PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar sarjana pendidikan Program studi pendidikan

Gratis

0
0
171
9 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar sarjana pendidikan Program studi pendidikan guru sekolah dasar Disusun oleh: STELLAMARIS BECTI SUSANTI 091134011 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya tulis kupersembahkan kepada:

  1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan rahmat Dan karunia yang indah kepadaku

  2. Bunda Maria sebagai Bunda perantara doa doa ku kepada Tuhan Yesus Kristus

  3. Kedua orangtua, simbah, serta adikku yang selalu memberi dukungan dengan penuh kasih

  4. Para almamater Universitas Sanata Dharma

  5. Dosen Pengajar PGSD

  6. Teman-teman yang selalu memberi dukungan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO

Saya mau mencurahkan waktu, uang, tenaga dan pikiran untuk terus belajar dan berjuang sampai saya mencapai impian saya. (Tung Desem Waringin) Semakin keras Anda bekerja, semakin tidak mudah Anda menyerah. (Vince Lombardi) Jika Anda punya kemauan untuk menang, Anda sudah mencapai separuh sukses. Jika Anda tidak punya kemauan untuk menang, Anda sudah mencapai separuh kegagalan.

  (David V.A. Ambrose)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

  Becti Susanti, Stellamaris. 2013. Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terhadap

  Kemampuan Mengevaluasi Dan Mencipta Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. Yogyakarta : Universitas

  Sanata Dharma. Kata kunci: inkuiri, kemampuan mengevaluasi, kemampuan mencipta, mata

  pelajaran IPA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen tipe non- Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD equivalent kontrol design. Kanisius Sorowajan. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VA sebanyak 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VB sebanyak 36 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa satu soal essay untuk kemampuan mengevaluasi dan dan satu soal essay untuk kemampuan mencipta. Instrumen tersebut telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas berdasarkan analisis statistik. Pengumpulan data dilakukan dengan memberi soal pretest dan posttest, dan data diolah menggunakan program SPSS 20 for windows dengan menggunakan lima tahap untuk kedua kelompok yaitu: uji perbedaan pretest, uji kenaikan skor pretest ke posttest, uji selisih skor pretest, uji besar pengaruh dan uji beda posttest 1 dan posttest 2 baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta. hal ini ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) kemampuan mengevaluasi > 0,05 yaitu 0,881 dengan nilai M = -,23 , SE = -,09 untuk kelompok kontrol dan nilai M = M = -0,25, SE = 0,11 untuk kelompok eksperimen. sehingga H l diterima dan H ditolak. Dengan

  nu i

  kata lain, metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi. Begitu juga untuk kemampuan mencipta, hasil analisis statistik menunjukkan harga sig.(2-tailed) yaitu 0,794 dengan nilai M= M = -0,05 ,

  

SE = 0,08 untuk kelompok kontrol dan nilai M = -0,02, SE = 0,11 untuk kelompok

eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ABSTRACT Becti Susanti, Stellamaris. 2013. The Influence of the use inquiry method toward th the ability to evaluation and creat for science subject in 5 grade Kanisius Sorowajan Elementary. Yogyakarta :Sanata Dharma University. Keyword: inquiry methods, the ability to evaluate, the ability to create, in science studies

  This study conducted to find out the effect of inquiry method of science about

matter of simple aircraft which connected with cognitif ability include evaluate and

creat students’ class V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta in academic year

2012/2013.

  The type of research that is used is non-equivalent control design type of non-

experimental research. The population of the research are all class V students of SD

Kanisius Sorowajan .The sampel of the research are Class VA with the total

number of 36 students as class experiments and Class VB with the total number of

36 students as class control. The research instrument is an essay to know the

evaluation abilities and an essay to know the creation ability. The instruments are

qualified validity and reliability based on statistical analysis. Data collection is done

by giving a matter of pretest and posttest, and the data is being processed using

SPSS 20 for windows by using the five steps for both groups: pretest difference test,

test scores rise pretest to posttest, pretest score difference test, test and test of the

influence of different posttest 1 and posttest 2 either control group or the

experimental group.

  The results showed that the method of inquiry does not significantly affect the

ability to evaluate and to create. This is indicated by price sig. (2-tailed) ability to

evaluate > 0.05 is 0.881 with a value of M = -, 23, SE = -, 09 for the control group

and the value of M = M = -0.25, SE = 0 , 11 for the experimental group. so H nu l

acceptable and H i rejected. In other words, the method of inquiry does not

significantly affect the ability to evaluate. As well as for the ability to create, the

statistical analysis showed sig price. (2-tailed) is 0.794 with a value of M = M = -

0.05, SE = 0.08 for the control group and the value of M = -0.02, SE = 0.11 for the

experimental group.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  KATA PENGANTAR Pujidan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, kasih dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terhadap Kemampuan

  

Mengevaluasi Dan Mencipta Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Kanisius

Sorowajan Yogyakarta, tepat pada waktunya.

  Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak maka skripsi ini tidak akan cepat selesai tepat pada waktunya. Karena itu, pada kesempatan ini, dengan hati yang tulus penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Rohandi Ph.D, Selaku Dekan Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan

  2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sekaligus dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, masukan serta motivasi dengan penuh kesabaran dari awal penyusunan hingga selesai.

  3. E. Catur Rismiati, S.Pd.,M.A.,Ed.D., selaku Wakaprodi PGSD

  4. Agnes Herlina D H, S.Si., M.T., M.Sc, selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan.

  5. B. Suwardi, S.Pd selaku kepala Sekolah SD Kanisius Sorowajan yang telah memberi ijin untuk melakukan penelitian di SD Kanisius Sorowajan

  6. Yanuar Setyarso, S.Pd selaku guru mitra SD penelitian yang sudah banyak membantu proses penelitian sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar.

  7. Siswa kelas VA dan VB yang telah berkerja sama dalam penelitian ini sehingga penelitian berjalan dengan lancar

  8. Sekertariat PGSD yang telah membantu proses perijinan hingga skripsi ini dapat selesai

  9. Kedua orangtua dan adikku yang telah memberikan dukungan dan motivasi dalam pengerjaan karya ilmiah ini

  10. Teman-teman satu kelompok payung IPA ( Rita, Era, Ika, Lusia, Erming, Paulin, Ica, Yuni, Shiro, Pram, Danang, Sri, Dita, dan Berek) yang memberikan banyak masukan, bantuan dan semangat dalam mengerjakan karya ilmiah ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11. Paulus Andang Febry atas perhatian, semangat, motivasi dan doanya Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan. namun, penulis berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang akan melakukan penelitian ilmiah.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

  20 BAB III METODE PENELITIAN .............................................................................

  13 2.2 Penelitian Terdahulu ...........................................................................................

  17 2.2.1. Metode Inkuiri ...........................................................................................

  17 2.2.2. Proses Kognitif Mengevaluasi dan Mencipta ............................................

  17 2.3. Literature Map ...................................................................................................

  18 2.4 Kerangka Berfikir ...............................................................................................

  19 2.5 Hipotesis Penelitian ............................................................................................

  21 3.1. Jenis Penelitian ..................................................................................................

  12 2.1.2.1. Pembelajaran IPA ................................................................................

  21 3.2 Setting Penelitian ................................................................................................

  23 3.2.1. Lokasi Penelitian .......................................................................................

  23 3.2.2. Waktu Pengambilan Data ..........................................................................

  23 3.3. Populasi dan Sampel .........................................................................................

  24 3.4. Variabel Penelitian ............................................................................................

  24 3.5. Definisi Operasional ..........................................................................................

  25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12 2.1.2.2 Pesawat Sederhana ................................................................................

  9 2.1.2 Hakikat IPA ...............................................................................................

  JUDUL

  3 1.4. Manfaat Penelitian .............................................................................................

   HALAMAN

  HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................................... i HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................... ii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................. iii HALAMAN MOTTO ................................................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................................... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ....................................................... vi ABSTRAK .................................................................................................................. vii

  

ABSTRACT .................................................................................................................. viii

  KATA PENGANTAR ................................................................................................ ix DAFTAR ISI ............................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ....................................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. xiv DATRAR LAMPIRAN .............................................................................................. xv BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................................

  1 1.1. Latar Belakang Penelitian ..................................................................................

  1 1.2. Rumusan Masalah .............................................................................................

  3 1.3. Tujuan Penelitian ...............................................................................................

  3 1.4.1. Bagi Peneliti ...............................................................................................

  4 2.1.1.2. Proses Kognitif Mengevaluasi dan Mencipta ....................................

  3 1.4.2. Bagi Guru ...................................................................................................

  3 1.4.3. Bagi Siswa ..................................................................................................

  3 1.4.4. Bagi Sekolah ...............................................................................................

  3 BAB II LANDASAN TEORI .....................................................................................

  4 2.1. Kajian Pustaka ...................................................................................................

  4 2.1.1. Teori yang relevan .....................................................................................

  4 2.1.1.1. Metode Inkuiri ....................................................................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.6. Instrumen Penelitian ..........................................................................................

  26 3.7. Validitas dan Reliabilitas Instrumen .................................................................

  27 3.8. Teknik Pengumpulan Data ................................................................................

  30 3.9. Teknik Analisis Data .........................................................................................

  31 3.9.1. Uji Normalitas ...........................................................................................

  31 3.9.2. Uji Selisih ..................................................................................................

  32 3.9.2.1. Menguji Beda Skor Pretest ..................................................................

  32 3.9.2.2. Menguji Beda skor Pretest dan posttest ..............................................

  32 3.9.2.3. Menguji selisih Skor Pretest dan posttest ............................................

  33

  3.9.2.4. Menguji besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta .....................................................................................................

  33 3.9.2.5. Menguji retensi perlakuan ...................................................................

  34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................................

  35 4.1 Hasil penelitian ...................................................................................................

  35 4.1.1 Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan Mengevaluasi ..

  35 4.1.1.1 Perbandingan Skor Pretest kemampuan Mengevaluasi ..........................

  36 4.1.1.2. Perbandingan Skor Pretest dan posttest Kemampuan mengevaluasi .....

  37 4.1.1.3 Uji Selisih Skor Posttest Kemampuan Mengevaluasi .............................

  39 4.1.1.4 Uji besar pengaruh Terhadap Kemampuan Mengevaluasi ......................

  41 4.1.1.5 Uji retensi pengaruh kemampuan mengevaluasi .....................................

  41 4.1.2 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mencipta ........

  43 4.1.2.1 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mencipta .................................

  44 4.1.2.2. Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Mencipta ...........

  45 4.1.2.3. Uji selisih skor posttest kemampuan mencipta ......................................

  47 4.1.2.4. Uji besar pengaruh terhadap kemampuan mencipta ...............................

  49 4.1.2.5. Uji retensi pengaruh kemampuan mencipta ...........................................

  49 4.2 Pembahasan ........................................................................................................

  51 4.2.1. Kemampuan mengevaluasi .............................................................................

  51 4.2.2. Kemampuan mencipta ....................................................................................

  54 5.3. Saran ..................................................................................................................

  55 DAFTAR REFERENSI ..............................................................................................

  56

  

DAFTAR TABEL

HALAMAN Tabel 1. Desain Penelitian................................................................................

  40 Tabel 14. Uji Besar Pengaruh Terhadap Kemampuan Mengevaluasi .............

  50 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  49 Tabel 22. Uji Retensi Pengaruh Kemampuan Mencipta ..................................

  48 Tabel 21. Uji Besar Pengaruh Kemampuan Mencipta .....................................

  47 Tabel 20. Uji Selisih Skor Mencipta ................................................................

  46 Tabel 19. Uji Normalitas Skor Selisih Mencipta .............................................

  45 Tabel 18.Uji Kenaikan Skor Kemampuan Mencipta .......................................

  44 Tabel 17. Perbandingan Skor Pretest ...............................................................

  42 Tabel 16. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mencipta ...................................

  41 Tabel 15.Uji Retensi Pengaruh Kemampuan Mengevaluasi ............................

  39 Tabel 13. Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest ...............................................

  22 Tabel 2. Jumlah Siswa SD Kanisius Sorowajan ..............................................

  38 Tabel 12. Uji Normalitas Skor Mengevaluasi ..................................................

  37 Tabel 11. Uji Kenaikan Skor Mengevaluasi ....................................................

  36 Tabel 10. Perbandingan Skor Pretest dan Posttest ..........................................

  31 Tabel 9. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengevaluasi .............................

  30 Tabel 8. Pemetaan Instrumen ...........................................................................

  29 Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas ..........................................................................

  29 Tabel 6. Hasil Uji Validitas Semua Aspek.......................................................

  27 Tabel 5. Hasil Uji Validitas ..............................................................................

  23 Tabel 4. Matrik Pengembangan Instrumen ......................................................

  23 Tabel 3. Jadwal Penelitian................................................................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

HALAMAN Gambar 1. Contoh Pengungkit Jenis Pertama ..................................................

  14 Gambar 2. Contoh Pengungkit Jenis Kedua ....................................................

  14 Gambar 3. Contoh Pengunkit Jenis Ketiga ......................................................

  14 Gambar 4. Alat-Alat yang menggunakan Prinsip Bidang Miring....................

  15 Gambar 5. Contoh Penggunaan Katrol Tetap ..................................................

  15 Gambar 6. Contoh Katrol Bebas ......................................................................

  16 Gambar 7. Contoh Katrol Majemuk.................................................................

  16 Gambar 8. Roda Berporos Pada Sepeda ..........................................................

  16 Gambar 9. Bagan Penelitian-Penelitian Sebelumnya .......................................

  18 Gambar 10. Pemetaan Variabel........................................................................

  25 Gambar 11. Diagram Batang Skor Selisih Pretest-Posttest mengevaluasi ......

  40 Gambar 12. Grafik Skor Pretest hingga Posttest 2 mengevaluasi ...................

  43 Gambar 13. Diagram Batang Skor Selisih Pretest-Posttest mencipta .............

  48 Gambar 14. Grafik Skor Pretest hingga Posttest 2 mencipta ..........................

  51 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

HALAMAN

Lampiran 1. Silabus Kelompok Kontrol ........................................................

  59 Lampiran 2. Silabus Kelompok Eksperimen .................................................

  63 Lampiran 3. RPP Kelompok Kontrol .............................................................

  68 Lampiran 4. RPP Kelompok Eksperimen ......................................................

  81 Lampiran 5. Soal Essay Penelitian .................................................................

  99 Lampiran 6.Rubrik Penilaian ......................................................................... 102 Lampiran 7. Kunci Jawaban ........................................................................... 106 Lampiran 8. Hasil Analisis SPSS Uji Validitas dan Reliabilitas ................... 108 Lampiran 9. Rekap Nilai Kemampuan Mengevaluasi Uji Validitas dan Reliabilitas ..................................................................................................... 113 Lampiran 10. Rekap Nilai Kemampuan Mencipta Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................................................................................................ 115 Lampiran 11. Hasil Analisis SPSS Kemampuan Mengevaluasi .................... 117 Lampiran 12. Hasil Analisis SPSS Kemampuan Mencipta ........................... 125 Lampiran 13. Rekap Nilai Kemampuan Mengevaluasi Kelompok Kontrol .. 130 Lampiran 14. Rekap Nilai Kemampuan Mengevaluasi Kelompok Eksperimen 133 Lampiran 15. Rekap Nilai Kemampuan Mencipta Kelompok Kontrol ......... 137 Lampiran 16. Rekap Nilai Kemampuan Mencipta Kelompok Eksperimen .. 141 Lampiran 17. Hasil Jawaban Anak ................................................................ 145 Lampiran 18. Lembar Kerja Siswa ................................................................ 149 Lampiran 19. Foto-Foto Penelitian ................................................................ 152 Lampiran 20. Surat Ijin Penelitian ................................................................. 153 Lampiran 21. Surat Keterangan Penelitian .................................................... 154 Lampiran 22. Daftar Riwayat Hidup .............................................................. 155

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian. Keempat hal tersebut akan dijelaskan pada sub bab berikut ini.

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kemajuan suatu bangsa. Proses pendidikan terjadi melalui proses belajar mengajar yang terjadi di sekolah-sekolah. Khususnya pada mata pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). IPA menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan menggunakan metode yang mengaktifkan siswa. Pada proses pembelajaran siswa harus mampu mengevaluasi suatu masalah dan menciptakan sesuatu, menurut Anderson dan Krathwol (2010:125) mengevaluasi masalah dilakukan dengan membuat keputusan tentang kesesuaian suatu prosedur untuk menyelesaikan masalah tertentu dan membuat keputusan apakah dua objek itu sama atau berbeda. Proses kognitif yang terlibat dalam kemampuan mencipta yaitu penggambaran masalah, perencanaan solusi dan eksekusi solusi atau mampu melaksanakan rencana dengan baik.

  Fakta menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan di SD Kanisius Sorowajan masih bersifat tradisional, Hal ini dapat dilihat dari proses belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas masih menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Selama proses belajar mengajar siswa mendengarkan penjelasan dari guru, mencatat dan tidak ada satupun siswa yang bertanya. Pembelajaran yang dilakukan guru kurang mengembangkan kemampuan mengevaluasi dan mencipta khususnya pada mata pelajaran IPA karena siswa hanya menerima informasi dari guru saja. Pembelajaran ini apabila dilakukan secara terus menerus tidak akan mengembangkan dan tidak akan mengaktifkan siswa.

  Rendahnya kemampuan mengevaluasi dan mencipta dalam pembelajaran IPA disebabkan siswa tidak mengalami sendiri dan tidak menemukan serta memecahkan masalahnya sendiri, siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja dan melakukan apa yang diperintahkan oleh guru. Berdasarkan pengamatan pada tanggal 10 Januari 2013 di kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran yang dilakukan dikelas masih bersifat tradisional yaitu menggunakan metode ceramah, siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru dan siswa hanya mencatat ap yang disampaikan guru. Hal ini menyebabkan pembelajaran IPA menjadi kurang menarik dan kurang menyenangkan.

