PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR, PENGEMBANGAN NILAI KARAKTER DAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK KELAS X SMA KATOLIK SANG TIMUR JAKARTA PADA BAHASAN GERAK LURUS SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Me

Gratis

0
0
253
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR, PENGEMBANGAN NILAI KARAKTER DAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK KELAS X SMA KATOLIK SANG TIMUR JAKARTA PADA BAHASAN GERAK LURUS SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika OLEH : THERESIA V SIMBOLON NIM: 141424015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu (Manete In Me) Yohanes 15: 4a iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan kepada: 1. Kongregasi Suster PIJ yang selalu mendoakan dan mendukung dalam suka dan perjuangan. 2. Teman- teman Pendidikan Fisika 2014 yang telah menjadi teman seperjuangan selama menempuh pendidikan di Sanata Dharma, dan menjadi teman, sahabat dalam perjalanan. 3. Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Simbolon, T. V. 2018. Pengaruh Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar, Pengembangan Nilai Karakter dan Keaktifan Peserta Disik Kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada bahasan Gerak Lurus . Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar, (2) pengembangan nilai karakter, (3) keaktifan peserta diidk kelas X SMA Sang Timur Jakarta pada bahasan Gerak Lurus. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMA Sang Timur dengan jumlah total 85 orang yang terbagi dalam tiga kelas yaitu X-MIPA A dengan jumlah 29 peserta didik, X-MIPA B dengan jumlah 29 peserta didik dan X-MIPA C dengan jumlah 27 peserta didik. Penelitian ini menggunakan dua kelas (X-MIPA A dan X-MIPA B) yang diberikan treatment dengan pembelajaran menggunakan metode eksperimen dan satu kelas kontrol (X-MIPA C) yang menggunakan metode pembelajaran ceramah aktif. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data dalam penelitian ini yaitu tes tertulis (pretest dan posttest, kuesioner nilai karakter dan rekaman video keaktifan peserta didik. Hasil test tertulis dan kuesioner nilai karakter dianalisis secara statistik berbantu program SPSS 23.0, sedangkan keaktifan peserta didik menggunakan rekaman video dan catatan peneliti selama proses pembelajaran dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) metode eksperimen meningkatkan hasil belajar peserta didik, (2) metode eksperimen mengembangkan nilai karakter peserta didik di kelas eksperimen, (3) keaktifan belajar dengan metode eksperimen berpengaruh terhadap keaktifan peserta didik. Kata kunci: metode eksperimen, hasil belajar, nilai karakter, keaktifan viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Simbolon, T. V. 2018. The Influence Experimental Method Learning Toward Character values and Activeness of Students for Class X SMA Katolik Sang Timur Jakarta about Straight Motion. Thesis. Yogyakarta: Physics Education, Department of Mathematics and Sciences Education, Faculty of Teacher and Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta. This research aims to improve (1) student’s knowledge, (2) character values, (3) promote activeness of the students of X Class of SMA Katolik Sang Timur Jakarta about Straight Motion. This type of research is quantitative and qualitative experimental. The subject of this research are all students (85 students) of X class MIPA of SMA Katolik Sang Timur Jakarta who are divided into three classes which are X-MIPA A with a total of 29 students, X-MIPA B with a total of 29 students and X-MIPA C with a total of 27 students. This research uses two classes (X-MIPA A and XMIPA B) with the treatment of experimental methode and one control class (XMIPA C) with active lecture learning. Instruments used in this research to collect data are written tests (pretest and posttest), questionnaire on character values and video recording about student’s activeness. The result of the written test and test on character values are analyzed statistically using SPSS 23.0 program, whereas student’s activeness are analyzed using video recording and researcher’s notes during the learning process and is analyzed qualitatively. The result of this research shows that (1) experimental method improves student’s knowledge (2) experimental method develops the character values of students in the experimental class, (3) the activity of learning with the experimental method is very influential and the activity of students. Keywords: experiment method, student’s knowledge, character values, activeness ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan yang Mahakuasa atas segala berkat yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Pengaruh Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar, Pengembangan Nilai Karakter dan Keaktifan Peserta Didik Kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada Bahasan Gerak Lurus”. Skripsi ini merupakan tugas akhir penulis sebagai salah satu persyaratan kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan proposal skripsi ini dapat diselesaikan karena bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ., M.S.T, selaku dosen pembimbing yang dengan sabar membimbing, memberikan masukan dan motivasi kepada penulis dalam pembuatan skripsi ini. 2. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. 3. Dr. Ign. Edi Santosa, M.S., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma. 4. Drs. Aufridus Atmadi, M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik Pendidikan Fisika angkatan 2014. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Ir. Sri Agustini Sulandari, M.Si., sebagai validator yang bersedia memberikan masukan dan saran kepada penulis dalam membuat instrumen soal sehingga menjadi lebih baik. 6. Dr. S. Eko Riyadi, Pr yang telah mendukung, membantu dalam mengoreksi kalimat dan bahasa dalam pembuatan skripsi. 7. Segenap karyawan sekretariat JPMIPA yang telah membantu dalam melancarkan pembuatan surat perizinan penelitian. 8. Sr. Marcela, PIJ. S.Pd., selaku kepala sekolah SMA Katolik Sang Timur Jakarta yang telah mendukung dan memberikan izin penelitian. 9. Dewan Pimpinan Kongregasi PIJ Provinsi Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar dan mendalami bidang pendidikan Fisika di Universitas Sanata Dharma. 10. Para Suster PIJ Komunitas Sentul serta seluruh anggota kongregasi Suster PIJ yang telah mendoakan, mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 11. Theresia Sugiati, S.Pd., selaku guru bidang studi fisika kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta yang telah membantu dan memberi masukan kepada penulis selama mempersipakan dan melaksanakan penelitian. 12. Peserta didik kelas X MIPA A, X MIPA B, dan X MIPA C SMA Katolik Sang Timur Jakarta tahun ajaran 2018/2019 yang sudah bersedia menjadi subyek penelitian dan membantu kelancaran penelitian. 13. Kedua orangtua saya, Bapak S. Simbolon dan Ibu H. Sinaga, serta kakak, abang, ponakan yang selalu memberikan semangat dan mendukung penulis di dalam segala keadaan. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN MOTTO ............................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................ Error! Bookmark not defined. LEMBARAN PERNYATAAN PERSETUJUAN. Error! Bookmark not defined. ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT ............................................................................................................. ix KATA PENGANTAR ............................................................................................ x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ................................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvii BAB I ...................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN .................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ............................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 7 C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 8 D. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 8 BAB II ..................................................................................................................... 9 LANDASAN TEORI .............................................................................................. 9 A. Belajar .......................................................................................................... 9 B. Hasil Belajar ............................................................................................... 14 C. Metode Eksperimen ................................................................................... 16 1. Macam-macam Eksperimen ................................................................... 17 2. Karakteristik Metode Eksperimen .......................................................... 20 3. Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Metode Eksperimen . 21 4. Prosedur Eksperimen .............................................................................. 22 5. Tahap Eksperimen .................................................................................. 24 6. Langkah- langkah Metode Eksperimen .................................................. 25 7. Kelebihan Metode Eksperimen .............................................................. 26 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Kelemaham Metode Eksperimen ........................................................... 27 D. Keaktifan .................................................................................................... 28 E. Nilai Karakter ............................................................................................. 34 F. Gerak Lurus ................................................................................................ 44 BAB III ................................................................................................................. 51 METODE PENELITIAN ...................................................................................... 51 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 51 B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................... 52 C. Desain Penelitian ........................................................................................ 52 D. Sampel ........................................................................................................ 53 E. Treatment ................................................................................................... 54 F. Instrumen Penelitian................................................................................... 56 G. Validitas ..................................................................................................... 67 H. Analisis....................................................................................................... 68 BAB IV ................................................................................................................. 77 DATA DAN ANALISIS DATA ........................................................................... 77 A. Deskripsi Penelitian ................................................................................... 77 B. Data dan Analisis Data ............................................................................... 93 1. Hasil belajar Peserta didik ...................................................................... 93 2. Nilai Karakter ....................................................................................... 102 3. Keaktifan .............................................................................................. 120 C. Pembahasan umum................................................................................... 124 D. Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 127 BAB V................................................................................................................. 128 KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................... 128 A. Kesimpulan .............................................................................................. 128 B. Saran ......................................................................................................... 129 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 130 LAMPIRAN ........................................................................................................ 133 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Indikator Keaktifan Peserta didik ..................................................................... 33 Tabel 2.2 Nilai dan Deskripsi Nilai pendidikan Karakter ................................................. 35 Tabel 2.3 Nilai Karakter ................................................................................................... 42 Tabel 2.4 Kisi- kisi Kuesioner Nilai Karakter .................................................................. 42 Tabel 3.1 Desain Kelompok Pretest dan Posttest ........................................................... 52 Tabel 3.2 Rincian Jumlah Peserta didik Kela Eksperimen dan Kelas Kontrol ................. 53 Tabel 3.3 Kisi- Kisi Soal Pretest ...................................................................................... 59 Tabel 3.4 Kisi- kisi Soal Posttest ...................................................................................... 62 Tabel 3.5 Kisi- kisi Kuesioner Nilai Karakter .................................................................. 65 Tabel 3.6 Pedoman Penilaian Soal Pretest ........................................................................ 68 Tabel 3.7 Pedoman Penilaian Soal Posttest ...................................................................... 70 Tabel 3.8 Skor untuk setiap pernyatan .............................................................................. 75 Tabel 3.9 Kriteria Tingkat Nilai Karakter Peserta didik ................................................... 76 Tabel 4.1 Rencana jadwal Penelitian ................................................................................ 78 Tabel 4.2 Kegiatan Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen ........................................ 78 Tabel 4.3 Kegiatan Pelaksanaan Penelitian Kelas Kontrol ............................................... 80 Tabel 4.4 Kehadiran Peserta didik .................................................................................... 81 Tabel 4.5 Nilai Pretest dan Posttest Peserta Didik Kelas Eksperimen Kelas X- MIPA A ........................................................................................................................ 93 Tabel 4.6 Nilai Pretest dan Posttest Peserta Didik Kelas Eksperimen Kelas X- MIPA B95 Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Mean, Standar Deviasi Pretest dan Posttest kelas Eksperimen ........................................................................................................................ 96 Tabel 4.8 Nilai Pretest dan Posttest Kelas Kontrol .......................................................... 96 Tabel 4.9 Hasil uji t-independent nilai prestest peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol .................................................................................................... 98 Tabel 4.10 Hasil uji t-dependent nilai prestest dan posttest peserta didik kelas eksperimen ........................................................................................................................ 99 Tabel 4.11 Hasil uji t-dependent nilai prestest dan posttest peserta didik kelas kontrol . 100 Tabel 4.12 Hasil uji t-independent nilai posttest peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol .................................................................................................. 101 Tabel 4. 13 Skor Nilai Karakter Kelas Eksperimen ........................................................ 103 Tabel 4. 14 Skor Nilai Karakter Kelas Kontrol............................................................... 105 Tabel 4.15 Hasil uji t-independent nilai karakter awal peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol........................................................................ 107 Tabel 4.16 Hasil uji t-dependent nilai karakter awal dan akhir peserta didik kelas eksperimen .................................................................................................... 108 Tabel 4.17 Hasil uji t-dependent nilai prestest dan posttest peserta didik kelas kontrol . 109 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.18 Hasil uji t-independent nilai posttest peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol .................................................................................................. 111 Tabel 4.19 Hasil uji t-independent selisih awal dan akhir nilai karakter peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol .................................................... 113 Tabel 4. 20 Prosentasi Kerjasama Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol ...................................................................................................................... 114 Tabel 4.21 Prosentasi Tanggung Jawab Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol .......................................................................................................... 116 Tabel 4. 22 Prosentasi Jujur Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol ... 117 Tabel 4.23 Prosentasi Toleransi Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol ...................................................................................................................... 118 Tabel 4.24 Prosentasi Disiplin Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol 119 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Langkah Pendidikan Nilai Karakter .............................................................. 38 Gambar 2.2 Grafik jarak terhadap waktu pada GLB ........................................................ 46 Gambar 2.3 Grafik kelajuan terhadap waktu pada GLB ................................................... 47 Gambar 4.1 Peserta didik mengerjakan soal pretest ....................................................... 198 Gambar 4.2 Situasi Kelas Ketika .................................................................................... 198 selesai mengerjakan pretest............................................................................................. 198 Gambar 4.3 Penjelasan LKS ........................................................................................... 198 Gambar 4.4 Peserta didik melakukan eksperimen .......................................................... 198 Gambar 4.5 Kegiatan Praktikum GLBB ......................................................................... 198 Gambar 4.6 Peserta didik mengerjakan tugas dengan kelompok ................................... 198 Gambar 4.7 Peserta didik mendengarkan kelompok sedang memaparkan hasil diskusi 199 Gambar 4.8 Peserta didik mengerjakan latihan soal ....................................................... 199 Gambar 4.10 Foto bersama setelah pembelajar dan pamitan .......................................... 199 Gambar 4.9 Peserta didik mengerjakan posttest ............................................................. 199 Gambar 4.12 Peserta didik mengerjakan soal pretest dan mengisi kuesioner ................ 199 Gambar 4.11 Perkenalan peneliti .................................................................................... 199 Gambar 4.15 Peseta didik berdiskusi .............................................................................. 200 Gambar 4.16 Peserta didik melakukan eksperimen GLBB ............................................ 200 Gambar 4.18 Kelompok eksperimen .............................................................................. 200 Gambar 4.17 Keadaan kelas melakukan eksperimen ...................................................... 200 Gambar 4.20 Peserta didik mengerjakan soal latihan ..................................................... 200 Gambar 4.19 Peserta didik menganggapi ....................................................................... 200 Gambar 4.22 Foto bersama peserta didik dan pamitan ................................................... 201 Gambar 4.22 Foto bersama peserta didik dan pamitan ................................................... 201 Gambar 4.24 Peserta didik mengerjakan soal pretest ..................................................... 201 Gambar 4.23 Perkenalan dan penyampain tujuan peneliti sebelum pretest .................... 201 Gambar 4.26 Peserta didik mengerjakan latihan soal ..................................................... 201 Gambar 4.25 Penjelasan Materi ...................................................................................... 201 Gambar 4.28 Peserta didik bertanya ............................................................................... 202 Gambar 4.27 Peserta didik mengerjakan soal latihan ..................................................... 202 Gambar 4.30 Peserta didik mengerjakan soal latihan ..................................................... 202 Gambar 4.29 Peserta didik mencatat penjelasan ............................................................. 202 Gambar 4.32 Foto bersama dan pamitan ........................................................................ 202 Gambar 4.31 Peserta didik mengerjakan soal posttest .................................................... 202 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN ....................................... 134 Lampiran 2 SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN PENELITIAN ........ 135 Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN ........................................................................................ 136 Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL .............................................................................................. 146 Lampiran 5 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK GERAK LURUS BERATURAN (GLB) ....................................................................................................... 155 Lampiran 6 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKS) GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) ........................................................................... 157 Lampiran 7 Soal Pretest ............................................................................................... 160 Lampiran 8 Soal Posttest .............................................................................................. 166 Lampiran 9 LEMBAR KUISIONER NILAI KARAKTER ......................................... 172 Lampiran 10 LEMBARAN VALIDITAS SOAL DAN JAWABAN ........................... 176 Lampiran 11 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK ................................................... 198 Lampiran 12 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK ................................................... 199 Lampiran 13 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK ................................................... 200 Lampiran 14 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK ................................................... 201 Lampiran 15 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK ................................................... 202 Lampiran 16 LEMBARAN HASIL PRETEST KELAS EKSPERIMEN .................... 203 Lampiran 17 LEMBARAN HASIL PRETEST KELAS KONTROL .......................... 208 Lampiran 18 LEMBARAN HASIL POSTTEST KELAS EKSPERIMEN .................. 212 Lampiran 19 HASIL LEMBARAN KUISIONER KARAKTER ................................. 221 Lampiran 20 HASIL KATEGORI ................................................................................ 227 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pepatah Inggris Long life education menyatakan bahwa belajar itu tidak pernah selesai. Dengan demikian belajar itu merupakan proses terus menerus. Belajar merupakan sebuah proses berkegiatan untuk menciptakan pandanganpandangan baru dan upaya memperoleh serta mengetahui berbagai hal yang akan meningkatkan pola pemahaman yang baru tentang hidup dan kehidupan. Menurut Winkel (2001: 1), kemampuan belajar yang dimiliki manusia, merupakan bekal yang sangat pokok. Berdasarkan kemampuan itu, umat manusia telah berkembang selama berabad-abad yang lalu dan tetap terbuka kesempatan luas baginya untuk memperkaya diri dan mencapai taraf kebudayaan yang lebih tinggi. Pada abad ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu pesat terlebih dengan teknologi informasi. Kemajuan itu ditunjukkan dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan dan hasil teknologi. Begitu banyak penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan sangat cepat tersebar keseluruh dunia lewat kecanggihan teknologi saat ini. Ini menunjukkan bahwa kita diajak untuk terus belajar, menggali dan memiliki pengetahuan yang luas dan berkualitas. Perkembangan ilmu pengetahuan mengakibatkan adanya persaingan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam bidang pendidikan. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi guru yang berperan sebagai pendidik bagi peserta didik, agar tidak ketinggalan jaman dan informasi. 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Pendidikan merupakan cara yang tepat untuk menumbuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan merupakan proses bantuan yang diberikan secara sadar dan terencana untuk mengembangkan berbagai ragam potensi didik, sehingga dapat beradaptasi secara aktif, kreatif dengan lingkungan, serta berbagai perubahan yang terjadi. Pendidikan merupakan kegiatan mengoptimalkan perkembangan potensi, kecakapan dan karakteristik pribadi peserta didik. Menurut Drost (1999: 14), proses pembelajaran yang juga merupakan proses pendidikan dilangsungkan di dalam lembaga yang mengadakan proses pembelajaran itu. Lembaga itu disebut sekolah. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal. Di sekolah terlaksana kegiatan terencana dan terorganisasi seperti belajar mengajar di dalam kelas. Dengan belajar yang terarah dan terpimpin, anak akan memperoleh pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap dan nilai yang menunjang perkembangannya. Sebagai sebuah lembaga pendidikan formal, sekolah berusaha untuk memajukan semangat belajar anak dengan memberikan penekanan pokok pada aspek kognitif. Namun tidak berarti bahwa aspek- aspek lain diabaikan. Sekolah berusaha untuk membangun daya pikir kritis anak. Pembelajaran merupakan proses kompleks, dimana setiap bagian saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai keberhasilan. Proses pembelajaran perlu memperlihatkan kondisi pembelajaran yang mementingkan karakteristik pelajaran, peserta didik, dan tujuan. Perlu diperhatikan penggunaan metode pengajaran yang tepat, cara pengelolaan pelajaran dan kelas, sehingga proses

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 pembelajaran menjadi efektif, efisien serta mengupayakan daya tarik pembelajaran, yang akan berdampak pada hasil pembelajaran. Dewasa ini pengajaran dianggap setara dan identik dengan pembelajaran dengan peserta didik yang aktif. Dalam bidang pembelajaran, filsafat konstruktivisme sangat mempengaruhi profesi guru sebagai pengajar dan pendidik. Filsafat konstruktivisme secara kuat mengubah paradigma pembelajaran baik bagi peserta didik maupun guru. Secara sederhana konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan kita merupakan konstruksi (bentukan) dari kita yang mengetahui sesuatu (Suparno, 1997: 11). Pelajar sendirilah yang membentuk pengetahuan mereka. Menurut pandangan konstruktivisme, seorang guru tidak dapat memindahkan begitu saja apa yang sudah ia ketahui pada peserta didik. Pemindahan pengetahuan hanya mungkin bila si peserta didik sendiri dengan aktif mengolah dan membentuknya. Tugas seorang guru terutama adalah membantu agar proses konstruksi peserta didik itu dapat berjalan lancar dan efisien. Guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan sarana, mempertanyakan, menantang agar konstruksi seorang peserta didik itu jalan (Suparno, 1997: 13). Ada perubahan paradigma dalam pembelajaran, dari model guru aktif dan peserta didik pasif menuju peserta didik aktif belajar dan guru sebagai fasilitator yang membantu (Suparno, 2004: 3). Penekanan filsafat konstruktivisme dalam pendidikan Fisika pada dasa warsa terakhir ini sangat jelas dengan berubahnya sistem belajar dan mengajar yang lebih menekankan keaktifan peserta didik dalam menggeluti suatu bahan fisika

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 (Suparno, 1997: 14). Kurikulum sains mulai disesuaikan berdasarkan prinsip konstruktivisme. Perkembangan kurikulum di Indonesia pada tahun 2013 untuk pembelajaran IPA mengarah pada konsep pembelajaran “Intergrative science” (Asih, 2014: 5). Dalam pengertian modern kurikulum lebih dimengerti sebagai semua pengalaman yang direncanakan untuk dialami peserta didik dalam proses pendidikan sejak awal. Bentuknya dapat berupa: pengalaman dalam kelas, diluar kelas, atau bahkan diluar sekolah. Dalam pengertian ini, kurikulum dapat berisi antara lain materi atau topik pelajaran yang mau dipelajari peserta didik, metode pembelajaran yang mau dialami peserta didik dan dibantu oleh guru, peralatan dan buku yang digunakan, pengaturan waktu, cara evaluasi, dan sebagainya (Suparno, 2004: 5152). Fisika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) yang pada hakekatnya mempelajari tentang fenomena alam dan gejala-gejala yang terjadi didalamnya. Dengan demikian, fisika memiliki kaitan erat dengan kehidupan sehari- hari. Akhir- akhir ini dalam dunia pendidikan muncul cukup banyak sistem pengajaran dan penanaman nilai berdasarkan filsafat konstruktivisme. Belajar fisika itu tidak semata-mata hanya belajar teori, rumus, hitungan, hafalan, namun belajar fisika sangat memperhatiakna aspek nilai kehidupan. Pengetahuan fisika menyumbangkan pendidikan nilai karakter. Sains tidak pernah bebas nilai, tidak pernah netral. Sains selalu berkonteks sosial (Suparno, 2012: 12). Pendidikan fisika, dengan unsur pengetahuan, proses, dan sikapnya dapat membantu peserta didik mengembangkan nilai karakter yang baik (Suparno,

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 2012: 15). Proses yang digunakan dalam pendalaman fisika yang menonjol adalah proses ilmiah, dimana peserta didik diajak membuat hipotesa, mengumpulkan data, menganalisa, dan menyimpulkan apakah hipotesanya benar atau tidak. Peserta didik dilatih untuk mengambil keputusan dan kesimpulan dari pengumpulan data-data obyektif. Praktikum fisika dan proyek kelompok yang banyak dilakukan di pendidikan fisika menunjang pembentukan karakter baik peserta didik. Sikap dalam belajar fisika yang dapat menunjang oleh guru digunakan dalam menanamkan nilai karakter bangsa seperti sikap jujur melakukan praktikum, ketelitian, kerjasama dll (Suparno, 2012: 17-18). Salah satu tujuan pendidikan di SMA Katolik Sang Timur adalah setiap peserta didik memiliki karakter yang mandiri, berbudi pekerti, disiplin, jujur, bertanggung jawab, hidup dalam persaudaraan, kesederhanaan, dan kasih. Oleh karena itu, dengan pembelajaran fisika penguatan pendidikan karakter diperlukan sebagaimana dengan tujuan pendidikan di SMA Katolik Sang Timur Jakarta. Pendidikan Fisika di Indonesia masih agak lemah dalam membantu peserta didik untuk menemukan sendiri dan membentuk pengetahuan mereka secara aktif dan bebas. Cukup banyak digunakan sistem drill dan menghafal rumus yang kurang memberikan kebebasan peserta didik untuk berpikir secara kritis. Kurang adanya interaksi dengan sesama peserta didik dan dengan guru serta kurang terbangun kerjasama dalam kegiatan belajar mengajar. Cukup banyak peserta didik yang tidak dilatih untuk bertanya, mempersoalkan bahan, dan membentuk pengetahuan mereka sendiri. Maka segi proses pendidikan demokratis dan

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 penalaran yang seharusnya mempengaruhi hidup mereka nanti, kurang menonjol (Suparno, 1997: 24). Salah satu metode konstruktivis adalah eksperimen. Metode eksperimen adalah metode mengajar yang mengajak peserta didik untuk melakukan percobaan pengecekan bahwa teori yang sudah dibicarakan itu memang benar. Yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik, dimana dalam eksperimen peserta didik sendiri aktif melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk yang diberikan guru, menemukan dan mengalami sendiri dan pelajar sendirilah yang membentuk pengetahuan mereka. Dengan demikian pengetahuan, proses, dan sikapnya dapat membantu peserta didik mengembangkan nilai karakter yang baik. Beberapa peserta didik di SMA Sang Timur Jakarta, beranggapan bahwa mereka tidak menyukai Fisika, mereka cenderung tidak berminat akan pelajaran Fisika, mereka menganggap pelajaran Fisika itu menakutkan, sulit dipelajari, membosankan dengan setumpuk rumus dan banyak hitungan. Peserta didik kurang daya saing, daya tahan menghadapi bahan fisika yang dianggap sulit. Peserta didik juga berpendapat bahwa mereka kurang berminat dengan fisika selain pelajarannya sulit, karena dalam pengajaran guru kurang bersemangat untuk meghidupkan suasana kelas, sehingga kurang meningkatkan gairah peserta didik dalam belajar fisika. Dalam pembelajaran fisika kurang adanya suasana timbal balik antara peserta didik dan guru maupun sebaliknya. Metode yang telah diterapkan pada mata pelajaran Fisika selama ini antara lain adalah ceramah aktif, diskusi dan pengerjaan soal. Metode-metode ini

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 membuat peserta didik cenderung bosan. Selain itu peserta didik masih kesulitan dalam menganalisis soal. Kurangnya variasi dalam pembelajaran dan karakteristik dari pelajaran ini, membuat peserta didik kurang terdorong mengikuti pelajaran fisika dan cenderung menganggap fisika itu membosankan. Untuk mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran fisika diperlukan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik sekaligus dapat mengembangkan kemampuan analisis peserta didik. Guru yang sudah terbiasa dengan model ceramah akan mengalami kesulitan dalam paradigma baru sebagaimana dijelaskan bahwa dalam paham konstruktivisme, kegiatan belajar adalah kegiatan yang aktif, dimana pelajar membangun sendiri pengetahuannya. Atas dasar inilah peneliti melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar, Pengembangan Nilai Karakter dan Keaktifan Peserta Didik Kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada Bahasan Gerak Lurus ”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1. Apakah pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada bahasan Gerak Lurus? 2. Apakah pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dapat mengembangkan nilai karakter peserta didik kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada bahasan Gerak Lurus?

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 3. Bagaimana keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada bahasan Gerak Lurus? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada bahasan Gerak Lurus dengan menggunakan metode eksperimen. 2. Pengembangan nilai karakter peserta didik kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada bahasan Gerak Lurus dengan menggunakan metode eksperimen. 3. Keaktifan peserta didik kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada bahasan Gerak Lurus dengan menggunakan metode eksperimen. D. 1. Manfaat Penelitian Bagi Guru Memberi inspirasi kepada guru bahwa belajar fisika dengan menggunakan metode eksperimen ini dapat mengembangkan nilai karakter. 2. Bagi Sekolah Memberi referensi dan anjuran kepada guru fisika untuk menggunakan metode eksperimen ini, karena dapat mmengembangkan nilai karakter, meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik. 3. Bagi Pendidikan Untuk menambah referensi tentang hasil penelitian dalam bidang fisika.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar Mereka yang aktif dalam dunia pendidikan ataupun yang memiliki high responsibility (tanggung jawab besar) terhadap dunia pendidikan pasti akan selalu mempertanyakan beberapa hal yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan, yaitu apa itu belajar dan pembelajaran. Kata belajar sudah tidak asing lagi dan sudah menjadi kata yang diakrabi oleh semua lapisan masyarakat. Kata ini bahkan sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan terutama bagi mereka yang menuntut ilmu di lembaga pendidikan formal (Bahri Djamarah, 2011: 12). Belajar merupakan inti dari kegiatan sekolah sebab semua sekolah diperuntukkan bagi berhasilnya proses belajar setiap peserta didik yang sedang belajar. Secara umum, belajar diartikan sebagai perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman, dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karakteristik seseorang sejak lahir. Belajar itu adalah proses atau upaya terus-menerus untuk memahami, untuk mengubah, untuk menumbuhkan. Belajar selalu punya unsur usaha untuk mengerti dan mengubah. Belajar menjadi istilah kunci yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tidak pernah ada pendidikan yang merupakan salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan (Rohmah, 2012: 171). Pendidikan yang mampu 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun kompetensi peserta didik. Sistem pendidikan nasional menghadapi tantangan sangat kompleks dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era global. Untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi situasi itu, diperlukan usaha dan belajar dengan tekun dan giat. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh peserta didik sebagai anak didik. Pandangan seseorang tentang belajar akan mempengaruhi tindakan-tindakannya yang berhubungan dengan belajar dan setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda tentang belajar. Dalam bukunya berjudul Educational Psychology, Cronbach menyebut bahwa belajar ditampakkan dalam perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman, “Learning is shown by change in behavior as a result of experience.” Dengan demikian, belajar yang efektif terjadi melalui pengalaman. Dalam proses belajar, seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya (Abu Ahmadi, 2013: 127). Belajar merupakan suatu aktivitas yang ditunjukkan dengan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Syaiful, 2011: 13).

