Analisis kesalahan siswa kelas VIIB SMP Pangudi Luhur Moyudan tahun ajaran 2013/2014 dalam mengerjakan soal matematika pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan.

Gratis

0
1
224
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  selaku dosen pembimbing yang dengan segenap waktu, pikiran dan tenaga telah sabar dalam memberikanbimbingan dan dorongan yang sangat berharga bagi penulis. 71 Tabel 4.7 Rekapitulasi Mengenai Jenis-jenis Kesalahan yang dilakukan Siswa Kelas VIIB SMP Pangudi Luhur Moyudan dalam Mengerjakan Soal- soal Tes Diagnostik ...........................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan matematika memiliki peranan yang sangat penting

  Namun tidak sedikit siswa yang masih kurang paham dalam mempelajari materi ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa pada materi bilangan bulat dan pecahan pada tahun-tahun sebelumnya termasuk rendah. Dari latar belakang di atas, peneliti mengidentifikasi macam- macam kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIIB SMP Pangudi LuhurMoyudan tahun ajaran 2013/2014 dalam mengerjakan soal matematika pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan, serta mencari faktor-faktor penyebab siswa melakukan kesalahan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah tersebut, maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apasajakah bentuk kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII SMP

  Pangudi Luhur Moyudan dalam mengerjakan soal matematika pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan? Faktor apa saja yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal matematika pada pokok bahasan bilangan bulat danpecahan?

1. Mengetahui bentuk kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII SMP

  Pangudi Luhur Moyudan dalam mengerjakan soal matematika pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan. Mengungkapkan faktor-faktor yang membuat siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal matematika pada pokok bahasanbilangan bulat dan pecahan.

D. Batasan Masalah

  Peneliti ini hanya dibatasi pada masalah kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Moyudan pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan. Analisis kesalahan siswa dalam penelitian ini dilihat dari kesalahan- kesalahan yang dilakukan siswa pada saat mengerjakan soal-soal tesyang diberikan oleh peneliti.

3. Kesalahan yang dilihat adalah kesalahan dalam langkah pengerjaan

4. Peneliti hanya melakukan wawancara dengan siswa yang mendapatkan nilai tinggi, sedang dan rendah

E. Batasan Istilah

  MatematikaMatematika adalahsuatu ilmu yang mempelajari tentang bilangan, bangun, dan konsep-konsep yang berkaitan secara logika,menggunakan simbol-simbol yang umum serta aplikasi dalam bidang lain. Kesalahan MatematikaKesalahan dalam matematika dapat dilihat dari hasil perhitungan yang kurang tepat dalam mengelola angka-angka yang tersediamenggunakan operasi hitung matematika dalam menyelesaikan masalah matematika.

5. Bilangan Pecahan

Himpunan bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk , b bukan faktor dari a.

F. Manfaat Penelitian

  Bagi SiswaMengetahui letak kesalahan yang mereka lakukan dalam mengerjakan soal pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan,sehingga mereka dapat berusaha untuk mengatasi kesalahan dalam mengerjakan soal matematika tersebut. Bagi PenelitiUntuk membantu peneliti dalam memahami jenis kesalahan dan faktor penyebab siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soalpada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan.

G. Sistematika Penulisan 1

Bagian Awal Skripsi Pada bagian awal penulisan skripsi memuat beberapa halaman yang terdiri dari halaman judul, halaman persetujuan, halamanpengesahan, halaman persembahan, lembar pernyataan keaslian karya, lembar pernyataan kepentingan akademik, abstrak, kata pengantar,daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.

2. Bagian Isi

  Bab II Landasan Teori Bab ini berisi tentang teori-teori yang melandasi penelitian ini yaitu pengertian dan hakikat belajar, hakikat matematika, kesalahan, faktor penyabab kesalahan, analisis kesalahanmatematika, tes diagnostic, dan bilangan bulat dan pecahan. Bab V Penutup Bab ini memuat kesimpulan dari penelitian yang telah dilaksanakan yang sesuai dengan tujuan penelitian, kelebihan dan keterbatasan penelitian, dan saran.

3. Bagian Akhir Skripsi

Pada bagian akhir penulisan skripsi memuat daftar pustaka, dan lampiran-lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar Dalam bukunya Djamarah (2011) mengungkapkan tentang

  pengertian belajar dan hakikat belajar. Berikut akan diuraikan mengenai pengertian belajar dan hakikat belajar.

