Pemanfaatan komputer oleh guru fisika dalam pembelajaran fisika di SMA Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta [sebuah survei pada tahun 2008] - USD Repository

Gratis

0
0
190
4 months ago
Preview
Full text

  

PEMANFAATAN KOMPUTER OLEH GURU FISIKA

DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

DI SMA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

(SEBUAH SURVEI PADA TAHUN 2008)

  

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Fisika Oleh :

  Nama : Agnes Siwi Dwiyanti NIM : 031424033

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  

PEMANFAATAN KOMPUTER OLEH GURU FISIKA

DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

DI SMA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

(SEBUAH SURVEI PADA TAHUN 2008)

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Fisika Oleh :

  Nama : Agnes Siwi Dwiyanti NIM : 031424033

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  

Tuhan tidak pernah berjanji:

Langit akan selalu biru dan bunga bertaburan di seluruh jalan kehidupan kita.

Tuhan tidak pernah berjanji:

Ada matahari dan tidak ada hujan

  

Ada kesukaan dan tidak ada kekecewaan

Ada kedamaian dan tidak ada kesakitan

Tetapi:

Tuhan Menjanjikan Kekuatan Untuk Setiap Hari

  

Kelegaan bagi yang letih dan berbeban berat

Terang bagi yang berjalan dalam kegelapan

Anugerah bagi yang mendapat pencobaan

Pertolongan dari atas

  

Perhatian yang tidak mengecewakan dan kasih yang tidak pernah padam

Kupersembahkan karya kecilku ini untuk: Bapak (Alm) dan Ibu tercinta

  Kakakku almamaterku

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 26 November 2008 Penulis

  Agnes Siwi Dwiyanti

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : AGNES SIWI DWIYANTI Nomor Mahasiswa : 031424033

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : PEMANFAATAN KOMPUTER OLEH GURU FISIKA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (SEBUAH SURVEI PADA TAHUN 2008). beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, me- ngalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 31 Desember 2008 Yang menyatakan

   

  (AGNES SIWI DWIYANTI )

  

ABSTRAK

Agnes Siwi Dwiyanti, Pemanfaatan Komputer Oleh Guru Fisika Dalam

Pembelajaran Fisika Di SMA Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Sebuah

Survei pada Tahun 2008). Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan

Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (2008).

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah komputer sudah digunakan oleh guru fisika dalam proses belajar mengajar di sekolah, dan bagaimana pendapat guru ketika menggunakan komputer dalam pembelajaran.

  Survei dilaksanakan di Propinsi DIY berlangsung dari bulan April tahun 2008 dan selesai pada bulan Juni tahun 2008. Sampel penelitian ini adalah guru- guru Fisika SMA di 40 sekolah terakreditasi A, B, dan C berdasarkan data BAS Diknas propinsi DIY berjumlah 47 responden. Instrumen penelitian ini berupa kuisioner yang diisi langsung oleh responden.

  Kuesioner yang diberikan berisi pertanyaan meliputi data guru (asal sekolah, latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar), fasilitas sekolah dan penggunaannya, penggunaan komputer (materi yang diajarkan, keuntungan dan kelemahan penggunaan komputer, frekuensi pemakaian, keterlibatan siswa dan kendala yang dihadapi dalam pemakaian komputer), dukungan yang diperlukan dalam pemakaian komputer.

  Hasil survei ini memberikan informasi bahwa: (1) 97,87% sekolah SMA di DIY sudah mempunyai fasilitas komputer. (2) Guru Fisika SMA di Propinsi DIY sudah pernah menggunakan komputer dalam pembelajaran namun belum menjadi bagian yang terintegrasi dalam pembelajaran. (3) Guru berpendapat bahwa pemanfaatan komputer dalam pembelajaran bukan suatu keharusan (4) Guru memerlukan bantuan dari segi fasilitas, software pembelajaran dan pelatihan.

  

ABSTRACT

Agnes Siwi Dwiyanti, The Utilization of Computer by Physics Teacher

in Physics Instruction in Senior High School Special District of Yogyakarta (a

survey in 2008). Physics Education Study Program, the Department of

Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and

Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta (2008).

  This research intended to know about have the physic teachers used computers in learning process at school and how their opinion when they use computer in learning process.

  The survey conducted in Special District of Yogyakarta starting from April to June 2008. The samples were 47 respondents of senior high school physics teacher in 40 schools which have A, B, C, accreditation school based on School accreditation institution, Education Department Special District of Yogyakarta. The research instruments are questionnaires which are directly filled by the respondents.

  The questionnaires composed of questions i.e. teacher data (the material taught, the advantages and disadvantages of using computer, the frequency of using computer, the student participation and problems faced in using computer).

  The results show that: (1) 97.87% of senior high schools in Special District of Yogyakarta have had computer facilities. (2) Physics teachers in Special District of Yogyakarta have used computer in instruction process but haven’t integrated with the instruction process yet. (3) The teacher said that the use of computer in instruction process is not a must. (4) The teachers need aid such as facilities, representative learning software and training.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan atas berkat yang melimpah yang boleh penulis terima sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi dengan judul Pemanfaatan Komputer Oleh Guru Fisika Dalam Pembelajaran Fisika Di SMA Provinsi DIY (Sebuah Survei pada Tahun 2008).

  Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana strata satu program studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Banyak kendala yang di penulis hadapi dalam menyelesaikan skripsi ini, namun berkat adanya bimbingan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak maka skripsi ini dapat terselesaikan. Oleh sebab itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:

  1. Drs. T. Sarkim, M.Ed.,Ph.D selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu, bimbingan, kesabaran, masukan selama penulisan skripsi ini, terimakasih juga untuk senyum yang telah membangkitkan semangat kembali.

  2. Bp. R. Rohandi, M.Ed., selaku dosen pembimbing akademik terimakasih bapak untuk dukungan yang bapak diberikan, Bp. T. Sarkim, M.Ed.,Ph.D., Romo Dr. Paulus Suparno, S.J, MST, Bp. Drs. Domi S, M.Si, Bp. Drs. Fr. Y. Kartika Budi, M.Pd, Bp. A. Atmadi, M.Si., Ibu Maslichah Asy’ari, M.Pd. dan Bp. Drs. F. Sinaradi, M.Pd. selaku dosen program studi Pendidikan Fisika USD, terimakasih atas bimbingan, didikan, kesabaran yang boleh penulis dapatkan selama melaksanakan pendidikan di Universitas Sanata Dharma ini.

  3. Segenap staf pengajaran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta seluruh Civitas Akademika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Pihak pemerintah provinsi, dan kabupaten yang telah memberikan ijin penetian. Seluruh sekolah dan responden yang telah bersedia dijadikan sampel penelitian.

  5. Bapak YB. Ngadikun (Alm), bapak wik sekarang sudah selesai seperti yang bapak harapkan. Maaf wik tidak bisa memenuhi janji untuk selesai sebelum bapak pergi. Ibuk MM. Muryati, terimakasih untuk dukungan, doa dan kesabaran, wik janji akan terus berjuang. Kakakku Lucia Ira Utami, terimakasih untuk semuanya kita akan berjuang bersama-sama tetep semangat, wik janji ga manja lagi.

  6. Sahabatku kekasihku (Thomas Yudanto KPN) terimakasih banyak untuk segala bantuan yang a’ kasih, tanpa dukungan dan keyakinanmu skripsi ini tidak akan selesai. Terimakasih juga untuk kasih, doa, semangat, kesabaran, dan kepolosan yang kau beri, berada dihatimu adalah kesempatan yang indah.

  7. Seluruh keluarga besar yang telah menemani dan mendukung penulis, keluarga bpk & ibu Bambang Bomantoro yang selalu menanyakan kapan skripsinya selesai? makasih bpk, ibu karena pertanyaan itu wik jadi semangat lagi. Keluarga bpk&ibu Joko juga simbah kakung, putri yang sering menampung kami ketika mengadakan syukuran. Keluarga di Jogja lik Sup, lik Keminah dan sepupu-sepupuku terima kasih untuk dukungan moril dan materiil. Keluarga di Plososari simbah, pak de & bu de, pak lik & bulik juga sepupu-sepupu yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu terimakasih karena telah mememani kami di saat tersulit.

  8. Emi (tengkyu telah memberi support, ide, juga mememani wik selama di jogja ), dik Agung (tengkyu yak dah ngajak jalan-jalan naik tiger…tetep semangat!!!)

  9. Mb.Vita (makasih dah temani ke perpus, cemangat!!!), Kadek (ga sindrom TE lg jah??hehe makasih ya untuk semuanya…)

  10. Teman-teman eks KSB untuk segala bantuan yang kalian beri ke ciwi…tanpa kerja keras kalian kuisionernya ga terkumpul, maaf merepotkan. Terimakasih juga karena kalian selalu ada untuk ciwi bahkan disaat tersulit kalian tidak pernah meninggakanku. I never forget it, kumpul, jalan-jalan, makan-makan, juga saat ciwi nangis bareng kalian. kakak jenggot (hehe kak terima kasih untuk tomasnya, ade ga centil lagi ko, makasih banyak karena boleh kau anggap adik). Eco (hei gendut…makasih ya untuk ide-ide kreatifmu yang terkadang membuatku harus berpikir 100x lebih berat). Dimas (item..maaf ko jadi keterusan panggil gt ya? ayo begadang lagi..). Dias (kiting, cempreng sukses aja deh.. ). Lilis (terimakasih untuk curhat-curhat, nasehat, wik pasti kuat seperti yang kamu bilang..). Sinta (makasih ya cin dah temeni ci selama ini caiyo skripsina diterusin!!!). Dewi (de…kamu tu bisa!!!)

  11. Keluarga besar P.Fis 2003 (Luci, Sisca, Mba Endar, Ervan, Agata, Dewi, Ica, Tica, Yeni, Gilang, Rm. Dion, Juni, Ipus, Boni, Andre, Cornel, Eka, Mei, Alfon, Gita, Titis, Wahyu,St.Ruth, terimakasih untuk persahabatan yang telah kita jalin. Ely (makasi ya el aku pasti kuat), Loren (lo..makasih ya dukungannya dan cerita-ceritanya, sekarang kamu boleh pacaran aku sudah punya pacar juga hehe), Symfrosa (makasih ya Rosa cerita- ceritanya semoga bapak kita lebih bahagia berada disamping-Nya).

  12. Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu disini.

  Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan. Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan skripsi ini.

  Yogyakarta, 26 November 2008 Penulis

  

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................... v ABSTRAK .................................................................................................... vi ABSTRACT ................................................................................................... vii KATA PENGANTAR .................................................................................. viii DAFTAR ISI ................................................................................................. xii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xvii DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xx DAFTAR BAGAN ........................................................................................ xxiii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xxiv

  BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang ............................................................................ 1 B. Dasar Teori .................................................................................. 5

  1. Kegiatan Belajar Mengajar ..................................................... 5

  2. Pembelajaran .......................................................................... 6

  a. Macam pembelajaran .................................................... 6

  3. Komputer ................................................................................ 16

  a. Manfaat dalam pembelajaran ........................................ 17

  b. Keunggulan dan kelemahan penggunaan komputer dalam pembelajaran ...................................................... 21 C. Rumusan Masalah ....................................................................... 22

  D. Tujuan Penelitian ........................................................................ 23

  E. Manfaat Penelitian ...................................................................... 24

  

BAB II. METODOLOGI PENELITIAN ................................................... 25

A. Jenis Penelitian ............................................................................ 25 B. Populasi Dan Sampel Penelitian ................................................. 25 C. Teknik Pengambilan Sampel ....................................................... 26

  1. Cara pengambilan sampel ....................................................... 27

  2. Cara menentukan sampel ........................................................ 28

  3. Sampel yang telah ditentukan peneliti .................................... 31

  D. Waktu dan Tempat Penelitian ..................................................... 34

  E. Metode Pengumpulan Data ......................................................... 34

  F. Instrumen Penelitian .................................................................... 35

  G. Metode Analisis Data .................................................................. 35

  

BAB III. DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ................... 37

A. Pelaksanaan Penelitian ................................................................ 37

  1. Kesulitan Dalam Pelaksanaan Penelitian ............................... 38

  2. Uji Kelompok Kecil ............................................................... 38

  B. Data dan Analisis Data ................................................................ 39

  1. Latar belakang responden. ...................................................... 39

  2. Urutan prioritas metode pembelajaran yang digunakan oleh bapak/ibu guru. ..................................................................... 43

  3. Urutan prioritas penggunaan media dalam pembelajaran oleh bapak/ibu guru. ............................................................... 48

  4. Fasilitas yang tersedia di sekolah .......................................... 52

  5. Penggunaan internet yang disediakan oleh sekolah .............. 54

  6. Bapak/ibu guru sudah pernah memberikan tugas mengakses internet .................................................................

  56

  7. Responden pernah/tidak menggunakan komputer dalam menyampaikan materi fisika di kelas dan frekuensi pemakaian dalam satu semester .............................................. 58

  8. Ketika komputer dipergunakan dalam pembelajaran, komputer dipergunakan sebagai. ............................................

  60

  9. Program yang terdapat dalam komputer yang bapak/ibu guru gunakan. .........................................................................

  62

  10. Materi yang diajarkan dengan komputer .......................... 63

  11. Bapak/Ibu guru pernah melakukan evaluasi atau meminta umpan balik dari siswa ketika menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan komputer? ......................... 64

  12. Yang dilakukan siswa ketika bapak/ibu guru menyampaikan

  13. Ketika komputer digunakan dalam pembelajaran ............. 66

  14. Ketika komputer digunakan dalam pembelajaran ............. 67

  15. Ketika komputer digunakan dalam pembelajaran ............. 68

  16. Jawaban responden atas pertanyaan mengenai keharusan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran fisika. ............. 69

  17. Keuntungan yang diperoleh dari memanfaatkan komputer dalam pembelajaran oleh bapak/ibu guru (responden) ....... 70

  18. Kendala/hambatan yang dialami oleh bapak/ibu guru (responden) ketika menggunakan komputer dalam Pembelajaran ........................................................................ 71

  19. Jawaban responden atas pertanyaan apakah bapak/ibu guru merasa memerlukan bantuan agar dapat memanfaatkan komputer secara optimal dalam pembelajaran? ................... 72

  C. Pembahasan ................................................................................. 73

  1. Bagaimana Latar Belakang Guru Fisika SMA di Propinsi DIY? .........................................................................

  73

  2. Urutan Prioritas Pemakaian metode dan media pembelajaran oleh responden (bapak/ibu guru) ............................................ 75

  3. Bagaimana keberadaan fasilitas di sekolah-sekolah dan pemanfaatannya oleh guru Fisika? ......................................... 79

  4. Apakah guru fisika SMA di Yogyakarta sudah memanfaatkan komputer dalam proses pembelajaran? .................................. 81

  5. Bagi guru fisika yang sudah memanfaatkan komputer, dimanfaatkan untuk apa saja dalam pembelajaran? ............... 82

  6. Bagaimana hubungan siswa dan guru ketika komputer dipakai dalam melaksanakan KBM? ...................................... 86

  7. Bagaimana tanggapan guru terhadap keharusan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran fisika? .................................... 87

  8. Keuntungan apa yang diperoleh dari memanfaatkan komputer dalam pembelajaran? ..............................................................

  88

  9. Faktor-faktor apa yang menjadi kendala dalam memanfaatkan komputer dalam pembelajaran? .............................................. 88

  10. Dukungan apa saja yang diperlukan oleh guru agar dapat memanfaatkan komputer dalam pembelajaran? ................... 89 D. Ringkasan Hasil Pembahasan...................................................... 90

  BAB IV. PENUTUP ..................................................................................... 94 A. Kesimpulan ................................................................................. 94

  1. Kesimpulan Umum ................................................................. 94

  2. Kesimpulan Khusus ................................................................ 95

  B. Saran ........................................................................................... 98

  DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 100 LAMPIRAN .................................................................................................. 102

  DAFTAR TABEL Halaman

  Tabel

  1 Daftar Sekolah Di Kota Yogyakarta yang Dijadikan Sampel Penelitian .....................................................................

  31 Tabel

  2 Daftar Sekolah Di Kabupaten Bantul yang Dijadikan Sampel Penelitian .....................................................................

  32 Tabel

  3 Daftar Sekolah Di Kabupaten Sleman yang Dijadikan Sampel Penelitian .....................................................................

  32 Tabel

  4 Daftar Sekolah Di Kabupaten Kulon Progo yang Dijadikan Sampel Penelitian .....................................................................

  33 Tabel

  5 Daftar Sekolah Di Kabupaten Gunungkidul yang Dijadikan Sampel Penelitian .....................................................................

  33 Tabel

  6 Distribusi Latar Belakang pendidikan (jenjang) responden ..... 39 Tabel

  7 Distribusi Latar Belakang pendidikan (jurusan) responden ..... 40 Tabel

  8 Distribusi Data Jenis Kelamin Responden ............................... 41 Tabel

  9 Distribusi Latar Belakang Pengalaman Mengajar Responden . 42 Tabel

  10 Distribusi Prioritas Pertama Metode Pembelajaran ................ 43 Tabel

  11 Distribusi Prioritas Kedua Metode Pembelajaran .................... 44 Tabel

  12 Distribusi Prioritas Ketiga Metode Pembelajaran .................... 46 Tabel

  13 Distribusi Prioritas Keempat Metode Pembelajaran ................ 47 Tabel

  14 Distribusi Prioritas Pertama Media yang digunakan dalam

  Tabel

  15 Distribusi Prioritas Kedua Media yang digunakan dalam Pembelajaran ............................................................................ 50

  Tabel

  16 Distribusi Prioritas Ketiga Media yang digunakan dalam Pembelajaran ...........................................................................

  51 Tabel

  17 Fasilitas Yang Tersedia Di Sekolah Meliputi Fasilitas Komputer, Viewer Dan Internet ............................................... 52

  Tabel

  18 Distribusi Pihak Pengguna Internet Di Sekolah ....................... 54 Tabel

  19 Distribusi Penggunaan Internet Oleh Guru .............................. 55 Tabel 20 Distribusi jawaban atas pertanyaan Pernah/Tidak Guru

  (responden) Memberikan Tugas Akses Internet ...................... 56 Tabel

  21 Distribusi Frekuensi Pemberian Tugas Akses Internet Dalam Satu Semester ...........................................................................

  57 Tabel

  22 Distribusi jawaban Responden atas pertanyaan Pernah/Tidak responden Menggunakan Komputer untuk Menyampaikan Materi .......................................................................................

  58 Tabel

  23 Distribusi Frekuensi Pemakaian Komputer Dalam pembelajaran dalam satu semester ................................................................. 59 Tabel

  24 Distribusi penggunaan komputer dalam pembelajaran oleh responden ................................................................................. 61 Tabel

  25 Distribusi program aplikasi komputer yang digunakan responden .................................................................................

  62 Tabel 26 Materi yang pernah diajarkan guru menggunakan

  Tabel

  27 Distribusi pertanyaan responden atas pertanyaan Pernah/Tidak Responden Meminta Umpan Balik .......................................... 64

  Tabel

  28 Distribusi Yang Dilakukan oleh Siswa ketika komputer digunakan dalam pembelajaran ................................................ 65 Tabel

  29 Distribusi Peran Guru Dalam Pembelajaran Menggunakan Komputer ................................................................................. 66

  Tabel

  30 Distribusi Penggunaan Komputer Dalam KBM ...................... 67 Tabel

  31 Distribusi Materi Disajikan Dengan Komputer Dalam Pembelajaran Di Kelas ............................................................. 68

  Tabel

  32 Distribusi Pendapat Responden Mengenai Keharusan memanfaatkan komputer Dalam Pembelajaran ....................... 69 Tabel

  33 Ringkasan Hasil dari Pembahasan ........................................... 90

  DAFTAR GAMBAR Halaman

  Gambar 1 Persentase Distribusi Latar Belakang pendidikan (jenjang) responden ................................................................................. 40 Gambar 2 Persentase Distribusi Latar Belakang pendidikan (jurusan) responden ................................................................................. 40 Gambar 3 Persentase Distribusi Data Jenis Kelamin Responden ............. 42 Gambar 4 Persentase Distribusi Latar Belakang Pengalaman Mengajar

  Responden ................................................................................ 43 Gambar 5 Persentase Distribusi Prioritas Pertama Metode Pembelajaran ...........................................................................

  44 Gambar 6 Persentase Distribusi Prioritas Kedua Metode Pembelajaran ............................................................................

  45 Gambar 7 Persentase Distribusi Prioritas Ketiga Metode Pembelajaran ............................................................................

  46 Gambar 8 Persentase Distribusi Prioritas Keempat Metode Pembelajaran ............................................................................

  47 Gambar 9 Persentase Distribusi Prioritas Pertama Media yang Digunakan Dalam Pembelajaran .............................................. 49

  Gambar 10 Persentase Distribusi Prioritas Kedua Media yang Digunakan Dalam Pembelajaran ................................................................ 50

  Gambar 11 Persentase Distribusi Prioritas Ketiga Media yang Digunakan Dalam Pembelajaran ............................................................... 51

  Gambar 12 Persentase Distribusi Fasilitas Komputer Di Sekolah .............. 53 Gambar 13 Persentase Distribusi Fasilitas in focus/viewer ........................ 53 Gambar 14 Persentase Distribusi Fasilitas Internet .................................... 55 Gambar 15 Persentase Distribusi Pihak Pengguna Internet Di Sekolah .... 56 Gambar 16 Persentase Distribusi Penggunaan Internet Oleh Guru ............ 57 Gambar 17 Persentase Distribusi jawaban atas pertanyaan Pernah/Tidak

  Guru (responden) Memberikan Tugas Akses Internet ............. 58 Gambar 18 Persentase Distribusi Frekuensi Pemberian Tugas Akses

  Internet Dalam Satu Semester .................................................. 59 Gambar 19 Persentase Distribusi jawaban Responden atas pertanyaan

  Pernah/Tidak responden Menggunakan Komputer untuk Menyampaikan Materi ............................................................. 60

  Gambar 20 Persentase Distribusi Frekuensi Pemakaian Komputer Dalam pembelajaran dalam satu semester ........................................... 60 Gambar 21 Persentase Distribusi Penggunaan Komputer Dalam

  Pembelajaran Oleh Responden ................................................ 61 Gambar 22 Persentase Distribusi Program Aplikasi Komputer yang Digunakan Responden .............................................................

