Mesin penghasil air aki dengan sistem kompresi uap mempergunakan pipa pencurah air dengan jarak antar lubang 8 mm

Gratis

1
3
112
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Skripsi ini merupakan salah satu syarat wajib bagi setiap mahasiswa ProdiTeknik Mesin Universitas Sanata Dharma untuk mendapat Gelar Sarjana S-1Teknik Mesin Berkat bimbingan, nasihat, dan do ’a yang diberikan oleh berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan juga maksimal. Gambar B.2 P-h diagram dengan variasi kondisi kipas on selama satu jam Gambar B.3 P-h diagram dengan variasi kondisi kipas on/off selang waktu 5 menit selama satu jam menggunakan pancuran air.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tentang ketersediaan air aki yang kurang memadai, sedangkan pengguna kendaraan motor dan mobil saat ini semakinbertambah bahkan tidak menutup kemungkinan akan selalu bertambah dari tahun ke tahun, dengan demikian kebutuhaan air aki akan selalu meningkat. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis bermaksud untuk merancang dan melakukan penelitian mengenai alat penghasil airaki dengan mempergunakan mesin yang bekerja dengan sistem kompresi uap dan mempergunakan pipa pencurah air.

1.2 Rumusan Masalah

  Penulis tertarik untuk melakukan inovasi mesin penghasil air aki (air akuades) dengan mempergunakanmesin yang bekerja dengan siklus kompresi uap dan peralatan pencurah air. Merancang dan merakit mesin penghasil air aki (air akuades) yang mempergunakan sistem kompresi uap dengan menambahkan peralatan pipa pencurah air .

1.5 Manfaat Penelitian

  Dapat menjadi referensi bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian tentang mesin penghasil air aki dengan mempergunakan mesin yang bekerja dengan sistem kompresi uap. Menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang mesin penghasil air aki dengan sistem kompresi uap yang dapat ditempatkan di Perpustakaan.

BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

2.1.1 Air Aki

  Air aki berasal dari air destilasi ( aquadest ), air aki adalah air murni tidak mengandung logam, berbahan dasar air PDAM atau sumur tapi telah melewatiproses pemurnian dengan cara penyulingan atau proses demineralisasi. Air aki botol biru Cairan yang berada dibotol biru berisi air murni atau air yang telah melewati penyulingan.

2.1.2 Metode Metode Pembuatan Air Aki

  Adapun kekurangannya adalah adanya droplet air pada sisitabung, pelarut mudah terbakar, pelarutnya mungkin beracun, beberapa komponen alkohol, gliserol mungkin ikut terdestilasi, dan seringkali terjadi kesalahan dalam Pembuatan Air Aki Dengan Demineralisasi Proses demineralisasi adalah sebuah proses penghilangan kadar garam dan mineral dalam air melalui proses pertukaran ion ( ion exchange process ) dengan softener menggunakan media resin/ anion dan kation. Proses ini mampu menghasilkan air dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi ( ultrapure water )dengan jumlah kandungan kandungan ionik dan an-ionik nya mendekati angka nol sehingga mencapai batas yang hampir tidak dapat dideteksi lagi.

2. Aplikasi ini tidak membutuhkan terlu banyak tempat untuk instalasinya

  3. Biaya yang ditimbulkan untuk proses regenerasi atau pergantian media resin jika dikalkulasikan untuk jangka waktu satu tahun cukup besar sehinggamembutuhkan anggaran yang bersifat rutin atau regular.

2.1.3 Sistem Kompresi Uap

  Secara skematik rangkaian komponen siklus kompresi Q c bKondensor 2 3 aPipa kapiler 1 Kompre sor W in Evaporator 4 d Q in Gambar 2.1 Skematik mesin yang bekerja dengan siklus kompresi uap Dalam siklus ini refrigeran bertekanan rendah dikompresi oleh kompresor sehingga menjadi uap refrigeran bertekanan tinggi. Proses Kompresi 1 Proses kompresi terjadi pada kompresor, dimana refrigeran dalam bentuk uap panas lanjut masuk ke kompresor, kerja atau usaha yang diberikan pada refrigeranakan menyebabkan kenaikan pada tekanan sehingga temperatur refrigeran akan lebih tinggi dari temperatur lingkungan (refrigeran mengalami fasa superheated/gaspanas lanjut) b.

