Perilaku prososial siswa (studi deskriptif pada siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 dan implikasinya terhadap penyusunan topik-topik bimbingan pribadi sosial - USD Repository

Gratis

0
0
114
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERILAKU PROSOSIAL SISWA (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 dan Implikasinya terhadap Penyusunan Topik-topik Bimbingan Pribadi Sosial) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun oleh: Aprilia Dwi Ismail Tandi 151114015 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERILAKU PROSOSIAL SISWA (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 dan Implikasinya terhadap Penyusunan Topik-topik Bimbingan Pribadi Sosial) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun oleh: Aprilia Dwi Ismail Tandi 151114015 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Today is the tomorrow you talked about yesterday” (Woman blazing trails) “Tetapi kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian Kristus” (Efesus 4:7) “Don’t you be afraid, for I am with you. Don’t be dismayed, for I am your God. I will strengthen you. Yes, I will help you. Yes, I will uphold you with the right hand of my righteousness” (Isaiah 41:10) “Yakinkan hatimu dan percaya bahwa mengandalkan Tuhan Yesus dalam setiap perjuangan akan membuat apa yang diyakini tercapai” (Johar Ismail Tandi) iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk, Tuhan Yesus Kristus, Tuhan Yesus yang Senantiasa Mendahului Setiap Langkah Hidup ini. Orangtua yang kusayangi, Bapak Johar Ismail Tandi dan Ibu Yelies Sumba Uppa yang selalu mendoakan dan atas cinta kasih yang sangat tulus. Saudara yang kucintai, Kakak Restianti Ismail Tandi yang selalu mendukung dan Adik Brayent Adli Uppa yang selalu menghibur. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Program Studi Bimbingan dan Konseling v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PERILAKU PROSOSIAL SISWA (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 dan Implikasinya terhadap Penyusunan Topik-topik Bimbingan Pribadi Sosial) Aprilia Dwi Ismail Tandi 151114015 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan seberapa baik tingkat perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 dan (2) Mengidentifikasi item-item pengukuran perilaku prososial yang capaian skornya rendah yang implikatif dijadikan dasar penyusunan topik bimbingan pribadi sosial. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan diambil sampel sejumlah 216 siswa. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang akan mengungkap perilaku prososial siswa. Teknik analisis data menggunakan kategorisasi berdasarkan kriteria Azwar. Alternatif jawaban pada kuesioner yaitu: sangat sesuai, sesuai, tidak sesuai dan sangat tidak sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68 siswa (32%) memiliki perilaku prososial yang sangat tinggi, sebanyak 130 siswa (60%) memiliki perilaku prososial yang tinggi, sebanyak 18 siswa (8%) memiliki perilaku prososial yang sedang, tidak ada siswa yang memiliki perilaku prososial yang rendah dan sangat rendah. Dari hasil perhitungan capaian skor item, terdapat 18 item (36%) yang capaian skornya sangat tinggi, terdapat 30 item (60%) yang capaian skornya tinggi, terdapat 2 item (2%) yang capaian skornya sedang, tidak terdapat item yang memiliki capaian skor rendah dan sangat rendah. Dari jumlah item yang capaian skornya sedang dan tinggi akan diambil masing-masing dua item untuk dijadikan usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan dan mempertahankan perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Topik-topik bimbingan yang diusulkan yaitu, “Peduli Sesama Bagian dari Hidupku”, “Aku Senang Berbagi Cerita”, “Kebiasaan Menolong” dan “Pentingnya Membantu Sesama”. Kata kunci: Perilaku prososial, SMK Penerbangan, Bimbingan Pribadi sosial. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE STUDENTS’ PROSOCIAL BEHAVIOR (Descriptive Study on Class X Students of SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Year 2018/2019 and Its Implications on Preparation of Social Personal Guidance Topics) Aprilia Dwi Ismail Tandi 151114015 Sanata Dharma University Yogyakarta This study was aimed to: (1) Describe the level of students’ prosocial behavior of class X of SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Year 2018/2019 and (2) Identify items on prosocial behavior that have low scores that are implicative as the basis for the topic for personal guidance social. The type of this research was quantitative descriptive research. The research was conducted at SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta. The research subjects were students of class X with sample subjects were 216 students. The sampling technique used in this study was simple random sampling. The research instrument was a questionnaire that would reveal students' prosocial behavior. The data analysis technique uses categorization based on the Azwar’s criteria. Alternative answer to the questionnaire is: very appropriate, appropriate, inappropriate and very inappropriate. The results showed that 68 students (32%) had very high prosocial behavior, 130 students (60%) had high prosocial behavior, 18 students (8%) had moderate prosocial behavior, and no students had low and very low prosocial behavior. From the results of the item scores calculation, there are 18 items (36%) have very high scores, 30 items (60%) have high scores, and 2 items (2%) have moderate scores, there are no items that have low and very low score. From the items that have moderate and high scores, two items are taken as basis of proposed topics for personal social guidance to improve and maintain the prosocial behavior of class X of SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Year 2018/2019. The proposed guidance topics are, "Caring for Others is Part of My Life", "I Love Sharing Stories", "Helpful Habits" and "The Importance of Helping Others". Keywords: Prosocial Behavior, SMK Penerbangan, Social Personal Guidance. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala penyertaan dan tuntunan-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi yang telah disusun ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling. Skripsi ini dapat terselesaikan berkat adanya banyak pihak yang sangat membantu. Peneliti mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membantu memberikan dukungan, motivasi dalam penyusunan skripsi ini. 2. Prias Hayu Purbaning Tyas M.Pd selaku Dosen Pembimbing yang senantiasa membimbing, memotivasi, mendampingi dan mengingatkan peneliti dari awal proses penyusunan skripsi. 3. Juster Donal Sinaga, M.Pd selaku Wakil Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang memberikan motivasi dalam proses penyusunan skripsi. 4. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan banyak ilmu dan motivasi kepada peneliti selama peneliti berproses di Universitas Sanata Dharma. 5. Stefanus Priyatmoko selaku karyawan sekretariat Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang setia dan sabar x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam memberikan pelayanan kepada peneliti selama peneliti berada di Universitas Sanata Dharma. 6. Kepala Sekolah SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta yang telah menerima dan memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta. 7. Pak Subiyanto, Ibu Budi, Pak Fahmi dan Ibu Dewi selaku guru BK SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta yang telah berkenan menerima dan memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian pada jam masuk kelas. 8. Guru-guru dan staf tata usaha yang telah berkenan menerima peneliti untuk melaksanakan penelitian. 9. Siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta yang meluangkan waktu dan kesediaan menjadi responden untuk mengisi kuesioner dalam pengumpulan data. 10. Orangtua tercinta Bapak Johar Ismail Tandi dan Ibu Yelies Sumba Uppa yang senantiasa mendukung dan mendoakan peneliti dalam penyusunan skripsi. 11. Kakak dan adik tersayang Restianti Ismail Tandi dan Brayent Adli Uppa yang selalu memotivasi dan menghibur peneliti dalam keadaan apapun. 12. Gerry Pali yang dengan penuh kesabaran mendukung dan memotivasi. xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN MOTTO ................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ..................... vii ABSTRAK ..................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... xi DAFTAR ISI .................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL ......................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xix BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ........................................................................... 6 C. Pembatasan Masalah .......................................................................... 7 D. Rumusan Penelitian ........................................................................... 7 E. Tujuan Penelitian ............................................................................... 7 F. Manfaat Penelitian ............................................................................. 7 G. Batasan Istilah .................................................................................... 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA ......................................................................... 10 A. Perilaku Prososial............................................................................... 10 1. Pengertian Perilaku Prososial ........................................................ 10 2. Aspek-aspek Perilaku Prososial .................................................... 12 3. Karaketeristik Individu yang Memiliki Perilaku Prososial ........... 13 4. Faktor-faktor yang Mendasari Perilaku Prososial ......................... 14 5. Upaya untuk Meningkatkan Perilaku Prososial ............................ 15 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Remaja ............................................................................................... 17 1. Pengertian Remaja......................................................................... 17 2. Remaja di Sekolah ......................................................................... 17 3. Remaja di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta ...... 18 4. Ciri-ciri Remaja ............................................................................. 19 5. Perkembangan Perilaku Prososial Remaja .................................... 22 C. Bimbingan Pribadi Sosial .................................................................. 24 1. Pengertian Bimbingan Pribadi Sosial ............................................ 24 2. Tujuan Bimbingan Pribadi-Sosial ................................................ 24 3. Unsur-unsur Bimbingan Pribadi Sosial ......................................... 26 D. Kajian Penelitian yang Relevan ........................................................ 27 BAB III METODELOGI PENELITIAN ..................................................... 28 A. Jenis Penelitian................................................................................... 28 B. Waktu dan Tempat Pengumpulan Data ............................................. 29 C. Subjek Penelitian ............................................................................... 29 D. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ................................... 30 E. Teknik dan Instrumen Penelitian ....................................................... 31 1. Teknik Pengumpulan Data ............................................................ 31 2. Instrumen Pengumpulan Data ...................................................... 33 F. Uji Coba ............................................................................................. 35 G. Validitas dan Reliabilitas ................................................................... 37 1. Validitas ....................................................................................... 37 2. Reliabilitas .................................................................................... 40 H. Teknik Analisis Data.......................................................................... 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................. 46 A. Hasil Penelitian ................................................................................. 46 1. Tingkat Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 .......................................................................... 2. Hasil Skor Item Perilaku Prososial xiv 46

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. ....................... 48 B. Pembahasan ....................................................................................... 51 BAB V PENUTUP ......................................................................................... 61 A. Kesimpulan ....................................................................................... 61 B. Keterbatasan Penelitian ..................................................................... 62 C. Saran ................................................................................................. 62 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 64 LAMPIRAN ................................................................................................... 66 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Sampel Penelitian ............................................................................ 30 Tabel 3.2 Pengukuran Skala Likert ................................................................. 31 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Perilaku Prososial Siswa Kelas X ................... 34 Tabel 3.4 Jumlah Subjek Uji Coba ................................................................. 35 Tabel 3.5 Jumlah Item Gugur dan Valid ......................................................... 37 Tabel 3.6 Hasil Rekapitulasi Uji Validitas Kuesioner Perilaku Prososial ...... 39 Tabel 3.7 Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian .............................................. 41 Tabel 3.8 Kriteria Guilford ............................................................................. 41 Tabel 3.9 Norma Kategorisasi Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ............................................ 43 Tabel 4.1 Kategorisasi Skor Subjek Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ............................................ 46 Tabel 4.2 Kategorisasi Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ............................................ 47 Tabel 4.3 Kategorisasi Skor Item Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ............................................ 49 Tabel 4.4 Kategorisasi Skor Item Tingkat Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ............................................ 49 Tabel 4.5 Rekapitulasi Item-item Pernyataan yang Tergolong dalam Kategorisasi Sedang dan Tinggi Tingkat Perilaku Prososial Siswa SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ................................................................ Tabel 4.6 Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi Prososial untuk Meningkatkan dan Mempertahankan Perilaku Prososial xvi 56

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ............................................ xvii 59

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Diagram 4.1 Kategorisasi Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ...................................................................... xviii 48

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Kuesioner Penelitian ................................................................... 67 Lampiran 2: Kuesioner Penelitian Uji Coba .................................................... 74 Lampiran 3: Hasil Perhitungan Validitas Instrumen Perilaku Prososial Siswa ........................................................................ 81 Lampiran 4: Tabulasi Instrumen ..................................................................... 88 Lampiran 5: Surat Izin Penelitian ................................................................... 94 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan batasan istilah. A. Latar Belakang Masalah Perilaku Prososial seringkali kita jumpai setiap hari dalam interaksi manusia. Tindakan apapun yang menguntungkan orang lain disebut sebagai perilaku prososial. Perilaku prososial juga dipengaruhi oleh beberapa tipe relasi antara manusia, baik itu karena suka, merasa berkewajiban, memiliki pamrih dan empati. Seseorang biasanya cenderung lebih sering membantu orang yang dikenal daripada membantu orang yang tidak dikenal atau biasa dikatakan orang asing. Meskipun demikian, memberi pertolongan kepada orang asing bukanlah hal yang jarang terjadi (Taylor, 2009). Menurut Schoroeder, Penner, Dovido, & Piliavin (Sears, Freedman & Anne, 1985) perilaku prososial merupakan kategori yang luas, perilaku prososial mencakup berbagai tindakan yang membantu atau dirancang untuk membantu orang lain. Perilaku prososial mencerminkan kepedulian atau perhatian dari seorang anak ke anak lainnya, misalnya dengan membantu, menghibur, atau hanya tersenyum pada anak lain namun tindakan seperti itu sudah jarang ditemukan. Menurut Taylor (2009:457) sudah diketahui bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh dua faktor besar yaitu faktor internal atau dari dalam diri dan eksternal yakni pengaruh dari luar diri. 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Menurut Goranson dan Berkowitz (Taylor E Shelley 2009:457) norma tanggung jawab sosial menentukan bahwa seharusnya kita membantu orang lain yang bergantung pada kita. Aturan agama dan moral kebanyakan masyarakat menekankan wajib untuk menolong orang lain dan terkadang kewajiban ini ditulis dalam bentuk hukum. Sedangkan norma timbal balik menyatakan bahwa kita harus menolong orang yang menolong kita. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang lebih cenderung membantu seorang yang pernah membantu mereka. Perspektif lain tentang perilaku prososial menekankan makna penting proses belajar. Dalam masa perkembangan, anak mempelajari norma masyarakat tentang tindakan menolong. Di rumah, di sekolah, dan di dalam masyarakat, orang dewasa mengajarkan pada anak bahwa mereka harus melakukan tindakan yang benar dan tidak merugikan orang lain. Beberapa penelitian memperlihatkan dengan jelas bahwa anak akan membantu dan memberi lebih banyak bila mereka mendapat ganjaran karena melakukan prososial. Peniruan juga merupakan penyebab kuat timbulnya perilaku prososial pada seseorang. Hal seperti itu banyak didapatkan dengan bersosialisasi dengan siapapun. Sederhananya perilaku prososial yang dimiliki tiap manusia diinternalisasikan dari berbagai aktivitas yang dilakukan setiap waktu. Perilaku prososial mencakup beberapa tindakan yang dikategorikan sebagai aspek yakni menolong (helping), berbagi (sharing), kerjasama (cooperating), bertindak jujur (honesty), dan berderma (donating). Tindakan

