Pengaruh penerapan teknik skimming yang diberikan diawal pembelajaran fisika terhadap hasil belajar dan minat siswa kelas VIII SMP Kanisius Budi Murni Weleri pada pokok bahasan mata dan cacat mata - USD Repository

Gratis

0
0
141
11 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENGARUH PENERAPAN TEKNIK SKIMMING YANG DIBERIKAN

DIAWAL PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN

MINAT SISWA KELAS VIII SMP KANISIUS BUDI MURNI WELERI PADA

POKOK BAHASAN MATA DAN CACAT MATA

Skripsi

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Fisika

  

oleh:

Benny Adhe Putranto

(061424012)

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2012

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

Karya ini kupersembahkan untuk :

Yesus Kristus yang selalu membimbingku

Bapak dan I buk

Adik-adikku dan kakak-kakakku yang di rumah yang selalu

mendoakan.

Terimakasih atas D oa, D ukungan yang telah diberikan

Teman-teman Pendidikan Fisika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus. Terimakasih atas penyertaanmu selama ini, dan semua yang telah Engkau berikan kepadaku. Semua ini karena begitu besar melimpahkan rahmat, kasih, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi prasyarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi ini berjudul

  

PENGARUH PENERAPAN TEKNIK SKIMMING YANG DIBERIKAN

DIAWAL PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN

MINAT SISWA KELAS VIII SMP KANISIUS BUDI MURNI WELERI PADA

POKOK BAHASAN MATA DAN CACAT MATA

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat berjalan dengan dengan baik tanpa proses panjang dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis secara khusus mengucapkan terima kasih, kepada :

  1. Romo Prof. Dr. Paulus Suparno, S. J., MST. yang selalu memberikan senyum walau terlihat lelah. Terima kasih atas bimbingan dan perhatiannya selama membimbing saya.

  2. Bapak YG. Kuwat, BA. selaku kepala sekolah SMP Kanisius Budi Murni Weleri yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada saya untuk melakukan penelitian.

  3. Bapak Petrus Suranta, S. Si. selaku guru mata pelajaran fisika yang telah memberi waktu, ruang, dan kesempatan kepada saya sehingga siswa-siswi kelas VIII dapat saya jadikan sebagai subyek penelitian.

  4. Seluruh dosen dan karyawan JPMIPA yang telah membantu penulis dalam memberikan bimbingan dan pengarahan selama masa perkuliahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Siswa-siswi SMP Kanisius Budi Murni Weleri yang telah memberikan dukungan dalam perolehan data penelitian.

  6. Bapak TH.Sutarno dan Ibu Endang Haryani, yang telah memberikan dukungan, semangat, kasih sayang, dan doa sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

  7. Adik, Mas Dan Saudaraku : mas Iwan, Sari, Wulan, Candra, om Yatmo yang telah memberikan dukungan, semangat, dan doa sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

  8. Terimakasih buat F4 (fisika 4, Gagan, Dedy, Dion), Era, Ambar, dan Fajar yang selalu memberikan dukungan lebih.

  9. Semua teman Pendidikan Fisika angkatan 2006

  10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan, doa, saran, kritik, dan dukungan selama kuliah sampai penulisan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun serta menyempurnakan tulisan ini. Akhir kata semoga penelitian ini menjadi berkat untuk setiap pembaca.

  Yogyakarta, 29 Agustus 2012 Penulis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Putranto, Benny Adhe 2012. Pengaruh Penerapan Teknik Skimming Yang

Diberikan Diawal Pembelajaran Fisika Terhadap Hasil Belajar Dan Minat

Siswa Kelas Viii Smp Kanisius Budi Murni Weleri Pada Pokok Bahasan Mata

Dan Cacat Mata. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Tujuan dari Penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui adakah pengaruh pembelajaran fisika dengan menggunakan teknik skimming yang diterapkan di awal pembelajaran terhadap hasil belajar; (2) Untuk mengetahui minat siswa terhadap metode pembelajaran dengan teknik skimming dan ceramah; (3) Untuk mengetahui tanggapan siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan menerapkan teknik

  skimming diawal pembelajaran siswa SMP pokok bahasan Mata dan Cacat Mata.

  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 8-18 februari 2012 di SMP Kanisius Budi Murni Weleri. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII A dan VIII B yang masing-masing berjumlah 28 orang dan 24 siswa. Kelas VIII B menjadi kelas kontrol dengan menggunakan media ceramah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam lima tahap, yaitu: Pretes, Pembelajaran menggunakan teknik

  skimming , Postes, mengisi angket, dan wawancara.

  Tes tertulis (Pretes dan Posttes) yang diberikan berupa tes esay yang terdiri dari 4 soal. Pengisian angket berhubungan dengan minat siswa terhadap pembelajaran yang telah digunakan pada mata pelajaran fisika selama proses pembelajaran. Wawancara terhadap siswa berhubungan dengan tanggapan mereka terhadap penerapan metode pembelajaran dengan teknik skimming yang telah dilakukan dan tanggapan siswa pada kelas ceramah.

  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan metode pembelajaran dengan teknik skimming meningkatkan hasil belajar siswa, berdasarkan perhitungan statistik p = 0.000 < α = 0.05 (signifikan); (2) Minat siswa terhadap kedua pembelajaran sangat berbeda terlihat dari hasil statistik yang menunjukkan p = 0.02 < α = 0.05 (signifikan), jika dikaji dengan interval skor yang didapat, pembelajaran dengan teknik skimming masuk dalam kategori minat, sedangkan media ceramah masuk dalam kategori cukup berminat; (3) Tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran dengan teknik skimming baik, yaitu tanggapan yang positif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Putranto, Benny Adhe 2012. The effects of the application of skimming

technique that is provided in the beginning of physics learning to improve the

th

the result and interest of the 8 grade students of Kanisius Budi Murni Weleri

Junior High School in the main topic of eyes and eyes flawed. Physic Education

Study Program, Department of Mathematics and Science Education, Faculty of

Teachers Training and Education, Sanata Dharma University Yogyakarta.

  The aims of this research are: (1) to identify whether there is knowledge improvement for physic learning by using skimming technique that is applied in the beginning of physic learning; (2) to identify the interest of the students for the application of skimming technique and communicative media; (3) to identify the responses of the students for the application of skimming technique in the beginning of the learning process of junior high students in the main topic of Eyes and Eyes Flawed.

  th th

  The research was done on February 8 – 18 , 2012 in Kanisius Budi Murni

  th

  Weleri Junior High School. The samples of this research are 28 students of the 8 A

  th th

  grade students and 24 students of the 8 B grade students. The 8 B grade class is as the controlled class by using communicative media. The data collecting in this research was done in five steps, such as: Pre test, Learning process by using skimming technique, Post Test, Filling the questionnaires, and interviewing.

  The written test (Pre test and Post test) which was provided is an essay test that consists of 4 questions. The questionnaire filling is related to the students’ interest to the learning process which has been used in physics subject course during teaching learning process. Interviewing to the students is related to their responses to the application of the skimming technique which has been done and the students’ responses in communicative class.

  The result of this research reveals that (1) The application of the skimming technique in learning process improves students knowledge, based on the statistic counting p = 0.000 <

  α = 0.05 (significant) and p = 0.000 < α = 0.05 (significant); (2) The students interest to both learning method is very different, it seems from the statistic result that reveals p = 0.02 <

  α = 0.05 significant), if it is counted by a score interval which is gained, using skimming technique in learning process includes on interest category, while communicative media includes on interest enough category; (3) The students respond the skimming method in learning process positively.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  HALAMAN JUDUL………………………………………………………… i LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ……………………... ii LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………. iii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS …………………………. iv HALAMAN PERSEMBAHAN …………………………………………….. v KATA PENGENTAR ……………………………………………………….. vi ABSTRAK …………………………………………………………………... viii ABSTRACT …………………………………………………………………. ix PERNYATAAN KEASLIAN KARYA …………………………………….. x DAFTAR ISI ………………………………………………………………… xi DAFTAR TABEL …………………………………………………………… xiii DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………… xiv

  BAB I. PENDAHULUAN ………………………………………………….. A. Latar Belakang ………………………………………………………. B. Tujuan Penelitian ……………………………………………………. C. Manfaat Penelitian ………………………………………………....... D. Pembatasan Masalah ………………………………………………… BAB II. LANDASAN TEORI ……………………………………................ A. Pengertian Belajar ………………………………………………….. B. Teknik Skimming……………………………………………………... C. Materi Mata Dan Cacat Mata ……………………………………….. D. Kerangka Berfikir …………………………………………………… E. Kaitan Teori Dengan Penelitian……………………………………… BAB III. METODOLOGI PENELITIAN …………………………………... A. Jenis Penelitian ……………………………………………………… B. Design Penelitian ..………………………………………………...... C. Waktu dan Tempat penelitian …………………..…………………… D. Subyek Penelitian …………………………………………………… E. Treatment ……………………………………………………………. F. Instrument Penelitian ………………………………………………... G. Analisis Data ………………………………………………………… 1. Pretest Dan Posttest ………………………………………….......

  29

  43

  42

  41

  38

  38

  33

  30

  30

  30

  29

  29

  28

  2. Kuesioner/Angket Minat …………………………………….......

  27

  21

  17

  8

  8

  7

  6

  6

  1

  1

  3. Wawancara ……………………………………………………… BAB IV. DATA DAN ANALISIS DATA ………………………………….

  43 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B. Data Penelitian ……………………………………………………….

  45 C. Analisis Data …………………………………………………………

  55 D. Pembahasan …………………………………………………………

  64

  70 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………………

  70 A. Kesimpulan …………………………………………………………..

  70 B. Saran ………………………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….

  71 LAMPIRAN …………………………………………………………………

  73 DAFTAR TABEL Tabel 1 Kisi-kisi pembuatan pretest dan posttest ……………………………..

  Tabel 2 Distribusi soal kuesioner sikap berdasarkan indikator ……………… Tabel 3 Wawancara Untuk Siswa ……………………………………………..

  47

  60

  59

  58

  56

  54

  52

  50

  49

  45

  Tabel 4 Pengelompokan/kualifikasi skor dan interval ...……………………… Tabel 5 Kriteria skor pada kuesioner ………………………………………… Tabel 6 Pembagian metode pada masing-masing kelas ……………………… Tabel 7 Jadwal waktu pelaksanaan pengambilan data ………………………..

  44

  44

  42

  39

  37

  36

  34

  Tabel 18 Analisis kuesioner kelas kontrol dan eksperimen …………………….

  Tabel 8 Hasil pretest dan posttest kelas VIII A ………………………………. Tabel 9 Hasil pretest dan posttest kelas VIII B ………………………………. Tabel 10 Data kuesioner kelas VIII A …………………………………………. Tabel 11 Data kuesioner kelas VIII B …………………………………………. Tabel 12 Hasil wawancara pada kelas VIII A………………………………….. Tabel 13 Hasil wawancara pada kelas VIII B …………………………………. Tabel 14 Analisis pretest kelas kontrol dan eksperimen ………………………. Tabel 15 Analisis pretest dan posttest kelas eksperimen ………………………. Tabel 16 Analisis pretest dan posttest kelas kontrol …………………………… Tabel 17 Analisis posttest pada kelas kelas kontrol dan eksperimen …………..

  62 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat permohonan ijin dari kampus ……………………………...

  81

  97

  93

  89

  86

  85

  82

  79

  Lampiran 2 Surat keterangan penelitian ……………………………………… Lampiran 3 Pretest dan posttest kelas eksperimen dan kontrol ……………….

  75

  74

  73

  72

  Lampiran 11 RPP kelas kontrol …………...…………………………………... Lampiran 14 Foto-foto pada saat penelitian ………………………………….. Lampiran 15 Hasil pekerjaan siswa …………………………………………...

  Lampiran 8 Pertanyaan wawancara …………………………………………... Lampiran 9 Hasil wawancara ………………………………………………… Lampiran 10 RPP kelas eksperimen …………..……………………………….

  Lampiran 4 Pedoman jawaban soal pretest dan posttest ……………………... Lampiran 5 Lembar Kerja Siswa (LKS) I ……………………………………. Lampiran 6 Lembar Kerja Siswa (LKS) II …………………………………… Lampiran 7 Kuesioner Tanggapan Siswa ……………………………………..

  98 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang A. Kurikulum pendidikan saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

  (KTSP). KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen. Salah satu prinsip dalam mengembangkan KTSP adalah berpusat pada kompotensi. Penggunaan kata "kompetensi" sebagai basis kurikulum bertujuan untuk memberikan penekanan pada proses pembelajaran yang mengkondisikan setiap siswa agar mampu merefleksikan pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh dalam kehidupan (Puskur, 2008).

  Lembaga pendidikan di Indonesia sangat beragam mulai dari keragaman lingkungan, potensi dan kebutuhan peserta didik. Keragaman lingkungan suatu sekolah dapat dilihat dari kelengkapan sarana dan prasarana, potensi peserta didik, dan kualitas tenaga pengajar. Kebanyakan sekolah yang ada di Indonesia masih kurang terpenuhinya kelengkapan sarana dan prasarana serta rendahnya kualitas tenaga pengajar. Oleh karena itu tujuan pembelajaran yang sesuai kurikulum belum sepenuhnya tercapai, khususnya untuk sekolah-sekolah terbuka dan swasta yang tingkat lulusannya masih di bawah sekolah-sekolah negeri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pendidikan di Indonesia saat ini banyak melakukan pengembangan metode dan strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan mutu pendidikan.

  Metode pembelajaran merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar. Metode dan strategi yang digunakan harus sesuai dengan materi dan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Bahan pelajaran yang diberikan guru kurang memberikan motivasi kepada peserta didik bila penyampaiannya menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang kurang tepat.

  Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Kegiatan belajar dapat dilakukan dengan membaca buku teks atau buku ajar. Carter dalam (Wiryodijoyo, 1989) mengartikan membaca sebagai sebuah proses berpikir, yang termasuk di dalamnya mengartikan, menafsirkan arti, dan menerapkan ide-ide dari lambang. Proses membaca secara keseluruhan melibatkan berbagai aspek di antaranya ingatan, pengalaman, otak, pengetahuan, kemapuan bahasa, keadaan psikologis, dan emosional.