2.1.3.1 Komponen Komponen utama Mesin Kompresi Uap

  Berikut penjelasan mengenaikomponen-komponen mesin yang bekerja pada siklus kompresi uap: a. Cara kerja kompresor adalah menghisapsekaligus memompa refrigeran sehingga terjadi sirkulasi refrigeran yang mengalir reciprocating dari pipa-pipa pada mesin kompresi uap.

b. Kondensor

  Kondensor pada siklus kompresi uap merupakan komponen yang berfungsi untuk mendinginkan gas refrigeran yang bertekanan dan bersuhu tinggi setelahmelalui kompresor. Gambar 2.7 Pipa kapiler Berdasarkan Gambar 2.2 p-h diagram dan Gambar 2.3 T-s diagram dapat dihitung besarnya W in , Q in , Q out , COP ideal , COP aktual, dan Efisiensi.

1 Pada Persamaan (2.) :

  in W : kerja kompresor persatuan massa refrigeran, kJ/kg h 2 : nilai entalpi refrigeran saat keluar kompresor, kJ/kg 1 h : nilai entalpi refrigeran saat masuk kompresor, kJ/kg b. out )Energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran (Q Besarnya panas persatuan massa refrigeran yang dilepas kondensor dapat dihitung dengan Persamaan (2.2) : Q h h out  ….

3 Pada Persamaan (2.2) :

out Q : energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran, kJ/kg h 2 : nilai entalpi refrigeran saat masuk kondensor, kJ/kg h 3 : nilai entalpi refrigeran saat keluar kondensor, kJ/kg in )Energi kalor yang diserap oleh evaporator persatuan massa refrigeran (Q Besarnya panas persatuan massa refrigeran yang diserap oleh evaporator dapat dihitung dengan Persamaan (2.3) : Q h h in….(2.3)  1 

4 Pada Persamaan (2.3) :

  (2.4)   W h h in 2 1   Pada Persamaan (2.4) :W in : kerja kompresor persatuan massa refrigeran, kJ/kg in Q : energi kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran, kJ/kg ideal )COP ideal mesin siklus kompresi (COP COP ideal merupakan COP maksimal yang dapat dicapai mesin penghasil air aki, dapat dihitung dengan Persamaan (2.5) :T e COP idea l …. ƞ)Efisiensi mesin siklus kompresi uap ( Efisiensi siklus kompresi uap pada mesin penghasil air aki dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.6) :COP a ktu a l x 100 % … (2.6)  COP id ea lPada Persamaan (2.6) : Ƞ : efisiensi mesin siklus kompresi uap.

2.1.4 Psychrometric Chart

  (%RH)RH merupakan perbandingan jumlah air yang terkandung dalam udara dan jumlah air maksimal yang dapat dikandung oleh udara yang ada pada disuatu ruangatau lokasi tertentu pada suhu yang ditinjau. (H)Entalpi adalah jumlah panas total yang di miliki oleh campuran udara dan uap air persatuan massa, dinyatakan dalam satuan Btu/lb udara.

2.1.4.1 Proses-proses Yang Terjadi Pada Udara Dalam

  Proses pendinginan dan penurunan kelembaban ( )Proses pendinginan dan penurunan kelembaban adalah proses penurunan kalor sensibel dan penurunan kalor laten ke udara. Proses dehumidifying Proses merupakan proses pengurangan kandungan uap air pada udara tanpa merubah suhu bola kering sehingga terjadi penurunan entalpi, suhu psychrometric chart bola basah, titik embun dan kelembaban spesifik.

g. Proses pemanasan dan penurunan kelembaban (heating and dehumidifying)

  Pada proses ini berfungsi untuk menaikkan suhu bola kering dan menurunkan kandungan uap air pada udara. Proses pemanasan dan menaikkan kelembaban ( )Pada proses ini udara dipanaskan disertai penambahan uap air.

