makalah pendidikan anti korupsi (1)

 0  0  10  2018-09-16 23:21:27 Report infringing document

  

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

  Dalam setiap kehidupan bermasyarakat tentunya kita sering mengalami berbagai macam problematika kehidupan, baik secara individu maupun kelompok. Diantaranya judi, minum minuman keras, korupsi dan lain sebagainya.

  Namun, ada problem yang akibatnya berdampak pada diri sendiri dan ada juga yang berdampak pada masyarakat. Misalnya judi dan minum minuman keras lebih besar dampaknya pada diri sendiri dari pada masyarakat, sementara korupsi dampaknya lebih dirasakan oleh masyarakat.

  Berbagai macam jenis korupsi yang sering kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik itu dalam hal-hal yang kecil maupun besar.

  Misalnya, para pejabat yang sengaja mengambil uang rakyat untuk kepentingan sendiri, kepala daerah yang sengaja mengurangi takaran dalam pembagian sembako dan sisanya untuk keperluan dirinya, atau siswa/siswi yang mencontek atau plagiat.

  Namun dalam berbicara mengenai korupsi pasti sering berbawaan dengan harta benda dan hukuman untuk koruptor. Harta benda koruptor akan disita oleh pihak KPK hingga persidangan pembuktian kembali dilaksanakan.

  Persidangan pengadilan tidak boleh semena-mena dan sesuka hati membuktikan kesalahan terdakwa, sebab diadakanya pembuktian ini adalah untuk membuktikan apakah terdakwa ini benar-benar bersalah atau tidak berdasarkan bukti-bukti nyata yang telah di kumpulkan terlebih lagi bukti- bukti tersebut harus sesuai dengan undang-undang dan dalam prosesnya pun sudah di atur dalam undang-undang.

  Dalam makalah ini akan dibahas secara detail terkait dengan korupsi, harta benda koruptor, dan pembuktian kembali.

  PEMBAHASAN

A. Pengertian Korupsi

  Korupsi merupakan sebuah kata yang tidak asing lagi terdengar ditelinga setiap orang, namun korupsi lebih identik dan ditujukan kepada para pejabat-pejabat tinggi Negara maupun pemerintah setempat. Namun apakah arti dari korupsi yang sebenarnya? Apakah korupsi hanya dilakukan oleh para pejabat saja? Apakah korupsi hanya berlaku untuk orang-orang tua saja? Untuk lebih lanjut saya akan menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud dengan korupsi.

  Korupsi adalah kecurangan, penyelewengan atau penyalahgunaan

  

  jabatan untuk kepentingan diri sendiri, pemalsuaDari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa segala bentuk kecurangan atau pemalsuan dapat disebut korupsi, termasuk penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan sendiri juga disebut korupsi.

  Namun menurut kami, korupsi adalah sebuah bentuk penyimpangan atau penggelapan baik berupa uang/barang yang dilakukan oleh seseorang demi kepentingan pribadi, dan menyebabkan kerugian dari pihak lain.

  Korupsi kedudukannya sama dengan mencuri, begitupun koruptor kedudukannya sama dengan pencuri, hanya saja kata korupsi dan koruptor itu adalah nama kerennya dari mencuri dan pencuri dan kata korupsi dan 1 koruptor lebih identik di tujukan kepada para pejabat-pejabat negara.

  Tim Prima Pena, Kamus Ilmiah Popular, (Surabaya, Gitamedia Press, 2006), Hal267.

B. Harta Benda Koruptor

  Berbicara tentang harta benda koruptor tentunya sangat menarik dan membutuhkan penjelasan yang rinci. Apakah yang dimaksud dengan harta benda koruptor?

  Harta adalah sesuatu atau sejenis material yang dimiliki oleh seseorang. Sementara benda adalah sesuatu yang nampak dan memiliki fungsi tertentu, Misalnya berupa, rumah, mobil, motor dan uang. Dan

  

  koruptor adalah pelaku korupsi, penyeleweng, atau pemalsJadi harta benda koruptor adalah sesuatu yang dimiliki oleh pelaku korupsi baik yang bersifat material maupun non material.

  Harta benda yang dimaksud disini adalah harta benda yang dihasilkan dari jalan yang salah secara sembunyi-sembunyi. Dikalangan para pejabat perbuatan seperti ini sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudah termasuk kebutuhan mereka sehingga tidak ada rasa takut yang terlintas dalam benak mereka akan bahayanya perbuatan ini.

