Upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan mendiagnosis kesalahan dan pembelajaran remedial Kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada materi bangun ruang sisi datar

Gratis

0
0
260
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

“I can do all things through Christ, which Strengtheneth me.” Philippians 4 : 13Dengan penuh rasa syukur kupersembahkan karyaku ini kepada: Bapa di Surga, Yesus Kristus, serta Bunda Maria dan Santo Yoseph, Kedua orang tuaku, Bapak Agus Rustono dan Anastasia Krismiyati Pakde dan bude ku, Vincensius Marwoto dan Maria Tutik

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalamkutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar, 2)mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan pada siswa kelas VIIIE dalam menyelesaikan soal-soal bangun ruang sisi datar, 3) mengetahui apakah pembelajaran remedial dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

KATA PENGANTAR

  Ayah, ibu, pakde, bude, simbah kakung dan simbah putri, yang selalu memberikan dukungan dan doa serta semangat pantang menyerah selamaproses belajar dan dalam penyusunan skripsi ini. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki

  Untuk mengetahui kesalahan belajar yang dilakukan siswa dalam belajar matematika dapat dilihat dari kesalahansiswa dalam menyelesaikan soal-soal maupun aktivitas siswa selama 3ulangan harian, masih terdapat banyak siswa yang belum mencapai KKM(Kriteria Ketuntasan Minimal) dan tugas-tugas yang diberikan guru kepada siswa mendapatkan nilai yang kurang maksimal. Berdasarkan uraian diatas, kesalahan-kesalahan yang dilakukan dan faktor penyebab siswa kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakartamelakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal bangun ruang sisi datar menjadi hal yang menarik untuk diteliti.

C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang dalam penelitian ini, penulis merumuskan masalah dalam bentuk pernyataan sebagai berikut: 1. Apa saja kesalahan siswa saat mengerjakan soal-soal bangun ruang sisi datar?

2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan siswa kelas VIII E SMP

  Mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan pada siswa kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dalammenyelesaikan soal-soal bangun ruang sisi datar. Untuk mengetahui apakah pembelajaran remedial akan meningkatkan hasil belajar siswa SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada materibangun ruang sisi datar.

E. Pembatasan Masalah

  Pada penelitian ini, peneliti membatasi masalah-masalah sebagai berikut: 1. Materi yang dibahas adalah materi matematika pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar yaitu kubus, balok, limas, dan prisma kelas VIII E semester genap.

2. Permasalahan yang dibahas dibatasi pada masalah kesalahan siswa

  Diagnosis merupakan sebuah proses untuk menentukan permasalahan yang dihadapi oleh siswa melalui prosesanalisis data dari gejala-gejala yang tampak serta usaha untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut dengan berbagai kemungkinan danjalan analisis faktor-faktor yang menjadi faktor penyebab penghambatnya. KesalahanKesalahan adalah tindakan yang tidak tepat atau menyimpang dari 8artinya ada siswa yang tidak mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan pembelajaran yang biasa dilaksanakan.

5. Bangun Ruang Sisi Datar

  Guru dapat mengetahui faktor-faktor penyebab siswa kelas VIII yang melakukan kesalahan belajar dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar. Guru dapat melakukan pembelajaran remedial dengan metode yang tepat untuk mengatasi kesalahan belajar siswa SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada materi bangun ruang sisi datar.

BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar Matematika 1. Pengertian Belajar Menurut Sri Rumini dkk. (2006: 59) belajar merupakan sebuah proses

  yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku, yang mana perilaku hasil belajar tersebut relatif menetap, baik perilakuyang dapat diamati secara langsung maupun tidak dapat diamati secara langsung yang terjadi pada individu sebagai hasil sebuah latihan danpengalaman sebagai dampak interaksi antara individu dan lingkungannya. 11dengan siswa lainya dalam berinteraksi dengan lingkungan sebagai sumber belajar.

2. Pengertian Matematika

  Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. 12Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar matematika merupakan suatu perubahan sikap dan perilaku positif oleh siswadidalam ilmu yang berdasarkan pada unsur bilangan dan operasinya, yang bersifat abstrak, terstruktur, dan logis.

B. Hasil Belajar

  Kingsley dalam Sudjana (1990: 22) membagi hasil belajarmenjadi tiga macam yaitu keterampiran dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian, serta sikap dan cita-cita. Pemahaman tingkat duaadalah pemahaman penafsiran yaitu menghubungkan beberapa bagian yang diketahui kemudian membedakan yang pokok dan tidakpokok.