  Ada berbagai ragam teknik membaca. Pemilihan teknik membaca bergantung pada kondisi bacaan dan tujuan membaca (Haryadi, 2006). Teknik membaca dapat diklarifikasikan menjadi tiga jenis yaitu teknik dasar, teknik menengah, dan teknik lanjutan. Teknik dasar dan teknik menengah biasa digunakan bagi pembaca tingkat pemula. Sedangkan teknik lanjutan biasa digunakan oleh pembaca yang sudah mahir karena dalam teknik ini ditekankan pada pemahaman dari buku yang dibacanya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Teknik lanjutan yang merupakan teknik membaca cepat dibedakan menjadi dua yaitu teknik skimming dan teknik scanning. Teknik scanning digunakan untuk menemukan kata tertentu dalam kamus atau mencari nomor telepon. Sedangkan teknik skimming merupakan keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien. Dalam menggunakan teknik skimming diharapkan dapat mengambil intisari dari suatu bacaan yang berupa ide pokok atau hal-hal yang penting (Soedarso, 2004). Teknik membaca skimming juga termasuk membaca cepat dan digunakan dengan lima tujuan, yaitu mengenal topik bacaan, opini, bagian penting organisasi bacaan, penyegaran dan memperoleh kesan umum dari sebuah buku yang dibaca.

  Penelitian tentang pemanfaatan membaca dengan teknik skimming menunjukkan hasil yang positif. Suhartono (2004) meneliti mengenai pembelajaran membaca pemahaman yang menggunakan teknik skimming scanning. Penelitian ini bersifat tindakan kelas yang terdiri dari 45 sampel. Hasil analisis menunjukkan adanya penguasaan bacaan 88%. Penelitian Sugiarto (2001) di SLTP Muhammadiyah

  31 Rawamangun Jakarta Timur menerangkan adanya hubungan yang signifikan antara pengajaran teknik skimming terhadap hasil belajar siswa.

  Model membaca cepat yang dapat dilakukan dengan teknik skimming dan

  scanning

  banyak diteliti oleh banyak orang. Aritonang (2006) melakukan penelitian mengenai meningkatkan pemahaman membaca dalam membaca cepat. Hasil penelitian dari 60 sampel menunjukkan 15 responden yang pemahaman bacaannya di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  atas 70% dan 45 responden pemahaman bacaannya kurang dari 60%.

  Wiryodijoyo (1989) menyebutkan dalam bukunya mengenai beberapa penelitian tentang kemampuan membaca terhadap pemahaman, di antaranya penelitian D.P. Tampubolon yang menyimpulkan bahwa kemampuan membaca murid-murid SMA di Mean rata-rata 26,5 kata per menit dengan pemahaman 57,6 %.

  Anne Dye Philips (1989) menyimpulkan bahwa untuk orang-orang yang gemar membaca atau terlatih kemampuan membacanya bisa mencapai 500-600 kata per menit dengan pemahaman 70-80% dan yang terakhir adalah untuk Negara-negara maju kemampuan membaca anak lulusan SMA sekitar 250-300 kata pe rmenit dengan pemahaman 75 %.

  Keterampilan seorang guru dalam mengajar salah satunya adalah memiliki kemampuan membuka dan menutup suatu pelajaran. Dalam membuka pelajaran perlu strategi yang tepat untuk mengarahkan siswa supaya siap menerima materi yang akan dipelajarinya. Dengan demikian pembelajaran berjalan dengan baik sesuai tujuan pembelajaran dan tercapainya indikator pembelajaran yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang di ajukan. Keterampilan dalam membuka pelajaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknik membaca skimming dengan harapan setelah melakukan membaca dengan teknik skimming siswa akan mengerti secara umum dan terkondisikan untuk siap menerima pelajaran. Pemanfaatan teknik

  skimming

  pada pembelajaran fisika sebagai pemahaman awal sebelum dimulainya pembelajaran dan akan diperkuat penjelasannya ketika pembelajaran berlangsung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penerapan teknik membaca skimming yang diberikan di awal pembelajaran materi Mata dan Cacat Mata diharapkan akan memberikan manfaat terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan materi Mata dan Cacat Mata mengandung sedikit hitungan dan cenderung banyak hafalan dan pemahaman. Jika dalam pembelajaran menggunakan metode konvensional saja siswa akan mendapatkan kebosanan karena hanya akan membayangkan saja. Kebosanan pada siswa akan berakibat pada hasil belajar yang dicapai jauh dari harapan. Dengan diterapkannya teknik membaca

  skimming

  di awal pembelajaran siswa akan tahu secara umum materi Mata dan Cacat Mata yang akan dipelajarinya.

  Pemanfaatan penerapan teknik membaca skimming juga baik diterapkan di sekolah yang kurang berkualitas atau sekolah yang terletak di desa yang mayoritas penduduknya miskin, sehingga anak akan membantu orang tuanya untuk mencari nafkah akibatnya siswa masih rendah untuk urusan belajar mandiri. Hal ini akan diperburuk bila siswanya tidak mempunyai buku sendiri di rumah untuk belajar dan hanya mendapatkannya dari sekolah. Dengan adanya pemanfaatan penerapan teknik

  skimming

  yang diberikan di awal pembelajaran fisika di sekolah memungkinkan siswa mengetahui secara umum materi yang akan dipelajari dan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran sehingga hasil belajar bisa maksimal. Lain halnya untuk sekolah-sekolah favorit kebanyakan siswanya sudah memiliki kesadaran untuk mempersiapkan diri dengan cara belajar mandiri di rumah, dengan demikian pada waktu belajar di sekolah sudah siap menerima pelajaran sehingga akan tercapai hasil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  belajar yang lebih maksimal.

  Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, penulis ingin mengetahui pengaruh penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran fisika terhadap hasil belajar siswa.

B. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui adakah pengaruh pembelajaran fisika dengan menggunakan teknik skimming yang diterapkan di awal pembelajaran terhadap hasil belajar.

  2. Untuk mengetahui minat siswa terhadap metode pembelajaran dengan teknik

  skimming dan ceramah.

  3. Untuk mengetahui tanggapan siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan menerapkan teknik skimming di awal pembelajaran siswa SMP pokok bahasan Mata dan Cacat Mata.

   Manfaat Penelitian C.

  Hasil penelitian yang penulis lakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu :

  1. Siswa sendiri memperoleh suatu cara belajar fisika yang menarik yaitu dengan memanfaatkan teknik skimming dalam pembelajaran fisika sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat merangsang siswa untuk lebih memahami konsep-konsep fisika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Memberikan alternatif proses pembelajaran bagi guru sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih variatif dan menarik.

  3. Peneliti mendapat pengalaman melakukan analisis kebutuhan, mengembangkan strategi dalam proses pembelajaran.

  4. Menambah variasi metode dalam pembelajaran fisika sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar.

D. Pembatasan Masalah

  Masalah-masalah dalam penelitian ini terfokus pada penerapan teknik

  skimming

  yang diberikan di awal pembelajaran fisika terhadap hasil belajar pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hasil belajar yang diteliti adalah ranah kognitif yaitu tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa dalam menguasai sebuah materi. Adapun materi yang diteliti adalah materi tentang Mata dan Cacat Mata.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI A. BELAJAR Hakikat Belajar 1. Menurut Sardiman (2007) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau

  penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan dan meniru. Belajar juga dikatakan sebagai suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya, yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori. Dalam hal ini terkandung suatu maksud bahwa (1) proses interaksi itu merupakan proses internalisasi dari sesuatu ke dalam diri yang belajar ; dan (2) dilakukan secara aktif, dengan segenap panca indera ikut berperan seperti kegiatan membaca buku.

  Midzakir (1995) mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu usaha yang dilakukan secara sungguh-sungguh, dengan sistematis, mendayagunakan semua potensi yang dimiliki, baik fisik, mental, dana, panca indera, otak dan anggota tubuh lainnya, demikian juga aspek-aspek kejiwaan seperti intelgensi, bakat, motivasi dan minat. Selain itu, belajar juga bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri si belajar yang bersifat positif, mengubah kebiasaan, mengubah keterampilan dan menambah pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Proses dan Fase dalam Belajar

  Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang sangat kompleks dan melibatkan psikologi si belajar. Kegiatan belajar bisa dilakukan mandiri secara aktif, lewat interaksi sosial dan lewat penemuan serta pengalaman pribadi. Kegiatan belajar memiliki tujuan agar terjadi perubahan perilaku, keterampilan dan sikap pada si belajar sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar, selain itu yang paling penting adalah si belajar mendapat tambahan ilmu pengetahuan dari apa yang dipelajarinya.

  Untuk mendapatkan hasil belajar perlu sebuah proses belajar, biasanya melalui fasefase tertentu. Midzakir (1995) menyebutkan bahwa proses belajar merupakan aktivitas diri yang melibatkan aspek-aspek psikologi siswa dalam upaya menuju tercapainya tujuan belajar, yakni terjadinya perubahan tingkah laku.

  Pendidikan di Indonesia saat ini banyak melakukan pengembangan metode dan strategi pembelajaran yang inovatif. Pengembangan metode dan strategi pembelajaran semata-mata supaya tujuan belajar tercapai. Kegiatan belajar dengan metode yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap hasil belajar melalui fase-fase tertentu. Gagne dalam Midzakir (1995) mengembangkan fase yang terjadi pada proses belajar yakni : (1) fase motivasi, yaitu adanya suatu kesadaran akan tujuan belajar yang akan dicapai; (2) fase konsentrasi yakni suatu fase dimana siswa melakukan kegiatan untuk memilih unsur-unsur yang relevan dan dianggap penting pada saat belajar; (3) fase mengolah, yakni dimana bahan yang telah dipilih untuk dipelajari tersebut diolah untuk kemudian dipersiapkan untuk dimasukkan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tiga fase sebelumnya dan yang terbaik menurut si belajar dimasukan dan disimpan dalam ingatan serta dipahami; (5) fase menggali dari ingatan yaitu suatu fase dimana ia melakukan penggalian terhadap bahan yang telah disimpan di dalam ingatan untuk melakukan suatu proses transfer dari hasil belajar ke tugas belajar lain yang sejenis; (6) fase memberikan prestasi merupakan fase untuk menyatakan/membuktikan bahwa tujuan belajar telah tercapai. Biasanya dilakukan dengan kegiatan tanya jawab dan si belajar mampu mengungkapkan apa yang dipahaminya dengan bahasanya sendiri. (7) Fase umpan balik (feedback) yakni fase untuk mengetahui tentang tepat atau tidaknya prestasi. Jika tujuan belajar tercapai, maka tepat dalam feedback, dan jika tujuan belajar tidak tercapai, maka tidak tepat dalam feedback yang berarti perlu penyempurnaan dalam proses belajar.

  Proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, efektif, dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju dari keadan sebelumnya. Karena belajar itu merupakan aktivitas yang berproses, sudah tentu didalamnya terjadi perubahan-perubahan tersebut timbul melalui fasefase yang antara satu dengan lainnya bertalian secara berurutan dan fungsional.

  Jerome S. Bruner (Midzakir, 1995), mengemukan bahwa dalam proses pembelajaran siswa memenuhi tiga fase, yakni (1) fase informasi, seseorang siswa yang sedang belajar memperoleh sejumlah keterangan mengenai materi yang sedang dipelajari. Informasi yang diperoleh ada yang sama sekali baru dan berdiri sendiri ada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebelumnya telah dimiliki; (2) fase transformasi, informasi yang telah diperoleh itu dianalisis, diubah, atau ditransformasikan menjadi bentuk yang abstrak atau konseptual supaya kelak pada gilirannya dapat dimanfaatkan bagi hal-hal yang lebih luas. Bagi siswa pemula, fase ini akan berlangsung lebih mudah apabila disertai dengan bimbingan guru yang kompeten dalam mentransfer strategi kognitif yang tepat untuk melakukan pembelajaran materi pelajaran tertentu; (3) fase evaluasi, seorang siswa akan menilai sendiri sampai sejauh manakah pengetahuan (informasi yang telah ditransformasikan) dapat dimanfaatkan untuk memahami gejalagejala lain atau memecahkan masalah yang dihadapi.

  Penerapan teknik membaca skimming pada pembelajaran akan menimbulkan perubahan pada diri siswa terutama perubahan pada aspek kognitifnya.

  Dari fase-fase belajar yang diungkapkan Gagne (Midzakir,1995), penerapan teknik

  skimming

  mendukung terhadap tercapainya tujuan pembelajaran. Hal ini karena dalam pembelajaran dengan menerapkan teknik skimming siswa mengalami fase-fase seperti konsentrasi, mengolah ingatan, mengingat dan umpan balik. Fase ini di awali proses mengolah materi atau informasi yang akan dipelajari kemudian dilanjutkan proses memahai dan mengingat. Fase selanjutnya adalah fase prestasi maksudnya fase yang membuktikan tingkat pemahaman dan ingatan yang diserap dilakukan melalui tanya jawab. Fase umpan balik terjadi tambal sulam materi yang dipahami oleh siswa sehingga hasil belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran.

  Proses belajar yang baik akan memberikan efek positif terhadap perilaku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  belajar biasanya lebih sering tampak dalam perubahan-perubahan psikologi dan sikap. Menurut Midzakir (1995) perubahan psikologi dan sikap itu adalah sebagai berikut :

  1) Kebiasaan, setiap siswa yang telah mengalami proses belajar akan mengalami perubahan kebiasaan berupa pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. 2) Berpikir rasional, merupakan hubungan antara rangsangan denga respon yang sesuai dengan apa yang telah dipelajari untuk memecahkan masalah.

  3) Berpikir asosiatif dan daya ingat, merupakan proses pembentukan hubungan antara rangsangan dengan respons dimana respon muncul karena ada materi atau informasi yang disimpan dan ingat. 4) Inhibisi, merupakan kesanggupan siswa untuk mengurangi dan menghentikan tindakan yang tidak perlu, lalu memilih tindakan lain yang lebih baik ketika ia berinteraksi dengan lingkungan. 5) Tingkah laku, tingkah laku yang nampak dari seseorang yang telah melakukan proses belajar dapat berupa takut, marah, senang, sedih, gembira dan kecewa. Tingkah laku tersebut tidak terlepas dari pengaruh pengalaman belajar.

3. Hasil Belajar

  Robert Gagne (1974) meninjau hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa dan juga meninjau proses belajar menuju ke hasil belajar dan langkah-langkah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gagne, hasil belajar dimasukkan dalam lima kategori. Guru sebaiknya menggunakan kategori ini dalam mencapai tujuan intruksional dan penilaian (Djiwandono, 2002).

