Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
158
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA BERMAIN DI TEMPAT WISATA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Agnes Dinda Kurnia Rejeki NIM: 151134042 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan kepada: Tuhan Yesus dan Bunda Maria Sahabat sejati yang selalu menemani dan mempermudah dalam penyelesaian skripsi ini. Kedua orang tua tercinta Bapak Matius Enggar dan Ibu Margareta Maria Susanti Yang selalu memberikan dukungan, motivasi serta doa yang tulus kepada peneliti Keluarga besar Trah Santoso, Trah Moegiato, Trah Soewito, serta sahabat-sahabat yang selalu memberi semangat dan mendukung melalui doa kepada peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini. Almamater Sanata Dharma, almamater yang saya banggakan iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan (Matius 7: 7-8) It’s me! Yes i can. Good prepare, good result (Agnes Dinda Kurnia Rejeki) Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan. (Mario Teguh) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka , sebagaimana layaknya karya ilmiah. vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Agnes Dinda Kurnia Rejeki Nomor Mahasiswa : 151134042 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA BERMAIN DI TEMPAT WISATA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian penyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 07 Februari 2019 Yang menyatakan Agnes Dinda Kurnia Rejeki vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA BERMAIN DI TEMPAT WISATA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR Agnes Dinda Kurnia Rejeki Universitas Sanata Dharma 2019 Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dirancang sendiri oleh guru yang sifatnya baru, oleh karena itu pembelajaran inovatif harus diterapkan pada pendidikan sekarang ini. Namun, hasil observasi di SDN Dayuharjo guru belum menerapkan pembelajaran inovatif saat di kelas. Oleh karena itu, guru membutuhkan contoh perangkat inovatif dalam proses pembelajaran yang mampu membangkitkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan. Prosedur pengembangan yang digunakan adalah langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall. Peneliti menggunakan langkah tersebut karena merupakan pengembangan suatu produk pendidikan. Hasil modifikasi yang peneliti gunakan terdiri dari tujuh tahap yaitu 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, dan 7) revisi produk, dengan itu menghasilkan produk akhir berupa perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema bermain di tempat wisata mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Hasil penelitian pada perangkat pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division yang diberikan validator I dan II menunjukkan bahwa skor rata-rata 4,23 dengan kategori “sangat baik, kemudian pada perangkat pembelajaran tipe Problem Based Learning menunjukkan skor rata-rata 4,25 dengan ketegori “sangat baik”. Dengan demikian, produk yang dikembangkan ini mempunyai kualitas baik dan layak untuk digunakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, pembelajaran inovatif, pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division, pembelajaran tipe Problem Based Learning, kurikulum 2013 viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING KITS IN SUB THEME PLAYING IN RECREATION PLACE REFERRING TO 2013 CURRICULUM FOR GRADE 2 ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Agnes Dinda Kurnia Rejeki Sanata Dharma University 2019 Innovative learning is learning that is designed by beginner teacher, therefore it must be applied in education system today. However, the results of the observation at SDN Dayuharjo, teacher has not applied the innovative learning in class. So, we need some examples of innovative learning kits in the teaching and learning process to trigger students' interest in learning process. This study aims to determine the quality of innovative learning referring to the 2013 curriculum. The type of the study is research and development. The development procedure used was the development steps of Borg & Gall. The researcher applied the steps because it was the development of an educational product. There were seven steps modified by the researcher, namely 1) potential and problems, 2) data collection, 3) product design, 4) design validation, 5) design revision, 6) product testing, and 7) product revision. The final product is in the form of innovative learning kits in sub-themes playing in recreation place referring to the 2013 curriculum for grade 2 elementary school students. The results of the research on cooperative learning type Student Teams Achievement Division given by validators I and II shows that the average score is 4.23 with the category "very good". Moreover, in the learning kits type Problem Based Learning shows that the average score is 4.25 with the category "very good". It can be concluded that the kits have good quality and suitable to be applied as innovative learning kits referring to the 2013 Curriculum. Keywords: learning kits, innovative learning, cooperative learning type Student Teams Achievement Division, learning type Problem Based Learning, 2013 curriculum ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kasihNya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar dapat peneliti selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti mendapat bantuan, bimbingan dan dukungan dari banyak pihak secara langsung maupun tidak langsung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Maka dari itu, pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Yohanes Hasoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Kaprodi PGSD. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakaprodi PGSD. 4. Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku dosen pembimbing yang selalu memberi bimbingan, motivasi, dan semangat sehingga peneliti termotivasi menyelesaikan skripsi ini. 5. Brigitta Erlita Tri Anggadewi M.Psi. dan Laurensia Aptik Evanjeli M.A selaku dosen penguji yang telah bersedia memberikan waktu pada saya untuk menempuh ujian akhir skripsi. 6. Drs. Abu Yamin, selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri Dayuharjo yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD Negeri Dayuharjo. 7. Ndaru Prasetyo, S.Pd., selaku guru kelas 2 B SD Negeri Dayuharjo yang senantiasa memberikan saran dan membantu peneliti melakukan penelitian dan membantu peneliti dalam proses validasi. 8. Anggraini Eka Mustika, S.Pd., selaku validator yang senantiasa membantu peneliti dalam proses validasi. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Siswa kelas 2 B SD Negeri Dayuharjo yang dengan senang hati membantu dan berinteraksi secara aktif dalam proses penelitian. 10. Kedua orang tuaku, Matius Enggar dan Margareta Maria Susanti yang selalu memberikan dukungan, motivasi serta doa yang tulus kepada peneliti. 11. Adekku, Maria Rosariana, keluarga besar Trah Moegiato, Trah Santoso, dan Trah Soewito yang selalu memberi semangat dan mendukung melalui doa kepada peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini. 12. Teman – teman PPL SD Negeri Dayuharjo yaitu Bagus, Dipta, Dara, Ella, Febrian, dan Ifah yang selalu memberi bantuan dan motivasi kepada peneliti. 13. Teman – teman angkatan 2015 PGSD khususnya teman – teman skripsi payung yang saling memberikan dukungan dan bantuan satu sama lain. 14. Sahabat- sahabat yaitu, Lintang, Elin, Intan, Ella, Dara, Mia, Dipta, Putri, Nila Siska, Echa, Melani, Ofa, Davit, Aji, Yusuf, Bagus dan Ade yang selalu menghibur saat peneliti merasa bosan. 15. Keluarga KOMSOS KAS, yaitu Mas Indro, Mas Encok, Mas Nug, Mas Ega, Mas Bhio, Mas Billy, dan Kartiko yang selalu mengibur dan membantu peneliti dalam hal iptek. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini belum sempurna. Oleh karena itu, peneliti sangat bersyukur atas kritik dan saran yang telah diberikan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih peneliti sampaikan kepada semua pihak yang menjadi bagian dalam penyelesaian skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca. Yogyakarta, 07 Februari 2019 Peneliti Agnes Dinda Kurnia Rejeki xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iii HALAMAN MOTTO ............................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PENYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................................................... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................................x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ................................................................................................xv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii BAB I .......................................................................................................................1 PENDAHULUAN ...................................................................................................1 A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 4 D. Manfaat Penelitian .................................................................................................. 4 E. Batasan Istilah ......................................................................................................... 4 F. Spesifikasi Produk .................................................................................................. 5 BAB II .....................................................................................................................9 LANDASAN TEORI..............................................................................................9 A. Kajian Pustaka ........................................................................................................ 9 1. Kurikulum SD 2013 ............................................................................................ 9 2. Keterampilan Belajar Dasar Abad 21 ............................................................... 14 3. Perangkat Pembelajaran .................................................................................... 21 4. Pembelajaran Inovatif ....................................................................................... 24 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Model Pembelajaran ......................................................................................... 25 B. Penelitian yang Relevan ........................................................................................ 28 C. Kerangka Pikir ...................................................................................................... 32 D. Pertanyaan Penelitian ............................................................................................ 33 BAB III ..................................................................................................................33 METODE PENELITIAN ....................................................................................33 A. Jenis Penelitian...................................................................................................... 33 B. Setting Penelitian .................................................................................................. 36 C. Prosedur Pengembangan ....................................................................................... 36 D. Uji Coba Terbatas ................................................................................................. 39 1. Teknik Pengumpulan Data .................................................................................... 39 2. Instrumen Penelitian ......................................................................................... 48 3. Teknik Analisis Data......................................................................................... 49 E. Jadwal Penelitian .................................................................................................. 53 BAB IV ..................................................................................................................54 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................................................54 A. Analisis Kebutuhan ............................................................................................... 54 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan .............................................................. 54 2. Hasil Observasi Analisis Kebutuhan................................................................. 58 3. Pembahasan Wawancara dan Observasi Analisis Kebutuhan............................... 59 B. Deskripsi Produk Awal ......................................................................................... 59 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk ........................................................................... 63 1. Data Validasi Pakar Pembelajaran Inovatif ...................................................... 63 2. Revisi Produk .................................................................................................... 68 D. Uji Coba Terbatas ................................................................................................. 69 1. Data uji coba terbatas ........................................................................................ 69 2. Revisi Uji Coba ................................................................................................. 73 E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan ................................................................. 74 1. Kajian Produk Akhir ......................................................................................... 75 F. Hasil Penelitian dan Pembahasan ......................................................................... 77 1. Hasil Penelitian ................................................................................................. 77 2. Pembahasan....................................................................................................... 78 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V....................................................................................................................83 KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN ....83 A. Kesimpulan ........................................................................................................... 83 B. Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan ......................................................... 84 C. Saran ..................................................................................................................... 84 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................85 LAMPIRAN ..........................................................................................................87 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Pedoman Wawancara ....................................................................... 39 Tabel 3.2 Pedoman Instrumen Observasi Guru ............................................... 41 Tabel 3.3 Pedoman Instrumen Observasi Siswa .............................................. 43 Tabel 3.4 Pedoman Validasi Model Pembelajaran STAD dan PBL ................ 44 Tabel 3.5 Konversi Nilai Skala Lima ............................................................... 50 Tabel 3.6 Konversi Data Kuantitatif dan Kualitatif ......................................... 52 Tabel 4.1 Komentar Pakar dan Revisi Tipe STAD .......................................... 65 Tabel 4.2 Komentar Pakar dan Revisi Tipe PBL ............................................. 67 Tabel 4.3 Komentar Guru Kelas 2 Saat Uji Coba Produk Tipe STAD............ 71 Tabel 4.4 Komentar Guru Kelas 2 Saat Uji Coba Produk Tipe PBL ............... 71 Tabel 4.5 Komentar Teman Sejawat Saat Uji Coba Produk Tipe STAD ........ 72 Tabel 4.6 Komentar Teman Sejawat Saat Uji Coba Produk Tipe PBL ........... 73 Tabel 4.7 Rekapitulasi Validasi Pakar Pembelajaran Inovatif dan Guru SD Kelas 2 Terhadap Pelaksana Uji Coba .......................................................................... 78 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Literature Map Penelitian Yang Relevan..................................... 31 Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ........................................................................ 33 Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian Borg and Gall ................................. 34 Gambar 3.2 Langkah-langkah Prosedur Penelitian .......................................... 37 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Observasi ..................................................................... 88 Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian ..................................................................... 89 Lampiran 3. Surat Keterangan Penelitian ........................................................ 90 Lampiran 4. Pedoman Wawancara .................................................................. 91 Lampiran 5. Pedoman Observasi Guru ............................................................ 93 Lampiran 6. Pedoman Observasi Siswa ........................................................... 95 Lampiran 7. Hasil Observasi Guru dan Siswa SD N Dayuharjo ..................... 96 Lampiran 7.1 Hasil Observasi Guru dan Siswa SD N Percobaan.................... 98 Lampiran 8. Instrumen Validasi RPP............................................................... 100 Lampiran 9. Instrumen Validasi Uji Coba Produk........................................... 104 Lampiran 10. Hasil Validasi RPP Model STAD oleh Pakar Pemb. Inovatif ... 105 Lampiran 10.1 Hasil Validasi RPP Model PBL oleh Pakar Pemb.Inovatif ..... 112 Lampiran 10.2. Hasil Validasi RPP Model STAD oleh Guru ......................... 119 Lampiran 10.3 Hasil Validasi RPP Model PBL oleh Guru ............................. 127 Lampiran 11. Hasil Uji Coba Produk tipe STAD ............................................ 134 Lampiran 11.1 Hasil Uji Coba Produk tipe PBL ............................................. 136 Lampiran 12. Dokumentasi Penelitian ............................................................. 138 Lampiran 13. Biodata Penulis .......................................................................... 139 Lampiran 14. Produk ........................................................................................ 140 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan (Notoatmodjo. 2003 : 16), yang mana pendidikan sebagai salah satu bagian kebutuhan terpenting dalam kehidupan manusia (Afrianto, 2011: 69). Pendidikan tersebut pasti memiliki tujuan. Tujuan pendidikan bersifat normatif, yaitu mengandung unsur norma yang bersifat memaksa, tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik serta dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik (Tirtarhardja & La Solo, 2008: 37, dalam Ahmadi, 2014: 43). Dunia pendidikan, sekolah dasar adalah tingkat satuan pendidikan yang paling dasar. Prastowo (2013: 13) memaparkan bahwa pendidikan dasar memiliki dua fungsi utama, yaitu (1) memberikan pendidikan dasar berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, membaca, menulis, berhitung, penguasaan dasar-dasar untuk mempelajari saintek, dan kemampuan berkomunikasi, dan (2) pendidikan dasar memberikan dasar-dasar untuk mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya. Pendidikan yang diterapkan di Indonesia mengacu pada sebuah kurikulum. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Indonesia telah mengalami beberapa perubahan kurikulum secara berturut – turut yaitu tahun 1947, tahun 1952, tahun 1964, tahun 1968, tahun 1984, tahun 1994, tahun 2004, dan masuk 2006 menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Namun, 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 sejak tahun 2013 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tentang penerapan kurikulum baru yang kemudian dikenal dengan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 diharapkan mampu mengubah sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 memiliki ciri khas yaitu siswa dijadikan sebagai subjek pembelajaran atau sering disebut Student Centered Learning atau pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hal tersebut sangat menarik, teori Piaget mengatakan pada usia sekolah dasar anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis, serta anak dapat belajar melalui kegiatan atau peristiwa yang konkret (Slavin, 2011: 64). Cara pembelajaran tersebut dapat dicapai melalui pembelajaran inovatif. Pembelajaran yang inovatif dapat dijadikan jembatan bagi terlaksananya mengemukakan penerapan kurikulum bahwa pembelajaran 2013. Suyatno, inovatif (2009: mengandung 8) arti pembelajaran yang dikemas oleh guru yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. Asas pembelajaran inovatif yang dapat digunakan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dengan segala kompetensi yang akan dicapai berdasarkan mata pelajaran apapun, yaitu (1) berpusat pada siswa, (2) berbasis masalah, (3) terintegrasi, (4) berbasis masyarakat, (5) memberikan pilihan, (6) tersistem, (7) berkelanjutan (Suyatno, 2009: 8). Namun, dalam pelaksanaan di lapangan banyak guru yang kurang memahami penerapan pembelajaran inovatif. Kondisi ini terbukti ketika peneliti melakukan wawancara dan observasi pada bulan April di SD Negeri Percobaan II dan SD Negeri Dayuharjo yang menerapkan Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti pada guru kelas 2 A di SD Negeri Percobaan II dan 2 B di SD Negeri Dayuharjo, guru melaksanakan proses pembelajaran hanya terpaku pada buku ajar atau buku pegangan guru tanpa melakukan variasi dalam proses pembelajaran. Guru masih sering melakukan metode ceramah ketika melaksanakan pembelajaran di kelas, serta keterbatasan pengetahuan guru

