Kemampuan mahasiswa program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya dan implikasinya terhadap usulan upaya-upaya mempercepat penyelesaian skripsi - USD Repository

Gratis

0
1
84
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KEMAMPUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SANATA DHARMA ANGKATAN 2010 YANG SEDANG MENULIS SKRIPSI DALAM MENGELOLA EMOSINYA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN UPAYAUPAYA MEMPERCEPAT PENYELESAIAN SKRIPSI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun oleh: Elisabeth Pethrisia Purnomo NIM: 101114078 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN ORA ET LABORA Tuhan membuat segala sesuatu Indah pada waktunya Pengkotbah 3:11 (ThomaMs Alva Edison) Everyday may not be good, but there is something good Skripsi ini saya persembahkan kepada: Tuhan Yesus Kristus Orangtuaku tercinta Program Studi Bimbingan dan Konseling USD Orang-orang yang ku cinta Teman-teman BK Angkatan 2010 iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK KEMAMPUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SANATA DHARMA ANGKATAN 2010 YANG SEDANG MENULIS SKRIPSI DALAM MENGELOLA EMOSINYA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN UPAYAUPAYA MEMPERCEPAT PENYELESAIAN SKRIPSI Elisabeth Pethrisia Purnomo Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya dan membuat usulan upaya-upaya mempercepat penyelesaian skripsi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi yang berjumlah 72 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengungkap kemampuan mahasiswa dalam mengelola emosinya yang terbagi dalam lima aspek, yaitu menyadari emosi, mengungkapkan emosi dengan tepat, menunjukkan adaptabilitas, menunjukkan sifat bersungguh-sungguh, dan menunjukkan sifat dapat dipercaya. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengkategorisasian kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya berdasarkan kriteria Azwar. Terdapat tiga tingkat kemampuan mahasiswa mengelola emosi yaitu, rendah/ kurang mampu, sedang/ cukup mampu, dan tinggi/ sangat mampu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: 30 (41,6%) mahasiswa tergolong sangat mampu (tinggi) mengelola emosinya, 42 (58,3%) mahasiswa tergolong cukup mampu (sedang) mengelola emosinya, dan tidak ada (0%) mahasiswa yang tergolong kurang mampu (rendah) mengelola emosinya. Usul-usul mahasiswa BK USD angkatan 2010 untuk mempercepat penyelesaian skripsi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu usul-usul yang diharapkan dari pihak dosen pembimbing, usulusul yang diharapkan dari pihak prodi BK USD, dan usul-usul yang diharapkan dari pihak mahasiswa. Upaya-upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian skripsi antara lain proaktif dalam mengerjakan skripsi. Sedangkan upaya-upaya yang dapat dilakukan pihak prodi BK USD antara lain menilik ulang kurikulum yang ada untuk mempersiapkan mahasiswa mempercepat penyelesaian skripsinya. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE ABILITY OF THE STUDENTS OF GUIDANCE AND COUNSELING STUDY PROGRAM AT SANATA DHARMA UNIVERSITY BATCH 2010 WHO ARE WRITING THE UNDERGRADUATE THESIS IN MANAGING THEIR EMOTIONS AND ITS IMPLICATIONS TO THE SUGGESTED EFFORTS IN EXPEDITING THE COMPLETION OF THEIR UNDERGRADUATE THESIS By: Elisabeth Pethrisia Purnomo Sanata Dharma University 2014 This research aims to obtain a description of the ability of the students of guidance and counseling study program at Sanata Dharma University batch 2010 who are writing the undergraduate thesis in managing their emotions and to make recommendations of the suggested efforts in expediting the completion of their undergraduate thesis. This study belongs to a descriptive research with survey method. The subject of this research is all students of guidance and counseling study program at Sanata Dharma University batch 2010 who are writing undergraduate thesis, consisting of 72 students. The research instrument used is in the form of a questionnaire that describes the ability of students in managing their emotions which was divided into five aspects, namely recognizing emotions, expressing emotions appropriately, demonstrating adaptability, indicating the nature of doing something seriously, and demonstrating trustworthiness. The technique of data analysis used is categorization of the ability of the students of guidance and counseling study program at Sanata Dharma University batch 2010 who are writing the undergraduate thesis in managing their emotions based on Azwar’s criteria. There are three levels of students’ ability in managing emotions, namely low, moderate, and high. The result shows that: 30 students (41.6%) have high ability in managing their emotions, 42 students (58.3%) have moderate ability in managing their emotions, and no students (0%) have low ability in managing their emotions. The suggested efforts for the students of guidance and counseling study program at Sanata Dharma University batch 2010 is divided into three groups, namely the suggestion from the thesis advisor, the suggestion from the guidance and counseling study program, and the suggestion from the students. One of the efforts that students could do in expediting the thesis completion is proactive in thesis arrangement. Then the effort from BK USD side is to review the current curriculum in order to prepare the student to complete the thesis. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas pertolongan, hikmat, dan penyertaanNya dalam penyelesaian skripsi ini. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan dari program studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa terselesainya penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan dari banyak pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si., sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. 2. Drs. R. H. Dj. Sinurat, M. A., selaku dosen pembimbing yang dengan sabar dan tulus telah memberikan waktu, motivasi, masukan, dan banyak pembelajaran berharga kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 3. Bapak dan Ibu Dosen di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan yang berguna bagi penulis. 4. Mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010, atas kesediaannya mengisi kuesioner dan kebersamaan selama empat tahun. 5. Orangtuaku tercinta Bapak Pdt. Titus Hadi Purnomo dan Ibu Pdt. Elja, serta kakak Sem Agustino Purnomo dan keluarga besar atas doa, ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………..…......... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING……………………….…... . ii HALAMAN PENGESAHAN………………………….………………….. . iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………….….. . iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA………………………………..…... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA...…... vi ABSTRAK…………………………………………………………………. . vii ABSTRACT………………………………………………………………… viii KATA PENGANTAR………………………………………………….…... ix DAFTAR ISI………………………………………………………………... xi DAFTAR TABEL…………………………………………………………... xiv DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………….. xv BAB I PENDAHULUAN………………………………………………….. 1 A. Latar Belakang Masalah…………………………………………….. 1 B. Rumusan Masalah……………………………………………............ 4 C. Tujuan Penelitian……………………………………………….….... 5 D. Manfaat Penelitian…………………………………………………... 5 E. Batasan Istilah……………………………………….……................ 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................... 8 A. Mengelola Emosi................................................................................. 8 1. Definisi Emosi dan Perasaan.......................................................... 8 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Emosi................... 10 3. Macam-macam Emosi................................................................... 13 4. Kegunaan Emosi............................................................................ 15 5. Definisi Kemampuan Mengelola Emosi........................................ 17 6. Cara Mengelola Emosi................................................................... 19 7. Aspek-aspek Kemampuan Mengelola Emosi................................. 27 B. Mahasiswa Sebagai Individu Pada Masa Dewasa Awal..................... 29 1. Definisi Masa Dewasa Awal......................................................... 29 2. Emosi Pada Masa Dewasa Awal................................................... 30 C. Hasil Peneltian Lain............................................................................. 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN....................................................... 33 A. Jenis Penelitian.................................................................................... 33 B. Subjek Penelitian................................................................................. 33 C. Kuesioner Penelitian............................................................................ 34 D. Validitas dan Reliabilitas..................................................................... 35 E. Prosedur Pengumpulan Data................................................................ 39 F. Teknik Analisis Data............................................................................ 39 BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN USULAN UPAYAUPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN MAHASISWA DAN PIHAK PRODI BK USD UNTUK MEMPERCEPAT PENYELESAIAN SKRIPSI.............. 42 A. Hasil Penelitian..................................................................................... 42 B. Pembahasan Peneltiian.......................................................................... 45 C. Upaya-upaya yang Dapat Dilakukan Mahasiswa dan Pihak Prodi BK USD 52 untuk Mempercepat Penyelesaian Skripsi............................................ xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI D. Keterbatasan Penelitian......................................................................... 53 BAB V PENUTUP........................................................................................... 54 A. Kesimpulan.......................................................................................... 54 B. Saran.................................................................................................... 54 DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 56 LAMPIRAN.................................................................................................... 58 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Kisi-kisi Kuesioner Kemampuan Mengelola Emosi........... 35 Tabel 2. Jumlah Item-item yang Valid dan Tidak Valid.................. 37 Tabel 3. Kriteria Guilford................................................................. 38 Tabel 4. Norma Kategorisasi............................................................. 40 Tabel 5. Kategori Kemampuan Mahasiswa Prodi BK USD Angkatan 2010 yang Sedang Menulis Skripsi dalam Mengelola Emosinya.......................................................... Usul-usul Mahasiswa Prodi BK USD Angkatan 2010 Untuk Mempercepat Penyelesaian Skripsi.................................... 43 Tabel 6. xiv 44

