Pengaruh citra merek, dan sikap merek terhadap ekuitas merek : studi kasus pada mahasiswi Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican pengguna pembalut merek ``CHARM`` - USD Repository

Gratis

0
0
117
7 months ago
Preview
Full text

  

PENGARUH CITRA MEREK, DAN SIKAP MEREK TERHADAP

EKUITAS MEREK

Studi Kasus pada Mahasiswi Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican

Pengguna Pembalut Merek “CHARM”

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

  

Disusun oleh :

Chatarina Wiedyawati

052214073

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

  

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2010

i

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  iv

  “Jika seseorang ingin menjadi yang terlebih dahulu, Hendaklah ia menjadi yang terakhir dari Semuanya dan pelayan dari semuanya.” ( Markus 9 : 35 )

  “Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.” (Mazmur 146 : 2 )

  Skripsi ini kupersembahkan untuk : Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu memberikan rahmat dan penyertaan dalam kehidupan saya Bapak dan Ibuku tercinta

  Dosen-dosen yang telah membimbing saya Seseorang yang special yang selalu support aku Sahabat dan teman-temanku Yang selalu memberikan keceriaan dalam hidupku

  

ABSTRAK

PENGARUH CITRA MEREK DAN SIKAP MEREK TERHADAP

EKUITAS MEREK

Studi Kasus pada Mahasiswi Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican

Pengguna Pembalut Merek “CHARM”

  

Chatarina Wiedyawati

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2010

  Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). untuk mengetahui pengaruh citra

merek terhadap ekuitas merek; 2). untuk mengetahui pengaruh sikap merek

terhadap ekuitas merek; 3). untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap

sikap merek. Dalam penelitian ini variabel pengukur citra merek, meliputi:

corporate image, user image, dan product image. Variabel pengukur sikap merek,

meliputi evaluasi kesukaan dan evaluasi kinerja. Variabel pengukur ekuitas

merek, meliputi: Brand Awareness, Brand association, Perceived quality. Jenis

penelitian ini adalah studi kasus pada konsumen pembalut merek Charm dengan

jumlah sampel 200 responden. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswi

Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican. Teknik pengumpulan data adalah

kuisioner yang dilakukan pada bulan Maret-April 2010. Teknik pengambilan

sampel adalah purposive convenience sampling. Teknik analisis data yang

digunakan adalah analisis persentase, uji validitas, uji reliabilitas dan Structural

Equation Modeling (SEM). Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) citra

merek berpengaruh terhadap ekuitas merek; 2) sikap merek berpengaruh terhadap

ekuitas merek dan; 3) citra merek berpengaruh terhadap sikap merek.

vii

  

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF BRAND IMAGE AND BRAND ATTITUDE ON

BRAND EQUITY

A Case Study on Students of Sanata Dharma University Campus I Mrican

  

Chatarina Wiedyawati

Sanata Dharma Universities

Yogyakarta

2010

  The purposes of this research were to examine: 1). the effect of brand

image on brand equity 2). the effect of brand attitude on brand equity, and 3). the

effect of bran image on brand attitude. In this study, variables measuring brand

image included: corporate images, user image, and product image. Variables

measuring brand attitude included evaluation preference and performance

evaluation. Variables measuring brand equity included: brand awareness, brand

association, and perceived quality. This research is a case study on consumers of

sanitary napkin of Charm with a sample of 200 respondents. The population in

this study was students of University of Sanata Dharma Campus I Mrican.

Research was conducted in March – April 2010. The sampling technique was

purposive convenience sampling. The data analysis technique used were

Percentage Analysis and Structural Equation Modeling (SEM). The result of data

analysis indicated that: 1) brand image affects brand equity, 2) brand attitudes

influence brand equity, 3) brand image affects the brand attitude.

viii

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang

telah memberikan anugerah dan karunia-Nya, karena atas berkat dan rahmat-

Nyalah penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul : “Pengaruh

Citra Merek, dan Sikap Merek Terhadap Ekuitas Merek” Studi Kasus pada

Mahasiswi Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican Pengguna Pembalut

Merek “CHARM”

  Penulisan skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Jurusan

Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua

pihak yang telah memberikan sumbangan waktu, tenaga, bimbingan, nasehat dan

dorongan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat selesai. Untuk itu pada

kesempatan ini penulis dengan penuh kerendahan hati ingin mengucapkan banyak

terima kasih kepada :

  

1. Bapak Drs. Y.P. Supardiyono, M.Si.,Akt.,Q.I.A. selaku Dekan Fakultas

Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  

2. Bapak Venantius Mardi Widyadmono, SE.,M.B.A selaku Ketua Program

Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

  

3. Dr. H. Herry Maridjo, M.Si selaku Dosen Pembimbing I yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan serta

ix masukan yang sangat berharga dengan penuh perhatian dan kesabaran sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini.

  

4. Ibu Dra. Y. Rini Hardanti, M.Si. selaku Dosen Pembimbing II yang telah

berkenan meluangkan waktu, tenaga, dan memberikan masukan, saran, dan semangat kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

  

5. Bapak Drs. A. Triwanggoni M.S., selaku Dosen penguji yang telah

mengarahkan dan memberi masukan bagi penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

  

6. Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma,

yang telah memberikan bekal pengetahuan dan bantuannya kepada penulis selama ini.

  

7. Orang tuaku yang telah memberikan kesempatan, kepercayaan, dukungan,

doa, dan kasih, semangat dan pengorbanan yang tak terhingga kepada penulis sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  

8. Kekasihku tercinta Andreas Agung Dwi Admojo, S.E. yang selalu setia

mendampingi saat bimbingan, penelitian dan selalu memberi semangat sampai penulis menyelesaikan skripsi ini.

  9. Thanks to : Hesty, Mace, Arie, Aci terima kasih untuk persahabatan ini.

  

10. Terima kasih juga untuk Indah dan Fita yang sudah meluangkan waktu untuk

mengajari SEM.

  

11. Terima kasih untuk Eyang Uti tercinta, mbak-mbak sepupuku, bulek-bulekku

yang telah memberi semangat dan dorongan kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi.

x

12. Terima kasih juga untuk semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

  Semoga Tuhan Yang Maha kasih membalas budi baik tersebut dengan

penuh berkelimpahan. Penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi pembaca

yang berminat dan dapat juga sebagai bahan bacaan untuk penelitian selanjutnya

Yogyakarta, 2010

  Penulis Chatarina Wiedyawati

xi

  DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii

HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN.............................................iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................... v

HALAMAN PUBLIKASI ..............................................................................vi

ABSTRAK ..................................................................................................... vii

ABSTRACK ................................................................................................. viii

KATA PENGANTAR ....................................................................................xi

DAFTAR ISI.................................................................................................. xii

DAFTAR TABEL.......................................................................................... xv

DAFTAR GAMBAR .....................................................................................xvi

DAFTAR LAMPIRAN................................................................................. xvii

  

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

A. Latar Belakang Masalah............................................................ 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................... 3 C. Pembatasan Masalah ................................................................. 3 D. Tujuan Penelitian ...................................................................... 4 E. Manfaat Penelitian .................................................................... 4 F. Sistematika Penulisan ............................................................... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA........................................................................ 7

A. Landasan Teori ......................................................................... 7 B. Penelitian Sebelumnya ............................................................. 16 C. Kerangka Teoretik Penelitian................................................... 19 D. Hipotesis................................................................................... 20

BAB III METODE PENELITIAN................................................................. 21

A. Jenis Penelitian......................................................................... 21 xii

  B. Subjek dan Objek Penelitian ................................................... 21

  C. Waktu dan Lokasi Penelitian ................................................... 22

  D. Variabel Penelitian..…………………………………………..22

  E. Populasi dan Sampel ................................................................ 25

  F. Teknik Pengambilan Sampel.................................................... 25

  G. Jenis Data ................................................................................. 26

  H. Teknik Pengumpulan Data....................................................... 26

  I. Teknik Pengujian Instrumen .................................................... 27 J. Teknik Analisis Data................................................................ 29 K. Uji Kesesuaian dan Uji Statistik .............................................. 38

  

BAB IV SEJARAH PERUSAHAAN UNICHARM .................................... 42

Gambaran Umum Perusahaan................................................... 42

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .................................... 46

A. Variabel Penelitian ................................................................... 46 B. Profil Responden...................................................................... 47 C. Pengujian Instrumen................................................................. 48 D. Pengujian Model ...................................................................... 50 E. Variabel Terukur ...................................................................... 58 F. Persepsi Responden.................................................................. 60

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN....................................................... 62

A. Kesimpulan .............................................................................. 62 B. Saran......................................................................................... 63 C. Keterbatasan Penelitian............................................................ 64 xiii

  

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 65

LAMPIRAN................................................................................................... 66

xiv

  DAFTAR TABEL Halaman Tabel III.1 Memilih Teknik Estimasi........................................................

  35 Tabel III.2 Goodness-of-fit Indices ...........................................................

  40 Tabel V.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia............................

  46 Tabel V.2 Karakteristik Responden Berdasarka Uang Saku ...................

  46 Tabel V.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Pemakaian ......

  47 Tabel V.4 Standardized Regression Weight.............................................

  48 Tabel V.5 Hasil Uji Reliabilitas ...............................................................

  49 Tabel V.6 Evaluasi Kriteria Goodness Of Fit ..........................................

  50 Table V.7 Evaluasi Kriteria Goodness Of Fit Indices............................... 53 Tabel V.8 Regression Weight...................................................................

  55 Tabel V.9 Standardized Regression Weight.............................................

  57 Tabel V.10 Persepsi Responden..........................................................…

  59

  

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar II.1 Kerangka Konseptual .................................................................... 19 Gambar III.1 Diagram Alur (Path Diagram)..................................................... 33 Gambar V.1 Model yang Belum Fit .................................................................. 52 Gambar V.2 Model yang Sudah Fit ................................................................... 55

xvi

  

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

  Lampiran 1 Kuesioner Penelitian..............................................................

  67 Lampiran 2 Karakteristik Responden........................................................

  73 Lampiran 3 Tabulasi Data.........................................................................

  78 Lampiran 4 Hasil Model yang Sudah Fit..................................................

  97

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi yang melanda dunia menjanjikan suatu peluang dan

  tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi era globalisasi memperluas pasar produk, di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan persaingan yang semakin tajam. Fenomena persaingan yang ada telah membuat peneliti ingin mengetahui bagaimana seorang manajer menyadari suatu kebutuhan untuk mengeksploitasi sepenuhnya aset-aset mereka demi memaksimalkan kinerja perusahaan.

  Salah satu aset untuk mencapai keadaan tersebut adalah merek. Menurut Aaker (dalam Sitinjak, 2005:167) merek digunakan perusahaan untuk menguasai pasar. Menurut Kotler (dalam Sitinjak, 2005:167) merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberi keistimewaan manfaat dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek memegang peranan yang sangat penting, karena mengembangkan suatu merek akan terkait dengan janji (promise) dan harapan (expectation) sehingga salah satu perannya adalah menjembatani harapan konsumen pada saat kita menjanjikan sesuatu kepada konsumen. Merek yang prestisius dapat dikatakan memiliki ekuitas merek yang kuat sehingga memiliki daya tarik yang besar bagi konsumen.

  Untuk mencapai ekuitas yang kuat, perusahaan sangat tergantung pada kemampuannya dalam mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi ekuitas

  

1

  2

merek tersebut, diantaranya adalah faktor yang berupa citra merek dan sikap

merek. Citra merek didefinisikan sebagai persepsi atau kesan tentang suatu

merek yang didefinisikan oleh sekumpulan asosiasi yang menghubungkan

pelanggan dengan merek dalam ingatannya, sedangkan sikap merek adalah

evaluasi keseluruhan konsumen terhadap merek sebagai reaksi konsumen

terhadap objek, asosiasi merek dan hasilnya dapat berupa perasaan menyukai

atau tidak menyukai terhadap suatu merek. Jika konsumen merasakan citra yang

bagus serta sikap terhadap merek baik maka perusahaan akan memiliki ekuitas

yang kuat. Ekuitas merek yang kuat akan berdampak langsung terhadap

keberhasilan usaha suatu perusahaan

  Munculnya beberapa merek pembalut di Indonesia menimbulkan

persaingan yang semakin ketat. Laurier, Softex, Kotex, dan Whisper merupakan

sebagian contoh merek pembalut yang tidak asing lagi bagi konsumen. Oleh

karena itu konsumen mempunyai banyak pilihan dalam memilih serta

memutuskan merek pembalut yang akan digunakan.

