Peningkatan hasil belajar dan minat belajar siswa dalam pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing pada pokok bahasan hukum newton kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
1
203
9 months ago
Preview
Full text

  

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN MINAT BELAJAR SISWA

DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL

PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN METODE EKSPERIMEN

TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON KELAS X

SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA

Skripsi

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan fisika Oleh:

  Kristiana Nathalia Wea NIM: 091424058

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN MINAT BELAJAR SISWA

DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL

PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN METODE EKSPERIMEN

TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON KELAS X

SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA

Skripsi

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan fisika Oleh:

  Kristiana Nathalia Wea NIM: 091424058

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah

bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala kelakuanmu,

maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5-6).

  Kerjakan apa yang menjadi bagian kita, maka Tuhan akan mengerjakan bagianNya dengan sempurna.

  Dengan penuh syukur kupersembahkan karyaku kepada: Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang luar biasa dalam hidupku Bapak dan Mama tercinta Kak Ray, Ade Ayu, Ade Tomi, Ade Oris dan Tanta tersayang

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak termuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta,

  13 Juni 2014 Penulis

  Kristiana Nathalia Wea

  

ABSTRAK

  Kristiana Nathalia Wea. 2014. Peningkatan hasil belajar dan minat belajar

  

siswa dalam pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri

dengan metode pembelajaran eksperimen terbimbing pada pokok bahasan hukum

newton kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta . Skripsi, Program Studi Pendidikan

  Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing pada materi hukum newton di kelas XE SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton; (2) peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode ceramah pada materi hukum newton di kelas XB SMA Santa Maria Yogyakarta; (3) perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing dan pembelajaran fisika menggunakan metode ceramah pada materi hukum newton di kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta; (4) minat belajar siswa kelas

  XE SMA Santa maria Yogyakarta terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing pada materi hukum newton.

  Subyek penelitian siswa kelas XB dan XE SMA Santa Maria Yogyakarta. Jumlah keseluruhan subyek penelitian 48 siswa terdiri dari 24 siswa kelas XB dan 24 siswa kelas XE. Kelas XB sebagai kelas kontrol sedangkan kelas XE sebagai kelas eksperimen.

  Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing meningkatkan hasil belajar siswa kelas XE SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton; (2) pembelajaran fisika menggunakan metode ceramah meningkatkan hasil belajar siswa kelas XB SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton; (3) peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode eksperimen terbimbing dengan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode ceramah pada kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton tidak menunjukan perbedaan yang signifikan; (4) Siswa kelas XE SMA Santa Maria sangat berminat dan berminat mengikuti pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing pada materi hukum newton. Kata kunci: Peningkatan Hasil Belajar, Minat Belajar, Model Pembelajaran Inkuiri, Metode Pembelajaran Eksperimen Terbimbing.

  

ABSTRACT

  Kristiana Nathalia Wea. 2014. The increase of students learning outcomes

  

and the students interest learning in learning physics using inquiry learning

model with guided experimental learning methods in subject of physics newton’s

law class X Saint Mary Senior High School Yogyakarta . Thesis, Physics

  Education Learning Program, Department of Mathematics and Natural Sciences, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University in Yogyakarta.

  The purpose of this research are to determine: (1) the increase of students learning outcomes using inquiry learning model with guided experimental learning methods in subject of physics newton’s law class XE Saint Mary Senior High School Yogyakarta; (2) the increase of students learning outcomes using discourse learning methods in subject of newton’s law class XB Saint Mary Senior High School Yogyakarta; (3) the differences of increase students learning outcomes between learning physics using inquiry learning model with guided experimental learning methods and learning physic with discourse learning methods in class X Saint Mary Senior High School Yogyakarta in subject of newton’s law; (4) students of class XE Saint Mary Senior High School Yogyakarta’s interest to learning physics using inquiry learning model with guided experimental methods learning on subject of newton’s law.

  The sample of this research was students from grader XB and XE Saint Mary Senior High School Yogyakarta. Total sampel was 48 students consist of 24 students in grade XB and 24 students in grade XE. The grade XB as the control class while the grade XE as the experiment class.

  Result of the research shows that: (1) learning phyisics using inquiry learning model with guided experimental learning methods increase students learning outcomes in class XE Saint Mary Senior High School Yogyakarta in subject newton’s law; (2) learning phyisics using discourse methods increase students learning outcomes in class XB Saint Mary Senior High School Yogyakarta in subject newton’s law; (3) there is no significant difference, between increase students learning outcomes using guided experimental learning methods with increase students learning outcomes using discouse learning methods in class X Saint Mary Senior High School Yogyakarta in subject newton’s law; (4) students in class XE Saint Mary Senior High School Yogyakarta are very on participate with learning physics using guided experimental learning methods in subject of newton’s law.

  Keywords: Increase Students Learning Outcomes, Students Interest Learning,

  

HALAMAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN

AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

  Nama : Kristiana Nathalia Wea NIM : 091424058

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN MINAT BELAJAR SISWA

DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL

PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN METODE EKSPERIMEN

TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON KELAS X SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA

  Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 13 Juni 2014 Yang menyatakan

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat, rahmat, bimbingan dan kesempatan yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar dan Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Eksperimen Terbimbing pada Pokok Bahasan Hukum Newton Kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta”. Penulis menyadari penyusunan skripsi ini tidak lepas dari semua dukungan, doa, semangat dan bantuan dari beberapa pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada kesempatan yang berbahagia ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:

  1. Bapak Drs. Domi Severinus, M.Si., selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak membantu memberikan, motivasi, dan masukan yang membangun dalam membimbing penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

  2. Ibu Dwi Nugraheni Rositawati, M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik yang selalu memberikan semangat dan motivasi.

  3. Bapak Dr. Ign. Edi Santosa, M.S., selaku Ketua Program Studi yang selalu memberikan dukungan.

  4. Segenap Dosen Universitas Sanata Dharma yang telah membantu memberikan bekal pengetahuan kepada penulis.

  5. Segenap karyawan sekretariat JPMIPA yang telah memberikan bantuan x  

   

  6. Suster Yohanna Maria OSF, S.Ag., selaku Kepala Sekolah SMA Santa Maria Yogyakarta yang telah memberikan ijin penelitian.

  7. Ibu Dra. MF. Sutilah, selaku Guru Mata Pelajaran Fisika SMA Santa Maria Yogyakarta yang telah memberikan dukungan, bantuan dan masukan dalam penelitian.

  8. Pak Ngadiyono, selaku Laboran LAB Fisika yang telah membantu selama penelitian.

  9. Siswa SMA Santa Maria Yogyakarta kelas XB dan kelas XE yang menjadi partisipan dalam penelitian.

  10. Kedua orang tua saya tercinta Bapak Hendrikus Raja dan Mama Magdalena Nas yang telah memberikan dukungan, doa, dan kasih sayang sehingga saya termotivasi untuk tetap berjuang.

  11. Kakak Ray, Kakak Lorens, Ade Ayu, Ade Tomi dan Ade Oris dan Tanta saya tercinta yang telah memberikan doa serta dukungan.

  12. Sahabat-sahabat saya tersayang Audra, Kiki, Rini, Nensi, Ani, Voni, Ira, Echi, Nining, dan Elis yang telah memberikan dukungan, motivasi dan doa.

  13. Seluruh sahabat tercinta Pendidikan Fisika angkatan 2009.

  14. Teman-teman kost Srikandi ade Uci, ade Yolana, ade Monita, Yoshe, Evi, Siska, mbak Novi, Ledy, Tika, dan Kiki yang telah memberikan perhatian dan motivasi.

  15. Oncy dan Inang yang selalu memberi dukungan dan motivasi. xi  

   

  16. Keluarga besar Himpunan Keluarga Flobamorata yang telah memberikan dukungan dan motivasi.

  Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam skripsi ini. Saran dan kritik penulis harapkan untuk kebaikan bersama. Semoga bermanfaat.

  Yogyakata, 7 Mei 2014 Penulis

  Kristiana Nathalia Wea

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... v ABSTRAK ........................................................................................................... vi ABSTRACT ........................................................................................................ vii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................................................... viii KATA PENGANTAR ......................................................................................... ix DAFTAR ISI ....................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii

  BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 5 C. Batasan Masalah ....................................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 6 E. Manfaat Penelitian .................................................................................... 6 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 8 A. Belajar dan Pembelajaran .......................................................................... 8

  xiii  

   

  2. Pembelajaran ...................................................................................... 9

  B. Pembelajaran Konstruktivistik ................................................................ 10

  C. Model Pembelajaran Inkuiri .................................................................... 11

  1. Model pembelajaran .......................................................................... 11

  2. Model pembelajaran ikuiri ................................................................ 12

  D. Metode Pembelajaran Eksperimen .......................................................... 16

  1. Metode pembelajaran ........................................................................ 16

  2. Metode pembelajaran eksperimen..................................................... 16

  a. Eksperimen terbimbing ............................................................... 17

  b. Eksperimen bebas........................................................................ 19

  c. Kelebihan dan kekurangan metode eksperimen .......................... 19

  E. Hasil Belajar ............................................................................................ 20

  F. Minat Belajar ........................................................................................... 25

  G. Hukum Newton ....................................................................................... 26

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN............................................................ 29 A. Jenis Penelitian ........................................................................................ 29 B. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................. 29 C. Subjek Penelitian ..................................................................................... 30 D. Desain Penelitian ..................................................................................... 30 E. Instrumen Penelitian ............................................................................... 32

  1. Instrumen pembelajaran .................................................................... 32

  2. Instrumen pengumpulan data ............................................................ 34

  xiv  

   

  G. Kriteria Penilaian Jawaban Siswa ........................................................... 40

  H. Metode Analisis Data .............................................................................. 41

  1. Analisis hasil belajar awal siswa ....................................................... 41

  2. Analisis peningkatan hasil belajar siswa ........................................... 41

  3. Analisis beda peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontol ............................................................. 41

  4. Analisis minat belajar siswa menggunakan metode eksperimen terbimbing ...................................................................... 42

  5. Analisis hasil wawancara .................................................................. 43

  BAB IV DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ............................. 44 A. Deskripsi Penelitian ................................................................................ 44

  1. Sebelum penelitian ............................................................................ 44

  2. Selama pelaksanaan penelitian .......................................................... 45

  B. Data ......................................................................................................... 53

  C. Analisis Data ........................................................................................... 55

  1. Analisis hasil belajar awal siswa ....................................................... 55

  2. Analisis peningkatan hasil belajar siswa ........................................... 57

  3. Analisis beda peningkatan hasil belajar siswa .................................. 59

  4. Analisis minat belajar siswa kelas eksperimen ................................. 60

  5. Analisis wawancara ........................................................................... 61

  D. Pembahasan ............................................................................................. 66

  1. Pembahasan hasil belajar siswa menggunakan metode

  xv  

   

  2. Pembahasan perbedaan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode eksperimen terbimbing dan metode ceramah ............................................................................................ 67

  3. Pembahasan minat siswa mengikuti pembelajaran menggunakan Metode eksperimen terbimbing ................................ 70 E. Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 71

  BAB V PENUTUP .............................................................................................. 73 A. Kesimpulan ............................................................................................. 73 B. Saran ....................................................................................................... 73 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 75 LAMPIRAN ........................................................................................................ 77

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Kisi-kisi soal pretes dan postes .......................................................... 35Tabel 3.2. Kisi-kisi kuesioner minat ................................................................... 38Tabel 3.3. Kisi-kisi wawancara ........................................................................... 39Tabel 3.4. Pemberian skor untuk masing-masing soal ........................................ 40Tabel 3.5. Pemberian skor pernyataan minat siswa ............................................ 42Tabel 3.6. Kualifikasi minat siswa ...................................................................... 43Tabel 4.1. Nilai pretes, postes dan peningkatan kelas eksperimen ..................... 53Tabel 4.2. Nilai pretes, postes dan peningkatan kelas kontrol ............................ 54Tabel 4.3. Skor minat belajar siswa di kelas eksperimen ................................... 55Tabel 4.4. Rata-rata nilai pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol ................. 56Tabel 4.5. Analisis uji homogenitas .................................................................... 56Tabel 4.6. Rata-rata nilai pretes dan postes kelas eksperimen ............................ 57Tabel 4.7. Analisis peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen ............... 57Tabel 4.8. Rata-rata nilai pretes dan postes kelas kontol .................................... 58Tabel 4.9. Analisis peningkatan hasil belajar siswa kelas kontrol ...................... 58Tabel 4.10. Rata-rata nilai postes kelas eksperimen dan kelas kontol ................ 59Tabel 4.11. Analisis beda peningkatan hasil belajar ........................................... 59Tabel 4.12. Kualifikasi minat siswa kelas eksperimen ....................................... 60Tabel 4.13. Persentase minat siswa ..................................................................... 61

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1. Surat ijin penelitian sekolah ........................................................... 78 Lampiran 2. Surat keterangan telah melaksanakan penelitian ............................ 79 Lampiran 3. RPP kelas eksperimen .................................................................... 80 Lampiran 4. RPP kelas kontrol ........................................................................... 90 Lampiran 5. LKS materi hukum newton ............................................................ 99 Lampiran 6. Soal pretes dan postes ................................................................... 108 Lampiran 7. Kunci jawaban soal pretes dan postes .......................................... 112 Lampiran 8. Soal kuesioner............................................................................... 116 Lampiran 9. Daftar nilai pretes dan postes ........................................................ 119 Lampiran 10. Daftar skor minat siswa .............................................................. 123 Lampiran 11. Gambar kegiatan siswa ............................................................... 124 Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen............................. 129 Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru............................... 142 Lampiran 14. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas eksperimen ....... 155 Lampiran 15. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas kontrol .............. 163 Lampiran 16. Contoh jawaban kuesioner minat siswa...................................... 171 Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa ........................................................ 174

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Santa Maria Yogyakarta selama peneliti melaksanakan program PPL, pada umumnya pelajaran fisika merupakan suatu pelajaran yang ditakuti siswa. Para siswa selalu merasa bahwa pelajaran fisika itu sulit untuk dipahami. Mereka tidak mempunyai kemauan untuk lebih giat mempelajari pelajaran

  fisika, karena menurut mereka walaupun mereka berusaha hasilnyapun akan tetap sama. Mereka selalu merasa kesulitan karena dalam pelajaran fisika banyak rumus yang harus mereka hafal dan kuasai. Selain itu pelajaran fisika juga kurang menyenangkan karena dalam mengajarkan fisika guru fisika hanya menggunakan metode ceramah. Para siswa jadi merasa bosan dan kurang berminat untuk mempelajari fisika. Hal ini mengakibatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fisika rendah.

  Belajar adalah proses yang aktif di mana siswa membangun sediri pengetahuannya. Siswa mencari sendiri arti dari yang mereka pelajari. Dalam proses itu siswa menyesuaikan konsep dan ide-ide baru yang mereka pelajari dengan kerangka berpikir yang telah mereka punyai (Paul Suparno, 2007: 13) .

  Tercapai tidaknya hasil belajar sangat tergantung pada proses belajar yang terjadi. Pembelajaran yang terjadi di sekolah seharusnya lebih ditekankan pada

  2 pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa di mana dalam proses pembelajaran tersebut siswa aktif untuk mengemukakan idenya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

  Menurut Jacquiline Grennon dan Martin G (1993: 5) mengatakan bahwa,

  

“Educators must invite students to experience the world’s richness, empower

them to ask their own questions and seek their own answers, and challenge

them to understand the world’s complexities.” Pendidik atau guru harus sebisa

  mungkin mengajak siswa untuk dapat melihat keadaan sesungguhnya di alam, tidak hanya teori yang diajarkan dalam kelas. Sehingga siswa dapat mengembangkan pemikiran-pemikiran mereka mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di alam.

  Menurut Piaget (dalam Paul Suparno, 2007: 12) fisika dikelompokkan sebagai pengetahuan fisis. Pengetahuam fisis adalah pengetahuan akan sifat- sifat fisis dari suatu objek atau kejadian seperti bentuk, besar, kekasaran, berat, serta bagaimana objek-objek itu berinteraksi satu sama lain. Oleh karena itu dalam pembelajaran fisika sebaiknya siswa diajak untuk melihat secara langsung objek yang dipelajari atau menyaksikan secara langsung kejadian- kejadian fisika.

  Menurut A. Einstein dan L. Infield (dalam Rosalind Driver, 1983: 1)

  

science is not just a collection of laws, a catalogue of facts, it is a creation of

the human mind with its freely invented ideas and concepts. Physical theories

try to form a picture of reality and to establish its connections with the wide

  3 pembelajaran fisika sebaiknya siswa lebih didekatkan pada fenomena- fenomena fisika yang ada di sekitarnya dari pada hanya dijelaskan teori- teorinya saja. Siswa diberi kebebasan untuk berpikir dan mengemukakan ide- idenya dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Melalui cara ini siswa akan lebih mudah memahami konsep fisika.

  Untuk menghadirkan fenomena-fenomena fisika secara langsung dalam pembelajaran fisika tidaklah mudah. Tidak semua fenomena-fenomena fisika dapat dihadirkan secara langsung dalam kelas. Salah satu cara untuk menghadirkan fenomena-fenomena tersebut yaitu dengan menggunakan eksperimen. Sesuai dengan uraian di atas, untuk mendesain suatu pembelajaran yang lebih menekankan pada proses belajar, sehingga para siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep fisika yang diajarkan, maka pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dan eksperimen merupakan salah satu strategi pembelajaran yang tepat.

  Menurut H. Wina Sanjaya (2011: 196) strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari suatu masalah yang dipertanyakan. Dalam strategi pembelajaran ini siswa dituntun untuk mencari jawaban sendiri.

  Menurut Paul Suparno (2007: 77) metode eksperimen adalah metode mengajar yang mengajak siswa untuk melakukan percobaan sebagai pembuktian, pengecekan bahwa teori yang sudah dibicarakan itu memang

  4 menemukan teori atau hukum. Jadi seakan-akan teori atau hukum tersebut ditemukan sendiri oleh siswa.

  Dalam proses menemukan jawaban tersebut para siswa perlu diarahkan. Di sini dibutuhkan bimbingan dari guru untuk mengarahkan siswa sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Oleh karena itu melalui penelitian ini peneliti akan meneliti mengenai “Peningkatan Hasil Belajar dan Minat

  Belajar Siswa dalam Pembelajaran Fisika Menggunakan Model

Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Eksperimen Terbimbing pada

Pokok Bahasan Hukum Newton Kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta”.

  Sebelumnya sudah ada penelitian tentang penggunaan metode inkuiri dan penggunaan metode eksperimen terbimbing dalam pembelajaran fisika.

  Namun penelitian ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya karena pada penelitian ini peneliti tidak hanya menggunakan metode inkuiri atau menggunakan metode eksperimen terbimbing tetapi peneliti memadukan kedua metode ini yaitu melakukan penelitian menggunakan model inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing. Pada penelitian ini juga peneliti tidak hanya melihat hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing tetapi juga akan membandingkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode ceramah. Selain itu pada penelitian ini peneliti juga akan melihat bagaimana minat siswa terhadap pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  5

B. Rumusan Masalah

  Dari uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang mau diteliti adalah sebagai berikut.

  1. Apakah pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XE SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton?

  2. Apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing dan pembelajaran fisika menggunakan metode ceramah pada kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton?

