Peranan ekaristi dalam meningkatkan hidup beriman umat kristiani usia 30 tahun ke atas Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas - USD Repository

Gratis

0
0
158
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERANAN EKARISTI DALAM MENINGKATKAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI USIA 30 TAHUN KE ATAS PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Katolik Oleh: Korbinianus Fritz Cahya Nugraha (141124015) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PERANAN EKARISTI DALAM MENINGKATKAN H1DUP BERIMAN UMAT KRISTIANI USIA 30 TAHUN KE ATAS PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS Oleh: Korbinianus Fritz Cahya Nugraha (141124015) • Telah disetujui oleh: Pembimbing II D" FX H:::bl "- Ww=g, SJ, M.Ed ii tanggal 18 Desember 2018

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PERANAN EKARISTI DALAM MENlNGKATKAN H1DUP BERlMAN UMAT KRISTIANI USIA 30 TAHUN KE ATAS PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS Dipersiapkan dan ditulis oleh Korbinianus Fritz Cahya Nugraha NIM: 141124015 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal 10 Januari 20.19 Dan dinyatakan memenuhi syarat SUSUNAN PANITIA PENGUJI Nama Tanda Tangan Ketua : Dr. B. A. Rukiyanto, S1. Sekretaris : Yosen.h Kristianto, SFK., M.Pd. Anggota .1. Drs. FX Heryatno Wono Wulung, Sj., M. .• } r --. 2. P. Banyu Dewa HS, SAg., M.Si. 3. P. Mutiara Andalas, S1., S.S., S.TD. Yogyakarta, 10 Januari 2019 Fakultas Keguruan dan IImu Pendidikan iii • Ed~ ~ ~. . . i~ fJ: L?!i.7.. :.. .. . .. ._ ~<: J q 'II. .h~ V. rJ~

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberkatiku, kedua orang tuaku Bartholomeus Watman dan Maria Septiti Dwi Turingsih, mbakku Dolores Fany Wibrihandiyan, adikku Anna Maria Silvina Pramestimaningtyas yang selalu mendoakan dan menyemangatiku, nongku Fransiska Siki dan sahabat-sahabatku G.A Bayu Panji Narendra, Sirniko, Fx. Adswi Fransibena, Andrianus Heriskurniawan dan seluruh teman-teman angkatan 2014, Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas serta Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah mengisi dinamika perkuliahan lewat ilmu dan pengalaman rohani bagi hidupku. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Jika yang terbaik tidak mungkin, maka yang ada sekarang adalah yang terbaik.” (Korbinianus Fritz Cahya Nugraha) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 10 Januari 2019 Penulis, ~ Korbinianus Fritz Cahya Nugraha vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawab ini, mabasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta: Nama : Korbinianus Fritz Cabya Nugraba NIM : 141124015 Demi pengembangan ilmu pengetabuan penulis memberikan wewenang kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiab penulis yang berjudul: PERANAN EKARISTI DALAM MENINGKATKAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI USIA 30 TAHUN KE ATAS PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian penulis memberikan hak kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di media internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin maupun memberikan royalti kepada penulis selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan penulis buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 10 Januari 2019 Yang menyatakan, ~ Korbinianus Fritz Cahya Nugraha vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Skripsi ini berjudul PERANAN EKARISTI DALAM MENINGKATKAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI USIA 30 TAHUN KE ATAS PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS. Judul ini dipilih berdasarkan situasi yang ada di Paroki Administrasi Santa Maria Assumpta Cawas yang melaksanakan perayaan Ekaristi secara intensif yaitu Ekaristi mingguan, harian, per lingkungan, per wilayah maupun Ekaristi ujub atau permohonan khusus. Dengan kenyataan seperti itu, penulis tertarik untuk mengetahui seberapa besar peran Ekaristi bagi pekembangan hidup beriman mereka. Ekaristi merupakan pusat hidup umat Kristiani. Ekaristi merupakan sumber dan puncak kehidupan umat kristiani. Artinya, Tuhan benar-benar hadir di tengah-tengah umat sehingga mereka dapat mengalami cinta-Nya yang amat besar. Dengan mengikuti Ekaristi secara terus menerus dan menghayatinya secara mendalam, umat diharapkan bisa terlibat aktif dalam Ekaristi dan menemukan karunia Roh Kudus yang mengembangkan hidup beriman mereka dengan cara melakukan kesaksian dalam keluarga dan masyarakat. Persoalan pokok dalam skripsi ini adalah menemukan seberapa besar peran Ekaristi bagi perkembangan hidup beriman umat Kristiani dan usaha apa yang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan penghayatan umat pada Ekaristi. Untuk menjawab persoalan tersebut penulis menggunakan studi pustaka dan penelitian. Studi pustaka yang digunakan adalah mempelajari dan menemukan pokok-pokok Ekaristi dan hidup beriman umat Kristiani. Sedangkan penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data, penulis melakukan wawancara pada 13 responden yang telah dipilih berdasarkan kebutuhan dan kemampuan mereka. Hasil akhir menunjukkan bahwa Ekaristi memiliki peran penting bagi hidup beriman umat Kristiani. Umat sudah mengetahui pokok-pokok Ekaristi dan berkehendak mengembangkan iman mereka. Namun responden masih menemukan ada sebagian umat yang kurang menghayati dan kurang terlibat aktif dalam Ekaristi. Responden berharap agar penghayatan dan keterlibatan umat dapat tercipta secara penuh dan mendalam. Untuk menindaklanjuti hasil penelitian ini, penulis mengusulkan pelaksanaan kegiatan sarasehan Ekaristi sebagai upaya untuk membantu umat lebih menghayati dan terlibat aktif dalam Ekaristi sehingga mampu mewujudkan Kerajaan Allah lewat pelayanan mereka dalam keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, umat diharapkan semakin memahami, menghayati, terlibat aktif dalam Ekaristi sehingga dapat merealisasikan rahmat dari Ekaristi yang diikuti dalam keluarga dan masyarakat. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT The tittle of this thesis is “THE ROLE OF EUCHARIST IN IMPROVING THE FAITHFUL LIFE OF CHRISTIAN AGE 30 YEARS AND OLDER PARISH ADMINISTRATIVE OF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS”. This title is chosen based on the situation in the Parish Administrative of Santa Maria Assumpta Cawas which carries out an intensive Eucharist celebration is the Eucharist weekly, daily, per environment, per region and the Eucharist of ujub or special request. With this fact, the writer are interested in knowing how much the role of Eucharist for development of their faith life. The Eucharist is the center of Christian life. The Eucharist is the source and culmination of the life of Christians. That is, God is truly present in the midst of the people so that they can experience His immense love. By following the Eucharist continuously and living it deeply, people are expected to be actively involved in the Eucharist and find the gift of Holy Spirit that develop their faithful lives by witnessing in their families and communities. The main problems of this thesis is found how much the role of Eucharist in the development of the faithful life of Christian people and what efforts are needed to help increase the appreciation of the people at the Eucharist. To answer this problem the writer uses literature and research. The literature study used is learn and discover the points of the Eucharist and the life of Christianity. While the research used by the writer is qualitative research. To obtain data, the writer interviewed 13 respondents who were selected based on the needs and their abilities. The end result shows that the Eucharist has an important role for the faithful life of Christians. The people already know the points of the Eucharist and want to develop their faith. However, respondents still find that there are some people who are less appreciation and less active in the Eucharist. Respondents hoped that the appreciation and involvement of the people could created to be fully and deeply. To follow up on the results of this research, the writer proposes the implementation of the Eucharistic gathering as an effort to help the people to live more deeply and actively in the Eucharist so that they can realize the Kingdom of God through their service in their families and communities. Through this activity, the people are expected to increasingly understand, appreciate, be actively involved in the Eucharist so that they can realize the grace of Eucharist that are followed in their families and communities. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Yesus Yang Maha Kasih atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul PERANAN EKARISTI DALAM MENINGKATKAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI USIA 30 TAHUN KE ATAS PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Universitas Sanata Dharma. Skripsi ini disusun atas dasar ketertarikan penulis akan seberapa penting peran Ekaristi bagi perkembangan hidup beriman umat di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. Proses penyusunan skripsi ini berjalan dengan baik karena bantuan dan dukungan dari beberapa pihak. Pada kesempatan ini penulis dengan hati penuh syukur mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Drs. F. X. Heryatno Wono Wulung, SJ., M.Ed sebagai dosen pembimbing utama yang selalu memotivasi dan memberikan semangat yang luar biasa. 2. Dr. B. A Rukiyanto, SJ selaku Kaprodi Program Studi Pendidikan Agama Katolik yang memberikan dukungan dan motivasi demi kelancaran penyusunan skripsi ini. 3. P. Banyu Dewa HS, S.Ag., M.Si selaku dosen pembimbing akademik yang senantiasa memotivasi penulis untuk selalu tekun menyelesaikan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. P. Mutiara Andalas, SJ., S.S., S.T.D selaku dosen penguji ketiga yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi dengan motivasi dan doa. 5. Seluruh staf dosen dan karyawan Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik yang di Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Universitas Sanata Dharma yang mendukung penulis dalam dinamika sepanjang masa perkuliahan. 6. Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr selaku pastor paroki yang telah memotivasi dan memberikan kesempatan pada penulis untuk melakukan penelitian di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. 7. Umat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas yang dengan sepenuh hati membantu dan mendukung penulis menyelesaikan skripsi ini. 8. Orang tua Bartholomeus Watrnan dan Maria Septiti Dwi Turingsih yang senantiasa mendoakan dan memberikan semangat pada penulis. 9. Ternan-ternan mahasiswa terkhusus angkatan 2014 yang tumt mendukung dan memotivasi penulis untuk semangat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi 1m memiliki kekurangan-kekurangan. Penulis sadar akan adanya kritik dan saran yang membangun demi pemanfaatan skripsi ini. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat dan terimakasih. Yogyakarta, 10 Januari 2019 Penulis, ~ Korbinianus Fritz Cahya Nugraha xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... iv MOTTO .......................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................... vi LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ...................................................... vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT ...................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ........................................................................................... xviii DAFTAR SINGKATAN ................................................................................ xix BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................ 4 C. Tujuan Penulisan .............................................................................. 4 D. Manfaat Penulisan ............................................................................ 4 E. Metode Penulisan ............................................................................. 5 F. Sistematika Penulisan ...................................................................... 5 BAB II. POKOK-POKOK EKARISTI DAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI PADA UMUMNYA ..................................................... 8 A. Pokok-pokok Ekaristi ....................................................................... 9 1. Hakikat Ekaristi ........................................................................... 9 2. Sejarah Singkat Ekaristi ............................................................... 14 3. Ekaristi dalam Ajaran para Bapa Gereja ..................................... 16 a. St. Ignatius dari Antiokia ........................................................ 16 b. St. Yustinus Martir ................................................................. 16 c. St. Irenaeus ............................................................................. 17 d. St. Cyril dari Yerusalem ......................................................... 17 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. St. Augustinus ........................................................................ 17 4. Dimensi Kristologis Ekaristi ....................................................... 18 a. Kurban Kristus ....................................................................... 18 b. Pengenangan (anamnese) akan Kristus .................................. 19 c. Sakramen Tanda Keselamatan Kristus................................... 19 d. Perjamuan Kristus .................................................................. 20 B. Hidup Beriman Umat Kristiani ......................................................... 20 1. Hakikat Iman ............................................................................... 20 2. Ciri dan Isi Iman ......................................................................... 24 a. Iman adalah Rahmat .............................................................. 24 b. Iman adalah Kegiatan Manusiawi ......................................... 25 c. Iman itu Pasti dan Berusaha untuk Mengerti ........................ 25 3. Segi-segi Iman (Groome) ........................................................... 26 a. Head (Kognitif) ..................................................................... 26 b. Heart (Afektif) ...................................................................... 27 c. Hand (Praktis) ....................................................................... 27 C. Kenyataan Ekaristi dalam Hidup Beriman Umat Kristiani ............... 28 1. 2. 3. Keprihatinan dalam Ekaristi ...................................................... 28 a. Datang Terlambat tetapi Pulang Cepat ................................. 28 b. Persoalan Mengenai Pakaian ................................................ 29 c. Berisik dan Mengobrol .......................................................... 29 d. Hand Phone yang Berbunyi .................................................. 30 e. Anak-anak Ribut ................................................................... 30 Buah Ekaristi yang Sesungguhnya ............................................. 33 a. Sebagai Pengingat akan Karya Penyelamatan Allah ............ 36 b. Bersatu dengan Kristus ......................................................... 36 c. Kesatuan Jemaat dalam Tubuh Kristus ................................. 37 Substansi Ekaristi dalam Hidup Beriman ................................... 37 BAB III. GAMBARAN UMUM PERAYAAN EKARISTI DI PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS DALAM MENGEMBANGKAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI .. 42 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Gambaran Pelaksanaan Ekaristi di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas ............................................................................... 42 1. Profil Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas........ a. Letak Geografis Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas .................................................................................... b. Visi dan Misi Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas .................................................................................... 1) Visi Paroki ......................................................................... 2) Misi Paroki ....................................................................... c. Sejarah Singkat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas .................................................................................... 2. Perkembangan Kenyataan Pelaksanaan Ekaristi di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas Hingga Sekarang . 42 42 43 43 44 44 45 B. Metodologi Penelitian Peranan Ekaristi dalam Mengembangkan Hidup Beriman Umat Kristiani Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas ................................................................................................ 47 1. Latar Belakang Penelitian ........................................................... 47 2. Tujuan Penelitian ....................................................................... 48 3. Jenis Penelitian ........................................................................... 49 4. Desain Penelitian ........................................................................ 50 5. Instrumen Penelitian.................................................................... 50 6. Responden ................................................................................... 51 7. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................... 52 8. Variabel Penelitian ...................................................................... 52 9. Kisi-kisi Penelitian ...................................................................... 52 Tabel 1 Kisi-kisi Penelitian 10. Teknik Pengolahan Data ............................................................. 53 C. Laporan Hasil Penelitian Peranan Ekaristi dalam Mengembangkan Hidup Beriman Umat Kristiani Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas ............................................................................... 54 1. Pemahaman Umat tentang Ekaristi ............................................. 54 a. Pemahaman Ekaristi .............................................................. 55 b. Makna Ekaristi ...................................................................... 56 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Dampak Positif Ekaristi bagi Hidup Beriman ............................. 57 a. Mengalami Pengalaman Iman melalui Ekaristi .................... 57 b. Ekaristi yang Memperkembangkan Hidup Beriman ............. 58 3. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Ekaristi.................... 59 a. Faktor Pendukung ................................................................. 59 b. Keterlibatan Aktif dalam Ekaristi ......................................... 60 c. Faktor Penghambat................................................................ 62 4. Keprihatinan dan Harapan Ekaristi dalam Hidup Beriman......... 63 a. Keprihatinan dalam Ekaristi ................................................ 64 b. Harapan akan perkembangan hidup beriman melalui Ekaristi ................................................................................. Harapan untuk Ekaristi ........................................................ 65 66 c. D. Pembahasan Hasil Penelitian Peranan Ekaristi dalam Mengembangkan Hidup Beriman Umat Kristiani Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas ............................................................................... 68 1. Pemahaman Umat tentang Ekaristi ............................................. 69 a. Pemahaman Ekaristi .............................................................. 69 b. Makna Ekaristi ...................................................................... 70 2. Dampak Positif Ekaristi bagi Hidup Beriman ............................. 70 a. Mengalami Pengalaman Iman melalui Ekaristi .................... 70 b. Ekaristi yang Memperkembangkan Hidup Beriman ............. 71 3. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Ekaristi.................... 72 a. Faktor Pendukung ................................................................. 72 b. Keterlibatan Aktif dalam Ekaristi ......................................... 73 c. Faktor Penghambat................................................................ 74 4. Keprihatinan dan Harapan Ekaristi dalam Hidup Beriman......... 75 a. Keprihatinan dalam Ekaristi ................................................ 75 b. Harapan akan perkembangan hidup beriman melalui Ekaristi ................................................................................. 76 Harapan untuk Ekaristi ........................................................ 77 E. Kesimpulan Penelitian ...................................................................... 78 F. Hal-hal yang Mendukung dan Menghambat Penelitian .................... 80 c. xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Faktor pendukung saat Melaksanakan Penelitian ......................... 80 a. Tanggapan baik Pastor Paroki ............................................... 81 b. Umat sebagai Responden ...................................................... 81 c. Cuaca yang mendukung ........................................................ 81 2. Faktor penghambat saat Melaksanakan Penelitian........................ 82 a. Waktu Pelaksanaan Wawancara dengan Responden ............ 82 b. Jarak ke Lokasi Penelitian..................................................... 82 c. Responden yang Pasif ........................................................... 82 BAB IV. UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN EKARISTI DEMI TERWUJUDNYA PENGHAYATAN UMAT KRISTIANI PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS ............................................................................................ 83 A. Latar Belakang Pemilihan Usulan Kegiatan ..................................... 83 B. Tujuan Kegiatan ................................................................................ 85 C. Usulan Tema dan Penjelasannya ....................................................... 85 1. Tema Umum ............................................................................... 86 2. Tujuan Tema ............................................................................... 86 3. Sub Tema per Sarasehan ............................................................. 86 4. Peserta ......................................................................................... 88 5. Tempat dan Waktu ...................................................................... 88 D. Matriks Usulan Kegiatan Sarasehan Ekaristi .................................... 89 Tabel 2 Matriks Usulan Kegiatan Sarasehan Ekaristi E. Satuan Pertemuan Sarasehan I .......................................................... 93 BAB V. PENUTUP .......................................................................................... 101 A. Kesimpulan ....................................................................................... 101 B. Saran .................................................................................................. 102 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 105 LAMPIRAN .................................................................................................... Lampiran 1 : Surat Izin Penelitian ................................................ (1) Lampiran 2 : Surat Keterangan Selesai Penelitian ........................ (2) Lampiran 3 : Daftar Pertanyaan Wawancara ................................. (3) xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 : Hasil Transkip Wawancara ..................................... (4) Lampiran 5 : Jumlah Umat ............................................................ (5) Lampiran 6 : Daftar Hadir ............................................................ (6) xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1: Kisi-kisi Penelitian ............................................................................. 51 Tabel 2: Matriks Usulan Kegiatan Sarasehan Ekaristi ..................................... 88 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR SINGKATAN A. Singkatan Kitab Suci Seluruh singkatan Kitab Suci dalam skripsi ini mengikut Alkitab Deuterokanonika © LAI 1976. (Alkitab yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam terjemahan baru, yang diselenggarakan oleh Lembaga Alkitab Indonesia, ditambah dengan Kitab-kitab Deuterokanonika yang diselenggarakan oleh Lembaga Biblika Indonesia. Terjemahan diterima dan diakui oleh Konferensi Wali Gereja Indonesia). Jakarta: LAI, 2009. Luk : Lukas Mrk : Markus Mat : Matius Yoh : Yohanes 1 Kor : 1 Korintus 2 Kor : 2 Korintus Rm : Roma Ibr : Ibrani Yak : Yakobus Mzm : Mazmur Ef : Efesus Gal : Galatia xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Singkatan Dokumen Resmi Gereja EE : Ecclesia de Eucharistia Surat Ensiklik Paus Yohanes Pulus II kepada para uskup, imam dan diakon, penyandang hidup bakti, pria dan perempuan dan segenap para beriman tentang Ekaristi dan hubungannya dengan Gereja tanggal 17 April 2003 SC : Sacrosanctum Concilium Konstitusi Konsili Vatikan II tentang Liturgi Suci tanggal 4 Desember 1963. LG : Lumen Gentium Konstitusi Dogmatik Konsili Vatikan II tentang Gereja tanggal 21 November 1964. KHK : Kitab Hukum Kanonik (Codex Iurs Canonici), diundangkan oleh Paus Yohanes Paulus II tanggal 25 Januari 1983. KGK : Katekismus Gereja Katolik edisi Indonesia, diterjemahkan oleh Herman Embuiru berdasarkan edisi Jerman tahun 1995 C. Singkatan lain OMK : Orang Muda Katolik Kan : Kanon Art : Artikel xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HP : Hand Phone SMS : Short Message Service KomLit KAS : Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang Komsos KAS : Komisi Sosial Keuskupan Agung Semarang RU : Responden Umat RP : Responden Pastor RT/RW : Rukun Tetangga/Rukun Warga xxi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Iman merupakan tanggapan manusia akan wahyu Allah. Iman juga menjadi sebuah bukti bahwa Allah benar-benar menyapa dan memanggil manusia dan akhirnya manusia menanggapinya. Hidup beriman umat Kristiani menjadi sebuah gambaran kedekatan manusia dengan Allah. Dalam Markus 8:34 tertulis, Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”. Kutipan ayat itu menggambarkan begitu dalamnya iman umat Kristiani. Selain dalam, konsekuensinya juga amat besar. Mengimani Yesus Kristus menjadi kewajiban umat Kristiani, maka hidup beriman umat Kristiani menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. Mengikuti Kristus berarti menerima salib, mengimani Kristus berarti memikul beban. Mengimani Yesus Kristus memang tidaklah mudah, namun dengan keteguhan hati dan sifat rendah hati, maka mengimani Yesus Kristus akan sangat membahagiakan. Sikap percaya akan segala yang dikehendaki Allah akan mempermudah umat Kristiani dalam mengimani Yesus Kristus. Umat Kristiani yang hidup dalam iman akan Yesus Kristus diharapkan tetap teguh menegakkan Kerajaan Allah. Orang yang membiarkan Tuhan mengatur dirinya melalui sabda Kristus, dia membangun Kerajaan Tuhan dalam dirinya sendiri dan di dunia ini.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Ekaristi merupakan salah satu sakramen dalam Gereja Katolik. Ekaristi merupakan puncak hidup umat Kristiani. Ekaristi merupakan dasar semangat atau spiritualitas hidup rohani umat Kristiani. Ekaristi merupakan makanan rohani, maka jelas spiritualitas hidup rohani umat semakin berkembang dan mengakar lebih dalam. Kenyataan ini menjadi sebuah bukti bahwa Ekaristi amat diperlukan demi perkembangan iman umat. Di sanalah Kristus mengambil roti, memecahnya dan memberikannya kepada para murid-Nya, sambil berkata : “Ambilah ini, kalian semua, dan makanlah : ini adalah tubuhKu yang akan diberikan kepadamu” (Luk 22:19). Melalui Ekaristi, umat diajak untuk ikut dalam misteri iman akan Yesus Kristus yang rela mati demi manusia. Seluruh Perayaan Ekaristi adalah penghadiran kurban persembahan Kristus yang menyelamatkan. Setelah umat disapa oleh sabda Tuhan dalam Liturgi Sabda, umat mengawali Liturgi Ekaristi dengan persiapan persembahan. Ekaristi seharusnya membantu perkembangan hidup beriman umat jika pelaksanaannya benar-benar dihayati dengan baik. Pada intinya, perayaan Ekaristi merupakan perayaan kasih Allah melalui Putra-Nya Yesus Kristus dalam Roh Kudus. Ekaristi menjadi perayaan pengurbanan dan persembahan hidup diri Yesus Kristus Kpada Bapa. Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas diresmikan pada tanggal 15 Agustus 2012 oleh Uskup Agung Semarang Mgr. J. Pujasumarta, Pr. Mulai tanggal 10 Januari 2015, Rm Antonius Saptana Hadi menempati pastoran Cawas dan berbagai pendampingan serta kegiatan diintensifkan dengan aneka macam penataan keparokian dan pembangunan fisik. Sekarang Pastor Paroki yang tinggal di Pastoran yaitu Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr yang

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 meggantikan Romo Saptana Hadi berpindah tugas ke Sorong, Papua. Sejak tahun 2015 hingga sekarang pembangunan fisik Paroki ini mengalami peningkatan yang signifikan. Mulai dari menara lonceng, pavingisasi halaman Gereja, kanopi belakang Gereja, kanopi depan ruang OMK, Patung Keluarga Kudus di halaman depan Gereja dan terakhir lahirnya taman doa yang indah. Semenjak ada pastor yang tinggal di pastoran Cawas, dinamika pelayanan liturgi, administrasi dan dinamika keparokian berjalan seperti paroki mandiri. Permohonan menjadi paroki mandiri sudah diajukan per tanggal 1 Oktober 2015, namun masih ada sedikit kendala teknis yang mengharuskan Paroki Cawas untuk menunggu keputusan Uskup Agung Semarang. Melihat perkembangan yanng amat signifikan mulai dari bangunan fisik Paroki yang luar biasa, Romo Yuyun mengintensifkan berbagai macam program melalui kegiatan-kegiatan Gerejani yang menuntut umat untuk ikut terlibat aktif dalam hidup menggereja. Romo Yuyun sadar bahwa sarana untuk mendekatkan diri pada Allah demi meningkatkan hidup beriman umat sudah ada. Dalam satu minggu telah dijadwalkan perayaan Ekaristi yang teroganisir. Perayaan Ekaristi mingguan, harian, per lingkungan, per wilayah maupun perayaan Ekaristi ujub. Diharapkan dengan adanya perayaan Ekaristi yang rutin, umat semakin berkembang imannya dan menghidupi imannya itu. Melihat upaya-upaya yang dilakukan demi meningkatnya hidup beriman umat Katolik di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas khususnya dalam Ekaristi serta ketentuan batas-batas responden yang menjadi fokus dalam skripsi ini, penulis menulis skripsi ini dengan judul “PERANAN EKARISTI DALAM MENINGKATKAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI USIA

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 30 TAHUN KE ATAS PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS ”. B. Rumusan Masalah 1. Apa saja hal-hal pokok dalam Ekaristi? 2. Sejauh mana dampak positif Ekaristi di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas dalam memperkembangkan hidup beriman mereka? 3. Melalui Ekaristi, usulan kegiatan macam apa yang dibutuhkan umat Katolik Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas untuk mendukung perkembangan hidup beriman mereka? C. Tujuan Penulisan 1. Mengemukakan hal-hal pokok dalam Ekaristi. 2. Mengemukakan dampak positif Ekaristi yang dilaksanakan di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas dalam perkembangan hidup beriman mereka. 3. Memberikan usulan kegiatan mengenai Ekaristi demi perkembangan hidup beriman umat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas D. Manfaat Penulisan 1. Bagi umat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Membantu umat untuk mengetahui dan semakin menyadari pokok-pokok Ekaristi yang memiliki peran penting dalam meningkatkan hidup beriman mereka. 2. Bagi Program Studi Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Membantu mengenalkan lebih dalam keunggulan Ekaristi demi meningkatkan hidup beriman bagi umat Katolik. 3. Bagi Penulis Penulis semakin memahami dan mendalami peran penting Ekaristi yang memberi suatu kekuatan dalam meningkatkan hidup beriman, khususnya menjadi Katekis. E. Metode Penulisan Metode penulisan yang akan digunakan oleh penulis dalam skripsi adalah deskripsi analisis. Deskripsi analisis adalah metode yang menggambarkan dan menganalisis data yang diperoleh melalui studi pustaka dan diperkuat dengan adanya penelitian. Dalam rangka mendapatkan data yang valid, penulis akan terjun langsung ke Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. Penulis akan melakukan wawancara kepada beberapa narasumber yaitu Romo Paroki dan tokoh umat serta diperkuat dengan studi pustaka. F. Sistematika Penulisan Tulisan ini mengambil judul “PERANAN EKARISTI DALAM MENINGKATKAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI USIA 30 TAHUN

