Contoh makalah pendidikan dan i

 0  0  11  2018-09-16 23:17:25 Report infringing document

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Pengertian Model Pembelajaran Model sebagai representasi suatu sistem yang dipandang dapat

  mewakili sistem yang seusngguhnya. Visualisasi dirumuskan melalui aktivitas mental berupa berpikir (ways of thinking) tertentu, untuk melakukan konkritis atau fenomena yang abstrak.

  Model adalah representasi abstrak, akurat sebagai proses actual yang memungkinkan seseorang atau kelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu. Hal itu merupakan interpretasi atas hasil observasi dan pengukuran yang diperoleh dari beberapa sistem.

  Model pembelajaran adalah suatu rencana mengajar yang memperhatikan pola pembelajaran tertentu. Dalam pola tersebut dapat terlihat bahwa kegiatan guru, siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada siswa.

  Tujuan Utama perumusan model adalah:

  1. Memberikan gambaran atau deskripsi kerja sistem untuk periode tertentu, dan didalamnya secara implisist terhadap seperangkat aturan untuk

  2. Memberikan gambaran tentang fenomena tertentu menurut diferensiasi waktu yang memproduksi seperangkat aturan yang bernilai bagi keteraturaan sebuah sistem.

  3. Memproduksi model yang mempresentasikan data dan format ringkas dengan kompleksitas rendah.

  Ciri-ciri model pembelajaran:

  1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar ahli tertentu

  2. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu karena masing-masig model yang dirancang oleh para ahli memiliki tujuan yang berbeda

  3. Dapat dijadiakn pedoman untuk perbaikan kegiatan pembelajaran di kelas.

  4. Memiliki perangkat bagian model yang terdiri dari:

  a. Urutan langkah pembelajaran

  b. Prinsip reaksi

  c. Sistem sosial dan

  d. Sistem pendukung

  5. Memiliiki dampak sebagai akibat penerapan model pembelajaran yaitu dampak pembelajaran dan dampak pengiring.

B. Pembelajaran Talking Stick

  1. Pengertian pembelajaran Talking Stick Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Siswa menunjukkan hasil belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang mereka lakukan.

  Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai pilihan utama dalam menetapkan model pembelajaran. Hal ini juga telah di dasari pemerintah bahwa :

  “Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan di pergunakan atau dimanfaatkan. Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik, sebagaimana mereka biasa ajarkan yaitu mengggunakan sesuatu yang absttrak dan metode ceramah. Mereka sangat butuh untuk memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja”. (Depdiknas: 2002)

  Pembelajaran tipe talking stick adalah suatu model pembelajaran kelompok dengan bantuan tongkat, kelompok yang memegang tongkat diulang terus-menerus sampai semua kelompok mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan dari guru.

  “Model pembelajaran Talking Stick (Tongkat berbicara) termasuk salah satu model pembelajaran kooperatif yang dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang menemukan tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah mempelajari materi pokoknya.” ( Wina Sanjaya, 2008)

  Dari pengertian pembelajaran talking stick tersebut dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pembelajaran talking stick merupakan konsepsi belajar yang membantu guru mengaitkan konteks mata pelajaran dengan dunia nyata dan memotivasi siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapan di kehidupan nyata dan memotivasi siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka.

  2. Dengan berkelompok siswa dilatih bekerja sama dalam bertukar pikiran.

  3. Siswa belajar berpikir cepat dan melatih bicara.

  Dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick ini, guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5 atau 6 orang yang heterogen. Kelompok dibentuk dengan selanjutnya menyiapkan dan mempersentasikan laporannya kepada seluruh kelas.

  Adapun langkah – langkah model pembelajaran talking stick adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyiapkan sebuah tongkat

  2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran.

  3. Siswa berdiksusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana.

  4. Setelah siswa selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersiapkan siswa untuk menutup isi bacaan.

  5. Guru menggulirkan tongkat kepada siswa

  6. Guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.

  7. Guru memberikan kesimpulan.

  8. Guru memberikan evaluasi atau penilaian.

  9. Guru menutup pembelajaran.

C. Prestasi Belajar

  1. Definisi Prestasi Belajar Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa prestasi merupakan hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Apabila dikaitkan dengan belajar, maka pengertian prestasi akan mengarah pada hasil belajar yang telah dicapai. Hasil belajar merupakan suatu proses mental yang mengarah pada penguasaan, kecakapan, kebiasaan, atau sikap yang diperoleh, disimpan, dan dilaksanakan dengan menimbulkan tingkah laku menetap.

