Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 subtema bencana alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.

Gratis

0
1
98
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Wawancara digunakan untuk mengetahui kebutuhan awal guru akan perangkat pembelajaran dan kuesioner digunakan untuk validasi kualitas perangkatpembelajaran oleh pakar kurikulum dan guru kelas I Sekolah Dasar yang telah melaksanakan Kurikulum SD 2013. Skor yang didapat dari dua pakar kurikulumadalah 4,48 dan 4,44, Guru kelas I adalah 4,37 dan 4,71, dan dari teman sejawat adalah 4,62 dan 4,62.

KATA PENGANTAR

PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGACU

  Pd., selaku dosen pembimbing II, yang telah dengan sabar meluangkan waktu untuk membimbing, memberikansaran dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini. Orang tua yang terkasih Bapak Ignasius Sutarman dan Ibu MariaMagdalena Rina Ariyani, adikku Reinardus Devo Arkadia dan StanislausMichel Saputra yang telah memberikan dukungan, kepercayaan dan kasih sayang.

BAB V PENUTUP…………………………………………………………

  78 5.1. KESIMPULAN………………………………………………… 79 5.2.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Dalam suatu pendidikan bertujuan membentuk kepribadian peserta didik

  Perangkat pembelajaran merupakan sebuah media baik informasi, alat, maupun teks yang disusun secara sistematis yang dapat menampilkan kompetensisiswa yang akan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan implementasi pembelajaran (Prastowo, 2013:298). Guru membutuhkan contoh-contoh perangakat pembelajaran karena perangkat pembelajaran yang ada disekolah masih kurang lengkap, misalnya sajaguru belum mengetahui format silabus, prosem, dan prota sama dengan KTSP supaya semua guru mempunyai persepsi yang sama jadi dapat berlaku di semua 6lebih menguasai Kurikulum SD 2013 dan menerapkan kurikulum sesuai dengan prosedurnya.

1.2 Rumusan Masalah

  1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi MahasiswaMahasiswa sebagai calon guru dapat semakin terampil dalam mengolah dan mengembangkan perangkat pembelajaran Subtema Bencana Alammengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. 1.4.2 Bagi GuruGuru sekolah dasar memperoleh dan dapat menggunakan perangkat pembelajaran Subtema Bencana Alam mengacu Kurikulum SD 2013untuk siswa kelas I Sekolah Dasar yang telah dikembangkan oleh mahasiswa.

1.5 Batasan Istilah

  1.5.2 Pendekatan Tematik Integratif adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum SD 2013, dimana muatan pembelajaranmenjadi satu dalam kegiatan aktif dan memberi pengalaman langsung kepada anak yang sudah direncanakan berdasarkan tema/subtema sehinggamateri pembelajaran saling terkait. 1.5.3 Pendekatan Saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum SD 2013 yang terdiri dari kegiatan mengamati,bertanya/menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan/mencoba dan mengkomunikasikan.

1.6 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan

  Spesifikasi produk yang akan dihasilkan adalah sebagai berikut: 1.6.1 Perangkat Pembelajaran disusun dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa (karakter, ketrampilan dan intelektual) yangNampak dalam rumrusan indikator dan tujuan pembelajaran. 1.6.5 Penilaian dalam perangkat pembelajaran menggunakan penilaian otentik.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Kajian Teori

2.1.1 Kurikulum SD 2013

2.1.1.1 Pengertian Kurikulum

  Kurikulum adalahperangkat rencana dan konsep mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan suatu kegiatan pembelajaranuntuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (UU No.20 Tahun 2003). Berdasarkan pengertian kurikulum (Sukmadinata, 2011; UU No.20 Tahun 2003) yang telahdijabarkan, diharapkan dapat menjadi suatu substansi, system dalam sekolah dan suatu bidang study yang tepat bagi peserta didik.

2.1.1.2 Faktor-Faktor Pengembangan Kurikulum SD 2013

  Penyempurnaan Pola PikirAda beberapa pola pikir yang disempurnakan dalam Kurikulum SD 2013 ini yaitu: (1) pola pembelajaran yang berpusat pada guru diubah menjadipembelajaran yang berpusat pada peserta didik. (3) pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran serta jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan darimanasaja yang dapat dihubungi dan diperoleh melalui internet).