  3. Bagaimana minat siswa kelas XE SMA Santa Maria Yogyakarta terhadap pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing pada materi hukum newton? C.

   Batasan Masalah

  Agar permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini tidak meluas maka perlu adanya pembatasan masalah. Dalam penelitian ini peneliti membatasi masalah sebagai berikut: 1. Bahasan materi yang diteliti hanya materi hukum I, II, III newton.

  Penerapan hukum newton pada bidang miring dan dalam lift tidak ikut

  6

  2. Minat belajar yang diteliti hanya minat belajar siswa saat mengikuti pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  D. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XE SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton.

  2. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara pembelajaran fisika menggunakan model inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing dan pembelajaran fisika menggunakan metode ceramah kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton.

  3. Untuk mengetahui minat siswa kelas XE SMA Santa Maria Yogyakarta terhadap pembelajaran fiska menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing pada materi hukum newton.

  E. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi guru dan calon guru, bagi peneliti dan bagi siswa.

  7 Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi untuk mengembangkan pembelajaran fisika. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan para guru dan calon guru mengenai pembelajaran menggunakan model inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing, sehingga kemudian dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas untuk membantu para siswa memahami materi fisika yang diajarkan.

  2. Bagi peneliti Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk belajar menerapkan desain pembelajaran menggunakan model inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing. Selain itu peneliti juga dapat mempunyai pengalaman dan bekal dalam menggunakan metode pembelajaran yang dapat bermanfaat ketika peneliti menjadi guru.

  3. Bagi siswa Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengalaman baru bagi siswa dalam pembelajaran untuk memahami materi pembelajaran dengan metode yang berbeda dengan metode yang sering digunakan. Dengan demikan para siswa diharapkan dapat tertarik untuk mempelajari fisika.

BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar dan Pembelajaran 1. Belajar Ada beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian belajar antara

  lain:

  a. Menurut Winkel (2007: 59) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.

  b. Menurut Suyono dan Hariyanto (2011: 9) belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, peningkatan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan pengokohan kepribadian.

  c. Jerome Brunner (dalam Trianto, 2011: 15) berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses aktif di mana siswa membangun (mengkonstruk) pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan-pengetahuan yang sudah dimilikinya.

  d. Menurut Gagne (dalam Dahar, 2011: 2) belajar didefenisikan sebagai suatu proses di mana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman.

  9  

   

  Secara umum belajar dapat dipahami sebagai suatu proses atau suatu aktivitas mental/psikis yang terjadi antara individu dengan lingkungannya untuk memperoleh perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, perilaku, sikap dan pengokohan kepribadian individu.

2. Pembelajaran

  Pembelajaran merupakan usaha yang dilaksanakan secara sengaja, terarah dan terencana, dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum peroses dilaksanakan, serta pelaksanaannya terkendali, dengan maksud agar terjadi belajar dalam diri seseorang (Siregar, 2011: 13).

  Menurut Trianto (2011: 17) pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup.

  Menurut Surya (2004: 7) pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannnya. Winkel (2007) mengatakan bahwa pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian- kejadian ekstrem yang berperan terhadap rangkaian kejadian intern yang berlangsung dialami siswa.

  Dari pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa

  10  

   

  proses belajar dalam diri siswa berupa suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman siswa itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

B. Pembelajaran Konstruktivistik

  Menurut von Glasersfeld dan Mattews (dalam Paul Suparno, 1997: 18) konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan mereka lewat indera mereka yaitu, mengamati, mencoba-coba, mengukur, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan dari yang diamati. Menurut Trianto (2011: 113) konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Siswa harus dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Dalam pembelajaran konstruksivisme siswa dibiasakan untuk mengkontruksi pengetahuan dalam benak mereka sendiri. Esensi dari teori konstruktivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransformulasikan sesuatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki, informasi itu dapat menjadi milik mereka sendiri (Trianto, 2011: 113).

  Dalam proses pembelajaran siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. Siswa

  11  

   

  konstruktivisme, yang penting bukan seberapa banyak yang dicapai, bukan seberapa besar kesalahan yang dibuat; seberapa kualitas dan kuantitas proses yang dialami siswa untuk mencapai hasil tersebut (Kartika Budi, 1998).

  Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konstruktivistik adalah suatu proses pembelajaran di mana siswa membentuk (mengkonstruksi) sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.

C. Model Pembelajaran Inkuiri 1. Model pembelajaran

  Soekamto,dkk (dalam Trianto, 2011: 22) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukis prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. Menurut Joyce dan Weil (dalam Suyono dan Hariyanto, 2011: 19) model pembelajaran yaitu suatu deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum, kursus-kursus, desain unit-unit pembelajaran, perlengkapan belajar, buku-buku pelajaran, buku-buku kerja, program multimedia, dan bantuan belajar melalui program komputer. Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari strategi, metode atau prosedur.

  12  

   

  Menurut Kardi dan Nur (dalam Trianto, 2011) model pengajaran mempunyai empat ciri yaitu: a. Rasional teoritis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Istilah model pembelajaran meliputi pendekatan suatu model pembelajaran yang luas dan menyeluruh.

  b. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan disampaikan). Model-model pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajarannya, sintaks (pola urutannya), dan sifat lingkungan belajarnya.

  c. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. Tingkah laku mengajar yang diperlukan berupa urutan-urutan tahap kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru atau siswa.

  d. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pelajaran tersebut dapat dicapai. Tiap-tiap model pembelajaran membutuhkan sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang sedikit berbeda.

2. Model pembelajaran inkuiri

  Salah satu model pendekatan belajar yang konstruktivis adalah model pembelajaran inkuiri. Menurut Sund (dalam Kartika Budi, 2001) model inkuiri adalah pembelajaran yang prosesnya melalui sebagian atau seluruh langkah- langkah dari metode sains, yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang fenomena alam, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merencanakan

  13  

   

  memperoleh suatu kesimpulan. Yang ditekankan dalam inkuiri adalah siswa menjadi investigator. Kekuatan inkuiri adalah pembelajaran menjadi student

  centered, membangun kosep diri, mengembangkan peringkat harapan,

  mengembangkan sebagian bakat, menghindari pembelajaran hanya pada tingkat verbal, dan siswa mengalami proses mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuannya.

  Menurut Gulo (dalam Trianto, 2011) model inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran, dan mengembangkan sikap percaya diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

  Inkuiri tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada, termasuk pengembangan emosional dan keterampilan.

  Inkuiri merupakan suatu proses yang bermula dari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisi data, dan membuat kesimpulan.

  Menurut Kindsvatter, Wilan dan Isher (dalam Paul Suparno, 2007) langkah-langkah metode inkuiri untuk lebih jelas dan mudah dilakukan adalah sebagai berikut.

  14  

    1.

   Identifikasi dan klarifikasi persoalan

  Langkah awal adalah menentukan persoalan yang ingin dipecahkan dengan metode inkuiri. persoalan ini dapat disiapkan oleh guru dan sebaiknya persoalan ini sudah disiapkan sebelum pelajaran dimulai. Persoalan harus jelas sehingga dapat dipikirkan, didalami, dan dipecahkan oleh siswa. Persoalan sendiri perlu diidentifikasi dengan jelas dan diklarifikasi. Bila persoalan ditentukan oleh guru maka perlu diperhatikan bahwa persoalan itu real, dapat dikerjakan oleh siswa, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Persoalan yang terlalu tinggi akan membuat siswa tidak semangat, sedangkan persoalany yang terlalu mudah yang sudah mereka ketahui tidak menarik minat siswa. Sangat baik bila persoalan itu sesuai dengan tingkat hidup dan keadaan siswa.

  2. Membuat hipotesis

  Langkah berikutnya adalah siswa diminta untuk mengajukan jawaban sementara tentang persoalan itu. Inilah yang disebut hipotesis. Hipotesis siswa perlu dikaji apakah jelas atau tidak. Jika belum jelas sebaiknya guru mencoba membantu memperjelas maksudnya terlebih dahulu. Guru diharapkan tidak memperbaiki hipotesis siswa yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah nantinya akan kentara setelah pengambilan data dan analisis data yang diperoleh.

  3. Mengumpulkan data

  Langkah selanjutnya adalah siswa mencari dan mengumpukan data sebanyak-banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau

  15  

   

  yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data. Maka guru perlu membantu siswa mencari peralatan, merangkai peralatan dan mengoperasikan peralatan sehingga berjalan dengan baik. Dalam bahasa fisika langkah ini adalah langkah percobaan atau eksperimen. Biasanya dilakukan di laboratorium tetapi kadang juga di luar sekolah. Setelah peralatan jalan, siswa diminta untuk mengumpulkan data dan mencatatnya dalam buku catatan.

  4. Menganalisis data

  Data yang sudah dikumpulkan harus dianalisis untuk dapat membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau tidak. Untuk memudahkan menganalisis data, sebaiknya data diorganisasikan, dikelompokkan, diatur sehingga dapat dengan mudah dibaca dan dianalisis. Kadang sangat baik data dikelompokkan menurut: (1) yang menguatkan hipotesis, (2) yang melemahkan hipotesis, dan (3) yang netral. Dalam menganalisis sering kali diperlukan alat hitung seperti rumus matematika ataupun statistik yang memudahkan siswa mengambil keputusan atau mengambil generalisasi.

  5. Merumuskan kesimpulan

  Dari data yang telah dikelompokkan dan dianalisis, kemudian diambil kesimpulan dengan generalisasi. Setelah diambil kesimpulan, kemudian dicocokkan dengan hipotesis awal, apakah hipotesa kita diterima atau tidak. Setelah itu guru masih dapat memberikan catatan untuk menyatukan seluruh penelitian ini. Sangat baik bila dalam mengambil keputusan, siswa dilibatkan sehingga siswa menjadi semakin yakin bahwa mereka mengetahui secara

  16  

   

  untuk mencari penjelasan mengapa demikian. Guru dapat membantu dengan berbagai pertanyaan penolong.

D. Metode Pembelajaran Eksperimen 1. Metode pembelajaran

  Menurut Suyono dan Harianto (2011: 19) metode pembelajaran adalah secara keseluruhan perencanaan dan prosedur maupun langkah-langkah kegiatan pembelajaran termaksud pilihan cara penilaian yang akan dilaksanakan. Metode pembelajaran didefenisikan sebagai cara yang digunakan oleh guru, sehingga dalam menjalankan fungsinya dan merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran (Uno, 2012: 7). Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan-tahapan tertentu.

2. Metode pembelajaran eksperimen

  Metode eksperimen yaitu metode yang mengedepankan aktivitas percobaan, sehingga siswa mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari (Siregar dan Nara, 2010: 80). Menurut Paul Suparno (2007) metode eksperimen adalah metode mengajar yang mengajak siswa untuk melakukan percobaan sebagai pembuktian, pengecekan bahwa teori yang telah dibicarakan benar. Metode eksperimen ini dibedakan menjadi dua yaitu eksperimen terbimbing dan eksperimen bebas.

  17  

    a.

   Eksperimen terbimbing

  Dalam eksperimen terbimbing jalannya eksperimen sudah dirancang oleh guru sebelumnya kemudian dilakukan oleh siswa. Langkah-langkah yang harus dibuat oleh siswa, peralatan yang harus digunakan, apa yang harus diamati dan diukur semuanya sudah ditentukan sejak awal, sehingga siswa tidak bingung dalam melakukan eksperimen (Paul Suparno, 2007)

1) Tugas guru

  Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen guru mempunyai peranan penting. Menurut Paul Suparno (2007) beberapa hal yang harus dilakukan guru adalah: a) Memilih eksperimen apa yang ditugaskan kepada siswa.

  b) Merencanakan langkah-langkah percobaan seperti: apa tujuannya, peralatan yang digunakan, bagaimana merangkai percobaan, data yang harus dikumpulkan siswa, bagaimana menganalisis data, dan apa kesimpulannya.

  c) Mempersiapkan semua peralatan yang akan digunakan sehingga pada saat siswa mencoba semuanya siap dan lancar.

  d) Pada saat percobaan guru dapat berkeliling melihat bagaimana siswa melakukan percobaannya dan memberikan masukan kepada siswa.

  e) Bila ada peralatan yang macet guru membantu siswa agar alat dapat jalan dengan baik.

  f) Membantu siswa dalam menarik kesimpulan dengan percobaan yang

  18  

    g) Bila siswa membuat laporan, maka guru harus memeriksanya.

  h) Guru sebaiknya mempersiapkan petunjuk dan langkah percobaan dalam satu lembar kerja sehingga memudahkan siswa bekerja.

2) Tugas siswa

  Menurut Paul Suparno (2007) dalam eksperimen siswa melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk yang diberikan guru. Jika eksperimennya dalam kelompok ada baiknya kelompok dibuat kecil sehingga siswa dapat sungguh melakukan eksperimen bukan hanya melihat eksperimen teman. Dalam eksperimen, siswa antara lain akan melakukan tindakan sebagai berikut: a) Membaca petunjuk percobaan dengan teliti.

  b) Mencari alat yang diperlukan.

  c) Merangkai alat-alat sesuai dengan skema percobaan.

  d) Mulai mengamati jalannya percobaan.

  e) Mencatat data yang diperlukan.

  f) Mendiskusikan dalam kelompok untuk ambil kesimpulan dari data yang ada.

  g) Membuat laporan percobaan dan mengumpulkan.

  h) Dapat juga mempresentasikan percobaanya di depan kelas.

b. Eksperimen bebas

  Menurut Paul Suparno (2007) dalam eksperimen bebas guru tidak

  19  

   

  lebih banyak berpikir sendiri, bagaimana akan merangkai rangkaian, apa yang harus diamati, diukur, dan dianalisis serta disimpulkan. Keuntungan dengan eksperimen bebas adalah siswa ditantang untuk merencanakan percobaan sendiri tanpa banyak dipengaruhi arahan guru. Dengan demikian akan tampak bagaimana kreativitas, kepandaian, dan kemampuan siswa dalam memecahkan tugas yang diberikan oleh guru.

c. Kelebihan dan kekurangan metode eksperimen

  Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut ( Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2010).

  1) Kelebihan metode eksperimen

  Metode eksperimen mengandung beberapa kelebihan antara lain: a) Metode ini mengembangkan ketelitian, keuletan dan ketabahan.

  b) Membuat siswa lebih percaya akan kebenaran atau kesimpulannya berdasarkan percobaannya.

  c) Dapat membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

  d) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran manusia.

  2) Kekurangan metode eksperimen

  Metode eksperimen mengandung beberapa kekurangan antara lain:

  a) Metode ini kurang sesuai dengan bidang-bidang selain sains dan

  20  

   

  b) Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal.

  c) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang sesuai dengan teori karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada diluar jangkauan kemampuan atau pengendalian.

E. Hasil Belajar

  Menurut Dedeng (dalam Made Wena, 2009: 6) hasil pembelajaran adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan strategi pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda. Variabel hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu keefektifan, efesiensi, daya tarik.

  1. Keefektifan pembelajaran

  Menurut Davis efektifitas mengacu pada apa yang dikerjakan (dalam Kartika Budi, 1998). Suatu pembelajaran disebut efektif bila apa yang dikerjakan benar. Keefektifan pembelajaran diukur dari tingkat pencapaian siswa, dan terdapat empat indikator untuk mempreskripsikannya, yaitu (1) kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari, (2) kecepatan unjuk kerja, (3) tingkat alih belajar, (4) tingkat retensi.

  2. Efesiensi pembelajaran.

  Menurut Davis efesiensi mengacu pada apa cara mengerjakan (dalam Kartik Budi, 1998). Efesiensi pembelajaran diukur dengan membandingkan

  21  

   

  antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai siswa dan/ atau biaya yang digunakan dalam pembelajaran.

  3. Daya tarik pembelajaran

  Daya tarik pembelajaran diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untuk tetap/ terus belajar. Suatu pembelajaran dikatakan berhasil jika siswa tertarik untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan mereka.

  Menurut Winkel (2009) hasil belajar adalah suatu kemampuan internal (capability) yang berhasil menjadi milik pribadi seseorang dan memungkinkan orang itu melakukan sesuatu atau memberikan prestasi tertentu (performance). Gagne mengkategorikan hasil belajar ke dalam lima kategori (dalam W.S Winkel, 2009) adalah sebagai berikut:

  1. Informasi verbal

  Yang dimaksudkan dengan informasi verbal adalah pengetahuan yang dimiliki seseorang dan dapat diungkapkan dalam bentuk bahasa, lisan dan tertulis. Jadi yang memiliki pengetahuan tertentu, berkemampuan untuk menuangkan pengetahuan itu dalam bentuk bahasa yang memadai, sehingga dapat dikomunikasikan pula kepada orang lain.

  2. Kemahiran intelektual

  Yang dimaksudkan dengan kemahiran intelektual adalah kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri dalam bentuk suatu representasi, khususnya konsep dan berbagai lambang/simbol (huruf, angka, kata, gambar). Kategori kemahiran intelektual terbagai atas

  22  

   

  empat subkemampuan yang diurutkan secara hierarkis. Adapun keempat subkemampuan adalah sebagai berikut: a. Diskriminasi jamak

  Berdasarkan pengamatan yang cermat terhadap berbagai objek, orang mampu membedakan antar objek yang satu dengan objek yang lain.

  Selama mengamati, dibentuk berbagai persep, yaitu hasil mental dari pengamatan, yang didalamnya tanggapan sebagai representasi berperaga mungkin sekali memegang peranan. Dalam persep dikenal ciri-ciri fisik yang khas bagi masing-masing objek, yaitu warna, bentuk, ukuran, panjang, lebar, kasar-halus, bunyi, baunya dan lain sebagainya. Berdasarkan persep-persep itu, orang mampu membedakan objek yang satu dari yang lain, meskipun mirip satu sama lain.

  b. Konsep Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri sama. Orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap segala objek yang dihadapi, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu (klasifikasi).

  Konsep dibedakan atas konsep konkret dan konsep yang harus didefenisikan. Konsep konkret adalah pengertian yang menunjukan pada aneka objek dalam lingkungan fisik. Orang yang memiliki konsep konkret, mampu untuk menujukan benda atau perbuatan tertentu yang diwakili dalam konsep itu; dengan menunjuk pada realitas dalam lingkungan fisik,

  23  

   

  dia memberikan prestasi yang membuktikan bahwa dia sudah mempunyai konsep yang tepat.

  Konsep yang didefenisikan adalah konsep yang mewakili realitas hidup, tetapi tidak langsung menunjuk pada realitas dalam lingkungan hidup fisik, karena realitas itu tidak berbadan. Realitas yang tidak berbadan dan tidak bermateri tidak dapat diamati secara langsung.

  c. Kaidah Bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang merepresentasikan suatu keteraturan. Orang yang telah mempelajari suatu kaidah, mampu menghubungkan beberapa konsep. Kaidah merupakan suatu representasi mental dari kenyataan hidup dan sangat berguna dalam mengatur kehidupan sehari-hari.

  d. Prinsip Dalam prinsip telah menjadi kombinasi dari beberapa kaidah, sehingga terbentuk suatu kaidah yang bertaraf lebih tinggi dan lebih kompleks. Kaidah semacam itu, disebut prinsip. Berdasarkan prinsip yang dipegang orang mampu memecahkan suatu problem dan kemudian menerapkan prinsip itu pada problem yang sejenis.

