DESKRIPSI SISWA KELAS X DAN XI TAHUN AJARAN 20132014 TERHADAP USUL

Gratis

0
0
118
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI i DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR YANG DIALAMI SISWA KELAS X DAN XI SMA MARSUDI LUHUR YOGYAKARTA KARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN USUL TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR SKRIPSI Diajukan untuk Mem Memenuhi Salah Satu Syarat Memperole Gelar Sarjana Pendidikan Memperoleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun oleh: Lambertus Karapa Anjuangu Nim: 091114057 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU P PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN K DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANAT SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN “ Ha l ke ra ja a n Surg a itu se ump a ma se se o ra ng ya ng me na b urka n b e nih ya ng b a ik d ila d a ng nya ” (Ma tius 13: 24) “ Kita hid up untuk sa a t ini, kita b e rmimp i untuk ma sa d e p a n, d a n kita b e la ja r untuk ke b e na ra n a b a d i” (C hia ng Ka i-she k) Kup e rse mb a hka n ka rya ini untuk: Ye sus Kristus d a n Bund a Ma ria Unive rsita s Sa na ta Dha rma SMA Ma rsud i Luhur Yo g ya ka rta Ke lua rg a ku te rc inta : Ba p a k Pe trus Sia , Ma ma Na o mi T. Mb itu, Ka ka k Kristin, Ad ik De frid us, Ire ne , Lusia d a n Hild e . iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii ABSTRAK DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR YANG DIALAMI SISWA KELAS X DAN XI SMA MARSUDI LUHUR YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR Lambertus Karapa Anjuangu Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan memberikan usulan topik-topik bimbingan belajar yang sesuai untuk membantu siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta mengatasi kesulitan belajarnya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian ini menggunakan sampel. Sampel penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 31 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner kesulitan belajar siswa yang disusun oleh peneliti dan terinspirasi kuesioner kesulitan belajar yang disusun oleh Atanus (2013). Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 8 januari sampai 12 januari 2014. Pengolahan data penelitian berpedoman pada Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II (Masidjo, 1995: 157) yang mengelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu sangat dialami, dialami, dan cukup dialami. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 2 (4,25%) kesulitan belajar yang sangat dialami, 9 (19,14%) kesulitan belajar yang dialami dan 20 (42,55%) kesulitan belajar yang cukup dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. Bertolak dari kesulitan belajar yang sangat dialami, dialami, dan cukup dialami peneliti menyusun usulan topik-topik bimbingan belajar untuk siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI viii ABSTRACT DESCRIPTION OF LEARNING DIFFICULTIES ENCOUNTERED BY THE TENTH AND ELEVENTH GRADE STUDENTS AT SMA MARSUDI LUHUR YOGYAKARTA IN 2013/2014 ACADEMIC YEAR AND ITS IMPLICATIONS TOWARDS THE SUGGESTED TOPICS OF STUDY GUIDANCE by Lambertus Karapa Anjuangu Sanata Dharma University 2014 This research aims at describing the learning difficulties encountered by the tenth and eleventh grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta in 2013/2014 academic year and providing the suggested topics of study guidance which are appropriate in order to help the tenth and eleventh grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta overcome their learning difficulties. This research belongs to a descriptive research with survey method which uses a sample. The sample of this research is the tenth and eleventh grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta in 2013/2014 academic year which consist of 31 people. The instrument in collecting the data is a questionnaire of the students’ learning difficulties prepared by the researcher and inspired by a questionnaire of the students’ learning difficulties which was compiled by Atanus (2013). The data collection was carried out from January 8th until 12th 2014. The data processing research is based on the standard reference assessment (PAP) type II (Masidjo, 1995: 157) which is classified into tree categories, i.e. highly encountered, encountered, and fairly encountered. Based on the result, it is found that there are 2 (4.25%) highly encountered learning difficulties, there are 9 (19.14%) encountered learning difficulties and 20 (42.55%) fairly encountered learning difficulties by the tenth and eleventh grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. from this finding, the researcher compiled the topics of study guidance for the tenth and eleventh grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta in 2013/2014 academic year. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat yang tak terhingga melalui para pembimbing dan orang-orang yang membantu penulis dalam menulis skripsi ini sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan, dorongan, dan saran yang berguna bagi penulis. Oleh karena itu, secara khusus penulis mengucapkan terima kasih secara tulus kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si., selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Dosen pembimbing yang dengan penuh ketulusan hati telah memberikan motivasi dan meluangkan waktu untuk mendampingi penulis selama proses penulisan skripsi. 3. Dra. Lies Indriya Handayani, selaku Kepala Sekolah SMA Marsudi Luhur Yogyakarta yang telah bersedia memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. 4. Sr. Fidelis Budiriastuti, CB, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMA Stella Duce Bantul yang telah bersedia memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan uji coba kuesioner. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x 5. Dra. Danar Adiati, selaku Koordinator Bimbingan dan Konseling SMA Marsudi Luhur Yogyakarta yang memperlancar proses pengumpulan data. 6. Siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta yang telah bersedia meluangkan waktu dan kesediaannya sebagai responden dalam melaksanakan penelitian. 7. Siswa kelas X SMA Stella Duce Bantul yang telah bersedia meluangkan waktu dan kesediannya sebagai responden dalam melaksanakan uji coba kuesioner. 8. Keluargaku tercinta: Bapak Petrus Sia, Mama Naomi T. Mbitu, Kakak Lena dan Kristin, Adik Defridus, Irene, Lusia serta Hilde yang telah memberikan biaya, motivasi, nasehat, dan doa bagi penulis. 9. Keluarga besarku yang selalu memberikan perhatian dan doa bagi penulis. 10. Teman “terdekatku” Ninda Hapsari Putri yang selalu memberikan doa, perhatian, semangat dan kasih sayang bagi penulis. 11. Teman-teman Keluarga Mahasiswa Katolik Sumba Yogyakarta dan “API Family Yogyakarta” yang selalu memberikan motivasi dan nasehat yang berguna bagi penulis. 12. Rekan-rekan seperjuangan BK angkatan 2009 yang selalu memberikan dukungan dan doa. 13. Semua pihak yang sudah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING..................................................................ii HALAMAN PENGESAHAN............................................................................................iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN.................................................................iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA..............................................................................v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS...........................................................................vi ABSTRAK.........................................................................................................................vii ABSTRACT......................................................................................................................viii KATA PENGANTAR........................................................................................................ix DAFTAR ISI......................................................................................................................xii DAFTAR TABEL.............................................................................................................xiv DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................................xv BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah........................................................................................1 B. Rumusan Masalah.................................................................................................4 C. Tujuan Penelitian...................................................................................................5 D. Manfaat Penelitian ................................................................................................5 E. Definisi Operasional ............................................................................................ 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA.............................................................................................. 7 A. Belajar .................................................................................................................... 7 1. Pengertian belajar...........................................................................................7 2. Ciri khas perilaku belajar................................................................................8 3. Prinsip-prinsip belajar.....................................................................................9 B. Kesulitan Belajar...................................................................................................10 1. Pengertian kesulitan belajar..........................................................................10 2. Gejala-gejala kesulitan belajar......................................................................11 3. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar......................................................12 4. Dampak kesulitan belajar..............................................................................32 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiii 5. Kesulitan belajar yang dialami siswa SMA..................................................33 6. Usaha mengatasi kesulitan belajar................................................................34 7. Peran guru dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar..................36 C. Bimbingan Belajar................................................................................................37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN...........................................................................39 A. Jenis Penelitian......................................................................................................39 B. Subjek Penelitian...................................................................................................39 C. Instrumen Penelitian..............................................................................................41 D. Uji Coba Alat........................................................................................................42 E. Validitas dan Reliabilitas......................................................................................42 1. Validitas..........................................................................................................42 2. Reliabilitas......................................................................................................46 F. Prosedur Pengumpulan Data.................................................................................47 1. Tahap persiapan..............................................................................................47 2. Tahap pelaksanaan pengumpulan data...........................................................48 G. Teknik Analisis Data.............................................................................................48 BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR..................................................................................................50 A. Hasil Penelitian.....................................................................................................50 B. Pembahasan Hasil Penelitian................................................................................53 C. Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar................................................................69 BAB V PENUTUP.............................................................................................................75 A. Kesimpulan...........................................................................................................75 B. Saran......................................................................................................................78 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................79 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiv DAFTAR TABEL Tabel 1: Rincian jumlah sampel kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013........................................................................... 40 Tabel 2: Kisi-kisi kuesioner kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.................... 45 Tabel 3: Patokan koefisien reliabilitas, kriteria Guilford...................................... 46 Tabel 4: Jadwal pengumpulan data penelitian siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014............................................ 48 Tabel 5: Rentang skor kesulitan belajar siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014............................................ 49 Tabel 6: Kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014............................................ 50 Tabel 7: Usulan topik-topik bimbingan belajar kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.............................................70 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Hasil perhitungan penentuan jumlah sampel.................................... 84 Lampiran 2: Kuesioner kesulitan belajar (uji coba).............................................. 85 Lampiran 3: Data hasil uji coba kuesioner kesulitan belajar di kelas X SMA Stella Duce Bantul..................................................................................... 88 Lampiran 4: Data hasil pengujian validitas dengan menggunakan Statistic Programme for Social Science versi 16.0 kelas X SMA Stella Duce Bantul............................................................................................... 91 Lampiran 5: Kuesioner kesulitan belajar (final)................................................... 94 Lampiran 6: Hasil pengujian reliabilitas dengan menggunakan Statistic Programme for Social Science versi 16.0 kelas X SMA Stella Duce Bantul............................................................................................... 97 Lampiran 7: Data kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014..................... 98 Lampiran 8: Cara menghitung rentang skor kesulitan belajar berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II...........................................100 Lampiran 9: Surat ijin uji coba………….............................................................101 Lampiran 10: Surat ijin penelitian........................................................................102 Lampiran 11: Surat keterangan ijin penelitian.....................................................103 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi mengenai (1) latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4) manfaat penelitian, dan (5) definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hak azasi setiap manusia, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia yang tumbuh dan berkembang tiada hentinya. Pendidikan dapat dicapai melalui proses belajar baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Pendidikan bukan sekedar membuat orang cerdas dan terampil tetapi juga mampu menyadari kehidupannya dan bertanggung jawab atas dirinya dan orang lain di lingkungannya. Dalam dunia pendidikan, belajar dipandang sebagai suatu kegiatan yang sangat fundamental bagi perkembangan anak didik. Belajar dapat membentuk pemahaman yang baik, cara berpikir yang baik, perilaku yang baik, dan mental serta moral yang baik bagi anak didik. Belajar merupakan suatu hal yang dihadapi oleh setiap manusia. Di mana pun manusia berada, ia akan belajar mengenai banyak hal, baik hal positif maupun hal negatif. Belajar pada hakekatnya merupakan proses kegiatan yang berkelanjutan dalam rangka perubahan perilaku anak didik secara konstruktif. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana unuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 anak didik secara aktif mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukannya, masyarakat, bangsa, dan negara (Hanafiah dan Cucu Suhana, 2012: 20). Bagi anak didik, belajar merupakan hal yang menyenangkan apabila ia mampu mengatasi berbagai masalah dalam belajarnya. Akan tetapi kenyataannya, tidak semua anak didik mampu mengatasi masalah dalam belajarnya. Apabila anak didik tidak mampu mengatasi masalah dalam belajar, ia akan mengalami masalah dalam proses belajar selanjutnya. Anak didik yang mengalami hambatan atau kesulitan belajar akan memperlihatkan gejala-gejala tertentu dalam perilaku sehari-harinya. Menurut Sudrajat (2011: 6), gejala-gejala yang terlihat dalam perilaku siswa yang mengalami kesulitan belajar antara lain: a) b) c) d) e) f) Menunjukkan hasil belajar yang rendah dibawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompoknya atau dibawah potensi yang dimilikinya. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Ada siswa yang sudah berusaha giat belajar akan tetapi nilai yang diperolehnya selalu rendah. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajarnya dan selalu tertinggal dari kawan-kawannya dari waktu yang disediakan. Menunjukkan sikap-sikap yang tidak wajar, seperti: acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dusta dan sebagainya. Menunjukkan perilaku yang berkelainan, seperti membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, mengganggu didalam kelas maupun diluar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, tidak teratur dalam kegiatan belajar, dan sebagainya. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, seperti: pemurung, mudah tersinggung, pemarah, tidak atau kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu.

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Menurut Winkel (2004: 148-257) ada lima hal atau faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar. Kelima faktor tersebut yakni pribadi siswa, pribadi guru, struktur jaringan hubungan sosial di sekolah, sekolah sebagai institusi pendidikan dan faktor situasional. Lima faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar tersebut dapat digolongkan dalam dua faktor utama yakni faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) yang meliputi pribadi siswa sendiri dan faktor yang berasal dari luar diri siswa (eksternal) yang meliputi pribadi guru, struktur jaringan hubungan sosial di sekolah, sekolah sebagai institusi pendidikan dan faktor situasional. Dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kesulitan belajar anak didik berasal dari dalam diri anak didik (internal) dan dari luar diri anak didik (eksternal). Guru saat ini ditantang untuk kreatif dan terbuka terhadap segala perubahan dan kemajuan yang ada untuk memajukan pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Di zaman yang semakin berkembang ini dibutuhkan guru yang bersikap kritis, ingin terus berkembang dan belajar seumur hidup, berwawasan luas dan mampu membawa perubahan, rasional, dan berani membela kebenaran serta keadilan. Guru yang demikian akan mampu melakukan inovasi pendidikan di sekolah. Keberhasilan siswa dalam belajar di sekolah dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain pemberian bimbingan oleh guru. Guru pembimbing bertugas memberikan bimbingan kepada anak didik agar anak didik semakin mampu mengembangkan dirinya, mencegah terjadinya masalah dalam dirinya, dan membantu menemukan alternatif pemecahan masalah anak didik, dengan

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 bekerjasama dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan keberhasilan siswa. Peneliti melakukan penelitian di SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2013/2014. Dari hasil sharing pengalaman dengan guru BK dan pengamatan selama melaksanakan Program Pengalaman Lapangan Bimbingan dan Konseling (PPL BK di SMA Marsudi Luhur Yogyakarta), peneliti memperoleh kesan bahwa siswa di sekolah tersebut mengalami kesulitan dalam belajar. Guru BK menjelaskan bahwa ada beberapa siswa atau siswi yang sering membolos, tidak mengerjakan tugas sekolah, tidur di kelas, membuat gaduh di kelas, tidak mengikuti perintah guru dan ada pula yang tidak naik kelas. Hal-hal yang dikatakan guru BK sesuai dengan pengamatan peneliti selama melaksanakan PPL BK. Bertolak dari kesan tersebut peneliti terdorong untuk melakukan penelian dengan harapan agar dapat memberikan masukan bagi guru untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. B. Rumusan Masalah Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Pertanyaan yang dijawab dalam penelitian ini adalah 1. Kesulitan belajar manakah yang dialami siswa kelas X dan kelas XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014?

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Topik bimbingan belajar manakah yang sesuai untuk membantu siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta mengatasi kesulitan belajarnya? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah 1. Mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. 2. Memberikan usulan-usulan topik bimbingan belajar yang sesuai untuk membantu siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta mengatasi kesulitan belajarnya. D. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah 1. Bagi guru pembimbing Guru pembimbing memperoleh gambaran secara jelas mengenai kesulitan belajar yang dialami oleh anak didiknya. Dengan demikian, guru pembimbing dapat menyajikan topik bimbingan yang relevan dengan kesulitan belajar siswa seperti yang diusulkan dalam skripsi ini. 2. Bagi peneliti Penelitian ini sangat bermanfaat bagi peneliti untuk mengetahui berbagai kesulitan belajar yang umum dialami anak didik. Dengan demikian, peneliti mampu mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum menghadapi dunia pendidikan yang nyata ketika bekerja. Dengan penelitian ini peneliti memperoleh pengalaman dalam

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 mengungkap kesulitan yang dialami siswa dalam belajarnya, dan dalam menemukan topik yang relevan untuk siswa. E. Definisi Operasional 1. Belajar adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan anak didik, dengan tujuan untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam dirinya, seperti perubahan perilaku, sikap, kebiasaan, pengetahuan, keterampilan dan lain sebagainya. 2. Kesulitan belajar adalah hambatan atau gangguan dalam belajar yang dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur tahun ajaran 2013/2014, yaitu hambatan atau gangguan belajar yang dialami anak didik yang berasal dari dalam diri anak didik itu sendiri (internal) dan yang berasal dari luar diri atau lingkungan anak didik (eksternal), seperti yang dimaksudkan dalam butir-butir kuesioner yang digunakan. 3. Bimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat dan mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di sekolah. 4. Topik bimbingan belajar adalah topik-topik yang disusun berdasarkan hasil penelitian dan yang diusulkan untuk diberikan dalam pelayanan bimbingan belajar pada siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini berisi uraian mengenai (1) belajar, (2) kesulitan belajar, dan (3) bimbingan belajar A. Belajar 1. Pengertian belajar Belajar merupakan kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dari luar. Apa yang sedang terjadi di dalam diri orang yang sedang belajar, tidak dapat diketahui secara langsung dengan mengamati orang itu. Bahkan hasil belajar orang itu tidak langsung kelihatan, kecuali kalau orang yang bersangkutan melakukan sesuatu yang menampakkan kemampuan yang telah diperoleh melalui belajar. Dengan mengamati perilakunya yang merupakan hasil belajarlah dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang telah belajar (Winkel, 2004: 58). Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan yang bersifat relatif konstan seperti perubahan dalam hal pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap (Winkel, 2004: 59). Marx (Atmaja, 2012: 227) mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang dialami secara relatif abadi dalam tingkah laku yang pada dasarnya merupakan fungsi dari suatu tingkah laku sebelumnya, yang sering atau biasa disebut praktik atau latihan. Kimble (Atmaja, 2012: 227) mendefinisikan belajar sebagai suatu perubahan yang relatif 7

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 permanen dalam potensialitas tingkahlaku yang terjadi pada seseorang atau individu sebagai suatu hasil latihan atau praktik yang diperkuat dengan diberi hadiah. Syah (2008: 92) mendefinisikan belajar sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang mengakibatkan proses kognitif. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan anak didik, dengan tujuan untuk mengadakan perubahanperubahan dalam dirinya, seperti perubahan perilaku, sikap, kebiasaan, pengetahuan, keterampilan dan lain sebagainya 2. Ciri khas perilaku belajar Ciri khas perilaku belajar menurut Syah (2008: 116) adalah a. Perubahan intensional. Perubahan yang terjadi dalam proses belajar adalah berkat pengalaman atau praktik yang dilakukan dengan disengaja dan disadari, atau dengan kata lain bukan kebetulan. Karakteristik ini mengandung konotasi bahwa siswa menyadari adanya perubahan yang dialami atau sekurang-kurangnya siswa merasakan adanya perubahan dalam dirinya, seperti penambahan pengetahuan, kebiasaan, sikap, pandangan, dan keterampilan. b. Perubahan positif dan aktif Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat positif dan aktif. Positif artinya baik, bermanfaat, dan sesuai dengan

