Optimasi parafin cair sebagai emolien dan gliserol sebagai humektan dalam sediaan krim ekstrak kulit buah manggis (garcinia mangostana L.) serta uji aktivitas antioksidan.

Gratis

10
38
116
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Radikal bebas merupakan salah satu faktor eksternal penyebab proses

  Dari hasil formulasi yang dilakukan tersebut, penulis ingin mengetahui bagaimana pengaruh optimasi parafin cair sebagai emolien dan gliserol sebagaihumektan dalam stabilitas krim serta pengaruhnya terhadap efek antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangosta L.) yang telah dicampurkan kedalam sediaan krim. Selain itu, penulis juga ingin mengetahui berapa komposisi parafin cair sebagai emolien dan gliserol sebagai humektan dalam stabilitas danefek antioksidan yang diberikan dari ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangosta L.) dalam nilai IC 50 .

B. Rumusan Masalah

  Berapa komposisi parafin cair dan gliserol pada daerah optimum sehingga dihasilkan sediaan krim ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangstana L.)dengan sifat fisik yang baik? Tidak ditemukan area komposisi optimum parafin cair dan gliserol dalam krim sunscreen ekstrak daun jambu biji yang disebabkan persamaan respon daya sebar yang tidak signifikan sehingga disarankan untuk mengoptimasi kembali parafin cair sebagai emolien dan gliserol sebagai humektan dengan menggunakan desain faktorial dengan level tinggi-rendah yang berbeda nilai.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi bagi ilmu pengetahuan kefarmasian mengenai pengaruh parafin cair sebagai emolien dangliserol sebagai humektan terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan krim ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.), serta bagaimanaaktivitas antioksidan sediaan krim ekstrak kulit buah manggis.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan suatu formula sediaan krim ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang memiliki sifatfisik dan stabilitas fisik yang baik serta aman untuk digunakan masyarakat.

E. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan krim antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengansifat fisik dan stabilitas fisik yang sesuai dengan persyaratan yang ditentukan serta dapat diterima di masyarakat.

2. Tujuan Khusus

  Mengetahui pengaruh parafin cair sebagai emolien dan gliserol sebagai humektan terhadap sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit buah manggis(Garcinia mangostana L.). Mengetahui komposisi parafin cair sebagai emolien dan gliserol sebagai humektan pada daerah optimum melalui counterplot superimposed, 6 sehingga dihasilkan sediaan krim ekstrak kulit buah manggis dengan sifat fisik yang baik.

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Radikal Bebas Radikal bebas merupakan suatu atom ataupun gugus atom yang memiliki satu atau lebih elektron yang tak berpasangan (Fessenden and Fessenden, 1999). Adanya elektron yang tidak berpasangan menyebabkan senyawa tersebut sangat

  Akan tetapi, jika akumulasi radikal bebas dalam tubuh kita terlalu banyak dan tidak seimbang dengan antioksidan alamitubuh yang tersedia maka sel-sel tubuh manusia yang akan menjadi sasaran radikal bebas tersebut sehingga resiko tubuh untuk terserang berbagai penyakit juga besar. Agar tubuh tetap sehat, maka paparan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh 8 harus dapat dinetralkan oleh antioksidan yang ada di dalam tubuh (Holistic Heath Solution, 2011).

C. Manggis

  Di dalam kulit buah manggisterkandung senyawa kelompok antosianin yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang cukup kuat yaitu Xanton. Bagian biji (seed) merupakan lapisan luarnya yang merupakan selaput tipis yang sedikit mengandung Xanton dan bagian dalam biji berwarna kuningkecoklatan dengan tektur keras (Paramawati, 2010).

13 H

  Struktur dasar Xanton terdiri dari tiga benzena, dengan satu benzena di tengahnya yang merupakan keton. Xanton dalam buah manggisterdapat di bagian kulit buah (pericarp) dan sedikit dalam kulit biji (hull) (Chaverri, Rodriguez, Ibarra and Rojas., 2008).