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Menurut para konstruktivis, belajar merupakan proses aktif pelajar mengkonstruksi arti entah teks, dialog, pengalaman fisis, dan lain- lain. Belajar merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta, melainkan lebih suatu pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian yang baru (Suparno, 1997: 61). Belajar adalah suatu proses dan aktivitas yang selalu dilakukan dan berkesinambungan di dalam kehidupan manusia. Belajar adalah suatu aktivitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian (Suyono, 2011: 8). Konsep belajar seperti ini menekankan bahwa seseorang belajar tidak hanya dalam hal-hal teknis, tetapi juga tentang nilai dan norma. Filsafat konstruktivisme banyak mempengaruhi pembelajaran Fisika khususnya, dan pembelajaran sains pada umumnya. Model pembelajaran Fisika menjadi sangat berbeda dengan model pembelajaran yang klasik (Suparno, 2007: 7). Konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuan mereka melalui interaksi mereka dengan objek, fenomena, pengalaman, dan lingkungan mereka (Suparno, 1997: 28). Bila yang sedang menekuni adalah peserta didik, maka pengetahuan itu adalah bentukan peserta didik sendiri. Jadi, pengetahuan itu selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif melalui kegiatan berpikir seseorang (Suparno, 2007: 8).

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Bagi kaum konstruktivis, belajar adalah proses yang aktif dimana peserta didik membangun sendiri pengetahuannya. Peserta didik mencari arti sendiri dari yang mereka pelajari. Belajar bukanlah suatu kegiatan mengumpulkan fakta, tetapi suatu perkembangan berpikir dengan membuat kerangka pengertian yang baru. Belajar yang sungguh- sungguh akan terjadi bila peserta didik mengadakan refleksi, pemecahan konflik pengertian, dan selalu memperbarui tingkat pemikiran yang tidak lengkap. Bagi guru sangat penting untuk menciptakan bermacammacam situasi dan metode yang membantu peserta didik (Suparno, 2007: 13). Guru menciptakan suatu keadaan atau lingkungan belajar yang memadai agar peserta didik dapat menemukan pengalaman-pengalaman nyata dan terlibat langsung dengan alat dan media. Peran guru sangat penting untuk menciptakan situasi belajar. Peserta didiklah yang bertanggung jawab atas belajar sedangkan guru bertanggung jawab menciptakan suasana yang mendorong peserta didik untuk aktif, bersemangat dan berdaya juang. Belajar itu sendiri secara sederhana dapat diberi definisi sebagai aktivitas yang dilakukan individu secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apa yang telah dipelajari dan sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Belajar pada hakikatnya adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan yang muncul dalam diri seseorang sebagai hasil dari proses belajar dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan, keterampilan dan kemampuan, serta perubahan aspek- aspek yang lain yang ada pada individu yang belajar (Trianto, 2011: 9).

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Belajar tidak hanya sekadar menghafal. Peserta didik harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Peserta didik belajar dari mengalami. Peserta didik perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide. Oleh karena itu, penting bagi peserta didik untuk tahu apakah dia belajar dan bagaimana ia harus mempergunakan pengetahuan dan keterampilan itu. Belajar menghasilkan suatu perubahan pada peserta didik, perubahan itu dapat berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap (Winkel, 2012: 16). Menurut Gage dan Berliner (dalam Hosnan, 2014: 8), prinsip-prinsip belajar peserta didik yang dapat dipakai oleh guru dalam meningkatkan kreativitas belajar yang mungkin dapat digunakan sebagai acuan dalam proses belajar mengajar antara lain adalah prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Pemberian perhatian dan motivasi peserta didik 2. Mendorong dan memotivasi keaktifan peserta didik 3. Keterlibatan langsung peserta didik 4. Pemberian pengulangan 5. Pemberian tantangan 6. Umpan balik dan penguatan 7. Memperhatikan perbedaan individual peserta didik.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 B. Hasil Belajar Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri maupun dari luar diri. Guru dalam proses belajar-mengajar mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai instruktur, konselor, sebagai media, sebagai sumber dan sebagainya. Dalam fungsinya yang ganda ini, guru bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pengajaran khususnya peningkatan prestasi belajar. Semua aktivitas dan prestasi hidup tidak lain adalah hasil dari belajar. Hasil belajar berkaitan dengan pencapaian dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan. Dengan demikian, tugas utama guru dalam kegiatan ini adalah merancang instrumen yang dapat mengumpulkan data tentang keberhasilan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran (Wina, 2008: 13). Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Untuk penilaian hasil belajar merupakan proses terakhir dalam proses pembelajaran. Setiap kompetensi dicapai dari tiga ranah pembelajaran, yaitu ranah kognitif, keterampilan (psikomotor), dan afektif. Ketiga aspek tersebut sering diberi istilah 3H (Head, Hand, Heart) (Hosnan, 2014: 424). Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam evaluasi hasil belajar, diperlukan instrumen atau alat pengukuran. Alat yang digunakan sangat tergantung pada tujuan pengukuran. Alat yang digunakan mengukur aspek kognitif berbeda dengan alat pengukur aspek afektif dan psikomotor.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Penilaian hasil belajar merupakan proses terakhir dalam proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan positif relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan (Hosnan, 2014: 416). Hasil pembelajaran adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan suatu metode di bawah kondisi yang berbeda. Efek ini bisa berupa efek yang disengaja dirancang oleh sebab itu merupakan efek yang diinginkan, dan juga berupa efek nyata sebagai hasil penggunaan metode pembelajaran tertentu (Karwono, 2017: 172). Menurut Nawawi (dalam Susanto, 2013: 5) menyatakan bahwa hasil belajar dapat dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan peserta didik dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu. Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar peserta didik adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini ingin melihat pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar peserta didik pada ranah kognitif melalui pre test dan post test.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 C. Metode Eksperimen Metode eksperimen merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi pengalaman belajar langsung dan melibatkan aktivitas peserta didik. Menurut Suparno (2006: 78), secara umum metode eksperimen adalah metode mengajar yang mengajak peserta didik untuk melakukan percobaan sebagai pembuktian, pengecekan bahwa teori yang sudah dibicarakan itu memang benar. Biasanya metode eksperimen bukan untuk menemukan teori, tetapi lebih untuk menguji teori atau hukum yang sudah ditemukan para ahli. Dalam prakteknya, guru dapat pula melakukan eksperimen untuk menemukan teorinya atau hukumnya. Eksperimen dilakukan untuk menguji keyakinan atau pendapat tentang tingkah laku manusia dalam situasi atau kondisi tertentu. Eksperimen dilakukan dengan anggapan bahwa semua situasi dapat dikontrol dengan teliti, yang keadaannya berbeda dari observasi yang terkontrol. Untuk mendukung pelaksanaan eksperimen, perlu dibentuk paling tidak dua kelompok yang bisa diperbandingkan. Kelompok pertama sebagai kelompok ‘eksperimen’ dan kelompok kedua sebagai kelompok ‘kontrol’. Lewat penerapan metode eksperimen banyak aspek belajar dapat diteliti dengan baik. Pelaksanaan metode eksperimen dapat dilaksanakan di laboratorium maupun di alam sekitar. Metode eksperimen bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik dalam menemukan dan memahami suatu konsep atau teori yang sedang dipelajari. Kemampuan berpikir peserta didik dimulai dengan adanya pertanyaan apa, mengapa, kapan, dimana, dan bagaimana

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 suatu fenomena alam terjadi. Peserta didik dapat menjadi terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. 1. Macam-macam Eksperimen Menurut Suparno (2006: 78-79), metode eksperimen dibedakan menjadi dua, yaitu eksperimen terbimbing dan eksperimen bebas. 1) Eksperimen Terbimbing a) Pengertian Metode Eksperimen Terbimbing Dalam eksperimen terbimbing, seluruh jalannya percobaan sudah dirancang oleh guru sebelum pecobaan dilakukan oleh peserta didik. Langkahlangkah yang harus dibuat peserta didik, peralatan yang harus digunakan, apa yang harus diamati dan diukur semuanya sudah ditentukan sejak awal. Data yang harus dikumpulkan dan kesimpulan mana yang akan dituju mereka cukup jelas. Tentu hasil kesimpulan tergantung data yang mereka peroleh. Biasanya ada petunjuk langkah-langkah yang harus dilaksanakan oleh peserta didik, ada lembar kerja (LKS). b) Tugas Guru Untuk melakukan pembelajaran dengan eksperimen terbimbing, guru punya peran sangat penting. Beberapa hal yang harus dilakukan guru adalah:  Memilih eksperimen yang akan ditugaskan kepada peserta didik  Merencanakan langkah-langkah percobaan seperti: apa tujuannya, alat yang digunakan, bagaimana merangkai percobaan, data yang harus dikumpulkan peserta didik, bagaimana menganalisis data, dan apa kesimpulannya

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18  Mempersiapkan semua peralatan yang akan digunakan sehingga pada saat peserta didik mencoba semua siap dan lancar  Pada saat percobaan sendiri guru dapat berkeliling melihat bagaimana peserta didik melakukan percobaannya dan memberikan masukan kepada peserta didik  Bila ada peralatan yang macet guru membantu peserta didik agar alat dapat jalan dengan baik  Membantu peserta didik dalam menarik kesimpulan dengan percobaan yang dilakukan  Bila peserta didik membuat laporan, maka guru harus memeriksanya  Guru sebaiknya mempersiapkan petunjuk dan langkah percobaan dalam satu lembar kerja sehingga memudahkan peserta didik bekerja. c) Tugas Peserta didik Dalam eksperimen, peserta didik sendiri atau dalam kelompok kecil melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk yang diberikan guru. Sebaiknya kelompok dibuat kecil sehingga peserta didik dapat sungguh melakukan percobaan dan bukan hanya melihat percobaan teman. Dalam percobaan, peserta didik antara lain melakukan tindakan berikut:  Membaca petunjuk percobaan dengan teliti  Mencari alat yang diperlukan  Merangkai alat- alat sesuai dengan prosedur percobaan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19  Mulai mengamati jalannya percobaan  Mencatat data yang diperlukan  Mendiskusikan dalam kelompok untuk menarik kesimpulan dari data yang ada  Membuat laporan percobaan dan mengumpulkan  Dapat juga mempresentasikan percobaannya di depan kelas. 2) Eksperimen Bebas Dalam eksperimen bebas, guru tidak memberikan petunjuk pelaksanaan percobaan secara rinci. Dengan kata lain, peserta didik harus lebih banyak berpikir sendiri, bagaimana akan merangkai rangkaian, apa yang harus diamati, diukur dan dianalisis serta disimpulkan. Keuntungan dengan percobaan bebas adalah peserta didik ditantang untuk merencanakan percobaan sendiri tanpa banyak dipengaruhi arahan guru. Dengan demikian, akan tampak bagaimana kreativitas, kepandaian, dan kemampuan peserta didik dalam memecahkan tugas yang diberikan guru. Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang dilakukan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang di tentukan. Metode eksperimen dalam proses pembelajaran Fisika tidak terlepas dari metode ilmiah (scientific method) dalam mempelajari Fisika serta keterampilan proses Fisika karena Fisika diperoleh melalui suatu metode ilmiah. Pelaksanaan metode ilmiah dalam suatu proses pembelajaran Fisika di kelas dapat dilakukan dengan metode eksperimen. Eksperimen terbimbing adalah suatu metode pembelajaran dimana peserta didik melakukan percobaan menggunakan peralatan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 sains dengan bimbingan seorang guru. Metode eksperimen menempatkan guru sebagai fasilitator. Evaluasi pembelajaran dalam metode eksperimen tidak hanya dilakukan melalui tes tertulis (kemampuan akademik), tetapi juga mengenai keterampilan dan sikap peserta didik. Keterampilan peserta didik meliputi merangkai peralatan, mencatat data, dan lain-lain. Sedangkan sikap peserta didik meliputi: sikap jujur dalam mencari data, sikap hati-hati dalam melakukan eksperimen dan lain-lain. 2. Karakteristik Metode Eksperimen Terdapat beberapa karakteristik mengajar dalam menggunakan metode eksperimen serta hubungannya dengan pengalama belajar peserta didik, seperti di kemukakakn oleh Winaputra (dalam Hosnan. 2014: 59-67) berikut ini. a. Adanya alat bantu yang digunakan b. Peserta didik aktif melakukan percobaan c. Guru membimbing d. Tempat dikondisikan e. Ada pedoman untuk peserta didik f. Ada topik yang di eksperimenkan g. Ada temuan- temuan. Pengalaman peserta didik dari penggunaan metode eksperimen. a. Mengamati sesuatu hal b. Menguji hipotesis c. Menemukan hasil percobaan d. Membuat kesimpulan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 e. Membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik f. Menerapkan konsep informasi dari eksperimen. Dari karakteristik metode eksperimen dapat ditarik kesimpulan bahwa metode eksperimen dapat dikembangkan dan diterapkan dalam pembelajaran IPA dalam meningkatkan sikap ilmiah peserta didik. Sikap ilmiah dapat muncul dalam pembelajaran melalui pengalaman melakukan eksperimen. Dalam pembelajaran melalui eksperimen, peserta didik menjadi lebih aktif, guru berusaha membimbing, melatih dan membiasakan peserta didik untuk terampil menggunakan alat, terampil merangkai percobaan dan mengambil kesimpulan yang merupakan tujuan pembelajaran IPA (Fisika) dalam melakukan metode ilmiah dan sikap ilmiah peserta didik. Percobaan (eksperimen) melatih peserta didik untuk merekam semua data fakta yang diperoleh melalui hasil pengamatan dan bukan data opini hasil rekayasa pemikiran. Eksperimen mengajarkan kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif sebagai upaya meningkatkan sikap ilmiah peserta didik. Penemuan fakta dan data metode observasi dari sebuah eksperimen mempunyai peranan yang sangat penting bagi peningkatan sikap ilmiah yang diharapkan. 3. Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Metode Eksperimen Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. a. Dalam eksperimen, setiap peserta didik harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap peserta didik.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 b. Agar eksperimen itu tidak gagal dan peserta didik menemukan bukti yang meyakinkan atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih. c. Dalam eksperimen, peserta didik perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan, maka perlu adanya waktu yang cukup lama sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu. d. Peserta didik dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih, maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka di samping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta keterampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih objek eksperimen itu. e. Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan. 4. Prosedur Eksperimen Menurut Roestiyah (dalam Hosnan, 2014:60), prosedur eksperimen adalah seperti berikut. a. Perlu dijelaskan kepada peserta didik tentang tujuan eksperimen, mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksperimen. b. Memberi penjelasan kepada peserta didik tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen, hal-hal

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 yang harus dikontrol dengan kuat, urutan eksperimen, hal- hal yang perlu dicatat. c. Selama eksperimen berlangsung, guru harus mengawasi pekerjaan peserta didik. Bila perlu, guru memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen. d. Setelah eksperimen selesai, guru harus mengumpulkan hasil penelitian peserta didik, mendiskusikan di kelas dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab. Dalam metode eksperimen, guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental, serta emosional peserta didik. Peserta didik mendapat kesempatan untuk melatih keterampilan agar memperoleh hasil belajar maksimal. Pengalaman yang dialami langsung dapat tertanam dalam ingatannya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional peserta didik diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif. Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar peserta didik untuk belajar konsep Fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan Fisika. Peserta didik mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. Dengan demikian, peserta didik akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 5. Tahap Eksperimen Pembelajaran dengan metode eksperimen, menurut Palendeng, meliputi tahaptahap berikut. a. Percobaan awal Pembelajaran didemonstrasikan diawali guru dengan atau melakukan dengan mengamati percobaan fenomena yang alam. Demonstrasi ini menampilkan masalah-maslah yang berkaitan dengan materi Fisika yang akan dipelajari. b. Pengamatan Merupakan kegiatan peserta didik saat guru melakukan percobaan, peserta didik diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut. c. Hipotesis awal Peserta didik dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya. d. Verifikasi Kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. e. Aplikasi konsep Setelah peserta didik merumuskan dan menemukan konsep, hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 f. Evaluasi Merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep pemahaman konsep dapat diketahui apabila peserta didik mampu mengutarakan secara lisan, tulisan, maupun aplikasi dalam kehidupannya. 6. Langkah- langkah Metode Eksperimen Untuk melaksanakan dengan baik, kita harus tahu langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengimplementasikan metode eksperimen agar dapat berjalan dengan lancar dan berhasil. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan metode eksperimen menurut Fathurrahman (Hosnan, 2014: 62) adalah sebagai berikut. a. Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan. b. Usahakan peserta didik terlibat langsung sewaktu mengadakan kegiatan eksperimen. c. Sebelum dilaksanakan eksperimen peserta didik terlebih dahulu diberikan pengarahan tentang petunjuk dan langkah-langkah eksperimen yang akan dilakukan. d. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah direncanakan. e. Setiap individu dapat melaporkan hasil pekerjaannya secara tertulis. Sebelum eksperimen dilaksanakan, terlebih dahulu guru harus menetapkan berikut. a. Alat-alat apa yang diperlukan. b. Langkah- langkah apa yang harus ditempuh.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 c. Hal- hal apa yang harus dicatat. d. Variabel- variabel mana yang harus di kontrol. e. Kelebihan Metode Eksperimen 7. Kelebihan Metode Eksperimen Beberapa keunggulan pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Moedjiono dan Moh Dimyati antara lain: a. Peserta didik secara aktif terlibat mengumpulkan fakta, informasi, atau data yang diperlukannya melalui percobaan yang dilakukan b. Peserta didik memperoleh kesempatan untuk membuktikan kebenaran teoritis secara empiris melalui eksperimen, sehingga peserta didik terlatih membuktikan ilmu secara ilmiah c. Peserta didik berkesempatan untuk melaksanakan prosedur metode ilmiah dalam rangka menguji kebenaran hipotesis Menurut Rusyan (dalam Hosnan, 2014: 63), metode eksperimen memiliki kelebihan antara lain sebagai berikut. a. Melatih disiplin diri peserta didik melalui eksperimen yang dilakukannya, terutama kaitannya dengan keterlibatan, ketelitian, ketekuanan dalam melakukan eksperimen. b. Kesimpulan eksperimen lebih lama tersimpan dalam ingatan peserta didik melalui eksperimen yang dilakukannya sendiri secara langsung. c. Peserta didik akan lebih memahami hakikat dari ilmu pengetahuan dan hakikat kebenaran secara langsung. d. Mengembangkan sikap terbuka bagi peserta didik.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 e. Metode ini melibatkan aktivitas dan kreativitas peserta didik secara langsung dalam pengajaran, sehingga mereka akan terhindar dari verbalisme. 8. Kelemaham Metode Eksperimen Metode eksperimen juga memiliki kelemahan antara lain: a. Memerlukan peralatan, bahan dan/atau sarana eksperimen bagi setiap peserta didik atau sekelompok peserta didik yang perlu dipenuhi karena akan mengurangi kesempatan peserta didik bereksperimen jika tidak tersedia b. Jika eksperimen memerlukan waktu yang lama, akan mengakibatkan berkurangnya kecepatan laju pembelajaran. c. Kurangnya pengalaman para peserta didik maupun guru dalam melaksanakan eksperimen akan menimbulkan kesulitan tersendiri dalam melakukan eksperimen. d. Kegagalan/kesalahan dalam eksperimen akan mengakibatkan perolehan hasil belajar (berupa informasi, fakta) yang salah atau menyimpang. Menurut Rusyan (dalam Hosnan, 2014: 63), metode eksperimen memiliki kekurangan antara lain: a. Metode ini memakan waktu yang banyak, jika diterapkan dalam rangka pelajaran di sekolah, maka metode ini dapat menyerap waktu pelajaran. b. Kebanyakan metode ini cocok untuk sains dan teknologi, kurang tepat jika diterapkan pada pelajaran lain, terutama bidang ilmu pengetahuan sosial.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 c. Pada hal-hal tertentu, seperti pada eksperimen bahan-bahan kimia, kemungkinan memiliki bahaya selalu ada. Dalam hal ini, faktor keselamatan kerja harus diperhitungkan. d. Metode ini memerlukan alat dan fasilitas yang lengkap. Jika kurang salah satu padanya, maka eksperimen tidak akan berhasil dengan baik. Berdasarkan pendapat di atas, jelas bahwa penerapan metode eksperimen dalam kegiatan pembelajaran di sekolah memiliki kelebihan dan manfaat. Kelebihan tersebut berorientasi pada optimalnya kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif. Di samping kelebihan yang dapat dirasakan oleh peserta didik dalam pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen, ada juga kekurangan dan kelemahannya. Hal ini menuntut kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran eksperimen dengan mengawasi proses kerja sama dalam belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen terbimbing karena dengan menggunakan eksperimen terbimbing seluruh jalnnya percobaan sudah dirancang oleh guru sebelum percobaan dikaukan oleh peserta didik. Dan peserta didik tidak akan bingung tentang langkah- langkah percobaan,data yang dikumpulkan, dan kesimpulan karena sudah ada petunjuk yang lembar kerja peserta didik. D. Keaktifan Tidak pernah terlihat orang yang belajar tanpa melibatkan aktivitas raganya seperti kalau peserta didik belajar di laboratorium, di lapangan, maupun melakukan serangkaian aktivitas di dalam kelas seperti berdiskusi, mencatat dan

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 sebagainya. Ketika seseorang belajar, ia tidak dapat menghindarkan diri dari suatu situasi untuk menentukan aktivitas apa yang akan dilakukan dalam rangkaian belajar. Situasi itulah yang mempengaruhi dan menentukan aktivitas belajar apa yang dilakukan kemudian. Proses belajar-mengajar yang dapat memungkinkan peserta didik aktif harus direncanakan dan dilaksanakan secara sistematik. Dalam pelaksanaan mengajar, hendaknya diperhatikan beberapa prinsip belajar sehingga pada waktu proses belajar-mengajar peserta didik melakukan kegiatan belajar secara optimal. Ada beberapa prinsip belajar yang dapat menunjang tumbuhnya cara belajar peserta didik aktif yakni stimulus belajar, perhatian dan motivasi, respons yang dipelajari, penguatan dan umpan balik serta pemakaian dan pemindahan (Abu Ahmadi, 2013: 214). Sebagaimana menurut filsafat konstruktivisme bahwa, pengetahuan itu adalah bentukan ( konstruksi), jelaslah bahwa untuk dapat mengetahui sesuatu, peserta didik haruslah aktif sendiri mengkonstruksi. Dengan kata lain, dalam belajar peserta didik harus aktif mengolah bahan, mencerna, memikirkan, menganalisis, dan akhirnya yang terpenting merangkumnya sebagai suatu pengertian yang utuh. Tanpa keaktifan peserta didik dalam membangun pengetahuan mereka sendiri, mereka tidak akan mengerti apa- apa (Suparno, 2007: 9). Menurut konstruktivisme, pelajar sendirilah yang bertanggung jawab atas hasil belajarnya. Disini peserta didik dituntut untuk aktif dalam pembelajaran. Peserta didik harus aktif bertanya, aktif mengerjakan suatu bahan, aktif membuat laporan, aktif mengungkapkan gagasannya. Misalnya dalam pembelajaran sains,

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 peserta didik terlibat aktif dalam membuat hipotesis, mengerjakan percobaan, mengumpulkan data, meganalisa dan membuat kesimpulan. Dengan metode ilmiah tersebut, peserta didik dilatih untuk ikut menyimpulkan dan membentuk pengertian mereka sendiri. Dengan demikian prosesnya sungguh pembelajaran peserta didik, bukan pengajaran guru (Suparno, 2004: 32). Pembelajar dituntut untuk aktif secara fisik, intelektual, dan emosional. Implikasi prinsip keaktifan peserta didik diwujudkan dalam perilaku- perilaku. Hal ini menuntut keterlibatan langsung peserta didik dalam proses pembelajaran (Hosnan, 2014: 13). Cara belajar peserta didik aktif merupakan konsekuensi logis dari proses belajar-mengajar di sekolah. Persoalannya terletak dalam hal kadar keaktifan belajar peserta didik karena ada yang tingkat keaktifannya rendah dan ada pula yang tingkat keaktifannya tinggi. Di dalam dunia pendidikan, peserta didik sangat diharapkan meningkatkan keaktifan mereka secara yang optimal sehingga mereka dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Berkaitan dengan strategi pembelajaran, Confusius mengatakan ribuan tahun yang lalu, “What I hear, I forget; What I see, I remember, and What I do, I understand.” Bagi Confusius, strategi pembelajaran yang paling baik adalah melibatkan peserta didik berlaku aktif dalam praktik (berbuat) sebab dengan berbuat atau praktik, pesera didik memahami apa yang menjadi tujuan pembelajaran (Bermawi, 2014: 63). Aktivitas belajar tidak hanya terjadi dengan duduk mendengarkan guru saja, namun peserta didik terlibat dalam rangkaian belajar tersebut. Aktivitas belajar dapat berupa mendengarkan, memandang,

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 meraba, membau, mencicipi, menulis, mencatat, membaca, membuat iktisar, mengamati tabel- tabel, diagram-diagram, bagan- bagan, menyusun paper, mengingat/menghafal, berpikir, latihan atau praktek. Semua hal itu adalah aktivitas belajar. Dalam aktivitas belajar Fisika, hal-hal di atas juga perlu dilaksanakan, diterapkan secara khusus yakni bahwa peserta didik melakukan praktikum di laboratorium. Learning by doing adalah konsep belajar yang menuntut adanya penyatuan usaha untuk mendapatkan kesan-kesan dengan cara berbuat. Belajar sambil berbuat dalam hal ini termasuk praktek. Latihan atau praktek termasuk cara yang baik untuk memperkuat ingatan. Sebagai contoh, dalam belajar Fisika, peserta didik tidak cukup hanya dituntut untuk mendengarkan, mempelajari teori Fisika dan menulis kan rumus-rumus Fisika. Apabila hal itu yang dilakukan, kemungkinan besar teori dan rumus-rumus Fisika itu akan mudah terlupakan bila tidak didukung dengan latihan atau praktikum. Contohnya adalah praktek saat mempelajari pengukuran. Apabila peserta didik hanya dibekali dengan teori dan cara menghitung berapa hasil pengukuran yang diperoleh, kemungkinan peserta didik akan mengalami kebingungan dan kurang paham. Untuk mempermudah memahami dan memperkuat ingatan tentang pokok bahasan pengukuran, perlu diadakan latihan atau praktikum di laboratorium. Perlu dilatihkan bagaimana cara menggunakan alat, cara membaca skala dalam setiap alat ukur dan cara menghitung hasil pengukuran. Dengan demikian, peserta didik akan memahami, mengetahui dan mengingat pokok bahasan tersebut. Dengan banyak latihan, kesan-kesan yang diterima lebih

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 fungsional. Dengan demikian, aktivitas latihan atau praktek dapat mendukung upaya belajar yang optimal. Belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan. Pada hakekatnya, belajar yang bertumpu pada keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran di dalam kelas menuntut seorang guru untuk melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar-mengajar. Pesera didik yang aktif dalam pembelajaran memiliki keseriusan dan perhatian yang tinggi pada pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam situasi belajar seperti ini, belajar mewujudkan keaktifan peserta didik yang tampak dalam upaya untuk mendengarkan, menulis, membuat sesuatu, mendiskusikan. Dalam buku Psikologi Pendidikan dituliskan bahwa dalam tingkat keaktifan peserta didik dalam belajar terdapat rentang keaktifan antara teachercentered melawan student-centered. Tingkat keaktifan tersebut ditentukan oleh beberapa unsur sebagai berikut (Noer. 2012: 305): 1. Partisipasi peserta didik dalam menetapkan tujuan pembelajaran di kelas 2. Tekanan pada afektifitas dalam pembelajaran di kelas 3. Partisipasi pesera didik dalam pelaksanaan pembelajaran, terutama interaksi peserta didik dengan guru, dan sesama peserta didik di kelas 4. Penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribusi peserta didik yang kurang relevan bahkan salah sama sekali

