KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN SEPAK BOLA DI SURAKARTA

Gratis

2
5
177
1 year ago
Preview
Full text

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN SEPAK BOLA DI SURAKARTA

  19550516 198601 1 001 Pembimbing II Tugas Akhir Ir. 19590725 199802 1 001 Mengesahkan,Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNS Dr.

KATA PENGANTAR

  Segala puji bagi Allah SWT yang telah membukakan jalan bagi hamba untuk mengenal dunia arsitektur, melalui kampus Sebelas Maret Surakarta yangtelah memberikan banyak pelajaran dalam berarsitektur. Penulis menyadari bahwa penulisan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan berkat bantuan serta dukungan dari berbagai pihak yang telah memberikan sumbangan baik materiil maupunspiritual.

UCAPAN TERIMA KASIH

  Segala puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam yang telah memberikan segala rahmat dan kemudahan dalam segala kehidupan dan melancarkan dalam mengerjakan semua tugas akhirku. Terimakasihya Allah atas segala jalan yang diberikan meski tak selalu mulus namun pasti terbaik bagi saya[Ayah] pendukung yang selalu mendukung segala aktivitas, memfasilitasi dan selalu menyemangatikuagar lulus dengan nilai yang memuaskan …[Ibu] yang selalu merawat, mendoakanku, dan memberi nasehat tentang kehidupan.maaf selalu merepotkan..luv u mom….

1.5 Tujuan Dan Sasaran………………………………………………………………….. 10

  161 Dengan Pendekatan Arsitektur MetaforaDAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Lapangan Sepak Bola Standart FIFA Gambar 2.2 Bola Resmi Event Piala Dunia dan Bola Jabulani PD 2010 Afrika Selatan. Gambar 2.3 Opera Sidney House Gambar 2.4 Church of Light Gambar 2.5 Reichstag Parlamentul Gambar 2.6 Logo Klub AC Milan Gambar 2.7 Logo Piala Eropa Polandia-Ukraina 2012 Gambar 2.8 Kostum Klub AC Milan Gambar 2.9 Wembley Stadium Gambar 2.10 Peta Surakarta Gambar 2.11 Stadion Sriwedari Gambar 2.12 Stadion Manahan Gambar 4.1.

DAFTAR SKEMA

  Dengan menerapkan unsur-unsur sepak bola yang kemudian ditransformasikankedalam bentuk bangunan yang sesuai dengan spirit olahraga yang dinamis, spontan dan sportif dengan menekankan perancangan bentuk dan peruangan yang bebas, mengalir dan menghindarinorma-norma perencanaan yang cenderung kaku dan mengikat. PusatPelatihan Sepak Bola di Surakarta ini diharapkan mampu mencerminkan fungsi yang diwadahi sebagai suatu bangunan pelatihan sepakbola dengan pendekatan pada arsitektur metaforasehingga dapat menunjang ekspresi bangunan dan dapat mewadahi semua kegiatan yang berhubungan dengan sepakbola, terutama pembelajaran sepakbola secara proporsional.

BAB I PENDAHULUAN

  Sepak Bola: Salah satu cabang olahraga yang dimainkan di luar ruangan dan dimainkan oleh dua kelompok / team yang berlawanan yang disebut kesebelasan. Surakarta: Salah satu kota di Indonesia yang terletak di propinsi Jawa Tengah; merupakan salah satu penyelenggara even olahraga khususnya sepakbola tingkat nasional dan internasional.

1.3 Latar Belakang

1.3.1 Sejarah Perkembangan Sepak Bola Dunia

  Perkembangan sepak bola yang pesat di dunia ini dapat dilihat dari banyaknya negara yang masuk menjadi anggota FIFA. Ternyata sepak bola yang dimaksud itu sepak bola modern, namun sebelum itu termyata sepak bola telahditemukan sejak 3000 tahun yang lalu di berbagai pelosok dunia dalam bentuk yang berbeda-beda.

1.3.2 Perkembangan Sepak Bola Di Indonesia

  Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final PialaDunia. Ironisnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan memiliki masyarakat dengan minat yang sangat tinggi terhadap olahraga sepak bola,menjadikan sepak bola olahraga terpopuler di Indonesia (selain bulu tangkis), namun Indonesia tidaklah termasuk jajaran tim-tim kuat di Konfederasi Sepakbola Asia.

1.3.3 Permasalahan Sepak Bola Di Indonesia

  Selain itu minimnya melakukanpertandingan persahabatan dengan negara-negara yang memiliki kualitas sepakbola yang lebih baik ditengarai sebagai salah satu sebab merosotnya prestasi timnas.ketidaktegasan sanksi yang diberikan kepada pelaku-pelaku kerusuhan antar suporter sepakbola dan mafia wasit semakin membuat suram masa depan sepakbola kita. Pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih kurang sarana dan fasilitas pembinaan dan pelatihan yang memadai dan memenuhi standar internasional.

1.3.4 Potensi Sepak Bola Di Surakarta

  Penggemar yang saya maksud adalah mereka yang ingin mendapatkankesempatan berlatih dan mengembangkan kemampuan bermain sepakbola serta yang hanya sekedar ingin beraktualisasi dengan dunia sepakbola misalnya mencari ataubertukar informasi tentang perkembangan sepakbola terkini. Di Surakartaterdapat banyak lokasi pembinaan sepakbola (SSB) yang tersebar di beberapa tempat tapi belum ada satu yang menjadi pusat orientasi dan referensi yang bisa menyatukanvisi, mengontrol sekaligus menjadi barometer pengembangan sepakbola (untuk pemain muda).

