KONTRIBUSI JUMLAH MODAL, TENAGA KERJA, DAN BAHAN BAKU TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI TENUN TRADISIONAL DI DESA GAMPLONG SUMBER RAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN

Gratis

0
0
115
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONTRIBUSI JUMLAH MODAL, TENAGA KERJA, DAN BAHAN BAKU TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI TENUN TRADISIONAL DI DESA GAMPLONG SUMBER RAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: Ratna Perwita Sari NIM : 091324004 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONTRIBUSI JUMLAH MODAL, TENAGA KERJA, DAN BAHAN BAKU TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI TENUN TRADISIONAL DI DESA GAMPLONG SUMBER RAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: Ratna Perwita Sari NIM : 091324004 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk: Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW Kedua Orang tua Bapak Sunarji dan Ibu Sutrisniyati yang tak hentihentinya memberikanku doa, semangat dan kasih sayang. Kakakku Rendra Permana Putra Sahabat-sahabat yang selama ini telah memberikan motivasi yang tulus. Terima kasih atas hari-hari yang indah dan penuh warna. Almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO ” Ya Allah permudahkanlah urusanku jangan dipersulit, ya Allah akhiri urusanku dengan baik” Seberapa banyak ilmu tentang strategi sukses yang bisa ku raih dari pekerjaan yang secara nyata ku lakukan. Dan yang lebih dalam lagi betapa tidak mustahil sukses datang pada hidup kita jika kita gigih dan berfokus. Kesuksesan bukanlah segalanya tetapi berupaya untuk sukses memang segalanya Kesuksesan berawal dari kemauan yang kuat Kesuksesan memerlukan keberanian Kesuksesan lebih diukur dari rintangan yang berhasil diatasi seseorang saat berusaha untuk sukses daripada posisi yang telah diraihnya dalam kehidupan (Booker T. Washingtong) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 26 Februari 2014 Penulis, Ratna Perwita Sari vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Ratna Perwita Sari Nomor Mahasiswa : 09 1324 004 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: KONTRIBUSI JUMLAH MODAL, TENAGA KERJA, DAN BAHAN BAKU TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI TENUN TRADISIONAL DI DESA GAMPLONG SUMBER RAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN. beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan, dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan memublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 26 Februari 2014 Yang menyatakan Ratna Perwita Sari vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK KONTRIBUSI JUMLAH MODAL, TENAGA KERJA, DAN BAHAN BAKU TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI TENUN TRADISIONAL DI DESA GAMPLONG SUMBER RAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN Ratna Perwita Sari Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi jumlah modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhadap hasil produksi tenun tradisional di Desa Gamplong Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman. Penelitian ini adalah merupakan jenis penelitian eksplanatif yang dilaksanakan pada bulan September 2013. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pengusaha pengrajin tenun tradisonal yang berjumlah 24 pengusaha. Sampel diambil dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan wawancara dan observasi. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, dilakukan uji prasyarat yaitu uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Data dianalisis dengan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) modal tidak berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi industri tenun tradisional sebesar 19,3% (sig=0,218>α=0,05), (2) tenaga kerja berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi industri tenun tradisional sebesar 39,7% (sig=0,007<α=0,05), (3) bahan baku berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi industri tenun tradisional sebesar 40,9% (sig=0,011<α=0,05), dan (4) Variasi variabel hasil produksi dijelaskan oleh jumlah modal, tenaga kerja dan bahan baku sebesar 55,8% dan 44,2% sisanya dijelaskan oleh variabel yang lain di luar model penelitian. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE CONTRIBUTION OF CAPITAL AMOUNT, LABORS, AND RAW MATERIALS TO THE PRODUCTION RESULT OF TRADITIONAL WEAVING INDUSTRY IN GAMPLONG SUMBER RAHAYU VILLAGE, MOYUDAN SUB-DISTRICT, SLEMAN Ratna Perwita Sari Sanata Dharma University 2014 This study aimed to determine the contribution of the capital amount, the labors, and the raw materials to the production result of traditional weaving industry in the Gamplong Sumber Rahayu village, Moyudan sub-district, Sleman. This study was an explanative research type conducted in September 2013. The population of this study was all traditional weaving entrepreneurs, totaling 24 entrepreneurs. The samples were taken with a saturated sampling technique. The data were collected by using interviews and observations. Before testing the hypotheses, prerequisite tests were done, they were multicollinearity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test. The data were analyzed by using multiple regression. The results of this study indicated that: (1) the capital amount did not contribute significantly to the production result of the traditional weaving industry for about 19.3% (sig = 0.218 > α = 0.05); (2) the labors contributed significantly to the production result of the traditional weaving industry for about 39.7% (sig = 0.007 < α = 0.05); (3) the raw materials contributed significantly to the production result of the traditional weaving industry for about 40.9% (sig = 0.011 < α = 0.05); and (4) the variation of the production result variable was explained by the capital amount, the labors, and the raw materials for about 55.8% and 44.2%, while the rest was explained by other variables outside the study model. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang tidak pernah putus, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan, program studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam proses penulisan skripsi ini dari awal penyusunan hingga akhir, tidak sedikit pihak yang turut terlibat. Untuk itu perkenankanlah penulis dengan tulus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk dukungan, bimbingan dan batuan tak terhingga dari: 1. Allah SWT yang selalu membimbing dan menyertai setiap langkah penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. 2. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D, Rektor Universitas Sanata Dharma yang memberikan kesempatan pada penulis untuk memperoleh pendidikan terbaik selama kuliah di Universitas Sanata Dharma. 3. Romo Dr. C. Kuntoro Adi, SJ., M.A., M.Sc., Ph.D., wakil rektor III Universitas Sanata Dharma, membimbing penulis selama berproses dalam kegiatan kemahasiswaan. 4. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 5. Bapak Indra Darmawan, S.E.,M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ketuan Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 6. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.Pd.,M.Sc. selaku Dosen Pembimbing I, yang telah membimbing dan meluangkan waktu dengan penih kesabaran dalam memberikan bimbingan dan semangat. 7. Bapak Indra Darmawan, S.E.,M.Si. selaku dosen pembimbing II yang dengan penuh ketelitian memeriksa skripsi ini. 8. Bapak Dr. Constantinus Teguh Dalyono, M.S. selaku dosen tamu penguji skripsi ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Ibu Adriya Vitalia Gemilang yang telah meluangkan waktu untuk mengoreksi abstract penulis. 10. Mbak Titin yang memberikan informasi dan membantu dalam kelancaran pembuatan skripsi penulis. 11. Kedua orang tuaku, Bapak Sunarji dan Ibu Sutrisniyati tercinta atas segala doa, kasih sayang, perhatian, kesempatan, dan semangat yang diberikan dengan tulus selama ini. 12. Kakaku Rendra Permana Putra terima kasih buat doa, semangat dan dukungannya selama ini. 13. Sahabatku Mbak Witur, Diana, Mbak Tri, Mbak Aick, Hesti yang telah memberikan motivasi dan semangat selama proses pembuatan skripsi. 14. Teman-temanku 2009 Putri, Yeye, Yona, Septa, Grace, Nia, Bertha, Angelin, Yohan, Mbak Nana, Mbak Tutik. 15. Keluarga besar Pendidikan Ekonomi angkatan 2009 yang selalu menjaga kebersamaan dan kekompakan sampai sekarang ini dan saling membantu kepada mereka yang mengalami kesulitan dalam kuliah maupun penyusunan skripsi. 16. Pemilik sentra industri kerajinan Alat Tenun Bukan Mesin di Gamplong yang telah berkenan meluangkan waktu untuk saya wawancara. 17. Semua pihak yang tidak bisa sebutkan satu persatu atas dukungan yang telah diberikan untuk penulisan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa masih ada banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan skripsi ini. Dengan rendah hati penulis membutuhkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun, demi karya yang lebih baik lagi kedepannya. Yogyakarta, 26 Februari 2014 Ratna Perwita Sari xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.......................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................... iv HALAMAN MOTTO ....................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................... vii ABSTRAK ........................................................................................ viii ABSTRACT ........................................................................................ ix KATA PENGANTAR ...................................................................... x DAFTAR ISI ...................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................... xviii BAB I. PENDAHULUAN ................................................................. 1 A. Latar Belakang ....................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ............................................................... 6 C. Rumusan Masalah .................................................................. 7 D. Variabel Penelitian dan Definsi Operasional ......................... 7 E. Tujuan Penelitian .................................................................. 8 F. Manfaat Penelitian ................................................................. 8 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II. KAJIAN PUSTAKA ..................................................... 10 A. Tinjauan Teori .................................................................. 10 1. Teori Produksi ............................................................ 10 2. Modal ........................................................................ 16 3. Tenaga Kerja .............................................................. 24 4. Bahan Baku ............................................................... 25 B. Kerangka Berpikir ........................................................... 27 C. Hipotesis .......................................................................... 29 D. Hasil Penelitian Sebelumnya ........................................... 29 BAB III. METODE PENELITIAN............................................... 30 A. Jenis Penelitian .................................................................. 30 B. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................... 30 C. Subjek dan Objek Penelitian ............................................. 31 1. Subjek Penelitian ....................................................... 31 2. Objek Penelitian ........................................................ 31 D. Populasi Penelitian .......................................................... 31 E. Sampel Penelitian ............................................................ 31 F. Teknik Pengambilan Sampel ........................................... 32 G. Variabel Penelitian dan Pengukuran ............................... 32 H. Data yang Dicari ............................................................. 35 I. Teknik Pengumpulan Data .............................................. 36 J. Uji Prasyarat .................................................................... 36 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Uji Multikolinieritas .................................................. 36 2. Uji Heteroskedastisitas .............................................. 37 3. Uji Autokorelasi ........................................................ 38 K. Teknik Analisis Data ....................................................... 39 1. Regresi Berganda ...................................................... 39 2. Uji F .......................................................................... 40 BAB IV. GAMBARAN UMUM DAN ANALISIS DATA .............. 43 A. Sejarah Industri Gamplong .............................................. 43 B. Lokasi .............................................................................. 44 C. Pangsa Pasar .................................................................... 44 D. Bahan Baku ..................................................................... 45 E. Peralatan .......................................................................... 45 F. Hasil Produksi ................................................................. 46 G. Analisis Data ................................................................... 47 1. Deskripsi Pengusaha ................................................. 47 2. Deskripsi Modal ........................................................ 49 3. Deskripsi Tenaga Kerja ............................................. 51 4. Deskripsi Bahan Baku ............................................... 53 5. Deskripsi Hasil Produksi ........................................... 55 6. Uji Prasyarat .............................................................. 57 7. Pengujian Hipotesis ................................................... 61 8. Pembahasan ............................................................... 65 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V. KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN ......... 74 A. Kesimpulan ...................................................................... 74 B. Keterbatasan ..................................................................... 75 C. Saran ................................................................................. 76 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 78 LAMPIRAN ....................................................................................... 79 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel III.1 Modal ..................................................................................... 32 Tabel III.2 Tenaga Kerja ........................................................................... 32 Tabel III.3 Benang ..................................................................................... 33 Tabel III.4 Mendong ................................................................................ 33 Tabel III.5 Agel ......................................................................................... 33 Tabel III.6 Lidi .......................................................................................... 34 Tabel III.7 Akar Wangi ............................................................................. 34 Tabel III.8 Pewarna ................................................................................... 34 Tabel III.9 Jumlah Produksi ...................................................................... 35 Tabel IV.1 Hasil Produksi Industri di Gamplong ...................................... 46 Tabel IV.2 Tabel Usia Pemilik Industri .................................................... 47 Tabel IV.3 Tabel Jenis Kelamin Pemilik Industri ..................................... 48 Tabel IV.4 Distribusi Frekuensi Kategori Modal ...................................... 50 Tabel IV.5 Distribusi Frekuensi Kategoris Tenaga Kerja ......................... 52 Tabel IV.6 Distribusi Frekuensi Kategori Bahan Baku ............................. 54 Tabel IV.7 Distribusi Frekuensi Kategori Hasil Produksi ......................... 57 Tabel IV.8 Hasil Uji Multikolinieritas ...................................................... 58 Tabel IV. 9 Hasil Uji Heteroskedastisitas .................................................. 59 Tabel IV.10 Hasil Uji Autokorelasi.............................................................. 60 Tabel IV.11 Pengujian Hipotesis ................................................................. 61 Tabel IV.12 Model Summary ...................................................................... 64 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel IV.13 Anova ...................................................................................... 64 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Wawancara ...................................................................... 79 Lampiran 2 Data Variabel ................................................................... 84 Lampiran 3 Uji Prasyarat .................................................................... 90 Lampiran 4 Uji Hipotesis .................................................................... 92 Lampiran 5 Data Induk Penelitian ...................................................... 91 Lampiran 6 Surat Ijin Penelitian ......................................................... 93 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh negara adalah berkembangnya ketidakmerataan pendapatan, kemiskinan, dan jurang perbedaan yang semakin lebar atau negara maju dengan negara sedang berkembang. Jumlah penduduk terus bertambah serta distribusi pendapatan yang kurang merata adalah masalah negara yang harus dipecahkan dan membutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ketidakmerataan distribusi pendapatan di negara sedang berkembang, adalah sebagai berikut: menurunnya pendapatan per kapita, inflasi, ketidakmerataan pembangunan antara daerah, investasi banyak dalam proyek-proyek padat modal, sehingga presentase pendapatan modal dari harta tambahan lebih besar dibandingkan dengan presentase pendapatan yang berasal dari kerja. Hal ini mengakibatkan pengangguran bertambah, rendahnya mobitas sosial, pelaksanaan kebijaksanaan industri subtitusi impor yang mengakibatkan kenaikan hargaharga barang hasil industri untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis, memburuknya nilai tukar negara sedang berkembang dalam perdagangan dengan negara-negara maju, sebagai akibat permintaan negara-negara maju terhadap barang-barang ekspor negara sedang berkembang, hancurnya industri-industri kerajinan rakyat, seperti pertukangan, industri rumah tangga dan lain-lain. 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Sumber daya manusia peranannya sangat penting bagi kelangsungan hidup dan kemajuan industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) , maka industri tersebut harus memberikan perhatian khusus pada faktor produksi dan sudah sewajarnya pemilik perusahaan memandang sumber daya manusia tidak hanya sebagai asset perusahaan tetapi sebagai mitra dalam berusaha. Sebagai mitra dalam sumber daya manusia khususnya tenaga kerja di industri itu sendiri maka perusahaan harus dapat bersikap adil kepada semua tenaga kerja, karena setiap tenaga kerja mempunyai hak yang sama yaitu mendapatkan penghargaan dan perlakuan adil dari pemimpinnya sebagai timbal balik atas jasa yang diberikan. Membangun bangsa Indonesia secara strategis melalui kemajuan UMKM akan semakin memperkuat lapisan kelompok menengah. Apabila kelompok menengah semakin kuat, maka juga akan memperbesar kakuatan ekonomi di daerah-daerah yang hanya dapat dicapai melalui pertumbuhan UMKM. Melihat kenyataan tersebut, penguatan ekonomi berbasis UMKM semakin penting karena akan dapat mendampingi pemerintah daerah dan nasional dalam mewujudkan cita-cita mengejar pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Salah satu contoh industri yang cukup terkenal di Yogyakarta yang berada di Kabupaten Sleman sebagai sentra industri kerajinan. Industri

