Majas perbandingan dalam kumpulan cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet! Karya Djenar Maesa Ayu - USD Repository

Gratis

0
0
106
3 days ago
Preview
Full text

MAJAS PERBANDINGAN DALAM KUMPULAN CERPENMEREKA BILANG, SAYA MONYET! KARYA DJENAR MAESA AYU

  Pranowo Oleh: Paulina Sukmana Puti NIM: 09 1224 056 Telah dipertahankan di depan panitia penguji pada tanggal 14 Agustus 2013dan telah dinyatakan memenuhi syarat Susunan Panitia PengujiNama Lengkap Ketua : Dr. Pranowo Anggota : Dr.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Ia adalah inspirasi untuk mencapai puncak, yang menghibur saat kitagoyah.(Brad Henry) LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:Nama : Paulina Sukmana PutiNIM : 09 1224 056 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada PerpustakaanUniversitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:MAJAS PERBANDINGAN DALAM KUMPULAN CERPEN MEREKA BILANG, SAYA MONYET! Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas SanataDharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau medialain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagaipenulis.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Jumlah masing-masing keempat macam gaya bahasa tersebut terdapat empat gaya bahasa metafora, 11 gaya bahasa perumpamaan, 20 gayabahasa personifikasi, dan satu gaya bahasa alegori. Penggunaan gaya bahasa perumpamaan merupakan upaya pengarang untuk memberikan kesan yang kuat antara dua hal yang dibandingkan agarpembaca dapat menangkap apa yang ingin digambarkan oleh pengarangnya.

KATA PENGANTAR

  Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang selama ini memberikan bantuan, bimbingan, nasihat,motivasi, doa, dan kerja sama yang tidak ternilai harganya dari awal sampai akhir penulisan skripsi ini. Semua pihak yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari kehidupan

  Cerita pendek dan atau kumpulan cerita pendek menjadi sarana yang dipakai oleh pengarang untuk menyampaikan fungsi dari karya sastra dalammenyajikan keindahan, memberikan makna terhadap kehidupan (kematian, kesengsaraan, maupun kegembiraan), atau memberikan pelepasan ke duniaimajinasi dengan menggunakan bahasa tulisan sebagai mediumnya. Secara teoretis, gaya bahasa atau disebut juga dengan majas merupakan pemanfaatan dari kekayaan bahasa, terutama bahasa yang dipakai pada umumnya merupakan ciri khas dari sekelompok sastrawan saat menuliskan ide atau gagasan serta perasaannya, baik secara lisan maupun tulisan.

D. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut

  Cerpen adalah cerita rekaan atau cerita yang berbentuk prosa yang di dalamnya terdapat gejolak jiwa penulis yang dituangkan dalam karyanya. Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain.

BAB II LANDASAN TEORI A. Penelitian Terdahulu Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga referensi penelitian. Penelitian pertama dilakukan oleh Suryadi pada tahun 2005 dengan judul Struktur dan Gaya Bahasa dalam Wacana Personality Feature pada harian Kompas terbitan 2003. Dalam penelitian ini ditemukan 20 gaya bahasa yang

  dikelompokkan menjadi empat yaitu (1) gaya bahasa perbandingan yang meliputi perumpamaan atau simile, personifikasi, antithesis, periphrasis, dan koreksio, (2)gaya bahasa pertentangan meliputi hiperbola, litotes, klimaks, dan anti klimaks,(3) gaya bahasa pertautan meliputi sinekdoke, alusio, eufemisme, antonomasio, ellipsis, dan asindenton, (4) gaya bahasa perulangan yang meliputi epizuksis,tautotes, anaphora, epistrofa, epistroto, dan anadilopsis. Perbedaannya, penelitian yang terdahulu membahas gaya bahasa pada iklan baik di surat kabar maupun di televisi, sedangkan penelitian ini membahastentang gaya bahasa yang terdapat dalam majas perbandingan pada kumpulan cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet!

B. Kajian Pustaka

1. Definisi Cerpen

  Sedwick (dalam Tarigan, 1984:176) menyatakan bahwa cerita pendek adalah cerita yang menyajikan suatu keadaan tersendiri atau suatu kelompokkeadaan yang memberikan kesan yang tunggal pada jiwa pembaca. Merujuk beberapa definisi di atas, peneliti mendefinisikan cerpen adalah cerita rekaan atau cerita yang berbentuk prosa yang di dalamnyaterdapat gejolak jiwa penulis yang dituangkan dalam karyanya.

