Persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru : survei guru-guru Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta Kabupaten Sleman - USD Repository

Gratis

0
0
191
11 months ago
Preview
Full text

  

PERSEPSI GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI GURU

DALAM JABATAN DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN,

GOLONGAN JABATAN, MASA KERJA, DAN USIA GURU

Survei : Guru-guru Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta

  

Kabupaten Sleman

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

Disusun oleh :

NATALIA NIKEN KRISNAWATI

NIM: 051334029

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PERSEPSI GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI GURU

DALAM JABATAN DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN,

GOLONGAN JABATAN, MASA KERJA, DAN USIA GURU

Survei : Guru-guru Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta

  

Kabupaten Sleman

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

Disusun oleh :

NATALIA NIKEN KRISNAWATI

NIM: 051334029

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini untuk:

Yesus Kristus dan Bunda Maria

  

Bapak tercinta Ignatius Mulyono di surga

Ibu tercinta Anastasia Painten

Saudaraku tersayang Mbak Watik, Mas Budi, Mas Anton, Mbak

Handa, dan Nita

  

Keponakanku tersayang Vian dan Alvin

The special one Mas Filipus Cukup Santoso

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTO

Aku bisa jika aku yakin aku bisa

Pengharapan dan usaha yang keras ‘kan membawa pada impian yang nyata

  

Lakukan yang terbaik dan buatlah orang-orang yang kamu sayangi tersenyum bahagia

Syukuri stiap hal yang ada, smua adalah anugrah

Lets make things better

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Natalia Niken Krisnwati Nomor Mahasiswa : 051334029

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  PERSEPSI GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN, GOLONGAN

  JABATAN, MASA KERJA, DAN USIA GURU beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogayakarta Pada tanggal 30 Juli 2009

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

PERSEPSI GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI GURU

DALAM JABATAN DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN,

GOLONGAN JABATAN, MASA KERJA, DAN USIA GURU

  Survei : Guru-guru Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta Kabupaten Sleman

  Natalia Niken Krisnawati Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta 2009

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan; (2) apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan; (3) apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja; (4) apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru.

  Penelitian ini merupakan penelitian survei pada guru-guru SMP negeri dan swasta di Kabupaten Sleman. Populasi penelitian adalah seluruh guru SMP negeri dan swasta di Kabupaten Sleman yang berjumlah 2.616 orang. Sampel penelitian adalah guru-guru SMP Pangudi Luhur Moyudan, SMP Muhammadiyah 1 Minggir, SMP Negeri 3 Sleman, SMP Negeri 2 Sleman, SMP Negeri 2 Moyudan, SMP Negeri 2 Tempel, SMP Muhammadiyah 1 Godean, SMP BOPKRI Godean, SMP Kanisisus Kalasan, MTs Negeri Godean, SMP Negeri 3 Godean, SMP Kanisius Sleman, dan SMP Budi Mulia Minggir yang berjumlah 365 orang. Penarikan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penelitian adalah kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data penelitian menggunakan statistik deskriptif dan one way Anova.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan (asymp. sig. sebesar 0,536 > sebesar 0,785 < F

  hitung tabel

  α = 0,05 dan F sebesar 2,40); (2) tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan (asymp. sig. sebesar 0,862 >

  α = 0,05 dan F hitung sebesar 0,380 < F tabel sebesar 2,25); (3) tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja (asymp. sig. sebesar 0,404 > sebesar 1,045 < F sebesar

  hitung tabel

  α = 0,05 dan F 1,91); (4) tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru (asymp. sig. sebesar 0,538 >

  α = 0,05 dan F hitung sebesar 0,781 < F tabel sebesar 2,40).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

TEACHER’S PERCEPTION TOWARDS THE FUNCTION OF

TEACHER CERTIFICATE PROGRAM PERCEIVED FROM LEVEL OF

  

EDUCATION, OFFICIAL STRATIFICATION, PERIOD OF WORKING,

AND AGE OF TEACHER

  A Survey done on Public and Private Junior High School Teachers in Sleman Regency Natalia Niken Krisnawati

  Sanata Dharma University 2009

  The purpose of this research is to know whether there is the differences of teacher’s perseption towards the function of teacher certificate program perceived from: (1) level of education; (2) official stratification; (3) period of working; (4) age of teacher.

  This study is a kind of an observation research to public and private Junior High School teachers in Sleman Regency. The sources of population in his research are 2.616 public and private Junior High School teachers in Sleman Regency. The samples were 365 teachers of Pangudi Luhur Junior High School in Moyudan, Muhammadiyah Junior High School 1 in Minggir, Public Junior High School 3 in Sleman, Public Junior High School 2 in Sleman, Public Junior High School 2 in Moyudan, Public Junior High School 2 in Tempel, Muhammadiyah Junior High School 1 in Godean, BOPKRI Junior High School in Godean, Kanisisus Junior High School in Kalasan, MTs Public Junior High School in Godean, Public Junior High School 3 in Godean, Kanisius Junior High School in Sleman, and Budi Mulia Junior High School in Minggir. The samples were chosen by applying purposive sampling technique. The techniques of collecting data are questionnaire and interview. The data analyzing technique for the research was descriptive statistics and one way Anova.

  The results of the research show that there isn’t any different perception towards the function of teacher sertificate program perceived from: (1) level of education (asymp. sig. 0,536 > count 0,785 < F table 2,40); (2) official

  α = 0,05 and F status (asymp. sig 0,862 > 0,380 < F 2,25); (3) period of

  count table

  α = 0,05 and F working (asymp. sig. 0,404 > count 1,045 < F table 1,91); and (4) age α = 0,05 and F of teacher (asymp. sig. 0,538 > count 0,781 < F table 2,40).

  α = 0,05 and F

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih-Nya yang besar, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PERSEPSI GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN, GOLONGAN JABATAN, MASA KERJA, DAN USIA GURU.”

  Penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan skripsi ini tidaklah mungkin terlaksana dengan baik tanpa bantuan, kerjasama, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:

  1. Romo Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian kepada penulis di Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;

  3. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;

  4. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; sekaligus selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;

  5. Ibu Cornelio Purwantini, S.Pd., M.SA. selaku Dosen Penguji yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;

  6. Ibu Rita Eny Purwanti, S.Pd., M.Si. selaku Dosen Penguji yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Tenaga administrasi Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah membantu kelancaran proses belajar selama ini;

  9. Bapak/Ibu Kepala Sekolah SMP Pangudi Luhur Moyudan, SMP Muhammadiyah 1 Minggir, SMP Negeri 3 Sleman, SMP Negeri 2 Sleman, SMP Negeri 2 Moyudan, SMP Negeri 2 Tempel, SMP Muhammadiyah 1 Godean, SMP BOPKRI Godean, SMP Kanisisus Kalasan, MTs Negeri Godean, SMP Negeri 3 Godean, SMP Kanisius Sleman, dan SMP Budi Mulia Minggir yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian;

  10. Staf pengajar dan tenaga administrasi SMP Pangudi Luhur Moyudan, SMP Muhammadiyah 1 Minggir, SMP Negeri 3 Sleman, SMP Negeri 2 Sleman, SMP Negeri 2 Moyudan, SMP Negeri 2 Tempel, SMP Muhammadiyah 1 Godean, SMP BOPKRI Godean, SMP Kanisisus Kalasan, MTs Negeri Godean, SMP Negeri 3 Godean, SMP Kanisius Sleman, dan SMP Budi Mulia Minggir yang telah membantu kelancaran pelaksanaan penelitian;

  11. Bapakku tercinta Ignatius Mulyono (Alm.), Simbok Chatarina Tukiyem (Alm.), dan Simbah Mardi (Alm.) yang selalu mendoakanku dari surga;

  12. Ibuku tercinta Anastasia Painten yang selalu memberiku kasih sayang, kesabaran, kepercayaan, nasihat, dan dukungan doa dan materi;

  13. Saudara-saudaraku tersayang: Mbak Watik, Mas Budi, Mas Anton, dan Mbak Handa, dan Nita yang selalu memberiku kasih sayang, kesabaran, kepercayaan, nasihat, dan dukungan doa dan materi;

  14. Mas Filipus Cukup Santoso yang menjadi motivasiku untuk menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih atas kasih sayang yang tulus, kesabaran, perhatian, segala bantuan, dan dukungan doanya (cepet lulus juga ya Mas....);

  15. Keponakanku yang lucu: Vian dan Alvin ”Pinyo-pinyo” yang selalu membuatku ceria dan kembali bersemangat;

  16. Keluarga Bapak/Ibu Matheus Sujadi di Kaliwungu yang telah memberikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18. Romo Hiro yang telah memberikan motivasi, nasihat, dan dukungan doanya;

  19. Mbak Kur, Pipi, Tithe, Candra, Leni, Asih, Agnez ”Cempe”, Bangkit, Iwak, Ertyn, Mas Eka, Mas Kris, Riri, Heni, Ima, Singgih, Feri, Wulan, Tri, Indah, Yuni, Tosu, Lisa ”Pakem”, Eka Fransiska, Katarina, Tya, Whilda, dan semua teman angkatan 2005 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terimakasih untuk kebersamaan selama kurang lebih empat tahun di kampus tercinta, Universitas Sanata Dharma. Hadiah terindah yang penulis terima saat berkenalan, berteman, bersahabat, berbagi, dan memperoleh kenangan indah bersama kalian;

  20. Riska, Sindu, Andre, Bram, Galuh, Ansyel, dan Nanil yang telah memberikan dukungan doa, terima kasih juga untuk persahabatan kita;

  21. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan mendukung penulis selama penyusunan skripsi.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis senantiasa menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

  Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna bagi semua pihak yang berkepentingan.

  Penulis, Natalia Niken Krisnawati

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN..................................................................... iii PERSEMBAHAN ....................................................................................... iv MOTO ......................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ..................... vii ABSTRAK .................................................................................................. viii ABSTRACT................................................................................................ ix KATA PENGANTAR ................................................................................ x DAFTAR ISI............................................................................................... xiii DAFTAR TABEL....................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN............................................................................... xix

  BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah......................................................... 1 B. Batasan Masalah .................................................................... 4 C. Rumusan Masalah .................................................................. 5 D. Tujuan Penelitian ................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian ................................................................. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................. 7 A. Persepsi Guru terhadap Sertifikasi Guru................................ 7

  1. Persepsi ............................................................................ 7

  2. Sertifikasi Guru dalam Jabatan ........................................ 10

  B. Tingkat Pendidikan ................................................................ 15

  C. Golongan Jabatan ................................................................... 18

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E. Usia Guru ............................................................................... 20

  F. Kerangka Teoretik.................................................................. 21

  1. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan........................................................................ 21

  2. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Golongan Jabatan.............................................................................. 22

  3. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Masa Kerja................. 22

  4. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Usia Guru................... 23

  G. Hipotesis................................................................................. 24

  BAB III METODE PENELITIAN............................................................. 25 A. Jenis Penelitian....................................................................... 25 B. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................ 25 C. Subyek dan Obyek Penelitian ................................................ 26 D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel.................. 26

  1. Populasi .............................................................................. 26

  2. Sampel................................................................................ 27

  3. Teknik Penarikan Sampel .................................................. 27

  E. Variabel Penelitian dan Pengukuran ...................................... 27

  1. Variabel Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan.............................................................27

  2. Variabel Tingkat Pendidikan.............................................. 31

  3. Variabel Golongan Jabatan ................................................ 32

  4. Variabel Masa Kerja .......................................................... 32

  5. Variabel Usia Guru ............................................................ 33

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G. Pengujian Validitas dan Reliabilitas ...................................... 34

  1. Pengujian Validitas ............................................................ 34

  2. Pengujian Reliabilitas ........................................................ 37

  H. Teknik Analisis Data.............................................................. 38

  1. Statistik Deskriptif ............................................................. 38

  2.Pengujian Prasyarat Analisis............................................... 39

  a. Pengujian Normalitas .................................................... 39

  b. Uji Homogenitas ........................................................... 39

  3. Pengujian Hipotesis............................................................ 40

  a. Perumusan Hipotesis..................................................... 40

  b. Pengujian Hipotesis....................................................... 40

  BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH............................................. 43 A. SMP Pangudi Luhur Moyudan .............................................. 43 B. SMP Muhammadiyah 1 Minggir ........................................... 47 C. SMP Negeri 3 Sleman............................................................ 50 D. SMP Negeri 2 Sleman............................................................ 53 E. SMP Negeri 2 Moyudan ........................................................ 55 F. SMP Negeri 2 Tempel............................................................ 58 G. SMP Muhammadiyah 1 Godean ............................................ 60 H. SMP BOPKRI Godean........................................................... 62 I. SMP Kanisius Kalasan........................................................... 63 J. MTs Negeri Godean............................................................... 66 K. SMP Negeri 3 Godean ........................................................... 68 L. SMP Kanisius Sleman............................................................ 71 M. SMP Budi Mulia Minggir ...................................................... 72 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ................................. 74 A. Deskripsi Data........................................................................ 74

  1. Deskripsi Responden Penelitian ........................................ 75

  B. Analisis Data .......................................................................... 87

  1. Pengujian Prasyarat Analisis ............................................. 87

  a. Pengujian Normalitas .................................................... 87

  b. Pengujian Homogenitas ................................................ 91

  2. Pengujian Hipotesis ........................................................... 93

  a. Hipotesis 1..................................................................... 93

  b. Hipotesis 2..................................................................... 94

  c. Hipotesis 3..................................................................... 95

  d. Hipotesis 4..................................................................... 96

  C. Pembahasan Hasil Penelitian ................................................. 97

  1. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan........................................................................ 97

  2. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Golongan Jabatan.............................................................................. 100

  3. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Masa Kerja................. 103

  4. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Usia Guru................... 106

  BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN ................. 110 A. Kesimpulan ............................................................................ 110 B. Keterbatasan........................................................................... 111 C. Saran....................................................................................... 111 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 113 LAMPIRAN-LAMPIRAN.......................................................................... 116

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

  Guru dalam Jabatan................................................................ 78

Tabel 5.12. Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas Variabel Persepsi

  Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan ........................................... 87

Tabel 5.11. Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas Variabel Persepsi

  Jabatan Ditinjau dari Usia Guru............................................. 86

Tabel 5.10. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam

  Jabatan Ditinjau dari Masa Kerja........................................... 83

Tabel 5.9. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam

  Jabatan Ditinjau dari Golongan Jabatan................................. 81

Tabel 5.8. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam

  Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan .............................. 79

Tabel 5.7. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalamTabel 5.6. Interpretasi Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi

  Halaman

Tabel 5.5. Usia Responden..................................................................... 78Tabel 5.4. Masa Kerja Responden ......................................................... 77Tabel 5.3. Golongan Jabatan Responden ................................................ 76Tabel 5.2. Tingkat Pendidikan Responden ............................................. 75Tabel 5.1. Sebaran Responden Penelitian ............................................... 74Tabel 3.4. Rumus Unsur Tabel Persiapan Anova ................................... 41

  Sertifikasi Guru dalam Jabatan .............................................. 36

Tabel 3.3. Rangkuman Uji Validitas untuk Persepsi Guru terhadapTabel 3.2. Skoring Berdasarkan Skala Likert ......................................... 31

  Sertifikasi Guru ...................................................................... 28

Tabel 3.1. Operasionalisasi Variabel Persepsi terhadap Program

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.13. Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas Variabel Persepsi

  Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Masa Kerja........................................................ 89

Tabel 5.14. Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas Variabel Persepsi

  Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Usia Guru.......................................................... 90

Tabel 5.15. Tabel Hasil Pengujian Homogenitas...................................... 91Tabel 5.16. Hasil Uji Beda Data Berdasarkan Tingkat Pendidikan .......... 93Tabel 5.17. Hasil Uji Beda Data Berdasarkan Golongan Jabatan............. 94Tabel 5.18. Hasil Uji Beda Data Berdasarkan Masa Kerja....................... 95Tabel 5.19. Hasil Uji Beda Data Berdasarkan Usia Guru......................... 96

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

  Halaman Lampiran 1. Kuesioner Penelitian .............................................................. 116 Lampiran 2. Data Validitas dan Reliabilitas............................................... 123 Lampiran 3. Data Induk Penelitian............................................................. 129 Lampiran 4. Analisis Data .......................................................................... 146 Lampiran 5. Surat Izin Penelitian ............................................................... 157

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

  mengamanatkan bahwa guru mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan. Atas dasar amanat ini profesi guru perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Sebagai tenaga profesional, guru dituntut mampu melaksanakan sistem dan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional yang dimaksud adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

  Dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan bahwa guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dibuktikan dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 telah merencanakan program antara lain pelaksanaan sertifikasi guru, peningkatan kualifikasi, peningkatan kompetensi guru, pendidikan di daerah terpencil, dan maslahat tambahan (penghargaan akhir masa bakti bagi guru dan beasiswa bagi putra-putri guru berprestasi/berdedikasi).

  Kenyataannya, program sertifikasi guru dalam jabatan masih menimbulkan kontroversi. Pihak yang setuju dengan program sertifikasi guru dalam jabatan berpendapat bahwa melalui program ini kesejahteraan guru dapat ditingkatkan karena pemerintah akan memberikan tunjangan profesi setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru. Sedangkan pihak yang tidak setuju berpendapat bahwa untuk mendapatkan tunjangan profesi seorang guru tidak harus memiliki sertifikat pendidik. Hal ini disebabkan untuk memiliki sertifikat, seorang guru cukup memiliki jam terbang tinggi dan pandai mengarsipkan dokumen sehingga memenuhi ketentuan skor minimal dokumen portofolio.