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 mengenai perangkat pembelajaran seperti halnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan pembelajaran inovatif. Guru tidak mengetahui contoh model pembelajaran inovatif seperti yang peneliti gunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) yang bertujuan agar peserta didik bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok dan pendekatan berbasis masalah tipe Problem Based Learning yang bertujuan melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah autentik dari kehidupan aktual peserta didik. Maka, guru kelas 2 A dan 2 B menginginkan dan sangat membutuhkan contoh pengembangan dari perangkat pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas 2 yang menyangkut kurikulum Selanjutnya, peneliti 2013 terdorong untuk untuk dijadikan sebagai melakukan referensi. penelitian dan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang diberi judul “ Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar”. Peneliti memilih kelas rendah yaitu kelas 2 karena siswa kelas 2 memiliki sikap yang cenderung untuk mematuhi peraturan-peraturan, dan senang bekerja sama. Hal tersebut mempermudah peneliti dalam mengendalikan kelas saat uji coba dan sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang peneliti gunakan. Kemudian, SD Negeri Dayuharjo sebagai tempat uji coba produk karena dalam penerapan Kurikulum 2013, SD tersebut tampak belum terkoordinasi dengan baik serta kurang pahamnya guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Guru membutuhkan model pembelajaran tersebut untuk diterapkan kepada peserta didiknya sebagai wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 B. Rumusan Masalah Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar? C. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi siswa Penelitian ini dapat memberikan suasana yang menyenangkan ketika pembelajaran di dalam kelas berlangsung, sehingga siswa dapat memahami dan menerima materi dengan baik. 2. Bagi Guru Penelitian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi guru untuk menciptakan suasana kelas menjadi suasana pembelajaran yang inovatif, serta dapat menambah kemampuan guru untuk berpikir lebih kreatif dalam mengelola kelas. 3. Bagi Peneliti Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pembelajaran inovatif yang nantinya dapat diterapkan ketika mengajar, serta peneliti dapat belajar, berlatih, dan mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dan pendekatan reflektif tipe Problem Based Learning. E. Batasan Istilah 1. Kurikulum 2013 merupakan seperangkat pembelajaran yang menjadi proses tujuan suatu pembelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk memperoleh hasil belajar. 2. Pembelajaran Inovatif mengandung arti pembelajaran yang dirancang sendiri oleh guru yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 3. Perangkat Pembelajaran adalah perlengkapan yang dibuat oleh guru guna melaksanakan proses pembelajaran. 4. Model Pembelajaran adalah seluruh rangkaian materi ajar yang guru sajikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 5. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division adalah salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok kecil siswa yang level kemampuan akademik yang berbeda-beda saling bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran. 6. Pendekatan Reflektif Tipe Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan. F. Spesifikasi Produk Spesifikasi produk yang dikembangkan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah 1. Cover Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema bermain di tempat wisata mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas 2 sekolah dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu pendidikan guru sekolah dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu keguruan dan ilmu pendidikan, universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. 2. Ukuran kertas Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. 3. Format tulisan Produk ditulis menggunakan theme font “Times New Rowman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 4. Kata pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar isi Daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. 6. Produk yang dikembangkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari progam tahunan, progam semeseter, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 7. Program tahunan untuk kelas 2 SD semester gasal. Program Tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Prota dibuat sesuai dengan kalender tahun pelajaran baru. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). 8. Perangkat pembelajaran program semester untuk kelas 2 SD semester gasal. Program Semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat kalender dari semester gasal. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. 9. Perangkat pembelajaran silabus untuk kelas 2 SD semester gasal. Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. 10. Perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pebelajaran; 4) pendekatan, tipe dan metode; 5) sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi 9) lampiran yang berisi LKS, media dan rubrik penskoran yang berjumlah enam set, mulai dari pembelajaran 1 (satu) sampai dengan 6 (enam). 11. Mengandung karakteristik Kurikulum SD 2013 Karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata palajaran yang akan diajarkan, saintifik yang dikembangkan adalah 5M yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian otentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Kurikulum 2013 terdapat pendidikan karakter pada siswa dan kemampuan berpikir tinggi yaitu menerapkan taksonomi bloom mulai dari C4 sampai C6. 12. Mengembangkan keterampilan belajar abad 21 Penelitian mengembangkan empat keterampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative) 13. Sesuai dengan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan, yaitu 1) pembelajaran,bukan pengajaran; 2) guru sebagai fasilitator bukan instrastuktur; 3) siswa sebagai subjek, bukan objek; 4) multimedia bukan monomedia; 5) sentuhan manusiawi bukan hewani; 6) pembelajaran induktif, bukan deduktif; 7) materi bermakna bagi siswa bukan sekedar dihafalkan; 8) keterlibatan siswa partisipatif, bukan pasif. Model pembelajaran inovatif yang dikembangkan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dan pendekatan berbasis masalah tipe Problem Based Learning. Tiga RPP

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 menggunakan model pembelajaran kooperatif dan tiga RPP menggunakan pendekatan berbasis masalah. 14. Soal Post Test mengacu pada panduan penilaian untuk sekolah dasar. Perangkat pembelajaran dilengkapi dengan 6 set soal penilaian harian untuk setiap 1 subtema yang diberikan pada akhir pembelajaran. 15. Menggunakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Peneliti menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat tanda baca, dan kata penghubung. .

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Kurikulum SD 2013 Pada jenjang Sekolah Dasar, kurikulum yang berlaku saat ini adalah Kurikulum 2013. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Begitu juga kurikulum adalah sebuah dokumen perencanaan yang berisi tentang tujuan yang harus dicapai, isi materi dan pengalaman implementasi dari pembelajaran dokumen harus yang dilakukan dirancang siswa, dalam serta bentuk nyata(Sarinah, 2015: 1). Inlow (1966), juga memberikan pengertian bahwa kurikulum merupakan usaha menyeluruh yang dirancang khusus oleh sekolah dalam membimbing siswa memperoleh dari hasil pelajaran yang telah ditentukan. Berdasarkan ketiga definisi kurikulum di atas, kurikulum merupakan seperangkat pembelajaran yang menjadi proses tujuan suatu pembelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk memperoleh hasil belajar. Kurikulum yang saat ini diterapkan di Indonesia adalah kurikulum 2013. Kurikulum 2013 dirancang oleh pemerintah guna menyiapkan peserta didik untuk memenuhi perkembangan jaman di masa mendatang. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum - kurikulum sebelumnya, yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan soft skills dan hard skills yang berupa sikap, keterampilan dan pengetahuan dengan pembentukan sikap sebagai nilai utama. 9

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Majid (2013: 86) menyatakan bahwa Kurikulum 2013 adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai bidang studi yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling siswa dan dalam rentang kemampuan, serta perkembangan anak. Subroto (2009: 9), juga berpendapat bahwa kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lain, konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain, yang dilakukan secara spontan atau direncanakan, baik dalam satu bidang studi atau lebih, dan dengan beragam pengalaman belajar siswa, maka pembelajaran menjadi lebih bermakna. Kurikulum 2013 adalah menekankan pada kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap, keterampilan, dan pengetahuan, Nur (dalam Kurinasih, 2014: 2122). Ketiga pernyataan di atas, disimpulkan oleh peneliti yaitu kurikulum 2013 sebagai pembelajaran yang mengaitkan kehidupan nyata sehari-hari siswa dengan pokok bahasan tertentu yang dikaitkan dengan bahasan lain sehingga pengalaman belajar siswa lebih bermakna. a. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Kurikulum 2013 merupakan serentetan rangkaian penyempurnaan terhadap kurikulum yang telah dirintis tahun 2004 yang berbasis kompetensi lalu di teruskan dengan kurikulum 2006 atau KTSP (Kurinasih, 2014: 32). Nuh (dalam Kurinasih dan Sani, 2014: 21-22) berpendapat bahwa kurikulum 2013 ini lebih ditekankan pada kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan sesuai dengan amanat UUD No. 20 Tahun 2003 dalam penjelasan Pasal 35: “Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Kurikulum 2013 memiliki karakteristik yang berbeda dengan kurikulum lainnya, yaitu : 1) Menggunakan pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki dua istilah yang secara teoritis memiliki hubungan yang saling terkait dan ketergantungan satu dengan lainnya, yaitu integrated curriculum (kurikulum terpadu) dan integrated learning (pembelajaran terpadu). Prastowo (2015: 45) memaparkan bahwa pembelajaran tematik adalah salah satu model dalam pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang merupakan sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa , baik secara individual maupun kelompok, aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistis, bermakna, dan autentik. Sama halnya, Daryanto (2014: 42) menjelaskan bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan atau bidang studi atau berbagai materi dalam satu sajian pembelajaran keterangan seperti ini disebut juga dengan kurikulum atau pengajaran lintas studi. Trianto (2014: 62) menyatakan bahwa karakteristik pembelajaran terpadu meliputi, (1) holistik, (2) bermakna, (3) autentik, dan (4) aktif. 2) Menggunakan pendekatan scientific Pembelajaran scientific tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namun proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu, pembelajaran scientific menekankan pada keterampilan proses. Dalam model ini, siswa diarahkan untuk melakukan pengembangan keterampilan dalam memproses pengetahuan, menemukan, dan mengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan (Semiawan, 1992). Majid (2014: 211)

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 menjelaskan bahwa Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach). Komponen yang dikembangkan dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan scientific yaitu (1) mengamati, (2) menanya, (3) mencoba/mengumpulkan data, (4) menalar, dan (5) mengkomunikasikan. Dalam pendekatan scientific bertujuan agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (critical thinking skill) yang terdapat pada kegiatan menanya. 3) Pendidikan Karakter Implementasi kurikulum 2013 lebih menekankan pada pembentukan karakter siswa, menghasilkan generasi yang produktif, kreatif, inovatif. Mulyasa (2013: 7) menyatakan pada kurikulum 2013 lebih menekankan pada pendidikan karakter terutama pada tingkat dasar sebagai fondasi bagi tingkat berikutnya. Melalui pengembangan pendidikan karakter di kurikulum 2013 diharapkan siswa dapat menjadi generasi yang bermartabat dan mempunyai nilai tambah. Pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan. Hal ini dapat membentuk budi pekerti dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang sehingga dapat terwujud dalam perilaku sehari hari. Pendidikan karakter pada kurikulum 2013 ini tertuang pada Kompetensi Inti (KI) 1 mengenai sikap Ketuhanan dan KI 2 mengenai sikap sosial, KI 3 mengenai pengetahuan, dan KI 4 mengenai keterampilan. Pada implementasi kurikulum 2013 pendidikan karakter diharapkan mampu diintegrasikan pada pembelajaran di setiap bidang studi.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 4) Kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill) High Order Thinking Skill (HOTS) merupakan suatu proses berpikir peserta didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yang dikembangkan dari berbagai konsep dan metode kognitif dan taksonomi pembelajaran. Tujuan utama dari HOTS adalah meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik pada level yang lebih tinggi, terutama berkaitan kemampuan untuk berpikir kritis dalam menerima berbagai jenis informasi yang datang padanya. HOTS sering dikenal dengan sebutan 4C ini merupakan peningkatan kemampuan pemahaman dan penguasaan peserta didik atas materi pembelajaran agar ia dapat berpikir secara kritis (critical thinking), kreatif (creative thinking), mampu memecahkan masalah (problem solving), dan mampu membuat keputusan (making dicision) (Saputra, 2016: 91-92). 5) Penilaian autentik Majid (2011: 186) menyatakan bahwa penilaian autentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan telah benarbenar dikuasai dan dicapai. Penilaian autentik berupa penilaian unjuk kerja (performance) berdasarkan penguasaan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya oleh peserta didik. Penilaian autentik mengarahkan peserta didik untuk menghasilkan ide, mengintegrasikan pengetahuan, dan menyempurnakan tugas yang terkait dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia nyata (Sani, 2016: 23). Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input)

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Kurinasih, 2014: 48). Pada penilaian autentik ada kecenderungan yang fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan siswa untuk menunjukkan kompetensi mereka melalui sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Karena penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar siswa, baik dalam rangka mengobservasi, menanya, manalar, mencoba, dan membangun jejaring (Kurinasih, 2014: 48). 2. Keterampilan Belajar Dasar Abad 21 Pergeseran paradigma pembelajaran yang kontemporer telah berganti pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, yaitu siswa diberi kebebasan dan keleluasaan belajar sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal tersebut ditempuh melalui strategi pembelajaran yang diimplementasikan guru di dalam kelas yang mempunyai beberapa karakteristik, yaitu 1) pembelajaran berpusat pada peserta didik atau disebut student centered learning, 2) mengembangkan kreatifitas peserta didik, 3) menciptakan suasana yang menarik saat pembelajaran, 4) peserta didik aktif dalam pembelajaran (Hosnan, 2014: 85). Delors Report (1996) dari International Commission on Education for the Twenty-first Century, mengajukan empat visi pembelajaran yaitu pengetahuan, pemahaman, kompetensi untuk hidup, dan kompetensi untuk bertindak. Selain visi tersebut juga dirumuskan empat prinsip yang dikenal sebagai empat pilar pendidikan yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together. Pada bagian berikut peneliti akan menjelaskan sekilas tentang kompetensi dan keterampilan sesuai empat pilar pendidikan yang terdapat pada Delors Report.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 a. Learning to Know Belajar mengetahui merupakan kegiatan untuk memperoleh, memperdalam dan memanfaatkan materi pengetahuan. Penguasaan materi merupakan salah satu hal penting bagi siswa di abad ke-21. Siswa juga harus memiliki kemauan untuk belajar sepanjang hayat. Hal ini berarti siswa harus secara berkesinambungan menilai kemampuan diri tentang apa yang telah diketahui dan terus merasa perlu memperkuat pemahaman untuk kesuksesan kehidupannya kelak. Siswa harus siap untuk selalu belajar ketika menghadapi situasi baru yang memerlukan keterampilan baru. Pembelajaran di abad ke-21 hendaknya lebih menekankan pada tema pembelajaran interdisipliner. Empat tema khusus yang relevan dengan kehidupan modern adalah: (1) kesadaran global; (2) literasi finansial, ekonomi, bisnis, dan kewirausahaan; (3) literasi kewarganegaraan; dan (4) literasi kesehatan. Tema-tema ini perlu dibelajarkan di sekolah untuk mempersiapkan siswa menghadapi kehidupan dan dunia kerja di masa mendatang dengan lebih baik b. Learning to Do Siswa mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat, maka individu perlu belajar berkarya. Siswa maupun orang dewasa sama-sama memerlukan pengetahuan akademik, dapat menghubungkan pengetahuan dan keterampilan, kreatif dan adaptif, serta mampu mentrasformasikan semua aspek tersebut ke dalam keterampilan yang berharga. Yani dan Mamat (2018: 47-52) mengatakan bahwa Learning to Do terdiri dari beberapa aspek, yaitu : 1) Berpikir kritis (Critical Thinking) Berpikir kritis merupakan proses kognitif untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi secara cerdas. Seorang yang berpikir kritis, mampu menjawab berbagai alasan dari suatu keadaan, situasi, atau peristiwa. Kemampuan dalam berpikir

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 kritis dapat membantu dalam memecahkan masalah, mempermudah pekerjaan, dapat mencari solusi, mampu menentukan keterkaitan sesuatu dengan yang lainnya yang lebih akurat. Pengembangan berpikir kritis dapat melalui (1) pengamatan, (2) analisis, (3) penalaran, (4) penilaian, (5) pengambilan keputusan, dan (6) persuasi. Dalam pembelajaran, berpikir kritis merupakan salah satu proses berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS) yang dapat digunakan dalam pembentukan konseptual peserta didik. 2) Komunikasi (Commnication) Kemampuan seseorang dalam berkomunikasi disebut dengan kompetensi komunikasi. Kompetensi komunikasi tersebut meliputi aspek (1) pengetahuan, (2) sikap, dan (3) keterampilan yang sesuai dalam mengelola pertukaran pesan verbal dan nonverbal (Yani dan Mamat, 2015: 48). Kurikulum 2013 menuntut siswa menyampaikan dapat pemikiran berkomunikasi supaya dengan menyampaikan jelas, dapat perintah dengan jelas dan dapat memotivasi orang lain dengan kemampuan berbicara. 3) Kolaborasi (Collaboration) Kolaborasi merupakan bentuk interaksi sosial yang meliputi aktivitas kerjasama yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami tugasnya masing-masing (Yani dan Mamat, 2015: 50). Kolabrasi tersebut melibatkan pembagian tugas yang mana masing-masing individu mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan tanggung jawabnya demi mencapai tujuan bersama. Kurikulum 2013 dan pembelajaran abad 21 menuntut adanya kompetensi kolaboratif tersebut, karena pembelajaran kolaboratif akan menghasilkan sinergi antara intelektualitas siswa dengan kompetensi sosialnya.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 4) Kreativitas (Creativity) Seseorang dapat menemukan gagasan atau konsep baru yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan sekitar disebut orang kreatif. Kreativitas sendiri merupakan proses mental yang memunculkan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada (Yani dan Mamat, 2015: 51). Kurikulum 2013 menuntut siswa tidak hanya terampil dalam hal kognitif, namun juga dalam hal psikomotor yaitu keterampilan. c. Learning to Be Keterampilan akademik dan kognitif memang keterampilan yang penting bagi seorang siswa, namun bukan merupakan satu-satunya keterampilan yang diperlukan siswa untuk menjadi sukses. Siswa yang memiliki kompetensi kognitif yang fundamental merupakan pribadi yang berkualitas dan beridentitas. Siswa seperti ini mampu menanggapi kegagalan serta konflik dan krisis, serta siap menghadapi dan mengatasi masalah sulit di abad ke-21. Secara khusus, generasi muda harus mampu bekerja dan belajar bersama dengan beragam kelompok dalam berbagai jenis pekerjaan dan lingkungan sosial, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Dalam Learning to Be terdiri dari beberapa aspek: 1) Keterampilan sosial dan lintas budaya Keterampilan sosial dan lintas budaya yang baik sangat penting dalam mewujudkan kesuksesan di sekolah maupun kehidupan. Keterampilan ini memungkinkan individu untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain (misalnya mengetahui saat yang tepat untuk mendengarkan dan berbicara, dan bagaimana memperlakukan diri secara hormat, secara profesional), bekerja secara efektif dalam sebuah tim yang memiliki anggota beragam (misalnya menghormati