  Berdasar uraian di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian untuk

mengetahui sejauh mana variabel citra merek, sikap merek, dan ekuitas merek

berpengaruh terhadap pembelian pembalut dengan merek Charm. Untuk itu

penulis melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Citra Merek, Sikap

Merek terhadap Ekuitas Merek”.

  3

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut :

  1. Apakah citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek ?

  2. Apakah sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek ?

  3. Apakah citra merek berpengaruh terhadap sikap merek?

C. Pembatasan Masalah

  Agar masalah dalam penelitian tidak terlalu luas dan dapat menjawab permasalahan yang ada, maka penelitian dilakukan pada suatu merek produk meliputi citra merek, sikap merek, dan ekuitas merek. Masalah akan dibatasi pada :

  1. Subjek yang diteliti adalah mahasiswi di Universitas Sanata Dharma kampus I Mrican yang menggunakan pembalut dengan merek Charm.

  2. Dalam penelitian variabel ekuitas merek dibatasi pada brand awareness, brand association , dan perceived quality.

  3. Dalam penelitian variabel citra merek dibatasi pada corporate image, product image, dan user image.

  4. Dalam penelitian variabel sikap merek dibatasi pada evaluasi kesukaan dan evaluasi kinerja.

  4

D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap ekuitas merek.

  2. Untuk mengetahui pengaruh sikap merek terhadap ekuitas merek.

  3. Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap sikap merek.

E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi PT. Unicharm Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh citra merek, dan sikap merek sudah dapat membentuk ekuitas merek yang kuat sehingga dapat menjadi

bahan masukan dan petunjuk untuk kemajuan dan perkembangan industri.

  2. Bagi Universitas Penulis berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan tambahan wacana ilmiah bagi lingkungan Universitas Sanata Dharma sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam penulisan karya ilmiah.

  3. Bagi Peneliti Penelitian ini sangat berguna bagi penulis untuk mendalami dan menerapkan teori yang sudah diterima di bangku kuliah.

  5

F. Sistematika Penulisan

  BAB I : PENDAHULUAN Bab ini berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian dan sistematika penulisan. BAB II : LANDASAN TEORI Dalam bab ini diuraikan landasan teori yang digunakan ntuk menunjang penelitian, antara lain pengertian manajemen, pengertian pemasaran, pengertian manajemen pemasaran, konsep pemasaran, merek (brand), citra merek (brand image), sikap terhadap merek (brand attitude), ekuitas merek, penelitian sebelumnya, kerangka teoritik, dan hipotesis.

  BAB III : METODE PENELITIAN Dalam bab ini mengemukakan mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subjek dan objek penelitian, variabel penelitian, jenis dan sumber data, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, teknik pengumpulan data, metode pengujian instrumen dan analisis data.

  BAB IV : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Dalam bab ini berisikan tentang gambaran umum perusahaan yang meliputi sejarah pengembangan perusahaan,

  BAB V : ANALISIS DATA Dalam bab ini mengemukakan tentang analisis data yang telah dikumpulkan berdasarkan teknik analisis data yang telah ditentukan serta pembahasannya.

  6

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini merupakan bab penutup yang berisikan kesimpulan dan saran

  yang dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait serta keterbatasan yang ada dalam penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Manajemen Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi karena tanpa

  manajemen, semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan sulit. Ada beberapa definisi mengenai manajemen yang dikemukakan oleh para ahli, seperti: Follet (dalam Handoko, 2001:8), mengartikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan orang lain atau definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan, atau berarti dengan tidak melakukan tugas-tugas itu sendiri.

  Sedangkan Stoner (dalam Handoko, 2001:8) mendefinisikan manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber- sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sementara Luther Gulick (dalam Handoko, 2001:8) mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.

  

7

  8 B. Pengertian Pemasaran

  Pemasaran merupakan salah satu faktor kegiatan penting perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan diantaranya mencari laba dan bertahan hidup. Apabila pemasaran dilakukan secara tepat, maka perusahaan dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan eksistensinya dengan cara mengembangkan barang dan jasa yang menawarkan nilai lebih kepada konsumen.

  Definisi pemasaran menurut Kotler (2005:10) : “Pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain”.

  Dharmmesta (2000:7) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

  C. Pengertian Manajemen Pemasaran Dalam setiap kegiatan pemasaran, perusahaan berusaha untuk menghasilkan laba dari setiap penjualan barang dan jasa yang diproduksi.

  Agar target penjualan perusahaan tercapai, maka diperlukan suatu manajemen untuk memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran atau yang disebut dengan manajemen pemasaran. Menurut Kotler (2002:3), manajemen pemasaran adalah: “Proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran,

  9 penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan barang dan jasa untuk

menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi”.

  Definisi manajemen pemasaran oleh Asosiasi Pemasaran Amerika (dalam Kotler, 2006:14) sebagai berikut: “Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi sasaran perorangan dan organisasi.”

D. Konsep Pemasaran

  Konsep pemasaran merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuan perusahaan, kegiatan pemasaran dimulai dari mengenal, merumuskan dan menyusun suatu kombinasi dari kebijaksanaan dari produk, harga promosi dan distribusi setepat-tepatnya agar kepuasan konsumen tercapai.

  Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai sasaran organisasi adalah perusahaan harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih (Kotler, 2005:22).

  Konsep pemasaran berdiri di atas empat pilar (Kotler, 2005:22-27) yaitu:

  10

  1. Pasar Sasaran Perusahaan-perusahaan akan berhasil secara gemilang apabila mereka secara cermat memilih (sejumlah) pasar sasarannya yang dirancang khusus untuk masing-masing pasar tersebut.

  2. Kebutuhan Pelanggan Dalam mendefinisikan pasar sasaran, perusahaan perlu untuk memahami kebutuhan pelanggan secara aktual.

  3. Pemasaran Terpadu Merupakan hasil yang dapat dicapai jika semua departemen di suatu perusahaan saling bekerja sama untuk melayani kepentingan pelanggan.

  4. Kemampuan Menghasilkan Laba Tujuan terakhir konsep pemasaran adalah membantu organisasi mencapai tujuan organisasinya.

E. Merek (Brand)

  Menurut Kotler dan Armstrong (2004:349) merek adalah suatu nama, tanda, simbol, atau desain, atau kombinasi dari semuanya yang mengidentifikasikan pembuat atau penjual produk dan jasa tertentu. Kotler, Swee Hong Ang, Siew Meng Leong, Chin Liong Tan (2005:97) menyebutkan bahwa merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau desain atau kombinasinya yang ditujukan agar dapat mengenali barang atau jasa dari satu atau sekelompok penjual dan membedakannya dari produk dan jasa para

  11 pesaing. Merek adalah suatu simbol rumit yang dapat menyampaikan hingga enam tingkat pengertian (Kotler 2005:82) :

  1. Atribut: merek mengingatkan atribut-atribut tertentu.

  2. Manfaat: atribut-atribut harus diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional.

  

3. Nilai: merek tersebut juga mengatakan sesuatu tentang nilai produsennya.

  

4. Budaya: merek tersebut juga mungkin melambangkan budaya tertentu.

  

5. Kepribadian: merek tersebut dapat mencerminkan kepribadian tertentu.

  6. Pemakai: merek tersebut menyiratkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut.

F. Citra Merek (Brand Image)

  Menurut Keller (dalam Sitinjak 2005:172) citra merek adalah persepsi atau kesan tentang suatu merek yang direfleksikan oleh sekumpulan asosiasi yang menghubungkan pelanggan dengan merek dalam ingatannya. Sedangkan menurut Aaker (dalam Sitinjak 2005:172) menyatakan bahwa citra merek adalah sekumpulan asosiasi yang memiliki arti bagi konsumen.

  Membangun citra yang kuat membutuhkan kreatifitas dan kerja keras. Citra tidak bisa dibangun seketika atau melalui satu media saja. Citra ini harus disampaikan dengan :

  1. Lambang adalah citra yang kuat memiliki satu atau lebih lambang yang dikenali perusahaan atau merek, logo perusahaan dan merek harus dirancang supaya mudah dikenali.

  12

  2. Media Cetak dan Audio Visual adalah lambang yang dipilih harus dimasukkan iklan yang menyampaikan kepribadian perusahaan atau merek. Iklan harus menyampaikan suatu cerita, perasaan, tingkat unjuk kerja sesuatu yang unik. Pesan ini harus diulangi dalam publikasi lain seperti laporan tahunan, brosur, katalog, kertas surat, dan kartu nama. Perusahaan harus memberikan citra yang sama pula.

  3. Suasana adalah tempat perusahaan membuat atau memberikan produk dan jasanya adalah pembentuk citra yang kuat juga.

  4. Acara adalah perusahaan dapat membangun identitas melalui acara yang didukungnya.

G. Sikap terhadap Merek (Brand Attitude)

  Sikap merek sering berperan sebagai dasar untuk bertindak dan berperilaku terhadap merek yang dipilih (brand choice), pada umumnya tergantung kepada atribut dan manfaat dari merek. Sikap merek merupakan efek hasil evaluasi dari suatu objek dan sikap merek dapat memprediksi intensitas pembelian atau perilaku pembelian.

  Keller (dalam Sitinjak 2003:38), mendefinisikan sikap merek sebagai evaluasi keseluruhan konsumen terhadap merek sebagai reaksi konsumen terhadap objek, asosiasi merek, dan hasilnya dapat berupa perasaan menyukai atau tidak menyukai terhadap suatu merek. Sikap merek atau sikap terhadap merek adalah evaluasi keseluruhan konsumen terhadap merek, dalam model ekuitas merek ditemukan bahwa peningkatan pangsa pasar terjadi ketika sikap

  13 terhadap merek semakin positif. Simon and Ruth (dalam Sitinjak 2005:173) mencatat bahwa sikap terhadap merek tertentu dipengaruhi oleh kesan dari merek itu sendiri.

H. Ekuitas merek

  Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan (Aaker dalam Wijaya dan Puspitasari, 2006:33- 38).

  Santoso dan Tjiptono (2001:235) mengelompokkan ekuitas merek ke dalam empat kategori, yaitu :

  1. Brand Awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengingat sebuah merek. Kesadaran merek berada pada rentang antara perasaan yang tidak pasti terhadap pengenalan suatu merek sampai dengan perasaan yakin bahwa produk tersebut merupakan satu-satunya dalam kelas produk yang bersangkutan. Rentang ini dapat dibagi menjadi empat (Aaker dalam Wijaya dan Puspitasari, 2006:34), yaitu :

a. Unaware of brand (tidak menyadari merek)

  Unaware of brand merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.

  14 b. Brand recognition (pengenalan merek) Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.

  c. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek) Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk.

  d. Top of mind (puncak pikiran) Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan ia dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen.

  

2. Brand association adalah kemampuan konsumen untuk mengasosiasikan

suatu merek dengan atribut tertentu dari produk. Rangkuti (2002:43) menyebutkan bahwa terdapat lima keuntungan asosiasi merek, yaitu :

  a. Dapat membantu proses penyusunan informasi. Asosiasi-asosiasi yang terdapat pada suatu merek, dapat membantu mengikhtisarkan sekumpulan fakta dan spesifikasi yang dapat dengan mudah dikenal oleh pelanggan.

  b. Keuntungan kedua adalah perbedaan. Suatu asosiasi dapat memberikan landasan yang sangat penting bagi usaha pembedaan. Asosiasi-asosiasi merek dapat memainkan peran yang sangat penting dalam membedakan satu merek dari merek yang lain.

  15 c. Alasan untuk membeli. Pada umumnya, asosiasi merek sangat membantu para konsumen untuk mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut atau tidak.

  d. Penciptaan sikap atau perasaan positif. Asosiasi merek dapat merangsang perasaan positif yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap produk yang bersangkutan.

  e. Landasan untuk perluasan. Asosiasi merek dapat menghasilkan landasan bagi suatu perluasan merek, yaitu dengan menciptakan rasa kesesuaian antara suatu merek dan sebuah produk baru.