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Kuesioner Mengelola Emosi............................................. 58 Lampiran 2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas................................... 63 Lampiran 3. Tabulasi Data Penelitian.................................................... 65 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini dipaparkan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan batasan istilah. A. Latar Belakang Masalah Penulisan skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di jenjang S1. Skripsi merupakan karya ilmiah yang memaparkan hasil penelitian dengan mengikuti kaidah dan etika keilmuan. Penulisan skripsi menantang mahasiswa untuk mampu memadukan pengetahuan dan kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menjelaskan masalah yang terkait dengan bidang keilmuan yang diambilnya di perguruan tinggi. Penulisan skripsi akan membutuhkan waktu yang lama jika ketekunan, minat, serta motivasi penulis skripsi terhadap skripsinya rendah. Berdasarkan kurikulum 2006, penyelenggaraan pendidikan di prodi BK USD dengan beban 152 SKS dapat diselesaikan dalam waktu 8 sampai paling lama 14 semester, maka masa studi yang ideal adalah empat tahun. Data yang diperoleh dari sekretariat prodi BK USD menunjukkan bahwa pada tahun 2008 hingga tahun 2013, mahasiswa BK yang lulus empat tahun berjumlah 7 orang dari 308 jumlah keseluruhan mahasiswa yang ada di Prodi BK USD angkatan 2004-2009. Data di atas menunjukkan angka kelulusan yang rendah. 1 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Penulisan skripsi kerap kali menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian besar mahasiswa. Ada faktor yang dapat menyebabkannya, antara lain: adanya persepsi bahwa menulis skripsi adalah hal yang sulit, adanya pandangan bahwa skripsi adalah penentu masa depan, timbulnya kecemasan jika mendapatkan dosen pembimbing skripsi yang terkenal menyusahkan mahasiswa saat menyusun skripsinya, adanya kecemasan sewaktu tidak dapat menyelesaikan skripsinya tepat waktu, dan kurang mampunya mahasiswa dalam mengelola emosinya. Menyusun kerangka berpikir, melakukan kajian teori, dan melaksanakan penelitian merupakan hal-hal yang sering dipandang sulit oleh para mahasiswa. Pandangan ini akan sangat menghambat mahasiswa menyelesaikan skripsinya. Menurut Darmono dan Hasan (dalam Januarti, 2009) permasalahan yang biasanya dihadapi mahasiswa dalam proses penulisan skripsi antara lain adalah kesulitan mencari literatur, dana terbatas, tidak terbiasa menulis dalam arti menulis karya ilmiah, kurang terbiasa dengan sistem kerja terjadwal dengan pengaturan waktu sedemikian ketat dan masalah dengan dosen pembimbing skripsi. Selain itu, Slamet (Januarti, 2009) berpendapat bahwa banyak mahasiswa tidak mempunyai kemampuan dalam tulis menulis, kemampuan akademis kurang memadai, serta kurang adanya ketertarikan mahasiswa dalam penelitian. Kesulitan–kesulitan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan stres, rendah diri, frustrasi, kehilangan motivasi, menunda penyusunan skripsi dan bahkan ada yang memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsinya. xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Kemampuan mengelola emosi adalah kemampuan untuk menyadari dan mengungkapkan emosi-emosi yang dialami, serta menunjukkan adaptabilitas yang baik, kesungguhan, dan sifat dapat dipercaya. Orang yang memiliki kemampuan mengelola emosi yang baik dapat mengelola rasa marah, rasa kecewa, dan frustrasi dengan baik (Safaria dan Saputra, 2012: 9). Kemampuan mengelola emosi membantu seseorang menyelesaikan tugas dengan maksimal. Pencapaian kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh sejauh mana orang tersebut memiliki kemampuan mengelola emosi dengan baik. Seseorang yang gagal mengelola emosi, akan mengalami banyak kesulitan untuk menempuh karier dan mencapai cita-cita, karena produktivitasnya tidak optimal (Hariwijaya, 2005: 1). Menurut Ghom dan Clore (Safaria dan Saputra, 2012: 13) ada dua macam emosi yang sering dialami oleh manusia, yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif akan membawa individu berpikiran dan berperilaku positif. Begitu juga sebaliknya, emosi negatif akan mengarahkan pikiran dan perilakunya pada hal-hal yang negatif. Jika mahasiswa senang mengerjakan skripsinya, maka skripsinya akan cepat selesai. Mahasiswa yang merasa takut, cemas, gelisah, bahkan depresi karena penulisan skripsi biasanya akan cenderung menunda-nunda, sehingga penulisan skripsi akan terhambat dan kelulusannya pun akan terlambat. Dari wawancara peneliti terhadap sekitar 10 mahasiswa BK USD yang telah dan sedang menulis skripsi terungkap bahwa faktor yang mempengaruhi mereka tidak dapat menyelesaikan skripsinya tepat waktu xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 antara lain kurikulum masih sangat padat sampai di semester akhir, ada berbagai perasaan negatif yang dialami ketika menulis skripsi seperti rasa malas, bingung, jenuh terhadap pengerjaan skripsi, dan rasa kecewa terhadap dosen pembimbing skripsi yang tidak dapat mereka kelola dengan baik. Peneliti menduga bahwa banyak mahasiswa BK USD yang sedang menulis skripsi kurang mampu mengelola emosinya dengan baik. Kemampuan menglola emosi yang kurang baik inilah menjadi salah satu faktor utama yang membuat penyelesaian skripsi menjadi lambat. Hal inilah yang ingin diteliti. Kalau ternyata kemampuan mahasiswa BK dalam mengelola emosinya rendah, dapatlah diusulkan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola emosinya. Peneliti juga ingin mengetahui usul-usul mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 untuk mempercepat penyelesaian penulisan skripsi. B. Rumusan Masalah Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya, untuk memperoleh usulan dari mahasiswa prodi BK USD tentang upaya-upaya mempercepat penyelesaian skripsi, dan untuk membuat usulan tentang upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mempercepat penyelesaian skripsi. Pertanyaan yang dicoba dijawab dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 1. Seberapa tinggi kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya? 2. Apa usul mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi untuk mempercepat penyelesaian skripsi? 3. Upaya-upaya mana yang dapat dilakukan mahasiswa dan pihak prodi BK USD untuk mempercepat penyelesaian skripsi? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui tingkat kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya. 2. Mengetahui usul mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi untuk mempercepat penyelesaian skripsi. 3. Mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan mahasiswa dan pihak prodi BK USD untuk mempercepat penyelesaian skripsi. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis Manfaat teoritis penelitian ini adalah memberikan informasi dan sumbangan bagi pengembangan pengetahuan di bidang BK, khususnya tentang kemampuan mahasiswa BK yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi refrensi untuk penelitian selanjutnya. xx

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 2. Manfaat praktis a. Bagi dosen Prodi BK USD Hasil penelitian ini dapat menjadi sumbangan berupa informasi mengenai keadaan emosi mahasiswa prodi BK USD 2010 yang sedang menulis skripsi, yang kiranya memberikan inspirasi mengenai hal yang perlu dilakukan dosen prodi BK USD untuk membantu mahasiswa BK mempercepat penyelesaian skripsinya. b. Bagi mahasiswa prodi BK USD Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai keadaan emosi mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dan mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat penyelesaian skripsi. c. Bagi penulis Dengan melakukan penelitian ini, peneliti: 1) Memperoleh pengalaman melakukan penelitian dalam mengungkap kemampuan mahasiswa BK yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosi. 2) Memperdalam pengetahuan tentang emosi, khususnya mengelola emosi. 3) Mengetahui usul-usul mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 untuk mempercepat penyelesaian penulisan skripsi. xxi

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 E. Batasan Istilah 1. Mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi Mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada jenjang S1, yang berada di program studi BK angkatan 2010 dan sedang menyusun skripsi. 2. Kemampuan mengelola emosi Kemampuan mengelola emosi adalah kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi untuk menyadari dan mengungkapkan emosi-emosi yang dialaminya, serta menunjukkan adaptabilitas yang baik, kesungguhan, dan sifat dapat dipercaya sewaktu menulis skripsi, seperti yang dimaksudkan dalam butir-butir kuesioner yang digunakan. 3. Upaya mempercepat penyelesaian skripsi Upaya mempercepat penyelesaian skripsi adalah tindakan-tindakan yang dapat dilakukan oleh dosen pembimbing, pihak prodi BK USD, dan mahasiswa yang sedang menulis skripsi untuk dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu. xxii

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini berisikan uraian tentang kemampuan mengelola emosi, mahasiswa sebagai individu pada masa dewasa awal, dan hasil penelitian lain. A. Mengelola Emosi 1. Emosi a. Definisi emosi dan perasaan Akar kata emosi ialah movere, kata kerja Bahasa Latin yang berarti “menggerakkan, bergerak”, ditambah awalan “e-“ untuk memberi arti “bergerak menjauh” (Goleman, 2007:7). Selain itu, Chia (1985, dalam Safaria dan Saputra, 2012: 12) mengemukakan bahwa emosi berasal dari kata “e” yang berarti energi dan motion yang berarti getaran. Jadi emosi bisa dikatakan sebagai sebuah energi yang terus bergerak dan bergetar. Menurut Oxford English Dictionary (Goleman, 2007: 411) emosi adalah setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu; setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap. Berbagai definisi emosi dikemukakan oleh banyak ahli, antara lain: Jahja (2011: 59) berpendapat bahwa emosi merupakan suatu keadaan pada diri organisme ataupun individu pada suatu waktu tertentu yang diwarnai dengan adanya gradasi mulai dari tingkatan yang lemah sampai tingkatan yang kuat (mendalam), seperti tidak terlalu kecewa dan sangat kecewa. Emosi adalah keadaan yang 8 xxiii

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 ditimbulkan oleh situasi tertentu; emosi cenderung menimbulkan perilaku yang mengarahkan atau menyingkir terhadap sesuatu. Menurut Goleman (1997, dalam Safaria dan Saputra, 2012: 12) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan bertindak. William James (dalam Sobur, 2009: 399) berpendapat bahwa emosi ialah kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya. Albin (1986: 18) mengemukakan bahwa “emosi dapat merangsang pikiran baru, khayalan baru dan tingkah laku baru”. Emosi yang timbul akan mendorong orang untuk bertingkah laku tertentu. Jahja (2011: 58) mengemukakan bahwa “perasaan dan emosi adalah suatu keadaan kejiwaan pada individu sebagai akibat adanya peristiwa atau persepsi yang dialami oleh individu”. Menurut Chaplin (dalam Jahja, 2011: 61) perasaan adalah keadaan individu sebagai akibat dari persepsi akibat stimulus baik internal maupun eksternal. Sedangkan emosi merupakan reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang lebih kuat. Koentjaraningrat (dalam Sobur, 2009: 426) berpendapat bahwa perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan negatif. Menurut Sinurat (1999: 26) perasaan dapat dirumuskan xxiv

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 sebagai fungsi manusia untuk menghayati nilai suatu objek. Dapat juga diartikan sebagai suatu jenis aktivitas psikhis dengan mana manusia langsung mengalami atau menghayati nilai. Dirgagunarsa (dalam Sobur, 2009: 427) berpendapat bahwa perasaan (feel) mempunyai dua arti. Pertama, ditinjau secara fisiologis, perasaan berarti pengindraan sehingga merupakan salah satu fungsi tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia luar. Kedua, secara psikologis, perasaan yaitu penilaian terhadap suatu hal. Contoh ungkapan penilaian yang dimaksud seperti: “Saya rasa orang itu sedang membicarakan saya”. Dari berbagai definisi mengenai emosi dan perasaan, terlihat jelas perbedaan antara emosi dan perasaan. Dalam emosi terkandung perasaan. Emosi adalah perasaan yang sebegitu intens sehingga terjadi perubahan fisiologis, seperti denyut jantung bertambah cepat bila terkejut, buluroma berdiri kalau takut, bernafas panjang kalau kecewa. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya emosi Ada beberapa faktor yang memperngaruhi timbulnya emosi, antara lain: 1) Faktor belajar Hurlock (1978: 214) mengungkap bahwa hal yang mempengaruhi emosi pada anak adalah faktor belajar. Emosi yang terbentuk akibat faktor belajar akan mempengaruhi perkembangan xxv

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 emosi individu sampai masa dewasanya. Faktor belajar yang dimaksudkan yaitu: (a) Belajar secara coba dan ralat: anak belajar dengan coba-coba untuk mengekspresikan emosinya dalam bentuk perilaku yang memberikan pemuasan terbesar kepadanya, dan menolak prilaku yang memberikan pemuasan sedikit atau sama sekali tidak memberikan kepuasan. Cara belajar ini lebih umum digunakan pada masa anak-anak awal. (b) Belajar dengan cara meniru: anak menunjukkan emosi dan ekspresi yang sama dengan orang-orang yang diamati yaitu dengan cara mengamati hal-hal yang menjadi penyebab munculnya emosi tertentu pada orang lain. (c) Belajar dengan cara mempersamakan diri: anak menirukan reaksi emosional orang lain yang timbul oleh rangsangan yang sama dengan rangsangan yang telah membangkitkan emosi orang yang ditiru. Belajar dengan cara mempersamakan diri memiliki dua perbedaan dengan metode menirukan, yaitu anak hanya menirukan orang yang dikagumi dan mempunyai ikatan emosional yang kuat dengannya, serta motivasi untuk menirukan orang yang dikagumi lebih kuat dibandingkan dengan motivasi untuk menirukan sembarang orang. (d) Belajar melalui pengkondisian: pengkondisian dapat merubah reaksi emosi anak terhadap sesuatu. Reaksi awal pada anak xxvi