3. Pengaturan kegiatan kognitif

  Kemampuan pengaturan kegiatan kognitif merupakan suatu kemahiran yang berbeda sifat dengan kategori kemahiran intelektual. Orang yang memiliki kemampuan ini dapat menyalurkan dan mengarahkan aktivitas

  24  

   

  pengaturan kegiatan kognitif adalah aktivitas mentalnya sendiri. Pengaturan kegiatan kognitif mencakup penggunaan konsep dan kaidah yang telah dimiliki, terutama bila sedang menghadapi suatu problem. Orang yang mampu mengatur dan mengarahkan aktivitas mentalnya sendiri di bidang kognitif, akan jauh lebih efisien dan efektif dalam mempergunakan semua konsep dan kaidah yang pernah dipelajari, dibandingkan dengan orang yang tidak berkemampuan demikian.

  4. Keterampilan motorik

  Orang yang memiliki suatu kemampuan motorik, mampu melakukan suatu rangkaian gerak-gerik jasmani dalam urutan tertentu, dengan mengadakan koordinasi antara gerak-gerik berbagai anggota badan secara terpadu. Ciri khas dari keterampilan motorik adalah otomatisme, yaitu rangkaian gerak- gerik berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan supel tanpa dibutuhkan banyak refleksi tentang apa yang dilakukan dan mengapa diikuti urutan gerak-gerik tertentu.

  5. Sikap

  Orang yang bersikap tertentu, cenderung menerima atau menolak suatu objek berdasarkan penilaian terhadap objek itu, berguna/berharga baginya atau tidak. Sikap merupakan kemampuan internal yang berperanan sekali dalam mengambil tindakan, lebih-lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak.

  25  

   

  Pada penelitian ini tidak semua kategori hasil belajar diteliti. Kategori hasil belajar yang diteliti adalah kategori kemahiran intelektual, kategori pengaturan kegiatan kognitif dan kategori sikap.

F. Minat Belajar

  Menurut Sukardi (dalam Ahmad Susanto, 2013: 57) minat dapat diartikan sebagai kesukaan, kegemaran atau kesenangan akan sesuatu. Menurut Slameto (2012) minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, dan lama-kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam diri (Ahmad Susanto, 2013: 58). Menurut Sadirman (dalam Ahmad Susanto, 2013 : 58) minat adalah suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhan sendiri.

  Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa minat merupakan suatu kondisi atau suatu dorongan dari dalam diri seseorang untuk cenderung tetap memperhatikan suatu objek atau kegiatan yang bisa menyebabkan timbulnya kesenangan, kesukaan, kegemaran dan mendatangkan kepuasan diri.

  Minat memegang peranan penting dalam belajar, karena minat ini

  26  

   

  memusatkan perhatian terhadap seseorang, sesuatu benda, atau kegiatan tertentu. Menurut william James (dalam Ahmad Susanto, 2013) minat belajar merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa. Jadi dapat dikatakan bahwa minat merupakan faktor yang berpengaruh terhadap keefektifan proses belajar mengajar yang nantinya akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.

G. Hukum Newton 1. Hukum I newton

  Belajar mengenai hukum newton, berarti kita mempelajari tentang gaya dan gerak. Gaya didefenisikan sebagai dorongan dan tarikan. Jika suatu benda diberikan gaya baik itu dorongan maupun tarikan maka benda tersebut akan mengalami perubahan gerak. Dapat dikatakan benda yang semulanya diam akan bergerak sedangkan benda yang awalnya bergerak akan semakin cepat bergerak. Hubungan tentang gerak dan gaya ini kita pelajari dalam hukum newton.

  Hukum I newton biasa disebut dengan hukum kelembaman. Hukum I newton menggambarkan bahwa suatu benda akan cenderung mempertahankan keadaan dia atau bergeraknya. Hukum I newton berbunyi: jika resultan gaya

  pada suatu benda sama dengan nol, benda yang mula-mula diam akan tetap diam, sedangkan benda yang mula-mula bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan tetap.

  27  

    Jika ∑F = 0, maka benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan bergerak lurus beraturan.

  Contoh penerapan hukum I newton dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  a. Penumpang akan terdorong ke depan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.

  b. Koin yang berada di atas kertas di meja, akan tetap di tempat jika kertas ditarik dengan cepat.

2. Hukum II newton

  Pada hukum I newton berbicara mengenai benda yang mengalami resultan gaya sama dengan nol. Pada keadaan ini benda tidak mengalami percepatan atau percepatanya sama dengan nol. Bagaimana dengan benda yang mengalami resultan gayanya tidak sama dengan nol? Pada kenyataan ini kecepatan benda akan mengalami perubahan sehingga benda tersebut mengalami percepatan. Kaitan antara percepatan dan gaya ini diselidiki oleh Newton, sehingga ia berhasil mencetuskan hukum keduanya tentang gerak, yang dikenal sebagai hukum II newton. Hukum II newton berbunyi:

  percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, searah dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda.

  Secara matematis hukum II newton dinyatakan sebagai: ∑

  28  

   

  Satuan gaya = newton Satuan massa = kilogram

2 Satuan percepatan = m/s 3.

   Hukum III newton

  Hukum III newton sering dikenal dengan hukum aksi reaksi. Hukum ini menjelaskan tentang hubungan aksi dan reaksi suatu dua buah benda. Hukum

  III newton dinyatakan sebagai berikut.

  

Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tapi berlawanan arah.

  Secara matematis, hukum III newton dinyatakan sebagai

  aksi = - reaksi

  Ada tiga syarat terjadinya aksi-reaksi, yaitu: a. Besarnya nilai aksi sama dengan besarnya nilai reaksi.

  b. Arah aksi berlawanan dengan arah reaksi.

  c. Aksi dan reaksi bekerja secara timbal balik.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen dan penelitian

  deskriptif. Dikatakan penelitian eksperimen karena pada penelitian ini ada perlakuan (treatment) terhadap subyek penelitian dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing dan ceramah. Dikatakan penelitian deskriptif karena pada penelitian ini juga akan dideskripsikan minat belajar siswa selama pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  Berdasarkan metode analisis data penelitian ini bersifat kuantitatif dan kulitatif. Dikatakan bersifat kuantitatif karena pada penelitian ini data yang diperoleh untuk menganalisis peningkatan hasil belajar adalah data nilai siswa. Data nilai siswa ini dalam bentuk data kuantitatif. Sedangkan dikatakan bersifat kualitatif karena pada penelitian ini akan dilihat minat siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing. Data yang diperoleh untuk melihat minat siswa dalam bentuk data kualitatif.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  Tempat penelitian: SMA Santa Maria Yogyakarta Waktu penelitian : November 2013 – Desember 2013.

  30  

    C.

   Subyek penelitian

  Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta. Untuk kelas eksperimen dipakai kelas XE sedangkan untuk kelas kontrol dipakai kelas XB.

D. Desain Penelitian

  

Orientasi Sekolah

Membuat Perangkat Pembelajaran Membuat Instrumen

  Penelitian RPP LKS Pretes, Postes, Kuesioner,

  Wawancara

  Pretes

  Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Perlakuan Postes

  Kuesioner Wawancara Analisis Data

  31  

   

  Pada bagan 3.1 di atas, prosedur pelaksanaan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

  1. Orientasi sekolah Orientasi sekolah berguna untuk melihat kondisi lapangan seperti berapa kelas yang terutama kelas X, jumlah siswa kelas X, dan cara mengajar guru fisika selama ini.

  2. Membuat perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan LKS untuk kelas eksperimen.

  3. Menyiapkan instrumen penelitian berupa tes tertulis sekaligus aturan pengskorannya, kuesioner minat siswa dan soal wawancara.

  4. Mengadakan pretes untuk materi hukum newton pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

  5. Melaksanakan perlakuan Pembelajaran menggunakan metode ekseprimen terbimbing dilaksanakan di kelas eksperimen dan pembelajaran menggunakan metode ceramah di kelas kontrol.

  6. Mengadakan postes materi hukum newton di kelas eksperimen dan keas kontrol. Hasil postes dibandingkan dengan hasil pretes, yang fungsinya untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa mengenai konsep hukum newton dalam pembelajaran dengan metode eksperimen terbimbing dan dengan metode ceramah.

  32  

   

  7. Membagikan kuesioner kepada siswa di kelas eksperimen untuk mengetahui minat siswa terhadap pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  8. Mengadakan wawancara dengan siswa di kelas eksperimen.

  9. Menganalisis data.

  10. Membuat kesimpulan.

E. Instrumen Penelitian 1. Instrumen pembelajaran

  Instrumen ini disusun berdasarkan tujuan dari penelitian. Instrumen pembelajaran yang dipakai terdiri dari: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS).

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Komponen-komponen dalam rencana pelaksanaan pembelajaran terdiri dari: 1) identifikasi yang meliputi mata pelajaran, satuan pendidikan, kelas dan semester, metode pembelajaran dan alokasi waktu, 2) standar kompetensi, 3) kompetensi dasar, 4) indikator dan tujuan, 6) materi ajar, 7) langkah- langkah kegiatan, 8) sumber belajar.

  Rencana pelaksanaan pembelajaran dibuat dua macam yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran untuk kelas eksperimen dan

  33  

   

  pelaksanaan pembelajaran secara lengkap dapat dilihat pada lampiran (lampiran 3 dan 4). Untuk mengukur pencapaian indikator dilakukan evaluasi pembelajaran yang tertuang dalam butir-butir soal.

b. Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

  Lembar kegiatan siswa digunakan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan yang dilakukan siswa terarah, sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Lembar kegiatan siswa disusun berdasarkan komponen-komponen penting yang terdapat dalam LKS yaitu: pokok bahasan, subpokok bahasan, tujuan, petunjuk umum, pendahuluan, dan kegiatan pembelajaran.

  Pada metode eksperimen terbimbing yang digunakan dalam pembelajaran ini disesuaikan dengan langkah-langkah ikuiri. Sehingga dalam pembelajaran menggunakan metode eksperimen ini terdiri dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh siswa yaitu: 1) Kegiatan 1 Merumuskan masalah, merumuskan hipotesis.

  2) Kegiatan 2 Melakukan percobaan.

  3) Kegiatan 3 Menganalisis data

  4) Kegiatan 4 Menarik kesimpulan.

  34  

   

  Ada tiga LKS yang digunakan yaitu LKS untuk pembelajaran hukum I newton, LKS untuk pembelajaran hukum II newton dan LKS untuk pembelajaran hukum III newton. LKS yang digunakan dapat dilihat pada lampiran (lampiran 5).

2. Istrumen pengumpulan data

  Instrumen ini adalah instrumen yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan sesuai dengan tujuan penelitian.

  Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah pretes, postes, kuesioner dan pertanyaan wawancara.

  a. Pretes

  Pretes (tes awal) diberikan kepada siswa sebelum pelajaran dimulai. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai materi pembelajaran yang akan dipelajari. Pada pretes berisi butir-butir soal mengenai konsep hukum newton. Pretes ini diberikan kepada siswa kelas kontrol dan siswa kelas eksperimen.

  b. Postes

  Postes (tes akhir) diberikan kepada siswa setelah siswa mempelajari materi tentang hukum newton. Postes ini diberikan kepada siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. Tujuan dari postes ini adalah untuk melihat dan mengetahui hasil belajar siswa tentang konsep hukum newton setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen di kelas kontrol dan setelah

  35  

   

  Isi soal pretes dan postes dibuat sama. Hal ini bertujuan untuk mempermudah penganalisisan data mengenai konsep-konsep yang sudah dipahami atau belum. Soal pretes dan postes dapat dilihat pada lampiran (lampiran 6). Kisi-kisi soal pretes dan postes dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1. Kisi-kisi soal postes dan postes

  Konsep Indikator Kriteria Soal

  1.Hukum Pengetahuan  Menyebutkan  Sebutkan bunyi

  I bunyi hukum hukum I newton! newton I newton.

  Pemahaman  Menyebutkan  Sebutkan contoh- penerapan contoh penerapan hukum I hukum I newton newton dalam dalam kehidupan kehidupan sehari-hari! sehari-hari.

  Penerapan  Menjelaskan  Mengapa pada saat peristiwa kita duduk di mobil yang terjadi yang sedang dalam bergerak, kemudian kehidupan direm tiba-tiba sehari-hari badan kita akan yang terdorong kedepan? berkaitan dengan hukum I newton.

  2.Hukum Pengetahuan  Menyebut  Sebutkan bunyi II

  II bunyi hukum hukum newton! newton II newton.

  Pemahaman  Menjelaskan  Bagaimana hubungan hubungan antara antara percepatan dengan percepatan gaya menurut

  36  

   

  Pemahaman  Menjelaskan  Bagaimana hubungan hubungan antara antara percepatan dengan percepatan massa benda dengan massa menurut hukum II benda newton? menurut hukum II newton.

  Penerapan  Menyelesaika  Sebuah benda n soal-soal bergerak dengan

  2 penerapan percepatan 2 m/s .

  hukum II jika massa benda newton. tersebut adalah 20 kg, maka tentukan besarnya gaya yang bekerja pada benda tersebut!

  Penerapan  Dua buah benda m

  1

  dan m

  2 . Masing-

  masing dengan massa m

  1 bermassa

  m dan m bermassa

  2

  2 m. Pada m

  1

  diberikan gaya sebesar F dan pada m

  2 diberikan gaya sebesar 4F.

  Bandingkan percepatan yang dialami oleh m

  1 dan

  m

  2 !

  Penerapan  Mesin sebuah mobil balap mampu menghasilkan gaya sebesar 10000 N, berapa percepatan mobil balap tersebut jika massa mobil beserta

  37  

   

  3.Hukum Pengetahuan  Menyebutkan  Sebutkan bunyi

  III bunyi hukum hukum III newton! newton III newton.

  Pemahaman  Menyebutkan  Sebutkan contoh- contoh- contoh kejadian contoh yang berkaitan kejadian yang dengan hukum III berkaitan newton! dengan hukum III newton dalam kehidupan sehari-hari.

  Penerapan  Siswa dapat

   Jika sebuah balok menyelesaika bermassa 5 kg n soal tentang (w=50 N) digantung hukum III dengan tali dan newton. diikatkan pada atap, jika balok diam maka berapakah tegangan talinya? Penerapan

   Menjelaskan  Jelaskan bagaimana peristiwa hukum III newton dalam bekerja saat kita kehidupan berjalan! sehari-hari yang nerkaitan dengan hukum III newton.

c. Kuisioner

  Kuisioner ini diberikan pada siswa di kelas eksperimen setelah siswa mengikuti pembelajaran. Tujuan dari kuisioner ini yaitu untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa selama mengikuti proses

  38  

   

  metode eksperimen terbimbing. Ada 20 pernyataan dalam kuisioner minat. Isi kuesioner minat dapat dilihat pada lampiran (lampiran 8).

  Kisi-kisi kuisioner dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut.

Tabel 3.2. Kisi-kisi kuisioner

  Aspek minat Indikator Minat Item Jumlah Merasa Tertarik mengikuti pembelajaran 1 1 tertarik fisika dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing

  Merasa Merasa senang delam 2 1 senang pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing

  Merasa Merasa menerima belajar dalam 3 1 menerima pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing

  Konsentrasi Konsentrasi dalam mengikuti 14 1 pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing

  Perhatian Memperhatikan tiap tahap 8 1 kegiatan pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing

  Merasa puas Merasa puas mengikuti 4, 5

  2 pembelajaran fisika dengan metode eksperimen terbimbing

  Berpartisipasi Terlibat aktif dalam kegiatan 11,

  4 pembelajaran fisika dengan 13, menggunakan metode eksperimen 15, terbimbing

  16 Merasa Tertantang untuk mengerjakan 6, 9,

  3 tertantang sesuatu dan berpikir kreatif selama 10 pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing

  Usaha Usaha yang dilakukan dalam 12 1 pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing

  Keseriusan Serius mengikuti pembelajaran 17,

  2 fisika menggunakan metode

  18

  39  

    d.

   Wawancara Wawancara ini dilakukan setelah siswa selesai mengikuti postes.

  Wawancara ini bertujuan untuk memperkuat data-data pretes, postes dan kuesioner. Tidak semua siswa diwawancarai, yang diwawancarai adalah kelompok siswa yang peningkatan hasil belajarnya rendah dan kelompok siswa yang peningkatan hasil belajarnya tinggi. Kisi-kisi wawancara dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut.

Tabel 3.3. Kisi-kisi wawancara

  Komponen Pertanyaan

  1. Kebiasaan belajar  Apakah sudah pernah belajar fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing selama di SMA Santa Maria Yogyakarta?  Apakah anda lebih paham jika diberitahu oleh guru atau mencari tahu sendiri?

  2. Perasaan siswa  Apakah anda suka mengikuti selama mengikuti pembelajaran fisika menggunakan pelajaran metode eksperimen terbimbing?

  3. Kendala-kendala  Apakah anda merasa kesulitan yang dihadapi selama dalam mengikuti penbelajaran? pelajaran  Kesulitan-kesulitan apa saja yang berlangsung anda alami selama mengikuti pembelajaran? F.

   Validitas

  Uji validitas yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Menurut Sugiyono (2000) salah satu cara untuk memperoleh valditas isi adalah dengan melihat soal-soal yang membentuk tes itu. Jika keseluruhan soal nampak mengukur apa yang seharusnya diukur tes

  40  

   

  Instrumen yang digunakan pada penelitian ini sudah memenuhi validitas isi karena semua hal yang mau dilihat sudah ada dalam instrumen tersebut.

  Untuk menguji validitas isi instrumen dengan cara, instrumen yang dibuat sesuai dengan kisi-kisi yang ada dan instrumen divalidasi oleh dua orang ahli yaitu seorang dosen dan seorang guru mata pelajaran. Hasil validitas dari dosen dan guru terlampiran (lampiran 12 dan 13).

G. Kriteria Penilaian Jawaban Siswa

Tabel 3.4. Pemberian skor untuk masing-masing soal

  20 Pemahaman

  10 Jumlah skor 100 Untuk menghitung nilai akhir yang diperoleh siswa dihitung menggunakan rumus:

  10

  5 Penerapan

  9

  5 Pemahaman

  8

  15 Penerapan 7

  Aspek No soal Skor Pengetahuan 1

  15 Penerapan 6

  Jawaban siswa untuk pretes dan protes dianalisis dengan penskoran jawaban siswa. Pemberian skor jawaban siswa untuk tiap-tiap soal tegantung pada tingkat kesulitan soal. Skor tiap-tiap soal dapat dilihat pada tabel 3.4 di bawah ini.

  10 Pemahaman 4

  3

  5 Penerapan

  5 Pegetahuan 2

  10 Penerapan 5

  41  

    H.

   Metode Analisis Data 1. Analisis hasil belajar awal siswa

  Untuk menganalisis hasil belajar awal siswa dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas. Uji homogenitas ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemahaman awal siswa di kelas eksperimen dan di kelas kontrol tentang materi hukum newton. Uji homogenitas ini dilakukan menggunakan uji-t independen. Data yang digunakan adalah nilai pretes siswa kelas eksperimen dan nilai pretes siswa kelas kontrol. Uji ini dilakukan menggunakan SSPS dengan level signifikan 0,05.