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 KE ATAS PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS ” dan dikembangkan menjadi lima bab : Bab I merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode dan sistematika penulisan. Bab II akan memaparkan kajian pustaka mengenai Ekaristi dan hidup beriman. Kajian pustaka mengenai Ekaristi terdiri dari hakikat Ekaristi, sejarah singkat Ekaristi, Ekaristi dalam ajaran para Bapa Gereja dan dimensi kristologis Ekaristi. Kajian pustaka mengenai hidup beriman terdiri dari hakikat iman, ciri iman dan isi iman serta segi-segi iman. Kemudian dilanjutkan kajian pustaka mengenai makna Ekaristi dalam hidup beriman umat Kristiani meliputi keprihatinan dalam Ekaristi, buah Ekaristi yang sesungguhnya dan substansi Ekaristi dalam hidup beriman. Bab III akan memaparkan gambaran umum pelaksanakan Ekaristi dan profil Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas serta penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Bab IV berisi tentang usulan kegiatan kepada Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian yang penulis lakukan. Usulan kegiatan mencakup latar belakang pemilihan kegiatan, tujuan kegiatan, usulan tema dan penjelasannya, matriks dan penjabaran proses kegiatan.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 Bab V berisi kesimpulan dan saran dari penulis berkaitan dengan peranan Ekaristi dalam meningkatkan hidup beriman umat Kristiani Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 BAB II POKOK-POKOK EKARISTI DAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI PADA UMUMNYA Bab II ini merupakan lanjutan dari bab I yang membahas kajian pustaka mengenai dua variabel yaitu Ekaristi dan hidup beriman. Bab II ini juga sebagai tindak lanjut dari bab I yang berisi tentang pendahuluan mengenai skripsi dengan judul ”Peranan Ekaristi Dalam Meningkatkan Hidup Beriman Umat Kristiani Usia 30 Tahun Ke Atas Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas”. Bab II ini menjadi titik tolak isi skripsi terutama sebagai landasan pelaksanaan penelitian pada bab III. Perayaan Ekaristi diimani sebagai sumber dan puncak kehidupan umat Kristiani. Sebagai sumber kehidupan karena Yesus telah mengorbankan diri-Nya demi keselamatan hidup umat Kristiani dan sebagai puncak kehidupan karena kemenangan-Nya mengalahkan maut menjadi kejayaan hidup umat Kristiani. Kehadiran dan pengorbanan Yesus Kristus tergambar dalam rupa Tubuh dan Darah-Nya atau Sakramen Ekaristi. Salah satu hal yang terjadi dalam Ekaristi adalah kehadiran Yesus dalam Ekaristi tersebut. Dasar sejarah yang pertama akan kehadiran Kristus di dalam Ekaristi adalah perkataan Yesus sendiri yang disampaikan kepada para Rasul di Perjamuan Terakhir (Luk 22:19-20). Bab II ini berisi kajian-kajian pustaka yang memuat tentang pokok-pokok Ekaristi meliputi hakikat Ekaristi, sejarah singkat Ekaristi, Ekaristi dalam ajaran para Bapa Gereja dan dimensi Kristologis Ekaristi. Kajian pustaka berikutnya yaitu tentang hidup beriman meliputi hakikat iman, ciri iman dan isi iman serta segi-segi iman. Kemudian dilanjutkan kajian pustaka mengenai kenyataan Ekaristi

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 dalam hidup beriman umat Kristiani meliputi keprihatinan dalam Ekaristi, buah Ekaristi yang sesungguhnya, dan substansi Ekaristi dalam hidup beriman. A. Pokok-Pokok Ekaristi 1. Hakikat Ekaristi Ekaristi yang diadakan Kristus dalam perjamuan terakhir adalah yang paling agung di antara sakramen-sakramen lain dan merupakan pusat hidup Gereja. Agung berarti Ekaristi merupakan sumber dan puncak hidup umat Kristiani. Sumber dan puncak hidup dapat diartikan sebagai dasar semangat atau spiritualitas hidup rohani umat kristiani. Arti sumber kehidupan yaitu pengorbanan-Nya demi keselamatan hidup umat Kristiani yang menjadi sumber kehidupan dan sekaligus puncak kehidupan karena kemenangan-Nya dalam mengalahkan maut maka jayalah hidup umat Kristiani. Melalui Ekaristi, umat diajak untuk ikut dalam misteri iman akan Yesus Kristus yang rela mati demi manusia. Ekaristi merupakan salah satu dari tujuh sakramen yang dimiliki oleh Gereja Katolik. Dalam KHK Kan.897 tertulis: Sakramen yang terluhur adalah Ekaristi Mahakudus, dimana Kristus Tuhan sendiri yang dihadirkan, dikurbankan dan disantap, dan dengan nama Gereja selalu hidup berkembang. Kurban Ekaristi, ..., adalah puncak seluruh ibadat dan kehidupan kristiani serta sumber yang menandakan dan menghasilkan kesatuan umat Allah serta menyempurnakan pembangunan tubuh Kristus. Kutipan Kan. 897 dalam Kitab Hukum Kanonik tersebut menerangkan bahwa Sakramen Ekaristi merupakan sakramen yang menjadi inti hidup beriman umat karena Tuhan sendiri yang dihadirkan, dikurbankan dan disantap.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Semuanya itu menjadi sumber agar Gereja semakin menjadi pusat hidup umat Allah karena kegiatan pengembalaannya di dunia ini. Kehadiran-Nya menjadi sebuah jawaban dan kepastian bahwa pengorbanan Putra-Nya yang tunggal tidaklah sia-sia. Kan 897 juga menjelaskan bahwa Ekaristi adalah puncak dan sumber kehidupan Kristiani. Arti puncak yaitu mengarah pada tujuan kehiduan Kristiani serta sumber yaitu mengarah pada dasar kehidupan Kristiani dan mampu mengasilkan suatu kesatuan seluruh umat Kristiani. Dalam Ecclesia de Eucharistia art 1 tertulis: Konsili Vatikan Kedua dengan tepat memproklamasikan bahwa kurban Ekaristik adalah “sumber dan puncak kehidupan Kristen” [1]. “Karena Ekaristi Maha kudus ini berisi kekayaan spiritual seluruh Gereja yakni Kristus sendiri, paskah dan roti kehidupan kita. Melalui dagingNya sendiri, yang telah dibuat menjadi hidup dan diberi kehidupan oleh Roh Kudus, maka Dia memberikan hidup-Nya kepada manusia” [2]. Konsekuensinya pandangan Gereja secara konstant menoleh kepada Tuhan-Nya, yang hadir dalam Sakramen Altar, yang mana Gereja menemukan manifestasi penuh dari CintaNya yang tak terbatas. EE art 1 tersebut membahas pokok Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan Kristiani. Pertama yaitu Kristus yang memberi kehidupan bagi manusia lewat Roh Kudus dalam rupa roti. Kedua yaitu Ekaristi sebagai suatu bentuk cinta-Nya yang tiada batas. Hal ini menandakan bahwa Sakramen Ekaristi merupakan sumber dan puncak kehidupan umat Kristiani. Artinya, Tuhan benarbenar hadir di tengah-tengah umat sehingga umat merasakan kebahagiaan dan cinta-Nya yang begitu besar. Dalam Sacrosanctum Concilium art. 47 dirumuskan: Dalam perjamuan terakhir, pada malam Ia diserahkan, Penyelamat kita mengadakan kurban ekaristis tubuh dan darah-Nya, untuk melangsungkan kurban salib selama peredaran abad sampai Ia

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 datang kembali. Dengan demikian Ia mempercayakan kepada Gereja, mempelai-Nya yang tercinta pengenangan (memoriale) akan wafat dan kebangkitan-Nya:sakramen kasih-sayang, tanda kesatuan, ikatan cinta kasih, perjamuan Paska, dimana Kristus disantap, jiwa dipenuhi rahmat, dan diberikan jaminan kemuliaan. Rumusan tersebut mengartikan bahwa Ekaristi merupakan suatu pusat hidup umat Kristiani. Pusat berarti benar-benar berasal dari Yesus Kristus sendiri. Pengorbanan-Nya bukanlah suatu kebetulan, namun benar-benar suatu hal yang harus dilakukan karena Ia sangat mencintai umat manusia. Karena cinta-Nya yang begitu besar, Ia mempercayakan kepada Gereja untuk mengenangkan sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya agar umat Kristiani selalu ingat dan semakin sadar bahwa memperoleh kehidupan tidaklah mudah, harus ada pengorbanan yang begitu besar dan mulia, yaitu pengorbanan Yesus Kristus. Dalam Ekaristi tersebut, Roh Kudus tidak hanya mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Ia juga mengubah keringat, air mata, jerih lelah perjuangan kita menjadi roti kehidupan dan minuman keselamatan. Dengan demikian, Ekaristi membuka mata kita sehingga kita dapat melihat bahwa hidup kita dan alam raya ini adalah anugerah. Kita diajak untuk berpegang pada keyakinan ini (Suharyo, 2011: 63). Perayaan Ekaristi juga merupakan tindakan Kristus sendiri bersama umat Allah yang tersusun secara hirarkis, baik bagi Gereja universal dan Gereja partikular, maupun setiap orang beriman Ekarisi merupakan pusat seluruh kehidupan Kristen (Komisi Liturgi KWI, 2002: 30). Artinya, Ekaristi benar-benar berasal dari Kristus sendiri. Kristus telah mengadakan perjamuan pada malam

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 terakhir dan berharap supaya pengikut-Nya dapat melanjutkan perayaan Ekaristi tersebut dalam kehidupan mereka sehri-hari. Ekaristi sebagai kehadiran Kristus yang menyelamatkan dalam persekutuan umat beriman dan menjadi santapan rohani umat tersebut, Ekaristi adalah milik Gereja yang paling berharga dalam peziarahan sepanjang sejarah ini (Ecclesia de Eucharistia art. 9). Artinya, Ekaristi merupakan wujud nyata kehadiran Kristus yang menyelamatkan dalam bentuk makanan rohani bagi seluruh persekutuan umat beriman dan Ekaristi merupakan milik Gereja yang didapatkan selama peziarahan Gereja di dunia ini. Maka jelas hidup beriman umat semakin berkembang dan mengakar lebih mendalam jika memiliki penghayatan seperti itu. Kenyataan ini menjadi sebuah bukti bahwa Ekaristi amat diperlukan demi perkembangan iman umat. Di sanalah Kristus mengambil roti, memecahkannya dan memberikannya kepada para murid-Nya, sambil berkata, “Ambilah ini, kalian semua, dan makanlah, ini adalah tubuhKu yang akan diberikan kepadamu” ( Mrk 14:22). Lalu Dia mengambil cawan anggur dan berkata kepada mereka, “Ambilah ini, kalian semua dan minumlah ini adalah cawan darahKu, darah dari perjanjian baru dan kekal, DarahKu akan ditumpahkan bagi kamu dan kalian semua, sehingga dosa-dosa manusia bisa diampuni” (lih Mrk 14:23). Umat Kristiani mempersembahkan beban dan derita kepada Tuhan dan bukan menggerutu. Inilah jalan pengudusan Kristiani. Sedangkan cara untuk mempersembahkan seluruh beban hidup, penderitaan, dan kesulitan hidup yang paling baik ialah melalui perayaan Ekaristi.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Itulah sebabnya, Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani. Artinya, seluruh peristiwa hidup dengan segala suka dan dukanya, dengan segala beban derita dan kesulitan yang kita hadapi memperoleh sumber kekuatan dan puncak pengungkapannya dalam Ekaristi kudus. Inti rahasianya bukan terletak pada hal-hal lahiriah, seperti lagu-lagunya, gedung gerejanya, dekorasi altarnya, tata gerak liturginya meskipun ini juga hal-hal penting yang harus diperhatikan secara liturgis melainkan pada diri Tuhan Yesus Kristus yang wafat dan bangkit, yang kini hadir dalam seluruh Perayaan Ekaristi. Maka, Ekaristi menjadi cara istimewa dari kehadiran Tuhan yang wafat dan bangkit untuk menyertai perjuangan hidup konkret umat-Nya dalam mengarungi perjalanan waktu. Pada intinya, perayaan Ekaristi merupakan perayaan kasih Allah melalui Putra-Nya Yesus Kristus dalam Roh Kudus. Ekaristi menjadi perayaan pengurbanan dan persembahan hidup diri Yesus Kristus kepada Bapa (Martasudjita, 2000: 24-25). Dengan Ekaristi, kita merasakan perutusan Putra demi keselamatan kita, yang berpangkal pada kasih Bapa. Keselamatan itu sifatnya ditawarkan lebih dahulu kepada kita, sebab “Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm 5:8). Dengan demikian, perayaan Ekaristi tidak hanya sebatas urusan pastor saja, namun semua elemen yang ada yang mengikuti Ekaristi tersebut. Perayaan Ekaristi adalah pertemuan Kristus dengan umat beriman melalui pertukaran cinta kasih yang dilambangkan oleh persembahan manusia. Allah menyapa, manusia menanggapi dan akhirnya manusia menyembah Allah.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 2. Sejarah Singkat Ekaristi Istilah “Ekaristi” berasal dari bahasa Yunani eucharistia yang berarti doa syukur (Musakabe, 2011: 7). Kata Yunani eucharistia ini bersama kata eucharistein dan eulogin mengingatkan pada pujian atau terimakasih bangsa Yahudi pada Allah dalam perjamuan waktu makan, memuliakan karya Allah, penciptaan, penebusan dan pengudusan (KGK art 1328). Ekaristi adalah Perjamuan Tuhan, yang memperingati perjamuan malam yang diadakan oleh Kristus bersama dengan murid-murid-Nya. Perjamuan ini juga merupakan antisipasi perjamuan pernikahan Anak Domba di surga (KGK art 1329). Kata Ekaristi itu sudah digunakan untuk menunjuk seluruh perayaan Ekaristi pada tiga abad pertama sejarah Gereja, seperti terdapat dalam tulisan Didache, tulisan Santo Ignatius dari Antiokhia, Yustinus martir, dan Origenes. Namun, sejak abad IV baik di Gereja Timur maupun Gereja Barat, istilah Ekaristi mulai menghilang. Khususnya di Barat, istilah Ekaristi semakin disempitkan untuk menyebut santapan ekaristis atau komuni. Sejak abad IV tersebut istilah “kurban” (sacrificium) dan “persembahan” (oblation) semakin popular digunakan untuk menunjuk seluruh perayaan dan menggantikan istilah Ekaristi (Martasudjita, 2005: 28). Tenggelamnya istilah Yunani eucharistia ini kiranya juga berkaitan dengan penggunaan bahasa Latin sejak abad III-IV dalam liturgi Gereja. Baru pada abad XX, berkat pembaruan liturgi dan teologi yang menggali kekayaan liturgi dan teologi Gereja abad-abad pertama, istilah Ekaristi kembali dipopulerkan dan kini praktis menjadi istilah paling lazim untuk menunjuk keseluruhan Perayaan Ekaristi. Tonggak penyebutan Ekaristi untuk seluruh Perayaan Ekarsti adalah

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Konsili Vatikan II, terutama melalui konstitusi liturgi Sacrosanctum Concilium. Sejak itu istilah Perayaan Ekaristi menjadi istilah yang sangat popular dan lazim digunakan di seluruh Gereja. Bahkan Gereja-Gereja Protestan juga menggunakan istilah Ekaristi (Martasudjita, 20015: 29). Sekarang, istilah Ekaristi menunjuk dengan jelas isi dari seluruh Perayaan Ekaristi. Kata Ekaristi mau mengungkapkan pujian syukur atas karya penyelamatan Allah yang terlaksana melalui Yesus Kristus, sebagaimana berpuncak dalam peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus. Dengan pujian syukur itu, Gereja mengenangkan (yang artinya: menghadirkan) misteri penebusan Kristus itu sekarang ini dan di sini. Jika sekarang ada orang berkata bahwa doktrin tentang kehadiran Yesus dalam rupa roti dan anggur itu sepertinya tidak mungkin, maka sesungguhnya sejak zaman jemaat awalpun, banyak orang yang juga berpendapat demikian. Hal ini dituliskan di Alkitab, yaitu bahwa sejak saat Yesus mengajarkan hal Roti Hidup ini, banyak orang tidak percaya dan meninggalkan Dia (Yoh 6:60). Tentu, jika maksud Yesus hanya mengajarkan bahwa roti itu hanya melambangkan Tubuh-Nya dan anggur itu hanya melambangkan Darah-Nya, Ia tentu dapat mengatakan demikian, “Di dalam roti ini adalah Tubuh-Ku”, atau “Roti ini adalah Tubuh-Ku.” Namun Yesus tidak berkata demikian, sebab Ia dengan jelas berkata, “Inilah Tubuh-Ku” (Mat 26:26; Mrk 14:22; Luk 22:19). Maka, Tradisi Gereja Katolik mengartikan ayat ini secara literal bahwa maksud Yesus adalah: “Ini, substansi ini, yang tadinya roti, sekarang menjadi Tubuh-Ku.”

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Banyak dari para pengikut Kristus sejak awal menganggap perkataan-Nya ini sulit dimengerti. Namun faktanya, walaupun demikian, Gereja Katolik tetap memegang teguh ajaran ini selama banyak generasi. Ini adalah suatu bukti yang kuat bahwa ajaran ini berasal dari Allah sendiri, sebab jika tidak, ajaran ini tidak mungkin langgeng dan tidak mungkin dipercayai oleh umat yang tersebar di seluruh dunia (Katolisitas.org) 3. Ekaristi dalam Ajaran para Bapa Gereja Para Bapa Gereja juga mempunyai pemikiran atau gagasan mengenai Ekaristi. Para Bapa Gereja tidak mengalami kesulitan dalam pemikiran sakramental-simbolis (Martasudjita, 2003: 283). Beberapa gagasan atau pemikiran dari para Bapa Gereja: a. St. Ignatius dari Antiokia (110) St. Ignatius melanjutkan gagasan Santo Paulus yaitu roti Ekaristi sebagai tubuh Tuhan sendiri (Surat untuk umat di Smyrna 7:1 dan umat di Roma 7:32). Artinya bahwa Yesus sendiri yang hadir dalam Ekaristi dan benar-benar tubuhNya yang disantap oleh umat Kristiani yaitu berupa roti. b. St. Yustinus Martir (150-160) St. Yustinus menjadi Kristen lewat pengajaran para murid rasul Yohanes. Ia meyakini bahwa santapan Ekaristi adalah tubuh dan Darah Yesus sendiri. Yang menarik Yustinus menekankan bahwa Sang Logos itulah yang menjadi sang kosekrator sendiri (Martasudjita, 2003: 284). Artinya Yesus Kristus Penyelamat

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 telah menjelma menjadi manusia yang terdiri atas daging dan darah demi keselamatan manusia, maka roti dan anggur itu yang telah diubah menjadi Ekaristi oleh doa Ekaristi yang ditentukan atau dilakukan oleh-Nya sendiri. c. St. Irenaeus (140-202) St Irenaeus adalah uskup Lyons dan dalam karyanya yang terkenal, Against Heresies tentang Ekaristi ia menulis, “Dia [Yesus] menyatakan bahwa piala itu, … adalah Darah-Nya yang darinya Ia menyebabkan darah kita mengalir; dan roti itu…, Ia tentukan sebagai Tubuh-Nya sendiri, yang darinya Ia menguatkan tubuh kita”. Artinya anggur adalah simbol darah-Nya dan roti adalah simbol tubuh-Nya. d. St. Cyril dari Yerusalem (315-386) St. Cyril adalah Uskup Yerusalem, pada tahun 350 ia mengajarkan, dalam karyanya Catechetical Lectures: 22, “Karena itu, jangan menganggap roti dan anggur hanya dari penampilan luarnya saja, sebab roti dan anggur itu, sesuai dengan yang dikatakan oleh Tuhan kita, adalah Tubuh dan Darah Kristus”. Artinya jangan sekali-kali hanya melihat dari fisiknya saja namun lihatlah menggunakan iman bahwa roti dan anggur itu adalah tubuh dan darah-Nya sendiri. e. St. Augustinus (354-430) St. Augustinus adalah Uskup Hippo, ia mengajarkan, “Roti yang ada di altar yang dikonsekrasikan oleh Sabda Tuhan, adalah Tubuh Kristus. Dan cawan itu, atau tepatnya isi dari cawan itu, yang dikonsekrasikan dengan Sabda Tuhan,

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 adalah Darah Kristus….Roti itu satu; kita walaupun banyak, tetapi satu Tubuh. Maka dari itu, engkau diajarkan untuk menghargai kesatuan. Bukankah roti dibuat tidak dari saru butir gandum, melainkan banyak butir? Namun demikian, sebelum menjadi roti butir-butir ini saling terpisah, tetapi setelah kemudian menjadi satu dalam air setelah digiling…[dan menjadi roti]” (Martasudjita, 2003: 285). 4. Dimensi Kristologis Ekaristi Perayaan Ekaristi bukan ciptaan dan rekayasa Gereja (Martasudjita, 2003:293). Ekaristi ditetapkan dan diperintahkan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri, yakni pada perjamuan malam terakhir, saat Tuhan bersabda, “Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku.” (Konsili Trente-DS 1637). Ada 4 unsur dalam dimensi Kristologis Ekaristi: a. Kurban Kristus SC art 47 tertulis, “Kurban Ekaristi ini ditetapkan untuk mengabadikan kurban salib untuk selamanya”. Maka tampak kesatuan antara kurban Ekaristi dan kurban Yesus Kristus. Mereka menggabungkan doa umat beriman dengan korban kepala mereka. Dalam korban Misa mereka menghadirkan serta menerapkan satusatunya korban Perjanjian Baru, yakni korban Kristus (LG 28). Kurban dalam hal ini merupakan kurban sakramental yang mengaktualisaikan satu-satunya kurban Perjanjian Baru, yakni kurban salib Yesus. Gereja berharap umat beriman Kristiani mengerti bahwa kurban Ekaristi merupakan kurban salib Yesus Kristus karena adanya kesatuan antar keduanya.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 b. Pengenangan (anamnese) akan Kristus Disebut sebagai perayaan kenangan sebab menunjuk pada penyelamatan Allah pada masa lampau yang kini dihadirkan kembali. Dalam SC 6 tertulis, Sejak itu Gereja tidak pernah lalai mengadakan pertemuan untuk merayakan misteri Paska; disitu mereka membaca “apa yang tercantum tentang Dia dalam seluruh Kitab suci (Luk 24:27); mereka merayakan Ekaristi, yang menghadirkan kejayaan-Nya atas maut”[19] , dan sekaligus mengucap syukur kepada “Allah atas karunia-Nya yang tidak terkatakan” (2Kor 9:15) dalam Kristus Yesus, “untuk memuji keagungan-Nya” (Ef 1:12) dengan kekuatan Roh Kudus. Dalam pengenangan ini, tekanan ada pada kebangkitan (dan tidak pada wafat). Dan oleh karenanya juga disebut “merayakan misteri Paska”, yang mencakup wafat dan kebangkitan (bahkan kemuliaan di surga) (Banawiratma, 1989:131). Maka bisa disimpulkan bahwa Ekaristi merupakan suatu keseluruhan dari pengenangan akan Yesus. c. Sakramen Tanda Keselamatan Kristus Ekaristi menghadirkan kurban salib yang berarti juga sakramen. Maksudnya ialah Ekarisi merupakan perayaan sakramental yang mengenangkan kurban salib Yesus. Sakramen Ekaristi berarti menampilkan karya keselamatan Kristus. Ad Gentes art 9 tertulis bahwa: “Melalui sabda yang diwartakan dan perayaan sakramen-sakramen, yang pusat dan puncaknya ialah Ekaristi Mahakudus, (Gereja) membuat Kristus, sumber keselamatan, menjadi hadir” (Banawiratma, 1989: 134). Kehadiran Kristus menjadi sebuah tanda atau sakramen yang dirasakan oleh umat beriman Kristiani. Dalam SC 47 juga tertulis satu kalimat yaitu “Sakramen cinta kasih, lambang kesatuan ikatan cinta kasih”.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Kutipan ini menjelaskan bahwa Ekaristi merupakan tanda keselamatan berupa cinta kasih yang menyatukan seluruh umat beriman Kristiani. d. Perjamuan Kristus Unsur terakhir dalam dimensi Kristologis yaitu perjamuan. Dalam hal ini Martasudjita (2003:295) mengatakan bahwa : Vatikan II mengajarkan Ekaristi sebagai perjamuan Paskah. Ungkapan Ekaristi sebagai perjamuan Paskah ini harus dimengerti secara holistik dalam rangka seluruh Perayaan Ekaristi. Ekaristi merupakan perayaan kenangan dan sakramen karya keselamatan Allah yang memuncak dalam misteri Paskah Kristus dalam bentuk perayaan : Perjamuan. Penjelasan tersebut mempunyai maksud bahwa Ekaristi seharusnya dimengerti oleh seluruh umat beriman Kristiani suatu kesatuan yang penuh dan tidak bisa dipisah-pisahkan. Ekaristi harus dimengerti sebagai suatu perjamuan yang luhur dan mulia yang didalamnya terdapat kenangan dan keselamatan Allah. Dan keseluruhannya itu menjadi sumber dan puncak kehidupan umat Kristiani seperti yang telah dijelaskan pada sub bab hakikat Ekaristi. B. Hidup Beriman Umat Kristiani 1. Hakikat Iman Iman berasal dari suatu akar kata “aman” (bahasa Ibrani) yang berarti sesuatu yang kuat, tetap dan teguh sehingga dapat menjadi pegangan hidup yang dapat dipercaya (Darmowigoto, 1972:5). Lebih tepatnya, iman merupakan tanggapan manusia akan wahyu Allah. “Demikianlah manusia dengan bebas

