan yang saya bikin mbak. Jadi waktu PK itu dia ngeceknya. Pendamping ngecek satu-satu sambil ditanya-tanya gitu mbak. Mungkin dia curiga juga kalo misal ada yang bikinya bohong. - Apa ada yang suka memanipulasi catatan pengeluaran dana? Jawab: pas awal-awal dulu ada mbak, tapi sekarang kayaknya pada ga berani. Soalnya pada ketahuan. Nggak tau juga gimana caranya pendamping bisa tau.

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Nama : Nur alami Status : KPM Komponen Pendidikan tahun 2013 Persepsi masyarakat tentang PKH 1. Bagaimana perasaan Anda setelah mendapatkan bantuan dana PKH? Jawab: Saya senang sekali bisa mendapatkan bantuan PKH ini. Saya merasakan banyak sekali manfaat dari adanya PKH. 2. Manfaat apa sajakah yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima dana bantuan PKH? Jawab: Saya merasa ekonomi keluarga saya terbantu dengan adanya PKH ini. Nominalnya tidak terlalu besar memang, tapi itu sudah sangat membantu perekonomian keluarga saya. Manfaat lain yang saya dapat adalah saya menjadi lebih mandiri sekarang. Mandari dalam artian saya sudah mempunyai usaha sendiri sekarang. Dulu saya bekerja di usaha konfeksi dan hanya dapat gaji yang kecil. Gaji tidak tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya, apalagi saat itu saya punya dua anak yang sedang bersekolah SD. Suami saya hanya tukang bangunan jadi gajinya juga tidak menentu. Setelah dapat PKH saya jadi bisa sedikit menabung uang gaji saya. Uang gaji yang awalnya untuk biaya sekolah anak, tapi sekarang saya bisa tabung karena saya membayar sekolah anak saya dengan uang PKH. Dulu uang PKH dihitung dari jumlah anak, jadi karena saya punya 2 yang masih SD maka saya dapat dobel sebenarnya. Jadi uangnya cukup untuk bayar sekolah anak saya yang masih SD. Anak SD kan biayanya tidak terlalu mahal. Sedikit demi sedikit uang saya tabung, lalu saya belikan mesin cuci, lalu saya bikin usaha laundry. Alhamdulillah usaha saya lancar sampai saat ini. 3. Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? Jawab: Saya berharap program PKH dapat lebih meluas lagi untuk membantu warga yang kurang mampu. Di desa sini masih banyak yang membutuhkan bantuan seperti PKH ini. Jika sekarang PKH di Kecamatan Weru ini lebih mengutamakan lansia, saya berharap kedepannya pemerintah lebih

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 memperhatikan warga kurang mampu yang tidak bisa menyekolahkan anaknya. Di Dukuh Candi ini banyak sekali anak-anak yang putus sekolah karena tidak punya biaya. Saya berharap PKH bisa membantu mereka. 4. Bagaimana tanggapan Anda tentang implementasi PKH secara keseluruhan? Jawab: Menurut saya PKH sangat bagus dan membantu siapa saja yang kesusahan dalam segi ekonomi, kerja pendampingannya juga bagus dan sangat membantu. Kegiatan didalam PKH juga banyak manfaatnya. Misalkan saja kegiatan PK yang selalu ada materi-materi yang disampiakan oleh pendamping. Dari materi-materi itu saya banyak belajar tentang pengasuhan anak, cara mendirikan usaha mandiri, pentingnya pendidikan anak usia dini juga, banyak sekali yang bisa saya dapatkan. Intinya saya sangat puas program PKH ini. 5. Pengalaman apa yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima PKH? Jawab: Saya dapat mengatur keuangan dengan lebih baik lagi dari setelah menjadi peserta PKH. Itu adalah hal yang paling saya rasakan. Selain dari materi tentang mendirikan usaha ada juga materi tentang pengaturan keuangan dalam keluarga. Awalnya saya hanya iseng untuk mencoba itu. Setelah saya menerapkannya alhamdulillah keuangan keluarga saya menjadi lebih baik. Awalnya memang tidak mudah dan banyak yang bilang pelitlah, sok hematlah, sok pilih-pilihlah, tapi lama-lama mudah dan terbiasa. Kualitas Pendampingan 6. Bagaimana pendapat Anda tentang kinerja pendamping PKH dalam proses pendampingan? Jawab: Menurut saya kinerja pendamping PKH sangat bagus, tidak pilih kasih, dan selalu totalitas. Pendamping tidak pernah membeda-bedakan KPM. Mau itu KPM yang bermasalah, KPM bandel, atau KPM biasa saja, semua diperlakukan sama. Tidak pernah sekalipun pendamping menganak tirikan KPM yang bermasalah, lalu tidak mau membantu. Pendamping selalu membantu KPM jika mendapatkan masalah. Pendamping juga perhatian sekali dengan KPM dan tidak mau KPM susah, dalam artian pendamping tidak mau KPM mendapatkan

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 masalah seperti pengurangan dana bantuan atau bahkan dikeluarkan dari peserta PKH. Oleh karena itu pendamping selalu mengingatkan para KPM untuk selalu memperhatikan anak-anak dalam bersekolah ataupun gizinya, lalu pendamping juga selalu mengingatkan untuk menggunakan dana bantuan untuk keperluan sekolah atau untuk memenuhi gizi anak. 7. Menurut Anda apakah pendamping PKH sudah bekerja dengan baik? Jawab: seperti yang sudah bilang tadi bahwa pendamping PKH sudah bekerja dengan sangat baik. Tapi satu tahun belakangan ini pendamping jarang datang PK, dia hanya datang awal-awal tahun ini saja terus tidak datang lagi. 8. Menurut Anda bagaimanakah cara pendamping dalam menghadapi masalah yang muncul dalam proses pendampingan? Jawab: yang saya tahu pendamping selalu bersikap tenang lalu mencoba memahami masalah apa yang sedang terjadi dan mencoba menyelesaikan masalah satu per satu sampai selesai. - 9. Apakah anda percaya dengan penanganan masalah yang dilakukan oleh pendamping? Jawab: saya percaya karena saya rasa pendamping mempunyai pengetahuan yang cukup banyak tentang seluk beluk PKH dan kemampuan penyelesaian masalahnya pun saya rasa sangat baik, jadi saya tidak perlu khawatir dan sangat percaya dengan kemampuan pendamping. Kegiatan apa saja yang dilakukan pendamping saat kegiatan pendampingan? Jawab: yang saya tahu hanya saat kegiatan PK saja. Saya kira saya hanya mendapatkan pendampingan dari pendamping saat PK saja. Atau mungkin diluar PK juga bisa mendapatkan pendampingan, tapi saya tidak mencoba untuk menghubungi pendamping untuk bertanya sesuatu tentang PKH. Saya lebih suka bertanya pada ketua kelompok. Seperti yang sudah saya bilang tadi bahwa saat PK pendamping biasa memberikan nasihat untuk selalu memperhatikan asupan gizi anakm memperhatikan sekolah anak, mengingatkan untuk menggunakan dana bantuan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan anak, menyampaikan materi-materi, mengecek catatan penggunaan dana, sepertinya itu saja.

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 10. Bagaimana cara pendamping dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan Anda? Jawab: Pendamping selalu datang saat PK untuk bersosialisasi dengan KPM. Pada saat PK-lah KPM bisa bebas bertanya semua hal tentang PKH kepada pendamping. Saya tidak tahu dengan KPM lain, tapi saya tidak pernah menghubungi atau berbicara dengan pendamping diluar kegiatan PK. Pengelolaan Dana 11. Kegiatan apa yang Anda lakukan setelah menerima dana bantuan PKH? Jawab: tidak ada kegiatan tertentu yang saya lakukan setelah mendapatkan dana bantuan. Saya hanya akan menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan anak. Jika tidak ada yang perlu dibayar saya akan menyimpan uang itu untuk keperluan tidak terduga, contohnya ketika anak sakit, saya bisa menggunakan uang itu untuk berobat ke dokter. 12. Bagaimanakah cara Anda dalam mengatur penggunaan dana bantuan PKH? Jawab: Saya membuat catatan daftar pengeluaran apa saja yang saya sudah beli dan membatasi pengeluaran yang tidak terlalu penting. - Apakah anda membuat catatan pengeluaran itu satu tahun belakangan ini? Jawab: jujur saja saya tidak membuat catatan itu lagi. Pendamping tidak meminta dan tidak ngecek jadi saya tidak buat. 13. Bagaimana cara Anda mengetahui dana bantuan PKH yang anda terima sudah digunakan sesuai kebutuhan atau belum? Jawab: karna saya sudah membuat catatan daftar pengeluaran jadi saya bisa mengetahui dari situ. 14. Bagaimanakah cara pendamping melakukan evaluasi atas penggunaan dana yang anda telah pakai? Jawab: saat PK pendamping akan mengecek catatan pengeluaran saya yang sudah saya buat dan juga bertanya tentang catatan tersebut dengan saya.