  Untuk mengatasi rendahnya kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada pembelajaran IPA maka akan diujicobakan metode pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Dari sekian banyak metode yaitu metode diskusi, metode pembelajaran kooperatif dan metode inkuiri, maka akan dipilih metode pembelajaran inkuiri. Menurut Gulo (dalam Trianto, 2010:166) strategi inkuiri adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, logis dan analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Menurut Sund and Trowbridge ( E. Mulyasa, 2007 : 109) Pada metode inkuiri terbimbing guru memberikan bimbingan dan pengarahan yang cukup luas. Dalam pelaksanaannya sebagian besar perencaan dibuat guru dan peserta didik tidak merumuskan permasalahan. Metode inkuiri terbimbing akan membantu siswa untuk menemukan sendiri masalah dalam pembelajaran sehingga siswa mampu mengembangkan kemampuan mengevaluasi dan mencipta. Menurut Sanjaya (2006.206) metode inkuiri memiliki keunggulan, keunggulan antara lain metode inkuiri menekankan pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor, dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka, metode inkuiri sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern, dan dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

  Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan metode inkuiri terbimbing pada kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta, mata pelajaran IPA dengan Standar Kompetensi 5 yaitu Memahami hubungan antaragaya, gerak, dan energi serta fungsinya. Kompetensi Dasar 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimental dengan tipe non equivalent

  control group design

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1.2 Rumusan Masalah

  1.2.1 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  mengevaluasi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa

  kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun ajaran 2012/2013?

  1.2.2 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  mencipta pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V

  SD Kanisius Sorowajan tahun ajaran 2012/2013?

  1.3 Tujuan Penelitian

  1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

  mengevaluasi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun ajaran 2012/2013.

  1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

  mencipta pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun ajaran 2012/2013.

  1.4 Manfaat Penelitian

  1.4.1 Bagi peneliti Peneliti mendapatkan pengalaman baru dalam merancang pembelajaran

  IPA menggunakan metode inkuiri dan mampu membuktikan keunggulan penggunaan metode inkuiri daripada menggunakan metode tradisional dalam pembelajaran IPA.

  1.4.2 Bagi guru Guru mendapat inspirasi dan pengalaman dalam menerapkan pembelajaran

  IPA di kelas menggunakan metode inkuiri pada materi pesawat sederhana dan guru mendapat wawasan mengenai metode pembelajaran yang kreatif di kelas.

  1.4.3 Bagi siswa Siswa memperoleh pengalaman belajar menggunakan metode inkuiri dan Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.

  1.4.4 Bagi sekolah Dapat menambah referensi bacaan yang meningkatkan wawasan.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB II

LANDASAN TEORI Pada bab II ini akan dibahas kajian pustaka tentang metode inkuiri, metode

  inkuiri terbimbing, proses kognitif, dan hakikat IPA serta hasil penelitian yang relevan. Selain itu pada bab ini akan dibahas kerangka berpikir dan hipotesis. Ketiga hal tersebut akan dijelaskan pada sub bab berikut ini.

  2.1 Kajian Pustaka

  2.1.1 Teori –teori yang Relevan

  2.1.1.1 Metode Inkuiri

  Penelitian ini menggunakan metode inkuiri karena metode tersebut mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran IPA. Metode ini juga dapat melatih siswa untuk menemukan sendiri masalah dalam pembelajaran dan menemukan cara pemecahan masalah tersebut.

  Roestiyah (2001:75) menyatakan bahwa inkuiri adalah suatu teknik atau cara yang digunakan guru untuk mengajar di depan kelas. Suryobroto (dalam Trianto 2009:166) menjelaskan bahwa inkuiri berasal dari bahasa inggris inquiry, yang berarti pertanyaan, pemeriksaan, atau penyelidikan. Menurut Sanjaya (2006:194) inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

  Gulo (dalam Trianto, 2010:166) berpendapat bahwa strategi inkuiri adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, logis dan analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

  Jadi metode inkuiri adalah metode pembelajaran yang menekankan kegiatan siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri dari kegiatan pembelajaran atau kegiatan yang dilakukan siswa tersebut Menurut Sanjaya (2006:196) prinsip-prinsip inkuiri terbimbing yang harus diperhatikan oleh guru antara lain:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Berorientasi pada pengembangan intelektual Tujuan utama inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Metode ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.

  Kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran dengan menggunakan inkuiri adalah siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.

  2. Prinsip interaksi Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan lingkungan. Guru perlu mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.

  3. Prinsip bertanya Kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan merupakan sebagian dari proses berpikir. Kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan. Berbagai jenis dan teknik bertanya perlu dikuasai oleh guru agar siswa mampu mengembangkan kemampuannya.

  4. Prinsip belajar untuk berpikir Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berfikir yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak yang paling kanan.

  5. Prinsip keterbukaan Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan kemungkinan sebagai hipotesis. Tugas guru adalah menyediakan ruangan untuk memberikan kesempatan kepada siswa keterbukaan untuk mengembangkan kebenaran hipotesis yang diujikan. Menurut Sund and Trowbridge (E. Mulyasa, 2007 : 109) mengemukakan ada tiga macam metode inquiri sebagai berikut :

  1. Inquiry terbimbing (guide inquiry) Peserta didik memperoleh pedoman sesuai dengan yang dibutuhkan.

  Pedoman-pedoman tersebut biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan yang membimbing. Pendekatan ini digunakan terutama bagi peserta didik yang belum berpengalaman, guru memberikan bimbingan dan pengarahan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  cukup luas. Dalam pelaksanaannya sebagian besar perencaan dibuat guru dan peserta didik tidak merumuskan permasalahan.

  2. Inquiry bebas (free inquiry) Pada metode ini peserta didik melakukan penelitian sendiri bagaikan seorang ilmuwan. Peserta didik harus dapat mengidentifikasikan dan merumuskan berbagai topik permasalahan yang hendak diselidiki.

  3. Inquiry bebas yang dimodifikasi (modified free inquiry) Pada metode ini guru memberikan permasalahan atau problem dan kemudian peserta didik diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan prosedur penelitian. Pada penelitian ini akan digunakan metode Guide & Inquiry karena metode tersebut dapat dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajaran dengan menemukan pengetahuannya sendiri dari kegiatan yang dilakukannya dan dengan bimbingan guru.

  Menurut Sanjaya (2006:199) Secara umum proses pembelajaran dengan mengunakan metode inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Orientasi Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah orientasi guru mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses belajar mengajar. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi adalah:

   Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan  Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan  Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar

  2. Merumuskan masalah Rumusan masalah adalah suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki. Rumusan masalah dikatakan teka-teki karena setiap masalah pasti ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Mengajukan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan berhipotesis adalah mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk merumuskan jawaban sementara.

  4. Mengumpulkan data Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Proses pengumpulan data membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Karena itu, tugas dan peran guru dalam tahap ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.

  5. Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data/informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.Yang paling penting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. Menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.

  6. Menarik kesimpulan Menarik kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

  Menurut Gulo (dalam Trianto, 2009:168) kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut:

  1. Mengajukan pertanyaan atau permasalahan Kegiatan inkuiri dimulai ketika pertanyaan atau permasalahan diajukan.

  Untuk meyakinkan bahwa pertanyaan sudah jelas. Pertanyaan tersebut dituliskan di papan tulis, kemudian siswa diminta merumuskan hipotesis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan atau solusi permasalahan yang dapat diuji dengan data.

  3. Mengumpulkan data Hipotesis digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data. Data yang dihasilkan dapat berupa tabel, matriks, atau grafik.

  4. Analisis data Siswa harus menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menganalisis data yang telah diperoleh. Setelah memperoleh kesimpulan dari data percobaan, siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan

  5. Menarik kesimpulan Menarik kesimpulan adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa.

  Dalam penelitian ini menggunakan 7 langkah metode inkuiri sebagai berikut:

  1. Orientasi Kegiatan yang dilakukan dalam orientasi adalah mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran, membagi siswa menjadi beberapa kelompok, menyampaikan masalah yang berhubungan dengan materi, membagikan LKS, dan, memberi motivasi agar siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.

  2. Merumuskan masalah Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah adalah: rumusan masalah sebaiknya dirumuskan sendiri oleh siswa dan rumusan masalah mengandung jawaban pasti yaitu “ya” atau “ tidak”.

  3. Merumuskan hipotesis Guru membimbing siswa untuk menentukan jawaban-jawaban yang relevan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan berbagai kemungkinan jawaban.

  4. Melakukan eksperimen Beberapa hal yang dilakukan dalam saat melakukan eksperimen adalah membimbing siswa untuk melakukan langkah-langkah dalam percobaan, membimbing siswa untuk mendapatkan data dan menganalisis data tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Menarik kesimpulan Beberapa hal yang dapat dilakukan saat membuat kesimpulan adalah: guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dari permasalahan tersebut dan merancang solusi dari permasalahan yang mereka hadapi.

  6. Mempresentasikan hasil Beberapa hal yang dapat dilakukan saat mempresentasikan hasil antara lain: membimbing siswa untuk menyiapkan laporan kelompok dan memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil di depan kelas.

  7. Mengevaluasi Guru membimbing siswa untuk mengevaluasi apakah proses inkuiri yang dilakukan dari awal sampai akhir sudah benar.

  Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang memiliki keungulan (Sanjaya, 2006:206), diantaranya :

  1. Merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui metode ini dianggap lebih bermakna.

  2. Metode inkuiri memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.

  3. Metode inkuiri dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.

  4. Metode inkuiri dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.

2.1.1.2 Proses Kognitif Mengevaluasi dan Mencipta

  A. Proses Kognitif Benjamin Bloom Menurut Anderson dan Krathwohl (2010:99) proses kognitif dari Benjamin S. Bloom yang telah direvisi terdiri dari 6 tingkatan antara lain:

  1. Mengingat Anderson dan Krathwohl, (2010:99) Mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang.

  Pengetahuan yang dibutuhkan adalah pengetahuan faktual, konseptual,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  prosedural dan metakognitif atau kombinasi dari beberapa pengetahuan ini.

  2. Memahami Anderson dan Krathwohl, (2010:105) Siswa dikatakan memahami bila mereka dapat mengkonstruksi makna dari pesan-pesan pembelajaran, baik yang bersifat lisan, tulisan ataupun grafis yang disampaikan melalui pengajaran , buku atau layar komputer.

  3. Mengaplikasi Anderson dan Krathwohl, (2010:116) Proses kognitif mengaplikasi melibatkan penggunaan proses-prosedur tertentu untuk mengerjakan soal latihan atau menyelesaikan masalah. Mengaplikasi berkaitan erat dengan pengetahuan prosedural.

  4. Menganalisis Anderson dan Krathwohl (2010:120) Menganalisis melibatkan proses memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antara bagian dan struktur keseluruhannya.

  5. Mengevaluasi Anderson dan Krathwohl (2010:125) Mengevaluasi adalah membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar. Kriteria yang sering digunakan adalah kualitas, efektivitas, efisiensi, dan konsistensi.Kriteria ini ditentukan oleh siswa. Standar-standarnya bisa bersifat kuatitatif dan kualitatif

  6. Mencipta Anderson dan Krathwohl (2010:128) Melibatkan proses menyusun elemen-elemen jadi sebuah keseluruhan yang koherenatau fungsional.

  B. Kemampuan Mengevaluasi Proses kognitif mengevaluasi dijabarkan menjadi 4 kategori, yaitu

  1. Memeriksa Anderson dan Krathwohl (2010:126) Memeriksa melibatkan proses menguji inkonsistensi atau kesalahan internal dalam suatu operasi atau produk. Misalnya, memeriksa terjadi ketika siswa menguji apakah suatu kesimpulan sesuai dengan premis-premisnya atau tidak, apakah data-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  datanya mendukung atau menolak hipotesia, atau apakah suatu bahan pelajaran berisikan bagian-bagian yang saling bertentangan. Jika dipadukan dengan merencanakan, memeriksa melibatkan proses menetukan seberapa baik rencana itu berjalan.

  2. Mengkritik Anderson dan Krathwohl (2010:127) Mengkritik melibatkan proses penilaian suatu produk atau prosesberdasarkan kriteria dan standar- standar eksternal. Dalam mengkritik, siswa mencatat ciri-ciri positif dan negatif dari suatu produk dan membuat keputusan setidaknya sebagian berdasarkan ciri-ciri tersebut. Mengkritik merupakan inti dari apa yang disebut berpikir kritis. Nama lain dari mengkritik adalah menilai.

  3. Menguji Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1237) menguji adalah memeriksa untuk mengetahui mutu sesuatu.

  4. Menilai Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:783) menilai adalah memperkirakan atau mententukan nilai.

  C. Kemampuan Mencipta Proses kognitif mencipta dijabarkan menjadi 4 kategori, yaitu:

  1. Merumuskan Anderson dan Krathwohl (2010:130) Merumuskan melibatkan proses menggambarkan masalah dan membuat pilihan atau hipotesis yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu merumuskan dibatasi dalam pengertian yang sempit. Memahami juga melibatkan proses-proses merumuskan yang didalamnya termasuk menerjemahkan, mencontohkan, merangkum, menyimpulkan, mengklarifikasi, menjelaskan, dan menjelaskan. Tujuan merumuskan dalam mencipta bersifat divergen (mereka-reka berbagai kemungkinan).

  2. Mendesain Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:257) mendesain adalah membuat desain atau membuat rancangan pola.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Mengkonstruksi Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:250) Mengkonstruksi adalah susunan (model, tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah, dan sebagainya).

  4. Merencanakan Anderson dan Krathwohl, (2010:131) Merencanakan melibatkan proses merencanakan metode penyelesaian masalah yang berkaitan dengan kriteria-kriteria masalahnya yakni rencana untuk menyelesaikan masalah merencanakan adalah mempraktikan langkah-langkah untuk untuk menciptakan solusi yang nyata bagi suatu masalah dalam merencanakan, siswa bisa jadi menemukan sub-sub tujuan atau memeriksa tugas jadi sub- sub tugas yang harus dilaksanakan ketika menyelesaikan masalah.

2.1.2 Hakikat IPA

2.1.2.1. Pembelajaran IPA

  IPA adalah mata pelajaran yang berhubungan dengan alam semesta. Guru di sekolah mengajar dengan metode ceramah sehingga siswa kurang memahami materi yang disampaikan, apalagi untuk materi yang luas seperti materi pesawat sederhana. Siswa seharusnya lebih aktif dalam pembelajaran IPA. Siswa seharusnya menemukan pengetahuannya sendiri berdasarkan pengalaman siswa dan guru hanya menjadi fasilitator, sehingga pembelajaran IPA menjadi lebih menyenangkan.

  Menurut Fowler (dalam Trianto, 2010:136) IPA adalah pengetahuan yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan deduksi. Wahyana (dalam Trianto, 2010:136) IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematik, dan penggunaanya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam.

  Menurut Priyantoro (dalam Trianto, 2010:137) IPA adalah suatu produk, proses dan aplikasi. IPA sebagai produk merupakan sekumpulan pengetahuan dan sekumpulan konsep dan bahan konsep. IPA sebagai proses merupakan proses yang dipergunakan untuk mempelajari objek studi, menemukan dan mengembangkan produk-produk sains. IPA sebagai aplikasi adalah melahirkan teknologi yang dapat memberi kemudahan bagi kehidupan. Dari penjelasan diatas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dapat ditarik benang merah bahwa IPA adalah suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, dan jujur.

  Trianto (2010:141), Hakikat IPA adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen berupa konsep, prinsip dan teori yang berlaku secara universal.

  Depdiknas (dalam Trianto 2010: 138) secara khusus menjelaskan fungsi dan tujuan IPA berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi sebagai berikut.

  1. Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

  2. Mengembangkan keterampilan, sikap dan nilai ilmiah

  3. Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi

  4. Menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi Jadi IPA adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang gejala-gejala yang terjadi di alam semesta.

2.1.2.2. Pesawat Sederhana

  Asmiyawati (2008:120) menjelaskan bahwa pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Pesawat sederhana dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:

  1. Pengungkit atau Tuas Pengungkit atau disebut juga tuas merupakan pesawat sederhana yang paling sederhana. Pengungkit dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu: a. Pengungkit jenis pertama

  Pengungkit jenis pertama memiliki letak titik tumpu (TT) berada diantara titik beban (TB) dan titik kuasa (TK).Bentuk ini adalah bentuk dasar atau bentuk paling umum dari pengungkit. Contohnya jungkat-jungkit, gunting, palu dan tang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 1:contoh pengungkit jenis pertama (Sumber: Sulistyanto:2008: 110)

  b. Pengungkit jenis kedua Pengungkit jenis kedua memiliki letak titik beban yang berada diantara titik kuasa dan titik tumpu. Contoh pemanfaatan pengungkit jenis kedua antara lain gerobak dorong, pembuka botol, pemecah kemiri

  Gambar 2: contoh Pengungkit Jenis Kedua (Sumber: Sulistyanto :2008: 112)

  c. Pengungkit jenis ketiga Pengungkit jenis ketiga memiliki letak titik kuasa yang berada diantara titik beban dan titik tumpu. Contoh pemanfaatan pengungkit jenis ketiga diantaranya pinset, stapler dan alat pancing a b c

  keterangan a:titik tumpu, b:kuasa, c:beban Gambar 3:contoh pengungkit jenis ketiga (Sumber: :2008:100)

  Asmiyawati

  2. Bidang Miring Menurut Tim Bina IPA (2010:97) bidang miring merupakan salah satu pesawat sederhana, yaitu berupa alat yang permukaanya dibuat miring.

  Tujuan penggunaan bidang miring adalah mempermudah seseorang memindahkan atau menggerakkan suatu benda. Beberapa alat yang menggunakan prinsip bidang miring adalah jalan di pegunungan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berliku-liku, papan yang dimiringkan, baji, sekrup, pisau, pahat, paku dan baut. a b c d

  Gambar 4: alat-alat yang menggunakan prinsip bidang miring, antara lain, (a) kapak, (b) pisau, (c) obeng, dan (d) skrup (Sumber:Sulistyanto:2008: 115)

  3. Katrol Menurut Tim Bina IPA (2010:98) katrol adalah roda berputar pada porosnya tetapi tidak berjalan seperti roda pada sepeda.Katrol berfungsi untuk mempermudah menarik atau mengangkat benda.Katrol dilengkapi dengan rantai dan tali. Berdasarkan jenisnya ada empat macam katrol, yaitu: a) Katrol tetap

  Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan.Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu.Katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba adalah contoh katrol tetap

  a b Gambar 5: contoh penggunaan katrol tetap (a) katrol pada tiang bendera (b) katrol pada sumur timba (Sumber:Sulistyanto:2008: 117)

  b) Katrol bebas Pada katrol bebas kedudukan atau posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu.Katrol jenis ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah, seperti tampak pada gambar berikut ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 6: contoh katrol bebas (Sumber: Sulistyanto:2008: 118)

  c) Katrol majemuk Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lain ditarik maka beban akan terangkat beserta geraknya katrol bebas ke atas

  Gambar 7: contoh katrol majemuk (Sumber: Sulistyanto:2008: 118)

  4. Roda Berporos Roda berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos digunakan untuk memudahkan memindahkan barang. Roda dapat mengurangi gesekan dengan jalan karena bentuknya yang bulat sehingga mudah bergerak. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhanayang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, gerinda

  Gambar 8: Roda berporos pada sepeda (Sumber: Sulistyanto: 2008: 119)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jadi dapat ditarik benang merah bahwa pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia antara lain: pengungkit, bidang miring, roda berporos, dan katrol

2.2 Penelitian Terdahulu

  2.2.1 Metode inkuiri

  Berikut beberapa penelitian sebelumnya tentang metode inkuiri dalam pembelajaran.