2. Definisi Gaya Bahasa atau Majas

  Sejalan dengan pengertian tersebut Scharbach(dalam Aminuddin 2009:72) menyebut gaya sebagai hiasan, sebagai sesuatu yang suci, sebagai sesuatu yang indah dan lemah gemulai serta sebagai dalam kreasi cipta sastra, dengan demikian akan menunjukkan adanya perbedaan meskipun dua pengarang itu berangkat dari satu ide yang sama. Tarigan (1985: 8-203) dalam bukunya yang berjudul Pengajaran GayaBahasa menyatakan gaya bahasa yaitu bahasa yang indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan sertamemperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda lain yang lebih umum.

3. Jenis-jenis Gaya Bahasa

  Penelitian gaya bahasa terutama dalam karya sastra yang diteliti adalah wujud(bagaimana bentuk) gaya bahasa itu dan efek apa yang ditimbulkan oleh penggunaannya atau apa fungsi penggunaan gaya bahasa tersebut dalam karyasastra. Misalnya:a) Majulah ke depan (ke depan sudah berarti maju) b) Mundur segera ke belakang (mundur sudah berarti ke belakang) c) Capek mulut saya berbicara (yang digunakan untuk berbicara memang mulut, bukan yang lain) 2) Repetisi, yaitu penegasan dengan jalan mengulang kata yang dipakai dalam pidato atau karangan prosa.

a) Tidak ada kata lain selain berjuang, berjuang dan terus berjuang

  (padahal hadiahnya mahal-mahal ) b) Apa yang kami berikan ini memang tak berarti buatmu.(padahal pemberiannya sangat berharga) 4) Metonimia, yaitu melukiskan arti yang mengkhusus karena telah merupakan istilah yang tertentu dan telah bergeser dari arti yangsemula. (Yang meraih medali perunggu sesungguhnya hanya semua regu Uber Cup)14) Ferifrasi, gaya bahasa perbandingan dengan jalan mengganti sebuah kata dengan gabungan (frase) yang sama arti dengankata yang diganti tersebut.

b) Bagus benar tulisanmu, seperti cakar ayam

  3) Anastrof atau inverse adalah semacam gaya retoris yang diperoleh dengan pembalikan susunan kata yang biasa dalamkalimat.4) Apofasis atau preterisio adalah gaya bahasa yang mana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi sepertimenyangkalnya.5) Apostrof adalah semacam gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidakhadir. menghubungkan sebuah kata dengan dua kata lain yang sebenarnya hanya salah satunya yang berhubungan dengankata pertama.18) Koreksio atau epanortosis adalah suatu gaya yang berwujud, mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudianmemperbaikinya.19) Hiperbola adalah semacam gaya bahasa yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan dengan membesar-besarkansesuatu.20) Paradoks adalah gaya bahasa pertentanggan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada.

a) Setiap kepala dikenakan sumbangan sebesar Rp 1.000,-

  Misalnya: Ia berbaring di atas sebuah bantal yang gelisah ( yang gelisah adalah manusianya, bukan bantalnya) 12) IroniIroni adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan menggunakan hal lain yang berlawanan dengan tujuan agarorang yang dituju tersindir secara halus. Simile adalah sejenis majas yang membandingkan antara dua hal yang pada dasarnya berlainan atau sengaja dianggap sama antara satudengan lainnya yang dinyatakan dengan kata-kata depan dan penghubung seperti : layaknya, bagaikan, dan lain-lain.

b) Perang Dunia II berakhir pada tahun 1498

  LitotesMajas yang mengungkapkan keadaan yang berlawanan artinya dengan keadaan yang sebenarnya tujuannya untuk merendahkan diri. IroniMajas yang mengungkapkan keadaan yang berlawanan artinya dengan keadaan yang sebenarnya tujuannya untuk menyindir secara halus.

2) Kaya miskin seseorang tidak mempengaruhi sifatnya

  Anti KlimaksMajas yang mengungkapkan keadaan/pernyataan dari yang tinggi ke yang rendah. Dari ulasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa majas perbandingan terdiri atas empat jenis yaitu: gaya bahasa perumpamaan/ simile, gaya bahasapersonifikasi, gaya bahasa metafora, dan gaya bahasa alegori.

