Hubungan antara stres akademik dan kecenderungan impulsive buying pada mahasiswa

Gratis

2
5
125
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN MOTTO

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapathubungan yang positif dan signifikan antara stres akademik dengan kecenderungan perilaku impulsive buying pada mahasiswa. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah skala stres akademik dan skala kecenderungan impulsive buying yang diadaptasi dalam bahasa indonesia oleh peneliti.

KATA PENGANTAR

  Bapak, Ibu dan Mas Adit yang selalu mendoakan, memberikan semangat, dan menunggu dengan sabar sampai skripsi ini selesai. Terima kasih kepada “Geng Cinta” Teteh, Yosu dan Vita yang selalu mendengarkan segala curhat dan kebodohan saya, sertabanyak membantu saya dalam hal akademik terutama japok.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Impulsive buying (pembelian impulsif) merupakan suatu perilaku

  Davidson (2001) menyatakan sumber stressakademik meliputi situasi yang monoton, kebisingan, tugas yang terlalu banyak, harapan yang mengada-ada, ketidakjelasan, kurang adanyakontrol, keadaan bahaya dan kritis, tidak dihargai, diacuhkan, kehilangan kesempatan, aturan yang membingungkan, tuntutan yang saling deadline bertentangan, dan tugas perkuliahan. Pada tahun 2011Shahjenan, Qureshi, Zeb & Saifullah dalam penelitiannya menemukan impulsive buying bahwa berkorelasi secara positif dengan salah satu ciri kepribadian big five yaitu neurotik (ketidakstabilan emosi) yang berartiindividu yang mengalami ketidakstabilan emosi, kecemasan, suasana hati yang buruk dan kesedihan akan memiliki kecenderungan yang lebih dalammenampilkan perilaku impulsive buying .

2. Manfaat Praktis

Hasil dari penelitian ini diharap dapat memberikan evaluasi kepada mahasiswa mengenai stres akademik yang dapat impulsive buying, mempengaruhi kecenderungan sehingga mahasiswa dapat lebih berhati-hati terhadap perilaku membelisuatu produk secara spontan.

BAB II LANDASAN TEORI Impulsive Buying A. (Pembelian Impulsif)

1. Impulsive Buying Definisi

  Kacen dan Lee (2002) juga menyatakan bahwa impulsive buying mempunyai sejumlah karakteristik seperti adanya perasaan yang berlebihan akan ketertarikan dari produk yang dijual,adanya perasaan untuk segera memiliki produk yang dijual, keinginan untuk mengabaikan segala konsekuensi dari pembelian sebuah produk,adanya perasaan puas yang dirasakan, serta adanya konflik yang terjadi antara pengendalian dengan kegemaran di dalam diri orang tersebut. Ketika terjadi, pembelian impulsif akan memberikan pengalaman Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelian impulsif merupakan pembelian yang tiba-tiba, cepat dan tidakdirencanakan, tanpa pertimbangan yang matang serta mengabaikan konsekuensi yang ditimbulkan, pembelian ini bersifat mendesak dan lebihdidasari oleh respon emosional yang bertujuan untuk kesenangan akan kepemilikan suatu barang dengan segera.

2. Impulsive Buying Aspek-aspek

  Kekuatan, Kompulsi, dan Intensitas Mungkin ada motivasi untuk mengesampingkan semua yang lain dan bertindak dengan seketika. Pada tahun 2001 Verplanken dan Herabadi mengidentifikasi dua aspek utama yang membentuk perilaku pembelian impulsif (impulsive buying)yaitu aspek kognitif dan aspek afektif: a.

b. Aspek Afektif

  Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aspek kognitif merupakan kecenderungan individu dalam melakukan pembelianimpulsif berdasarkan kurangnya perencanaan dan pertimbangan, serta lebih didasari akan ketertarikan dan keuntungan yang akan diperoleh. Sedangkan aspek afektif merupakan kecenderungan individu dalam melakukan pembelian impulsif berdasarkan dorongan tak tertahankanuntuk membeli yang menimbulkan perasaan senang dan gembira sebagai bentuk respon emosional setelah melakukan pembelian impulsif.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Impulsive buying

  Dalam melakukan perilaku pembelian impulsif (impulsive buying) konsumen akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara umum terdapatdua faktor yang mempengaruhi pembelian impulsif, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor Internal

