PENERAPAN METODE SILABA DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA SISWA KELAS II SD N 2 PEJAGATAN TAHUN AJARAN 20112012

Gratis

0
1
106
1 year ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

  NIP19500709197603 2001 NIP 19580428 198403 1001 PENGESAHAN Skripsi dengan judul “PENERAPAN METODE SILABA DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA SISWA KELAS II SD N 2 PEJAGATAN TAHUN AJARAN 2011/2012” yang disusun oleh:Nama : MustahsinNIM : X7210090 telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji skripsi Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menguji dapat tidaknya metode silaba meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas II SD N 2 PejagatanTahun Ajaran 2011/2012, (2) mendeskripsikan langkah penerapan metode silaba yang dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas II SD N 2 PejagatanTahun Ajaran 2011/2012.

KATA PENGANTAR

  Kepala SD N 2 Pejagatan, yang telah memberi kesempatan dan tempat guna pengambilan data dalam penelitian. Semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan Negara Indonesia

  Sedangkan John Gardner menyatakan “Masyarakat kompleks setiap jam bergantung pada kapasitas membaca dan menulis warganya, membuat Berdasarkan pengalaman peneliti sebagai guru SD N 2 Pejagatan, kenyataan di lapangan adalah hampir di setiap kelas selalu ada siswa yang belummenguasai keterampilan membaca dengan baik padahal dari sisi usia sudah semestinya keterampilan tersebut dimiliki. Berdasarkan dokumen nilaiketerampilan membaca siswa kelas II di semester I terlihat bahwa siswa belum sepenuhnya menguasai keterampilan membaca, dari 23 siswa yang dinyatakantuntas dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 60 hanya 7 anak (30,43 %) dan yang belum tuntas sebanyak 16 anak (69,56%).

B. Rumusan Masalah

  Bagaimanakah penerapan metode silaba yang dapat meningkatkan keterampilan membaca pada siswa kelas II SD N 2 Pejagatan Tahun Ajaran2011/2012? Mendiskripsikan langkah penerapan metode silaba yang dapat meningkatkan keterampilan membaca pada siswa kelas II SDN 2 Pejagatan Tahun Ajaran2011/2012.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka dan Hasil Penelitian yang Relevan

1. Peningkatan Keterampilan Membaca Siswa Kelas II a. Karakteristik Siswa Kelas II Rentangan usia pada kelas dua secara umum adalah 7 sampai 8 tahun

  Kekurangannya adalah anak akan mampu untuk melakukan aktivitas logis tertentu dalam situasi yang konkrit (Haditono, 2006)Perkembanyan egosentrisme pada stadium operasional konkrit disebut Elkind (1971) sebagai realitas asumtif, dimana anak melihat kenyataan berdasarkan informasi yang terbatas dan tidak dipengaruhi oleh informasi baruatau informasi yang bertentangan. Kesimpulannya adalah bahwa anak-anak kelas dua masuk dalam periode kognitif, operasional konkrit dan periode bahasa semantik dimanamereka dapat melakukan aktivitas logis tertentu dalam situasi konkrit, mereka sudah mengenal huruf dan dapat membaca dan maupun menulis kata-kata yangpendek serta dapat dilatih bercerita mengenai beberapa kejadian secara kronologis, meskipun alurnya belum jelas.

b. Pengertian Membaca

  Mengenai pengertian membaca Rahim (2008) berpendapat,”Membaca pada hakikatnya adalah suatu kegiatan yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkanaktivitas visual, berfikir, psikolinguistik, dan metakognitif” (hlm. Pendapat para ahli diatas menuju kesimpulan, membaca adalah kegiatan reseptif yang melibatkan berbagai aktivitas secara serentak(melafalkan tulisan, aktivitas visual, berfikir psikolinguistik dan metakognitif), dalam melihat rangkaian simbol-simbol bahasa atau tulisan demi mencarimakna.

1) Manfaat Membaca

  Di sisi lain, manfaat membaca juga diuraikan oleh Sukirno (2009:3) dalam bukunya ”Sistem Membaca yang Efektif” yaitu dengan membaca seseorang dapat: a) berkomunikasi dengan orang lain, b) memberikan Pendapat Sukirno memberikan gambaran bahwa kegiatan membaca memberikan banyak manfaat bagi para pelakunya, tetapi memerlukan peranserta guru dalam merangsang dan menggali manfaat membaca agar peserta didik dapat mendapatkan dan merasakan manfaatnya. Dengan kata lain,besarnya manfaat membaca yang dapat diperoleh atau dirasakan siswa merupakan hasil dari efektifnya kegiatan membaca yang dilakukan siswamaupun baiknya kualitas pembelajaran membaca yang dilakukan guru, sehingga dapat menjadi salah satu indikator dalam keterampilan membacayang menjadi fokus penelitian ini.