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Nama : Sri Wahyuni Status : KPM Komponen Pendidikan tahun 2017 Persepsi masyarakat tentang PKH 1. Bagaimana perasaan Anda setelah mendapatkan bantuan dana PKH? Jawab: perasaan saya sangat senang bisa mendapatkan bantuan dana PKH. 2. Manfaat apa sajakah yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima dana bantuan PKH? Jawab: manfaat yang saya rasakan membantu di bagian keuangan sepertinya, karena saya mendapatkan bantuan berupa uang dari pemerintah. - Apakah ada manfaat lain yang anda rasakan? Jawab: kayaknya sampai saat ini hanya itu yang saya rasakan. Mungkin karena saya KPM baru (2017) jadi saya belum merasakan manfaat lain dari PKH. 3. Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? Jawab: semoga PKH bisa lebih baik lagi dalam pelaksanaannya. Kalo pelaksanaannya baik kan saya juga dapat baiknya. Mungkin juga bisa lebih meluas lagi ke daerah-daerah lain, sehingga banyak rakyat kecil bisa terbantu. 4. Bagaimana tanggapan Anda tentang implementasi PKH secara keseluruhan? Jawab: secara keseluruhan PKH sudah bagus. Saya tidak mendapatkan masalah sama sekali dari proses pendataan sampai saat ini, jadi saya rasa PKH sudah dilaksanakan dengan baik. 5. Pengalaman apa yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima PKH? Jawab: belum banyak pengalaman yang saya dapatkan kecuali pengalaman menggunakan uang bantuan. - Bagaimana dengan kegiatan PK? Pengalaman apa yang anda dapatkan selama kegiatan PK? Jawab: biasa saja, PK biasanya hanya arisan jadi tidak terlalu berkesan. Awalnya memang saya tertarik dan bersemangat untuk kegiatan PK, tapi lama-lama saya bosan, dan jarang datang PK sekarang.

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 - Apakah boleh tidak datang ke PK? Jawab: tentu saja boleh, orang pendampingnya saja tidak datang kok, saya juga jadi malas untuk datang. Kualitas Pendampingan 6. Bagaimana pendapat Anda tentang kinerja pendamping PKH dalam proses pendampingan? Jawab: sara rasa kinerja pendamping kurang baik ya. Memang pendamping banyak membantu saya saat proses pendataan, dan selalu memberikan informasi tentang apa saja syarat yang diperlukan untuk dikumpulkan (untuk menjadi peserta PKH). Pendamping juga memberikan informasi tentang PKH diawal pertemuan, tapi ya hanya itu. Pendamping datang ke PK saja hanya 2 atau 3 kali, jadi saya tidak terlalu tahu sebenarnya kerja pendamping itu apa. Oh iya, pendamping selalu memberitahu jika uang PKH sudah turun melalui ketua kelompok. 7. Menurut Anda apakah pendamping PKH sudah bekerja dengan baik? Jawab: belum, karena saya tidak melihat ada yang dikerjakan selama saya ikut PKH, kecuali saat pendataan. 8. Menurut Anda bagaimanakah cara pendamping dalam menghadapi masalah yang muncul dalam proses pendampingan? Jawab: saya tidak tahu, karena saya belum pernah mengalami masalah dengan PKH jadi saya tidak tau bagaimana cara pendamping mengatasi masalah. 9. Kegiatan apa saja yang dilakukan pendamping saat kegiatan pendampingan? Jawab: arisan, pengenalan PKH, tanya jawab tentang PKH, sudah itu saja. - Apakah ada sudah mendapatkan materi FDS? Jawab: belum, ya itu tadi pendamping hanya datang 2 atau 3 kali selama saya menjadi peserta PKH jadi saya belum mendapatkan kegiatan lain. 10. Bagaimana cara pendamping dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan Anda?

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 Jawab: saya tidak tahu. Pendamping orang yang baik dan ramah tapi saya tidak begitu dekat dengan pendamping. Jarang sekali saya berbicara dengan pendamping. Pengelolaan Dana 11. Kegiatan apa yang Anda lakukan setelah menerima dana bantuan PKH? Jawab: setelah dana turun saya pakai uang itu. - Untuk apa saja biasanya uang itu anda pakai? Jawab: uang saya gunakan untuk kebutuhan mendesak. Jika tidak ada hal tertentu yang harus dibayarkan, jadi saya hanya sekedar pakai saja. Jujur saja saya kadang menggunakan uang itu untuk membayar hutang atau membeli makanan untuk keluarga saya. Kebanyakan dari teman-teman KPM (2017) juga seperti itu mbak, uangnya dipakai untuk membayar hutang atau malah beli emas dan baju juga ada. - Apakah anda tau dana bantuan PKH digunakan oleh teman-teman (KPM 2017) untuk apa saja? Jawab: kalau dari cerita-cerita mereka sih suka pakai untuk nyumbang, kadang anaknya minta dibelikan kuota, bahkan ada yang minta HP. 12. Bagaimanakah cara Anda dalam mengatur penggunaan dana bantuan PKH? Jawab: saya sekedar pakai saja, saya tidak terlalu memikirkan uang itu saya pakai untuk apa saja. Yang pasti saya tetap mengutamakan kebutuhan yang mendesak dulu. - Apakah pendamping tidak memberikan informasi tentang penggunaan dana bantuan PKH? Jawab: saya tidak terlalu ingat, tapi sepertinya pendamping pernah bilang untuk menggunakan uang untuk kebutuhan sekolah anak. Itu saja yang saya ingat. 13. Bagaimana cara Anda mengetahui dana bantuan PKH yang anda terima sudah digunakan sesuai kebutuhan atau belum?

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 Jawab: saya tidak tahu. Saya hanya coba untuk mengingat-ingat uang sudah saya gunakan untuk apa saja. - Apakah anda membuat catatan penggunaan dana PKH? Jawab; saya tidak membuat catatan itu. Memang saat sosialisasi pendamping ada ngomongin itu, tapi saya tidak membuat. Teman-teman lain juga tidak buat jadi saya juga tidak. 14. Bagaimanakah cara pendamping melakukan evaluasi atas penggunaan dana yang anda telah pakai? Jawab: saya tidak tahu. Saya belum pernah melihat pendamping melakukan evaluasi penggunaan dana.

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 Nama : Atikah Status : KPM Komponen Kesehatan tahun 2016 Persepsi masyarakat tentang PKH 1. Bagaimana perasaan Anda setelah mendapatkan bantuan dana PKH? Jawab: saya sangat senang dan bangga bisa mendapatkan bantuan PKH ini. Saya senang mendapatkan bantuan PKH karena bisa membantu memenuhi kebutuhan anak saya (balita). Dan saya bangga karena dari sekian banyak orang di Desa Ngreco ini, saya terpilih untuk menjadi peserta pertama PKH. 2. Manfaat apa sajakah yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima dana bantuan PKH? Jawab: manfaat pertama yang saya dapatkan adalah PKH membantu saya dalam meringankan biaya saat melahirkan. Manfaat kedua itu dengan dana PKH saya dapat membeli keperluan untuk bayi saya, seperti baju, bedong, perlak, alat mandi, dll. 3. Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? Jawab: harapan saya untuk PKH agar lebih ketat lagi dalam pelaksanaan PKH, soalnya sekarang ini banyak KPM yang suka menggunakan dana untuk foya-foya seperti beli hp, beli baju, bukan untuk kepentingan anak atau keluarga. 4. Bagaimana tanggapan Anda tentang implementasi PKH secara keseluruhan? Jawab: menurut saya sudah baik semuanya, hanya tinggal diperketat pengawasan penggunaan uangnya. Kalau dari programnya sih niatnya sangat baik, mau membantu masyarakat miskin. Para pegawai yang bekerja untuk PKH juga sangat baik, sangat membantu kami para KPM. Kegiatan waktu PK juga bermanfaat sekali. Saya merasa sangat puas dengan dilaksanakannya PKH ini. 5. Pengalaman apa yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima PKH? Jawab: saya punya pengalaman menyenangkan sama PKH ini. Dengan bantuan PKH anak saya bisa lahir dengan selamat, saya sangat bersyukur sekali. Dulu saya sudah sangat putus asa mencari uang bersalin, mau pinjam uang pada siapa lagi saya sudah bingung, wong hutang sayang sudah banyak sekali. Makanya pas