  Pandangan para guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan diduga disebabkan oleh latar belakang guru yang berbeda seperti dalam hal tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia. Tidak semua guru mempunyai latar belakang pendidikan yang sama. Perbedaan tingkat pendidikan guru ini akan menimbulkan cara pandang guru atau persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan yang berbeda pula. Guru dengan tingkat pendidikan D4/S1 diduga akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 sebagaimana disebutkan dalam Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2007.

  Selain perbedaan latar belakang pendidikan, setiap guru memiliki golongan jabatan yang berbeda pula. Sebagaimana diungkapkan dalam Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan bahwa guru yang lulus uji sertifikasi akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Hal ini akan mempengaruhi persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Guru dengan golongan jabatan lebih rendah diduga akan memiliki persepsi yang lebih positif karena jika menerima tunjangan profesi tingkat kepuasan yang dimiliki lebih tinggi dibandingkan guru dengan golongan jabatan lebih tinggi.

  Guru yang memiliki banyak pengalaman karena sudah bertahun- tahun menjadi guru akan mempunyai peluang yang lebih besar untuk lulus uji sertifikasi dibandingkan dengan guru yang baru saja merintis kariernya. Mereka akan lebih mampu untuk memenuhi persyaratan portofolio. Berdasarkan Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2007, masa kerja termasuk dalam kriteria penyusunan ranking yang menjadi dasar urutan prioritas peserta sertifikasi guru dalam jabatan. Dengan demikian, guru dengan masa kerja guru yang berbeda dalam menjalani profesi maka diduga akan berbeda pula persepsinya terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Guru yang memiliki usia lebih tua secara umum memiliki persepsi yang lebih baik daripada guru muda. Guru yang memiliki usia lebih tua pada umumnya memiliki pengalaman mengajar lebih banyak. Dengan demikian, seorang guru memilki kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang lebih terasah. Menurut Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2007, usia termasuk dalam kriteria penyusunan ranking yang menjadi dasar urutan prioritas peserta sertifikasi guru dalam jabatan. Hal ini tentu saja akan menimbulkan ‘kecemburuan’ bagi guru muda kepada guru yang lebih tua.

  Hal ini menguatkan dugaan bahwa ada perbedaan persepsi terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru.

  Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis tertarik untuk menyelidiki persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan.

  Secara lebih spesifik penelitian ini mengambil judul penelitian “Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan, Golongan Jabatan, Masa Kerja, dan Usia Guru.” Penelitian ini merupakan survei pada guru-guru Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta di Kabupaten Sleman.

B. Batasan Masalah

  Ada berbagai faktor yang berhubungan dengan persepsi guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 masa kerja, dan usia guru. Sedangkan cakupan dalam sertifikasi guru dalam jabatan mencakup 4 komponen yaitu kemampuan bidang pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

  C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan pada latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan?

  2. Apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan?

  3. Apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja?

  4. Apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru?

  D. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

  3. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja.

  4. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru.

E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru setelah melakukan sertifikasi dan juga menjadi informasi bagi guru yang belum mengikuti sertifikasi.

  2. Bagi Dinas Pendidikan Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan dan evaluasi mengenai kebijakan pemerintah akan program sertifikasi guru dalam jabatan.

  3. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekolah dengan penyediaan tenaga pendidik yang profesional.

  4. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu literatur atau referensi penelitian sejenis. Di samping itu dapat menjadi referensi ilmiah sebagai hasil kajian empiris tentang persepsi guru terhadap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Persepsi Guru terhadap Sertifikasi Guru

1. Persepsi

  Dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer (Salim, 1991:1146), persepsi diartikan sebagai pandangan dari seorang atau banyak orang akan hal atau peristiwa yang didapat atau diterima.

  Davidoff (1988:232) menyatakan definisi persepsi lebih mendalam yakni sebagai proses yang mengorganisir dan menggabungkan data- data indera kita (penginderaan) untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat menyadari sekeliling kita, termasuk sadar akan diri sendiri. Pendapat ini sejalan dengan Thoha (1983:141) yang menyatakan persepsi adalah proses pemahaman yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungan baik lewat penginderaan, penglihatan, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi terletak pada pengenalan bahwa persepsi merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi.

  Sementara dalam Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia (http://id.Wikipedia.org/wiki/Persepsi), persepsi diartikan sebagai proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8 antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Menurut Chaplin (2001) dalam Persepsi Guru Terhadap Rencana Tes Ulang Kompetensi Keguruan di Kota Banda Aceh & Aceh Besar (http://www acehinstitute.org/ringkasanpenelitianpersepsiguruthdrencanates.htm), persepsi juga merupakan kesadaran intuitif mengenai kebenaran langsung atau keyakinan yang serta merta mengenai sesuatu. Dari berbagai pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah proses pemahaman, pengorganisasian, dan pandangan seseorang akan suatu hal tertentu yang serta merta melalui panca indera.

  Menurut Thoha (1983:145), persepsi memiliki subproses sebagai berikut:

  1. Stimulus Pada tahap ini, individu memperoleh rangsangan dari suatu sumber. Rangsangan ini mungkin ditangkap oleh penginderaan individu tersebut.

  2. Registrasi Pada tahap ini, seseorang akan terpengaruh atas apa yang diinderakannya. Pada tahap registrasi, seseorang akan menerima informasi yang diinderakannya, kemudian mendata dan mendaftar semua informasi tersebut.

  3. Interpretasi Interpretasi merupakan penyebab utama dari perbedaan persepsi antar individu. Interpretasi dipengaruhi oleh cara pendalaman

  (learning), motivasi, dan kepribadian seseorang. Interpretasi merupakan subproses dari persepsi yang sangat penting.

  4. Umpan balik (feedback) Pembentukan persepsi seseorang yang diakibatkan dari adanya suatu ekspresi atau kejadian atas apa yang telah dilakukan individu tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9 Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang. Menurut Pareek (1984) dalam Arisandy (http://www.journal-psyche.com), ada empat faktor utama yang menyebabkan terjadinya perbedaan persepsi yaitu:

  1. Perhatian Terjadinya persepsi pertama kali diawali oleh adanya perhatian.

  Tidak semua stimulus yang ada di sekitar kita dapat kita tangkap semuanya secara bersamaan. Perhatian kita hanya tertuju pada satu atau dua objek yang menarik bagi kita.

  2. Kebutuhan Setiap orang mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi, baik itu kebutuhan menetap maupun kebutuhan yang sesaat.

  3. Kesediaan Adalah harapan seseorang terhadap suatu stimulus yang muncul, agar memberikan reaksi terhadap stimulus yang diterima lebih efisien sehingga akan lebih baik apabila orang tersebut telah siap terlebih dulu.

  4. Sistem nilai Sistem nilai yang berlaku dalam diri seseorang atau masyarakat akan berpengaruh terhadap persepsi seseorang.

  Siagian (1989:100) juga menyatakan bahwa ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang, yaitu:

  1. Diri orang yang bersangkutan sendiri Apabila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia dipengaruhi oleh karakteristik individual yang turut berpengaruh seperti sikap, motif, kepentingan, minat, pengalaman, dan harapannya.

  2. Sasaran persepsi tersebut Sasaran itu mungkin berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya.

  3. Faktor situasi Persepsi harus dilihat secara kontekstual yang berarti dalam situasi mana persepsi itu timbul perlu pula mendapat perhatian. Situasi merupakan faktor yang turut berperan dalam penumbuhan persepsi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10 Menurut Thoha (1983:147) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan persepsi seseorang adalah:

  1. Psikologi Keadaan psikologi setiap individu akan mempengaruhi persepsi individu tersebut.

  2. Famili Pengaruh yang paling besar terhadap seseorang adalah keluarganya, mengingat keluarga adalah lingkungan pertama yang membentuk karakter setiap individu.

  3. Kebudayaan Kebudayaan yang berlaku di tempat seorang individu tinggal akan membentuk dan mempengaruhi sikap, nilai, dan cara seseorang memandang dan memahami keadaan di dunia ini.

  Menurut Sears (1994) dalam Sutaat (http://www.depsos.go.id/ Balatbang/Puslitbang%20UKS/2005/Sutaat.htm), ada tiga dimensi dasar yang terkait dengan persepsi, yaitu evaluasi (baik-buruk), potensi (kuat-lemah), dan aktivitas (aktif-pasif). Evaluasi merupakan dimensi utama yang mendasari persepsi, di samping potensi dan aktivitas.

2. Sertifikasi Guru dalam Jabatan

  Dalam Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:3), sertifikasi guru diartikan proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang telah memenuhi standar kompetensi guru. Sertifikasi guru bertujuan untuk: (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, (2) meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, (3) meningkatkan martabat guru, (4)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11 Dalam Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:12) dijelaskan bahwa penentuan guru calon peserta sertifikasi guru dalam jabatan menggunakan sistem ranking bukan berdasarkan seleksi melalui tes. Kriteria penyusunan ranking (setelah memenuhi syarat kualifikasi akademik S1/D4) adalah: masa kerja/pengalaman mengajar, usia, pangkat/golongan (bagi PNS), beban mengajar, jabatan/tugas tambahan, dan prestasi kerja. Kriteria penyusunan ranking yang menjadi dasar urutan prioritas dijelaskan sebagai berikut:

  a. Masa kerja/pengalaman mengajar Masa kerja dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun non PNS.

  b. Usia Usia yang dihitung adalah usia kronologis, diperinci sampai dengan bulan supaya dapat terlihat perbedaannya.

  c. Pangkat/Golongan Kriteria ini khusus untuk guru PNS saja. Pangkat/golongan adalah pangkat/golongan yang sedang diduduki guru saat ini.

  d. Beban mengajar Beban mengajar adalah jumlah jam mengajar per minggu yang dilakukan oleh guru saat didaftarkan sebagai peserta sertifikasi guru.

  e. Jabatan atau tugas tambahan Jabatan atau tugas tambahan adalah jabatan atau tugas tambahan yang disandang oleh guru saat yang bersangkutan diusulkan mengikuti sertifikasi guru. Tugas tambahan tersebut adalah sebagai kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua program/jurusan, kepala bengkel, dan lain-lain.

  f. Prestasi kerja Prestasi kerja yang dimaksudkan di sini adalah prestasi yang pernah diraih guru seperti meraih predikat sebagai guru teladan, guru berprestasi, guru berdedikasi, disiplin, dedikasi, dan loyalitas, pembimbingan teman sejawat, pembimbingan siswa sampai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12 Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi dan ditetapkan pemerintah. Pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidkan Nasional Nomor 18 tahun 2007, yakni dilaksanakan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik. Uji kompetensi tersebut dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio, yang merupakan pengakuan atas pengalaman profesional guru dalam bentuk penilaian terhadap kumpulan dokumen yang mencerminkan kompetensi guru.

  Sebagaimana dinyatakan dalam Pedoman Penyusunan Portofolio Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2007 (2007:3), kompetensi guru tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang tertuang dalam 10 komponen penilaian portofolio berikut ini: (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) pengalaman mengajar, (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. Kompetensi pedagogik dinilai antara lain melalui dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13 pengawas. Kompetensi profesional dinilai antara lain melalui dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, dan prestasi akademik.

  Guru yang memiliki nilai portofolio di atas batas minimal dinyatakan lulus penilaian portofolio dan berhak menerima sertifikat pendidik. Namun, guru yang hasil penilaian portofolionya memperoleh nilai kurang sedikit dari batas minimal diberi kesempatan untuk melengkapi portofolio. Setelah lengkap guru dinyatakan lulus dan berhak menerima sertifikat pendidik. Bagi guru yang memperoleh nilai jauh di bawah batas minimal lulus wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) profesi guru yang akan dilaksanakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh menteri pendidikan nasional. Pada akhir diklat profesi guru, dilakukan ujian dengan materi uji mencakup 4(empat) kompetensi guru yang mencakup bidang pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Bagi guru yang lulus ujian berhak menerima sertifikat pendidik, dan guru yang belum lulus diberi kesempatan untuk mengulang materi diklat yang belum lulus sebanyak 2 (dua) kali kesempatan.

  Dalam Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:4) dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan dianut beberapa prinsip, yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14 proses sertifikasi yang memberikan peluang kepada para pemangku kepentingan pendidikan untuk memperoleh akses informasi tentang proses dan hasil sertifikasi. Akuntabel merupakan proses sertifikasi yang dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara administratif, finansial, dan akademik.

  b. Berujung pada peningkatan mutu pendidikan nasional melalui peningkatan mutu guru dan kesejahteraan guru Sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu guru yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru. Guru yang telah lulus uji sertifikasi guru akan diberi tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok sebagai bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Tunjangan tersebut berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus non-pegawai negeri sipil (non PNS/swasta). Dengan peningkatan mutu dan kesejahteraan guru maka diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan.

  c. Dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan Program sertifikasi pendidik dilaksanakan dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

  d. Dilaksanakan secara terencana dan sistematis Agar pelaksanaan program sertifikasi dapat berjalan dengan efektif dan efesien harus direncanakan secara matang dan sistematis.

  Sertifikasi mengacu pada kompetensi guru dan standar kompetensi guru. Kompetensi guru mencakup empat kompetensi pokok yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, sedangkan standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang kemudian dikembangkan menjadi kompetensi guru TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran. Untuk memberikan sertifikat pendidik kepada guru, perlu dilakukan uji kompetensi melalui penilaian portofolio.

  e. Jumlah peserta sertifikasi guru ditetapkan oleh pemerintah Untuk alasan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan sertifikasi guru serta penjaminan kualitas hasil sertifikasi, jumlah peserta pendidikan profesi dan uji kompetensi setiap tahunnya ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan jumlah yang ditetapkan pemerintah tersebut, maka disusunlah kuota guru peserta sertifikasi untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15 Sebagaimana dinyatakan dalam Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:1), sertifikasi guru dalam jabatan sebagai upaya peningkatan mutu guru yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Bentuk peningkatan kesejahteraan guru berupa pemberian tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik. Tunjangan tersebut berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus non-pegawai negeri sipil (swasta).

B. Tingkat Pendidikan

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Mulyono, 1990:204), pengertian pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Siagian (1984:175) menyatakan definisi pendidikan sebagai keseluruhan proses, teknik, dan metoda belajar-mengajar dalam rangka mengalihkan sesuatu pengetahuan dari seseorang kepada orang lain sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

  Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

  a. Pendidikan Formal Yaitu jalur pendidikan yang dilaksanakan secara terencana dan terorganisir yang mengarahkan pembelajaran anak untuk memperoleh pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap, dan nilai yang menunjang perkembangan. Jenjang pendidikan formal antara lain: 1) Pendidikan Dasar

  Yaitu jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

  2) Pendidikan Menengah Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.

  Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat .

  3) Pendidikan Tinggi Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17

  b. Pendidikan Nonformal Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Misalnya berbentuk kursus-kursus.

  c. Pendidikan Informal Kegiatan pendidikan yang tidak terencana dan tersusun secara tegas dan sistematis yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan, berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

  LPTK mempunyai empat macam program pendidikan guru (Sahertian, 1994:68), yaitu:

  1. Program non-gelar (program Diploma) dengan rincian sebagai berikut: a. Program Diploma (D1) dengan lama studi 1-2 tahun.

  b. Program Diploma 2 (D2) dengan lama studi 2-3 tahun.

  c. Program Diploma 3 (D3) dengan lama studi 3-5 tahun.

  2. Program Gelar yang melalui jenjang Sarjana (S1), dengan lama studi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18 3. Program Pasca Sarjana (S2), dengan lama studi 6-9 tahun.

  4. Program Doktor (S3), dengan lama studi 8-11 tahun.

C. Golongan Jabatan

  Dalam kamus Bahasa Indonesia Kontemporer (Salim, 1991:482), golongan adalah kelompok dan jabatan adalah pekerjaan/kedudukan dalam suatu organisasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa golongan jabatan adalah kelompok pekerjaan/kedudukan dalam suatu organisasi. Sedangkan Samana (1994:80) menyatakan bahwa jabatan guru adalah jabatan fungsional, yang perkembangan kariernya lebih didasarkan pada disiplin kerja serta prestasi kerja. Berikut ini merupakan matriks perjenjangan jabatan, pangkat, dan golongan ruang dari profesi guru, yang sekaligus menjadi arah perkembangan karier guru.

  NO. JABATAN GURU PANGKAT DAN GOLONGAN RUANG 1.

  2.

  3.

  4.

  5.

  6.

  7.

  8.

  9. Guru Pratama Guru Pratama Tingkat I Guru Muda Guru Muda Tingkat I Guru Madya Guru Madya Tingkat I Guru Dewasa Guru Dewasa Tingkat I Guru Pembina

  Pengatur Muda, II/a Pengatur Muda Tingkat I, II/b Pengatur, II/c Pengatur Tingkat I, II/d Penata Muda, III/a Penata Muda Tingkat I, III/b Penata, III/c Penata Tingkat I, III/d Pembina, IV/a

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19 12.

