POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA ETNIS TIONGHOA DENGAN MASYARAKAT PRIBUMI

Gratis

0
0
26
1 year ago
Preview
Full text

WACANA Volume XV No. 2. Juni 2016, Hlm. 86 - 180

  (Gudykunst andKim:2003) Hubungan komunikasi yang akan timbul antara etnisTionghua yang mempunyai pola kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat pribumi ialah hubungankomunikasi antarbudaya yaitu sebuah hubungan komunikasi yang dilatarbelakangi oleh perbedaanbudaya di Tangerang, dimana orang yang terlibat dalam komunikasi memiliki latar belakang budaya yangberbeda. Warga keturunan Cina yang beradadi Indonesia selalu memiliki perbedaan satu sama lain, sampai saat ini warga keturunan Tionghua sulit untukberbaur dengan lingkungan sekitar mereka khususnya pribumi begitupun dalam kehidupan keluarga kawincampur akan terjadi komunikasi antarbudaya, yang melibatkan seluruh anggota keluarga yaitu suami, istridan anak, bahkan juga anggota keluarga yang lain yang tinggal dalam satu rumah tersebut.

N

  (Gudykunst andKim:2003) Hubungan komunikasi yang akan timbul antara etnisTionghua yang mempunyai pola kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat pribumi ialah hubungankomunikasi antarbudaya yaitu sebuah hubungan komunikasi yang dilatarbelakangi oleh perbedaanbudaya di Tangerang, dimana orang yang terlibat dalam komunikasi memiliki latar belakang budaya yangberbeda. Warga keturunan Cina yang beradadi Indonesia selalu memiliki perbedaan satu sama lain, sampai saat ini warga keturunan Tionghua sulit untukberbaur dengan lingkungan sekitar mereka khususnya pribumi begitupun dalam kehidupan keluarga kawincampur akan terjadi komunikasi antarbudaya, yang melibatkan seluruh anggota keluarga yaitu suami, istridan anak, bahkan juga anggota keluarga yang lain yang tinggal dalam satu rumah tersebut.

Menurut Rogers D. Lowrence Kincaid dalam Hafied

  Encoding Sumber/ komunikator Menurut Hovland, Janis dan Kelley dalam AmiMuhammad mengatakan “Communication is the modify the behavior of other individuals”, dengan kata lainkomunikasi adalah sebuah proses individu mengirim stimulus yang biasanya berbentuk verbal untuk merubahtingkah aku orang lain (Arni Muhammad, 2001:3) Dari pengertian komunikasi interpersonal yang telah diuraikan di atas, dapat diidentifikasikanbeberapa komponen yang harus ada dalam komunikasi interpersonal. W (2011: 9)komponen-komponen komunikasi interpersonal yaitu: Komponen Komunikasi Interpersonal Dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal merupakan proses penyampaian informasi, pikiran dansikap tertentu antara dua orang atau lebih yang terjadi pergantian pesan baik sebagai komunikan maupunkomunikator dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian, mengenai masalah yang akan dibicarakanyang akhirnya diharapkan terjadi perubahan perilaku.

Relations pada tahun 1977. Tahun 1979, Molefi

  Dood mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya meliputi komunikasi yang melibatkanpeserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi dan kelompok dengan tekanan pada perbedaan latarbelakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para peserta. Menurut Kim, asumsiyang mendasari batasan tentang komunikasi antarbudaya adalah bahwa individu-individu yang memiliki budayayang sama pada umumnya berbagi kesamaan-kesamaan atau homogenitas dalam keseluruhan latar belakangpengalaman mereka daripada orang yang berasal dari budaya yang berbeda (Rahardjo, 2005: 53).

Menurut Redfield (dalam Berry, dkk., 2006) akulturasi merupakan suatu fenomena yang muncul ketika budaya yang berbeda dapat berlangsung dengan baik

  kelompok individu yang berbeda budaya melakukan Dalam hal ini individu yang mengalami stress kontak yang mengakibatkan perubahan pada budaya akulturasi dianggap memiliki potensi untuk menghadapiasal salah satu kelompok atau keduanya. Ada empat cara atau strategi yang dapat dilakukan Proses akulturasi di atas juga dapat terjadi dalam individu dalam proses akulturasi (Berry 2006; Hogg, perkawinan campur (perkawinan antara dua individu2003), yaitu: yang berasal dari etnis yang berbeda).