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 perbedaan budaya dan berkolaborasi dengan orang-orang yang berasal dari berbagai kondisi sosial dan latar belakang budaya), berpikiran terbuka terhadap ide-ide dan nilai-nilai yang berbeda, dan menggunakan perbedaan sosial dan budaya untuk menghasilkan ide-ide, inovasi dan kualitas kerja yang lebih baik. Memiliki keterampilan sosial yang baik dapat membantu siswa untuk membuat sebuah keputusan dengan baik. Keterampilan sosial yang baik pada anak-anak dan remaja dapat mempengaruhi kinerja akademis mereka, sikap, hubungan sosial dan keluarga, dan keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kemampuan berempati juga termasuk keterampilan sosial yang diharapkan tumbuh di kehidupan abad ke-21 (National Research Council, 2012; P21, 2007a). Kesempatan untuk mengembangkan ketahanan emosional dan empati harus dirancang secara eksplisit (Leadbeater, 2008). Steedly, dkk (2008) menyatakan adanya keyakinan bahwa anak-anak pada umumnya memperoleh keterampilan sosial yang positif melalui interaksi sehari-hari dengan orang dewasa dan teman sebaya mereka. Namun, guru dan orang tua harus memperkuat pembelajaran ini dengan teladan secara langsung. 2) Tanggung jawab pribadi, pengaturan diri, dan inisiatif Tingginya tingkat interaksi dan kerja sama tim dalam lingkungan kerja di abad ke-21 diharapkan dapat diantisipasi dengan meningkatkan kualitas pribadi siswa. Kemampuan pengaturan diri adalah jantung dari pembelajaran abad ke-21. Siswa yang mandiri bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri dan bersedia meningkatkan kemampuan sepanjang kariernya. Herring (2012) berpendapat bahwa siswa yang mandiri mendapatkan motivasi dari dalam dirinya sendiri. Siswa mandiri paham bahwa semangat belajar adalah kemampuan dasar yang akan membuat mereka berhasil di

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 tempat kerja. Kemampuan beradaptasi adalah kemampuan untuk menanggapi perubahan kondisi ekonomi dan pasar serta menguasai keterampilan baru dengan cepat. Kemampuan ini merupakan salah satu dari tiga kompetensi yang paling dibutuhkan di dunia kerja abad ke-21. Hal penting lainnya adalah fleksibilitas dalam berbagai pengaturan kerja, sosial dan menunjukkan inisiatif, ketangkasan mental dan rasa ingin tahu, yang dapat diwujudkan dengan beragam teknologi berbasis web yang tersedia. Dengan menggunakan sumber daya teknologi memungkinkan berkolaborasi sebagai siswa tinggi, sumber dapat mudah belajar memiliki berbagi informal, kemampuan dan bertukar pengetahuan, dan mengarahkan diri sendiri untuk terus belajar (Herring, 2012). Kemampuan lain yang bermanfaat adalah kemampuan untuk merefleksikan kelebihan dan kekuatan yang ada dalam diri siswa dan meningkatkan manajemen waktu. Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tersebut dapat diadakan oleh pihak sekolah untuk membantu siswa mempersiapkan diri terjun di dunia kerja dan kehidupan di abad ke-21 (P21, 2011). 3) Keterampilan berpikir logis Generasi muda saat ini hidup di dunia yang lebih menantang, sehingga mereka perlu mengembangkan kemampuan berpikir logis terhadap isu-isu global yang kompleks dan penting. Mereka harus siap untuk mengatasi berbagai masalah, termasuk konflik manusia, perubahan iklim, kemiskinan, penyebaran penyakit dan krisis energi. Sekolah harus menyediakan berbagai peluang, bimbingan dan dukungan agar siswa memahami peran dan tanggung jawabnya di dunia nyata, serta mengembangkan kompetensi

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 yang memungkinkan mereka untuk memahami situasi dan lingkungan baru. 4) Keterampilan metakognitif P21 telah mengidentifikasi pembelajaran mandiri sebagai salah satu keterampilan dasar dalam kehidupan dan karir yang diperlukan untuk mempersiapkan pendidikan dan pekerjaan di abad ke-21. Metakognisi didefinisikan sebagai 'thinking about thinking'. Seseorang yang memiliki pengetahuan metakognitif berarti menyadari berapa banyak mereka memahami topik pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman metakognitif dapat pemahaman siswa. mereka. meningkatkan Beberapa Keterampilan pembelajaran langkah penting dan untuk mengajarkan keterampilan metakognitif sebagai berikut: (a) ajarkan kepada siswa bahwa belajar itu tidak terbatas jumlahnya dan kemampuan seseorang untuk belajar dapat diubah, (b) ajarkan bagaimana menetapkan tujuan belajar dan merencanakan pencapaiannya, dan (c) berikan siswa banyak kesempatan untuk berlatih memantau kegiatan belajarnya secara akurat. Tanamkan pada siswa bahwa hal-hal tersebut penting dan merupakan kebutuhan bagi siswa itu sendiri. d. Learning to Live Together Berbagai bukti menunjukkan bahwa siswa yang bekerja secara kooperatif dapat mencapai level kemampuan yang lebih tinggi jika ditinjau dari hasil pemikiran dan kemampuan untuk menyimpan informasi dalam jangka waktu yang panjang dari pada siswa yang bekerja secara individu. Belajar bersama akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi, senantiasa memantau strategi dan pencapaian belajar mereka dan menjadi pemikir kritis.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 3. Perangkat Pembelajaran Hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melaksanakan pembelajaran adalah membuat perangkat pembelajaran. Zuhdan, dkk (2011: 16), mengartikan perangkat pembelajaran merupakan alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Selain pernyataan di atas, Permendikbud No 65 Tahun 2003 menyebutkan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran adalah bagian dari perencanaan pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang sering digunakan adalah Program Tahunan dan Semester, silabus, dan RPP (Trianto, 2012: 143). Peneliti menyimpulkan perangkat pembelajaran merupakan perlengkapan yang dibuat oleh guru guna melaksanakan proses pembelajaran. a. Program Tahunan dan Semester Program tahunan merupakan rencana penetapan alokasi waktu dalam satu tahun pembelajaran untuk mencapai kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum. Selanjutnya, Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun apabila prota belum tersusun. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. b. Silabus Penyusunan dan pengembangan silabus di Indonesia umumnya dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini departemen yang mengurusi pendidikan. Penyusunan silabus kurikulum 2013 juga dilakukan oleh pemerintah pusat, namun dalam pengembangannya melihat kondisi di lapangan (Akbar, 2013: 7-8). Pemendikbud Nomor 22 Tahun 2016 mendefinisikan silabus sebagai acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 setiap bahan kajian mata pelajaran. (Kadir dan Asrohah, 2014), berpendapat bahwa silabus merupakan perencanaan dalam satu semester untuk memperkirakan tentang apa yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran selama satu semester. Selain itu, silabus adalah rencana pelaksanaan pembelajaran untuk satu tahun pembelajaran. Silabus didefinisikan sebagai garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi materi. Silabus berisi materi kurikulum yang telah diseleksi, dikelompokkan, diurutkan, dan diukur kedalamannya berdasarkan pentimbangan jenjang dan kelas (Yani dan Mamat, 2018). Sesuai dengan pengertian tersebut, silabus sebagai acuan dalam penyusunan kerangka pembelajaran dari satu pelajaran yang berisikan materi-materi pokok pembelajaran. Berdasarkan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses, silabus memuat (1) identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, (2) standar kompetensi, (3) kompetensi dasar, (4) materi pelajaran, (5) kegiatan pembelajaran, (6) indikator pencapaian, (7) kompetensi, (8) penilaian, (9) alokasi waktu, (10) dan sumber belajar. c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Perangkat pembelajaran RPP disusun oleh guru sesuai dengan panduan pemerintah pusat. Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah seperangkat perencanaan yang dibuat dan disusun oleh guru sebelum mengajar sebagai pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas (Akbar, 2016: 39). Sejalan dengan pernyataan tersebut, Kadir dan Asrohah (2014) memaparkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada hakikatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 memperkirakan atau memproyeksi apa yang akan dilakukan dalam pelajaran. Sesuai dengan pemaparan tersebut, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah sebuah rencana kegiatan yang tertuang secara tertulis yang bertujuan membantu guru untuk mencapai Kompetensi Dasar dalam kegiatan pembelajaran secara utuh. Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasarkan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 , komponen RPP terdiri atas (1) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan, (2) identitas mata pelajaran atau tema/subtema, (3) kelas/semester, (4) materi pokok, (5) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian Kompetensi Dasar (KD) dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai, (6) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan, Namun pada tujuan pembelajaran harus mengandung unsur ABCD yaitu, A (Audience) yang penulisannya menggunakan subjek siswa itu sendiri, B (Behavior) harus mengandung kemampuan spesifik operasional yang ditulis dalam bentuk kata kerja operasional, C (Condition) merupakan kondisi perilaku atau tingkah laku yang diharapkan dan D (Degree) menjelaskan kriteria keberhasilannya (Harjanta, 2008: 89), (7) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, (8) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi, (9) metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai, (10) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran, (11) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan, (12) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup, dan (13) penilaian hasil pembelajaran. 4. Pembelajaran Inovatif a. Hakikat Pembelajaran Inovatif Shoimin (2014: 20) mengemukakan bahwa pembelajaran inovatif merupakan upaya penemuan atau pembaharuan dalam sistem pembelajaran yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik serta lebih efektif dan efisien. Dikemukakan juga oleh Shoimin (2014: 21), pembelajaran inovatif sebagai bentuk kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran yang semula monoton, membosankan, menjenuhkan, menuju pembelajaran yang menyenangkan, variatif, dan bermakna. Lebih lanjut, Suyatno, (2009: 8) mengemukakan bahwa pembelajaran inovatif mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. Mengacu pada teori-teori tersebut, hakikat pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dirancang sendiri oleh guru yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 b. Karakteristik Pembelajaran Inovatif Titin (2013) menyebutkan bahwa karakteristik pembelajaran inovatif sebagai berikut: 1) Memiliki prosedur yang sistematik, untuk memodifikasi perilaku siswa yang didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu 2) Hasil belajar ditetapkan secara khusus, yaitu perubahan perilaku positif siswa secara khusus 3) Penetapan lingkungan belajar secara khusus dan kondusif 4) Ukuran keberhasilan, yaitu bisa menetapkan kriteria keberhasilan siswa setelah mengikuti pembelajaran 5) Interaksi dengan lingkungan, yaitu model pembelajaran tersebut harus mendorong siswa reaktif, aktif, dan partisipasif terhadap apa yang terjadi si sekitar lingkungannya. c. Keunggulan Pembelajaran Inovatif Keunggulan pembelajaran inovatif sebagai berikut (1) melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan, (2) berpikir dan bertindak kreatif, (3) memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis, (4) mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan, (5) menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan, (6) merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat, (7) dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. 5. Model Pembelajaran a. Pengertian Model Pembelajaran Soekamto (dalam Nurulwati, 2000: 10) mengemukakan bahwa maksud dari model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Kemudian Akbar (2013), juga mengemukakan model pembelajaran adalah pola dalam merancang pembelajaran,

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 atau dapat juga didefinisikan sebagai langkah pembelajaran, dan perangkatnya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut kedua pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan seluruh rangkaian materi ajar yang guru sajikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian dan pengembangan yang peneliti buat menggunakan model pembelajaran Cooperatif Learning tipe Student Team Achievement Division dan model pembelajaran tipe Problem Based Learning. Berikut akan peneliti jabarkan: 1) Model Pembelajaran Cooperatif Learning tipe STAD Model Pembelajaran Cooperatif Learning tipe STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan koleganya di Universitas John Hopkin dan merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. STAD merupakan salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok kecil siswa yang level kemampuan akademik yang berbeda-beda saling bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran (Huda, 2013: 201). Adapun sintaks dalam model pembelajaran Cooperatif Learning tipe STAD yaitu, (1) Pengajaran yang menyajikan materi pelajaran, biasanya dengan ceramah dan diskusi dan siswa diajarkan tentang apa dan mengapa materi yang mereka pelajari itu penting (2) Tim studi yaitu para anggota kelompok bekerja secara kooperatif untuk menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang guru sediakan (3) Tes yang diselesaikan setiap siswa secara individu dengan skore yang guru berikan di akhir pembelajarandan diakumulasikan untuk skor tim (4) Rekognisi yaitu pemberian penghargaan yang bergantung pada nilai skor rata-rata tim. Model Pembelajaran Cooperatif Learning tipe STAD juga memiliki kelebihan yaitu 1) siswa bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 kelompok, 2) siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama, 3) aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok, 4) Interaksi antarsiswa sering dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat, 5) meningkatkan kecakapan individu dan kelompok, 6) tidak bersifat kompetitif, dan 7) tidak memiliki rasa dendam. Namun, selain itu STAD memiliki kelemahan yaitu 1) kontribusi dari siswa berprestasi rendah menjadi kurang, 2) siswa berprestasi tinggi akan mengarah pada kekecewaan karena peran anggota yang pandai lebih mendominan, 3) membutuhkan waktu yang lebih lama untuk siswa sehingga sulit mencapai target kurikulum, dan membutuhkan kemampuan khusu sehingga tidak semua guru dapat melakukan pembelajaraan kooperatif. 2) Model Pembelajaran tipe Problem Based Learning Model Pembelajaran tipe Problem Based Learning menurut Pepkin (dalam Shoimin, 2014: 135), merupakan model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Sintaks Model Pembelajaran tipe Problem Based Learning, yaitu: (1) Masalah sudah ada dan materi diberikan, (2) Siswa diberi masalah sebagai pemecahan/diskusi, kerja kelompok, (3) Masalah tidak dicarai (sebagaimana problem based learning dari kehidupan mereka sehari-hari), (4) Siswa ditugaskkan mengevaluasi dan bukan grapping, (5) Siswa memberikan kesimpulan dari jawaban yang diberikan sebagai hasil akhir, (6) penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sebagai pengujian kebenaran dan pemecahan tersebut untuk dapat sampai kepada kesimpulan. Model pembelajaran tipe PBL ini membuat siswa lebih menghayati kehidupan sehari-hari, melatih siswa untuk menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, dan