2. Ranah Afektif Ranah afektif merupakan ranah yang berkenaan dengan nilai dan sikap

15Berdasarkan pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku baik berupa kognitif,motorik, maupun sikap yang diuji dengan menggunakan suatu tes.

C. Pengertian Diagnosis

  Diagnosis merupakan sebuah proses untuk menentukan permasalahan yang dihadapi oleh siswa melalui proses analisis data darigejala-gejala yang tampak serta usaha untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut dengan berbagai kemungkinan dan jalan analisisfaktor-faktor yang menjadi faktor penyebab penghambatnya. 16menjadi penghambat siswa dalam belajar dan alternatif upaya untuk memecahkan masalah tersebut.

D. Diagnosis Kesulitan Belajar

  (2007: 150), diagnosis kesulitan belajar dapat diterjemahkan sebagai sebuah proses yang dilakukan oleh guru untukmenentukan masalah atau ketidakmampuan siswa dalam belajar yang dilakukan dengan cara meneliti berbagai latar belakang faktor penyebabnyadengan cara menganalis gejala-gejala yang tampak dan dapat di pelajari. Siswa yang sering absen, sering membolos, dan sebagainya menunjukkanbahwa ia mengalami kesulitan belajar.3) Keaktifan Siswa dalam tugas-tugas Beberapa mata pelajaran menuntut siswa aktif dan menunjukkan kemampuan berkomunikasi secara berinteraksi dengan teman satukelompok, kemampuan mengemukakan pendapat, bertanya, dan menerima atau menolak pendapat siswa lain dalam kegiatan diskusidan kegitan kelompok lainya.

a. Identifikasi Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar

  Langkah-langkah yang dapat ditempuhdalam mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar adalah membandingkan posisi atau kedudukan siswa dalam kelompok ataukriteria tingkat ketuntasan penguasaan yang diterapkan sebelumnya yaitu PAP (Penilaian Acuan Patokan) maupun PAN (Penilaian AcuanNorma) untuk suatu mata pelajaran atau materi tertentu. Identifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar dilakukan dengan1) Menganalis hasil ujian dengan melihat tipe kesalahan yang dibuatnya, kemudian dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas atau kriteria tingkat penguasaan minimal kompetensi yang dituntut.

b. Melokalisasi Letak Kesulitan Belajar Siswa

  Semakin rendah nilai sebuah mata pelajaran dibandingkan dengan mata pelajaran lainya dan banyaknya siswa yang tidak menjawabsoal pada pokok bahasan tertentu, siswa tersebut mengalami permasalahan belajar pada mata pelajaran tersebut dan pada pokokbahasan tersebut. Teknik Non Tes Teknik non tes dalam mengenali siswa yang mengalami kesulitan belajar merupakan teknik yang digunakan untuk mengetahui kondisikesulitan belajar pada siswa.

E. Kategori Kesalahan

  26membantu siswa berkesulitan belajar, guru perlu mengenal berbagai kesalahan umum yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Kesalahan data Kategori ini meliputi kesalahan-kesalahan yang dapat dihubungkan dengan ketidaksesuaian antara data yang diketahui dengan data yangdikutip oleh siswa.

2. Faktor non-kognitif

  Faktor yang terletak diluar diri siswa (situasi sekolah dan masyarakat) seperti kurikulum yang seragam, bahan dan baku yang 30social psikologis dan sebagainya, terlalu banyak kegiatan diluar jam pelajaran sekolah atau terlalu banyak terlibat dalam kegiatanekstrakurikuler dan kekurangan makan (gizi). Faktor penyebab kesalahan siswa menyelesaikan permasalahan matematika yang diteliti dalam penelitian ini adalah faktor-faktor kognitif,yaitu penyebab kesalahan dari proses berfikir dan kemampuan intelektual siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan.

G. Pembelajaran Remedial

  Strategi Strategi proses belajar-mengajar pembelajaran remedial sifatnya sangat individu dan lebih ditekankan kepada keragaman mahasiswabaik yang berhubungan dengan kemampuan umum siswa, kemampuan khusus, penguasaan bahan sebelumnya dan sebagainya, 32yang memerlukan pembelajaran remedial ini dapat menyerap bahan tersebut dengan kesukaran minimal mungkin. Dengan demikian, dapat diartikan pembelajaran remedial sebagai upaya pendidik dalam membantu siswa mendapatkan kesulitandalam belajar dengan jalan mengulang atau mencari alternative kegiatan lain sehingga siswa yang bersangkutan dapatmengembangkan dirinya seoptimal mungkin dan dapat memenuhi kriteria tingkat keberhasilan minimal yang diharapkan.

