XI Semester 2 Negara Kesatuan dan Negara

Gratis

0
0
10
1 year ago
Preview
Full text

  NEGARA KESATUAN DAN NEGARA SERIKAT Pembimbing :

  Drs. Bambang Suhindro

  Penyusun :

  1. Kania Audrya Sarsa (XI MIA 3/32)

  2. Nur Rina Martyas Ningrum (XI MIA 3/32)

  SMA NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

1. AWAL TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN DAN NEGARA SERIKAT

  a. Awal terbentuknya Negara Kesatuan Negara kesatuan adalah kesatuan diterapkan oleh banyak negara di dunia. Negara kesatuan bertentangan dengan(federasi):

  Di negara kesatuan, satuan subnasional diciptakan dan dihapus oleh - pemerintah pusat, dan kekuasaan subnasional itu dapat diperluas atau dipersempit oleh pemerintah pusat. Meskipun kekuasaan politik di negara kesatuan dapat didelegasikan melalui proses pemerintah pusat tetaplah yang paling berkuasa; pemerintah pusat dapat membatalkan peraturan-peraturan daerah atau membatasi kekuasaan mereka.

   yang dijalankan pemerintah pusat.

  • Sebaliknya, di negera hanya pemerintah federal yang secara langsung memiliki kekuasaan- kekuasaan pendelegasian.

   Satu contoh negara federal adalah Terdapat beberapa negara federal yang juga memiliki satuan-satuan pembagian wilayah yang lebih rendah yang berbentuk kesatuan; Amerika Serikat adalah federal, sedangkan semua negara bagiannya adalah kesatuan- kesatuan di bawahhanya memiliki wewenang yang diberikan kepada mereka oleh masing- masing pemerintah negara bagian di Amerika Serikat berdasarkan Sebagian besar negara yang menjalankan yang berbentuk federal. Negara-negara ini dapat dipandang sebagai campuran kedua-dua sistem itu, menggunakan sentralitas sistem kesatuan pada tingkatan federal, dan berbagi kekuasaan dengan negara bagian, provinsi, atau teritori yang dijumpai di dalam sistem federal. Devolusi (seperti federasi) bisa saja simetris, dengan semua satuan subnasional yang memiliki kekuasaan dan status yang sama, bisa juga tak-simetris, dengan status dan kekuasaan tiap-tiap wilayah tidak seragam. Contoh Negara kesatuan :

  

  

  

  

  

  

  b. Awal terbentuknya Negara Serikat Federasi, dari foeduratio yang artinya "perjanjian". Federasi pertama dari arti ini adalah "perjanjian" daripada kira-kira pada abad ke 4 Masehi. Kala itu, mereka berjanji untuk tidak memerangi sesama, tetapi untuk bekerja sama saja.

  Dalam pengertian modern, sebuah federasi adalah sebuah bentuk pemerintahan di mana beberapabekerja sama dan membentuk kesatuan yang disebut negara federal. Sedangkan menurut C.F.Strong negara serikat/federal adalah suatu negara dimana terdapat 2 (dua) atau lebih negara atau lebih yang sederajat, bersatu karena tujuan-tujuan tertentu yang sama. Federasi mungkin atau melingkup wilayah yang luas dari sebuah wilayah, meskipun keduanya bukan suatu keharusan. Federasi biasanya ditemukan dalam sebuah persetujuan awal antara beberapa negara bagian "berdaulat". Masing-masing negara bagian bergabung membentuk negara serikat dengan pemerintahan tersendiri yang disebut pemerintahan federal sehingga dalam negara serikat terdapat dua pemerintahan, yaitu pemerintahan negara bagian dan pemerintahan negara federala. Masing-masing negara bagian memiliki beberapakhusus dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan yang dianggap nasional. Di sini negara-negara bagian mempunyai kekuasaan untuk membuat dan memiliki undang-undang dasar sendiri, kepala negara sendiri, dewan perwakilan sendiri, dan dewan menteri (kabinet) sendiri. Sementara itu untuk urusan Angkatan Perang dan keuangan, mereka tidak memiliki kekuasaan sendiri, urusan ini lazimnya ada di tangan negara federalDalam sebuah federasi setiap negara bagian biasanya memiliki otonomi yang tinggi dan bisa mengatur pemerintahan dengan cukup bebas.Perlu untuk dipahami bahwa hubungan antara negara bagian dan negara federal adalah independent, yaitu merdeka dan tidak dibawah kekuasaan dengan sifat hubungan koordinatif. Ini berbeda dengan sebuah negara kesatuan, di mana biasanya hanya adasaja atau struktur konstitusional ditemukan dalam federasi dikenal sebagai federalisme. Contoh Negara republic federal diantaranya :

