Pengaruh citra merek, dan sikap merek terhadap ekuitas merek : studi kasus pada mahasiswi Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican pengguna pembalut merek ``CHARM`` - USD Repository

Full text

(1)

i SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Disusun oleh : Chatarina Wiedyawati

052214073

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(2)
(3)
(4)

iv

Semuanya dan pelayan dari semuanya.”

( Markus 9 : 35 )

“Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup,

dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.”

(Mazmur 146 : 2 )

Skripsi ini kupersembahkan untuk :

Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu memberikan

rahmat dan penyertaan dalam kehidupan saya

Bapak dan Ibuku tercinta

Dosen-dosen yang telah membimbing saya

Seseorang yang special yang selalu support aku

Sahabat dan teman-temanku

(5)
(6)
(7)

vii

Pengguna Pembalut Merek “CHARM”

Chatarina Wiedyawati Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2010

(8)

viii

A Case Study on Students of Sanata Dharma University Campus I Mrican

Chatarina Wiedyawati Sanata Dharma Universities

Yogyakarta 2010

(9)

ix

Nyalah penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul :“Pengaruh Citra Merek, dan Sikap Merek Terhadap Ekuitas Merek” Studi Kasus pada Mahasiswi Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican Pengguna Pembalut Merek “CHARM”

Penulisan skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan waktu, tenaga, bimbingan, nasehat dan dorongan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat selesai. Untuk itu pada kesempatan ini penulis dengan penuh kerendahan hati ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. Y.P. Supardiyono, M.Si.,Akt.,Q.I.A. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

2. Bapak Venantius Mardi Widyadmono, SE.,M.B.A selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

(10)

x

berkenan meluangkan waktu, tenaga, dan memberikan masukan, saran, dan semangat kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

5. Bapak Drs. A. Triwanggoni M.S., selaku Dosen penguji yang telah mengarahkan dan memberi masukan bagi penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

6. Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, yang telah memberikan bekal pengetahuan dan bantuannya kepada penulis selama ini.

7. Orang tuaku yang telah memberikan kesempatan, kepercayaan, dukungan, doa, dan kasih, semangat dan pengorbanan yang tak terhingga kepada penulis sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

8. Kekasihku tercinta Andreas Agung Dwi Admojo, S.E. yang selalu setia mendampingi saat bimbingan, penelitian dan selalu memberi semangat sampai penulis menyelesaikan skripsi ini.

9. Thanks to : Hesty, Mace, Arie, Aci terima kasih untuk persahabatan ini.

10. Terima kasih juga untuk Indah dan Fita yang sudah meluangkan waktu untuk mengajari SEM.

(11)

xi

penuh berkelimpahan. Penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi pembaca yang berminat dan dapat juga sebagai bahan bacaan untuk penelitian selanjutnya

Yogyakarta, 2010 Penulis

(12)

xii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN...iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v

HALAMAN PUBLIKASI ...vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Pembatasan Masalah ... 3

D. Tujuan Penelitian ... 4

E. Manfaat Penelitian ... 4

F. Sistematika Penulisan ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA... 7

A. Landasan Teori ... 7

B. Penelitian Sebelumnya ... 16

C. Kerangka Teoretik Penelitian... 19

D. Hipotesis... 20

BAB III METODE PENELITIAN... 21

(13)

xiii

E. Populasi dan Sampel ... 25

F. Teknik Pengambilan Sampel... 25

G. Jenis Data ... 26

H. Teknik Pengumpulan Data... 26

I. Teknik Pengujian Instrumen ... 27

J. Teknik Analisis Data... 29

K. Uji Kesesuaian dan Uji Statistik ... 38

BAB IV SEJARAH PERUSAHAAN UNICHARM ... 42

Gambaran Umum Perusahaan... 42

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 46

A. Variabel Penelitian ... 46

B. Profil Responden... 47

C. Pengujian Instrumen... 48

D. Pengujian Model ... 50

E. Variabel Terukur ... 58

F. Persepsi Responden... 60

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN... 62

A. Kesimpulan ... 62

B. Saran... 63

(14)
(15)

xv

Tabel III.1 Memilih Teknik Estimasi... 35

Tabel III.2Goodness-of-fit Indices... 40

Tabel V.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia... 46

Tabel V.2 Karakteristik Responden Berdasarka Uang Saku ... 46

Tabel V.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Pemakaian ... 47

Tabel V.4 Standardized Regression Weight... 48

Tabel V.5 Hasil Uji Reliabilitas ... 49

Tabel V.6 Evaluasi KriteriaGoodness Of Fit... 50

Table V.7 Evaluasi KriteriaGoodness Of Fit Indices... 53

Tabel V.8 Regression Weight... 55

Tabel V.9 Standardized Regression Weight... 57

(16)

xvi

Gambar II.1 Kerangka Konseptual ... 19

Gambar III.1 Diagram Alur (Path Diagram)... 33

Gambar V.1 Model yang BelumFit... 52

(17)

xvii

(18)

1 A. Latar Belakang Masalah

Era globalisasi yang melanda dunia menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi era globalisasi memperluas pasar produk, di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan persaingan yang semakin tajam. Fenomena persaingan yang ada telah membuat peneliti ingin mengetahui bagaimana seorang manajer menyadari suatu kebutuhan untuk mengeksploitasi sepenuhnya aset-aset mereka demi memaksimalkan kinerja perusahaan.

Salah satu aset untuk mencapai keadaan tersebut adalah merek. Menurut Aaker (dalam Sitinjak, 2005:167) merek digunakan perusahaan untuk menguasai pasar. Menurut Kotler (dalam Sitinjak, 2005:167) merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberi keistimewaan manfaat dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek memegang peranan yang sangat penting, karena mengembangkan suatu merek akan terkait dengan janji (promise) dan harapan (expectation) sehingga salah satu perannya adalah menjembatani harapan konsumen pada saat kita menjanjikan sesuatu kepada konsumen. Merek yang prestisius dapat dikatakan memiliki ekuitas merek yang kuat sehingga memiliki daya tarik yang besar bagi konsumen.

(19)

merek tersebut, diantaranya adalah faktor yang berupa citra merek dan sikap merek. Citra merek didefinisikan sebagai persepsi atau kesan tentang suatu merek yang didefinisikan oleh sekumpulan asosiasi yang menghubungkan pelanggan dengan merek dalam ingatannya, sedangkan sikap merek adalah evaluasi keseluruhan konsumen terhadap merek sebagai reaksi konsumen terhadap objek, asosiasi merek dan hasilnya dapat berupa perasaan menyukai atau tidak menyukai terhadap suatu merek. Jika konsumen merasakan citra yang bagus serta sikap terhadap merek baik maka perusahaan akan memiliki ekuitas yang kuat. Ekuitas merek yang kuat akan berdampak langsung terhadap keberhasilan usaha suatu perusahaan

Munculnya beberapa merek pembalut di Indonesia menimbulkan persaingan yang semakin ketat. Laurier, Softex, Kotex, dan Whisper merupakan sebagian contoh merek pembalut yang tidak asing lagi bagi konsumen. Oleh karena itu konsumen mempunyai banyak pilihan dalam memilih serta memutuskan merek pembalut yang akan digunakan.

(20)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut :

1. Apakah citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek ? 2. Apakah sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek ? 3. Apakah citra merek berpengaruh terhadap sikap merek?

C. Pembatasan Masalah

Agar masalah dalam penelitian tidak terlalu luas dan dapat menjawab permasalahan yang ada, maka penelitian dilakukan pada suatu merek produk meliputi citra merek, sikap merek, dan ekuitas merek. Masalah akan dibatasi pada :

1. Subjek yang diteliti adalah mahasiswi di Universitas Sanata Dharma kampus I Mrican yang menggunakan pembalut dengan merek Charm.

2. Dalam penelitian variabel ekuitas merek dibatasi padabrand awareness, brand association, danperceived quality.

3. Dalam penelitian variabel citra merek dibatasi pada corporate image, product image,danuser image.

(21)

D. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap ekuitas merek. 2. Untuk mengetahui pengaruh sikap merek terhadap ekuitas merek. 3. Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap sikap merek.

E. Manfaat Penelitian 1. Bagi PT. Unicharm

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh citra merek, dan sikap merek sudah dapat membentuk ekuitas merek yang kuat sehingga dapat menjadi bahan masukan dan petunjuk untuk kemajuan dan perkembangan industri. 2. Bagi Universitas

Penulis berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan tambahan wacana ilmiah bagi lingkungan Universitas Sanata Dharma sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam penulisan karya ilmiah.