2.1.4.2 Proses-Proses Yang Terjadi Pada Saat Penghasilan Air

  Proses-proses yang terjadi di dalam mesin penghasil air aki disajikan pada heating Gambar 2.18. Proses ( heating) berlangsung di dalam humidifying kondensor, kemudian udara dikondisikan melalui proses (penaikkan evaporative cooling) kadar uap air) dan pendinginan ( untuk mendapatkan suhu rendah.

2.1.4.3 Proses Penghasilan Air Aki Dalam Phsycometric Chart

  4 (Gelas ukur) K ondens or )(Proses pendinginan dan Pengembunan) (Proses Heating )(Proses evaporative cooling ) Ev aporator ΔW W AP emancur a ir 5 3 Proses penghasilan air aki dapat disajikan dalam psychrometric chart . Gambar 2.19 bagian proses pembuatan air aki.

6 W B

  Dari data-data yang ada di Psychrometric chart dapat dihitung (a) laju aliran massa yang diembunkan, (b) besarnya massa air yang dihasilkan perjamnyapersatuan massa udara, (c) laju aliran massa udara, (d) debit aliran udara. Laju aliran massa air yang diembunkan Laju aliran massa air yang diembunkan dapat dihitung menggunakanPersamaan (2.7): m a ir m a ir … (2.7)t  Pada Persamaan (2.7)  a irm = Laju aliran massa air, kg/jam m = Jumlah air yang dihasilkan, kga ir t = Selang waktu yang digunakan, jam  b.

2.2 Tinjauan Pustaka

  Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat alat desalinasi air laut yang dapat digunakan untukpenjernihan atau pemurnian air dengan memanfaatkan energi matahari dan melakukan uji kinerja alat yang dirancang. Dan Suryadimal dan Marthiana (2013) meneliti performa mesin pendingin menggunakan refrigeran R22 dan R134a dengan variasi bukaan katup pada fankondensor (1/4, 2/4, 3/4, dan 4/4.) dengan mengamati nilai COP yang dihasilkan dari refrigeran tersebut.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

  Objek yang digunakan pada penelitian ini adalah mesin penghasil air aki dengan sistem kompresi uap mempergunakan pipa pencurah air dengan jarak antar lubang8 mm yang dibuat dalam 1 (satu) rangka. Gambar 3.1 menunjukkan skematik dari mesin penghasilair aki yang digunakan untuk penelitian.

f. P i pa pancuran g

Pompa air h.Gelas ukur

3.2 Variasi Penelitian

  Kipas bekerja selang seling secara terus menerus (5 menit on 5 menit 3 off) dan air tercurah melalui pipa pemancur air. Kipas bekerja selang seling secara terus menerus (15 menit on 15 5 menit off) dan air tercurah melalui pipa pemancur air.

3.3 Alur Pelaksanaan Penelitian

  Alur pelaksanaan penelitian mesin penghasil air aki disajikan dalam Gambar 3.2. MulaiPerancangan mesin penghasil air aki Persiapan bahan dan alatProses pembuatan mesin penghasil air aki dan pembuatan pipa pancuran air Pemvakuman dan pengisian refrigeran R22Pada mesin dengan siklus kompresi uap Tidak baik Uji cobaBaik Variasi 1 s.d.

3.4 Alat dan Bahan Penelitian

Dalam proses pembuatan mesin penghasil air aki diperlukan alat-alat bantu dan bahan-bahan penelitian.

3.4.1 Alat

  Gergaji Kayu Gergaji kayu digunakan untuk memotong papan kayu dan memotong triplek yang digunakan untuk membuat tempat penampung air dan mesin penghasil air aki,dan memotong pipa pvc untuk pancuran air b. Lakban Lakban digunakan untuk mentup dan celah-celah pada tempat penamung air dan penutup mesin agar udara tidak bisa masuk, dan agar tidak terjadi kebocoranpada saat proses pelembaban.