  Berikut lima kategori hasil belajar menurut Gagne (Dalam Djiwandono, 2002) :

a. Informasi verbal

  Informasi verbal ialah tingkat pengetahuan yang dimiliki seseorang yang dapat diungkapkan melalui bahasa lisan maupun tertulis kepada orang lain. Siswa harus mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan baik yang bersifat praktis maupun teoritis.

b. Kemahiran intelektual

  Kemahiran intelektual (intellectual skill) menunjuk pada “knowing how”, yaitu bagaimana kemampuan seseorang berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri.

   Pengaturan kegiatan kognitif c.

  Pengatuan kegiatan kognitif (kognitif strategy), yaitu kemampuan yang dapat menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri, khususnya ila sedang belajar dan berfikir. Orang yang mampu mengatur dan mengarahkan aktivitas mentalnya sendiri dalam bidang kognitif akan dapat menggunakan semua konsep dan kaidah yang pernah dipelajari jauh lebih efisien dan efektif daripada orang yang tidak berkemampuan demikian.

   Sikap d.

  Sikap yaitu sikap tertentu seseorang terhadap suatu obyek. Misalnya,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dia bersifat negative terhadap pesta-pesta karena merasa tidak ada gunanya, hanya membuang waktu dan uang saja.

e. Keterampilan motorik

  Keterampilan motorik yaitu seseorang yang mampu melakukan suatu rangkaian gerak-gerik jasmani dalam urutan tertentu dengan mengadakan koordinasi antara gerak-gerik berbagai anggota badan secara terpadu. Misalnya, sopir mobil dengan terampil mengendarai kendaraannya, sehingga konsentrasinya tidak hanya pada kendaraannya, tapi juga pada arus lalu lintas di jalan.

4. Sumber Belajar

  Belajar mengajar akan efisien jika langkah-langkah yang digunakan diatur dengan baik. Dalam pembelajaran, guru dibantu oleh sumber-sumber belajar. Sumber belajar dapat berupa buku, proyektor, film, video dan komputer. Menurut Nasution (2003) media bahasa tertulis makin banyak bergantung pada barang cetakan, seperti buku-buku, majalah, diktat, dan lain-lain. Walaupun media bahasa tertulis terbatas, namun manfaatnya sangat besar yaitu sebagai media pembelajaran, akan bertambah efektif bila disertai oleh media lisan. Banyak bidang studi instruksi melalui media tertulis sangat efektif dengan menggunakan gambar dan diagram. Jika siswa kurang belajar melalui bahasa tertulis, mungkin disebabkan kurangnya pengetahuan siswa sebagai latar belakang topik yang dipelajarinya, atau kosa katanya yang kurang memadai. Kesukaran juga dapat disebabkan oleh kelemahan dalam penulisan buku itu karena tidak memenuhi fungsinya untuk mengajar siswa yang membacanya. Belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  belajar melalui media lisan.

5. Minat Belajar Siswa

  a. Pengertian Minat Belajar Minat berperan sangat penting dalam kehidupan peserta didik dan mempunyai dampak yang besar terhadap sikap dan perilaku. Siswa yang berminat terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras dibandingkan siswa yang kurang berminat.

  Hilgard dalam Hsalma (2011) memberi rumusan pengertian tentang minat sebagai berikut: “Interest is persisting tendency to pay attention to and

  enjoy some activity or content”

  yang berarti minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.

  Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang dan diperoleh suatu kepuasan.

  Menurut Slameto dalam Hsalma (2011) minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.

  Kegiatan yang diminati siswa, diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasan. Lebih lanjut dijelaskan minat adalah suatu rasa suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

  Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek (Sumadi Suryabrata dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungan.

  Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan tertarik pada sesuatu yang relatif tetap untuk lebih memperhatikan dan mengingat secara terus-menerus yang diikuti rasa senang untuk memperoleh suatu kepuasan dalam mencapai tujuan pembelajaran.

  Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami. Dengan demikian siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Terjadilah suatu perubahan kelakuan. Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitip, psikomotor maupun afektif.

  b. Ciri-ciri Siswa Berminat dalam Belajar Menurut Slameto dalam Hsalma (2011) siswa yang berminat dalam belajar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

   Mempunyai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu yang dipelajari secara terus menerus.

   Ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati.  Memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati. Ada rasa keterikatan pada sesuatu aktivitas-aktivitas yang diminati.

   Lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.

B. TEKNIK SKIMMING

1. Teknik Skimming Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak terpisah dari kehidupan manusia.

  Kegiatan belajar dapat dilakukan dengan membaca butu teks atau buku ajar. Proses membaca merupakan proses yang aktivitasnya melibatkan segenap kemampuan kognitif untuk menangkap isi atau pesan yang tersurat dan tersirat. Menurut Salam (2004) dalam bukunya bahwa kegiatan membaca memiliki kegunaan diantaranya untuk menambah pengetahuan, menunjang kemampuan berpikir kritis, dan dapat menyenangkan hati.

  Teknik membaca terbagi atas tiga jenis yaitu teknik dasar, teknik menengah, dan teknik lanjutan. Teknik dasar dan menengah banyak digunakan bagi pembaca pemula. Sedangkan teknik lanjutan banyak digunakan oleh pembaca yang sudah mahir dan lancar. Tenik lanjutan disebut juga sebagai teknik membaca cepat. Teknik lanjutan terbagi menjadi dua jenis yaitu teknik scanning dan teknik skimming. Teknik

  scanning

  banyak digunakan dengan tujuan untuk menemukan frasa-frasa tertentu, misalnya pencarian nomor telepon. Sedangkan teknik skimming digunakan dengan tujuan untuk mengetahui hal-hal yang terpenting seperti ide pokok, pendapat seseorang dan informasi yang dicari pembaca tanpa harus membaca secara keseluruhan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Pengertian Teknik Skimming

  Teknik skimming merupakan keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien dengan tujuan untuk mengambil inti sari dari suatu bacaan berupa ide pokok atau hal yang penting (Soedarso, 2004). Teknik baca-layap atau teknik skimming sering dikenal dengan istilah membaca sekilas, yaitu membaca dengan cepat atau menjelajah untuk memperoleh gambaran umum isi buku secara menyeluruh. Selain itu, teknik skimming juga dapat dipergunakan sebagai dasar memprediksi (menduga), apakah suatu bacaan atau bagian-bagian tertentu dari bacaannya itu berisi informasi yang diharapkan atau tidak. Seorang pembaca yang menggunakan teknik skimming hanya memetik ide-ide pokok bacaan atau hal-hal yang penting suatu bacaan atau intisari suatu bacaan.

  3. Tujuan Membaca Menggunakan Teknik Skimming Teknik membaca suatu buku, dipilih berdasarkan tujuan dalam membaca.

  Teknik skimming dipergunakan untuk memenuhi beberapa tujuan diantaranya mengenali topik bacaan, mengetahui pendapat orang yang ada pada sebuah buku.

  Tujuan yang paling utama dalam penggunaan teknik skimming ini adalah untuk mengetahui hal-hal terpenting yang dicari tanpa harus membaca secara keseluruhan.

  Penggunaan teknik membaca skimming juga digunakan sebagai penyegar apa yang pernah dibacanya, misalnya dalam mempersiapkan ujian.

  Menurut Farr dan Rose dalam Haryadi (2006) menyatakan alasan pemabaca menggunakan teknik skimming adalah (1) Menemukan sepenggal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pokok dan butirbutir yang penting dari sebuah bacaan ; (3) Memeriksa apakah bagian itu dapat diloncati atau harus dipahami ; (4) Manfaatkan waktu secepat mungkin dikarenakan pembaca sibuk dan kekurangan waktu untuk membaca.

4. Pelaksanaan Membaca dengan Teknik Skimming

  Haryadi (2006) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran, siswa bisa mempraktikkan membaca skimming dengan menentukan tujuan membaca terlebih dahulu, kemudian langkah selanjutnya meliputi :

  1) Bacalah sekilas kutipan untuk melihat apakah jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat ada atau tidak didalam bacaan.

  2) Bacalah secara sekilas, lalu ceritakan kepada orang lain (teman atau gurunya). Setelah itu bacaan secara biasa. Apakah pembaca menemukan informasi lain. 3) Bacalah sekilas bacaan dan ceritakanlah pada temannya urutan peristiwa dari bacaan yang dibaca.

  Menurut Rosalie F. Maddocks (2008) seorang professor Geoscience, dari University of Houston bahwa kesuksesan akan tercapai dalam belajar fisika ketika sebelum mulai pelajaran sebuah topik dibaca terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar topik yang akan dipelajari lebih familiar sehingga pembelajaran bisa diterima dengan baik. Adapun langkah agar sukses dalam mengerjakan ujian pelajaran fisika salah satu langkahnya adalah membaca sekilas (teknik skimming) sebelum memulai ujian.

  Cindy Arem (2008) juga menerangkan bahwa salah satu keahlian dalam belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  langkahnya yaitu dengan cara membaca sekilas sebelum belajar lebih jauh materi pelajaran fisika.

5. Penerapan Teknik Skimming pada Pembelajaran Fisika

  Kegiatan belajar fisika memiliki beberapa step atau tahapan yang sangat bermanfaat. Salah satu step yang paling utama adalah mengikuti secara aktif pembelajaran fisika di sekolah dan tahapan selanjutnya adalah membaca topik pelajaran sebelum memasuki kelas atau dimulainya pelajaran.

  Penerapan teknik membaca skimming pada pembelajaran fisika memiliki beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut adalah: 1) Guru menyampaikan indikator pembelajaran ; 2) Siswa mengerjakan soal-soal pretest; 3) Guru menyusun pertanyaan berdasarkan indikator pembelajaran ; 4) Siswa membaca buku ajar dengan teknik skimming untuk menemukan jawaban dari pertanyaan

  ; 5) Melakukan pembelajaran disertai tanya jawab dengan siswa

  ; 6) Guru menjelaskan materi yang masih kurang dimengerti

  ; 7) Guru memberikan contoh soal dan latihan soal ; 8) guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan.

   Mata dan Cacat Mata C. Mata 1.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebagai alat optik adalah lensa mata.

  Gambar Mata dan bagianbagiannya Gambar merupakan gambar bagianbagian pada mata sebagai alat optik. Sesuai gambar diatas bagianbagian mata meliputi :

  1) Kornea mata, yaitu selaput tipis dan tembus cahaya yang kuat. Kornea ini berfungsi melindungi mata dari gangguan luar.

  2) Aqueous humour, yaitu cairan pengisi antara kornea dan lensa mata. aqueous

  humour

  berfungsi memberi bentuk dan kekukuhan pada mata 3) Lensa mata, yaitu berupa bahan bening, berserat, dan kenyal yang berbentuk cembung berfungsi mengatur pembiasan cahaya yang terjadi dimata sehingga menghasilkan bayangan yang jatuh tepat di retina. 4) Iris atau selaput pelangi, yaitu lapisan tipis di depan lensa mata. Iris berfungsi mengatur besarkecilnya celah pupil. Iris juga berfungsi memberi warna pada mata.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5) Pupil, yaitu celah lingkaran yang dibentuk iris dan lebar pupil diatur oleh iris.

  Berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. 6) Otot mata, yaitu bagian yang berfungsi menggerakkan mata agar bayangan yang terbentuk selalu jatuh di bintik kuning. Otot mata juga berfungsi memipihkan atau mencembungkan bola mata. 7) Vitreous humour, yaitu cairan bening pengisi bola mata yang terletak di antara lensa mata dan retina vitreous humour memiliki fungsi yang sama dengan

  aqueous humour , yaitu memberi bentuk dan kekukuhan pada mata

  8) Retina atau selaput jala, yaitu tempat jatuhnya cahaya tempat paling peka cahaya pada retina. Berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan.

  9) Bintik kuning, yaitu tempat jatuhnya cahaya, tempat paling peka cahaya pada retina.

  10) Saraf optik, yaitu saraf yang meneruskan sinyal optik ke otak untuk diproses sebagai sinyal penglihatan.

  Mata normal dapat melihat benda dengan jelas pada jarak dekat dan jarak jauh. Hal ini terjadi karena lensa mata dapat melakukan akomodasi. Daya akomodasi adalah kemampuan mata untuk mencembung atau memipihkan lensanya sehingga sesuai dengan jarak benda. Pada mata manusia agar dapat melihat dengan jelas, letak benda harus berada dalam jangkauan penglihatan, yaitu diantara titik dekat mata (Punctum Proximum = PP) dan titik jauh mata (Punctum Remotum = PR). Titik dekat mata (PP) adalah jarak terdekat antara lensa mata dengan benda yang masih dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lensa mata. Titik jauh mata (PR) merupakan jarak terjauh dari suatu benda yang masih dapat dilihat mata dengan jelas. Pada mata normal jarak ini bernilai tak berhingga (~).

2. Cacat Mata

  Ada beberapa orang yang sudah tidak dapat melihat dengan jelas bendabenda dekat atau tidak bisa melihat bendabenda jauh, atau keduanya. Hal ini disebabkan otot iris sudah tidak dapat membuat akomodasi maksimum atau minimum. Orang yang seperti itu disebut memiliki cacat mata. Adapun jenis-jenis cacat mata diantaranya miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), presbiopi mata tua), dan astigmatis.

1) Rabun Jauh (Miopi)

  Kelainan ini terjadi karena bayangan yang dibentuk oleh lensa mata dari benda jauh yang dilihat tidak tepat jatuh pada selaput jala (retina), melainkan jatuh di depan retina. Karena lensa mata terlalu cembung, bayangan jatuh di depan retina akibatnya manjadi kabur seperti yang disajikan pada gambar 2.2a. Agar menjadi jelas dapat ditolong dengan menggunakan kacamata lensa negatif (lensa cekung) sehingga bayangan kembali jatuh di retina seperti yang disajikan pada gambar 2.2b. Apabila tanpa kaca mata orang tersebut hanya bisa melihat jelas benda-benda yang dekat dengan mata.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 2.2a. cacat mata miopi Gambar 2.2b. Cacat mata miopi dibantu dengan lensa cekung

   Rabun Dekat (Hipermetropi) 2)

  Kelainan ini terjadi karena lensa terlalu pipih sehingga bayangan dari benda dekat yang dilihat mata jatuh dibelakang retina. Terbentuknya bayangan pada kelainan rabun dekat seperti disajikan pada gambar 2.3a. Agar bayangan tepat kembali diretina dapat ditolong dengan kaca mata lensa positip (lensa cembung) seperti disajikan pada gambar 2.3b. Penderita ini bisa melihat jelas bendabenda yang jauh.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 2.2a. cacat mata Hipermetropi Gambar 2.2b. Cacat mata

  Hipermetropi

  dibantu dengan lensa cembung

3. Mata Tua (Presbiopi)

  Kelainan ini biasanya diderita oleh orang yang sudah tua. Mata orang tua biasanya daya akomodasinya kurang baik lagi. Mata presbiopi tidak jelas melihat benda-benda yang jauh maupun dekat. Agar dapat jelas ditolong dengan kacamata rangkap yakni lensa positif dan lensa negatif disatukan pada kacamata.

