Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
141
9 months ago
Preview
Full text

  

PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI

TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS

PADA MATA PELAJARAN IPA

SD KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Disusun oleh :

Nama : Paulin Krisna Widiastuti

  NIM : 091134072

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2013

  

PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI

TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS

PADA MATA PELAJARAN IPA

SD KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Disusun oleh :

Nama : Paulin Krisna Widiastuti

  NIM : 091134072

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2013

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Karya ilmiah ini penulis persembahkan kepada :

  

1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria atas berkat dan rahmat yang telah

diberikan kepada saya hingga saat ini.

  

2. Bapak dan ibu yang telah mendampingi, membimbing dan mendukung saya

sampai sekarang.

  3. Kakak, adik, dan saudara yang telah mendukung saya selama ini.

  4. Teman-teman yang telah mendukung saya dalam doa.

  

MOTTO

Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Karena kamu tidak akan tahu kamu bisa atau tidak jika kamu belum mencoba. Jangan mudah menyerah sebelum kamu berusaha. Kerjakan sesuatu dengan hati-hati dan teliti. Kelak kamu akan mendapatkan keberhasilan. Jika keberhasilan itu belum dapat tercapai janganlah kamu putus asa karena suatu saat nanti kamu akan bisa mencapainya jika kamu terus berusaha. Kunci keberhasilan adalah semangat, usaha, doa, bersabar dan berpikir positif.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar referensi sebagai layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 24 Juli 2013 Penulis, Paulin Krisna Widiastuti

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :

Nama : Paulin Krisna Widiastuti

  NIM : 091134072

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

  

PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI

TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENGANALISIS

PADA MATA PELAJARAN IPA

SD KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA

Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata

Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya

dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan

mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis

tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalti kepada saya selama

tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 24 Juli 2013 Yang menyatakan Paulin Krisna Widiastuti

  

ABSTRAK

Widiastuti, Paulin Krisna. 2013. PENGARUH PENGGUNAAN METODE

  INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS PADA MATA PELAJARAN IPA SD KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Kata kunci : metode inkuiri, kemampuan mengaplikasi, kemampuan menganalisis, mata pelajaran IPA.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode

inkuiri pada mata pelajaran IPA tentang materi karya/model mainan yang

berhubungan dengan udara yang berkaitan dengan kemampuan kognitif antara

lain : kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis pada siswa kelas

  IV SDK Kalasan Yogyakarta pada tahun ajaran 2012/2013.

  Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian kuasi

eksperimental tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini

adalah seluruh siswa kelas IV SDK Kalasan Yogyakarta dan sampelnya adalah

kelas IVA sebagai kelompok eksperimen berjumlah 32 siswa dan kelas IVB

sebagai kelompok kontrol berjumlah 31 siswa. Pengumpulan data pada masing-

masing kelas dengan menggunakan pretest dan posttest. Kemudian hasilnya

dianalisis dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for

Windows dengan menggunakan lima tahap yaitu : 1) uji perbedaan pretest

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen; 2) uji perbedaan dari pretest ke

posttest pada masing-masing kelompok; 3) uji perbedaan selisih skor dari pretest

ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen; 4) uji besarnya pengaruh

metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis; dan 5) uji

retensi pengaruh.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri berpengaruh terhadap

kemampuan mengaplikasi akan tetapi tidak berpengaruh terhadap kemampuan

menganalisis. Hal itu ditunjukkan dengan harga Sig. (2-tailed) kemampuan

mengaplikasi < 0,05 yaitu 0,000. Sehingga H diterima maka H ditolak. Dengan

i null

kata lain, membenarkan hipotesis bahwa penggunaan metode inkuiri berpengaruh

secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi. Pengaruh penggunaan

metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi tergolong besar dengan nilai r

= 0,78 (efek besar) dengan persentase sebesar 60%. Akan tetapi retensi pengaruh

metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi mengalami penurunan yang

signifikan dengan harga Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Berbeda dengan

kemampuan menganalisis, hasil penghitungan analisis statistik menunjukkan

signifikansi data harga Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,052. Sehingga H null diterima

maka H i ditolak. Dengan kata lain, menolak hipotesis bahwa penggunaan metode

inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis.

Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi

tergolong menengah dengan nilai r = 0,39 (efek menengah) dengan persentase

sebesar 15,36%. Retensi pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan

mengaplikasi juga mengalami penurunan yang signifikan dengan harga Sig. (2-

tailed) < 0,05 yaitu 0,000 seperti pada kemampuan mengaplikasi.

  

ABSTRACT

Widiastuti, Paulin Krisna. 2013. The Influence Of Using Inquiry Method On The

Student ’s Ability Of Apply And Analyze On Science In Sd Kanisius

Kalasan Yogyakarta . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Keywords: inquiry method, apply ability, analyze ability, science.

  This research aims to find out the influence of inquiry method on science

class focusing on air-utilization model toys which are related to cognitive

abilities, like: apply and analyze abilities of the fourth graders in SDK Kalasan

Yogyakarta in the accademic year of 2012/2013.

  This research employs Quasi-experimental research with the type of non-

equivalent control group design. The population of this research is all fourth-

graders students in SDK Kalasan Yogyakart; 32 students from IVA class as the

sample for experiement group and 31 students from IVB class as the sample for

control group. The researcher uses pretest and posttest in the data gathering

process. Furthermore, the findings is proceeded in IBM SPSS Statistics 20 for

Windows in five steps: 1) test on the pretest differences of experimental and

control groups; 2) test on the pretest and post test difference of each class; 3) test

on pretest and posttest score difference of control and experiment groups; 4) test

to measure how significant the inquiry method brings influence to students

   applying and analyzing skills; and 5) test on resistance. The findings show that the inquiry method influences students’ skills in

applying the theory but not in analyzing it. It is indicated by the value of Sig. (2-

tailed) ability to apply <0.05 is 0.000. So that H is accepted then H is rejected.

i null

  

In other word, this finding is confirming the hypothesis that the use of inquiry

method significantly influences the students’ ability to apply the theory. The

influence of the use of inquiry me thod to students’ applying ability is relatively

high with the value of r = 0.78 (large effect), with the percentage of 60%.

However, the retention of the inquiry method influence to the analyzing ability

have a significant decline as seen in the value of Sig. (2-tailed) < 0.05 is 0.000. In

contrast to the analyzing ability, the result of statistic analytical calculation shows

the significance of the data which is Sig. (2-tailed) > 0.05 is 0.052. So that H null is

accepted then H is rejected. In other word, this finding is rejecting the hypothesis

i

that the use of inquiry method significantly influences students’ analyzing ability.

  

The influence of the inquiry method use towards the ability to apply is considered

fair with the score of r = 0.39 (fair/middle effect) with the percentage of 15.36%.

The retention of the inquiry method influence to the applying ability also have a

significant decline as seen in the value of Sig. (2-tailed) < 0.05 is 0.000 as found

in analyzing ability.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa atas berkat

dan rahmat yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

  Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  yang berjudul “

  Mengaplikasikan dan Menganalisis pada Mata Pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta ”. Penyusunan skripsi ini sebagai salah satu syarat kelulusan dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan selesai tanpa adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Rohandi, Ph.D., selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program studi Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan dosen pembimbing I yang telah membimbing, membantu, dan memotivasi penulis sehingga karya ilmiah ini dapat selesai.

  3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Program studi Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang telah membantu dalam proses pembuatan karya ilmiah ini.

  4. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc., selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing dan membantu sehingga karya ilmiah ini dapat selesai.

  5. P. Agustin Ria Dewi, S.Pd., selaku kepala sekolah SDK Kalasan yang

telah memberikan ijin dalam melakukan penelitian di SDK Kalasan.

  6. Y. Didik Adi Kristanto, S.Pd., selaku guru mitra SD Penelitian yang sudah

banyak membantu sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar.

  7. Siswa kelas IVA dan IVB SDK Kalasan yang telah mau bekerjasama dengan baik sehingga penelitian dapat berjalan dengan baik.

  8. Bapak Paulus Sudiyana, ibu Th. Maria Wariyem, kakak(mbak Dian dan mas Dimas), adik(Maria Ayu Wijayanti), dan saudara yang telah mendukung dalam segala bentuk dan selalu memotivasi dalam

mengerjakan karya ilmiah ini sehingga karya ilmiah ini dapat selesai.

  9. Sebastianus Filipus Rudianto yang telah memberikan semangat dan dukungan dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.

  10. Teman-teman satu kelompok payung IPA (Rita, Era, Ika, Icha, Yuni, Dita, Lusia, Erming, Santi, Heronimus, Pramono, Berek, Sri, Danang) yang banyak membantu dalam melaksanakan penelitian dan memberi dukungan dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.

  11. Teman-teman kelas A angkatan 2009 yang telah memberi semangat dan dukungan sehingga karya ilmiah ini dapat selesai.

  12. Sekretariat PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang selalu membantu dalam hal administrasi dan segala keperluan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini. Penulis sadar bahwa karya ilmiah ini belum sempurna karena masih

banyak kekurangan. Namun, penulis berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat

bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang akan melakukan penelitian

ilmiah.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............ Error! Bookmark not defined.

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jadwal pengambilan data ................................................................... 24

Tabel 2. Matriks Pengembangan Instrumen..................................................... 28

Tabel 3. Validitas Instrumen ............................................................................ 29

Tabel 4. Validitas Instrumen tiap-tiap aspek.................................................... 30

Tabel 5. Reliabilitas Instrumen ........................................................................ 31

Tabel 6. Tabel Pengumpulan Data ................................................................... 32

Tabel 7. Hasil Uji Normalitas pada Kemampuan Mengaplikasi ...................... 40

Tabel 8. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi .......................... 41

Tabel 9. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi ....... 43

Tabel 10. Uji Normalitas Selisih Skor Pada Kemampuan Mengaplikasi ........ 44

Tabel 11. Perbedaan selisih skor pretest ke posttest Kemampuan Mengaplikasi ...................................................................................

  45 Tabel 12. Hasil perhitungan besarnya pengaruh metode inkuiri kemampuan Mengaplikasi ...................................................................................

  46 Tabel 13. Hasil Uji Normalitas Posttest II pada Kemampuan Mengaplikasi .. 47

Tabel 14. Perbedaan Skor posttest I ke posttest II Kemampuan Mengaplikasi 47

Tabel 15. Hasil Uji Normalitas pada Kemampuan Menganalisis .................... 49

Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis ........................ 51

Tabel 17. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis ...... 52

Tabel 18. Uji Normalitas Selisih Skor Pada Kemampuan Menganalisis......... 53

Tabel 19. Perbedaan selisih skor posttest ke pretest Kemampuan Menganalisis ....................................................................................

  54 Tabel 20. Hasil perhitungan besarnya pengaruh metode inkuiri Kemampuan Menganalisis .............................................................. 55

Tabel 21. Hasil Uji Normalitas Posttest II pada Kemampuan Menganalisis .. 56

Tabel 22. Perbedaan Skor posttest I ke posttest II Kemampuan

  Menganalisis........................................................................... .........

  57 Tabel 23. Rangkuman Uji Beda Skor Pretest Aspek Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis.................................................................. ........... 58 Tabel 24. Rangkuman Uji Beda Skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Mengaplikasi....................................................................................

  58 Tabel 25. Rangkuman Uji Beda Skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Menganalisis............................................................... 58 Tabel 26. Rangkuman Uji Beda selisih skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis...................... 59

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka roket kertas 1......................................................................14Gambar 2.2 Kerangka roket kertas 2......................................................................14Gambar 2.3 Roket kertas........................................................................................14Gambar 2.4 Kerangka pesawat kertas 1 .................................................................15Gambar 2.5 Kerangka pesawat kertas 2 .................................................................15Gambar 2.6 Pesawat kertas ....................................................................................15Gambar 2.7 Kerangka baling-baling kertas 1........................................................16Gambar 2.8 Kerangka baling-baling kertas 2........................................................16Gambar 2.9 Kerangka parasut 1 .............................................................................17Gambar 2.10 Kerangka parasut 2 ...........................................................................17Gambar 2.11 Kerangka parasut 3 ...........................................................................17Gambar 3.1 Non-equivalent Control Group Design ..............................................23Gambar 3.2 Variabel Penelitian .............................................................................26Gambar 4.1 Grafik Selisih Skor Kemampuan Mengaplikasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen .........................................................................45Gambar 4.2 Grafik Retensi Pengaruh Kemampuan Mengaplikasi ........................48Gambar 4.3 Grafik Selisih Skor Kemampuan Menganalisis pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen .........................................................................55Gambar 4.4 Grafik Retensi Pengaruh Kemampuan Menganalisis ........................58

  

DAFTAR LAMPIRAN

  

  

BAB I

PENDAHULUAN Pada bab I ini akan dibahas latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Proses belajar mengajar di kelas, guru dapat menerapkan berbagai metode dan

strategi pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai (Sanjaya, 2006:5).

Cara mewujudkannya, guru terlebih dahulu harus mengetahui karakteristik dari

siswa. Siswa Sekolah Dasar biasanya mempunyai karakteristik yang aktif dan

mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Menurut Piaget (dalam Dahar, 2011:138),

tahap perkembangan kognitif anak pada usia 7 sampai 11 tahun termasuk ke

dalam tahap operasional konkret. Pada tahap ini anak mulai mengembangkan

kemampuan “merumuskan” sebab-akibat, membuat hipotesis mengenai akibat

yang mungkin terjadi dari suatu peristiwa dan menarik suatu kesimpulan sesuai

dengan kemampuannya. Dalam tahap ini kemampuan kognitif anak sudah

mencapai kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Kemampuan ini sangat

penting karena kemampuan ini akan mendukung anak untuk berkembang pada

kemampuan kognitif yang lebih tinggi seperti mengevaluasi dan mencipta.

  Pada kenyataannya, pembelajaran yang dilakukan kelas masih banyak yang

menggunakan metode ceramah sehingga kurang menggali kemampuan

mengaplikasi dan menganalisis pada siswa. Berdasarkan observasi dan

wawancara pada tanggal 14 Januari 2013 pukul 11.30 di SD Kanisius Kalasan

Yogyakarta, diperoleh hasil bahwa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

kelas IV guru masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan.

Berdasarkan wawancara dengan siswa diperoleh informasi bahwa siswa

mengalami kesulitan dalam pelajaran IPA karena materi yang harus dipelajari

terlalu banyak. Siswa hanya mempelajari teori saja tanpa mempraktekkan teori

tersebut sehingga kemampuan mengaplikasi dan menganalisis siswa menjadi

lemah. Berdasarkan observasi data tentang nilai kriteria ketuntasan minimum pada

mata pelajaran IPA kelas IV semester genap satu tahun yang lalu, diperoleh

informasi bahwa ada beberapa kompetensi dasar yang belum tercapai. Dari data

  

diketahui bahwa dari 37 siswa kelas IV ada 17 siswa yang belum mencapai

kriteria ketuntasan minimum pada mata pelajaran IPA kelas IV semester genap.

  Rendahnya kemampuan mengaplikasi dan menganalisis disebabkan oleh

proses pembelajaran menggunakan metode ceramah. Dalam hal ini, siswa

cenderung hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja dan tidak

mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Pelajaran yang diterima siswa di

kelas hanya berupa teori-teori tanpa ada percobaan untuk membuktikan kebenaran

teori tersebut. Karena itu, kemampuan siswa untuk mengaplikasi dan

menganalisis menjadi tidak berkembang.

  Berdasarkan permasalahan tersebut akan diujicobakan metode inkuiri pada

proses pembelajaran untuk mengatasi rendahnya kemampuan mengaplikasi dan

menganalisis . Metode inkuiri yang dipilih adalah metode inkuiri terbimbing.

  

Metode inkuiri terbimbing adalah metode yang melibatkan siswa untuk berpikir

kritis dan analitis terhadap permasalahan yang ada dan menemukan jawaban dari

permasalahan tersebut dengan bimbingan guru (Amien, 1987:136). Dengan

metode ini, siswa diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dengan

kemampuan mereka sendiri melalui bimbingan dari guru ( Sweetland , 2008).

Dengan demikian siswa nantinya akan mampu memahami materi tersebut dengan

baik karena siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menyelesaikan

masalah.

  Dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan tentang pengaruh

penggunaan metode inkuri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis

pada mata pelajaran IPA materi karya/model mainan yang berhubungan dengan

udara. Standar Kompetensi mata pelajaran IPA yang digunakan dalam penelitian

ini adalah SK 8, yaitu memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya

dalam kehidupan sehari-hari, Kompetensi Dasar 8.3 membuat suatu karya/model

untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya

roket dari kertas/baling-baling/pesawat kertas/parasut. Penelitian ini difokuskan

pada siswa kelas IV semester genap SD Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun

ajaran 2012/2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

eksperimental tipe quasi-experimental design. Penelitian ini menggunakan metode

inkuiri terbimbing.

1.2 Rumusan Masalah

  

1.2.1 Apakah ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengaplikasi pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013?

  

1.2.2 Apakah ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan

menganalisis pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013?

1.3 Tujuan Penelitian

  

1.3.1 Mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengaplikasi pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

  

1.3.2 Mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan

menganalisis pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

1.4 Manfaat Penelitian

  I.4.1 Bagi Peneliti Penelitian ini dapat menambah wawasan baru tentang metode inkuri terbimbing yang dapat digunakan dalam pembelajaran selain metode ceramah yang sering digunakan selama ini.

  I.4.2 Bagi Siswa Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman baru bagi siswa

sehingga siswa tidak jenuh dengan pembelajaran yang biasa digunakan.

  I.4.3 Bagi Guru Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi guru SD Kanisius Kalasan, Yogyakarta dalam pembelajaran dengan menggunakan metode inkuri terbimbing

  I.4.4 Bagi Sekolah Penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada SD Kanisius Kalasan, Yogyakarta tentang penggunaan dan manfaat metode inkuri terbimbing dalam pembelajaran

  

BAB II

LANDASAN TEORI Pada bab II ini akan dibahas kajian pustaka, penelitian terdahulu yang

relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Kajian pustaka berisi teori-

teori dan beberapa penelitian terdahulu yang relevan. Selanjutnya dirumuskan

kerangka berpikir serta hipotesis yang berisi jawaban sementara dari rumusan

masalah.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Teori-teori yang Relevan

2.1.1.1 Metode Inkuiri 1. Pengertian Metode Inkuiri

  Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang melibatkan siswa

untuk aktif dalam pembelajaran. Metode ini juga mengajarkan siswa untuk

menyelesaikan permasalahan melalui suatu percobaan untuk menemukan jawaban

atas permasalahannya tersebut.

  Metode inkuiri adalah metode dalam kegiatan pembelajaran yang

menekankan proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan

menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan (Sanjaya,

2006:194). Gulo (dalam Trianto, 2011:166), menyatakan bahwa inkuiri adalah

suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan seluruh kemampuan siswa

secara maksimal untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis,

analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh

percaya diri.

  Metode inkuiri mempunyai ciri khusus yang berbeda dengan metode lainnya. Ciri-ciri metode inkuiri (Sanjaya, 2006:194-195) :

  

a. Metode inkuiri menekankan aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari

dan menemukan, artinya metode inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar.

  

b. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan

menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self confidence).

  

c. Tujuan penggunaan metode inkuiri adalah mengembangkan kemampuan

berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri adalah suatu

metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif untuk menemukan solusi

dari permasalahan yang mereka jumpai berdasarkan pengamatan yang mereka

lakukan sendiri. Metode inkuiri melatih siswa untuk berpikir secara kritis dan

analitis melalui proses yang sistematis dan logis.

2. Prinsip metode inkuiri

  Di dalam metode inkuiri juga terdapat beberapa prinsip yang harus

diperhatikan oleh guru. Prinsip-prinsip metode inkuiri (Sanjaya, 2006:197-199),

antara lain:

  a. Berorientasi pada Pengembangan Intelektual Metode inkuiri mempunyai tujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir

siswa, sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak hanya berorientasi kepada

hasil belajar tetapi juga berorientasi pada proses belajar. Kriteria keberhasilan dari

proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri ditentukan oleh sejauh

mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.

  b. Prinsip Interaksi Interaksi sangat berpengaruh pada proses pembelajaran. Interaksi yang terjadi

di antaranya adalah interaksi antar siswa, interaksi siswa dengan guru, dan

interaksi siswa dengan lingkungan. Dalam hal ini, guru berperan sebagai pengatur

lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Tugas guru adalah mengarahkan

siswa agar dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi.

  c. Prinsip Bertanya Dalam metode inkuiri, guru berperan sebagai penanya. Guru mengajukan

pertanyaan-pertanyaan untuk mengarahkan siswa dalam menyelesaikan masalah.

  

Kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan merupakan bagian dari

proses berpikir.

  d. Prinsip Belajar untuk Berpikir Belajar merupakan bagian dari proses berpikir. Dengan belajar, kita

mengembangkan seluruh potensi otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Otak

kiri berhubungan dengan kemampuan berpikir logis dan rasional sedangkan otak

kanan berhubungan dengan unsur-unsur yang mempengaruhi emosi/perasaan.

  e. Prinsip Keterbukaan Belajar merupakan proses untuk mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki

oleh siswa. Karena itu, guru perlu memberikan kebebasan pada siswa untuk

mempelajari sesuatu sesuai perkembangan kemampuan logika dan nalarnya.

Dalam hal ini, siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan hipotesis dan

secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan.

  Prinsip metode inkuiri itu tidak hanya menekankan hasil belajar saja melainkan

juga proses yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan

pembelajaran terjalin suatu interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan

siswa maupun siswa dengan lingkungannya. Dalam hal ini peran guru adalah

sebagai penanya dan pendamping. Guru melatih siswa untuk berpikir kritis dan

memberi kesempatan siswa untuk membuat hipotesis atau dugaan sementara.