  Hal ini dilakukan individu sebagai upaya untuk meningkatkan mood dan menghindari persepsipsikologis yang negatif (rendah diri dan perasaan atau suasana hati yang negatif) dengan perasaan senang dan gembira setelah melakukanpembelian impulsif (Sneat, Lacey, Kenneth-Hansel 2009; Verpanken & Herabadi, 2001). Para peneliti juga berpendapat bahwa kepribadian dapat membantu dalam menentukan taraf kecenderungan pembelianimpulsif yang dimiliki seseorang (Beatty & Ferrell, 1998; Rook & Faktor internal yang juga mempengaruhi pembelian impulsif adalah demografi individu. Kollat dan Willet (dalam Muruganantham& Bhakat, 2013) menemukan bahwa karakteristik demografi konsumen mempengaruhi pembelian impulsif.

b. Faktor Eksternal

  Promosi penjualan yang inovatif, pesan-pesan yang kreatif dan penggunaan teknologi yang tepat di toko-toko ritel semakin Konformitas juga merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi pembelian impulsif. Konformitas terbentuk dalam pribadi remaja karena remaja belajar dari lingkungan sosialnya, bagaimanacaranya agar ia dapat diterima dan diakui oleh orang lain dengan kemampuan yang ia miliki, sehingga semua ciri khas remaja dalamberpakaian, berdandan, gaya rambut, tingkah laku, dan lain sebagainya dipengaruhi pergaulan dengan teman-teman sebayanya (Swastha &Handoko, 2000).

1. Definisi Stres

  Adapun neustres mengacu pada respon stres individual yang bersifat netral, yang tidak memberi akibatnegatif ataupun positif, namun menyebabkan tubuh berada pada fungsi internal yang mantap, tetap berada dalam keadaan homeostatis (Elmira,1993; Sarafino, 1990; Brannon & Feist, 2000; dalam Desmita, 2009). Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa stres merupakan suatu kondisi hasil interaksi individu dengan lingkungan yangmenjadi stressor bagi individu yang bersifat mengancam dan menganggu, yang melebihi kapasitas sumber daya adaptif individu dan dapatmenimbulkan tiga bentuk stres yaitu distres, eustres, dan neustres serta dapat berdampak positif dan negatif bagi individu yang mengalami stres.

2. Definisi Stres Akademik

  Stres ini dapat didefinisikan sebagai stres yang berhubungan dengan pendidikan yang meliputi sekolah, school stress atau , yaitu suatu ketegangan emosional yang muncul dari peristiwa-peristiwa kehidupan di sekolah dan perasaan terancamnyakeselamatan atau harga diri siswa, sehingga memunculkan reaksi-reaksi fisik, psikologis, dan tingkah laku yang berdampak pada penyesuaianpsikologi dan prestasi akademik. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa stres akademik merupakan suatu keadaan hasil interaksi individu dengan stressor lingkungan pendidikan yang menjadi akademik bagi individu yang dapat berdampak pada penyesuaian psikologi dan prestasi akademikindividu.

3. Pengukuran Stres Akademik

  Ang dan Huan (2006)mengembangkan Academic Expectations Stress Inventory (AESI) yang berfokus kepada ekspektasi diri sendiri dan ekspektasi dari guru dan orangtua yang menjadi aspek utama stres akademik siswa SMP dan SMA diAsia. Hal tersebut dikarenakan skala tersebut memiliki nilai reliabilitas yang tergolong memuaskan dan kesesuaiansubjek dalam penelitian ini dengan skala yang dipilih oleh peneliti.

4. Dampak Stres

  Selain itu, stres yang tinggi akan menunjukkan lebih banyak problem tingkah laku, tidak disukai oleh teman, konsep diri yang buruk, serta sikapterhadap sekolah dan prestasi akademis yang rendah (Kiselica, dalamDesmita 2009). Fiminian dan Cross (1987), juga menyatakan bahwa stres yang tinggi di sekolah lebih memungkinkanuntuk menentang dan berbicara di belakang guru, membuat keributan dan kelucuan di dalam kelas, serta mengalami sakit kepala dan sakit perut.

C. Mahasiswa

  Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1, ayat (6)dinyatakan bahwa mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar secara resmi dan belajar di perguruantinggi, universitas, insitut, maupun akademi dan termasuk dalam bagian masyarakat yang tergolong sebagai manusia muda dan calon intelektual.

