Bentuk dan strategi dukungan sosial terhadap Psychological Well Being pada penderita kanker payudara - USD Repository

Gratis

0
0
268
2 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA PENDERITA KANKER PAYUDARASkripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu SyaratMemperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Oleh : Intan Ayu Anggun Purwitasari NIM : 089114086 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA , HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO“SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTU-NYA” “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” Dan pengharapan tidak mengecewakan.”Roma 5 : 4-5a Segala usaha kerasku ini aku persembahakan kepada TUHAN YESUS sumber segala kehidupan,Papi dan Mami yang senantiasa mendukung dan mendoakan, Kakak dan adik-adikku yang aku sayangi

1 Petrus 5:7 “dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan

Dan pengharapan tidak mengecewakan.”Roma 5 : 4-5a Segala usaha kerasku ini aku persembahakan kepada TUHAN YESUS sumber segala kehidupan,Papi dan Mami yang senantiasa mendukung dan mendoakan, Kakak dan adik-adikku yang aku sayangi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Penelitian ini penting dilakukan karena dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well beingdan tidak semua dukungan yang diberikan dapat diterima sebagai dukungan sosial oleh penerima dukungan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis dukungan sosialyang diterima adalah dukungan sosial emosional, dukungan sosial instrumental, dukungan sosial informatif, dukungan sosial penghargaan, dan dukungan sosialjaringan sosial.

THE SOSCIAL SUPPORT STRATEGIES AND FORMS FOR PSYCHOLOGICAL WELL BEING OF BREAST CANCER PATIENTS

  LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata DharmaNama : Intan Ayu Anggun PurwitasariNomor Mahasiswa : 089114086 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan Kepada PerpustakaanUniversitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : BENTUK DAN STRATEGI DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikanKepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lainuntuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagaipenulis.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus YangMaha Esa yang telah melimpahkan kasih, berkat, rahmat, dan anugrah yang melimpah, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “Bentukdan Strategi Dukungan Sosial Terhadap Psychological Well Being pada PenderitaKanker Payudara ” dengan baik. Ibu S, Ibu K, Ibu D, Ibu I, dan Ibu R, atas kesediaannya menjadi subjek dan atas pengalaman hidup yang sudah dibagikan.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

  Faktor yang Mempengaruhi Psychological Well Being………. Penelitian-penelitian Tentang Dukungan Sosial dan Psychological Well Being ………………………………………………………… 27 BAB III.

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  Subjek Kedua …………………………………………………. Subjek Kelima………………………………………………… 113 D.

BAB V. PENUTUP

  Bagi Pasien Kanker Payudara ………………………………… 148 3. Bagi Keluarga Pasien Kanker Payudara ……………………… 148 4.

DAFTAR PUSTAKA

  Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 1 ………………….. Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 2 …………………..

DAFTAR LAMPIRAN

  Transkrip Verbatim Wawancara dan Analisis Data Subjek 2 (Ibu K)……………………………………………………….. Transkrip Verbatim Wawancara dan Analisis Data Subjek 4 (Ibu I)………………………………………………………...

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Kanker merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti. Hal ini dikarenakan, kanker merupakan salah satu penyakit ganas yang mematikan. Di dunia, 12% seluruh kematian disebabkan oleh kanker. Data World Health Organization (WHO) dan Bank Dunia memperkirakan setiap tahun, 12 juta orang di seluruh dunia menderita kanker dan 7,6 juta orang meninggal dunia. Ironisnya, kasus ini mengalami perkembangan yang cepat pada negara miskin dan berkembang (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2010). Sebanyak dua pertiga dari penderita kanker di dunia tersebut berada di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia (Lubis, 2009). Menurut Prof. Tjandra Yoga, prevalensi penyakit tumor atau kanker di Indonesia sebesar

  Pasien yang mengalami kanker akan menunjukkan stress dan depresi yang ditunjukkan dengan perasaan sedih, putus asa, pesimis, merasa gagal,tidak puas dalam hidup, merasa lebih buruk dari orang lain, penilaian rendah terhadap tubuhnya dan merasa tidak berdaya (Lubis, 2009). Selain itu, penelitian yang ditemukan mengenai dukungan sosial bagi penderita kanker payudara hanya membahas bentuk dukungan sosial secaraumum, dan belum ditemukan penelitian yang meneliti mengenai bentuk dan strategi dukungan sosial secara konkret.