2) Tujuan Membaca

  Sehingga guru dapat menetapkantujuan membaca sesuai silabus yang berlaku, dengan harapan siswa mampu menguasai keterampilan membaca sesuai fase perkembangannya. Jika tujuan membaca yang diinginkan tercapai, berarti kemampuan membaca siswa menunjukan perkembangan yang baik, sekaligus dapatmenjadikan indikator untuk menguji keterampilan membaca siswa.

3) Proses dan Produk Membaca

  Sembilan tahapan membaca yang dikemukakan Burns, merupakan proses otomatis yang membutuhkan keterampilan dari hasil latihan danbimbingan yang berkelanjutan, sehingga proses tersebut dapat terlaksana dengan baik. Proses membaca menunjukkan adanya mekanika gerakan mata yang memperlihatkan bahwa mata menyimak bahan yang tercetak dalambaris-baris huruf dengan serangkaian gerakan dan hentian, ada satu gerakan kemudian satu hentian, dan demikian seterusnya hingga baris itu habis.

4) Jenis-jenis Membaca

  Jenis-jenis membaca bertalian erat hubungannya dengan tujuan membaca, dengan banyaknya tujuan membaca, banyak juga jenis-jenismembaca yang dilakukan seseorang. Berdasarkan tingkat pendidikan jenis membaca ada dua macam, yaitu membaca permulaan dan membaca lanjutansebagai berikut (Sukirno, 2009).

a) Membaca Permulaan

  MembacaPermulaan disajikan melalui dua cara yaitu membaca permulaan tanpa buku dan membaca permulaan dengan buku. Adapun membaca permulaan dengan buku maksudnya anak telah diperkenalkan kepada tulisan yang terdapat dalam buku secaraberseri karena telah mengenal semua lambang bunyi, jadi fungsi membaca di sini untuk melancarkan.

b) Membaca Lanjutan

  Maka proses membaca dapat dibagi atas: a) Membaca Nyaring Membaca nyaring, membaca bersuara, membaca lisan (reading out loud; oral reading; reading aloud ) adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap sertamemahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang (Tarigan, H. Berkenaan dengan jenis-jenis membaca yang dilaksanakan dalam penelitian ini, d irencanakan meliputi: a) membaca tanpa buku, b)membaca dengan buku, c) membaca untuk keperluan praktis, d) membaca di perpustakaan, e) membaca teknik, f) membaca sekilas (skimming), g)membaca indah, dan h) membaca dangkal (superficial reading).

5) Pendekatan Membaca

Syafi’ie (1993) mengemukakan bahwa pendekatan dalam pengajaran bahasa mengacu kepada teori-teori tentang hakikat bahasa danpembelajaran bahasa yang berfungsi sebagai landasan dan prinsip pengajaran bahasa (Rahim, 2008: 31). Pendekatan-pendekatan yangdimaksud adalah:

a) Pendekatan Komunikatif

  Zuhdidan Budiasih berpendapat bahwa pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang dilandasi oleh pemikiran nahwa kemampuan b) Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) Semiawan dan Joni (1993) memberikan batasan bahwa esensi pendekatan ini terletak pada penghayatan pengalaman belajar yangdiprogramkan oleh siswa (Rahim, 2008: 32). Berpedoman pada kurikulum KTSP yang menekankan pembelajaran tematik pada kelas I dan II, maka pendekatan yangsemestinya peneliti gunakan adalah pendekatan terpadu dalam satu mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memadukan empat keterampilanberbahasa.

6) Strategi Membaca

  Strategi adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapaitujuan yang telah ditetapkan. Berbagai model tersebut memberikan pandangan kepada peneliti untuk merancang pembelajaran yang variatif sehingga peserta didik tidak merasa bosan dan antusias mengikutinya.

7) Teknik Membaca

  menuliskan tekn ik- teknik pembelajaran membaca yang meliputi: a) lihat dan baca, b) Sebelas teknik pembelajaran membaca tersebut cukup relevan sebagai acuan dalam menciptakan suasana pembelajaran membaca yangefektiv dan variatif. Keseluruhan teknik-teknik membaca yang ada, manakala dibutuhkan akan menjadi sumber pilihan peneliti dalammerancang pembelajaran membaca dengan metode silaba yang efektif, yaitu memadukan metode silaba yang menjadi fokus, dengan teknik yangsesuai.

8) Materi Membaca

  Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SDN 2 Pejagatan tahun 2010, maka cakupan materi membaca kelas 2 semester II, jika dilihat dari standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikatornya adalah sebagai berikut (Dinas P dan K, 2010). Tabel 2.1.