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 mendapatkan PKH ini saya sangat bersyukur sekali kepada ALLAH SWT, ini pertolongan dari ALLAH SWT, alhamdulillah. Kualitas Pendampingan 6. Bagaimana pendapat Anda tentang kinerja pendamping PKH dalam proses pendampingan? Jawab: menurut saya kinerja pendamping sangat baik. Pada saat kegiatan pendampingan pendamping bisa membimbing KPM dengan baik. Pendamping bisa memberikan segala macam informasi tentang PKH kepada KPM dengan baik pula, sehingga saya menjadi lebih tahu tentang PKH. - Apakah pendamping rajin datang saat PK? Jawab: kalau dulu saat saya masuk PKH 2016 sih rajin, tapi tahun 2018 ini kayaknya hanya datang awal – awal tahun saja, belakangan ini tidak pernah datang. 7. Menurut Anda apakah pendamping PKH sudah bekerja dengan baik? Jawab: menurut saya pendamping sudah bekerja dengan sangat baik. Pendamping bisa membimbing KPM dengan baik melalui kegiatan PK. Saat PK pendamping menyampaikan informasi tentang PKH dan materi-materi lainnya. Tidak hanya itu, pendamping juga selalu menekankan tantang cara penggunaan dana. Memang kadang cara menyampaikannya sedikit agak mengancam. Ancaman itu berupa akan mengurangi jumlah dana bantuan jika KPM tidak menggunakan dana untuk biaya pendidikan dan kesehatan anak dan ibu hamil. Oleh karena itu kami merasa takut jika tidak menggunakan dana dengan baik. - Bagaimana cara pendamping dalam menyampaikan materi? Jawab: biasanya sih pendamping menjelaskan begitu saja mbak, ya kayak ngasih sosialisasi saja. Tidak ada cara – cara khusus. 8. Menurut Anda bagaimanakah cara pendamping dalam menghadapi masalah yang muncul dalam proses pendampingan? Jawab: setau saya pendamping mampu mengatasi beberapa masalah yang terjadi. Contohnya ada salah satu teman KPM yang ingin mengambil uang di ATM, tapi

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 dia tidak bisa menggunakan ATM tersebut, dan akhirnya meminta bantuan pada orang asing yang kebetulan sedang mengambil uang juga di sana. Orang asing itu bilang bahwa di ATM itu tidak ada isinya, jadi KPM tidak dapat mengambil uang. Lalu KPM melaporkan pada pendamping. Dan pendamping langsung berusaha untuk mengatasi masalah itu. Setau saya pendamping sampai harus ke bank untuk mencari tau dana PKH benar sudah diambil atau belum, dan ternyata sudah. Itu saja yang saya tau, saya tidak tau akhirnya bagaimana dengan KPM itu. 9. Kegiatan apa saja yang dilakukan pendamping saat kegiatan pendampingan? Jawab: seperti yang sudah jelaskan tadi bahwa dalam kegiatan pendampingan itu biasanya pendamping tanya ada masalah sama PKH apa tidak, lalu bagaimana penggunaan dananya, ada materi juga tapi tidak setiap pertemuan ada. 10. Bagaimana cara pendamping dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan Anda? Jawab: saya tidak tau. Saya jarang menghubungi pendamping, ngobrol pun tidak pernah. Paling saat pertemuan sih pendamping tanya-tanya masalah PKH, selebihnya saya tidak ada komunikasi dengan pendamping. Tapi hubungan kami baik-baik saja kok, selayaknya hubungan KPM dengan pendampingnya. Pengelolaan Dana 11. Kegiatan apa yang Anda lakukan setelah menerima dana bantuan PKH? Jawab: yang jelas sih disimpen dulu ya, baru habis itu dipikir mau digunakan untuk apa. Saya tidak buat daftar-daftar kebutuhan yang biasanya disuruh oleh pendamping sih, tapi saya selalu mencatat uang itu sudah saya gunakan untuk apa saja. Soalnya itu yang biasanya di cek oleh pendamping. 12. Bagaimanakah cara Anda dalam mengatur penggunaan dana bantuan PKH? Jawab: yang pertama saya harus memenuhi kebutuhan anak saya dulu, seperti susu, gizi anak (makanan), vitamin juga karena anak saya suka sekali vitamin yang bentuk – bentuk permen gitu. Setelah kebutuhan anak terpenuhi baru

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 kebutuhan lainnya, seperti beli beras, daging, ya gitu – gitu aja sih. Kalo sisa ya saya tahung, buat jaga-jaga kalo anak saya sakit. - Pernah tidak anda menggunakan dana PKH untuk membayar hutang? Jawab: saya jujur saja pernah menggunakan uang itu untuk bayar hutang. Waktu saya melahirkan itu tidak punya cukup uang untuk membayar biaya persalinan, jadi saya pinjam dari saudara. Nah hutang itu saya bayar pakai uang PKH. Sebelum dapat PKH saya tidak bisa mencicil hutang itu sama sekali karena gaji suami saya tidak begitu besar dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi saya sangat bersyukur dan senang sekali bisa mendapatkan bantuan PKH ini. Sebenarnya saya takut pakai uang (PKH) itu untuk bayar hutang, takut ketahuan terus nanti nggak dapat lagi. Tapi ya mau giman lagi orang sudah terpaksa. 13. Bagaimana cara Anda mengetahui dana bantuan PKH yang anda terima sudah digunakan sesuai kebutuhan atau belum? Jawab: pendamping selalu menyuruh kami para KPM untuk membuat catatan pengeluaran uang PKH. Jadi saya pakai catatan itu untuk melihat uang PKH sudah saya gunakan sesuai kebutuhan atau belum. Waktu awal-awal dapat PKH sih (penggunaan dana) masih belum sesuai kebutuhan, tapi karena saya sekarang sudah bekerja jadi uang PKH ya hanya khusus untuk kebutuhan anak. 14. Bagaimanakah cara pendamping melakukan evaluasi atas penggunaan dana yang anda telah pakai? Jawab: mungkin dari catatan pengeluaran yang saya buat itu ya. Soalnya pendamping selalu menekankan harus membuat catatan itu. Biasanya saat pertemuan pertama atau kedua setelah dana turun, pendamping mengecek catatan itu. Tapi saya rasa sudah hampir 1 tahun belakangan ini pendamping tidak pernah ngecek. Saya juga tidak tau kenapa, tapi saya sih selalu buat catatan, buat jagajaga aja siapa tau pendamping mau ngecek.

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 Nama : Titik Rahayu Status : KPM Komponen Kesehatan tahun 2013 Persepsi masyarakat tentang PKH 1. Bagaimana perasaan Anda setelah mendapatkan bantuan dana PKH? Jawab: Saya sangat senang dengan adanya bantuan dana PKH ini. Sangat membantu dalam kondisi ekonomi yang saya miliki saat ini 2. Manfaat apa sajakah yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima dana bantuan PKH? Jawab: Manfaat yang saya dapatkan dari bantuan dana PKH ini pastinya dari segi ekonomi, dengan bantuan dana ini saya dapat membeli kebutuhan untuk bayi yang saya miliki. Sebelum mendapat bantuan dari dana PKH ini saya kebingungan untuk membayar biaya persalinan, membeli susu dan pakaian yang dibutuhkan untuk bayi. Setelah dapat bantuan dana ini, saya dapat melengkapi semua kebutuhan bayi saya dan keluarga saya untuk keseharian. 3. Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? Jawab: Saya berharap bantuan dana PKH ini dapat menyebar ke berbagai daerah di seluruh Indonesia untuk dapat membantu orang yang membutuhkan. Selain itu saya juga berharap bantuan ini selalu berkembang dan dapat membantu keluarga saya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. 4. Bagaimana tanggapan Anda tentang implementasi PKH secara keseluruhan? Jawab: Implementasi bantuan dana PKH ini di desa saya sudah bagus, saya merasa senang dengan apa yang dilakukan dalam bantuan dana PKH ini. Saya merasa terbantu dalam mengelola keuangan, pertemuan dengan pendamping juga membuat saya lebih memahami peraturan PKH ini. Terkadang bantuan yang datang tidak tepat waktu, tetapi bagi saya tidak masalah karena saya sudah belajar mengatur keuangan saya dari pendamping, sehingga saya tidak tergantung dengan bantuan dari PKH. 5. Pengalaman apa yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima PKH?

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Jawab: Setelah menjadi penerima dalam bantuan PKH saya merasa saya dapat mengatur keuangan saya lebih baik lagi, dan memanfaatkan dana yang diberikan lebih baik juga. Saya merasa bantuan ini sangat baik, sehingga saya selalu meminta bantuan kepada pendamping bagaimana cara saya untuk dapat mengelola keuangan lebih baik lagi. Kualitas Pendampingan 6. Bagaimana pendapat Anda tentang kinerja pendamping PKH dalam proses pendampingan? Jawab: Saya merasa pendamping sangat baik dan selalu membantu saya ketika saya kebingungan. Setiap pertemuan pendamping juga memberikan materi yang baik bagi saya, seperti pengelolaan dana, pencatatan pengeluaran dan lainnya. Sehingga saya selalu belajar hal baru di setiap pertemuan. 7. Menurut Anda apakah pendamping PKH sudah bekerja dengan baik? Jawab: Menurut saya pendamping sudah bekerja sangat baik. Selama ini saya merasa pendamping selalu membantu saya dalam menangani masalah yang saya hadapi di PKH. Contohnya ketika saya bingung harus melengkapi berkas-berkas persyaratan PKH, pendamping memberikan saran kepada saya harus melengkapi berkas apa saja, dan mengurus ke kabupaten, kecamatan dan RT. Saya merasa pendamping mengerjakan tugasnya dengan baik, walaupun saya tidak benarbenar mengetahui pekerjaan pendamping yang sebenarnya seperti apa, tapi menurut saya pendamping sudah bekerja dengan sangat baik. 8. Menurut Anda bagaimanakah cara pendamping dalam menghadapi masalah yang muncul dalam proses pendampingan? Jawab: Yang saya tau cara pendamping menangani masalah dengan adanya pertemuan dan cerita masalah bersama-sama. Di sana yang saya tau, pendamping akan memberikan solusi dari setiap masalah yang dihadapi para penerima bantuan PKH ini. 9. Kegiatan apa saja yang dilakukan pendamping saat kegiatan pendampingan?

