Deskripsi kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas Xi SMA Yos Sudarso Cilacap tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal.

Gratis

0
0
84
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN Bab ini memaparkan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan

A. Latar Belakang Masalah

  Maulana & Gemular (2013) menyatakan bahwa dalam komunikasi interpersonal mempunyai aspek-aspek yang mendukung komunikasiinterpersonal yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan, sehingga akan berdampak positif dalam menjalin Wood (2013) menyatakan bahwa ciri-ciri komunikasi interpersonal adalah selektif, sistemis, unik, process, transaksional, individual,pengetahuan personal, dan menciptakan makna. Siswa berpikir bahwa temannya itu mempengaruhi teman-teman lainnya untuk memusuhi dan menjauhi dirinya, padahalsiswa tersebut hanya bermasalah dengan satu siswa, dan hal tersebut dapat Adanya permasalahan-permasalahan yang dijelaskan di atas peneliti tertarik untuk mengkaji “Tingkat Komunikasi Interpersonal Siswa XI SMA Yos Sudarso Cilacap dan Impilikasinya Terhadap Usulan Topik- topik Bimbingan Pribadi Sosial”.

2. Mengindifikasi rendah butir item komunikasi interpersonal yang rendah, sebagain dasar penyusunan topik-topik bimbingan klasikal

D. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi: 1. Manfaat teoritis Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pada keilmuanBimbingan dan konseling khususnya mengenai komunikasi interpersonal pada siswa XI SMA Yos Sudarso Cilacap tahun ajaran2015/2016.

2. Manfaat praktis a

  Bagi Yayasan SMA Yos Sudarso Cilacap Penelitian ini diharapkan dapat membantu penyusunan dan pengembangan program bimbingan klasikal tentang kemampuankomunikasi interpersonal siswa. Bagi Siswa SMA Yos Sudarso Cilacap Penelitian ini diharapkan siswa lebih mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah.

E. Definisi Operasional

BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini memuat mengenai kajian pustaka yang relevan yang mendasari

  dalam berkomunikasi dengan orang lain seperti yang dimaksudkan dalam butir-butir kuesioner ynang digunakan. bangunan konsepsual penelitian ini yang meliputi: (A) Hakikat KomunikasiInterpesonal, (B) Komunikasi Interpersonal Remaja, (C) Bimbingan Pribadi- sosial.

A. Hakikat Komunikasi Interpesonal 1. Pengertian Komunikasi Interpesonal

  Menurut McDavid & Harari (1999) komunikasi interpesonal adalah proses komunikasi yang ber-setting pada obyek-obyek sosial untukmengetahui pemaknaan suatu stimulus yang berupa informasi atau pesan. Devito (Maulana & Gumelar, 2013) mendefinisikan komunikasi interpesonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaanpesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai Pertama, Proses Belajar, setiap seseorang berkomunikasi secara interpesonal; seseorang belajar mengenai sesuatu yang terjadi di lingkungan yang ada di sekitar.

2. Ciri-Ciri Komunikasi Interpersonal

  Selektif Komunikasi interpersonal dicirikan sifat selektif karena pada dasarnya setiap orang akan memilih dengan siapa dia akan berkomunikasi,seseorang tidak ingin berkomunikasi secara intim dengan semua orang yang ditemui, namun memilih-milih berdasarkan keinginan. Misalnya, kita dapat mengganti seseorang dengan hubungan I-it (seorang office boy kantor dapat digantikan Setiap orang selalu unik, begitu pula dengan persahabatan.Sekelompok sahabat pasti menciptakan pola unik sendiri dan bahkan istilah-istilah yang hanya dimiliki oleh kelompok mereka sendiri(Nicholson, 2006).

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal

  Manusia belajar menciptakan citra diri yang dimiliki melalui hubungan dengan orang lain, terutama lain yang penting bagi dirinya. Jika seseorang mengatakan bahwa ia senang Dari uraian di atas disampaikan bahwa faktor yang mempengaruhi komunikasi interpesonal adalah citra diri, citra pihak lain, lingkunganfisik, lingkungan sosial, kondisi dan bahasa tubuh.

