PERBEDAAN KONFLIK PERAN GANDA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN A DAN B

Gratis

0
0
136
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN KONFLIK PERAN GANDA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN A DAN B SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh: Filinia 109114089 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO Ora et Labora A journey of a thousand miles begins with a single step -Lao Tzi- All our dreams can come true if we have the courage to pursue them. -Walt Disney- Failure is only the opportunity to begin again, only this time more wisely. - Henry Ford- iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya yang pertama dan satu-satunya ini kupersembahkan kepada : Tuhan Allah dan Yesus Kristus yang selalu membimbing dan memberikan ketenangan dalam setiap masalah Papa dan mama yang tidak kenal lelah dalam mendoakan, menyemangati dan memenuhi kebutuhan financial selama perantauan ini Adikku satu-satunya yang sudah tenang di surga Pacar yang selalu sabar menemani dalam suka dan duka Dosen pembimbing yang begitu sabar dan telaten dalam membantu terwujudnya karya ini Teman-teman senasib dan seperjuangan angkatan 2010 Psikologi Sanata Dharma v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN KONFLIK PERAN GANDA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN A DAN B Filinia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. Terdapat dua hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini. Hipotesis pertama adalah terdapat perbedaan konflik pekerjaan keluarga ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. Hipotesis kedua adalah terdapat perbedaan konflik keluarga pekerjaan ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. Jumlah sampel pada penelitian ini sebesar 120 subjek. Pengambilan sampel dilakukan di beberapa lembaga yang ada di Yogyakarta.Kriteria sampel untuk penelitian ini adalah karyawan yang sudah menikah dan memiliki anak.Metode sampling yang digunakan adalah nonrandom sampling yaitu metode sampling yang memiliki syarat bahwa tidak seluruh anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling yaitu teknik yang digunakan untuk mencari informasi yang diperlukan kepada siapapun yang berhasil ditemui.Pengambilan data dilakukan menggunakan skala Konflik Keluarga Pekerjaan, Konflik Pekerjaan Kelurgadan Tipe Kepribadian A dan B di beberapa lembaga yang ada di Yogyakarta. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan Cronbach’s Alphauntuk uji reliabilitas dan Independent Samples T-Test untuk uji hipotesis dengan bantuan program komputer SPSS for Windows 16.0. Dari hasil analisis penelitian didapatkan reliabilitas sebesar 0,906 untuk skala Konflik Pekerjaan keluarga dengan 12 aitem, 0,831 untuk skala Keluarga Pekerjaandengan 11 aitem dan 0,869 untuk skala Tipe Kepribadian A dan B dengan 24 aitem. Uji hipotesis menghasilkannilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,05 untuk Konflik Pekerjaan Keluarga dan 0,172 untuk Konflik Keluarga Pekerjaan. Hasil ini menunjukkan bahwa ada perbedaan Konflik Pekerjaan Keluarga ditinjau dari tipe kepribadian A dan B dan tidak ada perbedaan Konflik Keluarga Pekerjaan ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. Kata kunci : konflik peran ganda, tipe kepribadian A, tipe kepribadian B vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE DIFFERENCE OF WORK FAMILY CONFLICT REVIEWED WITH TYPE A AND B PERSONALITY Filinia ABSTRACT This research aimed to know the difference of work family conflict reviewed with type A and B personality.There are two hypothesis in this research. First hypothesis is there is a difference of work to family conflict reviewed with type A and B personality. Second hypothesis is there is a difference of family to work conflict reviewed with type A and B personality. The amount of samples in this research were 120 subject. Samples were collected from several institutions on Yogyakarta. The samples’s criterion in this research were married employee and already had a kids. The sampling method was nonrandom sampling which not all population members had a opportunity to be a sample. Techniques to collect the sampling was accidental sampling which used to search information from anybody who could be found. The Work to Family Conflict’s, Family to Work Conflict’s and Type A and B Personality’s scale were used to collect the data in several institutions in Yogyakarta. The data was analyzed with Cronbach’s Alpha to reliability test and Independent Sample T-Test to hypothesis test by SPSS for windows 16.0. the analyzed showed the reliability was 0,906 for work to family conflict scale with 12 items, 0,831 for family to work conflict scalewith 11 items and 0,869 for type A and B personality scale with 24 items. Hypothesis test showed the Sig.(2-tailed) was 0,05 for work to family conflict and 0,172 for family to work conflict. The result told that there wasa difference work to family conflict reviewed with type A and B personality and there was no difference family to work conflict reviewed with type A and B personality. Key word : Work family conflict, type A personality, type B personality viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Penulis mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas bimbingan serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Perbedaan Konflik Peran Ganda Ditinjau dari Tipe Kepribadian A dan B”.Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan mendapatkan dukungan serta bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya secara tulus kepada: 1. Bpk. Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si., selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma sekaligus dosen pembimbing akademik. 2. Ibu Ratri Sunar Asusti, M.Si., selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Dewi Soerna Anggraeni, M.Psi., selaku Dosen Pembimbing Skripsi. Terima kasih atas kesabaran, bantuan, dan bimbingan yang diberikan selama proses penyusunan skripsi saya. 4. Papa dan Mama di Singkawang. Terima kasih atas doa dan dukungannya selama proses penyusunan skripsi ini. 5. Adik satu-satunya yang sudah tenang di surga. Terima kasih sudah menjadi motivasi yang luar biasa dalam menyelesaikan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Ibu P. Henrietta P.D.A.D.S., S.Psi., M.A. dan Bapak TM. Raditya Hernawa, M.Psi. selaku dosen penguji. Terima kasih atas saran yang telah diberikan untuk penyempurnaan skripsi ini. 7. Alfonsus Bayu Dirgantara selaku kekasih, teman seperjuangan dan pendamping di setiap lika liku penyelesaian skripsi ini. 8. Teman-teman luar biasa (Christy, Rinta, Ika, Vivid, Rachel dan Ester) yang membuat perjuangan menuju sarjana menjadi lebih berwarna. 9. Om dan Tante Darlius yang sudah mengizinkan saya tinggal di rumah selama perkuliahan ini. 10. Bpk. Emmanuel Bele selaku Sekretaris WR1 yang telah banyak membantu saya dalam pengambilan data 11. Feby, Rika, Yovi, Pakdhe, Mas Anjar, Mymy, Yohana yang sudah membantu saya dalam proses pengambilan data 12. Ibu Mamik dari Toko Merah yang telah membantu saya dalam pengambilan data 13. Pak Ari dari Kotaperak FM yang telah membantu saya dalam pengambilan data 14. SMP Pangudi Luhur 1 yang telah mengizinkan saya untuk mengambil data di sana 15. Universitas Sanata Dharma yang telah menjadi tempat saya mengambil data sekaligus menempah saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING .................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii HALAMAN MOTTO ....................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................... vi ABSTRAK........................................................................................................ vii ABSTRACT...................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ..................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................ x DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xvii DAFTAR SKEMA ........................................................................................ xviii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1 A. Latar Belakang ........................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................... 9 C. Tujuan Penelitian .................................................................. 10 D. Manfaat Penelitian ................................................................ 10 1. Manfaat Teoritis .............................................................. 10 2. Manfaat Teoritis .............................................................. 10 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ................................................................ 11 A. Konflik Peran Ganda ............................................................. 11 1. Definisi Konflik .............................................................. 11 2. Definisi Konflik Peran Ganda .......................................... 12 3. Jenis-jenis Konflik Peran Ganda ...................................... 13 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konflik Peran Ganda 14 5. Dampak Konflik Peran Ganda .........................................16 6. Dimensi Konflik Peran Ganda .........................................17 7. Pengukuran Konflik Peran Ganda .................................... 18 B. Kepribadian Tipe A dan B ..................................................... 21 1. Definisi Kepribadian ....................................................... 21 2. Proses Terbentuknya Kepribadian ................................... 22 3. Definisi Tipe Kepribadian A dan B ................................. 23 4. Karakteristik Tipe Kepribadian A ................................... 25 5. Karakteristik Tipe Kepribadian B ................................... 28 6. Pengukuran Tipe Kepribadian A dan B ........................... 29 C. Dinamika Perbedaan Konflik Peran Ganda ditinjau dari Tipe Kepribadian A dan B ............................................................ 31 D. Skema Penelitian ................................................................... 34 E. Hipotesis ............................................................................... 35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................... 37 A. Jenis Penelitian ..................................................................... 37 B. Identifikasi Variabel Penelitian ............................................. 37 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Variabel Bebas ......................................................................37 2. Variabel Tergantung .............................................................37 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian ............................... 37 1. Konflik Peran Ganda ...................................................... 37 2. Tipe Kepribadian A dan B .............................................. 38 D. Populasi dan Metode Pengambilan Sampel .......................... 39 1. Populasi .......................................................................... 39 2. Subjek Penelitian............................................................. 40 E. Metode Pengumpulan Data ................................................... 40 1. Skala Konflik Peran Ganda ............................................ 41 2. Skala Tipe Kepribadian A dan B .................................... 42 F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ...................................... 44 1. Validitas Skala ............................................................... 44 2. Seleksi Aitem .................................................................. 44 3. Reliabilitas ...................................................................... 49 G. Metode Analisis Data ............................................................ 50 1. Uji Asumsi ...................................................................... 50 2. Uji Hipotesis ................................................................... 51 BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................... 52 A. Pelaksanaan Penelitian .......................................................... 52 B. Deskripsi Subjek Penelitian ................................................... 52 C. Deskripsi Data Penelitian ...................................................... 54 D. Hasil Penelitian ..................................................................... 57 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Uji Asumsi ........................................................................ 57 2. Uji Hipotesis ..................................................................... 60 E. Pembahasan .......................................................................... 62 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.................................................. 66 A. Kesimpulan ........................................................................... 66 B. Keterbatasan Penelitian ......................................................... 66 C. Saran..................................................................................... 67 1. Bagi Subjek Penelitian .................................................... 67 2. Bagi Peneliti Selanjutnya................................................. 67 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 68 LAMPIRAN ..................................................................................................... 72 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Blue Print Skala Konflik Peran Ganda sebelum Tryout…………… 42 Tabel 2 Blue Print Skala Tipe Kepribadian A dan B sebelum Tryout…....... 43 Tabel 3 Blue Print Skala Konflik Peran Ganda sesudah Tryout…………… 46 Tabel 4 Blue Print Skala Penelitian Konflik Peran Ganda………………… 47 Tabel 5 Blue Print Skala Tipe Kepribadian A dan B sesudah Tryout……... 48 Tabel 6 Blue Print Skala Penelitian Tipe Kepribadian A dan B…………… 49 Tabel 7 Deskripsi Subjek Penelitian………………………………………... 53 Tabel 8 Deskripsi Data Penelitian………………………………………….. 55 Tabel 9 Mean Empirik dan Teoritik………………………………………... 56 Tabel 10 Ringkasan UjiNormalitas Skala Konflik Peran Ganda…………… 58 Tabel 11 Ringkasan Uji Normalitas Skala Tipe Kepribadian A dan B……... 58 Tabel 12 Ringkasan Levene’s Testpada Skala Konflik Pekerjaan Keluarga.. 60 Tabel 13 Ringkasan Levene’s Test pada Skala Konflik Keluarga Pekerjaan.. 60 Tabel 14 Ringkasan Independent Samples Test pada Skala Konflik Pekerjaan Keluarga………………………………………............... 61 Tabel 15 Ringkasan Independent Samples Test pada Skala Konflik Keluarga Pekerjaan………………………………………............... 62 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR SKEMA Skema 1 Skema Dinamika Perbedaan Konflik Peran Ganda Ditinjau dari Tipe Kepribadian A dan B ..........................................................................34 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Skala Penelitian (Tryout)……………………………………... 72 Lampiran B Uji Reliabilitas dan Kualitas Aitem…………………….......... 88 1. Hasil Analisis Skala Konflik Pekerjaan Keluarga sebelum Seleksi Aitem………………………….................................................. 89 2. Hasil Analisis Skala Konflik Pekerjaan Keluarga sesudah Seleksi Aitem………………………….................................................. 90 3. Hasil Analisis Skala Konflik Keluarga Pekerjaan sebelum Seleksi Aitem………………………….................................................. 91 4. Hasil Analisis Skala Konflik Keluarga Pekerjaan sesudah Seleksi Aitem………………………….................................................. 92 5. Hasil Analisis Skala Tipe Kepribadian A dan B sebelum Seleksi Aitem 93 4. Hasil Analisis Skala Tipe Kepribadian A dan B setelah Seleksi Aitem 95 Lampiran C Skala Penelitian (setelah tryout)……………………….……… 96 Lampiran D Uji Normalitas………………………………………………… 109 1. Uji Normalitas Skala Konflik Pekerjaan Keluarga……………………. 110 2. Uji Normalitas Skala Konflik Keluarga Pekerjaan……………………. 110 2. Uji Normalitas Skala Tipe Kepribadian A dan B……………………… 111 Lampiran E Uji Homogenitas dan Hipotesis…………………………….... 112 Lampiran F Surat Keterangan Penelitian…………………………..……… 115 xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dunia kerja pada zaman sekarang telah mengalami perubahan.Hal ini tampak pada wanita yang mulai memasuki dunia kerja seperti laki-laki. Badan pusat statistik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2009, prosentase wanita di dalam rumah tangga yang bekerja di perkotaan maupun perdesaan adalah 60,54% dari seluruh penduduk Indonesia yang berjenis kelamin perempuan, sedangkan pada tahun 2012, prosentase tersebut meningkat menjadi 60,67%. Badan pusat statistik Indonesia juga membandingkan prosentase wanita yang bekerja, pengangguran dan mengurus rumah tangga.Hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Pada tahun 2012, prosentase wanita yang bekerja adalah 47,91%, pengangguran hanya 3,48% dan yang mengurus rumah tangga sebanyak 36,97%. Hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan wanita di Indonesia mulai mendalami dunia kerja selain mengurus rumah tangganya. Meskipun data statistik menunjukkan bahwa perempuan Indonesia telah memasuki dunia kerja, namun budaya Indonesia masih menganggap bahwa prioritas utama seorang wanita adalah mengurus keluarganya sehingga meskipun seorang wanita mendalami pekerjaan, wanita tersebut tetap wajib mementingkan keluarganya (Kementerian Riset & Teknologi Republik Indonesia, 2009). Peran seorang wanita yang wajib mementingkan keluarga 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 juga sesuai dengan ajaran muslim yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia yaitu sekitar 195.000.000 jiwa dari 222.000.000 jiwa yang mengatakan bahwa tanggung jawab terbesar wanita adalah rumah tangganya (dalam muslim.or.id) dan pencari nafkah dalam keluarga adalah seorang lakilaki (Viano dalam kompasiana, 2011). Wanita yang mulai bekerja di luar rumah membuat kehidupan rumah tangga menjadi tidak mudah.Hal ini sesuai dengan kisah seorang ibu rumah tangga yang dikutip oleh harian Kompas.Ibu rumah tangga tersebut mengalami konflik karena suaminya merasa ibu tersebut sibuk bekerja di luar rumah sehingga menelantarkan anak-anak mereka.Masalah ibu rumah tangga tersebut ditanggapi oleh seorang konselor yang mengatakan bahwa pandangan masyarakat saat ini masih menganggap bahwa pencari nafkah adalah pria dan wanita bertugas di dalam rumah. Konselor tersebut juga mengatakan bahwa dalam buku The Psychology of Woman,perempuan yang bekerja sering mengalami ketegangan peran berupa konflik dalam pekerjaan dan keluarganya (harian Kompas, 2011). Masalah rumah tangga yang lain diceritakan oleh Billy Boen dalam bukunya Young on Top yang mengatakan bahwa menyeimbangkan dunia kerja dengan keluarga tidak mudah. Di dalam dunia kerja, setiap orang akan berusaha mengejar karir dan mengakibatkan waktu bersama keluarga berkurang. Pada saat seseorang telah mendapatkan kesuksesan, waktu untuk bekerja menjadi lebih fleksibel dan dapat memberikan lebih banyak waktu untuk berada di rumah.Meskipun demikian, waktu tersebut tidak dimanfaatkan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 untuk bersama keluarga melainkan mengerjakan hal-hal untuk pekerjaan sehingga mengakibatkan dunia kerja dan keluarga menjadi tidak seimbang (Boen, youngontop.com, 2013). Kasus konflik rumah tangga dan pekerjaan dialami juga oleh seorang ibu rumah tangga yang menceritakan kisahnya dalam sebuah majalah wanita bahwa membagi waktu untuk pekerjaan dan rumah tangga memang tidak mudah.Solusi yang diterapkan oleh wanita tersebut untuk mengatasi konflik antara pekerjaan dan rumah tangga adalah dengan berhenti bekerja dan menjalankan bisnis di rumah.Solusi tersebut dilakukan dengan harapan agar dapat mengatur keluarga dengan lebih baik.Meskipun demikian, solusi tersebut tidak mudah dilakukan karena menjalankan bisnis di rumah juga menyita banyak waktu bersama keluarga.Kasus yang dialami ibu rumah tangga tersebut menunjukkan bahwa menyeimbangkan waktu antara keluarga dan pekerjaan memang tidak mudah (www.femina.co.id). Permasalahan dalam menyeimbangkan dunia kerja dan keluarga memang telah menjadi masalah umum dalam pernikahan.Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah artikel dalam okezone. Di dalam artikel tersebut dikatakan bahwa berbagi pekerjaan dalam rumah tangga menjadi hal yang sulit bagi pria dan wanita karena tekanan norma-norma mengenai kodrat pria dan wanita serta pekerjaan di kantor masing-masing (www.lifestyle.okezone.com). Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa wanita zaman sekarang melaksanakan dua pekerjaan sekaligus yaitu pekerjaan di luar rumah dan pekerjaan rumah tangga seperti mengurus suami dan anak-anak.Pria

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 dikatakan dapat membantu wanita dalam mengurus rumah tangga tetapi tanggung jawab utama rumah tangga tetap ada pada wanita (Schultz, 2010). Fakta bahwa wanita saat ini juga mulai bekerja seperti pria akan mengakibatkan suatu konflik yang disebut konflik peran ganda. Konflik ini terjadi saat tuntutan dalam pekerjaan bertentangan dengan tuntutan dalam keluarga. Konflik peran ganda merupakan konflik antar peran pada saat tuntutan dalam pekerjaan tidak sesuai dengan tuntutan di dalam keluarga (Spector, 2008).Konflik peran ganda juga didefinisikan sebagai konflik antar peran pada saat peran dalam pekerjaan dan keluarga saling bertentangan (dalam Ahmad, 2008).Menurut Riggio (2008) konflik peran ganda merupakan konflik yang muncul pada saat seseorang berusaha menyeimbangkan peran dan kebutuhan dalam pekerjaan dengan keluarga atau kehidupan di luar pekerjaan. Konflik peran ganda telah menjadi suatu masalah yang cukup serius di antara masyarakat. Hal ini tampak pada berita yang dilansir oleh Antara News yang memberitakan bahwa sepanjang tahun 2013 telah terdapat tiga orang polisi yang bunuh diri di Jakarta, Medan dan Magelang. Ketiga polisi tersebut berjenis kelamin laki-laki.Tindakan bunuh diri tersebut dikarenakan tuntutan bekerja selama 24 jam dalam kepolisian dengan gaji yang tidak sepadan memicu konflik di dalam keluarga. Tuntutan pekerjaan dan keluarga yang muncul bersamaan dan bertentangan diduga merupakan penyebab utama tindakan bunuh diri tersebut (antaranews.com).Berdasarkan artikel kesehatan