D. Krim

  Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat berupa emulsi yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut atau terdispersi dalam bahandasar yang sesuai dan mengandung air tidak kurang dari 60%. Uji MikroskopikStabilitas emulsi diketahui dari uji derajat creaming atau koalesen yang terjadi pada periode tertentu dengan cara menghitung rasio volume emulsi yangmengalami pemisahan dibandingkan dengan volume total emulsi.

E. Parafin Cair

  Setil akhohol mudah larut dalam alkohol96% dan eter, larut sebagian dalam air dan tercampur ketika dilelehkan dengan lemak, parafin cair atau padat dan isopropil miristat (Unvala, 2009). Struktur molekul metil paraben (Haley, 2009) Metil paraben merupakan suatu agen antibakteri atau pengawet yang banyak digunakan dalam sediaan kosmetik dan dalam berbagai macam bentuksediaan farmasi.

H. Desain Faktorial

  Pada desain faktorial dua level dan dua faktor diperlukan empat percobaan n (2 = 4 dengan 2 menunjukkan level dan n menunjukkan jumlah faktor) yaitu (1) A dan B masing-masing pada level rendah, (a) A pada level tinggi dan B pada level 18 rendah, (b) A pada level rendah dan B pada level tinggi, (ab) A dan B masing- masing pada level tinggi. Dari rumus dan data yang diperoleh dapat dibuat contourplot dan superimposed contourplot suatu respon tertentu yang sangat berguna dalam memilih kondisi yang optimum pada level faktor yang diteliti (Bolton and Bond, 2010).

I. Pengujian Efek Antioksidan dengan Metode DPPH

  Dalampenelitian ini dilakukan uji aktivitas antioksidan terhadap ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) serta uji aktivitas terhadap ekstrak kulit buahmanggis yang telah diformulasikan ke dalam sediaan krim. Parafin cair dan gliserol memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) yangmeliputi respon daya sebar dan viskositas.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental murni

  Variabel pengacau terkendali dalam penelitian ini adalah alat dan bahan- bahan yang digunakan, lama pengadukan, prosedur pembuatan danpengujian sediaan krim, lama penyimpanan serta wadah penyimpanan sediaan krim ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Variabel pengacau tak terkendali dalam penelitian ini adalah suhu dan kelembapan ruangan selama pembuatan dan penyimpanan krim ekstrakkulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dan pengotor pada alat-alat yang digunakan.

2. Definisi Operasional

  Krim antioksidan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan suatu sediaan semisolid yang memiliki aktivitas antioksidandengan parafin cair sebagai emolien dan gliserol sebagai humektan. Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan ekstrak yang yang terbuat dari kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) danberasal dari PT.

C. Alat dan Bahan Penelitian 1. Alat Peneltian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi alat-alat gelas(Pyrex ® Germany), timbangan analitik, spektrofotometer UV-Vis Single Beam, waterbath, viscometer seri VT 04 (Rion® Japan), horizontal double plate, sentrifugator, tabung sentrifugasi, cawan porselen, kertas indikator pH (Merck ® Germany), kertas saring, termometer, oven, pendingin (kulkas), pipet volume, glassfinn, batang pengaduk, pipet tetes, toples kaca (net @200 gram dan @100 gram) serta wadah plastik (net @200 gram). 27

2. Bahan Penelitian

  Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) yang diperoleh dari PT. BorobudurSemarang, aquadest, gliserol (kualitas farmasetis), parafin cair (kualitas farmasetis), metil paraben (kualitas farmasetis), asam stearat, trietanolamine, cetyl alcohol, etanol 96% (teknis) dan DPPH .

D. Tata Cara Penelitian 1. Verifikasi Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.)

  Bentuk, warna serta bau dari ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) yang digunakan dalam penelitian ini diamati dan dibandingkan dengan Certificate of Analysis (CoA) ekstrak kulit buah manggis. Borobudur Semarang yang telah teridentifikasijenis dan kandungannya melalui Certificate of Analysis (CoA) yang diberikan oleh PT.

2. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Manggis a. Pembuatan Ekstrak Kental

  Ekstrak yang telah dilarutkanmenggunakan etanol 96% ini kemudian disaring untuk memisahkan dari endapan maltodekstrin yang terdapat dalam ekstrak kering, sehinggadidapatkan ekstrak cair kulit buah manggis dalam etanol 96%. Ekstrak cair kulit buah manggis ini selanjutnya diuapkan dengan suhu <60 C sehingga 28 didapatkan ekstrak kental dengan bobot 85% dari ekstrak kering kulit buah manggis yang ditimbang.

e. Penetapan Operating Time

  Larutan DPPH 20,0 ppm diambil sebanyak 4,0 ml dan ditambah dengan ekstrak uji dengan konsentrasi 20,0 ppm sebanyak 2,0 mL,kemudian diamati absorbansinya pada panjang gelombang maksimum yang telah diperoleh dalam interval waktu 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Pengukuran Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Manggis Larutan uji pada masing-masing konsentrasi seri sebanyak 2,0 ml diambil dan ditambah dengan larutan DPPH 20,0 ppm sebanyak 4,0 ml,kemudian didiamkan selama OT (operating time) yang diperoleh dan diamati absorbansinya pada panjang gelombang maksimum yang telahdiperoleh.

3. Formulasi Krim Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) a. Formula

  Pembuatan Sediaan Krim Ekstrak Kulit Manggis (Garciniamangostana L.) Asam stearat dicampur dengan cetyl alcohol dan parafin cair dalam suatu cawan porselen (cawan porselen 1) kemudian dipanaskan di atas waterbath dengan suhu 60 C hingga asam stearat dan cetyl alcohol meleleh. Setelah campuran dalam cawan porselen 1 dan 2 telah tercampur hingga homogen kemudian campuran dalam cawan porselen 1 dipindahkan dalammortir panas sambil diaduk dengan menggunakan stamper yang juga telah dipanaskan, setelah itu ditambahkan campuran dalam cawan porselen 2,ekstrak kental dan TEA sambil diaduk hingga mulai terbentuk masa krim.

4. Uji Sifat Fisika Kimia Sediaan Krim Antioksidan Ekstrak Kulit Manggis ( Garcinia mangostana L.) a. Uji organoleptis dan pH

  Untuk uji pH, dilakukan dengan mengukur pH sediaankrim menggunakan indikator pH universal stick, nilai pH dilihat dengan membandingkan warna yang dihasilkan dengan warna pada standar. Uji viskositas Uji viskositas dilakukan setelah 48 jam pembuatan sediaan krim dan dilakukan 3 kali replikasi untuk formula A, B, AB dan I.

d. Uji sifat alir

  Uji sifat alir dilakukan dengan menggunakan Rheosys Merlyn dengan menggunakan cone and plate pada suhu 25C. Selanjutnya, Rheosys Merlyn dijalankan dengan menggunakan bantuan software Rheosys Micra, sehingga didapatkan tipe sifat alir dari sediaan krim antioksidan yang diuji.

5. Uji Stabilitas Krim Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) a. Freeze-Thaw Cycle

  Penyimpanan dilakukan hingga 6 siklus dan pada akhir tiap siklus dilakukan uji sifat fisik sediaan krim yang meliputi pH, organoleptis, daya sebar dan viskositas. Pengujian dilakukan dengan cara mengoleskan sedikit sediaan krim menggunakan spatula atau batang pengaduk pada indikator warna pH stik, kemudian dicocokan warna indikator pH stik dengan warna pH yang tertera 34 pada kemasan pH universal.

e. Uji sentrifugasi

  Uji sentriugasi dilakukan pada masing-masing formula (formula A, B, AB dan 1) sebanyak 3 kali replikasi. Pengujian sentrifugasi dilakukan dengan cara memasukkan sediaan krim yang sudah didiamkan terlebihdahulu selama 48 jam dari hari pembuatan ke dalam tabung sentrifugasi kemudian tabung sentrifugasi yang telah terisi dengan sediaan krimdimasukkan ke dalam sentrifuge.