  

3. Perceived quality adalah persepsi konsumen terhadap kualitas atribut

produk. Terdapat lima keuntungan terhadap perceived quality (Rangkuti, 2002:41), yaitu :

  a. Alasan membeli. Kesan kualitas sebuah merek memberikan alasan yang penting untuk membeli. Hal ini mempengaruhi merek apa yang akan dipilih.

  b. Diferensiasi artinya suatu karakteristik penting dari merek adalah posisinya dalam dimensi kesan kualitas.

  c. Harga optimum. Keuntungan ketiga ini memberikan pilihan-pilihan di dalam menetapkan harga optimum.

  d. Meningkatkan minat para distributor. Keuntungan keempat ini memiliki arti penting bagi para distributor, pengecer serta berbagai saluran distribusi lainnya, karena sangat membantu perluasan distribusi.

  16 e. Perluasan merek. Kesan kualitas dapat dieksploitasi dengan cara mengenalkan berbagai perluasan merek, yaitu dengan menggunakan merek tertentu untuk masuk ke dalam kategori produk baru.

  4. Brand loyalty adalah sejauh mana seorang konsumen setia terhadap suatu merek, dan seberapa besar kemungkinan ia akan berpindah ke merek yang lain.

  Ekuitas merek harus dikelola secara hati-hati agar ekuitas merek suatu produk tidak menurun nilainya. Pengelolaan ekuitas merek mencakup mempertahankan atau mengembangkan kesadaran merek, kualitas yang diterima dan asosiasi merek yang positif. Pengelolaan ekuitas merek yang benar akan mendapatkan hasil yang akan menjadi keuntungan bagi suatu merek produk dan juga perusahaan pembuat merek produk tersebut. Seperti loyalitas pelanggan, pangsa pasar yang menjanjikan, keuntungan berupa laba, serta keuntungan dalam berbagai persaingan merek produk sejenis. Salah satu upaya untuk menjadikan seorang pelanggan menjadi pelanggan yang loyal adalah dengan penciptaan ekuitas merek.

I. Penelitian Sebelumnya

  Penelitian oleh Tony Sitinjak dan Tumpal J.R.S (2005) yang berjudul Pengaruh Citra Merek, Sikap Merek, terhadap Ekuitas Merek bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap merek terhadap citra merek bank BUMN, pengaruh citra merek dan sikap merek terhadap ekuitas merek bank BUMN,

pengaruh langsung dan tidak langsung sikap merek terhadap ekuitas merek.

  17 Hipotesis penelitian yang diuji meliputi : (1) pengaruh langsung citra

merek terhadap ekuitas merek; (2) pengaruh langsung sikap merek terhadap

ekuitas merek; (3) pengaruh langsung sikap merek terhadap citra merek; (4)

pengaruh tidak langsung sikap merek terhadap ekuitas merek melalui citra

merek.

  Populasi dalam penelitian adalah nasabah bank BUMN, dan model

analisis untuk menguji hubungan diantara variabel penelitian digunakan

analisis jalur PATH melalui model persamaan struktural (Struktural Equation

Modeling ).

  Kesimpulan dari penelitian tersebut citra merek berpengaruh

langsung pada ekuitas merek dan sikap merek mempengaruhi tidak langsung

pada ekuitas merek walaupun secara teori sikap merek akan mempengaruhi

langsung ekuitas merek tetapi studi ini tidak dapat membuktikannya. Total

pengaruh sikap merek terhadap ekuitas merek adalah signifikan. Signifikansi

dicapai karena hubungan positif tidak langsung yang kuat melalui citra merek.

  Rekomendasi dari simpulan tersebut yaitu hendaknya digunakan

ekuitas merek sebagai alat untuk meningkatkan nilai merek, relevansi dari

ekuitas merek lebih jauh diperkuat ketika pemasar mengerti bahwa asosiasi

merek dapat dimanipulasi untuk menciptakan citra merek spesifik dan pemasar

dapat menemukan asosiasi merek yang memuaskan, perlu diciptakan citra

merek yang spesifik, memuaskan, dan efektif, disampaikan secara konsisten

melalui usaha-usaha pemasaran dan komunikasi agar citra yang diinginkan

dapat direalisasikan, hendaknya diciptakan kreasi citra merek yang berbeda

yang akan mempengaruhi ekuitas merek dalam intensitas pembelian dan harga

  18 premium, penelitian memberikan petunjuk bagi para pemasar yang ingin menggunakan ekuitas merek untuk menemukan pengaruh perilaku konsumen yang berbeda. Eksperimen dapat digunakan untuk mengukur pengaruh citra merek dan sikap merek yang berbeda.

  Penelitian oleh Tony Sitinjak (2006) Kinerja Citra, Sikap, dan Ekuitas Merek, Kepuasan Dan Loyalitas Nasabah Bank BUMN di Jakarta bertujuan untuk mengidentifikasi masalah persaingan yang ketat dalam bisnis perbankan dengan masuknya bank-bank asing yang beroperasi di Indonesia, dan dampak krisis ekonomi yang dialami Indonesia terhadap industri perbankan dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankkan.

  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sampai sejauh mana kinerja citra merek, sikap merek, ekuitas merek, kepuasan dan loyalitas nasabah bank badan usaha milik negara di DKI Jakarta, dilihat dari sudut pandang nasabah pengguna jasa bank.

  Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah bank BUMN di DKI Jakarta. Metode pengambilan sampel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif survey (descriptive survey) dan teknik sampling yang digunakan adalah cluster systematic random sampling.

  Hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa a) kinerja citra

merek bank BUMN belum baik, sikap merek sudah baik, nilai ekuitas merek

rendah dan nasabah sudah merasa puas tetapi belum loyal. b) perlu penanganan

terhadap indikator-indikator yang dipersepsi kinerjanya tidak baik yaitu:

pelayanan yang dijanjikan, perhatian terhadap masalah nasabah, keakuratan

pelayanan, keakuratan pencatatan keuangan, keakuratan dan keandalan mesin

  19 ATM, penanganan keluhan nasabah, memahami dan mengerti kebutuhan

nasabah. c) mayoritas bank memiliki kesamaan kinerja untuk citra merek, sikap

merek, kepuasan dan loyalitas, hanya dalam ekuitas merek bank terdapat

perbedaan. d) persepsi nasabah bank terhadap indikator sikap merek sudah baik.

  

Untuk indikator ekuitas merek yaitu kesediaan membayar biaya-biaya

administrasi masih jauh dari harapan nasabah, walaupun untuk indikator

kepuasan, nasabah menilai sudah memuaskan, hanya saja belum diikuti oleh

loyalitas nasabah bank karena nasabah tidak berkeinginan merekomendasikan

bank kepada orang lain dan tidak berkeinginan menggunakan seluruh produk dan

jasa bank.

  J. Kerangka Teoretik Untuk memudahkan pemahaman penelitian ini, maka peneliti menyusun kerangka pemikiran sebagai berikut :

  

Gambar II.1

Kerangka Konseptual

  20 K. Hipotesis

  Citra merek yang kuat, unik, dan disukai akan membawa merek berada dalam posisi yang strategis dalam memori konsumen dan hal ini akan meningkatkan ekuitas merek. Berdasar alasan tersebut maka penulis mengambil hipotesis pertama sebagai berikut :

  H1 : Citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek. Sikap merek adalah evaluasi keseluruhan konsumen terhadap merek. Sikap terhadap merek tertentu dipengaruhi oleh kesan dari merek itu sendiri. Pada ekuitas merek ditemukan peningkatan pangsa pasar terjadi ketika sikap terhadap merek semakin positif. Berdasar alasan tersebut maka penulis mengambil hipotesis kedua sebagai berikut : H2 : Sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek.

  Citra merek yang kuat dan unik akan memunculkan kesan dari suatu merek itu sendiri. Sikap terhadap merek tertentu dipengaruhi oleh kesan dari merek itu sendiri.Berdasar alasan tersebut maka penulis mengambil hipotesis ketiga sebagai berikut :

  H3 : Citra merek berpengaruh terhadap sikap merek.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Narbuko dan Achmadi (2007:46) menyatakan bahwa terdapat 8 jenis

  penelitian, yaitu: penelitian historis, penelitian deskriptif, penelitian perkembangan, penelitian kasus dan penelitian lapangan, penelitian korelasional, penelitian kausal komparatif, penelitian eksperimental sungguhan, penelitian eksperimental, dan penelitian tindakan. Berdasarkan jenis penelitian tersebut maka dengan memperhatikan cakupan subjek yang diteliti penelitian ini termasuk studi kasus, sedangkan jika memperhatikan hubungan antar variabel maka penelitian ini termasuk penelitian korelasional.

B. Subjek dan Obyek Penelitian

  1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Universitas Sanata Dharma kampus I Mrican yang menggunakan pembalut dengan merek “Charm”.

  2. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah citra merek, sikap merek, dan ekuitas merek.

  

21

  22 C. Waktu dan Lokasi Penelitian

  Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2010, dan

lokasi penelitian di lingkungan Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican.

  D. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian (Narbuko dan Achmadi, 2007:118).

1. Identifikasi variabel :

  a. Variabel terukur (Measured Variabel) adalah variabel yang datanya harus dicari melalui penelitian lapangan atau survei. Variabel ini sering disebut juga indicator variable, observed variable atau manifest variable yang digambarkan dalam bentuk segi empat atau bujur sangkar (Ferdinand, 2000:10). Variabel terukur dalam penelitian ini adalah : corporate image (X1.1), user image (X1.2), product image (X1.3), evaluasi kesukaan (X2.1), evaluasi kinerja (X2.2), brand awarness (X3.1), brand association (X3.2), dan perceived quality (X3.3).

  b. Faktor adalah sebuah variabel bentukan yang dibentuk melalui indikator-indikator yang diamati dalam dunia nyata. Karena ia merupakan variabel bentukan maka disebut latent variable. Variabel ini sering disebut juga construct atau unobserved variable yang digambarkan dalam bentuk lingkar atau oval atau elips (Ferdinand, 2002:10).

  23 Dalam penelitian ini yang dimaksud latent variable adalah citra merek (X1), sikap merek (X2), ekuitas merek(X3).

2. Definisi operasional variabel

  a. Citra merek merupakan sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan oleh konsumen terhadap merek tertentu. Ada tiga indikator dari citra merek, yaitu : 1) Citra Perusahaan (corporation image) adalah sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu produk atau jasa.

  2) Citra Konsumen (user image) adalah sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap pemakai yang menggunakan suatu barang atau jasa. Meliputi : pemakai itu sendiri, serta status sosialnya.

  3) Citra Produk (product image) adalah sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap suatu produk. Meliputi atribut produk tersebut, manfaat bagi konsumen, penggunanya serta jaminannya.

  b. Sikap merek adalah sebagai evaluasi keseluruhan konsumen terhadap merek. Ada dua indikator dari sikap merek yaitu evaluasi kinerja dan kesukaan. Penjelasannya adalah setiap konsumen mengevaluasi setiap merek dalam sejumlah dimensi dan atribut produk, konsumen melakukan kombinasi evaluasi antar atribut dari setiap merek, dengan mempertimbangkan kepentingan relatif atribut-atribut tersebut.

  24 Konsumen yang berbeda mungkin menggunakan kumpulan atribut yang berbeda pula untuk mengevaluasi merek yang berada pada kategori produk yang sama.

  

c. Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang

berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya yang mana mengurangi atau menambah nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan (Aaker dalam Wijaya dan Puspitasari, 2006:33-38). Ada tiga indikator dari ekuitas merek, yaitu : 1) Brand awareness meliputi kemampuan konsumen untuk mengingat merek pembalut charm seperti melalui media iklan dan dalam promosinya menggunakan icon (artis) terkenal. 2) Brand association meliputi kemampuan konsumen untuk mengasosiasikan merek pembalut charm dengan atribut tertentu dari produk pembalut charm seperti iklan yang jelas, kemasan yang menarik, serta adanya program-program sosial.

  3) Perceived quality meliputi persepsi konsumen terhadap kualitas atribut pembalut charm mencakup kemudahan memperoleh produk dan hasil yang didapat.

  25 E. Populasi dan Sampel

  1. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2000:55). Dengan demikian populasi merupakan seluruh kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah mahasiswi Universitas Sanata

Dharma kampus I Mrican pengguna pembalut dengan merek Charm.

  2. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2000:56). Dalam penelitian ini digunakan 200 orang responden sebagai sampel yang dipilih.

  F. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non probability sampling, yaitu setiap elemen dalam populasi tidak memiliki probabilitas yang sama untuk menjadi sampel.

  Teknik penentuan sampel secara non probabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling , yaitu teknik sampling dimana sekelompok subjek dipilih atas dasar pertimbangan atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Pertimbangan yang dimaksud adalah semua mahasiswi yang telah menggunakan pembalut dengan merek Charm lebih dari 3 bulan.