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 di dalam kompasiana (2012), pria mengaku depresi jika tuntutan dalam keluarga bertentangan dengan tuntutan dalam pekerjaannya (kompasiana.com). Konflik peran ganda dapat menyebabkan berbagai dampak pada pria maupun wanita. Penelitian lain menunjukkan bahwa konflik peran ganda menyebabkan rendahnya kepuasan kerja pada wanita maupun pria (Allen, Herst, Bruck & Sutton, 2000; Spector, 2008). Konflik peran ganda juga dapat menyebabkan ketidakhadiran maupun keterlambatan dalam pekerjaan sampai kekecewaan pada hidup berumah tangga (Spector, 2008).Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa konflik peran ganda menyebabkan produktivitas (Triastutik, 2013) dan motivasi (Rahmadita, 2013) kerja menurun. Terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi konflik peran ganda, yaitu faktor pekerjaan, faktor keluarga dan faktor individual (Ahmad, 2008).Pertama, faktor pekerjaan dapat mempengaruhi konflik peran ganda, misalnya seorang manajer atau karyawan yang memiliki kesempatan untuk medapatkan promosi lebih rentan terhadap konflik peran ganda daripada karyawan biasa. Seorang karyawan yang bekerja dalam waktu yang cukup lama di luar rumah juga lebih rentan terhadap konflik peran ganda karena dia akan lebih susah menyeimbangkan kegiatan di pekerjaan dan di rumah. Kedua, faktor keluarga yang mempengaruhi konflik peran ganda adalah anak-anak. Seseorang yang memiliki anak terutama balita akan lebih rentan terhadap konflik peran ganda. Seseorang yang memiliki tanggungjawab untuk mengurus orang tua juga lebih rentan terhadap konflik peran

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 ganda.Lingkungan keluarga juga sangat mempengaruhi konflik peran ganda. Jika seseorang sedang mengalami masalah dalam keluarga, dia akan terus memikirkan hal tersebut walaupun sedang bekerja. Faktor terakhir yang mempengaruhi konflik peran ganda adalah faktor individual.Faktor individual termasuk jenis kelamin. Seseorang yang menyakini bahwa bekerja di luar rumah adalah tugas pria akan lebih susah untuk menerima jika istrinya bekerja. Kepribadian juga merupakan salah satu faktor yang terkait dengan konflik peran ganda. Hal ini dikarenakan pengalaman seorang individu, persepsi individu terhadap peran dalam pekerjaan dan keluarga dan cara individu menghadapi masalah dapat mempengaruhi konflik peran ganda. Spector (2008) juga mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi konflik peran ganda yaitu konflik dari sisi perusahaan dan karyawan. Pertama, pada sisi perusahaan, konflik peran ganda dapat muncul karena individu diharuskan bekerja dalam waktu yang lama dalam perusahaan (Day & Chamberlain, 2006; Van Daalen, Willemsen & Sanders, 2006 dalam Spector, 2008) dan jadwal yang kurang fleksibel juga dapat menimbulkan konflik peran ganda (Major, Klein & Ehrhart, 2003 dalam Spector, 2008). Kedua, dalam sisi karyawan, kepribadian dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi konflik peran ganda, misalnya individu yang cenderung memiliki tendensi emosi negatif lebih rentan dengan konflik peran ganda (Spector, 2008).

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Seseorang juga akan mengalami konflik peran ganda jika harus menyelesaikan tuntutan dalam pekerjaan dan keluarga secara bersamaan, misalnya seseorang akan tidak hadir dalam pekerjaan jika diharuskan untuk mengantarkan anak yang sedang sakit. Konflik peran ganda juga disebabkan oleh berbagai faktor seperti lamanya jam kerja dan jadwal kerja yang tidak fleksibel (Spector, 2008). Penelitian sebelumnya dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian Big Five dan konflik peran ganda.Di dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa tipe kepribadian neuroticism berkaitan paling erat dengan konflik peran ganda dibandingkan tipe kepribadian big five yang lainnya (Setianingrum & Cokroamidjojo, 2006).Hal ini berarti tipe kepribadian memang mempengaruhi konflik peran ganda. Penelitian lain dilakukan oleh Shaheen (2012) yang meneliti mengenai tipe kepribadian A dan B dengan konflik peran ganda pada wanita profesional. Di dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa tipe kepribadian A memiliki hubungan yang signifikan dengan konflik peran ganda. Hal lain yang ditemukan adalah bahwa tipe kepribadian A mengalami konflik peran ganda yang lebih tinggi daripada tipe kepribadian B. Akan tetapi, penelitian tersebut masih memiliki kekurangan yaitu hanya meneliti subjek berjenis kelamin wanita dan berprofesi sebagai dokter dan guru. Shaheen juga menyarankan agar penelitian selanjutnya mampu meneliti konflik peran ganda pada perempuan maupun laki-laki dan menjangkau subjek dengan pekerjaan yang lebih bervariasi.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Di dalam buku Encyclopedia of Social Psychology (2007) dikatakan bahwa tipe kepribadian A adalah sekumpulan perilaku yang berkaitan dengan ketidaksabaran dan kepentingan untuk menyelesaikan banyak tugas, agresif, permusuhan terhadap orang-orang yang menghalangi jalannya dan keinginan untuk mencapai kesuksesan yang memicu persaingan yang berlebihan. Individu dengan tipe kepribadian A juga berbicara, berjalan dan makan dengan cepat agar dapat mendapatkan hasil yang maksimal dalam waktu sesingkatsingkatnya. Ciri-ciri tipe kepribadian A adalah stabil, pekerja keras, agresif, kompetitif dan memiliki gaya hidup yang mementingkan pekerjaan. Individu dengan tipe kepribadian A juga merupakan tipe yang mengerjakan pekerjaan dengan sempurna dan memiliki keinginan kuat untuk produktivitas dan lingkungan kerja yang menantang. Individu dengan tipe kepribadian A bekerja dalam waktu yang lama dan memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuannya sendiri (Shaheen, 2012). Tipe kepribadian B merupakan tipe kepribadian yang bertolak belakang dengan tipe kepribadian A. Individu dengan tipe kepribadian B merupakan tipe yang santai dan kurang memperhatikan tuntutan untuk mencapai kesuksesan.Meskipun demikian, individu dengan tipe kepribadian B bukan tipe pemalas (Baumeister,2007). Penelitian sebelumnya menemukan bahwa tipe kepribadian A lebih rentan terhadap stress dibandingkan dengan tipe kepribadian B (Giu, 2013). Hal tersebut menyebabkan tipe kepribadian A lebih memungkinkan untuk mengalami konflik peran ganda dibandingkan tipe kepribadian B karena

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 konflik peran ganda merupakan salah satu sumber stress (Riggio, 2008). Penelitian lain dilakukan oleh Shaheen (2012) yang menemukan bahwa tipe kepribadian A mengalami konflik peran ganda yang lebih tinggi dibandingkan dengan tipe B. Meskipun demikian, penelitian tersebut hanya meneliti perempuan yang bekerja sebagai guru dan tenaga medis. Penelitian yang mengaitkan tipe kepribadian B dengan konflik peran ganda belum ditemukan dan kemungkinan belum pernah diteliti sehingga dunia penelitian belum memiliki pengetahuan mengenai hubungan tipe kepribadian B dengan konflik peran ganda. Hal tersebut yang mendorong penulis untuk meneliti mengenai perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. Penelitian ini juga dilakukan berdasarkan saran dari penelitian sebelumnya (Shaheen, 2012) untuk meneliti perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B dengan subjek wanita maupun pria dan pekerjaan yang lebih bervariasi. Penelitian ini dirasa penting karena melalui penelitian ini dapat diketahui secara jelas perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. B. RUMUSAN MASALAH Apakah terdapat perbedaan konflik peran ganda pada karyawan ditinjau dari tipe kepribadian A dan B?

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperjelas perbedaan konflik peran ganda pada karyawan ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoretis Manfaat teoretis dari penelitian ini adalah hasil dari penelitian ini dapat menyumbangkan dan menegaskan mengenai perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. Penelitian ini akan menambah ilmu pengetahuan dalam Psikologi terutama bidang psikologi industri dan organisasi serta psikologi kepribadian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi berupa hasil penelitian, teori maupun saran bagi penulis selanjutnya yang akan meneliti topik yang sama. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada karyawan mengenai perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B sehingga karyawan dapat lebih menyadari kepribadiannya masingmasing dan kerentanannya terhadap konflik peran ganda.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Konflik Peran Ganda 1. Definisi Konflik Rubin et al (dalam Tjosuold, 2006) mendefinisikan konflik sebagai suatu perbedaan rasa, ketertarikan atau kepercayaan bahwa aspirasi seseorang belum dapat tercapai. Lewicki et al (dalam Tsjosuold, 2006) juga mendefinisikan konflik sebagai interaksi dari orang-orang yang saling tergantung satu sama lain yang merasakan tujuan yang bertentangan dan saling mengganggu dalam mencapai tujuan. Konflik juga didefinisikan sebagai proses dinamis yang muncul di antara orang-orang yang tergantung satu sama lain dan mengalami reaksi emosi negatif saat mengalami perbedaan pendapat dan gangguan dalam mencapai tujuan (Barki & Hartwick dalam Tsjosuold, 2006). Jehn dan Bendersky (dalam Tsjosuold, 2006) mendefinisikan konflik sebagai perasaan saat memiliki pandangan yang berbeda dan tidak sesuai di antara orang-orang yang terlibat.Konflik juga diartikan sebagai ketegangan yang dialami individu atau kelompok karena terdapat perbedaan antara dirinya dengan individu atau kelompok yang lain (De Dreu et al dalam Tsosuold, 2006). Berdasarkan definisi tersebut, penulis menyimpulkan bahwa konflik adalah ketegangan yang dialami individu atau kelompok berupa reaksi 11

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 emosi negatif yang muncul saat mengalami perbedaan pendapat dan gangguan dalam mencapai tujuannya. 2. Definisi Konflik Peran Ganda Baltes dan Heydens-Gahir (2003) mendefinisikan konflik peran ganda sebagai bentuk konflik peran pada saat tuntutan dari pekerjaan mengganggu kehidupan rumah tangga maupun tuntutan dari kehidupan berkeluarga mengganggu pekerjaan (Spector, 2008). Greenhaus dan Beutell (1985) juga mengatakan hal yang kurang lebih sama mengenai konflik peran ganda. Mereka mengatakan bahwa konflik peran ganda merupakan bentuk konflik peran dimana tuntutan dalam pekerjaan dan keluarga saling bertentangan (Aluja & Blanch, 2012). Pada saat konflik peran ganda diartikan secara tradisional, konflik ini disebut sebagai konflik yang muncul pada saat peran dalam pekerjaan bertentangan dengan peran dalam keluarga (Carlson, Kacmar, & Williams, 2000; Mesmer-Magnus & Viswesvaran, 2005) dan mengabaikan konflik yang muncul pada saat peran dalam keluarga bertentangan dengan pekerjaan. Pada saat ini, konflik peran ganda telah diartikan sebagai konflik yang muncul saat peran dalam pekerjaan bertentangan dengan peran dalam keluarga maupun sebaliknya (Byron, 2005; Carlson et al., 2000; Cinamon, 2006; Cinamon & Rich, 2005; Greenhaus & Beutrell, 1985 dalam Gaffey & Rottinghaus, 2009).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Frone, Russel dan Copper (1992) mendefinisikan konflik peran ganda sebagai konflik yang terjadi ketika seseorang harus memperhatikan pekerjaan di kantor dan juga keluarga secara utuh sehingga sulit membedakan antara pekerjaan mengganggu keluarga atau keluarga mengganggu pekerjaan (dalam Rahmadita, 2013). Kahn et al (1964) juga mendefinisikan konflik peran ganda sebagai konflik yang muncul saat tekanan sebagai anggota organisasi bertentangan dengan tekanan sebagai anggota dalam keluarga (dalam Boyar, Carson, Mosley Jr, Maertz Jr, Pearson, 2006). Berdasarkan definisi tersebut, penulis menyimpulkan bahwa konflik peran ganda merupakan konflik antar peran yang terjadi pada saat tuntutan dalam pekerjaan dan keluarga muncul secara bersamaan dan saling bertentangan. 3. Aspek Konflik Peran Ganda Grennhaus dan Beutell (dalam Gaffey & Rottinghaus, 2009) membagi konflik peran ganda menjadi tiga, yaitu: a. Time-based conflict Konflik ini terjadi pada saat tuntutan pada salah satu peran membuat individu tidak memiliki waktu yang cukup untuk peran yang lain, misalnya seseorang harus terlambat menjemput anaknya karena bekerja lembur di kantor.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 b. Strains-based conflict Konflik ini terjadi pada saat kondisi emosi seseorang pada salah satu peran terbawa dalam peran lainnya, misalnya kondisi stres di keluarga mempengaruhi kondisi stres di pekerjaan sehingga berdampak pada kinerja c. Behavior-based conflict Konflik ini terjadi pada saat perilaku pada salah satu peran bertolak belakang dengan perilaku pada peran lain, misalnya seseorang memerlukan sikap yang keras di pekerjaan sedangkan jika di dalam keluarga harus menunjukkan sikap yang hangat. Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa konflik peran ganda terdiri dari tiga aspek yaitu time-based, strains-based dan behavior-based conflict. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konflik Peran Ganda Spector (2008) mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi konflik peran ganda, yaitu : a. Konflik dari sisi perusahaan Dalam sisi perusahaan, konflik peran ganda dapat muncul karena individu diharuskan bekerja dalam waktu yang lama dalam perusahaan (Day & Chamberlain, 2006; Van Daalen, Willemsen & Sanders, 2006 dalam Spector, 2008) dan jadwal yang kurang fleksibel juga dapat

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 menimbulkan konflik peran ganda (Major, Klein & Ehrhart, 2003 dalam Spector, 2008). b. Konflik dari sisi karyawan Dalam sisi karyawan, kepribadian dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi konflik peran ganda, misalnya individu yang cenderung memiliki tendensi emosi negatif lebih rentan dengan konflik peran ganda. Menurut Ahmad (2008) terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi konflik peran ganda, yaitu : a. Faktor pekerjaan Dalam pekerjaan, jenis pekerjaan dapat mempengaruhi konflik peran ganda, misalnya seorang manajer atau karyawan yang memiliki kesempatan untuk medapatkan promosi lebih rentan terhadap konflik peran ganda daripada karyawan biasa.Tingkat pendidikan juga termasuk dalam faktor pekerjaan yang mempengaruhi konflik peran ganda.Seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi lebih rentan terhadap konflik peran ganda. Seorang karyawan yang bekerja dalam waktu yang cukup lama di luar rumah juga lebih rentan terhadap konflik peran ganda karena dia akan lebih susah menyeimbangkan kegiatan di pekerjaan dan di rumah. b. Faktor keluarga Faktor keluarga yang mempengaruhi konflik peran ganda adalah anakanak. Seseorang yang memiliki anak terutama balita akan lebih rentan terhadap konflik peran ganda. Selain itu, seseorang yang memiliki

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 tanggungjawab untuk mengurus orang tua juga lebih rentan terhadap konflik peran ganda.Lingkungan keluarga juga sangat mempengaruhi konflik peran ganda. Jika seseorang sedang mengalami masalah dalam keluarga, dia akan terus memikirkan hal tersebut walaupun sedang bekerja. c. Faktor individual Faktor individual termasuk jenis kelamin. Seseorang yang menyakini bahwa bekerja di luar rumah adalah tugas pria akan lebih susah untuk menerima jika istrinya bekerja. Selain itu, kepribadian juga merupakan salah satu faktor yang terkait dengan konflik peran ganda. Hal ini dikarenakan pengalaman seorang individu, persepsi individu terhadap peran dalam pekerjaan dan keluarga dan cara individu menghadapi masalah dapat mempengaruhi konflik peran ganda. Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa konflik peran ganda dipengaruhi oleh konflik dari sisi perusahaan dan karyawan serta faktor pekerjaan, keluarga dan individual. 5. Dampak Konflik Peran Ganda Zhang, Griffeth dan Fried (2011) membagi dampak konflik peran ganda menjadi 2, yaitu : a. Dampak yang berkaitan dengan kesehatan psikologis Konflik Peran Ganda dikatakan berdampak pada kesehatan psikologis.Para peneliti menemukan bahwa konflik peran ganda

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 berdampak buruk pada kepuasan hidup dan dapat menyebabkan burnout. Penelitian yang dilakukan oleh Lu et al (2006) di Taiwan (dalam Zhang, Griffeth dan Fried, 2011) juga menemukan bahwa konflik peran ganda berdampak buruk pada kebahagian karyawan. b. Dampak yang berkaitan dengan pekerjaan Hasil meta analisis membuktikan bahwa konflik peran ganda mengakibatkan komitmen menurun (Allenet al., 2000 dalam Zhang, Griffeth dan Fried, 2011) dan meningkatkan keluarnya karyawan dari perusahaan (Kelloway et al., 1999; Kossek and Ozeki, 1999; MesmerMagnus and Viswesvaran, 2005 dalam Zhang, Griffeth dan Fried, 2011). Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa konflik peran ganda dapat berdampak pada kesehatan maupun pekerjaan karyawan. 6. Dimensi Konflik Peran Ganda Para peneliti (Grandey et al., 2005; Judge et al., 2006; Kinnunenet al., 2010; Kossek and Ozeki, 1998; Netemeyer et al., 1996 dalam Rathi & Barath, 2013) mengemukakan bahwa konflik peran ganda terdiri dari dua dimensi yaitu : a. Konflik Pekerjaan-Keluarga (work to family conflict) Konflik pekerjaan-keluarga merupakan bentuk konflik antar peran pada saat permintaan-permintaan umum, waktu yang dihabiskan dan ketegangan dalam pekerjaan mengganggu pemenuhan kewajiban dalam keluarga