  

Tahun Federasi Unit Feredasi Unit Feredasi mayor Unit Feredasi

minor 1853 26 negara bagian 1 federal distrik and

  5,561 munisipalitas 1995 9 regional 2 kota carteran 1950 28 negara bagian 7 uni teritori,

   termasuk wilayah ibukota nasional 1821 31 negara bagian 1 federal distrik

  2008 36 negara bagian 1 teritori 1956 4 provinsi 4 federal yang wilayah termasuk wilayah ibukota federal

  

1787 50 negara bagian 1 federal distrik; 1

teritori tergabung,

  13 teritori tidak tergabung 1863 23 negara bagian 1 federal distrik, 1 federal dependensi

  Contoh Negara monarki federal diantaranya :

  Tahun Federasi Unit Feredasi Unit Feredasi mayor Unit Feredasi minor

1901 6 negara bagian 10 territori

  1867 10 provinsi 3 teritori

  1963 13 negara bagian 3 federal teritori

2. MACAM-MACAM SISTIM NEGARA KESATUAN

  Negara kesatuan adalah Negara yang bersusunan tunggal artinya hanya ada satukekuasaan pemerintahan pusat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur seluruh ddaerah dan tidak ada negara-negara bagian ataupun daerah yang bersifat negara.pemerintah memiliki tingkat tertinggi dan dapat memutuskan segala sesuatu yang terjadi dalam negara. Negara kesatuan juga disebut juga sebagai negara bersusun tunggal sehingga hanya ada satu kepala negara, satu undang-undang dasar, satu kepala pemerintahan, dan satu parlemen yang mewakili seluruh rakyat. Adapun penyelenggaraan negara kesatuan dapat dilakukan melalui dua cara yaitu:

  1. Sentralisasi Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.

  Kelemahan dari sistem sentralisasi adalah di mana seluruh keputusan dan kebijakan di daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat, sehingga waktu yang diperlukan untuk memutuskan sesuatu menjadi lama. Kelebihan sistem ini adalah di mana pemerintah pusat tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat.

  2. Desentralisasi Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi. Namun kelemahan dari sistem desentralisasi pada otonomi khusus untuk daerah adalah euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di tingkat pusat.

3. MODEL/CIRI-CIRI NEGARA SERIKAT

  Ciri-ciri negara serikat/ federal:

  1. Tiap negara bagian memiliki kepala negara, parlemen, dewan menteri (kabinet) demi kepentingan negara bagian;

  2. Tiap negara bagian boleh membuat konstitusi sendiri, tetapi tidak boleh bertentangan dengan konstitusi negara serikat;

  3. Hubungan antara pemerintah federal (pusat) dengan rakyat diatur melalui negara bagian, kecuali dalam hal tertentu yang kewenangannya telah diserahkan secara langsung kepada pemerintah federal. Dalam praktik kenegaraan, jarang dijumpai sebutan jabatan kepala negara bagian (lazimnya disebut gubernur negara bagian). Pembagian kekuasaan antara pemerintah federal dengan negara bagian ditentukan oleh negara bagian, sehingga kegiatan pemerintah federal adalah hal ikhwal kenegaraan selebihnya (residuary power). Pada umumnya kekuasaan yang dilimpahkan negara-negara bagian kepada pemerintah federal meliputi:

  1. Hal-hal yang menyangkut kedudukan negara sebagai subyek hukum internasional, misalnya: masalah daerah, kewarganegaraan dan perwakilan diplomatik;

  2. Hal-hal yang mutlak mengenai keselamatan negara, pertahanan dan keamanan nasional, perang dan damai;

  3. Hal-hal tentang konstitusi dan organisasi pemerintah federal serta azas-azas pokok hukum maupun organisasi peradilan selama dipandang perlu oleh pemerintah pusat, misalnya: mengenai masalah uji material konstitusi negara bagian;