Homofili dalam sikap, 4)Homofili dalam kepribadian

  Persepsi tentang kebudayaan-kebudayaan ini adalah titik tolak dariasumsi yang paling dasar Komunikasi Antar Budaya, yaitu suatu kebutuhan untuk menyadari dan mengakuiperbedaan-perbedaan untuk menjembatani melalui komunikasi. Dalam komunikasi manusia, sangatdiperlukan juga keseimbangan diantara kesamaan dan tidak kesamaan, antara yang sudah dianggapbiasa dengan sesuatu yang baru.

Heterofili adalah derajat perbedaan dalam beberapa hal tertentu antara pasangan-pasangan individu yang

  Stereotyping Melalukan streotip adalah sesuatu yang mudah karena tidak membutuhkan data yang akurat atau bahasaawamnya pukul rata terhadap individu dan kelompok Memberi waktu yang cukup kepada orang lain untuk mecapai tujuannya. Menggunakan kode yang sama Meningkat keterampilan berkomunikasi Dalam berkomunikasi seseorang hendaknya memlih waktu dan tempat yang tepat hal ini sangat pentingdemi tercapainya komunikasi yang efektif.

Tindakan mengidentifikasi sikap, pendapat dan kecenderungan diri sendiri. Akibat-akibat ini dapat

Memperhitungkan lingkungan fisik dan manusia

  Tujuan utama saat itu adalah AsiaTenggara dan oleh karena pelayaran sangat bergantung pada angin musim, maka setiap tahunnya para pedagangTionghua akan bermukim di wilayah-wilayah asia tenggara yang disinggahi mereka demikian seterusnyaada pedagang yang memutuskan untuk menetap dan menikahi wanita setempat ada pula pedagang yangpulang ke tiongkok untuk terus berdagang, sebagian besar dari orang-orang tionghua di Indonesia menetapdi pulau Jawa. Penelitian ini bersifat deksriptifkarena hanya memaparkan situasi atau peristiwa, penelitian ini tidak menguji hipotesis atau membuatprediksi dan juga tidak menguji teori, data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa teks, warna,visual berupa foto atau gambar dan bukanlah angka- angka.

Bogdan dan Tylor mendefiniskan pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang

  Objek dan Subjek Penelitian Melihat segala fenomena yang ada di lingkungan mereka, yang mungkin tidak mereka sadari, sehinggamereka menjadi sadar dan peka terhadap lingkungan mereka, dan mencoba mencari solusi dan jalankeluarnya bersamaan, tanpa dengan konflik, yang mengandung SARA, dan sebagainya. Ketika setelah menikah dan membangun rumah tangga, ia menerapkan keterbukaan dalam melakukankomunikasi dalam keluarga sehingga akan terbentuk keharmonisan dalam keluarga yang akan melanggengkansebuah perkawinan, dan memilih berkomunikasi secara verbal maupun non verbal dengan istri ketika terjadikonflik yang harus diselesaikan, tanpa membawa orang tua untuk ikut campur dalam memecahkan konfliktersebut.

Penyelesaian Konflik

Melihat kondisi perkawinan campuran antarbudaya, pasangan narasumber menyatakan tidak ada konflik

  Perkawinan campuran juga bukanlah sesuatu yang istimewa jika tidak dilandasi konsensus yang jelasdan komitmen yang nyata untuk mewujudkan sebuah perkawinan yang memiliki kesamaan unsur dengankasus perkawinan lain. Dalam kedua pola komunikasi tersebut tidak terlepas dari proses akulturasi yaitu pembauran dari satu budayake budaya lain yang kemudian membentuk kebudayaan baru dalam hal perkawinan campuran antara etnis Pola Komunikasi antar pribadi terjadi ketika ada musyawarah atau rapat yang dilakukan di klenteng yangdijadikan sebagai tempat pertemuan dan melakukan berbagai kegiatan di lingkungan tersebut.

PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta

  Wibowo I, Hadi Syamsul, 2009, Merangkul Cina,Lustig, Myron, dan Jolene Koester. 1963, The Chinnes Minority, Yale UniversitySamovar Larry A, dkk, 2000, Komunikasi Antar Bu- Yosal Iriantara, 2008, Komunikasi Antar Pribadi, Ja- daya, Jakarta, Bumi Aksara.

Dokumen baru