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah, dengan mempersembahkan kepatuhan akalbudi serta kehendak yang sepenuhnya kepada Allah yang mewahyukan” (Dei Verbum art 5). Kutipan ini menjelaskan bahwa iman yang sesungguhnya ialah yang menggerakkan hati dan membalikkannya kepada Allah, membuka mata budi, dan menimbulkan pada semua orang rasa manis dalam menyetujui dan mempercayai kebenaran itu sendiri. Menggerakkan hati agar mau dan selalu mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah. Misalnya dengan membantu sesama dan akhirnya bantuan itu mewujudkan kebenaran akan Allah itu sendiri. Maka penyerahkan diri seutuhnya kepada Allah merupakan hal yang harus dimiliki oleh umat beriman Kristiani. Iman juga menjadi suatu dasar yang perlu dimiliki orang yang percaya akan Allah. Iman dapat diartikan juga sebagai suatu identitas seseorang dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr 11:1). Dalam iman, akal budi dan kehendak manusia bekerja sama dengan rahmat Ilahi (KGK, 155). Lebih jauh St. Thomas Aquinas mengatakan bahwa iman adalah satu kegiatan akal budi yang menerima kebenaran ilahi atas perintah kehendak yang digerakkan oleh Allah dengan perantaraan rahmat” (KGK: 155). Jadi iman merupakan operasi intellect atau akal budi, yaitu saat kita bekerja sama dengan rahmat Allah maka kita dapat menjawab panggilan-Nya dan percaya akan apa yang difirmankan-Nya. Namun kepercayaan ini bukan hanya asal percaya, atau percaya berdasarkan perasaan saja.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Kitab Suci menyatakan tentang “iman yang benar” yaitu dalam Ibr 11:1. Dalam Surat Ibrani tersebut tertulis, “Iman adalah suatu dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Kata dasar dan bukti menjadi kata kunci dalam kutipan Kitab Suci tersebut. Iman menjadi dasar segala sesuatu yang diharapkan oleh manusia, artinya iman menjadi patokan atau landasan umat manusia dalam segala pengharapan mereka, terutama harapan akan hal-hal yang positif, salah satunya harapan menjadi umat Kristiani yang melakukan kehendak-Nya. Iman juga menjadi bukti dari segala sesuatu yang tidak bisa manusia lihat. Hal ini juga diperkuat dengan kejadian saat Yesus menampakkan diri kepada para rasul, namun Thomas belum percaya. Sesaat Thomas sudah melihat dengan matanya sendiri, Yesus berkata, “Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya”. Dari situ dapat disimpulkan bahwa iman menjadi bukti bagi sesuatu yang tak terlihat, terutama dalam hal wujud Yesus sendiri. Kebenaran iman yang dihayati dalam agama adalah bagian yang amat penting dari setiap agama yang hidup di dunia ini; malah bisa dikatakan dengannyalah agama bisa bertahan, bertumbuh dan mempesona bagitu banyak manusia (Sinaga, 2009: No.24). Hal ini menjelaskan juga bahwa agama Katolik pun merasakannya. Iman menjadi tumpuan dan landasan adanya agama tersebut. Iman bertumbuh dari pengalaman akan kehadiran Allah sendiri dan kepercayaan yang hadir lewat komunitas, dalam hal ini Gereja. Gereja ikut ambil bagian dalam pertumbuhan iman yang semakin matang.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Iman dapat didefinisikan sebagai suatu persetujuan akal budi yang kokoh kepada kebenaran, bukan berdasarkan perasaan, namun berdasarkan kesaksian. (Katolisitas.org). Dapat dikatakan bahwa iman merupakan dasar yang perlu dimiliki oleh setiap orang karena dengan beriman, orang akan lebih mudah menjadi pribadi yang melakukan kebaikan di dunia ini. Iman adalah jiwa suatu pengalaman. Iman adalah pengakuan batin akan hubugan antara Allah dan manusia (Powell, 1991: 55). Iman dapat diartikan sebagai seseuatu yang sakral karena menghubungkan Allah sang pencipta dan manusia ciptaan-Nya. Di seluruh Kitab Suci terungkap bahwa kerinduan manusia untuk melihat Allah, misalnya dalam Mazmur tercetuslah kerinduan manusia melihat Allah. Hidup beriman juga sebagai kerinduan akan Allah yang hadir ditengah-tengah umat manusia (Hadisumarta, 2018: 43). Iman, seperti cinta, adalah kenyataan yang sukar ditangkap. Iman atau kepercayaan, apakah kepercayaan kepada orang lain ataukah kepada Allah, berarti menerima atau menyambut sesuatu menurut perkataan orang lain (Powell, 1991: 79). Artinya iman merupakan suatu upaya bersandar atau berpegang akan perkataan orang lain atau orang yang dipercaya. Dalam hal iman kepercayaan akan Allah, sama saja. Allah memberi sabda-Nya atau wahyu-Nya (Powell, 1991: 79). Jika sabda-Nya diterima dan dipegang teguh oleh manusia berarti manusia itu mengimani Allah. Anggapan seperti ini harusnya menjadi suatu hal logis biasa yang harus dimiliki oleh awam. Banyak yang mengaku beriman namun hanya mengerti bahwa iman adalah suatu “kepercayaan” saja, namun tidak bisa menjelaskan lebih dalam.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Menurut tradisi Kristen, iman dilukiskan sebagai serah diri, yaitu manusia menyerahkan seluruh dirinya dan hidupnya secara bebas, dengan budi dan hati tunduk pada kehendak Allah yang mewahyukan, dan yang tidak dapat menipu ataupun ditipu (Powell, 1991: 81). Serah diri secara bebas ini berarti bahwa manusia yang mengimani Allah, yaitu manusia yang benar-benar menyerahkan dirinya secara utuh kepada Allah sendiri. Bukan manusia yang setengah-setengah, hanya perkataan saja beriman, namun kenyataannya tidak demikian. Dapat disimpulkan bahwa iman tidak bisa dilihat dari segi intelektual saja karena pasti hasilnya akan dangkal. Iman harus ditanamkan pada diri setiap pribadi suatu penyerahan diri total tanpa terkecuali dan meninggalkan kenikmatan duniawi demi Kerajaan Allah. 2. Ciri dan Isi Iman Seperti yang telah dijelaskan tentang hakikat iman, iman merupakan suatu hal pokok bagi umat Kristiani bahkan menjadi penghubung umat manusia dengan Allah sendiri. Iman juga mempunyai ciri-ciri dan isi, yaitu sebagai berikut: a. Iman adalah Rahmat Iman adalah satu anugrah Allah, satu kebajikan adikodrati yang dicurahkan oleh-Nya (KGK art 153). Disini terlihat bahwa iman yang benar yaitu berasal dari Allah dan untuk Allah sendiri. Hal lain yang bukan berasal dari Allah bukanlah iman yang sesungguhnya.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 b. Iman adalah Kegiatan Manusiawi Ciri yang selanjutnya ialah iman merupakan suatu kegiatan manusiawi. KGK art 154 tertulis, “Iman adalah satu kegiatan manusiawi yang sebenarbenarnya. Percaya kepada Allah dan menerima kebenaran-kebenaran yang diwahyukan oleh-Nya, tidak bertentangan baik dengan kebebasan maupun dengan pikiran manusia”. Maka dapat diartikan bahwa iman tidak bertentangan dengan kebebasan dan pikiran manusia. Iman tidak memaksa kehendak manusia untuk melakukan sesuatu. Iman yang benar merujuk pada penyerahan diri dan juga didasari oleh kesadaran manusia itu sendiri. c. Iman itu Pasti dan Berusaha untuk Mengerti Iman itu pasti, lebih pasti dari setiap pengertian manusiawi, karena ia berdasarkan Sabda Allah yang tidak dapat menipu (KGK art 157). Berdasarkan kutipan KGK art 157, dapat dikatakan bahwa iman memiliki kepastian yang sesungguhnya dibandingkan dengan hal-hal lain, dalam hal ini hal manusiawi, misalnya janji manusia yang belum tentu pasti dan ditepati. Orang yang benar-benar percaya, berusaha untuk mengenal lebih baik dia, kepada siapa ia telah memberikan kepercayaannya, dan untuk mengerti lebih baik apa yang telah dinyatakannya (KGK art 158). Artinya, iman berciri semakin ingin lebih mengerti segala sesuatu atau ingin lebih mengerti segala keadaan dan dalam hal ini lebih ingin mengerti rahmat Tuhan. Seperti yang telah dikatakan Santo Agustinus, “Aku percaya supaya mengerti, dan aku mengerti supaya percaya lebih baik (KGK art 158).

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 3. Segi-segi Iman (Groome) Setelah mengetahui ciri dan isi iman, Thomas H. Groome mempunyai pemikiran mengenai segi-segi iman yaitu sebagai berikut : a. Head (Kognitif) Iman Kristiani memiliki aspek kognitif, yaitu suatu tindakan meyakini atau believing. Iman bukan ilusi; Iman juga bukan merupakan tindakan yang semenamena dan tidak masuk akal (Heryatno, 2008: 23). Dari pernyataan tersebut terbukti bahwa iman bukanlah mitos atau ilusi yang belum diketahui kebenarannya. Iman seharusnya benar-benar diyakini oleh setiap pribadi manusia. Seiring perkembangan jaman, tidak sedikit yang menganggap iman hanyalah suatu tindakan yang ikut-ikutan saja. Seperti yang terjadi di dunia politik negara Indonesia. Banyak gerakan organisasi masyarakat yang bertameng agama dan seakan-akan mereka memiliki iman yang kuat karena berani beraksi sedemikian rupa yang malah memperlihatkan iman yang tidak memiliki segi intelektual atau hanya ikut-ikutan saja. Dapat dikatakan bahwa terang iman menjadi suatu kerangka untuk mengintepretasikan pengalaman hidup agar makin bermakna (Heryatno, 2008: 23). Tradisi kekayaan iman Gereja sejatinya harus dikomunikasikan dengan baik agar para generasi penerus semakin memahami dan meyakininya. Maka memanglah benar bahwa tanggapan manusia terhadap rahmat Allah dapat dipahami dengan rasio, atau masuk akal (Heryatno, 2008: 23).

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 b. Heart (Afektif) Selain segi kognitif, ada juga segi afektif atau trusting. Iman berarti menaruh hati (mempercayakan diri, fidere) pada Tuhan yang dipercayai (Heryatno, 2008: 23). Relasi antara manusia dan Tuhan seharusnya tercipta jika manusia menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Penyerahan diri seutuhnya juga berarti menaruh kepercayaan yang tinggi pada Tuhan. Penyerahan diri yang setengah-setengah malah menjadi suatu batu sandungan bagi manusia itu sendiri karena akan mengalami keragu-raguan dalam hidupnya karena tidak ada relasi yang utuh dengan Tuhan. Heryatno (2008: 23) menuliskan bahwa berserah diri artinya dengan penuh kesetiaan dan kepecayaan dalam menanggapi tindakan Allah yang dalam Putra-Nya melalui Roh-Nya yang senantiasa hadir berkarya menyelamatkan umat manusia. Maka benar bahwa setiap anggota Gereja harus membangun relasi antar umat Kristiani, masyarakat dan pastinya dengan Tuhan sendiri. c. Hand (Praktis) Segi Iman yang terakhir adalah tindakan konkret atau doing. Supaya makin matang, iman menuntut perwujudan konkret dalam hidup sehari-hari (Heryatno, 2008: 24). Aksi konkret memang masih menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Kebanyakan orang hanya pandai berkata-kata namun aksinya nol besar. Umat Kristiani diharapkan tidak demikian, namun menjadikan aksi konkret sebuah kebutuhan. Santo Yakobus mengatakan jika iman tidak disertai perbuatan, pada hakikatnya iman itu mati (Yak 2:17). Tindakan konkret menjadi salah satu

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 unsur penting di dalam proses pendewasaan iman (Heryatno, 2008: 24). Tindakan konkret yang diharapkan ialah membawa kabar gembira bagi semua orang. Mencoba membagikan hal-hal positif yang membantu orang lain mengembangkan iman mereka. C. Kenyataan Ekaristi dalam Hidup Beriman Umat Kristiani 1. Keprihatinan dalam Ekaristi Melihat begitu kompleksnya makna Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari, banyak yang masih bingung apakah semua itu tertata rapi dan teralisasikan dalam kehidupan sehari-hari secara nyata. Banyak kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan Gereja dan Yesus sendiri. Situs komunitasbeatopiocampidelli.wordpress.com mengutip dari buku berjudul “Beriman dari altar sampai pasar” karya F.X. Didik Bagiyowinadi yang menguraikan beberapa hal-hal yang seringkali menjadi hambatan atau keprihatinan dalam Ekaristi yaitu sebagai berikut : a. Datang Terlambat tetapi Pulang Cepat Dalam perayaan Ekaristi, selalu saja masih ada yang suka datang terlambat dan pulang cepat. Ekaristi, dimana kita bisa mengalami kehadiran Tuhan, pun mereka perhitungkan secara praktis dan ekonomis. Mereka yang datang lambat dan pulang cepat ini agaknya kurang menyadari nilai kebersamaan dengan yang lain. Sekedar memikirkan “keselamatan individual”. Begitu sudah dapat “jatah komuni”, segera pulang duluan. Padahal, perilaku demikian bisa mengganggu konsentrasi umat di sekitar kita, setidaknya yang duduk sebangku dengan kita.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Tentu, bukan dimaksudkan di sini, bahwa mereka yang datang terlambat tak boleh masuk. Tetapi, sedapat mungkin kita upayakan agar kita bisa mengikuti perayaan Ekaristi secara utuh dari awal sampai akhir. b. Persoalan Mengenai Pakaian Pakaian disebut pantas, manakala cocok dengan “situasi-kondisinya”. Pakaian tidur tak selayaknya dipakai untuk menerima tamu. Baju pesta tidak cocok kita kenakan di kolam renang. Demikian juga dengan pakaian untuk ke gereja, kita mesti ingat, kita mau bertemu dengan siapa. Dengan Tuhan dan umat yang lain. Maka tak bisa kita berdalih, “Peduli amat dengan pakaian, yang terpenting kan hati saya”. Sebab di gereja kita berdoa bersama yang lain. Pakaian kita yang terlalu nyleneh, super ketat, “you can see”; kerap malah menjadi batu sandungan bagi yang lain. Artinya, mereka yang duduk di sekitar kita sebenarnya sungguh mau berdoa, tetapi lantaran menyaksikan dandanan kita yang kurang pantas, jadinya terganggu juga: entah mencela dalam hati ataupun berpikiran lain. Memang semua tergantung pada orangnya. Tetapi, alangkah bijak bila kita tidak membawa orang lain jatuh dalam pencobaan. Tulis St. Paulus, “Karena itu, janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung” (Rm 14:13). c. Berisik dan Mengobrol Omong-omong dan berisik dengan umat sebangku, apalagi sampai ngobrol, sungguh mengganggu yang lain terlebih selama perayaan Ekaristi sebenarnya merupakan kesempatan emas bagi kita untuk mendengarkan firman Tuhan dan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 menanggapinya dengan doa-doa kita. Kalaupun mau ngobrol, kita masih punya waktu dan kesempatan di luar gereja setelah Misa Kudus. d. Hand Phone yang Berbunyi Di pintu masuk gereja biasanya ada peringatan agar HP dinonaktifkan agar membantu kekhidmatan suasana perayaan Ekaristi. Namun kenyataannya, tidak jarang terjadi selama perayaan Ekaristi berlangsung terdengar suara HP berdendang di gereja. Apa ini artinya? HP yang selalu on – aktif, sebenarnya menandakan kita bersiap sedia menerima panggilan dan pesan. Sayangnya, bukan panggilan dan pesan dari Tuhan, melainkan dari kolega dan mereka yang berada di luar gereja. Agar bisa siap sedia mendengarkan firman Tuhan, untuk sementara kesiapsediaan kita pada dunia luar, mesti kita non aktifkan. Tanpa itu, niscaya pikiran kita akan terus bercabang. e. Anak-Anak Ribut Berkaitan dengan kekhidmatan suasana perayaan Ekaristi, kerap anak-anak kecil juga dituding sebagai penyebabnya. Memang tidak semua anak bisa duduk tenang bersama orang tuanya. Harus ada banyak trik untuk mensiasatinya, mulai dari memberi pengertian dari rumah, membawakan mainan, mengajaknya keluar gereja bila menangis dan rewel, ataupun menitipkannya di Minggu Gembira selama perayaan Ekaristi berlangsung dan dibawa masuk kembali untuk menerima berkat di dahi pada saat komuni. Persoalan ini juga saya singgung dalam “Membangun Religiositas Katolik dalam Keluarga” pada buku SKP-4: Mendidik Anak secara Katolik (Pustaka Nusatama, 2006).

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Harus diakui, tidaklah mudah mengatasi persoalan anak-anak. Butuh seni tersendiri. Namun, kita harus ingat akan peringatan Tuhan Yesus, “Biarkan anakanak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orangorang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (Mrk 10:14). Maka kalaupun pada saat ada anak yang rewel dan menangis dalam Gereja, hendaklah kita memaklumi, toh orangtuanya akan segera berusaha menenangkannya. Kita tidak melihatnya sebagai “gangguan” yang mengusik kekhususk-asyikan kita, layaknya saat menonton konser. Mungkin kita bisa mengingat komentar Tuhan Yesus, saat para imam kepala dan ahli Taurat merasa bising dan jengkel karena anak-anak dalam Bait Allah berseru “Hosana bagi Anak Daud.” Tanya mereka, “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian” (Mat 21:14-16; bdk. Mzm 8:3). Dan mungkin kita juga bisa memaknai kehadiran (dan risikonya kerewelan) anak-anak dalam Gereja sebagai hal yang patut disyukuri sebab mereka inilah masa depan Gereja kekal dan syukur bahwa sejak dini mereka telah dibiasakan oleh orangtuanya untuk bergaul dengan Kristus dan Gerejanya. Sebaliknya, saya yakin Anda akan merasa “ngenes” bila menyaksikan gereja-gereja di Eropa, hanya dihadiri oleh para lansia! Jarang sekali orang muda dan keluarga muda (plus anak-anaknya) yang memenuhi gereja. Tentu berlimpahnya umat yang hadir dalam Gereja kita, perlu tetap diimbangi dengan upaya menjaga kekhusukan dan kekhidmatan perayaan Ekaristi.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Maka kuncinya dalam hal ini adalah katekese iman dalam keluarga akan makna perayaan Ekaristi itu sendiri bagi kita. Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kita bisa merayakan Ekaristi bersama dengan khidmat. Situs Katolisitas.org menguraikan bahwa di Amerika, menurut polling pendapat yang diadakan oleh Gallup poll pada tahun 1992, Ekaristi belum dipahami sebagian besar umat Katolik. Hal yang serupa mungkin pula terjadi di Indonesia. Hasil yang diperoleh cukup menggambarkan bahwa banyak orang Katolik yang tidak tahu dengan persis bahwa Yesus sungguh-sungguh hadir dalam Ekaristi:  30% percaya bahwa mereka sungguh-sungguh dan benar-benar menerima Tubuh, Darah, Jiwa dan ke-Allahan Yesus Kristus dalam rupa roti dan anggur.  29% percaya bahwa mereka menerima roti dan anggur yang melambangkan Tubuh dan Darah Kristus.  10% percaya mereka menerima roti dan anggur di mana di dalamnya Yesus juga hadir.  24% percaya mereka menerima Tubuh dan Darah Yesus karena iman mereka sendiri mengatakan demikian. Survei tersebut membuktikan bahwa orang yang benar-benar mengerti akan pengajaran Gereja Katolik akan mengetahui bahwa pilihan yang benar itu hanya pilihan pertama, sedangkan pilihan yang lain itu keliru. Sayangnya, hanya 30% umat Katolik yang mengerti akan kebenaran ini; sedangkan 70% yang lain

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 sepertinya ‘bingung’ atau memegang kepercayaan gereja lain yang bukan Katolik. Kehadiran pada misa hari Minggu sesungguhnya mengalir dari iman umat beriman dalam misteri agung Ekaristi (Lowery, 2001:28). Jadi kekuatan iman seseorang sesunggungnya telah ada dalam perjamuan Ekaristi yang selalu dirayakan. 2. Buah Ekaristi yang Sesungguhnya Seluruh Perayaan Ekaristi adalah penghadiran kurban persembahan Kristus yang menyelamatkan. Setelah kita disapa oleh sabda Tuhan dalam Liturgi Sabda, kita mengawali Liturgi Ekaristi dengan persiapan persembahan. Roti, anggur, kolekte, dan bahan-bahan persembahan lainnya melambangkan persembahan hidup seluruh umat, termasuk suka duka, beban, dan penderitaan hidup kita. Bahan-bahan persembahan ini diterima oleh imam sebagai wakil Kristus dan sekaligus Gereja. Selanjutnya, bahan-bahan persembahan, khususnya roti dan anggur, dihunjukkan oleh imam kepada Allah agar dikuduskan dan dipersatukan dengan kurban Kristus yang menyelamatkan. Hanya dalam Kristus, ada kepastian bahwa persembahan hidup kita diterima oleh Allah Bapa kita Buah Ekaristi yaitu kurban pujian dan syukur, artinya Kristus hadir sebagai imam dan kurban, Ekaristi berfungsi sebagai kehadiran kembali Perjanjian Baru (1 Kor 11-25; Luk 22:20) yang dihasilkan oleh wafat dan kebangkitan-Nya, yang mendamaikan kita dengan Allah, sebagai antisipasi pemenuhan Kerajaan Allah. Sebagai perjamuan, Ekaristi menjadikan kita sebagai peserta dalam perjamuan Tuhan sendiri dan mengungkapkan kesatuan kita yang terdalam dalam Gereja.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Sebagai kurban dan perjamuan, Ekaristi secara berdaya guna melambangkan kurban persembahan diri bagi orang lain, yang merupakan panggilan semua orang Kristiani (Musakabe, 2011: 7-8). Ekaristi sungguh menjadi sebuah rahmat yang berguna bagi manusia. Disamping Ekaristi sebuah persembahan hidup, buah Ekaristi yang dapat dipetik ialah sebuah syukur atas keterlibatan umat. Perayaan Ekaristi adalah perayaan seluruh Gereja yang menuntut keterlibatan seluruh umat (KomLit KAS, 2010: 11). Bisa dikatakan bahwa Ekaristi wajib dilakukan seluruh umat beriman, kecuali ada larangan berdasarkan hukum kanonik. Jika sudah bersama-sama maka akan terjalinlah ikatan suci dan mulia demi mengucapkan syukur kepada Allah. Buah Ekaristi selanjutnya ialah cinta. Karunia paling besar yang Allah berikan kepada manusia adalah cinta dengan wujud pengorbanan diri-Nya bagi keselamatan manusia (Yoh 15:13-14). Dengan kata lain, hubungan Yesus dengan manusia bukan seperti tuan dan hamba namun bagaikan seorang sahabat. Persahabatan merupakan satu jiwa yang hidup dalam dua badan. Manusia dijadikan sahabat oleh-Nya dan terbukti Ia amat setia dengan sahabat-Nya yaitu umat manusia. Buah Ekaristi yang umumnya melekat dalam hidup sehari-hari yaitu persahabatan. Umat Kristiani semestinya bertindak seperti seorang sahabat. Sahabat sejati adalah orang yang memperhatikan kebutuhan sesamanya. Ada ungkapan: A friend in need is a friend indeed. Bertindak seperti seorang sahabat berarti (tetap) melakukan hal-hal baik untuk orang lain, walaupun ia dalam posisi

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 yang kurang menguntungkan, tercampak atau dikucilkan (Musakabe, 2011: 13). Itulah yang dilakukan Yesus kepada manusia, dengan mengorbankan diri bagi umat manusia. Santo Bernardus mengatakan, “Ekaristi adalah Cinta yang melampaui segala cinta di surga dan di dunia.” Cinta-Nya yang luar biasa menjadi suatu dorongan bagi umat manusia untuk tetap percaya dan beriman kepada-Nya. Santo Thomas Aquinas menulis, “ Ekaristi adalah Sakramen Cinta, ia menyatakan cinta, ia menghasilkan cinta.” Pengalaman-pengalaman Santo-Santo tersebut menyadarkan manusia bahwa Ekaristi merupakan cinta Yesus kepada manusia. Memaknai Ekaristi sebagai sebuah cinta Yesus yang amat luar biasa akan menumbuhkan keteguhan hati dan akhirnya iman berkembang serta dalam kehidupan sehari-hari akan mengungkapkannya dengan berbuat baik kepada sesama. Buah Ekaristi juga ditandai dengan kehadiran Allah yang menyertai manusia. Ia adalah Tuhan Yesus yang hadir dalam tabernakel gereja kita dalam Tubuh, Darah, Jiwa dan Keilahian-Nya (Musakabe, 2011: 14). Dalam Mat 1:23 tertulis juga saat malaikat Gabriel datang membawa berita sukacita kepada Maria bahwa mereka akan menamai Dia Imanuel yang berarti Allah menyertai kita. Tubuh dan Darah-Nya yang disantap akan selalu menyertai umat manusia dalam segala situasi dan kondisi. Tubuh dan Darah-Nya akan menebus umat manusia dan mengantarkan umat manusia ke dalam kerajaan surga. Buah Ekaristi berdasar dari sumber Kitab Suci yang dikutip dari situs tuhanyesus.org yaitu :