1. Pengertian Belajar

  Menurutnya, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru Dari pendapat beberapa ahli tentang pengertian belajar yang dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa belajar adalah suatukegiatan yang dilakukan dengan melibatkan dua unsur, yaitu jiwa dan raga. Dapat disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagaihasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.

2. Hakikat Belajar

  Seseorang yang melakukan aktivitas belajar dan diakhir dari aktivitanya itu telah memperoleh perubahan dalam dirinya dengan pemilikan pengalamanbaru, maka inividu itu dikatakan telah belajar. Tetapi perlu diingat, Dapat disimpulkan bahwa hakikat belajar adalah perubahan dan tidak setiap perubahan adalah sebagai hasil belajar.

B. Hakikat Matematika

  Dan matematika adalah suatu cara untuk menentukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi manusia; suatu caramenggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang menghitung dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia itu sendiridalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan. Dari berbagai pendapat tentang hakekat matematika yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa matematika adalah suatu ilmuyang mempelajari tentang bilangan, bangun, dan konsep-konsep yang berkaitan secara logika, menggunaka simbol-simbol yangg umum sertaaplikasi dalam bidang lain.

C. Kesalahan

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001), kesalahan secara umum dapat dipandang sebagai hasil tindakan yang tidak tepat, yangmenyimpang dari aturan, norma atau suatu sistem yang sudah ditentukan. Kesalahan dalam matematika dapat dilihat dari hasil perhitungan yang kurang tepat dalam mengelola angka-angka yangtersedia menggunakan operasi hitung matematika dalam menyelesaikan masalah matematika.

1. Kesalahan data

  Kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan Yang termasuk dalam kategori ini adalah kesalahan-kesalahan di dalam menarik kesimpulan dari suatu informasi yang diberikan ataudari kesimpulan sebelumnya, yaitu : a. Kesalahan menginterpretasikan bahasaYang termasuk dalam kategori ini adalah mengubah bahasa sehari- hari ke dalam bentuk persamaan matematika dengan arti yang berbeda,menuliskan simbol dari suatu konsep dengan simbol lain yang artinya berbeda dan salah dalam mengartikan grafik..

6. Tulisan yang tidak dapat dibaca

Siswa tidak dapat membaca tulisannya sendiri karena bentuk- bentuk hurufnya tidak tepat atau tidak lurus mengikuti garis sehinggasiswa mengalami kekeliruan karena tidak dapat membaca tulisannya sendiri.

D. Faktor Penyebab Kesalahan

  Faktor kognitif Suwarsono (1982) berpendapat bahwa, faktor-faktor kognitif adalah faktor-faktor yang berhubungan dengankemampuan intelektual siswa dan cara memproses atau mencerna dalam pikirannya materi-materi matematika seperti soal-soal,argumen-argumen, dan lain-lain. Kemampuan analogisasiKemampuan analogisasi adalah kemampuan untuk melihat hubungan yang sama atau sifat yang sama dalam dua situasiyang berbeda.

9. Kemampuan representasi

  Faktor nonkognitif Menurut Burton yang telah dirumuskan Entang (1984:13-14), menyelusuri latar belakang siswa kesulitan belajar yangmembuatnya melakukan kesalahan adalah faktor yang terdapat dalam diri siswa dan faktor yang terletak di luar diri siswa. Kelemahan-kelemahan secara mental (baik kelemahan yang dibawa sejak lahir maupun karena pengalaman)yang sukar diatasi oleh individu yang bersangkutan dan juga oleh pendidikan, misalnya taraf kecerdasannyamemang kurang atau sebenarnya hanya kurang minat, kebimbangan, kurang usaha, aktivitas yang tidak terarah,kurang semangat dan sebagainya, juga kurang menguasai ketrampilan dan kebiasaan fundamental dalam belajar.

E. Analisis Kesalahan Matematika

  Dari hasil tes danhasil wawancara dilakukan triangulasi data yaitu membandingkan data yang diperoleh dari keduakegiatan tersebut untuk memperoleh datayang valid. Menjelaskan KesalahanBerikutnya adalah kegiatan menjelaskan kesalahan yang meliputi dua kegiatan yang dilakukan secara bersamaan yaitu pemilihandata dan penyajian data.