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 memecahkan masalah yang dihadapi siswa secara realiatis. Namun selain itu, model Pembelajaran tipe Problem Based Learning ini memiliki kekurangan yaitu 1) memerlukan cukup banyak waktu, 2) melibatkan lebih banyak orang, dan 3) beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. B. Penelitian yang Relevan Sebuah penelitian baik jika didukung oleh penelitian lain yang relevan. Ada dua penelitian yang peneliti anggap relevan dan dapat digunakan sebagai salah satu dasar penelitan. Berikut ini penjabaran mengenai penelitian yang relevan yang dipilih peneliti : 1. “Penerapan Model PBL (Problem Based Learning) ada pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SD”adalah judul penelitian milik Eny Wulandari (2013). Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan PBL dalam meningkatkan proses belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Mudal Tahun Ajaran 2011/ 2012 dan untuk mengetahui penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Mudal Tahun Ajaran 2011/ 2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PBL pada saat pembelajaran semakin meningkat. Keterampilan peneliti dalam setiap pembelajaran semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari skor yang diperoleh yaitu dari 18 pada siklus I, 22 pada siklus II, dan 27 pada siklus III. 2. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Konstektual pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar” adalah judul penelitian Mijahamuddin Alwi. (2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan isi, penyajian, bahasa, dan tampilan perangkat pembelajaran inovatif berbasis konstektual pada mata pelajaran IPA kelas V Sekolah Dasar. Perangkat pembelajaran yang telah dibuat, diuji cobakan kepada ahli, praktisi, dan siswa. Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif berbasis konstektual layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran inovatif berbasis konstektual pada mata pelajaran IPA.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 3. Penelitian pengembangan Amalia (2015) yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar”. Penelitian ini berawal dari kebutuhan guru akan ketersediaan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan prosedur pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 siswa kelas I SD dan untuk mendeskripsikan kualitas produk pengembangan perangkat pembelajaran. Pengambilan data kebutuhan dilakukan dengan wawancara dengan guru kelas I di SD Muhammadiyah Demangan. Terdapat kuisioner digunakan untuk validasi kualitas perangkat pembelajaran oleh pakar kurikulum. Hasil penelitian merupakan hasil validasi dua pakar kurikulum, dua guru kelas I SD dan dua teman sejawat. Skor yang didapat dari dua pakar kuriulum adalah 4,48 dan 4,44. Guru kelas I adalah 4,17 dan 4,71 dan dari teman sejawat 4,61 dan 4,41. 4. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division (STAD) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV SDN No. 2 Ogoamas II”. Penelitian yang dilakukan oleh Gusniar ini memiliki tujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN No 2 Ogoamas II dengan pembelajaran model STAD. Jenis penelitian tersebut adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart dengan dua siklus. Hasil yang diperoleh adalah Pada tindakan siklus I diperoleh KBK 73,07 % dan DSK 72,54%. Pada tindakan siklus IIdiperoleh KBK 92,30 % dan DSK 84,85 %. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan nilai daya serap klasikal minimal 65% dan ketuntasan belajar klasikal minimal 80%. Berdasarkan nilai rata-rata daya serap klasikal dan ketuntasan belajar klasikal pada kegiatan pembelajaran siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN No. 2 Ogoamas II.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Keempat penelitian di atas relevan dengan yang dikembangkan oleh peneliti yaitu melakukan pengembangan perangkat pembelajaran dan menerapkan model pembelajaran tipe STAD dan PBL. Kebaharuan yang dilakukan peneliti adalah perangkat pembelajaran yang dikembangankan mengacu pada model pembelajaran inovatif tipe STAD dan PBL. Selain itu, peneliti menjadikan keempat penelitian tersebut sebagai acuan dalam menyusun skripsi dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovaif Dalam Sub Tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar”

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Pengembangan Pembelajaran Inovatif Pembelajaran Inovatif tipe STAD dan PBL Gusniar (2016) Alwi (2013) Amalia (2015) Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Konstektual pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division (STAD) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV SDN No. 2 Ogoamas II (Rejeki, 2019) Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Subtema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar Gambar 2.1 Literature Map Wulandari (2013) Penerapan Model PBL (Problem Based Learning) ada pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SD

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 C. Kerangka Pikir Sekolah Dasar merupakan tingkat pendidikan yang paling dasar. Pada pendidikan dasar inilah, siswa berada dalam tahap operasional konret dimana siswa menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengkontruksi pengetahuannya. Pembelajaran Inovatif merupakan cara untuk siswa mengkontruksi pengetahuannya dengan guru sebagai fasilitator. Salah satu pengembangan pelaksanaan pembelajaran inovatif di Sekolah Dasar yaitu dengan adanya tuntutan kreatifitas dan inovatif guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Peneliti masih melihat guru Sekolah Dasar belum menguasai berbagai model pembelajaran inovatif, khususnya model pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan model pembelajaran Student Teams Achievement Division. Peneliti juga menemukan permasalahan bahwa guru hanya mengacu pada langkah-langkah yang terdapat di Buku Guru dan guru tidak mengembangkan langkah-langkah pembelajaran sendiri saat merancang perangkat pembelajaran. Setelah melakukan wawancara dan observasi dengan guru kelas 2 Sekolah Dasar yang sudah menerapkan Kurikulum 2013, kenyataannya guru masih sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif. Berdasarkan permasalahan dan alasan di atas, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP yang dirancang menjadi pengembangan perangkat yamg akan membantu guru dalam memahami pembelajaran inovatif, khususnya model pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan model pembelajaran Student Teams Achievement Division. Oleh karena itu, peneliti berasumsi jika guru mengetahui dan memahami RPP pembelajaran inovatif guru akan lebih kreatif pembelajaran. dalam mengelola dan mengembangkan perangkat

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 SD merupakan tingkat pendidikan paling dasar Siswa SD ada pada tahap operasional konkret Guru membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif tipe STAD dan PBL Guru belum mengetahui model pembelajaran inovatif tipe STAD dan PBL Pembelajaran di SD menggunakan pembelajaran inovatif Model pembelajaran inovatif tipe STAD dan PBL Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif tipe STAD dan PBL mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar Gambar 2.2 Kerangka Berpikir D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori di atas, pertanyaan penelitian sebagai berikut. 1. a. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar menurut pakar kurikulum 2013? b. Bagaimana kualitas pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas2 Sekolah Dasar menurut guru SD berdasar hasil uji coba terbatas?

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah Penelitian dan Pengembangan atau sering disebut dengan Research and Development (R&D). Penelitian dan Pengembangan adalah serangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk yang telah ada agar dapat dipertanggungjawabkan (Trianto, 2010: 206). Borg and Gall (1983) memaparkan bahwa penelitian dan pengembangan adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Dijelaskan oleh Borg and Gall (1983) bahwa yang dimaksud produk tidak hanya merujuk pada obyek material (misalnya buku teks, buku ajar, modul pembelajaran, silabus pembelajaran, atau RPP), tetapi juga prosedur atau proses yang dijalani. Produk yang dihasilkan dapat berupa produk yang sama sekali baru, gabungan produk yang ada untuk dijadikan produk baru, atau penyempurnaan produk yang ada. Berarti penelitian dan pengembangan merupakan suatu pengembangan produk yang berupa produk baru, gabungan produk yang ada untuk dijadikan produk baru, atau penyempurnaan produk yang ada melalui proses validasi. Jenis penelitian R&D memiliki tujuan yaitu menghasilkan suatu produk yang handal melalui tahap-tahap pengujian dan revisi, produk yang dihasilkan sesuai kebutuhan lapangan, sesuai dengan analisis kebutuhan, proses pengembangan produk dilakukan secara ilmiah dan menganalisis produk secara empiris. (Sanjaya, 2013: 130). Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan Borg and Gall (Sugiyono, 2015: 408-426), yang mengemukakan beberapa prosedur dalam penelitian dan pengembangan meliputi 10 langkah, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, 33

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi massal. Berikut pemaparan pengertian dan langkah – langkah pengembangan beserta gambarnya: Potensi dan masalah Pengumpulan data Uji coba produk Revisi desain Revisi produk Ujicoba pemakaian Desain produk Validasi desain Revisi produk Produksi massal Gambar 3.1 Langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall 1. Potensi dan Masalah Potensi adalah sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Sedangkan masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Masalah yang ditemukan dapat diselesaikan dengan metode R&D. Melalui metode R&D dapat ditentukan pola dan model penanganan yang efektif dan efisien. Namun suatu masalah juga bisa menjadi suatu potensi apabila dapat mendayagunakan dengan baik.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 2. Mengumpulkan Data Setelah potensi dan masalah ditemukan maka selanjutnya perlu dikumpulkan menjadi data yang akan menjadi bahan merencanakan produk untuk mengatasi masalah yang ada. 3. Desain Produk Hasil dari kegiatan penelitian dan pengembangan adalah suatu produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. 4. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Validasi yang dilakukan dikatakan rasional karena validasi ini masih bersifat penilaian yang berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. 5. Revisi Desain Revisi atau perbaikan desain dilakukan setelah mengetahui kekurangan produk yang dibuat. Peneliti kemudian memperbaiki berdasarkan kritik dan saran yang telah diberikan oleh pakar. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil atau produk yang lebih baik. 6. Uji Coba Produk Pengujian ini dilakukan dengan cara eksperimen untuk mengetahui keefektifan dan keefisienan produk yang telah dibuat. Eksperimen juga dilakukan untuk membandingkan dengan keadaan sebelum produk diterapkan. 7. Revisi Produk Setelah melakukan uji coba pada tahap awal, peneliti mendapatkan hasil apakah produk perlu direvisi atau tidak. Apabila produk direvisi maka hasil revisi perlu diujicobakan lagi pada siswa yang lebih luas. 8. Uji Coba Pemakaian Setelah perbaikan produk maka selanjutnya produk tersebut diujicobakan kepada subyek yang lebih luas. Produk yang telah dibuat harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna perbaikan lebih lanjut.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 9. Revisi Produk Revisi ini dilakukan apabila didalam pemakaian terdapat kekurangan dan kelemahan dari produk yang dihasilkan. Revisi ini didahului dengan evaluasi kinerja untuk mengetahui kelemahan – kelemahan yang ada, sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan produk tersebut. 10. Pembuatan Produk Massal Pembuatan produk massal ini dilakukan apabila produk baru tersebut telah diujicobakan dalam beberapa kali pengujian dan dinyatakan efektif serta layak untuk diproduksi massal. B. Setting Penelitian Setting penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada penelitian ini yaitu tempat, subyek, obyek, dan waktu penelitian. 1. Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Dayuharjo yang terletak di Jalan Damai, Sinduharjo, Prujakan, Sleman, Yogyakarta, 55282. 2. Subyek penelitian Subyek penelitian ini adalah guru kelas 2 B SD Negeri Dayuharjo tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 1 orang guru. 3. Obyek penelitian Obyek penelitian yang diambil peneliti pada penelitian ini adalah pengembangan perangkat pembelajaran inovatif model Student Team Achievement Division dan Problem Based Learning. 4. Waktu penelitian Waktu penelitian terhitung mulai 15 April 2018 hingga 15 Januari 2019. Penelitian ini dimulai dari wawancara analisis kebutuhan kepada guru kelas 2 B hingga penyelesaian laporan skripsi. Keseluruhan penelitian pengembangan ini membutuhkan waktu kurang lebih 9 (sembilan) bulan. C. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesepuluh prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 (Sugiyono, 2015: 408-426). Penelitian ini tidak mengambil kesepuluh langkah dari prosedur penelitian dan pengembangan Borg and Gall namun membatasinya menjadi tujuh langkah karena keterbatasan waktu dan biaya. Langkah tersebut Langkah tersebut yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk. Berikut penjelasan langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti: Langkah 1 Langkah 2 Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Hasil Wawancara Pengumpulan Data Analisis Kebutuhan dan Wawancara Langkah 4 Langkah 3 Validasi Desain Desain Produk Hasil Validasi Pakar Langkah 5 Revisi Desain Revisi RPP Langkah 6 Ujicoba Produk Hasil Ujicoba Produk 1. Mengembangkan instrumen penilaian produk. 2. Analisis kurikulum (KI, KD, indikator dan tujuan pembelajaran). 3. Peta konsep KD dan indikator pembelajaran. 4. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 5. Membuat Silabus, Progam Tahunan (prota) dan Progam Semester (prosem). Langkah 7 Revisi Produk Revisi RPP Gambar 3.2 Langkah-langkah Prosedur Pengembangan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 1. Potensi dan Masalah Peneliti mencari analisis kebutuhan yang ada di SD melalui wawancara. Peneliti mencari Sekolah Dasar yang menggunakan Kurikulum 2013. Wawancara ini bertujuan supaya tahu adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan. Fakta yang dicari terkait kebutuhan contoh perangkat pembelajaran model Student Team Achievement Division (STAD) dan Problem Based Learning (PBL). 2. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara yang dilakukan pada guru kelas 2 B. 3. Desain Produk Penelitian pengembangan desain perangkat pembelajaran inovatif model STAD dan PBL. Langkah (1) mengembangkan instrumen penilaian produk, (2) menentukan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran, (3) menyusun peta konsep KD dan indikator, (4) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (5) membuat silabus, prota, dan prosem. 4. Validasi Desain Dalam validasi desain, peneliti menggunakan validasi pakar sebagai evaluasi formatif. Perangkat pembelajaran yang telah dikembangan divalidasi oleh 2 (dua) pakar, yaitu guru kelas 2 B dan mahasiswa PPG. Validasi yang dilakukan untuk mengetahu kualitas produk. Selain itu, mengetahui kekurangan yang ada didalam produk supaya dapat direvisi. 5. Revisi Desain Revisi produk dilakukan berdasarkan data yang berupa kritik dan saran dari validator. 6. Uji Coba Produk SD Negeri Dayuharjo merupakan tempat peneliti mengujicoba produk. Siswa kelas 2 B dengan jumlah 24 siswa yang menjadi subyek penelitian. Melalui uji coba ini, peneliti melakukan evaluasi formatif dari seorang guru kelas II B dan seorang mahasiswa PPG. Evaluasi dilakukan

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 dengan memberikan instrumen validasi uji coba produk. Evaluasi formatif dilakukan untuk mengetahui sistem pembelajaran yang dirancang sudah berjalan efektif atau belum. 7. Revisi Produk Setelah melakukan uji coba produk, peneliti merevisi produk. Revisi ini merupakan revisi akhir yang dilakukan peneliti guna penyempurnaan produk berdasarkan saran dan kritik kedua validator. D. Uji Coba Terbatas 1. Teknik Pengumpulan Data Dalam melaksanakan penelitian, pengumpulan data sangat diperlukan untuk mendapatkan data sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data merupakan hal atau langkah yang paling utama dalam sebuah penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) teknik, yaitu: a. Wawancara Wawancara adalah interaksi pribadi antara pewawancara dengan yang diwawancarai ketika pertanyaan verbal diajukan kepada mereka (Trisnamansyah, 2014: 206). Jenis wawancara yang peneliti gunakan adalah wawancara terstruktur karena tidak ada pertanyaan di luar pedoman wawancara. Peneliti melakukan wawancara dengan 1 (satu) guru SD Negeri Percobaan II, dan 1 (satu) guru SD Negeri Dayuharjo yang menggunakan kurikulum 2013. Peneliti menggunakan pedoman wawancara dalam melakukan proses wawancara. Tabel 3.1 Pedoman Wawancara 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013 ? Apakah bapak/ibu pernah mengikuti pelatihan kurikulum SD 2013 ? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013 ? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013 ? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran ? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa ? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran ? Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda ? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya Pendidikan karakter ?

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 10. Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? 11. Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? 12. Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas ? 13. Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain ? apakah modelnya itu ? 14. Apakah bapak/ibu mengetahui pembelajaran inovatif ? 15. Kesulitan apa sajakah yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif ? 16. Bagaimana cara mengatasai kesulitan yang dialami ? 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntunan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu ? 18. Apakah bapak/ibu masih memerlukan bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, model pembelajaran kooperatif, model quantum d.s.b)? 19. Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas ? 20. Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk pengembangan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 21. Menurut bapak/ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini ? 22. Apakah bapak/ibu sudah memahami tentang jenis belajar menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi ? b. Observasi Hadi (dalam Sugiyono, 2013:145) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Observasi digunakan peneliti untuk menilai kualitas produk yang akan dikembangkan dalam penelitian. Observasi dilakukan di SD Negeri Percobaan II dan SD Negeri Dayuharjo.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Tabel 3.2 Pedoman Instrumen Observasi Guru No. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2. Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang 3. akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5. Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan 6. uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang 7. materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber 8. pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi 9. dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi 10. dan karakteristik siswa 11. Guru menerepkan 5M pada siswa 12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas 14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses 15. pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal 16. Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan 17. sehari-hari 18. Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis 19. teknologi pada pembelajaran 20. Guru dapat mengkondisikan kelas dengan baik 21. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi 22. menyenangkan dan menarik 23. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup 24. Guru membuat ringkasan secara lisan 25. Guru membuat ringkasan secara tertulis 26. Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman 27. belajar yang telah dilakukan

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum 28. berpartisipasi aktif 29. Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran 30. yang disampaikan Tabel 3.3 Pedoman Instrumen Observasi Siswa No. Pernyataan 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi 4. Siswa mengajukan pertanyaan 5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 c. Pedoman Validasi Validasi ahli yang peneliti lakukan memerlukan bantuan para pakar pembelajarn inovatif. Validator yang merupakan pakar perangkat pembelajaran yaitu guru kelas 2 dan mahasiswa PPG. Para validator memvalidasi seluruh perangkat pembelajaran yang berisi aspek – aspek seperti Progam Tahunan (prota), Progam Semester (prosem), silabus, 6 (enam) RPP, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan bahasa. Lembar validasi yang divalidasi para ahli ada 2 macam, yaitu menurut model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan Problem Based Learning (PBL). Tabel 3.4 Pedoman Validasi Model Pembelajaran STAD dan PBL No Aspek yang dinilai Prota (progam tahunan) Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan 1 pendidikan, tahun pelajaran). Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi 2 waktu). Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu 3 efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. 4 Prosem (progam semester) Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, 1 satuan pendidikan, tahun pelajaran).