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 tersebut bersifat menguntungkan dan menyokong kesejahteraan pihak lain. Tindakan tersebut dilakukan dengan maksud memberi keuntungan kepada orang lain tanpa memikirkan motif atau maksud pemberi pertolongan. Seseorang yang memiliki perilaku prososial akan memiliki aspek tersebut. Pada era yang modern ini perilaku prososial sulit ditemui pada remaja, hal itu dapat terlihat dari kurangnya rasa empati terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat sekeliling. Fenomena yang terjadi dan muncul sehari-hari adalah remaja tidak peduli dengan keadaan sekitar melainkan hanya memikirkan diri sendiri. Contoh kongkrit yang peneliti temukan berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa bahwa untuk mendapatkan suatu barang tertentu siswa lebih memilih untuk berbohong dengan alasan untuk uang saku dan lain sebagainya. Contoh lain adalah siswa tidak peduli dengan kesulitan yang dialami oleh teman yang memerlukan bantuan. Contoh lain yang juga terjadi di lapangan adalah siswa menertawakan teman yang terjatuh. Seseorang yang memiliki perilaku prososial seharusnya langsung memberi bantuan dan tidak menertawakan teman yang sedang mengalami kesulitan. Berdasarkan pengalaman peneliti pada saat melaksanakan PPL di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta beberapa siswa sudah terlihat melakukan perilaku prososial. Terkait dengan kedisiplinan yang sangat dijunjung tinggi SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta, peneliti melihat perilaku prososial yang sangat nampak adalah apabila siswa melaksanakan suatu kegiatan bersama kakak senior siswa melakukan

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 kerjasama yang baik karena siswa dituntut untuk disiplin. Siswa menampakkan kerjasama dengan sekolah dengan mengikuti tata tertib yaitu sudah hadir di sekolah sebelum kegiatan pagi akan dilaksanakan. Meskipun demikian, peneliti juga menemukan sebagian siswa terlihat kurang dapat melakukan kerjasama apabila dinamika kelompok dimulai, baik itu kerjasama dengan teman kelompok untuk mencapai suatu tujuan dan juga dengan peneliti pada saat peneliti memimpin jalannya suatu dinamika kelompok. Kerjasama adalah salah satu aspek dari perilaku prososial, aspek kerjasama yakni kesediaan untuk melakukan suatu hal secara bersama-sama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan, kerjasama biasanya saling memberi, saling menolong dan menyenangkan satu dengan yang lain. Pengamatan lain yang didapatkan peneliti adalah ketika peneliti menjaga di ruang piket bersama beberapa guru, fenomena ini berkaitan dengan salah satu aspek perilaku prososial yaitu bertindak jujur (Honesty. Banyak siswa yang tidak jujur pada saat ingin meminta surat izin, namun ketidak jujuran siswa-siswi diketahui oleh guru karena alasan-alasan siswa yang tidak masuk akal dan sudah terbukti. Guru-guru yang menjaga di ruang piket mengatakan bahwa banyak siswa sangat sering meminta izin dengan bermacam-macam alasan agar menghindari pelajaran atau agar bisa pulang cepat dan bermain di luar. Ada juga beberapa siswa yang selalu meminta izin dengan berbagai alasan namun guru di ruang piket sudah menghapal siswasiswa tersebut dan juga didukung dengan rekapan absen yang ada di ruang piket yang membuktikan bahwa siswa-siswa tersebut memang sangat sering

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 meminta izin. Ketidakjujuran siswa juga banyak terungkap pada saat siswa dipanggil ke ruang BK karena banyaknya izin atau alpa di absen, dan terbukti siswa berbohong tidak hanya pada guru namun juga orang tua mereka. Pada saat peneliti menanyakan beberapa hal terkait perilaku tersebut kepada guru BK, guru BK mengatakan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh situasi di sekeliling mereka. Situasi yang dimaksud adalah pergaulan siswa sehari-hari siswa tumbuh dan berkembang di lingkungan sosial yang berbeda-beda maka dari itu perilaku prososial juga berbeda-beda. Fenomena lain yang sering terlihat adalah siswa menertawakan teman yang sedang menjalani hukuman sedangkan seseorang yang memiliki perilaku prososial seharusnya memberi suport kepada teman yang sedang menjalani hukuman agar tidak mengulangi kesalahannya dan tidak seharusnya menertawakan kesalahan teman karena hal itu bisa mempengaruhi psikologis teman yang sedang menjalani hukuman. Berkaitan dengan bimbingan dan konseling, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu topik bimbingan pribadi sosial agar peserta didik dapat dengan bijak menganut sebuah nilai hidup. Tidak hanya nilai hidup saja namun peneliti berharap dengan adanya penelitian ini maka diharapkan peneliti bisa mendapat banyak pengetahuan yang nantinya akan membantu peserta didik untuk mengenali dan melakukan perilaku prososial. Dengan peserta didik dapat mengetahui mengenai perilaku prososial maka peserta didik dapat mengetahui segala dampak negatif maupun positif yang akan

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 digunakan sebagai pengetahuan. Guru BK dapat membantu peserta didik merefleksikan banyak hal terkait perilaku perilaku prososial. Berkaitan dengan semua yang telah dipaparkan, maka peneliti perlu melakukan penelitian mengenai perilaku prososial. Dengan mengungkap perilaku prososial diharapkan banyak orang dapat memahami latar belakang perilaku prososial sehingga menambah pengetahuan mengenai perilaku prososial. Atas dasar itu, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih mendalam tentang “PERILAKU PROSOSIAL SISWA KELAS X SMK PENERBANGAN AAG ADISUTJIPTO YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019. B. Identifikasi Masalah Berangkat dari latar belakang mengenai “Perilaku Prososial”, peneliti menemukan beberapa masalah yang teridentifikasi sebagai berikut: 1. Sebagian siswa sulit melakukan kerjasama. 2. Sebagian siswa berbohong apabila meminta surat izin di ruang piket. 3. Sebagian siswa berbohong kepada orangtua dan bolos dari sekolah. 4. Sebagian siswa berbohong kepada guru piket. 5. Siswa menertawakan teman yang terjatuh. 6. Beberapa siswa menertawakan teman yang sedang menjalani hukuman.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 C. Pembatasan Masalah Mengingat berbagai bentuk masalah yang muncul yang sudah dibahas di latar belakang, maka dalam penelitian ini fokus kajian diarahkan untuk menjawab tingkat perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. D. Rumusan Masalah 1. Seberapa baik tingkat perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto? 2. Topik bimbingan pribadi-sosial seperti apa yang akan diusulkan berdasarkan item-item instrumen yang capaian skornya teridentifikasi rendah? E. Tujuan Penelitian 1. Mendeskripsikan tingkat perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto. 2. Mengidentifikasi item-item pengukuran perilaku prososial yang capaian skornya rendah yang implikatif dijadikan dasar penyusunan topik-topik bimbingan pribadi sosial. F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai perilaku prososial dikalangan remaja.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 2. Manfaat Praktis a. Bagi SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan informasi kepada sekolah tentang perilaku prososial. b. Bagi Kepala Sekolah dan Guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan informasi sehingga membantu kepala sekolah dan guru dalam memberikan bimbingan yang sesuai kepada siswa. c. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi sumber informasi sehingga dapat menambah wawasan rekan-rekan mahasiswa mengenai perilaku prososial pada siswa kelas X. G. Batasan Istilah Batasan istilah dalam peneilitian ini adalah: 1. Perilaku prososial adalah segala tindakan yang dilakukan seseorang untuk menolong orang lain tanpa memikirkan motif atau maksud pemberi pertolongan. Perilaku prososial juga dapat didefinisikan sebagai segala tindakan yang menguntungkan orang lain dan menyokong kesejahteraan orang lain. 2. Remaja adalah seseorang yang dalam masa transisi untuk menemukan jati diri, remaja dalam penelitian ini adalah remaja yang berusia 15 sampai 17 tahun yaitu siswa kelas X di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 3. Bimbingan pribadi dan sosial adalah bimbingan yang diberikan di sekolah. Bimbingan Pribadi Sosial diberikan kepada siswa agar mampu menghadapi dan menyelesaikan permasalahan pribadi sosialnya sendiri.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini memaparkan tentang perilaku prososial, remaja dan bimbingan pribadisosial. A. Perilaku Prososial 1. Pengertian Perilaku Prososial Beberapa peneliti mengungkapkan definisi dari perilaku prososial. Salah satunya adalah Baron & Byrne (Arifin, 2015:272) yang menyimpulkan bahwa perilaku prososial meliputi segala tindakan yang menguntungkan orang lain. Secara umum, istilah ini diaplikasikan pada tindakan yang tidak menyediakan keuntungan langsung kepada orang yang melakukan tindakan tersebut, bahkan mungkin mengandung tingkat risiko tertentu bagi orang yang melakukan tidakan tersebut. Skinner (Arifin, 2015:272) mendefinisikan perilaku sebagai respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – Respon. Oleh karena itu perilaku prososial muncul karena adanya rangsangan, stimulus dan pengaruh dari luar individu. Sejalan dengan pendapat Skinner yang mengungkapkan bahwa respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari 10

