OPTIMALISASI PERAN PEMERINTAH DALAM PEMB

Gratis

0
0
39
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  PEMBAHASAN 4.1 Tata Kelola Migas di Indonesia Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 36/PUU-X/2012....................16 4.2 Evaluasi Pembinaan dan Pengawasan oleh Pemerintah dalan tata Kelola Migas..................................................................20 4.3 Upaya Optimalisasi Peran Pemerintah dalam Pembinaan dan Pengawasan Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi.......22 BAB V. Akan tetapi nilai yang terkandung dalam pasal tersebut dirasa dicederai dan menjadi norma yang kosong seiring dengan diundangkannya UU Nomor 22Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang dirasa membuka peluang asing untuk menguasai sumber daya alam dan hal ini berpengaruh kepada kedaulatanIndonesia atas Minyak dan Gas Bumi.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Hal ini dikarenakan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tersebut pada pasal 41 ayat (2)ditegaskan bahwa Badan Pelaksana ( BP MIGAS) memiliki tugas sebagai badan pengawas usaha Minyak dan Gas Bumi akan tetapi, pada kenyataannyaBP Migas yang mana adalah Badan Hukum Negara, juga menandatanganiKontrak Kerja Sama Migas yang meliputi seluruh transaksi pengaturan dan jual beli Migas Negara yang pada akhirnya menimbulkan penurunan dankerugian bagi negara. Hal ini dikarenakan minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam strategis tidak terbarukan yang dikuasai oleh negara sertamerupakan komoditas vital yang menguasai hajat hidup orang banyak dan mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional sehinggapengelolaannya harus dapat secara maksimal memberikan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Teori Negara Kesejahteraan

  M Keynes, Welfare State atau negara kesejahteraan adalah negara yang pemerintahnya menjamin terselenggaranya kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, secara garis besar bahwa negara kesejahteraan mengedepankan terhadap langkah-langkah pemerintah demi mewujudkansuatu kesejahteraan dalam segala aspek kehidupan bernegara.

2.2 Pengertian Kedaulatan

  Kedaulatan dari Bahasa latin “supremus” yang artinya supremasi sama dengan di atas dan menguasai segalanya. Dalam hukum konstitusi dan internasional, konsep kedaulatan terkait dengan suatu pemerintahan yang memiliki kendali penuh urusan dalam 3 Collin Colbuild English Dictionary, 1997, hal.

2.3 Kedaulatan Atas Sumber Daya Alam

  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)ada tiga kosa kata yang terkait dengan kedaulatan, yaitu daulat; berdaulat; dan kedaulatan yang masing-masing berarti “kekuasaan”, “mempunyai kekuasaantertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah”, dan “kekuasaan 7 tertinggi atas pemerintahan negara, daerah, dan sebagainya” . Pengertian “dikuasai oleh negara” juga mencakup makna penguasaan oleh negara dalam arti luas yang bersumber dan diturunkan dari konsepkedaulatan rakyat Indonesia atas segala sumber kekayaan “bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya”, termasuk pula di dalamnyapengertian publik oleh kolektivitas rakyat atas sumber-sumber kekayaan dimaksud.

2.4 Minyak dan Gas Bumi

  Ketentuan Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 pasal 4 ayat 1 menyatakan bahwa Minyak dan Gas Bumi merupakan sumber daya alamstrategis tak terbarukan yang terkandung di dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia merupakan kekayaan nasional yang dikuasai olehnegara. Gas bumi menurut Pasal 1 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001Tentang Minyak dan Gas Bumi adalah hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berupa fasa gas yangdiperoleh dari proses penambangan Minyak dan Gas Bumi.

2.5 Hukum Migas Nasional

  Konsepsi dasar pengusahaan pertambangan migas di Indonesia adalah pasal 33 ayat 3 UUD 1945 dinyatakan “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuksebesar-besar kemakmuran rakyat”. Sedangkan pada pasal 2 ayat 3 UUPA No 5 tahun 1960, menyatakan bahwa “wewenang yang bersumber pada Hak Menguasai dari Negara padaayat 2 pasal ini digunakan untuk mencapai sebesar-besar kemakmuran rakyat dalam arti kebangsaan, kesejahteraan dan kemerdekaan dalam masyarakatdan negara hukum Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

2.6 Dasar Hukum Pengelolaan Migas di Indonesia

  Undang-undang nomer 15 tahun 1962 tetang Penetapan Pengaturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 2 tahun 1962 tentang Kewajiban Perusahaan Minyak memenuhi kebutuhan dalam negara dan Undang-undang Nomor 8 tahun 1971tentang Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara. 10 Boedi Harsono, 1997:217 11 http:// MIGAS Analisis Mafia Migas Carut Marut Pengelolaan Migas di Indonesia -Eramuslim.html diakses tanggal 03 April 2014 Karena dianggap bertentangan dengan pasal 33 ayat 2 dan ayat 3UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, maka pada tanggal 14 Januari 2003 diaajukan Judicial Review UU Migas No 22 tahun 2001, ke MahkamahKonstitusi (MK).

