IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAHUN 2015 SMP MATA PELAJARAN MATEMATIKA

Gratis

0
0
253
9 months ago
Preview
Full text

MATERI PELATIHAN GURU

  YogyakartaDiterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu PendidikanKementerian Pendidikan dan Kebudayaan2015 Copyright © 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hak Cipta Dilindungi Undang-UndangDilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalahpenyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaianantara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan.

KATA PENGANTAR

  Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktif kepada pejabat dan staf di jajaran BPSDMPK dan PMP, dosen perguruan tinggi, konsultan, widyaiswara, pengawas, kepalasekolah, dan guru yang terlibat di dalam penyusunan modul-modul tersebut di atas. Kurikulum 2013 dikembangkan berbasis padakompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan siswa menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; (2) manusiaterdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis, bertanggung jawab.

1.1 Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013

  Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum,yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

A. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013

  Tantangan Internal Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputistandar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, danstandar penilaian pendidikan. Tantangan Eksternal Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industrikreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.

B. Elemen Perubahan Kurikulum 2013

  Standar nasional pendidikan terdiri atasstandar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan (UU No. 20 Tahun 2003tentang Sistem Pendidikan Nasional). Di dalam kerangka pengembangan kurikulum 2013, dari 8 satandar nasional pendidikan seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, hanya 4 standar yangmengalami perubahan yang signifikan, seperti yang tertuang di dalam matriks berikut ini.

1. Standar Kompetensi Lulusan

  SMP/MTs/SMPLB/Paket B Dimensi Kualifikasi KemampuanSikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksisecara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.

2. Standar Isi

  Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat Kompetensi untuk mencapai Kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Pencapaian kompetensi sikap dinyatakan dalamdeskripsi kualitas tertentu, sedangkan pencapaian kompetensi pengetahuan dinyatakan dalam skor tertentu untuk kemampuan berpikir dan dimensi pengetahuannya,sedangkan untuk kompetensi keterampilan dinyatakan dalam deskripsi kemahiran dan/atau skor tertentu.

b. Karakterisitik, Tujuan dan Muatan Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs

  Jawaban soal yang kita peroleh menjadi salah dan kadang berbeda jauh dengan jawaban yang sebenarnya.4) Belajar matematika juga mengajarkan kita menjadi orang yang sabar dalam menghadapi semua hal dalam hidup ini. Tujuan Mata Pelajaran Matematika Kecakapan atau kemahiran matematika merupakan bagian dari kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa terutama dalam pengembangan penalaran, komunikasi, dan pemecahanmasalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan siswa sehari-hari.

4 VII- Menunjukkan sikap logis, kritis, analitis, - Bilangan

VIII responsif, dan tidak mudah menyerah - Aljabardalam menyelesaikan masalah (pengenalan) Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan - Geometri sifat atau fitur-fitur(banyak sisi, keteraturan,ukuran), dan transformasi yangmenghubungkannya Memberi estimasi penyelesaian masalah -dan membandingkannya dengan hasil perhitungan Tingkat Kelas Kompetensi Lingkup Materi KompetensiMembandingkan, memberiinterpretasi - berbagai metodapenyajian dataMemahami konsep peluang empiric - Menggunakan simbol dalampemodelan, -mengidentifikasiinformasi, menggunakan strategilain bila tidak berhasil IX Menunjukkan sikap, logis, kritis,analitis, - 4a kegunaan matematika, yangterbentuk (termasuk melalui pengalamanbelajar statistik dalam interaksikelompok maupunsederhana) aktivitassehari-hari gagasanmatematika dengan jelas menyajikannya dalam aturanbilangan (barisan dan deret) ataurelasi lainnya bilangandan kaitannyadengan konsep urutan Aljabar, Geometri (termasuk banguntidakberaturan), Statistika dan Peluang (termasukmetode statistik sederhana) harus dipenuhi oleh siswa pada setiap tingkat kelas dalam rangka pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.

3. Standar Proses

  StandarIsi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Proses pembelajaran di SMP/MTs/SMPLB/Paket B disesuaikan dengankarakteristik kompetensi yang mulai memperkenalkan mata pelajaran dengan mempertahankan tematik terpadu pada IPA dan IPS.