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 luar, maka Dayakisni & Yuniardi (Arifin, 2015:272) mendefinisikan perilaku prososial sebagai kesediaan orang untuk membantu atau menolong orang lain yang ada dalam kondisi distres (menderita) atau mengalami kesulitan. Dengan demikian, stimulus atau rangsangan berupa kesulitan yang dialami seseorang maka penolong tergerak untuk membantu. Staub (Arifin, 2015:272) juga mendefinisikan perilaku prososial sebagai perilaku yang memiliki konsekuensi sosial positif secara fisik ataupun secara psikologis, dilakukan secara sukarela dan menguntungkan orang lain. Dayaksini & Hudaniah (Arifin, 2015:273) menyimpulkan bahwa perilaku prososial sebagai bentuk memberikan konsekuensi positif bagi si penerima, baik dalam bentuk materi, fisik ataupun psikologis tetapi tidak memiliki keuntungan yang jelas bagi pemiliknya. Akan tetapi, Brigham (Dayaksni & Hudaniah, 2006) mengatakan bahwa perilaku prososial mempunyai maksud untuk menyokong kesejahteraan orang lain. Berdasarkan paparan dari beberapa ahli, peneliti menyimpulkan bahwa perilaku prososial adalah segala tindakan yang dilakukan seseorang untuk menolong orang lain tanpa memikirkan motif atau maksud pemberi pertolongan. Perilaku prososial juga dapat didefinisikan sebagai segala tindakan yang menguntungkan orang lain dan menyokong kesejahteraan orang lain.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 2. Aspek-aspek Perilaku Prososial Eisenberg & Mussen (Asih & Pratiwi, 2010) mengungkapkan bahwa perilaku prososial mencakup tindakan-tindakan yang dikategorikan sebagai aspek perilaku prososial sebagai berikut: a. Menolong (Helping), yaitu kesediaan memberikan bantuan atau pertolongan kepada orang lain yang sedang mengalami kesulitan, baik berupa moril maupun materil. Menolong meliputi membantu orang lain atau menawarkan sesuatu yang menunjang berlangsungnya kegiatan orang lain. Menolong juga membantu meringankan beban fisik maupun psikologis seseorang. b. Berbagi (Sharing), yaitu kesediaan berbagi perasaan dengan orang lain dalam suasana suka dan duka, ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Berbagi yaitu saling bercerita tentang pengalaman hidup atau lebih tepatnya mencurahkan isi hati yang dialami atau juga diartikan memberikan kesempatan dan perhatian kepada orang lain untuk mencurahkan keinginan dan isi hatinya. c. Kerjasama (Cooperating), yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain demi tercapainya suatu tujuan. Kegiatan dilakukan bersama-sama berdasarkan kesepakatan untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama biasanaya saling menguntungkan, saling memberi, saling menolong dan menyenangkan. d. Bertindak jujur (Honesty), yaitu kesediaan untuk melaukukan sesuatu seperti apa adanya, tidak berbuat curang terhadap orang lain.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Bertindak jujur juga kesediaan untuk berkata, bersikap apa adanya dan menunjukkan keadaan yang tulus hati. e. Berdema (Donating), yaitu kesedian untuk memberikan secara sukarela sebagian barang miliknya kepada orang yang membutuhkannya. Berderma adalah membantu dalam bentuk apapun dengan sukarela kepada orang yang membutuhkan. Berderma juga murah hati untuk beramal kepada orang lain. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa, perilaku prososial adalah tindakan yang dilakukan seseorang meliputi menolong, berbagi, bekerjasama, bertindak jujur dan berderma. 3. Karakteristik Individu yang Menunjukkan Perilaku Prososial Menurut Staub (Husein Fahmi, 2014) ada 3 (tiga) ciri atau karakteristik seseorang yang menunjukkan perilaku prososial, yaitu: a. Tindakan tersebut berakhir pada dirinya dan tidak menuntut keuntungan pada pihak pemberi bantuan. Tindakan prososial berarti tindakan yang dilakukan seseorang bukan karena ingin mendapatkan imbalan atau balasan namun dilakukan karena tulus ingin membantu orang lain. b. Tindakan tersebut dilahirkan secara sukarela. Perilaku prososial murni dari dalam diri tanpa adanya paksaan dan dilakukan dengan senang hati.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 c. Tindakan tersebut menghasilkan kebaikan. Perilaku Prososial mengutamakan semua tindakan yang akan memberikan keuntungan bagi orang lain atau penerima pertolongan. 4. Faktor-faktor yang Mendasari Perilaku Prososial Menurut Staub (Dayakisni & Hudaniah, 2009:159) terdapat beberapa faktor yang mendasari seseorang untuk prososial yaitu: a. Keuntungan Diri (Self-Gain) Harapan seseorang untuk memperoleh atau menghindari kehilangan sesuatu, misalnya ingin mendapatkan pengakuan, pujian atau takut dikucilkan. b. Nilai-nilai dan Norma-norma Pribadi (Personal Values and Norms) Adanya nilai-nilai dan norma sosial yang diinternalisasikan oleh individu selama mengalami sosialisasi dan sebagian nilai-nilai serta norma tersebut berkaitan dengan tindakan prososial, seperti berkewajiban menegakkan kebenaran dan keadilan serta adanya norma timbal balik. c. Empati (Empathy) Kemampuan seseorang untuk ikut merasakan perasaan atau pengalaman orang lain. Kemampuan untuk empati ini erat kaitannya dengan pengambilalihan peran. Jadi syarat untuk mampu melakukan empati, individu harus memiliki kemampuan untuk melakukan pengambilan peran.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Berdasarkan penjelasan mengenai faktor yang mendasari perilaku prososial, maka disimpulkan bahwa ada tiga faktor yaitu (1) Keuntungan diri (Self Gain) yaitu suatu harapan seseorang untuk memperoleh sesuatu, (2) Nilai-nilai dan norma-norma pribadi (Personal Values and Norms) yaitu sebuah nilai-nilai atau norma yang dipatuhi seseorang yang berkaitan dengan tindakan prososial (3) Empathy yaitu kemampuan seseorang untuk merasakan suatu hal yang dirasakan orang lain. 5. Upaya untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Adapun beberapa cara untuk meningkatkan perilaku prososial menurut Brigham (Dayakisni & Hudaniah, 2009:189) yaitu: a. Penayangan Model Perilaku Prososial Banyak perilaku manusia yang terbentuk melalui belajar sosial terutama dengan cara meniru. Apalagi mengamati model perilaku prososial dapat memiliki efek priming yang bersosiasi dengan anggapan positif tentang sifat-sifat manusia dalam diri individu pengamat. Dalam mengembangkan kemampuan tertentu kita dapat melakukan melalui pendekatan behavioral dengan model belajar sosial. Pembentukan perilaku prososial dapat kita lakukan dengan sering memberikan stimulus tentang perilaku-perilaku baik (membantu orang yang kesulitan dan lain sebagainya). Semakin sering seseorang memperoleh stimulus, misalnya melalui media massa semakin mudah akan melakukan proses imitasi (meniru) terhadap perilaku tersebut.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 b. Menciptakan Suatu Superordinanate Identity Pandangan bahwa setiap orang adalah bagian dari keluarga manusia secara keseluruhan. Dalam beberapa penelitian ditunjukkan bahwa menciptakan superordinate identity dapat mengurangi konflik dan meningkatkan perilaku prososial dalam kelompok besar serta meningkatkan kemampuan empati diantara anggota kelompok tersebut. Jadi setiap orang merupakan bagian dari kelompok manusia secara keseluruhan adalah hal penting yang perlu dilakukan. Manakala seseorang merasa menjadi bagian dari suatu kelompok yang lebih besar, ia akan berusaha tetap berada di kelompok tersebut dan akan melakukan perbuatan yang menuntun ia dapat diterima oleh anggota kelompok yang lain, salah satu cara adalah senantiasa berbuat baik untuk orang lain. Seseorang akan menghindarkan diri dari perbuatan yang tidak disenangi oleh kelompoknya, sehingga kondisi ini akan memberikan dorongan untuk senantiasa berbuat baik untuk orang lain. c. Menekankan Perhatian Terhadap Norma-Norma Prososial Berkaitan dengan norma tentang tanggung jawab sosial, norma ini dapat ditanamkan oleh orang tua, guru ataupun melalui media massa. Longgarnya sosialisasi dan pembelajaran terhadap norma-norma ini akan mendorong munculnya perilaku antisosial atau tidak peduli dengan lingkungan sekitar dan hal ini sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan psikologis dan sosial seseorang.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 B. Remaja 1. Pengertian Remaja Menurut Latifah (Sarwono, Sarlito W, 2016:17) beberapa penulis Indonesia berpendapat bahwa remaja adalah seseorang yang dalam masa transisi dari masa anak ke dewasa, yang ditandai dengan perkembangan biologis, psikologis, moral, agama, kognitif dan sosial. Di kalangan pakar psikologis perkembangan (termasuk di Indonesia), yang banyak dianut adalah pendapat Hurlock (Sarwono, Sarlito W, 2016:17) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 tahun atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Berdasarkan definisi ahli mengenai remaja, dapat disimpulkan bahwa masa remaja adalah suatu transisi untuk menemukan jati diri. Masa remaja dibagi menjadi remaja awal dan masa remaja akhir. 2. Remaja di Sekolah Menurut Sarwono (2016:17) sekolah adalah lingkungan pendidikan sekunder. Bagi anak yang sudah bersekolah, lingkungan yang setiap hari dimasukinya selain lingkungan rumah adalah sekolahnya. Anak remaja yang sudah duduk di bangku SMP atau SMA umumnya menghabiskan waktu sekitar 7 jam sehari di sekolahnya. Ini berarti bahwa hampir sepertiga dari waktunya setiap hari dilewatkan remaja di

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 sekolah. Tidak mengherankan kalau pengaruh sekolah terhadap perkembangan jiwa remaja cukup besar. 3. Remaja di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta adalah sekolah yang salah satu misinya yakni mengembangkan pembinaan fisik, psikis, sikap, dan kepribadian. Seluruh siswa dituntut untuk menjadi pribadi yang disiplin. Misi tersebut sangat berpengaruh untuk mengembangkan perilaku prososial siswa dan kepribadian siswa dibentuk menjadi pribadi yang baik dan tangguh. SMK Penerbangan AAG Adisutjipto memiliki ciri khas yang membedakan dengan sekolah lain yakni memberi salam dengan nada yang sangat tegas setiap kali menjumpai siapa saja. Siswa juga mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan memberi penghormatan kepada guru. Sejalan dengan pendapat Sarwono (2016: 17) terkait remaja di sekolah, anak remaja yang sudah duduk di bangku SMP atau SMA umumnya menghabiskan waktu sekitar 7 jam sehari di sekolahnya. Ini berarti bahwa hampir sepertiga dari waktunya setiap hari dilewatkan remaja di sekolah, sama halnya dengan SMK Penerbangan AAG Adisutjipto bahwa siswa juga menghabiskan waktu 7 sampai 9 jam di sekolah. Hal itu membuktikan bahwa pengaruh lingkungan sekolah memberikan dampak yang besar bagi siswa SMK Penerbangan AAG Adistujipto. Perilaku prososial masing-masing siswa terbentuk melalui proses sosialisasi di sekolah namun tidak menutup kemungkinan siswa

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 juga mendapat pengaruh besar terkait perilaku prososial di luar lingkungan sekolah. Terkait dengan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perilaku prososial seperti menolong (Helping), berbagi (Sharing), kerjasama (Cooperating), bertindak jujur (Honesty), dan berderma (Donating) terbentuk karena adanya pengaruh besar dari lingkungan sekitar terhadap siswa. 4. Ciri-ciri Remaja Hurlock (1980: 207-210) berpendapat bahwa masa remaja mempunyai ciri-ciri tertentu selama rentan kehidupan. Masa remaja memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Masa remaja sebagai periode yang penting Perkembangan fisik yang cepat dan penting disertai dengan cepatnya perkembangan mental yang cepat terutama pada masa remaja awal. Perkembangan ini menimbulkan penyesuaian mental dan perlunya membentuk sikap, nilai dan minat baru. b. Masa remaja sebagai periode peralihan Peralihan tidak berarti terputus dengan atau berubah dari apa yang telah terjadi sebelumnya melainkan lebih pada peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Perubahan fisik yang terjadi selama tahun awal masa remaja mempengaruhi tingkat perilaku individu. Dalam setiap periode peralihan, status individu tidak jelas akan peran yang harus dilakukan. Pada masa

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 ini, remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa. c. Masa remaja sebagai periode perubahan Selama awal masa remaja, ketika perubahan fisik terjadi dengan pesat, perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung secara pesat. Empat perubahan yang terjadi pada masa remaja antara lain: 1) Meningginya emosi yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. 2) Perubahan tubuh, minat dan peran yang diharapkan oleh masyarakat menimbulkan masalah baru. 3) Berubahnya minat pada pola perilaku mengakibatkan nilai-nilai juga berubah. 4) Sebagian besar remaja bersikap ambivalen terhadap setiap perubahan. Mereka mengingkan dan menuntut kebebasan tetapi mereka sering takut bertanggung jawab akan akibatnya. d. Masa remaja sebagai usia bermasalah Masalah pada masa remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi. Terdapat dua alasan tehadap kesulitan yang terjadi, yaitu: 1) Sepanjang masa kanak-kanak, masalah yang timbul diselesaikan oleh orang tua dan guru, sehingga

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 kebanyakan remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah. 2) Para remaja merasa mandiri, sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri, menolak bantuan orang tua dan guru. 3) Masa remaja sebagai masa mencari identitas. Penyesuaian diri pada masa remaja dilakukan dengan standar kelompok adalah jauh lebih penting daripada individualitas. Seperti dalam hal pakaian, berbicara dan perilaku anak yang lebih besar ingin lebih cepat seperti teman-temannya. Mereka mulai menunjukkan siapa dirinya kepada masyarakat. e. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan Adanya keyakinan bahwa dewasa mempunyai pandangan yang buruk tentang remaja, membuat pertumbuhan masa dewasa menjadi sulit. Hal ini mengakibatkan adanya jarak antara orang tua dan anak yang menghalangi anak untuk meminta bantuan orang tua untuk mengatasi masalahnya. f. Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik Remaja melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana seharusnya. Dengan bertambahnya pengalaman pribadi dan pengalaman sosial dan dengan meningkatnya kemampuan untuk berpikir rasional,