  13. Guru Utama Madya Guru Utama

  Pembina Utama Madya, IV/d Pembina Utama, IV/e

  Pasal 11 ayat (4) Peraturan Menteri No. 11 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 98 Tahun 2000 Pengadaan Pegawai Negeri Sipil menetapkan golongan ruang bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), yaitu:

  a. Golongan ruang I/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Dasar atau yang setingkat;

  b. Golongan ruang I/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama atau yang setingkat;

  c. Golongan ruang II/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, Diploma I, atau yang setingkat;

  d. Golongan ruang II/b bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa atau Diploma II;

  e. Golongan ruang II/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Sarjana Muda, Akademi, atau Diploma III;

  f. Golongan ruang III/a bagi yang pada saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV;

  g. Golongan ruang III/b bagi yang pada saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Dokter, Ijazah Apoteker dan Magister (S2) atau Ijazah lain yang setara,

  h. Golongan ruang III/c bagi yang pada saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Doktor (S3).

D. Masa Kerja

  Masa kerja adalah masa guru melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan surat tugas dari lembaga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20 tentang sertifikasi guru (2007:11), masa kerja dihitung selama seseorang menjadi guru. Bagi guru PNS masa kerja dihitung mulai dari diterbitkannya surat keterangan melaksanakan tugas berdasarkan SK CPNS. Bagi guru non PNS masa kerja dihitung selama guru mengajar yang dibuktikan dengan surat keputusan dari sekolah berdasarkan surat pengangkatan dari yayasan.

E. Usia Guru

  Usia adalah masa antara kelahiran dan tanggal sekarang, umur (Salim, 1991:696). Menurut Wikipedia Indonesia (http://id.wikipwedia. org/wiki/Umur), umur adalah satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati. Semisal, umur manusia dikatakan lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung. Usia guru adalah umur seorang guru saat ia masih melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu.

  Menurut Hidayat (http://nursyifa.hypermart.net/kisah%20kisah/ untukapamanusiadiberiumur.htm), ada 3 (tiga) macam umur yaitu: a. Umur yang bersifat kronologis. Umur ini dihitung berapa banyak kalender dihabiskan. Umur yang bersifat kronologis tidak mengenal kata surut, progres terus. Tidak akan kembali waktu yang sudah berlalu.

  b. Umur berdimensi intelektual psikologis. Yaitu bisa saja seseorang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21 E. Kerangka Teoretik

1. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan

  Pandangan guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan diduga dipengaruhi oleh latar belakang pendidikannya.

  Pandangan guru diduga akan berbeda pada latar belakang pendidikan formal guru yang berbeda. Secara umum, pendidikan formal seseorang dapat diklasifikasi dalam berbagai jenjang yaitu SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.

  Berdasarkan Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2007, untuk dapat mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan, pendidikan formal minimal yang harus dimiliki seorang guru adalah D4/S1.

  Seorang guru dengan latar pendidikan formal D4/S1 karenanya diduga kuat akan memiliki persepsi lebih positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan jika dibandingkan dengan guru yang berlatar pendidikan D3, D2, maupun di bawah D2. Hal ini disebabkan karena guru yang masih berpendidikan formal D3, D2, maupun di bawah D2 harus menempuh pendidikan lebih lanjut untuk memperoleh gelar akademik jenjang D4/S1 apabila menginginkan dapat mengikuti program sertifikasi. Guru yang berlatar belakang pendidikan D3, D2, maupun di bawah D2 akan memiliki persepsi yang kurang positif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22 2.

   Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Golongan Jabatan

  Dalam Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2007 dijelaskan bahwa guru yang lulus uji sertifikasi akan mendapatkan tunjangan profesi setara dengan satu kali gaji pokok. Pada kenyataannya, setiap guru mempunyai golongan jabatan yang berbeda- beda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Guru yang masih memiliki golongan jabatan lebih rendah diduga akan memiliki persepsi yang lebih positif karena jika menerima tunjangan profesi tingkat kepuasan yang dimiliki lebih tinggi dibandingkan guru dengan golongan jabatan lebih tinggi. Sedangkan bagi guru yang memiliki golongan jabatan lebih tinggi, hal ini dianggap sudah biasa karena kesejahteraan mereka sudah terjamin sebelum mereka mengikuti program sertifikasi guru dalam jabatan.

  

3. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan

Ditinjau dari Masa Kerja

  Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan, pelaksanaan sertifikasi dilakukan melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio yang mencakup 10 (sepuluh) komponen, antara lain: kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  23 keikutsertaan dalam forum ilmiah, pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. Berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:12) tampak bahwa guru yang mempunyai masa kerja banyak akan lebih diprioritaskan dibandingkan guru yang memiliki masa kerja sedikit. Jadi, mengingat setiap guru memiliki masa kerja yang berbeda-beda maka diduga kuat mereka akan mempunyai perbedaan persepsi terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Guru yang memiliki masa kerja lebih banyak akan lebih diprioritaskan dan akan menyebabkan timbulnya persepsi yang lebih positif.

  Sebaliknya, guru dengan masa kerja yang sedikit kurang diprioritaskan dan persepsi yang dimiliki kurang positif.

  

4. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan

Ditinjau dari Usia Guru

  Menurut Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan, usia termasuk dalam penentuan kriteria peserta sertifikasi guru dalam jabatan. Proses rekruitmen peserta sertifikasi dimulai dengan menyusun daftar guru yang memenuhi persyaratan sertifikasi. Setelah itu, Dinas Kabupaten/Kota melakukan ranking calon peserta kualifikasi. Usia guru merupakan kriteria

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24 kuat akan memiliki persepsi lebih positif karena mereka lebih diprioritaskan. Sedangkan guru yang berusia lebih muda akan memiliki persepsi kurang positif karena mereka harus sabar menanti hingga mereka diprioritaskan sebagai peserta sertifikasi.

F. Hipotesis

  Hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan penelitian. Berdasarkan kerangka teoretik di atas, maka dikemukakan hipotesis sebagai berikut:

  1. Ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan.

  2. Ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan.

  3. Ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja.

  4. Ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah survei. Penelitian survei adalah

  penelitian yang dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah (Hasan, 2004:8). Menurut Arikunto (2000:312), penelitian survei dimaksudkan untuk mengetahui pendapat masyarakat. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan yang ditinjau dari tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian Tempat penelitian dilakukan pada SMP Negeri dan SMP Swasta di Kabupaten Sleman, yaitu: SMP Pangudi Luhur Moyudan, SMP Muhammadiyah 1 Minggir, SMP Negeri 3 Sleman, SMP Negeri 2 Sleman, SMP Negeri 2 Moyudan, SMP Negeri 2 Tempel, SMP Muhammadiyah 1 Godean, SMP BOPKRI Godean, SMP Kanisius

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26 2.

  Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2008.

  C. Subyek dan Obyek Penelitian 1.

  Subyek Penelitian Subyek penelitian merupakan bagian yang terlibat dan terkait dalam suatu penelitian. Subyek penelitian ini adalah guru-guru SMP Negeri dan SMP Swasta di Kabupaten Sleman.

  2. Obyek Penelitian Obyek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi pusat atau titik perhatian dalam suatu penelitian. Obyek penelitian ini adalah persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan, tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru.

  D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel

  1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2006:130).

  Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri dan SMP Swasta di Kabupaten Sleman. Jumlah populasi penelitian adalah 2.616 guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  27 2.

  Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2006:131). Dalam penelitian ini, sampel penelitian yang akan digunakan adalah sebagian guru SMP Negeri dan SMP Swasta di Kabupaten Sleman. Jumlah sampel penelitian adalah 365 guru.

3. Teknik Penarikan Sampel

  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive

  sampling , yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan

  tertentu (Sugiyono, 1999:78). Teknik ini dilakukan karena mempertimbangkan karakteristik guru yang berasal dari SMP yang berbeda. Mengingat demikian, maka peneliti mengambil sampel guru- guru di 13 SMP (6 SMP Negeri dan 7 SMP Swasta) di Kabupaten Sleman. Pertimbangan dipilihnya 13 sekolah tersebut adalah adanya keterwakilan masing-masing status sekolah tempat guru mengajar.

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran

  1. Variabel Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan adalah suatu tanggapan guru terhadap suatu keyakinan yang ditangkap melalui penglihatan dan pendengaran tentang isu-isu yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28 kemudian akan terefleksi melalui sikap dan perilaku terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan tersebut. Sertifikasi guru dalam jabatan mencakup 4 dimensi yaitu: a. kompetensi bidang pedagogik, b. kompetensi bidang kepribadian, c. kompetensi bidang sosial, dan

  d. kompetensi bidang profesional. Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi variabel persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan:

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Persepsi terhadap Program Sertifikasi Guru Dimensi Indikator No. Pernyataan

  Kompetensi

  1. Menguasai karakteristik peserta

  5 Bidang didik dari aspek fisik, moral, Pedagogik sosial, kultural, emosional, dan intelektual.

  2. Menguasai teori belajar dan 1, 11 prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

  3. Mengembangkan kurikulum 6, 10 yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.

  4. Menyelenggarakan 7, 26 pembelajaran yang mendidik.

  5. Memanfaatkan teknologi 3, 29 informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.

  6. Memfasilitasi pengembangan

  25 potensi peserta didik untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29

  7. Berkomunikasi secara efektif, 8, 30 empatik, dan santun dengan peserta didik.

  8. Menyelenggarakan penilaian dan

  12 evaluasi proses dan hasil belajar.

  9. Memanfaatkan hasil penilaian

  13 dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.

  10. Melakukan tindakan reflektif 14, 27 untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Kompetensi

  1. Bertindak sesuai dengan norma

  16 Bidang agama, hukum, sosial, dan Kepribadian kebudayaan nasional Indonesia.

  2. Menampilkan diri sebagai

  17 pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

  3. Menampilkan diri sebagai

  18 pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.

  4.

  19, 31 Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.

  5. Menjunjung tinggi kode etik

  20 profesi guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30 Kompetensi 1.

  21 Bersifat inklusif, bertindak Bidang Sosial objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agam, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.

  2. Berkomunikasi secara efektif, 22, 30 empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.

  3. Beradaptasi di tempat bertugas

  23 di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.

  4. Berkomunikasi dengan 24, 30 komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

  Kompetensi 1.

  2 Menguasai materi, struktur, Bidang konsep, dan pola pikir keilmuan Profesional yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

  2.

  9 Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.

  3.

  15 Mengembangan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.

  4.

  28 Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.

  5. Memanfaatkan teknologi

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31 Pengukuran variabel persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan didasarkan pada indikator-indikatornya. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert. Skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Berikut ini disajikan tabel skoring berdasarkan Skala Likert yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 3.2 Skoring Berdasarkan Skala Likert

  Skor Kriteria Jawaban Pernyataan Pernyataan Positif Negatif

  Sangat Setuju ( SS )

  4

  1 Setuju ( S )

  3

  2 Tidak Setuju ( TS )

  2

  3 Sangat Tidak Setuju ( STS )

  1

  4 2. Variabel Tingkat Pendidikan

  Tingkat pendidikan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendidikan formal terakhir yang diselesaikan oleh guru. Pemberian skor untuk variabel tingkat pendidikan adalah sebagai berikut:

  a. Skor

  1 < D2

  b. Skor

2 D2

  c. D3 Skor 3

  d. Skor 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  32 3.

  Variabel Golongan Jabatan Golongan jabatan guru adalah kelompok atau jabatan pekerjaan guru dalam suatu organisasi keguruan. Pemberian skor golongan jabatan guru dalam penelitian ini tampak seperti dalam tabel berikut:

  a. Pengatur Muda, II/a Skor 1

  b. Skor 2 Pengatur Muda Tingkat I, II/b

  c. Pengatur,

  II/c Skor

  3

  d. Skor 4 Pengatur Tingkat I, II/d

  e. Penata Muda, III/a Skor 5

  f. Penata Muda Tingkat I, III/b Skor 6 g.

  III/c Skor

  7 Penata,

  h. Penata Tingkat I, III/d Skor 8 i.

  IV/a Skor

  9 Pembina, j. Pembina Tingkat I, IV/b Skor 10 k. Skor 11

  Pembina Utama Muda, IV/c l. Pembina Utama Madya, IV/d Skor 12 m. Pembina Utama, IV/e Skor 13

  4. Variabel Masa Kerja Masa kerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masa guru melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33 pendidikan). Pemberian skor untuk variabel masa kerja adalah sebagai berikut: a.

  < 2 tahun Skor 1

  b. 2-4 tahun Skor 2

  c. 5-7 tahun Skor 3 d.

  8-10 tahun Skor 4

  e. 11-13 tahun Skor 5 f.

  14-16 tahun Skor 6

  g. 17-19 tahun Skor 7

  h. 20-22 tahun Skor 8 i.

  23-25 tahun Skor 9 j. > 25 tahun Skor 10

  5. Variabel Usia Guru Usia guru yang dimaksud dalam penelitian ini adalah umur seorang guru saat ia masih melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu. Pemberian skor untuk variabel usia guru adalah sebagai berikut: a. < 25 tahun Skor 1

  b. 25-35 tahun Skor 2

  c. 36-45 tahun Skor 3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34 F. Teknik Pengumpulan Data 1.

  Kuesioner Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan sejumlah daftar pertanyaan maupun pernyataan yang disusun secara tertulis berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Dalam penelitian, peneliti melibatkan responden untuk mengisi dengan jawaban yang sesuai keadaan responden yang sebenarnya. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai persepsi guru terhadap program sertifikasi guru, tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru.

  2. Wawancara Wawancara adalah kegiatan mengumpulkan data dengan cara bertanya langsung kepada narasumber. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang gambaran umum sekolah dan data lain yang dapat dipakai sebagai pelengkap.

G. Pengujian Validitas dan Reliabilitas

  1. Pengujian Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Pengujian validitas dilakukan dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35

  ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑

  − − −

  = } ) ( }{ ) ( {

  ) )( ( ) ( 2 2 2 2 Y Y N

  X X N Y

  X XY N r xy

  Keterangan :

  N = Total responden Y = Total item X = Total dari setiap item r xy = Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

  Koefisien korelasi yang diperoleh dari hasil perhitungan menunjukkan tinggi rendahnya tingkat validitas instrumen yang diukur. Selanjutnya nilai koefisien korelasi ini dibandingkan dengan nilai r korelasi Product Moment pada tabel dengan dk = n-2 dan taraf signifikansi 5%. Jika nilai r hitung lebih besar dari pada nilai r tabel , maka butir pernyataan tersebut dapat dikatakan valid, dan begitu pula sebaliknya.

  Uji validitas terhadap item-item pertanyaan variabel persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan dilakukan pada guru-guru sekolah menengah pertama di luar yang menjadi sampel penelitian ini. Rangkuman uji validitas untuk variabel persepsi guru terhadap sertifikasi guru dalam jabatan adalah sebagai berikut (lampiran 2 halaman 127):

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36 Tabel 3.3

  Rangkuman Uji Validitas Untuk Persepsi Guru Terhadap Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Corrected Item- Butir No.

  Status

  r tabel Total Correlation

  1. 0,313 0,279 Valid 2. 0,487 0,279 Valid 3. 0,430 0,279 Valid 4. 0,350 0,279 Valid 5. 0,568 0,279 Valid 6. 0,620 0,279 Valid 7. 0,712 0,279 Valid 8. 0,586 0,279 Valid 9. 0,725 0,279 Valid

  10. 0,549 0,279 Valid 11. 0,637 0,279 Valid 12. 0,734 0,279 Valid 13. 0,717 0,279 Valid 14. 0,733 0,279 Valid 15. 0,738 0,279 Valid 16. 0,607 0,279 Valid 17. 0,724 0,279 Valid 18. 0,682 0,279 Valid 19. 0,552 0,279 Valid 20. 0,619 0,279 Valid 21. 0,707 0,279 Valid 22. 0,732 0,279 Valid 23. 0,586 0,279 Valid 24. 0,665 0,279 Valid 25. 0,586 0,279 Valid 26. 0,730 0,279 Valid 27. 0,599 0,279 Valid 28. 0,645 0,279 Valid 29. 0,536 0,279 Valid 30. 0,372 0,279 Valid 31. 0,665 0,279 Valid

  Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  σ = varian total

  σ = jumlah varian butir 2 t

  ∑ 2 b

  = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan

  11

  Dimana: r

  σ σ

  k k r

  1 t b

  37 sahih. Pengambilan keputusan ini dilakukan dengan membandingkan nilai- nilai koefisien r hitung masing-masing butir dengan nilai koefisien r tabel . Dengan jumlah data sebanyak (n) sebanyak 50 responden dan derajat keyakinan 5 % atau 0,05 maka diperoleh nilai r

  tabel

  − =

  ⎢ ⎣ ⎡

  − ⎥ ⎦ ⎤

  ⎢ ⎢ ⎣ ⎡

  ⎥ ⎥ ⎦ ⎤

  ( )

  2. Pengujian Reliabilitas Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Alat ukur dikatakan reliabel jika alat ukur tersebut mampu memberikan hasil yang tetap meskipun digunakan kapanpun. Untuk mengetahui koefisien reliabilitas instrumen, maka digunakan rumus Alpha (Arikunto, 2000:236):

  0,279). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan butir pertanyaan persepsi guru terhadap sertifikasi guru dalam jabatan adalah valid.

  =

  sebesar 0,279 (Hadi, 1984:359). Dari hasil pengujian diperoleh bahwa keseluruhan nilai koefisien r hitung lebih besar dari pada r tabel (r hitung > r tabel

  ∑ 2 2 11

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38 Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai koefisien Cronbach Alpha > 0, 60 (Nunnaly, 1967 dalam Imam Ghozali, 2001:42). Jadi jika nilai koefisien Cronbach Alpha lebih besar dari pada 0,60, maka butir pernyataan tersebut dapat dikatakan valid, dan begitu pula sebaliknya.

  Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus

  Alpha Cronbach dan dikerjakan dengan menggunakan rumus SPSS

  15.0 for Windows Evaluation Version. Dari tiga puluh satu butir pertanyaan pada variabel persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan diperoleh nilai koefisien alpha (r 11 ) sebesar 0,950. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai koefisien alpha dengan 0,60. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai koefisien alpha tersebut lebih besar daripada nilai 0,60. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa instrumen persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan dapat dikatakan reliabel.

H. Teknik Analisis Data

  1. Statistik Deskriptif Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan data dari hasil pengumpulan data penelitian lapangan yang meliputi responden, variabel persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  39 guru. Maka untuk keperluan deskripsi data digunakan tabel distribusi frekuensi untuk setiap variabel.

  2. Pengujian Prasyarat Analisis

  a. Pengujian Normalitas Untuk mengetahui apakah data masing–masing variabel berdistribusi normal atau tidak maka dilakukan uji normalitas.

  Pengujian normalitas yang digunakan adalah dengan uji

  Kolmogorov Smirnov. Uji Kolmogorov-Smirnov memusatkan

  perhatian pada penyimpangan (deviasi) terbesar. Harga F o (X i ) – S N terbesar dinamakan deviasi maksimum. Adapun rumus uji

  Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas sebagai berikut (Ghozali,

  2002:36):

  D Max F Xi S Xi = ( ) − ( ) o N

  Keterangan: D = Deviasi maksimum F o (Xi) = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan S (Xi) = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi

  N

  Pengambilan keputusan : Jika nilai Asymp. Sig. < taraf nyata (0,05), maka distribusi data variabel penelitian dinyatakan tidak normal.

  Jika nilai Asymp. Sig. > taraf nyata (0,05), maka distribusi data variabel penelitian dinyatakan normal.

  b.

  Uji Homogenitas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  40 ini dilakukan sebelum peneliti menggeneralisasikan hasil penelitian. Dalam penelitian ini uji yang digunakan adalah Levene

  tes (Hair, Joseph F Jr et al, 1998:74) dengan SPSS 15.0 for Windows Evaluation Version. Jika tidak terdapat perbedaan

  variansi di antara kelompok sampel, maka dapat dikatakan sampel tersebut homogen (probabilitas > taraf signifikan 5%). Sedangkan apabila ada perbedaan variansi di antara kelompok sampel, maka dapat dikatakan sampel tersebut tidak homogen (probabilitas < taraf signifikan 5%).

  3. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pertama mengenai persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan dilakukan dengan langkah-langkah:

  a. Perumusan hipotesis H : Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program

  1

  sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan.

  Ha : Ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi

  1 guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan.

  b.

  Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini, pengujian hipotesisnya menggunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  41 ANOVA menggunakan distribusi F, titik kritis diperoleh dengan bantuan tabel F dimana titik kritis ditentukan oleh: a) Taraf nyata atau signifikan (

  α) = 5%

  b) Derajat bebas atau degree of freedom (df) yang terdiri dari : Numerator = k – 1 Denumerator = N – k

  Berikut ini disajikan rumus unsur tabel persiapan ANOVA:

Tabel 3.4 Rumus Unsur Tabel Persiapan ANOVA

  Sumber Derajat Mean Jumlah Kuadrat

  Variasi Kebebasan Kuadrat F (JK)

  (SV) (db) (MK) Kelompok 2 2

  ( X ) ( K T X ) JK K MK K ∑ ∑

  MK = JK = − d . b = KK

  1 K F =

  (K) K o

  n N K db K d MK

  Dalam MK = JK D

  JK = JKJK db = NK D d T K d

  (d) 2 ( ) 2 db d

  X Tdb = N

  1 Total (T) JK = T T XT

  N

  Keterangan: n k = jumlah subyek dalam kelompok K = banyaknya kelompok N = jumlah subyek seluruhnya 2

  ( X ) T ∑ = faktor koreksi yang muncul berkali-kali

  N

  JK T = jumlah kuadrat total JK k = jumlah kuadrat kelompok JK d = jumlah kuadrat dalam db k = derajat kebebasan kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  42 MK k = mean kuadrat kelompok MK d = mean kuadrat dalam

  c. Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan didasarkan pada perbandingan F hitung dengan F tabel adalah: maka H diterima

  • Jika F hitung ≤ F tabel
  • Jika F hitung > F tabel maka H ditolak Pengambilan keputusan berdasarkan pada nilai probabilitas yaitu :
  • Jika nilai probabilitas (Asymp. Sig.) > taraf nyata (0,05), maka H diterima.
  • Jika nilai probabilitas (Asymp. Sig.) < taraf nyata (0,05), maka H ditolak.

  Catatan: Perumusan dan pengujian hipotesis serta pengambilan kesimpulan untuk variabel golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru dilakukan dengan cara yang sama seperti di atas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. SMP Pangudi Luhur Moyudan

  1. Visi Sekolah Meningkatkan prestasi dengan berwawasan iptek dan berdasarkan iman kristiani.

  Indikator:

  a. Meningkatkan prestasi akademik;

  b. Meningkatkan bidang komunikas;

  c. Melestarikan kegiatan kesenian;

  d. Meningkatkan kegiatan keolahragaan;

  e. Meningkatkan kegiatan keterampilan;

  f. Meningkatkan kegiatan keagamaan;

  g. Membudayakan sikap dan perilaku sopan;

  h. Memiliki lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif; i. Meningkatkan kepercayaan dari masyarakat.

  2. Misi Sekolah

  a. Menyelenggarakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk mengoptimalkan potensi akademik yang dimiliki peserta didik;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya bangsa;

  d. Menyelenggarakan pelatihan dan bimbingan untuk berprestasi di bidang olahraga; e. Mengembangkan budaya kompetitif bagi peserta didik dalam upaya peningkatan prestasi akademik, non akademik; f. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan memiliki budi pekerti yang luhur; g. Menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, tertib, bersih, indah, kondusif untuk belajar (aman).

  3. Tujuan Sekolah Mengingat visi merupakan tujuan jangka panjang maka tujuan yang akan dicapai selama 5 tahun mendatang adalah: Pada akhir tahun pelajaran 2009/2010 :

  a. Peningkatan skor GSA mata pelajaran dari + 0,1 menjadi + 0,5;

  b. Meraih juara berkomunikasi dengan bahasa Jawa tingkat Kabupaten;

  c. Meraih kejuaraan lomba berkomunikasi dengan bahasa Inggris tingkat Kabupaten; d. Menjadi kehuaraan lomba Majalah dinding tingkat Kabupaten;

  e. Beberapa siswa terpanggil menjadi biarawan/biarawati, rohaniawan/ rohaniwati;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  g. Memiliki tim Bola basket yang mampu meraih kejuaraan;

  h. Tim Bola Volly berprerstasi di tingkat Kabupaten; i. Tim Seni Tari meraih kejuaraan dan atau tampil di tingkat

  Kabupaten; j. Tim Vokalia menjadi juara tingkat I Kabupaten dan Propinsi; k. Sembilan puluh persen siswa menguasai keterampilan komputer

  Program Windows; l. Regu Pramuka mampu tampil di tingkat Kabupaten; m. Sembilan puluh lima persen lingkungan sekolah tertata nyaman dan kondusif untuk belajar; n. Pemerintah dan masyarakat percaya atas bentuk-bentuk pelayanan sekolah; o. Memiliki Ruang Multimedia, dan Ruang Keterampilan yang representatif dan memanfaatkan secara optimal; p. Peningkatan pelayanan Perpustakaan yang optimal dan dapat mempertahankan juara I minat baca tingkat kabupaten dan propinsi.

  4. Program Strategis dalam Pencapaian Tujuan Sekolah

  a. Menjaring siswa tamatan SD yang berkualitas;

  b. Meningkatkan dinamika dan kualitas KBM, bimbingan, dan pelatihan;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Meningkatkan layanan bimbingan budi pekerti melalui kegiatan pembiasaan; e. Mengadakan sarana dan prasarana untuk mewujudkan standar fasilitas; f. Meningkatkan layanan administrasi kesiswaan, kepegawaian, dan administrasi umum lainnya; g. Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah; h. Meningkatkan layanan informasi kepada masyarakat dan pemerintah; i. Menyediakan sarana dan prasarana kebersihan, peningkatan pemeliharaan taman dan halaman sekolah, serta kamar mandi dan

  WC.

  5. Strategi Pelaksanaan

  a. Memantapkan managemen sekolah;

  b. Mengembangkan kinerja profesional guru;

  c. Menumbuhkan inovasi pembelajaran;

  d. Mengembangkan lingkungan sekolah menuju komunitas belajar; e. Meningkatkan dan mengembangkan partisipasi masyarakat.

  6. Daftar Guru No. Kode Nama Guru

  1. A Drs. F.A. Budiyono

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. D Ag.Y. Dwi Ambarwati, S.Pd.

  5. E C.A. Siti Bugiati, S.Pd.

  6. F Anton Sarjono, B.A.

  7. G F.X. Purwanto, S.Pd.

  8. H B. Slamet, S.Pd.

  9. I Yakobus Wisnu Utaya, S.Pd.

  10. J L. Paryati, S.Pd.

  11. K Th. Sri Rahayu, S.Pd.

  12. L F.X. Iwan Setya Aji, S.T.

  13. M Christina Maryanti, S.Pd.

  14. N Chatarina Yeni Farita, S.Pd.

  15. O Br. Tarsisius, FIC

B. SMP Muhammadiyah 1 Minggir

  1. Visi Sekolah Mewujudkan lulusan yang kuat imannya, kuat ilmunya dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya sebagai makhluk pribadi dan sosial yang tunduk dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Indikator:

  a. Terwujudnya lulusan yang Teladan dibidang Akhlaqul Karimah, akademik, Bahasa dan Ketrampilan; b. Unggul dalam proses peningkatan Iman dan Taqwa melalui pembelajaran Ismuba; c. Unggul dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f. Unggul dalam pembiasaan Akhlaqul karimah.

  2. Misi Sekolah

  a. Menyelenggarakan Pendidikan Ismuba secara intensif melalui kelas khusus dakwah dan pembelajaran Iqro’ terpadu; b. Meningkatkan kwalitas pendidikan dan proses belajar mengajar dengan cara moving kelas; c. Meningkatkan pembelajaran ekstrakurikuler sesuai dengan potensi, minat dan bakat siswa; d. Memberikan bekal kecakapan hidup (life skill) ketrampilan menjahit, elektronika dan komputer; e. Membiasakan hidup secara Islami sesuai dengan tuntunan dan contoh Rosulullah SAW; f. Membudayakan senyum, salam, sapa, sopan, santun dan berakhlakul karimah.

  3. Daftar Guru No. Nama Guru 1. Suparyanto, S.Pd.

  2. Sutirah 3. Eny Windarwati, S.Pd.

  4. Irzam, S.Pd.

  5. Widada, A.Md.Pd.

  6. Nita Kusuma 7. Sunarya, S.Pd.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10. S. Nartadi, B.A.

  11. Fachruddin, B.A.

  12. Mustam 13. Zaenuriyah, B.A.

  14. Drs. Marjiyanta

  15. Samani 16. Widardi, B.A.

  17. Chomsatun, B.A.

  18. Sri Nuryati, S.Pd.

  19. Isti Fitriyani, S.Pd.

  20. H. Riyadi Afiat, B.A.

  21. Sudarmono, S.Ag.

  22. Erni Masitawati, S.Pd.

  23. Endah Kusumawati, A.Md.

  24. Giyanto, S.Pd.

  25. Wiyana, S.Pd.

  26. Karsita Rahmawati, S.Pd.

  27. Kuat Wahyudi, S.Ag.

  28. Murwani Yekti Prihati, S.Ag.

  29. Fajar Setyawan 30. Muhammad Farkhan, S.Ag.

  31. Isliana, S.Pd.Si.

  32. Wiwit Yudiantara, S.Pd.

  33. Nurima Kurniawati, S.Pd.

  34. Muhammad Sulthon,S.Si.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. SMP Negeri 3 Sleman

  1. Visi Sekolah Menciptakan siswa yang unggul dalam mutu, terampil dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk memasuki era globalisasi. Indikator:

  a. Terwujudnya peningkatan/pengembangan tenaga kependidikan;

  b. Terwujudnya peningkatan/pengembangan fasilitas pendidikan;

  c. Terwujudnya pengembangan isi kurikulum;

  d. Terwujudnya peningkatan standar proses;

  e. Terwujudnya peningkatan standar kelulusan;

  f. Terwujudnya pengembangan standar penilaian;

  g. Terwujudnya peningkatan mutu kelembagaan;

  h. Terwujudnya pengembangan standar pembiayaan pendidikan;

  2. Misi Sekolah

  a. Mewujudkan pendidikan dengan kelulusan yang cerdas, terampil, beriman, bertaqwa, dan memiliki keunggulan kompetitif; b. Mewujudkan pendidikan yang bermutu, efisien, dan relevan, serta berdaya saing tinggi; c. Mewujudkan sistem pendidikan yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan efektif;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e. Mewujudkan paradigma baru selalu mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia saat ini.

  3. Tujuan Sekolah

  a. Memenuhi peningkatan/pengembangan sekolah bertaraf internasional (SBI); b. Memenuhi akan pendidikan yang transparan, akuntabel, efektif, dan partisipatif; c. Memenuhi akan tata kelola pendidikan yang baik;

  d. Memenuhi akan ketercapaian kompetensi siswa yang mampu bersaing dalam era global; e. Memenuhi akan pemerataan dan keadilan pendidikan yang baik.

  4. Daftar Guru No. Nama Guru 1. Drs. Zamroni, M. M.

  2. Dra. Lilik Sulistyowati 3. Tukidi, S. Pd.

  4. Sumarni, S. Pd.

  5. Dra. Hj. Ani Herwati 6. Supartini, S. Pd.

  7. Rochmad Agus Wahyudi, S. Pd.

  8. Setya, S. Pd.

  9. Yuliana Sudremi, M. Pd.

  10. Supartini, S. Pd.

  11 Lugimin

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14. Hj. Sri Wahyuni, S. Ag.

  15. Rini Trimurti Margaretha, S. Pd.

  16. Suzanna Usdeka Dewanti, S. Pd 17. Nursidi Winarta, S. Pd.

  18. Siti Aminah, S. Pd.

  19. Dalroji, S. Pd.

  20. Sri Prihartini Yulia, S. Pd.

  21. Haryono, B.A.

  22. Yayuk Mujirahayu, S. Pd.

  23. Bartholomeus Sumartono

  24. Wiyarni 25. Supi Iswari, S. Pd.

  26. Siti Handayani

  27. Lastri Suhartinah

  28. Djamilah 29. Surfi Widiastuti, S. Pd.

  30. Peni Sumarmin, B. A.

  31. Yasmina Wibawati, S. Pd.

  32. Sugiyarti, S. Pd.

  33. Wiyarni 34. Sunardi, B.A.

  35. Jojoh Juhariah, S. Pd.

  36. Sri Lembah Widartinah, B.A.

  37. Operasi Sadar Sulistyo

  38. Drs. Nurhadi 39. Laksmi Indrawati, S. Pd.

  40. Sumartini, S. Pd.

  41. Khatarina Sutijah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  43. Ristohadi S

  44. Agung Setiawan

D. SMP Negeri 2 Sleman

  1. Visi Sekolah

  a. Unggul dalam ilmu;

  b. Santun dalam laku; c. Terampil dalam karya.

  2. Misi Sekolah

  a. Melaksanakan berbagai usaha dalam rangka meningkatkan prestasi siswa baik akademik maupun non akademik; b. Menyelenggarakan program pendidikan yang senantiasa mengacu pada sistem dan norma yang berlaku, agama, serta budaya dengan tanpa mengabaikan perkembangan dunia luar;

  c. Mengupayakan peningkatan keterampilan dalam berkarya sesuai bakat dan minat serta mengacu pada life skill yang dikembangkan oleh sekolah, antara lain dengan mengembangkan dan meningkatkan keterampilan PKK, elektronika, seni rupa, seni musik, dan batik.

  3. Daftar Guru No. Nama Guru 1. Drs. R. Tri Wahyana Kuntara, M.A.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Harminastiti, A.Md.Pd.

  5. Drs. Joko Susanto

  6. Dra. Eni Murtofi’ah 7. Muryani, A.Md.Pd.

  8. Rudjito, A.Md.Pd.

  9. Drs. Sunaryo 10. Uswatun Widayati, S.Pd.

  11. Ibnu Hajar, S.Pd.

  12. Sri Listuti Ratnaningsih, A.Md 13. Yuliana Rubiyati, S.Pd.

  14. Surti Lindyawati 15. Linda Sitompul, A.Md.Pd.

  16. Riris Pramudyaningsih, S.Pd.

  17. Th. Maria Murdiyati, S.Pd.

  18. Muslim 19. Supardi, S.Pd.

  20. Dyah Respati Budi Utami, A.Md.Pd 21. Siti Nuryati, S.Pd.

  22. Sudadi, S.Pd.

  23. Suhardiman, S.Pd.

  24. Triharti Murtiningsih, S.Pd.

  25. Dra. Kristyowati 26. Dwi Nartini, S.Pd.

  27. Drs. Sunardi 28. Sudjarwo, S.Pd.

  29. Dra. Tri Marwiningsih 30. Retna Cahyaningsih, S.Pd.

  31. Mei Anggorowati

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34. Moh Afif, S.Pd.