Setelah membuat hipotesis, siswa diminta untuk melakukan percobaan untuk

membuktikan kebenaran dari hipotesis yang dibuat.

3. Jenis-jenis Metode Inkuiri

  

Ada beberapa jenis metode inkuiri (Amien, 1987:136) di antaranya adalah:

  a. Guided inquiry Guru mendampingi siswa dan memberikan petunjuk kepada siswa jika siswa mengalami kesulitan. Metode ini sering disebut dengan metode inkuiri terbimbing.

  b. Modified inquiry Guru hanya memberikan permasalahan kepada siswa kemudian siswa diminta untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan menggunakan prosedur tertentu untuk memperoleh jawabannya c. Free inquiry Siswa mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang akan dipelajari kemudian siswa melakukan percobaan sendiri untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang diteliti.

  d. Inquiry Role Approach Siswa merumuskan hipotesis dan memecahkan masalah melalui proses tertentu seperti yang dilakukan oleh para ilmuwan. Metode ini dilakukan secara berkelompok. Setiap anggota kelompok mempunyai tugas masing-masing yang berhubungan dengan penelitian.

  Dari beberapa metode inkuiri di atas, yang digunakan untuk penelitian adalah

metode Guided inquiry atau yang sering disebut dengan metode inkuiri

terbimbing. Metode ini dipakai karena metode ini adalah metode yang paling

cocok untuk diterapkan pada anak SD.

4. Metode Inkuiri Terbimbing

  Metode inkuiri terbimbing adalah metode dalam pembelajaran yang

melibatkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar yang

menekankan proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan

menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan serta

melibatkan guru sebagai pembimbing (Amien, 1987:136). Proses membimbing

adalah proses memberikan bantuan kepada siswa, dengan demikian yang

terpenting dalam proses pembelajaran adalah siswa itu sendiri (Sanjaya, 2006:26-

27). Metode ini juga menerapkan prinsip-prinsip yang hampir sama dengan

metode inkuiri. Yang membedakan hanya dalam pelaksanaan pembelajaran, siswa

mendapatkan bimbingan dari guru.

  Metode ini digunakan dengan pertimbangan bahwa siswa SD kelas IV masih

memerlukan bimbingan dari guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran

yang berbasis inkuiri. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, guru bertugas

untuk mendampingi serta membimbing siswa jika ada siswa yang mengalami

kesulitan, misalnya guru memberi contoh tentang cara membuat rumusan masalah

dalam penelitian.

5. Langkah-langkah Metode Inkuiri Terbimbing

  Sanjaya (2006:199-203) menyatakan bahwa langkah-langkah pelaksanaan metode inkuiri terbimbing ada enam, yaitu : 1) Orientasi Pada tahap ini, guru menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang

diharapkan dapat dicapai oleh siswa. Guru juga menjelaskan pokok-pokok

kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Guru

menjelaskan langkah-langkah inkuiri serta tujuan setiap langkah. 2) Merumuskan masalah Dalam hal ini masalah hendaknya dirumuskan oleh siswa. Guru hanya

membimbing siswa jika siswa mengalami kesulitan dalam merumuskannya. Guru

dapat memberi contoh pada siswa tentang cara merumuskan masalah. Rumusan

masalah yang dibuat bisa diawali dengan kata tanya “Apakah....?” 3) Mengajukan hipotesis

  Guru dapat mengembangkan kemampuan hipotesis yang dimiliki siswa dengan

cara mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat

merumuskan jawaban sementara dari suatu permasalahan yang dikaji. Hipotesis

yang diajukan berhubungan dengan rumusan masalah yang sudah dibuat

sebelumnya. 4) Mengumpulkan data Dalam tahap ini, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat

mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Informasi

yang diperoleh digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan. 5) Menguji hipotesis Hipotesis yang sudah dibuat, diuji kebenarannya berdasarkan data atau

informasi yang diperoleh ketika pengumpulan data. Data atau informasi tersebut

bisa diperoleh melalui kegiatan percobaan. 6) Merumuskan kesimpulan Kesimpulan dirumuskan berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Jika hipotesis

diterima, kesimpulan bisa dideskripsikan seperti hipotesis, tetapi jika hipotesis

ditolak maka kesimpulan yang dibuat merupakan kebalikan dari hipotesis.

  Gulo (dalam Trianto, 2011:168-169) menyatakan bahwa langkah-langkah pelaksanaan metode inkuiri terbimbing ada 5, yaitu : 1) Mengajukan Pertanyaan atau Permasalahan Merumuskan masalah adalah awal dari kegiatan inkuiri. Masalah dirumuskan oleh siswa. 2) Merumuskan Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang diajukan.

  Hipotesis yang dibuat berkaitan dengan rumusan masalah. 3) Mengumpulkan Data Proses pengumpulan data dilakukan oleh siswa dan menghasilkan data berupa tabel atau grafik. 4) Analisis Data Siswa menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menganalisis data yang telah diperoleh. 5) Membuat Kesimpulan Membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh.

  Dalam penelitian ini akan digunakan tujuh langkah untuk melaksanakan metode inkuiri terbimbing. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 1) Orientasi Pada tahap ini, guru menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang

diharapakan dapat dicapai oleh siswa. Guru juga menjelaskan pokok-pokok

kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Guru

menjelaskan langkah-langkah inkuiri serta tujuan setiap langkah. 2) Merumuskan Masalah Dalam hal ini masalah hendaknya dirumuskan oleh siswa. Guru hanya

membimbing siswa jika siswa mengalami kesulitan dalam merumuskannya. Guru

dapat memberi contoh pada siswa tentang cara merumuskan masalah. Rumusan

masalah yang dibuat bisa diawali dengan kata tanya “Apakah....?”. 3) Merumuskan Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara dari suatu permasalahan. Hipotesis yang dirumuskan harus sesuai dengan rumusan masalah.

  4) Melakukan eksperimen Pada tahap ini siswa melakukan percobaan yang berhubungan dengan masalah

yang diteliti. Siswa terlibat langsung dalam percobaan sehingga mereka dapat

menemukan sendiri jawaban dari permasalahan yang mereka teliti. 5) Menarik kesimpulan Kesimpulan yang ditarik didasarkan pada data hasil pengujian hipotesis yang

diperoleh dalam kegiatan eksperimen. Jika hipotesis diterima, kesimpulan bisa

dideskripsikan seperti hipotesis, tetapi jika hipotesis ditolak, kesimpulan yang

ditarik merupakan kebalikan dari hipotesis. 6) Mempresentasikan hasil Setelah siswa selesai melaksanakan kegiataan percobaan dan menarik

kesimpulannya, siswa melaporkan hasil penemuannya kepada teman-teman yang

lain dan guru. 7) Mengevaluasi Siswa menilai hasil yang mereka laporkan. Apakah laporan mereka sudah tepat atau masih ada yang perlu diperbaiki lagi.

2.1.1.2 Proses kognitif Bloom

  Dalam revisi taksonomi Bloom, Anderson dan Krathwohl (2010:43) mengkategorikan dimensi proses kognitif ke dalam enam bagian, yaitu: 1) Mengingat Mengingat berarti mengambil pengetahuan tertentu dari memori jangka panjang. Dalam proses ini, siswa mengingat-ingat kembali materi yang sudah pernah dipelajari sebelumnya. 2) Memahami Memahami berarti mampu membangun arti dari materi pembelajaran, termasuk komunikasi lisan, tertulis, maupun dalam wujud gambar.

  3) Mengaplikasikan Mengaplikasikan berarti menggunakan prosedur untuk memecahkan masalah. Siswa memilih prosedur tertentu yang cocok untuk menyelesaikan masalah yang mereka teliti.

  4) Menganalisis Menganalisis berarti memecah-mecahkan materi ke dalam bagian-bagian penyusunnya dan menentukan bagaimana bagian-bagian itu saling berhubungan satu sama lain dan kepada keseluruhan struktur. 5) Mengevaluasi Mengevaluasi berarti membuat keputusan berdasarkan kriteria atau standar tertentu. Siswa menilai hasil dari penemuan mereka sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

  6) Mencipta Mencipta berarti memadukan bagian-bagian untuk membuat suatu produk baru yang belum pernah ada sebelumnya. Siswa membuat suatu produk baru dari gabungan beberapa produk yang ada.

  Dari uraian di atas dapat kita ketahui bahwa proses kognitif Bloom ada enam

yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan

mencipta. Dalam penelitian ini, peneliti hanya akan berfokus pada kemampuan

mengaplikasi dan menganalisis yang dimiliki oleh siswa.

2.1.1.3 Kemampuan Mengaplikasi

  Kemampuan mengaplikasi menurut Anderson dan Krathwohl (2010:116)

adalah kemampuan menggunakan prosedur-prosedur tertentu untuk mengerjakan

soal latihan atau menyelesaikan masalah. Kemampuan mengaplikasi terdiri dari

beberapa aspek, yaitu: 1) Mengeksekusi Mengeksekusi berarti menerapkan prosedur dalam menyelesaikan tugas yang sudah sering dijumpai (misalnya: soal-soal latihan). Mengeksekusi tidak hanya menekankan hasil tetapi juga proses penyelesaiannya. 2) Mengimplementasi Mengimplementasi berarti memilih dan menggunakan sebuah prosedur untuk menyelesaikan tugas yang masih jarang dijumpai. Mengimplementasi menuntut siswa memilih prosedur yang tepat agar dapat digunakan untuk menyelesaikan tugasnya. Siswa bisa memodifikasi prosedur yang ada sehingga menghasilkan prosedur baru yang sesuai.

  3) Melaksanakan Melaksanakan prosedur tertentu untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan penelitian. Siswa melaksanakan prosedur-prosedur tertentu yang sudah disepakati. 4) Menggunakan Menggunakan prosedur yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Siswa menggunakan prosedur yang cocok dan sesuai dengan masalah sehingga siswa dapat menemukan jawaban dari permasalahan yang diteliti.

2.1.1.4 Kemampuan Menganalisis

  Kemampuan menganalisis menurut Anderson dan Krathwohl (2010:120)

adalah kemampuan untuk memecah-mecahkan materi menjadi bagian-bagian

kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar bagian dan antara setiap bagian

dan struktur keseluruhannya. Analisis mencakup penguraian suatu ide ke dalam

unsur-unsur pokoknya sedemikian rupa sehingga hierarkinya menjadi jelas, atau

hubungan antar unsurnya menjadi jelas. Analisis seperti itu digunakan untuk

memperjelas ide yang bersangkutan, atau untuk menunjukkan bagaimana ide itu

disusun (Popham, 2008:30). Kemampuan menganalisis terdiri dari beberapa

aspek, yaitu: 1) Membedakan

  Membedakan berarti memilah-milah bagian yang penting dari sebuah struktur. 2) Mengorganisasi Mengorganisasi berarti membangun hubungan-hubungan yang sistematis dan koheren antar potongan informasi agar menjadi suatu kesatuan yang utuh. 3) Mengatribusi Menentukan sudut pandang, pendapat, nilai, atau tujuan di balik suatu informasi.

4) Memilih Memilih unsur-unsur yang sesuai dengan struktur keseluruhannya.

  Pada penelitian ini, penulis meneliti tingkat kemampuan mengaplikasi dan

menganalisis pada siswa. Kemampuan mengaplikasi adalah kemampuan untuk

  

menyelesaikan masalah berdasarkan prosedur-prosedur tertentu. Kemampuan

menganalisis adalah kemampuan untuk memecah konsep ke dalam bagian-

bagiannya dan menguraikan bagaimana bagian-bagian tersebut saling terkait.

2.1.2 IPA

  2.1.2.1 Hakekat IPA Kepanjangan dari IPA adalah Ilmu Pengetahuan Alam. IPA dalam bahasa

Inggris disebut “science” yang berasal dari bahasa latin: scientia yang berarti

pengetahuan (Amien, 1987:2). Para ahli mendefinisikan IPA secara berbeda-beda.

Menurut Fisher (dalam Amien, 1987), IPA dinyatakan sebagai suatu kumpulan

pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode-metode yang

berdasarkan observasi. Sedangkan Carin (dalam Amien, 1987) menyatakan IPA

adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, yang di

dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam.

Perkembangan IPA ditunjukkan tidak hanya oleh kumpulan fakta saja (produk

ilmiah), tetapi juga metode ilmiah dan sikap ilmiah. IPA pada dasarnya adalah

ilmu yang sangat dinamis dan selalu mengalami perubahan dan perkembangan

secara kontinyu (Amien, 1987:3).

  Dalam IPA terdapat sikap ilmiah dan metode ilmiah. Sikap ilmiah misalnya

hasrat ingin tahu, kerendahan hati, sikap keterbukaan, jujur, pendekatan positif

terhadap kegagalan dan sebagainya (Amien, 1987:12). Metode ilmiah adalah

metode yang biasanya diikuti oleh ilmuwan dalam memecahkan suatu problem.

  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa IPA adalah ilmu

pengetahuan yang mempelajari alam dan dipelajari melalui percobaan-percobaan

untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang terjadi di alam. Dalam proses

penyelesaian masalah juga dibutuhkan sikap ilmiah serta metode ilmiah agar hasil

yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.

  2.1.2.2 Karya/Model Mainan yang Berhubungan dengan Udara Materi yang akan diteliti adalah materi tentang model mainan yang

berhubungan dengan udara. Sulistyanto (2008:103-107) menuliskan beberapa

karya/model mainan yang berhubungan dengan udara, di antaranya adalah:

  1) Roket Kertas Dalam membuat roket kertas dibutuhkan beberapa alat dan bahan. Alat

dan bahannya adalah sebuah balon sedang berbentuk panjang, dua lembar kertas

karton, gunting, lem, dan jarum. Berikut ini adalah langkah kerja dalam membuat

roket kertas:

  1. Tiuplah balon sehingga mengembang.

  

2. Buat tabung yang tidak pakai tutup bagian atas dan bawahnya (hanya

selimutnya saja) dengan ukuran tabung sedikit lebih besar dibandingkan dengan ukuran balon.

  3. Buat kerucut untuk tutup tabung bagian atas, seperti gambar di bawah ini: a b (Sulistyanto, 2008:106)

Gambar 2.1 Kerangka roket kertas 1

  4. Masukkan balon ke dalam tabung kemudian bagian atasnya tutup dengan kerucut, seperti gambar di bawah ini: (Sulistyanto, 2008:106)

Gambar 2.2 Kerangka roket kertas 2 5. Tusuk balon dari bagian di bawahnya.

  (Sulistyanto, 2008: 107)

Gambar 2.3 Roket kertas

  2) Pesawat Kertas Dalam membuat pesawat kertas dibutuhkan beberapa alat dan bahan. Alat

dan bahannya adalah berbagai macam kertas seperti kertas koran, kertas HVS,

kertas kado, pensil, penggaris, dan gunting.

  Langkah Kerja: 1. Potong kertas dengan ukuran 15 cm x 20 cm.

  2. Lipat kertas seperti gambar di bawah ini: a b (Wahyono, 2008:106)

Gambar 2.4 Kerangka pesawat kertas 1

  

3. Bentuklah model kepala pesawat dengan melipat seperti gambar di bawah ini:

a b (Wahyono, 2008:106)

Gambar 2.5 Kerangka pesawat kertas 2

  

4. Lipat kembali ke arah luar sehingga terbentuk model sayap pesawat seperti

gambar di bawah ini: a b (Wahyono, 2008:106)

Gambar 2.6 Pesawat kertas

  5. Lemparkan pesawat yang telah kamu buat dan amati gerakannya! Pesawat yang dibuat harus diberi kecepatan awal untuk dapat terbang. Sayap

pesawat yang lebar menyebabkan hambatan udara menjadi besar. Bagian depan

pesawat dibuat runcing untuk menghindari gesekan udara.

  3) Baling-Baling kertas Dalam membuat baling-baling kertas dibutuhkan beberapa alat dan bahan.

  

Alat dan bahannya adalah kertas, pensil, penggaris, gunting, lem kertas dan lidi

sepanjang 30 cm.

  Langkah Kerja: 1. Potong kertas dengan ukuran 15 cm x 15 cm.

  

2. Buat garis diagonalnya dengan cara melipat kertas dari dua sudut yang

berbeda.

  

3. Cari titik tengahnya yang merupakan perpotongan kedua diagonal tersebut dan

tandai dengan pensil.

  

4. Gunting ujung kertas mengikuti garis diagonal hingga batas persegi kecil,

seperti pada gambar di bawah ini: (Sulistyanto, 2008:103-104)

Gambar 2.7 Kerangka baling-baling kertas 1

  

5. Tarik ujung kertas yang telah digunting secara berselang-seling, seperti pada

gambar di bawah ini: (Sulistyanto, 2008:103-104)

Gambar 2.8 Kerangka baling-baling kertas 2 6. Tempelkan dengan lem ujung kertas tadi ke tengah-tengah bangun.

  7. Tusuk bagian tengah dengan ujung lidi yang runcing dan buatlah porosnya!

  8. Bawalah baling-baling tersebut sambil berlari! Baling-baling kertas dapat berputar karena ada dorongan dari angin yang

melewati rongga baling-baling. Jika baling-baling tidak berongga, baling-baling

akan sulit berputar.

  4) Parasut Dalam membuat parasut dibutuhkan beberapa alat dan bahan. Alat dan

bahannya adalah plastik tipis, benang/tali, pemberat/bandul (misalnya boneka,

kertas karton), gunting, pensil, penggaris, jangka, dan pelubang kertas/jarum.

  Langkah kerja (Devi, 2008:144): 1. Buat lingkaran pada plastik dengan diameter ±15 cm.

  2. Beri lubang untuk tali pada pinggiran plastik, seperti gambar di bawah ini:

Gambar 2.9 Kerangka parasut 1 3. Potonglah 8 utas tali dengan panjang ± 40 cm.

  4. Ikatkan tali pada setiap lubang.

Gambar 2.10 Kerangka parasut 2 5. Ikatkan tali pada bandul.Gambar 2.11 Kerangka parasut 3

  Setelah parasut jadi, mainkan parasut di halaman atau lapangan. Tariklah ujung plastik lalu lipat plastik dengan rapi setelah itu lemparlah parasut ke atas.

2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya

  Di bawah ini akan dikemukakan beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti.

2.2.1 Penelitian tentang Metode Inkuiri

  Penelitian dilakukan oleh Simsek dan Filiz (2010) tentang efek

pembelajaran berbasis inkuiri pada pemahaman konseptual siswa SD tentang

materi, keterampilan proses ilmiah, dan sikap terhadap ilmu pengetahuan.

Populasi dan sampel yang digunakan adalah siswa-siswi kelas V SD dari sebuah

sekolah swasta di Istanbul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran

  

berbasis inkuiri memiliki dampak positif pada pemahaman konseptual siswa dan

keterampilan proses ilmiah. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan

rata-rata skor konsep siswa dari 9,50 meningkat menjadi 18,55, sedangkan skor

sikap ilmiah siswa [t(19) = 0.435, p > 0,05]. Hasil ini menunjukkan bahwa

pengajaran berbasis penyelidikan tidak membuat pengaruh yang signifikan atas

sikap siswa terhadap ilmu pengetahuan.

  Penelitian dilakukan oleh Mao dan Chang (1998) tentang dampak metode

pembelajaran inkuiri terhadap prestasi dan sikap siswa pada mata pelajaran ilmu

bumi di sekolah menengah. Populasi dan sampel yang digunakan adalah siswa-

siswi kelas 9 yang berjumlah 557 siswa di Taiwan. Hasil penelitian menunjukkan

bahwa metode pembelajaran inkuiri secara signifikan menghasilkan prestasi yang

lebih besar daripada metode pembelajaran tradisional pada pencapaian konten

ilmu bumi (F = 9,45, p < 0,01) (total item). Selain itu, ditemukan nilai prestasi

signifikan lebih tinggi di kelompok eksperimen (F = 8.44, p < 0,01) dan tingkat

pemahaman komprehensif (F = 9,30, p < 0,01). Namun, tidak ada keuntungan

yang signifikan dalam prestasi siswa di tingkat terintegrasi dalam kelompok

eksperimen bila dibandingkan dengan kelompok kontrol (F = 1,02, p > 0,05).

  Penelitian dilakukan oleh Listyaningrum (2010) tentang efektivitas metode

inkuiri terbimbing terhadap pencapaian hasil belajar. Peneliti mengambil populasi

dan sampel dari siswa-siswi kelas IV SD Kanisius Pugeran Yogyakarta yang

berjumlah 33 siswa. Hasil penelitian ini adalah penerapan metode inkuiri

terbimbing dalam pembelajaran, efektif untuk meningkatkan skor hasil belajar

siswa secara signifikan sebesar 20,6% dan meningkatkan jumlah siswa yang

mencapai KKM secara signifikan sebesar 75,8%.

  Penelitian dilakukan oleh Widyaningsih (2010) tentang efektivitas metode

inkuiri terbimbing terhadap pencapaian hasil belajar. Peneliti mengambil sampel

dari siswa-siswi kelas V SD Kanisius Kintelan I Yogyakarta yang berjumlah 32

siswa. Hasil penelitian ini adalah pembelajaran proses pembentukan tanah

karena pelapukan pada siswa kelas V SD Kanisius Kintelan I dengan metode

inkuiri terbimbing dalam hal pencapaian hasil belajar sangat efektif. Hal ini

ditunjukkan dengan hasil belajar siswa yang meningkat. Buktinya, pada waktu

pretest ada 75% siswa yang tidak mencapai KKM atau dua puluh empat siswa.

  

Sedangkan pada waktu posttest , hanya 15,63% siswa yang tidak mencapai KKM

atau lima siswa.