D. Dinamika Hubungan antara Stres dengan Kecenderungan Buying Pada Mahasiswa

  Individu yang mengalami stres pada tingkat yang moderat atau sedang Individu yang mengalami tingkat stres tinggi akan menunjukkan kemunduran prestasi, kecemasan dan tingkah laku maladaptif, berbagaiproblem psikososial, dan ketidakstabilan emosi (Desmita, 2009; Kiselica, dalam Desmita 2009; Sarafino, 2008). Minimnya informasi yang diterima oleh individu yang melakukan pembelian Keputusan yang diambil berdasarkan kondisi emosional ini juga menyebabkan individu dengan ketidakstabilan emosi lebih rentan untuk melakukanpembelian impulsif (Shahjenan et al, 2011) Selain itu emosi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan seseorang dalam melakukan pembelian impulsif.

E. Hipotesis

  Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara stres akademik dengan kecenderungan perilaku pembelianimpulsif pada mahasiswa. Sehingga semakin tinggi stres akademik, maka kecenderungan impulsive buying pada mahasiswa akan semakin tinggi.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif

  Data yang berupa angka tersebutberasal dari pengukuran dengan skala terhadap variabel-variabel yang terdapat dalam penelitian ini. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitiankuantitatif korelasional yang menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel-variabel yang diukur dengan instrumen-instrumenpenelitian (Creswell, 2012).

B. Variabel Penelitian

1. Variabel Bebas

  Variabel bebas merupakan variabel yang menyebabkan, outcome mempengaruhi, atau berefek pada (Creswell, 2012). Variabel bebas dalam penelitian ini merupakan stres akademik.

2. Variabel Tergantung

Variabel tergantung merupakan variabel yang bergantung pada variabel bebas, dimana variabel tergantung merupakan outcome atau hasildari pengaruh variabel bebas (Creswell, 2012) Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah kecenderungan perilaku impulsive buying .

C. Definisi Operasional

  Stres akademik merupakan suatu keadaan hasil interaksi individu stressor dengan lingkungan pendidikan yang menjadi akademik bagi individu yang dapat berdampak pada penyesuaian psikologi dan prestasiakademik individu. Stres akademik akan diukur menggunakan skala stres akademikmilik Lin dan Chen (2009) yang telah diadaptasi dalam bahasa indonesia professional judgement.dan telah memperoleh Semakin tinggi skor skala stres akademik yang diperoleh, maka semakin tinggi pula stres akademikpada mahasiswa.

2. Impulsive Buying pada Mahasiswa Kecenderungan

  Impulsive buying Kecenderungan (pembelian impulsif) merupakan kecenderungan pembelian yang tiba-tiba, cepat dan tidak direncanakan,tanpa yang matang pertimbangan serta mengabaikan konsekuensi yang ditimbulkan, pembelian ini bersifat mendesak dan lebih didasari olehrespon emosional yang bertujuan untuk kesenangan akan kepemilikan impulsive suatu barang dengan segera. Semakin tinggi skorpada skala kecenderungan pembelian impulsif yang dimiliki, maka menunjukkan semakin tinggi kecenderungan pembelian impulsif.

D. Subjek Penelitian

  Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa dengan rentang usia 18-30 tahun. Karateristik lain dari subjek adalah mahasiswa yangsedang berada dalam semester yang memiliki tugas padat atau mahasiswa yang sedang mengerjakan banyak laporan.

E. Metode dan Alat Pengumpulan Data

  Skala yang akan digunakan adalah skala stres akademik dan skala impulsive buying kecenderungan (pembelian impulsif) pada mahasiswa. Penskalaan model ini merupakan skala yang disusununtuk mengungkap sikap pro dan kontra, positif dan negatif, setuju dan tidak setuju terhadap suatu objek sosial yang diperlakukan sebagai objek sikap(Azwar, 2009).

1. Skala Stres Akademik

  Skala stres akademik dalam penelitian ini merupakan skala adaptasi yang mengacu pada 7 faktor hasil analisis faktor stres akademikyang dikemukakan oleh Lin dan Chen (2009) yang meliputi stres pengajar, stres hasil, stres ujian, stres belajar dalam kelompok, stres teman sebaya,stres manajemen waktu dan stres yang diakibatkan diri sendiri. Stres Diri Sendiri 31, 32, 33, 34 4 11,76 % Total 34 100%Pada skala Kecenderungan Stres Akademik setiap aitem memiliki empat alternatif jawaban yang dapat dipilih oleh subjek yaitu : Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Netral (N), Tidak Sesuai (TS) dan Sangat TidakSesuai (STS).

