Hubungan antara minat terhadap profesi guru motivasi belajar dan prestasi belajar pada mahasiswa keguruan : studi pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
115
6 months ago
Preview
Full text

  HUBUNGAN ANTARA MINAT TERHADAP PROFESI GURU, MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA KEGURUAN (Studi Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Oleh : Roswita Indra Noviastuti 049114055 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2009

  

HUBUNGAN ANTARA MINAT TERHADAP PROFESI GURU,

MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR PADA

MAHASISWA KEGURUAN

  (Studi Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

  Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

  Disusun Oleh : Roswita Indra Noviastuti

  NIM : 049114055

  

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2009

  Karya ini aku persembahkan untuk :

  • Yesus yang selalu Mendampingi aku dan memberi jalan yang terbaik untukku,

  • Bapak Fx. Joko Prayitno & Ibu M. M Hariyati yang dengan sabar

  membimbing dan mendukung setiap langkahku,

  • Mbak Ika, Kris & Sinta yang selalu memberi semangat,
  • Rm. A. Gatot W.,SMM yang selalu memberi semangat, nasehat dan doa,
  • My Love, Agahari Iswara Jati yang selalu menemani dan memberi semangat

    setiap saat.

  Hargailah apa yang Anda lakukan, dan Lakukanlah apa yang Anda Hargai ~Values Realization Institute~

  Pengalaman membuat Engkau mampu untuk Mengenal sebuah Kesalahan bilamana Engkau melakukannya lagi ~Franklin P. Jones~

  ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA MINAT TERHADAP PROFESI GURU, MOTIVASI

  BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEGURUAN (

  

Studi Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris

  )

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  Roswita Indra Noviastuti Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta 2009

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan, 2) hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan dan 3) hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma yang sedang mengambil matakuliah microteaching yang berjumlah 102 mahasiswa. Peneliti berhipotesis bahwa 1) ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan, 2) ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan dan 3) ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan. Data penelitian diungkap dengan menggunakan Skala minat terhadap profesi guru dan Skala motivasi belajar yang telah disusun dengan teknik Likert. Skala minat terhadap profesi guru memiliki reliabilitas 0.840 dan Skala motivasi belajar memiliki reliabilitas 0.822. Prestasi belajar menggunakan IPK mahasiswa yang diperoleh dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris atas ijin Kaprodi yang bersangkutan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson

  

Product Moment . Hasil penelitian menunjukkan 1) korelasi minat terhadap profesi

  guru dengan motivasi belajar sebesar 0.462, p = 0.000 (p<0.01), yang berarti ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan, 2) korelasi motivasi belajar dengan prestasi belajar sebesar 0.073, p= 0.233 (p>0.01), yang berarti tidak ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan, 3) korelasi minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar sebesar -0.038, p=0.351 (p>0.01), yang berarti tidak ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar pada taraf signifikansi 1 %. Kata kunci : minat terhadap profesi guru, motivasi belajar, prestasi belajar

  ABSTRACT The Relation Between Interest to Teacher Profession, Academic Motivation and

  Academic Performance in Teaching College Students (Study in English’s Language Education in Sanata Dharma University)

  Roswita Indra Noviastuti Sanata Dharma University

  Yogyakarta 2009

  This research aimed to know 1) the relation between interest to teacher profession with academic motivation in teaching college students, 2) the relation between academic motivation with academic performance in teaching college students, and 3) the relation between interest to teacher profession with academic performance in teaching college students. The subjects were 102 students in English’s Language Education in Sanata Dharma University who take microteaching’s class. The hypothesis were that 1) There was a positive correlation between interest to teacher profession and academic motivation in teaching college students, 2) There was a positive correlation between academic motivation and academic performance in teaching college students, and 3) There was a positive correlation between interest to teacher profession and academic performance in teaching college students. The data was revealed by the scale of interest to teacher profession with the reliability 0.840 and academic motivation scale was 0.822. Academic performance used IPK that collected from English’s Language Education. The data was analyzed with Pearson Product Moment Correlation. The results were shown 1) Correlation coefficient of interest to teacher profession and academic motivation was 0.462, p = 0.000 (p<0.01) that means there was positive correlation between interest to teacher profession and academic motivation in teaching college students, 2) Correlation coefficient of academic motivation and academic performance was 0.073, p= 0.233 (p>0.01) that means there wasn’t positive correlation between academic motivation and academic performance, 3) Correlation coefficient of interest to teacher profession and academic performance was -0.038, p=0.351 (p>0.01) that means there wasn’t positive correlation between interest to teacher profession and academic performance in teaching college students at 1% significant level.

  Key words : interest to teacher profession, academic motivation, academic performance

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu membimbing penulis dalam menyelesaikan tulisan ini. Penulis juga menyadari bahwa dalam proses pengerjaan skripsi ini penulis didukung oleh berbagai pihak yang dengan tulus dan senang hati membantu penulis. Oleh karena itu, penulis dengan tulus ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sangat berperan dalam proses pengerjaan skripsi ini dan juga dalam kehidupan penulis :

  1. Bapak P. Eddy Suhartanto, S.Psi., M.Si. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan fasilitas-fasilitas dan berbagai kemudahan dalam menyelesaikan skripsi dan kegiatan akademik.

  2. Bapak V. Didik Surya H., S.Psi., M. Si. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang dengan sabar memberikan arahan, masukan dan waktu untuk memperbaiki skripsi ini, serta dorongan untuk menyelesaikan skripsi ini.

  3. Ibu Titik Kristiyani, M.Psi dan Ibu Dr. Tjipto Susana, M.Si selaku dosen penguji skripsi.

  4. Ibu Lusia Pratidarmanastiti, M. Sc selaku Dosen Pembimbing Akademik yang selalu memberi arahan, semangat dan dukungan baik dalam kegiatan akademik maupun pada saat menyelesaikan skripsi.

  5. Romo Paul Suparno, S.J selaku professional judgement dalam penelitian ini, terima kasih atas bimbingan romo.

  6. Semua Bapak / Ibu Dosen Fakultas Psikologi yang telah mengajari banyak hal tentang psikologi dan semua karyawan Fakultas Psikologi (Mas

  Gandung, Ibu Nanik, Mas Doni, Mas Muji, Pak Gie, dll) yang selalu membantu kelancaran kegiatan akademik.

  7. Bapak Fx. Joko Prayitno & Ibu M. M Hariyati yang selalu mendukung semua kegiatan penulis, memberi semangat dan dukungan materiil dan non materiil sehingga penulis bersemangat untuk menyelesaikan skripsi.

  8. Mbak Ika dan Mas Yuli, Kris, dan Sinta yang selalu memberi semangat dan dorongan untuk penulis agar secepatnya menyelesaikan skripsi.

  9. Rm. A. Gatot, SMM yang selalu memberi semangat, nasehat, dan doa.

  10. Agahari Iswara Jati, terima kasih atas kasih sayang dan semangat yang selalu ada buat penulis, teruslah berjuang dan gapai mimpimu.

  11. Bapak & Ibu Sugeng Prihanto, Mbak Asti, Tio, Om Tri, terima kasih atas dukungan dan semangat yang telah diberikan.

  12. Mas Antok yang selalu bersedia direpotkan dan bersedia membantu dalam mencetak skripsi ini. Terima kasih.

  13. Sahabatku, Tyas yang selalu mengingatkan, membantu dan memberi semangat untuk segera menyelesaikan skripsi, terima kasih buat semuanya.

  14. Sahabat-sahabatku, Lusi, Fanni, Dita, terima kasih selalu bersedia menjadi tempatku berbagi saran dalam menyelesaikan skripsi ini.

  15. Pungky, Mas Daru, Mami Lusi, Mas Jimmy, Dina, Mas Nico, terima kasih atas semua dukungan dan semangat yang diberikan yang selalu menghiburku saat lagi penat, kapan-kapan nonton bola bareng lagi yuks..

  16. Teman-teman bimbingan Pak Didik, Betty, Sikha, Fenni, Mbak Wiwid, Mbak Inung, terima kasih buat saran dan semangatnya.

  17. Rekan-rekan P2TKP, Mbak Diana, Ruri, Tinul, Wulan, Mas Sumar, Patje, Alma, Tya, pokoknya semuanya (maaf tidak bisa menyebutkan satu-satu), terima kasih semua dukungannya.

  18. Temen-temen angkatan 2004, Nana, Hetty, Mami Yoan, Galih, Elis, Vero, Mitha, Mita, Pandu, Maya dan semua temen-teman yang tidak bisa disebut satu per satu, terima kasih atas saran-saran dan dukungannya.

  19. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris, terima kasih atas kerjasama dan ijin yang diberikan.

  20. Karyawan sekertariat Pendidikan Bahasa Inggris, terima kasih telah membantu kelancaran pengambilan data

  21. Teman-teman PBI 2006 yang menjadi subyek dalam penelitian penulis, terima kasih atas kerjasama dan dukungannya.

  22. Segenap pihak yang selalu mendukung dan memberi semangat penulis yang tidak bisa penulis ungkap satu per satu, terima kasih semuanya.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Akan tetapi penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi semua yang membaca dan bagi ilmu pengetahuan.

  Penulis, Roswita Indra Noviastuti

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii

HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv

HALAMAN MOTTO ...................................................................................... v

HALAMAN KEASLIAN KARYA ................................................................. vi

ABSTRAK ........................................................................................................ vii

ABSTRACT...................................................................................................... viii

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................................. ix

KATA PENGANTAR...................................................................................... x

DAFTAR ISI..................................................................................................... xiii

DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvi

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii

  

BAB I. PENDAHULUAN................................................................................... 1

A. LATAR BELAKANG....................................................................... 1 B. RUMUSAN MASALAH................................................................... 5 C. TUJUAN PENELITIAN .................................................................. 6 D. MANFAAT PENELITIAN .............................................................. 6

BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 8

A. Minat Terhadap Profesi Guru ......................................................... 8

  1. Minat ....................................................................................... 8

  2. Profesi Guru ............................................................................ 9 3.

  Minat Terhadap Profesi Guru ................................................. 13

  4. Indikator Minat Terhadap Profesi Guru.................................. 14

  B. Motivasi Belajar ................................................................................ 15

  1. Pengertian Belajar ................................................................... 15 2.

  Pengertian Motivasi Belajar.................................................... 16 3. Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar ....................... 20

  C. Prestasi Belajar ................................................................................. 20 1.

  Pengertian Prestasi Belajar...................................................... 20

  2. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar........... 22

  D. Kerangka Berpikir............................................................................ 22

  1. Hubungan Antara Minat Terhadap Profesi Guru dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan............................................................................... 22

  2. Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ............. 24

  3. Hubungan Antara Minat Terhadap Profesi Guru dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan............................................................................... 26

  E. Hipotesis Penelitian........................................................................... 27

  

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ........................................................ 28

A. Jenis Penelitian.................................................................................. 28 B. Variabel Penelitian............................................................................ 28

  C. Subyek Penelitian.............................................................................. 30 D. Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 31

  E. Validitas dan Reliabilitas Kuisioner................................................ 33

  F. Teknik Analisis Data......................................................................... 36

  1. Uji Asumsi Data Penelitian..................................................... 36 2.

  Pengujian Hipotesis Penelitian ............................................... 37

  

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. 39

A. Pelaksanaan Penelitian ..................................................................... 39 1. Perijinan Penelitian ................................................................. 39

  2. Pelaksanaan Pengambilan Data Penelitian ............................. 39

  B. Deskripsi Hasil Penelitian ................................................................ 41

  1. Deskripsi Subyek Penelitian ................................................... 41

  2. Deskripsi Data Penelitian........................................................ 41

  C. Hasil Penelitian.................................................................................. 42

  1. Uji Asumsi Penelitian ............................................................. 42 2.

  Pengujian Hipotesis ................................................................ 44 D.

   Pembahasan....................................................................................... 46

  

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 50

A. Kesimpulan ........................................................................................ 50 B. Saran .................................................................................................. 51 C. Keterbatasan ..................................................................................... 52

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 53

LAMPIRAN......................................................................................................... 56

  

DAFTAR TABEL

  Tabel 1. Perbedaan antara Peran Mendidik, Membimbing, Mengajar, dan Melatih Tabel 2. Bentuk Final Skala Minat Terhadap Profesi Guru Tabel 3. Bentuk Final Skala Motivasi Belajar Tabel 4. Pedoman Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi Tabel 5. Deskripsi Data Penelitian Tabel 6. Hasil Pengujian Normalitas Tabel 7. Hasil Pengujian Linearitas

  

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A : Kisi-kisi Instrumen Minat Terhadap Profesi Guru

  Kisi-kisi Intrumen Motivasi Belajar Skala Try Out I Minat Terhadap profesi Guru Skala Try Out I Motivasi Belajar Uji Validitas Reliabilitas Skala Try Out I

  LAMPIRAN B : Kuisioner Penelitian (Try Out II (terpakai))

  Uji Validitas Reliabilitas Try Out II (terpakai) Hasil Analisis One Sample T-Test

  LAMPIRAN C : Uji Normalitas dan Linearitas

  Uji Linearitas dengan Scatterplot Korelasi Minat Terhadap Profesi Guru, Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Surat Ijin Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Guru merupakan komponen yang penting dalam pendidikan. Tanpa guru,

  pendidikan takkan berjalan karena tak ada yang mengarahkan siswa dalam belajar, khususnya di sekolah. Guru memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik siswa. Selain mengajar, guru juga bertanggung jawab untuk membimbing, melatih dan mengarahkan siswanya dalam proses pembentukan kepribadian. Guru juga mengevalusi hasil belajar siswa sehingga jika terjadi kesalahan guru dapat membimbing ke arah yang lebih baik. Di samping itu, guru berperan sebagai wakil orang tua di sekolah. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mampu menjadi teladan yang baik bagi siswanya baik di dalam sekolah maupun dalam masyarakat yang lebih luas.