  Penelitian yang dilakukan oleh Winarso (2010) tentang peningkatan hasil

belajar sifat cahaya dengan metode inkuiri. Responden diambil dari siswa kelas V

SD Negeri Sooka 1 kecamatan Punung Kabupaten Pacitan. Hasil penelitian ini

adalah penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi sifat cahaya

dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Sooka 1. Buktinya,

pada kondisi awal nilai rata-rata siswa 62 dengan persentase ketuntasan klasikal

sebesar 46,7%, siklus I nilai rata-rata siswa 71 dengan persentase ketuntasan

klasikal sebesar 73,3%, siklus II nilai rata-rata siswa 76 dengan persentase

ketuntasan klasikal sebesar 80%.

2.2.2 Penelitian tentang Kemampuan Proses Kognitif

  Penelitian yang dilakukan oleh Aryani (2011) tentang pengaruh metode

inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata

pelajaran IPA SDK Wirobrajan Yogyakarta. Peneliti mengambil populasi dari

siswa-siswi kelas V SDK Wirobrajan dan sampelnya adalah siswa-siswi kelas

  

VA SDK Wirobrajan yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen,

serta siswa-siswi kelas VB SDK Wirobrajan yang berjumlah 34 siswa sebagai

kelompok kontrol. Hasil penelitian ini adalah penerapan metode inkuiri pada

mata pelajaran IPA materi pembentukan tanah akibat pelapukan batuan

berpengaruh terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori

kognitif siswa kelas V SDK Wirobrajan Semester Genap Tahun Ajaran

2010/2011. Hal ini dibuktikan dari perhitungan statistik data kemampuan berpikir

kritis kategori kognitif pada kelompok eksperimen dengan Independent Sample T-

Test , di mana harga Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (atau lebih kecil dari 0,05).

  Penelitian yang dilakukan oleh Kurnianingsih (2011) tentang pengaruh

penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori

kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Sorowajan Yogyakarta. Peneliti

mengambil populasi dari siswa-siswi kelas V SDK Sorowajan dan sampelnya

adalah siswa-siswi kelas VA SDK Sorowajan yang berjumlah 32 siswa sebagai

kelompok kontrol, serta siswa-siswi kelas VB SDK Sorowajan yang berjumlah

  

30 siswa sebagai kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini adalah penerapan

metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana berpengaruh

terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif siswa-siswi kelas V

SDK Sorowajan Yogyakarta pada Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011.

Buktinya, sasaran 1 menunjukkan nilai probabilitas Sig. (2-tailed) sebesar 0,002

sehingga lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian skor rata-rata posttest kelas

eksperimen lebih tinggi dari skor rata-rata pretest kelas eksperimen dan sasaran 1

menunjukkan nilai probabilitas Sig. (2-tailed) sebesar 0,048 sehingga lebih kecil

dari 0,05. Dengan demikian skor rata-rata posttest berpikir kritis kategori kognitif

kelas eksperimen lebih tinggi dari skor rata-rata pretest berpikir kritis kategori

kognitif kelas eksperimen.

  Penelitian yang dilakukan oleh Wahyudin (2010) tentang penggunaan metode

inkuiri untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa kelas X-1 SMA N 14

Semarang. Objek penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas X-1 yang

berjumlah 40 orang. Hasil penelitian ini adalah penerapan metode inkuiri

terbimbing meningkatkan minat dan pemahaman siswa kelas X-1 SMA N 14

Semarang. Pemahaman siswa dikatakan meningkat karena pada siklus I 60%

siswa dinyatakan tidak paham, sedangkan pada siklus II hanya 5% siswa yang

tidak paham.

  Pada penelitian sebelumnya belum ada satupun penelitian yang menyoroti

pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan

sehingga penelitian ini memberikan sumbangan baru dalam dunia menganalisis pendidikan.

2.2.3 Literature Map

  Berikut ini literature map dari penelitian-penelitian sebelumnya: Metode Inkuiri Kemampuan mengaplikasi dan menganalisis

  Simsek dan Kabapinar (2010) Aryani (2011) metode inkuiri prestasi belajar metode inkuiri pemahaman konsep, dan berpikir kritis kategori ketrampilan proses, dan sikap kognitif Mao dan Chang (1998)

  prestasi belajar, metode inkuiri dan sikap Listyaningrum (2010) Kurnianingsih (2011) metode inkuiri terbimbing  metode inkuiri prestasi belajar pencapaian hasil belajar dan berpikir kritis kategori kognitif Widyaningsih (2010) metode inkuiri terbimbing  pencapaian hasil belajar

  Winarso (2010) Wahyudin (2010) metode inkuiri hasil belajar metode inkuiri minat dan berpikir kritis kategori kognitif

  Yang perlu diteliti : metode inkuiri terbimbing  kemampuan mengaplikasi, kemampuan menganalisis

  

  2.2 Kerangka Berpikir Metode inkuiri terbimbing merupakan suatu metode dalam pembelajaran IPA

SD yang melibatkan siswa untuk berpikir kritis dan analitis terhadap

permasalahan yang ada dan menemukan jawaban dari permasalahan tersebut

dengan bimbingan guru. Metode ini melatih siswa untuk mencari solusi terhadap

permasalahan yang dihadapi dengan melakukan percobaan-percobaan yang

berhubungan dengan masalah yang diteliti. Melalui percobaan tersebut, siswa

dapat menemukan jawaban dari permasalahan yang mereka teliti.

  Metode inkuiri diharapkan dapat melatih kemampuan mengaplikasi dan

menganalisis . Kemampuan mengaplikasi adalah kemampuan untuk menerapkan

prosedur-prosedur untuk memecahkan masalah. Kemampuan menganalisis adalah

kemampuan berpikir kritis terhadap suatu permasalahan dan mencari solusi yang

tepat untuk permasalahan tersebut.

  Dari kajian teori yang telah diuraikan di atas, dapat dikemukakan kerangka berpikir sebagai berikut :

Jika metode inkuiri terbimbing melibatkan siswa untuk berpikir kritis dan analitis

terhadap permasalahan yang ada dan menemukan jawaban dari permasalahan

diterapkan, penggunaan metode inkuiri terbimbing berpengaruh pada kemampuan

mengaplikasi dan menganalisis siswa kelas IV semester genap SD Kanisius

Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 pada mata pelajaran IPA.

  2.4 Hipotesis Penelitian

  2.4.1 Penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

  2.4.2 Penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

  

BAB III

METODE PENELITIAN Pada bab III ini akan dibahas jenis penelitian, setting penelitian, populasi dan

sampel, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas

dan reliabilitas, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

3.1 Jenis Penelitian

  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Experimental tipe Non-

equivalent Control Group Design (Sugiyono, 2012:79). Penelitian eksperimental

adalah penelitian yang digunakan untuk menguji pengaruh suatu variabel terhadap

variabel lain (Sukmadinata, 2007:194). Salah satu penelitian eksperimental yang

digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimental tipe Non-

equivalent Control Group Design. Dalam desain ini, kelompok eksperimen dan

kelompok kontrol tidak ditentukan secara random (Kountur, 2003:129).

  

Pembagian kelompok tidak ditentukan secara random karena populasi yang

diambil sudah dalam bentuk kelas yang paralel. Keadaan awal kedua kelompok

diketahui dengan memberikan pretest. Jika hasil pretest keduanya tidak berbeda

secara signifikan, kedua kelompok mempunyai kemampuan awal yang sama.

Setelah diberi pretest kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan metode

inkuiri pada proses pembelajarannya (Johnson, 2008:330). Proses pembelajaran

pada kelompok kontrol dilakukan seperti biasa (tidak mendapat perlakuan

khusus). Tahap selanjutnya, kedua kelompok diberi posttest. Selisih pretest-

posttes digunakan untuk mengukur pengaruh perlakuan yang diberikan pada

kelompok eksperimen. Pengaruh perlakuan dihitung dengan cara: (O 2 -O 1 )-(O 4 -O 3 )

  O

  1 X O

  2 O

  3 O

  4 (Setyosari, 2010:158)

Gambar 3.1 Non-equivalent Control Group Design Keterangan: O = skor pretest di kelompok eksperimen

  1 O 2 = skor posttest di kelompok eksperimen O 3 = skor pretest di kelompok kontrol

  O = skor posttest di kelompok kontrol

  4 X = perlakuan atau treatment

3.2 Setting Penelitian

  3.2.1 Tempat Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah SDK Kalasan

Yogyakarta beralamat di Jl. Jogja-Solo km. 11 Kringinan, Tirtomartani Kalasan,

  

Sleman kode pos 55571. Jumlah guru dan kepala sekolah yang ada di SD tersebut

ada 18 orang, 1 satpam dan 1 pesuruh. SD tersebut terletak di tingkat kota. Orang

tua murid mayoritas mempunyai usaha sendiri atau wiraswata.

  3.2.2 Waktu pengambilan data penelitian Pelaksanaan penelitian dan pengambilan data dilakukan pada bulan Februari - Maret 2013 dengan jadwal sebagai berikut:

  Tabel 1. Jadwal pengambilan data Kelompok Kegiatan Pertemuan Hari, Tanggal Pretest

  1 Jumat, 15 Februari 2013 Pembelajaran tentang

  2 Selasa, 19 Februari 2013 Roket kertas Pembelajaran tentang

  3 Kamis, 21 Februari 2013 Kontrol Pesawat kertas Kelas IVB Pembelajaran tentang

  4 Selasa, 26 Februari 2013 Baling-baling Pembelajaran tentang

  5 Kamis, 28 Februari 2013 Parasut Posttest

  6 Jumat, 1 Maret 2013 Pretest

  1 Jumat, 15 Februari 2013 Pembelajaran tentang

  2 Selasa, 19 Februari 2013 Roket kertas Pembelajaran tentang

  3 Rabu, 20 Februari 2013 Eksperimen Pesawat kertas Kelas IVA Pembelajaran tentang

  4 Selasa, 26 Februari 2013 Baling-baling Pembelajaran tentang

  5 Rabu, 27 Februari 2013 Parasut Posttest

  6 Jumat, 1 Maret 2013

  3.3 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah yang terdiri dari objek yang mempunyai ciri dan

kualitas tertentu yang dipilih oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari

kesimpulannya (Sugiyono, 2012:80). Populasi tidak hanya menekankan jumlah

tetapi juga seluruh ciri/sifat yang dimiliki oleh objek tersebut. Dalam penelitian

ini populasi yang diambil yaitu seluruh siswa kelas IV SDK Kalasan Yogyakarta

yang berjumlah 63 siswa.

  Sampel adalah bagian dari populasi. Sampel digunakan untuk mewakili

populasi jika populasi yang digunakan terlalu besar (Sugiyono, 2012:81). Sampel

yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas IVA sebagai kelompok

eksperimen yang terdiri dari 32 siswa dan diberi perlakuan dengan metode inkuiri,

sedangkan kelas IVB sebagai sampel kelompok kontrol yang terdiri dari 31 siswa

dan tidak diberi perlakuan. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok

kontrol dilakukan secara undi . Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru yang

sama.

  3.4 Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang ditetapkan peneliti untuk

dipelajari sehingga diperoleh informasi mengenai hal itu, kemudian ditarik

kesimpulannya (Sugiyono, 2012:38). Ada 2 macam variabel yang digunakan

dalam penelitian ini, yaitu: a. Variabel Independen Variabel ini lebih dikenal dengan sebutan variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan adanya perubahan pada variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah metode inkuiri terbimbing yang terdiri dari 7 langkah yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil dan mengevaluasi.

  b. Variabel Dependent Variabel ini lebih dikenal dengan sebutan variabel terikat. Variabel terikat adalah variabel yang timbul akibat adanya pengaruh dari variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis. Aspek kemampuan mengaplikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengeksekusi, melaksanakan, menggunakan, dan mengimplementasikan. Aspek kemampuan menganalisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah membedakan, memilih, mengorganisasikan, mengatribusikan.

  Variabel Independen Variabel Dependent

  Kemampuan Mengaplikasi Metode Inkuiri

  Kemampuan Menganalisis

Gambar 3.2 Variabel Penelitian

3.5 Definisi Operasional

  

1) Metode inkuiri adalah metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara

aktif untuk menemukan solusi dari permasalahan yang mereka jumpai dengan langkah-langkah: orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil dan mengevaluasi.

2) Metode inkuiri terbimbing adalah metode inkuiri yang dilakukan oleh siswa

dalam pembelajaran dengan masih banyak tuntunan dan bimbingan dari guru.

3) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu pengetahuan yang membahas

tentang keadaan alam dan lingkungan sekitarnya.

4) Model mainan yang berhubungan dengan udara adalah jenis mainan yang

bergerak karena pengaruh udara, misalnya parasut.

5) Proses kognitif adalah proses berpikir pada taksonomi Bloom yang sudah

direvisi, yang terdiri dari 6 level yaitu mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis , mengevaluasi, dan mencipta.

  

6) Kemampuan mengaplikasi adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah

berdasarkan prosedur-prosedur seperti mengeksekusi, melaksanakan, menggunakan, dan mengimplementasikan.

  

7) Kemampuan menganalisis adalah kemampuan untuk memecahkan konsep ke

dalam bagian-bagiannya dan menguraikan bagaimana bagian-bagian tersebut saling terkait.

8) Siswa SD adalah siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013.

3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian dibutuhkan dalam pengambilan data penelitian.

  

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur aspek-aspek

yang akan diteliti (Sugiyono, 2012:102). Standar Kompetensi mata pelajaran IPA

yang digunakan dalam penelitian ini adalah SK 8. Memahami berbagai bentuk

energi dan cara penggunaannya dalan kehidupan sehari-hari, Kompetensi Dasar

“8.3 Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak

akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat

kertas/parasut”. Instrumen penelitian yang dibuat adalah berupa 6 soal essai yang

digunakan untuk mengukur 6 kemampuan kognitif, yaitu: mengingat, memahami,

mengaplikasi , menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dari keenam soal

tersebut, soal yang digunakan untuk penelitian ini adalah soal nomor tiga dan

empat saja karena hanya dua soal tersebut yang berhubungan dengan kemampuan

mengaplikasi dan menganalisis. Soal tersebut akan digunakan untuk mengukur

kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Keenam soal tersebut sudah diujikan

dan sudah memenuhi standar instrumen yang valid dan reliabel.

  Untuk menunjukkan validitas isi digunakan matriks pengembangan instrumen seperti di bawah ini: Tabel 2. Matriks Pengembangan Instrumen

No Variabel Aspek Indikator No.

  Soal

  1 Mengaplikasikan Mengeksekusi Menentukan panjang tali dan diameter untuk membuat parasut Melaksanakan Memilih alat dan bahan untuk membuat parasut Menggunakan Menggunakan strategi dalam

  3 memainkan parasut Mengimplementasikan Menerapkan langkah-langkah untuk membuat parasut

  2 Menganalisis Membedakan Membedakan akibat yang terjadi jika parasut yang berbeda diameternya diterbangkan secara bersama-sama

  Memilih Menentukan kecepatan jatuhnya parasut berdasarkan panjang diameternya

  4 Mengorganisasikan Menemukan hubungan antara diameter parasut dengan kecepatan jatuhnya parasut Mengatribusikan Menuliskan alasan pembuatan parasut dengan diameter yang panjang

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas

  Validitas adalah kebenaran dari suatu pemikiran bahwa pemikiran tersebut

benar-benar dilaksanakan (Sangadji, 2010:147). Suatu instrumen dikatakan valid

apabila instrumen tersebut benar-benar dapat dipakai untuk mengukur aspek yang

akan diukur (Sukmadinata, 2007:228). Validitas terdiri dari beberapa jenis

(Purwanto, 2009:138), yaitu: content validity, construct validity, predictive

validity , dan concurrent validity. Dalam penelitian ini yang dipakai adalah

validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (construct validity). Validitas

isi merupakan penyesuaian instrumen dengan materi pembelajaran. Penilaian

validitas isi dilakukan oleh dosen pembimbing. Validitas konstruk merupakan

kesesuaian instrumen dengan variabel yang akan diteliti. Dalam penelitian ini

yang akan diukur adalah validitas konstruk. Pengukuran validitas konstruk

dilakukan dengan menggunakan analisis faktor yaitu dengan mengkorelasikan

semua aspek yang akan diteliti.

  Reliabilitas adalah ketepatan alat ukur dalam suatu pengukuran (Sangadji,

2010:145). Alat ukur/instrumen dikatakan mempunyai reliabilitas tinggi apabila

instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur aspek selama beberapa kali

dan hasilnya relatif sama atau tetap. Instrumen yang digunakan dalam penelitian

ini berupa soal essai karena soal essai dapat digunakan untuk mengukur hasil

belajar sampai pada level kognitif yang tinggi (Purwanto, 2009:71). Soal-soal

tersebut sudah diujikan pada bulan Januari di SD Kanisius Sorowajan yang

beralamatkan di jalan Sorowajan nomor 111, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta

kode pos 55198 dengan jumlah siswa 30 anak. Hasil yang diperoleh menunjukkan

bahwa keenam soal tersebut sudah valid dan reliabel. Suatu item instrumen

dikatakan valid jika Sig. (2-tailed) di bawah 0,05 (p < 0,05). Hasil penghitungan

validitas tiap-tiap variabel dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 8

no.1a): Tabel 3. Validitas Instrumen **

  No Variabel Pearson correlation Sig.(2-tailed) Keterangan **

  1 Mengingat ,561 ,001 Valid *

  2 Memahami ,583 ,001 Valid **

  3 Mengaplikasikan ,440 ,015 Valid **

  4 Menganalisis ,714 ,000 Valid *

  5 Mengevaluasi ,582 ,000 Valid

  6 Mencipta ,420 ,021 Valid

  Selain dilakukan uji validitas pada tiap variabelnya, uji validitas juga

dilakukan pada tiap-tiap aspeknya. Hasil penghitungan validitas tiap-tiap aspek

dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 1 no.1b dan 1c): Tabel 4. Validitas Instrumen tiap-tiap aspek No Variabel aspek Pearson correlation Sig.(2- tailed)

  5 Mengevaluasi Menguji ,916 ** ,000 Valid Menilai ,936

  • ** ,000 Valid Mengkritik ,967 **

  

Harga Sig. (2-tailed) kemampuan menganalisis = 0,000 (p < 0,05) sehingga

dinyatakan valid.

  

(2-tailed) kemampuan mengaplikasi = 0,015 (p < 0,05) sehingga dinyatakan valid.

  Berdasarkan tabel uji validitas di atas dapat disimpulkan bahwa soal-soal

tersebut valid. Penelitian ini adalah penelitian payung sehingga penelitian ini

hanya berfokus pada kemampuan mengaplikasi dan menganalisis saja. Harga Sig.

  ,001 Valid Merumuskan hipotesis ,671

  • ** ,000 Valid

  6 Mencipta Merumuskan ,713 ** ,000 Valid Mendesain ,747

  • ** ,000 Valid Memproduksi ,579 **

  ,000 Valid Memeriksa ,936

  • ** ,000 Valid

  ,000 Valid Mengatribusikan ,819

  • ** ,000 Valid

  Keterangan

  4 Menganalisis Membedakan ,829 ** ,000 Valid Memilih ,847

  • ** ,000 Valid Mengorganisasikan ,929 **

  ,000 Valid Mengimplementasikan ,795

  • ** ,000 Valid

  3 Mengaplikasikan Mengeksekusi ,655 ** ,000 Valid Melaksanakan ,521

  • ** ,003 Valid Menggunakan ,770 **

  ,000 Valid Menjelaskan ,741

  • ** ,000 Valid

  2 Memahami Menafsirkan ,726 ** ,000 Valid Memberi contoh ,799

  • ** ,000 Valid Mengklasifikasikan ,711 **

  ,000 Valid Mengambil ,858

  • ** ,000 Valid

  1 Mengingat Mengenali ,672 ** ,000 Valid Mengidentifikasi ,708

  • ** ,000 Valid Mengingat kembali ,759 **

  Setelah dilakukan uji validitas soal, tahap selanjutnya adalah uji reliabilitas

soal. Nunnally (dalam Ghozali, 2006:42) menyatakan bahwa suatu item instrumen

dikatakan reliabel jika harga Alpha Cronbach > 0,60. Penghitungan reliabilitas

dimaksudkan untuk mengetahui apakah soal tersebut dapat tetap sama (ajeg) jika digunakan di tempat yang berbeda. Hasil penghitungan reliabilitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 8 no.2b dan 2c): Tabel 5. Reliabilitas Instrumen No Variabel Alpha Cronbach Keterangan

  1 Mengaplikasikan ,62 Reliabel

  2 Menganalisis ,88 Reliabel Hasil Alpha Cronbach pada pengitungan reliabilitas kemampuan

mengaplikasi dan menganalisis adalah 0,62 dan 0,88 maka item instrumen

tersebut dinyatakan reliabel. Karena itu, soal-soal yang digunakan dalam

penelitian ini benar-benar valid dan reliabel.

3.8 Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

teknik tes dalam hal ini tes essai. Tes essai adalah tes tertulis yang jawabannya

disusun dalam bentuk kalimat (Margono, 2003:170). Kelebihan tes essai adalah

tes essai dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang kompleks (Siregar,

2011:147). Tes dilakukan dengan cara memberikan pretest dan posttest untuk

kelompok eksperimen dan kontrol. Sebelum materi diajarkan, kelompok

eksperimen dan kontrol diberi pretest terlebih dahulu kemudian hasil yang

diperoleh dianalisis dengan uji normalitas data dan uji statistik untuk uji beda.

Setelah pretest, dilakukan pembelajaran pada kelompok eksperimen dan kontrol.