  26 G. Jenis Data

  Data primer yaitu data yang diperoleh dari responden yang meliputi tanggapan konsumen mengenai citra merek, dan sikap merek dari pembalut Charm.

  H. Teknik Pengumpulan Data Penelitian yang dilakukan menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah pengumpulan data dengan memberikan daftar pernyataan kepada mahasiswi

  Universitas Sanata Dharma pengguna pembalut Charm.

  Dalam penelitian ini setiap jawaban pernyataaan dikuesioner diukur dengan menggunakan Skala Likert (Riduwan, 2002:12-12), yaitu: Sangat setuju : 5 Setuju : 4 Ragu-ragu : 3 Tidak setuju : 2 Sangat tidak setuju : 1

  27

I. Teknik Pengujian Instrumen

  Pengujian instrumen dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan dalam penelitian layak digunaka atau tidak. Adapun alat pengujian tersebut meliputi:

  1. Uji validitas Validitas (Umar, 2003:59) adalah suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang isi atau arti sebenarnya sehingga dapat menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Mengukur kevalidan dari suatu item pernyataan dapat dilakukan dengan menggunakan analisis faktor. Analisis faktor merupakan salah satu metode statistika multivariate yang tujuannya untuk meringkas atau mengurangi variabel yang diperlukan untuk dianalisis. Dalam penelitian ini, uji validitas yang digunakan adalah uji validitas konstruk yang disebut Confirmatory factor analysis (CFA) dengan menghitung nilai convergent validity dan discriminat validity .

  Validitas konstruk untuk mengukur sampai seberapa jauh ukuran indikator mampu merefleksikan konstruk laten teoritisnya. Menurut Kuncoro (2003:153) validitas konstruk (construct validity) membuktikan seberapa bagus hasil yang diperoleh dari penggunaan ukuran sesuai dengan teori di mana pengujian dirancang. Hal ini dinilai dengan convergent validity dan discriminant validity . Convergent validity dapat dilihat dari nilai loading factor . Nilai tersebut dianggap valid atau dapat menggambarkan kriteria indikator yang valid apabila standardized loading estimate sama dengan

  28 0.50 atau lebih dan idealnya 0,70. Discriminant validity merupakan nilai akar kuadrat dari AVE (Variance Extracted), nilai tersebut dapat dianggap valid apabila memiliki nilai lebih besar dari nilai nilai korelasi antar konstruk (Ghozali, 2008:135). Pada penelitian ini, validitas konstruk dihitung dengan menggunakan AMOS 16.0.

  2. Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan ukuran konsistensi internal dari indikator-indikator sebuah konstruk yang menunjukkan derajat di mana masing-masing indikator itu menghasilkan sebuah konstruk atau faktor laten yang umum (Ferdinand, 2002:62). Pendekatan yang dianjurkan dalam menilai sebuah model pengukuran (measurement model) adalah menilai besaran composites reliability dari setiap konstruk.

  Composite reliability diperoleh melalui rumus berikut ini :

  2 Std . Loading  

  Construct Re liability  

  2 Std . Loading   j  

    di mana :

  1. Std. loading diperoleh langsung dari standardized loading untuk tiap indikator (diambil dari perhitungan komputer, AMOS misalnya)  Adalah measurement error dari tiap-tiap indikator. 2. j

  29 J. Teknik Analisis Data

  Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif adalah merupakan teknik analisis data dengan melakukan perhitungan statistik. Analisis kuantitatif yang digunakan

dalam penelitian ini adalah analisis Structural Equation Modeling (SEM).

  Structural Equation Modeling (SEM) adalah teknik multivarian dikombinasikan dengan aspek regresi berganda dan analisis faktor untuk menilai sebuah rangkaian dari interelasi ketergantungan hubungan secara bersama. SEM adalah model yang dikenal dengan banyak nama, antara lain analisis struktur covarian, latent variable analysis, confirmatory factor analysis, dan LiSREL analysis . Multiequation modeling dibangun dari prinsip- prinsip ekonomi matematika dan digabung dengan prinsip dalam ukuran psikologi dan sosiologi. SEM merupakan alat integral dalam pengelolaan dan riset akademi.

  Structural Equation Modeling (SEM) adalah sekumpulan teknik- teknik statistikal yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan yang relatif “rumit”, secara simultan. Hubungan yang rumit itu dapat dibangun antara satu atau beberapa variabel dependen dengan satu atau beberapa variabel independen. Masing-masing variabel dependen dan independen dapat berbentuk faktor (atau konstruk, yang dibangun dari beberapa variabel indikator).

  Beberapa konversi yang berlaku dalam diagram SEM adalah sebagai berikut.

  30

  1. Variabel terukur (measured variable) Variabel ini disebut juga observed variables, indicator variables atau manifest variables , digambarkan dalam bentuk segi empat atau bujur sangkar. Variabel terukur adalah variabel yang datanya harus dicari melalui penelitian lapangan, misalnya melalui instrumen-instrumen survei.

  2. Faktor Faktor adalah sebuah variabel bentukan, yang dibentuk melalui indikator- indikator yang diamati dalam dunia nyata. Karena ia merupakan variabel bentukan, maka disebut latent variables. Nama lain untuk latent variables adalah construct atau unobserved variables. Faktor atau konstruk atau variabel laten ini digambarkan dalam bentuk lingkar atau oval elips.

  3. Hubungan antar variabel Hubungan antar variabel dinyatakan melalui garis. Karena itu bila tidak ada garis berarti tidak ada hubungan langsung yang dihipotesiskan. Bentuk- bentuk hubungan antar variabel dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Garis dengan anak panah satu arah: Garis ini menunjukkan adanya hubungan yang dihipotesiskan antara dua variabel, dimana variabel yang dituju oleh anak panah merupakan variabel dependen. Dalam SEM terdapat dua kelompok hipotesis dengan anak panah satu arah yaitu: 1) Hipotesis mengenai dimensi faktor

  Dimensi-dimensi sebuah faktor terlihat dalam diagram SEM melalui arah panah yang digunakan. Dalam hal ini masing-masing indikator

  31 sebagai variabel dependen, secara bersama-sama dihipotesiskan sebagai dimensi dari sebuah konsep atau faktor.

  2) Hipotesis mengenai hubungan regresi Hipotesis mengenai pengaruh satu atau beberapa variabel independen terhadap satu atau beberapa variabel dependen dinyatakan pula dalam anak panah satu arah.

  b. Garis dengan anak panah dua arah: Garis ini menunjukkan hubungan yang tidak dianalisis. Anak panah dua arah ini dalam pemodelan SEM digunakan untuk menggambarkan kovarians atau korelasi antara dua buah variabel. Sebuah anak panah dua ujung digunakan untuk menghubungkan kedua variabel independen itu untuk menguji bahwa tidak ada korelasi antara keduanya.

  Untuk membuat pemodelan yang lengkap beberapa langkah berikut ini perlu dilakukan 1) Pengembangan Model Teoretis Langkah pertama dalam pengembangan model SEM adalah pencarian atau pengembangan sebuah model yang mempunyai justifikasi teoritis yang kuat. Setelah itu, model tersebut divalidasi secara empirik melalui komputasi program SEM. Oleh karena itu dalam pengembangan model teoretis, harus dilakukan serangkaian eksplorasi ilmiah melalui telaah pustaka yang intens guna mendapatkan justifikasi atas model teoretis yang dikembangkannya.

  Tanpa dasar yang kuat SEM tidak dapat digunakan. Hal ini

  32 disebabkan karena SEM tidak digunakan untuk menghasilkan sebuah model, tetapi digunakan untuk mengkonfirmasi model teoretis, melalui data empirik. 2) Pengembangan diagram alur (Path diagram) Pada langkah kedua, model teoretis yang telah dibangunnya pada langkah pertama digambarkan dalam sebuah path diagram. Path diagram tersebut akan mempermudah melihat hubungan-hubungan kausalitas yang ingin diujinya. Sedemikian jauh, diketahui bahwa hubungan-hubungan kausal biasanya dinyatakan dalam bentuk persamaan. Tetapi dalam SEM (termasuk di dalamnya operasi program AMOS 16. dan versi-versi sebelumnya) hubungan kausalitas itu cukup digambarkan dalam sebuah path diagram, dan selanjutnya bahasa program akan mengkonvensi gambar-gambar persamaan, dan persamaan menjadi estimasi. Konstruk-konstruk yang dibangun dalam diagram alur dapat dibedakan dalam dua kelompok konstruk yaitu : 1) Konstruk Eksogen (Exogenous Constructs)

  Konstruk eksogen dikenal juga sebagai “source variables” atau “independent variables” yang tidak diprediksi oleh variabel yang lain dalam model. Secara diagramatis konstruk eksogen adalah konstruk yang dituju oleh garis dengan satu ujung panah.

  33 Kedua konstruk ini akan diperlakukan sebagai variabel eksogen yang tidak diprediksi oleh variabel lain tetapi akan digunakan

untuk memprediksi satu atau beberapa variabel endogen lainnya.

2) Konstruk Endogen (Endogenous Constructs) Konstruk endogen adalah faktor-faktor yang diprediksi oleh satu atau beberapa konstruk. Konstruk endogen dapat memprediksi satu atau beberapa konstruk endogen lainnya, tetapi konstruk eksogen hanya dapat berhubungan kausal dengan konstruk endogen. Hubungan kausal antar konstruk endogen dan eksogen dapat digambarkan sebagai berikut:

  Gambar III. 1 Diagram Alur (Path Diagram) 3) Konversi Diagram Alur ke Dalam Persamaan Setelah teori/model dikembangkan dan digambarkan dalam sebuah diagram alur, dapat mulai mengkonversi spesifikasi model tersebut

  34 ke dalam rangkaian persamaan. Persamaan yang dibangun akan terdiri : (a) Persamaan-Persamaan Struktural (structural equation) Persamaan ini dirumuskan untuk menyatakan hubungan kausalitas antar berbagai konstruk. Persamaan struktural pada dasarnya dibangun dengan pedoman berikut ini : Variabel Endogen = Variabel Eksogen + Variabel Endogen + Error

  (b) Persamaan Spesifikasi Model Pengukuran (measurement model ) Pada spesifikasi itu menentukan variabel mana mengukur konstruk mana, serta menentukan serangkaian matriks yang menunjukkan korelasi yang dihipotesiskan antar konstruk atau variabel.

  4) Memilih Matriks Input dan Estimasi Model SEM menggunakan matriks varians/kovarians atau matriks korelasi sebagai data input keseluruhan estimasi yang dilakukannya. Observasi individual tentu saja digunakan dalam program ini, tetapi input-input itu akan segera dikonversi ke dalam bentuk matriks kovarians atau matriks korelasi sebelum estimasi dilakukan. Hal ini karena fokus SEM bukanlah pada data individual tetapi pada pola hubungan antar responden.

  35 (a) Ukuran Sampel Walaupun observasi individual tidak menjadi input analisis, tetapi ukuran sampel memegang peranan penting dalam estimasi dan interpretasi hasil-hasil SEM. Hair et. al (dalam Ferdinand, 2002:47) menemukan bahwa ukuran sampel yang sesuai adalah 100 – 200 bila ukuran sampel menjadi terlalu besar misalnya lebih dari 400 maka metode menjadi “sangat sensitif” sehingga sulit untuk mendapatkan ukuran-ukuran goodness-of-fit yang baik. Dengan demikian bila estimated parameternya berjumlah 20, maka jumlah sampel minimum adalah 100.

  (b) Estimasi Model Teknik Estimasi yang tersedia dalam AMOS 16.0 adalah sebagai berikut: (1) Maximum Likehood Estimation (ML)

(2) Generalized Least Square Estimation (GLS)

(3) Unweigthed Least Square Estimation (ULS)

(4) Scale Free Least Square Estimation (SLS)

(5) Asymptotically Distribution-Free Estimation (ADF)

  Beberapa dasar yang dapat digunakan untuk menentukan teknik estimasi mana yang akan digunakan diringkas sebagai berikut:

  36 Tabel III.1 Memilih Teknik Estimasi

  Pertimbangan Teknik yang dapat dipilih Keterangan Bila asumsi normalitas dipenuhi dan ukuran sampel kecil 100-200

  ML ULS dan SLS biasanya tidak menghasilkan uji , karena itu tidak menarik perhatian peneliti. Bila asumsi normalitas dipenuhi dan ukuran sampel antara 200-500 ML dan GLS Bila ukuran sampel kurang dari 500, hasil GLS cukup baik Bila asumsi normalitas kurang dipenuhi dan ukuran sampel lebih dari 2500 ADF Adf kurang cocok bila ukuran sampel kurang dari 2500

  Dalam penelitian ini teknik estimasi dalam structural equation

modeling yang digunakan adalah Maximum Likehood Estimation (ML), karena

sampel yang digunakan sebanyak 200 responden.