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, 2 pembelajaran, bulan, alokasi waktu). Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi 3 Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), 1 Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, 2 alokasi waktu, dan sumber belajar. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. 3 RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, 1 kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 2 Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata 3 kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD 4 dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang 5 dapat diamati dan diukur.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah6 langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan 7 kondisi kelas). Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan 8 internet). Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, 9 kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator 10 (C4-C6 / HOTS). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model 11 pembelajaran cooperatif learning model STAD dan PBL Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik 12 model pembelajaran cooperatif learning model STAD dan PBL Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah- 13 langkah) model pembelajaran cooperatif learning model STAD dan PBL Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, 14 menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu 15 berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative).

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman 16 penskoran). Media Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, 1 materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, 2 kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa 3 dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD (lembar kerja peserta didik) LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas 1 yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, 2 sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, 3 penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat).

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam 4 LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian 5 huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan 6 LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai obyek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subyek belajar). Bahasa Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan 1 Bahasa Indonesia). Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 2 Bahasa yang digunakan komunikatif. 3 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 4 Kejelasan petunjuk/arahan. 5 2. Instrumen Penelitian Penelitian pengembangan ini menggunakan instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan wawancara dan observasi. Daftar pertanyaan wawancara digunakan untuk menganalisis kebutuhan terhadap perangkat pembelajaran khusunya pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Student Team Achievement Divison (STAD) dan Problem Based

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Learning (PBL) untuk kelas 2 SD. Daftar pedoman wawancara dapat dilihat pada lampiran. Selanjutnya, untuk lembar observasi berisi pernyataan yang disusun berdasarkan pembelajaran inovatif dengan kalimat jawaban ya dan tidak. Ada dua lembar observasi yaitu observasi guru dan observasi siswa. Lembar observasi dapat dilihat pada lembar terlampir. 3. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. a. Data Kualitatif Data kualitatif di peroleh dari hasil wawancara dengan para guru SD kelas 2 untuk menganalisis kebutuhan yang ada. Data kualitatif juga didapatkan dari kritik dan saran yang dikemukakan oleh ahli atau pakar pembelajaran inovatif yang telah memvalidasi produk penelitian. Data kualitatif ini dijabarkan dengan kalimat-kalimat positif. b. Data Kuantitatif Data berupa penilaian dari skor oleh pakar pembalajaran inovatif dan skor dari penilaian uji coba produk. Data yang dianalisis dari hasil validasi kedua pakar diubah menjadi data interval. Skala penilaian terhadap perangkat pembelajarann yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), sangat kurang baik (1). Setelah skor diperoleh dari validator, maka dianalisis rata-rata skor RPP. Berikut ketentuan dalam menghitung rata-rata skor: Rata-rata (x) = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑖𝑡𝑒𝑚 𝑠𝑘𝑜𝑟 Skor yang didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima menurut Sukardjo (2008: 101) sebagai acuan konversi nilai skala lima untuk menilai kualitas produk. Tabel 3.5 Konversi Nilai Skala Lima

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Nilai Skor Kriteria A X > Xi + 1,8 SBi Sangat Baik B Xi + 0,6 SBi < X ≤ Xi + 1,8 SBi Baik C Xi - 0,6 SBi < X ≤ Xi + 0,6 SBi Cukup Baik D Xi - 1,8 SBi < X ≤ Xi - 0,6 SBi Kurang Baik E X ≤ Xi - 1,8 SBi Sangat Kurang Baik Keterangan: Rata-rata skor ideal (Xi) : ½ (skor maksimal ideal + skor ideal). Simpangan Baku skor ideal (SBi) : minimal (skor maksimal ideal-skor minimal ideal). X ideal : skor empiris Skor yang diperoleh, kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif. Berdasarkan rumus tersebut untuk mengubah data kuantitatif menjadi kualitatif pedomannya sebagai berikut: Skor maksimal ideal = 5 Skor minimal ideal = 1 Rerata Ideal ( x i) = ½ (5+1) = 3 Simpangan Baku Ideal (SBi) = (5-1) = 0.67

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Ditanyakan: Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup, kurang baik dan sangat kurang baik. Jawaban: Sangat Baik x =x> i + 1,80Sbi = x > 3 + (1,80 . 0,67) = x >3 + (1,21) = x>4,21 Baik = x i + 0,061Sbi < x ≤ x i + 1,80Sbi = 3 + (0,60 . 0,67) < x ≤ 3 + (1,80 . 0,67) = 3 + (0,40) < x ≤ 3 + (1,21) = 3,40 < x ≤ 4,21 Cukup baik i – 0,60Sbi < x ≤ x i + 0,60Sbi = 3 – (0,60 . 0,67) < x ≤ x i + (0,60 . 0,67) = x = 3 – (0,40) < x ≤ 3 + (0,40) = 2,60 < x ≤ 3,40 Kurang baik = x i – 1,80Sbi < x ≤ x i – 0,60 Sbi = 3 – (1,80 . 0,67) < x ≤ 3 – (0,60 . 0,67) = 3 – (1,21) < x ≤ 3 – (0,40) = 1,79 < x ≤ 2,60

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Sangat kurang baik =x≤ x i – 1,80Sbi = x ≤ 3 – (1,80 . 0,67) = x ≤ 3 – (1,21) = x ≤ 1,79 Berdasarkan pada perhitungan di atas, maka konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif dapat disederhanakan seperti tabel dibawah ini: Tabel 3.6 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skor Interval Skor Kategori 5 Sangat baik 4 Baik 3 Cukup baik 2 Kurang baik 1 Sangat Kurang baik Dalam penelitian ini diterapkan nilai kelayakan produk minimal C dengan kategori Cukup Baik, sebagai hasil penilaian baik dari ahli media maupun ahli materi, dan hasil respon dari guru maupun siswa. Jika hasil penilaian akhir secara keseluruhan pada aspek pembelajaran, aspek materi, dan aspek tampilan dengan minimal C (Cukup Baik), maka produk hasil pengembangan tersebut sudah layak digunakan.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 E. Jadwal Penelitian Penelitian ini dijadwalkan dalam tabel berikut: No Kegiatan 1 Analisis kebutuhan 2 Menyusun proposal 3 Pengembangan bentuk awal produk 4 Validasi produk 5 Revisi produk 6 Uji coba produk 7 Revisi produk 8 Ujian Skipsi 9 Revisi Akhir Februari 2019 Januari 2019 Desember 2018 November 2018 Oktober 2018 September 2018 Agustus 2018 Juli 2018 Juni 2018 Mei 2018 April 2018 Waktu (Bulan)

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Langkah awal yang dilakukan peneliti dalam penelitian dan pengembangan adalah analisis kebutuhan. Wawancara sebagai contoh analisis kebutuhan yang peneliti lakukan. Peneliti melakukan wawancara terhadap 2 (dua) orang guru kelas 2 yaitu Ibu I guru kelas 2 SD Negeri Percobaan II, dan Bapak N guru kelas 2 SD Negeri Dayuharjo. Wawancara dilakukan pada bulan April 2018 sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh peneliti. Tujuan peneliti melakukan wawancara adalah untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi guru terkait pembelajaran inovatif di Sekolah Dasar (SD) khususnya perangkat pembelajaran inovatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dan Problem Based Learning (PBL). 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan Wawancara dilakukan dengan berpedoman pada 22 butir pertanyaan sesuai indikator pembelajaran inovatif. Berikut data wawancara dengan guru kelas 2 yang melaksanakan Kurikulum 2013 terkait pembelajaran inovatif yang dijelaskan pada setiap butir pertanyaan. Butir pertanyaan pertama yaitu mengenai kapan Sekolah Dasar tersebut mulai menerapkan Kurikulum 2013. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan bahwa SD Negeri Dayuharjo menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun pembelajaran 2017/2018 dan guru SD Negeri Percobaan II mengatakan SD Negeri Percobaan II sudah mulai menerapkan pada tahun pembelajaran 2015/2016. Butir pertanyaan kedua yaitu mengenai pelatihan Kurikulum 2013. Kudua guru mengatakan bahwa mereka sudah pernah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan. Butir pertanyaan ketiga yaitu mengenai pemahaman terhadap Kurikulum 2013. Kedua guru tersebut menjawab paham terhadap 54

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Kurikulum 2013, namun tidak mendalam. Guru SD Negeri Dayuharjo juga menambahkan bahwa Kurikulum 2013 condong kepada pengembangan aspek kognitif. Butir pertanyaan keempat yaitu mengenai karakteristik Kurikulum 2013. Guru SD Negeri Dayuharjo menjawab bahwa karakteristik Kurikulum 2013 adalah pembelajaran scientific dan guru SD Negeri Percobaan II menjawab tidak mengetahui karakteristik Kurikulum 2013. Butir pertanyaan kelima yaitu mengenai pemahaman pendekatan scientific dalam pembelajaran yaitu meliputi 5M (mengamati, menanya, menalar mencoba, mengkomunikasikan). Guru SD Negeri Percobaan II mengatakan bahwa pendekatan mengaplikasikan, sedangkan scientific yaitu mengamati atau guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan bahwa pendekatan scientific yaitu pembelajaran yang tidak tergabung, beliau mengatakan tidak begitu paham dengan pembelajaran 5M. Butir pertanyaan keenam yaitu mengenai cara merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran. Kedua guru menjawab bahwa indikator dan tujuan pembelajaran sudah tersedia di buku guru jadi, tidak merumuskannya sendiri. Butir pertanyaan ketujuh yaitu mengenai cara menumbuhkembangkan pendidikan karakter. Kedua guru mengatakan bahwa pendidikan karakter beliau selipkan dalam pembelajaran. Butir pertanyaan kedelapan yaitu penggunaan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda. Kedua guru menjawab RPP sudah disediakan oleh sekolah dan saat mengajar melihat situasi kelas dan materi ajar. Butir pertanyaan kesembilan mengenai tujuan pembelajaran yang bapak atau ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter. Guru SD Negeri Percobaan II memberikan jawaban sedikit demi sedikit sudah tercapai. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban iya tujuan pembelajaran sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Butir pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai keterampilan dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi). Guru SD Negeri Dayuharjo menjawab keterampilan dasar abad 21 meliputi siswa harus terampil, berpikir kritis, dan kreatif yang menurut peneliti jawaban tersebut mendekati benar, sedangkan guru SD Negeri Percobaan II menjawab bahwa beliau tidak mengetahui keterampilan dasar abad 21. Butir pertanyaan kesebelas yaitu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan tersebut. Kedua guru menjawab belum merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan keterampilan dasar abad 21, karena mereka tidak membuat RPP tetapi membeli. Maka dari itu mereka tidak merumuskan indikator. Butir pertanyaan kedua belas yaitu mengenai metode ceramah yang mendominasi di kelas. Guru SD Negeri Percobaan II menjawab masih menggunakan metode ceramah saat menjelaskan dan memotivasi siswa, sedangkan guru SD Negeri Dayuharjo menjawab sudah tidak menggunakan metode ceramah didalam kelas, melainkan sudah menggunakan metode dan model-model pembelajaran inovatif walaupun belum bervariasi. Butir pertanyaan ketiga belas yaitu mengenai penggunaan model pembelajaran inovatif yang pernah diterapkan di kelas. Guru SD Negeri Percobaan II menjawab beliau pernah menggunakan model role playing dan inkuiri, sedangkan guru SD Negeri Dayuharjo menjawab pernah menggunakan model team game tournament (TGT). Butir pertanyaan keempat belas yaitu mengenai pengetahuan pembelajaran inovatif. Satu guru menjawab pembelajaran inovatif adalah tidak selalu menggunakan metode ceramah namun menggunakan model pembelajaran, sedangkan satu guru lainnya mengatakan pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang kita ciptakan sendiri semenarik mungkin agar siswa tertarik. Butir pertanyaan kelima belas yaitu mengenai kesulitan yang dialami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif. Satu guru

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 mengalami kesulitan menemukan sumber ajar karena keterbatasan keahlian teknologi sedangkan satu guru lainnya mengatakan bahwa beliau tidak mempunyai banyak waktu untuk membuat model pembelajaran inovatif. Butir pertanyaan keenam belas yaitu cara mengatasi kesulitan – kesulitan yang dialami saat melaksanakan pembelajaran inovatif. Kedua guru menjawab sama yaitu melihat kembali buku ajar dan berusaha melihat – lihat contoh yang ada pada internet. Butir pertanyaan ketujuh belas yaitu mengenai kesesuaian contoh perangkat pembelajaran yang ada di sekolah. Kedua guru menjawab bahwa contoh perangkat pembelajaran sudah sesuai sehingga guru tidak terlalu mengalami kesulitan. Butir pertanyaan kedelapan belas yaitu mengenai perlunya contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Kedua guru menjawab bahwa mereka sangat memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Butir pertanyaan kesembilan belas yaitu mengenai perasaan siswa ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Jawaban kedua guru adalah siswa tidak merasa bosan jikalau setiap hari menerapkan pembelajaran inovatif karena adanya variasi pembelajaran yang membuat belajar siswa menjadi menyenangkan. Butir pertanyaan keduapuluh yaitu rencana pengembangan pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Satu guru menjawab bahwa rencana yang beliau rancang adalah mempelajari lebih dalam mengenai model – model pembelajaran inovatif agar dapat diterapkan pada siswa, sedangkan satu guru lainnya menjawab bahwa rencana yang beliau rancang adalah melihat keberhasilan pembelajaran inovatif terlebih dahulu kemudian beliau akan melakukan evaluasi yang selanjutnya diterapkan pada siswa sesuai dengan materi. Butir pertanyaan keduapuluh satu yaitu mengenai peranan penting pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran. Kedua guru menjawab

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 pembelajaran inovatif memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Butir pertanyaan keduapuluh satu yaitu pemahaman tentang jenis belajar menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi. Kedua guru mengatakan bahwa mengetahui Taksonomi Bloom tetapi tidak memahami. Butir pertanyaan kedua puluh dua tentang apakah bapak atau ibu sudah memahami tentang jenis belajar menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi. Guru SD Negeri Percobaan II memberikan jawaban bahwa belum begitu memahami hanya sebatas tahu saja. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban hanya sebatas tahu saja tetapi masih belum memahami lebih mendalam. 2. Hasil Observasi Analisis Kebutuhan Observasi dilakukan di kelas 2 dengan berpedoman pada 30 butir pernyataan sesuai indikator pembelajaran inovatif. Berikut data observasi pada dua Sekolah Dasar, yaitu SD Negeri Percobaan II dan SD Negeri Dayuharjo yang melaksanakan Kurikulum 2013 terkait pembelajaran inovatif yang akan dirangkum secara keseluruhan. Pada kegiatan awal, guru membuka pembelajaran dengan berdoa, dan presensi. Namun, kegiatan apresepsi, motivasi, serta orientasi belum terlihat. Guru masih cenderung langsung meminta siswa untuk membuka buku pelajaran. Pada kegiatan Inti, pendekatan scientific yang menjadi salah satu karakteristik Kurikulum 2013 tidak nampak, serta penggunaan media pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran pun tidak nampak. Guru masih terpaku pada buku pegangan guru, serta guru tidak melakukan variasi pembelajaran dengan menggunakan sebuah model pembelajaran, karena guru cenderung menerapkan metode ceramah. Pada kegiatan penutup, guru memberikan ringkasan secara lisan dan tertulis, serta memberikan soal evaluasi pada siswa.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 3. Pembahasan Wawancara dan Observasi Analisis Kebutuhan Berdasarkan hasil wawancara oleh 2 (dua) guru kelas 2 seperti yang dijabarkan diatas, dapat disimpulkan bahwa Penerapan Kurikulum 2013 antar sekolah tidaklah sama. Pengetahuan guru satu dengan yang lain mengenai Kurikulum 2013 pun tidak sama. Guru hanya sekedar mengetahui Kurikulum 2013, namun tidak memahaminya, sehingga membuat guru kurang dapat mengembangkan dan menerapkan pembelajaran inovatif di dalam kelas. Guru sering kali masih masih menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi ajar, karena pada saat mengembangkan dan menerapkan pembelajaran inovatif guru mengalami kesulitan. Kesulitan yang dihadapi adalah kurang pemahaman pembelajaran inovatif sehingga membuat guru bingung untuk mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), mengelola kelas supaya pembelajaran menjadi menyenangkan dengan berbagai model-model pembelajaran, serta keterbatasan sarana dan prasarana yang digunakan untuk menunjang pembelajaran inovatif. Guru tidak membuat RPP secara mendetail sendiri, tetapi mereka membeli CD RPP atau mencari di website. Selanjutnya, berdasarkan hasil observasi oleh 2 (dua) guru kelas 2 seperti yang dijabarkan diatas, dapat disimpulkan bahwa guru saat melaksanakan proses pembelajaran belum mengacu pada karakteristik Kurikulum 2013. B. Deskripsi Produk Awal Peneliti menggunakan beberapa langkah dalam penelitian dan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif tema 2 Bermain di Lingkunganku subtema 4 Bemain di Tempat Wisata kelas 2 dengan model kooperatif tipe Student Team Achievement Divison (STAD) dan Problem Based Learning (PBL). Produk perangkat pembelajaran yang dibuat oleh peneliti meliputi (1) Program Tahunan (Prota), (2) Progam Semester (Prosem), (3) Silabus, (4) 6 set Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Langkah awal