  35. Muhammad Nadjib, S.Pd.

  36. Supriyantini Widiastuti, S.Pd.

  37. Endah Susadnadewi, S.Pd.

  38. Ani Sulistyawati, S.Pd.

  39. Eni Nurzanah, S.Pd.

  40. Drs. Amad Jalaludin 41. Maryadi, S.P.Ag.

  42. Anton Ibnugroho, S.E.

  43. Endang Sastin Saptaningsih, S.E.

  44. Vita Fadliana, S.Pd.

  45. Eni Fatmawati Sudarini, S.Sn.

  46. Rika Kurniawati, S.Pd.

  47. Nursam Windarti, S.S.

E. SMP Negeri 2 Moyudan

  1. Visi Sekolah Pribadi, Prestasi, Refleksif, Inovatif, Budi pekerti luhur, Aktif, Dinamis, dan Imtaq.

  Indikator:

  a. Berprestasi dalam bidang akademik, yaitu unggul dalam perolehan NEM dan unggul dalam lomba iptek, KIR, matematika, dan sains;

  b. Berprestasi dalam bidang non akademik, yaitu unggul dalam bidang keagamaan, bidang olahraga, dan bidang seni dan budaya.

  2. Misi Sekolah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Membimbing dan mendorong peserta didik untuk berlomba meningkatkan prestasi belajarnya; c. Membimbing peserta didik yang berbakat dalam cabang olahraga dan atau seni tertentu agar berprestasi semaksimal mungkin; d. Mendorong dan membantu peserta didik selalu mawas diri, koreksi diri, mengenal potensi dirinya, untuk selanjutnya melakukan inovasi terhadap kekurangan dan kesalahan sehingga mampu mengembangkan potensi dirinya; e. Menumbuhkembangkan tingkah laku yang mencerminkan pribadi yang berbudi pekerti luhur dalam bentuk tingkah laku nyata (in

  action );

  f. Mendorong siswa agar senantiasa berpikir dan bertindak secara aktif; g. Senantiasa berusaha menegakkan disiplin;

  h. Menciptakan lingkungan sekolah yang agamis yang diharapkan dapat mempertebal rasa iman dan taqwa, untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Daftar Guru No. Nama Guru

  1. Drs. Haryanto 2. Nursih, A.Md.

  3. Albertus Sutimin, S.Pd.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Drs. A. Tri Nugroho

  7. Muhtar Wiyono 8. Sudiman, S.Pd.

  9. C. Suharti, S.Pd.

  10. Tutik Maryati, B.A.

  11. Tukiman, S.Pd.

  12. Drs. Bambang Untoro 13. Hasbullah, S.Pd.

  14. L. Yusup Sudiyana, S.Pd.

  15. Sardi, S.Pd.

  16. Suti Arsiyah, A.Md.

  17. Sri Widada, S.Pd.

  18. Serafina Wara Astuti 19. Y. Sukardjo, A.Md.

  20. Suprihatin, B.A.

  21. Subagyo, S.Pd.

  22. Suripto, S.Pd.

  23. Sutikno, S.Pd.

  24. Umu Hikmatin, A.Md.

  25. Karsinah, A.Md.

  26. Hestiningsih, S.Pd.

  27. Sri Hartati, A.Md.

  28. Sunarto, S.Pd.

  29. Bibit Lestari, S.Pd.

  30. Ant. Eka Waluya, A.Md.

  31. Tri Haryana, S.Pd.

  32. Didik Saifurrakhman, S.Pd.

  33. Yuliyanto, S.Pd.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36. Emi Purwati, S.Pd.

  37. Djeminem 38. Tutik Ambarwati, S.Pd.

  39. Yustina Widiati 40. Slamet Widarto, S.Pd.

  41. Dra. Widarti

  42. Sutiyem

F. SMP Negeri 2 Tempel

  1. Visi Sekolah Menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam prestasi, teguh dalam iman, berbudi pekerti luhur, dan terampil dalam karya.

  Indikator:

  a. Unggul dalam perolehan Nilai Ujian Nasional;

  b. Unggul dalam penguasaan iptek;

  c. Unggul dalam disiplin dan budi pekerti luhur berdasarkan imtaq;

  d. Unggul dam prestasi lomba keagamaan, olahraga, seni budaya, dan kepramukaan.

  2. Misi Sekolah

  a. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki;

  b. Mengembangkan potensi guru dan siswa dalam kegiatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Meningkatkan disiplin dan penghayatan pengalaman budi pekerti yang luhur; e. Mengembangkan potensi siswa dalam kegiatan keagamaan, olahraga, kreasi seni, dan kepramukaan secara optimal.

  3. Daftar Guru No. Nama Guru 1. Suwito, S.Pd.

  2. Kastubi, S.Pd.

  3. C. Ati Suparti 4. Sulbiyah, S.Pd.

  5. Dwi Marjana Saputra, S.Pd.

  6. Suwarti, A.Md.Pd.

  7. Subiarto, A.Md.Pd.

  8. Supriyani, S.Pd.

  9. Endang Purwanti, S.Pd.

  10. Sumaryana 11. Hari Purnomo, S.Pd.

  12. Syamsiatun, S.Pd.

  13. Suroso, A.Md.Pd.

  14. Sumiasih 15. Suprapti, S.Pd.

  16. Partiyah, S.Pd.

  17. Tri Sustiyani 18. Sarindi, S.Pd.

  19. Suratmi

  20. Sukri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  23. Dra. Eni Faridah Mulyani 24. Mujiarti, S.Pd.

  25. Siti Mukaromah, S.Ag.

  26. Y. Retno Suryaningsih, S.Pd.

  27. Tri Yuliati, S.Si.

  28. Wahyu Wibowo, ST.

  29. Istikomah, S.Pd.

  30. Fitri Asih, S.Si.

G. SMP Muhammadiyah 1 Godean

  1. Visi Sekolah Terbentuknya manusia yang berkualitas tinggi dan berakhlak mulia dilandasi dengan iman dan taqwa.

  2. Misi Sekolah

  a. Melaksanakan pembelajaran secara efektif;

  b. Menumbuhkan semangat belajar secara optimal kepada seluruh warga sekolah; c. Menumbuhkan sikap tingkah laku yang baik;

  d. Menumbuhkan penghayatan terhadap agama Islam dan terwujudnya kehidupan yang Islami; e. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan stakeholder sekolah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Daftar Guru No. Nama Guru 1. Mursih Haryana, B.A.

  2. Juwaeni, S.Pd.

  3. Sapari, S.Pd.

  4. Djumari, S.Pd.

  5. Umi Rochmiyati, S.Pd.

  6. Dra. Sri Mariyani, S.Pd.

  7. Semi Indrawati, S.Pd.

  8. Andayani, S.Pd.

  9. Ovayagori Rahman

  10. Drs. Anting Wadana

  11. Muljono

  12. Sumardi 13. H.S. Alimin, S.Pd.

  14. Dra. Marjini 15. Murjono, S.Pd.

  16. Hj. Siti Umniyati 17. Nurul ‘Aini, S.Ag.

  18. Hartanto, S.Ag.

  19. Waji Prawiro 20. Gitawiyana, B.A.

  21. Sumidjo, B.A.

  22. Suhartini, S.Pd.

  23. Winarsi, S.Pd.

  24. Dra. Siti Mufarokhah 25. Yuli Astuti, S.Pd.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29. R. Suratiningsih, S.Pd.

  30. Supardi Harto, B.A.

  31. Wakidi

  32. Wagiyo 33. Sutanto, S.Pd.

  34. R. Sri Apriliyanti, S.Ag.

H. SMP BOPKRI Godean

  1. Visi Sekolah Berprestasi, beriman, berbudi, berbudaya, dan dapat dipercaya (TAMAN BUDAYA).

  Indikator:

  a. Unggul dan prestasi dalam bidang akademik;

  b. Kasih kepada Tuhan dan sesama;

  c. Unggul dalam bidang seni budaya; d. Disegani dan dipercaya masyarakat.

  2. Misi Sekolah

  a. Melaksanakan bimbingan dan pembelajaran secara intensif melalui berbagai inovasi pembelajaran; b. Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan terhadap agama yang dianut; c. Membiasakan diri untuk bersikap, bertingkah laku, dan bertutur kata sesuai dengan norma dan kaidah agama, sosial, dan budaya;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e. Membangun kepercayaan masyarakat dengan menunjukkan hasil dan prestasi yang telah dicapai.

  3. Daftar Guru No. Nama Guru 1. Harda, B.A.

  2. Priyo Dwi Haryanto, S.Pd.

  3. Muji Rahayu, S.Pd.

  4. Rinawati Setyaningsih, S.Pd.

  5. Wiharja, S.Pd.

  6. Tri Haryanto, S.Th.

  7. Christina Sunarti 8. Margareta Yoeliastoeti, ST.

  9. Eka Sunu Suwarno, M.Si.

  10. Y. Sukiyo Adi S, S.Pd.

  11. Ali Sapto Susilo, S.Pd.

  12. Latih Wuriyanti

  13. Christina Sri Suwarni

I. SMP Kanisius Kalasan

  1. Visi Sekolah Mencerdaskan bangsa lewat pendidikan berdasarkan nilai-nilai kristiani.

  Indikator:

  a. Unggul dalam bersikap berdasarkan niali-nilai kristiani;

  b. Unggul dalam disiplin, kepatuhan tata tertib, bekerja, dan belajar;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e. Unggul dalam prestasi Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA;

  f. Unggul dalam berkomunikasi dengan Bahasa Inggris;

  g. Unggul dalam pemandu acara, pidato, debat, dan cerdas cermat dalam Bahasa Jawa, Indonesia, dan Inggris; h. Unggul dalam karya ilmiah; i. Unggul dalam kepedulian sosial; j. Unggul dalam hasta karya (tata boga, busana, graha); k. Unggul dalam nilai ujian siswa dan daya saing masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi; l. Unggul dalam pengoprasian komputer: MS Word, Excel, dan Corel

  Draw; m. Unggul dalam jiwa wiraswasta.

  2. Misi Sekolah

  a. Menumbuhkan penghayatan terhadap agama yang dianut dan juga budaya bangsa, sehingga menimbulkan kearifan dalam bertindak; b. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal dan melaksanakan pendisiplinan terhadap semua komponen sekolah untuk mewujudkan disiplin diri yang mantap, kepatuhan tata tertib, bekerja, dan belajar;

  c. Melatih para peserta didik untuk dpat menguasai seni tari, seni

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Menyediakan wahana dan menyelenggarakan pembinaan olahraga dalam kegiatan ekstrakurikuler; e. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki;

  f. Menyediakan wahana dan menyelenggarakan pembinaan berbahasa Inggris; g. Menyediakan wahana menyelenggarakan pembinaan terhadap kemampuan siswa unutk berpidato, debat, dan cerdas cermat dengan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jawa;

  h. Melatih para peserta didik dalam karya ilmiah remaja; i. Menyediakan wahana dan menyediakan kegiatan yang menumbuhkan kepedulian bagi sesama; j. Menyediakan wahana dan menyelenggarakan pelatihan hasta karya; k. Melaksanakan pendampingan dan pelatihan secara efektif dalam pembelajaran, sehinggga nilai ujian dan daya saing yang tinggi untuk masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi; l. Menyediakan wahana dan menyelenggarakan intra dan ekstra komputer; m. Melatih peserta didik agar memiliki jiwa wiraswasta dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Daftar Guru No. Nama Guru 1. Yusup Indrianto P., S.Pd.

  2. Y. Karsono, S.Pd.

  3. Abraham Bondan Ajiwahyono, S.Pd.

  4. Drs. Y.V.X. Sarjono 5.

  A. Sarengat, B.A.

  6. Sri Haryanto, S.Pd.

  7. Christina Dyah Kurniati, S.Pd.

  8. N. Agus Susanta

  9. Drs. ST. Budi Susanto 10. Vincentia Sri Widiantari, S.Pd.

  11. Dionysius Hananda Wahyu Kristianto 12. M.G. Sudaryati, A.Md.

  13. F. Charuniawati, S.Pd.

  14. B. Sri Sumekar Harjanti, S.Pd.

  15. RB. Bambang Gunawan

  16. Fr. P. Raden Edi Widiasta

  17. P. Kliman

  J. MTs Negeri Godean

  1. Visi Sekolah Terwujudnya siswa cerdas terampil berdasarkan iman dan taqwa.

  2. Misi sekolah

  a. Meningkatkan pembelajaran dan bimbingan secara efektif;

  b. Memotivasi dan membantu setiap siswa untuk mengenal potensi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13. Drs. Suritno 14. Agus Sukamto, S.Pd.

  23. Furqan Nur Wahyu, S.Pd.

  21. Siti Suwarni 22. Rini Yuliani, S.Pd.

  20. Gentur Pambudi

  19. Hamidah Daulati M.

  18. Suyadi, B.A.

  16. Abas Budiman 17. Sigit Wahyu H., S.Pd.

  15. Wasi’ah, B.A.

  c. Menumbuhkembangkan kesadaran penghayatan dan pengamalan ajaran Islam, etika, moral, dan budaya bangsa.

  3. Daftar Guru No. Nama Guru 1. Bahsan, S.Ag., M.A.

  H. Ambari, B.A.

  9. Drs. Kamidi 10.

  7. Dra. Fety Risdiyati 8. Siswanto, S.Pd.

  6. Ponidi, A.Md.

  5. H. Muchid, A.Md.

  3. Dra. Galuh Widiastuti 4. Ashari, A.Md.

  2. Widijati, A.Md.

  11. Drs. Wahyono 12. Dra. Sumarni, M.Pd.I.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26. Agus Rinto A., S.Pd.

  27. Samingan, B.A.

  28. Herni Sudartiningsih, S.Pd.I.

  29. Sirajudin, S.Pd.

  30. Warsiyo 31. Muh. Suharzani, S.Pd.

  32. Hestu Legowo, S.S.

  33. Ratih Lailyani, S.Ag.

  34. Drs. Sutono Wiyadi 35. Wahyudi, S.Ag.

  36. Mekar Dwiastuti

  37. Sri Wasiyati

  38. M. Bajuri

  39. Suwardi

  40. Supartimin

  K. SMP Negeri 3 Godean

  1. Visi Sekolah Terwujudnya insan dan masyarakat yang berakhlak mulia, unggul dalam mutu, berpijak pada budaya bangsa, dan etos kerja yang tinggi.

  2. Misi Sekolah

  a. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif bagi seluruh warga sekolah; b. Mendorong dan membantu warga sekolah untuk mengenal potensi diri agar dapat berkembang secara optimal;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama serta kemampuan untuk mengamalkannya sehingga ari dalam bertindak; d. Menumbuhkan etos kerja yang tinggi.

  3. Daftar Guru No. Nama Guru

  1. Dra. Siti Solichah

  2. Drs. G Djuwadi 3. Dra.Suminah, S.Pd.

  4. Drs. Syakur

  5. Sukardono 6. Suwarsilah, S.Pd.

  7. Istiyarjo, S.Pd.

  8. Johanes Parijo

  9. Mawardhi, S.Pd 10. Susan Engelina, S.Pd.

  11. Suharta, S.Pd.

  12. Drs. Sumadi 13. Rr.Sri Setya Harjani, S.Pd.

  14. Irmina Sri Susanti,S.Pd.

  15. Tri Siwi Mardjiati, S.Pd.

  16. Sri Handayani, A.Ma.Pd

  17. Dra. Sukarmi 18. Muryono, S.Pd.

  19. Adi Nugroho

  20. Karsono 21. Anastasia Ugi Palupi, S.pd.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25. Sunarti Nur Rofiah, S.Pd.

  26. Siti Sukaptini, S.Pd.

  27. Sri Utami, S.Pd.

  28. Titik Marwati 29. Ari Hastarti, S.Pd.

  30. Christina Suntari, S.Pd.

  31. Drs. Eko Nugroho, MA

  32. Heriyanto Purwantoro,S.Pd 33. M.Dwi Yanti Rum. S.Pd.

  34. Sayekti, S.Pd.

  35. Taufik Widarto 36. Argi Suyamti, S.Pd.

  37. Jamiatun, S.Pd.

  38. Trianawati

  39. Dra. Elizabeth Lisnartun 40. Mursilah, S.Pd.

  41. Tri Haryono 42. Sulartiningsih, S.Pd.

  43. Ridyanto Kunsubagyo, S.Pd.T

  44. Marfuah Azhar, S.Si 45. Sri Wusononingsih, S.Pd.

  46. Latifah Prastiwi, S.Pd.

  47. Risharyadi Isbono, S.Pd.

  48. Datik Widiastuti, S.Pd 49. Nur Ainy Farida, S.Pd.

  50. Budi Nugroho, S.Pd.

  51. Th. Pudyastuti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  L. SMP Kanisius Sleman

  1. Visi Sekolah Menuju siswa berkepribadian, cerdas, dan terampil.

  Indikator:

  a. Unggul dalam mengolah kepribadian siswa;

  b. Unggul dalam pengembangan dan pelaksanaan kurikulum;

  c. Unggul dalam kelulusan, prestasi bidang akademik dan non akademik; d. Unggul dalam sarana dan prasarana pendidikan;

  e. Unggul dalam keterampilan; f. Unggul dalam pengelolaan dan pembiayaan.

  2. Misi Sekolah

  a. Menyusun dan melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang bermutu, efisien, relevan, dan kompetitif;

  b. Meningkatkan pembinaan bidang akademik maupun non akademik; c. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan;

  d. Meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan;

  e. Mewujudkan sistem manajemen partisipatif, transparan, dan akuntabel; f. Mewujudkan pendidikan yang merata dan bermutu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Daftar Guru No. Nama Guru 1. Nur Sukapti, S.Pd.