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 harapan. Hal ini juga bermakna bahwa perubahan tersebut senantiasa merupakan penambahan , yakni diperolehnya sesuatu yang baru (pemahaman dan keterampilan baru) yang lebih baik daripada yang telah ada sebelumnya. Perubahan aktif artinya tidak terjadi dengan sendiri tetapi karena usaha individu sendiri. c. Perubahan efektif dan fungsional Perubahan yang timbul karena proses belajar bersifat efektif, yakni berhasil guna. Artinya, perubahan tersebut membawa pengaruh, makna, dan manfaat tertentu bagi siswa. Selain itu perubahan dalam proses belajar bersifat fungsional dalam arti bahwa perubahan relatif menetap dan setiap saat apabila dibutuhkan, perubahan tersebut dapat direproduksi dan dimanfaatkan. Perubahan yang efektif dan fungsional biasanya bersifat dinamis dan mendorong timbulnya perubahan-perubahan positif lainnya. 3. Prinsip-prinsip belajar Mustaqim (2008: 69) menyebutkan prinsip-prinsip belajar sebagai berikut: a. b. c. d. e. Belajar akan berhasil jika disertai kemauan dan tujuan tertentu. Belajar akan lebih berhasil jika disertai berbuat, latihan dan ulangan. Belajar lebih berhasil jika memberi sukses yang menyenangkan. Belajar lebih berhasil jika tujuan belajar berhubungan dengan aktivitas belajar itu sendiri atau berhubungan dengan kebutuhan hidupnya. Belajar lebih berhasil jika bahan yang sedang dipelajari dipahami, bukan sekedar menghafal fakta.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 f. Dalam proses belajar memerlukan bantuan dan bimbingan orang lain. g. Hasil belajar dibuktikan dengan adanya perubahan dalam diri si pelajar. h. Ulangan dan latihan perlu akan tetapi harus didahului oleh pemahaman. B. Kesulitan Belajar 1. Pengertian kesulitan belajar Djamarah (2011: 235) medefinisikan kesulitan belajar sebagai kondisi anak didik yang tidak dapat belajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan atau gangguan dalam belajar. Syah (2008: 173) mendefinisikan kesulitan belajar sebagai menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajar siswa. Kesulitan belajar ditandai dengan munculnya kelainan perilaku (misbehavior) siswa seperti kesukaan berteriak di dalam kelas, mengusik teman, berkelahi, sering tidak masuk sekolah, dan sering minggat dari sekolah. Abdurrahman (2009: 7) mengatakan bahwa kesulitan belajar menunjuk pada sekelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk kesulitan yang nyata dalam kemahiran dan kemampuan mendengarkan, bercakap-cakap, membaca, menulis, menalar, atau kemampuan dalam bidang studi tertentu. Gangguan tersebut intrinsik dan diduga disebabkan disfungsi sistem saraf. Kesulitan belajar juga terjadi karena adanya kondisi lain yang mengganggu (misalnya gangguan sensoris, hambatan sosial dan emosional) dan berbagai pengaruh lingkungan (perbedaan budaya, dan pembelajaran yang tidak tepat).

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Abdurrahman (2009: 9) menjelaskan bahwa kesulitan belajar sebagai suatu kekurangan dalam satu atau lebih bidang akademik, baik dalam mata pelajaran yang spesifik membaca, menulis, mengeja, berhitung; atau dalam berbagai keterampilan yang bersifat lebih umum seperti mendengarkan, berbicara,dan berpikir. Kesulitan belajar juga dapat muncul dalam bentuk penyesuaian sosial atau vokasional, keterampilan kehidupan sehari-hari, atau harga diri. Dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah hambatan atau gangguan dalam belajar yang dialami oleh anak didik. Faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar terdiri atas dua macam, yaitu (1) faktor intern siswa, yakni hal-hal atau keadaan-keadaan yang muncul dari dalam diri siswa sendiri dan (2) faktor ekstern siswa, yakni hal-hal atau keadaan-keadaan yang datang dari luar diri siswa. 2. Gejala-gejala kesulitan belajar Menurut Sudrajat (2011: 6) gejala-gejala kesulitan belajar antara lain: a. b. c. d. e. Menunjukkan hasil belajar yang rendah dibawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompoknya atau dibawah potensi yang dimilikinya. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Ada siswa yang sudah berusaha giat belajar akan tetapi nilai yang diperolehnya selalu rendah. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajarnya dan selalu tertinggal dari kawan-kawannya dari waktu yang disediakan. Menunjukkan sikap-sikap yang tidak wajar, seperti: acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dusta dan sebagainya. Menunjukkan perilaku yang berkelainan, seperti membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, mengganggu didalam kelas maupun diluar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, tidak teratur dalam kegiatan belajar, dan sebagainya.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 f. 3. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, seperti: pemurung, mudah tersinggung, pemarah, tidak atau kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar Kegagalan siswa mencapai tujuan-tujuan belajar menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar tentunya disebabkan oleh berbagai faktor. Untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar perlu diketahui terlebih dahulu faktor apa saja penyebab munculnya kesulitan belajar. Winkel menjelaskan faktor yang berperan dalam proses belajar-mengajar yakni: “Keadaan awal” yaitu keadaan yang terdapat sebelum proses belajar dimulai, namun dapat berperanan terhadap proses itu. Keadaan awal itu meliputi pribadi siswa, pribadi guru, struktur jaringan hubungan sosial di sekolah, sekolah sebagai institusi pendidikan, dan faktor-faktor situasional. “Keadaan awal” dipandang sebagai sejumlah hal yang, pada dasarnya, dapat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. “Keadaan awal” juga dipandang sebagai sejumlah kenyataan yang terdapat pada awal proses belajar mengajar tertentu dan nyata-nyata berpengaruh, selama guru dan siswa berinteraksi (Winkel, 2004: 151-152). Lima aspek “keadaan awal” yakni pribadi siswa, pribadi guru, struktur jaringan hubungan sosial di sekolah, sekolah sebagai institusi pendidikan, dan faktor-faktor situasional, digolongkan dalam dua faktor utama yakni faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) meliputi pribadi siswa itu sendiri dan faktor yang berasal dari luar diri siswa (eksternal) meliputi pribadi guru, struktur jaringan hubungan sosial di sekolah, sekolah sebagai institusi pendidikan dan faktor situasional. Masing-masing faktor tersebut diuraikan secara lengkap sebagai berikut:

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 a. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) yaitu pribadi siswa, yang mencakup hal-hal sebagai berikut (Winkel, 2004: 154217): 1) Fungsi kognitif Fungsi kognitif terdiri dari (a) taraf inteligensi, (b) bakat, (c) daya fantasi, (d) gaya belajar, (e) konsentrasi. Masing-masing diuraikan sebagai berikut: a) Inteligensi. Binet (Santrock, 2009: 152) menjelaskan bahwa inti dari inteligensi terdiri dari proses-proses kognitif yang kompleks, seperti memori, kemampuan membayangkan, pemahaman, dan penilaian. Winkel (2004: 155-159) menjelaskan bahwa inteligensi dalam arti sempit adalah kemampuan untuk mencapai prestasi di sekolah, yang di dalamnya berpikir memegang peranan pokok, kerap disebut “kemampuan intelektual” atau “kemampuan akademik”. Kemampuan intelektual atau kemampuan akademik memegang peranan besar terhadap tinggi-rendahnya prestasi belajar siswa di sekolah, siswa yang memiliki kemampuan akademik, khususnya dalam bidang studi yang menuntut banyak pemikiran seperti matematika dan bahasa akan beprestasi di sekolah. Namun tinggi-rendahnya prestasi belajar tidak hanya ditentukan taraf inteligensi saja, melainkan faktor-faktor lain seperti motivasi. Suparno (2004: 18-19)

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Tinggi rendahnya intelegensi seseorang dapat diukur dengan menggunakan tes intelegensi (tes IQ). Pengukuran IQ pada umumnya lebih ditekankan pada intelegensi matematis-logis dan linguistik. Binet (Mustaqim, 2008: 104) menjelaskan bahwa hakekat inteligensi dapat diilustrasikan sebagai berikut. Pertama, kemampuan memahami sesuatu. Makin tinggi inteligensi orang, makin cepat pula ia memahami sesuatu yang dihadapinya. Kedua, kemampuan berpendapat. Semakin cerdas orang, makin cepat pula ia memiliki ide, dan mampu mengungkapkan ide dengan cara-cara yang tepat. Ketiga, kemampuan kontrol dan kritik. Makin cerdas orang makin tinggi pula daya kontrol dan kritiknya terhadap yang diperbuat, sehingga frekuensi pengulangan kesalahan kecil. Dalam intelegensi terdapat apa yang disebut dengan organisasi kognitif. Organisasi kognitif menunjuk pada cara materi yang sudah dipelajari disimpan dalam ingatan, cara materi dipelajari dan diolah; makin mendalam dan makin sistematis pengolahan materi pelajaran, makin baiklah taraf organisasi dalam ingatan itu sendiri (Winkel, 2004: 163). b) Gaya belajar Gaya belajar merupakan cara belajar yang khas bagi siswa. Gaya belajar dapat digolongkan menjadi gaya visual,

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 gaya auditif dan gaya kinestetik. Siswa yang memiliki gaya belajar visual cenderung lebih mudah belajar bila materi pelajaran dapat dilihat atau dituangkan dalam bentuk gambar, bagan, dan diagram (Winkel, 2004: 164-166). Uno (2010: 181) menjelaskan bahwa ada beberapa karakteristik yang khas pada orang yang menyukai gaya belajar visual, yaitu (1) kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahui atau memahaminya, (2) memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, (3) memiliki pemahaman yang kuat terhadap masalah artistik, (4) memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, (5) terlalu reaktif terhadap suara, (6) sulit mengikuti anjuran secara lisan, (7) seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan. Siswa yang memiliki gaya belajar auditif cenderung lebih mudah belajar bila dapat mendengar penjelasan dan merumuskan yang telah didengar dalam bentuk kata-kata dan kalimat, yang kemudian disimpan dalam ingatan (Winkel, 2004: 166). Uno (2010: 181) mendefinisikan gaya belajar auditif sebagai gaya belajar yang mengandalkan pendengaran untuk memahami dan mengingat. Gaya belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Karakter orang yang memiliki gaya belajar auditif adalah lebih mudah menyerap informasi

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 melalui pendengaran, memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan, dan memiliki kesulitan menulis serta membaca. Menurut Windura (2008: 23) siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih mudah belajar dengan praktik langsung atau melalui gerakan, dan mengalami kesulitan dalam belajar jika hanya mendengar dan melihat. Menurut Aunurrahman (2012: 149) siswa yang modalitas belajarnya kinestetik, dalam belajarnya suka menggunakan gerakan-gerakan fisik, misalnya, menggerakan tangan, kaki, dan melakukan eksperimen yang memerlukan aktivitas fisik. c) Daya fantasi Menurut Winkel (2004: 163) daya fantasi merupakan aktivitas kognitif yang mengandung banyak pikiran dan sejumlah tanggapan yang bersama-sama menciptakan sesuatu dalam alam menghadirkan kesadaran. kembali Dalam hal yang alam fantasi pernah individu diamati dan menciptakan sesuatu hal baru. Daya fantasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu fantasi yang disadari dan tidak disadari. Fantasi yang disadari adalah fantasi seperti yang dialami seorang sastrawan yang mengarang kisah roman, dia bergerak dari alam fantasi sadar, sedangkan anak yang menceritakan sesuatu yang sebetulnya tidak terjadi,

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 bergerak dalam alam fantasi yang tidak disadari. Suryabrata (2006: 39) juga mengatakan bahwa fantasi digolongkan menjadi dua macam yakni pertama, fantasi yang tidak disadari yakni fantasi yang terjadi melampau dunia riil dengan tidak disengaja. Misalnya menyampaikan berita yang tidak benar tapi tidak bermaksud berdusta. Kedua, fantasi yang disadari yakni fantasi yang terjadi dengan sengaja, dan ada usaha dari subjek untuk masuk kedalam dunia imajiner. d) Konsentrasi-perhatian Winkel (2004: 206) menjelaskan konsentrasi sebagai pemusatan tenaga dan energi psikis dalam menghadapi suatu objek, seperti peristiwa belajar di kelas dan yang berkait dengan itu. Konsentrasi dalam belajar berkaitan dengan kemauan dan hasrat untuk belajar dan, pada dasarnya, sudah terkandung dalam motivasai belajar. Namun, konsentrasi dalam belajar dipengaruhi pula oleh minat siswa dalam belajar. Siswa yang tidak berminat terhadap materi pelajaran, akan mengalami kesulitan dalam memusatkan tenaga dan energinya. Sebaliknya siswa yang berminat, akan mudah berkonsentrasi dalam belajar, apalagi bila motivasi belajarnya kuat. Gangguan terhadap konsentrasi belajar dapat timbul dari dari siswa sendiri (internal) dan luar diri siswa (ekternal). Konsentrasi dapat terganggu karena sesuatu yang berasal dari

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 dalam diri siswa, misalnya mengalami perasaan tertekan karena mengalami masalah dalam keluarga atau dengan teman. Buyarnya konsentrasi siswa dapat juga karena sesuatu yang berasal dari luar diri siswa misalnya, suara bising, suara keras, dan perubahan cuaca. e) Bakat Soegarda (Mustaqim, 2008: 140) menjelaskan bakat sebagai benih dari suatu sifat yang baru akan tampak nyata jika mendapat kesempatan atau kemungkinan untuk berkembang. Syah (2008: 150) menjelaskan bahwa bakat merupakan kemampuan individu untuk lebih mudah menyerap informasi dan melaksanakan tugas-tugas tertentu tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Individu yang memiliki bakat dalam bidang tertentu akan memiliki informasi, pengetahuan dan keterampilan yang lebih pada bidang tertentu sesuai bakatnya. Ellen Winner (Santrock, 2009: 284) mendeskripsikan tiga kriteria yang menggambarkan anak-anak berbakat: pertama, perkembangan yang cepat. Kedua, mengikuti kemajuan mereka sendiri. Ketiga, hasrat untuk menguasai. Renzuli (Ambarjaya, 2012: 55) menjelaskan bahwa anak berbakat memiliki tiga sifat dasar sebagai berikut: kemampuan umum dengan\tingkatnya diatas kemampuan rata-

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 rata, mempunyai komitmen yang tinggi terhadap tugas-tugas, dan mempunyai kreativitas yang tinggi. Anak berbakat adalah anak yang memiliki kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat tersebut dan mengaplikasikan dalam setiap tindakan yang bernilai. 2) Fungsi konatif-dinamik Fungsi konatif-dinamik terdiri dari (a) karakter dan (b) motivasi belajar. Selengkapnya dapat diuraikan sebagai berikut: a) Hasrat Dalam “berhasrat” orang mencari apa yang memberikan kepuasan menyingkiri yang tidak memuaskan. Siswa yang berhasrat kuat akan tekun untuk mencapai sesuatu yang memberikan kepuasan baginya. Siswa yang tidak memiliki hasrat kuat dalam belajar tampak tidak tekun dan mengalami kesulitan dalam belajar (Winkel, 204: 168). b) Motivasi belajar Winkel (204: 169) menjelaskan motivasi belajar sebagai keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar demi mencapai suatu tujuan. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah atau semangat

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 dalam belajar, sehingga siswa yang bermotivasi kuat memiliki energi yang banyak untuk melakukan kegiatan belajar. Menurut Dalyono (2010: 235) motivasi berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan belajar. Semakin besar motivasi belajar seseorang, semakin besar pula kesuksesan belajarnya. Seorang yang besar motivasinya akan giat berusaha, tampak gigih tidak mudah menyerah, giat membaca buku-buku untuk meningkatkan prestasinya dan memecahkan masalahnya. Sebaliknya seseorang yang motivasinya lemah, tampak acuh tak acuh, mudah putus asa, perhatian tidak tertuju pada pelajaran, suka mengganggu kelas, dan sering meninggalkan pelajaran. Menurut Syah (2008: 136) motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Termasuk dalam motivasi intrinsik adalah perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi, untuk kehidupan masa depan. Sadirman (Dimyati dan Mudjiono, 2009: 31) menjelaskan bahwa ciri-ciri siswa yang memiliki motivasi belajar adalah tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja terus menerus dalam waktu lama; ulet dalam

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa, tidak cepat puas atas atas prestasi yang diperoleh; menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar; lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain; tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin; dapat mempertahankan pendapatnya; tidak mudah melepaskan apa yang diyakininya; senang mencari dan memecahkan masalahnya. Adapun motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu yang mendorong melakukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah, peraturan dan tata tertib sekolah, suri teladan guru, dan orang tua merupakan contoh konkrit motivasi ekstrinsik yang dapat menolong siswa untuk belajar. 3) Fungsi afektif Fungsi afektif mencakup (a) perasaan, (b) sikap, dan (c) minat, yang akan diuraikan pada bagian berikut: a) Minat Winkel (2004: 212) mendefinisikan minat sebagai kecenderungan subjek yang menetap, untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajarinya. Djamarah (2011: 166) medefinisikan minat sebagai kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 mengenang beberapa aktivitas. Dengan kata lain, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa tertarik pada suatu hal atau aktivitas. Anak didik yang berminat terhadap suatu hal cenderung memberikan perhatian yang lebih terhadap hal yang bersangkutan dan tidak menghiraukan sesuatu yang lain yang tidak berhubungan dengan objek perhatiannya. b) Sikap Winkel (2004: 118) mendefinisikan sikap sebagai kemampuan internal yang berperan dalam mengambil tindakan, dan kemungkinan untuk bertindak. Orang yang memiliki sikap jelas, mampu untuk memilih secara tegas diantara beberapa kemungkinan. Kecenderungan orang untuk menerima atau menolak suatu objek berdasarkan penilaian terhadap objek. Bila objek dinilai “baik”, orang cenderung bersikap positif, bila objek dinilai “jelek”, orang cenderung bersikap negatif. Bruno (Dalyono, 2010: 216) mendefinisikan sikap (attitude) sebagai kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu. Pada prinsipnya sikap dapat disebut suatu kecenderungan bertindak dengan cara tertentu. Perwujudan perilaku belajar siswa akan ditandai dengan munculnya kecenderungan-kecenderungan baru yang telah berubah (lebih maju dan lugas) terhadap suatu objek, tata nilai, dan peristiwa.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Siswa yang memandang belajar di sekolah pada umumnya, atau bidang studi tertentu, sebagai sesuatu yang sangat bermanfaat akan memiliki sikap positif. Sebaliknya, siswa yang memandang belajar sebagai sesuatu yang tidak berguna, akan memiliki sikap negatif. c) Perasaan Perasaan yang dimaksudkan adalah perasaan momentan dan intensional. “momentan” berarti perasaan timbul pada saat tertentu; “intensional” bearti reaksi perasaan diberikan terhadap sesuatu, seseorang atau situasi tertentu. Semua reaksi perasaan yang momentum dan intensional bervariasi banyak sekali; namun dapat digolongkan dalam “perasaan senang” dan “tidak senang”. Kalau perasaan momentan dan intensional berulang kali telah mengandung penilaian positif maka akan lahir perasaan senang; perasaan senang tersebut dibawa oleh siswa sebagai sumber energi dalam belajar lebih lanjut. Sebaliknya, bila reaksi perasaan momentan dan intensional berulang kali mengandung penilaian negatif maka lahirnya perasaan tidak senang; membunuh semangat belajar siswa (Winkel, 2004: 210). Sukmadinata (2009: 78) mendefinisikan perasaan sebagai suatu suasana batin atau suasana hati yang membentuk suatu kontinum atau garis. Kontinum ini bergerak dari ujung yang paling positif yaitu sangat senang sampai dengan ujung