Pada kelompok eksperimen diberi perlakuan khusus yaitu dengan mengadakan

percobaan langsung tentang materi yang diajarkan sedangkan dalam kelompok

kontrol, pembelajaran berlangsung seperti pembelajaran tradisional yaitu dengan

menggunakan ceramah. Di akhir pertemuan, kelompok eksperimen dan kelompok

kontrol diberi posttest untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang telah

diberikan. Soal pretest dan posttest yang diberikan pada kelompok eksperimen

dan kelompok kontrol adalah soal yang sama.

  

Pengumpulan data pretest dan posttest ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 6. Tabel Pengumpulan Data Instrumen yang

  Kelompok Variabel Data digunakan Skor pretest Soal essai (nomor 3)

  Mengaplikasi Skor posttest Kontrol Skor pretest Soal essai (nomor 4)

  Menganalisis Skor posttest Skor pretest Soal essai (nomor 3)

  Mengaplikasi Skor posttest Eksperimen Skor pretest Soal essai (nomor 4)

  Menganalisis Skor posttest

3.9 Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik

analisis data dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20.

Langkah-langkahnya yaitu:

  3.9.1 Uji normalitas data Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data

tersebut normal atau tidak, hal ini bertujuan untuk menentukan jenis statistik yang

akan digunakan untuk menganalisis data selanjutnya (Priyatno, 2012:132).

Penghitungan uji normalitas data dilakukan dengan statistik non-parametrik yaitu

dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Kriteria dalam Kolmogorov-Smirnov (Margono,

2003:195) yaitu:

  

a. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka distribusi data normal. Jika data normal

maka teknik statistik yang digunakan adalah statistik parametrik uji t (t-test) atau One-Way ANOVA.

  

b. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka distribusi data tidak normal. Jika data

tidak normal maka teknik statistik yang digunakan adalah statistik non- parametrik Mann-Whitney, Wilcoxon, atau Kruskal-Wallis.

  3.9.2 Uji Hipotesis

3.9.2.1 Uji beda Pretest

  Uji beda Pretest dilakukan untuk mengetahui apakah kelompok

eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai kemampuan yang sama pada

kondisi awal yaitu sebelum diadakan perlakuan. Jika tidak ada perbedaan,

kemampuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada dalam kondisi

  

awal yang sama. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%, dan

analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol

dengan pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kemampuan kedua kelompok tersebut sama.

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan

pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kemampuan kedua kelompok tersebut tidak sama.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  

a. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka H null diterima dan H i ditolak. Artinya

tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

b. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  Teknik analisis data yang digunakan untuk uji beda pretest adalah statistik

parametrik independent samples t-test jika distribusi data normal. Jika distribusi

data tidak normal, digunakan statistik non-parametrik Mann-Whitney.

3.9.2.2 Uji beda skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan eksperimen

  Uji beda skor pretest ke posttest digunakan untuk mengetahui ada tidaknya

kenaikan pada kelompok kontrol dan eksperimen. Jika berbeda, ada kenaikan

yang signifikan antara pretest ke posttest. Jika tidak berbeda, tidak ada kenaikan

antara pretest ke posttest. Analisis data pada kedua kelompok tesebut

menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

H : Tidak ada perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest.

null

  Dengan kata lain tidak ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest .

H Ada perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata i : lain ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan adalah:

a. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka H diterima dan H ditolak. Artinya

  null i tidak ada perbedaan skor yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  

b. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 maka H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada

perbedaan skor yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik analisis data yang digunakan untuk uji beda skor pretest ke postest

adalah statistik parametrik paired samples t-test jika distribusi data normal. Jika

distribusi data tidak normal maka menggunakan statistik non-parametrik

Wilcoxon .

t

  

3.9.2.3 Uji beda selisih skor pretes ke posttest kelompok kontrol dan

eksperimen Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode

inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis adalah analisis

statistik dengan membandingkan selisih skor pretest ke posttest baik dari

kelompok eksperimen maupun dari kelompok kontrol dan dilanjutkan dengan

membandingkan perbedaan skor tersebut untuk mengetahui apakah skor

kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dari skor kelompok kontrol

(Johnson &amp; Christensen, 2008:312,330).

  Jika berbeda, penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan

terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Jika tidak berbeda,

penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Untuk analisis data, digunakan hipotesis seperti di bawah ini:

H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor posttest ke pretest null kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor posttest ke pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  

a. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 maka H null diterima dan H i ditolak. Artinya

tidak ada perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

b. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka H ditolak dan H diterima. Artinya ada

  null i perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

  Teknik analisis data yang digunakan untuk uji selisih skor pretest ke posttest

adalah statistik parametrik independent samples t-test jika distribusi data normal.

Jika distribusi data tidak normal maka menggunakan statistik non-parametrik

Mann-Whitney .

3.9.2.4 Uji besarnya pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan

  mengaplikasi dan kemampuan menganalisis Suatu hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh yang signifikan dari

variabel independen terhadap variabel dependen tidak dengan sendirinya

menunjukkan pengaruh tersebut cukup substantif. Perlu dilakukan perhitungan

untuk mengetahui besarnya pengaruh metode yang digunakan terhadap

kemampuan mengaplikasi dan menganalisis, baik metode ceramah maupun

metode inkuiri. Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut sebagai effect size.

  Effect size adalah suatu ukuran objektif dan terstandarisasi untuk

mengetahui besarnya efek yang dihasilkan (Field, 2009:56-57). Ada lima cara

yang biasa digunakan untuk mengetahui besarnya effect size, yaitu standard

Cohen, etha kuadrat, omega kuadrat, V Cramer, dan kuadrat dari koefisian

korelasi (Johnson &amp; Christensen, 2008: 514). Yang digunakan untuk mengetahui

effect size di sini adalah koefisien korelasi dengan kriteria r = .10 (efek kecil) yang

  

setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen, r = .30

(efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = .50 (efek besar) yang setara

dengan 25%. Cara untuk menghitung persentase tersebut dilakukan dengan

mengkuadratkan nilai r (Field, 2009:57,179). Rumus untuk menghitung

persentase pengaruh yaitu:

  2

  2

  = × 100%

  Keterangan:

  2 = persentase pengaruh, r = effect size

  Koefisien korelasi r dipilih karena koefisien korelasi ini cukup mudah

untuk mengetahui besarnya efek yang terentang antara harga 0 (tidak ada efek)

dan 1 (efek sempurna). Jika distribusi normal, uji pengaruh dihitung dengan

menggunakan keofisiensi korelasi Pearson yaitu dengan mengubah harga t

menjadi harga r dengan mengikuti rumus di bawah ini (Field, 2009:332):

  2 =

  2

  • Keterangan:

  r = effect size df = harga derajat kebebasan t = harga uji t Jika distribusi data tidak normal uji pengaruh dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini (Field, 2009:550):

  = Keterangan: r = effect size dengan menggunakan korelasi Pearson Z = harga konversi dari standar deviasi (diperoleh dari uji Wilcoxon dari SPSS) N = jumlah total observasi (= 2 x jumlah siswa)

3.9.2.5 Uji Retensi Pengaruh

  Cara untuk meningkatkan ketelitian analisis dianjurkan dengan melakukan posttest

  II sesudah sekian waktu dari posttest I terutama untuk penelitian dalam

pembelajaran (Krathwohl, 1988:546). Posttest II diberikan 2 bulan setelah posttest

I . Uji retensi pengaruh dilakukan untuk mengetahui apakah efek yang ditimbulkan

masih sekuat posttest I atau tidak. Retensi pengaruh diketahui dengan

dilakukannya uji perbedaan antara posttest I dengan posttest II. Sebelum

dilakukan uji perbedaan, Posttest II diuji normalitasnya terlebih dahulu

menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer IBM SPSS

Statistics 20 for Windows . Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan

95%, dan analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

null

  Dengan kata lain tidak terjadi penurunan yang signifikan antara posttest I

ke posttest II pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II. Dengan

kata lain terjadi penurunan yang signifikan antara posttest I ke posttest II pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya ada

null i perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

  Teknik analisis data yang digunakan untuk uji retensi pengaruh adalah statistik

parametrik paired samples t-test jika distribusi data normal. Jika distribusi data

tidak normal maka menggunakan statistik non-parametrik Wilcoxon.

  

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas hasil penelitian dan pembahasan untuk

mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif

pada taksonomi Bloom yaitu tentang kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

Hasil penelitian ini berupa deskripsi untuk menjelaskan analisis data yang sudah

dilakukan.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Mengaplikasi Penelitian yang dilakukan tergabung dalam penelitian payung IPA.

  

Penelitian ini dilakukan di SD untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode

inkuiri terhadap kemampuan kognitif siswa. Kemampuan kognitif pada taksonomi

Bloom ada 6, yaitu: kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasi,

menganalisis , mengevaluasi, dan mencipta. Kemampuan yang diteliti dalam

penelitian ini adalah kemampuan mengaplikasi dan menganalisis sehingga

pembahasan akan difokuskan pada kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental yang menggunakan dua

kelompok untuk dibandingkan. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok kontrol

dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak

mendapatkan perlakuan atau treatment, sedangkan kelompok eksperimen adalah

kelompok yang mendapatkan perlakuan khusus yaitu dengan metode inkuiri.

Penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap : 1) kedua kelompok

(kelompok kontrol dan eksperimen) diberi pretest berupa 6 soal uraian yang

berhubungan dengan enam kemampuan kognitif yang akan diteliti. Pemberian

pretest bertujuan untuk mengetahui kondisi kemampuan awal siswa. 2) Setelah

diberi pretest, kedua kelompok diberi materi pembelajaran yang sama tetapi

dengan perlakuan atau treatment yang berbeda. Kelompok kontrol menggunakan

pembelajaran tradisional seperti biasanya yaitu dengan metode ceramah dan tanya

jawab, sedangkan kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran dengan

metode inkuiri. Metode inkuiri merupakan perlakuan atau treatment yang

  

membedakan antara kelompok kontrol dan eksperimen. 3) Pada akhir pertemuan

setelah materi sudah disampaikan, kedua kelompok diberi posttest berupa tes essai

untuk mengetahui pengaruh treatment yang telah diberikan, serta untuk

membandingkan hasil dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Kelompok penelitian dipilih dengan ditentukannya kelas A sebagai kelompok

eksperimen dan kelas B sebagai kelompok kontrol.

  Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa dua soal

essai yang sudah dikonsultasikan dengan ahli, serta telah diuji validitas dan

reliabilitasnya. Dua soal tersebut digunakan sebagai instrumen pokok untuk

memperoleh data dalam penelitian. Soal tersebut digunakan pada saat pretest

dengan tujuan untuk memperoleh data dan mengetahui kemampuan awal

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tersebut sama atau berbeda. Pada

saat posttest, instrumen tersebut digunakan untuk mengetahui 1) kenaikan antara

nilai sebelum mempelajari materi dan nilai sesudah mempelajari materi pada

kedua kelompok tersebut (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen). 2)

Perbedaan antara nilai kelompok kontrol sesudah menggunakan pembelajaran

tradisional dan kelompok eksperimen sesudah menggunakan metode inkuiri

mempunyai perbedaan nilai yang signifikan atau tidak. Signifikansi hasil tersebut

dapat diukur dengan analisis statistik dengan membandingkan selisih nilai pretest

dan posttest kelompok kontrol dengan selisih nilai pretest dan posttest kelompok

eksperimen.

  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variabel

independen yaitu metode inkuiri terhadap variabel dependen yang diteliti yaitu

kemampuan mengaplikasi, serta untuk membuktikan pengaruh metode inkuiri

terhadap kemampuan mengaplikasi yang berdasarkan hipotesis bahwa metode

inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi.

  Data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk kemampuan

mengaplikasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dianalisis dengan

uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer

IBM SPSS Statistics 20 for Windows.

  Uji normalitas tersebut dilakukan untuk menentukan jenis statistik yang

akan digunakan dalam analisis data selanjutnya, dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 maka distribusi data dikatakan normal.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 maka distribusi data dikatakan tidak normal.

Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data seperti pada tabel di bawah ini

(lampiran 9a): Tabel 7. Hasil Uji Normalitas pada Kemampuan Mengaplikasi No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Rerata skor pretest kelompok kontrol ,29 Normal

  2 Rerata skor posttest kelompok kontrol ,55 Normal

  3 Rerata skor pretest kelompok eksperimen ,42 Normal

  4 Rerata skor posttest kelompok eksperimen ,52 Normal Dari analisis statistik di atas, aspek pretest dan posttest kelompok kontrol

memiliki distribusi data yang normal karena harga Sig. (2-tailed) pretest

kelompok kontrol lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,29 dan harga Sig. (2-tailed)

posttest kelompok kontrol lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,55. Pada kelompok

eksperimen juga mempunyai distribusi data yang normal pada pretest maupun

posttest. Harga Sig. (2-tailed) pretest kelompok eksperimen lebih dari 0,05 yaitu

sebesar 0,42 dan harga Sig. (2-tailed) posttest kelompok eksperimen lebih dari

0,05 yaitu sebesar 0,52. Harga Sig. (2-tailed) pretest dan posttest kelompok

kontrol maupun kelompok eksperimen menunjukkan keadaan yang normal

sehingga aspek mengaplikasi pada kedua kelompok akan dianalisis dengan

menggunakan statistik parametrik t-test. Analisis data pada kemampuan

mengaplikasi dilakukan dengan 5 langkah berikut: 1) Uji beda skor pretest, yaitu

analisis data yang membandingkan skor pretest kedua kelompok, baik kelompok

kontrol maupun kelompok eksperimen untuk mengetahui kondisi awal siswa

sebelum mendapatkan perlakuan; 2) Uji beda skor pretest ke posttest pada

masing-masing kelompok untuk mengetahui ada tidaknya kenaikan skor pada

masing-masing kelompok; 3) Uji beda selisih skor pretest dan posttest antara

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk mengetahui ada tidaknya

pengaruh penggunaan metode inkuiri; 4) Uji besarnya pengaruh metode inkuiri

terhadap kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis untuk

mengetahui besarnya pengaruh metode yang digunakan dalam pembelajaran; dan

5) Uji retensi pengaruh untuk mengetahui efek yang timbul masih sekuat posttest

atau tidak.

  1

4.1.1.1 Uji Beda Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi

  Langkah pertama yang dilakukan setelah mengetahui normalitas data yaitu

melakukan analisis perbedaan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen. Uji perbedaan skor pretest bertujuan untuk mengetahui apakah

kemampuan awal kedua kelompok tersebut sama. Analisis statistik yang

digunakan dalam uji perbedaan skor pretest pada kemampuan mengaplikasi

adalah statistik parametrik independent samples t-test karena harga Sig. (2-tailed)

dengan uji Kolmogorov-Smirnov pada pretest kelompok kontrol yaitu 0,29 dan

pretest kelompok eksperimen yaitu 0,42 lebih besar dari 0,05 ( &gt; 0,05). Analisis

data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%, dan analisis data menggunakan

hipotesis statistik sebagai berikut:

H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol

null dengan pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kemampuan kedua kelompok tersebut sama.

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan

pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kemampuan kedua kelompok tersebut tidak sama.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya

null i kemampuan kedua kelompok tersebut tidak sama.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya

kemampuan kedua kelompok tersebut sama.

  

Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data seperti pada tabel di bawah ini

(lampiran 9b): Tabel 8. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi Hasil Pretest Signifikansi Keterangan

  Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen ,83 Tidak berbeda Kriteria yang digunakan untuk

  Levene’s Test adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, tidak terdapat homogenitas varian antara

kedua kelompok.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05, terdapat homogenitas varian antara kedua kelompok.

  Dari hasil analisis statistik perbedaan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh hasil Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan

  

95% F = 0,145 , Sig. sebesar 0,704, sehingga terdapat homogenitas varian. Hasil

independent samples t-test diperoleh hasil M= 0,24, SE= 0,11, t(61)= 0,22 dan

harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 yaitu sebesar 0,83. Karena itu dapat diketahui bahwa

H diterima dan H ditolak dan data di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada

null i

perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor

pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama.

4.1.1.2 Uji Beda Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat ada atau tidak adanya kenaikan

skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol

maupun kelompok eksperimen. Dari uji perbedaan skor pretest ke posttest akan

diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelompok untuk uji normalitas.

Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen harga Sig. (2-tailed) dengan uji

Kolmogorov-Smirnov pada pretest dan posttest &gt; 0,05 sehingga data tersebut

dikatakan normal. Karena itu, analisis statistik yang digunakan untuk data normal

adalah statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis

data pada kedua kelompok tersebut menggunakan hipotesis statistik sebagai

berikut:

H null : Tidak ada perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest.

  Dengan kata lain tidak ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest .

H i : Ada perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan adalah:

1. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya ada

  null i perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  Hasil analisis data perbedaan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 9c): Tabel 9. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi Test

  % No Kelompok Signifikansi Keputusan Pretest Posttest Peningkatan

  1. Kontrol 1,52 1,82 19,58% ,015 Berbeda

  2. Eksperimen 1,50 2,54 69,27% ,000 Berbeda Tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan mengaplikasi pada kelompok

kontrol maupun kelompok eksperimen terdapat kenaikan yang signifikan pada

pretest ke posttest. Akan tetapi kenaikan skor yang pada kelompok eksperimen

lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Hal tersebut ditunjukkan dengan harga M

= -0,30, SE = 0,12, t(30) = -2,59 dan harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,02 pada

kelompok kontrol dan harga M = -1,04, SE = 0,15 serta harga Sig. (2-tailed)

sebesar 0,00 pada kelompok eksperimen. Maka H null ditolak dan H i diterima,

artinya ada perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan

kata lain ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kelompok

kontrol dan eksperimen.

4.1.1.3 Uji Beda Selisih Skor Posttest Kemampuan Mengaplikasi

  Langkah ketiga dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan metode

inkuiri berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap kemampuan

mengaplikasi . Penghitungan selisih skor dilakukan dengan cara mengurangkan

pretest ke posttest pada masing-masing kelompok. Sebelum diadakan perbedaan

selisih skor, dilakukan uji normalitas data selisih skor terlebih dahulu untuk

mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak dengan

  

menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas data selisih skor

dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 9d): Tabel 10. Uji Normalitas Selisih Skor pada Kemampuan Mengaplikasi No Kelompok Signifikansi Keterangan

  1 Selisih skor kelompok Kontrol ,187 Normal

  2 Selisih skor kelompok Eksperimen ,734 Normal Analisis statistik yang digunakan dalam uji perbedaan selisih skor pretest

ke posttest pada kemampuan mengaplikasi yaitu statistik parametrik independent

samples t-test , dengan tingkat kepercayaan 95%. Untuk analisis data, digunakan

hipotesis seperti dibawah ini:

H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest

null kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada

perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi.

  Hasil analisis perbedaan selisih skor pretest ke posttest antara kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakan sebagai titik

pijak dalam menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis penelitian

sehingga dapat diketahui apakah hasil penelitian menerima atau menolak hipotesis

penelitian. Untuk itu perlu diketahui homogentitas varian dengan Levene’s Test. Kriteria yang digunakan untuk

  

Levene’s Test adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, tidak terdapat homogenitas varian antara

kedua kelompok

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, terdapat homogenitas varian antara kedua

kelompok Hasil analisis statistik perbedaan selisih skor pretest ke posttest kelompok

kontrol dengan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini

  (lampiran 9e): Tabel 11. Perbedaan selisih skor pretest ke posttest Kemampuan Mengaplikasi Hasil selisih skor pretest ke posttest Signifikansi Keterangan

  Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen ,000 Berbeda Dari hasil analisis statistik perbedaan selisih skor pretest ke posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh hasil

  Levene’s Test dengan

tingkat kepercayaan 95% F = 2,29 , Sig. sebesar 0,14, sehingga terdapat

homogenitas varian. Untuk hasil independent samples t-test diperoleh hasil M= -

0,74, SE= 0,19, t(61)= -3,88 dan harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,00, sehingga

H i diterima maka H null ditolak, dengan kata lain menerima hipotesis bahwa

metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi.

  Di bawah ini adalah grafik batang selisih skor kemampuan mengaplikasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen:

Gambar 4.1 Grafik Selisih Skor Kemampuan Mengaplikasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

  

4.1.1.4 Uji besarnya pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan

mengaplikasi Setelah melakukan uji selisih skor dapat diketahui apakah metode inkuiri

berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi. Untuk mengetahui besarnya

pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dilakukan

perhitungan dengan cara seperti yang dituliskan pada bab III. Dengan kriteria r

(effect size) = 0,10 (efek kecil), r = 0,30 (efek menengah), dan r = 0,50 (efek

besar) (Field, 2009:57,179). Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diperoleh

hasil seperti di bawah ini (lampiran 9g): Tabel 12. Hasil perhitungan besarnya pengaruh metode inkuiri kemampuan mengaplikasi Kelompok T df signifikansi effect size keterangan

  Kontrol -2,594 30 ,015 0,43 Efek menengah Eksperimen -6,878 31 ,000 0,77 Efek besar

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa efek metode inkuiri pada

kelompok eksperimen berhubungan dengan kemampuan mengaplikasi

mempunyai efek yang besar dengan nilai r = 0,77.

  Untuk menghitung persentase pengaruh dilakukan dengan cara

mengkuadratkan nilai r (Field, 2009:57,179). Setelah dilakukan perhitungan

dengan mengkuadratkan nilai r, diperoleh hasil bahwa persentase pengaruh pada

kelompok kontrol sebesar 18% dan pada kelompok eksperimen sebesar 60%.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri terhadap

kemampuan mengaplikasi mempunyai efek yang lebih besar daripada

menggunakan metode ceramah.

  4.1.1.5 Uji Retensi Pengaruh Untuk mengetahui retensi pengaruh dilakukan uji perbedaan antara

posttest I dengan posttest II. Posttest II diberikan 2 bulan setelah posttest I. Hal ini

dimaksudkan untuk mengetahui apakah efek yang ditimbulkan masih sekuat

posttest I atau tidak. Sebelum dilakukan perbedaan, Posttest II diuji normalitasnya

terlebih dahulu menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer

IBM SPSS Statistics 20 for Windows .