  2. Stepana Puji B.

  3. MG. Sri Yuliwanti

  4. Hironima Sri Astuti

  5. Agung Santoso 6. Sunarno, S.Pd.

  7. Petrus Susanto

  8. FA. Triwusono

  9. Ir. V. Sulistyowati 10.

  V. Tri Mulatsih

  M. SMP Budi Mulia Minggir

  1. Visi Sekolah Pendidikan SMP Budi Mulia Minggir adalah lembaga pendidikan yang membentuk manusia Indonesi seutuhnya yang bermutu secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.

  2. Misi Sekolah

  a. Menanamkan nilai-nilai iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang maha Esa; b. Mengupayakan dan mencari pola-pola inovatif agar para insan pendidikan SMP Budi Mulia Minggir dapat menjadi manusia untuh yang berkembang secara optimal;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Berpihak kepada yang lemah;

  e. Menciptakan suasana kondusif;

  f. Meningkatkan fasilitas belajar;

  g. Meningkatkan disiplin mengajar dan disiplin belajar;

  h. Bekerja sama dengan gereja, pemerintah, dan masyarakat; i. Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan terhadap agama yang dianut untuk membentuk budi pekerti yang baik; j. Mengembangkan budaya kompetitif bagi siswa dalam upaya peningkatan prestasi; k. Mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan tugas kependidikan dan keguruan; l. Melestarikan dan mengembangkan olahraga, seni, dan budaya; m. Mengembangkan pribadi yang cinta tanah air.

  3. Daftar Guru No. Nama Guru

  1. FX. Indaryanto

  2. Dra. Sudarmi

  3. Harining Dyah Palupi

  4. YB. Gunawan

  5. R. Puji Harjanto

  6. R. Naniek Praptiwidiyati 7. HB. Sartana, S.Pd.

  8. Suyudianto, S.Pd.

  9. Rinto Widarsono

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Subyek penelitian ini adalah guru-guru di sekolah menengah

  pertama (SMP) negeri dan swasta Kabupaten Sleman. Sekolah menengah pertama yang menjadi tempat penelitian adalah SMP Pangudi Luhur Moyudan, SMP Muhammadiyah 1 Minggir, SMP Negeri 3 Sleman, SMP Negeri 2 Sleman, SMP Negeri 2 Moyudan, SMP Negeri 2 Tempel, SMP Muhammadiyah 1 Godean, SMP BOPKRI Godean, SMP Kanisisus Kalasan, MTs Negeri Godean, SMP Negeri 3 Godean, SMP Kanisius Sleman, dan SMP Budi Mulia Minggir. Kuesioner yang disampaikan kepada guru sebagai responden penelitian ini sebanyak 365 buah. Jumlah kuesioner yang kembali dan diisi dengan lengkap oleh responden adalah sebanyak 296 buah. Dengan demikian response rate pengembalian kuesioner adalah sebesar 81,10%. Secara lengkap sebaran responden penelitian disajikan pada tabel berikut:

Tabel 5.1 Sebaran Responden Penelitian Jumlah Kuesioner Penelitian Nama Sekolah Tidak Tidak Sampel Lengkap Kembali Lengkap

  SMP Pangudi Luhur Moyudan 13 0 0 13

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SMP Negeri 2 Moyudan

  28

  8

  20 SMP Negeri 2 Tempel

  30

  8

  22 SMP Muhammadiyah 1 Godean 30 7 0 23 SMP BOPKRI Godean

  13

  1

  12 SMP Kanisius Kalasan

  17

  17 MTs Negeri Godean

  40

  13

  27 SMP Negeri 3 Godean

  48

  17

  31 SMP Kanisius Sleman

  10

  1

  9 SMP Budi Mulia Minggir

  11

  11 Jumlah 365 69 296

1. Deskripsi Responden Penelitian

  a. Tingkat Pendidikan

Tabel 5.2 Tingkat Pendidikan Responden No. Tingkat Pendidikan f fr (%)

  1. S2 8 2,7

  2. D4/S1 211 71,3

  3. D3 44 14,9

  4. D2 11 3,7 5. <D2 22 7,4

  Total 296 100,0

Tabel 5.2 menunjukkan bahwa jumlah responden yang mempunyai tingkat pendidikan di bawah D2 sebanyak 22 guru atau 7,4%,

  tingkat pendidikan D2 sebanyak 11 guru atau 3,7%, tingkat pendidikan D3 sebanyak 44 guru atau 14,9%, tingkat pendidikan D4/S1 sebanyak 211 guru atau 71,3%, dan tingkat pendidikan S2 sebanyak 8 guru atau 2,7%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini mempunyai tingkat pendidikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9. III/a 110 37,2

  golongan II/d sebanyak 2 guru atau 0,7%, golongan III/a sebanyak 110 guru atau 37,2%, golongan III/b sebanyak 59 guru atau 19,9%, golongan III/c sebanyak 26 guru atau 8,8%, golongan III/d sebanyak 6 guru atau 2,0%, dan golongan IV/a sebanyak 25 guru atau 8,4%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini bergolongan jabatan III/a.

Tabel 5.3 menunjukkan bahwa jumlah responden yang tidak memberi informasi golongan jabatan sebanyak 68 guru atau 23,0%,

  Total 296 100,0

  13. II/a - - 14. tidak memberikan informasi 68 23,0

  12. II/b - -

  11. II/c - -

  10. II/d 2 0,7

  b.

  Golongan Jabatan

  7. III/c 26 8,8

  6. III/d 6 2,0

  5. IV/a 25 8,4

  4. IV/b - -

  3. IV/c - -

  2. IV/d - -

  1. IV/e - -

Tabel 5.3 Golongan Jabatan Responden No. Golongan Jabatan f fr (%)

  8. III/b 59 19,9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c.

  Masa Kerja

Tabel 5.4 Masa Kerja Responden No. Masa Kerja (tahun) f fr (%)

  1. > 25 80 27,0 2. 23-25 47 15,9 3. 20-22 27 9,1 4. 17-19 20 6,8 5. 14-16 14 4,7 6. 11-13 31 10,5 7. 8-10 9 3,0 8. 5-7 16 5,4 9. 2-4 34 11,5

  10. <

  2 18 6,1 Total 296 100,0

Tabel 5.4 menunjukkan bahwa responden yang mempunyai masa kerja kurang dari 2 tahun sebanyak 18 guru atau 6,1%, masa kerja

  2-4 tahun sebanyak 34 guru atau 11,5%, masa kerja 5-7 tahun sebanyak 16 guru atau 5,4%, masa kerja 8-10 tahun sebanyak 9 guru atau 3,0%, masa kerja 11-13 tahun sebanyak 31 guru atau 10,5%, masa kerja 14-16 tahun sebanyak 14 guru atau 4,7%, masa kerja 17-19 tahun sebanyak 20 guru atau 6,8%, masa kerja 20-22 tahun sebanyak 27 guru atau 9,1%, masa kerja 23-25 tahun sebanyak 47 guru atau 15,9%, masa kerja lebih dari 25 tahun sebanyak 80 guru atau 27,0%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini mempunyai masa kerja lebih dari 25 tahun.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d.

  Usia Guru

Tabel 5.5 Usia Responden No. Usia (tahun) f fr (%)

  1. >

  55 38 12,8 2. 46-55 99 33,4 3. 36-45 107 36,1 4. 25-35 40 13,5 5. < 25 12 4,1

  Total 296 100,0

Tabel 5.5 menunjukkan bahwa responden yang mempunyai usia kurang dari 25 tahun sebanyak 12 guru atau 4,1%, usia 25-35 tahun

  sebanyak 40 guru atau 13,5%, usia 36-45 tahun sebanyak 107 guru atau 36,1%, usia 46-55 tahun sebanyak 99 guru atau 33,4%, usia lebih dari 55 tahun sebanyak 38 guru atau 12,8%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini mempunyai usia 36-45 tahun.

2. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan

  Persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan dapat dideskripsikan berdasarkan tabel berikut:

Tabel 5.6 Interpretasi Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan

  

Skor Frekuensi Persentase Interpretasi

  106-124 70 23,6% Sangat Positif 92-105 164 55,4% Positif

  83-91 49 16,6% Cukup Positif 74-82 11 3,7% Negatif 31-73 2 0,7% Sangat Negatif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.6 di atas menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan pada guru-guru sekolah menengah

  pertama di Kabupaten Sleman dikategorikan sangat positif sebanyak 70 guru atau 23,6%, dikategorikan positif sebanyak 164 guru atau 55,4%, dikategorikan cukup positif sebayak 49 guru atau 16,6%, dikategorikan negatif sebanyak 11 guru atau 3,7%, dan dikategorikan sangat negatif sebanyak 2 guru atau 0,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden berpersepsi positif. Hal ini didukung hasil perhitungan mean = 98,26; median = 98,00; modus = 93; dan standar deviasi = 10,215.

  a.

  Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan

Tabel 5.7 Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan

  Kriteria Tingkat

  Sangat Cukup Sangat Jumlah Pendidikan Positif Negatif

  Positif Positif Negatif Jml 1 17 3 - 1 22

  < D2 % 4,5% 77,3% 13,7% - 4,5% 100%

  Jml 1 9 1 - - 11 D2

  • % 9,1% 81,8% 9,1% 100%
  • Jml 13 19 10 2

  44 D3

  • % 29,6% 43,2% 22,7% 4,5% 100% Jml 53 116 32 9 1 211

  D4/S1 % 25,1% 54,9% 15,2% 4,3% 0,5% 100%

  Jml 2 3 3 - - 8 S2

  • % 25,0% 37,5% 37,5% 100% Jml 70 164 49 11 2 296

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.7 menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan

  dapat diuraikan sebagai berikut: 1) tingkat pendidikan di bawah D2 sebanyak 1 guru (4,5%) memiliki persepsi sangat positif, 17 guru (77,3%) memiliki persepsi positif, 3 guru (13,7%) memiliki persepsi cukup positif, dan 1 guru (4,5%) memiliki persepsi sangat negatif; 2) tingkat pendidikan D2 sebanyak 1 guru (9,1%) memiliki persepsi sangat positif, 9 guru (81,8%) memiliki persepsi positif, dan 1 guru (9,1%) memiliki persepsi cukup positif; 3) tingkat pendidikan D3 sebanyak 13 guru (29,6%) memiliki persepsi sangat positif, 19 guru (43,2%) memiliki persepsi positif, 10 guru (22,7%) memiliki persepsi cukup positif, dan 2 guru (4,5%) memiliki persepsi negatif; 4) tingkat pendidikan S1 sebanyak 53 guru (25,1%) memiliki persepsi sangat positif, 116 guru (54,9%) memiliki persepsi positif, 32 guru (15,2%) memiliki persepsi cukup positif, 9 guru (4,3%) memiliki persepsi negatif, dan 1 guru (0,5%) memiliki persepsi sangat negatif; 5) tingkat pendidikan S2 sebanyak 2 guru (25,0%) memiliki persepsi sangat positif, 3 guru (37,5%) memiliki persepsi positif, dan 3 guru (37,5%) memiliki persepsi cukup positif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  IV/b % - - - - -

  III/c % 19,2% 57,7% 15,5% 3,8% 3,8% 100%

  Jml 2 4 - - - 6

  III/d % 33,3% 66,7% - - - 100%

  Jml 6 11 5 3 - 25

  IV/a % 24,0% 44,0% 20,0% 12,0% - 100%

  Jml - - - - - 0

  Jml - - - - - 0

  III/b % 18,6% 66,1% 11,9% 3,4% - 100%

  IV/c % - - - - -

  Jml - - - - - 0

  IV/d % - - - - -

  Jml - - - - - 0

  IV/e % - - - - -

  Jml 70 164 49 11 2 296 Total

  Jml 5 15 4 1 1 26

  b. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Golongan Jabatan

Tabel 5.8 Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Golongan Jabatan

  % 25,0% 60,3% 11,7% 1,5% 1,5% 100% Jml - - - - - 0

  Kriteria Golongan

  Jabatan Sangat Positif

  Positif Cukup

  Positif Negatif

  Sangat Negatif

  Jumlah Jml 17 41 8 1 1 68 tidak memberi informasi

  II/a % - - - - -

  III/a % 25,5% 48,2% 22,7% 3,6% - 100%

  Jml - - - - - 0

  II/b % - - - - -

  Jml - - - - - 0

  II/c % - - - - -

  Jml 1 1 - - - 2

  II/d % 50,0% 50,0% - - - 100%

  Jml 28 53 25 4 - 110

  Jml 11 39 7 2 - 59

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.8 menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan dapat

  diuraikan sebagai berikut: 1) tidak memberi informasi golongan jabatan sebanyak 17 guru (25,0%) memiliki persepsi sangat positif, 41 guru (60,3%) memiliki persepsi positif, 8 guru (11,7%) memiliki persepsi cukup positif, 1 guru (1,5%) memiliki persepsi negatif, dan 1 guru (1,5%) memiliki persepsi sangat negatif; 2) golongan II/a sebanyak 0 guru (0%), tidak memiliki persepsi (0%); 3) golongan II/b sebanyak 0 guru (0%), tidak memiliki persepsi (0%); 4) golongan II/c sebanyak 0 guru (0%), tidak memiliki persepsi (0%); 5) golongan jabatan II/d sebanyak 1 guru (50,0%) memiliki persepsi sangat positif dan 1 guru (50,0%) memiliki persepsi positif; 6) golongan jabatan III/a sebanyak 28 guru (25,5%) memiliki persepsi sangat positif, 53 guru (48,2%) memiliki persepsi positif, 25 guru (22,7%) memiliki persepsi cukup positif, dan 4 guru (3,6%) memiliki persepsi negatif; 7) golongan jabatan III/b sebanyak 11 guru (18,6%) memiliki persepsi sangat positif, 39 guru (66,1%) memiliki persepsi positif, 7 guru (11,9%) memiliki persepsi cukup positif, dan 2 guru (3,4%) memiliki persepsi negatif; 8) golongan jabatan III/c sebanyak 5 guru (19,2%) memiliki persepsi sangat positif, 15 guru (57,7%)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memiliki persepsi sangat negatif; 9) golongan jabatan III/d sebanyak 2 guru (33,3%) memiliki persepsi sangat positif dan 4 guru (66,7%) memiliki persepsi positif; 10) golongan IV/a sebanyak 6 guru (24,0%) memiliki persepsi sangat positif, 11 guru (44,0%) memiliki persepsi positif, 5 guru (20,0%) memiliki persepsi cukup positif, dan 3 guru (12,0%) memiliki persepsi negatif; 11) golongan IV/b sebanyak 0 guru (0%), tidak memiliki persepsi (0%); 12) golongan IV/c sebanyak 0 guru (0%), tidak memiliki persepsi (0%); 13) golongan IV/d sebanyak 0 guru (0%), tidak memiliki persepsi (0%); 14) golongan IV/e sebanyak 0 guru (0%), tidak memiliki persepsi (0%).

  c. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Masa Kerja

Tabel 5.9 Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Masa Kerja

  Kriteria Masa Kerja

  Jumlah Sangat Cukup Sangat

  (tahun) Positif Negatif

  Positif Positif Negatif Jml 6 9 3 - - 18

  < 2 % 33,3% 50,0% 16,7% 100%

  Jml 9 18 3 3 1 34 2-4

  % 26,5% 53,0% 8,8% 8,8% 2,9% 100% Jml 5 8 3 - - 16

  5-7

  • % 31,2% 50,0% 18,8% 100% Jml 3 6 - - - 9

  8-10

  • % 33,3% 66,7% - 100% Jml 6 19 4 2 - 31

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  % 20,0% 65,0% 5,0% 10,0% - 100% Jml 5 13 6 2 1 27

  20-22 % 18,5% 48,2% 22,2% 7,4% 3,7% 100%

  Jml 9 22 15 1 - 47 23-25

  % 19,2% 46,8% 31,9% 2,1% 100% -

  • Jml 20 46 13 1

  80 > 25

  % 25,0% 57,5% 16,3% 1,2% 100% Jml 70 164 49 11 2 296

  Total % 23,6% 55,4% 16,6% 3,7% 0,7% 100%

Tabel 5.9 menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja dapat

  diuraikan sebagai berikut: 1) masa kerja kurang dari 2 tahun sebanyak 5 guru (33,3%) memiliki persepsi sangat positif, 9 guru (50,0%) memiliki persepsi positif, dan 3 guru (16,7%) memiliki persepsi cukup positif; 2) masa kerja 2-4 tahun sebanyak 9 guru (26,5%) memiliki persepsi sangat positif, 18 guru (53,0%) memiliki persepsi positif, 3 guru (8,8%) memiliki persepsi cukup positif, 3 guru (8,8%) memiliki persepsi negatif, dan 1 guru (2,9%) memiliki persepsi sangat negatif; 3) masa kerja 5-7 tahun sebanyak 5 guru (31,2%) memiliki persepsi sangat positif, 8 guru (50,0%) memiliki persepsi positif, dan 3 guru (18,8%) memiliki persepsi cukup positif; 4) masa kerja 8-10 tahun sebanyak 3 guru (33,3%) memiliki persepsi sangat positif dan 6 guru (66,7%) memiliki persepsi positif; 5) masa kerja 11-13 tahun sebanyak 6 guru (19,4%) memiliki persepsi sangat positif, 19 guru (61,3%)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14-16 tahun sebanyak 3 guru (21,4%) memiliki persepsi sangat positif, 10 guru (71,4%) memiliki persepsi positif, dan 1 guru (7,2%) memiliki persepsi cukup positif; 7) masa kerja 17-19 tahun sebanyak 4 guru (20,0%) memiliki persepsi sangat positif, 13 guru (65,0%) memiliki persepsi positif, 1 guru (5,0%) memiliki persepsi cukup positif, dan 2 guru (10,0%) memiliki persepsi negatif; 8) masa kerja 20-22 tahun sebanyak 5 guru (18,5%) memiliki persepsi sangat positif, 13 guru (48,2%) memiliki persepsi positif, 6 guru (22,2%) memiliki persepsi cukup positif, 2 guru (7,4%) memiliki persepsi negatif, dan 1 guru memiliki persepsi sangat negatif; 9) masa kerja 23-25 tahun sebanyak 9 guru (19,2%) memiliki persepsi sangat positif, 22 guru (46,8%) memiliki persepsi positif, 15 guru (31,9%) memiliki persepsi cukup positif, dan 1 guru (2,1%) memiliki persepsi negatif; 10) masa kerja lebih dari 25 tahun sebanyak 20 guru (25,0%) memiliki persepsi sangat positif, 46 guru (57,5%) memiliki persepsi positif, 13 guru (16,3%) memiliki persepsi cukup positif, dan 1 guru (1,2%) memiliki persepsi negatif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Usia Guru