  5) Kemungkinan munculnya masalah identifikasi Problem identifikasi dapat muncul melalui gejala-gejala berikut ini: (a) Standard error untuk satu atau beberapa koefisien adalah sangat besar. (b) Program tidak mampu menghasilkan matrik informasi yang seharusnya disajikan.

  (c) Munculnya angka-angka yang aneh seperti adanya varians error yang negatif.

  37 (d) Munculnya korelasi yang sangat tinggi antar koefisien estimasi yang didapat (misalnya lebih dari 0,9)

  6) Evaluasi Kriteria Goodness-of-fit Pada langkah ini kesesuaian model dievaluasi, melalui telaah terhadap berbagai kriteria goodness-of-fit. Untuk itu tindakan pertama yang dilakukan adalah mengevaluasi apakah data yang digunakan dapat memenuhi asumsi-asumsi SEM. Asumsi-asumsi dalam SEM adalah :

  (a) Ukuran Sampel Ukuran sampel yang harus dipenuhi dalam pemodelan ini adalah minimum berjumlah 100 dan selanjutnya menggunakan perbandingan 5-10 observasi untuk setiap estimated parameter .

  (b) Normalitas dan Linearitas Sebaran data harus dianalisis untuk melihat apakah asumsi normalitas dipenuhi sehingga data dapat diolah lebih lanjut untuk pemodelan SEM.

  (c) Outliers Outliers adalah observasi yang muncul dengan nilai-nilai ekstrim baik secara univariat maupun multivariate yaitu yang muncul karena kombinasi karakteristik unik yang dimilikinya dan terlihat sangat jauh berbeda dari observasi-observasi lainnya.

  38 (d) Multicollinearity dan Singularity Multikolinearitas dapat dideteksi dari determinan matriks kovarians. Nilai determinan matriks kovarians yang sangat kecil memberi indikasi adanya problem multikolinearitas atau singularitas .

  K. Uji Kesesuaian dan Uji Statistik

1. Uji Kesesuaian

  2

  a. -Chi-Square Statistic χ Alat uji paling fundamental untuk mengukur overall fit adalah likehood ratio Chi-square Statistic . Model yang diuji akan dipandang baik atau

  2

  2 memuaskan bila nilai rendah. semakin baik χ Semakin kecil nilai χ model itu.

  b. RMSEA-The Root Mean Square Error of Approximation RMSEA adalah sebuah indeks yang dapat digunakan untuk mengkompensasi chi-square statistic dalam sampel yang besar. Nilai RMSEA menunjukkan goodness-of-fit yang dapat diharapkan bila model diestimasi dalam populasi. Nilai RMSEA lebih kecil atau sama dengan 0,08 merupakan indeks untuk dapat diterimanya model yang menunjukkan sebuah close fit dari model itu.

  c. GFI-Goodness of Fit Index GFI adalah sebuah ukuran non-statistikal yang mempunyai rentang nilai antar 0 (poor fit) sampai dengan 1,0 (perfect fit).

  39

d. AGFI-Adjusted Goodness-of-fit Index

2 GFI adalah analog dari R dalam regresi berganda. Fit Index ini dapat

  diadjust terhadap degrees of freedom yang tersedia untuk menguji diterima tidaknya model. GFI maupun AGFI adalah kriteria yang memperhitungkan proporsi tertimbang dari varians dalam sebuah matriks kovarians sampel. Nilai sebesar 0,95 dapat diinterpretasikan sebagai tindakan yang baik-good overall model fit (baik) sedangkan besaran nilai antara 0,90 - 0,95 menunjukkan tingkatan cukup.

  2

  

2

  e. to Degrees of Freedom /DF) Ratio χThe minimum sampel discrepancy function (CMIN) dibagi dengan degree of freedom nya akan menghasilkan indeks CMIN/DF sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat fit-nya sebuah model.

  2

  2 CMIN/DF adalah statistic chi-square, χ dibagi DF sehingga disebut χ

  2 relatif. Nilai relatif kurang dari 2.0 atau bahkan kurang dari 3.0 adalah χ indikasi dari acceptable fit antara model dan data Arbukckle (dalam Ferdinand, 2002:58).

  f. TLI-Tucker Lewis Index TLI adalah sebuah alternatif incremental fit index yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model. Nilai yang direkomendasikan adalah lebih besar dari atau sama dengan 0,95.

  40 g. CFI-Comparative Fit Index Besaran indeks ini adalah pada rentang nilai sebesar 0 – 1 dimana semakin mendekati 1, mengindikasikan tingkat fit yang paling tinggi. Nilai yang direkomendasikan adalah CFI lebih besar atau sama dengan 0,95.

  Tabel III.2 Goodness-of-fit-indices Goodness of fit index cut-off value

  Χ2-Chi-Square diharapkan kecil Significance probability

  ≥ 0.05 RMSEA ≤ 0.08 GFI ≥ 0.90 AGFI ≥ 0.90 CMIN/DF ≤ 2.00 TLI

  ≥0.95 CFI ≥0.95

  2. Interprestasi dan Modifikasi Model Langkah terakhir adalah menginterpretasikan model dan memodifikasikan model bagi model-model yang tidak memenuhi syarat pengujian yang dilakukan. Model yang baik mempunyai Standarized Residual Variance yang kecil. Angka 2,58 merupakan batas nilai standardized residual yang diperkenankan.

  3. Analisis persentase Analisis kuantitatif adalah merupakan metode analisis data dengan melakukan perhitungan statistik. Dalam penelitian ini analisis persentase digunakan untuk menghitung persentase profil konsumen pengguna pembalut Charm. Rumus yang digunakan :

  41 n

  P= x 100 % N

  Keterangan : P : jumlah persentase n : jumlah subjek yang diteliti N : total seluruh subjek

  BAB IV SEJARAH DAN GAMBARAN UMUM PT. UNICHARM A. Sejarah Singkat Pada saat didirikan nama perusahaan adalah Kakao Taisei co. Ltd. Perusahaan ini awalnya memproduksi dan menjual papan, wol, kayu semen. Pada tahun 1963 perusahaan mengadakan pasar serbet feminim, tampon dan diperluas ke pasar tahun 1974. Nama saat ini menjadi Unicharm Corporation nama yang dibuat lebih cocok untuk produsen. Uni berasal dari kata universal dan mewakili keinginan untuk “menjadi perusahaan yang terintegrasi” menawarkan produk yang unik di seluruh dunia. “CHARM” didirikan untuk mewakili produk feminim bahwa “perempuan akan selalu tetap menarik”.

  Perusahaan bertujuan untuk meringankan kekhawatiran perempuan sehari-hari dan ketidaknyamanan. Dimulai dengan pembuatan dan penjualan serbet feminim perusahaan memulai usaha sebagai produsen produk perawatan feminim, dan sejak itu memiliki pemimpin industri dan pelopor, mengembangkan teknologi unik dan banyak produk.

  B. Bisnis Operasi Perusahaan menginginkan semua orang hidup sehat, bahagia dari hari ke hari mereka datang ke dunia. Untuk mencapai impian semua masyarakat dan pemegang saham, perusahaan menawarkan produk dan jasa

  43 untuk semua generasi dengan menggunakan teknologi. Perusahaan telah mengembangkan bidang non-woven dan bahan penyerap. Perusahaan sangat berharap dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengembangan produk-produk berkualitas tinggi. Dan sekarang perusahaan bertujuan memperkenalkan produk kami kepada orang-orang diseluruh dunia.

  Dimulai beroperasi di Asia, dan pembentukan anak perusahaan lokal di Taiwan pada tahun 1984, Korea dan Arab Saudi tahun 2005. Saat ini telah memiliki 21 anak perusahaan lokal di lebih dari 80 negara di seluruh dunia termasuk Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, dan AfrikaUtara. Operasi di luar negeri sangat berkembang pesat dengan produk yang cocok dengan gaya hidup masyarakat dan adat istiadat yang berbeda di setiap negara. Produk yang masuk ke Indonesia adalah pembalut Charm, pantyliners, dan popok bayi Mamy poko.

  C. Filosofi Perusahaan Perusahaan berusaha untuk melanjutkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik yang menggabungkan pertumbuhan perusahaan, untuk berserikat dan memenuhi tanggung jawab sosial. "Dalam pernyataan misi perusahaan pada tahun 1974, menganjurkan prinsip bahwa perusahaan harus tumbuh bersama, dan memiliki panduan dari manajemen. Pada tahun 1999, perusahaan mengumumkan 'keyakinan dan prinsip-prinsip Negara dan Corporate Action "dan" lima pilar prinsip-prinsip yang terkait. Negara ini jelas merupakan seperangkat nilai-nilai terkait yang harus dibagi dengan

  44 cita-cita Unicharm, dan kode perilaku yang didasarkan pada nilai-nilai ini. Cita-cita Unicharm disebutkan sebagai berikut:

  1. Berperan untuk menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik untuk semua orang dengan menawarkan hanya produk dan layanan terbaik bagi

pasar dan pelanggan, baik di rumah maupun di luar negeri di Jepang.

  2. Berusaha untuk mengejar prinsip-prinsip manajemen perusahaan yang baik yang menggabungkan pertumbuhan perusahaan, kemakmuran dan rekan pemenuhan tanggung jawab sosial kita.

  3. Membawa buah dari kerjasama yang didasarkan pada integritas dan harmoni, sementara masih menghormati kebebasan individu dan berusaha untuk mempromosikan Pilar Lima Besar.

4. Data perusahaan

  Nama perusahaan Unicharm Corporation Tanggal Berdiri February 10, 1961 182 Shimobun, Kinsei-cho, Shikokuchuo-City,

  Pendaftaran Kantor Perusahaan Ehime, Japan

  Sumitomo Fudosan Mita Twin Bldg.

  West Wing, 3-5-27, Kantor Kepala

  Mita, Minato-ku, Tokyo, Japan Produk perawatan bayi, kosmetik, produk kesehatan, produk rumah tangga, produk makanan.

  Operasi bisnis

  45 Lokasi Kantor di Indonesia UNI-CHARM INDONESIA P.T.

  Century Tower 6th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-2 No. 4 Jakarta 12950, Indonesia Tel:(62-21) 5228852 Fax:(62-21) 5228831

  FACTORY Kawasan Industry KIIC Jl. Permata Raya Lot D

  2B Teluk Jambe Karawang West Java, Indonesia

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini ada 3 variabel utama yang akan diteliti, yaitu: citra

  merek, sikap merek, dan ekuitas merek. Citra merek terbentuk dari corporate image, user image, product image . Sikap merek terbentuk dari evaluasi kepuasan dan evaluasi kinerja. Ekuitas merek terbentuk dari brand awareness, brand association, perceived quality. Data utama yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapatkan dari jawaban responden yang mengisi kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada 200 responden. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

  1. Analisis profil responden, untuk mengetahui persentase responden berdasarkan karateristik responden.

  2. Pengujian instrumen dengan uji validitas dan reliabilitas, tujuannya untuk mengetahui bahwa kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data dari responden yang mengisi kuesioner telah valid dan reliabel, sehingga semua pernyataan dalam kuesioner dapat dipahami oleh responden.

  3. Analisis SEM, untuk menguji model dan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh citra merek, sikap merek terhadap ekuitas merek.

  

46

  47

B. Profil Responden

  Profil dalam penelitian ini dianalisis berdasarkan pengelompokan responden dalam kategori-kategori, yaitu usia, uang saku, dan lama pemakaian.

  1. Usia

Tabel V.1

Karakteristik Responden Berdasar Usia

Usia Jumlah Persentase

  17-19 tahun 38 19%

20-22 tahun 112 56%

23-25 tahun 49 24,5% Di atas 25 tahun

  1 0,5%

Total 200% 100%

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa di kampus I Universitas Sanata Dharma mayoritas mahasiswi yang menggunakan pembalut Charm adalah usia 20-22 tahun.