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan faktor penting untuk penulisan yang

  bersifat ilmiah, metodologi merupakan cara kerja bagaimana menemukan atau memperoleh sesuatu atau menjalankan suatu kegiatan untuk memperolehhasil yang konkrit dan cara utama untuk mencapai tujuan. Bahwa penelitian hukum adalah suatu proses untuk menemukan aturan hukum, prinsip-prinsiphukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang 12 dihadapi.

3.1 Tipe Penelitian

12 Peter Mahmud Marzuki.2010.(Penelitian Hukum.Jakarta: Kencana Prenada Media Group)

  Pendekatan undang-undang(statute approach) dilakukan dengan menelaah semua undang-undang dan regulasi yang bersangkut paut dengan isu hukum yang sedang ditangani. Dalam karya ilmiah ini, peraturan perundang-undangan yang dijadikan pokok kajian adalah Undang-Undang no 22 tahun 2001 tentangMinyak dan Gas Bumi 3.3 Sumber Bahan Hukum Bahan hukum merupakan sarana dan alat dari suatu penelitian yang digukana untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikanperskripsi mengenai apa yang seharusnya diperlukan sumber-sumber penelitian.

3.3.1 Bahan Hukum Primer

Bahan hukum primer mempunyai sifat autiritatif, yang artinya mempunyai otoritas. Bahan hukum primer terdiri dariperundang-undangan, catatan-catatan resmi atau risalah dalam

13 Ibid, hlm. 29

  Bahan non hukum dapat berupabuku, jurnal, laporan, penelitian, dan lain-lain (buku-buku politik, ekonomi, teknik, filsafat, kedokteran, kebudayaan, dan lain-lain) 17 sepanjang relevan dengan objek penelitian. Dalam penulisan KaryaTulis Ilmiah ini, bahan non hukum yang dihunakan oleh penulis berupa buku pedoman penulisan karya ilmiah dan bahan-bahan lain 15 Ibid, hlm.

3.4 Analisa Bahan Hukum

  Metode analisis bahan hukum yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah menggunakan analisis deduktif, yaitu cara melihat suatu permasalahansecara umum sampai dengan pada hal-hal yang besifat khusus untuk mencapai perskripsi atau maksud yang sebenarnya. Megidentifikasi fakta hukum dan mengeliminir hal-hal yang tidak relevan untuk menetapkan isu hukum yang hendak dipecahkan; 2.

18 Berdasarkan metode penelitian yang diuraikan di atas diharapkan di

18 Ibid, hlm. 171

dalam penulisan skripsi ini mampu memperoleh jawaban atas rumusan masalah sehingga memperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkankebenarannya secara ilmiah dan dapat memberikan preskripsi mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan diterapkan.

BAB IV PEMBAHASAN

  Selain itu, BP MIGAS sebagaiinstitusi yang akan menerima dan mengelola migas bagian negara, bukanlah institusi bisnis namun BP Migas juga memiliki tugas untuk menandatanganikontrak kerja sama dengan konsekwensi bahwa BPMIGAS tidak dapat melakukan sendiri jual-beli migas yang menjadi bagian Negara , yang mana hal itu dapat merugikan dan menurunkan pendapatan Negara atas Migas. Pembinaan tersebut meliputi; (1)Penyelenggaraan utusan pemerintah di bidang kegiatan usaha Migas, (2)Penetapan kebijakan mengenai kegiatan usaha Migas berdasarkan cadangan dan potensi sumber daya Migas yang dimiliki, kemampuan produksi,kebutuhan bahanbakar minyak dan gas bumi dalam negeri, penguasaan teknologi, aspek lingkungan dan pelestarian lingkungan hidup, kemampuan 23 nasional dan kebijakan.