  Hasil uji normalitas posttest II dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 9f): Tabel 13. Hasil Uji Normalitas Posttest II pada Kemampuan Mengaplikasi No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Rerata skor Posttest II kelompok kontrol ,346 Normal

  2 Rerata skor Posttest II kelompok Eksperimen ,465 Normal Berdasarkan analisis statistik di atas, skor posttest II pada kemampuan

mengaplikasi memiliki distribusi data yang normal karena harga Sig. (2-tailed)

posttest

  II pada kelompok kontrol dan eksperimen &gt; 0,05 yaitu sebesar 0,35 untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebesar 0,47. Oleh karena itu, analisis statistik yang digunakan untuk data normal adalah

statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data

pada kedua kelompok tesebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

H : Tidak ada perbedaan skor yang signifikan antara posttest I dengan posttest

null

  II . Dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor yang signifikan antara posttest I ke posttest II pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

H Ada perbedaan skor yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

i :

  Dengan kata lain terjadi penurunan skor yang signifikan antara posttest I

ke posttest II pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

Kriteria yang digunakan adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada

perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya tidak ada

null i perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

  Hasil analisis data perbedaan posttest I ke posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 9h): Tabel 14. Perbedaan Skor posttest I ke posttest II Kemampuan Mengaplikasi Test

  No Kelompok Signifikansi Keputusan Posttest I Posttest II

  1. Kontrol 1,82 1,61 ,078 Tidak berbeda

  2. Eksperimen 2,54 1,86 ,000 Berbeda Tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan mengaplikasi pada

kelompok kontrol tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan

  

posttest II karena harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 yaitu 0,78. Maka H null diterima dan

H ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I

i

dengan posttest II. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan yang signifikan antara

posttest I ke posttest II pada kelompok kontrol, sedangkan pada kelompok

eksperimen terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest I ke posttest II

karena harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,00. Maka H null ditolak dan H i diterima,

artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I ke posttest II. Dengan

kata lain terjadi penurunan yang signifikan antara posttest I ke posttest II pada

kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen terjadi penurunan yang

signifikan karena kurang lebih 2 jam sebelum dilakukan posttest II, guru

memberikan latihan-latihan soal kepada siswa sehingga pada saat mengerjakan

posttest II siswa tidak bersemangat dan berpengaruh pada hasil posttest II. Retensi

pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dapat dilihat pada

gambar di bawah ini.

  3 2,5 2 1,5

  Kontrol

  1 Eksperimen 0,5 Pretest Posttest1 Posttest2

Gambar 4.2 Grafik Retensi Pengaruh Kemampuan Mengaplikasi

4.1.2 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Menganalisis Variabel independen yang kedua yang diteliti adalah kemampuan

menganalisis . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan

variabel dependen yaitu metode inkuiri terhadap variabel independen yang diteliti

yaitu kemampuan menganalisis, serta untuk membuktikan pengaruh metode

inkuiri terhadap kemampuan menganalisis yang berdasarkan hipotesis bahwa

metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis.

  Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri perlu dilakukan

analisis statistik berdasarkan data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk

kemampuan menganalisis pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Data hasil tes tersebut dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji

Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for

Windows. Uji normalitas tersebut dilakukan untuk menentukan jenis statistik yang

akan digunakan dalam analisis data responden, dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Jika nilai signifikansi atau harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 maka distribusi data dikatakan normal.

  2. Jika nilai signifikansi atau harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 maka distribusi data dikatakan tidak normal.

  

Berdasarkan kriteria diatas diperoleh data seperti pada tabel di bawah ini

(lampiran 10a): Tabel 15. Hasil Uji Normalitas pada Kemampuan Menganalisis No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Rerata skor pretest kelompok kontrol ,48 Normal

  2 Rerata skor posttest kelompok kontrol ,33 Normal

  3 Rerata skor pretest kelompok eksperimen ,53 Normal

  4 Rerata skor posttest kelompok eksperimen ,76 Normal Dari analisis statistik diatas, aspek pretest dan posttest kelompok kontrol

memiliki distribusi data yang normal karena harga Sig. (2-tailed) pretest

kelompok kontrol lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,48 dan harga Sig. (2-tailed)

posttest kelompok kontrol lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,33. Pada kelompok

eksperimen juga mempunyai distribusi data yang normal pada pretest maupun

Harga Sig. (2-tailed) pretest kelompok eksperimen lebih dari 0,05 yaitu posttest.

sebesar 0,53 dan harga Sig. (2-tailed) posttest kelompok eksperimen lebih dari

0,05 yaitu sebesar 0,76. Harga Sig. (2-tailed) pretest dan posttest kelompok

kontrol maupun kelompok eksperimen menunjukkan keadaan yang normal

sehingga aspek menganalisis pada kedua kelompok akan dianalisis dengan

menggunakan statistik parametrik t-test. Analisis data pada kemampuan

menganalisis dilakukan dengan 5 langkah berikut: 1) Uji beda skor pretest, yaitu

analisis data yang membandingkan skor pretest kedua kelompok, baik kelompok

kontrol maupun kelompok eksperimen untuk mengetahui kondisi awal siswa

  

sebelum mendapatkan perlakuan; 2) Uji beda skor pretest ke posttest pada

masing-masing kelompok untuk mengetahui ada tidaknya kenaikan pada masing-

masing kelompok; 3) Uji beda selisih skor pretest dan posttest antara kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh

penggunaan metode inkuiri; 4) Uji besarnya pengaruh metode inkuiri terhadap

kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis untuk mengetahui

besarnya pengaruh metode yang digunakan dalam pembelajaran; 5) Uji retensi

pengaruh untuk mengetahui efek yang timbul masih sekuat posttest I atau tidak.

4.1.2.1 Uji Beda Skor Pretest Kemampuan Menganalisis

  Langkah pertama yang dilakukan setelah mengetahui normalitas data

pretest dan posttest dari masing-masing kelompok yaitu melakukan analisis

perbedaan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji

perbedaan skor pretest bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau titik pijak

antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdapat perbedaan atau tidak.

Jika memiliki titik pijak yang sama dapat dilakukan perbedaan antara skor

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan

dalam uji perbedaan pada kemampuan menganalisis adalah statistik parametrik

independent samples t-test karena harga Sig. (2-tailed) pada pretest kelompok

  , kontrol yaitu 0,48 dan pretest kelompok eksperimen yaitu 0 53 lebih besar dari

0,05 ( &gt; 0,05). Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%, dan

analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol

dengan pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kemampuan kedua kelompok tersebut sama.

  

H Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan

i : pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kemampuan kedua kelompok tersebut tidak sama.

  Kriteria yang digunakan adalah:

1. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya kemampuan kedua kelompok tersebut tidak sama.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya

kemampuan kedua kelompok tersebut sama.

Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data seperti pada tabel di bawah ini

(lampiran 10b): Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis Hasil Pretest Signifikansi Keterangan

  Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen ,220 Tidak berbeda Kriteria yang digunakan untuk

  Levene’s Test adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, tidak terdapat homogenitas varian antara

kedua kelompok.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, terdapat homogenitas varian antara kedua

kelompok.

  Dari hasil analisis statistik perbedaan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh hasil Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan

  

95% F = 0,190, Sig. sebesar 0,665, sehingga terdapat homogenitas varian. Hasil

independent samples t-test diperoleh hasil M= -0,25, SE= 0,2, t(61)= -1,24 dan

harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 yaitu sebesar 0,22. Karena itu dapat diketahui bahwa

H diterima dan H ditolak dan data diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada

null i

perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor

pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama.

4.1.2.2 Uji Beda Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat ada atau tidak adanya kenaikan

skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol

maupun kelompok eksperimen. Dari uji perbedaan skor pretest ke posttest akan

diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelompok untuk uji normalitas.

Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen harga Sig. (2-tailed) pada

dan posttest &gt; 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal. Karena itu, pretest

analisis statistik yang digunakan untuk data normal adalah statistik parametrik

paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Analisis data pada kedua kelompok tersebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

H null : Tidak ada perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest.

  Dengan kata lain tidak ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest .

H i : Ada perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata

lain ada kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya ada

null i perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke posttest.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya tidak ada

null i perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain

tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke posttest.

  Hasil analisis data perbedaan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 10c): Tabel 17. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis Test %

  No Kelompok Signifikansi Keputusan Peningkatan Pretest Posttest

  

1. Kontrol 1,79 1,76 -1,8% ,819 Tidak berbeda

  2. Eksperimen 2,04 2,45 19,92% ,024 Berbeda Tabel diatas menunjukkan bahwa kemampuan menganalisis pada

kelompok kontrol tidak terdapat kenaikan pada pretest ke posttest karena harga M

  = 0,03, SE = 0,14, t(30) = 0,23, dan Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 yaitu 0,82. Maka H null

diterima dan H i ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor

pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan skor yang signifikan dari

pretest ke posttest pada kelompok kontrol, sedangkan pada kelompok eksperimen

terdapat kenaikan yang signifikan pada pretest ke posttest. Hal tersebut

ditunjukkan dengan harga M = -0,41, SE = 0,17, dan Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu

0,02. Maka H null ditolak dan H i diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan

antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan skor yang

signifikan dari pretest ke posttest pada kelompok eksperimen.

4.1.2.3 Uji Beda Selisih Skor Posttest Kemampuan Menganalisis

  Langkah ketiga dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan metode

inkuiri berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap kemampuan

menganalisis . Penghitungan selisih skor dilakukan dengan cara mengurangkan

skor pretest ke posttest pada masing-masing kelompok. Sebelum diadakan

perbedaan selisih skor, dilakukan uji normalitas data selisih skor terlebih dahulu

untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Hasil uji

normalitas data selisih skor dapat dilihat pada tabel dibawah ini (lampiran 10d): Tabel 18. Uji Normalitas Selisih Skor pada Kemampuan Menganalisis No Kelompok Signifikansi Keterangan

  1 Selisih skor kelompok Kontrol ,684 Normal

  2 Selisih skor kelompok Eksperimen ,468 Normal Analisis statistik yang digunakan dalam uji perbedaan selisih skor pretest

ke posttest pada kemampuan menganalisis yaitu statistik parametrik independent

samples t-test , dengan tingkat kepercayaan 95% karena data pretest dan posttest

pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki distribusi normal

dengan harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05. Untuk analisis data, digunakan hipotesis

seperti dibawah ini:

H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

H Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest

i : kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya ada

null i perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya tidak ada

null i perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis.

  Hasil analisis perbedaan selisih skor pretest ke posttest antara kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakan sebagai titik

pijak dalam menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis penelitian

sehingga dapat diketahui apakah hasil penelitian menerima atau menolak hipotesis

penelitian. Untuk itu perlu diketahui homogenitas varian dengan Levene’s Test. Kriteria yang digunakan untuk

  

Levene’s Test adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, tidak terdapat homogenitas varian antara

kedua kelompok.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, terdapat homogenitas varian antara kedua

kelompok.

  Hasil analisis statistik perbedaan selisih skor pretest ke posttest kelompok

kontrol dengan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini

(lampiran 10e): Tabel 19. Perbedaan selisih skor posttest ke pretest Kemampuan Menganalisis Hasil selisih skor posttest ke pretest Signifikansi Keterangan

  Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen ,052 Tidak Berbeda Dari hasil analisis statistik perbedaan selisih skor pretest ke posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh hasil

  Levene’s Test dengan

tingkat kepercayaan 95% F = 0,91 , Sig. sebesar 0,34, sehingga terdapat

homogenitas varian. Untuk hasil uji independent samples t-test diperoleh hasil

M= -0,44, SE= 0,22, t(61)= -1,98, dan harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 yaitu 0,052

sehingga H i ditolak maka H null diterima, dengan kata lain menolak hipotesis

bahwa metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis . Dibawah ini adalah grafik batang selisih skor kemampuan menganalisis pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen:

Gambar 4.3 Grafik Selisih Skor Kemampuan Menganalisis pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

4.1.2.4 Uji besarnya pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan

  menganalisis Setelah melakukan uji selisih skor dapat diketahui apakah metode inkuiri

berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis. Untuk mengetahui besarnya

pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis dilakukan

perhitungan dengan cara seperti yang dituliskan pada bab III. Dengan kriteria r

(effect size) = 0,10 (efek kecil), r = 0,30 (efek menengah), dan r = 0,50 (efek

besar) (Field, A. 2009:57,179). Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diperoleh

hasil seperti di bawah ini (lampiran 10g): Tabel 20. Hasil perhitungan besarnya pengaruh metode inkuiri kemampuan menganalisis Kelompok t df signifikansi effect size keterangan

  Kontrol 0,231 30 ,819 0,04 Efek kecil Eksperimen -2,372 31 ,024 0,39 Efek menengah

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa efek metode inkuiri pada

kelompok eksperimen berhubungan dengan kemampuan menganalisis

mempunyai efek yang menengah dengan nilai r = 0,39.

  Untuk menghitung persentase pengaruh dilakukan dengan cara

mengkuadratkan nilai r (Field, A. 2009:57,179). Setelah dilakukan perhitungan

dengan mengkuadratkan nilai r, diperoleh hasil bahwa persentase pengaruh pada

kelompok kontrol sebesar 0,18% dan pada kelompok eksperimen sebesar 15,36%.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri terhadap

kemampuan menganalisis mempunyai efek yang lebih besar daripada

menggunakan metode ceramah.

4.1.2.5 Uji Retensi Pengaruh

  Untuk mengetahui retensi pengaruh dilakukan uji perbandingan antara

posttest I dengan posttest II. Posttest II diberikan 2 bulan setelah posttest I. Hal ini

dimaksudkan untuk mengetahui apakah efek yang ditimbulkan masih sekuat

posttest I atau tidak. Sebelum dilakukan perbandingan, Posttest II diuji

normalitasnya terlebih dahulu menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan

program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows.. Hasil uji normalitas

posttest

  II dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 10f): Tabel 21. Hasil Uji Normalitas Posttest II pada Kemampuan Menganalisis No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Rerata skor Posttest II kelompok kontrol ,501 Normal

  2 Rerata skor Posttest II kelompok Eksperimen ,164 Normal Berdasarkan analisis statistik di atas, skor posttest II pada kemampuan

menganalisis memiliki distribusi data yang normal karena harga Sig. (2-tailed)

posttest

  II pada kelompok kontrol dan eksperimen &gt; 0,05 yaitu sebesar 0,50 untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebesar 0,16. Oleh karena itu, analisis statistik yang digunakan untuk data normal adalah

statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data

pada kedua kelompok tesebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

null

  Dengan kata lain tidak terjadi penurunan yang signifikan antara posttest I

ke posttest II pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara posttest II dengan posttest II. Dengan

kata lain terjadi penurunan yang signifikan antara posttest I ke posttest II pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah:

  

1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada

perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

  

2. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

  Hasil analisis data perbandingan posttest I ke posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lampiran 10h): Tabel 22. Perbedaan Skor posttest I ke posttest II Kemampuan Menganalisis Test

  No Kelompok Signifikansi Keputusan posttest I posttest II

  1. Kontrol 1,76 1,85 ,410 Tidak berbeda

  2. Eksperimen 2,45 1,81 ,000 Berbeda Tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan menganalisis pada

kelompok kontrol tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan

posttest II karena harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 yaitu 0,41. Maka H diterima dan

null

  

H i ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I

dengan posttest II. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan yang signifikan antara

ke posttest II pada kelompok kontrol, sedangkan pada kelompok posttest I

eksperimen terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest I ke posttest II

karena harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,00. Maka H null ditolak dan H i diterima,

artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I ke posttest II. Dengan

kata lain terjadi penurunan yang signifikan antara posttest I ke posttest II pada

kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen terjadi penurunan yang

signifikan karena kurang lebih 2 jam sebelum dilakukan posttest II, guru

memberikan latihan-latihan soal kepada siswa sehingga pada saat mengerjakan

posttest II siswa tidak bersemangat dan berpengaruh pada hasil posttest II.

  Retensi pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.4 Grafik Retensi Pengaruh Kemampuan Menganalisis

  3 Pretest Posttest1 Posttest2 Kontrol Eksperimen

4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian

  Kontrol Eksperimen

  1 Mengaplikasi 1,52 1,50 0,83 Tidak berbeda

  2 Menganalisis 1,79 2,04 0,22 Tidak berbeda Tabel 24. Rangkuman Uji Beda Skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Mengaplikasi No Kelompok

  Test Signifikansi Keterangan

  

Tabel 23. Rangkuman Uji Beda Skor Pretest Aspek Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis

No Aspek Kelompok Signifikansi Keterangan

  1 Kontrol 1,52 1,82 0,02 Berbeda

  2 Eksperimen 1,50 2,54 0,00 Berbeda Tabel 25. Rangkuman Uji Beda Skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Menganalisis No Kelompok

  Test Signifikansi Keterangan

  Pretest Pretest

  1 Kontrol 1,79 1,76 0,82 Tidak berbeda

  2 Eksperimen 2,04 2,45 0,02 Berbeda 0,5 1 1,5 2 2,5

  Hasil ringkas dari kedua analisis diatas dapat diketahui bahwa penggunaan

metode inkuiri, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan

mengaplikasi pada mata pelajaran IPA kelas IV SD Kanisius Kalasan.

  Pretest Posttest

  

Tabel 26. Rangkuman Uji Beda selisih skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Mengaplikasi

dan Menganalisis Selisih Skor posttest ke No Aspek pretest Signifikansi Keterangan

  Kontrol Eksperimen

  1 Mengaplikasi 0,30 1,04 0,000 Berbeda

  2 Menganalisis -0,03 0,41 0,052 Tidak Berbeda

4.2 Pembahasan

4.2.1 Kemampuan Mengaplikasi

  Berdasarkan penelitian tentang pengaruh metode inkuiri terhadap

kemampuan mengaplikasi diperoleh hasil bahwa penggunaan metode inkuiri

berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan

harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,000 yang artinya ada perbedaan yang

signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen. Penggunaan metode inkuiri dapat berpengaruh terhadap kemampuan

mengaplikasi karena dalam proses pembelajaran dengan metode inkuri siswa

belajar menyelesaikan masalah dengan melakukan percobaan yang mereka

lakukan secara langsung bersama dengan teman mereka. Dalam hal ini, siswa

terlibat langsung untuk menyelesaikan masalah yang mereka alami. Ketika

melakukan percobaan, siswa memilih prosedur/langkah-langkah percobaan

kemudian menggunakan prosedur yang tepat sesuai dengan permasalahan yang

diteliti sehingga siswa dapat menemukan jawaban dari masalah yang mereka

teliti.

  Dalam proses pembelajaran di kelas eksperimen, siswa terlihat bersemangat

terutama ketika mereka diminta untuk melakukan percobaan yang berhubungan

dengan permasalahan yang mereka teliti. Hal tersebut ditunjukkan dengan

keceriaan siswa saat peneliti membagikan alat dan bahan yang akan digunakan

untuk percobaan. Pada saat melakukan percobaan, siswa bekerja dalam kelompok

sehingga siswa dapat saling membantu satu sama lain. Ketika selesai melakukan

percobaan, siswa menguji alat yang mereka buat untuk membuktikan hipotesis

yang mereka buat sebelumnya. Dengan percobaan tersebut, kemampuan

mengaplikasi siswa menjadi terlatih dan berkembang sehingga berpengaruh pada

kemampuan mengaplikasi.

  Pada uji besar pengaruh menunjukkan bahwa efek metode inkuiri pada

kelompok eksperimen berhubungan dengan kemampuan mengaplikasi

mempunyai efek yang besar. Meskipun demikian, efek metode inkuiri pada

kemampuan mengaplikasi ternyata tidak bertahan lama. Hal itu dapat dilihat pada

grafik retensi pengaruh kemampuan mengaplikasi. Penurunan nilai yang

signifikan dari posttest I ke posttest II dapat disebabkan oleh beberapa faktor,

salah satunya adalah faktor kelelahan siswa karena sebelum diadakan posttest II

siswa mengerjakan latihan-latihan soal dari guru.

4.2.2 Kemampuan Menganalisis

  Berdasarkan penelitian tentang pengaruh metode inkuiri terhadap

kemampuan menganalisis diperoleh hasil bahwa penggunaan metode inkuiri tidak

berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis. Hal tersebut ditunjukkan dengan

harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 yaitu 0,052 yang artinya tidak ada perbedaan yang

signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen. Pada uji beda skor pretest ke posttest kemampuan menganalisis

terdapat kenaikan yang signifikan pada kelompok eksperimen, akan tetapi hal

tersebut tidak menjamin bahwa metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

menganalisis .

  Salah satu penyebab metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan

menganalisis adalah pertanyaan untuk aspek menganalisis cukup sulit karena

membutuhkan jawaban yang kompleks. Ketika siswa menjawab pertanyaan pada

LKS yang berhubungan dengan aspek menganalisis, jawaban siswa kurang

lengkap. Hal itu bisa disebabkan karena siswa kurang mencermati soal sehingga

tidak semua pertanyaan pada soal tersebut dijawab. Sebagian besar jawaban siswa

kurang lengkap (tidak menjawab semua pertanyaan pada soal), hanya beberapa

siswa saja yang menjawab dengan cukup lengkap dan mendalam. Dalam hal ini

siswa juga tidak terbiasa dengan penggunaan metode inkuiri karena berdasarkan

wawancara dengan guru dan siswa diperoleh hasil bahwa metode yang biasa

dipakai dalam proses belajar mengajar di kelas adalah metode ceramah.