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 Jawab: Pada saat kegiatan pendampingan yang pasti pendamping akan memeriksa catatan dana yang sudah digunakan selama bantuan sebelumnya. Setelah itu ya cerita bareng dan tanya apakah ada kelihan dan masalah dengan PKH atau tidak. Selain itu pendamping kadang-kadang juga memberikan materimateri tentang anak, keluarga, pendidikan dan kesehatan. Materinya sangat berguna untuk saya yang memang beru berkeluarga dan baru punya bayi, menambah pengetahuan saya juga. 10. Bagaimana cara pendamping dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan Anda? Jawab: Saya jarang berkomunikasi dengan pendamping. Yang saya tau kami berkomunikasi ya pada saat pertemuan. Selain itu yang saya tau melalui telepon, atau WA tapi saya tidak pernah telepon atau WA, karena saya merasa melalui pertemuan sudah cukup membantu saya. Pengelolaan Dana 11. Kegiatan apa yang Anda lakukan setelah menerima dana bantuan PKH? Jawab: Saya langsung menggunakan uangnya untuk kebutuhan bayi saya. Setelah itu saya akan menyimpan uangnya untuk kebutuhan yang tidak terduga, dan saya juga menggunakan uang tersebut untuk membeli kebutuhan sehari hari keluarga saya. Saya kadang juga bingung mau digunakan untuk apa lagi, kalo cukup kadang bayarkan untuk keperluan rumah. 12. Bagaimanakah cara Anda dalam mengatur penggunaan dana bantuan PKH? Jawab: Saya yang pasti membeli kebutuhan anak (balita) terlebih dahulu, kemudian membeli kebutuhan untuk keluarga saya. Sisanya baru saya simpan dan saya gunakan untuk sesuatu yang saya perlukan. Saya tidak ada catatan harus membeli apa dan apa, saya hanya membeli yang paling penting terlebih dahulu. 13. Bagaimana cara Anda mengetahui dana bantuan PKH yang anda terima sudah digunakan sesuai kebutuhan atau belum?

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Jawab: Kalo saya sih dari catatan pengeluaran saya yang selalu ditanyakan oleh pendamping. Hanya dari situ saja untuk mengetahui apa dananya sudah kepake bener atau enggak. 14. Bagaimanakah cara pendamping melakukan evaluasi atas penggunaan dana yang anda telah pakai? Jawab: Yang pasti dari catatan saya itu, setiap barang yang saya beli dengan dana PKH saya selalu ada catatannya sendiri. Itu juga kadang pendamping masih bertanya kondisi barangnya gimana, dan jika ada barang baru minta untuk dibawa jika bisa. Saya cuman berusaha juju saja, saya tau maksud dari pendamping untuk membawa barang yang baru saya beli itu, pasti untuk memastikan uangnya bener dibeli buat barang itu atau bukan.

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 Nama : Liana Status : KPM Komponen Kesehatan tahun 2016 Persepsi masyarakat tentang PKH 1. Bagaimana perasaan Anda setelah mendapatkan bantuan dana PKH? Jawab: Saya senang dengan adanya bantuan ini, tapi kadang juga kesel dengan bantuan ini. Saya merasa terbantu dengan dana PKH ini, tapi terkadang dana yang datang itu telat banget, jadi saya juga masih harus pinjam uang terlebih dahulu. 2. Manfaat apa sajakah yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima dana bantuan PKH? Jawab: Saya merasa ekonomi saya terbantu pastinya ya. Yang saya rasakan hanya itu, ekonomi saya terbantu dan keluarga saya juga terbantu. 3. Apa harapan Anda tentang PKH kedepannya? Jawab: Saya berharap dana yang akan diberikan kepada penerima bantuan bisa turun tepat waktu. Saya sebenarnya gak pengen pinjam uang orang lain dulu untuk bayar kebutuhan sekolah anak (taman kanak-kanak), tapi ya gimana lagi karena dananya lambat. Ya saya juga berharap bantuan ini selalu ada, dan dapat merata lagi ke orang orang yang membutuhkan. 4. Bagaimana tanggapan Anda tentang implementasi PKH secara keseluruhan? Jawab: Bagus sih menurut saya, tapi ya dananya lambat. Saya agak kesusahan kalo dana turunnya terlambat sedangkan anak saya perlu membayar sesuatu. Saya memang merasa terbantu dengan dana ini, tapi kadang saya masih harus mencari bantuan pinjaman dana terlebih dahulu. Apalagi kalo orang yang ingin saya pinjam lagi tidak ada uangnya juga, saya kadang bingung. 5. Pengalaman apa yang Anda dapatkan setelah menjadi peserta penerima PKH? Jawab: Pengalaman yang saya rasakan ya mungkin saya diajarkan untuk mengelola dana lebih baik lagi, seperti membuat catatan untuk barang yang ingin dibeli atau yang ingin dibayar. Tapi kalo saya ya tinggal bayar bayar aja kalo ada duitnya. Pendamping juga terkadang hanya melihat catatan saya begitu saja.

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Kualitas Pendampingan 6. Bagaimana pendapat Anda tentang kinerja pendamping PKH dalam proses pendampingan? Jawab: Kinerja Mbak Diah (pendamping) baik menurut saya, selalu bertanya kepada penerima tentang uangnya digunakan untuk apa. Bahkan juga terkadang ingin melihat apa yang dibeli oleh penerima. Ya mungkin memang kerja mereka begitu. Setiap pertemuan juga datang biasanya, ada materi dan selalu ngobrol berasama kami. Ya seperti itu saja sebenarnya. 7. Menurut Anda apakah pendamping PKH sudah bekerja dengan baik? Jawab: Ya seperti yang saya bilang sebelumnya tadi, kerja mereka sudah baik menurut saya. Yang saya tau mereka hanya seperti itu setiap saat, datang untuk ngobrol, memberikan materi itu juga kadang-kadang dan melihat catatan pengeluaran setiap KPM. 8. Menurut Anda bagaimanakah cara pendamping dalam menghadapi masalah yang muncul dalam proses pendampingan? Jawab: Saya tidak pernah mempunyai masalah, tapi beberapa penerima terkadang menghadapi masalah seperti dananya tidak turun atau hilang. Saya pernah ikut melihat kenapa, dan pendamping di situ saya rasa bekerja dengan baik seperti memberi penjelasan dan mencoba menenangkan dan membantu mengurus juga rapi saya tidak tau mengurus kemana saja. 9. Kegiatan apa saja yang dilakukan pendamping saat kegiatan pendampingan? Jawab: Pada saat pertemuan yang pasti pendamping selalu ngajak cerita satu per satu masalah yang dihadapi. Pendamping juga selalu mengecek penggunaan dana bantuan. Kalo di kelompok lain sih saya dengar ada arisan bersama gitu tapi di kelompok saya sih tidak ada. 10. Bagaimana cara pendamping dalam membangun hubungan atau komunikasi dengan Anda? Jawab: Ya dari cerita cerita di pertemuan itu. Selain dari pertemuan saya tidak pernah cerita ke pendamping. Saya hanya ketemua pendamping itu di pertemuan

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 saja. Walaupun pendamping juga membagikan nomor yang dapat dihubungi, tapi saya rasa saya tidak perlu untuk menghubungi pendamping di luar jam pertemuan. Pengelolaan Dana 11. Kegiatan apa yang Anda lakukan setelah menerima dana bantuan PKH? Jawab: Saya ya bayar sekolah anak, sama beli kebutuhan sekolahnya sekalian seperti tas, sepatu, itu yang besar menurut saya. Setelah itu ya kebutuhan anak dan keluarga saya sehari-hari. Seperti membeli makanan sehat untuk anak saya, vitamin dan obat. Ya kalo saya uangnya hanya habis di situ situ aja, gak ada pengeluaran lain lagi. 12. Bagaimanakah cara Anda dalam mengatur penggunaan dana bantuan PKH? Jawab: Ya saya hanya menggunakan uangnya seperti yang saya bilang tadi, saya bayarkan sesuai apa yang dibutuhkan saja. Saya tidak punya catatan kebutuhan apa yang harus saya beli, jadi saya hanya ingat-ingat apa yang harus dibayar dan dibeli saja. 13. Bagaimana cara Anda mengetahui dana bantuan PKH yang anda terima sudah digunakan sesuai kebutuhan atau belum? Jawab: Ya selama kebutuhan sekolah dan kesehatan anak saya terpenuhi saya rasa saya sudah menggunakan dananya sesuai dengan kebutuhan. 14. Bagaimanakah cara pendamping melakukan evaluasi atas penggunaan dana yang anda telah pakai? Jawab: Setiap pertemuan itu mereka selalu menanyakan catatan pengeluaran dana itu. Ya saya catatannya selalu begitu begitu saja. Pendamping kadang juga suka nanya, kalo misalnya beli barang kebutuhan anak ya paling tanya barangnya mana dan sekarang gimana kondisinya. Kalo saya kan anaknya masih sekolah TK, jadi ya barangnya palingan hanya tas, sepatu, buku-buku mewarnai, crayon, pensil warna. Sisanya ya kebutuhan keluarga saja.