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 kerajinan alat tenun bukan mesin (ATBM) tidak hanya dimiliki oleh satu orang di Sumber Rahayu, satu kampung yaitu Gamplong hampir semua Kepala Keluarga yang memiliki industri tersebut. Industri cukup terkenal di jogja produk yang dibuat yaitu seperti tas, dompet, tempat tisu, asbak, tempat lilin, tempat pensil, taplak, sandal, dan lain-lain. Bahan yang digunakan yaitu mendong, eceng gondok, kain lurik, pasir pantai, daun pandan, dll. Industri tersebut tidak hanya di pasarkan di Yogyakarta saja tetapi sudah sampai ke luar kota bahkan sudah sampai ke luar negeri. Untuk menguatkan pernyataan tersebut, salah satu contohnya adalah Kabupaten Sleman sebagai sentra industri tenun alat tenun bukan mesin (ATBM) di Kabupaten Sleman yang berjaya sejak tahun 1950an. Desa gamplong berada di Desa Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Gamplong terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta cukup menarik untuk disinggahi. Industri ini cukup terkenal dan diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang. Di Desa Gamplong terdapat sekitar 24 industri tenun. Hasil tenunan berupa kain lutik, serbet, dan stagen, yang kemudian hasil produksi tenun tersebut di jual ke pasar daerah, dan pasar Beringharjo. Hasil produksi tidak hanya dipasarkan di Yogyakarta saja, tetapi juga banyak dipesan oleh pembeli dan pengusaha dari Bali dan Jakarta. Sejumlah wisatawan dan pengusaha dari negeri tetangga Australia juga telah menjadi pelanggan tetap perajin di Gamplong. Walaupun teknologi yang digunakan masih sederhana tetapi produkproduk industri tersebut banyak diminati oleh wisatawan domestik maupun

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 wisatawan manca negara. Permintaan terhadap produk-produk tersebut dari bulan-bulan semakin bertambah. Karena pergeseran dari budaya, pariwisata dan selera konsumen. Saat ini tidak banyak masyarakat yang menaruh minat pada industri di Gamplong sebagai oleh-oleh dan souvenir dari Yogyakarta bagi wisatawan yang berwisata di Yogyakarta. Produksi industri di Gamplong merupakan hal yang sangat penting bagi industri itu sendiri karena dengan produksi itu bisa melihat bahwa produksi industri tersebut digemari masyarakat umum atau tidak. Hasil produksi bisa mengukur industri itu sukses atau tidak, dipasaran produksi dari industri yang inovatif, kemasannya menarik, setiap kali perusahaan mengeluarkan produk baru, konsumen tertarik untuk membeli pasti akan laku. Tetapi kalau produksinya tidak diminati oleh komsumen dan tidak laku industri tersebut akan bangkrut, gulung tikar. Industri tersebut harus mempunyai ide-ide yang menarik setiap kali akan memproduksi barang dan memasarkan, agar konsumen tidak bosan untuk membelinya, tertarik terus untuk membelinya. Industri seharus tahu apa yang sedang booming dipasaran dan sedang diminati oleh konsumen. Dengan menciptakan suasana yang kondusif untuk bekerja, tenaga kerja akan lebih meningkatkan produksi perusahaan. Lingkungan dengan kondisi yang baik serta produk-produk yang menarik membuat konsumen semakain tertarik untuk membeli. Hal-hal di atas tersebut untuk peningkatan produksi industri. Dalam penelitian, peneliti tertarik mengambil objek penelitian industri Alat Tenun bukan Mesin di Gamplong. Dalam perjalanan untuk menjadi sebuah

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 industri yang besar, tentunya pemilik industri sangat memperhatikan apa yang diinginkan oleh konsumen. Dengan menjaga kualitas produksi yang menarik dan inovatif, dengan peningkatan produksi yang disukai konsumen sehingga industri tersebut tetap memiliki konsumen yang setia. Modal merupakan kunci utama pendirian usaha, tanpa modal industri masih bisa berjalan dan tidak merasa rugi atau bangkrut. Pembelian bahan baku untuk proses produksi tanpa dengan modal bisa dilakukan dengan setiap ada pemesanan produk pembeli membayar dulu 50% dari harga yang disepakati. Hal tersebut bisa dilakukan oleh setiap industri, agar usahanya masih terus berjalan. Selain modal dalam industri membutuhkan tenaga kerja untuk membuat produk-produk dalam industri kerajinan juga untuk kelancaran proses produksi dalam industri kerajinan. Tenaga kerja dalam industri kerajinan membutuhkan ketelitian dalam menenun juga ide-ide, kreativitas dan inovasi agar produknya diminati oleh pembeli. Sehingga produk dari industri kerajinan diminati banyak kalangan anak-anak sampai orang tua. Untuk membuat produk-produk dari industri kerajinan tenaga kerja di industri tersebut membuat dengan cara menenun terlebih dahulu. Baru kemudian dibentuk menjadi produk-produk yang menarik sehingga pembeli melihatnya menjadi daya tarik tersendiri. Bahan baku yang utama digunakan di industri kerajinan yaitu benang, selain benang ada lagi untuk menunjang agar bisa dibuat produk-produk dengan agel, mendong, lidi, akar wangi, pandan, enceng gondok. Bahan baku

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 tersebut berasal dari berbagai daerah di luar Yogyakarta tidak hanya di Yogyakarta saja seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Hasil produksi di industri Gamplong sangat bervariasai mulai dari souvenir sampai produk tas, place mate, runner, stagen dan lain-lain. Hasil produksi di industri tenun dipasarkan tidak hanya di Yogyakarta saja bahkan sampai ke luar daerah. Pemasaran produk di industri Gamplong tidak hanya di Pulau Jawa dan Pulau Bali bahkan sampai ke luar negeri. Hasil produksi di industri Gamplong banyak peminatnya karena produknya yang unik membuat pembeli tertarik untuk membeli. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti akan mengambil judul tentang “KONTRIBUSI JUMLAH MODAL, TENAGA KERJA, DAN BAHAN BAKU TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI TENUN TRADISIONAL DI DESA GAMPLONG SUMBER RAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN” B. Identifikasi Masalah Hasil produksi di industri kerajinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: modal, tenaga kerja, dan bahan baku. Karena keterbatasan peneliti untuk melakukan penelitian seluruh permasalahan di atas, maka dalam penelitian ini dibatasi oleh faktor-faktor yang mempunyai pengaruh dominan terhadap hasil produksi industri tenun. Faktor-faktor tersebut antara lain: modal, tenaga kerja, dan bahan baku.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 C. Rumusan Masalah Dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kontribusi jumlah modal terhadap hasil produksi tenun tradisional? 2. Bagaimana kontribusi jumlah tenaga kerja terhadap hasil produksi tenun tradisional? 3. Bagaimana kontribusi jumlah bahan baku terhadap hasil produksi tenun tradisional? 4. Bagaimana kontribusi jumlah modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhadap hasil produksi tenun tradisional? D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel-variabel dan definisi operasional dalam penelitian adalah a. Jumlah modal (X1) adalah jumlah uang yang digunakan perusahaan untuk menjalankan pada saat proses produksi terakhir tenun tradisional. Indikator adalah uang (Rp) yang disertakan dalam proses produksi. b. Jumlah tenaga kerja (X2) adalah orang-orang yang bekerja secara terampil untuk membuat produk tenun tradisional. Indikator adalah jumlah tenaga kerja. c. Jumlah bahan baku (X3) adalah bahan yang dapat digunakan untuk diolah melalui proses menggunakan mesin tradisional ke dalam bentuk

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 yang berbeda-beda. Indikator adalah jumlah benang dalam satuan kg, mendong dalam satuan kg, pewarna dalam satuan kg, agel dalam satuan kg, lidi dalam satuan kg, eceng gondok dalam satuan kg, akar wangi dalam satuan kg, d. Hasil produksi (Y) adalah jumlah yang dihasilkan tiap bulan. Indikator adalah jumlah hasil produksi kain tenun dalam satuan buah. E. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kontribusi jumlah modal terhadap peningkatan hasil produksi tenun tradisional. 2. Untuk mengetahui kontribusi jumlah tenaga kerja terhadap peningkatan hasil produksi tenun tradisional. 3. Untuk mengetahui kontribusi jumlah bahan baku terhadap peningkatan hasil produksi tenun tradisional. F. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini memberikan masukan dan menambah informasi yang telah diberikan mengenai peningkatan produksi alat tenun bukan mesin. 2. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini memberikan masukan kepada pihak Universitas bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya. Sebagai pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pendidikan Ekonomi.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 9 Bagi Penulis Hasil penelitian ini untuk menerapkan ilmu-ilmu yang didapat selama kuliah. Agar penelitian ini dapat berguna bagi masyarakat.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Teori Produksi a. Pengertian Produksi Teori produksi adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah faktor (input) menjadi hasil produksi (output). Produksi menggunakan sumber daya untuk menciptakan barang atau jasa yang sesuai untuk digunakan. Dalam teori produksi, produksi adalah suatu kegiatan untuk menambah nilai guna pada suatu barang. Produksi di ukur sebagai “tingkat hasil produksi (output) perperiode waktu” karena merupakan konsep aliran. Ada 3 aspek proses produksi antara lain: 1) Kuantitas barang atau jasa dihasilkan 2) Bentuk barang atau jasa diciptakan 3) Distribusi temporal dan spasial dari barang atau jasa yang dihasilkan Proses produksi dapat di definisikan sebagai kegiatan yang meningkatkan kesamaan antara pola permintaan barang atau jasa dan kuantitas, bentuk ukuran, panjang dan distribusi barang atau jasa tersedia bagi pasar. 10

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 11 Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Hasil Produksi Faktor yang mempengaruhi hasil produksi adalah sebagai berikut: 1) Bahan baku atau bahan dasar Bahan baku merupakan salah satu faktor terpenting dalam menentukan jumlah barang yang diproduksi. 2) Kapasitas mesin Kapasitas mesin jumlah output maksimum yang dihasilkan oleh suatu fasilitas selama periode atau selang waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam unit produk yang dihasilkan persatuan waktu. Mesin juga merupakan bagian yang terpenting yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah proses produksi. Untuk itu perlu melakukan perawatan terhaadap mesin-mesin yang digunakan. 3) Tenaga kerja Jumlah tenaga kerja sangat erat kaitannya dengan kelancaran proses produksi, sebab tenaga kerja ini secara langsung akan melaksanakan kegiatan produksi. Jika jumlah tenaga kerja dalam suatu perusahaan menutupi dalam suatu proses produksi, maka prose produksi akan terbatas atau bisa juga kualitas barang yang dihasilkan tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4) 12 Modal/dana Modal merupakan sumber utama dalam proses produksi. Modal dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: a) Modal aktif yaitu kekayaan yang dimiliki suatu perusahaan. b) Modal pasif yaitu sumber-sumber dari mana dana diperoleh. 5) Permintaan pasar Permintaan pasar terhadap suatu produk adalah volume total yang akan dibeli oleh kelompok pelanggan tertentu di wilayah geografis tertentu, pada periode tertentu waktu tertentu, dilingkungan pemasaran tertentu dan dengan program pemasaran tertentu. Untuk itu perusahaan perlu membuat suatu peramalan penjualan yaitu tingkat penjualan perusahaan yang diharapkan yakni dihitung berdasarkan rencana pemasaran dipilih dan lingkungan pemasaran yang diasumsikan. c. Fungsi Produksi Fungsi produksi adalah suatu persamaan yang menunjukan hubungan ketergantungan antara tingkat input yang digunakan dalam proses produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Faktor-faktor produksi dikenal pula istilah input dan jumlah produksi selalu disebut juga sebagai output. Faktor-faktor produksi ada dua macam:

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1) 13 Faktor produksi asli antara lain sebagai berikut: a) Alam, alam berperan sebagai faktor produksi dan berbagai hasil alam dan produksi. b) Tanah, tanah yang bagus untuk ditanami membawa keuntungan yang besar bagi petani. c) Air, banyak usaha produksi tergantung pada air. Tanpa kesediaan air bersihpabrik pengolahan air minum akan mati. d) Udara, kegunaan udara ini sangat banyak disamping untuk yang kita hirup juga berguna sebagai pemutar kincir angin, selain itu udara mampu mampengaruhi iklim dab menunjang kesuburan tanah. e) Sinar matahari, ini sangat berguna bagi kehidupan selain digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga surya dan dapat membantu kesuburan tanah. f) Barang tambang, berbagai barang tambang berguna sebagai bahan baku produksi mulai dari minyak sebagai bahan bakar. g) Tenaga kerja, tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah menjadi barang hasil produksi.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2) 14 Faktor produksi turunan a) Modal artinya tersedianya bahan baku dan manusia yang dapat mengolahnya, bila tidak ada modal produksi tidak akan berjalan dengan baik. b) Keahlian artinya kemampuan pengusaha sebagai produsen untuk mengolahnya faktor-faktor produksi hingga dapat melakukan tindakan produksi yang efektif dan efisien. c. Faktor teori Produksi Dalam teori ini input atau sumber daya yang digunakan dalam proses produksi disebut faktor-faktor produksi sebagai berikut: 1) Manusia (Tenaga Kerja) 2) Modal 3) Sumber Daya Alam (Tanah) 4) Skill (Teknologi) Faktor produksi asli dapat digolongkan dalam faktor produksi alam dan tenaga kerja 1) Faktor produksi alam adalah segala sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Misalnya tanah, bahan tambang, air, udara dan hewan. 2) Faktor produksi tenaga kerja adalah segala kegiatan manusia, baik jasmani atau rohani untuk kegiatan produksi.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 15 Produksi Total, Produksi Rata-Rata dan Produksi Marjinal Produksi marjinal adalah tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan suatu tenaga kerja yang digunakan. Apabila ∆L adalah pertambahan tenaga kerja ∆TP adalah pertambahan produksi total, maka produksi marjinal (MP). Produksi rata-rata yaitu produksi yang secara rata-rata. Apabila produksi total, TP, jumlah tenaga kerja adalah L, maka produksi rata-rata (AP). Produksi total yaitu jumlah produksi yang dihasilkan oleh sejumlah tenaga kerja tertentu. Keadaan dalam tahap ini menunjukkan bahwa tenaga kerja yang digunakan adalah jauh melebihi daripada yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan produksi tersebut secara efisien. e. Pembagian Produksi Produksi dapat digolongkan dalam lima bidang, sebagai berikut: 1) Bidang ekstraktif, artinya setiap usaha untuk mengambil hasil secara langsung. Misalnya: pertambangan, perikanan laut, dan menebang hutan. 2) Bidang agraris, artinya setiap usaha mengerjakan atau mengolah alam agar diperoleh hasil dari tumbuhan dan hewan. Misal: pertanian, perkebunan, perikanan darat, dan peternakan. 3) Bidang industri artinya setiap usaha mengolah dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. Misal: perakitan, pertekstilan, ukir-ukiran dan kerajinan.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4) 16 Bidang perdagangan artinya setiap usaha untuk membeli barang dan menjualnya kembali tanpa merubah bentuk. Misal: perdagangan regional, perdagangan nasional dan internasional. 5) Bidang jasa artinya setiap usaha memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan. Misal: perbankan, asuransi, pengangkutan, jasa dan hukum. f. Tahapan Produksi Tahapan produksi dapat digolongkan menjadi tiga sektor produksi atau tiga tahapan produksi berikut ini: 1) Sektor produksi primer, meliputi bidang ekstratif dan bidang agraris. 2) Sektor produksi sekunder, meliputi bidang industri dan bidang perdagangan. 3) 2. Sektor produksi tersier, meliputi bidang jasa/pelayanan. Modal a. Pengertian Modal Modal secara umum adalah dana yang digunakan untuk menghasilkan “current income” yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Perusahaan selalu membutuhkan modal untuk digunakan dalam pembelanjaan operasional misalnya untuk memberikan pasekot pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai dan lain sebagainya. Uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya (Riyanto, 1995: 57-57). Menurut Munawir (2001: 114-115), konsep modal yang umum dipergunakan yaitu: 1) Konsep Kuantitatif Konsep ini menitik beratkan pada jumlah dana yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek. Dalam konsep ini menganggap bahwa modal adalah jumlah aktiva lancar (gross working capital). Modal yang besar tidak mencerminkan margin of safety para kreditur jangka pendek yang besar juga. Modal kerja menurut konsep ini tidak menjamin kelangsungan operasi yang akan datang yang tidak mencerminkan likuiditas perusahaan yang bersangkutan. 2) Konsep Kualitaitf Konsep ini menitikberatkan pada kualitas modal. Dalam konsep ini pengertian modal adalah kelebihan aktiva lancar terhadap modal lancar (net working capital), yaitu jumlah aktiva lancar yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun dari para pemilik perusahaan. Konsep ini menunjukkan tersedianya aktiva lancar yang lebih besar daripada hutang lancarnya. Konsep kualitatif juga menunjukkan margin of safety atau tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek. Hal ini menjamin kelangsungan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 operasi dimasa mendatang serta kemampuan perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman jangka pendek dengan jaminan aktiva lancar. 3) Konsep Fungsional Konsep ini menitikberatkan fungsi dana yang dimiliki dalam menghasilkan pendapatan (laba) dari usaha pokok perusahaan. Pada dasarnya, dana-dana yang dimiliki oleh suatu perusahaan seluruhnya akan digunakan untuk menghasilkan laba sesuai dengan usaha pokok perusahaan. Namun ada sebagian dana yang akan digunakan untuk menghasilkan laba dimasa yang akan datang misalnya: bangunan, mesin-mesin, alat-alat kantor dan aktiva tetap lainnya. b. Pentingnya Modal Tersedianya modal yang segera digunakan dalam operasinya, tergantung dari sifat aktiva yang dimiliki seperti: kas, piutang, dan persediaan. Modal harus cukup jumlahnya, dalam arti harus mampu membiayai pengeluaran-pengeluaran atau operasi perusahaan sehari-hari. Dengan modal yang cukup akan menguntungkan perusahaan dan memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan efisien serta perusahaan tidak mengalami kesulitan finansial. Menurut Munawir (2001: 116-117), keuntungan dari modal kerja perusahaan dibagi menjadi enam yaitu:

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1) 19 Melindungi perusahaan terhadap krisis modal karena turunnya nilai dari aktiva lancar. 2) Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya. 3) Menjamin yang dimiliki kredit standing perusahaan semakin besar dan menghadapi bahaya yang mungkin terjadi. 4) Memungkinkan dimiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani para konsumen. 5) Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan bagi para pelanggan. 6) Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang ataupun jasa yang dibutuhkan. Menurut Sarwoko (1998: 117-119), kerugian yang mempengaruhi modal kerja yaitu: 1) Mengakibatkan perubahan volume penjulan, faktor yang paling penting dalam mempengaruhi besaran dan komponen modal kerja. Perusahaan harus sedemikian rupa mengelola modal sehingga dapat kerja mendukung yang kegiatan operasioanl setiap hari. 2) Mengakibatkan perubahan musim atau siklis, kebanyakan perusahaan mengalami perubahan musiman dalam permintaan produk dan jasa yang dihasilkannya. Pada saat resesi penjualan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 mengalami penurunan untuk beberapa waktu, hal ini akan mengurangi kebutuhan tingkat persediaan dan tingkat piutang. 3) Mengakibatkan perubahan teknologi, perkembangan teknologi terutama yang berhubungan dengan proses produksi, juga dapat mempengaruhi modal. 4) Mengakibatkan perubahan kebijakan likuiditas, perusahaan yang ingin memmiliki likuiditas yang tinggi cenderung mempunyai saldo kas yang besar sebagai akibat perusahaan memerlukan modal kerja yang lebih besar daripada perusahaan yang berani menanggung risiko kehabisan kas. 5) Mengakibatkan perubahan kebijakan pembelian, bagi perusahaan yang melakukan pembelian dengan kredit akan memerlukan modal yang kecil, meskipun perlu dipertimbangkan biaya kredit sehingga akan berpengaruh pada pembelian. c. Jenis-jenis Modal Modal dapat digolongkan menjadi beberapa bagian yaitu (Gitosudarmo dan Basri, 2000: 35-36) 1) Modal Permanen Modal permanen yaitu modal yang harus ada dalam perusahaan setiap saat untuk menjamin kelancaran kegiatan operasi, ini dapat dibedakan menjadi:

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a) 21 Modal Primer (Primary Capital) Modal primer yaitu modal yang harus ada dalam perusahaan setiap saat untuk menjamin kelangsungan kegiatan usahanya. b) Modal Normal (Normal Capital) Modal normal yaitu jumlah modal yang dipergunakan untuk dapat menyelenggarakan kegiatan produksi pada kapasitas normal. 2) Modal Variabel Modal variabel yaitu modal yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan, ini dapat dibedakan menjadi: a) Modal Musiman (Seasonal Capital) Modal musiman yaitu modal yang jumlah berubah-ubah disebabkan oleh perubahan permintaan produk. b) Modal Siklis (Cylical Capital) Modal siklis yaitu modal yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh perubahan permintaan produk. c) Modal Darurat (Emergency Capital) Modal darurat yaitu modal yang besarnya berubah-ubah yang penyebabnya tidak diketahui sebelumnya (misalnya kebakaran, banjir, gempa bumi dan sebagainya).

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 22 Unsur-unsur Modal Modal mempunyai beberapa unsur yaitu: 1) Kas Kas adalah unsur aktiva yang mempunyai tingkat likuiditas paling tinggi. Hal-hal yang mempengaruhi besarnya kebutuhan kas adalah: a) Kebutuhan Transaksi Perusahaan membutuhkan kas untuk menjalankan fungsifungsinya sehari-hari. Tingkat aktivitas perusahaan akan mempengaruhi kebutuhan modal dan kecakupan kas memungkinkan perusahaan untuk melaksankan transaksi dengan lancar. b) Kebutuhan Pencegahan Pencegahan dimaksud adalah pencegahan terhadap hal-hal yang terjadi diluar perhitungan perusahaan. c) Kebutuhan Spekulasi Kebutuhan akan kas untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga-harga dimasa yang akan datang. 2) Piutang Piutang adalah aktiva yang menunjukkna jumlah taguhan yang dimiliki oleh perusahaan sebagai hasil penjualan barang atau jasa dalam kegiatan usahanya. Faktor-faktor mempengaruhi besar kecilnya piutang adalah: yang

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3) a) Penjualan kredit b) Kebijakan kredit c) Jangka waktu kredit 23 Persediaan Persediaan adalah barang-barang yang disimpan untuk dijual lagi oleh perusahaan. Macam-macam persediaan yaitu: a) Persediaan bahan baku (Raw Material Inventory) Barang-barang yang belum digunakan untuk proses produksi dalam perusahaan. b) Persediaan barang dalam proses (Work in Process inventory) Barang-barang yang sudah masuk dalam proses produksi, tetapi belum selesai. c) Pesediaan barang jadi (Finish Goods Inventory) Barang-barang yang sudah selesai diproduksi dan siap untuk dijual. e. Penggunaan Modal Transaksi yang menyebabkan penurunan modal disebut penggunaan modal. Modal biasanya digunakan untuk keperluan jangka pendek dan membiayai operasi sehari-hari seperti untuk membayar upah, pembelian barang dagangan dan sebagainya. Penggunaan modal kerja ini akan mengakibatkan perubahan jumlah

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 maupun bentuk dari aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan, tetapi penggunaan aktiva lancar tidak selalu diikuti oleh perubahan modal kerja. Misalnya penggunaan aktiva lancar (kas) untuk membayar kewajiban jangka pendek karena berkurangnya aktiva lancar diikuti oleh berkurangnya jumlah kewajiban lancar dengan jumlah yang sama. Menyebutkan bahwa perubahan-perubahan yang efeknya memperkecil dana/kas dan ini dikatakan sebagai penggunaan dana, adalah sebagai berikut: 3. 1) Bertambahnya aktiva lancar selain kas. 2) Bertambahnya aktiva tetap. 3) Berkurangnya setiap jenis hutang. 4) Berkurangnya modal. 5) Adanya kerugian dalam operasinya perusahaan. Tenaga Kerja Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga. Pengertian yang lain setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Kerja manusia (labor) dalam ilmu ekonomi diartikan segala sesuatu manusia, baik jasmani maupun rohani, yang dicurahkan dalam proses

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 peningkatan kegunaan ekonomi (Gilarso, 2004: 89). Garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua golongan yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja (Dumairy, 1996: 74). Tenaga kerja adalah penduduk yang berumur didalam batas usia kerja (Gilarso, 2004: 90). Batas usia kerja atau penduduk usia kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun keatas. Setiap orang yang sudah berusia 15 tahun keatas tergolong sebagai tenaga kerja. Peningkatan batas usia kerja dari 10 tahun keatas menjadi 15 tahun keatas dikarenakan konsekuensi program pemerintah wajib belajar 9 tahun. Bukan tenaga kerja adalah penduduk yang belum berada dalam batas usai kerja. Tenaga kerja dibedakan menjadi dua yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (Dumairy, 1996: 74). Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi. 4. Bahan Baku a. Pengertian bahan baku Bahan baku dari perusahaan sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan proses produksi, karena bahan baku akan diolah menjadi produk jadi. Untuk itu, bahan baku sangatlah penting dalam menunjang keberhasilan kegiatan proses produksi. Hal ini

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 disebabkan karena bahan baku sangat mempengaruhi bentuk atau komposisi produk jadi baik secara kuantitas maupun kualitas serta harga jual produk. Bahan baku mempengaruhi faktor kuantitas maupun lualitas produk, karena jika bahan baku yang diperoleh memiliki kuantitas dan kualitas yang baik maka akan memperlancar kegiatan proses produksi dan perusahaan akan mampu menghasilkan produk dengan mutu yang memuaskan. Di samping itu bahan baku merupakan faktor penting dalam penetapan harga pokok produksi, karena jika perusahaan mampu untuk menekan biaya bahan baku ini maka perusahaan akan dapat meningkatkan keuntungan yang diperolehnya. b. Macam-macam bahan baku Dalam proses produksi suatu perusahaan manufaktur biasanya membutuhkan bahan baku untuk menghasilkan suatu produk (Carter Usry 2002: 40). Jenis-jenis bahan baku ada 2 macam, yaitu: 1) Bahan baku langsung Semua bahan baku yang membentuk bagian integral dari produk jadi dan dimasukkan secara eksplisit dalam perhitungan biaya produk. 2) Bahan baku tidak langsung Bahan baku yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu produk tetapi tidak diklasifikasikan sebagai bahan baku

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 langsung karena bahan baku tersebut tidak menjadi bagaian dari produk atau karena bahan baku tersebut tidak menjadi bagian dari produk atau karena secara tidak signifikan. B. Kerangaka Berpikir 1. Kontribusi modal terhadap hasil produksi industri tenun tradisional Modal yang diperoleh setiap industri beragam dari modal pribadi, kerjasama dari pemilik bahan baku. Modal yang digunakan tidak hanya milik pribadi biasanya pemilik industri melakukan kerjasama dengan para tengkulak, pemilik toko pusat oleh-oleh. Hasil dari produksi tenun juga ditarget untuk kelancaran produksi industri. Agar para pelanggan yang memesan tidak kapok untuk memesan lagi karena hasil produksinya tepat waktu hasilnya juga memuaskan. Produk yang dibuat merupakan produk baru yang lagi booming, dan produk yang dicari konsumen atau yang laku dipasaran. 2. Kontribusi tenaga kerja terhadap hasil produksi industri tenun tradisional Tenaga kerja sangat diperlukan demi kelancaran usaha atau industri dan untuk kelancaran proses produksi, distributri, dan finishing. Tenaga kerja berasal dari lokal atau lingkungan setempat, Kulon Progo, dan Bantul tetapi kebanyakan tenaga kerja berasal dari Bantul. Pengaruh tenaga kerja sangat diperlukan untuk proses produksi untuk menjalankan mesin. Peran dari tenaga kerja sendiri sangat penting karena untuk menjalankan mesin oglek masih membutuhkan tenaga kerja manusia.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Untuk mempertahankan alat ATBM jadi masih membutuhkan tenaga manusia, jika mesin ATBM diganti dengan mesin itu kurang tepat. 3. Kontribusi bahan baku terhadap hasil produksi industri tenun tradisional Bahan baku di industri juga diperlukan untuk pembuatan produk tertentu, jika bahan baku tidak ada maka kegiatan di industri tersebut akan terhenti. Maka bahan baku yaitu benang, agel, lidi, mendong, eceng gondok, akar wangi dan pewarna. Pewarna yang digunakan yaitu menggunakan pewarna kimia karena pewarna kimia warnya lebih tahan lama hasilnya lebih bagus, jika menggunakan pewarna alami jarang digunakan. Bahan baku berasal dari luar dari Yogyakarta yaitu Semarang, Banyuwangi, dan Madura, bahan baku sekitar Yogyakarta dari Sentolo Kulon Progo. Bahan baku sendiri harus ada stok jika produksi berjalan lancar. Kalau bahan baku stoknya terlambat maka proses produksi akan terhenti. Bagan I. 1 KERANGKA BERPIKIR MODAL (X1) TENAGA KERJA (X2) BAHAN BAKU (X3) HASIL PRODUKSI (Y)

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 C. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir di atas maka dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut: 1. Terdapat kontribusi yang signifikan jumlah modal terhadap hasil produksi tenun tradisional. 2. Terdapat kontribusi yang signifikan jumlah tenaga kerja terhadap hasil produksi tenun tradisional. 3. Terdapat kontribusi yang signifikan jumlah bahan baku terhadap hasil produksi tenun tradisional. 4. Terdapat kontribusi yang signifikan jumlah modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhadap hasil produksi tenun tradisional. D. Hasil Penelitian Sebelumnya Menurut penelitian sebelumnya Maharani (2011) yang berjudul Dampak Diberlakukannya Surat Edaran Bupati Klaten Tentang Penggunaan Pakaian Dinas Lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Terhadap Perkembangan Industri Tenun Lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Di Kabupaten Klaten yang ditulis oleh menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan setelah diberlakukannya surat edaran Bupati Klaten tentang penggunaan pakaian dinas lurik alat tenun bukan mesin terhadap perkembangan industri alat tenun bukan mesin.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanatif, cara ini digunakan untuk mengetahui secara keseluruhan dari objek yang diteliti dalam batasbatas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kontribusi modal, tenaga kerja dan teknologi terhadap peningkatan hasil produksi industri tenun di Desa Gamplong. Hasil penelitian ini bisa menjadi pedoman untuk menentukan informasi yang dibutuhkan oleh Industri Tenun di Desa Gamplong. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitan ini adalah industri alat tenun bukan mesin (ATBM) di industri Gamplong. Ada beberapa alasan industri Gamplong menjadi lokasi penelitian. Pertama industri Gamplong merupakan industri yang terus berkembang hingga sekarang dan menjadi industri yang masih menggunakan alat-alat tradisional dengan proses yang manual. Memperhatikan hasil akhir dari produk supaya konsumen tidak kecewa demi menjaga kualitas hasil produksi industri tersebut. Selain itu juga memperhatikan bahan baku yang digunakan untuk menjaga kualitas hasil produksi. Industri Gamplong mampu menyerap tenaga kerja dari 30