  Pada uji besar pengaruh menunjukkan efek metode inkuiri pada kelompok

eksperimen berhubungan dengan kemampuan menganalisis mempunyai efek

  

menengah. Meskipun demikian, efek metode inkuiri pada kemampuan

menganalisis ternyata tidak bertahan lama. Hal itu dapat dilihat pada grafik retensi

pengaruh kemampuan menganalisis. Penurunan nilai yang signifikan dari posttest

I ke posttest II dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor

kelelahan siswa karena sebelum diadakan posttest II siswa mengerjakan latihan-

latihan soal dari guru.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  

5.1.1 Penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi

pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun

ajaran 2012/2013. Hal tersebut ditunjukkan pada hasil penghitungan analisis

statistik pada data selisih pretest ke posttest dengan signifikansi data harga Sig.

  (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,000 dengan harga Levene’s Test F = 2,29. Hasil uji t

menunjukkan harga Sig. = 0,14, M= -0,74, SE= 0,19, t(61)= -3,88. Pengaruh

penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi tergolong besar

dengan nilai r = 0,77 (efek besar) dengan persentase sebesar 60%. Berdasarkan

kriteria diatas dapat diketahui bahwa H i diterima maka H null ditolak. Pada uji

retensi pengaruh perlakuan, retensi pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan

mengaplikasi mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan

harga M= 0,68, SE= 0,14, dan Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,00.

5.1.2 Penerapan metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan

  

menganalisis pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan

Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Hal tersebut ditunjukkan pada hasil

penghitungan analisis statistik pada data selisih pretest ke posttest dengan

signifikansi data harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,052 dengan harga

  Levene’s

Test F = 0,91. Hasil uji t menunjukkan harga Sig. = 0,34, M= -0,44, SE= 0,22,

t (61)= -1,98 . Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

menganalisis tergolong menengah dengan nilai r = 0,39 (efek menengah) dengan

persentase sebesar 15,36%. Berdasarkan kriteria diatas dapat diketahui bahwa H

i

ditolak maka H null diterima. Pada uji retensi pengaruh perlakuan, retensi pengaruh

metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis mengalami penurunan yang

signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan harga M= 0,63, SE= 0,15, dan Sig. (2-

tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,00.

5.2 Keterbatasan Penelitian

  5.2.1 Pada penelitian yang telah dilakukan, instrumen yang digunakan untuk

penelitian pada awalnya ada beberapa yang tidak valid karena pertanyaan pada

soal kurang spesifik sehingga jawaban yang diperoleh tidak seperti yang

diharapkan. Instrumen tersebut kemudian diperbaiki dan diujikan lagi ke SD yang

lainnya.

  

5.2.2 Pada penelitian yang telah dilakukan, materi yang digunakan terlalu sempit

sedangkan waktu yang disediakan sebanyak enam kali pertemuan. Pada kelas

kontrol siswa merasa bosan karena banyak waktu yang masih tersedia, sedangkan

pada kelompok eksperimen dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran

mengalami kekurangan waktu hampir pada setiap pertemuan. Hal itu dikarenakan

siswa harus membuat percobaan yang berhubungan dengan materi yang belum

pernah dibuat siswa sebelumnya.

5.3 Saran

  5.3.1 Penelitian selanjutnya sebaiknya instrumen yang akan digunakan untuk

penelitian dipersiapkan dengan baik dengan cara melakukan uji validitas

instrumen di beberapa tempat dengan jumlah responden yang ideal agar instrumen

yang digunakan benar-benar valid dan reliabel.

  

5.3.2 Penelitian selanjutnya sebaiknya pengalokasian waktu diperhatikan lagi dan

disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Pada kelompok eksperimen

sebaiknya diberikan waktu tambahan agar siswa dapat melakukan kegiatan

eksperimen secara utuh dan lebih mendalam sehingga siswa dapat lebih

mendalami materi yang dipelajari.

DAFTAR REFERENSI

  

Amien. (1987). Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan metode

“Discovery” dan “Inquiry”. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  

Anderson, L. &amp; David, R. Krathwohl (2010). Kerangka landasan untuk

pembelajaran, pengajaran, dan asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Aryani, L. (2011). Pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan

kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan . Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Dahar, R. (2011). Teori-teori belajar dan pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

  

Devi, P. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam: untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat

Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

  Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS, third edition. London: Sage.

  

Ghozali. (2006). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Semarang:

Universitas Diponegoro.

  

Johnson, B. &amp; Christensen, L.(2008). Educational research, quantitative,

qualitative, and mixed approaches, third edition . California: Sage Publications.

  

Kountur, R. (2003). Metode penelitian untuk skripsi dan tesis. Jakarta: Penerbit

PPM.

Kurnianingsih, D. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi

belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Sorowajan Yogyakarta. Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Listyaningrum, V. (2010). Efektivitas pembelajaran IPA siswa kelas IV A SD

  Kanisius Pugeran pada materi benda terapung, tenggelam dan melayang dalam hal pencapaian hasil belajar melalui metode inkuiri terbimbing semester genap Tahun Ajaran 2009/2010. Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  

Mao, S. &amp; Chang, C. (1998). Impacts of an Inquiry Teaching Method on Earth

Science Students’ Learning Outcomes and Attitudes at the Secondary

School Level . Proc. Natl. Sci. Counc. ROC(D), 8(3): 93-101, 1998.

  

Margono, S. (2003). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

  

Popham, W. J. (2008). Teknik mengajar secara sistematis. Jakarta: Rineka Cipta.

Priyatno, D. (2012). Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik

dengan SPSS dan prediksi pertanyaan pendadaran skripsi dan tesis .

  Yogyakarta: Gava Media.

Purwanto. (2009). Prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengajaran. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

  

Sangadji. (2010). Metodologi penelitian-pendekatan praktis dalam penelitian.

  Yogyakarta: ANDI.

Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses

pendidikan . Jakarta: Kencana.

  

Setyosari, P. (2010). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta:

Kencana.

Simsek, P &amp; Filiz, K. (2010). The effects of inquiry-based learning on elementary

students’conceptual understanding of matter, scientific process skills and

science attitudes. Procedia Social and Behavioral Sciences 2, 1190

  • –1194.

    Siregar, E. &amp; Hartini, N. (2011). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Ghalia

    Indonesia.

  

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan RnD. Bandung:

Alfabeta.

Sukmadinata. (2007). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya

Sulistyanto, H. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 4 untuk SD dan MI kelas IV .

  Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Sweetland, J. (2008). Inspired issue brief: inquiry-based teaching. Washington,

DC: Center for InspiredTeaching.

  

Trianto. (2011). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: konsep,

landasan, dan implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) . Jakarta: Kencana.

  

Wahyono, B. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam: 4 untuk SD dan MI kelas IV .

  Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

  

Wahyudin. (2010). Keefektifan pembelajaran berbantuan multimedia

menggunakan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa . Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6: 58-62. kses pada tanggal 21 februari 2013.

  

Widyaningsih, Y. (2010). Efektivitas pembelajaran IPA pada materi pokok proses

pembentukan tanah karena pelapukan pada siswa kelas V SDKanisius Kintelan I melalui metode inkuiri terbimbing dalam hal pencapaian hasil

belajar. Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  

Winarso, S. (2010). Peningkatan hasil belajar sifat cahaya dengan metode

. jurnal.fkip.uns.ac.id. inkuiri Diakses pada tanggal 21 februari 2013.

  LAMPIRAN

  Lampiran 1: Silabus Kelompok Kontrol

  Lampiran 2: Silabus Kelompok Eksperimen

  Lampiran 3: RPP Kelompok Kontrol

  Lampiran 4: RPP Kelompok Eksperimen

  Lampiran 5: Soal Essai Penelitian

BERMAIN PARASUT

Andi dan Deni adalah siswa kelas 4. Mereka berdua bersahabat dan selalu

bermain bersama. Suatu ketika mereka melihat orang yang terjun dari pesawat

dengan menggunakan parasut. Mereka heran karena parasut yang turun itu tidak

seketika jatuh ke bawah tetapi turun secara perlahan. Mereka ingin membuat

parasut mainan. Mereka menyiapkan alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk

membuat parasut. Masing-masing membuat parasutnya sendiri. Ternyata parasut

Andi lebih besar daripada parasut Deni. Parasut Andi mempunyai jari-jari 25 cm,

sedangkan parasut Deni mempunyai jari-jari 15 cm tetapi panjang tali parasut

yang mereka miliki sama yaitu 50 cm. Mereka selalu bermain parasut bersama di

lapangan dekat sekolah. Kadang mereka juga berlomba untuk menguji parasut

mereka dengan menjatuhkan parasut dari tempat yang tinggi.

  Setelah membaca cerita di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini!

  

1. Sebutkan 4 jenis mainan dan alat yang menggunakan prinsip perubahan energi

gerak akibat pengaruh udara! Jawab: …………………………………………………………………………… …………...…………...………………………………………………………….

  2. Mengapa parasut bisa melayang di udara? Jelaskan ! Jawab: …………………………………………………………………………… …………...………………………………………………………………………

  

3. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah untuk membuat parasut serta cara

memainkannya! Jawab: ………………………………………………………................................ ........................

  …………….……………………………...…………………...…

……………………………………………..……………………………….....…

……………………………………………………………......………................. …………………………………………………………………….……………..

  

4. Apa yang akan terjadi, jika parasut Andi dan Deni diterbangkan bersama-sama

(waktunya bersamaan) pada ketinggian yang 3 meter? Berilah alasannya! Jawab: ………………………………………...……………………………….… ………….……………...………………………...……………………………… alasan: ....

  ……...…………………………………………..…………………..………… …...........................................................................................................................

  Nama : Kelas : No absen :

  

5. Temukanlah keuntungan dan kekurangan setiap parasut. Isilah jawabanmu

dalam tabel di bawah ini! Isilah pada kolom yang sesuai saja! No Parasut Kriteria Keuntungan Kekurangan

  1 Parasut Deni Alat dan bahan

  2 Waktu pengerjaan

  3 Lama melayang di udara 6. Bantulah Andi dan Deni untuk membuat parasut.

  a. Gambarlah design parasut disertai keterangan bagian-bagiannya!

  b. Berikan juga alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan parasut ! Alat: ..

  …………………………………………………………………………… Bahan: ..

  ……………………………………………………………………….....

  

c. Percobaan parasut yang akan dilakukan Andi dan Deni akan menemui banyak

hal. Bantulah mereka untuk menemukan kemungkinan yang akan terjadi. Buatlah sebuah rumusan masalah ( dimulai dengan kata “Apakah...”) dan hipotesisnya (jawaban sementaramu sebelum melakukan percobaan ) yang berhubungan dengan percobaan parasut. Contoh:

Rumusan masalah : Apakah angin berpengaruh pada kecepatan parasut turun ke

tanah? Hipotesis: Angin berpengaruh pada kecepatan parasut turun ke tanah. Rumusan masalah:

………………………...............................................................................………

  ……………………………………................................……………................... Hipotesis :

……………...........................................................................................................

  ................................

  ………………………………………………....................... No Parasut Kriteria Keuntungan Kekurangan

  1 Parasut Andi Alat dan bahan

  2 Waktu pengerjaan

  3 Lama melayang di udara

  Lampiran 6: Rubrik Penilaian No Soal Variabel Aspek Kriteria Skor

  1 Mengimplementasikan Menerapkan 5 langkah untuk membuat parasut dengan benar

  4 Jika siswa dapat menentukan kecepatan jatuhnya parasut berdasarkan panjang diameternya dengan tepat

  1 Memilih Jika siswa dapat menentukan kecepatan jatuhnya parasut berdasarkan panjang diameternya dengan sangat tepat

  2 Jika siswa tidak dapat membedakan akibat

  3 Jika siswa membedakan akibat dengan kurang tepat

  4 Jika siswa dapat membedakan akibat dengan tepat

  4 Menganalisis Membedakan Jika siswa dapat membedakan akibat dengan sangat tepat

  1

  2 Menerapkan 1 langkah untuk membuat parasut dengan benar atau jika jawaban siswa salah

  3 Menerapkan 2-3 langkah untuk membuat parasut dengan benar

  4 Menerapkan 4 langkah untuk membuat parasut dengan benar

  2 Tidak menggunakan strategi dalam memainkan parasut atau jika jawaban siswa salah

  3 Mengaplikasi Mengeksekusi Menentukan panjang tali dan diameter untuk membuat parasut dengan sangat tepat

  3 Menggunakan strategi dalam memainkan parasut dengan kurang tepat

  4 Menggunakan strategi dalam memainkan parasut dengan tepat

  1 Menggunakan Menggunakan strategi dalam memainkan parasut dengan sangat tepat

  2 Memilih alat 1 dan 2 bahan untuk membuat parasut dengan benar atau jika jawaban siswa salah

  3 Memilih 2 alat dan 3 bahan untuk membuat parasut dengan benar

  4 Memilih 3 alat dan 3 bahan untuk membuat parasut dengan benar

  1 Melaksanakan Memilih 4 alat dan 3 bahan untuk membuat parasut dengan benar

  2 Tidak menentukan panjang tali dan diameter untuk membuat parasut atau jika jawaban siswa salah

  3 Menentukan panjang tali dan diameter untuk membuat parasut dengan kurang tepat

  4 Menentukan panjang tali dan diameter untuk membuat parasut dengan tepat

  3 Jika menentukan kecepatan jatuhnya

  2 parasut berdasarkan panjang diameternya dengan kurang tepat Jika siswa tidak dapat menentukan

  1 kecepatan jatuhnya parasut berdasarkan panjang diameternya atau jika jawaban siswa salah

  Mengorganisasikan Jika siswa dapat menemukan hubungan

  4 antara diameter parasut dengan kecepatan jatuhnya parasut dengan sangat tepat Jika siswa dapat menemukan hubungan

  3 antara diameter parasut dengan kecepatan jatuhnya parasut dengan tepat Jika siswa menemukan hubungan antara

  2 diameter parasut dengan kecepatan jatuhnya parasut dengan kurang tepat Jika siswa tidak dapat menemukan

  1 hubungan antara diameter parasut dengan kecepatan jatuhnya parasut atau jika jawaban siswa salah

  Mengatribusikan Jika siswa dapat menuliskan alasan

  4 pembuatan parasut dengan sangat tepat Jika siswa dapat menuliskan alasan

  3 pembuatan parasut dengan tepat Jika siswa menuliskan alasan pembuatan

  2 parasut dengan kurang tepat Jika siswa tidak dapat menuliskan alasan

  1 pembuatan parasut atau jika jawaban siswa salah

  Lampiran 7: Kunci Jawaban Soal No Variabel Aspek Jawaban Soal

  3 Mengaplikasi Mengeksekusi Potong tali/ benang untuk parasut dengan panjang ± 50 cm dan ukur diameter plastik antara 30 - 50 cm. Melaksanakan Alat:

  1. Pulpen/ spidol untuk menggambar lingkaran

  2. Jangka untuk membuat lingkaran

  3. Penggaris untuk mengukur panjang tali

  4. Gunting untuk memotong plastik dan tali Bahan:

  1. Plastik tipis

  2. Tali

  3. Pemberat ( kertas karton, krikil, dll.) Menggunakan Bawa parasut ke tempat yang tinggi, rapikan parasut lalu ayunkan tangan ke atas dan leparlah parasut tersebut ke atas. Mengimplementasikan Langkah-langkah membuat parasut:

  1. Buatlah lingkaran pada plastik tipis dengan menggunakan jangka dengan diameter antara 30-50cm.

  2. Buatlah delapan lubang pada pinggiran plastik dengan menggunakan gunting/ jangka. Jarak lubang dengan pinggiran plastik sekitar 2 cm. Jarak antar lubang sebaiknya sama.

  3. Potonglah 8 utas tali dengan panjang ± 40 cm.

  4. Ikatkan tali pada setiap lubang.

  5. Ikatkan tali pada bandul.

4 Menganalisis Membedakan Parasut Andi dan Deni akan jatuh ke tanah tetapi tidak bersamaan.

  Memilih Parasut Deni akan jatuh ke tanah lebih dahulu daripada parasut Andi karena diameter parasut Deni lebih kecil daripada parasut Andi. Mengorganisasikan Diameter yang lebih besar akan menampung udara lebih banyak daripada diameter yang kecil sehingga parasut dengan diameter besar dapat melayang diudara lebih lama daripada yang diameternya kecil. Mengatribusikan Parasut Deni jatuh ke tanah lebih dahulu karena tekanan udaranya kecil sedangkan parasut Andi bertahan lebih lama di udara karena tekanan udaranya besar akibat dari diameter yang besar.

  Lampiran 8: Hasil Analisis SPSS Uji Validitas dan Reliabilitas

1. Uji Validitas a. Uji Validitas 6 Kemampuan

  

Correlations

total no1 no2 no3 no4 no5 no6 Pearson
  • ** ** ** * ** * 1 ,561 ,583 ,440 ,714 ,582 ,420 Correlation total Sig. (2-tailed) ,001 ,001 ,015 ,000 ,001 ,021 N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 ** Pearson ,561

  1 ,037 ,014 ,209 ,094 ,324 Correlation no1 Sig. (2-tailed) ,001 ,846 ,941 ,269 ,620 ,081

  N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 ** Pearson ,583 ,037

  1 ,228 ,312 ,336 ,103 Correlation no2 Sig. (2-tailed) ,001 ,846 ,226 ,093 ,069 ,590

  N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 * Pearson ,440 ,014 ,228

  1 ,256 -,032 ,187 Correlation no3 Sig. (2-tailed) ,015 ,941 ,226 ,173 ,869 ,324

  N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 **

  • * Pearson

    ,714 ,209 ,312 ,256

  1 ,439 ,147 Correlation no4 Sig. (2-tailed) ,000 ,269 ,093 ,173 ,015 ,437

  N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 Pearson ** * ,582 ,094 ,336 -,032 ,439 1 -,119 Correlation no5 Sig. (2-tailed) ,001 ,620 ,069 ,869 ,015 ,533

  N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 * Pearson ,420 ,324 ,103 ,187 ,147 -,119

  1 Correlation no6

Sig. (2-tailed) ,021 ,081 ,590 ,324 ,437 ,533

N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  b. Uji Validitas Kemampuan Mengaplikasi Correlations total sub1 sub2 sub3 sub4 ** ** ** ** Pearson Correlation

  1 ,655 ,521 ,770 ,795 total Sig. (2-tailed) ,000 ,003 ,000 ,000 N

  30

  30

  30 * **

  30

  30 Pearson Correlation ,655 1 ,428 ,295 ,351 sub1 Sig. (2-tailed) ,000 ,018 ,113 ,058 N

  30

  30

* **

  30

  30

  30 Pearson Correlation ,521 ,428 1 ,097 ,290 sub2 Sig. (2-tailed) ,003 ,018 ,611 ,120 N

  30 ** *

  30

  30

  30

  30 Pearson Correlation ,770 ,295 ,097 1 ,449 sub3 Sig. (2-tailed) ,000 ,113 ,611 ,013 N

  30

  30

  30

  30 * **

  30 Pearson Correlation ,795 ,351 ,290 ,449

  1 sub4 Sig. (2-tailed) ,000 ,058 ,120 ,013 N

  30

  30

  30

  30

  30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  c. Uji Validitas Kemampuan Menganalisis Correlations total sub1 sub2 sub3 sub4 ** ** ** ** Pearson Correlation

  1 ,829 ,847 ,929 ,819 total Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 N

  30

  30

  30 ** ** ** **

  30

  30 Pearson Correlation ,829 1 ,565 ,699 ,576 sub1 Sig. (2-tailed) ,000 ,001 ,000 ,001 N

  30

  30

  30

  30

  30 ** ** ** ** Pearson Correlation ,847 ,565 1 ,775 ,543 sub2 Sig. (2-tailed) ,000 ,001 ,000 ,002

  N

  30

  30 ** ** ** **

  30

  30

  30 Pearson Correlation ,929 ,699 ,775 1 ,703 sub3 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 N

  30

  30

  30

  30 ** ** ** **

  30 Pearson Correlation ,819 ,576 ,543 ,703

  1 sub4 Sig. (2-tailed) ,000 ,001 ,002 ,000 N

  30

  30

  30

  30

  30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

2. Uji Reliabilitas

a. Uji Reliabilitas 6 Kemampuan Case Processing Summary

  N % Cases Valid 30 100,0 Excluded a ,0 Total

  30 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,535

  6 b.

   Uji Reliabilitas Kemampuan Mengaplikasi Case Processing Summary N % Cases

  Valid 30 100,0 Excluded a ,0 Total 30 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,623

  4 c.

   Uji Reliabilitas Kemampuan Menganalisis Case Processing Summary N % Cases

  Valid 30 100,0 Excluded a ,0 Total 30 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,878

  4

a. Uji Normalitas Data Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis

  Positive ,176 ,143 ,156 ,144 ,151 ,171 ,144 ,106 Negative -,168 -,128 -,155 -,122 -,146 -,162 -,108 -,119

Kolmogorov-Smirnov Z ,979 ,799 ,884 ,814 ,843 ,952 ,812 ,671

Asymp. Sig. (2-tailed) ,293 ,546 ,415 ,522 ,476 ,325 ,525 ,759

a. Test distribution is Normal.

  61 ,831 ,02419 ,11256

  Equal variances assumed ,145 ,704 ,215

  Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper PreKonEks1

  

(2-

tailed) Mean Difference

  Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. T df Sig.

  

Independent Samples Test

Levene's Test for

  Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean PreKonEks1 Pretes Kontrol 1 31 1,5242 ,39452 ,07086 Pretes Eksperimen 1 32 1,5000 ,49187 ,08695

  b. Uji Beda Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi Group Statistics

  b. Calculated from data.