  Hal ini terus berlanjut karena disebabkan oleh hukum Negara yang lemah yang dapat di beli dengan uang dan tidak adanya efek jera sama sekali. Jika hukum Negara ini kuat atau para pelaku kejahatan diberi hukuman yang memang sepatutnya terutama pada para koruptor maka pasti tindak pidana korupsi di Negara kita bisa hilang secara perlahan sedikit 2 demi sedikit.

  http://www.academia.edu/3685492/penyitaan_harta_benda_koruptor

  Harta benda bagi tersangka koruptor yang diduga hasil dari korupsinya akan disita. Hal ini dilakukan untuk menghindari terpidana korupsi melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti menggunakan harta itu untuk menyuap penegak hukum, bahkan ditakutkan juga bisa menyebabkan pelaku korupsi menyewa orang untuk menakuti orang yang telah melaporkannya.

  Selanjutnya, jika terpidana korupsi memiliki harta lain yang bukan hasil dari korupsi, maka hartanya itu akan tetap disita sebagai jaminan untuk ganti rugi. KPK melakukan hal ini, untuk menunjukkan bahwa benar-benar telah terjadi tindak korupsi dan tersangkanya harus mempertanggungjawabkannya.

C. Pembuktian Terbalik

  Pembuktian secara etimologi adalah usaha menunjukan benar atau salahnya si terdakwah dalam sidang pengadilan. Sedangkan menurut Van Bemmelen dan Moeljatno, pembuktian adalah memberikan kepastian yang layak menurut akal tentang apakah hal itu sungguh-sungguh terjadi dan apa sebabnya.

  Menurut M Yahya Harahap, pembuktian adalah ketentuan-ketentuan yang berisi penggarisan dan pedoman tentang cara-cara yang dibenarkan undang-undang membuktikan kesalahan yang didakwakan kepada terdakwa. Pembuktian juga merupakan ketentuan yang mengatur alat-alat bukti yang dibenarkan undang-undang yang boleh dipergunakan hakim membuktikan kesalahan yang di dakwahkan.

  Kemudian pembuktian dalam hukum acara pidana adalah ketentuan yang membatasi sidang pengadilan dalam usaha mencari dan mempertahankan usaha kebenaran, baik oleh hakim, penuntut umum, terdakwa maupun penasehat hukum.

  Pembuktian merupakan masalah yang memegang peranan dalam proses pemeriksaan disidang pengadilan. Melalui pembuktian ditentukan

  

  Pembuktian terbalik perkara korupsi di atur dalam undang-undang No. 20 tahun 2001, pasal12B ayat (1) huruf a dan b, pasal 37, pasal 37A dan

  pasal 38B. pasal 37 ayat (2) sebagai dasar pembuktianhukum terbalik acara pidana korupsi yang penerapannya harus dihubungkan dengan pasal 12B dan pasal 37 ayat (3) bahawa pasal 37 berlaku pada tindak pidana korupsi suap menerima gratifikasi yang nilainya sepuluh juta atau lebih, dan juga dalam hal pembuktian tentang sumber-asal harta benda terdakwah yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara korupsi yang sedang diperiksa.

3 Pdf.Defid Tri Rizky, sistem pembalikan, FH UI, 2012.

  Dalam system pembuktian terbalik terdakwah mempunyai kewajiban untuk membuktikan dirinya tidak bersalah melakukan perbuatan pidana korupsi disamping harta benda yang diduga mempunyai hubungan dengan

  

  Di sisi lain ditinjau dari hukum pidana pembuktian dapat bermakna ketentuan yang membatasi sidang pengadilan dalam usaha mencari dan mempertahankan kebenaran. Baik hakim, penuntut umum, terdakwa dan penasehat hukum masing-masing terikat pada ketentuan tatacara dan penilaian alat bukti yang ditentukan undang-undang. Hakim, penuntut umum, terdakwa atau penasehat hukum tidak boleh leluasa bertindak dengan caranya sendiri dalam penilaian pembuktian.

  Dalam mempergunakan alat bukti, tidak boleh bertentangan dengan undang-undang. Terdakwa tidak bisa leluasa mempertahankan sesuatu yang menurutnya benar diluar ketentuan undang-undang. Yang lebih utama bagi majelis hakim yang bersangkutan harus benar-benar teliti dan cermat dalam mempertimbangkan dan menilai kekuatan dan bukti yang ditemukan selama dalam pelaksanaan pemeriksaan persidangan.