  Nu groho (2010) meneliti pembelajaran IPA menggunakan pendekatan kontekstual melalui metode inkuiri dengan sampel dan populasi siswa kelas V SD Budya Wacana pada semester genap. Dari hasil penelitian dilakukan dari siklus I,II dan III menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa.Hasil belajar siswa pada kondisi awal 81,71 meningkat pada siklus I menjadi 83,13 dan siklus II menjadi 86,00. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM, kondisi awal 83,3% meningkat pada siklus I menjadi 84,2% dan siklus II 94,74 %

  Ozdilek dan Bulunuz (2009) meneliti efektivitas metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan rasa keyakinan dari guru dalam mengajar ilmu pengetahuan dasar. Sampel penelitian terdiri 101 guru SD. Data dianalisis dengan menggunakan paired sample t-tes dengan program SPSS 16.00 pada tingkat signifikasi 0,01. Temuan kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa tingkat harapan keberhasilan peserta dan hasil harapan pada skor posttest lebih tinggi dari skor pretest.

  2.2.2 Proses kognitif mengevaluasi dan mencipta

  Berikut beberapa penelitian sebelumnya tentang proses kognitif mengevaluasi dan mencipta dalam pembelajaran: Putriyana (2012) meneliti pembelajaran IPA menggunakan metode mind

  

map dengan sampel dan populasi siswa kelas V SDKanisius Sengkan. Metode

  berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta pada

  mind map

  mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan. Hal ini terlihat dari signifikansi pada perbandingan skor posttes pada kelompok kontrol dan eksperimen 0,000 atau ,0,05 maka ada perbedaan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Septiani (2012) meneliti pembelajaran IPA menggunakan metode mind

  

map dengan sampel dan populasi siswa kelas V SD Kanisius Sengkan dengan

  jumlah 24 siswa. Metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi. Dari hasil perhitungan analisis data kemampuan mengevaluasi dengan Independent Samples T-test, diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,043. Hal ini membuktikan bahwa metode mind map efektif meningkatkan kemampuan mengevaluasi siswa.

2.3 Literature Map Berikut ini merupakan Literature map dari peneliti sebelumnya.

  

Metode Inkuiri Proses Kognitif mengevaluasi

dan mencipta Nugroho (2010) Putriyana (2012) Inkuiri terbimbing-hasil Metode mind map-kemampuan

belajar menerapkan dan mencipta

Septiani (2012)

  Ozdilek dan Bulunuz (2009) Metode mind map- Inkuiri terbimbing-rasa kemampuan menganalisis dan keyakinan mengevaluasi

  

Yang Perlu diteliti:

Metode Inkuiri, proses kognitif

mengevaluasi dan mencipta

  Gambar 9: Bagan penelitian-penelitian sebelumnya Dari penelitian yang dilakukan sebelumnya tidak ada yang menyoroti tentang proses kognitif mengevaluasi dan mencipta pada materi pesawat sederhana di SD. Penelitian sebelumnya hanya menyoroti tentang mengevaluasi saja atau mencipta saja.Karena itu peneliti akan mengujicobakan metode inkuiri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terbimbing pada mata pelajaran IPA kelas V SD dengan variabel dependen kemampuan mengevaluasi dan mencipta .

2.4 Kerangka Berpikir

  Pesawat sederhana merupakan materi kelas V SD yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Hal ini disebabkan karena materinya yang terlalu banyak dan banyak penggolongan dari pesawat sederhana yang sulit dipahami. Banyak sekolah yang mengajarkan materi pesawat sederhana ini dengan metode ceramah sehingga banyak siswa tidak memahami materi tersebut. Siswa hanya mempelajari materi tersebut namun tidak melihat bendanya langsung dan tidak memprakktekannya sehingga siswa tidak memiliki kemampuan untuk

  

mengevaluasi dan mencipta pada materi pesawat sederhana karena kebanyakan

  guru hanya menjelaskan kepada siswa sehingga siswa hanya memiliki kemampuan mengingat saja Metode pembelajaran inkuiri terbimbing dapat mengaktifkan siswa untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah dalam proses pembelajaran. Siswa dibimbing oleh guru untuk menemukan fakta, konsep atau prinsip dari kegiatan yang dilakukan. Dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA diharapkan dapat memberikan dorongan kepada siswa untuk menemukan sendiri informasi yang dipelajari sehingga siswa dapat merumuskan jawabannya sendiri dan dapat memberi kebebasan kepada siswa untuk belajar sendiri

  Metode pembelajaran inkuiri terbimbing akan sangat membantu siswa untuk memahami materi pesawat sederhana. Siswa akan mengalami langsung dan menemukan sendiri pengertian, ciri-ciri, manfaat dan golongan dari materi pesawat sederhana tersebut. Jika penggunaan metode inkuiri terbimbing diterapkan pada pembelajaran IPA kelas V SD, maka akan berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam mengevaluasi dan mencipta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.5 Hipotesis Penelitian

  2.5.1 Penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan semester genap tahun ajaran 2012/2013

  2.5.2 Penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mencipta pada mata pelajaran IPA V SD Kanisius Sorowajan semester genap tahun ajaran 2012/2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas delapan hal, yaitu jenis penelitian, setting

  penelitian, populasi dan sampel penelitian, jadwal implementasi pembelajaran dan pengambilan data, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas, teknik pengumpulan data, dan jadwal penelitian. Delapan hal tersebut akan dijelaskan pada sub bab-sub bab berikut ini.

3.1 Jenis Penelitian

  Menurut Gay (dalam Emzir, 2008:63) metode penelitian eksperimen adalah satu-satunya metode penelitian yang dapat menguji secara benar hipotesis menyangkut hubungan kausal (sebab akibat). Menurut Sukmadinata (2008:58) ada empat jenis penelitian eksperimen, yaitu:

  3.1.1 Eksperimen murni (true experimental) Eksperimen murni adalah metode eksperimen yang paling mengikuti prosedur dan memenuhi syarat-syarat eksperimen. Prosedur dan syarat tersebut yaitu: pengontrolan variabel, kelompok kontrol, pemberian perlakuan atau manipulasi kegiatan dan pengujian hasil.

  3.1.2 Eksperimen semu (quasi experimental) Metode eksperimen semu pada dasarnya sama dengan eksperimen murni, bedanya dalam pengontrolannya hanya dilakukan terhadap satu variabel yang dipandang paling dominan.

  3.1.3 Eksperimen lemah (weak experimental) Eksperimen lemah adalah metode penelitian eksperimen yang desain perlakuannya seperti eksperimen tetapi tidak ada pengontrolan variabel sama sekali.

  3.1.4 Eksperimen subjek tunggal (single subject experimental) Eksperimen subjek tunggal adalah eksperimen yang dilakukan terhadap subjek tunggal. Dalam pelaksanaan eksperimen subjek tunggal, variasi bentuk eksperimen murni, kuasi dan lemah berlaku. Eksperimen subjek tunggal yang baik minimal menggunakan kuasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian quasi

  

esperimental design tipe non equivalent control group design. Menurut

  Sugiyono (2010:116) dalam penelitian quasi esperimental design tipe non

  

equivalent control group design terdapat kelompok kontrol (kelompok yang

  tidak diberi perlakuan) dan kelompok eksperimen (kelompok yang diberi perlakuan) yang diambil tidak secara random, karena populasinya berupa kelas. Dua kelompok tersebut diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal siswa sebelum adanya perlakuan atau treatment. Hasil pretest yang baik jika tidak ada perbedaan yang signifikan diantara pretest kelompok tersebut. Setelah diberi treatment kemudian dilakukan posttest. Pengaruh treatment dihitung dengan cara: (O

  1 -O 2 )-(O 4 -O

3 )

Tabel. 1. Desain penelitian ( Sumber:Sugiyono, 2010:116)

  Keterangan: O = Hasil observasi dengan pretest pada kelompok eksperimen

  1 O 2 = Hasil observasi dengan posttest pada kelompok eksperimen

  O

  3 = Hasil observasi dengan pretest pada kelompok kontrol

  O = Hasil observasi dengan posttest pada kelompok kontrol

4 X =Perlakuan (treatment)

  Semua data hasil observasi diperoleh dari data yang diambil dari variabel dependen dengan pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Untuk mengetahui kemampuan awal siswa dilakukan pretest. Perlakuan pada kelompok eksperimen yaitu pembelajaran menggunakan metode inkuiri. Pada kelompok kontrol digunakan metode ceramah. Pada akhir pembelajaran dilakukan posttest pada semua kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.2 Setting penelitian

  Tabel 2. Jumlah siswa SD Kanisius Sorowajan

  I Pretest 2x 40’

  VI posttest 2x 40’ Kontrol VB Rabu, 6 Februari 2013

  Jumat, 15 Februari 2013

  V Bidang miring dan roda berporos 2x 40’

  IV Jenis katrol 2x 40’ Kamis, 14 Februari 2013

  2013

  III Jenis-jenis pengungkit 2x 40’ Rabu, 13 Februari

  Jumat, 8 Februari 2013

  II Jenis-jenis pesawat sederhana 2x 40’

  ’ Kamis,7 Februari 2013

  VA Rabu, 6 Februari 2013 I pretest 2x 40

  kelompok Hari tanggal pertemuan Kegiatan Alokasi waktu Eksperimen

  3.2.1 Lokasi penelitian Lokasi yang digunakan untuk penelitian adalah SD Kanisius Sorowajan yang beralamat di jalan Sorowajan no.111, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55198. di SD Kanisius Sorowajan memiliki kelas paralel dengan jumlah 12 kelas dengan rincian sebagai berikut:

  Waktu pengambilan data dimulai tanggal 6 Februari 2013 sampai 20 Februari 2013. Berikut jadwal pengambilan data kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  

VIB 28 siswa

Jumlah 341 siswa

  

VIA 30 siswa

  

VB 36 siswa

  

VA 36 siswa

  

IVB 31 siswa

  

IVA 28 siswa

  

IIIB 26 siswa

  

IIIA 25 siswa

  

IIB 25 siswa

  

IIA 26 siswa

  

IB 23 siswa

  

IA 27 siswa

  

Kelas Jumlah siswa

1.2.2. Waktu pengambilan data

  Tabel 3. Jadwal penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jumat, 8 Februari

  II Jenis-jenis 2x 40’ 2013 pesawat sederhana Selasa 12

  III Jenis pengungkit 2x 40’ Februari 2013 Rabu, 13 Februari

  IV Jenis katrol 2x 40’ 2013 Jumat, 15

  V Bidang miring 2x 40’ Februari 2013 dan roda berporos Selasa, 19

  VI posttest 2x 40’ Februari 2013

  3.3 Populasi dan Sampel

  Menurut Sugiyono (2010:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan yang berjumlah 72 siswa. Kelas VA ada 36 siswa yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki sedangkan kelas VB ada 36 siswa yang terdiri dari 22 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki

  Menurut Sugiyono (2010:118) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta yang digunakan sebagai kelompok eksperimen dan sebagai kelompok kontrol. Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu sampel kelompok eksperimen yaitu kelas VA dan sampel kelompok kontrol yaitu kelas VB. Cara pengambilan sampel dilakukan dengancara diundi. Pembelajaran pada kedua kelas tersebut dilakukan oleh guru yang sama untuk mengurangi bias dalam penelitian.

  3.4 Variabel Penelitian

  Menurut Sarwono dan Jonathan (2012:33) variabel adalah sesuatu yang berbeda atau bervariasi, penekanan kata sesuatu diperjelas dalam dalam definisi kedua yaitu simbol atau konsep yang diasumsikan sebagai seperangkat nilai-nilai.Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah adalah variabel bebas atau variabel independen dan variabel terikat atau dependen. Menurut Sarwono dan Jonathan (2012:34) variabel bebas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  adalah variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel tergantung adalah variabel yang memberi reaksi atau respon jika dihubungkan dengan variabel bebas.

  Menurut Setyosari (2010:109) variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau mempengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.Variabel terikat adalah faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul atau faktor yang tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti itu. Pada penelitian ini yang mengkaji variabel independen menggunakan metode inkuiri dengan 7 langkah yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, membuat kesimpulan, mempresentasikan hasil dan mengevaluasi. Variabel dependen menggunakan 2 variabel yaitu: variabel mengevaluasi dengan 4 aspek, yaitu: memeriksa, mengkritik, menguji, dan menilai sedangkan variabel mencipta dengan 4 aspek, yaitu merumuskan hipotesis, mendesain, mengkonstruksi, dan merencanakan. Variabel independen maupun variabel dependen dalam penelitian ini digambarkan pada bagan berikut. Variabel Independen Variabel Dependen

  Kemampuan Mengevaluasi Metode Inkuiri

  Kemampuan Mencipta

  Gambar 10. Pemetaan variabel

3.5 Definisi Operasional

  1. Metode inkuiri adalah metode pembelajaran yang menekankan kegiatan siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri dari kegiatan pembelajaran atau kegiatan yang dilakukan dengan menerapkan tujuh langkah inkuiri, yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil dan mengevaluasi.

  2. Metode inkuiri terbimbing adalah metode inkuiri yang dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajaran dengan menemukan pengetahuannya sendiri dari kegiatan yang dilakukannya dan dengan bimbingan guru.

  3. Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala yang terjadi di alam semesta.

  4. Pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia antara lain pengungkit, bidang miring, roda berporos, dan katrol.

  5. Proses kognitif adalah proses berpikir sesuai dengan taksonomi Benjamin S. Bloom yang sudah direvisi terdiri dari 6 level, yaitu mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

  6. Mengevaluasi adalah kemampuan untuk menilai benar tidaknya suatu permasalahan berdasarkan kriteria tertentu.

  7. Mencipta adalah kemampuan menyusun elemen-elemen menjadi sebuah keseluruhan yang koheren atau fungsional.

  8. Siswa SD adalah siswakelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 72 siswa.

3.6 Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data oleh peneliti adalah pretest dan posttest. Instrumen yang dibuat dalam penelitian ini berdasarkan pada Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi, serta fungsinya. Kompetensi Dasar 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Instrumen yang digunakan yaitu test tertulis berupa 6 soal essai yang mencakup 6 ranah kognitif dalam taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Dari 6 soal tersebut yang digunakan hanya soal no. 5 dan 6 yaitu kemampuan

  mengevaluasi dan kemampuan mencipta. Penelitian ini adalah penelitian

  kolaboratif atau penelitian payung, sehingga yang digunakan peneliti hanya bagian kognitif mengevaluasi dan mencipta saja. Keenam soal tersebut sudah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  layak digunakan untuk penelitian karena sudah diuji validitas dan reliabilitasnya.Untuk menunjukkan validitas isi dari butir soal, peneliti membuat matriks pengembangan instrumen. Berikut ini adalah matriks pengembangan instrument.

  Tabel 4.Matriks pengembangan instrumen

  Indikator Soal No Variable Aspek No. Memeriksa alat yang termasuk Memeriksa pesawat sederhana Mengkritik penyelesaian pekerjaan menggunakan pesawat sederhana dan Mengkritik tidak menggunakan pesawat

  Mengevaluasi 1 sederhana

  5 Menguji prinsip penggunaan Menguji pengungkit Menilai prinsip kerja yang paling

  Menilai mudah antara katrol dan bidang miring Menentukan hipotesis dari kasus pemindahan gundukan pasir dengan

  Merumuskan menggunakan pesawat sederhana dan hipotesis tidak menggunakan pesawat sederhana Merancang prinsip kerja pengungkit

  Mendesain dalam pesawat sederhana

2 Mencipta

  6 Menggambar hasil rancangan proses Mengkonstruksi pemindahan semen satu karung dan gundukan pasir Merencanakan alat yang akan digunakan untuk pemindahan Merencanakan gundukan pasir dan semen satu karung

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas

  Pengujian validitas dilakukan sekali, yaitu di kelas V SD Kanisius Kalasan yang beralamatkan di jalan Yogya Solo KM 13 Kringinan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman 55571 Yogyakarta dengan jumlah 38 siswa. Peneliti memilih SD Kanisius Kalasan untuk uji validitas dan reliabilitas karena sama-sama mempunyai kelas paralel seperti SD yang diteliti yaitu SD Kanisius Sororwajan, kemampuan siswa kurang lebih sama, akreditasi sekolahan A, latar belakang ekonomi orang tua kurang lebih sama yaitu menengah ke atas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1.2.3. Validitas Menurut Sugiyono (2010:363) validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dilaporkan oleh peneliti. Menurut Arikunto (2012:82) ada 4 macam validitas, yaitu:

  3.7.2.1 Validitas isi Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan. Oleh karena materi yang diajarkan tertera dalam kurikulum maka validitas ini sering juga disebut validitas kurikuler. Validitas isi dapat diusahakan tercapainya sejak saat penyusunan dengan cara merinci materi buku pelajaran.

  3.7.2.2 Validitas konstruksi Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila butir- butir soal yang membanguan tes tersebut mengukur setiap aspek berpikir seperti yang disebutkan dalam tujuan instruksional khusus. Dengan kata lain jika butir-butir soal mengukur aspek berpikir tersebut sudah sesuai dengan aspek berpikir yang menjadi tujuan instruksional.

  3.7.2.3 Validitas empiris Sebuah tes dikatakan memiliki validitas empiris jika hasilnya sesuai dengan pengalaman. Pengalaman selalu mengenai hal yang telah lampau sehingga data pengalaman tersebut sudah ada. Dalam membandingkan hasil sebuah tes maka diperlukan suatu kriterium atau alat banding maka hasil tes merupakan sesuatu yang dibandingkan.

  3.7.2.4 Validitas prediksi Sebuah tes dikatakan memiliki validitas prediksi atau validitas ramalan apabila mempunyai kemampuan untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi dan validitas konstruksi. Validitas isi dilakukan dengan mengkonsultasikan perangkat pembelajaran dengan dosen pembimbing secara lisan. Validitas konstruk dilakukan dengan cara uji korelasi untuk melakukan analisis faktor.