  2. Profil Responden Berdasarkan Uang Saku

Tabel V.2

Karaktersitik Responden Berdasar Uang Saku Per Bulan

Uang Saku Per Bulan Jumlah Persentase

  <Rp. 500.000,- 53 26,5% 500.000 - 999.999 106 53% 1.000.000 - 1.499.999 35 17,5% ≥ Rp. 1.500.000,-

  6 3% Total 200 100% Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa mahasiswi yang paling banyak menggunakan pembalut Charm yaitu mahasiswi dengan uang saku per bulan antara Rp. 500.000,- sampai dengan Rp. 999.999,-.

  48

  3. Profil Responden Berdasarkan Lama Pemakaian

Tabel V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Pemakaian

Bulan Jumlah Persentase

  3 bulan - 5 bulan 35 17,5% 6 bulan – 8 bulan 21 10,5% 9 bulan – 11 bulan 14 7% Lebih dari 11 bulan 130 65%

  Total 200 100% Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar mahasiswi pengguna pembalut charm telah menggunakan pembalut charm lebih dari 11 bulan, yaitu dengan jumlah 130 orang. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswi Sanata Dharma telah loyal dengan pembalut Charm karena mereka telah menggunakannya lebih dari 11 bulan.

C. Pengujian Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini teknik pengujian instrumen menggunakan pengujian validitas dan reliabilitas sebagai alat ukur terhadap responden yang mengisi kuesioner. Pengujian validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan bantuan AMOS 16.0 dengan hasil perhitungan sebagai berikut:

  1. Pengujian Validitas Pengujian validitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner dapat mengukur secara tepat terhadap apa yang diuji dalam penelitian. Uji validitas adalah ukuran model yang dikembangkan dalam penelitian dengan menentukan apakah setiap indikator yang diestimasi secara valid mengukur dimensi dari konsep yang

  49 diujinya. Validitas dapat diketahui melalui nilai loading factor, loading factor dianggap signifikan apabila standardized loading estimate sama dengan 0,50 atau lebih dan idealnya 0,70 (Ghozali, 2008:135). Pada penelitian ini, validitas konstruk dihitung dengan menggunakan AMOS 16.0. dimana hasil penelitian uji validitas menunjukkan bahwa semua instrumen konstruk pada standardized regression weights memiliki nilai lebih dari 0,5 maka semua instrumen dalam penelitian ini valid.

  Tabel V.4 Standardized Regression Weights

  Variabel Estimate Keterangan Kinerja 0,894 Valid Kesukaan 0,997 Valid Association 0,940 Valid Perceived 0,909 Valid Awareness 0,820 Valid Product image 0,817 Valid User image 0,534 Valid Corporate image 0,699 Valid

  2. Pengujian Reliabilitas Uji reliabilitas adalah ukuran mengenai konsistensi internal dari indikator- indikator sebuah konstruk yang menunjukkan derajad sampai dimana masing-masing indikator mengindikasikan sebuah konstruk atau faktor laten selain itu reliabilitas menunjukkan konsistensi dan stabilitas dari suatu skor (skala pengukuran). Consturct reliability 0,70 atau lebih menunjukkan reliabilitas yang baik, sedangkan reliabilitas 0,60 – 0,70 masih dapat diterima dengan syarat validitas indikator dalam model baik (Ghozali, 2004:137). Berikut rumus yang digunakan untuk menghitung nilai Construct reliability:

  50

  2 Std . Loading   

  Construct  Re liability

  2 Std . Loading   j   

   di mana :

  1. Std. loading diperoleh langsung dari standardized loading untuk tiap indikator (diambil dari perhitungan komputer, AMOS misalnya)

  2. Adalah measurement error dari tiap-tiap indikator Tabel V.5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Construct Reliability Keterangan

  

Citra merek 0,729 Reliabel

Sikap merek 0,920 Reliabel

Ekuitas merek 0,945 Reliabel

Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa masing-masing variable measured menunjukkan nilai construct reliability yang lebih besar dari 0,60 sehingga semua variable measured dinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam kuesioner penelitian.

D. Pengujian Model

  Structural equation modeling (SEM) digunakan untuk menguji model dan hubungan-hubungan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. Langkah pengembangan model berbasis teori dan menyusun path diagram telah dilakukan pada bab sebelumnya. Selanjutnya dilakukan langkah-langkah permodelan SEM untuk mendapatkan hasil perhitungan yang digunakan untuk menguji tiga hipotesis yang telah dikemukakan pada bagian pendahuluan. Teknik estimasi yang

  51

digunakan dalam penelitian ini adalah maximum likehood estimation method,

karena sampel yang digunakan sebanyak 200 responden. Program yang

digunakan untuk mengestimasi model adalah Amos versi 16.0.

  Tabel V.6 Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Goodness of Fit Cut of Value Hasil Keterangan Chi-square Diharapkan Kecil 55.595 Belum Memenuhi

  Significance probability ≥ 0.05 0.000 Belum Memenuhi

  RMSEA ≤ 0.08 0.102 Belum Memenuhi GFI

  ≥ 0.90 0.939 Baik AGFI ≥ 0.90

  0.878 Baik CMIN/DF ≤ 2.00 3.089 Belum Memenuhi

  TLI ≥0.95 0.946 Belum Memenuhi CFI

  ≥0.95 0.965 Baik Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa model tersebut belum dapat

diterima karena belum semua hasil perhitungan SEM memiliki nilai sesuai

dengan cut of value yang telah ditemukan. Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa model yang diperoleh belum layak (belum fit) sebagai suatu model

estimasi. Hasil perhitungan Structural Equation Modelling (SEM) pada tabel di

atas, didapat dari gambar yang ditampilkan berikut ini:

  52 Gambar V.1

Model yang belum fit

  Dari tabel dan gambar tersebut dapat dilihat model dari penelitian ini

belum memenuhi persyaratan goodness of fit, maka perlu dikompositkan atau

dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan goodnesss of fit.

  Sebelum melakukan penghitungan permodelan SEM, perlu

diperhatikan asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalam permodelan SEM

sebagai berikut:

  1. Ukuran Sampel Ukuran sampel dalam penelitian ini berjumlah 200 responden. Menurut Hair et al . (dalam Ferdinand, 2002:48), jumlah sampel yang ideal untuk menguji suatu model dengan menggunakan SEM adalah antara 100 sampai 200 sampel.

  53

  2. Evaluasi atas normalitas Untuk mengevaluasi normalitas dengan mengamati nilai-z atau C.R. dari data yang digunakan dan ditampilkan pada lampiran4 pada bagian assessment of normality . Menurut Ferdinand (2002:95) bila nilai-z atau C.R. lebih besar dari nilai kritis ± 2,58 pada tingkat signifikansi 0,01 atau 1%, maka data tidak normal. Pada penelitian ini nilai-z atau C.R. -1,137 sampai -2,213 tidak melebihi ± 2,58, berarti bahwa distribusi data ini normal.

  3. Evaluasi atas Outliers Evaluasi ini memakai uji mahalanobis distance dengan menggunakan AMOS

  16.0. Uji terhadap outliers multivariat dilakukan dengan menggunakan jarak mahalanobis pada tingkat p,0.001 (Ferdinand, 2002:102). Berdasarkan nilai chi-square pada derajad sebesar 21 (estimated parameter ) pada tingkat signifikansi 0,001 atau (21,0,001) = 46,797.

  Hasil perhitungan observations farthest from the centroid menunjukkan nilai mahalanobis d-squared terbesar adalah 37,911 yang tidak melebihi nilai 46,797 yang berarti tidak terdapat outliers multivariat dalam penelitian ini. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada bagian observations farthest from the centroid (mahalanobis distance) pada lampiran4. .

  4. Multicollinearity atau Singularity Dengan menggunakan AMOS 16.0, pada lampiran bagian determinant of sample covariance matrix adalah sebesar 3.9636e+007 yang berarti jauh

  54 dari nol. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearits atau singularitas, sehingga data ini layak digunakan.

  5. Goodness of fit indices Setelah asumsi-asumsi SEM dipenuhi maka penghitungan permodelan SEM dapat dilakukan dan akan ditampilkan dalam tabel berikut: Tabel V.7

  Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Indices Goodness of fit Cut of value Hasil Keterangan Chi-square

  ≤ 37,697 17,666 Baik Significance probability

  ≥ 0,05 0,281 Baik RMSEA ≤ 0,08

  0,030 Baik GFI ≥ 0,90 0,980 Baik

  AGFI ≥ 0,90 0,951 Baik CMIN/DF

  ≤ 2,00 1,178 Baik TLI ≥ 0,95

  0,995 Baik CFI ≥ 0,95 0,998 Baik

  Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa model tersebut dapat diterima karena semua hasil perhitungan SEM memiliki nilai sesuai dengan cut of value yang telah ditentukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model yang diperoleh sudah layak (fit) sebagai model estimasi. Hasil perhitungan structural equation modeling

  (SEM) pada tabel di atas, didapat dari gambar yang akan ditampilkan berikut ini:

  55 Gambar V.2

Model yang sudah fit

  6. Regression Weight Setelah kriteria goodness of fit dapat dipenuhi atas model struktural yang diestimasi, maka selanjutnya dapat dianalisis hubungan kausalitas dalam model tersebut. Hubungan kausalitas dapat dikatakan signifikan apabila nilai parameter estimasi kedua konstruk memiliki C.R. lebih besar atau sama dengan ± 1,96 dengan taraf signifikansi 0,05 (5%) atau nilai C.R. lebih besar atau sama dengan ± 2,58 untuk tarif signifikansi sebesar 0,01 (1%) sedangkan nilai C.R. lebih kecil dari 1,96 maka memiliki hubungan kausalitas yang lemah (Ghozali, 2008:160).

  56 Tabel V.8 Regression weight I

  Regression weight Estimate C.R.

  Ekuitas merek < ---- citra merek 0,285 3,324 Ekuitas merek < ---- sikap merek 0,316 3,946 Sikap merek < ------ citra merek 0,565 6,293 Tabel regression weight pada kolom C.R. di atas dapat dipakai sebagai dasar untuk pengujian hipotesi dalam penelitian ini.

a. Pengujian hipotesis pertama H1 = citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek.

  Parameter estimasi citra merek terhadap ekuitas merek pada tabel menunjukkan hubungan yang signifikan pada level 1% dengan nilai C.R.

  = 3,324 lebih besar dari ± 2,58. Hal ini berarti bahwa hipotesis 1 terbukti, yaitu citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek. Citra merek dapat didefinisikan sebagai seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seorang terhadap suatu merek. Dimensi citra merek dalam penelitian ini terdiri dari user image, corporate image, dan product . Dimensi-dimensi tersebut terbukti berdasarkan teori yang sudah image ada dalam membentuk citra merek. Dimensi ekuitas merek dalam penelitian ini terdiri dari brand awarness, brand association, dan perceived quality . Dimensi-dimensi tersebut terbukti berdasarkan teori yang sudah ada dalam membentuk ekuitas merek.

  57 b. Pengujian hipotesis kedua H2 : sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek.

  Parameter estimasi sikap merek terhadap ekuitas merek pada tabel menunjukkan hubungan yang signifikan pada level 1% dengan nilai C.R.

  = 3,946 lebih besar dari ± 2,58. Hal ini berarti bahwa hipotesis 2 terbukti, yaitu sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek. Sikap merek adalah evaluasi keseluruhan konsumen terhadap merek, dalam model ekuitas merek ditemukan bahwa peningkatan pangsa pasar terjadi ketika sikap terhadap merek semakin positif. Dimensi sikap merek dalam penelitian ini terdiri dari evaluasi kesukaan dan evaluasi kinerja. Dimensi ekuitas merek dalam penelitian ini terdiri dari brand awarness, brand association , dan perceived quality.

  c. Pengujian hipotesis ketiga H3 : citra merek berpengaruh terhadap sikap merek.

  Parameter estimasi citra merek terhadap sikap merek pada tabel menunjukkan hubungan yang signifikan pada level 1%, dengan nilai C.R.

  = 6,293 lebih besar dari ± 2,58. Hal ini berarti hipotesis 3 terbukti, yaitu citra merek berpengaruh terhadap sikap merek. Citra merek adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seorang terhadap suatu merek, sedangkan sikap merek adalah evaluasi keseluruhan konsumen terhadap suatu merek. Sikap dan tindakan konsumen terhadap suatu merek sangat ditentukan oleh citra merek tersebut. Dimensi sikap merek dalam penelitian ini terdiri dari evaluasi kinerja dan evaluasi kesukaan. Dimensi citra merek dalam penelitian ini terdiri dari user image, corporate image, dan product image.