6. Uji Aktivitas Sediaan Krim Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan Metode DPPH

  Analisis Data Data yang diperoleh berupa sifat fisik sediaan krim, stabilitas fisik sediaan krim dan aktivitas antioksidan krim ekstrak kulit buah manggis. Data stabilitas fisik viskositas dan daya sebar dianalisissebaran normal dan homogenitas data dengan menggunakan “R Studio” dengan taraf kepercayaan 95%.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Verifikasi Ekstrak Kulit Buah Manggis Verifikasi ekstrak kulit buah manggis dalam penelitian ini dilakukan

  dengan tujuan untuk membuktikan kebenaran bahwa ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini merupakan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.)yang berasal dari PT. Hasil Verifikasi Ekstrak Kulit Buah Manggis Data Certificate of AnalysisKriteria Hasil Pengamatan (CoA) Bentuk Granul GranulWarna Coklat Coklat Bau Khas aromatis Khas aromatisDari hasil pengamatan yang tertera pada tabel 4, dapat dikatakan bahwa ekstrak yang digunakan telah sesuai dengan CoA yang dicantumkan.

B. Pembuatan dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kental 1. Pembuatan Ekstrak Kental Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)

  Tujuan dilakukan pembuatan ekstrak kental kulit buah manggis adalah untuk memisahkan ekstrak kulit buah manggis dari eksipien yang ditambahkanyaitu berupa maltodekstrin. Jumlahekstrak kental yang didapatkan dari penimbangan 10,0 gram ekstrak kering yaitu: Ekstrak kental = × , gram = , gramPelarut diuapkan pada suhu 50 C untuk menjaga agar senyawa antioksidan dalam ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) tidakrusak, dan untuk mendapatkan aktivitas antioksidan yang maksimal dari senyawa antioksidan (Husni, Putra dan Lelana, 2014).

2. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum

  Tujuan penentuan panjang gelombang maksimum adalah untuk mendapatkan panjang gelombang dimana larutan DPPH menghasilkan serapanmaksimum, sehingga pengukuran yang dihasilkan memiliki sensitifitas yang maksimum serta menghasilkan kurva absorbansi data pengukuran yang linierdengan hukum Lambert-Beer. Pada penelitian Tjahjani, Widowati, Khiong, Suhendra dan Tjokropranoto (2014) panjang gelombang maksimum yaitu 517 nm.

3. Penentuan Operating Time (OT)

  Penentuan operating time (OT) dikakukan dengan tujuan untuk mendapatkan waktu dimana reaksi antara senyawa antioksidan dan larutanDPPH telah berjalan sempurnan hal tersebut ditunjukkan dengan absorbansi yang stabil. Data Penetapan Operating Time Ekstrak Kulit Buah Manggis Waktu (menit) Absorbansi (A) 5 0,874 10 0,74915 0,726 20 0,72525 0,717 30 0,717 39 Berdasarkan tabel data penetapan OT ekstrak kulit buah manggis didapatkan absorbansi yang stabil pada menit ke-25 dan 30.

4. Pengukuran Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Manggis

  Tujuan pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang diberikan oleh ekstrak kulitbuah manggis yang akan digunakan dalam formulasi sediaan krim. Nilai x pada persamaan menunjukkan konsentrasi (ppm) sedangkan nilai y menunjukkan 50 peredaman yang diberikan oleh larutan sampel sehingga untuk menghitung IC dilakukan dengan cara memasukkan nilai 50 pada varibel y dalam persamaanregreasi linier yang telah didapat.

C. Pengujian Sifat Fisik Krim Ekstrak Kulit Buah Manggis

  Pengujian sifat fisik suatu sediaan memiliki peran penting pada aspek acceptability obat pada pasien maka dari itu pengujian sifat fisik ini sangat diperlukan. Pengujian sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit buah manggis dalam penelitian ini meliputi pengujian organoleptis sediaan, pH, daya sebar, viskositasdan rheologi (sifat alir) sediaan krim.