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 lingkungan sekitar sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September tahun 2013. C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah para pengrajin tenun di Industri tenun tradisional di Desa Gamplong Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman. 2. Objek Penelitian Objek penelitian adalah kontribusi modal, tenaga kerja, dan teknologi terhadap peningkatan produksi industri kerajinan tenun tradisional di Desa Gamplong Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman. D. Populasi Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah 24 pengusaha pengrajin kerajinan tenun tradisional di Desa Gamplong Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman. E. Sampel Penelitian Peneliti akan mengambil semua populasi untuk digunakan sebagai sampel penelitian ini. Sehingga sampel dalam penelitian ini terdiri dari 24 pengusaha kain tenun tradisional di Desa Gamplong Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. 32 Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik sampling jenuh yang dilakukan dengan teknik penetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. G. Variabel Penelitian dan Pengukuran 1. Modal (X1) adalah uang yang digunakan perusahaan untuk menjalankan proses produksi tenun tradisional. Indikator adalah uang (Rp) yang disertakan dalam produksi. Tabel III.1 Modal Modal No. 1. 1.000.000 – 10.000.000 2. 11.000.000 – 20.000.000 3. 21.000.000 – 60.000.000 4. > 60.000.000 Sumber: Modal umum di Industri Gamplong, 2013 2. Tenaga Kerja (X2) adalah orang-orang yang bekerja secara terampil untuk membuat kain tenun. Indikator adalah jumlah tenaga kerja, jam kerja. No. Tabel III.2 Tenaga Kerja Jumlah Tenaga Kerja 1. 1 - 20 orang 2. 21 – 40 orang 3. 41- 60 orang 4. 61 – 80 orang 5. > 80 orang Sumber: Tenaga Kerja di Industri Gamplong, 2013

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 33 Bahan Baku (X3) adalah bahan yang dapat digunakan untuk diolah dengan proses tertentu ke dalam bentuk yang berbeda-beda. Indikator adalah benang, mendong. No. Tabel III.3 Benang Jumlah Benang 1. 1 - 20 kg 2. 21 - 40 kg 3. 41 - 60 kg 4. 61 - 80 kg 5. 81 – 100 kg 6. 1000 kg (1 kwintal) Sumber: Bahan baku di Industri Gamplong, 2013 No. Tabel III.4 Mendong Mendong 1. 1-2 ikat 2. 3-4 ikat 3. 5-6 ikat 4. 7-8 ikat 5. > 9 ikat Sumber: Bahan baku di Industri Gamplong, 2013 No. Tabel III.5 Agel Agel 1. 1-2 kg 2. 3-4 kg 3. 5-6 kg

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. 7-8 kg 5. > 9 kg Sumber: Bahan Baku di Industri Gamplong, 2013 Tabel III.6 Lidi No. Lidi 1. 1-2 ikat 2. 3-4 ikat 3. 5-6 ikat 4. 7-8 ikat 5. > 9 ikat Sumber: Bahan Baku di Industri Gamplong, 2013 No. Tabel III.7 Akar Wangi Akar Wangi 1. 1-2 kg 2. 3-4 kg 3. 5-6 kg 4. 7-8 kg 5. > 9 kg Sumber: Bahan Baku di Industri Gamplong, 2013 Tabel III.8 Pewarna No. Pewarna 1. 1-2 kg 2. 3-4 kg 3. 5-6 kg 4. 7-8 kg 34

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. 35 > 9 kg Sumber: Bahan Baku di Industri Gamplong, 2013 4. Produksi (Y) adalah produksi yang dihasilkan tiap bulan. Indikator adalah jumlah hasil produksi kain tenun, jumlah pendapatan dari produksi kain tenun. Tabel III.9 Jumlah Produksi No. Jumlah Produksi @ bulan Jangka Waktu 1. 1 – 1.000 biji 1 bulan 2. 1.001 – 2.000 biji 1 bulan 3. 2.001 – 3.000 biji 1 bulan 4. > 3.000 biji 1 bulan Sumber: Jumlah produksi di Industri Gamplong, 2013 H. Data yang Dicari 1. Data Primer Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama yaitu pemilik industri kerajinan, yang meliputi modal, tenaga kerja dan bahan baku. 2. Data Sekunder Data sekunder merupakan data atau data pelengkap yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada di industri. Dalam penelitian ini yang dimaksud data sekunder adalah teknik dokumentasi. Teknik ini dilakukan dengan melihat data UMKM di Kabupaten Sleman.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI I. 36 Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara (inteview) Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi dan data mengenai nama-nama pengrajin, pembagian kerja, tentang modal, tenaga kerja, bahan baku dan hasil produksi. 2. Observasi Observasi dilakukan dengan mendatangi sentra industri kain tenun tradisional di Gamplong. Adapun data yang dicari dengan observasi mengenai proses pembuatan kain tenun dan melihat macam-macam kain tenun. J. Uji Prasyarat 1. Uji Multikolinieritas Multikolinieritas adalah situasi adanya hubungan varibel-variabel bebas diantara satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini disebut variabelvariabel bebas tidak ortogontal. Variabel yang bersifat ortogontal adalah variabel bebas yang nilai korelasinya sama dengan nol. Apabila terdapat korelasi yang sempurna diantara sesama variabel-variabel bebas ini sama dengan satu, maka koefisien regresinya tidak dapat ditaksir dan nilai standard error setiap koefisien menjadi tidak terhingga. Untuk mendeteksi multikolinieritas digunakan rumus korelasi. Adapun rumusnya sebagai berikut: rxy N [N X2 XY ( X )( Y ) ( X ) 2 ][N Y2 ( Y )2 ]

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Selanjutnya dengan bantuan komputer SPSS diadakan analisis Collinearity Statistics. Dari analisis Collinearity Statistics akan diperoleh VIF (Variance Inflation Factor). Untuk mengetahui terjadi tidaknya multikolinieritas, digunakan ketentuan sebagai berikut: 2. a. Jika VIF > 5, maka terjadi multikolinieritas b. Jika VIF < 5, maka tidak terjadi multikolinieritas Uji Heteroskedastisitas Heterokedastisitas adalah suatu keadaan dimana varians dari kesalahan pengganggu tidak konstan untuk suatu variabel bebas (Supranto, 2004: 68). Untuk mendeteksi ada tidaknya masalah heteroskedastisitas digunakan uji korelasi dari sperman didefinisikan sebagai berikut: Keterangan: d1 = perbedaan pada rank yang diberikan kepada dua karakteristik yang berbeda dari individu atau fenomenake-1 n = banyaknya individu atau fenomena yang diberikan kepada rank Selanjutnya dengan bantuan komputer program SPSS. Untuk menentukan terjadi tidaknya masalah heteroskedastisitas digunakan ketentuan sebagai berikut: a. Jika rs hitung > rs tabel, maka terjadi heteroskedastitas

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 3. 38 Jika rs hitung < rs tabel, maka tidak terjadi heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah suatu keadaan dimana kesalahan pengganggu dari satu observasi terhadap observasi selanjutnya yang berturutan tidak berpengaruh atau tidak terjadi korelasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dapat diuji dengan jalan menghitung “The Durbin-Watson, d” dengan rumus sebagai berikut (Supranto, 2004: 116-117): Keterangan: d = statistik durbin watson e = gangguan estimasi i = observasi terakhir i-1 = observasi sebelumnya Untuk memperoleh kesimpulan apakah ada masalah autokorelasi atau tidak, hasil hitung statistic d harus dibandingkan dengan tabel statistic d. Pemilihan angka tabel d harus memperlihatkan banyaknya parameter (=k), dan jumlah observasi (=n), pada tingkat signifikansi (=α) tertentu.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Hipotesis yang dapat disimpulkan adalah: HO : ρ ≤ 0 (tidak ada autokorelasi positif) HA : ρ > 0 (ada autikorelasi positif) a. Jika d < dl, berarti terdapat aotokorelasi positif b. Jika d > (4 ‒ dl), berarti terdapat autokorelasi negatif c. d. Jika du < d < (4 ‒ dl), berarti tidak terdapat autokorelasi Jika dl < d< du atau (4 ‒ du), berarti tidak terdapat disimpulkan K. Teknik Analisis Data 1. Regresi Berganda Analisis regresi berganda merupakan pengembangan dari regresi sederhana. Pada analisis ini, variabel independen X yang diperhitungkan jumlahnya lebih dari 2. Analisis ini digunakan untuk meniliti pengaruh dari beberapa variabel X terhadap variabel dependen Y (Santoso, 2000). Dalam penelitian ini, digunakan model regresi linier berganda. Rumusnya adalah sebagai berikut:

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 Keterangan: Y = Hasil Produksi a = Konstanta b1 = Koefisien Regresi X1 X1 = Modal b2 = Koefisien Regresi X2 X2 = Tenaga Kerja b3 = Koefisien Regresi X3 X3 = Bahan Baku 2. Uji F Uji F merupakan pengujian signikansi persamaan yang digunakan untuk mengetahui apakah model regresi dengan variabel independen (X1, X2, X3), yaitu modal, tenaga kerja, dan bahan baku dapat menjelaskan variabel dependen (Y), yaitu hasil produksi industri tenun tradisional. Langkah-langkah yang digunakan dalam uji ini (Sudjana, 2005) adalah sebagai berikut: a. Menggunakan rumus uji F Keterangan: R = Koefisien korelasi ganda k = jumlah variabel bebas m = banyak prediktor

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 N = jumlah anggota sampel b. Menentukan formulasi Ho dan Ha Ho = Model regresi dengan variabel bebas (X) modal, tenaga kerja, dan teknologi tidak dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat (Y) yaitu hasil produksi. Ha = Model regresi dengan variabel bebas (X) modal, tenaga kerja, dan teknologi dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat (Y) yaitu hasil produksi. Derajat kebebasan F tabel (α, k, n-k-1). Dimana, α = 0,05 k = Jumlah variabel bebas n = Jumlah Sampel c. Menguji hipotesis Kriteria pengujian hipotesis: 1) F- hitung ≥ F- tabel pada α 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti model regresi dengan veriabel bebas (X) modal, tenaga kerja, dan teknologi dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat (Y) yaitu hasil produksi. 2) F- hitung < F- tabel pada α 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti model regresi dengan variabel bebas (X) modal, tenaga kerja, dan teknologi tidak dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat (Y) yaitu hasil produksi.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 42 Uji t Uji t digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel independen yang meliputi modal, tenaga kerja, dan teknologi terhadap variabel dependen yaitu hasil produksi. 1) Menentukan formulasi Ho dan Ha. Ho = Tidak ada pengaruh yang signifikan modal (X1), tenaga kerja (X2), dan teknologi (X3) terhadap veriabel terikat yaitu hasil produksi. Ha = Ada pengaruh yang signifikan modal (X1), tenaga kerja (X2), dan teknologi (X3) terhadap veriabel terikat yaitu hasil produksi. 2) Menguji hipotesis Kriteria pengujian hipotesis: a) t- hitung ≥ t- tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan modal (X1), tenaga kerja (X2), dan teknologi (X3) terhadap variabel terikat yaitu hasil produksi (Y). b) t- hitung < t- tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan modal (X1), tenaga kerja (X2), dan teknologi (X3) terhadap variabel terikat yaitu hasil produksi (Y).

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM INDUSTRI GAMPLONG DAN ANALISIS DATA A. Sejarah Industri Gamplong Desa gamplong yang berada di Kelurahan Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan penenun. Desa gamplong terbagi menjadi lima padukuhan, dari Gamplong I sampai GamplongV. Awal mula kerajinan tenun di Dusun Gamplong dimulai dari tahun 1950-an, pada mulanya hanya diproduksi tenun gendong atau tenun Agel (sejenis bagor). Selanjutnya pada tahun 1953 sudah mulai menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Pada awalnya hanya terdapat 3-4 pengrajin yang mempekerjakan warga sekitar untuk menenun. Adapun barang diproduksi pada masa itu hanyalah serbet, belacu (untuk baju) dan stagen. Produk yang dihasilkan kemudian dijual di Daerah Moyudan, antara lain Pasar Ngijon, Kulon Progo dan lain sebagainya. Biasanya pembeli yang datang ke pasar-pasar tersebut dari berbagai daerah di sekitar Jogja bahkan dari luar Jawa dan menjual lagi produknya di daerah mereka sehingga secara tidak langsung produk-produk yang dihasilkan pengrajin sudah dipasarkan ke luar kota. Namun sekitar tahun 1990-1997 geliat kerajinan mengalami kesulitan. Sampai puncaknya 1997 dimana terjadi krisis moneter akibat pergolakan politik di Indonesia 43

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 yang juga berdampak pada kerajinan di dusun gamplong. Beruntunganya, pada tahun yang sama justru ada “buyer” yang datang ke dusun gamplong dan membawa sampel palce mate yang kemudian dipelajari oleh pengrajin. Selanjutnya, pengrajin mulai membuat place mate dan ternyata justru laku di pasaran, meskipun pengrajin harus mengubah mesin tenun terlebih dahulu. Pada awalnya motif yang ada hanya terbatas dan akhirnya semakin berkembang sampai sekarang. Berbagai motif yang ada beasal dari pemesan dan juga kreatifitas pengrajin sendiri. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir ini, penjualan produk hasil kerajinan mengalami penurunan hingga mencapai 50% dan menyebabkan beberapa pengrajin memutuskan untuk beralih profesi. Ide untuk menjadikan Gamplong sebagai desa wisata telah tercetus sejak tahun 2001. Ide tersebut berasal dari pemerintah provinsi DIY. B. Lokasi Lokasi tempat penelitian ini di Dusun Gamplong, desa Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman atau di jalan Raya Wates Yogyakarta KM 14. C. Pangsa Pasar Industri di Gamplong memasarkan produk-produk tersebut tidak hanya di dalam negeri tetapi ada yang sampai ke luar negeri. Hal itu ditunjukan dengan ada wisatawan mancanegara yang datang ke industri Gamplong membeli cindera mata khas Jogja untuk oleh-oleh. Selain itu juga