2. Skala Kecenderungan

  Aspek 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 16 50%Afektif 26, 27, 28, 29 17, 18, 30, 31, 32 Total 32 100% Impulsive Buying Pada Skala Kecenderungan setiap aitem memiliki empat alternatif jawaban yang dapat dipilih oleh subjek yaitu : SangatSesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS) dan Sangat Tidak Sesuai (STS). tryout penilaian dari Setelah dilakukan pada skala stres akademik, validasi dilakukan kembali terhadap aitem aitem dalam professional judgement skala stres akademik melalui penilaian dari karena terdapat beberapa aitem yang kurang dapat mengukur stres akademiksecara spesifik dan cenderung lebih mengukur stressor akademik.

2. Seleksi Aitem

  Aitem yang memiliki ix r ≥ 0,30 dikategorikan sebagai aitem yang baik, sedangkan aitem yang memiliki nilai r ix Hasil dari pengujian data skala stres akademik menunjukkan bahwa ix terdapat 33 aitem yang memiliki nilai r ≥ 0,30, sedangkan aitem yang memiliki nilai r ix ix sebesar≤ 0,30 adalah aitem nomor 12 dengan nilai r 0,238. Aitem yang memiliki r ix ≥ 0,30 dikategorikanix sebagai aitem yang baik, sedangkan aitem yang memiliki nilai r ≤ 0,30 dikategorikan sebagai aitem yang kurang baik sehingga akan digugurkan.impulsive buying Hasil dari pengujian data skala kecenderungan ix menunjukkan bahwa terdapat 28 aitem yang memiliki nilai r ≥ 0,30, sedangkan aitem yang memiliki nilai r ix ≤ 0,30 adalah aitem 7, 9, 15, 25.

3. Reliabilitas

  Penelitian ini menggunakan pendekatan konsistensi internal yang bertujuan untuk melihat konsistensi antar itematau antar bagian dalam tes. Skala stres akademik diuji dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dan diperoleh nilai ( ɑ) sebesar 0,884, dan setelah dilakukan analisis ulang terhadap aitem-aitem yang kurang menggambarkan stres ɑ) sebesar 0,895.

G. Metode Analisis Data

1. Uji Asumsi

  Uji NormalitasUji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak (Noor, 2011). Sebaliknya, jika p < 0,05 maka dapat disimpulkan hipotesis nol ditolak, yang berarti data memiliki distribusi yang berbeda dari datanormal, atau data memiliki distribusi tidak normal.

2. Uji Hipotesis

  (p) < 0,05 maka hipotesis nol ditolak atau ada hubungan yang signifikan antara dua variabel. (p) > 0,05 maka hipotesis nol gagal ditolak atau tidak ada hubungan yang signifikan antara dua variabel (Trihendrardi, 2009).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini menggunakan subjek mahasiswa dengan kriteria

B. Deskripsi Subjek Penelitian

  Pengambilan data dilakukan di beberapa tempat yang berbeda berdasarkan ketersediaandan kemudahan dalam memperoleh subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa yang berada dalam batasan usia 18 hingga 30 tahun.

C. Deskripsi Data Penelitian

  Data tersebut menunjukkan bahwa mean empiris lebih besar dibandingkan dengan mean teoritik, maka dapat disimpulkan bahwa subjekpenelitian memiliki stres akademik yang tergolong tinggi. Data tersebut menunjukkan bahwa mean empirislebih besar dibandingkan dengan mean teoritik, maka dapat disimpulkan impulsive buying bahwa subjek penelitian memiliki kecenderungan yang tergolong tinggi.

D. Hasil Penelitian

  Hasil uji yang dilakukan menunjukkan variabel stres akademik dan variabel kecenderungan impulsive buying memiliki nilai signifikansi 0,003 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan semakin tinggi stres akademik yang dialami oleh impulsive buying individu maka kecenderungan akan semakin tinggi.

E. Analisis Data Tambahan

  Hal ini menunjukkan bahwa subjek dengan uang saku perbulan 500 ribu-1 juta dalam penelitianini memiliki kecenderungan impulsive buying yang lebih rendah dibandingkan subjek dengan uang saku perbulan 1 juta-2 juta. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara uang saku perbulan yang dimiliki mahasiswa dengan stres akademik (0.490 ≥ 0.05).