Tabel 5.10 Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Usia Guru

  Kriteria Usia

  Sangat Cukup Sangat Jumlah (tahun) Positif Negatif

  Positif Positif Negatif Jml 2 9 - - 1 12

  < 25

  • % 16,7% 75,0% 8,3% 100% Jml 12 18 7 3 - 40

  25-35

  • % 30,0% 45,0% 17,5% 7,5% 100% Jml 24 64 13 5 1 107

  36-45 % 22,5% 59,8% 12,1% 4,7% 0,9% 100%

  Jml 24 50 22 3 - 99 46-55

  • % 24,3% 50,5% 22,2% 3,0% 100% Jml 8 23 7 - - 38

  > 55

  • % 21,1% 60,5% 18,4% 100% Jml 70 164 49 11 2 296

  Total % 23,6% 55,4% 16,6% 3,7% 0,7% 100%

Tabel 5.10 menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru dapat

  diuraikan sebagai berikut: 1) usia kurang dari 25 tahun sebanyak 2 guru (16,7%) memiliki persepsi sangat positif, 9 guru (75,0%) memiliki persepsi positif, dan 1 guru (8,3%) memiliki persepsi sangat negatif; 2) usia 25-35 tahun sebanyak 12 guru (30,0%) memiliki persepsi sangat positif, 18 guru (45,0%) memiliki persepsi positif, 7 guru (17,5%) memiliki persepsi cukup positif, dan 3 guru (7,5%) memiliki persepsi negatif; 3) usia 36-45 tahun

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  persepsi cukup positif, 5 guru (4,7%) memiliki persepsi negatif, dan 1 guru (0,9%) memiliki persepsi sangat negatif; 4) usia 46-55 tahun sebanyak 24 guru (24,3%) memiliki persepsi sangat positif, 50 guru (50,5%) memiliki persepsi positif, 22 guru (22,2%) memiliki persepsi cukup positif, dan 3 guru (3,0%) memiliki persepsi negatif; 5) usia lebih dari 55 tahun sebanyak 8 guru (21,1%) memiliki persepsi sangat positif, 23 guru (60,5%) memiliki persepsi positif, dan 7 guru (18,4%) memiliki persepsi cukup positif.

B. Analisis Data

1. Pengujian Prasyarat Analisis

a. Pengujian Normalitas

  Pengujian normalitas dimaksudkan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi variable tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru. Berikut ini disajikan pengujian normalitas berdasarkan uji satu sampel dari Kolmogorov Smirnov (lampiran 4 halaman 152):

Tabel 5.11 Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas Variabel Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan < D2 D2 D3 D4/S1 S2

  N 22

  11 44 211

  8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Most Extreme Differences Absolute 0,233 0,173 0,105 0,089 0,173 Positive 0,176 0,152 0,105 0,089 0,173 Negative -0,233 -0,173 -0,087 -0,059 -0,110

  Kolmogorov-Smirnov Z 1,092 0,573 0,699 1,299 0,489 Asymp. Sig. (2-tailed) 0,184 0,898 0,712 0,068 0,971

  Dari tabel 5.11 dapat diketahui bahwa nilai asymptotic significance

  (Asypm. Sig) untuk distribusi data persepsi guru terhadap program

  sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan di bawah D2 adalah 0,184; tingkat pendidikan D2 adalah 0,898; tingkat pendidikan D3 adalah 0,712; tingkat pendidikan D4/S1 adalah 0,068; dan tingkat pendidikan S2 adalah 0,971. Nilai probabilitas signifikansi (Asymp. Sig) pada masing-masing tingkat pendidikan tersebut lebih besar dari alpha (

  α) = 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa distribusi data persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan adalah normal.

Tabel 5.12 Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas Variabel Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Golongan Jabatan tdk pnya goljab

  II/d III/a III/b III/c III/d Iv/a N 68 25 6 26 59 110 2 Normal Parameters (a,b)

  Mean 98,76 97,20 102,00 96,81 98,34 98,22 102,50 Std. Deviation 10,470 12,878 8,343 12,283 8,847 9,831 6,364

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tabel 5.12 dapat diketahui bahwa nilai asymptotic significance

  

(Asymp. Sig) untuk distribusi data persepsi guru terhadap program

  sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari guru yang tidak memberi informasi golongan jabatan adalah 0,137; guru yang mempunyai golongan jabatan II/d adalah 0,894; guru yang mempunyai golongan jabatan III/a adalah 0,946; guru yang mempunyai golongan jabatan III/b adalah 0,727; guru yang mempunyai golongan jabatan III/c adalah 0,359; guru yang mempunyai golongan jabatan III/d adalah 0,902; dan guru yang mempunyai golongan jabatan IV/a adalah 0,999. Nilai probabilitas signifikansi (Asymp. Sig) pada masing-masing golongan jabatan tersebut lebih besar dari alpha (

  α) = 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa distribusi data persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan adalah normal.

Tabel 5.13 Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas Variabel Persepsi

  

Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan

Ditinjau dari Masa Kerja

&lt; 2 2-4 5-7 8-10 11-13 14-16 17-19 20-22 23-25 &gt;

  25 N 18 34 16 9 31 14 20 27 47 80 Normal Mean Parameters 100,72 97,94 101,13 101,89 98,23 100,86 97,60 94,89 96,32 98,88 (a,b) Std.

  11,846 13,360 9,952 10,386 10,207 9,844 9,017 10,718 9,286 8,925 Deviation Most Absolute

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tabel 5.13 dapat diketahui bahwa nilai asymptotic significance

  (Asymp. Sig) untuk distribusi data persepsi guru terhadap program

  sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja kurang dari 2 tahun adalah 0,554; masa kerja 2-4 tahun adalah 0,688; masa kerja 5-7 tahun adalah 0,950; masa kerja 8-10 tahun adalah 0,684; masa kerja 11-13 tahun adalah 0,900; masa kerja 14-16 tahun adalah 0,633; masa kerja 17-19 tahun adalah 0,723; masa kerja 20- 22 tahun adalah 1,000; masa kerja 23-25 tahun adalah 0,647; dan masa kerja lebih dari 25 tahun adalah 0,550. Nilai probabilitas signifikansi (Asymp. Sig) pada masing-masing masa kerja tersebut lebih besar dari alpha (

  α) = 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa distribusi data persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja adalah normal.

Tabel 5.14 Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas Variabel Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Usia Guru < 25 25-35 36-45 46-55 >

  55 N 12 40 107 99 38 Normal Mean 94,25 99,15 98,72 97,56 99,16 Parameters(a,b) Std.

  9,753 12,247 10,533 9,540 8,821 Deviation Most Extreme Absolute 0,325 0,090 0,116 0,080 0,105 Differences Positive 0,219 0,090 0,116 0,080 0,105

  Negative -0,325 -0,061 -0,088 -0,054 -0,074 Kolmogorov-Smirnov Z 1,127 0,569 1,200 0,793 0,646 Asymp. Sig. (2-tailed) 0,157 0,903 0,112 0,556 0,798

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tabel 5.14 dapat diketahui bahwa nilai asymptotic significance

  (Asymp. Sig) untuk distribusi data persepsi guru terhadap program

  sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru kurang dari 25 tahun adalah 0,157; usia guru 25-35 tahun adalah 0,903; usia guru 36-45 tahun adalah 0,112; usia guru 46-55 tahun adalah 0,556; dan usia guru lebih dari 55 tahun adalah 0,798. Nilai probabilitas signifikansi (Asymp. Sig) pada masing-masing usia guru tersebut lebih besar dari alpha (

  α) = 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa distribusi data persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru adalah normal.

b. Pengujian Homogenitas

  Pengujian ini digunakan untuk menguji kesamaan varians populasi yang berdistribusi normal. Pengujian didasarkan pada uji Levene . Tabel hasil pengujian homogenitas adalah sebagai

  Statistic

  berikut:

Tabel 5.15 Tabel Hasil Pengujian Homogenitas

  Levene Variabel df1 df2 Sig. Statistic

  Persepsi Guru Terhadap Program Sertifikasi Guru Dalam

  1,686 4 291 0,153 Jabatan Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan Persepsi Guru Terhadap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Persepsi Guru Terhadap Program Sertifikasi Guru Dalam

  0,976 9 286 0,460 Jabatan Ditinjau Dari Masa Kerja Persepsi Guru Terhadap Program Sertifikasi Guru Dalam 1,274 4 291 0,280 Jabatan Ditinjau Dari Usia Guru

  Dari tabel 5.15 diperoleh nilai levene statistic untuk persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan sebesar 1,686 dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,153. Oleh karena nilai probabilitas &gt; α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang digunakan memiliki varians yang sama. Nilai levene statistic untuk persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan sebesar 1,482 dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,197. Oleh karena nilai probabilitas &gt;

  α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang digunakan memiliki varians yang sama. Nilai levene statistic untuk persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja sebesar 0,976 dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,460. Oleh karena nilai probabilitas &gt;

  α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang digunakan memiliki varians yang sama. Nilai levene statistic untuk persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru sebesar 1,274

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Uji hipotesis dilakukan degan One Way Anova SPSS 15.00 for

  Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tabel 5.16, nilai F hitung

  30450.794 291 104.642 Total

30779.446 295

  Between Groups 328.652 4 82.163 .785 .536 Within Groups

  Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Tabel 5.16 Hasil Uji Beda Data Berdasarkan Tingkat Pendidikan

  2) Pengujian Hipotesis 1

  nilai probabilitas &gt; α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang digunakan memiliki varians yang sama.

2. Pengujian Hipotesis

  Ha

  sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan.

  1 : Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program

  H

  Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan 1) Perumusan Hipotesis 1

  sebagai berikut: a.

  Windows Evaluation Version. Hasil pengujian yang dilakukan adalah

  1 : Ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0,05 dengan df Between Groups = 4, dan df Within Groups = 291 adalah 2,40. Oleh karena nilai probabilitas signifikansi &gt; α

  = 0,05 dan F (0,785) &lt; F (2,40) maka H diterima. Hal

  hitung tabel

  ini berarti persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan adalah identik atau tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

  b.

  Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Golongan Jabatan 1) Perumusan Hipotesis 2

  H

  2 : Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program

  sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan.

  Ha

  2 : Ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan.

  2) Pengujian Hipotesis 2

Tabel 5.17 Hasil Uji Beda Data Berdasarkan Golongan Jabatan

  Sum of Mean Squares df Square F Sig. Between Groups 198.513

  5 39.703 .380 .862 Within Groups 23214.522 222 104.570 Total 23413.035 227

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tabel 5.17, nilai F hitung sebesar 0,380 dengan nilai probabilitas signifikansi 0,862 (lampiran 4 halaman 155). Nilai F pada taraf signifikansi

  tabel

  0,05 dengan df Between Groups = 5, dan df Within Groups = 222 adalah 2,25. Oleh karena nilai probabilitas signifikansi &gt; α

  = 0,05 dan F hitung (0,380) &lt; F tabel (2,25) maka H diterima. Hal ini berarti persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan adalah identik atau tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

  c.

  Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Masa Kerja 1) Perumusan Hipotesis 3

  H

  3 : Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja.

  Ha

  3 : Ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja.

  2) Pengujian Hipotesis 3

Tabel 5.18 Hasil Uji Beda Data Berdasarkan Masa Kerja

  Sum of Mean Squares df Square F Sig. Between Groups 979.751

  9 108.861 1.045 .404 Within Groups 29799.695 286 104.195

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tabel 5.18, nilai F hitung sebesar 1,045 dengan nilai probabilitas signifikansi 0,404 (lampiran 4 halaman 155). Nilai F pada taraf signifikansi

  tabel

  0,05 dengan df Between Groups = 9, dan df Within Groups = 286 adalah 1,91. Oleh karena nilai probabilitas signifikansi &gt; α

  = 0,05 dan F hitung (1,045) &lt; F tabel (1,91) maka H diterima. Hal ini berarti persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja adalah identik atau tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

  d.

  Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Usia Guru 1) Perumusan Hipotesis 4

  H

  4 : Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru.

  Ha

  4 : Ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru.

  2) Pengujian Hipotesis 4

Tabel 5.19 Hasil Uji Beda Data Berdasarkan Usia Guru

  Sum of Mean Squares df Square F Sig. Between Groups 327.010

  4 81.753 .781 .538 Within Groups 30452.436 291 104.648

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tabel 5.19, nilai F hitung sebesar 0,781 dengan nilai probabilitas signifikansi 0,538 (lampiran 4 halaman 156). Nilai F

  tabel

  pada taraf signifikansi 0,05 dengan df Between Groups = 4, dan df Within Groups = 291 adalah 2,40. Oleh karena nilai probabilitas signifikansi &gt;

  α = 0,05 dan F hitung (0,781) &lt; F tabel (2,40) maka H diterima. Hal ini berarti persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru adalah identik atau tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

  1. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan

  Menurut hasil pengujian hipotesis pertama diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan. Artinya bahwa guru dengan tingkat pendidikan yang berbeda (tingkat pendidikan di bawah D2, D2, D3, D4/S1, dan S2) memiliki persepsi yang identik terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Kesimpulan tersebut didasarkan pada perhitungan Anova yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,536 lebih besar dari

  α = 0,05 dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan deskripsi data tingkat pendidikan guru diketahui bahwa responden yang memiliki tingkat pendidikan di bawah D2 sebanyak 22 guru, tingkat pendidikan D2 sebanyak 11 guru, tingkat pendidikan D3 sebanyak 44 guru, tingkat pendidikan D4/S1 sebanyak 211 guru, dan tingkat pendidikan S2 sebanyak 8 guru. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini memiliki tingkat pendidikan D4/S1. Sedangkan berdasarkan deskripsi data tentang persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan diperoleh hasil bahwa responden yang memiliki persepsi sangat positif sebanyak 70 orang, positif sebanyak 164 orang, cukup positif sebanyak 49 orang, negatif sebanyak 11 orang, dan sangat negatif sebanyak 2 orang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan.

  Hasil deskripsi data tingkat pendidikan guru menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan D4/S1, yang berarti bahwa mereka berhak untuk mengikuti program sertifikasi guru dalam jabatan karena telah memenuhi kriteria utama calon peserta sertifikasi guru dalam jabatan. Seorang guru dengan latar pendidikan formal D4/S1 karenanya diduga kuat akan memiliki persepsi lebih positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan jika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berpendidikan formal D3, D2, maupun di bawah D2 harus menempuh pendidikan lebih lanjut untuk memperoleh gelar akademik jenjang D4/S1 apabila menginginkan dapat mengikuti program sertifikasi guru. Guru yang berlatar belakang pendidikan D3, D2, maupun di bawah D2 akan memiliki persepsi yang kurang positif karena mereka belum dapat memenuhi kriteria yang disyaratkan dalam program sertifikasi guru dalam jabatan.

  Namun pada kenyataannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesamaan persepsi guru, yaitu persepsi positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Menurut penulis, adanya kesamaan persepsi guru yang positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan disebabkan karena guru dengan pendidikan formal D4/S1 ke atas dapat memenuhi kualifikasi umum untuk mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan. Hal ini sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan Pasal 1 ayat 2 yang menyatakan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diikuti oleh guru dalam jabatan yang telah memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). Jadi sudah sewajarnya jika guru dengan pendidikan formal D4/S1 ke atas memiliki persepsi yang positif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  melakukan sosialisasi tentang sertifikasi guru dalam jabatan sehingga guru memahami tujuan dan manfaat sesungguhnya dari program sertifikasi guru dalam jabatan yang pada intinya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, profesionalitas guru, sekaligus kesejahteraan guru. Atas dasar inilah guru dengan pendidikan formal di bawah D4/S1 juga berpersepsi positif meskipun kualifikasi akademiknya belum dapat memenuhi ketentuan sebagaimana diamanatkan undang-undang. Guru yang berpendidikan masih di bawah D4/S1 menyadari bahwa peningkatan mutu pendidikan menuntut kualifikasi tenaga pendidik yang lebih tinggi. Dengan demikian, jika guru yang diprioritaskan untuk mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan adalah guru yang sudah D4/S1, mereka dapat menerima ketentuan tersebut.