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 dapat berbeda dengan reaksi setelah terjadi pengkondisian. Pengkondisian terjadi dengan mudah dan cepat pada tahuntahun awal kehidupan karena anak kecil kurang mampu manalar, kurang pengalaman untuk menilai situasi secara kritis, dan kurang mengenal betapa tidak rasionalnya reaksi mereka. (e) Pelatihan: belajar di bawah bimbingan dan pengawasan. Anak diajarkan cara bereaksi yang dapat diterima jika sesuatu emosi terangsang. Dengan pelatihan, anak dicegah agar tidak bereaksi secara emosional terhadap rangsangan yang membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan. 2) Distorsi kognitif Menurut Burns (1998, dalam Safaria dan Saputra, 2012: 126) distorsi kognitif atau kekacauan kognitif dapat menimbulkan emosi negatif. Ada sepuluh pikiran yang merupakan distorsi kognitif, yaitu: (a) Pemikiran “segalanya atau tidak sama sekali”. Contoh: seorang ketua yang mengatakan “karena saya tidak bisa mengurus anggota saya, maka saya adalah nol besar”. (b) Terlalu mengeneralisasi, yaitu memandang peristiwa yang negatif sebagai sebuah kekalahan tanpa akhir. xxvii

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 (c) Filter mental, yaitu menemukan sebuah hal kecil yang negatif dan terus memikirkannya sehingga pandangan dalam diri individu menjadi gelap. (d) Mendiskualifikasikan yang positif, yaitu menolak pengalamanpengalaman positif. (e) Loncatan kesimpulan, yaitu membuat sebuah penafsiran negatif walau tidak ada fakta yang jelas. (f) Pembesaran, yaitu melebih-lebihkan segala sesuatu. (g) Penalaran emosional, yaitu menganggap bahwa emosi-emosi negatif adalah cerminan realita atau berfokus pada hal-hal yang negatif. (h) Pernyataan harus, yaitu mencoba menggerakkan diri sendiri dengan kata “harus”. (i) Memberi cap salah atau salah memberi cap, yaitu suatu bentuk ekstrem dari overgeneralisasi, selain mengurangi kesalahan dalam diri individu, individu memberi sebuah cap negatif pada diri sendiri. (j) Personalisasi, yaitu memandang diri sebagai penyebab dari suatu peristiwa eksternal yang negatif. c. Macam-macam emosi Pada dasarnya, emosi bisa digolongkan menjadi dua macam, yaitu emosi positif yang memberikan dampak yang menyenangkan dan menenangkan, seperti: tenang, gembira, santai, xxviii

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 senang, dll dan emosi negatif yang dapat membawa dampak tidak menyenangkan dan menyusahkan seperti: sedih kecewa, putus asa, depresi, tidak berdaya, frustrasi, marah, dendam, dll. Menurut Goleman (2007:141) ada beberapa golongan emosi yaitu: 1) Amarah: beringas, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, rasa pahit, berang, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan, benci. 2) Kesedihan: pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihani diri, kesepian, ditolak, dan putus asa. 3) Rasa takut: cemas, takut, gugup, khawatir, was-was, waspada, sedih, tidak tenang, ngeri, takut sekali. 4) Kenikmatan: bahagia, gembira, ringan, puas, riang, terhibur, bangga, kenikmatan indrawi, takjub, terpesona, puas, dll. 5) Cinta: penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, kasih. 6) Terkejut: terkejut, terkesiap, takjub, terpana. 7) Jengkel: hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, mau muntah. 8) Malu: rasa salah, malu hati, kesal hati, sesal, hina, aib, dan hati yang hancur lebur. Winkel dan Hastuti (2004: 384) mengelompokkan emosi/ perasaan ke dalam dua golongan, yaitu perasaan senang dan perasaan tidak senang. Perasaan senang meliputi: merasa akrab, antusias, bahagia, bebas, bergairah atau bersemangat, bangga, bersukacita, xxix

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 cocok, cinta, diakui, damai, enak, geli, kagum, betah, lega, mantap, nyaman, nikmat, optimis, pantas, puas, penuh harapan, penuh harga diri, riang, rindu, syukur, santai, simpati, sabar, terlindung, terhibur, tenang, tertarik, terharu, tabah, terpukau, terpesona, tergugah, dan suka. Sedangkan perasaan tidak senang meliputi: apatis, antipati, asing, benci, bingung, bosan, berat hati, berdukacita, bersalah, curiga, cemburu, canggung, diabaikan, dihina, dendam, dingin, dikerjai, gugup, heran, hampa, hancur, iri hati, jengkel, jera, jauh, khawatir, kecewa, kesepian, kehilangan, iba, kecil hati, lesu, lemah, malu, marah, malas, merana, muak, jijik, pesimis, putus asa, pasrah, panik, patah hati, panas hati, ragu-ragu, prihatin, risih, rendah, sedih, sakit hati, segan, masgul, terancam, tertipu, takut, terkejut, terpukul, tertekan, terpaksa, tidak tega, tidak mampu, tersinggung,tersiksa, terganggu, tersayat, terpojok, tersesat, tercekam, tak berdaya, tegang, goyah, terasing, dan duka. d. Kegunaan emosi Goleman (2007: 4) mengemukakan bahwa emosi berperan dalam pengambilan keputusan seseorang walau emosi bukan merupakan satu-satunya unsur dalam pengambilan keputusan. Selain itu, emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak (Goleman, 2007: 7). Sebagai contoh, rasa takut dapat membuat seseorang bertindak hati-hati atau malah betindak untuk lari. Coleman dan xxx

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Hammen (dalam Sobur, 2009: 400) menyebutkan empat kegunaan emosi, yaitu: 1) Emosi adalah pembangkit energi: tanpa emosi, kita adalah mati. Hidup berarti merasai, mengalami, bereaksi, dan bertindak. Emosi membangkitkan energi kita; marah menggerakkan kita untuk menyerang; takut menggerakkan kita untuk lari, dll. 2) Emosi adalah pembawa informasi: bagaimana keadaan diri kita dapat diketahui dari emosi kita. Jika marah, kita mengetahui bahwa kita dihambat atau diserang orang lain; sedih berarti kita kehilangan sesuatu yang kita senangi; bahagia berarti memperoleh sesuatu yang disenangi. 3) Emosi adalah pembawa pesan dalam komunikasi interpersonal: berbagai penelitian membuktikan bahwa ungkapan emosi dapat dipahami secara universal. Pembicaraan yang menyertakan seluruh emosi, seperti dalam berpidato, dipandang lebih dinamis dan lebih meyakinkan. 4) Emosi merupakan sumber informasi tentang keberhasilan kita: kita mendambakan kesehatan dan mengetahuinya ketika kita merasa sehat walafiat. Kita mencari keindahan dan mengetahui bahwa kita memperolehnya ketika kita merasakan kenikmatan estetis dalam diri kita. Safaria dan Saputra (2012: 16) menyatakan dua kegunaan emosi, yaitu: xxxi

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 1) Emosi adalah bentuk komunikasi: guratan ekspresi yang terlihat pada raut muka dapat menunjukkan emosi seseorang. Guratan ekspresi merupakan bentuk komunikasi yang lebih cepat dari kata-kata. 2) Emosi dapat mengorganisasi dan memotivasi tindakan: secara teoritis, emosi dapat memotivasi perilaku. Pada situasi tertentu, emosi dapat merangsang reaksi untuk menghadapi situasi tersebut. 2. Kemampuan Mengelola Emosi a. Definisi kemampuan mengelola emosi Kemampuan mengelola emosi merupakan kemampuan individu dalam menangani perasaan agar dapat terungkap dengan tepat atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri individu. Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya serta kemampuan untuk bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan (Goleman, 2007: 58). Kata Yunani kuno untuk menyebut kemampuan seseorang dalam mengelola emosi adalah sophrosyne, yang berarti hati-hati dan cerdas dalam mengatur kehidupan sehingga terjadi keseimbangan dan kebijaksanaan yang terkendali. Sedangkan orang-orang Romawi dan gereja-gereja kristen kuno menyebut kemampuan seseorang dalam mengelola emosi adalah xxxii

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 temperantia, yang dapat berarti kendali diri atau pengendalian tindakan emosional yang berlebihan yang tujuannya ialah keseimbangan emosi dan bukan menekan emosi (Goleman, 2007: 77). Goleman (1999: 127) berpendapat bahwa “mengelola emosi oleh diri sendiri tidak hanya berarti meredam rasa tertekan atau menahan gejolak emosi; ini juga bisa berarti dengan sengaja menghayati suatu emosi, termasuk yang tidak menyenangkan”. Kemampuan mengelola emosi adalah kemampuan untuk melepaskan suasana hati yang tidak mengenakkan (Goleman, 2007: 76). Menurut Stone dan Dillehunt (Goleman, 2007: 428) kemampuan mengelola emosi adalah memantau “omongan sendiri” untuk menangkap pesan-pesan negatif seperti ejekan-ejekan tersembunyi; menyadari apa yang ada dibalik suatu perasaan; menemukan cara-cara untuk menangani rasa takut dan cemas, amarah, dan kesedihan. Goleman (Sunar, 2010: 161) berpendapat bahwa mengelola emosi ialah mengolah emosi sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat terhadap pelaksanaan tugas; peka tetapi bukan perasa, sanggup menahan gejolak keinginan hati sebelum tercapainya suatu sasaran; mampu bangkit dari kegagalan dan bertahan dari tekanan emosi. Berdasarkan berbagai pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengelola emosi ialah kemampuan untuk menyadari dan mengungkapkan xxxiii emosi-emosi yang

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 dialaminya, serta menunjukkan adaptabilitas yang baik, kesungguhan, dan sifat dapat dipercaya. Shapiro (1997, dalam Safaria dan Saputra, 2012: 8) menegaskan bahwa “individu yang memiliki kemampuan mengelola emosi akan lebih cakap menangani ketegangan emosi”. Goleman (1999: 129) mengemukakan bahwa “kecakapan mengelola emosi menyiratkan bahwa kita memiliki pilihan bagaimana kita mengungkapkan perasaan“. Seseorang yang gagal mengelola emosi, akan mengalami banyak kesulitan untuk menempuh karier dan mencapai cita-cita, karena prodiktivitasnya tidak optimal (Hariwijaya, 2005: 1). b. Cara mengelola emosi Ada banyak cara yang dikemukakan oleh beberapa ahli untuk mengelola emosi, di antaranya ialah: 1) Mengungkapkan emosi dengan tepat. Johnson (dalam Sinurat, 1999: 47) mengungkap bahwa ada dua cara mengungkapkan emosi, yaitu secara verbal dan nonverbal. Yang dimaksud secara verbal adalah dengan menggunakan kata-kata, baik yang secara langsung mendeskripsikan emosi yang kita alami maupun tidak. Sedangkan yang dimaksud secara nonverbal adalah dengan menggunakan isyarat lain, selain kata-kata, misalnya sorot mata, raut muka, dll. Ada empat cara mendeskripsikan emosi, yaitu: xxxiv

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 (a) Mengidentifikasi atau menyebut nama emosi itu; sebagai contoh, untuk mengungkap emosi kecewa bisa dengan berkata: “saya merasa kecewa”. (b) Kiasan emosi; sebagai contoh “hati saya seperti disayat sembilu” untuk mengungkap emosi pedih karena tersinggung. (c) Menunjukkan bentuk tindakan yang ingin dilakukan; sebagai contoh untuk ungkapan emosi marah dapat mengatakan: “saya merasa seperti ingin menjotos hidungmu”. (d) Kiasan kata-kata; sebagai contoh “saya merasa seperti menari di atas awan” untuk menunjukkan emosi gembira. Jadi, ada dua hal pokok dalam mengungkap emosi secara verbal dan deskriptif yaitu dengan berisikan pernyataan pribadi (saya, aku, dll) dan salah satu dari keempat hal berikut, yakni nama emosi, kiasan emosi, bentuk tindakan yang ditimbulkan oleh emosi, dan kiasan kata-kata. Pengungkapan emosi secara tidak langsung terjadi dalam bentuk: (a) Mencap atau memberi label, contoh: kita tidak menyukai seorang teman, lalu mencap teman itu “Tukang gosip”. xxxv