  63 Gambar 23 Persentase Distribusi pertanyaan responden atas pertanyaan Pernah/Tidak Responden Meminta Umpan Balik.................... 64

  Gambar 24 Persentase Distribusi Yang Dilakukan oleh Siswa ketika komputer digunakan dalam pembelajaran ..................... 65 Gambar 25 Persentase Distribusi Peran Guru Dalam Pembelajaran

  Menggunakan Komputer .......................................................... 66 Gambar 26 Persentase Distribusi Penggunaan Komputer Dalam KBM ..... 67 Gambar 27 Persentase Distribusi Materi Disajikan Dengan Komputer

  Dalam Pembelajaran Di Kelas ................................................. 68 Gambar 28 Persentase Distribusi Pendapat Responden Mengenai

  Keharusan memanfaatkan komputer Dalam Pembelajaran ..... 69

  

DAFTAR BAGAN

  Bagan 1 Diagram Penentuan Sampel Penelitian .................................... 27

  DAFTAR LAMPIRAN Halaman

  Lampiran 1 Kuisioner ................................................................ 102 Lampiran 2 Contoh Jawaban Responden................................... 107 Lampiran 3 Rekapitulasi Data ................................................... 113 Lampiran 4 Rekap akreditasi sekolah ....................................... 122 Lampiran 5 Data Akreditasi Sekolah BAS Diknas Propinsi

  DIY tahun 2005 ...................................................... 129 Lampiran 6 Data Akreditasi Sekolah BAS Diknas Propinsi

  DIY tahun 2006 ...................................................... 147 Lampiran 7 Data Akreditasi Sekolah BAS Diknas Propinsi

  DIY tahun 2006 ...................................................... 149 Lampiran 8 Surat ijin Penelitian dari Sanata Dharma ............... 157 Lampiran 9 Surat ijin Penelitian dari Bapeda Propinsi DIY ..... 158 Lampiran 10 Surat ijin Penelitian dari Bapeda Kabupaten

  Sleman .................................................................... 159 Lampiran 11 Surat ijin Penelitian dari Bapeda Kabupaten

  Gunungkidul ........................................................... 160 Lampiran 12 Surat ijin Penelitian dari Bapeda Kabupaten

  Kulon Progo ........................................................... 161 Lampiran 13 Surat ijin Penelitian dari Bapeda Kabupaten

  Lampiran 14 Surat ijin Penelitian dari Bapeda Kota Yogyakarta ............................................................. 163

  Lampiran 15 Surat ijin Penelitian dari Pimpinan Muhammadiyah Kota Yogyakarta .................................................... 164

  Lampiran 16 Surat ijin Penelitian dari Majelis Ibu Pawiyatan Tamansiswa ........................................................... 165

  Lampiran 17 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan ...................... 166

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dewasa ini perkembangan teknologi maju dengan pesat. Hal ini

  ditandai dengan sejumlah kemajuan di berbagai bidang baik itu bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, pertanian, industri, pertambangan, maupun pendidikan. Sehubungan dengan kemajuan teknologi tersebut, bidang-bidang di atas juga baik secara langsung maupun tidak, akan dituntut untuk sedapat mungkin memanfaatkan kemajuan tersebut demi pengembangan dan peningkatan kompetensi kearah yang lebih baik.

  Berbagai penemuan dan kemajuan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah hadir dan dirasakan oleh kita. Salah satu penemuan yang mengalami kemajuan sangat pesat adalah hadirnya komputer di tengah-tengah kita. Hampir semua golongan maupun lapisan masyarakat telah mendengar, melihat, bahkan menggunakan sarana tersebut (komputer) untuk keperluan hidupnya sehari-hari. Tidak terkecuali, penemuan dan kemajuan komputer tersebut di atas juga dirasakan dalam bidang pendidikan untuk setiap jenjang.

  Beberapa sekolah di sekitar kita saat ini telah melengkapi sarana pembelajarannya dengan menyediakan laboratorium khusus untuk komputer karena melalui teknologi komputer dan worl wide web (WWW) seseorang telah mencapai kecanggihan luar biasa dari masa-masa sebelumnya. Praktik komunikasi dan informasi yang serba cepat dan serba menjelajah, yang hampir meniadakan rentang waktu dan jarak adalah sebuah era yang berbeda dari sejarah peradaban manusia sebelumnya. Era teknologi komunikasi dan informasi telah memfasilitasi umat manusia dengan berbagai kemudahan, khususnya terhadap akses informasi.

  Pada saat yang sama dan dari berbagai tempat yang berbeda dapat memperoleh informasi yang sama dari berbagai sumber di seluruh penjuru dunia. Perilaku dan sifat teknologi komunikasi dan informasi semacam itu telah menjadi bagian penting dan komplementer dari praktik komunikasi dan informasi sebelumnya. Teknologi komunikasi dan informasi itu menyedot perhatian banyak pihak, tidak terkecuali dunia pendidikan. Praktik pendidikan dalam era teknologi komunikasi dan informasi mengasumsikan adanya kontribusi signifikan (berarti) dalam membangun interkasi antara sesama siswa, siswa dengan pengajar, dan siswa dengan lingkungan belajarnya.

  Oleh karena itu sejumlah orang tua/wali siswa bahkan siswanya sendiri ketika ingin melanjutkan studi dari satu jenjang ke jenjang berikutnya yang lebih tinggi selalu mempertimbangkan berbagai kelengkapan pembelajaran yang dimiliki oleh sekolah yang bersangkutan termasuk kelengkapan laboratorium komputer karena hingga saat ini telah tersedia banyak model pembelajaran dengan menggunakan sarana komputer dan diharapkan dapat memberikan kontribusi memadai dalam dunia pendidikan. Model interaktif berbasis web. Model pembelajaran ini diharapkan juga meningkatkan kualitas pembelajaran interaktif di kelas. Pada gilirannya dapat memperpendek masa studi dan mempercepat masa tunggu pekerjaan. Dalam model pembelajaran ini banyak produsen yang menawarkan software khusus pembelajaran dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

  Dalam dunia pendidikan khususnya fisika, kemajuan ini tidak dapat diabaikan. Tetapi sebaliknya harus digunakan untuk memajukan pendidikan fisika di tanah air kita. Maka mulai tahun-tahun terakhir banyak dikembangkan pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi tersebut seperti e-learning, penggunaan internet, penggunaan CD ROM, penggunaan berbagai media modern (Paul Suparno:2007). Simulasi komputer banyak digunakan karena lebih memudahkan siswa belajar daripada dengan praktikum yang biasa. Dengan e-learning siswa dapat belajar dari guru, teman, institusi lain tanpa dibatasi tempat dan waktu. Siswa dapat akses dari manapun yang semakin memperkaya pengetahuan mereka.

  Guru diharapkan tidak buta terhadap kemajuan teknologi informasi dan penggunaannya dalam pembelajaran fisika. Guru diharapkan dapat semakin merencanakan pembelajarannya dengan peralatan yang canggih itu. Tentu untuk ini sekolah perlu menyediakan peralatan internet dan komputer yang cukup lengkap sehingga guru dapat belajar dan menggunakannya dalam pembelajarannya.

  Penggunaan komputer dalam pengajaran fisika di Sekolah menengah Amerika Serikat (AS) baru sedikit sekolah menggunakan komputer, sedangkan sesudah itu perkembangannya sangat pesat. Dari tahun 1980 sampai dengan 1985 komputer berkembang dari antara 1-2 ribu menjadi sekitar satu juta komputer lebih (Becker, 1986, dalam berger, 1994). Pada tahun 1994 diperkirakan telah terdapat 4 juta komputer digunakan di sekolah menengah. Pada saat ini, semua sekolah di AS menggunakan komputer sehingga jumlahnya lebih banyak lagi. Di Indonesia sendiri penggunaan komputer di sekolah menengah mulai meningkat. Kebanyakan sekolah di kota besar telah menggunakannya dalam sistem belajar mengajar.

  Dari sejumlah paparan di atas, muncul pertanyaan “Sudah Sejauh

  

Mana Komputer Digunakan Sebagai Media Baru Dalam Pembelajaran

Sains”? Hal ini diperkuat dengan pernyataan Suparno dalam makalahnya yang

  berjudul “penggunaan komputer dalam pembelajaran fisika di sekolah menengah” yaitu kebanyakan sekolah di kota besar di Indonesia sudah menggunakan komputer dalam sistem belajar mengajar. Penulis tertarik dan mencoba meneliti tentang penggunaan komputer oleh guru di Sekolah Menengah Atas di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketertarikan tersebut melatarbelakangi penulis memilih judul penelitian “Pemanfaatan

  

Komputer oleh Guru Fisika Dalam Pembelajaran Fisika di SMA di

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Sebuah Survei Pada Tahun 2008)”.

B. Dasar Teori 1. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

  Kegiatan belajar mengajar (KBM) merupakan proses aktif bagi siswa dan guru untuk mengembangkan potensi siswa sehingga mereka akan “tahu” terhadap pengetahuan dan pada akhirnya mampu untuk melakukan sesuatu (Depdiknas: 2003).

  Suparno juga mengemukakan bahwa belajar adalah proses mengkontruksi struktur pengetahuan baru dan menempa (membentuk) hubungan baru di antara struktur. Struktur pengetahuan dalam sebuah jaringan. Implikasi prinsip ini untuk pembelajaran adalah bahwa pemahaman harus dikonstruksi secara bertahap dari pengalaman dan komunikasi. Pengetahuan tidak dapat ditansfer langsung dari satu individu ke individu yang lain. Setiap struktur pengetahuan individual mencerminkan pengalaman uniknya. Juga tidak dapat, pengetahuan yang kaya dikonstruksi secara sekejap. Pemahaman harus dikembangkan secara bertahap melalui penyusunan langkah demi langkah srtuktur pegetahuan (Suparno:1997).

  Menurut kaum konstruktivis, seperti yang diungkapkan Betencourt (1989) dalam Suparno (1997:65) mengajar bukan merupakan kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke murid melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi dengan pelajar dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis dan mengadakan justifikasi.

  Dari kedua pengertian tersebut, KBM dapat didefinisikan kembali yaitu kegiatan yang dilakukan oleh dua individu untuk memindahkan pengetahuan. Dimana pengetahuan tersebut tidak dapat secara langsung bisa ditransfer melainkan harus dilakukan secara bertahap, dan membutuhkan waktu. Kegiatan yang dilakukan pengajar bukan hanya memberikan ilmu yang dimilikinya melainkan juga harus dapat mengajak pelajar untuk membentuk pemahamannya sendiri.

2. Pembelajaran

  Pembelajaran atau pengajaran yang benar adalah suatu proses pendidikan yang menghasilkan pengalaman dua sisi (two sided

  experience) . Artinya, dua sisi itu adalah pengalaman belajar yang

  menyulut perhatian, kognisi, motivasi peserta didik untuk menguasai dan memperoleh pengetahuan, informasi, ketrampilan, ataupun sifat tertentu dan karenanya menjadikan perubahan peserta didik (Drost:1999).

  a. Macam Pembelajaran 1) Pembelajaran Konvensional

  Pembelajaran ini ditandai dengan tidak digunakan media dalam sistem belajar mengajar, namun dewasa ini metode semacam ini sudah banyak ditinggalkan karena dirasa kurang menarik.

  2) Pembelajaran Menggunakan Media

  a) Arti Media Pembelajaran Menurut latuheru (1988) sesuatu dapat dikatakan sebagai media pembelajaran apabila media tersebutndigunakan untuk menyampaikan pesan dengan tujuan-tujuan pembelajaran.

  Natakusumah (dalam Latuheru 1988) media adalah semua alat bantu atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar- mengajar, dengan maksud untuk menyampaikan pesan pembelajaran dari seorang guru kepada siswa. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari guru kepada siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat sehingga proses belajar terjadi. Pesan atau informasi tersebut haruslah dapat diterima siswa dengan menggunakan salah satu atau gabungan beberapa alat indera mereka.

  Gagne dan briggs (dalam Latuheru, 1988) mengatakan bahwa media pembelajaran adalah alat secara fisik untuk menyampaiakan isi pengajaran. Media yang dimaksudkan disini misalnya buku, tape-recorder, kaset, film, video,

  komputer , televise, dan lain-lain.

  Arti media berdasarkan beberapa pendapat maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat atau bahan dalam proses tersebut siswa dapat lebih mudah menangkap maksud dari pembelajaran tersebut.

  b) Manfaat Media Pembelajaran Nana Sudjana (1990) media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Ada beberapa alasan, mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa. Alasan pertama yaitu dari segi manfaat dipergunakan media.alasan kedua yaitu berhubungan dengan taraf berpikir siswa. Dari tahap berfikir konkret (nyata) ke berfikir secara abstrak, dimulai dari berfikir sederhana menuju ke berfikir kompleks. Penggunaan media erat kaitannya dengan tahapan berpikir tersebut sebab melalui media pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikonkretkan, dan hal-hal kompleks dapat disederhanakan. Sebagai contoh sederhana pemakaian globe, siswa akan mudah memahami keadaan geografis daripada ketika siswa hanya membayangkan bumi itu seperti apa.

  Latuheru (1998:23) menyimpulkan pendapat beberapa para ahli tentang manfaat dari penggunaan media pembelajaran dalam suatu proses belajar mengajar sebagai berikut: (1) Media pembelajaran menarik dan memperbesar perhatian

  (2) Media pembelajaran dapat menghilangkan adanya verbalisme (3) Media pembelajaran mengatasi perbedaan pengalaman belajar berdasarkan latar belakang sosial ekonomi dari siswa. (4) Media pembelajaran membantu membuat pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara yang lain.

  (5) Media pembelajaran dapat mengatasi batas-batas ruang dan waktu. Misalnya objek yang berbahaya seperti binatang buas yang tidak dapat dihadirkan di kelas , dapat menggunakan model, foto, slide, atau gambar dari binatang tersebut. (6) Media pembelajaran dapat membantu perkembangan pikiran siswa secara teratur tentang hal yang mereka alami, misalnya melihat film tentang suatu peristiwa. Rangkaian dan urutan peristiwa yang mereka lihat itu akan dapat mereka pelajari secara kontinu dan teratur.

  (7) Media pembelajaran dapat membantu siswa dalam mengatasi hal-hal yang sulit dilihat dengan mata telanjang misalnya bakteri dan amuba. Siswa dapat melihat bakteri dan amuba tersebut melalui foto atau gambar yang telah diperbesar dengan mikroskop.

  (8) Media pembelajaran dapat mengatasi peristiwa yang sulit diikuti dengan indera mata. Misalnya mekarnya setangkai bunga. Proses itu dapat diperlihatkan dengan simulasi atau film.

  (9) Media pembelajaran memungkinkan terjadinya kontak langsung antara siswa dengan guru, masyarakat, maupun dengan lingkungan alam sekitar mereka.

  b. Metode Pembelajaran Beberapa metode pembelajaran yang dipakai dalam pembelajaran sains :

  1) Ceramah Metode ceramah adalah metode yang paling tua dan masih digunakan hingga kini. Menurut Ahsin (1980:2) metode ceramah adalah suatu cara mengajar di mana seorang guru memberikan penyajian pengajaran tentang fakta-fakta atau ide secara lisan baik dengan ataupun tanpa alat bantu peraga pandang-dengar; sementara yang diajar mendengarkan dan mencatat hal-hal yang mereka anggap penting. Menurut Gilstrap dalam Ahsin (1980:6) keuntungan dari metode ceramah adalah: a) Menghemat waktu mengajar. b) Memperkenankan guru menggunakan pengalaman, pengetahuan dan kebijaksanaan ketimbang membuat siswa berjuang sendiri.

  c) Memungkinkan guru menghadapi siswa dalam jumlah yang banyak.

  d) Membantu siswa mengembangkan kemampuan mendengar, secara tepat, kritis dan dengan kesenangan.

  e) Mengemukakan pengetahuan yang belum pernah ditemukan oleh murid-murid dalam bacaan/pengalaman mereka.

  f) Cocok untuk memberikan informasi. Kelemaham metode ceramah:

  a) Menempatkan siswa pada posisi belajar mendengar dan mencatat b) Proses satu arah dimana siswa pasif

  c) Guru menyajikan materi dalam waktu yang relatif sama kepada siswa yang mempunyai perbedaan kemampuan dalam memahami.

  d) Berlangsung menurut kecepatan guru dan bukan kecepatan siswa e) Metode yang membiasakan siswa untuk menghafal. 2) Demonstrasi

  Ada banyak model metode dalam pembelajaran, metode teknik-teknik yang dipergunakan untuk mengelola kelas (Cole& Chan,1994). Demonstrasi merupakan salah satu metode yang dapat memunculkan prediksi sekaligus sangat efektif dalam menolong para pelajar mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Melalui demonstrasi dapat diberikan informasi mengenai gambaran tentang sesuatu yang akan terjadi atau memperlihatkan jawaban yang sesungguhnya (untuk menguji jawaban). Dalam metode demonstrasi seorang pengajar atau pemimpin, memperlihatkan sesuatu proses pada seluruh kelompok anak didik dan dibantu oleh beberapa anak didik. Dengan metode ini pengajar atau pelajar mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil percobaan itu. Dengan demonstrasi kita dapat memperoleh jawaban tentang: “Bagaimana kita tahu bahwa itu benar? Bagaimanakah prosesnya? Cara manakah yang merupakan cara terbaik? Apakah yang akan terjadi? Terdiri dari bahan apa?“, secara teliti dan ilmiah. Keunggulan dari metode demonstrasi adalah:

  a. Perhatian siswa dapat diarahkan pada hal-hal yang dianggap penting sehingga hal-hal yang penting dapat menjadi perhatian untuk diamati.

  b. Dapat mengurangi kesalahan dibandingkan kegiatan ceramah/membaca buku, karena siswa memperoleh gambaran c. Masalah yang menimbulkan pertanyaan sebagian besar dapat terjawab dengan teliti saat demonstrasi dilakukan.

d. Dengan demonstrasi dapat ditunjukkan: • Suatu gejala Fisika/peristiwa Fisika secara langsung.

  • Suatu gejala yang mungkin bertentangan dengan intuisi/konsep yang dimiliki siswa sehingga menimbulkan konflik kognitif dalam diri siswa.

  e. Demonstrasi dapat digunakan sebagai variasi untuk mengurangi kebosanan dalam kegiatan belajar mengajar f. Siswa mempunyai peluang untuk melakukan proses.

  g. Konsep lebih mudah dipahami dan tidak mudah untuk dilupakan karena siswa punya pengalaman langsung.

  Kelemahan metode demonstrasi:

  a. Demonstrasi menjadi tidak wajar jika alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati dengan baik.

  b. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan.

  c. Pengajar harus membimbing siswanya selama melakukan demonstrasi.

  3) Eksperimen atau laboratorium Secara umun metode eksperimen adalah metode mengajar yang mengajak siswa untuk melakukan percobaan sebagai pembuktian, pengecekan bahwa teori yang sudah dibicarakan itu siswa semakin yakin dan jelas akan teorinya. Sering disebut metode laboratorium karena percobaan biasanya dilakukan di laboratorium. Biasanya metode eksperimen bukan untuk menemukan teori, tetapi lebih untuk menguji teori atau hukum yang sudah ditemukan para ahli. Namun pada praktek guru dapat pula melakukan eksperimen untuk menemukan teorinya atau hukumnya. Tentu guru sudah tahu teori atau hukum sebelumnya dan bagi guru arah eksperimen jelas. Dengan metode ini siswa dapat merasa bangga dan yakin karena seakan-akan menemukan sendiri.

  Metode eksperimen dibedakan menjadi dua, yaitu eksperimen yang terencana atau terbimbing dan eksperimen bebas.

  Dalam banyak pembelajaran SMA dan SMP, kebanyakan yang dipilih yang terbimbing atau terencana. Alasan utama adalah dengan model eksperimen terbimbing, hasilnya akan lebih cepat selesai dan lebih teratur dan terarah, sehingga siswa tidah mudah bingung. 4) Simulasi Komputer.

  Model pembelajaran modern yang banyak digunakan dalam pembelajaran fisika adalah simulasi komputer. Secara sederhana, simulasi komputer adalah model pembelajaran menggunakan program komputer untuk mensimulasikan beberapa percobaan fisika, dengan menggunakan monitor komputer dan siswa dapat mempelajarinya dari simulasi tersebut.

  Penggunaan simulasi komputer ini menguntungkan karena siswa dapat mencoba berkali-kali tanpa harus ditunggui guru seperti di dalam kelas. Siswa dapat mengulanginya di luar kelas sehingga mereka lebih cepat mengerti konsep yang dipelajarinya secara tepat.

  Pembelajaran yang juga menggunakan komputer sebagai medianya yaitu e-learning atau elektronik learning. Yaitu siswa dapat belajar dari rumah atau dari internet. Guru juga bisa memberikan tugas mencari bahan pelajaran sebaga tambahan buku acuan yang digunakan, dengan begitu guru secara tidak langsung sudah memperkenalkan internet kepada siswa. Selain itu guru juga dapat memberikan tugas yang jawabannya dikirim lewat email.

  Beberapa contoh metode pembelajaran diatas yang bisa di jadikan pertimbangan bagi guru fisika tingkat SMA. Semua metode itu bisa digunakan namun bagi seorang guru harus dapat memilih mana metode yang cocok untuk materi tertentu. Dalam hal iini kejelian dan kreativitas seorang guru menjadi sangat dibutuhkan. Sedikit catatan bagi seorang guru maupun calon guru baik dari tingka paling rendah (TK sampai perguruan tinggi) yaitu bukan bagus tidaknya metode yang dipakai tetapi lebih cenderung penting penggunaan metode yang bervariasi sehingga siswa tidak bosan.