4. Standar Penilaian

  Penegasan Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatannya, pendidik dan siswa memiliki arah yang jelas mengenai apa yang harus diperbaiki dan dapat melakukan refleksi mengenai apa yangdilakukannya dalam pembelajarandan belajar. Sedangkan bagi guru,hasil penilaian hasil belajar oleh pendidik merupakan alat untuk mewujudkan akuntabilitas profesionalnya, dan dapat juga digunakan sebagai dasar dan arah pengembangan pembelajaran remedial atau program pengayaan bagi siswayang membutuhkan, serta memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan proses pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

1.2 Permendikbud Perangkat Kurikulum 2013

  Dalam kerangka pengembangan Kurikulum 2013, dari 8 standar nasional pendidikan seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, hanya 4standar yang mengalami perubahan yang signifikan, yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi,Standar Proses, dan Standar Penilaian. 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil belajar oleh Pendidik padaPendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Keterkaitan antara Perubahan Kurrikulum 2013 dengan Peraturan Menteri yang terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat dilihat pada Gambar 1.2 di bawah ini.

TANDAR OMPETENSI ULUSAN TANDAR ROSES

  S K L S PPermendikbud No.54 Permendikbud No. 103 Tahun 2013 Tahun 2014Elemen Perubahan Permendikbud No.

1.3 Pendekatan Saintifik dan Penilaian Autentik

A. Pendekatan Saintifik

1. Esensi Pendekatan Saintifik/ Pendekatan Ilmiah

  Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013, semua kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler baik yang terjadi di kelas, sekolah,dan masyarakat (luar sekolah) dalam rangka mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan nilai dan sikap. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar siswa “tahu apa.”Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untukhidup secara layak (hard skills) dari siswa yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

2. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah

  Menalar/Mengasosiasi Mengolah informasi yang sudah Mengembangkan interpretasi,(associating) dikumpulkan, menganalisis data argumentasi dan kesimpulan mengenaidalam bentuk membuat kategori, keterkaitan informasi dari dua mengasosiasi atau fakta/konsep, interpretasi argumentasimenghubungkan dan kesimpulan mengenai keterkaitan fenomena/informasi yang terkait lebih dari duadalam rangka menemukan suatu fakta/konsep/teori,menyintesis dan pola, dan menyimpulkan. Mengomunikasikan Menyajikan laporan dalam bentuk Menyajikan hasilkajian (dari mengamati(communicating) bagan,diagram, atau grafik; sampai menalar) dalam bentuk tulisan,menyusun laporan tertulis; dan grafis, media elektronik, multi media dan menyajikan laporan meliputi lain-lain.proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.

a. Mengamati

  Kegiatan belajar mengamati adalah mengamati dengan indra (membaca, mendengar, menyimak, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat . Dengan metode observasi siswamenemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru.

b. Menanya

  Kegiatan belajar membuat dan mengajukan pertanyaan (dimulai darimenanya dilakukan dengan cara: pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) , tanya jawab, berdiskusitentang informasi yang belum dipahami atau informasi tambahan yang ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi. Kriteria pertanyaan yang baikKriteria pertanyaan yang baik adalah: singkat dan jelas, menginspirasi jawaban, memiliki fokus, bersifat probing atau divergen, bersifat validatif atau penguatan, memberikesempatan siswa untuk berpikir ulang, merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif, merangsang proses interaksiTingkatan PertanyaanPertanyaan guru yang baik dan benar menginspirasi siswa untuk memberikan jawaban yang baik dan benar pula.

e. Mengomunikasikan

  Cara ini memungkinan siswa menimba pengalaman mereka sendiri, berbagistrategi dan informasi, menghormati antarsesama, mendorong tumbuhnya ide-ide cerdas, terlibat dalam pemikiran kreatif dan kritis serta memupuk dan menggalakkan merekamengambil peran secara terbuka dan bermakna. 1) Kepada siswa diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih katagori.2) Siswa diminta untuk mencari temannya dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan katagori yang sama.3) Berikan kepada siswa yang kartu katagorinya sama menyajikan sendiri kepada rekannya.4) Selama masing-masing katagori dipresentasikan oleh siswa, buatlah catatan dengan kata kunci (point) dari pembelajaran tersebut yang dirasakan penting.

B. Model-model Pembelajaran

Model pembelajaran yang mendukung penerapan pendekatan sintifik diantaranya adalah model pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery Learning), Model Pembelajaran Berbasis Masalah(Problem Based Learning), dan Model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning).

1. Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery Learning)

  Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini, pada Discovery Learning lebihmenekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui, masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru. Pada Discovery Learning materi yang akandisampaikan tidak disampaikan dalam bentuk final akan tetapi siswa didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendirikemudian mengorgansasi atau membentuk (konstruktif) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir.

2. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

  4) Active-learning: menumbuhkan isu yang berujung pada pertanyaan dan keinginan siswa untuk menemukan jawaban yang relevan sehingga dengan demikian telah terjadi prosespembelajaran yang mandiri.5) Umpan Balik: diskusi, presentasi, dan evaluasi terhadap para siswa menghasilkan umpan balik yang berharga. Fasilitator memvalidasi pilihan-pilihan yang diambil siswa yang akhirnya diharapkan memiliki gambaran yang jelas tentang apa saja yang mereka ketahui, apasaja yang mereka tidak ketahui, dan pengetahuan apa saja yang diperlukan untuk menjembataninya.

3. Model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning)

  Model pembelajaran ini menekankan pada proses pembelajaran jangka panjang, siswa terlibat secara langsung dengan berbagai isu dan persoalan kehidupan sehari-hari, belajar bagaimanamemahami dan menyelesaikan persoalan nyata, bersifat interdisipliner, dan melibatkan siswa sebagai pelaku mulai dari merancang, melaksanakan dan melaporkan hasil kegiatan (student centered). 6) Meningkatkan keterampilan siswadalam mengelola sumber.7) Memberikan pengalaman kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi projek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untukmenyelesaikan tugas.8) Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara kompleks dan dirancang 10) Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga siswa maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.

C. Penilaian Autentik

  Pada Standar Nasional Pendidikan, penilaian pendidikan merupakansalah satu standar yang yang bertujuan untuk menjamin: perencanaan penilaian siswa sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian; pelaksanaan penilaian siswasecara profesional, terbuka, edukatif,efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan pelaporan hasil penilaian siswa secara objektif, akuntabel, dan informatif. Penilaian autentik merupakan pendekatan dan instrumen penilaian yang memberikan kesempatan luas kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yangsudah dimilikinya dalam bentuk tugas-tugas: membaca dan meringkasnya, eksperimen, mengamati, survei, projek, makalah, membuat multi media, membuat karangan, dan diskusikelas.

A. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

2. Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan

  Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata. Keterampilan Memilikikemampuan pikir dan tindak yang efektifdan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumberlain sejenis.

B. Kompetensi Inti

  Organisasihorizontal adalah keterkaitan antara kompetensi dasar satu mata pelajaran dengan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu kelas yang sama sehingga terjadi proses salingmemperkuat. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3.

C. Kompetensi Dasar

  Kompetensi dasar yang berkenaan dengan sikap spiritual (KD pada KI-1) dan sikap sosial (KD pada KI-2) ditumbuhkan melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu melalui pembelajaran kompetensi pengetahuan (KD pada KI-3) dan kompetensi keterampilan (KD pada KI-4), pembiasaandan keteladanan. Pembelajaran langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4.

KELAS: VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

  1. Menghargai dan menghayati 1.1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya ajaran agama yang dianutnya 2.

4. Mencoba, mengolah, dan

4.1 Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalahmenyaji dalam ranah konkret 4.2 Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah(menggunakan, mengurai, aritmatika sosial sederhanamerangkai, memodifikasi, dan 4.3 Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalahmembuat) dan ranah abstrak nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear(menulis, membaca, satu variabelmenghitung, menggambar, dan 4.4 Menggunakan konsep perbandingan untuk menyelesaikan masalahmengarang) sesuai dengan nyata dengan menggunakan tabel dan grafikyang dipelajari di satuan 4.5 Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidakpendidikan dan sumber lain diketahui menggunakan grafikyang sama dalam sudut 4.6 Menerapkan prinsip-prinsip transformasi (dilatasi, translasi,pandang/teori pencerminan, rotasi) dalam memecahkan permasalahan nyata 4.7 Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat, dan layang-layang 4.8 Mengumpulkan, mengolah, menginterpretasi, dan menyajikan datahasil pengamatan dalam bentuk tabel, diagram, dan grafik 4.9 Melakukan percobaan untuk menemukan peluang empirik darimasalah nyata serta menyajikannya dalam bentuk tabel dan grafik 4.10 Menerapkan berbagai konsep dan sifat-sifat terkait garis dan sudut dalam pembuktian matematis serta pemecahan masalah nyata.

KELAS: VIII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menghargai dan

  1.1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya menghayati ajaran agama 3.7 Menentukan hubungan sudut pusat, panjang busur, dan luas juring 4.1 Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel 3.14 Memahami teknik penyajian data dua variabel menggunakan tabel, grafik batang, diagram lingkaran, dan grafik garis dengan komputerserta menganalisis hubungan antar variabel 4. Memahami dan menerapkan pengetahuan(faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkanrasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi, seni, budaya terkait fenomena dankejadian tampak mata 2.3 Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari.