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN IV UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 UJI VALIDITAS PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN Correlations butir1 butir2 butir3 butir4 butir5 butir6 butir7 butir8 butir9 butir1 butir2 butir3 butir4 butir5 butir6 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation 1 -0.015 .410 0.874 115 115 1 0.015 0.874 115 115 ** .410 0.141 0 ** 115 ** .455 .338 ** 0 0 115 115 0.158 .394 0.091 0 ** 0 0 115 115 0.141 .338 0.091 0.214 ** 115 .394 ** 0 0 115 115 115 1 0.133 .296 115 115 0.133 115 1 115 .296 ** .267 ** ** 0.091 .235 ** 115 115 ** ** 115 0.115 .651 115 ** 0 115 115 0.156 .259 115 1 0.001 0.004 115 115 115 115 115 0.091 0.115 0.096 0.158 0.117 115 ** 115 0.158 .437 115 .569 ** 0 115 0.096 .248 * 0.003 0.334 0.012 0.004 0.31 0.008 115 .271 ** 0.334 0.008 0.095 0.005 115 .267 ** 0 0.091 .246 0.158 0.001 0.222 0.158 ** 0.158 -0.117 .488 0.132 0.132 115 .455 butir 10 ** ** 0 115 .300 ** .365 ** 0 ** 0 ** 0 115 .250 .488 ** ** ** 115 .832 ** 115 .651 ** 0 0 0 115 115 115 0.144 0.111 .248 ** ** 115 .362 ** 115 .372 ** 115 .320 ** 115 .437 ** 0.091 0 0 0 0 0 0 115 115 115 115 115 115 115 1 butir 14 butir 15 butir 16 butir 17 butir 18 0.066 -0.013 0.172 0.091 0.084 .383 0.485 0.893 0.066 0.334 0.372 115 .246 butir 13 115 .308 ** 115 115 0.156 .199 115 * 0.007 0.008 0.001 0.095 0.033 115 .351 .336 butir 12 115 .286 ** 115 .343 ** 115 .184 .337 115 ** 0 .393 0.095 .225 115 ** 0.002 0 0.05 0 115 115 115 115 0.146 0.049 0.128 .300 115 .272 ** 115 .267 ** 0.003 0.004 115 115 0.122 0.159 0.168 0.152 0.127 0.122 0.01 .280 ** 115 .391 ** ** 115 .362 0 * 0.311 0.015 115 * ** 115 .201 115 * 0 115 115 .240 ** 115 ** .328 ** 0 0 0 115 115 115 0.056 .187 * .452 ** 0.032 0.001 0.124 0.237 0.008 0.119 0.604 0.173 0.001 0.01 115 .453 .455 ** 0 115 .366 115 115 butir 11 .378 ** butir 19 butir JUMLAH 20 0.141 .320 ** 0.133 0 115 115 .395 ** 0 115 .315 ** .244 115 115 0.056 .269 ** 115 115 .417 ** 115 .685 ** 0 .221 115 * .477 ** 0.018 0 115 115 .244 ** 0.552 0.004 0.008 115 ** 0 115 0 .446 0.008 115 0 115 ** 0 .387 ** 0 0.001 ** .419 115 0.018 -0.005 0.069 .200 .582 ** 0 115 * .256 **

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 butir7 butir8 butir9 butir10 butir11 butir12 butir13 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation 0.214 0.334 0.222 0.31 0.091 115 115 ** .488 .246 0 115 ** 115 .651 0.008 0 115 115 ** .271 0.156 .569 0.003 0.095 115 115 0.091 .259 ** 0.334 0.005 115 ** 115 * .235 .365 ** 0.012 0 115 115 ** .336 .250 ** 0 ** 0 115 .351 ** 0 ** 115 .832 .248 ** ** 115 .437 ** 0.008 0 115 115 .366 ** 0 115 .455 115 ** ** 115 .362 ** 0.001 0 115 115 0.144 .372 ** 0.124 0 115 115 0.111 .320 115 115 115 0.122 1 .667 0.193 0 115 .300 .453 0.193 0.09 0.073 0.105 0.178 0.193 0.918 0.002 0.554 0.045 0.849 0.957 0.461 0.032 ** 115 115 0.159 .667 ** 0.09 0 115 115 0.168 .521 0 115 115 0.152 .718 ** 0 115 115 1 .432 .432 ** 115 ** 0 115 115 .477 ** 0 .562 .718 ** ** 115 .477 ** 0 0 115 115 1 .471 115 .471 ** ** 115 .434 ** ** .469 ** 0 0.178 0 0 0 0 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 ** .248 ** .437 ** ** 0.122 1.000 .667 ** .521 ** .718 ** .434 ** ** 1 115 .672 ** 0 0 0 0 0 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 0.01 .487 ** .334 ** .290 ** .426 ** .718 .672 0.193 ** 115 ** 115 0 0.146 .272 ** 115 0.008 ** 115 .521 .390 ** 115 .334 ** 0 0 0 .286 ** 0 0.008 ** 115 .667 ** 0 0 0 0.066 .308 ** 0 115 .469 0.237 .651 .562 ** 115 0 ** 115 115 115 115 0 0 0.007 ** ** 0 1 115 .672 1.000 .487 0 0 .488 .246 115 0 0 115 ** 115 0 0 0.105 0.127 .672 .521 0 115 ** 0.073 ** 115 ** ** 115 115 .301 ** 115 .401 ** 115 115 ** 115 .390 115 ** 0 0 .426 .439 0.001 0.002 0 ** .306 115 .220 ** .253 ** ** ** 0 115 .887 ** 115 115 .363 ** 115 115 .324 .552 ** 0.137 .410 115 .198 115 * .203 115 .192 115 * .281 115 ** ** 115 0 .342 .206 115 * .323 ** ** ** 0 ** 115 .394 ** ** ** 0 ** 0 115 ** 115 .689 ** 115 .684 ** 115 .653 ** 0 115 .551 ** 0 115 .552 .811 0 115 .326 115 0 0 115 .523 .530 0 115 .446 115 0 0 0.057 -0.025 .404 115 ** 115 * 0.547 0.788 115 .557 * 115 0.04 0.002 0 ** .206 115 0.034 0.03 0 0 .376 .432 115 0.027 0.145 0.003 0.006 ** ** 115 * 115 .275 .604 0 0.001 0.018 115 .290 115 0.006 ** 115 .756 ** 0 0 0 0 0 0.027 0 0 0 0 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 1 .487 115 .487 ** ** .306 ** .439 ** .604 ** 0 0.001 0 0 115 115 115 115 1 0.047 .393 ** .455 .206 * 0.137 .410 0.027 0.145 ** 115 .363 ** 115 ** .530 ** .811 ** 0 0 0 115 115 115 0.164 .537 ** .381 ** .581 **

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 butir14 butir15 butir16 butir17 butir18 butir19 butir20 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation 0.485 0.001 0.002 0.119 0.003 0.918 0 0 0.002 0 0 0 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 ** ** ** ** ** ** ** ** ** 0.156 .343 0.049 .267 .280 .306 .301 .401 .253 .376 .306 0.047 0.013 0.893 0.095 115 115 0.172 .199 0 0.604 0.004 0.002 0.001 0.001 115 * .184 115 * 115 0.128 .391 0.066 0.033 0.05 0.173 115 115 0.091 .337 115 ** .393 115 ** 0.334 0 0 115 115 115 0.084 0.095 .201 * .300 .383 ** 115 .225 115 * .452 ** 0 115 115 .240 ** 115 .378 0 0 115 115 115 115 .315 ** .387 0.001 0 115 115 115 115 ** .417 ** 115 0.056 .439 0.554 0 115 115 .187 * .604 115 ** .220 115 * .275 ** 0.018 0.003 115 ** 0.045 0 115 115 .432 115 ** 0 0.018 .206 .198 115 * .192 115 115 .363 ** 0 * .552 115 115 115 0.056 -0.005 0.137 .203 .221 .269 ** 115 115 0.069 .410 0.004 0.461 115 * .244 .324 ** 115 ** .439 115 ** 0 115 .557 115 * .281 ** 0 115 115 .604 0.057 .206 ** 115 .200 * ** 115 .342 ** 115 .446 ** 115 .404 ** ** 0 .206 115 * 115 .363 ** 115 115 115 115 1 0.03 .335 115 0.03 115 0.752 0 115 115 1 .412 .335 115 ** ** .412 ** ** .191 .400 0.137 0.164 .245 ** ** 115 .410 ** 115 .537 ** 115 115 115 115 115 ** .530 ** .381 115 .257 ** ** .507 ** .400 115 115 1 .241 .241 ** ** 115 1 ** 115 115 .239 115 * 115 ** .604 ** 0 ** ** ** 0 115 * .258 ** 115 115 0.167 .604 115 ** ** 0 ** 0 115 .319 115 .427 ** ** 0.001 0.003 115 1 115 115 0.16 .289 ** 115 ** 115 115 115 0.16 1 .463 ** 115 .289 ** 115 .463 ** ** 115 .504 ** 0 115 .753 ** 0 115 .272 .478 0 0.089 0.002 115 .272 ** 0.01 0.005 0 .319 .507 0.18 .414 115 115 0.001 0.089 115 .427 .257 0.126 .239 0 0.126 0.167 .414 .258 ** 0 115 ** 0.006 0.01 115 .245 0.01 0.075 115 * * 115 0 0 115 .191 0.041 0.008 0.006 115 115 .551 115 115 115 ** 115 115 0 .552 115 115 0 ** 115 0.01 0 .326 0 0 0 ** 0 0.041 0 .394 0 0 0 ** 0.08 0 0 .530 0 0.145 0.08 0.008 0.18 0.075 115 .523 .455 ** 0 115 115 -0.025 .323 0 0.752 115 ** 0 * .393 ** 0 115 ** 0 115 0 0.001 0.614 0 115 ** 0 115 * .887 0 0.849 0.027 0.034 0.04 0.547 0.027 0.027 115 ** 0 ** 0 115 0.006 0.552 0.957 0.145 0.03 0.002 0.788 0.133 .320 .244 .328 ** 115 ** 0.015 ** .362 ** 0.001 0 0.141 .395 0 115 ** 0.372 0.311 0.032 0.01 115 ** 0 0.614 ** 115 .470 ** 0 115 .448 ** 0 115 .659 ** 0 0 115 115 1 .689 **