3. Komputer

  Dengan berkembangnya teknologi yang cepat, tercipta banyak sekali alat-alat bantu pendidikan. Alat ini diharapkan dapat membantu mencapai tujuan, dan pencapaian tujuan dapat diwujudkan lebih baik menggunakan alat-alat yang sesuai dengan sifat tujuan tersebut.

  Namun, tidak semua bahan pelajaran memerlukan penggunaan alat atau benda konkret dan dalam penggunaannya tidak selalu diperlukan alat- alat yang sama. Pengajar harus dapat memilah-milah bahan ajar yang dapat dajarkan dengan menggunakan alat.

  “Penggunaan alat-alat dalam proses mengajar bertujuan mempertinggi prestasi belajar pada umumnya” (Winarno,1979). Dengan demikian guru harus bisa/mempunyai pengertian akan fungsi dan kedudukan alat-alat didalam pekerjaannya sehari-hari.

  Salah satu alat bantu pengajaran yang marak dibicarakan sebagai hasil perkembangan teknologi yaitu komputer. Komputer dapat didefinisikan sebagai alat yang dapat menerima informasi, dan memberikan hasil informasi terbaru dalam bentuk yang mudah digunakan pemakai (Sudjarwo,1988). a. Manfaat dalam pembelajaran Untuk menjelaskan pemakaian komputer dalam pembelajaran akan digunakan istilah Computer Assisted Learning (CAL), atau dalam

  Bahasa Indonesia Berarti Pembelajaran Berbantuan Komputer.

  Pembelajaran berbantuan komputer adalah menggunakan komputer sebagai alat untuk menyampaikan isi pelajaran, melatih, membimbing dan menilai prestasi belajar siswa. Dengan menggunakan komputer diharapkan dapat menjadikan siswa lebih berminat pada pelajaran. Siswa diberi peluang untuk belajar secara interaktif dengan komputer sesuai dengan kemampuannya sendiri satu langkah demi satu langkah dan boleh mengulanginya sendiri jika belum paham.

  Menurut Robert Talyor (dalam makalah Adi Wijaya pada

  ), komputer

  dalam hubungannya di bidang instruksional pendidikan dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu : komputer sebagai “tutor, tool, dan tutee”.

  1) Komputer sebagai tutor ( Tutor Applications) Dalam kategori ini komputer sudah diprogram terlebih dahulu oleh penguat program. Program komputer akan menyediakan/memberikan beberapa informasi/teori sehingga siswa dapat: mempelajarinya, memberikan respon/tanggapan apabila ada pertanyaan yang perlu dijawab siswa. Kategori ini terbagi lagi menjadi empat subkategori, yaitu :

  1. Sebagai tutorial Program yang dibuat dirancang untuk memberikan informasi bagi siswa. Artinya guru tanpa menerangkan terlebih dahulu suatu materi, siswa sudah dapat memahaminya sendiri menggunakan program tutorial tersebut (digunakan sebagai sumber belajar).

  2. Sebagai praktik dan latihan (drill and practice) Program yang dibuat untuk mempraktikan/melatih ketrampilan siswa dalam penguasaan materi yang sebelumnya sudah diberikan terlebih dahulu.

  3. Sebagai Simulasi Program yang dibuat berusaha untuk menghadirkan/ mempresentasikan situasi kehidupan/permasalahan yang sebenarnya sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa.

  4. Sebagai permainan Program yang disajikan berbentuk permainan dengan tujuan untuk membuat siswa belajar dengan senang. Bentuk program permainan yang diberikan digunakan untuk melatih ketrampilan siswa terhadap pelajaran yang sudah diberikan sebelumnya.

  2) Komputer sebagai alat komputer sebagai alat dimaksudkan bahwa komputer digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar, baik yang biasa digunakan diantaranya adalah microsoft word, microsoft excel, microsoft PowerPoint .

  3) Komputer sebagai tutee (Tutee Aplications).

  Pada sub kategori ini, program komputer menjadi fokus dari pembelajarannya karena disini siswa/guru memprogram komputer dengan bahasa pemrograman untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Sehingga untuk tutee aplications, baik guru maupun siswa perlu mempelajari bahasa pemrograman terlebih dahulu.

  Manfaat komputer dalam pembelajaran bagi siswa (David, 2000): (a) Komputer membantu membangun pengetahuan

  • untuk menggambarkan ide, pemahaman dan kepercayaan
  • untuk menghasilkan produk yang terstruktur, pengetahuan berbasis belajar.

  (b) Komputer dapat membantu penjelajahan

  • untuk mengakses informasi yang diperlukan
  • untuk mebandingkan sudut pandang, kepercayaan dan pandangan dunia.

  (c) Komputer dapat membantu pembelajaran dengan bekerja.

  • Menggambarkan kepercayaan, pandangan, pendapat, dan cerita untuk semua.
  • Untuk menyatukan pendapat-pendapat, diskusi dalam suatu komunitas antar anggotanya.

  • Untuk memberikan rasa aman, ruang masalah siswa dapat terkontrol dalam pikiran siswa.

  (d) Komputer membantu pembelajaran melalui pertentangan.

  • Untuk memadukan pendapat dengan orang lain.
  • Untuk diskusi, dipadu dengan yang lain, kesepakatan komunitas dengan yang lain.
  • Untuk mendukung percakapan antar komunitas pengetahuan. (e) Komputer dapat dijadikan teman yang “pintar” dan membantu learning by reflecting. Untuk membantu pelajar mengungkapkan pendapat dengan jelas gambaran yang mereka punya.

  Penggunaan komputer dalam pembelajaran menurut pendapat lain (Sudjarwo, 1988 ):

  • Penggunaan komputer sebagai bahan belajar mandiri (computer assisted-learning).

  Komputer digunakan sebagai tutor pengganti, dimana siswa dapat mengikuti suatu diskusi yang sedang berlangsung melalui sebuah alat terminal untuk belajar secara interaktif (interactive

  terminal) . Dalam fungsinya komputer sebagai tutor pengganti siswa

  dapat berinteraksi dengan komputer yang telah diprogramkan secara khusus untuk menjawab berbagai pertanyaan yang telah disediakan.

  Kemudian komputer akan menanyakan berbagai pertanyaan

  • Komputer sebagai mode laboratorium simulasi
  • Komputer lebih berperan sebagai situasi sumber belajar, situasi praktek dimodelkan oleh komputer. Situasi praktek simulasi (simulated practical) dapat berasal dari berbagai subyek.

  Komputer simulasi sudah dapat ditemui di bidang, seperti pengobatan , teknik, geografi, matematika, ilmu fisika, ekonomi, bisnis, manajemen training, dan latihan kemiliteran.

  b. Keunggulan dan Kelemahan Penggunaan komputer dalam Pembelajaran

  1. Keuntungan atau Kelebihan Komputer Belajar menggunakan komputer merupakan hal yang baru bagi siswa sehingga dapat meningkatkan minat juga motivasi untuk belajar fisika; dengan menggunakan fasilitas yang ada ai dalam komputer misalnya gambar, suara, musik, grafik dapat merangsang untuk melakukan latihan-latihan kerja, simulasi dsb; lebih cepat dalam menanggapi respon siswa.

  2. Kelemahan atau Kekurangan Komputer Proses pembelajaran dengan komputer relatif lebih mahal dari media lain; merancang program untuk kepentingan proses pembelajaran dengan komputer mempunyai konsekuensi biaya, waktu, dan tenaga yang tidak sedikit; komputer dapat memadamkan daya kretifitas siswa.

  Dari berbagai pendapat para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa masukknya sebuah alat baru dalam dunia pendidikan tidak serta merta bisa langsung di intregrasikan dalam KBM. Pengintegrasian komputer ke dalam dunia pengajaran memerlukan dasar teori belajar yang kuat dengan kemauan dan kemampuan SDM yang tinggi, juga memerlukan proses yang tidak cepat dan gampang. Pengubahan sistem KBM dari konvensional ke yang lebih modern menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak terutama pihak yang langsung terkena imbasnya dalam hal ini guru. Namun di jaman yang terus berkembang diharapkan guru mampu dan mau untuk mengikuti perkembangan tersebut. Disini kalau kita mau menggali lebih jauh komputer banyak menyediakan fasilitas-fasilitas yang menarik dalam rangka memajukan dunia pendidikan.

  C. RUMUSAN MASALAH Permasalahan yang ingin diteliti: 1.

  Bagaimana latar belakang guru fisika SMA di propinsi DIY?

  2. Media dan metode pembelajaran apa saja yang sering dipakai dalam

  melaksanakan KBM oleh guru Fisika SMA propinsi DIY? 3. Bagaimana keberadaan fasilitas di sekolah-sekolah dan pemanfaatannya oleh guru Fisika?

  4. Apakah guru fisika SMA di Yogyakarta sudah memanfaatkan komputer

  5. Bagi guru fisika yang sudah memanfaatkan komputer, dimanfaatkan untuk

  apa saja dalam pembelajaran ?

  6. Bagaimana hubungan siswa dan guru ketika komputer dipakai dalam

  melaksanakan KBM? 7. Bagaimana tanggapan guru terhadap keharusan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran fisika?

8. Keuntungan apa yang diperoleh dari memanfaatkan komputer dalam

  pembelajaran?

  9. Faktor-faktor apa yang menjadi kendala dalam memanfaatkan komputer

  dalam pembelajaran ?

  10. Dukungan apa saja yang diperlukan oleh guru agar dapat memanfaatkan

  komputer dalam pembelajaran ? D.

TUJUAN PENELITIAN

  Berdasarkan permasalahan yang telah diketahui diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan informasi latar belakang guru fisika SMA di propinsi DIY.

  2. Mengetahui urutan prioritas pemakaian metode dan media pembelajaran dalam melaksanakan KBM oleh guru Fisika SMA di propinsi DIY.

  3. Mengetahui keberadaan fasilitas di sekolah-sekolah dan pemanfaatannya oleh guru Fisika.

  4. Mengetahui apakah guru fisika SMA di Yogyakarta sudah memanfaatkan komputer dalam proses pembelajaran.

  5. Mengetahui bagi guru fisika yang sudah memanfaatkan komputer, dimanfaatkan untuk apa saja dalam pembelajaran.

  6. Mengetahui hubungan siswa dan guru ketika komputer dipakai dalam melaksanakan KBM.

  7. Mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi kendala dalam memanfaatkan komputer dalam pembelajaran.

  8. Keuntungan yang diperoleh dari memanfaatkan komputer dalam pembelajaran.

  9. Mengetahui dukungan apa saja yang diperlukan oleh guru agar dapat memanfaatkan komputer dalam pembelajaran.

  10. Mengetahui pendapat guru terhadap pemanfaatan komputer dalam pembelajaran fisika.

E. MANFAAT PENELITIAN

  Manfaat penelitian ini bagi beberapa pihak : 1.

  Bagi guru Setelah diadakan penelitian ini bagi guru yang belum memanfaatkan tertarik untuk mencoba menggunakannya.

  2. Bagi Diknas propinsi DIY Sebagai informasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran fisika.

  3. Bagi peneliti

  Penelitian ini akan memberikan sedikit gambaran dalam mengadakan

BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Peneliti menggunakan metode survei dalam penelitiannya. Metode survei

  merupakan salah satu jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kuantitatif karena dalam penelitian ini digunakan analisa statistik deskriptif berupa persentase. Di dalam metodologi ini, data yang diperoleh dianalisis untuk mendeskripsikan keadaan atau fenomena populasi. Inti dari survey adalah pengajuan pertanyaan terhadap sekelompok besar orang. Di dalam metodologi survei, entitas (manusia atau benda) dimasukkan kedalam kategori-kategori dan kemudian dihitung jumlah entitas di dalam suatu kategori. Didalam metodologi ini, biasanya orang atau entitas lain dipilih secara random untuk mendapatkan sampel yang representatif. Hal ini dilakukan agar hasil penelitian survei dapat digeneralisasikan terhadap seluruh populasi.

B. Populasi dan Sampel Penelitian

  Populasi penelitian : guru-guru mata pelajaran fisika SMA di DIY Sampel penelitian : guru-guru mata pelajaran Fisika di sekolah tertentu yang dipilih oleh peneliti.

C. Teknik pengambilan Sampel Penentuan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling.

  

Stratified random sampling yaitu penentuan sampel dengan cara memilih

  subgrup tertentu dalam suatu proporsi yang sama dalam populasi. Populasi dikelompokkan dalam tingkat atau grup yang berbeda, dan setiap grup diambil sampel menurut proporsi yang sesuai.

1. Cara pengambilan sampel:

  a. Menurut data Diknas jumlah SMA di DIY ada 163 sekolah yang tersebar dalam lima kabupaten dan satu kota yaitu: 37 di Kabupaten Bantul, 38 di Kabupaten Sleman, 17 di Kabupaten Kulon progo, 24 di Kabupaten Gunung Kidul dan sisanya 47 di kota Yogyakarta.

  b. Dari 163 sekolah oleh peneliti diambil sebanyak 40 sekolah dengan pertimbangan waktu, biaya, dan tenaga mengingat penelitian ini merupakan penelitian pribadi.

  c. Dari jumlah sampel yang diteliti didistribusikan lagi ke lima kabupaten yaitu dengan persamaan (bdk. pers (1)):

  Jml Sek di kabupaten tersebut Jml S ek = x Jml sampel yang ditentukan Jml Sek seluruhnya

  d. Setelah diketahui jumlah sampel dalam setiap kabupaten, disetiap kabupaten tersebut sampel masih dibedakan atas akreditasi A, B, dan C. Baru ditentukan sekolah yang akan dipilih, dengan mempertimbangkan atas sekolah negeri dan swasta.

   

  Bagan 1: Diagram Penentuan Sampel Penelitian  

  27

   

2. Cara menentukan sampel

  Untuk menentukan jumlah sampel penelitian pada tiap kabupaten, peneliti menggunakan persamaan berikut:

  ⎛ a ⎞ …………………………………..(1) y = x c ⎜ ⎟ b ⎝ ⎠

  Untuk: y = Jumlah Sampel per kabupaten. a = Jumlah Sekolah per kabupaten. b = Jumlah keseluruhan SMA se DIY c = Jumlah kesekuruhan sampel yang ditentukan.

  Dan untuk sampel penelitian tiap kelompok akreditasi (A, B, dan C), peneliti menggunakan persamaan yang identik dengan persamaan di atas namun mengalami perubahan variable untuk x dan p, sementara untuk variabel y dan a sama seperti persamaan (1).

  Persamaan yang digunakan untuk penentuan sampel akreditasi adalah sbb:

  ⎛ p ⎞ …………………………………..(2) = x ⎜ ⎟ x y a ⎝ ⎠

  Untuk: x = Jumlah sampel per kategori akreditasi y = Jumlah Sampel per kabupaten. p = Jumlah sekolah berdasarkan kategori akreditasi dalam tiap kabupaten a = Jumlah Sekolah per kabupaten.

  a. Kota Yogyakarta

1) Untuk sampel kota yogyakarta:

  47 y = x 40 = 11,5 = 12 sekolah

  163

2) Untuk Sampel per kategori akreditasi kota Yogyakarta:

  a) Kategori Akreditasdi A p ⎛ ⎞ x = ⎜ ⎟ x y a ⎝ ⎠

  ⎛ 30 ⎞ = = x ⎜ ⎟ x

  12 8 sekolah

  47 ⎝ ⎠ b) Kategori Akreditasi B ⎛ p ⎞

  = x ⎜ ⎟ x y a ⎝ ⎠

  12 ⎛ ⎞ x = x 12 = 3 sekolah ⎜ ⎟

  47 ⎝ ⎠ c) Akreditasi C p

  ⎛ ⎞ x = x y ⎜ ⎟ a ⎝ ⎠ ⎛

  5 ⎞ = = x ⎜ ⎟ x

  12 1 sekolah

  47 ⎝ ⎠ Total sekolah di kabupaten Kota yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 12 Sekolah

  Untuk empat kabupaten lainnya penentuan sampel per kabupaten maupun

sampel per kategori akreditasi pada tiap kabupaten mengikuti pola di atas.

  b. Kabupaten Bantul Keseluruhan SMA di kabupaten bantul adalah 37 sekolah dengan distribusi akreditasi untuk tiap-tiap kategori sbb: akreditasi A

  = 25 sekolah, akreditasi B = 11 sekolah dan akreditasi C = 1sekolah.

  Dari 37 sekolah di atas diambil sebanyak Sembilan (9) sekolah sebagai sampel penelitian dengan distribusi akreditasi untuk tiap-tiap kategori adalah sbb: Akreditasi A = 6 Sekolah , akreditasi B = 2 sekolah dan akreditasi C = 1sekolah.

  c. Kabupaten Sleman Keseluruhan SMA di kabupaten Sleman adalah 38 sekolah dengan distribusi akreditasi untuk tiap-tiap kategori sbb: akreditasi A

  = 23 sekolah, akreditasi B = 18 sekolah dan akreditasi C = 4 sekolah.

  Dari 38 sekolah di atas diambil sebanyak Sembilan (9) sekolah sebagai sampel penelitian dengan distribusi akreditasi untuk tiap-tiap kategori adalah sbb: Akreditasi A = 5 Sekolah , akreditasi B = 3 sekolah dan akreditasi C = 1sekolah.

  d. Kabupaten Kulon Progo Keseluruhan SMA di kabupaten Kulon Progo adalah 17 sekolah dengan distribusi akreditasi untuk tiap-tiap kategori sbb: akreditasi A = 13 sekolah, akreditasi B = 4 sekolah dan akreditasi C = 0 sekolah.

  Dari 38 sekolah di atas diambil sebanyak 4 sekolah sebagai sampel penelitian dengan distribusi akreditasi untuk tiap-tiap kategori adalah sbb: Akreditasi A = 3 Sekolah , akreditasi B = 1 sekolah dan akreditasi C = 0 sekolah. e. Kabupaten Gunungkidul Keseluruhan SMA di kabupaten Sleman adalah 24 sekolah dengan distribusi akreditasi untuk tiap-tiap kategori sbb: akreditasi A

  = 11 sekolah, akreditasi B = 7 sekolah dan akreditasi C = 6 sekolah.

  Dari 38 sekolah di atas diambil sebanyak 6 sekolah sebagai sampel penelitian dengan distribusi akreditasi untuk tiap-tiap kategori adalah sbb: Akreditasi A = 3 Sekolah , akreditasi B = 2 sekolah dan akreditasi C = 1sekolah.

3. Adapun sampel yang telah ditentukan peneliti:

  Tabel 1

  Daftar sekolah di Kota Yogyakarta yang dijadikan sampel penelitian

  

No NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH

  1 SMA STAMA YK Jl. Ireda 19 A Yagyakarta

  2 SMA Taman Madya Jetis Jl. Taman Siswa 25 D Yogyakarta

  3 SMA BOPKRI 2 YK Jl. Jend Sudirman 87 Yogyakarta

  a. Kota Yogyakarta

  

5 SMA PIRI 2 Jl. Mt Haryono 23 Yogyakarta

  6 SMA N 9 YK Jl. Sagan 1 Yogyakarta

  7 SMA N 3 YK Jl. Laksda Yos Sudarso 7 Yogyakarta

  8 SMA MUH 2 YK Jl. Kapas 7 Yogyakarta

  

9 SMA MARSUDI LUHUR Bintaran kidul 2 Yogyakarta

  

10 SMA BOPKRI 3 Jl.kapt tendean 55 Yogyakarta

  11 SMA SANTO THOMAS YK Balirejo Utara Muja Muju Yogyakarta

  12 SMA GAJAH MADA YK Jl. Yudonegaran GM II/208 Yogyakarta

  

4 SMA PL YK Jl.P.Senopati 18 Yogyakarta b. Kabupaten Bantul

  Tabel 2

  Tabel 3

  8 SMA Muhamaddiyah Kalasan Dhuri tirtomartani kalasan sleman

  7 SMA N 1 MINGGIR Pakeran Sendangmulyo min#ggir

  6 SMA BINA HARAPAN Sinduharjo, Nganglik Sleman

  5 SMA Proklamasi 45 Sleman JI. Ring Road Utara Trihanggo Sleman

  4 SMA SANTO MIKAEL Jl.Pangeran Purboyo Warak Sb.Adi Slman

  3 SMA N 1 GODEAN Sidokarto godean sleman

  2 SMA N 1 DEPOK Babarsasi Caturtunggal Depok

  1 SMA N 1 SLEMAN JI. Magelang Km 14.4 Medari Sleman

  No NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH

  Daftar sekolah di Kabupaten Sleman yang dijadikan sampel penelitian

  c. Kabupaten Sleman

  Daftar sekolah di Kabupaten Bantul yang dijadikan sampel penelitian

  

9 SMA N PGRI KASIHAN Sonosewu ngestiharjo kasihan

  8 SMA Mercu Buana Sedayu Jl. Wates km.9 argomulyo sedayu

  

7 SMA Tripaja Bhakti Belan Bambanglipuro Bantul

  6 SMA “17” BANTUL Jl.kol Sugiono ringinharjo bantul

  5 SMA Stece Bantul Ganjuran Sumbermulyo Bblipuro

  

4 SMA Muhamadiyah Bantul Jl.urip Sumoharjo 04/A Bantul

  3 SMA 1 SEDAYU Argomulyo sedayu bantul

  2 SMA N 1 Sewon Jl.parangtritis km.5 sewon Bantul

  1 SMA N 1 Bambang Lipuro Jl. Samas Km 18 Mulyodadi Bantul

  

No NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH

  9 SMA Mandala Bakti Condong Catur Jl.Anggajaya CC. Depok Sleman d. Kabupaten Kulon Progo

  Tabel 4

  No NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH

  6 SMA Pembangunan 4 Playen Jatisari, Playen Gunungkidul

  5 SMA Pembangunan 3 Ponjong Koripan, Sumbergiri, Ponjong Gunungkidul

  4 SMA N 1 TANJUNGSARI Kepek, Wonosari Gunungkidul Trimulyo II

  3 SMA Dominikus Wonosari JI. Mgr. Sugiyo Pranoto, Wonosari gunungkidul

  2 SMA Pembangunan 2 Karangmojo Srimpi, Karangmojo Gunungkidul

  1 SMA N 1 WONOSARI Trimulyo II, Kepek, Wonosari Gunungkidul

  Daftar sekolah di Kabupaten Gunungkidul yang dijadikan sampel penelitian

  Daftar sekolah di Kabupaten Kulon Progo yang dijadikan sampel penelitian

  Tabel 5

  e. Kabupaten Gunung Kidul

  4 SMA Sanjaya XIV Nanggulan Jl.jatisrono nanggulan KP

  3 SMA Muhammadiyah Galur Kedunggong wates KP

  

2 SMA N 1 SENTOLO Ploso banguncipto sentolo KP

  1 SMA N 1 KALIBAWANG Jl.dekso banjararum samigaluh KP

  

No NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH

  Yogyakarta terkenal sebagai kota pelajar, di kota ini banyak dibangun sekolah baik negeri maupun swasta. Alasan peneliti memilih sampel di kota yogyakarta yaitu peneliti merupakan mahasiswi di salah satu universitas yang ada di kota ini sehingga memudahkan peneliti dalam melaksanakan penelitiannya. Peneliti juga merupakan calon guru fisika sehingga penelitian ini bisa dijadikan acuan/dasar mengajar nantinya.