KELAS: IX KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

  Menghargai dan 1.1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya menghayati ajaranagama yang dianutnya 2. Memahami dan 3.1 Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar dalam suatu menerapkan permasalahanpengetahuan (faktual, 3.2 Memahami operasi aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat dan konseptual, danbentuk akar prosedural) 3.3 Menganalisis sifat-sifat fungsi kuadrat ditinjau dari koefisien dan berdasarkan rasa ingindeskriminannya tahunya tentang ilmu 4.

D. Indikator Pencapaian Kompetensi

  Dalam mengembangkan IPK perlu mempertimbangkan : (a) tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD; (b) karakteristik mata pelajaran, siswa, dan sekolah; (c)potensi dan kebutuhan siswa, masyarakat, dan lingkungan/daerah. Contoh Analisis Keterkaitan KI dan KD dengan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Materi Pembelajaran Mata Pelajaran : MatematikaKelas : IX Semester : 1 Topik : Pola, Barisan dan Deret Materi Pembelajaran Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian KompetensiTopik/Subtopik 1.1 Menghargai dan menghayati ajaran agama Tekun dalam mempelajari Pola, Barisan ajaran agama yang yang dianutnya dan Deret sebagai cermin menghargaidianutnyadan menghayati ajaran agama yang dianutnya  1.

2. Menghargai dan menghayati

2.1 Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik dan  Membuat laporan tugas projek perilaku jujur, disiplin, kreatif, konsisten dan teliti, bertanggung berdasarkan data atau informasi yangtanggungjawab, peduli jawab, responsif, dan tidak mudah diperoleh apa adanya (jujur)(toleransi, gotong royong), menyerah dalam menyelesaikan masalah  Tidak menyontek dalam mengerjakan santun, percaya diri, dalam sehari-hari, yang merupakan pencerminan Ulangan Harian (jujur) berinteraksi secara efektif sikap positif dalam bermatematika Mengumpulkan tugas tepat waktu dengan lingkungan sosial dan (disiplin) 2.2 Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri dan alam dalam jangkauan Melaksanakan tugas sesuai ketentuan ketertarikan pada matematika serta pergaulan dan keberadaannya (tanggungjawab)memiliki rasa percaya pada daya dan  Aktif dalam kerja kelompok (gotong kegunaan matematika, yang terbentukroyong)melalui pengalaman belajar  Suka bertanya kepada guru atau teman 2.3 Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, lain selama proses pembelajaran (rasamenghargai pendapat dan karya temaningintahu)dalam interaksi kelompok maupun  Berusaha menemukan cara-cara baru aktivitas sehari-hari.pada saat menyelesaikan masalah matematika (kreatif)  Tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan masalah matematikaMata Pelajaran Matematika 55  Memiliki pendirian dalam melaksanakan presentasi laporan proses dan hasil tugas projek (percaya diri) Menghargai pendapat dan karya teman pada saat presentasi laporan tugas projek 3.10 Menerapkan pola dan generalisasi untuk Menjelaskan ciri pola bilangan ganjil, Topik: pengetahuan (faktual, membuat prediksi genap, segitiga, persegi, persegi panjang, Pola, Barisan dankonseptual, dan prosedural)segitiga pascal Deret  3. Memahami dan menerapkan

3.14 Memilih strategi dan aturan-aturan yang

 berdasarkan rasa inginSubtopik: Menyelesaikan permasalahan yangsesuai untuk memecahkan suatu tahunya tentang ilmu Pola Bilangan berkaitan dengan pola bilangan (ganjil,permasalahan pengetahuan, teknologi, seni, Barisan Aritmetika genap, segitiga, persegi, persegi panjang,budaya terkait fenomena dan Barisan Geometri segitiga pascal) Deret Aritmetika Menjelaskan pengertian barisan bilangan  kejadian tampak mata.  Deret Geometri Menjelaskan pengertian barisan aritmetika

4. Mengolah, menyaji, dan

  Kompetensi yang ingin dicapai: Memahami isi materi, struktur, dan sistematika keilmuan materi pelajaran dan penilaian pada 1.buku siswa dan buku guru. Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan isi materi, struktur, dan sistematika keilmuan materi pelajaran dan penilaian yang 1.terdapat dalam buku siswa 2.

2.1 Penggunaan Buku Siswa dan Buku Guru

  Penggunaan buku siswa oleh siswa disarankan dimulai dengan membaca dan mengkaji bagian pengantar bab atau subbab, melakukan kegiatan-kegiatan yang tersedia, mendiskusikan hasilkegiatan dan memverifikasi hasil diskusi dengan informasi konsep yang ada di buku. Buku guru dan buku siswa merupakan standar minimal yang dapat dikembangkan jika guru merasa perlu mengembangkannya sesuai dengan kondisi sekolah, terutama yang berkaitan dengan kegiatanpembelajaran, guru dapat menyesuaikan sesuai dengan alat dan bahan praktikum atau media belajar yang tersedia di sekolah atau model-model pembelajaran yang dipilih guru.