4. Aspek-aspek Komunikasi Interpesonal

  Secara nonverbal, kitadapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan: (1) keterlibatan aktif dengan orang lain melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai; (2) konsentrasi terpusat meliputi kontak mata, postur tubuh yang penuh perhatian, dan kedekatan fisik; (3) sentuhanatau belaian yang sepantasnya. Salah seorang mugkin lebih pandai berbicara dalam berkomunikasi, penggunakankata yang lebih baku, lebih cenderung membuat lelucuan dalam Suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh kesetaraan, ketidaksependapatan dan konflik lebih dilihat sebagai upaya untukmemahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatanuntuk menjauhkan pihak lain.

5. Elemen-Elemen dalam Komunikasi Interpesonal

  Pesan Agar komunikasi interpesonal tetap ada, pesan yang mengekspresikan pikiran dan perasaan seseorang harus dikirim dan Umpan balik memberi tahu komunikator efek apa yang diberikannya kepada komunikan. Gangguan Gangguan ada lah segala sesuatu yang mengganggu “kejernihan” pesan dalam proses komunikasi, sehingga sering kali pesan yang disampikan berbeda dengan pesan yang diterima.

B. Komunikasi Interpersonal Remaja 1. Pengertian Remaja

  Pandangan ini diungkapkan oleh piaget (dalam Hurlcok, 1991:206) mengatakan bahwa secara psikologis, masa remaja adalah masa usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnyadalam masalah hak. Transformasi intektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkan untukmencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periodeperkembangan ini.

2. Tugas Perkembangan Masa Remaja

  Adanya pertentangan dengan lawan jenis yang sering berkembang selama akhir masa kanank-kanak dan masa puber,maka mempelajari hubungan baru dengan lawan jenis berarti harus mulai dari nol dengan tujuan untuk mengetahui ihwallawan jenis dan bagaimana harus bergaul dengan mereka. Erat hubungan dengan masalah perkembangan nilai-nilai yang selaras dengan dunia nilai orang dewasa yang akandimasuki, adalah tugas perkembangan perilaku yang bertanggung jawab.

C. Bimbingan Pribadi-Sosial

  Siswa remaja berhadapan dengan dirinya yang lain daripada sebelumnya, misalnya timbul beberapa keinginan serta perasaan yang silihberganti dari yang sangat sedih ke sangat gembira; ingin membangun cita- cita, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Pengaturan diskusi kelompok mengenai kesulitan yang dialami oleh kebanyakan siswa, misalnya menghadapi orang tua yang tarafpendidikannya lebih rendah daripada anak-ankanya, khususnya siswa remaja dapat merasa lega, bila dia menyadari teman-temannyamengalami kesulitan yang sama; dia lalu tidak memandang dirinya lagi sebagai orang yang abnormal.

4. Pengumpulan data yang relevan untuk mengenal kepribadian siswa

Kiranya tidak perlu lagi ditekankan, bahwa tenaga bimbingan yang memberikan bimbingan ini membutuhkan pengetahuan danpemahaman psikologis yang cukup mendalam, serta harus memiliki

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian jenis penelitian, variabel penelitian, subjek

A. Jenis Penelitian

  MenurutNawawi (1998), penelitian deskriptif yaitu metode penelitian yang memusatkan perhatian pada masalah-masalah atau fenomena yang bersifataktual pada saat penelitian dilakukan, kemudian menggambarkan fakta- fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya diiringi denganinterpretasi yang rasional dan akurat. Penelitian ini akan menggambarkan keadaan dari obyek penelitian berdasarkan fakta-fakta dan menjelaskanserta mencoba menganalisis kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh.

B. Variabel Penelitian

C. Subjek Penelitian

  Pada penelitian ini, variabel yang akan diteliti adalah KomunikasiInterpersonal Antar Siswa SMA Yos Sudarso Cilacap kelas XI IPS, XI Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA YosSudarso Cilacap tahun ajaran 2015/2016. Alasan peneliti memilih subjek penelitian siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap yaitu dikarenakanpeneliti melihat fenomena atau kasus-kasus yang berkaitan dengan komunikasi interpesonal antar siswa di sekolah.