7.1 Membaca nyaring teks - membaca teks cerita dengan ragam wacana (15-20 kalimat) lafal dan intonasi yang tepat

  tulis dengan dengan - menjawab dan mengajukan membaca memperhatikan lafal pertanyaan dan isi bacaannyaring dan dan intonasi yang yang dibaca.membaca tepat.dalam hati. 7.2 Menyebutkan isi teks - memilih bacaan yang agak panjang (20-25 disenangikalimat) yang dibaca - menjelaskan isi bacaan yang dalam hati telah dibaca a) Persiapan (Pramembaca) Pada tahap ini, siswa diajarkan: (1) sikap duduk yang baik,(2) cara meletakkan atau menempatkan buku di meja, (3) cara memegang buku, (4) cara membalik halaman buku yang tepat, (5)Melihat atau memperhatikan gambar atau tulisan.

c. Pengertian Keterampilan

  Meskipun demikian, adalah keliru menganggap keterampilan sebagaitindakan tunggal yang sempurna, karena setiap pelaksanaan sesuatu yang terlatih walaupun menulis huruf a, merupakan suatu rangkaian koordinasiberatus-ratus otot rumit yang melibatkan perbedaan isyarat dan koreksi kesalahan yang berkesimanbungan. Kesimpulannya adalah keterampilan merupakan kecakapan yang otomatik, cepat dan akurat sebagai usaha menyelesaikan tugas ataumenghadapi permasalahan belajar dan berkembang menjadi kebiasaan jika dipelajari dengan baik.

d. Pengertian Keterampilan Membaca

  Keterampilan A merupakan suatu kemampuan untuk megenal bentuk- bentuk yang disesuaikan dengan mode yang berupa gambar, gambar di atassuatu lembaran, lengkungan-lengkungan, garis-garis, dan titik-titik dalam hubungan-hubungan berpola yang teratur dan rapi. Kesimpulan yang dapat diambil adalah keterampilan membaca merupakan suatu kecakapan (otomatik, cepat dan akurat) yang kompleks,untuk menyelesaikan suatu tugas yang bersifat reseptif dengan membunyikan serangkaian simbol-simbol bahasa tulis melalui proses recording, decoding,dan meaning.

e. Pengertian Peningkatan Keterampilan Membaca

  Pusat Bahasa, Depdiknas menuliskanbahwa peningkatan merupakan proses, perbuatan, cara meningkatkan (usaha, Kesimpulan yang peneliti dapatkan dari definisi para ahli tersebut adalah bahwa peningkatan keterampilan membaca merupakan suatu perbuatanuntuk meningkatkan kecakapan siswa dalam membunyikan bahasa tulis untuk mencari makna. menuliskan usaha meningkatkan keterampilan membaca melalui surat kabar, yaitu guru membantu parasiswanya dalam kegiatan-kegiatan berikut dengan bantuan surat kabar:1) meningkatkan penguasaan kata, 2) menambah pundi-pundi pengetahuan umum, 3) memperbaiki jangkauan mata, 4) meningkatkan kecepatan membaca,5) mengembangkan keterampilan skimming dan scaning, 6) meningkatkan fleksibilitas dalam membaca, 7) mengembangkan keterampilan membaca kritis(2010).

2. Penerapan Metode Silaba a. Pengertian Metode

  Pusat Bahasa, Depdiknas memberi batasan tentang metode yaitu merupakan cara yang teratur berdasarkan pemikiran yang matang untukmencapai maksud, metode juga dapat dikatakan sebagai cara kerja yang teratur dan bersistem untuk dapat melaksanakan suatu kegiatan dengan mudahguna mencapai maksud yang ditentukan (2008). Alya juga mendefinisikan metode adalah cara teratur yang dapat digunakan untuk melaksanakan suatupekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki, cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapaitujuan yang ditentukan (2007).

b. Pengertian Metode Silaba

  Metode ini bersanding dengan metode kupas rangkai suku kata dan metode kata lembaga yang semuanyamerupakan kelanjutan dari metode suku kata. Pendapat tentang metode silaba, memberikan gambaran bahwa metode silaba ialah cara teratur yang ditempuh untuk membantu siswa membacadengan cara menyajikan suatu kata ke dalam beberapa suku kata berdasarkan pemikiran yang matang, serta situasi yang mendukung kelancaran prosesbelajar, agar tidak ada bagian-bagiannya yang berkontradiksi, guna mencapai maksud yang ditentukan.

c. Pengertian Penerapan Metode Silaba

Pusat Bahasa, Depdiknas memberi batasan bahwa penerapan adalah perbuatan menerapkan (2008). Sedangkan menurut beberapa ahli berpendapatbahwa penerapan adalah suatu perbuatan mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yangdiinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya Kesimpulan yang diambil adalah bahwa penerapan metode silaba ialah suatu perbuatan menerapkan cara yang teratur berdasarkan pemikiranyang matang untuk menyelesaikan pekerjaan membaca demi mencapai maksud dengan cara menjadikan kata menjadi suku-kata yang merupakan satuan ritmisterkecil dalam satu arus ujaran dengan vokal biasanya sebagai puncak kenyaringan dan menjadi pembentuk (konstituen) kata.