1.3.5 Arsitektural Bangunan Pusat Pelatihan Sepak Bola

  Untuk itu diperlukan suaturancangan bangunan pusat pelatihan sepakbola yang bisa mencerminkan fungsi yang diwadahi sebagai bangunan pelatihan sepakbola dengan pendekatan pada arsitekturmetafora sehingga dapat menunjang ekspresi bangunan dan dapat mewadahi semua kegiatan yang berhubungan dengan sepakbola, terutama pembelajaran sepakbolasecara proporsional. Dengan melihat latar belakang di atas, maka sangat mungkin di Surakarta dibangun suatu wadah berupa Pusat Pelatihan Sepakbola yang mampu menjawabberbagai potensi dan kendala yang ada dengan melihat prospek ke depan bagi perkembangan sepakbola di Surakarta sendiri khususnya dan Indonesia padaumumnya.

1.4 Permasalahan Dan Persoalan

  Bagaimana rumusan konsep perencanaan dan perancangan sebuah Pusat PelatihanSepak Bola di Surakarta yang menerapkan unsur-unsur arsitektur metafora kedalam suatu bangunan yang dapat mewadahi seluruh kegiatan yangberlangsung sehingga dapat melahirkan pemain sepak bola berbakat dan berprestasi? Terciptanya sebuah fasilitas lapangan pelatihan, ruang pendidikan dan fasilitas penelitian tentang sepakbola yang baik dan berstandar internasional bagi parapemain maupun pihak penyewa yang akan memanfaatkan sarana dan prasarananya.

1.6 Lingkup Dan Batasan Pembahasan

  Hal-hal di luar disiplin ilmu arsitektur dalam perencanaan bangunan akan menjadi pertimbangan awal untuk memahami kondisi dan kebutuhan yang selanjutnyamenjadi pertimbangan dalam proses perencanaan. 1.6.2 Batasan Pembahasan  Dalam pembahasan ini ditekankan pada permasalahan dan persoalan yang ada, serta diarahkan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, sehingga dapat dipakai sebagai masukan terhadap konsep perencanaan dan perancangan Pusat Pelatihan Sepak Bola dengan pendekatan arsitektur metafora.

1.7 Metoda Pembahasan

  Analisis: merupaka nmetode penguraian dan pengkajian dari data-data informasi dan pengalaman empiris yang kemudian digunakan sebagai data relevan bagi perencanaandan perancangan. Sintesa: merupakan tahap penggabungan dari data sumber yang didapatkan di lapangan, literatur, pengalaman empiris yang telah dikaji pada tahap analisis dankemudian diolah menjadi konsep perencanaan dan perancangan.

1.8 Sistematika Penulisan

  Menyusun teori-teori yang diperoleh baik dari studi observasi, studi literatur, maupun wawancara yang nantinya akan menjadibahan untuk membuat analisa guna memecahkan permasalahan dan dirangkum menjadi sebuah kesimpulan tinjauan. BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Menyusun konsep perencanaan dan perancangan yang merupakan hasil akhir untuk Pusat Pelatihan Sepak Bola Di Surakarta.

BAB II TINJAUAN

2.1 Tinjauan Teori

2.1.1 Olahraga/Sport

2.1.1.1 Pengertian Olahraga

  Sport dalam bahasa indonesia akan memiliki pengertian olahraga, dan merupakan kata yang terdiri dari dua frase yaitu olah dan raga. Olah mempunyai arti (mengerjakan,mengusahakan) sesuatu (barang) supaya menjasi lain atau menjadi sempurna. (C.A Bucher, The physical educating and sport, 1985) Pengertian olah raga adalah gerak badan untuk menyehatkan dan menguatkan tubuh Adapun maksud dari menyehatkan dan menguatkan di sini adalah bahwa tujuan akhir dari olah raga adalah agar didapatkan tubuh yang sehat dan kuat sehingga terhindar dari penyakit.

2.1.1.2 Konsep Dasar Olahraga

  Pendidikan JasmaniYaitu kegiatan pendidikan yang memiliki tujuan untuk membentuk gerak, prestasi, sosial dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani. RekreasiMerupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang, menghilangkan kepenatan atas rutinitas yang dilakukan sehari-hari,dorongan yang dilakukan oleh kelompok tertentu, bersantai (leisure) dan mendapatkan kesenangan walaupun kadang dalam rekreasi kadangterdapat ketegangan dan aktivitas jasmani yang cukup melelahkan.

2.1.1.3 Sifat Dan Karakter Olahraga

  Sehingga selain bertujuan untuk menyehatkan tubuh, olahraga pun ada yang bersifat hiburan, seperti billiard dan bowling. 2) Terdiri dari berbagai macam gerakan yang berbeda-beda yang membentuk suatu kesatuan yang dinamis.3) Gerakannya mempunyai ritme, pola tertentu dan berestetika.4) Pola gerakan yang dibentuk selalu seimbang.5) Terkadang gerakannya menitik beratkan pada salah satu bagian tubuh tertentu.6) Mempunyai aktivitas gerakan yang tinggi 7) Menarik untuk dilihat dan menggugah perasaaan.

2. Karakteristik Olahraga

  Bila dilakukan secara teratur dan bersungguh-sungguh, dari olahraga dapat digali nilai-nilai potensi prestasi yang dapat berupa :a. Sociality AchievementNilai positif yang dapat dikembangkan dalam aspek ini seperti keakraban, kesetiakawanan, dan kebersamaan.

2.1.1.4 Fasilitas Olahraga

Fasilitas Olahraga adalah fasilitas dari semua sarana olahraga dan pendukung, yang meliputi antara lain fasilitas latihan, fasilitas pertandingan,fasilitas penginapan, sekretariat klub dan sebagainya. Fasilitas latihan dan

2.1.2 Sepak Bola

  2.1.2.1 Pengertian Sepak Bola Sepak Bola: Salah satu cabang olahraga yang dimainkan di luar ruangan dan dimainkan oleh dua kelompok/team yang berlawanan yang disebutkesebelasan. Perlu diperhatikan bahwa gol yang dicetaksewaktu babak perpanjangan waktu ikut dihitung ke dalam hasil akhir, berbeda dari gol yang dihasilkan dari titik penalti yang hanyadigunakan untuk menentukan pemenang pertandingan.