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 a. Sebagai Pengingat akan Karya Penyelamatan Allah Pengingat karya penyelamatan Allah, dalam Luk 22:19-20 yaitu saat Yesus berkata “Inilah tubuh-Ku dan inilah darah-Ku,” maka roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah-Nya. Mengapa bisa demikian? Karena Yesus memiliki kuasa untuk mengubahnya. Hanya saja, bukan secara fisik yang berubah. Namun, anggur dan roti tersebut berubah menjadi diri-Nya sendiri yang diberikan pada manusia dalam bentuk makanan dan minuman. Karena itulah saat perayaan Ekaristi imam akan mengulangi perkataan Yesus, dan dengan iman mereka mempercayai bahwa anggur dan roti merupakan tubuh dan darah-Nya. Oleh karena Yesus disalib satu kali untuk selamanya. Maka Ekaristi bertujuan supaya kita mendapat buah-buah arti penebusan dosa yaitu keselamatan. b. Bersatu dengan Kristus Dalam Yoh 6:56-57, ayat tersebut menjadi dasar bagi umat Katolik mengenai makna Ekaristi, yaitu bersatunya kita dengan Kristus. Mereka mempercayai bahwa Kristus hadir dan Dia sendiri yang memimpin saat perayaan Ekaristi. Selain itu, dengan makan tubuh dan darah-Nya, dan dengan kuasa Roh Kudus, umat manusia dipersatukan dengan kemanusiaan sekaligus ke-Allah-an Kristus. Dengan dipersatukannya manusia dengan Kristus, umat manusia akan mengambil bagian dalam kehidupan-Nya dan makna Sakramen Ekaristi akan diubah menjadi serupa dengan Dia.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 c. Kesatuan Jemaat dalam Tubuh Kristus Ekaristi merupakan perayaan dimana Yesus sebagai Tuan Rumah, dan perayaan tersebut dihadiri jemaat yang bersama-sama berkumpul dan memiliki tujuan untuk mengingat karya penyelamatan-Nya. Jadi, apabila dirayakan sendiri, maka akan berbeda lagi maknanya dan bukan lagi Ekaristi. Maka dari itu, walaupun Ekaristi lebih merupakan hubungan antara manusia, Roh Kudus, dan Kristus, namun tetap saja, pada mulanya Yesus mengajarkan Ekaristi dalam bentuk perkumpulan orang-orang yang percaya kepada-Nya. 3. Substansi Ekaristi dalam Hidup Beriman Ekaristi adalah sakramen kasih, tanda kesatuan, dan ikatan kasih serta sebuah Perjamuan Paska Kristus dikurbankan, untuk mengisi kita dengan rahmat yang menghantar umat kepada kehidupan kekal. (Sacrosanctum Concilium art 57). Sebagai sakramen kasih, Ekaristi menjadi sumber kekuatan bagi umat untuk mencapai kesempurnaan kasih yaitu kekudusan. Sebagai tanda kesatuan, Ekaristi menandai persatuan antara Tuhan dengan semua orang beriman (Gereja), dan melalui Gereja, dengan seluruh dunia. Sebagai ikatan kasih, Ekaristi mengarah pada persekutuan dengan Tuhan dan sesama. Sebagai Perjamuan Paska, Ekaristi menggambarkan tujuan akhir ke surga. Sungguh, Ekaristi menjadi ‘Surga di Dunia’. Oleh karena itu, Ekaristi menjadi sumber dan puncak Spiritualitas Kristiani.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Umat Kristiani harus bersatu dengan Kritus di dalam Ekaristi, jika ingin bertumbuh di dalam kekudusan untuk menjadi semakin serupa dengan Dia; sebab Ia adalah sumber kekudusan dan guru kesempurnaan. “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya,” kata Yesus, “dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yoh 15:5,8). Kita harus tinggal di dalam Kristus dan Gereja-Nya, yaitu Tubuh-Nya, supaya kita dapat berbuah, yaitu kekudusan di dalam kesempurnaan kasih, untuk memuliakan Tuhan. Dalam Ecclesia de Eucharistia art.2 tertulis ungkapan Paus Fransiskus, “Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus justru karena memperkenankan saya mengulangi di tempat itu, katakata suruhan-Nya : “Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku” (Luk 22:19). Disini terlihat bahwa perjamuan itu menjadi suatu pengenangan akan Yesus sendiri. Dengan Ekaristi, kasih Tuhan tersampaikan kepada umat-Nya yaitu sebuah kasih yang begitu besar sehingga roti itu merupakan makanan yang berasal dari diri-Nya sendiri. Kasih yang diberikan secara cuma-cuma, selalu tersedia bagi setiap orang yang lapar dan memerlukannya untuk memperbarui kekuatannya sendiri. Untuk menghidupi pengalaman iman artinya adalah untuk membiarkan diri sendiri diberi makan oleh Tuhan dan untuk membangun keberadaan diri sendiri bukan dari benda-benda material tetapi dengan kenyataan yang tidak binasa, yaitu karunia-karunia Allah, Sabda-Nya dan Tubuh-Nya.Ekaristi adalah kenangan yang hidup akan pengorbanan Kristus yang menebus kita. Betapa dalamnya makna dan manfaat Ekaristi dan betapa besar rahmat yang kita terima

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 setiap kali kita menyambut Ekaristi kudus itu. Sebab yang kita terima dan yang masuk ke dalam tubuh kita dan bersatu dengan jiwa kita adalah Tuhan Yesus sendiri, yaitu: Tubuh, Darah, Jiwa dan ke-Allahan-Nya (Katolisitas.org) Dengan hati penuh syukur, umat Kristiani merenungkan kembali perkataan Yesus yang penuh kuasa. Bahwa sebelum menderita sengsara, Ia telah menetapkan perjamuan bersama para murid-Nya yang kini kita lakukan demi peringatan akan Dia. Konsekrasi merupakan bagian yang utama dalam Misa Kudus, yaitu pada saat imam mengatakan, “Terimalah dan makanlah. Inilah Tubuhku yang dikurbankan bagimu.” Dan kemudian imam mengangkat roti hosti. Pandanglah hosti kudus itu dengan penuh syukur dan kasih sebab Kristus telah rela mati untuk menebus dosa kita. Kini, oleh kuasa Roh Kudus-Nya Ia menghadirkan kembali Misteri Paska di tengah kita. Oleh Sabda Allah yang dikatakan oleh imam, hosti itu bukan hosti lagi, melainkan Tubuh Kristus sendiri. Maka kita dapat memandang hosti itu sambil berkata seperti yang dikatakan oleh Rasul Thomas, “Ya Tuhanku dan Allahku.” Demikian pada saat imam berkata, “Terimalah dan minumlah. Inilah piala darahKu, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku;” kita memandang piala yang diangkat itu, sambil mengatakan hal yang sama, “Ya Tuhanku dan Allahku.” Kita dapat menundukkan kepala, tanda hormat dan syukur atas Misteri Kristus ini. Katakan dengan iman, “Terima kasih Yesus, Engkau telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Mu untuk aku” (Gal 2 :20) (Katolisitas.org).

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Dalam Ekaristi juga tercipta sikap mencintai Ekaristi itu sendiri. Orang yang mencintai Ekaristi tentu juga amat merindukan dan selalu mengupayakan kesatuan atau persaudaraan penuh kasih dalam keluarganya, komunitasnya atau masyarakatnya (Martasudjita, 2012:102). Oleh sebab itu, mencintai Ekaristi berdampak baik bagi kehidupan sehari-hari para umat beriman Kristiani. Mencintai Ekaristi dapat menjadikan umat beriman semakin mencintai keluarganya, komunitasnya dan yang terpenting mencintai Allah sendiri. Juga dalam perayaan Ekaristi, setiap orang Katolik dipanggil dan diutus untuk meneruskan gerakan berbagi lima roti dan dua ikan agar menjadi berkat bagi yang lain (Pujasumarta, 2008: 25). Hal tersebut mengingatkan bagi umat beriman Kristiani untuk selalu menjadi orang yang penuh belas kasih dan mampu membagikan apa yang dipunyainya demi menolong orang yang kesusahan. Berbagi tentang apapun saja, bukan hanya berbagi makanan. Karena berbagi merupakan tindakan yang mencerminkan kerendahatian dan ketulusan sebagai umat beriman Kristiani. Dalam hal menerima komuni, sikap yang paling tepat ialah menerima komuni dengan pantas dan siap lahir batin. Sangat tidak pantas apabila ada orang yang selama misa cuma SMS-an dengan HP-nya atau ngobrol saja, tetapi tetap maju saat komuni kudus (Komsos KAS, 2010: 52). Hal tersebut bisa diartikan bahwa sesuatu yang amat agung dan kudus harus dan wajib ditanggapi pula dengan agung dan kudus. Bagaimana yang agung dan kudus itu? Yaitu dengan sikap yang benar-benar khusyuk dan merasakan kehadiran Yesus sendiri di dalam komuni itu. Setelah menerima komuni, hendaklah kita berdoa pribadi secara

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 tenang dan leluasa (Komsos KAS, 2010: 55). Hal ini lumrah dilakukan oleh umat beriman Kristiani karena menerima komuni adalah hal yang luar biasa, sepatutnya umat Kristiani mengucap syukur atas kebaikan Allah. Menerima komuni menjadi suatu hal yang perlu dilakukan dengan kerendahan hati karena benar-benar pemberikan Allah. Arti dan tujuan komuni adalah agar umat beriman meniru hidup Kristus, mengikuti jalan salib-Nya dan karena jasa-jasa wafat-Nya, umat beriman dapat ambil bagian dalam kebangkitanNya (Lukasik, 1991: 114). Disini terlihat bahwa menerima komuni menuntut umat beriman Kristiani untuk mengikuti segala kehendak Kristus, entah itu suka atau duka, semua itu adalah jalan salib-Nya. Umat beriman Kristiani patut bersyukur karena boleh ikut dalam karya penyelamatan-Nya. Dengan mengikuti-Nya, kelak, umat beriman Kristiani telah masuk dalam Kerajaan-Nya. Akhirnya, roti dan anggur yang dipakai dalam perayaan Ekaristi mengajak kita untuk menyebarkan kesadaran (dan tindakan yang mengikutinya) akan pemeliharaan alam raya ini sebagai segi yang amat penting dalam spiritualitas kristiani dan kemuridan kristiani (Suharyo, 2011:3 6). Dengan demikian, pengorbanan Yesus Kristus dengan tubuh dan darah-Nya memiliki tujuan untuk keselamatan umat manusia. Tidak hanya sampai misi penyelamatan saja, namun apa yang terjadi setelah penyelamatan yaitu saling mengashi sesama dan alam semesta ini. Semua kehendak Allah adalah baik adanya, sepatutnya umat manusia khususnya umat beriman Kristiani berbuat sesuai kehendak Allah Yang Maha Kasih.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 BAB III GAMBARAN UMUM PERAYAAN EKARISTI DI PAROKI ADMINISTRATIF MARIA ASSUMPTA CAWAS DALAM MENGEMBANGKAN HIDUP BERIMAN UMAT KRISTIANI A. Gambaran Pelaksanaan Ekaristi di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas Pada Bab ini penulis akan membahas gambaran umum tentang Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. Terdiri dari profil paroki, letak geografis paroki, visi, misi dan sejarah paroki serta perkembangan Ekaristi di Paroki hingga sekarang. Lalu bab tiga ini juga berisi sejauh mana peranan Ekaristi bagi hidup beriman umat di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas ini. Untuk mengetahui sejauh mana peranan Ekaristi bagi hidup beriman umat, penulis melakukan penelitian dengan wawancara terstruktur. Penelitian ditujukan pada umat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. Kemudian dilanjutkan tentang pembahasan hasil penelitian. 1. Profil Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas a. Letak Geografis Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas Paroki Administratif Maria Assumpta Cawas merupakan salah satu Paroki yang berada di Keuskupan Agung Semarang, yang terletak di Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Luas wilayah Paroki Administratif Maria Assumpta Cawas jika dihitung dari Gereja yaitu 2,6 km ke sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Bayat, 4,5 km ke sebelah timur berbatasan dengan

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Kabupaten Sukoharjo, 6 km ke sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Trucuk dan 5,1 km ke sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Ngawen. Wilayah Paroki Administratif Maria Assumpta Cawas meliputi Kecamatan Cawas, Kecamatan Bayat dan Kabupaten Sukoharjo. Sedangkan dalam batas wilayah gerejani, Paroki Administratif Maria Assumpta Cawas sebagai berikut : Sebelah utara berbatasan dengan Paroki Jombor, sebelah barat dengan Paroki Bayat, sebelah timur dengan Paroki Sukoharjo dan sebelah selatan dengan Paroki Ngawen. b. Visi dan Misi Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas 1)Visi Paroki “Menjadi paroki mandiri dengan fasilitas yang nyaman dan lengkap untuk membangun keterlibatan dan kehidupan umat beriman yang makin mendalam sehingga mampu menghadirkan daya ubah dalam relasi yang inklusif dengan sesama di tengah masyarakat”. Visi yang dirumuskan telah menggambarkan kemana arah Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas akan tertuju. Paroki benar-benar memiliki visi yang menurut penulis sudah amat bagus dan lengkap. Mengusahakan kemandirian, keterlibatan dan akhirnya menghasilkan daya ubah melalui relasi yang inklusif. Visi yang sudah amat terstruktur dan pastinya hal yang terstruktur akan mudah dicapai.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 2) Misi Paroki Misi Paroki yang dirumuskan berdasarkan pada visi Paroki yaitu berusaha menambah kenyamanan bagi kegiatan umat. Paroki juga berusaha melengkapi kelengkapan fasilitasnya. Semua itu demi tewujudnya keterlibatan umat dalam hidup menggereja. Keterlibatan menghasilkan sifat kepemimpinan yang kuat dan memiliki rasa positif pada diri sendiri. Maka diri mempunyai keberanian dalam bertindak dan dalam membuat rencana kegiatan. Serta semakin memiliki relasi dan saling mendukung antar umat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. c. Sejarah Singkat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas Tahun 1935 muncul orang Katolik pertama di Cawas yaitu Bapak Jaidi Darmosewoyo. Tahun 1936, Paroki Wedi berdiri dan mengasuh sebagian wilayah Jombor yaitu Trucuk dan Cawas. Wilayah Jombor yang lain diasuh oleh Paroki Klaten. Sekitar tahun 1947-1948, ada 4 keluarga Katolik di Cawas. Keluarga itu adalah: keluarga Y. Darrnasewaya (Barepan, Cawas), keluarga A. Darsawiharja (Cawas), keluarga L. Harjawiyana (Kedungampel), keluarga Siswaharja (Cawas). Empat keluarga tersebut menjadi embrio keberadaan Gereja Paroki Administratif Cawas. Pada tahun 1959, lingkungan Cawas dimasukkan ke dalam wilayah Paroki Klaten. Waktu itu, pastor paroki Klaten adalah Rm. J. Darmayuwana, Pr. Pada tanggal 14 Agustus 2010 dimulai pembangunan gedung pastoran. gedung pastoran ini selesai dibangun dan diberkati bersama gedung Gereja dan Aula oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta pada tanggal 19

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 September 2011. Semenjak bulan Januari 2012 Stasi Cawas mulai membuat pembukuan induk sendiri (Baptis, Perkawinan, Penguatan, Sakramen Pengurapan Orang Sakit, Kematian), terpisah dari Paroki Jombor. Pada Januari 2012, Rm. Yohanes Sunaryadi. Pr datang menggantikan Rm. Robertus Budi Haryono, Pr sebagai Pastor Paroki Jombor. Lingkungan di Gereja Administratif Cawas adalah basis kegiatan. Kehidupan lingkungan-lingkungan ditingkatkan dengan membentuk Paguyuban Ketua lingkungan dan Wilayah. Mereka mendampingi secara berkala. Pembangunan Fisik yang terjadi juga signifikan. Sesudah berbagai macam hal ditata dan dikembangkan dalam dinamika hidup umat, pelayanan pastoral dan pengelolaan organisasi, akhirnya pada tanggal 15 Agustus 2012, Stasi Cawas diresmikan sebagai PAROKI ADMINISTRATIF oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. J. Pujasumarta, Pr. 2. Perkembangan Kenyataan Pelaksanaan Ekaristi di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas Hingga Sekarang Setelah berstatus paroki administratif, frekuensi misa harian ditambah yaitu setiap hari Senin sampai Jumat. Misa mingguan dirayakan di kapel wilayah St. Agustinus setiap Sabtu minggu ke-2, di kapel St. Petrus Karangtengah setiap Sabtu minggu ke-3, di kapel St. Paulus Kedungampel setiap Sabtu minggu ke 4. Penambahan jumlah misa ini berkaitan dengan penambahan jumlah imam. Tanggal 10 Agustus 2013, Rm. Antonius Saptana Hadi memasuki karya di paroki lombor dan Cawas. Semenjak ada pastor tinggal di pastoran Cawas, dinamika

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 pelayanan Iiturgi, administrasi, dan dimanika keparokian berjalan seperti paroki mandiri. Pada dasarnya, dengan segala potensi dan kekurangan, umat merasa mampu menjadi paroki mandiri. Dalam visi paroki administratif 2017-2020, Gereja Maria Assumpta Cawas tetap mencantumkan cita-cita menjadi paroki mandiri di dalam rumusannya. Per tanggal 29 juni 2016, Romo Saptana Hadi, Pr berpindah tugas ke Sorong Papua dan digantikan oleh Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr (Romo Yuyun) dam bertempat tinggal di paroki Cawas. Dalam pendampingan Romo Yuyun, tata penggembalaan paroki mengalami beberapa perubahan yang menyesuaikan dengan kebutuhan umat. Khusus perayaan Ekaristi, Romo Paroki menyusun jadwal perayaan Ekaristi secara rutin. Perayaan Ekaristi Jumat Pertama, Ekaristi Mingguan, Ekaristi per Wilayah serta Ekaristi di taman doa. Dan yang terbaru, mulai awal tahun 2018, Romo Paroki beserta dewan Paroki menyusun program yaitu dalam seminggu ada perayaan Ekaristi per lingkungan dan perayaan Ekaristi Ujub. Hal ini diharapkan membantu umat untuk lebih menghayati imannya serta lebih bisa hidup dalam iman akan Yesus Kristus. Kehidupan berekaristi di Paroki ini semakin berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Romo Paroki yang tak kenal lelah mengajak umat untuk semakin rajin dan sadar bahwa Ekaristi merupakan suatu kebutuhan bagi setiap umat Kristiani. Dalam perkembangannya, memang tidak sedikit umat yang masih belum sadar, namun ada tidak sedikit pula yang semakin rajin dalam mengikuti perayaan Ekaristi. Program Romo Paroki yaitu perayaan Ekaristi per lingkungan, perayaan Ekaristi per Wilayah dan perayaan Ekaristi Ujub diharapkan membuat

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 umat semakin sadar bahwa Ekaristi merupakan sumber dan puncak kehidupan beriman mereka. Melihat antusias umat dalam mengikuti perayaan Ekaristi, peneliti melihat bahwa hal-hal itu perlu digali dari umat. Peneliti ingin menelisik lebih dalam dampak peranan Ekaristi bagi hidup beriman umat yang makin mendalam sehingga mampu menghadirkan daya ubah bagi hidup bersama. B. Metodologi Penelitian Peranan Ekaristi dalam Mengembangkan Hidup Beriman Umat Kristiani Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas 1. Latar Belakang Penelitian Iman merupakan tanggapan manusia akan wahyu Allah. Iman juga menjadi sebuah bukti bahwa Allah benar-benar menyapa dan memanggil manusia dan akhirnya manusia menanggapinya. Hidup beriman umat Kristiani menjadi sebuah gambaran kedekatan manusia dengan Allah. Mengimani Yesus Kristus menjadi kewajiban umat Kristiani, maka hidup beriman umat Kristiani menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. Mengikuti Kristus berarti menerima salib, mengimani Kristus berarti memikul beban. Ekaristi merupakan salah satu sakramen dalam Gereja Katolik. Ekaristi merupakan puncak hidup umat Kristiani. Ekaristi merupakan dasar semangat atau spiritualitas hidup rohani umat Kristiani. Ekaristi merupakan makanan rohani, maka jelas spiritualitas hidup rohani umat semakin berkembang dan mengakar lebih dalam. Melalui Ekaristi, umat diajak untuk ikut dalam misteri iman akan Yesus Kristus yang rela mati demi manusia. Seluruh Perayaan Ekaristi adalah

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 penghadiran kurban persembahan Kristus yang menyelamatkan. Setelah umat disapa oleh sabda Tuhan dalam Liturgi Sabda, umat mengawali Liturgi Ekaristi dengan persiapan persembahan. Ekaristi seharusnya membantu perkembangan hidup beriman umat jika pelaksanaannya benar-benar dihayati dengan baik. Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas diresmikan pada tanggal 15 Agustus 2012 oleh Uskup Agung Semarang Mgr. J. Pujasumarta, Pr. Gebrakan yang luar biasa adalah perencanaan pelaksanaan Ekaristi yang lebih diintensifkan Dalam satu minggu telah dijadwalkan perayaan Ekaristi yang teroganisir. Perayaan Ekaristi mingguan, harian, per lingkungan, per wilayah maupun perayaan Ekaristi ujub. Diharapkan dengan adanya perayaan Ekaristi yang rutin, umat semakin berkembang imannya dan menghidupi imannya itu. Melihat upaya-upaya yang dilakukan demi meningkatnya hidup beriman umat Katolik di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas, khususnya Ekaristi, penulis berupaya membantu umat Paroki Cawas untuk lebih memperdalam imannya. Penulis melakukan penelitian tentang seberapa besar peranan Ekaristi dalam memperkembangkan iman umat. Diharapkan hasil dari penelitian yang dilakukan dapat menjadi bantuan kecil atau solusi bagi keberlangsungan kehiduan beriman umat di Paroki Administratif Maria Assumpta Cawas. 2. Tujuan penelitian a. Mengemukakan sejauh mana pemahaman umat tentang Ekaristi.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 b. Mengemukakan sejauh mana dampak positif Ekaristi yang dilaksanakan di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas dalam perkembangan hidup beriman mereka. c. 1) Mengemukakan faktor-faktor pendukung dalam pelaksanaan Ekaristi. 2) Mengemukakan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan Ekaristi. 3. Jenis Penelitian Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Menurut Sugiyono (2014:9) penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dariada generalisasinya. Jenis penelitian ini sering disebut juga metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) (Sugiono, 2014: 14). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskripsi analisis yaitu metode yang menggambarkan dan menganalisis data yang diperoleh melalui studi pustaka dan diperkuat dengan adanya penelitian. Dalam rangka mendapatkan data yang valid, penulis akan terjun langsung ke Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. Penulis akan melakukan wawancara kepada beberapa narasumber yaitu Romo Paroki dan tokoh umat.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 4. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu desain atau pendekatan fenomenologi. Penelitian dengan desain fenomenologi yaitu penelitian yang menggali dan mengungkapkan kesamaan makna dari sebuah konsep atau fenomena yang menjadi pengalaman hidup sekelompok individu. Dalam desain fenomenologi ini penulis fokus pada konsep atau fenomena Ekaristi itu sendiri. Maka penelitian ini berusaha mengungkap kesamaan pengalaman-pengalaman para responden akan Ekaristi. Poin penting dari desain fenomenologi adalah mengungkap pengalaman tersembunyi dari aspek filosofis dan psikologis para responden. Tujuannya yaitu untuk menjelaskan esensi dari fenomena yang diteliti yaitu Ekaristi (sosiologis.com). 5. Instrumen Penelitian Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri sehingga peneliti harus “divalidasi”. Validasi terhadap peneliti, meliputi; pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian baik secara akademik maupun logiknya (Sugiono, 2014: 305). Peneliti dalam penelitian kualitatif berperan sebagai human instrumen yang berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya (Sugiono, 2014: 306). Pertanyaanpertanyaan interaktif dalam wawancara diharapkan dapat mencapai tujuan

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 penelitian. Hasil wawancara akan direkam menggunakan alat bantu handphone sementara peneliti berfokus pada proses wawancara. Jadi penelitian akan dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai instrumen dan mewawancarai responden yaitu umat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. 6. Responden Jumlah umat di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas sekitar 1081 Jiwa (Lampiran 5: Jumlah Umat). Paroki memiliki 4 wilayah yang terdiri dari 12 lingkungan. Penulis mempunyai pemikiran bahwa responden berasal dari setiap lingkungan yang diwakilkan oleh ketua lingkungan. Namun berdasarkan hasil rembugan dengan pastor paroki, 12 orang per lingkungan tersebut tidak harus ketua lingkungan namun orang yang dianggap bisa dan mampu mewakili umat. Usia responden yang ditentukan yaitu usia 30 tahun ke atas. Dengan demikian pastor paroki membantu memilihkan siapa saja responden yang dianggap mampu memberikan informasi dan bisa dianggap sebagai perwakilan umat dalam rentang usia 30 tahun ke atas. Maka total responden dalam penelitian ini ada 13 responden ditambah dengan pastor paroki sendiri. Maka hal itu sesuai dengan pengertian teknik pengambilan sampel yaitu purposive sample atau sampel bertujuan yaitu teknik pengumpulan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiono, 2014: 68). Responden atau sampel yang dipilih dirasa sudah cukup memiliki data yang ingin peneliti ambil diharapkan oleh peneliti untuk bisa menggali dan akhirnya mendapatkan data serta lebih paham apa yang dirasakan dan dialami oleh umat di paroki ini.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 7. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2018 dan dilaksanakan di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. 8. Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2014:59) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Maka variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Pemahaman umat tentang Ekaristi b. Dampak positif Ekaristi bagi hidup beriman c. 1) Faktor pendukung dalam Ekaristi 2) Faktor penghambat dalam Ekaristi d. Keprihatinan dan harapan untuk Ekaristi 9. Kisi-kisi Tabel 1 Kisi-kisi Penelitian No Variabel Indikator Jumlah Soal Nomor Soal (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pemahaman umat a. Memahami arti Ekaristi 2 Soal 1,2

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 tentang Ekaristi secara umum b. Memahami Ekaristi makna 2. Dampak positif a. Mengalami 2 Soal Ekaristi bagi Hidup pengalaman iman Beriman melalui Ekaristi b. Ekaristi yang memperkembangkan Hidup Beriman 3,4 3 a.Faktor pendukung a. Faktor pendukung 2 Soal Ekaristi dalam Ekaristi 5,6 b. Keterlibatan aktif dalam Ekaristi b.Faktor penghambat Ekaristi 4 a. Faktor penghambat 1 Soal dalam Ekaristi Keprihatinan dan a. Keprihatinan dalam 3 Soal harapan untuk Ekaristi Ekaristi b. Harapan akan perkembangan hidup beriman melalui Ekaristi c. Harapan untuk Ekaristi 7 8,9,10 9. Teknik Pengolahan Data Pengolahan data adalah suatu proses pengaturan dan pengorganisasian secara sistematis transkrip wawancara dan bahan-bahan yang lain yang dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap data yang diolah agar dapat diprensentasikan semuanya pada orang lain. Analisis data penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu memahami, mempelajari dan memperjelas seluruh

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 data yang sudah ditemukan. Kemudian direduksi sehingga mendapatkan suatu kesimpulan yang utuh. C. Laporan Hasil Penelitian Peranan Ekaristi dalam Mengembangkan Hidup Beriman Umat Kristiani Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas Pada bagian ini akan dilaporkan hasil penelitian melalui wawancara. Hasil penelitian akan dibahas secara berurutan sesuai dengan variabel penelitian. Bagian ini berisi hasil jawaban para responden yang sudah dipelajari penulis dari seluruh sumber data penelitian. Jumlah responden yang diwawancarai berjumlah 13 orang. 13 orang tersebut yaitu 12 orang umat (RU) dan 1 orang Pastor Paroki (RP). Penelitian dilaksanakan selama ± 2 minggu pada tanggal 26 September sampai dengan 11 Oktober 2018. Penulis melakukan wawancara secara bergilir dengan berkunjung ke rumah-rumah para responden. Durasi wawancara ± 15 menit hingga 40 menit. 1. Pemahaman Umat tentang Ekaristi Variabel ini mencakup dua pertanyaan yang bertujuan mendapatkan gambaran bagaimana pemahaman umat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas tentang Ekaristi.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 a. Pemahaman Ekaristi Berdasarkan hasil wawancara, umat dapat menjawab pertanyaan perihal hakikat dari Ekaristi. RU1, RU2, RU6, RU7, RU8, RU10, dan RU12 memahami Ekaristi sebagai perayaan pengenangan perjamuan malam terakhir yang pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama demi menghasilkan suatu persatuan atau persekutuan umat (Lampiran 4: RU1, RU2, RU6, RU7, RU8, RU10, RU12). Menurut RU4, RU5, RU11 dan RU12 Ekaristi adalah suatu ungkapan rasa syukur kepada Allah karena telah menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosa (Lampiran 4: RU4, RU5, RU11, RU12). Menurut RP, RU3 dan RU9 Ekaristi adalah sebuah sumber dan juga puncak kehidupan umat Kristiani (Lampiran 4: RP, RU3, RU9). Sumber yang berarti tumpuan hidup dan puncak yang berarti tujuannya disatukan oleh kurban Kristus sendiri. Bisa dikatakan pemahaman umat tentang Ekaristi sudah baik dan terarah. RU8 mengungkapkan bahwa Ekaristi adalah sebuah kerinduan yaitu kerinduan yang mendalam akan kehadiran Yesus Kristus. Ungkapan RU8 menggambarkan bahwa umat sebetulnya sudah benar-benar haus dan lapar akan kehadiran serta keselamatan Yesus Kristus (Lampiran 4: RU8). RP mengungkapkan bahwa selain sumber dan puncak iman Kristiani, Ekaristi juga sebagai kelanjutan dan kebaharuan warisan yang Yesus berikan yang akhirnya menyatukan umat dalam kurban Kristus sendiri (Lampiran 4: RP).