   Astigmatis 4.

  Astigmatis adalah cacat mata yang terjadi karena bentuk bola mata yang kurang melengkung (tidak sferis) sehingga berkas cahaya yang masuk kemata tidak terfokus di satu titik. Seorang penderita astigmatis tidak dapat membedakan garis tegak (vertikal) dan garis mendatar (horisontal) secara bersamaan. Jika seorang penderita astigmatis melihat sekumpulan garis vertikal dan horizontal maka garisgaris vertikal akan tampak jelas, sedangkan garis horisontal akan tampak kabur. Cacat mata astigmatis dapat dibantu dengan menggunakan kacamata silindris.

D. Kerangka Berfikir

  Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ajar. Kegiatan membaca memiliki beberapa teknik membaca. Pemilihan teknik membaca bergantung pada kondisi bacaan dan tujuan membaca (Haryadi, 2006).

  Teknik skimming merupakan salah satu teknik dalam membaca yang merupakan keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien, karena membaca dengan teknik skimming pembaca mampu mengambil intisari dari suatu bacaan yang berupa ide pokok atau hal-hal yang penting (Soedarso, 2004).

  Materi Mata dan Cacat Mata mengandung unsur hafalan, pemahaman dan sedikit hitungan. Jika salah satu dari ketiga unsur tersebut di atas tidak dikuasai dengan baik, maka hasil belajar siswa kurang maksimal. Keterampilan seorang guru dalam pembelajaran juga sangat berperan terhadap hasil belajar, salah satunya adalah memiliki kemampuan membuka dan menutup suatu pelajaran. Dalam membuka pelajaran perlu strategi yang tepat untuk mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajarinya nanti dan mempersiapkan siswa agar siap menerima pelajaran sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Teknik skimming merupakan keterampilan membaca untuk mendapatkan hasil yang efisien dalam mengambil intisari dari suatu bacaan yang berupa ide pokok atau hal-hal yang penting

  Penerapan teknik skimming diawal Siswa belum sepenuhnya pembelajaran fisika memahami materi Pemahaman siswa

  Pembelajaran dengan metode diperdalam pada proses konvensional akan effisien pembelajaran

  Hasil belajar pokok bahasan Mata dan Cacat Mata

Gambar 2.1. Diagram kerangka berfikir

E. Kaitan Teori Dengan Penelitian

  Teori-teori yang telah dijelaskan di atas sangat berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan, diantaranya adalah teori tentang minat belajar siswa yang menjadi dasar dari instrumen wawancara yang akan dibuat dalam pengambilan data. Pembahasan-pembahasan materi yang akan diajarkan sangat berpengaruh besar pada instrumen pretest. Metode pembelajaran dengan teknik skimming sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar sebagai treatmen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. Termasuk dalam

  penelitian kuantitatif karena menggunakan statistik untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Termasuk dalam penelitian kualitatif karena dalam penelitian ingin diketahui juga tanggapan siswa terhadap model pembelajaran dengan metode

  skimming

  yang diberikan diawal pembelajaran B.

DESIGN PENELITIAN

  Design penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Pemberian soal pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

  2) Pemberian treatment pada kelas eksperimen yaitu pembelajaran dengan metode skimming dilanjutkan dengan ceramah dan tanya jawab dalam pokok bahasan mata dan cacat mata; serta pada kelas kontrol yaitu pembelajaran dengan metode ceramah dan tanya jawab dalam pokok bahasan mata dan cacat. 3) Pemberian soal posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 4) Analisis hasil dari pretest, posttest, dan angket. Hasil analisis ini akan memberikan kesimpulan apakah ada pengaruh pembelajaran yang diawali

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan teknik skimming terhadap hasil belajar dan minat siswa dibandingkan dengan pembelajaran dengan metode ceramah (konvensional).

  C. WAKTU DAN TEMPAT

  Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Januari 2011 di SMP Kanisius Weleri.

  D. SUBJEK PENELITIAN

  Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII A dengan jumlah 28 siswa dan VII B dengan jumlah 28 siswa SMP Kanisius Weleri.

  E. TREATMENT

  Treatment yang digunakan dalam penelitian ini adalah kegiatan model pembelajaran dengan metode skimming yang diberikan diawal pembelajaran.

  Sebagai penunjang pembelajaran dengan metode skimming, peneliti membuat Lembar Kerja Siswa (LKS). Lembar kerja siswa ini digunakan peneliti untuk membantu proses skimming. LKS lengkap dapat dilihat pada lampiran hal.80.

   Pembelajaran pada kelas eksperimen :

  1. Pembukaan

  a) Peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang pembelajaran dengan teknik skimming dan materi yang akan dipelajari.

  b) Peneliti menjelaskan tujuan dari pembelajaran.

  2. Kegiatan inti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) Siswa diminta untuk mengerjakan soal pretest. Soal yang diberikan mengenai materi mata dan cacat mata.

  b) Peneliti membagikan LKS kepada siswa dan diminta untuk mengerjakannya. Dalam mengerjakan LKS siswa diminta untuk membaca materi ajar yang telah disediakan dengan teknik skimming dan menuliskan jawabannya.

  c) Peneliti menjelaskan tentang materi mata dan cacat mata yang disertai dengan tanya jawab.

  d) Peneliti membagi siswa dalam beberapa kelompok. Pembagian kelompok ini berdasarkan pada sifat heterogenitas, yaitu setiap kelompok mempunyai kemampuan akademik dan jenis kelamin yang berbeda. Pengelompokan ini sudah ditentukan oleh peneliti terlebih dahulu dengan meminta data kepada sekolah.

  e) Peneliti memberikan beberapa soal untuk latihan dan dikerjakan dalam kelompok dengan waktu yang telah ditentukan.

  f) Setelah waktu yang telah ditentukan habis, peneliti meminta salah satu perwakilan kelompok untuk mengerjakan soal di papan tulis.

  g) Peneliti bersama-sama dengan siswa membahas soal latihan tersebut.

  h) Kelompok yang sudah maju menunjuk salah satu kelompok lain untuk mengerjakan soal latihan di papan tulis.

  3. Penutup

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) Peneliti bersama-sama dengan siswa mencari kesimpulan dari pembelajaran.

  b) Peneliti membagikan soal posttest untuk dikerjakan oleh siswa. Soal posttest sama dengan pretest, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang telah diajarkan.  Pembelajaran kelas kontrol :

  1. Pembukaan a) Peneliti menjelaskan materi yang akan di ajarkan.

  b) Peneliti menjelaskan tujuan dari pembelajaran.

  2. Kegiatan inti

  a) Siswa diminta untuk mengerjakan soal pretest. Soal yang diberikan mengenai materi mata dan cacat mata.

  b) Peneliti menjelaskan tentang materi mata dan cacat mata yang disertai dengan tanya jawab.

  c) Peneliti membagi siswa dalam beberapa kelompok. Pembagian kelompok ini berdasarkan pada sifat heterogenitas, yaitu setiap kelompok mempunyai kemampuan akademik dan jenis kelamin yang berbeda. Pengelompokan ini sudah ditentukan oleh peneliti terlebih dahulu dengan meminta data kepada sekolah.

  d) Peneliti memberikan beberapa soal untuk latihan dan dikerjakan dalam kelompok dengan waktu yang telah ditentukan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e) Setelah waktu yang telah ditentukan habis, peneliti meminta salah satu perwakilan kelompok untuk mengerjakan soal di papan tulis.

  f) Peneliti bersama-sama dengan siswa membahas soal latihan tersebut.

  g) Kelompok yang sudah maju menunjuk salah satu kelompok lain untuk mengerjakan soal latihan di papan tulis.

  3. Penutup

  a) Peneliti bersama-sama dengan siswa mencari kesimpulan dari pembelajaran.

  b) Peneliti membagikan soal posttest untuk dikerjakan oleh siswa. Sebagai pedoman siswa, peneliti membuat RPP yang dapat dilihat di lampiran hal.93.

  F.

INSTRUMEN PENELITIAN

  Penelitian ini menggunakan tiga instrumen, yaitu tes tertulis yang berupa pretest-posttest, kuesioner/angket, dan wawancara. Tes tertulis digunakan sebagai alat untuk mengukur seberapa jauhkah keberhasilan pembelajaran dengan teknik

  skimming

  terhadap hasil belajar. Instrumen kuesioner/angket digunakan untuk mengetahui minat pada belajar fisika, dan instrumen wawancara digunakan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap pembelajaran dengan metode skimming.

   Tes Tertulis 1.

  a) Pretest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pretest (tes awal) diberikan pada siswa sebelum pembelajaran menggunakan metode skimming. Pretest yang diberikan pada siswa disusun berdasarkan konsep-konsep yang berkaitan dengan bahasan mengenai Mata dan cacat mata. Tes ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai mata dan cacat mata.

  b) Posttest Posttest (tes akhir) diberikan setelah siswa melakukan pembelajaran dengan metode skimming. Tes ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode skimming. Posttest yang diberikan disusun berdasarkan soal pretest dan materi pembelajaran yang telah diberikan. Pada tabel 1 ditunjukkan kisi-kisi penyusunan test.

  Tabel 1. Kisi - kisi Pretest dan Posttets

  Materi Pokok Inti Materi Soal Mata 1) Bagian mata dan 1) Sebutkan bagian-bagian mata fungsinya dan fungsi masing-masing bagian! ( Skor 2)

  2) Proses mata dapat 2) Jelaskan bagaimana mata melihat dapat melihat! ( Skor 3) Cacat Mata 1) Istilah 1) Sebutkan macam-macam cacat mata! Bagaimana cara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menanggulanginya? ( Skor 2) 2) Pembentukan 2) Gambarkan pembentukan bayangan pada retina bayangan di retina pada mata mata normal, miopi, hipermetropi !

  ( Skor 3) Pretest dan posttest lengkap dapat dilihat pada lampiran hal.76.

  Validitas pretest dan posttest di atas adalah validitas isi, yaitu mengacu pada isi materi yang akan diajarkan.

   Kuisioner/Angket minat 2.

  Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi dari responden yang ingin diketahui (Arikunto, 1984: 27). Dalam penelitian ini menggunakan macam kuisioner/angket langsung, yaitu kuisioner/angket yang dikirimkan langsung dan diisi langsung oleh orang yang akan dimintai jawaban tentang dirinya (Arikunto, 1984: 27).

  Kuisioner Minat digunakan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhdap pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran dengan teknik

  skimming dan ceramah. Untuk membandingkan pembelajaran metode apa yang diminati siswa. Pada tabel 2 ditunjukkan bagaimana kuisioner disusun.

  

Table 2. Distribusi soal kuesioner sikap berdasarkan indikator

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nomor Komponen Minat Indikator soal

  Memperhatikan dan Memperhatikan dan mengingat terus- mengingat terus menerus apa yang diajarkan dengan 1, 6 teknik skimming atau ceramah

  Perasaan suka Suka terhadap pembelajaran dengan 2, 10 metode skimming atau ceramah

  Kebanggaan dan Bangga telah mengikuti pembelajaran 3, 8 kepuasan dengan metode skimming atau ceramah

  Pilihan Lebih memilih pembelajaran dengan metode skimming atau ceramah dari 4, 5 pada media pembelajaran lain

  Keikutsertaan Ikut serta dalam kegiatan pembelajaran 7, 9 dengan metode skimming atau ceramah

  Kuesioner lengkap dapat dilihat pada lampiran hal.84.

   Wawancara 3.

  Wawancara dilakukan setelah pembelajaran dengan metode skimming diterapkan di kelas. Tidak semua siswa akan diwawancarai, namun diambil berdasarkan pencapaian skor pada pengisisan lembar jawaban pretest dan posttest siswa. Siswa yang diwawancarai adalah siswa yang memiliki skor pencapaian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penurunan. Wawancara yang dipakai adalah wawancara terpimpin yaitu wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun terlebih dahulu. Pertanyaan yang dibuat bersifat memimpin dan mengarahkan (Arikunto,1984:30). Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode skimming yang digunakan di dalam kelas.

  Tabel 3. Wawancara Untuk Siswa

Kelas eksperimen (skimming)

  No Soal Wawancara

  1. Apakah kamu menyukai model pembelajaran

  tersebut, mengapa?

  2. Kesulitan apa yang kamu dapatkan dari metode skimming

  yang dilaksanakan di kelas tadi?

  3. Apakah kamu merasa lebih mengerti atau

  memahami materi dengan model pembelajaran tersebut?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kelas kontrol (ceramah)

  No Soal Wawancara

  1. Bagaimana tanggapan kamu tentang pembelajaran

  yang kamu dapatkan? mengapa?

  2. Kesulitan apa yang kamu dapatkan dari metode skimming

  yang dilaksanakan di kelas tadi?

  3. Apakah kamu ingin belajar dengan menggunakan

  media pembelajaran lain? contohnya model pembelajaran skimming? Hasil wawancara dapat dilihat dilampiran hal.89.

   ANALISIS DATA G. Pretest dan Postest 1.