  D. Waktu dan Tempat

  Penelitian dilaksanakan di lima kabupaten yang ada di DIY meliputi Bantul, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, dan Sleman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni tahun 2008.

  E. Metode Pengumpulan Data

  Kuesioner yaitu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepada partisipan yang ditulis dan diberikan kepada sampel penelitian untuk diisi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kuesioner yang akan dipakai berupa pertanyaan seputar penggunaan komputer yang didesain untuk pembelajaran.

  Macam-macam kuesioner menurut Paul Suparno :

  1. Dari cara menjawabnya: Terbuka: responden dapat menjawab dengan kalimatnya sendiri.

  Tertutup: responden tinggal memilih.

  2. Dari jawaban yang diberikan: Langsung: responden menjawab tentang dirinya.

  Tidak langsung: responden menjawab tentang orang lain.

  3. Dilihat dari bentuknya: Pilihan ganda; isian; chek list; rating-scale (skala bertingkat)

  Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuesioner jika dilihat dari cara menjawabnya model terbuka dan tertutup, juga kuesioner tersebut termasuk jenis langsung jika dilihat dari jawaban yang diberikan.

F. Instrumen Penelitian

  Angket yang berisi pertanyaan yang berhubungan dengan pemanfaatan komputer yang sudah digunakan guru dalam menyampaikan materi-materi pelajaran fisika, serta materinya yang diajarkan. Poin-poin yang ingin diteliti: 1.

  Data guru, meliputi: asal sekolah, latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar.

  2. Fasilitas Sekolah dan penggunaannya.

  3. Penggunaan komputer meliputi: materi yang diajarkan, keuntungan dan

  kelemahan penggunaan komputer, frekuensi pemakaian, keterlibatan siswa dan kendala yang dihadapi dalam pemakaian komputer.

  4. Dukungan yang diperlukan dalam pemakaian komputer.

G. Metode Analisis Data

  Data dianalisis berdasarkan rekap data hasil kuisioner dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Metode statistik deskriptif ini dilakukan dengan teknik perhitungan persentase. Dari tiap pertanyaan yang telah dikelompokkan, dibuat persentase untuk masing-masing jawaban Kuisioner yang dibuat peneliti merupakan kuisioner dengan bentuk campuran sehingga dalam analisis data peneliti menggunakan beberapa cara:

  1. Untuk pertanyaan dengan jawaban berdasarkan prioritas, peneliti menghitung berdasar pada proritas tersebut, meghitung persentasenya kemudian dibahas baru disimpulkan (pertanyaan bagian II nomor 1 dan 2).

  2. Untuk pertanyaan yang merupakan jawaban tunggal maka langsung dapat dibuat persentasenya, kemudian di bahas baru disimpulkan (pertanyaan nomor 3, 4, 5, 8, 10, 14, 16, 17, 21 dan 24).

  3. Untuk pertanyaan yang dapat dijawab lebih dari satu, maka analisis dilakukan dengan cara mempersentasekan berdasar pilihan jawaban (pertanyaan nomor 6, 7, 12, 13, 18, 19, dan 20).

  4. Untuk pertanyaan terbuka (responden menjawab dengan kalimat sendiri), peneliti menganalisis sesuai jawaban yang ada setelah itu peneliti menyimpulkan dan merangkum semua jawaban responden (pertanyaan nomor 15, 21, 22, 23, dan 24).

BAB III DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di sejumlah sekolah menengah atas (SMA)

  yang berada di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baik swasta maupun negeri yang terakreditasi A, B, dan C yang tercatat dalam data BAS Diknas provinsi DIY. Alasan pelaksanaan di provinsi DIY karena Provinsi ini dikenal sebagai kota pelajar dan di kota ini banyak dibangun sekolah baik swasta maupun negeri sehingga memudahkan peneliti dalam menentukan sampel yang representatif.

  Pengambilan data dimulai bulan April tahun 2008 dan selesai pada bulan Juni tahun 2008. Secara rinci, penelitian ini dilakukan di lima (5) kabupaten dalam wilayah pemerintahan DIY, yakni: Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini tidak melibatkan semua SMA yang ada di DIY akan tetapi memilih beberapa sekolah yang menurut takaran peneliti bisa merepresentasikan keseluruhan sekolah yang ada pada setiap kabupaten. Untuk setiap kabupaten, peneliti memilih sampel secara acak berdasarkan kriteria hasil akreditasi sekolah yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS) Dinas Pendidikan provinsi DIY.

  Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat terhadap pemanfaatan komputer oleh guru dalam pembelajaran fisika di sekolah.

  1. Kesulitan dalam pelaksanaan penelitian

  Dalam melaksanakan penelitian ada beberapa kendala/kesulitan yang ditemukan peneliti. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain luasnya daerah penelitian (ruang lingkup provinsi), masalah birokrasi, waktu penelitian dan biaya penelitian. Masalah yang paling besar yaitu menyangkut responden yang diteliti, ada sebagian yang memberikan alasan sibuk dan harus menunggu dalam jangka waktu tertentu. Ketika jatuh tempo pengambilan ternyata responden tidak ada ditempat, kuisioner hilang atau kuisioner yang dititipkan belum sampai ke tangan reponden.

  Ada juga responden yang secara terang-terangan tidak menyetujui untuk dijadikan sampel penelitian.

  2. Uji kelompok kecil

  Sebelum melaksanakan penelitian yang sesungguhnya, peneliti menguji kuisioner yang digunakan dalam pengambilan data. Pengujian ini dilaksanakan di sekolah yang juga menjadi sampel penelitian yaitu ada 5 orang responden. Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui kevalidan isi kuisioner (jumlah pertanyaan, kesulitan responden dalam menjawab), dan

3. Rekapitulasi Data Kuisioner

  Rekapitulasi data kuisioner dilakukan setelah semua kuisoner terkumpul. Jumlah kuisioner yang disebarkan ada 48 ekslempar dan jumlah kuisioner yang kembali ada 47 ekslempar.

B. DATA DAN ANALISIS

  Seluruh data yang masuk akan dianalisis berdasarkan pengelompokan bentuk kuisioner tersebut. Untuk memudahkan dalam analisis peneliti membagi-bagi dalam kelompok-kelompok kecil, disini peneliti tidak menggunakan nomor soal lagi sebagai acuannya. Secara keseluruhan kuisioner dianalisis seperti berikut.

1. Latar belakang responden.

  Pada bagian 1 peneliti akan menyampaikan informasi mengenai latar belakang responden. Latar belakang tersebut terdiri dari latar belakang pendidikan (jenjang dan latar belakang jurusan ), jenis kelamin, dan pengalaman mengajar responden (bapak/ibu guru fisika SMA).

  tabel 6

  Distribusi latar belakang pendidikan (jenjang) responden/guru Latar belakang pendidikan(jenjang) dalam persen jumlah responden

  S2 6.38%

  3 S1 87.24%

  41 D3 6.38%

  3 total 100.00%

  47

6.38 Fisika 23.41% lain ‐lain 

  distribusi /guru atas terliha

  tar belakang g pendidikaan (jurusan) yang

  P.fisika 61.70% eknik  industri

  6,38% empuh jenjjang pendidikan yang ditemp puh respond den en

  87,24% sedangkan dari respo sisanya 6 onden

  at bahwa didikan S2 telah mene n (jurusan) y ah responde kang pendiidikan (jen njang)

  ya 9% ,  elektronika, te

  47 latar belak distribusi lat

  7

  11

  29

  % berpend responden pendidikan sen jumla

  Ga

  ber ber sam

  3 8% S2 6.38% S1 87.24% lainny

  6

  Dalam pers 61,70% 23,41% 14,89% 100,00% ersentase d

  Persentase responden/ grafik dia n S1, 6,38 n D3. ian besar r an S1. ar belakang

  ambar 2. P D3

  stribusi lata urusan .Fisika isika ain-lain

  abel 7

  Sebag mpai denga

  Dari rpendidikan rpendidikan

  Ga ambar 1.

  Di ju P F la

  Ta

  14.89 :  Teknik kimia, Dari to otal respond den 61,70 % % responden n mempuny yai latar bela akang pen ndidikan da ari jurusan pendidikan n fisika, 23,4 42 % dari f fisika murn ni dan me engambil p program akt ta IV. Sed dangkan sis sanya 14,89 9% berasal l dari jur rusan lain y aitu teknik kimia, elekt tronika dan n teknik indu ustri.

  Data d diatas menu unjukkan ba ahwa sebagiian besar reesponden beerasal dar ri jurusan p pendidikan f fisika.

  tab bel 8

  Distribusi Jen nis kelamin rresponden je enis kelamin n dalam m persen jumlah h responden L L 72,34 4%

  34 P 27,66 6%

  13 100,0 00%

  47 Perempua

  n 27.66%

Laki ‐la aki

72.34 %

  Ga ambar 3. P Persentase d distribusi jen nis kelamin responden n

  Grafik k diatas me nunjukkan bahwa 72, 34% dari to otal keselur ruhan res sponden ber rjenis kelam min laki-lak ki, dan sisan nya 27,66% % adalah w wanita.

  Da ata ini mem mberikan inf formasi bah hwa ternyat ta guru fisi ika lebih ba anyak lak ki-laki.

  • 15 tahun 5-25 tahun

  >25  tahun 12.77%

  51 % merup n. tegori antara h lima k dari

  latar belak kang pengalaman men ngajar k/ibu guru d a lima samp h lima tahu apatkan info tara 5-15 ta 4,04% respo paling sedik kurang dar dibagi dalam pai lima be un dan diata formasi pali ahun yaitu 4 onden kem kit yaitu 8,5 ri lima tahun m empat kat las tahun, a as duapuluh ing banyak 44,68 %. U mudian diata

  5 ‐15 tahun 44.68%

  den

  <5  tahun 8.51%

  6 % 47 lah respond distribusi gajar bapak ahun, antara an dua puluh rsebut dida galaman an 5 tahun 34 dan yang p n mengajar

  16

  21

  4

  ersen juml

  Persentase responden laman meng dari lima ta mpai denga kategori ter punyai peng dalah 15-25 ak 12,77%, rpengalaman

  Ta abel 9 Distribusi lataar belakang pengalaman n mengajar responden..

  dalam pe 8.51% 44.68% 34.04% 12.77% 100.00%

  15 ‐25 tahun 34.04%

  Penga itu kurang ma belas sam hun. Dari k ereka memp rikutnya ad hun sebanya uru yang ber

  yai lim tah me ber tah gu ambar 4. r

  Ga

  >25 tahun otal n mengajar

  <5 tahun

  1 > to pengalaman

  5

  p <

  Urutan as 25 pakan Dari p pembagian k kategori ter rsebut terny yata paling besar perse entase pen ngalaman m mengajar rep ponden yait tu antara 5- 15 tahun seb besar 44,68 8%.

  

2. utan priorita as metode p embelajaran n yang digu unakan oleh h bapak/ibu guru.

   Uru

  Denga an membe erikan per rtanyaan m mengenai urutan m metode pem mbelajaran dari yang g paling se ering dipak kai ke yan g paling j arang dig gunakan p eneliti me endapatkan data sepe erti di ba awah ini. Pada per rtanyaan in ni jumlah responden n yang jaw wabannya dapat dian nalisis seb banyak 46 r responden.

  Ta abel 10

  Di stribusi prio oritas pertam ma metode pembelajar an Metode pem mbelajaran yang Dalam Jumla ah dipakai d persen respond den c ceramah 6 69.56%

  32 Demonstras D si 15.23%

  1

  7 Eksperimen E n 2.17%

  1 Simulasi Ko S omputer 2.17%

  1 Lain-lain L 1 10.87%

  5 Simulasi  

  Komputer r Lain ‐lain n 2.17% 10.87% % Eksperim men 2.17% % Demons trasi 15.23 % ceramah 69.56% ‐lain  diskusi, tug  mandiri, ta  jawab  

lain n: gas anya Grafik diatas merupakan prosentase metode pembelajaran yang dipilih sebagai prioritas pertama oleh responden. Dari garfik terlihat bahwa ceramah yang paling banyak dipilih yaitu 69,56% baru kemudian demonstrasi (15,23%), lain-lain yang terdiri dari diskusi, tugas mandiri, tanya jawab dipilih responden sebanyak 10,87% sedangkan untuk eksperimen dan simulasi komputer jumlah responden yang memilih sama yaitu 2,17 %.

  Dari paparan diatas dapat diketahui ternyata sebagian besar responden memilih ceramah sebagai metode pembelajaran yang paling sering dipakai.

  Tabel 11

  Distribusi prioritas kedua metode pembelajaran Metode pembelajaran yang Dalam Jumlah dipakai persen responden ceramah 13.04%

  6 Demonstrasi 58.70%

  27 Eksperimen 8.70%

  4 Simulasi Komputer 8.70%

  4 Lain-lain 4.34%

  2 Tidak menjawab 6.52%

  3 100.00% 46

  Tidak   ‐lain Lain menjawab 4.35% 6.52% ceramah c   13.04% Si imulasi Ko omputer 8 8.70% Eksperimen n 8.70% Demon nstrasi 58.6 69% lain ‐lain : diskusi  

Ga ambar 6. Pe ersentase di istribusi pri oritas kedua a metode pe embelajaran n

  Grafik k diatas me erupakan p prosentase m metode pem mbelajaran yang dip pilih sebaga ai prioritas kedua oleh responden . Dari garfi ik terlihat b bahwa dem monstrasi y yang paling g banyak dipilih yait tu 58,69% baru kemu udian cer ramah (13,0 04%), simu ulasi kompu uter dan ek ksperimen d dipilih respo onden seb banyak 8, 7 70 % sedang gkan sisany ya lain-lain (diskusi) se ebanyak 4,3 35 %, 6,5 52% respon nden tidak menjawab b artinya m mereka hany ya menguru utkan pri ioritas hany ya sampai pa ada priorita s pertama.

  Dari paparan di iatas dapat t diketahui i ternyata sebagian besar res sponden m memilih dem monstrasi s sebagai m metode pem mbelajaran pada pri ioritas kedu ua.

  Ta abel 12

  Di stribusi prio oritas ketigaa metode peembelajaran n Metode p pembelajara an yang Dalam Jum mlah dipakai persen resp ponden

  Ceramah C 4.35%

  2 Demonstrasi D i 21.74%

  10 E Eksperimen 56.52%

  26 S imulasi Kom mputer 4.35%

  2 Lain-lain L T Tidak menja awab 13.04%

  6 100.00%

  46 Tid ak  

  cer ramah L ain ‐lain menja awab 4 .35% 0.00% 13.0 04% Demonstra asi Simulasi   21.74% Komputer 4.35% Eks sperimen 5 56.52%

Ga ambar 7. Pe ersentase di istribusi pri oritas ketig a metode pe embelajaran n

  Grafik k diatas me erupakan p prosentase m metode pem mbelajaran yang dip pilih sebaga ai prioritas ketiga oleh h responden . Dari grafi ik terlihat b bahwa ekp perimen ya ang paling banyak d dipilih yaitu u 56,52% baru kemu udian dem monstrasi ( 21,74%), si imulasi kom mputer dan ceramah d dipilih respo onden seb banyak 4,35 5 % sedang gkan sisany ya 13,04% responden tidak menj jawab art tinya merek ka hanya m mengurutkan n prioritas h hanya sampai pada prioritas per rtama dan k kedua .

  Dari paparan di iatas dapat t diketahui i ternyata sebagian besar res sponden m memilih eks sperimen s sebagai m metode pem mbelajaran pada pri ioritas ketig ga.

  Ta abel 13

  Di stribusi prio oritas keemp pat metode pembelajarran Metode pe embelajaran n yang Dalam Jum mlah dipakai persen respo onden

  C Ceramah 4.35%

  2 Demonstrasi D i Eksperimen E 15.22%

  7 S imulasi Kom mputer 45.65%

  21 L Lain-lain 4.35%

  2 Tidak menja T awab 30.43%

  14 100.00%

  46 Dem monstrasi

  ceramah Tidak k   0.00% 4.35% menjaw wab Eksperimen 30.43% % 15.22% Simulasi   Lain ‐lain Komputer 4.35% 45.65% lain ‐lain : di iskusi,  peta ko onsep Ga ambar 8. Pe ersentase di istribusi pri oritas keem mpat metodee pembelajarran Grafik diatas merupakan prosentase metode pembelajaran yang dipilih sebagai prioritas keempat oleh responden. Dari grafik terlihat bahwa simulasi komputer yang paling banyak dipilih yaitu 45,65% baru kemudian eksperimen (15,22%), ceramah dan lain-lain yang terdiri dari diskusi dan peta konsep dipilih responden sebanyak 4,35 % sedangkan sisanya 13,04% responden tidak menjawab artinya mereka mengurutkan prioritas hanya sampai pada prioritas ketiga.

  Dari paparan diatas dapat diketahui ternyata sebagian besar responden memilih simulasi komputer sebagai metode pembelajaran pada prioritas keempat.

  Jawaban responden atas pertanyaan mengenai urutan prioritas metode pembelajaran dari yang paling sering dipakai ke yang jarang dipakai dapat disimpulkan bahwa urutan metode pembelajaran yang paling favorit digunakan yaitu ceramah baru disusul demonstrasi, eksperimen dan yang paling terakhir adalah simulasi komputer.

3. Urutan prioritas penggunaan media dalam pembelajaran oleh bapak/ibu guru.

  Dengan memberikan pertanyaan mengenai urutan media pembelajaran dari yang paling sering dipakai ke yang paling jarang digunakan peneliti mendapatkan data seperti di bawah ini. Pada pertanyaan ini jumlah responden yang jawabannya dapat dianalisis sebanyak 45 responden.

  Ta

  4 distribusi pr belajaran. merupakan p s pertama ang paling sisanya me iatas dapat

  P 7% komputer 4.44%

  lam rsen j r

  .89%

  4 67%

  3 44%

  2 00% 00%

  0.00%

  e Board seb

wh

board

an  t

  e Board

  

88.8

r televisi 0.00%

  jumlah responden

  40

  3

  2

  45 rioritas perta prosentase oleh respo g banyak d emilih komp t diketahui bagai medi

  hite   d/pap tulis 89% lain ‐lain 0.00%

  ama media yang digun nakan media pem onden. Dar dipilih yait puter (4,44% mbelajaran i garfik te tu 88,89%

  ya HP (6,67%), paparan di emilih White

  Persentase d dalam pemb k diatas m gai prioritas

  Di

  dip bah kem res

  abel 14

  stribusi prio oritas pertam ma media y yang digunak kan dalam p pembelajaraan M di

  W

  O K T la T Media pem ipakai

  White Board

  OHP Komputer Televisi ain-lain Total mbelajaran

  d /papan tulis Ga

  ambar 9. P

  0.0 100

  d Grafik pilih sebag hwa White mudian OH

  Dari sponden me

  OH

  6.67

  yang dal per s 88.

  6.6

  4.4

  0.0

  %). yang erlihat baru i ternyata ia pembelaja sebagian aran yang p besar paling

  Ta abel 15

  Di stribusi prio oritas keduaa media yan ng digunakaan dalam pem mbelajaran M Media pem mbelajaran yang dal lam jumlah j di ipakai per rsen responden r

  W White Board d /papan tulis s 6.6 67%

  3 OHP O 37. .78%

  3

  17 K Komputer 28. .88%

  13 T Televisi 8.8 89%

  4 la ain-lain 6.6 67%

  4

  3 ti dak mengis si 11. .11%

  3

  5 100 0.00%

  5

  4

  45

  tidak   white e   lain ‐lain n mengis si board/p papa 6.67% 11.11% % n  tuli is

6.67% %

televisi

  OHP P 8.89% 37.78 8% ko omputer 2 28.88% la ain ‐lain : alat p eraga   Ga ambar10. P Persentase distribusi p prioritas ked dua media yang digun nakan dalam pem mbelajaran.