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 (b) Memerintah, contoh: kita merasa sangat marah pada seseorang, untuk mengungkapkannya kita berkata “Pergi kau!”. (c) Bertanya, contoh: kita jengkel ketika berbicara pada seseorang, maka ungkapannya “Kamu mengerti yang saya bicarakan atau tidak?” (d) Menuduh, contoh: kita sangat kecewa ketika menemukan benda yang kita butuhkan, ungkapan kita “Kau yang mengambil dan menyembunyikannya, ya”. (e) Menyendiri, contoh: seorang gadis iri pada temannya yang banyak memiliki teman lelaki, maka ungkapannya “Kalau mau tahu kiat untuk memikat teman pria silahkan datang ke kamar saya, lho”. (f) Memuji, contoh: seorang pemuda yang tertarik pada seorang gadis, ungkapannya “Wah, baju ini sangat pantas untukmu, kamu terlihat cantik sekali”. (g) Mencela, contoh: seorang sekretaris senior tidak suka pada rekannya yang masih muda, ungkapannya “Ketikan anda ceroboh sekali”. (h) Memberikan sebutan, contoh: mahasiswa sering menyebut seorang dosennya “Killer” untuk mengungkap rasa kesal karena berulang kali gagal menempuh ujian mata kuliahnya. xxxvi

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Pengungkapan secara nonverbal dapat dilakukan dengan menunjukkan perilaku tertentu yang sesuai dengan emosi yang sedang dialami, sebagai contoh emosi senang; wajah tersenyum, dll. Pengungkapan emosi secara verbal dan nonverbal harus sejalan. Adams dan Lenz (1995: 25-29) terdapat tiga macam pengungkapan emosi, yaitu: (a) Non asertif: tidak menyatakan emosi, perkiraan, kebutuhan, keinginan, pendapat kita pada orang lain. Orang yang non asertif selalu berusaha dengan kesadaran penuh untuk menghindari konflik. Mereka lebih banyak bereaksi dari pada beraksi; mereka menggunakan lebih banyak waktu dan energi untuk menanggapi apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain dari pada mengambil inisiatif untuk berkomunikasi dan bertindak atas kemauan sendiri. Maka banyak orang lain mengambil keuntungan dari mereka; membuat keputusan bagi mereka, meremehkan masukanmasukan mereka, bahkan memberi mereka lebih banyak pekerjaan. (b) Agresif: memenuhi keperluan sendiri tetapi bertindak demikian dengan mengorbankan orang lain. Orang-orang agresif terbuka menyatakan emosi, pendapat, dan kebutuhannya tetapi dengan cara menghina, mengabaikan, xxxvii

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 atau menyakiti orang lain. Agresif yang ekstrim dapat membuat hubungan dengan orang lain menjadi rusak. Ada juga agresif pasif, biasanya dilakukan dengan cara memanipulasi orang lain, membohongi mereka, atau dengan diam-diam melawan mereka. (c) Asertif: mengerti apa yang kita perlukan dan inginkan, menjelaskan hal tersebut pada orang lain, bekerja dengan cara kita sendiri untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri sambil tetap menunjukkan hormat kepada orang lain. Bersikap asertif sangat membutuhkan keterbukaan diri secara jujur tanpa melanggar hak dan kebutuhan orang lain. Bersedia menyelesaikan konflik jika timbul konflik. Ini merupakan cara yang terbaik dibandingkan kedua cara sebelumnya. 2) Mengelola emosi dengan Model A-B-C Burns (1998, dalam Safaria dan Saputra 2012: 132) mengemukakan model ABC yang termasuk dalam bagian terapi kognitif sebagai salah satu cara untuk mengelola emosi. Teknik ini bisa dikatakan efektif karena emosi dan pikiran sangat berhubungan erat. Jika kita memiliki pikiran-pikiran positif, emosi kitapun menjadi positif dan begitu juga sebaliknya. Model A-B-C dapat dipahami melalui bagan berikut ini: xxxviii

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 C B Interpretasi Negatif Kecemasan, takut, menyalahkan diri, dll. A Perisitiwa Pencetus B Interpretasi Positif C Optimis, tidak putus asa, dll. Langkah-langkah mengelola emosi dengan model A-B-C ialah sebagai berikut: (a) Pencatatan pikiran negatif: digunakan untuk melatih diri dalam mengenali dan mencatat pikiran-pikiran yang sifatnya mencela atau mengkritik diri sendiri. adapun langkah-langkah menulis catatan harian pikiran negatif: buat tabel yang berisi enam kolom dan pada masing-masing kolom isikan judul kolom yaitu situasi, emosi, pemikiranpemikiran otomatis, distorsi kognitif, tanggapan rasional, dan hasil akhir emosi. Pada kolom situasi, tuliskan kejadian aktual yang menimbulkan emosi negatif, kemudian, tentukan nama emosi yang sedang anda rasakan dan berikan presentase emosi. Tuliskan pemikiran otomatis yang ada, kemudian pilih tipe distorsi kognitif yang terjadi (seperti yang telah dijelaskan sebelumnya). Buatlah tanggapan xxxix

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 rasionalnya dan identifikasi kembali persentase emosi yang dialami. (b) Membuat lembar kesenangan: setelah membuat catatan kognitif, buatlah daftar kegiatan yang menimbulkan rasa senang dan rasa puas dengan membuat kolom yang berisi judul-judul pada tiap kolom yaitu: kegiatan untuk kepuasan, dengan siapa melakukan, kepuasan yang diramalkan, dan kepuasan aktual. (c) Memvisualisasikan keberhasilan: membuat daftar keuntungan dari suatu yang akan dihadapi dan cenderung bersifat tidak menyenangkan. Langkah-langkahnya yaitu dengan membuat daftar pikiran positif terhadap semua yang akan dihadapi, tuliskan sebanyak-banyaknya pikiran positif tesebut. Khayalkanlah hal-hal tersebut sebelum tidur dan usahakanlah dengan kondisi yang rileks. (d) Teknik self control dan self management: teknik ini terdiri atas pencatatan diri, evaluasi diri, dan pengukuhan diri. Pencatatan diri dilakukan dengan cara mencatat segala perilaku baik yang positif maupun negatif dengan tujuan agar individu sadar terhadap perilakunya dan memaknai proses terjadinya perilaku tersebut. Evaluasi diri ialah memberikan nilai kepada diri sendiri antara 50-100 pada setiap perilaku. Penilaian ini bertujuan agar individu dapat xl

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 menilai perilakunya sendiri. Yang terakhir ialah pengukuhan diri. Pengukuhan diri ini bertujuan untuk mempertahankan perilaku yang sudah baik. (e) Teknik problem solving: ada tujuh tahap dalam proses pemecahan masalah, yaitu: (1) Indentifikasi masalah: memahami permasalahan secara jelas dan obyektif. (2) Menetapkan tujuan pemecahan masalah: tentukan tujuan dalam memecahkan masalah, termasuk merumuskan harapan-harapan. (3) Mengembangkan berbagai alternatif solusi sebanyak mungkin: cari alternatif solusi yang benar-benar bisa dilakukan. (4) Mengevaluasi alternatif solusi yang ada: evaluasilah alternatif solusi yang paling mungkin untuk mencapai tujuan. (5) Memilih alternatif solusi terbaik: pilih satu alternatif yang terbaik. (6) Menerapkan solusi tersebut: terapkan dan motivasilah diri sendiri agar dapat menerapkan solusi yang ada dengan menyeluruh. (7) Evaluasi penerapan solusi: menimbang kelemahan dan kelebihan dari solusi yang telah diterapkan. xli

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 c. Aspek-aspek kemampuan mengelola emosi Kemampuan mengelola emosi merupakan salah satu dari kelima aspek kecerdasan emosi (menyadari emosi, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan) yang pada hakikatnya saling berkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lain (Goleman, 1999: 41). Penelitian ini berfokus pada salah satu aspek kecerdasan emosi yaitu aspek mengelola emosi. Menurut Goleman (1999: 42, 115-166) aspek-aspek mengelola emosi meliputi: 1) Pengendalian diri: menjaga agar emosi dan impuls yang merusak tetap terkendali. 2) Sifat dapat dipercaya: memelihara norma kejujuran dan menunjukkan integritas. 3) Sifat bersungguh-sungguh: menunjukkan integritas dan sikap bertanggung jawab dalam mengelola diri sendiri. 4) Adaptabilitas: keluwesan dalam menghadapi perubahan. 5) Inovasi: mudah menerima dan terbuka terhadap gagasan, pendekatan, dan informasi-informasi baru. Secara hierarkis, menyadari emosi merupakan salah satu bagian dari mengelola emosi (Goleman, 1999: 41). Jika ditinjau dari definisi mengelola emosi yang dikemukakan oleh Goleman (2007: 58) terdapat satu unsur yang sangat penting dalam mengelola emosi yaitu mengungkapkan emosi secara tepat. xlii

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan aspekaspek kemampuan mengelola emosi sebagai berikut: 1) Menyadari emosi: Mengenali emosi sendiri dan pengaruhnya. Orang dengan kecakapan ini mampu: (a) Mengetahui emosi mana yang sedang dirasakan berserta alasannya. (b) Mengetahui bagaimana perasaan mempengaruhi kinerja. 2) Mengungkapkan emosi dengan tepat. Orang dengan kecakapan ini mampu: (a) Mengungkapkan emosi secara verbal (b) Mengungkapkan emosi secara nonverbal. 3) Menunjukkan adaptabilitas: keluwesan dalam menghadapi perubahan. Orang dengan kecakapan ini mampu: (a) Terampil menangani pesatnya perubahan situasi. (b) Siap mengubah tanggapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. 4) Menunjukkan sifat bersungguh-sungguh: menunjukkan integritas dan sikap bertanggung jawab dalam mengelola diri sendiri. Orang dengan kecakapan ini mampu: xliii

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 (a) Mematuhi komitmen. (b) Bertanggung jawab untuk memperjuangkan tujuan mereka. (c) Cermat dalam bekerja. 5) Menunjukkan sifat dapat dipercaya: memelihara norma kejujuran dan menunjukkan integritas. orang dengan kecakapan ini mampu: (a) Bertindak menurut etika. (b) Membangun kepercayaan lewat keandalan diri. (c) Berpegang pada prinsip secara teguh. B. Mahasiswa Sebagai Individu Pada Masa Dewasa Awal 1. Definisi masa dewasa awal Hurlock (1990: 246) mengemukakan bahwa istilah adult berasal dari kata kerja Latin yang berarti “tumbuh menjadi kedewasaan”, akan tetapi adult berasal dari kata kerja lampau yaitu adultus yang berarti “telah tumbuh menjadi kekuatan dan ukuran yang sempurna” atau “telah menjadi dewasa”. Oleh karena itu, orang dewasa adalah individu yang telah siap menerima kedudukan dalam masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Menurut Jahja (2011: 246) masa dewasa awal adalah masa pencarian kemantapan dan masa reproduktif. Kisaran usia masa dewasa awal ialah 21-40 tahun. Masa dewasa adalah masa seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Masa dewasa sering dikatakan sebagai xliv