  2. Analisis peningkatan hasil belajar siswa

  Untuk menganalisis peningkatan hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan di kelas kontrol dilakukan dengan menggunakan uji-t dependen. Uji-t dependen ini dilakukan dengan menggunakan program SSPS dengan level signifikan 0,05. Jika hasil perhitungan uji-t signifikan maka ada peningkatan hasil belajar siswa. Data-data yang digunakan adalah nilai pretes dan nilai postes kelas kontrol dan kelas eksperimen.

  3. Analisis beda peningkatan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol

  Untuk mengetahui adanya perbedaan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode eksperiman terbimbing dan metode ceramah, dilakukan perhitungan menggunakan uji-t independen dengan tingkat signifikan

  α=0.05. Cara perhitungannya menggunakan SPSS.

  42  

   

  eksperimen terbimbing dan metode ceramah dapat dilihat dari hasil uji-t yang dilakukan. Data-data yang digunakan yaitu nilai postes siswa kelas eksperimen dan kelas ceramah. Jika hasil perhitungan uji-t signifikan maka ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode eksperimen terbimbing dan metode ceramah.

4. Analisis minat belajar siswa menggunakan metode eksperimen terbimbing

  a. Pemberian skor pernyataan siswa Pernyataan siswa diberi skor 4 (empat) bila menjawab sangat setuju, pernyataan siswa diberi skor 3 (tiga) bila menjawab setuju, pernyataan siswa diberi skor 2 (dua) bila menjawab tidak setuju, pernyataan siswa diberi skor 1 (satu) bila menjawab sangat tidak setuju. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut:

Tabel 3.5. Pemberian skor penyataan siswa

  Pernyataan siswa Skor Sangat setuju

  4 Setuju 3 Tidak setuju

  2 Sangat tidak setuju

  1

  b. Pengolahan data Pengskoran data direkap ke dalam tabel lalu diolah dengan menjumlahkan seluruh skor yang telah diperoleh masing-masing siswa, untuk memperoleh data keseluruhan dari pernyataan siswa tentang minat mereka terhadap pembelajaran fisika menggunakan

  43  

   

  metode eksperimen terbimbing. Untuk kualifikasi minat siswa dapat dilihat pada tabel 3.6 di bawah ini.

Tabel 3.6. Kualifikasi minat siswa

  Interval skor Kualifikasi minat 61 – 80 Sangat berminat 41 – 60 Berminat 21 – 40 Kurang berminat 0 – 20 Tidak berminat 5.

   Analisis hasil wawancara

  Untuk menganalisis hasil wawancara, pertama-tama dibuat transkip hasil wawancara. Selanjutnya diambil kesimpulan dari hasil wawancara.

BAB IV DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Santa Maria Yogyakarta dan mengambil

  subyek penelitian kelas XB dan kelas XE. Kelas XE kelas diberi treatment model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing. Sedang kelas XB adalah kelas kontrol yang diberi treatment dengan metode ceramah. Jumlah siswa secara keseluruhan adalah 48 siswa, yaitu terdiri dari 24 orang siswa di kelas eksperimen dan 24 orang siswa di kelas kontrol. Pada penelitian ini penulis berperan sebagai guru dalam proses pembelajaran baik itu di kelas eksperimen maupun kelas kontrol.

1. Sebelum penelitian

  Sebelum penelitian dimulai peneliti mempersiapkan instrumen- instrumen yang akan digunakan untuk penelitian. Instrumen-instrumen penelitian tersebut antara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk kelas XE dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing maupun kelas XB menggunakan metode ceramah, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) untuk metode eksperimen terbimbing pokok bahasan hukum newton, kuesioner minat terhadap pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing, soal pretes dan soal postes. Hal tersebut dilakukan agar selama proses penelitian berlangsung

  45

      2.

   Selama pelaksanaan penelitian a. Sebelum proses pembelajaran

  Sebelum proses pembelajaran penulis memperkenalkan diri kepada siswa baik di kelas XE maupun kelas XB. Setelah perkenalan penulis memberitahukan kepada siswa bahwa materi penbelajaran yang akan dipelajari adalah tentang hukum newton. Selanjutnya peneliti membagikan soal pretes yang terdiri dari 10 soal uraian, dan alokasi waktu yang diberikan sebanyak 45 menit. Pretes kelas eksperimen dilaksanakan pada hari Senin 4 November 2013, sedangkan pretes kelas kontrol dilaksanakan pada hari Senin 11 November 2013.

b. Selama proses pembelajaran

  Proses pembelajaran di kelas eksperimen (XE) dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing berlangsung selama 6 jam pembelajaran, yang dibagi menjadi 3 kali pertemuan (tiap jam

  pelajaran 45 menit). Proses pembelajaran di kelas kontrol (XB) dengan menggunakan metode ceramah berlangsung selama 6 jam pelajaran, yang terbagi menjadi 3 kali pertemuan (tiap jam pelajaran 45 menit).

  Proses pembelajaran pada tiap pertemuan di kelas XE dan di kelas XB adalah sebagai berikut.

  46

     

1) Kelas XE menggunakan metode eksperimen terbimbing Pertemuan I: Rabu, 6 November 2013 pukul 12.15-1.45.

  Materi yang diajarkan adalah tentang hukum I newton.

  Peneliti membagi siswa menjadi 6 kelompok, masing- masing kelompok beranggotakan 4 orang. Kegiatan pembelajaran dilakukan di laboratorium fisika. Peneliti membagikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan. Sebelum para siswa melakukan eksperimen peneliti menjelaskan tujuan dari dari eksperimen. Eksperimen yang dilakukan siswa pada pertemuan ini adalah tentang hukum I newton. Sebelum eksperimen dimulai para siswa diminta untuk menentukan hipotesa dari eksperimen yang akan dilakukan dalam masing- masing kelompok. Setelah para siswa menentukan hipotesa peneliti menjelaskan langkah-langkah eksperimen yang akan dilakukan siswa. Kemudian siswa dalam kelompok diminta untuk melakukan eksperimen sesuai dengan petunjuk dan mengambil data eksperimen. Selama siswa melakukan eksperimen peneliti mengamati kegiatan siswa dan membimbing mereka apabila ada yang kurang mereka pahami mengenai langkah-langkah eksperimen. Setelah siswa mengambil data eksperimen siswa masih dalam kelompok diminta untuk

  47

     

  eksperimen yang telah mereka lakukan. Peneliti membimbing siswa dalam menganalisis data dan membuat kesimpulan sesuai dengan hasil eskperimen pada masing-masing kelompok.

  Setelah para siswa selesai membuat kesimpulan, peneliti meminta tiap-tiap kelompok membacakan kesimpulan hasil eksperimen yang mereka lakukan. Selama kelompok membacakan hasil eksperimen, kelompok lain diminta untuk mendengarkan hasil yang dilaporkan oleh kelompok tersebut. Kemudian peneliti bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan yang diperoleh dari eksperimen yang telah dilakukan. Setelah itu peneliti memberikan ringkasan materi mengenai hukum I newton. Dari hasil pengamatan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran, semua siswa terlibat aktif dalam melakukan eksperimen.

  Pertemuan II: Rabu, 13 November 2013 pukul 12.15-1.45.

  Materi yang diajarkan tentang hukum II newton.

  Kegiatan pembelajaran berlangsung di laboratorium. Siswa diminta untuk duduk sesuai dengan kelompok masing-masing seperti pada pertemuan pertama. Peneliti membagikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS), sebelum eksperimen dilakukan peneliti menjelaskan tujuan dari eksperimen yang akan dilakukan.

  48

     

  eksperimen yang akan dilakukan dalam kelompok masing- masing. Setelah menentukan hipotesa, peneliti menjelaskan langkah-langkah eksperimen yang akan dilakukan siswa. Selanjutnya siswa melakukan eksperimen, mengambil data eksperimen, mengisi pertanyaan pada LKS dan membuat kesimpulan eksperimen dalam kelompok masing-masing. Sementara itu peneliti membimbing siswa apabila ada yang kurang siswa pahami.

  Setelah selesai membuat kesimpulan, masing-masing kelompok melaporkan hasil dari eksperimen yang sudah mereka lakukan. Sementara kelompok melaporkan hasilnya kelompok lain mendengarkan. Kemudian peneliti bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan yang diperoleh dari eksperimen yang telah dilakukan. Setelah itu peneliti memberikan ringkasan materi mengenai hukum II newton. Selama proses pembelajaran semua siswa terlibat aktif melakukan eksperimen dan mengerjakan soal LKS.

  Pertemuan III: Rabu, 20 November 2013 pukul 12.15-1.45.

  Materi yang diajarkan tentang hukum III newton.

  Kegiatan pembelajaran berlangsung di laboratorium. Siswa diminta untuk duduk sesuai dengan kelompok pada pertemuan pertama dan kedua. Selanjutnya peneliti membagikan Lembar

  49

     

  yang akan dilakukan. Siswa diminta untuk menentukan hipotesa dalam kelompok. Setelah itu peneliti menjelaskan langkah- langkah eksperimen. Selanjutnya siswa melakukan ekperimen, mengambil data eksperimen, menjawab soal pada LKS dan membuat kesimpulan dari eksperimen yang telah mereka lakukan. Sementara itu peneliti membimbing siswa apabila ada yang kurang siswa pahami.

  Setelah selesai membuat kesimpulan, masing-masing kelompok melaporkan hasil dari eksperimen yang sudah mereka lakukan. Sementara kelompok melaporkan hasilnya kelompok lain mendengarkan. Kemudian peneliti bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan yang diperoleh dari eksperimen yang telah dilakukan. Setelah itu peneliti memberikan ringkasan materi mengenai hukum III newton. Selama proses pembelajaran semua siswa terlibat aktif melakukan eksperimen dan mengerjakan soal LKS.

  Selanjutnya peneliti memberikan latihan soal untuk dikerjakan. Siswa mengerjakan soal bersama-sama dengan teman kelompok. Kemudian beberapa siswa diminta untuk mengerjakan soal latihan di papan tulis. Selanjutnya guru bersama-sama dengan siswa mengoreksi dan membahas jawaban yang sudah dikerjakan oleh sisiwa.

  50

     

2) Kelas XB menggunakan metode ceramah

  Pertemuan I: Senin, 18 November pukul 12.15-1.45. Materi yang diajarkan adalah hukum I newton.

  Peneliti memberitahukan kepada siswa materi yang akan dipelajari pada hari ini. Selanjutnya peneliti menjelaskan kepada siswa tentang konsep hukum I newton. Siswa mendengarkan penjelasan peneliti dengan seksama. Setelah mendengarkan tentang konsep hukum I newton siswa diminta untuk menyebutkan contoh-contoh hukum I newton. Jawaban siswa bermacam-macam, yaitu meja akan tetap diam jika tidak didorong atau ditarik, saat berada di dalam mobil yang melaju kencang dan tiba-tiba direm mendadak maka penumpang di dalam mobil tersebut akan terdorong ke depan, koin yang berada di atas kertas jika kertas ditarik dengan cepat, maka koin tersebut akan berada pada tempatnya atau tidak berpindah.

  Peneliti kemudian menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Selanjutnya peneliti bersama-sama dengan siswa membuat ringkasan materi tentang hukum I newton.

  Selama proses pelajaran hampir semua siswa memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh peneliti. Namun ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan, ada yang tiduran, dan ada yang berbicang-bincang sendiri dengan teman

  51

     

  sebangku, namun setelah ditegur oleh peneliti mereka mau memperhatikan penjelasan peneliti.

  Pertemuan II: Kamis, 19 November 2013 pukul 10.30-12.00.

  Materi yang diajarkan adalah hukum II newton.

  Sebelum memulai materi selanjutnya peneliti menanyakan kepada siswa apakah ada yang belum mengerti materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Karena tidak ada yang bertanya maka peneliti melanjutkan menjelaskan tentang materi hukum II newton.

  Peneliti menanyakan kepada siswa apakah ada yang masih ingat bunyi hukum II newton. Sebagian besar siswa tidak tahu atau tidak mengingatnya, hanya beberapa siswa saja yang masih ingat. Selanjutnya peneliti menjelaskan tentang konsep hukum II newton. Kemudian peneliti memberikan latihan soal tentang hukum II newton dan siswa mengerjakan soal yang diberikan.

  Selama siswa mengerjakan soal peneliti mengawasi dan memberikan penjelasan kepada siswa yang bertanya apabila kurang paham. Selanjutnya peneliti bersama-sama dengan siswa membahas jawaban soal latihan. Sebelum mengakhiri pelajaran peneliti bersama-sama dengan siswa membuat ringkasan materi tentang hukum II newton dan peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada yang kurang paham,

  52

     

  pembelajaran semua siswa terlihat serius mendengar penjelasan dari peneliti dan bersemangat mengerjakan soal latihan yang diberikan.

  Pertemuan III: Senin 25 November 2013 pukul 12.15-1.45.

  Materi yang diajarkan adalah hukum III newton.

  Peneliti menjelaskan konsep dan bunyi hukum III newton, dan siswa mendengarkan penjelasan dari peneliti. Selanjutnya peneliti memberikan contoh-contoh hukum III newton dalam kehidupan sehari-hari. Setelah memberikan contoh peneliti bertanya kepada siswa untuk menjelaskan bagaimana hukum III newton bekerja pada contoh-contoh yang sudah diberikan.

  Peneliti meminta beberapa siswa untuk mengemukakan pendapat mereka. Setelah itu peneliti bersama-sama dengan siswa membahas jawabannya. Selanjutnya peneliti bersama- sama dengan siswa membuat ringkasan materi tentang hukum

  III newton.

  Peneliti memberikan latihan soal dan siswa mengerjakan soal. Selama siswa mengerjakan soal peneliti mengawasi dan memberikan penjelasan kepada siswa yang bertanya apabila kurang paham. Selajutnya beberapa siswa diminta untuk menuliskan jawaban mereka di papan tulis. Kemudian peneliti bersama-sama dengan siswa mengoreksi dan membahas

  53

     

  proses pembelajaran semua siswa terlihat serius mendengar penjelasan dari peneliti dan bersemangat mengerjakan soal latihan yang diberikan.

c. Setelah proses pembelajaran

  Setelah proses pembelajaran di kelas XE dan XB selesai siswa diberi postes berupa 10 soal uraian dengan alokasi waktu 45 menit.

  Untuk kelas XE setelah mengerjakan soal postes peneliti membagikan kuesioner minat. Siswa diminta untuk mengisi kuesioner tersebut, alokasi waktu yang diberikan 15 menit. Postes kelas eksperimen dilaksanakan pada hari Rabu 27 November 2013, sedangkan postes kelas kontrol dilaksanakan pada hari Kamis 28 November 2013.

B. Data Penelitian

Tabel 4.1. Nilai pretes, postes kelas eksperimen dan peningkatan

  5 A

  Data hasil penelitian yaitu berupa nilai pretes dan nilai postes kelas eksperimen dan kelas kontrol serta hasil jawaban kuesioner minat siswa.

  79

  88

  9

  7

  7 A

  27

  46

  19

  6

  6 A

  63,5

  92

  5 28,5

  48,5

  No Kode Siswa Pretes Postes Peningkatan

  63

  1 A

  1 30,5 96 65,5

  2 A

  2

  11

  74

  3 A

  56

  3

  10

  53

  Data-data tersebut disajikan dalam tabel 4.1, tabel 4.2, dan tabel 4.3 berikut.

  4 A

  4 7,5

  43

  54

  36  

  43,5  

  10 B

  10 14,5

  51

  36,5  

  11 B

  11

  36

  12 B

  9 51,5

  12

  15

  80

  65  

  13 B

  13 3,5

  37

  33,5  

  95

  9 B

  14 30,5

  21  

  5

  1

  85

  84  

  6 B

  6

  7

  28

  7 B

  50  

  7

  3

  71

  68  

  8 B

  8

  12

  62

  14 B

  81

  32  

  21 B

  20

  70

  50  

  20 B

  20

  5

  23

  18  

  21

  19 B

  5

  67

  62  

  22 B

  22

  1

  37

  36  

  19

  54,5  

  50,5  

  95

  15 B

  15

  5

  25

  20  

  16 B

  16

  23

  72  

  80

  17 B

  17

  1

  80

  79  

  18 B

  18

  25,5

  5 B

  46

     

  71

  47,5

  16 A

  

16 51,5

  58

  6,5

  17 A

  17

  7

  64

  15 6,5

  18 A

  18

  32

  93

  61

  19 A

  19

  27

  54

  15 A

  51

  70,5

  11 A

  11

  5

  7

  2

  12 A

  

12 11,5

  82

  13 A

  34,5

  13

  46

  65

  19

  14 A

  14

  5,5

  40

  78

  20 A

  14

  11

Tabel 4.2. Nilai pretes, postes kelas kontrol dan peningkatan

  No Kode Siswa Pretes Postes Peningkatan

  1 B

  1

  7,5 45

  37,5  

  2 B

  2

  53

  80

  42  

  3 B

  3

  11

  90

  79  

  4 B

  4

  62 Rata-rata 17,14 62,79 45,64

  18

  20

  22 A

  10

  65

  55

  21 A

  21

  9

  26

  17

  22

  24

  3

  39

  36

  23 A

  

23 22,5

  62

  39,5

  24 A

  58

  55

  16

  18

  18 A

  67

  17

  17 A

  73

  16 A

  19 A

  58

  15

  15 A

  80

  14

  14 A

  55

  57

  19

  13 A

  59

   Analisis Data 1. Analisis hasil belajar awal siswa

  70 C.

  24

  24 A

  57

  23

  23 A

  22

  62

  22 A

  65

  21

  21 A

  80

  20

  20 A

  13

  72

     

  3 A

  5

  5 A

  62

  4

  4 A

  59

  3

  63

  6 A

  2

  2 A

  62

  1

  1 A

  No Kode Siswa Jumlah Skor

Tabel 4.3. Skor minat belajar siswa di kelas eksperimen

  61

  6

  12

  72

  12 A

  54

  11

  11 A

  69

  10

  10 A

  9

  68

  9 A

  66

  8

  8 A

  62

  7

  7 A

  Untuk menganalisis hasil belajar awal siswa dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas. Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman awal siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol tentang materi hukum newton. Uji homogenitas ini dilakukan dengan menggunakan uji-t independen antara nilai pretes

  56

     

  SPSS. Hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel 4.4 dan tabel 4.5 dibawah ini.

Tabel 4.4. Rata-rata nilai pretes kelas eksperimen dan kelas kontol

  kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

  1 24 17,146 13,2267 2,6999 skor 2 24 13,146 12,3187 2,5145

Tabel 4.5. Analisis uji homogenitas

  

Levene's t-test for Equality of Means

Test for Equality of Variances

  95% Confidence Interval of the

Sig.

Difference (2- Mean Std. Error

  F Sig. t Df tailed) Difference Difference Lower Upper Equal ,493 ,486 1,084 46 ,284 4,00 3,689 -3,426 11,426 variances assumed skor Equal 1,084 45,769 ,284 4,00 3,689 -3,427 11,427 variances not assumed

  Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 17,145 dan nilai rata-rata pretes kelas kontrol 13,146.

  Terlihat nilai rata-rata pretes kelas eksperimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata pretes kelas kontrol. Namun saat dilakukan uji secara statistika dengan menggunakan SPSS pada tabel 4.5 diperoleh nilai p=0,284 sedangkan level signifikan yang digunakan

  α=0,05. Dapat kita lihat bahwa nilai p> α maka perbedaan antara nilai pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak signifikan atau dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan pemahaman awal siswa tentang materi hukum newton di

  57

      2.