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Sig. (20 0.008 0 0.018 0.008 0.032 0 0 0 0 0 0 0 0 0.005 0 0.003 0.002 0 tailed) N 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 Pearson ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** .419 .446 .685 .477 .582 .256 .811 .689 .684 .653 .756 .811 .581 .478 .504 .753 .470 .448 .659 .689 Correlation JUML Sig. (20 0 0 0 0 0.006 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 AH tailed) N 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 0 115 1 115 KUALITAS PENDAMPINGAN Correlations butir1 butir2 butir3 butir4 butir5 butir6 butir7 butir8 butir9 butir1 butir2 butir3 butir4 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) 1 butir 12 butir 13 butir 14 butir 15 butir 16 butir 17 butir 18 butir 19 butir JUMLAH 20 .666** 0.000 0.000 0.000 0.005 0.000 0.000 0.018 0.000 0.000 0.000 0.000 0.001 0.013 0.000 0.000 0.000 0.003 0.000 0.000 0.000 115 .494** 1 0.000 115 .327** 0.031 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 0.031 .429** .303** 0.012 .428** 0.096 .393** .332** .281** .199* 0.058 .324** 0.148 0.082 0.182 .349** -0.060 .324** .415** 0.746 0.000 0.001 0.899 0.000 0.306 0.000 0.000 0.002 0.033 0.540 0.000 0.115 0.381 0.051 0.000 0.522 0.000 0.000 115 1 0.000 0.746 115 butir 11 .494** .327** .459** .258** .456** .452** .221* .453** .668** .498** .349** .294** .231* .322** .504** .356** .271** .340** .515** 115 115 butir 10 115 .459** .429** .428** 0.000 0.000 0.000 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .428** 0.112 .523** .425** 0.175 .407** .471** .455** .373** 0.182 0.113 .572** .411** .558** 0.105 .416** .347** .584** 0.000 0.234 0.000 0.000 0.061 0.000 0.000 0.000 0.000 0.052 0.229 0.000 0.000 0.000 0.266 0.000 0.000 0.000 115 1 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .395** .207* .428** .406** .532** .600** .249** .495** .231* .252** .361** .295** .400** .254** .399** .319** .632** 0.000 0.026 0.000 0.000 0.000 0.000 0.007 0.000 0.013 0.007 0.000 0.001 0.000 0.006 0.000 0.001 0.000

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 butir5 butir6 butir7 butir8 butir9 butir10 butir11 N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) 115 115 115 115 .258** .303** 0.112 .395** 115 115 115 115 115 .456** 0.012 .523** .207* .428** 115 115 115 115 115 115 1 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .668 115 .332 ** 115 .471 ** 115 .600 ** 115 .317 ** 115 .456 ** 115 .498 ** 115 .281 ** 115 .455 ** 115 .249 ** 115 .428 115 ** 115 115 115 115 115 115 115 .598 ** 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 0.000 115 1 115 115 115 115 115 .546 ** 115 115 .551 ** 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .496** .588** .546** .551** .688** .324** .518** .508** .537** .271** .357** .464** .483** .790** 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.003 0.000 0.000 0.000 0.000 115 1 115 115 115 .263 ** 115 115 .283 ** 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .353** .263** .283** .416** .284** .218* .371** .330** .316** .318** .373** .217* .565** 0.000 0.005 0.002 0.000 0.002 0.020 0.000 0.000 0.001 0.001 0.000 0.020 0.000 115 1 115 .745 ** 115 115 .648 ** 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .745** .648** .489** .236* .497** .465** .496** .440** .473** .350** .469** .757** 0.000 0.000 0.000 0.011 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 1 115 .619 115 ** 0.000 0.002 0.000 0.007 0.000 0.000 0.000 0.002 0.000 0.000 ** 115 115 1 115 115 115 115 115 115 115 115 .438 ** 115 .449 ** 115 .308 ** .581 ** 115 115 115 .438 ** .457 115 115 0.000 .468 ** .452 ** 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.001 0.000 0.000 .411 ** .498 ** .760** .550 ** .620 ** ** .579 ** .558 ** 115 0.000 .400 ** 115 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 .386 ** 115 .815** .523 ** 115 ** .619 0.000 0.000 0.000 0.000 0.001 0.000 0.000 0.005 0.000 115 115 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.136 0.000 0.000 0.000 0.126 0.000 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 ** 115 .670** .453** .393** .407** .532** .343** .403** .588** .353** 115 115 .584** .420** .403** .456** .598** .490** .367** 0.140 .490** .461** .444** 0.143 .555** .313** 0.018 0.306 0.061 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 0.000 .221* 0.096 0.175 .406** .640** .420** .496** 115 115 0.000 0.000 0.000 0.000 0.001 0.000 0.000 0.000 0.425 0.016 0.032 0.002 0.000 0.000 0.014 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 .592** .452** .428** .425** .428** .499** .584** 115 115 .200* .281** .410** .440** .227* 0.000 0.899 0.000 0.026 0.000 115 115 .428** .499** .640** .343** .317** .428** .459** .441** 0.075 .224* 1 0.005 0.001 0.234 0.000 115 115 .419

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 butir12 butir13 butir14 butir15 butir16 butir17 butir18 N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .349** .199* .373** .495** .459** .490** .688** .416** .489** .523** .579** 115 1 0.000 0.033 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .294** 0.058 0.182 .231* .441** .367** .324** .284** .236* .386** .550** .549** 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 1 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .356 115 115 0.182 .558 ** 115 .400 ** 115 .281 ** 115 .444 ** 115 .271 ** 115 .316 ** 115 .440 ** 115 .498 ** 115 .449 ** 115 .222 * 115 .296 ** 115 .271 ** 115 .349 ** 115 115 0.105 .254 ** 115 .410 ** 115 115 0.143 .357 ** 115 .318 ** 115 .473 ** 115 .452 ** 115 .308 ** 115 115 0.126 .275 ** 115 115 115 115 0.000 115 1 115 115 115 115 115 .215 * 115 115 115 115 115 115 .422** .280** .215* 0.146 .334** .311** .520** 0.000 0.002 0.021 0.120 0.000 0.001 0.000 115 1 115 115 115 .417 ** 115 115 0.146 .323 ** 115 115 115 115 .583** .417** .323** .479** .352** .693** 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 1 115 .437 ** 115 115 .331 ** 115 115 115 115 .437** .331** .468** .415** .670** 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 1 115 .209 115 * 0.003 0.000 0.266 0.006 0.000 0.126 0.000 0.001 0.000 0.000 0.001 0.179 0.003 0.120 0.000 0.000 0.025 * 115 115 .605** 0.025 0.000 0.000 0.000 115 1 .328 ** 115 ** .209 0.000 0.051 0.000 0.000 0.002 0.000 0.003 0.001 0.000 0.000 0.000 0.017 0.001 0.021 0.000 0.000 115 115 0.000 0.000 0.000 0.001 0.003 0.000 0.036 0.000 0.381 0.000 0.001 0.032 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.002 0.000 ** 115 .581** .504** 0.082 .411** .295** .200* .461** .537** .330** .496** .620** .438** .389** .326** .280** .583** 115 115 .443** .369** .326** .296** .275** .521** .196* 0.000 0.115 0.000 0.000 0.016 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 0.000 .322** 0.148 .572** .361** .224* .490** .508** .371** .465** .558** .468** .482** .369** .422** 115 115 0.000 0.000 0.000 0.000 0.017 0.179 0.000 0.004 0.013 0.000 0.229 0.007 0.425 0.136 0.000 0.020 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 .704** .231* .324** 0.113 .252** 0.075 0.140 .518** .218* .497** .400** .411** .482** .443** 115 115 .549** .482** .482** .389** .222* 0.126 .437** .267** 0.001 0.540 0.052 0.013 0.000 0.000 0.000 0.002 0.011 0.000 0.000 0.000 115 115 115 115 115 ** .518** 0.002 0.000 0.000 .282 ** .428 .478