  Profesi guru merupakan profesi yang mulia. Suparlan (2006) mengatakan bahwa guru adalah ibu dari semua profesi. Tanpa guru takkan ada profesi lain seperti dokter, pengacara, hakim dan lain-lain. Meskipun profesi guru kurang memiliki status ekonomi yang tinggi namun profesi guru sangat dihormati dalam masyarakat. Seperti pomeo Jawa yang mengatakan bahwa guru adalah orang yang “digugu lan ditiru”. Guru menjadi tempat bertanya dan sumber berbagai pengetahuan karena dianggap memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Dulu masyarakat berlomba-lomba untuk menjadi guru karena profesi ini dianggap

  2 sebagai profesi yang istimewa, namun sekarang peringkat profesi guru sebagai profesi yang istimewa mulai menurun (Suparlan, 2006).

  Pergeseran budaya dan kemajuan teknologi mempengaruhi perubahan penilaian pada profesi guru. Peran guru sebagai tempat bertanya dan sumber pengetahuan telah digeser oleh teknologi yang semakin maju, seperti internet. Tanpa harus bertanya pada guru, kita dapat mengetahui berbagai pengetahuan yang diinginkan melalui internet. Bahkan informasi dari berbagai negara dapat diperoleh dengan mudah.

  Masyarakat kini tak lagi mengganggap guru sebagai tokoh penting dalam masyarakat. Guru dianggap sama seperti profesi lain, merupakan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Masyarakat lebih mementingkan diri sendiri dan memandang segala sesuatu dari materi. Tentu saja profesi guru bukanlah profesi yang pantas dipandang dari segi materi karena jelas profesi dokter lebih menguntungkan dalam hal materi (Suparlan, 2006).

  Suparlan (2006) menjelaskan bahwa perubahan penilaian pada profesi guru menyebabkan minat masyarakat terhadap profesi gurupun menurun sehingga tidak banyak lulusan sekolah menengah yang berminat melanjutkan pendidikannya di jalur keguruan. Mereka lebih tertarik pada profesi-profesi yang lebih menjanjikan dalam hal materi, seperti profesi dokter, arsitek, pengacara, dll. Selain itu, mereka yang melanjutkan ke sekolah kedokteran dianggap lebih istimewa dan lebih pintar, sedangkan mereka yang memilih jurusan keguruan biasanya karena mereka kurang beruntung dalam bidang lain yang mereka inginkan atau merasa kurang secara intelektual (Suparlan, 2006). Hal ini serupa

  3 dengan hasil wawancara pendek yang dilakukan dengan beberapa mahasiswa keguruan yang awalnya mereka masuk fakultas keguruan bukan atas kemauan sendiri.

  Citra guru yang buruk ini juga diakui oleh Paul Suparno, dosen Universitas Sanata Dharma yang dimuat dalam harian Kompas, 21 Februari 2006.

  Paul Suparno (dalam Permanasari & Wisudo, 2006) menjelaskan bahwa citra guru yang buruk kemudian berpengaruh langsung pada kualitas calon mahasiswa program studi kependidikan.

  Suparno mencontohkan ketika IKIP Sanata Dharma berubah menjadi Universitas, lulusan SMA terbaik justru memilih program-program studi nonkeguruan yang dibuka kemudian. Misalnya, nilai calon mahasiswa Farmasi Sanata Dharma yang rata-rata mencapai 8,5 , sedangkan untuk program kependidikan tidak hanya minatnya yang sedikit namun nilai hasil tes akademiknya pun rendah. Bahkan Suparno mengatakan bahwa sejujurnya mereka tidak boleh menjadi guru.

  Meskipun sejumlah studi kependidikan yang favorit masih diminati, namun sebagian dari mereka enggan menjadi guru. Misalnya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang terkenal cukup favorit, tetapi sedikit yang berminat menjadi guru. Hal ini tidak hanya dialami oleh Universitas Sanata Dharmadisebutkan pula bahwa pernah terjadi di Universitas Negeri Jakarta dalam satu angkatan hanya 1 dari 30 orang yang akhirnya menjadi guru (dalam Permanasari & Wisudo, 2006).

  4 Sebelum menjadi guru yang sebenarnya, calon-calon guru ini akan mendapatkan pendidikan keguruan di perguruan tinggi yang memiliki jurusan keguruan atau biasa disebut FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) agar layak menjadi guru. Di sini para calon guru atau biasa disebut mahasiswa keguruan akan mempelajari ilmu pengetahuan, metode belajar – mengajar, bagaimana menyusun perencanaan pembelajaran yang baik dan sebagainya.

  Hasil dari proses pendidikan tersebut akan diwujudkan dalam suatu nilai atau biasa dikenal dengan nilai IP (Indeks Prestasi). Nilai dari prestasi belajar ini akan menentukan apakah mahasiswa keguruan yang bersangkutan telah berhasil melalui proses pendidikan tersebut atau belum. Jika nilai yang diperoleh telah memenuhi kriteria kelulusan maka mahasiswa atau calon guru tersebut telah berhasil melalui proses pendidikan dengan baik sehingga dapat lulus dan mulai bekerja atau berprofesi sebagai guru. Jelas bahwa calon gurupun harus memiliki prestasi belajar yang tinggi. Dengan prestasi belajar yang tinggi diharapkan dapat menjadi seorang guru yang professional dan berkualitas tinggi pula.

  Prestasi belajar dalam diri seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun dari luar diri. Winkel (2007) mengemukakan faktor yang berasal dari dalam diri misalnya intelektual (kemampuan belajar, cara belajar), non-intelektual (motivasi, sikap, minat, perasaan, kondisi psikis, kondisi akibat sosial-kultural) dan kondisi fisik. Sedangkan faktor yang berasal dari luar misalnya kurikulum pengajaran, disiplin sekolah, guru dan fasilitas belajar, pengelompokkan siswa, faktor sosial di sekolah (sistem sekolah, status sosial

  5 siswa, interaksi guru dan siswa) dan faktor situasional (meliputi keadaan politik dan ekonomi, keadaan waktu dan tempat, keadaan musim dan iklim) .

  Motivasi dan minat merupakan dua faktor yang penting dalam menentukan prestasi belajar. Motivasi adalah dorongan atau kekuatan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. Minat merupakan respon akan kesukaan (Strong dalam Murphy & Davidshofer, 2005).

  Sebagai mahasiswa atau calon guru yang sedang menjalani proses pendidikan tentu membutuhkan minat dan motivasi untuk belajar. Tanpa motivasi dan minat yang tinggi ada kemungkinan mahasiswa tersebut akan mengalami kesulitan dalam menjalani proses pendidikannya karena tidak ada perasaan suka dan kekuatan yang mendorong diri untuk menjalani proses pendidikan tersebut.

  Berdasarkan uraian di atas, peneliti merasa tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana minat mahasiswa keguruan sebagai calon-calon guru terhadap profesi guru yang dihubungkan dengan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa yang bersangkutan.

B. RUMUSAN MASALAH

  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : 1.

  Apakah ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan?

  2. Apakah ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan?

  6 3.

  Apakah ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan?

  C. TUJUAN PENELITIAN

  Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan

  2. Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan

  3. Hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan

  D. MANFAAT PENELITIAN

  Penelitian ini memiliki manfaat, sebagai berikut :

  a. Bagi mahasiswa Hasil penelitian ini dapat memberi informasi bagi mahasiswa akan pentingnya minat terhadap profesi guru sehingga mahasiswa dapat mulai menumbuhkan minat terhadap profesi guru yang akan mereka jalani nantinya.

  b. Bagi fakultas keguruan Hasil penelitian ini dapat memberi informasi bagi fakultas tentang minat terhadap profesi guru dan motivasi belajar sebagai faktor yang dapat

  7 dipertimbangkan dalam mempersiapkan calon-calon guru yang berkualitas.

BAB II LANDASAN TEORI A. Minat Terhadap Profesi Guru

  1. Minat Winkel (2007) mengemukakan bahwa minat adalah kecenderungan subyek yang menetap untuk merasa tertarik pada suatu bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu. Strong (dalam Murphy & Davidshofer, 2005) mendefinisikan minat (interest) sebagai respon akan kesukaan, yang merupakan suatu respon afektif yang dipelajari terhadap suatu objek atau aktivitas. Strong menghubungkan minat dengan ketekunan (persistance) dan kepuasan (satisfaction).

  Seseorang yang memiliki minat pada suatu materi akan berusaha dengan tekun untuk mempelajari materi tersebut dan setelah materi itu dapat dipelajari akan menimbulkan suatu kepuasan dalam diri.

  Ormord (2008; 417) mengemukakan bahwa minat atau interest adalah “ perception that an activity is intriguing and enticing; typically

  accompanied by both cognitive engagement and positive effect.” Ormord

  melihat minat sebagai suatu aktivitas yang menggugah rasa ingin tahu dan menarik, yang disertai dengan kesadaran dan pengaruh yang positif.

  Minat pada diri seseorang akan menimbulkan rasa ingin tahu untuk mengetahui lebih dalam mengenai hal yang diminati tersebut. Minat merupakan sesuatu yang disadari sehingga seseorang yang memiliki minat

  9 atau tertarik pada suatu objek secara sadar akan mencurahkan perhatiannya pada objek tersebut.

  Berdasarkan beberapa definisi di atas, peneliti menyimpulkan bahwa minat adalah suatu kecenderungan menetap yang didorong oleh perasaan senang atau ketertarikan seseorang pada suatu obyek yang disertai dengan perhatian yang lebih dan partisipasi pada kegiatan yang berkaitan dengan obyek tersebut.

2. Profesi Guru

  Suparlan (2006) menjelaskan bahwa profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab dan kesetiaan terhadap pekerjaan itu. Maka jelaslah bahwa guru juga merupakan suatu profesi. Menurut Poerwadarminta (dalam Suparlan, 2006), guru adalah orang yang kerjanya mengajar. Undang-Undang No.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

  Dalam Surat Edaran Mendikbud dan Kepala BAKN Nomor 57686/MPK/1989 dinyatakan lebih spesifik bahwa “Guru adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang diberi tugas, wewenang, dan tanggung jawab oleh pejabat yang berwewenang untuk melaksanakan pendidikan di sekolah

  10 (termasuk hak yang melekat dalam jabatan)”. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 (2) menyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.” Pengertian pendidik dijelaskan dalam Ketentuan Umum butir 5 sebagai berikut : “ Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.”

  Suparlan (2006) menjelaskan bahwa guru memiliki tugas yang paling sulit, karena pekerjaannya membuat peserta didik memahami.

  Suparlan membedakan pengertian mendidik, membimbing, mengajar dan melatih secara terminologis akademis sebagai berikut : a. Mendidik

  Dalam mendidik, guru lebih berperan sebagai panutan yang memiliki nilai moral dan agama yang patut ditiru dan diteladan siswa. Sikap dan perilaku guru baik di dalam maupun di luar kelas secara tidak langsung merupakan alat pendidikan yang akan membentuk kepribadian siswa di masa mendatang. Contoh dan keteladan dalam bersikap dan berperilaku, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia seperti jujur,

  11 tekun, mau belajar, amanah, sosial, dan sopan santun terhadap sesama menjadi bahan ajar yang akan ditiru oleh siswanya.

  b. Membimbing Dalam membimbing, guru diharapkan memiliki kemampuan untuk membimbing siswa, memberikan dorongan psikologis agar siswa dapat menepikan faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mengganggu proses pembelajaran di dalam dan di luar sekolah, serta memberikan arahan dan pembinaan karir siswa sesuai dengan bakat dan kemampuan siswa.

  c. Mengajar Dalam mengajar, guru harus memiliki pengetahuan yang luas tentang disiplin ilmu yang diampu untuk ditransfer kepada siswa. Guru harus menguasai materi, menguasai penggunaan strategi dan metode mengajar yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan ajar dan menentukan alat evaluasi yang digunakan untuk menilai hasil belajar siswa, aspek-aspek manajemen kelas dan dasar-dasar pendidikan d. Melatih

  Dalam melatih, guru diharapkan memberikan banyak kesempatan pada siswa untuk menerapkan konsep atau teori dalam praktik yang akan digunakan langsung dalam kehidupan. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang sebanyak-banyaknya kepada siswa untuk mempraktikkan berbagai jenis ketrampilan yang mereka butuhkan.

  12 Tabel 1 Perbedaan antara Peran Mendidik, Membimbing, Mengajar, dan Melatih

  

No. Aspek Mendidik Membimbing Mengajar Melatih

  1. Isi Moral dan kepribadian Norma dan tata tertib

  Bahan ajar berupa ilmu pengetahuan dan teknologi

  Ketrampilan atau kecakapan hidup (life skills)

  2. Proses Menjadi contoh dan teladan dalan hal moral dan kepribadian

  Memberikan motivasi untuk belajar dan mengikuti ketentuan atau tata tertib yang telah menjadi kesepakatan bersama Menyampaikan atau mentransfer bahan ajar yang berupa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan menggunakan strategi dan metode mengajar yang sesuai dengan perbedaan individual siswa Memberikan contoh kepada siswa atau mempraktikkan ketrampilan tertentu atau menerapkan konsep yang telah diberikan kepada siswa menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari

  3. Strategi dan Metode Keteladanan, pembiasaan Motivasi dan pembinaan Ekspositori dan enkuiri Praktik kerja, simulasi, dan magang

  Sumber : Guru sebagai Profesi (2006 : 31)

  13 Berdasarkan uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa profesi guru adalah suatu pekerjaan yang menuntut tanggung jawab untuk mengajar, membimbing, mendidik dan melatih peserta didik dalam dunia pendidikan.

3. Minat terhadap Profesi Guru

  Telah diuraikan di atas bahwa minat adalah suatu kecenderungan menetap yang didorong oleh perasaan senang atau ketertarikan seseorang pada suatu obyek yang disertai dengan perhatian yang lebih dan partisipasi pada kegiatan yang berkaitan dengan obyek tersebut. Dalam penelitian ini, minat yang dimaksud adalah perasaan senang atau ketertarikan seseorang, perhatian dan partisipasi pada profesi guru atau dunia keguruan, khususnya pada mahasiswa keguruan.

  Mahasiswa yang memiliki minat terhadap profesi guru tentu memiliki perasaan senang terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai seorang guru. Strong (dalam Murphy & Davidshofer, 2005) mengemukakan bahwa minat berhubungan dengan ketekunan dan kepuasan. Mahasiswa yang berminat terhadap profesi guru akan merasa senang dan bersemangat dalam menekuni profesi guru dan akan merasa puas saat berhasil mempelajari atau berpartisipasi di dalam aktivitas atau kegiatan yang berhubungan dengan profesi guru.