2.1.1.3 Karakteristik Kurikulum SD 2013

  (2) sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana pesertadidik menerapkan apa yang dipelajari disekolah kemasyarakatan dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. (6) kompetensi inti kelas menjadi unsur 14dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti.

2.1.1.4 Tujuan Kurikulum SD 2013

Kurikulum SD 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman,reproduktif, kreatif, inovatif dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia(Kemendikbud, 2013 : 4).

2.1.2 Pendekatan Tematik Integratif

  Pembelajaran yang dilaksanakan pada setiap satuan pendidikan, diharap agar peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan ataupercepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan peserta didik dimanaterdapat dimensi ke-Tuhanan, individual, sosial dan moral. Kurikulum SD 2013 menggunakan pendekatan Tematik Terpadu, dimanaPendidikan dan Kebudayaan, 2013).

2.1.2.1 Karakteristik Pendekatan Tematik Integratif

  (2) pembelajaran memberikan pengalaman langsung pada peserta didik sehingga materi yang diterima otentik dari lingkungan yang nyata,dan bersifat holistik, karena peserta didik memahami suatu hal secara menyeluruh.(3) pemisahan antar muatan pembelajaran tidak begitu nampak jelas, dimana pembelajaran yang satu dengan yang lain saling terkait melalui konsep-konsep 17oleh guru tidak kaku. (6) hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik melalui kegiatan belajar sambil bermain, serta(8) pembelajaran yang dirancang sebaiknya mengembangkan komunikasi dan kemampuan metakognitif peserta didik.

2.1.2.2 Fungsi dan Tujuan Pendekatan Tematik Integratif

  Pembelajaran tematik integrative dalam Kurikulum SD 2013 berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami danmendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar peserta didik, karena materi yang dipelajari merupakan materiyang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik (Kemendikbud, 2013). Guru dapat menghemat waktu, karena muatan pembelajaran yang disajikan secara terintegrasi dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2sampai 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan.

2.1.2.3 Model-Model Pendekatan Integratif

  Dilihat dari cara memadukan konsep, ketrampilan, topik dan unit tematiknya, menurut Forgarty (1991) dalam Hernawan, Resmini, dan Andayani(2007) dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2013) terdapat sepuluh model dalam merencanakan pembelajaran. Kesepuluh, model jaringan (networked), ini merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan Perangkat pembelajaran sebagai produk pengembangan dalam penelitian 20muatan pembelajaran disatukan oleh tema yang dibentuk seperti jaring laba-laba.

2.1.2.4 Tahap Pendekatan Tematik Integratif

  Memilih temapelajaran tidak sembarangan sebaiknya memperhatikan tema-tema pembelajaran dalam kurikulum, isu-isu faktual yang menarik bagi peserta didik, berdasarkanperistiwa-peristiwa khusus yang diadakan di sekolah, serta minat atau kesukaan peserta didik ( Hajar, 2013: 58-60). 21Sumber belajar yang akan digunakan guru dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik integrative berbeda dengan pembelajaran lainyang hanya menggunakan buku paket sebagai perangkat pembelajaran.

2.1.3 Pendekatan Saintifik

  Pembelajaran yang terjadi di kelas, menekankan pada perkembangan sikap, ketrampilan dan pengetahuan peserta didik. Sedangkan penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan memandang fenomena atau situasi yangumum yang kemudian menarik kesimpulan yang lebih spesifik.

2.1.3.1 Kriteria Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

  Ada beberapa kriteria yang 22fenomena nyata yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran, penjelasan guru , respon, peserta didik dan interaksi antara guru dan peserta didik terbebasdari pemikiran subjektif, mendorong peserta didik untuk berfikir kritis. Kriteria selanjutnya yakni, mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk berfikirhipoteknik, mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk memahami, menerapkan dan mengembangkan pola pikir rasional serta objektif, pembelajaranberdasarkan pada konsep teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan, dan yang terakhir yakni tujuan pembelajaran dirumuskansecara sederhana, jelas dan system penyajiannya menarik (Kemendikbud, 2013).