3. Bagi Peneliti

(22)

F. Sistematika Penulisan BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Dalam bab ini diuraikan landasan teori yang digunakan ntuk menunjang penelitian, antara lain pengertian manajemen, pengertian pemasaran, pengertian manajemen pemasaran, konsep pemasaran, merek (brand), citra merek (brand image), sikap terhadap merek (brand attitude), ekuitas merek,penelitian sebelumnya, kerangka teoritik, dan hipotesis. BAB III : METODE PENELITIAN

Dalam bab ini mengemukakan mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subjek dan objek penelitian, variabel penelitian, jenis dan sumber data, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, teknik pengumpulan data, metode pengujian instrumen dan analisis data. BAB IV : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Dalam bab ini berisikan tentang gambaran umum perusahaan yang meliputi sejarah pengembangan perusahaan,

BAB V : ANALISIS DATA

(23)

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN

(24)

7 A. Pengertian Manajemen

Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi karena tanpa manajemen, semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan sulit. Ada beberapa definisi mengenai manajemen yang dikemukakan oleh para ahli, seperti: Follet (dalam Handoko, 2001:8), mengartikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan orang lain atau definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan, atau berarti dengan tidak melakukan tugas-tugas itu sendiri.

(25)

B. Pengertian Pemasaran

Pemasaran merupakan salah satu faktor kegiatan penting perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan diantaranya mencari laba dan bertahan hidup. Apabila pemasaran dilakukan secara tepat, maka perusahaan dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan eksistensinya dengan cara mengembangkan barang dan jasa yang menawarkan nilai lebih kepada konsumen.

Definisi pemasaran menurut Kotler (2005:10) :

“Pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain”.

Dharmmesta (2000:7) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

C. Pengertian Manajemen Pemasaran

(26)

penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi”.

Definisi manajemen pemasaran oleh Asosiasi Pemasaran Amerika (dalam Kotler, 2006:14) sebagai berikut:

“Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi sasaran perorangan dan organisasi.”

D. Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuan perusahaan, kegiatan pemasaran dimulai dari mengenal, merumuskan dan menyusun suatu kombinasi dari kebijaksanaan dari produk, harga promosi dan distribusi setepat-tepatnya agar kepuasan konsumen tercapai.

Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai sasaran organisasi adalah perusahaan harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih (Kotler, 2005:22).

(27)

1. Pasar Sasaran

Perusahaan-perusahaan akan berhasil secara gemilang apabila mereka secara cermat memilih (sejumlah) pasar sasarannya yang dirancang khusus untuk masing-masing pasar tersebut.

2. Kebutuhan Pelanggan

Dalam mendefinisikan pasar sasaran, perusahaan perlu untuk memahami kebutuhan pelanggan secara aktual.

3. Pemasaran Terpadu

Merupakan hasil yang dapat dicapai jika semua departemen di suatu perusahaan saling bekerja sama untuk melayani kepentingan pelanggan. 4. Kemampuan Menghasilkan Laba

Tujuan terakhir konsep pemasaran adalah membantu organisasi mencapai tujuan organisasinya.

E. Merek (Brand)

(28)

pesaing. Merek adalah suatu simbol rumit yang dapat menyampaikan hingga enam tingkat pengertian (Kotler 2005:82) :

1. Atribut: merek mengingatkan atribut-atribut tertentu.

2. Manfaat: atribut-atribut harus diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional.

3. Nilai: merek tersebut juga mengatakan sesuatu tentang nilai produsennya. 4. Budaya: merek tersebut juga mungkin melambangkan budaya tertentu. 5. Kepribadian: merek tersebut dapat mencerminkan kepribadian tertentu. 6. Pemakai: merek tersebut menyiratkan jenis konsumen yang membeli atau

menggunakan produk tersebut.

F. Citra Merek (Brand Image)

Menurut Keller (dalam Sitinjak 2005:172) citra merek adalah persepsi atau kesan tentang suatu merek yang direfleksikan oleh sekumpulan asosiasi yang menghubungkan pelanggan dengan merek dalam ingatannya. Sedangkan menurut Aaker (dalam Sitinjak 2005:172) menyatakan bahwa citra merek adalah sekumpulan asosiasi yang memiliki arti bagi konsumen.

Membangun citra yang kuat membutuhkan kreatifitas dan kerja keras. Citra tidak bisa dibangun seketika atau melalui satu media saja. Citra ini harus disampaikan dengan :

(29)

2. Media Cetak dan Audio Visual adalah lambang yang dipilih harus dimasukkan iklan yang menyampaikan kepribadian perusahaan atau merek. Iklan harus menyampaikan suatu cerita, perasaan, tingkat unjuk kerja sesuatu yang unik. Pesan ini harus diulangi dalam publikasi lain seperti laporan tahunan, brosur, katalog, kertas surat, dan kartu nama. Perusahaan harus memberikan citra yang sama pula.

3. Suasana adalah tempat perusahaan membuat atau memberikan produk dan jasanya adalah pembentuk citra yang kuat juga.

4. Acara adalah perusahaan dapat membangun identitas melalui acara yang didukungnya.

G. Sikap terhadap Merek (Brand Attitude)

Sikap merek sering berperan sebagai dasar untuk bertindak dan berperilaku terhadap merek yang dipilih (brand choice), pada umumnya tergantung kepada atribut dan manfaat dari merek. Sikap merek merupakan efek hasil evaluasi dari suatu objek dan sikap merek dapat memprediksi intensitas pembelian atau perilaku pembelian.

(30)

terhadap merek semakin positif. Simon and Ruth (dalam Sitinjak 2005:173) mencatat bahwa sikap terhadap merek tertentu dipengaruhi oleh kesan dari merek itu sendiri.

H. Ekuitas merek

Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan (Aaker dalam Wijaya dan Puspitasari, 2006:33-38).

Santoso dan Tjiptono (2001:235) mengelompokkan ekuitas merek ke dalam empat kategori, yaitu :

1. Brand Awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengingat sebuah merek. Kesadaran merek berada pada rentang antara perasaan yang tidak pasti terhadap pengenalan suatu merek sampai dengan perasaan yakin bahwa produk tersebut merupakan satu-satunya dalam kelas produk yang bersangkutan.

Rentang ini dapat dibagi menjadi empat (Aaker dalam Wijaya dan Puspitasari, 2006:34), yaitu :

a. Unaware of brand(tidak menyadari merek)

(31)

b. Brand recognition(pengenalan merek)

Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian. c. Brand recall(pengingatan kembali terhadap merek)

Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk. d. Top of mind(puncak pikiran)

Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan ia dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen.

2. Brand association adalah kemampuan konsumen untuk mengasosiasikan suatu merek dengan atribut tertentu dari produk. Rangkuti (2002:43) menyebutkan bahwa terdapat lima keuntungan asosiasi merek, yaitu : a. Dapat membantu proses penyusunan informasi. Asosiasi-asosiasi yang

terdapat pada suatu merek, dapat membantu mengikhtisarkan sekumpulan fakta dan spesifikasi yang dapat dengan mudah dikenal oleh pelanggan.

(32)

c. Alasan untuk membeli. Pada umumnya, asosiasi merek sangat membantu para konsumen untuk mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut atau tidak.

d. Penciptaan sikap atau perasaan positif. Asosiasi merek dapat merangsang perasaan positif yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap produk yang bersangkutan.

e. Landasan untuk perluasan. Asosiasi merek dapat menghasilkan landasan bagi suatu perluasan merek, yaitu dengan menciptakan rasa kesesuaian antara suatu merek dan sebuah produk baru.

3. Perceived quality adalah persepsi konsumen terhadap kualitas atribut produk. Terdapat lima keuntungan terhadap perceived quality (Rangkuti, 2002:41), yaitu :

a. Alasan membeli. Kesan kualitas sebuah merek memberikan alasan yang penting untuk membeli. Hal ini mempengaruhi merek apa yang akan dipilih.

b. Diferensiasi artinya suatu karakteristik penting dari merek adalah posisinya dalam dimensi kesan kualitas.

c. Harga optimum. Keuntungan ketiga ini memberikan pilihan-pilihan di dalam menetapkan harga optimum.

(33)

e. Perluasan merek. Kesan kualitas dapat dieksploitasi dengan cara mengenalkan berbagai perluasan merek, yaitu dengan menggunakan merek tertentu untuk masuk ke dalam kategori produk baru.

4. Brand loyalty adalah sejauh mana seorang konsumen setia terhadap suatu merek, dan seberapa besar kemungkinan ia akan berpindah ke merek yang lain.