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 yang dilakukan adalah membuat prota dengan berpedoman pada buku guru dan siswa kelas 2 tema 2 revisi 2017. Setelah membuat prota, peneliti membuat prosem yang menjabarkan setiap tema pada 4 (empat) tema yang disesuaikan dengan kalender pendidikan. Prosem berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Peneliti hanya membuat prosem pada semester gasal. Selanjutnya membuat silabus yang terlebih dahulu menentukan Kompetensi Dasar (KD), materi dan kegiatan yang akan diajarkan sesuai dengan tema dan subtema. Silabus dilengkapi dengan penilaian alokasi waktu dan sumber belajar. Langkah berikutnya, peneliti membuat 6 set RPP yang mengacu pada pemetaan KD dan indikator. RPP dibuat sebagai acuan pembelajaran selama satu hari penuh yangmana satu hari tersebut melaksanakan satu pembelajaran. RPP yang peneliti buat lengkap dengan lampiran rangkuman materi, media, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), instrumen penilaian, soal evaluasi, beserta lembar refleksi, pengayaan, dan remidial. RPP tersebut peneliti buat dengan pendekatan scientific sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. RPP merupakan detail rencana aktivitas pembelajaran di kelas yang menjadi pedoman guru untuk satu pertemuan guna mencapai KD dan tujuan pembelajaran. RPP memiliki beberapa komponen, yaitu (1) identitas sekolah seperti nama satuan pendidikan, (2) identitas nama pelajaran atau tema/sutema, kelas/semester, materi pokok, dan alokasi waktu, (3) kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran, (4) materi pembelajaran, (5) metode pembelajaran, (6) media pembelajaran, (7) langkah pembelajaran, (8) penilaian, (9) lampiran.RPP dibuat secara rinci tetapi sederhana dan mudah diimplementasikan oleh guru. Kegiatan pembelajaran yang dibuat dalam RPP sesuai dengan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dan Problem Based Learning (PBL). Model – model pembelajaran diatas menarik dan memungkinkan siswa aktif di dalam kelas pada setiap

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 proses pembelajaran. Siswa mendapat pengetahuan tidak hanya berasal dari guru namun aktif mengkonstruksi pengetahuannya. Setiap RPP yang peneliti buat, guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator, dengan desain pembelajaran tersebut maka membuat siswa lebih paham materi yang dipelajari dan pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa. Tahap pertama pembuatan RPP, menganalisis KD satu semester pada semester gasal. Peneliti melakukan pemetaan KD untuk kelas 2 sesuai dengan tema 2 dalam Kurikulum 2013 revisi 2017. KD tersebut diturunkan menjadi indikator pembelajaran yang menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO) dalam tingkatan berpikir tingkat tinggi atau sering disebut High Order Thinking Skill (HOTS) sesuai Taksonomi Bloom. Kemudian, membuat tujuan pembelajaran yang sesuai dengan indikator. Tujuan pembelajaran meliputi komponen ABCD, yakni A (Audience) yaitu subyek pembelajaran dengan kata lain siswa, B (Behavior) yaitu tingkah laku atau aktivitas suatu proses yaitu aktivitas siswa dalam pembelajaran, C (Conditional) yaitu keadaan siswa sesudah dan sebelum pembelajaran, dan D (Degree) yaitu membandingkan kondisi siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Peneliti melakukan analisis KD dan indikator setiap muatan pelajaran pada setiap RPP. Analisis ini bertujuan untuk mencari materi atau ide yang sama dari 2 sampai 3 muatan pelajaran yang berbeda. Materi yang terdapat pada RPP saling berkaitan antar muatan pelajaran satu dengan yang lain. Kesamaan konsep dari materi pembelajaran dilihat dari KD. Peneliti juga memilih model pembelajaran untuk menjadi kegiatan pembelajaran siswa di kelas. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model pembelajaran tipe Student Team Achievement Divison (STAD) dan Problem Based Learning (PBL). Kegiatan pembelajaran siswa yang peneliti buat mengacu pada pendekatan scientific yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Urutan kegiatan pembelajaran berdasarkan indikator pembelajaran yang telah peneliti buat dan kembangkan. Indikator masing – masing muatan pelajaran harus disejajarkan dalam peta konsep yang ada.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Alokasi waktu kegiatan pembelajaran 5 JP (5X35 menit). Terdiri dari 2 (dua) penggalan. Penggalan pertama dilaksanakan sebelum istirahat dengan alokasi waktu 105 menit, sedangkan penggalan kedua dilaksanakan sesudah istirahat dengan alokasi waktu 70 menit. Peneliti juga mendesain Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk melengkapi RPP sebagai sarana siswa dalam mencapai materi pembelajaran. LKPD dibuat secara menarik dan memungkinkan siswa aktif untuk mencari informasi sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan. Kegiatan yang tertera dalam LKPD memungkinkan tercapainya indikator dan tujuan pembelajaran yang peneliti buat. Setiap kegiatan yang ada mengacu pada muatan pembelajaran pada hari tersebut. LKPD dibuat dengan petunjuk atau langkah kegiatan siswa. Selain itu, peneliti juga menyertakan materi pembelajaran dalam RPP yang dibuat. Materi dibuat sesuai dengan KD dan indikator pembelajaran. Materi disusun secara ringkas, jelas, dan mencangkup semua materi yang akan disampaikan pada hari tersebut. Selain materi, peneliti juga menyertakan media pembelajaran dalam lampiran. Media pembelajaran berisi lirik lagu serta sarana yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. RPP disertai dengan soal evaluasi dan penilaian untuk mengukur ketercapaian pembelajaran yang dilakukan. Evaluasi dibuat sesuai indikator pada setiap muatan pembelajaran disertai dengan instrumen penilaian yang akan menjadi pedoman dalam menilai hasil belajar siswa. Penilaian yang dilakukan merupakan penilaian otentik sesuai karakteristik Kurikulum 2013. Muatan pelajaran yang ada didalam RPP meliputi PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP, dan PJOK. Muatan pembelajaran PPKn dinilai berdasarkan Kompentensi Inti (KI) 1 (sikap spiritual), 2 (sikap sosial), 3 (pengetahuan), dan 4 (keterampilan). Sedangkan muatan pembelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP, dan PJOK dinilai berdasarkan KI 3 dan 4.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk 1. Data Validasi Pakar Pembelajaran Inovatif Produk awal yang telah peneliti buat adalah Program Tahunan (Prota) yang diberikan kepada dua orang pakar pembelajaran inovatif untuk divalidasi. Validasi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang dibuat. Validasi ini berpedoman dengan instrumen penilaian yang telah dibuat oleh peneliti. Melalui validasi ini, peneliti akan mendapat masukan guna memperbaiki produk yang telah dibuat. Masukan yang validator sampaikan digunakan peneliti untuk memperbaiki perangkat pembelajaran sehingga layak diujicobakan nantinya. Pakar pembelajaran inovatif yang memvalidasi adalah seorang guru kelas 2 dan mahasiswa PPG. Validasi dilakukan sebanyak dua kali, satu kali dengan mahasiswa PPG selanjutnya satu kali dengan guru kelas 2. Terdapat beberapa aspek penilaian terhadap kompenen Prota dalam instrumen validasi yang digunakan peneliti yaitu, (1) identitas lengkap, (2) kelengkapan tema; subtema; dan alokasi waktu, dan (3) kesesuaian minggu belajar efektif (MBE). Produk kedua yaitu Progam Semester (Prosem). Prosem dibuat mengacu pada prota. Validator juga memvalidasi prosem dengan melihat instrumen penilaian yang peneliti buat yaitu, (1) identitas lengkap, (2) kelengkapan tema; subtema; dan alokasi waktu, dan (3) kesesuaian materi dengan kompetensi dasar (KD). Produk ketiga yaitu silabus. Silabus didefinisikan sebagai garis besar, ringkasan, atau isi-isi pokok materi pembelajaran. Validator memvalidasi silabus dengan melihat instrumen penilaian yaitu, (1) kelengkapan identitas; KI; dan KD, (2) kesesuaian materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar, dan (3) keterkaitan antar komponen dalam silabus. Produk terakhir yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP yang peneliti buat yaitu tema 2 subtema 4 pembelajaran 1 sampai dengan 6. RPP yang divalidasi sebanyak 6 (enam) set. Terdapat beberapa

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 aspek penilaian yaitu, (1) identitas RPP, (2) perumusan indikator sesuai dengan kata kerja operasional, (3) perumusan tujuan pembelajaran dengan komponen A (Audience); B (Behavior); C (Condition); D (Degree), (4) pemilihan materi ajar, (5) pemilihan pendekatan dan model pembelajaran, (6) sumber belajar, (7) media pembelajaran, (8) skenario pembelajaran, (9) karakteristik pembelajaran inovatif, (10) penilaian, (11) LKPD, dan (12) bahasa. Validasi yang dilakukan validator meliputi 6 (enam) set yaitu 3 (tiga) set menggunakan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan 3 (tiga) set model pembelajaran tipe Problem Based Learning (PBL). Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan validator dengan mahasiswa PPG pada ketiga model pembelajaran tipe STAD, maka validator memberi rerata 4,16 dengan kategori “baik”. Ketiga perangkat pembelajaran tersebut dinyatakan layak untuk digunakan namun dengan revisi sesuai saran. Mahasiswa PPG memberi beberapa komentar pada ketiga model pembelajaran tipe STAD yang akan disimpulkan sebagai berikut: (1) silabus belum memuat penilaian dan sumber belajar, (2) kelengkapan tujuan pembelajaran pada komponen Condition belum terlihat, (3) aspek keterampilan pada penilaian tidak sesuai dengan indikator, (4) kurang memperlihatkan HOTS pada bagian C5, (5) penilaian produk mengacu pada benda, sedangkan unjuk kerja mengacu pada praktik, (6) RPP menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada ketiga model pembelajaran tipe PBL, validator memberi rerata 4,21 dengan kategori “baik”. Sama dengan tipe STAD, tipe PBL ini juga dinyatakan layak untuk digunakan namun dengan revisi sesuai saran. Walaupun dengan kategori “baik”, namun masih perlu beberapa perbaikan. Saran yang diberikan disimpulkan oleh peneliti sebagai berikut: (1) silabus belum memuat penilaian dan sumber belajar, (2) tujuan pembelajaran pada komponen Degree kurang sesuai dengan indikator, (3) kegiatan

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 pembelajaran lebih diperhatikan supaya kondisi kelas tetap kondusif dengan model pembelajaran tipe PBL. Validator selanjutnya adalah guru kelas 2 yang juga memvalidasi 6 (enam) set dengan 3 (tiga) set model pembelajaran tipe STAD dan 3 (tiga) set model pembelajaran tipe PBL. Hasil validasi pada model pembelajaran tipe STAD, guru kelas 2 memberi rerata 4,31 dengan kategori “ sangat baik”, namun masih perlu beberapa perbaikan. Perangkat pembelajaran tersebut dinyatakan layak untuk digunakan namun dengan revisi sesuai saran. Saran yang diberikan disimpulkan oleh peneliti sebagai berikut: (1) ukuran tulisan pada LKPD dan soal evaluasi diperbesar karena untuk meningkatkan minat baca anak pada kelas rendah, (2) kalimat perintah dibuat lebih singkat, (3) tata tulis dalam RPP kurang rapi. Selanjutnya validasi guru tipe PBL. Hasil validasi tersebut, guru memberi rerata 4,31 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak digunakan sesuai dengan revisi dan saran. Saran yang diberikan disimpulkan oleh peneliti sebagai berikut: (1) kurang menyertakan materi Bahasa Indonesia pada salah satu pembelajaran, (2) ukuran tulisan pada LKPD dan soal evaluasi lebih diperbesar. Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh kedua validator tersebut direvisi sesuai dengan masukan yang diberikan. Komentar dan revisi akan dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel 4.1 Komentar Pakar dan Revisi tipe STAD No Aspek yang dinilai Komentar Revisi Silabus 2 Kelengkapan materi pokok, penilaian dan sumber komponen kegiatan belajar pada silabus. pembelajaran, penilaian, Kurangnya komponen Menambahan alokasi penilaian dan sumber belajar.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 waktu, dan sumber belajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3 Tujuan Tujuan pembelajaran Meneliti kembali dan pembelajaran pada mencakup (condition) komponen komponen ABCD. terlewatkan. tujuan pembelajaran sesuai dengan komponen C menambahkan C pada komponen ABDnya. 9 Penilaian evaluasi Penilaian pada aspek Meneliti kembali dan mencakup aspek keterampilan sikap, tidak membuat penilaian sesuai dengan indikator pada pengetahuan, dan yang dibuat. aspek keterampilan keterampilan yang memperhatikan sesuai indikator. dengan dengan indikator. 10 Mengembangkan HOTS indikator. HOTS bagian C5 perlu Mengganti HOTS pada pada diperhatikan kembali tingkatan C5 karena kurang sesuai mengevaluasi dengan indikator dengan kata yaitu sesuai kerja operasional yang ada pada indikator. Lembar Kerja Peserta Didik 5 Kelayakan Ukuran tulisan kurang Memperbesar seluruh tampilan. besar untuk rendah, meningkatkan baca siswa. kelas tulisan yang ada pada supaya LKPD. minat

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Tabel 4.2 Komentar Pakar dan Revisi tipe PBL No Aspek yang dinilai Komentar Revisi Silabus 2 Kelengkapan materi Kurangnya komponen Menambahan pokok, penilaian dan sumber komponen penilaian dan kegiatan belajar pada silabus. sumber belajar. pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3 Tujuan Tujuan pembelajaran Meneliti kembali dan pembelajaran pada mencakup (degree) terlewatkan. komponen komponen ABCD. D menambahkan komponen D pada tujuan pembelajaran sesuai dengan komponen ABCnya. 4 Materi Kurang menyertakan Meneliti kembali lalu pembelajaran yang materi Bahasa menambahkan materi sesuai dengan KD Indonesia pada salah Bahasa Indonesia pada 15 dan indikator satu pembelajaran RPP yang dimaksud. Rancangan Kegiatan Mengubah kegiatan pembelajaran kurang pembelajaran pembelajaran ringkas sesuai sintaks. sehingga dimaksud kegiatan yang dengan dengan membuat kondisi kelas memperingkas kembali nantinya kondusif. kurang lewat tayangan video.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Lembar Kerja Peserta Didik 5 Kelayakan Ukuran tulisan kurang Memperbesar tampilan. besar untuk rendah, meningkatkan kelas tulisan yang ada pada supaya LKPD. minat baca siswa. 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari kedua validator. Kedua validator memberikan masukan masing-masing pada 6 (enam) set lembar validasi yang akan peneliti simpulkan sebagai berikut: (1) silabus belum memuat penilaian dan sumber belajar, (2) kelengkapan tujuan pembelajaran pada komponen Condition dan Degree belum terlihat, (3) aspek keterampilan pada penilaian tidak sesuai dengan indikator, (4) kurang memperlihatkan HOTS pada bagian C5, (5) penilaian produk mengacu pada benda, sedangkan unjuk kerja mengacu pada praktik, (6) kegiatan pembelajaran lebih diperhatikan supaya kondisi kelas tetap kondusif dengan model pembelajaran tipe PBL. Dari saran dan masukan di atas, peneliti revisi menjadi: (1) menambahkan penilaian dan sumber belajar pada silabus, (2) mengubah dan menambahkan komponen Condition dan Degree pada tujuan pembelajaran sesuai indikator, (3) menyamakan penilaian keterampilan dengan indikator pembelajaran, (4) memperhatikan kembali HOTS pada bagian C5 lalu menggantinya, (6) melihat kembali kegiatan pembelajaran dan mengubah sedikit pada bagian analisis masalah dengan menggunakan sebuah tayangan video supaya keadaan kelas tetap kondusif. seluruh