3. Hasil Penelitian yang Relevan

  Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh Suzi Lediana Sari tentang peningkatan keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan mediakartu bergambar (flash card) siswa kelas I SD Negeri I Nungkulan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri Tahun Ajaran 2010/2011. Teknik pengumpulan data yang digunakanadalah observasi dan tes, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif yang terdiri dari tiga komponen analisisyaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan verifikasi.

B. Kerangka Berpikir

  Metode silaba ialah cara teratur yang ditempuh untuk membantu siswa membaca dengan cara menyajikan suatu kata ke dalam beberapa suku kataberdasarkan pemikiran yang matang, serta situasi yang mendukung kelancaran proses belajar, agar tidak ada bagian-bagiannya yang berkontradiksi, gunamencapai maksud yang ditentukan. Metode silaba dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas dua SD karena kesulitan yang dihadapi siswa ketika membunyikan kata-katapanjang (berimbuhan) dapat teratasi dengan tampilan kata-kata panjang yang ditemui, menjadi beberapa suku kata yang dapat dibaca dengan mudah sehinggaproses maupun tujuan selanjutnya dapat dilaksanakan.

C. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan teori (kerangka teoretik), dan kerangka berfikir(kerangka konseptual), dapat diajukan hipotesis sebagai berikut: Jika penerapan metode silaba dilaksanakan sesuai skenario, maka dapat meningkatkan keterampilan membaca pada siswa kelas II SD N 2 PejagatanTahun Ajaran 2011/2012.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

  Lapangan sepak bola yang luas untuk berbagai kegiatan danperpustakaan yang dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca merupakan bagian dari sarana dan prasarana sekolah ini. Pada tahun ajaran 2011/2012 SDN 2Pejagatan memiliki siswa dengan jumlah 122 siswa, dan jumlah guru/karyawan sebanyak 12 orang.

2. Waktu Penelitian

  Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan mulai bulan November 2011 sampai bulan Juni 2012 pada kelas II Mata Pelajaran Bahasa Indonesia denganberfokus pada keterampilan membaca. Seminar konsep penelitian 4 Siklus I 5 Siklus II 7 Penyusunan konsep laporanUjian Skripsi 8 Revisi laporan 9 Penggandaan dan penyerahan hasil.

B. Subjek Penelitian

C. Data dan Sumber Data Sumber data merupakan subyek penelitian di mana data menempel

  Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SDN 2 Pejagatan pada Tahun Ajaran 2011/2012, yang berjumlah dua puluh tiga siswa, yang terdiriatas dua belas siswa laki-laki dan sebelas siswa perempuan. Mayoritas siswa adalah dari keluarga petani dan buruh yang pendidikannya tidak terlalu tinggi,sehingga perhatian orang tua terhadap pendidikan anaknya tidak memadai.

1. Siswa

  Siswa menjadi responden (orang yang menjawab pertanyaan- pertanyaan peneliti baik tertulis maupun lisan) dalam pelaksanaan teknikangket (kuesioner) dan tes membaca. Pengamat merupakan teman sejawat yaitu guru-guru yang mengajar di SDN 2 Pejagatan pada tahun ajaran 2011/2012, baik dari guru kelas maupun guru mata pelajaran.

D. Pengumpulan Data

1. Teknik Pengumpulan Data a. Tes

  Tes yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tes kognitif dan tes psikomotor keterampilan membaca yaitu untuk memahami informasi yangterkandung dalam wacana mulai dari tingkat ingatan (C1) sampai tingkat evaluasi (C6) sesuai perkembangan peserta didik dan tes unjuk kerja(performent) dalam membaca suatu teks bacaan dinilai dengan beberapa diskriptor. Tes yang dilaksanakan juga untuk mengetahui sejauh manapembelajaran mencapai tujuan yang ditetapkan dan keberhasilan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran.

b. Angket

  Observasiadalah semua kegiatan yang ditujukan untuk mengenali, merekam, dan mendokumentasikan setiap indikator dari proses dan hasil yang dicapai(perubahan yang terjadi) baik ditimbulkan oleh tindakan terencana maupun akibat sampingannya (Kasbolah, 2001). Sukardi (2009) berpendapat bahwa observasiadalah instrumen lain yang sering dijumpai dalam penelitian pendidikan, yang lebih efektif jika informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau faktaalam i, tingkah laku dan hasil kerja responden dalam situasi alami, dan keterbatasnnya dalam menggali informasi yang berupa pendapat atau persepsidari subyek yang diteliti.