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 masa yang sulit karena pada masa ini individu yang dahulu bergantung pada orangtua, harus belajar untuk mandiri. 2. Emosi pada masa dewasa awal Jahja (2011: 248) mengemukakan bahwa “pada usia 20 tahun dan tidak lebih dari 30 tahun, kondisi emosi individu pada masa ini ialah labil, mereka mudah resah dan memberontak”. Karakteristik emosi pada masa ini ialah sangat bergelora dan mudah tegang serta mengalami banyak kekhawatiran. Hal ini disebabkan oleh tuntutan yang semakin tinggi pada diri mereka. Hurlock (1990: 249) menyatakan bahwa masa dewasa awal merupakan masa ketegangan emosi karena individu mulai memasuki dunia baru, dunia bekerja bahkan berkeluarga. Biasanya individu akan mengalami kebingungan dan keresahan emosi. Kedewasaan emosi pada masa dewasa dapat dilihat dari bagaimana individu mampu mengelola emosinya, yaitu dengan menggunakan akal sehatnya dalam bertindak dan tidak terlarut dalam emosi yang dirasakannya (Jahja, 2011: 251). Menurut Hurlock (1990: 213) kematangan emosi terjadi apabila individu tidak “meledakkan” emosinya di hadapan orang lain, melainkan menunggu waktu dan tempat yang lebih tepat untuk mengungkapkannya. Selain itu, Hurlock (1990: 213) mengemukakan bahwa kematangan emosi nampak ketika individu dapat menilai situasi secara kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara emosional. Ketika individu pada masa ini berhasil mengendalikan emosinya, maka kehidupannya akan bahagia karena dapat bersifat xlv

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 terbuka dalam menghadapi berbagai kenyataan hidup, tabah menghadapi kesulitan dan persoalan hidup, dan dapat merasa puas, serta memiliki lapang dada. C. Hasil Penelitian Lain Peneliti belum menemukan penelitian tentang kemampuan mahasiswa dalam mengelola emosi, maka yang ditemukan adalah penelitian mengenai kemampuan mengelola emosi pada remaja seperti yang ditulis oleh Nadia Fitriansyah (2008) dalam penelitiannya yang berjudul deskripsi kemampuan mengenal emosi dan mengelola emosi pada siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta tahun ajaran 2007/2008 dan implikasinya terhadap topik bimbingan klasikal. Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya masalah yang terjadi pada remaja akibat masa transisi antara masa anak ke masa dewasa seperti masalah emosi. Masalah-masalah emosi yang dialami remaja seperti mengalami gejolak emosi yang kuat akibat perubahan hormon di dalam tubuh. Selain itu, tuntutan-tuntutan dari lingkungan dan permasalahan dalam diri remaja membuat emosi remaja mudah berubahubah. Energi emosi yang besar pada remaja jika tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang cara mengelolanya akan mengakibatkan remaja terjerumus pada hal-hal negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57 siswa (66,7%) sangat mampu mengenal emosinya, 29 siswa (33,3%) cukup mampu mengenal emosinya, dan tak ada siswa yang kurang mampu mengenal emosinya. Sedangkan untuk mengelola emosi, 54 siswa (62,1%) sangat mampu xlvi

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 mengelola emosinya, 33 siswa (37,9%) cukup mampu mengelola emosinya, dan tak ada siswa yang kurang mampu mengelola emosinya. Dari hasil penelitian ini dinyatakan bahwa kemampuan mengenal dan mengelola emosi pada siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta belum ideal. Maka disusunlah topik-topik bimbingan yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan mengenal dan mengelola emosi para siswa kelas X ini. Topiktopik bimbingan tersebut antara lain: (1) mengetahui berbagai macam emosi, (2) membedakan emosi yang dialami, (3) mengungkapkan perasaan, (4) mengetahui kelebihan diri, (5) mengendalikan emosi, (6) bertanggung jawab dengan kesalahan yang pernah dilakukan, (7) peka dengan kata hati. xlvii

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisikan uraian tentang jenis penelitian, subjek penelitian, kuesioner penelitian, validitas dan reliabilitas, prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006: 72). Yang mau dideskripsikan dalam penelitian ini adalah kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya dan usul-usul untuk mempercepat penyelesaian skripsi. B. Subjek Penelitian Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi. Penelitian ini adalah penelitian populasi, karena semua anggota populasi dijadikan subjek penelitian. Angkatan ini yang sedang menulis skripsi berjumlah 72 mahasiswa yang terdiri dari 2 kelas dengan rincian sebagai berikut: 33 xlviii

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 a. Kelas A= 41 mahasiswa. b. Kelas B= 31 Mahasiswa. C. Kuesioner Penelitian Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disusun sendiri oleh peneliti. Item kuesioner ada yang tertutup dan ada yang terbuka (pertanyaan terbuka pada bagian akhir alat). Item kuesioner yang tertutup ada yang favorable yaitu item yang menunjukkan adanya kemampuan mengelola emosi dan ada yang unfavorable yaitu item yang menunjukkan tidak adanya kemampuan mengelola emosi. Item favorable diberi skor sebagai berikut: Sangat Sesuai (4), Sesuai (3), Kurang Sesuai (2), dan Tidak Sesuai (1). Sedangkan item yang unfavorable diberi skor sebagai berikut: Sangat Sesuai (1), Sesuai (2), Kurang Sesuai (3), dan Tidak Sesuai (4). Butir-butir kuesioner bertolak dari lima aspek mengelola emosi yang peneliti simpulkan pada halaman 27-29, yaitu: 1. Menyadari emosi 2. Mengungkapkan emosi secara tepat 3. Menunjukkan adaptabilitas 4. Menunjukkan sifat bersungguh-sungguh 5. Menunjukkan sifat dapat dipercaya Kisi-kisi kuesioner kemampuan mengelola emosi disajikan pada tabel 1. xlix

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Tabel 1. Kisi-kisi Kuesioner Kemampuan Mengelola Emosi No Aspek Mengelola Emosi Indikator Item Fav Item Unfav Mengetahui emosi mana yang sedang dirasakan. Mengetahui bagaimana perasaan mempengaruhi kinerja. 13, 25, 37 1 2, 14, 26 38 Mengungkapkan emosi secara verbal. 3, 27 15, 39, 49 Mengungkapkan emosi dengan tepat Mengungkapkan emosi secara non verbal. 28, 40 4, 16 Menunjukkan adaptabilitas Terampil menangani perubahan situasi. Siap mengubah tanggapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. 41 6, 42 5, 17, 29 18, 30 Mematuhi komitmen. Bertanggung jawab untuk memperjuangkan tujuan mereka. Cermat dalam bekerja. Bertindak menurut etika. Membangun kepercayaan lewat keandalan diri. Berpegang pada prinsip secara teguh. TOTAL 19, 43 8, 20, 44, 50, 54 9, 45 34, 46, 52 11, 23, 35, 53 7, 31 32, 55 24, 36, 48 12 55 1 Menyadari emosi 2 3 4 Menunjukkan sifat bersungguh-sungguh 5 Menunjukkan sifat dapat dipercaya 21, 33, 51 10, 22 47 D. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas dalam pengertian secara umum adalah ketepatan dan kecermatan skala dalam menjalankan fungsi ukurnya (Azwar, 2005:7). Masidjo (1995:244) menjelaskan bahwa validitas adalah taraf sampai di mana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian ini menggunakan validitas isi; butir-butir kuesioner mencerminkan ciri l

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 dari hal yang akan diukur, yaitu kemampuan mengelola emosi. Teknik statistik yang digunakan untuk menganalisa butir-butir kuesioner adalah teknik korelasi product moment . Rumus teknik korelasi product moment adalah sebagai berikut (Arikunto, 2004: 65): Ket: = korelasi produk moment = nilai setiap butir = nilai dari jumlah butir = jumlah responden Pengujian validitas menggunakan patokan 0,30. Jadi, apabila koefisien korelasi butir instrumen sama dengan 0,30 atau lebih dari 0,30 (paling kecil 0,30), maka butir instrumen tersebut dinyatakan valid. Namun apabila koefisien butir instrumen kurang dari 0,30, maka butir instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Proses perhitungan taraf validitas dilakukan dengan cara memberi skor pada butir instrumen dan mentabulasi data mengunakan microsoft office excel 2007. Data yang telah ditabulasi, dimasukan ke dalam SPSS 15 untuk menghitung validitas tiap butir instrumen. Hasil uji validitas dn reliabilitas selengkapnya disajikan dalam lampiran 2. Rincian jumlah item yang valid dan tidak valid disajikan pada tabel 2. li

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Tabel 2. Jumlah Item-item yang Valid dan Tidak Valid No 1 Aspek Mengelola Emosi Menyadari emosi Jumlah Item Item yang valid Item yang gugur 4 37 1, 13, 25 4 14, 38 2, 26 a. Mengungkapkan emosi secara verbal. 5 3, 27, 15, 39, 49 - b. Mengungkapkan emosi secara non verbal. 4 40, 4, 16 28 a. Terampil menangani perubahan situasi. 4 41, 5, 17, 29 - b. Siap mengubah tanggapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. 4 6, 42, 18, 30 - a. Mematuhi komitmen. 4 19, 43, 7, 31 - b. Bertanggung jawab untuk memperjuangkan tujuan mereka. 7 8, 20, 44, 50, 32, 55 54 c. Cermat dalam bekerja. 5 9, 45, 21, 33, 51 - 5 46, 52, 10, 22 34 5 11, 23, 35, 53 47 4 36, 48, 12 24 55 45 10 Indikator a. Mengetahui emosi mana yang sedang dirasakan. b. Mengetahui bagaimana perasaan mempengaruhi kinerja. 2 3 4 5 Mengungkapkan emosi dengan tepat Menunjukkan adaptabilitas Menunjukkan sifat bersungguh-sungguh Menunjukkan sifat dapat dipercaya a. Bertindak menurut etika. b. Membangun kepercayaan lewat keandalan diri. c. Berpegang pada prinsip secara teguh. Jumlah lii

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Uji coba instrumen ini bersifat uji coba terpakai yang berarti peneliti hanya satu kali menyebarkan instrumen untuk dipakai dalam mengumpulkan data penelitian. Butir instumen yang memiliki nilai validitas rendah, yaitu di bawah 0,30 tidak dipakai dalam analisa data. 2. Reliabilitas Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya (Masidjo, 1995:209). Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan teknik belah dua dari Spearman Brown (split half), dengan rumus berikut ini. ri = Keterangan: ri = reliabilitas internal seluru instrument rb = Korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua. Hasil perhitungan reliabilitas instrumen adalah 0,937. Menurut kriteria Guilford (dalam Masidjo, 1995: 209) yang disajikan pada tabel 3, hasil ini termasuk sangat tinggi. Tabel 3. Kriteria Guilford No 1 2 3 4 5 Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 negatif – 0,20 liii Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 E. Prosedur Pengumpulan Data Peneliti memperoleh data yang dibutuhkan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Mengumpulkan data mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi. 2. Menjabarkan aspek-aspek kemampuan mengelola emosi ke dalam indikator-indikator. 3. Menyusun butir-butir kuesioner yang sesuai dengan indikator-indikator kemampuan mengelola emosi. 4. Uji coba alat (kuesioner) dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Uji coba kuesioner dalam penelitian ini merupakan uji coba terpakai. Hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu. Ujicoba dilakukan pada tanggal 05- 12 Mei 2014. F. Teknik Analisis Data Data dianalisis dengan langkah-langkah berikut: 1. Memberi skor pada item kuesioner dilakukan dengan cara memberikan nilai dari angka 1 sampai 4 berdasarkan norma skoring yang berlaku dengan melihat sifat pernyataan favorable atau unfavorable. 2. Membuat tabulasi data dan menghitung skor total dari masing-masing item kuesioner dan skor rata-rata butir dengan mengunakan microsoft office excel. 3. Menghitung uji koefisien validitas instrumen kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam liv