2. Langkah-langkah Pembelajaran Remedial

  Tes diagnostik adalah tes yangdigunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar untukmemberikan tindak lanjut berupa perlakuan yang tepat dan sesuai dengan kelemahan atau masalah yang dialami siswa. Fungsi daripada tes diagnostik ini adalah untuk mengidentifikasi masalah atau kesulitan yang dialami siswa, merencanakan tindak 342) Dikembangkan berdasar analisis terhadap sumber-sumber kesalahan dan kesulitan yang mungkin menjadi penyebab munculnya masalah (penyakit) siswa.

H. Tinjauan Materi Bangun Ruang Sisi Datar

  Bangun ruang sisi datar adalah suatu bangun ruang dimana sisi ruang dibatasi oleh bidang datar (Husein Tampomas : 2007). Bangun ruang sisidatar terdiri dari kubus, balok, prisma dan limas.

1. Kubus

  Pada kubus �.tersebut terdapat garis yang menghubungkan dua titik sudut 37Panjang diagonal yang dicari adalah panjang AF misalkan saja panjang AB dan BF adalah r, sehingga dalam mencari AFmenggunakan theorema phytagoras yaitu sebagai berikut: 2 2= √ + 2= √ 2= √ = √ Sehingga panjang diagonal bidang kubus dengan rusuk r adalah √ 38saling berhadapan. (Sukino, 2006)Untuk menentukan panjang diagonal ruang, perhatikan gambar berikut: Gambar 2.5 Kubus dan Segitiga � Panjang diagonal ruang yang dicari adalah , misalkan � adalah maka � yang merupakan diagonal bidang adalah √ sehingga untuk mencari menggunakan theorema pytagoras, 396) Bidang DiagonalBidang Diagonal Kubus Gambar 2.6 Perhatikan kubus �.

a. Unsur-unsur Balok

  Ruas garis yang melintang antara dua titik sudut yang saling berhadapan pada satu bidang, yaitu titik sudut dan titik sudut , dinamakan diagonal bidang balok �. Gambar 2.17 Percobaan Menentukan Volume Balok degan Kubus Satuan Melalui proses percobaan mengisi kubus satuan ke balok dalam berbagai ukuran, secara umum volume balok dengan panjang �, lebar , dan tinggi 49dinamakan sebagai prisma tegak, dan selain yang demikian dinamakan sebagai prisma miring.

c. Luas Permukaan Prisma

  � seperti tampak pada gambar di bawah ini: � � Gambar 2.21 Balok yang dipotong 53 = ½ × � × × = ��� � � × � ��� Jadi, volume prisma yang dinyatakan dengan rumus sebagai berikutVolume Prisma = ��� � � × � ��� 4. Limas Limas adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah segi banyak(sebagai alas) dan beberapa buah segitiga yang bertemu pada satu titik puncak.

c. Luas Permukaan Limas

  Luas permukaan limas adalah jumlah luas seluruh sisi limas tersebut. Agar lebih jelas, perhatikan limas 56Gambar di atas adalah sebuah Limas terbentuk dari alas berbentuk persegi, dan 4 buah segitiga yang kongruen.

d. Volume Limas

  Siswa seringmelakukan kesalahan pada saat mengerjakan soal-soal tentang unsur-unsur, luas permukaan, volume, menghitung diagonal bidang dan diagonal ruang,hal tersebut yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang kesalahan serta faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan, sehingga dapatdicari alternatif solusi dengan pembelajaran remedial.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif-

  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal-soal pada materi bangun ruang sisidatar pada siswa kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, serta hasil observasi, angket untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar siswadan pembelajaran remedial guna meningkatkan hasil belajar siswa. Dari datahasil ulangan harian dan hasil tes diagnostik dapat dilihat berupa kesalahan- 62setelah mengikuti pembelajaran remedial dan tes ulang akan berdampak positif dengan meningkatnya hasil belajar.

E. Metode Pengumpulan Data

Data penelusuran kesalahan-kesalahan siswa pada materi bangun ruang sisi datar yaitu:

1. Metode Observasi

  Peneliti mengamati aktivitas guru ketikamenyampaikan materi, mengamati kondisi dan aktivitas siswa di kelas 63KKM. Dan hasil angket ini berguna untuk membantu merancang pembelajaran remedial yang sesuai dengan kesulitan siswa dengansiswa.