C. Contoh Hasil Analisis Buku Siswa Mata Pelajaran Matematika

  Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dankreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai denganyang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis. Penambahan KD 3.14 dan KD 4.8 dapat dipertimbangkan dalam pembelajaran dengan menggunakan buku siswa materi Pola Bilangan,Barisan dan Deret.

D. Contoh Analisis Penggunaan Buku Guru Mata Pelajaran Matematika

A. Kesesuaian dengan Kompetensi Dasar

  Catatan *) Penilaian keterampilan Tertulis disesuaikan dengan matapelajarannya Analisis Buku Siswa Tujuan: Melalui kegiatan analisis buku siswa, peserta dapat mengidentifikasi kesesuaian isi buku dengan SKL, KI, dan KD, kecukupan dan kedalaman materi, pendekatan saintifik, penilaianautentik dan konteks lokal untuk menentukan tindak lanjut dalam penggunaaan buku pada proses pembelajaran. Diskusikan hasil analisis untuk menindaklanjuti penggunaan buku dalam pembelajaran, jika ada isi buku yang kurang/tidak sesuai dengan aspek yang dianalisis, Anda disarankan untukmemberikan rekomendasi tindak lanjut yang harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku siswa untuk proses pembelajaran baik pada perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasipembelajaran!

A. Kesesuaian dengan kompetensi dasar

  Kesesuaian dengan model pembelajaran Pembelajaran D. Penilaian Pengetahuan Tindak lanjut hasil Aspek yang dianalisis Deskripsi pada buku Halaman analisis 3.

E. Interaksi dengan orang tua

  Penyusunan program tersebut dilakukanberdasarkan analisis alokasi waktu yang diperlukan untuk suatu topik pembelajaran dalam setiap KD dan disesuaikan dengan waktu atau jam pelajaran efektif dalam satu semester. Perubahan pada penilaian mencakup:penilaian berbasis tes dan nontes (portofolio), cara menilai proses dan output dengan menggunakan penilaian autentik, dan rapor memuat penilaian kuantitatif tentang pengetahuan dan deskripsikualitatif tentang sikap dan keterampilan.

3.1 Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester

  Program Semester Program semester (Promes) adalah rancangan kegiatan belajar mengajar secara garis besar yang dibuat dalam jangka waktu satu semester dengan memperhatikan program tahunan dan alokasiwaktu tiap mingguHal-hal yang diperlukan dalam perancangan Prota dan Promes adalah: 1. Kompetensi Dasar Jml JP Januari Februari Maret April Mei Juni Keterangan 1 2 3 5 3 1 2 3 4 1 2 5.................,..............2015 R-3.1Rubrik Penilaian Program Tahunan Dan Program Semester Rubrik penilaian Program Tahunan dan Program Semester digunakan fasilitator untuk menilai rancanganProgram Tahunan dan Program SemesterLangkah-langkah penilaian rancangan Program Tahunan dan Program Semester 1.

B. Distribusi alokasi waktu setiap KD pada Program Tahunan

Sangat Baik Nilai Aspek-1: Terdapat identitas yang lengkap≤ 100 Aspek-2: Terdapat KI 3 dan KI 4 yang sesuai untuk setiap semesterAspek-3:Alokasi waktu per KD memadai untuk proses pembelajaran dalam mencapai KD tersebutAspek-4: Jumlah JP per semester sesuai dengan perhitungan alokasi waktu dalam setahun Baik 80 <Nilai Ada 3 aspek sesuai dengan kriteria, 1 aspek kurang sesuai≤ 90 Cukup 70 <Nilai≤ 80 Ada 2 aspek sesuai dengan kriteria, 2 aspek kurang sesuai Kurang Nilai Ada 1 aspek sesuai dengan kriteria, 3 aspek kurang sesuai≤ 70

C. Program Semester

Sangat Baik Nilai Aspek-1: Terdapat identitas yang lengkap≤ 100 Aspek-2: Penjabaran alokasi waktu per KD dalam formatProgram Semester benarAspek=3: Jumlah JP per KD sesuai dengan yang tercantum pada Program TahunanAspek-4: Tampilan Program Semester baik/mudah dibaca Baik 80 <Nilai Ada 3 aspek sesuai dengan kriteria, 1 aspek kurang sesuai≤ 90 Cukup 70 <Nilai Ada 2 aspek sesuai dengan kriteria, 2 aspek kurang sesuai≤ 80 Kurang Nilai Ada 1 aspek sesuai dengan kriteria, 3 aspek kurang sesuai≤ 70 4. Setelah selesai menilai masing-masing komponen, jumlahkan nilai seluruh komponen sehingga menghasilkan nilai tugas peserta pada perancangan Program Tahunan dan Program Semester Mata Pelajaran Matematika 93 HO-3.2a

3.2 Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran

  Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Adapun model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning.

A. Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Matematika SMP

  Kegiatan ‘mengamati’ dalam mata pelajaran matematika dapat dikelompokkan dalam dua macam kegiatan yang masing-masing mempunyai ciri berbeda, yaitu: (a) mengamati fenomena hal-hal yang dapat disaksikan dengan panca indera dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah) dalamlingkungan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan objek matematika tertentu, (b) mengamati objek matematika yang abstrak. Sesuai dengan tingkat berpikirnya, siswa SD/MI danSMP/MTs yang umumnya dalam tingkat berpikir operasional konkret dan peralihan ke tingkat operasional formal, sehingga cara memperoleh pengetahuan matematika pada diri siswa SD/MI danSMP/MTs banyak dilakukan dengan penalaran induktif, sedangkan untuk siswa SMA/MA sudah mulai banyak dilakukan dengan penalaran deduktif.

a. Dalam konteks penerapan pendekatan saintifik, yang dimaksud mengelola proses M2 adalah

  Kita dapat pula mengelola proses M2 dengan memfasilitasi siswa untuk berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui atau sebagai klarifikasiterkait hal-hal yang menjadi objek pengamatan. Langkah 1):Pengolahan Data (Data Processing) -Dalam kelompoknya, siswa mengolah informasi dari data yang diperoleh pada - tabel sehingga menemukan pola/generalisasi untuk menentukan banyaknyakubus yang diperlukan dalam membuat tugu n tingkat.(Pada proses ini siswa diharapkan menemukan fakta bahwa banyaknya kubus untuk membuat tugu dengan n tingkat adalah 1 + 5 + 9 + 13 + ...

2 Bentuk jumlahan: + 4 + 6 + 8 +10 + 1 + 14

  S15 = 2 + ………………………………………………………………………….. S15 = 30 + …………………………………………………………………………..

2 Siswa mencermati hubungan antara banyaknya suku n dengan jumlah n suku ( - Sn)

  Model Pembelajaran merupakan kerangka konseptual dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis, pengaturan, dan budaya. Skenario pembelajaran disesuaikan dengan sintak model yang dipilih, dengan alokasi waktu juga disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan ruang lingkup materi dalam KDyang diajarkan.

1. Stimulation Guru mengajukan permasalahan terkait deret aritmetika untuk

  (Stimulasi/Pemberian dicermati siswa rangsangan)adalah jumlah n suku pertama dari = + ⋯ + + + 1 2 3 barisan aritmetika {u 1 , u 2 , u 3 , n } yang selanjutnya disebut deret…,u ×( + ) 1 aritmetika. Guru mengajukan permasalahan yang menantang untuk dicermati siswa.“Pada perlombaan menghias kelas, Zahra dan teman-teman sekelas ingin membuat hiasan dari kubus-kubus kertas berukuran 10×10×10 cmsehingga membentuk tugu mengikuti pola berikut.

2. Identifikasi/

   Siswa diarahkan untuk menggunakan hasil yang diperoleh dari dua deret sebelumnya untuk menyelesaikan permasalahan tugu, sehingga dapat menjawab pertanyaan tentang maka banyaknya kubus yang diperlukan untuk menyusun tugu dengan tinggi 1m, yaitu: = …  Siswa mencermati hubungan antara banyaknya suku n dengan Sn. (Pada tahap ini, siswa kemungkinan mengerjakan hitungan di atas dengan penjumlahan Mata Pelajaran Matematika115 Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajarantugu dengan n tingkat adalah 1+5+9+13+ ... (sebanyak n suku)) Siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif,dihubungkan dengan hasil pengolahan data.