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 yang paling negatif, yaitu sangat tidak senang. Beberapa bentuk perasaan lain selain senang atau tidak senang adalah suka atau tidak suka, tegang atau lega, dan terangsang atau tidak terangsang. 4) Fungsi sensorik-motorik Winkel (2004: 213) menjelaskan bahwa kemampuan yang dimiliki siswa di bidang psikomotorik dapat menghambat dan membantu semua proses belajar-mengajar atau, paling sedikit, dalam proses belajar yang harus menghasilkan keterampilan motorik. Perolehan kemampuan yang dimaksud, antara lain kecepatan menulis; kecepatan berbicara dan artikulasi kata-kata; menggunakan alat-alat menggunting, memotong, membuat garis dan lingkaran, dan menggambar. Kekurangan dalam kemampuan motorik yang sudah nampak pada siswa sebelum proses belajar, cenderung membuat siswa merasa kurang percaya diri, agak takut dan gelisah, serta menggoroti motivasi belajar. 5) Kondisi fisik dan psikis a) Individualitas biologis Individualitas biologis mencakup konstitusi dan habitus. Konstitusi meliputi susunan kimiawi badan, susunan alat-alat perlengkapan badan, daya tahan terhadap penyakit, dan daya hidup. Habitus mencakup bentuk badan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 yang khas untuk setiap manusia. Yang berperanan dalam belajar adalah daya tahan terhadap penyakit,daya hidup, dan alat-alat perlengkapan badan (Winkel, 2004: 214). b) Kondisi mental Kondisi ini merupakan akibat dari keadaan psikis siswa, seperti ketenangan batin, stabilitas dan labilitas mental. Siswa yang menikmati ketenangan batin, karena kehidupan keluarganya harmonis dan pergaulan sosialnya baik, akan jauh lebih mudah berkonsentrasi dalam belajar. Sebaliknya, siswa yang pikirannya kalut dan mudah menjadi bingung, cenderung mempertanyakan diri sendiri; dengan demikian, daya psikisnya kurang terpusat pada berbagai tugas belajar (Winkel, 2004: 214). c) Vitalitas psikis Vitalitas menunjuk pada jumlah dan kekuatan energi yang dimiliki seseorang. Orang yang badannya mudah merasa lesu, cepat lelah dan kerap merasa lemah tidak akan memiliki energi yang banyak (Winkel, 2004: 214). b. Faktor yang berasal dari luar diri siswa (eksternal) meliputi (1) pribadi guru, (2) struktur jaringan hubungan sosial di sekolah, (3) sekolah sebagai institusi pendidikan dan (4) faktor situasional. Masing-masing faktor tersebut diuraikan pada bagian berikut:

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 1) Pribadi guru a) Kepribadian guru Winkel (2004: 219) menjelaskan bahwa ciri khas kepribadian orang nampak dalam cara ia melakukan pekerjaan. Kenyataan ini semakin berlaku dalam pekerjaan seorang guru, yang mendidik generasi muda di sekolah. Kehadiran guru di kelas memberikan pengaruh terhadap perkembangan siswa. Ciri-ciri kepribadian guru yang ideal antara lain luwes dalam pergaulan, suka humor, mampu menyelami alam pikiran dan perasaan anak, peka terhadap tuntutan keadilan, mampu mengadakan organisasi, kreatif dan rela membantu. Menurut Daradjat (Syah, 2008: 227) ciri guru yang luwes yakni: menunjukkan perilaku demokratis dan tenggang rasa kepada semua siswa, responsif terhadap kelas (mau melihat, mendengar, dan merespon masalah disiplin, dan kesulitan belajar), memandang siswa sebagai partner dalam proses belajar mengajar (PBM), menilai siswa berdasarkan faktor-faktor yang memadai, dan berkesinambungan dalam menggunakan ganjaran dan hukuman sesuai dengan penampilan siswa. Guru di sekolah juga berperan sebagai korektor. Guru sebagai korektor harus berusaha membetulkan sikap dan tindakan siswa yang tidak sesuai dengan tuntutan kehidupan manusia. Hal ini berarti, seorang guru harus mampu

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 menggunakan reinforcement dan punishment secara tepat. Pemberian hukuman atau punishment bertujuan membuat siswa merasa jera akan perbuatan yang telah dilakukannya dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Pemberian peneguhan atau reinforcement bertujuan agar siswa mengulang kembali tindakan yang tepat. Seorang guru juga dituntut menciptakan suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Guru harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa, sehingga guru dapat mengajar dengan penuh konsentrasi dan siswa dapat belajar dengan tekun. b) Kemampuan didaktis guru Winkel (2004: 226) menjelaskan bahwa kemampuan didaktis guru menyangkut kompetensi yang perlu dimiliki oleh guru, seperti kemampuan menguasai bahan atau materi, kemampuan mengelola program belajar-mengajar, kemampuan mengelola kelas, kemampuan menggunakan media/sumber, kemampuan mengelola interaksi belajar-mengajar, kemampuan menilai prestasi siswa, dan kemampuan pengenalan fungsi serta penyelenggaraan administrasi sekolah. Menurut Winkel (2004: 224) faktor penguasaan keterampilan didaktis sebanyak mungkin dan menggunakan keterampilan lain yang dimiliki oleh guru sangat penting dalam proses megajar dikelas. Guru juga dituntut untuk mampu menggunakan kemampuan yang

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 dimilikinya, sesuai dengan kondisi kelas serta gaya mengajar guru sendiri. Beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah Pertama, guru harus mempunyai keahlian dalam penggunaan prosedur didaktis yang mencakup beberapa hal, seperti menyadari keuntungan dan kelemahan dari masingmasing prosedur; memperhatikan kebutuhan siswa. Kedua, guru harus mempunyai keahlian dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini merupakan syarat bagi penggunaan berbagai prosedur didaktis. Ketiga, “gaya memimpin kelas” menunjuk pada cara guru memberikan pengarahan pada proses belajar mengajar. Keempat, selama proses belajar mengajar berlangsung, guru dan siswa berinteraksi pula sebagai pribadi; baik guru maupun siswa, mengkomunikasikan sikap dan berbagai perasaan. Slavin (2008: 4 ) menjelaskan bahwa guru yang baik bukan hanya mengetahui permasalahan anak didik, tetapi juga dapat mengkomunikasikan pengetahuan yang dimilikinya terhadap anak didik. Kelima, kemampuan guru untuk berbahasa indonesia yang baik. 2) Sekolah sebagai institusi a) Sarana dan prasarana Menurut Winkel (2004: 244) sarana dan prasarana meliputi hal-hal seperti gedung sekolah (letaknya, luasnya, dan jumlah ruang kelas), perabot, media pengajaran, ruang

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 laboratorium, fasilitas perpustakaan, tempat olahraga, fasilitas UKS, ruang BK, ruang guru, dan kamar kecil. Adanya sarana dan prasarana yang lengkap memungkinkan kelancaran selama proses belajar-mengajar. b) Suasana di sekolah Suasana di sekolah menunjuk pada iklim psikologis yang terdapat pada suatu sekolah seperti bagaimana cara warga sekolah bergaul satu sama lain; bagaimana tata cara kesopanan yang berlaku di sekolah; dan bagaimana cara disiplin sekolah ditentukan serta kemudian dijamin pelaksanaannya. Suasana di sekolah, untuk sebagian, dibentuk atau diciptakan oleh seperangkat peraturan disiplin yang berlaku (Winkel, 2004: 245). c) Kurikulum sekolah Istilah kurikulum dapat mempunyai arti yang luas dan meliputi program pendidikan nasional, program kerja sekolah, silabi untuk masing-masing bidang studi, petunjuk pelaksanaan pengajaran dan evaluasi. Istilah kurikulum juga dapat mempunyai arti yang lebih terbatas yakni program studi dan silabi setiap bidang studi (Winkel, 2004: 246). Menurut Parkay (2008: 453) kurikulum yang eksplisit atau tersurat mengacu pada apa yang hendak diberikan sekolah kepada siswa. Kurikulum terbentuk oleh beberapa

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 komponen: (1) sasaran dan tujuan yang disiapkan sekolah untuk siswa, (2) realisasi pelajaran yang membentuk rangkaian pelajaran, dan (3) pengetahuan khusus, keterampilan dan sikap yang guru ingin didapatkan siswa. Singkatnya, kurikulum eksplisit mewakili harapan sekolah untuk siswa yang diumumkan secara luas. d) Pelayanan kepada siswa di luar jam pelajaran Pelayanan kepada siswa di luar jam pelajaran, mencakup kegiatan konseling, dan unit ekstrakurikuler, kesehatan bimbingan sekolah. dan Pelayanan bimbingan dan konseling akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang cukup pesat. Jelaslah kiranya, bahwa konstelasi pelayanan itu menjadi tanggung jawab sekolah sebagai institusi; mutu pelayanan yang baik di ketiga bidang yang disebut di atas, akan mempunyai dampak positif terhadap proses belajar-mengajar di dalam kelas (Winkel, 2004: 255). 3) Struktur jaringan hubungan sosial Menurut Winkel (2004: 235-243) selama proses belajarmengajar, terjadi interaksi sosial antara guru dengan para siswa dan antara siswa yang satu dengan yang lain. Interaksi sosial itu dipengaruhi oleh sistem sosial yang berlaku dalam kalangan siswa dan oleh variasi dalam status sosial yang dimiliki para

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 siswa. Semua itu merupakan kenyataan yang sudah terdapat sebelum mewarnai proses belajar-mengajar interaksi sosial dalam dimulai, proses dan itu. biasanya Misalnya, pandangan siswa terhadap guru tertentu, menempatkan guru dalam suatu posisi menyimpang dari kedudukannya yang resmi. Pandangan itu kerap dituangkan dalam bentuk cap tertentu yang sering kali bernada negatif, seperti guru A= sombong, guru B= pilih kasih, dan guru C= kejam. Cap-cap seperti itu belum tentu sesuai dengan sikap yang mendasari perilaku guru itu, namun kerap cenderung bertahan dan menjadi tradisi dalam kalangan siswa. Seandainya dalam kalangan siswa berlaku sistem sosial yang merusak suasana sekolah atau memojokkan sejumlah siswa, sampai konsentrasi belajar terganggu, perlu dipikirkan usaha supaya sistem itu berubah ke arah sistem sosial yang lebih mendukung kegiatan belajar. Bila guru meninjau masalah itu secara bersama dan kemudian bertindak bersama, seyogyanya dimulai gerakan untuk mempengaruhi siswa atau diambil ketentuan yang secara perlahan mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial yang dianut oleh siswa.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 4) Faktor-faktor situasional a) Keadaan ekonomi Menurut Winkel (2004: 256) guru yang gelisah dan sulit berkonsentrasi saat mengajar, boleh jadi karena guru memikirkan cara memperoleh penghasilan tambahan untuk melengkapi kekurangannya. Siswa gelisah dan sulit berkonsentrasi saat belajar boleh jadi karena siswa memikirkan keadaan ekonomi keluarga yang selalu kekurangan, seperti siswa tidak mendapat uang jajan, uang sekolah belum lunas, uang buku kurang, uang kegiatan pribadi kurang, dan uang kontrakan yang belum lunas. b) Alokasi tempat Banyak jalan dekat lingkungan sekolah di perlebar untuk menampung arus lalu-lintas yang semakin padat dan ramai. Areal kebun atau lapangan kena pemotongan, sehingga ruang kelas yang semula terletak agak jauh dari jalan, akhirnya terletak di pinggir jalan yang ramai dan penghuninya terpaksa “menikmati” polusi udara dan suara. 4. Dampak kesulitan belajar Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa akan memberikan dampak yang negatif bagi siswa sendiri. Dampak kesulitan belajar siswa menurut Subini (2011: 49-50) yaitu:

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 a. Pertumbuhan dan perkembangan siswa terhambat. b. Siswa menjadi frustrasi. c. Siswa yang mengalami kesulitan belajar menuding dirinya sebagai anak yang bodoh, aneh, terbelakang, dan merasa berbeda. d. Siswa yang mengalami kesulitan belajar biasanya malu, rendah diri, berperilaku nakal, agresif, menyendiri atau bahkan menarik diri untuk menutupi kekurangan dirinya. e. Siswa yang mengalami kesulitan belajar memiliki perasaan kecewa, marah, putus asa, dan merasa bersalah dengan keadaannya. f. 5. Terjadi ketidakharmonisan di dalam keluarga. Kesulitan belajar yang dialami siswa SMA Penelitian mengenai kesulitan belajar di SMA cukup banyak dilakukan oleh mahasiswa, dan pada dasarnya dalam setiap penelitian selalu ada perbedaan, seperti sekolah yang di pilih untuk penelitian, subjek penelitian, dan alasan melakukan penelitian. Contoh hasil penelitian mengenai kesulitan belajar siswa SMA yakni yang dilakukan Kabelen (2011) “Deskripsi Kesulitan Belajar yang Dialami Para Siswa Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011 dan Implikasinya terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar”. Hasil penelitian Kabelen (2011) menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang banyak dialami para siswa XI SMA Stella Duce 2 yogyakarta tahun ajaran 2010/2011 adalah sebagai berikut:

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 1. Kesulitan menjawab soal-soal saat ulangan atau ujian 2. Kesulitan menyesuaikan diri terhadap guru, orang tua dan lingkungan sekolah. 3. 6. Kesulitan beradaptasi dengan keadaan iklim dan cuaca. Usaha mengatasi kesulitan belajar Usaha-usaha yang perlu dilakukan dalam rangka mengatasi kesulitan belajar anak didik antara lain (Djamarah, 2011: 250-255): a. Pengumpulan data Untuk menemukan sumber informasi kesulitan belajar diperlukan banyak informasi. Observasi, interview, dan dokumentasi dapat digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang bertujuan mengumpulkan informasi. Usaha lain yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan data antara lain: kunjungan rumah, case study, case history, dan daftar pribadi. Dalam pelaksanaannya, semua metode tersebut tidak mesti digunakan bersama-sama, tergantung pada masalah, kompleks atau tidak. b. Pengolahan data Data yang telah terkumpul tidak ada artinya jika tidak diolah secara cermat. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka pengolahan data adalah sebagai berikut: identifikasi kasus, membandingkan dengan kasus lain, membandingkan dengan hasil tes lain, dan menarik kesimpulan.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 c. Diagnosis Diagnosis adalah keputusan mengenai hasil dari pengolahan data. Diagnosis dapat berupa hal-hal sebagai berikut: pertama, keputusan mengenai jenis kesulitan belajar anak didik yakni berat dan ringannya tingkat kesulitan yang dirasakan anak didik. Kedua, keputusan mengenai faktor-faktor yang ikut menjadi penyebab kesulitan belajar anak didik. Ketiga, keputusan mengenai faktor utama yang menjadi penyebab kesulitan belajar anak didik. Agar keputusan yang diambil tidak keliru diperlukan kecermatan dan ketelitian yang tinggi dan juga konsul dengan ahli lain yang memiliki keahlian di bidang yang bersangkutan. d. Prognosis Dalam prognosis dilakukan kegiatan penyusunan program dan penetapan ramalan mengenai bantuan yang harus diberikan pada anak untuk membantunya keluar dari kesulitan belajar. Dalam penyusunan program bantuan terhadap anak didik yang mengalami kesulitan belajar dapat diajukan pertanyaan-pertanyaan 5W+1H, yaitu who, what, when, where, which, dan how. e. Treatment Treatment adalah perlakuan. Perlakuan di sini dimaksudkan adalah pemberian bantuan kepada anak didik yang mengalami kesulitan belajar sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap prognosis. Treatment yang diberikan melalui bimbingan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 belajar individual, bimbingan belajar kelompok, dan bimbingan belajar yang dilakukan oleh orang tua di rumah. 7. Peran guru dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar. a. Peran guru mata pelajaran Guru mata pelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswa dan memperbaiki kualitas mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar mengajar, bertindak sebagai fasilitator, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak, serta menguasai tujuan pendidikan yang harus dicapai (Daryanto & Mulyo Rahardjo, 2012: 1). b. Peran guru BK Peran guru BK yakni memberikan bimbingan dan konseling terhadap anak didik. Dengan memberikan bimbingan, guru BK menggunakan berbagai prosedur, cara dan bahan agar anak didik mampu mandiri dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Guru BK juga memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada anak didik melalui layanan bimbingan kelompok, klasikal, layanan konseling individual dan konseling kelompok guna membantu mengatasi masalah yang dihadapi anak didik. Peran guru

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 BK pada dasarnya adalah membantu anak didik dan kelompok anak didik untuk: mengurangi sampai seminimal mungkin dampak sumber-sumber permasalahan terhadap anak didik dan kelompok anak didik, mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh anak didik dan kelompok anak didik, dan membantu anak didik mengembangkan diri seoptimal mungkin (Prayitno & Erman Amti, 2008: 35). C. Bimbingan Belajar Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan yang diberikan kepada seseorang (individu) atau sekelompok orang agar dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri yang di maksudkan yakni mengenal diri sendiri dan lingkungannya sebagaimana adanya, menerima diri sendiri dan lingkungannya secara poritif dan dinamis, mengambil keputusan, mengarahkan diri sendiri, dan mewujudkan diri sendiri (Sukardi & Desak Kusumawati, 2008: 1-2). Winkel (2010: 115) menjelaskan bahwa bimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat dan mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di sekolah. Cara belajar yang salah mengakibatkan, materi pelajaran tidak dikuasai dengan baik, sehingga akan timbul kesulitan dalam mempelajari materi selanjutnya. Prayitno dan Erman Amti (2008: 279) mengatakan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya inteligensi siswa. Seringkali

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 kegagalan itu terjadi karena siswa tidak mendapatkan layanan bimbingan yang memadai. Tugas guru dan konselor membantu mengatasi kesulitan belajar, mengembangkan cara belajar yang efektif, membantu siswa agar sukses dalam belajar, dan membantu siswa menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan belajar. Dalam bimbingan belajar konselor berupaya agar memfasilitasi siswa dalam mencapai tujuan belajar yang diharapkan (Yusuf dan Nurihsan, 2010: 11).