  Untuk itu dilakukan uji instrument secara empiris di SD Kanisius Kalasan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut hasil perhitungan uji validitas dengan SPSS 20 for windows terhadap 6 soal essay pada setiap aspek adalah sebagai berikut.(Lmpiran 8 a) Tabel 6.Hasil uji validitas semua aspek

  6. Mencipta Merumuskan hipotesis ,907** ,000 Valid Mendesain ,892** ,000 Mengkonstruksi ,840** ,000 Merencanakan ,862** ,000

  5. Mengevaluasi Memeriksa ,905** ,000 Valid Mengkritik ,903** ,000 Menguji ,846** ,000 Menilai ,904** ,000

  4. Menganalisis Membedakan ,841** ,000 Valid Mengorganisasi ,841** ,000 Mendiskripsikan ,882** ,000 Mengatribusi ,430** ,007

  3. Mengaplikasi Melaksanakan ,693** ,000 Valid Mengeksekusi ,926** ,000 Mengimplementasikan ,951** ,000 Menggunakan ,948** ,000

  2. Memahami Menafsirkan ,841** ,002 Valid Mencontohkan ,648** ,000 Mengklasifikasi ,755** ,000 Menjelaskan ,802** ,000

  1. Mengingat Mengenali 1,00** ,000 Valid Mengingat kembali 1,00** ,000 Mengidentifikasi 1,00** ,000 Mengambil 1,00** ,000

  No Variabel Aspek Pearson corelation Sig.(2-talied) Keterangan

  Jika harga probabilitas yang terungkap dalam dilakukan uji instrument sig. (2-

  tailed) dibawah 0,05 (p < 0,05), konstruk tersebut dinyatakan valid. Untuk memudahkan perhitungan digunakan program komputer SPSS 20 for Windows.

  

5. Mengevaluasi .665** .000 Valid

  

4. Menganalisis .471** .003 Valid

  

3. Mengaplikasi .693** .000 Valid

  

2. Memahami .563** .000 Valid

  

1. Mengingat .487** .002 Valid

  No Variabel Pearson

correlation

Sig.(2-talied) Keterangan

  Hasil perhitungan uji validitas terhadap 6 soal essai adalah sebagai berikut.(Lmpiran 8a) Tabel 5. Hasil uji validitas

  6. Mencipta .592** .000 valid

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari hasil uji validitas tersebut, peneliti hanya mengambil nomor 5 dan 6 saja yaitu aspek mengevaluasi dan mencipta dengan hasil perhitungan Pearson

  

correlation untuk variabel mengevaluasi adalah ,665 dan untuk variabel mencipta

  adalah ,592 dan hasilnya valid. Penelitian ini menggunakan Pearson correlation karena datanya berbentuk interval atau ratio dan fungsi dari Pearson correlation adalah untuk menguji hubungan antara satu item dengan satu skor total. untuk variabel mengevaluasi rata-rata dibawah 0,05 sehingga valid.

  1.2.4. Reliabilitas Menurut Sugiyono (2010:364) reliabilitas adalah derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Penentuan reliabilitas menggunakan teknik

  Alpha Cronbach. Menurut Nunnally (dalam Ghozali 2009:46) suatu

  konstruk dikatakan reliabel jika harga Alpha Cronbach> 0,60. Dari uji reliabilitas dapat diperoleh data sebagai berikut (lampiran 8b).

  Tabel 7.Hasil uji reliabilitas

  No Aspek Alpha Cronbach Kategori

  

1. Mengingat 1,000 Reliabel

  

2. Memahami ,737 Reliabel

  

3. Mengaplikasi ,893 Reliabel

  

4. Menganalisis ,708 Reliabel

5.

  Mengevaluasi ,912 Reliabel Mencipta ,898 Reliabel

6. Dari hasil uji reliabilitas tersebut, peneliti hanya mengambil nomor 5 dan 6

  saja yaitu aspek mengevaluasi dan mencipta dan hasilnya reliabel yaitu

  

mengevaluasi ,912 dan mencipta ,898. Berdasarkan penelitian tersebut harga

Alpha Cronbach untuk variabel mengevaluasi dan mencipta > 0,60, sehingga

  instrumen tersebut reliabel.

3.8 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes.

  Menurut Arikunto (2012:67) tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui dan mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Teknik yang digunakan adalah essai. Menurut Arifin (2009:125) essai adalah bentuk tes yang menuntut peserta didik untuk menguraikan, mengorganisasikan dan menyatakan jawaban dengan kata-kata sendiri dalam bentuk, teknik, dan gaya yang berbeda satu dengan yang lainya.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Untuk mengukur kemampuan mengevaluasi dan mencipta peneliti menggunakan 6 soal uraian, namun yang digunakan untuk penelitian hanya soal nomor 5 dan soal nomor 6. Penelitian yang dilakukan menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pretest dilakukan sebelum adanya pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal setiap kelompok. Setelah ada proses pembelajaran kemudian dilakukan posttest pada masing-masing kelompok untuk mengetahui perbedaan kemampuan sebelum dan sesudah pembelajaran. Pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini:

  Tabel 8.Pemetaan instrumen

  No Kelompok Variabel Data Instrument

  1. Eksperimen (VA) Kemampuan Skor pretest Soal essai item no 5

dan kontrol (VB) mengevaluasi Skor posttest Soal essai item no 5

  2. Kemampuan Skor pretest Soal essai item no 6 mencipta

  Skor postest Soal essai item no 6

  3.9 Teknik analisi data

  3.9.1 Uji normalitas

  Sebelum data dianalisis perlu dilakukan uji normalitas untuk mengetahui apakah data terdistribusi dalam kurva normal atau tidak. Menurut Setyosari (2010:214) jika data terdistribusi normal analisis data dilakukan menggunakan statistik parametrik dan jika data terdistribusi tidak normal analisis data dilakukan menggunakan statistik nonparametrik. (Sarwono dan Suhayati, 2010:78), Kriteria yang digunakan adalah:

  1) Jika harga sig.(2-tailed) > 0.05 maka distribusi data normal 2) Jika harga sig.(2-tailed) < 0.05 maka distribusi data tidak normal

  Jika distribusi data normal maka digunakan statistik parametrik uji t.uji t digunakan untuk mengevaluasi efek dari suatu treatment tertentu. Jika distribusi data tidak normal digunakan statistik non parametrik mann-whitney, Wilcoxon atau kruskal wallis. Setelah semua data diuji normalitasnya, maka data dapat diuji dengan uji statistik. Berikut adalah langkah-langkah dalam uji statistik sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.9.2 Uji selisih

  i

  posttest

  artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan kata lain ada peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke

  i

  diterima dan H

  null

  2) Jika harga sig. (2-tailed ) < 0.05, maka H

  diterima artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan kata lain tidak ada peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest

  3.9.2.1. Uji beda skor pretest

  Uji perbedaan skor pretest dilakukan dengan menganalisis pretest dari kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol. Uji perbedaan pretest dilakukan untuk mengetahui kedua kelompok tersebut apakah memiliki kemampuan awal yang sama sebelum diberikan treatment. Analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik independen sample t-test untuk distribusi data normal dan statistik nonparametrik Mann-Whitney U test untuk distribusi data tidak normal. Sarwono dan Suhayati (2010:78) Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:

  null

  1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05, maka H

  Uji beda skor pretest dan posttest dilakukan untuk memastikan apakah ada kenaikan skor yang signifikan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan cara membandingkan hasil skor pretest dan posttest. (Sarwono dan Suhayati, 2010:78) Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:

  3.9.2.2. Uji beda skor pretest dan posttest

  ditolak artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol, dengan kata lain kedua kelompok tersebut tidak memiliki kemampuan awal yang sama.

  i

  diterima dan H

  null

  1) Jika harga sig.(2-tailed) < 0.05 H null ditolak dan H i diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama. 2) Jika harga sig.(2-tailed) > 0.05 H

  ditolak dan H

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.9.2.3. Uji beda skor selisih pretest dan posttest

  Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif adalah analisis statistik dengan membandingkan selisih skor pretest ke posttest baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol untuk mengetahui apakah skor kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dari skor kelompok kontrol (Johnson & Christensen, 2008:312, 330). Perhitungan selisih skor dilakukan dengan menghitung selisih rata-rata dari skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Setelah skor selisih didapat skor tersebut diuji pembedanya. (Sarwono dan Suhayati, 2010:78) kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:

  1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka H ditolak dan H diterima artinya

  null i

  tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka H diterima dan H ditolak artinya

  null i

  terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  3.9.2.4. Uji besar pengaruh metode inkuiri

  Uji pengaruh dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan dari metode yang digunakan terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta. Metode tersebut yaitu, metode ceramah yang dilakukan pada kelompok kontrol dan metode inkuiri yang dilakukan pada kelompok eksperimen. Uji besar pengaruh dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Field, 2009:57,179):

  r =

  Keterangan: r = effect size dengan koefisien korelasi Pearson t = harga student test df = harga derajad kebebasan Untuk mengetahui persentase pengaruh digunakan koefisien determinasi

  2

  2

2 R dengan caraR = r × 100%

  Dengan kriteria:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  r = .10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen r = .30 (efek menengah) yang setara dengan 9% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen r = .50 (efek besar) yang setara dengan 25% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen

3.9.2.5. Menguji retensi pengaruh

  Uji retensi treatment atau perlakuan dilakukan setelah 1 bulan diberikan

treatmen baik untuk kelompok kontrol maupun untuk kelompok eksperimen.

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah efek yang ditimbulkan masih sekuat pada posttest I. Kriteria yang digunakan adalah:

  1) Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima . artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor

  posttest

  II. Dengan kata lain terdapat penurunan skor yang signifikan dari posttest I dan skor posttest II. 2) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak.

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II. Dengan kata lain tidak terdapat penurunan skor yang signifikan dari posttest I dan skor posttest II. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini membahas pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap

  kemampuan mengevaluasi pada pelajaran IPA materi pesawat sederhana dan pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mencipta pada pelajaran IPA materi pesawat sederhana.

  4.1 Hasil penelitian

  

4.1.1 Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengevaluasi

  Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kolaboratif antara peneliti dan guru mitra yang dilakukan dalam kelompok payung IPA. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SD untuk membuktikan pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap berbagai tingkat level kognitif menurut Benjamin S. Bloom. Menurut Anderson dan Krathwohl (2010:99) proses kognitif dari Benjamin S. Bloom yang telah direvisi terdiri dari 6 tingkatan yaitu: mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Pada bagian ini akan dibahas pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi, penelitian ini dilakukan menggunakan quasi-esperimental design tipe non-equivalent control group design

  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara undian. Hasilnya kelas VA menjadi kelas eksperimen dan kelas VB menjadi kelas kontrol, dengan jumlah masing-masing kelas 36 siswa. Pengumpulan data dilakukan dua kali yaitu pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sehingga diperoleh empat data yaitu: pretest kelompok kontrol, posttest kelompok kontrol, pretest kelompok eksperimen dan posttest kelompok eksperimen.

  Penentuan validitas dan reliabilitas soal essai yang digunakan untuk penelitian dilakukan dengan expert judgment dengan mengkonsultasikan instrumen penelitian tersebut kepada dosen pembimbing dan diujicobakan di SD Kanisius Kalasan. Hasil perhitungan uji validitas kemampuan mengevaluasi adalah valid dengan sig. (2-tailed) adalah 0.665. Hasil perhitungan uji reliabilitas adalah reliabel dengan dengan sig. (2-tailed) adalah 0.912.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Data yang diperoleh dari pengujian normalitas dengan uji Kolmogorov

  

Smirnov dengan program komputer SPSS 20 for windows untuk menetukan jenis

  uji statistik yang digunakan dalam analisis data responden. Distribusi data dikatakan normal jika nilai signifikansinya > 0,05 dan distribusi data dikatakan tidak normal jika nilai signifikansinya < 0,05. Berikut data hasil pengujian normalitas kemampuan mengevaluasi (lampiran 8.a):

  Tabel 9.Hasil uji normalitas kemampuan mengevaluasi

  No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  

1. Rerata pretest kontrol 0,057 Normal

  

2. Rerata posttest kontrol 0,320 Normal

  

3. Rerata pretes eksperimen 0,070 Normal

  

4. Rerata posttest eksperimen 0,442 Normal

  

5. Rerata Posttest II Kontrol 0,147 Normal

  

6. Rerata posttest II 0,621 Normal

eksperimen

  Dari analisis statistik di atas, pretest dan posttest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki distribusi data normal karena memiliki harga sig. (2-tailed ) > 0,05. Semua data pada kemampuan mengevaluasi termasuk data yang normal maka analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik t-

  

test . Analisis data yang digunakan pada kemampuan mengevaluasi ada lima

  langkah yaitu: uji perbandingan skor pretest, uji perbandingan skor pretest ke

  

posttest , uji selisih skor pretest dan posttest, uji besar pengaruh (effect size)

terhadap kemampuan mengevaluasi dan uji retensi pengaruh.

4.1.1.1. Perbandingan skor pretest kemampuan mengevaluasi

  Perbandingan skor pretest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil pretest pada kelompok kontrol dan pretest pada kelompok eksperimen. Cara ini digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik independent samples t-test. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

  H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok

  i kontrol dan kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tailed ) > 0,05 yaitu 0,749, t(70) = -0,32 dengan harga Levene’s Test dengan

  Perbandingan skor pretest ke posttest dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun pada kelompok eksperimen. Dari perhitungan tersebut dapat dilihat persentase kenaikan masing-masing kelompok. Analisis statistik yang digunakan adalah paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%

  ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain pretest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen berawal dari titik pijak yang sama.

  i

  diterima dan H

  null

  tingkat kepercayaan 95% F= 1,270 dan sig.(2-tailed) = 0,264 (terdapat homogenitas varian) sehingga dapat diketahui bahwa H

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut tidak memiliki kemampuan awal yang sama.

  Hasil pretest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,749 Tidak berbeda

  Tabel 10.Perbandingan skor pretest kemampuan mengevaluasi

  ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama. Dari pengujian tersebut diperoleh hasil (lampiran 11.b)

  i

  diterima dan H

  null

  2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, H

  Tabel tersebut menunjukkan bahwa harga M = -0,04, SE = 0,14 sig.(2-

4.1.1.2. Perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No kelompok Tes % peningkatan Sig.(2- tailed) keterangan

  diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  i

  Berdasarkan tabel di atas harga sig. (2-tailed) < 0,05 kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka H null ditolak dan H

  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa siswa pada kelompok kontrol mencapai skor yang lebih rendah yaitu dengan nilai M = -0,23 , SE =

  2. Eksperimen 2,69 2,94 9, 29% 0,030 Tidak berbeda

  

1. Kontrol 2,65 2,87 8,30 % 0,022 Berbeda

  Pretest Postest

  Tabel 11. Uji kenaikan skor mengevaluasi

  Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: H

  ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisis data tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini (lampiran 11.c)

  i

  diterima dan H

  null

  2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor

posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

  i

  • 0,09 , sig (2-tailed) = 0,022 , t(35) = -2,394 dibandingkan dengan kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dengan nilai M = - 0,25, SE = 0,11 , sig.(2-tailed) = 0,030, t(35) = -2,264.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.1.1.3. Uji selisih skor pretest dan posttest kemampuan mengevaluasi

  Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dari uji selisih skor tersebut dapat diketahui apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi. Perhitungan selisih dilakukan dengan mencari selisih skor posttest dengan skor pretest pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Sebelum melakukan uji selisih skor data kemampuan mengevaluasi tersebut harus diuji normalitasnya terlebih dahulu dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil normalitas data kemampuan

  mengevaluasi sebagai berikut: (Lampiran 11.d)

  Tabel 12. Uji normalitas skor selisih mengevaluasi

  No. Aspek Nilai Keterangan Signifikansi

  1. Selisih skor mengevaluasi kelompok 0,352 Normal kontrol

  2. Selisih skor mengevaluasi kelompok 0,418 Normal eksperimen

  Dari tabel uji normalitas kemampuan mengevaluasi dapat diperoleh data normal pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen maka analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik independent samples

  t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesisnya adalah sebagai berikut:

  H i : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya ada

  null i

  perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

  2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi . Berikut grafik selisih skor pretest-posttest kemampuan mengevaluasi.

  Gambar.11 Diagram batang skor selisih pretes-posttest kemampuan mengevaluasi

  Analisis perbedaan selisih skor pretest-posttest kemampuan mengevaluasi dapat dilihat pada tabel berikut ini (lampiran 1.d). Tabel 12. perbedaan selisih skor posttest dan pretest kemampuan

  mengevaluasi

  Tabel.13 selisih skor pretest dan posttest

  Hasil selisih skor pretest dan posttest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok 0,881 Tidak berbeda eksperimen

  Tabel selisih skor posttest dan pretest kemampuan mengevaluasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terdapat homogenitas varian pada data tersebut. Suatu data memiliki homogenitas varian apabila memiliki sig .(2-tailed) dengan harga

  Levene’s Tes t> 0,05. Data di atas

  memiliki sig. (2-tailed )> 0,05, yaitu ,0,351 pada harga

  Levene’s Test dengan F =

  ,dan sig.(2-tailed) = 0 ,882. Hasil uji t menunjukkan harga sig. (2-tailed) 0,881 > 0,05, M =-0,22, SE = 0,14, t(70) = 0,15 sehingga dapat disimpulkan bahwa H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan kata lain metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

  4.1.1.4. Uji besar pengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi

  Uji besar pengaruh (effect size) dilakukan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengujian besar pengaruh dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan metode yang digunakan terhadap kemampuan

  

mengevaluasi baik metode inkuiri maupun metode ceramah. Dari hasil

  penghitungan data penelitian menggunakan rumus effect size diperoleh hasil (lampiran 11.e)

  Tabel 14. Uji besar pengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi

  No kelompok t df r R2 Persentase Keterangan effect size

  1. kontrol -2,394 35 0.375 0,1476 14,76% Efek rmenengah 2. eksperimen -2,264 35 0,357 0,1274 12,74% Efek menengah

  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa metode inkuiri hanya memberikan sumbangan sedikit terhadap kemampuan mengevaluasi siswa, yaitu ditunjukkan dengan harga r = 0,357 , t(35) = -2,27 , yang masuk dalam kategori efek menengah dengan presentase efek sebesar 12,74% dibandingkan dengan metode ceramah yang menunjukkan harga r = 0,375 , t(35) = -2,40 , = 0,14 yang juga masuk dalam kategori efek menengah dengan presentase efek 14,76%.