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 industri Gamplong mempromosikan lewat internet melalui website, agar industri Gamplong lebih banyak yang tahu mengenai industri Gamplong. D. Bahan Baku Selain bahan baku benang, masih ada lagi bahan baku yang digunakan pada industri tersebut. Seperti agel, lidi, mendong, akar wangi, enceng gondok, pewarna, pandan, tikar pandan, nilon, dan lain-lain. Bahan baku berasal dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan ada bahan baku yang dari luar negeri. E. Peralatan 1. Erek Alat ini seperti roda yang digunakan untuk menggulung benang ke kletek. 2. Likasan Alat ini berupa seperti tabung besar dilengkapi dengan tuas untuk memutar. Alat ini digunakan untuk menggulung benang dari mesin sekir. 3. Kletek Alat ini seperti batang panjangnya 10 cm yang digunakan sebagai tempat gulungan benang. 4. Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Alat ini digunakan untuk menenun sehingga benang akan menjadi bentuk yang diinginkan.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tahap awal pembuatan benang dipintal terlebih 46 dahulu menggunakan erek, digulung menggunakan kletek, selanjutnya digulung menggunakan likasan. Kemudian dipasang pada tenun ATBM. Bahan baku mendong diberi pewarna terlebih dahulu sebelum ditenun lalu dijemur. Setelah itu baru bisa ditenun menggunakan tenun ATBM. F. Hasil Produksi Produk yang dihasilkan bermacam-macam yaitu seperti stagen, tas, dompet, place mate, taplak meja, loper, closter, tissue box, tirai, souvenir, gorden, piring lidi, sarung. Dari bermacam-macam produk tersebut total yang dihasilkan setiap bulan yaitu Tabel IV. 1 Hasil Produksi Industri di Gamplong No. Nama produk Hasil produksi per bulan 1. Stagen 17.000 biji 2. Tas 17.270 biji 3. Dompet 6.500 biji 4. Place mate 37.530 biji 5. Taplak meja 34.400 biji 6. Loper 5.000 biji 7. Closter 7.540 biji 8. Tissue box 19.970 biji 9. Tirai 17.000 biji 10. Souvenir 30 biji 11. Gorden 1.000 biji 12. Piring lidi 1.500 biji 13. Kain lendang 1.000 biji 14. Sarung 1.000 biji Sumber : data primer, 2013

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. 47 Analisis Data 1. Deskripsi Pengusaha Penulis meneliti 24 pengusaha yang ada di Gamplong Kabupaten Sleman yang terdapat di Padukuhan industri Gamplong yaitu Gamplong 1, gamplong 2, Gamplong 3, Gamplong 4, dan Gamplong 5. Sampel yang diambil merupakan seluruh pengusaha industri yang tersebar di 5 padukuhan tersebut. Pengusaha-pengusaha tersebut yang diteliti apakah ada kontribusi modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhadap hasil produksi industri tenun tradisional. Dapat dilihat dari modal, tenaga kerja, dan bahan baku yang dihitung dari per satu bulan. Data industri tentang jumlah modal, jumlah tenaga kerja, dan bahan baku tiap bulannya. a. Usia Tabel IV.2 Tabel usia pemilik industri Presentase Usia Jumlah 54,17% < 40 tahun 13 orang 25% 40 – 45 tahun 6 orang 8,33% 46 – 51 tahun 2 orang 8,33% 52 – 57 tahun 2 orang 4,17% > 58 tahun 1 tahun Total 24 100% Sumber : data primer, 2013 Dilihat dari tabel diatas kelompok umur pengusaha industri berumur antara kurang dari 40 tahun berjumlah 13 orang, 54,17% karena di usia itu orang-orang masih produkstif untuk bekerja dan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 masih giat bekerja. Di industri Gamplong pekerja bekerjanya membutuhkan kejelian dan ketelian untuk membuat berbagai produk yang menarik, pekerja di industri Gamplong kebanyakan usia kurang dari 40 tahun. Para pemilik industri mempunyai pekerja kebanyakan di usia yang masih produktif bekerja. Pemerintah juga mempunyai aturan usia yang produktif bekerja, yaitu usia 15 tahun ke atas. Di usia tersebut dianggap siap menghadapi dunia kerja. Di Gamplong warga yang bisa menenun sudah lansia atau lanjut usia. Sekarang kebanyakan tenaga kerja beasal dari luar Dusun Gamplong bahkan ada yang berasal dari luar Kabupaten Sleman seperti Bantul dan Kulon Progo. b. Jenis Kelamin Tabel IV.3 Tabel jenis kelamin pemilik industri Jenis Kelamin Presentase Laki-laki 16 66,67% Perempuan 8 33,33% Total 24 100% Sumber : data prime,r 2013 Dilihat dari tabel jenis kelamin diatas bahwa antar laki-laki dan perempuan lebih banyak laki-laki sebesar 66,67% karena biasanya pengusaha industri juga menguasai teknik menenun untuk dapat memantau langsung kualitas tenun. Di dalam keluarga yang berkewajiban mencari nafkah adalah laki-laki maka di industri Gamplong pekerjanya lebih banyak laki-laki dari pada perempuan.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Dalam rumah tangga yang berusaha bekerja dan mencari pekerjaan pada umumnya laki-laki sebagai kepala rumah tangga. Di dalam keluarga atau rumah tangga yang menjadi tulang punggung keluarga yaitu laki-laki dan laki-laki dianggap paling kuat bekerja daripada perempuan. Nama pemilik dari identitas industri juga kebanyakan menggunakan nama dari kepala rumah tangga. 2. Deskripsi Jumlah Modal Pada mulanya sumber modal awal yang digunakan oleh para pemilik industri berasal dari modal sendiri. Modal dalam hasil analisis data tidak berpengaruh besar terhadap hasil produksi, jika pemilik industri kerajinan tidak mempunyai modal masih bisa menjalankan usaha. Dengan cara bila ada orderan atau pesanan kerajinan pembeli membayar dimuka sebesar 50% dari harga yang ditetapkan, pembayaran itu digunakan untuk membeli bahan baku. Rata-rata dari pemilik industri kerajinan modal yang digunakan untuk menjalankan hampir sama, bahkan ada yang modal sebagian dari pemesan order dalam usaha tersebut. Jadi modal yang digunakan 50% dari modal sendiri, 50% dari pemesan order. Dalam dunia industri pemilik industri yang tidak mempunyai modal bisa menjalankan usahanya. Usaha tersebut bisa berjalan dengan lancar sampai sekarang, para pemilik usaha harus mempunyai ide agar

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 usahanya bisa berjalankan dan tidak mengalami kerugian atau gulung tikar. Tabel IV.4 Distibusi Frekuensi Kategori Modal Modal Valid Rp 1-Rp 10 jt Rp 11 jt - Rp 20 jt Rp 21 jt - Rp 60 jt > 60 jt Total Frequency 15 4 3 2 24 Percent 62,5 16,7 12,5 8,3 100,0 Valid Percent 62,5 16,7 12,5 8,3 100,0 Cumulative Percent 62,5 79,2 91,7 100,0 Sumber: data diolah, 2013 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa modal yang banyak digunakan untuk menjalankan usaha Rp1.000.000 sampai Rp10.000.000. Kebanyakan modal dari pemilik industri Rp1.000.000 sampai Rp10.000.000 kegiatan industri kerajinan sudah bisa berjalan dan bisa membuat bermacam-macam produk. Usaha di industri Gamplong kebanyakan melanjutkan usaha dari orang tuanya sehingga tidak membutuhkan modal yang begitu banyak. Dengan modal Rp1.000.000 sampai Rp10.000.000 dirasa oleh para pemilik indstri sudah cukup untuk menjalankan usaha kerajinan. Modal tersebut sudah bisa untuk membuat berbagai macam produk di industri Gamplong. Tersedianya modal yang segera digunakan dalam operasinya, tergantung dari sifat aktiva yang dimiliki seperti: kas, piutang, dan persediaan. Modal harus cukup jumlahnya, dalam arti harus mampu membiayai pengeluaran-pengeluaran atau operasi perusahaan sehari-

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 hari. Dengan modal yang cukup akan menguntungkan perusahaan dan memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan efisien serta perusahaan tidak mengalami kesulitan finansial. Transaksi yang menyebabkan penurunan modal disebut penggunaan modal. Modal biasanya digunakan untuk keperluan jangka pendek dan membiayai operasi sehari-hari seperti untuk membayar upah, pembelian barang dagangan dan sebagainya. 3. Deskripsi Jumlah Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam proses produksi, karena merupakan orang yang terlibat langsung dalam kegiatan proses produksi. Tenaga kerja sangat dibutuhkan dalam dunia industri untuk menjalankan usahanya dan membuat berbagai macam produk yang menjadi ciri khas dari industri tersebut yaitu dari tenaga kerja. Apalagi semua produk dikerjakan secara manual tidak bisa dikerjakan dengan bantuan mesin atau alat yang sudah modern itu membutuhkan tenaga kerja. Tenaga kerja yang digunakan oleh para pemilik industri di Gamplong adalah dari Bantul, Kulon Progo, dan lingkungan sekitar. Untuk membuat kerajinan yang ada di Gamplong tidak tergantung pada usia, sebagian yang bekerja para ibu-ibu lansia. Dengan adanya tenaga kerja tersebut para pemilik industri bisa menyelesaikan proses produksi industri kerajinan tenun. Tenaga kerja tersebut bekerja dengan sistem borongan dengan membuat produk

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 kerajinan yang bermacam-macam. Didalam industri tenaga kerja sangat dibutuhkan untuk kelancaran industri kerajinan, tenaga kerja sangat diperhatikan baik kesehatan dan kesejahteraan. Tabel IV.5 Distribusi Frekuensi Kategori Tenaga Kerja Tenaga kerja Valid 1-20 orang 21-40 orang 41-60 orang 61-80 orang > 80 orang Total Frequency Percent Valid Percent 7 9 3 3 2 24 29,2 37,5 12,5 12,5 8,3 100,0 29,2 37,5 12,5 12,5 8,3 100,0 Cumulative Percent 29,2 66,7 79,2 91,7 100,0 Sumber: data diolah, 2013 Berdasarkan tabel bahwa tenaga kerja yang dimiliki industri berkisar 21 orang sampai 40 orang. Bahwa jumlah tenaga kerja berpengaruh pada hasil produksi, industri yang mempunyai tenaga kerja 21 orang sampai 40 orang usahanya masih biasa. Sebagian besar industri mempunyai tenaga kerja antar 21 orang sampai 40 orang. Dengan tenaga kerja sebesar itu mampu memproduksi barang atau produk setiap bulannya 1001 biji sampai 2000 biji. Sedangkan produksi setiap hari 33 biji sampai 66 biji tiap per produk. Tenaga kerja merupakan setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Tenaga kerja di industri Gamplong kebanyakan berasal dari luar Dusun Gamplong bahkan ada yang dari luar Kabupaten Sleman seperti Kulon Progo, Bantul.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Kebanyakan di Gamplong usia warga Gamplong yaitu lansia atau lanjut usia, karena lansia menurut para pemilik industri sudah tidak produktif lagi untuk bekerja. Para pemilik industri tenaga kerjanya kebanyakan dari luar Dusun Gamplong bahkan ada yang dari luar Kabupaten Sleman. 4. Deskripsi Jumlah Bahan Baku Bahan baku yang digunakan untuk membuat bermacam-macam jenis kerajinan yaitu yang pertama benang, mendong, akar wangi, agel, lidi, pewarna, pandan, enceng gondok dan yang kedua bahan tersebut yang sudah melalui proses pewarna, kemudian dijemur. Bahan baku tersebut kemudian untuk pembuatan tas, place mate atau taplak meja, runner, stagen, kain lendang, dompet, dan loper. Bahan baku tersebut didatangkan dari berbagai daerah misal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Biasanya para pemilik industri kerajinan tersebut memesan terlebih dahulu bahan baku yang akan dibeli, baru kemudian bahan baku yang dipesan diantar. Ada sebagian para pemilik industri yang memesan secara kolektif jadi lebih mudah untuk distribusi bahan baku. Untuk pembelian bahan baku para pemilik industri kerajinan tergantung orderan atau pesanan dari konsumen, jika orderan atau pesanan banyak misal memesan 1000 tas, pembelian bahan baku bisa sampai 1 kwintal bahkan sampai 1 ton. Pemesanan produk dari para pembeli biasanya 1 jenis produk dalam jumlah yang banyak.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Bahan baku menjadi bahan utama untuk pembuatan segala macam produk yang dihasilkan oleh industri. Jika tidak ada bahan baku industri tersebut tidak bisa berjalan dan tidak ada produk yang dihasilkan. Bahan baku dalam dunia usaha sanagat dibutuhkan dan tidak bisa ditinggalkan juga tidak ada gantinya. Bahan baku menjadai hal terpenting dari dunia industri, tidak ada salah satu bahan baku untuk proses produksi menjadi terhambat. Tabel IV.6 Distribusi Frekuensi Kategori Bahan Baku Bahan baku benang Frequency Valid 1- 20 kg 21 - 40 kg 41 - 60 kg 61 - 80 kg 81 - 100 kg 1000 kg(1 kwintal) Total 4 3 5 2 7 3 24 Percent 16,7 12,5 20,8 8,3 29,2 12,5 100,0 Valid Percent 16,7 12,5 20,8 8,3 29,2 12,5 100,0 Cumulative Percent 16,7 29,2 50,0 58,3 87,5 100,0 Sumber: data diolah, 2013 Bedasarkan tabel di atas bahan baku sebesar 81 kg sampai 100 kg menunjukkan bahwa jumlah bahan baku tersebut paling banyak digunakan pada industri kerajinan. Dengan bahan baku 81 kg sampai 100 kg untuk pembuatan place mate bisa menghasilkan 1000 sampai 2000 biji per bulan. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi misalnya produk place mate per hari 2,7 kg sampai 3,3 kg, dengan bahan baku itu dapat menghasilkan produk place mate sebanyak 33,3 biji sampai 66,7 biji per hari. Pemilik industri kerajinan untuk