2.1.3 Klub Sepak Bola

  ( Longman Learner’s Dictionary of American English , 2000)Sepak Bola: Permainan (olahraga) bola yang ditendang dengan kaki yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang.( Ibid ) Professional: Orang yang melakukan olahraga dengan menerima bayaran.(W. Jadi pengertian Klub Sepak Bola Profesional adalah suatu perkumpulan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia olahraga sepakbola, dimanamereka bekerja di bidang tersebut secara penuh (full time) yang terdiri dari para pemain, pengurus, dan pemilik serta memiliki agenda kerja dan tujuanprestasi & profit yang jelas.

2.1.3.3 Struktur Organisasi Klub Sepak Bola Profesional

Owner Asisten Manager AsistenManager Manager Pelatih Tes MedisHumas Pemain Unsur PendukungSkema 2.1: Struktur Organisasi Klub Sepak Bola Profesional. (Kantor Menpora, 1997)

2.1.4 Pelatihan Sepak Bola

2.1.4.1 Unsur-Unsur Pelatihan Sepak Bola

  Pada perkembangan sepak bola modern, unsur-unsur permainan yang terdiri dari: kondisi fisik dan taktik permainan serta mental pemain dipelajaribenar-benar secara cermat. Menurut Savin S dan Sushkhov M, unsur-unsur sepakbola yang harus ditingkatkan adalah latihan taktik, latihan teknik, dan latihan kondisifisik.

2.1.4.2 Macam-Macam Unsur Pelatihan Sepak Bola

  Latihan TeknikTeknik dalam sepakbola adalah suatu rangkuman cara (metode) yang dipergunakan dalam pelaksanaan semua gerakan dalam permainan Sehingga latihan teknik dalam sepakbola dapat disebut sebagai melatih kecakapan untuk menerapkan metode-metode yang digunakan dalamsemua gerakan pada sepakbola. Latihan TaktikTaktik permainan sepakbola adalah seni permainan yang direncanakan dan rasional yang diselaraskan dengan keadaan untukmencapai hasil yang maksimal.

2.1.5 Pusat Pelatihan Sepak Bola

  2.1.5.1 Pengertian Pusat Pelatihan Sepak Bola Pusat Pelatihan Sepakbola merupakan suatu tempat dimana dilakukan berbagai kegiatan pembelajaran, pelatihan, pendidikan, pembinaan, danpenelitian tentang sepakbola yang dilaksanakan dalam waktu tertentu, dan menempati sarana-sarana yang diperuntukkan bagi kegiatan tersebut dengantujuan meningkatkan prestasi pemain dan kualitas sepakbola itu sendiri. 2.1.5.4 Kriteria Lokasi Pusat Pelatihan Sepak Bola Berstandart FIFA Kriteria Pusat Pelatihan Sepakbola yang berstandar FIFA diterapkan bertujuan untuk menentukan lokasi yang tepat bagi Pusat Pelatihan Sepak Berdasarkan kriteria, letak tapak pusat pelatihan sepakbola standar dariFIFA adalah sebagai berikut (www.fifa.com/trainingcamp): 1.

2.1.6 Arsitektur Metafora

2.1.6.1 Pengertian Metafora

  Arsitektur sebagai komuninkasi adalah bahasa non verbal dimana bangunan mewakili salah satu bentuk komunikasi dan sepertibahasa juga menggunakan kosakata dan sintaksis atau penggabungan kosakata. Pengertian metafora dalam arsitektur adalah kiasan atau ungkapan bentuk, diwujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkan tanggapandari orang yang menikmati atau memakai bangunan.

2.1.6.2 Bentuk Metafora

  Metafora Kesan (image metaphor)Metafora tidak saja memproyeksikan struktur cdari suatu konsep kepada yamg lain, tetapi juga dapat memproyeksikan strukturdari suatukesan kepada kesan yang lain. Satu contoh adalah metafora “peristiwa” adalah “tindakan”, yang menafsirkan peristiwa sebagai tindakan yang dilakukan oleh beberapa pengantar metafora.

2.1.6.3 Metafora Dalam Arsitektur

  Pengalaman dan pemahaman terhadap sebuah konsep akan terpatri dalam ingatannya,bentuk yang terlihat,permukaan yang kasar,cahaya yangterang,sampai wangi bunga dan lain-lain. Mengganti fokus penelitian area konsentrasi atau penyelidikan lainnya(dengan harapan jika dibandingkan atau melebihi perluasan kita dapat menjelaskan subyek yang sedangn dipikirkan dengan cara baru) Kegunaan penerapan metafora dalam arsitektur sebagai salah satu cara atau metode sebagai suatui perwujudan kreativitas arsitektural,yakni sebagaiberikut: 1.

2.1.6.4 Pemindahan Makna Arsitektural

  (Soedarsono,2000:114) Konsep Karakteristik RuangKetegangan Bentuk-bentuk tak stabil, pembenturan warna-warna yang intens, penekanan visual suatu obyek, permukaan kerasdan kasar, elemen yang tidak familiar, cahaya terang dan menyilaukan, suara gemuruh Istirahat Obyek nyang mudah dikenali, garis-garis yang mengalir, stabilitas struktur yang jelas, elemen horizontal, tekstur dancahaya lembut, suara sayup-sayup, warna putih, abu-abu, biru dan hijau. Kegembiraan Pola dan bentuk halus mengalir, gerakan dan irama terlihat pada struktur, sedikit batasan, warna hangat dan cerah,cahaya berkelap-kelip.

2.1.6.5 Kategori Arsitektur Metafora

  Intangible metaphors yaitu metafora yang berasal dari sesuatu yang tidak dapat diinderai seperti konsep atau ide dari tradisi, budaya, lingkungandan sebagainya. Metafora konkret (Tangible Metaphors )Tangible metaphors yaitu metafora yang berasal dari sesuatu yang dapat diinderai atau memiliki suatu bentuk visual.