  4. Hal-hal tentang uang dan keuangan, beaya penyelenggaraan pemerintahan federal, misalnya: hal pajak, bea cukai, monopoli, matauang (moneter);

  5. Hal-hal tentang kepentingan bersama antarnegara bagian, misalnya: masalah pos, telekomunikasi, statistik. Menurut C.F. Strong, yang membedakan negara serikat yang satu dengan yang lain adalah:

  1. Cara pembagian kekuasaan antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian;

  2. Badan yang berwenang untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul antara pemerintah federal dengan pemerintah negara bagian. Berdasarkan kedua hal tersebut, lahirlah bermacam-macam negara serikat, antara lain:

  1. Negara serikat yang konstitusinya merinci satu persatu kekuasaan pemerintah federal, dan kekuaasaan yang tidak terinci diserahkan kepada pemerintah negara bagian. Contoh negara serikat semacam itu antara lain: Amerika Serikat, Australia, RIS (1949);

  2. Negara serikat yang konstitusinya merinci satu persatu kekuasaan pemerintah negara bagian, sedangkan sisanya diserahkan kepada pemerintah federal. Contoh: Kanada dan India;

  3. Negara serikat yang memberikan wewenang kepada mahkamah agung federal dalam menyelesaikan perselisihan di antara pemerintah federal dengan pemerintah negara bagian. Contoh: Amerika Serikat dan Australia;

  4. Negara serikat yang memberikan kewenangan kepada parlemen federal dalam menyelesaikan perselisihan antara pemerintah federal dengan pemerintah negara

4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MASING-MASING NEGARA KESATUAN DAN NEGARA SERIKAT

  1. Implementasi yang salah mengakibatkan pemerataan tidak terjadi, kualitas pemimpin nasional buruk.

  6. Keamanan lebih terjamin karena pada masa di terapkannya sistem ini, jarang terjadi konflik antar daerah yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional Indonesia.  Negara kesatuan system desentralisasi:

  5. Pemerintah daerah tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat. Sehingga keputusan yang dihasilkan dapat terlaksana secara maksimal karena pemerintah daerah hanya menerima saja.

  4. Perekonomian lebih terarah dan teratur karena pada sistem ini hanya pusat saja yang mengatur perekonomian.

  3. Pengasilan salah satu daerah dapat digunakan untuk kepentingan seluruh daerah.

  2. Adanya kesederhanaan hukum, karena hanya ada satu lembaga yang berwenang membuatnya.

  1. Adanya kesatuan pemerintahan diseluruh wilayah Negara

   Negara kesatuan system sentralisasi:

  2. Kewenangan daerah dibatasi kepentingan pusat; 3. Daerah kurang ditonjolkan karena yang diutamakan adalah kesatuan.  Kelebihan Negara Kesatuan secara khusus :

   Keunggulan Negara Kesatuan secara umum :

  1. Semua urusan dikendalikan pusat sehingga diharapkan bisa terjadi pemerataan di berbagai bidang di seluruh wilayah Indonesia;

  10. Mengurangi timbulnya sikap provinsialisme dan separatisme bagi Negara Kesatuan Republik

  9. Negara kesatuan secara struktural lebih sederhana.

  7. Korupsi lebih bisa dikendalikan karena daerah tidak bersifat otonom; 8. Konflik masyarakat karena pemilihan pejabat bisa diminimalkan.

  6. Kesejahteraan rakyat diharapkan lebih merata dan relatif lebih stabil untuk mengurangi kecemburuan kemajuan antar daerah, karena bagi daerah yang kurang maju dapat dimintakan anggaran dari pusat dan subsidi-subsidi lainnya atau karena daerah yang minus akan dibantu pemerintahan pusat;

  5. Biaya kegiatan perekonomian lebih murah sehingga bisa meningkatkan daya saing bangsa;

  4. Kepemimpinan pusat dan daerah dalam ”satu komando” sehingga koordinasi lebih mudah;

  3. Biaya demokrasi lebih murah;

  2. Kualitas tokoh nasional lebih bermutu karena seleksinya dilakukan secara nasional;

   Kelemahan Negara Kesatuan secara umum :

  1. Pembangunan daerah akan berkembang sesuai dengan ciri khas daerah itu sendiri.

  2. Peraturan dan kebijakan didaerah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal/daerah itu sendiri.

  3. Tidak bertumpuknya pekerjaan pemerintah pusat, sehingga jalannya pemerintahan menjadi lancar.

  4. Pemerintahan daerah berjalan dengan demokratis dari adanyaPartisipasi dan tanggung jawab masyarakat terhadap daerahnya.