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 mendapatkan bahan baku yang digunakan untuk membuat produkproduk harus mendatangkan dari luar gamplong. Di sekitar Gamplong bahkan di Kabupaten Sleman bahan baku benang ada tetapi kalau membutuhkan lebih dari 20 kg harus mendatangkan dari luar Yogyakarta. Biasanya untuk pembelian bahan baku para pemilik industri membeli secara kolektif agar pengiriman barang bisa cepat sampai. Bahan baku benang bisa digunakan untuk membuat bermacam-macam produk seperti stagen, runner, dompet, place mate, dan lain-lain. Bahan baku dari perusahaan sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan proses produksi, karena bahan baku akan diolah menjadi produk jadi. Untuk itu, bahan baku sangatlah penting dalam menunjang keberhasilan kegiatan proses produksi. Hal ini disebabkan karena bahan baku sangat mempengaruhi bentuk atau komposisi produk jadi baik secara kuantitas maupun kualitas serta harga jual produk. 5. Deskripsi Hasil Produksi Setiap industri atau perusahaan hasil akhir dalam proses industri menghasilkan hasil produksi. Hasil produksi dari setiap industri atau perusahaan berdeda-beda tergantung dari industri tersebut memproduksi apa. Dari hasil penelitian industri ini menghasilkan beraneka macam kerajinan dan souvenir. Hasil produksi dari setiap industri hampir sama barang yang diproduksi.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Hasil produksi dari setiap industri berbeda-beda tergantung dari para pemilik industri produk yang dipasarkan itu apa saja. Ada industri yang memproduksi beberapa macam produk, ada juga yang memproduksi satu macam produk. Industri kerajinan setiap bulan mampu memproduksi produknya 1.001 sampai 3.000. Industri kerajinan mampu memproduksi produk banyak itu tergantung dari orderan atau pesanan dari setiap bulan. Hasil produksi tersebut tidak bisa diperkirakan terkadang orderan atau pesanan terkadang orderan hanya sedikit, tetapi orderan bisa melebihi target pada saat liburan, dan pada saat ada kunjungan dari wisatawan yang datang ke Gamplong. Pada liburan banyak wisatawan dari luar daerah Jogja yang berlibur ke Jogja untuk berwisata, dan membeli oleh-oleh atau souvenir ke Gamplong. Hasil produksi di industri Gamplong tidak hanya dipasarkan di dalam kota Jogja tetapi sampai keluar kota bahkan sampai ke luar negeri. Hasil produksi yang paling banyak diminati oleh konsumen produk place mate dan tas, dua produk ini sangat laris dipasaran. Pembeli membeli produk-produk secara langsung ke tempat industri atau ketengkulak-tengkulak yang memasarkan produk dari Gamplong. Tetapi pembeli bisa membeli atau memesan produk melalui internet atau online.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Hasil produk yang paling diminati oleh pembeli yaitu produk place mate dan tas. Produk tas dibuat mengikuti model yang baru diminati oleh pembeli. Tabel IV.7 Distribusi Frekuensi Kategori Hasil Produksi Hasil produksi Valid 1-1000 biji 1001-2000 biji 2001-3000 biji > 3000 biji Total Frequency 7 8 5 4 24 Percent 29,2 33,3 20,8 16,7 100,0 Valid Percent 29,2 33,3 20,8 16,7 100,0 Cumulative Percent 29,2 62,5 83,3 100,0 Sumber: data diolah, 2013 Berdasarkan tabel di atas bahwa hasil produksi dari seluruh industri mulai dari 1001 sampai 2000 biji perbulan. Hasil produksi per hari 33 biji sampai 66 biji untuk produk tertentu dari 24 pengusaha. Jenis produk yang dihasilkan bermacam-macam tidak hanya satu macam. Produk yang dihasilkan dihitung atau ditotal perbulan dari berbagai jenis. Hasil produksi ada yang order dari luar negeri negara Jerman. Produk yang dihasilkan dari industri kerajinan di Gamplong mengikuti tren atau modal yang sedang digemari para pembeli. Jadi model dari produk bisa berbeda setiap produksinya. 6. Uji Prasyarat a. Uji Multikolinieritas Multikolinieritas adalah situasi adanya hubungan variabelvariabel bebas diantara satau dengan yang lainnya. Dalam hal ini disebut variabel-variabel bebas tidak ortogontal. Variabel yang bersifat ortogontal adalah variabel bebas yang nilai korelasinya

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 sama dengan nol. Apabila terdapat korelasi yang sempurna diantara sesama variabel-variabel bebas ini sama dengan satu, maka koefisien regresinya tidak dapat ditaksir dan nilai standard error setiap koefisien menjadi tidak terhingga. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dilakukan melihat nilai tolerance dan VIF. Dasar analisis yang digunakan yaitu jika tolerance lebih dari 0,10 dan VIF kurang dari 5 maka tidak terjadi masalah multikolinieritas. Hasil outputnya sebagai berikut: Tabel IV.8 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficients 1 a Collinearity Statistics Tolerance VIF Model (Constant) ,628 Modal ,849 Tenaga kerja ,683 Bahan baku a. Dependent Variable: Hasil produksi 1,593 1,178 1,463 Sumber : data diolah, 2013 Berdasarkan output diatas, dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari ketiga variabel yaitu: modal (0,628), tenaga kerja (0,849), dan bahan baku (0,683) lebih besar dari 0,10 sedangkan nilai VIF variabel modal (1,593), tenaga kerja (1,178), dan bahan baku (1,463). Ketiga nilai VIF < 5 (Gozali, 2009:91) maka dapat disimpulkan bahwa multikolinieritas. dalam model regersi tidak terjadi

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 59 Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah suatu keadaan dimana varians dari kesalahan pengganggu tidak konstan untuk suatu variabel bebas (Supranto, 2004: 68). Untuk mendeteksi ada tidaknya masalah heteroskedastisitas digunakan uji korelasi rank dari sperman. Jika signifikansi antara variabel independen dengan residual > 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, tetapi jika nilai signifikansi < 0,05 maka terjadi masalah heteroskedastisitas. Hasil output adalah sebagai berikut: Tebel IV.9 Hasil Heteroskedastisitas Correlations Spearman's rho Modal 1,000 Modal Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) . N 24 ** Tenaga Correlation ,542 kerja Coefficient Sig. (2-tailed) ,006 . N 24 ** Bahan baku Correlation ,713 Coefficient Sig. (2-tailed) ,000 N 24 AbsRes Correlation ,084 Coefficient Sig. (2-tailed) ,695 N 24 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Tenaga kerja ** ,542 Bahan baku AbsRes ** ,713 ,084 ,006 24 1,000 ,000 24 * ,412 ,695 24 ,057 24 * ,412 ,046 24 1,000 ,793 24 ,044 ,046 . 24 ,057 24 ,044 ,839 24 1,000 ,793 24 ,839 . 24 24 Sumber : data diolah, 2013 Dari output diatas dapat diketahui nilai signifikansi variabel modal (X1) sebesar 0,768, tenaga kerja (X2) sebesar 0,802, dan bahan baku (X3) sebesar 0,741, nilai ketiganya > 0,05. Maka dapat

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 dismpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. c. Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah suatu keadaan dimana kesalahan pengganggu dari satu observasi terhadap observasi selanjutnya yang berurutan tidak terpengaruh atau tidak terjadi korelasi. Dalam penelitian ini uji autokorelasi menggunakan metode Durbin Watson. Cara mendeteksi maslah autokorelasi dengan metode Durbin Watson adalah sebagai berikut: 1) dU < DW < 4 – dU maka Ho diterima (tidak terjadi autokorelasi) 2) DW < dL atau DW > 4 – DL maka Ho ditolak (terjadi autokorelasi) 3) dL < DW < dU atau 4 – dU < 4 – dL maka tidak keputusan yang pasti Dari hasil data yang telah diolah melalui program SPSS diperoleh output sebagai berikut: Tabel IV.10 Hasil Uji Autokorelasi b Model Summary Durbin-Watson Model 2,117 1 a. Predictors: (Constant), Bahan baku, Tenaga kerja, Modal b. Dependent Variable: Hasil produksi Sumber : data diolah, 2013

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Dari hasil output di atas dapat diketahui bahwa nilai DW sebesar 2,117. Dengan melihat tabel Durbin Watson pada signifikansi 0,05, dengan n = 24 (jumlah data) dan k = 3 (jumlah variabel), didapat dL = 1,101 dU = 1,656. Jadi didapat hasil dU < DW < 4 – dU (1,656 < 2,117 < 2,344). Artinya tidak terdapat autokorelasi pada model regresi. 7. Pengujian Hipotesis Tabel IV.11 a Coefficients Model 1 (Constant) Unstandardized Coefficients B Std. Error -3318,210 3266,735 Modal 261,490 Tenaga kerja 19,364 Bahan baku 1,884 a. Dependent Variable: Hasil produksi 205,758 6,394 ,672 Standardized Coefficients Beta ,222 ,456 ,470 t -1,016 Sig. ,322 1,271 3,029 2,803 ,218 ,007 ,011 Sumber : data diolah, 2013 Total nilai Beta variabel: 0,222 + 0,456 + 0,470 = 1,148 a. Jumlah Modal (X1) Rumusan hipotesis Ho = Tidak terdapat kontribusi yang signifikan modal terhadap hasil produksi. Ha = Terdapat kontribusi yang signifikan modal terhadap hasil produksi. Kolom Standardized Coefficients menunjukkan nilai Beta pada variabel modal (X1) sebesar 0,222 yang berarti bahwa modal

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 tidak berkontribusi karena (0,222 : 1,148) x 100 = 19,3%. Sedangkan untuk menguji apakah variabel modal berkontribusi dan signifikan atau tidak yaitu dengan membandingkan nilai dengan atau melihat kolom Sig. Untuk menganalisis tingkat signifikansi kontribusi variabel modal terhadap hasil produksi, dilihat dari signifikansinya ditunjukkan nilai 0,218 yang berarti nilai ini berada di atas nilai signifikansi 5% (0,05), oleh karena sig < 0,05 (0,218 > 0,05) maka dapat dikatakan Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya dapat disimpulkan bahwa modal tidak berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. b. Jumlah Tenaga Kerja (X2) Rumusan hipotesis Ho = Tidak terdapat kontribusi yang signifikan tenaga kerja terhadap hasil produksi. Ha = Terdapat kontribusi yang signifikan tenaga kerja terhadap hasil produksi. Kolom Standardized Coefficients menunjukkan nilai Beta pada variabel tenaga kerja (X2) sebesar 0,456 yang berarti bahwa tenaga kerja berkontribusi sebesar (0,456 : 1,148) x 100 = 39,7%. Untuk menganalisis tingkat signifikansi signifikansi tenaga kerja dilihat pada kolom Sig ditunjukkan nilai 0,007 yang berarti nilai ini berada dibawah nilai signifikansi 5% (0,05), oleh karena

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 sig < 0,05 (0,007 < 0,05) maka dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. c. Jumlah Bahan Baku (X3) Rumusan hipotesis Ho = Tidak terdapat kontribusi yang signifikan bahan baku terhadap hasil produksi. Ha = Terdapat kontribusi yang signifikan bahan baku terhadap hasil produksi. Kolom Standardized Coefficients menunjukkan nilai Beta pada variabel bahan baku (X3) sebesar 0,470 yang berarti bahwa bahan baku berkontribusi sebesar (0,470 : 1,148) x 100 = 40,9%. Untuk menguji signifikansi dilihat pada kolom Sig ditunjukkan nilai 0,011 yang berarti nilai ini berada diatas nilai signifikansi 5% (0,05), oleh karena sig < 0,05 (0,011 < 0,05) maka dapat dikatakan Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya dapat disimpulkan bahwa bahan baku berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. d. Jumlah Modal, Tenaga Kerja dan Bahan Baku Secara Bersama-sama Rumusan Hipotesis Ho = Tidak terdapat kontribusi yang signifikan modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhadap hasil produksi.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Ha = Terdapat kontribusi yang signifikan modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhadap hasil produksi. Tabel IV.12 b Model Summary Adjusted R Model R R Square Square a 1 ,784 ,615 ,558 a. Predictors: (Constant), Bahan baku, Tenaga kerja, Modal b. Dependent Variable: Hasil produksi Std. Error of the Estimate 851,49026 Durbin-Watson 2,117 Sumber : data diolah, 2013 Hasil perhitungan yang dilakukan dengan program SPSS menunjukkan bahwa Adjusted R Square sebesar 0,558. Hal ini berarti bahwa 55,8% dari variabel hasil produksi dapat dijelaskan oleh variasi jumlah modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhdap hasil produksi. Sedangkan sisanya 44,2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model, misalnya pinjaman modal. Tabel IV.13 b ANOVA Model 1 Regression Residual Sum of Squares 23202269,979 14500713,355 Total 37702983,333 df 3 20 Mean Square 7734089,993 725035,668 F 10,667 23 a. Predictors: (Constant), Bahan baku, Tenaga kerja, Modal b. Dependent Variable: Hasil produksi Sumber : data diolah, 2013 Berdasarkan dari hasil perhitungan variabel dependen diperoleh Fhitung sebesar 10,667, sementara Ftabel pada df (3:24) sebesar 3,01 sehingga pengujian variabel dependen (Fhitung ≥ Ftabel) yaitu Ha diterima, dengan demikian hipotesis kelima menyatakan Sig. a ,000

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 jumlah modal, tenaga kerja, dan bahan baku secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Sedangkan untuk menguji variabel dependen dapat dilihat dari kolom Sig. Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,000 yang berarti nilai ini berada dibawah signifikansi 5%, karena Sig ≤ 0,05 (0,000 ≤ 0,05) maka dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya jumlah modal, tenaga kerja dan bahan baku berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima yang menyatakan bahwa jumlah modal, tenaga kerja, dan bahan baku secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. 8. Pembahasan a. Kontribusi Jumlah Modal Terhadap Hasil Produksi Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa jumlah modal tidak berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Kesimpulan ini didukung hasil perhitungan yang menunjukkan nilai sig sebesar 0,218 lebih besar dari 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya jumlah modal tidak berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Kontribusi variabel modal terhadap hasil produksi ditunjukkan pada nilai Beta

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 ( ) pada variabel modal sebesar 0,222 yang artinya bahwa jumlah modal tidak berkontribusi terhadap hasil produksi. Berdasarkan analisis deskripsi data responden yang menunjukkan bahwa sebagian besar jawaban responden mengenai jumlah modal adalah tidak berpengaruh. Hal ini ditunjukkan dari jumlah 15 responden atau sebesar 62,5% dari total keseluruhan 24 responden, sedangkan analisis deskripsi data tentang hasil produksi yang menunjukkan bahwa sebagain besar responden termasuk dalam kategori hasil produksi tinggi berjumlah 8 responden atau sebesar 33,3%. Hasil dari analis jumlah modal tidak berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Berkaitan dengan hal tersebut bahwa modal dalam industri tidak terlalu berpengaruh terhadap industri kerajinan. Bila pemilik industri tidak mempunyai modal sama sekali masih bisa menjalankan industrinya dengan cara pembeli atau pemesan order membayar sebagian dari harga yang ditetapkan terlebih dahulu. Membayar 50% terlebih dahulu kalau produk yang dipesan sudah jadi baru pembeli atau pemesan order melunasi pembayaran saat mengambil barang atau produk. b. Kontribusi Jumlah Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Kesimpulan ini didukung hasil perhitungan yang

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 menunjukkan nilai sig sebesar 0,007 lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak Ha diterima yang artinya jumlah tenaga kerja berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Kontribusi variabel modal terhadap hasil produksi ditunjukkan pada nilai Beta ( ) pada variabel tenaga kerja sebesar 0,456 yang artinya bahwa modal berkontribusi terhadap hasil produksi sebesar 39,7%. Berdasarkan analisis deskripsi data responden yang menunjukkan bahwa sebagian besar jawaban responden mengenai jumlah tenaga kerja adalah tinggi. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan tenaga kerja yang tinggi berjumlah 9 responden atau sebesar 37,5% dari total responden berjumlah 24, sedangkan analisis deskripsi data tentang hasil produksi yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam hasil produksi yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang hasil produksi tinggi berjumlah 8 atau sebesar 33,3%. Tenaga kerja dalam dunia industri sangat dibutuhkan karena industri di Gamplong teknologinya masih menggunakan teknologi manual atau tenaga manusia. Dalam industri tersebut bila tidak tenaga kerja yang menjalankan alat untuk menenun industrinya tidak bisa berjalan. Industri di Gamplong alat untuk menenun masih teknologi sederhana yang bernama Oglek, nama tersebut berasal dari bunyi alat tenun jika digunakan berbunyi glek, glek