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 mengelola emosinya dengan menggunakan rumus Product Moment dari Pearson melalui program komputer SPSS 15. 4. Menghitung koefisien reliabilitas instrumen kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya dengan menggunakan teknik belah dua dari Spearman Brown (split half ). 5. Mengkategorisasi tingkat kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya dengan menggunakan pengkategorisasian yang kategorisasi digunakan jenjang ordinal. berpedoman pada Norma norma pengkategorisasian yang dikemukakan oleh Azwar (2007: 109). Terdapat tiga jenjang kategorisasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rendah/ kurang mampu, sedang/ cukup mampu, dan tinggi/ sangat mampu. Norma kategorisasi dapat dilihat pabda tabel 4. Tabel 4. Norma Kategorisasi Penghitungan Skor Keterangan X ≤ [µ-1,0(σ)] Rendah [µ-1,0(σ)] ≤ X < [µ+1,0(σ)] Sedang [µ+1,0(σ)] ≤ X Tinggi lv

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Keterangan: Skor maksimum teoritik Skor minimum teoritik Standar deviasi (σ / sd) µ (mean teoritik) : Skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitian berdasarkan perhitungan skala : Skor terendah yang diperoleh subjek penelitian menurut perhitungan skala : Luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran : Rata-rata teoritis skor maksimum dan minimum lvi

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN USULAN UPAYA-UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN MAHASISWA DAN PIHAK PRODI BK USD UNTUK MEMPERCEPAT PENYELESAIAN SKRIPSI Pada bab ini disajikan hasil penelitian, pembahasan hasil penelitian, upaya-upaya yang dapat dilakukan mahasiswa dan pihak prodi BK USD untuk mempercepat penyelesaian skripsi, dan keterbatasan penelitian. A. Hasil Penelitian 1. Kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya Norma yang digunakan untuk mengelompokkan tinggi rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengelola emosinya sudah disajikan dalam bab 3. Dengan mengikuti norma kategorisasi tersebut, diperolehlah hasil perhitungan sebagai berikut: X maksimum teoritik : 4 x 45 = 180 X minimum teoritik : 1 x 45 = 45 Luas jarak : 180 – 45 = 135 σ (standar deviasi) : 135 : 6 = 22,5 µ (mean teoritik) : (180+45) : 2 = 112,5 Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapatlah dilihat kategori kemampuan mahasiswa dalam mengelola emosinya seperti yang disajikan dalam tabel 5. 42 lvii

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 5. Kategori Kemampuan Mahasiswa Prodi BK USD Angkatan 2010 yang Sedang Menulis Skripsi dalam Mengelola Emosinya. Formula Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Kategori X ≤ [µ-1,0(σ)] ≤ 90 0 0% Rendah/ Kurang mampu [µ-1,0(σ)] ≤ X < [µ+1,0(σ)] 91 – 135 42 58, 3% Sedang/ Cukup mampu [µ+1,0(σ)] ≤ X 135 ≤ 30 41,6% Tinggi/ Sangat mampu Dari tabel 5 tampak bahwa: a. Ada 30 (41,6%) mahasiswa yang tergolong sangat mampu (tinggi) mengelola emosinya. b. Ada 42 (58,3%) mahasiswa yang tergolong cukup mampu (sedang) mengelola emosinya. c. Tidak ada (0%) mahasiswa yang tergolong kurang mampu (rendah) mengelola emosinya. Dari hasil penelitian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi termasuk cukup mampu mengelola emosinya. 2. Usul mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 untuk mempercepat penyelesaian skripsi Usul mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 untuk mempercepat penyelesaian penulisan skripsi diungkap dengan menggunakan kuesioner terbuka. Usul-usul responden peneliti kelompokkan menjadi tiga, yaitu: lviii

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 a. Usul-usul yang diharapkan dari pihak dosen pembimbing. b. Usul-usul yang diharapkan dari pihak prodi BK USD. c. Usul-usul yang diharapkan dari pihak mahasiswa. Usul-usul mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 untuk mempercepat penyelesaian skripsi disajikan pada tabel 6. Tabel 6. Usul-usul Mahasiswa Prodi BK USD Angkatan 2010 untuk Mempercepat Penyelesaian Skripsi Usul yang Diharapkan Dari No 1. 2. 3. Dosen pembimbing 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Pihak prodi BK 16. 17. Usulan Mahasiswa Memberikan jadwal bimbingan yang tetap pada mahasiswa. Melaksanakan bimbingan secara konsisten pada waktu yang telah dijanjikan. Memberikan waktu luang yang lebih untuk mahasiswa dapat mengkonsultasikan skripsinya. Memberikan motivasi pada mahasiswa. Memberikan arahan yang jelas tetapi tidak memaksakan pendapatnya pada mahasiswa. Memberikan ketegasan berupa sanksi pada mahasiswa yang tidak hadir pada jam bimbingan. Memberikan revisian yang konsisten. Tidak mempersulit mahasiswa. Membuat kegiatan khusus berupa seminar tentang cara-cara yang efektif dalam menulis skripsi. Penetapan dosen pembimbing untuk mahasiswa dilakukan lebih awal. Mengadakan bimbingan klasikal angkatan. Mengadakan kegiatan rutin agar mahasiswa tetap rutin datang ke kampus. PPL dan KKN sudah selesai sebelum semester 8. PPL dikurangi waktunya. Menetapkan mahasiswa agar lulus TKBI (Tes Kemampuan Berbahasa Inggris) sebelum semester 8. Pembagian yang rata untuk tugas para dosen agar dosen dapat membimbing skripsi dengan fokus. Mengadakan fasilitas seperti buku-buku yang terkait dengan ilmu BK. lix Frekuensi Persentase 6 8,3% 8 11,1% 5 6,7% 6 4 8,3% 5,5% 1 1,4% 2 11 4 2,8% 15,3% 5,5% 3 4,2% 3 1 4,2% 1,4% 10 4 1 13,8% 5,5% 1,4% 1 1,4% 2 2,8%

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 18. 19. 20. 21. Mahasiswa 22. 23. 24. 25. Fokus dan berkomitmen pada skripsi. Rajin hadir pada jam bimbingan. Proaktif. Giat mencari buku-buku yang menunjang penulisan skripsi. Berani menolak hal-hal yang memperlama penulisan skripsi. Membuat target peribadi. Bergaul dengan teman-teman yang memiliki motivasi yang tinggi dalam mengerjakan skripsi. Memotivasi diri. 4 7 4 1 5,5% 9,7% 5,5% 1,4% 2 2,8% 1 1 1,4% 1,4% 7 9,7% Ada 10 responden yang tidak memberikan usul untuk mempercepat penyelesaian skripsi. B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Pembahasan hasil penelitian mengenai kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi termasuk cukup mampu dalam mengelola emosinya. Hasil penelitian ini berbeda dengan dugaan awal peneliti. Kemungkinan yang membuat hasil penelitian berbeda dengan dugaan awal peneliti adalah sebagian besar mahasiswa memiliki motivasi yang tinggi terhadap penulisan skripsi. Kesan peneliti ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan peneliti terhadap mahasiswa yang adalah teman-teman seangkatan peneliti. Faktor yang mempengaruhi tingginya motivasi mahasiswa angkatan ini antara lain sikap para dosen yang sebenarnya mendukung mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian skripsi. Peneliti juga mendapat kesan bahwa beberapa subjek ingin memberikan jawaban yang menyenangkan. Kesan lx

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 peneliti ini berdasarkan pengamatan peneliti saat mengawasi pengisian kuesioner. Kemampuan mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi dalam mengelola emosinya tergolong cukup mampu boleh jadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain 1) mahasiswa mampu menyadari berbagai emosi yang dialaminya sewaktu menulis skripsi, 2) mahasiswa mampu mengungkapkan emosinya secara tepat, 3) mahasiswa mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan, 4) mahasiswa memiliki kesungguhan hati untuk dapat menyelesaikan skripsinya dengan cepat, 5) mahasiswa memiliki inisiatif dan tidak terpaku oleh keadaan, 6) mahasiswa mampu menjaga pikiran yang positif, dan 7) lingkungan yang mendukung tercapainya tujuan mahasiswa, yaitu menyelesaikan skripsi dengan cepat. Safaria dan Saputra (2012: 14) mengemukakan bahwa “orang yang mampu memahami emosi apa yang sedang mereka alami dan rasakan, akan lebih mampu mengelola emosinya”. Individu yang menyadari emosi dapat menghayati suatu emosi termasuk emosi yang negatif yang memungkinkannya mengelola emosinya (Goleman, 1999: 127). Berbagai macam emosi dapat dialami sewaktu menulis skripsi, baik emosi negatif dan positif. Peneliti menduga kemampuan mahasiswa dalam menyadari emosi dipengaruhi oleh faktor belajar. Mahasiswa belajar mengenai macam-macam emosi dan bagaimana membedakan emosi dengan pikiran dalam perkuliahan. Karena itu mahasiswa kiranya sudah cukup mampu memahami emosi. Kemampuan ini juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan berefleksi. Selama perkuliahan, lxi

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 beberapa dosen prodi BK mengajak mahasiswa berefleksi sehingga mahasiswa terlatih untuk berefleksi. Kemampuan mengungkapkan emosi dengan tepat merupakan salah satu cara mengelola emosi yang diperlukan untuk mencapai kesejahteraan psikologis (Safaria dan Saputra, 2012: 14). Kemampuan mahasiswa dalam mengungkapkan emosi dengan tepat bisa jadi dipengaruhi oleh faktor belajar. Salah satu mata kuliah yaitu komunikasi antar pribadi misalnya, mahasiswa mendapat pelajaran tentang bagaimana mengungkapkan emosi dengan tepat. Faktor lain adalah hubungan yang baik dengan dosen. Sebagian besar mahasiswa dekat dengan dosen, sehingga bisa jadi mahasiswa tidak canggung untuk mengungkapkan emosi yang dialaminya. Kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan memungkinkan individu bersikap tenang dalam menghadapi berbagai situasi (Goleman, 1999: 124). Kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan ditunjukkan melalui sikap mahasiswa terhadap perubahan. Perubahan-perubahan yang mungkin terjadi selama menulis skripsi ialah perubahan jadwal bimbingan, revisi skripsi, perubahan situasi dan kondisi, dll. Kemampuan untuk tetap merasa nyaman di tengah ketidak pastian dan kemampuan untuk tetap merasa tenang di tengah keadaan yang mendesak merupakan wujud dari penyesuaian diri yang baik. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan tampaknya dipengaruhi oleh kemampuan mahasiswa untuk menemukan alternatif baru. Sebagai contoh ketika mahasiswa akan bimbingan skripsi tetapi dosen pembimbing tidak hadir, mahasiswa membuat alternatif untuk dikerjakan lxii

