Pengaruh sistem multi level marketing terhadap minat menjadi anggota pada PT. Kangzen Kenko Indonesia - USD Repository

Gratis

0
0
107
2 days ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala kasih karuniaNya yang diberikan sehingga penulisan dapat menyelesaikanskripsi ini yang berjudul “Pengaruh Sistem Multi Level Marketing Terhadap Minat Menjadi Anggota Pada PT. KANGZEN KENKO INDONESIA Stephanus Sigit Dwi PrasetyoUniversitas Sanata Dharma Yogyakarta, 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat konsumen menjadi anggota multi level marketing yang disebabkan oleh sistemkompensasi dibandingkan dengan kualitas produk yang dilakukan pada bulanMei 2013.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dunia multi level marketing di Indonesia perkembangannya memang

  Metode baru ini memungkinkan seorang distributor terus merekrut anggota baru dengan kedalaman dan Pada sekitar tahun 1959, dua orang pemimpin distributor NutriLite yaituRich DeVoss dan Jay Van Andel mencetuskan perusahaan network marketing untuk produk Nutrilite itu dengan nama Amway, sebagai satu-satunya saranabagi bangsa Amerika memasarkan produk dengan cara network marketing. Kangzen Kenko Indonesia yangberfokus pada produk kesehatan dan kecantikan dengan sistem pemasarannya“Club 100 juta” yang memasarkan produk dengan cara menekankan konsumsi pribadi untuk menjaga kesehatan dan memperluas jaringan dengan metode member get member .

B. Rumusan Masalah 1

  Apakah minat konsumen menjadi anggota multi level marketing lebih disebabkan oleh sistem kompensasi dibandingkan dengan kualitas dariproduk yang ditawarkan ? Apakah konsumen yang memiliki usia diatas 30 tahun berminat menjadi anggota multi level marketing lebih disebabkan oleh kualitas produk ?

C. Batasan Penelitian

  Konsumen perusahaan multi level marketing terbagi menjadi 2 yaitu konsumen yang mengkonsumsi produk dan konsumen yang bergabung sebagai downline . Konsumen yang mengkonsumsi produk adalah individu yang mengkonsumsi produk dengan harga yang lebih mahal dibandingkan konsumen yang bergabung sebagai downline, sedangkan downline adalah Umumnya konsumen yang memutuskan bergabung sebagai downline memiliki 2 alasan bergabung yaitu ingin mengkonsumsi produk dengan harga yang lebihekonomis dan ingin mendapatkan tambahan penghasilan dari peluang bisnis yang ditawarkan.

D. Tujuan Penelitian 1

  Untuk mengetahui besarnya minat konsumen menjadi anggota multi level marketing PT. Kangzen Kenko Indonesia yang disebabkan sistem kompensasi dibandingkan dengan kualitas produk yang ditawarkan.

2. Untuk mengetahui besarnya minat konsumen menjadi anggota multi level

  marketing PT. Kangzen Kenko Indonesia yang disebabkan oleh sistem kompensasi dibandingkan dengan kualitas produk yang ditawarkan berdasarkan faktor demografi (usia, status ketergantungan ekonomi, danjenis kelamin).

E. Manfaat Penelitian 1

  Kangzen Kenko IndonesiaMenjadi sumbangan bagi salah satu solusi manajerial yang dapat di implementasikan di perusahaan PT. Kangzen Kenko Indonesia sertapembawaan presentasi yang lebih efektif bagi setiap kalangan yang didasarkan oleh penelitian yang dilakukan.

2. Bagi Peneliti

  Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi peneliti yang juga merupakan anggota dari multi level marketing PT. Kangzen Kenko Indonesia sebagaitambahan informasi menjalankan bisnis dari sudut pandang yang tepat.

BAB II TINJAUAN LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Landasan Teori 1. Pengertian Bauran Pemasaran Bauran pemasaran merupakan sebuah peta ide dari strategi pemasaran

  Acara dan PengalamanKegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan denganmerek tertentu. Pemasaran InteraktifKegiatan dan progam online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkankesadaran, memperbaiki citra, atau menciptakan penjualan produk dan jasa.