3. Metode Tes Ulangan Harian, Tes Diagnostik dan Tes Ulang

  Aspek-aspek yang diamati peneliti yaitu sebagai berikut: Tabel 3.1 Observasi Aktivitas Siswa di Kelas NO ASPEK YANG DIAMATI 1 Kesiapan siswa dalam proses pembelajaran 2 Perhatian siswa akan penjelasan Guru 3 Tanggapan siswa dalam pembelajaran 4 Siswa mengerjakan tugas atau tidak 5 Siswa terlibat aktif atau tidak dalam pembelajaran 65Guru dapat menjaga kondisi kelas atau tidak menggunakan 5 metode yang digunakan. 1, 2, 3, 4 permukaan dan volume 66 Angket atau angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinsi dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya (Masidjo:1995).

G. Validasi Instrumen

  Pertimbangan pakar dilakukan oleh gurumatematika dan dosen dengan mempertimbangkan indikator kesesuaian 71 Tabel 3.7 Tabel hasil ujicoba ulangan harian kelas VIII G No Nomor Siswa Skor Nilai 1 S1 8 53 2 S2 9 60 3 S3 12 80 4 S4 9 60 5 S5 7 46 6 S6 6 40 7 S7 14 93 8 S8 8 53 9 S9 9 60 10 S10 12 80 72 28 S28 26 S26 13 86 27 S27 14 93 10 9 66 29 S29 8 53 30 S30 12 60 25 S25 19 S19 - - 22 S22 20 S20 9 60 21 S21 12 80 8 80 53 23 S23 13 86 24 S24 12 80 73tidak valid dan 11 soal valid. Gurupamong memberikan solusi bahwa ke-4 soal yang tidak valid diganti dengan soal yang sebanding.

H. Teknis Analisis Data

  Angket Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui dan melihat penyebab kesulitan yang dialami siswa pada materi bangun ruangsisi datar. Siswa yang hasil ulangan hariannya masih berada di bawah batas ketuntasan minimal maka dapat menjadi indikator bahwa siswa tersebut mengalami kesulitan, sehingga harus mengikuti tes diagnostik terlebihdahulu, baru akan mengikuti pelajaran remedial.

a. Tes Diagnostik

  Tes diagnostik ini dilakukan setelah siswa mengikuti ulangan harian. Siswa yang mengikuti tes diagnostik adalah siswa yangbelum tuntas atau siswa yang belum mencapai batas KKM.

I. Perencanaan Penelitian

Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta meliputi tiga tahap yaitu Tahap Persiapan, Tahap Pengumpulan Data, Tahapan Pelaksanaan Penelitian.

1. Tahap Persiapan

  782) Melakukan diskusi dengan guru untuk mengetahui kesulitan- kesulitan yang dialami baik siswa maupun guru dalam pembelajaran serta pemberian angket. 791) Menganalisis hasil tes diagnostik secara kualitatif untuk mengetahui apa saja kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa pada saat mengerjakan soal-soal bangun ruang sisi datar.

2) Mengelompokkan berdasarkan jenis-jenis kesalahan siswa

  Dari hasil analisis yang dilakukan oleh Peneliti, masih terdapat banyak siswa kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yangmelakukan kesalahan dalam mengerjakan soal materi bangun ruang sisi datar. Pembelajaran remedial ditekankan pada sub materi yang siswa paling banyakmelakukan kesalahan.

BAB IV DESKRIPSI PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada materi bangun ruang sisi datar pada akhir Tahun Pelajaran

  Guru pun runtut dalam mengajarmateri bangun ruang sisi datar, melakukan apersepsi terlebih dahulu Ketika guru memberikan latihan soal, siswa yang aktif langsung mengerjakan soal tersebut, hanya saja siswa laki-laki rata-rata pasif,ketika diberikan latihan terlihat beberapa siswa laki-laki tidak mengerjakan soal tersebut dengan baik malah main sendiri dengan temansebangkunya. Ada juga siswa yang sibuk menggambar yang gambar tersebut tidak ada kaitanya dengan materi yang dijelaskan oleh guru.

2. Uji Coba Soal Ulangan Harian

  dari keseriusan para siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Ulangan harian diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII E yang berjumlah 36 siswa.

5. Tes Diagnostik Pelaksanaan tes diagnostik dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Mei 2016

7. Tes ulang

  Pembagian kesalahan berdasarkan sub materi membantu peneliti untuk Setelah pembelajaran remedial dilakukan, tahapan terakhir yang dilakukan adalah pemberian tes ulang untuk mengetahui apakahpembelajaran remedial yang telah dilakukan dapat membantu siswa mencapai ketuntasan belajar atau tidak. Jika siswa tersebut remedi prisma dan kubus, maka siswatersebut mengerjakan paket soal kubus dan prisma.