  2. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Golongan Jabatan

  Menurut hasil pengujian hipotesis kedua diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan. Artinya bahwa guru dengan golongan jabatan yang berbeda memiliki persepsi yang identik terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Kesimpulan tersebut didasarkan pada perhitungan Anova yang menunjukkan bahwa nilai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan deskripsi data golongan jabatan guru diketahui bahwa responden yang tidak memberi informasi golongan jabatan sebanyak 68 guru, golongan II/d sebanyak 2 guru, golongan III/a sebanyak 110 guru, golongan III/b sebanyak 59 guru, golongan III/c sebanyak 26 guru, golongan III/d sebanyak 6 guru, dan golongan IV/a sebanyak 25 guru. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini bergolongan jabatan III/a. Sedangkan berdasarkan deskripsi data tentang persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan diperoleh hasil bahwa responden yang memiliki persepsi sangat positif sebanyak 70 orang, positif sebanyak 164 orang, cukup positif sebanyak 49 orang, negatif sebanyak 11 orang, dan sangat negatif sebanyak 2 orang.

  Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan.

  Guru yang masih memiliki golongan jabatan lebih rendah diduga akan memiliki persepsi yang lebih positif karena jika menerima tunjangan profesi tingkat kepuasan yang dimiliki lebih tinggi dibandingkan guru dengan golongan jabatan lebih tinggi. Sedangkan bagi guru yang memiliki golongan jabatan lebih tinggi, hal ini dianggap sudah biasa karena kesejahteraan mereka sudah terjamin sebelum mereka mengikuti program sertifikasi guru dalam jabatan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut Walgito (1994:53), sekalipun stimulus yang diterima sama tetapi karena kerangka acuan dan kemampuan berpikirnya tidak sama ada kemungkinan hasil persepsi antar individu satu dengan yang lain tidak sama. Selain itu, Rohmat Mulyana, tim sosialisasi program sertifikasi Departemen Agama Pusat menuturkan bahwa pengadaan dokumen bagi mayoritas guru swasta akan dihadapkan pada kendala kelangkaan bukti fisik yang mendukung track record keprofesiannya. Sebaliknya, guru negeri tampaknya akan bernasib lebih baik karena lembaga pendidikan negeri pada umumnya telah mengembangkan sistem pengelolaan administrasi yang lebih baik (http://www.pikiran- rakyat.com/cetak/2007/082007/30/0901.htm). Tentu saja hal ini akan ikut mempengaruhi persepsi guru terhadap program sertifikasi guru.

  Namun pada kenyataannya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada kesamaan persepsi guru, yaitu persepsi positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Menurut penulis, adanya kesamaan persepsi guru yang positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan disebabkan oleh adanya kesamaan pandangan guru terhadap program sertifikasi guru, dimana salah satu tujuan adanya program sertifikasi guru adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Deskripsi data menunjukkan pada guru yang bergolongan jabatan lebih rendah memiliki persepsi yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  rendah akan lebih dapat merasakan perbaikan kesejahteraan jika lulus sertifikasi.

  Profesi keguruan yang sementara ini masih dianggap kurang bergengsi secara berangsur dapat merebut simpati masyarakat.

  Penghargaan masyarakat sebenarnya tidak hanya merujuk pada indikator kesejahteraan, tetapi juga pada pembuktian komitmen guru dalam meningkatkan unjuk kerja demi mutu pendidikan (Mulyana dalam http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/082007/30/ 0901.htm).

  3. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Masa Kerja

  Menurut hasil pengujian hipotesis ketiga diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja. Artinya bahwa guru dengan masa kerja yang berbeda memiliki persepsi yang identik terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Kesimpulan tersebut didasarkan pada perhitungan Anova yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,404 lebih besar dari sebesar

  hitung

  α = 0,05 dan F 1,045 lebih kecil dari F tabel sebesar 1,91.

  Berdasarkan deskripsi data masa kerja guru diketahui bahwa responden yang memiliki masa kerja kurang dari 2 tahun sebanyak 18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11-13 tahun sebanyak 31 guru, masa kerja 14-16 tahun sebanyak 14 guru, masa kerja 17-19 tahun sebanyak 20 guru, masa kerja 20-22 tahun sebanyak 27 guru, masa kerja 23-25 tahun sebanyak 47 guru, dan masa kerja lebih dari 25 tahun sebanyak 80 guru. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini mempunyai masa kerja lebih dari 25 tahun. Sedangkan berdasarkan deskripsi data tentang persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja diperoleh hasil bahwa responden yang memiliki persepsi sangat positif sebanyak 70 orang, positif sebanyak 164 orang, cukup positif sebanyak 49 orang, negatif sebanyak 11 orang, dan sangat negatif sebanyak 2 orang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan.

  Hasil deskripsi data masa kerja guru menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki masa kerja lebih dari 25 tahun, yang berarti bahwa pengabdian mereka dalam dunia pendidikan sudah sangat besar dan tentu saja pengalaman yang mereka miliki sangat banyak. Berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:12) tampak bahwa guru yang mempunyai masa kerja banyak akan lebih diprioritaskan dibandingkan guru yang memiliki masa kerja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Guru yang memiliki masa kerja lebih banyak akan lebih diprioritaskan dan akan menyebabkan timbulnya persepsi yang lebih positif. Sebaliknya, guru dengan masa kerja yang sedikit kurang diprioritaskan dan persepsi yang dimiliki kurang positif.

  Situasi merupakan faktor yang turut berperan dalam penumbuhan persepsi seseorang (Siagian, 1989:100). Guru yang sudah mengabdi sekian lama tentu saja membutuhkan perhatian dan penghargaan atas jerih payah mereka dalam usaha ikut mencerdaskan bangsa. Hal ini juga dapat mempengaruhi persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan.

  Namun pada kenyataannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesamaan persepsi guru, yaitu persepsi positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Menurut penulis, adanya kesamaan persepsi guru yang positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja disebabkan karena guru dengan masa kerja lebih banyak akan lebih diprioritaskan. Hal ini sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:12) yang menyatakan bahwa kriteria penyusunan ranking (setelah memenuhi syarat kualifikasi akademik S1/D-IV) adalah: masa kerja/pengalaman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lebih sedikit juga memiliki persepsi positif. Para guru ini menyadari bahwa tujuan sertifikasi ini adalah untuk peningkatan kualitas pendidikan. Namun, mereka menyadari juga bahwa mendahulukan sesama guru yang memiliki masa kerja lebih banyak merupakan hal etis yang perlu dilakukan. Hal ini sejalan dengan aturan main sertifikasi guru dalam jabatan. Atas dasar perilaku etis inilah para guru dengan masa kerja lebih sedikit mau menerima jika guru dengan masa kerja lebih banyak lebih diprioritaskan untuk mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan. Di samping itu, ketentuan yang diatur dalam Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:12) menyatakan bahwa masa kerja merupakan kriteria penyusunan ranking (setelah memenuhi syarat kualifikasi akademik S1/D-IV).

  4. Persepsi Guru terhadap Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Ditinjau dari Usia Guru

  Menurut hasil pengujian hipotesis keempat diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru. Artinya bahwa guru dengan usia yang berbeda memiliki persepsi yang identik terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Kesimpulan tersebut didasarkan pada perhitungan Anova yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan deskripsi data usia guru diketahui bahwa responden yang memiliki usia kurang dari 25 tahun sebanyak 12 guru, usia 25-35 tahun sebanyak 40 guru, usia 36-45 tahun sebanyak 107 guru, usia 46-55 tahun sebanyak 99 guru, dan usia lebih dari 55 tahun sebanyak 38 guru. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini mempunyai usia 36-45 tahun. Sedangkan berdasarkan deskripsi data tentang persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru diperoleh hasil bahwa responden yang memiliki persepsi sangat positif sebanyak 70 orang, positif sebanyak 164 orang, cukup positif sebanyak 49 orang, negatif sebanyak 11 orang, dan sangat negatif sebanyak 2 orang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan.

  Proses rekruitmen peserta sertifikasi dimulai dengan menyusun daftar guru yang memenuhi persyaratan sertifikasi. Setelah itu, Dinas Kabupaten/Kota melakukan ranking calon peserta kualifikasi. Usia guru merupakan kriteria penentuan ranking kedua setelah masa kerja.

  Dengan adanya mekanisme rekruitmen tersebut, guru yang berusia lebih tua diduga kuat akan memiliki persepsi lebih positif karena mereka lebih diprioritaskan. Sedangkan guru yang berusia lebih muda akan memiliki persepsi kurang positif karena mereka harus sabar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Namun pada kenyataannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesamaan persepsi guru, yaitu persepsi positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Menurut penulis, adanya kesamaan persepsi guru yang positif terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru disebabkan karena guru dengan usia lebih tua akan lebih diprioritaskan. Hal ini sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:12) yang menyatakan bahwa kriteria penyusunan ranking (setelah memenuhi syarat kualifikasi akademik S1/D-IV) adalah: masa kerja/pengalaman mengajar, usia, pangkat/golongan (bagi PNS), beban mengajar, jabatan/tugas tambahan, dan prestasi kerja. Guru dengan usia lebih muda juga memiliki persepsi positif. Para guru ini menyadari bahwa tujuan sertifikasi ini adalah untuk peningkatan kualitas pendidikan. Namun, mereka menyadari juga bahwa mendahulukan sesama guru yang memiliki usia lebih tua merupakan hal etis yang perlu dilakukan. Tradisi yang menjunjung tinggi rasa penghormatan terhadap orang tua adalah tradisi yang harus dipertahankan karena merupakan ciri khas bangsa dan tidak ada yang salah dengan tradisi menghormati orang yang lebih tua (http://hendhania.multiply.com/journal/item/12). Hal ini sejalan dengan aturan main sertifikasi guru dalam jabatan. Atas dasar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sertifikasi guru dalam jabatan. Disamping itu, ketentuan yang diatur dalam Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan (2007:12) menyatakan bahwa usia merupakan kriteria penyusunan ranking (setelah memenuhi syarat kualifikasi akademik S1/D-IV).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis yang telah dibahas pada Bab V maka dapat

  ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan. Hal ini didasarkan pada perhitungan Anova yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,536 lebih besar dari hitung sebesar

  α = 0,05 dan F 0,785 lebih kecil dari F tabel sebesar 2,40.

  2. Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari golongan jabatan. Hal ini didasarkan pada perhitungan Anova yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,862 lebih besar dari sebesar

  hitung

  α = 0,05 dan F 0,380 lebih kecil dari F tabel sebesar 2,25.

  3. Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja. Hal ini didasarkan pada perhitungan Anova yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,404 lebih besar dari sebesar

  hitung

  α = 0,05 dan F 1,045 lebih kecil dari F tabel sebesar 1,91.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari usia guru. Hal ini didasarkan pada perhitungan Anova yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,538 lebih besar dari hitung sebesar 0,781 lebih kecil dari

  α = 0,05 dan F F tabel sebesar 2,40.

  B. Keterbatasan 1.

  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.

  Meskipun peneliti sudah memberikan waktu yang cukup kepada responden untuk mengisi kuesioner (± 2 minggu), tetapi pengisian dan pengembalian kuesioner agak terhambat karena banyaknya kegiatan sekolah maupun guru secara individu.

  2. Penggunaan kuesioner memungkinkan responden menjawab dengan kurang sungguh-sungguh dan jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya.

  C. Saran

  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian dari guru-guru sekolah menengah pertama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Persepsi ini dapat lebih ditingkatkan lagi. Hal-hal konkrit yang dapat dilakukan misalnya:

  1. Pihak sekolah memberikan kesempatan ataupun bantuan dana bagi guru yang belum memperoleh gelar D4/S1 untuk segera mengikuti program penyetaraan.

  2. Guru mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan, serta forum ilmiah; mengikuti lomba-lomba, baik untuk kalangan guru maupun siswa (guru akan diperhitungan dalam perannya sebagai pembimbing); menumbuhkan budaya menulis; dan menanamkan budaya meneliti dengan melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas, dapat berupa lomba Penelitian Tindakan Kelas atau bahkan bila perlu dengan cara mewajibkan para guru untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas minimal setahun sekali.

  3. Dinas Pendidikan mewajibkan mata diklat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga guru-guru mampu mengikuti perkembangan informasi dan iptek.

  4. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan melakukan penelitian misalnya berkaitan dengan profesionalisme guru sebelum dan sesudah diadakannya program sertifikasi guru dalam jabatan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  113

  DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (2000). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

  Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arisandy, Desy. (1984). Hubungan antara Persepsi Karyawan terhadap Disiplin Kerja Karyawan Bagian Produksi Pabrik Keramik Ken Lila Production .

  Tersedia: (http://www.journal-psyche.com). Chaplin, J. P. (2001). Persepsi Guru terhadap Rencana Tes Ulang Kompetensi Keguruan di Kota Banda Aceh &amp; Aceh Besar . Tersedia: http://www. acehinstitute.org/ringkasanpenelitianpersepsiguruthdrencanates.htm. Davidoff, L. (1988). Psikologi Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga. Depdiknas. (2007). Pedoman Penetapan Peserta dan Pelaksanaan Sertifikasi Guru Jakarta: Depdiknas.

  dalam Jabatan.

  Depdiknas. (2007). Pedoman Penyusunan Portofolio Sertifikasi Guru dalam Jabatan.

  Jakarta: Depdiknas. Depdiknas. (2007). Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Jakarta: Depdiknas. Depdiknas. (2007). Tanya Jawab tentang Sertifikasi Guru. Jakarta: Depdiknas. Ghozali, Imam. (2001). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.

  Semarang: Undip. Ghozali, Imam. (2002). Statistik Non-Parametrik. Semarang: Undip. Hair, Joseph F Jr et al. (1998). Multivariate Data Analysis Fifth Edition. Jakarta: Bumi Aksara.

  Hasan, Iqbal. (2004). Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  114 Hidayat, Komarudin. Macam-macam Umur. Tersedia: (http://nursyifa.hypermart. net/kisah%20kisah/untukapa_manusia_diberiumur.htm). http://hendhania.multiply.com/journal/item/12 http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/082007/300901.htm http://id.Wikipedia.org/wiki/ Persepsi http://id.Wikipedia.org/wiki/Umur Mulyono, A. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Peraturan Menteri No. 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 98 Tahun 2000 Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. Sahertian, Piet. (1994). Profil Pendidik Profesional. Yogyakarta: Andi Offset. Salim, Peter dan Yenny Salim. (1991). Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer.

  Jakarta: Modern English Press. Samana, A. (1994). Profesionalisme Keguruan. Yogyakarta: Kanisius. Siagian, Sondang P. (1984). Pengembangan Sumber Daya Insani. Jakarta: Gunung Agung.

  Siagian, Sondang P. (1989). Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: Bina Aksara. Sugiyono. (1999). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. Sutaat. (1994). Persepsi Legislatif tentang Pembangunan Kesejahteraan Sosial di

  Daerah. Tersedia: http://www.depsos.go.id/Balatbang/ Puslitbang% 20 UKS/

  2005/Sutaat.htm Thoha, M. (1983). Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persana. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  115 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Walgito, Bimo. (1994). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis kompetensi guru ditinjau dari golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru survei: guru-guru Sekolah Menengah Atas negeri dan swasta di wilayah Kabupaten Sleman.
0
6
236
Perbedaan tingkat pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, dan status sekolah : survei guru ekonomi SMA/MA di Kabupaten Sleman.
0
9
147
Persepsi guru terhadap uji sertifikasi ditinjau dari tingkat pendidikan, status guru dan golongan ruang : studi kasus pada guru SMP di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
0
0
133
Persepsi guru terhadap komponen penilaian portofolio sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari sudah atau belum sertifikasi, tingkat pendidikan, golongan jabatan dan masa kerja : studi kasus guru-guru SMA di Kecamatan Klaten Utara Kabupaten Klaten.
0
1
137
Persepsi guru terhadap uji sertifikasi ditinjau dari tingkat pendidikan, status guru dan golongan ruang.
0
0
141
Persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru : survei guru-guru Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta Kabupaten Sleman.
0
0
193
Persepsi guru terhadap sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari status kepegawaian guru dan jenjang sekolah : survei guru SD, SMP, dan SMA negeri dan swasta di Kecamatan Wates.
0
0
172
Persepsi guru terhadap sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, golongan jabatan dan status kepegawaian.
0
4
151
Persepsi guru terhadap sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan guru, golongan jabatan guru dan masa kerja guru.
0
2
115
Persepsi guru terhadap program sertifikasi bagi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan, masa kerja, beban mengajar, dan status guru ; studi kasus guru-guru SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Sleman.
0
0
203
Persepsi guru terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau dari masa kerja, jenjang pendidikan, status guru dan golongan jabatan guru.
0
4
181
Persepsi guru terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau dari masa kerja, jenjang pendidikan, status guru dan golongan jabatan guru - USD Repository
0
0
179
Persepsi guru terhadap undang-undang RI No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen ditinjau dari tingkat pendidikan, status guru, golongan jabatan dan kultur sekolah - USD Repository
0
0
207
Persepsi guru terhadap sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, golongan jabatan dan status kepegawaian - USD Repository
0
2
149
Persepsi guru terhadap sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari status kepegawaian guru dan jenjang sekolah : survei guru SD, SMP, dan SMA negeri dan swasta di Kecamatan Wates - USD Repository
0
0
170
Show more