4. Interpretasi

  Oleh karena itu peneliti harus d) Terjemahan atau tafsiranSumber yang digunakan adalah sumber yang belum diterjemahkan karena jika sumber yang digunakan telahditerjemahkan akan dikhawatirkan hasilnya kurang akurat. Interpretasi psikologisInterpretasi psikologis adalah interpretasi yang berusaha untuk membaca dengan tinjauan (kaca mata) pembuat dokumen yang menyangkut duaaspek yaitu general dan individual.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau sering juga disebut

  Sumber Data dan Data Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen yang terdapat dalam buku Mereka Bilang, Saya Monyet! Datapenelitian ini adalah kalimat-kalimat yang mengandung gaya bahasa dalam kumpulan cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet!

D. Teknik analisis data

  Dengan teknik tersebut, peneliti melakukan analisis data melalui tahapan- tahapan sebagai berikut: (1) peneliti menginventarisasi data yang sudah berhasildikumpulkan, (2) peneliti mengklasifikasikan data berdasarkan kriteria tertentu,(3) peneliti mengidentifikasi data berdasarkan ciri khas yang ditemukan dari data yang sudah terkumpul, dan (4) peneliti menginterpretasi atau memaknai hasilanalisis data, dan (5) peneliti mendeskripsikan hasil analisis data tersebut. Tabel 1Pengkodean Jenis Gaya Bahasa dalam Majas Perbandingan Klasifikasi Kode Jenis Gaya Bahasa dalam Majas Perbandingan 1.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini, akan dibahas tentang: deskripsi data, hasil analisis data yang meliputi analisis gaya bahasa dan analisis makna, dan pembahasan. A. Deskripsi Data

  “Di atas tempat duduk bar yang tinggi ia harus berusaha P.16 duduk dengan sikap yang benar atau belahan tinggi padapahanya akan memancing kerlingan mata-mata nakal” (hal63) 25. “Dari sinar kemerahan itu, burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidakmau tertelan air laut yang siap luluh bagai pohon tumbang”(hal 107) S.933.

B. Hasil Analisis Data

  Majas perbandingan terdiri atas gaya bahasa perumpamaan, gaya bahasa metafora, gaya bahasa personifikasi, dan gaya bahasa alegori. Mengingat jumlah kalimat yang sudah ditemukan cukup besar, maka dalam sajian ini masing-masing gaya bahasa hanya akanditampilkan sebanyak tiga sampai empat kalimat sebagai contoh, namun untuk gaya bahasa alegori hanya ada satu karena hanya ditemukan satu gaya bahasa saja.

1. Gaya Bahasa Metafora

  “Di depan umum ia hanyalah wanita berkepala anjing dan berbuntut babi yang kerap menyembunyikan buntutnya di kedua belah paha singanya” (hal 8) M.2 Gaya bahasa metafora pada kalimat (a) mempunyai dua gagasan, yang pertama “manusia” sesuatu yang dipikirkan yang menjadi objek sedangkan yangsatunya “berkaki empat. Di dalamnya terlihat duagagasan: yang satu adalah suatu kenyataan, sesuatu yang dipikirkan, yang menjadi objek dan yang satu lagi merupakan pembanding terhadap kenyataan tadi.

2. Gaya Bahasa Perumpamaan

  “Semua berdesing-desing bagai letusan senapan di sekelilingnya ketika ia melihat sesosok laki-laki berdiri menatapnya” (hal 64) S.4 Analisis gaya bahasa perumpamaan pada kalimat (a) yakni pengarang menggunakan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan menggunakan katapembanding seperti, bagai, ibarat untuk menegaskan bahwa kalimat tersebut menggunakan gaya bahasa perumpamaan. Emas dapat menunjukkan suatu benda yang berharga yang dapat dimanfaatkan untuk orang-orang berusaha menghindarinya agar tidak sakit walaupun di sisi lain hujan juga sangat berharga karena manusia membutuhkannya untuk berbagai keperluan.

3. Gaya Bahasa Personifikasi

  Gaya bahasa personifikasi adalah gaya bahasa yang membandingkan benda-benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia ataudenagn pengertian lain, majas personifikasi adalah jenis majas yang melekatkan sifat insan kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Hal ini sejalan dengan pengertian gaya bahasa personifikasi dimana gaya bahasapersonifikasi adalah jenis gaya bahasa yang melekatkan sifat insan kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak.