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 remaja memandang dirinya sendiri, keluarga, teman-teman, dan kehidupannya pada umumnya secara realistik. Bila telah mencapai usia dewasa ia merasa bahwa masa remaja lebih bahagia daripada masa dewasa, bersama dengan tuntutan dan tanggung jawabnya. g. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa Semakin mendekati usia yang matang, remaja semakin gelisah untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan di masa remaja. Berdasarkan paparan di atas mengenai ciri-ciri pada remaja maka dapat ditarik kesimpulan bahwa remaja sangat perlu melakukan penyesuaian diri di masyarakat. Penyesuaian diri perlu didukung dengan pertumbuhan fisik dan perkembangan emosional. 5. Perkembangan Perilaku Prososial Remaja Peralihan pada masa remaja melibatkan perubahan besar dalam aspek fisik, kognitif, dan psikososial yang berkaitan satu dengan yang lain. Pada masa transisi, remaja mengalami pertumbuhan secara fisik serta menunjukkan perkembangan kognitif yang sangat pesat. Menurut Sa’id (Elisa & Yohanes 2016) remaja memiliki kecenderungan yang kuat untuk berkelompok dan suka bergabung dengan kelompok remaja lainnya. Kohlberg (Elisa & Yohanes 2016) mengungkapkan pada saat yang sama, perkembangan moral remaja juga berada pada tingkat konvensional yakni suatu tingkatan yang ditandai dengan adanya

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 kecenderungan tumbuhnya kesadaran bahwa norma-norma yang ada dalam masyarakat perlu dijadikan acuan dalam hidupnya. Hal ini berhubungan dengan perilaku prososial karena pada usia remaja, remaja sudah tahu tindakan-tindakan meliputi menolong, bekerjasama, bertindak jujur, dan berderma. Menurut Santrock (Elisa & Yohanes 2016) perilaku positif yang mendukung pertumbuhan diri remaja, misalnya dengan remaja memiliki tingkah laku sosial yang bertanggung jawab. Salah satu perilaku positif di lingkungan sosial yang bertanggung jawab, serta perlu dikembangkan pada masa remaja yaitu perilaku prososial. Remaja perlu untuk mengeksplorasi sisi positif dari perilaku moral seperti perilaku prososial. Meskipun remaja sering kali dinyatakan sebagai sosok yang egosentrik dan memikirkan diri sendiri, remaja juga banyak menampilkan tindakan yang bersifat tanpa pamrih. Perilaku prososial lebih banyak dilakukan di masa remaja dibandingkan masa kanak-kanak. Semakin bertambahnya usia, akan membuat individu makin dapat memahami atau menerima normanorma sosial. Menurut Peterson (Elisa & Yohanes 2016) bertambahnya usia membuat individu dapat menjadi lebih empati , dapat memahami nilai, ataupun makna dari tindakan prososial yang ditunjukkan. Tetapi disayangkan, di jaman yang sudah serba praktis faktanya tidak semua remaja bersedia untuk mengembangkan perilaku prososial. Remaja yang tidak mengembangkan perilaku prososial akan

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 cenderung menunjukkan perilaku yang kurang dapat diterima di norma-norma masyarakat misalnya melakukan perilaku antisosial. Ali & Asrori (Elisa & Yohanes 2016) mengatakan bahwa dewasa ini tidak sedikit remaja yang melakukan perilaku antisosial karena tugas-tugas perkembangan di masa remaja kurang berkembang dengan baik. C. Bimbingan Pribadi-Sosial 1. Pengertian Bimbingan Pribadi-Sosial Menurut Winkel & Sri Hastuti (2004:118), bimbingan Pribadisosial berarti bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi berbagai pergumulan dalam batinnya sendiri salah satunya adalah bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama di berbagai lingkungan (pergaulan sosial). Siswa remaja berhadapan dengan aku-nya yang lain daripada sebelumnya, misalnya timbul beberapa keinginan serta perasaan yang silih berganti dari yang sangat sedih ke sangat gembira; ingin membangun cita-cita, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Bagi mereka pergaulan dengan anggota keluarga dapat menjadi problem; demikian pula pergaulan dengan teman lain jenis. 2. Tujuan Bimbingan Pribadi-Sosial Syamsu dan Juntika (2006:14) berpendapat bahwa tujuan dari bimbingan pribadi sosial sebagai berikut: a. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan taqwa kepada Tuhan, baik dalam kehidupan pribadi,

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja maupun masyarakat pada umumnya. b. Memiliki sikap toleran terhadap umat beragama lain dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masingmasing. c. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), serta mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. d. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang berkaitan dengan kelebihan maupun kelemahan, baik fisik maupun psikis. e. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. f. Memiliki kemampuan melakukan pilihan secara sehat. g. Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. h. Memiliki rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. i. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (Human relationship), yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahmi dengan sesama manusia.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 j. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. k. Memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan secara efektif. 3. Unsur-unsur Bimbingan Pribadi-Sosial Bimbingan pribadi-sosial yang diberikan di jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi sebagian disalurkan melalui bimbingan kelompok dan sebagian lagi melalui bimbingan individual, serta mengandung unsur-unsur sebagai berikut; a. Informasi tentang fase atau tahap perkembangan yang sedang dilalui oleh siswa remaja, anatara lain tentang konflik batin yang dapat timbul dan tentang tata cara bergaul yang baik. b. Penyadaran akan keadaan masyarakat dewasa ini, yang semakin berkembang ke arah masyarakat modern, antara lain apa ciri-ciri kehidupan modern, dan makna ilmu pengetahuan serta teknologi bagi kehidupan manusia. c. Pengaturan diskusi kelompok mengenai kesulitan yang dialami oleh kebanyakan siswa. Diskusi kelompok ini dapat mendorong siswa untuk menghadapi ahli bimbingan, guna membicarakan suatu masalah secara pribadi dalam wawancara konseling. d. Pengumpulan data yang relevan untuk mengenal kepribadian siswa, “misalnya sifat-sifat kepribadian yang tampak dalam tingkah laku, latar belakang keluarga dan keadaan kesehatan.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 D. Kajian Penelitian yang Relevan Rafles, Febiola Yulientin (2018) telah melakukan penelitian mengenai tingkat perilaku prososial pada mahasiswa yang melakukan slacktivism. Metode analisis menggunakan kuantitatif deskriptif dan subjek dalam penelitian ini sebanyak 174 mahasiswa yang terdiri dari 47 subjek laki-laki dan 127 subjek perempuan yang merupakan mahasiswa yang tersebar dari angkatan 2013 sampai 2017. Alat pengumpulan data menggunakan skala perilaku prososial dengan bentuk skala Likert yang disusun oleh peneliti. Hasil penelitian yang diperoleh adalah mahasiswa yang melakukan slacktivism cenderung memiliki perilaku prososial yang sedang atau cukup. Letak relevansinya adalah pada variabel yang akan diukur yaitu perilaku prososial, penelitian ini mengukur tingkat perilaku prososial.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODELOGI PENELITIAN Bab ini berisi uraian tentang jenis atau desain penelitian, waktu dan tempat pengumpulan data penelitian, subjek penelitian, variabel penelitian dan definisi operasional, teknik dan instrumen penelitian, uji coba, validitas dan reliabilitas, serta teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut Sugiyono (2015:14) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019, untuk mengetahui perilaku prososial siswa maka diperlukan skor-skor berupa angka yang akan menentukan tinggi rendahnya perilaku prososial siswa. Skor-skor tersebut diperoleh dari jawaban siswa pada kuesioner. Eksplanasi deskriptif digunakan bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku prososial siswa. 28

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 B. Waktu dan Tempat Pengumpulan Data Pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan pada bulan November tahun ajaran 2018/2019 pada tanggal 27 November 2018. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta. C. Subjek Penelitian Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta dengan mengambil beberapa siswa untuk menjadi subjek atau biasa disebut sampel, teknik yang dilakukan adalah teknik simple random sampling dengan cara undian. Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta terdiri dari 15 kelas dengan jumlah keseluruhan siswa 540. Pada penelitian ini diambil 216 siswa yang menjadi sampel dari keseluruhan siswa kelas X. Siswa-siswa yang menjadi sampel tersebut diperoleh secara acak dari tujuh kelas X dari 15 kelas yang ada. Menurut Sugiyono (2015:118) teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan probability sampling yaitu simple random sampling, teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sample.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Tabel 3.1 Sampel Penelitian No. Kelas Jumlah 1 X.8 33 2 X.2 29 3 X.14 30 4 X.12 32 5 X.11 31 6 X.1 30 7 X.3 31 Total 216 D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Menurut Sugiyono (2015:60) variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut Hatch dan Farhady (Sugiyono, 2015:60) secara teoritis variabel merupakan atribut seseorang, atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau obyek dengan obyek yang lain. Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah perilaku prososial. Perilaku prososial adalah suatu bentuk perilaku yang memberikan konsekuensi positif bagi si penerima, baik dalam bentuk materi, fisik ataupun psikologis.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 E. Teknik dan Instrumen Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Menurut Sugiyono (2015:61) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Pada penelitian ini, skala pengukuran kuesioer yang digunakan ialah skala Likert. Skala Likert terdiri dari pilihan jawaban sangat sesuai (SS), sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan sangat tidak sesuai (STS). Peneliti meniadakan pilihan jawaban netral (N) untuk menghindari adanya kecenderungan jawaban ditengah (central tendency effect). Berikut adalah tabel skor pengukuran skala Likert berdasarkan pernyataan favorable dan unfavorable. Tabel 3.2 Pengukuran Skala Likert Alternatif Jawaban Sangat Sesuai (SS) Sesuai (S) Tidak Sesuai (TS) Sangat Tidak Sesuai (STS) Favorable 4 3 2 1 Skor Unfavorable 1 2 3 4 Kuesioner pada penelitian ini terdiri dari 50 item pernyataan, yaitu 26 item favourable dan 24 item unfavourable. Proses penelitian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 a. Menyusun kisi-kisi instrumen. Dalam kisi-kisi ini termuat aspekaspek perilaku prososial yang diukur dengan indikatornya masingmasing. b. Menyusun item pernyataan kuesioner berdasarkan indikator dari aspek-aspek yang diukur. Item pernyataan tersebut dibagi menjadi dua bentuk, yaitu favourable dan unfavourable. Skala pengukuran kuesioner yang digunakan adalah skala Likert. c. Mengkonsultasikan item kuesioner kepada dosen pembimbing dan merevisi item, baik dari bahasa yang digunakan maupun kesesuaiannya dengan aspek yang ingin diukur. d. Melakukan uji coba validitas dengan mengambil satu kelas untuk diuji yaitu kelas X.5 SMK Penerbangan AAG Adisutjipto dengan jumlah 34 siswa. e. Mengolah data hasil uji coba dan menguji dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 20. f. Mengkonsultasikan item yang valid kepada dosen pembimbing. g. Menyebar kuesioner pada siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto sebanyak tujuh kelas. h. Hasil jawaban siswa pada kuesioner ditabulasi dan dilakukan analisis butir item melalui perhitungan daya diskriminasi item atau daya beda, selanjutnya menghitung reliabilitas instrumen. i. Menganalisis dan membahas hasil penelitian kemudian menarik kesimpulan akhir.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 2. Instrumen Pengumpulan Data Dalam memperoleh data mengenai tingkat perilaku prososial, peneliti menggunakan instrumen perilaku prososial. Menurut Sugiyono (2015:146) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati, dengan demikian fenomena ini disebut variabel penelitian. Instrumen yang peneliti gunakan disusun berdasarkan aspek-aspek perilaku prososial menurut Eisenberg & Mussen (Asih & Pratiwi, 2010) yang terdiri dari aspek menolong (helping), berbagi (sharing), kerjasama (cooperating), bertindak jujur (honesty), berderma (donating). Pernyataan yang termasuk dalam kuesioner ini terdiri dari pernyataan favourable dan pernyataan unfavourable. Pernyataan favourable merupakan pernyataan yang positif mengenai perilaku prososial. Pernyataan unfavourable yaitu pernyataan yang negatif mengenai perilaku prososial. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini, sebagai berikut:

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Perilaku Prososial siswa kelas X No . 1. 2. 3. 4. 5. Aspek Menolong (Helping) Berbagi (Sharing) Kerjasama (Cooperating ) Bertindak jujur (Honesty) Berderma (Donating) Indikator a. Siswa memberikan dukungan moril kepada orang yang membutuhkan. b. Siswa memberikan dukungan berupa materil kepada yang membutuhkan. a. Siswa berbagi perasaan kepada orang lain dalam kondisi apapun. b. Siswa memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mencurahkan isi hatinya. a. Bersedia untuk bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. b. Menerima pendapat atau masukan dari orang lain. a. Siswa mempunyai sifat yang jujur dalam hal apapun agar dapat dipercayai. b. Siswa mengakui kesalahan yang telah diperbuat. a. Siswa bersedia memberikan barang miliknya kepada orang lain yang membutuhkan. b. Siswa berlaku murah hati untuk beramal. Total No. Butir Item Item Favorable Unfavorable 17, 46, 53 27, 50, 11 Jumlah Item 6 42, 73, 65, 6 66, 22, 77, 10 8 60 80 2 24, 8, 55 25 4 31, 3, 23 51, 28 5 48, 78 61, 5, 37 5 30 16, 32, 47 4 38, 69, 41 35, 76 5 62, 71 49 3 64, 63, 70, 67 26 44, 40, 59, 58 8 24 14 6 10 9 11 50