  14 Winkel (2007) juga mengistilahkan perasaan tertarik pada topik yang sedang dibahas atau dipelajari dengan istilah perhatian. Mahasiswa yang berminat pada profesi guru tentu akan memberikan perhatian yang lebih pada tugas dan tanggung jawab seorang guru dalam dunia pendidikan. Perhatian nampak dari adanya rasa ingin tahu mahasiswa untuk mempelajari dan memahami bahkan ikut serta dalam kegiatan yang berhubungan dengan bidang pendidikan. Misalnya seminar-seminar pendidikan atau kegiatan mahasiswa baik di dalam maupun di luar yang berhubungan dengan bidang pendidikan.

  Berdasarkan uraian di atas, peneliti mendefinisikan minat terhadap profesi guru sebagai suatu kecenderungan menetap pada diri seseorang yang didorong oleh perasaan senang atau ketertarikan terhadap profesi guru yang disertai dengan perhatian yang lebih dan partisipasi pada kegiatan keguruan atau pendidikan. Peneliti membatasi profesi guru sebatas tanggung jawab guru dalam proses mengajar, mendidik, membimbing, dan melatih peserta didik.

  4. Indikator Minat terhadap Profesi Guru Berdasarkan uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi minat terhadap profesi guru, antara lain :

  15 a.

  Perasaan senang terhadap profesi guru Adanya rasa senang saat mempelajari atau menjalani proses mengajar, mendidik, membimbing, atau melatih. Perasaan senang itu meliputi sejumlah rasa yang lebih spesifik seperti rasa puas, rasa gembira, rasa nikmat, rasa simpati dan rasa sayang (Winkel, 2007). Sebaliknya, perasaan tidak senang meliputi sejumlah rasa yang lebih spesifik seperti rasa cemas, rasa gelisah, rasa takut, rasa marah dan rasa dendam.

  b.

  Perhatian yang lebih terhadap profesi guru Perhatian yang lebih nampak dari adanya rasa ingin tahu untuk mempelajari hal-hal yang menunjang proses mengajar, mendidik, membimbing atau melatih, misalnya dengan membaca buku atau artikel pendidikan atau mempelajari metode-metode belajar mengajar alternatif yang tidak diajarkan oleh dosen pengajar.

  c. Partisipasi aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan bidang keguruan atau pendidikan.

  Perhatian yang lebih juga nampak dalam partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan yang menyangkut bidang pendidikan baik di dalam maupun di luar kampus seperti seminar-seminar pendidikan atau kegiatan pengajaran yang bersifat tidak wajib atau sukarela.

  16 B. Motivasi Belajar 1.

  Pengertian Belajar Sepanjang hidupnya individu akan terus belajar. Menurut Winkel

  (2007), belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relative konstan dan berbekas. Menurut Hamzah (2007), belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang setelah memperoleh informasi yang disengaja sebagai upaya untuk mencapai perubahan tingkah laku baik menyangkut aspek pengetahuan, ketrampilan, maupun sikap.

  Hamzah menjelaskan bahwa proses tersebut ada berkat interaksi antara individu dengan lingkungannya. Interaksi ini kemudian berubah dalam bentuk penguasaan atau penilaian terhadap sikap, nilai atau kebiasaan, pengetahuan maupun kecakapan yang diperoleh yang merupakan penambahan atau peningkatan suatu perilaku.

  Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan belajar merupakan suatu aktivitas mental yang terjadi karena interaksi individu dengan lingkungan guna memperoleh sesuatu yang baru berupa perubahan tingkah laku. Perubahan ini dapat berupa suatu penambahan atau peningkatan perilaku dari yang tidak tahu menjadi lebih tahu, dari yang hanya mengerti hingga mampu memahami sesuatu.

  17 2.

  Pengertian Motivasi Belajar Motivasi merupakan kekuatan dalam diri yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan. Santrock (2004) mendefinisikan motivasi sebagai suatu proses yang memberi semangat, arah dan kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh dengan energi atau semangat, terarah dan bertahan lama.

  Marshall Jones (dalam McClelland, 1985) ketika memperkenalkan edisi tahunan Nebraska Symposium on Motivation mengemukakan bahwa motivasi berkaitan dengan bagaimana perilaku dimulai, diberi energi, dipertahankan, diarahkan dan dihentikan. Lepas dari perbedaan motivasi belajar dengan motivasi berprestasi, beberapa ahli motivasi berprestasi mencoba menjelaskan permulaan, arah dan intensitas dari perilaku individu dalam situasi dimana hasilnya dapat dievaluasi dalam standar tertentu (Stipek, 1993).

  Gerrig dan Zimbardo (2008) juga mendefinisikan motivasi sebagai suatu konsep dinamika yang digunakan untuk mendeskripsikan proses mengarahkan perilaku. Dari beberapa definisi yang dikemukan di atas jelas bahwa motivasi berhubungan dengan bagaimana perilaku yang berenergi dimulai, diarahkan dan dipertahankan dalam jangka lama.

  Berdasarkan perspektif kognitif (Santrock, 2004), motivasi lebih dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran seperti motivasi internal untuk mencapai tujuan, atribusi (persepsi tentang kesuksesan-kegagalan) dan keyakinan dapat mengontrol lingkungan secara efektif. Perspektif kognitif

  18 berpendapat bahwa tekanan eksternal, misal hukuman atau imbalan seharusnya tidak dilebih-lebihkan (Santrock, 2004).

  Maehr (dalam Stipek, 1993) mendeskripsikan 5 pola perilaku yang dapat digunakan sebagai indikasi motivasi yang berhubungan dengan belajar, yaitu 1. Arah perhatian dan kegiatan

  Dalam satu kelas yang sama, belum tentu semua anak akan melakukan hal yang sama meskipun diberi tugas yang sama. Ada anak yang dengan tekun mengerjakan tugas. Ada pula anak yang malah bersosialisai dengan yang lain dan tidak mengerjakan tugasnya. Hal ini juga seringkali terjadi dalam proses perkuliahan.

  Kedua jenis anak ini sama-sama termotivasi, tetapi mereka memiliki aktivitas dan perhatian yang berbeda. Perilaku anak yang mengerjakan tugas mungkin termotivasi untuk belajar, atau hanya untuk menyenangkan guru atau memperoleh external reward. Sedangkan perilaku anak yang mengabaikan tugas mungkin termotivasi untuk menjadi popular. Anak yang tidak bekerja keras untuk menyelesaikan tugas termasuk anak yang tidak termotivasi untuk belajar.

2. Persistance (ketekunan)

  Lama waktu yang digunakan dalam aktivitas terutama tugas yang sulit, seringkali digunakan sebagai index perilaku dari motivasi. Individu yang mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan memiliki motivasi yang lebih rendah daripada individu yang bertahan.

  19 3.

  Level aktivitas Level intensitas berhubungan dengan level motivasi. Individu yang bekerja dengan intensif memiliki motivasi yang lebih tinggi daripada yang bekerja setengah hati.

  4. Continuing Motivation (motivasi kelanjutan) Individu yang melakukan sesuatu tanpa insentif eksternal yang nyata atau atas kemauan sendiri memiliki motivasi yang tinggi. Misal : mahasiswa yang membaca tentang materi perkuliahan di rumah atau saat waktu luang atau menyelesaikan soal yang tidak diminta oleh dosen (tidak wajib dikerjakan) 5. Performance (hasil)

  Hasil merupakan konsekuensi dari 4 faktor di atas. Individu yang bekerja intensif, bertahan pada tugas yang sulit dan melakukan sesuatu atas kemauan sendiri akan belajar lebih dan memperoleh hasil yang lebih baik daripada individu yang bekerja setengah hati, menghindari tugas dan mudah menyerah Meskipun demikian, Stipek (1993) menjelaskan bahwa tidak ada hubungan yang sempurna antara motivasi dan hasil karena individu yang sedikit usaha dapat memperoleh hasil yang baik tanpa benar-benar mencoba. Oleh karena itu, motivasi harus diukur bebas dari performance (hasil).

  Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu proses dalam diri yang memberi semangat,

  20 arah dan kegigihan dalam belajar. Proses dalam diri berarti berhubungan dengan motivasi internal mahasiswa atau keinginan sendiri untuk belajar. Perilaku yang bersemangat berarti perilaku belajar yang dilakukan dengan perasaan senang. Perilaku yang terarah adalah perilaku yang memiliki tujuan.

  Mahasiswa yang memiliki tujuan belajar untuk menguasai materi yang dipelajari merupakan mahasiswa yang memiliki motivasi untuk belajar yang tinggi. Mahasiswa yang termotivasi juga memiliki kegigihan untuk mempertahankan perilaku belajar dalam jangka waktu yang lama.

3. Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

  Ada banyak faktor yang mempengaruhi motivasi belajar dalam diri seseorang. Menurut Winkel (2007) faktor yang mempengaruhi proses belajar dan motivasi belajar pada diri seseorang pada umumnya dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu : faktor internal dan faktor eksternal.

  Faktor internal meliputi tujuan siswa yang ingin dicapai, tujuan untuk berprestasi, perasaan dan minat serta sikap siswa terhadap pelajaran yang diberikan. Sedangkan faktor eksternal yaitu metode atau strategi yang digunakan selama berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, keadaan sosial ekonomi, keadaan sosial kultural, dan keadaan fisik.

  Hamzah (2007) menjelaskan bahwa motivasi belajar dapat timbul karena adanya faktor intrinsik berupa hasrat dan keinginan berhasil,

  21 dorongan kebutuhan untuk belajar, harapan akan cita-cita dan adanya faktor ekstrinsik berupa penghargaan, lingkungan yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik.

C. Prestasi Belajar

1. Pengertian Prestasi Belajar

  Prestasi belajar merupakan hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Winkel (2007) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari suatu proses belajar yang terjadi pada anak sekolah yang hasilnya berupa ilmu pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

  Prestasi belajar biasanya dilihat dengan menggunakan suatu ujian atau tugas-tugas yang kemudian diberi nilai berupa angka, simbol, atau huruf. Ujian atau tugas tersebut disusun berdasarkan materi-materi yang telah dipelajari sebelumnya.

  Pada perguruan tinggi, ujian ini disusun oleh dosen yang bersangkutan sesuai dengan materi perkuliahan yang diajarkan. Hasil dari ujian tersebut merupakan evaluasi belajar bagi para peserta didik yang berguna untuk melihat sejauh mana ia memahami materi yang telah disampaikan. Hasil ujian atau tugas-tugas akan dikomulasikan dan dirata-rata untuk menentukan nilai akhir mata kuliah. Nilai akhir ini biasanya berupa huruf A, B, C, D, E atau F sesuai norma yang berlaku dalam perguruan tinggi yang bersangkutan.

  22 Nilai akhir ini kemudian akan dikomulasikan lagi dengan nilai akhir mata kuliah yang lain yang diambil dalam satu semester dan dibagi berdasarkan beban kredit yang diambil. Hasil dari pembagian ini biasa disebut sebagai Indeks Prestasi atau lebih dikenal dengan sebutan IP. IP atau Indeks Prestasi inilah yang menunjukkan seberapa tinggi tingkat prestasi belajar mahasiswa yang bersangkutan.

  Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar berupa pengetahuan, ketrampilan dan sikap atau perubahan tingkah laku dari yang tidak tahu menjadi tahu yang dilihat dengan menggunakan suatu ujian atau tugas. Dalam penelitian ini, prestasi belajar ditunjukkan dengan tingkat Indeks Prestasi (IP) yang diperoleh dalam kurun waktu tertentu.

2. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Menurut Winkel (2007) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, antara lain : a. Faktor dari dalam diri

  1. Faktor psikis meliputi intelektual (kemampuan belajar, cara belajar) dan non intelektual (motivasi, sikap, minat, perasaan, kondisi psikis, kondisi akibat sosial-kultural).

  2. faktor fisik atau kondisi fisik

  23 b.

  Faktor dari luar diri 1.

  Faktor pengaturan proses belajar di sekolah, meliputi kurikulum pengajaran, disiplin sekolah, guru dan fasilitas belajar, pengelompokkan siswa.

  2. Faktor sosial di sekolah, meliputi sistem sekolah, status sosial siswa, interaksi guru dan siswa.

  c.

  Faktor situasional, meliputi keadaan politik dan ekonomi, keadaan waktu dan tempat, keadaan musim dan iklim.

D. Kerangka Berpikir

1. Hubungan Antara Minat Terhadap Profesi Guru dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  Minat seseorang terhadap suatu hal menentukan kesuksesan seseorang dalam bidang tersebut. Perasaan suka pada diri seseorang akan menumbuhkan keinginan untuk mengetahui lebih lanjut tentang kesukaan tersebut. Hal ini secara tidak langsung menjadi pendorong bagi diri untuk melakukan sesuatu untuk memenuhi keinginan tersebut. Sama halnya ketika seseorang memiliki minat terhadap profesi guru maka akan muncul suatu keinginan untuk mengetahui lebih dalam mengenai bidang keguruan dan pendidikan, bahkan bercita-cita sebagai guru.

  Mahasiswa yang cukup berminat dalam profesi guru tentu dengan senang hati akan menjalani proses pendidikan. Mahasiswa tersebut tentu akan menjalani setiap perkuliahan dengan perasaan suka dan keinginan

  24 untuk segera menjadi guru juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan keguruan baik di dalam maupun di luar perkuliahan.

  Perasaan senang dan keinginan untuk mengetahui lebih dalam seluk beluk dunia keguruan dan pendidikan kemudian akan memberi semangat dan mengarahkan diri untuk melakukan sesuatu untuk memenuhi keinginannya tersebut. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan belajar. Minatnya terhadap profesi guru akan menumbuhkan keinginan dalam diri untuk belajar guna memperdalam pengetahuannya.

  Tentu saja baik minat dan motivasi ini bersifat intrinsik atau berasal dari dalam individu itu sendiri. Djiwandono (2006) berpendapat bahwa siswa-siswi yang melakukan suatu kegiatan yang dijanjikan hadiah ekstrinsik pada hakikatnya akan merusak minat intrinsik. Hal ini menunjukkan bahwa yang terpenting adalah minat dan motivasi yang berasal dari dalam diri untuk melakukan sesuatu.

