SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
126
1 year ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

SIKAP ETNOSENTRIS PADA ETNIS TIONGHOA TOTOK

(ASLI) dan PERANAKAN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

Oleh :

Elvin Wijaya

  

NIM : 029114003

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2007

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO

Biarlah satu halaman hidupmu

terbuka setiap hari ...

  

Renungkanlah

Rahasia yang ada di dalamnya...

  

Rasakanlah

apa yang dikatakannya ...

  

Simpanlah

Dalam lubuk hatimu ...

Maka kau temukan impian emas yang

Menunggumu dalam tidur

  

Setiap pagi,

Tatkala engkau terjaga,

Ada seorang teman baru,

Yang rahasia,

Tersenyum dalam dirimu.

iii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kupersembahkan karya ini kepada :

  • Sang Buddha, Guru Agung Nan Mulia dengan Dhamma ajaran- Nya • Papa dan Mama tercinta
  • My Brother “Titi” Fridmen • My Dear Victor • All my friends
  • All Chinese People

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ABSTRAK

Elvin Wijaya (2007). Sikap Etnosentris pada Etnis Tionghoa Totok (asli) dan

Etnis Tionghoa Peranakan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi, Jurusan Psikologi,

Program Studi Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

  Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sikap etnosentris pada etnis

Tionghoa Totok (asli) dan etnis Tionghoa Peranakan. Penelitian ini merupakan

penelitian perbandingan atau komparasi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini

adalah etnis Tionghoa Totok (asli) memiliki sikap etnosentris yang lebih tinggi

dibandingkan etnis Tionghoa Peranakan.

  Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 orang. Terdiri dari 48 etnis

Tionghoa Totok (asli) dan 72 etnis Tionghoa Peranakan, yang berstatus mahasiswa.

Data diperoleh dengan menggunakan skala sikap etnosentris. Koefisien reliabilitas

sebesar 0.9153. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji-t. Dalam

menentukan diterima atau ditolaknya hipotesis dilakukan dengan cara

membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.

  Hasil perhitungan menunjukkan mean empiris etnis Tionghoa Totok (asli)

sebesar 128.69 dan mean empiris etnis Tionghoa Peranakan 121.29. Mean empiris

etnis Tionghoa Totok (asli) lebih besar dari mean empiris etnis Tionghoa Peranakan.

Pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test. Dari hasil analisis

diperoleh t hitung sebesar 3.041 dengan t tabel 1.658 serta p = 0.003. Karena t hitung

lebih besar dari t tabel, dan nilai p < 0.05 dengan demikian hipotesis penelitian ini

diterima. Artinya, sikap etnosentris etnis Tionghoa Totok (asli) lebih tinggi

dibandingkan etnis Tionghoa Peranakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Wijaya, E (2007). Ethnocentric attitude of original chinese ethnic and of mixed

ethnic origins. Yogyakarta : Departement of Psychology, Faculty of Psychology,

Sanata Dharma University.

  The proposed of this research was to compare ethnocentric attitude of original

chinese ethnic and of mixed ethnic origins. This research was a comparison research.

The hypothesis in this research was ethnocentric attitude of original chinese ethnic

higher than of mixed ethnic origins.

  The subjects in this research are 120 persons. Consist of 48 original chinese

ethnic and 72 mixed ethnic origins, were status college students. The data was

collected using ethnocentric attitude scale. Reliability coefficient was 0.9153. The

research data was measured using t-test and to determinated whether hypothesis can

be accepted or unaccepted, it was done by comparing the value of t-count with t-table.

  The result showed that empirical mean of original chinese ethnic was 128.69

and the empirical mean of mixed ethnic origins was 121.29. The empirical mean of

original chinese ethnic higher than the empirical mean of mixed ethnic origins. The

test of hypothesis was using Independent Sample t-test. The result of t-test showed

that t-count was 3.041 and t-table was 1.658 with p = 0.003. Since t-count was higher

than t-table so the hypothesis in this research was accepted. It means, ethnocentric

attitude of original chinese ethnic higher than of mixed ethnic origins.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur penulis ucapkan kepada para Buddha dan Bodhisatva, yang telah melimpahkan berkah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang disusun

untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Psikologi di Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta.

  Penulis menyadari bahwa karya tulis ini takkan terwujud tanpa bantuan,

bimbingan, dukungan dan dorongan dari berbagai pihak yang sangat berarti bagi

penulis. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang-orang berikut ini :

  

1. Sang Buddha, yang telah melimpahkan berkat dan anugerah-Nya, yang telah

membimbing dan memberikan kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

  

2. Papa “Lie” yang pendiam tapi selalu mensupport segala keputusan yang

penulis ambil disetiap langkah dalam kehidupan ini sehingga mengajarkan penulis untuk mandiri. Mama “Sim” bidadari dalam keluarga, yang selalu mendoakan, mendengarkan segala keluh kesah penulis dan memberi spirit moral kepada penulis. Thanks to my parents... elvin beruntung dilahirkan sama papa dan mama dalam keluarga sederhana ini.

  

3. Bapak P.Eddy Suhartanto, S.Psi., M.Si. selaku Dekan Fakultas Psikologi yang

telah membimbing dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penulisan ini.

  

4. Ibu Sylvia CMYM, S.Psi., M.Si. selaku Kaprodi Fakultas Psikologi yang telah

membantu dan membimbing penulis secara akademik baik didalam kelas maupun diluar kelas.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

5. Bapak Dr. Supratiknya selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak

memberikan pengarahan, masukan, kritik dan saran yang telah membuat penulis siap secara mental dan matang selama pengerjaan skripsi ini.

  

6. Ibu Titik Kristiyani, S.Psi., Bapak C. Wijoyo Adinugroho, S.Psi. dan Ibu

A.Tanti Arini, S.Psi., M.Si. selaku dosen pembimbing akademik. Terima kasih telah menjadi dosen pembimbing yang senantiasa membantu penulis mengenai masalah akademik.

  

7. Bapak Agung Santoso, S.Psi. yang banyak memberikan masukan, saran, kritik

serta pelajaran kehidupan baik akademik maupun kehidupan nyata. Makasih ya pak...

  

8. Bapak/Ibu Dosen Fakultas Psikologi yang telah mendidik penulis selama studi

di Fakultas Psikologi ini. Terima kasih buat Bapak dan Ibu atas bimbingan dan arahannya selama ini.

  

9. Mba’ nanik, Mas Gandung, Mas Mudji, Mas Doni dan Pak Gie’ yang dengan

sabar membantu dan memberi kemudahan bagi penulis selama proses studi penulis di fakultas Psikologi ini.

  

10. Pak Bimo dan Pak Siang (INTI), terima kasih atas masukan dan diskusi

mengenai perkembangan masyarakat Tionghoa di Indonesia saat ini.

  

11. Titi “Fridmen” my brother.... bro.. thanks ya selama ini walaupun loe gak

banyak omong tapi cc tau seberapa besar rasa sayang dan perhatian loe ma cc..

  Jangan jadikan kekurangan loe sebagai suatu kelemahan dalam menghadapi hidup ini oc.. I Love U Bro..... you are the best brother for me...

  

12. All my big family....makasi atas doa, dukungan dan perhatian semua keluarga

ma elvin ya....

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

13. Victor, special person in my life. Walaupun kita gak bersama saat ini, rasa

sayang, dukungan dan perbedaan yang kita jalani dalam hubungan ini menjadikan elvin kaya akan “rasa”. Doa dan kepercayaanmu memberi kekuatan kepada elvin.

  

14. My best plend in Padang “ Bule” Vesy, Ai, cc Vera, Edward, “Kawek” Ricky,

Hok An, Beatrix (Vio). Plend, ternyata jarak yang jauh gak membuat perhatian, kepedulian dan rasa pertemanan yang kita jalin dari dulu luntur. Makasi supportnya ya...

  

15. Teman-teman terbaik yang hadir dalam hidupku, Nanoet, Mas Adi, Cinghe,

Laora.. dinamika akademik banyak juga mendewasakan pribadi kita masing- masing. Kenal dan dekat dengan kalian memberikan banyak warna dalam hidup elvin.

  

16. Tumi “Ratna”, Jenk Icha, Jenk Yosi kedekatan yang singkat memberikan

makna yang dalam pada persahabatan ini...

  

17. Teman-teman di P2TKP Pak Priyo, Pak Toni, Bu Tiwi, Iput, Tita, Otikwati,

Desta, Abe, Mas Kobo dan Obeth. Makasi ya supportnya dan kerjasamanya selama ini.

  

18. Teman-Teman Angkatan 2002 Mitha, Lia, Sutri, Anna, Meme, Ajeng, Ucix,

Tanti, Nopex, Bona, Aan, Doddy, Ira, dan yang lain yang tidak bisa penulis tuliskan satu demi satu. Makasi atas pertemanan selama ini, elvin jadi belajar banyak karakter.

  

19. Teman-teman tempat berbagi segala rasa, Kak Shinta, Nitong dan Erika.

  Makasi ya selama elvin di jogja, kalian merupakan saudara bagi elvin.

  

20. Teman-teman mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana, makasi ya atas

kerjasamanya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21. Dan tak lupa saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerelaan dan waktu yang pembaca luangkan untuk membaca karya tulis ini.

  Penulis menyadari pula adanya ketidak sempurnaan dalam karya tulis ini

karena kesempurnaan hanya dimiliki Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, penulis

mengharapkan adanya kritikan dan saran dari pembaca yang bisa menjadi masukan

bagi penulis untuk mengembangkan kemampuan penulis menjadi lebih baik. Kritik

dan saran dapat dikirimkan ke elvin_imoet@yahoo.com. Besar harapan penulis agar

karya tulis ini dapat menjadi inspirasi terbaru bagi pembaca.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ i

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ ii

HALAMAN MOTTO ........................................................................................ iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv

Pernyataan Keaslian Karya ................................................................................. v

Abstrak ............................................................................................................... vi

Abstract .............................................................................................................. vii

Kata Pengantar .................................................................................................... viii

Daftar Isi ............................................................................................................. xii

Daftar Tabel ........................................................................................................ xv

Daftar Lampiran .................................................................................................. xvi

  BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ................................................................................... 5

C. Tujuan Penelitian .................................................................................... 5

D. Manfaat Penelitian .................................................................................. 5

BAB II. LANDASAN TEORI A. Sikap Etnosentris

  1. Pengertian .................................................................................. 6

  2. Sikap Etnosentris dalam Kelompok Etnis .................................. 8

  3. Aspek – aspek sikap etnosentris ............................................... 12

  1. Variabel Bebas .......................................................................... 39

  1. Estimasi validitas ....................................................................... 45

  G. Estimasi Validitas, Seleksi Item dan Reliabilitas .................................... 45

  2. Pemberian Skor Skala ................................................................ 45

  1. Skala Sikap Etnosentris ............................................................ 42

  F. Metode dan Alat Pengumpulan Data ...................................................... 42

  E. Prosedur Penelitian .................................................................................. 42

  D. Subjek Penelitian ..................................................................................... 41

  2. Variabel Tergantung .................................................................. 40

  BAB III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian .................................................................................... 38 B. Identifikasi Variabel Penelitian .............................................................. 38 C. Defenisi Operasional .............................................................................. 39

  4. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap etnosentris ............... 13

  D. Hipotesis ................................................................................................ 37

  C. Sikap Etnosentris pada Etnis Tionghoa Totok dan Peranakan .............. 31

  b. Etnis Tionghoa Peranakan .......................................... 29

  a. Etnis Tionghoa Totok .................................................. 27

  3. Pengelompokan etnis Tionghoa ................................................ 26

  2. Kebudayaan Etnis Tionghoa ..................................................... 22

  1. Sejarah Etnis Tionghoa sampai ke Indonesia ........................... 16

  B. Etnis Tionghoa

  2. Seleksi item ................................................................................ 46 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Estimasi Reliabilitas .................................................................. 49

  H. Metode Analisis Data .............................................................................. 50

  BAB IV. HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................................. 51 B. Hasil Penelitian ......................................................................................... 51

  1. Uji asumsi ................................................................................... 51

  a. Uji Normalitas ................................................................ 52

  b. Uji Homogenitas ............................................................ 52

  2. Deskripsi data penelitian ............................................................. 53

  3. Uji Hipotesis ............................................................................... 55

  C. Pembahasan ............................................................................................... 57

  BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................................. 63 B. Saran ........................................................................................................ 63

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 65

LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Profil etnis Tionghoa Totok (asli) dan Peranakan .............. 30Tabel 2.2 : Aspek-aspek Pembeda ....................................................... 36Tabel 3.1 : Distribusi item skala sikap etnosentris sebelum ujicoba .... 44Tabel 3.2 : Skor jawaban skala ............................................................. 45Tabel 3.3 : Distribusi item skala sikap etnosentris setelah ujicoba ...... 48Tabel 3.4 : Distribusi item skala penelitian sikap etnosentris .............. 49Tabel 4.1 : Ringkasan One Sample Kolmogorov-Sminorv Test .......... 52Tabel 4.2 : Ringkasan Test of Homogenity of Variances .................... 53Tabel 4.3 : Ringkasan Tabel Data Penelitian ....................................... 54Tabel 4.4 : Ringkasan Hasil Uji Hipotesis ........................................... 55 (Independent Sample t-Test)

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

  LAMPIRAN UJICOBA

Tabulasi Data Hasil Ujicoba ..................................................................................... 68

Uji Daya Beda Item dan Estimasi Reliabilitas ......................................................... 82

LAMPIRAN PENELITIAN

Skala Penelitian ........................................................................................................ 86

Tabulasi Data Penelitian ........................................................................................... 87

Uji Normalitas .......................................................................................................... 105

Uji Homogenitas ....................................................................................................... 108

Uji Perbedaan / Uji t ................................................................................................. 109

LAMPIRAN SURAT IJIN PENELITIAN

xvi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk. Masing-masing

  

masyarakatnya terdiri dari etnis-etnis yang berasal dari berbagai macam latar

belakang sosial dan budaya yang khas dan berbeda satu sama lain.

  Setiap etnis membawa kebiasaan-kebiasaan tersendiri yang merupakan hasil

dari proses belajar masing-masing individu dalam kelompok etnisnya. Dalam proses

belajar tersebut individu menanamkan kepribadian, segala perasaan, hasrat, nafsu

serta emosi yang diperlukan sepanjang hidup. Masing-masing etnis juga melakukan

inkulturasi, yaitu proses mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap

dengan adat istiadat, sistem norma dan peraturan-peraturan yang hidup dalam

kebudayaannya (Koentjaraningrat, 1980). Proses ini membentuk identitas etnis dalam

diri individu, sehingga memotivasi seseorang untuk belajar tentang sikap etnik yang

meliputi sikap terhadap kelompok sendiri ataupun terhadap kelompok lain.

  Sikap etnik yang tertanam dalam diri masing-masing individu terhadap

etnisnya membuat individu tersebut memiliki persepsi tersendiri terhadap etnis lain.

  

Hasil interpretasi suatu etnis terhadap etnis lain bermacam-macam. Adakalanya

persepsi yang mereka hasilkan berbeda dengan persepsi yang sebenarnya pada etnis

tersebut, sehingga pada akhirnya setiap etnis menganggap etnisnya lebih baik dari

etnis yang lain, hal tersebut diistilahkan dengan etnosentrisme.

  Etnosentrisme merupakan perasaan bahwa kelompok etnis mereka lebih baik

ketimbang kelompok etnis lain (Matsumoto, 1996). Pengertian ini diperjelas oleh

Soekanto (1982) yang mengatakan bahwa etnosentrisme adalah penilaian terhadap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

unsur-unsur kebudayaan lain dengan menggunakan norma-norma yang ada pada

kebudayaan sendiri.

  Salah satu etnis di Indonesia yang memiliki kecenderungan untuk memiliki

sikap etnosentris yang tinggi adalah etnis Tionghoa. Hal ini terlihat dari hasil

penelitian yang dilakukan oleh Helmi (1990) yang menunjukkan bahwa etnis

Tionghoa memiliki sikap etnosentris. Dilihat dari generasinya, etnis Tionghoa

generasi tua memiliki sikap etnosentris yang lebih tinggi ketimbang generasi muda

etnis Tionghoa. Penelitian lain yang dilakukan oleh Suryanto dan Tairas (1999)

menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara keturunan etnis Tionghoa

dan etnis Jawa dalam sosialisasi, identitas, etnosentrisme dan agresi rasialnya. Secara

umum sosialisasi, identitas, etnosentrisme dan agresi rasial pada etnis Tionghoa lebih

tinggi dibandingkan dengan etnis Jawa.

  Etnis Tionghoa merupakan etnis yang baru diakui keberadaannya di Indonesia,

selain jumlahnya yang minoritas, etnis Tionghoa dikenal dengan etnis yang memiliki

perjalanan sejarah yang kurang baik dimata orang Indonesia. Ada yang berpendapat

bahwa masalah-masalah ini terjadi karena orang Tionghoa masih mempertahankan

kebudayaan asing, tidak memiliki identitas Indonesia. Ada yang berpendapat lagi

bahwa orang Tionghoa tidak sepenuhnya berbaur dengan masyarakat pribumi. Ada

lagi yang memiliki persepsi bahwa etnis Tionghoa merupakan sebuah kelompok etnis

yang menduduki tangga ekonomi yang lebih tinggi dan terpisah dari pribumi.

  

Implikasinya, konsep masyarakat majemuk yang menekankan pada pentingnya

kesukubangsaan, akan selalu menempatkan orang Tionghoa sebagai orang asing,

walaupun orang Tionghoa tersebut berstatus WNI. Secara tidak langsung masyarakat

pribumi mengatakan bahwa etnis Tionghoa yang non pribumi harus membaur menjadi

masyarakat pribumi kalau ingin diterima sebagai orang Indonesia (Suryadinata, 2003).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Di satu sisi, kecenderungan untuk mempertahankan identitas etnisnya terdapat pada

sebagian warga etnis Tionghoa, sedangkan di sisi lain, mereka telah merasa menjadi

bagian dari masyarakat Indonesia.

  Berdasarkan perjalanan masyarakat Tionghoa di Indonesia, etnis Tionghoa di

Indonesia bukan merupakan minoritas yang homogen. Identifikasi terhadap

masyarakat etnis Tionghoa dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu etnis

Tionghoa asli (atau juga disebut sebagai etnis Tionghoa Totok) dan etnis Tionghoa

Peranakan (Tan, 1979; Skinner, 1979).

  Etnis Tionghoa Totok (asli) berorientasi pada budaya Tionghoa dan betul-

betul menganggap dirinya bukan orang Indonesia, menggunakan bahasa Tionghoa,

bersekolah dengan bahasa pengantar bahasa Tionghoa dan mempunyai hubungan

kekerabatan dengan orang-orang Tionghoa di luar Indonesia. Etnis Tionghoa Totok

(asli) ini sebagian besar menjadi warga negara Indonesia melalui naturalisasi karena

lahir di Indonesia.