1. Uji Organoleptis dan pH

  Pengujian organoleptis dan pH krim berkaitan erat dengan aseptabilitas dari suatu bentuk sediaan krim. Pengujian perubahan organoleptis dan pH juga dapat menjadi tolok ukur dalam pengujian stabilitas sediaan krim.

1 A B AB

  Warna sediaan krimekstrak kulit buah manggis putih kecoklatan, warna kecoklatan sediaan krim berasal dari ekstrak kental yang dicampurkan ke dalam sediaan krim. Pengujian pH sediaan krim berpengaruh pada penetrasisenyawa aktif yang memiliki aktivitas antioksidan ke dalam kulit.

2. Uji Daya Sebar

  Peningkatan daya sebar yang diakibatkan oleh interaksi parafin cair dan gliserol juga dapat dilihat dari karakter fisik parafincair maupun gliserol yang sama-sama merupakan cairan yang memiliki viskositas yang rendah yaitu 110-230 mPa.s untuk parafin cair dan 110 mPa.spada 20 C untuk gliserol. Penurunan viskositas yang diakibatkan oleh interaksi parafin cair dan gliserol juga dapat dilihat darikarakter fisik parafin cair maupun gliserol yang sama-sama merupakan cairan yang memiliki viskositas yang rendah yaitu 110-230 mPa.s untuk parafin cairdan 110 mPa.s pada 20 C untuk gliserol.

4. Uji Rheologi (Sifat Alir)

  Optimasi Formula Optimasi parafin cair dan gliserol dilakukan dengan menggunakan desain faktorial dengan dua level berbeda yaitu level tinggi dan level rendahsehingga kemudian didapatkan formula krim antioksidan yang optimum dengan sifat fisik sediaan yang diinginkan. Counterplot Superimposed Krim Ekstrak Kulit Buah Manggis Daerah berwarna kuning pada gambar 22 merupakan daerah optimum dari formula krim ekstrak kulit buah manggis dengan sifat fisik yang diinginkanyaitu dengan rentang viskositas sebesar 170-220 dPa.s dan rentang daya sebar sebesar 12,566-28,274 cm 2 .

D. Uji Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Kulit Buah Manggis

  Dalam penelitian dilakukan penentuan aktivitas antioksidan atau peredaman radikal bebas terhadap ekstrak kulit buah manggis (kontrol positif),sediaan krim dengan ekstrak kulit buah manggis (perlakuan) dan sediaan krim tanpa ekstrak kulit buah manggis (kontrol negatif). Pengujian Stabilitas Krim Pada Freeze Thaw Cycle Tujuan dilakukan pengujian stabilitas sediaan krim pada siklus freeze thaw adalah untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak kulit buah manggis denganmenggunakan suhu penyimpanan yang ekstrim, karena dengan penyimpanan sediaan pada suhu ekstrim mampu menginduksi terjadinya ketidakstabilan sediaankrim ekstrak kulit buah manggis dibandingkan dengan penyimpanan pada suhu ruangan.

F. Uji Sentrifugasi

  Pengujian sentrifugasi sediaan krim ekstrak kulit buah manggis dilakukan pada akhir siklus freeze thaw, tujuannya adalah untuk melihat stabilitas seluruhsediaan krim antioksidan dengan pelihat pemisahan yang terjadi. Hasil Uji Sentrifugasi Formula Pemisahan I Tidak terjadiA Tidak terjadiB Tidak terjadi AB Tidak terjadi 58 Pada tabel 15 dapat dilihat bahwa tidak terjadi pemisahan setelah dilakukan uji sentrifugasi sediaan krim ekstrak kulit buah manggis, sehingga dapatdikatakan bahwa sediaan krim ekstrak kulit buah manggis memiliki stabilitas yang baik.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Komposisi parafin cair dan gliserol menghasilkan area optimum yang memberikan sifat fisik yang diinginkan, dengan persaaan viskositas Y =244,955 - 0,255 (X 1 ) + 2,069 (X 2 ) 1 )(X 2 ) dan persamaan daya sebar 1 ) + 0,421 (X 2 ) 1 )(X 2 ), sehingga didapatkan 2 sebesar 199,191 dPa.s dan daya sebar sebesar 21,1023 cm . Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) sebelum diformulasikan ke dalam sediaan krim memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan IC 50 sebesar 60,758 ppm, akan tetapi setelah diformulasikan ke dalam sediaan krim memiliki aktivitas antioksidan lemah dengan persen penurunan aktivitas >100%.