  Wlodkowski (dalam Djiwandono, 2006) menjelaskan faktor yang mempengaruhi motivasi siswa meliputi permulaan proses belajar (sikap dan kebutuhan), selama proses belajar (suasana minat dan emosi), dan akhir dari pengalaman belajar (kompetensi dan reinforcement).

  Djiwandono (2006) sendiri mengemukakan bahwa salah satu cara untuk memotivasi siswa selama pengajaran adalah menghubungkan pengalaman belajar dengan minat siswa. Meskipun tidak dapat dipastikan berapa besar hubungan antara minat dengan motivasi namun beberapa hal di atas menunjukkan bahwa secara tidak langsung motivasi dan minat

  25 memiliki hubungan yang erat. Winkel (2007) juga mengemukakan bahwa minat merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi proses belajar dan motivasi belajar seseorang.

  Berdasarkan uraian di atas, peneliti berhipotesis bahwa terdapat hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar.

  

2. Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  Motivasi belajar merupakan kekuatan dalam diri individu yang mendorong individu tersebut untuk belajar. Motivasi belajar adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Motivasi belajar yang tinggi akan mendorong mahasiswa untuk secara inisiatif terlibat dalam melaksanakan tugas yang diberikan dan memiliki komitmen untuk belajar dalam jangka waktu yang lama.

  Kegiatan perkuliahan atau belajar mahasiswa ini kemudian akan diujikan untuk mengetahui hasil belajarnya sehingga mahasiswa dapat mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan yang telah diperolehnya. Hal ini tentu akan berdampak pada prestasi belajar mahasiswa yang bersangkutan. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan dalam kurun waktu tertentu.

  26 Mahasiswa yang mengalami peningkatan kemampuan tentu akan dapat mempertahankan prestasi belajarnya bahkan meningkatkannya, namun jika tidak terjadi peningkatan kemampuan tentu akan menurunkan prestasi belajarnya. Dalam hal ini, prestasi belajar mahasiswa dituangkan dalam bentuk nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

  Motivasi belajar yang rendah akan menurunkan semangat mahasiswa untuk mengikuti kegiatan perkuliahan sehingga mahasiswa yang bersangkutan menjadi malas-malasan dan tidak sungguh-sungguh mengikuti perkuliahan. Hal ini tentunya juga akan mempengaruhi peningkatan kemampuan sehingga menurunkan prestasi belajarnya. Harakiewicz, Barron, Durik, Linnenbrik dan Taver (2008) berpendapat meskipun pengaruhnya relatif kecil (

  β = 0,11 dan 0,12) namun variabel motivasi dapat berperan penting dalam memprediksi prestasi.

  Berdasarkan uraian di atas, peneliti berhipotesis bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar seseorang.

  

3. Hubungan Antara Minat Terhadap Profesi Guru dengan Prestasi

Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  Beberapa ahli mengemukakan bahwa kesuksesan seseorang tergantung pada minat seseorang terhadap aktivitas tersebut. Sama halnya dengan kesuksesan seorang mahasiswa keguruan tergantung bagaimana minatnya terhadap apa yang dijalani yaitu bidang keguruan.

  27 Mahasiswa keguruan yang memiliki minat terhadap profesi guru akan lebih mampu berkembang karena ia menjalani segala aktivitas pendidikan (hal-hal yang berhubungan dengan minatnya) dengan perasaan senang. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan, melaksanakan tugas yang diberikan dengan perasaan senang dan rasa ingin tahu yang tinggi serta dapat mempertahankan perilaku tersebut dalam jangka waktu yang lama secara tidak langsung ia akan mengalami peningkatan kemampuan dan memperoleh hasil yang baik pula saat mengikuti ujian. Hasil yang baik tentu akan berdampak pada prestasi belajar mahasiswa yang bersangkutan.

  Dengan kata lain, mahasiswa yang memiliki minat terhadap profesi guru akan menumbuhkan keinginan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai minatnya tersebut. Hal ini akan memotivasi mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan guna mengetahui lebih dalam bidang yang diminati yaitu keguruan dan secara tidak langsung akan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa yang bersangkutan.

  Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nyeneng tentang hubungan minat dan cara belajar dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI

  IPA semester ganjil SMAN 1 Kalianda Tahun pelajaran 2007/2008, menyatakan bahwa hubungan antara minat dengan hasil belajar sangat kuat dan signifikan yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r = 0,61). Harakiewicz, Barron, Durik, Linnenbrik dan Taver (2008) mengemukakan bahwa minat dapat memprediksi prestasi akademik. Lebih lanjut diungkapkan bahwa siswa menunjukkan hasil yang baik pada tugas yang

  28 membuat mereka tertarik dan mereka menjadi lebih tertarik dalam suatu aktivitas jika mereka menunjukkan hasil yang baik pula (Wigfield & Eccles, 1992; Zimmerman, dalam Harakiewicz, dkk, 2008).

  Berdasarkan uraian di atas maka peneliti berhipotesis bahwa ada hubungan yang positif antara minat mahasiswa terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan.

E. Hipotesis Penelitian

  Berdasarkan hasil tinjauan teoretik dan kerangka berpikir yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :

  1. Ada hubungan yang positif antara minat mahasiswa terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan.

  2. Ada hubungan yang positif antara motivasi belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan.

  3. Ada hubungan yang positif antara minat mahasiswa terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian

  korelasional adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa variabel (Arikunto, 2003: 326).

  Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui ada tidaknya hubungan antara minat terhadap profesi guru, motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

B. Variabel Penelitian

  Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2000 : 32). Adapun variabel dalam penelitian ini adalah :

  1. Hipotesis pertama : Hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan Variabel bebas : minat terhadap profesi guru Variabel tergantung : motivasi belajar 2. Hipotesis kedua : Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan

  Variabel bebas : motivasi belajar

  30 Variabel tergantung : prestasi belajar 3.

  Hipotesis ketiga : Hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar pada mahasiswa keguruan Variabel bebas : minat terhadap profesi guru Variabel tergantung : prestasi belajar a.

  Minat Terhadap Profesi Guru Minat terhadap profesi guru adalah perilaku seseorang yang menunjukkan perasaan senang, perhatian lebih atau ketertarikan terhadap hal-hal yang menyangkut tugas guru, yaitu membimbing, melatih, mendidik dan mengajar, serta partisipasi aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan bidang pendidikan. Minat terhadap profesi guru yang tinggi akan ditunjukkan berdasarkan skor yang diperoleh dari skala minat terhadap profesi yang telah disusun Minat mahasiswa terhadap profesi guru dikatakan tinggi jika skor yang diperoleh juga tinggi. Namun, jika skor yang diperoleh rendah maka dapat dikatakan bahwa minat mahasiswa terhadap profesi guru tergolong rendah.

  b.

  Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah perilaku seseorang yang menunjukkan keinginan sendiri untuk belajar, memiliki tujuan untuk belajar (menguasai materi), dan mempertahankan perilaku belajar tersebut. Motivasi belajar yang tinggi akan ditunjukkan berdasarkan skor yang diperoleh dari skala

  31 motivasi belajar yang telah disusun. Motivasi belajar mahasiswa dikatakan tinggi jika skor yang diperoleh juga tinggi. Namun, jika skor yang diperoleh rendah maka dapat dikatakan bahwa motivasi belajar mahasiswa yang bersangkutan tergolong rendah.

  c.

  Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah hasil dari belajar mahasiswa berupa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

C. Subyek Penelitian

  Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang sedang mengambil matakuliah microteaching atau PPL 1 yang berjumlah 102 mahasiswa. Matakuliah ini merupakan prasyarat sebelum mahasiswa mengambil PPL 2 atau terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengajar.

  Adapun tujuan dari matakuliah ini agar mahasiswa memahami konsep dan prosedur mengajar bahasa inggris dan mampu menerapkannya dalam situasi ruang kelas yang nyata dan mengevaluasi proses pengajaran yang dilakukan. Dalam matakuliah microteaching, mahasiswa mencoba praktek mengajar namun masih dalam lingkup perkuliahan.

  Hal ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Suparno (2005), dosen Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma

  32 mengenai “Minat dan Motivasi Mahasiswa Pendidikan Fisika USD untuk Menjadi Guru dan Perkembangannya” yang menunjukkan bahwa minat mahasiswa untuk menjadi guru mulai berkembang setelah mahasiswa mengalami praktek lapangan PPL. Selain itu, peneliti memilih mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris sebagai sampel dikarenakan program studi PBI merupakan program studi keguruan yang termasuk dalam kategori prodi terfavorit dan memiliki peluang kerja yang cukup luas di luar bidang keguruan.

D. Teknik Pengumpulan Data

1. Kuisioner

  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kuisioner berupa skala minat terhadap profesi guru dan skala motivasi belajar. Dalam penelitian ini, subjek akan diminta untuk memberikan tanda pada empat kemungkinan jawaban yang tersedia, yaitu ”Sangat Setuju”, ”Setuju”, ”Tidak Setuju”, ”Sangat Tidak Setuju” sesuai dengan keadaan diri subjek. Hal ini dilakukan untuk memudahkan subyek dalam menjawab kuisioner.

  Pemberian skor tinggi atau rendah untuk skala minat terhadap profesi guru dan skala motivasi belajar tergantung ketentuan berikut :

  33 Untuk pernyataan yang positif atau favorabel :

  Alternatif Jawaban Skor SS (Sangat Setuju)

  4 S (Setuju)

  3 TS (Tidak Setuju)

  2 STS (Sangat Tidak Setuju)

  1 Sedangkan untuk pernyataan yang negatif atau unfavorabel : Alternatif Jawaban Skor

  SS (Sangat Setuju)

  1 S (Setuju)

  2 TS (Tidak Setuju)

  3 STS (Sangat Tidak Setuju)

  4 Kuisioner ini terdiri atas 3 bagian, yaitu bagian I berupa identitas

  diri subjek meliputi nama lengkap, NIM dan IPK, bagian II berupa sejumlah pernyataan tentang minat terhadap profesi guru dan motivasi belajar. Pencantuman nama lengkap dan NIM nantinya akan digunakan untuk mengetahui IPK asli mahasiswa dari prodi yang bersangkutan.

2. Dokumentasi

  Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data mahasiswa berupa Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, yaitu dengan meminta ijin pada pihak ketua program studi untuk memperoleh data dari sekertariat mengenai IPK mahasiswa. Hal ini untuk mengantisipasi adanya

  34 keengganan mahasiswa dalam mencantumkan Indeks Prestasi Kumulatif yang sesungguhnya.

E. Validitas dan Reliabilitas Kuisioner

  1. Validitas Validitas tes adalah tingkat suatu tes mampu mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto, 2003). Dalam penelitian ini, jenis validitas yang digunakan adalah validitas isi. Validitas isi dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana aitem-aitem dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi obyek yang hendak diukur atau sejauhmana isi tes mencerminkan ciri atribut yang hendak diukur (Azwar, 2004).

  Validitas isi diestimasi lewat pengujian isi tes oleh professional

  judgement atau proses penilaian oleh orang yang dianggap ahli yang

  menilai apakah aitem-aitem tersebut benar-benar mewakili mengukur seluruh aspek yang hendak diukur (Azwar, 2004). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Professional Judgment, yaitu dosen pembimbing dan dosen ahli di bidang keguruan.

  Aitem dalam tes yang telah disusun kemudian akan diseleksi karena aitem yang tidak memperlihatkan kualitas yang baik harus disingkirkan atau direvisi lebih dahulu sebelum menjadi bagian dari alat tes (Azwar, 2004). Pengujian konsistensi aitem-total dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi antara skor subyek pada aitem yang bersangkutan dengan skor total tes (korelasi aitem-total).

  35 Semakin tinggi korelasi positif antara skor aitem dengan skor tes berarti semakin tinggi konsistensi antara aitem tersebut dengan tes keseluruhan yang berarti semakin tinggi daya bedanya (Azwar, 2004). Bila korelasinya rendah atau mendekati nol berarti aitem tersebut tidak cocok dengan fungsi ukur tes dan daya bedanya tidak baik, sedangkan korelasi yang bernilai negatif berarti terdapat cacat serius pada aitem yang bersangkutan (Azwar,2004). Proses perhitungan daya beda aitem menggunakan bantuan komputer program SPSS 12.0 for Windows.

  a. Skala Minat terhadap Profesi Guru Hasil seleksi aitem pada 17 aitem tentang minat terhadap profesi guru diperoleh 15 aitem yang dipakai dengan korelasi aitem berkisar antara 0,368 - 0,627 dan ada 2 aitem yang gugur.

  Tabel 2

  Bentuk Final Skala Minat Terhadap Profesi Guru Aitem

  No Aspek Minat JML Favorabel Unfavorabel

  1. Perasaan senang 5, 13, 15, 16

  3

  5 Memberikan perhatian lebih 2. 4, 8, 14 6, 17

  5 Partisispasi 3. 1, 7, 11, 12,

  10

  5 Total 11

  4

  15

  36 b.

  3 2.

  5

  5 Total 12

  37

  33, 36, 38, 41

  Kegigihan untuk mempertahankan perilaku belajar

  9 3.

  25, 34, 35

  19, 21, 22, 30, 32, 39

  Terarah atau memiliki tujuan dan langkah yang jelas

  40

  Skala Motivasi Belajar Dari hasil seleksi aitem pada 24 aitem tentang motivasi belajar diperoleh 17 aitem yang dipakai dengan korelasi item berkisar antara

  24, 27

  Semangat atau penuh energi dalam belajar

  Favorabel Unfavorabel JML 1.

  Aitem No Aspek Motivasi Belajar

  Reliabilitas Selanjutnya akan dianalisis reliabilitasnya dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach. Proses perhitungannya menggunakan bantuan komputer program SPSS 12.0 for Windows.

  Bentuk Final Skala Motivasi Belajar 2.

  Tabel 3

  Dalam pembobotan aspek, peneliti lebih banyak memberi tekanan pada variabel arah atau tujuan karena motivasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini ditinjau dari arah atau tujuan belajar.

  0,297 – 0,654 dan ada 7 aitem yang gugur.