Ekuitas merek harus dikelola secara hati-hati agar ekuitas merek suatu produk tidak menurun nilainya. Pengelolaan ekuitas merek mencakup mempertahankan atau mengembangkan kesadaran merek, kualitas yang diterima dan asosiasi merek yang positif. Pengelolaan ekuitas merek yang benar akan mendapatkan hasil yang akan menjadi keuntungan bagi suatu merek produk dan juga perusahaan pembuat merek produk tersebut. Seperti loyalitas pelanggan, pangsa pasar yang menjanjikan, keuntungan berupa laba, serta keuntungan dalam berbagai persaingan merek produk sejenis. Salah satu upaya untuk menjadikan seorang pelanggan menjadi pelanggan yang loyal adalah dengan penciptaan ekuitas merek.

I. Penelitian Sebelumnya

(34)

Hipotesis penelitian yang diuji meliputi : (1) pengaruh langsung citra merek terhadap ekuitas merek; (2) pengaruh langsung sikap merek terhadap ekuitas merek; (3) pengaruh langsung sikap merek terhadap citra merek; (4) pengaruh tidak langsung sikap merek terhadap ekuitas merek melalui citra merek.

Populasi dalam penelitian adalah nasabah bank BUMN, dan model analisis untuk menguji hubungan diantara variabel penelitian digunakan analisis jalur PATH melalui model persamaan struktural (Struktural Equation Modeling).

Kesimpulan dari penelitian tersebut citra merek berpengaruh langsung pada ekuitas merek dan sikap merek mempengaruhi tidak langsung pada ekuitas merek walaupun secara teori sikap merek akan mempengaruhi langsung ekuitas merek tetapi studi ini tidak dapat membuktikannya. Total pengaruh sikap merek terhadap ekuitas merek adalah signifikan. Signifikansi dicapai karena hubungan positif tidak langsung yang kuat melalui citra merek.

(35)

premium, penelitian memberikan petunjuk bagi para pemasar yang ingin menggunakan ekuitas merek untuk menemukan pengaruh perilaku konsumen yang berbeda. Eksperimen dapat digunakan untuk mengukur pengaruh citra merek dan sikap merek yang berbeda.

Penelitian oleh Tony Sitinjak (2006) Kinerja Citra, Sikap, dan Ekuitas Merek, Kepuasan Dan Loyalitas Nasabah Bank BUMN di Jakarta bertujuan untuk mengidentifikasi masalah persaingan yang ketat dalam bisnis perbankan dengan masuknya bank-bank asing yang beroperasi di Indonesia, dan dampak krisis ekonomi yang dialami Indonesia terhadap industri perbankan dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankkan.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sampai sejauh mana kinerja citra merek, sikap merek, ekuitas merek, kepuasan dan loyalitas nasabah bank badan usaha milik negara di DKI Jakarta, dilihat dari sudut pandang nasabah pengguna jasa bank.

Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah bank BUMN di DKI Jakarta. Metode pengambilan sampel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif survey (descriptive survey) dan teknik sampling yang digunakan adalahcluster systematic random sampling.

(36)

ATM, penanganan keluhan nasabah, memahami dan mengerti kebutuhan nasabah. c) mayoritas bank memiliki kesamaan kinerja untuk citra merek, sikap merek, kepuasan dan loyalitas, hanya dalam ekuitas merek bank terdapat perbedaan. d) persepsi nasabah bank terhadap indikator sikap merek sudah baik. Untuk indikator ekuitas merek yaitu kesediaan membayar biaya-biaya administrasi masih jauh dari harapan nasabah, walaupun untuk indikator kepuasan, nasabah menilai sudah memuaskan, hanya saja belum diikuti oleh loyalitas nasabah bank karena nasabah tidak berkeinginan merekomendasikan bank kepada orang lain dan tidak berkeinginan menggunakan seluruh produk dan jasa bank.

J. Kerangka Teoretik

Untuk memudahkan pemahaman penelitian ini, maka peneliti menyusun kerangka pemikiran sebagai berikut :

(37)

K. Hipotesis

Citra merek yang kuat, unik, dan disukai akan membawa merek berada dalam posisi yang strategis dalam memori konsumen dan hal ini akan meningkatkan ekuitas merek. Berdasar alasan tersebut maka penulis mengambil hipotesis pertama sebagai berikut :

H1 : Citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek.

Sikap merek adalah evaluasi keseluruhan konsumen terhadap merek. Sikap terhadap merek tertentu dipengaruhi oleh kesan dari merek itu sendiri. Pada ekuitas merek ditemukan peningkatan pangsa pasar terjadi ketika sikap terhadap merek semakin positif. Berdasar alasan tersebut maka penulis mengambil hipotesis kedua sebagai berikut :

H2 : Sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek.

Citra merek yang kuat dan unik akan memunculkan kesan dari suatu merek itu sendiri. Sikap terhadap merek tertentu dipengaruhi oleh kesan dari merek itu sendiri.Berdasar alasan tersebut maka penulis mengambil hipotesis ketiga sebagai berikut :

(38)

21 A. Jenis Penelitian

Narbuko dan Achmadi (2007:46) menyatakan bahwa terdapat 8 jenis penelitian, yaitu: penelitian historis, penelitian deskriptif, penelitian perkembangan, penelitian kasus dan penelitian lapangan, penelitian korelasional, penelitian kausal komparatif, penelitian eksperimental sungguhan, penelitian eksperimental, dan penelitian tindakan. Berdasarkan jenis penelitian tersebut maka dengan memperhatikan cakupan subjek yang diteliti penelitian ini termasuk studi kasus, sedangkan jika memperhatikan hubungan antar variabel maka penelitian ini termasuk penelitian korelasional.

B. Subjek dan Obyek Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Universitas Sanata Dharma kampus I Mrican yang menggunakan pembalut dengan merek “Charm”. 2. Objek Penelitian

(39)

C. Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2010, dan lokasi penelitian di lingkungan Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican.

D. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian (Narbuko dan Achmadi, 2007:118).

1. Identifikasi variabel :

a. Variabel terukur (Measured Variabel) adalah variabel yang datanya harus dicari melalui penelitian lapangan atau survei. Variabel ini sering disebut juga indicator variable, observed variable atau manifest variable yang digambarkan dalam bentuk segi empat atau bujur sangkar (Ferdinand, 2000:10). Variabel terukur dalam penelitian ini adalah : corporate image (X1.1), user image (X1.2), product image (X1.3), evaluasi kesukaan (X2.1), evaluasi kinerja (X2.2), brand awarness (X3.1), brand association (X3.2), dan perceived quality (X3.3).

(40)

Dalam penelitian ini yang dimaksudlatent variableadalah citra merek (X1), sikap merek (X2), ekuitas merek(X3).

2. Definisi operasional variabel

a. Citra merek merupakan sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan oleh konsumen terhadap merek tertentu. Ada tiga indikator dari citra merek, yaitu :

1) Citra Perusahaan (corporation image) adalah sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu produk atau jasa.

2) Citra Konsumen (user image) adalah sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap pemakai yang menggunakan suatu barang atau jasa. Meliputi : pemakai itu sendiri, serta status sosialnya.

3) Citra Produk (product image) adalah sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap suatu produk. Meliputi atribut produk tersebut, manfaat bagi konsumen, penggunanya serta jaminannya.

(41)

Konsumen yang berbeda mungkin menggunakan kumpulan atribut yang berbeda pula untuk mengevaluasi merek yang berada pada kategori produk yang sama.

c. Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya yang mana mengurangi atau menambah nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan (Aaker dalam Wijaya dan Puspitasari, 2006:33-38). Ada tiga indikator dari ekuitas merek, yaitu :

1) Brand awareness meliputi kemampuan konsumen untuk mengingat merek pembalut charm seperti melalui media iklan dan dalam promosinya menggunakanicon(artis) terkenal.

2) Brand association meliputi kemampuan konsumen untuk mengasosiasikan merek pembalut charm dengan atribut tertentu dari produk pembalut charm seperti iklan yang jelas, kemasan yang menarik, serta adanya program-program sosial.

(42)

E. Populasi dan Sampel

1. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2000:55). Dengan demikian populasi merupakan seluruh kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah mahasiswi Universitas Sanata Dharma kampus I Mrican pengguna pembalut dengan merek Charm.

2. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2000:56). Dalam penelitian ini digunakan 200 orang responden sebagai sampel yang dipilih.

F. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non probability sampling, yaitu setiap elemen dalam populasi tidak memiliki probabilitas yang sama untuk menjadi sampel.