   Analisis peningkatan hasil belajar siswa a. Kelas eksperimen

  Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing dilakukan dengan menggunakan uji-t dependen. Uji-t dependen ini dilakukan dengan menggunakan data nilai pretes dan postes siswa kelas eksperimen. Hasil uji-t dependen untuk kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.6, dan tabel 4.7 di bawah ini.

Tabel 4.6. Rata-rata nilai pretes dan postes kelas eksperimen

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean pretes 17,1458 24 13,22669 2,69989 Pair 1 postes 62,79 24 22,912 4,677

Tabel 4.7. Analisis peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen

  

Paired Differences

95% Confidence Interval of the Std. Sig.

  Difference Std. Error (2- Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed) Pair - pretes - 21,348 4,357 -54,660 -36,631 -10,475 23 ,000

  1 postes 45,645

  Dari tabel 4.6 di atas nilai pretes rata-rata kelas eksperimen adalah 17,145 dan nilai postes rata-rata kelas eksperimen adalah 62,79. Dapat dilihat bahwa nilai postes rata-rata siswa lebih tinggi dari nilai pretes rata-ratanya. Terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 45,64 poin. Jika diuji secara statistika menggunakan uji-t dependen hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.7. Dari tabel tersebut nilai p=0,00 sedangkan level

  58

     

  signifikan. Artinya terjadi peningkatan hasil belajar siswa di kelas eksperimen setelah mengikuti pembelajaran.

b. Kelas kontrol

  Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode ceramah dilakukan dengan menggunakan uji-t dependen. Uji-t dependen ini dilakukan dengan menggunakan data nilai pretes dan postes siswa kelas kontrol. Hasil uji-t dependen untuk kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.8, dan tabel 4.9 di bawah ini.

Tabel 4.8. Rata-rata nilai pretes dan postes kelas kontrol

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean pretes 13,1458 24 12,31867 2,51454 Pair 1 postes 61,8333 24 22,83146 4,66045

Tabel 4.9. Analisis peningkatan hasil belajar siswa kelas kontrol

  Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Sig.

  Difference Std. Error (2- Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed)

Pair pretes - -48,687 19,049 3,888 -56,731 -40,643 -12,521 23 ,000

  1 postes

  Dari tabel 4.8 di atas nilai pretes rata-rata kelas kontrol adalah 13,146 dan nilai postes rata-rata kelas eksperimen adalah 61,833. Dapat dilihat bahwa nilai postes rata-rata siswa lebih tinggi dari nilai pretes rata-ratanya. Terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 48,68 poin. Jika diuji secara statistika menggunakan uji-t dependen hasilnya dapat

  59

     

  perbedaan antara nilai pretes dan nilai postes siswa kelas kontrol signifikan. Artinya terjadi peningkatan hasil belajar siswa di kelas kontrol setelah mengikuti pembelajaran.

3. Analisis beda peningkatan hasil belajar siswa

  Untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan menggunakan uji-t independen. Uji-t independen ini dilakukan menggunakan data nilai postes kelas ekperimen dan nilai postes kelas kontol. Hasil uji-t independen dapat dilihat pada tabel 4.10, dan tabel 4.11 di bawah ini.

Tabel 4.10. Rata-rata nilai postes kelas eksperimen dan kelas kontrol

  kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean postes6 1 24 62,7917 22,91189 4,67687

  2 24 61,8333 22,83146 4,66045

Tabel 4.11. Analisis beda peningkatan hasil belajar

  Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df

  Sig. (2-

tailed)

  Mean Difference Std. Error Difference

  95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper postes Equal variances assumed

  ,198 ,658 ,145 46 ,885 ,958 6,602 -12,331 14,248 Equal variances not assumed ,145 45,999 ,885 ,958 6,602 -12,331 14,248

  Dari tabel 4.10 di atas nilai postes rata-rata kelas eksperimen adalah 62,79 dan nilai postes rata-rata kelas kontrol adalah 61,833. Terlihat

  60

     

  rata-rata postes kelas kontrol. Jika diuji secara statistika menggunakan uji-t independen hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.11. Dari tabel tersebut nilai p=0,885 sedangkan level signifikan yang digunakan adalah α=0,05. Terlihat bahwa nilai p>

  α maka perbedaan peningkatan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak signifikan. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara peningkatan hasil belajar siswa di kelas eksperimen dengan peningkatan hasil belajar siswa di kelas kontrol.

4. Analisis Minat belajar siswa kelas eksperimen

Tabel 4.12. Kualifikasi minat siswa kelas eksperimen

  13 A

  72

  sangat  berminat 

  10 A

  10

  69

  sangat  berminat 

  11 A

  11

  54

  berminat  

  12 A

  12

  72

  sangat  berminat 

  13

  9 A

  55

  berminat  

  14 A

  14

  80

  sangat  berminat 

  15 A

  15

  58

  berminat  

  16 A

  16

  73

  sangat  berminat 

  9

  sangat  berminat 

  No Kode Siswa Jumlah Skor Kualifikasi minat

  62

  1 A

  1

  62

  sangat  berminat 

  2 A

  2

  63

  sangat  berminat 

  3 A

  3

  59

  berminat  

  4 A

  4

  sangat  berminat 

  66

  5 A

  5

  61

  sangat  berminat 

  6 A

  6

  68

  sangat  berminat 

  7 A

  7

  62

  sangat  berminat 

  8 A

  Untuk mengetahui bagaimana minat siswa selama mengikuti pelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing siswa diminta untuk mengisi kuesioner minat. Data skor minat siswa dan kualifikasi minat siswa dapat dilihat pada tabel 4.12 dan tabel 4.13.

  8

  61

      sangat

  20 A

  20

  80  berminat 

  sangat

  21 A

  21

  65  berminat 

  berminat

  22 A 59  

  22 berminat

  23 A

  57

  23   sangat

  24 A

  24

  70  berminat 

Tabel 4.13. Persentasi minat siswa

  Kualifikasi minat Jumlah siswa Persentase Sangat berminat 17 70,83 % Berminat 7 29,17 % kurang berminat 0 % Tidak berminat 0 %

  Dari tabel 4.13 di atas diketahui bahwa dari 24 siswa di kelas kontrol ada 17 siswa atau sebanyak 70,83 % siswa sangat berminat mengikuti pelajaran dan ada 7 siswa atau sebanyak 29,17 % siswa yang berminat mengikuti pelajaran. Tidak ada siswa yang kurang berminat dan tidak berminat mengikuti pelajaran. Ini menunjukan bahwa siswa sangat berminat mengikuti pelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing.

5. Analisis wawancara Wawancara dilakukan setelah proses pembelajaran berlangsung.

  Wawancara ini dilakukan agar peneliti mengetahui perasaan siswa selama mengikuti pelajaran menggunakan metode eksprimen terbimbing dan kesulitan kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran. Wawancara dilakukan pada delapan orang siswa dari kelas eksperimen. Keenam siswa yang diwawancarai terdiri dari 3 orang siswa yang hasil

  62

     

  2 orang siswa yang nilai postesnya tinggi sedangkan hasil kuisionernya sangat berminat, dan 1 orang siswa yang nilai postesnya tinggi sedangkan hasil kuisionernya berminat . Transkip hasil wawancara disajikan sebagai berikut.

  a.

14 Siswa I dengan kode siswa A

  Peneliti : Apakah sudah pernah belajar fisika menggunakan metode

eksprimen terbimbing selama di SMA ini?

Siswa : Belum pernah. Ini adalah yang pertama kali Peneliti : Bagaimana perasaamu selama belajar fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing? Siswa : Asyik Bu, karena nggak bosanin. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak selama pelajaran? Siswa : Mengalami Ibu. Bingung Peneliti : Apa yang membuat bingung? Siswa : Cara melihat angka, baca alat ukurnya. Peneliti : Apakah ada kesulitan lain? Siswa : Tidak ada Ibu. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak saat membuat kesimpulan dari data-data yang diperoleh?

Siswa : Nggak ada. Kan bekelompok jadi diskusi sama teman.

Peneliti : Dibandingkan eksperimen atau kalian mencari tahu sendiri dengan ceramah atau kalian diberitahu mana yang kamu lebih paham? Siswa : Diberitahu ibu.

Peneliti : Mengalami masalah alat saat praktikum atau nggak?

Siswa : Susah membaca alat ukur.

  b.

  16 Siswa II dengan kode siswa A Peneliti : Apakah sudah pernah belajar fisika menggunakan metode

eksprimen terbimbing selama di SMA ini?

Siswa : Belum pernah. Ini adalah yang pertama kali Peneliti : Mengalami kesulitan nggak selama pelajaran? Siswa : Kesulitan sih, dulu pernah belajar tentang alat ukur tapi belum pernah eksperimen atau coba.

  Peneliti : Apa ada kesulitan lain? Siswa : Nggak.

  63

      data.

  Peneliti : Dibandingkan eksperimen atau kalian mencari tahu sendiri dengan ceramah atau kalian diberitahu mana yang kamu lebih paham? Siswa : Lebih suka eksperimen sih, tapi juga suka dijelaskan jadi setengah-setengah. Suka eksperimen tapi kalau kita nggak tahu kita tanya terus ibu yang menjelaskan. Peneliti : Penjelasan yang diberikan ibu saat pelajaran paham atau nggak? Siswa : Paham. Peneliti : Senang nggak pelajaran dengan menggunakan eksperimen? Siswa : Senang. Peneliti : Kenapa? Siswa : Karena kita keluar kelas, kalau di kelaskan sudah bosan banget. Terus ganti guru.

  c.

  

6

Siswa III dengan kode siswa A Peneliti : Apakah sudah pernah belajar fisika menggunakan metode

eksprimen terbimbing selama di SMA ini?

Siswa : Belum pernah. Ini adalah yang pertama kali Peneliti : Suka nggak belajar menggunakan eksperimen? Siswa : Suka, karena tidak bosan. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak selama pelajaran? Siswa : Lumayan.

  Peneliti : Apa? Siswa : Belum belajar sudah dikasih tes. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak saat melakukan eksperimen bersama teman-teman? Siswa : Ada. Soalnya hanya 2 orang saja yang bekerja. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak saat membuat kesimpulan dari data-data yang diperoleh? Siswa : Mengalami. Susah saat tentang hukum II newton. Peneliti : Dibandingkan eksperimen atau kalian mencari tahu sendiri dengan ceramah atau kalian diberitahu mana yang kamu lebih paham? Siswa : Lebih suka eksperimen. Tapi lebih paham dengan ceramah. Karena dijelasin sama guru jadi tidak bingung.

Peneliti : Mengalami masalah alat saat praktikum atau nggak?

Siswa : Tidak.

  64

      eksprimen terbimbing selama di SMA ini? Siswa : Belum pernah. Ini adalah yang pertama kali

  Peneliti : Gimana pembelajarannya? Siswa : Enak. Peneliti : Kenapa? Siswa : Soalnya kita nggak pernah ke lab jarang keluar kelas. Jadi kalau keluar kelas rasanya enak aja. Belajarnya juga enak. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak? Siswa : Mengalami sih. Peneliti : Apa? Siswa : Rumus. Ngapalin aja sih, mengertinya aja. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak saat membuat kesimpulan dari data-data yang diperoleh? Siswa : Nggak soalnya kerja sama teman-teman. Peneliti : Dibandingkan eksperimen atau kalian mencari tahu sendiri dengan ceramah atau kalian diberitahu mana yang kamu lebih paham? Siswa : Lebih suka eksperimen sih,

  

Peneliti : Mengalami kesulitan nggak tentang alat eksperimen.

Siswa : Nggak.

  e.

  3 Siswa V dengan kode siswa A Peneliti : Apakah sudah pernah belajar fisika menggunakan metode eksprimen terbimbing selama di SMA ini? Siswa : Belum pernah. Ini adalah yang pertama kali Peneliti : Mengalami kesulitan nggak selama pelajaran? Siswa : Kadang-kadang. Peneliti : Apa yang buat sulit? Siswa : Memahami pelajaran. Kalau pake eksperimen lumayan paham. Peneliti : Senang nggak ikut pelajaran? Siswa : Senang.

  Peneliti : Apa yang membuat senang mengikuti pelajaran? Siswa : Soalnya bisa praktek, tidak hanya dijelaskan. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak saat membuat kesimpulan dari data-data yang diperoleh? Siswa : Nggak ada. Peneliti : Dibandingkan eksperimen atau kalian mencari tahu sendiri dengan ceramah atau kalian diberitahu mana yang kamu lebih paham? Siswa : Enak di lab. Karena bisa praktek. Lebih paham diberitahu.

  65

     

  

Peneliti : Mengalami masalah alat saat praktikum atau nggak?

Siswa : Tidak.

  f.

  

19

Siswa VI dengan kode siswa A Peneliti : Apakah sudah pernah belajar fisika menggunakan metode eksprimen terbimbing selama di SMA ini? Siswa : Belum pernah. Ini adalah yang pertama kali Peneliti : Mengalami kesulitan nggak selama pelajaran? Siswa : Ada. Peneliti : Apa yang buat sulit? Siswa : Menentuin rumus dari data.

  Peneliti : Bagaimana perasaan selama ikut pelajaran? Siswa : Senang. Peneliti : Kenapa? Siswa : Kan kalau sama kk kan, eksperimen jadi nggak materi

terus, bacaan terus. Ada prakteknya.

Peneliti : Mengalami kesulitan nggak saat membuat kesimpulan dari data-data yang diperoleh? Siswa : Mengalami kesulitan. Susah membuat kesimpulan dari data yang diperoleh. Peneliti : Dibandingkan eksperimen atau kalian mencari tahu sendiri dengan ceramah atau kalian diberitahu mana yang kamu lebih paham? Siswa : Lebih paham yang dikasih tahu. Kalau dari kita sendiri kan masih ragu. Lebih baik dikasih tahu.

Peneliti : Mengalami masalah alat saat praktikum atau nggak?

Siswa : Tidak.

  g.

  

5

Siswa VII dengan kode siswa A Peneliti : Apakah sudah pernah belajar fisika menggunakan metode eksprimen terbimbing selama di SMA ini? Siswa : Belum pernah. Ini adalah yang pertama kali Peneliti : Bagaimana perasaan selama ikut pelajaran? Siswa : Senang. Peneliti : Kenapa? Siswa : Soalnya, biasanya fisika diajarkan di kelas menggunakan

  LCD, sekarangkan pake eksperimen jadi lebih asyik saja. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak saat membuat kesimpulan dari data-data yang diperoleh?

  66

      dengan ceramah atau kalian diberitahu mana yang kamu lebih paham?

  Siswa : Lebih mudah memahami pake eksperimen.

Peneliti : Mengalami masalah alat saat praktikum atau nggak?

Siswa : Tidak.

18 Peneliti : Apakah sudah pernah belajar fisika menggunakan metode

h. Siswa VIII dengan kode A

  

eksprimen terbimbing selama di SMA ini?

Siswa : Belum pernah. Ini adalah yang pertama kali Peneliti : Bagaimana perasaan selama ikut pelajaran? Siswa : Asyik, soalnya nggak bosanin, apalagi pake eksperimen selain cepat paham juga dapat berinteraksi dengan teman- teman. Peneliti : Mengalami kesulitan nggak saat membuat kesimpulan dari data-data yang diperoleh? Siswa : Mengalami kesulitan. Susah menuangkan dalam kalimat dari data-data yang diperoleh. Peneliti : Dibandingkan eksperimen atau kalian mencari tahu sendiri dengan ceramah atau kalian diberitahu mana yang kamu lebih paham? Siswa : Lebih menggunakan eksperimen.

Peneliti : Mengalami masalah alat saat praktikum atau nggak?

Siswa : Tidak.

D. Pembahasan 1. Pembahasan hasil belajar siswa menggunakan metode eksperimen terbimbing dan metode ceramah

  Permasalahan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode eksperimen terbimbing pada materi hukum newton. Berdasarkan data penelitian dan hasil perhitungan statistik yang telah dilakukan maka penerapan metode eksperimen terbimbing dalam pembelajaran dapat

  67

     

  menggunakan metode eksperimen terbimbing dapat dilihat dari hasil perhitingan statistik nilai pretes dan nilai postes di mana hasil perhitungan statistik menunjukan bahwa nilai p=0,00 sedangkan level signifikan yang digunakan

  α=0,05. Karena nilai p<α maka dapat disimpulkan bahwa nilai pretes dan nilai postes sungguh berbeda. Nilai postes siswa lebih baik dari nilai pretes siswa sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing meningkatkan hasil belajar siswa.

  Selain menggunakan metode eksperimen terbimbing peneliti juga menggunakan metode ceramah untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa di kelas kontrol. Metode ceramah juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode ceramah dapat dilihat dari hasil perhitungan statistik nilai pretes dan nilai postes. Hasil perhitungan statistik menunjukan bahwa nilai p=0,00 sedangkan level signifikan yang digunakan

  α=0,05. Karena nilai p<α maka dapat disimpulkan bahwa nilai pretes dan nilai postes siswa kelas kontrol sungguh berbeda. Nilai postes siswa lebih baik dari nilai pretes siswa sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran fisika menggunakan metode ceramah meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Pembahasan perbedaan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan eksperimen terbimbing dan ceramah

  Penggunaan metode eksperimen terbimbing dan metode ceramah

  68

     

  mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar menggunakan metode eksperimen terbimbing dan metode ceramah dilakukan perhitungan statistik uji-t untuk 2 group independent. Nilai yang dianalisis adalah nilai pretes dan postes kelas eksperimen dan kelas kontrol.

  Pertama-tama dilakukan uji homogenitas untuk mengetahui bagaimana pengetahuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan menggunakan perhitungan statistik uji-t 2 group independent . Nilai yang dianalisis adalah nilai pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungan statistik menujukan bahwa tidak ada perbedaan pemahaman awal siswa tentang materi hukum newton di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan statistik yang menunjukan bahwa nilai p=0,284 sedangkan level signifikan yang digunakan adalah

  α=0,05. Karena nilai p>α maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara nilai pretes kelas eksperimen dan nilai postes kelas kontrol. Dapat dikatakan bahwa pemahaman awal siswa tentang materi hukum newton di kelas eksperimen dan kelas kontrol sama.

  Untuk mengetahui perbedaaan peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan perhitungan statistik mengggunakan uji-t 2 group independent. Nilai yang dianalisis adalah nilai postes siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungan statistik yang menunjukan bahwa nilai p=0,885 sedangkan level signifikan yang digunakan adalah

  α=0,05. Karena nilai p>α maka dapat disimpulkan

  69

     

  belajar siswa di kelas eksperimen dengan peningkatan hasil belajar siswa di kelas kontrol.

  Dari penelitian sebelumnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Hira Prahandoko Rafael (01142028) menunjukan bahwa peningkatan hasil belajar fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar fisika menggunakan metode ceramah. Karena hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya, peneliti mencoba mencaritahu penyebabnya. Untuk mengetahui penyebab- penyebabnya peneliti melakukan wawancara dengan beberapa siswa di kelas eksperimen.