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Skoring dilakukan dengan menjumlahkan jawaban responden pada masing-masing item. Semakin tinggi jumlah skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula perilaku prososial dan sebaliknya apabila semakin rendah jumlah skor yang diperoleh maka semakin rendah pula perilaku prososial siswa. F. Uji Coba Sebelum kuesioner digunakan untuk penelitian, kuesioner perilaku prososial diuji cobakan kepada para siswa. Uji coba kuesioner perilaku prososial yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang sudah disusun. Uji coba dilaksanakan pada hari Kamis, 22 November 2018 dengan subjek siswa kelas X.5 SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Jumlah siswa yang mengikuti uji coba terlihat pada tabel berikut: Tabel 3.4 Jumlah Subjek Uji Coba Kelas Jumlah Siswa X.5 34 Berikut langkah-langkah uji coba yang dilakukan: 1. Peneliti menyusun kuesioner berdasarkan kisi-kisi dengan bantuan dan bimbingan dosen pembimbing.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 2. Peneliti mengurus surat ijin penelitian ke SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta. 3. Peneliti melaksanakan uji coba pada hari Kamis, 22 November 2018 kepada siswa kelas X.5. 4. Setelah para siswa/i selesai mengisi kuesioner Perilaku Prososial, peneliti mengumpulkan kembali kuesioner yang telah diisi oleh para siswa/i. Waktu yang dibutuhkan dalam mengisi kuesioner Perilaku Prososial kurang lebih 20 menit, dengan jumlah kuesioner yang diuji cobakan sebanyak 80 butir pernyataan. Metode yang digunakan untuk menganalisis validitas butir instrumen adalah metode korelasi dengan teknik Pearson product moment yang sama pada teknik analisis perhitungan uji validitas dan reliabilitas pada item-item yang digunakan untuk penelitian. Nilai koefisien validitas 0,30 dan apabila terdapat item yang memiliki nilai koefisien validitas dibawah 0,30 maka item tersebut dinyatakan konsistensi internalnya tidak kuat dan tidak digunakan sebagai item instrumen penelitian. Dari 80 item kuesioner yang diuji cobakan, diperoleh 30 item yang tidak valid atau gugur dan 50 item yang lolos atau valid. Nomor-nomor item yang dinyatakan gugur dan valid dapat dilihat pada tabel berikut:

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Tabel 3.5 Jumlah Item Gugur dan Valid No. 1. Item Item Tidak Valid 2. Item Valid Nomor Item 2, 34, 4, 79, 1, 72, 39, 57, 13, 20, 75, 15, 7, 12, 54, 43, 56, 21, 74, 9, 52, 26, 19, 45, 18, 29, 68, 36, 14, 33 17, 46, 53, 27, 50, 11, 42, 73, 65, 6, 66, 22, 77, 10, 60, 80, 24, 8, 55, 25, 31, 3, 23, 51, 28, 48, 78, 61, 5, 37, 30, 16, 32, 47, 38, 69, 41, 35, 76, 62, 71, 49, 64, 63, 70, 67, 44, 40, 59, 58 Total Jumlah 30 50 80 Nilai reliabilitas dari 80 item yang diuji cobakan adalah 0, 743 yang termasuk dalam kriteria tinggi dan dapat dilihat dari kriteria Guilford. H. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas Instrumen dalam penelitian ini harus valid dan reliabel. Menurut Sugiyono (2015:172) hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Validitas isi sudah dikonsultasikan kepada Prias Hayu Purbaning Tyas M.Pd selaku dosen pembimbing penulisan skripsi. Validitas yang diuji untuk instrumen penelitian ini adalah validitasi eksternal. Validitasi eksternal adalah validitasi yang membandingkan antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta-fakta empiris yang terjadi di lapangan.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Penghitungan uji validitas penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung korelasi antara masing-masing skor item pernyataan dengan skor total. Rumus yang digunakan adalah rumus korelasi Pearson product moment dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 20. Rumus korelasi Pearson product moment adalah sebagai berikut: Keterangan: R: Korelasi produk momen X: Nilai setiap butir Y: Nilai dari jumlah butir N: Jumlah responden Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 50 item yang valid dan 30 item yang tidak valid atau gugur dengan menggunakan standar koefisien 0,30 . Hasil hitung validasi item dapat dilihat pada lampiran. Untuk melihat item yang valid dan tidak valid dapat dilihat pada tabel 3.6 sebagai berikut:

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Tabel 3.6 Hasil Rekapitulasi Uji Validitas Kuesioner Perilaku Prososial No. 1. 2. 3. 4. Aspek Menolong (Helping) Berbagi (Sharing) Kerjasam a (Cooperat ing) Bertindak jujur (Honesty) Indikator a. Siswa memberikan dukungan moril kepada orang yang membutuhkan. b. Siswa memberikan dukungan berupa materil kepada yang membutuhkan. a. Siswa berbagi perasaan kepada orang lain dalam kondisi apapun. b. Siswa memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mencurahkan isi hatinya. a. Bersedia untuk bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. b. Menerima pendapat atau masukan dari orang lain. a. Siswa mempunyai sifat yang jujur dalam hal apapun agar dapat dipercayai. b. Siswa mengakui kesalahan yang telah diperbuat. No. Butir Item Item Favorable Unfavorable 17, 46, 53, 34, 27, 50, 2 11 Jumlah Item gugur 2, 34 14 42, 73, 65, 6 66, 22, 77, 10 - 60, 4, 79, 1 72, 39, 57, 80 4, 79, 1, 72, 39, 57, 13, 24, 8, 55 20, 75, 15, 25 13, 20, 75, 15, 7, 31, 3, 23 51, 12, 28, 54 7, 12, 54 48, 78, 43, 56 61, 5, 37, 21 43, 56, 21 74, 9, 52, 30 16, 32, 26, 47 74, 9, 52, 26, 38, 69, 19, 41 45, 35, 76, 18 19, 45, 18 6 10 9

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 5. Berdema (Donating ) 2. a. Siswa bersedia memberikan barang miliknya kepada orang lain yang membutuhkan. b. Siswa berlaku murah hati untuk beramal. Total 62, 29, 71, 68 36, 14, 49, 33 29, 68, 36, 14, 33 64, 63, 70, 67 44, 40, 59, 58 - 40 40 30 11 50 Reliabilitas Menurut Sugiyono (2015:172) hasil penelitian yang reliabel apabila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang reliabel adalah adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner penelitian menggunakan pendekatan koefision Alpha Cronbach yaitu (α) ini

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS Statistic 20. Dari hasil perhitungan didapatkan skor sebagai berikut: Tabel 3.7 Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,889 50 Hasil perhitungan reliabilitas dikonfirmasi dengan menggunakan kriteria Guilford. Kriteria Guilford dapat dilihat pada tabel 3.8berikut. Tabel 3.8 Kriteria Guilford No 1. 2. 3. 4. 5. Koefisiensi Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 - 0,90 0,41 - 0,70 0,21 - 0,40 <0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Berdasarkan hasil diatas maka disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas terhadap 50 butir item yang valid dengan hasil Cronbach’s

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Alpha sebesar 0, 889 termasuk dalam kriteria tinggi. Artinya kuesioner ini dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data. H. Teknik Analisis Data Menurut Sugiyono (2015:207) Di dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah dari semua responden atau sumber data lain terkumpulkan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kategorisasi. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari semua responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Teknik data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik deskriptif yang meliputi penyajian data melalui tabel, perhitungan nilai maksimum, nilai minimum, mean teoritis, dan standar deviasi serta perhitungan persentase. Penetuan kategori perilaku prososial didasarkan pada kategori jenjang. Tujuan dari kategori jenjang ini adalah menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur. Menurut Azwar (2017) penetuan kategori jenjang adalah berdasar standar deviasi dan mean teoritis sebagai berikut:

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Tabel 3.9 Norma Kategorisasi Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 No Norma 1 2 3 4 5 µ+1,5 (σ) < X ( ) ( ) ( ) ( ) Kategori ( ) ( ) ( ) Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel diatas maka selanjutnya yang dilakukan adalah menentukan norma atau patokan yang akan digunakan dengan mencari X maksimum teoritik, X minimum teoritik, standar deviasi, dan mean teoritik. Untuk menggolongkan perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta maka digunakan perhitungan sebagai berikut : X maksimum teoritik :Skor tertinggi yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala. X minimum teoritik :Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek peneliti dalam skala. (standar deviasi) :Luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan deviasi standar. (mean teoritik) :Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum. Setelah peneliti mengelompokkan perilaku prososial siswa, peneliti juga mengelompokkan skor item yang diperoleh dari angket yang telah diisi subjek. Langkah ini dilakukan untuk dapat mengetahui item mana saja yang

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 menunjukkan perilaku prososial yang tinggi. Pengelompokan skor item adalah sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Berikut perhitungannya sebagai berikut: X item maksimum teoritik :Skor tertinggi yang mungkin dicapai item skala. X item minimum teoritik :Skor terendah yang mungkin dicapai item skala. (standar deviasi) :Luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan deviasi standar. (mean teoritik) :Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum. Hasil data angket dianalisis dengan menggunakan norma kategorisasi yang telah diuraikan di atas. Kategori diterapkan sebagai patokan dalam pengelompokan tinggi rendah perilaku prososial dengan jumlah item valid yaitu 50 item. Diperoleh unsur perhitungan capaian skor subjek sebagai berikut : Skor Maksimum Teoritik : 4 x 50 = 200 Skor Minimum Teoritik : 1 x 50 = 50 Rata-rata teoritik ( ) : (200+50)/2 = 125 Standar deviasi ( ) : (200-50)/6 = 25

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Perhitungan capaian skor item perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 216 dapat dilihat sebagai berikut: Skor maksimum teoritik : 4 x 216 = 864 Skor minimum teoritik : 1 x 216 = 216 Rata-rata teoritik ( ) : (864+216)/2 = 540 Standar deviasi ( ) : (864-216)/6 = 108

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini diuraikan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. A. Hasil Penelitian Hasil Penelitian ini akan menjawab rumusan masalah penelitian mengenai: 1. Seberapa Baik Tingkat Perilaku Prososial Siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Setelah melihat hasil perhitungan pada bab III, kategorisasi skor subjek dapat dilihat pada tabel 4.1 Tabel 4.1 Kategorisasi Skor Subjek Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 No. Norma 1 2 3 4 5 µ+1,5 (σ) < X ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Interval Skor Subjek 164-200 139-163 114-138 89-113 50-88 Keterangan Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Berdasarkan perolehan data penelitian yang telah diperoleh melalui kuesioner perilaku prososial maka dapat dilihat gambaran perilaku prososial 46

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 pada tabel di bawah ini. Tabel 4.2 Kategorisasi Skor Perilaku Prososial Siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Kategori Interval Skor Subjek Sangat 164-200 Tinggi Tinggi 139-163 Sedang 114-138 Rendah 89-113 Sangat 50-88 Rendah Jumlah Frekuensi Skor Subjek Presentase Skor Subjek 68 32% 130 18 0 0 60% 8% 0% 0% 216 100% Berdasarkan tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa: a. Terdapat 68 atau 32% siswa yang memiliki perilaku prososial yang sangat tinggi. Hal ini berarti siswa sudah menerapkan perilaku prososial dengan sangat baik dalam kehidupan sehari-hari. b. Terdapat 130 atau 60% siswa yang memiliki perilaku prososial yang tinggi. Hal ini berarti siswa sudah menerapkan perilaku prososial dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. c. Terdapat 18 atau 8% siswa yang memiliki perilaku prososial yang sedang. Hal ini berarti siswa sudah menerapkan perilaku prososial dengan cukup dalam kehidupan sehari-hari. d. Tidak ada siswa yang memiliki perilaku prososial yang rendah. e. Tidak ada siswa yang memiliki perilaku prososial yang sangat rendah.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Perilaku prososial siswa yang sangat tinggi (68 siswa) dan perilaku prososial siswa yang tinggi (130 siswa) digabungkan dan peneliti tafsirkan sebagai tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku prososial sebagian besar siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tinggi. Kategorisasi perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 dapat dilihat pada diagram 4.1 Diagram 4.1 Kategorisasi Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Sedang 8% Sangat Tnggi 32% Tinggi 60% 2. Hasil Skor Item Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Setelah melihat hasil perhitungan pada bab III, pengelompokan skor item dapat dilihat pada tabel 4.3