F. Pembahasan

  Ketika melakukan kegiatan perkuliahan, seorang mahasiswa akan mengalami tekanan yang berasal dari hasil persepsi dan penilaian tentangstressor akademik yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan di perguruan tinggi yang tidak jarang membuat merekamengalami stres akademik (Govaerst & Gregoire, 2004). Dalam studi yang dilakukan oleh Abratt dan Goodney (1990), ditemukan hasil bahwa uang saku yang lebih tingi merupakan salah satu dari beberapa faktor yang dapatmenjelaskan tingkatan impulsive buying yang lebih tinggi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, stres

  impulsive buying akademik dan kecenderungan pada mahasiswa memiliki hubungan yang positif serta signifikan (r = 0,216, p < 0,05). Keterbatasan Penelitian Beberapa aitem dalam skala stres akademik yang digunakan dalam penelitian ini kurang menggambarkan stres dan cenderung lebih stressor menggambarkan yang dihadapi oleh mahasiswa.

2. Bagi Penelitian Selanjutnya Penelitian ini memiliki distribusi data yang tidak normal

  Selain itu bagi peneliti lain yang hendak menggunakan skala stres akademik dari Lin dan Chen (2009) agar lebih dapatmemilah aitem-aitem yang dapat memberikan gambaran mengenai stres akademik dengan baik. Selain itu secara keseluruhan skala yang dikembangkan oleh Lin dan Chen stressor (2009) lebih cenderung mengukur akademik daripada mengukur stres akademik.

DAFTAR PUSTAKA

  Reliabilitas dan Validitas . The Effect of Packaging Design on Journal of Administrative Science & Organization, Impulsive Buying.

7. No. 3, pp 282-295

  Contoh cara pengisian : Pernyataan SS S TS STS Saya gemar membaca majalah X Ketika Anda keliru dalam memilih jawaban, Anda dapat memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban yang telah anda pilih sebelumnya danmemberikan tanda silang (X) pada jawaban yang lebih menggambarkan diri Anda. Contoh cara pengisian : Pernyataan SS S N TS STS Saya gemar membaca majalah X Ketika Anda keliru dalam memilih jawaban, Anda dapat memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban yang telah anda pilih sebelumnya danmemberikan tanda silang (X) pada jawaban yang lebih menggambarkan diri Anda.

A. Reliabilitas Skala Kecenderungan Impulsive Buying Reliability Statistics

ITEM.12 67.0761 107.104 .492 .914 ITEM.23 67.4457 110.052 .365 .916 ITEM.22 67.4348 107.941 .503 .914 ITEM.21 67.4565 106.866 .586 .913 ITEM.20 67.0543 107.942 .456 .914 ITEM.19 67.0543 106.426 .569 .913 ITEM.18 67.5761 107.829 .508 .914 ITEM.17 67.7935 110.781 **.378 .915 ITEM.16 67.6957 107.335 .552 .913 ITEM.15 67.4674 109.482 .290 .917 ITEM.14 67.8370 109.303 **.371 .916 ITEM.13 67.3370 106.424 .486 .914 Cronbach's Alpha N of Items.916 32 Item-Total Statistics Scale Mean ifItem Deleted Scale Variance if ITEM.10 66.9130 107.113 .533 .913 ITEM.9 67.5761 110.840 .253 .917 ITEM.8 67.1413 108.255 .463 .914 ITEM.7 67.6304 111.884 .270 .916 ITEM.6 67.5217 105.153 .657 .911 ITEM.5 67.5761 105.368 .707 .911 ITEM.4 67.4565 107.020 .592 .913 ITEM.3 67.1087 107.351 .515 .914 ITEM.2 67.3587 108.430 .475 .914 ITEM.1 67.4130 107.476 .513 .914 Item Deleted Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if ITEM.11 67.4457 109.151 .426 .915 ITEM.25 67.4457 112.008 .209 .917 ITEM.26 67.2391 106.008 .575 .913 ITEM.27 66.6957 105.862 .584 .912 ITEM.28 67.2065 105.374 .664 .911 ITEM.29 67.5000 107.396 .506 .914 ITEM.30 67.4130 108.311 .513 .914 ITEM.31 67.5000 109.945 .390 .915 ITEM.32 67.6196 106.656 .569 .913 Abu-abu :Seleksi pertama menggunakan kriteria indeks daya beda 0,30Tanda (**) :Seleksi keduasecara manual dengan melihat dua skor terendah pada aspek afektif untukmenstabilkan jumlah aitem

B. Reliabilitas Skala Stres Akademik Reliability Statistics

  Contoh cara pengisian : Pernyataan SS S TS STS Saya gemar membaca majalah X Ketika Anda keliru dalam memilih jawaban, Anda dapat memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban yang telah anda pilih sebelumnya danmemberikan tanda silang (X) pada jawaban yang lebih menggambarkan diri Anda. Contoh cara pengisian : Pernyataan SS S N TS STS Saya gemar membaca majalah X Ketika Anda keliru dalam memilih jawaban, Anda dapat memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban yang telah anda pilih sebelumnya danmemberikan tanda silang (X) pada jawaban yang lebih menggambarkan diri Anda.