B. RUMUSAN MASALAH

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah“bagaimana strategi pemberian dan bentuk dukungan sosial yang dipersepsi mendukung psychological well being pada penderita kanker payudara ?” C.

TUJUAN PENELITIAN

D. MANFAAT PENELITIAN

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah peneliti ingin melihat gambaran strategi pemberian dan bentuk dukungan sosial yang dipersepsimendukung psychological well being pada penderita kanker payudara.

1. Manfaat Teoretis

2. Manfaat Praktis

  Membantu tenaga medis maupun psikolog kesehatan dalam memilih pendekatan dan bantuan yang akan digunakan dalam menanganipasien kanker payudara, terkait dengan bentuk dukungan sosial dan strategi yang digunakan dalam meningkatkan psychological well being. Menambah pengetahuan bagi keluarga, sehingga keluarga mampu memberikan dukungan yang sesuai dan menambah pengetahuanmengenai strategi yang digunakan dalam meningkatkan psychological well being pada penderita kanker payudara.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. DUKUNGAN SOSIAL

1. Pengertian Dukungan Sosial

  Kenyamanan fisik dan psikologis yang diberikan oleh orang lain merupakan hal yang bermanfaat dan merupakan sesuatu yang sangatefektif ketika seseorang mengalami stress (Frazier, dalam Baron &Byrne, 2005). Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan, bahwa dukungan sosial dapat didefinisikan sebagai bantuan dan informasiverbal ataupun non-verbal yang berasal dari orang lain maupun kelompok lain yang memiliki manfaat emosional atau efek perilakubagi penerima.

2. Jenis Dukungan Sosial

  Dukungan emosionalBerupa perasaan empati, peduli, perhatian, memberikan hal positif, dan dorongan terhadap yang bersangkutan, memberikankenyamanan dan kepastian dengan rasa memiliki dan dicintai pada saat mengalami tekanan. Kelima bentuk dukungan tersebut bermanfaat bagi masyarakat, terutama pemberi dukungan untuk menentukan dukungan seperti apayang akan diberikan yang sesuai dengan yang dibutuhkan penerima dukungan.

3. Faktor Penentu Dukungan Sosial

  Dukungan sosial yang diterima dan dirasakan dapat berbeda antara individu yang satu dengan pemaknaan yang berbeda dalam merasakan penerimaan dukungan tersebut (Salsabila, 2009). Selain itu, tipe dukungan sosial yang diterima dan dibutuhkan juga tergantung dari kondisi tekanan psikologis yang dialami individu.

4. Penelitian-penelitian tentang Dukungan Sosial

  Penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Prasetyadi (2005)pada pasien penderita kanker payudara stadium IIb berusia 48 tahun dan stadium IV berusia 50 tahun menunjukkan bahwa dukungan sosialyang diterima oleh penderita kanker membuat penderita tidak mudah hilang harapan, memiliki keinginan untuk segera sembuh, lebih kuat,dan menjadi lebih rajin beribadah kepada Tuhan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni dan Ekowati(2010) ditemukan 3 bentuk dukungan keluarga yang diberikan kepada penderita kanker payudara, yaitu dukungan instrumental, psikologis,dan finansial.

B. PSYCHOLOGICAL WELL BEING

1. Pengertian Psychological Well Being

  Aktivitas hedonic yang dilakukan dengan mengejarkenikmatan dan menghindari rasa sakit akan menimbulkan well being yang bersifat sementara dan berkembang menjadi sebuah kebiasaan,sehingga lama-kelamaan akan kehilangan esensi sebagai sesuatu yang bermakna. Ryff dan Singer (1998) mengungkapkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan hidup dirasakan lebih besar ketika individu mengalamipengalaman membina hubungan dengan orang lain dan merasa menjadi bagian dalam kelompok tertentu, dapat menerima diri sendiri,dan memiliki makna dan tujuan hidup.