  Pretest dan postest dianalisis secara tiga tahap, yaitu:

  a. Peneliti menggunakan soal berbentuk esay pada soal pretest dan posttest, dengan harapan, siswa dapat mengeluarkan semua pemahaman yang telah didapatkan setelah pembelajaran dengan teknik skimming. Setiap soal memiliki skor yang berbeda, tergantung pada tingkat kesulitan dari soal itu sendiri. Peneliti memberikan 4 soal pada siswa, dengan jumlah skor keseluruhan adalah 10. Soal yang diberikan saat pretest sama dengan soal posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pengelompokan skor dibagi menjadi 5 kelompok dengan interval sebagai berikut:

  Tabel 4. Pengelompokan/kualifikasi skor dan interval

  Interval kualifikasi 8.8 – 10.9 Sangat baik

  6.6 – 8.7 baik 4.4 – 6.5 cukup 2.2 – 4.3 kurang 0 – 2.1 Sangat kurang b. Untuk mengetahui apakah metode pembelajaran dengan teknik skimming mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa, peneliti menggunakan analisis uji Test-T pada kelompok dependen. Dependen adalah kelompok yang saling tergantung atau bahkan sama (Suparno; 2006), dengan rumus

  ( )

  ̅ ̅

  

t =

  perhitungan Test-T dengan menggunakan program SPSS. Setelah hasil muncul, kita dapat menyimpulkan : Apabila p < α = 0.05 maka signifikan

   Apabila p > α = 0.05 maka tidak signifikan 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Artinya bila signifikan berarti terjadi peningkatan pemahaman konsep pada siswa setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan teknik skimming. Jika tidak signifikan artinya adalah tidak terjadi peningkatan pemahaman konsep sebelum dan sesudah menerima pembelajaran dengan menggunakan teknik skimming. Dan cara yang sama juga dilakukan pada kelas kontrol (metode ceramah).

  c. Menggunakan Test-T untuk 2 group yang independen. Analisis ini digunakan untuk membandingkan apakah kelas yang diajar dengan metode skimming lebih baik dibandingkan dengan kelas yang diajar dengan metode klasikal/ceramah.

  Dengan menggunakan tahapan analisis di atas dapat di tarik kesimpulan apakah terdapat perbedaan antara pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik dan ceramah, dan apakah metode pembelajaran komik lebih meningkatkan.

  1) Dilakukan uji t-test independen antara skor pretest pada pembelajaran dengan teknik skimming dan pembelajaran ceramah, untuk mengetahui apakah kedua kelompok tersebut setaraf. 2) Dilakukan uji t-test independen untuk nilai skor posttest pada pembelajaran dengan teknik skimming dan metode ceramah, untuk melihat nilai yang lebih baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Kuisioner/Angket minat

  Untuk mengetahui pendapat siswa terhadap pembelajaran dengan metode skimming pada pokok bahasan mata dan cacat mata, maka peneliti memberikan angket/kuesioner setelah post test. Angket yang digunakan terdiri dari 10 pernyataan.

  Angket terdiri dari 10 pernyataan tertutup dengan setiap pernyataan mempunyai skor tertinggi 5, sehingga skor totalnya adalah 50.

  1. Untuk jawaban A diberi skor 5

  2. Untuk jawaban B diberi skor 4

  3. Untuk jawaban C diberi skor 3

  4. Untuk jawaban D diberi skor 2

  5. Untuk jawaban E diberi skor 1 Cara penilaian hasil angket yaitu dengan menentukan nilai minimum dan maksimum skor yang diperoleh. Dalam penelitian ini didapatkan nilai minimum skor = 10 dan nilai maksimum skor = 50, sehingga range interval adalah 50 – 10 = 40. Banyaknya interval adalah 5, sehingga besar intervalnya adalah

  = 8 .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 5 . Kriteria skor pada kuesioner

  Interval kriteria 42 – 50 Sangat berminat 34 – 41 berminat 26 – 33 Cukup berminat 18 – 25 Kurang berminat 10 – 17 Tidak berminat

3. Wawancara

  Analisis data mengenai tanggapan siswa terhadap model pembelajaran dengan metode skimming terhadap prestasi belajar siswa dilakukan dengan wawancara kemudian dideskripsikan apa adanya untuk melihat tingkat kesukaan siswa terhadap model pembelajaran dengan metode skimming.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Kanisius Budi Murni Weleri, dari tanggal 8 Februari 2012 sampai tanggal 18 Februari 2012. Proses pengambilan data yang dilakukan, kurang sesuai dengan

  perencanaan pembelajaran. Ada beberapa hal yang menghambat proses pengambilan data, antara lain :

  1. Ketidakhadiran siswa pada uji pretest dan posttest yang menyebabkan pengurangan jumlah siswa yang menjadi sampel.

  Sehingga yang seharusnya 28 siswa menjadi 24 siswa pada kelas VIII B.

  2. Minat siswa terhadap mata pelajaran fisika yang kurang sehingga peneliti harus bekerja keras dalam mengelola kelas.

  3. Adanya siswa kelas lain yang sedang mengerjakan tugas di luar kelas kontrol maupun eksperimen, sehingga kelas menjadi kurang kondusif karena banyak siswa yang melihat keluar. Setelah melewati beberapa hambatan tersebut, peneliti memperoleh data berupa hasil pretest dan posttest, kuisioner minat, dan hasil wawancara beberapa siswa kelas VIII A dan VIII B.

  Berikut ini adalah jadwal dan proses pengambilan data pada kelas ang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menggunakan metode ceramah dan pembelajaran dengan skimming yang dilakukan di kelas VIII A dan VIII B SMP Budi Murni Weleri.

  Tabel 6. Pembagian metode pada masing-masing kelas

  No. Kelas Metode 1.

  VIII A Metode pembelajaran skimming 2.

  VIII B Ceramah

  Tabel 7. Jadwal waktu pelaksanaan pengambilan data

  No. Hari/Tanggal Pukul Kelas Kegiatan

  1. Rabu ,08-02-2012 07.00-08.20 VIII A Pretest, pembelajaran

  skimming

  materi mata

  2. Rabu ,08-02-2012 11.30-12.50 VIII B Pretest, pembelajaran metode ceramah materi mata

  3. Rabu ,15-02-2012 07.00-08.20 VIII A Melanjutkan materi teori mata, dilanjutkan materi cacat mata, dan posttest

  4. Rabu ,15-02-2012 11.30-12.50 VIII B Pembelajaran skimming materi cacat mata, dilanjutkan posttest

  5. Jumat ,17-02-2012 08.20-09.00 VIII B Kuisioner dan wawancara

  6. Sabtu ,18-02-2012 11.30-12.10 VIII A Kuisioner dan wawancara

B. Data Penelitian

  1. Hasil pretest dan posttest siswa kelas VIII A dapat dilihat pada tabel 8.

  6 Siswa 6

  2.6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0.2

  10

  6.3

  1.2

  9 Siswa 9

  4.5

  1.7

  8 Siswa 8

  3

  0.4

  7 Siswa 7

  2.1

  0.5

  5.9

  Tabel 8. Hasil pretest dan posttest kelas VIII A

  8.1

  No. Siswa Pretest Posttest

  1 Siswa 1

  0.3

  5.5

  2 Siswa 2

  1

  3 Siswa 3

  Peneliti mendapatkan data berupa hasil pretest dan posttest kelas VIII A dan VIII B, hasil kuesioner minat, dan hasil wawancara yang dilakukan pada lima siswa dari tiap kelas. Berikut adalah penjabarannya.

  1.7

  4.4

  4 Siswa 4

  2.3

  8.3

  5 Siswa 5

  0.7

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25 Siswa 25

  1

  1.5

  22 Siswa 22

  0.7

  1.8

  23 Siswa 23

  0.7

  1.9

  24 Siswa 24

  0.7

  8.2

  1.1

  2.6

  8.1

  26 Siswa 26

  0.6

  0.7

  27 Siswa 27

  3

  7.1

  28 Siswa 28

  1.3

  9.6 Descriptive Statistics

  N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

  21 Siswa 21

  11. Siswa 11

  1.7

  9.6

  9.6 12. Siswa 12

  0.7

  6

  13 Siswa 13

  0.8

  9

  14 Siswa 14

  0.4

  9

  15 Siswa 15

  0.6

  16 Siswa 16

  20 Siswa 20

  1.5

  9.6

  17 Siswa 17

  2

  7.5

  18 Siswa 18

  0.2

  2

  19 Siswa 19

  2.2

  4

  0.2 pretest 28 .20 3.00 1.0500 .72291 Valid N (listwise)

28 Dari tabel statistik di atas dapat dilihat bahwa nilai mean untuk posttest 5.66

  5 Siswa 5

  0.3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0.5

  9 Siswa 9

  0.9

  0.6

  8 Siswa 8

  4

  0.2

  7 Siswa 7

  7.4

  1.1

  6 Siswa 6

  2.2

  0.5

  dan standard deviasinya 3.01, sedangkan nilai mean untuk pretest 1.05 dan standard deviasinya 0.72.

  Dari data di atas jika dilihat dengan pengelompokan kualifikasi skor maka kelas VIII A nilai rata-rata pretestnya masuk dalam kriteria sangat kurang, sedangkan nilai rata-rata posttestnya masuk dalam kriteria cukup.

  3.2

  4 Siswa 4

  1.7

  0.2

  3 Siswa 3

  3.5

  0.4

  2 Siswa 2

  5.1

  1.6

  1 Siswa 1

  No. Siswa Pretest Posttest

  Tabel 9. Hasil pretest dan posttest kelas VIII B

  2. Hasil pretest dan posttest siswa kelas VIII B dapat dilihat pada tabel 9.

  9.1

  10 Siswa 10

  3.6

  6.8

  19 Siswa 19

  0.5

  4.2

  20 Siswa 20

  0.1

  3.1

  21 Siswa 21

  0.2

  22 Siswa 22

  18 Siswa 18

  0.6

  4.7

  23 Siswa 23

  0.2

  1.7

  24 Siswa 24

  1.1

  3.1 Descriptive Statistics

  N Minimum Maximum Mean Std. Deviation pretest 24 .10 3.20 .6708 .72200 posttest 24 .30 9.10 3.6625 2.60715 Valid N (listwise)

  0.4

  1.1

  0.2

  1.6

  7.5

  11 Siswa 11

  2

  9

  12 Siswa 12

  0.1

  2.1

  13 Siswa 13

  0.3

  14 Siswa 14

  0.4

  0.7

  2.2

  15 Siswa 15

  0.9

  2.5

  16 Siswa 16

  0.1

  0.5

  17 Siswa 17

24 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan standard deviasinya 0.72, sedangkan nilai mean untuk posttest 3.66 dan standard deviasinya 2.61.

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  6

  6

  39

  3

  4

  4

  5

  3

  5

  3

  4

  4

  5

  5

  5

  37

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  5

  2

  33

  4

  4

  5

  5

  3

  5

  4

  5

  5

  4

  8

  8

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  7

  7

  43

  4

  4

  4

  Nilai ketuntasan pelajaran fisika SMP Kanisius Budi Murni Weleri adalah

  9

  5

  5

  5

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  1

  1

  10

  8

  47

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  No. kode Pertanyaan skor total

  Tabel 10. Data kuesioner kelas VIII A yang menggunakan metode pembelajaran skimming ( kelas eksperimen )

  3. Hasil kuisioner minat Untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap pembelajaran dengan metode skimming, peneliti memberikan kuesioner minat siswa tehadap pembelajaran yang baru saja digunakan. Peneliti juga memberikan kuesioner untuk kelas kontrol. Tujuan pemberian kuesioner bagi kelas kontrol adalah untuk membandingkan seberapa besar minat siswa terhadap pembelajaran dengan metode skimming.

  VIII B nilai mean pretestnya masuk dalam kriteria sangat kurang, sedangkan nilai mean posttestnya masuk dalam kriteria kurang.

  6.00. Dari data di atas jika dilihat dengan pengelompokan kualifikasi skor maka kelas

  5

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  30

  2

  3

  2

  5

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  42

  4

  4

  4

  3

  3

  5

  4

  4

  4

  4

  44 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10

  ceramah ( kelas kontrol )

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  No. kode Pertanyaan skor total

  36.71 Tabel 11. Data kuesioner kelas VIII B yang menggunakan metode

  9

  3.7

  3.7

  3.8

  38 Rata- rata 3.8 3.8 3.7 3.3 3.5 3.3 3.9

  4

  4

  4

  4

  4

  8

  10

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  39

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  5

  4

  4

  26

  26

  32

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  25

  25

  33

  4

  5

  3

  4

  3

  4

  28

  28

  32

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  27

  27

  41

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  8

  31

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  7

  7

  32

  3

  3

  3

  4

  8

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  5

  2

  4

  2

  5

  4

  9

  3

  9

  30

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  31

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  40

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  6

  6

  30

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  5

  5

  29

  3

  3

  4

  3

  10

  4

  3

  3

  15

  15

  34

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  14

  14

  40

  4

  3

  3

  4

  4

  17

  17

  39

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  16

  16

  32

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  34

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  11

  11

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  5

  5

  4

  5

  5

  13

  13

  34

  4

  4

  31

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  12

  12

  4

  4

  2

  31

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  22

  22

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  21

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  24

  24

  31

  3

  3

  41

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  23

  23

  21

  33

  3

  4

  43

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  19

  18

  18

  39

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  19

  4

  4

  20

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  20

  4

  39

  4

  4

  4

  4

  3

  5

  2

  5

  37 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  35

  21

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  22

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  32

  19

  19

  4

  4

  20

  2

  4

  5

  4

  4

  3

  4

  38

  20

  39

  22

  3

  3

  24

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  41

  35 Rata- rata 3.5 3.7 3.6 3.3 3.4

  3

  3.2

  3.2

  3.3

  3.5

  33.79 Dari data diatas didapatkan skor rata-rata kuisioner minat kelas VIII A adalah 36.71, masuk dalam kriteria berminat, sedangkan kelas VIII B adalah 33.79, masuk dalam kriteria cukup berminat.

  4. Data hasil wawancara Peneliti mewawancarai siswa dengan tujuan untuk mengetahui, bagai mana tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran dengan menggunakan teknik skimming. Peneliti melakukan wawancara pada 5 siswa kelas VIII A (kelas eksperimen) dan 4 siswa kelas VIII B (kelas kontrol). Peneliti mewawancarai siswa kelas kontrol untuk melihat bagaimana tanggapan siswa tentang metode ceramah dan bagaimana pengaruhnya terhadap minat siswa pada pelajaran fisika.