  17

  37 Hasil perhitungan menunjukkan koefisien alpha Skala Minat terhadap Profesi Guru sebelum seleksi aitem sebesar 0,834 dan sesudah seleksi aitem didapatkan peningkatan menjadi 0,840. Koefisien alpha Skala Motivasi Belajar sebelum seleksi aitem sebesar 0,763 dan mengalami peningkatan menjadi 0,822. Hal ini berarti bahwa baik Skala Minat terhadap Profesi Guru maupun Skala Motivasi Belajar dapat dikatakan reliabel karena koefisien alpha mendekati 1.

F. Teknik Analisis Data

1. Uji Asumsi Data Penelitian

a. Pengujian Normalitas

  Pengujian normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisis dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Test Kolmogorov- Smirnov. Untuk proses perhitungannya, peneliti menggunakan bantuan program SPSS 12.0 for Windows.

  Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol (Ho : Data berdistribusi normal) bila asysmtotic signifikan value uji Kolmogorov- Smirnov < 0.05 (Yamin, 2009 : 243). Dengan kata lain, data yang diuji dikatakan mengikuti fungsi distribusi normal jika asysmtotic signifikannya > 0.05.

  38

b. Pengujian Linearitas

  Uji Linearitas digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan linear atau tidak dengan variabel terikatnya. Proses perhitungannya menggunakan bantuan program SPSS 12.0 for Windows .

  Kriteria pengujiannya jika nilai p untuk tes linearity < 0.05 maka terdapat hubungan linear antara variabel bebas dengan variabel terikat (Yamin, 2009: 47).

2. Pengujian Hipotesis Penelitian

  Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment dari Pearson karena data dalam penelitian ini berbentuk interval atau ratio. Proses perhitungan menggunakan bantuan program SPSS 12.0 for Windows.

  a) Untuk hipotesis pertama, yaitu hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan Variabel bebas : minat terhadap profesi guru

  ( 1 X )

  Variabel tergantung : motivasi belajar

  ( 2 X )

  b) Hipotesis kedua, yaitu hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan

  Variabel bebas : motivasi belajar ( 2 X ) Variabel tergantung : prestasi belajar ( Y )

  39

  c) Hipotesis ketiga, yaitu hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar pada mahasiswa keguruan

  Variabel bebas : minat terhadap profesi guru (

  X ) 1 Variabel tergantung : prestasi belajar ( Y )

  Dari hasil perhitungan, jika : r = 0 , berarti tidak ada korelasi r = + 1 atau mendekati 1, maka ada korelasi searah antara dua variabel r = - 1 atau mendekati – 1, maka korelasi antara dua variabel berlawanan arah

  Untuk memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang telah dihitung dapat berpedoman pada tabel berikut (Sugiyono, 2008) :

  Tabel 4

  Pedoman Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi

  Interval Koefisien Tingkat Hubungan

  0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat

  Untuk mengetahui apakah koefisien korelasi tersebut signifikan atau tidak, maka perlu dilakukan uji signifikansi yaitu dengan membandingkan koefisien korelasi yang telah dihitung ( r ) dengan koefisien korelasi tabel hitung ( r ) pada taraf kesalahan atau taraf signifikan 1 %. Jika harga rr , tabel hitung tabel maka ditolak dan sebaliknya jika r r , maka H diterima.

  Hhitung tabel

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian

  1. Perijinan Penelitian Sebelum dilaksanakan pengambilan data penelitian, terlebih dahulu dilakukan perijinan penelitian. Pada tanggal 1 April 2009, peneliti mengajukan Surat permohonan ijin penelitian dan Keterangan Penelitian yang telah ditandatangai oleh Dekan Fakultas Psikologi kepada Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris untuk di ACC. Surat permohonan ijin yang telah di ACC oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut kemudian digunakan untuk ijin kepada dosen pengampu kelas microteaching dan untuk memperoleh data IPK mahasiswa yang menjadi subyek dalam penelitian dari sekretariat Pendidikan Bahasa Inggris.

2. Pelaksanaan Penelitian

  Prosedur atau langkah-langkah dalam penelitian ini adalah :

  a. Mengajukan proposal penelitian b.

  Merancang Skala Minat Terhadap Profesi Guru dan Skala Motivasi Belajar dengan menggunakan teknik Likert.

  c.

  Mengujicobakan Skala dan menganalisis hasil ujicoba. Skala yang telah disusun kemudian diujicobakan kepada mahasiswa. Peneliti melakukan pengujian skala sebanyak 2 kali.

  41 Pertama, peneliti mengujicobakan Skala Minat Terhadap Profesi Guru kepada 30 orang mahasiswa keguruan, sedangkan Skala Motivasi Belajar diujicobakan kepada 73 orang mahasiswa psikologi. Untuk Skala Motivasi Belajar dirancang secara umum dan tidak mengkhususkan untuk mahasiswa keguruan saja sehingga ujicoba pertama dilakukan pada mahasiswa non keguruan. Dari hasil analisis terdapat beberapa aitem yang gugur yang kemudian aitem tersebut diperbaiki dan dicantumkan kembali untuk ujicoba kedua. Kedua, peneliti mengujicobakan kedua Skala pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang mengambil matakuliah

  . Hasil pengujian kedua kemudian diseleksi dan ada

  microteaching

  beberapa aitem yang gugur. Hasil data setelah pengguguran aitam yang tidak sahih kemudian digunakan sebagai data penelitian.

  Untuk data prestasi belajar mahasiswa (IPK) diperoleh dari sekretariat PBI atas ijin Kaprodi PBI.

  d.

  Menganalisis data penelitian. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji asumsi kemudian dilakukan pengujian hipotesis.

  e. Langkah terakhir adalah membuat kesimpulan berdasarkan hasil penelitian.

  42 B. Deskripsi Hasil Penelitian 1.

  Deskripsi Subyek Penelitian Subyek Penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang sedang mengikuti matakuliah microteaching. Peneliti mengambil 5 kelas microteaching yang masing-masing kelas berjumlah 20-30 mahasiswa. Dari hasil pengambilan data diperoleh 102 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang mengisi kuisioner secara lengkap dan 1 orang mahasiswa yang mengisi tetapi tidak mencantumkan identitas sehingga tidak dapat dianalisis. Jadi, secara keseluruhan subyek dalam penelitian ini berjumlah 102 mahasiswa.

  2. Deskripsi Data Penelitian Deskripsi data penelitian dilakukan untuk mengetahui deskripsi umum variabel penelitian dengan melakukan perbandingan antara skor teoritik dengan skor empirik. Perbandingan ini dilakukan dengan One Sample T-Test.

  Pada variabel minat terhadap profesi guru didapatkan hasil analisis

  one sample T-test p=0.000 (p< 0.01) dengan mean empirik di atas mean

  teoritik (45,9118 > 37.5), yang berarti bahwa minat terhadap profesi guru mahasiswa keguruan secara umum tergolong tinggi. Demikian pula dengan motivasi belajar dan prestasi belajar diperoleh hasil p=0.000 (p<0.01) dengan mean empirik di atas mean teoritik. Hal ini menunjukkan

  43 bahwa motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa keguruan secara umum tergolong tinggi. Berikut disajikan deskripsi data penelitian :

  Tabel 5

  Deskripsi Data Penelitian

  Skor Teoritik Skor empirik Mean Variabel t p Differen Min. Max. Mean Min. Max. Mean ce

  Minat terhadap 15 60 37.5 34 57 45.9118 22.689 0.000 11.41176 profesi guru Motivasi

  17 68 42.5 44 68 54.5098 24.916 0.000 12.00980 belajar Prestasi 1 4 2.5

  2.08 3.78 3.0545 14.893 0.000 0.55451 belajar

C. Hasil Penelitian

1. Uji Asumsi Penelitian

a. Uji Normalitas

  Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisis dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak.

  Dari proses perhitungan dengan SPSS menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov, diperoleh p>0,05 yang menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berdistribusi normal. Berikut disajikan hasil pengujian normalitas :

  44 Tabel 6 Hasil Pengujian Normalitas

  Variabel Z p keterangan Minat Terhadap

  0.719 0.679 p > 0.05 (normal) Profesi Guru Motivasi Belajar 0.988 0.283 p > 0.05 (normal) Prestasi Belajar 0.546 0.927 p > 0.05 (normal)

b. Uji Linearitas

  Pengujian linearitas digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan yang linear dengan variabel terikatnya atau tidak. Dari proses perhitungan diperoleh :

  Tabel 7

  Hasil Pengujian Linearitas

  Variabel F linearitas p keterangan

  Minat Terhadap Profesi 32.557 0.000 p<0.05 Guru* Motivasi Belajar (linear) Motivasi Belajar* Prestasi 0.580 0.449 p> 0.05 Belajar

  (tidak Linear) Minat Terhadap Profesi 0.164 0.686 p> 0.05 Guru* Prestasi Belajar (tidak Linear)

  Tabel. 7 menunjukkan bahwa antara variabel minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar memiliki hubungan linear karena

  45 p < 0,05, sedangkan untuk variabel motivasi belajar dengan prestasi belajar dan variabel minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar tidak memiliki hubungan yang linear karena keduanya memiliki p > 0,05.

  Hasil ini didukung dengan hasil analisis menggunakan yang menunjukkan bahwa hubungan antara motivasi

  scatterplot

  belajar dengan prestasi belajar dan hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar memang memiliki data yang tersebar atau random. Hal ini berarti bahwa antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar tidak ada hubungan. Berbeda dengan hubungan antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar yang membentuk garis atau mendekati garis diagonal (grafik scatterplot dapat dilihat pada lampiran).

2. Pengujian Hipotesis a. Hubungan antara Minat terhadap Profesi guru dengan Motivasi belajar mahasiswa keguruan

  Ho : Tidak ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan Ha : Ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan

  46 Hasil uji hipotesis (one-tailed) dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson diperoleh r = 0,462 dengan p = 0.000 (p<0.01). Hal ini menunjukkan bahwa ada korelasi antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan sebesar 0,462 dan korelasi ini dinyatakan signifikan pada taraf signifikansi 1% karena p<0.01 sehingga Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa keguruan.

  

b. Hubungan antara Motivasi belajar dengan Prestasi Belajar

mahasiswa keguruan

  Ho : Tidak ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan Ha : Ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan

  Hipotesis kedua diuji dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson diperoleh r = 0,073 dengan p = 0,233 (p>0.01). Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar sangat rendah bahkan dapat dikatakan tidak ada korelasi. Nilai p>0.01 berarti Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan.

  47

c. Hubungan antara Minat terhadap Profesi Guru dengan Prestasi Belajar pada Mahasiswa keguruan

  Ho : Tidak ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan Ha : Ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan

  Hipotesis ketiga diperoleh r = -0,038 dengan p = 0,351 (p>0.01). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan.

  Nilai negatif menunjukan arah hubungan yang berlawanan arah antara kedua variabel tersebut. Nilai p>0.01 berarti Ho diterima dan menolak Ha. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan.

D. PEMBAHASAN

  Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan koefisien korelasi ( r ) sebesar 0,462 dan dinyatakan signifikan pada taraf signifikansi 1 % x x 1 2 karena p=0.000 (p<0.01). Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara minat terhadap profesi guru dengan motivasi belajar mahasiswa tergolong sedang. Koefisien positif menunjukkan bahwa bila nilai-nilai pada salah satu ukuran naik, nilai-nilai pada ukuran yang lainnya juga naik (Shaughnessy; Zechmeister & Zechmeister, 2007: 460). Hal ini berarti apabila nilai pada

  48 skala minat terhadap profesi guru naik atau tinggi maka nilai pada skala motivasi belajar juga naik atau tinggi.

  Besarnya koefisien determinasi hubungan antara minat terhadap 2 profesi guru dengan motivasi belajar adalah R = 0,214. Hal ini berarti minat terhadap profesi guru memberikan sumbangan efektif sebesar 21,4 % terhadap motivasi belajar mahasiswa keguruan, khususnya Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma, sedangkan 78,6 % motivasi belajar mahasiswa keguruan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Faktor-faktor tersebut meliputi metode atau strategi yang digunakan selama berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, keadaan sosial ekonomi, keadaan sosial kultural, ataupun keadaan fisik seseorang (Winkel, 2007).

  Meskipun hanya 21,4 %, namun minat terhadap profesi guru memberi dorongan untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa keguruan. Hal ini membuktikan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar dapat melalui minat seseorang seperti yang dikemukakan Djiwandono (2006) dalam bukunya Psikologi Pendidikan.

  Perhitungan hipotesis kedua menunjukkan koefisien korelasi ( r ) X Y 2 sebesar 0,073 dengan p = 0,233 (p>0.01). Koefisien korelasi pada hipotesis kedua ini tergolong sangat rendah atau dapat dikatakan tidak berkorelasi.

  Tingkat probabilitas di atas 0,01 menunjukkan bahwa Ho diterima dan menolak Ha, yaitu tidak ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan.

  49 Hasil penelitian ini mendukung penelitian Harakiewicz, dkk (2008) yang juga menemukan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh yang relatif kecil (

  β = 0,11 dan 0,12). Stipek (1993) juga menjelaskan bahwa tidak ada hubungan yang sempurna antara motivasi dan hasil karena individu yang sedikit usaha dapat memperoleh hasil yang baik tanpa benar-benar mencoba.

  Selain itu, peneliti mengukur motivasi belajar mahasiswa berdasarkan tujuan belajar sehingga tidak menutup kemungkinan mahasiswa akan tetap memperoleh prestasi yang tinggi meskipun memiliki tujuan lain selain belajar (dari tidak tahu menjadi tahu). Misalkan seseorang yang ingin menyenangkan orang tuanya dengan prestasi yang membanggakan namun tidak suka bersusah payah belajar maka ia cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan prestasi yang tinggi.

  Meskipun demikian, data hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi menunjukkan rasa ingin tahu dan sikap tidak mudah putus asa dalam menghadapi suatu tantangan. Hal ini nampak pada aitem 22 dan 38 yang ditunjukkan dengan tingginya koefisien korelasi item total mencapai 0,654 dan 0,612.

  Hipotesis ketiga menunjukkan adanya koefisien korelasi ( r ) sebesar X Y 1

  • 0,038 tergolong sangat rendah dengan tingkat probabilitas (p= 0.351) > 0.01 menunjukkan bahwa Ho diterima dan menolak Ha. Hal ini berarti tidak ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan.