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 N Pearson Correlation butir19 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation butir20 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation JUML Sig. (2AH tailed) N 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .340** -0.060 .416** .399** .440** .555** .464** .373** .350** .581** .438** .437** .521** .334** .479** .468** .328** .282** 115 115 115 1 .193* .652** 0.039 0.000 115 115 1 .607** 0.000 0.522 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.002 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .515** .324** .347** .319** .227* .313** .483** .217* .469** .457** .419** .267** .196* .311** .352** .415** .428** .478** .193* 0.000 0.000 0.000 0.001 0.014 0.001 0.000 0.020 0.000 0.000 0.000 0.004 0.036 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.039 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 0.000 115 .666** .415** .584** .632** .592** .670** .790** .565** .757** .815** .760** .704** .581** .520** .693** .670** .605** .518** .652** .607** 115 1 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 PENGELOLAAN DANA Uji Validitas Butir Pernyataan Nomor 1 sampai 13 Correlations butir1 butir2 butir3 butir4 butir5 butir6 butir7 butir8 butir9 Pearson Correlation Sig. (2butir1 tailed) N Pearson Correlation Sig. (2butir2 tailed) N 1 butir 11 butir 12 butir JUMLAH 13 .988** .467** .760** .812** 0.170 .582** .198* .847** .285** .751** .558** .556** .920** 0.000 0.000 0.000 0.000 0.070 0.000 0.034 0.000 0.002 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 .988** 1 0.000 115 butir 10 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 .471** .758** .823** 0.182 .557** 0.177 .831** .270** .745** .559** .560** .914** 0.000 0.000 0.000 0.052 0.000 0.059 0.000 0.004 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 butir3 butir4 butir5 butir6 butir7 butir8 butir9 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N .467** .471** 1 0.000 0.000 115 .760 ** 115 .758 ** 115 .433 ** .433** .534** .359** .486** 0.068 .391** .255** .477** .281** .272** .620** 0.000 0.000 0.000 0.000 0.467 0.000 0.006 0.000 0.002 0.003 0.000 115 1 .812 ** 115 .823 ** 115 .534 ** 115 .681 ** ** 115 115 115 115 1 115 0.170 0.182 .359** .358** .301** 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 1 115 115 115 0.051 .726 115 115 115 115 115 ** 115 115 115 115 115 115 .269 ** 115 115 .590 ** 115 115 .365 ** .625 115 115 115 .405 115 115 0.000 115 1 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 0.053 .511** .395** .404** .463** 0.155 .702** 0.574 0.000 0.000 0.000 0.000 0.099 0.000 115 1 115 115 115 115 115 115 115 115 .240** 0.131 .273** .232* .320** .271** 0.010 0.164 0.003 0.013 0.000 0.003 115 1 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.088 0.000 0.010 115 115 0.000 0.009 0.088 0.078 0.254 0.991 0.041 .847** .831** .391** .918** .726** 0.160 .511** .240** 115 115 .502 ** .321** 0.034 0.059 0.467 0.118 0.591 0.009 0.574 115 115 .477** -.244** 0.160 0.165 -0.107 0.001 -.191* .198* 0.177 0.068 0.147 0.051 -.244** 0.053 115 115 0.064 .514 ** 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 0.001 0.000 0.591 0.000 0.004 0.000 0.000 0.000 .582** .557** .486** .423** .545** .477** 115 115 .815** .545 ** 0.147 .918 ** ** .301 ** 0.070 0.052 0.000 0.000 0.001 115 115 0.000 .423 ** 115 0.000 0.000 0.000 0.118 0.000 0.499 0.000 0.000 0.000 .358 ** 115 .843** 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 ** .681 0.000 0.000 0.000 115 115 115 115 115 115 115 115 0.114 .622** .604** .724** .895** 0.224 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 115 115 115

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 butir10 butir11 butir12 butir13 JUML AH Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N .285** .270** .255** 0.064 .269** 0.165 .395** 0.131 0.114 1 0.002 0.004 0.006 0.499 0.004 0.078 0.000 0.164 0.224 115 .751 ** 115 .745 ** 115 .477 ** 115 .514 ** 115 .590 ** 115 115 -0.107 .404 ** 115 .273 ** 115 .622 ** 115 .191 * .191* 0.001 0.000 .326** 0.041 0.995 1.000 0.000 115 1 .558 ** 115 .559 ** 115 .281 ** 115 .502 ** 115 .365 ** 115 115 0.001 .463 ** 115 .232 * 115 .604 ** 115 115 0.001 .609 ** ** 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 0.000 0.000 0.000 115 1 115 .556** .560** .272** .625** .405** -.191* 0.155 .320** .724** 0.000 .644** .646** .644 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 ** .669** 0.000 0.000 115 115 1 .648** .646 0.000 0.000 0.003 0.000 0.000 0.041 0.099 0.000 0.000 1.000 0.000 0.000 115 115 .763** 0.000 0.000 0.002 0.000 0.000 0.991 0.000 0.013 0.000 0.995 0.000 115 115 ** .609 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.254 0.000 0.003 0.000 0.041 115 115 0.000 115 .920** .914** .620** .843** .815** .321** .702** .271** .895** .326** .763** .669** .648** 115 1 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.003 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115 115

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 Uji Validitas Butir Pernyataan Nomor 14a dan 15a Uji Validitas Butir Pernyataan Nomor 14b dan 15b Correlations butir14 Pearson Correlation butir14a JUMLAH .923** 0.000 0.000 72 72 72 Pearson Correlation .720** 1 .931** Sig. (2tailed) 0.000 1 Pearson Correlation butir15b 72 72 Pearson Correlation .923** .931** 1 Sig. (2tailed) 0.000 0.000 72 72 72 JUMLAH .876** 0.000 0.000 43 43 43 Pearson Correlation .550** 1 .885** Sig. (2tailed) 0.000 1 Sig. (2tailed) N JUMLAH butir17 .550** N 0.000 72 N butir16 butir14b Sig. (2tailed) N JUMLAH butir15 .720** N butir15a Correlations 0.000 43 43 43 Pearson Correlation .876** .885** 1 Sig. (2tailed) 0.000 0.000 1 .550** N .876**

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 UJI RELIABILITAS 1. Uji Reliabilitas Variabel Persepsi Masyarakat Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0.897 20 2. Uji Reliabilitas Variabel Kualitas Pendampingan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0.923 20 3. Uji Reliabilitas Variabel Pengelolaan Dana a. Uji Reliabilitas Variabel Pola Pengelolaan Dana item no 1 – 13 Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha 0.904 13 b. Uji Reliabilitas Variabel Pengelolaan Dana item no 14a dan 15b Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0.836 2 c. Uji Reliabilitas Variabel Pengelolaan Dana item no 14a dan 15b Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0.709 2

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN V DATA RESPONDEN PENELITIAN