B. Saran

  Perlu dikalukan formulasi dengan bentuk sediaan lain agar aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dapat meningkat(dengan IC 50 <200ppm). Perlu dilakukan uji iritasi sediaan untuk membuktikan tigkat keamanan sediaan krim ekstrak kulit buah manggis yang telah diformulasikan.

DAFTAR PUSTAKA

  Elizabeth, K., 2011, Optimasi Komposisi Gliserol dan Propilen Glikol Sebagai Humektant dalam Krim Sunscreen Ekstrak Apel Merah (Pyrus malus L.) dengan Aplikasi: Desain Faktorial, Skripsi, 75, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Winarsi, R., 2007, Antioksidan Alami dan Rdikal Bebas Potensi dan Aplikasinya dalam Kesehatan, Kanisius, Jakarta, hal.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) terhadap Perubahan Kadar Enzim AST, ALT serta Perubahan Makroskopik dan Histopatologi Hati Mencit Jantan (Mus musculus L) strain DDW setelah diberi Monosodium Glutamate (MSG) diban
1
68
118
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia X Mangostana L.) Terhadap Nilai Spf Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson Dan Oktil Metoksisinamat
4
100
106
Daya Hambat Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Bakteri Enterococcus faecalis Sebagai Alternatif Bahan Medikamen Saluran Akar (In Vitro)
3
289
97
Daya Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana Linn.) pada bakteri Streptococcus mutans sebagai Bahan Alternatif Medikamen Saluran Akar dengan Metode Dilusi In Vitro
6
111
48
Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap Gambaran Histopatologis Lambung Tikus (Rattus norvegicus L.) Jantan yang Dipapari Kebisingan
2
103
56
Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap Hitung Leukosit dan diferensiasi Leukosit Tikus (Rattus noevegicus L.) Jantan Setelah Dipapari Kebisingan
0
58
58
Efek Ekstrak Kulit Manggis(Garcinia mangostana L.) Sebagai Anti-Aging Dalam Sediaan Krim
5
65
162
Daya Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) terhadap Fusobacterium nucleatum sebagai Bahan Alternatif Medikamen Saluran Akar secara in Vitro
8
89
59
Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) terhadap Enterococcus faecalis sebagai Bahan Medikamen Saluran Akar (Secara In Vitro)
2
96
63
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana.L) Terhadap Perubahan Makroskopis, Mikroskopis dan Tampilan Immunohistokimia Antioksidan Copper Zinc Superoxide Dismutase (Cu Zn SOD) Pada Ginjal Mencit Jantan (Mus Musculus.L) Stra
3
48
107
Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Fungsi Hati, Jumlah Eritrosit dan Kadar Hemoglobin Tikus (Rattus norvegicus) yang Dipapari dengan Karbon Tetraklorida (CCl4)
3
53
59
Uji Aktivitas Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Inhibitor RNA Helikase Virus Hepatitis C
0
7
80
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Krim Anti-Aging Ekstrak Etanol 50% Kulit Buah Manggis (Garcinia magostana L.) dengan Metode DPPH (1,1-Diphenil-2-Picril Hidrazil).
7
45
93
Uji Aktivitas Inhibisi Fraksi-Fraksi Hasil Kolom Kromatografi dari Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Enzim RNA Helikase Virus Hepatitis C
0
16
86
Optimasi PEG 4000 sebagai basis dan propilen glikol sebagai humektan pada sediaan krim ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) serta uji aktivitas antioksidan.
9
50
138
Show more