  Etnis Tionghoa Peranakan adalah mereka yang lahir dari perkawinan

campuran antara orang Tionghoa dan Indonesia. Etnis Tionghoa Peranakan memiliki

tingkat akulturasi dan identifikasi diri yang bermacam-macam terhadap budaya

Indonesia. Mereka dapat berbahasa Indonesia atau berbahasa daerah di tempat mereka

dilahirkan (Tan, 1979). Minoritas yang heterogen ini oleh pemerintah Indonesia

maupun oleh masyarakat pribumi sering dianggap sebagai minoritas yang homogen,

sehingga terkesan antara etnis Tionghoa Totok (asli) dengan etnis Tionghoa

Peranakan tidak memiliki perbedaan.

  Perasaan minoritas yang ada pada masyarakat etnis Tionghoa membuat

mereka mengidentifikasikan dirinya dalam suatu kelompok. Kelompok tersebut

dianggap sebagai in-groupnya. Sebaliknya, kelompok diluar kelompok sosialnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

disebut sebagai out-groupnya, dimana individu-individu anggota kelompok tersebut

dianggap sebagai lawan dari in-groupnya (Boner dalam Helmi, 1990). Sikap ini

disebabkan karena dengan berbaur dengan etnis atau suku lain membuat mereka

merasa tidak nyaman, ada perasaan dikucilkan atau didiskriminasikan oleh etnis atau

suku lain yang mayoritas. Hal ini secara tidak langsung memunculkan sikap

etnosentrisme pada etnis Tionghoa.

  Sebagian etnis Tionghoa merasa diri mereka merupakan kelompok yang

eksklusif atau istimewa dibandingkan dengan etnis lain sehingga etnis Tionghoa

cenderung untuk tidak membaur dengan masyarakat setempat yang berbeda etnis

dengan mereka. Salah satu contoh adanya perasaan eksklusif yang terlihat pada etnis

Tionghoa adalah keinginan etnis Tionghoa untuk mencari pasangan hidup yang

sesama etnis.

  Sikap etnosentris dapat dilihat pada etnis Tionghoa melalui fenomena-

fenomena yang telah dipaparkan penulis sebelumnya dan penelitian yang telah

dilakukan oleh berbagai peneliti. Pada penelitian ini, peneliti tertarik untuk melakukan

penelitan dengan lebih khusus melihat etnis Tionghoa yang heterogen, yang terdiri

atas etnis Tionghoa yang Totok (asli) dan etnis Tionghoa Peranakan. Peneliti ingin

mengetahui perbedaan sikap etnosentris pada etnis Tionghoa Totok (asli) dan etnis

Tionghoa Peranakan.

B. Rumusan Masalah

  Melihat fenomena yang telah diungkap diatas maka peneliti ingin membatasi

permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini, yaitu apakah ada perbedaan

sikap etnosentris antara etnis Tionghoa Totok (asli) dan Peranakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan batasan permasalahan tersebut maka penelitian ini memiliki

tujuan untuk membandingkan sikap etnosentris pada etnis Tionghoa Totok (asli) dan

etnis Tionghoa Peranakan.

D. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoretis Untuk menambah kasanah pengetahuan di bidang Psikologi sosial khususnya Psikologi budaya tentang sikap etnosentris dan dinamikanya dalam kontak sosial antar budaya.

  2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran pada masyarakat etnis Tionghoa untuk mengetahui seberapa besar sikap etnosentris yang dimiliki etnis

  Tionghoa dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.

  Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi masyarakat etnis Tionghoa yang ada di Indonesia dalam pengembangan dan peningkatan proses asimilasi dengan masyarakat Indonesia lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI A. Sikap Etnosentris

1. Etnosentrisme

a. Pengertian

  Tuhan menciptakan manusia sebagai mahkluk sosial. Kedudukan manusia sebagai mahkluk sosial mendorongnya untuk membentuk kelompok sosial. Kelompok sosial ini dilandasi oleh kesamaan kepentingan dan tujuan. Oleh karena itu, setiap anggota kelompok dengan sadar akan menjalin hubungan timbal balik dengan sesama anggota untuk mempererat hubungan dalam kelompok. Sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, maka terdapat pola-pola perilaku dan aturan permainan yang mengatur hubungan antar anggota dalam kelompok, misalnya nilai-nilai dan norma-norma sosial. Hal ini merupakan faktor pengikat yang mempererat hubungan timbal balik tersebut (Helmi, 1990).

  Norma dan nilai yang terkandung dalam suatu kelompok memiliki fungsi untuk memberikan arah dan pedoman terhadap perilaku anggota dalam kelompok. Oleh sebab itu, agar setiap anggota dapat diterima dengan baik dalam hubungan timbal balik tersebut, maka para anggota harus mampu untuk mengidentifikasikan nilai dan norma kelompok. Proses identifikasi ini akan menimbulkan perasaan in-group dan orang yang berada di luar kelompok disebut out-group (Helmi,1990).

  In-group diartikan sebagai individu yang memiliki identifikasi yang kuat untuk menyebut dirinya sebagai bagian suatu kelompok sosial tertentu,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

sedangkan out-group merupakan individu yang bukan bagian dari suatu

kelompok sosial tertentu. Perasaan in-group disertai dengan perasaan

persaudaraan yang memandang anggota kelompok sendiri sebagai “orang

kita” atau “keluarga sendiri”. Sebaliknya, orang-orang diluar kelompok

dipandang sebagai “orang asing” atau “orang lain”. Perasaan yang ada pada

kelompok in-group terhadap kelompok out-group cenderung lebih dingin,

bahkan kadang-kadang disertai dengan rasa permusuhan (Ahmadi, 1991).

  Dalam suatu kelompok biasanya terdapat kecenderungan untuk

menganggap segala yang termasuk didalam kelompoknya sebagai yang

utama, baik, riil, logis dan sebagainya. Sedangkan segala yang berbeda dan

tidak termasuk didalam kelompok sendiri dipandang kurang baik, tidak baik

dan tidak susila. Dalam in-group dimana individu termasuk didalamnya,

terdapat kecenderungan untuk sering mengadakan identifikasi atau

penyesuaian diri dengan kelompok. Adanya unsur mendukung, mengikuti

norma yang ada dalam kelompoknya disebut sebagai in-group. Dalam out-

group , individu berada diluar suatu kelompok. Ia merasa bahwa ia tidak

tergolong didalamnya (Ahmadi, 1991).

  Sikap in-group pada umumnya mempunyai faktor simpati dan

solidaritas yang tinggi, serta selalu mempunyai perasaan dekat dengan

anggota kelompoknya. Sedangkan sikap terhadap out-group selalu ditandai

dengan suatu antagonisme atau antipati. Perasaan in-group atau in-group

feeling yang kuat yang dimiliki individu dalam suatu kelompok dan

memandang nilai-nilai budaya maupun segala sesuatu yang ada dalam

dirinya lebih baik dari individu ataupun kelompok lain disebut sebagai

etnosentrisme (Haryono, 1994). Pernyataan ini juga diperjelas dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

pernyataan Soekanto (1982) bahwa etnosentrisme merupakan sikap melihat

dan melakukan interpretasi terhadap orang lain berdasarkan nilai-nilai

budaya sendiri. Sumner (dalam Berry, 1999) menyatakan bahwa

etnosentrisme merupakan suatu kecenderungan kuat yang diterapkan suatu

kelompok dengan membuat patokan kelompok sendiri sebagai patokan satu-

satunya ketika memandang kelompok lain, dengan akibat menempatkan

kelompok sendiri pada kedudukan teratas dan mendudukkan kelompok lain

pada kedudukan lebih rendah.

  Myers (1999) menjelaskan bahwa etnosentrisme adalah keyakinan

suatu kelompok terhadap superioritas etnis dan budayanya sendiri sehingga

menganggap rendah kelompok lain diluar kelompoknya. Dayakisni dan

Yuniardi (2004) menggambarkan etnosentrisme sebagai suatu sikap dalam

melihat dan melakukan interpretasi terhadap seseorang ataupun kelompok

lain berdasarkan nilai-nilai yang ada pada budayanya sendiri. Memperjelas

pengertian ini, Barger (2004) menyatakan bahwa etnosentrisme merupakan

kecenderungan berpikir bahwa kelompoknya sendiri lebih superior dari

kelompok lain atau menilai kelompok lain inferior dari kelompoknya

sendiri. Poerwanti (2001) mendefinisikan etnosentrisme sebagai pandangan

bahwa kelompok sendiri merupakan pusat segalanya dan kelompok lain

akan selalu dibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompoknya

sendiri.

  Dengan pengertian etnosentrisme yang dipaparkan penulis diatas, gambaran adanya sikap etnosentris dapat dilihat antara lain pada orang-

orang Yahudi, yang menganggap dirinya sebagai orang terpilih; orang

Yunani dan Roma, menganggap orang di luar dirinya sebagai orang yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

kurang beradab dan orang Tionghoa yang menganggap negaranya sebagai

kerajaan yang paling besar.

  Etnosentrisme menjadikan kebudayaan sendiri sebagai patokan

dalam mengukur baik buruk, tinggi rendah, serta benar atau tidaknya

kebudayaan lain berdasarkan standar kebudayaannya sendiri. Hal ini

terwujud dengan adanya kesetiakawanan yang kuat antar anggota terhadap

kebudayaannya sendiri, tidak adanya kritikan terhadap kelompok etnis atau

bangsa sendiri, disertai prasangka negatif terhadap kelompok etnis atau

bangsa lain (Poerwanti, 2001). Kecenderungan untuk menjadi etnosentris

akan mengakibatkan seseorang menilai kelompok lain menurut kategori dan

nilai budayanya sendiri.

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa etnosentrisme adalah

suatu sikap, perilaku dan pola pikir dari suatu kelompok sosial berdasarkan

etnis tertentu, yang memiliki in-group feeling yang kuat, menganggap bahwa

segala sesuatu yang termasuk dalam kebiasaan, nilai, keyakinan, pandangan,

sikap, perilaku dan pemikiran kelompoknya sebagai segala sesuatu yang

terbaik dibandingkan dengan yang dimiliki kelompok sosial lain. Secara

sederhana, konsep etnosentrisme dapat dikatakan sebagai konsep hubungan

sosial antar anggota dalam kelompok dengan anggota luar kelompok yang

mana hubungan itu biasanya lebih banyak dilakukan oleh anggota dalam

kelompok daripada anggota luar kelompok, sehingga orang yang memiliki

sikap etnosentris yang tinggi akan banyak berhubungan dengan sesama

anggota dalam kelompoknya dibandingkan dengan orang di luar

kelompoknya. Hal ini disebabkan etnosentrisme mengandung dua dimensi

sikap yang positif dan negatif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Sikap Etnosentris dalam Kelompok Etnis

  Matsumoto (1996) mengungkapkan bahwa setiap pribadi dari individu

cenderung memiliki sikap etnosentris. Individu yang cenderung memiliki

sikap etnosentris beresiko untuk menilai orang lain dari sudut pandang

kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentris muncul dalam diri individu

disebabkan oleh kurangnya pengalaman, pengetahuan ataupun komunikasi

mengenai etnis lain diluar etnisnya (Poerwanti, 2001). Pengetahuan dan

pengalaman yang dimaksud dapat berupa jatidiri etnis, norma kultural,

bahasa yang beranekaragam pada masing-masing etnis serta pergaulan

dengan individu lain diluar etnisnya. Hal ini menyebabkan komunikasi dan

pergaulan antar individu antara satu etnis dengan etnis lainnya menjadi

terbatas.

  Brown (1986) menambahkan bahwa sikap etnosentris memiliki 2

dimensi, yaitu dimensi positif dan dimensi negatif. Dimensi positif dari

sikap etnosentris mengandung makna pemberian identitas diri yang dapat

meningkatkan kebanggaan diri terhadap kelompoknya, sedangkan dimensi

negatif mengandung makna menganggap rendah terhadap kelompok di luar

kelompoknya.

  Norma kultural diartikan sebagai wujud dari sikap dan perilaku yang

ditanamkan kepada setiap individu sejak awal perkembangan individu yang

diinternalisasikan melalui proses belajar dari keluarga maupun lingkungan

kelompok etnis (Berry, 1999). Norma kultural mengandung hal-hal yang

berbau kebudayaan serta adat istiadat yang ada dalam kelompok etnis atau

budaya yang berlaku secara umum tidak terkait dengan diri sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Norma kultural memiliki peranan yang penting dalam menentukan

apa yang dipelajari seseorang. Nilai-nilai kultural atau budaya yang

ditanamkan oleh budaya pada masing-masing individu dapat berubah secara

mencolok bila mendapat tekanan dan pengaruh dari lingkungan (Helmi,

1990). Budaya yang terinternalisasi pada masing-masing individu memiliki

derajat internalisasi yang berbeda-beda pada setiap individu anggota

kelompok budaya tersebut (Dayakisni dan Yuniardi, 2004). Individu yang

mendapatkan pengetahuan mengenai norma kultural yang besar dari

keluarga maupun lingkungan kelompok etnisnya menjadikan individu

tersebut memiliki kecenderungan untuk bersikap etnosentris. Norma kultural

berdampak pada sikap etnosentris, secara positif norma kultural dapat

menjadikan individu melestarikan budaya dan adat istiadat yang terdapat

pada etnisnya sebaliknya menjadi negatif bila individu mengganggap adat

istiadat dan budaya etnis lain lebih rendah dari etnisnya.

  Jatidiri etnis merupakan keseluruhan seseorang yang mencakup

pribadi (misal nama) dan sosial (misal keluarga). Jatidiri etnis dapat

dikatakan sebagai bagian konsep diri individu yang berasal dari pengetahuan

tentang keanggotannya dalam suatu kelompok sosial, bersama dengan nilai

dan signifikansi emosional yang dilekatkan pada keanggotaan itu. Jatidiri

etnis seseorang berasal dari kelompok etnis dimana ia menjadi anggotanya.

  

Dalam hal ini, individu merasa mereka menjadi milik kelompok dan bekerja

untuk mengutamakan kelompok dan keanggotaan mereka (Berry, 1999).

  Jati diri etnis yang terdapat pada diri individu dapat terlihat dari ciri-

ciri fisik yang ada dalam diri individu, misalnya etnis Tionghoa memiliki

mata yang sipit dan kulit yang putih atau orang yang berkulit hitam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

cenderung berasal dari Afrika. Jati diri etnis merupakan bentuk representasi

diri individu dari kelompok etnisnya. Jatidiri etnis secara sederhana dapat

digambarkan sebagai budaya dari etnisnya yang melekat secara langsung

pada diri individu. Hal ini secara positif berdampak pada sikap etnosentris,

yaitu individu menjadi istimewa dan bangga menjadi anggota dalam

kelompok etnisnya. Berdampak negatif disaat individu merasa bahwa jatidiri

etnisnya lebih baik dari jatidiri etnis yang lain.

  Seringkali kesamaan jatidiri pada etnis membuat anggota dalam

kelompok etnis berkumpul, bergaul dan berinteraksi hanya dengan sesama

anggota dalam kelompok etnisnya. Identifikasi yang besar terhadap etnisnya

menjadikan individu dalam kelompok etnis memiliki in-group feeling yang

kuat. Rasa kebersamaan dalam kelompok yang berlebihan memunculkan

dimensi yang negatif dari sikap etnosentris. Individu jadi berkelompok dan

bergaul hanya dengan anggota dalam kelompok etnisnya. Keengganan untuk

menjadikan orang lain diluar etnisnya sebagai teman menjadi besar. Rasa

bangga yang besar terhadap kelompok etnis sendiri menjadikan

terbentuknya stereotipe dari kelompok diluar etnis terhadap kelompok etnis

tersebut.

  Stereotipe merupakan kepercayaan bahwa semua anggota suatu

kelompok memiliki ciri-ciri tertentu atau menunjukkan perilaku tertentu

(Muzammil, 2006). Menurut Mulyana (2000), stereotipe adalah kategorisasi

atas suatu kelompok secara serampangan dengan mengabaikan perbedaan- perbedaan individual.

  Stereotipe seringkali didasari oleh fakta dan fiksi mengenai orang

lain dari budaya tertentu, namun seringkali menjadi konsepsi yang terlalu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sederhana, kaku dan tidak akurat. Ketidakakuratan ini terjadi akibat adanya

overgeneralisasi dari pengalaman pribadi atau informasi yang masuk

sehingga individu cenderung untuk bergaul dengan anggota dalam kelompok

etnisnya (Dayakisni dan Yuniardi, 2004). Saat teman kita dari Batak

berbicara dengan suara lantang dan keras, maka selanjutnya kita

menggeneralisasi bahwa semua orang Batak memiliki watak yang keras dan suara yang lantang.

  Bahasa merupakan salah satu jembatan untuk berpartisipasi dalam

lembaga sosial dan ekonomi masyarakat. Persoalan yang paling penting

yang berkaitan dengan bahasa dalam masyarakat majemuk adalah

pelestarian bahasa. Pelestarian bahasa dalam kelompok etnis adakalanya

dipengaruhi oleh keinginan anggota kelompok untuk melestarikan bahasa

mereka dalam masyarakat dominan dengan menggunakan bahasa itu sendiri dan mengajarkannya kepada keturunannya (Berry,1999).

  Bahasa yang pertama dipelajari seseorang adalah bahasa ibu, yang

seterusnya akan memberikan sumbangan bagi pembentukan diri dan

pengembangan kepribadian individu. Bahasa merupakan salah satu unsur

warisan budaya yang khas. Hal ini membuat masyarakat sadar untuk

mempertahankan dan melestarikan bahasa sebagai sesuatu yang berdiri

sendiri dan membedakan mereka dari individu yang lain (Yulia, 1997).

  Salah satu contoh yang dapat dilihat adalah budaya Tionghoa, mereka tetap melestarikan bahasa dan budayanya. Etnis Tionghoa menggunakan bahasa

Tionghoa dalam berkomunikasi dengan sesama etnis mereka.

Berkomunikasi dengan bahasa Tionghoa membuat etnis Tionghoa merasa

bersaudara satu sama lainnya. Agar tetap terpelihara, bahasa Tionghoa tetap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dipertahankan oleh etnis Tionghoa. Bahasa merupakan cerminan dari terpeliharanya suatu budaya.

  Bahasa merupakan salah satu aspek dari sikap etnosentris yang mengandung dimensi negatif. Hal ini dikarenakan etnis tersebut

menggunakan bahasa yang berasal dari budayanya dan tidak menggunakan

bahasa dominan dimana etnis tersebut berada. Bentuk pelestarian bahasa akan menyebabkan komunikasi dan kontak sosial terhadap kelompok lain menjadi tidak harmonis. Misalnya, setiap etnis yang ada di Indonesia

berkomunikasi dengan bahasa yang terdapat pada etnis mereka masing-

masing, setiap etnis merasa bahasa yang terdapat pada etnisnya lebih baik

daripada etnis lain dan merendahkan bahasa dari etnis lain. Hal ini menimbulkan sikap etnosentris pada kelompok etnis.

  Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap etnosentris

mengandung dua dimensi yaitu, dimensi negatif dan dimensi positif. Aspek-

aspek yang terdapat pada sikap etnosentris seperi norma kultural, jatidiri etnis, pergaulan dan bahasa masing-masing memiliki dimensi positif dan dimensi negatif.

c. Pembentukan Sikap Etnosentris

  Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap etnosentris adalah: (1) Lingkungan keluarga

  Menurut Helmi (1990), sikap etnosentris terbentuk melalui interaksi nilai-nilai yang ada dalam diri individu dan pengaruh lingkungan melalui proses belajar. Hal lain yang juga berkaitan dengan terbentuknya sikap etnosentris adalah ditanamkannya perasaan in-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  group yang kuat sejak tahap-tahap awal perkembangan manusia.

  Media yang sangat berpengaruh atas proses sosialisasi adalah lembaga keluarga (Helmi, 1990).

  Sejak masih kanak-kanak, individu secara alamiah mampu untuk membedakan dirinya berdasarkan keanggotaan kelompok, yakni menjadi bagian dari sebuah keluarga. Sumner (dalam Brewer dan Miller, 1996) mengistilahkan hal tersebut dengan in-group dan out- group , yakni pengelompokan sosial yang dilakukan individu apakah menjadi bagian atau bukan merupakan bagian dari suatu kelompok sosial.

  Tajfel (dalam Brewer dan Miller, 1996) menyatakan, perasaan in-group sudah nampak sejak usia anak-anak. Pada usia 6 atau 7 tahun, misalnya anak-anak sudah memperlihatkan kecintaan yang kuat pada bangsanya, meskipun mereka belum mengerti apa arti bangsa itu sendiri. Orang tua merupakan dasar dari perkembangan etnosentrisme.

  (2) Lingkungan masyarakat atau tempat tinggal Setiap manusia lahir membawa potensi perilaku dan berada dalam suatu kondisi sosial. Kondisi sosial masing-masing individu berbeda dengan individu lainnya. Perbedaan ini termasuk dalam hal nilai-nilai yang mengatur perilaku mana yang boleh dipelajari dan tidak boleh dipelajari. Hal ini mengartikan bahwa manusia diajar oleh lingkungan sosialnya untuk dapat membuat respon tertentu dan tidak merespon yang lain. Oleh Segall (dalam Dayakisni dan Yuniardi, 2004) hal ini dinamakan sosialisasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Child (dalam Dayakisni dan Yuniardi, 2004) berpendapat bahwa sosialisasi sebagai proses dalam diri individu, dimana individu tersebut dilahirkan dengan potensi perilaku yang luas, yang mengarah pada pengembangan perilaku nyata yang dibatasi lebih sempit pada suatu kebiasaan dan dapat diterima oleh individu dengan standar nilai- nilai yang ada pada kelompoknya.

  Proses sosialisasi biasanya melibatkan reinforcement didalamnya. Adanya reward sosial dan punishment sosial, membuat individu belajar perilaku mana yang boleh dilakukan dan dilarang untuk dilakukan. Individu akan diberi penghargaan jika perilakunya diterima oleh lingkungan sosialnya dan hukuman terhadap perilaku yang tidak diinginkan atau dilarang oleh lingkungan sosialnya (Dayakisni dan Yuniardi, 2004). Dengan demikian, lingkungan sosial dapat memperkuat atau memperlemah terbentuknya sikap etnosentris melalui adanya reward sosial dan punishment sosial yang dibentuk sesuai dengan aturan dan standar nilai yang ada pada masing-masing kelompok sosial.

  (3) Lingkungan sekolah atau pendidikan Sistem pendidikan tidak hanya sebagai institusi untuk meningkatkan kemampuan dalam berpikir dan pengetahuan. Tetapi juga merupakan institusi yang mensosialisasikan individu, mengajarinya dan memperkuat nilai-nilai budaya yang penting.

  Pada sistem pendidikan penanaman nilai-nilai budaya dan pensosialisasian individu dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (1) materi yang yang diajarkan sekolah merefleksikan pilihan-pilihan yang secara apriori melalui anggapan yang dihargai oleh suatu budaya atau masyarakat tentang apa yang diyakini penting untuk dipelajari. (2) Setting lingkungan dimana pendidikan itu berjalan perlu untuk dipertimbangkan. Tanpa memperhatikan setting lingkungan, sarana yang memungkinkan pendidikan terjadi akan memperkuat tipe nilai- nilai budaya tertentu pada sipenerima pendidikan itu. Organisasi, perencanaan dan pelaksanaan dari rencana pelajaran merupakan bagian yang penting dari faktor sosialisasi (Dayakisni dan Yuniardi, 2004).

  Di sekolah, sebagian besar hidup individu dihabiskan tidak dengan orang tua mereka. Proses sosialisasi yang awalnya terbentuk pada hubungan dengan orang tua berlanjut dengan teman sebaya dalam situasi bergaul, bekerjasama dan sekolah (Matsumoto, 2004). Sekolah melembagakan nilai-nilai budaya dan merupakan kontributor perkembangan intelektual serta perkembangan sosial dan emosi individu. Dengan demikian, perkembangan sikap etnosentris pada individu dapat berbeda-beda tergantung dari internalisasi nilai-nilai budaya yang diajarkan dalam sistem pendidikan pada individu.

B. Etnis Tionghoa

1. Sejarah Etnis Tionghoa sampai ke Indonesia

  Orang Cina yang pertama kali datang di Indonesia adalah seorang pendeta

agama Buddha bernama Fa Hien. Ia singgah di Pulau Jawa pada tahun 413. Daerah

yang pertama kali didatangi adalah Palembang. Pada masa itu Palembang merupakan

pusat perdagangan kerajaan Sriwijaya (Hidayat, 1977).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Orang Cina yang merantau saat itu kemudian menetap secara tersebar di

daerah-daerah yang merupakan tempat penting dalam perdagangan di Indonesia.

  Objek perdagangan pada masa itu adalah beras, lada dan gula (Hidayat, 1977).

  Belanda dan bangsa-bangsa Barat lainnya seperti Inggris dan Portugis masuk

ke Indonesia dan melakukan penjajahan politik dan ekonomi. Pemerintah Hindia

Belanda berusaha meningkatkan perdagangan antar pulau dan mulailah terjadi

perdagangan besar-besaran antar pulau di seluruh Indonesia oleh VOC. Berhubung

orang Cina umumnya merantau sebagai pedagang maka kesempatan ini digunakan

oleh orang Cina untuk migrasi secara besar-besaran ke indonesia.

  Pada abad ke-19 dengan berkembangnya perdagangan antar pulau, kedatangan

para migran asal Cina ini makin besar, bahkan bila semula yang datang hanya laki-

laki sehingga menyebabkan sering terjadinya perkawinan dengan penduduk Pribumi,

maka sekarang mereka datang berbondong-bondong membawa anak isteri dan

membentuk perkampungan sendiri yang umumnya terdiri dari penduduk dari ras Cina

(pe'Cina'n).

  Kedatangan rombongan orang Cina ini lebih-lebih terjadi dengan pembukaan

perkebunan-perkebunan yang luas di Sumatera oleh pemerintah Hindia Belanda.

  

Banyak orang Cina yang terdiri dari kaum buruh, hijrah ke Indonesia dan bermukim

di sepanjang pantai Timur Sumatera, pulau Bangka dan Belitung. Pengelompokan

penduduk ras tertentu secara demikian menghasilkan kelompok-kelompok ras Cina

yang hidup secara eksklusif dan menyuburkan tradisi budaya pre mordial Cina. Ini

menghalangi proses asimilasi selanjutnya.

  Situasi eksklusivisme Cina/Tionghoa bukan hanya terjadi secara alamiah,

sebab pemerintah Cina demi alasan ekonomi ikut mendorong pelestarian budaya Cina

dimana masyarakat Cina yang merantau dapat membantu pemerintah Cina dalam hal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ekonomi. Situasi ini bertambah parah lagi karena pemerintah kolonial ikut pula

melestarikan budaya eksklusif ini dengan politik adu-dombanya. Pemerintah kolonial

menginginkan agar orang Cina tidak terlalu dekat dengan orang Pribumi sehingga

orang Cina tidak menjadi pesaing bagi pemerintah kolonial tetapi dapat dijadikan

pelaku dagang yang menguntungkan Belanda .

  Potensi dagang orang Cina mengkhawatirkan pemerintahan kolonial Belanda

yang berada di Indonesia. Bila orang-orang Cina yang sangat berbakat dagang itu

bersatu dengan orang-orang Pribumi maka kedudukan pemerintah kolonial pasti

terancam. Itulah sebabnya oleh Belanda orang-orang Cina diadu dan dijadikan perisai

dalam menghadapi orang-orang Pribumi khususnya dalam hal perdagangan.

  Tuduhan eksklusivisme orang Cina menebal dengan adanya kerinduan

sebagian besar orang Cina untuk mencari uang sebanyak-banyaknya di tanah seberang

dan mengirimkan kepada keluarga mereka di Cina.

  Memasuki abad ke-XX dimana-mana timbul kesadaran nasionalisme, baik di

Cina maupun Indonesia. Situasi ini dihadapi oleh pemerintah Belanda dengan

mempertajam politik adu-dombanya, lebih-lebih jumlah orang Cina di Indonesia pada

awal abad itu sudah mencapai lebih dari satu juta jiwa. Orang Cina memang

merupakan dilema bagi orang Belanda. Disatu pihak mereka merupakan pesaing

dagang, di pihak lain mereka diperlukan sebagai perantara bahkan perisai untuk

menghadapi orang Pribumi (Koentjaraningrat, 2002).

  Banyak orang Cina dijadikan sebagai penarik pajak dari orang Pribumi dan

banyak diantaranya menggunakan tugas itu untuk keuntungan diri sendiri pula. Itulah

sebabnya kemudian orang Cina dianggap warga negara kelas-2 oleh Belanda, dan

Belanda menganggap dirinya sebagai warga negara kelas-1 bersama orang Barat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

lainnya. Ini untuk menghadapi orang Pribumi yang dianggap sebagai warga negara

kelas-3 (Herlianto, 2001).

  Sekalipun demikian banyak orang Cina yang memang pada dasarnya adalah

pedagang bebas tidak mau begitu saja direndahkan sekedar menjadi pedagang

perantara. Banyak diantaranya kemudian menjadi penyelundup dan berdagang

langsung dengan penduduk Pribumi.

  Makin besarnya jumlah orang Cina, membuat kesadaran nasionalisme pada

orang-orang Cina meningkat, hal ini dapat dilihat dengan didirikannya sekolah-

sekolah Cina di Indonesia. Perkembangan tersebut membuat orang Cina lebih senang

menyebut diri mereka sebagai 'Tionghoa' untuk mengaitkan diri dengan tanah leluhur

'Tiongkok.

  Pemerintah Hindia Belanda juga mendirikan sekolah-sekolah eksklusif yang

dinamakan Holandse Chinese School dengan status subsidi pada tahun 1908 yang

dibedakan dengan Holandse Indische School untuk orang-orang Pribumi. Sekolah

Cina/Tionghoa memiliki kurikulum yang disamakan dengan sekolah-sekolah Belanda

dan dengan bahasa pengantar Belanda. Pada tahun 1917 pemerintah Belanda

menyamakan hukum orang Cina dengan Belanda dan meninggikan status orang Cina

daripada Pribumi. Sejak itu orang Cina mendapat tiga kursi wakil dalam Volksraad

(DPR) (Herlianto, 2001).

  Kedekatan orang Cina dengan Belanda juga dipicu oleh banyaknya orang-

orang Cina yang kemudian masuk agama Kristen dan Katolik yang sama dengan

agama orang-orang Belanda. Pada tahun 1920 orang-orang Cina yang berpendidikan

Belanda mendirikan organisasi Chung Hua Hui yang mendapat perwakilan di

Volksraad pada tahun 1939. Pada tahun 1940 banyak orang Cina belajar ke negeri

Belanda sehingga menambah jumlah golongan orang Cina yang berorientasi ke

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Belanda. Pada tahun 1932 juga berdiri Partai Tionghoa Indonesia dan diberi kursi di

Volksraad tahun 1939 yang bertujuan agar orang-orang Cina perantauan menjadi

warga negara Indonesia dan melepaskan diri dari kewarga-negaraan negeri Cina

(Herlianto, 2001).

  Tumbuhnya kesadaran nasionalisme di kalangan orang Indonesia pribumi memang dilandasi sikap antipati kepada kolonialis Belanda tetapi juga kepada orang-

orang Tionghoa yang hidupnya secara ekonomis lebih maju dari mereka. Dalam

kenyataannya memang orang-orang Indonesia Pribumi sangat tertinggal dari mereka

baik dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan maupun politik. Ini disebabkan karena

politik ekonomi pemerintah kolonial yang berat sebelah (Herlianto, 2001).

  Pada waktu penjajahan Jepang di tahun 1941-1945, kemelut ekonomi

menjadikan ekonomi rakyat Pribumi makin terpuruk dan menjadikan orang-orang

Cina memonopoli ekonomi dan menjadi tukang kredit. Di masa itu ada banyak orang

Cina yang memihak rakyat pribumi dan melawan Belanda, tetapi banyak juga yang

membela Belanda dimana selama ini mereka telah mendapat keuntungan dari

Belanda. Disisi lain, banyak yang berusaha menyelamatkan diri dan hanya mencari

keuntungan di pemerintahan manapun yang ada pada masa tersebut (Herlianto, 2001).

  Setelah kemerdekaan RI di tahun 1945 dan Belanda meninggalkan RI di tahun

1950, kekosongan ekonomi yang ditinggalkan oleh monopoli Belanda dengan segera

diisi oleh para pedagang Cina. Dengan demikian di awal kemerdekaan RI, sebagian

perusahaan dan usaha dagang dikuasi orang-orang Cina baik di kota maupun di desa- desa (Herlianto, 2001).

  Sementara itu, pemerintah Cina meniupkan politik Nasionalisme Tiongkok,

sehingga pemerintah Tiongkok mulai memperhatikan Hoa-Kio (Tionghoa

perantauan). Pada masa itu, pemerintahan Tiongkok menerapkan undang-undang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

kewarganegaraan RRC dengan menganut prinsip ius sanguinis, yaitu semua anak

yang lahir dari ayah atau ibu etnis Tionghoa adalah warga negara Cina tanpa

memandang tempat kelahirannya. Sebaliknya, Indonesia menganut prinsip ius soli,

dimana semua anak yang lahir di Indonesia adalah warga negara Indonesia tanpa

memandang kewarganegaraan orang tuanya (Herlianto, 2001).

  Di Indonesia, peristiwa anti etnis Tionghoa terlihat dengan adanya peristiwa

G30S PKI. Pemerintah Indonesia curiga bahwa orang Tionghoa ikut terlibat pada

peristiwa ini. Akibatnya, pemerintah orde baru segera mengambil tindakan dengan

menutup konsulat dan kedutaan RRC (Soekisman, 1975).

  Di tahun 1967, orang-orang etnis Tionghoa dianjurkan untuk mengganti

namanya dengan nama Indonesia untuk memperkecil perbedaan antara WNI

keturunan Cina dengan WNI asli. Sekalipun demikian, memang tidak mudah bagi

orang-orang Cina yang secara tradisi budaya memiliki perasaan eksklusif dan

superioritas untuk bisa menempatkan diri dalam konteks kemerdekaan. Apalagi ketika

di jaman Belanda warganegara Indonesia memiliki tingkatan yang sama dengan

orang-orang Belanda dan dibuat lebih tinggi statusnya dari orang-orang Pribumi.

Keunggulan dalam perdagangan dan pendidikan waktu itu menyebabkan program

ganti nama seakan-akan mudah layaknya berganti baju dengan badan yang sama

(Soekisman, 1975).

  Untuk mengikis sikap eksklusivisme itu, pemerintah melarang penggunaan

simbol-simbol Cina, baik berupa surat kabar maupun penggunaan bahasa Cina di

muka umum. Pada tahun itu pula dikeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan

nama 'Tionghoa' karena konotasi keterkaitannya dengan 'Tiongkok' negeri leluhur ras

ini. Untuk meredam konflik lebih besar pemerintah Orde Baru memandang orang-

orang Cina yang menjadi WNI sebagai berhak dan berkewajiban sama dengan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Pribumi, dan menganjurkan agar WNI keturunan Cina dapat membuka usaha bersama

orang Pribumi (Soekisman, 1975).

2. Kebudayaan etnis Tionghoa (a) Sikap Mental Etnis Tionghoa

  Etnis Tionghoa memiliki sikap mental yang berlandaskan pada ajaran Kong Fu Tse ; yang menekankan pada sikap hubungan keluarga, negara dan bangsa berdasarkan kesadaran akan kedudukan orang Tionghoa yang lebih superior, lebih tinggi dan lebih maju (Hidayat, 1977). Pandangan ini menyebabkan orang Tionghoa tidak mudah melepaskan diri dari adat istiadat dan kebiasaan sosialnya.

  Keluarga merupakan tempat sosialisasi anak untuk pertama kalinya, hal ini akan memudahkan anak untuk menerima nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tuanya. Terlebih lagi ajaran Kong Fu Tse menyangkut kedudukan setiap anggota keluarga sehingga memungkinkan social control yang kuat dalam menginternalisasi nilai-nilai kepada anak (Haryono, 1993). Salah satu sifat khas orang Tionghoa adalah tetap mempertahankan pola pemikiran, perbuatan dan pola kehidupan tradisi leluhurnya (Hidayat, 1977). Oleh karena itu, ajaran Kong Fu Tse mengenai keluarga tertanam begitu kuat dimanapun orang itu berada.

  Pada tingkat kelompok, kuatnya nilai-nilai kekeluargaan yang tertanam pada orang Tionghoa akan menjadikan ia memiliki identifikasi yang kuat untuk menyebut dirinya sebagai kelompok sosial tertentu (in-group). Terbentuknya perasaan in-group yang kuat secara tidak langsung akan membentuk etnosentrisme pada etnis Tionghoa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Etnis Tionghoa sebagai bangsa yang pernah mengalami peradaban yang tinggi akan mengukur dan membandingkan bangsa lain berdasarkan nilai-nilai pada kebudayaannya sendiri. Sifat orang Tionghoa yang rajin, ulet, tekun dan pandai berdagang merupakan modal utama bagi kelangsungan hidup mereka. Identitas seperti ini menjadikan etnis Tionghoa memiliki sikap in-group feeling yang kuat, yang merasa memiliki kelebihan dibandingkan yang lain. Hal ini tentu akan menyebabkan terbentuknya etnosentrisme yang kuat (Haryono, 1994).

  (b) Sistem Kekeluargaan Etnis Tionghoa menganut sistem kekeluargaan patrilineal, dimana dalam keluarga inti yang memegang kekuasaan dan peran penting adalah ayah dan anak laki-laki (Hidayat, 1977). Anak laki-laki dalam kelompok etnis Tionghoa akan menerima warisan yang paling banyak, sedangkan anak perempuan tidak mendapat harta warisan. Namun, dengan adanya perubahan orientasi kebudayaan akibat modrenitas, membuat etnis Tionghoa melakukan orientasi kebudayaan barat dan orientasi kebudayaan pada daerah setempat. Hal ini menjadikan etnis Tionghoa menganut sistem kekeluargaan bilateral, yang mana terdapat persamaan hak antara laki-laki dan perempuan (Tan, 1979).