  Dari hasil wawancara dengan beberapa siswa dan hasil pengamatan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti menemukan beberapa penyebab sebagai berikut.

  a. Peneliti masih kurang berpengalaman dalam menerapkan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran eksperimen terbimbing.

  b. Untuk pertama kali siswa belajar fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing di SMA Santa Maria Yogyakarta, sehingga mereka belum terbiasa dengan proses pembelajaran di mana mereka diminta untuk mencari tahu sendiri. Mereka mengalami kesulitan saat mengambil kesimpulan dari data-data eksperimen yang sudah diperoleh.

  c. Siswa merasa lebih paham jika belajar fisika menggunakan metode

  70

     

  menggunakan metode ceramah mereka diberitahu oleh guru, mereka tidak perlu mencaritahu sendiri seperti pada metode eksperimen terbimbing. Dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing mereke cenderung tidak yakin dengan jawaban mereka sendiri.

  d. Siswa mengalami kesulitan dalam membaca alat ukur yang digunakan, sehingga data eksperimen yang diperoleh tidak bagus. Hal ini menghambat mereka dalam mengambil kesimpulan dari eksperimen yang dilakukan.

  e. Kelas eksperimen lebih banyak membutuhkan waktu untuk eksperimen dari pada kelas kontrol. Padahal waktu yang disediakan sama untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Sehingga pada kelas eksperimen saat latihan soal tidak semua soal dibahas karena kekurangan waktu sedangkan di kelas kontrol semua latihan soal dibahas karena cukup waktunya.

3. Pembahasan Minat siswa mengikuti pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing

  Setelah proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing, para siswa diminta untuk mengisi kuesioner minat. Ini dilakukan untuk mengetahui minat siswa selama pelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing. Dari kusioner yang sudah diisi dan dianalisis dari 24 orang siswa 70,83 % sangat berminat mengikuti pembelajaran dan ada 29,17 % siswa berminat mengikuti pembelajaran.

  71

     

  Jadi dapat dikatakan kebanyakan siswa sangat berminat mengikuti pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  Pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing merupakan hal baru bagi siswa di kelas eksperimen, sebab selama ini mereka belajar fisika mengggunakan metode ceramah. Hal ini membuat mereka suka dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  Walaupun peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode eksperimen terbimbing dan metode ceramah tidak menunjukan perbedaan yang signifikan, namun metode eksperimen terbimbing memiliki beberapa keunggulan. Dari penelitian ini keunggulan yang dimiliki metode eksperimen terbimbing yaitu:

  a. Siswa sangat tertarik mengikuti proses pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  b. Pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing mendekatkan siswa pada fenomena fisika yang terjadi di sekitarnya.

  c. Pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing melatih siswa untuk mengembangkan sikap ilmiah.

  d. Dalam pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

  e. Siswa tidak merasa bosan selama mengikuti proses pembelajaran

  72

      E.

   Keterbatasan penelitian

  Peneliti menyadari ada beberapa keterbatasan dalam penyusunan penelitian ini antara lain:

  1. Subyek penelitian ini terdiri dari 48 siswa kelas X SMA Santa Maria Yoyakarta, sehingga hasil penelitian hanya berlaku pada subyek yang diteliti tersebut.

  2. Hasil penelitian ini hanya berlaku pada materi tentang hukum newton yang diajarkan pada kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing dan metode ceramah.

  3. Dalam penelitian ini hasil belajar yang diteliti hanya aspek kognitif dan aspek sikap, sedangkan aspek psikomotorik tidak termasuk dalam penelitian.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diambil kesimpulan sebagai

  berikut:

  1. Pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas XE SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton.

  2. Pembelajaran fisika menggunakan metode ceramah meningkatkan hasil belajar siswa kelas XB SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton.

  3. Peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing dengan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode ceramah pada kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta pada materi hukum newton tidak menunjukan perbedaan yang signifikan.

  4. Siswa kelas XE SMA Santa Maria sangat berminat dan berminat mengikuti pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing pada materi hukum newton.

B. Saran

  74

     

  1. Pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing sebaiknya lebih sering dilakukan.

  2. Cakupan kategori hasil belajar siswa yang diteliti sebaiknya diperluas.

  Tidak hanya aspek kognitif dan aspek sikap yang diteliti tetapi juga aspek psikomotoriknya.

   

DAFTAR PUSTAKA

  Budi, K. 2001. Berbagai Strategi untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran Fisika Di SMU, Efektifitasnya dan Sikap Mereka Pada Strategi Tersebut. Widya Dharma. 43-47.

  Budi, K. 1998. Peta dan Pemetaan Konsep dan Peranannya Dalam Kegiatan Belajar. Widya Dharma.

  Dahar, R.W. 2011. Teori-Teori Belajar & Pembelajaran. Jakarta: Erlangga. Djamarah, S.B. dan Zain Aswan. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

  Driver, R. 1983. The Pupil As Scientist?. England: The Open University Press. Grennon, J. dan G. Martin. 1993. The Case of Contructivist Classrooms. Alexandria: ASCD. Kanginan, M. 2007. Fisika Untuk Kelas X Semester I. Jakarta: Erlangga. Purwoko dan Feddi. 2007. Fisika SMA/MA Kelas X. Jakarta: Yudistira. Sanjaya, W. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan . Jakarta: Kencana.

  Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

  Siregar, E. dan Nara, H. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

  76

     

  Suparno, P. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik & Menyenangkan . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Suparno, P. 2008. Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan Pengertian dan Menghilangkan Miskonsepsi Tentang Konsep Termodinamika. Widya Dharma. 1- 21.

  Susanto, A. 2013. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

  Surya, M. 2004. Psikologi Belajar & Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

  Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  Trianto. 2011. Mendesain Pembelajaran Inovatof-Progresif. Jakarta: Kencana. Uno, H.B. Dan Mohamad, N. 2012. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara. Wena, M. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional . Jakarta: Bumi Aksara.

  Winkel, W.S. 2007. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

   

LAMPIRAN

  78

  Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian Sekolah

  79

  Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Satuan Pendidikan : SMA Santa Maria Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Program : XE/Umum Semester : 1 Alokasi waktu : 8 x45 menit A.

   Standar kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik B.

   Kompetensi dasar Menerapkan hukum newton sebagai perinsisp dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan.

C. Indikator

  1. Kognitif

  • Siswa dapat menyebutkan bunyi hukum I, II, dan III newton
  • Siswa dapat menjelaskan hubungan antara percepatan dengan gaya dan hubungan antara perceaptan dengan massa benda menurut hukum II newton.
  • Siswa dapat menyebutkan contoh penerapan hukum newton dalam kehidupan sehari- hari.
  • Siswa dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan hukum newton.
  • Siswa dapat menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan hukum I, II, dan III.

  newton

  2. Afektif

  • Siswa dapat bekerjasama dalam kelompok

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen

3. Psikomotorik

  • Siswa dapat melakukan eksperimen sesuai dengan petunjuk yang diberikan - Siswa aktif dalam melakukan percobaan.

D. Tujuan

  1. Siswa dapat menyebutkan bunyi hukum I, II, dan III newton

  2. Siswa dapat menjelaskan hubungan antara percepatan dengan gaya dan hubungan antara perceaptan dengan massa benda menurut hukum II newton.

  3. Siswa dapat menyebutkan contoh penerapan hukum newton dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Siswa dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan hukum newton.

  5. Siswa dapat menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan hukum I, II, dan III newton.

E. Uraian materi Hukum Newton 1. Hukum I Newton

  Belajar mengenai hukum newton, berarti kita mempelajari tentang gaya dan gerak. Gaya didefenisikan sebagai dorongan dan tarikan. Jika suatu benda diberikan gaya baik itu dorongan maupun tarikan maka benda tersebut akan mengalami perubahan gerak. Dapat dikatakan benda yang semulanya diam akan bergerak sedangkan benda yang awalnya bergerak akan semakin cepat bergerak. Hubungan tentang gerak dan gaya ini kita pelajari dalam hukum newton.

  Hukum I newton biasa disebut dengtan hukum kelembaman. Hukum newton I menggambarkan bahwa suatu benda akan cenderung mempertahankan keadaan dia atau bergeraknya. Hukum I newton berbunyi: jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, benda yang mula-mula diam akan tetap diam, sedangkan benda yang mula-mula bergerak kan tterus bergerak dengan kecepatan tetap. Secara matematis hukum I newton dinyatakan sebagai:

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen Jika ∑F = 0, maka benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan bergerak lurus beraturan.

  Contoh penerapan hukum I newton dalam kehidupan sehari-hari antara lain:  Penumpang akan terdorong ke depan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.

   Koin yang berada di atas kertas di meja, akan tetap di tempat jika kertas ditarik dengan cepat.

2. Hukum II Newton

  Pada hukum I newton berbicara mengenai benda yang mengalami resultan gaya sama

dengan nol. Pada keadaan ini benda tidak mengalami percepatan atau percepatanya sama

dengan nol. Bagaimana dengan benda yang mengalami tresultan gayanya tidak sama dengan

nol? Pada kenyataan ini kecepatan benda akan mengalami perubahan sehingga benda

tersebut mengalami percepatan. Kaitan antara percepatan dan gaya ini diselidiki oleh

Newton, sehingga ia berhasil mencetuskan hukum keduanya tentang gerak, yang dikenal

sebagai hukum II newton. Hukum II newton berbunyi: “percepatan yang dihasilkan oleh

resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya,

searah dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda” Secara matematis hukum II newton dinyatakan sebagai:

Satuan gaya = Newton Satuan massa = kilogram

2 Satuan percepatan = m/s

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen 3.

   Hukum III Newton Hukum III newton sering dikenal dengan hukum aksi reaksi. Hukum ini menjelaskan tentang hubungan aksi dan reaksi suatu dua buah benda. Hukum III newton dinyatakan sebagai berikut. Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tapi berlawanan arah. Secara matematis, hukum III newton dinyatakan sebagai aksi = - reaksi Ada tiga syarat terjadinya aksi-reaksi, yaitu: a. Besarnya nilai aksi sama dengan besarnya nilai reaksi.

  b. Arah aksi berlawanan dengan arah reaksi.

  c. Aksi dan reaksi bekerja secara timbal balik. Latihan soal

  1. Mengapa pada saat kecelakaan sepeda motor, pengemudi sepeda motor cenderung terlepar jauh dari sepeda motor yang dikendarai?

2. Jika gaya sebesar 1 N bekerja pada benda 1 kg yang dapat bergerak bebas, maka benda akan mendapat . . ..

  3. Sebuah mobil mempunyai massa 3.000 kg. Dari keadaan diam mulai bergerak setelah 12

sekon kecepatan mobil mencapai 6 m/s. Hitunglah gaya yang bekerja pada mobil !

  4. Pada sebuah benda yang bergerak, bekerja gaya sehingga mengurangi kecepatan gerak benda tersebut dari 10 m/s menjadi 6 m/s dalam waktu 2 detik. Bila massa benda 5 kg, besar gaya tersebut adalah ...

F. Metode pembelajaran

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen G.

   Alat dan bahan

  1. Uang logam

  2. Kertas

  3. Gelas

  4. Katrol

  5. Papan luncur

  6. Kereta luncur

  7. Stowatch

  8. Troli

  9. Beban pemberat

  10. Balok

  11. Tali

  12. Neraca pegas H.

   Sumber belajar

  1. Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

  2. Buku Fisika SMA Kelas X I.

   Kegiatan pembelajaran No Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu Pertemuan pertama 1x45 menit

  1 Pendahuluan 10 menit Apersepsi

  Guru mengingatkan kembali pelajaran pada pertemuan

  • sebelumnya Motivasi - Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Orientasi Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen pertemuan ini

  2 Kegiatan inti 45 menit Eksplorasi

  • Siswa diminta untuk menyiapkan diri untuk mengikutu tes awal (pretes) - Guru memberikan soal tes (pretes) tertulis kepada siswa.

  Elaborasi

  • Guru meminta siswa menyelesaikan soal yang telah dibagikan pada lembar jawaban yang sudah disediakan.
  • Siswa mengerjakan soal tes yang teah dibagikan oleh guru.

  Guru mengawasi siswa mengerjakan soal.

  • Konfirmasi - Guru mengumpulkan jawaban siswa

  3 Penutup 5 menit

  • Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran selanjutnya

  

Pertemuan pertama 1x45 menit

  1 Pendahuluan 5 menit Apersepsi

  Guru mengingatkan kembali pelajaran pada pertemuan

  • sebelumnya Motivasi Guru menjelaskan tujuan dan manfaat dari pembelajaran
  • Orientasi - Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran

  2 Kegiatan inti 20 menit Eksplorasi

  • Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok, tiap kelompok 4 orang siswa.
  • Siswa diminta untuk duduk dalam kelompok.
  • Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok.

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen Elaborasi

  • Guru memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan siswa.
  • Guru membimbing siswa untuk merumuskan hipotesa.
  • Guru membimbing siswa melakukan percobaan.
  • Siswa melakukan percobaan dan mengambil data.
  • Siswa dibimbing oleh guru menganalisis data yang sudah diperoleh dan menjawab pertanyaan pada LKS.

  Konfirmasi

  • Siswa dibimbing oleh guru membuat kesimpulan dari eksperimen.
  • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil eksperimen

  3 Penutup 5 menit

  • Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya

  

Pertemuan kedua 2x45 menit

  1 Pendahuluan 10 menit Apersepsi

  • Guru mengingatkan pelajaran pada pertemuan sebelumnya.

  Motivasi Guru menjelaskan tujuan dan manfaat dari pembelajaran

  • Orientasi - Guru mejelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini.

  2 Kegiatan inti 70 menit Eksplorasi

  • Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok, tiap kelompok 4 orang siswa.
  • Siswa diminta untuk duduk dalam kelompok.
  • Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok.

  Elaborasi

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen

  • Guru memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan siswa.
  • Guru membimbing siswa untuk merumuskan hipotesa.
  • Guru membimbing siswa melakukan percobaan.
  • Siswa melakukan percobaan dan mengambil data.
  • Siswa dibimbing oleh guru menganalisis data yang sudah diperoleh dan menjawab pertanyaan pada LKS.

  Konfirmasi

  • Siswa dibimbing oleh guru membuat kesimpulan dari eksperimen.
  • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil eksperimen

  3 Penutup 10 menit - Guru bersama siswa merangkum hasil pembelajaran hari itu.

  

Pertemuan ketiga 2x45 menit

  1 Pendahuluan 10 menit Apersepsi

  • Guru mengingatkan siswa tentang pembelajaran sebelumnya.

  Motivasi Guru menjelaskan tujuan dan manfaat dari pembelajaran

  • Orientasi - Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

  2 Kegiatan inti 70 menit Eksplorasi

  • Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok, tiap kelompok 4 orang siswa.
  • Siswa diminta untuk duduk dalam kelompok.
  • Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok.

  Elaborasi

  • Guru memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen dilakukan siswa.

  • Guru membimbing siswa untuk merumuskan hipotesa.
  • Guru membimbing siswa melakukan percobaan.
  • Siswa melakukan percobaan dan mengambil data.
  • Siswa dibimbing oleh guru menganalisis data yang sudah diperoleh dan menjawab pertanyaan pada LKS.

  Konfirmasi

  • Siswa dibimbing oleh guru membuat kesimpulan dari eksperimen.
  • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil eksperimen

  3 Penutup 10 menit - Guru bersama siswa merangkum hasil pembelajaran hari itu.

  • Guru mengingatkan siswa bahwa ada test pada pertemuan berikutnya

  

Pertemuan keempat 2x45 menit

  1 Pendahuluan 10 menit Apersepsi

  Guru mengingatkan pelajaran pada pertemuan sebelumnya.

  • Motivasi Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
  • Orientasi - Guru menjelas kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan ini

  2 Kegiatan inti 70 menit Eksplorasi

  Siswa diminta untuk menyiapkan diri untuk mengikuti tes

  • (postes) - Guru memberikan soal tes (postes) tertulis kepada siswa.

  Guru meminta siswa menyelesaikan soal yang telah dibagikan

  • pada lembar jawaban yang sudah disediakan.

  Lampiran 3. RPP Kelas Eksperimen Elaborasi - Siswa mengerjakan soal tes yang telah dibagikan oleh guru.

  • Guru mengawasi siswa mengerjakan soal.

  Konfirmasi

  • Guru mengumpulkan jawaban siswa

3 Penutup

  10 menit

  • Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran selanjutnya

   

  Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Satuan Pendidikan : SMA Santa Maria Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Program : XB/Umum Semester : 1 Alokasi waktu : 8 x45 menit A.

   Standar kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik B.

   Kompetensi dasar Menerapkan hukum newton sebagai perinsisp dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan.

C. Indikator

1. Kognitif

  • Siswa dapat menyebutkan bunyi hukum I, II, dan III newton
  • Siswa dapat menjelaskan hubungan antara percepatan dengan gaya dan hubungan antara perceaptan dengan massa benda menurut hukum II Newton.
  • Siswa dapat menyebutkan contoh penerapan hukum newton dalam kehidupan sehari- hari.
  • Siswa dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan hukum newton.
  • Siswa dapat menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan hukum I, II, dan III newton.

D. Tujuan

  1. Siswa dapat menyebutkan bunyi hukum I, II, dan III newton

  2. Siswa dapat menjelaskan hubungan antara percepatan dengan gaya dan hubungan antara

  Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol

3. Siswa dapat menyebutkan contoh penerapan hukum newton dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Siswa dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan hukum newton.

  5. Siswa dapat menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan hukum I, II, dan III newton.

E. Uraian materi Hukum Newton 1. Hukum I Newton

  Belajar mengenai hukum newton, berarti kita mempelajari tentang gaya dan gerak. Gaya didefenisikan sebagai dorongan dan tarikan. Jika suatu benda diberikan gaya baik itu dorongan maupun tarikan maka benda tersebut akan mengalami perubahan gerak. Dapat dikatakan benda yang semulanya diam akan bergerak sedangkan benda yang awalnya bergerak akan semakin cepat bergerak. Hubungan tentang gerak dan gaya ini kita pelajari dalam Hukum newton.

  Hukum I newton biasa disebut dengtan hukum kelembaman. Hukum I newton menggambarkan bahwa suatu benda akan cenderung mempertahankan keadaan dia atau bergeraknya. Hukum I newton berbunyi: jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, benda yang mula-mula diam akan tetap diam, sedangkan benda yang mula-mula bergerak kan tterus bergerak dengan kecepatan tetap. Secara matematis hukum I newton dinyatakan sebagai: Jika ∑F = 0, maka benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan bergerak lurus beraturan.

  Contoh penerapan hukum I newton dalam kehidupan sehari-hari antara lain:  Penumpang akan terdorong ke depan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.

   Koin yang berada di atas kertas di meja, akan tetap di tempat jika kertas ditarik

  Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol 2.

   Hukum II Newton Pada hukum I newton berbicara mengenai benda yang mengalami resultan gaya sama

dengan nol. Pada keadaan ini benda tidak mengalami percepatan atau percepatanya sama

dengan nol. Bagaimana dengan benda yang mengalami tresultan gayanya tidak sama dengan

nol? Pada kenyataan ini kecepatan benda akan mengalami perubahan sehingga benda

tersebut mengalami percepatan. Kaitan antara percepatan dan gaya ini diselidiki oleh

Newton, sehingga ia berhasil mencetuskan hukum keduanya tentang gerak, yang dikenal

sebagai hukum II newton. Hukum II newton berbunyi: “percepatan yang dihasilkan oleh

resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya,

searah dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda” Secara matematis hukum II newton dinyatakan sebagai:

Satuan gaya = Newton Satuan massa = kilogram

2 Satuan percepatan = m/s 3.

   Hukum III Newton

Hukum III newton sering dikenal dengan hukum aksi reaksi. Hukum ini menjelaskan tentang

hubungan aksi dan reaksi suatu dua buah benda. Hukum III newton dinyatakan sebagai

berikut. Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tapi berlawanan arah. Secara matematis, hukum III newton dinyatakan sebagai aksi = - reaksi Ada tiga syarat terjadinya aksi-reaksi, yaitu:

  Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol b. Arah aksi berlawanan dengan arah reaksi.

c. Aksi dan reaksi bekerja secara timbal balik.