(43)

G. Jenis Data

Data primer yaitu data yang diperoleh dari responden yang meliputi tanggapan konsumen mengenai citra merek, dan sikap merek dari pembalut Charm.

H. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian yang dilakukan menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah pengumpulan data dengan memberikan daftar pernyataan kepada mahasiswi Universitas Sanata Dharma pengguna pembalut Charm.

Dalam penelitian ini setiap jawaban pernyataaan dikuesioner diukur dengan menggunakan Skala Likert (Riduwan, 2002:12-12), yaitu:

Sangat setuju : 5

Setuju : 4

Ragu-ragu : 3

(44)

I. Teknik Pengujian Instrumen

Pengujian instrumen dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan dalam penelitian layak digunaka atau tidak. Adapun alat pengujian tersebut meliputi:

1. Uji validitas

Validitas (Umar, 2003:59) adalah suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang isi atau arti sebenarnya sehingga dapat menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Mengukur kevalidan dari suatu item pernyataan dapat dilakukan dengan menggunakan analisis faktor. Analisis faktor merupakan salah satu metode statistika multivariate yang tujuannya untuk meringkas atau mengurangi variabel yang diperlukan untuk dianalisis. Dalam penelitian ini, uji validitas yang digunakan adalah uji validitas konstruk yang disebut Confirmatory factor analysis (CFA) dengan menghitung nilai convergent validity dan discriminat validity.

(45)

0.50 atau lebih dan idealnya 0,70. Discriminant validity merupakan nilai akar kuadrat dari AVE (Variance Extracted), nilai tersebut dapat dianggap valid apabila memiliki nilai lebih besar dari nilai nilai korelasi antar konstruk (Ghozali, 2008:135). Pada penelitian ini, validitas konstruk dihitung dengan menggunakan AMOS 16.0.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas merupakan ukuran konsistensi internal dari indikator-indikator sebuah konstruk yang menunjukkan derajat di mana masing-masing indikator itu menghasilkan sebuah konstruk atau faktor laten yang umum (Ferdinand, 2002:62).

Pendekatan yang dianjurkan dalam menilai sebuah model pengukuran (measurement model) adalah menilai besaran composites reliability dari setiap konstruk.

Composite reliabilitydiperoleh melalui rumus berikut ini :

(46)

J. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif adalah merupakan teknik analisis data dengan melakukan perhitungan statistik. Analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Structural Equation Modeling(SEM).

Structural Equation Modeling (SEM) adalah teknik multivarian dikombinasikan dengan aspek regresi berganda dan analisis faktor untuk menilai sebuah rangkaian dari interelasi ketergantungan hubungan secara bersama. SEM adalah model yang dikenal dengan banyak nama, antara lain analisis struktur covarian, latent variable analysis, confirmatory factor analysis, dan LiSREL analysis.Multiequation modelingdibangun dari prinsip-prinsip ekonomi matematika dan digabung dengan prinsip-prinsip dalam ukuran psikologi dan sosiologi. SEM merupakan alat integral dalam pengelolaan dan riset akademi.

Structural Equation Modeling (SEM) adalah sekumpulan teknik-teknik statistikal yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan yang relatif “rumit”, secara simultan. Hubungan yang rumit itu dapat dibangun antara satu atau beberapa variabel dependen dengan satu atau beberapa variabel independen. Masing-masing variabel dependen dan independen dapat berbentuk faktor (atau konstruk, yang dibangun dari beberapa variabel indikator).

(47)

1. Variabel terukur (measured variable)

Variabel ini disebut juga observed variables, indicator variables atau manifest variables, digambarkan dalam bentuk segi empat atau bujur sangkar. Variabel terukur adalah variabel yang datanya harus dicari melalui penelitian lapangan, misalnya melalui instrumen-instrumen survei.

2. Faktor

Faktor adalah sebuah variabel bentukan, yang dibentuk melalui indikator-indikator yang diamati dalam dunia nyata. Karena ia merupakan variabel bentukan, maka disebut latent variables. Nama lain untuk latent variables adalah construct atau unobserved variables. Faktor atau konstruk atau variabel laten ini digambarkan dalam bentuk lingkar atau oval elips.

3. Hubungan antar variabel

Hubungan antar variabel dinyatakan melalui garis. Karena itu bila tidak ada garis berarti tidak ada hubungan langsung yang dihipotesiskan. Bentuk-bentuk hubungan antar variabel dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Garis dengan anak panah satu arah:

Garis ini menunjukkan adanya hubungan yang dihipotesiskan antara dua variabel, dimana variabel yang dituju oleh anak panah merupakan variabel dependen. Dalam SEM terdapat dua kelompok hipotesis dengan anak panah satu arah yaitu:

1) Hipotesis mengenai dimensi faktor

(48)

sebagai variabel dependen, secara bersama-sama dihipotesiskan sebagai dimensi dari sebuah konsep atau faktor.

2) Hipotesis mengenai hubungan regresi

Hipotesis mengenai pengaruh satu atau beberapa variabel independen terhadap satu atau beberapa variabel dependen dinyatakan pula dalam anak panah satu arah.

b. Garis dengan anak panah dua arah:

Garis ini menunjukkan hubungan yang tidak dianalisis. Anak panah dua arah ini dalam pemodelan SEM digunakan untuk menggambarkan kovarians atau korelasi antara dua buah variabel. Sebuah anak panah dua ujung digunakan untuk menghubungkan kedua variabel independen itu untuk menguji bahwa tidak ada korelasi antara keduanya.

Untuk membuat pemodelan yang lengkap beberapa langkah berikut ini perlu dilakukan

1) Pengembangan Model Teoretis

(49)

disebabkan karena SEM tidak digunakan untuk menghasilkan sebuah model, tetapi digunakan untuk mengkonfirmasi model teoretis, melalui data empirik.

2) Pengembangan diagram alur (Path diagram)

Pada langkah kedua, model teoretis yang telah dibangunnya pada langkah pertama digambarkan dalam sebuah path diagram. Path diagram tersebut akan mempermudah melihat hubungan-hubungan kausalitas yang ingin diujinya. Sedemikian jauh, diketahui bahwa hubungan-hubungan kausal biasanya dinyatakan dalam bentuk persamaan. Tetapi dalam SEM (termasuk di dalamnya operasi program AMOS 16. dan versi-versi sebelumnya) hubungan kausalitas itu cukup digambarkan dalam sebuah path diagram, dan selanjutnya bahasa program akan mengkonvensi gambar-gambar persamaan, dan persamaan menjadi estimasi. Konstruk-konstruk yang dibangun dalam diagram alur dapat dibedakan dalam dua kelompok konstruk yaitu :

1) Konstruk Eksogen (Exogenous Constructs)

(50)

Kedua konstruk ini akan diperlakukan sebagai variabel eksogen yang tidak diprediksi oleh variabel lain tetapi akan digunakan untuk memprediksi satu atau beberapa variabel endogen lainnya. 2) Konstruk Endogen (Endogenous Constructs)

Konstruk endogen adalah faktor-faktor yang diprediksi oleh satu atau beberapa konstruk. Konstruk endogen dapat memprediksi satu atau beberapa konstruk endogen lainnya, tetapi konstruk eksogen hanya dapat berhubungan kausal dengan konstruk endogen. Hubungan kausal antar konstruk endogen dan eksogen dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar III. 1

Diagram Alur (Path Diagram)

3) Konversi Diagram Alur ke Dalam Persamaan

(51)

ke dalam rangkaian persamaan. Persamaan yang dibangun akan terdiri :

(a) Persamaan-Persamaan Struktural (structural equation)

Persamaan ini dirumuskan untuk menyatakan hubungan kausalitas antar berbagai konstruk. Persamaan struktural pada dasarnya dibangun dengan pedoman berikut ini :

Variabel Endogen = Variabel Eksogen + Variabel Endogen + Error

(b) Persamaan Spesifikasi Model Pengukuran (measurement model)

Pada spesifikasi itu menentukan variabel mana mengukur konstruk mana, serta menentukan serangkaian matriks yang menunjukkan korelasi yang dihipotesiskan antar konstruk atau variabel.

4) Memilih Matriks Input dan Estimasi Model

(52)

(a) Ukuran Sampel

Walaupun observasi individual tidak menjadi input analisis, tetapi ukuran sampel memegang peranan penting dalam estimasi dan interpretasi hasil-hasil SEM. Hair et. al (dalam Ferdinand, 2002:47) menemukan bahwa ukuran sampel yang sesuai adalah 100 – 200 bila ukuran sampel menjadi terlalu besar misalnya lebih dari 400 maka metode menjadi “sangat sensitif” sehingga sulit untuk mendapatkan ukuran-ukuran goodness-of-fit yang baik. Dengan demikian bila estimated parameternya berjumlah 20, maka jumlah sampel minimum adalah 100.