  50 Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Nyeneng tentang hubungan minat dan cara belajar dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA semester ganjil SMAN 1 Kalianda Tahun pelajaran 2007/2008 yang menyatakan bahwa hubungan antara minat dengan hasil belajar sangat kuat dan signifikan yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r = 0,61). Rendahnya korelasi ini mungkin disebabkan karena prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, di anataranya inteligensi, faktor lingkungan, fasilitas belajar, interaksi dosen dan mahasiswa, dan sebagainya.

  Secara keseluruhan penelitian ini kurang memberi batasan pada faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar sehingga ada kemungkinan bahwa tingginya prestasi belajar mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini antara lain :

  1. Ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar sebesar 0.462 dengan p =0.000. Besarnya koefisien 2 determinasi, R = 0.214 menunjukkan bahwa minat terhadap profesi guru memberikan sumbangan efektif sebesar 21.4 % terhadap motivasi belajar mahasiswa keguruan.

  2. Tidak ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan. Koefisien korelasi ( r ) sebesar 0.073 X Y 2 dengan p = 0.233 (p>0.01) menunjukkan bahwa korelasi motivasi belajar dengan prestasi belajar tergolong sangat rendah, bahkan dapat dikatakan tidak ada korelasi.

  3. Tidak ada hubungan yang positif antara minat terhadap profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa keguruan. Koefisien korelasi ( r ) X Y 1 sebesar -0.038 tergolong sangat rendah dengan tingkat probabilitas (p= 0.351) > 0.01 menunjukkan bahwa Ha ditolak dan menerima Ho.

  52 B. SARAN 1.

  Saran berkaitan dengan manfaat penelitian

  a. Bagi mahasiswa keguruan Sebagai calon-calon guru, mahasiswa diharapkan terus meningkatkan minat terhadap profesi guru sehingga motivasi untuk belajar dan memperdalam pengetahuan tentang dunia pendidikan juga meningkat sebagai bekal tambahan sebelum terjun ke dunia pendidikan.

  b.

  Bagi Fakultas Keguruan Fakultas diharapkan juga memperhatikan minat terhadap profesi guru untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa selain prestasi belajar yang dicapai mahasiswa, karena ternyata mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi menunjukkan rasa ingin tahu dan sikap yang tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan.

2. Saran berkaitan dengan kelanjutan penelitian

  Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti minat terhadap profesi guru, motivasi belajar atau prestasi belajar diharapkan menggunakan cakupan yang lebih luas, sehingga lebih jelas mana yang sebenarnya lebih mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Peneliti selanjutnya juga diharapkan dapat membandingkan dengan berbagai program studi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sehingga data yang

  53 dihasilkan dapat digunakan untuk memgeneralisasikan minat mahasiswa terhadap profesi guru.

C. KETERBATASAN

  Penelitian yang sudah dilakukan memiliki keterbatasan yaitu peneliti hanya menggunakan sampel 1 program studi dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sehingga peneliti tidak dapat membandingkan minat mahasiswa terhadap profesi guru pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Selain itu, peneliti kurang mengontrol adanya faktor lain yang mempengaruhi variabel prestasi belajar sehingga tidak diketahui secara pasti faktor yang lebih mempengaruhi tingginya prestasi belajar mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris.

  54 DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. (2003). Manajemen Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta Azwar, Saifuddin. (2004). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Djiwandono, S. E. W. (2006). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Grasindo DPR RI. Undang Undang No.14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Dikutip dari : Pusat Data dan Informasi Pendidikan, Balitbang – Depdiknas.

  Diunduh tanggal 28 Septem Gerrig, R. J., & Zimbardo, P. G. (2008). Psychology and Life. New York: Pearson

  Education, Inc Hamzah. (2007). Teori Motivasi dan Pengukurannya : Analisis di Bidang

  Pendidikan

  . Jakarta : Bumi Aksara Harakewick, Judith.M., Barron, Kenneth. E., Durik, Amanda. M., Linnenbrik, L.,

  & Taver, John. M. (2008). The Role Of Achievement Goals in the Development Of Interest: Reciprocal Relations Between Achievement Goals, Interest, and Performance. Journal Of Educational Psychology, Vol 100, No.1, 105 – 122. American Psychological Association.

  McClelland, D. C. (1985). Human Motivation. London : Scott Foresman and Company

  Murphy, K. R.,& Davidshofer, C. O. (2005). Psychological Testing : Principles

  and Applications. 6 th ed . New Jersey : Pearson Educational International

  Nyeneng, I. D. P. (2008). Hubungan Minat dan Cara Belajar Dengan Hasil

  Belajar Fisika Kelas XI IPA Semester Ganjil SMAN 1 KALIANDA Tahun Pelajaran 2007/2008. Diunduh tanggal 14 Januari 2009 dari

  55 http://www.scribd.com/doc/2381705/HUBUNGAN-MINAT-DAN- CARA-BELAJAR-DENGAN-HASIL-BELAJAR-FISIKA-SISWA- KELAS-XI-IPA-SEMESTER-GANJIL-SMAN-1

  Ormord, J. E. (2008). Educational Psychology : Developing Learners. New Jersey : Merril Prentice Hall

  Permanasari, I., & Wisudo, P. B. (2006, 21 Februari). Tenaga Pendidik : Guru Bukan Lagi Profesi Kelas Dua. KOMPAS. Diunduh tanggal 6 September 2008 dari. http://www.atmajaya.ac.id/content.asp?f=0&id=2370

  Santrock, J.W. (2004). Psikologi Pendidikan. New York: Mc Graw Hill Company Shaughnessy, J. J., Zechmeister, E. B., & Zechmeister, J. S. (2007). Metodologi

  . Yogyakarta : Pustaka Pelajar, terjemahan dari

  Penelitian Psikologi ed.7 Research Methods in Psychology . New York: McGrawHill

  Stipek, D. J. (1993). Motivation To Learn From Theory to Practice. New York : Allyn and Bacon

  Sugiyono. (2000). Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV Alfabeta Sugiyono. (2008). Statistika Untuk Penelitian. Bandung : CV Alfabeta Suparlan. (2006). Guru Sebagai Profesi. Yogyakarta : Hikayat.

  Suparno, Paul. (2005). Minat dan Motivasi Mahasiswa Pendidikan Fisika Menjadi Guru dan Perkembangannya. Dalam JURNAL PENELITIAN No.17, November 2005. Yogyakarta : Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma

  Supratiknya, A., & Bismoko, J. (2004). Pedoman Penulisan Skripsi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma

  56 Winkel. (2007). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta : Media Abadi Yamin, S., & Kurniawan, H. (2009). SPSS COMPLETE : Teknik Analisis Statistik

  Terlengkap dengan Software SPSS . Jakarta : Salemba Infotek

  LAMPIRAN A

  • Kisi-kisi Instrumen Minat Terhadap Profesi Guru Kisi-kisi Intrumen Motivasi Belajar Skala Try Out I Minat Terhadap profesi Guru Skala Try Out I Motivasi Belajar Uji Validitas Reliabilitas Skala Try Out I

  57 KISI-KISI INSTRUMEN MINAT TERHADAP PROFESI GURU

  Indikator Profesi Guru Minat Mendidik Melatih Mengajar Membimbing Butir Perasaan senang (PS)

  • Merasa senang menjadi panutan dalam bersikap dan berperilaku yang baik bagi orang lain
  • merasa senang dapat memberi contoh penerapan konsep atau teori dengan b>merasa senang mengajar
  • merasa puas dengan prestasi yang diperoleh orang yang did
  • merasa senang memotivasi orang lain

  6 Memberikan perhatian lebih (MB)

  • Tertarik mengikuti seminar pendidikan yang tidak diwajibkan dosen
  • tertarik mempraktekkan teori atau konsep yang dipelajari meskipun tidak diwajibkan d
  • tertarik mempelajari metode belajar mengajar yang baru dan tidak diajarkan oleh dosen
  • tertarik membaca buku atau artikel yang berhubungan dengan pendidikan
  • membaca buku atau artikel pendidikan yang tidak diwajibkan dosen

  5 Partisispasi (P)

  • mengingatkan jika ada teman atau orang yang dididik bersikap kurang baik atau kurang sopan terhadap orang lain
  • terbiasa berperilaku jujur dan sopan terhadap orang >mempraktekkan teori atau konsep yang dipelajari dalam kehidupan sehari- hari
  • pernah menjadi pengajar / guru les di luar kegiatan perkuliahan
  • tetap menjadi pengajar meski imbalannya k
  • memberi motivasi kepada orang lain ketika mengajar

  6

  58 PENYATAAN MINAT TERHADAP PROFESI GURU

  Indikator Subindikator Pernyataan Nomor PS - merasa senang menjadi panutan dalam 1.

  13

1. Mendidik

  Saya merasa senang menjadi panutan yang baik bagi orang bersikap dan berperilaku yang baik bagi orang lain (+) lain MP - tertarik mengikuti seminar pendidikan yang

  2. Saya tertarik mengikuti seminar atau kegiatan yang

  4 tidak diwajibkan dosen berhubungan dengan dunia pendidikan (+)

  • P mengingatkan jika ada teman atau orang yang 3.

  10 Saya lebih suka tetap diam meskipun saya tahu teman atau dididik bersikap kurang baik atau kurang anak didik saya bersikap kurang baik terhadap orang lain (-) sopan terhadap orang lain terbiasa berperilaku jujur dan sopan terhadap

  4. Saya membiasakan diri bersikap jujur dan sopan terhadap - 2 orang lain siapapun (+)

  • 2. PS merasa senang dapat memberi contoh 5.

  16 Melatih Saya merasa senang jika dapat memberi contoh bagi teman penerapan konsep atau teori dengan benar yang lain dalam menerapkan suatu konsep dengan benar (+)

  MP - tertarik mempraktekkan teori atau konsep

  6. Menurut saya, mempraktekkan apa yang saya pelajari

  14 yang dipelajari meskipun tidak diwajibkan merupakan hal yang menarik (+) dosen

  • P mempraktekkan teori atau konsep yang

  7. Dalam kehidupan sehari-hari, saya suka mempraktekkan hal-

  1

  59

  

dipelajari dalam kehidupan sehari-hari hal yang saya pelajari dalam perkuliahan (+)

PS merasa senang mengajar

  • 3.

  

8.

  3

   Mengajar Saya kurang suka mengajar (-) merasa puas dengan prestasi yang diperoleh

  9. Saya merasa senang jika materi yang saya sampaikan dapat 5, 15 - orang yang dididik dipahami dengan baik (+)

  10. Saya merasa puas jika orang yang saya ajar memperoleh prestasi yang baik (+) MP tertarik mempelajari metode belajar mengajar 11.

  • yang baru dan tidak diajarkan oleh dosen apalagi yang tidak diajarkan oleh dosen (-)

    P pernah menjadi pengajar / guru les di luar

  6 Saya kurang tertarik mempelajari metode belajar mengajar

  12. Saya merasa senang saat menjadi pengajar atau guru les di 7, 12 - kegiatan perkuliahan luar kegiatan perkuliahan (+) tetap menjadi pengajar meski imbalannya

  13. Saya akan tetap mengajar meskipun imbalannya relatif kecil - kecil (+)

4. PS - merasa senang memotivasi orang lain 14.

  9 Membim- Saya merasa senang dapat memotivasi orang lain untuk maju bing

  (+) MP tertarik membaca buku atau artikel yang

  15. Saya kurang tertarik membaca buku atau artikel yang 17 -

berhubungan dengan pendidikan berhubungan dengan dunia pendidikan (-)

  • membaca buku atau artikel pendidikan yang 16.

  8 Saya membaca buku atau artikel yang berhubungan dengan tidak diwajibkan dosen pendidikan meskipun tidak diminta oleh dosen (+)

  • P memberi motivasi kepada orang lain ketika

  17. Ketika mengajar, saya biasa menyelipkan kata-kata untuk

  11 mengajar membangkitkan semangat belajar orang yang saya didik (+)

  60 KISI-KISI INTRUMEN MOTIVASI BELAJAR

  Subindikator Indikator Motivasi Belajar Butir Nomor 1.

  Semangat atau penuh energi keinginan sendiri untuk belajar a.

  5 18, 23, 24,

  dalam belajar

  b. perasaan senang belajar dari berbagai sumber 27, 40

  c. mengerjakan tugas yang diberikan dengan sepenuh hati

2. Terarah atau memiliki tujuan

  a. belajar untuk mencari ilmu (menguasai materi)

  13 19, 20, 21,

  dan langkah yang jelas b. memperhatikan penjelasan dosen

  22, 25, 26,

  c. tanggap terhadap nasehat dosen untuk mencoba (berani mencoba)

  28, 29, 30,

  d. mengerjakan tugas yang diberikan dosen dengan usaha sendiri (tanpa mencontek atau

  32, 34, 35,

  menjiplak)

  39

  e. mau menjawab pertanyaan dosen secara sukarela

  f. menggunakan waktu luang untuk mempelajari atau menyelesaikan tugas yang tidak diminta dosen g. tidak membandingkan nilai yang diperoleh dengan nilai orang lain h. tidak menyembunyikan nilai yang jelek hanya karena tidak ingin terkesan tidak mampu i. merasa puas jika mampu menyelesaikan tugas atau tantangan dengan kerja keras (usaha sendiri) j. mencari tugas yang menantang untuk mengembangkan kemampuan bukan untuk pamer k. dosen dipandang sebagai pemberi informasi bukan evaluator l. mengerjakan tugas atas kemauan sendiri, bukan untuk menyenangkan orang lain atau menghindari hukuman

  3.

  a. Kegigihan untuk tidak mudah menyerah menghadapi tugas yang sulit

  6 31, 33, 36,

  mempertahanakan perilaku

  b. berani menghadapi tantangan (tidak menghindar)

  37, 38, 41

  belajar c. tidak mudah bosan dalam belajar d. memandang kegagalan bukanlah akhir dari segalanya

  e. memandang usaha lebih berharga daripada prestasi (nilai) f. merasa mampu untuk menghadapi tugas yang sulit

  61 PERNYATAAN MOTIVASI BELAJAR

INDIKATOR PERNYATAAN NOMOR

  1. Saya selalu menjadwalkan waktu belajar saya secara teratur setiap harinya (+)

  b. memperhatikan penjelasan dosen

  25

  9. Saya lebih suka menyalin pekerjaan orang lain daripada bersusah

  d. mengerjakan tugas atau ujian yang

  21 Terarah atau memiliki tujuan dan langkah yang jelas

  8. Saat dosen menyarankan untuk mencoba, maka saya akan mencoba mengerjakannya meskipun sulit (+)

  7. Saya selalu berusaha memperhatikan penjelasan dosen saat mengikuti perkuliahan (+) 19 c. tanggap terhadap nasehat dosen untuk mencoba (berani mencoba)

  22

  2. Saya membutuhkan seseorang untuk mengingatkan waktu belajar saya (-) 18, 23 b. perasaan senang belajar dari berbagai sumber

  a. keinginan sendiri untuk belajar

  a. belajar untuk mencari ilmu (menguasai materi)

  24

  5. Bagi saya, tugas berguna untuk melatih kemampuan saya sehingga saya berusaha mengerjakannya dengan sungguh-sungguh (+)

  4. Menurut saya, dosen adalah satu-satunya sumber pengetahuan (-) 27, 40 Semangat atau penuh energi dalam belajar c. mengerjakan tugas yang diberikan dengan sepenuh hati

  3. Saya merasa senang saat berusaha mencari tahu tentang hal-hal yang belum saya ketahui (+)

  

6. Saya belajar untuk mengetahui hal-hal yang belum saya pahami (+)

  62

  diberikan dosen dengan usaha sendiri payah mengerjakan sendiri (-) (tanpa mencontek atau menjiplak) e.