  (c) Religi Pada umumnya etnis Tionghoa di Indonesia dianggap menganut agama Buddha. Di negara Cina, memang sebagian besar masyarakatnya menganut agama Buddha, namun di Indonesia masyarakat Cina memiliki keyakinan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang beraneka ragam. Ada yang menganut agama Buddha, Khatolik, Kristen, Islam, Tao ataupun Kong Fu Tse (Suryadinata, 1984).

  Sebagia besar etnis Tionghoa masih percaya terhadap pemujaan terhadap para leluhurnya. Anggota keluarga yang memelihara abu leluhur, melakukan upacara pemujaan terhadap leluhur ditempat abu leluhur. Tempat itu berupa meja panjang yang tinggi dan dibawahnya ada pula sebuah meja lain yang pendek. Meja-meja tersebut biasanya diletakkan didepan ruangan rumah dan pada umumnya bewarma merah tua yang dihiasai dengan ukiran yang beraneka ragam. Diatas meja tersebut, ada satu atau lebih tempat untuk menancapkan dupa, yang oleh orang Tionghoa disebut hio lau. Dibagian kanan dan kiri hio lau terdapat sepasang pelita yang dinyalakan tiap-tiap tanggal satu dan lima perhitungan Cina dengan membakar beberapa batang dupa (Hidayat, 1977).

  (d) Hari Raya Etnis Tionghoa Upacara-upacara besar yang diperingati oleh etnis Tionghoa adalah : (1) Sincia, yaitu tahun baru Imlek pada tiap-tiap tanggal satu Imlek.

  (2) Ceng Beng, yaitu upacara membersihkan kuburan dan sembahyang terhadap nenek moyang pada tiap tanggal tiga bulan tiga tahun Imlek.

  (3) Cit Gwee, yaitu sembahyang Cio-Ko suatu sembahyang untuk para arwah yang tidak disembahyangkan oleh sanak keluarga yang masih hidup di dunia. Sembahyang ini dilakukan pada tiap-tiap tanggal lima belas bulan tujuh tahun Imlek.

  (4) Peh Cun, suatu perayaan untuk memperingati tokoh Kut Goan, seorang patriot negara, menteri kerajaan Chou, yang mengakhiri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hidupnya dengan membuang diri kedalam sungai Nilo di provinsi Hunan, karena putus asa melihat negaranya dihancurkan oleh saudara Ciu. Upacara ini dilakukan setiap tanggal lima bulan lima tahun Imlek. (5) Ting Ciu, suatu perayaan pada tanggal lima belas bulan delapan tahun Imlek, yaitu pada musim gugur di negara Cina.

  (6) Tang Ce, perayaan pada tanggal pertengahan bulan sebelas tahun Imlek.

  (e) Bahasa Orang Tionghoa yang berada di Indonesia bukan berasal dari satu kelompok daerah di Cina, melainkan berasal dari beberapa suku yang berasal dari 2 provinsi yang ada di Cina yaitu Fukien dan Kwantung yang sangat terpencar-pencar daerahnya (Koentjaraningrat, 2002).

  Setiap imigran Tionghoa yang datang ke Indonesia masing-masing membawa kebudayaan dari suku bangsanya sendiri-sendiri. Suku bangsa yang ada memiliki bahasanya masing-masing. Ada 4 bahasa Cina yang ada di Indonesia yaitu bahasa Mandarin, Hokkien, Teo-Chiu, Hakka dan Kanton.

  Setiap bahasa memiliki perbedaan sehingga pembicara dari bahasa yang satu tidak dapat mengerti bahasa dari pembicara yang lain (Koentjaraningrat, 2002).

  Etnis Tionghoa di Indonesia saat ini sebagian besar tidak mampu secara aktif menggunakan bahasa Tionghoa. Kebanyakan dari etnis

Tionghoa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah setempat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (f) Mata pencaharian Sebagian besar etnis Tionghoa di Indonesia bermata pencaharian sebagai pedagang. Selain berdagang, orang-orang etnis Tionghoa juga membuka perusahaan ataupun toko sebagai lahan usaha. Namun, dalam perkembangannya tidak sedikit juga dari etnis Tionghoa yang bekerja sebagai orang kantoran, guru, dokter, petani, buruh serta pekerjaan professional lainnya (Suryadinata, 1984).

  (g) Perkampungan atau tempat tinggal Sebagian besar orang Tionghoa di Indonesia tinggal di kota, biasanya perkampungan atau tempat tinggal orang Tionghoa merupakan deretan rumah yang berhadap-hadapan dan terletak di daerah pusat pertokoan (Koentjaraningrat, 2002). Biasanya orang Tionghoa hidup terpisah dari penduduk asli (Indonesia). Walaupun tinggal diantara penduduk asli, etnis Tionghoa tinggal didaerah-daerah tempat budaya “penduduk asli” tidak berkembang. Keinginan etnis Tionghoa sangat besar untuk berada dengan sesama kelompok etnisnya (Suryadinata, 1984). Secara nyata dapat dilihat bahwa etnis Tionghoa di seluruh dunia memiliki perkampungan Cina yang dinamakan”Pecinan”. Perkampungan ini merupakan bentuk pelestarian budaya Tionghoa oleh para etnis Tionghoa.

3. Pengelompokan etnis Tionghoa

  EtnisTionghoa yang ada di Indonesia sebenarnya tidak merupakan satu

kelompok yang berasal dari suatu daerah di negara Cina, tetapi terdiri dari beberapa

suku bangsa yang berasal dari dua provinsi yaitu Fukien dan Kwantung, yang sangat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

terpencar daerah-daerahnya. Mereka berasal dari suku yang berbeda-beda ada yang

berasal dari suku bangsa Hokkien, Teo-Chiu, Hakka dan Kanton (Koentjaraningrat,

2002).

  Keberagaman suku bangsa etnis Tionghoa ini membuat bahasa Tionghoa

sendiri yang ada di Indonesia menjadi beraneka ragam. Ada empat bahasa Tionghoa

di Indonesia, yaitu bahasa Hokkien, Teo-Chiu, Hakka dan Kanton yang demikian

besar perbedaannya, sehingga pembicara dari bahasa yang satu tak dapat mengerti

pembicara yang lain (Koentjaraningrat, 2002).

  Pengelompokan terhadap masyarakat Tionghoa di Indonesia dapat dibedakan

menjadi dua kelompok besar yaitu etnis Tionghoa asli (atau biasa juga disebut sebagai

etnis Tionghoa Totok) dan etnis Tionghoa peranakan (Tan, 1979 ; Skinner 1979).

Berdasarkan kriteria orientasi budaya dan identifikasi sosialnya, kedua kelompok ini

merupakan satu garis kontinum.

a. Etnis Tionghoa totok

  Kaum Tionghoa totok atau asli merupakan pendatang baru yang tiba di

Indonesia. Mereka datang ke Indonesia menjelang akhir abad ke-19 dan awal abad ke-

  

20. Hal ini terjadi sewaktu berlangsungnya pergolakan politik di negara Cina dan

juga bersamaan dengan menaiknya permintaan akan tenaga manusia di negara-negara

jajahan di Asia Tenggara (Suryadinata, 1984).

  Mayoritas etnis Tionghoa totok bermata pencaharian di bidang perdagangan

dan perusahaan yang mempunyai pola pemukiman terpisah dari penduduk asli

(disebut sebagai daerah Pecinan). Keyakinan agama mereka berasal dari Cina Selatan,

dengan bersembahyang di kuil-kuil Cina, menjalankan pemujaan kepada nenek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

moyang, beragama Buddha, Kung Fu-Tse dan Tao. Sistem perkawinan yang dianut

adalah monogami (Hidayat, 1977).

  Berbeda dengan keadaan sesudah perang etnis Tionghoa totok generasi ini

banyak lahir di Indonesia. Awalnya etnis Tionghoa totok bersekolah di tempat yang

berbahasa pengantar Cina, namun sejak tahun 1966 mereka hanya memperoleh

pendidikan Indonesia karena semua sekolah Cina harus ditutup. Oleh karena itu

orang-orang etnis Tionghoa asli hanya dapat berbicara bahasa Cina di rumah, dan

memakai bahasa campuran Indonesia dan Cina di luar rumah (Suryadinata, 1984).

  Orang-orang etnis Tionghoa totok masih banyak bermukim di daerah

Kalimantan Barat, Sumatera Timur (Bagan Siapiapi) dan Kepulauan Riau. Kini di

daerah tersebut perkampungan-perkampungan Tionghoa masih banyak yang

wujudnya kurang lebih sama dengan desa-desa di provinsi Cina selatan. Walaupun

banyak diantara etnis Tionghoa di Kalimantan Barat dan Sumatera Timur itu mungkin

sudah banyak juga yang lahir di Indonesia, tetapi mereka masih akan disebut orang

Tionghoa totok oleh orang Indonesia asli (Koentjaraningrat, 2002).

  Dari segi sosial ekonomi etnis Tionghoa totok dikenal lebih hemat dan rajin,

hal ini terlihat dari pekerjaan yang mereka lakukan. Mereka cenderung untuk bekerja

sendiri. Mengenai pekerjaan, etnis Tionghoa totok lebih sukses dalam usaha

perdagangan dan industri (Hidayat, 1977).

  Sistem kekerabatan yang dianut oleh etnis Tionghoa totok adalah sistem

patrilineal, yaitu sistem dimana yang memegang peranan penting dan kekuasaan

dalam keluarga inti adalah ayah dan anak laki-laki (Hidayat, 1977). Anak laki-laki

dalam keluarga etnis Tionghoa akan menerima harta warisan yang paling banyak,

sedangkan anak perempuan tidak mendapat harta warisan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Tionghoa Peranakan

  Etnis tionghoa peranakan adalah mereka yang lahir dari perkawinan campuran

antara orang tionghoa dan Indonesia (Koentjaraningrat, 2002). Orang tionghoa yang

datang ke Indonesia sebagian besar adalah laki-laki. Mereka lalu menikah dengan

wanita setempat (Suryadinata, 1984).

  Dilihat dari sejarahnya, etnis Tionghoa peranakan kebanyakan berasal dari

imigran suku Hokkien Cina (Morse dalam Suryadinata, 1984). Penggunaan bahasa

Cina mereka sudah tidak aktif lagi. Umumnya, mereka menggunakan bahasa Melayu-

Cina sebagai bahasa percakapan, yaitu bahasa dengan struktur Melayu, tetapi

memakai istilah-istilah suku Hokkien-Cina dan Belanda. Mata pencaharian etnik

Tionghoa peranakan pada umumnya juga berdagang, sama halnya dengan etnis

Tionghoa totok, walaupun mulai pada abad ke-20, banyak juga etnis Tionghoa

peranakan yang bekerja di kantor, tetapi masih banyak juga yang masih berkecimpung

dibidang perdagangan (Suryadinata, 1984).

  Keyakinan agama etnik Tionghoa peranakan ini bermacam-macam, namun

kebanyakan menganut pemujaan kepada nenek moyang (semacam agama rakyat

Cina) yang telah bercampur dengan adat pribumi (Indonesia). Hanya sejumlah kecil

saja etnik Tionghoa peranakan yang menganut agama Islam, Kristen dan Katholik

(Suryadinata, 1984).

  Etnis Tionghoa peranakan banyak bermukim di daerah pulau Jawa yaitu

daerah Jawa Timur dan Tengah. Rata-rata dari etnis Tionghoa peranakan ini sudah

lupa akan bahasa asalnya. Mereka mengalami penurunan dalam penyesuaian

kebudayaan dan bahkan dalam ciri-ciri fisiknya sudah menyerupai orang Indonesia

Asli (Koentjaraningrat, 2002). Berbeda dengan etnis Tionghoa Totok (asli) yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hidup berkelompok dengan sesamanya, etnis Tionghoa peranakan hidup berdampingan dengan masyarakat dimana mereka bermukim (Suryadinata, 1984).

  

Sistem kekerabatan yang dianut oleh etnis Tionghoa peranakan adalah sistem

bilateral, yaitu sistem yang menganggap anak laki-laki memiliki kedudukan yang sama dengan anak perempuan (Hidayat, 1977).

  

Mengenai pekerjaan, kebanyakan etnis Tionghoa peranakan terserap dalam

kerja kantor, tetapi ada juga yang masih berkecimpung di bidang kegiatan dagang dan perusahaan (Suryadinata, 1984).

  Tabel 2.1 Profil etnis Tionghoa Totok dan Peranakan

  Etnis Tionghoa Totok Etnis Tionghoa Peranakan

  • Memiliki garis keturunan ayah dan ibu (kedua orangtua) beretnis Tionghoa • Masih aktif menggunakan bahasa Tionghoa (Hokkien, Mandarin, Teo-chiu, Khek)
  • Orientasi besar pada budaya Tionghoa (adat istiadat, keyakinan dan hari raya)
  • Lingkungan tempat tinggal terpisah dengan penduduk asli (berada dalam lingkungan yang sebagian besar etnis Tionghoa = daerah Pecinan)
  • Dalam sistem kekerabatan masih berpegang pada sistem patrilineal yaitu anak laki-laki dianggap l
  • Memiliki ayah atau ibu (salah satu dari orangtua) beretnis Tionghoa • Sudah tidak aktif menggunakan bahasa Tionghoa (menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah setempat)
  • Cenderung berorientasi pada kebudayaan Indonesia • Lingkungan tempat tinggal berbaur dengan penduduk asli.
  • Sistem kekerabatan bersifat bilateral, dimana anak laki-laki dan perempuan memiliki

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tinggi dari wanita kedudukan yang sama

  • Sebagian bermata pencaharian • Banyak yang bermata sebagai pedagang. pencaharian di kantor, berdagang dan perusahaan.

  Sumber : diambil dari Suryadinata, L. 1984. Dilema Minoritas Tionghoa. Jakarta : Grafiti Pers C.

   Sikap Etnosentris pada Etnis Tionghoa Totok (asli) dan Peranakan Sikap etnosentris diartikan sebagai suatu sikap, perilaku dan pola pikir dari suatu kelompok sosial berdasarkan etnis tertentu, yang memiliki in-group feeling yang kuat, menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk dalam kebiasaan, nilai, keyakinan, pandangan, sikap, perilaku dan pemikiran kelompoknya sebagai segala sesuatu yang terbaik dibandingkan dengan yang dimiliki kelompok sosial lain.

  Etnis Tionghoa di Indonesia bukan merupakan kelompok etnis yang homogen. Identifikasi terhadap etnis Tionghoa terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu etnis Tionghoa totok (asli) dan etnis Tionghoa peranakan. Sekilas, sulit untuk membedakan etnis Tionghoa totok (asli) dengan etnis Tionghoa peranakan, walaupun ketika

diamati maka perbedaan itu terletak pada lafal dan ucapan-ucapannya dalam

kehidupan sosial budaya, corak pendidikan serta adat istiadatnya (Hidayat, 1977). Secara fisik, etnis Tionghoa totok memiliki karakteristik mata sipit dan kulit bewarna kuning. Etnis Tionghoa peranakan memiliki karakteristik perpaduan antara etnis Tionghoa totok (asli) dan Indonesia asli, seperti mata sipit dan kulit berwarna sawo matang. Menurut Sahrah (2005) perbedaan dari segi non-fisik etnis Tionghoa Totok (asli) dan peranakan pada perbedaan agama, adat istiadat, bahasa dan pemakaian nama.

  Adanya perbedaan fisik dan non fisik itulah yang membuat etnis Tionghoa totok dan peranakan berbeda. Hal ini mungkin disebabkan karena orientasi budaya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

yang dipelajari dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat tempat mereka

bermukim. Etnis Tionghoa totok (asli) memiliki orientasi budaya lebih banyak pada

Tionghoa totok. Di lingkungan keluarga (orangtua) yang berasal dari etnis Tionghoa

tentunya akan mensosialisasikan dan menginternalisasikan adat kebiasaan budaya

Tionghoa kepada setiap individu etnis Tionghoa. Selain itu, etnis Tionghoa totok

(asli) cenderung hidup berkelompok yang terpisah dari lingkungan masyarakat

Indonesia asli (pecinan), sehingga banyak berinteraksi dengan sesama etnis Tionghoa,

menggunakan bahasa Tionghoa dan menjalankan kebiasaan adat istiadat mereka.

  Itulah sebabnya orientasi terhadap etnis Tionghoa lebih besar.

  Pada etnis Tionghoa peranakan cenderung kurang berorientasi pada budaya

Tionghoa. Hal ini terjadi karena kedua orang tuanya berasal dari percampuran etnis

Tionghoa totok (asli) dan Indonesia asli, sehingga ada percampuran dua budaya.

Orang tua mereka hidup berbaur dengan lingkungan masyarakat setempat

menyebabkan orientasi budaya cenderung kearah kebudayaan Indonesia. Hal ini

membuat orientasi budaya etnis Tionghoa peranakan terhadap budaya Tionghoa

kurang kuat. Sikap etnosentris yang kuat terlihat pada etnis Tionghoa totok (asli)

dimana lingkungan sosial (keluarga, tempat tinggal dan sekolah) mempengaruhi

terbentuknya sikap etnosentris.

  Etnis Tionghoa memiliki unsur-unsur sikap etnosentris. Sikap etnosentris etnis

Tionghoa tercermin pada norma kultural, jatidiri etnis, bahasa dan pergaulan, yang

ditunjukkan dalam diri individu setiap etnis Tionghoa.

  Adanya heterogenitas pada etnis Tionghoa yaitu etnis Tionghoa totok (asli)

dan etnis Tionghoa peranakan memungkinkan sikap etnosentris yang terdapat pada

keduanya menjadi berbeda. Etnis Tionghoa totok yang memiliki orientasi budaya

yang kuat terhadap budaya Tionghoa akan memiliki sikap etnosentris yang lebih

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

besar. Diasumsikan berdasarkan aspek-aspek sikap etnosentris, norma atau nilai dari

budaya Tionghoa pada etnis Tionghoa totok (asli) lebih dalam terinternalisasi pada

diri etnis Tionghoa totok (asli). Hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan disekitar

etnis (lingkungan keluarga, tempat tinggal dan sekolah). Ini membuat etnis Tionghoa

totok (asli) dalam berperilaku hanya berorientasi pada budaya Tionghoa dan tidak

memperdulikan norma atau nilai yang ada pada kelompok lainnya. Pada etnis

Tionghoa Totok (asli) ditanamkan norma bahwa individu yang ada pada etnis

Tionghoa disarankan untuk memilih pasangan hidup yang sama dengan sesama

etnisnya. Jika etnis Tionghoa Totok (asli) memilih pasangan hidup yang diluar etnis

Tionghoa maka individu tersebut memiliki kecenderungan mendapatkan punishment

sosial dari lingkungan masyarakat etnis Tionghoa. Hal ini menjadikan individu

tersebut merasa dikucilkan dari lingkungan

  Pada jatidiri etnis, etnis Tionghoa memiliki keterikatan secara emosional yang

besar terhadap etnis Tionghoa, hal ini terlihat pada identifikasi yang besar terhadap

segala sesuatu yang berhubungan dengan etnis Tionghoa. Eksklusivitas yang terlihat

pada etnis Tionghoa lainnya adalah kehidupan bermasyarakatnya. Rata-rata, kota-kota

di Indonesia memiliki kampung Cina yang dikenal dengan nama Pecinan. Pecinan ini

dihuni oleh sebagian besar orang Tionghoa yang masih melestarikan budaya

Tiionghoa. Hal ini tampak pada bangunan rumah yang berciri khas budaya Tionghoa,

warna-warna khas Tionghoa yaitu merah mendominasi warna rumah tersebut.