2. Pengertian Direct Marketing

  Pengertian Direct SellingDirect selling (Penjualan Langsung) adalah metode penjualan barang dan atau jasa tertentu kepada konsumen dengan cara tatap muka diluar lokasi eceran tetap oleh jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh mitrausaha dan bekerja berdasarkan komisi penjualan, bonus penjualan dan iuran keanggotaan yang wajar. Multi Level Marketing (Pemasaran Multi Tingkat), maksudnya adalahMetode pemasaran barang dan atau jasa dari sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk lebih dari satu tingkat, dimanamitra usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan atau jasa yang dilakukannya sendiri dananggota jaringan di dalam kelompoknya (Anonim, 2012).

b. Tujuan Multi Level Marketing

  Tujuan multi level marketing sama dengan tujuan dari metode pemasaran yang lain, yaitu meningkatkan keuntungan perusahaan. Halini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu meningkatkan pemasukan dan mengurangi pengeluaran.

2) Mengurangi pengeluaran

Perusahaan dapat menggunakan dua cara untuk mengurangi pengeluaran, yang pertama memindahkan produk lebih dekat kepelanggan, yang kedua merekrut tenaga penjual berdasarkan komisi.

c. Keunggulan Multi Level Marketing

  Keunggulan dari multi level marketing yang lain adalah waktu yang fleskibel. Dari sudut pandang multi level marketing , kita akan berurusan dengan banyak orang yang siap menolong kita mengatasi kesulitan kita.

d. Keuntungan Multi Level Marketing

  Beberapa kelemahan yang dimiliki oleh multi level marketing (Santoso 2003 : 57- 94) adalah : 1) Market Saturation Suatu pasar dikatakan saturate (jenuh) jika ada terlalu banyak produk yang ditawarkan di pasar sehingga pasar mengalami kesulitan atau 2) Masalah Organisasi Banyak program multi level marketing yang bisa dikategorikan sebagai skema piramid berbasis produk. 3) Masalah Etika dan Moral Beberapa profesi mempunyai kode etik profesi yang sangat ketat untuk menjaga profesionalitas, namun etika dan moral juga memilikikaitan yang erat dengan masing-masing pribadi manusia.

5. Segmentasi Pasar

  Segmentasi membagi pasar yang besar dan majemuk menjadi segmen yang lebih kecil yang dapatdicapai secara efisien dan efektif dengan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Segmentasi pasar menurut Kotler dan Amstrong(2008 : 225) adalah membagi pasar menjadi kelompok-kelompok kecil dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkinmemerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri.

6. Demografi

Demografi merupakan salah satu unsur dalam segmentasi pasar yang berfungsi untuk mengetahui latar belakang calon konsumen sebelumperusahaan memproduksi dan atau menjual suatu barang dan jasa kepada masyarakat luas. Demografis secara spesifik menurut ahli pemasaran Kotler

B. Hasil Penelitian Sebelumnya Penelitian mengenai multi level marketing telah banyak dilakukan

  Skripsi ini melakukan pengamatan bahwa analisis perilaku konsumen yang dilakukan PT. Ivrina Katili dalam kegiatanusahanya sangat menentukan atau berpengaruh dalam usaha mendapatkan konsumen yang sebanyak-banyaknya, sehingga dapat meningkatkan volumepenjualannya.

2. Pengaruh Sistem Multi Level Marketing Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Produk Tupperware Di Bandung

Skripsi ini menilai bahwa masih banyak orang yang tidak tertarik untuk melakukan pembelian produk tupperware karena harganya tinggi dankonsumen yang ingin membeli produk tupperware ini melalui proses yang tidak mudah, karena setiap konsumen yang ingin membeli produk tupperware harus menjadi distributor terlebih dahulu. Konsumen juga menganggap sistem multi level marketing tidak akan memberikan

3. Pengaruh Pelayanan Distributor Terhadap Minat Beli Produk Sophie Martin

Skripsi ini meneliti pengaruh pelayanan terhadap distributor terhadap minat beli produk sophie martin di wilayah Jatake Tangerang.