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 5. Kesempaatan kepada peserta didik untuk mengambil keputusankeputusan penting dalam pembelajaran di kelas. Peserta didik sebagai subjek utama dalam kegiatan pembelajaran dengan alasan apa pun tidak dapat mengabaikan begitu saja prinsip-prinsip belajar. Pembelajar dituntut untuk aktif secara fisik, intelektual, dan emosional. Implikasi prinsip keaktifan bagi peserta didik terwujud dalam perilaku-perilaku, seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan, menganalisis hasil percobaan, ingin tahu hasil dari suatu perhitungan fisika, membuat karya tulis dan sebagainya. Implikasi prinsip keaktifan bagi peserta didik lebih lanjut menuntut keterlibatan langsung peserta didik dalam proses pembelajaran. Sebagai subjek dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar, pesera didik dituntut untuk selalu aktif memproses dan mengelola perolehan belajarnya. Perilaku aktif atau keterlibatan peserta didik secara langsung dalam kegiatan belajar diharapkan dapat terwujud. Dari uraian di atas, peneliti membuat indikator keaktifan belajar peserta didik yang akan dilakukan dalam penelitian ini seperti pada tabel 2.1. Tabel 2.1 Indikator Keaktifan Peserta didik No. Indikator 1. Kerjasama dalam kelompok 2. Bertanya dan Mampu mengemukakan pendapat 3. Mengerjakan percobaan dalam kelompok 4. Saling membantu dan menyelesaikan masalah 5. Membuat laporan percobaan, menganalisa dan menyimpulkan

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 E. Nilai Karakter Karakter berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘karasso’ yang berarti cetak biru, format dasar, sidik, seperti sidik jari. Pusat Kurikulum Nasional mengartikan karakter sebagai watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak (Suparno, 2015: 27-28). Karakter itu terbentuk dari perkembangan dasar yang telah kena pengaruh pengajaran. Dalam pendidikan karakter, sangatlah penting diperhatikan kedua segi ini: bakat dan pendidikan. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia (Adi, 2010: 9). Unsur pendidikan sangat penting adalah membangun karakter seseorang. Dalam sebuah proses pendidikan, penanaman karakter merupakan bagian penting. Pendidikan karakter tidak dapat dipahami sebagai bagian pengembangan keunggulan akademik peserta didik, tetapi menjadi satu bagian integral dalam rangka pendidikan kemanusiaan secara utuh. Pendidikan karakter juga terkait dengan bagaimana mereka yang terlibat di dalamnya dapat mendesain, memiliki sikap serta memiliki keprihatinan tentang nilai-nilai yang ingin dikembangkan. Driyarkara mengungkapkan bahwa pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia, atau membantu proses hominisasi dan humanisasi; yakni membantu orang muda untuk semakin menjadi manusia, manusia yang berbudaya

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 tinggi dan bernilai tinggi, bukan hanya hidup sebagai ”manusia” (makan minum) melainkan manusia yang bermoral, berwatak, bertanggung jawab, dan bersosialitas (Suparno, 2015: 60). Driyarkara menyamakan karakter dengan budi pekerti. Menurut Driyarkara, seseorang disebut mempunyai budi pekerti atau karakter bila ia mempunyai kebiasaan mengalahkan dorongan yang tidak baik dalam dirinya. Secara sederhana, karakter dapat dikatakan sebagai nilai-nilai dan sikap hidup yang positif, yang dimiliki seseorang sehingga memengaruhi tingkah laku, cara berpikir dan bertindak orang itu, dan akhirnya menjadi tabiat hidupnya (Suparno, 2015: 28). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah merumuskan 18 nilai yang dianggap sebagai nilai karakter bangsa yang perlu ditanamkan pada peserta didik di sekolah. Menurut Salim (2013: 41-42) nilai untuk pendidikan karakter seperti tabel 2.2 sebagai berikut. Tabel 2.2 Nilai dan Deskripsi Nilai pendidikan Karakter No. 1. Nilai Religius 2. Jujur 3. Toleransi 4. Disiplin 5. Kerja keras Deskripsi Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksankan ajran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh- sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 No. Nilai Deskripsi serta menyelesaikan tugas dengan sebaik- baiknya. 6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. 7. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas- tugas. 8. Demokratis Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. 9. Rasa Ingin Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk Tahu mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, atau di dengar. 10. Semangat Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang Kebangsaan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. 11. Cinta Tanah Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang Air menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. 12. Menghargai Sikap dan tindaakan yang mendorong dirinya untuk Prestasi menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain. 13. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, Komunikatif bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. 14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. 15. Gemar Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca Membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajiakn bagi dirinya. 16. Peduli Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah lingkungan kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya dan mengembangkan upaya- upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. 17. Peduli Sikap da tindakan yang selalu ingin memberi bantuan Sosial pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. 18. Tanggung Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan Jawab tugas dan kewajiban, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara, dan Tuhan YME. Dari 18 nilai diatas, sangat jelas bahwa nilai karakter bangsa itu merupakan sikap dan tindakan, bukan hanya pengetahuan (Suparno, 2012: 3-5). Untuk membantu agar peserta didik mengalami dan memperoleh karakter yang

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 kuat, perlu ada pendidikan karakter. Subjek utama yang harus dilibatkan dalam pendidikan karakter adalah peserta didik. Pendidikan karater sekarang ini perlu mengikuti trend pembelajaran sekarang, yaitu berpusat pada peserta didik aktif. Peserta didik tidak boleh digunakan sebagai objek, tetapi lebih sebagai subjek yang akan berkembang dalam karakter. Pendidikan karakter sebenarnya dapat diintegrasikan dalam kurikulum yang implementasinya terlihat dalam praktik pembelajaran. Tugas pendidik adalah mengembangkan karakter yang sudah baik dan membantu peserta didik untuk menanamkan nilai-nilai yang baik dalam diri peserta didik. Pendidik di sekolah mempunyai andil besar dalam pendidikan karakter peserta didik. Melalui pengajaran, sikap hidup, pendidik menanamkan nilai-nilai yang baik kepada peserta didik, maka perlu keteladanan guru dalam menanamkan karakter kepada peserta didik. Menurut Suparno (2015: 70), suasana yang khas di lingkungan sekolah mempunyai pengaruh pada pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik. Di zaman modern ini, pendidikan karakter tidak lagi diberikan melalui pelajaran khusus, namun diberikan secara holistik. Penanaman nilai karakter itu terlaksana melalui kegiatan, mata pelajaran dan semua guru terlibat aktif dalam menanamkan nilai karakter kepada peserta didik. Dalam proses pembelajaran, pendidik hendaknya menanamkan nilai-nilai karakter yang hendak ditanamkan pada diri peserta didik. Dalam mata pelajaran apa pun, pendidik dapat mengajarkan nilai karakter pada peserta didik, dan dengan demikian pendidik dipermudah dalam menanamkan nilai tersebut kepada peserta didik.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Penyampaian pendidikan karakter tidak semata-mata hanya dalam bentuk ceramah, tetapi terutama melalui pengalaman peserta didik. Peserta didik akan lebih menghayati dan dapat mengolah pengalamannya dan melalui pengalaman tersebut, peserta didik dapat menemukan lebih dalam bagaimana nilai karakter itu dikembangkan. Menurut Suparno (2015: 118), secara sistematis cara guru mengajarkan nilai karakter dalam pelajaran dapat diwujudkan melalui beberapa langkah berikut: Gambar 2.1 Langkah Pendidikan Nilai Karakter Pendidikan karakter dilaksanakan secara tidak langsung melalui proses belajar-mengajar di dalam kelas dan bersifat non-tematis. Jadi, setiap pendidik diharapkan memiliki kreativitas dalam memberikan pencerahan tentang pendidikan nilai terhadap anak didik melalui materi pelajaran yang sedang diajarkannya. Pendidik bertanggung jawab menemukan dimensi moral dari mata

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 pelajaran yang diajarkannya sehingga peserta didik tidak kehilangan waktu dalam mempelajari materi, namun juga tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh inspirasi nilai-nilai hidup dari mata pelajaran yang sedang dipelajarinya (Koesoema, 2012: 18). Salah satu mata pelajaran yang tidak sarat nilai adalah mata pelajaran fisika. Oleh karena itu, guru harus dengan cermat melihat isi bahan mana yang memiliki atau terkait dengan nilai karakter. Beberapa nilai kehidupan dapat diturunkan dari pengetahuan tentang fisika. Misalnya, guru fisika mengajarkan bahan Asas Black, yaitu asas kesetimbangan panas, dimana panas yang diberikan sama dengan panas yang diterima, sekaligus dapat membantu peserta didik agar sadar akan pentingnya keadilan dalam kehidupan ini, akan kejujuran dan tidak korupsi dalam pembagian bahan (Suparno, 2015: 120). Guru fisika diharapkan dapat membantu peserta didik bukan hanya mengerti hukum, teori fisika, tetapi juga menangkap nilai-nilai kemanusiaan di balik pengetahuan itu (Suparno, 2012: 8). Menanamkan nilai karakter pada peserta didik tidak hanya diberikan melalui isi bahan, melainkan juga melalui metode mengajar. Salah satu contoh dalam pembelajaran fisika adalah dengan menggunakan metode praktikum (eksperimen). Lewat eksperimen, peserta didik melakukan percobaan bersama dengan teman-teman dalam sebuah kelompok. Disana peserta didik akan belajar bersama. Melalui percobaan fisika, pendidik membantu peserta didik lebih belajar bekerjasama, berpikir kritis, menggali bersama dan mencoba mengerjakan dan memecahkan masalah, mencari solusi dan pada puncaknya menyimpulkan

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 berdasarkan data yang valid. Hal itu dilakukan secara bersama di dalam kelompok. Melalui metode eksperimen ini, beberapa nilai seperti kerjasama, mendengarkan, ketelitian, kejujuran, keterbukaana dapat dilatih dan ditanamkan. Melalui eksperimen (praktikum) yang dilakukan oleh peserta didik bersama dengan teman kelompoknya, pendidik dapat mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi, melibatkan, mengaktifkan peserta didik untuk tahu nilai apa yang mereka temukan lewat praktikum bersama teman kelompok, menggali, merasakan dan menemukan serta menyadari akan nilai-nilai karakter yang mereka temukan dan belajar untuk mengaplikasikannya. Dalam praksisnya, pendidikan karakter memanfaatkan isi kurikulum yang telah ada untuk membantu peserta didik menjadi individu yang lebih baik. Sikap dalam belajar fisika yang dapat menunjang dan oleh guru digunakan dalam menanamkan nilai karakter bangsa ada banyak antara lain sikap jujur dalam melakukan praktikum, ketelitian dalam melakukan percobaan, daya tahan dalam mengola data yang tidak mudah, kerjasama, dll (Suparno, 2012: 18). Dengan pendidikan fisika yang mempunyai tiga unsur penting yaitu pengetahuan, proses, dan sikap belajar fisika, dapat dengan tegas membantu peserta didik berpikir nalar, kritis, aktif dalam pembelajaran yang dapat dilihat dari hasil belajar, serta dapat meningkatkan nilai karakter. Perkembangan jaman yang sangat pesat ini, melihat kebutuhan anak dan keprihatinan bangsa sekarang ini pendidikan karakter sangat perlu ditekankan, karena individu tidak cukup hanya pintar saja namun harus memiliki karakter yang baik. Pendidikan karakter harus kita nomor satukan. Agar nilai-nilai agama

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 dan budaya bangsa tidak tergerus, karena anak-anak tidak hanya didik di sekolah, bukan hanya guru namun media sosial ikut mendidik mereka. Oleh karena itu, berbahaya apabila kita tidak memberi pendidikan karakter. Penguatan pendidikan karakter menjadi pintu masuk pembenahan pendidikan nasional. Penguatan karakter menjadi salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo, pemerintah akan melakukan revolusi karakter bangsa. Dengan dikeluarkan peraturan presiden republik Indonesia (Perpres) No. 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PKK) atas dasar kepedulian dan keprihatinan perkembangan jaman sekarang yang berdampak kepada anak- anak bangsa. Perpes no. 87 tahun 2017 pasal 2, PPK memiliki tujuan membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan Pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan dimasa depan. Presiden Joko Widodo menekankan lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila, yang menjadi prioritas pengembangan gerakan PKK; yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan. Masing- masing nilai ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling beinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Persoalan membangun karakter bangsa diatas menjadi tanggung jawab kita semua sebagai anggota bangsa, baik pemerintah, masyarakat, dan juga institusi apapun yang ada di negara ini. Maka tugas itu tidak lepas dari tanggung jawab sebagai pendidik atau guru fisika (Suparno, 2012: IX). Guru fisika ikut

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 ambil bagian melalu pembelajaran fisika membentuk karakter positif peserta didik agar menjadi generasi emas Indonesia dengan kecakapan abad ke- 21. Berdasarkan latar belakang pada Bab. 1 dan melihat kebutuhan anak dijaman abad ke -21 ini sesuai dengan Perpres dan ajakan Jokowi tentang pendidikan karakter lima nilai karakter tekanan utama yang bersumber dari pancasila, peneliti memilih 5 karakter yaitu kerjasama, tanggung jawab, jujur, toleransi, dan disiplin sebagai karakter yang akan ditingkatkan melalui pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing. Dimana ke 5 karakter tersbut mencakup ajakan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan lima nilai karakter utama yang bersumber dari pancasila seperti pada tabel 2.3. Adapun kisikisi kuesioner pengembangan nilai karakter seperti pada tabel 2.4. Tabel 2.3 Nilai Karakter Nilai Karakter Utama bersumber dari Pancasila Religius Nasionalisme Integritas Kemandirian Gotong Royong Nilai Karakter Kemdikbud (Yang akan di tingkatkan melalui Pembelajaran) Toleransi Disiplin Jujur Tanggung Jawab Kerjasama Tabel 2.4 Kisi- kisi Kuesioner Nilai Karakter No 1. Karakter Kerjasama a) b) c) d) Indikator Bekerja dalam kelompok, mau terlibat penuh, aktif dalam kelompok Mampu berkomunikasi dengan anggota kelompok Bersikap saling bergantung/ saling membutuhkan Rela berbagi dalam segala hal

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 No Karakter 2. Tanggung Jawab 3. Jujur 4. Toleransi 5. Disiplin Indikator e) Mau bekerja secara sistematis dan metodis a. Berhati- hati memakai alat b. Melakukan tugas sesuai dengan prosedur percobaan yang ada c. Pengembalian alat-alat yang dipakai untuk percobaan ketempat semula dalam keadaan rapi dan bersih d. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan e. Mengkaji, menelaah, dan berpikir sebelum bertindak a. Tidak menyontek, menipu, atau mencuri hasil percobaan kelompok lain b. Berani mengakui kesalahan c. Menuliskan laporan eksperimen berdasarkan kerja sendiri dan sesuai dengan hasil percobaan d. Tidak menggunakan barang orang lain tanpa izin e. Mengatakan yang sebenarnya dengan ketulusan a. Terbuka terhadap berbagai pendapat orang b. Menerima pandangan baru c. Tidak membedakan teman d. Berpartisipasi dan mendnegarkan dengan baik e. Keinginan kuat untuk belajar dari orang lain a. Datang tepat waktu b. Teliti dan sistematis dalam melakukan percobaan c. Mengerjakan/ mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan d. Menggunakan alat sesuai dengan maksud dan tujuan e. Mengikuti kaidah berbahasa tulis yang baik dan benar

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 F. Gerak Lurus 1. Gerak Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Beraturan a. Jarak dan perpindahan Jarak merupakan panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh suatu benda dalam waktu tertentu (Marthen, 2004: 107). Jarak tidak bergantung pada arah sehingga termasuk besaran skalar. Oleh karena itu, jarak selalu bernilai positif. Perpindahan merupakan perubahan kedudukan suatu benda dalam waktu tertentu. Perpindahan bergantung pada arah sehingga termasuk besaran vektor. Oleh karena perpindahan dapat bernilai positif dan negatif (Pujianto, 2016: 6162). Jika suatu benda bergerak dan kembali lagi ke kedudukan semula, dikatakan benda tidak berpindah. Dengan kata lain, perpindahan benda sama dengan nol. b. Kelajuan dan Kecepatan Kelajuan merupakan besaran skalar, sedangkan kecepatan merupakan besaran vektor. Kelajuan tidak memperhatikan arah gerak benda sedangkan kecepatan memperhatikan arah gerak benda. Bisa dikatakan bahwa kecepatan adalah kelajuan yang memiliki arah.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 c. Kelajuan rata- rata, kecepatan rata- rata dan besar kecepatan rata-rata Kelajuan rata-rata didefinisikan sebagai hasil bagi jarak total yang ditempuh dengan waktu tempuhnya. 𝑣= 𝑠 𝑡 (2.1) Keterangan: v = kelajuan rata- rata (m/s) s = jarak total (m) t = selang waktu (s) Oleh karena jarak merupakan besaran skalar, kelajuan rata-rata juga besaran skalar. Jadi, kelajuan rata- rata tidak bergantung pada arah. Kecepatan rata- rata adalah hasil bagi antara perpindahan dan selang waktunya. Keterangan: 𝑣⃗ = ∆𝑥 𝑥2 − 𝑥1 = ∆𝑡 𝑡2 − 𝑡1 (2.2) x1 = posisi awal (m) v = kecepatan rata- rata (m/s) x2 = posisi akhir (m) ∆x= perpindahan (m) t1 = waktu saat di x1 ∆t = selang waktu (s) t2 = waktu saat di x2 d. Kelajuan sesaat dan kecepatan sesaat Kecepatan sesaaat adalah kecepatan pada suatu saat tertentu (sesaat), sedangkan kelajuan sesaat adalah kelajuan pada suatu saat tertentu (sangat pendek). Menurut Tipler (1998: 27-28), perlu disadari bahwa perpindahan ∆x bergantung pada selang waktu ∆t. Ketika ∆t mendekati nol. Kemiringan garis singgung adalah limit rasio ∆x/∆t jika t mendekati nol, kita dapat menyatakan kembali definisi sebagai berikut: Kecepatan sesaat adalah limit rasio ∆x/∆t jika ∆t mendekati nol.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Kecepatan sesaat dirumuskan: e. Kecepatan Relatif ∆𝑥 ∆𝑡→0 ∆𝑡 𝑣 = 𝑙𝑖𝑚 (2.3) Seperti diketahui bahwa kecepatan adalah perpindahan dibagi selang waktu. Oleh karena perpindahan mempunyai acuan maka kecepatan bersifat relatif. Apabila benda A bergerak dengan kecepatan 𝑣 ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝐴 dan benda B bergerak dengan 𝑣𝐴−𝐵 = 𝑣 ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑣𝐵 kecepatan ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑣𝐵 kecepatan relatif A terhadap B adalah: ⃗⃗⃗⃗⃗⃗⃗⃗⃗⃗ 𝐴 - ⃗⃗⃗⃗⃗ dan kecepatan relatif B terhadap A adalah: 𝑣 ⃗⃗⃗⃗⃗⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗. 𝐵−𝐴 = 𝑣 𝐵 -𝑣 𝐴 2. Gerak Lurus Beraturan (GLB) GLB adalah suatu gerak lurus yang mempunyai kecepatan konstan. Maka nilai percepatannya adalah a = 0. Gerakan GLB berbentuk linear dan nilai kecepatannya adalah hasil bagi jarak dengan waktu yang ditempuh. a. Grafik Jarak terhadap Waktu (s-t) pada GLB Grafik jarah terhadap waktu pada GLB ditunjukkan pada gambar. 2.2. Gambar 2.2 Grafik jarak terhadap waktu pada GLB

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 maka, 𝑡𝑎𝑛 𝛼 = 𝑠 =𝑣 𝑡 (2.4) Dengan demikian, jika grafik jaraj terhadap waktu (s-t) dari dua benda yang bergerak beraturan berbeda kemiringannya, grafik dengan sudut kemiringan besar menunjukkan kecepatan yang lebih besar. b. Grafik Kelajuan terhadap Waktu (v-t) pada GLB Grafik kelajuan terhadap waktu pada GLB ditunjukkan gambar. 2.3. v t Gambar 2.3 Grafik kelajuan terhadap waktu pada GLB Tampak pada gambar bahwa grafik v-t berbentuk garis lurus horizontal. Bentuk ini menunjukkan bahwa pada GLB, kelajuan selalu tetap untuk selang waktu kapan pun. c. Hubungan anatara Jarak, kelajuan, dan selang waktu pada GLB Pada GLB, kelajuan selalu tetap. Jarak sebanding dengan selang waktu sehingga persamaan pada GLB secara matematis ditulis. 𝑠 = 𝑣. 𝑡 atau 𝑣 = 𝑠 𝑡 (2.5)

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 3. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) a. Percepatan dan Perlajuan Dalam melakukan perubahan kecepatan, benda yang bergerak memerlukan waktu. Percepatan rata-rata adalah perubahan kecepatan dalam satu satuan waktu. Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB adalah bahwa dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat/lambat, sehingga gerakan benda dari waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan. Rumus GLBB ada 3, yaitu: vt = v0 + a.t s = v0 t + ½ a.t2 vt2 = v02 +2 a.s (2.6) (2.7) (2.8) Ada dua kemungkinan gerak lurus berubah beraturan (GLBB), yaitu GLBB di percepat dan GLBB diperlambat. GLBB dipercepat memiliki kecepatan yang semakin lama semakin besar dan percepatannya positif. GLBB diperlambat memiliki kecepatan yang semakin lama semakin kecil dan percepatannya negatif. Percepatan negatif biasanya disebut dengan perlambatan. b. Gerak Jatuh bebas Apakah yang dimaksud dengan gerak jatuh bebas? Hal apa yang mempengaruhi benda yang bergerak jatuh bebas? Gerak jatuh bebas adalah gerak benda yang jatuh dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal di sekitar bumi dan dipengaruhi oleh percepatan gravitasi

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 bumi. Benda- benda yang jatuh bebas dalam ruang hampa udara mendapat percepatan sama, yaitu percepatan gravitasi (g). Besar percepatan gravitasi bumi tidak bergantung pada massa benda (Marthen, 2006: 75-76). Gerak jatuh bebas merupakan GLBB sehingga persamaan pada gerak jatuh bebas sama dengan peersaman pada GLBB. Oleh karena a = g, v0 = 0, dan s = h, persamaan berlaku sebagai berikut. vt = g.t (2.9) vt2 = 2g.h (2.10) 1 (2.11) h = g. t 2 2 Keterangan: vt = kelajuan saat t sekon (m/s) g = percepatan gravitasi bumi (9,8 m/s2) h = jarak/ perpindahan (m) t = selang waktu (s) c. Gerak Vertikal ke Bawah Gerak Vertikal ke bawah adalah gerak suatu benda yang dilemparkan vertikal ke bawah dengan kecepatan awal dan dipengaruhi oleh percepatan. Rumus-rumus gerak vertikal ke bawah adalah sebagai berikut. vt = v0 + gt (2.12) vt2 = v02 + 2gh (2.13) h = v0t + ½ gt2 (2.14) Keterangan: h = jarak/perpindahan (m) v0 = kecepatan awal (m/s) vt = kecepatan setelah t (m/s) g = percepatan gravitasi (m/s2) t = selang waktu (s)

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 d. Gerak Vertikal ke Atas Gerak vertikal ke atas adalah gerak suatu benda yang dilempar vertikal ke atas dengan kecepatan awal tertentu (v0) dan percepatan g saat kembali turun. Rumus gerak vertikal ke atas adalah sebagai berikut. vt = v0 – gt (2.15) vt2 = v02 - 2gh (2.16) h = v0t - ½ gt2 (2.17) Di titik tertinggi benda, kecepatan benda adalah nol. Persamaan yang berlaku di titik tertinggi adalah sebagai berikut. tnaik = hmaks = Keterangan:tnaik 𝑣0 (2.18) 𝑔 𝑣0 2 (2.19) 2𝑔 = selang waktu dari titik pelemparan hingga mencapai titik tertinggi (s) v0 = kecepatan awal (m/s) g = percepatan gravitasi (m/s2) hmaks = jarak yang ditempuh hingga titik tertinggi (m) Saat mulai turun, persamaannya sama seperti gerak jatuh bebas. Rumusnya adalah: tturun = 𝑣ₒ 𝑔 2ℎ𝑚𝑎𝑘𝑠 =√ 𝑔 (2.20) Jadi, dapat disimpulkan bahwa waktu saat naik sama dengan waktu saat turun (Pujianto, dkk. 2016: 59-71).

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian gabungan yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian ini menggunakan gabungan kuantitaf dan kualitatif agar kesimpulan yang didapatkan lebih lengkap dan menyeluruh (Suparno, 2014: 8). Penelitian Kuantitatif secara umum menggunakan data- data yang nantinya akan di skor dalam angka. Lalu model analisisnya menggunakan statistik, entah yang sederhana atau kompleks. Salah satu jenis penelitian yang termasuk dalam kelompok kuantitatif adalah penelitian eksperimental (Suparno, 2007: 7). Pada penelitian ini data yang diperoleh berupa angka yaitu nilai pretest dan posttest dan dianalisis menggunakan teknik statistik. Nilai pretest dan posttest digunakan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang tidak menggunakan skor angka dan analisisnya tidak dengan statistik, tetapi secara kualitatif. Dengan penelitian kualitatif kita ingin melihat dan mengerti gambaran umum apa yang terjadi dalam setting dan keadaan yang ada (Suparno, 2007: 8). Data untuk penelitian kualitatif berupa kuesioner nilai karakter dan keaktifan peserta didik selama penelitian ini dilihat dari hasil observasi data diperoleh dari rekaman video kemudian video rekaman itu akan ditranskrip secara deskriptif berdasarkan indikator. 51

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 B. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelititan: SMA Katolik Sang Timur Jakarta Jl. Karmel Raya Blok E No. 2, Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530 (021) 5302256 Waktu penelititan: 17 Oktober – 24 November 2018 C. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah Design group Pretestposttest.Secara ringkas seperti pada tabel 3.1. Tabel 3.1 Desain Kelompok Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Ox1 Ox2 X1 X2 Oy1 Oy2 Keterangan: Ox1 = Pretest kelas eksperimen Ox2 = pretest kelas kontrol Oy1 = posttest kelas eksperimen Oy2 = posttest kelas kontrol X1 = pembelajaran dengan metode eksperimen X2 = pembelajaran dengan metode ceramah aktif Penelitian ini menggunakan tiga kelas, dimana dua kelas diberikan perlakuan (treatment) dan satu kelas kontrol. Dimana kelas kontrol tidak menerima treatment. tetapi, kelas kontrol ini sangat penting untuk melihat apakah treatment yang dilakukan berhasil atau tidak, dengan dibandingkan kelompok yang diberi treatment (Suparno, 2014:120). Kelas eksperimen menggunakan metode eksperimen, kelas eksperimen merupakan kelas yang menerima treatment dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran ceramah aktif.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Pada awal pembelajaran, kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan tes awal (pretest) berupa tes uraian. Diberikannya pretest ini untuk mengetahui kemampuan pengetahuan peserta didik tentang materi gerak Lurus sebelum dilaksanakan pembelajaran. Setelah diadakan pretest pembelajaran dilaksanakan untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Setelah proses pembelajaran selesai, diadakan posttest untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Adapun maksud dari diadakannya posttest tersebut untuk mengetahui apakah peserta didik memahami dan megalami peningkatan hasil belajar. D. Sampel Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Sang Timur Jakarta yaitu kelas X MIPA A, X MIPA B dan X MIPA C. Dalam penelitian ini ketiga kelas dibagi dalam kelompok dua kelas untuk kelas eksperimen dan satu kelas untuk kelas kontrol dan Berikut ini rincian pembagiaN kelas eksperimen dan kelas kontrol tabel 3.2. Tabel 3.2 Rincian Jumlah Peserta didik Kela Eksperimen dan Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Kelas Jumlah Peserta didik X- MIPA A 29 X- MIPA B 29 Kelas Kontrol Kelas Jumlah Peserta didik X- MIPA C 27

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 E. Treatment Treatment adalah perlakuan peneliti kepada subjek yang mau diteliti agar nantinya mendapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2007: 50). Dalam penelitian ini, peneliti memberikan treatment berupa pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbimbing dan ceramah aktif. Metode eksperimen terbimbing untuk kelas eksperimen, sedangkan metode ceramah aktif untuk kelas kontrol. 1. Kelas Eksperimen Kelompok eksperimen yaitu kelas yang diberikan treatment. Ada dua kelas yang menjadi kelas dengan treatment pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing yaitu kelas X-MIPA A dan X-MIPA B. Untuk kelas eksperimen peneliti menyampaikan materi dengan menggunakan metode eksperimen. Pada pembelajaran ini peneliti melakukan metode praktikum selama dua kali yaitu: Percobaan pertama : Gerak Lurus Beraturan Percobaan kedua : Gerak Lurus Berubah Beraturan Berikut ini gambaran secara umum proses pembelajaran pada kelas eksperimen. a. Peserta didik menjawab soal pretest dan mengisi kuesioner; b. Peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran menggunakan metode eksperimen; c. Peneliti mempersiapkan LKS sebagai panduan eksperimen yang diadakan di laboratorium; d. Membagi kelompok (4-5 orang perkelompok); e. Peserta didik masuk dalam kelompok yang sudah di bagi;

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 f. Peserta didik memperoleh LKS sebagai panduan dalam percobaan; g. Peserta didik melakukan kegiatan eksperimen sesuai LKS yang dibuat oleh peneliti; h. Peserta didik melakukan eksperimen GLB dan GLBB; i. Peserta didik memamparkan hasil diskusi dan latihan soal; j. Peserta didik menjawab soal posttest dan mengisi kuesioner. 2. Kelas Kontrol Kelompok kontrol yaitu kelas yang tidak diberi treatment. Adapun kelas kontrol terdiri dari satu kelas yaitu kelas X- MIPA C dengan menggunakan metode ceramah aktif dalam proses pembelajaran. Kelas kontrol berfungsi sebagai pembanding untuk kelas yang diberikan treatment. Untuk kelas kontrol peneliti akan menjelaskan materi secara lisan dan menuliskan bagian- bagian yang penting dipapan tulis. Secara sederhana gambaran proses pembelajaran sebagai berikut. a. Peserta didik menjawab soal pretest dan mengisi kuesioner; b. Peserta didik menerima penjelasan materi; c. Peneliti bertanya kepada peserta didik bagaimana peristiwa gerak lurus dalam kehidupan dan menanyakan beberapa hal; d. Peserta didik mendiskusikan peristiwa tersebut dengan teman; e. Peserta didik didampingi oleh peneliti membahas bersama-sama mengenai contoh peristiwa yang didiskusikan;

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 f. Peneliti menjelaskan tentang materi gerak pada pertemuan pertama, materi perpindahan, kelajuan, keceptan, GLB dan GLBB pada pertemuan kedua, ketiga dan keempat serta membahas s beberapa soal latihan; g. Peserta didik mengerjakan soal di depan ; h. Peserta didik menjawab soal posttest dan mengisi kuesioner. F. Instrumen Penelitian Instrumen adalah seluruh proses untuk mengumpulkan data. Instumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi. Selain itu, instrumen diartikan sebagai alat bantu yang dipilih dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran mengumpulkan agar kegiatan pembelajaran tersebut sistematis dan dipermudah olehnya. Berdasarkan definisi tersebut suatu instrumen berfungsi untuk menajaring hasil pembelajaran (Trianti, 2011: 271). Instrumen merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini bentuknya berupa tes tertulis yaitu pretest dan posttest, angket, observasi dan dokumentasi. Selama penelitian eksperimen, khusunya pada tahap pretest atau posttest (atau keduanya), peneliti melakukan observasi dan pengukuran dengan menggunakan instrumen- instrumen yang tersedia. 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran ini terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta didik (LKS).