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi uraian mengenai (1) jenis penelitian, (2) subjek penelitian, (3) insrumen penelitian, (4) prosedur pengumpulan data, dan (5) teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode survei. J.W. Creswell (Sangadji dan M.M. Sopiah, 2010: 24) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan menggambarkan objek apa adanya. Tujuannya adalah secara sistematis fakta, objek, atau subjek apa adanya. Dengan kata lain, menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat. Metode survei bertujuan mengumpulkan informasi tentang variabel penelitian (Furchan, 2007: 450). Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. B. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan sampel, yakni bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Penggunaan sampel dikarenakan adanya keterbatasan waktu dan tenaga oleh peneliti dan pihak sekolah. Peneliti menggunakan sampling insidental, yakni teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara 39

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 kebetulan atau insidental bertemu dengan peneliti digunakan sebagai sampel (Sugiono, 2012: 126). Dalam menentukan ukuran sampel, peneliti menggunakan rumus sebagai berikut (Sugiono, 2012: 132): Jumlah Sampel = jumlah populasi (taraf kesalahan 10%) Dengan menggunakan tabel 5.1 (tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu dengan taraf kesalahan 10%), bila jumlah populasi kedua kelas 36 dengan taraf kesalahan 10%, maka jumlah sampelnya = 31. Rincian jumlah sampel kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta dapat dilihat pada tabel 1. Hasil perhitungan penentuan jumlah sampel dapat dilihat pada lampiran 1. Tabel 1. Rincian Jumlah Sampel Kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Kelas X XI Total Jumlah Siswa 21 15 36 Sampel 18 13 31

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 C. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang mengungkap kesulitan belajar yang dialami siswa SMA Marsudi Luhur Yogayakarta tahun ajaran 2013/2014. Kuesioner ini dibuat oleh peneliti dan terinspirasi dari item-item kuesioner kesulitan belajar yang disusun oleh Atanus (2013:114). Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, artinya subjek langsung menjawab pertanyaan yang sudah disediakan dengan memilih alternatif jawaban yang paling sesuai dengan dirinya (Taniredja dan Hidayati, 2011: 14). Kuesioner yang digunakan dalam pengambilan data uji coba di kelas X SMA Stela Duce Bantul dapat di lihat pada lampiran 2. Penelitian ini menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiono, 2011: 134). Jawaban setiap item yang menggunakan skala likert ada lima, dari sangat positif sampai sangat negatif. Peneliti menggunakan empat alternatif jawaban sebagai berikut: sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju. Alasan peneliti menggunakan empat alternatif jawaban adalah untuk menghindari subjek memilih alternatif jawaban tengah, karena apabila subjek memilih alternatif jawaban tengah menunjukkan bahwa subjek ragu-ragu atau belum dapat menentukan pilihan jawaban yang sesuai dengan dirinya, akibatnya peneliti tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk checklist. Penentuan skor untuk masing-masing

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 alternatif jawaban sebagai berikut: sangat setuju diberi skor 4, setuju diberi skor 3, tidak setuju diberi skor 2, dan sangat tidak setuju diberi skor 1. D. Uji Coba Alat Kuesioner yang digunakan dalam pengambilan data penelitian diujicobakan terlebih dahulu di kelas X SMA Stella Duce Bantul. Uji coba kuesioner dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2014 pada siswa kelas X yang berjumlah 46 orang. Pada waktu uji coba, delapan orang siswa tidak dapat mengikuti karena sakit. Total jumlah siswa kelas X untuk keperluan uji coba yakni 55 orang yang terdiri dari dua kelas (X1 dan X2). Pengumpulan data uji coba dilaksanakan pada akhir aktivitas belajar-mengajar dan berlangsung di AULA SMA Stella Duce Bantul, Yogyakarta. Data hasil uji coba kuesioner kesulitan belajar di kelas X SMA Stella Duce Bantul dapat dilihat pada lampiran 3. E. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Instrumen valid berarti instrumen dapat digunakan untuk mengukur yang seharusnya diukur (Sugiono, 2011: 173). Peneliti melakukan uji validitas isi yang ditentukan atas dasar pertimbangan (judgment) dari ahli. Dalam pelaksanaannya, peneliti meminta pertimbangan dari ahli yakni Drs. R.H.Dj. Sinurat, M.A. Setelah dilakukan judgment, peneliti melakukan uji coba. Data hasil uji coba kemudian diuji validitasnya dengan metode Pearson atau product moment yaitu mengkorelasikan skor-skor setiap item kuesioner

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dengan skor-skor totalnya (Surapranata, 2009: 64). Adapun rumusnya sebagai berikut: rxy = ∑ ∑ −(∑ ) −∑ ∑ ∑ −(∑ ) Ket erangan: rxy : korelasi skor-skor total kuesioner dan skor total item-item x y n xy : skor sub total kuesioner : skor total item-item kuesioner : jumlah responden : hasil perkalian antara skor x dan y Dalam menentukan validitas item, terlebih dahulu dilakukan pemberian skor pada masing-masing item (mentabulasi data ke Microsoft Office Excel 2007) dan menggunakan Statistic Programme for Social Science versi 16.0 untuk mempermudah peneliti melakukan perhitungan validitas item. Item yang mencapai koefisien korelasi ≥ 0,30 dapat diinterpretasikan sebagai item yang valid dan item yang < 0,30 dapat diinterpretasikan tidak valid (Surapranata, 2009: 64). Berdasarkan hasil perhitungan statistik terhadap 50 item yang telah di uji coba, terdapat 35 item yang valid. Terdapat 15 item yang tidak valid atau koefisien korelasi < 0,30. Item-item yang tidak valid diperbaiki oleh peneliti dan meminta bantuan dosen pembimbing, yang kemudian digunakan dalam pengambilan data penelitian. Item yang diperbaiki sebanyak 13 item dan 2 item tidak diperbaiki atau dianggap gugur karena ada item lain yang dapat mewakili item yang gugur. Total item keseluruhan yang digunakan dalam pengambilan data penelitian yakni 47 item. Data hasil pengujian

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 validitas dengan menggunakan Statistic Programme for Social Science versi 16.0 dapat dilihat pada lampiran 4. Kuesioner yang digunakan utuk pengambilan data penelitian dapat dilihat pada lampiran 5. Berikut kisikisi kuesioner kesulitan belajar yang digunakan dalam pengambilan data penelitian (tabel 2).

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Tabel 2. Kisi-kisi Kuesioner Kesulitan Belajar yang Dialami Siswa Kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Aspek Keadaan dari dalam diri yang kurang mendukung Indikator Fungsi kognisi yang kurang mendukung 1. 2. 3. 4. 5. Fungsi konasi yang kurang mendukung 1. Fungsi afeksi yang kurang mendukung 1. 2. 2. 3. Fungsi sensoris motoris yang kurang mendukung 1. 2. 3. Kondisi fisik dan psikis yang kurang baik Keadaan dari luar diri yang kurang mendukung Kurang mampu menerima kepribadian guru yang berbedabeda Lingkungan sekolah sebagai institusi yang kurang memadai 1. 2. 3. 1. 2. 1. 2. 3. 4. Kurang mampu membangun hubungan sosial di sekolah 1. Faktor-faktor situasional yang kurang mendukung 1. 2. 2. Sub indikator Inteligensi siswa yang kurang mendukung Kurang mampu menggunakan gaya belajar Kurang mampu menggunakan daya fantasi Kurang mampu berkonsentrasi Kurang mampu mengembangkan bakat Kurang memiliki hasrat dalam belajar Kurang memiliki motivasi dalam belajar Kurang menunjukkan minat terhadap belajar Sikap yang kurang baik saat belajar Perasaan yang kurang baik saat belajar Kurang mampu menulis dengan baik Kurang mampu berbicara dan artikulasi kata-kata Kurang mampu dalam bidang olah raga Kurang memiliki daya tahan terhadap penyakit Kondisi mental yang kurang baik Vitalitas psikis yang kurang baik Kepribadian guru yang kurang diinginkan siswa Keterampilan didaktis guru yang kurang diinginkan siswa Nomor item 1,2,3,4 4 5,6,7 3 8,9 2 10,11 12,13 2 2 14 1 15,16,17,18 4 19,20 2 21,22 23,24 2 2 25 1 26 1 27 1 28 1 29 30,31 42,43,45 1 2 3 44,46,47 3 Kurang mampu memanfaatkan sarana dan prasarana Lingkungan sekolah yang kurang nyaman untuk belajar Kurang mampu memanfaatkan kegiatan belajar di luar jam pelajaran Kurang mampu memahami kurikulum sekolah Kurang mampu berinteraksi dengan siswa lain Kurang mampu berinteraksi dengan guru 32 1 33,34 2 35,36 2 37 1 38 1 39 1 Kurang mampu menyesuaikan diri dengan lokasi sekolah yang kurang nyaman Kurang mampu memahami keadaan ekonomi keluarga yang tergolong rendah 40 1 41 1 Total Jumlah 47

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 2. Reliabilitas Suatu instrumen penelitian disebut reliabel apabila instrumen konsisten dalam memberikan penilaian terhadap hal yang diukur (Kountur, 2003:156). Menurut Azwar (2011: 83) reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentan dari 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas instrumen. Sebaliknya, koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0 berarti semakin rendah reliabilitasnya. Patokan koefisien reliabiltas dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Patokan Koefisien Reliabilitas Kriteria Guilford (Masidjo, 1995: 209) Koefisien korelasi Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup 0,21-0,40 Rendah Negatif - 0,20 Sangat rendah `Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan metode belah dua (Split-half method). Untuk mempermudah perhitungan reliabilitas, peneliti menggunakan sistem komputasi dengan menggunakan Statistic Programme for Social Science versi 16.0. Koefisien korelasi belah dua (Split-half method) setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan SPSS yakni 0,697. Selanjutnya koefisien korelasi tersebut dikoreksi dengan menggunakan formula

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 koreksi dari Spearman-Brown dengan rumus sebagai berikut (Azwar, 2009: 69): rxx = = = 2 ( 1. ) + 1. 2 ( ,697) + ,697 , 94 ,697 = 0,8 keterangan rxx : koefisien reliabilitas Spearman-Brown .2 : koefisien korelasi antara kedua belahan Hasil perhitungan dengan menggunakan formula koreksi dari SpearmanBrown diperoleh koefisien reliabilitas instrumen 0,821. Berdasarkan peninjauan koefisien reliabilitas pada kriteria Guilford (Tabel 3) dapat disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas instrumen termasuk tinggi. Hasil pengujian reliabilitas dengan menggunakan Statistic Programme for Social Science versi 16.0 dapat dilihat pada lampiran 6. F. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap Persiapan a. Mempelajari buku-buku tentang kesulitan belajar, psikologi, dan buku-buku yang relevan tentang kesulitan belajar. b. Menyusun kuesioner kesulitan belajar sesuai dengan aspek dan indikator kesulitan belajar. c. Pengujian instrumen oleh dosen pembimbing yakni Drs. R.H.Dj. Sinurat, M.A.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 d. Meminta izin pihak sekolah SMA Stella Duce Bantul untuk melaksanakan pengambilan data uji coba kuesioner. e. Melaksanakan uji coba kuesioner di SMA Stella Duce Bantul pada tanggal 25 Januari 2013/2014. 2. Tahap Pelaksanaan pengumpulan data a. Menyerahkan surat izin penelitian dan proposal untuk dipelajari pihak SMA Marsudi Luhur Yogyakarta pada tanggal 31 Januari 2013/2014. b. Melaksanakan pengumpulan data pada tanggal 8-12 Februari 2013/2014. Jadwal pengumpulan data dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Jadwal Pengumpulan Data Penelitian Siswa Kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Kelas Tanggal X 8 januari-12 januari 2013/2014 8 januari-12 januari 2013/2014 Total XI Jumlah siswa yang mengisi angket 18 13 31 Penyebaran kuesioner kesulitan belajar dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh guru BK yakni Dra. Danar Adiati. G. Teknik Analisis Data Data-data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 1. Peneliti memberikan skor pada setiap alternatif jawaban. Alternatif jawaban, sangat setuju= 4, setuju= 3, tidak setuju= 2, dan sangat tidak setuju= 1. 2. Peneliti membuat tabulasi data dengan menggunakan microsoft exel 2007 dan menjumlahkan skor-skor total masing-masing item. Data kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 dapat dilihat pada lampiran 7. 3. Peneliti menghitung rentang skor kesulitan belajar berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II (Masidjo, 1995: 157). Cara menghitung rentang skor kesulitan belajar berdasarkan PAP Tipe II dapat dilihat pada lampiran 8. 4. Peneliti membuat rentang skor kesulitan belajar berpedoman pada Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II (Masidjo, 1995: 157) yang mengelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu sangat dialami, dialami, dan cukup dialami. Tabel 5. Rentang Skor Kesulitan Belajar Siswa Kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahum Ajaran 2013/2014. Rentang Skor 100-124 82-99 69-81 Kesulitan Belajar Sangat Dialami Dialami Cukup Dialami

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR Dalam bab ini disajikan hasil penelitian yang berupa daftar kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan merupakan jawaban terhadap pertanyaan penelitian yaitu “Kesulitan belajar manakah yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta ajaran 2013/2014?”. Penyajian hasil penelitian dilanjutkan dengan pembahasan hasil penelitian, dan usulan topik-topik bimbingan belajar. A. Kesulitan Belajar yang Dialami Siswa Kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Berdasarkan data penelitian yang telah terkumpul dan dianalisis dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II, tampaklah kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014, seperti yang disajikan pada tabel 6. Tabel 6. Kesulitan Belajar yang Dialami Siswa Kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. No. Rentang Skor Kesulitan Belajar No. Item Kesulitan Belajar Item Kesulitan Belajar (47) Persentase Kesulitan Belajar 1. 100-124 23, 43 2 4,25% Sangat Dialami 2. 82-99 9 19,14% Dialami 3. 69-81 20 42,55% Cukup Dialami 6, 10, 12, 15,16, 24, 28, 42, 44 1, 3, 7, 8, 11, 13, 14, 17, 20, 25, 26, 30, 31, 32, 33, 37, 39, 45, 46, 47 50 Kesulitan Belajar

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Berdasarkan tabel 6, tampak bahwa: 1. Terdapat 2 (4,25%) kesulitan belajar yang sangat dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014, yaitu: a. Kurang menyukai guru tertentu yang memberikan penjelasan kurang baik saat pelajaran (item nomor 23). b. Kurang senang dengan sikap guru yang tidak peka dengan kebutuhan siswa (item nomor 43). 2. Terdapat 9 (19,14%) kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014, yaitu: a. Sulit memahami materi apabila hanya dijelaskan (item nomor 6). b. Masalah-masalah yang dialami membuat sulit berkonsentrasi dalam belajar (item nomor 10) c. Sulit mengatur waktu belajar (item nomor 12). d. Kurang rajin membaca kembali materi pelajaran yang sudah dijelaskan guru (item nomor 15). e. Kurang tekun mengerjakan tugas sekolah (item nomor 16). f. Kurang senang apabila suasana gaduh dikelas (item nomor 24). g. Sulit belajar saat sedang sakit (item nomor 28). h. Sulit menerima sikap guru yang mengajar dengan pilih kasih (item nomor 42). i. Kurang mampu menangkap penjelasan dari beberapa guru saat mengajar (item nomor 44).

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 3. Terdapat 20 (42,55%) kesulitan belajar yang cukup dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014, yaitu: a. Kurang mampu mempelajari pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia) (item nomor 1). b. Kesulitan dalam mengingat kembali pelajaran yang dijelaskan oleh guru (item nomor 3). c. Sulit memahami materi apabila tidak ada latihan (praktek langsung) (item nomor 7). d. Kesulitan apabila disuruh guru menjelaskan kembali hal yang telah dijelaskan guru yang bersangkutan (item nomor 8). e. Sulit berkonsentrasi dalam belajar apabila keadaan diluar kelas atau sekolah sangat ramai (item nomor 11) f. Kurang mampu mencari informasi-informasi terbaru mengenai belajar (item nomor 13). g. Kurang berusaha mengikuti pelajaran di sekolah (item nomor 14). h. Langsung berhenti mengerjakan soal apabila soal atau tugas yang diberikan guru terasa sulit. (item nomor 17). i. Kesulitan mempelajari materi atau pokok bahasan tertentu (item nomor 20). j. Sulit menulis dengan rapi (item nomor 25). k. Sulit berbicara dengan lancar sewaktu tampil di depan kelas (item nomor 26).