  Most Extreme Differences Absolute ,176 ,143 ,156 ,144 ,151 ,171 ,144 ,119

  Lampiran 9: Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Mengaplikasi

  32 Normal Parameters a,b Mean 1,5242 1,8226 1,5000 2,5391 1,7903 1,7581 2,0391 2,4453 Std. Deviation ,39452 ,62314 ,49187 ,84746 ,75027 ,64706 ,84029 ,87927

  32

  31

  31

  32

  

32

  31

  31

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

PreKon1 PosKon1 PreEks1 PosEks1 PreKon2 PosKon2 PreEks2 PosEks2 N

  • ,20088 ,24927 Equal variances not assumed ,216 58,971 ,830 ,02419 ,11217
  • ,20025 ,24864

c. Uji Beda Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi

  Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PreKontrol1 1,5242 31 ,39452 ,07086

  Pair 1 PostKontrol1 1,8226 31 ,62314 ,11192 PreEksp1 1,5000 32 ,49187 ,08695 Pair 2 PostEksp1 2,5391 32 ,84746 ,14981

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 PreKontrol1 &amp; PostKontrol1 31 ,272 ,138 Pair 2 PreEksp1 &amp; PostEksp1 32 ,276 ,127

  

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2- Mean Std. Std. 95% Confidence tailed)

  Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Upper Pair PreKontrol1 -

  • ,29839 ,64038 ,11501 -,53328 -,06350

  30 ,015

  1 PostKontrol1 2,594

  • Pair PreEksp1 - ,85456 ,15107 -1,34717 -,73096

  31 ,000

  2 PostEksp1 1,03906 6,878

d. Uji Normalitas Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test SelisihKon1 SelisihEks1 N

  31

  32 a,b Mean ,2984 1,0391 Normal Parameters Std. Deviation ,64038 ,85456 Absolute ,196 ,121

  Most Extreme Differences Positive ,196 ,121 Negative -,082 -,097 Kolmogorov-Smirnov Z 1,089 ,686 Asymp. Sig. (2-tailed) ,187 ,734 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

  • 3,883 61 ,000 -,74068 ,19073
  • 1,12206
  • ,35929 Equal variances not assumed

  f. Uji Normalitas Posttes II Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,346 ,501 ,465 ,164 a. Test distribution is Normal.

  32 Normal Parameters a,b Mean 1,6129 1,8548 1,8594 1,8125 Std. Deviation ,51169 ,64477 ,55698 ,79565 Most Extreme Differences Absolute ,168 ,148 ,150 ,198 Positive ,168 ,148 ,150 ,198 Negative -,115 -,105 -,141 -,154 Kolmogorov-Smirnov Z ,935 ,827 ,850 1,118

  32

  31

  31

  PostKon1 postKon2 PostEksp1 PostEksp2 N

  2,287 ,136

  Difference Lower Upper SelisihKonEks1 Equal variances assumed

  Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the

  (2- tailed) Mean Difference

  Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df Sig.

  

Independent Samples Test

Levene's Test for

  Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean SelisihKonEks1 Selisih Kontrol 1 31 ,2984 ,64038 ,11501 Selisih Eksperimen 1 32 1,0391 ,85456 ,15107

  e. Uji Beda Selisih skor Posttest Kemampuan Mengaplikasi Group Statistics

  • 3,901 57,419 ,000 -,74068 ,18987
  • 1,12082
  • ,36053

b. Calculated from data.

  g. Uji besarnya pengaruh pada Kemampuan Mengaplikasi

Hasil perhitungan besar pengaruh metode inkuiri pada kelompok eksperimen:

  2 =

  2

  • 2

  ( −6,878) =

  2 ( + 31 −6,878)

  47,31 = 47,31 + 31 47,31

  = 78,31 = 0,60 = 0,77

  2 R = r x r

  2 R = 0,77 x 0,77

  2 R = 60

  2 R = 60%

Hasil perhitungan besar pengaruh metode ceramah pada kelompok kontrol:

  2 =

  2

  • 2

  ( −2,594) =

  2 ( + 30 −2,594)

  6,73 = 6,73 + 30 6,73

  = 36,73 = 0,18 = 0,43

  2 R = r x r

  2 R = 0,43 x 0,43

  2 R = 0,18

  2 R = 18%

h. Uji Retensi Pengaruh Kemampuan Mengaplikasi

  Kelompok Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Posttest1Kon1 1,8226 31 ,62314 ,11192

  Pair 1 Posttest2Kon1 1,6129 31 ,51169 ,09190 Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 Posttest1Kon1 &amp; Posttest2Kon1 31 ,379 ,036

Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the

  Mean Difference Lower Upper Pair Posttest1Kon1 - ,20968 ,63933 ,11483 -,02483 ,44418 1,826 30 ,078

  1 Posttest2Kon1 Kelompok Eksperimen Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Posttest1Eks1 2,5391 32 ,84746 ,14981 Pair 1 Posttest2Eks1 1,8594 32 ,55698 ,09846

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 Posttest1Eks1 &amp; Posttest2Eks1 32 ,435 ,013

Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the

  Mean Difference Lower Upper Pair Posttest1Eks1 - ,67969 ,78605 ,13896 ,39628 ,96309 4,891 31 ,000

  1 Posttest2Eks1

a. Uji Normalitas Data Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis

  Positive ,176 ,143 ,156 ,144 ,151 ,171 ,144 ,106 Negative -,168 -,128 -,155 -,122 -,146 -,162 -,108 -,119

Kolmogorov-Smirnov Z ,979 ,799 ,884 ,814 ,843 ,952 ,812 ,671

Asymp. Sig. (2-tailed) ,293 ,546 ,415 ,522 ,476 ,325 ,525 ,759

a. Test distribution is Normal.

  Equal variances assumed ,190 ,665

  Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper PreKonEks2

  (2- tailed) Mean Difference

  F Sig. T df Sig.

  Equality of Variances t-test for Equality of Means

  

Independent Samples Test

Levene's Test for

  Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean PreKonEks2 Pretes Kontrol 2 31 1,7903 ,75027 ,13475 Pretes Eksperimen 2 32 2,0391 ,84029 ,14854

  b. Uji Beda Skor Pretest Kemampuan Menganalisis Group Statistics

  b. Calculated from data.

  Most Extreme Differences Absolute ,176 ,143 ,156 ,144 ,151 ,171 ,144 ,119

  Lampiran 10: Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Menganalisis

  32 Normal Parameters a,b Mean 1,5242 1,8226 1,5000 2,5391 1,7903 1,7581 2,0391 2,4453 Std. Deviation ,39452 ,62314 ,49187 ,84746 ,75027 ,64706 ,84029 ,87927

  32

  31

  31

  32

  

32

  31

  31

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

PreKon1 PosKon1 PreEks1 PosEks1 PreKon2 PosKon2 PreEks2 PosEks2 N

  • 1,238 61 ,220 -,24874 ,20092
  • ,65051 ,15303 Equal variances not assumed
  • 1,240 60,605 ,220 -,24874 ,20056
  • ,64983 ,15235

c. Uji Beda Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis

  Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PreKontrol2 1,7903 31 ,75027 ,13475

  Pair 1 PostKontrol2 1,7581 31 ,64706 ,11621 PreEksp2 2,0391 32 ,84029 ,14854 Pair 2 PostEksp2 2,4453 32 ,87927 ,15544

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 PreKontrol2 &amp; PostKontrol2 31 ,390 ,030 Pair 2 PreEksp2 &amp; PostEksp2 32 ,366 ,039

  

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2- Mean Std. Std. 95% Confidence tailed)

  Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Upper Pair PreKontrol2 -

  ,03226 ,77659 ,13948 -,25260 ,31711 ,231 30 ,819

  1 PostKontrol2

  • Pair PreEksp2 - ,96877 ,17126 -,75553 -,05697

  31 ,024

  2 PostEksp2 ,40625 2,372

d. Uji Normalitas Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test SelisihKon2 SelisihEks2 N

  31

  32 a,b Mean ,0323 -,4063 Normal Parameters Std. Deviation ,77659 ,96877 Absolute ,129 ,150

  Most Extreme Differences Positive ,112 ,150 Negative -,129 -,083 Kolmogorov-Smirnov Z ,716 ,848 Asymp. Sig. (2-tailed) ,684 ,468 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

  Difference Lower Upper SelisihKonEks2 Equal variances assumed

  Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the

  e. Uji Beda Selisih Skor Posttest Kemampuan Menganalisis Group Statistics

  Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean SelisihKonEks2 Selisih Kontrol 2 31 -,0323 ,77659 ,13948 Selisih Eksperimen 2 32 ,4063 ,96877 ,17126

  

Independent Samples Test

Levene's Test for

  Equality of Variances t-test for Equality of Means

  F Sig. t df Sig.

  (2- tailed) Mean Difference

  • 1,978 61 ,052 -,43851 ,22165
  • ,88172 ,00470 Equal variances not assumed

  ,909 ,344

  • 1,985 58,959 ,052 -,43851 ,22087
  • ,88047 ,00346

  f. Uji Normalitas Posttes II Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PostKon1 postKon2 PostEksp1 PostEksp2 N

  31

  31

  32

  32 Normal Parameters a,b Mean 1,6129 1,8548 1,8594 1,8125 Std. Deviation ,51169 ,64477 ,55698 ,79565 Most Extreme Differences Absolute ,168 ,148 ,150 ,198 Positive ,168 ,148 ,150 ,198 Negative -,115 -,105 -,141 -,154 Kolmogorov-Smirnov Z ,935 ,827 ,850 1,118

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,346 ,501 ,465 ,164 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

  g. Uji besarnya pengaruh pada Kemampuan Menganalisis

Hasil perhitungan besar pengaruh metode inkuiri pada kelompok eksperimen:

  2 =

  2

  • 2

  ( −2,372) =

  2 ( + 31 −2,372)

  5,63 = 5,63 + 31 5,63

  = 36,63 = 0,15 = 0,39

  2 R = r x r

  2 R = 0,39x 0,39

  2 R = 0,15

  2 R = 15%

Hasil perhitungan besar pengaruh metode ceramah pada kelompok kontrol:

  2 =

  2

  • 2

  (0,231) =

  2 (0,231) + 30 0,05

  = 0,05 + 30 0,05 =

  30,05 = 0,0016 = 0,04

  2 R = r x r

  2 R = 0,04 x 0,04

  2 R = 0,0016

  2 R = 0,16%

h. Uji Retensi Pengaruh Kemampuan Menganalisis

  Kelompok Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Posttest1Kon2 1,7581 31 ,64706 ,11621

  Pair 1 Posttest2Kon2 1,8548 31 ,64477 ,11580 Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 Posttest1Kon2 &amp; Posttest2Kon2 31 ,502 ,004

Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the

  Mean Difference Lower Upper

  • Pair Posttest1Kon2 - ,64446 ,11575 -,33316 ,13961

  30 ,410

  1 Posttest2Kon2 ,09677 ,836 Kelompok Eksperimen Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Posttest1Eks2 2,4453 32 ,87927 ,15544 Pair 1 Posttest2Eks2 1,8125 32 ,79565 ,14065

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 Posttest1Eks2 &amp; Posttest2Eks2 32 ,509 ,003

Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the

  Mean Difference Lower Upper Pair Posttest1Eks2 - ,63281 ,83276 ,14721 ,33257 ,93305 4,299 31 ,000

  1 Posttest2Eks2

  

Lampiran 11: Rekapan Nilai Kemampuan Mengaplikasi Kelompok Kontrol

1. Nilai Pretest No.

  1 6 1,50

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  24

  1

  2

  2

  25

  2 7 1,75

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  26

  1

  2

  1

  23

  2

  2

  1

  2

  1 5 1,25

  19

  2

  1

  2

  1 6 1,50

  20

  1

  27

  1

  1 4 1,00

  21

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  22

  1

  1 5 1,25

  3

  1

  1 Melaksanakan

  Soal

Variabel Aspek skor

  1

  2

  3

  4

  Mengeksekusi

  26

  4

  11

  3 7 1,75 2.

  19

  1 Menggunakan

  19

  10

  2 Mengimplementasikan

  15

  8

  8

   Rangkuman Nilai Pretest No.

  1

  1

  1

  2

  1 7 1,75

  28

  2

  2

  3

  2 9 2,25

  29

  1

  2

  1

  1 4 1,00

  30

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  31

  1

  1

  18

  Resp Aspek Total Nilai

  1

  5

  1

  2

  1

  1 5 1,25

  6

  2

  3

  3 9 2,25

  2

  7

  1

  2

  1

  3 7 1,75

  8

  1

  2

  1 5 1,25

  1

  3 8 2,00

  2

  Rata-rata

  Mengekse kusi Melaksa nakan

  Mengguna kan Mengimple mentasikan

  1

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  1

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  3

  1

  2

  1

  3 7 1,75

  4

  2

  9

  2 7 1,75

  1

  14

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  15

  1

  2

  2 6 1,50

  1

  16

  1

  2

  1

  1 5 1,25

  17

  1

  2

  2

  1 5 1,25

  2

  1

  11

  2

  1

  3 7 1,75

  10

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  2

  1

  2

  1

  3 8 2,00

  12

  1

  2

  3

  3 9 2,25

  13

3. Mengaplikasi

3. Nilai Posttest I No.

  Resp Aspek Total Nilai

  25

  4

  1

  3 10 2,50

  24

  3

  4

  1

  3 11 2,75

  3

  23

  4

  1

  3 11 2,75

  26

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  2

  1 4 1,00

  1

  2

  19

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  20

  2

  1

  2 7 1,75

  1

  21

  3

  4

  1

  3 11 2,75

  22

  1

  1

  27

  1

  1

  9

  1

  2

  3

  4

  Mengeksekusi

  19

  8

  4 Melaksanakan

  15

   Rangkuman Nilai Posttest I No.

  1

  6 Menggunakan

  16

  13

  2 Mengimplementasikan

  9

  10

  12

  Soal

Variabel Aspek Skor

  3 7 1,75 4.

  2

  1

  1 4 1,00

  28

  2

  4

  2

  3 11 2,75

  29

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  30

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  31

  1

  2

  2 7 1,75

  2

  Rata-rata Mengekse

  7

  2

  2

  2 8 2,00

  6

  2

  3

  2

  2 9 2,25

  1

  5

  2

  3

  3 9 2,25

  8

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  2

  2 8 2,00

  1

  2

  kusi Melaksa nakan Mengguna kan Mengimple mentasikan

  1

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  2

  1

  3

  2

  2 8 2,00

  3

  2

  2

  2

  3 9 2,25

  4

  2

  2

  9

  2

  1

  16

  1

  1

  1 4 1,00

  15

  1

  1

  2

  1 5 1,25

  1

  14

  2

  1

  1 5 1,25

  17

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  18

  1

  2 5 1,25

  1

  4

  1 5 1,25

  10

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  11

  3

  2

  1

  3 12 3,00

  12

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  13

  1

  1

3. Mengaplikasi

5. Nilai Posttest II No.

  Resp Aspek Total Nilai

  2

  2

  4 12 3,00

  24

  2

  1

  1

  1 5 1,25

  25

  4

  2

  2

  3 11 2,75

  26

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  27

  4

  2 5 1,25

  23

  1

  19

  1

  2

  3

  2 8 2,00

  20

  1

  1

  1 4 1,00

  1

  21

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  22

  1

  1

  1

  4

  3

  1

  17

  2

  3

  4

  Mengeksekusi

  23

  7

  1 Melaksanakan

  11

  1

  Soal

Variabel Aspek Skor

  2 Menggunakan

  22

  6

  3 Mengimplementasikan

  11

  13

  5

  2

  1

   Rangkuman Nilai Posttest II No.

  1 9 2,25

  1

  28

  2

  2

  1

  3 8 2,00

  29

  1

  1

  1 4 1,00

  4 8 2,00 6.

  30

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  31

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  2

  Rata-rata Mengekse

  7

  1

  1

  1 4 1,00

  6

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  1

  5

  2

  1

  2 6 1,50

  8

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  1

  2 6 1,50

  2

  1

  kusi Melaksa nakan Mengguna kan Mengimple mentasikan

  1

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  2

  1

  2

  1

  1 5 1,25

  3

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  4

  1

  2

  9

  2

  1

  16

  1

  1

  1 4 1,00

  15

  1

  1

  2

  1 5 1,25

  1

  14

  2

  1

  1 5 1,25

  17

  1

  2

  3

  2 8 2,00

  18

  1

  3 7 1,75

  1

  3

  2 7 1,75

  10

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  11

  2

  1

  1

  3 9 2,25

  12

  1

  2

  1

  3 7 1,75

  13

  1

  2

3. Mengaplikasi

  

Lampiran 12: Rekapan Nilai Kemampuan Mengaplikasi Kelompok

Eksperimen

  2

  1

  1 4 1,00

  24

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  25

  3

  1

  3

  3 11 2,75

  26

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  27

  1

  1

  23

  1

  1

  19

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  20

  1

  2

  1 5 1,25

  2 8 2,00

  21

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  22

  1

  2

  3

  2

  2 6 1,50

  1

  1

  2. Rangkuman Nilai Pretest No.

  Soal

Variabel Aspek skor

  1

  2

  3

  4

  Mengeksekusi

  30

  1 Melaksanakan

  1

  11

  19

  2 Menggunakan

  18

  10

  4 Mengimplementasikan

  16

  12

  4

  1 4 1,00

  1

  28

  30

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  29

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  1

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  31

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  32

  1 5 1,25

  2

  1. Nilai Pretest No.

  3

  5

  1

  2

  2

  1 6 1,50

  6

  3

  3

  3 12 3,00

  1

  7

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  8

  1

  2

  1

  2 6 1,50

  2

  9

  2

  Resp Aspek Total Nilai

  Rata-rata

  Mengekse kusi Melaksa nakan

  Mengguna kan Mengimple mentasikan

  1

  1

  1

  2

  1 5 1,25

  1

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  3

  1

  2

  3

  1 7 1,75

  4

  2 6 1,50

  1

  1

  16

  2

  1

  1 5 1,25

  15

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  1

  14

  2

  2

  2 7 1,75

  17

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  18

  1

  1 6 1,50

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  10

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  11

  1

  1

  2

  1 4 1,00

  12

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  13

  1

  2

3. Mengaplikasi

3. Nilai Posttest I No.

  Resp Aspek Total Nilai

  26

  4

  3

  4 15 3,75

  25

  2

  2

  3

  2 9 2,25

  4

  4

  24

  2

  3 13 3,25

  27

  1

  1

  2

  2 6 1,50

  28

  4

  2 7 1,75

  4

  4

  4 14 3,50

  20

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  21

  4

  2

  2

  4 14 3,50

  22

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  23

  1

  2

  4

  4 15 3,75

  3

  11

  3

  4

  Mengeksekusi

  14

  7

  3

  8 Melaksanakan

  4

  4

  1

  13 Menggunakan

  2

  19

  10

  1 Mengimplementasikan

  3

  7

  13

  9

  2

  Soal

Variabel Aspek skor

  4

  3 10 2,50

  29

  1

  1

  2

  1 5 1,25

  30

  1

  3

  3

  31

   Rangkuman Nilai Posttest I No.

  2

  2

  2

  3 9 2,25

  32

  1

  1

  2

  2 6 1,50 4.

  3

  3

  Rata-rata Mengekse

  4

  1

  3 11 2,75

  6

  2

  4

  3

  4 13 3,25

  7

  3

  3

  4

  3 14 3,50

  8

  2

  3

  3

  3 11 2,75

  9

  1

  4

  5

  2

  2

  kusi Melaksa nakan Mengguna kan Mengimple mentasikan

  1

  1

  2

  1

  1 5 1,25

  2

  1

  1

  1 5 1,25

  4 15 3,75

  3

  4

  4

  3

  4 15 3,75

  4

  4

  4

  3

  2

  2 7 1,75

  19

  3 12 3,00

  15

  2

  4

  2

  4 12 3,00

  16

  3

  4

  2

  17

  2

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  18

  4

  4

  3

  4 15 3,75

  2 10 2,50

  4

  10

  12

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  11

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  2

  2

  3

  2

  3 10 2,50

  13

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  14

3. Mengaplikasi

5. Nilai Posttest II No.

  Resp Aspek Total Nilai

  3 10 2,50

  1

  2

  1

  3 7 1,75

  25

  1

  3

  3

  1

  26

  3 7 1,75

  1

  2

  2 6 1,50

  27

  1

  2

  3

  2 8 2,00

  24

  1

  1

  2

  1

  3 7 1,75

  20

  2

  3

  2

  2 9 2,25

  21

  3

  2

  2

  1 8 2,00

  22

  1

  1

  2

  1 5 1,25

  23

  1

  28

  2

  1

  10

  1

  2

  3

  4

  Mengeksekusi

  28

  3

  1 Melaksanakan

  16

   Rangkuman Nilai Posttest II No.

  4

  2 Menggunakan

  8

  17

  7 Mengimplementasikan

  7

  12

  8

  5

  Soal

Variabel Aspek skor

  2 7 1,75 6.

  3

  2

  3 9 2,25

  29

  1

  1

  2

  1 5 1,25

  30

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  31

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  32

  1

  2

  2

  19

  Rata-rata Mengekse

  1

  1

  1 4 1,00

  6

  1

  2

  2

  4 9 2,25

  7

  2

  1

  3

  2 8 2,00

  8

  1

  1

  2

  2 6 1,50

  9

  1

  1

  5

  2

  1

  kusi Melaksa nakan Mengguna kan Mengimple mentasikan

  1

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  2

  1

  1

  1 4 1,00

  2 7 1,75

  3

  4

  4

  3

  4 15 3,75

  4

  1

  2

  2

  1

  2 6 1,50

  4 10 2,50

  2

  15

  1

  2

  2

  2 7 1,75

  16

  1

  2

  2 7 1,75

  2

  17

  1

  2

  2

  3 8 2,00

  18

  1

  2

  3

  3 10 2,50

  3

  10

  12

  1

  1

  2

  1 5 1,25

  11

  1

  2

  1

  4 8 2,00

  1

  2

  1

  3

  2 7 1,75

  13

  1

  4

  1

  4 10 2,50

  14

3. Mengaplikasi

  

Lampiran 13: Rekapan Nilai Kemampuan Menganalisis Kelompok Kontrol

1. Nilai Pretest No.

  25

  3

  3

  3 13 3,25

  24

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  2

  23

  2

  2

  1 7 1,75

  26

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  4

  1

  1 4 1,00

  1

  2 8 2,00

  19

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  20

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  21

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  22

  1

  1

  27

  1

  1

  2 Memilih

  1

  2

  3

  4

  Membedakan

  13

  9

  7

  14

   Rangkuman Nilai Pretest No.