4. Mengoreksi kesalahan

Setelah menjelaskan kesalahan dan mengelompokkan jenis kesalahan kemudian kegiatan mengoreksi kesalahan. Mengoreksikesalahan adalah penarikan kesimpulan dilakukan selama kegiatan analisis berlangsung sehingga diperoleh suatu kesimpulan

F. Tes Diagnostik

  Dari hasil keputusan Depdiknas (2003), mengungkapkan bahwa tes dapat berupa sejumlah pertanyaan atau permintaan melakukan sesuatuuntuk mengukur pengetahuan, keterampilan, intelegensi, bakat atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang. Maka tesdiagostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui atau mengidentifikasi kelemahan-kelemahan siswa sehingga dapat digunakansebagai dasar untuk memberi perlakuan yang tepat dan sesuai dengan kelemahan siswa.

2. Merencanakan tindak lanjut berupa upaya-upaya pemecahan sesuai masalah atau kesulitan yang telah diidentifikasi

  Misal dalam pembelajaran sains, terdapat tiga sumber utama yang sering menimbulkan masalah, yaitu: a) tidak terpenuhinya kemampuanprasyarat; b) terjadinya miskonsepsi; c) rendahnya kemampuan memecahkan masalah. Menentukan bentuk dan jumlah soal yang sesuaiDalam mendiagnosis suatu masalah yang dialami oleh siswa, maka perlu dipilih alat diagnosis yang tepat berupa butir-butir tesdiagnostik yang sesuai.

4. Menyusun kisi-kisi soal

  Jawaban atau respons yang diberikan oleh siswa harus memberikan informasi yang cukup untukmenduga masalah atau kesulitan yang dialami (memiliki fungsi yang diagnosis). Mereviu soalButir soal yang baik tentu memenuhi validitas ini, untuk itu soal yang telah ditulis harus divalidasi oleh seorang pakar di bidangtersebut.

7. Menyusun kriteria penilaian

  Jawaban atau respons yang diberikan oleh siswa terhadap soal tes diagnostik tentu bervariasi, karena itu untuk memberikan penilaianyang adil dan interpretasi diagnosis yang akurat harus disusun suatu kriteria penilaian. Kriteria penilaian memuat rentang skor yangmenggambarkan pada rentang berapa saja siswa didiagnosis sebagai mastery (tuntas) yaitu sudah menguasai kompetensi dasar atau belum mastery yaitu belum menguasai kompetensi dasar tertentu, atau berupa rambu-rambu bahwa dengan jumlah type error (jenis kesalahan) tertentu siswa yang bersangkutan dinyatakan ber”penyakit” sehingga harus diberikan perlakuan yang sesuai.

G. Bilangan Bulat dan Pecahan Dalam buku Modul Matematika SMP Kelas VII Semester 1 dan 2 (A

  Penjumlahan dan Sifat-sifatnya Sifat-sifat operasi penjumlahan bilangan bulat1.) Sifat Tertutup Pada operasi penjumlahan bilangan bulat berlaku sifat tertutup yaitu jika sebarang bilangan bulat dijumlahkan makaakan menghasilkan bilangan bulat juga.2.) Sifat Komutatif Untuk sembarang bilangan bulat a dan b, berlaku , hal ini disebut sifat komutatif penjumlahan. Jika n adalah bilangan bulat positif, maka:Sebanyak n faktor Sifat operasi perkalian bilangan bulat1.) Sifat tertutup Jika a dan b sembarang bilangan bulat maka juga akan menghasilkan bilangan bulat, hal ini menunjukkan operasiperkalian bilangan bulat berlaku sifat tertutup.2.) Sifat bilangan nol pada perkalian Jika a adalah sembarang bilangan bulat maka berlaku, .

1. Pangkat dan Akar Bilangan Bulat

  Bilangan Pecahan Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai dengan a dan b bilangan bulat yang tidak sama dengan nol, dan bbukan merupakan faktor dari a. Untuk mengubah dari bentuk pecahan desimal ke bentuk pecahan biasa dengan cara membagi bilangan tersebut dengan 10 atau 100atau 1000 dan seterusnya, kemudian pembilang dan penyebut disederhanakan dengan cara membaginya dengan bilangan yangsama.