  5. Pemerintahan daerah akan mudah untuk mengelola sumber daya alam yang dimilikinya, dengan demikian apabila sumber daya alam yang dimiliki telah dikelola secara maksimal maka pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat akan meningkat.

  6. Akan memperkuat ikatan sosial budaya pada suatu daerah. Karena dengan diterapkannya sistem desentralisasi ini pemerintahan daerah akan dengan mudah untuk mengembangkan kebudayaan yang dimiliki oleh daerah tersebut. Bahkan kebudayaan tersebut dapat dikembangkan dan di perkenalkan kepada daerah lain. Yang nantinya merupakan salah satu potensi daerah tersebut

  7. Merupakan suatu upaya untuk mempertahankan kesatuan Negara Indonesia, karena dengan diterapkannya kebijaksanaan ini akan bisa meredam daerah- daerah yang ingin memisahkan diri dengan NKRI, (daerah-daerah yang merasa kurang puas dengan sistem atau apa saja yang menyangkut NKRI).

  8. Sebagian besar keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di pusat. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah lebih aktif dalam mengelola daerahnya.  Kelemahan Negara Kesatuan secara khusus

   Kelemahan Negara Kesatuan Sistem Sentralisasi

  1. Banyaknya tugas/pekerjaan pemerintah pusat yang harus diselesaikan sesuai kebutuhan masing-masing daerah, sehingga sering menghambat kelancaran jalannya pemerintahan nasional

  2. Pembangunan daerah dalam mewujudkan pembangunan nasional akan terhambat.

  3. Kebijakan dari pusat sering tidak sesuai dengan keadaan atau kebutuhan daerah dan masyarakat

  4. Peran masyarakat daerah dalam pembangunan daerahnya sangat sedikit.

  5. Daerah seolah-olah hanya di jadikan sapi perahan saja dan tidak dibiarkan mengatur kebijakan perekonomiannya masing- masing sehingga terjadi pemusatan keuangan pada Pemerintah Pusat.

  6. Pemerintah pusat begitu dominan dalam menggerakkan seluruh aktivitas negara. Dominasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah telah menghilangkan eksistensi daerah sebagai tatanan pemerintahan lokal yang memiliki keunikan dinamika sosial budaya tersendiri,

  7. Keadaan ini dalam jangka waktu yang panjang mengakibatkan ketergantungan kepada pemerintah pusat yang pada akhirnya mematikan kreasi dan inisiatif lokal untuk membangun lokalitasnya.

  8. Sehingga daerah lebih bersifat pasif, karena menunggu perintah dari pusat sehingga melemahkan sendi-sendi pemerintahan demokratis karena kurangnya inisiatif dari rakayat.

  9. Waktu yang dihabiskan untuk menghasilkan suatu keputusan atau kebijakan memakan waktu yang lama dan menyebabkan realisasi dari keputusan tersebut terhambat.

  10. Menonjolnya organisasi-organisasi kemiliteran. Sehingga, organisasi- organisasi militer tersebut mempunyai hak yang lebih daripada organisasi lain.  Kelemahan Negara Kesatuan Sistem Desentralisasi

  1. Terjadinya kesenjangan pembangunan masing-masing daerah karena tingkat SDA dan SDM masyarakat yang berbeda

  2. Terjadinya imigrasi besar-besaran dari daerah yang miskin ke daerah yang memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah yang menunjang kehidupan mereka.

  3. Ketidak seragaman peraturan dan kebijakan.

  4. Akan timbulnya satu persaingan antara daerah satu dengan daerah lainnya.

  Co: masing- masing daerah berlomba-lomba untuk menonjolkan kebudayaannya masing-masing. Sehingga, secara tidak langsung ikut melunturkan kesatuan yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri.

  5. Membukan peluang yang sebesar-besarnya bagi pejabat daerah (pejabat yang tidak benar) untuk melalukan praktek KKNSegi Sosial Budaya

  6. Euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di tingkat pusat.  Keunggulan Negara Serikat 1. Kewenangan pejabat daerah lebih luas sehingga diharapkan lebih kreatif.