C. Rumusan Hipotesis

  Berdasarkan beberapa poin yang dijabarkan diatas, dapat diketahui bahwa pada multi level marketing, konsumen ditawarkan pengalaman yang lainselain kualitas dari produk yang ditawarkan, yaitu pengalaman berwirausaha. Konsumen yang memiliki status ekonomi tidak bergantung berminatmenjadi anggota multi level marketing lebih disebabkan kualitas produk yang ditawarkan Multi level marketing merupakan sebuah sistem pemasaran yang tidak hanya menawarkan produk namun juga menawarkan sebuah peluang bagi setiap konsumennya untuk berwirausaha secara mandiri, sehingga dalamprosesnya, tujuan konsumsi produk multi level marketing menjadi lebih luas.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menguji pengaruh

B. Subjek dan Objek Penelitian

  Kangzen Kenko Indonesia yang disebabkan oleh sistem kompensasi dan kualitas produk yang ditawarkan. Pada penelitian ini, variabel yang akan diteliti adalah minat konsumen yang merupakan variabel dependen, sistem kompensasi dan kualitas produk yangditawarkan sebagai variabel independen.

E. Definisi dan Operasionalisasi Variabel

  2)Operasionalisasi Variabel Peneliti meminta responden untuk merangking komponen- komponen yang menjadi tolak ukur dari sistem kompensasi dan kualitas produkKomponen sistem kompensasi meliputi :1) Royalti Member Baru2) Poin Value3) Care Reward4) Lito5) Sistem KompensasiKomponen Kualitas Produk meliputi : 2)Sertifikat Produk 3)Testimoni 4)Negara Produsen 5)Keyakinan terhadap Kemampuan Produk F. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan olehpeneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2011:61).

G. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience sampling . Convenience sampling atau disebut juga sampling kebetulan yaitu bentuk sampling nonprobabilitas dimana anggota sampelnya

H. Teknik Pengumpulan Data

  Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang diketahui atau yang dianggap atau anggapan (Hasan, 2002: 82). Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari lapangan melalui kuesioner.

I. Teknik Pengujian Instrument

  Bentuk usaha dagang dinilai mampu membantu perusahaan untuk segera beradaptasi terhadap perubahan tren yang terjadidengan mengganti produk yang tidak trend dengan produk yang sedang tren. Oleh karenaitu, untuk mengefisienkan waktu memperoleh jaminan kualitas, perusahaan memilih bentuk usaha dagang dan bekerja sama dengan perusahaan terbaikdi dunia.4) Menghindari Isu Negatif Kualitas Produk Multi Level MarketingSalah satu isu negatif yang berkembang mengenai multi level marketing adalah kualitas produk yang tidak jelas.

B. Visi

  2)Komitmen kepada konsumen Menghadirkan produk-produk kesehatan dan kecantikan yang berkualitas dan bertaraf internasional dengan harga terjangkau. 3)Komitmen kepada karyawan Melaksanakan program pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan profesionalisme kerja4) Komitmen kepada industri network marketingBersama APLI dan perusahaan network marketing yang lain berusaha meningkatkan nama baik network marketing sehingga menjadi industri yangdihormati dan dihargai masyarakat.

5) Komitmen kapada negara

Memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata dalam memperbaiki ekonomi rakyat (khususnya) dan negara (umumnya).

D. Produk

Perusahaan Kangzen Kenko Indonesia merupakan perusahaan dagang produk-produk terbaik dunia yang berfokus kepada produk kesehatan dan

1) Produk kecantikan

  Alat Pemijat Wajah Produk nutrisi dan suplemenProduk nutrisi dan suplemen Perusahaan Kangzen Kenko Indonesia meliputi produk untuk memperbaiki kesehatan tubuh dan meningkatkanstamina. Berikut ini adalah contoh produk yang meliputi nutrisi dan suplemen.