2. Penerapan Pembelajaran Berbasis Projek dalam Pembelajaran Matematika SMP/MTs

  Model pembelajaran berbasis projek pada penerapannya melalui tahap-tahap: a) PenentuanPertanyaan Mendasar, b) Mendesain Perencanaan Projek, c)Menyusun Jadwal, d)Memonitor siswa dan kemajuan projek, e) Menguji Hasil, dan f) Mengevaluasi Pengalaman 116Mata Pelajaran Matematika Dalam praktek pembelajaran tugas projek, guru dan siswa dapat bekerja sama mendisain projek, merancang perencanaan projek dan menyusun jadwal. uate the Experience) MengevaluasiPengalaman(Eval Dilakukan penilaian tugas projek dengan skala rentang (rating scale) dan penilaian sikap perkembangan siswa yaitu sikap tanggung jawab dalamkelompok dan kerjasama (Assess the Outcome) Menguji Hasil Melakukan pengamatan kepada siswa dalam menyelesaikan projek dengan membuat rubrik yang merekam keseluruhan aktivitas siswa.

3. Penerapan Problem Based Learning pada Pembelajaran Matematika SMP/MTs

   menyajikan hasil karyaSiswa menyelesaiakan model yang telah dibuatnya  Siswa menyampaikan hasil penyelesaian permasalahan dan memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi dan memberi pendapat terhadap presentasinya Dengan dibimbing guru, siswa melakukan analisis prosesMenganalisa dan pemecahan masalah yang telah dilakukan. Bimbingan guru mengevaluasi prosesmencakup proses mengidentifikasi data-data kunci dalam pemecahan masalah permasalahan, merumuskan apa yang hendak diselidiki dandihasilkan, memilih strategi yang digunakan dalam menyelesaiakan masalah, melaksanakan strategi dalam rangka menyelesaikanmasalah, mengecek hasil penyelesaian masalah  Fase 5  Siswa melakukan refleksi terhadap proses penyelidikan yang telah dilakukannya dalam rangka menyelesaikan masalah..

SINTAKSIS MODEL

  Data processing (pengolahan Data)Siswa brdiskusi dan menanya dalamkelompok dalam rangka menalar untukmenjawab pertanyaan-pertanyaan dalam LK yang relevan Dalam kelompoknya, siswa mengolahinformasi dari data yang diperoleh pada tabelsehingga menemukan pola/generalisasi untukmenentukan banyaknya kubus yang diperlukandalam membuat tugu n Siswa mengomunikasikangagasan, ide, saran, solusi pada kelompok. (Pada(Pada proses ini siswa tahap ini, siswa diharapkan menemukankemungkinan fakta bahwa banyaknyamengerjakan hitungan kubus untuk membuatdi atas dengan tugu dengan n tingkatpenjumlahan biasa adalah 1+5+9+13+ ...tanpa menggunakan (sebanyak n suku))prinsip deret.

5. Verification Siswa menanya dalam Siswa mencari Siswa mengecek Siswa

  informasi dari sumber banyaknya kubus yang mengomunikasikan belajar lain tentang dibutuhkan apakah gagasan, ide, saran,rumus umum deret sama dengan hasil solusi pada kelompok.aritmetika. Mata Pelajaran Matematika133 Mengumpulkan Mengamati Menanya Mengasosiasi Mengomunikasikan Informasi Siswa didorong untuk mencari informasi darisumber belajar lain(buku pegangan,Internet) tentang rumus umum deret aritmetikaapakah sesuai dengan yang ditemukan siswa.

6. Generalization

  Siapkan dokumen kurikulum dan hasil kegiatan penerapan pendekatan saintik dan analisis model pembelajaran ( LK 3.2a dan 3.2b yang sudah dikerjakan)! Isilah lembar kerja dengan mencantumkan kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi dan sintak model yang dipilih!

PENDEKATAN SAINTIFIK SINTAKSIS

  Mengumpulkan MODEL Mengamati Menanya Mengasosiasi Mengomunikasikan Informasi 136Mata Pelajaran Matematika R- 3.2c Rubrik Analisis Pendekatan Saintifik Pada Model Pembelajaran Rubrik ini digunakan fasilitator untuk menilai hasil analisis pendekatan saintifik dalam model pembelajaran salah satu subtopik pada mata pelajaran. Berikan nilai pada rancangan sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis !

3.3 Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran

  Pada Kurikulum 2013, penilaian hasil belajar siswa mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisirelatif setiap siswa terhadap standar yang telah ditetapkan. Anda dapat mengembangkan lagi sesuai dengan topik dan kompetensidasar yang harus dicapai siswa.

A. Penilaian Kompetensi Sikap

  Sikap yang tersurat dalam KI-1 dan KI-2 untuk ditumbuhkan adalah menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya, jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli/toleran dan gotongroyong,santun dan percaya diri. Agar pembimbingan/pembinaan sikap berdampak positif Pada akhir semester, hasil pengamatan dan catatan dalam jurnal dirangkum dan disimpulkan dengan menggunakan MODUS atau kecenderungan (bukan rata-rata), dan hasilnya diberikan kategori: Sangat Baik, Baik, Cukup, atau Kurang, disertai deskripsi kelebihan dan kekurangan yang menonjol (bila ada).