  2. Tokoh daerah di tingkat nasional merata berasal dari seluruh daerah walaupun sebenarnya ada yang tidak berkualitas.

  3. Daerah yang memiliki potensi alam yang baik bisa lebih cepat berkembang.

  4. Dengan adanya Negara serikat ini, maka Negara gabungan akan secara langsung menyerahkan urusannya kepada pemerintah federal.

  5. Urusan mengenai keuangan, pertahanan Negara diserahkan kepemerintahan pusat atau federal.  Kelemahan Negara Serikat

  1. Tidak semua bidang dikendalikan pusat sehingga bisa terjadi kesenjangan dalam bidang yang urusannya diserahkan kepada daerah, misalkan: pendidikan, kesehatan, dll;

  2. Kualitas tokoh nasional tidak terjamin karena yang diutamakan merupakan perwakilan daerah;

  3. Biaya demokrasi mahal karena pemilihan pejabat dilakukan berkali-kali;

  4. Kepemimpinan pusat dan daerah bisa tidak sejalan karena merasa memiliki kepentingan masing-masing;

  5. Biaya kegiatan perekonomian menjadi tinggi karena pejabat daerah menjadi “raja-raja kecil”;

  6. Kesejahteraan rakyat bisa tidak merata sehingga terbentuk kelompok daerah kaya, sedang, dan miskin;

  7. Korupsi semakin meningkat, baik pelaku maupun jumlah nilai uang yang dikorupsi;

  8. Seringkali ketidak-puasan terhadap apa yang terjadi di daerah disikapi dengan amuk massa yang akibatnya merusak kesinambungan kerja bangsa, dan anggaran negara terkuras untuk merenovasi akibat kerusakan yang terjadi.

  9. Setiap Negara bagian bersetatus tidak berdaulat, dengan tidak berdaulatnya tersebut Negara bagian dapat memisahkan diri dari Negara gabungannya

  10. Setiap Negara bagian boleh membuat konstitusi sendiri, sehingga didalam Negara serikat tersebut akan banyak terdapat peraturan atau UU (undamg- undang).

  Sumber :

   - - -

  • dll

Dokumen baru

Tags

Negara Kesatuan Dan Negara Federal Perbedaan Negara Federal Dan Kesatuan Sifat Dan Hakikat Negara Kesatuan Hakikat Bangsa Dan Negara Kesatuan Repub Negara Negara Kesatuan Republik Indonesi Tugas Ppkn Konsep Negara Kesatuan Dan Fe Negara Kesatuan Republik Indonesia Dan K Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Peristiwa Sekitar Proksi Dan Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia Negara Kesatuan Program Studi
Show more

Dokumen yang terkait

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
25
245
36
AN ANALYSIS ON GRAMMATICAL ERROR IN WRITING MADE BY THE TENTH GRADE OF MULTIMEDIA CLASS IN SMK MUHAMMADIYAH 2 MALANG
26
261
20
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
227
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
627
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
132
628
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
478
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
437
24
Pencerahan dan Pemberdayaan (Enlightening & Empowering)
0
60
2
KEABSAHAN STATUS PERNIKAHAN SUAMI ATAU ISTRI YANG MURTAD (Studi Komparatif Ulama Klasik dan Kontemporer)
5
102
24
GANGGUAN PICA(Studi Tentang Etiologi dan Kondisi Psikologis)
4
74
2
Efek Hipokolesterolemik dan Hipoglikemik Patigarut Butirat
2
93
12
Analisis Pertumbuhan Antar Sektor di Wilayah Kabupaten Magetan dan Sekitarnya Tahun 1996-2005
3
56
17
Analisis tentang saksi sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan dan tindak pidana pembunuhan berencana (Studi kasus Perkara No. 40/Pid/B/1988/PN.SAMPANG)
8
84
57
A DESCRIPTIVE STUDY ON THE TENTH YEAR STUDENTS’ RECOUNT TEXT WRITING ABILITY AT MAN 2 SITUBONDO IN THE 2012/2013 ACADEMIC YEAR
5
130
17
Diskriminasi Daun Gandarusa (Justicia gendarrusa Burm.f.) Asal Surabaya, Jember dan Mojokerto Menggunakan Metode Elektroforesis
0
59
6
Show more