(b) Estimasi Model

Teknik Estimasi yang tersedia dalam AMOS 16.0 adalah sebagai berikut:

(1)Maximum Likehood Estimation (ML) (2)Generalized Least Square Estimation (GLS) (3)Unweigthed Least Square Estimation (ULS) (4)Scale Free Least Square Estimation (SLS)

(53)

Tabel III.1 , karena itu tidak menarik perhatian peneliti.

Bila asumsi normalitas dipenuhi dan ukuran sampel antara 200-500

ML dan GLS Bila ukuran sampel kurang dari 500, hasil GLS cukup baik

Bila asumsi normalitas kurang dipenuhi dan ukuran sampel lebih dari 2500

ADF Adf kurang cocok bila ukuran sampel kurang dari 2500

Dalam penelitian ini teknik estimasi dalam structural equation modelingyang digunakan adalahMaximum Likehood Estimation (ML), karena sampel yang digunakan sebanyak 200 responden.

5) Kemungkinan munculnya masalah identifikasi

Problem identifikasi dapat muncul melalui gejala-gejala berikut ini:

(a) Standard error untuk satu atau beberapa koefisien adalah sangat besar.

(b) Program tidak mampu menghasilkan matrik informasi yang seharusnya disajikan.

(54)

(d) Munculnya korelasi yang sangat tinggi antar koefisien estimasi yang didapat (misalnya lebih dari 0,9)

6) Evaluasi KriteriaGoodness-of-fit

Pada langkah ini kesesuaian model dievaluasi, melalui telaah terhadap berbagai kriteria goodness-of-fit. Untuk itu tindakan pertama yang dilakukan adalah mengevaluasi apakah data yang digunakan dapat memenuhi asumsi-asumsi SEM. Asumsi-asumsi dalam SEM adalah :

(a) Ukuran Sampel

Ukuran sampel yang harus dipenuhi dalam pemodelan ini adalah minimum berjumlah 100 dan selanjutnya menggunakan perbandingan 5-10 observasi untuk setiap estimated parameter.

(b) Normalitas dan Linearitas

Sebaran data harus dianalisis untuk melihat apakah asumsi normalitas dipenuhi sehingga data dapat diolah lebih lanjut untuk pemodelan SEM.

(c) Outliers

(55)

(d) Multicollinearity dan Singularity

Multikolinearitas dapat dideteksi dari determinan matriks kovarians. Nilai determinan matriks kovarians yang sangat kecil memberi indikasi adanyaproblem multikolinearitas atau singularitas.

K. Uji Kesesuaian dan Uji Statistik 1. Uji Kesesuaian

a. χ2-Chi-Square Statistic

Alat uji paling fundamental untuk mengukur overall fit adalah likehood ratio Chi-square Statistic. Model yang diuji akan dipandang baik atau memuaskan bila nilai χ2 rendah. Semakin kecil nilai χ2 semakin baik model itu.

b. RMSEA-The Root Mean Square Error of Approximation

RMSEA adalah sebuah indeks yang dapat digunakan untuk mengkompensasi chi-square statistic dalam sampel yang besar. Nilai RMSEA menunjukkangoodness-of-fityang dapat diharapkan bila model diestimasi dalam populasi. Nilai RMSEA lebih kecil atau sama dengan 0,08 merupakan indeks untuk dapat diterimanya model yang menunjukkan sebuahclose fitdari model itu.

c. GFI-Goodness of Fit Index

(56)

d. AGFI-Adjusted Goodness-of-fit Index

GFI adalah analog dari R2 dalam regresi berganda. Fit Index ini dapat diadjust terhadap degrees of freedom yang tersedia untuk menguji diterima tidaknya model. GFI maupun AGFI adalah kriteria yang memperhitungkan proporsi tertimbang dari varians dalam sebuah matriks kovarians sampel. Nilai sebesar 0,95 dapat diinterpretasikan sebagai tindakan yang baik-good overall model fit (baik) sedangkan besaran nilai antara 0,90 - 0,95 menunjukkan tingkatan cukup.

e. Ratio χ2to Degrees of Freedom(χ2/DF)

The minimum sampel discrepancy function (CMIN) dibagi dengan degree of freedomnya akan menghasilkan indeks CMIN/DF sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat fit-nya sebuah model. CMIN/DF adalah statistic chi-square, χ2 dibagi DF sehingga disebut χ2 relatif. Nilaiχ2relatif kurang dari 2.0 atau bahkan kurang dari 3.0 adalah indikasi dari acceptable fit antara model dan data Arbukckle (dalam Ferdinand, 2002:58).

f. TLI-Tucker Lewis Index

(57)

g. CFI-Comparative Fit Index

Besaran indeks ini adalah pada rentang nilai sebesar 0 – 1 dimana semakin mendekati 1, mengindikasikan tingkat fit yang paling tinggi. Nilai yang direkomendasikan adalah CFI lebih besar atau sama dengan 0,95.

Tabel III.2 Goodness-of-fit-indices

Goodness of fit index cut-off value

Χ2-Chi-Square diharapkan kecil

Significance probability ≥0.05

RMSEA ≤0.08

2. Interprestasi dan Modifikasi Model

Langkah terakhir adalah menginterpretasikan model dan memodifikasikan model bagi model-model yang tidak memenuhi syarat pengujian yang dilakukan. Model yang baik mempunyai Standarized Residual Variance yang kecil. Angka 2,58 merupakan batas nilai standardized residual yang diperkenankan.

3. Analisis persentase

(58)

P= x100% N

n

Keterangan :

P : jumlah persentase

(59)

42 A. Sejarah Singkat

Pada saat didirikan nama perusahaan adalah Kakao Taisei co. Ltd. Perusahaan ini awalnya memproduksi dan menjual papan, wol, kayu semen. Pada tahun 1963 perusahaan mengadakan pasar serbet feminim, tampon dan diperluas ke pasar tahun 1974. Nama saat ini menjadi Unicharm Corporation nama yang dibuat lebih cocok untuk produsen. Uni berasal dari kata universal dan mewakili keinginan untuk “menjadi perusahaan yang terintegrasi” menawarkan produk yang unik di seluruh dunia. “CHARM” didirikan untuk mewakili produk feminim bahwa “perempuan akan selalu tetap menarik”.

Perusahaan bertujuan untuk meringankan kekhawatiran perempuan sehari-hari dan ketidaknyamanan. Dimulai dengan pembuatan dan penjualan serbet feminim perusahaan memulai usaha sebagai produsen produk perawatan feminim, dan sejak itu memiliki pemimpin industri dan pelopor, mengembangkan teknologi unik dan banyak produk.

B. Bisnis Operasi

(60)

untuk semua generasi dengan menggunakan teknologi. Perusahaan telah mengembangkan bidang non-woven dan bahan penyerap. Perusahaan sangat berharap dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengembangan produk-produk berkualitas tinggi. Dan sekarang perusahaan bertujuan memperkenalkan produk kami kepada orang-orang diseluruh dunia.

Dimulai beroperasi di Asia, dan pembentukan anak perusahaan lokal di Taiwan pada tahun 1984, Korea dan Arab Saudi tahun 2005. Saat ini telah memiliki 21 anak perusahaan lokal di lebih dari 80 negara di seluruh dunia termasuk Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, dan AfrikaUtara. Operasi di luar negeri sangat berkembang pesat dengan produk yang cocok dengan gaya hidup masyarakat dan adat istiadat yang berbeda di setiap negara. Produk yang masuk ke Indonesia adalah pembalut Charm, pantyliners, dan popok bayi Mamy poko.

C. Filosofi Perusahaan

(61)

cita-cita Unicharm, dan kode perilaku yang didasarkan pada nilai-nilai ini. Cita-cita Unicharm disebutkan sebagai berikut:

1. Berperan untuk menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik untuk semua orang dengan menawarkan hanya produk dan layanan terbaik bagi pasar dan pelanggan, baik di rumah maupun di luar negeri di Jepang. 2. Berusaha untuk mengejar prinsip-prinsip manajemen perusahaan yang

baik yang menggabungkan pertumbuhan perusahaan, kemakmuran dan rekan pemenuhan tanggung jawab sosial kita.

3. Membawa buah dari kerjasama yang didasarkan pada integritas dan harmoni, sementara masih menghormati kebebasan individu dan berusaha untuk mempromosikan Pilar Lima Besar.