  Berikut ini adalah hasil wawancara yang dilakukan pada beberapa

  24

  4

  4

  37

  4

  3

  4

  5

  4

  2

  3

  4

  4

  23

  5

  23

  4

  5

  4

  5

  4

  3

  3

  4

  3

  11

  11

  2

  13

  13

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  31

  14

  14

  4

  4

  3

  2

  3

  30

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  29

  3

  12

  12

  1

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  5

  4

  3

  3

  3

  32

  17

  17

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  29

  18

  18

  4

  2

  4

  4

  2

  3

  34

  15

  15

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  30

  16

  16

  3

  4

  4

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 12. Hasil wawancara pada kelas VIII A

  No. Pertanyaan dan jawaban

  1 Apakah kamu menyukai model pembelajaran tersebut, mengapa?

  Siswa 1: Ya pak….gak membosankan…asyik. Siswa 2: Wesss…suka..suka aja..enak ngajarnya Siswa 3: Belajarnya sih seneng..tapi saya gak suka sama fisika pak.. Siswa 4: Wah enak pak, karena lebih santai, trus gak gampang marah Siswa 5: Suka ...karena menarik dan menantang pak..

  2 Kesulitan apa yang kamu dapatkan dari metode skimming yang dilaksanakan di kelas tadi?

  Siswa 1: Apa ya..bingung, kayaknya gak ada pak. Siswa 2: Eeemmmm….gak ada pak. Karena enak si cara ngajarnya… Siswa 3: Sudah gak suka sama fisika…jadi semuanya sulit.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Siswa 4: Kadang teman kelompok mengganggu pak pas lagi baca…. Siswa 5: Gambarnya matanya kurang jelas pak…

  3 Apakah kamu merasa lebih mengerti atau memahami materi dengan model pembelajaran tersebut?

  Siswa 1: Ya pak…lebih paham kalau begini belajarnya. Siswa 2: Wah…paham sekali pak.. Siswa 3: Sama saja pak….gak dong. Siswa 4: Iya pak. Siswa 5: Wah…belajarnya semangat, jadi lebih ngerti pak.

  Tabel 13. Hasil wawancara pada kelas VIII B.

  No. Pertanyaan dan jawaban

  1 Bagaimana tanggapan kamu tentang pembelajaran yang kamu dapatkan?mengapa?

  Siswa 1:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lebih enak…lebih santai. Banyak candanya, jadi seneng.

  Siswa 2: Seneng pak…dari pada belajar dengan guru sebelumnya. Siswa 3:

Lebih enak…ada santai-santainya..gak serius terus

Siswa 4: Enak pak…ya enak aja jelasinnya.

  2 Kesulitan apa yang kamu dapatkan dari metode skimming yang dilaksanakan di kelas tadi?

  Siswa 1: Ada sebagian yang belum jelas. Siswa 2: Eeemmmm….gak ada pak. Karena enak si cara ngajarnya… Siswa 3: Sudah gak suka sama fisika…jadi semuanya sulit. Siswa 4: Apa ya…kayaknya gak ada..

  3 Apakah kamu ingin belajar dengan menggunakan media pembelajaran lain?contohnya model pembelajaran skimming?

  Siswa 1: Pengen banget pak…bapaknya kemaren curang. Kelas sebelah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

makai skimming kami nggak.gak terima pokoknya..

  Siswa 2: Seneng yang ceramah….. Siswa 3: Pengen pak…asik kayaknya. Siswa 4:

Skimming itu gimana pak????kayaknya enak tuh…

   Analisis Data C.

  Ada beberapa tahapan yang dilakukan peneliti dalam menganalisis data hasil penelitian yang berupa pretest dan posttest, kuesioner, dan wawancara yang masing-masing dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

  Tahapan tersebut antara lain adalah:

   Analisis Pretest Dan Posttest 1.

  a. Kemampuan dasar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol Peneliti Menggunakan uji T-test untuk 2 kelompok independen untuk mengetahui apakah kemampuan dasar siswa kelas eksperimen dan kontrol sama pada hasil pretest yang didapatkan dari masing- masing metode.

  Keterangan : Kode 1 = kelas VIII A

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kode 2 = kelas VIII B

  Tabel 14. Analisis pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol Group Statistics kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean skor 1.00 28 1.0500 .72291 .13662

  2.00 24 .6708 .72200 .14738

  Dari tabel perhitungan statistik di atas, dapat dilihat t = 1.89, p = 0.07 dan α = 0.05.

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

  Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

  F Sig. t Df Sig. (2- tailed) Mean

  Differen ce Std.

  Error Differen ce Lower Upper skor Equal variances assumed .486 .489 1.887

  50 .065 .37917 .20098 -.02451 .78284 Equal variances not assumed 1.887 48.809 .065 .37917 .20096 -.02471 .78305

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Analisis statistik menunjukkan p = 0.07 > α = 0.05 maka tidak signifikan. Artinya adalah bahwa kedua kelas, baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen memiliki kemampuan awal yang tidak berbeda secara statistik.

  b. Peningkatan hasil belajar siswa Data hasil pretest dan posttest dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol dianalisis untuk mengetahui apakah metode ceramah ataupun pembelajaran dengan teknik skimming mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Tes yang digunakan adalah uji T-test untuk kelompok dependen.

  Hasil uji T-tes dependen untuk kelas eksperimen (skimming) seperti tabel 15 berikut :

  Tabel 15. Analisis pretest dan posttest pada kelas eksperimen Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 pretest 1.0500 28 .72291 .13662 posttest 5.6607 28 3.00806 .56847

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 pretest & posttest 28 .360 .060

Paired Samples Test

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95% Confidence tailed) Interval of the Difference Std. Std. Error

  Mean Deviation Mean Lower Upper Pair 1 pretest - -4.61071 2.82926 .53468 -5.70779 -3.51364 -8.623 27 .000 posttest

  Dari tabel perhitungan statistik di atas, dapat dilihat bahwa t = -8.62, p = 0.000 dan α = 0.05.

  Oleh karena p = 0.000 < α = 0.05 maka signifikan. Artinya adalah bahwa ada perbedaan pretest dan posttest pada kelas eksperimen. Dengan melihat mean, maka terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen.

  Hasil uji T-test untuk kelompok dependen untuk metode pembelajaran ceramah adalah seperti tabel 16 berikut :

  Tabel 16. Analisis pretest dan posttest pada kelas kontrol Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 pretest .6708 24 .72200 .14738 posttest 3.6625 24 2.60715 .53218

  Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

  Pair 1 pretest & posttest 24 .639 .001

Paired Samples Test

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Paired Differences t df Sig. (2- Mean tailed)

  Std. Deviation Std. Error

  Mean 95% Confidence Interval of the Difference

  Lower Upper Pair 1 pretest - posttest

  • -2.99167 2.21633 .45241 -3.92754 -2.05579 -6.613

    23 .000

  Dari tabel perhitungan statistik di atas, dapat dilihat bahwa t = -6.61, p = 0.000 dan α = 0.05.

  Oleh karena p = 0.000 < α = 0.05 maka signifikan. Artinya adalah bahwa ada perbedaan pretest dan posttest pada kelas kontrol. Dengan melihat mean, maka terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada kelas kontrol.

  c. Perbandingan nilai posttest antara pembelajaran dengan teknik

  skimming dan ceramah

  Dengan uji T-test independen dites hasil posttest ceramah dan teknik skimming, apakah berbeda atau sama. Hasilnya seperti tabel

  17. Keterangan : 1 = kelas VIII A 2 = kelas VIII B

  

Tabel 17. Analisis posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen

Group Statistics

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean skor 1.00 28 5.6607 3.00806 .56847

  2.00 24 3.6625 2.60715 .53218

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence

  Interval of the Difference Std. Mean Error Sig. (2- Differen Differen

  F Sig. t Df tailed) ce ce Lower Upper skor Equal 2.067 .157 2.538 50 .014 1.99821 .78743 .41662 3.57981 variances assumed Equal 2.566 49.990 .013 1.99821 .77870 .43414 3.56229 variances not assumed

  Dari tabel statistik di atas, dapat dilihat bahwa t = 2.57, p = 0.01 dan α = 0.05.

  Oleh karena p = 0.01 < α = 0.05 maka signifikan. Artinya adalah bahwa ada perbedaan antara metode skimming dan ceramah. Dilihat dari nilai mean,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jika menggunakan analisis pengelompokan kualifikasi, maka dapat dilihat bahwa kelas eksperimen berada dalam kriteria cukup, sedangkan kelas kontrol berada dalam kriteria kurang. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran dengan teknik skimming lebih meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan metode ceramah.

2. Analisis Kuisioner

  Untuk mengetahui apakah metode pembelajaran dengan teknik

  skimming

  mampu menarik atau membuat siswa menjadi lebih berminat untuk belajar, peneliti menggunakan uji T-tes independen. Hasilnya seperti pada tabel 18. Keterangan : 1 = kelas VIIIA (eksperimen) 2 = kelas VIII B (kontrol)

  

Tabel 18. Analisis kuesioner pada kelas kontrol dan kelas eksperimen

Group Statistics kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean skor 1.00 28 36.7143 4.75205 .89805

  2.00 24 33.7917 4.08581 .83401

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

  

Variances t-test for Equality of Means

95% Confidence Interval of the Difference

  F Sig. t df

Sig. (2-

tailed)

Mean

  Difference Std. Error Difference Lower Upper skor Equal variances assumed

  .922 .342 2.357 50 .022 2.92262E0 1.24009E0 .43182 5.41342E0 Equal variances not assumed 2.385 49.998 .021 2.92262E0 1.22559E0 .46094 5.38430E0

  Dari tabel statistik di atas, dapat dilihat bahwa t = 2.36, p = 0.02 dan α = 0.05.

  Oleh karena p = 0.02 < α = 0.05 maka signifikan. Artinya adalah bahwa ada perbedaan antara metode skimming dan ceramah. Dilihat dari mean, metode skimming lebih meningkatkan minat dari metode ceramah.

  Jika menggunakan analisis pengelompokan kualifikasi, maka dapat dilihat bahwa kelas yang menggunakan metode pembelajaran dengan teknik

  skimming

  berada dalam kriteria berminat, sedangkan kelas dengan menggunakan metode ceramah berada dalam kriteria cukup berminat. Hal ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menunjukkan bahwa metode skimming lebih menarik minat siswa dibandingkan dengan metode ceramah.

   Analisis Wawancara 3.

  Setelah proses pembelajaran berakhir, baik dengan menggunakan metode pembelajaran dengan teknik skimming maupun ceramah, peneliti ingin mengetahui tanggapan siswa mengenai kedua metode yang baru saja mereka dapatkan.

  Pengambilan sampel untuk wawancara, dilakukan pada 5 siswa kelas

  VIII A dan 4 siswa pada kelas VIII B. Minimnya sampel yang diambil dikarenakan keterbatasan waktu untuk penelitian.

  Hasil wawancara yang didapatkan, banyak siswa yang rata-rata suka dengan metode pembelajaran dengan teknik skimming. Kelas yang hanya mendapatkan metode ceramah, mereka ingin sekali belajar dengan menggunakan metode lain. Sebagian siswa merasa kurang diberi keadilan karena tidak mendapatkan pembelajaran dengan teknik skimming dan ada juga yang merasa penasaran dengan metode skimming.

   Pembahasan D. Peningkatan Hasil Belajar 1.

  Pandangan siswa terhadap mata pelajaran fisika sangat berpengaruh besar terhadap hasil belajar. Peran guru juga sangat berpengaruh besar,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bagaimana cara guru dalam mengajarkan pelajaran fisika, mengelola kelas dan metode yang digunakan.

  Soal pretest terdiri dari empat soal esay. Masing-masing soal berpedoman pada indikator-indikator dari materi mata dan cacat mata.

  Bentuk soal berupa esay karena peneliti ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman konsep siswa tentang materi mata dan cacat mata. Soal pretest sama dengan soal post test. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan teknik skimming, maupun dengan metode ceramah.

  Dari hasil pretest yang didapatkan, siswa terlihat sangat kesulitan dalam mengerjakan setiap soal, baik kelas VIII A maupun kelas VIII B, hal ini terbukti dari hasil nilai rata-rata pada kelas VIII A adalah 1.05 dan 0.67 pada kelas VIII B. kedua kelas juga memiliki kemampuan yang hampir sama. Hal ini dapat dilihat dari analisis statistik yang menunjukkan bahwa p = 0.07 > α = 0.05 dan ini menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang mencolok dari kedua kelas atau hampir sama.

  Setelah menerima pembelajaran dengan metode pembelajaran yang menggunakan tekinik skimming dan ceramah pada masing-masing kelas, terlihat ada peningkatan hasil belajar siswa baik metode pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang menggunakan tekinik skimming maupun dengan metode ceramah, hal ini dapat dilihat dari hasil statistik yang menunjukkan peningkatan.

  d. Pada metode ceramah hasil statistik menunjukkan hasil p = 0.000 < α = 0.05 maka signifikan. Yang artinya adalah terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa. Hal ini juga dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas saat pretest adalah 0.67 menjadi rata-rata 3.66 pada saat posttest.

  e. Pada metode pembelajaran dengan teknik skimming juga terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa, hal ini ditunjukkan pada hasil analisis statistik dengan hasil p = 0.000 < α = 0.05 yang artinya signifikan. Dengan nilai rata-rata saat pretest adalah 1.05 menjadi 5.66 saat posttest.

  Dalam usaha peningkatan hasil belajar siswa, metode pembelajaran dengan teknik skimming lebih baik dibandingkan dengan metode ceramah.

  Hal ini dapat dilihat pada analisis statistik yang menunjukkan hasil p = 0.01 < α = 0.05 maka signifikan. Dengan nilai rata-rata adalah 3.66 pada metode ceramah dan 5.66 pada metode pembelajaran dengan teknik

  skimming .

  Jika menggunakan analisis pengelompokan kualifikasi, maka dapat dilihat bahwa kelas eksperimen berada dalam kriteria cukup, sedangkan kelas kontrol berada dalam kriteria kurang. Hal ini menunjukkan bahwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  metode pembelajaran dengan teknik skimming lebih meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan metode ceramah.

  Jika diberikan nilai standar ketuntasan mata pelajaran fisika 6.0, maka 14 siswa kelas VIII A yang menggunakan teknik skimming dinyatakan tuntas dengan prosentase 50 %. Sedangkan kelas VIII B yang menggunakan metode ceramah hanya 5 siswa yang dinyatakan tuntas dengan prosentase 20.83 %. Ketuntasan mata pelajaran yang rendah dan siswa yang tuntas hanya 50%, hal ini masih kurang dari harapan. Peneliti menduga siswa kurang konsentrasi karena banyak yang melihat teman kelas lain yang sedang belajar di luar kelas, juga karena kurangnya waktu pembelajaran selama penelitian,yang seharusnya tiga kali pertemuan menjadi 2 kali pertemuan, juga terpotong dengan waktu untuk pretest dan posttest sehingga hasil yang didapat kurang maksimal.