  10.

  26 mau menjawab pertanyaan dosen secara Dalam perkuliahan, saya menjawab pertanyaan dosen hanya jika sukarela ditunjuk oleh dosen saja (-)

  f. menggunakan waktu luang untuk

  11. Saya lebih sering menggunakan waktu luang saya untuk jalan-jalan

  20 mempelajari atau menyelesaikan tugas daripada menyelesaikan tugas yang tidak diwajibkan dosen (-) yang tidak diminta dosen g.

  12.

  28 tidak membandingkan nilai yang Saya termasuk orang yang tidak suka membandingkan nilai saya diperoleh dengan nilai orang lain dengan nilai orang lain (+)

  h. tidak menyembunyikan nilai yang jelek

  13. Bagi saya, nilai jelek harus disembunyikan karena saya tidak ingin

  35 hanya karena tidak ingin terkesan tidak orang lain melihat prestasi saya yang buruk (-) mampu i.

  14.

  39 merasa puas jika mampu menyelesaikan Saya merasa puas jika mampu menyelesaikan tugas dengan usaha tugas atau tantangan dengan kerja keras saya sendiri (+) (usaha sendiri) j. mencari tugas yang menantang untuk

  15. Saya suka mencari tugas-tugas yang menantang (+)

  32 mengembangkan kemampuan bukan untuk pamer k.

  16.

  29 dosen dipandang sebagai pemberi Bagi saya, dosen adalah seorang evaluator (-) informasi bukan evaluator

  63 l.

  mengerjakan tugas atas kemauan sendiri, bukan untuk menyenangkan orang lain atau menghindari hukuman 17.

  Saya mengerjakan tugas untuk karena ingin menyenangkan orang lain (-)

  18. Saya mengerjakan tugas bukan sekedar untuk menghindari hukuman jika tidak mengerjakan tugas tersebut melainkan untuk melatih kemampuan yang saya miliki (+) 30, 34 a. tidak mudah menyerah menghadapi tugas yang sulit

  19. Saat menghadapi tugas yang sulit, saya akan berusaha menyelesaikannya hingga berhasil (+) 36 b. memiliki sikap yang positif dalam menghadapi tantangan

  20. Bagi saya, tugas atau tantangan yang sulit bukan untuk dihindari tetapi untuk dihadapi (+)

  38

  c. tidak mudah bosan dalam belajar

21. Saya merasa mudah bosan dalam belajar (-)

  22. Jika saya mengalami kegagalan, hal itu karena saya kurang berusaha jadi saya akan lebih berusaha di lain waktu (+)

  33

  e. memandang usaha lebih berharga daripada prestasi

  23. Bagi saya, nilai yang saya peroleh lebih berharga daripada usaha yang saya lakukan (-)

  37 Kegigihan untuk mempertaha nakan perilaku belajar f. merasa mampu untuk menghadapi tugas yang sulit

  24. Sesulit apapun tugas yang saya hadapi, saya yakin saya mampu menghadapinya (+)

  41

  31 d. memandang kegagalan bukanlah akhir dari segalanya

  66

  ANGKET

  Kepada Yth. Rekan-rekan Mahasiswa Dalam rangka menyelesaikan studi, saya mohon kesediaan Saudara untuk mengisi angket berikut ini sesuai dengan keadaan Saudara sesungguhnya. Atas kerelaannya untuk meluangkan waktu saya mengucapkan banyak terima kasih.

  Hormat Saya, Roswita Indra Noviastuti

  Pilihlah salah satu dari pilihan jawaban yang tersedia dan berilah tanda centang ( √) pada jawaban tersebut.

  

No. Pernyataan SS S TS STS

Saya kurang suka mengajar 1. Saya terbiasa bersikap jujur dan terbuka pada orang 2. lain Dalam kehidupan sehari-hari, saya suka

  3.

  mempraktekkan hal-hal yang saya pelajari dalam perkuliahan Saya merasa tertarik mengikuti seminar-seminar 4. pendidikan meskipun tidak diwajibkan oleh dosen Saya merasa senang menjadi panutan yang baik bagi

  5.

  orang lain Saya merasa senang jika materi yang saya sampaikan

  6.

  dapat dipahami dengan baik Saya pernah menjadi pengajar atau guru les di luar

  7.

  kegiatan perkuliahan Saya sering membaca buku atau artikel yang

  8.

  berhubungan dengan pendidikan meskipun tidak diminta oleh dosen Saya merasa senang dapat memotivasi orang lain untuk 9. maju

  67

  No. Pernyataan SS S TS STS Saya merasa senang jika dapat memberi contoh bagi 10. teman yang lain dalam menerapkan suatu konsep dengan benar Ketika mengajar, saya biasa menyelipkan kata-kata 11. untuk membangkitkan semangat belajar orang yang saya didik Saya akan tetap mengajar meskipun imbalannya relatif 12. kecil Saya tidak terbiasa bersikap sopan kepada setiap orang

  13.

  yang saya jumpai Menurut saya, mampu mempraktekkan apa yang saya

  14.

  pelajari merupakan hal yang menarik Saya merasa puas jika orang yang saya ajar

  15.

  memperoleh prestasi yang baik Saya kurang tertarik mempelajari metode belajar-

  16.

  mengajar apalagi yang tidak diajarkan oleh dosen Saya lebih suka tetap diam meskipun saya tahu teman

  17.

  atau anak didik saya bersikap kurang baik terhadap orang lain Saya kurang tertarik membaca buku atau artikel yang 18. berhubungan dengan dunia pendidikan Teliti kembali dan Pastikan setiap pernyataan telah dijawab semuanya.

   TERIMA KASIH, Tuhan Memberkati 

  68

  ANGKET

  Kepada Yth. Rekan-rekan Mahasiswa Dalam rangka menyelesaikan studi, kami mohon kesediaan Saudara untuk mengisi angket berikut ini sesuai dengan keadaan Saudara sesungguhnya. Atas kerelaannya untuk meluangkan waktu kami ucapkan banyak terima kasih.

  Hormat Saya, Roswita Indra Noviastuti

  Pilihlah salah satu dari pilihan jawaban yang tersedia dan berilah tanda centang ( ) pada jawaban tersebut.

  

No. Pernyataan SS S TS STS

Saya selalu menjadwalkan waktu belajar saya secara 1. teratur setiap harinya Saya selalu berusaha memperhatikan penjelasan dosen

  2.

  saat mengikuti perkuliahan Saya lebih sering menggunakan waktu luang saya

  3.

  untuk jalan-jalan daripada menyelesaikan tugas yang tidak diwajibkan dosen Saat dosen menyarankan untuk mencoba, maka saya 4. akan mencoba mengerjakannya meskipun sulit Saya belajar untuk mengetahui hal-hal yang belum saya

  5.

  pahami Saya membutuhkan seseorang untuk mengingatkan

  6.

  waktu belajar saya Bagi saya, tugas berguna untuk melatih kemampuan

  7.

  saya sehingga saya berusaha mengerjakannya dengan sungguh-sungguh Saya lebih suka menyalin pekerjaan orang lain daripada 8. bersusah payah mengerjakan sendiri Dalam perkuliahan, saya menjawab pertanyaan dosen

  9.

  jika ditunjuk oleh dosen

  69

  Pernyataan No.

  SS S TS STS Saya merasa senang saat berusaha mencari tahu tentang 10. hal-hal yang belum saya ketahui Saya suka membandingkan nilai yang saya peroleh

  11.

  dengan nilai orang lain Saya mengerjakan tugas bukan sekedar untuk

  12.

  menghindari hukuman jika tidak mengerjakan tugas tersebut melainkan untuk melatih kemampuan yang saya miliki Saya merasa mudah bosan dalam belajar

  13. Saya mencari tugas-tugas yang menantang untuk 14.

  menunjukkan bahwa saya lebih unggul Jika saya mengalami kegagalan, hal itu karena saya

  15.

  kurang berusaha jadi saya akan lebih berusaha di lain waktu Saya mengerjakan tugas untuk karena ingin 16. menyenangkan orang lain Bagi saya, nilai jelek harus disembunyikan karena saya

  17.

  tidak ingin orang lain melihat prestasi saya yang buruk Saat menghadapi tugas yang sulit, saya akan berusaha

  18.

  menyelesaikannya hingga berhasil Bagi saya, hasil yang saya capai lebih berharga

  19.

  daripada usaha yang saya lakukan Bagi saya, tugas atau tantangan yang sulit bukan untuk

  20.

  dihindari tetapi untuk dihadapi Bagi saya, dosen adalah seseorang yang memberikan

  21.

  informasi berupa pengetahuan bukan semata-mata sebagai evaluator Saya merasa puas jika mampu menyelesaikan tugas 22. dengan usaha saya sendiri Sesulit apapun tugas yang saya hadapi, saya yakin saya

  23.

  mampu menghadapinya Teliti kembali dan Pastikan setiap pernyataan telah dijawab semuanya.

   TERIMA KASIH, Tuhan Memberkati 

  70

  Uji Validitas dan Reliabilitas

Skala Minat Terhadap Profesi Guru

  Case Processing Summary 30 100.0 .0 30 100.0 Valid

  Excluded a

  Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  a.

  Reliability Statistics .781 .801

  18 Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized

  Items N of Items Item Statistics

  3.03 .669

  30 3.00 .587 30 2.60 .563 30 2.73 .640 30 3.23 .626 30 3.67 .547 30 3.17 .913 30 2.83 .699 30 3.53 .571 30 3.50 .572 30 3.23 .626 30 2.63 .850 30 3.53 .507 30 2.97 .615 30 3.90 .305 30 3.03 .490 30 3.33 .547 30 3.10 .607 30 item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item18 Mean Std. Deviation N

  71

  Item-Total Statistics 54.00 22.483 .555 . .756 54.03 25.344 .128 . .786 54.43 24.254 .338 . .773 54.30 24.631 .222 . .781 53.80 23.959 .342 . .772 53.37 23.413 .517 . .761 53.87 24.120 .167 . .794 54.20 24.097 .271 . .778 53.50 22.397 .689 . .749 53.53 23.361 .499 . .762 53.80 22.924 .522 . .759 54.40 23.145 .315 . .777 53.50 24.672 .301 . .775 54.07 23.582 .416 . .767 53.13 24.740 .532 . .769 54.00 24.483 .355 . .772 53.70 24.562 .293 . .775 53.93 23.926 .362 . .771 item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item18

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted Scale Statistics

  57.03 26.447 5.143

  18 Mean Variance Std. Deviation N of Items

  72

  Uji Validitas dan Reliabilitas

Skala Motivasi Belajar

  Case Processing Summary 73 100.0 .0 73 100.0 Valid

  Excluded a

  Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  a.

  Reliability Statistics .781 .789

  23 Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized

  Items N of Items Item Statistics

  2.19 .544

  73 3.18 .609 73 2.47 .818 73 2.93 .509 73 3.08 .547 73 2.68 .926 73 3.26 .501 73 3.16 .687 73 1.97 .552 73 3.04 .611 73 2.25 .683 73 3.10 .505 73 2.22 .786 73 2.79 .552 73 3.21 .600 73 3.26 .578 73 2.90 .802 73 3.01 .540 73 2.68 .643 73 3.05 .550 73 3.18 .481 73 3.49 .503 73 3.18 .481 73 aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 aitem7 aitem8 aitem9 aitem10 aitem11 aitem12 aitem13 aitem14 aitem15 aitem16 aitem17 aitem18 aitem19 aitem20 aitem21 aitem22 aitem23

  Mean Std. Deviation N

  73

  Item-Total Statistics 64.11 32.904 .300 . .775 63.12 32.026 .389 . .770 63.84 30.611 .419 . .767 63.37 32.514 .396 . .771 63.22 31.757 .490 . .765 63.62 30.795 .333 . .775 63.04 31.929 .512 . .765 63.14 30.675 .516 . .761 64.33 34.307 .072 . .786 63.26 32.779 .275 . .776 64.05 33.914 .087 . .788 63.21 31.277 .628 . .759 64.08 30.354 .474 . .763 63.51 36.226 -.219 . .800 63.10 32.282 .357 . .772 63.04 31.512 .497 . .764 63.40 31.493 .326 . .774 63.29 31.069 .617 . .759 63.62 33.656 .135 . .785 63.25 32.938 .290 . .776 63.12 34.498 .061 . .786 62.81 33.129 .292 . .776 63.12 32.776 .375 . .772 aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 aitem7 aitem8 aitem9 aitem10 aitem11 aitem12 aitem13 aitem14 aitem15 aitem16 aitem17 aitem18 aitem19 aitem20 aitem21 aitem22 aitem23

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted Scale Statistics

  66.30 35.075 5.922

  23 Mean Variance Std. Deviation N of Items

  LAMPIRAN B

  • Kuisioner Penelitian (Try Out II (terpakai))
  • Uji Validitas Reliabilitas Try Out II (terpakai)
  • Uji T variabel penelitian
Hal : Pengisian Kuisioner

  Kepada Yth. Rekan – rekan Mahasiswa Di tempat

  Dengan Hormat, Untuk menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat memperoleh gelar

  Sarjana Psikologi pada Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, saya bermaksud mengadakan penelitian tentang “ Minat Terhadap Profesi Guru dan Motivasi Belajar”.