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 b. Konflik Keluarga-Pekerjaan (family to work conflict) Konflik keluarga-pekerjaan merupakan bentuk konflik antar peran pada saat permintaan-permintaan umum, waktu yang dihabiskan dan ketegangan dalam keluarga mengganggu pemenuhan kewajiban dalam pekerjaan (Rathi & Barath, 2013). Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa konflik peran ganda terdiri dari dua dimensi yaitu konflik pekerjaan-keluarga (work to family conflict) dan konflik keluarga-pekerjaan (family to work conflict). 7. Pengukuran Konflik Peran Ganda Pengukuran konflik peran ganda dapat dilakukan menggunakan 3 aspek dalam konflik peran ganda yaitu time-based, strains-based dan behavioralbased conflict (Nikandrou, Panayotopoulou, Apospori, 2008).Pengukuran konflik peran ganda juga dapat dilakukan dengan menggabungkan dua dimensi konflik peran ganda yaitu konflik pekerjaan-keluarga dan konflik keluarga-pekerjaan dengan 3 aspek dalam konflik peran ganda yaitu timebased, strains-based dan behavioral-based conflict.Skala pengukuran konflik peran ganda yang menggabungkan 2 dimensi dan 3 aspek konflik peran ganda adalah skala dari Carlson et al (2000).Skala tersebut berupa kuesioner yang terdiri dari 18 soal, 9 soal untuk tiap dimensi dan 3 pertanyaan untuk tiap aspek.Contoh soal untuk mengukur konflik pekerjaankeluarga adalah “pekerjaan menahan saya dari aktivitas keluarga lebih

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 daripada yang saya inginkan”, sedangkan contoh soal untuk mengukur konflik keluarga-pekerjaan adalah “waktu yang saya habiskan untuk tanggung jawab dalam keluarga sering mengganggu tanggung jawab dalam pekerjaan” (Hassan, Dollard dan Winefield, 2010). Pengukuran lain dalam konflik peran ganda juga menggabungkan konflik pekerjaan-keluarga dan konflik keluarga-pekerjaan dengan time-based, strains-based dan behavioral-based conflict. Meskipun demikian, pengukuran tersebut hanya berfokus pada time-based dan strains-based conflict karena behavioral-based conflict belum memiliki prediksi yang valid dibandingkan dua aspek yang lain. Pengukuran tersebut menggunakan skala dari Frone dan Yardley (1996).Skala tersebut memiliki 12 soal yang mengukur konflik pekerjaan-keluarga (6 soal) dan konflik keluargapekerjaan (6 soal). Contoh soal untuk konflik pekerjaan-keluarga adalah “pekerjaan atau karir menahan saya untuk menghabiskan waktu yang saya inginkan bersama keluarga”, sedangkan contoh soal untuk konflik keluargapekerjaan adalah “kehidupan keluarga mengganggu tanggung jawab saya dalam pekerjaan, seperti sampai di kantor tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan harian atau lembur” (Zhang, Griffeth dan Fried, 2011). Konflik peran ganda muncul dengan berbagai bentuk karena konflik dapat bermula dari berbagai situasi.Meskipun demikian, kebanyakan penelitian berfokus pada time-based dan strains-based conflict.pengukuran yang lain dari konflik peran ganda berfokus pada 4 dimensi konflik peran ganda yaitu konflik pekerjaan-keluarga time-based, konflik keluarga-

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 pekerjaan time-based, konflik pekerjaan-keluarga strains-based dan konflik keluarga-pekerjaan strains-based. Pengukuran tersebut menggunakan skala 12 soal dengan tipe Likert yang terdiri dari 3 soal tiap dimensi dengan penilaian semakin tinggi nilai subjek maka konflik peran ganda semakin tinggi.Contoh soal untuk konflik pekerjaan-keluarga time-based adalah “waktu yang harus saya sediakan untuk pekerjaan menahan saya untuk berpartisipasi dalam tanggung jawab dan aktivitas keluarga”.Contoh soal untuk konflik keluarga-pekerjaan time-based adalah “kehidupan pribadi saya menyita waktu yang ingin saya habiskan untuk bekerja”.Contoh soal untuk konflik pekerjaan-keluarga strains-based adalah “kondisi stres yang saya alami dalam pekerjaan seringkali membuat saya mudah marah di rumah”.Contoh soal untuk konflik keluarga-pekerjaan strains-based adalah “saya sering memikirkan masalah yang terjadi di rumah saat sedang bekerja” (Rotondo, Carlson, Kincaid, 2002). Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa pengukuran konflik peran ganda dapat dilakukan dengan menggabungkan dua dimensi konflik peran ganda yaitu konflik pekerjaan-keluarga dan konflik keluarga-pekerjaan dengan 3 aspek konflik peran ganda yaitu timebased, strains-based dan behavioral-based conflict. Penulis akan berfokus pada time-based dan strains-based conflict yang digabungkan dengan konflik pekerjaan-keluarga dan keluarga-pekerjaan pada penelitian ini. Penulis tidak menggunakan behavioral-based conflict karena berdasarkan penjelasan mengenai pengukuran konflik peran ganda, behavioral-based

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 conflict belum memiliki prediksi valid yang cukup dibandingkan dua jenis konflik peran ganda yang lain (Zhang, Griffeth dan Fried, 2011). B. Kepribadian Tipe A dan B 1. Definisi Kepribadian Stagner (dalam Pervin, Cervone & John, 2004) mendefinisikan kepribadian sebagai suatu organisasi dalam diri individu yang meliputi persepsi, kognitif, emosi dan motivasi yang menentukan reaksi unik tiap individu terhadap lingkungannya.Kepribadian juga didefinisikan sebagai karakteristik seseorang yang menyebabkan munculnya konsistensi perasaan, pemikiran dan perilaku.Kepribadian juga didefinisikan sebagai suatu organisasi psikologis dalam diri individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya (Allport dalam Mischel, 1971). Mischel (1971) mendefinisikan kepribadian sebagai suatu pola khusus dalam perilaku (termasuk pikiran dan emosi) yang memberikan karakteristik pada tiap individu dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Definisi yang lain dari kepribadian adalah pola sifat atau karakteristik tertentu yang relatif permanen dan bersifat individual serta konsisten pada perilaku individu (Feist & Feist, 2010). Pervin, Cervone dan John (2010) juga memberikan definisi yang hampir sama mengenai kepribadian yaitu karakteristik individu yang menyebabkan munculnya konsistensi perilaku, pemikiran dan perasaan.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kepribadian merupakan karakteristik dalam diri seorang individu yang relatif permanen dan konsisten serta menentukan reaksi unik tiap individu baik dalam hal perilaku, pemikiran maupun perasaan terhadap lingkungannya. 2. Proses Terbentuknya Kepribadian Cloninger (2004) mengatakan bahwa perkembangan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu : a. Pengaruh biologis Temperamen adalah gaya yang konsisten dari emosi dan perilaku sejak lahir karena pengaruh biologis. Pada zaman dulu, para peneliti percaya bahwa kecenderungan bawaan membuat seseorang menjadi tipe kepribadian tertentu (Kagan dalam Cloninger, 2004).Perkembangan dalam dunia penelitian saat ini membuat para peneliti mulai meninggalkan pemahaman mengenai pengaruh biologis dalam membentuk kepribadian manusia karena lingkungan juga dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia (Cloninger, 2004). b. Pengalaman pada saat kanak-kanak dan dewasa Kepribadian akan terus berkembang. Pengalaman seseorang, terutama di saat kanak-kanak sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian manusia. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran di masa awal kehidupan berdampak sangat signifikan untuk mengembangkan kemampuan manusia yang kemudian akan diasah oleh pengalaman masing-masing.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Pervin, Cervone & John (2004) juga mengatakan bahwa perkembangan kepribadian dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu nature (bawaan) dan nurture (yang didapatkan dari didikan/belajar). Kepribadian seseorang dapat terbentuk karena bawaan sejak lahir dan dapat terbentuk juga karena didikan orang tua maupun lingkungan.Para peneliti menemukan bahwa kedua faktor tersebut bukanlah pengaruh yang terpisah melainkan berinteraksi secara dinamis (Pervin, Cervone & John, 2004). Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa proses terbentuknya kepribadian individu dipengaruhi oleh dua faktor yaitu nature (bawaan sejak lahir) dan nurture (yang didapatkan berdasarkan pengalaman, didikan atau ajaran). 3. Definisi Tipe Kepribadian A dan B Friedman dan Rosenman (dalam Lee, King & King, 1987) membagi kepribadian manusia menjadi dua, yaitu tipe A dan tipe B. Menurut Friedman dan Rosenman (dalam Lee, King & King, 1987), tipe kepribadian A merupakan suatu reaksi emosi pada individu yang dapat diobservasi melalui perilakunya yang memiliki motivasi tinggi untuk mencapai lebih dan lebih dalam waktu yang sangat singkat. Individu dengan tipe kepribadian A merupakan individu yang sangat mementingkan waktu, tidak menyukai kemalasan, tidak sabar terhadap hal-hal atau orang lain yang menghalangi pemenuhan tujuannya,

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 kompetitif, ekstravert dan kebutuhan yang tinggi akan kekuatan (Ganster, Schaubroeck, Sime & Mayes dalam Smither, 1994). Tipe kepribadian A juga didefinisikan sebagai tipe kepribadian yang memiliki dorongan yang berlebihan, merasa terdesak dan tidak sabar dan didasari kebencian (Riggio, 2008). Schultz dan Schultz (2006) juga mendefinisikan tipe kepribadian A sebagai tipe kepribadian yang memiliki dorongan yang tinggi akan persaingan dan sangat mementingkan waktu. Individu dengan tipe kepribadian A merupakan individu yang ambisius dan agresif, selalu memiliki keinginan untuk mendapatkan prestasi, berlomba dengan waktu dan selalu ingin melampaui orang lain (Schultz & Schultz, 2006). Tipe kepribadian B merupakan tipe kepribadian yang bertolak belakang dengan tipe kepribadian A. Individu dengan tipe kepribadian B merupakan individu yang tenang, santai, puas dan tidak terburu-buru (Smither, 1994). Tipe kepribadian B juga didefinisikan sebagai tipe kepribadian yang memiliki tingkat stress yang rendah, mampu bekerja di dalam lingkungan yang menegangkan dan mampu bekerja secara efektif tanpa menyerah (Schultz & Schultz, 2006). Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa tipe kepribadian A merupakan suatu reaksi emosi individu yang dapat diobservasi melalui dorongannya yang kuat akan suatu pencapaian dalam waktu yang singkat sedangkan tipe kepribadian B merupakan tipe kepribadian yang bertolak belakang dengan tipe kepribadian A. Tipe

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 kepribadian B dapat disimpulkan sebagai suatu reaksi emosi individu yang dapat diobservasi melalui perilakunya yang tenang, santai dan memiliki tingkat stress yang lebih rendah. 4. Karakteristik Tipe Kepribadian A Ciri-ciri tipe kepribadian A juga dideskripsikan oleh Friedman dan Rosenman (1961) sebagai berikut : a. Memiliki dorongan secara terus menerus dan agresif untuk prestasi, kemajuan dan pengakuan b. Kompetitif dan berhasrat untuk menang c. Memiliki kebiasaan untuk tenggelam dalam beberapa pekerjaan dan hobi yang melibatkan subjek dengan tekanan waktu deadlines d. Kewaspadaan yang tinggi secara mental dan fisik e. Memiliki kecenderungan untuk mempercepat langkah mereka dalam pelaksanaan kebanyakan fungsi fisik dan mental Penulis akan memakai ciri-ciri di atas sebagai acuan untuk membuat pengukuran tipe kepribadian A dan B. Penulis hanya menggunakan ciriciri tipe kepribadian A sebagai acuan untuk mengukur tipe kepribadian A dan B karena kedua tipe kepribadian tersebut saling bertolak belakang. Hassmen, Stahl dan Borg (1993) mendefinisikan tipe kepribadian B sebagai ketidakhadiran karakteristik tipe kepribadian A. Selain itu, tipe kepribadian B juga disebut sebagai tipe kepribadian yang tidak menunjukkan perilaku dari tipe kepribadian A (Dole dan Schroeder,

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 2001). Billing, Glassboro dan Steverson (2013) juga mengatakan bahwa tipe kepribadian B merupakan tipe kepribadian yang tidak menunjukkan tendesi-tendesi seperti tipe kepribadian A. Penulis memakai ciri-ciri tipe kepribadian A di atas sebagai acuan juga untuk mempertimbangkan jumlah aitem tryout yang dapat dibuat. Penulis dapat membuat aitem tryout yang lebih banyak menggunakan 5 ciri-ciri tipe kepribadian A tersebut dibandingkan dengan teori lain yang menjabarkan ciri-ciri tipe kepribadian A yang lebih banyak. Ciri-citi tipe kepribadian A yang lain dideskripsikan oleh Kunnanatt (2003) yang mengatakan bahwa tipe kepribadian A dapat digambarkan sebagai suatu tindakan atau emosi yang meliputi : a. Behavioral Dispositions (Ambisius, agresivif, kompetitif dan tidak sabar) b. Specific Behavior (ketegangan otot, kewaspadaan yang tinggi, cara berbicara yang penuh empati, dan langkah yang cepat dalam sebagian besar aktivitas) c. Emotional Responses (kejengkelan, kemarahan dan kebencian) (Rosenman et al dalam Kunnanatt, 2003). Kunnanatt (2003) juga mendeskripsikan karakteristik tipe kepribadian A sebagai berikut : a. Memiliki dorongan yang tetap dan terus menerus untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan; b. Memiliki keinginan dan kecenderungan yang sangat besar untuk bersaing;

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 c. Memiliki dorongan yang kuat untuk berkembang dan diakui; d. Memiliki keterlibatan yang terus menerus dalam fungsi yang banyak dan berbeda tanpa dibatasi oleh waktu; e. Memiliki kewaspadaan yang sangat tinggi secara fisik maupun mental; f. Agresif dan memiliki rasa kebencian (Rosenman dalam Kunnanatt, 2003). Kunnanatt (2003) juga menjabarkan lebih rinci mengenai tipe kepribadian A sebagai berikut : a. Bergerak, berjalan, makan dan berbicara dengan cepat; b. Menekankan kata-kata dalam berbicara; c. Terburu-buru dalam menyelesaikan kalimat dalam pembicaraan; d. Tidak sabar untuk memprediksi hal-hal yang terjadi; e. Memotong pembicaraan dan menyelesaikan kalimat dari orang lain yang berbicara dengan lambat; f. Sulit menunggu seseorang menyelesaikan suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan lebih cepat menurut mereka; g. Mendesak diri sendiri dalam segala aktivitas yang mampu mereka lakukan; h. Memikirkan dua atau lebih hal sekaligus; i. Mendengarkan pembicaraan dan memikirkan hal lain sekaligus; j. Memikirkan mengenai pekerjaan saat sedang menyetir atau dalam perjalanan untuk berlibur;

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 k. Mencoba untuk makan dan membaca dalam waktu yang sama; l. Jika terlibat dalam topik pembicaraan yang tidak mereka sukai maka mereka akan mengganti topik pembicaraan menjadi topik yang disukai; m. Sulit menikmati waktu luang bahkan saat liburan; n. Tidak menghargai hal-hal yang bertentangan dengan tujuan utama mereka Tipe A juga memilliki karakteristik tertentu dalam pekerjaan atau perusahaan yaitu (Kunnanatt, 2003): a. Bekerja dalam waktu yang lama dan tenggat waktu yang stabil; b. Sering membawa pulang pekerjaan atau mengerjakannya pada akhir minggu dan tidak bisa bersantai; c. Bersaing dengan diri sendiri dan menentukan target yang tinggi untuk produktifitas dan mempertahankannya; d. Cenderung frustasi dengan situasi kerja, terganggu dengan tuntutan pekerjaan dari orang lain dan sering salah paham dengan atasan. 5. Karakteristik Tipe Kepribadian B Friedman (1996) mendeskripsikan tipe kepribadian B sebagai berikut : a. Mampu menunjukkan ekspresinya dengan mudah; b. Mampu memberikan toleransi tanpa perasaan terganggu atau kebencian;

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 c. Jarang memotong pembicaraan orang lain dan membiarkan orang lain menyelesaikan kalimatnya; d. Mampu mendengarkan orang lain dengan sabar; e. Mampu menerima dengan sabar kritikan yang membangun maupun menjatuhkannya; f. Mampu menyerahkan atau mempercayakan pekerjaan kepada orang lain; g. Mampu mempercayai orang lain dengan mudah; h. Menghindari hal-hal yang berpusat pada diri sendiri; i. Mampu menerima setiap sisi kepribadiannya. 6. Pengukuran Tipe Kepribadian A dan B Pengukuran tipe kepribadian A dan B yang dilakukan oleh Shaheen (2012) menggunakan Anjum Khalique Type A Scale (1991), skala asli yang dirancang untuk mengukur gaya perilaku tipe kepribadian A. Skala tersebut terdiri dari 12 pasang pernyataan untuk mengukur kompetitif, urgensi waktu dan keagresifan. Setiap pasang pernyataan memiliki 1 pernyataan dengan karakteristik dari tipe kepribadian A dan yang lainnya tipe kepribadian B. Nilai maksimal dari skala tersebut adalah 12 dengan nilai rendah (1-8) dan nilai tinggi (9-12). Jika subjek mendapatkan nilai tinggi maka subjek merupakan tipe kepribadian A. Instrumen lain untuk mengukur tipe kepribadian A dan B menggunakan Adolescent/Adult Type A Behavior Scale-3 (AATABS-3).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Skala tersebut terdiri dari 28 soal dengan 5 poin di antara 2 pernyataan (misalnya 1 : jarang membanting pintu sampai 5 : sering membanting pintu). Jika subjek mendapatkan nilai yang lebih tinggi maka subjek merupakan tipe kepribadian A dan jika nilai rendah maka subjek merupakan tipe kepribadian B (Korotkov, Perunovic, Claybourn, Fraser, Houlihan, Macdonald dan Korotkov, 2010). Pengukuran tipe kepribadian A dan B juga dapat dilakukan dengan menggunakan Jenkins Activity Survey (JAS). Skala tersebut terdiri dari 12 pernyataan yang terdiri dari 2 faktor yaitu perjuangan untuk berprestasi dan ketidaksabaran-mudah marah.Pernyataan-pernyataan dalam skala tersebut memiliki 5 pilihan respon dengan rentang dari tipe B (extremely type B) sampai tipe A (extremely type A). Contoh pernyataannya adalah “Seberapa besar pekerjaan Anda menggerakkan tindakan Anda?” dan contoh pilihannya adalah 1 untuk sangat sedikit dibandingkan orang lain dan 5 untuk sangat banyak dibandingkan orang lain. Contoh pernyataan lain adalah “secara khusus, seberapa mudah Anda marah?” dan contoh pilihannya adalah 1 untuk sangat tidak mudah dan 5 untuk sangat mudah (Srivastava, 2009). Pengukuran tipe kepribadian A dan B yang lain adalah menggunakan skala Bortner (1968). Pengukuran ini terdiri dari 14 pasang pernyataan yang saling bertolak belakang untuk mengukur tipe kepribadian A dan B. Subjek akan diminta untuk memilih salah satu pernyataan yang paling sesuai dengan diri subjek.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa pengukuran tipe kepribadian A dan B dapat dilakukan menggunakan karakteristik kepribadian A dan B. Penulis akan menggunakan ciri-ciri tipe kepribadian A dan B menurut Friedman dan Rosenman (1961) sebagai acuan untuk membuat pengukuran tipe kepribadian A dan B untuk penelitian ini. C. Dinamika Perbedaan Konflik Peran Ganda ditinjaudari Tipe Kepribadian A dan B Individu dengan tipe kepribadian A merupakan individu yang sangat mementingkan waktu, tidak menyukai kemalasan, tidak sabar terhadap hal-hal atau orang lain yang menghalangi pemenuhan tujuannya, kompetitif, ekstravert dan kebutuhan yang tinggi akan kekuatan (Ganster, Schaubroeck, Sime & Mayes dalam Smither, 1994). Tipe kepribadian B merupakan tipe yang bertolak belakang dengan tipe kepribadian A. Individu dengan tipe kepribadian B merupakan individu yang tenang, santai, puas dan tidak terburu-buru (Smither, 1994). Tipe kepribadian B juga didefinisikan sebagai tipe kepribadian yang memiliki tingkat stress yang rendah, mampu bekerja di dalam lingkungan yang menegangkan dan mampu bekerja secara efektif tanpa menyerah (Schultz & Schultz, 2006). Tipe kepribadian A merupakan tipe kepribadian yang memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk menghadapi masalah kesehatan karena individu dengan tipe kepribadian A meminum lebih banyak alkohol (Hamlett,