2.1.3.2 Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Integratif

  Langkah tersebut adalah (1) menentukan objek yangakan diamati, (2) membuat pedoman pengamatan sesuai dengan obyek yang akan diamati, (3) menentukan secara jelas data-data yang perlu diamati, (4)menentukan tempat pelaksanaan pengamatan, (5) menentukan cara yang sesuai dalam pengamatan, (6) menentukan cara yang digunakan untuk mencatat datapengamatan. Kegiatan bertanya di dalam pembelajaran, harus memiliki tujuan yang jelas dan tepat untuk suatu pembelajaran yang dilaksanakan.

3. Mengumpulkan Informasi

  Melalui kegiatan ini peserta didik dilatih untuk menghubungkan antara informasi yang satu dengan yang lainnya. MengkomunikasikanBanyak hal yang telah peserta didik peroleh dari kegiatan mengamati, bertanya, mencari informasi dan mengolah informasi yang ada.

2.1.4 Penilaian Otentik

2.1.4.1 Hakikat Penilaian Otentik

  Penilaian otentik menitik beratkan pada kemampuan peserta didikuntuk mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki secara nyata dan bermakna(Nurgiyantoro, 2011: 23). Penilaian tidak hanya menekankan pada pengetahuan yang dimiliki peserta didik, namun juga untuk mengetahui bagaimana kinerjaserta sikap dari masing-masing peserta didik.

2.1.4.2 Karakteristik Penilaian Otentik

  Pandangan yang digunakan dalam belajar tuntas adalah peserta didikdapat mencapai kompetensi yang ditentukan, jika peserta didik mendapat bantuan yang tepat dan diberi waktu sesuai kebutuhan. Penilaianmenggunakan berbagai cara dan kriteria yang menyeluruh agar penilaian dapat tidak hanya mengukur apa yang diketahui peserta didik namun lebih 27berkesinambungan.

2.1.4.3 Macam-Macam Penilaian Otentik

  Penilaian kinerja dimaksudkan untuk menguji kemampuan peserta didik dalam mendemonstrasikan pengetahuan danketrampilan, menguji apa yang mereka ketahui dan dapat dilakukan sebagaimana ditemukan dalam situasi nyata dan dalam konteks tertentu. Portofolio merupakan kumpulan karya peserta didik yang dikumpulkan secara sengaja, terencana, dan sistematik yang kemudian dianalisissecara cermat untuk menunjukkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik setiap waktu.

2.1.5 Pendidikan Karakter

2.1.5.1 Hakikat Pendidikan Karakter

  Pendidikan nasional juga bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU No. 20 2003 pasal 3), jadi tujuan akhir dari pendidikan bukan hanyasekedar gelar pendidikan atau keahlian para peserta didik akan tetapi nilai hati nurani yang ter asah baik. Usaha-usaha yang ditempuhpemerintah dalam dunia pendidikan banyak, salah satunya memasukkan karakter dalam proses pembelajaran di sekolah sehingga diharapkan siswa memilikikepribadian yang baik, sesuai dengan ungkapan Koesoema (2007: 80) bahwa karakter erat kaitannya dengan kepribadian seseorang.

2.1.5.2 Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

  Banyak permasalahan siswa yang terjadi di lingkungan keluarga dan sekolah harus bekerja lebih keras dalam menyikapi perubahan yang terjadi di 31Keluarga dan sekolah harus mau bekerjasama dalam hal ini. 20 tahun 2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan "pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan danmembentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,..." Kata watak yang ada dalam undang-undangtersebut didukung dengan adanya komponen pengembangan diri dalam struktur kurikulum yang biasanya terdapat pembiasaan diri siswa di sekolah (Kurikulum,2006).

2.1.6 Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran

  Pembuatan perangkatpembelajaran disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, oleh karena itu dalam menyusun suatu perangkat pembelajaran dibutuhkan suatu modelpengembangan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan langkah- langkah penyusunannya. Identifikasi Masalah Pembelajaran (Instructoinal Problems)Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan antara tujuan kurikulum dengan fakta yang berlaku di lapangan saat ini baik yang menyangkutmodel, pendekatan, metode, teknik, maupun strategi yang digunakan guru untuk mencapai pembelajaran (Trianto, 2009: 180).