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 l. Mudah merasa lesu saat belajar (item nomor 30). m. Cepat lelah saat belajar (item nomor 31). n. Kurang mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan di sekolah (item nomor 32). o. Belum dapat menaati peraturan di sekolah (item nomor 33). p. Kesulitan mengikuti bahan pelajaran yang banyak dan padat (item nomor 37). q. Sulit membangun hubungan yang baik dengan guru yang pilih kasih dalam mengajar(item nomor 39). r. Kurang mampu mematuhi perintah guru untuk menciptakan kelas yang tenang (item nomor 45). s. Kesulitan dalam hal mengikuti cara guru mengajar (item nomor 46). t. Kurang mampu menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar (item nomor 47). Dari hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa ada berbagai kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. B. Pembahasan Hasil Penelitian Untuk membatasi pembahasan dan menghindari pengulangan yang tidak perlu, kesulitan yang sangat dialami, dialami, dan cukup dialami disatukan menjadi kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Marsudi Luhur Yogyakarta. Kesulitan belajar yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. Kesulitan belajar bersumber dari keadaan dalam diri yang kurang mendukung. a. Kesulitan belajar karena fungsi kognisi yang kurang mendukung. Kesulitan belajar seperti kurang mampu mempelajari pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia) (item 1) dan kesulitan dalam mengingat kembali pelajaran yang dijelaskan oleh guru (item 3) disebabkan oleh inteligensi siswa yang kurang mendukung. Tinggi-rendahnya inteligensi siswa tampak dalam perolehan prestasi belajar siswa di sekolah (terutama dalam bidang eksakta dan bahasa). Siswa yang memperoleh prestasi belajar baik, kemampuan akademiknya pasti baik. Penting untuk diketahui bahwa siswa yang mengalami kesulitan (mempelajari pelajaran eksakta), tidak mengalami kesulitan apabila ia tekun dan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. Dalam inteligensi juga ada yang disebut kemampuan mengingat, yakni kemampuan menyimpan semua informasi selama proses belajar-mengajar berlangsung. Siswa yang mampu menyimpan semua informasi dengan baik, akan mudah mengingat kembali informasi yang telah disimpan tersebut. Siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta yang mengalami kesulitan mempelajari pelajaran eksakta dan

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 kesulitan dalam mengingat terjadi karena siswa sendiri kurang belajar mengembangkan kemampuan matematis, memahami cara menyimpan informasi yang baik, dan kurang kurang membaca kembali materi pelajaran yang diberikan guru. Akibatnya siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari pelajaran berhitung (matematika, fisika, kimia) dan kurang mampu mengingat pelajaran yang telah dipelajari. Guru pembimbing hendaknya memberikan bimbingan belajar seperti cara-cara belajar yang efektif dan efisien, dan menginformasikan persiapan belajar yang baik. Pemberian tes inteligensi terhadap siswa sangat penting untuk mengetahui tingkat inteligensi siswa. Dengan mengetahui tingkat inteligensi setiap siswa, guru mampu merancang pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif sesuai kondisi siswa. Kesulitan memahami materi apabila hanya dijelaskan (item 6) dan sulit memahami materi apabila tidak ada latihan (praktek langsung) (item 7) disebabkan oleh kurang mampu menggunakan gaya belajar. Kesulitan belajar siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta disebabkan oleh kurang mampu menggunakan gaya belajar visual dan kinestetik. Setiap siswa harus mengetahui gaya belajarnya karena gaya belajar merupakan salah satu faktor penting dalam belajar. Jika siswa tidak mengetahui dan memahami gaya belajar yang dimilikinya maka ia akan mengalami kesulitan dalam belajar.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Siswa yang kurang mampu belajar visual akan kesulitan belajar bila tidak melihat atau tidak dituangkan dalam bentuk gambar, diagram, dan bagan, sedangkan siswa yang kurang mampu belajar kinestetik akan kesulitan belajar bila tidak disertai praktek langsung. Akibatnya materi yang dijelaskan oleh guru tidak dipahami siswa dengan baik. Guru harus membantu siswa agar siswa mampu mengenal gaya belajar yang dimilikinya. Guru juga harus memahami gaya belajar yang dimiliki setiap peserta didik dan diharapkan mampu menyampaikan materi secara visual, audiktif dan kinestetik, dengan kata lain mengkolaborasikan ketiga gaya belajar tersebut saat mengajar. Kesulitan apabila disuruh guru menjelaskan kembali hal yang telah dijelaskan guru yang bersangkutan (item 8) disebabkan oleh siswa kurang mampu menggunakan daya fantasi. Kesulitan belajar siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta disebabkan oleh kurang mampu berfantasi secara sadar. Fantasi yang disadari yakni fantasi yang terjadi dengan sengaja, dan ada usaha dari subjek untuk masuk ke dalam dunia imajiner. Apabila siswa tidak mampu berfantasi secara sadar, siswa sulit memberikan penjelasan ulang dengan kata-kata sendiri dan bahkan tidak mampu mengungkapkan pendapat atau ide pikirannya. Untuk membantu siswa yang kurang mampu berfantasi diperlukan peran serta pihak sekolah dan orang tua agar melatih anak untuk belajar berfantasi

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 dari hal yang sederhana seperti memberikan kesempatan berpendapat dan memberikan kesempatan kepada anak mengkritisi berbagai hal yang terjadi. Masalah-masalah yang dialami siswa membuat sulit berkonsentrasi dalam belajar (item 10) dan keadaan di luar kelas atau sekolah yang sangat ramai membuat siswa sulit berkonsentrasi dalam belajar (item 11) disebabkan oleh kurang mampu berkonsentrasi. Konsentrasi adalah pemusatan tenaga dan energi dalam menghadapi suatu objek, dalam hal ini proses belajar mengajar di kelas. Konsentrasi dalam belajar berkaitan dengan kemauan dan hasrat untuk belajar. Konsentrasi dalam belajar juga dipengaruhi oleh perasaan dan minat siswa dalam belajar. Siswa yang berperasaan tidak senang dalam belajar dan tidak berminat terhadap mata pelajaran, akan mengalami kesulitan dalam memusatkan tenaga dan energinya. Kesulitan berkonsentrasi yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta timbul dari dalam diri siswa dan luar diri siswa. Kesulitan berkonsentrasi yang timbul dari dalam diri siswa seperti merasa tertekan karena masalah dalam keluarga, masalah dengan teman (dikucilkan oleh teman, dimusuhi teman), dan masalah percintaan. Kesulitan berkonsentrasi yang disebabkan dari dalam diri dapat diatasi dengan membantu siswa meninjau sikap dan tindakan sendiri. Sedangkan kesulitan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 berkonsentrasi yang timbul dari luar diri siswa seperti suara ribut atau ramai di sekolah saat belajar, suara bising kendaraan dapat diatasi dengan membantu siswa supaya membuat dirinya lebih kebal, mengingat setiap manusia memiliki kepekaan untuk mengontrol hal-hal yang mengganggu dalam dirinya. Kesulitan mengatur waktu belajar (item 12) dan kurang mampu mencari informasi-informasi terbaru mengenai belajar (item 13) disebabkan oleh kurang mampu mengembangkan bakat. Bakat adalah benih dari suatu sifat yang baru akan tampak nyata jika ia mendapat kesempatan atau kemungkinan untuk berkembang (Mustaqim, 2008: 140). Siswa yang memiliki bakat tertentu biasanya akan memiliki banyak kesempatan untuk mencari informasi, pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan bakatnya. Kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta yakni belum menyadari bakat yang ada di dalam dirinya. Apabila siswa menyadari berbagai bakat yang ada dalam dirinya maka siswa akan memiliki kemauan mencari informasi, menambah pengetahuan dan mempelajari keterampilan yang sesuai bakatnya. Untuk membantu siswa yang belum menyadari bakat dalam dirinya, sebaiknya pihak sekolah menyelenggarakan tes bakat. Dengan mengetahui bakat dalam dirinya, siswa dapat belajar mengembangkan bakatnya secara maksimal.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 b. Kesulitan belajar karena fungsi konasi yang kurang mendukung. Kurang berusaha mengikuti pelajaran di sekolah (item 14) termasuk kesulitan dalam belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta, disebabkan oleh kurangnya hasrat dalam belajar. Dalam “berhasrat” orang mencari apa yang memberikan kepuasan menyingkiri yang tidak memuaskan. Siswa yang berhasrat kuat akan tekun untuk mencapai sesuatu yang memberikan kepuasan baginya. Siswa yang tidak memiliki hasrat kuat dalam belajar tampak tidak tekun dan mengalami kesulitan dalam belajar (Winkel, 204: 168). Sama halnya dengan belajar, apabila siswa menyadari bahwa belajar akan memberikan manfaat atau kepuasan baginya maka siswa akan memiliki hasrat untuk belajar (hasrat untuk mengikuti pelajaran). Hal lain yang menunjang siswa berhasrat dan berkendak yang kuat dalam belajar yakni tersedianya media dan fasilitas yang memadai serta sumber daya manusia yang sangat berkompeten dalam bidangnya. Apabila siswa tidak berhasrat dan berkendak yang kuat dalam belajar, media dan fasilitas memadai serta sumber daya manusia di sekolah berkompeten akan sia-sia. Untuk membantu mengatasi masalah siswa yang kurang memiliki hasrat dalam belajar dibutuhkan kerjasama antara guru, orang tua dan pihak-pihak yang dekat dengan siswa agar selalu memberikan semangat atau motivasi.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Kurang rajin membaca kembali materi pelajaran yang sudah dijelaskan guru (item 15), kurang tekun mengerjakan tugas sekolah (item 16), dan langsung berhenti mengerjakan soal apabila soal atau tugas yang diberikan guru terasa sulit (item 17) disebabkan oleh kurangnya motivasi dalam belajar. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta mengalami kesulitan belajar disebabkan kurangnya motivasi, khususnya motivasi intrinsik, yakni hal atau keadaan yang berasal dari dalam diri siswa yang mendorong melakukan tindakan belajar. Untuk menumbuhkan motivasi belajar dalam diri siswa diharapkan adanya bantuan dari orang lain (seperti guru dan orang tua) untuk selalu memotivasi siswa dalam belajar. Apabila siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta memiliki motivasi belajar maka siswa akan tekun dalam menghadapi tugas belajar, ulet menyelesaikan kesulitan belajar, tidak mudah putus asa, tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh, menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar, dan mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Siswa X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta kurang memiliki motivasi dari

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 dalam diri, hal tersebut menimbulkan kesulitan belajar dan tidak mampu menjadi penggerak bagi diri sendiri untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal. c. Kesulitan belajar karena fungsi afeksi yang kurang mendukung. Kesulitan mempelajari materi atau pokok bahasan tertentu (item 20) disebabkan oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur yogyakarta kurang menunjukkan minat yang besar terhadap belajar. Siswa yang menunjukkan minat yang besar dalam belajar tampak tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi atau pokok bahasan. Siswa yang berminat terhadap belajar cenderung memberikan perhatian yang lebih besar terhadap belajar. Untuk membantu siswa agar belajar lebih baik, guru dan orang tua harus memberikan tips-tips belajar yang menyenangkan, sehingga pada akhirnya siswa berminat dalam belajar. Kurang menyukai guru tertentu yang memberikan penjelasan kurang baik saat belajar (item 23) dan kurang senang apabila suasana gaduh di kelas (item 24) disebabkan oleh perasaan yang kurang baik saat belajar. Perasaan digolongkan menjadi “perasaan senang” dan “perasaan tidak senang” terhadap sesuatu, seseorang maupun situasi. Perasaan senang dibawa oleh siswa sebagai sumber energi dalam belajar lebih lanjut, sedangkan perasaan tidak senang; membunuh semangat belajar siswa.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Perasaan tidak senang dalam belajar membuat siswa mengalami kesulitan belajar. Siswa yang tidak senang dalam belajar terkadang menunjukkan sikap dan tindakan bahwa ia tidak senang belajar, tetapi ada juga siswa yang tidak menunjukkan bahwa ia tidak senang. Oleh karena itu, diperlukan kejelian dari setiap guru di sekolah agar memperhatikan siswa yang terindikasi kurang senang dalam belajar dan membantu siswa menjadi berperasaan senang selama belajar. d. Kesulitan belajar karena fungsi sensoris-motoris yang kurang mendukung. Sulit menulis dengan rapi (item 25) disebabkan siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur yogyakarta kurang mampu menulis dengan baik. Siswa yang tidak dapat menulis dengan baik atau dengan rapi cenderung akan kesulitan ketika mempelajari kembali hal yang telah ditulis. Ada banyak hal lain yang membuat orang tidak dapat menulis dengan rapi, seperti siswa malas menulis, cacat fisik, tidak termotivasi dalam belajar, dan kurang tertarik dengan proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, guru harus memberikan informasi kepada siswa agar mampu menulis dengan rapi sehingga mudah dibaca dan dipahami ketika dipelajari kembali. Sulit berbicara dengan lancar sewaktu tampil di depan kelas (26) disebabkan siswa kurang mampu berbicara dan artikulasi kata. siswa yang kurang mampu berbicara dan artikulasi kata dengan

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 lancar merupakan hal yang normal dialami setiap manusia, mungkin karena gugup dan takut berbicara. Akan tetapi, menjadi tidak normal apabila siswa dalam setiap penampilan di depan kelas terus-menerus sulit berbicara dan artikulasi kata dengan lancar. Siswa yamg sulit berbicara dan artikulasi kata dengan lancar disetiap penampilannya di kelas mungkin mengalami masalah dengan dirinya. Apabila hal tersebut terindikasi sulit diatasi, referal ke ahli yang berkompeten menjadi lebih baik. Apabila siswa tidak dibantu menyelesaikan masalahnya dalam berbicara dan berartikulasi maka hal tersebut dapat mengganggu dalam proses belajar siswa. e. Kesulitan belajar karena kondisi fisik dan psikis yang kurang baik. Sulit belajar saat sedang sakit (28) disebabkan oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta kurang memiliki daya tahan terhadap penyakit. Siswa yang kurang memiliki daya tahan tubuh yang baik akan mudah terserang oleh berbagai penyakit. Apabila siswa terserang penyakit maka siswa tidak dapat belajar dengan baik. Solusinya yakni guru dan orang tua memberikan informasi atau mensosialisasikan mengenai hidup yang sehat. Mudah merasa lesu saat belajar (item 30) dan cepat lelah saat belajar (item 31) disebabkan vitalitas psikis yang kurang baik dialami siswa. Vitalitas menunjuk pada jumlah dan kekuatan

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 energi yang dimiliki seseorang. Siswa yang merasa mudah lesu, cepat lelah dan kerap merasa lemah dalam belajar tidak akan memiliki energi yang banyak saat belajar. Pemberian informasi oleh guru dan orang tua mengenai pentingnya menjaga kebugaran jasmani sangat penting untuk siswa. 2. Kesulitan belajar karena keadaan dari luar diri yang kurang mendukung. a. Kesulitan belajar karena kurang mampu menerima kepribadian guru yang berbeda-beda. Sulit menerima sikap guru yang mengajar dengan pilih kasih (item 42), kurang senang dengan sikap guru yang tidak peka terhadap kebutuhan siswa (43) dan kurang mampu mematuhi perintah guru untuk menciptakan kelas yang tenang (45) disebabkan oleh kepribadian guru yang kurang diinginkan siswa. Kehadiran guru di kelas memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan siswa. Sikap guru yang mampu menunjukkan perilaku demokratis dan tenggang rasa kepada siswa, responsif terhadap kelas (mau melihat, mendengar dan merespon masalah belajar siswa), memandang siswa sebagai anak didik, menilai siswa berdasarkan faktor-faktor yang memadai, dan berkesinanbungan dalam menggunakan ganjaran serta hukuman, sangat penting dimiliki oleh setiap guru. Sikap guru demikian membantu siswa merasa bahwa ia disayangi dan diperhatikan oleh

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 guru. Apabila siswa merasa bahwa guru sangat menyayangi dan memperhatikan serta membantu berbagai kesulitannya, membuat siswa senang dengan guru bersangkutan. Ketika siswa nyaman dengan sikap guru maka siswa bersangkutan juga akan senang mempelajari, mengikuti mata pelajaran guru bersangkutan. Tugas guru terutama guru BK yakni memberikan pemahaman kepada siswa mengenai kepribadian guru yang berbeda-beda sehingga siswa memahami mengenai kepribadian guru yang berbeda-beda dan akhirnya siswa mampu menerima sikap dan perilaku guru yang berbeda dalam mengajar. Siswa kurang mampu menangkap penjelasan dari beberapa guru saat mengajar (item 44), mengalami kesulitan dalam hal mengikuti cara guru mengajar (item 46), dan kurang mampu menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar (item 47) disebabkan oleh keterampilan didaktis guru yang kurang diinginkan siswa. Kemampuan didaktis seorang guru yakni kemampuan menguasai bahan/materi, kemampuan mengelola program belajar kemampuan mengajar, menggunakan kemampuan media/sumber, mengelola dan kelas, kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar, seperti yang terdapat dalam kompetensi seorang guru. Apabila siswa tidak suka dengan kemampuan guru saat mengajar, maka siswa tidak dapat belajar dengan baik, hal seperti ini yang dialami siswa kelas X dan XI

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. Untuk membantu siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta agar dapat belajar, guru BK harus memberikan pemahaman yang baik pada siswa mengenai kemampuan guru yang berbeda-beda, sehingga siswa memahami dengan baik dan berusaha untuk menyenangi setiap pelajaran. Bagi guru jaman sekarang dituntut juga agar mampu menyelami siswa secara utuh sehingga mampu merencanakan strategi belajar mengajar yang baik bagi siswa. b. Kesulitan belajar karena siswa kurang memanfaatkan lingkungan sekolah untuk belajar. Siswa kurang mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan di sekolah (item 32) disebabkan karena siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta kurang mampu memanfaatkan sarana dan prasarana yang terdapat di sekolah. Sarana dan prasarana yang dimaksud meliputi hal-hal seperti gedung sekolah, perabot, media pengajaran, ruang laboratorium, fasilitas perpustakaan dan fasilitas-fasilitas umum lainnya di sekolah. Adanya fasilitas-fasilitas di sekolah membantu siswa agar belajar menjadi lebih baik. Apabila siswa belum mampu menggunakan fasilitas-fasilitas di sekolah, ada kemungkinan berpengaruh pada hasil belajar siswa rendah dan membuat siswa mengalami kesulitan belajar. Tugas guru memberikan pemahaman

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 yang baik kepada siswa bahwa fasilitas-fasilitas yang disediakan sangat bermanfaat bagi proses belajarnya. Siswa belum dapat menaati peraturan di sekolah (item 33) disebabkan oleh suasana sekolah yang kurang nyaman untuk belajar. Suasana di sekolah merupakan salah satu faktor siswa berhasil dalam belajar. Suasana sekolah yang kurang kondusif seperti warga sekolah kurang akrab satu sama lain, tidak menghargai satu sama lain, dan aturan sekolah yang pelaksanaannya kurang tegas. Suasana sekolah yang kurang kondusif, mengakibatkan siswa kesulitan belajar. Kenyataan yang terjadi pada siswa kelas X dan XI SMA Marsudi luhur yakni belum dapat menaati peraturan di sekolah. Siswa yang belum dapat menaati peraturan sekolah, seperti sering bolos, masuk kelas tidak tepat waktu dan tidur di kelas akan mengalami hambatan dalam belajar. Solusi agar siswa dapat menaati peraturan yakni penegakan disiplin dan pemberlakuan aturan yang tegas di sekolah. Siswa mengalami kesulitan mengikuti bahan pelajaran yang banyak dan padat (item 37) disebabkan oleh siswa kurang mampu memahami kurikulum sekolah. Kurikulum yang eksplisit mengacu pada apa yang hendak diberikan sekolah kepada siswa, singkatnya harapan sekolah untuk siswa yang diumumkan secara luas.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Kurikulum sekolah meliputi program pendidikan nasional, program kerja sekolah, silabi untuk masing-masing bidang studi, petunjuk pengajaran dan evaluasi. Kesulitan belajar siswa kelas X dan XI SMA Marsudi luhur disebabkan karena siswa kurang memahami silabi yang diberikan guru. Akibat apabila siswa kurang memahami silabi yang diberikan guru adalah siswa tidak memiliki arah dan tujuan dalam belajar. Oleh karena itu, penting bagi setiap guru mata pelajaran menjelaskan sedetil-detil isi dari silabi yang dibuat sehingga siswa memahami dan mampu mempersiapkan diri menghadapi proses belajar. c. Kesulitan belajar karena kurang mampu membangun hubungan sosial di sekolah. Siswa sulit membangun hubungan yang baik dengan guru yang pilih kasih dalam mengajar (item 39) disebabkan oleh siswa kurang mampu membangun interaksi dengan guru. Adanya interaksi yang baik antara guru dan siswa maupun sebaliknya sangat penting di sekolah. Apabila siswa tidak mampu membangun hubungan yang baik dengan guru, siswa bersangkutan memiliki persepsi bahwa guru bersangkutan pilih kasih, sombong, egois dan masih banyak label yang diberikan. Persepsi keliru siswa terhadap guru dapat mengakibatkan siswa malas dan kurang berhasrat mengikuti pelajaran guru bersangkutan, pada akhirnya siswa mengalami kesulitan belajar. Oleh sebab itu, guru sebagai