1. Penentuan Status ( Status Assessment)

  Penentuan status digunakan untuk menentukan siswa- siswa mana yang diperkirakan melakukan kesalahan belajardan cara digunakan untuk mengetahui bahwa siswa itu melakukan kesalahan belajar adalah dengan melakukan tesulangan harian. Ulangan harian tidak dianalisis secara detaildikarenakan pada tahap ini hanya dilihat siswa mana yang termasuk atau dikategorikan remidi dan nantinya akanmengikuti pembelajaran remedial.

2. Cause Estimination ) Perkiraan Sebab (

  Tahap ini merupakan tahap perkiraan alasan atau sebab yang mendasari pola hasil belajar yang diperlihatkan oleh siswa yangbersangkutan seperti terungkap pada tahap 1. Tesdiagnostik yang berguna untuk mengetahui kesalahan-kesalahan siswa sehingga hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar untukmemberikan tindak lanjut berupa perlakuan yang tepat dan sesuai dengan kesalaha.

3) Remidi Prisma

  Pada soal tentang Prisma skor maksimal yang dapat diraih siswa adalah 20 dan siswa dengan skor di bawah 14 akanmengikuti tes ulang. Berikut adalah hasil sub materi Prisma yaitu: Tabel 4.6 Hasil Sub Materi Prisma No Nomor Siswa Prisma 1 S1 16 2 S2 14 3 S3 11 4 S6 13 5 S9 11 Kemudian peneliti akan menganalisis hasil kerja dari siswa tersebut sehingga dapat dilihat kesalahan dari hasil pekerjaan.

4) Remidi Limas

  Pada soal tentang Prisma skor maksimal yang dapat diraih siswa adalah 20 dan siswa dengan skor di bawah 14 akanmengikuti tes ulang. Berikut adalah hasil sub materi Prisma yaitu: Tabel 4.7 Hasil Dari Sub Materi Limas No Nomor Siswa Limas 11 S15 13 12 S22 17 13 S31 7 14 S33 15 15 S36 20 Siswa yang belum mencapai skor 9 dikategorikan remidi, yaitu siswa dengan nomor urut 1, 3, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 dan 31.

TABULASI DATA ANGKET KESULITAN

NAMA SISWA

Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa 1 2 3 6 9 10 11 12 13 14 18 22 31 33 36 BRSD materiMaterinya Sulit Sulit Sulit unsur-unsur Sulit Sulit Sulit Sulitjaring-jaring KUBUSluas permukaan Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulitdan volume Materi Sulit Sulit unsur-unsur Sulit Sulit Sulitjaring-jaring BALOKluas permukaan Sulit Sulit Sulit Sulitdan volume Materi Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulitunsur-unsur Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit jaring-jaring PRISMA luaspermukaan Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit dan volume Materi Sulit Sulit Sulit Sulit Sulitt Sulit Sulit unsur-unsur Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulitjaring-jaring LIMASluas permukaan Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulit Sulitdan volume 1) Pada sub materi kubus, ada yang melakukan kesalahan tentang materi kubus itu sendiri, jaring-jaring, unsur-unsur, volume dan luas permukaan. 2) Pada sub materi Balok, ada yang melakukan kesalahan tentang jaring-jaring, unsur-unsur, volume dan luas permukaan. 3) Pada sub materi Prisma, ada yang melakukan kesalahan tentang materi prisma itu sendiri, jaring-jaring, unsur-unsur, volume dan

3. Treatment and Pemecahan Kesalahan dan Penilaiannya ( Treatment Evaluation)

  Pada tahap telah di ketahui jenis-jenis dan letak kesalahan yang dilakukan siswa pada saat mengerjakan soal materibangun ruang sisi datar. Analisis kesalahan siswa ini untuk lebih jauh mengetahui jenis dan proses siswa melakukan kesalahan.