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 maka alat tenun dinamakan Oglek. Tenaga kerja di industri Gamplong sangat dibutuhkan untuk kelancaran proses hasil produksi. Produk yang dibuat semua membutuhkan tenaga kerja, untuk proses akhir pembuatan produk itu juga keterampilan dari tenaga kerja. Tenaga kerja yang ada di Gamplong berasal dari Sleman, yang meliputi lingkungan sekitar Gamplong. Selain itu ada yang berasal dari Bantul dan Kulon Progo. Tetapi kebanyakan tenaga kerja berasal dari Kabupaten Sleman yang kebanyakan lingkungan sekitar Gamplong. Tenaga kerja yang bekerja di industri Gamplong berasal dari lingkungan sekitar, Gamplong mampu membuka lapangan pekerjaan untuk daerah sekitar atau lingkungan. Dapat mengurangi pengangguran khususnya di sekitar Gamplong, warga disana sudah mempunyai pekerjaan. Dengan adanya industri di Gamplong warga di sekitar Gamplong memperoleh kesejahteraan. Industri yang ada di Gamlong tidak hanya satu atau dua tetapi hampir semua memiliki usaha industri kerajinan. Industri itu pasti membutuhkan tenaga kerja, tenaga yang dicari yang pertama lingkungan sekitar tempat tinggal kalau lingkungan tempat tinggal tidak ada baru mencari tenaga kerja dari luar Gamplong. Tenaga yang berasal dari lingkungan sekitar yang dulunya tidak mempunyai pekerjaan setelah ada industri kerajinan menjadi

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 mempunyai pekerjaan. Hal itu menjadi penduduk yang berada di sekitar Gamplong memperoleh kesejahteraan. Membuka lapangan pekejaan untuk lingkungan sekitar mempunyai dampak yang baik. c. Kontribusi Jumlah Bahan baku Terhadap Hasil Produksi Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa jumlah bahan baku berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Kesimpulan ini didukung hasil perhitungan yang menunjukkan nilai sig sebesar 0,011 lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya jumlah bahan baku berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Kontribusi variabel bahan baku terhadap hasil produksi merujuk pada nilai Beta ( ) pada variabel bahan baku sebesar 0,470 yang artinya bahwa jumlah bahan baku berkontribusi terhadap hasil produksi sebesar 40,9%. Berdasarkan analisis deskripsi data responden menunjukkan bahwa sebagian besar jawaban responden mengenai bahan baku adalah menggunakan bahan baku benang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa bahan baku yang menggunakan benang berjumlah 7 responden atau sebesar 29,2% dari total responden 24, sedangkan analisis deskripsi data tentang hasil produksi yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori hasil produksinya tinggi. Hal ini

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 ditunjukkan dari jumlah responden yang haasil produksinya tinggi berjumlah 8 responden atau sebesar 33,3%. Pemilik industri menjelaskan bahwa hampir semua produk yang dibuat menggunakan bahan baku benang. Dalam industri kerajinan bahan benang menjadi bahan baku yang paling utama. Setiap industri mempunyai stok bahan baku benang banyak, jika benang habis maka proses produksi menjadi kacau dan tidak bisa oder tepat waktu. Bahan baku benang dari berbagai daearah ada yang dari Klaten, Tegal, dan Sleman. Kebanyakan bahan baku benang berasal dari Klaten, untuk membeli benang para pemilik industri biasa pesan terlebih dahulu baru diantar. Pmbelian bahan baku benang dilakukan secara kolektif agar mempermudah pengiriman bahan baku. Bahan baku yang digunakan tidak hanya benang saja tetapi masih banyak yang lain. Untuk kelancaran dan mendukung proses industri bahan baku yang dipergunakan tidak hanya benang saja tetapi masih ada yang lain. Seperti mendong, agel, lidi, akar wangi, pewarna, pandan, enceng gondok, nilon, koran bekas, belacu bantal, dan bambu. Bahan baku tersebut berasal dari berbagai daerah. Mendong berasal dari Sleman, agel berasal dari Semarang, lidi berasal Jawa Tengah, Sleman, Kulonprogo, Jawa Barat, akar wangi berasal dari Wonosari, pewarna berasal dari Jogja, pandan berasal dari

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Kulonprogo, enceng gondok berasal dari Kulonprogo, Bandung, dan Semarang, nilon berasal dari Solo, koran bekas berasal dari Jogja, belacu bantal berasal dari Solo, bambu berasal dari Sleman. Pembelian bahan baku setiap bulan tidak sama karena tergantung dari banyaknya orderan atau pesanan. d. Kontribusi Jumlah Modal, Tenaga Kerja dan Bahan Baku Terhadap Hasil Produksi Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa jumlah modal, tenaga kerja dan bahan baku secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Kesimpulan ini didukung hasil perhitungan yang menunjukkan nilai sig sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya jumlah modal, tenaga kerja, dan bahan baku secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Jumlah Modal, tenaga kerja, dan bahan baku berkontribusi terhadap hasil produksi menunjuk pada nilai adjusted R square sebesar 0,558. Hal ini modal, tenaga kerja, dan bahan baku secara bersama-sama berkontribusi sebesar 55,8% terhadap hasil produksi, sedangkan variabel lain diluar model berpengaruh sebesar 44,2%. Variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini misalnya adalah pemberian kompensasi.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa variabel jumlah modal, tenaga kerja, dan bahan baku secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap hasil produksi. Hasil produksi yang tinggi berkaitan dengan adanya modal atau tidak ada modal industri tersebut tidak mengalami masalah. Modal tidak mempengaruhi industri berkaitan dengan pemilik industri yang mempunyai banyak cara agar industrinya tetap berjalan. Terbukti dengan hasil produksi yang tinggi walaupun modal tidak berpengaruh. Jika ada perusahaan yang mengalami kebangkrutan yang diakibatkan tidak memiliki modal itu salah seharusnya pemilik industri mempunyai ide agar industrinya tetap berjalan. Pemilik industri bisa melakukan peminjaman uang untuk menjalankan usahanya, pengembalian uang tersebut dilakukan setelah penjualan produknya mengalami keuntungan. Tenaga kerja agar lebih terampil membuat berbagai macam produk dari industri tersebut sering melakukan pelatihan dengan mendatangkan para pakar kerajinan. Pelatihan dilakukan setahun sekali. Produk dari industri Gamplong bisa terus berjalan dengan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hasil industri di Gamplong bisa terus meningkat. Pemilik industri bisa dikatakan berhasil membuat tenaga kerja yang berkerja tanpa adanya paksaan. Tenaga kerja yang bekerja dibawah tekanan membuat hasil produksi tiap bulannya mengalami penurunan, tetapi tenaga

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 kerja di industri Gamplong tidak mengalami tekanan maka hasil produksi tiap bulannya mengalami peningkatan. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi paling utama benang. Bahan baku benang bisa untuk membuat berbagai macam produk, semua produk yang dibuat itu membutuhkan benang. Industri Gamplong mendatangkan bahan baku benang tidak hanya satu tempat saja. Karena semua industri membeli bahan baku benang di satu tempat semua, proses pengiriman akan lama. Untuk itu ada industri yang membeli bahan baku berbeda tempat.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETRBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis, dan pembahasan masing-masing masalah penelitian yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Kontribusi jumlah modal terhadap hasil produksi tenun tradisional Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan modal terhadap hasil produksi tenun tradisonal. Sehingga modal tidak terlalu berpengaruh terhadap industri kerajinan. Pemilik industri bila modal untuk menjalankan industri kerajinan masih kurang. Industri kerajinan masih bisa berjalan dengan cara pemesan produk atau konsumen membayar terlebih dahulu 50% untuk belanja bahan baku yang akan digunakan untuk membuat produk produk yang dipesan. 2. Kontribusi jumlah tenaga kerja terhadap hasil produksi tenun tradisional Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan tenaga kerja terhadap hasil produksi tenun tradisional. Tenaga kerja di industri kerajinan masih dibutuhkan karena di industri Gamplong teknologinya masih manual atau masih menggunakan tenaga manusia. Tenaga kerja di industri Gamplong masih dibutuhkan untuk kelancaran proses hasil produksi. Produk- 74

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 produk yang ada di Gamplong semua membutuhkan tenaga kerja. Untuk proses akhir dari pembuatan produk juga membutuhkan tenaga manusia. 3. Kontribusi jumlah bahan baku terhadap hasil produksi tenun tradisional Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan bahan baku terhadap hasil produksi tenun tradisional. Kontribusi bahan baku yang signifikan terhadap hasil produksi tenun tradisional paling tinggi, karena bahan baku dibutuhkan pada hasil produksi tenun tradisional. Dalam industri kerajinan bahan baku benang hal yang utama untuk pembuatan produk-produk yang dihasilkan di industri Gamplong. 4. Kontribusi jumlah modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhadap hasil produksi tenun tradisional Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhadap hasil produksi tenun tradisional. Modal, tenaga kerja, dan bahan baku dibutuhkan dalam industri kerajinan. Modal, tenaga kerja, dan bahan baku saling berkontribusi untuk kelancaran proses hasil produksi industri kerajinan. B. Keterbatasan Penelitian Sumber data penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode wawancara. Keterbatasan lainnya adalah wawancara menggunakan

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 pertanyaan yang digunakan mengumpulkan data yang mudah dipahami oleh responden. Namun demikian peneliti telah berusaha menempuh prosedur penyusunan wawancara yang benar agar diperoleh hasil wawancara yang memiliki data sesuai dengan kenyataan. C. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran yang mungkin dapat berguna bagi Industri Kerajinan Tenun Tradisional di Gamplong sebagai berikut: 1. Bagi Pengusaha Industri Kerajinan Tenun Tradisional di Gamplong Untuk meningkatkan indutri kerajinan pengusaha industri kerajinan tenun tradisional memperhatikan modal. Agar industri kerajinan tenun tradisional terus bisa terus berjalan dan tidak mengalami kebangkrutan atau merugi. Tenaga kerja di industri tenun tradisional masih sangat dibutuhkan. Untuk pengusaha atau pemilik industri kerajinan lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja agar tenaga kerja tidak mengalami kebosan pada saat bekerja. 2. Bagi Industri Kerajinan Tenun Tradisional di Gamplong Kepada ketua dari Paguyuban industri tenun tradisional di Gamplong untuk mempromosikan produk-produk lebih diperluas. Agar semua warga Kota Yogyakarta mengetahui bila di Gamplong ada industri yang memproduksi segala macam produk. Meskipun orang yang berdomisili di Yogayakarta bahkan orang Yogyakarta asli ada

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 yang belum mengetahui bila di Gamplong ada industri yang membuat segala macam kerajinan. Para pembeli produk industri kerajinan atau konsumen, mengetahui produk dari Gamplong yang sudah dijual di toko-toko misal di Mirota batik, di toko tas, penjual souvenir-souvenir, di tempat wisata dan lainlain. Sehingga pembeli atau konsumen belum mengetahui tempat pembuatannya, orang tersebut asli Yogyakarta tempat tinggalnya di Sleman. Setelah tahu tempat pembuatannya, pembeli atau konsumen baru mengetahui bila barang-barang yang dijual di Malioboro atau toko-toko lain yang ada di Kota yogyakarta asalnya dari Yogyakarta.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Carter, William K dan Usry, Milton F. 2002. Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat Dumairy. 1996. Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga. Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro edisi revisi. Yogyakarta: Kanisius. Gitosudarmo Indriyo dan Basri. 2000. Manajemen Keuangan Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE. Ghozali, Imam. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro. Maharani, Brigitta. 2011. “Dampak Diberlakukannya Surat Edaran Bupati Klaten Tentang Penggunaan Pakaian Dinas Lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Terhadap Perkembangan Industri Tenun Lurik Alat tenun Bukan Mesin”. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma. Munawir, Slamet. 2001. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: BPFE. Riyanto, Bambang. 1995. Dasar-dasar Pembelanjaan. Yogyakarta: BPFE UGM. Sarwoko dan Halim, Abdul. 1998. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE. Sudjana. 2005. Metode Statistik Bagi Peneliti. Bandung: Tansito Supranto, J.M.A. 2004. Metode Riset, Aplikasinya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Rineka Cipta 78

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 WAWANCARA 79

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 WAWANCARA KONTRIBUSI JUMLAH MODAL, TENAGA KERJA, DAN BAHAN BAKU TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI TENUN TRADISIONAL DI DESA GAMPLONG SUMBER RAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KEBUPATEN SLEMAN Disusun Oleh: Ratna Perwita Sari 09 1324 004 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hal : Wawancara Kepada : 81 Pengusaha Industri Gamplong Dengan hormat, Saya mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “ Kontribusi Modal, Tenaga Kerja, dan Bahan Baku Terhadap Hasil Produksi Industri tenun Tradisional di Desa gamplong Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman “. Penelitian merupakan kegiatan ilmiah dalam rangka menyusun skripsi. Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan saudara untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Saya harap saudara berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, maka saya akan menjamin kerahasiaan jawaban saudara dan memastikan bahwa jawaban saudara hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan penelitian. Saya menyadari bahwa wawancara ini sedikit banyak mengganggu akativitas saudara. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya. Demikian permohonan saya, atas perhatian dan kerjasamanya, saya mengucapkan banyak terima kasih. Yogyakarta, September 2013 Hormat saya, Ratna Perwita Sari

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pedoman Wawancara Identitas Nama Pemilik : Usia : Jenis kelamin : BAGIAN I MODAL No. Pertanyaan 1. Berapa modal saat ini? BAGIAN II TENAGA KERJA No. Pertanyaan 1. Berapa jumlah tenaga kerja pada saat ini? BAGIAN III BAHAN BAKU No. 1. 2. a. b. c. d. e. f. Pertanyaan Bahan baku apa saja yang digunakan usaha industri kain tenun? Darimana saja bahan baku di dapatkan dan berapa banyak? Benang Mendong Agel Lidi Akar wangi Pewarna 82

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAGIAN IV PRODUKSI No. 1. 2. a. b. c. d. e. Pertanyaan Produk – produk apa saja yang ada di industri? Berapa jumlah hasil produksi tiap bulannya? Stagen Tas Pismet Tirai Taplak 83

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 DATA VARIABEL 84

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Frequencies Kategori Statistics Modal N Valid Missing 24 0 Tenaga kerja 24 0 Bahan baku benang 24 0 Hasil produksi 24 0 Frequency Table Modal Valid Rp 1-Rp 10 jt Rp 11 jt - Rp 20 jt Rp 21 jt - Rp 60 jt > 60 jt Total Frequency 15 4 3 2 24 Percent 62,5 16,7 12,5 8,3 100,0 Valid Percent 62,5 16,7 12,5 8,3 100,0 Cumulative Percent 62,5 79,2 91,7 100,0 Tenaga kerja Frequency Valid 1-20 orang 21-40 orang 41-60 orang 61-80 orang > 80 orang Total Percent 29,2 37,5 12,5 12,5 8,3 100,0 7 9 3 3 2 24 Valid Percent 29,2 37,5 12,5 12,5 8,3 100,0 Cumulative Percent 29,2 66,7 79,2 91,7 100,0 Bahan baku benang Frequency Valid 1- 20 kg 21 - 40 kg 41 - 60 kg 61 - 80 kg 81 - 100 kg 1000 kg(1 kwintal) Total 4 3 5 2 7 3 24 Percent 16,7 12,5 20,8 8,3 29,2 12,5 100,0 Valid Percent 16,7 12,5 20,8 8,3 29,2 12,5 100,0 Cumulative Percent 16,7 29,2 50,0 58,3 87,5 100,0 Hasil produksi Frequency Valid 1-1000 biji 1001-2000 biji 2001-3000 biji > 3000 biji Total 7 8 5 4 24 Percent 29,2 33,3 20,8 16,7 100,0 Valid Percent 29,2 33,3 20,8 16,7 100,0 Cumulative Percent 29,2 62,5 83,3 100,0