  Sehubungan dengan hal itu, saya mohon kesediaan Saudara menjadi responden penelitian ini. Saya berharap Saudara berkenan menjawab seluruh pertanyaan sesuai dengan keadaan sesungguhnya. Sesuai etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban Saudara dan menggunakan jawaban Saudara untuk penelitian ini.

  Saya menyadari bahwa sedikit banyak pengisian kuisioner ini mengganggu aktivitas Saudara. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya. Demikian permohonan saya, atas perhatian dan kerjasama Saudara, saya mengucapkan terima kasih.

  Yogyakarta, April 2009 Hormat Saya,

  Roswita Indra Noviastuti (049114055)

  75

Bagian I IDENTITAS DIRI Nama Lengkap : ………………………………………… NIM : ………………………………………… IPK : ………………………………………… Bagian II Berilah tanda (

  

√ ) untuk jawaban yang paling Anda anggap sesuai dengan

keadaan Anda yang sesungguhnya pada kotak yang telah disediakan. Pilihlah : SS : jika Anda Sangat Setuju dengan pernyataan S : jika Anda Setuju dengan pernyataan

  jika Anda Tidak Setuju dengan pernyataan

  TS : STS : jika Anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan Pilihan Pernyataan No.

  SS S TS STS Dalam kehidupan sehari-hari, saya suka mempraktekkan 1. hal-hal yang saya pelajari dalam perkuliahan Saya membiasakan diri bersikap jujur dan sopan terhadap

  2.

  siapapun Saya kurang suka mengajar

  3. Saya tertarik mengikuti seminar atau kegiatan yang 4.

  berhubungan dengan dunia pendidikan Saya merasa senang jika materi yang saya sampaikan

  5.

  dapat dipahami dengan baik Saya kurang tertarik mempelajari metode belajar-

  6.

  mengajar apalagi yang tidak diajarkan oleh dosen Saya merasa senang saat menjadi pengajar atau guru les

  7.

  di luar kegiatan perkuliahan Saya membaca buku atau artikel yang berhubungan

  8.

  dengan pendidikan meskipun tidak diminta oleh dosen

  76

  Pilihan No. Pernyataan SS S TS STS Saya merasa senang dapat memotivasi orang lain untuk 9. maju Saya lebih suka tetap diam meskipun saya tahu teman

  10.

  atau anak didik saya bersikap kurang baik terhadap orang lain Ketika mengajar, saya biasa menyelipkan kata-kata untuk 11. membangkitkan semangat belajar orang yang saya didik Saya akan tetap mengajar meskipun imbalannya relatif

  12.

  kecil Saya merasa senang jika dapat menjadi panutan yang

  13.

  baik bagi orang lain Menurut saya, mempraktekkan apa yang saya pelajari

  14.

  dalam perkuliahan merupakan hal yang menarik Saya merasa puas jika orang yang saya ajar memperoleh

  15.

  prestasi yang baik Saya merasa senang jika dapat memberi contoh bagi

  16.

  teman yang lain dalam menerapkan suatu konsep dengan benar Saya kurang tertarik membaca buku atau artikel yang 17. berhubungan dengan dunia pendidikan Saya selalu menjadwalkan waktu belajar saya secara

  18.

  teratur setiap harinya Saya selalu berusaha memperhatikan penjelasan dosen

  19.

  saat mengikuti perkuliahan Saya lebih sering menggunakan waktu luang saya untuk

  20.

  jalan-jalan daripada menyelesaikan tugas yang tidak diwajibkan dosen Saat dosen menyarankan untuk mencoba, maka saya akan 21. mencoba mengerjakannya meskipun sulit Saya belajar untuk mengetahui hal-hal yang belum saya

  22.

  pahami Saya membutuhkan seseorang untuk mengingatkan

  23.

  waktu belajar saya

  77

  Pilihan No. Pernyataan SS S TS STS Bagi saya, tugas berguna untuk melatih kemampuan saya 24. sehingga saya berusaha mengerjakannya dengan sungguh-sungguh Saya lebih suka menyalin pekerjaan orang lain daripada 25. bersusah payah mengerjakan sendiri Dalam perkuliahan, saya menjawab pertanyaan dosen

  26.

  hanya jika ditunjuk oleh dosen saja Saya merasa senang saat berusaha mencari tahu tentang

  27.

  hal-hal yang belum saya ketahui Saya termasuk orang yang tidak suka membandingkan

  28.

  nilai saya dengan nilai orang lain Bagi saya, dosen adalah seorang evaluator

  29. Saya mengerjakan tugas bukan sekedar untuk 30.

  menghindari hukuman jika tidak mengerjakan tugas tersebut melainkan untuk melatih kemampuan yang saya miliki Saya merasa mudah bosan dalam belajar

  31. Saya suka mencari tugas-tugas yang menantang 32.

  Jika saya mengalami kegagalan, hal itu karena saya 33. kurang berusaha jadi saya akan lebih berusaha di lain waktu Saya mengerjakan tugas karena ingin menyenangkan 34. orang lain Bagi saya, nilai jelek harus disembunyikan karena saya

  35.

  tidak ingin orang lain melihat prestasi saya yang buruk Saat menghadapi tugas yang sulit, saya akan berusaha

  36.

  menyelesaikannya hingga berhasil Bagi saya, nilai yang saya peroleh lebih berharga

  37.

  daripada usaha yang saya lakukan Bagi saya, tugas atau tantangan yang sulit bukan untuk

  38.

  dihindari tetapi untuk dihadapi

  78

  Pilihan No. Pernyataan SS S TS STS Saya merasa puas jika mampu menyelesaikan tugas 39. dengan usaha saya sendiri Menurut saya, dosen adalah satu-satunya sumber

  40.

  pengetahuan Sesulit apapun tugas yang saya hadapi, saya yakin saya

  41.

  mampu menghadapinya Setelah selesai mengerjakan, telitilah kembali dan pastikan setiap pernyataan dalam kuisioner ini telah dijawab.

   TERIMA KASIH, Tuhan Memberkati

  79

  Uji Validitas dan Reliabilitas

Skala Minat Terhadap Profesi Guru

1. Pengujian 17 aitem Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized

  Items N of Items .834 .838

  17 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 52.68 28.300 5.320

  17 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Squared Multiple Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted item1

  49.64 25.778 .403 .407 .827 item2 49.20 27.248 .153 .206 .839 item3 50.05 24.106 .476 .499 .824 item4 50.25 24.825 .443 .437 .825 item5 49.02 25.544 .456 .371 .825 item6 49.81 25.658 .340 .300 .831 item7 49.62 24.991 .451 .478 .825 item8 50.08 25.063 .433 .356 .826 item9 49.39 26.815 .242 .314 .835 item10 49.53 26.370 .370 .257 .829 item11 49.41 25.255 .466 .277 .824 item12 50.09 24.160 .445 .384 .827 item13 49.13 25.063 .571 .507 .819 item14 49.39 24.617 .642 .556 .816 item15 49.05 25.354 .554 .558 .821 item16 49.20 25.110 .515 .543 .822 item17 49.97 24.623 .516 .415 .821

  80

2. Pengujian 15 Aitem Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items .840

  15 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 45.91 25.804 5.080

  15 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted

Corrected

Item-Total

  

Correlation

Cronbach's Alpha if Item Deleted i1 42.87 23.498 .381 .835 i3 43.28 21.532 .515 .827 i4 43.49 22.391 .457 .831 i5 42.25 23.241 .441 .832 i6 43.05 23.077 .373 .836 i7 42.85 22.602 .457 .831 i8 43.31 22.594 .452 .831 i10 42.76 23.964 .368 .835 i11 42.65 22.944 .455 .831 i12 43.32 21.825 .446 .833 i13 42.36 22.828 .545 .826 i14 42.63 22.355 .627 .822 i15 42.28 23.037 .543 .827 i16 42.43 22.842 .497 .829 i17 43.21 22.304 .513 .827

  81

  Uji Validitas dan Reliabilitas

Skala Motivasi Belajar

1. Pengujian 24 aitem Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized

  Items N of Items .763 .794

  24 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 71.64 33.956 5.827

  24 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Squared Multiple Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted item18

  69.40 31.847 .223 . .760 item19 68.59 31.255 .444 . .748 item20 68.98 31.841 .189 . .764 item21 68.62 31.625 .364 . .752 item22 68.37 30.295 .586 . .740 item23 69.08 32.132 .107 . .773 item24 68.36 31.144 .428 . .748 item25 68.46 30.370 .394 . .748 item26 69.14 31.644 .246 . .759 item27 68.35 31.399 .397 . .750 item28 68.88 33.075 .034 . .775 item29 69.46 33.815 -.039 . .777 item30 68.54 31.023 .345 . .752 item31 69.39 30.874 .310 . .755 item32 68.93 31.114 .321 . .754 item33 68.34 31.812 .354 . .753 item34 68.49 31.757 .350 . .753 item35 68.63 31.187 .270 . .758 item36 68.45 31.438 .384 . .751 item37 68.60 31.114 .403 . .749 item38 68.26 30.711 .559 . .743 item39 67.89 31.602 .439 . .750 item40 68.18 31.731 .293 . .756 item41 68.25 31.360 .376 . .751

  82

2. Pengujian 18 aitem Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items .812

  18 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 56.75 25.335 5.033

  18 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted

Corrected

Item-Total

  

Correlation

Cronbach's Alpha if Item Deleted i19 53.71 22.962 .449 .801 i21 53.74 22.810 .468 .799 i22 53.49 21.837 .657 .789 i24 53.48 22.826 .441 .801 i25 53.58 22.484 .349 .807 i27 53.47 23.143 .389 .804 i30 53.66 22.723 .351 .806 i31 54.51 23.698 .152 .822 i32 54.05 22.760 .333 .808 i33 53.46 23.122 .431 .802 i34 53.61 23.231 .389 .804 i35 53.75 22.528 .323 .810 i36 53.57 22.723 .471 .799 i37 53.72 22.899 .395 .803 i38 53.38 22.298 .611 .792 i39 53.01 23.178 .466 .801 i40 53.29 23.259 .315 .808 i41 53.37 22.791 .431 .801

  83

3. Pengujian 17 aitem Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items .822

  17 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 54.51 23.698 4.868

  17 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted

Corrected

Item-Total

  

Correlation

Cronbach's Alpha if Item Deleted i19 51.46 21.439 .439 .812 i21 51.49 21.242 .470 .810 i22 51.25 20.325 .654 .800 i24 51.24 21.271 .440 .812 i25 51.33 21.254 .297 .823 i27 51.23 21.582 .387 .815 i30 51.41 20.977 .384 .816 i32 51.80 21.149 .342 .819 i33 51.22 21.399 .467 .811 i34 51.36 21.659 .389 .815 i35 51.50 20.946 .327 .821 i36 51.32 21.172 .470 .810 i37 51.47 21.262 .410 .813 i38 51.14 20.753 .612 .803 i39 50.76 21.607 .466 .811 i40 51.05 21.651 .321 .819 i41 51.13 21.142 .450 .811

  84

  Uji T Variabel Penelitian Descriptives Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation MINAT

  102

  34.00 57.00 45.9118 5.07977 MOTIVASI 102

  44.00 68.00 54.5098 4.86805

  IPK 102

  2.08 3.78 3.0545 .37603 Valid N (listwise) 102

  T-Test ( Minat Terhadap Profesi Guru ) One-Sample Statistics Std. Error N Mean Std. Deviation Mean

  MINAT 102 45.9118 5.07977 .50297 One-Sample Test

  

Test Value = 37.5

95% Confidence Interval of the Difference Mean t df Sig. (2-tailed) Difference Lower Upper

  MINAT 16.724 101 .000 8.41176 7.4140 9.4095 T-Test ( Motivasi Belajar ) One-Sample Statistics

  Std. Error N Mean Std. Deviation Mean MOTIVASI 102 54.5098 4.86805 .48201

  

One-Sample Test

Test Value = 42.5 95% Confidence Interval of the Difference Mean t df Sig. (2-tailed) Difference Lower Upper

  MOTIVASI 24.916 101 .000 12.00980 11.0536 12.9660

  85

  T-Test ( Prestasi Belajar ) One-Sample Statistics Std. Error N Mean Std. Deviation Mean

  IPK 102 3.0545 .37603 .03723 One-Sample Test

  

Test Value = 2.5

95% Confidence Interval of the Difference Mean t df Sig. (2-tailed) Difference Lower Upper

  IPK 14.893 101 .000 .55451 .4806 .6284

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara kinerja dosen, ketersediaan fasilitas belajar serta motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
1
1
170
Hubungan antara motivasi belajar dan status sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2009.
0
0
125
Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2006.
0
0
159
Pengaruh motivasi dan prestasi belajar mahasiswa terhadap kemampuan praktik mengajar : studi kasus mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
97
Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi : studi kasus : mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.
0
0
114
Pengaruh minat baca, disiplin belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar terhadap prestasi belajar akuntansi keuangan dasar I : studi kasus pada mahasiswa tahun akademik 2005/2006 prodi pendidikan akuntansi, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yk.
0
1
147
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma.
0
0
135
Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
6
142
Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
139
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dan prestasi belajar dengan minat berwirausaha mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2003-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
107
Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi : studi kasus : mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
112
Pengaruh persepsi mahasiswa FKIP tentang kesejahteraan guru terhadap minat mahasiswa FKIP menjadi guru : studi kasus pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh motivasi dan prestasi belajar mahasiswa terhadap kemampuan praktik mengajar : studi kasus mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
95
Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2006 - USD Repo
0
0
157
Show more