2.2 Penelitian yang Relevan

  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Research and Development (R&D) (Febriani, 2012) Hasilpenelitian Febriani (2012) yaitu (1) perangkat pembelajaran "DongengBanyumas" yang diinginkan oleh guru dan siswa adalah perangkat pembelajaran dongeng Banyumas yang di desain dengan/tampilan yang menarik, sesuai denganpemahaman siswa, mengajarkan nilai-nilai positif, dan memberikan pengetahuan budaya Banyumas. Melalui dukungan empat penelitian (Febriani, 2012; Nur hasanah, Dawud &Nurhadi, 2012 ; Sary, 2013; Wijayanti, 2013) relevan, dan tuntutan Kurikulum SD2013, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013 dengan Subtema Pekerjaan Orang Tuaku, dengan mengintegrasikan materimuatan pembelajaran ke dalam subtema, menggunakan pendekatan saintifik, penilaian otentik serta pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran.

2.3 Kerangka Berpikir

  Dari wawancara tersebut diperoleh kesimpulan bahwa guru masih membutuhkan contoh perangkat pembelajaran karena guru masih kesulitan untukmembuat perangkat pembelajaran khususnya dalam rubrik penilaian yang mengacu Kurikulum SD 2013. Berdasarkan pada analisis untuk memahami Kurikulum SD 2013 dan analisis kebutuhan terkait dengan Kurikulum SD 2013 maka keduanya sebagaidasar untuk membuat Perangkat Pembelajaran berdasarkan spesifikasi produk yang akan dikembangkan.

2.4 Pertanyaan Peneliti

  Berdasarkan uraian teori diatas maka dirumuskan beberapa pertanyaan peneliti sebagai berikut: 2.4.1 Bagaimana langkah-langkah penelitian pengembangan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013 Subtema Bencana Alam untuksiswa kelas I Sekolah Dasar? 2.4.3 Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013Subtema Bencana Alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar menurut guru kelas I SD?

BAB II I METODE PENELITIAN

  Peneliti memilih jenispenelitian ini karena peneliti akan mengembangkan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013, dengan Subtema Bencana alam untuk siswa kelas ISekolah Dasar. 3.2 Prosedur Pengembangan Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013Subtema Pekerjaan Orang Tuaku ini, menggunakan langkah-langkah Kemp yang dimodifikasi dengan langkah-langkah R&D milik Borg dan Gall (Sugiyono,2010:408-425).

4. Validasi Desain Evaluasi Formatif

  Revisi Desain Desain ProdukHasil Revisi Design 45Peneliti melakukan penelitian sampai langkah Desain produk final, peneliti tidak melakukan uji produk pada siswa karena penelitian ini dilakukan untuk gurudan mengethui seberapa jauh pemahaman guru menyampaikan muatan pembelajaran pada siswa pada Kurikulum SD 2013 tersebut. Mengetahuipemahaman guru terhadap penilaian otentik yang diberikan siswa saat pembelajaran dikelas Karena juga terbatasnya waktu yang tersedia untukmelaksanakan penelitian.

3.2.1 Potensi dan Masalah

  Wawancara mengenai pandangan guru terhadap KurikulumSD 2013 dan pelaksanaannya, perangkat pembelajaran yang disediakan oleh TimPengembang Kurikulum, pelaksanaan pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran yang tersedia dan kelebihan serta kekurangan perangkat 46 3.2.2 Pengumpulan Data Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara terstruktur dan kuesioner. 3.2.3 Desain Produk Langkah awal untuk membuat desain produk adalah menentukan tema,Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), subtema, indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran, menentukan isi perangkat pembelajaran yangsesuai dengan indikator, menentukan strategi pembelajaran, menyusun kegiatan belajar, menentukan sumber belajar, dan menyusun penilaian untuk mengukurtersebut akan menjadi pedoman pembuatan desain perangkat pembelajaran.

3.2.6 Revisi Desain Produk

  Masing- masing siswa mengisi kuesioner guna menilai kualitas perangkat pembelajaranserta memberi komentar kritik atau saran pada produk perangkat pembelajaran. Revisi dilakukan berdasarkan analisis komentar lembar kuesioner yang telah diisi oleh siswa uji coba.