2.1.7 Kajian Bentuk Arsitektural

  Desain sangat erat kaitannya dengan bentuk (form) dari produk yang dihasilkannya. Dengan alasan tersebut berikut ini akan dikemukakan beberapa teoritentang bentuk dalam arsitektur.

2.1.7.1 Asal-Usul Bentuk

  Sebagai contoh adalah bentuk ideal untuk suatu bangunan stadion, yang dihasilkan dengan meletakkan jalur penanda yang mudahterlihat, bentuk dan penempatan tribun harus memperhatikan keleluasaan pandangan serta pergerakan penonton dari dan ke tempat duduk mereka,dan juga tampak luar harus terbentuk dari simbolisasi stadion sebagai ruang komunal untuk aktivitas olahraga. Bentuk yang tercipta merupakan perasaankhusus dari si perancang dalam membuat bentuk-bentuknya, atau menempatkan ide lama bersama dengan yang baru dan metode yangbelum pernah dipakai sebelumnya.

2.1.7.2 Faktor Yang Mempengaruhi Bentuk

  Dalam arsitektur, pengenalan simbolmerupakan proses yang terjadi pada individu dan masyarakat melalui panca indera yang selanjutnya dapat menimbulkan suatu persepsi. Ada kecenderungan mereka akanmembandingkan bangunan yang dilihatnya dengan substansi yang lain yang dianggap memiliki karakter serupa.

2.1.7.3 Tinjauan Bentuk Dengan Filosofi Olahraga

  Bentuk,warna / gambar yang digunakanmengambil bentuk bola /bentuk yang lebih unik namun tetap berkaitan dengan olahraga (sport) dan warna yang mencolok,sebab tujuanutamanya adalah agar mudah dikenali masyarakat. Walaupun memiliki corak dan motif yang berbeda, namun pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk Gambar 2.8: Kostum Klub AC Milan (google image) Sedangkan simbol yang berupa implisit lebih dituangkan kedalam bentuk bangunan olahraga seperti stadion, GOR,dan Sport Center.

2.2 Tinjauan Kota Dan Potensi Sepak Bola Surakarta

2.2.1 Surakarta Sebagai Lokasi Site Terpilih

2.2.1.1 Tinjauan Wilayah

  Tinjauan disini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang kota-kota dalam wilayah Surakarta terkait dengan kriteria pemilihan site Pusat PelatihanSepakbola yang berstandar FIFA. Wilayah Surakarta terkhususnya akan Secara administratif Surakarta termasuk wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah dan merupakan kota nomor 2 terbesar setelah Semarang (IbuKota Propinsi).

2.2.1.2 Deskripsi Kota Surakarta

  Surakarta adalah kota yang terletak di provinsi Jawa Tengah, Indonesia 2 yang berpenduduk 503.421 jiwa (2010) dan kepadatan penduduk 13.636/km 2 dengan luas 44 km . Secara administratif,Kotamadya Surakarta berbatasan dengan : Utara : Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali  Selatan : Kabupaten Sukoharjo  Barat : Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Boyolali  Timur : Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo 2.2.1.4 Potensi Kota Surakarta Berikut analisa potensi kota Surakarta sebagai lokasi pusat pelatihan sepak bola yang sesuai standart FIFA: 1.

2.2.1.5 Sarana Dan Fasilitas Sepak Bola Di Surakarta

  Kendala tersebut antara lain: Masih kurangnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang pembinaan dan pengembangan sepakbola sehingga adanya  Sarana dan prasaran pertandingan yang kurang memadai dan perbandingan kuantitas antara fasilitas yang ada dengan peminat sepakbola (pemain dan penggemar) yang tidak seimbang.  Sarana olahraga, dalam hal ini sepakbola sangat besar peranannya dalam mendukung perkembangan budaya dan gaya hidup masyarakat sehingga diharapkan proyek Pusat Pelatihan Sepak Bola Di Surakarta ini dapat berperan memajukan perkembangan kultural masyarakat lokal (Surakarta dan sekitarnya) yang berjiwa sehat dan sportif.

2.3 Tinjauan Preseden

  Beckham juga bekerja sama dengan Anschutz Entertainment Group untuk membangun gelanggang dan hiburan dengan kapasitas 26.000 tempat duduk yangmenjadi bagian dari kompleks akademi sepakbola tersebut. 2.3.2 Centre Technique National Fernand Sastre, Claire Fontaine, Prancis Seperti halnya Belanda, Prancis yang menyandang status peraih juara Piala Dunia dan Piala Eropa juga memiliki pusat latihan dan pendidikan resmi milik FFF National Fernand Sastre (CTNFS) dibangun untuk mencetak pesepakbola- pesepakbola berbakat di Prancis.

2.3.3 The KNVB National Football Training Centre, Zeist, Belanda

  Mengingatsegala keunggulan dan fasilitasnya saya mengambil subjek ini sebagai objek studi kasus yang selanjutnya menjadi acuan referensional pada desain Pusat Pelatihan Sepakbola di Surakarta yang saya kerjakan ini. Pusatlatihan ini merupakan salah satu bagian dari markas besar Konijklike Nationaal Voetbaal Bond (KNVB) atau PSSI-nya Belanda yang dihuni 65 staf full time yang bertanggungjawab pada 560.000 pertandingan yang diadakan setiap tahunnya di The KNVB National Football Training Centre menempati lahan seluas 25 hektar yang pada awal pembangunannya terdiri dari sports hall berukuran besar, blok hotel(asrama pemain), medical centre, dan pusat administrasi.

4. Lecture pavilion (pavilion instruktur)

  Dilengkapi dengan fasilitas mekanis untuk keperluan pemutaran film dan video, slide shows, dan perangkat pengajaran lainnya. Medical centreKlinik kesehatan ini dihuni oleh 6 staf tetap yang terdiri dari 2 (dua) dokter, seorang physioterapis, seorang masseur dan 2 (dua) orang medical assistant .