  4.1.1.5. Uji retensi pengaruh kemampuan mengevaluasi

  Perbandingan skor posttest I ke posttest II dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor yang signifikan antara skor posttest I ke posttest II baik pada kelompok kontrol maupun pada kelompok eksperimen. Pengujian ini dilakukan setelah satu bulan yang bertujuan untuk mengetahui apakah efek yang ditimbulkan masih sekuat pada posttest I. Jika terdapat perbedaan secara signifikan, tidak terjadi penurunan yang signifikan namun apabila tidak terdapat perbedaan secara signifikan. Dari perhitungan normalitas data diperoleh distribusi data normal untuk data posttest kedua variabel mengevaluasi, yaitu dengan sig. (2-

  

tailed) sebesar 0,147 untuk kelompok kontrol dan sig. (2-tailed) sebesar 0,621

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah paired sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor

  posttest II pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor prosttest I dan posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttest 1 dan posttest II.

  2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II.

  Hasil analisis uji beda posttest I dan posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 11.f) Tabel. 15.Uji retensi pengaruh kemampuan mengevaluasi

  No kelompok Test % Sig. (2- keterangan penurunan tailed) Posttest

  I Postest

  II

1. Kontrol 2,87 2,74 -4, 53 % 0, 312 Tidak berbeda

  2. Eksperimen 2,94 2.85 -3, 06 % 0, 498 Tidak berbeda

  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor

  

posttest I dan posttest II. Hal ini ditunjukkan dengan harga M = 0,13 , SE = 0,13 ,

Sig. (2-tailed) = 0,312 , t(35) = 1,03 untuk kelompok kontrol yang menggunakan

  metode ceramah dan M = 0,08 , SE = 0,12 , Sig. (2-tailed) = 0,498 , t(35) = 68 untuk kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri. Persentase penurunan untuk kedua kelompok yaitu 4,53% untuk kelompok kontrol dan 3,06% untuk kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut grafik yang memperlihatkan skor pretest hingga posttest II pada kemampuan mengevaluasi baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  Gambar 12. Grafik skor pretest hingga posttest II mengevaluasi

4.1.2 Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mencipta

  Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kolaboratif antara peneliti dan guru mitra yang dilakukan dalam kelompok payung IPA. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SD untuk membuktikan pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap berbagai tingkat level kognitif menurut Benjamin S. Bloom. Menurut Anderson dan Krathwohl (2010:99) proses kognitif dari Benjamin S. Bloom yang telah direvisi terdiri dari 6 tingkatan antara lain: mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Pada bagian ini akan dibahas pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mencipta, penelitian ini dilakukan menggunakan quasi-eksperimental design tipe non-

  equivalent control group design

  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara undian. Hasilnya kelas VA menjadi kelas eksperimen dan kelas VB menjadi kelas kontrol, dengan jumlah masing-masing kelas 36 siswa. Pengumpulan data dilakukan dua kali yaitu pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sehingga diperoleh empat data yaitu: pretest kelompok kontrol, posttest kelompok kontrol, pretest kelompok eksperimen dan posttest kelompok eksperimen.

  Penentuan validitas dan reliabilitas soal essai yang digunakan untuk penelitian dilakukan dengan expert judgment dengan mengkonsultasikan instrument penelitian tersebut kepada dosen pembimbing dan diujicobakan di SD Kanisius Kalasan. Hasil perhitungan uji validitas kemampuan mencipta adalah valid dengan sig. (2-tailed) adalah 0.592. Hasil perhitungan uji reliabilitas adalah reliabel dengan dengan sig (2-tailed) adalah 0.898.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Data yang diperoleh dari pengujian normalitas dengan uji Kolmogorov

  

Smirnov dengan program komputer SPSS 20 for windows. Program komputer

  tersebut digunakan untuk menetukan jenis uji statistik yang digunakan dalam analisis data responden. Distribusi data dikatakan normal jika nilai signifikansinya > 0,05 dan distribusi data dikatakan tidak normal jika nilai signifikansinya < 0,05. Berdasarkan kriteria di atas di peroleh data sebagai berikut (lampiran 12.a)

  Tabel 16.Hasil uji normalitas kemampuan mencipta

  No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  

1. Rerata pretest kontrol 0,062 Normal

  

2. Rerata posttest kontrol 0,0052 Normal

  

3. Rerata pretes eksperimen 0,052 Normal

  

4. Rerata posttest kontrol 0,163 normal

  

5 Rerata posttest II kontrol 0,583 Normal

  

6 Rerata posttest II 0,103 Normal

eksperimen

  Dari analisis statistik di atas, pretest dan posttest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki distribusi data normal karena memiliki harga sig.

  

(2-tailed) > 0,05. Semua data pada kemampuan mengevaluasi termasuk data yang

normal maka analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik t-test.

  Analisis data yang digunakan pada kemampuan mencipta ada lima langkah yaitu uji perbandingan skor pretest, uji perbandingan skor pretest ke posttest, uji selisih skor pretest dan posttest, uji besar pengaruh (effect size) terhadap kemampuan

  mengevaluasi dan uji beda posttest I dan posttest II

4.1.2.1. Perbandingan skor pretest

  Perbandingan skor pretest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil pretest pada kelompok kontrol dan pretest pada kelompok eksperimen. Cara ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis memiliki titik pijak yang sama sehingga bisa dibuat perbandingan. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik independent samples t-test. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

  H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol

  i

  dan kelompok eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut tidak memiliki kemampuan awal yang sama.

  2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya tidak

  null i

  ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama. Dari pengujian tersebut diperoleh hasil (lampiran 2.a)

  Tabel 17.Perbandingan skor pretest kemampuan mencipta

  Hasil pretest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan 0,305 Tidak berbeda kelompok eksperimen

  Berdasarkan tabel tersebut perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen menunjukkan bahwa harga M = -0,14, SE = 0,13 sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu ,305, t(70) = -1,03. Harga

  Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan 95%

  = 0,384 dan sig. (2-tailed) = 0,537 (terdapat homogenitas varian) sehingga dapat

  F

  diketahui bahwa H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain pretest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen berawal dari titik pijak yang sama.

4.1.2.2. Perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan mencipta

  Perbandingan skor pretest ke posttest dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun pada kelompok eksperimen. Dari perhitungan tersebut dapat dilihat presentase kenaikan masing-masing kelompok. Analisis statistik yang digunakan adalah paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95% Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Hasil analisis data tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini (lampiran 12.b)

  Tabel 18.Uji kenaikan skor kemampuan mencipta

  No kelompok Tes % peningkatan Sig.(2- tailed) keterangan

  Prete st Postest

  1. Kontrol 2, 43 2, 49 2, 47% 0,532 Tidak berbeda

  2. Eksperimen 2, 57 2, 59 0,78% 0,873 Tidak berbeda

  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa siswa pada kelompok kontrol mencapai skor yang lebih tinggi yaitu dengan nilai M = -0,05 , SE = 0,08, sig. (2-

  

tailed) = 0,532 , t (35) = -0,632 dibandingkan dengan kelompok eksperimen yang

  menggunakan metode inkuiri dengan nilai M = -0,02, SE = 0,11 , sig. (2-tailed) = 0,873 , t(35) = -0,16. Berdasarkan tabel di atas harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki harga sig. (2-tailed )> 0,05 maka H null diterima dan H

  i

  ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor

  

pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan

  kata tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.1.2.3. Uji selisih skor posttest kemampuan mencipta

  Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dari uji selisih skor tersebut dapat diketahui apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mencipta. Perhitungan selisih dilakukan dengan mencari selisih skor posttest dengan skor pretest pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Sebelum melakukan uji selisih skor data kemampuan mencipta tersebut harus diuji normalitasnya terlebih dahulu dengan uji Kolmogorov Smirnov. Hasil normalitas data kemampuan mencipta sebagai berikut: (Lampiran 12.c)

  Tabel 19.Uji normalitas skor selisih mencipta

  No. Aspek Nilai Keterangan Signifikansi

1. Selisih skor mencipta kelompok kontrol ,236 Normal

  2. Selisih skor mencipta kelompok ,176 Normal eksperimen

  Dari tabel uji normalitas kemampuan mencipta dapat diperoleh data normal pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen maka analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesisnya adalah sebagai berikut:

  H : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada

  i kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  H null : tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta

  2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Analisis perbedaan pretest-postest dilakukan untuk mengetahui penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mencipta. Berikut grafik selisih skor pretest-

  posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen.

  Gambar 13. Diagram batang skor selisih pretest-posttest kemampuan mencipta

  Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data sebagai berikut (lampiran 2.c) Tabel 20.Uji selisih skor mencipta

  Hasil selisih skor pretest dan posttest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok 0, 794 Tidak berbeda eksperimen

  Tabel selisih skor posttest dan pretest kemampuan mencipta pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terdapat homogenitas varian pada data tersebut. Suatu data memiliki homogenitas varian apabila memiliki sig. (2-tailed) dengan harga

  Levene’s Test > 0,05. Data di atas memiliki sig. (2-tailed ) > 0,05 , yaitu 0,647 pada harga Levene’s Test dengan F = 0,221.

  Hasil uji t menunjukkan harga sig. (2-tailed) =0 ,749 atau > 0,05, M= 0,35, SE = 14 t(70) = 0,262, sehingga dapat diketahui bahwa H diterima dan H ditolak.

  null i

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan

  

posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain

  metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4.1.2.4. Uji besar pengaruh terhadap kemampuan mencipta

  Uji besar pengaruh (effect size) dilakukan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengujian besar pengaruh dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan metode yang digunakan terhadap kemampuan

  

mencipta baik metode inkuiri maupun metode ceramah. Dari hasil penghitungan

  data penelitian menggunakan rumus effect size diperoleh hasil (lampiran 12.d) Tabel 21.Uji besar pengaruh kemampuan mencipta

  No kelompok t df r R2 Persentase Keterangan efek size 1. kontrol -632 35 0,106 0,011 1,12% Efek kecil 2. eksperimen -161

  35 0,003 0.036 0,36% Efek kecil

  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa metode inkuiri hanya memberikan sumbangan sedikit terhadap kemampuan mencipta siswa, yaitu ditunjukkan dengan harga r = 0,003 , t(35) = -0,632 , yang masuk dalam kategori efek kecil dengan persentase 0,36% dibandingkan dengan metode ceramah yang menunjukkan harga r = 0,106 , t(35) = -0,632 , = 0,04 yang juga masuk dalam kategori efek kecil dengan presentase efek 1,12%.

  4.1.2.5. Uji retensi pengaruh kemampuan mencipta

  Perbandingan skor posttest I ke posttest II dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor yang signifikan antara skor posttest I ke posttest II baik pada kelompok kontrol maupun pada kelompok eksperimen. Pengujian ini dilakukan setelah satu bulan diberikan treatment yang bertujuan untuk mengetahui apakah efek yang ditimbulkan masih sekuat pada posttest I. Jika terdapat perbedaan secara signifikan, tidak terjadi penurunan yang drastis namun apabila tidak terdapat perbedaan secara signifikan, penggunaan metode inkuiri relatif permanen. Dari perhitungan normalitas data diperoleh distribusi data normal untuk data posttest II variabel mencipta, yaitu dengan sig. (2-tailed) sebesar ,147 untuk kelompok kontrol dan sig. (2-tailed) sebesar ,621 untuk kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah paired sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% karena distribusi data normal Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Kontrol 2, 49 2, 32 6, 83% 0,188 Tidak berbeda

  Berikut grafik yang memperlihatkan skor pretest hingga posttest II pada kemampuan mencipta baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen

  metode ceramah dan M = 0,02, SE = 0,11 , Sig. (2-tailed) = 0,836, t(35) = 0,208 untuk kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri. Persentase penurunan untuk kedua kelompok yaitu 6,83% untuk kelompok kontrol dan 1,16% untuk kelompok eksperimen.

  

posttest I dan posttest II. Hal ini ditunjukkan dengan harga M = 0,16, SE = 0,12 ,

Sig. (2-tailed) =0,188 , t(35) = 1,344 untuk kelompok kontrol yang menggunakan

  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor

  2. Eksperimen 2, 59 2, 56 1,16% 0, 836 Tidak berbeda

  H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. H null : tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor

  posttest II pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Posttest

  No kelompok Tes % penurunan Sig. (2- tailed) keterangan

  Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data sebagai berikut (lampiran 2.e) Tabel 22.Uji retensi pengaruh kemampuan mencipta

  2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor prosttest I dan posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttest 1 dan posttest II

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

1 Posttest

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 14. Grafik skor pretest hingga posttes II mencipta

  4.2 Pembahasan

  4.2.1. Kemampuan mengevaluasi Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi. Hal tersebut ditunjukkan pada harga sig. (2-tailed) sebesar 0,881 atau > 0,05 yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa metode inkuiri hanya memberikan pengaruh sedikit terhadap kemampuan

  

mengevaluasi yaitu 0,36% sedangkan metode ceramah memberikan pengaruh

  lebih banyak yaitu 1,12% Beberapa kemungkinan yang menjadi faktor penyebab metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi adalah langkah-langkah pembelajaran yang berbeda dari biasanya yang membuat anak bingung, hal ini terlihat ketika anak membuat rumusan masalah, hipotesis dan kesimpulan. Anak juga belum pernah menerima pelajaran dengan metode inkuiri sehingga anak menjadi bingung. Selain itu siswa kurang serius saat mengikuti pembelajaran, hal ini terlihat ketika peneliti mengamati setiap kelompok, siswa yang serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan hanya beberapa anak saja yang lain bermain dengan benda yang ada di sekitar mereka.

  Analisis data pada kemampuan mengevaluasi dilakukan dengan lima cara, yaitu dengan menguji perbandingan skor pretest, menguji skor pretest ke posttest, uji selisih skor, untuk memperkuat perhitungan dilakukan dengan uji besar pengaruh dan uji retensi pengaruh perlakuan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4.2.2. Kemampuan mencipta Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mencipta. Hal ini ditunjukkan dengan harga

  

sig. (2-tailed) sebesar 0,794 atau > 0,05 yang artinya tidak ada perbedaan yang

  signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki harga

  

sig. (2-tailed ) > 0,05 maka H nul l diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

  perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  Faktor penyebab metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan

  

mencipta hampir sama seperti pada kemampuan mengevaluasi, yaitu anak merasa

  bingung dengan langkah-langkah pembelajaran, siswa kurang serius dalam melakukan kegiatan inkuiri pada aspek mencipta. suasana kelas yang kurang kondusif karena kegiatan pembelajaran dilakukan pada jam terakhir siswa juga merasa lelah bermain sewaktu istirahat dan tidak bersemangat mengikuti pelajaran, siswa juga merasa bosan mengerjakan soal lembar kerja siswa (LKS) karena mereka mengalami kebingungan untuk mengerjakan LKS karena berbeda dari biasanya.

  Analisis data pada kemampuan mencipta dilakukan dengan lima cara, yaitu. Dengan menguji perbandingan skor pretest, menguji skor pretest ke posttest, uji selisih skor, untuk memperkuat perhitungan dilakukan dengan uji besar pengaruh dan uji retensi pengaruh perlakuan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V ini membahas mengenai kesimpulan dan saran. Bagian kesimpulan

  menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian. Selanjutnya bagian saran berisi saran untuk penelitian berikutnya.

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  5.1.1. Penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA tahun ajaran 2012/2013. Dari data kemampuan mengevaluasi pada siswa kelas V SD kanisius Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA tahun ajaran 2012/2013. Analisis data pada kemampuan mengevaluasi menunjukkan harga Sig. (2.tailed) > 0,05 yaitu 0,351 pada harga

  Levene’s Test dengan F = 0,882. Hasil uji t

  menunjukkan harga sig. (2-tailed) yaitu 0,881 atau > 0,05, M = -0,22, SE = 0,14, t(70) = =0,150. Uji besar pengaruh juga menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh yang dapat dikatakan dengan kategori menengah yaitu r = 0,36 dengan persentase sebesar 12,74%. Berdasarkan kriteria di atas dapat diketahui bahwa H null diterima dan H i ditolak. Meskipun demikian retensi pengaruh perlakuan menunjukkan bahwa selama kurang lebih dua bulan setelah diberi treatment, retensi pengaruh baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. Hal ini ditunjukkan dengan harga M = 0,13 , SE = 0,13 , Sig.(2-tailed) = 0,312 , t(35) = 1,03 untuk kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah dan M = 0,08 , SE = 0,12 , Sig.

  (2-tailed) = 0,498, t(35) = 0,68 untuk kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri. Persentase penurunan untuk kedua kelompok yaitu 4,53% untuk kelompok kontrol dan 3,06% untuk kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5.1.2. Penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta pada siswa kelas V SD Kanisius SorowajanYogyakarta pada mata pelajaran IPA tahun ajaran 2012/2013. Dari data kemampuan

  mencipta pada siswa kelas V SD kanisius Sorowajan Yogyakarta pada mata

  pelajaran IPA tahun ajaran 2012/2013. Analisis data pada kemampuan

  mencipta menunjukkan harga Sig. (2.tailed) > 0,05 yaitu 0, 647 pada harga Levene’s Test dengan F = 0,221. Hasil uji t menunjukkan harga Sig. (2.tailed)

  > 0,05 yaitu 0,749, M = 0,035, SE = 0,13, t(70) = 0,262. Uji besar pengaruh juga menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh yang dapat dikatakan dengan kategori kecil yaitu r = ,003 dengan persentase sebesar 0,36%. Berdasarkan kriteria diatas dapat diketahui bahwa H diterima dan H ditolak. Meskipun demikian retensi pengaruh perlakuan

  null i

  menunjukkan bahwa selama kurang lebih dua bulan setelah diberi treatment, retensi pengaruh baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. hal ini ditunjukkan dengan harga M = 0,16 , SE = 0,12 , Sig. (2-tailed) = 0,188 , t(35) = 1,344 untuk kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah dan M = 0,02 , SE = 0,11 , Sig. (2-tailed) =0 ,836 , t(35) = 208 untuk kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri. Persentase penurunan untuk kedua kelompok yaitu 6,83% untuk kelompok kontrol dan 1,16% untuk kelompok eksperimen.

5.2 Keterbatasan Penelitian

  Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yaitu:

  5.2.1. Waktu penelitian kebanyakan dilakukan di akhir pembelajaran, sehingga suasana kelas sudah tidak kondusif untuk pembelajaran. Siswa juga sudah lelah bermain saat istirahat sehingga banyak siswa yang tidak fokus dan tidak konsentrasi saat pembelajaran.

  5.2.2. Pembagian waktu dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kurang sesuai dengan materi pesawat sederhana yang sangat luas sehingga siswa kekurangan waktu untuk melakukan kegiatan inkuiri dan format LKS yang membosankan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5.3 Saran

  Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, berikut beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan bagi peneliti selanjutnya.