  Grafik k diatas m merupakan p prosentase media pem mbelajaran yang dip pilih sebaga ai prioritas kedua oleh responden . Dari grafi ik terlihat b bahwa OH HP yang pa aling banya ak dipilih ya aitu 37,78% % baru kem mudian kom mputer (28 8,88%), sis sanya memi ilih televisi i (8,89%), White Boa ard dan lain n-lain me me emilih yan engurutkan ng dimaks sampai pad sud tidak da urutan pe memilih ertama. disini responden h hanya res dip

  Dari sponden me pakai. paparan di emilih OHP iatas dapat

  12

  7 00%

  .44% 0.00%

  4 distribusi p mbelajaran

  white   oard/papan   tulis 0.00%

  3

  jumlah responden

  15

  lam rsen j r

  7

  11

  45 OHP

  26.67% komp

  33.3

  prioritas ket

  4% 4 uter

  00% .67% .33% .56%

  bo kosong 24.44% gambar  3

  P sebagai m t diketahui media pemb i ternyata belajaran ya sebagian ang paling s besar sering

  Ga

  Ta abel 16

  Distribusi prio oritas ketigaa media yan ng digunakaan dalam peembelajaran n M di

  W

  O K T la ti Media pem ipakai

  White Board

  OHP Komputer Televisi ain-lain dak mengis

  mbelajaran

  Persentase dalam pem

  d /papan tulis

  si ambar 11.

  televisi 15.55% lain ‐lain 0.00%

  yang dal per s 0.0 26.

  33.

  15.

  0.0 24. 100

  tiga media yang digun nakan Grafik diatas merupakan prosentase media pembelajaran yang dipilih sebagai prioritas ketiga oleh responden. Dari grafik terlihat bahwa komputer yang paling banyak dipilih yaitu 33,34% baru kemudian OHP (26,67%), sisanya memilih televisi (15,55%).

  Dari paparan diatas dapat diketahui ternyata sebagian besar responden memilih komputer sebagai media pembelajaran yang paling sering dipakai.

  Urutan media pembelajaran dari yang paling sering dipakai ke yang jarang dipakai responden yaitu White Board, Ohp, baru kemudian Komputer.

4. Fasilitas yang tersedia di sekolah

  Responden diberi pertanyaan tentang fasilitas yang ada di sekolah tempat mereka mengajar, data keberadaan fasilitas tersebut terangkum dalam tabel dibawah ini. Pada bagian ini semua jawaban dapat dianalisis, jadi jumlah keseluruhan responden pada bagian ini adalah 47 orang.

  Tabel 17

  Fasilitas yang tersedia disekolah meliputi fasilitas komputer, viewer/in focus dan internet.

  komputer viewer/in focus internet Fasilitas dalam jml dalam jml dalam jml persen responden persen responden persen responden ada 97.87% 46 85.11% 40 78.72% 37 tidak ada 2.13% 1 14.89% 7 21.28%

  10

   ada ti idak 2.13% ad a 97.8 87% k komputer Ga ambar 12. P Persentase d distribusi fa asilitas kom mputer di sek kolah

  Dari g grafik diatas s terlihat sek kolah yang sudah berfa asilitas kom mputer seb banyak 97,8 87% dan y yang belum ada kompu uternya han nya 2,13%. Dari dat ta tersebut dapat dita arik kesimp pulan sebag gian besar sekolah-se kolah SM MA di DIY sudah mem mpunyai kom mputer.

   ada tidak 14.89% ada 85.11%

  8 viewer/ /in  focus Ga ambar 13. P Persentase d distribusi fa asilitas in fo ocus/viewer

  Dari g grafik diat tas terlihat sekolah y yang sudah h berfasilita as in

  foc cus/viewer s sebanyak 8 85,11% dan yang belum m ada in foc cus/viewer h hanya

  14 ,89%. Dar ri data ters sebut dapat t ditarik k kesimpulan sebagian besar sek kolah-sekol lah SMA di DIY sudah h mempunya ai in focus/v viewer .

  tidak  a ada 21.28 8% ad da 78.7 72% interne et Ga ambar 14. P Persentase d distribusi fa asilitas inter rnet

  Dari g grafik diatas s terlihat se ekolah yang g sudah ber rfasilitas int ternet seb banyak 85, ,11% dan y yang belum ada interne et hanya 14 ,89%. Dari i data ter rsebut dapat t ditarik kes simpulan se ebagian bes sar sekolah- -sekolah SM MA di DI IY sudah me empunyai in nternet.

  5. nggunaan in nternet yang g disediakan n oleh sekol ah Pen

  Dari pe ertanyaan in nternet di s sekolah dig gunakan ole eh siapa saj a dan dig gunakan unt tuk apa mak ka didapatk kan data sep erti di bawa ah ini.

  Ta abel 18

  Di stribusi pih ak penggun na internet y ang menggu unakan dalam perse d en jum lah respond den p ejabat sekol lah 31.78%

  3

  34 gu uru 34.58%

  3

  37 si iswa 33.64%

  3

  36 100.00% 1 107

  p pejabat   siswa

sekolah s

33.64%

  3 31.78%

  3 gu uru 34.5 58% yang  mengg gunakan Ga ambar 15. P Persentase d distribusi pi ihak penggu una internet t

  Dari g grafik diatas s terlihat in nternet yang g tersedia d di sekolah p paling ban nyak dipak kai oleh gur ru (34,58%) ), baru kem mudian sisw wa (33,64% ) dan pej jabat sekol lah (31,78% %). Perbeda aan persen ntase terseb ut tidak te erpaut beg gitu jauh se ehingga dap pat disimpu ulkan bahwa asannya pem makaian int ternet ter rsebut mera ata dalam ar rtian semua pihak disek kolah diber ri hak yang sama dal lam pemaka aian.

  Ta abel 19

  Di stribusi pen nggunaan in nternet oleh h guru Diguna akan untuk Da alam persen Jumlah r responden b aru diperke nalkan kepa ada

  22.35%

  19 si iswa br rowsing bah han pelajara an 41.18%

  1

  3 mengerjakan m n tugas 28.23%

  35

  2 la ain-lain 8.24%

  24

  7 Total T 100.00%

  8

  85

  baru   lain ‐lain dip perkenalka n n  kepada  8.24% siswa 22.35%

  2 mengerjaka n  tugas 28.23% browsing   bahan   pelajaran 41.18% peng ggunaan t  internet lain ‐l lain:  komunikasi  lewat  e‐mail,we eb,  bloger Ga ambar 16. P Persentase d distribusi pe enggunaan internet ole eh guru

  Dalam m pemanfaat tan internet t paling ban nyak adalah browsing b bahan pel lajaran (41, ,18%), setel lah itu meny yusul dipak kai untuk me engerjakan tugas (28 8,23%). S isa respon nden mem milih meng ggunakan i internet se ebatas dip perkenalkan n kepada sis swa (22,35% %) dan lain -lain yaitu d digunakan u untuk ber rkomunikas si lewat e-m mail, memb buat web, b loger namu un persentas senya pal ling sedikit (8,24%).

  Pengg gunaan inte ernet oleh guru palin g banyak untuk brow wsing bah han palajara an dipilih se ebanyak 41 ,18 %.

  6. pak/ibu guru u sudah pern nah membe erikan tugas s mengakses s internet.

   Bap Ta abel 20

  Di stribusi jaw waban atas pertanyaan n Pernah at tau tidak g guru (respon nden) me emberikan t tugas akses internet Tugas menga T akses dalam jumlah in nternet persen respond den p ernah 63.64%

  28 ti dak 36.36%

  16

  Ga

  Distribusi (responden grafik dapat tugas menga t/rumah). tugas akses kuensi pemb a (dalam kali jawaban at n) memberik dilihat 63,6 akses intern Sisanya internet. berian tugas m satu

  1

  3

  3

  14

  7

  aan Pernah kses interne atau tidak et guru esponden m es dari seko menjawab menjawab p olah ataupun belum p ernah n dari ernah rnet dalam satu semestter jumlah responde

  rnah   .64%

  36,36% m s akses inte dalam persen 25.00% 50.00% 10.71% 10.71% 3.58% 100.00%

  tas pertanya kan tugas ak 64 % dari r net baik aks

  

per

63.

  tidak 36.36%

  me lua me

  stribusi frek rekuensinya emester) kali kali kali kali ebih dari 4 k

  abel 21

  Dari g emberikan t ar (warnet emberikan t

  ambar 17.

  4 le

  3

  2

  1

  Di fr se

  Ta

  28 en

  leb bih  dari 4  kali 4  kali 3 3.58%  kali

  1 10.71% 25.00% 3  kali 10.71%  kali

  2 50.00%

5 Ga ambar 18. . Persentas se distribus si frekuens si pemberi ian tugas akses

  internet d dalam satu s semester Frekue ensi pember rian tugas a akses intern net ke sisiwa a oleh respo onden ant tara 1-4 kal li dalam satu u semester. Paling ban nyak respon den membe erikan tug gas tersebut t 2 kali tiap semester ya aitu 50 % re esponden. 2 25 % dari se eluruh res sponden me emberikan tu ugasnya 1 k kali tiap sem mester. Sisan nya membe erikan tug gas sebanya ak 3 dan 4 k kali tiap sem mesternya.

  Respo onden paling g banyak m memberikan n tugasnya sebanyak 2 2 kali dal lam satu sem mester yaitu u setengah d dari repond en 50 %.

  7. sponden per rnah/tidak m menggunaka an kompute r dalam me enyampaikan n Res

  mat teri fisika di i kelas dan frekuensi p emakaian d dalam satu s emester.

  Ta abel 22

  Di stribusi jaw waban respo onden atas p pertanyaan p pernah atau u tidak respo onden me enggunakan n komputer u untuk meny yampaikan m materi ja awaban resp ponden dalam per rsen Jum mlah respond den P ernah 70.21%

  33 ti dak pernah 29.79%

  14

    tidak pernah 29.79% pernah 70.21% Ga ambar 19. Persentase e distribusi i jawaban responden atas pertan nyaan

  pernah ata au tidak res sponden me enggunakan komputer u untuk menyamp aikan mater ri Pertan nyaan yang g diberikan n responde en mengen nai pernah/ /tidak me enggunakan n komputer r dalam me enyampaika an pelajara an fisika di ikelas me emperoleh data seper rti pada ga ambar diat tas. 70,21 % dari ju umlah res sponden me enjawab per rnah melaku ukannya dan n sisanya se ebanyak 29, ,79 % me enjawab be elum perna ah melakuk kannya. Ma ayoritas re sponden p ernah me enggunakan n komputer dalam pemb belajaran.

  Ta abel 23

  Di stribusi frek kuensi pem makaian kom mputer dalam m pembelaj jaran dalam m satu sem mester Frekuensi pemakaian dalam persen ju umlah respon nden

  (dalam 1 semester) se etiap menga ajar 6.06%

  2 Empat kali E 6.06%

  2 du ua kali 6.06% 2 k adang-kada ang 69.70%

  6

  23 la ainnya 12.12%

  1

  4

  setia ap   Empat  kali menga ajar lain nnya 6.06% 6.06 6% 12. 12% dua  kali 6.06% kadang ‐ ‐ kadang 69.70% lai innya  : 1 mingg gu  sekali, 2 min nggu  sekali Ga ambar 20. Persentase distribusi frekuensi p pemakaian k komputer d dalam

  pembelajar ran dalam sa atu semeste er Gamb ar diatas m menunjukkan n distribusi i pemakaian n komputer r oleh res sponden. D Dari grafik terlihat ju umlah resp ponden yan ng mengun nakan ko mputer set tiap kali m mengajar, d dua kali, da an empat k kali dalam m satu sem mester seb anyak 2 r responden atau 6,06% %. Sisanya kadang-ka adang seb banyak 23 responden atau 69,70 % dari tota al responde en dan lainn nya 4 ora ang atau 12 2,12%. Dar ri data diata as dapat di isimpulakan n sebagian besar res sponden me enggunakan nnya kadan g-kadang y yang disini diartikan b belum terj rjadwal.

  Sebag ian besar responden pernah me enggukan k komputer u untuk me enyampaika an materi f fisika di ke elas dengan n pemakaia an masih b belum terj rjadwal (kad dang-kadang g).

  

8. tika komp puter dip pergunakan dalam pembelajaaran, kom mputer

Ket

  dipe ergunakan s sebagai.

  Ta abel 24

  Distribusi pen nggunaan ko omputer dallam pembellajaran oleh h responden Dalam m Jum mlah

  Diper rgunakan un ntuk persen n respo onden m mengganti tu ulisan di pap pan tulis 14.82%

  20 m menampilkan n gambar 19.26% 26 m menampilkan n grafik 18.52% 25 menampilkan m n simulasi 23.70% 32 m memberikan soal latihan n 14.07% 19 m memutar film m 8.89% 12 la ain-lain 0.74%

  1 100.00% % 135

  mengga anti  

lain ‐lai in

tulisan  di p papan  

  

0.74% %

memu utar  film tulis s

8.8 89% 14.82 % mena ampilkan   memb berikan   ga ambar soal  la atihan 19 9.26% 14.0 07% menam mpilkan   simu ulasi 23.7 70% menampilkan n   grafik 18.52% peng ggunaan  kom mputer  dalam  pembelajaran n lain ‐lain :  mengerjakan n  tugas Ga ambar 21

1. Persenta ase distrib busi pengg gunaan ko omputer d dalam

  pembel lajaran oleh h responden Dalam m pembelaja aran kompu uter digunak kan untuk b berbagai m macam ant tara lain m menampilkan n simulasi, gambar, m mengganti tulisan di p papan film. Setelah menghitung prosentase pilihan dari jawaban responden peneliti memperoleh data sebagai berikut. Komputer paling banyak digunakan responden untuk menampilkan simulasi yaitu 23.70 %. Untuk menampilkan gambar sebanyak 9.26 %, urutan berikutnya menampilkan grafik 18.52 %, mengganti tulisan dipapan dan memberikan soal latihan memperoleh prosentase yang sama yaitu 14.07 % sisanya memutar film 8.89 % dan lain-lain (mengerjakan tugas) 0.74%.

9. Program yang terdapat dalam komputer yang bapak/ibu guru gunakan.

  Program yang terdapat dikomputer berbagai macam, tetapi dalam penelitian ini dibatasi untuk program-program yang sederhana seperti excel, word, power point dan tambahannya program internet.

  Tabel 25

  Distribusi program aplikasi komputer yang digunakan responden aplikasi yang digunakan dalam persen jumlah responden Excel 16.45%

  13 Word 18.99%

  15 power point 37.98%

  30 Internet 18.99%

  15 lain-lain 7.59% 6 total 100.00%

  79

  

exce el

lain ‐lain

16.45 5%

7.59% internet 18.99% word w 18 8.99% power  poi nt 37.98% ‐lain : macr  media flash

lai in o h

  Ga ambar 22. . Persentas se distribus si program m aplikasi komputer yang

  digunaka an responden n Dari perhitunga an perseta ase diatas s dapat dilihat b bahwa po werpointlah h yang pa aling bany yak dipakai i yaitu 37 7.98 respo nden.

  Se lanjutnya internet da an microsof ft word 18. 99 %, exce el 16.45 % %, dan lai n-lain (mac cro media fl lash) sebany yak 7.59%.

  10. ateri yang d diajarkan de engan komp puter Ma Tab bel 26

  Dis tribusi mate eri yang per rnah diajark kan guru me enggunakan n komputer Po okok Bahasa an Jml responden r Dalam persen

  Me ekanika

  43 61.

  42 Op ptika

  10 14.

  48 Fis sika Atom

  5

  7.1

  14 Lis strik

  5

  7.1

  14 gel lombang

  2

  2.8

  85 Te ermodinamik ka

  5

  7.1

  14 To otal

  70

  10

  00 Dari re esponden ( (bapak/ibu guru fisika

  a) yang m menjawab p ernah me enggunakan n komputer dalam men nyampaikan materi dike elas, materi yang dia ajarkan Opt tika 14,48% %, mekanika (gerak (GL LB, GLBB, gerak parab bola)) 61 .42%, term modinamika 7.14%, Fi isika Atom 7.14%, ge elombang 2 2.85% dan n Listrik 7. 14%.

  

11. pak/Ibu guru u pernah m melakukan ev valuasi atau u meminta u umpan balik k dari

Bap

  sisw wa ketika menyampa aikan mate eri pelajar ran dengan n menggun nakan kom mputer?

  Ta abel 27

  Di stribusi jaw waban respo onden atas p pertanyaa p pernah atau tidak respo onden me eminta ump pan balik ja awaban resp ponden dalam per rsen ju umlah p ernah 64.71%

  22 b elum pernah h 35.29%

  2

  1

  2 100.00%

  3

  34

  belum   pernah 35.29% pernah p 64.71%

  6  balikan memb berikan/mem minta Ga ambar 23. Persentase e distribus i jawaban responden n atas perta anyaa

  pernah ata au tidak resp ponden mem minta umpa an balik me pem um pem

  Grafik eminta ump mbelajaran. mpan balik mbelajaran k diatas men pan balik d

  . Sisanya . sebagian ketika mela nunjukkan b dari siswa k sebesar 35 besar sud akukan pem bahwa 64,7 ketika men

  ,29% masi dah melaku mbelajaran d 71 % dari re nggunakan k ih belum p ukan umpa dengan mem esponden p komputer d pernah mem an balik d makai komp ernah dalam minta dalam puter.

12. Ya

  Ta

  62%

  i yang dil n dalam pem akukan ole mbelajaran eh siswa k ketika

  

me

a

3

belajar   mandiri 22.54% wa endeng arkan 36.62%

  71 e distribusi r digunakan

  29

  16

  26

  7 umlah

  2 0.00%

  1 84%

  2 54%

  am rsen j

  Di pem ang dilakuk ngan mengg

  dilakukan  sisw

  den

   Persentase Dari pertanyaan mengenai i apa yang g dilakuka an siswa k ketika bap pak/ibu gur ru mengada akan pembe lajaran men nggunakan komputer p paling ban nyak respo onden meng gatakan sis swa mereka a melakuka an diskusi yaitu seb banyak 40 0,84 % da ari keselur ruhan jum mlah respon nden. 36,6 62 % me engatakan k kalau siswan nya menden ngarkan dan n sisanya 22 2,54 % dari i total res sponden sisw wa mereka sudah bisa belajar man ndiri.

  40. 100

  22.

  kan siswa an diri dal per 36.

  ambar 24. diskusi 40.84% yang  d

  ang dilakuk mendengarka elajar mand iskusi

  Ga

  stribusi yan mbelajaran kan siswa k gunakan ko ng dilakuka ketika bapa omputer. an oleh sisw ak/ibu guru wa ketika k u menyamp komputer d paikan pela digunakan d ajaran dalam y m b di

  abel 28

  komputer

  Dari d data diatas paling ban nyak siswa dari respon nden melak kukan dis skusi ketika a bapak/ibu guru mengg gunakan ko omputer pem mbelajaran fisika di kelas.

  13. Ketika komp puter diguna akan dalam pembelajar ran K T Tabel 29

  D Distribusi pe eran guru da alam pembe elajaran men nggunakan k komputer ketika komp k puter diperg gunakan d dalam persen n jumlah h responden siswa belaja s ar mandiri 1 8.37%

  9 guru sebaga g ai pendampi ing 5 1.02% 25 g guru memeg gang peran utama 3 0.61% 15 1 00.00%

  49

  guru   siswa   memegang   belajar   peran   mandiri i utama 18.37% 30.61%

gu uru

 

seba agai  

pend ampi

n g

  PBM P  menggun nakan  kompu uter

51.0 02%

  Gambar 25 G

5. Persenta ase distribu usi peran guru dalam m pembelaajaran

  Ketika komputer d digunakan d dalam pemb belajaran di kelas peran n guru pal ling banya ak dipilih r responden sebesar 51 ,02% guru u hanya se ebagai pen ndamping. 30,61% gu uru sebagai pemegang g peran utam ma, dan sis sanya 18 ,37 % siswa a belajar ma andiri.

  Dari da ata tersebut dapat dika atakan kalau u peran gurru paling baanyak han nya sebagai i pendampin ng siswa.

  14. Ketika komp puter diguna akan dalam pembelajar ran K T Tabel 30

  D Distribusi pe enggunaan k komputer da alam KBM ketika kom mputer digu unakan dalam m dala am ju umlah pembelajar ran pers sen resp ponden

  D Digunakan terus selam ma KBM 12.12% % 4 Hanya sesek H kali 87.88% % 29

  100.00 0% 33

  D Digunakan   terus   selama   PBM 12.12% Hanya   sesekali 87.88% komputer k  dig unakan  dalam m  PBM

Ga ambar 26. P Persentase d distribusi pe enggunaan k komputer d dalam KBM M Dari g grafik terba aca ketika komputer tersebut d digunakan d dalam pro oses beljar mengajar p prosentase r responden y yang mema akai secara terus me enerus 12,12 2% dan sisa anya 87,88 % % menggun nakannya ha anya seseka ali.

  Dari d data ini dap pat disimpu ulkan pemak kaian komp puter dalam m satu pem mbelajaran masih sang gat kecil.

  15. etika kompu uter digunak kan dalam p pembelajara an Ke Ta abel 31

  Di stribusi ma ateri yang d disajikan den ngan kompu uter dalam pembelajarran di kel las Materi ya M ang disaji ikan deng gan dalam m jum mlah ko omputer persen n res sponden se eluruh mate eri 17.14 % 6 se ebagian mat teri

  82.86 % 29 100.0 0% 35

  selu uruh   ma ateri 17. 14% s sebagian   materi m materi  yang dis ajikan 82.86% Ga ambar 27. Persentase distribusi m materi yang disajikan d dengan kom mputer Ketika a responden n menggun akan komp puter dalam m menyamp paikan ma ateri fisika 17,14% res sponden me emilih meng ggunakanny ya untuk se eluruh ma ateri dan si isanya 83,8 86% respon nden memil lih menggu unakannya u untuk seb bagian mate eri.

  16. waban resp ponden atas s pertanyaa an mengen nai keharus san pemanf faatan Jaw

  ko mputer dala am pembela ajaran fisika a.