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Tabel 4.3 Kategorisasi Skor Item Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 No. Norma 1 2 3 4 5 µ+1,5 (σ) < X ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Interval Skor Item 703-864 595-702 487-594 379-486 216-378 Keterangan Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Berikut hasil pengkategorisasian item-item yang dapat dilihat pada tabel 4.4 Tabel 4.4 Kategorisasi Item Tingkat Perilaku Prososial Siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Kategori Interval Skor Item Frekuensi Skor Item Presentase Skor Item Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah 703-864 18 36% 595-702 487-594 379-486 216-378 30 2 0 0 60% 4% 0% 0% 50 100% Jumlah Berdasarkan tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa: a. Terdapat 18 item atau 36% yang memiliki skor sangat tinggi yaitu nomor 8, 15, 20, 21, 22, 23, 26, 27, 29, 31, 32, 33, 34, 41, 42, 43, 47, 49. Hal ini berarti tingkat perilaku prososial yang tergambar pada item-item tersebut sudah sangat baik.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 b. Terdapat 30 item atau 60% yang memiliki skor tinggi yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 24, 25, 28, 30, 36, 37, 38, 39, 40, 44, 45, 46, 48, 50. Hal ini berarti tingkat perilaku prososial yang tergambar pada item-item tersebut sudah baik. Meskipun demikian, topiktopik bimbingan pribadi sosial untuk memelihara dan mempertahankan perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 diusulkan berdasarkan beberapa item yang capaian skornya paling tinggi pada kategori tinggi. c. Terdapat 2 atau 4% item yang memiliki skor sedang yaitu nomor 6 dan 35. Hal ini berarti tingkat perilaku prososial siswa pada item-item tersebut kurang. Dengan demikian, topik-topik bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 diusulkan berdasarkan item-item tersebut. d. Tidak terdapat item yang memiliki skor rendah. Hal ini berarti tidak ada topik-topik bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang dapat diusulkan. e. Tidak terdapat item yang memiliki skor sangat rendah. Hal ini berarti tidak ada topik-topik bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang dapat diusulkan.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 B. Pembahasan 1. Deskripsi Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta sebagian besar siswa kelas X sudah memiliki perilaku prososial yang rata-rata tergolong tinggi. Dari data tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki perilaku prososial yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 68 (32%) subjek memiliki perilaku prososial yang sangat tinggi, 130 (60%) subjek memiliki perilaku prososial yang tinggi, 18 (8%) subjek memiliki perilaku prososial yang sedang dan tidak ada subjek yang memiliki perilaku prososial yang rendah atau sangat rendah. Peneliti menyimpulkan bahwa perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta adalah tinggi atau positif (baik). Berdasarkan fenomena yang telah dipaparkan pada bab I yang didapatkan melalui pengamatan di sekolah, disimpulkan berbanding terbalik dengan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki perilaku prososial yang tinggi. Peneliti menduga hal ini terjadi karena kemungkinan karena rentang waktu peneliti mengamati perilaku siswa dan pelaksanaan penelitian terbilang lama sehingga kemungkinan siswa sudah mengalami perkembangan dalam hal perilaku prososial dalam dirinya. Kemungkinan lain adanya perbedaan pengamatan dengan hasil penelitian terjadi karena peneliti hanya menggunakan

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 kuesioner dan tidak melakukan wawancara lebih dalam kepada siswa. Kemungkinan lain adalah siswa mengisi angket kurang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Siswa cenderung ingin terlihat baik. Meskipun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa masih ada beberapa siswa yang masuk pada kategori sedang. Dari hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa secara umum kelas X memiliki perilaku prososial yang tinggi bahkan ada beberapa yang sangat tinggi dan hanya sedikit yang memiliki perilaku prososial yang sedang. Menurut Staub (Dayaksini & Hudaniah, 2009: 159), salah satu faktor yang mendasari seseorang bertindak prososial adalah nilai-nilai dan norma-norma pribadi (Personal Values and Norms) dengan adanya nilainilai dan norma-norma sosial diinternalisasikan individu selama mengalami sosialisasi dan sebagian nilai-nilai serta norma tersebut berkaitan dengan perilaku prososial. Jadi kemungkinan siswa memiliki perilaku prososial yang tinggi karena siswa sudah mengenal banyak norma-norma sosial, siswa mendapatkan banyak pengaruh dari lingkungan sekitar baik di sekolah, di rumah maupun di tempat lain. Dari interaksi ataupun bersosialisasi setiap hari siswa menjadi tahu bahwa penting dan wajib untuk melakukan suatu kebenaran dan keadilan. Di sekolah siswa wajib mengikuti berbagai kegiatan setelah pulang sekolah dan ada juga kegiatan yang mengharuskan siswa menginap di sekolah, kegiatan ini membuat siswa bersosialisasi dan mendapatkan banyak hal dan tentunya

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 siswa sebagai remaja awal sudah mengetahui baik buruknya suatu tindakan yang akan siswa internalisasikan. Menurut peneliti pengaruh usia juga dapat mempengaruhi siswa dalam melakukan perilaku prososial karena siswa yang menjadi responden adalah remaja yang berumur 15 tahun keatas dimana usia tersebut masuk pada kategori remaja awal. Menurut Hurlock (1980:207-210) remaja awal memiliki ciri-ciri yakni salah satunya mengalami perubahan perilaku dan sikap yang berlangsung sangat pesat. Artinya siswa yang memiliki perilaku prososial yang tinggi maupun sedang berarti mengalami perubahan dalam dirinya dan hal itu wajar pada usia remaja awal. Menurut Latifah (Sarwono, Sarlito W, 2016: 17) remaja adalah suatu masa transisi yang ditandai dengan perkembangan psikologis dan sosial, maka sehubungan dengan hal itu secara umum siswa sudah mengetahui perilaku-perilaku yang baik dan positif, remaja juga sudah bisa membedakan tindakan yang baik dan buruk. Siswa sudah berada di sekolah dari pagi sampai sore, dengan demikian siswa menyaring banyak hal seperti memberikan amal, selalu meminta maaf kepada guru dan senior setiap akan melakukan sesuatu. Siswa mengalami perkembangan psikologis dan sosial seperti mengikuti segala peraturan yang ditetapkan di sekolah dan menjalani sanski apabila melakukan kesalahan. Siswa mengalami perkembangan psikologis dan sosial karena awalnya siswa tidak terbiasa dengan hal tersebut namun karena siswa mengalami suatu perkembangan maka siswa mampu menjalaninya dengan kata lain siswa

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 mulai bersosialisasi dengan sekolah. Perilaku prososial lebih banyak dilakukan di masa remaja dibandingkan pada masa kanak-kanak, jadi semakin bertambahnya usia maka membuat siswa semakin memahami atau menerima norma-norma sosial. Menurut Peterson (Elisa & Yahones, 2016) semakin bertambahnya usia maka akan membuat individu dapat menjadi lebih empati, dapat memahami nilai, dan menemukan makna dari setiap perilaku prososial yang ditunjukan. Salah satu nilai yang dipahami siswa yang menonjol adalah nilai agama dimana siswa setiap pagi, siang dan sore melakukan sholat di sekolah, hal ini berkaitan dengan aspek berderma (donating). Menurut peneliti dengan adanya perkembangan psikologis dan sosial maka siswa dapat melakukan perilaku prososial karena adanya dorongan dari dalam diri, berkaitan dengan sosial siswa juga melakukan tindakan perilaku prososial karena siswa mendapat didikan dari orang tua sejak kecil sehingga siswa semakin bertumbuh maka akan merealisasikan tindakan-tindakan perilaku prososial. Sekolah juga sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku siswa karena di sekolah siswa dididik untuk melakukan segala tindakan yang baik dan didukung dengan peraturanperaturan yang ada. Di sekolah siswa menghabiskan sekitar 7 jam sehari untuk berinteraksi dan melakukan banyak hal dengan teman dan guru, tidak mengherankan apabila pengaruh sekolah juga sangat besar terhadap perkembangan siswa sehingga siswa memiliki perilaku prososial yang tinggi.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Meskipun demikian masih ada 18 siswa yang memiliki perilaku prososial yang sedang. Terkait dengan upaya untuk meningkatkan perilaku prososial menurut Bringham (Dayaksini & Hudaniah, 2009: 189) kemungkinan siswa memiliki perilaku prososial yang sedang karena siswa kurang menekankan perhatian terhadap norma-norma prososial, siswa yang tidak ditekankan perhatian terhadap norma-norma prososial bisa memunculkan perilaku antisosial atau tidak peduli dengan lingkungan. Kemungkinan yang kedua adalah siswa sudah ditekankan mengenai perhatian terhadap norma-norma prososial namun siswa siswa sulit merealisasikan dalam kehidupan sehari karena dipicu oleh faktor lingkungan. 2. Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi Sosial yang Sesuai untuk Mengembangkan dan Memelihara Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Dari data hasil penelitian ini juga menunjukkan item-item yang memiliki capaian skor yang sedang dan dapat dijadikan topik bimbingan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa. Ada dua item yang masuk kategori sedang yang akan dijadikan topik bimbingan untuk meningkatkan perilaku prososial, namun peneliti juga akan mengambil dua item dari kategori tinggi yang skornya paling tinggi untuk dijadikan topik. Alasan peneliti mengambil dua item dari kategori yang tinggi agar item tersebut dapat dijadikan usulan topik mempertahankan dan

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 memelihara perilaku prososial siswa, hal ini sangat penting dilakukan karena perilaku prososial siswa tidak hanya perlu ditingkatkan namun beberapa item yang sudah masuk kategori tinggi juga sangat perlu dipertahankan atau dipelihara agar perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 semakin baik. Tabel 4.5 Rekapitulasi Item-item Pernyataan yang Tergolong dalam Kategori Sedang dan Tinggi Tingkat Perilaku Prososial Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 No. 1. No Item 6 Aspek 2. 35 Berbagi (Sharing) Siswa berbagi perasaan kepada orang lain dalam kondisi apapun. 3. 5 Menolong (Helping) 4. 48 Menolong (Helping) Siswa memberikan dukungan berupa materil kepada yang membutuhkan. Siswa memberikan dukungan berupa materil kepada yang membutuhkan. Menolong (Helping) Indikator Pernyataan Skor Siswa memberikan dukungan moril kepada orang yang membutuhkan. Saya menertawakan teman saya yang terjatuh. 558 Saya senang menceritakan pengalaman menyenangkan kepada guru. Saya tidak suka apabila guru meminta saya mengambil absen di ruang piket. Saya enggan membantu membawa sebagian barang ketika guru membawa banyak barang bawaan. 587 697 690

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Item yang termasuk dalam kategori sedang adalah yang pertama yaitu “Saya menertawakan teman saya yang terjatuh.” Item ini termasuk dalam kategori sedang dan dapat diindikasikan bahwa siswa belum bisa memberikan pertolongan kepada orang lain yang mengalami kesulitan dan hal ini berkaitan dengan aspek menolong (helping). Item yang kedua, yaitu “Saya senang menceritakan pengalaman menyenangkan kepada guru.” Item ini juga masuk kedalam kategori sedang dan peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa beberapa siswa belum bisa terbuka untuk menceritakan suatu hal yang menyenangkan. Item ini berkaitan dengan aspek berbagi (sharing). Seperti yang sudah dijelaskan pada bab II bahwa aspek berbagi menurut Einsen & Mussen (Asih & Pratiwi, 2010) adalah kesediaan untuk berbagi perasaan dengan orang lain dalam suasana suka maupun duka. Selanjutnya adalah item yang masuk kategori tinggi yaitu yang pertama adalah “Saya tidak suka apabila guru meminta saya mengambil absen di ruang piket.” Karena item itu masuk kategori tinggi maka peneliti menarik kesimpulan bahwa siswa mau apabila guru meminta bantuan. Hal tersebut sangat penting untuk terus dipelihara dan dipertahankan agar siswa mulai belajar dari hal yang kecil agar bisa berdampak positif dalam keseharian mereka. Item kedua yang masuk kategori tinggi yaitu “Saya enggan membantu membawa sebagian barang ketika guru membawa banyak barang bawaan.” Item tersebut masuk kategori yang tinggi dan bisa

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 diindikasikan bahwa siswa peka terhadap situasi sulit yang dialami seseorang, siswa membantu orang lain yang mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan. Hal tersebut sangat perlu dipelihara dan dipertahankan karena apabila siswa sudah belajar untuk membantu siapapun maka siswa belajar menjadi pribadi yang rendah hati. Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti akan menggunakan empat item, dua dari kategori sedang dan dua dari kategori tinggi. Usulan Topik bimbingan untuk meningkatkan dan mempertahankan perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ini bertujuan agar siswa menyadari bahwa sangat penting memiliki perilaku prososial yang positif untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Apabila perilaku prososial sudah tertanam dalam diri setiap siswa maka siswa akan melakukan setiap tindakan yang berpengaruh positif bagi orang lain dan terlebih untuk dirinya sendiri. Berikut ini adalah usulan topik-topik bimbingan meningkatkan dan mempertahankan perilaku prososial siswa: untuk