   Minat Belajar Siswa 2.

  Minat belajar siswa dapat diukur melalui kuesioner yang telah di dapatkan. Kuesioner diberikan pada kedua kelas, baik kelas yang menggunakan metode pembelajaran dengan teknik skimming maupun metode ceramah.

  Untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap mata pelajaran fisika setelah menggunakan kedua metode, peneliti menggunakan T-tes

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk dua kelompok yang independen dari hasil kuesioner yang didapatkan.

  Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan yang mencolok antara minat siswa terhadap mata pelajaran fisika dengan menggunakan metode pembelajaran dengan teknik skimming maupun dengan metode ceramah. Hal ini dapat dilihat pada hasil analisis statistik dimana p = 0.021 < α = 0.05 maka signifikan. Hasil statistik di atas sama dengan analisis yang dilakukan menurut interval skor dimana kelas yang menggunakan metode pembelajaran dengan teknik skimming (kelas VIII

  A) memiliki jumlah skor rata-rata 36,71, skor ini masuk kedalam kategori siswa yang berminat dan pada kelas ceramah (kelas VIII B) mendapatkan skor rata-rata 33.79, skor ini masih berada dalam kategori cukup berminat.

  Jika menggunakan analisis pengelompokan, maka didapatkan skor rata-rata kuisioner minat kelas VIII A adalah 36.71, masuk dalam kriteria berminat, sedangkan kelas VIII B adalah 33.79, masuk dalam kriteria cukup berminat.

   Tanggapan Siswa Pada metode pembelajaran dengan teknik 3. skimming.

  Untuk memperkuat hasil dari kuesioner, peneliti melakukan wawancara kepada kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dilakukannya wawancara pada kelas kontrol bertujuan untuk mengertapakah siswa yang menerima pebelajaran dengan metode ceramah lebih senang dengan metode ceramah ataukah lebih ingin menerima pembelajaran dengan teknik skimming.

  Hasil wawancara yang dilakukan pada beberapa siswa yang mewakili dari tiap kelas menunjukkan, siswa senang terhadap pembelajaran dengan teknik skimming. Hal ini dapat dilihat dari jawaban-jawaban yang dilontarkan dari tiap-tiap siswa yang menerima pembelajaran dengan teknik skimming.

  Jawaban serupa juga ditunjukkan oleh siswa yang menerima pembelajaran dengan metode ceramah, namun dari sebagian besar siswa lebih memilih ingin menggunakan metode pembelajran dengan teknik

  skimming

  karena mereka mengetahui jika kelas yang VIII A menggunakan metode pembelajaran dengan teknik skimming. Ada beberapa siswa juga merasa penasaran dengan teknik skimming. Hal ini semakin menguatkan peneliti bahwa metode pembelajaran dengan teknik skimming lebih dipilih mata pelajaran fisika yang dianggap sulit.

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang didapatkan, peneliti dapat menyimpulkan:

  1. Pembelajaran fisika dengan menggunakan teknik skimming meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Budi Murni Weleri pada pokok bahasan Mata dan Cacat Mata.

  2. Minat belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Budi Murni Weleri pada mata pelajaran fisika menggunakan metode pembelajaran dengan teknik skimming lebih besar dari kelas yang menggunakan metode ceramah.

  3. Tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran dengan teknik skimming baik.

  Dalam hal ini adalah tanggapan yang positif.

  B. Saran

  1. Disarankan bagi guru, untuk menggunakan metode pembelajaran dengan teknik skimming sebagai metode pembelajaran alternatif dalam memberikan materi pembelajaran.

  2. Penelitian ini tidak melibatkan wawancara dengan semua siswa, maka diharapkan ada penelitian yang sama dengan melibatkan semua siswa. Sehingga dapat mengungkapkan maksud dari siswa itu sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69

DAFTAR PUSTAKA

  

Arem, Cindy. 2008. Physic Study Skill. Dalam http://www.academictips.org

/acad/physics study skills.html . Diunduh 5 Februari 2011.

Arikuto,Suharsimi. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Jakarta: PT Bumi

Aksara.

Aritonang, Keke T. 2006. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Membaca Cepat. Dalam

http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.2027%20Meningkatkan%20Ke mampuan%20Membaca.pdf. Diunduh 2 Februari 2011.

  Djiwandono, Sri Esti Wuryani. 2002. Psikologi pendidikan. Jakarta : Grasindo.

Haryadi. 2006. Retorika membaca model, metode dan teknik. Semarang : penerebit Rumah

Indonesia Semarang.

  

Hsalma. 2011. Minat dalam belajar. Dalam http://hsalma.wordpress.com/2011/05/ 27/minat-

dalam-belajar/. Diunduh pada tanggal 23 oktober 2011.

Karim, saeful, dkk. 2008. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VIII

  Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Maddocks , Rosalie F. 2008. Study Tips For General Science Courses At Wou. Dalam

http://www.wou.edu/las/physci/taylor/gs104/studytip.pdf. Diunduh 3 Februari 2011.

  

Midzakir, Ahmad dan Joko Sutrisno. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Penerbit CV.

  Pustaka Setia .

N.N. 2008. Pengembangan KTSP. Puskur Dalam http://www.puskur.net/index.php?

menu=profile&pro=1&iduser=5. Diunduh pada tanggal 20 januari 2011.

  

Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Penerbit PT Raja

Grafindo Persada.

Soedarso. 2004. Speed Reading : Sistem membaca cepat dan efektif. Jakarta : Penerbit PT

Gramedia Pustaka Utama.

Suhartono dan Sarcowi. 2004. Pembelajaran Membaca Pemahaman dengan Teknik

  Skimming-Scanning pada Siswa Kelas VI SD (Laporan Penelitian Bidang Pendidikan) . Surakarta : Penerbit FKIP UNS Surakarta.

  Suparno, Paul. 2006. Diktat Statistika. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma.

Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta : Universitas Sanata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  70 Wasis, Sugeng Yuli Irianto. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTS Kelas VIII.

  Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Wiryodijoyo, Suwaryono. 1989. Membaca : Strategi Pengantar Dan Tekniknya. Jakarta :

Penerbit Depdikbud.

  71 LAMPIRAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74 Lampiran 3: Pretest dan Posttest

  1. Sebutkan bagian-bagian mata dan fungsi masing-masing bagian! ( Skor 2) Jawab : …………………………………………………………………………

  2. Jelaskan bagaimana mata dapat melihat! ( Skor 3) Jawab : …………………………………………………………………………

  3. Sebutkan macam-macam cacat mata! Bagaimana cara menanggulanginya? ( Skor 2) Jawab : …………………………………………………………………………

  

4. Gambarkan pembentukan bayangan di retina pada mata normal, miopi, dan hipermetropi

! ( Skor 3) Jawab : …………………………………………………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  75 Lampiran 4: Pedoman Jawaban Pretest dan Posttest

  1. Sebutkan bagian-bagian mata dan fungsi masing-masing bagian! ( Skor 2) Jawab :  Kornea mata berfungsi melindungi mata dari gangguan luar.  Aqueous humour berfungsi memberi bentuk dan kekukuhan pada mata.  Lensa mata berfungsi mengatur pembiasan cahaya yang terjadi dimata sehingga menghasilkan bayangan yang jatuh tepat di retina.

   Iris atau selaput pelangi berfungsi mengatur besar kecilnya celah pupil dan memberi warna pada mata.

   Pupil berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.

 Retina atau selaput jala berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan.

  2. Jelaskan bagaimana mata dapat melihat! ( Skor 3) Jawab : Cahaya dipantulkan dari benda masuk ke dalam mata melalui kornea dan dibiaskan oleh cairan di belakang kornea agar jatuh pada lensa. Oleh lensa mata diatur sedemikian rupa sehingga bayangannya jatuh di retina. Rangsangan cahaya yang diterima oleh sel-sel indera, kemudian diteruskan ke saraf mata, selanjutnya disampaikan ke pusat penglihatan di otak untuk diterjemahkan.

  3. Sebutkan macam-macam cacat mata! Bagaimana cara menanggulanginya? ( Skor 2) Jawab :

   Rabun Jauh (Miopi) bayangan yang terbentuk jatuh di depan retina. Agar manjadi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  76  Rabun Dekat (Hipermetropi) bayangan yang terbentuk jatuh di belakang retina.

  Agar bayangan tepat kembali diretina dapat ditolong dengan kaca mata lensa positip (lensa cembung)  Mata Tua (Presbiopi) dialami oleh orang tua karena daya akomodasi matanya kurang baik. Mata presbiopi tidak jelas melihat bendabenda yang jauh maupun dekat. Agar dapat jelas ditolong dengan kacamata rangkap yakni lensa positif dan lensa negatif disatukan pada kacamata.

   Astigmatis Astigmatis adalah cacat mata yang terjadi karena bentuk bola mata yang kurang melengkung (tidak sferis) sehingga berkas cahaya yang masuk kemata tidak terfokus di satu titik. Cacat mata astigmatis dapat dibantu dengan menggunakan kacamata silindris.

  

4. Gambarkan pembentukan bayangan di retina pada mata normal, miopi, dan hipermetropi

! ( Skor 3) Jawab :

   Mata normal  Miopi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77  Hipermetropi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  78 Lampiran 5 : Lembar Kerja Siswa (LKS) I LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN I Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VIII (Delapan)/II (Dua) Pokok Bahasan : Alat Optik Sub Pokok Bahasan : Mata dan Cacat Mata

  

Alokasi waktu : 2 jam pelajaran (2 x 45 menit)

Petunjuk 1) Bacalah buku paket atau buku ajar IPA terpadu untuk kelas VIII dan temukan jawaban pertanyaan di bawah ini dalam waktu 30 menit 2) Dalam membaca buku gunakanlah teknik membaca skimming

  3) Teknik membaca skimming adalah teknik membaca yang dalam membaca hanya mengambil hal-hal yang penting saja atau yang dicari

  1. Akomodasi Akomodasi adalah….

  2. Titik dekat dan titik jauh mata Titik dekat mata adalah……… Titik jauh mata adalah………..

  3. Bagian mata dan fungsinya 1) Lengkapilah nama bagian-bagian mata gambar dibawah ini

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  79

   7

  9

   8

  

1

  

2

   6

  3

   5

   4 2) Berdasarkan gambar di atas sebutkan fungsi bagian mata pada nomor 1. ……………………………………………………………………..

  2. ……………………………………………………………………... 3. ……………………………………………………………………... 4. ……………………………………………………………………... 5. ……………………………………………………………………... 6. ……………………………………………………………………... 7. ……………………………………………………………………... 8. ……………………………………………………………………... 9. ……………………………………………………………………...

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80 Lampiran 6 : Lembar Kerja Siswa (LKS) II LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN II Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VIII (Delapan)/II (Dua) Pokok Bahasan : Alat Optik Sub Pokok Bahasan : Mata dan Cacat Mata

  

Alokasi waktu : 2 jam pelajaran (2 x 45 menit)

Petunjuk 4) Bacalah buku paket atau buku ajar IPA terpadu untuk kelas VIII dan temukan jawaban pertanyaan di bawah ini dalam waktu 30 menit 5) Dalam membaca buku gunakanlah teknik membaca skimming

  6) Teknik membaca skimming adalah teknik membaca yang dalam membaca hanya mengambil hal-hal yang penting saja atau yang dicari

  1. Cacat mata Kelaskan cacat mata yang ada pada mata manusia dan cara menanggulanginya.

1) Cacat mata ……………………………………………………………..

  

…………………………………………………………………………

Dapat ditolong dengan………………………………………………..

…………………………………………………………………………

2) Cacat mata…………………………………………………………….

…………………………………………………………………………

Dapat ditolong dengan………………………………………………..

…………………………………………………………………………

3) Cacat mata…………………………………………………………….

…………………………………………………………………………

Dapat ditolong dengan………………………………………………..

…………………………………………………………………………

  2. Gambar pembentukan bayangan di retina Gambarkan model pembentukan bayangan pada mata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81 Mata normal Cacat mata hipermetropi Cacat mata Cacat mata Miopi Presbiopi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  82 Lampiran 7 Kuesioner Tanggapan Siswa

  

1. Bagaimana perhatian anda pada saat pembelajaran fisika berlangsung dengan

menggunakan metode yang baru saja digunakan? a. Sangat memperhatikan

  b. Memperhatikan

  c. Biasa saja

  d. Tidak memperhatikan

  e. Asyik bermain dengan teman

  

2. Apa perasaan anda saat menerima pembelajaran dengan menggunakan metode yang baru

saja digunakan? a. Sangat suka

  b. Suka

  c. Biasa saja

  d. Tidak suka

  e. Sangat tidak suka

  

3. Bagaimana perasaan anda setelah menerima pembelajaran fisika dengan menggunakan

metode yang baru saja digunakan? a. Sangat bangga

  b. Bangga

  c. Biasa saja

  d. Kecewa

  e. Sangat kecewa

4. Bagaimana menurut anda metode pembelajaran lain dibandingkan metode yang baru saja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83 b. Menyenangkan

  c. Sama saja

  d. Membosankan

  e. Sangat membosankan

  

5. Bagaimana jika metode yang baru saja digunakan ini digunakan lagi pada pembelajaran

fisika pada bab selanjutnya? a. Sangat setuju

  b. Setuju

  c. Mengikuti saja

  d. Kurang setuju

  e. Sangat tidak setuju

  

6. Apakah anda dapat mengingat materi yang diajarkan dengan metode yang baru saja

digunakan? a. Sangat ingat

  b. Ingat

  c. Cukup ingat

  d. Agak Lupa

  e. Tidak mengingat sama sakali

  

7. Bagaimana keterlibatan anda dalam pembelajaran dengan metode yang baru saja

digunakan? a. Sangat mengikuti

  b. Mengikuti

  c. Cukup mengikuti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  84

8. Apakah anda tertarik dengan metode yang baru saja digunakan?

  a. Sangat tertarik

  b. Tertarik

  c. Biasa saja

  d. Kurang tertarik

  e. Tidak tertarik

  

9. Bagaimana perasaan anda pada saat melakukan kegiatan-kegiatan dalam pembelajaran

fisika yang berhubungan dengan metode yang baru saja digunakan? a. Sangat bersemangat

  b. Semangat

  c. Biasa saja

  d. Kurang semangat

  e. Tidak semangat

10. Apa pendapat anda tentang metode yang baru saja digunakan?

  a. Sangat menyenangkan

  b. Menyenangkan

  c. Biasa saja

  d. Membosankan

  e. Sangat membosankan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85 Lampiran 8 : Pertanyaan Wawancara

  

Kelas eksperimen (skimming)

1.