2.4 Kesimpulan Tinjauan

  Surakarta memiliki potensi sepak bola yang sangat bagus di lihat dari bagaimana antusias warga apabila ada pertandingan sepak bola, banyaknya sekolah sepak bola dan juga klub-klub amatir namun seiring berjalannya waktu potensi ini mengalami penurunan yang di akibatkan menurunnya prestasi sebuah klub sepak bola yang ada di Surakarta dan jugakurangnya perhatian terhadap pembinaan pesepakbola usia dini. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu bangunan Pusat Pelatihan Sepak Bola di Surakarta sebagai wadah yang ideal untuk pendidikan dan juga pelatihan sepak bola gunameningkatkan kembali prestasi persepakbolaan local di wilayah Surakarta.

BAB II I PUSAT PELATIHAN SEPAK BOLA DI SURAKARTA

  Dilakukan di ruang tertutup dan atau di alam terbuka (open space) yang merupakan tempat dimana semua kegiatan utama terkonsentrasi. Mempunyai tujuan khusus untuk membina, melatih, meningkatkan kualitas pemain/tim untuk mencapai suatu kondisi tertentu dalam konteks mental, jiwa, fisik, dan ketrampilan(skill).

4. Mempunyai ciri kebersamaan dan sosialisasi

3.3.1 Tujuan

  Tujuan keberadaan Pusat Pelatihan Sepak Bola yang direncanakan secara umum adalah sebagai wadah yang menampung segala aktivitas yang berhubungan dengansepakbola yaitu aktivitas pelatihan, pengembangan, pembinaan, dan penelitian tentang sepak bola, yang intinya: 1. Menghasilkan sepakbola dengan kualitas tinggi yang bertujuan untuk mencapai level yang maximal dari tiap-tiap individu pemain dalam setiap penampilan danuntuk mengambil manfaat dan pengalaman dalam belajar cara-cara sepakbola modern.

3.3.2 Sasaran

  Keberadaan Pusat Pelatihan Sepak Bola diharapkan akan menjadi suatu usaha untuk mewujudkan kegiatan yang nyaman dan sesuai dengan standar Pusat Pelatihanyang ditetapkan FIFA sehingga atlet akan lebih optimal dalam meningkatkan potensial serta bakat yang dimiliki. Disamping itu, Pusat Pelatihan SepakBola juga dapat menghidupkan minat masyarakat Surakarta dan sekitarnya untuk memajukan persepakbolaan di lingkupwilayah Kota Surakarta secara khusus dan di tingkat nasional dan internasional secara umum.

3.4 Visi Dan Misi

  3.4.1 Visi Visi Pusat Pelatihan Sepak Bola adalah mewujudkan pelatihan khusus tentang sepakbola di Surakarta serta melangsungkan kegiatan pendidikan, pengembangan,dan pembinaan sebagai sarana informasi tentang sepakbola bagi para masyarakat penggemar sepak bola. Mewujudkan Pusat Pelatihan Sepak Bola sebagai bangunan pelatihan sepak bola yang memberikan kesempatan berlatih bagi masyarakat penggemar sepak bola.

3.5 Skala Pelayanan

  Dengan tujuan menyediakan pelatihan dan pendidikan sepakbola yang diharapkan dapat melahirkan atlet muda yang berbakat dan berprestasi tidak hanya dalam lingkup lokalSurakarta tapi nasional bahkan mancanegara maka area Pusat Pelatihan Sepak Bola direncanakan dapat memberikan pelayanan seputar sepakbola secara makro dan kualitatifuntuk skala Indonesia dan secara mikro dalam skala Surakarta dan sekitarnya. Surakarta sangat berpotensi untuk didirikannya sebuah Pusat Pelatihan Sepakbola, hal ini terlihat dari banyaknya fenomena-fenomena yang bisa kita lihat di Surakarta ini, diantaranya: 1.

3.6 Status Kelembagaan

  Pengelolaan Pusat Pelatihan sepak Bola ini nantinya dikendalikan oleh pihak swasta yang bertahap nasional dan dalam operasionalnya bekerjasama dengan klub sepakbola se-Surakarta dan sekolah binaan sepakbola di Solo (SSB). Pengelola mendidik atlet yang diambil dari masyarakat melalui acouting yaitu memanfaatkan pencari bakat (acouting talent) yang nantinya akan dididik dalam pelatihankhusus dimana pada akhirnya dapat menjadi atlet sepakbola profesional yang ditampung dan dikontrak oleh klub sepakbola yang berminat merekrutnya atau klub sepak bola yang menjadi homebase tempat pelatihan dan pendidikan ini.

3.7 Karakter Wadah

  Sedangkan karakter yang ingin ditonjolkan pada bangunan Pusat Pelatihan Sepakbola di Surakarta ini adalah desain dengan pendekatan arsitektur metafora dengan ungkapan image komunikatif, informatif, terbuka dan atraktif-rekreatif yang mampu memberikan kemudahan , kenyamanan dan keamanan terhadap pelaku kegiatan yang berlangsungdidalamnya. Hal ini diharapkan mampu dikombinasikan dengan karakter sepakbola yang diwadahinya sebagai sebuah produk desain dengan pendekatan arsitektur metafora sehinggamemunculkan tampilan yang estetis, dinamis dan sportif.

3.8 Sistem Pengelolaan

  OperatorDengan mengambil contoh struktur organisasi diatas, maka Pusat Pelatihan Sepakbola di Surakarta menggunakan manajemen pengelolaan dengan dipimpin oleh seorang direktur dan wakil direktur yang membawahi dua orang manajer dan sekretaris umum. Fasilitas Pengelola: yaitu bangunan untuk fungsi kantor dan administrasi yang mencakupkantor pengelola, sekretariat, ruang rapat, ruang jumpa pers dll.