3.4.2 Bahan

  Evaporator yang digunakan pada penelitian ini adalah evaporatorsirip, agar pada saat mesin melakukan proses pengerinag udara yang mengandung air dapat diembunkan. Filter Filter adalah komponen yang berfungsi untuk menyaring kotoran, agar tidak terjadi penyumbatan dipipa kapiler, seperti kotoran akibat dari korosi, serbuk-serbuk sisa pemotongan dan uap air yang berada didalam pipa kapiler.

3.4.3 Komponen Pendukung a

  Elbow untuk membelokkan air yang mengalir di dalam pipa dengan sudut 45°, sedangkan tee untuk mempercabangkan aliran menjadi 2 aliran. Pompa air Pompa air digunakan untuk memompa air ke pipa PVC dan menghisap air yang ada dibak penampung air atau sumber air.

3.4.4 Alat Bantu dalam Penelitian

  Hygrometer Hygrometer digunakan untuk mengukur kelembaban dan suhu pada saat pengujian berlangsung, hygrometer juga digunakan untuk mengetahui suhu udara kering dan suhu udara basah. Stopwatch Stopwatch digunakan untuk mengukur lama waktu dalam melakukan pengujian mesin penghasil air aki, lama waktu yang dibutuhkan dalam setiap pengambilan data adalah setiap 5 menit sampai 1 jam.

3.5 Proses Pembuatan Mesin Penghasil Air Aki

  Membuat tempat penampung air dan mesin penghasil air aki sesuai dengan ukuran yang ditentukan. Merancang pipa berbentuk zigzag untuk aliran air, agar air dapat dipancurkan melalui lubang pada pipa pada mesin penghasil air aki.

3.5.1 Proses mengisikan Refrigeran

  Proses pemvakuman Proses pemvakuman merupakan proses menghilangkan udara, uap air dan kotoran (korosi), yang terjebak dalam mesin siklus kompresi uap. pressure gauge dengan 1 selang ( low pressure ), yang dipasang pada Perisapkan pentil yang sudah dipasang dopnya dan 1 selang ( high pressure ) yang dipasang pada tabung refrigeran.

7. Setelah diketahui tidak terdapat kebocoran, langkah selanjutnya adalah dengan mengelas ujung potongan pipa kapiler tersebut

  Proses Pengisian Refrigeran R22 Untuk melakukan pengisisan refrigeran pada mesin dengan siklus kompresi uap, tersapat beberapa langkah, seperti berikut: 1.berwarna biru ( ) pada pressure gauge low pressurePasanglah salah satu selang katup pengisisan katup tengah pressure gauge, dan ujung selang satunya disabungkan ke tabung refrigeran R22. 1 (T A )Twb Hygrometer ini berfungsi untuk mengukur temperatur udara basah (T ) dan temperature udara kering (T db ) udara luar.

3 C

  (T ) T Termokopel ini berfungsi untuk mengukur suhu udara kering pada kondisi udara sebelum evaporator. 4 (T Evap )T Termokopel ini berfungsi untuk mengukur suhu udara kering pada kondisi udara setelah evaporator.

6 E

  (P ) PPressure gauge berfungsi untuk mengukur tekanan kerja evaporator pada saat mesin penghasil air aki bekerja. 2 (P comd )P Pressure gauge berfungsi untuk mengukur tekanan kerja kondensor pada saat mesin penghasil air aki bekerja.

3.5.3 Langkah-langkah Pengambilan Data

  Mengisi air pada tempat penampungan air pada mesin penghasil air aki. ᴼC) T db( ᴼC) T wb( ᴼC)P cond P evap Jumlahair (menit) T E( (ᴼC) ᴼC)T D T C( Waktu T A TB (ᴼC) No Hasil dari data yang diperoleh dijumlahkan dengan hasil dari kalibrasi alat bantu Table 3.1 Tabel yang digunakan untuk mengambil data.