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 UJI PRASYARAT (Uji Multikolinieritas, Heteroskedastisitas dan Autokorelasi) 86

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. 87 UJI AUTOKORELASI b Model Summary Adjusted R Model R R Square Square a 1 ,784 ,615 ,558 a. Predictors: (Constant), Bahan baku, Tenaga kerja, Modal b. Dependent Variable: Hasil produksi B. Std. Error of the Estimate 851,49026 Durbin-Watson 2,117 UJI MULTIKOLINIEARITAS a Model 1 (Constant) Coefficients Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta -3318,210 3266,735 Modal 261,490 Tenaga kerja 19,364 Bahan baku 1,884 a. Dependent Variable: Hasil produksi 205,758 6,394 ,672 ,222 ,456 ,470 t -1,016 Sig. ,322 1,271 3,029 2,803 ,218 ,007 ,011 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,628 ,849 ,683 1,593 1,178 1,463

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. 88 UJI HETEROSKEDASTISITAS Coefficients Model 1 (Constant) a Unstandardized Coefficients B Std. Error 278,953 1477,022 Modal 27,768 Tenaga kerja -,734 Bahan baku -,102 a. Dependent Variable: AbsRes Standardized Coefficients Beta 93,031 2,891 ,304 ,084 -,061 -,090 t ,189 Sig. ,852 ,298 -,254 -,335 ,768 ,802 ,741 Correlations Spearman's rho Modal Modal 1,000 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) . N 24 ** Tenaga Correlation ,542 kerja Coefficient Sig. (2-tailed) ,006 . N 24 ** Bahan baku Correlation ,713 Coefficient Sig. (2-tailed) ,000 N 24 AbsRes Correlation ,084 Coefficient Sig. (2-tailed) ,695 N 24 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Tenaga kerja ** ,542 Bahan baku AbsRes ** ,713 ,084 ,006 24 1,000 ,000 24 * ,412 ,695 24 ,057 24 * ,412 ,046 24 1,000 ,793 24 ,044 ,046 . 24 ,057 24 ,044 ,839 24 1,000 ,793 24 ,839 . 24 24

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 UJI HIPOTESIS 89

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 A. REGRESI BERGANDA Coefficients Model 1 (Constant) a Unstandardized Coefficients B Std. Error -3318,210 3266,735 Modal 261,490 Tenaga kerja 19,364 Bahan baku 1,884 a. Dependent Variable: Hasil produksi Standardized Coefficients Beta 205,758 6,394 ,672 t -1,016 Sig. ,322 1,271 3,029 2,803 ,218 ,007 ,011 ,222 ,456 ,470 B. UJI F DAN MODEL SUMMARY (ADJUSTED SQUARE) Model Summary Adjusted R Square Model R R Square a ,558 1 ,784 ,615 a. Predictors: (Constant), Bahan baku, Tenaga kerja, Modal Std. Error of the Estimate 851,49026 b Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 23202269,979 14500713,355 37702983,333 ANOVA df 3 20 Mean Square 7734089,993 725035,668 23 a. Predictors: (Constant), Bahan baku, Tenaga kerja, Modal b. Dependent Variable: Hasil produksi F 10,667 Sig. a ,000

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 5 DATA INDUK PENELITIAN 91

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Modal (Rp) Tenaga (orang) Bahan (Kg) Hasil Produksi (biji) 25.000.000 25 50 2000 6.000.000 65 15 3000 60.000.000 35 1000 4000 20.000.000 60 30 2000 30.000.000 90 100 2000 2.200.000 4 5 30 7.000.000 135 100 4000 15.000.000 27 80 2000 15.000.000 15 60 1000 9.000.000 30 60 1000 15.000.000 30 100 1000 7.000.000 15 50 2000 3.000.000 17 5 30 170.000.000 65 100 2000 25.000.000 33 50 3000 6.000.000 9 35 2500 60.000.000 38 1000 3000 20.000.000 55 30 2000 30.000.000 50 90 3000 2.800.000 15 6 40 15.000.000 27 100 2000 65.000.000 75 100 4000 15.000.000 25 70 1000 55.000.000 19 1000 4500 92

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 6 SURAT IJIN PENELITIAN 93

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Fakultas Keguruan dan IImu Pendidikan UNIVERSITAS SANATA DHARMA Mriean, Tremel Pes 29 Yegyakarta 55002. Te lp (0274) 513301, 515352, Fax (0274) 562383 Nomor Lamp Hal : .!.2:'?'..! PlntIK ajur / .f'I~J .I~ ..... .! .7013 : Permohonan Ijin Penelitian Kepada Yth: GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGY AKARTA eq. Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi DIY Komplek Kepatihan Danurejan Yogyakarta 552 15 Dengan honnat, Dengan ini kami memohonkan ijin bagi mahasiswa kami, Ratna Perwita Sari 3ma No. Mahasiswa 09 1324004 Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi Program Studi Jurusan Pendidikan I1mu Pengetahuan Sosial Semester IX (sembi Ian) Untuk melaksanakan penelitian dalam rangka persiapan penyusunan Skripsi, dengan ketentuan sebagai berikut: Lokasi Dusun Gamplong Sumber Rahayu Moyudan Sleman Waktu September - Oktober 2013 Topik " Kontribusi Modal, Tenaga Kerja, dan Bahan Baku terhadap Hasil Produksi Industri Tenun Tradisional di Desa Gamplong Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman" Atas perhati an dan ijin yang diberikan, kami ucapkan terima kasih. Yogyakarta, 04 September 20 13 u.b. Dekan Tembusan: I. Sekretariat Pendidikan Ekonomi 2. Dekan FKIP 94

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ~~ PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SEKRETARIAT DAERAH Kompleks Kepalihan, Danu rejan, Telepon (0274) 562811 - 562814 (Hunting) YOGYAKARTA 55213 SURAT KETERANGAN IJIN 6660 ' 9 12013 07D/Reg /V! Membaca Sural Tan9g al KETUA JURUSAN PENDIDIKAN IPS UNIVERSITAS SANATA DHARMA Nomor 02 SEPTEMBER 2013 Perihal 123JPLNT/KAJ U RlPIPS /IX12013 : Permohonan Ijin Penelitian 1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2006 tentang Perizlnan bagi Perguruan l ing9i Asing, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Asing, Badan Usaha Asing dan Orang Asing dalam Melakukan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan di Indonesia; 2. Peraturan Menteri Oalam Negeri Nemer 20 Tahun 20111ent3nQ Pedoman Penelilian dan Pengem-bangan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 3. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 37 tahun 2008 tenlang Rindan Tugas dan Fungsi Satuan Organisasi di Lingkungan Sekretariat Daerah dan Sekrelariat Dewan Perwa-kilan Rakyal Daerah; Mengingat 4 . Peraturan Gubernur Oaerah Istlmewa Yogyakarta Nomor 18 Tahun 20091enlang Pedoman Pelayanan Perizinan. Rekomendasi Petaksanaan Survei, Penelilian, Pendalaan. Pengembangan. Pengkajian dan Studi Lapangan di Daerah Istime .....a Yogyakarta. DIIJINKAN unluk melakukan kegialan surveilpenelilianlopengembangan/pengkajianlsludi lapangan kepada: 091324004 Nama RATNA PERWITA SARI Alama t UNIVERSITAS SANATA DHARMA Judul KONTRIBUSI MODAL, TENAGA KERJA DAN BAHAN BAKU TERHAOAP HASIL PRODUKSI lNDUSTRI TENUN TRADISIONAL 01 DESA GAMPLONG SUMBER RAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN Lokas i KOTA YOGYAKARTA Waklu 04 September 2013 NIPINIM sId 04 Desember 2013 De ngan Kotontuan 1. Menyerahkan sural keleranganlijin surveilpenelilianlpendalaanlpengembangan/pengkaj ianfsludi lapangan 0) dari Pemerintah Daerah DIY kepada Bupatir.Nalikola melafui institusi yang berwenang mengeluarkan ijin dimaksud: 2. Menyerahkan softcopy hasil penelitiannya baik kepada Gubemur Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Biro Adminislrasi Pembangunan Selda DIY dalarr. benl uk compact disk (CD) maupun mengg unggah (upload) melalui websi te: adbang.ioaiaprov.go.id dan menunjukk an " 3. Ijin ini hanya dipergunaka n untuk keperluan ilmiah , dan pemegang ijin wajib mentala ti ke ten tuan yang berlaku di lokasi kegiata n : 4. Ijin penelitian dapa\ diperpanjang maksimal 2 (dua) kali dengan menunjukkan sural ini kembali sebelum berakhir waktunya se telah mengajukan perpanjangan melalui website: adbang.jogjaprov.goJd: liin yang dlberikan dapal dibatalkan sewak tu-wak tu apabila pemegang ijin ini tidak memenuhi ketentuan yang berla ku Oikeluarka n di Yog yakarta 04 September 2013 Pada \anggal A_ ,.,.'"'" B i;~I1!f) Tembusan: ! ; ;' ' ;i 1 2 3 4 Yth. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (sebagai BUPATI SLEMAN C.O BAPPEDA SLEMAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA Yang Bersangkutan lapo", Ii) ~ ~ Pombangunan 95

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Jalan Parasamva Nomor 1 Beran , Tridadi, Sleman. Yogyakarta 55511 Telepon (0274) 868800, Faksimilie (0274) 868800 Website: slemankab.go.id , E-mail : bappeda@slemankab .go.id SU R AT IZ I om or : 070 1 Bappeda 1 2876 1 2013 TENTANG PENELITlAN K EPALA BAD AN PERENCANAAN PEM BA GUNAN OAE RAH Dctsar Menunjuk Keplltll san Bupari Sleman Nomor: 55/ Kep.KD H/AI200J tentall g Izi n Kuliah Kerja Nyata, Praktek Kerja Lapangall , dan Pellelit ian. Sural dari Sekretariat Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyaka rta Nomor : 0701Reg/V/6660/9120 13 Hal Tangga l : 04 Septemher 20 \1 : Izin Penelitian ME G l Z INKAN : Kepada RATNA PERWlTA SA RI Nama o. Mhs 1M IPIN IK 091324004 Programffingkat Instansi/ PergurlIan Tinggi SI Alam8t instansi/Perguruan Tinggi A lamal Rumah Mrican. Yogyakarta No. Telp l HP Untuk 085643899343 Universitas Sanata Dharm a Yogyakarta Sidorejo, Caturharjo, Sleman Mellgadakan Penelitian / Pm Survey / Uji Va lidi tas / PKL dengan judul K ONTRIBUSI MODA L , TENAGA K ERJA DAN BA HAN BAKU TE RHADAP ~I ASIL PRODUKSII NDUSTRI TEN UN TRA DI SI ONAL 01 DESA GAMPLONG S MilE R RAHAYU KECAMATA N MO Y UAN KA BUI'ATEN SLEMAN Lokasi Waktu Gamplong, Sumberrahayu, M oyudan Selarna 3 bulan Illulai langgal: 04 September 20 13 sid 04 Desernber 20 13 Dc nga n kctcn,tu :ln sebaga i bcrilUlt : I. Wajib melapor diri kepada Pejabar Pemer;nlah selempal (Call/at/ Kepala Desa) mall Kepa/a Installs; lInllIk melldapaf peful1jllle seperlllnya. 2. Wajib menjaga lata tertib dan men/oati ketellluall-ketentuon selempOI yang berlokll. J. I=ill tidak disalahglU1akon unlllk kepentingall-kepemingal1 di luar yang direkomelldasika11. 4. Wajib menyompaikcmlaporclI1 hasil penelilian berupa I (saw) CD format PDF kepada Bupali diserahkan melallii Kepalo Badan Perencanoon Pemballgwwl1 Daerah. 5. Izin ini dapOl dibowlkcm sewaklll-waklll apabi/a tidale dipenuhi ketemllon-ketentllal1 eli aras. Del1likian ijin ini dikeluarkan ul1tuk digullakan sebagail1lana mestinya. diharapkan pejabat pemerintah/ilon pcmcrintah setcmpat mClllberika ll lmlL tuan sepcrlunya. ... Setelah selesa i pelaksanaan penelitian Saudara waji b menyampaikan laporan kepada kami 1 (satu) bulan setelsh berakhirnya pcnclitian. Dikeluarkan di Sleman Pada Tanggal 5 September 20 13 Tel1lbus
(116)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA DAN MODAL TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI KECIL SANGKAR BURUNG DI KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER
2
7
20
ANALISIS PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA DAN MODAL TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI KECIL SANGKAR BURUNG DI KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER
0
16
8
ANALISIS PENGARUH MODAL, LAMA USAHA DAN JUMLAH TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN INDUSTRI PEMBAKARAN GAMPING DI DESA GRENDEN KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER
0
9
17
PERANAN TENAGA KERJA, MODAL, DAN TEKNOLOGI TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA ASEMDOYONG KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG
6
17
98
PENGARUH BIAYA BAHAN BAKU DAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP HASIL PRODUKSI DI SENTRA INDUSTRI TENUN ATBM DESA PAKUMBULAN KECAMATAN BUARAN KABUPATEN PEKALONGAN
10
79
128
PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA, MODAL, UPAH, DAN LAMA USAHA TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI KERAJINAN KAYU JATI DI KABUPATEN NGAWI
0
2
21
PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA, MODAL, UPAH, DAN LAMA USAHA TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI KERAJINAN KAYU JATI DI KABUPATEN NGAWI
6
29
144
PENGARUH MODAL, NILAI PRODUKSI DAN TINGKAT UPAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI KECIL PENGARUH MODAL, NILAI PRODUKSI DAN TINGKAT UPAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI KECIL DI KABUPATEN SUKOHARJO.
0
2
14
PENGARUH MODAL, NILAI PRODUKSI DAN TINGKAT UPAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI KECIL PENGARUH MODAL, NILAI PRODUKSI DAN TINGKAT UPAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI KECIL DI KABUPATEN SUKOHARJO.
0
2
12
KELANGSUNGAN USAHA INDUSTRI TENUN IKAT TRADISIONAL DI DESA TROSO KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA.
0
1
20
PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA, NILAI INVESTASI TERHADAP NILAI PRODUKSI INDUSTRI TEMPE DI KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2010.
0
0
1
(ABSTRAK) PENGARUH BIAYA BAHAN BAKU DAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP HASIL PRODUKSI DI SENTRA INDUSTRI TENUN ATBM DESA PAKUMBULAN KECAMATAN BUARAN KABUPATEN PEKALONGAN.
0
0
3
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PENDAMPINGAN DESA MANDIRI DAN PRODUKTIF DI DUSUN GAMPLONG 1 DESA SUMBER RAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA.
3
16
234
PENGARUH MODAL, JUMLAH TENAGA KERJA, USAHA DAN PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN PENGUSAHA INDUSTRI BATIK GEDOG DI KECAMATAN KEREK KABUPATEN TUBAN
0
0
5
SEJARAH KEBERLANGSUNGAN INDUSTRI TENUN DI DUSUN GAMPLONG KABUPATEN SLEMAN
1
1
10
Show more