1. Kegiatan Utama

  Recovery termasuk di dalamnya kegiatan pemulihan yang dilakukan pada Kegiatan ini bersifat temporer atau dengan kata lain Pusat Pelatihan Sepakbola ini menyediakan fasilitas untuk penelitian dan pengembangan yang berkaitan dengan sepakbola meskipun tidak harus digunakan setiap hari. Kegiatan PendukungMerupakan aktivitas kegiatan pengelolaan bangunan Pusat Pelatihan Sepakbola di Surakarta sehingga kegiatan-kegiatan yang berlangsung didalamnya dapat berjalan sesuai dengan fungsi dan karakternya 4.

3.11 Macam Kegiatan

  1. Aman, nyaman, lancar,komunikatif, konsentratifmendukung proses kerja Pengelolaan langsung dengan dipimpinseorang Direktur Pengawasan,pemeliharaan dan koordinasi seluruhkegiatan yang ada.

3.12 Kebutuhan Ruang

  Mengacu pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan maka pendekatan kebutuhan ruang dalam Pusat Pelatihan Sepakbola ini dengan memperhitungkan jenis fasilitas yang adaantara lain sebagai berikut (Joseph De Chiara, Time Saver Standards for Building Types; , 1973): Physical Education and Sport Facilities 1. Ruang-ruang terbuka (open space) sebagai tempat latihan dan rekreasi.

3. Fasilitas Kantor Pengelola & Administrasi a

  Ruang Genset dan Sampah 3.13 Pelaku Kegiatan Pelaku Kegiatan MotivasiMendapatkan kemudahan fasilitas dan kenyamanan dalam Regular Usermengembangkan kemampuan diri.(Pemain Remaja) Mendapatkan kemudahan dan kepuasan menyangkutPengunjung kebutuhan akan dunia sepakbola dalam satu lokasi yanglengkap dengan berbagai fasilitasnya, sehingga lebih kaya akan kesempatan memilih sesuai dengan kebutuhan. Fokus KelasPelajaran difokuskan untuk membangun dan menyaring skill individu dan teknik untuk berkreasi., penyerangan, permainan yang bebas dan mengalir yang dapatmemberikan kepercayaan diri kepada pemain dalam pertandingan satu lawan satu.

3.15 Batasan Perencanaan Dan Perancangan

  Untuk menghindari meluasnya pembahasan yang tidak sesuai dengan tujuan dan sasaran d konsep perencanaan dan perancangan Pusat Pelatihan Sepakbola di Surakartaini, maka perlu adanya batasan-batasan dalam perencanaan dan perancangannya, antara lain : 1. Lingkup pelayanan bangunan secara makro dan kualitatif melayani lingkup Nasional dan secara mikro dan kuantitatif melayani wilayah Surakarta dan sekitarnya.

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

4.1 Analisa Non Fisik

4.1.1 Pengelompokan Kegiatan

  Kegiatan semi publicMerupakan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran :1) Kegiatan pendidikan2) Kegiatan pelatihan3) Kegiatan pelayanan jasa4) Kegiatan fasilitas bangunan 3. Kegiatan PelengkapMerupakan kegiatan yang dibutuhkan untuk melengkapi dan memberikan nilai tambah terhadap pelayanan yang ada serta menunjang seluruh kegiatanyang ada pada Pusat Pelatihan Sepakbola di Surakarta yaitu kegiatan penunjang.

4.1.2 Pengelompokan Pelaku Kegiatan

  Jasa Asisten Manajer Membantu tugas Manajer Teknik, menggantikan tugasnya bilaManajer Teknik berhalangan Tim PelatihMenyusun dan memberikan program kepelatihan kepada pemain Tim Medis Memberikan pelayanan medis kepada penghuni, terutama parapemain Humas Mengurusi masalah komunikasi dengan publik Tabel 4.1 Pelaku dan kegiatan pengelolaan 2. Pengguna Reguler PELAKU KEGIATAN TUJUAN PemainMendapatkan kemudahan fasilitas dan kenyamanan dalam mengembangkan kemampuan diri Pengunjung Mendapatkan kemudahan dan kepuasan menyangkutkebutuhan akan informasi, rekreasi, dan aktualisasi diri dalam kaitan dengan sepakbola.

4.1.3 Kebutuhan Dan Besaran Ruang

  Kapasitas pelayananPusat Pelatihan Sepakbola di Surakarta sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, penyediaan informasi, serta pelayanan jasa dengan sistem communitycenter untuk masyarakat pecinta sepakbola, direncanakan mampu melayani secara makro dan kualitatif dalam skala Propinsi Jawa Tengah serta secara mikro dankuantitatif melayani kepentingan Kota Surakarta dan sekitarnya dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Rekapitulasi Besaran RuangJumlah besaran ruang yang terdiri dari rekapitulasi ruang yang digunakan sebagai wadah dari kegiatan informasi, promosi dan pemasaran, pelayanan jasa, ruangpengelolaan dan fasilitas bangunan.2 Ruang informasi : 2.063,06 m2 Ruang pendidikan dan pelatihan : 25.447 m2 Ruang pengelolaan : 5.43,5 m 2 Ruang fasilitas penunjang : 30.500,3 m2 Total Besaran Ruang : 60.553,86 m 6.

4.1.4 Hubungan Dan Organisasi Ruang

  Tujuannyaadalah untuk mengukur apakah kondisi yang ada sesuai dengan struktur keruangan dan menganalisa interaksi antar unit keruangan yaitu hubungan antara suatu ruangdan interaksi keruangan, aksebilitas antara pusat dan perhentian suatu ruang dan hambatan interaksi. Untuk lebih lanjut dalam penentuan pola perancangan dalam hubungannya dengan ruang-ruang lain dalam bangunan, factor-faktor yang dipertimbangkan antara lain: 1.