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Eaker & Stokes dalam Korotkov, 2010), merokok lebih banyak (Mccann, Stockton & Lester dalam Korotkov, 2010), mengalami kesulitan untuk tidur dan lebih banyak mimpi buruk (Hayer & Hick dalam Korotkov, 2010) dibandingkan dengan tipe kepribadian B. Pada saat bekerja, tipe kepribadian A juga menunjukkan ketidakhadiran dan burnout yang lebih sering, ketidakpuasan dalam bekerja serta motivasi keluar yang lebih tinggi dibandingkan dengan tipe kepribadian B (Korotkov, 2010). Pada saat menghadapi konflik, tipe kepribadian A lebih sering menyangkal, memilih solusi yang tidak menyakitkan, fokus pada masalah dan menyalahkan diri sendiri (Korotkov, 2010). Tipe kepribadian A juga dikatakan lebih sering menyalahkan faktor internal (ketidakmampuan dan kurangnya perjuangan diri sendiri) jika mengalami kegagalan, mengekspresikan kemarahan dan rasa frustasi yang dihadapi serta memecahkan masalah secara kurang efektif (Musante, Macdougal, Dembroski, 1984). Individu dengan tipe kepribadian A akan lebih rentan untuk mengalami konflik pekerjaan keluarga. Hal ini dikarenakan karakteristik tipe kepribadian A yang sering membawa pekerjaan kantor ke rumah untuk dikerjakan di akhir minggu rentan mengalami konflik pekerjaan keluargatime-based, yaitu konflik yang terjadi pada saat tuntutan pada salah satu peran membuat individu tidak memiliki waktu yang cukup untuk peran yang lain. Tipe kepribadian A juga rentan mengalami strains-based conflict yaitu konflik yang terjadi pada saat kondisi emosi seseorang pada salah satu peran terbawa peran lainnya. Hal ini dikarenakan karakteristik tipe kepribadian A yang sering memikirkan dua hal

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 sekaligus. Faktor-faktor lain yang menyebabkan konflik pekerjaan keluarga adalah bekerja dalam waktu yang lama dan tendensi emosi negatif. Individu dengan tipe kepribadian A rentan mengalami konflik pekerjaan keluarga karena cenderung bekerja dalam waktu yang lama dan memiliki tendensi emosi negatif karena mengekspresikan kemarahan dan frustasi pada saat mengalami konflik. Di sisi lain, tipe kepribadian B akan lebih rentan terhadap konflik keluarga pekerjaan.Hal ini dikarenakan tipe kepribadian B merupakan tipe kepribadian yang cenderung menyalahkan faktor eksternal ketika menghadapi kegagalan sehingga tipe kepribadian B mungkin saja menyalahkan tuntutan dalam keluarga yang mengganggu pekerjaannya. Tipe kepribadian B juga merupakan tipe kepribadian yang mudah menunjukkan ekspresinya sehingga akan cenderung mengalami strains-based conflict karena emosi dalam salah satu peran akan mudah diekspresikan pada peran yang lain.Tipe kepribadian B merupakan tipe kepribadian yang mampu bekerja secara efektif tetapi tipe kepribadian ini cenderung mengerjakan pekerjaan satu per satu sehingga jika tanggung jawab dalam keluarga muncul bersamaan dengan tuntutan dalam pekerjaan maka tipe kepribadian B mungkin saja menjadi tidak fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tipe kepribadian B juga merupakan tipe kepribadian yang mampu memberikan toleransi dan mendengarkan orang lain dengan sabar sehingga jika pasangan atau anak-anak membutuhkan perhatiannya maka mungkin saja tipe kepribadian B akan menunda pekerjaannya untuk mendengarkan pasangan atau anak-anaknya.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa tipe kepribadian A lebih rentan mengalami konflik pekerjaan keluarga sedangkan tipe kepribadian B lebih rentan mengalami konflik keluarga pekerjaan.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 D. Skema Penelitian Tipe Kepribadian B Tipe Kepribadian A  Sangat mementingkan waktu  Menyalahkan faktor eksternal  Tidak sabar terhadap hal-hal  Mudah menunjukkan ekspresi atau orang lain yang  Mampu bekerja secara efektif menghalangi pemenuhan  Mendengarkan orang lain tujuannya dengan sabar  kompetitif  Sering membawa pekerjaan  Menyalahkan orang lain kantor ke rumah untuk  Mengekspresikan emosi ke dikerjakan di akhir minggu  Sering memikirkan 2 hal peran yang lain  sekaligus  Bekerja dalam waktu yang lama  Menyelesaikan pekerjaan satu per satu  Mampu mendengarkan pasangan atau anak-anak Memiliki tendensi emosi negatif  Konflik Keluarga Pekerjaan  Konflik Pekerjaan Keluarga  Strains-based conflict  Time-based conflict  Tidak fokus dalam bekerja  Strains-based conflict  Cenderung menunda pekerjaan  Bekerja dalam waktu yang lama untuk mendengarkan pasangan atau anak-anak  Tendensi emosi negatif Lebih rentan dengan konflik pekerjaan keluarga Lebih rentan dengan konflik keluarga pekerjaan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 E. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Terdapat perbedaan konflik pekerjaan keluarga ditinjau dari tipe kepribadian A dan B 2. Terdapat perbedaan konflik keluarga pekerjaan ditinjau dari tipe kepribadian A dan B

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian komparatif yaitu penelitian mengenai perbandingan antara satu variabel dengan variabel yang lain (Purwanto & Sulistyastuti, 2008). Di dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. B. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam analisis data untuk menguji hipotesis adalah : 1. Variabel bebas : a. Kepribadian tipe A b. Kepribadian tipe B 2. Variabel tergantung : Konflik peran ganda C. Definisi Operasional Variabel Penelitian 1. Konflik peran ganda Konflik peran ganda merupakan suatu konflik yang muncul pada karyawan saat tanggungjawab dalam salah satu peran bertentangan dengan peran yang lain. 37

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Data akan diambil dari karyawan yang sudah menikah, memiliki anak dan bekerja di beberapa lembaga di Yogyakarta dan diukur menggunakan skala pekerjaan keluarga dan keluarga pekerjaan yang dibuat oleh penulis dengan menggabungkan kedua dimensi tersebut dengan aspek dari konflik peran ganda yaitu time based dan strains based conflict. Semakin tinggi skor total yang dimiliki subjek pada skala konflik peran ganda maka semakin tinggi konflik peran ganda. Sebaliknya, semakin rendah skor total yang dimiliki subjek pada skala konflik peran ganda maka semakin rendah konflik peran ganda. 2. Kepribadian tipe A dan B Tipe kepribadian A merupakan suatu reaksi emosi individu yang dapat dilihat melalui perilakunya yang memiliki dorongan dan motivasi tinggi untuk mencapai tujuannya dalam waktu yang singkat. Sedangkan, tipe kepribadian B merupakan suatu reaksi emosi pada individu yang dapat dilihat melalui perilakunya yang tenang, santai, mampu mengendalikan diri dan memiliki tingkat stres yang rendah. Data Tipe kepribadian A dan B akan diambil dari karyawan yang sudah menikah, memiliki anak dan bekerja di beberapa lembaga yang ada di Yogyakarta dan diukur menggunakan skala kepribadian tipe A dan B yang dibuat oleh penulis berdasarkan ciri-ciri tipe kepribadian A menurut Rosenman dan Friedman (1961). Ciri- ciri tipe kepribadian A digunakan

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 sebagai acuan untuk mengukur tipe kepribadian A dan B karena kedua tipe kepribadian tersebut saling bertolak belakang. Pembagian tipe kepribadian A dan B dilakukan menggunakan nilai mean. Semakin tinggi skor total subjek dan di atas mean dalam skala tipe kepribadian A dan B maka semakin tipe A sedangkan semakin rendah skor total subjek dan di bawah mean pada skala tipe kepribadian A dan B maka semakin tipe B. D. Populasi dan Metode Pengambilan Sampel 1. Populasi Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian (Ali dalam Taniredja & Mustafidah, 2012).Populasi juga didefinisikan sebagai keseluruhan dalam kelompok orang, kejadian atau objek yang telah dirumuskan dengan jelas (Furchan dalam Taniredja & Mustafidah, 2012).Nawawi (dalam Taniredja & Mustafidah, 2012) juga mengatakan bahwa populasi merupakan keseluruhan subjek (manusia, hewan, benda-benda, tumbuhan) serta berbagai gejala dan peristiwa yang terjadi sebagai sumber.Populasi dalam penelitian ini ada individu yang sudah berkeluarga, memiliki anak dan sedang bekerja. 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini merupakan karyawan yang bekerja di dalam suatu lembaga (kantor, perusahaan, CV, instansi pendidikan, dll), telah menikah

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 dan mempunyai anak. Pemilihan subjek yang telah menikah dan mempunyai anak didasarkan pada asumsi peneliti bahwa mereka lebih rentan mengalami konflik peran ganda. Kriteria status pernikahan dapat diketahui dengan menyediakan data demografis dalam lembar awal skala seperti inisial, usia, jenis kelamin dan status pernikahan. Sampel penelitian ini adalah sebagian dari populasi yang akan diteliti. Ali (dalam Taniredja & Mustafidah, 2012) mengemukakan bahwa sampel penelitian merupakan sebagian yang diambil dari keseluruhan subjek dan dianggap mewakili populasi serta diambil dengan teknik tertentu.Penelitian mengambil sampel karena populasi terlalu besar untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan nonrandom sampling yaitu metode sampling yang memiliki syarat bahwa tidak seluruh anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel (Taniredja & Mustafidah, 2010). Pengambilan sampel akan dilakukan di lembaga yang ada di Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling yaitu teknik yang digunakan untuk mencari informasi yang diperlukan kepada siapapun yang berhasil ditemui (Widi, 2010). E. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala. Metode pengambilan data pada penelitian ini akan menggunakan skala konflik peran ganda dan skala kepribadian tipe A dan tipe B. Perincian skala yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 1. Skala Konflik Peran Ganda Skala ini terdiri dari skala Konflik Pekerjaan Keluarga dan Konflik Keluarga Pekerjaan berupa skala Likert yang akan berisi pernyataan yang terdiri dari pernyataan favorable dan unfavorable. Dalam skala ini, subjek akan diminta memberi tanda pada enam pilihan jawaban yang diberikan yaitu “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Agak Setuju” (AS), “Agak Tidak Setuju” (ATS), “Tidak Setuju” (TS) dan “Sangat Tidak Setuju” (STS). Penilaian untuk jawaban STS adalah 1, TS adalah 2, ATS adalah 3, AS adalah 4, S adalah 5 dan SS adalah 6 untuk item favorable. Pada item unfavorable, penilaian untuk jawaban STS adalah 6, TS adalah 5, ATS adalah 4, AS adalah 3. S adalah 2 dan SS adalah 1. Pilihan jawaban disediakan lebih banyak dan pilihan “Netral” tidak diberikan untuk menghindari rendahnya kadar validitas karena Central Tendency Effect yaitu kecenderungan subjek untuk memberikan penilaian pada pusat gejala. Pilihan jawaban yang lebih banyak juga berfungsi untuk membuat jawaban subjek lebih menyebar walaupun terjadi pemusatan jawaban (Hadi, 2004). Terdapat 2 aspek konflik peran ganda dalam masing-masing skala yang akan diukur yaitu konflik pekerjaan-keluarga time-based, konflik pekerjaankeluarga strains-based dan konflik keluarga-pekerjaan time-based,konflik keluarga-pekerjaan strains-based.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 1.Blue Print Skala Konflik Peran Ganda sebelum Tryout Indikator Konflik PekerjaanKeluarga TOTAL Konflik KeluargaPekerjaan Time Based Strains Based Time Based Strains Based TOTAL Favorable 5, 18, 23, 39 4, 7, 22, 33 10 2, 12, 16, 37 8, 17, 19, 38 10 Unfavorable 35, 9, 20, 21, 28, 31 24, 3, 11, 27, 36, 40 10 29, 10, 14, 25, 26, 32 34, 1, 6, 13, 15, 30 10 Jumlah Bobot 10 50% 10 50% 20 10 100% 50% 10 50% 20 100% 2. Skala Tipe Kepribadian A dan B Skala ini berupa skala Likert yang akan berisi pernyataan yang terdiri dari pernyataan favorable dan unfavorable. Dalam skala ini, subjek akan diminta memberi tanda pada enam pilihan jawaban yang diberikan yaitu “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Agak Setuju” (AS), “Agak Tidak Setuju” (ATS), “Tidak Setuju” (TS) dan “Sangat Tidak Setuju” (STS). Penilaian untuk jawaban STS adalah 1, TS adalah 2, ATS adalah 3, AS adalah 4, S adalah 5 dan SS adalah 6 untuk item favorable. Pada item unfavorable, penilaian untuk jawaban STS adalah 6, TS adalah 5, ATS adalah 4, AS adalah 3. S adalah 2 dan SS adalah 1. Pilihan jawaban disediakan lebih banyak dan pilihan “Netral” tidak diberikan untuk menghindari rendahnya kadar validitas karena Central Tendency Effect yaitu kecenderungan subjek untuk memberikan penilaian pada pusat gejala. Pilihan jawaban yang lebih banyak juga berfungsi untuk membuat jawaban subjek lebih menyebar walaupun terjadi pemusatan jawaban (Hadi, 2004).

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Terdapat 5 ciri-ciri tipe kepribadian A yang akan diukur dalam skala ini yaitu memiliki dorongan secara terus menerus dan agresif untuk prestasi, kemajuan dan pengakuan, kompetitif dan berhasrat untuk menang, memiliki kebiasaan untuk tenggelam dalam beberapa pekerjaan dan hobi yang melibatkan subjek dengan tekanan waktu deadlines, kewaspadaan yang tinggi secara mental dan fisik, serta memiliki kecenderungan untuk mempercepat langkah mereka dalam pelaksanaan kebanyakan fungsi fisik dan mental. Tabel 2.Blue Print Skala Tipe Kepribadian A dan B sebelum Tryout Indikator Memiliki dorongan secara terus menerus dan agresif untuk prestasi, kemajuan dan pengakuan Kompetitif dan berhasrat untuk menang Memiliki kebiasaan untuk tenggelam dalam beberapa pekerjaan dan hobi yang melibatkan subjek dengan tekanan waktu deadlines Kewaspadaan yang tinggi secara mental dan fisik Memiliki kecenderungan untuk mempercepat langkah mereka dalam pelaksanaan kebanyakan fungsi fisik dan mental TOTAL Favorable Unfavorable Jumlah Bobot 1, 6, 16, 36, 11, 22, 28, 31, 10 20% 43 50 2, 17, 30, 34, 10, 15, 24, 41, 10 38 47 5, 12, 21, 40, 9, 20, 23, 29, 10 42 46 20% 3, 18, 19, 32, 8, 14, 26, 39, 10 44 48 4, 25, 27, 35, 7, 13, 33, 45, 10 37 49 20% 25 100% 25 50 20% 20%

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 F. VALIDITAS DAN RELIABILITAS ALAT UKUR 1. Validitas Skala Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument (Arikunto dalam Taniredja & Mustafidah, 2012). Arikunto (dalam Taniredja & Mustafidah, 2012) juga mengemukakan bahwa validitas adalah keadaan yang menunjukkan instrument yang bersangkutan mampu mengukur apa yang akan diukur. Validitas yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity) yang mengukur tingkat kebenaran suatu instrumen melalui isi dari area yang akan diukur. Validitas isi dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat ahli atau professional judgment (Kountur, 2003). Pada penelitian ini, pengujian validitas akan dilakukan dengan meminta pendapat dan mendiskusikan skala penelitian dengan dosen pembimbing. 2. Seleksi Aitem Pada seleksi aitem, parameter yang paling penting adalah daya diskriminasi aitem. Daya diskriminasi aitem merupakan sejauh mana aitem mampu membedakan antara individu maupun kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang akan diukur. Penghitungan daya diskriminasi aitem akan menghasilkan koefisien korelasi aitem-total (rix). Aitem yang akan dipilih adalah aitem yang baik dengan koefisien korelasi ≥0,30. Aitem yang memiliki nilai koefisien korelasi kurang dari 0,30 dianggap sebagai aitem yang kurang baik dan tidak akan digunakan.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Meskipun demikian, apabila jumlah aitem yang lolos tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka peneliti dapat menurunkan kriteria penilaian menjadi 0,25 tetapi tidak sampai dibawah 0,20 (Azwar, 1999). Pengambilan data uji coba dilakukan selama bulan Agustus 2014 sampai September 2014.Jumlah karyawan pada pengambilan data uji coba sebanyak 30 karyawan. a. Skala Konflik Peran Ganda Analisis aitem dalam penelitian ini menggunakan SPSS for Windows 16.0 dengan melihat nilai Corrected Item-Total Correlation dalam Reliability Statistics. Kriteria batasan yang digunakan pada skala konflik peran ganda adalah batasan 0,3. Aitem yang memiliki nilai Corrected Item-Total Correlation lebih dari 0,3 dinyatakan memenuhi syarat sedangkan yang kurang dari 0,3 digugurkan. Dari 20 aitem yang ada dalam skala Konflik Pekerjaan Keluarga, terdapat 8 aitem yang gugur dan 12 aitem yang dinyatakan memenuhi syarat. Aitem nomor 23 dan 36 dinyatakan tidak dipakai meskipun memenuhi syarat karena berdasarkan perhitungan sebelumnya, kedua aitem tersebut tidak memenuhi syarat.Jumlah aitem yang dinyatakan memenuhi syarat terdiri dari 6 aitem favorable dan 6 aitem unfavorable. Dari 20 aitem yang ada dalam skala Konflik Keluarga Pekerjaan, terdapat 9 aitem yang gugur dan 11 aitem yang dinyatakan memenuhi syarat. Aitem nomor 17 dan 38 dinyatakan tidak dipakai meskipun memenuhi syarat karena berdasarkan perhitungan sebelumnya, kedua