d. Wawancara

  Menurut Padmono (2009)wawancara adalah metode untuk memperoleh respon dengan cara mengajukan pertanyaan serta tanya jawab sepihak, artinya yang berkepentinganmengumpulkan data bertanya (interviewer) dan responden menjawab(interview). Peneliti mewawancarai pengamat juga untukmendiskusikan bagian-bagian yang membutuhkan perbaikan maupun yang perlu peningkatan, sehingga tindakan selanjutnya dapat lebih baik dandiharapkan dapat memperoleh langkah-langkah penerapan metode silaba yang diharapkan.

2. Alat Pengumpulan Data

Alat untuk mengumpulkan data dalam proses penelitian tindakan kelas ini berupa butir-butir soal tes kognitif dan psikomotor keterampilan membaca,butir angket siswa, dan lembar observasi penerapan metode silaba serta pedoman wawancara.

a. Soal Tes Kognitif Membaca

  2 10 Mengajukan pertanyaan berdasarkan cerita yang dibaca2/1 2 2 2 2 1 1 10 Membaca teks dalam hati 2/2 2 2 1 2 1 1 10 Menceritakan kembali cerita yang dibaca dalam hati2/3 2 2 2 2 1 1 1 2 Kompt. Operasional : - Tes kognitif membaca digunakan untuk menguji seberapa besar kecakapan siswa dalam memaknaisimbol-simbol bunyi yang bermakna.

b. Soal Tes Psikomotor Keterampilan Membaca

  Bentuk Soal : PenugasanDefin isi Konsep : - Keterampilan-keterampilan yang dituntut dalam membaca nyaring bagi kelas II adalah : 1) membacadengan terang dan jelas, 2) membaca dengan penuh perasaan, ekspresi, dan 3) membaca tanpa tertegun-tegun, tanpa terbata-bata (Tarigan, 2008: 26). Kisi-Kisi Soal Tes Psikomotor Keterampilan Membaca Siklius 2 Indikator Soal Tes Aspek penilaian Mengajukanpertanyaan berdasarkan ceritayang dibaca Bacalah dengan nyaring teksbacaan yang kamu dapat dengan lafal dan intonasi yang tepat,dan ajukanlah pertanyaan berdasarkan cerita itu!

c. Butir Angket Siswa

  5 Proses perangkaian suku kata menjadi kata Instrumen ini digunakan untuk merekam berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran berlangsung apakah sesuai dengan rencana yangdilakukan atau memerlukan perbaikan. 3 Jumlah 7 Pembelajaran membaca 2 7 Proses membaca dengan metode silaba 2 6 Proses perangkaian kata menjadi kalimat sederhana 2 2 Def.

f. Lembar Observasi

  Observasi dilaksanakan dengan memperhatikan diskriptor yang ada dengan membubuhkan tanda cek untuk memberikan skorterhadap kenyataan yang tercipta, serta memberikan kritik/saran kedalamnya. Penerapan metode silaba ialah suatu perbuatan menerapkan cara yang teratur berdasarkan pemikiranyang matang untuk menyelesaikan pekerjaan membaca demi mencapai maksud dengan cara menjadikan katamenjadi suku-kata yang merupakan satuan ritmis terkecil dalam satu arus ujaran dengan vokal biasanyasebagai puncak kenyaringan dan menjadi konstituen kata.

2 Kegiatan prabaca

  4 10 penggunaan media 1 2 4 11 penerapan variasi pembelajaran 3 2 1 2 2 3 3 1 2 4 9 pengaturan siswa 3 2 1 3 2 4 12 pelaksanaan kegiatan akhir 3 4 Kisi-Kisi Pedoman WawancaraMata Pelajaran : Bahasa IndonesiaKelas/Semester : 2/IIDefin isi Konsep : - Membaca yang melibatkan aktivitas fisik dan mental secara otomatis dapat dinilai melalui interaksidiantara siswa maupun interaksi dengan guru. 3 2 1 3 14 Penggunaan waktu 3 3 2 1 4 13 Pelaksanaan evaluasi 4 3 2 1 4 8 motivasi siswa 2 Tabel 3.5.

c. Pedoman Wawancara

  Defin isi Operasional : - Pedoman wawancara keterampilan membaca merupakan salah satu alat pengumpul data yanglengkap, dimana guru dapat memperoleh data dari pengamat sekaligus dapat mendiskusikan rencanapelaksanaan selanjutnya. Kisi-Kisi Pedoman Wawancara No Aspek Jumlah Pertanyaan 1 Kegiatan Awal 2 2 Kegiatan Inti (penerapan metode silaba) 5 3 Kegiatan Akhir 3 Jumlah 10 Keterangan: Hasil wawancara tidak dinilai (diskor), dan merupakan data pendukung (pelengkap) dalam mengambil suatu keputusan.