4.2 Analisa Fisik

4.2.1 Analisa Pendekatan Konsep Lokasi Dan Site

  Edukasi disini berarti bangunan Pusat PelatihanSepak Bola tidak hanya akan melatih dan membentuk atlet-atlet lokal yang secara teori dan skill namun akan berprestasi dalam event olahraga sepakbola. Wila ya h Pe ng e m b a ng a nBa ra t Wila ya h Pe ng e m b a ng a nSentra B Tim urisnis Wila ya h Pe ng e m b a ng a nSe la ta n Gambar 4.3 Distribusi wilayah pengembangan Kota Surakarta Selain karena masih memungkin dibangunnya suatu fasilitas olahrga dengan luasan yang besar, juga untuk memperluas jangkauan pelayanan, terutamabagi yang tinggal didaerah satelit kota Solo.

3) Wilayah pengembangan timur (Mojosongo)

  Hal ini merupakan potensi untuk “memperkenalkan” Pusat Pelatihan Sepakbola kepada publik karena kemudahan akses yang ada. Dengan letak yang strategis ini, bangunan Pusat Pelatihan Sepakbola diharapkan mampu menjadi bangunan representatif yang mendukungperkembangan kegiatan kultural Kota Surakarta.

4.2.2 Analisa Pendekatan Konsep Pengolahan Site

4.2.2.1 Analisa Pendekatan Konsep Pencapaian

  Memberikan kemudahan dan keamanan untuk pencapaian menuju dan dari site. Alternatif pencapaian utama menuju site (ME) : melalui Jalan AdiSucipto yang merupakan jalan utama menuju dan dari Kota Surakarta dengan jalur dua arah yang dilalui berbagai jenis kendaraan bermotor,baik dalam kota, antar kota maupun antar propinsi.

4.2.2.2 Analisa Pendekatan Konsep Sirkulasi 1

2. Analisa Pendekatan

  Dalam bangunan Pusat Pelatihan Sepakbola yang terdiri dari berbagai kelompok kegiatan, maka sirkulasi harus diperhatikan sehingga pengguna bangunan dapat melakukan kegiatannya dengan lancar dan tanpahambatan. Di dalam suatu ruang dimana terjadi kontak visual antara pengamat dan obyek yang dilihat, maka untuk mempercepat atau memperlambatsirkulasi dapat dicapai dengan cara: a) Perbedaan level atau ketinggian lantai.

4.2.2.3 Analisa Pendekatan Konsep Orientasi

  2) Memilih material gedung yang dapat meredam suara.3) Menghindari pemilihan material yang dapat memantulkan suara pada zone kebisingan tingkat tinggi (zone 1 & 2). 2) Karena Pusat Pelatihan Sepak Bola nantinya berupa kawasan olahraga dengan sedikit gedung berlantai banyak (4 lantai) makadiperlukan barier secukupnya untuk meredam angin yang berasal dari luar site.

4.2.2.4 Analisa Pendekatan Konsep View

  AnalisaView menuju site analisanya adalah sebagai berikut : Gambar 4.18 Analisa View ke dalam site. Sumber : Dokumen pribadi Penerapan:Bangunan di orientasikan ke arah Jalan Adi sucipto, karena view ke dalam dan keluar site paling menarik adalah dari dan ke arah Jalan Adi sucipto.

4.2.2.5 Analisa Pendekatan Konsep Penzoningan

  Sifat kegiatan dan tuntutan akan privacy b. Analisa PendekatanUntuk dapat mengatur penempatan ruang dan fasilitasnya kedalam site, perlu diadakan pembagian zona didalam site.zoning vertical berdasarkan level kebisingan Gambar 4.20 Zoning vertikal berdasarkan tingkat kebisingan.

4.2.3 Analisa Pendekatan Konsep Tampilan Bangunan Bertujuan untuk menentukan tampilan fisik bangunan

  Mencerminkan sebuah bangunan Pusat Pelatihan Sepakbola sebagai bangunan edukatif-komersial yang atraktif, rekreatif, terbuka dan komunikatif,yang merupakan perwujudan karakter kegiatan yang diwadahinya sehingga mampu menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Komunikasi Simbol-simbol tulisan untuk melalui simbol-mengkomunikasikan fungsi simbolbangunan dan fasilitas yang ada di dalamnya  Bentuk-bentuk desain yang Bentuk fisik mengacu pada konsep DesainEkspresif Warna  Mampu memberikan kesan Warna-warna terang untuk atraktif dan rekreatifeksterior bangunan memiliki nilai ekspose tinggi, atraktifdan dominan terhadap lingkungan( merah, kuning ).

4.2.4 Analisa Pendekatan Konsep Bentuk Dan Gubahan Massa Bertujuan menentukan bentuk dan pola gubahan massa yang sesuai

  Kelompok kegiatan informasi dan pelayanan jasaDengan pertimbangan kegiatan yang ada, kelompok kegiatan ini yang dianggap paling fleksibel dalam menentukan bentuk massanya karenamerupakan ruang fasilitas tambahan. Pendekatan dilakukan denganpertimbangan: menarik perhatian publik kemudian mengundang publik untuk memasuki Pusat Pelatihan Sepakbola yang direncanakan, dengan memperhatikanpeletakan ruang berdasarkan fungsi sebagai salah satu syarat berdirinya sebuah bangunan edukatif-komersial.

4.2.5 Analisa Pendekatan Konsep Tata Ruang

4.2.5.1 Analisa Pendekatan Konsep Tata Ruang Dalam

Tujuan : menentukan layout / tampilan interior yang mampu mendukung kegiatan yang berlangsung dalam Pusat Pelatihan Sepakbola.

1. Dasar pertimbangan : a

Kesesuaian dengan karakteristik kegiatan b.Kelancaran sirkulasi

c. Kebebasan ruang gerak d

  Pemilihan bahan dan pola lantai maupun penutup lantai yang tidak monoton, plafond dengan lighting (tata cahaya) yang atraktif dan cozysehingga mampu membuat user merasa nyaman untuk menikmati fasilitas yang ada. Penggunaan teknologi audiovisual, ornamen/gambar yang berhubungan dengan sepakbola untuk mendukung suasana yangdiinginkan.