  58

  7. Standardized Regression Weights Tabel V.9 Standardized Regression Weights Regression Weight Estimate

  Sikap merek < ------ citra merek 0,655 Ekuitas merek < ------ citra merek 0,387 Ekuitas merek < ------ sikap merek 0,371 Corporate image < ----- citra merek 0,699 User image < ------ citra merek 0,534 Product image < ----- citra merek 0,817 Kesukaan < ----- sikap merek 0,997 Kinerja < ------ sikap merek 0,894 Awareness < ------ ekuitas merek 0,820 Association < ------ ekuitas merek 0,940 Perceived < ------- ekuitas merek 0,909

  Tabel di atas menunjukkan bahwa indikator yang paling kuat mengukur citra merek adalah product image dengan nilai sebesar 0,817, sedangkan indikator yang paling lemah adalah user image dengan nilai sebesar 0,534. Indikator yang mengukur sikap merek adalah evaluasi kesukaan dengan nilai sebesar 0,997 dan evaluasi kinerja dengan nilai 0,894. Indikator yang mengukur ekuitas merek yang paling kuat adalah brand association dengan nilai sebesar 0,940 selanjutnya perceived quality dengan nilai sebesar 0,909, sedangkan nilai untuk brand awareness 0,820.

  E. Variabel Terukur (Measured Variable) Berikut ini pembahasan hasil penelitian menggunakan SEM, yaitu:

  1. Citra Merek Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ketiga indikator sama pentingnya dalam membentuk citra merek dengan rentang nilai antara 0,699

  59 sampai 0,817. Indikator yang membentuk citra merek dari penelitian ini adalah: a. Corporate image dengan nilai regression weight cukup sebesar 0,699 berarti bahwa konsumen mengangap perusahaan besar dimana tempat bernaung dan diproduksinya pembalut Charm cukup penting dalam menciptakan citra merek atau kesan tersendiri yang diterima di benak konsumen.

  b. User image dengan nilai regression weight paling lemah sebesar 0,534 berarti bahwa sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen mengenai pembalut charm dari segi pemakai, gaya hidup serta status sosialnya bukan hal yang paling utama dalam menciptakan citra merek atau kesan tersendiri yang diterima di benak konsumen.

  c. Product image dengan nilai regression weight paling kuat sebesar 0,817 berarti bahwa sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen mengenai pembalut charm dilihat dari segi produk itu sendiri meliputi: pembalut charm adalah pembalut yang tepat bagi para wanita yang memiliki kesibukan agar lebih percaya diri dalam melakukan aktifitasnya.

  2. Sikap Merek Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa indikator yang membentuk sikap merek sama-sama kuat yaitu evaluasi kesukaan dengan nilai regression weight sebesar 0,997 sedangkan evaluasi kinerja dengan nilai 0,894 berarti evaluasi konsumen terhadap pembalut charm sangat baik.

  60

  3. Ekuitas Merek Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa masing masing indikator menpengaruhi secara kuat atas ekuitas merek yaitu brand awareness dengan nilai 0,820, brand association dengan nilai 0,940, dan perceived quality dengan nilai 0,909 berarti konsumen dapat mengingat dan mengenal pembalut charm dengan baik dari segi kualitas, harga dan kemudahan mendapatkan pembalut charm.

F. Persepsi Responden

  Berdasarkan penelitian di atas dapat diketahui bahwa citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek, sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek, sikap merek berpengaruh terhadap citra merek. Tetapi pada kenyataannya belum dapat diketahui keadaan secara pasti apakah citra merek dan sikap merek dapat mempengaruhi ekuitas merek. Untuk mengetahui keadaaan tersebut, maka perlu dihitung jawaban dari persepsi responden sehingga dapat dilihat rata-rata dari citra merek, sikap merek, dan ekuitas merek. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

  Tabel V.10 Persepsi Responden Variabel Jumlah total Rata-rata

Citra merek 3.725 3,725

  Sikap merek 7.720 3,86 Ekuitas merek 12.873 3,79 Berdasarkan nilai dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rata- rata citra merek pembalut charm sebesar 3,725 yang berarti bahwa menurut konsumen citra merek yang diberikan cukup baik.

  61 Berdasarkan nilai dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-

rata sikap merek sebesar 3,86 yang berarti bahwa menurut konsumen sikap

merek cukup baik.

  Nilai rata-rata ekuitas merek sebesar 3,79 hal ini berarti asosiasi, pengetahuan, dan kualitas dari pembalut merek charm cukup baik.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang sudah

  dilakukan mengenai pengaruh citra merek dan sikap merek terhadap ekuitas merek dari konsumen pembalut Charm, maka dapat ditarik kesimpulan, sebagai berikut:

  1. Analisis karakteristik responden Berdasarkan hasil penelitian dari 200 responden pengguna pembalut charm adalah berdasarkan usia yang paling banyak berusia antara 20 tahun sampai 22 tahun sebanyak 112 orang (56%), berdasarkan uang saku per bulan yang paling banyak responden mendapat uang saku sebesar Rp. 500.000,- sampai Rp. 999.999,- sebanyak 106 orang (53%), dan berdasarkan lama pemakaian hampir dari seluruh responden telah melakukan pemakaian terhadap pembalut charm selama lebih dari 11 bulan yaitu sebanyak 130 orang (65%).

  2. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh terhadap ekuitas merek dan sikap merek berpengaruh terhadap ekuitas merek serta sikap merek berpengaruh terhadap citra merek, hal ini dapat dilihat dari penjelasan dan pembahasan sebelumnya. Product image merupakan dimensi yang paling kuat mengukur citra merek, yang berarti bahwa konsumen memilih melakukan pembelian terhadap pembalut charm karena sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen mengenai pembalut charm dilihat dari segi produk itu sendiri. Variabel yang

  

62

  63 mengukur sikap merek adalah kinerja dan kesukaan berarti bahwa konsumen memilih melakukan pembelian terhadap pembalut charm karena atribut yang dimiliki pembalut charm lebih baik dibanding merek lain. Variabel yang paling kuat mengukur ekuitas merek adalah brand association berarti bahwa konsumen dapat mengingat dengan jelas pembalut charm sehingga merek pertama yang diingat saat melakukan pembelian adalah pembalut Charm.

B. Saran

  Setelah melakukan penelitian ini dan melihat hasil pembahasan, penulis

mengajukan saran atau masukan yang dapat berguna bagi perusahaan, yaitu:

  1. Perusahaan disarankan perlu meningkatkan lagi citra merek lewat citra produk dengan cara mempertahankan atribut merek yang saat ini sudah baik tertanam dalam benak konsumen sehingga konsumen akan terus melakukan pembelian.

  2. Perusahaan disarankan perlu meningkatkan sikap merek melalui kualitas merek agar evaluasi konsumen semakin baik sehingga dapat meningkatkan ekuitas merek.

  3. Penelitian ini hanya meneliti ekuitas merek dengan variabel pembentuk adalah citra merek dan sikap merek sehingga untuk penelitiaan selanjutnya, peneliti dapat meneliti dengan menggunakan variabel lainnya.

  64

C. Keterbatasan

  Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki banyak keterbatasan, antara lain:

  1. Dalam penelitian ini penulis tidak dapat memastikan kebenaran data yang diperoleh dari responden karena data yang diperoleh dengan cara membagikan kuesioner kepada responden sehingga kemungkinan dalam memberikan jawaban kurang maksimum karena ketidaksungguhan responden dalam menjawab kuesioner.

  2. Penyebaran kuesioner hanya dilakukan di Kampus I Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sehingga tidak dapat mewakili seluruh lapisan masyarakat.

  3. Hasil dari penelitian ini belum sempurna, karena keterbatasan peneliti dalam hal waktu dan pengetahuan. Di samping itu penulis belum mempunyai pengalaman dalam menulis karya ilmiah, maka dalam hal pengkajian teori, pengolahan data, dan menganalisis data, penulisan skripsi ini jauh dari sempurna.

  

65

Daftar Pustaka

Dharmmesta, Basu Swastha dan Hani Handoko. 2000. Manajemen Pemasaran:

  Analisis Perilaku Konsumen . Yogyakarta: BPFE

Ferdinan, Augusty. 2002. Structural Equation Modeling dalam Penelitian

  Manajemen : Aplikasi Model-Model Rumit Dalam Penelitian Untuk Tesis Magister Dan Disertai Doctor . Fakultas Ekonomi: UNDIP.

  

Ghozali, Imam. 2008. Model Persamaan Struktural. Konsep & Aplikasi dengan

Program Amos 16.0 . Semarang: UNDIP.

  Handoko, T. Hani.2001. Manajemen. Yogyakarta. BPFE.

Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran. Jilid 1, Edisi Millenium. Jakarta: PT

Prenhalindo.

  

...................... 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid 1, Edisi ke-XI. Jakarta: PT

Indeks.

  

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2004 (terj. Alexander Sindoro). Dasar-Dasar

Pemasaran Edisi 9. Jakarta : PT. Indeks kelompok Gramedia.

  

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2004. Marketing Management an Asian

Perspective . Prentice Hall International Edition.

  

Kotler, Philip, Swee Hoong Ang, Siew Meng Leong, Chin Tiong Tan. 2005.(terj.

  Zein Isa) Manajemen Pemasaran Sudut Pandang Asia edisi 3. Jakarta : PT. Indeks.

  

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta:

Erlangga.

  66 Narbuko, Cholid dan Abu H. Achmadi. 2007. Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

  

Rangkuti, F. 2002. The Power of Brands Teknik Mengelola Brand Equity dan

Strategi Pengembangan Merek Plus Analisis Kasus dengan SPSS . Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum.

  

Santoso, S. Dan Tjiptono, F. 2001. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan

SPSS . Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

  

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.

  Yogyakarta: Graha Ilmu. Sugiyono. 2000. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.

Swastha, Basu dan Handoko, Hani. 2000. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta :

BPFE.

  

Sitinjak, Tony. 2005. “Pengaruh Citra Merek dan Sikap Merek Terhadap Ekuitas

Merek.” Jurnal Ekonomi Perusahaan, 2 (Juni), 166-182.

  

Sitinjak, Tony. 2006. “Kinerja Citra, Sikap, dan Ekuitas Merek, Kepuasan dan

Loyalitas Nasabah Bank BUMN di Jakarta.” Jurnal Ekonomi Perusahaan, 1 (Maret), 35-51.

  

Umar, Husein. 2003. Metode Riset: Perilaku Konsumen Jasa. Jakarta: PT

Gramedia Pustaka Utama.

  

Wijaya, Petra S.M dan Anita Puspitasari. 2006. Hubungan Brand Equity dan

Minat Konsumen.” Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, Vol. 1, No. 1, Juli.

  LAMPIRAN

  67 Lampiran : 1 berkas Hal : Kuesioner Yogyakarta, 2010 Kepada

  Yth. Mahasiswi Konsumen Pembalut Charm Di Universitas Sanata Dharma kampus I Mrican Yogyakarta Dengan hormat, Bersama ini saya :

  Nama : Chatarina Wiedyawati NIM : 052214073 Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang

menyusun skripsi dengan judul “ PENGARUH CITRA MEREK, SIKAP MEREK

  TERHADAP EKUITAS MEREK.” Dalam penyusunan skripsi ini saya mohon Saudara untuk memberi tanggapan terhadap

pernyataan-pernyataan yang tersusun dalam kuisioner ini guna memperoleh data yang

dibutuhkan.

  Semua tanggapan yang Saudara berikan akan saya pergunakan untk kepentingan

penulisan skripsi dan akan saya jaga kerahasiaannya. Untuk itu saya mengharapkan kesediaan

Saudara untuk membantu dengan cara memberi tanggapan pada kuesioner ini dengan keadaan

yang sebenarnya.

  Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaan Saudara yang telah meluangkan waktu untuk menjawab kuesioner ini.