  Etnis Tionghoa totok (asli) akan menggnuakan bahasa Tionghoa secara aktif

dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, individu akan disosialisasikan

dan diinternalisasikan bahasa Tionghoa yang merupakan bahasa ibunya. Hal ini akan

menimbulkan sikap etnosentris. Saat individu etnis Tionghoa bertemu dengan sesama

anggota kelompok etnisnya, mereka akan secara aktif menggunakan bahasa Tionghoa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Rasa kedekatan secara emosional ini membuat etnis Tionghoa merasa bahwa bahasa

Tionghoa dapat menjadikan mereka merasa bersaudara satu sama lainnya walaupun

secara asal dan marga (nama keluarga) mereka berbeda.

  Dalam hal pergaulan sehari-hari, keinginan etnis Tionghoa totok (asli) untuk

cenderung bergaul dengan orang-orang sesama etnis Tionghoa lebih besar. Hal ini

dikarenakan dengan bergaul sesama etnis Tionghoa, mereka merasa memiliki

kesamaan secara karakteristik dan berpikir. Etnis Tionghoa Totok (asli) sebagian

besar bermata pencaharian sebagai pedagang. Kesamaan profesi diantara etnis

Tionghoa Totok ini menjadikan etnis Tionghoa Totok (asli) sering berkumpul

bersama untuk membahas bagaimana perkembangan usaha mereka. Seringnya etnis

Tionghoa Totok (asli) ini berkumpul dengan sesamanya memberikan kesan bahwa

mereka hanya bergaul dengan sesama etnisnya saja. Hal ini menjadikan etnis

Tionghoa terkesan eksklusif, sehingga sikap etnosentris pada etnis Tionghoa Totok

(asli) tampak lebih kuat.

  Pada etnis Tionghoa Peranakan yang memiliki orientasi yang kurang terhadap

budaya Tionghoa menjadikan etnis Tionghoa peranakan memiliki sikap etnosentris

yang cenderung lebih rendah dibandingkan etnis Tionghoa Totok (asli). Etnis

Tionghoa peranakan diasumsikan norma kultural dan jati diri etnis sebagai etnis

Tionghoa mengalami kepudaran, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan adat

istiadat, budaya serta kelekatan emosi sebagai etnis Tionghoa menjadi berkurang. Hal

ini dikarenakan pada etnis Tionghoa peranakan orientasi budaya tidak terfokus pada

budaya Tionghoa tetapi telah mengalami asimilasi dengan budaya Indonesia. Etnis

Tionghoa peranakan merasa diri mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia,

sehingga hal-hal yang berbau budaya Tionghoa tidak menjadi keharusan bagi etnis

Tionghoa peranakan untuk melestarikan atau menjalaninya. Ini menjadikan etnis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Tionghoa peranakan memiliki sikap etnosentris yang lebih rendah dari etnis Tionghoa

totok (asli).

  Pada aspek bahasa, etnis Tionghoa peranakan mengalami penurunan dalam

pelestarian bahasa Tionghoa untuk berkomunikasi, cenderung menggunakan bahasa

Indonesia atau bahasa daerah setempat. Hal ini dikarenakan etnis Tionghoa peranakan

telah melakukan asimilasi dengan etnis-etnis lain yang ada di Indonesia.

  Dalam pergaulan sehari-hari, etnis Tionghoa peranakan cenderung berbaur

dengan masyarakat setempat. Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi terbentuknya sikap etnosentris. Proses sosialisasi banyak dihabiskan

dengan teman sebaya dalam situasi bergaul, bekerjasama dan sekolah. Etnis Tionghoa

peranakan cenderung bersekolah di sekolah yang terdiri dari berbagai macam budaya

atau etnis. Hal ini membuat etnis Tionghoa peranakan mampu berbaur dengan etnis

lain yang mana secara fisik, etnis Tionghoa peranakan tidak jauh berbeda dengan

etnis Indonesia lainnya.

  Berkaitan dengan fenomena yang telah dijelaskan sebelumnya, peneliti tertarik

untuk menjadikan generasi muda Tionghoa dalam hal ini diwakilkan oleh mahasiswa

sebagai subjek penelitian. Hal ini disebabkan karena peneliti merasa bahwa generasi

muda Tionghoa saat ini sudah mengalami penetrasi sosial dimana nilai, pikiran dan

perilaku pada keadaan dahulu yang dialami etnis Tionghoa berbeda dengan keadaan

yang ada saat ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 2.2 Aspek-aspek Pembeda

  Aspek pembeda Etnis Tionghoa Totok (Asli) Etnis Tionghoa Peranakan Norma kultural Menjalankan norma-norma yang terdapat pada budaya etnis

  Tionghoa dengan taat.

  Norma-norma yang terdapat pada budaya etnis Tionghoa menjadi longgar dijalankan. Jatidiri etnis Identifikasi diri terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan budaya Tionghoa (memiliki nama Tionghoa).

  Identifikasi terhadap segala hal yang berbau budaya Tionghoa mulai pudar (tidak memiliki nama Tionghoa). Pergaulan sehari- hari

  Cenderung bergaul dengan sesama etnis Tionghoa.

  Sudah berbaur dengan masyarakat setempat. Bahasa Menggunakan bahasa Tionghoa (Hokkien, Teo-Chiu, Mandarin,

  Khek) secara aktif untuk berkomunikasi dengan sesama etnis Tionghoa (menjadikan bahasa Tionghoa sebagai bahasa ibunya) Tidak dapat menggunakan bahasa Tionghoa (Hokkien, Teo-Chiu, Mandarin, Khek) untuk berkomunikasi dengan sesama etnis Tionghoa. Cenderung menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah setempat Sikap Etnosentris Menggunakan bahasa Tionghoa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, menjalankan norma kebudayaan Tionghoa dengan taat, cenderung bergaul dengan sesama etnis Tionghoa, mengidentifikasikan diri terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan budaya Tionghoa (kelekatan emosi yang besar terhadap budaya Tionghoa).

  Tidak aktif menggunakan bahasa Tionghoa (menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah setempat), norma pada budaya etnis Tionghoa menjadi longgar untuk dijalankan, lebih berbaur dalam pergaulan, serta identifikasi terhadap budaya Tionghoa mulai pudar (kelekatan emosi yang lemah terhadap budaya Tionghoa).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Hipotesis

  Berdasarkan penjelasan diatas maka hipotesis yang diajukan pada penelitian

ini adalah etnis Tionghoa Totok (asli) memiliki sikap etnosentris yang lebih tinggi

dibandingkan etnis Tionghoa Peranakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kausal komparatif. Desain kausal komparatif merupakan desain penelitian yang membandingkan dua atau

  

lebih jenis sampel penelitian. Berdasarkan keterangan tersebut, penulis mencoba

untuk mengetahui dan membandingkan sikap etnosentris pada etnis Tionghoa totok

(asli) dan etnis Tionghoa peranakan

B. Identifikasi Variabel Penelitian

  

Dalam penelitian ini variabel-variabel penelitian yang digunakan, adalah:

1. Variabel tergantung Variabel tergantung adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2002). Variabel inilah yang nantinya akan menjadi pusat persoalan penelitian. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah sikap etnosentris.

  2. Variabel bebas Variabel bebas atau terikat adalah variabel yang dipandang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel tergantung (Sugiyono, 2002). Jadi variabel bebas ini adalah variabel yang mempengaruhi variabel tergantung.

  Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Ketionghoaan. Ketionghoaan dikategorikan menjadi dua, yaitu Tionghoa totok (asli) dan Tionghoa peranakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Variabel kontrol Variabel kontrol merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan, sehingga tidak akan mempengaruhi variabel utama yang diteliti. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah pendidikan. Tingkat pendidikan pada penelitian ini diutamakan tingkat pendidikan formal yaitu laki-laki atau perempuan yang sedang menjalani pendidikan di Universitas (mahasiswa).

C. Definisi Operasional

  1. Variabel bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Ketionghoaan. Pada dasarnya Ketionghoaan terdiri atas dua kategori, yaitu Tionghoa Totok (asli) dan Tionghoa peranakan.

  Tionghoa totok (asli) adalah etnis Tionghoa yang berasal dari orang tua yang sama-sama etnis Tionghoa (bapak dan ibu etnis Tionghoa), orang-orang Tionghoa yang masih berorientasi pada budaya Tionghoa, menggunakan bahasa Tionghoa dalam percakapan sehari-hari di dalam rumah dan bahasa campuran Indonesia di luar rumah, Tionghoa totok (asli) ini sebagian besar menjadi warga negara Indonesia melalui naturalisasi atau karena lahir di Indonesia. Sedangkan, Tionghoa peranakan adalah orang-orang yang lahir dari perkawinan campuran antara orang Tionghoa dan Indonesia, penggunaan bahasa Tionghoa mereka sudah tidak aktif lagi, mereka cenderung menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah dimana mereka tinggal.

  Untuk mendapatkan keterangan mengenai diri subjek apakah subjek tergolong Tionghoa totok (asli) atau Tionghoa peranakan pada skala sikap etnosentris terdapat bagian identitas yang antara lain meminta subjek menyebutkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ketionghoaannya yang terdiri atas nama Tionghoa, orang tua (ayah dan ibu) yang berasal dari etnis Tionghoa totok (asli) atau etnis Tionghoa peranakan, asal, bahasa Tionghoa yang dikuasai.

2. Variabel tergantung Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah sikap etnosentris.

  Sikap etnosentris adalah suatu sikap, perilaku dan pola pikir dari suatu kelompok sosial berdasarkan etnis tertentu, yang memiliki in-group feeling yang kuat, menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk dalam kebiasaan, nilai, keyakinan, pandangan, sikap, perilaku dan pemikiran kelompoknya sebagai segala sesuatu yang terbaik dibandingkan dengan yang dimiliki kelompok sosial lain. Aspek-aspek dari sikap etnosentris yang akan diukur meliputi : (a) Norma kultural

  Norma kultural diartikan sebagai wujud dari sikap dan perilaku yang ditanamkan kepada setiap individu sejak awal perkembangan individu yang diinternalisasikan melalui proses belajar dari keluarga maupun lingkungan kelompok etnis.

  (b) Jatidiri etnis Jatidiri etnis merupakan bagian konsep diri individu yang berasal dari pengetahuan tentang keanggotannya dalam suatu kelompok sosial, bersama dengan nilai dan signifikansi emosional yang dilekatkan pada keanggotaan itu. (c) Pergaulan

  Kesediaan menjadikan orang lain, baik itu etnis Tionghoa atau etnis lain sebagai rekan dalam pergaulan dengan tujuan dijadikan teman.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (d) Bahasa Bahasa dijabarkan sebagai penggunaan bahasa Tionghoa dalam berkomunikasi dengan sesama etnis Tionghoa.

  Untuk mengetahui sikap etnosentris, maka diungkap dengan

menggunakan skala berdasarkan empat aspek tersebut. Nilai sikap etnosentris

dalam penelitian ini diperoleh dari skor skala sikap etnosentris. Semakin tinggi

skor yang diperoleh, berarti semakin tinggi sikap etnosentrisnya. Sebaliknya,

semakin rendah skor yang diperoleh, berarti semakin rendah sikap etnosentrisnya.

D. Subjek Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa beretnis Tionghoa yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan di Universitas Kristen Duta

Wacana. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok etnis

Tionghoa totok (asli) dan etnis Tionghoa peranakan.

  Alasan pembatasan sampel penelitian ini adalah: 1. Pemilihan mahasiswa sebagai subjek penelitian ini didasarkan pada pendapat

Yulia (1997) yang menyatakan bahwa mahasiswa adalah masyarakat dengan

latar belakang pendidikan spesifik, sehingga hasil pengukuran juga mencerminkan diri masyarakat. Kelompok ini memiliki kesempatan lebih untuk menjadi pemegang peranan penting dalam menentukan sikap dan tindakan terhadap objek dalam 1 atau 2 dasarwasa mendatang dalam kehidupan bermasyarakat.

  2. Subjek penelitian harus berada dalam satu sampel penelitian yang homogen yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, karena dengan berada dalam area yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sama diharapkan dapat mengontrol variasi lain yang mungkin muncul mempengaruhi sikap etnosentris.

  Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive

sampling , yaitu dengan memilih sekelompok subjek berdasarkan ciri-ciri atau sifat

tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat

populasi yang telah diketahui sebelumnya (Hadi, 1991).

E. Prosedur Penelitian

  

Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini antara lain:

1. Membuat skala sikap berdasarkan blue print yang telah dibuat

  2. Melakukan uji coba (try out) skala sikap etnosentris 3.

  Melakukan estimasi validitas dan reliabilitas

  4. Memilih item-item yang layak 5.

  Melakukan pengumpulan data dengan menyebar alat ukur berupa skala sikap etnosentris.

  6. Melakukan analisis data dengan uji t 7.

  Membuat pembahasan dari hasil yang telah diperoleh

F. Metode dan Alat Pengumpulan Data 1. Skala Sikap etnosentris

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang dibagikan secara langsung pada subjek penelitian untuk diisi, agar diketahui seberapa besar sikap etnosentris didalam diri subjek. Skala merupakan metode penelitian yang menggunakan daftar pertanyaan atau pernyataan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

diberikan kepada subjek dan subjek diminta untuk memberikan jawaban

terhadap pertanyaan atau pernyataan tersebut.

  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan skala sikap etnosentris yang didasarkan pada aspek-aspek etnosentrisme yang disusun peneliti. Butir-

butir pernyataan dalam aspek ini meliputi aspek-aspek penting yang digunakan

untuk mengungkap sikap etnosentris. Aspek-aspek tersebut adalah : bahasa,

pergaulan, norma kultural dan jati diri etnis.

  Skala sikap etnosentris ini terdiri dari dua bagian yakni bagian identitas

dan bagian pernyataan. Bagian identitas berguna untuk mendapatkan

keterangan mengenai diri subjek apakah subjek tergolong etnis Tionghoa totok

(asli) atau etnis Tionghoa peranakan, sedangkan bagian pernyataan

dimaksudkan untuk mengungkapkan sikap etnosentris subjek.

  Skala yang digunakan peneliti untuk mengukur sikap etnosentris

berjumlah 60 item pernyataan. Kuesioner ini merupakan kuesioner langsung

tertutup, yakni kuesioner yang disertai dengan pernyataan dan pilihan jawaban

sehingga responden tinggal memilih jawaban yang dinilai paling sesuai

dengan dirinya. Skala sikap etnosentris ini disusun dengan menggunakan

metode Summated Rating dari Likert.

  Skala yang digunakan memiliki 4 kategori jawaban, yaitu sangat setuju

(SS), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Alternatif

jawaban dibuat dalam 4 kategori dengan maksud menghindari kecenderungan

subjek penelitian menjawab pernyataan dengan alternatif jawaban yang netral

atau ragu-ragu.

  Pernyataan-pernyataan tersebut dituangkan dalam bentuk item

favorabel dan unfavorabel. Item-item favorabel adalah item yang isinya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mendukung, memihak atau menunjukkan ciri adanya atribut yang diukur. Item-item unfavorabel adalah item yang isinya tidak mendukung atau tidak menggambarkan ciri atribut yang diukur. Berdasarkan keempat aspek tersebut dibuat 60 item, dengan spesifikasi dan penyebaran yang dapat dilihat pada tabel 3.1.

  Tabel 3.1 Distribusi Item Skala Sikap Etnosentris Sebelum Uji Coba

  Indikator Favorable Unfavorable Total

  1. Bahasa (penggunaan bahasa 1, 6, 18, 24, 28, 10, 15, 21, 33,

  15 Tionghoa dalam berkomunikasi 40, 45, 57 39, 53, 51 dengan sesama etnis Tionghoa)

  2. Norma Kultural (wujud dari sikap 3, 11, 27, 43, 5, 8, 13, 20,

  15 dan perilaku yang ditanamkan 48, 55,58, 60 34, 46, 50 kepada individu sejak awal perkembangan individu yang diinternalisasikan melalui proses belajar dari keluarga, lingkungan kelompok etnis)

  3. Pergaulan (Kesediaan menjadikan 2, 12, 29, 32, 7, 16, 19, 31,

  15 orang lain, baik itu etnis Tionghoa 36, 47, 54 38, 41, 52, 59 atau etnis lain sebagai rekan dalam pergaulan dengan tujuan dijadikan teman) 4. 14, 17, 23, 26, 4, 9, 22, 25,

  15 Jatidiri Etnis (konsep diri individu yang berasal dari pengetahuan 30, 35, 37, 44 42, 49, 56 tentang keanggotannya dalam suatu kelompok sosial, bersama dengan nilai dan signifikansi emosional yang dilekatkan pada keanggotaan itu)

  Total 30

  30

  60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Pemberian skor skala Pemberian skor pada skala ini mengacu pada metode Likert dimana

pemberian skor didasarkan pada sifat favorabel dan unfavorabel. Skoring untuk

item-item favorabel bergerak dari 4 – 1, sedangkan item unfavorabel bergerak dari

1 – 4. Untuk lebih jelas, lihat tabel 3.2.

  Tabel 3.2 Skor Jawaban Skala

  Pernyataan Jawaban Favorabel Unfavorabel Sangat Setuju

  4

  1 Setuju 3

  2 Tidak Setuju

  2

  3 Sangat Tidak Setuju

  1

  4 G. Estimasi Validitas, Seleksi Item dan Reliabilitas

  1. Estimasi validitas Validitas berasal dari kata validity yang memiliki pengertian sejauh mana

ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya

  

(Azwar, 1997). Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai

validitas yang tinggi apabila alat tersebut mampu menjalankan fungsi ukurnya atau

memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran

tersebut.

  Pada penelitian ini, pengukuran validitas alat tes dapat dilakukan dengan

menggunakan metode pengujian validitas isi. Validitas isi merupakan validitas

yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi skala dengan analisis rasional atau

profesional judgement

  (Azwar, 2003). Pengujian melalui analisis rasional atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

yang diberikan oleh orang-orang yang ahli dan profesional dalam bidangnya

(Azwar, 2003). Dalam hal ini sebelum peneliti melakukan try out, peneliti

mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dosen pembimbing skripsi dan

professional judgement sehingga item-itemnya dipandang cukup untuk mencakup

keseluruhan isi objek yang hendak diukur.