A. Impulsive Buying Stres Akademik dan Kecenderungan Descriptive Statistics

  (2- Meant df tailed) Difference Lower Upper SA 3.184 199 .002 1.650 .63 2.67 One-Sample Test Test Value = 6595% Confidence Interval of the Difference Sig. (2- Mean t df tailed) Difference Lower Upper IB 7.642 199 .000 4.670 3.46 5.88 Lampiran 5 Uji Asumsi Case Processing SummaryCases Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent IB 200 59.7% 135 40.3% 335 100.0% SA 200 59.7% 135 40.3% 335 100.0%Tests of Normalitya Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic df Sig.

a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance

B. Uji Linearitas Case Processing Summary

  Cases Included Excluded TotalN Percent N Percent N Percent IB * SA 200 59.7% 135 40.3% 335 100.0%ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. IB * SA Between (Combined) 3081.336 34 90.628 1.269 .165 GroupsLinearity 670.985 1 670.985 9.396 .003 Deviation from 2410.352 33 73.041 1.023 .443 LinearityWithin Groups 11782.884 165 71.411 Total 14864.220 199 Measures of AssociationR R Squared Eta Eta Squared IB * SA .212 .045 .455 .207 Lampiran 6 Uji Hipotesis Uji Hipotesis Spearman Rho Correlations** IB SA Spearman's rho IB Correlation Coefficient 1.000 .216 Sig.

A. Stres Akademik Berdasarkan Uang Saku Perbulan Ranks

  Saku N Mean Rank Sum of Ranks IV 1 10396.04 9329.50 2 83 90.58 7875.50 Total 186aTest Statistics VAR00005 Mann-Whitney U 3973.500Wilcoxon W 9329.500 Z -.690Asymp. Sig.

B. Kecenderungan Berdasarkan Uang Saku Perbulan Ranks

  Saku N Mean Rank Sum of Ranks DV1 103 83.34 8584.50 2 83 106.10 8806.50 Total 186aTest Statistics DV Mann-Whitney U 3.228E3Wilcoxon W 8.584E3 Z -2.869Asymp. Sig.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA PEMBELIAN IMPULSIF (IMPULSIVE BUYING) DENGAN PERILAKU BERHUTANG (DISSAVING) PADA WANITA KARIR
2
7
2
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN KECENDERUNGAN COMPULSIVE BUYING PADA MAHASISWA
8
58
21
Pengaruh personality trait, konformitas dan faktor demografi terhadap impulsive buying pengunjung mall di Kota Bogor
25
147
89
PENGARUH STORE IMAGE TERHADAP IMPULSIVE BUYING SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KECENDERUNGAN PENGARUH STORE IMAGE TERHADAP IMPULSIVE BUYING SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KECENDERUNGAN REPEATED PURCHASED DI OUTLET BIRU BABARSARI, DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTA.
0
3
21
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN IMPULSIVE Hubungan Antara Harga Diri Dengan Impulsive Buying Pada Pegawai Wanita Di Kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta.
0
3
13
Hubungan antara stres akademik dan kecenderungan impulsive buying pada mahasiswa.
0
0
127
Hubungan kepribadian neurotik dan impulsive buying pada remaja di Tarakan.
8
30
140
Peran konformitas dalam hubungan antara harga diri dan impulsive buying pada remaja putri.
6
12
150
Peran konformitas dalam hubungan antara harga diri dan impulsive buying pada remaja putri
0
25
148
KECENDERUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA SEMESTER AKHIR.
0
0
95
Hubungan Antara Stres Kerja Dan Impulsive Buying Yang Dimoderatori Oleh Self-Control - Ubaya Repository
0
0
2
IMPULSIVE BUYING DAN KECENDERUNGAN COMPULSIVE BUYING
0
3
20
HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK MAHASISWA DENGAN INSOMNIA - Unika Repository
1
2
14
Hubungan antara self-regulated learning dan stres akademik pada mahasiswa - USD Repository
1
0
118
Hubungan antara harga diri dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir - USD Repository
1
3
163
Show more