  Ada baiknya dalam pembahasan ini, terlebih dahulu kita harus menguraikan tentang pengertian prestasi dan pengertian belajar.

  Dengan begitu, kita bias memahami tentang pengertian prestasi belajar.

  1. Pengertian prestasi, menurut beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian prestasi, antar lain: a. Menurut Djamarah, prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara b. Menurut Mas’ud hasan Abdul, prestasi adalah apa yang telah diciptakan hasil pekerjaan, hasil yang enyenangkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Dari pendapat para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan yang menyenangkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuleytan kerja baik secara individual, maupun secara kelmpok dalam bidang kegiatan terrtentu. Menurut beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian belajar, antara lain: a. Menurut W. S Winkel, belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang belangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai-nillai sikap.

  b. Menurut Nasution MA, belajar dalah sebagai perubahan kelakuan, pengalaman dan latuhan, pada diri individu yang belajar.

  c. Menurut Mahfudz Shallahudin, belajar merupakan suat proses perubahan tingkah laku memalui pendidikan, atau lebih khusus d. Dari pendapat para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain:

  1. Faktor Internal Faktor internal yaitu dari siswa itu sendiri diantaranya adalah:

  a. Tujuan belajar yang kurang jelas “Apabila siswa belajar tanpa tujuan yang jelas, niscaya lah perubahan yang terjadi dalam diri siswa merupakan semacam perubahan untung-untungan dan barang siapa yang memulai soal belajar dengan sikap untung-untungan ini, ia akan menciptakan dalam dirinya penghalang yang besar untuk belajar secara produktif (Winarno Surakhmad, 182:10) b. Motif berprestasi yang rendah

  Siswa yang tidak mempunyai minat dan kegiatan yang kuat untuk memperoleh pelajaran atau pengetahuan serta berpendapat “yang penting naik kelas” itu merupakan gejala hambatan dalam pencapaian prestasi belajar yang kurang baik.

  Minat yang kurang baik mengakibatkan kurangnya intensitas kegiatan, kurangnya intensitas kegiatan menimbulkan hasil belajar yang kurang baik pula. Hasil yang kurang baik juga mengakibatkan berkurangnya minat terhadap itu. Dari uraian tersebut sudah jelas bahwa apabila siswa kurang menaruh minat terhadap mata pelajaran yang diikutinya merupakan suatu penghambat prestasi belajar siswa.

  d. Kondisi Fisik atau kesehatan yang kurang memadai Kondisi fisik yang sangat diperlukan kegiatan belajar karena belajar, karena belajar memerlukan konsentrasi, kekuatan, kerja keras atau kerja sama dengan orang lain.. Kondisi yang lemah atau sakit mengakibatkan kurangnya tenaga, kurang konsentrasi, merasa khawatir dan mudah tersinggung, semua itu akan mempengaruhi proses belajar siswa.

  e. Kebiasaan Belajar Setiap siswa mempunyai kebiasaan belajar masing-masing, ada yang bisa belajar sendiri malam hari, ada juga yang biasa belajar berkelompok. Itu semua merupakan kebiasaan belajar individu yang tidak akan mungkin sama pada setiap siswa.

  Di dalam factor eksternal terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu: 1) Faktor Lingkungan Keluarga

  a. Cara orang tua mendidik

  b. Relasi antar anggota keluara

  c. Keadaan keluarga

  d. Pengertian keluarga

  e. Keadaan ekonomi 2) Faktor sekolah meliputi:

  a. Guru dan cara mengajar

  b. Alat-alat pembelajaran

  c. Kurikulum

  d. Waktu sekolah 3) Faktor Lingkungan masyarakat

  Faktor lingkungan masyarakat meliputi:

  a. Kegiatan siswa dalam masyarakat

  b. Teman bergaul

  c. Cara hidup lingkungan

D. Karakteristik Mata Pelajaran Akuntansi

  Mata pelajaran akuntansi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan data keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

  Mata pelajaran akuntansi memenuhi kebutuhan dan minat siswa SMK baik melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi atau pada saat hendak bekerja, ataupun pada saat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu pengajaran akuntansi di SMK sangatlah penting dalam menguasai konsep- konsep dasar akuntansi.

  Mata pelajaran akuntansi terkandung nilai-nilai luhur di dalamnya dan memiliki peran yang sangat urgent dalam pendidikan nasional. Sehingga perlu dicari pendekatan yang efektif dalam memberikan pembelajaran akuntansi agar siswa mengerti dan memahami sehingga dapat di terapkan di kehidupan sehari-hari.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
123dok avatar
Medownload saja
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait

Contoh makalah pendidikan dan i

Gratis

Feedback