3.3 Instrumen Penelitian

  Nilai yang diperoleh dari penilaian pakar Kurikulum SD 2013, guru, dan siswa digunakan untuk mengetahui seberapabaik produk perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013 yang dikembangkan. Pernyataan-pernyataan di dalam kuesioner dibuat berdasarkan kriteria perangkat pembelajaran menurut Cunningswoth (1995:3-4) yaitu adanya (1) aims and approaches atau tujuan dan pendekatan, (2) design and organization atau desain dan pengorganisasian, (3) content atau isi, (4) topic atau topik, dan (5) methodology atau metodologi.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

  SD tempat wawancara merupakan sekolah yang telah ditunjuk dinas untuk melaksanakan Kurikulum SD 2013 dalam pembelajaran. Kuesioner digunakan untuk memvalidasi produk perangkat pembelajaran yang serta keefektifan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013 Subtema 50Bencana Alam kritik serta saran dalam kuesioner digunakan sebagai dasar untuk merevisi produk perangkat pembelajaran.

3.5 Teknik Analisis Data

  Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh pakar Kurikulum, dua guru kelas I SD serta siswa. Data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner akan dianalisis dengan statistik deskriptif yang kemudian dikonversikan ke dalam data kualitatif denganskala Lima.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Data Analisis Kebutuhan

  Analisis kebutuhan berfungsi sebagai pedomanpengembangan penyusunan perangkat pembelajaran oleh peneliti, selain itu peneliti dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan guru serta siswa mengenaiperangkat pembelajaran untuk memenuhi pembelajaran Kurikulum 2013. Dari hasil wawancara dengan guru kelas I, yakni SD MuhammadiyahDemangan Yogyakarta sebagai bentuk dari analisis kebutuhan, diperoleh informasi bahwa perankat pembelajaran Kurikulum 2013 merupakan kurikulumyang sangat baik bagi perkembangan belajar bagi anak, namun perangkat pembelajaran yang tersedia masih perlu dikembangkan.

4.1.2 Deskripsi Produk Awal

  Kegiatan di dalam pembelajaran juga diintegrasikan dengan nilai-nila pendidikan karakter yang 60 4.1.2.3 Kerangka Perangkat Pembelajaran Tahap selanjutnya sebelum disusunnya perangkat pembelajaran secara utuh adalah pembuatan kerangka perangkat pembelajaran. Isi pokok pada perangkat pembelajaran adalah aktivitas atau kegiatan pembelajaran siswa yang dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS),dimana pada bagian tugas atau pertanyaan, siswa diberi tempat untuk menuliskan jawaban atau hasil belajar.

3. Penilaian dan Kunci Jawaban

  Pada akhir pembelajaran terdapat rekap seluruh aspek penilaian dari pembelajaran 1 sampaipembelajaran 6 yang nantinya akan dijadikan nilai akhir. Setelah proses pembuatan perangkat pembelajaran selesai, tahap selanjutnya adalah pengemasan produk perangkat pembelajaran untuk divalidasioleh pakar kurikulum dan guru kelas I SD yang telah melaksanakan Kurikulum2013.

4.1.3 Data Uji Coba dan Revisi Produk

Produk awal perangkat pembelajaran yang telah melalui proses cetak sejawat, dan dua guru kelas I Sekolah Dasar (SD) yang telah melaksanakan 64 Tabel 4.2 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima Kategori X > +1,80 Sbi Sangat Baik X Keterangan:: Rerata ideal = ½ (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) Sbi : Simpangan baku ideal = 1/6 (skor maksimal ideal - skor minimal ideal)X = Skor aktual Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui konversi data kuantitatif nilai perangkat pembelajaran menjadi data kualitatif kualitas perangkat pembelajaran. Berikut ini data kualitatif skala lima dari hasil perhitungan. Tabel 4.3 Kriteria Skor Skala Lima Interval Skor KriteriaX > 4,21 Sangat Baik 3,40 < X 4,21 Baik2,60 < X 3,40 Cukup Baik 1,79 < X 2,60 Kurang BaikX l,79 Sangat Kurang Baik 65

4.1.3.1 Data Validasi Teman Sejawat dan Revisi Produk

  Sebelum melakukan validasi kepada pakar kurikulum dan guru kelas I, perangkat pembelajaran di validasi oleh dua teman sejawat yaitu Elisabeth Sekardan Maria Widyaningsih yang juga melakukan penelitian Kurikulum 2013. Hasil penilaian kedua teman sejawat terhadap aspek perangkat pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,46 dengan kategori "sangat baik" denganpernyataan kesimpulan perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.