  Latihan soal

  1. Mengapa pada saat kecelakaan sepeda motor, pengemudi sepeda motor cenderung terlepar jauh dari sepeda motor yang dikendarai?

2. Jika gaya sebesar 1 N bekerja pada benda 1 kg yang dapat bergerak bebas, maka benda akan mendapat . . ..

  3. Sebuah mobil mempunyai massa 3.000 kg. Dari keadaan diam mulai bergerak setelah 12

sekon kecepatan mobil mencapai 6 m/s. Hitunglah gaya yang bekerja pada mobil !

  4. Pada sebuah benda yang bergerak, bekerja gaya sehingga mengurangi kecepatan gerak benda tersebut dari 10 m/s menjadi 6 m/s dalam waktu 2 detik. Bila massa benda 5 kg, besar gaya tersebut adalah ...

F. Metode pembelajaran

  Metode pembelajaran: metode ceramah siswa aktif G.

   Sumber belajar

1. Buku Fisika SMA Kelas X H.

   Kegiatan pembelajaran No Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu

Pertemuan pertama 1x45 menit

  1 Pendahuluan 10 menit Apersepsi Guru mengingatkan kembali pelajaran pada

  • pertemuan sebelumnya Motivasi - Guru menjelaskan tujuan pembelajaran

  Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan

  • pada pertemuan ini

  2 Kegiatan inti 45 menit Eksplorasi

  • Siswa diminta untuk menyiapkan diri untuk mengikutu tes awal (pretes)
  • Guru memberikan soal tes (pretes) tertulis kepada siswa.

  Elaborasi

  • Guru meminta siswa menyelesaikan soal yang telah dibagikan pada lembar jawaban yang sudah disediakan.
  • Siswa mengerjakan soal tes yang teah dibagikan oleh guru. Guru mengawasi siswa mengerjakan soal.
  • Konfirmasi - Guru mengumpulkan jawaban siswa

3 Penutup

  5 menit Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran

  • selanjutnya

  Pertemuan pertama 1x45 menit

  1 Pendahuluan 5 menit Apersepsi Guru mengingatkan siswa tentang materi pelajaran

  • sebelumnnya Motivasi Guru menjelaskan tujuan dan manfaat dari
  • pembelajaran Orientasi Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran

  Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol

  2 Kegiatan inti 20 menit Eksplorasi Guru mengingatkan siswa materi tentang hukum

  • newton yang telah materi terima saat SMP Guru memberikan pertanyaan kepada siswa
  • mengenai fenomena hukum I newton dalam kehidupan sehari-hari Elaborasi Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan
  • yang diberikan oleh guru dengat teman sebangku Guru meminta beberapa siswa untuk menjawab
  • pertanyaan Konfirmasi Guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan
  • jawaban Guru bersama-sama dengan siswa merumukan
  • bunyi hukum I newton

3 Penutup

  5 menit Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran

  • pada pertemuan berikutnya

  Pertemuan kedua 2x45 menit

  1 Pembukaan 10 menit Apersepsi

  • Guru mengingatkan pelajaran pada pertemuan sebelumnya.

  Motivasi Guru menjelaskan tujuan dan manfaat dari

  • pembelajaran Orientasi Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan

  Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol pada hari ini.

  2 Kegiatan inti 70 menit Eksplorasi Guru menjelaskan tentang hukum II newton

  • Siswa mendengarkan penjelasan yang diberikan
  • oleh guru Elaborasi Guru memberikan latihan soal kepada siswa
  • Siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh
  • guru Konfirmasi Guru bersama-sama dengan siswa membahas
  • latihan soal yang diberikan Guru bersama-sama siswa menyimpulkan pelajaran
  • yang diperoleh

3 Penutup

  10 menit Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran

  • pada pertemuan berikutnya

  Pertemuan ketiga 2x45 menit

  1 Pembukaan 10 menit Apersepsi

  • Guru mengingatkan pelajaran pada pertemuan sebelumnya.

  Motivasi Guru menjelaskan tujuan dan manfaat dari

  • pembelajaran Orientasi Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan
  • pada hari ini.

  Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol Ekplorasi

  • Guru menjelaskan tentang bunyi hukum III newton
  • Siswa mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru Elaborasi - Guru memberikan latihan soal kepada siswa
  • Siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru Konfirmasi - Guru bersama-sama dengan siswa membahas latihan soal yang diberikan
  • Guru bersama-sama siswa menyimpulkan pelajaran yang diperoleh

3 Penutup

  • Guru bersama siswa merangkum hasil pembelajaran hari itu.
  • Guru mengingatkan siswa bahwa ada test pada pertemuan berikutnya 10 menit

  Pertemuan keempat 2x45 menit

  1 Pembukaan Apersepsi

  • Guru mengingatkan kembali pelajaran pada pertemuan sebelumnya Motivasi - Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Orientasi - Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan ini 10 menit

  2 Kegiatan inti Eksplorasi 70 menit

  Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol

  • Siswa diminta untuk menyiapkan diri untuk mengikutu tes awal (pretes)
  • Guru memberikan soal tes (pretes) tertulis kepada siswa.

  Elaborasi

  • Guru meminta siswa menyelesaikan soal yang telah dibagikan pada lembar jawaban yang sudah disediakan.
  • Siswa mengerjakan soal tes yang telah dibagikan oleh guru. Guru mengawasi siswa mengerjakan soal.
  • Konfirmasi Guru mengumpulkan jawaban siswa
  • 3 Penutup

  10 menit Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran

  • selanjutnya

  Lampiran 5. LKS materi hukum newton Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

  Satuan Pendidikan: SMA Santa Maria Yogyakarta Kelas/Program: XE/Umum Semester: 1 Alokasi Waktu: 2x45 menit Subpokok Bahasan: Hukum I Newton Nama: 1………………………………………………………………………………………….

  

2…………………………………………………………………………………………

3…………………………………………………………………………………………

4…………………………………………………………………………………………

5........................................................................................................................................

  6.......................................................................................................................................

  A. Kegiatan 1: Merumuskan Hipotesa

  

1. Jika uang logam yang berada di atas kertas, dan kertas ditarik secara cepat, maka posisi

uang logam tersebut akan……… Hal ini terjadi karena........................................................

  

2. Jika uang logam yang berada di atas kertas, dan kertas ditarik secara pelan, maka posisi

uang logam tersebut akan………. Hal ini terjadi karena…...................................................

  

3. Hukum I Newton berbicara tentang………………...............................................................

  B. Kegiatan 2: Eksperimen dan pengumpulan data Alat dan bahan

  1. Uang logam

  2. Kertas

  3. Gelas

  Lampiran 5. LKS materi hukum newton Langkah kerja

1. Susunlah alat dan bahan sesuai dengan gambar di bawah ini

  2. Kemudian tarik kertas dengan cepat. Apa yang terjadi pada uang logam tersebut? Apakah uang logam ikut bergerak bersama kertas?

  3. Tariklah kertas tersebut secara berlahan sehingga uang logam ikut bersamanya. Lalu, tariklah kertas mendadak dihentikan. Apa yang terjadi pada uang logam? Apakah uang logam tersebut ikut bergerak bersama kertas? Tabel 1. Hasil pengamatan Perlakuan Hasil pengamatan Kertas ditarik cepat Kertas ditarik pelan

C. Kegiatan 3: Analisis data

  1. Apa yang terjadi jika kertas ditarik secara cepat? Jelaskan peristiwa tersebut mengapa terjadi demikian! Jawab:

  2. Apa yang terjadi jika kertas ditarik secara pelan? Jelaskan peristiwa tersebut mengapa terjadi demikian? Jawab: D.

   Kegiatan 4: Kesimpulan

  1. Jika uang logam yang berada di atas kertas, dan kertas ditarik secara cepat, maka posisi uang logam tersebut akan……… Hal ini terjadi karena……................................................

  2. Jika uang logam yang berada di atas kertas, dan kertas ditarik secara pelan, maka posisi uang logam tersebut akan……… Hal ini terjadi karena……................................................

  3. Dari percobaan yang telah dilakukan hukum I newton berbicara tentang………………....

  Lampiran 5. LKS materi hukum newton Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

  Satuan Pendidikan: SMA Santa Maria Yogyakarta Kelas/Program: XE/Umum Semester: 1 Alokasi Waktu: 2x45 menit Subpokok Bahasan: Hukum II Newton Nama: 1………………………………………………………………………………………….

  

2…………………………………………………………………………………………

3…………………………………………………………………………………………

4…………………………………………………………………………………………

5.......................................................................................................................................

A. Kegiatan 1: Merumuskan Hipotesa

1. Menurut Hukum II Newton percepatan suatu benda tergantung pada ……………… yang diberikan pada benda dan ……………………. benda tersebut.

  

2. Semakin besar gaya yang diberikan pada benda yang bergerak maka semakin....................

percepatan yang dialami benda tersebut.

  

3. Semaakin besar massa benda yang bergerak maka semakin......................................

percepatan yang dialami benda tersebut.

B. Kegiatan 2: Eksperimen dan pengumpulan data

  Alat dan bahan yang digunakan;

  • Katrol  Papan luncur

  Lampiran 5. LKS materi hukum newton

  • Stowatch  Troli  Beban pemberat
  • Balok  Tali secukupnya

  Langkah kerja 1:

  1. Ukur massa troli M troli =…….g

  2. Susunlah alat dan bahan sesuai gambar dibawah ini Kereta luncur tali Papan luncur

Beban gantung

  3. Selanjutkan letakkan pemberat pada beban gantung, tahan sistem troli agar tidak bergerak.

  4. Lepaskan sistem agar bergerak dari ujung papan luncur. Catatlah waktu tempuh troli ketika bergerak sepanjang papan.

  5. Ganti pemberat dengan beban lain yang lebih berat dari sebelumnya. Lakukan kembali langkah 4 dan 5.

  6. Catat hasil yang didapat dari langkah 4dan 5 pada tabel berikut Tabel pengamatan 1. Hubungan antara percepatan benda dengan gaya yang diberikan Massa total (g) Massa beban (g) Berat (N) Waktu (s)

  Lampiran 5. LKS materi hukum newton Langkah Kerja 2: 1. Gunakan beban gantung tetap, untuk sistem percobaan ini.

  2. Susun kembali alat sesuai dengan gambar berikut tali kereta luncur papan luncur

beban gantung

3. Tambahkan beban pada troli, kemudian ukur massa total troli dan beban.

  M total = M troli + M beban = ………g + ………g = ………g

  4. Setelah meletakan beban pada tempatnya, lepaskan sistem percobaan. Ukur waktu tempuh sisrtem troli ketika bergerak sepanjang papan luncur.

  5. Ganti beban dengan beban yang beratnya lebih besar, kemudian ulangi langkah 2-4.

  6. Catat hasil percobaan yang didapat dari langkah 2, 4, dan 5 pada tabel berikut.

  Tabel pengamatan 2. Hubungan antara percepatan benda dengan massa benda Massa beban Berat (N) Massa total (g) Waktu (s)

C. Kegiatan 3: Analisis data Dari data yang diperoleh pada kegiatan 2, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Lukislah grafik yang menggambarkan hubungan waktu dengan gaya yang diberikan

  Lampiran 5. LKS materi hukum newton

F(N)

  t(s) 2. Lukiskan grafik yang menggambarkan hubungan gaya dan waktu. m(g)

t(s)

3. Sebelum troli dilepaskan, gaya apakah yang bekerja pada kereta luncur? Apakah gaya ini terus bekerja pada benda sepanjang lintasan geraknya? Jelaskan jawaban anda.

  ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………

  Lampiran 5. LKS materi hukum newton ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………

  4. Bagaimana kecepatan troli ketika dilepaskan: semakin bertambah atau tetap? Jika kecepatan troli mengalami perubahan, apa penyebabnya? Jelaskan jawaban anda.

  ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………

  5. Berdasarkan grafik yang telah anda lukiskan di nomor 1, rumuskanlah hubungan antara percepatan dan gaya untuk massa tetap.

  ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………........................

  6. Berdasarkan grafik yang telah anda lukiskan di nomor 2 rumuskanlah hubungan antara a dan m.

  ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………

  7. Dari rumusan yang telah anda dapatkan pada pertanyaan 5 dan 6, buatlah sebuah kesimpulan dan tuliskan kesimpulan tersebut dalam persamaan.

D. Kegiatan 4: Kesimpulan

  Dari percobaan ini data disimpulkan bahwa:

  1. Menurut Hukum II Newton percepatan suatu benda tergantung pada ……………… yang diberikan pada benda dan ……………………. benda tersebut.

  2. Percepatan suatu bendan berbanding ……………. terhadap besarnya gaya yang diberikan pada benda dan berbanding ………………. dengan massa benda tersebut.

  Lampiran 5. LKS materi hukum newton Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

  Satuan Pendidikan: SMA Santa Maria Yogyakarta Kelas/Program: X/Umum Semester: 1 Alokasi Waktu: 2x45 menit Subpokok Bahasan: Hukum III Newton Nama: 1………………………………………………………………………………………….

  

2…………………………………………………………………………………………

3…………………………………………………………………………………………

4…………………………………………………………………………………………

A.

   Kegiatan 1: Merumuskan hipotesa

1. Besarnya gaya aksi dan reasi adalah……………………………………………………….

  

2. Arah gaya aksi dan teaksi adalah…………………………………………………………..

  

3. Hukum III Newton berbicara tentang……………………………………………………..

B. Eksperimen dan pengumpulan data

  Alat dan bahan

  1. Dua buah neraca pegas Proses kerja

  

1. Susunlah dua buah neraca pegas seperti gambar di bawah. Ujung kedua neraca pegas

dikaitkan. Kita sebut neraca pegas sebelah kiri sebagai neraca pegas A dan neraca pegas sebelah kanan sebahai neraca pegas.

  Lampiran 5. LKS materi hukum newton 2. Mintalah salah seorang teman anda untuk memegang ujung neraca pegas A.

  3. Tariklah neraca pegas B sehingga menunjukan gaya 1 N.

  4. Mintalah teman anda yang lain untuk mengamati besarnya gaya yang ditunjukan oleh neraca pegas A dan catat hasil pengamatan ini.

  5. Selanjutnya, tarik neraca pegas B dengan gaya sebesar 2 N, 4 N, 6 N, 8 N. amatilah pegas A dan catat hasilnya pada tabel berikut.

  No Neraca pegas A Neraca pegas B Besar Arah Besar Arah

C. Kegiatan 3: Analisis data

  Pertanyaan:

  1. Pada eksperimen diatas, gaya manakah yang disebuat sebagai gaya aksi dan gaya reaksi?

  2. Bagaimana besar gaya aksi jika dibandingkan dengan gaya reaksi dalam eksperimen ini?

  3. Bagaimana arah gaya aksi reaksi dalam eksperimen ini? D.

   Kegiatan 4: Kesimpulan 1. Besarnya gaya aksi dan reasi adalah……………………………………………………….

  2. Arah gaya aksi dan teaksi adalah…………………………………………………………..

  

3. Hukum III Newton berbicara tentang……………………………………………………..

  Lampiran 6. Soal pretes dan postes

Soal Pretes dan Postes

Nama:

  Kelas:

  1. Sebutkan bunyi hukum I, II dan III Newton! Jawab:

  

2. Sebutkan contoh-contoh penerapan hukum Newton I dalam kehidupan sehari-hari! (minimal

2 contoh) Jawab:

  

3. Mengapa pada saat kita duduk di mobil yang sedang melaju dengan cepat kemudian direm

tiba-tiba, badan kita akan terdorong ke depan? Jawab:

  Lampiran 6. Soal pretes dan postes

4. Bagaimana hubungan antara;

a. Percepatan benda bergerak dengan gaya yang diberikan pada benda tersebut?

  b. Percepatan benda dengan massa benda yang bergerak? Jawab:

  2

  

5. Sebuah benda bergerak dengan percepatan 2 m/s . jika massa benda tersebut adalah 20 kg,

maka tentukan besarnya gaya yang bekerja pada benda tersebut! Jawab:

  6. Diketahui dua buah benda m 1 dan m 2 . Masing-masing dengan massa m 1 bermassa m dan m

  2 bermassa 2m. Pada m 1 diberikan gaya sebesar F dan pada m 2 diberikan gaya sebesar 4F.

  Bandingkan percepatan yang dialami oleh m dan m !

  

1

  2 Jawab:

  Lampiran 6. Soal pretes dan postes

  

7. Mesin sebuah mobil balap mampu menghasilkan gaya sebesar 10000 N, berapa percepatan

mobil balap tersebut jika massa mobil beserta pembalapnya 900 kg dan hambatan angin dan jalan 1000 N? Jawab:

  

8. Sebutkan contoh-contoh kejadian yang berkaitan dengan hukum III Newton! (minimal 2

contoh) Jawab:

  Lampiran 6. Soal pretes dan postes

  

9. Jika sebuah balok bermassa 5 kg (w=50 N) digantung dengan tali dan diikatkan pada atap,

seperti pada gambar di bawah ini, jika balok diam maka berapakah tegangan talinya Gambar atap T reaksi tali m balok =5 kg (50 N) aksi aksi

  W Jawab:

  10. Jelaskan bagaimana hukum III Newton bekerja saat kita berjalan! Jawab:

  112

  Lampiran 7. Kunci jawaban soal pretes dan soal postes

Kunci Jawaban soal pretes dan postes

  1. Bunyi hukum I Newton: Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam, sedangkan benda yang mula-mula bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan tetap. Atau ∑F = 0 untuk benda diam atau benda bergerak lurus beraturan Bunyi hukum II Newton: Percepan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda.

  Atau ∑

  Bunyi hukum III Newton: Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tapi berlawanan arah. Atau Aksi = - reaksi

  2. Contoh-contoh penerapan hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari

  a. Saat seorang pengendara sepeda motor pada waktu bertabrakan sering meloncat melebihi kendaraannya.

  b. Penumpang akan terasa terdorong ke depan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.

  c. Koin yang berada di atas kertas, jika kertas ditarik dengan cepat maka koin tersebut akan tetap berada pada tempatnya.

  d. Ayunan bandul sederhana.

  113

  Lampiran 7. Kunci jawaban soal pretes dan soal postes

  mempertahankan keadaan awal kita sebelum mobil direm. Maka kita akan tetap bergerak sehingga badan kita akan terdorong ke depan.

  4. a. Semakin besar gaya yang diberikan pada suatu benda yang bergerak semakin besar pula percepatan benda tersebut atau dapat dikatakan percepan suatu benda bergerak berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada benda tersebut.

  b. Semakin besar massa benda bergerak semaik kecil percepan yang dialami benda tersebut atau dapat dikatakan bahwa percepatan benda bergerak berbanding terbalik dengan massa benda tersebut.