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 DATA RESPONDEN PENELITIAN 1. Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Ngreco Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Kohort 2013 No 1 2 No PKH Nama 331101001300008 Hastuti 331101001300009 Hartini 3 331101001300022 Wuryani 4 331101001300023 Sriyanti 5 6 7 331101001300039 Sri Rahayu 331101001300048 Warsinah 331101001300049 Sri Wahyuni Siti 331101001300052 Khotimah Musrini 331101001300053 Musthofa 8 9 10 331101001300054 Musrini 11 331101001300055 Nur Alami 12 13 331101001300057 Sulisning 331101001300064 Narsih 14 331101001300074 Hartini 15 331101001300077 16 17 Sri Rahmawati 331101001300094 Satiyem 331101001300098 Sunarni 18 331101001300101 Sri Sumarni 19 20 21 22 331101001300105 331101001300108 331101001300118 331101001300119 Lasmini Wiji Lestari Suharni Sri Winarti Alamat Jlumbang RT 02 RW 05 Jlumbang RT 01 RW 05 Sidowayah RT 03 RW 06 Sidowayah RT 03 RW 06 Candi RT 04 RW 10 Candi RT 04 RW 10 Candi RT 04 RW 10 Candi RT 05 RW 10 Komponen Pendidikan Pendidikan Pendidikan Sidowayah RT 02 RW 06 Sidowayah RT 02 RW 06 Sidowayah RT 03 RW 06 Jlumbang RT 03 RW 04 Candi RT 02 RW 10 Tawangrejo RT 03 RW 05 Gabeng RT 03 RW 01 Pendidikan Jlumbang RT 01 RW 05 Candi RT 04 RW 10 Sidowayah RT 02 RW 07 Jlumbang RT 02 RW 05 Jlumbang RT 02 RW 04 Jlumbang RT 01 RW 05 Jlumbang RT 01 RW 05 Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 23 24 25 27 331101001300129 Asmorowati 331101001300133 Mulyani 331101001300134 Sumini Yekti 331101001300138 Sulanjari 331101001300140 Suharni 28 331101001300151 Sri Murni 29 331101001300152 Lusmini Endang 331101001300176 Widiyatmi Indri Fajar 331101001300001 Sejati 331101001300002 Kiswanti 26 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Candi RT 02 RW 10 Candi RT 04 RW 10 Candi RT 04 RW 10 Candi RT 02 RW 10 Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Candi RT 05 RW 10 Sidowayah RT 03 RW 06 Jlumbang RT 01 RW 04 Jlumbang RT 01 RW 04 Pendidikan Pendidikan Tawangrejo RT 03 RW 05 Jlumbang RT 01 RW 05 Kaligondang RT 02 RW 331101001300018 Ari Susanti 10 Jlumbang RT 04 RW 04 331101001300024 Indarti Tri Sidowayah RT 01 RW 331101001300035 Prihatiningsih 07 Jlumbang RT 03 RW 04 331101001300059 Triyastuti Siti Nur Sumberan RT 01 RW 01 331101001300066 Hikmah Sidowayah RT 02 RW 331101001300073 Titik Rahayu 07 Iin Jlumbang RT 02 RW 04 331101001300090 Widyastuti Kaligondang RT 01 RW 331101001300092 Susanti 10 Rini Sumberan RT 01 RW 01 331101001300137 Setyaningsih Pendidikan Pendidikan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Sumber: pendamping PKH Kecamatan Weru, 2018 2. Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Ngreco Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Kohort 2016 No 1 2 3 No PKH Nama 331101016001446 Sulami 331101016001450 Sularmi 331101016001859 Sri Widodo Alamat Jlumbang RT 02 RW 05 Candi RT 04 RW 10 Gemawang RT 05 RW Komponen Pendidikan Pendidikan Pendidikan

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 4 331101016002044 Munah 5 331101016002434 Supinah 6 7 8 9 331101016002443 331101016006761 331101016006763 331101016000264 10 331101016000267 Nani 11 331101016000460 Surani 12 331101016000859 Lastri 13 331101016001055 Sriyani 14 331101016001057 Sri Lestari 15 16 17 18 19 20 21 22 23 331101016001260 331101016002640 331101016002826 331101016001261 331101016001451 331101016001650 331101016002243 331101016002431 331101016006755 Suwarti Sugiyanti Suyatmi Sri Kasmini Yamini Suratmi Sriyani Sri Purwanti Sri Sutini Asih Atikah Khunainah Liana 11 Sidowayah RT 01 RW 06 Sidowayah RT 02 RW 06 Candi RT 05 RW 10 Candi RT 03 RW 10 Candi RT 02 RW 11 Candi RT 02 RW 11 Gemawang RT 04 RW 11 Gemawang RT 04 RW 11 Gabeng RT 02 RW 01 Gemawang RT 04 RW 11 Gemawang RT 04 RW 11 Candi RT 02 RW 11 Candi RT 03 RW 10 Candi RT 01 RW 11 Candi RT 02 RW 11 Candi RT 01 RW 11 Candi RT 05 RW 10 Sambirejo RT 03 RW 11 Sumberan RT 01 RW 01 Jlumbang RT 02 RW 04 Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Sumber: pendamping PKH Kecamatan Weru, 2018 3. Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Ngreco Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Kohort 2017 No No PKH Nama 1 331101017061054 Ngatmini 2 331101017061097 Lastri 3 4 331101017061105 Sutini 331101017061121 Heri Sumanto Alamat Sidowayah RT 01 RW 06 Tenggil RT 01 RW 03 Ngreco RT 02 RW 03 Jlumbang RT 01 RW Komponen Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 5 331101017061127 Sukarti 6 331101017061129 Wiharti 7 331101017061139 Wijiyanti 8 331101017061140 Buniyem 9 331101017061146 Jami 10 331101017061148 Sumiasih 11 331101017061150 Maryanti 12 331101017061155 Sri Wahyuni 13 331101017061157 Daliyem 14 331101017061159 Suryani 15 331101017061179 Sri Mulyani 16 331101017061180 Sulami 17 18 19 20 21 22 331101017061255 331101017061257 331101017061261 331101017061270 331101017061272 331101017061280 23 331101017061307 Suyatmi 24 331101017061310 Sunarmi 25 331101017061322 Warsiti 26 331101017061078 Puji Lestari 27 331101017061083 Nurul Amini Partini Suratmi Ngatiyem Wiyanti Ngatmini Tremiyati 04 Jlumbang RT 03 RW 04 Jlumbang RT 03 RW 04 Jlumbang RT 01 RW 05 Jlumbang RT 01 RW 05 Jlumbang RT 02 RW 05 Tawangrejo RT 03 RW 05 Sidowayah RT 01 RW 06 Sidowayah RT 02 RW 06 Sidowayah RT 03 RW 06 Sidowayah RT 03 RW 06 Sidowayah RT 02 RW 07 Sidowayah RT 02 RW 07 Candi RT 04 RW 10 Candi RT 04 RW 10 Candi RT 01 RW 10 Candi RT 05 RW 11 Candi RT 02 RW 11 Candi RT 02 RW 11 Gemawang RT 04 RW 11 Gemawang RT 04 RW 11 Gemawang RT 05 RW 11 Gabeng RT 04 RW 01 Ngadisari RT 02 RW 02 Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Pendidikan Kesehatan Kesehatan

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 Ngreco RT 02 RW 03 Banaran RT 03 RW 331101017061111 Marini 03 Jlumbang RT 01 RW 331101017061118 Sriyani 04 Jlumbang RT 01 RW 331101017061123 Rina Susanti 04 Jlumbang RT 03 RW 331101017061132 Riyani 04 Jlumbang RT 04 RW 331101017061138 Mulyani 04 Jlumbang RT 02 RW 331101017061144 Yuniati 05 ngepung RT 01 RW 331101017061153 Sri Wahyuni 04 Sidowayah RT 02 331101017061154 Wiji Ningsih RW 06 Sidowayah RT 03 331101017061158 Yuliana RW 06 Sidowayah RT 03 331101017061164 Widayati RW 06 Rini Sidowayah RT 01 331101017061174 Sulistyaningsih RW 07 Sulistyowati Ngrawan RT 02 RW 331101017061193 Ambar Siwi 08 Ngrawan RT 04 RW 331101017061202 Sri Rejeki 08 Ngrawan RT 04 RW 331101017061203 Sri Munharsi 08 Kaligondang RT 01 331101017061235 Ronika Ria RW 10 Kaligondang RT 01 331101017061238 Sri Rahayu RW 10 Kaligondang RT 01 331101017061240 Rahayu RW 10 Candi RT 02 RW 10 331101017061243 Tri Suyanti Ria Arista Candi RT 02 RW 10 331101017061247 Putri Suranti Kaligondang RT 02 331101017061249 Rahayu RW 10 331101017061269 Nanik Suparni Candi RT 02 RW 11 331101017061109 Harwanti Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 50 331101017061279 Mulyani 51 331101017061312 Carolina Daisa Sumber: pendamping PKH Kecam Candi RT 02 RW 11 Gemawang RT 04 RW 11 Kesehatan Kesehatan

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN VI SURAT IZIN PENELITIAN

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(220)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS AKUNTABILITAS DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA SUMBERSUKO KECAMATAN DAMPIT
5
68
19
ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DAN DANA DESA (DD) (STUDI KASUS DI DESA DONOMULYO KECAMATAN DONOMULYO KABUPATEN MALANG)
8
66
18
ANALISIS PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA SAMBIGEDE KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN BLITAR
1
21
13
ANALISIS YURIDIS TENTANG PENGATURAN PENGELOLAAN ANGGARAN DANA DESA BERDASARKAN OTONOMI DESA
4
27
68
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA SEHAT MELALUI PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI DESA MARGOSARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
6
45
103
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BANK INDONESIA.
0
3
18
PERANAN DANA BANTUAN SOSIAL TERHADAP KUALITAS RUMAH MASYARAKAT MISKIN MELALUI PROGRAM BEDAH RUMAH DI KABUPATEN BULELENG.
0
0
19
ANALISIS RESPON MASYARAKAT DESA TERHADAP PROGRAM KELUARGA BERENCANA
0
0
10
ANALISIS RESPON MASYARAKAT DESA TERHADAP PROGRAM KELUARGA BERENCANA
0
3
10
PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEK
0
0
12
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PASANGAN USIA MUDA TERHADAP PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA GIRIPANGGUNG
0
4
8
PENYALURAN BANTUAN SOSIAL NON TUNAI PROGRAM KELUARGA HARAPAN
0
0
46
130 ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PESERTA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN PAMINGGIR
0
1
10
STRATEGI DAN PERSYARATAN UTAMA DALAM PENGGUNAAN SARANA ALTERNATIF UNTUK PENYALURAN BANTUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN
0
0
74
PENGEMBANGAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA ANTAR-BRAK KECAMATAN LIMAU KABUPATEN TANGGAMUS - Raden Intan Repository
0
0
114
Show more