  Pertanyaan yang dicari jawabannya dalam validasi ini adalah sejauh mana

item-item tes mewakili komponen-komponen dalam keseluruhan kawasan isi

objek yang hendak diukur (aspek representasi) dan sejauh mana item-item tes

mencerminkan ciri perilaku yang hendak diukur atau aspek relevansi (Azwar,

2003).

2. Seleksi Item

  Prosedur seleksi item didasarkan pada data empiris yaitu data hasil uji

coba item pada kelompok subjek yang karakteristiknya setara dengan subjek yang

hendak dikenai skala. Kualitas item diukur dengan analisis butir menggunakan

parameter daya beda item / daya diskriminasi item, yaitu sejauh mana item

mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki

atribut yang diukur dengan individu yang tidak memiliki atribut yang diukur.

  Pengujian daya diskriminasi item dilakukan dengan komputasi koefisien

korelasi antara distribusi skor pada setiap item dengan distribusi skor total sebagai

kriteria. Komputasi ini akan menghasilkan koefisien korelasi item total ( r x ) yang

i

dikenal dengan indeks daya beda item (Azwar, 2003). Formulasi korelasi product-

moment Pearson digunakan untuk menguji daya diskriminasi item skala. Syarat

yang digunakan dalam komputasi untuk seleksi yaitu item-item yang punya

korelasi positif dan signifikan, artinya fungsi item sejalan dengan fungsi skala

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

secara keseluruhan. Dengan demikian item-item yang berkorelasi positif dan

signifikan dengan skor total dipandang memiliki daya beda yang memuaskan

(Hadi, 1991).

  Berdasarkan analisis item pada hasil uji coba yang dilakukan pada tanggal

17 – 23 Juni 2007 terhadap 60 subjek, prosedur analisis item dilakukan dengan

menggunakan program SPSS 10.0 for windows. Setelah dilakukan analisis item

terdapat korelasi item total alat ukur berkisar antara - 0.0137 - 0.7937. Dari hasil

analisis dari 60 item, terdapat 23 item yang gugur sehingga ada 37 item yang

dinyatakan valid. Namun, setelah melihat sebaran item ternyata item tidak

mencukupi dan tidak mewakili indikator secara merata. Oleh karena itu, peneliti

memilih item-item yang memiliki korelasi yang positif dan signifikan, sehingga

didapatkan jumlah item sebanyak 56 item. Sebaran item dapat dilihat pada tabel

3.3.

  Parameter daya diskriminasi item ( r x ) hendaknya tidak dijadikan patokan i

tunggal dalam menentukan item mana yang akhirnya diikutkan sebagai bagian

skala dalam bentuk akhir karena disamping korelasi item total masih ada

pertimbangan lain yang juga tidak kalah besar perannya dalam menentukan

kualitas skala (Azwar, 2003). Pertimbangan itu adalah tujuan penggunaan hasil

ukur skala dan komposisi aspek-aspek yang dicakup oleh kawasan ukur yang

harus diungkap oleh skala (Azwar, 2003)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

.2671 -.2109 .2386

(7 item)

  Keterangan tabel : item gugur ditandai dengan warna merah dan total item sebelum uji coba ditandai dengan warna biru.

  7 item 56 item

  .3124 .5607 .3472 .4583

.1694 .4421 .4405

(7 item)

  Jati diri Etnis UF 4, 9, 22, 25, 42, 49, 56

  (8 item) 8 item

  30, 35, 37, 44 .2889 .6125 .4842 .2284 .7378 .2165 .3256 .4026

  (8 item) 6 item F 14, 17, 23, 26,

  UF 7, 16, 19, 31, 38, 41, 52, 59 .2158 -.0333 -.0137 .0826 .0342 .1021 .0857 .0898

  6 item Pergaulan

  Tabel 3.3 Distribusi Item Skala Sikap Etnosentris Setelah Uji Coba

  Aspek Sikap Etnosentris Nomor Item Koefisien x r i Total Item

  .4956 .2104 .4302 .4958

.1531 .1727 .1594

(7 item)

  Norma Kultural UF 5, 8, 13, 20, 34, 46, 50

  (8 item) 8 item

  48, 55,58, 60 .3566 .5138 .4896 .5505 .4889 .1522 .1643 .0917

  (7 item) 6 item F 3, 11, 27, 43,

  UF 10, 15, 21, 33 , 39, 51, 53 .6282 .4633 .7016 -.2271

.3230 .4074 .4773

  8 item Bahasa

  .4771 .6891 .4088 .7937 .7619 .4781 .5007 .5080 (8 item)

  Penelitian F 1, 6, 18, 24, 28, 40, 45, 57

  7 item F 2, 12, 29, 32, 36, 47 , 54 .3172 .2579 .5085 .1860

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tampak pada tabel bahwa masing-masing aspek semua terwakili atau tidak ada aspek yang hilang. Ke - 56 item tersebut kemudian disusun ulang dengan memperhatikan komposisi tiap aspek sehingga didapat 48 item sebagai distribusi item yang digunakan dalam penelitian. Sebaran item dapat terlihat pada tabel berikut :

  Tabel 3.4 Distribusi Item Skala Penelitian Sikap Etnosentris

  Aspek Favorable Unfavorable Total 1. 6, 24, 28, 40, 45, 57 10, 15, 21, 39, 53, 51

  12 Bahasa

  2. Norma Kultural 3, 11, 27, 43, 48, 58 5, 8, 13, 20, 46, 50

  12

  3. Pergaulan 2, 12, 29, 32, 36, 54 7, 31, 38, 41, 52, 59

  12

  4. Jatidiri Etnis 14, 17, 23, 30, 37, 44 4, 9, 22, 25, 49, 56

  12 Total 24 24

  48

3. Estimasi reliabilitas

  Reliabilitas adalah keterpercayaan, keterandalan, keajegan, kestabilan, konsistensi, namun ide pokok yang terkandung dalam reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2003). Hasil pengukuran hanya dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah.

  Dalam aplikasinya, reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (r ) xx ' yang angkanya berada dalam rentang dari 0 sampai angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Formula estimasi reliabilitas alat tes ini menggunakan koefisien Alpha (

  α) Cronbach. Pendekatan ini mempunyai nilai praktis dan efisiensi yang tinggi karena hanya memerlukan satu kali pengenaan sebuah tes

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Alpha dalam penelitian ini menggunakan SPSS versi 10.0 for Windows. Dari perhitungan tersebut diperoleh koefisien reliabilitas alpha skala sikap etnosentris dari 48 item sebesar 0.9153. Angka ini menunjukkan skala sikap etnosentris memiliki kekonsistensian yang cukup tinggi sehingga dapat dipercaya untuk mengungkap perbedaan sikap etnosentris pada Etnis Tionghoa Totok (asli) dan Etnis Tionghoa Peranakan.

H. Metode Analisis Data

  Untuk melihat perbedaan sikap etnosentris pada etnis Tionghoa totok (asli)

dan peranakan digunakan uji-t yang berfungsi untuk menguji komparasi data rasio dan

interval (Sugiyono, 1999). Uji-t adalah cara untuk membandingkan dua kelompok

subjek dengan mencari perbedaan mean dari dua kelompok tersebut (Hadi, 2002). T-

test yang diujikan adalah Independent Sample t-test, yaitu dengan membandingkan

rata-rata dari dua sampel, apakah dua sampel tersebut punya rata-rata yang sama atau

tidak secara signifikan (Santoso, 2004). Dua sampel tersebut adalah etnis Tionghoa

totok (asli) dan peranakan. Pengujian ini dilakukan dengan bantuan komputer yaitu

menggunakan Independent Sample t-test menggunakan program SPSS versi 10.0 for

Windows.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Pengambilan data penelitian dilakukan di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2007

  sampai tanggal 1 Agustus 2007. Jumlah subjek etnis Tionghoa Totok (asli) sebanyak 51 orang, tetapi yang memenuhi syarat untuk dijadikan subjek penelitian hanya 48 orang. Jumlah subjek etnis Tionghoa Peranakan sebanyak 74 orang, tetapi yang memenuhi syarat untuk dijadikan subjek penelitian hanya 72 orang.

  Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan cara membagi skala penelitian kepada mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana. Skala penelitian ini memiliki tampilan yang sama ketika uji coba dilakukan. Tampilan dibuat semenarik mungkin agar perfomansi alat ukur lebih menunjang.

  Informasi mengenai karakteristik subjek didapatkan pada bagian identitas yang terdapat pada skala yang diberikan oleh peneliti. Dalam skala

tersebut, terdapat beberapa pertanyaan atau pernyataan yang berkaitan dengan

karakteristik subjek.

B. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi

  Terdapat dua asumsi yang harus dipenuhi dalam mengerjakan studi

perbedaan, yaitu uji normalitas sebaran dan uji homogenitas varian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Uji Normalitas Sebaran Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran skor pada kedua kelompok sampel mengikuti distribusi normal. Metode yang digunakan dalam uji normalitas adalah One Sample Kolmogorov-Sminorv Test . Cara menguji normalitas adalah dengan melihat nilai probabilitas lebih besar dari 0.05 (p > 0.05) maka sebaran skor dinyatakan normal. Sebaliknya, apabila nilai probabilitas kurang dari 0.05 (p < 0.05) maka sebaran skor dinyatakan tidak normal (Santoso, 2005).

  Berdasarkan analisis yang dilakukan, terlihat bahwa hasil Kolmogorov-Sminorv Z adalah 0.651. Nilai probabilitas skor pada kasus ini adalah kelompok etnis Tionghoa Totok 0.899, kelompok etnis Tionghoa Peranakan 0.645 dan kedua kelompok subjek 0.790 sehingga p > 0.05 dengan demikian sebaran skor untuk skala sikap etnosentris dinyatakan normal. Dibawah ini disertakan tabel ringkasan One Sample Kolmogorov-Sminorv Test . Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

  Tabel 4.1 Ringkasan One Sample Kolmogorov-Sminorv Test

  

Keterangan N Z Asymp. Sig.(2-tailed)

Totok 48 0.572 0.899

Peranakan

  72 0.739 0.645

Total 120 0.651 0.790

b. Uji Homogenitas Varian Uji homogenitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah varians dari sample yang akan diuji mempunyai varians yang sama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  atau tidak. Caranya adalah dengan melihat nilai probabilitas melalui Levene Test . Apabila nilai probabilitasnya lebih besar dari 0.05 (p > 0.05) maka kedua kelompok sample mempunyai varians yang sama, dan jika nilai probabilitasnya kurang dari 0.05 (p < 0.05) maka kedua kelompok sample mempunyai varians yang tidak sama (Santoso, 2005).

  Berdasarkan analisis yang dilakukan, terlihat bahwa hasil Levene test adalah 0.678 dengan nilai probabilitas 0.412. Nilai p = 0.412 lebih besar daripada 0.05 (0.412 > 0.05) maka kedua kelompok sample dinyatakan mempunyai varians yang sama. Dibawah ini disertakan tabel ringkasan Levene Test. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

  Tabel 4.2 Ringkasan Test of Homogenity of Variances

  Levene’s Test for Equality of Variances F Signifikansi

  0.678 0.412

  Equal variances assumed 2.

   Deskripsi Data Penelitian Skala sikap etnosentris terdiri atas 48 item, setiap item diberi skor 1 untuk STS, skor 2 untuk jawaban TS, skor 3 untuk jawaban S, dan skor 4 untuk jawaban SS. Perhitungan untuk skala sikap etnosentris diperoleh skor minimum sebesar 1x48 = 48 dan skor maksimum sebesar 4x48 = 192.

  Berdasarkan skor maksimum dan skor minimum, maka dapat dihitung

range hipotetiknya, yaitu 192-48 = 144 dan satuan deviasi standar (

σ) 144/6 = 24. Mean teoritis (

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut ini tabel ringkasan deskripsi data penelitian :

  Tabel 4.5 Ringkasan Tabel Data Penelitian

  

Variabel Keterangan Min Max Mean SD

H E H E H E H E Seluruh 48 75 192 168 120 124.25 24 13.50 subjek

  Sikap Tionghoa 48 110 192 168 120 128.69 24 11.64 Etnosentris Totok Tionghoa 48 75 192 157 120 121.29 24 13.91

  Peranakan H = Hipotetik E = Empiris Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa skor hipotetik pada seluruh subjek yang terendah adalah 48 dan skor empiriknya adalah 75 sedangkan skor yang tertinggi pada skor hipotetik adalah 192 dan skor empiriknya adalah 168.

  Sedangkan pada mean hipotetik pada seluruh subjek adalah 120 dengan standar deviasi 24 dan skor empiriknya adalah 124.25 dengan standar deviasi

  13.50. Dari deskripsi data tersebut diperoleh bahwa mean empirik lebih besar dari mean hipotetik (124.25 > 120) serta standar deviasi empirik yang didapat oleh seluruh subjek lebih kecil dari standar deviasi hipotetiknya (13.50 < 24) sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap etnosentris subjek secara keseluruhan termasuk tinggi dan memiliki variasi skor yang merata atau homogen.

  Pada etnis Tionghoa Totok skor hipotetik terendah adalah 48 dan skor

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

dan skor empirik tertinggi adalah 168. Sedangkan mean hipotetiknya adalah

120 dan mean empirisnya adalah 128.69 dengan standar deviasi 11.64. Dari

deskripsi data tersebut didapatkan bahwa mean empirik lebih besar dari mean

hipotetik (128.69 > 120) serta standar deviasi empirik kelompok etnis

Tionghoa Totok (asli) lebih kecil dari standar deviasi hipotetik (11.64 < 24)

sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap etnosentris pada etnis Tionghoa

Totok termasuk tinggi dan memiliki variasi skor yang merata atau homogen.

  Pada etnis Tionghoa Peranakan dapat dilihat bahwa skor hipotetik

terendah adalah 48 dan skor empirik terendah adalah 75. Selanjutnya skor

tertinggi hipotetik adalah 192 dan skor empirik tertinggi adalah 157.

Sedangkan mean hipotetiknya adalah 120 dan mean empirisnya adalah 121.29

dengan standar deviasi 13.91. Dari deskripsi data tersebut tampak bahwa mean

empirik lebih besar dari mean hipotetik (121.29 > 120) serta standar deviasi

empirik kelompok etnis Tionghoa Peranakan lebih kecil dari standar deviasi

hipotetik (13.91 < 24) sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap etnosentris

pada etnis Tionghoa Peranakan termasuk tinggi dan memiliki variasi skor

yang merata atau homogen.

3. Uji Hipotesis

  Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas maka yang dilakukan selanjutnya adalah uji hipotesis. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji-t dengan teknik Independent Sample t-Test yang dihitung dengan bantuan program SPSS versi 10.0 for Windows. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “etnis Tionghoa Totok (asli) memiliki sikap etnosentris yang lebih tinggi dibandingkan etnis Tionghoa Peranakan”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 4.6 Ringkasan Hasil Uji Hipotesis (Independent Sample t-Test)

  

Sikap N Mean SD df t t tabel p

Etnosentris Totok 48 128.69 11,64 118 3.041 1.658 0.003 Peranakan 72 121.29 13,91

  Keterangan Tabel : Taraf signifikansi (one tailed) N : Jumlah subjek SD : Standar deviasi Df : Degree of freedom t : Hasil perhitungan uji t p : Probabilitas Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 subjek yang terdiri atas

  48 etnis Tionghoa Totok (asli) dan 72 etnis Tionghoa Peranakan. Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat diketahui mean yang diperoleh dari kelompok subjek etnis Tionghoa Totok (asli) adalah 128.69 dan mean kelompok etnis Tionghoa Peranakan adalah 121.29. Nilai standar deviasi dari kelompok subjek etnis Tionghoa Totok adalah 11.64 dan standar deviasi kelompok etnis Tionghoa Peranakan adalah 13.91. Jadi, dengan harga mean etnis Tionghoa Totok (asli) adalah 128.69 sedangkan etnis Tionghoa Peranakan adalah 121.29 menunjukkan mean etnis Tionghoa Totok (asli) lebih besar dari mean etnis Tionghoa Peranakan (128.69 > 121.29). Harga uji-t adalah harga yang digunakan sebagai patokan dalam menilai atau menerima suatu hipotesis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hipotesis untuk penelitian ini adalah : Ho : etnis Tionghoa Totok (asli) tidak memiliki sikap etnosentris lebih tinggi dibandingkan etnis Tionghoa Peranakan Ha : etnis Tionghoa Totok (asli) memiliki sikap etnosentris lebih tinggi dibandingkan etnis Tionghoa Peranakan. Dasar pengambilan keputusan : Ho = t hitung > t tabel, maka Ho ditolak, Ha diterima

  Ha = t hitung < t tabel, maka Ho diterima, Ha ditolak Dari perhitungan uji-t didapatkan nilai t hitung sebesar 3.041 dengan t tabel sebesar 1.658. Karena t hitung > t tabel (3.041 > 1.658), oleh karena itu maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi hipotesis yang diajukan oleh peneliti, yang menyatakan bahwa sikap etnosentris etnis Totok (asli) lebih tinggi dari etnis Tionghoa Peranakan diterima. Hal ini juga dapat dilihat dari perbedaan mean dari kedua kelompok subjek yang menunjukkan bahwa mean etnis Tionghoa Totok (asli) lebih besar dari mean etnis Tionghoa Peranakan (128.69 > 121.29). Dapat disimpulkan bahwa, sikap etnosentris etnis Tionghoa Totok (asli) lebih tinggi dibandingkan etnis Tionghoa Peranakan.

C. Pembahasan

  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini diterima. Dengan kata lain, sikap etnosentris etnis Tionghoa Totok (asli) lebih tinggi dibandingkan etnis Tionghoa Peranakan secara signifikan. Hasil analisis data pada etnis Tionghoa Totok dan etnis Tionghoa Peranakan menunjukkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

bahwa mean empirik pada kedua kelompok ini lebih besar dari mean

hipotetiknyanya sehingga menyebabkan kedua kelompok ini memiliki sikap

etnosentris yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan etnis Tionghoa yang

merupakan kelompok minoritas di Indonesia. Etnis Tionghoa bersama-sama

berkumpul menjadi suatu kelompok yang satu dengan tetap berusaha untuk

menjaga segala kebudayaan, sistem keyakinan, cara hidup dan pola perilaku,

cara berpikir serta simbol-simbol kebudayaan (Siswanto, 2007).

  Keberadaan etnis Tionghoa yang heterogen, yaitu etnis Tionghoa

Totok (asli) dan etnis Tionghoa Peranakan dikalangan etnis Tionghoa di

Indonesia membuat kedua kelompok ini memiliki perbedaan dalam bersikap

terutama mengenai etnosentrisme dikalangan etnis Tionghoa. Didukung

dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Helmi (1990) bahwa etnis

Tionghoa memiliki sikap etnosentris, dimana dari hasil penelitian tersebut

generasi tua pada etnis Tionghoa memiliki sikap etnosentris yang lebih besar

dibandingkan generasi mudanya.