  11

  6 Mengorganisasikan

  13

  14

  4 Mengatribusikan

  13

  13

  4

  1

  Soal

Variabel Aspek skor

  2 9 2,25 2.

  2

  2

  1 4 1,00

  28

  2

  2

  1

  1 6 1,50

  29

  3

  2

  2

  2 9 2,25

  30

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  31

  3

  2

  2

  2

  Resp Aspek Total Nilai

  2

  5

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  6

  2

  2

  2 8 2,00

  2

  7

  3

  3

  2

  2 10 2,50

  8

  1

  1

  2

  1 6 1,50

  1

  9

  2

  Rata-rata

  Membeda kan Memilih Mengorga nisasikan

  Mengatribu sikan

  1

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  3

  2

  2

  2

  3 10 2,50

  3

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  4

  2 6 1,50

  3

  18

  1 4 1,00

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  15

  1

  1

  1

  16

  1 4 1,00

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  17

  3

  3

  3

  3 12 3,00

  14

  1

  3

  2

  2

  2 10 2,50

  10

  4

  3

  3

  4 14 3,50

  11

  2

  1

  2

  1 7 1,75

  12

  3

  3

  3

  3 12 3,00

  13

  1

4. Menganalisis

3. Nilai Posttest I No.

  Resp Aspek Total Nilai

  25

  3

  2

  2 9 2,25

  24

  2

  1

  1

  1 5 1,25

  1

  23

  1

  1

  1 4 1,00

  26

  2

  1

  1

  1 5 1,25

  2

  1 4 1,00

  4

  1

  19

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  20

  1

  1

  1 4 1,00

  1

  21

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  22

  1

  1

  27

  3

  3

  1 Memilih

  1

  2

  3

  4

  Membedakan

  9

  12

  9

  17

   Rangkuman Nilai Posttest I No.

  9

  5 Mengorganisasikan

  16

  10

  5 Mengatribusikan

  14

  12

  5

  Soal

Variabel Aspek skor

  3 8 2,00 4.

  2

  2

  2 12 3,00

  28

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  29

  2

  2

  1

  2 8 2,00

  30

  2

  3

  2

  2 9 2,25

  31

  3

  1

  2 9 2,25

  2

  Rata-rata Membeda

  7

  2

  1

  1 6 1,50

  6

  2

  3

  3

  2 10 2,50

  3

  5

  2

  2

  2 9 2,25

  8

  3

  2

  2

  2 9 2,25

  2

  3 10 2,50

  2

  1

  kan Memilih Mengorga nisasikan Mengatribu sikan

  1

  2

  1

  2

  1 6 1,50

  2

  3

  2

  3

  2 8 2,00

  3

  2

  2

  3

  2 9 2,25

  4

  3

  1

  9

  2

  3

  16

  1

  1

  1 4 1,00

  15

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  1

  14

  1

  1

  1 4 1,00

  17

  3

  3

  3

  3 12 3,00

  18

  1

  2 7 1,75

  2

  2

  2 8 2,00

  10

  3

  1

  1

  3 8 2,00

  11

  3

  2

  1

  3 10 2,50

  12

  2

  1

  1

  1 5 1,25

  13

  2

  2

4. Menganalisis

5. Nilai Posttest II No.

  Resp Aspek Total Nilai

  25

  3

  3

  3 12 3,00

  24

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  1

  23

  1

  1

  1 4 1,00

  26

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  3

  1 4 1,00

  2

  2

  19

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  20

  3

  3

  2 10 2,50

  1

  21

  2

  2

  1

  1 6 1,50

  22

  1

  1

  27

  2

  1

  13

  1

  2

  3

  4

  Membedakan

  8

  16

  7 Memilih

  11

   Rangkuman Nilai Posttest II No.

  7 Mengorganisasikan

  12

  15

  4 Mengatribusikan

  9

  17

  4

  1

  Soal

Variabel Aspek skor

  2 9 2,25 6.

  1

  3

  2 7 1,75

  28

  2

  1

  1

  1 5 1,25

  29

  2

  2

  2

  2 9 2,25

  30

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  31

  2

  3

  1 4 1,00

  1

  Rata-rata Membeda

  7

  1

  1

  1 4 1,00

  6

  3

  3

  3

  3 12 3,00

  3

  5

  2

  2

  2 9 2,25

  8

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  1

  3 10 2,50

  2

  1

  kan Memilih Mengorga nisasikan Mengatribu sikan

  1

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  2

  1

  1

  2

  2 5 1,25

  3

  3

  2

  2

  2 9 2,25

  4

  3

  2

  9

  3

  1

  16

  1

  1

  1 5 1,25

  15

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  2

  14

  1

  1

  2 6 1,50

  17

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  18

  2

  3 10 2,50

  2

  1

  2 9 2,25

  10

  3

  3

  3

  4 13 3,25

  11

  2

  2

  3

  2 7 1,75

  12

  2

  2

  2

  1 7 1,75

  13

  2

  2

4. Menganalisis

  

Lampiran 14: Rekapan Nilai Kemampuan Menganalisis Kelompok

Eksperimen

  1 8 2,00

  3

  2

  2

  2 9 2,25

  25

  3

  2

  2

  26

  4 14 3,50

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  27

  2

  1

  1

  2 6 1,50

  24

  3

  1

  3

  2

  1

  2 7 1,75

  20

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  21

  2

  3

  2

  2 9 2,25

  22

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  23

  4

  28

  1

  19

  11

  2

  3

  4

  Membedakan

  9

  10

  6

  7 Memilih

  12

  8

  Soal

Variabel Aspek skor

  1 Mengorganisasikan

  13

  12

  6

  1 Mengatribusikan

  8

  17

  5

  2

  1

  2. Rangkuman Nilai Pretest No.

  1

  2

  1 4 1,00

  29

  3

  1

  1

  1 6 1,50

  30

  2

  2

  2 8 2,00

  3 11 2,75

  31

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  32

  2

  3

  3

  2

  3 12 3,00

  1. Nilai Pretest No.

  2 11 2,75

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  6

  4

  3

  2

  7

  2 8 2,00

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  8

  4

  3

  3

  3 13 3,25

  5

  2

  3

  1

  Resp Aspek Total Nilai

  Rata-rata

  Membeda kan Memilih Mengorga nisasikan mengatribusi kan

  1

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  2

  1

  2

  1

  1 4 1,00

  3

  2

  1

  1

  2 6 1,50

  4

  2

  9

  2

  3

  2

  2

  2 11 2,75

  15

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  16

  2

  2

  4

  2 8 2,00

  17

  4

  3

  3

  4 14 3,50

  18

  3

  3

  3

  14

  2

  2

  2 9 2,25

  10

  4

  3

  4

  3 14 3,50

  11

  2

  2

  2 8 2,00

  3 14 3,50

  12

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  13

  4

  4

  3

4. Menganalisis

3. Nilai Posttest I No.

  Resp Aspek Total Nilai

  26

  3

  2

  2 11 2,75

  25

  4

  3

  3

  3 13 3,25

  3

  3

  24

  2

  2 10 2,50

  27

  2

  2

  1

  2 7 1,75

  28

  4

  2 10 2,50

  3

  3

  2 10 2,50

  20

  3

  3

  3

  3 12 3,00

  21

  3

  3

  2

  3 12 3,00

  22

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  23

  4

  2

  4

  2 11 2,75

  2

  9

  3

  4

  Membedakan

  6

  5

  7

  14 Memilih

  7

  14

  1

  2 Mengorganisasikan

  8

  10

  12

  2 Mengatribusikan

  6

  14

  9

  3

  2

  Soal

Variabel Aspek skor

  2

  3 14 3,50

  29

  2

  2

  1

  1 6 1,50

  30

  4

  4

  3

  31

   Rangkuman Nilai Posttest I No.

  2

  1

  4

  2 9 2,25

  32

  1

  1

  1

  1 4 1,00 4.

  2

  4

  Rata-rata Membeda

  4

  1

  2 5 1,25

  6

  4

  3

  3

  4 14 3,50

  7

  3

  1

  3

  3 13 3,25

  8

  4

  3

  3

  4 14 3,50

  9

  3

  1

  5

  3

  1

  kan Memilih Mengorga nisasikan Mengatribu sikan

  1

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  2

  1

  1

  1 4 1,00

  2 8 2,00

  3

  4

  3

  3

  3 13 3,25

  4

  2

  2

  2

  3

  2 11 2,75

  19

  2 9 2,25

  15

  3

  3

  3

  3 12 3,00

  16

  3

  2

  2

  17

  2

  4

  4

  4

  4 16 4,00

  18

  4

  3

  3

  3 13 3,25

  2 8 2,00

  2

  10

  12

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  11

  4

  2

  2

  2 10 2,50

  3

  2

  2

  2

  2 9 2,25

  13

  4

  3

  3

  3 13 3,25

  14

4. Menganalisis

5. Nilai Posttest II No.

  Resp Aspek Total Nilai

  26

  1

  1

  1 5 1,25

  25

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  1

  1

  24

  1

  1 4 1,00

  27

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  28

  2

  1 5 1,25

  2

  2

  2 9 2,25

  20

  3

  2

  2

  1 8 2,00

  21

  3

  2

  1

  2 9 2,25

  22

  1

  1

  1

  2 5 1,25

  23

  2

  1

  3

  1 7 1,75

  1

  10

  3

  4

  Membedakan

  11

  10

  8

  3 Memilih

  16

  5

  1

  1 Mengorganisasikan

  17

  10

  3

  2 Mengatribusikan

  14

  13

  4

  1

  2

  Soal

Variabel Aspek skor

  2

  3 15 3,75

  29

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  30

  4

  4

  4

  31

   Rangkuman Nilai Posttest II No.

  2

  1

  2

  2 7 1,75

  32

  2

  3

  4

  3 12 3,00 6.

  2

  3

  Rata-rata Membeda

  3

  1

  1 4 1,00

  6

  4

  3

  3

  4 14 3,50

  7

  3

  1

  3

  3 12 3,00

  8

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  9

  2

  1

  5

  2

  1

  kan Memilih Mengorga nisasikan Mengatribu sikan

  1

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  2

  1

  1

  1 4 1,00

  2 5 1,25

  3

  3

  3

  3

  3 12 3,00

  4

  1

  1

  1

  2

  2 8 2,00

  19

  1 4 1,00

  15

  2

  1

  1

  1 5 1,25

  16

  1

  1

  1

  17

  1

  3

  1

  1

  2 7 1,75

  18

  3

  3

  2

  2 10 2,50

  1 6 1,50

  2

  10

  12

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  11

  1

  1

  1

  1 4 1,00

  2

  2

  2

  2

  2 8 2,00

  13

  4

  2

  2

  2 10 2,50

  14

4. Menganalisis

  Lampiran 15: Lembar Kerja Siswa

LEMBAR KERJA SISWA

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Kalasan Mata Pelajaran : IPA Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Selasa/ 19 Februari 2013/ II Kelas/ Semester : IVB/ Genap Alokasi waktu : 3 x 40 menit (3jp) Kelompok : Eksperimen Nama Anggota Kelompok :.........................................................................

  No. Absen :........................................................................

  I. Indikator

  a. Menyebutkan alat-dan bahan untuk membuat roket mainan

  b. Menjelaskan cara kerja roket

  c. Menerapkan langkah-langkah untuk membuat roket

  d. Membandingkan bentuk kepala roket terhadap kecepatan terbang

  e. Membuat 3 rumusan masalah

  f. Membuat 3 hipotesis berdasarkan rumusan masalah

  II. Petunjuk

  a. Perhatikan petunjuk/penjelasan dari guru!

  b. kerjakanlah soal-soal di bawah ini!

  1. Sebutkan alat-dan bahan untuk membuat roket mainan!

..............................................................................................................

  

..............................................................................................................

  2. Jelaskan langkah-langkah untuk membuat roket!

..............................................................................................................

  

..............................................................................................................

..............................................................................................................

.............................................................................................................

  3. Mengapa roket bisa terbang?

...............................................................................................................

  

...............................................................................................................

  4. Manakah roket yang lebih cepat terbang? Yang memiliki bentuk kepala runcing atau yang bentu kepala kotak? ......................................................................................................................

  5. Buatlah 3 rumusan masalah tentang roket mainan yang dimulai dengan kata tanya “Apakah....”! Contoh: Apakah bentuk kepala roket mempengaruhi kecepatan terbang? .......................................................................................................................

  ....................................................................................................................... ........................................................................................................................ .

  6. Buatlah 3 hipotesis berdasarkan rumusan masalah yang kamu buat! Contoh: Bentuk kepala roket mempengaruhi kecepatan terbang.

  ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... .......................................................................................................................

  Selamat mengerjakan

  

LEMBAR KERJA

  f. Membuat 3 hipotesis berdasarkan rumusan masalah

  2. Jelaskan langkah-langkah untuk membuat pesawat kertas !

..............................................................................................................

  

..............................................................................................................

..............................................................................................................

  1. Sebutkan bagian-bagian dari pesawat kertas !

..............................................................................................................

  b. kerjakanlah soal-soal di bawah ini!

  a. Perhatikan petunjuk/penjelasan dari guru!

  II. Petunjuk

  e. Membuat 3 rumusan masalah tentang pesawat kertas

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Kalasan Mata Pelajaran : IPA Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Rabu/20 Februari 2013/ III Kelas/ Semester : IVB/ II Alokasi waktu : 2 x 40 menit (2jp) Kelompok : Eksperimen Nama Anggota Kelompok:.........................................................................

  

d. Membedakan akibat yang terjadi jika ujung pesawat berbeda bentuknya

  c. Menerapkan langkah-langkah membuat pesawat kertas

  b. Menjelaskan cara kerja pesawat kertas

  a. Menyebutkan bagian-bagian dari pesawat kertas

  I. Indikator

  No. Absen :........................................................................

  

..............................................................................................................

..............................................................................................................

.............................................................................................................

  3. Apa fungsi dari sayap pesawat ?

...............................................................................................................

  

...............................................................................................................

  4. Apa yang akan terjai jika ujung pesawat tidak berbentuk runcing ? ......................................................................................................................

  5. Buatlah 3 rumusan masalah tentang pesawat kertas yang dimulai dengan kata tanya “Apakah....”! Contoh: Apakah ? .......................................................................................................................

  ....................................................................................................................... ........................................................................................................................ .

  6. Buatlah 3 hipotesis (jawaban sementara) berdasarkan rumusan masalah yang kamu buat! Contoh: Baling-baling yang tidak berongga tidak dapat berputar .......................................................................................................................

  ....................................................................................................................... .......................................................................................................................

  Selamat mengerjakan

  

LEMBAR KERJA

  f. Membuat 3 hipotesis berdasarkan rumusan masalah

  2. Jelaskan langkah-langkah untuk membuat baling-baling kertas !

..............................................................................................................

  

..............................................................................................................

..............................................................................................................

  1. Sebutkan alat-dan bahan untuk membuat baling-baling kertas !

..............................................................................................................

  b. kerjakanlah soal-soal di bawah ini!

  a. Perhatikan petunjuk/penjelasan dari guru!

  II. Petunjuk

  e. Membuat 3 rumusan masalah tentang baling-baling

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Kalasan Mata Pelajaran : IPA Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Selasa/26 Februari 2013/ IV Kelas/ Semester : IVB/ Genap Alokasi waktu : 2 x 40 menit (2jp) Kelompok : Eksperimen Nama Anggota Kelompok:.........................................................................

  d. Menganalisis fungsi rongga pada baling-baling

  c. Menerapkan langkah-langkah membuat baling-baling kertas

  b. Menjelaskan cara kerja baling-baling kertas

  a. Menyebutkan alat-dan bahan untuk membuat baling-baling kertas

  I. Indikator

  No. Absen :........................................................................

  

..............................................................................................................

..............................................................................................................

.............................................................................................................

  3. Mengapa baling-baling kertas bisa berputar?

...............................................................................................................

  

...............................................................................................................

  4. Apa fungsi rongga pada baling-baling? ......................................................................................................................

  5. Buatlah 3 rumusan masalah tentang baling-baling mainan yang dimulai dengan kata tanya “Apakah....”!

Contoh: Apakah baling-baling yang tidak berongga dapat berputar?

.......................................................................................................................

  ....................................................................................................................... ........................................................................................................................ .

  6. Buatlah 3 hipotesis (jawaban sementara) berdasarkan rumusan masalah yang kamu buat! Contoh: Baling-baling yang tidak berongga tidak dapat berputar .......................................................................................................................

  ....................................................................................................................... .......................................................................................................................

  Selamat mengerjakan

  

LEMBAR KERJA SISWA

  a. Perhatikan petunjuk/penjelasan dari guru!

  3. Jelaskan mengapa parasut bisa melayang di udara! ........................................................................................................................

  ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

  2. Jelaskan langkah-langkah untuk membuat parasut mainan! ........................................................................................................................

  ........................................................................................................................

  1. Sebutkan alat-dan bahan untuk membuat parasut mainan! ........................................................................................................................

  b. kerjakanlah soal-soal di bawah ini!

  II. Petunjuk

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Kalasan Mata Pelajaran : IPA Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Rabu/27 Februari 2013/ V Kelas/ Semester : IVB/ II Alokasi waktu : 2 x 40 menit (2jp) Kelompok : Eksperimen Nama Anggota Kelompok:.........................................................................

  f. Merancang solusi terhadap masalah yang ditemui dalam percobaan

  d. Membandingkan besar diameter parsut terhadap lamanya melayang di udara e. Mengevaluasi proses kegiatan

  c. Menerapkan langkah-langkah membuat parasut

  b. Menjelaskan cara kerja parasut

  a. Menyebutkan alat-dan bahan untuk membuat parasut mainan

  I. Indikator

  No. Absen :........................................................................

  4. Manakah parasut mainan yang dapat melayang lebih lama di udara? Yang memiliki diameter lebih besar atau yang diameternya lebih kecil? ........................................................................................................................

  5. Dalam percobaan parasut akan banyak hal yang kamu temui.

  Buatlah 3 rumusan masalah tentang parasut mainan yang dimulai dengan kata tan ya “Apakah....”! Contoh: Apakah kecepatan angin berpengaruh terhadap lamanya parasut melayang di udara? .......................................................................................................................

  ....................................................................................................................... ........................................................................................................................

  

6. Buatlah 3 hipotesis (jawaban sementara) berdasarkan rumusan masalah

yang kamu buat! Contoh: Kecepatan angin berpengaruh terhadap lamanya parasut melayang di udara ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ........................................................................................................................

  7. Rancanglah gambar parasut dengan keterangan bagian-bagiannya!

  8. Buatlah parasut mainanmu!

  9. Lakukan percobaan untuk menguji parasut mainanmu dengan menerbangkannya di halaman sekolah!

  10. Catatlah data-data pada tabel di bawah ini! no Perbedaan Parasut 1 Parasut 2

  1 Diameter

  2 Lama terbang

  11. Buatlah kesimpulan terhadap rumusan masalah yang kamu buat! ........................................................................................................................

  ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

  

12. Tuliskan kesulitan yang ditemui saat melakukan percobaan! (persiapan,

alat bahan, langkah kerja, percobaan) ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

  Selamat mengerjakan

  Lampiran 16: Gambar Penelitian di Kelas Kontrol

  Lampiran 17: Gambar Penelitian di Kelas Eksperimen

  Lampiran 18: Surat Ijin Penelitian

  Lampiran 19: Surat Keterangan Penelitian

  Lampiran 20: Curriculum Vitae Paulin Krisna Widiastuti merupakan anak kedua dari pasangan P. Sudiyana dan Th. M. Wariyem. Lahir di Kendal, 25 januari 1991. Pendidikan awal dimulai di TK Santa Theresia Besokor, Kendal tahun 1995-1997. Kemudian melanjutkan pendidikan dasar di SDK Brana Weleri, Kendal pada tahun 1997-2003. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMPK Budi Murni Weleri, Kendal pada tahun 2003-

  

2006. Tahun 2006-2009 penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah

Atas Theresiana Weleri, kemudian menempuh pendidikan di Universitas Sanata

Dharma pada Progaram Studi Pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 2009. Selama

menempuh pendidika, sudah banyak kegiatan organisasi yang telah diikuti oleh

penulis, antara lain saat SD penulis mengikuti lomba gerak jalan dan senam Poco-

poco se-Kabupaten Kendal, serta aktif dalam kegiatan putra-putri altar. Saat SMP

penulis mengikuti drum band dan aktif dalam kegiatan putra-putri altar. Saat SMA

penulis mengikuti olimpiade biologi se-Kabupaten Kendal dan aktif dalam

kegiatan Pramuka serta pernah menjadi Pradana Putri. Saat di perguruan tinggi

banyak kegiatan organisasi yang sudah diikuti, antara lain menjadi pendamping

kelompok dalam kegiatan Simak tahun 2010, mengikuti paduan suara di UKM

Cantus Firmus Universitas Sanata Dharma dan ikut serta dalam beberapa lomba

paduan suara, menjadi panitian dan pendamping kelompok dalam kegiatan

Latihan alam, serta menjadi panitian dalam lomba parade gamelan anak.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri Cebongan Yogyakarta.
0
2
210
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
3
175
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
198
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
2
151
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
3
69
161
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
170
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
0
1
143
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta
0
2
159
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Show more