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 seperti meminta bantuan teman untuk membantu mengoreksi skripsinya. Alternatif baru membuat mahasiswa tidak terpaku oleh perubahan melainkan mencari jalan keluar untuk mengatasi perubahan. Goleman (1999: 149) mengemukakan bahwa “kesungguhan hati adalah pangkal sukses dalam semua bidang”. Kesungguhan hati mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya dipengaruhi oleh motivasi yang kuat dan target yang jelas. Motivasi yang kuat dan target yang jelas membuat mahasiswa mampu mengelola emosinya. Kesungguhan hati ditunjukkan dengan usaha dalam mencapai target penulisan skripsi, usaha untuk mencari buku-buku yang relevan, dan segala macam daya juang yang diperlukan dalam menyelesaikan skripsi. Mahasiswa yang memiliki inisiatif dan tidak terpaku oleh keadaan menunjukkan kemauan memperbaiki kekurangannya dalam menulis skripsi, keberanian mengambil keputusan sendiri tanpa menunggu arahan dari dosen, inisiatif untuk mengerjakan skripsi semampunya tanpa menunggu perintah dari dosen, dll. Sikap ini menunjukkan sifat dapat dipercaya. Sikap-sikap ini dipengaruhi oleh kesadaran akan pentingnya inisiatif diri dalam penyelesaian skripsi. Pikiran dapat mengubah emosi (Safaria dan Saputra, 2012: 125). Pikiran positif membantu mahasiswa dalam mengelola emosi karena pikiran positif dapat menimbulkan emosi positif dan menyingkirkan emosi negatif. Emosi negatif dapat timbul akibat kekacauan pikiran atau distorsi kognitif yang dijelaskan pada halaman 13-14. Jika mahasiswa terus memikirkan sesuatu yang lxiii

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 negatif dan berfokus pada yang negatif maka bisa jadi mahasiswa kehilangan motivasinya untuk menulis skripsi dan mengalami depresi, kecemasan, dll. Mahasiswa dapat semakin mampu mengelola emosi kalau mahasiswa memiliki pikiran yang positif. Lingkungan dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan mengelola emosi. Lingkungan yang mempengaruhi mahasiswa dapat mengelola emosinya dengan baik antara lain pergaulan dengan temanteman seangkatan yang memiliki motivasi yang tinggi dalam mennyelesaikan skripsi, adanya dukungan dan target penyelesaian skripsi dari dosen pembimbing, adanya dukungan dari orang-orang terdekat seperti orangtua, dll. Dengan memiliki kemampuan mengelola emosi, hidup mahasiswa akan lebih produktif. Mahasiswa yang mampu mengelola emosi akan dapat menyelesaikan tugas dengan cepat, meraih sukses lebih cepat, mendapatkan kesejahteraan emosi dan kebahagiaan. Mahasiswa yang mampu mengelola emosi akan lebih objektif dan realistis dalam menganalisis permasalahannya (Safaria dan Saputra, 2012: 9). Agar mahasiswa dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kemampuan mengelola emosinya, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain 1) berusaha untuk selalu menyadari berbagai emosi yang terjadi pada diri dengan banyak berefleksi, 2) berani mengungkapkan emosi secara tepat, 3) berusaha menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan situasi, 4) memiliki kesungguh-sungguhan, 5) memiliki inisiatif dan tidak terpaku oleh keadaaan, 6) selalu berpikir positif, 7) menempatkan diri di lxiv

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 lingkungan yang menunjang tercapainya tujuan, 8) menemukan cara-cara untuk menangani berbagai perasaan negatif yang dialami. Hal yang perlu dilakukan oleh orang tua agar kemampuan mengelola emosi mahasiswa dapat tetap dipertahankan tinggi, antara lain 1) terus memberi dukungan berupa kata-kata positif pada mahasiswa untuk penyelesaian skripsinya, 2) memberikan target penyelesaian skripsi pada mahasiswa sesuai dengan kemampuan mahasiswa, 3) tidak menekan mahasiswa dengan sikap otoriter. 2. Pembahasan hasil penelitian mengenai usul mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 untuk mempercepat penyelesaian skripsi Berdasarkan data yang diperoleh dari pengisian kuesioner terbuka tentang usulan mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian skripsi diperoleh hasil sebagai berikut: a. Ada 8 usulan yang diharapkan dari pihak dosen pembimbing. b. Ada 9 usulan yang diharapkan dari pihak prodi BK. c. Ada 8 usulan yang diharapkan dari pihak mahasiswa. Usulan dengan persentase tertinggi yang diharapkan dari pihak dosen pembimbing adalah memberikan jadwal bimbingan yang tetap pada mahasiswa dan memberikan motivasi pada mahasiswa. Usulan ini bisa jadi dilatar belakangi oleh pengalaman mahasiswa selama melaksanakan bimbingan dengan dosen pembimbingnya. Mahasiswa merasa dosen belum memberikan jadwal bimbingan yang jelas sehingga mahasiswa terhambat dalam penulisan skripsinya. Jadwal bimbingan yang tidak jelas cepat menimbulkan rasa jenuh lxv

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 dan malas. Mahasiswa juga merasa bahwa dosen kurang memberikan motivasi pada mahasiswa. Sebagian mahasiswa bisa jadi belum memiliki motivasi yang kuat dan masih membutuhkan motivasi dari orang lain untuk menyelesaikan skripsinya. Usulan dengan persentase tertinggi yang diharapkan dari pihak prodi BK adalah pelaksanaan PPL dan KKN selesai sebelum semester 8 sehingga pada semester 8 mahasiswa dapat memfokuskan perhatiannya pada penulisan skripsi. Menurut kurikulum yang berlaku, KKN berada pada semester 8 dan masih ada tiga kali PPL dalam jarak waktu yang berdekatan di semester 7. Ini bisa membuat mahasiswa tidak dapat memfokuskan perhatiannya pada pengerjaaan skripsi karena masih memiliki kewajiban untuk menyelesaikan laporan KKN dan bahkan laporan PPL yang belum selesai. Usulan dengan persentase tertinggi yang diharapkan dari pihak mahasiswa adalah rajin datang pada jam bimbingan dan memotivasi diri. Rajin datang bimbingan sangat membantu percepatan dalam penyelesaian skripsi karena dengan rajin pada jam bimbingan mahasiswa akan memiliki kemajuan dalam penulisan skripsinya. Memotivasi diri dapat menjadi salah satu cara dalam mengelola emosi karena di dalam memotivasi diri terdapat usaha untuk bangkit dari perasaan-perasaan negatif yang akan mamperlambat penyelesaian skripsi. Semua usulan mahasiswa pada dasarnya akan membantu mempercepat penyelesaian penulisan skripsi. Namun beberapa usulan mengarah pada hal-hal yang terjadi di luar diri mahasiswa, seperti dosen diharapkan memberikan motivasi pada mahasiswa, dosen diharapkan memberi lxvi

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 sanksi bagi mahasiswa yang tidak hadir pada jam bimbingan, dosen tidak mempersulit mahasiswa, dan prodi BK diharapkan membuat kegiatan rutin agar mahasiswa tetap rutin datang ke kampus. Usulan-usulan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa masih tergantung pada hal-hal di luar dirinya dalam menyelesaikan skripsi. Mahasiswa belum memiliki kesadaran diri untuk berfokus pada apa yang bisa dilakukannya sendiri untuk menyelesaikan skripsinya. C. Upaya-Upaya yang Dapat Dilakukan Mahasiswa dan Pihak Prodi BK USD untuk Mempercepat Penyelesaian Skripsi Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang disajikan di depan, berikut ini diusulkan beberapa upaya yang dapat dilakukan mahasiswa dan pihak prodi BK USD untuk mempercepat penyelesaian skripsi. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh mahasiswa sendiri untuk dapat mempercepat penyelesaian skripsinya antara lain 1) menyadari emosi-emosi yang dialami sewaktu menulis skripsi, 2) menemukan cara untuk menangani emosi negatif yang dialami, 3) berusaha menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan situasi sewaktu menulis skripsi, 4) menetapkan target pribadi, 5) proaktif dalam mengerjakan skripsi (berfokus pada apa yang dapat dikerjakan sendiri), 6) rajin hadir pada jam bimbingan, 7) memotivasi diri sendiri, 8) selalu berpikir positif, 9) rajin membaca buku yang berkaitan dengan topik skipsi, 10) berfokus pada penyelesaian skripsi dan berani menolak hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian dari penyelesaian skripsi, 11) menempatkan diri dilingkungan yang lxvii

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 memiliki motivasi tinggi dalam menulis skripsi, 12) memiliki rasa hormat pada dosen pembimbing. Upaya yang dapat dilakukan oleh pihak prodi BK untuk membantu mahasiswa mempercepat penyelesaian skripsi antara lain 1) membuat kegiatan yang dapat memicu motivasi mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian skripsinya, 2) menilik ulang kurikulum yang ada untuk mempersiapkan mahasiswa mempercepat penyelesaian skripsinya, 3) memberikan penghargaan pada mahasiswa yang mampu menyelesaikan skripsinya tepat waktu. D. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan penelitian ini adalah tidak melakukan expert judgement. Expert judgement yang seharusnya dilakukan oleh ahli seperti ahli bahasa Indonesia dan ahli pendidikan tidak dapat terlaksana. Instrumen penelitian ini hanya dikoreksi oleh dosen pembimbing dan beberapa teman. lxviii

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Pada bab ini dipaparkan kesimpulan dan saran. Bagian kesimpulan memuat kesimpulan dari penelitian. Bagian saran memuat saran untuk beberapa pihak. A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan adalah mahasiswa prodi BK USD angkatan 2010 yang sedang menulis skripsi memiliki kemampuan yang cukup tinggi dalam mengelola emosinya. B. Saran Berikut ini dikemukakan saran bagi beberapa pihak: 1. Pihak prodi BK USD Pihak prodi BK USD hendaknya membuat kegiatan yang dapat memicu motivasi mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian skripsinya dan menilik ulang kurikulum yang ada untuk mempersiapkan mahasiswa mempercepat penyelesaian skripsinya. 2. Peneliti lain a. Dalam menyusun kuesioner hendaknya digunakan bahasa yang mudah dipahami oleh subjek penelitian. b. Peneliti secara tatap muka memberikan kuesioner kepada responden dan memperhatikan selama subjek mengisi kuesioner. 54 lxix

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 c. Mengemukakan secara lisan pendahuluan kuesioner agar responden memahami perintah dari pengisian kuesioner. d. Dalam menyusun kisi-kisi kuesioner hendaknya dibuat keseimbangan jumlah item pada setiap aspek dan indikator. e. Mengingat pentingnya kemampuan mengelola emosi, peneliti lain diharapkan mengadakan penelitian yang lebih mendalam mengenai kemampuan mengelola emosi sehingga didapatkan gambaran yang menyeluruh. lxx

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Adams, Linda dan Lenz, Elinor. 1995. Jadilah Diri Anda Sendiri: Efektifitas pribadi dalam hidup dan hubungan anda. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Albin, Rochelle Semmel. 1986. Emosi: Bagaimana Mengenal, Menerima dan Mengarahkannya. Yogyakarta: Kanisius. Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rieneka Cipta. Azwar. S. 2005. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Azwar, Saifudin. 2007. Penyusunan Skala Psikologis, Ed. 2. Yogyakarta: PustakaPelajar. Goleman, Daniel. 1999. Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi (terjemahan). Jakarta: Gramedia Pustaka. Goleman, Daniel. 2007. Kecerdasan Emosional: Mengapa EI Lebih Penting daripada IQ. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hariwijaya, M. 2005. Tes EQ: Tes Kecerdasan Emosional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak. Jilid 1. Alih bahasa: dr. Med Meitasari Tjandrasa dan Dra. Muslichah Zarkasih. Jakarta: Erlangga. Hurlock, Elizabeth B. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga. Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana. Januarti, R. 2009. Hubungan antara Persepsi terhadap Dosen Pembimbing dengan Tingkat Stress dalam Menulis Skripsi [Skripsi]. Univerversitas Muhammadiyah Surakarta. Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Safaria, Triantoro dan Saputra, N.E. 2012. Manajemen Emosi. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Sinurat, R. H. Dj. 1999. Reader Mata Kuliah Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sobur, Alex. 2009. Psikologi Umum. Bandung: CV Pustaka Setia. 56 lxxi