3.5.4 Cara Menganalisis Hasil Data dan Menampilkan Hasil Data

  Kemudian setelah mendapatkan suhu kerja evaporator dan suhu kerja kondensor, kemudian menghitung massaair yang berhasil diuapkan ( Psychrometric Chart . Δw) menggunakanin d. Menghitung air yang dihasilkan pada mesin penghasil air aki.

3.5.5 Cara Mendapatkan Kesimpulan

  Dari analisis yang dilakukan akan didapatkan suatu kesimpulan. Kesimpulan meru pakan hasil dari analisis penelitian yang dilakukan pada mesin penghasil air aki, dan kesimpulan harus sesuai dengan tujuan dari penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN, PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Penelitian

  48 10 25 27 48 43 19 31 313 40 190 15 25 27 43 40 18 29 313 40 253 20 25 27 48 43 19 30 320 40 320 25 25 87 15 31 310 48 Psia Psia (ml) Tabel 4.2 Data untuk hasil rata-rata kipas on, dan dengan pancuran air. 46 27 27 49 40 13 27 310 38 1127 60 25 50 37 40 14 28 310 38 1263Rata- rata 25 27 49 39 13 28 310 26 40 55 24 24 26 43 40 13 26 307 37 913 60 26 13 27 307 37 757 42 38 11 27 307 37 1160Rata- rata 24 26 44 39 50 39 10 25 303 35 200 30 20 24 26 45 38 9 27 303 35 393 24 44 26 45 39 11 27 297 35 607 40 24 26 25 14 28 310 38 1030 Tabel 4.3 Data untuk hasil rata-rata kipas on/off setiap 5 menit, dan dengan pancuran air.

4.2.1 P-h diagram

  60fan Gambar 4.1 menggambarkan P-h diagram pada variasi bekerja selama 1 jam serta menggunakan pipa pemancur air, variasi ini dilakukan selama 1 jam dan akan digunakan dalam contoh analisis dan perhitungan. Sedangkan data yang akan didapatkan adalah cond evap suhu kerja kondensor (T ), suhu kerja evaporator (T ), nilai entalpi refrigeran saat keluar evaporator (h 1 ), nilai entalpi refrigeran saat masuk kondensor (h 2 ), nilai entalpi refrigeran saat keluar kondensor (h 3 ) dan nilai entalpi refrigeran saat masuk evaporator (h 4 ).

1 P = (40 + 4,7) Psia x 0,0689

  = 3,8 BarP 2 = (310 + 14,7) Psia x 0,0689 = 22,1 BarDari P-h diagram yang telah digambarkan pada Gambar 4.1, dengan variasi kipas on selama 1 jam menggunakan pemancur air untuk tekanan evaporator 3,8 61 kondensor 22,1 Bar menghasilkan suhu kerja kondensor (T kond ) = 56 ᴼC, dan menghasilkan nila- nilai entalpi refrigerant pada sistem kompresi uap yang meliputi 1 2 3 4 : (h )= 402,0 kJ/kg, (h )= 450 kJ/kg, (h )=273,6 kJ/kg, (h )= 273,6 kJ/kg. Tabel 4.6 Data hasil perhitungan nilai- nilai entalpi refrigerant pada sistem kompresi uap untuk lima variasi.