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Perencanaan pelaksanan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun untuk setiap kompetensi dasar yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih (Munthe, 2014: 200; Rusman, 2014: 5). Rencana pelaksanaan pembelajaran ini merupakan panduan langkahlangkah yang akan dilakukan oleh peneliti dalam kegiatan pembelajaran yang disusun dalam skenario kegiatan. Rencana pelaksanan pembelajaran disusun untuk setiap pertemuan yang terdiri dari lima rencana pembelajaran, yang masingmasing dirancang untuk pertemuan selama 2x 45 menit. Peneliti membuat delapan (8) RPP yaitu empat (4) untuk kelas eksperimen menggunakan metode eksperimen dan empat (4) untuk kelas kontrol dengan jumlah masing- masing lims (5) kali pertemuan. Rencana pembelajaran dimaksud adalah rencana pelaksanaan pembelajaran berorientasi pembelajaran terpadu yang menjadi pedoman bagi guru dalam proses belajar mengajar. Komponen- komponen penting yang ada dalam RPP meliputi: identitas terdiri dari nama sekolah, mata pelajaran, kelas, topik dan alokasi waktu, kompetensi inti yang diambil dari kurikulum, kompetensi dasar (KD) yang diambil dari kurikulum, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran yang dikembangkan dari analisis materi, metode pembelajaran untuk kelas eksperimen menggunakan metode ekeprimen

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 terbimbing sedangkan kelas kontrol menggunakan metode ceramah aktif, media, alat dan sumber belajar yang digunakan, langkah- langkah kegiatan pembelajaran dimana ada 3 kali pertemuan, pertemuan pertama diadakannya pretest dan pengisian angket, pertemuan kedua melakukan eksperimen dan pertemuan ketiga diadakannya posttest dan penilaian akhir. Secara keseluruhan RPP dapat dilihat di lampiran 3 dan lampiran 4. b. Lembar Kerja Peserta didik Lembar kegiatan peserta didik adalah panduan peserta didik yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah (Trianto, 2009: 222). Pada penelitian ini lembar kegiatan peserta didik berupa panduan untuk latihan pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen untuk membantu peserta didik dalam melaksanakan percobaan. Adapun LKS ini digunakan saat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen di laboratorium sekolah. LKS memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh. Didalam LKS terdapat komponenkomponen meliputi judul eksperimen, tujuan percobaan merupakan tujuan percobaan yang akan dilakukan, teori singkat tentang materi berisikan teori dan rumus dari materi GLB dan GLBB, alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan, prosedur eksperimen ini merupakan langkah- langkah percobaan yang akan dilakukan, tabel data pengamatan serta pertanyaan dan kesimpulan. Gambaran lengkap dari LKS dapat dilihat pada lampiran 5 dan lampiran 6.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 2. Instrumen Pengumpulan Data Intrumen pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data. Data yang diperoleh nantinya akan diolah dan diharapkan data yang diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian. Instrumen pengumpulan data berupa pretest, posttest, angket (questionnaire) nilai karakter, rekaman video keaktifan. a. Tes tertulis Tes tertulis ini terdiri dari dua bagian yaitu pretest dan posttest. 1) Pretest Pretest merupakan kegiatan menguji tingkatan pengetahuan peserta didik terhadap materi yang akan disampaikan. Kegiatan pretest dilakukan sebelum kegiatan pengajaran diberikan. Adapun manfaat dari diadakannya pretest adalah untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik mengenai pelajaran yang akan disampaikan. Pretest diberikan kepada kelas yang dikenai treatment dan kelas kontrol. Yaitu kelas X-MIPA A. X MIPA B, dan X MIPA C. Soal pretest berisi soal uraian berjumlah 8 butir soal dan jawaban dapat dilihat pada lampiran 7. Adapun aspek yang akan diukur seperti pada kisi- kisi seperti pada tabel 3.3. Tabel 3.3 Kisi- Kisi Soal Pretest KD INDIKATOR 3.4 Menganalisis 3.4.1 besaranbesaran fisis pada gerak lurus dengan 3.4.2 kecepatan Menjelas kan pengertia n gerak Membeda kan SOAL 1. Jelaskan pengertian gerak! 2. Jelaskan perbedaan a. perpindahan

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 KD INDIKATOR SOAL konstan perpindah b. Jarak (tetap) dan an dan gerak lurus jarak dengan tempuh percepatan benda konstan 3.4.3 3. Jelaskan perbedaan (tetap) Memb a. Kelajuan berikut b. Kecepatan edakan makna Kelaju fisisnya an dan kecepa tan 3.4.4 4. Sekelompok komunitas sepeda Meng menempuh jarak 60 km. Jarak 36 hitun km pertama ditempuh dalam waktu g 2 jam, dan sisanya ditempuh dalam besar waktu 1,5 jam. Tentukan kelajuan anrata- rata: a. Saat 36 km pertama besar an b. Saat sisa perjalanan c. Seluruh perjalanan. fisika pada GLB 3.4.5 5. Seorang pengendara yang sedang Meng memacu mobilnya dengan hitun kecepatan tetap 72 km/jam di g malam hari secara tiba- tiba melihat besar isyarat cahaya dari sebuah anpenghalang yang berada pada 20 m besar di depannya. Pengendara an memerlukan waktu 0,5 s sebelum fisika beraksi menginjak rem yang pada memberi perlambatan tetap GLB maksimum 12 m/s2. Apakah B dengan percepatan 12 m/s2 pengendara mobil menabrak isyarat cahaya? Buktikan dengan perhitungan! 6. Sebuah truk menempuh 40 m dalam waktu 8,5 s sembari memperlambat gerakannya sebesar 0,5 m/s2 sehingga kelajuan akhir 2,8 m/s. Tentukan kelajuan awal gerak truk!

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 KD INDIKATOR SOAL 3.4.6 Menganali 7. Dibawah ini merupakan grafik sis grafik kedudukan terhadap waktu (x vs t). GLB 3.4.7 Mengan alisis grafik GLBB Bagaimana cara membaca grafik ini? 8. Sebuah mobil bergerak sepanjang garis lurus tercatat hubungan v vs t seperti pada gambar. Bacalah grafik v vs t di atas

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 2) Posttest Posttest merupakan suatu kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh guru untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan berupa bentuk pertanyaan yang diberikan setelah pelajaran. Apakah peserta didik sudah mengerti dan memahami mengenai materi yang diajarkan. Posttest diadakan setelah keseluruhan pembelajaran selesai. Posttest diberikan kepada semua peserta didik yang dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Soal posttest berisi soal uraian berjumlah 8 butir soal dan jawaban dapat dilihat pada lampiran 8. Adapun aspek yang akan diukur seperti pada kisi- kisi seperti pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Kisi- kisi Soal Posttest KD INDIKATOR 3.5 Menganalisi 3.4.1 Menjelask s besaranan besaran fisis pengertian pada gerak gerak lurus dengan 3.4.2 Membedak kecepatan an konstan perpindah (tetap) dan an dan gerak lurus jarak dengan tempuh percepatan benda konstan (tetap) 3.4.3 Membeda berikut kan makna Kelajuan fisisnya dan kecepatan 3.4.4 Menghitu SOAL 1. Jelaskan pengertian gerak! 2. Jelaskan perbedaan a. Kelajuan b. Kecepatan 3. Jelaskan perbedaan a. perpindahan b. Jarak 4. Sebuah truk menempuh 40 m dalam waktu 8,5 s sembari memperlambat gerakannya sebesar 0,5 m/s2 sehingga kelajuan akhir 2,8 m/s. Tentukan kelajuan awal gerak truk! 5. Seorang pengendara yang sedang memacu mobilnya dengan kecepatan tetap 72 km/jam di malam hari secara tiba- tiba melihat isyarat cahaya dari sebuah penghalang yang berada pada 20 m di depannya. Pengendara memerlukan waktu 0,5 s sebelum beraksi menginjak rem yang

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 KD INDIKATOR SOAL ng besaranbesaran fisika pada GLB 3.4.5 3.4.6 memberi perlambatan tetap maksimum 12 m/s2. Apakah dengan percepatan 12 m/s2 pengendara mobil menabrak isyarat cahaya? Buktikan dengan perhitungan! 6. Sekelompok komunitas sepeda Menghitu menempuh jarak 60 km. Jarak 36 km ng pertama ditempuh dalam waktu 2 besaranjam, dan sisanya ditempuh dalam besaran waktu 1,5 jam. Tentukan kelajuan fisika pada rata- rata: GLBB a. Saat 36 km pertama b. Saat sisa perjalanan Menganali c. Seluruh perjalanan. sis grafik 7. Perhatikan grafik posisi terhadap GLB waktu dari seorang anak yang sedang berjalan di bawah ini! 3.4.7 Menganal isis grafik GLBB Buatlah narasi dari pergerakan anak tersebut! 8. Dibawah ini merupakan grafik kedudukan terhadap waktu (x vs t).

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 KD INDIKATOR SOAL Bagaimana cara membaca grafik ini? b. Non test Bentuk instrumen yang bentuknya non test pada penelitian ini adalah angket, observasi. 1) Angket (questionnaire) nilai karakter Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal- hal yang ia ketahui (Suharsimi, 2013: 194; Suparno, 2014: 59). Pada penelitian ini, untuk mengetahui perningkatan nilai karakter peserta didik selama pembelajaran berlangsung, maka peneliti menggunakan angket sebagai tolok ukur seberapa besar perkembangan nilai karakter melalui pembelajaran. Jenis angket ini adalah angket tertutup dimana responden tinggal

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 memilih, sudah ada panduannya. Dari jawaban yang diberikan adalah angket langsung dimana, responden menjawab tentang dirinya dan bentuknya rating scale (skala bertingkat) (Suparno, 2014: 60). Adapun kisi- kisi kuesioner pengembangan nilai karakter seperti pada tabel 3.5. Kisi- kisi sebagai bantuan untuk membuat kuesioner. Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui perkembangan nilai karakter peserta didik selama penelitian ini berlangsung. Jadi kuesioner ini dilakukan 2 kali yaitu pada awal pembelajaran pertemuan pertama dan akhir pembelajaran pertemuan kelima. Kuesioner dapat dilihat pada lampiran 9. Tabel 3.5 Kisi- kisi Kuesioner Nilai Karakter No 1. Karakter Kerjasama a. b. c. d. e. 2. Tanggung Jawab a. b. c. d. e. 3. Jujur a. b. c. Indikator Bekerja dalam kelompok, mau terlibat penuh, aktif dalam kelompok Mampu berkomunikasi dengan anggota kelompok Bersikap saling bergantung/ saling membutuhkan Rela berbagi dalam segala hal Mau bekerja secara sistematis dan metodis Berhati- hati memakai alat Melakukan tugas sesuai dengan prosedur percobaan yang ada Pengembalian alat-alat yang dipakai untuk percobaan ketempat semula dalam keadaan rapi dan bersih Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan Mengkaji, menelaah, dan berpikir sebelum bertindak Tidak menyontek, menipu, atau mencuri hasil percobaan kelompok lain Berani mengakui kesalahan Menuliskan laporan eksperimen berdasarkan kerja sendiri dan sesuai

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 No Karakter d. e. 4. Toleransi a. b. c. d. e. 5. Disiplin a. b. c. d. e. Indikator dengan hasil percobaan Tidak menggunakan barang orang lain tanpa izin Mengatakan yang sebenarnya dengan ketulusan Terbuka terhadap berbagai pendapat orang Menerima pandangan baru Tidak membedakan teman Berpartisipasi dan mendengarkan dengan baik Keinginan kuat untuk belajar dari orang lain Datang tepat waktu Teliti dan sistematis dalam melakukan percobaan Mengerjakan/ mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan Menggunakan alat sesuai dengan maksud dan tujuan Mengikuti kaidah berbahasa tulis yang baik dan benar 2) Observasi/ Pengamatan Pengamatan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera (penciuman, pendengaran, peraba, pengecap, rekaman gambar, rekaman suara, dll) (Suparno, 2014: 62). Penelitian ini menggunakan instrumen observasi untuk mengamati keaktifan peserta didik selama mengikuti pembelajaran di kelas dengan penerapan metode eksperimen dan di kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan rekaman video sebagai data observasi untuk dapat melihat keaktifan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di kelas. Observasi ini merupakan observasi non sistematis dikarenakan tidak menggunakan instrumen pengamatan (Suparno, 2014: 62). Rekaman video ini

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 digunakan peneliti untuk melihat keadaan kelas dan keaktifan peserta didik saat proses pembelajaran. Kemudian video rekaman itu akan ditranskrip secara deskriptif. G. Validitas Menurut Suparno (2014: 65), validitas mengukur atau menentukan apakah suatu test sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan (valid untuk). Suatu test disebut valid bila memang mengukur yang mau diukur. Kesimpulannya valid bila sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun dalam penelitian ini, macam validitas yang digunakan adalah content validity atau validitas isi. Validitas isi mengukur apakah isi dari instrumen yang akan digunakan sungguh mengukur isi dari domain yang mau di ukur. Apakah item test sungguh mempresentasikan isi yang mau di tes (Suparno, 2014: 65). Menurut Suparno (2014: 66), untuk melihat apakah tes itu valid secara isi dapat ditentukan minimal dengan dua cara yaitu: 1. Dengan meminta penilaian ahli, apakah memang tes itu sungguh sesuai dengan isi yang mau dites. 2. Dengan menggunakan kisi- kisi yang menunjukkan bahwa instrumen itu memang memuat semua isi yang mau di teskan, bukan hanya sebagian saja. Instrumen yang divalidasi adalah soal pretest dan posttest. Instrumen tersebut dibuat berdasarkan kisi- kisi soal pretest dan posttest. Berdasarkan pendapat Suparno di atas, validitas isi dilakukan oleh ahli bidang Gerak Lurus dosen

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 pendidikan fisika Ibu. Sri Agustini Sulandari, M.Si. lembaran validitas soal terlampir (lampiran 10). H. Analisis Data-data yang diperoleh melalui instrumen, dianalisis sceara kualitatif dna kuantitatif. Dimana, tes tertulis yaitu pretest dan posttest dianalisis secara kuantitiatif, sedangkan non tes yaitu angket, observasi dianalisis secara kualitatif. 1. Penskoran pretest dan posttest Penskoran terhadap hasil belajar peserta didik dalam mengerjakan soal pretest dan posttest dilakukan dengan membuat skala skor sebagai alat ukur. Ada 8 soal uraian baik pretest dan posttest , penskoran dibuat sesuai dengan tingkat kesulitan soal. Penentuan bobot/indikator pemberian skor masing- masing soal pretest dan posttest dapat dilihat pada tabel 3.6 dan tabel 3.7. Tabel 3.6 Pedoman Penilaian Soal Pretest Nomor Soal 1 2 Nomor Butir Soal 1 Skor Maksimal 1 2a 2 2b 2 Deskripsi Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Skor 1 0,75 0,25 0 2 1,5 0,5 0 2 1,5

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Nomor Soal Nomor Butir Soal 3a Skor Maksimal 2 3 3b 4a 4 2 3 4b 3 4c 3 5 5 4 6 6 3 Deskripsi Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Skor 0,5 0 2 1,5 0,5 0 2 1,5 0,5 0 3 2,5 1 0 3 2,5 1 0 3 2,5 1 0 4 3 1 0 3 2,5

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Nomor Soal 7 Nomor Butir Soal 7 8 8 TOTAL SKOR Skor Maksimal 4 4 Deskripsi Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Skor 1 0 4 3 1 0 4 3 1 0 33 Tabel 3.7 Pedoman Penilaian Soal Posttest Nomor Soal 1 Nomor Butir Soal 1 2a Skor Maksimal 1 2 2 3 2b 2 3a 2 Deskripsi Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Skor 1 0,75 0,25 0 2 1,5 0,5 0 2 1,5 0,5 0 2

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Nomor Soal Nomor Butir Soal 3b Skor Maksimal 2 4 4a 3 5 5 4 6a 3 6 6b 7 3 6c 3 7 4 Deskripsi Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Skor 1,5 0,5 0 2 1,5 0,5 0 3 2,5 1 0 4 3 1 0 3 2,5 1 0 3 2,5 1 0 3 2,5 1 0 4

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Nomor Soal 8 Nomor Butir Soal Skor Maksimal 8 TOTAL SKOR Deskripsi Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab Jawaban benar dan lengkap Jawaban benar tetapi kurang lengkap Jawaban salah Tidak menjawab 4 Skor 3 1 0 4 3 1 0 33 Perhitungan skor hasil belajar peserta didik dapat dihitung dengan persamaan, 𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒉𝒂𝒔𝒊𝒍 𝒃𝒆𝒍𝒂𝒋𝒂𝒓 𝒑𝒆𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒅𝒊𝒅𝒊𝒌 = 2. 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒑𝒆𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒅𝒊𝒅𝒊𝒌 𝒙 𝟏𝟎𝟎% 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍 Analisis dengan menggunakan SPSS Untuk melihat apakah hasil pretest dan posttest benar memiliki perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, skor nilai diuji dengan uji Tindependent. Skor nilai peningkatan hasil belajar yang dilihat dari peningkatan hasil pretest dibandingkan dengan posttest diuji dengan uji T- dependent. Prosedur yang sama digunakan untuk mengetahui perkembangan nilai karakter melalui kuesioner nilai karakter. Berikut ini beberapa tahap analisa: a. Menguji nilai pretest dan nilai kuesioner awal kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan uji T independent untuk melihat pemahaman awal kedua kelas tersebut.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 b. Membandingkan pretest dan posttest serta nilai kuesioner awal dan akhir kelas eksperimen dengan uji T dependent. c. Membandingkan pretest dan posttest dan nilai kuesioner awal dan akhir kelas kontrol dengan uji T dependent. d. Menguji nilai posttest dan nilai kuesioner akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan uji T independent untuk melihat pemahaman akhir kedua kelas tersebut. Bila n1 ≠ n2, maka rumus t- independent menjadi (Suparno, 2011: 83): 𝒕= √⌊ ̅ ₁ − 𝒙𝟐 ) (𝒙 (3.1) (𝒏₁ − 𝟏)𝒔₁𝟐 + (𝒏₂ − 𝟏)𝒔₂² 𝟏 𝟏 ⌋⌊ + ⌋ 𝒏₁ 𝒏₂ (𝒏₁ + 𝒏₂ − 𝟐) Keterangan: n1 = jumlah anggota kelompok 1 n2 = jumlah anggota kelompok 2 s1 = standar deviasi kelompok 1 s2 = standar deviasi kelompok 2 x1 = nilai rata-rata kelompok 1 x2 = nilai rata-rata kelompok 2 Rumus t-dependent adalah sebagai berikut (Suparno, 2011: 87): 𝒕= ̅₁ − 𝒙 ̅𝟐 ) (𝒙 (∑ 𝑫)² ⌊∑ 𝑫² − √ 𝑵 ⌋ 𝑵 (𝑵 − 𝟏) Keterangan: D = perbedaan antara skor tiap subjek = Xi1 – Xi2 N = jumlah pasang skor ( jumlah pasangan) Derajat kebebasan: df = N – 1 (3.2)

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Untuk menghitung t digunakan bantuan program SPSS dengan  = 0,05. Bila probabilitas p <  maka signifikan. 3. Analisis keaktifan belajar Keaktifan peserta didik diamati selama proses belajar dengan memperhatikan indikator keaktifan seperti pada tabel. 2.1. Penelitian ini menggunakan rekaman video sebagai data observasi untuk dapat melihat keaktifan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di kelas. Rekaman video ini digunakan peneliti untuk melihat keadaan kelas dan keaktifan peserta didik saat proses pembelajaran. Kemudian video rekaman itu akan ditranskrip secara deskriptif berdasarkan indikator seperti pada tabel 2.1. dengan demikian dapat diketahui bagaimana keaktifan peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 4. Analisis Angket Nilai Karakter Untuk mengetahui perkembangan nilai karakter peserta didik selama pembelajaran berlangsung, maka peneliti menggunakan angket sebagai tolak ukur seberapa besar perkembangan nilai karakter melalui pembelajaran. Jenis angket ini adalah angket tertutup dimana responden tinggal memberi tanda centang (), sudah ada panduannya. Dari jawaban yang diberikan adalah angket langsung dimana, responden menjawab tentang dirinya dan bentuknya rating scale (skala bertingkat). Ada 5 karakter yang akan diamati oleh peneliti seperti pada tabel 2.3.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Pernyataan dibuat berdasarkan indikator pada kisi-kisi. Skor untuk setiap pernyataan dapat dilihat pada tabel 3.8. Tabel 3.8 Skor untuk setiap pernyatan Kriteria Jawaban Selalu (S) Sering kali (SK) Jarang (J) Tidak Pernah (TP) Skor 4 3 2 1 Terdapat 5 nilai karakter yang akan diamati dalam penelitian ini. Setiap nilai karakter memiliki 5 pernyataan. Oleh karena itu, jumlah pernyataan dalam angket nilai karakter berjumlah 25 pernyataan. Dalam analisis nilai karakter dilakukan pernilai karakter sehingga skor maksimum = 25 dan skor minimum = 5. Untuk menentukan lebar intervalnya dengan cara: Lebar interval = 𝑅𝑎𝑛𝑔𝑒 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 Lebar interval = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚−𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 Lebar interval = 25−5 Lebar interval = 20 4 4 Lebar interval = 4 Jadi, interval adalah 4 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Dengan demikian dapat diketahui kriteria tingkat nilai karakter peserta didik selama proses pembelajaran seperti pada tabel 3.9. Tabel 3.9 Kriteria Tingkat Nilai Karakter Peserta didik Kriteria Keterangan 17-20 Sangat tinggi 13-16 Tinggi 9-12 Rendah 5-8 Sangat Rendah

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada tanggal 17 Oktober- 24 November 2018. Peneliti mengajar sebanyak 6 kali pertemuan, yaitu pada tanggal 30, 31 Oktober, 6, 7,12, 13 dan 14 November. Subjek penelitian terdiri dari tiga kelas yaitu kelas X- MIPA A, X- MIPA B, X- MIPA C. Jumlah peserta didik tiap kelas berbeda-beda, X- MIPA A terdiri dari 30 orang, X- MIPA B terdiri dari 30 orang dan X- MIPA C terdiri dari 29 orang. Penelitian ini menggunakan 2 kelas sebagai kelas eksperimen yaitu X- MIPA A, X- MIPA B dan satu kelas sebagai kelas kontrol yaitu X- MIPA C. Pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan metode eksperimen sedangkan pembelajaran di kelas kontrol menggunakan metode ceramah aktif. Dalam satu minggu, ada 2 kali pertemuan pelajaran fisika yaitu pada hari Selasa dan Rabu dan setiap pertemuan pembelajaran berlangsung selama 45 menit. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti terlebih dahulu melihat situasi kelas, melihat bagaimana proses pembelajaran dikelas sebanyak 2 kali pertemuan tiap kelas, yakni pada hari Selasa dan Rabu tanggap 16 dan 17 Oktober 2018 dan membuat rencana jadwal penelitian bersama guru budang studi, seperti pada tabel 4.1. 77

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Tabel 4.1 Rencana jadwal Penelitian No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Hari, tanggal Selasa, 23 Oktober 2018 Rabu, 24 Oktober 2018 Selasa, 30 Oktober 2018 Rabu, 31 Oktober 2018 Selasa, 6 November 2018 Rabu, 7 November 2018 Kelas X- MIPA A, X- MIPA B, X- MIPA C X- MIPA A, X- MIPA B, X- MIPA C X- MIPA A, X- MIPA B, X- MIPA C X- MIPA A, X- MIPA B, X- MIPA C X- MIPA A, X- MIPA B, X- MIPA C X- MIPA A, X- MIPA B, X- MIPA C Kegiatan pelaksanaan penelitian pada kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.2 dan pelaksanaan penelitian pada kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.3 sebagai berikut: Tabel 4.2 Kegiatan Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen No. 1 2 Hari, tanggal Selasa, 30 Oktober 2018 Rabu, 31 Oktober 2018 X- MIPA B X- MIPA A Jam Pelajaran 1-2 8-9 X- MIPA A X- MIPA B 3-4 5-6 Kelas Kegiatan Perkenalan Penyampaian tujuan Pretest Peserta didik mengisi angket kuesioner Menjelaskan tentang metode eksperimen Menjelaskan secara singkat gambaran umum tentang gerak lurus Mengabsen peserta didik Menyampaikan tujuan pembelajaran Menjelaskan tentang eksperimen yang akan dilakukan terdapat pada LKS tentang Gerak Lurus Beraturan GLB (eksperimen I) Peserta didik masuk dalam kelompok masing- masing Peserta didik mendapat LKS dan melakukan

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 No. Hari, tanggal Kelas Jam Pelajaran 3 Selasa, 6 X- MIPA B November X-MIPA A 2018 1-2 8-9 4 Rabu, 7 November 2018 X- MIPA A X- MIPA B 3-4 5-6 5 Selasa, 13 X- MIPA B November X-MIPA A 2018 1-2 8-9 Kegiatan eksperimen terbimbing Berdiskusi Mengabsen peserta didik Menyampaikan tujuan pembelajaran Menjelaskan tentang eksperimen yang akan dilakukan terdapat pada LKS tentang Gerak Lurus Beraturan GLBB (eksperimen II) Peserta didik masuk dalam kelompok masing- masing Peserta didik mendapat LKS dan melakukan eksperimen terbimbing sesuai dengan LKS Tugas dirumah mengerjakan tugas pada LKS Mengabsen peserta didik Menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini Peserta didik membahas hasil diskusi eksperimen didepan kelas Latihan soal dari data percobaan yang dilakukan, menghitung kecepatan, jarak, perpindahan, percepatan, percepatan rata-rata dan bagaimana cara membaca grafik Mengabsen peserta didik Menjelaskan tujuan pembelajaran Memberi waktu 5 menit untuk belajar Posttest Mengisi lembar kuesioner