  Ta abel 32

  Di stribusi pe endapat re esponden m mengenai keharusan memanfa aatkan ko mputer dala am pembela ajaran K Keharusan mem manfaatkan dalam jumlah h ko omputer da alam pembel lajaran persen respond den y a 44.12%

  15 ti dak 50.00% 17 ra agu-ragu 5.88%

  2 100.00%

  34

  ragu ‐ragu 5.88%

ya a

44.1 12%

tidak 50.00% kehar rusan  memanfaat tkan  komputer Ga ambar 28

8. Persenta ase distrib busi penda apat respon nden men ngenai

  keharusa an memanfa aatkan kom mputer dalam m pembelaja aran Gambar diatas menunjukkan:

  a. Responden yang menjawab Y/T (ragu) sebanyak 2 responden (5.88%) alasan sesungguhnya menggunakan komputer lebih praktis, tetapi memerlukan fasilitas yang memadai. Selain itu menggunakan komputer menjadi sebuah keharusan ketika menemukan materi yang sulit dibayangkan sehingga memerlukan visualisasi.

  b. Responden yang menjawab ya sebanyak 44.12% memberikan alasan : memudahkan, efektif dan efisien waktu, pengganti alat praktikum, tuntutan jaman TI, menampilkan gambar bergerak maupun tidak bergerak.

  c. Responden yang menjawab tidak harus sebanyak 50.00 % memberikan alasan : ada materi yang tidak cocok, ada kompetensi yang tidak bisa terukur, ada banyak metode dan media lain yang lebih pas, belum terampil dalam mengoperasikan komputer.

  Dari data ini dapat disimpulkan bahwa guru masih tidak setuju jika komputer dipakai dalam pembelajaran.

17. Menurut pengalaman responden (bapak / ibu guru) mereka

  mengemukakan keuntungan yang diperoleh dari memanfaatkan komputer dalam pembelajaran yaitu antara lain :

  a.

   Untuk bapak/ibu guru : bisa digunakan berkali-kali (praktis, efektif dan

  efisien); terampil dalam mengoperasikan komputer, dapat menyimpan data, memudahkan dalam penyampaian materi.

  b.

   Untuk siswa: lebih menarik sehingga siswa lebih termotivasi;

  memperjelas gambaran siswa mengenai objek-objek/materi yang abstrak; mengurangi kejenuhan, memudahkan siswa belajar mandiri.

  c.

   KBM : lebih mudah dalam penyampaian guru dan juga siswa lebih

  mengerti karena dapat melihat langsung tidak hanya membayangkan; Pembelajaran menjadi lebih efektif; lebih hemat tempat dan alat untuk praktikum yang membutuhkan alat yang besar dan alat yang sangat kecil.

18. Menurut pengalaman responden (bapak/ibu guru) mereka mengemukakan

  kendala/hambatan yang dialami ketika menggunakan komputer dalam pembelajaran antara lain :

  a.

   Fasilitas : kurangnya sarana dan prasarana, jumlah komputer masih sedikit, biaya perawatan alat-alat lebih mahal.

  b.

   Software : CD pembelajaran masih sulit ditemukan, bahan-bahan ajar

  yang sesuai, c.

   Kemampuan bapak/ibu guru : kurangnya ketrampilan mengoperasikan,

  minimnya pengetahuan komputer, kurangnya ketrampilan memilih dan mengoperasikan program aplikasi yang sesuai, kurang ketrampilan dalam membuat bahan-bahan pengajaran.

  d.

   Kendala lain memerlukan persiapan khusus dan membutuhkan waktu

  yang lama (materi,bahan, juga alat-alat yang akan dipakai); jika kita sudah persiapan dan tiba-tiba mati lampu, data yang disiapkan hilang karena virus, siswa belum terbiasa sehingga masih pasif, tidak semua materi bisa diajarkan.

19. Jawaban responden atas pertanyaan apakah bapak/ibu guru merasa

  memerlukan bantuan agar dapat memanfaatkan komputer secara optimal dalam pembelajaran? Responden yang menjawab tidak membutuhkan ada 4 responden. Lainnya menjawab masih memerlukan bantuan, bantuan yang mereka butuhkan antara lain:

  a. pelatihan : pelatihan membuat simulasi; pembuatan bahan-bahan

  mengajar menggunakan komputer, cara mengoperasikan program yang dapat dipakai dalam pembelajaran, penggunaan komputer agar dapat maksimal.

  b.

   Fasilitas: dana untuk perawatan fasilitas (komputer,viewer,dll);

  perbaikan sarana dan prasarana; komputer yang dikhususkan untuk pembelajaran sehingga tidak harus gantian dengan mata pelajaran lain; rungan khusus dan aperator khusus.

  c.

   Software : CD/ software untuk pembelajaran yang sesuai, website/blog yang khusus memberikan materi pelajaran.

C. PEMBAHASAN

  Dengan berpedoman pada analisis dari data yang masuk, pembahasan dari data tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana latar belakang guru Fisika SMA di provinsi DIY? Pembahasan pada poin ini ingin menjawab permasalahan pertama yaitu bagaimana latar belakang guru Fisika yang ada di Provinsi DIY ini.

  Latar belakang yang ingin ditampilkan yaitu latar belakang pendidikan meliputi jenjang pendidikan terakhir dan jurusan yang diambil selama studi. Latar belakang lainnya yakni latar belakang pengalaman mengajar (lama mengajar) bapak/ibu guru. Pada bagian ini juga ditambahkan informasi mengenai jenis kelamin responden.

  Analisis data yang akan dipakai yaitu analisis poin 1 yang merangkum tentang latar belakang dari responden. Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut:

  Untuk mengetahui latar belakang jenjang pendidikan terakhir responden merujuk analisis data yang ada pada tabel 6 dan gambar 1.

  Diketahui dari total jumlah reponden sebanyak 47 responden 3 dari keseluruhan atau 6,38 % berpendidikan terakhir S2. Sedangkan 41 responden (87,24%) berpendidikan S1 dan sisanya 3 responden atau 6,38 % menempuh pendidikanya hanya sampai D3. Analisis data menunjukkan bahwa guru Fisika SMA mayoritas sudah menempuh pendidikan S1.

  Analisis data selanjutnya untuk mengetahui jurusan yang diambil dalam studinya dengan melihat analisis data pada tabel 7 dan gambar 2.

  Tercatat dari keseluruhan responden yang mengambil jurusan bidang Pendidikan Fisika atau terkadang hanya disingkat P.Fis berjumlah 29

  (23,41%). Sedangkan sisanya 7 orang atau 14,89% berasal dari jurusan lain yaitu jurusan teknik kimia,elektronika dan teknik industri. Data menunjukkan guru fisika SMA di provinsi DIY paling banyak berasal dari jurusan P.Fis. Jurusan yang ditempuh guru dalam pendidikannya sudah sesuai dengan profesinya saat ini. Mengutip pidato yang disampaikan romo.greg dalam acara pelepasan wisuda teknik yaitu the right man on the right place yang isinya kesesuaian antara jurusan yang ditempuh waktu kuliah dan pekerjaan yang dipilih.

  Tabel 9 dan gambar 4 menunjukkan latar belakang responden dari segi pengalaman mengajar. Pengalaman mengajar tersebut dibagi dalam empat kategori yaitu kurang dari lima tahun, antara lima sampai dengan lima belas tahun, antara lima belas sampai dengan dua puluh lima tahun dan diatas duapuluh lima tahun. Dari kategori tersebut didapatkan informasi responden yang mempunyai pengalaman kurang dari 5 tahun sebanyak 4 responden atau 8,51 %. Responden atau bapak/ibu guru yang mempunyai pengalaman dibawah 5 tahun ini masih berstatus guru honorer maupun guru bantu. Bapak/ibu guru yang mempunyai pengalaman antara 5-15 tahun yaitu 21 orang atau 44,68 %. Bapak/ibu guru yang mempunyai pengalaman antara 15-25 tahun berjumlah 16 orang atau 34,04% dari total keseluruhan responden kemudian yang lama mengajarnya diatas 25 tahun sebanyak 6 orang atau 12,77%. Data tersebut menunjukkan dari keempat kategori tersebut ternyata paling banyak pengalaman mengajar reponden

  Analisis terakhir pada poin ini tentang jenis kelamin responden atau bapak/ibu guru. Pada analisis data dari tabel 8 dan gambar 3 diperoleh responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 34 orang atau 73,34 %. Lainnya berjenis kelamin perempuan sebanyak 27,66%. Dapat dipetik kesimpulan bahwa mayoritas guru Fisika SMA di DIY berjenis kelamin laki-laki.

  Pembahasan pada poin ini menghasilkan beberapa informasi yaitu bahwa guru Fisika SMA di provinsi DIY mayoritas sudah berijasah S1 dari jurusan Pendidikan Fisika yang telah mempunyai pengalaman mengajar antara 5-15 tahun dan berjenis kelamin laki-laki.

  2. Urutan prioritas pemakaian metode dan media pembelajaran oleh responden (bapak/ibu guru).

  Pada bagian ini akan digabungkan antara analisis urutan prioritas penggunaan metode dan media pembelajaran yang dipakai. Pembahasan ini akan menjawab tujuan penelitian yang kedua yaitu mengetahui urutan prioritas pemakaian media dan metode pembelajaran dalam melaksanakan KBM oleh guru Fisika SMA di provinsi DIY.

  Pembahasan yang pertama mengenai urutan prioritas penggunaan metode pembelajaran dari yang paling sering dipakai ke yang paling jarang dipakai. Responden diberi tugas untuk mengurutkan metode dengan pilihan ceramah, demonstrasi, Eksperimen, simulasi komputer, responden juga diberi kesempatan untuk menjawab lain-lain jika sekiranya ada metode lain yang dipakai responden. Dari pertanyaan tersebut hanya ada 46 jawaban responden yang dapat dianalisis di bahas sebagai berikut.

  Prioritas pertama metode pembelajaran yang dipakai sejumlah 46 responden tertuang dalam tabel 10 dan gambar 5 distribusinya adalah 32 orang atau 69,56% memilih ceramah, demonstrasi 7 orang atau 15,23 % kemudian eksperimen dan simulasi jumlah responden yang memilih sama yaitu sebanyak 1 orang atau 2,17 %. Sisanya memilih lain-lain (diskusi, tugas mandiri, tanya jawab) dipilih responden 5 orang atau 10,87%. Dari uraian diatas dapat jelas terlihat bahwa ceramah menduduki persentase terbanyak yaitu 69,56 % sebagai urutan prioritas pertama.

  Prioritas kedua metode pembelajaran yang dipakai responden terangkum dalam tabel 11 dan gambar 5 distribusinya adalah 6 orang atau 13,04% memilih ceramah, demonstrasi 27 orang atau 58,70 %. kemudian eksperimen dan simulasi komputer dipilih responden dengan jumlah yang sama yaitu 4 orang atau 8,70 responden. Sisanya 2 orang responden memilih lain (diskusi), dan 3 responden tidak menjawab artinya mereka hanya mengurutkan sampai pada urutan pertama saja. Dari uraian diatas dapat jelas terlihat bahwa demonstrasi menduduki persentase terbanyak yaitu 58,70% sebagai urutan prioritas kedua.

  Berdasar pada tabel 12 dan gambar 7 prioritas ketiga metode pembelajaran yang dipakai sejumlah 46 responden distribusinya adalah 2 orang atau 4,35 % memilih ceramah, demonstrasi 10 orang atau 21,74 %, dipilih responden 2 orang atau 4,35%. Sisanya 6 orang responden tidak menjawab artinya mereka hanya mengurutkan sampai pada urutan pertama dan kedua. Dari uraian diatas dapat jelas terlihat bahwa eksperimen menduduki persentase terbanyak yaitu 56,52% sebagai urutan prioritas ketiga.

  Berdasar pada tabel 13 dan ganbar 8 prioritas keempat metode pembelajaran yang dipakai sejumlah 46 responden distribusinya adalah 2 orang atau 4,35 % memilih ceramah, demonstrasi kosong, eksperimen dipilih sebanyak 7 orang atau 15,22% dan simulasi komputer dipilih responden 21 orang atau 45,65%. Sisanya lain-lain sebanyak 2 orang atau 4,35%,dan 14 orang responden atau 30,43% tidak menjawab artinya mereka hanya mengurutkan sampai dengan urutan ketiga. Dari uraian diatas dapat jelas terlihat bahwa simulasi komputer menduduki persentase terbanyak yaitu 45,65% sebagai urutan prioritas keempat.

  Uraian diatas dapat ditarik kesimpulan urutan metode pembelajaran dari yang paling sering dipakai ke yang jarang dipakai adalah ceramah, demonstrasi, eksperimen, terakhir simulasi komputer. Ternyata metode ceramah sampai saat ini masih merupakan metode pembelajaran yang favorit digunakan.

  Pembahasan yang kedua mengenai urutan prioritas penggunaan media pembelajaran dari yang paling sering dipakai ke yang paling jarang dipakai. Responden diberi tugas untuk mengurutkan media dengan pilihan kesempatan untuk menjawab lain-lain jika sekiranya ada metode lain yang dipakai responden. Dari pertanyaan tersebut hanya ada 45 jawaban responden yang dapat dianalisis di bahas sebagai berikut.

  Urutan prioritas pertama media pembelajaran yang dipakai dalam menyampaikan materi Fisika oleh 45 responden berdasar pada tabel 14 dan gambar 9, terdistribusi sebagai berikut. White Board dipilih 40 responden atau 88,89% dari total keseluruhan, OHP dipilih 3 responden atau 6,67% dan sisanya televisi sebanyak 2 responden atau 4,44%. Gambaran diatas menunjukkan bahwa mayoritas responden menggunakan

  White Board /papan tulis sebagai prioritas pertama media dalam menyampaikan pelajaran fisika.

  Berdasar pada tabel 15 dan ganbar 10 prioritas kedua media pembelajaran yang dipakai sejumlah 45 responden distribusinya adalah 3 orang atau 6,67 % memilih White Board/papan tulis, OHP 17 orang atau 37,78 %, komputer dipilih sebanyak 13 orang atau 28,88% dan televisi dipilih responden 4 orang atau 8,89%. Sisanya 3 orang atau 6,67% menjawab lain-lain (alat peraga), dan 5 orang responden atau 11,11% tidak menjawab artinya mereka hanya mengurutkan media sampai pada urutan pertama saja. Dari uraian diatas dapat jelas terlihat bahwa OHP memperoleh persentase terbanyak yaitu 37,78% sebagai urutan prioritas kedua.

  Berdasar pada tabel 16 dan gambar 11 prioritas ketiga media OHP dipilih 12 orang atau 26,67%, komputer dipilih sebanyak 15 orang atau 33,33 % dan televisi dipilih responden 7 orang atau 15,56%. Sisanya 11 orang responden atau 24,44% tidak menjawab artinya mereka hanya mengurutkan media sampai pada urutan pertama dan kedua. Dari uraian diatas dapat jelas terlihat bahwa komputer memperoleh persentase terbanyak yaitu 33,33% sebagai urutan prioritas ketiga.

  Kesimpulan dari keseluruhan uraian diatas adalah urutan media dari yang paling sering dipakai adalah White Board, OHP, dan komputer.

  3. Bagaimana keberadaan fasilitas di sekolah-sekolah dan pemanfaatannya oleh guru Fisika? Fasilitas yang akan dibahas disini yaitu fasilitas komputer, viewer dan internet. Berdasar analisis data pada tabel 17 dan gambar 12 jumlah responden yang sekolahnya sudah mempunyai komputer yang dapat digunakan untuk KBM sebanyak 46 orang atau 97,87% dan yang belum ada komputernya hanya 1 orang atau 2,13%. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar sekolah-sekolah SMA di DIY sudah mempunyai komputer.

  Masih menggunakan tabel 17 tetapi analisis berdasar gambar 13 terbaca jumlah responden yang sekolahnya sudah mempunyai in

  focus/viewer sebanyak 40 atau 85,11% dan yang belum ada in focus/viewer hanya 7 responden atau 14,89%. Dari data tersebut dapat

  ditarik kesimpulan sebagian besar sekolah-sekolah SMA di DIY sudah

  Menggunakan tabel 17 tetapi analisis berdasar gambar 14 terbaca jumlah responden yang sekolahnya sudah mempunyai internet sebanyak 37 orang atau 78,72 % dan yang belum ada internet hanya 10 responden atau 21,28%. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagian besar sekolah-sekolah SMA di DIY sudah mempunyai internet.

  Analisis data pada tabel 18 dan gambar 15 menunjukkan pengguna internet yang disediakan sekolah. Terdistribusi sebagai berikut 34,58% digunakan oleh guru, siswa 33,64% dan pejabat sekolah 31,78. Jika dilihat persentase tidak terpaut jauh sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan internet di sekolah merata dalam artian semua pihak di beri hak yang sama dalam pemakaian internet.

  Berdasarkan analisis data pada tabel 19 dan gambar 16. pemanfaatan internet oleh bapak dan ibu guru paling banyak adalah browsing bahan pelajaran (41,18%), setelah itu menyusul dipakai untuk mengerjakan tugas (28,23%). Sisa responden memilih menggunakan internet sebatas diperkenalkan kepada siswa (22,35%) dan lain-lain yaitu digunakan untuk berkomunikasi lewat e-mail,membuat web, bloger namun persentasenya paling sedikit (8,24%). Penggunaan internet oleh guru paling banyak untuk browsing bahan palajaran dipilih sebanyak 41,18 %.

  Dari analisis data pada tabel 20gambar 17 dapat dilihat 63,64 % dari responden menjawab pernah memberikan tugas mengakses internet baik akses dari sekolah ataupun dari luar (warnet/rumah). Sisanya 36,36% sudah pernah memberikan tugas akses internet baik akses di sekolah maupun di luar.

  Frekuensi pemberian tugas akses internet ke sisiwa oleh responden antara 1-4 kali dalam satu semester. Paling banyak responden memberikan tugas tersebut 2 kali tiap semester yaitu 50 % responden. 25 % dari seluruh responden memberikan tugasnya 1 kali tiap semester. Sisanya memberikan tugas sebanyak 3 dan 4 kali tiap semesternya. Responden paling banyak memberikan tugasnya sebanyak 2 kali dalam satu semester yaitu setengah dari reponden 50 %.

  Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar sekolah-sekolah SMA di DIY sudah mempunyai komputer, in

  focus/viewer ,dan internet. penggunaan internet di sekolah merata dalam artian semua pihak di beri hak yang sama dalam pemakaian internet.

  Penggunaan internet oleh guru paling banyak untuk browsing bahan palajaran. Bapak dan ibu guru sudah pernah memberikan tugas akses internet baik akses di sekolah maupun di luar dengan frekuensi 2 kali dalam satu semester.

  4. Apakah guru fisika SMA di provinsi DIY sudah memanfaatkan komputer dalam menyampaikan pelajaran? Untuk menjawab pertanyaan pada rumusan masalah diatas responden diberikan pertanyaan apakah bapak/ibu guru pernah

  menggunakan komputer untuk menyampaikan fisika? Jawaban tersebut sebagai berikut. 33 responden atau 70,21 % menjawab pernah menggunakan dan sisanya 14 orang atau 29,79% belum pernah. Alasan responden yang menjawab belum pernah menggunakan antara lain baru belajar membuat piwer point, fasilitas belum memadai (komputer ada tetapi harus bergantian dengan pelajaran TIK) , masih banyak media lain yang bisa digunakan, dan terlalu menyita waktu dalam KBM. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa guru fisika SMA di DIY mayoritas pernah menggunakan komputer dalam menyampaikan materi pelajaran.

  Frekuensi pemakaian komputer ditunjukkan pada tabel 23 dan gambar 20. Analisis pada tabel 23 dan gambar 20 adalah sebagai berikut.

  Jawaban responden boleh lebih dari satu pilihan jawaban, dibagi dalam beberapa pilihan jawaban yaitu setiap kali mengajar, empat kali, dua kali dan hanya kadang saja. Jawaban responden atas pertanyaan tersebut, jawaban terbanyak dari responden kadang-kadang yaitu 69.70 %, baru kemudian lain-lain yaitu 1 minggu sekali dan 2 minggu sekali sebanyak 12.12 %. Sisanya setiap mengajar, empat kali, dan dua kali sebanyak masing-masing 6.06%. dari uraian diatas diperoleh kesimpulan yaitu responden masih kadang-kadang menggunakan komputer dalam menyampaikan pelajaran fisika artinya belum terjadwal.

  5. Bagi guru yang sudah memanfaatkan komputer dalam menyampaikan pelajaran sejauh mana mereka menggunakan?

  Pertanyaan dalam rumusan masalah tersebut akan dijawab dengan menggabungkan beberapa analisis yaitu analisis pada tabel 24 dan gambar 21 yang berisi tentang ketika komputer digunakan dalam pembelajaran digunakan sebagai apa, tabel 25 dan gambar 22 tentang program yang digunakan yang terdapat di komputer, Dalam pembelajaran, komputer dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan antara lain menampilkan simulasi, gambar, grafik mengganti tulisan di papan tulis, memberikan soal latihan dan juga bisa dipergunakan untuk memutar film. Responden di hadapkan pada pilihan-pilihan itu, disini responden boleh memilih lebih dari satu pilihan jawaban. Analisis data pada tabel 24 dan gambar 21 menunjukkan sebagai berikut. Setelah menghitung prosentase pilihan dari jawaban responden peneliti memperoleh data sebagai berikut. Komputer paling banyak digunakan responden untuk menampilkan simulasi yaitu 23.70 %. Untuk menampilkan gambar sebanyak 19.26 %, urutan berikutnya menampilkan grafik 18.52 %, mengganti tulisan dipapan dan memberikan soal latihan memperoleh prosentase yang sama yaitu 14.07 % sisanya memutar film 8.89 % dan lain-lain (mengerjakan tugas) 0.74%. komputer paling banyak oleh bapak/ibu guru digunakan untuk menampilkan simulasi.