  2

  5. Diketahui: a = 2 m/s , m = 20 kg Ditanya: F=......

  Jawab: F

  am Fam m F

  2 2  20 kg

  s F

  40 N  Jadi gaya yang bekerja pada benda tersebut sebesar 40 Newton.

  6. Diketahui: m = m

  1

  m

  2 =2m

  F

  1 =F

  F =4F

  2 Ditanya: perbandingan a 1 dan a

2 Jawab:

  1 : 2 a a 1 2 F F 2 : 2 m m F

  4 F :

  2 m m

  1 :

  2

  114

  Lampiran 7. Kunci jawaban soal pretes dan soal postes

  F

  2 = -1000 N

  • – F

  1

  2

  ∑F=F ∑F=10000 N- 1000 N ∑F=9000 N m=900 kg

  Ditanya: a=.......... Jawab:

   F

  a

  

  m

  9000 N

  a

  900 kg

  m a

  10 2

  s

  2 Jadi percepatan mobil balap tersebuta adalah 10 m/s

  8. Contoh-contoh kejadian hukum III Newton dalam kehidupan sehari-hari: a. Saat kita berjalan maju atau berlari.

  b. Saat kita berenang dalam air.

  c. Saat kita memukul sesuatu dengan tangan, tangan kita akan terasa sakit.

  d. Saat peluncuran roket.

  9. Diketahui:

  tali     balok  

  

 

  w=50    N 

  Ditanya: tegangan tali T=......... Jawab: Menurut hukum III Newton Aksi= - reaksi

  115

  Lampiran 7. Kunci jawaban soal pretes dan soal postes

  Jadi besarnya tegangan tali T = 50 N

  10. Ketika berjalan telapak kaki kita memberikan gaya berupa gaya aksi dengan mendorong permukaan tanah atau lantai ke belakang. Permukaan tanah atau lantai memberikan gaya reaksi kepada kita dengan mendorong telapak kaki kita ke depan, sehingga kita berjalan ke depan.

  Lampiran 8. Soal kuesioner

Kuesioner

Nama:………………………………….

  Kelas/No Absen:………………………. Petunjuk: Setelah mengikuti pembelajaran fisika pada pokok bahasan hukum newton dengan

menggunakan metode eksperimen terbimbing, anda diminta untuk memberikan pendapat anda

dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner ini. Dalam kuisioner ini tidak ada

jawaban benar atau salah. Jawaban anda tidak akan mempengaruhi nilai fisika anda. Oleh karena

itu, sungguh-sungguh diharapkan anda menjawab angket ini sejujur-jujurnya sesuai dengan

pendapat dan perasaan anda.

  Cara menjawab angket ini adalah sebagai berikut berilah tanda centang ( √) pada jawaban yang anda pilih.

  Keterangan: SS : sangat setuju

  S : setuju

  TS : tidak setuju

  STS : sangat tidak setuju No Pernyataan

  SS S TS STS

  1 Saya tertarik mengikuti pembelajaran fisika pokok bahasan hukum Newton menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  2 Saya merasa senang belajar fisika pokok bahasan hukum Newton menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  3 Saya mau belajar dan melakukan banyak kegiatan menggunakan

  Lampiran 8. Soal kuesioner bahasan hukum Newton.

  4 Saya merasa puas dengan pembelajaran yang saya ikuti karena saya lebih terlibat dalam pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  5 Saat pembelajaran berlangsung saya merasa puas, ketika bisa memahami konsep hukum Newton yang dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  6 Pada saat pembelajaran saya selalu tertantang untuk berpikir memecahkan suatu masalah.

  7 Saya menemukan solusi/pemecahan masalah ketika pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing berlangsung.

  8 Saya mengamati dan mendengarkan setiap petunjuk yang diberikan selama pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing berlangsung.

  9 Ketika pembelajaran mengenai konsep-konsep fisika tentang hukum Newton saya berusaha mengkaitkan dengan pengalaman saya secara langsung.

  10 Pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen terbimbing membuat rasa keingintahuan terhadap masalah yang ada semakin besar.

  11 Saya menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru dan teman selama proses pembelajaran berlangsung.

  12 Selama proses pembelajaran berlangsung saya berusaha untuk memahami setiap tahapan kegiatan pembelajaran.

  13 Ketika saya kurang memahami, saya bertanya kepada guru atau teman

  14 Saya mencoba konsentrasi menyiapkan diri mengikuti pembelajaran, dalam pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing yang telah saya ikuti.

  15 Saya melakukan eksperimen secara aktif sesuai dengan petujuk

  Lampiran 8. Soal kuesioner yang telah diberikan.

  16 Saya menyampaikan ide/gagasan selama pembelajaran berlangsung.

  17 Saya belajar fisika tentang hukum Newton menggunakan metode eksperimen terbimbing dengan serius.

  18 Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan sungguh- sungguh dan teliti.

  19 Dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing dalam pembelajaran fisika, saya merasa tidak bosan selama mengikuti pembelajaran.

  20 Saya merasa lebih cepat memahami materi hukum Newton melalui pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing.

  119

  18 4 5 2 5 10 2 2 2 0 0 32

  14 A

  14 0 2,5 2 1 0 0 0 0 0 0 5,5

  15 A

  15

  3 2,5 0 1 0 0 0 0 0 0 6,5

  16 A

  16 3 5 5 10

  15 10 0 2,5 0 1 51,5

  17 A

  17 0 5 2 0 0 0 0 0 0 0 7

  18 A

  19 A

  13 3 2,5 2 10

  19

  3 1 2 2 15 0 2 1 1 0 27

  20 A

  20 0 0 0 0 10 0 0 0 0 0 10

  21 A

  21 3 2,5 1 0 0 0 0 2,5 0 0 9

  22 A

  22 0 0 2 0 0 0 0 1 0 0 3

  23 A

  23

  3 5 2 0 10 0 0 2,5 0 0 22,5

  24 A

  15 10 0 2,5 0 1 46

  13 A

  Lampiran 9. Daftar nilai pretes dan postes DAFTAR NILAI PRETES KELAS EKSPERIMEN No Nama siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah

  6 3 0 1 0 10 5 0 0 0 0 19

  1 A

  1 3 5 2 5 12 0 0 2,5 0 1 30,5

  2 A

  2 0 0 0 0 10 0 0 0 0 1 11

  3 A

  3

  0 5 2 2 1 0 0 0 0 0 10

  4 A

  4 1 2,5 2 1 1 0 0 0 0 0 7,5

  5 A

  5 3 5 2 5 10 0 0 2,5 0 1 28,5

  6 A

  7 A

  12 1 2,5 2 1 1 2 1 1 0 0 11,5

  7

  1 2,5 1 1 0 1 0 2,5 0 0 9

  8 A

  8 2 5 2 2 2 1 5 5 0 2 26

  9 A

  9 1 2,5 2 0 1 0 0 1 1 0 8,5

  10 A

  10 3 0 2 0 0 0 0 0 0 2 7

  11 A

  11

  1 1 2 0 0 0 0 0 0 1 5

  12 A

  24 3 5 2 5 0 0 2 0 0 1 18

  120

  Lampiran 9. Daftar nilai pretes dan postes DAFTAR NILAI PRETES KELAS KONTROL No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah

  1 B

  1

  1

  2 1 2,5 1 7,5

  2 B

  2

  2

  2

  5

  2

  11

  3 B

  3

  1

  2

  8

  11

  4 B

  2

  10

  1

  1

  14

  4

  5 B

  5

  1

  1

  6 B

  6

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  7

  7 B

  7

  2

  1

  3

  8 B

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  12

  8

  9 B

  9 4 5

  5

  2

  15

  14 2 2,5 2 0 51,5

  10 B

  10 2,5

  2 10 14,5

  11 B

  11

  12 B

  2

  1

  2

  4

  2

  2

  2

  15

  12

  13 B

  13 2,5

  1 3,5

  14 B

  14

  2 2,5

  2

  4

  8

  5

  5

  1 1 30,5

  15 B

  15

  5

  5

  16 B

  5

  2

  2

  10

  1

  3

  23

  16

  17 B

  17

  1

  1

  18 B

  18 0 0

  2

  1

  15

  2 2 2,5 1 0 25,5

  19 B

  19

  3

  2

  10

  5

  20

  20 B

  1

  2

  1

  1

  5

  20

  21 B

  21

  5

  5

  22 B

  22

  1

  1

  23 B

  23 2,5

  2 10 2,5

  1

  18

  24 B 1 2,5

  1

  10

  15 1 30,5

  24

  121

  10 5 1 8

  5

  15

  15

  2 5 1 5

  58

  17 A

  17

  4 5

  8

  15

  15

  71

  16 A

  18 A

  18

  4 5

  8

  10

  15

  15

  20

  5

  1

  10

  16 5 5

  54

  19 A

  15

  3 5

  8

  5

  15

  15 5 1 8

  65

  14 A

  14

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  40

  15 A

  15

  3

  3

  2

  15

  5

  15

  5

  1

  93

  19

  13 A

  15

  1

  15

  2

  20

  39

  23 A

  23

  2

  3

  2

  2

  5

  22

  20

  5

  8

  62

  24 A

  24 4 5

  2

  8

  15

  15

  20 5 1 5

  1

  22 A

  3 2

  1

  2

  8

  15

  15

  20 5 3 5

  78

  20 A

  20 5 5

  5

  15

  15

  8

  26

  1

  10

  65

  21 A

  21

  2

  5

  5

  5

  5

  2

  2

  13

  82

  Lampiran 9. Daftar nilai pretes dan postes DAFTAR NILAI POSTES KELAS EKSPEIMEN No Nama siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah

  8

  53

  4 A

  4 5 4

  5

  15

  15

  1 5 1 5

  56

  5 A

  5

  4 5

  10

  15

  15

  15

  20 5 5 5

  92

  6 A

  6

  5

  1

  1

  15

  18

  2 5 1 5

  15

  1

  10

  1 A

  1

  5

  5

  10

  10

  15

  15

  20

  5

  1

  96

  2

  2 A

  2

  4 5

  2

  5

  15

  15

  20 5 1 2

  74

  3 A

  3

  3 5

  5

  46

  20 5 1 5

  1

  81

  10 A

  10

  2

  5

  5

  5

  5

  2

  1

  5

  31

  1

  11 A

  11

  2

  5

  7

  12 A

  12 3 5

  5

  8

  15

  15

  8

  4

  7 A

  8 A

  7

  5 5

  2

  10

  15

  15

  20

  5

  1

  10

  88

  8 2 5

  20

  2

  15

  15

  20 5 1 5

  70

  9 A

  9

  3

  10

  10

  15

  10

  80

  122

  15

  4

  2

  5

  5

  25

  16 B

  16

  5

  5

  10

  10

  15

  20

  5

  5

  5

  5

  95

  17 B

  17

  2 4

  2

  10

  15

  15

  20 5 5 2

  80

  2

  2

  18 5 5

  5

  12 4 5

  8

  10

  15

  15

  15 5 1 2

  80

  13 B

  13

  1

  5

  2

  1

  15

  15

  5

  1

  2

  37

  14 B

  14 5 5

  5

  8

  15

  15

  20 5 1 2

  81

  15 B

  18 B

  8

  36

  23 B

  15 5 1 5

  67

  22 B

  22

  2

  5

  5

  2

  15

  5

  1

  2

  37

  23 3 5

  15

  8

  1

  15

  10

  20 5 1 8

  76

  24 B

  24 3 5

  5

  2

  15

  15

  20 5 1 0

  2

  10

  8

  20

  15

  15

  10 5 1 8

  80

  19 B

  19 4 5

  5

  10

  15

  5

  15 5 1 5

  70

  20 B

  2

  5

  3

  2

  2

  2

  5

  2

  2

  1

  2

  23

  21 B

  21

  4 5

  12 B

  10

  Lampiran 9. Daftar nilai pretes dan postes DAFTAR NILAI POSTES KELAS KONTROL No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah

  1

  20 5 2 5

  90

  4 B

  4

  3

  3

  2

  5

  15

  10

  2

  3

  2

  15

  46

  5 B

  5

  5 5

  2

  10

  15

  15

  20 5 3 5

  85

  6 B

  6

  2

  15

  10

  2

  2 B

  1 B

  1

  5

  5

  2

  2

  2

  10

  5

  5

  4

  5

  45

  2

  8

  3

  5

  10

  5

  15

  5

  2

  5

  1

  2

  53

  3 B

  3 5 5

  4

  1

  5

  8

  9

  4 5

  10

  8

  15

  15

  20 5 5 8

  95

  10 B

  10

  4

  5

  5

  15

  62

  2

  1

  5

  1

  5

  51

  11 B

  11

  4

  5

  5

  5

  2

  9 B

  5

  2

  20

  2

  7

  5

  1

  2

  28

  7 B

  7

  5

  5

  10

  15

  5

  5

  1

  1

  5

  71

  8 B

  8

  4

  5

  2

  8

  15

  15

  2

  5

  71

  123

  4

  3

  4

  3

  17

  17 A

  73

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  58

  16 A

  16

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  18

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  18 A

  2

  4

  4

  4

  3

  67

  2

  2

  3

  3

  4

  14

  14 A

  55

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  13

  3

  3

  3

  4

  72

  13 A

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  15 A

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  15

  80

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  23

  23 A

  59

  4

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  22

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  65

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  57

  24 A

  24

  4

  4

  22 A

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  20

  20 A

  62

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  57

  19 A

  19

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  80

  21 A

  21

  4

  3

  Lampiran 10. Daftar skor minat siswa   DAFTAR SKOR MINAT SISWA No Nama siswa 1 2 3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  59

  4 A

  4

  4

  4

  62

  3

  3

  3

  3

  4

  61

  6 A

  6

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  5 A

  3

  5

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  14

  4

  5

  6

  7

  8

  9 10 11 12 13

  15

  1

  16

  17

  18

  19

  20 Jmlh

  1 A

  3

  2

  3

  3 A

  3

  3

  3

  3

  3

  63

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  62

  2 A

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  11 A

  69

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  72

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  10 A

  4

  10

  4

  4

  3

  3

  4

  11

  2

  3

  4

  12 A

  12

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  54

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  8 A

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  68

  7 A

  7

  3

  3

  3

  62

  8

  3

  3

  3

  66

  9 A

  9

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  70

  124

  Lampiran 11. Gambar kegiatan siswa selama pembelajaran Gambar Kegiatan Siswa Selama Pembelajaran Di Kelas Eksperimen

  

Gambar 1. Siswa sedang mengerjakan soal pretes

  125

  Lampiran 11. Gambar kegiatan siswa selama pembelajaran

Gambar 3. Siswa melakukan eksperimen hukum II newton

  126

  Lampiran 11. Gambar kegiatan siswa selama pembelajaran

Gambar 5. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru

  127

  Lampiran 11. Gambar kegiatan siswa selama pembelajaran Gambar Kegiatan Siswa Selama Pembelajaran Di Kelas Kontrol

Gambar 1. Siswa memperhatikan penjelasan dari peneliti.

  128

  Lampiran 11. Gambar kegiatan siswa selama pembelajaran

Gambar 3. Siswa mengerjakan soal di papan tulis.

  129

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  130

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  131

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  132

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  133

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  134

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  135

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  136

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  137

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  138

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  139

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  140

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  141

  Lampiran 12. Uji validitas instrumen penelitian oleh dosen

  142

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  143

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  144

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  145

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  146

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  147

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  148

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  149

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  150

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  151

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  152

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  153

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  154

  Lampiran 13. Uji validitas instrumen penelitian oleh guru

  155

  Lampiran 14. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas eksperimen

  156

  Lampiran 14. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas eksperimen

  157

  Lampiran 14. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas eksperimen

  158

  Lampiran 14. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas eksperimen

  159

  Lampiran 14. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas eksperimen

  160

  Lampiran 14. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas eksperimen

  161

  Lampiran 14. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas eksperimen

  162

  Lampiran 14. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas eksperimen

  163

  Lampiran 15. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas kontrol

  164

  Lampiran 15. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas kontrol

  165

  Lampiran 15. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas kontrol

  166

  Lampiran 15. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas kontrol

  167

  Lampiran 15. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas kontrol

  168

  Lampiran 15. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas kontrol

  169

  Lampiran 15. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas kontrol

  170

  Lampiran 15. Contoh jawaban pretes dan postes siswa kelas kontrol

  171

  Lampiran 16. Contoh jawaban kuesioner minat siswa

  172

  Lampiran 16. Contoh jawaban kuesioner minat siswa

  173

  Lampiran 16. Contoh jawaban kuesioner minat siswa

  174

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  175

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  176

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  177

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  178

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  179

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  180

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  181

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  182

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  183

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  184

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

  185

  Lampiran 17. Contoh jawaban LKS siswa

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar fisika siswa pada pokok bahasan gerak: penelitian kuasi eksperimen di SMK Bakti Idhata Cilandak Jakarta Selatanso
0
71
166
Perbedaan hasil dan minat belajar siswa antara model pembelajaran kooperatif berbasis masalah dengan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan tabung dan kerucut.
0
1
197
Peningkatan hasil belajar siswa dengan metode Demonstrasi Berbantuan Simulasi Komputer dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasan hukum newton untuk siswa kelas X SMAN 4 Yogyakarta.
0
2
215
Perbandingan minat dan hasil belajar fisika aspek produk dan proses pada sub pokok bahasan gaya apung antara pembelajaran metode inkuiri terbimbing dan metode ceramah di SMP Pius Pekalongan.
0
2
285
Efektivitas pembelajaran IPA tentang perpindahan dan penghantar panas dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam hal pencapaian hasil belajar pada siswa kelas IV SD Kanisius Prontakan.
0
0
163
Perbandingan minat dan hasil belajar fisika aspek produk dan proses pada sub pokok bahasan gaya apung antara pembelajaran metode inkuiri terbimbing dan metode ceramah di SMP Pius Pekalongan
0
18
283
Peningkatan hasil belajar siswa dengan metode Demonstrasi Berbantuan Simulasi Komputer dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasan hukum newton untuk siswa kelas X SMAN 4 Yogyakarta
2
17
213
Pengembangan perangkat pembelajaran fisika dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan getaran dan gelombang di SMPK St. Antonius Mataram - Widya Mandala Catholic University
0
1
17
Pengembangan perangkat pembelajaran fisika dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan getaran dan gelombang di SMPK St. Antonius Mataram - Widya Mandala Catholic University
0
3
109
Pengaruh model pembelajaran fisika dengan teori inteligensi ganda pada pokok bahasan zat dan wujudnya terhadap minat, sikap, dan hasil belajar siswa Kelas VII SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta - USD Repository
0
0
156
Efektivitas metode pembelajaran dalam hal perubahan konsep dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa pada pokok bahasan getaran - USD Repository
0
0
119
Perubahan konsep siswa SMA Santa Maria Yogyakarta dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa - USD Repository
0
0
278
Upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Jigsaw pada pembelajaran fisika kelas VIII SMP Kanisius Wonogiri pokok bahasan tekanan - USD Repository
0
3
248
Pelaksanaan pembelajaran fisika dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing pada pokok bahasan hukum OHM dan rangkaian seri-pararel, efektivitas dalam hal hasil belajarnya, keterlibatan dan kendala-kendala - USD Repository
0
0
224
Penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dan minat dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing pada pokok bahasan prisma di kelas 8.1 di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta - USD Repository
0
15
130
Show more