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 4.6 Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi Sosial Untuk Meningkatkan dan Mempertahankan Perilaku Prososial Siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 No. Item Item Skor Sedang/ Sangat Tinggi Aspek Topik Metode Tujuan Refrens i 1. Saya Sedang menertawaka n teman saya yang terjatuh Menolong (Helping) Peduli Sesama Bagian dari Hidupku Sharing, Refleksi Agar siswa memiliki jiwa yang peduli sesama dan sekitar. Dayaksi ni, Tri & Hudania h (2009). Psikolog i Sosial. Malang: UMM Press. 2. Saya senang Sedang menceritakan pengalaman menyenangk an kepada guru. Berbagi (Sharing) Aku Senang Berbagi Cerita Sharing, Refleksi Agar siswa berani menceritak an berbagai pengalama n kepada guru. Dayaksi ni, Tri & Hudania h (2009). Psikolog i Sosial. Malang: UMM Press. 3. Saya tidak Tinggi suka apabila guru meminta saya mengambil absen di ruang piket. Menolong (Helping) Kebiasa an Menolo ng Sharing, Refleksi Agar Siswa Terbiasa Menolong Siapapun yang Memerluka n Bantuan. Dayaksi ni, Tri & Hudania h (2009). Psikolog i Sosial. Malang: UMM Press. 4. Saya enggan Tinggi membantu Menolong (Helping) Penting nya Sharing, Refleksi Agar siswa Dayaksi rendah hati ni, Tri &

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 membawa sebagian barang ketika guru membawa banyak barang bawaan. Memba ntu Sesama. untuk membantu orang lain yang mengalami kesulitan. Hudania h (2009). Psikolog i Sosial. Malang: UMM Press.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Pada bab ini diuraikan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saransaran untuk berbagai pihak. A. Kesimpulan 1. Berdasarkan hasil penelitian mengenai perilaku prososial siswa SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 maka dapat disimpulkan bahwa perilaku prososial siswa kelas X termasuk kategori tinggi atau positif (baik). Penelitian menunjukkan sebanyak 68 siswa (32%) siswa memiliki perilaku prososial yang sangat tinggi, 130 siswa (60%) memiliki perilaku prososial yang tinggi, 18 siswa (8%) memiliki perilaku prososial yang sedang. Dari hasil penelitian yang dilakukan tidak ada siswa yang memiliki perilaku prososial rendah atau sangat rendah. 2. Untuk membantu siswa dalam meningkatkan dan mempertahankan perilaku prososial siswa perlu diberikan bimbingan klasikal atau dinamika kelompok. Pada bab IV peneliti telah memaparkan beberapa usulan topiktopik yang bisa membantu siswa, usulan topik-topik tersebut disusun berdasarkan beberapa item yang capaian skornya rendah dan tinggi. Usulan topik-topik tersebut berkaitan dengan aspek menolong (Helping) dan berbagi (Sharing). B. Keterbatasan Penelitian Di bawah ini dijelaskan beberapa keterbatasan dalam melakukan penelitian: 61

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 1. Ada 15 kelas yang artinya memiliki banyak siswa sehingga terlalu banyak apabila keseluruhan siswa digunakan sebagai subjek. 2. Penelitian dilakukan pada saat akhir semester sehingga sulit menyesuaikan waktu penelitian dengan kegiatan pembelajaran guru yang akan menyelesaikan materi. 3. Penelitian hanya menggunakan alat berupa kuesioner sehingga jawaban yang diberikan kemungkinan tidak sesuai dengan diri responden atau keadaan sehari-hari responden. Jawaban akan lebih memuaskan apabila peneliti melakukan wawancara langsung dengan siswa. C. Saran Berikut ini dipaparkan beberapa saran yang diajukan, yaitu: 1. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling Dari hasil penelitian yang mengungkap tingginya perilaku prososial siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019, maka disarankan bagi guru bimbingan dan konseling untuk membantu siswa meningkatkan perilaku prososial dan mempertahankan atau memelihara perilaku prososial siswa yang sudah sangat tinggi atau baik. Guru bimbingan dan konseling dapat melakukan pendampingan dengan menggunakan beberapa usulan topik-topik yang diusulkan peneliti. 2. Bagi Peneliti Lain a. Disarankan untuk peneliti lain yang akan melakukan penelitian terkait perilaku prososial untuk mengkonsultasikan alat yang akan digunakan

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 kepada berbagai ahli seperti ahli psikologi, ahli bahasa dan masih banyak lagi. b. Penelitian akan lebih baik apabila dilakukan observasi jangka panjang untuk melihat setiap perilaku siswa dalam kesehariannya dan melakukan wawancara untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. c. Disarankan untuk peneliti yang akan melaksanakan penelitian di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto terkait dengan judul perilaku prososial, akan lebih baik apabila difokuskan pada perbedaan perilaku prososial siswa yang memiliki orangtua militer dan siswa yang memiliki orangtua bukan dari militer.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 DAFTAR PUSTAKA Arifin, B.S. (2015). Psikologi Sosial. Bandung: Pustaka Setia. Asih, G.Y & Pratiwi Margaretha M.S, Perilaku Prososial Ditinjau Dari Empati dan Kematangan Emosi, jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus, Vol.1, no.1, Desember 2010. Azwar, Saifuddin. (2017). Penyusunan Skala Psikologi (Edisi 2). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Beaty J. J. (2013). Observasi Perkembangan Anak Usia Dini (Edisi Ketujuh). Jakarta: Kecana. Byrne, Donn & Robert A. Baron. (2005). Psikologi Sosial edisi kesepuluh jilid 2. Jakarta: Erlangga. Dayaksini, Tri & Hudaniah. (2009). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press. Elisa M & Yohanes Kartika H, Hubungan antara Perilaku Prososial dengan Psychological Well-Being pada Remaja, Jurnal Psikologi Udayana, Vol. 3, no. 1, 2016. Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan. (Edisi Kelima). Jakarta: Erlangga. Husein, Fahmi. (2014). Upaya Prososial pada Pengasuh Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Al-Falah Kotagede Yogyakarta. (Skripsi) Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Rafles, Febiola Yulientin. (2018). Tingkat Perilaku Prososial pada Mahasiswa yang Melakukan Slacktivism. (Skripsi) Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sarwono, Sarlito W. (2016). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers. Sears, Freedman & Peplau L. Anne. (1985). Psikologi Sosial (Edisi Kelima). Jakarta: Penerbit Erlangga.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. Syamsu Yusuf & A. Juntika Nurihsan. (2006). Bimbingan dan Konseling Kepribadian. Jakarta: Kreasi Kencana. Taylor E, Shelley., dkk. (2009). Psikologi Sosial Edisi Kedua Belas. Jakarta: Kencana. Winkel W.S & Sri Hastuti M.M. (2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan (Edisi Revisi). Yogyakarta: Media Abadi.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 LAMPIRAN

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 LAMPIRAN I KUESIONER PENELITIAN Disusun Oleh: Aprilia Dwi Ismail Tandi 151114015 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 A. Identitas 1. Nama (Inisial) : 2. Usia : 3. Jenis Kelamin : B. Kata Pengantar Pada kesempatan ini saya meminta kesediaan anda untuk mengisi kuesioner yang saya sediakan. Saya sangat berharap anda mengisi kuesioner ini dengan teliti, jujur, sesuai dengan diri dan keseharian anda. Jawaban yang diberikan akan saya jamin kerahasiaannya. Atas kesediaannya saya ucapkan terima kasih. C. Petunjuk Pengisian Bacalah masing-masing pernyataan dengan urut dan teliti. Berikanlah tanda ceklist (√) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan diri dan keseharian anda. Alternatif jawaban yang ada adalah sebagai berikut: 1. Sangat Sesuai (SS) : Hal ini sangat sesuai dengan diri dan keseharian anda. 2. Sesuai (S) : Hal ini sesuai dengan diri dan keseharian anda. 3. Tidak Sesuai (TS) : Hal ini tidak sesuai dengan diri dan keseharian anda. 4. Sangat Tidak Sesuai (STS) : Hal ini sangat tidak sesuai dengan diri dan keseharian anda.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 No. 1 Pernyataan SS Saya mengutarakan banyak ide ketika bekerja dalam kelompok untuk kemajuan kelompok. 2 Saya menertawakan pendapat teman saya. 3 Saya menawarkan tempat duduk kepada teman yang tidak mendapatkan tempat duduk di kantin. 4 Saya memberi kesempatan apabila dipertengahan cerita teman menangis sebagai luapan emosinya. 5 Saya tidak suka apabila guru meminta saya mengambil absen di ruang piket. 6 Saya menertawakan teman saya yang terjatuh. 7 Saya menggunakan uang bulanan untuk belanja hal yang tidak perlu. 8 Saya menghibur teman saya yang sedang bersedih. 9 Saya enggan berbagi air minum kepada teman pada saat olahraga. 10 Saya mendahulukan tugas kelompok diantara banyak bersama. tugas sekolah demi kesuksesan S TS STS

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 No. 11 Pernyataan SS Saya menunggu waktu yang tepat sampai teman saya siap menceritakan kejadian yang ia alami. 12 Saya hanya ingin mendengar cerita sahabat dekat saya. 13 Ketika teman sedang melaksanakan presentasi di kelas, saya ngobrol bersama teman lain. 14 Ketika diberikan tugas kelompok, saya selalu mengandalkan teman untuk mengerjakan tugas. 15 Saya segera membersihkan lantai ruangan kelas apabila saya menumpahkan minuman. 16 Ketika pelajaran sedang berlangsung, saya mampu menjaga ketenangan agar tidak mengganggu kelas lain yang sedang belajar. 17 Saya menyontek pada saat ujian. 18 Ketika saya berkelahi dengan teman, saya tidak mau menceritakan kebenarannya kepada guru. 19 Ketika ada rapat kelas, saya hanya ingin mendengar pendapat teman dekat saya. 20 Saya meminta maaf kepada guru apabila saya tidak mengerjakan tugas. S TS STS

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 No. 21 Pernyataan Saya menolak apabila teman mengajak untuk memberikan sumbangan di kotak amal. 22 Saya meminta maaf kepada teman ketika saya melakukan kesalahan yang menyakiti hatinya. 23 Saya meminjamkan pulpen kepada teman saya yang membutuhkan. 24 Saya susah mengikhlaskan uang yang saya berikan kepada teman yang membutuhkan. 25 Ketika teman saya mengikuti olimpiade, saya datang mendukung dan menjadi suporter. 26 Saya memanipulasi buku saku. 27 Saya mampu menerima ide atau masukan yang diungkapkan teman saat kerja kelompok. 28 Saya memberikan voucher makanan gratis kepada teman agar mendapat pengakuan. 29 Saya mengejek teman saya yang ingin masuk osis. 30 Saya kesulitan bekerja sama dalam team. 31 Ketika teman saya menitipkan surat sakit, saya menyampaikan surat sakit tersebut ke guru di ruang piket. SS S TS STS

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 No. 32 Pernyataan SS Saya menenangkan teman apabila ia sangat cemas dalam masalah yang dihadapinya. 33 Saya sulit mengiklaskan uang yang saya masukkan ke kotak amal. 34 Saya hanya akan menyumbang apabila suasana hati saya sedang baik. 35 Saya senang menceritakan pengalaman menyenangkan kepada guru. 36 Saya cenderung tersinggung setiap kali teman memberikan masukan. 37 Saya ikut memberikan barang yang layak pakai kepada korban bencana alam. 38 Sesekali saya mentraktir teman. 39 Saya menyisihkan sebagian uang jajan saya untuk diberikan kepada teman yang kurang mampu. 40 Ketika teman saya sedang sakit, saya mengambilkan obat dari UKS. 41 Saya menolak meminjamkan buku catatan saya kepada teman. 42 Saya memberikan sumbangan dana sukarela kepada teman saya yang sedang berduka. S TS STS

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 No. 43 Pernyataan Ketika saya menghilangkan buku cetak teman, saya meminta maaf lalu menggantinya. 44 Saya menyapu kelas meskipun bukan jadwal saya membersihkan. 45 Saya memberikan pulpen kepada teman. 46 Saya memberikan sebagian bekal makanan untuk teman yang tidak mempunyai bekal makanan. 47 Ketika ada razia di sekolah, saya memilih menyembunyikan hp di kantin. 48 Saya enggan membantu membawa sebagian barang ketika guru membawa banyak barang bawaan. 49 Saya menerima kritikan dari guru karena hal itu dapat memotivasi saya. 50 Masalah saya tidak akan terselesaikan apabila saya menceritakannya kepada teman. -Terima Kasih- SS S TS STS