4. Gaya Bahasa Alegori

  diperluas dan berkesinambungan, tempat atau wadah obyek atau gagasan yang diperlambangkan. Angin hanya mengombang-ambingkan perahu dan menggulung ombak hingga mereka tertelan ke dalam samudera tanpa dasar (hal.

62) A

  Analisis gaya bahasa alegori pada pada kalimat di atas dapat dilihat dari cara pengarang menyatakan perbandingan antara hal yang satu dengan hal yanglain secara implisit dan saling berkesinambungan. Kalimat di atas bermakna bahwa tokoh utama dalam cerpen tersebut tidak dapat hidup bersama dengan Glen, pria beristri yang dicintainya.

C. Pembahasan

  Pengarang menggunakan gaya bahasa personifikasi agar ceritanya lebih hidup dan berwarna sehingga pembaca lebih tertarik membaca personifikasi adalah jenis majas yang melekatkan sifat insan kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak atau dapat pula diartikansebagai penggambaran benda-benda yang tak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia. banyak ditemukan kalimat yang menggunakan gaya bahasa yang membandingkanantara dua hal yang pada dasarnya berlainan atau sengaja dianggap sama antara satu dengan lainnya yang dinyatakan dengan kata-kata pembanding.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan

  Dalam cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet!, majas perbandingan yang ditemukan meliputi empat jenis, yakni gaya bahasa metafora, gaya bahasaperumpamaan, gaya bahasa personifikasi, dan gaya bahasa alegori. Jumlah masing-masing keempatmacam gaya bahasa tersebut terdapat empat gaya bahasa metafora, 11 gaya bahasa perumpamaan, 20 gaya bahasa personifikasi, dan satu gayabahasa alegori.

B. Saran

  Penelitian ini hanya membahas majas perbandingan dan makna yang disampaikan dari penggunaan gaya bahasa tersebut pada kumpulan cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet! Peneliti berharap apabila ada peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang sejenis, peneliti lain sebaiknya meneliti seluruh majas, tidak hanya terbatas padasatu atau dua majas sehingga akan lebih banyak gaya bahasa yang ditemukan dalam suatu objek penelitian.

1. Cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet! No. Kalimat Kode Analisis Gaya Bahasa Analisis Makna

  Pengarang ingin menunjukkan bahwa sakithati yang dirasakan tokoh saya begitu besar sehinggatidak cukup disebut dengan kata “ngilu”.3 “Atau akal merekakah yang sedangmemerintah hati untuk membohongiperasaannya sendiri?” (hal 6) P.1 Analisis gaya bahasa personifikasi pada kalimat (3)terbukti pada usaha penginsanan terhadap bendamati atau ide yang abstrak yang seolah-olah memilikisifat seperti manusia. Hal ini sejalan dengan pengertian gayabahasa personifikasi dimana gaya bahasa personifikasiadalah jenis gaya bahasa yang melekatkan sifat insan kepadabarang yang tidak bernyawa Makna dari kalimat (3)yaitu walaupun perasaan manusia tahu mana yangbenar dan mana yang salah, tetapi pikiranmendorong perasaan untuk melakukan sesuatu yangbertentangan dengan kebenaran yang diyakinioleh perasaan tersebut.

7. Cerpen Nayla No. Kalimat Kode Analisis Gaya Bahasa Analisis Makna

  26 “Ia menjadi muram seperti cahaya bulanyang bersinar suram” (hal 65) S.5 Gaya bahasa perumpamaan pada kalimat (26), pengarangmenggunakan perbandingan eksplisit yang dinyatakandengan menggunakan kataseperti untuk menandakanbahwa kalimat tersebut merupakan gaya bahasaperumpamaan. 27 “Waktu bagaikan seorang pembunuhyang selalu membuntuti danmengintai dalam kegelapan” (hal 66) S.6 Gaya bahasa perumpamaan pada kutipan cerita pendek diatas yakni pengarang menggunakan perbandinganeksplisit yang dinyatakan dengan menggunakan katabagai untuk menandakanbahwa kalimat tersebut merupakan gaya bahasaperumpamaan.

8. Cerpen Wong Asu No. Kalimat Kode Analisis Gaya Bahasa Analisis Makna

  Makna dari kalimat (30) bahwa malam yang gelapkarena tidak adanya cahaya seolah-olahmenelan jasad anjing hingga orang tidak lagidapat melihat dimana letak jasad anjing itu. Kalimat Kode Analisis Gaya Bahasa Analisis Makna 31 “Cara ibu merunduk rendah ketikamenyuguhkan minuman hingga buahdadanya bagai akan meloncat keluar” (Hal98) S.8 Gaya bahasa perumpamaanpada kalimat (31), pengarang menggunakan perbandinganeksplisit yang dinyatakan dengan menggunakan katabagai untuk menandakanbahwa kalimat tersebut merupakan gaya bahasaperumpamaan.