E. Cara Bergabung

  Kangzen Kenko Indonesia cukup dengan membeli paket belanja produk yang terdiri dari KKM (Kangzen Kenko Member ) dan KKD (Kangzen Kenko Distributor). Perbedaan antara KKM dan KKD adalah pada paket member KKM konsumen hanya mendapatkan fasilitas membeli produk dengan harga distributor (hemat 15-20%) dan tidak mendapatpromo serta penghasilan dari bisnisnya, sedangkan pada KKD konsumen dapat belanja produk dengan harga hemat (15-20%), dapat membeli paket promoserta mendapatkan penghasilan dari sistem bisnisnya.

F. Club100juta

  Dengan sistem bisnisnya yang berupa personal franchise, konsumen telah memiliki usaha mandiri hanya dengan belanja produk (KK)sehari-hari dan dengan memperkenalkan manfaat serta keuntungan dari menjaga kesehatan dengan produk (KK) sehari-hari, maka konsumen mendapatpenghasilan berupa royalti dari setiap konsumen yang bergabung di jaringannya dan melakukan transaksi pembelanjaan produk (KK) sehari-hari. Hal ini berarti bahwa keuntungan minimal yang pasti dicapai adalah 15% dari total PV pribadi dan PGPV dan tidak turun Persentase ≥ 21% (minimal ≥ 5.000.000 PGPV) merupakan perhitungan yang didasarkan pada total pembelanjaan pribadi dan grup pada bulanbersangkutan.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden Variabel penelitian ini adalah sistem kompensasi dan kualitas produk

  Peneliti lalu memisahkan item-item pernyataan yang merupakansistem kompensasi dan kualitas produk lalu menjumlah skor dari setiap pernyataan yang mewakili setiap variabel dan membandingkan besarnyajumlah skor dari masing-masing variabel untuk ditarik kesimpulan (terlampir). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kuesioner yang diberikan responden di golongkan kedalam beberapa kelompok yang berdasarkan atas jeniskelamin, usia dan status ketergantungan terhadap minat menjadi anggota multi level marketing PT.

6 Multi Level Marketing KK Indonesia

  Saya menjadi anggota MultiKK karena Level Marketing 2. produk yang ditawarkan 9 13 17 9 10 14 4 2 8 4 bersertifikat baik secara legalitas maupunpenghargaan yang diraih.

3 Indonesia karena saya yakin akan kemampuan produknya

  Tabel V.3Karakteristik Responden Berdasarkan Usia 21 JumlahResp ond en Minat Konsumenpria wanita 24 29 16 30 sistem kompensasi kualitas produk 25 20 15 10 5 Berdasarkan tabel V.3 di atas, jumlah responden usia 16-30 tahun sebanyak 58 responden dan jumlah responden usia >30 tahun sebanyak 32responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya minat konsumen menjadi anggota multi level marketing yang disebabkan oleh sistemkompensasi dan kualitas produk yang ditawarkan.

C. Analisis Data

  3)Jenis Kelamin tabel3,841458821 Chi square hitung0,2 Chi square 21 22,5 -1,5 2,25 0,1 Produk 24 22,5 1,5 2,25 0,1Sistem kompensasi 2 Kualitas Berdasarkan Jenis Kelamin WanitaMinat f F h ( f -f h ) (f -f h ) Tabel V.12Hasil Uji Beda Minat Konsumen Menjadi Anggota Multi Level Marketing Chi square Berdasarkan jenis kelamin, responden penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu pria dan wanita . Uji chi square digunakan untuk menjawab hitung3,755555556 Chi square 29 22,5 6,5 42,25 1,877777778 Produk 16 22,5 -6,5 42,25 1,877777778Sistem kompensasi 2 Kualitas Berdasarkan jenis kelamin priaMinat f F h ( f -f h ) (f -f h ) Tabel V.11Hasil Uji Beda Minat Konsumen Menjadi Anggota Multi Level Marketing Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai chisquare hitung < chi square tabel (taraf kepercayaan 95%, dk = 1).