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 aitem tersebut tidak memenuhi syarat.Jumlah aitem yang dinyatakan memenuhi syarat terdiri dari 4 aitem favorable dan 7 aitem unfavorable.Jumlah aitem tersebut dinyatakan sebagai aitem akhir tanpa diseleksi kembali karena skala Likert merupakan skala sikap yang memiliki konsep teoritis bahwa objek ukur merupakan suatu kesatuan (tunggal) walaupun terdiri dari beberapa dimensi dan aspek. Aspek-aspek dalam skala sikap dirancang untuk mengukur hal yang sama sehingga setiap aspek tidak memiliki tujuan ukur yang berbeda secara spesifik melainkan memiliki tujuan ukur yang lebih luas sehingga komposisi aitem dalam setiap aspeknya tidak perlu disamakan (Azwar, 1999). Tabel 3.Blue Print Skala Konflik Peran Ganda sesudah Tryout Indikator Konflik PekerjaanKeluarga TOTAL Konflik KeluargaPekerjaan Time Based Strains Based Time Based Strains Based TOTAL Keterangan : Favorable 5, 18, 23, 39 4, 7, 22, 33 10 2, 12, 16, 37 8, 17, 19, 38 10 Unfavorable 35, 9, 20, 21, 28, 31 24, 3, 11, 27, 36, 40 10 29, 10, 14, 25, 26, 32 34, 1, 6, 13, 15, 30 10 Jumlah Bobot 10 50% 10 50% 20 10 100% 50% 10 50% 20 100% Aitem yang gugur ditandai dengan angka yang dicetak tebal

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Berikut adalah Blue Print skala konflik peran ganda yang telah diacak kembali : Tabel 4.Blue Print Skala Penelitian Konflik Peran Ganda Indikator Konflik PekerjaanKeluarga TOTAL Konflik KeluargaPekerjaan TOTAL Time Based Strains Based Time Based Strains Based Favorable 9, 17, 19, 21 11, 15 Unfavorable 4, 13, 23 2, 6, 20 Jumlah Bobot 7 58,3% 5 41,7% 6 18 3, 10, 16 6 5, 7, 12, 14 1, 8, 22 12 5 6 100% 45,5% 54,5% 4 7 11 100% b. Skala Tipe Kepribadian A dan B Analisis aitem dalam penelitian ini menggunakan SPSS for Windows 16.0 dengan melihat nilai Corrected Item-Total Correlation dalam Reliability Statistics. Kriteria batasan yang digunakan pada skala ini adalah batasan 0,25. Aitem yang memiliki nilai Corrected Item-Total Correlation lebih dari 0,25 dinyatakan memenuhi syarat sedangkan yang kurang dari 0,25 digugurkan. Dari 50 aitem yang ada, terdapat 26 aitem yang gugur dan 24 aitem yang dinyatakan memenuhi syarat.Jumlah aitem yang dinyatakan memenuhi syarat terdiri dari 9 aitem favorable dan 15 aitem unfavorable.Jumlah aitem tersebut dinyatakan sebagai aitem akhir tanpa diseleksi kembali karena skala Likert merupakan skala sikap yang memiliki konsep teoretis bahwa objek ukur merupakan suatu kesatuan (tunggal) walaupun terdiri dari beberapa dimensi dan aspek. Aspek-aspek dalam skala sikap dirancang untuk mengukur hal yang sama sehingga setiap aspek tidak memiliki tujuan ukur yang berbeda secara spesifik

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 melainkan memiliki tujuan ukur yang lebih luas sehingga komposisi aitem dalam setiap aspeknya tidak perlu disamakan (Azwar, 1999). Tabel 5.Blue Print Skala Tipe Kepribadian A dan B sesudah Tryout Indikator Memiliki dorongan secara terus menerus dan agresif untuk prestasi, kemajuan dan pengakuan Kompetitif dan berhasrat untuk menang Memiliki kebiasaan untuk tenggelam dalam beberapa pekerjaan dan hobi yang melibatkan subjek dengan tekanan waktu deadlines Kewaspadaan yang tinggi secara mental dan fisik Memiliki kecenderungan untuk mempercepat langkah mereka dalam pelaksanaan kebanyakan fungsi fisik dan mental TOTAL Keterangan : Favorable Unfavorable Jumlah Bobot 1, 6, 16, 36, 11, 22, 28, 31, 10 20% 50 43 2, 17, 30, 34, 10, 15, 24, 41, 10 47 38 5, 12, 21, 40, 9, 20, 23, 29, 10 42 46 20% 3, 18, 19, 32, 8, 14, 26, 39, 10 44 48 4, 25, 27, 35, 7, 13, 33, 45, 10 37 49 20% 25 100% 25 50 Aitem yang gugur ditandai dengan angka yang dicetak tebal 20% 20%

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Berikut adalah rincian aitem favorable dan unfavorable dalam skala tipe kepribadian A dan B yang telah diacak kembali : Tabel 6.Blue Print Skala Penelitian Tipe Kepribadian A dan B Indikator Memiliki dorongan secara terus menerus dan agresif untuk prestasi, kemajuan dan pengakuan Kompetitif dan berhasrat untuk menang Memiliki kebiasaan untuk tenggelam dalam beberapa pekerjaan dan hobi yang melibatkan subjek dengan tekanan waktu deadlines Kewaspadaan yang tinggi secara mental dan fisik Memiliki kecenderungan untuk mempercepat langkah mereka dalam pelaksanaan kebanyakan fungsi fisik dan mental TOTAL Favorable 11 Unfavorable 4, 6, 14, 24 Jumlah Bobot 5 20,83% 1 9 2 8,33% 2, 15, 20, 21 8, 13, 16, 17 8 33,33% 10 5 2 8,33% 7, 18 3, 12, 19, 22, 7 23 29,17% 9 15 100% 3. Reliabilitas Reliabilitas merupakan konsistensi alat ukur dalam memberikan penilaian atas apa yang diukur (Kountur, 2003). Koefisien reliabilitas (r xx’) berada dalam rentang 0 sampai 1,00. Apabila koefisien reliabilitas semakin mendekati 1,00 maka reliabilitas semakin tinggi. Sebaliknya, apabila koefisien reliabilitas semakin mendekati 0 maka reliabilitas semakin rendah (Azwar, 1999).Reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah koefisien Cronbach’s Alpha melalui perhitungan menggunakan SPSS for Windows 16.0.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 a. Skala Konflik Peran Ganda Koefisien skala konflik pekerjaan keluarga sebelum seleksi aitem adalah 0,860 sedangkan setelah dipilih 12 aitem yang baik menghasilkan koefisien 0,906. Skala ini dikatakan reliabel karena konsistensi nilai alat ukur mendekati 1,00.Koefisien skala konflik keluarga pekerjaan sebelum seleksi aitem adalah 0,770 sedangkan setelah dipilih 11 aitem yang baik menghasilkan koefisien 0,831. Skala ini dinyatakan reliabel karena konsistensi nilai alat ukur mendekati 1,00. b. Skala Tipe Kepribadian A dan B Koefisien skala tipe kepribadian A dan B sebelum seleksi aitem adalah 0,770 sedangkan setelah dipilih 24 aitem yang baik menghasilkan koefisien 0,831. Skala ini dikatakan reliabel karena konsistensi nilai alat ukur mendekati 1,00. G. METODE ANALISIS DATA 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan uji yang digunakan untuk melihat apakah data penelitian berasal dari populasi yang sebarannya normal.Uji ini perlu dilakukan karena semua perhitungan statistik parametrik memiliki asumsi normalitas sebaran. Hal tersebut berarti formula atau rumus yang digunakan untuk melakukan suatu uji dibuat berdasarkan asumsi bahwa data yang akan dianalisis berasal dari populasi yang sebarannya normal

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 (Santoso, 2010). Uji normalitas akan dilakukan dengan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov Z dengan bantuan program komputer SPSS for Windows 16.0. Jika nilai p lebih besar daripada 0,05 maka sebaran data yang didapatkan normal. Sebaliknya, jika nilai p lebih kecil daripada 0,05 maka sebaran data yang didapatkan tidak normal (Santoso, 2010). b. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk melihat kesamaan dari varian data yang diperoleh. Uji homogenitas yang akan digunakan adalah Levene’s Test dengan bantuan program komputer SPSS for Windows 16.0. Pendekatan Levene menggunakan mean sebagai ukuran tendensi sentral karena lebih peka terhadap ketidaknormalan data (Santoso, 2010). 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Independent Sample T-Test. Metode ini digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata yang signifikan dari dua kelompok sampel yang independen (Purwanto & Sulistyastuti, 2008).

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Sebelum melaksanakan pengambilan data, penulis mengajukan izin penelitian menggunakan proposal dan surat pengantar penelitian dari Universitas Sanata Dharma. Setelah izin penelitian dikonfirmasi oleh beberapa lembaga yang ada di Yogyakarta, pengambilan data mulai dilaksanakan selama bulan September 2014 sampai Oktober 2014. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Konflik Pekerjaan Keluarga dengan 12 pernyataan yang lulus uji coba aitem, skala Konflik Keluarga Pekerjaan dengan 11 pernyataan yang lulus uji coba aitem dan skala Tipe Kepribadian A dan B dengan 24 pernyataan yang lulus uji coba aitem. Skala penelitian tersebut dititipkan kepada 1 orang yang bertanggungjawab dalam lembaga yang menjadi tempat pengambilan data. Penulis akan dihubungi oleh orang tersebut apabila skala yang diberikan telah selesai diisi dan dapat diambil kembali oleh penulis. B. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan yang sudah menikah dan memiliki anak.Sebagian besar subjek pada penelitian ini adalah karyawan Universitas Sanata Dharma (66,7%) dan sisanya berasal dari lembaga-lembaga 52

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 lain di Yogyakarta (33,3%). Skala dalam penelitian ini disebar kepada 186 karyawan yang bekerja di beberapa lembaga di Yogyakarta.Akan tetapi, skala yang kembali dan dapat dianalisis berjumlah 120 skala. Berikut merupakan deskripsi subjek penelitian : Tabel 7. Deskripsi Subjek Penelitian Jumlah Prosentase 76 41 3 120 63,3% 34,2% 2,5% 100% 14 52 41 11 2 120 11,7% 43,2% 34,2% 9,2% 1,7% 100% 38 58 15 9 120 31,7% 48,3% 12,5% 30% 100% 22 19 30 25 16 8 120 18,3% 15,8% 25% 20,8% 13,3% 6,7% 100% 7 87 23 3 120 5,8% 72,5% 19,2% 2,5% 100% Karakteristik Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Tidak teridentifikasi Total Usia 20-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun >50 tahun Tidak teridentifikasi Total Jumlah Anak yang Dimiliki Satu anak Dua anak Tiga anak >Tiga anak Total Lama Bekerja 1-5 tahun 6-10 tahun 11-15 tahun 16-20 tahun >20 tahun Tidak teridentifikasi Total Jam kerja/hari <8 jam/hari 8 jam/hari >8 jam/hari Tidak teridentifikasi Total

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Jarak dari Rumah ke Kantor 1-10 km 11-20 km 21-30 km >30 km Tidak teridentifikasi Total Jumlah Penghuni Rumah 1-5 orang 6-10 orang Tidak teridentifikasi Total 37 39 21 6 17 125 30,8% 32,5% 17,5% 5% 14,2% 100% 94 22 4 120 78,3% 18,3% 3,3% 100% Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar jenis kelamin subjek adalah laki-laki (63,3%). Mayoritas subjek berusia 31 sampai 40 tahun (43,2%) dan memiliki dua anak (48,3%). Kebanyakan subjek telah bekerja selama 11 sampai 15 tahun (25%) dengan jam kerja 8 jam per hari (72,5%). Sebagian besar subjek memiliki rumah yang berjarak 11 sampai 20 km dari kantor (32,5%) dan tinggal bersama 1 sampai 5 orang dalam satu rumah (78,3%). C.Deskripsi Data Penelitian Deskripsi data penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran data penelitian seperti rata-rata, skor minimum, skor maksimum dan standar deviasi. Berikut merupakan deskripsi data penelitian :

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 8. Deskripsi Data Penelitian Descriptive Statistics N Konflik Pekerjaan Keluarga Konflik Keluarga Pekerjaan Minimum Maximum Mean Std. Deviation 120 16 55 31.27 7.601 120 13 50 28.78 6.675 Berdasarkan tabel tersebut, skor minimum pada 120 subjek adalah 16 dan skor maksimum adalah 55 pada skala Konflik Pekerjaan Keluarga sedangkan pada skala Konflik Keluarga Pekerjaan skor minimum adalah 13 dan skor maksimum adalah 50. Nilai rata-rata (mean) pada skala Konflik Pekerjaan Keluarga adalah 31,27 dan pada skala Konflik Keluarga Pekerjaan adalah 28,78. Nilai rata-rata tersebut merupakan mean secara empirik (ME) yang akan dibandingkan dengan mean secara teoritis (MT) untuk melihat tinggi rendahnya konflik peran ganda pada seluruh subjek. Mean secara teoritis (MT) dapat diperoleh menggunakan rumus sebagai berikut : a. Mean Teoritis Skala Konflik Pekerjaan Keluarga MT = (skor terendah x jumlah aitem) + (skor tertinggi x jumlah aitem) 2 MT = (1 x 12) + (6 x 12) 2 MT = 12+ 72 2 MT = 84 2 MT = 42

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 b. Mean Teoritis Skala Konflik Keluarga Pekerjaan MT = (skor terendah x jumlah aitem) + (skor tertinggi x jumlah aitem) 2 MT = (1 x 11) + (6 x 11) 2 MT = 11+ 66 2 MT = 77 2 MT = 38,5 Berdasarkan rumus tersebut, dapat diketahui bahwa mean secara teoritik adalah 42 pada skala Konflik Pekerjaan Keluarga dan 38,5 pada skala Keluarga Pekerjaan sehingga dapat disimpulkan bahwa konflik peran ganda seluruh subjek tergolong rendah karena mean secara empirik yaitu 31,27 dan 28,78 lebih rendah daripada mean teoritik. Perbedaan tinggi dan rendahnya konflik peran ganda pada tipe kepribadian A dan B dapat dilihat dengan membandingkan mean secara empirik yang diperoleh dari Independent Samples Test dengan mean secara teoritik. Berikut adalah hasil perbandingannya : Tabel 9. Mean Empirik dan Teoritik Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Konflik Tipe A 60 16 52 29.92 Pekerjaan Tipe B 60 19 55 32.63 Keluarga Konflik Tipe A 60 13 42 27.95 Keluarga Tipe B 60 15 50 29.62 Pekerjaan Std. Deviation 6.466 8.425 6.212 7.062

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Berdasarkan tabel tersebut, konflik pekerjaan keluarga dan keluarga pekerjaanpada tipe kepribadian B lebih tinggi daripada tipe kepribadian A. Meskipun demikian, mean empirik pada tipe kepribadian A maupun B lebih rendah daripada mean teoritik sehingga konflik peran ganda pada tipe kepribadian A dan B tergolong rendah. D. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan uji yang digunakan untuk melihat apakah data penelitian berasal dari populasi yang sebarannya normal.Uji ini perlu dilakukan karena semua perhitungan statistik parametrik memiliki asumsi normalitas sebaran. Hal tersebut berarti formula atau rumus yang digunakan untuk melakukan suatu uji dibuat berdasarkan asumsi bahwa data yang akan dianalisis berasal dari populasi yang sebarannya normal (Santoso, 2010). Uji normalitas akan dilakukan dengan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov Z dengan bantuan program komputer SPSS for Windows 16.0. Jika nilai p (Asymp.Sig) lebih besar daripada 0,05 maka sebaran data yang didapatkan normal. Sebaliknya, jika nilai p (Asymp.Sig) lebih kecil daripada 0,05 maka sebaran data yang didapatkan tidak normal (Santoso, 2010).

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 10.Ringkasan Uji Normalitas Skala Konflik Peran Ganda (One Sample Kolmogorov-Smirnov Z) Konflik Pekerjaan Konflik Keluarga Keluarga Pekerjaan N 120 120 Kolmogorov-Smirnov Z 1.387 0,968 Asymp. Sig. (2-tailed) 0,043 0,306 Data selengkapnya dapat dilihat di lampiran D Berdasarkan uji normalitas pada skala konflik peran ganda diperoleh nilai p (Asymp.Sig) pada skala konflik keluarga pekerjaan sebesar 0,306 sehingga dapat disimpulkan bahwa sebaran data yang didapatkan normal karena nilai p lebih besar daripada 0,05, sedangkan pada skala konflik pekerjaan keluarga diperoleh nilai p (Asymp.Sig) sebesar 0,043. Meskipun nilai p (Asymp.Sig) yang diperoleh lebih rendah daripada 0,05, sebaran data tetap dianggap normal karena nilai p (Asymp.Sig) hanya sedikit di bawah 0,05 sehingga uji t tetap dapat dilakukan karena uji t merupakan uji yang kebal terhadap ketidaknormalan yang tidak terlalu parah (Santoso, 2010). Tabel 11.Ringkasan Uji Normalitas Skala Tipe Kepribadian A dan B(One Sample Kolmogorov-Smirnov Z) Tipe Kepribadian A dan B N 120 Kolmogorov-Smirnov Z .913 Asymp. Sig. (2-tailed) .376 Data selengkapnya dapat dilihat di lampiran D Berdasarkan uji normalitas pada skala tipe kepribadian A dan B diperoleh nilai p (Asymp.Sig) sebesar 0,376 sehingga dapat disimpulkan

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 bahwa sebaran data yang didapatkan normal karena nilai p lebih besar daripada 0,05. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk melihat kesamaan dari varian data yang diperoleh. Uji homogenitas yang akan digunakan adalah Levene’s Test dengan bantuan program komputer SPSS for Windows 16.0. Pendekatan Levene menggunakan mean sebagai ukuran tendensi sentral karena lebih peka terhadap ketidaknormalan data (Santoso, 2010). Jika varian data sama (Sig > 0,05) maka uji t menggunakan Equal Variance Assumed (diasumsikan varian sama) dan jika varian berbeda (Sig < 0,05) maka uji t menggunakan Equal Variance Not Assumed (diasumsikan varian berbeda). Nilai signifikansi dari uji Levene’s pada Konflik Pekerjaan Keluarga adalah 0,037 (Sig < 0,05) yang berarti bahwa data berasal dari varian yang berbeda sehingga uji t akan menggunakan Equal Variance not Assumed (diasumsikan varian tidak sama) (Priyatno, 2012). Nilai signifikansi dari uji Levene”s pada Konflik Keluarga Pekerjaan adalah 0,214 (Sig > 0,05) yang berarti data berasal dari varian yang sama sehingga uji t akan menggunakan Equal Variance Assumed (diasumsikan varian sama) (Priyatno, 2012).