  5.3.1 Waktu penelitian sebaiknya dilakukan di awal pembelajaran, agar agar suasana kelas bisa lebih kondusif dan anak juga dapat fokus dan berkonsentrasi dengan baik dalam melakukan kegiatan pembelajaran

  5.3.2 Pembagian waktu pada RPP juga harus diperhatikan karena materi pesawat sederhana sangat luas, sehingga anak-anak memerlukan waktu yang banyak untuk melakukan pembelajaran dengan metode inkuiri. Format LKS juga harus dibuat semenarik mungkin agar siswa tidak bosan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR REFERENSI

  IPA kelas V SD Budya Wacana . Skripsi mahasiswa Universitas Sanata

  pendidikan . Jakarta : Kencana

  Skripsi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. (tidak dipublikasikan). Roestiyah. (2001). Strategi belajar mengajar. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya Sanjaya. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses

  Turkish Science Education. 6 (2), 1-19 Putriyana, (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menerapkan dan mencipta pada pelajaran IPA di SDK Sengkan.

  service Teachers’ Science Teaching Self-Efficacy Beliefs. Journal of

  Dharma. (tidak dipublikasikan) Ozdilek dan Bulunuz. (2009). The Effect of a Guided Inquiry Method on Pre-

  Anderson.L.W.& Krathwol, D.R. (2010). Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran, dan asesmen . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Arifin, Z. (2009). Evaluasi pembelajaran prinsip, teknik, prosedur. Bandung:

  PT Remaja Rosdakarya Asmiyawati, dkk.(2008). IPA 5 salingtemas. Jakarta: Depdiknas.

  Nugroho, Trisno. (2010). Peningkatan prestasi belajar siswa dengan

  Publications Mulyasa, E. (2007). Menjadi guru profesional menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: PT. Rosdakarya.

  qualitative, and mixed approaches, third edition . California: Sage

  Semarang: Unversitas Diponegoro. Jonson, B. & Christensen, L. (2008). Educational research, quantitative,

  Ghozali, I. (2009). Aplikasi Analisis multivariate dengan Program SPSS.

  Jakarta: PT Raja Grafindo. Field. A. (2009). Discovering statistics using SPSS, third edition. London: Sage.

  Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Emzir. (2008). Metodologi penelitian pendidikan: kuantitatif dan kualitatif.

  pendekatan Kontekstual melalui metode inkuiri pada mata pelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sarwono dan Jonathan. (2012). Mengenal SPSS STATISTICS 20:Aplikasi

  untuk Riset Eksperimental . Jakarta: PT Gramedia

  Sarwono & Suhayati. (2010). Riset akutansi menggunakan SPSS.Yogyakarta: Graha Ilmu

  Septiani. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA di SDK Sengkan.

  Skripsi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. (tidak dipublikasikan). Setyosari. (2010). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta:

  Kencana Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,

  Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta

  Sukmadinata. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sulisytanto. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI Kelas V.

  Jakarta: Depdiknas. TIM Bina IPA. (2010). IPA 5 Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas V. Jakarta: Yudhistira. Tim Penyusun Kamus. (2007). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

  Trianto. (2010). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: konsep,

  landasan dan implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Predana Media Group.

  

LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1. Silabus Kelompok Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2. Silabus Kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 3. RPP Kelompok Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 4. RPP Kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 5. Soal Essai Penelitian

  Jalanku Buntu Besok merupakan hari pertama siswa masuk sekolah setelah libur Natal. Anak - anak kelas 5 SD Suka Tani besok juga akan mengadakan perayaan Natal bersama.

  Untuk mempersiapkan acara tersebut, sebelum libur Pak Guru meminta tolong kepada Andi, Anto, Iman dan Riski untuk membantu membereskan aula yang akan digunakan untuk perayaan Natal. Minggu siang mereka pergi ke sekolah untuk membereskan aula. Sesampainya di depan gerbang sekolah, ternyata banyak sekali tumpukan pasir dan bebatuan sisa pembangunan pendopo yang berserakan di sekitar halaman. Mereka berjalan mendekati aula.Ternyata ada gundukan pasir yang sangat tinggi dan sebuah karung berisi semen menutupi pintu aula.Pada saat itu hanya ada mereka berempat.Siang itu juga mereka harus segera membereskan aula, karena keesokan harinya sudah digunakan untuk perayaan Natal.Mereka tidak dapat masuk aula karena terhalang oleh gundukan pasir dan karung semen. Tidak ada jalan lain untuk memasuki aula selain melewati pintu yang tertutup pasir dan karung semen tersebut.

  Setelah membaca kasus di atas, jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Sebutkan alat-alat yang dapat digunakan untuk memindahkan pasir dan karung berisi semen! Mengapa alat-alat tersebut dapat memudahkan kita dalam memindahkan pasir dan karung berisi semen? Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

  2. Sebutkan letak titik tumpu, beban, dan kuasa alat pada gambar di bawah ini! A = titik …………… B = titik …………….

  C = titik ……………. Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

  3. Jelaskan cara kerja alat yang kamu pilih di no 1 untuk memindahkan pasir dan karung berisi semen! Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

  4. Sebutkan perbedaan yang akan terjadi jika memindahkan pasir dengan menggunakan skop bergagang panjang dan skop bergagang pendek, jelaskan alasanmu! Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

  5. Mana yang lebih efektif/mudah antara menggunakan gerobak dorong dengan menggunakan papan kayu untuk memindahkan pasir dan karung berisi semen? berilah alasanmu! Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Gambarlah hasil rancangan proses pemindahan semen satu karung dan gundukan pasir pada kasus tersebut! (di kertas kosong sebaliknya) Dengan kriteria : a. Alat mudah digunakan dan ditemukan di lingkungan sekolah/ rumah.

  b. Rancangan runtut dan mudah dipraktekkan. Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 6. Rubrik Penelitian NO

VARIABEL ASPEK

  Dapat memeriksa alat yang

  4 termasuk pesawat sederhana yang paling efektif pada soal dan jawaban tepat Dapat memeriksa alat yang

  3 termasuk pesawat sederhana yang efektif pada soal namun

  Memeriksa alat jawaban kurang tepat yang termasuk

  Memeriksa Kurang dapat memeriksa

  2 pesawat alat yang termasuk pesawat sederhana sederhana yang efektif pada soal dan jawaban kurang tepat Tidak dapat memeriksa alat

  1 yang termasuk pesawat sederhana yang efektif pada soal Jika mampu mengkritik

  4 penyelesaian pekerjaan menggunakan gerobak dorong dan menggunakan papan kayu dengan alasan logis dan tepat. Jika mampu mengkritik

  3

  5. Mengevaluasi penyelesaian pekerjaan Mengkritik menggunakan gerobak penyelesaian dorong dan menggunakan pekerjaan papan kayu dengan alasan menggunakan pesawat logis namun kurang tepat

  Mengkritik sederhana dan Jika mampu mengkritik

  2 tidak penyelesaian pekerjaan menggunakan menggunakan gerobak pesawat dorong dan menggunakan sederhana papan kayu namun alasan kurang tepat dan kurang logis Jika tidak mampu mengkritik

  1 penyelesaian pekerjaan menggunakan gerobak dorong dan menggunakan papan kayu Jika mampu menguji

  4 Menguji keefektifan penggunaan keefektifan pesawat sederhana dengan

  Menguji penggunaan benar, logis dan jelas. pesawat

  Jika mampu menguji

  3 sederhana keefektifan penggunaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pesawat sederhana namun kurang benar dan logis. Jika kurang mampu menguji

  2 keefektifan penggunaan pesawat sederhana dan jawaban kurang logis Jika tidak mampu menguji

  1 keefektifan penggunaan pesawat sederhana Jika mampu menilai

  4 ketepatan penggunaan alat untuk memindahkan semen satu karung dan gundukan pasir jawaban logis dan benar Jika mampu menilai

  3 ketepatan penggunaan alat untuk memindahkan semen satu karung dan gundukan

  Menilai ketepatan pasir dengan jawaban logis penggunaan alat Untuk namun kurang jelas

  Menilai memindahkan Jika mampu menilai

  2 semen satu ketepatan penggunaan alat karung dan untuk memindahkan semen gundukan pasir satu karung dan gundukan pasir namun jawaban kurang logis dan kurang jelas Jika tidak mampu menilai

  1 ketepatan penggunaan alat untuk memindahkan semen satu karung dan gundukan pasir Mampu menentukan

  4 hipotesis dari kasus pemindahan gundukan pasir

  Menentukan hipotesis dari dengan menggunakan pesawat sederhana dan tidak kasus pemindahan menggunakan pesawat gundukan pasir dengan sederhana dengan logis dan

  Membuat benar 6. menggunakan

  Mencipta

  hipotesis pesawat Mampu menentukan

  3 sederhana dan hipotesis dari kasus tidak pemindahan gundukan pasir menggunakan dengan menggunakan pesawat pesawat sederhana dan tidak sederhana menggunakan pesawat sederhana dengan benar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  namun kurang logis Mampu menentukan

  2 hipotesis dari kasus pemindahan gundukan pasir dengan menggunakan pesawat sederhana dan tidak menggunakan pesawat sederhana namun kurang logis dan kurang benar Tidak mampu menentukan

  1 hipotesis dari kasus pemindahan gundukan pasir dengan menggunakan pesawat sederhana dan tidak menggunakan pesawat sederhana Mampu merancang prinsip

  4 kerja alat dalam pesawat sederhana dengan runtut Mampu merancang prinsip

  3 kerja alat dalam penerapan Merancang pesawat sederhana namun prinsip kerja alat kurang runtut

  Mendesain dalam penerapan Kurang mampu merancang

  2 pesawat prinsip kerja alat dalam sederhana penerapan pesawat sederhana namun kurang runtut Tidak mampu merancang

  1 prinsip kerja alat dalam penerapan pesawat sederhana Gambar yang dibuat bisa

  4 digunakan untuk memindahkan semen dan pasir dan ditemukan di lingkungan sekolah dan di lingkungan rumah dan

  Menggambar lengkap hasil rancangan

  Gambar yang dibuat bisa

  3 proses Mengkonstru pemindahan digunakan dan ditemukan di ksi semen satu lingkungan sekolah serta di karung dan lingkungan rumah namun gundukan pasir kurang lengkap Gambar yang dibuat kurang

  2 bisa digunakan dan ditemukan di lingkungan sekolah dan di lingkungan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  rumah dan kurang lengkap Gambar yang dibuat tidak

  1 bisa digunakan dan tidak ditemukan di lingkungan sekolah dan di lingkungan rumah serta tidak lengkap Mampu merencanakan alat

  4 yang akan digunakan untuk pemindahan gundukan pasir dan semen satu dengan tepat dan benar Mampu merencanakan alat

  3 yang akan digunakan untuk pemindahan gundukan pasir

  Merencanakan dan semen satu namun alat yang akan kurang tepat digunakan untuk

  Merencanaka pemindahan Kurang mampu

  2 n gundukan pasir merencanakan alat yang akan dan semen satu digunakan untuk pemindahan karung gundukan pasir dan semen satu karung namun kurang tepat Tidak mampu merencanakan

  1 alat yang akan digunakan untuk pemindahan gundukan pasir dan semen satu karung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 7. Kunci jawaban soal No. Variabel Aspek Jawaban

  5. Mengevaluasi Memeriksa Yang paling efektif yaitu dengan menggunakan gerobak dorong karena menggunakan prinsip roda berporos sehingga dapat membawa benda-benda yang berat dengan lebih cepat, mudah dan tenaga yang harus dikeluarkan pun lebih sedikit sedangkan dengan menggunakan papan kayu tenaga yang dibutuhkan lebih banyak dan akan terasa berat. Mengkritik Yang paling efektif yaitu dengan menggunakan gerobak dorong karena menggunakan prinsip roda berporos sehingga dapat membawa benda-benda yang berat dengan lebih cepat, mudah dan tenaga yang harus dikeluarkan pun lebih sedikit sedangkan dengan menggunakan papan kayu tenaga yang dibutuhkan lebih banyak dan akan terasa berat. Menguji Yang paling efektif yaitu dengan menggunakan gerobak dorong karena menggunakan prinsip roda berporos sehingga dapat membawa benda-benda yang berat dengan lebih cepat, mudah dan tenaga yang harus dikeluarkan pun lebih sedikit sedangkan dengan menggunakan papan kayu tenaga yang dibutuhkan lebih banyak dan akan terasa berat. Menilai Yang paling efektif yaitu dengan menggunakan gerobak dorong karena menggunakan prinsip roda berporos sehingga dapat membawa benda-benda

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. mencipta yang berat dengan lebih cepat, mudah dan tenaga yang harus dikeluarkan pun lebih sedikit sedangkan dengan menggunakan papan kayu tenaga yang dibutuhkan lebih banyak dan akan terasa berat.

  Mendesain Mengkonstr uksi merencanak an

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 8. Hasil Analisis SPSS validitas dan Reliabilitas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a. Uji Validitas

1. Uji Validitas 6 Kemampuan

  

Correlations

total no1 no2 no3 no4 no5 no6 ** ** ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .563 .487 .693 .471 .665 .592 Sig. (2-tailed) .000 .002 .000 .003 .000 .000 N

  38

  38 **

  38

  38

  38

  38

  38 no1 Pearson Correlation .563 1 -.023 .265 .137 .221 .216 Sig. (2-tailed) .000 .892 .108 .412 .182 .193

  N

  38

  38

  38

  38 ** * **

  38

  38

  38 no2 Pearson Correlation .487 -.023 1 .481 .385 .108 -.098 Sig. (2-tailed) .002 .892 .002 .017 .518 .557

  N

  38

  38

  38 ** **

  38

  38

  38

  38 no3 Pearson Correlation .693 .265 .481 1 .316 .225 .206 Sig. (2-tailed) .000 .108 .002 .053 .175 .214

  N

  38 ** *

  38

  38

  38

  38

  38

  38 no4 Pearson Correlation .471 .137 .385 .316 1 .071 .086 Sig. (2-tailed) .003 .412 .017 .053 .670 .608

  N

  38 **

  38

  • ** 38

  38

  38

  38

  38 no5 Pearson Correlation .665 .221 .108 .225 .071 1 .524 Sig. (2-tailed) .000 .182 .518 .175 .670 .001

  N

  • ** **

  38

  38

  38

  38

  38

  38

  38 no6 Pearson Correlation .592 .216 -.098 .206 .086 .524

  1 Sig. (2-tailed) .000 .193 .557 .214 .608 .001 N

  38

  38

  38

  38

  38

  38

  38 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Uji Validitas Kemampuan Mengevaluasi Correlations

  total in1 in2 in3 in4 ** ** ** ** total Pearson 1 .905 .903 .846 .904 Correlation

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  38

  38

  38

  38 ** ** ** **

  38 in1 Pearson .905 1 .700 .711 .794 Correlation

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  38

  38

** ** ** **

  38

  38

  38 in2 Pearson .903 .700 1 .698 .830 Correlation

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  38

  38

  38 ** ** ** **

  38

  38 in3 Pearson .846 .711 .698 1 .602 Correlation

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  38

  38 ** ** ** **

  38

  38

  38 in4 Pearson .904 .794 .830 .602

  1 Correlation Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  38

  38

  38

  38

  38 3.

   Uji Validitas Kemampuan Mencipta Correlations total in1 in2 in3 in4 ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .907 .892 .840 .862 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  38

  38

  38

  38 ** ** ** **

  38 in1 Pearson Correlation .907 1 .770 .671 .713 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000

  N

  38

  38

  38

  38 ** ** ** **

  38 in2 Pearson Correlation .892 .770 1 .685 .677 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000

  N

  38

  38

  38

  38

  38 ** ** ** ** in3 Pearson Correlation .840 .671 .685 1 .614 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000

  N

  38

  38

  38

  38 ** ** ** **

  38 in4 Pearson Correlation .862 .713 .677 .614

  1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  38

  38

  38

  38

  38 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Uji Reliabilitas

  1. Uji Kemampuan 6 Kemampuan Case Processing Summary N % Valid a 38 100.0 Cases Excluded .0

  Total 38 100.0

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha

  .729

  7

  2. Uji Reliabilitas Kemampuan Mengevaluasi Case Processing Summary N % Valid a 38 100.0 Cases Excluded .0

  Total 38 100.0

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha

  .912

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Uji Kemampuan Kemampuan Mencipta Case Processing Summary

  N % Valid a 38 100.0 Cases Excluded .0 Total 38 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha

  .898

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  24

  3

  3

  3

  2

  11

  25

  2

  2

  3

  9

  2

  26

  2

  2

  2

  2

  8

  27

  3

  3

  3

  3

  7

  1

  28

  3

  3

  3

  3

  12

  20

  3

  2

  3

  3

  11

  21

  3

  2

  3

  3

  12

  22

  3

  3

  3

  3

  12

  23

  2

  12

  2

  19

  8

  2

  2

  2

  2

  8

  34

  2

  2

  2

  2

  35

  8

  2

  2

  2

  2

  8

  36

  3

  2

  3

  2

  10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33

  2

  2

  3

  3

  2

  9

  29

  2

  3

  3

  2

  10

  30

  3

  3

  2

  3

  12

  31

  1

  1

  2

  1

  5

  32

  2

  2

  3

  

Lampiran 9.Rekap Nilai Uji Validitas dan Reliabilitas Kemampuan

Mengevaluasi

  No Aspek

  2

  3

  3

  12

  6

  1

  2

  2

  2

  7

  7

  2

  3

  2

  2

  8

  8

  1

  1

  1

  1

  4

  9

  3

  3

  5

  3

  2

  Total Memeriksa Mengkritik Menguji Menilai

  1

  1

  1

  1

  1

  4

  2

  3

  2

  3

  10

  6

  3

  4

  3

  3

  3

  13

  4

  2

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  9

  15

  2

  2

  2

  2

  8

  16

  3

  3

  3

  2

  12

  17

  2

  2

  2

  2

  8

  18

  2

  2

  2

  3

  2

  12

  8

  10

  2

  2

  2

  2

  8

  11

  2

  2

  2

  2

  12

  14

  2

  3

  3

  2

  10

  13

  2

  2

  2

  2

  8

  8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

  22

  4

  18 Menilai

  17

  3

  13 Menguji

  20

  4

  13 Mengkritik

  20

  37

  2

  3

  2

  1

  10 No. Soal Variabel Aspek Skor

  3

  2

  2

  3

  38

  10

  3

  2

  3

  4 5 mengevaluasi Memeriksa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

  1

  1

  1

  1

  4

  24

  3

  3

  3

  3

  25

  12

  2

  2

  3

  2

  9

  26

  2

  2

  2

  3

  9

  23

  3

  2

  2

  1

  7

  19

  2

  2

  2

  2

  8

  20

  1

  2

  3

  2

  7

  21

  2

  3

  2

  2

  9

  22

  3

  3

  27

  2

  2

  6

  1

  1

  2

  1

  5

  33

  1

  1

  2

  2

  34

  7

  2

  1

  2

  2

  7

  35

  2

  2

  2

  3

  9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  32

  2

  2

  2

  2

  8

  28

  2

  2

  3

  2

  9

  29

  2

  2

  2

  3

  9

  30

  3

  3

  4

  3

  13

  31

  2

  1

  2

  

Lampiran 10.Rekap Nilai Uji Validitas dan Reliabilitas Kemampuan

Mencipta

  No Aspek

  12

  3

  3

  3

  3

  12

  6

  3

  3

  3

  3

  7

  10

  2

  2

  2

  2

  8

  8

  1

  1

  1

  1

  4

  5

  3

  3

  2

  Membuat Hipotesis Mendesain Mengkonstruksi Merencanakan

  Total

  1

  1

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  10

  3

  2

  2

  2

  2

  8

  4

  3

  2

  9

  3

  18

  13

  2

  2

  2

  2

  8

  15

  4

  3

  3

  3

  16

  7

  2

  2

  2

  2

  8

  17

  2

  2

  2

  2

  8

  14

  2

  2

  2

  3

  11

  10

  2

  2

  2

  3

  9

  11

  2

  2

  2

  2

  8

  12

  2

  2

  2

  2

  8

  13

  1

  2

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8

  4

  6 Mencipta Membuat Hipotesis

  8

  22

  7 Mendesain

  7

  23

  1 Mengkonstruksi

  2

  3

  26

  8 Merencanakan

  5

  19

  14

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  36

  2

  2

  2

  2

  2

  8

  37

  2

  2

  3

  Skor

  9

  38

  1

  2

  2

  2

  7 No.

  Soal Variabel Aspek

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 11. Hasil Analisis SPSS Kemampuan Mengevaluasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a. Uji normalitas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Uji Beda Pretest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Uji kenaikan skor pretest ke posttest Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 PreKont1 2.6472 36 .52139 .08690 PostKont1 2.8731

  36 .46783 .07797 Pair 2 PreEks1 2.6914 36 .64023 .10670 PostEks1 2.9389

  36 .56721 .09454 Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 PreKont1 & PostKont1 36 .349 .037 Pair 2 PreEks1 & PostEks1 36 .415 .012

  Lower Upper Pair 1 PreKont1 - PostKont1

  

Paired Samples Test

Paired Differences

t df

  Sig. (2- Mean tailed) Std.