E. Uji Validitas Data

  Peneliti melakukan Validitas Data dengan menggunakan teknik triangulasi. Batasan menurut Elliott, triangulasi adalah memeriksa kebenaranhipotesis, konstruk, atau analisis yang peneliti timbulkan dengan membandingkan dengan hasil orang lain, m isal mitra peneliti lain, yang hadir dan menyaksikansituasi yang sama.

1. Triangulasi Sumber

  Triangulasi Teknik Triangulasi teknik yang digunakan untuk menguji validitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknikyang berbeda. Jika menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain,untuk memastikan data mana yang dianggap benar.

F. Analisis Data

  Berdasarkan petunjuk tersebut, maka pada reduksi data, setelah peneliti mendapatkan data yangsemakin lama semakin banyak dan kompleks baik dari peneliti sendiri, siswa, dan observer, peneliti kemudian memusatkan permasalahan denganmenyederhanakan dan/atau menghilangkan data-data yang tidak perlu untuk proses selanjutnya. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Data Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada tahappengumpulan data berikutnya (Sugiyono, 2009: 345).

G. Indikator Kinerja Penelitian

  Indikator kinerja yang peneliti tetapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Aspek yang Diukur Target Cara Mengukur Langkah-langkah Kriteria B Diamati oleh 3 observer selama pelaksanaanPenerapan Metode Silaba (3,10 – 3,50) pembelajaran dan dinilai berdasarkan lembar pengamatan. Kemampuan siswa 70% siswa Diukur dari hasil tes psikomotor keterampilan membaca suatu teks atau membaca dan dihitung dari jumlah siswa yang dapatbacaan memperoleh nilai 70 (sesuai diskriptor penilaian) .

H. Prosedur Penelitian

  Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Taggart, dengan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dengan rencana, tindakan, pengamatan, refleksi,perencanaan kembali merupakan dasar untuk suatu ancang-ancang pemecahan permasalahan (Kasbolah, 2001). Secara visual rancangan yang d imaksud adalahseperti berikut.

1. Siklus I

  Media yang digunakan berupa teks bacaan yang terbuat dari kertas manila yang berisikan bacaan dengan ukuran hurufyang cukup besar, sehingga siswa tidak kesulitan dalam membacanya. Pada pelaksanaan langkah yang dilakukan peneliti pada kegiatan awal yaitu melakukan salam, mengajak siswa untuk melakukan doa bersama, (dan sebagainya).4) Tahap selanjutnya adalah siswa membaca teks dengan metode silaba sampai kegiatan penyimpulan materi pembelajaran.

2. Siklus II

  Memahami 7.1 Membaca nyaringMengajukan ragam wacana teks (15-20 kalimat)pertanyaan Membaca tulis dengan dengan 1 berdasarkan nyaring membaca memperhatikan lafalcerita yang teks cerita nyaring dan dan intonasi yangdibaca membaca tepat.dalam hati. 7.2 Menyebutkan isi Membaca teks membaca 2 teks agak panjang (20- dalam hati dalam hati 25 kalimat) yang Menceritakan membacadibaca dalam hati kembali cerita 3 dalam hati yang dibacateks cerita dalam hati b.

d. Refleksi

  Setelah dilakukan tindakan, peneliti melakukan peninjauan kembali tentang tindakan yang telah dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian yangperlu pembenahan atau perbaikan, ataupun melakukan pengecekan terhadap data yang meragukan. Kegiatan refleksi juga dimaksudkan untuk memberikankeputusan (merancang) pelaksanaan tindakan selanjutnya, apakah tindakan selanjutnya digunakan untuk memperbaiki siklus kedua, atau dihentikan bilaseluruh indikator kinerja sudah tercapai.

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pratindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Pejagatan Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen. Sekolah ini merupakan satu dari

  Dokumen nilai keterampilan membaca siswa kelas II di semester I memperlihatkan bahwasiswa belum sepenuhnya menguasai keterampilan membaca, dari 23 siswa yang dinyatakan tuntas dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 60 hanya 7 anak(30,43 %) dan yang belum tuntas sebanyak 16 anak (69,56%). Keterampilan dasar yang rata-rata sudah dikuasai adalah keterampilan berhitung, sementara penguasaanketerampilan membaca dan menulis tidak jauh berbeda, dari 23 anak, setidaknya terdapat 4 siswa putri dan 6 siswa putra yang masih kesulitan dalam hubungannyadengan keterampilan membaca.