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Tabel 4.3 Kegiatan Pelaksanaan Penelitian Kelas Kontrol Hari, Kelas tanggal Selasa, 30 X- MIPA C Oktober 2018 Jam Pelajaran 5-6 2 Rabu, 31 X- MIPA C Oktober 2018 1-2 3 Selasa, 6 X- MIPA C November 2018 5-6 4 Rabu, 7 X- MIPA C November 2018 1-2 5 Selasa, 13 X- MIPA C November 2018 5-6 No. 1 Kegiatan Perkenalan Penyempaian tujuan Pretest Menjelaskan topik yang akan dipelajari pada gerak lurus Mengabsen peserta didik Menyampaikan tujuan pembelajaran Menjelaskan pengertian gerak, jarak, posisi, perpindahan, beserta contohnya Membahas soal dari buku paket yang dimiliki peserta didik Mengabsen peserta didik Menyampaikan tujuan pembelajaran Menjelaskan materi kelajuan, kecepatan,kelajuan sesaat dan kecepatan sesaat Membahas contoh soal Latihan soal dari buku paket Peserta didik maju kedepan mengerjakan soal Mengabsen peserta didik Menyampaikan tujuan pembelajaran Menjelaskaan materi gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan Latihan soal Mengabsen peserta didik Menyampaikan tujuan pembelajaran posttest

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Selama dilaksanakannya penelitian ini, tidak semua peserta didik hadir dikarenakan berbagai alasan. Adapun jumlah kehadiran peserta didik seprti pada tabel 4.4 ini. Tabel 4.4 Kehadiran Peserta didik Hari, Tanggal Kelas Selasa, 30 X- MIPA B Oktober 2018 X- MIPA C X- MIPA A Rabu, 31 X- MIPA C Oktober 2018 X- MIPA A X- MIPA B Selasa, 6 X- MIPA B November X- MIPA C 20108 X- MIPA A Rabu, 7 X- MIPA C November X- MIPA A 2018 X- MIPA B Selasa, 13 X- MIPA B November X- MIPA C 2018 X- MIPA A Jumlah Peserta didik (orang) 30 28 30 28 30 30 30 28 30 28 30 30 30 28 30 Hadir (orang) 29 27 30 27 30 30 30 28 30 28 30 30 30 28 30 Tidak hadir (orang) Keterangan Sakit Ijin Alpha 1 1 1 - - - Secara keseluruhan, penelitian ini berjalan dengan baik walaupun tidak sesuai dengan rencana awal, karena ada beberapa kegiatan sekolah yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 yaitu kegiatan MUBES, MUPERKAS, LDK & OSIS, acara Hallowen. Kegiatan ini dikuti sebagian besar peserta didik kelas X- MIPA. Dalam pelaksanaan penelitian ini, guru bidang studi fisika ikut di dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung, serta dibantu oleh karyawan TU dan laboran untuk mendokumentasikan kegiatan pembelajaran secara bergantian. Hasil dokumentasi dalam bentuk video dijadikan sebagai bahan untuk melihat

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun rincian pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut: 1. Pelaksanaan di kelas Eksperimen Kelas Eksperimen terdiri dari kelas X- MIPA A dan X- MIPA B a. Kelas X-MIPA A 1) Selasa, 30 Oktober 2018 Dalam semua proses pembelajaran di SMA Katolik Sang Timur, peserta didik wajib mengumpulkan handphone mereka di kotak yang sudah disediakan di depan kelas. Pertemuan pertama di kelas X- MIPA A terlakasana pada jam ke 8-9. Pada pertemuan ini, peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan diadakannya penelitian ini. Peserta didik yang hadir pada pertemuan pertama ini 30 orang dan seluruh peserta didik mengikuti pretest. Setelah itu membagikan lembar jawaban dan soal pretest dan peserta didik secara bersama-sama mengerjakan soal. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal pretest 45 menit sedangkan untuk mengerjakan kuesioner 7 menit. Ketika waktu habis semua dikumpulkan dari belakang ke depan. Dalam sisa waktu 10 menit, peneliti melanjutkan kegiatan pembelajaran. Materi yang diajarkan adalah gambaran besar tentang apa yang akan dipelajari pada gerak lurus. Situasi peserta didik ketika mengerjakan pretest dan mengisi kuesioner seperti pada gambar 4.1 dan 4.2 pada lampiran 11.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 2) 31 Oktober 2018 Pertemuan kedua di kelas X- MIPA A, peserta didik yang hadir pada pertemuan ini yaitu sejumlah 30 orang. Pada pertemuan kedua ini, peserta didik melakukan eksperimen gerak lurus beraturan (GLB). Praktikum dilakukan di laboratorium yang sekaligus menjadai ruang kelas khusus pembelajaran Fisika. Peneliti membagi peserta didik kedalam kelompok dengan cara berhitung. Setelah berhitung, peserta didik masuk kedalam kelompok masing-masing, jumlah kelompoknya ada 6 masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Setelah itu peneliti membagi lembar kerja peserta didik (LKS) yang berisi petunjuk pelaksanaan eksperimen dan menayangkan power point kemudian menjelaskan isi dari LKS. Setelah selesai menjelaskan secara singkat isi LKS, peneliti meminta masing-masing perwakilan kelompok untuk mengambil alat-alat percobaan di meja belakang yang telah disediakan. Semua anggota kelompok aktif terlibat dalam eksperimen ini. Setelah selesai mengambil data eksperimen, setiap kelompok membereskan alat-alat yang dipakai dengan rapi dan mengembalikannya ketempat semula. Peserta didik kembali bertanya bagaimana cara menghirung intervalnya. Peneliti menjelaskan ulang didepan kelas dan seluruh peserta didik memperhatikan. Lalu, peserta didik berdiskusi dalam kelompok masing- masing menjawab tugas pada LKS. Kegiatan peserta didik seperti pada gambar 4.3 dan 4.4 pada lampiran 11. 3) 6 November 2018 Pertemuan ketiga terlaksana pada jam ke 8-9. Pada pertemuan ketiga ini, kelas melakukan eksperimen kedua yaitu Gerak Lurus Berubah Beraturan

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 (GLBB). Peserta didik yang hadir pada pertemuan ketiga ini 30 orang. Kesepakatan dibuat sama seperti pada eksperimen GLB yaitu guru fisika akan membagi kelompok dengan cara berhitung. Peneliti kemudian membagikan lembar kerja peserta didik (LKS) kepada masing-masing peserta didik. Setelah peneliti selesai menjelaskan isi LKS tersebut, peserta didik mengambil alat-alat yang akan digunakan pada eksperimen GLBB sesuai dengan alat-alat percobaan yang tertera pada LKS. Ketika peserta didik melakukan eksperimen, peneliti berkeliling melihat cara kerja tiap kelompok. Semuanya terlibat aktif dalam percobaan ini. Eksperimen kedua ini pada prinsipnya sama dengan eksperimen pertama. Ketika proses pengambilan data, ada beberapa peserta didik yang tidak mau mencoba karena mereka takut salah. Pada percobaan GLBB ini, tidak muncul terlalu banyak pertanyaan dikarenakan peserta didik sudah punya pengalaman pada praktikum sebelumnya yaitu praktikum GLB. Setelah selesai mengambil data eksperimen, peserta didik merapikan meja praktikum dengan membereskan alat-alat yang dipakai dan mengembalikan kemeja seperti semula kemudian dilanjutkan berdiskusi. Sebelum mengakhiri pembelajaran, peneliti mengumumkan untuk mengerjakan tugas pada lembar LKS praktikum GLB dan GLBB yang akan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya di depan kelas. Aktivitas peserta didik pada saat praktikum terlihat pada gambar 4.5 dan 4.6 pada lampiran 11.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 4) 07 November 2018 Pada pertemuan keempat Rabu, 07 November 2018, proses pembelajaran dilaksanaknan seperti biasa di R. 13 yaitu ruang fisika. Pertemuan keempat ini dilaksanakan pada jam ke 3-4. Pada pembelajaran ini dilakukan diskusi hasil eksperimen peserta didik dan dari hasil diskusi tersebut tiap kelompok mempersentasikan di depan kelas. Setiap kelompok diberi waktu 5 menit untuk mempresentasikan 2 eksperimen yaitu GLB dan GLBB. Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan hasil diskusinya, peneliti melanjutkan dengan memberikan soal latihan kepada peserta didik. Soal latihan tersebut diambil dari hasil data eksperimen dan juga dari beberapa latihan soal yang telah disediakan peneliti dan dibahas bersama. Adapun tujuan diberikannya latihan soal tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana peserta didik memahami materi gerak lurus yang diajarkan peneliti. Kegiatan dikelas terlihat seperti pada gambar 4.7 dan 4.8 pada lampiran 12. 5) 13 November 2018 Selasa, 13 November 2018 pelajaran jam ke 8-9 dengan alokasi waktu2x45 menit merupakan pertemuan terakhir. Peneliti menjelaskan hari ini akan diadakan posttest dan mengisi kuesioner. Kemudian membagikan lembar jawaban dan soal. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan posttest adalah 45 menit dan pengisisian kuesioner 7 menit. Setelah waktu pengerjaan habis, semua peserta didik mengumpulkan dimeja guru. Setelah itu, peneliti mengutarakan ucapan terimakasih sudah menjadi teman, sahabat dan anak-anak yang baik selama proses

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 pembelajaran bersama dengan peneliti dan mampu bekerjasama dengan baik dan peneliti berpamitan. Situasi kelas saat pengerjaan soal posttest dan pengisian lembar kuesioner terlihat seperti pada gambar 4.9 dan 4.10 pada lampiran 12. b. Kelas X-MIPA B 1) 30 Oktober 2018 Pertemuan pertama terlaksana hari Selasa, 30 Oktober 2018 di kelas XMIPA B pada jam ke 1-2. Peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan peneliti mengajar di kelas ini. Jumlah peserta didik dikelas X-MIPA B adalah 30 orang. Pada pertemuan pertama ini 29 orang yang hadir dan 1 orang sakit. Lembar jawaban dan soal pretest dibagikan. Waktu pengerjaan soal pretest adalah 45 menit. Setelah selesai mengerjakan soal pretest, peserta didik melanjutkan pengisian lembar kuesioner dan waktu pengerjaannya selama 7 menit. Peneliti menghimbau kepada peserta didik agar mengisi dengan jujur sesuai dengan kenyataan. Peneliti melanjutkan menjelaskan gambaran besar yang akan dipelajari pada gerak lurus. Kegiatan peserta didik ketika mengerjakan pretest seperti pada gambar 4.11 dan 4.12 pada lampiran 12. 2) 31 Oktober 2018 Pertemuan kedua pada hari Rabu, 31 Oktober 2018 pada jam ke 5-6 di ruangan fisika. Kemudian peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dan akan diadakan eksperimen pertama (I) yaitu eksperimen gerak lurus beraturan (GLB). Peneliti membagi kelompok dengan cara berhitung dan membagikan LKS

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 sebagai petunjuk eksperimen dan kemudian menjelaskan secara singkat tentang eksperimen gerak lurus beraturan (GLB) yang akan dilakukan. Setelah penjelasan selesai, peneliti mempersilakan peserta didik mengambil alat-alat yang akan digunakan dimeja yang telah disediakan. Alat-alat yang digunakan sudah dikelompokkan dalam satu tempat. Selama peserta didik melakukan eksperimen, peneliti berkeliling melihat kerja peserta didik dan membantu apabila ada pertanyaan dan kesulitan yang dihadapi kelompok. Sementara kegiatan berlangsung 45 menit, ada 1 kelompok yang tidak mendapatkan data sama sekali dan mengalami kesulitan dengan alatalat yang mereka gunakan, ticker timer tidak bisa digunakan dan juga kereta yang roda nya terlepas, padahal sebelumnya peneliti mengamati kerja pada kelompok ini semua alat bisa digunakan, hanya saja mereka kurang hai-hati dalam menggunakannya terlalu keras menekan kereta sehingga rodanya terlepas serta memutar ticker timer Kegiatan pada pertemuan kedua ini terlihat pada gamabar 4.15 dan 4.16 pada lampiran 13. 3) 06 November 2018 Pertemuan terlaksana hari Selasa, 06 November 2018 pada jam pelajaran 1-2 yang merupakan pertemuan ketiga. Peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu peserta didik akan melakukan eksperimen kedua yaitu gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Sebelum dimulai praktikum, peneliti membagi peserta didik dengan cara berhitung menjadi 5 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 6 orang. Kemudian, peneliti membagikan LKS kepada masing-masing

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 peserta didik dan menjelaskan secara singkat tentang eksperimen GLBB yang akan dilakukan peserta didik. Selama praktikum peserta didik bersama kelompok masing-masing, merangkai sampai pengambilan data. Disini terlihat kerjasama, daya juang, dan keaktifan, satu sama lain saling berkomunikasi dan membantu, keterlibatan setiap anggota kelompok membuat praktikum dapat berjalan lancar dan kembali merapikan alat-alat yang mereka pakai dengan rapi. Kemudian peserta didik berdiskusi dengan kelompok untuk menjawab pertanyaan pada LKS. Peneliti memberikan pengumuman bahwa pertemuan selanjutnya akan memaparkan hasil diskusi kelompok dari dua eksperimen yaitu GLB dan GLBB. Suasana kelas ketika melaksanakan eksperimen kedua seperti pada gambar 4.17 dan 4.18 pada lampiran 13. 4) 07 November 2018 Pertemuan keempat pada hari rabu pada jam ke 5-6 diadakan diruang fisika. Pada pertemuan ini dilaksanakan pemaparan hasil diskusi kelompok tentang eksperimen GLB dan GLBB. Waktu yang diberikan 5 menit tiap kelompok dan pemaparan dilakukan secara bergiliran. Sementara satu kelompok memaparkan hasil diskusi, kelompok lain mendengarkan dan mencatat apabila ada hal yang penting.Kemudian peneliti bersama dengan peserta didik menyimpulkan hasil diskusi. Setelah selesai pemaparan hasil diskusi, peserta didik diberi latihan soal untuk mengetahui sejauh mana peserta didikmemahami topik ini dan memperdalam pengetahuan mereka dalam mengerjakan soal latihan. Kemudian

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 peserta didik mengerjakan dipapan dan dibahas bersama-sama. Suasana kelas pada saat pertemuan keempat seperti pada gambar 4.19 dan 4.20 pada lampiran 13. 5) 13 November 2018 Pertemuan kelima ini merupakan pertemuan terakhir pada jam pelajaran ke 1-2. Pada pertemuan terakhir ini, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini akan diadakan posttest dan pengisian kuesioner. Peneliti membagi lembar jawaban dan soal posttest. Setelah itu peserta didik mengerjakan masing-masing dan waktu pengerjaan selama 45 menit. Peserta didik mengerjakan masing-masing dan dalam situasi tenang. Peserta didik diminta melanjutkan pengisian lembar kuesioner yang ada dihadapan mereka dengan jujur dan sesuai yang mereka alami. Waktu pengisian kuesioner adalah 7 menit. Setelah semua selesai dan terkumpul, peneliti melanjutkan mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta didik yang telah bekerjasama selama proses penelitian berlangsung dan mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan dihati peserta didik. Kegiatan peserta didik terlihat pada gambar 4.21 dan 4.22 pada lampiran 14. 2. Pelaksanaan di kelas Kontrol Kelas Kontrol terdiri dari kelas X- MIPA C 1) 30 Oktober 2018 Pertemuan kelima ini merupakan pertemuan terakhir pada jam pelajaran ke 1-2. Pada pertemuan terakhir ini, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini akan diadakan posttest dan pengisian kuesioner. Peneliti membagi lembar

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 jawaban dan soal posttest. Setelah itu peserta didik mengerjakan masing-masing dan waktu pengerjaan selama 45 menit. Peserta didik mengerjakan masing-masing dan dalam situasi tenang. Peserta didik diminta melanjutkan pengisian lembar kuesioner yang ada dihadapan mereka dengan jujur dan sesuai yang mereka alami. Waktu pengisian kuesioner adalah 7 menit. Setelah semua selesai dan terkumpul, peneliti melanjutkan mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta didik yang telah bekerjasama selama proses penelitian berlangsung dan mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan dihati peserta didik. Kegiatan peserta didik terlihat pada gamabar 4.23 dan 4.24 pada lampiran 14. 2) 31 Oktober 2018 Pertemuan kedua di kelas X-MIPA C di ruang fisika pada jam ke 1-2. Pada pukul 06.45 peneliti sudah berada di dalam kelas mendampingi doa dan renungan pagi. Pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode ceramah dan menggunakan power point. Adapun topik yang dipelajari pada hari ini yaitu pengertian gerak, posisi, perbedaan perpindahan dan jarak. Ketika pembelajaran berlangsung, berdasarkan pertanyaan peneliti, banyak peserta didik yang kebingungan membedakan jarak dan perpindahan. Anggapan peserta didik jarak dan perpindahan adalah sama. Peserta didik berusaha terlibat dalam proses dengan menjawab pertanyaan dan berdiskusi mengerjakan latihan soal. Beberapa peserta didik yang bertanya dan kurang paham. Setelah itu peserta didik mengerjakan di papan tulis dan dibahas bersama.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Adapun kegiatan dikelas terlihat seperti pada gambar 4.25 dan 4.26 pada lampiran 14. 3) 06 November 2018 Pertemuan ketiga diadakan di ruang 6 pelajaran fisika ini pada jam ke 5-6 dengan waktu 2x45 menit. Peneliti mereview materi pelajaran kemarin dengan bertanya kepada peserta didik dan mengaitkan dengan materi yang akan diajarkan hari ini. Adapun materi yang diajarkan hari ini adalah tentang kecepatan dan kelajuan, kecepatan sesaat dan kelajuan sesaat beserta contohnya di dalam kehidupan sehari- hari. Peserta didik mengikuti pembelajaran dan terlibat seperti menjawab pertanyaan, bertanya, mencatat dan membahas. Sesekali kelas ramai berdebat tentang pendapat yang mereka kemukakan. Peserta didik yang ingin mengerjakan dipapan tulis dipersilahkan maju. peserta didik aktif dalam mengerjakan hasil kerja mereka kedepan dan membahas bersama. Peneliti menugaskan peserta didik untuk melanjutkan mengerjakan dirumah dan membaca materi pada pertemuan berikutnya yaitu tentang gerak lurus dan gerak lurus beraturan. Adapun kegiatan peserta didik seperti pada gambar 4.27 dan 4.28 pada lampiran 15. 4) 07 November 2018 Pada jam ke 1-2 merupakan pertemuan ke empat di kelas. Materi yang diajarkan adalah gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan. Pertama peneliti menjelaskan gerak lurus beraturan, peneliti meminta peserta didik mengutarakan pengetahuannya tentang gerak lurus. Dan peserta didik bergantian menjawabnya dan peserta didik cukup memahami apa itu gerak lurus, kemudian

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 peneliti melanjutkan menjelaskan dan menurunkan rumus GLB dan GLBB. Diberikan contoh soal dan dibahas bersama dari kebanyak peserta didik sudah memahami dan dapat menyelesaikan soal. Kedua, peneliti menjelaskan gerak lurus berubah beraturan, sebelum peneliti menjelaskan, kembali bertanya kepada peserta didik, apa perbedaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan. peserta didik sangat antusias menjawab pertanyaan tersebut. Selama proses pembelajaran peerta didik aktif dan bertnya disaat kebingungan ketika penurunan rumus. Agar semakin paham peneliti memberikan contoh soal dan dibahas bersama, setelah itu peneliti memberikan latihan soal dan dikerjakan. Peserta didik berlatih mengerjakan dan mencoba menjawab walaupun masih kurang benar.Kegiatan pada pertemuan ke empat ini seperti pada gambar 4.29 dan 4.30 pada lampiran 15. 5) 13 November 2018 Pertemuan terakhir di kelas ini pada jam ke 5-6 di ruang fisika. Pada pertemuan kelima ini merupakan pertemuan terakhir dan diadakan posttest. Peneliti menjelasakan tujuan pembelajaran bahwa akan diadakan posttest. Peserta didikbelum siap dan meminta waktu 5m menit untuk belajar. Setelah itu peneliti membagi lembar jawaban dan soal posttest, waktu pengerjaan 45 menit. Suasana sangat tenang dan peserta didik mengerjakan masing- masing. Terlihat juga beberapa peserta didik yang kebingungan dan ketika peneliti menghampiri, peserta didik mengatakan bingung mengerjakannya karena lupa rumus keberapa

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 yang akan dipakai dan meminta peneliti melihat apakah benar rumus yang digunakan, namun peneliti hanya melihat dan menyuruh melanjutkan kembali. Situasi terlihat cukup tegang dan ada seorang peserta didik yang sampai keringat dan menangis karena belum selesai menyalin dari buram ke lembar jawaban, peneliti menghimbau supaya tenang dan mengerjakan kembali. Waktu pengerjaan habis, peneliti menyuruh peserta didik untuk mengumpulkan soal dan lembar jawaban secara terpisah dan peserta didik paling depan mengumpulkan dan mengumpulkan di meja guru. Setelah ramai berdiskusi tentang ujian tersebut, peneliti melanjutkan mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya dan berpamitan.Kegiatan yang dilakukan pada pertemuan kelima terlihat pada gambar 4.31 dan 4.32 pada lampiran 15. B. Data dan Analisis Data 1. Hasil belajar Peserta didik a. Data 1) Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Hasil belajar peserta didik berupa nilai pretest dan posttest pembelajaran fisika pada bahasan gerak lurus dengan menggunakan metode eksperimen pada kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.5. Tabel 4.5 Nilai Pretest dan Posttest Peserta Didik Kelas Eksperimen Kelas X- MIPA A NILAI PESERTA DIDIK KELAS EKSPERIMEN X-MIPA A No Pretest Posttest 1 20 65 2 33 53

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 NILAI PESERTA DIDIK KELAS EKSPERIMEN X-MIPA A No Pretest Posttest 3 49 87 4 63 66 5 67 85 6 55 65 7 67 83 8 54 79 9 58 85 10 25 79 11 55 68 12 39 55 13 51 76 14 61 85 15 55 56 16 74 93 17 69 82 18 33 59 19 46 51 20 74 65 21 58 73 22 49 45 23 27 58 24 42 67 25 67 82 26 24 67 27 52 60 28 34 61 29 46 75 Mean 49,896 69,828 Standar 15,442 12,587 Deviasi

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Tabel 4.6 Nilai Pretest dan Posttest Peserta Didik Kelas Eksperimen Kelas X- MIPA B NILAI PESERTA DIDIK KELAS EKSPERIMEN X-MIPA B No Pretest Posttest 1 48 51 2 50 76 3 58 74 4 41 72 5 32 50 6 50 56 7 68 70 8 42 58 9 58 71 10 70 71 11 62 56 12 47 89 13 70 88 14 54 64 15 61 79 16 63 77 17 55 85 18 46 74 19 63 73 20 61 62 21 37 76 22 53 67 23 20 68 24 68 88 25 30 40 26 41 61 27 54 86 28 20 46 29 61 82 Mean 51,138 69,310 Standar 13,884 13,142 Deviasi

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Mean, Standar Deviasi Pretest dan Posttest kelas Eksperimen KELAS X- MIPA A KETERANGAN Pretest Posttest Mean 49,896 69,828 Standar Deviasi 15,442 12,587 KELAS X- MIPA B Pretest 51,138 13,884 Posttest 69,310 13,142 KESELURUHAN KELAS EKSPERIMEN Pretest Posttest 50,517 69,569 14,662 12,865 2) Nilai Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Hasil belajar peserta didik berupa nilai pretest dan posttest pembelajaran fisika pada bahasan gerak lurus dengan menggunakan metode ceramah aktif pada kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.8. Tabel 4.8 Nilai Pretest dan Posttest Kelas Kontrol NILAI PESERTA DIDIK KELAS KONTROL X-MIPA C No Pretest Posttest 1 61 73 2 68 58 3 49 64 4 47 43 5 54 68 6 48 73 7 45 67 8 46 61 9 43 75 10 42 55 11 62 73 12 70 80 13 62 73 14 45 65 15 63 60 16 65 71 17 46 60 18 51 50

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 NILAI PESERTA DIDIK KELAS KONTROL X-MIPA C No Pretest Posttest 19 65 76 20 43 67 21 47 62 22 66 56 23 28 25 24 57 64 25 63 62 26 45 66 27 67 62 Mean 53,630 63,296 Standar 10,656 11,286 Deviasi b. Analisis Data Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode eksperimen terhadap hasil belajar, maka nilai pretest dan posttest peserta didik dianalisis secara statistik yaitu menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS. 1) Perbedaan Hasil Belajar awal Peserta Didik Antara Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Untuk mengetahui apakah hasil belajar awal peserta didik sama atau berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum penerapan metode pembelajaran di setiap kelas, maka nilai pretest peserta didik dari kelas eksperimen dan kelas kontrol diuji dengan T-independent menggunakan program SPSS 23.0. Hasil output dari uji T-independent dapat dilihat seperti pada tabel 4.9.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Tabel 4.9 Hasil uji t-independent nilai prestest peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol Group Statistics Kode Pretest N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 58 50.52 14.568 1.913 2 27 53.63 10.656 2.051 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F Pretest Equal variances assumed Sig. 2.052 Equal variances not assumed t .156 -.992 Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Lower df Upper 83 .324 -3.112 3.137 -9.352 3.127 - 67.586 1.110 .271 -3.112 2.804 -8.709 2.484 Keterangan: Kode 1 = Kelas Eksperimen Kode 2 = Kelas Kontrol Berdasarkan pergitungan menggunakan SPSS, dari tabel 4.9 di atas terlihat bahwa mean kelas eksperimen (kode 1) = 50,52, mean kelas kontrol (kode 2) = 53,63, t =ǀ-1,110ǀ dan p = 0,271 dengan level signifikan  adalah 0,05. Karena p > 0,05 maka tidak signifikan, artinya bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar awal peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, kemampuan awal semua peserta didik sama.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 2) Peningkatan Hasil Belajar awal Peserta Didik Kelas Eksperimen Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan metode eksperimen, nilai pretest dan posttest peserta didik di kelas eksperimen diuji dengan uji T-dependent menggunakan program SPSS 23.0. Hasil output dari uji T-dependent dapat dilihat seperti pada tabel 4.10. Tabel 4.10 Hasil uji t-dependent nilai prestest dan posttest peserta didik kelas eksperimen Paired Samples Statistics Mean Pair 1 Pretest_Eksperimen Posttest_Eksperimen N Std. Deviation Std. Error Mean 50.52 58 14.568 1.913 69.57 58 12.757 1.675 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Std. Std. Error Mean Deviation Mean Pair Pretest_Eksperimen 1 Posttest_Eksperimen 19.052 13.594 1.785 Lower -22.626 Upper -15.477 t df 10.674 57 Sig. (2tailed) .000 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh seperti pada tabel 4.10 di atas terlihat bahwa mean pretest = 50,52, mean posttest = 69,57, t =ǀ-10,674ǀ dan p = 0,000 dengan level signifikan  adalah 0,05. Karena p < 0,05 maka signifikan, artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest peserta didik kelas eksperimen. Dilihat dari mean, terlihat bahwa mean posttest lebih tinggi dari mean pretest, hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan metode eksperimen.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 3) Peningkatan Hasil Belajar awal Peserta Didik Kelas Kontrol Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan metode ceramah aktif, nilai pretest dan posttest peserta didik di kelas kontrol diuji dengan uji T-dependent menggunakan program SPSS 23.0. Hasil output dari uji T-dependent dapat dilihat seperti pada tabel 4.11. Tabel 4.11 Hasil uji t-dependent nilai prestest dan posttest peserta didik kelas kontrol Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean Pretest_Kontrol 53.63 27 10.656 2.051 Posttest_Kontrol 63.30 27 11.286 2.172 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Std. Std. Error Mean Deviation Mean Pair Pretest_Kontrol 1 Posttest_Kontrol -9.667 11.122 2.140 Lower -14.066 Upper t -5.267 -4.516 Sig. (2tailed) df 26 .000 Dengan menggunakan SPSS diperoleh hasil perhitungan seperti pada tabel 4.11 di atas, terlihat bahwa mean pretest = 53,63, mean posttest = 63,30, t =ǀ4,516ǀ dan p = 0,000 dengan level signifikan  adalah 0,05. Karena p < 0,05 maka signifikan, artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest peserta didika kelas kontrol. Dilihat dari mean, terlihat bahwa mean posttest lebih tinggi dari mean pretest, hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan metode ceramah aktif.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 4) Perbedaan Hasil Belajar Akhir Peserta Didik Antara Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Untuk mengetahui apakah hasil belajar akhir peserta didik sama atau berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah penerapan metode pembelajaran di setiap kelas, nilai posttest peserta didik dari kelas eksperimen dan kelas kontrol diuji dengan uji T-independent menggunakan program SPSS 23.0. Hasil output dari uji T-independent dapat dilihat seperti pada tabel 4.12. Tabel 4.12 Hasil uji t-independent nilai posttest peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol Group Statistics Kode Posttest N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 58 69.57 12.757 1.675 2 27 63.30 11.286 2.172 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F Posttest Equal variances assumed Sig. 2.725 Equal variances not assumed Keterangan: Kode 1 = Kelas Eksperimen Kode 2 = Kelas Kontrol t .103 2.186 Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Lower df Upper 83 .032 6.273 2.869 .566 11.979 2.287 56.939 .026 6.273 2.743 .780 11.765