  Deviation

Std. Error

Mean

95% Confidence

  Interval of the

  • .22583 .56605 .09434 -.41736 -.03431 -2.394 35 .022 Pair 2 PreEks1 - PostEks1
  • .24750 .65606 .10934 -.46948 -.02552 -2.264 35 .030

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

d. Uji selisih Skor One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  SelisihKontrol1 SelisihEksperimen1 N

  

36

  36 Normal Mean .2258 .2475 a,b Parameters Std. Deviation .56605 .65606 Most Extreme Absolute .155 .147

  Differences Positive .155 .147 Negative -.151 -.113 Kolmogorov-Smirnov Z .930 .882

  Asymp. Sig. (2-tailed) .352 .418

  a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

  Group Statistics Std. Std. Error N Mean Deviation Mean

  Kelompok SelisihKontEks1 Selisih Kontrol 1 36 .2258 .56605 .09434 Selisih 36 .2475 .65606 .10934 Eksperimen 1

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means

  95% Confidence Interval of the Difference Sig. (2- Mean Std. Error Lower Upper

  F Sig. t df tailed) Difference Difference SelisihKontEks1 Equal variances .882 .351 -.150 70 .881 -.02167 .14442 -.30970 .26637 assumed

  Equal variances -.150 68.529 .881 -.02167 .14442 -.30981 .26647 not assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

e. Uji besar pengaruh

   Kelompok eksperimen = 0,1274

  = Persentase efek = 0,1274 x 100% = 12,74% = = = = 0,357

   Kelompok kontrol = 0,1476

  = Persentase efek = 0,1476 x 100% = 14,76% = = = = 0,375 f.

   Uji retensi pengaruh Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PostKont2 2.4856

  36 .67066 .11178 Pair 1 PostKont2Ke2 2.3214 36 .79411 .13235 PostEks2 2.5883

  36 .55383 .09230 Pair 2 PostEks2Ke2 2.6139 36 .56959 .09493

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 PostKont2 & PostKont2Ke2 36 .510 .001 Pair 2 PostEks2 & PostEks2Ke2 36 .274 .106

  

Paired Samples Test

Paired Differences 95% Confidence

  Interval of the Std. Std. Error Sig. (2- Lower Upper Mean Deviation Mean t df tailed)

  Pair 1 PostKont2 - .16417 .73290 .12215 -.08381 .41214 1.344 35 .188 PostKont2Ke2 Pair 2 PostEks2 - -.02556 .67717 .11286 -.25468 .20357 -.226 35 .822 PostEks2Ke2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 12. Hasil Analisis SPSS Kemampuan Mencipta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a. Uji beda pretest Group Statistics

  Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pretest Kontrol 2 36 2.4336 .58952 .09825 PreKontEks2

  Pretest Eksperimen 2 36 2.5714 .54194 .09032

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval Std. Error of the Difference Sig. (2- Mean Differenc

  Lower Upper F Sig. t df tailed) Difference e PreKontEks2 Equal variances .384 .537 -1.032 70 .305 -.13778 .13346 -.40396 .12840 assumed

  Equal variances -1.032 69.510 .305 -.13778 .13346 -.40399 .12844 not assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Uji kenaikan skor pretest dan posttest Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PreKon2 2.4336 36 .58952 .09825 Pair 1

  PostKont2 2.4856 36 .67066 .11178 PreEks2 2.5714 36 .54194 .09032 Pair 2

  PostEks2 2.5883 36 .55383 .09230 Paired Samples Test

  Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Std. Error Sig. (2-

  Lower Upper Mean Deviation Mean t df tailed) Pair 1 PreKon2 - PostKont2 -.05194 .49325 .08221 -.21884 .11495 -.632 35 .532 Pair 2 PreEks2 - PostEks2 -.01694 .63085 .10514 -.23039 .19650 -.161

  35 .873 c.

   Uji selisih skor

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  SelisihKontrol2 SelisihEksperimen2 N

  

36

  36 Normal Mean .0519 .0169 a,b Parameters Std. Deviation .49325 .63085 Most Extreme Absolute .172 .184

  Differences Positive .126 .161 Negative -.172 -.184 Kolmogorov-Smirnov Z 1.034 1.102

  Asymp. Sig. (2-tailed) .236 .176 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Group Statistics

Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Selisih Kontrol 2

  36 .0519 .49325 .08221 SelisihKontEks2 Selisih Eksperimen 2 36 .0169 .63085 .10514

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means

  95% Confidence Interval Std. Error of the Difference Sig. (2- Mean Differenc

  Lower Upper F Sig. t df tailed) Difference e SelisihKontEks2 Equal variances .211 .647 .262 70 .794 .03500 .13347 -.23119 .30119 assumed

  Equal variances not .262 66.151 .794 .03500 .13347 -.23146 .30146 assumed

d. Uji besar pengaruh

   Kelompok Kontrol = 0,0079 = Persentase efek = 0,0079 x 100% = 0,79% = = = = 0,089

   Kelompok eksperimen = 0,0210

  = Persentase efek = 0,0210 x 100% = 2,10% =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  = = = 0,145 e.

   Uji retensi pengaruh One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test SelisihKontrol2 SelisihEksperim en2

  N

  36

  36 a,b Mean .0519 .0169 Normal Parameters Std. Deviation .49325 .63085 Absolute .172 .184

  Most Extreme Differences Positive .126 .161 Negative -.172 -.184 Kolmogorov-Smirnov Z 1.034 1.102 Asymp. Sig. (2-tailed) .236 .176 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

  Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PostKont2 2.4856

  36 .67066 .11178 Pair 1 PostKont2Ke2 2.3214 36 .79411 .13235 PostEks2 2.5883

  36 .55383 .09230 Pair 2 PostEks2Ke2 2.5653 36 .55410 .09235

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 PostKont2 & PostKont2Ke2 36 .510 .001 Pair 2 PostEks2 & PostEks2Ke2 36 .279 .099