3. Operasi Hitung pada Bilangan Pecahan

  Maka:Untuk a, b dan c bilangan bulat dengan berlaku: danOperasi penjumlahan dan pengurangan bilangan desimal hampir sama dengan operasi penjumlahan dan pengurangan bilanganpecahan, tetapi perlu kita perhatikan letak tanda koma. Perkalian Bilangan Pecahan Perkalian bilangan pecahan biasa:Untuk mengaliakan dua pecahan dan dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut denganpenyebut, yaitu: , dengan b danSedangkan perkalian pada bentuk desimal sama dengan perkalian bilangan bulat biasa, hanya perlu memperhatikan banyak angkayang terletak di belakang koma.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini akan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif karena penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan jawaban atas masalah berupa data deskriptif dari subyek yang diteliti. Seperti dalam Moleong (2007:6), penelitian kualitatif adalah penelitian

  yang bermaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll.,secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan denganmemanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis kesalahan-kesalahan siswa dalam mengerjakan soalpada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan.

2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2013 sampai Juni 2014

  Jenis Data Jenis-jenis data yang akan diperlukan dalam penelitian ini adalah data tentang hasil observasi di kelas, data tentang kesalahan-kesalahansiswa melalui tes diagnostik, dan data dari wawancara beberapa siswa dan guru matematika. Tes ini digunakan untuk mengetahuikemampuan siswa dalam menangkap materi bilangan bulat dan pecahan.

3. Observasi

  Metode observasi adalah cara pengumpulan data dimana peneliti melakukan pengamatan terhadap subyek penelitian. Dalam penelitianini, penggunaan metode observasi dilakukan dengan cara peneliti mengamati langsung pelaksanaan proses belajar mengajar pada materibilangan bulat dan pecahan.

F. Instrumen Penelitian

  Berikuttini kisi-kisi soal tes diagnostik: Table 2.1 Kisi-kisi Soal Tes Diagnostik Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator No SoalMemahami sifat- Melakukan operasi Melakukan operasi penjumlah- 1 (a, b,sifat operasi hitung hitung bilangan bulat an, pengurang-an, perkalian, c, d, e) bilangan bulat dan dan pecahan. Kisi-kisi pertanyaan wawancara : baik Keabsahan Data Keabsahan data dan kepercayaan data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu cara terbaik untuk menghilangkanperbedaan-perbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam konteks suatu studi sewaktu mengumpulkan data tentang berbagai kejadian danhubungan dari berbagai pandangan (Moleong, 2007:332).

H. Teknik Analisis Data

  Analisis Validitas dan Reliabilitas Tes Diagnostik Analisis validitas dan reliabilitas digunakan untuk mengetahui apabila terdapat soal-soal yang belum memenuhi kriteria. Analisis Reliabilitas Analisis reliabilitas yang digunkan adalah koefisien alpha karena soal berbentuk uraian:= reliabilitas yang dicari = banyak soal= jumlah varians skor tiap-tiap item = varians dari skor totalRumus varians adalahN = peserta tes Tabel 2.3 Interpretasi Harga Koefisien Realibilitas Koefisien Realibilitas Interpretasi Sangat tinggiTinggiCukup RendahSangat rendah 2.

3. Analisis Hasil Tes Diagnostik

  Peneliti melakukan tes diagnostik kepada seluruh siswa, jumlah soal dalam tes ada 10 soal yang berupa soal uraian. Analisis Kesalahan SiswaAnalisis kesalahan siswa dilakukan dengan melihat hasil pekerjaan siswa dalam tes kemudian dianalasis dimana letak kesalahan siswa.

I. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

  Peneliti membuat instrumen penelitian Peneliti mempersiapkan instrumen pelitian, yang pertama adalah tes hasil belajar yaitu membuat soal-soal dengan materi bilangan bulatdan pecahan yang berupa soal uraian. Mentranskip hasil wawancara di komputer dan menganalisis hasil wawancara tersebut, sehingga didapatkan bentuk kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dan faktor-faktor penyebab siswamelakukan kesalahan tersebut.

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, DATA PENELITIAN, ANALISIS DATA PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur Moyudan tahun

  ajaran 2013/2014 dengan subyek penelitian siswakelas VIIB. Pelaksanaan penelitian ini melalui berbagai tahap dari mulai persiapan hinggamemperoleh hasil penelitian.

1. Uji Coba Soal-soal Tes Diagnostik

  Kegiatan penelitian ini diawali dengan uji coba soal-soal tes diagnostik di kelas VIIB tahun ajaran 2012/2013 pada Senin, 3 Juni2013 pukul 09.45 sampai 10.45 dengan jumlah peserta 37 siswa dan jumlah soal 10 berbentuk uraian. Peneliti memilih kelas VIIB tahunajaran 2012/2013 dalam uji coba soal-soal tes diagnostik karena siswa di kelas tersebut sudah pernah menerima materi bilangan bulat danpecahan pada semester pertama.