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 pendidik harus berinisiatif untuk berkomunikasi yang baik dengan peserta didik dan bersahabat dengan peserta didik, layaknya seperti seorang ayah dan anak. C. Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar. Untuk menjawab pertanyaan kedua yakni “Usulan topik bimbingan manakah yang sesuai untuk membantu siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta mengatasi kesulitan belajarnya?”, peniliti membuat usulan mengenai topik-topik bimbingan belajar yang diharapkan dijadikan materi bimbingan oleh guru BK. Untuk membantu siswa mengatasi kesulitan belajarnya, topik-topik yang diusulkan ini didasarkan pada kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur yang terungkap dalam penelitian ini. Usulan topik-topik bimbingan belajar yang dimaksudkan disajikan dalam tabel 7.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Tabel 7. Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar Kelas X dan XI di SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Standar Kompetensi : Menguasai keterampilan belajar yang baik Kesulitan Belajar Topik Kurang mampu mempelajari pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia) ( item nomor 1). Mengalami kesulitan dalam mengingat kembali pelajaran yang dijelaskan oleh guru (item nomor 3). Sulit memahami materi apabila hanya dijelaskan dan tidak ada latihan (item nomor 6). Sulit memahami materi apabila tidak ada latihan (praktek langsung) (item nomor 7). Aku mampu mengingat Mengalami kesulitan apabila disuruh guru menjelaskan kembali hal yang telah dijelaskan guru yang bersangkutan (item nomor 8) Berfantasi Gaya belajarku Kompetesi Dasar Siswa mampu mengingat yang telah dipelajarinya. Siswa mampu menyadari gaya belajarnya. Indikator a. b. a. b. c. Siswa mampu berfantasi dalam belajar a. b. c. Masalah-masalah yang dialami membuat siswa sulit berkonsentrasi dalam Konsentrasi belajar Siswa mampu berkonsentrasi dalam belajar. a. Materi Metode Sumber Menjelaskan arti ingatan Menyebutkan cara-cara mengingat dalam belajar a. b. Arti ingatan Cara-cara mengingat dalam belajar Ceramah singkat, Tanya jawab Winkel, W. S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Menyebutkan arti gaya belajar Menjelaskan macam-macam gaya belajar Menjelaskan cara mengenali gaya belajar dalam diri a. Ceramah singkat dan sharing pengalaman. Barbara, Prashnig. 2007. The Power of Learning Styles: Memacu Anak Melejitkan Prestasi dengan Mengenali Gaya Belajarnya. Bandung: Kaifa. Menyebutkan arti fantasi Menjelaskan ciriciri siswa yang berfantasi dalam belajar Menjelaskan manfaat berfantasi dalam belajar. Menjelaskan pengertian konsentrasi belajar a. b. Arti gaya belajar Macammacam gaya belajar Cara mengenal gaya belajar dalam diri Arti fantasi Ciri-ciri siswa yang berfantasi dalam belajar Manfaat berfantasi dalam belajar. b. c. c. a. Pengertian konsentrasi belajar Ceramah singkat, Tanya jawab Mulyaningtias, B. Renita & Yusuf Purnomo H. 2006. Bimbingan dan Konseling SMA (untuk kelas XI). Jakarta: Erlangga. Abdurrahman, Mulyono. 2009. Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Winkel, W. S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Ceramah singkat, Tanya jawab, diskusi Surya, Hendra. 2010. Jadilah Pribadi yang Unggul. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 belajar (item nomor 10). Keadaan diluar kelas atau sekolah yang sangat ramai membuat siswa sulit berkonsentrasi dalam belajar (item nomor 11). b. c. Sulit mengatur waktu belajar (item nomor 12). Kurang mampu mencari informasi-informasi terbaru mengenai belajar (item nomor 13) Sudahkah mengenal bakatmu? Kurang berusaha mengikuti pelajaran di sekolah (item nomor 14) Berhasrat dalam belajar Siswa mampu mengenal bakat dalam dirinya. a. b. c. Siswa mampu memiliki hasrat dalam belajar a. b. c. Kurang rajin membaca kembali materi pelajaran yang sudah dijelaskan guru (item nomor 15). Kurang tekun mengerjakan tugas sekolah (item nomor 16). Langsung berhenti mengerjakan soal apabila soal atau tugas yang Motivasi, dasar prestasi. Siswa semakin termotivasi dalam belajar. a. b. c. Menyebutkan macam-macam gangguan konsentrasi belajar. Menyebutkan tipstips agar dapat berkonsentrasi dalam belajar d. Menyebutkan arti bakat. Menjelaskan ciriciri anak berbakat. Menjelaskan manfaat mengenali bakat a. b. Menyebutkan arti hasrat dalam belajar. Menjelaskan ciri siswa yang berhasrat dalam belajar Menjelaskan manfaat berhasrat dalam belajar a. Menjelaskan pentingnya motivasi dalam belajar. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dalam belajar Menyebutkan tips- a. b. c. b. c. b. c. Macammacam gangguan konsentrasi belajar. Tips-tips agar dapat berkonsentras i dalam belajar Arti bakat Ciri-ciri anak berbakat. Manfaat mengenali bakat kelompok Ceramah singkat, sharing, membuat refleksi. Arti hasrat dalam belajar. Ciri-ciri siswa yang berhasrat dalam belajar Manfaat berhasrat dalam belajar Ceramah singkat, sharing, Tanya jawab. Pengertian motivasi belajar. faktor-faktor yang mempengaru hi motivasi dalam belajar Tips-tips menumbuhka Ceramah singkat, sharing, Tanya jawab, menonton video motivasi. Eales, Connie. 1986. Mendidik Anak Berbakat. Penerjemah: Supratiknya, A. Yogyakarta: Kanisius. Munandar. 1984. Memupuk Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah: Petunjuk bagi Guru dan Orang Tua. Jakarta: Gramedia. Singer, Kurt. 1987. Membina Hasrat Belajar di Sekolah. Sitorus, Bergman (penerjemah). Bandung: Remadja Karya. Wlodkowski, Raymond & Jaynes, Judith. 2004. Hasrat untuk Belajar: Membantu Anak-anak Termotivasi dan Mencintai Belajar. Budi Widarto & Narsetyo (penerjemah). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Petersen, Lindy. 2004. Bagaimana Memotivasi Anak Belajar. Ismail Isdito (penerjemah). Jakarta: PT. Grasindo. Mulyaningtias, B. Renita & Yusuf Purnomo H. 2006. Bimbingan dan Konseling SMA (untuk kelas X). Jakarta: Erlangga.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 diberikan guru terasa sulit (item nomor 17). d. Mengalami kesulitan mempelajari materi atau pokok bahasan tertentu (item nomor 20) Minatku dalam belajar Kurang menyukai guru tertentu yang memberikan penjelasan kurang baik saat belajar (item nomor 23). Kurang senang apabila suasana gaduh dikelas (item nomor 20). Perasaanku saat belajar Sulit menulis dengan rapi (item nomor 25). Menulis rapi itu baik Siswa mampu memiliki minat dalam belajar a. b. Siswa mengenal perasaan yang dirasakan saat belajar a. b. Siswa mampu belajar menulis dengan rapi. a. b. Sering sulit berbicara dengan lancar sewaktu tampil di depan kelas (item nomor 26) Sulit belajar saat sedang Jangan malu berbicara Sehat itu Siswa semakin mampu berbicara dengan lancar Siswa mampu a. b. a. tips menumbuhkan motivasi belajar. Menjelaskan cara mempertahankan motivasi belajar. Menjelaskan pengertian minat dalam belajar. Menjelaskan faktor-faktor yang meruntuhkan minat belajar. Menjelaskan pengertian perasaan positif dan negatif dalam belajar. Menyebutkan kiatkiat menumbuhkan perasaan positif saat belajar. Menjelaskan manfaat menulis dengan rapi. Memberikan contoh teknik menulis yang rapi Menjelaskan cara berbicara yang baik Menyebutkan pentingnya menjadi pembicara yang baik Menjelaskan arti d. a. b. a. a. a. b. a. b. a. n motivasi belajar. cara mempertahan kan motivasi belajar. Pengertian minat dalam belajar. Faktor-faktor yang meruntuhkan minat belajar. Pengertian perasaan positif dan negatif dalam belajar. Kiat-kiat menumbuhka n perasaan positif saat belajar. Manfaat menulis dengan rapi. Teknik menulis yang rapi Cara berbicara yang baik Menyebutkan pentingnya menjadi pembicara yang baik Arti sehat Ceramah singkat, sharing, Tanya jawab Ekomadyo, Ike Junita. 2010. 22 Prinsip Komunikasi Efektif untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Ceramah singkat, sharing, Tanya jawab Ekman, Paul. 2009. Membaca Emosi Orang: Panduan Lengkap Memahami Karakter, Perasaan dan Emosi Orang. Qadir S, Abdul (penerjemah). Yogyakarta: Think Yogyakarta. Ceramah singkat, Tanya jawab Arsjad, Maidar G dkk. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Ceramah singkat, sharing, latihan berbicara yang baik. Surya, Hendra. 2010. Menjadi Manusia Pembelajar. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Ceramah singkat, Mulyaningtias, B. Renita & Yusuf Purnomo H. 2006. Bimbingan dan Konseling SMA (untuk kelas X). Jakarta: Erlangga. Cowley, Joy. 2011. Menjaga

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 sakit (item nomor 28) penting menjaga kesehatan b. c. Mudah merasa lesu saat belajar (item nomor 30). Cepat lelah saat belajar (item nomor 31) Kebugaran jasmani adalah penting Siswa mampu menjaga kebugaran jasmani a. Sulit menerima sikap guru yang mengajar dengan pilih kasih (item nomor 42). Kurang senang dengan sikap guru yang tidak peka terhadap kebutuhan siswa (item nomor 43). Kurang mampu mematuhi perintah guru untuk menciptakan kelas yang tenang (item nomor 45). Kurang mampu menangkap penjelasan dari beberapa guru saat mengajar (item nomor 44), Mengalami kesulitan dalam hal mengikuti cara guru mengajar (item nomor 46), Kurang mampu menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar (item Menerima kepribadian guru dalam belajar Siswa mampu menerima pribadi guru yang berbedabeda a. Menyesuaika n diri dengan cara guru mengajar Siswa mampu menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar b. b. a. sehat Menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan Menyebutkan usaha-usaha agar tetap sehat Menjelaskan pengertian kebugaran jasmani Menyebutkan manfaat kebugaran jasmani bagi keberhasilan belajar Menyebutkan macam-macam sikap guru dalam mengajar. Menjelaskan sikap yang baik terhadap guru yang kurang disenangi Menjelaskan kiatkiat menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar yang berbedabeda. b. c. a. b. a. c. b. Pentingnya menjaga kesehatan usaha-usaha agar hidup sehat sharing, Tanya jawab Kesehatan (Keeping Fit). Jakarta: Indeks Pengertian kebugaran jasmani Manfaat kebugaran jasmani bagi keberhasilan belajar Macammacam sikap guru dalam mengajar. sikap yang baik terhadap guru yang kurang disenangi Ceramah singkat, Tanya jawab Cholik M, Toho & Rusli, lutan. 2001. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung: Maulana Ceramah singkat, Tanya jawab Tarsito. 1993. Dasar dan Teknik Interaksi Mengajar dan Belajar. Bandung: Remadja Karya. kiat-kiat menyesuaika n diri dengan cara guru mengajar yang berbeda-beda. Winkel, W. S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Ceramah singkat, Tanya jawab Surya, Hendra. 2009. Menjadi Manusia Pembelajar. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 nomor 47) Kurang mampu memanfaatkan fasilitasfasilitas yang disediakan di sekolah (item nomor 32) Belum dapat menaati peraturan di sekolah (item nomor 33) Manfaatkan fasilitas sekolahmu! Taati peraturan di sekolah Mengalami kesulitan mengikuti bahan pelajaran yang banyak dan padat (item nomor 37) Ayo pahami setiap silabi!! Sulit membangun hubungan yang baik dengan guru yang pilih kasih dalam mengajar (item nomor 39) Membangun komunikasi di sekolah Siswa mampu memanfatkan failitas di sekolah untuk belajar. a. b. Siswa semakin menyadari akan pentingnya aturan di sekolah a. Siswa mampu memahami setiap silabi mata pelajaran a. Siswa mampu membangun komunikasi di sekolah a. b. b. b. c. Menjelaskan berbagai fasilitas di sekolah Menyebutkan manfaat fasilitasfasilitas di sekolah Menyebutkan aturan-aturan di sekolah Menyebutkan manfaat adanya aturan di sekolah. Menjelaskan pengertian silabi pelajaran Menjelaskan pentingnya memahami silabi pelajaran. Menjelaskan pengertian komunikasi Menjelaskan tujuan membangun komunikasi di sekolah Menjelaskan pentingnya memiliki keterampilan berkomunikasi a. b. a. b. a. b. a. b. c. Fasilitas di sekolah Manfaat fasilitasfasilitas di sekolah Ceramah singkat, Tanya jawab Djamarah, Syaiful Basri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Aturan-aturan di sekolah. Manfaat adanya aturan di sekolah. Ceramah singkat, sharing, Tanya jawab Khalsa, Sirinam S. 2008. Pengajaran Disiplin dan Harga Diri: Strategi, Adekdot, dan Pelajaran Efektif untuk Keberhasilan Manajemen Kelas. Jakarta: PT. Indeks. Pengertian silabi pelajaran Pentingnya memahami silabi pelajaran. pengertian komunikasi Tujuan membangun komunikasi di sekolah Pentingnya memiliki keterampilan berkomunikas i Ceramah singkat, Tanya jawab Nurgiantoro, Burhan. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah. Yogyakarta: BPFE. Ceramah singkat, Tanya jawab Mulyodiharjo, Sumartono. 2010. The Power of Communication: Komunikasi Kekuatan Dasyat untuk Menjadi Spektakuler. Jakarta: Gramedia. Djaali, H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Mulyaningtias, B. Renita & Yusuf Purnomo H. 2006. Bimbingan dan Konseling SMA (untuk kelas X). Jakarta: Erlangga.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 BAB V PENUTUP Bab ini berisi uraian mengenai (1) kesimpulan dan (2) saran-saran yang berguna bagi beberapa pihak. A. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Ada 2 (4,25%) kesulitan belajar yang sangat dialami, ada 9 (19,14%) kesulitan belajar yang dialami dan ada 20 (42,55%) kesulitan belajar yang cukup dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Secara umum dapat disimpulkan bahwa ada 31 (65,94%) kesulitan belajar yang dialami siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 sebagai berikut: pertama, kesulitan belajar karena fungsi kognisi yang kurang mendukung seperti kurang mampu mempelajari pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia), kesulitan dalam mengingat kembali pelajaran yang dijelaskan oleh guru, sulit memahami materi apabila hanya dijelaskan, sulit memahami materi apabila tidak ada latihan (praktek langsung), kesulitan apabila disuruh guru menjelaskan kembali hal yang telah dijelaskan guru yang bersangkutan, sulit berkonsentrasi dalam belajar, sulit mengatur waktu belajar, dan kurang mampu mencari informasi-informasi terbaru mengenai 75

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 belajar. Kedua, kesulitan belajar karena fungsi konasi yang kurang mendukung seperti kurang berusaha mengikuti pelajaran di sekolah, kurang rajin membaca kembali materi pelajaran yang sudah dijelaskan guru, kurang tekun mengerjakan tugas sekolah, dan langsung berhenti mengerjakan soal apabila soal atau tugas yang diberikan guru terasa sulit. Ketiga, kesulitan belajar karena fungsi afeksi yang kurang mendukung seperti kesulitan mempelajari materi atau pokok bahasan tertentu, kurang menyukai guru tertentu yang memberikan penjelasan kurang baik saat belajar, dan kurang senang apabila suasana gaduh dikelas. Keempat, kesulitan belajar karena fungsi sensoris-motoris yang kurang mendukung seperti sulit menulis dengan rapi dan sulit berbicara dengan lancar sewaktu tampil di depan kelas. Kelima, kesulitan belajar karena kondisi fisik dan psikis yang kurang baik seperti sulit belajar saat sedang sakit, mudah merasa lesu saat belajar dan cepat lelah saat belajar. Kelima kesulitan tersebut termasuk kesulitan belajar bersumber dari keadaan dalam diri yang kurang mendukung. Sedangkan Kesulitan belajar karena keadaan dari luar diri yang kurang mendukung meliputi: pertama, kesulitan belajar karena kurang mampu menerima kepribadian guru yang berbeda-beda seperti sulit menerima sikap guru yang mengajar dengan pilih kasih, kurang senang dengan sikap guru yang tidak peka terhadap kebutuhan siswa, kurang mampu menangkap penjelasan dari beberapa guru saat mengajar, kurang mampu mematuhi perintah guru untuk menciptakan kelas yang tenang, kesulitan dalam hal mengikuti cara guru mengajar, dan kurang mampu