XI IPS

8 12 20 1.

2. XI IPA

14 17 31 3.

XI BHS

  Sugiono (2011) mengungkapkan bahwa kuesioner merupakan Item pernyataan yang terdapat pada kuesioner komunikasi interpesonal terdiri dari pernyataan favorable (pernyataan positif) danpernyataan unfavorable (pernyataan negatif). Responden akan diminta untuk menjawab pernyataan yang terdapat pada kuesioner komunikasiinterpersonal dengan memilih salah satu alternatif jawaban dengan memberikan tanda centang ( √) pada lembar jawaban.

E. Validitas Dan Reliabilitas 1

  Validitas kuesioner penelitian ini diuji dengan pengujian empirik dengan mengkorelasikan skor-skor setiap item instrumen terhadap skor-skor total aspek dengan teknik korelasi Spearman’s rho menggunakanaplikasi programkomputer SPSS korelasi Spearman’s rho adalah sebagai berikut: Peneliti melakukan uji validitas kuesioner pada tanggal 14 Agustus 2015 pada kelas XI IPS, IPA, BHS di SMA Yos Sudarso Cilacap. Pada item-item yang unvalid, peneliti tidak melakukan perbaikan dan hanya membuang item yang unvalid.

1. Keterbukaan

  Mampu berkomunikasi secaraverbal dan nonverbal dengan orang lain. 40 2 59 Mampu mendengarkan pandangan yang berbeda dari orang lain terhadap sesuatu.3.

2. Reliabilitas

  Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagaireliabel (Azwar, 2007). Sukardi (2013) mengatakan bahwa pengukuran yang menggunakan instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilaireliabilitas yang tinggi, apabila alat ukur yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak diukur.

2 S x

Keterangan rumus : 2 2 S 1 dan S 2 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2

2 S x : varians skor skala

  Hasil perhitungan indeks realibilitas dikonsulkan dengan kiteria Guilford (Masidjo, 1995: 2009). Kriteria Guilford tersaji dalam tabel 5.

5. Negatif – 0,20 Sangat Rendah

  Tingkat komunikasi interpersonalantar siswa SMA Yos Sudarso Cilacap terdiri atas lima kategori: sangat, rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi dengannorma kategorisasi yang disajikan dalam tabel 6. Jumlah item 52 setelah menghapus item yang gugur, diperoleh perhitungan skor subyek sebagai berikut: Skor maksimum teoritik : 4 X 52 = 208 : 150 : 6 = 25 σ Standar deviasi µ (mean teoritik) : (208 + 52) : 2 = 130Hasil perhitungan analisis data skor subjek yang disajikan dalam norma katagorisasi tingkat komunikasi interpersonal siswa kelas XI IPS, IPA, BHS SMA Yos Sudarso Cilacap seperti yang disajikan dalam tabel 7.

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN Bab ini memuat hasil penelitian ada pembahasan komunikasi interpersonal. Penyajian hasil penelitian didasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan-pertanyaan penelitian. A. Tingkat Komunikasi Interpersonal antar Siswa Kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap Tahun Ajaran 2015/2016 Tingkat komunikasi interpersonal antar siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap ditentukan dengan menggunakan kategorisasi Azwar (2007:

  Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dari 21 siswa dan 37 siswa SMAYos Sudarso Cilacap kemampuan komunikasi interpersonal antar siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap tergolong baik, artinya siswa sudahmampu berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain. Pertama, siswa satu dengan siswa yang lain saling Kedua siswa kelas XI Yos Sudarso Cilacap memiliki kejujuran terhadap stimulus yang ada, siswa mampu memberikan respon yang baikketika siswa berkomunikasi dengan lawan bicaranya sehingga tidak membuat lawan bcaranya marah.