  Jika majelis hakim hendak meletakan hasil keputusan yang mereka rasa benar, maka hasil yang demikian akan di uji berdasarkan alat bukti yang benar-benar di butuhkan. Jika tidak demikian maka yang salah 4 terlepas, dan yang tidak bersalah mendapat hukuman dan ganjaran.

  http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20984/3/Chapter%20II.pdf

D. Telaah kritis

  Dari pembahasan tersebut kami mendapatkan bahwa, korupsi di Indonesia semakin merajalela, memakan generasi-generasi penerus bangsa, jika hal ini terus terjadi dan berulang maka tidak bisa dipungkiri bahwa kelak Negara kita tercinta Indonesia ini akan dikenal diluar sana sebagai Negara dengan tingkat korupsinya yang tinggi. Dan wabah-wabah korupsi ini harus segera di semprotkan dengan racun-racun pembasmi yang cukup mematikan untuk disemprotkan.

  Layaknya hama di padi, korupsi juga seperti itu, merusak sedikit demi sedikit mental kejujuran. Dan kami rasa pengajaran yang tepat bagi hama seperti itu adalah dengan lebih mengetatkan hukuman bagi tersangka korupsi. Bahkan si tersangka yang jika benar-benar terbukti bersalah maka seharusnya ia di hukum dengan cara potong tangan. Agar nanti yang melihatnya akan takut dan tidak akan melakukan hal itu. seperti yang diajarkan dalam Islam.

  Kalaupun dalam mempraktekkan hukuman potong tangan ini belum bisa di terapkan, maka kami berharap agar seorang pejabat yang telah terpidana korupsi agar tidak lagi dimasukkan dalam dunia politik mana saja.

  Melihat hukuman yang ada di Indonesia ini, maka tidak bisa dipungkiri bahwa tindak korupsi masih saja ada, karena mereka melihat hukumannya tidak terlalu berat. Untuk membasmikannyapun sangat sulit. Sebab akar dari permasalahan ini, tidak pernah digali dan dikeluarkan mentah-mentah.

  Sungguh ironi jika menengok hukum yang ada di Negara ini, mudah diombang-ambingkan dengan kialuan uang. Bagaimanapun kerasnya KPK memberantas korupsi, tidak akan pernah berhasil, jika hukum yang ada di Negara ini masih lemah, dan mudah rapuh.

  Maka hal ini, pemakalah sangat berharap bagi pemerintah agar sistemnya diatur kembali dan di pertegas lagi.

  PENUTUP

  A. Kesimpulan

  Korupsi adalah kecurangan, penyelewengan atau penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan diri sendiri.

  Harta benda koruptor adalah harta benda yang dihasilkan dari tindak pidana korupsi.

  Pembuktian secara etimologi adalah usaha menunjukan benar atau salahnya si terdakwah dalam siding pengadilan. Sedangkan menurut Van Bemmelen dan Moeljatno, pembuktian adalah memberikan kepastian yang layak menurut akal tentang apakah hal itu sungguh-sungguh terjadi dan apa sebabnya.

  Dalam mempergunakan alat bukti, tidak boleh bertentangan dengan undang-undang. Terdakwa tidak bisa leluasa mempertahankan sesuatu yang menurutnya benar diluar ketentuan undang-undang.

  B. Saran

  Untuk dapat mengenal lebih dalam lagi mengenai dunia politik kita perlu banyak belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia politik terutama dalam tindak pidana yang dapat merugikan masyarakat perlu diwaspadai. Dalam makalah ini kami sudah membuat dengan sedetail mungkin, namun jika masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan harap kritaikan dan masukannya.

Dokumen baru
Dokumen yang terkait
Tags
183017287 Makalah Pendidikan Anti Korupsi

Pendidikan Budaya Anti Korupsi Makalah K

Makalah Pendidikan Anti Korupsi Di Pergu

Makalah Pendidikan Anti Korupsi Dan Stra

Pendidikan Anti Korupsi Buku Pendidikan Anti Korupsi Internalisasi Pendidikan Anti Korupsi Da Pendidikan Anti Korupsi Afid Burhanuddin

Dongeng Sebagai Pendidikan Anti Korupsi

Pendidikan Karakter Dan Anti Korupsi

makalah pendidikan anti korupsi (1)

Gratis

Feedback