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 D. Uji Coba Terbatas 1. Data uji coba terbatas Peneliti melakukan validasi produk perangkat pembelajaran melalui uji coba terbatas dengan guru kelas 2B SD Negeri Dayuharjo dan teman sejawat sebagai penilai untuk pembanding. Uji coba produk dilakukan pada tangggal 24, 25 , 26, dan 28 September 2018 dengan Tema 2 Subtema 4 pembelajaran 1, 2, 3, dan 5 di kelas 2B SD Negeri Dayuharjo. Terdapat 2 (dua) tipe pembelajaran yaitu tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan tipe Problem Based Learning (PBL) yang masing-masing tipe diujicobakan selama dua hari, dengan dua hari melaksanakan pembelajaran tipe STAD dan dua hari melaksanakan pembelajaran tipe PBL. Jumlah jam uji coba produk selama sehari adalah 5 JP (5x35 menit) pada masingmasing pembelajaran. Terdapat beberapa aspek penilaian terhadap komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan uji coba guru. Komponen yang dimaksud yaitu, (1) pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan model pembelajaran inovatif, (2) penerapan pendekatan scientific, (3) pengembangan keterampilan abad 21, (4) penguasaan materi, (5) student centered, (6) pengembangan HOTS dalam kegiatan pembelajaran, (7) managemen kelas, (8) penilaian autentik. Kemudian, aspek penilaian terhadap komponen pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dinilai oleh teman sejawat memiliki komponen 1) pencapaian indikator siswa dalam pembelajaran, 2) keterllibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, 3) melaksanakan pendekatan scientific pada siswa, 4) perasaan siswa saat mengikuti pembelajaran, 5) keasyikan siswa dalam mengikuti pembelajaran, 6) keterlibatan siswa dalam penggunaan media, 7) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran, dan 8) pengembangan kemampuan 4C pada siswa. Keberhasilan uji coba produk dilihat juga dari respon siswa saat diberikan pembelajaran inovatif model STAD dan PBL. Siswa terlibat aktif

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 mengikuti pembelajaran, senang, dan keberhasilan siswa memperoleh materi pembelajaran. Berdasarkan hasil uji coba di kelas 2B selama 4 hari, peneliti merata-rata skor yang diperoleh pada pembelajaran tipe STAD yaitu 4,56 dengan kategori “sangat baik”. Bapak N memberikan komentar pada beberapa komponen yang disimpulkan oleh peneliti yaitu: (1) sintaks model pembelajaran, (2) media pembelajaran. Komentar yang diberikan Bapak N yaitu: (1) sintaks rekognisi tidak begitu terlihat, (2) media pembelajaran kurang berfungsi. Kemudian, peneliti juga merata-rata skor yang diperoleh pada pembelajaran tipe PBL yaitu 4, 32 dengan kategori “sangat baik”. Bapak Ndaru memberikan komentar pada beberapa komponen yaitu: (1) HOTS, (2) pendekatan scientific. Komentar yang diberikan Bapak Ndaru adalah (1) pertanyaan yang disampaikan pada saat kegiatan pembelajaran kurang menunjukkan HOTS, (2) pendekatan scientific yaitu mengamati kurang terlihat. Hasil uji coba tersebut juga dinilai oleh teman sejawat. Berdasarkan hasil uji coba pada tipe STAD, teman sejawat memberi rata-rata 4,00 dengan kategori “baik” yang disertai komentar 1) siswa masih asyik bermain sendiri pada saat kegiatan pembelajaran, 2) siswa belum mampu berkalaborasi dengan teman kelompoknya, 3) belum semua siswa terlibat dalam penggunaan media. Selanjutnya, hasil uji coba pada tipe PBL, teman sejawat memberi rata-rata 4,12 dengan kategori “baik” yang disertai komentar 1) tahap menalar terlewatkan, 2) siswa belum melakukan pendekatan scientific seluruhnya, karena alokasi waktu yang kurang menjadikan semua siswa tidak dapat pada tahap mengkomunikasikan. Perangkat pembelajaran yang telah diujicobakan dan dinilai oleh guru kelas 2 dan teman sejawat tersebut direvisi sesuai dengan masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut:

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Tabel 4.3 Komentar Guru Kelas 2 saat Uji Coba Produk Tipe STAD No Aspek yang dinilai Komentar Revisi Sintaks Pembelajaran 2 Melaksanakan sintaks Bagian sintaks Memperbaiki produk model rekognisi tidak begitu dengan menambahkan pembelajaran terlihat, karena sintaks rekognisi yang inovatif. penghargaan diberikan lebih nyata. di sela-sela soal kuis. Media Pembelajaran 8 Keberagaman Media yang dibuat Memperbaiki kembali media pada pembelajaran saat media pembelajaran. ini kurang menarik. pembelajaran supaya lebih menarik sesuai dengan indikator. Tabel 4.4 Komentar Guru Kelas 2 saat Uji Coba Produk Tipe PBL No Aspek yang dinilai Komentar Revisi Pendekatan Scientific 3 Penerapan Pada pendekatan pembelajaran, scientific saat pada mengamati siswa. terlewatkan. kegiatan Lebih memperhatikan bagian kembali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan scientific. HOTS 9 Pengembangan HOTS Pertanyaan yang Lebih memperhatikan dalam disampaikan pada saat ketika pertanyaan

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 kegiatan kegiatan pembelajaran kepada siswa supaya pembelajaran. kurang menunjukkan pengembangan HOTS HOTS. dapat tersampaikan pada siswa. Tabel 4.5 Komentar Teman Sejawat saat Uji Coba Produk Tipe STAD No 2 Aspek yang dinilai Komentar Revisi Keterlibatan siswa Beberapa siswa belum Mendekati siswa dan dalam kegiatan ikut pembelajaran aktif dalam memberikan pembelajaran ice pada breaking pembelajaran saat agar siswa kembali fokus dan aktif dalam kegiatan pembelajaran 5 Keasyikan siswa Beberapa siswa masih Mendampingi mengikuti kegiatan asyik bermain sendiri, dan pembelajaran belum memusatkan seluruhnya perhatiannya mengikuti siswa kembali kegiatan pada pelajaran. pembelajaran. 6 Penggunaan media Beberapa siswa tidak Kedepannya pada siswa menggunakan media menyediakan media lebih banyak agar siswa dapat memegang media sendiri-sendiri. 8 Kemampuan pada siswa 4C Siswa mampu masih belum Membimbing berkalaborasi agar mau siswa mengenal

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 dengan teman dekat kelompoknya kelompoknya sehingga dapat berkalaborasi bersama. Tabel 4.6 Komentar Teman Sejawat saat Uji Coba Produk Tipe PBL No 3 Aspek yang dinilai Pelaksanaan Komentar Revisi 5M Ada satu contoh tahap Lebih dalam yang belum terlaksana, waktu supaya semua pembelajaran yaitu tahap siswa ada pada tahap mengkomunikasikan 7 mengkoordinir Siswa memperoleh Pengalaman mengkomunikasikan. yang Menggali pengalaman pengalaman dalam diperoleh siswa cukup siswa dengan meminta pembelajaran menyenangkan, tetapi siswa kurang bermakna menulis lembar refleksi. 2. Revisi Uji Coba Revisi uji coba dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan guru kelas 2 setelah uji coba yang dilakukan. Guru kelas 2 tersebut memberi masukan pada komponen (1) sintaks pembelajaran bagian rekognisi yang belum terlihat. Peneliti memperbaiki produk dengan menambahkan pada bagian sintaks rekognisi yang lebih nyata, (2) media pembelajaran yang kurang menarik. Peneliti memperbaiki kembali media pembelajaran supaya lebih menarik sesuai dengan indikator, (3) pertanyaan yang disampaikan kurang menunjukkan HOTS. Peneliti lebih memperhatikan ketika pertanyaan kepada siswa supaya pengembangan HOTS dapat tersampaikan pada siswa., (4) pendekatan scientific bagian mengamati belum terlihat. di

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Peneliti lebih memperhatikan kembali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan scientific. Penilaian oleh teman sejawat juga peneliti revisi sebagai dasar perbaikan untuk selanjutnya. Hasil yang peneliti revisi, menjadi 1) mendekati siswa dan memberikan ice breaking pada saat pembelajaran agar siswa kembali fokus dan aktif dalam kegiatan pembelajaran pada aspek keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, 2) mendampingi siswa dan memusatkan perhatiannya kembali pada pelajaran pada aspek Keasyikan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, 3) menyediakan media lebih banyak agar siswa dapat memegang media sendiri-sendiri pada aspek penggunaan media pada siswa, 4) membimbing siswa agar mau mengenal dekat kelompoknya sehingga dapat berkalaborasi bersama pada aspek kemampuan 4C pada siswa, 5) lebih mengkoordinir waktu supaya semua siswa ada pada tahap mengkomunikasikan pada aspek pelaksanaan 5M dalam pembelajaran, dan 6) menggali pengalaman siswa dengan meminta siswa menulis di lembar refleksi pada aspek siswa memperoleh pengalaman dalam pembelajaran. E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan Peneliti memperoleh produk akhir berupa saran serta perbaikan dari kedua validator yaitu mahasiswa PPG dan dan seorang guru kelas 2 SD sebagai pelaksana Kurikulum 2013. Peneliti melakukan revisi sebanyak 2 kali untuk mencapai hasil akhir. Revisi dilakukan pada saat peneliti membuat produk awal berdasarkan masukan yang diberikan dari validator. Kemudian revisi kedua dilakukan setelah peneliti melakukan uji coba produk perangkat pembelajaran di kelas 2B. Berdasarkan uji coba tersebut peneliti mendapat masukan dari guru kelas 2B. Masukan dari guru digunakan sebagai revisi akhir terhadap produk perangkat pembelajaran yang telah peneliti buat, sehingga menjadi produk akhir. Produk akhir dikemas menjadi satu jilid yang berisi (1) Progam Tahunan (Prota), (2) Progam Semester (Prosem), (3) Silabus, (4) 6 set Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta pemetaan, rangkuman materi,

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan instrumen penilaian serta soal evaluasi untuk kelas 2 SD. 1. Kajian Produk Akhir Produk akhir yang berupa perangkat pembelajaran telah direvisi sesuai dengan masukan dan saran dari kedua validator, yaitu mahasiswa PPG dan guru kelas 2B. Peneliti memperbaiki RPP sesuai dengan masukan dan saran dari kedua validator tersebut. Perangkat pembelajaran yang peneliti buat yaitu (1) Progam Tahunan (Prota), (2) Progam Semester (Prosem), (3) Silabus, (4) 6 set Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta pemetaan, rangkuman materi, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan instrumen penilaian serta soal evaluasi untuk kelas 2 SD. Komponen yang terdapat pada Prota yaitu (1) identitas lengkap, (2) tema, subtema, dan alokasi waktu, dan (3) minggu belajar efektif (MBE). Identitas lengkap meliputi kelas, satuan pendidikan, dan tahun ajar, kemudian MBE yang berjumlah 16 minggu. Prosem juga memiliki komponen yaitu , (1) identitas lengkap, (2) tema, subtema, dan alokasi waktu, dan (3) materi dengan kompetensi dasar (KD). Identitas lengkap pada prosem meliputi kelas, semseter, satuan pendidikan, dan tahun ajar, selanjutnya materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan KD serta alokasi waktu yang proporsional. Kemudian silabus, yang memuat komponen (1) identitas, KI, dan KD, (2) materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Terakhir yaitu RPP, yang memuat komponen (1) identitas RPP, (2) KI, (3) KD dan tujuan pembelajaran (4) rangkuman materi ajar, (5) pendekatan, model, dan metode pembelajaran, (6) media pembelajaran atau bahan dan sumber belajar, (7) kegiatan pembelajaran, (8) LKPD, (9) penilaian, (10) lampiran. Pertama, identitas RPP berisikan nama satuan pendidikan, kelas/semester, tema dan subtema pembelajaran, muatan pelajaran yang terkait, alokasi waktu. Satuan pendidikan tempat peneliti mengujicoba produk yaitu SD Negeri Dayuharjo, dengan tema 2 subtema 4 kelas 2.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Kedua adalah Kompetensi Inti (KI) yang merupakan gambar secara kategorial mengenai kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada suatu jenjang pendidikan. Ketiga, Kompetensi Dasar (KD), indikator, dan perumusan tujuan pembelajaran. KD merupakan kompetensi dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dipelajari dan dikuasai peserta didik untuk suatu muatan pelajaran pada kelas tertentu. Indikator pembelajaran diturunkan dari KD. Indikator disusun sesuai dengan kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual. Untuk muatan pelajaran PPKn, kompetensi yang dicapai oleh peserta diik yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual. Sedangkan kompetensi untuk muatan pelajaran selain PPKn yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP, dan PJOK hanya mencangkup kompetensi pengetahuan dan keterampilan saja. Tujuan pembelajaran dirumuskan mengacu pada rumusan indikator dengan memuat komponen ABCD, yaitu A (Audience), B (Behavior), C (Condition), dan D (Degree). Keempat, rangkuman materi ajar yang berisikan materi pokok pembelajaran seluruh muatan pelajaran pada hari tersebut. Kelima, pendepatan, model, dan metode pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang peneliti gunakan adalah pendekatan scientific sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Model pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Student Teams Achievement Divison (STAD) dan Problem Based Learning (PBL). Kemudian, metode pembelajaran yang digunakan adalah penyelidikan, tanya-jawab, penugasan, evaluasi, diskusi. Keenam, yaitu media pembelajaran atau sumber belajar. Media pembelajaran yang peneliti gunakan adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), lirik lagu, gambar-gambar, video, serta media-media konkret lainnya yang sesuai dengan materi ajar. Selanjutnya sumber belajar siswa sangat beragam. Siswa dapat memperoleh dari buku pelajaran, internet, dan pengalaman sehari-hari siswa sendiri.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Ketujuh, kegiatan pembelajaran merupakan urutan kegiatan siswa di dalam kelas selama proses pembelajaran yang mengacu pada sintaks model pembelajaran. Kedelapan, yaitu LKPD. LKPD sebagai jembatan untuk siswa mencapai tujuan pembelajaran sebelum mengerjakan soal evaluasi. LKPD dirancang sesuai dengan indikator dan muatan pelajaran pada pembelajaran tersebut. Kesembilan, yaitu penilaian yang berisikan jenis, bentuk instrumen, pedoman penskoran, kunci jawaban, dan skor maksimal. Kesepuluh, yaitu lampiran-lampiran yang berisikan materi pembelajaran, media pembelajaran, LKPD, rubrik penilaian, dan lembar refleksi. Materi pembelajaran berisikan materi-materi muatan pembelajaran yang akan diajarkan pada hari tersebut. Media pembelajaran berisikan seluruh media yang akan menunjuang selama proses pembelajaran. Rubrik penilaian memuat soal dan kunci jawaban yang digunakan untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran selama sehari yang digunakan sebagai acuan memberi nilai atas pekerjaan siswa. LKPD berisikan panduan kegiatan belajar siswa yang dibuat menarik dan memberi kemudahan kepada siswa ketika belajar. Refleksi berisikan 4 (empat) buah pertanyaan mengenai pembelajaran hari ini yang tertuju pada perasaan dan tindak lanjut siswa setelah belajar selama sehari. Refleksi bertujuan sebagai sarana untuk mengingatkan kembali apa yang telah dipelajari, dan manfaat pembelajaran bagi siswa. F. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil validasi oleh dua validator pembelajaran inovatif yaitu mahasiswa PPG dan guru kelas 2 sebagai pelaksana Kurikulum 2013, dan pelaksana uji coba produk diperoleh bahwa perangkat pembelajaran tersebut termasuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rata – rata 4,24 Hasil tersebut dijabarkan pada tabel di bawah ini:

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Tabel 4.7 Rekapitulasi Validasi Pakar Pembelajaran Inovatif dan Guru SD Kelas 2 Terhadap Pelaksana Uji Coba No Validasi Perangkat Pembelajaran Skor 1 Pakar Validasi Pembelajaran Inovatif Model STAD (A) Pakar Validasi Pembelajaran Inovatif Model PBL (A) Pakar Validasi Pembelajaran Inovatif Model STAD (B) Pakar Validasi Pembelajaran Inovatif Model PBL (B) Guru Kelas 2 Model Pembelajaran STAD Guru Kelas 2 Model Pembelajaran PBL Teman Sejawat Model Pembelajaran STAD Teman Sejawat Model Pembelajaran PBL 2 3 4 5 6 7 8 Kategori 4,16 Baik 4,21 Baik 4,31 Sangat Baik 4,31 Sangat Baik 4,50 Sangat Baik 4,32 Sangat Baik 4,00 Baik 4,12 Baik Jumlah 33,93 Rata-rata 4,24 Kategori Sangat Baik 2. Pembahasan Pembelajaran inovatif sebagai bentuk kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran yang semula monoton, membosankan, menjenuhkan, menuju pembelajaran yang menyenangkan, variatif, dan bermakna (Shoimin, 2014: 21). Zuhdan, dkk (2011: 16), mengartikan perangkat pembelajaran merupakan alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Sesuai dengan mengembangkan pemaparan perangkat ahli pembelajaran di atas, inovatif peneliti telah dengan cara

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 menambahkan komponen-komponen dalam perangkat pembelajaran terutama pada perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar menjadi perangkat pembelajaran dengan model baru yang memenuhi karakteristik Kurikulum 2013. Perangkat pembelajaran yang peneliti kembangkan divalidasi oleh pakar pembelajaran inovatif dan di uji cobakan dengan dinilai oleh guru kelas dan teman sejawat. Hasil validasi dan uji coba produk akan dijabarkan sesuai dengan tipe pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dan Problem Based Learning (PBL). Tipe STAD merupakan salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok kecil siswa yang level kemampuan akademik yang berbeda-beda saling bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran (Huda, 2013: 201), sedangkan Pepkin (dalam Shoimin, 2014: 135), model pembelajan PBL merupakan model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Hasil validasi tersebut berpedoman pada 40 aspek yaitu: (1) identitas Progam Tahunan, (2) komponen lengkap Prota, (3) jumlah jam belajar efektif Prota, (4) proposi pembagiaan waktu Prota, (5) identitas Progam Semester (Prosem), (6) komponen lengkap prosem, (7) kesesuaian materi pokok, (8) identitas silabus, (9) materi pokok silabus, (10) keterkaitan komponen silabus, (11) identitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (12) rumusan indikator dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), (13) tujuan pembelajaran, (14) materi pembelajaran, (15) rumusan tujuan pembelajaran yang mengandung satu jenis tingkah laku, (16) strategi pembelajaran, (17) media pembelajaran, (18) sumber belajar, (19) evaluasi, (20) pengembangan High Order Thinking Skill (HOTS), (21) kegiatan pembelajaran, (22) karakteristik model pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran, (23) rancangan kegiatan pembelajaran dengan sintaks, (24) pengembangan pendekatan scientific, (25) pengembangan abad 21, (26) instrumen evaluasi, (27)

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 kesesuaian jenis media dengan tipe pembelajaran, (28) penyajian materi dalam media, (29) keharmonisan tata letak media, (30) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sesuai dengan materi, (31) kelayakan isi LKPD, (32) kelayakan bahasan pada LKPD, (33) kegiatan siswa dalam LKPD, (34) kelayakan tampilan LKPD, (35) kelayakan penyajian pada LKPD, (36) penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI, (37) bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, (38) bahasa yang komunikatif, (39) bahasa jelas dan mudah dipahami, (40) kejelasan petunjuk atau arahan. Pada validasi produk perangkat pembelajaran tipe STAD, mahasiswa PPG memberi skor 4,16 dengan kategori “baik”, sedangkan guru kelas 2 memberi skor 4,31 dengan kategori “sangat baik”. Keseluruhan hasil validasi produk pada tipe STAD didapatkan rerata 4, 23 dengan kategori “sangat baik”. Kemudian, hasil validasi produk perangkat pembelajaran tipe PBL, mahasiswa PPG memberi skor 4,21 dengan kategori “baik”, sedangkan guru kelas 2 memberi skor 4, 31 dengan kategori “sangat baik”. Keseluruhan hasil validasi produk tipe PBL didapatkan rerata 4, 52 dengan kategori “sangat baik”. Produk yang dikembangkan sesuai dengan spesifikasi produk yang telah dipaparkan pada bab I. Pertama, cover dengan judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema bermain di tempat wisata mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas 2 sekolah dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu pendidikan guru sekolah dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu keguruan dan ilmu pendidikan, universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. Kedua, produk dicetak ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram dengaan sampul dicetak menggunakan kertas ivory 230 supaya produk terlihat rapi dan bagus, serta format tulisan menggunakan theme font “times new rowman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Ketiga, kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. Keempat, daftar isi yang terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Kelima, produk yang dikembangkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari Progam Tahunan (prota), Progam Semester (prosem), silabus, dan RPP. Keenam, program tahunan untuk kelas 2 SD semester gasal. Program tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Prota dibuat sesuai dengan kalender tahun pelajaran baru. Komponen-komponen dalam menyusun prota: (1) Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan (2) Format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Ketujuh, Perangkat pembelajaran program semester untuk kelas 2 SD semester gasal. Program Semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat kalender dari semester gasal. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Kedelapan, Perangkat pembelajaran silabus untuk kelas 2 SD semester gasal. Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar pembelajaran dan rancangan penilaian. materi pelajaran, kegiatan Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu ataukelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup satndar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Kesembilan, Perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator,

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 dan tujuan pebelajaran; 4) pendekatan, tipe dan metode; 5) sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi 9) lampiran yang berisi LKS, media dan rubrik penskoran yang berjumlah enam set. Kesepuluh, Peneliti menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat tanda baca, dan kata penghubung. Dengan demikian, produk yang dikembangkan peneliti dapat dikatakan memiliki kualitas yang “sangat baik” dan layak diujicobakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division dan Problem Based Learning yang mengacu pada Kurikulum 2013.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan peneliti menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. a. Berdasarkan validasi perangkat pembelajaran inovatif tipe Student Teams Achievement Divison (STAD), kedua validator yaitu pakar dan guru kelas 2 memberi rerata 4, 23 dengan kategori “sangat baik”, sedangkan validasi perangkat pembelajaran inovatif tipe Problem Based Learning (PBL), kedua validator yaitu pakar dan guru kelas 2 memberi rerata 4, 25 dengan kategori “sangat baik”. b. Berdasarkan instrumen uji coba, guru memberikan skor 4, 56 dengan kategori “sangat baik” pada tipe STAD, dan skor 4, 32 dengan kategori “sangat baik” pada tipe PBL. Kemudian teman sejawat memberikan skor 4,00 dengan kategori “baik” pada tipe STAD, dan skor 4,12 dengan kategori “baik” pada tipr PBL. Belum semua aspek terpenuhi oleh peneliti. Oleh karena itu, guru dan teman sejawat memberikan beberapa masukan. Jika digabungkan antara hasil validasi pakar dan guru maka diperoleh skor rata-rata 4, 24 dengan kategori “sangat baik” karena produk sudah mencapai aspek yang ada pada instrumen validasi, maka produk layak diujicobakan ke sasaran yang lebih luas. 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 B. Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan Penelitian yang dilakukan ini masih mempunyai banyak keterbatasan yang dirasakan oleh peneliti, adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Analisis kebutuhan yang berupa wawancara hanya dilakukan kepada 2 (dua) orang guru Sekolah Dasar, sehingga infomasi yang diperoleh tidak banyak. 2. Prosedur pengembangan tidak sampai pada tahap produksi massal karena keterbatasan waktu dan biaya. 3. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif hanya dilaksanakan di satu sekolah dasar yaitu SD Negeri Dayuharjo karena keterbatasan waktu dan biaya. C. Saran 1. Wawancara untuk analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan oleh lebih dari 2 (dua) orang guru kelas 2 Sekolah Dasar sebagai pelaksana Kurikulum 2013 sehingga data yang dihasilkan lebih jelas menunjukkan kebutuhan para guru. 2. Produksi massal seharusnya dilakukan untuk memberikan contoh pada guru-guru mengenai perangkat pembelajaran yang inovatif. 3. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif dilaksanakan di beberapa sekolah dasar untuk mengetahui keberhasilan kualitas produk.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 DAFTAR REFERENSI Ahmadi, R. (2014). Pengantar Pendidikan: Asas dan Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Akbar, S. (2015). Implementasi Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. Malang: PT Remaja Rosdakarya Offset. Daryanto. (2014). Pembelajaran Tematik, Terpadu, Terintegrasi (kurikulum 2013). Yogyakarta: Gava Media. Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia. Huda, M. (2013). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Malang: Pustaka Pelajar. Kurinasih, I dan Sani, B (2014). Implementasi Kurikulum 2013: Konsep dan Penerapan. Surabaya: Kata Pena. Majid, A. (2011). Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Kompetensi Guru. Bandung: Rosdakarya. Majid, A. (2013). Strategi Pembelajaran Remaja. Bandung: Rosdakarya. Majid, A dan Rochman, C (2014). Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. Notoatmodjo, S. (2013). Promosi Kesehatan dan Peilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Permendikbud RI No.65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan. Permendikbud RI No.67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Prastowo, A. (2013). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press. Prastowo, A. (2015). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu. Jakarta: Prenadamedia Group. Sani,R. (2016). Penilaian Autentik. Jakarta: Bumi Aksara.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Sanjaya, Wina. (2013). Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode, dan Prosedur. Jakarta: Kencana Media Grup. Sarinah. (2015). Pengantar Kurikulum. Yogyakarta: Deepublish. Setyosari. (2010). Metodologi dan Pengembangan. Malang: Kencana Prenada Media Grup. Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Slavin, Robert. (2011). Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik. Jakarta: Pemata Puri Media. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukardjo. (2008). Kumpulan Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Prodi Teknologi Pembelajaran UNY. Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Masmedia Buana Pustaka. Trianto. (2010) Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: PT Bumi Aksara. Trianto. (2010). Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prestasi Pustakakarya. Trianto. (2012). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara. Trianto. (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Prenadamedia Group. Trisnamansyah. (2014). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Pustaka Setia. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Yani dan Mamat. (2018). Teori dan Implementasi Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Bandung: Refika Aditama.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 LAMPIRAN

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Lampiran 1. Surat Ijin Observasi

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Lampiran 3. Surat Keterangan Penelitian

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Lampiran 4. Pedoman Wawancara No Pertanyaan 1 Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013 ? 2 Apakah bapak/ibu pernah mengikuti pelatihan kurikulum SD 2013 ? 3 Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013 ? 4 Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013 ? 5 Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran ? 6 Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa ? 7 Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran ? 8 Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda ? 9 Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter ? 10 Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? 11 Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? 12 Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas ? 13 Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain ? apakah modelnya itu ? 14 Apakah bapak/ibu mengetahui pembelajaran inovatif ? 15 Kesulitan apa sajakah yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif ? 16 Bagaimana cara mengatasai kesulitan yang dialami ? 17 Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntuan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu ?

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 18 Apakah bapak/ibu masih memerlukan bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, model pembelajaran kooperatif, model quantum d.s.b)? 19 Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas ? 20 Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk pengembangan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 21 Menurut bapak/ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini ? 22 Apakah bapak/ibu sudah memahami tentang jenis belajar menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi ?

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Lampiran 5. Pedoman Observasi Guru No. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2 Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan 3 sebagai pengantar memulai pelajaran 4 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5 Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti 6 Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan 7 dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan 8 tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik 9 siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik 10 siswa 11 Guru menerepkan 5M pada siswa 12 Guru menggunakan bahasa baku yang baik 13 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 14 Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara 15 verbal dan non-verbal 16 Guru tidak berpaku pada satu tempat 17 Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari 18 Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada 19 pembelajaran 20 Guru dapat mengkondisikan kelas dengan baik 21 Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan 22 menarik 23 Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup 24 Guru membuat ringkasan secara lisan 25 Guru membuat ringkasan secara tertulis 26 Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang 27 telah dilakukan 28 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 29 Guru memberikan evaluasi kepada siswa 30 Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Lampiran 6. Lembar Observasi Siswa No. Pernyataan 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi 4. Siswa mengajukan pertanyaan 5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Lampiran 7. Hasil Observasi Guru dan Siswa SD N Dayuharjo

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Lampiran 7.1 Hasil Observasi Guru dan Siswa SD N Percobaan

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Lampiran 8. Instrumen Validasi RPP Aspek yang dinilai No Prota (progam tahunan) Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun 1 pelajaran). Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 2 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah 3 alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. 4 Prosem (progam semester) Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan 1 pendidikan, tahun pelajaran). Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, 2 alokasi waktu). Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), 3 serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar 1 (KD), dan tema/subtema. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, 2 dan sumber belajar.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. 3 RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, 1 tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 2 Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat 3 diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, 4 susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat 5 diamati dan diukur. Strategi 6 Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 7 Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 8 Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian 9 evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / 10 HOTS). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran 11 cooperatif learning model STAD dan PBL

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Rancangan 12 kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran cooperatif learning model STAD dan PBL Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) 13 model pembelajaran cooperatif learning model STAD dan PBL Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, 14 menalar dan mengkomunikasikan. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis 15 (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). 16 Media Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang 1 dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan 2 materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam 3 mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD (lembar kerja peserta didik) LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, 1 setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai 2 perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda 3 baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Kelayakan 4 kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian huruf yang 5 digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, 6 penyajian materi LKPD yang disertai obyek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subyek belajar). Bahasa Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa 1 Indonesia). Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 2 Bahasa yang digunakan komunikatif. 3 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 4 Kejelasan petunjuk/arahan. 5

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Lampiran 9. Instrumen Validasi Uji Coba Produk NO Kegiatan Pembelajaran 1 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. 2 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai pembelajaran inovatif yang digunakan. 3 Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. 4 Guru telah mengembangkan keterampilan belajara dasar abad 21 (Berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) 5 Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6 Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7 Pembelajaran berpusat pada siswa. 8 Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. 9 Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. 10 Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. 11 Guru mengembangkan pendidikan karakter. 12 Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. 13 Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. 14 Guru melaksanakan penilaian otentik. dengan sintaks model

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lampiran 10. Hasil Validasi RPP model Student Teams Achievement Division oleh pakar pembelajaran inovatif

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Lampiran 10.1 Hasil Validasi RPP model Problem Based Learning oleh pakar pembelajaran inovatif

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Lampiran 10.2 Hasil Validasi RPP model Student Teams Achievement Division oleh guru

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran 10.3 Hasil Validasi RPP model Problem Based Learning oleh guru

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Lampiran 11. Hasil Uji Coba Produk Model Student Teams Achievement Division

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Lampiran 11.1 Hasil Uji Coba Produk Model Problem Based Learning

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Lampiran 12. Dokumentasi Penelitian Peneliti sedang membimbing siswa menggunakan media Siswa sedang memperhatikan penggunaan media yang dicontohkan oleh peneliti dan salah seorang siswa Siswa menyelesaikan LKPD secara berkelompok Siswa menyelesaikan LKPD secara berkelompok Kondisi kelas 2B saat pembelajaran

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Lampiran 13. Biodata Penulis BIODATA PENULIS Agnes Dinda Kurnia Rejeki lahir di Magelang, 01 November 1996. Pendidikan pertama penulis tempuh di TK Pembina Kalinegoro pada tahun 2002-2003. Peneliti melanjutkan sekolah dasar di SD Negeri Kalinegoro 5 dan lulus pada tahun 2009, selanjutnya peneliti menempuh sekolah di Sekolah Menengah Pertama Tarakanita Magelang kemudian lulus pada tahun 2012. Pada tahun 2012-2015, peneliti terdaftar sebagai siswa di salah satu sekolah swasta di Magelang yaitu SMK Kesdam IV/Diponegoro dengan bidang keahlian Analis Kesehatan, kemudian peneliti meneruskan pendidikannya sebagai mahasiswa di Universitas Sanata Dharma mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1). Masa pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan menyusun tugas akhir yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar”.

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran 14 (Produk Buku Dicetak Terpisah)

(159)

Dokumen baru

Download (158 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1
5
190
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema kegiatan malam hari untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
151
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku dan teman baru untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
0
114
Pengembangan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 untuk siswa kelas V pada tema 3 `Kerukunan dalam Bermasyarakat`.
0
2
356
Pengembangan perangkat pembelajaran sub tema keunikan daerah tempat tinggalku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
1
174
Pengembangan prototype perangkat pembelajaran kurikulum 2013 sub tema Kegiatan Ekstrakurikulerku untuk siswa kelas II SD dengan pendekatan kontekstual.
0
0
209
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
6
269
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Kegiatan Siang Hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
194
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
204
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema anggota keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
197
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
270
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
160
Show more