2. Dimensi-dimensi Psychological Well Being

  Dimensi hubungan positif dengan orang lainIndividu yang mampu menjalin hubungan positif dengan orang lain merupakan individu yang memiliki kehangatan,kepuasan, memiliki hubungan yang terpercaya dengan orang lain, peduli dengan kesejahteraan orang lain, empati, memiliki afeksidan intimasi yang kuat, saling memberi dan menerima dalam hubungan antar manusia. Dimensi penguasaan lingkunganSeorang dapat dikatakan memiliki penguasaan lingkungan yang baik apabila mampu untuk memiliki keyakinan dankompetensi dalam mengatur lingkungannya, serta mampu membuat atau memilih konteks yang sesuai dengan kebutuhan dan mengalami kesulitan dalam mengelola tugas sehari-hari, hanya memiliki sedikit tujuan, tidak menyadari peluang yang ada disekeliling, dan kurang memiliki kontrol terhadap dunia luar.

3. Faktor yang Mempengaruhi Psychological Well Being

  Seorang yang memilikistatus tinggi maka akan memiliki perasaan yang positif terhadap diri sendiri dan lebih memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya,dibandingkan dengan mereka yang berada di kelas sosial lebih rendah. Dukungan sosialIndividu yang mendapat dukungan dari lingkungan sosial akan memiliki Psychological well being yang tinggi dibandingkandengan individu yang tidak mendapat dukungan sosial.

4. Penelitian-penelitian tentang Psychological Well being

  Seseorang yang terdiagnosis penyakit kanker memiliki beban yang yang lebih berat dibandingkan dengan seseorang yangterdiagnosis penyakit lainnya (Saphiro dalam Ozkan & Ogee, 2008). Hawari (dalam Uila, 2009) mengungkapkan bahwa pasien yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan penyakitnya akan mengalamikecemasan dan depresi yang akan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh dan memperparah penyakitnya.

C. PENELITIAN-PENELITIAN TENTANG DUKUNGAN SOSIAL DAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING

  Menurut Davis (dalam Rahayu, 2008), individu yang mendapatkan dukungan sosial memiliki tingkat psychological well being yang lebihtinggi, dibandingkan dengan individu yang tidak mendapatkan dukungan sosial. Selain itu, penelitian dengan mendapatkan dukungan sosial, pasien kanker payudara menjadi tidak mudah putus asa, bersemangat untuk sembuh, lebih kuat, dan lebihrajin dalam beribadah kepada Tuhan.

BAB II I METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode penelitian

  kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkrip wawancara, catatan lapangan,gambar, foto, rekaman video dan lain sebagainya (Poerwandari, 2005). Pemilihan metode penelitian menggunakan metode kualitatif ini dinilai tepat karena sesuai dengan tujuan peneliti, yaitu ingin mengetahuistrategi pemberian dukungan sosial dan bentuk dukungan sosial dalam rangka meningkatkan psychological well being penderita kanker payudara,yang dilihat berdasarkan pengalaman dan pemaknaan penderita kanker payudara terhadap dukungan sosial yang diterima.

B. FOKUS PENELITIAN

  Pada penelitian ini, yang menjadi fokus penelitian adalah bentuk dukungan sosial dan strategi yang digunakan untuk memberikan dukungankepada penderita kanker payudara. Adapun definisi operasional psychological well being dalam penelitian ini adalah sebuah kondisi dimana individu memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang lain, dapat membuat keputusansendiri dan mengatur tingkah lakunya sendiri, dapat menciptakan dan mengatur lingkungan yang kompatibel dengan kebutuhannya, memilikitujuan hidup dan membuat hidup mereka lebih bermakna, serta berusaha mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya.

E. SUBJEK PENELITIAN

  Jumlah subjek tersebut tidak terlalu banyak sehingga tidak menyulitkan peneliti dandiharapkan akan memberikan jumlah kasus yang mencukupi untuk kesamaan dan perbedaan antar partisipan (Smith, 2009). Kelima subjek yang ditentukan menggunakan Criterion Sampling, yaitu memilih subjek berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan Kriteria tersebut adalah : 1.