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh seperti pada tabel 4.12 di atas terlihat bahwa mean kelas eksperimen (kode 1) = 69,57, mean kelas kontrol (kode 2) = 63,30, t = 2,186 dan p = 0,026 dengan level signifikan  adalah 0,05. Karena p < 0,05 maka signifikan, artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar akhir peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dilihat dari mean, terlihat bahwa mean kelas eksperimen lebih tinggi dari mean kelas kontrol, hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar akhir peserta didik yang belajar dengan menggunakan metode eksperimen lebih tinggi dari peserta didik yang belajar menggunakan metode ceramah aktif. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen lebih meningkatkan hasil belajar peserta didik. Adanya peningkatan hasil belajar ini karena situasi pembelajaran yang dapat mempengaruhi pengetahuan peserta didik selama proses belajar. Ketika peserta didik pada kelas eksperimen menerima perlakuan (treatment), pengetahuan yang mereka dapat selama pembelajaran merupakan hasil konstruksi peserta didik sendiri. Hasil belajar akhir kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Pemberian metode eksperimen mempengaruhi hasil belajar peserta didik. 2. Nilai Karakter Untuk mengetahui apakah metode eksperimen ini dapat mengembangkan nilai karakter peserta didik, diadakan 2 kali pengisian kuesioner awal dan akhir di setiap kelas baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 a. Data 1) Skor Nilai Karakter Kelas Eksperimen Hasil penskoran nilai karakter dapat dilihat pada tabel 4.13 dimana tiap nilai karakter diberi kode seperti berikut: KJ : Kerjasama TL : Toleransi TG : Tanggung Jawab DP : Disiplin JJ : Kejujuran Tabel 4. 13 Skor Nilai Karakter Kelas Eksperimen NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 NILAI KARAKTER KELAS EKSPERIMEN X-MIPA A DAN X-MIPA B NILAI AWAL NILAI AKHIR 82 88 74 83 76 84 80 95 84 90 82 92 89 94 88 95 75 82 75 87 69 80 66 83 82 95 90 97 77 92 88 96 86 87 86 94 87 94 95 97 82 91 76 87 83 88 93 97 91 95 79 84 77 88 SELISIH 6 9 8 15 6 10 5 7 7 12 11 17 13 7 15 8 1 8 7 2 9 11 5 4 4 5 11

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 NO 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 Mean Standar Deviasi NILAI KARAKTER KELAS EKSPERIMEN X-MIPA A DAN X-MIPA B NILAI AWAL NILAI AKHIR 86 94 68 80 80 88 87 90 87 94 84 94 85 97 80 88 75 86 79 87 63 91 86 99 82 89 79 89 80 89 85 90 88 94 88 94 87 94 84 87 82 90 90 95 74 89 66 82 86 87 92 97 70 84 90 97 85 92 61 95 85 92 81,482 90,5 7,646 4,842 SELISIH 8 12 8 3 7 10 12 8 11 8 28 13 7 10 9 5 6 6 7 3 8 5 15 16 1 5 14 7 7 34 7 9,017 5,602

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 2) Skor Nilai Karakter Kelas Kontrol Hasil penskoran nilai karakter dapat dilihat pada tabel 4.14 dimana tiap nilai karakter diberi kode seperti berikut: KJ : Kerjasama TL : Toleransi TG : Tanggung Jawab DP : Disiplin JJ : Kejujuran Tabel 4. 14 Skor Nilai Karakter Kelas Kontrol NO NILAI KARAKTERKELAS KONTROL KELAS X-MIPA C NILAI AWAL NILAI AKHIR 1 79 84 SELISIH 5 2 76 88 12 3 80 88 8 4 85 91 6 5 78 82 4 6 84 92 8 7 84 89 5 8 81 91 10 9 66 82 16 10 79 89 10 11 79 91 12 12 83 92 9 13 72 91 19 14 79 88 9 15 70 83 13

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 NO b. NILAI KARAKTERKELAS KONTROL KELAS X-MIPA C NILAI AWAL NILAI AKHIR 16 82 92 SELISIH 10 17 81 86 5 18 83 88 5 19 81 93 12 20 69 86 17 21 79 91 12 22 74 82 8 23 78 84 6 24 73 90 17 25 86 91 5 26 81 90 9 27 82 87 5 Mean 78,666 88,185 9,518 Standar Deviasi 5,076 3,453 4,236 Analisis Data Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode eksperimen terhadap pengembangan nilai karakter, nilai kuesioner awal dan akhir peserta didik dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji-t menggunakan program SPSS. 1) Perbedaan Nilai Karakter awal Peserta Didik Antara Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Untuk mengetahui apakah nilai karakter awal peserta didik sama atau berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum penerapan metode

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 pembelajaran di setiap kelas, nilai karkater awal peserta didik dari kelas eksperimen dan kelas kontrol diuji dengan uji T-independent menggunakan program SPSS 23.0. Hasil output dari uji T-independent dapat dilihat seperti pada tabel 4.15. Tabel 4.15 Hasil uji t-independent nilai karakter awal peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol Kode Kuesioner_Awal Group Statistics Mean Std. Deviation N Std. Error Mean 1 58 81.48 7.646 1.004 2 27 78.67 5.076 .977 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F Kuesioner_ Equal Awal variances assumed Sig. t 4.914 .029 1.741 Equal variances not assumed Keterangan: Kode 1 = Kelas Eksperimen Kode 2 = Kelas Kontrol df Sig. (2Mean Std. Error Uppe tailed) Difference Difference Lower r 83 .085 2.816 1.618 -.402 6.034 2.010 72.854 .048 2.816 1.401 .024 5.608

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, dari tabel 4.15 di atas terlihat bahwa mean kelas eksperimen (kode 1) = 81,48, mean kelas kontrol (kode 2) = 78,67, t =ǀ2.,010ǀ dan p = 0,048 dengan level signifikan  adalah 0,05. Karena p < 0,05 maka signifikan, artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan nilai karakter awal peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Artinya, nilai karakter masing-masing kelas berbeda. 2) Peningkatan Nilai Karakter awal Peserta Didik Kelas Eksperimen Untuk mengetahui apakah ada peningkatan nilai karakter peserta didik setelah penerapan metode eksperimen, nilai karakter awal dan akhir peserta didik di kelas eksperimen diuji dengan uji T-dependent menggunakan program SPSS 23.0. Hasil output dari uji T-dependent dapat dilihat seperti pada tabel 4.16. Tabel 4.16 Hasil uji t-dependent nilai karakter awal dan akhir peserta didik kelas eksperimen Paired Samples Statistics N Std. Deviation Mean Pair 1 AWAL 81.48 AKHIR 90.50 Std. Error Mean 58 7.646 1.004 58 4.842 .636 Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. Error Mean Deviation Mean Pair AWAL 1 AKHIR -9.017 5.602 .736 95% Confidence Interval of the Difference Lower -10.490 Upper -7.544 t 12.258 Sig. (2tailed) df 57 .000 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh seperti pada tabel 4.16 di atas terlihat bahwa mean nilai karakte awal = 81,48, mean nilai

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 karakter akhir = 90,50, t =ǀ-12,258ǀ dan p = 0,000 dengan level signifikan  adalah 0,05. Karena p < 0,05 maka signifikan, artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai karakter awal dan nilai karakter akhir peserta didik kelas eksperimen. Dilihat dari mean, terlihat bahwa mean nilai karakter akhir lebih tinggi dari mean nilai karakter awal, hal ini menunjukkan bahwa ada pengembangan nilai karakter peserta didik setelah penerapan metode eksperimen. 3) Peningkatan Nilai Karakter awal Peserta Didik Kelas Kontrol Untuk mengetahui apakah ada peningkatan nilai karakter peserta didik setelah penerapan metode ceramah aktif, nilai awal dan akhir peserta didik di kelas kontrol diuji dengan uji T-dependent menggunakan program SPSS 23.0. Hasil output dari uji T-dependent dapat dilihat seperti pada tabel 4.17. Tabel 4.17 Hasil uji t-dependent nilai prestest dan posttest peserta didik kelas kontrol Mean Pair 1 Paired Samples Statistics N Std. Deviation Std. Error Mean AWAL_1 78.67 27 5.076 .977 AKHIR_1 88.19 27 3.453 .665 Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. Error Mean Deviation Mean Pair AWAL_1 1 AKHIR_1 -9.519 4.237 .815 95% Confidence Interval of the Difference Lower -11.195 Upper -7.842 t 11.673 Sig. (2tailed) df 26 .000 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh seperti pada tabel 4.17 di atas terlihat bahwa mean nilai karakte awal = 78,67, mean nilai

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 karakter akhir = 88,19, t =ǀ-11,573ǀ dan p = 0,000 dengan level signifikan  adalah 0,05. Karena p < 0,05 maka signifikan, artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai karakter awal dan nilai karakter akhir peserta didik kelas eksperimen. Dilihat dari mean, terlihat bahwa mean nilai karakter akhir lebih tinggi dari mean nilai karakter awal, hal ini menunjukkan bahwa ada pengembangan nilai karakter peserta didik setelah penerapan metode ceramah aktif. 4) Perbedaan Nilai Karakter Akhir Peserta Didik Antara Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Untuk mengetahui apakah nilai karakter akhir peserta didik sama atau berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah penerapan metode pembelajaran disetiap kelas, maka nilai karakter akhir peserta didik dari kelas eksperimen dan kelas kontrol diuji T-independent menggunakan program SPSS 23.0.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Hasil output dari uji T-independent dapat dilihat seperti pada tabel 4.18. Tabel 4.18 Hasil uji t-independent nilai posttest peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol Kode Kuesioner_Akhir Group Statistics Mean Std. Deviation N Std. Error Mean 1 58 90.50 4.842 .636 2 27 88.19 3.453 .665 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F Sig. t Kuesioner_Akhir Equal 5.126 .026 2.231 variances assumed Equal variances not assumed df Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Lower Upper 83 .028 2.315 1.038 .251 4.379 2.517 69.006 .014 2.315 .920 .480 4.150 Keterangan: Kode 1 = Kelas Eksperimen Kode 2 = Kelas Kontrol Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh seperti pada tabel 4.18 di atas terlihat bahwa mean kelas eksperimen (kode 1) = 90,50, mean kelas kontrol (kode 2) = 88,19, t = 2,517 dan p = 0,014 dengan level signifikan  adalah 0,05. Karena p < 0,05 maka signifikan, artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan nilai karakter akhir peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 kontrol. Dilihat dari mean, terlihat bahwa mean kelas eksperimen lebih tinggi dari mean kelas kontrol, hal ini menunjukkan bahwa nilai karakter akhir peserta didik yang belajar dengan menggunakan metode eksperimen lebih tinggi dari peserta didik yang belajar menggunakan metode ceramah aktif. 5. Perbedaan peningkatan Nilai Karakter Peserta Didik Antara Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan nilai karakter peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka selisih awal dan akhir nilai karakter peserta didik dari kelas eksperimen dan kelas kontrol diuji T-independent menggunakan program SPSS 23.0.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Hasil output dari uji T-independent dapat dilihat seperti pada tabel 4.19. Tabel 4.19 Hasil uji t-independent selisih awal dan akhir nilai karakter peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol Group Statistics Kode Selisih N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 58 9.02 5.602 .736 2 27 9.52 4.237 .815 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F Selisih Equal variances assumed Sig. .209 Equal variances not assumed .649 t .413 df Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Lower Upper 83 .681 -.501 1.215 -2.917 1.914 - 65.695 .456 .650 -.501 1.098 -2.694 1.692 Keterangan: Kode 1 = Kelas Eksperimen Kode 2 = Kelas Kontrol Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh seperti pada tabel 4.19 di atas terlihat bahwa mean kelas eksperimen (kode 1) = 9.02 mean kelas kontrol (kode 2) = 9.52, t = - 0.456 dan p = 0.650 dengan level signifikan  adalah 0,05. Karena p > 0,05 maka tidak signifikan, artinya bahwa tidak ada perbedaan peningkatan yang signifikan nilai karakter peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen mengembangkan nilai karakter peserta didik. Peningkatan nilai karakter ini menunjukkan bahwa peserta didik memahami, merasakan, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai karakter. Dengan adanya perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen, peserta didik terlibat di dalam pengalaman belajar dan nilai karakter yang dimiliki makin berkembang. Pemberian metode eksperimen mempengaruhi pengembangan nilai karakter peserta didik. Namun jika dibandingkan peningkatan nilai karakter antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terlihat tidak ada perbedaan peningkatan nilai karakter peserta didik. Menunjukkan bahwa nilai karakter yang sudah ada dalam diri peserta didik itu sudah berkembang baik. Untuk mengetahui perkembangan nilai karakter peserta didik maka, data skor nilai masing- masing karakter untuk setiap peserta didik dikategorisasikan sesuai dengan tabel 3.9. Hasil kategorisasi dapat di lihat pada lampiran 9. Berikut ini merupakan tabel prosentasi peserta didik (%) kelas eksperimen dan kelas kontrol setiap kategori pada masing-masing nilai karakter. 1) Nilai Karakter Kerjasama Tabel 4. 20 Prosentasi Kerjasama Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol Kelas Eksperimen Skor kategori 17-20 sangat tinggi 13-16 tinggi 9-12 rendah jumlah peserta didik 58 Kelas Kontrol Prosentasi Peserta Didik (%) awal akhir 37,9 74,2 53,5 25,8 8,6 0 jumlah peserta didik 27 Prosentasi Peserta Didik (%) awal akhir 22,2 74,1 70,4 25,9 7,4 0

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Kelas Eksperimen Skor kategori sangat rendah 5-8 jumlah peserta didik Kelas Kontrol Prosentasi Peserta Didik (%) awal akhir 0 0 jumlah peserta didik Prosentasi Peserta Didik (%) awal akhir 0 0 Dari tabel 4.20 di atas dapat dilihat bahwa untuk kelas eksperimen sebelum penerapan metode peserta didik memiliki kerjasama yang tinggi hal ini terlihat dari prosentasi tertinggi terdapat dalam kategori tinggi sebesar 53,5 %. Setelah penerapan metode, kerjasama peserta didik menjadi sangat tinggi sebesar 74,2%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perkembangan nilai karakter kerjasama. Begitu juga pada kelas kontrol nilai kerjasama awal dan akhir prosentasi peserta didik mengalami perubahan. Berdasarkan data diatas dapat dilihat perbandingan nilai karakter kerjasama awal, dimana nilai kerjasama awal kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat pada kategori tinggi, sedangkan nilai karakter kerjasama akhir pada kelas eksperimen dan kelas kontrol prosentasi nilai kerjasama terdapat pada kategori sangat tinggi, namum perbedaan prosentasinya tidak jauh berbeda, hal ini menyatakan bahwa pemahaman nilai karakter yang dimiliki peserta didik pada kedua kelas ini sama.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 2) Nilai Karakter Tanggung Jawab Tabel 4.21 Prosentasi Tanggung Jawab Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol Kelas Eksperimen Skor kategori 17-20 sangat tinggi 13-16 tinggi jumlah peserta didik Kelas Kontrol Prosentasi Peserta Didik (%) Awal akhir 58,6 93,1 37,9 6,9 58 jumlah peserta didik Prosentasi Peserta Didik (%) awal akhir 37,1 96,3 62,9 3,7 27 9-12 rendah 3,5 0 0 0 5-8 sangat rendah 0 0 0 0 Dari tabel 4.21 di atas dapat dilihat bahwa untuk kelas eksperimen sebelum penerapan metode peserta didik memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi hal ini terlihat dari prosentasi tertinggi terdapat dalam kategori sangat tinggi sebesar 58,6%. Setelah proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen, tanggung jawab peserta didik mengalami perkembangan sebesar 34,5% dari prosentasi awal. Dimana nilai karakter tanggung jawab peserta didik termasuk kedalam kategori sangat tinggi sebesar 93,1%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perkembangan nilai karakter tanggung jawab peserta didik pada kelas eksperimen. Prosentasi peserta didik awal untuk kelas kontrol sebesar 62,9% masuk dalam kategori tinggi, sedangkan prosentasi akhir 96,3% dan termasuk kategori sangat tinggi. Apabila dilihat perbandingan prosentasi peserta didik awalnya, pada kelas eksperimen dan kelas kontrol mengalami perbedaan, dimana dikelas kontrol lebih tinggi prosentasi awal dibandingkan dengan kelas eksperimen, namun hal ini

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 tidak menunjukkan bahwa kelas kontrol lebih bagus dalam hal tanggung jawab tetapi prosentasi lebih tinggi tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan pembiasaan peserta didik tentang nilai karakter tanggung jawab berbeda- beda. Artinya kedua kelas tersebut sangat tinggi dalam hal bertanggung jawab. 3) Nilai Karakter Jujur Tabel 4. 22 Prosentasi Jujur Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol Kelas Eksperimen Skor kategori 17-20 sangat tinggi 13-16 tinggi jumlah peserta didik Kelas Kontrol Prosentasi Peserta Didik (%) Awal akhir 60,3 93,1 34,5 6,9 58 jumlah peserta didik Prosentasi Peserta Didik (%) awal akhir 44,5 92,6 51,8 7,4 27 9-12 rendah 5,2 0 3,7 0 5-8 sangat rendah 0 0 0 0 Dari tabel 4.22 di atas dapat dilihat bahwa untuk kelas eksperimen sebelum penerapan metode peserta didik memiliki kejujuran yang sangat tinggi hal ini terlihat dari prosentasi tertinggi sebesar 60,3%, sedangkan prosentasi peserta didik akhir sebesar 93,3% dan prosentasi peserta didik awal dan akhir sama-sama terdapat dalam kategori sangat tinggi dan mengalami peningkatan. Artinya, diawal pembelajaran peserta didik menunjukkan bahwa peserta didik sudah memiliki karakter kejujuran dalam diri dalam proses pembelajaran makin muncul nilai kejujuran tersebut karena pembiasaan. Pada kelas kontrol prosentasi

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 peserta didik diawal 51,8% pada kategori tinggi dan prosentasi diakhir sebesar 92,6%. Apabila dilihat perbandingan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol prosentasi awal dan akhir mengalami peningkatan yang berarti peserta didik selama proses pembelajaran semakin terbiasa dan terlatih kejujurannya. 4) Nilai Karakter Toleransi Tabel 4.23 Prosentasi Toleransi Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol Kelas Eksperimen Skor kategori 17-20 sangat tinggi 13-16 tinggi jumlah peserta didik Kelas Kontrol Prosentasi Peserta Didik (%) Awal akhir 43,1 91,4 51,7 8,6 58 jumlah peserta didik Prosentasi Peserta Didik (%) awal akhir 37,1 74,1 59,2 25,9 27 9-12 rendah 5,2 0 3,7 0 5-8 sangat rendah 0 0 0 0 Pada tabel diatas, dapat dilihat pada kelas eksperimen bahwa adanya peningkatan prosentasi peserta didik di awal dan akhir sebesar 48,3% dan termasuk pada kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan toleransi pada kelas eksperimen ini sangat tinggi. Perbandingan prosentasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol diawal dan akhir berbeda, prosentasi akhir kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol walaupun ada perbedaan prosentasi namun kedua kelas ini termasuk kategori sangat tinggi, artinya kedua kelas ini toleransi nya sangat tinggi.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 5) Nilai Karakter Disiplin Tabel 4.24 Prosentasi Disiplin Peserta Didik (%) Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol Kelas Eksperimen Skor kategori 17-20 sangat tinggi 13-16 tinggi jumlah peserta didik Kelas Kontrol Prosentasi Peserta Didik (%) Awal akhir 55,2 87,9 39,6 12,1 56 jumlah peserta didik Prosentasi Peserta Didik (%) awal akhir 29,6 70,4 70,4 29,6 27 9-12 rendah 1,7 0 0 0 5-8 sangat rendah 0 0 0 0 Dari analisis data dapat dilihat bahwa jumlah prosentasi peserta didik pada kelas eksperimen di awal sebesar 55,2% dan masuk dalam kategori sangat tinggi. Kemudian prosentasi peserta didik diakhir sebesar 87,9%. Adanya peningkatan prosentasi pada nilai karakter disiplin menunjukkan nilai disiplin awal semakin meningkat selama proses pembelajaran dan termasuk dalam kategori sangat tinggi menunjukkan kedisiplinan peserta didik sangat tinggi. Pada kelas kontrol prosentasi awal terdapat pada kategori tinggi 70,4% sedangkan prosentasi akhir 70,4% dan termasuk pada kategori sangat tinggi dimana hal ini menunjukkan bahwa kedisiplinan pada kelas kontrol tinggi. Baik di kelas eksperimen dan kelas kontrol terlihat kenaikan prosentasi kedisiplinan, artinya kelas eksperimen dan kelas kontrol kedisiplinannya berkembang.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 3. Keaktifan Penelitian ini mau keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen di kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta pada bahasan gerak lurus. Data keaktifan peserta didik diperoleh melalui rekaman video yang kemudian ditranskip dalam bentuk tulisan. Rekaman video memudahkan peneliti melihat keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, peneliti juga memiliki catatan khusus dan foto untuk melengkapi deskripsi keaktifan peserta didik. Peneliti mengamati rekaman video dan menganalisis berdasarkan indikator keaktifan peserta didik seperti pada tabel 2.1. Dalam analisis video, peneliti mendeskripsikan kegiatan pembelajaran selama penelitian ini. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen sebanyak 5 kali, namun dalam pertemuan pertama peserta didik belum menerima perlakuan (treatment) dari peneliti, karena pada pertemuan pertama ini peserta didik masih mengerjakan soal pretest dan mengisi lembar kuesioner. Pada pertemuan kedua, ketiga, dan keempat peserta didik menerima treatment dan pembelajaran berlangsung. Sedangkan pada pertemuan kelima peserta didik menjawab soal posttest dan mengisi lembaran kuesioner. Untuk mengetahui keaktifan peserta didik, peneliti menganalisis video dengan bantuan per indikator sebagai berikut.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 1) Kerjasama dalam kelompok Kerjasama peserta didik selama proses pembelajaran terlihat sangat jelas dan nyata. Peserta didik mulai melakukan praktikum setelah peneliti menjelaskan petunjuk praktikum. Di awal pembelajaran, peserta didik dibagi dalam kelompok dan kemudian dipersilahkan melakukan eksperimen. Sangat nampak kerjasama sejak peserta didik mempersipkan eksperimen, mengambil alat-alat praktikum dan membagi tugas dalam kelompok. Tanpa ada instruksi khusus, peserta didik dengan kesadaran masing- masing untuk terlibat aktif dalam kelompok. Setiap kelompok berusaha ikut ambil bagian dalam praktikum dan menyumbangkan ide, serta memperoleh data praktikum. Sebagian besar kelompok aktif dalam berdiskusi, dan berhati-hati dalam melakukan praktikum. Peserta didik antusias melakukan praktikum. Dengan kerjasama satu sama lain, peserta didik dapat merangkai alat praktikum dan kemudian mengambil data. Peserta didik terlibat dalam mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan melakukan praktikum. Setiap peserta didik bertanggung jawab tidak hanya menyumbangkan ide tetapi juga bekerjasama memahami materi gerak lurus. 2) Bertanya dan mampu mengemukakan pendapat Selama proses pembelajaran berlangsung dari, peserta didik cenderung aktif bertanya ketika menemukan masalah terkait dengan eksperimen yang akan dilakukan dan juga dalam menyelesaikan latihan soal. Beberapa pertayaan yang muncul misalnya: bagaimana cara memperoleh waktu (t) nya dan bagaiaman rumusnya, berapa frekuensi yang digunakan, dimana kertas perekam diletakkan.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Ketika kelompok memaparkan hasil diskusi, kelas aktif bertanya dan mengemukakan pendapat sehingga mereka dapat membahas dan menemukan solusi secara bersama. Dalam menyelesaikaan latihan soal, peserta didik juga bertanya tentang rumus yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal dan cara menganalisa soal cerita. Ketika peneliti mengajukan pertanyaan, peserta didik mencoba mengemukakan pendapat mereka tentang apa yang mereka pahami dan ketahui. Oleh karena itu, di kelas eksperimen maupun kelas kontrol peserta didik sama-sama bertanya dan mengemukakan pendapat saat proses pembelajaran berlangsung. Di kelas eksperimen, pertanyaan lebih banyak muncul terkait dengan praktikum yang mereka lakukan, sedangkan di kelas kontrol mereka lebih cenderung bertanya tentang rumus dan latihan soal yang belum dapat mereka selesaikan. 3) Mengerjakan percobaan dalam kelompok Di kelas eksperimen, seluruh peserta didik yang hadir pada praktikum diharapakan melakukan percobaan. Dalam mengerjakan percobaan, peserta didik dalam kelompok ikut terlibat mulai dari merangkai alat-alat praktikum hingga proses pengambilan data. Setiap peserta didik wajib mempunyai satu hasil rekaman minimal 5 data yang diperoleh. Dengan demikian, semua peserta didik diwajibkan melakukan percobaan. Beberapa orang peserta didik tidak melakukan praktikum dengan alasan yang berbeda-beda yaitu takut salah atau belum paham. Peneliti mendampingi mereka dan akhirnya semua peserta didik terlibat aktif dan

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 melakukan percobaan serta memperoleh data masing-masing. Artinya saat pembelajaran semua melakukan dan terlibat. 4) Saling membantu dan menyelesaikan masalah Dalam proses pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol, peserta didik saling membantu dalam menyelesaikan masalah. Ketika melakukan praktikum, ada beberapa masalah yang dihadapi kelompok seperti alat praktikum yang tidak berfungsi dengan baik. Kelompok mencari solusi dengan bertanya pada peneliti atau mencoba merangkai ulang, kemudian meminta alat yang lain yang tidak dipakai. Dalam pemaparan diskusi, anggota kelompok saling membantu. Jika ada pertanyaan, anggota kelompok berdiskusi bersama-sama untuk memecahakan masalah dan menjawab pertanyaan. Peneliti memberikan latihan soal tidak hanya saat praktikum dan peserta didik berdiskusi dan mengerjakan soal bersama. Juga di kelas kontrol, peserta didik diberi latihan soal dan mereka terlihat aktif mengerjakan baik secara individu maupun kelompok. Dapat dikatakan bahwa peserta didik di kelas eksperimen dan kelas kontrol saling membantu dan menyelesaikan masalah yang dihadapi. 5) Membuat laporan percobaan, menganalisa dan menyimpulkan Setelah praktikum selesai, peserta didik mengerjakan laporan dan diskusi yang kemudian dipaparkan bersama anggota kelompok. Terlihat bahwa peserta didik terlibat aktif bersama-sama memaparkan dan menyimpulkan. Peserta didik diberi soal dalam bentuk grafik, soal cerita. Peserta didik diminta untuk membaca dan mendeskripsikan grafik serta menganalisa soal. Peneliti memberi kesempatan

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 peserta didik untuk melaporkan hasil kerja. Peserta didik bergabung dengan teman kelompoknya untuk mendiskusikan dan mengerjakan soal dan membuat kesimpulan bersama. Semua peserta didik menyampaikan apa yang mereka pahami dan kerjakan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa keterlibatan peserta didik ketika proses belajar baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol menunjukkan keaktifan peserta didik dalam menerima materi. Terlihat juga bahwa metode eksperimen di kelas eksperimen membuat peserta didik aktif dalam belajar karena mereka lebih banyak terlibat secara langsung dalam praktikum dan juga dalam bertanya, menemukan, merancang dan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. C. Pembahasan umum Dalam bagian ini akan di bahas rangkuman 1) Hasil belajar Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dari statistik tampak bahwa hasil belajar posttest meningkat daripada pretest. Hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Peningkatan hasil belajar ini disebabkan karena metode eksperimen membuat peserta didik lebih memahami materi karena peserta didik menemukan pengetahuan lewat pengalaman langsung. Praktikum meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik dalam menemukan dan

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 memahami suatu konsep atau teori yang sedang dipelajari sehingga pengetahuan yang mereka miliki lebih tahan lama tersimpan dalam ingatan mereka. 2) Nilai karakter Ada lima nilai karakter yang diteliti dalam penelitian ini yaitu kerjasama, tanggungjawab, jujur, toleransi dan disiplin. Kelima nilai karakter tersebut masing-masing memiliki 5 indikator pernilaian. Berdasarkan hasil analisis uji data statistik dengan menggunakan SPSS, diperoleh hasil bahwa nilai karakter awal dan akhir untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan perkembangan. Dapat dikatakan bahwa metode eksperimen mengembangkan nilai karakter peserta didik. Kelima nilai karakter yang sudah ada dalam diri peserta didik berkembang melalui pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen. Kesimpulannya adalah metode eksperimen dalam pembelajaran mengembangkan nilai karakter kerjasama, tanggung jawab, jujur, toleransi dan disiplin. 3) Keaktifan Ada lima indikator keaktifan yang diamati peneliti yakni kerjasama dalam kelompok, bertanya dan mampu mengemukakan pendapa, mengerjakan percobaan dalam kelompok, saling membantu dan menyelesaikan masalah, membuat laporan percobaan, menganalisa dan menyimpulkan. Dalam pengamatan langsung oleh peneliti tampak keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam kerjasama di dalam kelompok, anggota tiap kelompok melakukan praktikum. Apabila menemukan masalah, mereka saling bertanya, membantu dan berdiskusi di dalam kelompok untuk menemukan solusinya. Mereka mengemukakan pendapat dan setelah ada solusi mereka membuat laporan. Jadi,

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 kelima indikator keaktifan ini saling berkaitan dalam meningkatkan keaktifan setiap peserta didik. Secara keseluruhan peserta didik pada pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen ini aktif dalam pembelajaran, aktif bertanya, mengemukakan pendapat, kerjasama dalam kelompok, mengerjakan praktikum, menyelesaiakan masalah, membuat laporan, menganalisa dan menyimpulkan. Peserta didik mengalami langsung, menemukan, dan terlibat aktif.