B. Deskripsi Hasil Tindakan Tiap Siklus

1. Deskripsi Hasil Siklus 1

  Apersepsi dilakukan denganmenyanyikan lagu ”Kupu-Kupu yang Lucu”, dan acuan dilakukan guru atau peneliti dengan menyampaikan pada siswa tentang materi danharapan kepada siswa agar mereka dapat menguasai keterampilan membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat menggunakanmetode silaba. Pelaksanaan kegiatan pengenalan suku- 3 2 3 2 2.33 suku kataPemberian kesempatan siswa membaca 4 3 4 3 3.33 suku-suku kataPemberian kesempatan siswa mencari 5 2 3 2 2.33 suku-suku kataPenjelasan kegiatan pembentukkan suku- 6 3 3 2 2.67 kata menjadi kata bermakna.

9 Penjelasan kegiatan perangkaian kata

  Apersepsi dilakukan dengan menyanyikan lagu ”Aku Anak Sehat”, dan acuandilakukan guru atau peneliti dengan menyampaikan pada siswa tentang materi kesehatan dan harapan kepada siswa agar mereka dapat menguasaiketerampilan membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat menggunakan metode silaba serta dapat menjawab pertanyaanberdasarkan cerita yang dibaca. 3.33 3 3 4 1 Pelaksanaan kegiatan awal (dari salam sampai apersepsi) 3 2 1 3 5 Pemberian kesempatan siswa mencari suku-suku kata 3.33 4 3 4 3 9 Penjelasan kegiatan perangkaian kata menjadi kalimat sederhana 3.67 3 4 4 8 Pemberian kesempatan kepada siswa untuk membaca beberapa kata 3.67 4 3 3 7 Pemberian kesempatan kepada siswa untuk merangkaikan beberapa suku katamenjadi kata bermakna.

2. Deskripsi Hasil Siklus 2

  Pada kegiatan awal, peneliti mengucapkansalam, melakukan tes penjajagan dengan tanya jawab seputar tema”Peristiwa”, apersepsi dengan menyanyikan lagu ”Ibu Kita kartini”, dan acuan peneliti dengan menyampaikan pada siswa tentang materitumbuhan dan harapan kepada siswa agar mereka dapat menguasai keterampilan membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat sertadapat menjawab pertanyaan berdasarkan cerita yang dibaca. 16 Pengaturan suasana/kondisi pembelajaran 3.33 3 3 4 15 Pemberian motivasi dalam pembelajaran yang dilakukan 3.33 3 4 3 3.67 3 4 3 4 13 Pemberian kesempatan pada siswa untuk membaca teks dengan menggunakanmetode silaba 3.67 3 4 4 12 Penjelasan guru tentang kegiatan membaca teks dalam metode silaba.

12 Penjelasan guru tentang kegiatan

  Memahami ragam wacana tulis dengan membaca nyaring dan membaca dalam hati; KD : 7.2 Menyebutkan isi teks agak panjang (20-25 kalimat)yang dibaca dalam hati; serta indikator: membaca teks dalam hati dengan tema ”Peristiwa”. Pelaksanaan kegiatan pengenalan suku- 3 4 4 4 4.00 suku kataPemberian kesempatan siswa membaca 4 4 4 4 4.00 suku-suku kataPemberian kesempatan siswa mencari 5 4 4 4 4.00 suku-suku kataPenjelasan kegiatan pembentukkan suku- 6 4 4 4 4.00 kata menjadi kata bermakna.

8 Pemberian kesempatan kepada siswa

  b) Observasi HasilHasil tes keterampilan membaca sudah baik dengan melampaui target yang diinginkan, dimana nilai rata-rata kelas 88,dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 55, sehingga rentang 5 Jumlah 22 - 22 - Rata-rata88 - 85 - 2 50 - -40 - - 30 - -20 - - 10 - - 60 1 belum tuntas =1(4,54%) 3 belum tuntas=5 (22,72%) 3 70 7 80 nilainya masih cukup besar yakni 45. Hasil tes kognitif membaca juga telah makin melampaui targetyang diharapkan dengan mencapai 85 dengan menempatkan 17 siswa yang tuntas (77,27%) dan menyisakan 5 siswa yang belum tuntas(22,72%).

C. Perbandingan Hasil Tindakan Antar Siklus

  Perbandingan Hasil Pembelajaran dari PengamatPenilaian pembelajaran yang dilakukan oleh tiga pengamat dari siklus satu sampai siklus kedua menghasilkan hasil yang berbeda-beda,terlihat dalam tabel berikut. Perbandingan Hasil Pembelajaran dari Angket Siklus Nilai angket Rata- Kriteria Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 rata I 72 77 82 77 cukup II 83 84 88 85 baik Berdasarkan tabel 4.11, terlihat adanya kenaikan yang cukup baik, dimana hasil siklus satu 77, naik 0,8 menjadi 85 di siklus kedua.