2. Analisis Hasil Uji Coba Soal Tes Diagnostik a

  Analisis Validitas Dalam uji coba soal tes diagnostik jumlah soal secara keseluruhan berjumlah 10 nomor yang merupakan soal uraian. Setelah dilakukan perhitungan diperoleh kesimpulan hasil analisis uji cobasoal-soal tes diagnostik diketahui bahwa ada 6 soal valid dan 4 soal yang tidak valid.

1. Tentukan hasil dari a

  Dalam suatu tes, jawaban yang benar diberi nilai 4, yang salahdiberi nilai -2, dan untuk soal tidak dijawab diberi nilai 0. Jika dari 25 soal Andi menjawab dengan benar 18soal dan 5 soal salah serta Dalam suatu tes, jawaban yang benar diberi nilai 4,yang salah diberi nilai -2, dan untuk soal tidakdijawab diberi nilai 0.

3. Observasi Kelas

  Pelaksanaan tes diagnostik, peneliti melakukan tes diagnostik ketika materi sudah selesai dibahas di kelas VIIB yaitu pada Selasa, 10September 2013 pukul 13.30 sampai 15.00 dengan jumlah peserta 40 siswa dan jumlah soal 10 buah berupa soal uraian. Hasil pekerjaan siswa kemudian dikoreksi, selanjutnya diambil dua siswa dengan nilai tertinggi, dua siswa dengan nilai terendah dan duasiswa dengan nilai sedang untuk diwawancarai.

B. Data Penelitian 1

  Nah itu bisa, yang bisa kamu kerjakan lagi nomor berapa?28.) P : Negatif lima puluh tujuh ditambah tiga belas berapa?26.) S11 : Negatif empat puluh empat.27.) P : Jadi yang benar hasilnya berapa?24.) S11 : Negatif lima puluh tujuh.25.) P : Bilangan positif dikalikan dengan negatif hasilnya?22.) S11 : Negatif.23.) 9.) : Kamu duduknya satu bangku dengan S28?8.) P : Nomor 7 coba kamu kerjakan lagi. 45.) S11 : (geleng-geleng kepala) : Bentuk baku?44.) : Kalau bentuk desimal tahu tidak?42.) S11 : Tidak.43.) P P : Ubahlah ke dalam bentuk persen, persen itu yang seperti apa?40.) S11 : Tidak tahu.41.) P 39.) S11 : (tersenyum) : Kemarin hasilnya bisa 50% darimana?38.) P : Kalau nomor 4 bisa tidak?36.) S11 : Tidak.37.) 3.) : Apakah ada kesulitan ketika mengerjakan soal-soal tes?4.) : 1 ha berapa ?14.) P : Coba soalnya dibaca, lalu dikerjakan lagi.

C. Analisis Data Penelitian 1

  Analisis ketercapaian siswa dalam mengerjakan tes diagnostik Dari hasil tes diagnostik yang dilakukan pada 40 siswa di kelas VIIB SMP Pangudi Luhur Moyudan diperoleh data bahwanilai tertinggi adalah 91,43 dan terendah adalah 17,14. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh sebanyak 33 siswa yangbelum tuntas karena nilainya belum memenuhi KKM yaitu 75.

7. Nomor 7 8

  B - - Kesalahan dalam menggunakandefinisi atau teorema Kesalahan dalam menggunakandefinisi atau teorema Kesalahan teknis Kesalahan dalam menggunakandefinisi atau teoremac. S Kesalahan terdapat pada saat mengubah dari bentuk pecahan ke bentuk desimalKesalahan dalam menggunakandefinisi atau Nama Soal B/S Analisis Kesalahan Siswa Jenis Kesalahan kurang paham tentang konsep teorema mengubah bentuk pecahan ke bentukdesimal.