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 b. Makna Ekaristi Berdasarkan hasil wawancara, umat sudah memaknai Ekaristi dalam hidup mereka. RU1, RU3, RU4, RU5, RU6 dan RU12 memaknai Ekaristi sebagai suatu kebutuhan dalam hidup mereka dan merubah sikap mereka dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik (Lampiran 4: RU1, RU3, RU4, RU5, RU6, RU12). RU4 mengemukakan bahwa hidupnya tidak bisa lepas dari Ekaristi karena bagi dirinya bukan hal yang terpisah antara pekerjaan dan kesempatan bertemu dengan Tuhan (Lampiran 4: RU4). RU9, RU10 dan RU11 memaknai Ekaristi sebagai suatu wadah untuk bersatu dengan Tuhan. Lewat Ekaristi, Tuhan benar-benar hadir dalam hati mereka (Lampiran 4: RU9, RU10, RU11). RU9 mengungkapkan bhawa tidak semua orang bisa ikut dalam Ekaristi karena hanya orang-orang yang telah dibaptis yang bisa ikut (bersatu dengan Tuhan) dalam Ekaristi (Lampiran 4: RU9). RU8, RU2 dan RU7 memaknai Ekaristi sebagai suatu perwujudan iman Katolik. Ekaristi juga membantu menumbuhkan iman umat Kristiani (Lampiran 4: RU8, RU2, RU7). RU8 menjelaskan juga bahwa,” Ekaristi semakin meyakinkan bahwa diri kita mempunyai Yesus dan kita harus semakin mempererat iman kita akan pribadi Yesus melalui Ekaristi” (Lampiran 4: RU8). RP memaknai Ekaristi sebagai suatu rahmat tahbisan yang ia miliki. Ekaristi juga membuat imamatnya penuh karena menghadirkan kembali warisan Kristus dan menyatukan

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 kesinambungan antara umat jaman sekarang dan jemaat perdana (Lampiran 4: RP). 2. Dampak Positif Ekaristi bagi Hidup Beriman Variabel selanjutnya yaitu tentang dampak positif Ekaristi bagi hidup beriman umat. Variabel ini berisi dua pertanyaan yang mengarahkan responden untuk memberikan jawaban mengenai dampak positif Ekaristi bagi hidup beriman umat. a. Mengalami Pengalaman Iman melalui Ekaristi Pengalaman iman merupakan peristiwa dimana Tuhan benar-benar hadir dalam hidup umat beriman. Responden mendapatkan berbagai pengalaman iman melalui keikutsertaan mereka dalam perayaan Ekaristi. RP, RU1 RU3 dan RU7 mengalami pengalaman iman dengan merasakan suatu momen saat mereka merasa berserah diri kepada Tuhan (Lampiran 4: RP, RU1 RU3, RU7). Momen saat Tuhan benar-benar merubah hidup mereka menjadi lebih baik. RU1 mengungkapkan bahwa pernah dijamah Tuhan lewat mimpi dan kemudian ia mengikuti Ekaristi untuk berserah diri pada Tuhan (Lampiran 4: RU1). RP juga merasa dekat dengan Yesus lewat dirinya sendiri yaitu bertugas sebagai Imam yang senantiasa mengajak dirinya untuk terus menerus mengadakan Ekaristi terusmenerus walaupun terkadang tidak ada orang sama sekali (Lampiran 4: RP). RU2, RU4, RU5, RU6, RU8, RU9, RU10, RU11 dan RU12 mengalami pengalaman iman dengan merasakan kelegaan hati, kedamaian hati dan mengalami Tuhan lewat Sabda yang dibacakan (Lampiran 4: RU2, RU4, RU5,

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 RU6, RU8, RU9, RU10, RU11, RU12). RU4 mengemukakan bahwa merasakan kelegaan hati, rasa senang dan tenang saat Ekaristi (Lampiran 4: RU4). RU6 mengungkapkan bahwa merasakan kehadiran Tuhan membuat imannya semakin kuat (Lampiran 4: RU6). RU10 mengungkapkan bahwa dirinya merasakan Tuhan yang benar-benar hadir dan berkarya saat ia menjadi pendamping atau seorang katekis yang menyerahkan para katekumen dewasa saat misa. Ia merasakan Tuhan benar-benar ada dan berkarya dalam dirinya (Lampiran 4: RU10). b. Ekaristi yang Memperkembangkan Hidup Beriman Jawaban para responden sudah menggambarkan Ekaristi memiliki pengaruh cukup besar bagi perkembangan hidup beriman mereka. Rata-rata responden mengungkapkan bahwa Ekaristi sangat membantu memperkembangkan hidup beriman mereka. Ada satu atau dua orang responden menganggap Ekaristi hanya berdampak kecil dalam memperkembangkan hidup beriman mereka. Ekaristi memiliki peran besar bagi hidup beriman mereka. Ekaristi menjadi bagian penting dalam Gereja Katolik khususnya dalam memperkembangkan iman. Menurut RU2, Ekaristi termasuk dalam 10 Perintah Allah yaitu pada perintah Kuduskanlah Hari Tuhan dengan melaksanakan Ekaristi (Lampiran 4: RU2). Maka kita sebagai umat Katolik menjadikan Ekaristi sebagai inti untuk mengembangkan keimanan. Menurut RU4 Ekaristi selalu berdampak positif bagi hidupnya. RU4 mengungkapkan bahwa sekecil apapun dampak yang diterima dalam Ekaristi, itu membawa perkembangan iman di kehidupan sehari-hari, yang jelas ada

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 dampaknya (Lampiran 4: RU4). Menurut RU9 Ekaristi mempengaruhi kehidupan rumah tangganya yaitu menciptakan sikap pengendalian diri agar bisa menyelesaikan masalah dalam kehidupan berkeluarga serta melalui Ekaristi rejeki pun mengalir (Lampiran 4: RU9). 3. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Ekaristi Variabel ini membahas mengenai faktor pendukung dan penghambat dalam Ekaristi. Faktor pendukung sebagai suatu kekuatan dalam Ekaristi dan faktor penghambat sebagai suatu hal yang perlu mendapat perhatian lebih agar bisa diperbaiki. a. Faktor Pendukung Dalam Ekaristi tentu ada faktor pendukungnya agar Ekaristi berjalan dengan lancar. RP, RU1, RU2, RU3, RU4, RU5, RU8, RU10, RU11 dan RU12 mengemukakan bahwa faktor pendukung adalah umat yang terlibat aktif dan petugas liturgi yang profesional (Lampiran 4: RP, RU1, RU2, RU3, RU4, RU5, RU8, RU10, RU11, RU12). Beberapa juga menjawab sarana prasarana juga mendukung lancarnya Ekaristi. RP mengemukakan bahwa,”Bagi saya, faktor pendukungnya adalah tata lituginya yang sudah pas, adanya persiapan diri secara batin setiap pribadi serta adanya partisipasi dan kekhusyukan” (Lampiran 4: RP). Bagi RU10 Ekaristi didukung oleh tata liturgi yang lengkap ditambah dengan petugas liturgi yang sesuai dengan tugasnya masing-masing (Lampiran 4: RU10). Menurut RU3 faktor pendukungnya adalah adanya kerjasama antar petugas

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 liturgi, umat serta sarana prasarana agar Ekaristi berjalan dengan lancar (Lampiran 4: RU3). RU6, RU7 dan RU9 mengungkapkan bahwa faktor pendukung dalam Ekaristi adalah persiapan umat sebelum Ekaristi yaitu persiapan hati dan kebersamaan dalam keluarga mereka masing-masing (Lampiran 4: RU6, RU7, RU9). Menurut RU7 faktor pendukung Ekaristi adalah hati yang siap dan suasana keluarga tentram serta tidak ada masalah (Lampiran 4: RU7). RU6 mengemukakan bahwa faktor pendukungnya yang jelas adalah kesetiaan dan ketaatan kemudian mengajak seluruh anggota keluarga untuk mengikuti Ekaristi akan memberikan semangat dalam mengikuti Ekaristi (Lampiran 4: RU6). b. Keterlibatan Aktif dalam Ekaristi Keterlibatan aktif umat dalam Ekaristi menjadi suatu hal yang penting dalam pelaksanaan Ekaristi. Berdasarkan jawaban-jawaban yang diungkapkan oleh responden, sebagaian besar dari responden sudah terlibat aktif dalam Ekaristi. RP, RU1, RU2, RU3, RU4, RU5, RU6, RU7, RU8 dan RU9 merasa sudah sangat terlibat aktif dalam Ekaristi. Kebanyakan dari mereka menjadi petugas liturgi terutama sebagai prodiakon dan juga koor (Lampiran 4: RP, RU1, RU2, RU3, RU4, RU5, RU6, RU7, RU8, RU9). Mereka merasa terlibat aktif karena menjadi petugas liturgi yang membantu imam dalam perayaan Ekaristi. Menurut RU8, ia terlibat saat menjadi umat juga terlibat saat menjadi petugas. Artinya walaupun tidak menjadi petugas liturgi, ia tetap menjadi umat yang aktif

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 terlibat misalnya saat menyanyi ya menyanyi, saat hening ya hening, saat duduk ya duduk (Lampiran 4: RU8). RU3 mengemukakan bahwa selain menjadi prodiakon ia juga menjadi tim kerja bidang liturgi (Lampiran 4: RU3). RU3 juga mengungkapkan bahwa ia juga ikut mengurusi Ekaristi bukan hanya pada saat Ekaristi berlangsung sebagai prodiakon namun sebelum Ekaristi berlangsung yaitu saat di sakristi dan juga dalam penjadwalan petugas-petugas liturgi setiap minggunya (Lampiran 4: RU3). RU7 juga termasuk responden yang sangat terlibat aktif dalam Ekaristi karena pernah menjadi prodiakon, mengikuti koor, menjadi kolektan dan menjadi petugas keamanan (Lampiran 4: RU7). Kemudian RP sebagai Pastor paroki menjawab,”Saya ya terlibat banget”. RP memimpin Ekaristi dalam seminggu sekitar kurang lebih 11 kali. RP memimpin Ekaristi mulai dari Ekaristi harian, mingguan, ujub, lingkungan serta wilayah. RP menambahkan bahwa,” Kalau seberapa besar keterlibatannya, maka dalam setiap Ekaristi kecenderungan yang saya lakukan adalah mempersiapkan supaya apapun yang saya lakukan dalam Ekaristi tersebut berkesan bagi umat” (Lampiran 4: RP). Jawaban lain dilontarkan oleh RU10, RU11 dan RU12 mengungkapkan bahwa mereka kurang terlibat aktif dalam Ekaristi (Lampiran 4: RU10, RU11, RU12). Ketika ditanya sejauh mana keterlibatan mereka, mereka dengan spontan mengakui kurang terlibat dalam Ekaristi. RU10 menjawab,”Dalam keterlibatan di

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Ekaristi, saya hanya pas-pasan, pas-pasan ini maksudnya hanya ikut misa setiap Minggu saja” (Lampiran 4: RU10). c. Faktor Penghambat Setelah faktor pendukung, ada pula faktor penghambat dalam Ekaristi. RP, RU3, RU4, RU5, RU8, RU9, RU11 dan RU12 mengungkapkan bahwa secara kasat mata faktor-faktor yang menghambat pada Ekaristi yaitu umat dan petugas liturgi (Lampiran 4: RP, RU3, RU4, RU5, RU8, RU9, RU11, RU12). Kenyataannya yang terjadi umat tidak fokus saat Ekaristi dan petugas liturgi yang kurang persiapan dalam hal ini misdinar. Menurut RP faktor penghambat Ekaristi yaitu partisipasi umat yang masih kurang (Lampiran 4: RP). Hal tersebut mungkin dikarenakan persiapan hati setiap pribadi yang masih setengah-setengah. RU4 menjawab,” Yang menghambat adalah hal yang sudah seharusnya dipersiapkan tetapi tidak dipersiapkan (petugasnya)” (Lampiran 4: RU4). Kemudian RU2, RU6, RU7 dan RU10 mengungkapkan bahwa faktor penghambat dalam Ekaristi adalah faktor teknis dan latar belakang permasalahan setiap umat saat Ekaristi (Lampiran 4: RU2, RU6, RU7, RU10). RU10 menjawab,” Saya pernah membaca bahwa ada peristiwa Ekaristi online yaitu umat yang malas mengikuti Ekaristi secara tatap muka malah beralih ke Ekaristi online tersebut, hal ini membuat umat Kristiani menjadi jauh dari Gereja”. “Ada juga masalah duduk di Gereja, jika seorang umat (X) datang lalu sudah duduk dan berdoa, tiba-tiba di saat Ekaristi sudah mau dimulai, ada umat lain (Y) yang terlambat dan meminta umat (X) untuk pindah atau menggeser ke dalam atau

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 tengah deretan tempat duduk, padahal bisa saja umat (Y) itu langsung masuk ke deretan dalam atau tengah agar fokus dan konsentrasi umat (X) tidak terganggu”. Kemudian RU10 mengungkapakan bahwa sebaiknya dana (parkir) jangan terlalu diperhatikan karena umat dengan penghasilan menengah ke bawah sudah kolekte I saja sudah cukup jadi dana (parkir) seharusnya tidak perlu menjadi perhatian (Lampiran 4: RU10). RU6 mengemukakan bahwa penghambat Ekaristi berasal dari permasalahan hidup sosial umat. RU6 mengungkapkan pengalamannya mengenai penghambat Ekaristi yaitu umat (X) ada kegiatan-kegiatan temasuk Ekaristi masih ada saja ada suara-suara dari umat lain (Y) yang bisa dikatakan mengira umat (X) sok rajin atau tidak menyukai rasa semangat umat (X) tersebut (Lampiran 3: RU6). Menurut RU1 belum ada faktor penghambat dalam Ekaristi. “Faktor penghambat dalam Ekaristi menurut saya belum ada, tetapi kalau kekurangan pasti ada sumbernya dari umat bukan dari Pastor” (Lampiran 4: RU1). 4. Keprihatinan dan Harapan Ekaristi dalam Hidup Beriman Variabel terakhir membahas tentang keprihatinan yang nampak serta harapan Ekaristi demi hidup beriman umat Paroki Administratis Santa Maria Assumpta Cawas. Harapan umat menjadi cita-cita agar hidup beriman mereka semakin berkembang.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 a. Keprihatinan dalam Ekaristi Keprihatian-keprihatinan dalam Ekaristi ternyata juga ditemukan oleh umat di Paroki. RU1, RU2, RU3, RU5, RU6, RU7, RU8, RU10, RU11, RU12, RP mengemukakan keprihatinan dalam Ekaristi adalah partisipasi keterlibatan umat yang kurang dalam Ekaristi (Lampiran 4: RU1, RU2, RU3, RU5, RU6, RU7, RU8, RU10, RU11, RU12, RP). Responden mengungkapkan bahwa partisipasi umat yang kurang mungkin karena mereka belum sepenuhnya memahami Ekaristi (Lampiran 4: RU2). Bisia dikatakan bahwa umat belum terlalu fokus saat Ekaristi berlangsung. RU6 menjawab,” Menurut saya, selain keterlibatan umat yang kurang, kehadiran para lansia juga kurang, artinya Ekaristi yang mempersatukan umat seharusnya mencakup seluruh jenjang usia, namun karena faktor jarak dan kendaraan serta keluarga yang tidak memungkinkan para lansia ikut perayaan Ekaristi” (Lampiran 4: RU6). RU3 mengungkapkan bahwa keprihatinan selain keterlibatan yaitu kesiapan para petugas liturgi yang haruus ditingkatkan, karena terkadang jika petugas melakukan sedikit kesalahan pasti menjadi suatu tontonan bagi umat dan akhirnya umat menjadi tidak fokus lagi (Lampiran 4: RU3). RP sebagai Pastor Paroki mengungkapkan partisipasi umat belum tampak, mungkin itu terjadi karena penghayatan mereka masih kurang (Lampiran 4: RP). Misalnya hal kecil yaitu pergi keluar Gereja saat Ekaristi berlangsung dengan alasan ke kamar kecil. Hal itu menjadi pertanyaan apakah itu suatu kebutuhan atau hanya suatu hal demi menghilangkan kebosanan semata (Lampiran 4: RP). RU4

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 dan RU9 belum menemukan suatu keprihatian dalam Ekaristi (Lampiran 4: RU4, RU9). Penulis berasumsi bahwa mereka lebih melihat Ekaristi sebagai suatu yang baik adanya dan tanpa melihat suatu hal yang menjadi keprihatinan dalam Ekaristi. Atau memang kurangnya kepekaan melihat keprihatinan yang ada. b. Harapan akan perkembangan hidup beriman melalui Ekaristi Harapan para responden bertitik tolak dari pengalaman mereka. RU1, RU4, RU5, RU8 dan RU12 mempunyai harapan agar mereka semakin menyadari, melibatkan diri, fokus dalam Ekaristi supaya iman mereka tumbuh dan berkembang (Lampiran 4: RU1, RU4, RU5, RU8, RU12). RU4 menjawab,” Saya sudah terlibat namun harapan saya semoga Ekaristi mampu melibatkan saya (lebih dalam) untuk bisa ambil bagian dalam Ekaristi, jadi niat saya dari rumah bisa saya persembahkan pada Tuhan” (Lampiran 4: RU4). RU2, RU6, RU7 dan RU9 memiliki harapan bahwa Ekaristi yang mereka ikuti sungguh berdaya ubah dan berdaya guna bagi mereka. Artinya Ekaristi merubah sikap mereka menjadi lebih baik yang akhirnya membuat mereka bersaksi dalam masayrakat melalui gotong-royong dan kesaksian lainnya. Para responden berharap agar Ekaristi tidak berhenti pada perayaan saja namun ada tindakan lanjut demi Ekaristi tersebut yakni sepulangnya dari perayaan Ekaristi mereka diutus untuk mewartakan kabar gembira kepada semua orang (Lampiran 4: RU2, RU6, RU7, RU9). Mewartakan kabar gembira diupayakan dengan melayani orang lain lewat pekerjaan mereka masing-masing, melakukan aksi nyata serta kerjasama antar

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 umat Kristiani dan dengan umat beragama lain. Hal itu membuktikan bahwa aksi nyata merupakan bukti iman yang semakin berkembang. RU6 mengemukakan bahwa sebetulnya umat hidup tidak hanya dari Ekaristi (perayaan) namun harus ada kesaksian, jadi umat yang mengikuti Ekaristi harus berbuat sesuatu dalam hidup sehari-hari (Lampiran 4: RU6). Kemudian RP, RU3, RU10 dan RU11 memiliki harapan yang tidak muluk-muluk. Mereka percaya bahwa dengan mengikuti Ekaristi secara baik dan benar lalu mengaplikasikannya dalam hidup sehari-hari, iman mereka akan tumbuh dan berkembang dengan baik pula (Lampiran 4: RP, RU3, RU10, RU11). RU3 mengungkapkan bahwa bagi dirinya iman seseorang tidak bisa dipaksakan, maka harapannya dengan menghayati Ekaristi dengan sungguh pada saat mengikutinya, itu sudah membantu mengembangkan imannya (Lampiran 4: RU3). RU11 berharap agar dirinya bisa lebih dekat dengan Tuhan lewat Ekaristi (Lampiran 4: RU11). c. Harapan untuk Ekaristi Harapan-harapan untuk Ekaristi diungkapkan oleh para responden sesuai kebutuhan dan sudut pandang mereka masing-masing. RP, RU2, RU3, RU4, RU6, RU8, RU9 dan RU11 memiliki harapan agar keterlibatan umat semakin lebih baik (Lampiran 4: RP, RU2, RU3, RU4, RU6, RU8, RU9, RU11). Para responden berharap agar umat semakin menghayati dan berpartisipasi aktif saat Ekaristi berlangsung. Para petugas Liturgi juga diharapkan semakin lebih peka dan

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 menyiapkan hati dengan sungguh-sungguh apabila akan menjadi petugas liturgi pada saat Ekaristi. RU6 mengungkapkan harapannya agar Ekaristi berjalan dengan lancar, ada baiknya jadwal petugas liturgi bisa tertata baik. Lalu adanya dukungan umat yang telah dikoordinir atau didampingi oleh pamong lingkungan. Dengan begitu terciptalah suatu kerjasama (Lampiran 4: RU6). RU2 mengungkapan harapannya yaitu umat semakin merasakan Ekaristi sebagai kebutuhan yang mendasar dan menjadi umat yang lebih beriman mendalam artinya sadar untuk berkontribusi dalam Gereja (Ekaristi) sesuai talenta masing-masing (misal lektor, mazmur, koor dll) (Lampiran 4: RU2). RP menjawab,”Saya berharap Ekaristi semakin dikenal dan dipahami dan dirayakan secara berdayaguna dan semakin tahu bahwa Ekaristi merupakan kekayaan yang paling tinggi dalam Gereja Katolik. Maka jika orang tahu maka orang paham dan hormat terhadap Ekaristi” (Lampiran 4: RP). Jawaban lain diungkapkan oleh RU1 dan RU5, mereka mengemukakan bahwa pelaksanaan Ekaristi diharapkan lebih menarik dan kreatif agar umat semakin tertarik mengikutinya (Lampiran 4: RU1, RU5). RU1 mengungkapkan bahwa Ekaristi seharusnya dirayakan sesuai dengan kebudayaan umat agar umat bisa mudah menyerap maka akan mudah untuk menerapkannya dalam masayarakat (Lampiran 4: RU1). Sedangkan RU5 mempunyai harapan yaitu,”Bagi saya lama-lama kalau Ekaristi hanya pakai organ itu menjadi monoton, perlu adanya media lain, maka perlu adanya kreativitas agar Ekaristi itu menarik dan mengundang minat umat” (lamiran 4: RU5).

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Ada harapan selain keterlibatan umat dan pelaksanaan Ekaristi yang menarik. RU7, RU10 dan RU12 memiliki harapan pada Ekaristi yang bertitik tolak dari sisi keprihatinan yang ada (Lampiran 4: RU7, RU10, RU12). RU10 dan RU12 berharap agar Ekaristi tidak menjadi suatu acara besar yang megah, meriah dan mewah saja namun harus sungguh-sungguh dihayati dan diresapi. Mereka berharap umat sadar bahwa uang kolekte dalam persembahan bukan hanya suatu kewajiban setiap Ekaristi saja namun persembahan bagi Tuhan (Lampiran 4: RU10, RU12) . RU7 mempunyai harapan yang bertitik tolak dari pengalamannya, jawabnya, “Harapan saya begini, saya pernah mendengarkan pengalaman orang bahwa saat konsekrasi, terdapat banyak arwah yang ingin sekali menyentuh Hosti namun tidak bisa. Maka saya berpikir mengapa tidak bisa. Maka berharap kalau bisa semua orang diselamatkan khususnya lewat Ekaristi, tidak hanya orang-orang yang masih hidup tetapi orang-orang yang sudah mati” (Lampiran 4: RU7). D. Pembahasan Hasil Penelitian Peranan Ekaristi dalam Mengembangkan Hidup Beriman Umat Kristiani Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas Pada bagian ini disampaikan pembahasan dari hasil penelitian tentang peranan Ekaristi dalam mengembangkan hidup beriman umat Kristiani paroki administratif santa maria assumpta Cawas. Pembahasan hasil penelitian disusun berdasarkan jawaban-jawaban responden dan berbagai referensi serta pemahaman dari penulis sendiri.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 1. Pemahaman Umat tentang Ekaristi Memahami hakikat Ekaristi menjadi bagian penting sebelum mengikuti Ekaristi. Saat mengikuti Ekaristi, pemahaman umat akan Ekaristi pun bertambah. Umat yang telah memahami hakikat Ekaristi akan lebih sadar dan terlibat aktif dalam Ekaristi. a. Pemahaman Ekaristi Berdasarkan hasil wawancara, umat sudah memahami hakikat Ekaristi. Ekaristi merupakan sumber dan puncak hidup umat Kristiani. Ekaristi tidak lepas dari perjamuan malam terkakhir Yesus dan para murid-Nya. Bisa dikatakan Ekaristi merupakan ungkapan umat beriman Kristiani untuk mengenangkan perbuatan Yesus yang mulia yaitu perjamuan-Nya dengan para murid. Ekaristi adalah pemberian Allah sendiri yang kemudian dikenangkan hingga sekarang. Ekaristi merupakan ungkapan syukur yang amat mendalam dari seluruh umat Kristiani karena telah diselamatkan dari dosa-dosa melalui pengorbanan-Nya di kayu salib yang akhirnya menyatukan seluruh umat Kristiani. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak iman Kristiani yang mempertemukan Kristus dengan umat beriman melalui pertukaran cinta kasih. Melalui Ekaristi, Allah menyapa umat, umat menanggapi sapaan Allah dan akhirnya umat menyembah dan memuji Allah.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 b. Makna Ekaristi Ekaristi sudah menjadi hal terpenting bagi umat beriman Kristiani. Melalui Ekaristi, umat telah menemukan inspirasi bagi hidup mereka. Ekaristi dimaknai sebagai suatu kebutuhan bagi mereka karena Ekaristi mengubah mereka menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dengan dampak yang positif itu, umat semakin sadar bahwa Ekaristi dimaknai sebagai suatu wadah atau tempat untuk bersatu dengan Yesus sendiri. Tidak hanya itu, penghayatan Ekaristi yang sungguh dapat menghasilkan suatu kesadaran bahwa Ekaristi merupakan perwujudan iman Katolik mereka. Dengan kata lain umat sudah memaknai Ekaristi dengan baik karena merasakan serta menyadari pertumbuhan imannya melaui Ekaristi. Maka dapat ditegaskan bahwa Ekaristi dimaknai sebagai bentuk persatuan umat Kristiani atau wujud nyata gereja yang dapat membantu memperkembangkan hidup beriman umat Kristiani. 2. Dampak Positif Ekaristi bagi Hidup Beriman Dampak positif Ekaristi terwujudkan apabila umat benar-benar memahami dan mengikuti Ekaristi secara penuh. Keikutsertaan umat secara penuh akan memicu perkembangan hidup beriman mereka. a. Mengalami pengalaman iman melalui Ekaristi Pengalaman yang luar biasa yaitu pengalaman iman yaitu peristiwa saat Tuhan benar-benar hadir dan menyertai hidup beriman umat Kristiani. Sebagian