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya . Sunar, Dwi. 2010. Edisi Lengkap Tes IQ, EQ & SQ: Cara Mudah Mengenali dan Memahami Kepribadian Anda. Yogyakarta: FlashBooks. Winkel, W.S. dan Hastuti, Sri. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT. Gramedia. lxxii

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN I Kuesioner Penelitian lxxiii

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kuesioner Mengelola Emosi Pengantar: Dengan ini saya memohon kesediaan anda untuk mengisi kuesioner ini yang dimaksudkan untuk menggali pengalaman anda sendiri dalam mengelola emosi. Diharapkan anda menjawab secara jujur, sesuai dengan pengalaman anda yang sesungguhnya. Nama tidak perlu dicantumkan. Atas kesediaanya saya ucapkan terimakasih. Hormat saya, Elisabeth Pethrisia Purnomo Petunjuk Pengisian Instrumen: Berikut ini disajikan sejumlah pernyataan mengenai pengalaman anda dalam mengelola emosi. Seberapa sesuai maksud masing-masing pernyataan berikut dengan pengalaman anda? Berilah tanda centang (√) pada kolom alternatif jawaban yang sesuai bagi anda. Alternatif jawaban adalah sebagai berikut: Sangat Sesuai : SS Sesuai :S Kurang Sesuai : KS Tidak Sesuai : TS Selamat Mengerjakan, GBU  58 lxxiv

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Alternatif jawaban: SS : Sangat Sesuai No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 S : Sesuai KS : Kurang Sesuai Seberapa sesuai maksud masing-masing pernyataan berikut dengan pengalaman anda? Saya sulit mengidentifikasi perasaan negatif yang saya alami ketika dosen tidak jadi hadir pada jam bimbingan yang disepakati. Saya sadar bahwa bila saya jengkel pada dosen pembimbing, saya menjadi tidak fokus mengerjakan skripsi. Saya menyatakan perasaan saya kepada dosen pembimbing dengan cara menyebutkan perasaan apa yang saya alami. Saya berusaha menunjukkan muka yang ramah pada dosen pembimbing meskipun saya sangat jengkel padanya. Saya bingung dan tidak tahu mau melakukan apa ketika saya jenuh mengerjakan skripsi. Saya mudah menyesuaikan diri dengan perubahan jadwal bimbingan skripsi. Saya sering tidak tepat waktu dalam mengumpulkan revisian skripsi saya. Saya bersemangat untuk terus sungguh-sungguh berusaha agar skripsi saya menjadi skripsi yang baik. Saya menyadari tujuan atau manfaat dari menulis skripsi. Dalam hati saya mencaci dosen pembimbing yang tidak konsisten dengan koreksinya pada skripsi saya. Saya menunjukkan kemajuan dalam penulisan skripsi saya di setiap minggunya. Saya menerima ajakan teman untuk jalan-jalan saat saya seharusnya menulis skripsi. Saya menyadari perasaan-perasaan negatif yang saya alami sewaktu berhadapan dengan dosen pembimbing. Saya sadar bahwa ketika saya merasa senang, saya menjadi bersemangat mengerjakan skripsi. Saya memilih untuk diam saja ketika saya merasa kecewa pada dosen pembimbing. Saya biasa mengangguk-anggukkan kepala agar dosen mendapat kesan bahwa saya memahami yang ia katakan sekalipun saya tidak memahaminya. Banyaknya hal yang harus saya revisi membuat saya malas mengerjakan skripsi. Saya menjadi pesimis dan kurang bersemangat ketika saya tidak berhasil mencapai target yang saya tetapkan dalam penulisan skripsi saya. lxxv TS : Tidak Sesuai SS Alternatif Jawaban S KS TS

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Alternatif jawaban: SS : Sangat Sesuai S : Sesuai KS : Kurang Sesuai No Seberapa sesuai maksud masing-masing pernyataan berikut dengan pengalaman anda? 19 Saya selalu memenuhi janji saya pada dosen pembimbing. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Saya berusaha mencapai kemajuan dalam penulisan skripsi saya setiap minggunya. Ada kalanya saya tergoda mengerjakan hal lain yang lebih menyenangkan dari pada mengerjakan skripsi. Saya menjelek-jelekkan dosen pembimbing skripsi saya pada teman-teman karena tidak menepati janjinya. Saya berinisiatif untuk memperbaiki kelemahan saya dalam hal tata tulis. Saya mengabaikan kesempatan untuk melakukan hobi saya pada waktu saya harus mengerjakan skripsi. Saya menyadari perasaan-perasaan positif yang saya alami ketika ada kemajuan dalam penulisan skripsi saya. Saya sadar bahwa jika hati saya tidak enak, saya sukar berkonsentrasi dalam mengerjakan skripsi. Saya selalu menggunakan kata”saya merasa....” ketika saya ingin mengungkapkan apa yang saya rasakan pada dosen pembimbing. Saya selalu menunjukkan kebingungan saya dengan melipat kening saat saya tidak paham terhadap penjelasan dosen pembimbing. Saya sulit bersemangat kembali dalam mengerjakan skripsi setelah beberapa waktu tidak mengerjakannya. Saya berlarut dalam rasa tidak menentu ketika mengalami masalah hingga skripsi saya terbengkalai. Saya mengabaikan harapan orangtua saya untuk dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu. Saya kurang berusaha mencari buku-buku yang dapat menunjang penulisan skripsi saya. Saya mengerjakan skripsi saya hanya saat saya senang. Saya bisa memahami dan menghargai kesibukan dosen pembimbing skripsi saya. Saya rajin datang berkonsultasi dengan dosen pembimbing pada waktu yang telah disepakati sebelumnya bersama dosen pembimbing. Saya memiliki keinginan yang kuat untuk dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu. lxxvi TS : Tidak Sesuai SS Alternatif Jawaban S KS TS

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Alternatif jawaban: SS : Sangat Sesuai No 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 S : Sesuai KS : Kurang Sesuai Seberapa sesuai maksud masing-masing pernyataan berikut dengan pengalaman anda? Saya mampu menyadari berbagai macam perasaan yang saya alami selama menulis skripsi. Saya tidak tahu harus melakukan apa ketika saya jengkel karena tidak mendapatkan buku yang saya cari. Saya memendam sendiri rasa sakit yang saya alami apabila saya jengkel pada dosen pembimbing. Saya selalu menunjukkan rasa senang saya dengan tersenyum pada dosen pembimbing karena masukannya membuat saya tahu apa yang sebaiknya saya lakukan. Walaupun waktu penyelesaian skripsi mendesak, saya tetap tenang dan dapat berpikir jernih dalam mengerjakan skripsi. Banyaknya revisian dari dosen membuat saya semakin bersemangat mengerjakan skripsi. Saya memiliki komitmen yang besar dalam penulisan skripsi saya. Saya memiliki daya juang yang tinggi dalam penyelesaian skripsi saya. Saya konsisten mengerjakan skripsi sesuai jadwal pribadi yang saya buat. Saya sangat menghormati dosen pembimbing skripsi saya. Saya sebegitu mengharapkan arahan dari dosen dan kurang berani melakukan apa yang sebenarnya tepat menurut perkiraan saya. Saya mampu memutuskan sendiri apa yang perlu saya lakukan untuk mencapai kemajuan dalam penulisan skripsi saya. Saya memberikan julukan yang negatif kepada dosen pembimbing ketika saya marah padanya. Ketika dosen pembimbing menyuruh mengerjakan sesuatu yang sulit bagi saya, saya tetap mengerjakannya semampu saya. Ada kalanya saya tidak membaca dengan teliti konsep saya sebelum menyerahkannya kepada dosen pembimbing. Sekasar apapun omongan dosen pembimbing pada diri saya, saya tetap berusaha menangkap maksud baiknya. Saya beberapa kali tidak datang pada jam bimbingan karena saya tidak senang pada dosen pembimbing saya. lxxvii TS : Tidak Sesuai SS Alternatif Jawaban S KS TS

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 54 55 Saya tidak terlalu terpengaruh secara negatif oleh cercaan dosen dan saya terus berusaha melakukan apa yang baik menurut saya. Saya malas mengerjakan skripsi karena saya menduga bahwa dosen pembimbing tidak serius membimbing saya. Pertanyaan Terbuka Apa usul anda supaya penyelesaian penulisan skripsi di Prodi BK lebih cepat? lxxviii

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN II Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas lxxix

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Corrected itemTotal corelation 0,226 -0,154 0,364 0,395 0,426 0,459 0,364 0,426 0,582 0,392 0,542 0,526 0,054 0,303 0,352 0,394 0,557 0,346 0,563 0,597 0,483 0,479 0,392 0,127 0,223 -0,144 0,451 -0,255 0,536 0,604 0,591 0,669 0,654 0,200 0,630 0,581 0,417 0,466 0,539 0,318 0,514 63 lxxx Keputusan Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 0,663 0,592 0,665 0,345 0,497 0,165 0,435 0,360 0,415 0,340 0,348 0,330 0,058 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Reliability Statistics Part 1 Value 0,738425 N of 28 Items Part 2 Value 0,592265 N of Items 28 Total N of Items 56 Correlation Between Forms 0,882037 Spearman-Brown Coefficient Equal Length 0,937322 Unequal 0,937322 Length Guttman Split-Half Coefficient 0,656823 The items are: VAR00001, A VAR00002, VAR The items are: VAR00029, B VAR00030, VAR Cronbach's Alpha lxxxi

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN III Tabulasi Data Penelitian lxxxii

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI lxxxiii

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI lxxxiv

(85)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Tingkat kecerdasan emosi mahasiswa angkatan 2015 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan implikasinya terhadap usulan topik-topik kegiatan pengembangan diri.
0
0
92
Kesalahan ejaan dalam skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi, angkatan 2010, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
2
Persefsi mahasiswa terhadap perilaku asertifnya : studi deskriftif pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan tahun 2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial.
0
2
99
Konsep diri mahasiswa : studi deskriptif pada mahasiawa angkatan 2015/2016 program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan.
0
3
120
Kemampuan mengelola emosi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi : studi deskriptif pada mahasiswa Prodi BK USD angkatan tahun 2012.
0
0
91
Tingkat kecerdasan emosi mahasiswa angkatan 2015 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan implikasinya terhadap usulan topik topik kegiatan pengembangan diri
0
0
90
Studi tentang tingkat kebiasaan proaktif mahasiswa semester III program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan tahun 2006.
0
9
106
Deskripsi tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2006/2007 - USD Repository
0
0
121
Masalah-masalah yang dihadapi siswa SMP dan SMA serta penerapan pendekatan konseling oleh mahasiswa angkatan 2002 prodi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma dalam program pengalaman lapangan tahun 2005/2006 - USD Repository
0
0
120
Deskripsi kecerdasan intrapersonal mahasiswa semester tiga program studi bimbingan dan konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma tahun ajaran 2006/2007 dan implikasinya terhadap usulan kegiatan bimbingan untuk meningkatkan
0
0
190
Minat mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2005 dalam kegiatan pendidikan di program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
119
Studi deskriptif hambatan, motivasi dan strategi pemecahan masalah pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi - USD Repository
0
0
91
Efikasi diri pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi - USD Repository
0
0
103
Deskripsi tingkat prokrastinasi akademik dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar : studi deskriptif pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, angkatan 2013, semester 2 - USD Reposito
0
0
109
Deskripsi tingkat kemandirian belajar mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal - USD Repository
0
0
112
Show more