4.3 Upaya Optimalisasi Peran Pemerintah dalam Pembinaan dan Pengawasan Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi

  Sebagaimana yang kita ketahui, Migas merupakan komoditi yang menguasai hajat hidup orang banyak, oleh karena “Berdasarkan jiwa Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, Minyak dan Gas Bumi sebagai sumber daya alam strategis yang terkandung didalam bumi Wilayah Hukum Pertambangan Indonesia merupakan kekayaan nasional yang dikuasai negara. Konsep dasar hak menguasai negara atas Migas ini memberi kewenangan luas bagi negara untukmengatur dan menyelenggarakan peruntukan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan Migas, menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukumantara orang-orang (badan usaha) dengan Migas, dan menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan perbuatan-perbuatan hukum yang mengenai Migas.

BAB V PENUTUP

  Setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 36/PUU-X?2012, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2012 tentang Pengalihan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yaitu terkait denganpelimpahan wewenang sepenuhnya kepada Kementrian ESDM sekligus pembentukan SKK Migas sebagai badan pengawas tata kelola migas. Adanya masalah yang terjadi dalam tata kelola migas di Indonesia karena banyaknya lembaga pengelola migas sehingga menimbulkan kurangnya pengawasan dan pembinaan pemerintah sebagai pemegangkuasa pertambangan .

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Peradilan Ad Hoc MenurutPerspektifPERNAH DIBUAT Hukum Internasional dan HukumNasional Dalam Keterkaitannya DenganPelanggaran Ius Cogens Serta TanggungJawab Negara 2. Analisis Yuridis Pasal 6A UUD 1945 :PERNAH DIBUAT Upaya memperkukuh Pancasila Melalui Pengisian Jabatan Presiden dan Wakil Presiden 2.

Dokumen baru

Tags

Makalah Pengertian Organisasi Karya Tulis Ilmiah Karya Tulis Ilmiah Meningkatkan Pemahama Format Proposal Karya Tulis Ilmiah Lomba Karya Tulis Ilmiah Peranan Pemerin Pembinaan Dan Pengembangan Profesi Guru Buku Sepatu Sandal Bongkar Pasang Stand Kars Bab V Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bidang Kesehatan Materi Diklat Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru Tayang Jumat Tanggal 20 Oktober Kti Efektifitas Bpd Pedoman Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasis Index Of Produkhukum Kehutanan Lomba Karya Tulis 083254 Akj 2008 03 10 Lomba Musabaqoh Tilawatil Quran Kabupaten Sleman Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Karya Tulis Ilmiah Optimalisasi Peran Bm Analisis Keefektifan Kalimat Dalam Jenis Juri Lomba Karya Tulis Ilmiah Formulir Lomba Tulis Generasi Muda Sebagai Promotor Bangkitny 11 Bab Vi Program Kreativitas Mahasiswa Pkm 53229 Id Optimalisasi Peran Badan Penyelesaian Se 13 Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Pe Optimalisasi Peran Media Televisi Dalam Profil Dppm Uii Profil Dppm Uii I Peran Guru Akidah Akhlak Dalam Meningk Contoh Makalah Ekonomi Kerakyatan Karakteristik Dan Peran Umkm Peran Akuntan Dalam Organisasi Dan Penge Microsoft Word Optimalisasi Peran Keluarga Optimalisasi Peran Dan Fungsi Itb Sebagai Agen Pembaharu Dal Pengumuman Bibit Peningkatan Peran Serta Masyarakat Optimalisasi Peranan Humas Dalam Organisasi Dakwah Ipi Makalah Peranan Penilik Dalam Pemberdaya Pedoman Nasional Program Pengendalian Penyakit Kusta Buku Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Menst Optimalisasi Peran Guru Dalam Evaluasi P Optimalisasi Peran Tni Ad Dalam Penanggu Peran Pemerintah Daerah Dalam Penegakan Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Perb
Show more

Dokumen yang terkait

DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)
21
290
1
ANALISIS ISI LIRIK LAGU-LAGU BIP DALAM ALBUM TURUN DARI LANGIT
22
213
2
FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI
10
189
3
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
290
2
PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME
57
269
37
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN MALANG KOTA LAYAK ANAK (MAKOLA) MELALUI PENYEDIAAN FASILITAS PENDIDIKAN
73
432
39
PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)
38
240
2
KEBIJAKAN BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAERAH (BAPEDALDA) KOTA JAMBI DALAM UPAYA PENERTIBAN PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK KARET
110
657
2
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)
160
707
25
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
133
700
21
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
97
602
2
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN SAMSUNG GALAXY S7 VERSI THE SMARTES7 ALWAYS KNOWS BEST)
132
482
19
PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)
127
505
26
STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MENANGANI KELUHAN PELANGGAN SPEEDY ( Studi Pada Public Relations PT Telkom Madiun)
34
290
52
ANALISIS PESAN MORAL DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN KUTA MALAKA
1
47
1
Show more