4. Data perusahaan

Nama perusahaan Unicharm Corporation Tanggal Berdiri February 10, 1961 Pendaftaran Kantor

Perusahaan

182 Shimobun, Kinsei-cho, Shikokuchuo-City, Ehime, Japan

Kantor Kepala

Sumitomo Fudosan Mita Twin Bldg.

West Wing, 3-5-27,

Mita, Minato-ku, Tokyo, Japan

Operasi bisnis

(62)

Lokasi Kantor di Indonesia

UNI-CHARM INDONESIA P.T. Century Tower 6th Floor

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-2 No. 4

Jakarta 12950, Indonesia Tel:(62-21) 5228852 Fax:(62-21) 5228831 FACTORY

(63)

46 A. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini ada 3 variabel utama yang akan diteliti, yaitu: citra merek, sikap merek, dan ekuitas merek. Citra merek terbentuk dari corporate image, user image, product image. Sikap merek terbentuk dari evaluasi kepuasan dan evaluasi kinerja. Ekuitas merek terbentuk dari brand awareness, brand association, perceived quality. Data utama yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapatkan dari jawaban responden yang mengisi kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada 200 responden. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

1. Analisis profil responden, untuk mengetahui persentase responden berdasarkan karateristik responden.

2. Pengujian instrumen dengan uji validitas dan reliabilitas, tujuannya untuk mengetahui bahwa kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data dari responden yang mengisi kuesioner telah valid dan reliabel, sehingga semua pernyataan dalam kuesioner dapat dipahami oleh responden.

(64)

B. Profil Responden

Profil dalam penelitian ini dianalisis berdasarkan pengelompokan responden dalam kategori-kategori, yaitu usia, uang saku, dan lama pemakaian. 1. Usia

Tabel V.1

Karakteristik Responden Berdasar Usia

Usia Jumlah Persentase

17-19 tahun 38 19%

20-22 tahun 112 56%

23-25 tahun 49 24,5%

Di atas 25 tahun 1 0,5%

Total 200% 100%

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa di kampus I Universitas Sanata Dharma mayoritas mahasiswi yang menggunakan pembalut Charm adalah usia 20-22 tahun.

2. Profil Responden Berdasarkan Uang Saku Tabel V.2

Karaktersitik Responden Berdasar Uang Saku Per Bulan Uang Saku Per Bulan Jumlah Persentase

<Rp. 500.000,- 53 26,5%

500.000 - 999.999 106 53%

1.000.000 - 1.499.999 35 17,5%

≥Rp. 1.500.000,- 6 3%

Total 200 100%

(65)

3. Profil Responden Berdasarkan Lama Pemakaian Tabel V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Pemakaian

Bulan Jumlah Persentase

3 bulan - 5 bulan 35 17,5%

6 bulan – 8 bulan 21 10,5%

9 bulan – 11 bulan 14 7%

Lebih dari 11 bulan 130 65%

Total 200 100%

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar mahasiswi pengguna pembalut charm telah menggunakan pembalut charm lebih dari 11 bulan, yaitu dengan jumlah 130 orang. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswi Sanata Dharma telah loyal dengan pembalut Charm karena mereka telah menggunakannya lebih dari 11 bulan.

C. Pengujian Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini teknik pengujian instrumen menggunakan pengujian validitas dan reliabilitas sebagai alat ukur terhadap responden yang mengisi kuesioner. Pengujian validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan bantuan AMOS 16.0 dengan hasil perhitungan sebagai berikut: 1. Pengujian Validitas

(66)

diujinya. Validitas dapat diketahui melalui nilai loading factor, loading factor dianggap signifikan apabila standardized loading estimate sama dengan 0,50 atau lebih dan idealnya 0,70 (Ghozali, 2008:135). Pada penelitian ini, validitas konstruk dihitung dengan menggunakan AMOS 16.0. dimana hasil penelitian uji validitas menunjukkan bahwa semua instrumen konstruk pada standardized regression weights memiliki nilai lebih dari 0,5 maka semua instrumen dalam penelitian ini valid.

Tabel V.4

Product image 0,817 Valid

User image 0,534 Valid

Corporate image 0,699 Valid

2. Pengujian Reliabilitas

(67)

1. Std. loading diperoleh langsung dari standardized loading untuk tiap indikator (diambil dari perhitungan komputer, AMOS misalnya) 2. Adalahmeasurement errordari tiap-tiap indikator

Tabel V.5 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Construct Reliability Keterangan

Citra merek 0,729 Reliabel

Sikap merek 0,920 Reliabel

Ekuitas merek 0,945 Reliabel

Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa masing-masing variable measured menunjukkan nilaiconstruct reliabilityyang lebih besar dari 0,60 sehingga semuavariable measureddinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam kuesioner penelitian.

D. Pengujian Model

(68)

digunakan dalam penelitian ini adalah maximum likehood estimation method, karena sampel yang digunakan sebanyak 200 responden. Program yang digunakan untuk mengestimasi model adalah Amos versi 16.0.

Tabel V.6

Evaluasi KriteriaGoodness of Fit

Goodness of Fit Cut of Value Hasil Keterangan Chi-square Diharapkan Kecil 55.595 Belum Memenuhi Significance

probability

≥0.05 0.000 Belum Memenuhi

RMSEA ≤0.08 0.102 Belum Memenuhi

GFI ≥0.90 0.939 Baik

AGFI ≥0.90 0.878 Baik

CMIN/DF ≤2.00 3.089 Belum Memenuhi

TLI ≥0.95 0.946 Belum Memenuhi

CFI ≥0.95 0.965 Baik

(69)

Gambar V.1 Model yang belum fit

Dari tabel dan gambar tersebut dapat dilihat model dari penelitian ini belum memenuhi persyaratan goodness of fit, maka perlu dikompositkan atau dimodifikasi untuk memenuhi persyaratangoodnesss of fit.

Sebelum melakukan penghitungan permodelan SEM, perlu diperhatikan asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalam permodelan SEM sebagai berikut:

1. Ukuran Sampel

(70)

2. Evaluasi atas normalitas

Untuk mengevaluasi normalitas dengan mengamati nilai-z atau C.R. dari data yang digunakan dan ditampilkan pada lampiran4 pada bagian assessment of normality. Menurut Ferdinand (2002:95) bila nilai-z atau C.R. lebih besar dari nilai kritis ± 2,58 pada tingkat signifikansi 0,01 atau 1%, maka data tidak normal. Pada penelitian ini nilai-z atau C.R. -1,137 sampai -2,213 tidak melebihi ± 2,58, berarti bahwa distribusi data ini normal.

3. Evaluasi atasOutliers

Evaluasi ini memakai uji mahalanobis distance dengan menggunakan AMOS 16.0. Uji terhadap outliers multivariat dilakukan dengan menggunakan jarak mahalanobis pada tingkat p,0.001 (Ferdinand, 2002:102). Berdasarkan nilaichi-squarepada derajad sebesar 21 (estimated

parameter) pada tingkat signifikansi 0,001 atau (21,0,001) = 46,797. Hasil perhitungan observations farthest from the centroid menunjukkan nilai mahalanobis d-squared terbesar adalah 37,911 yang tidak melebihi nilai 46,797 yang berarti tidak terdapatoutliers multivariatdalam penelitian ini. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada bagianobservations farthest from the centroid (mahalanobis distance)pada lampiran4. .

4. Multicollinearity atau Singularity

(71)

dari nol. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearits atau singularitas, sehingga data ini layak digunakan.

5. Goodness of fit indices

Setelah asumsi-asumsi SEM dipenuhi maka penghitungan permodelan SEM dapat dilakukan dan akan ditampilkan dalam tabel berikut:

Tabel V.7

Evaluasi KriteriaGoodness of Fit Indices

Goodness of fit Cut of value Hasil Keterangan

Chi-square ≤37,697 17,666 Baik

Significance probability

≥0,05 0,281 Baik

RMSEA ≤0,08 0,030 Baik

GFI ≥0,90 0,980 Baik

AGFI ≥0,90 0,951 Baik

CMIN/DF ≤2,00 1,178 Baik

TLI ≥0,95 0,995 Baik

CFI ≥0,95 0,998 Baik

(72)

Gambar V.2 Model yang sudahfit

6. Regression Weight

(73)

Tabel V.8 Regression weight I

Regression weight Estimate C.R. Ekuitas merek < ---- citra merek 0,285 3,324 Ekuitas merek < ---- sikap merek 0,316 3,946 Sikap merek < --- citra merek 0,565 6,293

Tabelregression weightpada kolom C.R. di atas dapat dipakai sebagai dasar untuk pengujian hipotesi dalam penelitian ini.

a. Pengujian hipotesis pertama

H1 = citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek.