  Analisis data pada tabel 25 dan gambar 22 menunjukkan program yang dipakai bapak/ibu guru. Program yang ada di komputer sangat beraneka macam, dalam penelitian ini akan dibatasi program aplikasi yang program tersebut yaitu microsoft excel, microsoft word, power point,dan internet. Dari analisis terbaca excel dipilih 16,45 %, word 18,99%, power point 37,98%, internet 18,99% dan sisanya lain-lain (macro media flash) sebanyak 7,59%. Program yang paling banyak dipakai responden yaitu power point digunakan untuk presentasi.

  Dari responden (bapak/ibu guru fisika) yang menjawab pernah menggunakan komputer dalam menyampaikan materi dikelas, materi yang diajarkan antara lain Optika 14,48%, mekanika (gerak (GLB, GLBB, gerak parabola)) 61.42%, termodinamika 7.14%, Fisika Atom 7.14%, gelombang 2.85% dan Listrik 7.14%.

  Kesimpulan umum yang dapat diambil dari pembahasan poin ini adalah responden dalam hal ini bapak dan ibu guru Fisika SMA di provinsi DIY komputer paling banyak digunakan untuk menampilkan simulasi,program yang paling banyak dipakai responden yaitu power point digunakan untuk presentasi, komputer masih jarang dipakai. Untuk materi pelajaran yang pernah disampaikan bapak dan ibu guru adalah materi yang guru anggap sulit untuk dibayangkan sehingga dengan menggunakan computer siswa dapat melihat langsung gambaran materi tersebut.

  6. Bagimana hubungan siswa dan guru ketika komputer dipakai dalam melaksanakan KBM? Rumusan masalah tersebut akan dijawab dengan menggabungkan beberapa analisis yaitu analisis data dari tabel 27 sampai dengan tabel 31

  Analisis data pada tabel 27 dan gambar 23 menunjukkan bahwa 64,71 % dari responden pernah meminta umpan balik dari siswa ketika menggunakan komputer dalam pembelajaran. Sisanya sebesar 35,29% masih belum pernah meminta umpan balik. sebagian besar sudah melakukan umpan balik dalam pembelajaran ketika melakukan pembelajaran dengan memakai komputer.

  Analisis data pada tabel 28 dan gambar 24 yang dilakukan siswa ketika bapak/ibu guru mengadakan pembelajaran menggunakan komputer paling banyak responden mengatakan siswa mereka melakukan diskusi yaitu sebanyak 40,84 % dari keseluruhan jumlah responden. 36,62 % mengatakan kalau siswanya mendengarkan dan sisanya 22,54 % dari total responden siswa mereka sudah bisa belajar mandiri. Dari data diatas paling banyak siswa dari responden melakukan diskusi ketika bapak/ibu guru menggunakan komputer pembelajaran fisika di kelas.

  Analisis data pada tabel 29 dan gambar 25 Ketika komputer digunakan dalam pembelajaran di kelas peran guru paling banyak dipilih responden sebesar 51,02% guru hanya sebagai pendamping. 30,61% guru sebagai pemegang peran utama, dan sisanya 18,37 % siswa belajar mandiri. Dari data tersebut dapat dikatakan kalau peran guru paling banyak hanya sebagai pendamping siswa.

  Analisis data pada tabel 30 dan gambar 26 menunjukkan ketika komputer tersebut digunakan dalam proses belajar mengajar prosentase

  % menggunakannya hanya sesekali. Dari data ini dapat disimpulkan pemakaian komputer dalam satu pembelajaran masih sangat kecil.

  Analisis data pada tabel 31 dan gambar 27 Ketika responden menggunakan komputer dalam menyampaikan materi fisika 17,14% responden memilih menggunakannya untuk seluruh materi dan sisanya 83,86% responden memilih menggunakannya untuk sebagian materi.

  Kesimpulan yang dapat diambil yaitu ketika komputer digunakan dalam pembelajaran guru sebagian besar sudah pernah melakukan umpan balik dari siswa, siswa melakukan diskusi dan peran guru sebagai pendamping siswa. Bapak dan ibu guru mengunakan komputer tersebut hanya sesekali dan menggunakan komputer untuk sebagian materi.

  7. Bagaimana pendapat guru terhadap keharusan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran fisika? Responden diberikan pertanyaan menurut bapak/ibu guru apakah

  pemanfaatan komputer dalam pembelajaran merupakan suatu keharusan? . Pendapat responden berdasarkan analisis data pada tabel 32

  dan gambar 28 adalah sbb.

  a. Responden yang menjawab Y/T (ragu) sebanyak 2 responden (5.88%) dengan memberikan alasan sesungguhnya menggunakan komputer lebih praktis, tetapi memerlukan fasilitas yang memadai.

  Selain itu menggunakan komputer menjadi sebuah keharusan ketika menemukan materi yang sulit dibayangkan sehingga memerlukan b. Responden yang menjawab ya sebanyak 44.12% memberikan alasan : memudahkan, efektif dan efisien waktu, pengganti alat praktikum, tuntutan jaman TI, menampilkan gambar bergerak maupun tidak bergerak.

  c. Responden yang menjawab tidak harus sebanyak 50.00 % memberikan alasan : ada materi yang tidak cocok, ada kompetensi yang tidak bisa terukur, ada banyak metode dan media lain yang lebih pas, belum terampil dalam mengoperasikan komputer.

  Dari data ini dapat disimpulkan bahwa guru masih tidak setuju jika komputer dipakai dalam pembelajaran.

  8. Keuntungan apa yang diperoleh dari memanfaatkan komputer dalam pembelajaran? Responden diberikan pertanyaan menurut bapak/ibu guru

  keuntungan apa yang diperoleh dari pemanfaatan komputer dalam pembelajaran? . Pertanyaan tersebut bersifat terbuka, responden bebas

  menjawab dengan bahasa mereka sendiri. Seluruh jawaban responden diringkas seperti dibawah ini.

  a. Untuk bapak/ibu guru : bisa digunakan berkali-kali (praktis, efektif dan efisien); terampil dalam mengoperasikan komputer, dapat menyimpan data, memudahkan dalam penyampaian materi.

  b. Untuk siswa: lebih menarik sehingga siswa lebih termotivasi; memperjelas gambaran siswa mengenai objek-objek/materi yang c. KBM : lebih mudah dalam penyampaian guru dan juga siswa lebih mengerti karena dapat melihat langsung tidak hanya membayangkan; Pembelajaran menjadi lebih efektif; lebih hemat tempat dan alat untuk praktikum yang membutuhkan alat yang besar dan alat yang sangat kecil.

  9. Faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala ketika memanfaatkan komputer dalam pembelajaran? Responden diberikan pertanyaan menurut bapak/ibu guru kendala apa yang ditemukan dalam pemanfaatan komputer dalam pembelajaran? .

  Pertanyaan tersebut bersifat terbuka, responden bebas menjawab dengan bahasa mereka sendiri. Seluruh jawaban responden diringkas seperti dibawah ini.

  a. Fasilitas : kurangnya sarana dan prasarana, jumlah komputer masih sedikit, biaya perawatan alat-alat lebih mahal.

  b. Software : CD pembelajaran masih sulit ditemukan, bahan-bahan ajar yang sesuai, c. Kemampuan bapak/ibu guru : kurangnya ketrampilan mengoperasikan, minimnya pengetahuan komputer, kurangnya ketrampilan memilih dan mengoperasikan program aplikasi yang sesuai, kurang ketrampilan dalam membuat bahan-bahan pengajaran.

  d. Kendala lain memerlukan persiapan khusus dan membutuhkan waktu yang lama (materi,bahan, juga alat-alat yang akan dipakai); jika kita karena virus, siswa belum terbiasa sehingga masih pasif, tidak semua materi bisa diajarkan.

  10. Dukungan apa saja yang diperlukan oleh guru agar dapat memanfaatkan komputer dalam pembelajaran? Responden diberikan pertanyaan apakah bapak/ibu guru

  memerlukan bantuan agar memanfaakan komputer secara optimal dalam pembelajaran?bila memerlukan, bentuan apa yang diharapakan? .

  Pertanyaan pertama memilih ya dan tidak, pertanyaan selanjutnya bersifat terbuka, responden bebas menjawab dengan bahasa mereka sendiri.

  Seluruh jawaban responden diringkas seperti dibawah ini.

  Responden yang menjawab tidak membutuhkan ada 4 responden. Lainnya menjawab masih memerlukan bantuan, bantuan yang mereka butuhkan antara lain: a. pelatihan : pelatihan membuat simulasi; pembuatan bahan-bahan mengajar menggunakan komputer, cara mengoperasikan program yang dapat dipakai dalam pembelajaran, penggunaan komputer agar dapat maksimal.

  b. Fasilitas: dana untuk perawatan fasilitas (komputer,viewer,dll); perbaikan sarana dan prasarana; komputer yang dikhususkan untuk pembelajaran sehingga tidak harus gantian dengan mata pelajaran lain; rungan khusus dan aperator khusus.

  c. Software : CD/ software untuk pembelajaran yang sesuai, website/blog

  D.

RINGKASAN HASIL PEMBAHASAN

  Berdasarkan pembahasan diatas peneliti meringkas hasil pembahasan sebagai berikut:

  Tabel 33

  Ringkasan hasil dari pembahasan TUJUAN HASIL

  • Mengetahui latar belakang guru • Hasil penelitian menunjukkan fisika SMA di DIY dari keseluruhan guru 87,24% berpendidikan S1, 61,70% dari jurusan P.Fis, 34,04% mempunyai pengalaman mengajar 15-25 tahun, dan 73,34% berjenis kelamin laki- laki.
  • Mengetahui penggunaan metode • Urutan metode: ceramah, dan media dari yang paling sering demonstrasi, eksperimen dan digunakan simulasi komputer.
  • Urutan media: White Board, OHP, dan Komputer.
  • Mengetahui fasilitas yang tersedia • Hasil penelitian menunjukkan di sekolah ( komputer, viewer, dari keseluruhan responden internet ), dan penggunaan 97,87% sudah mempunyai

  viewer dan 78,72 sudah ada internet.

  • Hasil penelitian menunjukkan internet paling banyak digunakan guru untuk browsing bahan pelajaran yaitu sebanyak 41,18% dari keseluruhan guru.
  • Mengetahui apakah guru fisika • Hasil penelitian menunjukkan

  SMA di yogyakarta sudah 70,21% dari keseluruhan guru memanfaatkan komputer dalam sudah pernah menggunakan proses pembelajaran. komputer dalam proses pembelajaran, namun penggunaannya masih jarang.

  • Mengetahui bagi guru fisika yang • Hasil penelitian menunjukkan sudah memanfaatkan komputer, dari keseluruhan guru 23,70% dimanfaatkan untuk apa saja menggunakan komputer untuk dalam pembelajaran. menampilkan simulasi.
  • Program yang digunakan power point sebanyak 37,98% guru.
  • Materi yang pernah diajarkan dengan alat komputer yakni Optika Optika 14,48%,
mekanika (gerak (GLB, GLBB, gerak parabola)) 61.42%, termodinamika 7.14%, Fisika Atom 7.14%, gelombang 2.85% dan Listrik 7.14%.

  • Mengetahui hubungan siswa dan • Hasil penelitian menunjukkan guru ketika komputer dipakai ketika menggunakan komputer dalam melaksanakan KBM. dalam pembelajaran 40,84% siswa mereka melakukan diskusi, dan peran guru sebagai pendamping 51,02%.
  • 83,86% guru menggunakan komputer untuk sebagian materi dan hanya sesekali (87,88%) dalam KBM.
  • Mengetahui pendapat guru • Hasil penelitian menunjukkan terhadap keharusan pemanfaatan dari keseluruhan guru 50,00% komputer dalam pembelajaran tidak setuju, 44,12% setuju dan fisika. 5,88% ragu-ragu.
  • Mengetahui faktor-faktor apa • Fasilitas (masih kurang) yang menjadi kendala d
  • Software (masih sukar memanfaatkan komputer dalam ditemukan)

  • Kemampuan guru (kurang terampil)
  • Memerlukan persiapan relatif lama, siswa pasif, tidak semua materi cocok.
  • Keuntungan yang diperoleh dari • Guru: data dapat disimpan dan memanfaatkan komputer dalam digunakan lagi, lebih mudah pembelajaran. dalam penyampaian materi, lebih terampil menggunakan komputer.
  • Siswa: lebih menarik sehingga termotivasi, memperjelas gambaran siswa pada materi yang abstrak.
  • KBM: lebih mudah dalam penyampaian guru dan pemahaman siswa sehingga pembelajaran lebih efektif.
  • Mengetahui dukungan apa saja • Pelatihan yang diperlukan oleh guru >Fasilitas dapat memanfaatkan komputer
  • Software pembelajaran dalam pembelajaran.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan 1. Kesimpulan umum Dari survei yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap para

  responden (guru fisika SMA) di DIY mengenai pemanfaatan komputer dalam pembelajaran fisika, maka penulis dapat menyimpulkan secara global bahwa (1) sebagian besar sekolah di DIY telah memiliki komputer (97,87%) dengan jumlah yang bervariasi, (2) Sehubungan dengan pemanfaatan media komputer oleh guru fisika dalam pelaksanaan pembelajaran fisika di sekolah, pemanfaatannya belum maksimal dan belum menjadi bagian yang terintegrasi dari seluruh rangkaian pembelajaran, (3) Guru masih mengalami sejumlah kendala sehubungan dengan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran antara lain: fasilitas komputer yang kurang memadai, minimnya software pembelajaran, (4) Guru berpendapat bahwa pemanfaatan komputer dalam pembelajaran bukan merupakan suatu keharusan, (5) Pemanfaatan komputer dalam pembelajaran lebih bergantung pada kemauan dari guru yang didukung oleh ketersediaan fasilitas di sekolah, pemanfaatan komputer juga harus tetap berdasar pada prinsip-prinsip yang ada dalam pembelajaran.

    2.

   Kesimpulan khusus

  Berdasarkan hasil survei, maka secara spesifik peneliti juga menampilakn beberapa indikasi sehubungan dengan pemanfaatan komputer oleh guru fisika dalam pembelajaran fisika di sekolah berupa kesimpulan khusus antara lain: a. Latar belakang guru Fisika SMA propinsi DIY adalah dari keseluruhan guru 87,24% berpendidikan S1, 61,70% dari jurusan P.Fis, 34,04% mempunyai pengalaman mengajar 15-25 tahun, dan 73,34% berjenis kelamin laki-laki.

  b. Urutan prioritas metode pembelajaran dari yang paling sering dipakai ke yang paling jarang dipakai dalam melaksanakan KBM oleh guru Fisika SMA di Propinsi DIY adalah ceramah, demonstrasi, eksperimen, dan yang terakhir simulasi komputer.

  Urutan prioritas media pembelajaran dari yang paling sering dipakai ke yang paling jarang dipakai dalam melaksanakan KBM oleh guru Fisika SMA di Propinsi DIY adalah white board, OHP, dan komputer.

  c. Keberadaan fasilitas di SMA propinsi DIY yaitu sebagian besar sekolah-sekolah SMA di DIY 97,87% sudah mempunyai komputer, 85,11% in focus/viewer, dan 78,72%   internet. Penggunaan internet di sekolah merata dalam artian semua pihak diberi hak yang sama dalam pemakaian internet. Internet paling banyak digunakan guru untuk browsing bahan pelajaran yaitu sebanyak 41,18% dari keseluruhan.

   

  d. Guru fisika SMA di DIY sebanyak 70,21% dari keseluruhan sudah pernah menggunakan komputer dalam proses pembelajaran, namun penggunaannya masih jarang.

  e. Komputer digunakan bapak dan ibu guru Fisika SMA di propinsi DIY untuk menampilkan simulasi sebanyak 27,70% dari total guru.

  Program yang dipakai yaitu power point digunakan untuk presentasi sebesar 37,98 % dari total guru.

  f. Ketika komputer digunakan dalam pembelajaran 40,84% siswa mereka melakukan diskusi, dan peran guru sebagai pendamping 51,02%.

  83,86% guru menggunakan komputer untuk sebagian materi dan hanya

.

sesekali (87,88%) dalam KBM

  g. Pendapat guru terhadap keharusan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran dari keseluruhan 50,00% guru tidak setuju, 44,12% setuju dan 5,88% ragu-ragu. Guru tidak setuju memberikan alasan : ada materi yang tidak cocok, ada kompetensi yang tidak bisa terukur, ada banyak metode dan media lain yang lebih pas, belum terampil dalam mengoperasikan komputer.

  h. Keuntungan yang diperoleh guru dari memanfaatkan komputer dalam pembelajaran 1) Untuk bapak/ibu guru : bisa digunakan berkali-kali (praktis, efektif dan efisien); terampil dalam mengoperasikan komputer, dapat menyimpan data, memudahkan dalam penyampaian materi.

   

  2) Untuk siswa: lebih menarik sehingga siswa lebih termotivasi, memperjelas gambaran siswa mengenai objek-objek/materi yang abstrak, mengurangi kejenuhan, memudahkan siswa belajar mandiri.

  3) KBM : lebih mudah dalam penyampaian guru dan juga siswa lebih mengerti karena dapat melihat langsung tidak hanya membayangkan, pembelajaran menjadi lebih efektif, lebih hemat tempat dan alat untuk praktikum yang membutuhkan alat yang besar dan alat yang sangat kecil. i. Faktor-faktor yang menjadi kendala ketika memanfaatkan komputer dalam pembelajaran:

  1) Fasilitas : kurangnya sarana dan prasarana, jumlah komputer masih sedikit, biaya perawatan alat-alat lebih mahal.

  2) Software : CD pembelajaran masih sulit ditemukan, bahan-bahan ajar yang sesuai, 3) Kemampuan bapak/ibu guru: kurangnya ketrampilan mengoperasikan, minimnya pengetahuan komputer, kurangnya ketrampilan memilih dan mengoperasikan program aplikasi yang sesuai, kurang ketrampilan dalam membuat bahan-bahan pengajaran. 4) Kendala lain memerlukan persiapan khusus dan membutuhkan waktu yang lama (materi,bahan, juga alat-alat yang akan dipakai);

   

  jika kita sudah persiapan dan tiba-tiba mati lampu, data yang disiapkan hilang karena virus, tidak semua materi bisa diajarkan. j. Dukungan yang diperlukan guru agar dapat memanfaatkan komputer dalam pembelajaran:

  1) pelatihan: pelatihan membuat simulasi; pembuatan bahan-bahan mengajar menggunakan komputer, cara mengoperasikan program yang dapat dipakai dalam pembelajaran, penggunaan komputer agar dapat maksimal.

  2) Fasilitas: dana untuk perawatan fasilitas (komputer,viewer,dll); perbaikan sarana dan prasarana; komputer yang dikhususkan untuk pembelajaran sehingga tidak harus gantian dengan mata pelajaran lain; rungan khusus dan aperator khusus.

  3) Software : CD/software untuk pembelajaran yang sesuai, website/blog yang khusus memberikan materi pelajaran.

B. Saran

  1. Bagi diknas DIY Saran untuk Diknas propinsi DIY agar membantu guru memberikan solusi atas kendala yang dialami guru dalam memanfaatkan komputer. Komputer dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran sehingga pembelajaran lebih variatif dan tidak membosankan untuk itu sekiranya Diknas memperhatikan hal ini dengan

   

  mengusahakan fasilitas, software pembelajaran dan juga pelatihan- pelatihan.

  2. Bagi penelitian selanjutnya.

  Peneliti selanjutnya agar memperbanyak jumlah sekolah yang diteliti agar hasil yang didapatkan lebih memuaskan.

  3. Bagi guru dan calon guru.

  Guru sebaiknya mengoptimalkan fasilitas yang tersedia di sekolah, jika tersedia komputer maka sebaiknya digunakan untuk menambah referensi metode pembelajaran yang sudah ada.

   

DAFTAR PUSTAKA

  Ahsin. A. 1980. Suatu Metode Tindak Lanjut Dari Metode Ceramah. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

  Banister, P. dkk.1994.Qualitative metodhs in psychology. A research guide.

  Buchingham: Open University Press. Drost, J. 1999. Proses Pembelajaran Sebagai Proses Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

  H, David. 2000. komputer as midtools for schools engaging critical thinking.

  Ohio: Jonassen. hal 8-9 Latuheru, John D. 1988. Media pembelajaran dalam PBM masa kini. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  Nasution, S. 1984. Berbagai Pendekatan dalam Proses belajar dan mengajar.

  Jakarta: Bina Aksara. Percival, Fred & Ellington, Henry. 1988. Teknologi Pendidikan. Sudjarwo.S (ed).

  Jakarta: Erlangga. Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik & Menyenangkan. Yogyakarta: USD.

  Suparno, Paul. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: USD.

  Surakhmad, Winarno. 1979. Metodologi Pengajaran Nasional. Bandung:

  Lampiran 1

  KUESIONER PENGGUNAAN KOMPUTER OLEH GURU FISIKA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA DI DIY

  Bapak/Ibu guru yang terhormat, Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma yang sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir. Saya sedang meneliti sejauh mana komputer dimanfaatkan oleh para guru fisika dalam melakukan pembelajaran. Saya mohon Bapak/Ibu berkenan meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini. Demikianlah, atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu, saya menghaturkan banyak terimakasih.

  I. IDENTITAS 1. Mengajar di sekolah : .............................................

  2. sekolah (akreditasi) : A/B/C Status

  3. Latar belakang pedidikan

  a. Jenjang pendidikan tertinggi : DII/DIII/S1/S2 b. studi : .............................................

  Program c. Lulus tahun (pendidikan tertinggi) :..............................................

  4. Usia Guru : .............. tahun 5. kelamin : Laki-laki/Perempuan

  Jenis 6. jumlah jam .................... Mengajar di kelas X ; Mengajar di kelas XI ; jumlah jam ....................

  Mengajar di kelas XII ; jumlah jam ....................

  7. Pengalaman mengajar (apabila sebelumnya pernah mengajar di sekolah lain,maka pengalaman tersebut dihitung ) a. < 5 tahun

  b. 5-15 tahun c.