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 D. Keterbatasan Penelitian Dalam proses penelitian terdapat beberapa keterbatasan yaitu: 1. Tidak sesuai dengan perencanaan awal karena banyak kegiatan pada bulan Oktober di SMA Katolik Sang Timur Jakarta. 2. Analisa keaktifan dengan rekaman video dideskripsikan secara umum, tidak dapat dilakukan prosentasi atau per peserta didik, karena tidak semua terekam satu persatu. 3. Nilai karakter tidak bisa menjelaskan menurunnya skor nilai karakter dari sebelum eksperimen ke skor sesudah eksperimen. Untuk menjelaskan penurunan itu diperlukan penelitian kualitatif contohnya wawancara dengan peserta didik.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan data dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X SMA Katolik Sang Timur Jakarta Pada Bahasan Gerak Lurus. 2. Nilai karakter kerjasama, tanggung jawab, jujur, toleransi dan disiplin makin berkembang signifikan pada pembelajaran menggunakan metode eksperimen. 3. Penggunaan metode eksperimen pada pembelajaran berpengaruh pada keaktifan peserta didik.

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, beberapa saran yaitu: 1. Bagi guru Pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dapat digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran, karena dapat meningkatkan hasil belajar, nilai karakter dan keaktifan. 2. Peneliti Selanjutnya Dalam penelitian ini keaktifan dianalisis dengan rekaman video sehingga tidak dapat diprosentasikan tingkat keaktifan peserta didik. Peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan observator dan lembar observasi, sehingga dapat dianalis dengan lebih spesifik.

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 DAFTAR PUSTAKA Abu Ahmadi dan Widodo. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Asih Widi Wisudawat. Dkk. 2014. Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: Bumi Aksara. Bahri Djamarah, Syaiful. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Bermawhi. 2014. Desain Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. Depkes. (2017 18 Juli). Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional. Di akses5 Oktober 2018 pkl. 17.37. Dalam http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=17071800001 Drost, J, SJ. 1999. Proses Pebelajaran sebagai Proses Pendidikan. Jakarta: Grasindo Hartono. 2008. SPSS 16.0 Analisis Data Statistika dan Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Konstektual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia. Karwono dan Heni Mularsih. 2017. Belajar dan Pembelajaran Serta Pemanfaatan Sumber Belajar. Depok: Rajagrafindo Persada. Koesoema, Doni. 2012. Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluruh. Yogyakarta: Kanisius. Kuntoro Adi, Dkk. 2010. Model Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Kanginan, Marthen. 2006. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Munthe, Bermawi. 2014. Desain Pembelajaran. Depok, Sleman Yogyakarta: Insan Madani. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Di akses 5 Oktober 2018 pkl. 17.45. Dalam http://setkab.go.id/wpcontent/uploads/2017/09/Perpres_Nomor_87_Tahun_2017.pdf Pujianto, dkk. 2016. Buku Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Klaten: Intan Parawira. Rohmah, Noer. 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Teras. Rusman. 2014. Model- Model Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sudarwan, Danim.2014. Psikologi Pendidikan (dalam perspektif baru). Bandung: Alfabeta. Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius. Suparno, Paul. 1997. Mengarahkan Pendidikan Fisika dengan Perkembangan Riset, Sains, dan Teknologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2004. Guru demokratis di era reformasi. Jakarta: Grasindo. Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: USD. Suparno, Paul. 2012. Sumbangan Pendidikan Fisika terhadap Pembangunan Karakter Bangsa. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Suparno, Paul. 2012. Sumbangan Pendidikan Fisika terhadap Pembangunan Karakter Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2014. Metode Penelitian Pendidikan IPA. Yogyakarta: USD. Suparno, dkk. 2014. Praktikum Fisika. Yogyakarta: Laboratorium Fisika USD. Suparno, Paul. 2015. Pendidikan Karakter di Sekolah Sebuah Pengantar Umum. Yogyakarta: Kanisius. Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana. Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Tipler, Paul A. 1991. Fisika Untuk Teknik dan Sains. Terjemahan Oleh Praseto dan Rahmad. Jakarta: Erlangga. Trianto. 2011. Mendesain model pembelajaran inovatif- progresif. Jakarta: Kencana. Wina, Sanjaya. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: kencana. Winkel, W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Winkel. 2012. Psikologi Pengajaran. Maguwoharjo Sleman: Media Abadi.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 LAMPIRAN

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Lampiran 1 SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 2 SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN PENELITIAN

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN A. Identitas Nama Sekolah : SMA Katolik Sang Timur Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : X / Ganjil Topik : Gerak lurus Alokasi Waktu / Pertemuan : 5x 2jp ( 5 kali pertemuan) B. Kompetensi Kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect learning) pada pembelajaran. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi ketrampilam melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Kompetensi Inti KI -1 : Menghayati dan mengamalan ajaran agama yang dianutnya. KI -2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( gotong-royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsive, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dngan lingkungan social dan alam serta menempatkan diri sebagai

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI -3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian , serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI -4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak dipelajarinya terkait di dngan sekolah pengembangan secara mandiri dari dan yang mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuwan. Kompetensi Dasar KD – 3.4 : Menganalisis besaran-besaran fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan gerak lurus dengan percepatan konstan ( tetap ) berikut makna fisisnya. IPK : 3.4.1 Menjelaskan pengertian gerak 3.4.2 Menjelaskan kecepatan dari benda yang bergerak 3.4.3 Membedakan laju dan kecepatan 3.4.4 Menjelaskan benda yang bergerak lurus beraturan

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 3.4.5 Mendeskripsikan gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dengan menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari 3.4.6 Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) 3.4.7 Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLBB) 3.4.8 Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 3.4.9 Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLB) 3.4.10 Menghitung besaran-besaran fisika pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) 3.4.11 Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 3.4.12 Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLBB) 3.4.13 Menghitung besaran-besaran fisika pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 3.4.14 Mengamati gerak vertikal ke atas, gerak vertikal ke bawah dan gerak jatuh bebas dalam kehidupan seharihari dengan bantuan video atau demonstrasi 3.4.15 Menganalisis besaran-besaran fisika dalam gerak vertikal ke bawah, ke atas dan gerak jatuh bebas. 3.4.16 Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada gerak vertikal ke bawah, gerak vertikal ke atas dan

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 gerak jatuh bebas 3.4.17 Merumuskan persamaan dari gerak vertikal ke atas, gerak vertikal kebawah dan gerak jatuh bebas. 3.4.18 Menghitung besaran-besaran fisika pada gerak vertikal ke atas, gerak vertikal kebawah dan gerak jatuh bebas. KD – 4.4 : Menyajikan data dan grafik hasil percobaan untuk menyelidiki sifat gerak benda yang bergerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan bergerak lurus dengan percepatan konstan (tetap) berikut makna fisisnya IPK : 4.4.1 Mengolah dan menyajikan data percobaan GLB dan GLBB sesuai dngan langkah-langkah yang sudah ditentukan di Lembar Kerja Peserta didik (LKS) 4.4.2 Menganalisis gerak benda yang bergerak lurus dngan kecepatan konstan dan gerak lurus dngan percepatan konstan menggunakan grafik hasil percobaan C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengertian gerak 2. Menjelaskan kecepatan dari benda yang bergerak 3. Membedakan laju dan kecepatan 4. Menjelaskan benda yang bergerak lurus beraturan

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 5. Mendeskripsikan gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dengan menggunakan contoh dalam kehidupan seharihari 6. Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) 7. Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLBB) 8. Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 9. Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLB) 10. Menghitung besaran-besaran fisika pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) 11. Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 12. Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLBB) 13. Menghitung besaran-besaran fisika pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 14. Melakukan percobaan Gerak Lurus Beraturan (GLB) 15. Melakukan percobaan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 16. Menganalisis besaran-besaran fisika dalam gerak vertikal ke bawah, ke atas dan gerak jatuh bebas. 17. Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada gerak vertikal ke bawah, gerak vertikal ke atas dan gerak jatuh bebas 18. Merumuskan persamaan dari gerak vertikal ke atas, gerak vertikal kebawah dan gerak jatuh bebas.

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 19. Menghitung besaran-besaran fisika pada gerak vertikal ke atas, gerak vertikal kebawah dan gerak jatuh bebas. D. Materi Pelajaran Lihat BAB II. E. Metode Pembelajaran 1. Eksperimen terbimbing 2. Ceramah 3. Diskusi 4. Tanya jawab F. Media, Alat dan Sumber Belajar  Media  Alat  Sumber Belajar : Video tentang gerak, Powerpoint, dan Lembar Kerja Peserta didik (LKS), Internet : Laptop, LCD Proyektor, Papan tulis, Spidol, , alat- alat eksperimen ( ticker timer, troli, katrol, beban, tali, neraca, rel kereta, kertas grafik) :  Marthen Kanginan. 2006. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.  Pujianto, dkk. 2016. Buku Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Klaten: Intan Parawira.  Internet : youtube

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 G. Kegiatan Pembelajaran  Pertemuan pertama Kegiatan Pendahuluan Rincian Kegiatan Guru        Inti     Penutup     Alokasi waktu (menit) Guru memberi salam kepada peserta didik 15 (perkenalan) Peserta didik berdoa bersama Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru menyampaikan secara garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik Guru menjelaskan tujuan pemberian pengisisan kuisioner dan menjawab pretest Peserta didik mempersiapkan diri untuk pretest mengerjakan soal pretest 60 Peserta didik mengisis kuisioner Peneliti bertanya apa itu gerak? Peserta didik menjawab pertanyan guru dan contoh nya dalam kehidupan sehari-hari? Guru menjelaskan pokok materi singkat GLB Peserta didik mendapat kesempatan untuk 15 bertanya terkait materi yang belum dipahami Guru melakukan umpan balik dengan bertanya beberapa pertanyaan kepada peserta didik Peserta didik dan guru membuat kesimpulan bersama Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi salam

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143  Pertemuan kedua dan kedua Kegiatan Pendahuluan Inti Rincian Kegiatan Guru          Penutup    Alokasi waktu (menit) Guru memberi salam kepada peserta didik 7 Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru mereview singkat Guru membagi peserta didik dengan cara 73 berhitung Peserta didik mendapat LKS dari guru Guru menjelaskan secara singkat petunjuk eksperimen yang akan dilakukan hari ini Peserta didik melakukan percobaan GLB Guru berkeliling selama peserta didik melakukan percobaan dan membantu kelompok yang kesulitan Peserta didik mendapat kesempatan untuk 10 bertanya terkait tugas/laporan yang belum dipahami Peserta didik ditugaskan untuk membuat laporan hasil percobaan dan diskusi pada eksperimen GLB dan menyiapkan pemaparan pada pertemuan berikutnya Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi salam  Pertemuan ketiga Kegiatan Pendahuluan Inti Rincian Kegiatan Guru          Alokasi waktu (menit) Guru memberi salam kepada peserta didik 7 Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru mereview singkat Guru membagi peserta didik dengan cara 73 berhitung Peserta didik mendapat LKS dari guru Guru menjelaskan secara singkat petunjuk eksperimen yang akan dilakukan hari ini Peserta didik melakukan percobaan GLBB Guru berkeliling selama peserta didik

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Kegiatan Penutup Rincian Kegiatan Guru Alokasi waktu (menit) melakukan percobaan dan membantu kelompok yang kesulitan  Peserta didik mendapat kesempatan untuk 10 bertanya terkait tugas/laporan yang belum dipahami  Peserta didik ditugaskan untuk membuat laporan hasil percobaan dan diskusi pada eksperimen GLBB dan menyiapkan pemaparan pada pertemuan berikutnya  Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi salam  Pertemuan keempat Kegiatan Pendahuluan Inti Penutup Rincian Kegiatan Guru Alokasi waktu (menit)  Guru memberi salam kepada peserta didik 7  Guru mengecek kehadiran peserta didik  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini  Menyampaikan kepada peserta didik akan diadakan pemaparan hasil percobaan dan diskusi  Peserta didik secara bergiliran 68 memaparkan hasil diskusi tiap kelompok  Peserta didik diberi kesempatan untuk menanggapi dan menjelaskan  Guru memberi kesempatan kepada peserta 15 didik untuk bertanya yang belum dipahami  Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan terkait eksperimen GLB dan GLBB  Guru mengakhiri pembelajaran dan memberi salam

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145  Pertemuan kelima Kegiatan Pendahuluan Inti Penutup Rincian Kegiatan Guru Alokasi waktu (menit) 15  Guru memberi salam kepada peserta didik  Guru mengecek kehadiran peserta didik  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan akan diadakan posttest dan mengisi lembar kuisioner  Peserta didik mengerjakan soal pretest 55  Peserta didik mengisis kuisioner  Guru mengucapkan terimakasih atas 20 kerjasama selama penelitian berlangsung  Guru mengakhiri pembelajaran dan memberi salam H. Penilaian Hasil Belajar No 1. 2. 3. Aspek yang dinilai Hasil belajar Keaktifan Nilai Karakter Instrumen penilaian Tes ( pretest dan posttest) Observasi ( rekaman video) Angket Yogyakarta, Oktober 2018 Mengetahui, Guru fisika SMA Katolik Sang Timur, Theresia Sugiati, S.Pd. Peneliti, Theresia V Simbolon

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL A. Identitas Nama Sekolah : SMA Katolik Sang Timur Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : X / Ganjil Topik : Gerak lurus Alokasi Waktu / Pertemuan : 3x 4jp B. Kompetensi Kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect learning) pada pembelajaran. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi ketrampilam melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Kompetensi Inti KI -1 KI -2 KI -3 : Menghayati dan mengamalan ajaran agama yang dianutnya. : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( gotong-royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsive, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dngan lingkungan social dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian , serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 KI -4 spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dngan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuwan. Kompetensi Dasar KD – 3.4 IPK : Menganalisis besaran-besaran fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan gerak lurus dengan percepatan konstan ( tetap ) berikut makna fisisnya : 3.4.19 Menjelaskan pengertian gerak 3.4.20 Menjelaskan kecepatan dari benda yang bergerak 3.4.21 Membedakan laju dan kecepatan 3.4.22 Menjelaskan benda yang bergerak lurus beraturan 3.4.23 Mendeskripsikan gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dengan menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari 3.4.24 Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) 3.4.25 Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLBB) 3.4.26 Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 3.4.27 Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLB) 3.4.28 Menghitung besaran-besaran fisika pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) 3.4.29 Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 3.4.30 Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLBB) 3.4.31 Menghitung besaran-besaran fisika pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 3.4.32 Mengamati gerak vertikal ke atas, gerak vertikal ke bawah dan gerak jatuh bebas dalam kehidupan seharihari dengan bantuan video atau demonstrasi 3.4.33 Menganalisis besaran-besaran fisika dalam gerak vertikal ke bawah, ke atas dan gerak jatuh bebas.

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 KD – 4.4 IPK C. 3.4.34 Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada gerak vertikal ke bawah, gerak vertikal ke atas dan gerak jatuh bebas 3.4.35 Merumuskan persamaan dari gerak vertikal ke atas, gerak vertikal kebawah dan gerak jatuh bebas. 3.4.36 Menghitung besaran-besaran fisika pada gerak vertikal ke atas, gerak vertikal kebawah dan gerak jatuh bebas. : Menyajikan data dan grafik hasil percobaan untuk menyelidiki sifat gerak benda yang bergerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan bergerak lurus dengan percepatan konstan (tetap) berikut makna fisisnya : 4.4.3 Mengolah dan menyajikan data percobaan GLB dan GLBB sesuai dngan langkah-langkah yang sudah ditentukan di Lembar Kerja Peserta didik (LKS) 4.4.4 Menganalisis gerak benda yang bergerak lurus dngan kecepatan konstan dan gerak lurus dngan percepatan konstan menggunakan grafik hasil percobaan Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengertian gerak 2. Menjelaskan kecepatan dari benda yang bergerak 3. Membedakan laju dan kecepatan 4. Menjelaskan benda yang bergerak lurus beraturan 5. Mendeskripsikan gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dengan menggunakan contoh dalam kehidupan seharihari 6. Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) 7. Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLBB)

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 8. Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 9. Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLB) 10. Menghitung besaran-besaran fisika pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) 11. Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 12. Membaca grafik Gerak Lurus Beraturan (GLBB) 13. Menghitung besaran-besaran fisika pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 14. Menganalisis besaran-besaran fisika dalam gerak vertikal ke bawah, ke atas dan gerak jatuh bebas. 15. Menggambarkan grafik hubungan antara besaran pada gerak vertikal ke bawah, gerak vertikal ke atas dan gerak jatuh bebas 16. Merumuskan persamaan dari gerak vertikal ke atas, gerak vertikal kebawah dan gerak jatuh bebas. 17. Menghitung besaran-besaran fisika pada gerak vertikal ke atas, gerak vertikal kebawah dan gerak jatuh bebas. 18. Melakukan percobaan Gerak Lurus Beraturan (GLB) 19. Melakukan percobaan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 D. Materi Pelajaran Lihat BAB II. E. Metode Pembelajaran 1. Eksperimen terbimbing 2. Ceramah 3. Diskusi 4. Tanya jawab F. Media, Alat dan Sumber Belajar  Media : Video tentang GLB dan GLBB, Powerpoint, dan Lembar Kerja Peserta didik (LKS), Internet  Alat : Laptop, LCD Proyektor, Papan tulis, Spidol, , alat- alat eksperimen ( ticker timer, troli, katrol, beban, tali, neraca, rel kereta, kertas grafik)  Sumber Belajar :  Marthen Kanginan. 2006. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.  Pujianto, dkk. 2016. Buku Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Klaten: Intan Parawira.  Internet : youtube G. Kegiatan Pembelajaran  Pertemuan pertama Kegiatan Pendahuluan Rincian Kegiatan Guru     Alokasi waktu (menit) Guru memberi salam kepada 15 peserta didik (perkenalan) Peserta didik berdoa bersama Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru menyampaikan tujuan

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Kegiatan Inti Penutup Rincian Kegiatan Guru Alokasi waktu (menit) pembelajaran  Guru menyampaikan secara garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik  Guru menjelaskan tujuan pemberian pretest  Peserta didik mempersiapkan diri untuk pretest  Peserta didik mengerjakan soal 55 pretest  Peserta didik mengamati video tentang gerak lurus “Roller Coaster”.  Peserta didik mengemukakan pendapat ketika guru menanya tentang video yang baru di putar.  Guru menanyakan kembali, apakah ada hubungan soal pretest dengan video tersebut? Apa itu gerak lurus? Dsb.  Peserta didik berkumpul bersama kelompok yang sudah dibagi  Peserta didik mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru  Peserta didik setiap kelompok mengutarakan hasil diskusi tentang gerak, pengamatan tentang video dan hubungan dengan soal pretest  Peserta didik yang lain mendengarkan dan menyimak hasil diskusi kelompok  Peserta didik dan guru bersama- sama menyimpulkan hasil diskusi  Guru menjelaskan tentang perpindahan, kecepatan, laju  Peserta didik mendapat 20 kesempatan untuk bertanya

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 Kegiatan Rincian Kegiatan Guru     Alokasi waktu (menit) terkait materi yang belum dipahami Guru melakukan umpan balik dengan bertanya beberapa pertanyaan kepada peserta didik Peserta didik dan guru membuat kesimpulan bersama Peserta didik ditugaskan untuk mempelajari materi selanjutnya Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi salam  Pertemuan kedua (3 kali pertemuan setiap pertemuan 2x45 menit) Kegiatan Pendahuluan Rincian Kegiatan Guru        Inti  Alokasi waktu (menit) Guru memberi salam kepada 10 peserta didik Peserta didik berdoa bersama Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru menyampaikan secara garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik Peserta didik mengemukakan pemahaman terhadap materi yang sebelumnya Guru mengulang sekilas materi sebelumnya sebagai penghantar ke materi selanjutnya Peserta didik diberi 65 pertanyaan apakah yang kamu ketahui tentang gerak lurus?

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Kegiatan Rincian Kegiatan Guru       Penutup    Alokasi waktu (menit) Apakah itu gerak lurus beraturan? Apakah kelajuan rata-rata? Apakah perbedaan GLB dan GLBB? Peserta didik menjawab dengan spontan Peserta didik mendengarkan guru menjelaskan materi kelajuan rata- rata GLB dan GLBB menggunakan power point Peserta didik diberi latihan soal Peserta didik mengerjakan latihan soal dan berdiskusi dengan teman sebangku Peserta didik dan guru membahas latihan soal Peserta didik mendapat 15 kesempatan untuk bertanya terkait materi yang belum dipahami Guru melakukan umpan balik dengan bertanya beberapa pertanyaan kepada peserta didik Peserta didik dan guru membuat kesimpulan bersama Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi salam  Pertemuan kelima (pembelajaran di laboratorium) Kegiatan Pendahuluan Rincian Kegiatan Guru Alokasi waktu (menit)  Guru memberi salam kepada 10 peserta didik (perkenalan)  Peserta didik berdoa bersama  Guru mengecek kehadiran

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 peserta didik  Guru melakukan review materi yang dipelajari secara singkat  Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran pengisisan kuisioner dan posttest  Peserta didik mengisis angket 55  Peserta didik mengerjakan soal posttest  Guru mengucapkan 25 terimakasih atas kerjasama selama penelitian berlangsung  Guru mengakhiri pembelajaran dan memberi salam Inti Penutup H. Penilaian Hasil Belajar No 4. 5. 6. Aspek yang dinilai Hasil belajar Keaktifan Nilai Karakter Instrumen penilaian Tes ( pretest dan posttest) Observasi ( rekaman video) Angket Yogyakarta, Oktober 2018 Mengetahui, Guru fisika SMA Katolik Sang Timur Theresia Sugiati, S.Pd. Peneliti Theresia V Simbolon

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Lampiran 5 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK GERAK LURUS BERATURAN (GLB) A. TUJUAN 1. Menghitung kecepatan troli yang bergerak 2. Menggambarkan grafik hubungan pada suatu gerak lurus beraturan B. ALAT- ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Tticker timer 6. Papan peluncur 2. Sumber tegangan 7. Katrol 3. Kertas perekam 8. Kabel 4. Karbon 9. Penggaris 5. Troli 10. Gunting C. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Rangkailah peralatan seperti pada Gambar 1.

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 2. Hubungkan dengan catu daya (6 volt) dan hidupkan ticker timer dan luncurkan troli, usahakan supaya pita dapat bergerak bebas 3. Potonglah hasil rekaman gerak dengan interval ketukan yang sama, misalkan potongan berisi 10 titil (9 interval) Catatan: Sebelum hasil rekaman dipotong ditandai terlebih dahulu lalu diukur 4. Ulangi percobaan tersebut sebanyak 5 kali 5. Masukkan data pada tabel berikut: Frekuensi = 50 Hz No. Jumlah Titik Xi (m) ti (s) ∆x (m) ∆t (s) Vi = ∆x/∆t 1. 2. 3 dst Tugas 1. Dari data percobaan, hitunglah kecepatan troli! 2. Dari data percobaan gambarkan grafik x vs t, buatlah narasi dan simpulkan grafik tersebut! 3. Apakah kecepatan yang diperoleh selalu sama/konstan ?

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Lampiran 6 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKS) GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) A. Tujuan 1. Mengkonstruksikan perlatan: kereta, ticker timer, papan peluncur, dan kertas perekan, sehingga kereta bisa bergerak semakin cepat 2. Menghitung percepatan troli B. ALAT- ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Tticker timer 7. Katrol 2. Sumber tegangan 8. Kabel 3. Kertas perekam 9. Penggaris 4. Karbon 10. Gunting 5. Troli 6. Papan peluncur

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 C. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Rangkailah peralatan seperti pada Gambar 2. 2. Hidupkan ticker timer dan luncurkan troli 3. Potonglah hasil rekaman gerak dengan interval ketukan yang sama, misalkan potongan berisi 10 interval 4. Tempelkan 5 potongan tadi pada kertas laporan secara berurutan sesuai dengan letak potongan tadi pada rekaman Perlu diketahui:  Tidak perlu dipotong sejak dari awal rekaman  Tidak boleh menghilangkan satu atau lebih interval dalam rekaman  Urutan potongan harus diperhatikan agar urutan tidak tertukar. 5. Ukur panjang masing- masing potongan tadi 6. Masukkan data tersebut pada tabel berikut: Selang waktu 1. 2. 3 dst Panjang potongan (cm) Kecepatan rata-rata tsesaat Percepatan (m/s2)

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 TUGAS 1. Percepatan troli dapat diperoleh dengan cara merata-ratakan percepatan yang dihasilkan pada setiap baris tabel di atas. 2. Gambarkan grafik hubungan

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 Lampiran 7 Soal Pretest 1. Jelaskan pengertian gerak! 2. Jelaskan perbedaan c. perpindahan d. Jarak 3. Jelaskan perbedaan c. Kelajuan d. Kecepatan 4. Sekelompok komunitas sepeda menempuh jarak 60 km. Jarak 36 km pertama ditempuh dalam waktu 2 jam, dan sisanya ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Tentukan kelajuan rata- rata: d. Saat 36 km pertama e. Saat sisa perjalanan f. Seluruh perjalanan. 5. Seorang pengendara yang sedang memacu mobilnya dengan kecepatan tetap 72 km/jam di malam hari secara tiba- tiba melihat isyarat cahaya dari sebuah penghalang yang berada pada 20 m di depannya. Pengendara memerlukan waktu 0,5 s sebelum beraksi menginjak rem yang memberi perlambatan tetap maksimum 12 m/s2. Apakah dengan percepatan 12 m/s2 pengendara mobil menabrak isyarat cahaya? Buktikan dengan perhitungan!