(74)

b. Pengujian hipotesis kedua

H2 : sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek.

Parameter estimasi sikap merek terhadap ekuitas merek pada tabel menunjukkan hubungan yang signifikan pada level 1% dengan nilai C.R. = 3,946 lebih besar dari ± 2,58. Hal ini berarti bahwa hipotesis 2 terbukti, yaitu sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek. Sikap merek adalah evaluasi keseluruhan konsumen terhadap merek, dalam model ekuitas merek ditemukan bahwa peningkatan pangsa pasar terjadi ketika sikap terhadap merek semakin positif. Dimensi sikap merek dalam penelitian ini terdiri dari evaluasi kesukaan dan evaluasi kinerja. Dimensi ekuitas merek dalam penelitian ini terdiri dari brand awarness, brand association, danperceived quality.

c. Pengujian hipotesis ketiga

H3 : citra merek berpengaruh terhadap sikap merek.

(75)

7. Standardized Regression Weights

Tabel V.9

Standardized Regression Weights Regression Weight Estimate Sikap merek < --- citra merek 0,655 Ekuitas merek < --- citra merek 0,387 Ekuitas merek < --- sikap merek 0,371 Corporate image< --- citra merek 0,699 User image< --- citra merek 0,534 Product image< --- citra merek 0,817 Kesukaan < --- sikap merek 0,997 Kinerja < --- sikap merek 0,894 Awareness< --- ekuitas merek 0,820 Association< --- ekuitas merek 0,940 Perceived< --- ekuitas merek 0,909

Tabel di atas menunjukkan bahwa indikator yang paling kuat mengukur citra merek adalah product image dengan nilai sebesar 0,817, sedangkan indikator yang paling lemah adalahuser image dengan nilai sebesar 0,534. Indikator yang mengukur sikap merek adalah evaluasi kesukaan dengan nilai sebesar 0,997 dan evaluasi kinerja dengan nilai 0,894. Indikator yang mengukur ekuitas merek yang paling kuat adalahbrand association dengan nilai sebesar 0,940 selanjutnyaperceived qualitydengan nilai sebesar 0,909, sedangkan nilai untukbrand awareness0,820.

E. Variabel Terukur (Measured Variable)

Berikut ini pembahasan hasil penelitian menggunakan SEM, yaitu: 1. Citra Merek

(76)

sampai 0,817. Indikator yang membentuk citra merek dari penelitian ini adalah:

a. Corporate image dengan nilai regression weight cukup sebesar 0,699 berarti bahwa konsumen mengangap perusahaan besar dimana tempat bernaung dan diproduksinya pembalut Charm cukup penting dalam menciptakan citra merek atau kesan tersendiri yang diterima di benak konsumen.

b. User image dengan nilai regression weight paling lemah sebesar 0,534 berarti bahwa sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen mengenai pembalut charm dari segi pemakai, gaya hidup serta status sosialnya bukan hal yang paling utama dalam menciptakan citra merek atau kesan tersendiri yang diterima di benak konsumen.

c. Product imagedengan nilai regression weight paling kuat sebesar 0,817 berarti bahwa sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen mengenai pembalut charm dilihat dari segi produk itu sendiri meliputi: pembalut charm adalah pembalut yang tepat bagi para wanita yang memiliki kesibukan agar lebih percaya diri dalam melakukan aktifitasnya.

2. Sikap Merek

(77)

3. Ekuitas Merek

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa masing masing indikator menpengaruhi secara kuat atas ekuitas merek yaitubrand awarenessdengan nilai 0,820, brand association dengan nilai 0,940, dan perceived quality dengan nilai 0,909 berarti konsumen dapat mengingat dan mengenal pembalut charm dengan baik dari segi kualitas, harga dan kemudahan mendapatkan pembalut charm.

F. Persepsi Responden

Berdasarkan penelitian di atas dapat diketahui bahwa citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek, sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek, sikap merek berpengaruh terhadap citra merek. Tetapi pada kenyataannya belum dapat diketahui keadaan secara pasti apakah citra merek dan sikap merek dapat mempengaruhi ekuitas merek. Untuk mengetahui keadaaan tersebut, maka perlu dihitung jawaban dari persepsi responden sehingga dapat dilihat rata-rata dari citra merek, sikap merek, dan ekuitas merek. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel V.10 Persepsi Responden

Variabel Jumlah total Rata-rata

Citra merek 3.725 3,725

Sikap merek 7.720 3,86

Ekuitas merek 12.873 3,79

(78)

Berdasarkan nilai dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata sikap merek sebesar 3,86 yang berarti bahwa menurut konsumen sikap merek cukup baik.

(79)

62 A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang sudah dilakukan mengenai pengaruh citra merek dan sikap merek terhadap ekuitas merek dari konsumen pembalut Charm, maka dapat ditarik kesimpulan, sebagai berikut:

1. Analisis karakteristik responden

Berdasarkan hasil penelitian dari 200 responden pengguna pembalut charm adalah berdasarkan usia yang paling banyak berusia antara 20 tahun sampai 22 tahun sebanyak 112 orang (56%), berdasarkan uang saku per bulan yang paling banyak responden mendapat uang saku sebesar Rp. 500.000,- sampai Rp. 999.999,- sebanyak 106 orang (53%), dan berdasarkan lama pemakaian hampir dari seluruh responden telah melakukan pemakaian terhadap pembalut charm selama lebih dari 11 bulan yaitu sebanyak 130 orang (65%).

(80)

mengukur sikap merek adalah kinerja dan kesukaan berarti bahwa konsumen memilih melakukan pembelian terhadap pembalut charm karena atribut yang dimiliki pembalut charm lebih baik dibanding merek lain. Variabel yang paling kuat mengukur ekuitas merek adalah brand association berarti bahwa konsumen dapat mengingat dengan jelas pembalut charm sehingga merek pertama yang diingat saat melakukan pembelian adalah pembalut Charm.

B. Saran

Setelah melakukan penelitian ini dan melihat hasil pembahasan, penulis mengajukan saran atau masukan yang dapat berguna bagi perusahaan, yaitu: 1. Perusahaan disarankan perlu meningkatkan lagi citra merek lewat citra

produk dengan cara mempertahankan atribut merek yang saat ini sudah baik tertanam dalam benak konsumen sehingga konsumen akan terus melakukan pembelian.

2. Perusahaan disarankan perlu meningkatkan sikap merek melalui kualitas merek agar evaluasi konsumen semakin baik sehingga dapat meningkatkan ekuitas merek.

(81)

C. Keterbatasan

Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki banyak keterbatasan, antara lain:

1. Dalam penelitian ini penulis tidak dapat memastikan kebenaran data yang diperoleh dari responden karena data yang diperoleh dengan cara membagikan kuesioner kepada responden sehingga kemungkinan dalam memberikan jawaban kurang maksimum karena ketidaksungguhan responden dalam menjawab kuesioner.

2. Penyebaran kuesioner hanya dilakukan di Kampus I Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sehingga tidak dapat mewakili seluruh lapisan masyarakat.

(82)

65

Ferdinan, Augusty. 2002. Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen : Aplikasi Model-Model Rumit Dalam Penelitian Untuk Tesis Magister Dan Disertai Doctor. Fakultas Ekonomi: UNDIP.

Ghozali, Imam. 2008. Model Persamaan Struktural. Konsep & Aplikasi dengan Program Amos 16.0. Semarang: UNDIP.

Handoko, T. Hani.2001. Manajemen. Yogyakarta. BPFE.

Kotler, Philip. 2002.Manajemen Pemasaran. Jilid 1, Edisi Millenium. Jakarta: PT Prenhalindo.

... 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid 1, Edisi ke-XI. Jakarta: PT Indeks.

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2004 (terj. Alexander Sindoro).Dasar-Dasar PemasaranEdisi 9. Jakarta : PT. Indeks kelompok Gramedia.

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2004. Marketing Management an Asian Perspective. Prentice Hall International Edition.

Kotler, Philip, Swee Hoong Ang, Siew Meng Leong, Chin Tiong Tan. 2005.(terj. Zein Isa) Manajemen Pemasaran Sudut Pandang Asia edisi 3. Jakarta : PT. Indeks.

(83)

Narbuko, Cholid dan Abu H. Achmadi. 2007. Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Rangkuti, F. 2002. The Power of Brands Teknik Mengelola Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek Plus Analisis Kasus dengan SPSS. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum.

Santoso, S. Dan Tjiptono, F. 2001. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. 2000.Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.