2 On 60 menit ,1 3,8 -8

56 airDengan pancuran On/off setiap 5 322,4 3,5 -10,4 56,5 air menit Dengan pancuran On/off setiap 10 422 3,5 -10,4 55,8 air menit Dengan pancuran setiap 15On/off 521,2 3,1 -13,7 54,3 air menit Tabel lanjutan 4.6 Data hasil perhitungan nilai- nilai entalpi refrigerant pada sistem kompresi uap untuk lima variasi. variasi1234 h h h hNo ( kj/kg) ( kj/kg) ( kj/kg) ( kj/kg) Pemancur air Kipas Tanpa pancuran 1 On 60 menit 402,0 450 273,6 273,6 airDengan pancuran 2 On 60 menit 402,0 448 271,8 271,8 airDengan pancuran On/off setiap 3 401,0 450 272,6 272,6air 5 menit Dengan pancuran On/off setiap 4 401,0 447 271,5 271,5 air 10 menitDengan pancuran setiap On/off5 399,7 451 269,3 269,3 air 15 menit 62

4.2.2 Perhitungan pada P-h diagram

  Pada P-h diagram didapatkan beberapa data yang digunakan untuk mengetahui W kerja kompresor persatuan massa refrigeran ( in ), energi kalor yang diserap Q evaporator persatuan massa refrigeran ( in ), energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran ( Q out ), COP actual , COP ideal dan efisiensi siklus kompresiuap (  ). Sebagai contoh untuk mencari rata-rata kerja kompresor (W in ) dengan kondisi kipas on selama satu jammenggunakan pancuran air adalah sebagai berikut: W ( h h ) kJ / kgin  2  1( 448 402 , 2 ) / kJ kg  46 / kJ kg  b.out ) Energi kalor yang dilepas kondensor (Q Besarnya kalor yang dilepas kondensor dapat dihitung dengan Persamaan (2.2).

4.2.3 Analisis Pada Psychrometric Chart

  Suhu pada kondisi udara luar (T A ), suhu pada kondisi udara setelah kondensor (T B ), suhu pada T , kondisi udara sebelum evaporator (T C ), suhu pada kondisi setelah evaporator ( db ) D evap cond (T ), suhu kerja pada evaporator (T ) dan suhu kerja pada kondensor (T ) adalah yang diperlukan untuk menggambarkan Psychrometric Chart . Sebagai contoh untuk mencari rata-rata massa air dengan kondisi kipas on selama satu jammenggunakan pancuran air adalah sebagai berikut:   m a ir m uda r a  w w B A  1 , 240 / uda r a kg jam m  , 0223 , 0078  kg jam 1 , 240 / 70 )debit psychrometric chart untuk lima variasi.

4.3 Pembahasan

  Dan dari penelitian evap yang dilakukan, diperoleh data berupa suhu kerja evaporator (T ), suhu kerja kondensor (T cond ), tekanan kerja evaporator tekanan masuk kompresor (P 1 ) dan tekanan keluar kompresor (P 2 ) yang kemudian dapat digunakan untuk menggambarkan siklus kompresi uap pada diagram P-h. Sedangkan yang paling rendah adalah variasi fan bekerja 15 menit dan fan 76fan bekerja 10 menit dan berhenti 10 menit selama 1 jam dan menggunakan pipa pemancur air sedangkan yang paling rendah adalah variasi fan bekerja selama 1 jam COP dan menggunakan pipa pemancur air.

COP COP

  Jumlah air yang dihasilkan dengan rentangwaktu 60 menit untuk kipas bekerja secara terus menerus tanpa air tercurah melalui pipa pemancur air mampu menghasilkan air sebanyak 947 ml, 60 menit untuk kipasbekerja secara terus menerus dan air tercurah melalui pipa pemancur air menghasilkan air sebanyak 1240 ml. 60 menit untuk kipas bekerja selang selingsecara terus menerus (5 menit on 5 menit off) dan air tercurah melalui pipa pemancur air menghasilkan air sebanyak 1263 ml, 60 menit untuk kipas bekerjaselang seling secara terus menerus (10 menit on 10 menit off) dan air tercurah 78 kipas bekerja selang seling secara terus menerus (15 menit on 15 menit off) dan air tercurah melalui pipa pemancur air menghasilkan air sebanyak 1107 ml.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Mesin penghasil air aki dengan sistem kompresi uap mempergunakan pipa pencurah air dengan jarak antar lubang 8 mm berhasil dibuat dan dapat bekerjasesuai dengan yang diharapkan, dengan hasil air tertinggi pada variasi kipas bekerja selang seling secara terus menerus (5 menit on, 5 menit off) dan air tercurah melaluipipa pemancur air dengan jumlah air 97 ml/5 menit atau 1263 ml/jam. Efisiensi mesin siklus kompresi uap pada mesin penghasil air aki yang paling baik diperoleh pada variasi kipas bekerja selang seling secara terus menerus (10menit on 10 menit off) dan air tercurah melalui pipa pemancur air, yaitu 71%, dan yang paling rendah pada variasi kipas bekerja secara terus menerus dan tanpamempergunakan pipa pemancur air, yaitu 66%.