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 besar responden menjawab dan mengaku pernah mengalaminya. Responden merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hati mereka. Responden juga mengalami Tuhan lewat Sabda yang dibacakan serta merasa sudah diampuni sejak awal perayaan Ekaristi berlangsung. Responden juga merasakan karya dan kehadiran Tuhan dalam Ekaristi. Mengikuti Ekaristi dengan khidmat mengantarkan umat masuk ke dalam momen serah diri mereka kepada Tuhan dan Tuhan benar-benar merubah hidup mereka menjadi lebih baik. Campur tangan Tuhan dalam setiap bagian dalam tata perayaan Ekaristi khususnya saat pengucapan doa saat konsekrasi menandakan bahwa Ekaristi benar-benar bentuk perayaan iman yang diwariskan oleh Tuhan sendiri dan harus terus-menerus dikenangkan dan diwariskan kepada anak cucu dikemudian hari. Dapat ditegaskan bahwa melalui Ekaristi, umat mendapatkan suatu pengalaman iman yang dapat membantu mereka untuk semakin beriman dan bersaksi di dalam masyarakat. b. Ekaristi yang memperkembangkan hidup beriman Ekaristi sesungguhnya mempunyai dampak dalam memperkembangkan hidup beriman. Pada dasarnya Ekaristi bertujuan untuk menghadirkan Tuhan dan menyatukan seluruh umat Kristiani. Dari pernyataan tersebut terbukti bahwa Ekaristi menjadi sarana dan tanda untuk memperkembangkan serta mewujudkan hidup beriman. Sebagian besar responden mengungkapkan bahwa Ekaristi turut membantu mereka memperkembangkan iman mereka.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Dari hasil wawancara, Ekaristi menjadi bagian terpenting dibandingkan unsur lain dalam Gereja Katolik khususnya dalam memperkembangkan iman. Dengan Ekaristi, iman umat terpupuk sedikit demi sedikit. Pada akhirnya Ekaristi sungguh mempengaruhi hidup beriman umat. Beberapa responden merasa Ekaristi menjadi acuan dalam kelancaran pekerjaan mereka sehari-hari. Ada pula yang merasa kehidupan keluarga menjadi lebih baik melalui Ekaristi. Ada perubahan sikap dalam hidup bermasyarakat yakni aktif dalam kegiatan RT/RW bahkan menjadi salah satu ketua RT. Dapat ditegaskan bahwa Ekaristi sungguh membantu memperkembangkan hidup beriman lewat keaktifan dan keterlibatan dalam masyarakat. Aktif dan terlibat tersebut merupakan wujud kesaksian iman umat yang berawal dari Ekaristi yang mengutus umat untuk mewartakan Kerajaan Allah di masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa Ekaristi membantu hidup beriman umat semakin berkembang. 3. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Ekaristi Faktor pendukung menjadi sebuah kekuatan yang membuat Ekaristi berjalan dengan baik. Sedangkan faktor penghambat menjadi sebuah perhatian agar dikemudian hari Ekaristi dapat berjalan lebih baik. a. Faktor pendukung Faktor pendukung dalam Ekaristi menjadi kekuatan dan kelebihan tersendiri. Kekuatan yang membuat Ekaristi berkesan bagi siapa saja yang mengikutinya. Sebagaian besar responden mengungkapkan bahwa faktor

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 pendukung adalah umat yang aktif dan petugas liturgi yang profesional. Keterlibatan aktif umat tersebut menciptakan suasana Ekaristi yang reflektif, komunikatif dan amat khusyuk. Keterlibatan yang penuh termasuk tindakan konkret awal yang baik sebelum terjun ke dalam masyarakat. Tindakan konkret menjadi salah satu unsur penting di dalam proses pendewasaan iman (Heryatno, 2008: 24). Tindakan konkret yang diharapkan ialah membawa kabar gembira bagi semua orang. Kemudian keaktifan dan keterlibatan sebelum dan setelah Ekaristi faktor pendukung dalam Ekaristi. Dapat ditegaskan bahwa faktor pendukung dalam Ekaristi yaitu umat dan petugas liturgi. Mereka harus mempersiapkan hati sebelum mengikuti Ekaristi, khidmat dan aktif saat perayaan Ekaristi serta mewujudkan kebersamaan dalam keluarga mereka masing-masing serta kesaksian dalam masyarakat setelah mengikuti Ekaristi. b. Keterlibatan aktif dalam Ekaristi Keterlibatan aktif dalam Ekaristi merupakan hal penting dalam keseluruhan perayaan Ekaristi. Sebagaian besar responden menjawab dan mengaku sudah terlibat aktif dalam Ekaristi. Keterlibatan menjadi petugas liturgi menjadi salah satu keterlibatan yang sangat baik. Kenyataannya masih banyak umat yang tidak mau menjadi petugas liturgi dengan alasan tidak bisa, malu bahkan malas. Keterlibatan yang paling mudah yaitu menjadi umat yang tahu dan mau mengikuti Ekaristi sesuai dengan TPE atau Tata Perayaan Ekaristi yang

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 digunakan. Tahu dan mau kapan saat berdiri, kapan saat bernyanyi, kapan saat menjawab pernyataan Imam, kapan saat duduk dan lain sebagainya. Hal-hal sepele seperti itu malah menjadi suatu hal yang justru sulit dilakukan karena pada dasarnya belum tertanam sejak dini. Namun beberapa responden menjawab dan mengaku tidak terlalu aktif dalam Ekaristi. Secara garis besar umat diharapkan aktif terlibat dalam Ekaristi. Menjadi umat itu sudah baik jika aktif, kalau tidak aktif diharapkan bisa diperbaiki lagi kedepannya. Maka dapat ditegaskan bahwa keterlibatan aktif dalam Ekaristi menjadi hal penting dalam memperkembangkan hidup beriman karena dengan terlibat aktif berarti menjadikan Ekaristi sebagai cara istimewa hadirnya Tuhan yang wafat dan bangkit untuk menyertai perjuangan hidup konkret umat-Nya dalam mengarungi peziarahan di dunia ini. c. Faktor Penghambat Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa faktor penghambat dapat menjadi sebuah perhatian agar di kemudian hari Ekaristi dapat berjalan lebih baik. Berdasarkan hasil wawancara, sebagian besar responden mengemukakan bahwa faktor penghambat berasal dari umat dan petugas liturgi dalam Ekaristi. Sedangkan beberapa responden menganggap masalah teknis menjadi sebuah penghambat. Penghambat dalam Ekaristi terkadang membuat umat menjadi tidak fokus. Tentu berlimpahnya umat yang hadir dalam Gereja, perlu tetap diimbangi dengan upaya menjaga kekhusukan dan kekhidmatan perayaan Ekaristi. Dengan demikian

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 dapat ditegaskan bahwa penghambat dalam Ekaristi adalah keaktifan dan penghayatan umat yang masih kurang, maka diharapkan adanya katekese iman dalam keluarga yang menjelaskan apa makna peryaaan Ekaristi itu sendiri. 4. Keprihatinan dan Harapan Ekaristi dalam Hidup Beriman Harapan menjadi sebuah awal terbaik dari hal tertentu. Ekaristi dan hidup beriman pun tak lepas dari harapan-harapan yang berasal dari umat sendiri. Harapan akan Ekaristi yang semakin baik lagi tentunya menghasilkan iman yang baik pula. Hidup beriman semakin berkembang dengan Ekaristi yang semakin dinikmati oleh umat. a. Keprihatinan dalam Ekaristi Keprihatinan dalam Ekaristi menjadi hal yang harus diperhatikan dalam Ekaristi. Banyak keprihatinan berhenti pada keprihatinan saja tanpa adanya tindakan lanjut. Melalui keprihatinan umat diharapkan sadar dan berbenah diri agar bisa mengubah keprihatinan menjadi kekuatan. Berdasarkan wawancara, sebagian besar responden menganganggap partisipasi keterlibatan aktif umat masih kurang dalam Ekaristi. Ungkapan umat tersebut menjadi sangat jelas bahwa keterlibatan aktif memang harus terwujud dalam Ekaristi. Keterlibatan aktif dalam Ekaristi juga memicu perkembangan iman umat. Di dalam Ekaristi, umat Kristiani sudah

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 seharusnya bersyukur kepada Tuhan agar mereka benar-benar merasakan hadirnya Tuhan ditengah-tengah mereka. Namun ada responden mengatakan bahwa belum menemukan suatu keprihatinan yang benar-benar mengganggu perayaan Ekaristi (Lampiran 4: RU4, RU9). Ekaristi adalah perayaan iman yang dilakukan bersama-sama yang bertujuan untuk menyatukan umat Kristiani. Dilakukan bersama-sama artinya saling memperhatikan satu dengan lain dan tidak berfokus dengan dirinya sendiri. Maka dapat ditegaskan bahwa keprihatinan dalam Ekaristi sesuai jawaban para responden adalah keterlibatan aktif umat yang kurang karena hal tersebut membuat Ekaristi terasa hambar dan hanya kewajiban semata, padahal Ekaristi merupakan kebutuhan bagi umat beriman Kristiani demi terwujudnya umat Allah yang semakin berbuat baik bagi sesama. Keterlibatan yang kurang juga mengasumsikan kurangnya rasa syukur umat atas Ekaristi yang merupakan pemberian Allah demi mengembangkan hidup beriman umat. a. Harapan akan perkembangan hidup beriman melalui Ekaristi Harapan setiap pribadi agar iman mereka berkembang melalui Ekaristi amat banyak. Namun kesemuanya itu merujuk pada pribadi mereka masingmasing. Tujuh orang responden mengharapkan adanya penghayatan dan pemahaman lebih baik akan Ekaristi agar iman mereka berkembang. Enam orang responden mengharapkan agar Ekaristi yang sungguh-sungguh berdaya ubah dan berdaya guna bagi mereka.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Berserah diri dan mencintai Ekaristi merupakan wujud nyata penghayatan dalam mengikuti Ekaristi. Serah diri secara bebas berarti manusia yang mengimani Allah yang benar-benar berserah diri secara utuh kepada Allah sendiri. Orang yang mencintai Ekaristi tentu juga amat merindukan dan selalu mengupayakan kesatuan atau persaudaraan penuh kasih dalam keluarganya, komunitasnya atau masyarakatnya (Martasudjita, 2012:102). Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa harapan umat yaitu meningkatnya penghayatan akan Ekaristi yang dapat mengubah hidup menjadi lebih baik khususnya dalam mengembangkan hidup beriman dan memberikan dirinya untuk orang lain. Langkah awal yaitu adanya rasa cinta pada Ekaristi. Mencintai Ekaristi berdampak baik bagi kehidupan sehari-hari para umat beriman Kristiani. Dengan menghayati Ekaristi secara penuh, umat Kristiani dapat mewujudkannya dalam masyarakat dalam bentuk rasa peduli dan peka terhadap orang yang membutuhkan, aktif dalam kegiatan organisasi tingkat desa serta kota dan mengupayakan rasa kemanusiaan lewat kegiatan sosial dan lingkungan hidup. Mencintai Ekaristi dapat menjadikan umat beriman semakin mencintai keluarganya, alam dan yang terpenting mencintai Allah sendiri. c. Harapan akan Ekaristi Umat di paroki Cawas memiliki suatu harapan agar Ekaristi semakin lebih baik. Rata-rata responden mengharapkan adanya penghayatan dan keterlibatan aktif umat dan petugas liturgi perlu ditingkatkan lagi. Di samping Ekaristi sebuah persembahan hidup, buah Ekaristi yang dapat dipetik ialah sebagai ungkapan

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 syukur atas keterlibatan umat. Perayaan Ekaristi adalah perayaan seluruh Gereja yang menuntut keterlibatan seluruh umat (KomLit KAS, 2010: 11). Ekaristi juga diharapkan menjadi suatu perayaan yang sungguh-sungguh dihayati dan diresapi. Ekaristi sungguh menjadi sebuah rahmat yang berguna bagi manusia khususnya umat Kristiani. Ekaristi mau mengungkapkan pujian syukur atas karya penyelamatan Allah yang terlaksana melalui Yesus Kristus, sebagaimana berpuncak dalam peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus. Oleh sebab itu dapat ditegaskan bahwa harapan umat untuk Ekaristi adalah penghayatan dan keterlibatan aktif dengan cara mempersembahkan pujian syukur lewat Ekaristi dengan cara yang menarik. Ekaristi yang menarik akan membuat umat semakin tertarik dan rahmat dari Allah akan benar-benar sampai pada umat itu sendiri. E. Kesimpulan Penelitian Ekaristi sungguh memiliki peran besar bagi perkembangan hidup beriman umat Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. Untuk mendukung hal itu, pelaksanaan Ekaristi yang terjadwal menjadi salah satu cara yang dipakai oleh Pastor Paroki untuk mengajak umat memperkembangkan imannya. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan Ekaristi dengan jam terbang sangat banyak ± seminggu 10 kali yaitu Ekaristi mingguan, harian, ujub, lingkungan, wilayah dan Ekaristi mendadak misalnya memule mengembangkan hidup beriman umat. memiliki peran besar untuk

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Pemahaman umat tentang hakekat Ekaristi sudah baik dan mempunyai pertanggungjawaban sendiri. Bagi umat Paroki Cawas, Ekaristi merupakan inti dari iman Katolik. Dengan Ekaristi, umat dapat merasakan kehadiran Yesus sendiri dalam Ekaristi tersebut. Dampaknya pun sangat terasa bagi umat. Umat merasa damai, lega, dan bisa mengaplikasikannya dalam hidup bermasyarakat. Keprihatinan dalam Ekaristi berasal dari umat dan petugas liturgi. Faktor latar belakang keluarga Kristiani juga mempengaruhi kelancaran proses Ekaristi. Sudah seharusnya bahwa pemahaman mengenai Ekaristi diajarkan sejak dini yaitu dalam keluarga masing-masing. Dengan begitu Ekaristi benar-benar dihayati sebagai perayaan iman. Penulis melihat bahwa banyak dampak positif dari sebelum, saat dan setelah mengikuti Ekaristi. Sebelum Ekaristi umat harus benar-benar menyiapkan hati mereka untuk menyambut datangnya Tuhan. Pada saat Ekaristi, umat selayaknya dan sepantasnya menghayati dan terlibat secara penuh seluruh proses perayaan Ekaristi. Setelah Ekaristi selesai seperti pesan Pastor di berkat penutup bahwa seluruh umat diutus untuk mewartakan kabar gembira. Keseluruhan proses Ekaristi memiliki kekuatan tersendiri dan tiadak bisa dipisahkan. Semua bertujuan demi perkembangan hidup beriman umat yang baik. Penulis menemukan faktor pendukung dan penghambat dalam Ekaristi. Faktor pendukung dan penghambat ternyata berasal dari umat dan petugas liturgi. Persiapan batin, suasana saat Ekaristi, serta kesaksian di tengah umat menjadi faktor penting dalam Ekaristi. Harapan agar Ekaristi berkembang diawali dari

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 pribadi masing-masing lalu disalurkan kepada sesama dan akhirnya dilaksanakan secara bersama-sama demi mewujudkan Kerajaan Allah dalam satu persekutuan. Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa tujuan penelitian sudah tercapai dari hasil wawancara yang sudah diolah yaitu menemukan seberapa besar peran Ekaristi bagi perkembangan hidup beriman umat Kristiani Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. Buah-buah Ekaristi yang dirasakan dan ditemukan oleh responden yaitu semakin bisa bersaksi nyata di dalam masyarakat dengan semakin membaur dan berkarya di masyarakat lewat kegiatan keorganisasian tingkat desa. Maka hal-hal yang mendukung tercapainya tujuan penelitian adalah temuan penulis dari ungkapan para responden yang sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari variabel yang sudah disusun penulis. Penulis juga menemukan banyak inspirasi dan pengalaman-pengalaman luar biasa para umat dalam keikutsertaan mereka dalam Ekaristi. Penulis juga menemukan berbagai macam keluhan dan harapan bagi Ekaristi agar bisa lebih baik lagi khususnya bagi perkembangan hidup beriman mereka. Umat berharap agar Ekaristi tetap menjadi inti, sumber, puncak dan ciri khas iman umat Katolik. F. Hal-hal yang Mendukung dan Menghambat Penelitian Untuk melakukan wawancara penulis menemukan hal yang mendukung dan yang menghambat. Hal-hal tersebut semakin membuat penulis berkembang dalam segala hal. 1. Faktor pendukung saat Melaksanakan Penelitian

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 a. Tanggapan baik Pastor Paroki Pada saat penulis meminta ijin kepada pastor Paroki, beliau sangat terbuka dan akan membantu. Keterbukaan yang beliau tunjukan membuktikan bahwa Gereja Katolik benar-benar bersikap terbuka dalam membantu semua orang termasuk penulis. Pastor Paroki yaitu Romo Yuyun mempersilahkan penulis untuk melakukan penelitian dan membantu dalam memilah siapa saja responden yang bisa diwawancarai. Menurut beliau, penelitian penulis menjadi sebuah bantuan yang sangat baik bagi Paroki karena dapat membantu Paroki dan umat sendiri dalam hal hubungan Ekaristi dan hidup beriman. b. Umat sebagai Responden Umat yang telah dipilih sebagai responden juga memiliki keterbukaan yang sangat baik. Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap hormat dan menghargai kesediaan mereka untuk diwawancarai. Responden juga memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan dengan sangat baik dan apa adanya. Responden berusaha membuat penulis nyaman dan tidak grogi pada saat wawancara berlangsung. Pengalaman-pengalaman para responden amat berguna bagi penulis. c. Cuaca yang mendukung Pelaksanaan penelitian berjalan dengan baik karena tidak turun hujan sama sekali selama penelitian berlangsung. Cuaca yang cerah walaupun sangat panas patut penulis syukuri sebagai suatu hal yang mendukung lancarnya penelitian yang dilakukan.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 2. Faktor penghambat saat Melaksanakan Penelitian a. Waktu Pelaksanaan Wawancara dengan Responden Terkadang responden sulit ditemui karena sedang banyak urusan. Apalagi responden yang bekerja sebagai guru. Waktu bertemu harus malam hari sehingga penulis harus menginap di Pastoran. Lama waktu wawancara juga tidak sama antara 15 menit hingga 40 menit. b. Jarak ke Lokasi Penelitian Jarak dari Yogyakarta ke Cawas kurang lebih satu jam. Itu kalau lancar dan tidak macet. Jika macet akan lebih dari satu jam. Jarak yang cukup jauh membuat penulis menginap karena tidak sempat pulang jika sudah larut malam agar bisa bertemu dengan responden pada malam harinya. 3. Responden yang Pasif Masih ada satu atau dua orang responden yang pasif dan malu-malu pada saat diwawancarai. Mereka cenderung menjawab dengan jawaban yang singkatsingkat. Hal tersebut menghambat penulis menerima informasi yang lebih lengkap.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 BAB IV UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN EKARISTI DEMI TERWUJUDNYA PENGHAYATAN UMAT KRISTIANI PAROKI ADMINISTRATIF SANTA MARIA ASSUMPTA CAWAS Pada bab III penulis telah memaparkan hasil dan pembahasan penelitian mengenai peranan Ekaristi dalam mengembangkan hidup beriman umat Kristiani paroki administratif Santa Maria Assumpta Cawas. Berdasarkan penelitian dapat dilihat bahwa: pertama, Ekaristi memiliki peranan penting bagi hidup beriman umat. Hampir semua responden meyakini bahwa Ekaristi membantu iman mereka tumbuh. Kedua, responden menyadari walaupun Ekaristi amat berperan, namun masih ada umat yang belum menghayati dan terlibat aktif dalam Ekaristi secara penuh dan mendalam. Ketiga, responden memiliki harapan berkaitan dengan penghayatan dan keterlibatan umat dalam Ekaristi agar hidup beriman mereka semakin berkembang. Pada bab IV ini, penulis memaparkan usulan program untuk membantu umat lebih memahami dan menghayati Ekaristi dengan sungguh dan mendalam. Penulis memaparkan usulan ini berdasarkan kajian pustaka pada bab II dan hasil penelitian pada bab III. Bab IV ini terdiri dari latar belakang pemilihan kegiatan, tujuan kegiatan, usulan tema dan penjelasannya, matriks dan penjabaran proses kegiatan. A. Latar Belakang Pemillihan Usulan Kegiatan Umat beriman Kristiani diharapkan lebih sadar untuk mampu memperkembangkan pengahayatan imannya kepada Allah. Upaya untuk

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 mewujudkan penghayatan serta pendewasaan iman umat secara konkret dapat dilaksanakan melalui berbagai bentuk kegiatan, baik kegiatan yang bersifat internal gereja maupun kegiatan kemasyarakatan yang lebih luas. Sakramen Ekaristi merupakan salah satu upaya Gereja untuk memperkembangkan iman umat. Umat Kristiani diajak untuk memahami, menghayati serta merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, umat mengungkapkan bahwa Ekaristi membantu mengembangkan iman namun masih ada kekurangan yaitu penghayatan serta keterlibatan umat dalam Ekaristi. Melihat hasil penelitian tersebut, penulis mengusulkan kegiatan untuk membantu umat yaitu sarasehan Ekaristi. Usulan kegiatan tersebut tumbuh dari keprihatinan yang terjadi dan dirasakan oleh para responden. Sebagian besar responden merasakan bahwa penghayatan dan keterlibatan aktif umat dalam Ekaristi masih kurang. Penghayatan akan Ekaristi yang kurang menyebabkan suatu ketimpangan hakikat dari Ekaristi tersebut. Ecclesia de Eucharistia art. 9 menjelaskan bahwa Ekaristi merupakan kehadiran Kristus yang menyelamatkan dalam komunitas umat beriman. Itu artinya Ekaristi harus dihayati secara penuh karena Yesus benarbenar hadir untuk menyelamatkan umat. Perayaan Ekaristi juga merupakan tindakan Kristus sendiri bersama umat Allah yang tersusun secara hirarkis (Komisi Liturgi KWI, 2002: 30). Artinya, Ekaristi benar-benar berasal dari Kristus sendiri. Tindakan Kristus bersama umat

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Allah mengungkapkan bahwa Kristus mengajak umat terlibat aktif dalam karya penyelamatan-Nya. Hal tersebut juga bertujuan supaya melalui Ekaristi, pengikutNya dapat bersaksi dalam kehidupan mereka sehari-hari. Oleh karena itu, penulis mengupayakan usulan kegiatan ini demi menjawab kebutuhan responden dan umat secara umum mengenai kurangnya penghayatan dan keterlibatan aktif dalam Ekaristi. Sarasehan Ekaristi diharapkan bisa menjadi sarana untuk membantu umat mendalami Ekaristi. Dengan memahami, menghayati dan bersaksi akan Ekaristi, umat akan semakin menghidupi Ekaristi sehingga berkembang hidup berimannya. B. Tujuan Kegiatan Untuk memahami isi dan maksud usulan kegiatan “Sarasehan Ekaristi”, penulis akan menjabarkan tujuan kegiatan yaitu sebagai berikut: 1. Agar umat semakin memiliki pemahaman mengenai hakikat Ekaristi. 2. Agar umat semakin memiliki penghayatan dan keterlibatan aktif dalam proses Perayaan Ekaristi. 3. Agar umat lebih merasakan dampak positif dari Ekaristi melalui kesaksian iman dalam keluarga dan masyarakat khususnya menjadi terang dan garam bagi orang disekitarnya. C. Usulan Tema dan Penjelasannya Untuk merancang usulan kegiatan, penulis menyusun langkah-langkah demi terwujudnya tujuan kegiatan tersebut. Langkah pertama yaitu usulan tema

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 yang menjadi acuan dalam usulan kegiatan. Hal ini juga bertujuan agar mempermudah dan memperlancar pelaksanaan sarasehan Ekaristi di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas. 1. Tema Umum: Menjadi Murid Yesus yang Lebih Ekaristis demi Terwujudnya Kerajaan Allah Tema umum yang dirumuskan oleh penulis bertitik tolak dari hasil penelitian, latar belakang pemilihan usulan kegiatan dan tujuan usulan kegiatan. Ekaristi merupakan salah satu sakramen yang penting dalam Gereja Katolik. Ekaristi menjadi tempat bertemuanya umat dan Allah dalam persekutuan umat beriman. Dengan mengikuti Ekaristi secara penuh dan mendalam, umat semakin menyadari bahwa keselamatan berasal dari Allah. Sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus menjadikan Ekaristi sebagai sumber dan puncak seluruh kehidupan umat beriman Kristiani. 2. Tujuan Tema Dengan meyadari bahwa Ekaristi sebagai sumber dan puncak seluruh hidup beriman, umat diharapkan bisa menjadi murid Yesus yang lebih Ekaristis. Artinya umat yang semakin memahami, menghayati dan terlibat aktif dalam Ekaristi. Melalui keikutsertan dalam Ekaristi, umat dapat melakukan kesaksian dalam masyarakat demi mewujudkan Kerajaan Allah.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 3. Sub Tema per Sarasehan: a. Menghayati Ekaristi Sejak Dini hingga Mati Setiap umat Kristiani diharapkan menjadi murid-murid Yesus yang memiliki penghayatan dan kesadaran penuh dalam mengikuti-Nya. Penghayatan secara penuh perlu disadari dan dipahami sejak dini. Menghayati Ekaristi sejak dini sangat membantu umat untuk lebih menyadari dirinya sebagai murid-murid pilihan Yesus. Dengan demikian, sarasehan pertama mengajak umat untuk menghayati Ekaristi sejak dini dengan mendalami hakikat Ekaristi agar penghayatan akan Ekaristi ada sejak dini hingga mati. b. Membangun Keterlibatan Aktif dalam Ekaristi secara Penuh Keterlibatan aktif umat sangat dibutuhkan dalam Ekaristi. Adanya buku Tata Perayaan Ekaristi sangat membantu umat Kristiani untuk ikut ambil bagian dalam Ekaristi. Mrk 14:22 tertulis, “Ambilah ini, kalian semua, dan makanlah, ini adalah tubuhKu yang akan diberikan kepadamu”. Ajakan Yesus untuk mengambil Roti tersebut menggambarkan adanya keterlibatan muridmurid-Nya. Dengan demikian sarasehan kedua ini mengajak seluruh umat untuk menyadari bahwa ikut ambil bagian dalam perjamuan-Nya merupakan suatu kebutuhan. Keterlibatan membantu penghayatan akan Ekaristi semakin meningkat. c. Mewujudkan Pelayanan Nyata dalam Masyarakat Suharyo (2011: 63) mengemukakan bahwa Ekaristi membuka mata kita sehingga kita dapat melihat bahwa hidup kita dan alam raya ini adalah anugerah. Kebaikan dan anugerah yang diterima dari Allah melalui Ekaristi