B. Identifikasi butir instrumen yang masuk kategori rendah sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan klasikal

  Mayoritas kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA YosSudarso Cilacap tergolong baik, artinya siswa sudah dapat menghargai orang lain dalam berkomunikasi dan mampu berempati, siswa mampu berkomunikasi secaraterbuka dengan orang lain, memiliki kesetaraan, memiliki sikap positif dalam berkomunikasi, dan saling mendukung satu sama lain. Siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap tahun ajaran2015/2016 sudah mampu bersikap empati dalam berkomunikasi, bersikap empati dapat dilihat dari kemampuan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan,mencoba memahami dari sudut pandang orang lain dan memahami cara berpikir orang lain.

2. Item-item komunikasi interpersonal antar siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap

Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan data yang menunjukan bahwa terdapat 3 butir item kuesioner yang terindikasi rendah. Keempat item tersebutdiuraikan sebagai berikut: Tabel 12 Butir Item Kuesioner Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas XI SMAYos Sudarso Cilacap No Item Aspek Indikator Item

19 Empati Mampu memaami perasaan orang lain

  Item nomor 19 masuk kategori rendah, artinya komunikasi interpersonal siswa dalam memahami perasaan dan sikap orang Kedua, pernyataan“Saya mengalihkan pembicaraan saat teman masihbercerita ” item nomor 29 masuk kategori rendah, artinya komunikasi interpersonal siswa untuk menunjukan sikap positif terhadap orang yang diajak bicara kurang baik. Maulana dan Gumelar (2013) menyatakan bahwa komunikasiinterpersonal yang efektif harus bersikap empati kepada orang yang diajak berinteraksi, artinya bahwa suatu relasi harus ada kesediaan untuk membukadiri mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan.

D. Usulan Topik-topik Bimbingan

  Topik-topik bimbingan klasikal untuk siswa kelas XI SMA YosSudarso Cilacap tahun ajaran 2015/2016 yang diusulkan berikut ini berdasarkan pada analisis butir intrumen komunikasi interpersonal. Topik-topik yang dius ulkan adalah “Aku menghargai perasaan orang lain”, “aku menghargaimu”, dan “Aku Dan Perasaanku”.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini memuat tentang kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran untuk beberapa

A. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai komunikasi interpersonal antar siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap dan Implikasiterhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap sudah mampu melakukankomunikasi interpersonal antar siswa tergolong baik. Bedasarkan analisis capaian skor instrumen komunikasi interpersonal antar siswa kelas XI yang terindikasi rendah, terdapat 3 butir item yang terindikasirendah.

B. Saran

  Bagi Guru BK SMA Yos Sudarso CilacapGuru BK SMA Yos Sudarso Cilacap mampu memberikan bimbingan klasikal kepada siswa tetang kemampuan komunikasi Interpersonal yang baik, agarsiswa dapat memahami pentingnya komunikasi interpersonal yang baik 3. Bagi Siswa SMA Yos Sudarso Cilacap Siswa SMA Yos Sudarso Cilacap dalam kemampuan komunikasi interpersonal program bimbingan klasikal tetang komunikasi interpersonalyang baik dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari siswa.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika|b:Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/2003
0
11
80
Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika: Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/200
0
13
80
pengaruh model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDIT Al-Mubarak Jakarta pusat tahun ajaran 2014/2015
1
21
258
pengaruh komunikasi interpersonal dan loneliness terhadap adiksi games online
25
113
115
Pengaruh pembelajaran konstektual terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa
9
48
173
Hubungan antara kemampuan interpersonal menurut Buhrmester dengan iklim komunikasi organisasi menurut Pace dan Peterson
1
10
171
Hubungan antara persepsi siswa terhadap bimbingan konseling dan intensitas pemanfaatan layanan bimbingan konseling di SMA PGRI 109 Tangerang
2
14
105
Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan abstraksi siswa di kelas VII SMPN 01 Kalidawir Tulungagung tahun ajaran 20172018
0
0
6
Pengaruh kecerdasan interpersonal dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII
0
0
9
View of Rancang Bangun Aplikasi Pembayaran Sekolah Menggunakan Java Dan MySQL Berbasis Client Server Di SMA Yos Sudarso Cilacap
0
1
14
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
10
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
28
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
25
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
29
Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa melalui pokok bahasan pesawat sederhana di SMP Negeri-4 kelas VIII semester II Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
185
Show more