Swastha, Basu dan Handoko, Hani. 2000. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta : BPFE.

Sitinjak, Tony. 2005. “Pengaruh Citra Merek dan Sikap Merek Terhadap Ekuitas Merek.”Jurnal Ekonomi Perusahaan, 2 (Juni), 166-182.

Sitinjak, Tony. 2006. “Kinerja Citra, Sikap, dan Ekuitas Merek, Kepuasan dan Loyalitas Nasabah Bank BUMN di Jakarta.”Jurnal Ekonomi Perusahaan, 1 (Maret), 35-51.

Umar, Husein. 2003. Metode Riset: Perilaku Konsumen Jasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

(84)
(85)

Hal : Kuesioner

Yogyakarta, 2010

Kepada

Yth. Mahasiswi

Konsumen Pembalut Charm

Di Universitas Sanata Dharma kampus I Mrican Yogyakarta

Dengan hormat, Bersama ini saya :

Nama : Chatarina Wiedyawati NIM : 052214073

Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang menyusun skripsi dengan judul “ PENGARUH CITRA MEREK, SIKAP MEREK TERHADAP EKUITAS MEREK.”

Dalam penyusunan skripsi ini saya mohon Saudara untuk memberi tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan yang tersusun dalam kuisioner ini guna memperoleh data yang dibutuhkan.

Semua tanggapan yang Saudara berikan akan saya pergunakan untk kepentingan penulisan skripsi dan akan saya jaga kerahasiaannya. Untuk itu saya mengharapkan kesediaan Saudara untuk membantu dengan cara memberi tanggapan pada kuesioner ini dengan keadaan yang sebenarnya.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaan Saudara yang telah meluangkan waktu untuk menjawab kuesioner ini.

Hormat saya,

(86)

KUESIONER

I. Karakteristik responden

Petunjuk : berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda

1. Nama : prodi : 3. Uang saku anda per bulan:

a. Kurang dari Rp. 500.000

b. Rp 500.000,00 sampai Rp 999.999 c. Rp 1.000.000 sampai Rp 1.499.999 d. Di atas Rp 1.500.000

4. Anda telah menggunakan pembalut charm selama a. 3 bulan – 5 bulan

b. 6 bulan – 8 bulan c. 9 bulan – 11 bulan d. Lebih dari 11 bulan

II. Petunjuk pengisian kuesioner

Berilah tanda (√) pada salah satu tanggapan yang menurut Anda sesuai dengan kenyataan yang anda alami setelah Anda menggunakan pembalut “CHARM” dengan kriteria sebagai berikut :

SS : sangat setuju S : setuju RR : ragu-ragu TS : tidak setuju

(87)

1. Menurut Anda merek Charm merupakan produk dari PT. UNICHARM yang dapat

menjamin keandalan teknologi yang digunakan.

SS S RR TS STS

2. Pembalut charm merupakan pembalut yang dibuat untuk konsumen yang peduli dengan

kenyamanan.

SS S RR TS STS

3. Pembalut wanita merek charm diposisikan sebagai pembalut wanita yang memiliki

kesibukan.

SS S RR TS STS

4. Pembalut merek charm merupakan pembalut yang digunakan oleh para artis.

SS S RR TS STS

5. Pembalut charm dibuat khusus agar konsumen lebih percaya diri saat beraktifitas.

SS S RR TS STS

6. Menurut anda pembalut merek charm merupakan pembalut yang berkualitas tinggi.

SS S RR TS STS

7. Menurut anda pembalut merek charm dapat diandalkan.

SS S RR TS STS

8. Anda merasa aman dengan dengan menggunakan pembalut merek charm.

(88)

permukaannya yang lembut.

SS S RR TS STS

10. Menurut Anda pembalut merek Charm menawarkan harga sesuai dengan kualitas.

SS S RR TS STS

11. Menurut Anda pembalut charm sudah memenuhi kebutuhan Anda dengan menawarkan

varian produk yang berbeda.

SS S RR TS STS

12. Anda merasa puas dengan menggunakan pembalut merek charm.

SS S RR TS STS

13. Anda merasa senang dengan menggunakan pembalut merek charm.

SS S RR TS STS

14. Anda merasa lebih percaya diri dengan menggunakan pembalut charm.

SS S RR TS STS

15. Anda menggunakan pembalut charm karena teman-teman Anda juga menggunakan

pembalut charm.

SS S RR TS STS

16. Anda lebih mengenal pembalut Charm dibandingkan dengan pembalut merek lain.

SS S RR TS STS

17. Anda mengenal pembalut Charm dari iklan di tv, majalah maupun promosi lain seperti

pemberian sampel.

(89)

SS S RR TS STS

19. Iklan pembalut Charm yang ditayangkan di televisi mudah Anda ingat.

SS S RR TS STS

20. Pembalut Charm menggunakan aktris terkenal dalam setiap promosinya.

SS S RR TS STS

21. Semua iklan yang dibuat pembalut Charm mempunyai pesan yang jelas.

SS S RR TS STS

22. Kemasan pembalut Charm yang anda gunakan sangat praktis.

SS S RR TS STS

23. Kemasan pembalut Charm memberikan kesan yang menarik bagi anda.

SS S RR TS STS

24. Pembalut charm sering melakukan program sosial kepada masyarakat.

SS S RR TS STS

25. Anda rutin membeli pembalut Charm karena kualitasnya baik.

SS S RR TS STS

26. Pembalut Charm memberikan kenyamanan dengan permukaan yang lembut di kulit.

SS S RR TS STS

27. Pembalut charm memiliki Zona Serap Ekstra dibanding merek pembalut lain.

(90)

SS S RR TS STS

29. Menggunakan pembalut Charm anda merasa lebih kering seperti sedang tidak haid.

SS S RR TS STS

30. Anda sering melihat iklan pembalut Charm di televise.

SS S RR TS STS

31. Anda tertarik ingin membeli pembalut Charm setelah melihat iklannya di televisi.

SS S RR TS STS

32. Anda sering melihat iklan pembalut Charm di media cetak, seperti majalah.

(91)

KARAKTERISTIK RESPONDEN

No Res Nama Prodi Usia Uang Saku Lama

Pemakaian

13 Ratnawati Akuntansi 17 – 19 th A ≥11 bulan

14 Theodora Akuntansi 17 – 19 th A ≥11 bulan

15 Yanti P. Sejarah 17 – 19 th B 3 -5 bulan

27 Vhrisca Sastra Inggris 17 – 19 th B ≥11 bulan

(92)

41 Zie Manajemen 20 – 22 th B ≥11 bulan

42 Wulan Manajemen 20 – 22 th A 3 – 5 bulan

43 Melda Manajemen 23 – 25 th B ≥11 bulan

44 Marselina Manajemen 23 – 25 th A ≥11 bulan

45 Natalia W. Manajemen 23 – 25 th B 6 – 8 bulan

58 Fransisca Manajemen 20 – 22 th C ≥11 bulan

(93)

84 Tari PBI 20 – 22 th B 6 – 8 bulan

115 Merysintha Akuntansi 20 – 22 th B ≥11 bulan

Gambar

Gambar II.1Kerangka Konseptual
Gambar II 1Kerangka Konseptual. View in document p.36
Gambar III. 1
Gambar III 1. View in document p.50
Tabel III.1
Tabel III 1. View in document p.53
Tabel III.2
Tabel III 2. View in document p.57
Tabel V.1Karakteristik Responden Berdasar Usia
Tabel V 1Karakteristik Responden Berdasar Usia. View in document p.64
Tabel V.2Karaktersitik Responden Berdasar Uang Saku Per Bulan
Tabel V 2Karaktersitik Responden Berdasar Uang Saku Per Bulan. View in document p.64
Tabel V.3Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Pemakaian
Tabel V 3Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Pemakaian. View in document p.65
Tabel V.4Standardized Regression Weights
Tabel V 4Standardized Regression Weights. View in document p.66
Tabel V.5Hasil Uji Reliabilitas
Tabel V 5Hasil Uji Reliabilitas. View in document p.67
Gambar V.1Model yang belum fit
Gambar V 1Model yang belum fit. View in document p.69
Model yang sudahGambar V.2 fit
Model yang sudahGambar V 2 fit. View in document p.72
Tabel V.8Regression weight I
Tabel V 8Regression weight I. View in document p.73
Tabel V.9Standardized Regression Weights
Tabel V 9Standardized Regression Weights. View in document p.75
Tabel V.10Persepsi Responden
Tabel V 10Persepsi Responden. View in document p.77

Referensi

Memperbarui...

Download now (0 pages)