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 membuat umat membagikan kebaikan tersebut dengan melayani sesama. Seperti peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang dengan membagikan lima roti dan dua ikan sebagai bentuk berbagi dan menolong sesama yang amat nyata. Dengan demikian sarasehan ketiga ini mengajak umat untuk mewujudkan pelayanan dalam masyarakat demi mewujudkan Kerajaan Allah. 4. Peserta Peserta dalam sarasehan Ekaristi ini adalah wakil dari setiap lingkungan yaitu terdiri dari ketua lingkungan, prodiakon dan tim kerja liturgi lingkungan. Penentuan peserta tersebut mengacu pada hasil rembugan penulis dan Romo Paroki. Penentuan peserta juga mengacu pada kegiatan-kegiatan sebelumnya yang selalu mengirimkan perwakilan dari setiap lingkungan. Para wakil dari setiap lingkungan akan bersama-sama menimba informasi dan pengalaman dari sarasehan Ekaristi. Para wakil dari setiap lingkungan nantinya diharapkan bisa membagikan informasi dan pengalaman dari sarasehan Ekaristi tersebut kepada seluruh umat di lingkungan masing-masing. 5. Tempat dan Waktu Tempat pelaksanaan kegiatan di aula Paroki administratif Santa Maria Assumpta Cawas. Waktu pelaksanaan bulan Februari 2019.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Matriks Usulan Kegiatan “Sarasehan Ekaristi” Tema Umum : Menjadi Murid Yesus yang Lebih Ekaristis demi Terwujudnya Kerajaan Allah Tujuan : Melalui sarasehan Ekaristi Umat Kristiani Paroki Administratif Santa Maria Assumta Cawas semakin menjadi muridmurid Yesus yang memiliki pemahaman, penghayatan, keterlibatan aktif dalam Ekaristi dan pelayanan nyata melalui kesaksian iman dalam masyarakat. Tabel 2 Matriks Usulan Kegiatan Sarasehan Ekaristi No 1. Waktu Judul Pertemuan 3 Febuari Menghayati 2019 Sesi I: 09.0010.30 Sesi II: 10.45- Tujuan Ekaristi Sejak  Agar peserta semakin Sesi I: memahami Ekaristi Dini Mati hingga Uraian Materi hakikat sejak sehingga bisa menghayati secara dini Ekaristi penuh mendalam dan  Pengantar  Doa  Video  Sharing Metode Sarana  Materi Bahan  Sharing.  Mic  Informasi  Speaker  Dialog  LCD  Video  Laptop Hukum  Hand Kanonik Out Sesi II Sumber  Dokumen EE  Kitab  Katekismus Gereja Katolik 89

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Waktu Judul Tujuan Pertemuan Uraian Materi 12.15 Metode Sarana  Kitab Suci Ekaristi  Sakramen-  Tanya Jawab sakramen  Penegasan Gereja (Martasudji  Doa Penutup 3 Maret Membangun 2019 Sesi I: 09.0010.30  Agar peserta mampu Sesi I: Keterlibatan terlibat Aktif Ekaristi dalam Ekaristi secara Penuh aktif agar menghayati secara dalam bisa Ekaristi penuh mendalam dan Bahan Hakikat Singkat 3. Sumber  Pengantar  Doa Pembuka  Video  Sharing Sesi II: Sesi II: 10.45 Materi ta, 2011)  Informasi  Laptop  Dialog  Mic Hukum  Sharing  Speaker Kanonik  Hand Out  Kitab  Katekismus Gereja Katolik  Kitab Suci  Ekaristi (Suharyo, 90

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Waktu Judul Tujuan Pertemuan Uraian Materi 12.15 Metode Sarana Hakikat Sumber Bahan 2011) Keterlibatan  Bentuk Keterlibatan aktif dalam Ekaristi  Tanya Jawab  Penegasan Singkat  Doa Penutup 3. 7 April Mewujudkan 2019 Sesi I: 09.00-  Agar peserta dapat Sesi I: Pelayanan menyadari Nyata dalam mewujudkan tugas Masyarakat perutusannya dalam masyarakat dan melalui  Pengantar  Doa Pembuka  Video  Informasi  Laptop  Dialog  Speaker Hukum  Sharing  Mic Kanonik  Hand Out  Kitab  Katekismus Gereja 91

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Waktu 10.30 Sesi II: 10.4512.15 Judul Pertemuan Tujuan keikutsertaan keterlibatannya perayaan Ekaristi Uraian Materi dan dalam  Sharing Sesi II:  Materi Hakikat melayani  Bentukbentuk Metode Sarana Sumber Bahan Katolik  Kitab Suci  Menuju Hidup yang lebih Ekaristis (Musakabe, 2011) pelayanan dalam hidup sehari-hari  Tanya Jawab  Penegasan Singkat  Doa Penutup 92

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 E. Satuan Pertemuan Sarasehan I 1. Tema : Menghayati Ekaristi Sejak Dini hingga Mati 2. Tujuan : Agar peserta dapat mengetahui dan memahami hakikat Ekaristi sejak dini sehingga bisa menghayati Ekaristi secara penuh dan mendalam 3. Materi : Hakikat Ekaristi 4. Metode : Sharing pengalaman, informasi, tanya jawab 5. Sumber Bahan : Dokumen EE, Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Sakramen-sakramen Gereja (Martasudjita, 2011) 6. Sarana : Mic, speaker, LCD, laptop. 7. Pemikiran Dasar : Ekaristi merupakan salah satu dari tujuh sakramen dalam Gereja Katolik. EE art 1 juga menjelaskan bahwa Ekaristi menjadi sumber dan puncak iman umat Kristiani. Namun kenyataan akan Ekaristi yang sedemikian rupa masih belum membantu umat untuk lebih menghayati Ekaristi. Dalam Injil Lukas 22:19 tertulis, “Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Kutipan ayat tersebut mengajak umat untuk semakin mendalami Ekaristi. Diharapakan dengan menghayati Ekaristi secara penuh dan mendalam, umat akan lebih memahami, terlibat aktif dan melakukan aksi nyata dengan kesaksian-kesaksian dalam masyarakat.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 8. Pengembangan Langkah-langkah : Sesi I a. Pengantar (09.00 WIB-09.10 WIB) Bapak/Ibu dan saudara-saudari sekalian pada kesempatan ini kita patut bersyukur pada Tuhan atas rahmatNya yang membukakan hati kita untuk berkumpul di tempat ini. Pada kesempatan ini, kita akan belajar bersama-sama untuk lebih mendalami Hakikat, keterlibatan aktif serta pelayanan melalui Ekaristi. Terima kasih atas kehadiran bapak/ibu saudara/i serta kesediaan paroki yeng tealh memberikan kesempatan yang berharga ini. Tanpa bantuan dan kerja sama kita semua, kesempatan yang baik ini tidak akan terjadi pada hari ini. Kita semua mengetahui bahwa Ekaristi termasuk dalam tujuh sakramen di Gereja Katolik. Kita juga mengetahui bahwa Ekaristi adalah sakramen yang paling pokok dalam Gereja Katolik. Ekaristi menjadi sumber dan puncak semangat bagi hidup umat beriman yang dapat menciptakan rasa damai, tenang dan tentram. Namun masih ada segelintir umat Kristiani yang kurang menghayati hakikat Ekaristi. Pemahaman umat yang kurang akan hakikat Ekaristi membuat penghayatannya pun kurang mendalam. Penghayatan yang kurang mendalam menciptakan sikap acuh tak acuh saat perayaan Ekaristi berlangsung. Penghayatan yang mendalam menciptakan sikap mau terlibat aktif selama Ekaristi berlangsung. Keterlibatan tersebut membantu umat untuk lebih bisa merasakan kehadiran Tuhan. Buku Tata Perayaan Ekaristi sebenarnya sudah sangat membantu umat untuk mengetahui dan memahami sikap atau hal yang harus dilakukan selama Ekaristi berlangsung. Dengan penghayatan

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 dan keterlibatan yang baik, sepulangnya dari Ekaristi umat bisa mewujudkan tugas perutusannya dengan melakukan pelayanan-pelayanan dalam masyarakat. b. Doa Pembukaan (09.10 WIB-09.15 WIB) Bapa yang mahabaik, kami mengucap syukur atas kasihMu yang masih bisa kami alami hingga pada hari ini. Engkau telah memberikan kesehatan dan kemauan untuk terus belajar dan berusaha mengembangkan karya pelayanan kami kepadamu dan sesama. Tuhan, pada kesempatan yang baik ini, kami hendak menggali lebih dalam lagi bagaimana menjadi murid-Mu yang lebih Ekaristi sehingga dapat mewujudkan Kerajaan-Mu. Kami mohon ya Tuhan, berkatilah seluruh rangkaian acara ini serta semua orang yang akan terlibat di dalam acara ini, semoga kami Engkau terangi dangan terang Roh KudusMu sehingga kami mampu mengikuti seluruh kegiatan hari ini dengan baik dan penuh semangat. Doa ini kami haturkan kepadaMu dengan perantaraan Kristus Tuhan kami. Amin. c. Menonton video singkat tentang Ekaristi (09.15 WIB-09.20 WIB) Pendamping mengajak peserta untuk menonton video tentang Ekaristi yang membantu peserta lebih fokus dan memudahkan proses sarasehan. d. Sharing Pengalaman Umat (09.20 WIB-10.20 WIB) Peserta dipersilahkan untuk sharing singkat tentang pemahaman dan penghayatan akan Ekaristi dengan bantuan pertanyaan sebagai berikut: - Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Ceritakanlah sesuai pengalaman anda! - Sejauh mana penghayatan anda akan Ekaristi? Ceritakanlah sesuai pengalaman anda!

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 e. Sharing Pengalaman Pendamping (10.20 WIB-10.30 WIB) Pendamping menyatukan dan memberi tanggapan akan hasil sharing umat dan menambahkan dengan sharing pengalaman pribadi pendamping. Istirahat (15 Menit) Sesi II f. Materi Hakikat Ekaristi (10.45 WIB-11.30 WIB) 1) Hakikat Ekaristi menurut Kitab Suci - Ekaristi merupakan persatuan-kebersamaan dengan Yesus Kristus Dalam Injil Yohanes 6:56 tertulis, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” - Ekaristi merupakan persatuan-kebersamaan dengan seluruh Gereja Dalam 1 Korintus 10:16-17 tertulis, “Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu. - Ekaristi merupakan kehadiran Yesus dalam rupa roti dan anggur Dalam Injil Matius 26:26 tertulis, “Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 cawan ini. - Ekaristi merupakan penebusan dan pengampunan dosa Dalam Injil Markus 14:24 tertulis, “Dan Ia berkata kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. - Ekaristi merupakan penetapan Tuhan sendiri Dalam Injil Lukas 22:19 tertulis, “Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." - Ekaristi merupakan pewartaan dan tanda iman Dalam 1 Korintus 11:26 tertulis, “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. Yohanes 6:29 tertulis, “Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah. 2) Hakikat Ekaristi menurut Dokumen Gereja Ecclesia de Eucharistia Dalam Ecclesia de Eucharistia art 1 tertulis: Konsili Vatikan Kedua dengan tepat memproklamasikan bahwa kurban Ekaristik adalah “sumber dan puncak kehidupan Kristen” [1]. “Karena Ekaristi Maha kudus ini berisi kekayaan spiritual seluruh Gereja yakni Kristus sendiri, paskah dan roti kehidupan kita. Melalui dagingNya sendiri, yang telah dibuat menjadi hidup dan diberi kehidupan oleh Roh Kudus, maka Dia memberikan hidup-Nya kepada manusia” [2]. Konsekuensinya pandangan Gereja secara konstant menoleh kepada Tuhan-Nya, yang hadir dalam Sakramen Altar, yang mana Gereja menemukan manifestasi penuh dari CintaNya yang tak terbatas.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 EE art 1 tersebut membahas hakikat Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan Kristiani. Pertama yaitu Kristus yang memberi kehidupan bagi manusia lewat Roh Kudus dalam rupa roti. Kedua yaitu Ekaristi sebagai suatu bentuk cinta-Nya yang tiada batas. Hal ini menandakan bahwa Sakramen Ekaristi merupakan sumber dan puncak kehidupan umat kristiani. Artinya, Tuhan benarbenar hadir di tengah-tengah umat sehingga umat merasakan kehidupan yang sejati dan merasakan cinta-Nya yang begitu besar. 3) Hakikat Ekaristi menurut Kitab Hukum Kanonik Dalam KHK Kan.897 tertulis: Sakramen yang terluhur adalah Ekaristi Mahakudus, dimana Kristus Tuhan sendiri yang dihadirkan, dikurbankan dan disantap, dan dengan nama Gereja selalu hidup berkembang. Kurban Ekaristi, ..., adalah puncak seluruh ibadat dan kehidupan kristiani serta sumber yang menandakan dan menghasilkan kesatuan umat Allah serta menyempurnakan pembangunan tubuh Kristus. Kutipan Kan. 897 dalam Kitab Hukum Kanonik tersebut menerangkan bahwa Sakramen Ekaristi merupakan sakramen yang menjadi inti hidup beriman umat karena Tuhan sendiri yang dihadirkan, dikurbankan dan disantap. Semuanya itu menjadi sumber untuk memperkembangkan Gereja agar Gereja semakin menjadi pusat hidup umat Allah karena kegiatan pengembalaannya di dunia ini. Kehadiran-Nya menjadi sebuah jawaban dan kepastian bahwa pengorbanan Puta-Nya yang tunggal tidaklah sia-sia. Kan 897 juga menjelaskan bahwa Ekaristi adalah puncak dan sumber kehidupan Kristiani. Arti puncak yaitu mengarah pada tujuan kehiduan Kristiani serta sumber yaitu mengarah pada dasar

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 kehidupan Kristiani dan mampu mengasilkan suatu kesatuan seluruh umat Kristiani. 4) Hakikat Ekaristi menurut Katekismus Gereja Katolik Dalam KGK art.1324 tertulis, “Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani (LG11). Sakramen-sakramen lainnya, begitu pula semua pelayanan gerejani serta karya kerasulan, berhubungan erat dengan Ekaristi suci dan terarahkan kepadanya. Sebab dalam Ekaristi suci tercakuplah seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri, Paska kita (PO 5). KGK art.1324 tersebut menjelaskan bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup umat Kristiani. Semua pelayanan dan karya dalam Gereja Katolik bermuara pada Ekaristi. Ekaristi mengantarkan seluruh umat Kristiani menuju Yesus Kristus sendiri karena melalui Ekaristi umat merasakan kehadiran dan kedekatan dengan Tuhan. g. Tanya Jawab (11.30 WIB-12.00 WIB) Peserta dipersilahkan bertanya perihal hakikat Ekaristi. h. Penegasan Singkat (12.00 WIB-12.10 WIB) Pendamping memberikan penegasan dan kesimpulan singkat akan keseluruhan proses sarasehan. i. Doa Penutup (12.10 WIB-12.15 WIB) Bapa yang Maha Pengasih, kami mengucap syukur atas penyertaan-Mu dalam kegiatan sarasehan Ekaristi yang pertama pada hari ini. Terimakasih pula atas kehadiran Bapak/Ibu dan saudara/i yang senantiasa mengimani Engkau. Kami

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 bersyukur bahwa Engkau telah wafat demi menghapus dosa-dosa kami. Terimakasih telah mewariskan perjamuan suci Ekaristi sebagai bentuk pengenangan kami akan Engkau. Semoga melalui Ekaristi ini, kami senantiasa berbuat kasih dan mewujudkan Kerajaan-Mu. Doa permohonan ini kami haturkan dengan pengantara Yesus Tuhan kami yang bersatu dengan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 BAB V PENUTUP Bab ini terdiri dari dua bagian, bagian pertama merupakan kesimpulan dari rumusan permasalahan yang telah dikemukakan pada bab I. Bagian kedua merupakan saran untuk beberapa pihak guna membantu mewujudkan harapan umat yaitu menghayati Ekaristi demi perkembangan hidup beriman mereka. A. Kesimpulan Ekaristi menjadi sumber dan puncak kekuatan bagi umat untuk menuju kesempurnaan kasih yaitu persekutuan dengan-Nya. Persekutuan dengan Tuhan melahirkan persekutuan dengan sesama. Menghayati dan mencintai Ekaristi berdampak baik bagi kehidupan umat beriman Kristiani. Umat yang mengikuti Ekaristi secara penuh dan mendalam menandakan sikap serah dirinya kepada Allah, itulah iman kepercayaannya. Injil Lukas 22:19 tertulis, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Kutipan ayat ini membuktikan bahwa Ekaristi adalah pemberian dan karya Allah bagi manusia. Ekaristi dari, oleh dan untuk Allah, maka semestinya manusia dengan hormat dan penuh syukur mengenangkan dan melaksanakannya dalam peziarahan di dunia. Dengan demikian umat beriman Kristiani menjadi pribadi yang penuh belas kasih dan mampu membagikan apa yang dipunyainya demi menolong orang yang kesusahan. Berdasarkan hasil penelitian, hampir semua responden mengungkapkan bahwa Ekaristi memiliki peran penting bagi hidup beriman mereka. Para responden juga sudah cukup mengetahui hal-hal pokok dalam Ekaristi. Hal baru

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 yang didapatkan dari penelitian yaitu melalui Ekaristi, rasa syukur dan bangga akan rahmat pembaptisan muncul dan semakin menguat. Dengan pembaptisan, umat dapat menerima sakramen Ekaristi yang amat mulia. Tidak sampai situ, melalui Ekaristi, kesaksian demi kesaksian pun tercipta dalam masyarakat. Melalui keikutsertaan mereka dalam Ekaristi, mereka merasakan dampak positif dalam hidup mereka yaitu ketenangan hati dan merasa dilindungi oleh Tuhan. Namun ternyata responden juga mengungkapkan bahwa masih ada sebagian umat yang kurang menghayati dan terlibat aktif dalam Ekaristi. Upaya yang dapat membantu umat menghayati dan terlibat aktif dalam Ekaristi yaitu melalui kegiatan sarasehan Ekaristi. Tema yang digunakan bertumpu dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Kegiatan sarasehan Ekaristi ini diharapkan dapat membantu umat untuk lebih menghayati dan terlibat aktif dalam Ekaristi sehingga mampu melakukan pelayanan nyata dalam masyarakat. Kegiatan ini mengajak umat untuk menjadi murid-murid Yesus yang lebih Ekaristis. B. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, penulis menyampaikan beberapa saran mengenai upaya meningkatkan penghayatan umat dalam Ekaristi yang ditujukan kepada romo paroki, dewan paroki, ketua bidang kerja liturgi, ketua lingkungan, prodiakon dan seluruh umat di Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 1. Romo Paroki Romo Paroki Administratif Santa Maria Assumpta Cawas diharapkan dapat merancang program pengayaan Ekaristi dalam bentuk pendampingan, sarasehan atau pendalaman tentang Ekaristi agar membantu umat untuk lebih memahami dan menghayati Ekaristi sehingga iman seluruh umat dapat berkembang lewat penghayatan Ekaristi tersebut. Romo paroki juga diharapkan semakin memotivasi umat dalam mengembangkan iman melalui sapaan langsung kepada umat dan khotbah pada Perayaan Ekaristi serta pelayanan sosial kepada seluruh umat di paroki. 2. Bidang Kerja Liturgi Paroki Ketua bidang kerja liturgi dapat bekerja sama dengan romo paroki untuk merencanakan suatu kegiatan yang pendukung penghayatan umat akan Ekaristi. Bidang kerja liturgi berupaya mengundang seluruh katekis untuk ikut ambil bagian dalam mewartakan iman melalui Ekaristi. Bidang kerja liturgi diharapkan membuat jadwal bagi para petugas liturgi untuk berlatih dan mengasah kemampuan mereka sesuai tugas masing-masing. Mengadakan rapat koordinasi antara tim bidang kerja liturgi paroki dan lingkungan secara rutin guna membahas liturgi Ekaristi. 3. Ketua Lingkungan - Katekis Para ketua lingkungan berusaha untuk semakin mengajak umat dari jenjang anak-anak hingga lanjut usia untuk mengikuti Ekaristi dan mengikuti

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 kegiatan yang telah direncanakan baik di tingkat paroki dan lingkungan. Selain itu ketua lingkungan bekerjasama dengan katekis untuk mengupayakan berkumpulnya seluruh umat lingkungan untuk mengadakan pendalaman iman melalui Ekaristi.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 DAFTAR PUSTAKA Ballester, M. (1986). Dahaga akan Allah: Terjemahan. Yogyakarta. Kanisius Banawiratma, J.B, ed. (1989). Baptis Krisma Ekaristi. Yogyakarta. Kanisius Darmowigoto, S.Ds. (1972). Iman Kristen. Salatiga. P Setyaki Sala Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia. (2014). Ecclesia de Eucharistia (Ekaristi dan Hubungannya dengan Gereja). Terjemahan oleh Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFM.Cap. Jakarta Dewan Paroki GMAC. (2017). Buku Pedoman Paroki GMAC. Cawas. Dewan Paroki Cawas Dobson, E.T. (1984). How The Eucharist Can Transform Your Life. Mumbai. St Pauls Fransiskus, Paus. (2014). Ensiklik Lumen Fidei ; Terjemahan. Yogyakarta. Kanisius Hadisumarta, FX. 2018. Teladan Hidup Beriman. Jakarta. Majalah Hidup, Hal 43 Thn 18 (18 Maret 2018) Heryatno W.W, FX. (2008). Diktat PAK Sekolah IPPAK USD. Yogyakarta Konfrensi Waligereja Indonesia. (1995). Katekismus Gereja Katolik. Edisi Indonesia. Diterjemahkan oleh: Herman Embuiru. Ende. Arnoldus Komisi Liturgi KWI. (2002). Pedoman Umum Misale Romawi. Jakarta. Obor Komisi Liturgi KAS. (2010). Syukur atas Keterlibatan Umat dalam Ekaristi. Yogyakarta. Kanisius Lembaga Alkitab Indonesia. (2009). Kitab Suci Alkitab Deuterokanonika. Jakarta: LAI, 2009. Lowery, D.L. (2001). Tanya Jawab tentang Iman, Hukum, dan Praktek Hidup Katolik. Yogyakarta. Kanisius Lukasik, A. (1991). Memahami Perayaan Ekaristi. Yogyakarta. Kanisius Martasudjita, E. (2000). Mencintai Ekaristi. Yogyakarta. Kanisius .(2001). Mencintai Yesus Kristus. Yogyakarta. Kanisius .(2003). Sakramen-Sakramen Gereja. Yogyakarta. Kanisius .(2005). Ekaristi – Tinjauan Teologis, Liturgis, dan Pastoral. Yogyakarta. Kanisius .(2010). Misteri Kristus : Pokok-Pokok Iman Kristiani. Yogyakarta. Kanisius .(2012). Ekaristi : Makna dan Kedalamannya Bagi Perutusan di Tengan Dunia. Yogyakarta. Kanisius Musakabe, Herman. (2011). Menuju Hidup Yang Lebih Ekaristis. Bogor. Grafika Mardi Yuana. Powell, J. (1991). Beriman untuk Hidup Beriman untuk Mati ; Terjemahan. Yogyakarta. Kanisius Pujasumarta, J. (2008). Gerakan Berbagi Lima Roti Dan Dua Ikan. Yogyakarta. Kanisius Sekretariat KWI. (1991). Kitab Hukum Kanonik : Terjemahan. Jakarta. Obor & Sekretariat KWI Sinaga, Martin.L. 2009. Kebenaran Iman Kristen di Tengah Pluralisme (Kebenaran) Agama. Lembaga Alkitab Indonesia. Edisi No.24. 9 Juli 2018

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Staf Yayasan Cipta Loka Caraka (Penyadur). (1983). Menghayati Iman. Jakarta. Yayasan Cipta Loka Caraka Sugiyono (2014). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Alfabeta Suharyo, I. (2011). Ekaristi. Yogyakarta. Kanisius http://www.katolisitas.org/iman-bukanlah-masalah-perasaan/ diakses 27 Maret 2018 pukul 10.00 WIB http://www.katolisitas.org/hal-pertumbuhan-iman/ diakses 27 Maret 2018 pukul 10.05 WIB http://www.katolisitas.org/vatikan-ii-misteri-gereja/ diakses 27 Maret 2018 pukul 10.10 WIB http://www.katolisitas.org/konstitusi-sacrosanctum-concilium/ diakses 27 Maret 2018 pukul 10.15 WIB http://alkitab.sabda.org/article.php?no=423&type=12 diakses 27 Maret 2018 pukul 11.55 WIB http://ekaristisebagaiucapansyukur.blogspot.com/2012/11/ekaristi-sebagaiucapan-syukur_3178.html diakses 27 Maret 2018 pukul 12.00 WIB http://www.katolisitas.org/konstitusi-dei-verbum/ diakses 1 Agustus 2018 pukul 10.00 WIB http://sosiologis.com/fenomenologi diakses 1 Agustus 2018 pukul 10.05 WIB

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1: Surat Ijin Penelitian (1)

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2: Surat Keterangan Selesai Penelitian (2)

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3: Daftar Pertanyaan Wawancara Pertanyaan Wawancara a. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! b. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! c. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! d. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! e. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? f. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! g. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? h. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! i. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! j. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! (3)

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4: Transkip Hasil Wawancara No 1. Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU1 E. Mawardi 63 th Pensiunan St. Antonius 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi awalnya merupakan perjamuan malam terakhir yaitu di saat Tubuh dan Darah Kristus yang dilambangkan dalam Roti dan Anggur kemudian dibagikan kepada para murid, tujuannya demi keselamatan semua orang. Kejadian itu kemudian dikenangkan hingga sekarang.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi saya maknai sebagai sumber hidup saya yang selalu saya dambakan dan rindukan agar bisa dekat dengan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saat saya muda, saya mengajar ke pelosok yang jaraknya jauh dari gereja, maka saya jarang sekali mengikuti Ekaristi. Tiba-tiba suatu malam saya dijamah Tuhan lewat mimpi. Tuhan bertanya mengapa saya jarang ke gereja. Keesokan harinya saya ke gereja dan benar-benar merasakan Tuhan hadir. Sejak saat itu saya mersa perlu sekali melayani karena itu bentuk penyerahan diri saya kepada Tuhan.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Bagi iman saya, Ekaristi sebagai pupuk dan penyegar maka iman saya subur dan hasilnya adalah pelayanan saya ditengah masyarakat.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Bagi saya yang mendukung yaitu yang terpenting dalam Ekaristi adalah adanya Umat dan Pastor.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! (4)

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Saya sudah cukup terlibat dengan menjadi prodiakon, ikut koor, ikut dalam bidang liturgi yang tujuannya melayani umat.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? “Bagi saya penghambatnya tidak ada, namun kekurangan-kekurangan pasti ada.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Menurut saya, jika tidak mengikuti Ekaristi, hidup saya kosong. Maka saya prihatin jika saya tidak menerima Tubuh dan Darah Kristus itu.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Bagi saya susunan tata liturgi sudah mutlak dan sesuai dogma yang ada jadi tidak perlu diganti, maka harapan saya kalau bisa pelaksanaannya sesuai kebudayaan umat.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Harapan saya seperti tadi yaitu supaya Ekaristi dirayakan sesuai kebudayaan umat agar umat bisa mudah meresapi dan memaknainya, misal dengan Misa bahasa jawa.” (5)