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 LAMPIRAN II Kuesioner Uji Coba KUESIONER PENELITIAN Disusun Oleh: Aprilia Dwi Ismail Tandi 151114015 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 D. Identitas 4. Nama (Inisial) : 5. Usia : 6. Jenis Kelamin : E. Kata Pengantar Pada kesempatan ini saya meminta kesediaan anda untuk mengisi kuesioner yang saya sediakan. Saya sangat berharap anda mengisi kuesioner ini dengan teliti, jujur, sesuai dengan diri dan keseharian anda. Jawaban yang diberikan akan saya jamin kerahasiaannya. Atas kesediaannya saya ucapkan terima kasih. F. Petunjuk Pengisian Bacalah masing-masing pernyataan dengan urut dan teliti. Berikanlah tanda ceklist (√) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan diri dan keseharian anda. Alternatif jawaban yang ada adalah sebagai berikut: 5. Sangat Sesuai (SS) : Hal ini sangat sesuai dengan diri dan keseharian anda. 6. Sesuai (S) : Hal ini sesuai dengan diri dan keseharian anda. 7. Tidak Sesuai (TS) : Hal ini tidak sesuai dengan diri dan keseharian anda. 8. Sangat Tidak Sesuai (STS) : Hal ini sangat tidak sesuai dengan diri dan keseharian anda.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 No. Pernyataan SS 1 Saya sangat terbantu apabila saya menceritakan setiap masalah yang saya hadapi kepada guru dan teman. 2 Saya turut bergembira ketika teman saya mendapatkan beasiswa. 3 Saya mengutarakan banyak ide ketika bekerja dalam kelompok untuk kemajuan kelompok. 4 Saya menceritakan kekecewaan terhadap orangtua kepada teman duduk saya. 5 Saya menertawakan pendapat teman saya. 6 Saya menawarkan tempat duduk kepada teman yang tidak mendapatkan tempat duduk di kantin. 7 Saya berpartisipasi mengikuti kegiatan tonti bersama dengan teman dan osis setiap hari sabtu. 8 Saya memberi kesempatan apabila dipertengahan cerita teman menangis sebagai luapan emosinya. 9 Saya segera mengembalikan uang yang jatuh kepada pemiliknya. 10 Saya tidak suka apabila guru meminta saya mengambil absen di ruang piket. 11 Saya menertawakan teman saya yang terjatuh. 12 Ketika diskusi kelompok dilaksanakan saya cenderung pasif. 13 Saya senang meluangkan waktu untuk teman yang ingin bercerita. 14 Saya memberikan sumbangan makanan hanya untuk teman yang dekat apabila ada musibah. 15 Saya mendominasi pembicaraan pada saat teman saya sedang menceritakan masalahnya. 16 Saya menggunakan uang bulanan untuk belanja hal yang tidak perlu. S TS STS

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 No. Pernyataan 17 Saya menghibur teman saya yang sedang bersedih. 18 Saya mengakui kesalahan kepada kakak kelas agar ia mengganggap saya berani dan hebat. 19 Ketika guru BK mencari siswa yang ikut genk, saya menyerahkan diri karena saya termasuk didalamnya. 20 Saya lebih memilih mengerjakan hal lain dibandingkan harus meladeni teman yang ingin bercerita. 21 Saya ingin pendapat saya diutamakan. 22 Saya enggan berbagi air minum kepada teman pada saat olahraga. 23 Saya mendahulukan tugas kelompok diantara banyak tugas sekolah demi kesuksesan bersama. 24 Saya menunggu waktu yang tepat sampai teman saya siap menceritakan kejadian yang ia alami. 25 Saya hanya ingin mendengar cerita sahabat dekat saya. 26 Saya pura-pura sakit apabila akan dilaksanakan upacara agar tidak mengikuti upacara. 27 Ketika teman sedang melaksanakan presentasi di kelas, saya ngobrol bersama teman lain. 28 Ketika diberikan tugas kelompok, saya selalu mengandalkan teman untuk mengerjakan tugas. 29 Saya senang membagikan oleh-oleh yang saya beli dari luar kota kepada teman-teman yang belum pernah ke kota tersebut. 30 Saya segera membersihkan lantai ruangan kelas apabila saya menumpahkan minuman. 31 Ketika pelajaran sedang berlangsung, saya mampu menjaga ketenangan agar tidak mengganggu kelas lain yang sedang belajar. SS S TS STS

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 No. Pernyataan 32 Saya menyontek pada saat ujian. 33 Saya berpikir berkali-kali apabila akan memberikan barang kepada orang lain. 34 Saya acuh tak acuh kepada teman saya yang sedang putus asa. 35 Ketika saya berkelahi dengan teman, saya tidak mau menceritakan kebenarannya kepada guru. 36 Ketika ada teman yang tertimpa musibah saya memberikan bantuan berupa makanan dan mengharapkan balasan. 37 Ketika ada rapat kelas, saya hanya ingin mendengar pendapat teman dekat saya. 38 Saya meminta maaf kepada guru apabila saya tidak mengerjakan tugas. 39 Saya sulit percaya kepada semua teman saya di kelas untuk menceritakan masalah saya. 40 Saya menolak apabila teman mengajak untuk memberikan sumbangan di kotak amal. 41 Saya meminta maaf kepada teman ketika saya melakukan kesalahan yang menyakiti hatinya. 42 Saya meminjamkan pulpen kepada teman saya yang membutuhkan. 43 Saya segera memotong rambut saya yang sudah panjang apabila ditegur oleh guru. 44 Saya susah mengikhlaskan uang yang saya berikan kepada teman yang membutuhkan. 45 Saya memilih diam apabila telah menyakiti orang lain. 46 Ketika teman saya mengikuti olimpiade, saya datang mendukung dan menjadi suporter. 47 Saya memanipulasi buku saku. 48 Saya mampu menerima ide atau masukan yang diungkapkan teman saat kerja kelompok. SS S TS STS

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 No. Pernyataan 49 Saya memberikan voucher makanan gratis kepada teman agar mendapat pengakuan. 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 Saya mengejek teman saya yang ingin masuk osis. Saya kesulitan bekerja sama dalam team. Saya memberikan alasan yang sebenarnya ketika meminta surat izin di ruang piket. Ketika teman saya menitipkan surat sakit, saya menyampaikan surat sakit tersebut ke guru di ruang piket. Saya lebih nyaman mengerjakan segala sesuatu sendiri. Saya menenangkan teman apabila ia sangat cemas dalam masalah yang dihadapinya. Saya menghargai setiap perkataan yang diutarakan oleh teman. Saya merasa bodoh ketika harus menceritakan kesedihan saya kepada teman. Saya sulit mengiklaskan uang yang saya masukkan ke kotak amal. Saya hanya akan menyumbang apabila suasana hati saya sedang baik. Saya senang menceritakan pengalaman menyenangkan kepada guru. Saya cenderung tersinggung setiap kali teman memberikan masukan. Saya ikut memberikan barang yang layak pakai kepada korban bencana alam. Sesekali saya mentraktir teman. Saya menyisihkan sebagian uang jajan saya untuk diberikan kepada teman yang kurang mampu. Ketika teman saya sedang sakit, saya mengambilkan obat dari UKS. Saya menolak meminjamkan buku catatan saya kepada teman. Saya memberikan sumbangan dana sukarela kepada teman saya yang sedang berduka. Saya mengizinkan teman menggunakan hotspot pribadi dari hp saya. SS S TS STS

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 No. Pernyataan 69 Ketika saya menghilangkan buku cetak teman, saya meminta maaf lalu menggantinya. 70 Saya menyapu kelas meskipun bukan jadwal saya membersihkan. 71 Saya memberikan pulpen kepada teman. 72 Saya enggan menceritakan kesedihan saya kepada teman. 73 Saya memberikan sebagian bekal makanan untuk teman yang tidak mempunyai bekal makanan. 74 Saya meminta uang saku kepada orang tua sesuai keperluan. 75 Ketika teman bercerita, saya menganggap permasalahan yang dihadapinya adalah masalah kecil. 76 Ketika ada razia di sekolah, saya memilih menyembunyikan hp di kantin. 77 Saya enggan membantu membawa sebagian barang ketika guru membawa banyak barang bawaan. 78 Saya menerima kritikan dari guru karena hal itu dapat memotivasi saya. 79 Saya menemui guru BK setiap kali ingin menceritakan kegelisahan yang saya alami. 80 Masalah saya tidak akan terselesaikan apabila saya menceritakannya kepada teman. -Terima Kasih- SS S TS STS

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 LAMPIRAN III Hasil Perhitungan Validitas Instrumen Perilaku Prososial Siswa No. Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Parameter Hasil Hitung Keputusan Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation ,113 ,525 34 ,257 ,142 34 ,535** ,001 34 ,046 ,794 34 ,347* ,045 35 ,491** ,003 34 ,262 ,135 34 ,443** ,009 34 ,267 ,127 34 ,392* ,022 34 Tidak valid ,417* ,014 34 ,186 Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) ,292 34 ,274 ,116 34 ,131 ,462 34 -,277 ,113 34 ,457** ,007 34 ,551** ,001 34 ,025 ,889 34 ,027 ,882 34 -,023 ,896 34 ,195 ,270 34 ,457** ,007 34 ,341* ,048 34 ,413* ,015 34 ,310 ,075 Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N 34 ,268 ,126 34 ,609** ,000 34 28 Person Correlation Sig. (2-tailed) N ,577** ,000 34 Valid 29 Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) ,098 ,583 34 ,504** ,002 34 ,360* ,037 34 ,405* ,018 34 ,138 ,438 34 ,299 ,086 34 ,722** ,000 34 ,087 ,623 34 ,482** ,004 34 ,433* ,010 Tidak valid 26 27 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N 34 -,088 ,622 34 ,556** ,001 34 Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) ,453** ,007 34 ,535** ,001 34 ,280 ,109 34 ,302 ,082 34 ,283 ,105 34 ,612** ,000 34 ,530** ,001 34 ,572** ,000 34 ,363* ,035 34 ,562** ,001 34 ,598** ,000 Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N 34 ,124 ,483 34 ,482** ,004 34 ,265 ,130 34 Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) ,422* ,013 34 ,122 ,491 34 ,269 ,125 34 ,619** ,000 34 ,779** ,000 34 ,621** ,000 34 ,305 ,080 34 ,332 ,055 34 ,475** ,005 34 ,556** ,001 Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 65 N Person Correlation Sig. (2-tailed) 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 34 ,529** ,001 34 N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N ,474** ,005 34 ,557** ,001 34 ,213 ,227 34 ,446** ,008 34 Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation ,578** ,000 34 ,409* ,016 34 -,021 ,905 34 ,571** ,000 34 ,252 ,151 34 ,094 ,597 34 ,553** ,001 34 ,424* Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 78 79 80 Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N Person Correlation Sig. (2-tailed) N ,012 34 ,467** ,005 34 ,283 ,104 34 ,446** ,008 34 Valid Tidak valid Valid

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 LAMPIRAN IV

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 LAMPIRAN V

(115)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Tingkat penyesuaian diri siswa di sekolah (studi deskriptif pada siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial).
0
2
97
Tingkat motivasi belajar siswa (studi deskriptif pada siswa kelas VI SD Maria Immaculata Cilacap tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap penyusunan topik bimbingan belajar).
0
0
90
Kemampuan mengelola waktu belajar siswa (studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar).
0
0
101
Resiliensi siswa SMA Negeri I Wuryantoro (studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Wuryantoro tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial).
0
0
99
Tingkat kemandirian pilihan karier siswa SMK (studi deskriptif pada siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan karier).
0
1
134
Tingkat efikasi diri dalam belajar siswa SMK (studi deskriptif pada siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial dan belajar).
0
0
120
Kesiapan siswa untuk berwirausaha (studi deskriptif kesiapan berwirausaha pada siswa kelas XI SMK Negeri I Sedayu tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan karier).
0
8
104
Tingkat kreativitas siswa kelas V dan VI (studi deskriptif pada siswa kelas V dan VI SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik layanan bimbingan pribadi).
0
1
129
Tingkat konformitas siswa : studi deskriptif pada siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial.
0
2
121
Tingkat konformitas siswa Sekolah Menengah Atas : studi deskriptif pada siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial.
0
0
128
Deskripsi tingkat perilaku bullying siswa SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2012-2013 dan implikasinya terhadap penyusunan topik-topik bimbingan pribadi sosial.
0
3
139
Tingkat konformitas siswa studi deskriptif pada siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta tahun ajaran 20122013 dan implikasinya terhadap usulan topik topik bimbingan pribadi sosial
0
0
119
Deskripsi tingkat konsep diri siswa SMP Xaverius Tugumulyo Palembang kelas VIII tahun ajaran 2010/2011 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi - USD Repository
0
0
118
Tingkat kedisiplinan siswa smp dalam mengikuti kegiatan akademik dan implikasinya terhadap penyusunan topik-topik bimbingan : studi deskriptif pada siswa kelas VIII SMP N 2 Gantiwarno, Klaten tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
90
Tingkat kemampuan mengelola rasa marah : studi deskriptif siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial - USD Repository
0
0
93
Show more