3. Nama S1, S10, S13, S29

S19 S2, S3, S4, S5, S6, S7, S11, S28 Siswa S32, S33S8, S9, S12, S14, S15, S16, S17, S18, S20, S21,S22, S23, S24, S25, S26, S27, S30, S31, S34, S35,S36, S37, S38, S39, S40 Banyaknya 6 1 31 2 siswa Jawaban Benar Tidak Dijawab Kesalahan Kesalahanmenggunakan definisi Tidak Diperiksa Menginterpret Tidak dapat Data Teknisatau teorema Kembali asikan Bahasa Dibaca

4. S4, S5, S6, S9, S13

S23 S1, S2, S3, S7, S8, S10, S30, S35, S36, S37S11, S12, S14, S15, S16, NamaS17, S18, S19, S20, S21, SiswaS22, S24, S25, S26, S27, S28, S29, S31, S32, S33,S34, S38, S39, S40 Banyaknya 9 1 30 siswa 5. Nama S2, S4, S5, S11, S13, S7, S25, S1, S3, S6, S8, S9, S12, S10, S24 Siswa S28, S36S27, S38 S14, S15, S16, S17, S18, S19, S20, S21, S22, S23, S26, S29, S30, S31, S32, S33, S34, S35, S37, S39,S40 Banyaknya 7 4 27 2 siswa Jawaban Benar Tidak Dijawab Kesalahan Kesalahanmenggunakan definisi Tidak Diperiksa Menginterpret Tidak dapat Data Teknisatau teorema Kembali asikan Bahasa Dibaca

6. Nama S5, S7, S36, S35 S21, S39 S2

  S3, S8, S12, S14, S22, S10, S28, S32 SiswaS26, S38 Banyaknya 4 2 1 7 3 siswaCatatan : Peneliti tidak dapat menganalisis kesalahan siswa dengan nama siswa sebagai berikut S1, S4, S6, S9, S11, S13, S15, S16, S17, S18, S19, S20, S23, S24, S25, S27, S29, S30, S31, S33, S34, S37, S40Dengan jumlah siswa sebanyak 23 anak. 7.

8. S1, S2, S4, S5, S10

S3, S6, S7, S8, S9, S12, S11, S24, S28 S13, S15, S17, S18,S14, S16, S20, S21, S22, Nama

S19, S25, S27, S30

S31, S32, S34, S35

  S23, S26, S29, S33, S37, Siswa S38 aS36, S39, S40 Banyaknya 20 17 3 siswab Nama S1, S2, S4, S5, S6, S7, S38 S3, S8, S10, S12, S16, S11, S24, S27, S28 Siswa S9, S13, S14, S20, S23, S37 S15,S17,S18,S19,S21,S22, S25, S26, S29, S30, S31,S32, S33, S34, S35, S36, S39, S40 Banyaknya 27 1 8 4 siswa Jawaban Benar Tidak Dijawab Kesalahan Kesalahanmenggunakan definisi Tidak Diperiksa Menginterpret Tidak dapat Data Teknisatau teorema Kembali asikan Bahasa Dibaca 9. S30, S31, S33 S1, S9, S11, S4, S40 S2, S3, S5, S6, S7, S8, S24 S15, S19,S10, S12, S13, S14, S16, Nama S22, S25,S17, S18, S20, S21, S23, Siswa S26, S28,S27, S29, S34, S37, S38 S32, S35, S36, S39 Banyaknya 3 13 2 21 1 siswa 10.

S32, S35

  Soal Ket. Siswa Jenis Kesalahan SiswaJawaban Benar Tidak Dijawab Kesalahan dalammenggunakan definisi atau teorema Kesalahan DataPenyelesaian yang Tidak Diperiksa Kembali KesalahanMenginterpret asikan Bahasa Kesalahan TeknisTulisan yang Tidak dapat Dibaca 10.

1. Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran

  a.) Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema pada operasi pengurangan bilangan negatif dengan bilangan negatif, sebesar 47,5%. b.) Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema pada operasi perkalian bilangan positif dengan bilangan negatif, sebesar 30%.

2. Menghitung akar pangkat dua bilangan bulat

  Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema dalam menggunakan sifat-sifat operasi bilangan bulat untuk menyelesaikanmasalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sebesar 7,5%. Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema dalam menggunakan sifat-sifat operasi hitung tambah, kurang, kali ataubagi dengan melibatkan pecahan serta mengaikannya dalam kejadian sehari-hari sebesar 5%.

2. Analisis Hasil Wawancara Siswa

  Dari 40 siswa yang mengikuti tes diagnostik peneliti memilih 6 siswa untuk diwawancarai yaitu 2 siswa yang mendapat nilai tinggi, 2siswa yang mendapat nilai sedang dan 2 siswa yang mendapat nilai terendah. 8.) S28 : Hitunglah secara perhitungan akar pangkat dua dari 841 dan 2704.9.) P : Perintahnya diminta mencari apa?10.) S28 : (diam) 11.) P : Perintahnya diminta mencari akar pangkat dua, bagaimana cara mengerjakannya?12.) S28 : (menunjuk hasil pekerjaannya)13.) P : Seperti itu cara mencari akar pangkat dua?