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 12. Ringkasan Levene’s Test pada Konflik Pekerjaan Keluarga Levene's Test for Equality of Variances F Sig. 4.433 .037 Equal Variance Assumed Equal Variance Not Assumed Data selengkapnya dapat dilihat di lampiran E Tabel 13. Ringkasan Levene’s Test pada Konflik Keluarga Pekerjaan Levene's Test for Equality of Variances F Sig. 1.559 .214 Equal Variance Assumed Equal Variance Not Assumed Data selengkapnya dapat dilihat di lampiran E 2. Uji Hipotesis Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara melihat nilai Sig. (2tailed). Jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B dan jika nilai Sig. (2-tailed) ≤ 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. Berdasarkan uji Levene’s yang telah dilakukan, data Konflik Pekerjaan Keluarga diasumsikan berada pada varian yang tidak sama sehingga uji t dilakukan dengan menggunakan Equal Variance not Assumed (diasumsikan varian tidak sama).

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel 14. Ringkasan Independent Samples Test Konflik Pekerjaan Keluarga Independent Samples Test t-test for Equality of Means t df 95% Confidence Interval of the Sig. Difference (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Lower Upper -1.981 118 .050 -2.717 1.371 -5.432 -.002 Equal variances assumed Equal variances -1.981 110.600 .050 -2.717 1.371 -5.434 .000 not assumed Data selengkapnya dapat dilihat di lampiran E Berdasarkan tabel tersebut, nilai Sig. (2-tailed) yang didapatkan adalah 0,050 ( ≤ 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan konflik pekerjaan keluarga ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. Di sisi lain, Konflik Keluarga Pekerjaan diasumsikan berada pada varian yang sama sehingga uji t dilakukan dengan menggunakan Equal Variance Assumed (diasumsikan varian sama).

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 15. Ringkasan Independent Samples Test Konflik Keluarga Pekerjaan Independent Samples Test t-test for Equality of Means t Df 95% Confidence Interval of the Sig. Difference (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Lower Upper -1.373 118 .172 -1.667 1.214 -4.071 Equal variances assumed -1.373 116.113 .173 -1.667 1.214 -4.072 Equal variances not assumed Data selengkapnya dapat dilihat di lampiran E .738 .738 Berdasarkan tabel tersebut, nilai Sig. (2-tailed) yang didapatkan adalah 0,172 ( > 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan konflik keluarga pekerjaan ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. E. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis penelitian pada skala konflik pekerjaan keluarga, nilai sig. (2-tailed) yang diperoleh pada adalah 0,05 ( ≥ 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima artinya terdapat perbedaan konflik pekerjaan keluarga ditinjau dari tipe kepribadian A dan B.Hasil analisis menunjukkan bahwa tipe kepribadian B memiliki nilai mean yang lebih tinggi daripada tipe kepribadian A. Hal tersebut berarti konflik pekerjaan keluarga pada tipe kepribadian B lebih tinggi dibandingkan dengan tipe kepribadian A.Hal tersebut dapat disebabkan oleh tipe kepribadian B merupakan tipe kepribadian yang cenderung menyalahkan faktor eksternal

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 saat menghadapi konflik sehingga tipe kepribadian B memiliki kecenderungan untuk menyalahkan orang lain (Musante, Macdougal, Dembroski, 1984) sehingga apabila tipe kepribadian B menghadapi konflik dalam pekerjaannya maka tipe kepribadian B dapat membawa konflik itu sampai ke keluarganya. Hal tersebut dapat membuat tipe kepribadian B juga rentan mengalami konflik pekerjaan keluarga. Tipe kepribadian B dapat mengalami konflik pekerjaan keluarga karena tipe kepribadian B merupakan tipe kepribadian yang santai dan tidak terburu-buru (Smither, 1994) sehingga memerlukan waktu yang lama juga untuk menyelesaikan suatu tugas. Sifat tipe kepribadian B yang santai dan tidak terburu-buru juga akan membuatnya rentan mengalami time-based conflict, yaitu konflik yang terjadi pada saat tuntutan pada salah satu peran membuat individu tidak punya waktu yang cukup untuk peran yang lainnya. Selain itu, tipe kepribadian B juga akan rentan mengalami strains-based conflict karena tipe kepribadian B merupakan tipe kepribadian yang mudah mengekpresikan emosinya (Friedman, 1996) sehingga kondisi emosi dalam lingkungan pekerjaan akan mudah diekspresikan pada keluarga. Hasil analisis yang menunjukkan bahwa tipe kepribadian B lebih rentan terhadap konflik pekerjaan keluarga berbeda dengan hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa tipe kepribadian A akan lebih rentan terhadap konflik pekerjaan keluarga. Hal ini dapat disebabkan oleh karakteristik lain dari tipe kepribadian A yang mampu menghadapi konflik pekerjaan keluarga. Tipe kepribadian A memang sering membawa pekerjaan ke rumah tetapi tipe

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 kepribadian A sangat mementingkan waktu dan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat sehingga tipe kepribadian A akan tetap memiliki waktu untuk keluarganya. Tipe kepribadian A juga merupakan tipe kepribadian yang mampu terlibat dalam dua fungsi sekaligus sehingga tipe kepribadian A akan mampu memenuhi tanggung jawab di pekerjaan maupun di rumah sekaligus. Hasil analisis jugamenunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) yang didapatkan pada skala konflik keluarga pekerjaan adalah 0,172 ( > 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua pada penelitian ini ditolak yaitu tidak ada perbedaan konflik keluarga pekerjaan ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. Hasil analisis menunjukkan bahwa mean empirik tipe kepribadian A dan B lebih rendah dibandingkan mean teoritik yang berarti konflik keluarga pekerjaan pada tipe kepribadian A dan B tergolong rendah. Hal tersebut dapat disebabkan oleh karakteristik tipe kepribadian B yang mampu mempercayakan pekerjaannya kepada orang lain sehingga jika tipe kepribadian B harus menyelesaikan tuntutan dalam keluarga maka tipe kepribadian B dapat meminta orang lain untuk membantunya menyelesaikan pekerjaannya. Hal tersebut dapat menyebabkan tipe kepribadian B menjadi tidak terlalu berkonflik dalam konflik keluarga pekerjaan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Tipe kepribadian A juga memiliki konflik keluarga pekerjaan yang rendah di dalam penelitian ini. Hal tersebut dapat disebabkan oleh karakteristik tipe kepribadian A yang ambisius dan memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai tujuannya sehingga tipe kepribadian A akan fokus pada

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 tanggung jawab pekerjaannya dan tidak akan membawa konflik dalam keluarga sampai pada pekerjaannya. Faktor lain yang dapat mempengaruhi rendahnya konflik peran ganda dalam penelitian ini adalah mayoritas subjek baik tipe kepribadian A dan B memiliki 2 anak dengan rentang umur satu sampai lima tahun (48,3%). Menurut Ahmad (2008), seseorang yang memiliki anak terutama balita akan lebih rentan mengalami konflik peran ganda. Oleh karena itu, tipe kepribadian A maupun B pada penelitian ini memiliki peluang yang sama untuk mengalami konflik peran ganda. Hal lain yang mungkin mempengaruhi rendahnya konflik peran ganda pada tipe kepribadian A dan B dalam penelitian ini adalah jam kerja per hari. Berdasarkan undang-undang nomor 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan, waktu kerja adalah 8 jam per hari untuk 5 hari kerja dalam seminggu.Sebagian besar subjek pada penelitian ini sudah memiliki jam kerja yang sesuai dengan peraturan yaitu 8 jam per hari untuk 5 hari kerja (72,5%) sehingga subjek kemungkinan masih memiliki waktu bersama keluarga karena menurut Tenbrunsel, Brett, Maoz, Stroh,&Reilly (1995), waktu kerja yang panjang akan membuat seseorang sulit menghabiskan waktu bersama keluarga (dalam Voydanoff, 2005).

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) pada konflik pekerjaan keluarga adalah 0,05. Artinya hipotesis pertama pada penelitian ini diterima sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan konflik pekerjaan keluarga ditinjau dari tipe kepribadian A dan B.Hasil analisis pada konflik keluarga pekerjaan menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,172. Artinya hipotesis kedua pada penelitian ini ditolak sehingga disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan konflik keluarga pekerjaan ditinjau dari tipe kepribadian A dan B. B. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan pada penelitian ini adalah data penelitian tidak dapat menjelaskan mengenai perbedaan konflik peran ganda pada pria dan wanita karena jumlah subjek pria dan wanita yang tidak seimbang.Keterbatasan lainnya adalah aitem yang seharusnya memenuhi syarat akhirnya tidak dipakai karena perhitungan sebelum skala konflik peran ganda dipisah sesuai dengan dimensinya menyatakan bahwa aitem tersebut tidak memenuhi syarat. 66

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 C. Saran 1. Bagi subjek penelitian Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan konflik pekerjaan keluarga ditinjau dari konflik peran ganda sehingga penulis menyarankan agar para karyawan lebih memperhatikan pembagian waktu mereka untuk pekerjaan dan keluarga agar konflik pekerjaan keluarga tidak terjadi. Hasil analisis yang lain menunjukkan bahwa tipe kepribadian B lebih rentan dengan konflik pekerjaan dan keluarga sehingga penulis menyarankan agar individu yang cenderung merupakan tipe kepribadian B agar lebih waspada dan sadar akan konflik pekerjaan keluarga. 2. Bagi peneliti selanjutnya Bagi peneliti lain yang ingin mengangkat topik yang sama, diharapkan meneliti mengenai perbedaan konflik peran ganda pada pria dan wanita karena pria dikatakan cenderung mengalami konflik pekerjaan keluarga dan wanita cenderung mengalami konflik keluarga pekerjaan sehingga menambahkan variabel jenis kelamin akan lebih menambah pengetahuan mengenai konflik peran ganda.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ahmad, A. ( 2008 ). Job, Family and Individual Factors as Predictors of WorkFamily Conflict.The Journal of Human Resource and Adult Learning Vol. 4 Num. 1, 59-63. Antara News. ( 26 Mei 2013 ). Polisi Bunuh Diri Akibat Tekanan Berat. Diperoleh tanggal 8 Desember 2013 dari http://www.antaranews.com/berita/ 376711/polisi-bunuh-diri-akibat-tekanan-berat Azwar, S. (1999).Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Badan Pusat Statistik. ( 2009-2012 ). Persentase Penduduk Berumur 15 tahun Ke Atas menurut Jenis Kegiatan Seminggu Yang Lalu. Diperoleh tanggal 21 Maret 2014 dari http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1& daftar=1&id_subyek=notab=8 Badan Pusat Statistik. ( 2009-2012 ). Persentase Rumah Tangga menurut Provinsi, Jenis Kelamin KRT yang Bekerja, dan Daerah Tempat Tinggal. Diperoleh tanggal 21 Maret 2014 dari http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php? kat=1&tabel=1&daftar=!&id_subyek=40¬ab=6 Baumeister, R. F. ( 2007 ). Encyclopedia of Social Psychology. SAGE Publication Inc. Billing, T.K., Glassboro, Steverson, P. (2013).Moderating Role of Type-A Personality on Stress-Outcome Relationships. Management Decision Vol. 51 Num. 9, 1893-1904. Blanch, A., Aluja, A. (2012). Social Support (Family and Supervisor), work family conflict, and burnout : Sex Differences. The Journal of Human Relations 65(7), 811-833. Bortner, R.W. (1968). A Short Rating Scale as A Potential Measure of Pattern A Behavior. Journal of Chronic Diseases Vol.22 Issue 2, 87-91 Boyar, S.L., Carson, C.M., Mosley Jr, D.C., Maertz Jr, C.P., Pearson, A.W. (2006).Assessment of The Validity of Netemeyer et al.’s (1996) WFC and FWC scales. Internasional Journal of Conflict Manajement Vol.17 Num. 1, 34-44. Cloninger, S. (2004).Theories of Personality Understanding Persons 4th Edition.USA : Pearson Education, Inc, 7. Data Statistik Negara.( 2006 ). Daftar/Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama di Seluruh Dunia. Diperoleh tanggal 21 maret 2014 dari http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=agama-1&info1=e Dole, C., Schroeder, R.G. (2001). The Impact of Various Factors on The Personality, Job Satisfaction and Turnover Intentions of Professional Accountants. Managerial Auditing Journal Vol.16 Num. 4, 234-245 Femina.Antara Bisnis dan Keluarga. Diperoleh tanggal 22 Maret 2014 dari http://www.femina.co.id/isu.wanita/karier/antara.bisnis.dan.keluarga/005/001/8 1 Feist, J., Feist, G.J. (2010).Teori Kepribadian (Theories of Personality) 7th Edition Buku I. Jakarta : Salemba Humanika, 4. Gaffey, A.R., Rottinghaus, P.J. (2009).The Factor Structure of The Work-Family Conflict Multidimensional Scale : Exploring The Expectations of College Students. Journal of Career Assessment Vol. 17 Num. 4, 495-506. 68

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Giu, A. R. ( 2013 ). Pengaruh Desain Organisasi dan Tipe Kepribadian Terhadap Stres Kerja Pegawai pada Balai Diklat Keagamaan Manado.Jurnal EMBA :Vol.1 No.3 September 2013, 476-486 Hadi, S. (2004).Metodologi Research Jilid 2.Yogyakarta : Penerbit Andi Harian Kompas. Perempuan, Kerja dan Keluarga.Diperoleh tanggal 31 Maret 2014 dari http://female.kompas.com/read/2011/04/03/10300755/Perempuan. Kerja.dan.Keluarga Hassan, Z., Dollard, M.F., Winefield, A.H. (2010). Work-Family Conflict in East vs Western Countries. Cross Cultural Manajement :An International Journal Vol.17 Num.1, 30-49. Hassmen, P., Stahl, R., Borg, G. (1993). Psychophysiological Responses to Exercise in Type A/B Men.Psychosomatic Medicine Vol. 55, 178-184 Jeswani, S., Dave, S. (2012). Impact of Individual Personality on Turnover Intention (A Study on Faculty Members). Journal of Management and Labour Studies Vol. 37 Num. 3, 253-265. Kementerian Riset dan Teknologi.12 Januari 2009. Diskriminasi Gender : Masih Adakah?. Diperoleh tanggal 20 Maret 2014 di http://ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/3367/print Kompasiana.12 Mei 2011.Istri Bekerja Menurut Islam. Diperoleh tanggal 20 Maret 2014 di http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/12/istri-bekerjamenurut-islam-364124.html Kompasiana.14 Mei 2012.Pria Depresi Kalau Urusan Keluarga Masuk dalam Pekerjaan.Diperoleh tanggal 8 Desember 2013 dihttp://kesehatan. kompasiana.com/kejiwaan/2012/05/14/pria-depresi-kalau-urusan-keluargamasuk-dalam-pekerjaan-457172.html Korotkov, D., Perunovic, M., Claybourn, M., Fraser, I., Houlihan, M., Macdonald, M., Korotkov, K.A. (2010).The Type B Behavior Pattern as a Moderating Variable of The Relationship between Stressor Chronicity and Health Behavior. Journal of Health Psychology Vol.16 Num.3, 397-409. Kountur, R. (2003). Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis.Jakarta : Penerbit PPM Kunnanatt, J.T. (2003). Type A Behavior Pattern and Managerial Performance (A Study Among Bank Executive in India). Internasional Journal of Manpower Vol. 24 No. 6, 720-734. Lee, D.J., King, D.W., King, L.A. (1987). Measurement of The Type A Behavior Pattern by Self-Report Questionnaires : Several Perspectives on Validity. Journal of Educational and Psychological Measurement 47 : 409. Mischel, W. (1971).Introduction to Personality 2nd Edition.USA : Holt, Rinehart and Winston, Inc., 2. Musante, L., MacDougall, J.M., Dembroski T.M. (1984). The Type A Behavior Pattern and Atributions for Success and Failure.Personality and Social Psychology Bulletin. Vol. 10 No. 4, 544-553.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Muslim.or.id. Pahala Melimpah Bagi Muslimah yang Tinggal di Rumah. Diperoleh tanggal 20 Maret 2014 dihttp://muslim.or.id/muslimah/pahalamelimpah-bagi-muslimah-yang-tinggal-di-rumah.html Nikandrou, I., Panayotopoulou, L., Apospori, E. (2008). The Impact of Individual and Organizational Characteristics on Work-Family Conflict and Career Outcomes. Journal of Managerial Psychology Vol.23 Num.5, 576-598. Okezone.Lima Masalah Paling Umum dalam Pernikahan. Diperoleh tanggal 31 Maret 2014 dihttp://lifestyle.okezone.com/read/2013/09/23/196/870506/limamasalah-paling-umum-dalam-pernikahan/large Pervin, L.A., Cervone, D., John, O.P. (2010). Psikologi Kepribadian (Teori & Penelitian) Edisi kesembilan.Jakarta : Kencana. Priyatno, D. (2012). Belajar Praktis Analisis Parametrik dan Non Parametrik dengan SPSS.Yogyakarta : Penerbit Gava Media. Purwanto, E.A., Sulistyastuti, D.R. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif untuk Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial.Yogyakarta : Penerbit Gava Media Rahmadita, I. (2013).Hubungan antara Konflik Peran Ganda dan Dukungan Sosial Pasangan dengan Motivasi Kerja pada Karyawati di Rumah Sakit Abdul Rivai-Berau. Ejournal Psikologi 1(1), 56-68. Rathi, N., Barath, M. (2013).Work-Family Conflict and Job and Family Satisfaction (Moderating Effect of Social Support among Police Personnel). Equality, Diversity and Inclusion : An Internasional Journal Vol. 32, Num. 4, 438-454. Riggio, R.E. ( 2008 ). Introduction to Industrial/Organizational Psychology. USA: Pearson, 255. Rosenman, H.R., Friedman, M. (1961).Association of Specific Behavior Pattern in Women with Blood and Cardiovascular Findings. Journal of The American Heart Association Vol. 24 Num. 5, 1173-1184 Rotondo, D.M., Carlson, D.S., Kincaid, J.F. (2002). Coping with Multiple Dimensions of Work-Family Conflict. Personnel Review Vol.32 Num. 3, 275296. Santoso, A. (2010). Statistik untuk Psikologi dari Blog menjadi Buku.Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma Schultz, D.P., Schultz, S.E. (2006). Psychology and Work Today 9th Edition. New Jersey : Pearson Education, Inc, 358. Setyaningrum, R. Tjokroamidjojo, S. ( 2006 ). Pengaruh kepribadian terhadap WFC(Studi pada perawat di sebuah RS Swasta Surakarta). Fokus Manajerial Vol. 4 No. 2, 130-143. Shaheen, N. ( 2012 ). Type A Behavior and Work Family Conflict in Professional Women. Pakistan Journal of Social and Clinical Psychology Vol.9 No.3, 70-74. Smither, R.D. (1994).The Psychology of Work and Human Performance 2nd Edition. New York : HarperCollins College Publishers, Inc, 474. Spector, P. E. ( 2008 ). Industrial and Organizational Psychology Research and Practice.USA : John Wiley & Sons, Inc, 301.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Srivastava, S. (2009).Effect of Type A Personality on Stress-Strain Relationship : A Study on Private Sector Managers. Management and Labour Studies Vol.34 Num.4, 582. Taniredja, T., Mustafidah, H. (2012).Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung : Alfabeta Tjosvold, D. (2006). Defining Conflict and Making Choices about Its Management. International Journal of Conflict Management Vol.17 Num.2, 87-95. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.Diperoleh tanggal 20 Oktober 2014 dari http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_13_03.htm. Voydanoff, P. (2005). Work Demands and Work-to-Family and Family-to-Work Conflict : Direct and Indirect Relationship. Journal of Family Issues Vol.26 Num.6, 707-726. Widi, R. K. (2010). Asas Metodologi Penelitian. Yogyakarta : Graha Ilmu Zhang, M., Griffeth, R.W., Fried, D.D. (2011).Work Family Conflict and Individual Consequences. Journal of Managerial Psychology Vol. 27 Num. 7, 696-713.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN A Skala Penelitian (Tryout) 72

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 SKALA PENELITIAN Filinia FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Yogyakarta, Juni 2014 Yth. Bapak/ Ibu/ Saudara/ i yang turut berpartisipasi dalam penelitian ini Dengan hormat, dengan ini saya : Nama : Filinia NIM : 109114089 Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, memohon izin untuk meminta bantuan serta partisipasi Bapak/ Ibu/ Saudara/ i untuk mengisi skala ini dalam rangka membantu menyelesaikan tugas akhir (skripsi) saya. Skala ini terdiri dari beberapa pernyataan yang dikelompokkan dalam beberapa bagian. Dalam merespon pernyataan-pernyataan tersebut, saya sangat berharap Bapak/ Ibu/ Saudara/ i untuk mengisinya dengan sebenar-benarnya, apa adanya, dan sejujur-jujurnya sesuai dengan keadaan Bapak/ Ibu/ Saudara/ i dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengisian skala ini tidak ada penilaian benar atau salah, serta data yang diberikan oleh Bapak/ Ibu/ Saudara/ i sangat terjaga kerahasiaannya. Saya juga mohon Bapak/ Ibu/ Saudara/ I untuk selalu memperhatikan petunjuk pengerjaan dan instruksi yang diberikan dalam mengisi skala ini, karena hasil dari pengisian ini akan digunakan untuk kepentingan ilmiah. Atas perhatian dan partisipasi Bapak/ Ibu/ Saudara/ i, saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, Filinia

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini saya menyatakan kesediaan saya untuk mengisi skala ini tanpa adanya paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun namun saya dengan sukarela mengisi skala ini demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah yang disusun. Semua respon yang saya berikan mewakili apa yang saya alami dalam kehidupan saya sehari-hari dan bukan atas pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga memberikan ijin agar jawaban saya dapat digunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah meskipun tanpa mencantumkan identitas pribadi saya. Yogyakarta, Juni 2014 (……….…...……..………….……….)