1. Penilaian Kompetensi Sikap melalui Observasi

  Sikap dan perilaku yang diamati adalah sikap-sikap yang terdapat pada KI-1 dan KI-2 serta KD-KD jabarannya Kapan pengamatan sikap dan perilaku dilaksanakan oleh Guru Matematika SMP/MTs? Pengamatan terhadap sikap dan perilaku secara umummenjadi tanggungjawab semua guru dan dilakukan selama siswa berada di sekolah atau bahkan di luar sekolah, sepanjang perilakunya dapat diamati guru Penilaian kompetensi sikap atau perilakudapat dilakukan oleh guru pada saat siswa melakukan unjuk kerja atau ketika berdiskusi dalam rangka menyelesaikan tugas.

2. Aktif dalam kerja kelompok (gotong royong) 3

Suka bertanya kepada guru atau teman lain selama proses pembelajaran (rasa ingintahu) 4. Tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan masalah matematika Waktu Penilaian: Pertemuan Ke-4Rubrik Penilaian: 4 jika selalu dilakukan, 3 jika sering dilakukan, 2 jika kadang-kadang dilakukan, 1 jika tidak dilakukan Sikap dan Perilaku yang Diamati Hasil Penilaian dan Tindak Lanjut Sikap yangNama Rasa Tidak Sudah No Gotong Sikap yangSiswa Tekun ingin mudah Kesimpulan/ Sangatroyong Masih Perlu tahu menyer Modus Baik Dikembangkan ah Perkembangannya 1 Ali 3 4 3 3 3 (BAIK) Gotong - royong 2 Ani 2 4 2 2 C (CUKUP) Tekun dan tTdak Gotong mudah Royongmenyerah ... 32 Ani 3 2 3 3 B(BAIK) Gotong Royong - Catatan: P = pertemuan pembelajaran 4 = Sangat Baik 3 = Baik 2 = Cukup 1= Kurang Baik

2. Penilaian Kompetensi Sikap melalui Penilaian Diri

  Penilaian diri berperan penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajarandari guru ke siswa yang didasarkan pada konsep belajar mandiri (autonomous learning). Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana siswa diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.

Dokumen baru

Download (253 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

IMPLEMENTASI PERMAINAN ANAK TRADISIONAL DALAM UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI
0
0
8
IMPLEMENTASI COLLABORATIVE WRITING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA (CALON GURU) DALAM MENYUSUN RPP KURIKULUM 2013
0
0
6
IMPLEMENTASI JURIMETRI DALAM PENENTUAN JUMLAH NAFKAH ANAK JURIMETRICS IN DECIDING CHILD SUPPORT ALLOWANCES
0
0
20
MEMANTAPKAN PENERAPAN GESTUR CALON GURU DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING MAHASISWA SEMESTER VI PGPAUD UNDIKSHA I Ketut Adnyana Putra
0
3
13
PENERAPAN METODE DISKUSI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 TABANAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015
0
0
7
INSTRUMEN OBSERVASI KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK (5M) DI SMA
0
0
22
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TALKING STICK PADA SISWA KELAS VIII 6 SMP NEGERI 4 DENPASAR TAHUN AJARAN 2015/2016
1
2
9
PEMBENTUKAN QANUN ACEH NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG BENDERA DAN LAMBANG ACEH THE ESTABLISHMENT OF ACEH QANUN NO 3 OF 2013 ON ACEH FLAG AND SYMBOL
0
1
18
KEPASTIAN HUKUM QANUN ACEH NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG BENDERA DAN LAMBANG ACEH LEGAL CERTAINTY OF QANUN ACEH NUMBER 3 YEAR 2013 ON ACEH FLAG AND SYMBOL
0
0
18
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “7E” BERBANTUAN PERTANYAAN METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 4 SUKSA
0
1
18
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN TANDUR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJARSISWA KELAS II SD NEGERI 1 SINGAPADU TENGAH PADA PEMBELAJARAN BANGUN DATAR
0
0
12
DESKRIPSI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH GEOMETRI ANALITIKA BIDANG
0
0
11
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN 7E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA
0
0
16
KEBIJAKAN EKONOMI DAN PENINGKATAN DAYA SAING INDONESIA MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015 Suharyono
1
1
16
Humaniora vol 12 No 1 Juni 2015
0
0
120
Show more