F. METODE PENGUMPULAN DATA

1. Skala Item Tunggal

  Berdasarkan hasil uji coba tersebut, maka peneliti memutuskan untuk tidak menggunakan The Ryff’s Scale of Psychological Well menggunakan The Ryff’s Scale of Psychological Well Being dikarenakan hanya sedikit item yang valid untuk digunakan, dan sebaran item yang valid tidak seimbang pada setiap indikatornya. Pertanyaantersebut adalah “Jika ada seseorang, yang dalam kondisi apapun, dia mampu menerima diri apa adanya, mampu berelasi dengan baik,mandiri, bisa menguasai lingkungannya, mampu mengembangkan diri, dan memiliki tujuan hidup, menurut Anda, apa yang orang tersebutsudah alami/rasakan ?”.

11. Keharmonisan

2. Wawancara

  Wawancara kualitatif dilakukan guna memperoleh pengetahuan tentang makna-makna subjektif yang dipahami individu berkenaan dengan topik yang diteliti, dan bermaksud melakukan eksplorasi terhadap isu-isu atausuatu hal yang tidak dapat dilakukan melalui pendekatan lain (Poerwandari, 2005). Proses wawancara dalam penelitian ini dilakukan untuk menggali data mengenai bentuk dukungan sosial dan strategi yangdigunakan yang mampu meningkatkan psychological well being pada penderita kanker payudara.

G. PROSEDUR ANALISIS DATA

  Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadisatuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, danmemutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Bogdan &Biklen, dalam Moleong, 2009). Menurut Patton (dalam Poerwandari,2005) peneliti wajib memonitor dan melaporkan proses dan prosedur- prosedur analisisnya sejujur dan selengkap mungkin.

1. Organisasi Data

  Higlen dan Finley (dalam Poerwandari 2005) mengatakanbahwa organisasi data yang sistematis akan memungkinkan peneliti yang dilakukan, serta menyimpan data dan analisis yang berkaitan dalam penyelesaian penelitian. Koding dimaksudkan untuk dapat mengorganisasi dan mensistematisasi data secara lengkap dan mendetail, sehingga datadapat memunculkan gambaran tentang topik yang dipelajari.

4. Interpretasi

  Langkah terakhir yang dilakukan peneliti adalah melakukan interpretasi. Interpretasi bisa berupa makna yang berasal dariperbandingan antara hasil penelitian dengan informasi yang berasal dari literatur atau teori (Creswell, 2010).

H. KREDIBILITAS PENELITIAN

  Salah satu ukuran kredibilitas penelitian kualitatif adalah deskripsi yang mendalam yang menjelaskan kemajemukan ataukompleksitas aspek-aspek yang terkait dan interaksi dari berbagai aspek (Poerwandari, 2005). Validitas Ekologis Validitas ekologis tercapai apabila penelitian yang dilakukan pada kondisi alamiah, apa adanya, dan dalam kehidupan sehari-harisubjek yang menjadi konteks penting dalam penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PROSES PENELITIAN

1. Persiapan Penelitian

  Alasan tidakjadi dipakainya skala ini adalah skala yang digunakan ini Psychological Well Being yang berasal dari luar negeri. Alasan penggunaan skala item tunggal ini adalah skala item tunggal merupakan metode pengukuran yang sederhana danmetode ini yang sesuai dengan tujuan dari penggunaan skala pengukuran, yaitu mengukur tingkat psychological well being yangisi dari skala tersebut sesuai dengan budaya di Indonesia.

2. Pelaksanaan Penelitian

  Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari pengukuran tingkat psychological well being, memintapersetujuan wawancara, pelaksanaan proses wawancara, melakukan transkrip data dan menganalisis hasil wawancara, serta menunjukkanhasil verbatim dan hasil analisis kepada subjek untuk mendapatkan keterangan keabsahan data dari subjek. Setelah selesai melakukan analisis data, peneliti menunjukkan transkrip verbatim dan hasil analisis data kepada subjek untukmemastikan apakah hasil wawancara sesuai dengan yang dialami subjek.

3. Proses Analisis Data

  Setelah proses wawancara selesai dilakukan, peneliti segera melakukan pengorganisasian data, yaitu dengan melakukanpemindahan hasil rekaman wawancara ke dalam bentuk tulisan yang menghasilkan transkrip verbatim. Tahap berikutnya yang dilakukan peneliti setelah melakukan analisis tema-tema, peneliti melakukan interpretasi tema-tema yangmuncul sesuai dengan topik penelitian.