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar. Kedua, kesulitan belajar karena lingkungan sekolah yang kurang mendukung seperti kurang mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan di sekolah, belum dapat menaati peraturan di sekolah, dan kesulitan mengikuti bahan pelajaran yang banyak dan padat. Ketiga, kesulitan belajar karena kurang mampu membangun hubungan sosial di sekolah Adanya berbagai kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 membuat peneliti mengusulkan topik-topik yang relevan utuk membantu mengatasi masalah kesulitan belajar tersebut. Topik-topik bimbingan tersebut antara lain: aku mampu mengingat, gaya belajarku, berfantasi, konsentrasi belajar, sudahkah mengenal bakatmu?, berhasrat dalam belajar, motivasi dasar prestasi, minatku dalam belajar, perasaanku saat belajar, menulis rapi itu baik, jangan malu berbicara, sehat itu penting, kebugaran jasmani adalah penting, menerima kepribadian guru dalam belajar, menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar, dan manfaatkan fasiltas sekolahmu!. Usulan topik-topik tersebut kiranya berguna bagi siswa kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang mengalami kesulitan belajar.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 B. Saran Berikut ini disajikan beberapa saran yang mungkin berguna untuk berbagai pihak: 1. Guru BK Konselor sekolah hendaknya membahas topik-topik bimbingan belajar seperti yang diusulkan dalam skripsi ini. Pemberian bimbingan topik-topik yang diusulkan dalam skripsi ini diharapkan dapat membantu siswa mengatasi kesulitan belajarnya. 2. Guru Mata Pelajaran Alangkah idealnya apabila guru mata pelajaran dan konselor sekolah membangun kerjasama untuk membantu siswa mengatasi kesulitan belajarnya. Dengan adanya kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK, siswa-siswi akan terbantu dalam mengatasi kesulitan-kesulitannya. 3. Peneliti Lain Yang perlu diperhatikan oleh peneliti lain yakni a. Bahasa yang digunakan dalam penulisan kuesioner hendaknya bahasa yang mudah dimengerti oleh subjek penelitian. b. Setiap item diperiksa sebaik-baiknya agar dapat benar-benar mengungkap apa yang mau diungkap.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Dartar Pustaka Abdurrahman, Mulyono. 2009. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Ambarjaya, Beni S. 2012. Psikologi Pendidikan dan Pengajaran (Teori dan Praktik). Yogyakarta: CAPS. Atanus, Yuliana M. 2013. Deskripsi Kesulitan Belajar yang Intens Dialami Siswa Kelas VIII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-Topik Bimbingan Klasikal. Skripsi (diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Atmaja, Prawira Purwa. 2012. Psikologi Pendidikan dalam Perpektif Baru. Yogyakarta; Ar –Ruzz Media. Aunurrahman. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: CV. Alvabeta. Arsjad, Maidar G dkk. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Azwar, Syaifudin. 2011. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. . 2009. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Barbara, Prashnig. 2007. The Power of Learning Styles: Memacu Anak Melejitkan Prestasi dengan Mengenali Gaya Belajarnya. Bandung: Kaifa. Cholik M, Toho & Lutan Rusli. 2001. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung: Maulana. Cowley, Joy. 2011. Menjaga Kesehatan (Keeping Fit). Jakarta: Indeks. Dalyono, M. 2010. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Daryanto & Mulyo Raharjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media. Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djaali, H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Djamarah, Syaiful Basri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Eales, Connie. 1986. Mendidik Anak Berbakat. Diterjemahkan oleh Supratiknya, A. Yogyakarta: Kanisius. Ekman, Paul. 2009. Membaca Emosi Orang: Panduan Lengkap Memahami Karakter, Perasaan dan Emosi Orang. Diterjemahkan oleh Qadir S, Abdul. Yogyakarta: Think Yogyakarta. Ekomadyo, Ike Junita. 2010. 22 Prinsip Komunikasi Efektif untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Furchan, Arief. H. 2007. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hanafiah, Nanang dan Cucu Suhana. 2012. Kosep Stategi Pembelajaran. Bandung: PT. Refika Aditama. Kabelen, Erna Kurniaty. 2011. Deskripsi Kesulitan Belajar yang Dialami para Siswa kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011 dan Implikasinya pada Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Khalsa, Sirinam S. 2008. Pengajaran Disiplin dan Harga Diri: Strategi, Adekdot, dan Pelajaran Efektif untuk Keberhasilan Manajemen Kelas. Jakarta: PT. Indeks. Kountur, Ronny. 2003. Metode Penelitian (Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis). Jakarta: PPM. Masidjo, I. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mulyaningtias, B. Renita & Yusuf Purnomo H. 2006. Bimbingan dan Konseling SMA (untuk kelas X). Jakarta: Erlangga. . 2006. Bimbingan dan Konseling SMA (untuk kelas XI). Jakarta: Erlangga. Mulyodiharjo, Sumartono. 2010. The Power of Communication: Komunikasi Kekuatan Dasyat untuk Menjadi Spektakuler. Jakarta: Gramedia. Munandar. 1984. Memupuk Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah: Petunjuk bagi Guru dan Orang Tua. Jakarta: Gramedia. Mustaqim, H. 2008. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Nurgiantoro, Burhan. Dasar-dasar Yogyakarta: BPFE. Pengembangan Kurikulum Sekolah. Parkay, Forrest W. 2008. Becoming A Teaceher, Menjadi Seorang Guru. Diterjemahkan oleh Dani Daryani. Jakarta: PT. Macanan Jaya Cemerlang. Petersen, Lindy. 2004. Bagaimana Memotivasi Anak Belajar. Diterjemahkan oleh Ismail Isdito. Jakarta: PT. Grasindo. Prayitno, H & Erman Amti. 2008. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jalarta: PT. Rineka Cipta. Sangadji, Etta Mamang dan M.M. Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian (Pendekatan Praktis dalam Penelitian). Yogyakarta: Andi Offset. Santrock, John W. 2009. Psikologi Pendidikan. Edisi 3, buku 1. Editor, Ria Oktaviani. Jakarta: Salemba Humanika. Singer, Kurt. 1987. Membina Hasrat Belajar di Sekolah. Diterjemahkan oleh Bergman Sitorus. Bandung: Remadja Karya. Slavin, Robert E. 2008. Psikologi Pendidikan (teori dan praktik). Edisi kedelapan. Jakarta: PT. Indeks. Subini, Nini. 2011. Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak. Jakarta: PT. Buku Kita. Sudrajat, Akhmad. 2011. Mengatasi Masalah Siswa melalui Layanan Konseling Individual. Yogyakarta: Paramitha Publishing. Sugiono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. . . 2012. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sukardi, Dewa Ketut & Desak P. E. Nila Kusmawati. 2008. Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. Sukmadinata, Nana Syaodih.2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suparno, Paul. 2004. Teori Intelligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Surapranata, Sumarna. 2009. Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi Hasil Tes, (Inplementasi Kurikulum 2004). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Surya, Hendra. 2010. Jadilah Pribadi yang Unggul. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Suryabrata, Sumadi. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Taniredja, Tukiran dan Hidayati Mustafidah. 2011. Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: Alfabeta. Tarsito. 1993. Dasar dan Teknik Interaksi Mengajar dan Belajar. Bandung: Remadja Karya. Uno, Hamzah B. 2010. Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Windura, Sutanto. 2008. Be An Absolute Genius: Panduan Praktis How To Learn Sesuai Cara Kerja Alami Otak. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Winkel, W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Wlodkowski, Raymond & Jaynes, Judith. 2004. Hasrat untuk Belajar: Membantu Anak-anak Termotivasi dan Mencintai Belajar. Diterjemahkan oleh Budi Widarto & Narsetyo. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yusuf, Syamsu & Nurihsan Juntika. 2010. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 LAMPIRAN

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Lampiran 1 Hasil Perhitungan Penentuan Jumlah Sampel Jumlah sampel = Jumlah sampel kelas X = Jumlah sampel = 2 Jumlah sampel kelas XI = 6 5 6 3 = 3 = ℎ , , ℎ kelas X. ℎ 0% ℎ 0% kelas XI.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Lampiran 2 KUESIONER KESULITAN BELAJAR (Uji Coba) Pengantar Adik-adik yang terkasih, Pada kesempatan ini saya meminta kesediaan anda untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur, teliti, dan sesuai dengan pengalaman anda sendiri. Adapun tujuan dari pengisian kuesioner ini adalah untuk mengetahui kesulitan belajar yang adik-adik alami. Atas kesediaan adikadik, saya ucapkan terima kasih. Identitas Kelas : Jenis Kelamin : Petunjuk Pengisian Pada halaman-halaman berikut disajikan sejumlah pernyataan tentang kesulitan belajar. Seberapa setuju anda akan maksud dari masing-masing pernyataan? Berilah tanda centang (√) pada kolom alternatif jawaban yang paling sesuai bagimu. Alternatif jawaban adalah sebagai berikut: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Contoh Pengisian Kuesioner Alternatif Jawaban Seberapa setuju anda akan maksud dari masingmasing pernyataan berikut? SS S TS STS 1. Saya kurang mampu mempelajari pelajaran eksakta √ (matematika, fisika, kimia). Contoh menunjukkan bahwa penjawab memilih alternatif SS atau (sangat setuju), karena penjawab sangat setuju dengan maksud dari pernyataan yang bersangkutan, yaitu penjawab merasa kurang mampu mempelajari mata pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia). No.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 SS: Sangat Setuju No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. S: Setuju TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju Seberapa setuju anda akan maksud dari masingmasing pernyataan sebagai berikut? Saya kurang mampu mempelajari pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia). Saya kurang mampu mempelajari pelajaran non-eksakta (IPS, Bahasa). Saya mengalami kesulitan dalam mengingat kembali pelajaran yang dijelaskan oleh guru. Saya kurang mampu memahami inti pembicaraan guru di kelas. Saya kurang mampu memahami materi yang disajikan dalam bentuk gambar, bagan dan diagram. Saya kurang mampu memahami materi pelajaran yang disampaikan secara lisan Saya sulit memahami materi apabila tidak ada latihan (praktek langsung) Saya mengalami kesulitan ketika disuruh menjelaskan ulang penjelasan guru dengan kata-kata sendiri. Saya sulit mengungkapkan sebuah ide atau gagasan. Masalah-masalah yang saya alami membuat saya sulit berkonsentrasi saat belajar. Keadaan diluar kelas atau sekolah yang sangat ramai membuat saya sulit mengikuti pelajaran. Saya sulit mengatur waktu belajar. Saya kurang mampu mencari informasi-informasi terbaru mengenai belajar. Saya kurang berusaha mengikuti pelajaran di sekolah. Saya kurang giat membaca materi pelajaran. Saya kurang tekun mengerjakan tugas sekolah. Saya langsung berhenti mengerjakan soal apabila soal atau tugas yang diberikan guru terasa sulit. Saya kurang mendapat dukungan dalam belajar dari orang tua/wali, guru, maupun teman. Saya kurang tertarik untuk mempelajari sebagian besar mata pelajaran di sekolah. Saya mengalami kesulitan mempelajari materi atau pokok bahasan tertentu. Saya kurang mampu menghargai atau menghormati guru. Saya kurang memahami bahwa materi pelajaran, tugas, dan praktik sebagai hal yang berguna. Saya kurang menyukai suasana kelas yang ribut. Saya kurang menyukai guru tertentu yang memberikan penjelasan kurang baik saat belajar. Alternatif Jawaban SS S TS STS

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 SS: Sangat Setuju No. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. S: Setuju TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju Seberapa setuju anda akan maksud dari masingmasing pernyataan sebagai berikut? Saya kurang senang apabila situasi gaduh Saya sulit menulis dengan rapi. Saya sulit berbicara dengan lancar di depan kelas. Saya sulit menggambar dengan baik. Saya sulit mengikuti pelajaran olah raga. Saya sulit belajar saat sedang sakit. Situasi keluarga saya yang kurang harmonis membuat saya kurang tenang belajar. Saya mudah merasa lesu saat belajar. Saya cepat lelah saat belajar. Saya kurang mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan di sekolah. Saya belum dapat menaati peraturan di sekolah. Saya kurang mampu bergaul dengan teman-teman sekolah. Saya jarang mengikuti kegiatan BK di sekolah. Saya jarang mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Saya mengalami kesulitan mengikuti bahan pelajaran yang banyak dan padat. Saya mengalami kesulitan untuk berteman dengan teman satu kelas. Saya sulit membangun hubungan yang baik dengan guru yang pilih kasih dalam mengajar. Saya sulit belajar apabila letak sekolah berdekatan dengan pusat keramaian. Saya sulit belajar di sekolah karena suara bising kendaraan di jalan umum. Keadaan ekonomi keluarga yang rendah membuat saya sulit untuk belajar. Saya sulit menerima sikap guru yang mengajar dengan pilih kasih. Saya kurang mampu menerima sikap guru yang tidak peka terhadap kebutuhan siswa. Saya kurang mampu menangkap penjelasan dari beberapa guru saat mengajar. Saya kurang mampu mematuhi perintah guru untuk menciptakan kelas yang tenang. Saya mengalami kesulitan dalam hal mengikuti cara guru mengajar. Saya kurang mampu menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar. Alternatif Jawaban SS S TS STS

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 3 Data hasil uji coba kuesioner kesulitan belajar di kelas X SMA Stela Duce Bantul Subyek Tot al 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 2 2 2 2 2 2 2 3 3 1 2 2 2 1 3 3 2 3 3 2 3 4 3 2 3 4 2 2 2 2 2 4 1 3 2 2 1 2 2 2 2 3 4 3 2 1 3 2 5 2 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 6 3 2 1 4 2 2 3 2 3 3 1 4 4 3 4 3 7 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 8 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 9 2 3 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 10 4 2 2 4 2 3 3 3 2 3 3 4 3 3 1 1 11 3 2 3 3 1 2 4 3 3 4 4 2 2 2 3 1 12 3 2 2 2 2 4 2 2 2 3 4 2 2 2 2 2 13 4 2 2 2 3 4 2 1 2 2 4 3 3 3 2 2 14 3 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 4 3 2 2 2 15 3 3 3 3 4 4 2 2 2 4 4 3 2 4 3 2 16 3 3 3 4 3 3 2 2 2 4 3 2 3 3 3 3 17 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 2 4 2 2 2 3 18 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 3 2 2 2 19 3 4 2 2 2 2 2 2 3 3 4 2 2 2 2 2 20 3 3 2 2 2 3 2 3 2 4 3 2 2 2 3 1 21 4 2 3 3 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 22 4 2 3 1 1 1 1 4 4 4 3 3 3 3 3 1 23 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 4 4 3 2 2 3 24 4 2 3 1 1 2 4 3 2 2 2 4 3 2 3 4 25 3 2 2 2 1 2 2 3 2 4 3 2 3 1 2 3 26 3 1 1 2 2 2 1 1 2 4 3 4 3 4 4 4 27 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 28 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 4 3 2 3 3 29 2 2 2 2 1 2 1 1 3 4 4 2 2 1 2 2 30 2 2 3 2 2 2 2 3 3 4 4 3 3 1 1 2 31 1 3 1 1 2 4 3 3 2 3 4 2 1 3 4 3 32 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 2 3 33 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 34 2 2 2 2 1 3 3 1 2 2 3 2 2 1 2 3 35 4 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 36 2 3 3 2 1 2 2 3 3 4 4 3 3 2 3 3 37 3 3 4 3 1 4 3 3 2 4 4 4 1 2 1 1 38 3 2 2 2 1 2 2 3 2 2 1 2 1 1 1 1 39 4 3 3 2 2 2 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 40 3 3 3 2 2 4 3 4 3 1 3 3 3 2 3 3 41 4 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 42 3 3 1 2 1 2 2 2 2 3 4 3 3 1 3 2 43 2 2 2 3 4 4 2 3 2 4 4 4 2 1 1 2 44 3 2 2 2 1 2 2 3 2 2 4 2 2 2 2 2 45 2 2 2 2 2 3 3 3 2 4 4 2 2 2 3 3 46 3 3 3 4 4 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 129 114 112 109 93 121 114 118 112 147 152 130 115 100 113 108

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 1 2 1 1 4 2 3 3 2 3 2 3 3 1 1 2 2 1 2 2 1 1 3 4 4 2 3 2 1 4 3 3 3 2 2 2 1 4 2 2 4 4 4 2 2 2 1 2 4 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 2 3 2 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 2 1 4 1 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 2 1 2 3 2 2 4 3 1 3 4 3 2 4 4 3 3 3 2 2 1 1 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 4 4 4 1 2 2 1 4 1 2 1 3 3 1 2 3 2 1 1 2 1 3 3 2 2 4 2 3 2 1 3 1 2 2 2 2 4 2 4 3 2 3 2 4 1 2 2 2 3 2 2 4 2 3 4 3 4 3 2 3 2 4 4 4 3 4 3 1 2 2 2 2 4 3 3 3 3 2 2 4 2 3 3 2 1 3 2 4 3 2 4 3 4 3 2 3 2 4 4 4 3 4 4 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 4 2 2 3 2 2 4 2 4 4 2 3 1 2 2 2 3 4 3 4 1 2 2 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 4 4 4 2 3 3 3 3 1 1 2 2 1 1 2 4 1 1 4 3 4 2 2 2 2 3 4 2 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 2 2 1 2 2 3 4 4 3 3 1 2 3 3 3 1 2 2 2 3 2 2 2 1 2 4 3 4 3 2 4 3 4 1 4 4 3 3 3 1 4 2 4 3 4 2 3 4 3 2 1 2 1 2 3 2 1 1 2 1 1 4 1 4 3 3 4 1 2 1 2 2 2 4 1 1 3 2 1 2 3 2 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 4 4 4 3 2 1 1 3 4 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 1 2 2 3 4 2 2 2 1 1 1 3 1 1 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 2 1 3 1 1 2 1 1 4 3 4 2 4 4 2 4 3 4 4 2 2 1 3 2 2 2 4 3 4 3 2 2 1 4 1 3 3 2 4 1 3 3 2 2 1 4 4 3 3 3 3 4 2 3 2 3 2 1 1 2 2 2 4 2 4 2 3 2 1 3 3 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 3 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 3 2 3 3 2 4 4 1 3 3 2 2 2 2 1 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 1 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 2 1 3 4 3 4 1 3 2 4 3 4 4 3 3 1 1 1 2 2 4 2 4 1 3 1 4 4 1 3 3 2 4 2 2 2 2 2 3 3 2 3 4 3 2 4 4 4 3 4 2 1 1 3 1 1 3 2 3 2 3 3 4 4 1 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 1 2 3 1 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 1 1 2 1 2 4 4 4 1 3 3 2 4 3 4 4 2 3 1 2 2 2 1 1 3 1 2 3 2 1 3 3 2 2 1 2 1 2 2 2 2 4 4 4 2 3 2 2 3 3 3 3 2 4 4 3 3 4 1 4 4 4 3 2 2 1 4 3 3 3 4 120 80 90 117 93 91 154 140 151 115 117 115 100 153 116 127 117 109

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Tot al 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 150 1 2 1 1 3 2 2 2 3 4 4 3 1 1 1 1 101 2 3 2 2 4 1 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 131 2 1 1 1 1 1 4 2 3 2 4 2 3 2 2 2 112 3 2 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 130 4 4 2 1 3 1 4 1 4 1 4 4 4 3 3 4 140 1 1 1 1 3 2 3 3 3 3 4 4 3 2 3 2 122 2 2 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 140 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 112 1 2 2 1 3 4 4 1 4 1 4 4 2 2 2 2 117 3 2 1 1 3 2 2 3 4 2 3 2 3 3 2 2 118 2 1 2 1 3 1 1 1 1 1 4 4 3 1 2 3 112 2 2 1 2 4 1 1 1 1 1 4 4 3 1 2 3 130 2 1 2 1 4 2 2 4 4 2 3 3 1 1 2 3 123 2 2 1 2 4 1 1 1 1 4 4 3 1 1 2 3 136 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 2 143 2 4 2 2 4 2 4 2 2 2 4 4 4 2 4 4 142 2 3 2 1 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 125 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 4 4 3 2 2 2 127 3 2 2 1 3 2 2 2 2 2 4 3 3 2 2 2 120 3 4 2 2 4 3 4 3 3 2 4 4 3 2 3 4 164 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 1 1 2 3 2 2 111 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 134 2 3 1 1 3 4 3 1 1 1 4 4 3 3 2 4 129 2 1 1 1 3 1 1 1 1 2 3 3 2 1 1 2 100 3 2 2 3 2 1 1 2 2 1 4 3 2 3 2 1 119 3 2 3 2 4 2 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 143 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 3 2 2 2 2 117 2 4 3 1 1 3 4 1 1 1 2 3 2 1 1 1 110 1 3 3 2 4 3 4 3 3 2 4 4 2 1 2 3 132 1 1 4 1 3 1 1 4 4 1 4 4 3 2 2 1 121 3 2 3 3 4 3 4 2 4 2 4 3 3 3 3 3 145 1 2 2 1 2 2 2 3 3 2 3 4 2 2 2 2 110 2 2 3 2 1 3 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 96 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 126 2 1 1 1 3 1 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 122 4 1 3 1 4 1 4 2 2 2 4 4 3 3 3 3 138 2 1 1 1 4 1 2 1 1 1 4 4 3 2 4 4 106 3 2 3 2 4 2 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 149 2 1 3 3 3 4 2 2 2 1 2 2 3 2 3 3 125 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 130 4 1 2 1 3 1 4 2 2 3 4 4 2 4 3 3 128 2 2 2 3 2 1 4 2 2 1 4 4 3 2 1 2 128 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 96 3 2 2 2 3 2 2 4 3 3 4 4 2 4 2 2 131 143 3 2 2 2 4 1 3 2 3 2 4 4 3 4 3 3 103 95 95 79 139 88 123 101 116 97 158 150 121 103 109 115