  Apakah kamu menyukai model pembelajaran tersebut, mengapa?

  2. Kesulitan apa yang kamu dapatkan dari metode skimming yang dilaksanakan di kelas

  tadi?

  3. Apakah kamu merasa lebih mengerti atau memahami materi dengan model

  pembelajaran tersebut?

Kelas kontrol (ceramah)

1. Bagaimana tanggapan kamu tentang pembelajaran yang kamu dapatkan?mengapa?

  

2. Kesulitan apa yang kamu dapatkan dari metode skimming yang dilaksanakan di kelas

tadi?

  

3. Apakah kamu ingin belajar dengan menggunakan media pembelajaran lain?contohnya

model pembelajaran skimming?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  86 Lampiran 9 : Hasil wawancara

  Hasil wawancara pada kelas VIII A (skimming) No. Pertanyaan dan jawaban

1 Apakah kamu menyukai model pembelajaran tersebut, mengapa?

  Siswa 1: Ya pak….gak membosankan…asyik. Siswa 2: Wesss…suka..suka aja..enak ngajarnya Siswa 3: Belajarnya sih seneng..tapi saya gak suka sama fisika pak.. Siswa 4: Wah enak pak, karena lebih santai, trus gak gampang marah Siswa 5: Suka ...karena menarik dan menantang pak..

  2 Kesulitan apa yang kamu dapatkan dari metode skimming yang dilaksanakan di kelas tadi? Siswa 1: Apa ya..bingung, kayaknya gak ada pak. Siswa 2: Eeemmmm….gak ada pak. Karena enak si cara ngajarnya… Siswa 3: Sudah gak suka sama fisika…jadi semuanya sulit. Siswa 4:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  87 Gambarnya matanya kurang jelas pak…

  3 Apakah kamu merasa lebih mengerti atau memahami materi dengan model pembelajaran tersebut? Siswa 1: Ya pak…lebih paham kalau begini belajarnya. Siswa 2: Wah…paham sekali pak.. Siswa 3: Sama saja pak….gak dong. Siswa 4: Iya pak. Siswa 5: Wah…belajarnya semangat, jadi lebih ngerti pak.

  Hasil wawancara pada kelas VIII B (ceramah) No. Pertanyaan dan jawaban

  1 Bagaimana tanggapan kamu tentang pembelajaran yang kamu dapatkan?mengapa? Siswa 1: Lebih enak…lebih santai. Banyak candanya, jadi seneng. Siswa 2: Seneng pak…dari pada belajar dengan guru sebelumnya. Siswa 3:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  88 Siswa 4: Enak pak…ya enak aja jelasinnya.

  2 Kesulitan apa yang kamu dapatkan dari metode skimming yang dilaksanakan di kelas tadi? Siswa 1: Ada sebagian yang belum jelas. Siswa 2: Eeemmmm….gak ada pak. Karena enak si cara ngajarnya… Siswa 3: Sudah gak suka sama fisika…jadi semuanya sulit. Siswa 4: Apa ya…kayaknya gak ada..

  3 Apakah kamu ingin belajar dengan menggunakan media pembelajaran lain?contohnya model pembelajaran skimming? Siswa 1:

Pengen banget pak…bapaknya kemaren curang. Kelas sebelah

makai skimming kami nggak.gak terima pokoknya..

  Siswa 2: Seneng yang ceramah….. Siswa 3: Pengen pak…asik kayaknya. Siswa 4: Skimming itu gimana pak????kayaknya enak tuh…

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89 Lampiran 10 : RPP Kelas Eksperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Kelas Eksperimen

  Sekolah : SMP Kanisius Budi Murni Weleri Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VIII/ II

Standar Kompetensi : Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika

dalam produk teknologi sehari-hari.

Kompetensi Dasar : Mendesktipsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan

sehari-hari.

  Indikator : Agar siswa mampu :

  1. Memahami daya akomodasi mata

  2. Membedakan titik dekat dan titik jauh pada mata

  3. Memahami fungsi bagian-bagian mata

  4. Memahami pembentukan bayangan benda di retina

  5. Menjelaskan beberapa cacat mata dan cara menanggulanginya Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Tujuan Pembelajaran :

  Siswa dapat :

1. Menjelaskan dan memahami karakteristik mata normal.

2. Menjelaskan daya akomodasi mata.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90

  4. Menjelaskan fungsi bagia-bagian mata sebagai alat optik.

  5. Memahami jalannya sinar yang terjadi pada pembentukan bayangan retina.

  6. Memahami cacat mata pada manusia dan mengetahui cara menanggulanginya.

  B. Metode Pembelajaran : Pembelajaran dengan menggunakan teknik skimming.

  C. Kegiatan Pembelajaran : No Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu

  Pertemuan ke I

  I Membuka Pelajaran:

  1. Mengucapkan salam, perkenalan dan meminta siswa menyiapkan peralatan belajar.

  

2. Peneliti menjelaskan metode pembelajaran 15 menit

menggunakan teknik skimming , dan Peneliti menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

  II Kegiatan Inti

  1. Peneliti membagikan soal pretest kepada siswa dan siswa diminta mengerjakan soal pretest.

  2. Peneliti membagikan LKS kepada siswa dan diminta untuk mengerjakannya didalam kelompok. Dalam mengerjakan LKS siswa diminta untuk membaca materi ajar yang telah disediakan dengan teknik skimming dan menuliskan jawabannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91 disertai dengan tanya jawab.

  4. Peneliti meminta siswa untuk berkelompok menurut 65 menit kelompok yang telah peneliti tentukan sebelumnya.

  5. Peneliti memberikan beberapa latihan soal untuk dikerjakan bersama kelompok.

  6. Peneliti meminta setiap kelompok melalui perwakilannya untuk menuliskan hasil pekerjaanya di papan tulis.

  7. Peneliti bersama-sama dengan siswa membahas soal latihan tersebut.

  8. Kelompok yang sudah maju menunjuk salah satu kelompok lain untuk mengerjakan soal latihan di papan tulis.

  III Menutup pelajaran 1. Peneliti membuat rangkuman bersama siswa.

  2. Peneliti menginformasikan materi yang akan dipelajari 10 menit pada pertemuan berikutnya.

  3. Siswa diminta untuk mengumpulkan LKS.

  4. Peneliti menutup pembelajaran dengan salam.

  Pertemuan ke II

  I Pendahuluan

  1. Membuka pelajaran ( memberi salam/ menyapa siswa, mengecek kehadiran siswa). 5 menit

  2. Menjelaskan tujuan dan indikator kegiatan yang akan dipelajari.

  II Kegiatan inti

  1. Peneliti membagikan LKS kepada siswa dan diminta untuk mengerjakannya didalam kelompok. Dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  92 ajar yang telah disediakan dengan teknik skimming dan menuliskan jawabannya.

  2. Peneliti menjelaskan materi mata dan cacat mata yang disertai dengan tanya jawab.

  70 menit

  3. Peneliti meminta siswa untuk berkelompok seperti minggu lalu.

  4. Peneliti memberikan beberapa latihan soal untuk dikerjakan bersama kelompok.

  5. Peneliti meminta setiap kelompok melalui perwakilannya untuk menuliskan hasil pekerjaanya di papan tulis.

  6. Peneliti bersama-sama dengan siswa membahas soal latihan tersebut.

  7. Siswa diminta untuk mengerjakan soal posttest.

  III Penutup

  1. Peneliti memberikan penegasan tentang materi agar tidak

terjadi miskonsepsi. Dan memberikan angket untuk diisi 15 menit

oleh siswa.

2. Menutup pelajaran dengan salam

  D. Penilaian Hasil Belajar Teknik : keaktifan siswa, sikap Bentuk : pretest dan posttest

  E. Materi Pembelajaran

1. Mata dan cacat mata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  93 Lampiran 11 : RPP Kelas Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Kelas Kontrol

  Sekolah : SMP Kanisius Budi Murni Weleri Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VIII/ II

Standar Kompetensi : Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika

dalam produk teknologi sehari-hari.

Kompetensi Dasar : Mendesktipsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan

sehari-hari.

  Indikator : Agar siswa mampu :

  1. Memahami daya akomodasi mata

  2. Membedakan titik dekat dan titik jauh pada mata

  3. Memahami fungsi bagian-bagian mata

  4. Memahami pembentukan bayangan benda di retina

  5. Menjelaskan beberapa cacat mata dan cara menanggulanginya Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

F. Tujuan Pembelajaran :

  Siswa dapat : 1. Menjelaskan dan memahami karakteristik mata normal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Membedakan antara titik dekat (punctum proksimum) dan titik jauh (punctum remotum) .

  4. Peneliti memberikan beberapa latihan soal yang sama

  3. Peneliti meminta siswa untuk berkelompok menurut kelompok yang telah peneliti tentukan sebelumnya.

  2. Peneliti menjelaskan tentang mata dan cacat mata yang disertai dengan tanya jawab.

  1. Peneliti membagikan soal pretest kepada siswa dan siswa diminta mengerjakan soal pretest.

  II Kegiatan Inti

  10 menit

  94

  I Membuka Pelajaran:

  Pertemuan I

  H. Kegiatan Pembelajaran : No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

  G. Metode Pembelajaran : Ceramah dan Tanya jawab

  6. Memahami cacat mata pada manusia dan mengetahui cara menanggulanginya.

  5. Memahami jalannya sinar yang terjadi pada pembentukan bayangan retina.

  4. Menjelaskan fungsi bagia-bagian mata sebagai alat optik.

  1. Mengucapkan salam, berkenalan dan memberi kesempatan siswa untuk mempersiapkan buku pelajaran

2. Peneliti menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95 perwakilannya untuk menuliskan hasil pekerjaanya di papan tulis.

  6. Peneliti bersama-sama dengan siswa membahas soal latihan tersebut.

  7. Kelompok yang sudah maju menunjuk salah satu kelompok lain untuk mengerjakan soal latihan di papan tulis.

  III Menutup pelajaran 1. Peneliti membuat rangkuman bersama siswa.

  10 menit

  2. Peneliti menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

  Pertemuan 2

  I Pendahuluan

  1. Membuka pelajaran ( memberi salam/ menyapa siswa, mengecek kehadiran siswa). 5 menit

2. Menjelaskan tujuan dan indikator kegiatan yang akan dipelajari.

  II Kegiatan inti

  1. Peneliti menjelaskan materi mata dan cacat mata yang disertai dengan tanya jawab.

  2. Peneliti meminta siswa untuk berkelompok seperti minggu lalu.

  3. Peneliti memberikan beberapa latihan soal untuk dikerjakan bersama kelompok.

  70 menit

  4. Peneliti meminta setiap kelompok melalui perwakilannya untuk menuliskan hasil pekerjaanya di papan tulis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  96

6. Siswa diminta untuk mengerjakan soal posttest.

  III Penutup

  1. Peneliti memberikan penegasan tentang materi agar

tidak terjadi miskonsepsi. Dan memberikan angket 15 menit

untuk diisi oleh siswa.

2. Menutup pelajaran dengan salam

I. Penilaian Hasil Belajar

  Teknik : keaktifan siswa, sikap, tugas terstruktur Bentuk : pretest dan posttest J. Materi Pembelajaran

1. Mata dan cacat mata

  

Lampiran 12: Foto-foto saat penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  98 Lampiran 13 : Hasil pekerjaan siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  101

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  102

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  103

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  104

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  105

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  106

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  107

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  108

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  110

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  111

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  112

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  113

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  114

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  115

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  116

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  117

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  118

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  119

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  120

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  121

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  122

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  123

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  124

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  125

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  126

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh keaktifan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Kanisius Kalasan pada pokok bahasan operasi aljabar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II tahun ajaran 2016/2017.
0
0
193
Hubungan minat belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada pembelajaran Matematika pokok bahasan keliling dan luas layang-layang di kelas VII-D SMP Negeri
0
2
231
Penggunaan model pembelajaran quantum untuk meningkatkan minat dan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas IV SD Kanisius Pugeran.
0
0
196
Pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi PhET terhadap hasil belajar dan keaktifan peserta didik kelas VIII SMP Kanisius Wonogiri pada pokok bahasan Energi Potensial,
2
5
137
Pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi PhET terhadap hasil belajar dan keaktifan peserta didik kelas VIII SMP Kanisius Wonogiri pada pokok bahasan energi potensial, energi kineti
0
4
194
Pengaruh keaktifan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Kanisius Kalasan pada pokok bahasan operasi aljabar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jig
0
0
191
Pengaruh pemanfaatan media pembelajaran CD online terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Maria Assumpta Klaten tahun ajaran 2012/2013 pada pokok bahasan bilangan bulat.
0
0
239
Pengaruh pembelajaran matematika di luar kelas (out door study) terhadap minat dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem tahun ajaran 2012/2013.
1
10
303
Pengaruh pemberian kuis terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan tahun pelajaran 2012/2013 pada sub pokok bahasan pengertian dan operasi hitung bentuk aljabar.
0
1
2
Pengaruh model pembelajaran fisika dengan teori inteligensi ganda pada pokok bahasan zat dan wujudnya terhadap minat, sikap, dan hasil belajar siswa Kelas VII SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta - USD Repository
0
0
156
Efektifitas strategi pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar fisika untuk pokok bahasan besaran dan satuan - USD Repository
0
0
114
Upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Jigsaw pada pembelajaran fisika kelas VIII SMP Kanisius Wonogiri pokok bahasan tekanan - USD Repository
0
3
248
Efektifitas penggunaan modul dalam pembelajaran fisika di kelas VII B SMP Kanisius Gayam Yogyakarta pada pokok bahasan zat dan wujudnya - USD Repository
0
0
241
Pengaruh media pembelajaran berbasis blog terhadap motivasi, keaktifan belajar dan hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pokok bahasan lensa - USD Repository
0
3
192
Keterlibatan siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan teorema pythagoras di kelas VIII C SMP Tarakanita Magelang - USD Repository
0
16
343
Show more