  15 – 25 tahun d. > 25 tahun II.

   PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN 1.

  Dari metode pembelajaran di bawah ini mohon diurutkan dari yang paling sering ke yang paling jarang digunakan dengan cara memberi nomer urutan pada kotak yang tersedia (1 untuk yang paling sering dipergunakan ). ceramah

  simulasi komputer metode lainnya ...........................................................................................

  2. Dari media pembelajaran di bawah ini mohon diurutkan dari yang paling sering ke yang paling jarang digunakan dengan cara memberi nomer urutan pada kotak yang tersedia (1 untuk yang paling sering dipergunakan ).

  OHP Komputer televisi

  Papan tulis/white board media lainnya ..................................................................................................

  3. Apakah di sekolah tersedia komputer untuk pembelajaran? Tersedia/Tidak

  tersedia

  Bila tersedia berapa unit komputer yang tersedia untuk pembelajaran? ..... unit 4. Apakah di sekolah tersedia LCD atau in-focus/viewer untuk pembelajaran?

  Tersedia/Tidak tersedia

  5. Apakah di sekolah tersedia komputer yang tersambung dengan jaringan internet? Tersedia/Tidak tersedia

  6. Bila di sekolah tersedia jaringan internet, siapa saja yang dapat menggunakannya: (Jawaban dapat lebih dari satu) a.

  Pejabat sekolah b. Guru

  c. Siswa

  7. Bila di sekolah tersedia jaringan internet, dipergunakan untuk apa saja fasilitas itu? (Jawaban dapat lebih dari satu)

  a. Baru sebatas diperkenalkan kepada siswa

  b. Browsing (mencari) bahan pelajaran

  c. Mengerjakan tugas d.

  Lain-lain……………..............................................................................

  8. Apakah Bapak/Ibu pernah memberi tugas kepada murid mengakses internet? (Bisa saja mengaksesnya tidak di sekolah tetapi di rumah atau di warnet)

  Pernah/Tidak pernah 9.

  Bila Bapak/Ibu pernah memberi tugas siswa untuk mengkases internet, berapa kali dalam semester tugas itu diberikan? ............ kali

  10. Apakah Bapak/Ibu sudah pernah menggunakan komputer untuk menyampaikan materi fisika di kelas? a. ya b. Tidak

  

(jika TIDAK lanjutkan ke pertanyaan no 11 ; jika jawaban anda YA

lanjutkan ke pertanyaan no. 12 pada halaman 3 dan seterusnya)

  11. Apa alasan utama Bapak/Ibu belum pernah menggunakan komputer untuk menyampaikan materi pelajaran fisika? Alasan………………………………………………………………………

  (Selesai, tidak perlu melanjutkan ke pertanyaan berikutnya) Keterangan untuk no 12-15 jawaban boleh lebih dari satu

  12. Ketika komputer dipergunakan dalam pembelajaran, untuk apa komputer itu dipergunakan? a.

  Untuk menggantikan tulisan yang seharusnya ditulis pada papan tulis

  b. Untuk menampilkan gambar-gambar

  c. Untuk menampilkan grafik

  d. Untuk menampilkan simulasi (gambar bergerak) e.

  Untuk memberikan soal-soal latihan f. Untuk memutar film g. Untuk lainnya : .........................................................................................

  13. Program Aplikasi apakah yang Bapak/Ibu pergunakan a. microsoft excel digunakan untuk..................................................................

  b. microsoft word digunakan untuk..................................................................

  c. power point digunakan untuk.........................................................................

  d. internet digunakan untuk................................................................................

  e. pogram lainnya............................................................................................... digunakan untuk.............................................................................................

  14. Seberapa sering Bapak/Ibu menggunakan komputer dalam pembelajaran?

  a. setiap kali mengajar

  b. empat kali dalam satu semester c. dua kali dalam satu semester d. kadang-kadang e. ......................................................................................................................

  15. Materi pelajaran yang pernah diajarkan dengan menggunakan komputer adalah : a.

  ........................................................................................................................

  b. ........................................................................................................................

  c. ........................................................................................................................

  d. ........................................................................................................................

  16. Apakah Bapak/Ibu pernah melakukan evaluasi atau meminta umpan balik dari siswa ketika menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan komputer?

  ........................................................................................................................

  b.

  23. Menurut Bapak/Ibu guru, kendala atau hambatan apa yang ditemukan dalam pemanfaatan komputer dalam pembelajaran? a. ........................................................................................................................

  ........................................................................................................................

  d.

  ........................................................................................................................

  c.

  b. ........................................................................................................................

  22. Sejauh pengalaman Bapak/Ibu guru, keuntungan apa yang diperoleh dari pemanfaatan komputer dalam pembelajaran? a. ........................................................................................................................

  21. Menurut Bapak/Ibu guru, apakah pemanfaatan komputer dalam pembelajaran merupakan suatu keharusan? Ya/Tidak Alasan ...........................................................................................................

  b. hanya bagian materi pelajaran tertentu saja yang disajikan menggunakan komputer c.

  pernah/belum pernah 17.

  20. Ketika komputer dipergunakan dalam pembelajaran, a. seluruh materi pelajaran pelajaran disajikan menggunakan komputer

  b. Komputer hannya dipakai selama diperlukan saja c. ........................................................................................................................

  a. Komputer terus menerus dipergunakan selama pembelajaran

  19. Ketika komputer dipergunakan dalam pembelajaran

  18. Menurut pengalaman Bapak/Ibu guru ketika komputer dipergunakan dalam pembelajaran, a. para siswa dapat belajar mandiri tanpa didampingi oleh guru b. para siswa masih memerlukan bimbingan guru untuk memahami materi yang disajikan melalui komputer c. para siswa tetap menggantungkan diri pada guru sebagai fasilitator utama belajarnya d. ......................................................................................................................

  Lainnya ..........................................................................................................

  c. Diskusi/mengerjakan tugas berkelompok d.

  b. Belajar mandiri/mengerjakan tugas mandiri

  Ketika Bapak/Ibu menggunakan komputer dalam pembelajaran, pada umumnya apa yang dilakukan oleh para murid (jawaban dapat lebih dari satu) a. Mendengarkan penjelasan guru

  ........................................................................................................................

  24. Apakah Bapak/Ibu guru merasa memerlukan bantuan agar dapat memanfaatkan komputer secara optimal dalam pembelajaran? Ya/Tidak Bila memerlukan bantuan, bantuan apa yang Bapak/Ibu guru harapkan? a.

  ........................................................................................................................

  b.

  ........................................................................................................................

  c. ........................................................................................................................

  d. ........................................................................................................................

  Yogyakarta, Maret 2008

  Mengetahui Hormat saya, Dosen Pembimbing Peneliti Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D. Agnes Siwi Dwiyanti

  ☺☺☺☺Terima kasih☺☺☺☺

   

   

   

  Rekapitulasi Jawaban Responden Untuk Pertanyaan Terbuka Yaitu Soal Nomer 21, 22, 23, Dan 24  

  21

  23

  22 24 (pemanfaatan komputer

  Kendala yang ditemukan kode Dukungan/bantuan Keuntungan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran suatu ketika menggunakan komputer dalam pembelajaran yang diharapkan guru keharusan?) dalam pembelajaran tdk, ya.membuat

memperbesar yang waktu persiapan lebih

res1 efektifitas,efisiensi,mudah animasi,software kecil,sebliknya,mndktkan yang jauh panjang,fasilitas dipakai pendukung yg mudah ketrmplan guru kurang,krng res2 - lebih menarik ya. bimbingan fasilitas tidak. Coz tdk smw materi pas dismpaikan dg metode untuk materi yg tdk bs dilihat secara sekolah diharuskan ya.pelatihan ttg pembelajaran komputer,yg langsung akan lebih memberikan res3 mempunyai sarana dan program2 yg untuk penting pembelajaran yang gambaran pd siswa shg anak cpt prasarana yg memadai. membuat simulasi kontekstual shg hasilnya paham; menyingkat waktu optimal. ya. coz praktis,,,No coz res4

  • fasilitas krng praktis, mudah dipahami oleh fasilitas sekolah CD pembelajaran masih res5 - siswa,siswa lbh jelas dengan melihat diperbaiki, Cd pemb jarang.

  lansg,gr hanya menambahkan ditambah

  Materi-materi untuk menyiapkan bahan/materi simulasi dalam bentuk res6 lebih menarik dan lebih praktis - pelajaran animasi, gambar2 presentasi materi power poin dg mati lampu, virus so disket g animasinya, ya. lebih efektif dalam siswa tdk jenuh,lbh efektif,dpt res7 bs dibuka hr gn msh pake menggambar dg mengajar menampilkan gambar2 bergerak disket??? menggunakan corel draw

  • dapat diupdate setiap saat biaya,pembuatan media internet,data base res8

  bila kelas belum terpasang lcd sangat menarik bg siswa, dan komputer,membutuhkan memperjelas materi yang susah res9 - persiapan dan tenaga tdk dipraktekkan(terlalu besar/kecil,alat ekstra,bila scr bersamaan berbahaya) beberapa lcd dipakai. ada workshop tentang biaya mahal,kompetensi untuk mempermudah penyampaian cara pembuatan media penggunaan komputer dan pembelajaran, sarana res10 - materi,menarik dan tidak software minim, waktu relatif membosankan,dapat diulang-ulang dan prasarana lebih lama. disediakan ada workshop,sarana biaya mahal,waktu yang relatif

  • res11 mudah dalam PBM,menarik dan prasarana yang lama lengkap
lebih efektif untuk materi yang bisa keterbatasan guru tdk,ada aspek/ kompetensi divisualisasikan dg animasi,lebih mengoperasikan pengoperasian res12 yang tdk dapat diukur dg efisien waktu daripada mencatat komputer,kompt disekolah program,software komp dipapan tulis. kurang,anak agak pasif lebih cepat dalam penyampaian workshop pembuatan res13 tdk butuh persiapan lama, materi materi pelajaran

ya. lebih mudah proses KBM mudah disajikan,praktis,tidak menulis pelatihan komp utk

res14 SDM,belum tercukupi fasilitas. utk guru dan siswa ulang,menyimpandata guru dan anak lebih terampil dlm penggunaan ya. krn pembelajaran lebih res15 komp,lebih gampang diingat krn butuh waktu persiapan ya menarik,aplikasi lebih akurat selain mendengar juga melihat, tdk.krn ada konsep yg bs komp terbatas,tdk semua res16 efisen waktu dijelaskan dg alat bantu lain siswa punya

  • res17 -
  • res18 - membantu memvisualisasikan hal2 tdk.banyak media dan res19 yang abstrak,menyimpan data alat2 minim software dipasaran, tdk metode lain selain kompt pembelajaran,menarik efiseiensi waktu dan minim jumlah komp,minim ya.pemrograman dan res20 tdk materi,menarik,anak termotivasi pengetahuan kompter simulasi
efisien waktu n tempat(juga alat ya.pelatihan ya.efisien waktu,penggati alat res21 praktikum),memudahkan belajar dana dan SDM penggunaan komp praktikum,tuntutan jamanTI mandiri siswa

  &pembuatan simulasi

ya.karena sesuai pokok dapat menerangkan dengan proses ya.software

res22 bahanya masih terbatas bahasan yang sebenarnya pembelajaran fisika persiapan lebih,dan ya. pelatihan program tdk.ada materi pembelajaran memmudahkan siswa dalam melihat res23 kemampuan menggunakan aplikasi,sumber2 yg lbh efektif tanpa kompt gerakan benda, aplikasi kurang belajar persiapan lebih,dan ya. pelatihan program tdk.ada materi pembelajaran res24 memvisualisasi materi yg abstark, kemampuan menggunakan aplikasi,sumber2 yg lbh efektif tanpa kompt aplikasi kurang belajar ya.pelatihan pengg lebih singkat,mempermudah fasilitas dan penguasaan komp,internet dan res25 tdk.blm ada komp py? penjelasan bs divisualisasikan, kompt pembuatan power point res26 - ya.software animasi res27 ya praktis,sbg media alternatif jumlah kompt, pembelajaran fisika program yg sesuai dg ya.isi program yg ya.sbg alat bantu yg efektif/praktis,memudahkan,membuat res28 pembeljaran dan teknologi relevan dan teknologi memudahkan siswa tertarik(menyenangkan) tepat guna. tepat guna

  • res29 -
  • res30 - - persiapan pembelajaran,proses biaya perawatan, jika pemb pembelajaran dan res31 ya. siwa lebih aktif dan paham IT pake IT SDM juga menguasai evaluasi pake IT,

  IT pelatihan komp dan pembuatan program ya. materi dan ya.menberi animasi dan siswa lebih paham dan terbatas komp dan blm pnya res32 pelatihan pembuatan ilustrasi fis memperhatikan sendiri materi dan animasi

  • res33 tdk

  ya. kompt 40 unit res34 ya mempermudah visualisasi gambar jumlah kompt, khusus utk kompt keahlian guru ya.bimbingan atau res35 tdk.sesuai dg materi - kurang,kemampuan anak diklat kurang

  • res36 tdk

  memaksimalkan mempercepat penyampaian materi kurang menguasai program pemakaian fasilitas res37 ya. dan pemberian yang ada internet,penguasaan penilaian,memperkuat ilustrasi, program aplikasi ifrastruktur guru dan siswa ya.komp n jaringan res38 ya informasi luas,materi pelajaran dirumah,kemampuan guru internet dan tersedia,bisa diakses dirumah kurang,blog/web khusus pembuatan web yg interaktif

  • res39 - membantu memvisualisasikan

    res40 tdk konsep fisika,menumbuhkan motivasi fasilitas kompt kurang, ya.software aplikasi

    siswa res41 tdk.lbh praktis dan efisien efisien dan praktis penguasaan program kurang tdk.program animasi mempermudah menggambarkan hal tidak semua materi bisa yang abstrak,mengurangi ya.orang yang khusus res42 tdk digunakan,ketergantungan kejenuhan,melatin menggunakan mengoperasikan pada alat kompter efektifitas penyiapan bahan,mudah waktu persiapan lebih res43 tdk.

  tdk.sumber bahan dipahami siswa,interaktif panjang,sumber2 menarik,efektif dan efisien,lebih ya.membuat/menyusun res44 tdk. software terbatas dipahami siswa materi pembelajaran res45 - keterbatasan pembuatan presentasi dan bahan pembuatan bahan,CD res46 tdk.belum terampil komp lebih efektif, pelajaran menggunakan pemb yg interaktif kompt

  • res47 -  

  LAMPIRAN 4 DATA SEKOLAH BERDASARKAN AKREDITASI

  NO KAB A B C

  1 B

  1. SMA N 1 SANDEN

  1. SMA “17” BANTUL

  1. SMA N PGRI KASIHAN A

  2. SMA N 1 IMOGIRI

  2. SMA MUH PIYUNGAN N

  3. SMA N 1 BANGUNTAPAN

  3. SMA MUH PLERET T

  4. SMA N 3 BANTUL

  4. SMA MUH SEWON U

  5. SMA N 2 BANGUNTAPAN

  5. SMA MUHAMADIYAH L

  6. SMA N 1 BAMBANG KASIHAN LIPURO

  6. SMA PONDOK PESANTREN

  7. SMA N 1 JETIS BANTUL

  IBNUL QOYYIM

  8. SMA 1 SEDAYU

  7. SMA PEMBANGUNAN DLINGO

  9. SMA N 1 DLINGO

  8. SMA PATRIA BANTUL

  10. SMA N 2 BANTUL

  9. SMA TRIPAJA BHAKTI

  11. SMA N 1 PLERET BALIPURO

  12. SMA 1 BANTUL

  10. SMA MERCU BUANA SEDAYU

  13. SMA N 1 SEWON

  11. SMA PELITA BUANA BANTUL

  14. SMA N 1 KASIHAN

  15. SMA N 1 PAJANGAN

  16. SMA N 1 UII

  17. SMA N 1 PUNDONG

  18. SMA N 1 SRANDAKAN

  19. SMA N 1 PIYUNGAN

  20. SMA N KRETEK

  21. SMA MUHAMADIYAH

  IMOGIRI

  22. SMA MUHAMADIYAH BANTUL

  23. SMA PL SEDAYU

  24. SMA STECE BANTUL

  25. SMA BOPKRI BANGUNTAPAN

  2 S

  1. SMA N 1 PATUK

  1. SMA N 1 NGANGLIK

  1. SMA MANDALA BAKTI L

  2. SMA 1 TEMPEL

  2. SMA N 2 SLEMAN CONDONG CATUR E

  3. SMA N 1 PRAMBANAN

  3. SMA N 1 MINGGIR

  2. SMA BUDI MULIA M

  4. SMA N 1 KALASAN

  4. SMA N 1 TURI

  3. SMA MUHAMADIYAH 1 A

  5. SMA N 1 SLEMAN

  5. SMA N BINATAMAN SLEMAN SLEMAN N

  6. SMA N 1 NGEMPLAK

  6. SMA IMANUEL SLEMAN

  4. SMA MA’ARIF 1

  7. SMA N 1 DEPOK

  7. SMA IKIP VETERAN SLEMAN

  8. SMA N 2 NGANGLIK

  8. SMA BINA HARAPAN

  5. SMA TERPADU DARUL

  9. SMA N 1 GODEAN

  9. SMA INSTITUT INDONESIA HIKMAH

  10. SMA N 1 SEYEGAN SLEMAN

  11. SMA 1 SLEMAN

  10. SMA DR. WAHIDIN MLATI

  12. SMA N 1 PAKEM

  11. SMA MUHAMADDIYAH

  13. SMA N 1 PATUK KALASAN

  14. SMA N 1 CANGKRINGAN

  12. SMA MUH GAMPING

  15. SMA N 1 GAMPING

  13. SMA SULAIMAN

  16. SMA MUHAMADIYAH 1

  14. SMA MUHAMADIYAH PAKEM PRAMBANAN

  15. SMA MUHAMADIYAH MLATI

  17. SMA ISLAM 3 SLEMAN

  16. SMA ISLAM 1 GAMPING

  18. SMA SANTO MIKAEL

  17. SMA SUNAN KALIJAGA

  19. SMA DE BRITO SLEMAN CANGKRINGAN

  20. SMA GAMA SLEMAN

  18. SMA ISLAM 1 PRAMBANAN

  21. SMA KOLOMBO SLEMAN

  22. SMA PROKLAMASI 45 SLEMAN

  23. SMA ANGKASA

  3 K

  1. SMA N 1 GALUR

  1. SMA N 1 KOKAP U

  2. SMA N 1 TEMON

  2. SMA PGRI PENGASIH L

  3. SMA N 2 WATES KP

  3. SMA SANJAYA XIV O

  4. SMA N 1 KALIBAWANG NANGGULAN N

  5. SMA N 1 SAMIGALUH

  4. SMA BOPKRI WATES

  6. SMA N 1 SENTOLO P

  7. SMA N 1 WATES R

  8. SMA N 1 GIRIMULYO O

  9. SMA N PENGASIH G

  10. SMA 1 LENDAH O

  11. SMA MUH WATES KP

  12. SMA MUHAMADIYAH GALUR

  13. SMA MA’ARIF WATES

  4 G

  1. SMA N 1 KARANGMOJO

  1. SMA N 1 RONGKOP

  1. SMA MUHAMADIYAH U

  2. SMA N 1 PATUK

  2. SMA N 1 TANJUNGSARI RONGKOP N

  3. SMA N 1 PANGGANG

  3. SMA GOTONG ROYONG

  2. SMA PEMBANGUNAN 4 U

  4. SMA N 2 PLAYEN

  4. SMA PEMBANGUNAN 2 PLAYEN N

  5. SMA N 1 SEMANU PONJONG

  3. SMA KARTIKA

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Media pembelajaran fisika berbasis animasi komputer di SMAIT Miftahul Khoir
1
24
170
Aplikasi pembelajaran berbasis komputer pelajaran fisika untuk SMA kelas 1 berdasarkan kurikulum KTSP
1
3
28
Perencanaan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar fisika dan implementasi pendekatan saintifik dalam perencanaan dan pembelajaran fisika kelas XI IPA SMA (studi kasus di SMA X Yogyakarta).
1
1
86
Korelasi antara sikap siswa terhadap pembelajaran fisika dengan hasil belajar fisika di kelas X-A SMA Negeri 4 Yogyakarta.
0
9
158
Pendidikan karakter dalam pembelajaran fisika dengan pendekatan guru sebagai model di SMA Santa Maria Yogyakarta.
1
8
192
Adopsi teknologi informasi dan komunikasi oleh guru dalam inovasi pembelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas di Daerah Istimewa Yogyakarta.
0
3
479
Adopsi teknologi informasi dan komunikasi oleh guru dalam inovasi pembelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas di Daerah Istimewa Yogyakarta.
0
0
18
Adopsi teknologi informasi dan komunikasi oleh guru dalam inovasi pembelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas di Daerah Istimewa Yogyakarta
0
31
475
Penggunaan bridging analogy pada pembelajaran fisika sekolah menengah
0
1
16
Latihan soal terbimbing dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada pokok bahasan kalor - USD Repository
0
0
103
A-1 Skala motivasi belajar fisika pada siswa SMA A-2 Skala kreativitas guru dalam mengajar
0
0
39
Pembelajaran fisika menggunakan model inteligensi ganda yang konstruktivis dalam pokok bahasan pemantulan dan pembiasan cahaya pada siswa kelas X6 SMA N 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
212
Aplikasi persamaan diferensial linear orde kedua dalam fisika - USD Repository
0
0
116
Analisis kompetensi kepribadian guru ditinjau dari usia, pengalaman, dan status sosial ekonomi: studi empiris pada guru sma di Daerah Istimewa Yogyakarta - USD Repository
0
0
161
Efektifitas strategi pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar fisika untuk pokok bahasan besaran dan satuan - USD Repository
0
0
114
Show more