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  2.25

  24

  3

  2

  3

  3

  2.75

  25

  4

  2

  2

  2

  2.75

  26

  2.71

  2.68

  2.62

  2.59

  2.65

  27

  2

  3

  2

  2

  3

  2.50

  21

  4

  3

  4

  3

  3.50

  20

  1

  1

  1

  1

  1.00

  2

  2

  3

  3

  2

  2.50

  22

  1

  2

  2

  3

  2.00

  23

  3

  28

  2.75

  2.50

  33

  3

  2

  3

  2

  2.50

  34

  2

  3

  2

  3

  35

  4

  4

  2

  4

  3

  3.25

  36

  3

  2

  3

  3

  2.75 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.00

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2.50

  29

  2

  3

  2

  3

  2.50

  30

  1

  2

  3

  2

  2.25

  31

  4

  3

  4

  3

  3.50

  32

  3

  19

  Lampiran 13. Rekap nilai Kemampuan Mengevaluasi Kelompok Kontrol

  1. Nilai Pretest No.

  7

  3

  3

  4

  3.50

  6

  3

  2

  2

  3

  2.50

  3

  5

  3

  2

  3

  2.75

  8

  4

  3

  4

  2

  3.25

  9

  4

  2.50

  2

  1

  Indikator Rata-

  Memeriksa Mengkritik Menguji Menilai rata

  1

  3

  4

  3

  4

  3.50

  2

  1

  2

  3

  2

  1.75

  3

  2.71

  2.68

  2.62

  2.59

  2.65

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2.50

  15

  4

  3

  4

  2

  3.25

  16

  3

  3

  2

  3

  2.75

  17

  3

  3

  2

  3

  2.75

  18

  4

  2

  3

  14

  3

  2

  2.75

  10

  1

  3

  2

  1

  1.75

  11

  2

  3

  3

  2.50

  2.50

  12

  2

  3

  4

  2

  2.75

  13

  3

  2

  3

  2

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  18

  4

  3

  3

  4

  3.50

  19

  3

  3

  2

  3

  2.75

  20

  3

  2

  3

  2

  2.50

  21

  3

  2

  3.00

  3

  2

  4

  2.50

  14

  3.06

  2.79

  2.85

  2.79

  2.87

  15

  4

  4

  3

  4

  4.00

  16

  4

  4

  3

  3

  3.50

  17

  3

  3

  2.50

  2

  28

  3

  2

  2.50

  27

  3

  2

  2

  3

  2.50

  3

  3

  2

  2

  2

  2.25

  29

  3

  4

  3

  4

  3.50 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  26

  22

  3.50

  3

  3

  3

  2

  2.75

  23

  3

  4

  3

  4

  24

  3.00

  3

  3

  4

  3

  3.25

  25

  4

  2

  3

  3

  3

  2. Rangkuman Nilai Pretest No.

  Soal Variabel Aspek

  2

  4

  3

  3

  3

  3.25

  2

  3

  2

  2

  2.25

  Indikator Rata- rata Memeriksa Mengkritik Menguji Menilai

  3

  3

  2

  3

  3

  2.75

  4

  3

  2

  2

  1

  3. Nilai Posttest I No

  2.50

  8 Mengkritik

  Skor

  1

  2

  3

  4

  5 Mengevaluasi Memeriksa

  4

  8

  14

  2

  3

  17

  16

  1 Menguji

  2

  12

  16

  6 Menilai

  2

  15

  16

  3

  5

  2

  3

  3

  2.75

  10

  2

  2

  3

  1

  2.00

  11

  2

  3

  3

  2

  2.50

  12

  3

  3

  2

  3

  2.75

  13

  3

  2

  2

  7

  3

  2

  2

  2.25

  6

  2

  3

  3

  3

  2.75

  3

  9

  3

  3

  2

  2.75

  8

  4

  3

  3

  3

  3.25

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  2.25

  11

  2

  2

  2

  2

  2.00

  12

  3

  2

  3

  2

  2.75

  13

  3

  3

  2

  2

  2.50

  2

  2

  3

  4

  2.75

  7

  3

  3

  3

  2

  2.75

  8

  4

  3

  3

  3

  3.50

  9

  2

  2

  2

  2

  2.00

  10

  14

  3

  3

  3

  3

  2.50

  19

  3

  3

  3

  3

  3.00

  20

  2

  3

  2

  3

  2.50

  21

  2

  2

  2

  2

  2.00 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  2

  2

  4

  3

  2.75

  15

  2.94

  2.77

  2.6

  2.66

  2.74

  16

  4

  18

  4

  4

  4.00

  17

  2

  2

  2

  2

  2.00

  3

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  3.25 35 3,06

  2.79

  2.85

  2.79

  2.81

  36

  3

  34

  4

  3

  3.25

  4. Rangkuman Nilai Posttest I No.

  Soal Variabel Aspek

  Skor

  1

  2

  3

  4

  2.50

  5 Mengevaluasi Memeriksa

  3.50

  4

  3

  4

  3.50

  31

  4

  3

  3

  4

  32

  3

  3

  2

  3

  2

  2.50

  33

  2

  3

  2

  4

  6

  3

  3

  2.25

  3

  3

  3

  2

  2

  2.50

  4

  3

  3

  3

  3

  3.00

  5

  4

  3

  4

  3

  3.50

  6

  2

  2

  22

  16

  8 Mengkritik

  14

  17

  5 Menguji

  10

  23

  3 Menilai

  1

  13

  6

  2

  5. Nilai Posttest II No

  Indikator Rata- rata Memeriksa Mengkritik Menguji Menilai

  1

  3

  3

  2

  2

  2.50

  2

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  3.00

  2

  1

  2

  1

  2

  1.50

  3

  2

  3

  2

  3

  2.50

  4

  4

  3

  4

  3

  3.50

  3

  3

  2

  19

  1

  9

  18

  8 Mengkritik

  1

  14

  14

  7 Menguji

  1

  10

  3

  6 Menilai

  1

  15

  14

  5 Lampiran 14. Rekap Nilai Kemampuan Mengevaluasi Kelompok Eksperimen 1.

   Nilai Pretest

  No Indikator Rata- rata

  Memeriksa Mengkritik Menguji Menilai

  1

  5

  1

  4

  3

  3

  2.50

  10

  3

  3

  3

  3

  3.00

  11

  2

  3

  3

  3

  2.75

  12

  4

  3

  3

  3

  3.25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  2

  2

  4

  1

  1.50

  6

  2.75

  2.53

  2.69

  2.66

  2.66

  7

  3

  9

  3

  3

  3.25

  8

  4

  3

  4

  3

  3.50

  5 Mengevaluasi Memeriksa

  22

  4

  2.50

  4

  3

  4

  3.50

  27

  3

  2

  2

  3

  28

  26

  3

  2

  2

  2

  2.25

  29

  2

  2

  2

  3

  2.50

  2.00

  1.00

  4

  3

  3

  3.50

  23

  1

  1

  1

  1

  24

  2

  3

  3

  2

  3

  2.75

  25

  3

  2

  3

  2

  30

  2

  4.00

  3

  2

  3

  2.75

  35

  4

  4

  4

  4

  36

  34

  4

  4

  4

  4

  4.00

  6. Rangkuman nilai Posttest II No.

  Soal Variabel Aspek

  Skor

  1

  3

  2.75

  4

  4.00

  3

  4

  3

  3.50

  31

  4

  4

  4

  4

  32

  3

  2

  2

  2

  2

  2.00

  33

  3

  3

  2

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.66

  3

  3

  4

  3.25

  35

  2.75

  2.53

  2.69

  2.66

  36

  34

  4

  3

  4

  3

  3.50

  2. Rangkuman Nilai Pretest No. Soal Variabel Aspek

  Skor

  1

  2

  3

  3

  2.00

  5 Mengevaluasi Memeriksa

  1

  3

  2

  3

  2

  2.50

  31

  2

  1

  2

  1.50

  2

  32

  1

  2

  1

  2

  1.50

  33

  2

  2

  2

  4

  3

  3.50

  4

  3

  3

  2.75

  3

  3

  3

  3

  3

  3.00

  3

  2

  4

  3

  4

  3.50

  5

  2.76

  3

  3.03

  2.79

  2.90 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  2

  11

  3

  15

  7 Mengkritik

  3

  13

  19 Menguji

  3

  12

  16

  5 Menilai

  10

  3.00

  19

  3

  3. Nilai Posttest I No

  Indikator Rata-

  Memeriksa rata Mengkritik Menguji Menilai

  1

  3

  3

  3

  3

  30

  13

  3

  19

  3

  2

  2.75

  18

  3

  3

  2

  3

  2.75

  3

  3

  3

  3

  3

  3.00

  20

  4

  3

  4

  3

  3.50

  3

  17

  2

  2.50

  2

  3

  4

  3.00

  14

  3

  2

  3

  2

  15

  2.50

  2

  3

  3

  3

  2.75

  16

  2

  3

  2

  3

  21

  2

  3

  2.69

  26

  3

  3

  3

  3

  3.00

  27

  2.75

  2.53

  2.66

  2.66

  2.66

  28

  1

  1

  1

  1

  1.00

  29

  4

  3

  2.66

  2.69

  3

  3

  3

  2.50

  22

  3

  3

  2

  3

  2.75

  23

  3

  3

  2.53

  3

  3.00

  24

  3

  3

  4

  3

  3.25

  25

  2.75

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30

  2

  2

  2

  2.00

  29

  3

  4

  3

  4

  3.50

  2

  28

  2

  3

  2

  2.25

  31

  3

  3

  3

  3

  3.00

  2

  2.50

  3

  2

  24

  4

  3

  3

  2

  3.00

  25

  2

  3

  3

  2.50

  3

  26

  3

  4

  4

  4

  3.75

  27

  2

  2

  3

  32

  2

  3

  1

  Soal Variabel Aspek

  Skor

  1

  2

  3

  4

  5 Mengevaluasi Memeriksa

  15

  16

  5 Mengkritik

  5

  4.00

  19

  9 Menguji

  5

  25

  6 Menilai

  1

  10

  16

  9

  5. Nilai Posttest II

  4. Rangkuman Nilai Posttest I No.

  4

  3

  1

  2

  2.50

  33

  3

  2

  3

  2

  2.50

  34

  2

  2

  4

  1

  1.50

  35

  3

  3

  4

  4

  3.50

  36

  4

  4

  3.00

  6

  2

  4

  2.50

  11

  3

  3

  3

  3

  3.00

  12

  4

  4

  4

  3

  4.00

  13

  3

  4

  3

  3

  3.25

  14

  2

  3

  2

  3

  3

  8

  3

  2

  2

  2.25

  7

  4

  4

  3

  3

  3.50

  3

  2

  3

  3

  3

  3.00

  9

  3

  3

  4

  4

  3.50

  10

  3

  2.75

  3

  3

  2.79

  2.90

  20

  4

  3

  4

  3

  3.50

  21

  2

  2

  3

  3

  2.50

  22

  2

  2

  3

  3

  2.50

  23

  3

  3.03

  2.76

  15

  3.50

  2

  3

  2

  3

  2.50

  16

  3

  4

  3

  4

  17

  19

  2

  2

  3

  3

  2.50

  18

  3

  4

  3

  4

  3.50

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.25

  2.97

  2.87

  2.74

  2.84

  2.86

  25

  2

  3

  2

  2

  26

  3.50

  4

  3

  3

  4

  3.50

  27

  4

  4

  4

  4

  4.00

  24

  3

  3

  2

  3

  3

  3.00

  20

  4

  3

  3

  3

  3.25

  21

  2

  2

  4

  2

  2.00

  22

  3

  4

  3

  3

  3.25

  23

  4

  3

  28

  2

  3

  35

  2

  3

  3

  2.75

  34

  3

  4

  3

  3

  3.25

  3

  33

  2

  2

  2

  2.25

  36

  3

  3

  3

  3

  3.00

  6. Rangkuman Nilai Posttest II

  3

  3.25

  3

  2

  3

  2.75

  29

  3

  3

  2

  3

  2.75

  30

  3

  2

  3

  3

  2.50

  31

  3

  2

  2

  3

  2.50

  32

  3

  4

  3

  3

  No Indikator Rata- rata

  Memeriksa Mengkritik Menguji Menilai

  2.87

  1

  1.00

  6

  2

  2

  3

  2

  2.25

  7

  2.97

  2.74

  1

  2.84

  2.86

  8

  2.97

  2.87

  2.74

  2.84

  2.86

  9

  3

  3

  1

  1

  3

  2.86

  1

  3

  2

  3

  2

  2.50

  2

  2.97

  2.87

  2.74

  2.84

  3

  5

  4

  4

  4

  4

  4.00

  4

  4

  4

  4

  4

  4.00

  3

  3.00

  3.25

  3

  2.50

  15

  2

  2

  1

  2

  1.75

  16

  3

  4

  3

  3.25

  2

  17

  3

  3

  2

  2

  2.50

  18

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  10

  12

  3

  2

  3

  3

  2.75

  11

  2.97

  2.87

  2.74

  2.84

  2.86

  3

  2

  3

  3

  3

  3.00

  13

  3

  3

  3

  3

  3.00

  14

  19

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  1

  1.50

  19

  1

  1

  1

  1

  1.00

  20

  2

  2

  1

  2

  2.00

  21

  3

  2

  3

  3

  2.75

  22

  3

  2

  2

  2

  16

  3

  2

  2

  2.50

  15

  3

  2

  3

  3

  2.75

  2

  18

  3

  3

  3

  2.75

  17

  3

  2

  2

  3

  2.50

  3

  3

  14

  29

  2

  2

  2

  2.00

  28

  3

  2

  3

  2

  2.50

  4

  27

  3

  3

  3

  3.25

  30

  3

  4

  3

  3

  3.25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  2.43

  2.75

  2

  23

  2

  2

  2

  3

  2.25

  24

  3

  3

  2

  2.50

  2.5

  25

  3

  2

  2

  3

  2.50

  26

  2.44

  2.44

  2.35

  3

  No. Soal

  Variabel Aspek Skor

  3

  2

  2

  2

  2.00

  2

  2

  3

  2

  3

  2.50

  2.44

  1

  2.44

  2.35

  2.5

  2.43

  4

  3

  3

  2

  2

  2.50

  2

  Membuat Hipotesis Mendesain Mengkonstruksi Merencanakan

  2

  15

  1

  2

  3

  4

  5 Mengevaluasi Memeriksa

  1

  9

  19

  6 Mengkritik

  1

  12

  Indikator Rata-rata

  8 Menguji

  2

  12

  17

  4 Menilai

  1

  12

  19

  4 Lampiran 15. Rekap Nilai Kemampuan Mencipta Kelompok Kontrol

  1. Nilai Pretest No

  5

  3

  1

  3

  10

  3

  3

  2

  3

  2.75

  11

  1

  2

  2

  2.00

  2

  12

  3

  4

  3

  4

  3.50

  13

  1

  2

  1

  1.50

  1

  3

  3

  2

  2.50

  6

  2

  2

  3

  3

  2.50

  7

  4

  4

  2

  3

  3.50

  8

  3

  2

  2

  3

  2.50

  9

  1

  1.25

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  3

  4

  3

  3

  3.25

  11

  3

  2

  2

  1.75

  2.50

  12

  4

  2

  3

  3

  3.00

  13

  1

  10

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2.25

  7

  2

  3

  3

  2.75

  2

  8

  3

  2

  3

  2

  2.50

  9

  1

  2

  1

  1

  6

  1

  2.50

  18

  1

  2

  2

  2

  1.75

  19

  1

  2

  1

  1

  1.00

  20

  2

  2

  2

  2

  2.00 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  3

  1.00

  4

  14

  2.5

  2.41

  2.56

  2.47

  2.49

  15

  4

  4

  2

  4

  4.00

  16

  3

  2

  3

  2

  2.50

  17

  2

  31

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2.50

  36

  3

  4

  4

  2.50

  3.50

  2. Rangkuman Nilai Pretest No.

  Soal Variabel Aspek

  Skor

  1

  2

  3

  4

  6 Mencipta Membuat Hipotesis

  35

  2

  13

  2

  3

  2

  3

  2.50

  32

  2

  3

  3

  2.50

  3

  33

  1

  1

  2

  2

  1.50

  34

  3

  2

  5

  16

  3

  2.50

  3

  3

  3.00

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2.75

  5

  2

  3

  3

  3

  2

  2 Mendesain

  15

  3

  17

  12

  3 Mengkonstruksi

  3

  18

  13

  1 Merencanakan

  3

  16

  1.75

  2

  3. Nilai Posttest I No

  Indikator Rata-rata

  Membuat Hipotesis Mendesain Mengkonstruksi Merencanakan

  1

  1

  2

  2

  2

  2.75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  Membuat Hipotesis Mendesain Mengkonstruksi Merencanakan

  1

  2

  2

  2

  2

  2.00

  2

  2

  5. Nilai Posttest II No

  2

  2

  2.00

  3

  2

  2

  2

  2

  2.00

  Indikator Rata-rata

  2

  3

  7 Mendesain

  Skor

  1

  2

  3

  4

  6 Mencipta Membuat Hipotesis

  8

  10

  11

  3

  15

  18

  13

  2 Mengkonstruksi

  3

  12

  20

  1 Merencanakan

  3

  16

  4

  3

  4. Rangkuman Nilai Posttest I No.

  3

  1

  1.00

  9

  1

  2

  2

  1

  1.50

  10

  2

  1

  2

  2

  2.25

  11

  2

  1

  2

  3

  2.00 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  1

  3

  3

  2

  2.75

  5

  4

  3

  3

  3

  3.25

  6

  3

  8

  2

  3

  2.75

  7

  4

  3

  3

  3

  3.25

  Soal Variabel Aspek

  21

  2

  1.00

  3

  3

  2

  3.00

  26

  1

  1

  1

  1

  27

  25

  3

  2

  3

  2

  2.50

  28

  2

  3

  3

  4

  3.00

  2.50

  2.50

  2

  2

  3

  2.25

  22

  3

  2

  2

  3

  23

  2

  3

  2

  3

  2

  2.50

  24

  4

  3

  3

  2

  29

  4

  3.00

  2

  3

  3

  2.50

  34

  3

  3

  3

  3

  35

  33

  2.5

  2.41

  2.56

  2.47

  2.49

  36

  4

  3

  3

  2

  2.50

  4

  3.25

  3

  3

  3

  3.25

  30

  4

  3

  3

  3

  31

  3

  1

  2

  2

  2

  1.75

  32

  3

  2

  2

  3.50

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  32

  3

  3.00

  31

  1

  2

  2

  3

  2.00

  2

  3

  2

  2

  2

  2.00

  33

  1

  2

  2

  2

  4

  2.00

  2

  27

  1

  1

  1

  1

  1.00

  28

  2

  2

  30

  2

  2.00

  29

  3

  2

  3

  2

  2.50

  3

  34

  2

  9

  4

  6 Mencipta Membuat Hipotesis

  10

  9

  8

  8 Mendesain

  5

  20

  2 Mengkonstruksi

  2

  6

  18

  8

  3 Merencanakan

  5

  14

  15

  2 Lampiran 16. Rekap Nilai Kemampuan Mencipta Kelompok Eksperimen

  3

  1

  2

  4

  3

  2

  3

  2.50

  35

  4

  4

  4

  4.00

  Skor

  36

  4

  4

  4

  4

  4.00

  6. Rangkuman Nilai Posttest II No.

  Soal Variabel Aspek

  1.50

  12

  2

  2

  16

  3

  2

  3

  3

  2.75

  17

  3

  3

  2.4

  3

  2.75

  18

  1

  1

  1

  1

  1.00

  2.32

  2.23

  1

  2

  2

  2

  2

  2.00

  13

  1

  2

  2

  1.75

  2.23

  14

  1

  2

  1

  2

  1.50

  15

  2.43

  19

  1

  2

  3

  3

  4

  3

  3.50

  24

  4

  3

  3

  3.25

  23

  25

  4

  3

  3

  3

  3.25

  26

  1

  4

  2.50

  1

  21

  1

  1.00

  20

  3

  2

  2

  3

  2.50

  3

  3

  2

  2

  2

  2.25

  22

  3

  2

  2

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.5

  24

  3

  2

  2

  2

  2.25

  25

  2.63

  2.59

  2.59

  2.58

  3

  26

  2

  2

  3

  3

  2.50

  27

  2.63

  2.59

  2.59

  2.5

  2.75

  3

  28

  2

  3

  3

  2

  2.50

  20

  3

  2

  2

  3

  2.50

  21

  3

  2

  2

  2

  2.25

  22

  3

  3

  2

  3

  2.75

  23

  3

  2.58

  2

  19

  35

  1

  2

  2

  1

  1.50

  34

  3

  2

  3

  3

  2.75

  2.63

  3.50

  2.59

  2.59

  2.5

  2.58

  36

  3

  4

  4

  3

  3.50

  2. Rangkuman Nilai Pretest

  33

  3

  3

  3

  2

  2

  2.25

  29

  3

  2

  2

  3

  2.50

  30

  2

  3

  4

  2

  2.50

  31

  2

  2

  2

  2

  2.00

  32

  4

  3

  2

  1. Nilai Pretest No

  Indikator Rata- rata

  2

  2

  2

  2.25

  6

  2.63

  2.59

  2.59

  2.5

  2.58

  7

  3

  3

  3

  2

  2.50

  8

  4

  3

  2

  3

  3.00

  9

  3

  2

  5

  2

  3

  Membuat Hipotesis Mendesain Mengkonstruksi Merencanakan

  1

  2

  1

  2

  2

  1.75

  2

  2

  3

  2

  2.50

  3.50

  3

  3

  2

  3

  2

  2.50

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3.75

  15

  2

  3

  2

  3

  2.50

  16

  3

  2

  2

  3

  2.50

  17

  1

  1

  1

  1

  1.00

  18

  2

  3

  2

  4

  4

  2.50

  2.75

  10

  3

  4

  4

  3

  3.50

  11

  3

  2

  3

  3

  12

  14

  2

  3

  3

  2

  2.50

  13

  3

  3

  2

  3

  2.75

  2.50

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  4

  3.50

  19

  2.44

  2.56

  2.79

  2.56

  2.59

  20

  1

  3

  3

  2

  1.75

  21

  2

  2

  4

  3

  2.75

  22

  1

  4

  3

  2

  16

  3

  4

  4

  3.75

  15

  2

  3

  3

  2

  2.50

  2

  18

  2

  3

  3

  2.50

  17

  3

  3

  3

  2

  2.75

  2

  1

  14

  29

  2

  2

  2

  2.25

  28

  3

  2

  3

  2

  2.50

  3

  27

  3

  3

  2

  2.75

  30

  2

  3

  3

  2

  2.50 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  2.75

  1.50

  3

  23

  2

  3

  2

  3

  2.50

  24

  3

  3

  3

  3.00

  3

  25

  2

  2

  2

  3

  2.25

  26

  3

  2

  3

  4

  No. Soal

  Variabel Aspek Skor

  3

  2

  2

  2

  2.00

  2

  2

  3

  2

  3

  2.50

  2

  1

  3

  3

  2

  2.50

  4

  1

  2

  2

  1

  1.50

  2

  Membuat Hipotesis Mendesain Mengkonstruksi Merencanakan

  2.44

  17

  1

  2

  3

  4

  6 Mencipta Membuat Hipotesis

  2

  16

  14

  4 Mendesain

  2

  15

  Indikator Rata- rata

  2 Mengkonstruksi

  1

  20

  10

  5 Merencanakan

  2

  16

  17

  1

  3. Nilai Posttest I No

  5

  2.56

  3

  3

  10

  3

  3

  3

  2

  2.75

  11

  2

  3

  2

  2.50

  3

  12

  1

  3

  2

  3

  2.25

  13

  3

  2

  4

  3.50

  4

  2.79

  2

  2.56

  2.59

  6

  2

  3

  2

  3

  2.50

  7

  3

  3

  3

  2

  2.50

  8

  3

  3

  3

  3

  3.00

  9

  4

  3.00

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.50

  3

  3

  3.00

  10

  3

  4

  3

  4

  11

  3

  2.55

  2.65

  2.71

  2.55

  2.62

  12

  3

  3

  3

  9

  3

  7

  2

  2.25

  6

  1

  2

  3

  2

  2.00

  2.55

  2.62

  2.65

  2.71

  2.55

  2.62

  8

  2.55

  2.65

  2.71

  2.55

  3

  3.00

  2

  4

  17

  3

  3

  3

  3

  3.00

  18

  4

  4

  3

  3

  3.75

  19

  1

  2

  2

  1

  1.50 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.50

  2

  13

  2

  3

  3

  3

  3

  3.00

  14

  1

  2

  1

  3

  1.50

  15

  3

  3

  3

  3

  3.00

  16

  2

  3

  31

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  2.75

  36

  4

  3

  3

  2.75

  3.50

  2.59

  4. Rangkuman Nilai Posttest I No.

  Soal Variabel Aspek

  Skor

  1

  2

  3

  35

  3

  6 Mencipta Membuat Hipotesis

  4

  2

  1

  2

  1.50

  32

  3

  4

  3

  3.50

  3

  33

  2

  2

  2

  2

  2.00

  34

  3

  2

  4

  5

  5

  2

  2

  2.55

  2.65

  2.71

  2.55

  2.62

  3

  1

  2

  2

  2

  1.75

  4

  2

  3

  3

  3

  2.75

  1.75

  2

  13

  16

  14

  3 Mendesain

  1

  16

  18

  6 Mengkonstruksi

  1

  13

  1 Merencanakan

  2

  2

  16

  15

  4

  5. Nilai Posttest II No

  Indikator Rata- rata

  Membuat Hipotesis Mendesain Mengkonstruksi Merencanakan

  1

  1

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  3

  3

  35

  2.75

  2

  3

  3

  3

  34

  2.25

  2

  2

  3

  2

  33

  4.00

  4

  4

  4

  4

  32

  2.50

  3

  2

  3

  2

  31

  3

  2.75

  3

  12

  2 Lampiran 17. Hasil Jawaban Anak

  13

  19

  2

  2 Merencanakan

  17

  17

  3 Mengkonstruksi

  11

  20

  1

  2 Mendesain

  17

  5

  36

  6 Mencipta Membuat Hipotesis

  4

  3

  2

  1

  Skor

  Soal Variabel Aspek

  6. Rangkuman Nilai Posttest II No.

  3.25

  3

  3

  4

  3

  3.00

  20

  3

  3

  2.62

  2.55

  2.71

  2.65

  2.55

  24

  2.50

  2

  3

  2

  3

  23

  2.75

  3

  2

  2

  3

  22

  2.00

  2

  2

  2

  2

  21

  2.50

  2

  3

  2

  25

  1

  3

  28

  3

  30

  2.50

  2

  3

  2

  3

  29

  2.50

  3

  2

  2

  3

  3.00

  2

  3

  3

  3

  3

  27

  2.75

  3

  2

  3

  3

  26

  1.75

  2

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 18. Lembar Kerja Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 19. Foto-Foto Penelitian Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 20. Surat Ijin Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 21. Surat Keterangan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 22. Daftar Riwayat Hidup

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Stellamaris Becti Susanti merupakan anak pertama dari pasangan Yohanes Walijo Widi Susanto dan Yuliana Ponirah. Lahir di Kulon Progo, 5 Agustus 1991. Pendidikan awal dimulai SD Kanisius Pelem Dukuh, Girimulyo, Kulon Progo 1998-2003. Dilanjutkan ke jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Sanjaya Girimulyo, Kulon Progo tahun

  2003-2006. Tahun 2006-2009 penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Bruderan, Purworejo, Jawa Tengah. Kemudian menempuh Pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada Program Studi Sekolah Dasar tahun 2009. Selama menempuh Pendidikan, penulis mengikuti beberapa kegiatan organisasi, antara lain Pengurus OSIS SMP Sanjaya Girimulyo, pengurus Putra- putri altar, pengurus OMK Pelem Dukuh. Saat di perguruan tinggi penulis menjadi panitia misa akhir tahun.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
0
0
82
Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Magister Kedokteran Klinik
0
2
16
PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL DAN FAKTOR INTERNAL TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARIAH INDONESIA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat penyelesaian program pendidikan strata satu Jurusan Akuntansi
0
0
16
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar SARJANA PENDIDIKAN
0
1
14
TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana sains dan teknologi Program Studi Teknik Mesin
0
0
255
SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan Memperoleh gelar sarjana sains (S.Si) Program studi fisika
0
0
83
Studi Kasus Pada PTPN-4 Bandar Pasir Mandoge SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Akuntansi Program Studi Akuntansi
0
0
79
Skripsi Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
79
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Elektro
0
1
48
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika
0
1
157
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika
0
0
141
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD SOKOWATEN BARU YOGYAKARTA
0
0
195
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika
0
1
264
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
129
Show more