10. Cerpen Asmoro No. Kalimat Kode Analisis Gaya Bahasa Analisis Makna

  32 “Dari sinar kemerahan itu, burung-burungsenja berkepakan terbang dan sebagianyang tertinggal di belakang mau tidakmau tertelan air laut yang siap luluh bagaipohon tumbang” (hal 107) S.9 Kalimat (32) merupakan gaya bahasa perumpamaan, hal initerlihat dari cara pengarang menggunakan perbandinganeksplisit yang dinyatakan dengan menggunakan katabagai untuk menandakanbahwa kalimat tersebut merupakan gaya bahasaperumpamaan. 35 “Keinginannya meledak-ledak untuksegera berjumpa dan keinginan untuk lebihlama bersama, bagai satu mata koin dengandua sisi yang berbeda” (hal 111) S.10 Kalimat (35) merupakan gaya bahasa perumpamaan, hal initerlihat dari cara pengarang menggunakan perbandinganeksplisit yang dinyatakan dengan menggunakan katabagai untuk menandakanbahwa kalimat tersebut merupakan gaya bahasaperumpamaan.

11. Cerpen Manusya dan Dia

  90kecil yang terlihat dari cara pengarang bersembunyi di sudut bersembunyi di sudut menggunakan perbandingan kegelapan memperlihatkankegelapan” (hal 116). eksplisit yang dinyatakan keadaan takut dan ngeri dengan menggunakan kata ketika melihat keadaanbagai untuk menandakan yang menakutkan.

BIODATA PENULIS

  Setelah lulus dari SMA, penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Sanata DharmaYogyakarta, dan tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia,dan Daerah angkatan 2009. Masa pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta diakhiri penulis dengan menulis skripsi sebagaitugas akhir dengan judul Majas Perbandingan dalam Kumpulan Cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet!

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (106 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

REALITAS BUDAYA PEREMPUAN METROPOLITAN DALAM CERPEN (Analisis Semiotik Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu Dengan Judul Jangan Mainmain(Dengan Kelaminmu), Moral, dan Staccato)
0
7
2
PESAN KEKERASAN RUMAH TANGGA DALAM FILM Studi Analisis Isi pada Film “Mereka Bilang, Saya Monyet”Karya Djenar Maesa Ayu
0
7
2
Kajian id, ego, dan superego dalam diri tokoh Nayla dan tokoh ibu dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu : sebuah kajian psikoanalisis.
6
22
77
Majas perbandingan dalam kumpulan cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet! Karya Djenar Maesa Ayu.
1
27
108
Perilaku Menyimpang Tokoh Utama dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu: Kajian Psikosastra
0
0
6
Perilaku Menyimpang Tokoh Utama dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu: Kajian Psikosastra
0
0
2
Perilaku Menyimpang Tokoh Utama dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu: Kajian Psikosastra
0
1
15
Perilaku Menyimpang Tokoh Utama dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu: Kajian Psikosastra
0
0
5
Perilaku Menyimpang Tokoh Utama dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu: Kajian Psikosastra
0
0
1
Perilaku Menyimpang Tokoh Utama dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu: Kajian Psikosastra
1
1
9
POLITIK TUBUH PEREMPUAN DALAM CERPEN (Analisis Wacana Sara Mills tentang Politik Tubuh Perempuan dalam Cerpen Jangan Main-Main dengan Kelaminmu Karya Djenar Maesa Ayu - UNS Institutional Repository
0
0
141
Penyebab dan tipe kenakalan tokoh nayla dalam novel nayla karya Djenar Maesa Ayu tinjauan psikologi sastra - USD Repository
0
0
85
Feminisme tokoh perempuan dalam kumpulan cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet! Karya Djenar Maesa Ayu - USD Repository
0
0
125
Tuturan yang bermaksud merendahkan perempuan dalam kumpulan cerpen Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu) karya Djenar Maesa Ayu : bentuk dan referen - USD Repository
0
0
97
Disfemisme dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu - Repository UNRAM
0
0
21
Show more