  Sikap etnosentris pada kelompok etnis lahir dan dipengaruhi dari

lingkungan yang terdekat dengan individu, yaitu keluarga selanjutnya

berkembang pada lingkungan masyarakat dan pendidikan atau sekolah.

Keluarga merupakan tempat terbentuknya sikap etnosentris yang dibentuk

melalui proses interaksi nilai-nilai yang ada dalam diri individu dan pengaruh

lingkungan melalui proses belajar (Helmi, 1990). Hal ini didukung dengan

teori belajar sosial atau social learning oleh Bandura (1977) bahwa proses

belajar terjadi dengan mengalami dan meniru apa yang ada disekitarnya. Dari

keluarga, individu belajar mengenai norma kultural, jatidiri sebagai anggota

suatu kelompok etnis, bahasa ibu yang terdapat dalam kelompok etnis serta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

berinteraksi dengan anggota dalam kelompok etnis dan anggota diluar

kelompok etnis pada lingkungan masyarakat dan pendidikan atau sekolah.

  Berdasrkan hasil penelitian, etnis Tionghoa Totok memiliki sikap

etnosentris yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan etnis Tionghoa Totok

berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang budaya Tionghoa yang

dominan. Dilingkungan keluarga (orangtua), etnis Tionghoa Totok (asli)

mensosialisasikan dan menginternalisasikan adat kebiasaan budaya Tionghoa.

Hal ini menjadikan norma kultural yang terdapat pada etnis Tionghoa sangat

besar terinternalisasi dalam individu etnis Tionghoa. Sikap mental etnis

Tionghoa yang berlandaskan ajaran Kong Fu Tse yang menekankan pada

sikap hubungan keluarga, negara dan bangsa berdasarkan kesadaran akan

kedudukan etnis Tionghoa yang lebih tinggi, lebih superior dan lebih maju

(Hidayat, 1977). Ini merupakan suatu aspek yang mempengaruhi sikap

etnosentris yang tinggi pada etnis Tionghoa Totok.

  In-group feeling yang kuat pada etnis Tionghoa Totok membuat jatidiri

etnis sebagai etnis Tionghoa memiliki keterikatan emosional yang besar

(Berry, 1999). Dalam hal ini, lingkungan masyarakat memiliki peranan dalam

pengaruhnya terhadap sikap etnosentris. Eksklusivitas yang terdapat pada etnis

Tionghoa Totok (asli) terlihat dalam kehidupan bermasyarakatnya. Ini

tercermin dengan adanya kampung “pecinan” dihampir seluruh kota yang ada

di Indonesia. Pemakaian nama Tionghoa tetap dipertahankan oleh etnis

Tionghoa Totok (asli) hingga saat ini demi menjaga salah satu identitas

ketionghoaannya.

  Bahasa Tionghoa merupakan aspek yang menunjang terbentuknya

sikap etnosentris. Pelestarian bahasa dalam kelompok etnis dipengaruhi oleh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

keinginan anggota kelompok untuk melestarikan bahasa mereka dalam

masyarakat dominan dengan menggunakan bahasa tersebut dan

mengajarkannya kepada keturunannya (Berry, 1999). Kelestarian bahasa

Tionghoa dikalangan etnis Tionghoa Totok menumbuhkan rasa persaudaraan yang tinggi. Saat individu etnis Tionghoa Totok bertemu dengan individu etnis

Tionghoa lain yang juga mampu berkomunikasi dengan bahasa Tionghoa

membuat individu merasakan bahwa mereka bersaudara satu sama lainnya,

walaupun asal dan marga mereka berbeda. Hal ini membuat lingkup pergaulan dikalangan etnis Tionghoa Totok terkesan eksklusif. Mereka merasa nyaman

saat bertemu dengan sesama etnis Tionghoa. Didukung dengan bentuk fisik

yang sama antar individu etnis Tionghoa yang lain membuat etnis Tionghoa Totok bergaul dengan sesama individu etnis Tionghoa.

  Lingkungan pendidikan merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi terbentuknya sikap etnosentris pada etnis Tionghoa Totok.

  

Institusi pendidikan merupakan suatu sarana dimana terdapat internalisasi

budaya secara formal maupun informal. Secara formal individu diajarkan

budaya yang terdapat pada masyarakat yang dominan, sedangkan secara

informal individu diajarkan cara bekerjasama dan bergaul dengan individu

yang lain (Matsumoto, 2004). Etnis Tionghoa Totok cenderung bersekolah

dilingkungan yang didominasi oleh etnis Tionghoa sehingga mereka memiliki

cara bergaul, bersikap dan berperilaku yang hampir sama sesuai dengan

budaya etnis Tionghoa. Sebaliknya, etnis Tionghoa Peranakan dengan ciri-ciri

fisik yang hampir menyerupai masyarakat Indonesia asli membuat etnis

Tionghoa bersekolah di sekolah yang didominasi oleh masyarakat Indonesia asli sehingga mereka tidak hanya bergaul dengan etnis Tionghoa tetapi juga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

masyarakat Indonesia asli sehingga mereka tidak berkelompok dengan

sesamanya saja.

  Disatu sisi, etnis Tionghoa Totok menjaga dan melestarikan dengan

baik kebudayaan etnis Tionghoa yang didapatkan dari leluhur mereka. Hal ini

menjadikan adat istiadat, budaya dan bahasa tetap dipertahankan oleh etnis

Tionghoa Totok dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun disisi lain,

dengan rasa kebanggaan yang besar dikalangan etnis Tionghoa Totok ini

membuat mereka terlena dengan kebudayaan etnis sendiri dengan tidak

melihat kebudayaan yang ada pada etnis lain. Adakalanya sikap tersebut

diiringi dengan anggapan bahwa kebudayaan etnis sendiri lebih baik dari etnis

lain.

  Hal ini berbeda dengan etnis Tionghoa Peranakan, karena berasal dari

percampuran budaya Tionghoa dan Indonesia membuat etnis Tionghoa

Peranakan dalam menyikapi etnosentrisme berbeda dengan etnis Tionghoa

Totok. Etnis Tionghoa Peranakan dalam norma kultural telah banyak memadu

padankan dengan budaya Indonesia asli. Etnis Tionghoa Peranakan sebagian

besar telah melakukan asmilasi dengan budaya Indonesia sehingga mereka

sudah tidak menggunakan nama keluarga dari orangtua yang memiliki garis

keturunan etnis Tionghoa dan secara sosial mereka mengidentifikasikan diri

sebagai etnis masyarakat tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan (Widowati

dalam Sahrah, 2005).

  Keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya

sikap etnosentris pada etnis Tionghoa Peranakan. Hal ini dikarenakan individu

yang lahir dari percampuran budaya Tionghoa dan Indonesia memiliki ciri

fisik yang mendekati dengan masyarakat Indonesia Asli dan mengalami

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

percampuran kebudayaan (Koentjaraningrat, 2002). Ini menyebabkan norma

kultural serta jatidiri etnis Tionghoa Peranakan mengalami kepudaran. Banyak

dari individu etnis Tionghoa peranakan tidak mengenal lagi adat istiadat,

kebudayaan serta bahasa Tionghoa.

  Lingkungan masyarakat dan pendidikan mendukung terbentuknya

sikap etnosentris yang rendah pada etnis Tionghoa Peranakan. Etnis Tionghoa

Peranakan sebagian besar hidup berdampingan dengan masyarakat setempat

dimana mereka bermukim dan menggunakan bahasa daerah tempat mereka

bermukim (Suryadinata, 1984). Hal ini membuat etnis Tionghoa bergaul dan

bekerjasama dengan individu lain dimana individu bermukim dan berinteraksi

dengan masyarakat setempat.

  Sikap etnosentris menurut Brown (1986) memiliki dua dimensi yaitu

positif dan negatif. Dimensi positif dari sikap etnosentris terdapat unsur

kebanggaan terhadap kelompoknya, sedangkan dimensi negatif mengandung

unsur menganggap rendah terhadap kelompok diluar kelompoknya.

  Berdasarkan pengamatan peneliti dari awal hingga akhir penelitian,

peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki beberapa kekurangan.

  

Kekurangan tersebut salah satunya adalah keterbatasan teori yang membahas

mengenai sikap etnosentris. Namun disini, peneliti mencoba untuk mencari

teori pendukung yang relevan dengan sikap etnosentris.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil uji hipotesis dalam penelitian ini maka dapat

  

disimpulkan bahwa etnis Tionghoa Totok (asli) memiliki sikap etnosentris yang

lebih tinggi dari etnis Tionghoa Peranakan.

B. Saran

  1. Bagi masyarakat etnis Tionghoa Berdasarkan hasil penelitian ini yang menyatakan bahwa etnis Tionghoa Totok (asli) memiliki sikap etnosentris yang lebih tinggi dari etnis Tionghoa Peranakan, maka peneliti menyarankan kepada masyarakat Tionghoa terutama etnis Tionghoa Totok agar dapat mengembangkan dan meningkatkan proses asimilasi dengan masyarakat Indonesia lainnya dalam kehidupan sehari-hari sehingga sikap etnosentris pada kelompok etnis mulai terkikis dan menjadi bagian masyarakat Indonesia seutuhnya.

  2. Bagi pemerintah Berdasarkan hasil penelitian ini yang menyatakan bahwa etnis Tionghoa Totok (asli) memiliki sikap etnosentris yang lebih tinggi dari etnis Tionghoa Peranakan, maka peneliti menyarankan agar pemerintah Indonesia menerapkan program-program yang lebih relevan dan aplikatif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bagi masyarakat etnis Tionghoa terutama yang berhubungan dengan proses asmilasi dengan masyarakat Indonesia lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Bagi peneliti selanjutnya Bagi peneliti lain yang tertarik untuk mengkaji mengenai sikap etnosentris pada etnis Tionghoa, peneliti menyarankan pengontrolan subjek penelitian berdasarkan daerah asal subjek. Dari penelitian yang dilakukan peneliti, asal daerah subjek sepertinya memiliki pengaruh dalam bersikap etnosentris.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, H.A. 1991. Psikologi Sosial. Jakarta. PT. Rineka Cipta.

  Azwar, S. 1997. Metode Penelitian. Yogyakarta. Pustaka Pelajar Offset. Azwar, S. 2001. Sikap Manusia dan Pengukurannya. Yogyakarta : Liberty Azwar, S. 2003. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset Bandura, A. 1977. Social Learning Theory. New Jersey: Prentice Hall. Inc Barger, K. 2004. Ethnocentrism. http://www.iupui.edu/~anthkb/ethnocen.htm

Berry, J.W., Poortinga, Y.P., Segall, M.H., & Dasen, P.R. 1999. Psikologi Lintas-

Budaya: Riset dan Aplikasi . Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

  

Brewer, M.B. and Miller, N., 1996. Intergroup Relations. Buckingham : Open University

Press.

Brown, R. 1986. The Social Psychology second edition. New York : The Free Press. A

Division of Macmillan, Inc.

Dayakisni, T., Yuniardi, S. 2004. Psikologi Lintas Budaya. Malang. Universitas

Muhammadiyah Malang. Hadi, S. 2004. Statistik 2. Yogyakarta. Andi Offset.

Haryono, P. 1994. Kultur Cina dan Jawa. Pemahaman Menuju Asimilasi Kultural.

  Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Helmi, A.F. 1990. Sikap Etnosentris pada Generasi Tua dan Muda Etnik Cina. Laporan

Penelitian. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah

  Mada. Herlianto. 2001. Masalah Cina. http://www.yabina.org/artikel/A5_01.HTM

Hidayat, Z..M. 1977. Masyarakat dan Kebudayaan Cina di Indonesia. Bandung : Tarsito.

  Koentjaraningrat, 1980. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Aksara Baru. Koentjaraningrat, 2002. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta : Djambatan. Matsumoto, D. 1996. Culture and Psychology. USA. Brooks/Cole Publishing Company. Mulyana, D. 2000. Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Muzammil, A.R. 2006. Efektivitas Komunikasi Antarbudaya : Upaya Membangun

Keharmonisan Hubungan Antaretnik . http://www.fkip.untar.ac.id

  

Myers, G.D. 1999. Social Psychology sixth edition. New York : Mc Graw Hill

Companies.

Poerwanti, E. 2001. Pemahaman Psikologi Masyarakat Indonesia sebagai Upaya

  Menjembatani Permasalahan Silang Budaya http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/EndangPoerwanti.com.

  

Sahrah. A. 2005. Identifikasi Etnik dan Nilai Kerja Karyawan Tionghoa asli dan

Tionghoa Peranakan . APIO 2005.

Sandra, Putu Suseni. 2000. Sikap Etnosentris pada Dua Generasi Etnis Bali Ditinjau dari

  Lingkungan Tempat Tinggalnya . Yogyakarta. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Tidak diterbitkan.

  Siswanto. 2007. Meretas Batas Etnik Cina dan Pribumi. www.sinology@uny.ac.id

Skinner, J. 1979. Golongan Minoritas Tionghoa. Dalam M.G. Tan (ed), Golongan Etnis

Tionghoa di Indonesia. hal. 10-16. Jakarta: PT. Gramedia. Soekanto, S. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Edisi I. Jakarta. Radar Jaya offset. Soekisman. 1975. Masalah Cina di Indonesia : Jakarta : CV. Bangun Indah. Suryadinata, L. 1984. Dilema Minoritas Tionghoa. Jakarta : Grafiti Pers.

Suryadinata, L. 2003. Etnik Tionghoa, Pribumi Indonesia dan Kemajemukan: Peran

  Negara, Sejarah, dan Budaya dalam Hubungan Antar Etnis . Antropologi Indonesia. no. 71

Suryadinata, E.N.Arifin dan A. Ananta. 2003. Indonesian’s Population: Ethnicity and

Religion in a Changing Political Landscape . Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

  

Suryanto, MMW Tairas. 1999. Sosialisasi Rasial, Identitas Rasial, Etnosentrisme dan

Agresi Rasial ditinjau dari Perbandingan Etnis Cina dan Jawa . Insan no:1 : 3-13 Tan. M. G. 1979. Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.

  Tarigan, H.G. 1986. Psikolinguistik. Bandung : Penerbit Angkasa.

Yulia. 1997. Hubungan Etnosentrisme dan Familisme dengan Prasangka Sosial terhadap

  Etnis Jawa pada Pemuda Etnis Cina . Yogyakarta. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Tidak diterbitkan.

  LAMPIRAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Subjek item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8

  2

  3

  3

  3

  3 Totok

  3

  4

  3

  1

  3

  4

  3

  3 Totok

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2 Totok

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  3 Totok

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  2 Totok

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3 Totok

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3 Totok

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2 Peranakan

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2 Totok

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  1

  2 Peranakan

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3 Totok

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2 Totok

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2 Peranakan

  2

  2

  2

  2 Peranakan

  2

  2

  1

  3 Peranakan

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  1

  1 Peranakan

  4

  3

  3

  2

  1

  4

  3

  2 Totok

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  2 Peranakan

  2 Totok

  1

  3

  4

  3

  2

  2

  2 Peranakan

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  2 Totok

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2 Peranakan

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3 Peranakan

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  1 Peranakan

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  Peranakan

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  4 Peranakan

  1

  3

  2

  3 Peranakan

  4

  3

  3

  2 Totok

  2

  1

  3

  1

  3

  3

  1

  4

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3 Peranakan

  2

  2

  3

  1

  4

  1

  2 Peranakan

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  1 Peranakan

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3 Peranakan

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  1

  2 Peranakan

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3 Peranakan

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2 Peranakan

  2

  3

  4 Peranakan

  1

  3 Peranakan

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3 Peranakan

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  2 Totok

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  2 Peranakan

  4

  2

  4

  3

  2

  4

  1

  3

  2 Totok

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3 Totok

  2

  4

  3

  1

  4

  3

  4

  2 Totok

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  2 Totok

  1

  1

  2

  1

  4

  3

  3

  2 Totok

  2

  3 Peranakan

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3 Totok

  2

  4

  3

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Totok

  4

  4

  1

  1 Peranakan

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  2 Totok

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3 Totok

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2 Peranakan

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  1 Totok

  2

  1

  2

  4

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  1 Peranakan

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  2 Totok

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  1

  4 Peranakan

  3

  2

  4

  3

  3

  3 Totok

  2

  1 Peranakan

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

iitem9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  1

  2

  4

  3

  1

  2

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  3

  3

  2

  1

  1

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  4

  2

  3

  1

  2

  4

  1

  3

  3

  2

  4

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  1

  4

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  4

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  2

  1

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  1

  2

  3

  2

  3

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

iitem18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 item26

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  4

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  4

  4

  2

  1

  3

  3

  4

  2

  1

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  1

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  1

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  1

  3

  4

  2

  1

  4

  3

  3

  1

  3

  1

  2

  4

  1

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  1

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  2

  1

  2

  4

  4

  3

  1

  1

  4

  2

  1

  2

  1

  4

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  4

  1

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  1

  4

  4

  3

  2

  2

  4

  4

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  4

  1

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  4

  3

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  1

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  1

  2

  4

  4

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  1

  4

  4

  2

  1

  4

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  1

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  2

  4

  3

  1

  4

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

iitem27 item28 item29 item30 item31 item32 item34 item35 item36

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  1

  3

  4

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  1

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  1

  4

  2

  4

  4

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  2

  3

  2

  1

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  4

  3

  4

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  1

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  2

  4

  4

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  1

  1

  3

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  4

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  1

  1

  2

  2

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  1

  1

  4

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  4

  1

  1

  2

  2

  1

  4

  4

  2

  4

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  4

  4

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

iitem37 item38 item39 item40 item41 item42 item43 item44 item45

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  1

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  1

  2

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  2

  1

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  2

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  1

  4

  4

  3

  4

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  1

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

iitem47 item48 item49 item50 item51 item52 item53 item54 item56

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  4

  2

  4

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  4

  1

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  4

  1

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  4

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  1

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  1

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  1

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  1

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  1

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  4

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  1

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iitem57 item58 item59 item60 Total

  3 2 1 2 155 3 4 1 2 147 4 4 1 2 165 3 3 1 2 165 3 2 2 2 135 1 2 1 2 122 3 3 1 1 117 3 2 1 1 163 3 3 2 1 141 2 1 1 1 120 2 3 1 1 134 2 2 2 3 141 2 2 1 2

  96 3 3 2 3 149 4 4 1 3 171 4 2 1 2 153 4 3 1 2 127 3 2 1 2 142 2 2 1 2 133 2 2 2 2 151 2 2 1 2 132 3 2 1 2 141 4 2 1 2 155 3 3 2 2 174 3 2 2 2 145 3 2 2 2 153 3 2 1 2 143 3 2 1 2 156 3 2 2 2 162 3 2 2 2 151 2 2 2 2 132 2 3 1 1 143 4 4 1 1 160 3 3 2 2 146 3 2 2 2 156 3 2 2 2 157 3 2 2 3 148 3 2 1 2 149 3 2 1 1 155 3 2 1 3 163 3 2 1 2 104 2 3 2 3 146 3 2 2 1 146 2 3 1 2 137 2 2 1 2 104 2 2 2 2 135 2 2 1 1 143 3 4 2 1 136 2 2 2 2 142