  Hormat saya, Chatarina Wiedyawati

  68 KUESIONER

  I. Karakteristik responden Petunjuk : berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda

  1. Nama : prodi :

  2. Usia anda saat ini :

  a. 17-19 tahun

  b. 20-22 tahun

  c. 23-25 tahun

  d. Di atas 25 tahun

3. Uang saku anda per bulan:

  a. Kurang dari Rp. 500.000

  b. Rp 500.000,00 sampai Rp 999.999

  c. Rp 1.000.000 sampai Rp 1.499.999

  d. Di atas Rp 1.500.000

4. Anda telah menggunakan pembalut charm selama

  a. 3 bulan – 5 bulan

  b. 6 bulan – 8 bulan

  c. 9 bulan – 11 bulan

  d. Lebih dari 11 bulan

  II. Petunjuk pengisian kuesioner Berilah tanda ( √) pada salah satu tanggapan yang menurut Anda sesuai dengan kenyataan yang anda alami setelah Anda menggunakan pembalut “CHARM” dengan kriteria sebagai berikut : SS : sangat setuju S : setuju RR : ragu-ragu TS : tidak setuju STS : sangat tidak setuju

  69

  

1. Menurut Anda merek Charm merupakan produk dari PT. UNICHARM yang dapat

menjamin keandalan teknologi yang digunakan.

  SS S RR TS STS

  

2. Pembalut charm merupakan pembalut yang dibuat untuk konsumen yang peduli dengan

kenyamanan.

  SS S RR TS STS

  

3. Pembalut wanita merek charm diposisikan sebagai pembalut wanita yang memiliki

kesibukan.

  SS S RR TS STS 4. Pembalut merek charm merupakan pembalut yang digunakan oleh para artis.

  SS S RR TS STS 5. Pembalut charm dibuat khusus agar konsumen lebih percaya diri saat beraktifitas.

  SS S RR TS STS 6. Menurut anda pembalut merek charm merupakan pembalut yang berkualitas tinggi.

  SS S RR TS STS 7. Menurut anda pembalut merek charm dapat diandalkan.

  SS S RR TS STS 8. Anda merasa aman dengan dengan menggunakan pembalut merek charm.

  SS S RR TS STS

  70

  

9. Anda merasa nyaman dengan menggunakan pembalut merek charm karena

permukaannya yang lembut.

  SS S RR TS STS 10. Menurut Anda pembalut merek Charm menawarkan harga sesuai dengan kualitas.

  SS S RR TS STS

  

11. Menurut Anda pembalut charm sudah memenuhi kebutuhan Anda dengan menawarkan

varian produk yang berbeda.

  SS S RR TS STS 12. Anda merasa puas dengan menggunakan pembalut merek charm.

  SS S RR TS STS 13. Anda merasa senang dengan menggunakan pembalut merek charm.

  SS S RR TS STS 14. Anda merasa lebih percaya diri dengan menggunakan pembalut charm.

  SS S RR TS STS

  

15. Anda menggunakan pembalut charm karena teman-teman Anda juga menggunakan

pembalut charm.

  SS S RR TS STS 16. Anda lebih mengenal pembalut Charm dibandingkan dengan pembalut merek lain.

  SS S RR TS STS

  

17. Anda mengenal pembalut Charm dari iklan di tv, majalah maupun promosi lain seperti

pemberian sampel.

  SS S RR TS STS

  71 18. Anda tertarik dengan promosi pembalut Charm lewat iklan di tv dan majalah.

  SS S RR TS STS 19. Iklan pembalut Charm yang ditayangkan di televisi mudah Anda ingat.

  SS S RR TS STS 20. Pembalut Charm menggunakan aktris terkenal dalam setiap promosinya.

  SS S RR TS STS 21. Semua iklan yang dibuat pembalut Charm mempunyai pesan yang jelas.

  SS S RR TS STS 22. Kemasan pembalut Charm yang anda gunakan sangat praktis.

  SS S RR TS STS 23. Kemasan pembalut Charm memberikan kesan yang menarik bagi anda.

  SS S RR TS STS 24. Pembalut charm sering melakukan program sosial kepada masyarakat.

  SS S RR TS STS 25. Anda rutin membeli pembalut Charm karena kualitasnya baik.

  SS S RR TS STS 26. Pembalut Charm memberikan kenyamanan dengan permukaan yang lembut di kulit.

  SS S RR TS STS 27. Pembalut charm memiliki Zona Serap Ekstra dibanding merek pembalut lain.

  SS S RR TS STS

  72 28. Anda mudah memperoleh pembalut Charm di toko atau warung terdekat.

  SS S RR TS STS 29. Menggunakan pembalut Charm anda merasa lebih kering seperti sedang tidak haid.

  SS S RR TS STS 30. Anda sering melihat iklan pembalut Charm di televise.

  SS S RR TS STS 31. Anda tertarik ingin membeli pembalut Charm setelah melihat iklannya di televisi.

  SS S RR TS STS 32. Anda sering melihat iklan pembalut Charm di media cetak, seperti majalah.

  SS S RR TS STS

  73 KARAKTERISTIK RESPONDEN No Res Nama Prodi Usia Uang Saku Lama Pemakaian

  29 Clara Akuntansi 17 – 19 th A ≥ 11 bulan

  

22 Danis Akuntansi 17 – 19 th A 3 – 5 bulan

  23 Lina Akuntansi 20 – 22 th A ≥ 11 bulan

  24 Rani Akuntansi 17 – 19 th B ≥ 11 bulan

  25 Marlin Sastra Inggris 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  26 Tine Sastra Inggris 17 – 19 th C ≥ 11 bulan

  27 Vhrisca Sastra Inggris 17 – 19 th B ≥ 11 bulan

28 - Sastra Inggris 20 – 22 th C 6 – 8 bulan

  

30 Maria Akuntansi 17 – 19 th A 9 – 11 bulan

  

20 Verro Akuntansi 20 – 22 th B 9 – 11 bulan

  31 Nining Manajemen 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  32 Ade Manajemen 20 – 22 th A ≥ 11 bulan

  33 Anne Manajemen 20 – 22 th D ≥ 11 bulan

  34 Debi Manajemen 20 – 22 th D ≥ 11 bulan

  35 Efoni Manajemen 23 – 25 th B ≥ 11 bulan

  

36 Yullie Manajemen 23 – 25 th C 9 – 11 bulan

  

37 Ganies Sastra Inggris 17 – 19 th C 6 – 8 bulan

  

21 Eka Akuntansi 20 – 22 th D 9 – 11 bulan

  19 Rere Akuntansi 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  

1 Dona BK 20 - 22 th D ≥ 11 bulan

  9 Natalia Akuntansi 17 – 19 th B ≥ 11 bulan

  

2 Camelia Manajemen 23 - 25 th B ≥ 11 bulan

  

3 Nana BK 20 - 22 th B 6 – 8 bulan

  

4 Nila BK 17 - 19 th B ≥ 11 bulan

  

5 Vita Manajemen 20 - 22 th B ≥ 11 bulan

  

6 Indri Manajemen 17 - 19 th C 3 – 5 bulan

  

7 Debby Manajemen 20 – 22 th C ≥ 11 bulan

  8 Rhea PBSID 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  10 Aster Akuntansi 17 – 19 th B ≥ 11 bulan

  

18 Teta Akuntansi 23 – 25 th B 3 – 5 bulan

  

11 Silvi Akuntansi 20 – 22 th C 6 – 8 bulan

  

12 Ivon Akuntansi 23 – 25 th A 9 – 11 bulan

  13 Ratnawati Akuntansi 17 – 19 th A ≥ 11 bulan

  14 Theodora Akuntansi 17 – 19 th A ≥ 11 bulan

  15 Yanti P. Sejarah 17 – 19 th B 3 -5 bulan

  

16 Henny P. Sejarah 17 – 19 th C 3 – 5 bulan

  17 Tere Akuntansi 20 – 22 th A ≥ 11 bulan

  

38 Manajemen 23 – 25 th C 3 – 5 bulan

  74

  72 Paskalina PBI 20 – 22 th A 3 – 5 bulan

  65 Dien PBSID 17 – 19 th A ≥ 11 bulan

  66 Uli Sastra Indonesia 17 19 th B ≥ 11 bulan

  67 Christiana PBSID 17 – 19 th A ≥ 11 bulan

  68 Natalia PBSID 17 – 19 th A 6 – 8 bulan

  69 Yuliana Manajemen 20 – 22 th B 6 – 8 bulan

  70 Yosephine PBI 23 – 25 th B ≥ 11 bulan

  71 Delfina PBI 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  73 Caca PBI 23 – 25 th C 3 – 5 bulan

  62 Veronika PBSID 20 – 22 th C ≥ 11 bulan

  74 Widya PBI 20 – 22 th A ≥ 11 bulan

  75 Lucia S. PBI 23 25 th B 3 – 5 bulan

  76 Redy PBI 20 -22 th B ≥ 11 bulan

  77 Nancy PBI 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  78 Pipin PBI 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  79 Ligolita PBI 20 – 22 th A 9 – 11 bulan

  80 Melyna PBI 17 – 19 th C 3 – 5 bulan

  63 Farah PBSID 17 – 19 th B ≥ 11 bulan 64 - PBSID 20 – 22 th C ≥ 11 bulan

  61 Lucia PBI 20 – 22 th A ≥ 11 bulan

  39 Dian Manajemen 20 – 22 th A 3 – 5 bulan

  49 Siwi Manajemen 20 – 22 th A ≥ 11 bulan

  40 Irmina Manajemen 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  41 Zie Manajemen 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  42 Wulan Manajemen 20 – 22 th A 3 – 5 bulan

  43 Melda Manajemen 23 – 25 th B ≥ 11 bulan

  44 Marselina Manajemen 23 – 25 th A ≥ 11 bulan

  45 Natalia W. Manajemen 23 – 25 th B 6 – 8 bulan 46 - Manajemen 20 – 22 th B ≥ 11 bulan 47 - Manajemen 20 – 22 th C ≥ 11 bulan

  48 Desi Manajemen 20 – 22 th C ≥ 11 bulan

  50 Agustina Manajemen 20 – 22 th A 6 – 8 bulan

  59 Lilis Manajemen 20 – 22 th C 3 – 5 bulan 60 - Manajemen 23 – 25 th B ≥ 11 bulan

  51 Bonita Manajemen 20 – 22 th C 3 – 5 bulan

  52 Gracia Manajemen 20 – 22 th B ≥ 11 bulan

  53 Monica Manajemen 23 – 25 th C 3 – 5 bulan

  54 Anisa Manajemen 17 – 19 th B ≥ 11 bulan

  55 Celi Manajemen 23 – 25 th B ≥ 11 bulan

  56 Martha Manajemen 20 – 22 th D ≥ 11 bulan 57 - Manajemen 20 – 22 th A ≥ 11 bulan

  58 Fransisca Manajemen 20 – 22 th C ≥ 11 bulan

  81 Eyik PBI 20 – 22 th A 6 – 8 bulan

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian facial foam merek Nivea : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta.
0
0
140
Pengaruh perluasan merek dan persepsi kualitas terhadap loyalitas merek : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang menggunakan produk kecantikan merek Pond`s.
0
7
143
Analisis faktor faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian facial foam merek Nivea studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta
1
9
138
Pengaruh perluasan merek dan persepsi kualitas terhadap loyalitas merek studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang menggunakan produk kecantikan merek Pond`s
0
6
140
Analisis pengaruh kepercayaan atas merek terhadap ekuitas merek
1
1
68
Persepsi konsumen terhadap atribut produk Teh Sosro : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican - USD Repository
0
0
127
Analisis sikap konsumen terhadap produk handphone merek Nokia dan Siemens : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma Kampus Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Analisis sikap konsumen terhadap produk handphone merek Nokia dan Siemens : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma Kampus Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Pengaruh kesan kualitas merek, kepercayaan merek, dan asosiasi merek terhadap loyalitas merek sampo Pantene - USD Repository
0
1
105
Analisis strategi perluasan merek shampo Lifebuoy ditinjau dari segi kesadaran merek, asosiasi merek dan loyalitas merek : studi kasus pada masyarakat Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
151
Pengaruh kepercayaan merek terhadap loyalitas konsumen pada kendaraan bermotor merek honda : studi kasus konsumen AHASS Honda Cahya Wijaya - USD Repository
0
0
117
Pengaruh kesan kualitas dan citra merek terhadap keputusan pembelian dan loyalitas merek : studi kasus pada konsumen sabun mandi merek LUX di desa Condongcatur Sleman Yogyakarta - USD Repository
0
0
147
Analisis sikap konsumen terhadap ekstensi merek Gosh : studi kasus terhadap mahasiswi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
171
Pengaruh ekuitas merek, bauran promosi dan harga terhadap loyalitas konsumen : studi kasus pada mahasiswa pengguna shampo Dove Kampus I Universitas Sanata Dharma, Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
150
Pengaruh produk, harga, distribusi, dan promosi terhadap keputusan konsumen dalam pembelian mie instan merek Sedaap : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Show more