3. Analisis Hasil Wawancara Guru

  Berdasarkan kutipan wawancara di atas penyebab siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal adalah karena siswakurang konsentrasi dalam mengikuti pelajaran di kelas sehingga siswa kurang paham dengan materi yang disampaikan oleh guru. Dan mereka belum terampil dalam Berdasarkan kutipan wawancara di atas penyebab siswa melakukan kesalahan ketika mengerjakan soal matematika padapokok bahasan bilangan bulat dan pecahan adalah karena penanaman materi ketika di tingkat sekolah dasar yang sudah salah.

D. Pembahasan 1

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa Kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahandapat dilihat dari hasil pengerjaan tes diagnostik. Kesalahan- kesalahan tersebut antara lain:

1. Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema sebesar

  Kesalahan data yaitu dalam menyalin soal ke dalam lembar jawab dan dalam mengartikan perintah soal terutama pada soalyang berbentuk soal cerita sebesar 9,53%. Kesalahan dalam menginterpretasikan bahasa yaitu salah dalam mengartikan simbol akar dan pangkat dua sebesar 2,19%.

2. Faktor-faktor penyebab siswa melakukan kesalahan

  Sedangkan untuk faktor yang membuat siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal-soal pada pokok bahasanbilangan bulat dan pecahan diperoleh dari hasil wawancara dengan siswa dan guru matematika kelas VII SMP Pangudi Luhur Moyudan. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menggunakan definisi atau teoremaPada soal nomor 1 yang berkaitan dengan materi malakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkaliandan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran, kebanyakan siswa melakukan kesalahan dalammenggunakan definisi atau teorema.

2. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan data

  Berdasarkan hasil analisis jawaban dan analisis wawancara kesalahan yang dilakukan tersebut karena siswa tidak dapatmengartikan perintah soal, kurang teliti dalam melakukan perhitungan dan mengubah satuan, siswa kurang telitidalam mengamati soal, dan siswa tidak menjabarkan secara jelas langkah-langkah pengerjaannya terutama untuk soalyang berbentuk soal cerita. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan yaitu penyelesaian yang tidak diperiksa kembaliPada soal nomor 1, 6 dan 7 terdapat 4 siswa melakukan kesalahan dalam penyelesaian yang tidakdiperiksa kembali.

5. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan teknis

  Kesalahan ini disebabkan karena siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungandan siswa merasa benar dengan jawaban yang diberikan. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan yaitu tulisan yang tidak dapat dibacaPada soal nomor 7 dan nomor 10 terdapat 3 siswa melakukan kesalahan yaitu tulisan yang tidak dapat dibaca.

1. Siswa kurang konsentrasi dalam mengikuti pelajaran di kelas

  2. Penanaman materi ketika di tingkat sekolah dasar yang kurang mendalam, contohnya adalah pada bilangan bulatnegatif dianggap sebagai sebuah utang.

E. Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian

1. Kelebihan Penelitian

2. Keterbatasan Penelitian

  Peneliti merasa kurang menggali faktor-faktor penyebab siswa melakukan kesalahan yang lebih spesifik dalam menyelesaikan soaltes diagnostik ketika wawancara dengan siswa dikarenakan jawaban dari 6 siswa yang diwawancarai kurang terbuka dan hanya singkat-singkat dan keterbatasan waktu ketika melakukan wawancara. Namun pada soal tes diagnostikdalam penelitian ini hanya ada 3 soal yang masuk dalam level sedang yaitu soal nomor 3, 9 dan 10.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja kesalahan yang

  dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Moyudan pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan. Dari hasil tes diagnostik dapat diketahui letak kesalahan siswa ketika mengerjakan soal yang berkaitan dengan pokok bahasan bilangan bulat danpecahan.

2. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan

  Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan diperoleh dari hasil analisis jawaban siswa dan hasil analisis wawancara siswa dan guru. Faktor Kognitif Berikut ini faktor penyebab siswa melakukan kesalahan berdasarkan masing-masing kesalahan.

a.) Siswa tidak tahu bagaimana menyelesaiakan soal

b.) Siswa lupa tentang konsep dan tidak mempunyai ide langkah-langkah pengerjaannya.

2. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan data:

a.) Siswa tidak dapat mengartikan perintah soal

  Siswa tidak menjabarkan secara jelas langkah-langkah Kurang memahami simbol pada soal nomor 2 yaitu simbol pangkat dan akar pangkat dua. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan dalam tulisan yang tidak dapat dibaca:a.) Kurang teliti dalam menuliskan jawaban.

5. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan teknis:

  Faktor Nonkognitif Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan yaitu sebagai berikut: 1. Siswa kurang konsentrasi dalam mengikuti pelajaran di kelas.

B. Saran 1

  Seorang guru diharapkan banyak memberikan latihan soal yang bervariasikepada siswa agar siswa semakin terampil dalam menyelesaikan soal-soal terutama soal-soal yang berkaitan dengan materi bilangan bulatdan pecahan. Perlunya menganalisis pekerjaan siswa untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan dalam mengerjakan soal matematika.

3. Seorang guru perlu memberi motivasi belajar siswa agar lebih giat belajar, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah

DAFTAR PUSTAKA

  Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal pada MateriLuas Permukaan Serta Volume Prisma dan Limas pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 2 Karanganyar Tahun Ajaran 2008/2009. Analisis Kesalahan Siswa di Kelas VIII B Sekolah Menengah Pertama Kanisius Pakem dalam Mengerjakan Soal Cerita pada Topik Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai Tahun Ajaran2011/2012.

1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

  Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan. Alokasi Waktu : 13 jam pelajaran (7 pertemuan).

A. Tujuan Pembelajaran

  o Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan,perkalian, dan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran.o Peserta didik dapat menaksir hasil perkalian dan pembagian bilanganbulat. o Peserta didik dapat mengerjakan soal-soal pada ulangan harian denganbaik berkaitan dengan materi mengenai pecahan biasa dan campuran, pecahan yang senilai, mengurutkan pecahan, mengubah pecahan biasamenjadi pecahan campuran dan sebaliknya, persen, permil, bilangan desimal, menyelesaikan operasi hitung pecahan, bilangan desimal, danperpangkatan pecahan, menuliskan bilangan pecahan bentuk baku, dan menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal.

B. Materi Ajar

  Bilangan bulat adalah : Bilangan terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, ...) dan negatifnya (-1, -2, -3, ...; -0 adalah sama dengan 0 dan tidak dimasukkan lagi secara terpisah). operasi campuran bilangan bulat Menggunakan sifat- sifat operasi bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika|b:Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/2003
0
11
80
Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika: Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/200
0
13
80
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal fisika pokok bahasan alat optik berdasarkan taksonomi Solo :|bpada siswa kelas II Cawu 3 SLTP 9 Jember tahun pelajaran 2001/2002
0
37
67
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal fisika pokok bahasan alat optik berdasarkan taksonomi Solo: Pada siswa kelas II Cawu 3 SLTP 9 Jember tahun pelajaran 2001/2002
0
5
67
analisis kesulitan beleaar dalam mengerjakan soal-soal akutansi pokok bahasan laporan keuangan pad siswa kelas 1.3 cawu 1 man 2 jember tahun ajaran 2000/2001
0
12
64
Hubungan antara kemampuan siswa dalam memecahkan soal cerita dengan kemampuan memecahkan soal non cerita pokok bahasan pecahan pada murid kelas VI Cawu I SDN I Gebang Jember tahun Pelajaran 1999 / 2000.
0
31
70
Peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan pecahan malalui pendekatan palkam pada siswa SD
1
8
200
Analisis kesalahan penentuan ide pokok dalam karangan eksposisi siswa kelas x semester 1 di MA Annajah Jakarta Tahun pelajaran 2013/2014
0
38
180
Peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui pendekatan realistik pada pokok bahasan pecahan
2
16
79
Upaya meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan bilangan pecahan melalui pembelajaran kontekstual pada siswa kelas III SD Al-Zahra Indonesia Pamulang
0
6
0
soal matematika kelas 6 sd semester i bilangan bulat
0
50
2
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi himpunan pada siswa kelas vii smp swasta Al-Washliyah 8 Medan tahun ajaran 2017/2018 - Repository UIN Sumatera Utara
1
2
153
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas vii mts laboratorium UIN-SU t.p 2017/2018 - Repository UIN Sumatera Utara
1
1
147
Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal uraian terstruktur pokok bahasan teori kinetik gas pada kelas XI semester II MAN Model Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
22
Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa melalui pokok bahasan pesawat sederhana di SMP Negeri-4 kelas VIII semester II Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
185
Show more