D. Pembahasan

  Pada tahap perangkaian suku-suku kata menjadi katabermakna, siswa dapat berlomba merangkaikan suku-suku kata acak menjadi kata bermakna sesuai gambar atau bermain teka-teki silang metode silaba seperti pada Berdasarkan data hasil penelitian, Perkembangan keterampilan membaca siswa kelas II terlihat melalui perbandingan ketuntasan siswa pada tes psikomotordan tes kognitif keterampilan membaca dalam diagram berikut. Metode silaba yang diterapkan dengan siasat permainan sangat cocok bagi siswa-siswi kelas 2 SD N 2 Pejagatan karena siasat permainan yangbervariasi mampu memotivasi dan menarik perhatian siswa yang mudah bosan dan menyerah ketika menerima tugas membaca.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian tindakan

  Langkah-langkah penerapan metode silaba yang dapat meningkatkan keterampilan membaca pada siswa kelas II SD N 2 Pejagatan adalah dengansiasat permainan sebagai berikut: a. Babak terakhir, siswa bersama kelompokmembaca teks dengan metode silaba yang sekaligus sebagai tes psikomotor keterampilan membaca.

B. Implikasi

  TeoritisSecara teoritis penerapan metode silaba dalam peningkatan keterampilan membaca merupakan pembenaran konsep dan teori yang ditulis dalam skenarioproses pembelajaran. Penerapan metode silaba dalam peningkatan keterampilan membaca dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilanmembaca karena metode ini menampilkan setiap kata menjadi beberapa suku kata, sehingga beban siswa ketika membunyikan kata-kata menjadiringan dan proses selanjutnya yakni memahami bacaan dapat terlaksana.

C. Saran

  Bagi Guru Ciptakanlah permainan yang kreatif dalam menerapkan metode silaba agar siswa antusias mengikuti pembelajaran; Pakailah media skor bintang disetiap babak permainannya untuk memotivasi siswa; Pelaksanaan permainan harus serentak semua kelompok dan dengan batasan waktu kurang lebih 5menit setiap babaknya. Bagi Lembaga Sekolah Sebaiknya lembaga sekolah melengkapi sarana dan prasarana sekolah agar guru dapat menerapkan metode silaba dengan lebih baik dan kreatif untukmembantu meningkatkan keterampilan membaca siswa.

Dokumen baru

Tags

Keterampilan Membaca Siswa Kelas I Penerapan Metode Quantum Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Peningkatan Keterampilan Membaca Intensif Peningkatan Keterampilan Membaca Teks Ak Mening Katkan Keterampilan Membaca Siswa Jadwal Pelajaran Kelas Ii Tahun Ajaran Keterampilan Membaca Keterampilan Bertanya 2 Siswa Dalam Pembelajaran
Show more

Dokumen yang terkait

SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PENGELOLAAN DANA PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN PADA GAPOKTAN BERKAH TANI
0
0
17
PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA ECO ROSO RESTO DI KUDUS
0
0
14
PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN PATI
0
0
14
PENGARUH BUDAYA ORGANISASIONAL, KOMITMEN KERJA, DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA RSUD KELET JEPARA
0
2
13
KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI KONTROL DIRI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA
0
0
13
POLA BATIK LASEM PASCA PENETAPAN UNESCO TENTANG BATIK TAHUN 2009
0
2
100
PENGARUH PENANAMAN MODAL ASING, UTANG LUAR NEGERI, DAN EKSPOR TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO INDONESIA TAHUN 1985 -2010
0
0
94
ANALISIS MISKONSEPSI GERAK PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 20102011
0
2
99
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTIS DI SLB AUTIS DI SURAKARTA SKRIPSI
0
0
144
PEMBUATAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK FISIKA SMA KELAS XI
0
1
77
PENGARUH KARAKTERISTIK KEUANGAN PERUSAHAAN, DAN KARAKTERISTIK KOMITE AUDIT TERHADAP FREKUENSI RAPAT KOMITE AUDIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
1
2
74
RISK MANAGEMENT DISCLOSURE DALAM PRESPEKTIF STAKEHOLDER THEORY: STUDI EMPIRIS PERBANKAN INDONESIA
0
1
100
PEMILIHAN MATERIAL DAN PROSES PADA PRODUK CONTAINER PLASTIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA)
3
6
68
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN TINGKAT PENGETAHUAN TB DENGAN KETERLAMBATAN PASIEN DALAM DIAGNOSIS KASUS TB PARU SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
57
DENGAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) TERHADAP PESAN TERENKRIPSI DENGAN ALGORITMA TWOFISH
0
0
86
Show more