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 DATA DIRI Usia : ____ tahun Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan* Status Pernikahan : Lajang / Menikah / Duda / Janda* (*coret yang tidak sesuai) Pekerjaan pasangan : Jumlah anak : ____ anak Usia anak : ______________________tahun* (*jika anak lebih dari satu, silakan menyebutkan semuanya dimulai dari usia anak yang tertua. Contoh jawaban : 20 tahun, 8 tahun, 5 tahun). Jabatan di kantor : Lama bekerja : _____ tahun Lama bekerja dalam sehari : _____ jam Jarak dari rumah ke kantor : _______ km Jumlah penghuni di rumah : ____ orang Penghuni yang tinggal di rumah : ____________________________ __________________________________________________________* (*Contoh jawaban : istri, suami, anak, mertua, ayah, ibu, dll )

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 PETUNJUK PENGERJAAN SKALA A Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang terkait dengan apa yang Anda rasakan dan Anda alami dalam kehidupan berkeluarga dan bekerja. Anda hanya diminta untuk memberikan pertujuan Anda terhadap pernyataanpernyataan yang disajikan dengan membubuhkan tanda centang (√) pada kolom jawaban yang paling mewakili keadaan atau kondisi yang Anda alami. Enam pilihan jawaban yang tersedia adalah sebagai berikut : Kolom SS, jika Anda Sangat Setuju dengan pernyataan Kolom S, jika Anda Setuju dengan pernyataan Kolom AS, jika Anda Agak Setuju dengan pernyataan Kolom ATS, jika Anda Agak Tidak Setuju dengan pernyataan Kolom TS, jika Anda Tidak Setuju dengan pernyataan Kolom STS, jika Anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan Masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda untuk setiap pernyataan, oleh sebab itu pilihlah jawaban yang paling sesuai untuk mewakili persetujuan Anda terhadap pernyataan yang disajikan.Tidak ada jawaban yang salah. Berikut contoh menjawab pernyataan : No. 1. PERNYATAAN STS TS ATS AS Saya kurang memiliki waktu untuk keluarga Selamat mengerjakan, jangan sampai ada yang terlewatkan. S √ SS

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 BAGIAN I No. PERNYATAAN 1. Saya tetap sabar menghadapi anak-anak walaupun sedang banyak tuntutan dari kantor 2. Konflik dengan rekan di kantor seringkali membuat saya mudah marah di rumah 3. Saya jarang mengantar/menjemput anak ke sekolah karena harus sampai ke kantor tepat waktu 4. Saya menjadi lebih emosian dengan anak-anak saat menghadapi deadline tugas kantor 5. Saya selalu memiliki waktu luang untuk bersantai di rumah bersama keluarga 6. Saya mampu mengontrol emosi saya saat di rumah walaupun sedang mengejar deadline tugas 7. Pekerjaan yang harus saya kerjakan membuat saya kurang memiliki waktu bersama pasangan 8. Saya jarang mengerjakan tugas kantor di rumah 9. Kesibukan saya dengan pekerjaan jarang mengganggu waktu saya untuk beraktivitas bersama keluarga 10. Saya sulit untuk fokus dalam aktivitas keluarga karena masih memikirkan tanggung jawab di pekerjaan saya STS TS ATS AS S SS

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 No. PERNYATAAN STS TS ATS 11. Saya seringkali harus membatalkan acara dengan keluarga karena tugas kantor 12. Saya seringkali memikirkan tugas kantor yang masih harus dikerjakan saat saya sudah berada di rumah 13. Aktivitas saya dengan keluarga tetap berjalan seperti biasa meskipun saya sedang mengalami konflik dengan rekan di kantor 14. Saya tetap mempunyai waktu untuk bermain dengan anak-anak di tengah kesibukan saya dengan pekerjaan 15. Waktu yang saya habiskan untuk bekerja seimbang dengan waktu yang saya habiskan bersama keluarga 16. Masalah yang saya hadapi di kantor seringkali terbawa sampai ke rumah 17. Pekerjaan saya membuat saya kurang memiliki waktu bersama keluarga 18. Ketika sampai di rumah, saya dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa memikirkan tuntutan pekerjaan yang harus dipenuhi 19. Pekerjaan saya mengurangi waktu saya bersama pasangan 20. Saya selalu mampu berkonsentrasi dengan pekerjaan rumah tangga di tengah tanggung jawab pekerjaan yang harus saya selesaikan Silakan cek kembali jawaban Anda Pastikan tidak ada yang terlewatkan AS S SS

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 BAGIAN II No. PERNYATAAN 1. Saya tetap bisa menyelesaikan tugas kantor dengan baik saat anakanak/pasangan menuntut perhatian saya 2. Waktu yang saya habiskan untuk aktivitas keluarga mengurangi waktu saya untuk bekerja 3. Ketika sampai di kantor, saya mampu bekerja dengan nyaman walaupun pasangan sedang sakit di rumah 4. Ketika saya sedang berkonflik dengan pasangan atau anak-anak, saya menjadi sulit berkonsentrasi dengan pekerjaan 5. Waktu yang saya sediakan untuk keluarga tetap memungkinkan bagi saya untuk mengambil lembur di kantor 6. Ketika pasangan saya membutuhkan bantuan di rumah, saya akan menunda mengerjakan tugas kantor untuk membantunya 7. Konflik yang saya hadapi di rumah jarang mempengaruhi kinerja saya di kantor 8. Kesibukan saya dalam bekerja dapat berjalan seimbang dengan kewajiban saya di rumah 9. Saya selalu fokus dalam bekerja tanpa terganggu dengan pertengkaran yang terjadi dengan pasangan atau anak-anak 10. Saya ingin memiliki waktu untuk bekerja sebanyak waktu yang saya habiskan untuk kegiatan keluarga STS TS ATS AS S SS

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 No. PERNYATAAN STS TS ATS 11. Saya menjadi kurang termotivasi dalam bekerja jika memikirkan anakanak/pasangan yang sedang sakit di rumah 12. Saya kurang mampu berkonsentrasi dengan pekerjaan saat sedang bertengkar dengan pasangan 13. Saya dapat menyelesaikan tugas kantor di tengah aktivitas saya bersama keluarga 14. Kewajiban saya dalam keluarga jarang membuat saya terlambat sampai di kantor 15. Meminta izin ke kantor untuk mengantar/menjemput anak ke dokter adalah hal yang biasa saya lakukan 16. Saya mampu menyelesaikan tanggungjawab saya di rumah tanpa mengganggu pekerjaan saya 17. Aktivitas saya dengan keluarga jarang mengganggu pekerjaan saya 18. Tanggung jawab yang harus saya selesaikan di rumah seringkali mempengaruhi kinerja saya di kantor 19. Saya jarang memiliki waktu untuk menyelesaikan tugas kantor karena tuntutan keluarga 20. Saya seringkali memikirkan tuntutan keluarga saat sedang berada di kantor Silakan cek kembali jawaban Anda Pastikan tidak ada yang terlewatkan AS S SS

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 PETUNJUK PENGERJAAN SKALA B Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang terkait dengan kepribadian dan sifat Anda. Anda hanya diminta untuk memberikan pertujuan Anda terhadap pernyataan-pernyataan yang disajikan dengan membubuhkan tanda centang (√) pada kolom jawaban yang paling mewakili keadaan atau kondisi yang Anda alami. Enam pilihan jawaban yang tersedia adalah sebagai berikut : Kolom SS, jika Anda Sangat Setuju dengan pernyataan Kolom S, jika Anda Setuju dengan pernyataan Kolom AS, jika Anda Agak Setuju dengan pernyataan Kolom ATS, jika Anda Agak Tidak Setuju dengan pernyataan Kolom TS, jika Anda Tidak Setuju dengan pernyataan Kolom STS, jika Anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan Masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda untuk setiap pernyataan, oleh sebab itu pilihlah jawaban yang paling sesuai untuk mewakili persetujuan Anda terhadap pernyataan yang disajikan.Tidak ada jawaban yang salah. Berikut contoh menjawab pernyataan : No. 1. PERNYATAAN STS TS ATS AS Saya adalah orang yang tenang Selamat mengerjakan, jangan sampai ada yang terlewatkan S √ SS

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 No. PERNYATAAN 1. Apresiasi dari orang lain adalah hal yang penting 2. Mampu memenangkan setiap persaingan yang ada merupakan hal yang penting 3. Sikap waspada merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan 4. Pekerjaan apapun harus diselesaikan secepatnya 5. Saya terbiasa untuk mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus 6. Saya selalu ingin menjadi lebih baik lagi dari saya yang sekarang 7. Mengerjakan pekerjaan secara perlahan merupakan hal yang wajar 8. Saya seringkali mengambil keputusan dengan segera tanpa mempertimbangkan resiko selanjutnya 9. Menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus dalam waktu yang singkat bukanlah hal yang mudah 10. Saya cukup puas dengan prestasi yang telah saya capai STS TS ATS AS S SS

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 No. PERNYATAAN STS 11. Kemampuan yang saya miliki saat ini sudah sangat cukup bagi saya 12. Mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus dalam waktu yang singkat merupakan hal yang wajar 13. Saya cenderung mengerjakan tugas santai dalam 14. Selalu merasa curiga bukanlah hal yang wajar untuk dilakukan 15. Saya cenderung menghindari persaingan 16. Mengembangkan kemampuan diri secara terus menerus adalah hal yang wajar 17. Saya seringkali banyak saingan merasa memiliki 18. Saya selalu menyiapkan rencana cadangan apabila sewaktu-waktu rencana saya ada yang gagal 19. Pekerjaan apapun harus dilakukan dengan hati-hati 20. Mengerjakan pekerjaan satu per satu adalah hal yang penting bagi saya TS ATS AS S SS

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 No. PERNYATAAN 21. Saya menjadi kurang memerhatikan waktu jika sudah fokus dengan pekerjaan 22. Saya cukup puas dengan diri saya saat ini 23. Saya seringkali mengalami kesulitan jika harus terlibat dalam beberapa pekerjaan 24. Mengalami kekalahan dalam suatu persaingan merupakan hal yang wajar 25. Tugas yang saya kerjakan lebih cepat selesai dibandingkan rekan kerja yang lain 26. Dalam melaksanakan pekerjaan, saya jarang mempunyai rencana cadangan 27. Saya terbiasa bergerak dan bekerja dengan cepat 28. Saya jarang memperhatikan apresiasi orang lain kepada diri saya 29. Saya memiliki waktu khusus untuk melakukan hobi saya tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan 30. Saya selalu ingin memenangkan perdebatan dengan rekan kerja saya STS TS ATS AS S SS

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 No. PERNYATAAN 31. Saya jarang memperhatikan pencapaian yang sudah saya dapatkan 32. Saya akan sangat berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang asing bagi saya 33. Saya cenderung merasa orang lain selalu mampu mengerjakan pekerjaan lebih cepat daripada saya 34. Saya menyukai kompetisi 35. Saya seringkali tergesa-gesa dalam menyelesaikan pekerjaan saya 36. Kemampuan saya saat ini belum cukup untuk mendapatkan pujian dari orang lain 37. Saya selalu ingin menyelesaikan pekerjaan secepatnya walaupun tanpa tenggat waktu 38. Saya terbiasa membandingkan prestasi saya dengan orang lain 39. Saya selalu bisa langsung akrab dengan orang yang baru saya kenal 40. Saya terbiasa mengerjakan pekerjaan saya sambil melakukan aktivitas yang lain STS TS ATS AS S SS

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 No. PERNYATAAN STS TS ATS 41. Saya jarang terlibat dalam persaingan antar rekan kerja 42. Bagi saya, mengambil banyak tanggung jawab untuk diselesaikan bersamaan merupakan hal yang wajar 43. Pencapaian prestasi dalam pekerjaan merupakan hal yang penting bagi saya 44. Menjaga jarak dengan orang yang kurang dikenali merupakan hal yang wajar 45. Bagi saya, proses dan kualitas suatu pekerjaan lebih penting daripada durasi waktu pengerjaannya 46. Saya terbiasa menyelesaikan satu tanggung jawab terlebih dahulu, baru mengambil tanggung jawab yang lain 47. Persaingan dalam pekerjaan bukanlah hal yang penting bagi saya 48. Saya tetap mampu berinteraksi dengan nyaman walaupun dengan orang yang asing bagi saya 49. Pekerjaan yang diselesaikan secara perlahan pasti akan menghasilkan hasil yang baik 50. Pujian dari orang lain bukanlah hal yang penting bagi saya Silakan cek kembali jawaban Anda Pastikan tidak ada yang terlewatkan AS S SS

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN B Uji Reliabilitas dan Kualitas Aitem 88

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 1. Hasil Analisis Skala Konflik Pekerjaan Keluarga sebelum Seleksi Aitem Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .860 20 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted VAR00001 53.0333 193.344 .273 .859 VAR00002 52.6667 195.126 .140 .865 VAR00003 50.9333 182.409 .326 .861 VAR00004 52.8667 194.395 .248 .860 VAR00005 52.7000 174.217 .617 .847 VAR00006 52.7000 174.217 .617 .847 VAR00007 51.8000 174.786 .596 .847 VAR00008 52.2667 201.444 -.043 .873 VAR00009 52.0667 189.582 .236 .863 VAR00010 52.3667 183.689 .541 .851 VAR00011 51.7333 185.995 .353 .858 VAR00012 51.6333 192.654 .173 .865 VAR00013 53.3000 193.666 .332 .858 VAR00014 52.6667 169.816 .772 .840 VAR00015 52.0667 178.478 .546 .850 VAR00016 52.4667 176.740 .631 .847 VAR00017 51.9333 169.926 .824 .838 VAR00018 52.6667 184.782 .479 .853 VAR00019 52.1667 170.213 .852 .838 VAR00020 52.8667 182.878 .632 .849

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 2. Hasil Analisis Skala Konflik Pekerjaan Keluarga setelah Seleksi Aitem Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .906 12 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted VAR00001 31.4333 131.495 .332 .909 VAR00003 29.3333 118.437 .458 .910 VAR00005 31.1000 113.817 .719 .893 VAR00006 31.1000 113.817 .719 .893 VAR00007 30.2000 114.303 .696 .895 VAR00010 30.7667 125.978 .492 .904 VAR00014 31.0667 111.995 .822 .888 VAR00015 30.4667 120.809 .533 .903 VAR00016 30.8667 121.361 .549 .902 VAR00017 30.3333 114.023 .806 .889 VAR00019 30.5667 113.702 .856 .887 VAR00020 31.2667 123.168 .679 .897

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 3. Hasil Analisis Skala Konflik Keluarga Pekerjaan sebelum seleksi aitem Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .770 20 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted VAR00001 55.3000 118.769 .465 .751 VAR00002 54.9667 136.447 -.123 .793 VAR00003 53.2667 129.651 .111 .774 VAR00004 54.7000 116.148 .507 .747 VAR00005 54.9333 120.685 .301 .764 VAR00006 53.8667 128.533 .094 .779 VAR00007 55.4667 120.120 .455 .752 VAR00008 55.9667 122.654 .538 .752 VAR00009 55.3000 121.183 .410 .755 VAR00010 54.2333 133.564 -.047 .790 VAR00011 53.7000 119.666 .407 .755 VAR00012 54.5333 112.395 .617 .738 VAR00013 55.0000 120.000 .396 .756 VAR00014 55.4667 127.085 .199 .769 VAR00015 54.4667 119.499 .364 .758 VAR00016 55.7333 129.444 .169 .769 VAR00017 55.6000 123.076 .509 .753 VAR00018 55.2667 116.961 .636 .742 VAR00019 55.5000 120.672 .524 .750 VAR00020 54.9333 118.271 .494 .749

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 4. Hasil Analisis Skala Konflik Keluarga Pekerjaan setelah Seleksi Aitem Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .831 11 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted VAR00001 25.7333 61.789 .568 .811 VAR00004 25.1333 62.326 .486 .819 VAR00005 25.3667 62.930 .385 .832 VAR00007 25.9000 65.334 .430 .823 VAR00008 26.4000 65.834 .615 .813 VAR00009 25.7333 61.857 .610 .808 VAR00012 24.9667 57.757 .687 .798 VAR00013 25.4333 65.426 .361 .831 VAR00017 26.0333 66.930 .528 .818 VAR00018 25.7000 63.045 .614 .809 VAR00019 25.9333 67.237 .412 .825