5.2 Saran

  Adapun beberapa saran yang dapat dijadikan pengembangan dan perbaikan dalam penelitian mesin penghasil air aki menggunakan siklus kompresi uap danpipa pencurah air dengan jarak antar lubang pada pipa 8 mm: a. Pada penelitian selanjutnya, dapat memperbanyak lubang pada pipa pencurah air sehingga kadar uap air semakin bertambah dan menghasilkan tetesan air yang lebih banyak.

DAFTAR PUSTAKA

  Skripsi pada Teknik Mesin USD Yogyakarta: tidak diterbitkan. Studi Eksperimen Variasi Laju PendinginanPrasetya dan Putra.

LAMPIRAN A

  Gambar grafik P-h diagram dan Psychrometric Chart lima variasianpa am telama satu j n spas o kiisi .nd airn koura asiri nc pan va ngade mra g 86am elama satu jn s pas o .ki airisi annd curko nasi ri n paaka n vaun ngangg dem mera g Gambar B.3 P-h diagram dengan variasi kondisi kipas on/off selang waktu 5 menit selama satu jam menggunakan pancuran air. 8 7 Gambar B.4 P-h diagram dengan variasi kondisi kipas on/off selang waktu 10 8 menit selama satu jam menggunakan pancuran air.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Mesin penghasil air aki menggunakan siklus kompresi uap dengan pipa pencurah air berjarak 13 mm antar lubang.
2
6
121
Mesin penghasil air aki dengan disertai proses evaporative cooling.
1
5
97
Mesin penghasil air aki dengan siklus kompresi uap menggunakan peralatan curah air dari pipa PVC dengan jarak antar lubang 25 mm.
0
3
114
Mesin penghasil air aki menggunakan mesin siklus kompresi uap dilengkapi dengan humidifier.
1
10
94
Mesin penghasil air aki dengan sistem kompresi uap mempergunakan pipa pencurah air dengan jarak antar lubang 8 mm.
1
10
115
Air Cooler dengan mempergunakan air yang didinginkan mesin pendingin.
1
9
126
Mesin penghasil air aki dengan disertai proses evaporative cooling
0
0
95
Mesin penghasil air aki dengan siklus kompresi uap menggunakan peralatan curah air dari pipa PVC dengan jarak antar lubang 25 mm
0
3
112
Mesin penghasil air aki menggunakan siklus kompresi uap dengan pipa pencurah air berjarak 13 mm antar lubang
0
12
119
Mesin pendingin air dengan siklus kompresi uap.
0
1
82
Mesin penghasil air aki menggunakan mesin siklus kompresi uap dilengkapi dengan humidifier
0
0
92
Pengaruh putaran kipas outlet terhadap karakteristik mesin penghasil aquades dengan siklus kompresi uap - USD Repository
0
0
87
MESIN PENGHASIL AIR DARI UDARA DENGAN MENGGUNAKAN KOMPONEN AIR CONDITIONER 34 PK
0
1
126
Analisis mesin penghasil aquades menggunakan mesin siklus kompresi uap dengan pengaruh putaran kipas sebelum evaporator - USD Repository
0
1
92
Mesin penghasil aquades menggunakan siklus kompresi uap dengan variasi kecepatan putar kipas sebelum lintasan curahan air - USD Repository
0
0
83
Show more