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Lampiran 4 Data Hasil Pengujian Validitas dengan Menggunakan SPSS versi 16.0 Kelas X SMA Stella Duce Bantul No. Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. Koefisien Korelasi Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation r kritis r hitung ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 ≤ 0,30 .316 .257 .438 .439 .505 .267 .412 .235 .316 .253 .080 .437 .349 .400 .287 .363 .469 .496 .633 .324 .404 .378 .029 .505 .024 .325 .273 .138 .107 .343 .339 .523 .530 .562 .526 .476 .348 .476 .611 .187 .480 .316 .282 .208 .333 .286 .471 .472 .564 .640 Keputusan Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Keputusan Item Valid dan Tidak Valid Berdasarkan Hasil Perhitungan Pengujian Validitas dengan Menggunakan SPSS versi 16.0 Kelas X SMA Stella Duce Bantul No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Seberapa setuju anda akan maksud dari masing-masing pernyataan berikut? Saya kurang mampu mempelajari pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia). Saya kurang mampu mempelajari pelajaran non-eksakta (IPS, Bahasa). Saya mengalami kesulitan dalam mengingat kembali pelajaran yang dijelaskan oleh guru. Saya kurang mampu memahami inti pembicaraan guru di kelas. Saya kurang mampu memahami materi yang disajikan dalam bentuk gambar, bagan dan diagram. Saya kurang mampu memahami materi pelajaran yang disampaikan secara lisan Saya sulit memahami materi apabila tidak ada latihan (praktek langsung) Saya mengalami kesulitan apabila saya disuruh guru menjelaskan kembali hal yang dijelaskan guru dengan katakata saya sendiri. Saya sulit mengungkapkan sebuah ide atau gagasan. Masalah-masalah yang saya alami membuat saya sulit berkonsentrasi saat belajar. Keadaan di luar kelas atau sekolah yang sangat ramai membuat saya sulit mengikuti pelajaran. Saya sulit mengatur waktu belajar. Saya kurang mampu mencari informasi-informasi terbaru mengenai belajar. Saya kurang berusaha mengikuti pelajaran di sekolah. Saya kurang giat membaca materi pelajaran. Saya kurang tekun mengerjakan tugas sekolah. Saya langsung berhenti mengerjakan soal apabila soal atau tugas yang diberikan guru terasa sulit. Saya kurang mendapat dukungan dalam belajar dari orang tua/wali, guru, maupun teman. Saya kurang tertarik untuk mempelajari sebagian besar mata pelajaran di sekolah. Saya mengalami kesulitan mempelajari materi atau pokok bahasan tertentu. Saya kurang mampu menghargai atau menghormati guru. Saya kurang memahami bahwa materi pelajaran, tugas, dan praktik berguna bagi saya. Saya kurang senang apabila suasana di dalam kelas ribut. Saya kurang menyukai guru tertentu yang kurang baik dalam memberikan penjelasan. Saya kurang senang apabila situasi di sekolah gaduh Keputusan Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. Saya sulit menulis dengan rapi. Saya sulit berbicara dengan lancar di depan kelas. Saya sulit menggambar dengan baik. Saya sulit mengikuti pelajaran olah raga. Saya sulit belajar saat sedang sakit. Situasi keluarga saya yang kurang harmonis membuat saya kurang tenang belajar. Saya mudah merasa lesu saat belajar. Saya cepat lelah saat belajar. Saya kurang mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan di sekolah. Saya belum dapat menaati peraturan di sekolah. Saya kurang mampu bergaul dengan teman-teman sekolah, guru, maupun karyawan sekolah. Saya jarang mengikuti kegiatan BK di sekolah. Saya jarang mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Saya mengalami kesulitan mengikuti bahan pelajaran yang banyak dan padat. Saya mengalami kesulitan untuk berteman dengan teman satu kelas. Saya sulit membangun hubungan yang baik dengan guru yang pilih kasih dalam mengajar. Saya sulit belajar karena letak sekolah berdekatan dengan pusat keramaian. Saya sulit belajar di sekolah karena suara bising kendaraan di jalan umum. Keadaan ekonomi keluarga yang rendah membuat saya sulit untuk belajar. Saya sulit menerima sikap guru yang dalam mengajar pilih kasih. Saya kurang mampu menerima sikap guru yang tidak peka terhadap kebutuhan siswa. Saya kurang mampu menangkap penjelasan dari beberapa guru saat mengajar. Saya kurang mampu mematuhi perintah guru untuk menciptakan kelas yang tenang. Saya mengalami kesulitan dalam mengikuti cara guru mengajar. Saya kurang mampu menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar. Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Lampiran 5 KUESIONER KESULITAN BELAJAR Pengantar Adik-adik yang terkasih, Pada kesempatan ini saya mengharapkan kesediaan anda untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur, teliti, dan sesuai dengan pengalaman anda sendiri. Adapun tujuan dari pengisian kuesioner ini adalah untuk mengetahui kesulitan belajar yang adik-adik alami. Atas kesediaan adikadik, saya ucapkan terima kasih. Identitas Kelas : Jenis Kelamin : Petunjuk Pengisian Pada halaman-halaman berikut disajikan sejumlah pernyataan tentang kesulitan belajar. Seberapa setuju anda akan maksud dari masing-masing pernyataan? Berilah tanda centang (√) pada kolom alternatif jawaban yang paling sesuai bagimu. Alternatif jawaban adalah sebagai berikut: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Contoh Pengisian Kuesioner Alternatif Jawaban Seberapa setuju anda akan maksud dari masingmasing pernyataan berikut? SS S TS STS 1. Saya kurang mampu mempelajari pelajaran eksakta √ (matematika, fisika, kimia). Contoh menunjukkan bahwa penjawab memilih alternatif SS atau (sangat setuju), karena penjawab sangat setuju dengan maksud dari pernyataan yang bersangkutan, yaitu penjawab merasa kurang mampu mempelajari mata pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia). No.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 SS: Sangat Setuju No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. S: Setuju TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju Seberapa setuju anda akan maksud dari masingmasing pernyataan sebagai berikut? Saya kurang mampu mempelajari pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia). Saya sulit mempelajari pelajaran Non-eksakta (pelajaran yang bukan menghitung). Saya mengalami kesulitan dalam mengingat kembali pelajaran yang dijelaskan oleh guru. Saya kurang mampu memahami inti pembicaraan guru di kelas. Saya kurang mampu memahami materi yang disajikan dalam bentuk gambar, bagan dan diagram. Saya sulit memahami materi apabila hanya dijelaskan. Saya sulit memahami materi apabila tidak ada latihan (praktek langsung). Saya mengalami kesulitan apabila disuruh guru menjelaskan kembali hal yang telah dijelaskan guru yang bersangkutan. Saya sulit mengungkapkan sebuah ide atau gagasan. Masalah-masalah yang saya alami membuat saya sulit berkonsentrasi dalam belajar. Keadaan diluar kelas atau sekolah yang sangat ramai membuat saya sulit berkonsentrasi dalam belajar. Saya sulit mengatur waktu belajar. Saya kurang mampu mencari informasi-informasi terbaru mengenai belajar. Saya kurang berusaha mengikuti pelajaran di sekolah. Saya kurang rajin membaca kembali materi pelajaran yang sudah dijelaskan guru. Saya kurang tekun mengerjakan tugas sekolah. Saya langsung berhenti mengerjakan soal apabila soal atau tugas yang diberikan guru terasa sulit. Saya kurang mendapat dukungan dalam belajar dari orang tua/wali, guru, maupun teman. Saya kurang tertarik untuk mempelajari sebagian besar mata pelajaran di sekolah. Saya mengalami kesulitan mempelajari materi atau pokok bahasan tertentu. Saya kurang mampu menghargai atau menghormati guru. Saya kurang memahami bahwa materi pelajaran, tugas, dan praktik sebagai hal yang berguna. Saya kurang menyukai guru tertentu yang memberikan penjelasan kurang baik saat belajar. Alternatif Jawaban SS S TS STS

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 SS: Sangat Setuju No. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. S: Setuju TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju Seberapa setuju anda akan maksud dari masingmasing pernyataan sebagai berikut? Saya kurang senang apabila suasana gaduh dikelas. Saya sulit menulis dengan rapi. Saya sering sulit berbicara dengan lancar sewaktu tampil di depan kelas. Saya sulit mengikuti pelajaran olah raga. Saya sulit belajar saat sedang sakit. Situasi keluarga saya yang kurang harmonis membuat saya kurang tenang belajar. Saya mudah merasa lesu saat belajar. Saya cepat lelah saat belajar. Saya kurang mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan di sekolah. Saya belum dapat menaati peraturan di sekolah. Saya kurang mampu bergaul dengan teman-teman sekolah. Saya jarang mengikuti kegiatan BK di sekolah. Saya jarang mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Saya mengalami kesulitan mengikuti bahan pelajaran yang banyak dan padat. Saya mengalami kesulitan untuk berteman dengan teman satu kelas. Saya sulit membangun hubungan yang baik dengan guru yang pilih kasih dalam mengajar. Saya sulit belajar apabila letak sekolah berdekatan dengan pusat keramaian. Saya kekurangan waktu untuk belajar karena saya harus membantu orang tua mencari nafkah. Saya sulit menerima sikap guru yang mengajar dengan pilih kasih. Saya kurang senang dengan sikap guru yang tidak peka terhadap kebutuhan siswa. Saya kurang mampu menangkap penjelasan dari beberapa guru saat mengajar. Saya kurang mampu mematuhi perintah guru untuk menciptakan kelas yang tenang. Saya mengalami kesulitan dalam hal mengikuti cara guru mengajar. Saya kurang mampu menyesuaikan diri dengan cara guru mengajar. Alternatif Jawaban SS S TS STS

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran 6 Hasil Pengujian Reliabilitas dengan Menggunakan SPSS versi 16.0 Kelas X SMA Stella Duce Bantul Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda % 46 100.0 0 .0 Total 46 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. 100.0 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Part 1 Value N of Items Part 2 Value N of Items .753 25a .803 25b Total N of Items 50 Correlation Between Forms .697 Spearman-Brown Equal Length .821 Coefficient Unequal Length .821 Guttman Split-Half Coefficient .815 a. The items are: VAR00001, VAR00002, VAR00003, VAR00004, VAR00005, VAR00006, VAR00007, VAR00008, VAR00009, VAR00010, VAR00011, VAR00012, VAR00013, VAR00014, VAR00015, VAR00016, VAR00017, VAR00018, VAR00019, VAR00020, VAR00021, VAR00022, VAR00023, VAR00024, VAR00025. b. The items are: VAR00026, VAR00027, VAR00028, VAR00029, VAR00030, VAR00031, VAR00032, VAR00033, VAR00034, VAR00035, VAR00036, VAR00037, VAR00038, VAR00039, VAR00040, VAR00041, VAR00042, VAR00043, VAR00044, VAR00045, VAR00046, VAR00047, VAR00048, VAR00049, VAR00050.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Lampiran 7 Data Kesulitan Belajar yang Dialami Siswa Kelas X dan XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 1 2 2 2 1 3 3 1 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 3 4 2 3 4 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 2 2 1 1 3 2 4 1 2 1 1 3 3 1 2 2 2 1 2 1 1 4 5 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 4 2 2 3 2 2 3 2 3 2 4 4 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 4 4 4 4 6 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 1 2 1 3 1 2 2 2 2 4 2 7 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 8 9 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 10 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 11 4 1 3 2 3 2 2 4 2 3 2 4 2 3 3 3 4 2 2 2 2 2 4 2 12 4 1 1 1 1 4 4 3 2 3 3 1 3 3 4 3 2 3 3 3 1 4 4 4 13 14 3 2 2 2 2 2 2 2 1 2 4 3 2 2 2 2 1 2 3 1 2 2 3 1 2 2 3 2 3 3 3 3 2 1 2 1 1 1 3 3 1 1 2 2 3 3 4 3 15 3 2 3 3 2 4 2 4 2 4 4 3 3 3 2 2 3 1 2 3 2 2 3 3 16 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 2 1 3 3 2 1 2 3 2 1 3 3 17 18 2 4 2 3 3 4 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 2 4 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 19 2 2 2 2 3 1 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 1 3 2 1 2 4 4 20 2 2 2 2 2 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 4 3 21 1 4 3 2 1 1 4 4 3 1 1 1 1 4 4 4 4 1 4 2 4 4 4 1 22 23 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 24 2 1 4 3 2 4 2 3 2 4 4 4 3 3 4 3 3 2 2 3 3 2 4 4 25 3 2 2 2 2 4 4 3 2 2 1 4 4 3 3 4 4 1 2 4 1 2 4 4 26 27 2 2 2 1 3 2 2 3 2 2 4 1 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 1 2 3 4 3 3 3 4 2 2 2 3 2 2 3 1 2 2 2 1 4 4 2 28 2 2 3 2 2 4 3 2 3 4 4 4 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 4 4 29 3 2 2 2 2 3 1 2 2 3 4 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 4 4 30 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 3 3 31 Tot al 3 79 2 65 3 76 3 68 1 61 1 85 3 77 2 79 2 68 2 86 1 80 3 85 2 75 3 76 3 91 2 87 2 80 1 58 2 68 4 80 1 59 3 68 4 100 3 96

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 25 2 3 2 2 2 26 1 4 3 3 2 27 3 2 1 2 2 28 2 2 1 2 4 29 1 4 1 3 1 30 1 3 2 3 2 31 1 4 2 3 2 32 2 3 2 2 2 33 2 3 2 2 3 34 3 2 1 2 1 35 2 3 1 2 1 36 1 2 3 2 1 37 1 2 1 2 3 38 3 3 1 2 1 39 3 4 2 4 3 40 1 2 1 4 2 41 1 3 1 2 1 42 3 4 4 3 3 43 3 4 4 3 3 44 1 4 2 2 2 45 1 3 2 3 2 46 1 3 2 2 2 47 1 3 1 2 2 Tot a l 88 136 89 122 105 2 2 2 2 2 1 3 2 2 2 4 2 2 1 1 4 3 2 3 3 2 3 2 1 1 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 2 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 105 107 95 104 101 3 3 2 2 3 3 3 4 3 2 3 1 1 2 3 3 3 2 3 3 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 4 3 3 4 3 3 2 4 4 4 1 3 2 1 2 2 1 1 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 1 3 3 3 2 2 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 3 1 3 2 2 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 3 2 4 3 3 2 3 3 2 2 3 3 1 2 1 1 2 2 2 1 1 1 4 1 2 1 2 3 2 1 2 3 1 1 2 1 3 3 1 3 1 3 2 1 1 1 3 2 2 1 2 3 4 3 4 2 3 3 2 1 4 4 3 4 4 4 3 3 3 1 4 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 1 2 3 3 4 2 3 2 3 3 2 2 2 3 4 2 2 2 3 4 2 2 2 3 3 3 2 119 116 109 88 121 113 116 131 118 128 3 3 3 2 1 2 2 3 4 2 1 2 2 3 1 4 3 3 4 3 4 3 3 4 1 4 3 3 4 1 4 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 1 2 2 2 1 4 2 3 2 4 1 2 3 2 4 4 3 2 3 4 1 2 2 1 1 4 3 2 3 2 1 3 3 4 2 4 2 3 2 2 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 2 3 3 4 2 2 3 3 134 124 125 137 123 3 3 4 2 2 3 78 2 2 2 2 3 2 73 1 2 2 2 2 1 51 1 4 4 4 3 3 96 1 1 2 3 3 1 64 2 1 2 2 2 1 76 3 2 2 2 2 1 77 2 2 2 2 3 3 71 2 3 3 3 3 4 73 2 3 2 2 2 1 56 2 2 2 2 3 2 67 3 2 2 3 3 1 64 2 2 2 3 3 3 78 2 2 2 2 2 1 52 2 3 2 3 2 4 79 2 2 3 3 2 1 66 3 1 1 1 2 1 58 2 4 2 3 3 4 97 4 4 3 3 3 4 102 3 4 3 3 3 3 86 2 2 2 2 3 4 75 2 3 2 2 2 3 74 2 3 2 3 2 3 75 107 111 119 118 116 110

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Lampiran 8 Cara Menghitung Rentang Skor Kesulitan Belajar Berdasarkan PAP Tipe II Skor maksimal per item = 4 Jumlah sampel=31 Total skor maksimal = 4x31=124 81%x124= 100,44 66%x124= 81,84 56%x124= 69,44

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Lampiran 9

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Lampiran 10

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Lampiran 11

(119)

Dokumen baru

Download (118 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 ADIANKOTING TAHUN AJARAN 2013/2014.
0
2
24
PERSEPSI SISWA KELAS X DAN XI TERHADAP PROFIL GURU BIDANG PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DI SMA SEKECAMATAN MEDAN BELAWAN TAHUN AJARAN 20013 / 20014.
0
2
29
PENERAPAN NILAI-NILAI POSITIF OLAHRAGA PADA KEHIDUPAN SOSIAL SISWA SMA N 1 COMAL KELAS X DAN XI TAHUN AJARAN 2008/2009.
0
1
94
PENINGKATAN SIKAP DAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI PADA SISWA KELAS XI KP SMK MURNI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.
0
0
18
KONTRIBUSI SIKAP ORANG TUA TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 20132014
0
0
16
BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGRI 1 KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014
0
0
8
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMK TAMTAMA KARANGANYAR TAHUN AJARAN 20132014
0
0
10
PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH I PURWOKERTO TAHUN AJARAN 20132014
0
0
15
ANALISIS JENIS WACANA DESKRIPSI DALAM KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PATIMUAN TAHUN AJARAN 2011-2012
0
0
10
HUBUNGAN CARA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN AJARAN 20132014
0
0
16
PROBLEMATIKA SISWA KELAS X DALAM MENULIS PUISI DI SMA NEGERI 6 KECAMATAN TALANG EMPAT KABUPATEN BENGKULU TENGAH TAHUN AJARAN 20132014
0
0
40
DESKRIPSI TINGKAT ASERTIVITAS SISWA KELAS XI SMA GAMA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20052006
0
0
109
DESKRIPSI KONSEP DIRI PARA SISWA KELAS XI SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20082009 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN
0
0
170
KEBIASAAN MINUM TUAK DAN KONSEP DIRI SISWA STUDI DESKRIPSI TERHADAP SISWAI SMA N 6 SENDAWAR KALIMANTAN TIMUR TAHUN AJARAN 20132014 SKRIPSI
0
0
100
PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP MARIA IMMACULATA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014 TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SKRIPSI
0
0
110
Show more