4. Jadwal Pengambilan Data

Berikut adalah jadwal wawancara dengan kelima subjek Tabel 3 Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 1 Tanggal Waktu Kegiatan 29 April 2013 16.00 10 Juni 2013 11.00 Tabel 4 Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 2 Tanggal Waktu Kegiatan 9 Mei 2013 10.00 Tabel 5 Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 3 Tanggal Waktu Kegiatan 15 Mei 2013 16.00 Tabel 6 Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 4 Tanggal Waktu Kegiatan 1 Juni 2013 16.30 Tabel 7 Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 5 Tanggal Waktu Kegiatan 11 Juni 2013 10.30 - Menjelaskan kepada subjek

PROFIL SUBJEK

  Subjek Kedua Subjek kedua dalam penelitian ini adalah seorang ibu yang yang agak besar, agak gemuk, dan berkulit kecoklatan. Selain itu, Ibu I memiliki kegiatan arisan di 2 lokasi yang berbeda karena Ibu Imemiliki 2 tempat tinggal.

C. TEMUAN HASIL PENELITIAN 1. Subjek Pertama

  Hal ini dikarenakan kakak ipar Ibu S adalah pihak pertama yang mengetahui kalau Ibu Sterkena kanker dan kakak ipar Ibu S juga memberikan dorongan untuk segera berobat. Bentuk dukungan yang diberikan adalah dukungan sosial emosional, yaituberupa dukungan semangat, memberikan perhatian, meminta subjek untuk tidak terlalu lelah dalam beraktivitas, dan menghibursubjek dikala subjek merasa sedih.

2. Subjek Kedua

  “…takut waktu itu.” (56) “…sok nanyake kok aku kena kanker gini kenapa.” (58-59) Rasa sedih yang dialami Ibu K hanya terjadi ketika divonis kesedihan mendalam ini disebabkan oleh adanya keinginan dari dalam sendiri untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan,mendapatkan arahan dari dokter dalam menghadapi kanker payudara, serta bertemu dan saling berbagi pengalaman dengansesama penderita kanker. “… ketemu teman yang sama-sama kanker jadi sok cerita-cerita.” (74-76) “…kabar-kabaran sama yang kanker …” (336-337) Tidak hanya itu, dukungan sosial pun diterima oleh Ibu K dari dokter yang menangani penyakitnya.

3. Subjek Ketiga

  Dukungan mengarahkan, masukan.” (576-578) “dukungan semangat itu juga.” (549-550) Diantara berbagai pihak yang memberikan dukungan sosial, pemberi dukungan yang menurut subjek paling berpengaruh adalahdukungan dari suami dan anak-anak. “… dia gak pernah berhenti-berhentinya ngasih saya dukungan biar saya tetap semangat hidup,.” (508-511) Dukungan-dukungan tersebut tentunya memberikan pengaruh bagi Ibu D, yaitu menambah membuat tidak minder,tujuan hidup yang dimiliki tidak berubah dan tetap memperjuangkan, mengalami kemajuan dalam kondisi fisik,mempercepat kesembuhan, dan memiliki peningkatan semangat hidup.

4. Subjek Keempat

  Kadang sayalangsung diajak berobat kemana gitu, tapi saya gak mau.” (545-549) Tidak hanya mendapatkan dukungan sosial dari orang- orang yang Ibu R kenal baik, ada beberapa orang yang memberikandukungan kepada Ibu R yang sebenarnya Ibu R tidak terlalu mengenal orang tersebut. Selain itu, subjek memiliki hubungan yang baik dengan dengan suami dan anak, juga dengan masyarakat sekitar, teman,bahkan memiliki hubungan yang baik dengan pelanggan kue, teman SD suami subjek, dan juga para pemusik langganan studioband tempat suami subjek bekerja, dahulu.

D. PEMBAHASAN

  Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hawari dalam bukunya yang menyebutkan bahwa reaksi yang umumnya terjadipada pasien kanker payudara adalah kaget, takut, tidak bisa menerima kenyataan, sampai depresi (Hawari dalam Uila, 2009). Selain itu, dorongan untuk melakukan pengobatan bisa dilakukan dengan cara yang halus, yaitu meyakinkan kepada penderitakanker payudara, bahwa kanker payudara bisa disembuhkan dengan pengobatan yang ada.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (268 Halaman)
Gratis

Tags