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 5. Hasil Analisis Skala Tipe Kepribadian A dan B sebelum seleksi aitem Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .812 50 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted Corrected Item- Cronbach's Alpha Total Correlation if Item Deleted VAR00001 179.9333 311.582 .304 .808 VAR00002 180.6000 311.007 .178 .811 VAR00003 179.2000 320.717 .035 .812 VAR00004 179.8000 317.959 .072 .813 VAR00005 180.5000 295.224 .508 .800 VAR00006 179.0333 316.240 .297 .809 VAR00007 180.6333 300.102 .460 .802 VAR00008 179.7000 324.700 -.103 .818 VAR00009 182.4000 307.559 .335 .806 VAR00010 181.6667 315.057 .121 .812 VAR00011 180.9667 304.447 .355 .805 VAR00012 181.1333 312.120 .146 .812 VAR00013 180.0333 299.620 .549 .801 VAR00014 181.9000 316.438 .053 .816 VAR00015 181.5333 305.706 .354 .806 VAR00016 179.3667 316.447 .181 .810 VAR00017 182.1000 315.334 .132 .812 VAR00018 179.8000 307.959 .387 .806 VAR00019 179.1000 318.162 .160 .811 VAR00020 182.4667 303.775 .539 .802 VAR00021 181.1000 321.955 -.041 .818 VAR00022 181.3000 296.010 .505 .800 VAR00023 180.9667 304.861 .354 .806

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 VAR00024 182.5667 315.289 .244 .809 VAR00025 180.6333 310.723 .318 .807 VAR00026 180.2333 309.840 .309 .807 VAR00027 179.8333 312.489 .347 .807 VAR00028 180.6000 294.593 .615 .798 VAR00029 182.0333 321.620 -.028 .816 VAR00030 181.8333 329.661 -.206 .822 VAR00031 180.7000 309.114 .265 .808 VAR00032 179.7333 311.375 .268 .808 VAR00033 180.8000 311.338 .204 .810 VAR00034 180.5333 317.775 .068 .813 VAR00035 181.7667 315.840 .119 .812 VAR00036 180.8333 323.799 -.080 .819 VAR00037 180.6667 291.126 .653 .796 VAR00038 181.8000 310.924 .243 .809 VAR00039 181.9000 320.714 -.009 .816 VAR00040 181.1000 298.783 .460 .802 VAR00041 181.9000 309.679 .268 .808 VAR00042 181.0667 309.030 .194 .811 VAR00043 179.8000 303.821 .458 .803 VAR00044 180.4333 313.082 .167 .811 VAR00045 182.1333 312.464 .174 .811 VAR00046 182.1333 299.499 .533 .801 VAR00047 181.6333 302.930 .374 .805 VAR00048 182.0333 317.068 .130 .811 VAR00049 181.1333 291.430 .590 .797 VAR00050 181.9667 303.206 .488 .803

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 6. Hasil Analisis Skala Tipe Kepribadian A dan B setelah Seleksi Aitem Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .869 24 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted VAR00001 82.4667 204.809 .303 .868 VAR00002 83.1333 199.361 .299 .869 VAR00005 83.0333 190.240 .540 .861 VAR00007 83.1667 191.799 .567 .860 VAR00009 84.9333 197.651 .461 .864 VAR00011 83.5000 197.362 .399 .866 VAR00012 83.6667 197.816 .323 .869 VAR00013 82.5667 193.151 .614 .860 VAR00018 82.3333 200.644 .432 .865 VAR00020 85.0000 198.552 .536 .863 VAR00022 83.8333 192.075 .505 .862 VAR00023 83.5000 197.017 .420 .865 VAR00026 82.7667 202.392 .343 .867 VAR00027 82.3667 204.585 .396 .866 VAR00028 83.1333 195.775 .467 .863 VAR00033 83.3333 200.644 .315 .868 VAR00037 83.2000 190.028 .599 .859 VAR00040 83.6333 192.378 .515 .862 VAR00042 83.6000 196.455 .337 .869 VAR00045 84.6667 199.609 .339 .867 VAR00046 84.6667 192.851 .603 .860 VAR00047 84.1667 200.971 .282 .869 VAR00049 83.6667 190.230 .540 .861 VAR00050 84.5000 199.086 .449 .864

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN C Skala Penelitian (Setelah Tryout) 96

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 SKALA PENELITIAN Filinia FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Yogyakarta, September 2014 Yth. Bapak/ Ibu/ Saudara/ i yang turut berpartisipasi dalam penelitian ini Dengan hormat, dengan ini saya : Nama : Filinia NIM : 109114089 Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, memohon izin untuk meminta bantuan serta partisipasi Bapak/ Ibu/ Saudara/ i untuk mengisi skala ini dalam rangka membantu menyelesaikan tugas akhir (skripsi) saya. Skala ini terdiri dari beberapa pernyataan yang dikelompokkan dalam beberapa bagian. Dalam merespon pernyataan-pernyataan tersebut, saya sangat berharap Bapak/ Ibu/ Saudara/ i untuk mengisinya dengan sebenar-benarnya, apa adanya, dan sejujur-jujurnya sesuai dengan keadaan Bapak/ Ibu/ Saudara/ i dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengisian skala ini tidak ada penilaian benar atau salah, serta data yang diberikan oleh Bapak/ Ibu/ Saudara/ i sangat terjaga kerahasiaannya. Saya juga mohon Bapak/ Ibu/ Saudara/ I untuk selalu memperhatikan petunjuk pengerjaan dan instruksi yang diberikan dalam mengisi skala ini, karena hasil dari pengisian ini akan digunakan untuk kepentingan ilmiah. Atas perhatian dan partisipasi Bapak/ Ibu/ Saudara/ i, saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, Filinia

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini saya menyatakan kesediaan saya untuk mengisi skala ini tanpa adanya paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun namun saya dengan sukarela mengisi skala ini demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah yang disusun. Semua respon yang saya berikan mewakili apa yang saya alami dalam kehidupan saya sehari-hari dan bukan atas pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga memberikan ijin agar jawaban saya dapat digunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah meskipun tanpa mencantumkan identitas pribadi saya. Yogyakarta, September 2014 (……….…...……..………….……….)

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 DATA DIRI Usia : ____ tahun Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan* Status Pernikahan : Lajang / Menikah / Duda / Janda* (*coret yang tidak sesuai) Pekerjaan pasangan : Jumlah anak : ____ anak Usia anak : ______________________tahun* (*jika anak lebih dari satu, silakan menyebutkan semuanya dimulai dari usia anak yang tertua. Contoh jawaban : 20 tahun, 8 tahun, 5 tahun). Jabatan di kantor : Lama bekerja : _____ tahun Lama bekerja dalam sehari : _____ jam Jarak dari rumah ke kantor : _______ km Jumlah penghuni di rumah : ____ orang Penghuni yang tinggal di rumah : ____________________________ __________________________________________________________* (*Contoh jawaban : istri, suami, anak, mertua, ayah, ibu, dll )

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 PETUNJUK PENGERJAAN SKALA A Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang terkait dengan apa yang Anda rasakan dan Anda alami dalam kehidupan berkeluarga dan bekerja. Anda hanya diminta untuk memberikan pertujuan Anda terhadap pernyataanpernyataan yang disajikan dengan membubuhkan tanda centang (√) pada kolom jawaban yang paling mewakili keadaan atau kondisi yang Anda alami. Enam pilihan jawaban yang tersedia adalah sebagai berikut : Kolom SS, jika Anda Sangat Setuju dengan pernyataan Kolom S, jika Anda Setuju dengan pernyataan Kolom AS, jika Anda Agak Setuju dengan pernyataan Kolom ATS, jika Anda Agak Tidak Setuju dengan pernyataan Kolom TS, jika Anda Tidak Setuju dengan pernyataan Kolom STS, jika Anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan Masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda untuk setiap pernyataan, oleh sebab itu pilihlah jawaban yang paling sesuai untuk mewakili persetujuan Anda terhadap pernyataan yang disajikan.Tidak ada jawaban yang salah. Berikut contoh menjawab pernyataan : No. 1. PERNYATAAN STS TS ATS AS Saya kurang memiliki waktu untuk keluarga Selamat mengerjakan, jangan sampai ada yang terlewatkan. S √ SS

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 BAGIAN I No. PERNYATAAN STS TS ATS AS S SS 1. Saya tetap sabar menghadapi anak-anak walaupun sedang banyak tuntutan dari kantor 2. Saya selalu memiliki waktu luang untuk bersantai di rumah bersama keluarga 3. Saya mampu mengontrol emosi saya saat di rumah walaupun sedang mengejar deadline tugas 4. Pekerjaan yang harus saya kerjakan membuat saya kurang memiliki waktu bersama pasangan 5. Saya sulit untuk fokus dalam aktivitas keluarga karena masih memikirkan tanggung jawab di pekerjaan saya 6. Saya tetap mempunyai waktu untuk bermain dengan anak-anak di tengah kesibukan saya dengan pekerjaan 7. Masalah yang saya hadapi di kantor seringkali terbawa sampai ke rumah 8. Pekerjaan saya membuat saya kurang memiliki waktu bersama keluarga 9. Pekerjaan saya mengurangi waktu saya bersama pasangan 10. Saya selalu mampu berkonsentrasi dengan pekerjaan rumah tangga di tengah tanggung jawab pekerjaan yang harus saya selesaikan 11. Saya jarang mengantar/menjemput anak ke sekolah karena harus sampai ke kantor tepat waktu 12. Waktu yang saya habiskan untuk bekerja seimbang dengan waktu yang saya habiskan bersama keluarga Silakan cek kembali jawaban Anda Pastikan tidak ada yang terlewatkan

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 BAGIAN II No. PERNYATAAN STS TS ATS AS S SS 1. Saya tetap bisa menyelesaikan tugas kantor dengan baik saat anak-anak/pasangan menuntut perhatian saya 2. Ketika saya sedang berkonflik dengan pasangan atau anak-anak, saya menjadi sulit berkonsentrasi dengan pekerjaan 3. Waktu yang saya sediakan untuk keluarga tetap memungkinkan bagi saya untuk mengambil lembur di kantor 4. Kesibukan saya dalam bekerja dapat berjalan seimbang dengan kewajiban saya di rumah 5. Saya selalu fokus dalam bekerja tanpa terganggu dengan pertengkaran yang terjadi dengan pasangan atau anak-anak 6. Saya kurang mampu berkonsentrasi dengan pekerjaan saat sedang bertengkar dengan pasangan 7. Saya dapat menyelesaikan tugas kantor di tengah aktivitas saya bersama keluarga 8. Aktivitas saya dengan keluarga jarang mengganggu pekerjaan saya 9. Tanggung jawab yang harus saya selesaikan di rumah seringkali mempengaruhi kinerja saya di kantor 10. Saya jarang memiliki waktu untuk menyelesaikan tugas kantor karena tuntutan keluarga 11. Konflik yang saya hadapi di rumah jarang mempengaruhi kinerja saya di kantor Silakan cek kembali jawaban Anda Pastikan tidak ada yang terlewatkan

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 PETUNJUK PENGERJAAN SKALA B Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang terkait dengan kepribadian dan sifat Anda. Anda hanya diminta untuk memberikan pertujuan Anda terhadap pernyataan-pernyataan yang disajikan dengan membubuhkan tanda centang (√) pada kolom jawaban yang paling mewakili keadaan atau kondisi yang Anda alami. Enam pilihan jawaban yang tersedia adalah sebagai berikut : Kolom SS, jika Anda Sangat Setuju dengan pernyataan Kolom S, jika Anda Setuju dengan pernyataan Kolom AS, jika Anda Agak Setuju dengan pernyataan Kolom ATS, jika Anda Agak Tidak Setuju dengan pernyataan Kolom TS, jika Anda Tidak Setuju dengan pernyataan Kolom STS, jika Anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan Masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda untuk setiap pernyataan, oleh sebab itu pilihlah jawaban yang paling sesuai untuk mewakili persetujuan Anda terhadap pernyataan yang disajikan.Tidak ada jawaban yang salah. Berikut contoh menjawab pernyataan : No. 1. PERNYATAAN STS TS ATS AS Saya adalah orang yang tenang Selamat mengerjakan, jangan sampai ada yang terlewatkan. S √ SS

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 No. PERNYATAAN STS TS ATS AS 1. Mampu memenangkan setiap persaingan yang ada merupakan hal yang penting 2. Saya terbiasa untuk mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus 3. Saya cenderung mengerjakan tugas santai dalam 4. Saya cukup puas dengan diri saya saat ini 5. Dalam melaksanakan pekerjaan, saya jarang mempunyai rencana cadangan 6. Saya jarang memperhatikan apresiasi orang lain kepada diri saya 7. Saya selalu ingin menyelesaikan pekerjaan secepatnya walaupun tanpa tenggat waktu 8. Saya terbiasa menyelesaikan satu tanggung jawab terlebih dahulu, baru mengambil tanggung jawab yang lain 9. Persaingan dalam pekerjaan bukanlah hal yang penting bagi saya 10. Saya selalu menyiapkan rencana cadangan apabila sewaktu-waktu rencana saya ada yang gagal S SS

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 No. PERNYATAAN 11. Apresiasi dari orang lain adalah hal yang penting 12. Bagi saya, proses dan kualitas suatu pekerjaan lebih penting daripada durasi waktu pengerjaannya 13. Menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus dalam waktu yang singkat bukanlah hal yang mudah 14. Kemampuan yang saya miliki saat ini sudah sangat cukup bagi saya 15. Mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus dalam waktu yang singkat merupakan hal yang wajar 16. Mengerjakan pekerjaan satu per satu adalah hal yang penting bagi saya 17. Saya seringkali mengalami kesulitan jika harus terlibat dalam beberapa pekerjaan 18. Saya terbiasa bergerak dan bekerja dengan cepat 19. Saya cenderung merasa orang lain selalu mampu mengerjakan pekerjaan lebih cepat daripada saya 20. Saya terbiasa mengerjakan pekerjaan saya sambil melakukan aktivitas yang lain STS TS ATS AS S SS

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 No. PERNYATAAN STS TS ATS AS 21. Bagi saya, mengambil banyak tanggung jawab untuk diselesaikan bersamaan merupakan hal yang wajar 22. Mengerjakan pekerjaan secara perlahan merupakan hal yang wajar 23. Pekerjaan yang diselesaikan secara perlahan pasti akan menghasilkan hasil yang baik 24. Pujian dari orang lain bukanlah hal yang penting bagi saya Silakan cek kembali jawaban Anda Pastikan tidak ada yang terlewatkan S SS

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN D Uji Normalitas 109

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 1. Uji Normalitas Skala Konflik Pekerjaan Keluarga One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test KPK N 120 Normal Parameters a Mean 31.2750 Std. Deviation 7.60137 Most Extreme Absolute .127 Differences Positive .127 Negative -.078 Kolmogorov-Smirnov Z 1.387 Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a. Test distribution is Normal. 2. Uji Normalitas Skala Konflik Keluarga Pekerjaan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test KKP N Normal Parameters 120 a Mean 28.78 Std. Deviation 6.675 Most Extreme Absolute .088 Differences Positive .088 Negative -.063 Kolmogorov-Smirnov Z .968 Asymp. Sig. (2-tailed) .306 a. Test distribution is Normal.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 2. Uji Normalitas Skala Tipe Kepribadian A dan B One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test KEPRIBADIAN N Normal Parameters 120 a Most Extreme Differences Mean 84.59 Std. Deviation 9.593 Absolute .083 Positive .083 Negative -.066 Kolmogorov-Smirnov Z .913 Asymp. Sig. (2-tailed) .376 a. Test distribution is Normal.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN E Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis 112

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 1. Hasil Analisis Skala Konflik Pekerjaan Keluarga Group Statistics Kepribadian KPK N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 60 29.92 6.466 .835 2 60 32.63 8.425 1.088 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Sig. (2F KPK Sig. t df Mean Std. Error tailed) Difference Difference Difference Lower Upper Equal variances 4.433 .037 -1.981 118 .050 -2.717 1.371 -5.432 -.002 -1.981 110.600 .050 -2.717 1.371 -5.434 .000 assumed Equal variances not assumed 2. Hasil Analisis Skala Konflik Keluarga Pekerjaan Group Statistics Kpribadian KKP N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 60 27.95 6.212 .802 2 60 29.62 7.062 .912

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Sig. (2F KKP Sig. t df Mean Std. Error tailed) Difference Difference Difference Lower Upper Equal variances 1.559 .214 -1.373 118 .172 -1.667 1.214 -4.071 .738 -1.373 116.113 .173 -1.667 1.214 -4.072 .738 assumed Equal variances not assumed

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN F Surat Keterangan Penelitian 115

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113

(137)

Dokumen baru

Download (136 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PERBEDAAN GAYA RESOLUSI KONFLIK PADA REMAJA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN
0
3
1
PERBEDAAN INTENSI BERHUTANG DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EXTROVERT-INTROVERT PADA WANITA DEWASA AWAL
0
6
97
PERBEDAAN KECENDERUNGAN PERILAKU BULLYING DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT PADA REMAJA
2
18
19
PERBEDAAN GAYA RESOLUSI KONFLIK PADA REMAJA DITINJAU DARI PERAN GENDER
0
14
2
PERBEDAAN KOMITMEN ORGANISASI DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN
1
37
22
PERBEDAAN TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA WANITA PENGGILING ROKOK DITINJAU DARI KONFLIK PERAN GANDA
2
71
18
PERBEDAAN KECENDERUNGAN PERILAKU PELANGGARAN DISIPLIN PRAJURIT DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN PADA PRAJURIT TNI-AD.
0
0
10
PSYCHOLOGICAL CONTRACT BREACH DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN A DAN B
0
0
71
PERBEDAAN KECENDERUNGAN KECANDUAN INTERNET DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT- EKSTROVERT DAN JENIS KELAMIN
1
1
15
PERBEDAAN STRES KERJA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN A DAN TIPE KEPRIBADIAN B PADA KARYAWAN CV.MAGOEWO GROUP YOGYAKARTA - UMBY repository
0
0
10
PERBEDAAN STRES KERJA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN A DAN TIPE KEPRIBADIAN B PADA KARYAWAN CV.MAGOEWO GROUP YOGYAKARTA - UMBY repository
0
0
18
STRES KERJA PADA DOSEN PEREMPUAN DITINJAU DARI KONFLIK PERAN GANDA DAN DUKUNGAN SOSIAL SUAMI - Unika Repository
0
0
50
KONFLIK PERAN GANDA DITINJAU DARI STEREOTIP GENDER PADA PERAWAT - Unika Repository
0
0
13
KONFLIK PERAN GANDA DITINJAU DARI KESADARAN KESETARAAN GENDER PADA LAKI-LAKI BEKERJA - Unika Repository
0
0
11
PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI KONFLIK PERAN GANDA PADA MAHASISWA YANG BEKERJA - Unika Repository
0
0
24
Show more