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 2. Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU2 A. Eko Juniyanto 49 th Pedagang St. Faustina 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Menurut saya Ekaristi adalah penerimaan Tubuh dan Darah Kristus, maka akan lebih dekat dengan Tuhan karena itu inti.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Makna Ekaristi bagi saya sebagai hal yang menentramkan hidup dan membuat saya jernih serta tak ada beban. Maka bisa membantu iman saya tumbuh.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya merasa dekat dengan Tuhan, merasa dilindungi dengan Tuhan. Apalagi saat misa pagi dan saya bertugas, Tuhan memang benar-benar berkarya dalam diri saya.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi adalah inti dalam gereja Katolik dan membuat iman saya tumbuh. Walaupun banyak godaan dalam hidup sehari-hari, tetapi Ekaristi mengembangkan iman saya.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Persiapan diri saat menjadi petugas liturgi, suasana dan tempat (Gereja) serta Romo yang aktif.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya terlibat menjadi prodiakon dan koor.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? “Yang menghambat adalah pikiran (masalah) pribadi atau dalam keluarga. Lalu umat yang datang terlambat saat Ekaristi.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! (6)

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Keprihatinan lebih kepada setiap pribadi umat agar lebih belajar lagi mengenai paham Ekaristi, dengan begitu keterlibatan umat akan lebih baik lagi.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Adanya kesadaran diri sendiri akan Ekaristi, maka aksi melayani akan tumbuh setelah Ekaristi selesai.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Harapan saya yaitu agar umat lebih aktif dan mendalami Ekaristi. Untuk tata liturginya sudah pas tidak perlu diganti.” (7)

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 3. Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU3 Y. Nugraheni 52 th Pegawai Swasta St. Veronika 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Bagi saya Ekaristi adalah puncak, yaitu yang paling penting dibandingkan dengan sakramen lain karena nantinya sakramen lainnya pada akhirnya juga bertitik tolak pada Ekaristi.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Bagi saya Ekaristi saya maknai sebagai suatu kebutuhan, kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan. Maka akan menghasilkan sebuah kekuatan bagi saya yang akan menguatkan saya dalam kehidupan sehari-hari.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saat saya menjadi prodiakon dalam perayaan Ekaristi, saya merasa dikuatkan Tuhan, saya berpasrah dan berserah diri kepada Tuhan. Saya juga bersyukur dan menjalani pelayanan saya dengan senang karena saya tahu semua itu merubah hidup saya ke arah lebih baik.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Bagi saya Ekaristi mengalahkan segalanya, maksudnya saya akan lebih mengutamakan Ekaristi daripada hal-hal duniawi misalnya ada misa dan ada undangan ke suatu acara, saya akan lebih mengutamakan Ekaristi.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Faktor pendukungnya yaitu adanya kerjasama antar petugas liturgi, umat dan sarana prasarana yang ada.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya terlibat dengan menjadi prodiakon, tim kerja liturgi, koor, pemain musik gamelan serta mazmur.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? (8)

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Menurut saya, penghambatnya adalah di saat umat telat datang, petugas yang kurang persiapan serta kerjasama yang kurang antar pelaku Ekaristi.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Keprihatinan yang saya rasakan yaitu saat petugas melakukan kesalahan. Lalu suasana dalam Ekaristi yaitu yang berasal dari umat kurang khusyuk.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Harapan saya yaitu ada niat dari diri sendiri untuk Ekaristi. Saya yakin iman tidak dipaksakan tapi sudah seharusnya Ekaristi dihayati lebih dalam lagi.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Harapan saya yaitu umat semakin mencintai Ekaristi itu sendiri karena pada dasarnya Ekaristi benar-benar dibutuhkan Ekaristi.” (9)

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 4. Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU4 A. Eko Purdianto 43 th Pegawai Swasta St. Yuliana 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi bagi saya adalah suatu ucapan syukur dan juga kekuatan bagi hidup saya.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Bagi saya Ekaristi sebagai bagian dari hidup saya atau tidak terpisahkan dari hidup saya karena Ekaristi merupakan kebutuhan saya untuk menjalani hidup.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Pengalaman iman yang saya rasakan yaitu kelegaan dalam hidup yaitu perasaan senang. Adanya ketenangan saat mengikuti Ekaristi karena Tuhan yang mendamaian. Oleh sebab itu saya perlu melakukan persiapan diri sebelum menyambut Tuhan karena saya akan bertemu dan mengalami Tuhan sendiri.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi selalu berdampak positif bagi hidup saya. Walaupun kecil dampaknya, namun menciptakan suasana sukacita dan mengisi hati saya yang kosong.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Menurut saya faktor pendukungnya yaitu petugas yang sungguh-sungguh mempersiapkan diri sebelum Ekaristi. Kehadiran Romo juga menjadi pendukung dalam Ekaristi.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Keterlibatan saya yaitu menjadi umat yang aktif yaitu ikut berdoa jika saat suasana doa. Saya juga mengikuti koor dan menjadi prodiakon.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? (10)

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Penghambatnya yaitu kesalahan yang tidak diinginkan misalnya sudah disiapkan, namun masih saja ada kesalahan walaupun kecil. Umat yang ribut juga menghambat suasana khusyuk dalam Ekaristi.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Untuk keprihatinan, saya tidak begitu memperhatikan.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Harapan saya agar Ekaristi lebih melibatkan diri saya misalnya lebih banyak suasana komunikatif antar umat dan Romo dalam doa syukur agung.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda “Harapan saya yaitu adanya kesungguhan hati umat dalam mengikuti Ekaristi. Lalu adanya kesiapan teknis agar Ekaristi berjalan lancar. Adanya juga tambahan kegiatan untuk membantu pemahaman umat akan Ekaristi yaitu yang membahas tentang dasar-dasar Ekaristi dan tata cara liturgis Ekaristi.” (11)

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 5. Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU5 A. Sagiman MS 70 th Pensiunan St. Monika 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Menurut saya Ekaristi adalah ungkapan syukur umat kepada Tuhan.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Bagi saya Ekaristi menjadi berkat bagi saya dan nantinya saya pun akan menjadi berkat untuk orang lain dengan berbuat baik.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya merasa khidmat dalam mengikuti Ekaristi serta hati mantap, damai dan tentram.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi memantapkan hidup saya. Ekaristi juga sebagai pegangan hidup saya. Melalui Ekaristi, muncul doa syukur dan juga permohonan untuk kehidupan saya sehari-hari.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Faktor pendukung yaitu suasana batin yang khusyuk, petugas yang bertugas dengan baik, umat yang menjaga suasana serta tata liturgis yang sudah baik.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Keterlibatan saya menjadi prodiakon serta koor. Semuanya itu untuk melayani umat.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? “Faktor penghambat menurut saya yaitu umat yang ribut dan juga petugas kurang persiapan.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! (12)

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Umat belum memaknai Ekaristi dengan menganggap Ekaristi sebagai kewajiban bukan kebutuhan. Kurangnya persiapan petugas liturgi.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Agar saya semakin mantap dan menyadari bahwa Ekaristi amat penting bagi hidup saya.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Harapan saya gara petugas lebih mempersiapkan diri. Lalu untuk pelaksanaan Ekaristi bisa menggunakan musik lain selain organ. Adanya kreativitas saat peraaayan Ekaristi agar tidak monoton.” (13)

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 6. Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU6 Lucia Puji Lestari 50 th Guru St. Veronika 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi merupakan kesatuan umat dan Kristus sendiri. Maka dari itu dibuatlah kesepakatan bersama untuk merayakan Ekaristi kudus tersebut.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi sebagai hal penting karena menjadi puncak hidup yang akhirnya bisa merubah sikap menjadi lebih baik lagi.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya merasa percaya dan iman saya menjadi kuat lewat Ekaristi. Apalgi jika ada dramatisasi saat Ekaristi maka akan benar-benar merasakan kehadiran Tuhan.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi membuat kedekatan lebih mendalam dengan Tuhan. Maka iman pun hadir dan tumbuh. Ekaristi juga sebuah kebutuhan dan kerinduan bagi saya.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Faktor pendukung menurut saya yaitu ketaatan umat sendiri. Lalu ajakan dari keluarga untuk berekaristi menciptakan suatu semangat untuk mengikuti Ekaristi.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya menjadi pemazmur, dirigen serta tim kerja liturgi yang mempersiapkan Ekaristi.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? “Menurut saya faktor penghambat adalah perasaan malas untuk mengikuti Ekaristi. Hal lain jika ada masalah di luar misalnya gosip jelek tentang seseorang memengaruhi kesucian Ekaristi itu sendiri.” (14)

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Keprihatinan saya yaitu kurangnya keterlibatan umat dalam Ekaristi. Lalu keikutsertaan lansia untuk mengikuti Ekaristi yang kurang. Bisa karena keluarga tidak punya kendaraan atau memang tidak peduli. Tidak adanya regenerasi untuk petugas juga memprihatinkan bagi saya.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya berharap agar ada tindakan nyata setelah Ekaristi selesai. Tindakan nyata dengan aksi di kehidupan sehari-hari.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya berharap agar petugas dalam Ekaristi lebih tertata. Umat juga tertata artinya menjaga suasana Ekaristi.” (15)

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 7. Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU7 AL. Jumbadi 58 th Guru St. Faustina 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Perayaan bersama untuk menyambut Tuhan. Tuhan hadir saat konsekrasi. Ekaristi merupakan hal yang sakral. Ekaristi juga merupakan pesan Yesus pada perjamuan malam terkahir yang kemudian dikenang dan dirayakan hingga sekarang.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Sebagai suatu wujud iman Katolik saya sendiri. Ekaristi sebagai suatu hal yang melegakan, mendamaikan menyenangkan dan mengetuk hati untuk menjadi Katolik dan semakin Katolik.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Pengalaman iman yang dirasakan yaitu merasa senang dan lega karena telah mengikuti Ekaristi yang amat kudus. Merasa Ekaristi benar-benar merubah hidup saya karena memang benar Yesus hadir saat Ekaristi berlangsung.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Seperti yang telah didapatkan dari pengalaman iman tadi, melalui Ekaristi saya merasa hidupnya diubah oleh Tuhan. Dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak punya menjadi punya. Iman saya berkembang dengan mementingkan orang lain. Saya selalu berdoa untuk orang lain agar mereka pun merasakan hidup mereka diubah oleh Tuhan.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Hal yang mendukung yaitu hati yang siap. Suasanya dalam keluarga harus dipupuk agar suasana terasa damai saat akan Ekaristi.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! (16)

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Sudah terlibat. Saya menjadi prodiakon, mnegikuti koor, menjadi kolektan, menjadi penjaga tata tertib atau parkir, juga sebagai pembimbing anak-anak komuni pertama.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? “Faktor penghambat yakni masalah ekonomi yang mempengaruhi kesediaan ikut Ekaristi karena terkadang ada rasa minder jika memberi kolekte hanya sedikit. Bagi saya masalah waktu juga agak menghambat karena saya sebenarnya cukup sibuk dengan pekerjaan jadi susah mengatur waktu untuk mengikuti Ekaristi. Situasi keluarga bermasalah juga menghambat mengikuti Ekaristi dengan sungguh-sungguh.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Keprihatinan lebih kepada keterlibatan umat yang masih kurang. Kebersamaan dalam keluarga yang kurang misal pergi ke gereja sendirisendiri. Susah mengatur waktu.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Harapan saya agar saya bisa sukses di dunia dan akhirat. Supaya Ekaristi dapat saya wartakan lagi agar menumbuhkan kebaikan dan iman tentunya.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya berharap agar keselamatan umat lebih banyak lewat Ekaristi. Supaya keselamatan juga ditujukan tidak hanya untuk orang yang masih hidup tapi untuk mereka semua yang telah mati.” (17)

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 8. Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU8 Yulius Rudianto 29 th Guru St. Yuliana 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Perayaan diri kita dengan Tuhan. Ekaristi merupakan suatu kerinduan bagi saya. Ekaristi juga merupakan suatu yang sudah diajarkan oleh Tuhan yang akhirnya diterusnya menjadi perayaan pengenangan akan Yesus Kristus.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi sebagai hal yang membuat saya menjadi pribadi lebih baik lagi. Meyakini bahwa saya memiliki Yesus maka membantu mempererat hubungan saya dengan Yesus. Apalagi saat konsekrasi, iman saya menjadi tumbuh terusmenerus.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Belum secara penuh mengalami pengalaman iman hanya saya merasa terenyuh dan merindukan Yesus saat Ekaristi. 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi amat penting bagi saya. Ekaristi sebagai penyemangat dalam hidup saya sehari-hari untuk menjadikan hidup saya lebih baik.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Keikutsertaan atau keterlibatan umat dan petugas liturgi. Tempat yang nyaman juga menjadi pendukung dalam Ekaristi.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Kalau tidak menjadi petugas ya menjadi umat yang aktif. Menjadi umat yang tahu kapan harus bersikap dalam mengikuti Ekaristi. Misalnya jika hening ya hening, jika berdiri ya berdiri dan seterusnya.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? (18)

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Yang menjadi penghambat yaitu kurangnya keterlibatan dan penghayatan umat dalam Ekaristi. Malah terkadang masih ada petugas liturgi yang masih kurang menghayati.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Hosti yang kurang dihormati oleh umat.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Agar lebih mengikuti Ekaristi agar menumbuhkan iman saya.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Harapan saya agar umat semakin menghayati Ekaristi.” (19)

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 9. Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU9 Y. Agus S 46 th Pegawai Swasta St. Monika 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi merupakan puncak iman umat Kristiani dimana Yesus benar-benar hadir dalam Ekarisi tersebut dan akhirnya menyatu dengan Tuhan.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya memaknai Ekaristi sebagai rasa syukur karena bisa hadir dan telah terpilih menjadi umat Katolik dalam Ekaristi tersebut. Ekaristi membuat lega dan menyatu dengan Tuhan.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya percaya ada kehadiran Tuhan dalam Ekaristi. Saya berusaha ikut ambil bagian dalam perayaan Ekaristi karena saya lemah dihadapan Tuhan.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Benar-benar mengembangkan iman karena melalui Ekaristi saya merasa pengorbanan Yesus demi keselamatan umat manusia. Hidup saya pun diubah, khususnya dalam hidup berkeluarga makin baik dan dapat mengendalikan diri. Dan melalui Ekaristi pekerjaan (gaji) saya lancar. 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Faktor pendukung menurut saya yaitu suasana keluarga yang damai. Keterlibatan aktif umat dalam Ekaristi juga mendukung perayaan Ekaristi. 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya terlibat menjadi proodiakon, koor dan lektor. Saya merasa terpanggil dan merasa harus melayani umat.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? (20)

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Faktor penghambat menurut saya saat umat ribut dan mengobrol. Apalagi jika anak-anak yang lari-lari seolah-olah orang tuanya membiarkan anaknya berlarilari seperti itu. Kurangnya kepekaan orang tua untuk mengurus anak mereka.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Bagi saya belum ada keprihatinan yang menonjol dalam Ekaristi.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Adanya kerjasama antar umat, agar Ekaristi suasana semakin khusyuk dan saya pun menjadi khusyuk pula mengikutinya.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi semakin dihayati dengan dukungan umat. Petugas liturgi yang lebih peka dan menghayati Ekaristi.” (21)

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Kode 10. Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU10 Y. Kasna 40 th Guru St. Fransiskus X 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi adalah kenangan akan Yesus yang dulunya diawalai dengan perjamuan malam terakhir.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya memaknai Ekaristi sebagai kesatuan antar saya dengan Tuhan. Tuhan benar-benar hadir dan berkarya dalam hidup saya.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya mendapatkan pengalam iman saat saya mendampingi katekumen, saat itu saya merasakan Yesus hadir dan berkarya lewat diri saya.” Saat menyiapkan katekumen saya juga mersakan Yesus yang berkarya dan saya hanya alatnya.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi sebenarnya mengembangkan iman namun sulit karena saya sebagai pendidik merasakan bahwa sudah memiliki iman kuat karena Ekaristi namun saat mengajarkan penghayatan Ekaristi kepada murid-murid saya terasa sulit. Kesulitan itu dikarenakan faktor keluarga yang kurang mendampingi/mengajarkan anak-ana mereka tentang Ekaristi. Ekaristi sendiri bagi saya bisa mengubah sifat dan sikap saya menjadi lebih baik.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Faktor pendukung yaitu tata liturgi yang lengkap, petugas liturgi yang lengkap dan siap serta umat yang aktif.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Keterlibatan saya hanya pas-pasan artinya hanya menjadi umat yang rutin ke gereja setiap Minggu. Sabagai umat saya aktif dengan memanjatkan doa-doa ujub dan permohonan.” (22)

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? “Yang menghambat yaitu ada orang yang tidak mengikuti Ekaristi karena malas dan lebih memilih ikut dalam Ekaristi Online. Ada pula yang menganggap Ekaristi hanya sebatas perayaan saja namun tidak sungguhsungguh dihayati. 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Penghayatan umat yang kurang. Kesiapan hati yang kurang saat akan mengikuti Ekaristi. Terkadang masih memikirkan hal-hal duniawi saat akan mengikuti Ekaristi.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya berharap agar Ekaristi dihayati dengan sungguh bukan sebatas perayaan hura-hura saja. Berharap semoga semakin dekat dengan Tuhan maka iman saya berkembang dan berguna bagi masyarakat.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Semoga Ekaristi semakin menghidupi umat dan umat semakin paham akan Ekaristi.” (23)

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 11 Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU11 MM. Setyowati 44 th Guru Cicilia 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi merupakan ungkapan syukur umat. Syukur karena telah diselamatkan oleh Yesus yang menebus dosa-dosa manusia.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya memaknai Ekaristi sebagai kehadiran Kristus dalam hati saya dan bersatu dengan-Nya. Sebagai sebuah panggilan sebagai umat beriman karena bertemu dengan Tuhan.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya merasakan suatu siraman rohani pada saat pembacaan sabd-sabda dari Kitab Suci. Saya merasakan kehadiran Tuhan dalam sabda-sabda tersebut.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi amat penting bagi hidup saya. Sebagai pusat hidup dan merasa bersatu dengan Tuhan. Amat besar pengaruhnya bagi hidup saya karena Ekaristi merupakan puncak dari sakramen-sakramen lainnya.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Yang mendukung yaitu partisipasi umat, petugas liturgi yang siap juga sarana prasarana yang membantu lancarnya perayaan Ekaristi.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya terlibat dalam koor, lektor. Namun menurut saya saya kurang terlibat khusunya dalam hal menjadi petugas liturgi karena menurut saya harus ada regenerasi agar yanng sudah sepuh tidak lagi menjadi petugas liturgi.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? “Faktor penghambat yakni umat khusunya anak-anak yang masih lari-lari dan teriak-teriak. Koor yang kurang persiapan juga menghambat jalannya Ekaristi.” (24)

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Umat yang kurang menghayati contohnya masih ada umat yang bermain HP saat Ekaristi berlangsung.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Berharap semoga lebih dekat dengan Kristus melalui Ekaristi. Karena saya yakin iman saya akan berkembang dengan mengikuti Ekaristi dengan sungguhsungguh.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Supaya suasana Ekaristi lebih khidmat dan partisipasi umat yang lebih baik lagi.” (25)

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 12 Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RU12 B. Lasmini 55 th Guru Anna 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi merupakan ucapan syukur dan pengenangan perjamuan malam terakhir yang tujuannya mendapatkan keselamatan.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Sebagai pendamai dan menenangkan hidup. Sebagai suatu kewajiban sebagai anak-anak Allah.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Tuhan menjamah saya lewat doa-doa saya. Kehadiran Tuhan sebagai alat dalam menyelesaikan masalah.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Menurut saya sebagai pelega dalam berbagai masalah hidup. Dampaknya belum terlalu berpengaruh bagi saya.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Faktor pendukung yaitu sarana dan prasarana yang memadai. Pastor dan petugas liturgi yang siap.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Saya merasa masih kurang terlibat namun saya ikut koor dan menjadi kolektan. Semua itu karena niat dan kemauan hati saya.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? “Faktor penghambat yakni perayaan yang kurang menarik karena Pastor yang sudah tua dan kurang kreatif. Petugas liturgi yang kurang siap serta sarana prasarana yang kurang memadai.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! (26)

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Keprihatinannya yaitu umat yang tidak fokus apalagi jika ada anak-anak yang ribut.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Berharap agar lebih khusyuk dan konsentrasi saat mengikuti perayaan Ekaristi.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Berharap agar kolekte per pribadi ditambah karena kolekte persembahan bagi Tuhan.” (27)

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 13 Kode Nama Umur Pekerjaan Lingkungan RP Romo Yuyun Pr 39 th Pastor Paroki - 1. Apa yang anda ketahui tentang Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi merupakan sumber dan puncak iman. Sumber yaitu perjumpaan, kesatuan dengan Sang Sabda yang hidup. Puncak yaitu disatukan oleh kurban Yesus sendiri. Ekaristi merupakan kelanjutan dan kebaharuan tradisi historis umat Kristiani.” 2. Apa makna Ekaristi bagi hidup anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Memberikan kesempatan untuk membuat imamat dan rahmat tahbisan yaitu imam menjadi penuh. Menghadirkan kembali warisan Kristus serta menyatukan kesinambungan antara umat sekarang dengan jemaat perdana.” 3. Pengalaman iman macam apa yang pernah anda alami saat mengikuti perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Pengalaman dimana saya merasa walaupun pelaksanaan Ekaristi menarik atau tidak menarik, Yesus terus-menerus mengajak untuk mengadakan Ekaristi. Dengan begitu Yesus semakin terasa hadir.” 4. Sejauh mana perayaan Ekaristi memperkembangkan iman anda? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Sejauh Ekaristi benar-benar menghadirkan Tuhan, mambuat saya dan umat dengan lantang menolak ajaran setan karena keyakinan yang teguh dan iman yang kuat.” 5. Menurut anda, apa sajakah faktor pendukung dalam Ekaristi? “Tata liturgi yang pas serta kesiapan pelaku Ekaristi.” 6. Sejauh mana keterlibatan anda dalam perayaan Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Sangat terlibat dengan memimpin misa berkali-kali. Memimpin dengan lebih dahulu mempersiapkan segala sesuatu agar Ekaristi berkesan bagi umat.” 7. Menurut anda, apa sajakah faktor penghambat dalam Ekaristi? (28)

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Faktor penghambat yaitu partisipasi umat kurang karena pemahaman Ekaristi yang kurang serta ketidakdisipliinan pelaku misalnya telat datang tapi tetap menerima komuni.” 8. Adakah keprihatinan dalam Ekaristi sesuai pengalaman anda? Jelaskan! “Partisipasi umat belum begitu nampak mungkin penghayatan yang masih kurang misal ke toilet saat Ekaristi berlangsung.” 9. Melalui Ekaristi, apa harapan anda agar hidup beriman anda lebih berkembang? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Tetap menghidupi sabda Tuhan terus-menerus. Menyadari bahwa saya mengemban tugas perutusan yang amat mulia. Apapun yang terjadi karena kehendak Tuhan.” 10. Apa harapan anda untuk Ekaristi? Jelaskan menurut pengalaman anda! “Ekaristi sudah pas hanya umat dan petugas yang harus semakin paham akan Ekaristi dan juga semoga penyajian Ekaristi lebih menarik agar umat suka dan akhirnya hadir terus-menerus dalam Ekaristi.” (29)

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5: Jumlah Umat Pada akhir Desember 2016, umat yang berdomisili di Paroki Adm Cawas sebagai berikut : Jumlah KK Jumlah Jiwa 396 KK 1081 Jiwa Rincian jumlah umat : No. Wilayah Lingkungan ∑ KK ∑ Umat 1 St. St. Yuliana 35 90 2 Thomas St. Antonius 25 70 St. Faustina 24 66 41 104 3 4 St. Paulus St. Monica 5 St. Veronica 38 107 6 St. Petrus 18 40 7 St. St. Lucia 27 58 8 Filipus St. Fransiskus Xaverius 40 111 St. Yohanes 44 117 St. Bernadheta 40 138 34 81 30 76 396 1081 9 10 St. 11 Agustinus St. Cicilia 12 St. Anna Jumlah NB : Di wilayah St. Agustinus ada pemekaran lingkungan menjadi 4 lingkungan dengan nama lingkungan yang baru adalah Santa Dorothea. Tidak ada jumlah umat tambahan karena hanya pemekaran lingkungan saja. (30)

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6: Daftar Hadir (31)

(159)

Dokumen baru

Download (158 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Penghayatan spiritualitas keterlibatan umat berinspirasi pada Santa Maria dalam hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta.
0
0
189
Sumbangan katekese umat sebagai upaya untuk meningkatkan keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi Mansalong Paroki Maria Bunda Karmel Mansalong Kabupaten Nunukan.
1
13
158
Peranan pelajaran komuni pertama bagi peserta terhadap penghayatan ekaristi di lingkungan Santo Fransiscus Xaverius Paroki Administratif Santa Maria Ratu Bayat, Klaten.
1
46
137
Sumbangan katekese umat dalam rangka meningkatkan penghayatan iman umat Lingkungan Santo Yusuf, Berut, Wilayah Santa Marta, Sumber, Paroki Santa Maria Lourdes, Sumber, Magelang, Jawa Tengah melalui Shared Christian Praxis.
8
66
209
Penyesuaian diri para suster Santa Perawan Maria yang berusia 65 tahun ke atas dalam menyikapi masa usia lanjut.
0
0
123
Dimensi eklesial-sosial penghayatan ekaristi umat Paroki Pugeran.
0
2
33
Upaya meningkatkan pendampingan iman kaum muda di Paroki Santa Maria Mater Dolorosa, Soe, Keuskupan Agung Kupang melalui katekese umat model shared christian praxis - USD Repository
0
0
138
Belajar dari kesetiaan iman Maria guna meningkatkan kualitas hidup beriman umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan Paroki Jetis - Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Upaya menumbuhkan hidup doa dalam keluarga-keluarga kristiani umat lingkungan Santa Maria stasi Majenang paroki Santo Stefanus Cilacap melalui katekese umat - USD Repository
0
0
137
Upaya meningkatkan dialog antar umat beriman dalam masyarakat yang plural di Stasi St. Maria Cikampek Paroki Kristus Raja Karawang Jawa Barat melalui katekese - USD Repository
0
0
180
Peranan ekaristi dalam meningkatkan hidup rohani bagi para Suster PRR di wilayah Jawa - USD Repository
0
0
139
Pengaruh perayaan ekaristi bagi keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja di wilayah Brayat Minulya, Balecatur, Paroki Santa Maria Assumta, Gamping, Yogyakarta - USD Repository
0
0
135
Upaya meningkatkan komunikasi antara suami-istri dalam keluarga kristiani atas dasar iman di lingkungan Andreas Rasul, Paroki Kristus Raja Baciro, Yogyakarta - USD Repository
0
0
143
Peranan doa lingkungan terhadap keterlibatan umat dalam hidup bermasyarakat di Lingkungan Kisik Tlagan, Paroki Boro, Kulonprogo - USD Repository
0
0
139
Makna ekaristi bagi spiritualitas pelayanan prodiakon Paroki Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan - USD Repository
0
0
169
Show more