4.1.3.2 Data Validasi Pakar Kurikulum dan Revisi Produk

  Hasil penilaian pakar kurikulum terhadap kelima aspek perangkat pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,44 dengan kategori "sangat baik" denganpernyataan kesimpulan perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Hasil penilaian pakar kurikulum yang kedua terhadap kelima aspek perangkat pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,48 dengan kategori "sangatbaik" dengan pernyataan kesimpulan perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.

4.1.3.3 Data Validasi Guru SD Kelas I dan Revisi Produk

  Pd SD kualitas perangkat pembelajaran dengan melihat kelima aspek tersebutdikategorikan "baik" dengan skor rata-rata 4,37 dengan kesimpulan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan/ uji cobalapangan dengan revisi sesuai saran. Pd SD.yang merupakan guru kelas I SDN Kedungsari 5, Magelang, kualitas perangkat pembelajaran yang dinilai dari kelima aspek memperoleh skor rata-rata 4,71dengan kategori "sangat baik" dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan/ uji coba lapangan dengan revisi sesuaisaran.

4.1.4 Kajian Produk Akhir

  Produk akhir yang dikembangkan berupa perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 yang dikemas dalam pembelajaran tematik danterintegrasi dengan pendidikan karakter untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Ada beberapa bagian dari produk awal yang direvisi oleh peneliti untuk menghasilkan produk akhiryang lebih baik dari produk awal, dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

4.2 Pembahasan

  Hal ini dapat dibuktikan dalam lampiran RPPTHindikator/tujuan pembelajaran dan pendekatan saintifik, hal ini dapat dibuktikan 73sudah menampilkan kegiatan yang jelas dan menampilkan kegiatan inti sesuai dengan pendekatan saintifik, seperti yang dijelaskan oleh Sudarwan (dalam Majid,2014: 193) ciri-ciri dari pendekatan saintifik adalah menonjolkan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatukebenaran. Hal ini dapat dibuktikan dalam lampiran halaman 12 - 21 (9) Penilaian pembelajaran sudah menggunakan penilaian otentik, menurut Callison (dalamNurgiyantoro, 2011: 29) mengatakan bahwa penilaian otentik merupakan penilaian proses yang di dalamnya terdapat berbagai kinerja yang menunjukkancara peserta didik belajar, pencapaian hasil, motivasi, dan sikap yang terkait dengan aktivitas pembelajaran.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1 Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 SubtemaBencana Alam berdasarkan analisis kebutuhan di SD MuhammadiyahDemangan Yogyakarta, yang menyatakan perlu adanya pengembangan perangkat pembelajaran baru. 5.1.2 Perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 Subtema Bencana Alam untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar yang dikembangkan memiliki kualitassangat baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran kelas I SD dan siswa kelas I SDN Jambusari 02, hal tersebut ditunjukkan 78aspek (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi, (4) topik, dan (5) metodologi.

5.2 Keterbatasan Penelitian

  5.2.1 Wawancara untuk survei kebutuhan hanya dilakukan dengan seorang guru kelas I SD, karena adalah sebagai pelaksana kurikulum, maka guru harusmampu membuat perangkat pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Adapunalasan peneliti hanya sampai langkah ke lima karena perangkat ini dibuat untuk pegangan guru jadi cukup divalidasi oleh dua pakar Kurikulum SD2013 dan dua guru SD kelas I yang telah melaksanakan kurikulum SD2013.

5.2.3 Validasi pakar kurikulum dan guru SD kelas I hanya dilakukan satu kali

79

5.3 Saran

  Saran untuk penelitian selanjutnya yang akan mengembangkan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013, sebagai berikut: 5.3.1 Wawancara sebaiknya dilakukan kepada beberapa guru kelas I SD untuk survei kebutuhan. 5.3.3 Validasi pakar kurikulum dan guru kelas I SD sebaiknya tidak hanya dilakukan satu kali supaya perangkat pembelajaran yang dibuat memangmempunyai kualitas yang sangat baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengembangan Perangkat pembelajaran Apresiasi Dongeng Banyumas bagi Siswa SD Kelas Rendah. Pengembangan Perangkat pembelajaran Membaca dan Menulis Teks Percakapan untuk Siswa Kelas V SD .

Dokumen baru

Download (98 Halaman)
Gratis

Tags