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 2 1 1 166 3 2 1 1 129 3 3 1 2 146 4 2 1 2 153 3 3 1 1 165 2 4 1 2 154 3 2 1 2 165 4 2 2 3 165 1 2 1 1 127 4 2 1 1 176 3 3 2 1 141

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Hasil Daya Beda Item ~ Seleksi Item

  R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  VAR00001 149.6333 271.1175 .4771 .9054

  VAR00002 149.6167 279.6641 .3172 .9071

  VAR00003 149.1333 280.6938 .3566 .9067

  VAR00004 149.7500 278.8008 .3124 .9073

  VAR00005 149.0500 277.5059 .4956 .9055

  VAR00006 149.5333 266.0497 .6891 .9027

  VAR00007 149.8167 283.9489 .2158 .9078

  VAR00008 149.7667 282.8599 .2104 .9081

  VAR00009 149.6000 273.8034 .5607 .9046

  VAR00010 149.0167 272.1523 .6282 .9040

  VAR00011 149.4333 277.3684 .5138 .9054

  VAR00012 149.9667 283.0836 .2579 .9075

  VAR00013 148.9500 279.9127 .4302 .9062

  VAR00014 149.7500 282.2246 .2889 .9073

  VAR00015 150.3167 280.5251 .4633 .9061

  VAR00016 150.3000 288.9932 -.0333 .9095

  VAR00017 148.9167 274.3150 .6125 .9044

  VAR00018 148.9667 277.5243 .4088 .9062

  VAR00019 150.4833 288.4912 -.0137 .9101

  VAR00020 149.7167 276.0709 .4958 .9054

  VAR00021 148.8833 269.7997 .7016 .9031

  VAR00022 149.3500 279.5534 .3472 .9068

  VAR00023 148.6833 278.3895 .4842 .9057

  VAR00024 149.3167 259.7794 .7937 .9008

  VAR00025 149.9167 275.8743 .4583 .9057

  VAR00026 148.8000 282.2983 .2284 .9080

  VAR00027 148.9500 275.3364 .4896 .9054

  VAR00028 149.3833 260.1048 .7619 .9012

  VAR00029 149.8500 277.4178 .5085 .9054

  VAR00030 149.2833 266.1048 .7378 .9022

  VAR00031 150.6500 286.9093 .0826 .9087

  VAR00032 150.5333 283.9819 .1860 .9082

  VAR00033 150.2667 292.4023 -.2271 .9107

  VAR00034 149.8333 284.5819 .1531 .9085

  VAR00035 149.8333 282.3107 .2165 .9081

  VAR00036 150.0000 282.5763 .2671 .9075

  VAR00037 149.6000 278.9220 .3256 .9071

  VAR00038 149.8500 287.7907 .0342 .9090

  VAR00039 149.2667 281.4192 .3230 .9070

  VAR00040 149.0000 276.4746 .4781 .9055

  VAR00041 149.6333 285.8972 .1021 .9089

  VAR00042 148.8500 284.6042 .1694 .9083

  VAR00043 148.7333 273.5548 .5505 .9047

  VAR00044 148.4167 279.3658 .4026 .9063

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  VAR00045 149.1000 273.9898 .5007 .9052

  VAR00046 149.6000 284.6508 .1727 .9082

  VAR00047 148.8000 292.1288 -.2109 .9106

  VAR00048 149.7833 278.7828 .4889 .9057

  VAR00049 149.4500 276.8958 .4421 .9059

  VAR00050 149.0833 284.9251 .1594 .9083

  VAR00051 150.1000 278.8373 .4074 .9062

  VAR00052 150.2333 286.0802 .0857 .9092

  VAR00053 149.6000 277.9051 .4773 .9057

  VAR00054 149.1833 283.3726 .2386 .9077

  VAR00055 149.7333 285.0463 .1522 .9084

  VAR00056 148.8333 277.1921 .4405 .9059

  VAR00057 149.2500 275.9195 .5080 .9053

  VAR00058 149.6500 284.3331 .1643 .9084

  VAR00059 150.7000 286.9593 .0898 .9085

  VAR00060 150.2333 286.3853 .0917 .9088 Reliability Coefficients N of Cases = 60.0 N of Items = 60 Alpha = .9081

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Hasil Koefisien Reliabilitas Alpha

  R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  VAR00002 120.5500 232.1161 .3381 .9144

  VAR00003 120.0667 233.2497 .3732 .9140

  VAR00005 119.9833 230.1862 .5202 .9126

  VAR00006 120.4667 220.8294 .6667 .9104

  VAR00007 120.7500 236.6314 .2107 .9153

  VAR00008 120.7000 234.6542 .2492 .9153

  VAR00009 120.5333 227.0328 .5717 .9119

  VAR00010 119.9500 226.2517 .6072 .9115

  VAR00011 120.3667 230.1006 .5369 .9125

  VAR00012 120.9000 235.7525 .2577 .9149

  VAR00013 119.8833 232.8167 .4327 .9135

  VAR00014 120.6833 234.7285 .3014 .9146

  VAR00015 121.2500 233.5805 .4532 .9135

  VAR00017 119.8500 227.7229 .6142 .9117

  VAR00020 120.6500 229.0110 .5113 .9126

  VAR00021 119.8167 223.9150 .6896 .9105

  VAR00022 120.2833 232.5455 .3458 .9143

  VAR00023 119.6167 231.3251 .4922 .9130

  VAR00024 120.2500 215.1737 .7719 .9086

  VAR00025 120.8500 228.9093 .4689 .9130

  VAR00027 119.8833 228.4099 .5010 .9126

  VAR00028 120.3167 215.5421 .7380 .9091

  VAR00029 120.7833 230.7828 .4981 .9129

  VAR00030 120.2167 220.1726 .7417 .9095

  VAR00031 121.5833 239.2641 .0815 .9162

  VAR00032 121.4667 236.5582 .1860 .9157

  VAR00036 120.9333 235.5209 .2547 .9150

  VAR00037 120.5333 231.3379 .3493 .9144

  VAR00038 120.7833 240.2065 .0247 .9166

  VAR00039 120.2000 233.6542 .3531 .9142

  VAR00040 119.9333 230.2667 .4527 .9132

  VAR00041 120.5667 238.6565 .0852 .9166

  VAR00043 119.6667 226.8023 .5612 .9120

  VAR00044 119.3500 232.4686 .3968 .9138

  VAR00045 120.0333 227.5582 .4959 .9127

  VAR00046 120.5333 236.7955 .1927 .9155

  VAR00048 120.7167 231.2912 .5198 .9128

  VAR00049 120.3833 230.0709 .4431 .9133

  VAR00050 120.0167 237.4743 .1569 .9158

  VAR00051 121.0333 231.8633 .4078 .9136

  VAR00052 121.1667 238.7175 .0745 .9169

  VAR00053 120.5333 230.8633 .4857 .9130

  VAR00054 120.1167 236.0370 .2372 .9151

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  VAR00056 119.7667 230.6904 .4259 .9135

  VAR00057 120.1833 229.9828 .4720 .9130

  VAR00058 120.5833 236.9590 .1604 .9160

  VAR00059 121.6333 239.4904 .0768 .9161

  VAR00004 120.6833 231.5760 .3215 .9148 Reliability Coefficients N of Cases = 60.0 N of Items = 48 Alpha = .9153

  Subjek item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 Totok

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3 Totok

  2

  3

  2

  2 Totok

  2

  3

  1

  3 Totok

  1

  3

  2

  3

  1

  4

  4

  1

  1

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2 Totok

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  3 Totok

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  2 Totok

  4 Totok

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2 Totok

  2

  2

  3

  3 Totok

  2

  2

  2

  3 Totok

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2 Totok

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2 Totok

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4 Totok

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4 Totok

  3

  2

  4

  3

  3 Totok

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2 Totok

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  4

  3 Totok

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  4

  4 Totok

  3

  3

  4

  3 Totok

  2

  3

  3

  1 Totok

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2 Totok

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2 Totok

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3 Totok

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2 Totok

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  3 Totok

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3 Totok

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3 Totok

  2 Totok

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  2 Totok

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4 Totok

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2 Totok

  4

  3

  2

  4

  2

  4

  2

  3 Totok

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2 Totok

  1

  3

  2

  3

  1

  3

  1

  2 Totok

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  2 Totok

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  3 Totok

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3 Totok

  1

  2

  2

  2 Totok

  2

  3

  3

  3 Totok

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3 Totok

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  4 Totok

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3 Totok

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3 Totok

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  1 Totok

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  3 Totok

  1

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  2 Totok

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2 Totok

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  1

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  1

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  1

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  1

  1

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  1

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  4

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  1

  1

  3

  2

  1

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 item26

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  4

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  1

  3

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  1

  1

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  4

  1

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  4

  2

  3

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  1

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  1

  2

  2

  2

  4

  1

  2

  4

  1

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  1

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  1

  3

  2

  4

  1

  1

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  1

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  1

  3

  2

  2

  4

  1

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  1

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  1

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  1

  4

  4

  3

  1

  4

  2

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  4

  1

  4

  2

  3

  1

  4

  3

  2

  2

  4

  1

  4

  3

  1

  1

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  1

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  1

  4

  3

  2

  4

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  1

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  1

  3

  1

  2

  3

  4

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  4

  4

  1

  3

  4

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  1

  3

  3

  1

  3

  3

  1

  1

  1

  1

  4

  4

  1

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  4

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  1

  2

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  4

  4

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item36 item37 item38 item39 item40 item41 item42 item43

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  4

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  1

  1

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  4

  3

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  1

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  1

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  4

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  item44 item45 item46 item47 item48 Skor total 3 3 3 3 2 132 3 4 4 3 1 136 3 4 2 3 1 125 3 3 3 3 2 121 2 4 1 4 1 136 1 3 3 2 1 110 2 3 2 2 1 122 3 4 3 2 2 129 3 2 3 2 2 131 3 4 3 3 2 143 3 3 3 2 2 133 3 3 3 1 2 129 4 4 4 1 1 128 3 4 3 2 1 143 3 3 3 2 1 124 3 2 3 3 1 125 3 4 3 3 2 135 3 3 3 1 1 110 2 4 1 3 2 125 3 3 3 2 1 121 3 3 3 2 2 121 2 3 2 3 1 130 3 4 3 2 1 128 3 3 3 2 1 111 2 3 2 2 2 110 2 3 2 2 2 116 2 3 3 2 2 117 3 4 3 4 1 140 3 3 2 2 1 115 3 2 2 4 2 136 3 3 2 2 1 119 4 3 3 2 1 130 3 3 3 2 1 123 3 4 4 4 1 137 3 3 3 2 1 116 3 4 4 3 1 142 3 3 3 3 1 112 3 4 3 3 2 140 3 4 3 3 1 140 3 4 4 2 1 145 4 2 3 2 2 142 3 3 3 3 1 142 2 4 4 4 1 135 3 4 4 4 1 168 2 3 2 2 2 122 4 4 4 2 1 137 3 4 4 3 1 123 3 3 3 2 1 122 subjek item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 Peranakan

  1

  3

  4

  1

  3

  2

  2 Peranakan

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3 Peranakan

  3

  3

  2

  2

  2 Peranakan

  2

  2

  2 Peranakan

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2 Peranakan

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2 Peranakan

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1 Peranakan

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3 Peranakan

  3

  3

  3

  1

  1

  3

  3

  4

  3 Peranakan

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3 Peranakan

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  1

  2 Peranakan

  2

  3 Peranakan

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  1 Peranakan

  1

  3

  3

  2 Peranakan

  3

  4

  4

  3 Peranakan

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3 Peranakan

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2 Peranakan

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2 Peranakan

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3 Peranakan

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3 Peranakan

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  3 Peranakan

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2 Peranakan

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2 Peranakan

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2 Peranakan

  2

  2

  1

  3

  2 Peranakan

  3

  3

  3

  3 Peranakan

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  3 Peranakan

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  1 Peranakan

  2

  2

  2

  2 Peranakan

  1

  3

  2

  1 Peranakan

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  3 Peranakan

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1 Peranakan

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  2 Peranakan

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3 Peranakan

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2 Peranakan

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  3

  2

  2

  4

  1

  1

  2

  2 Peranakan

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2 Peranakan

  2

  2

  3

  4

  2 Peranakan

  2

  2 Peranakan

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3 Peranakan

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  1 Peranakan

  2

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3 Peranakan

  2

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Peranakan

  2

  2

  4

  3 Peranakan

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  3 Peranakan

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  2 Peranakan

  3

  3

  3

  4

  2 Peranakan

  4 Peranakan

  4

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  2 Peranakan

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  1

  3 Peranakan

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  2 Peranakan

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  1

  4

  3

  2

  2

  3

  3 Peranakan

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  4

  1 Peranakan

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3 Peranakan

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2 Peranakan

  3

  3

  1 Peranakan

  3

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  1

  3

  1

  2 Peranakan

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2 Peranakan

  2

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3 Peranakan

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3 Peranakan

  3

  3

  1

  3 Peranakan

  2

  3 Peranakan

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3 Peranakan

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  3 Peranakan

  2

  3

  1

  4

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  4

  4

  3

  1

  2

  3

  4

  4

  1

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  1

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  1

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  1

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  4

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 item26

  1

  2

  1

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  1

  3

  2

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  2

  1

  4

  4

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  1

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  1

  4

  1

  2

  3

  4

  2

  1

  3

  3

  1

  4

  1

  1

  3

  3

  1

  1

  2

  2

  4

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  4

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  4

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  4

  1

  2

  3

  1

  1

  4

  2

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  4

  1

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  3

  3

  4

  1

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  1

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  4

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  1

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  2

  4

  4

  1

  2

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  1

  4

  3

  1

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  4

  4

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35

  1

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  1

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  1

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  4

  1

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  4

  4

  2

  3

  2

  1

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  1

  4

  1

  1

  1

  4

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  4

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  4

  1

  4

  4

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  2

  3

  4

  4

  1

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  1

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  1

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  1

  2

  3

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item36 item37 item38 item39 item40 item41 item42 item43 item44

  1

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  4

  4

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  3

  1

  3

  1

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  1

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  1

  1

  2

  4

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  item45 item46 item47 item48 Skor total 4 4 4 1 75 2 2 2 1 86 3 2 1 1 94 3 2 3 1 97 1 2 1 1 98 3 2 2 1 101

  3 2 3 1 102 2 2 3 2 104 3 2 3 1 107 3 2 2 1 109 3 3 2 1 109 2 1 1 1 109 3 2 3 1 110 3 2 3 1 111 3 2 3 1 111 3 2 2 1 113 1 2 4 1 114 2 2 2 1 114 3 2 3 2 115 3 3 3 2 115 3 2 2 2 115 3 2 2 2 117 2 3 3 2 117 2 3 2 1 117 3 2 2 2 117 2 2 3 3 118 3 2 2 2 118 2 2 2 1 118 3 2 2 2 118 3 2 3 2 119 3 2 3 1 119 2 2 3 2 119 3 2 2 2 119 3 2 4 1 120 3 2 2 2 121 4 3 2 2 122 3 2 2 2 122 3 3 3 2 122 3 3 2 2 122 3 2 3 2 122 3 3 2 2 123 4 3 2 1 124 3 3 3 1 125 4 2 4 1 127 3 4 2 1 128 2 3 4 2 128 3 2 3 2 129 3 4 3 2 129 3 3 3 1 129

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 4 4 1 130 4 3 4 1 130 4 2 2 1 130 3 2 3 2 130 3 2 2 2 130 3 3 4 1 131 4 2 4 1 132 4 3 3 2 132 3 2 2 1 132 3 3 2 1 132 2 2 4 2 132 3 4 4 1 133 3 3 2 2 133 3 3 4 1 134 3 3 4 1 134 4 2 4 1 135 4 4 3 1 137 4 4 3 1 137 3 3 4 3 140 4 2 4 1 141 4 4 1 2 144 3 4 3 2 149 3 4 4 2 157

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  UJI NORMALITAS KELOMPOK SUBJEK ETNIS TIONGHOA TOTOK (ASLI) DAN TIONGHOA PERANAKAN Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Total 120 124,5 13,50

  75 168 Uji Normalitas Etnis Tionghoa Totok (Asli) dan Tionghoa Peranakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  TOTAL N 120 a,b

  Normal Parameters Mean 124.25 Std. Deviation

  13.50 Most Extreme Absolute .059 Differences Positive .047 Negative

  • .059 Kolmogorov-Smirnov Z .651 Asymp. Sig. (2-tailed) .790 a.

  Test distribution is Normal.

  b.

  Calculated from data.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  UJI NORMALITAS KELOMPOK SUBJEK ETNIS TIONGHOA TOTOK (ASLI) Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum

Total 48 128,69 11,64 110 168

  Uji Normalitas Etnis Tionghoa Totok One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  48 128.69 11.64 .083

  .083

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) TOTAL

  • .060 .572 .899 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  Test distribution is Normal.

  a.

  Calculated from data.

  b.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  UJI NORMALITAS KELOMPOK SUBJEK ETNIS TIONGHOA PERANAKAN Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Total 72 121,29 13,91

  75 157 Uji Normalitas Etnis Tionghoa Peranakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  72 121.29 13.91 .087

  .069

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) TOTAL

  • .087 .739 .645 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  Test distribution is Normal.

  a.

  Calculated from data.

  b.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  UJI HOMOGENITAS KELOMPOK SUBJEK ETNIS TIONGHOA TOTOK (ASLI) dan PERANAKAN Group Statistics Etnis Tionghoa N Mean Std. Deviasi Std. Error mean Total Totok 48 128,69 11,64 1,68

  Peranakan 72 121,29 13,91 1,64 Independent Sample Test

  Levene’s Test for Equality of Variances F Sig. Total Equal Variances Assumed 0,678 0,412 Equal Variances not Assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  UJI BEDA / UJI-T KELOMPOK SUBJEK ETNIS TIONGHOA TOTOK (ASLI) dan PERANAKAN Group Statistics Etnis Tionghoa N Mean Std. Deviasi Std. Error mean

Total Totok 48 128,69 11,64 1,68

  Peranakan 72 121,29 13,91 1,64 Independent Sample Test t-test for Equality of Means t df Sig. Mean Std. Error 95%Confidence (2- Difference Difference Interval of the tailed) Difference Lower Upper

  

3,041 118 ,003 7,40 2,43 2,58 12,21

3,151 111,899 ,002 7,40 2,35 2,74 12,05

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP HAPPINESS AT WORK SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
0
0
13
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan NIKIE RAMSI TAMNGE NIM 20111112047
0
1
17
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar SARJANA PENDIDIKAN
0
0
14
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
2
15
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan LINDA ROHMAWATI NIM. 20121110045
0
0
13
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
26
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan DEWI KURNIASIH NIM. 20121110008
0
0
16
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan NUR AZIZAH NIM. 20121113025
0
0
15
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan SITI MULYATI NIM. 20131111105
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Hukum Islam
0
0
102
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Hukum Islam
0
0
121
Susukan Tahun 2010 ) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Hukum Islam
0
0
84
Show more