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 6. Sebuah truk menempuh 40 m dalam waktu 8,5 s sembari memperlambat gerakannya sebesar 0,5 m/s2 sehingga kelajuan akhir 2,8 m/s. Tentukan kelajuan awal gerak truk! 7. Dibawah ini merupakan grafik kedudukan terhadap waktu (x vs t). Bagaimana cara membaca grafik ini? 8. Sebuah mobil bergerak sepanjang garis lurus tercatat hubungan v vs t seperti pada gambar. Bacalah grafik v vs t di atas

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 JAWABAN 1. Gerak adalah perubahan atau peralihan posisi, kedudukan atau tempat dari suatu benda atau makhluk hidup dari posisi atau kedudukan awal. 2. a. Perpindahan merupakan perubahan kedudukan suatu benda dalam waktu tertentu. Perpindahan bergantung pada arah sehingga termasuk besaran vektor. Oleh karena itu perpindahan dapat bernilai positif atau bernilai negatif. b.Jarak merupakan panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh suatu benda dalam waktu tertentu. Jarak tidak bergantung pada arah sehingga termasuk besaran skalar. Oleh karena itu jarak selalu bernilai positif. 3. a. Kelajuan merupakan besaran yang tidak tergantung pada arah, kelajuan merupakan besaran skalar. Kelajuan selalu bernilai positif. b.Kecepatan merupakan besaran yang tergantung pada arah, kecepatan merupakan besaran vektor. Bisa dikatakan bahwa kecepatan adalah kelajuan yang memiliki arah. 4. Diketahui : stotal = 60 km Ditanya: S1 = 36 km a. v saat s1= 36 km? S2 = 24 km b. v saat sisa perjalanan? t1 = 2 jam c. vtotal? t2 = 1,5 jam Penyelesaian : a. V saat s1 = 36 km V1 = 𝑠1 𝑡1 V1 = 36 𝑘𝑚 2 𝑗𝑎𝑚 V1 = 18 km/jam

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 b. V2 = V2 = 𝑠2 vtotal = 𝑡2 24 𝑘𝑚 vtotal = 1,5 𝑗𝑎𝑚 V1 = 16 km/ jam 60 𝑘𝑚 (2+1,5 )jam 60 𝑘𝑚 3,5 jam vtotal = 17,14 km/ jam c. vtotal = vtotal = 𝑆 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 t1+t2 𝑆 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 t1+t2 5. Keadan awal: Dik: X0 = 0 V0 = 72 km/jam= 20 m/s keadaan akhir: t= 0,5 s V0 = 20 m/s a= 0 a= 12 m/s2 Penyelesaian: Untuk menghitung jarak yang di tempuh mobil pada detik ke 0,5 s yaitu: GLB’ a= 0 X = vt = 10m Jadi, jarak yang di tempuh mobil pada detik 0,5 s adalah 10 m. Karena jarak dari mobil ke isyrat 20 m dan pada waktu 0,5 s sebelum menginjak rem mobil sudah menempuh jarak 10 m, maka, selisih jarak saat mobil berada o, 5 s ke isyarat cahaya adalah 10 m. Untuk mengetahui apakah mobil berhenti pada jarak 10 m dengan percepatan konstan 12 m/s2 dapat dihitung jarak dengan menggunakan persaman sebagai berikut: Vt2 = V02 + 2a ∆s 0 = (20 m/s)2 - 2. 12 m/s2 ∆s

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 ∆s= 400 m2/s2 : 24 m/s2 = 16,67 m Artinya, dengan percepatan 12 m/s2 pengendara mobil menabrak isyarat cahaya. 6. Diketahui : s = 40 m t = 8,5 s a = - 0,5 m/s2 Ditanya: v0.......? vt = 2,8 m/s Penyelesaian: s = v0t + ½ at2 s = v0 (8,5s) + ½ (-0,5 m/s2)(8,5 s)2 s = (8,5)v0 – 18,0625 (8,5) v0 = 58,0625 v0 = 58,0625 𝑚 8,5 𝑠 v0 = 6,83 m/s kelajuan awal gerak truk 6,83 m/s. 7. Pada saat t= 0 s, jarak yang ditempuh oleh benda x=0, pada saat t= 1s, jarak yang ditempuh oleh benda adalah 2 m, pada saat t= 2 s jarak yang di tempuh oleh benda sebesar 4 m, pada saat t=3 s, jarak yang ditempuh oleh benda= 6m, pada saat t= 4s jarak yang ditempuh oleh benda sebesar 8 m dan pada saat t= 5s jarak yang ditempuh oleh benda adalah 10 m. berdasarkan hal ini dapat kita simpulkan bahwa gerak benda yang diwakili oleh grafik x vs t di

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 atas, bergerak dengan kecepatan tetap 2m/s (Ingat, kecepatan adalah jarak dibagi waktu). 8. Mobil dalam keadaan diam pada detik 0, kemudian mobil bergerak dan mengalami percepatan tetap dengan kecepatan berubah dari 0 m/s sampai 2 m/s. Pada detik ke 3 Mobil kemudian bergerak dengan kecepatan konstan 2 m/s, sampai pada detik ke 5. Mobil kemudian mengalami perlambatan hingga 0 m/s ( berhenti) pada detik 6. Kemudian mobil kembali bergerak namun berlawanan arah serta mengalami percepatan tetap hingga detik ke 7 kecepatannya mencapai -2 m/s. Lalu, dengan kecepatan konstan yaitu 2 m/s mobil bergerak hingga detik ke 8 s.

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Lampiran 8 Soal Posttest 1. Jelaskan pengertian gerak! 2. Jelaskan perbedaan a. Kelajuan b. Kecepatan 3. Jelaskan perbedaan a. perpindahan b. Jarak 4. Sebuah truk menempuh 40 m dalam waktu 8,5 s sembari memperlambat gerakannya sebesar 0,5 m/s2 sehingga kelajuan akhir 2,8 m/s. Tentukan kelajuan awal gerak truk! 5. Seorang pengendara yang sedang memacu mobilnya dengan kecepatan tetap 72 km/jam di malam hari secara tiba- tiba melihat isyarat cahaya dari sebuah penghalang yang berada pada 20 m di depannya. Pengendara memerlukan waktu 0,5 s sebelum beraksi menginjak rem yang memberi perlambatan tetap maksimum 12 m/s2. Apakah dengan percepatan 12 m/s2 pengendara mobil menabrak isyarat cahaya? Buktikan dengan perhitungan! 6. Sekelompok komunitas sepeda menempuh jarak 60 km. Jarak 36 km pertama ditempuh dalam waktu 2 jam, dan sisanya ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Tentukan kelajuan rata- rata: a. Saat 36 km pertama b. Saat sisa perjalanan

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 c. Seluruh perjalanan. 7. Perhatikan grafik posisi terhadap waktu dari seorang anak yang sedang berjalan di bawah ini! Buatlah narasi dari pergerakan anak tersebut! 8. Dibawah ini merupakan grafik kedudukan terhadap waktu (x vs t). Bagaimana cara membaca grafik ini?

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 JAWABAN 1. Gerak adalah perubahan atau peralihan posisi, kedudukan atau tempat dari suatu benda atau makhluk hidup dari posisi atau kedudukan awal. 2. a. Kelajuan merupakan besaran yang tidak tergantung pada arah, kelajuan merupakan besaran skalar. Kelajuan selalu bernilai positif. b.Kecepatan merupakan besaran yang tergantung pada arah, kecepatan merupakan besaran vektor. Bisa dikatakan bahwa kecepatan adalah kelajuan yang memiliki arah. 3. a. Perpindahan merupakan perubahan kedudukan suatu benda dalam waktu tertentu. Perpindahan bergantung pada arah sehingga termasuk besaran vektor. Oleh karena itu perpindahan dapat bernilai positif atau bernilai negatif. b.Jarak merupakan panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh suatu benda dalam waktu tertentu. Jarak tidak bergantung pada arah sehingga termasuk besaran skalar. Oleh karena itu jarak selalu bernilai positif. 4. Diketahui : s = 40 m t = 8,5 s vt = 2,8 m/s Penyelesaian: s = v0t + ½ at2 s = v0 (8,5s) + ½ (-0,5 m/s2)(8,5 s)2 s = (8,5)v0 – 18,0625 (8,5) v0 = 58,0625 a = - 0,5 m/s2 Ditanya: v0.......?

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 v0 = 58,0625 m 8,5 s v0 = 6,83 m/s kelajuan awal gerak truk 6,83 m/s. 5. Keadan awal: X0 = 0 Dik: keadaan akhir: V0 = 72 km/jam= 20 m/s V0 = 20 m/s t= 0,5 s a= 12 m/s2 a= 0 Penyelesaian: Untuk menghitung jarak yang di tempuh mobil pada detik ke 0,5 s yaitu: GLB’ a= 0 X = vt = 10m Jadi, jarak yang di tempuh mobil pada detik 0,5 s adalah 10 m. Karena jarak dari mobil ke isyrat 20 m dan pada waktu 0,5 s sebelum menginjak rem mobil sudah menempuh jarak 10 m, maka, selisih jarak saat mobil berada o, 5 s ke isyarat cahaya adalah 10 m. Untuk mengetahui apakah mobil berhenti pada jarak 10 m dengan percepatan konstan 12 m/s2 dapat dihitung jarak dengan menggunakan persaman sebagai berikut: Vt2 = V02 + 2a ∆s 0 = (20 m/s)2 - 2. 12 m/s2 ∆s ∆s= 400 m2/s2 : 24 m/s2 = 16,67 m Artinya, dengan percepatan 12 m/s2 pengendara mobil menabrak isyarat cahaya.

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 6. Diketahui : t2 = 1,5 jam Ditanya: stotal = 60 km S1 = 36 km a. v saat s1= 36 km? S2 = 24 km b. v saat sisa perjalanan? t1 = 2 jam c. vtotal? Penyelesaian : a. V saat s1 = 36 km V1 = V1 = s1 t1 36 km 2 jam V1 = 18 km/jam V1 = 16 km/ jam c. vtotal = vtotal = vtotal = b. V2 = V2 = s2 t2 24 km 1,5 jam vtotal = S total t1+t2 S total t1+t2 60 km (2+1,5 )jam 60 km 3,5 jam vtotal = 17,14 km/ jam 7. Pada detik ke 5 posisi anak berada 5 m dari tempat semula. Saat t= 5 s sampai t= 15 s, anak berhenti sehingga tetap berada 5 m dari tempat semula. Saat anak berada 15 m dari tempat semula. Saat t= 20 s sampai t = 27 s, anak berhenti tetap berada 15 m dari tempat semula. Saat t= 27 s anak berbalik dan pada t = 30 s, berada di posisi 5 m dari tempat semula. Saat t = 30 s sampai t = 40 s, anak berhenti. Saat t = 40 s sampi anak berbalik dan kembali ke tempat semula pada t = 45 s. 8. Pada saat t= 0 s, jarak yang ditempuh oleh benda x=0, pada saat t= 1s, jarak yang ditempuh oleh benda adalah 2 m, pada saat t= 2 s jarak yang di tempuh

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 oleh benda sebesar 4 m, pada saat t=3 s, jarak yang ditempuh oleh benda= 6m, pada saat t= 4s jarak yang ditempuh oleh benda sebesar 8 m dan pada saat t= 5s jarak yang ditempuh oleh benda adalah 10 m. berdasarkan hal ini dapat kita simpulkan bahwa gerak benda yang diwakili oleh grafik x vs t di atas, bergerak dengan kecepatan tetap 2m/s (Ingat, kecepatan adalah jarak dibagi waktu).

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 Lampiran 9 Nama LEMBAR KUISIONER NILAI KARAKTER : No. Absen / Kelas : Berilah tanda () pada salah satu jawaban yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Keterangan: Selalu =S Sering Kali = SK Jarang =J Tidak Pernah = TP Nilai No Pernyataan Karakter Kerjasama 1. Saya bekerja dengan anggota kelompok, mau terlibat penuh, aktif dalam kelompok 2. Saya mampu berkomunikasi dengan anggota kelompok 3. Saya bersikap saling bergantung/ saling membutuhkan 4. Saya rela berbagi dalam segala hal S SK J TP

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 Nilai No Pernyataan S Karakter 5. Saya mempunyai sikap mau bekerja secara sistematis dan metodis Tanggung 6. Berhati- hati memakai alat Jawab 7. Saya melakukan percobaan dengan prosedur sesuai percobaan yang ada 8. Saya mengembalikan alat-alat yang dipakai untuk percobaan ketempat semula dalam keadaan rapi dan bersih 9. Saya menerima resiko dari tindakan yang saya lakukan 10. Saya selalu mengkaji, menelaah, dan berpikir sebelum bertindak Jujur 11. Saya tidak menyontek, menipu, atau mencuri hasil percobaan kelompok lain 12. Saya berani mengakui kesalahan 13. Saya menuliskan eksperimen berdasarkan laporan kerja SK J TP

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 Nilai No Pernyataan S Karakter sendiri dan sesuai dengan hasil percobaan 14. Saya tidak menggunakan barang orang lain tanpa izin 15. Saya mengatakan yang sebanarnya dengan ketulusan Toleransi 16. Saya terbuka terhadap berbagai pendapat orang 17. Saya menerima pandangan baru 18. Tidak membedakan teman 19. Saya berpartisipasi dan mendengarkan dengan baik 20. Saya mempunyai keinginan kuat untuk belajar dari orang lain Disiplin 21. Saya datang tepat waktu 22. Saya teliti dan sistematis dalam melakukan percobaan 23. Saya mengumpulkan mengerjakan/ tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan 24. Saya menggunakan alat sesuai SK J TP

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Nilai No Pernyataan Karakter dengan maksud dan tujuan 25. Saya mengikuti kaidah berbahasa tulis yang baik dan benar S SK J TP

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 Lampiran 10 LEMBARAN VALIDITAS SOAL DAN JAWABAN

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 Lampiran 11 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK A. Pelaksanaan di kelas Eksperimen Kelas X-MIPA A 1) Selasa, 30 Oktober 2018 Gambar 4.1 Peserta didik mengerjakan soal pretest Gambar 4.2 Situasi Kelas Ketika selesai mengerjakan pretest 2) 31 Oktober 2018 Gambar 4.3 Penjelasan LKS Gambar 4.4 Peserta didik melakukan eksperimen 3) 6 November 2018. Gambar 4.5 Kegiatan Praktikum GLBB Gambar 4.6 Peserta didik mengerjakan tugas dengan kelompok

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 Lampiran 12 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK 4) 07 November 2018 Gambar 4.7 Peserta didik mendengarkan kelompok sedang memaparkan hasil diskusi Gambar 4.8 Peserta didik mengerjakan latihan soal 5) 13 November 2018 Gambar 4.9 Peserta didik mengerjakan posttest Gambar 4.10 Foto bersama setelah pembelajar dan pamitan B. Pelaksanaan di kelas Eksperimen Kelas X-MIPA B 1) 30 Oktober 2018 Gambar 4.11 Perkenalan peneliti Gambar 4.12 Peserta didik mengerjakan soal pretest dan mengisi kuesioner

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 Lampiran 13 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK 2) 31 Oktober 2018 Gambar 4.15 Peseta didik berdiskusi Gambar 4.16 Peserta didik melakukan eksperimen GLBB 3) 06 November 2018 Gambar 4.17 Keadaan kelas melakukan eksperimen Gambar 4.18 Kelompok eksperimen 4) 07 November 2018 Gambar 4.19 Peserta didik menganggapi Gambar 4.20 Peserta didik mengerjakan soal latihan

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 Lampiran 14 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK 5) 13 November 2018 Gambar 4.22 Foto bersama peserta didik dan pamitan Gambar 4.22 Foto bersama peserta didik dan pamitan C. Pelaksanaan di kelas Kontrol 1) 30 Oktober 2018 Gambar 4.23 Perkenalan dan penyampain tujuan peneliti sebelum pretest Gambar 4.24 Peserta didik mengerjakan soal pretest 2) 31 Oktober 2018 Gambar 4.25 Penjelasan Materi Gambar 4.26 Peserta didik mengerjakan latihan soal

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 Lampiran 15 FOTO KEGIATAN PESERTA DIDIK 3) 06 November 2018 Gambar 4.27 Peserta didik mengerjakan soal latihan Gambar 4.28 Peserta didik bertanya 4) 07 November 2018 Gambar 4.29 Peserta didik mencatat penjelasan Gambar 4.30 Peserta didik mengerjakan soal latihan 5) 13 November 2018 Gambar 4.31 Peserta didik mengerjakan soal posttest Gambar 4.32 Foto bersama dan pamitan

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 Lampiran 16 LEMBARAN HASIL PRETEST KELAS EKSPERIMEN

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208 Lampiran 17 LEMBARAN HASIL PRETEST KELAS KONTROL

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 Lampiran 18 LEMBARAN HASIL POSTTEST KELAS EKSPERIMEN

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221 Lampiran 19 HASIL LEMBARAN KUISIONER KARAKTER

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227 Lampiran 20 HASIL KATEGORI Keterangan: S = SKOR K = KATEGORI 1. Nilai Karakter Awal Kelas Eksperimen NILAI KARAKTER AWAL KELAS EKSPERIMEN KODE SISWA KERJASAMA TANGGUNG JAWAB JUJUR TOLERANSI DISIPLIN S K S K S K S K S K 1 16 tinggi 17 sangat tinggi 15 sangat tinggi 17 tinggi 17 sangat tinggi 2 13 tinggi 15 tinggi 16 tinggi 14 tinggi 16 tinggi 3 13 tinggi 13 tinggi 17 16 tinggi 17 4 14 tinggi 15 tinggi 17 17 sangat tinggi 17 5 16 tinggi 19 sangat tinggi 17 16 tinggi 16 tinggi 6 16 tinggi 16 tinggi 16 tinggi 18 16 tinggi 7 18 16 tinggi 18 8 17 16 tinggi 17 9 15 tinggi 15 tinggi 16 tinggi 14 tinggi 15 tinggi 10 12 rendah 17 sangat tinggi 16 tinggi 16 tinggi 14 tinggi 11 14 tinggi 15 tinggi 12 rendah 16 tinggi 12 rendah 12 12 rendah 14 tinggi 12 rendah 14 tinggi 14 tinggi 13 15 tinggi 17 16 tinggi 17 14 19 sangat tinggi 18 15 16 tinggi 16 16 15 tinggi 18 17 17 sangat tinggi 18 18 16 tinggi 15 19 17 sangat 18 sangat tinggi sangat tinggi 19 20 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi 17 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 18 17 10 rendah 18 18 sangat tinggi 20 16 tinggi 16 tinggi 19 tinggi 16 tinggi 19 sangat tinggi 20 sangat 17 sangat 17 sangat 18 sangat tinggi sangat tinggi 17 17 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 NILAI KARAKTER AWAL KELAS EKSPERIMEN KODE SISWA KERJASAMA S K TANGGUNG JAWAB S tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 16 tinggi 18 14 tinggi 16 16 tinggi 18 21 17 22 15 23 17 24 18 25 18 26 13 tinggi 18 27 14 tinggi 13 28 17 sangat tinggi 29 12 30 20 19 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi K TOLERANSI S tinggi 20 20 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi S tinggi 20 tinggi K JUJUR 19 18 sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi K DISIPLIN S tinggi K tinggi 18 sangat tinggi 19 sangat tinggi 16 tinggi 15 tinggi 16 tinggi 15 tinggi 16 tinggi 16 tinggi 17 sangat tinggi 16 tinggi 19 20 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 15 tinggi 15 tinggi 18 tinggi 16 tinggi 17 sangat tinggi 17 20 sangat tinggi 17 sangat tinggi 16 tinggi 16 tinggi rendah 13 tinggi 14 tinggi 15 tinggi 14 tinggi 15 tinggi 16 tinggi 18 15 tinggi 16 tinggi 31 18 sangat tinggi 18 16 tinggi 18 32 16 tinggi 19 18 sangat tinggi 17 33 14 tinggi 16 tinggi 19 16 tinggi 19 34 15 tinggi 17 sangat tinggi 18 18 sangat tinggi 17 35 17 sangat tinggi 15 tinggi 16 tinggi 16 tinggi 16 tinggi 36 14 tinggi 17 18 sangat tinggi 12 rendah 14 tinggi 37 15 tinggi 17 15 tinggi 15 tinggi 17 sangat tinggi 38 16 tinggi 18 11 rendah 0 FALSE 39 18 sangat tinggi 16 tinggi 18 16 tinggi 18 40 15 tinggi 17 sangat tinggi 17 16 tinggi 17 41 15 tinggi 17 sangat tinggi 17 sangat tinggi 15 tinggi 15 tinggi 42 15 tinggi 18 sangat tinggi 16 tinggi 15 tinggi 16 tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 17 17 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229 NILAI KARAKTER AWAL KELAS EKSPERIMEN KODE SISWA KERJASAMA S K sangat tinggi sangat tinggi TANGGUNG JAWAB S K sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi JUJUR S 43 17 44 18 45 16 46 17 47 17 48 16 tinggi 16 tinggi 17 49 17 sangat tinggi 18 sangat tinggi 18 50 13 tinggi 16 tinggi 15 51 12 rendah 14 tinggi 52 17 16 tinggi 53 19 54 12 rendah 12 55 17 sangat tinggi 20 56 15 tinggi 18 57 13 tinggi 12 58 16 tinggi 18 tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 17 17 17 17 17 18 sangat tinggi renda h sangat tinggi sangat tinggi renda h sangat tinggi 18 18 16 K sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi TOLERANSI S 18 18 20 K sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi DISIPLIN S K 15 tinggi 17 19 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 16 tinggi 19 17 sangat tinggi 15 16 tinggi 17 19 sangat tinggi 18 tinggi 15 tinggi 15 tinggi 15 tinggi 11 rendah 14 tinggi 16 tinggi 19 18 18 18 18 19 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 20 sangat tinggi sangat tinggi 18 17 15 tinggi 13 17 sangat tinggi 17 16 tinggi 18 16 tinggi 18 18 sangat tinggi 17 sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi 2 FALSE 16 tinggi Mean 15,638 16,690 16,672 16,483 16 Standar Deviasi 1,962 1,993 1,721 1,967 3,293

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230 2. Nilai Karakter Akhir Kelas Eksperimen NILAI KARAKTER AKHIR KELAS EKSPERIMEN KODE SISWA KERJASAMA TANGGUNG JAWAB K S 1 17 sangat tinggi 18 2 15 tinggi 18 3 16 tinggi 16 4 20 5 17 6 18 7 18 8 19 9 15 tinggi 15 tinggi 17 10 15 tinggi 18 sangat tinggi 18 11 15 tinggi 16 tinggi 14 tinggi 18 12 14 tinggi 17 16 tinggi 18 13 18 14 20 15 19 16 18 17 15 18 18 19 19 20 18 21 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 19 20 17 20 20 19 19 19 19 18 19 20 20 18 sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi S 17 17 17 18 19 18 17 19 19 20 15 20 18 18 19 20 19 K TOLERANSI S sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi K JUJUR sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi DISIPLIN S K S 18 sangat tinggi 18 15 tinggi 18 17 19 18 20 19 19 17 19 20 20 20 19 16 20 19 20 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 19 16 19 20 18 18 17 17 18 19 18 19 20 20 19 17 19 18 K sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 17 sangat tinggi 17 16 tinggi 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 23 18 24 19 25 20 26 13 tinggi 19 27 16 tinggi 17 28 18 sangat tinggi 20 29 14 tinggi 17 30 16 tinggi 18 31 18 sangat tinggi 18 32 16 tinggi 19 33 16 tinggi 20 34 19 35 18 36 17 37 17 38 19 39 20 40 18 41 18 sangat tinggi 17 sangat tinggi 18 sangat tinggi 18 sangat tinggi 18 sangat tinggi 42 17 sangat tinggi 19 sangat tinggi 18 sangat tinggi 17 sangat tinggi 18 sangat tinggi 43 20 14 tinggi 44 18 45 19 46 17 47 17 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 19 19 18 18 17 18 19 18 18 19 18 19 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 19 18 17 18 19 16 18 18 20 20 20 17 18 17 19 20 19 18 20 18 20 17 tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 20 20 18 19 18 17 18 18 20 19 20 17 16 17 19 20 17 20 19 20 18 18 tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 17 20 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 22 18 19 18 17 18 19 16 18 18 19 19 19 18 17 19 16 20 17 18 19 20 17 tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232 48 18 49 19 50 18 51 16 52 18 53 19 54 15 55 18 56 18 57 20 58 17 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 19 19 17 18 18 19 19 20 19 18 19 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 17 19 18 18 18 20 19 20 19 19 19 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 19 18 14 tinggi sangat tinggi sangat tinggi 19 20 15 tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 19 18 20 19 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 19 18 16 tinggi 14 tinggi 19 sangat tinggi 16 tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 20 18 18 18 Mean 17,474 18,351 18,228 18,386 18,035 Standar Deviasi 1,691 1,1725 1,323 1,424 1,322 3. Nilai Karakter Awal Kelas Kontrol NILAI KARAKTER AWAL KELAS KONTROL KODE SISWA KERJASAMA TANGGUNG JAWAB JUJUR TOLERANSI DISIPLIN S K S K S K S K S K 1 15 tinggi 17 sangat tinggi 16 tinggi 15 tinggi 16 tinggi 2 15 tinggi 16 tinggi 15 tinggi 15 tinggi 15 tinggi 3 15 tinggi 16 tinggi 16 tinggi 17 16 tinggi 4 17 sangat tinggi 18 16 tinggi 17 17 sangat tinggi 5 13 tinggi 17 tinggi 6 18 7 17 8 16 sangat tinggi sangat tinggi tinggi 16 17 17 sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 17 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 15 tinggi 15 16 tinggi 17 16 tinggi 16 tinggi 18 15 tinggi 16 tinggi 17 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233 NILAI KARAKTER AWAL KELAS KONTROL KODE SISWA KERJASAMA TANGGUNG JAWAB JUJUR TOLERANSI DISIPLIN S K S K S K S K S K 9 15 tinggi 15 tinggi 10 rendah 13 tinggi 13 tinggi 10 17 sangat tinggi 15 tinggi 17 sangat tinggi 16 tinggi 14 tinggi 11 16 tinggi 15 tinggi 16 tinggi 17 15 tinggi 12 16 tinggi 16 tinggi 18 sangat tinggi 18 15 tinggi 13 12 rendah 13 tinggi 14 tinggi 16 tinggi 17 sangat tinggi 14 15 tinggi 16 tinggi 17 sangat tinggi 15 tinggi 16 tinggi 15 14 tinggi 14 tinggi 15 tinggi 12 rendah 15 tinggi 16 16 tinggi 16 tinggi 17 17 sangat tinggi 16 tinggi 17 16 tinggi 16 tinggi 17 15 tinggi 17 sangat tinggi 18 17 sangat tinggi 18 sangat tinggi 18 15 tinggi 15 tinggi 19 15 tinggi 16 tinggi 16 tinggi 17 sangat tinggi 17 sangat tinggi 20 13 tinggi 16 tinggi 14 tinggi 13 tinggi 13 tinggi 21 15 tinggi 15 tinggi 16 tinggi 18 15 tinggi 22 16 tinggi 13 tinggi 15 tinggi 17 13 tinggi 23 14 tinggi 19 sangat tinggi 16 tinggi 16 tinggi 13 tinggi 24 12 rendah 15 tinggi 17 13 tinggi 16 tinggi 25 18 sangat tinggi 17 17 sangat tinggi 17 sangat tinggi 26 15 tinggi 17 15 tinggi 16 tinggi 27 15 tinggi 17 17 sangat tinggi 15 tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 17 18 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi Mean 15,296 16,037 16,111 15,703 15,518 Standar Deviasi 1,5888 1,400 1,694 1,564 1,424

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234 4. Nilai Karakter Akhir Kelas Kontrol NILAI KARAKTER AKHIR KELAS KONTROL KODE SISWA KERJASAMA TANGGUNG JAWAB S K S 1 15 tinggi 19 2 19 sangat tinggi 18 3 16 tinggi 18 4 18 sangat tinggi 19 5 14 tinggi 19 6 18 7 18 8 19 9 16 10 18 11 18 12 18 13 19 14 18 15 17 16 18 17 18 18 18 19 17 20 18 21 18 22 16 tinggi 15 tinggi 18 23 16 tinggi 19 sangat 17 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 17 19 17 18 18 17 18 19 18 18 18 19 19 17 18 K JUJUR sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi S 17 17 17 19 18 19 18 19 16 19 19 19 18 18 17 20 16 19 18 17 18 K sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat TOLERANSI DISIPLIN S K S 15 tinggi 18 17 19 18 15 18 18 17 16 18 19 20 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 17 18 17 16 19 18 17 17 16 17 18 18 K sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 16 tinggi 17 16 tinggi 15 18 sangat tinggi 18 15 tinggi 19 16 tinggi 16 tinggi 20 sangat tinggi 16 tinggi 17 sangat tinggi 16 tinggi 15 tinggi 19 18 20 17 17 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235 tinggi 24 16 25 18 26 18 27 17 tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 19 19 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi 19 18 19 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi 19 18 17 18 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi 18 18 17 16 sangat tinggi sangat tinggi sangat tinggi tinggi Mean 17,370 18,111 18,037 17,481 17,185 Standar Deviasi 1,244 0,933 1,0183 1,424 1,210

(254)

Dokumen baru

Download (253 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK PADA POKOK BAHASAN GERAK LURUS KELAS X DI SMAN 1 JABUNG LAMPUNG TIMUR
1
2
80
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK PADA MATERI PROTISTA KELAS X MIPA SMAN 5 PALANGKA RAYA TAHUN PELAJARAN 20162017 SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi dan Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pe
0
0
135
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN LQ-45 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Manajemen
0
0
15
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
PENGARUH METODE PICTORIAL RIDDLE YANG DIMODIFIKASI DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X PADA MATERI GERAK LURUS DI MAN 1 LAMPUNG TENGAH SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar
0
0
80
KEGIATAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 1 SD DENGAN METODE MONTESSORI PADA POKOK BAHASAN MEMBACA DAN MENULIS LAMBANG BILANGAN DENGAN BANTUAN PAPAN SEGUIN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
0
0
146
PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENEMUAN PADA POKOK BAHASAN LENSA TIPIS TERHADAP MINAT, KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR DI KELAS X SMA BOPKRI II YOGYAKARTA Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progra
0
0
98
PENGEMBANGAN SILABUS DAN MATERI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS UNTUK SISWA KELAS X SEMESTER 2 SMA SANG TIMUR YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20082009 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan
0
0
290
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK ISI INFORMASI DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL DAN TEKNIK SKDKK SISWA KELAS X SEMESTER 2 SMA N 6 YOGYAKARTA 20092010 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mempe
0
1
271
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROUND ROBIN BRAINSTORMING PADA MATERI GERAK LURUS DI SMA KATOLIK SANG TIMUR YOGYAKARTA
0
0
88
PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI PENGUKURAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW II PADA SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
191
MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA DENGAN MENERAPKAN METODE PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PADA MATERI PERUBAHAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidi
0
0
221
PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PERSAMAAN KALOR DENGAN PENDEKATAN PROSES MELALUI METODE INQUIRY DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR, KEAKTIFAN DAN MINAT SISWA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
161
Show more