3. Fasilitas Informasi dan Pengelolaan

  Pola dan bahan lantai, dinding dan plafond diciptakan dengan karakter yang formal untuk mendukung suasana kerja dan sirkulasi yang ada,tetapi tidak menutup kemungkinan adanya variasi dan permainan komposisi. Pemilihan warna, tata cahaya dan penggunaan ornamen yang mendukung suasana kerja.

4.2.5.2 Analisa Pendekatan Konsep Tata Ruang Luar

Tujuan : menentukan tata ruang luar yang mampu menimbulkan daya tarik dan minat pengunjung untuk mendatangi dan menikmatinya sekaligusmengarahkan pengunjung menuju bangunan Pusat Pelatihan Sepakbola.

1. Dasar Pertimbangan a

Filosofi : terbuka, komunikatif dan rekreatif

b. Zoning tapak yang terbentuk, baik zoning horizontal maupun vertical c

Karakter kegiatan yang diwadahi

2. Analisa Pengolahan Lansekap

  Selain sebagai satu elemen yang harus ada dalam suatu unit kegiatan manusiayang diwadahi dalam bangunan atau kawasan, air bila dieksplorasi lagi akan memberi nilai plus (added value) bagi kualitas visual dan suasanaruang dari bangunan itu sendiri. Sesuai dengan sifatnya yang fluid air sangat cocok untuk digunakan sebagai media untuk merefleksikankesan “mengalir” pada ekspresi bangunan sekaligus mencairkan suasana kawasan yang didominasi oleh bangunan masif.

4.2.6 Analisa Pendekatan Konsep Sistem Struktur

Analisa ini bertujuan untuk menentukan sistem struktur yang mampu menunjang bentuk massa dan penampilan bangunan.

1. Dasar Pertimbangan

  Respon Desain:Dengan ketinggian bangunan yang relatif kecil (3-4 lantai) dan jenis tanah yang tidak terlalu keras, alternatif sistem pondasi yang digunakan adalahpondasi footplat yang memiliki karakteristik yang sesuai untuk digunakan bangunan bertingkat pada jenis tanah yang kerasnya tidak terlalu dalam. Struktur atap baja dan kabel yang dapat menahan atap dengan bentangan besar dengan kemungkinan bentuk atap yang lebih bervariasi merupakanalternatif yang paling baik untuk digunakan pada atap bangunan yang memiliki bentang atap besar.

4.2.7 Analisa Pendekatan Konsep Sistem Utilitas

  Sistem Penangkal PetirPenangkal petir yang biasanya digunakan pada bangunan gedung, yaitu:1) Sistem Franklin Merupakan suatu tiang yang tinggi untuk menyalurkan petir ke dalam bumi dan melindungi bangunan dengan area perlindungan berbentukkerucut dengan jari-jari alasnya sama dengan tinggi kerucut. Sistem ini sederhana dan mudah untuk suatu komplek bangunan yang luas.2) Sistem Faraday Menggunakan desentralisasi dari sistem franklin, yaitu dengan menggunakan tiang-tiang konduktor (split) yang terbesar di atapbangunan dan dihubungkan dengan kawat ke bumi (arde) untuk menyalurkan aliran petir yang menyambar.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

5.1 Konsep Non Fisik

5.1.1 Konsep Peruangan

  a) Feasibility besaran ruang skala Nasional serta secara mikro dan kuantitatif melayani kepentingan Kota Center , direncanakan mampu melayani secara makro dan kualitatif dalam b. Kapasitas PelayananPusat Pelatihan Sepakbola di Surakarta sebagai pusat informasi, promosi dan pemasaran serta pelayanan jasa dengan sistem Football Community d) Kepuasan pemakai ruang3) Perhitungan asumsi c) Flow gerak / sirkulasi b) Modul ruang 1.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

KEKASARAN DAN KEKERASAN MILD STEEL MENGGUNAKAN MESIN BUBUT KONVENSIONAL
0
1
53
KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN OASE PERKOTAAN
0
0
39
KINERJA DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA DALAM MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU
0
0
100
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PADA MATERI HIDROSFER DI SMA
0
2
136
PEMETAAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERIPIK KETELA UNGU DI KABUPATEN KARANGANYAR
0
0
73
TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VIII B SMP KRISTEN 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 20112012
1
1
114
SKRIPSI UJI KUANTITATIF DAN KUALITATIF DNA PULE PANDAK (Rauvolfia serpentina L.) Rizqi Hapsari H0708062
0
0
38
ANALISIS TORSI DAN DAYA AKIBAT PEMOTONGAN RAMP POROS BUBUNGAN (CAMSHAFT) PADA SEPEDA MOTOR SUZUKI SHOGUN 125 SP TAHUN 2005
0
1
123
PERBANDITAN SOSIAL DI KLATEN TAHUN 1870-1900
0
1
112
SISTEM MANAJEMEN DAN STRATEGI PEMASARAN DI ASIH TOUR TRAVEL SURAKARTA
0
0
71
PENERAPAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 8 SURAKARTA
0
1
111
REGRESI ROBUST DENGAN METODE CONSTRAINED M ESTIMATION PADA PRODUKSI PADI SAWAH DI JAWA TENGAH
1
0
38
PENERAPAN MODEL AUTOREGRESI SIMULTAN PADA KASUS DEMAM BERDARAH DI JAWA TENGAH
0
0
46
ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA SDMI DAN SMPMTs DI KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG TAHUN 2012
0
1
60
PERBANDINGAN PERHITUNGAN VALUE AT RISK MENGGUNAKAN MODEL GARCH DAN MODEL EWMA PADA SAHAM BRI, TBK TAHUN 2004-2008
0
0
59
Show more