D. Pembahasan

  Hal ini disebabkan karena konsumen yang memiliki status ketergantungan ekonomi bergatung sepenuhnya cenderung lebih memiliki antusias yang besar dalam mendapatkan pengalaman yang baru,sumber penghasilan yang baru serta ingin memiliki kemandirian ekonomi sepenuhnya. Hal ini disebabkan karena konsumen yang memiliki status ekonomi tidak bergantung cenderung lebih memperhatikan kualitas produk yang dikonsumsi, namun sifat bisnis yang berkembang dari mulut kemulut mengakibatkan terciptanya jaringan belanja, sehingga sistem kompensasi berjalan secara otomatis dan tercipta omset.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap responden melalui

  kuesioner yang dibagikan, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:1) Konsumen yang berminat menjadi anggota multi level marketing disebabkan sistem kompensasi dibandingkan dengan konsumen yangberminat menjadi anggota multi level marketing disebabkan kualitas produk yang ditawarkan tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan. KK Indonesia dibandingkan kualitas produk yang ditawarkan, sedangkan pada konsumen yang berusia diatas 30 tahun menunjukan bahwa kualitas produk yang ditawarkan lebih mempengaruhiminat konsumen menjadi anggota multi level marketing PT.

B. Saran

  2)Untuk Penelitian Lanjutan Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk perusahaan multi level marketing yang lainnya untuk mengetahui perbedaan motivasi menjadi anggota multi level marketing serta dengan jumlah sampel yang lebih banyak. Lamasubjek penelitian menjadi anggota perlu diperhatikan agar hasil data yang diperlukan dapat mencerminkan penilaian lebih dalam mengenai multi level marketing serta dapat diperluas kembali dengan faktor yang lain yang dapat mempengeruhi minat konsumen menjadi anggota multi level marketing.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (107 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan member menjalankan bisnis multi level marketing : studi kasus member PT. Melia Nature Indonesia Yogyakarta dan Klaten.
0
0
174
Pengaruh experiential marketing terhadap minat kunjung ulang pada daya tarik wisata Goa Pindul Gunungkidul
5
20
125
Pengaruh sistem multi level marketing terhadap minat menjadi anggota pada PT. Kangzen Kenko Indonesia.
3
13
109
Hubungan antara tipe kepribadian ekstrovert-introvert dengan orientasi ketrampilan komunikasi interpersonal pada distributor multi level marketing Tianshi.
0
1
167
Faktor faktor yang mempengaruhi kegagalan member menjalankan bisnis multi level marketing studi kasus member PT. Melia Nature Indonesia Yogyakarta dan Klaten
0
8
172
Persepsi mahasiswa terhadap multi level marketing dan pengambilan keputusan untuk bergabung sebagai anggota - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
9
Persepsi mahasiswa terhadap multi level marketing dan pengambilan keputusan untuk bergabung sebagai anggota - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
24
Pengaruh persepsi anggota tentang kinerja kepemimpinan pengurus, pelayanan koperasi dan minat anggota berkoperasi terhadap partisipasi anggota koperasi ``Perkasa`` : studi kasus PT. Sari Husada Jl. Kenari No. 19 Yogyakarta - USD Repository
0
0
126
Analisis pengaruh marketing mix terhadap minat konsumen untuk berbelanja kembali : studi kasus Toko Gramedia Yogyakarta - USD Repository
0
0
94
Analisis pengaruh marketing mix terhadap minat konsumen untuk berbelanja kembali : studi kasus Toko Gramedia Yogyakarta - USD Repository
0
0
94
Pengaruh persepsi mahasiswa FKIP tentang kesejahteraan guru terhadap minat mahasiswa FKIP menjadi guru : studi kasus pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
LCD penampil data sensor untuk sistem telemetri multi tone - USD Repository
0
0
158
Hubungan prestasi belajar, motivasi belajar, dan pengalaman PPL 2 terhadap minat untuk menjadi guru akuntansi - USD Repository
0
0
124
Hubungan antara tipe kepribadian ekstrovert-introvert dengan orientasi ketrampilan komunikasi interpersonal pada distributor multi level marketing Tianshi - USD Repository
0
0
165
Alasan mahasiswa menggunakan sistem operasi linux : studi kasus pada mahasiswa yang menjadi anggota kelompok pengguna linux Indonesia Sub Loco Jogjakarta - USD Repository
0
0
119
Show more