1) Sub Materi Kubus

  c) Siswa kesulitan dalam memahami apa yang ditanyakan dalam model soal cerita maupun cara memecahkan persoalan bangun Tabel 4.11 Analisis Kesalahan Siswa Sub Materi Prisma Nama Siswa Jawaban Siswa Jenis Kesalahan dan Analisis Siswa 2,Jenis Kesalahan: Kesalahan menggunakan teorema, definisi, dan Siswa 6konsepAnalisis:Siswa kurang memahami definisi dari luas permukaan prisma, sehingga tidak mengerti penggunaan dari suatu rumus untukmenyelesaikan soal yang diberikan. Analisis:Dari jawabab siswa, siswa terlihat kesulitan dalam menentukan rumus luas permukaan limas, terlihat siswa langsung Siswa 26Analisis:Jawaban siswa tersebut menunjukan bawah siswa sudah mengerti dengan konsep menentukan luas permukaan limas,akan tetapi siswa melakukan kesalahan ketika memasukan nilai luas alas dan luas segitiga pada limas.

a) Paket Soal Kubus

  Tes ulang ini terdiri dari 8 soalmengenai kubus dan balok, hasilnya sebagai berikut: Tabel 4.13 Hasil Tes ulang Mengenai Kubus No Nomor Siswa Kubus 1 S3 8 2 S6 11 3 S11 10 4 S12 4 5 S13 9 6 S31 10 Tabel 4.14 Hasil Tes ulang Mengenai Balok No Nomor Siswa Balok 1 S3 9 2 S6 8 3 S11 6 4 S12 5 5 S13 9 6 S31 9 Dari 8 soal yang ada, skor maksinal yang didapat adalah lebih dari ≥77, sedangkan skor minimal yang harus didapat siswa supaya tuntas adalah 77. 6 S12 6 7 S13 5 8 S14 15 9 S15 17 10 S22 13 11 S31 7 12 S33 13 13 S36 13 Dari sini terlihat bahwa dari ke 9 siswa yang mengikuti remidi tentang limas dan prisma 3 diantaranya tidak tuntas dan 6 mencapai nilai tuntas.

d) Paket Soal Limas

  7 S14 13 8 S15 17 9 S31 7 Dari sini terlihat bahwa dari ke 9 siswa yang mengikuti remidi tentang limas dan prisma 3 diantaranya tidak tuntas dan 6 mencapai nilai tuntas. Nilai akhir siswa ditentukan pada hasil tes diagnostik dan tes ulang.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan data, informasi, serta hasil analisis yang telah dilaksanakan

  Kesulitan belajar yang dialami siswa didasarkan pada kesalahan- kesalahan ketika siswa mengerjakan soal bangun ruang sisi datar. Faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan teknis: 1) Siswa kurang latihan soal, sehingga mengakibatkan tidak mampu menyelesaikan soal yang sedikit bervariasi.

1) Siswa kurang teliti dalam membaca dan mengerjakan soal

  2) Siswa tergesa-gesa dalam mengerjakan soal, sehingga siswa salah dalam memasukkan data pada proses pengerjaan. Pembelajaran remedial adalah salah satu cara untuk membantu mengatasi kesulitan belajar yangdialami siswa untuk mengetahui kemajuan dari pemebelajaran remedial yaitu dengan memberikan tes ulang.

3. Peningkatan hasil belajar siswa sesudah mengikuti pembelajaran

137cukup dapat membantu mengatasi kesalahan siswa dalam materi bangun ruang sisi datar.

B. Kelebihan dan Keterbatasan Penelitan 1. Kelebihan Penelitian

  Kelebihan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui kesalahan siswa kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dalam mengerjakansoal-soal bangun ruang sisi datar. Serta dapat digunakan sebagai contoh bagaimana tahapan- tahapan yang dilakukan dalam melakukan diagnosis sehingga dapatdiketahui letak kesulitan-kesulitan siswa dalam mempelajari matematika.

C. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti dapat menyampaikan beberapa saran, diantaranya:

1. Bagi Calon Peneliti a

  Dalam mempersiapkan instrument harus lebih teliti, khususnya dalam pemberian soal, dan dalam pengetikan, sehingga tidak terjadi kerancuan dan meminimalkan kesulitan dan kesalahan siswa dalampenyelesaian soal. Pembelajaran remedial seharusnya lebih mengacu dari hasil tes diagnostik yang sudah dikelompokkan per sub-bab materi.

3. Bagi Sekolah

  Dengan penelitian ini seharusnya pihak sekolah menghimbau kepada para guru agar dapat menggunakan fasilitas yang ada di kelas, karenafasilitas tersebut belun di manfaatkan dengan baik. mempunyai alas segitiga siku-siku ABC, siku- Sebuah prisma dengan tinggi 15 siku di C, dengan panjang AB = 10 , BC = 6 , dan AC = 8 .

LAMPIRAN A2

  Kunci Jawaban Soal Ujicoba Ulangan Harian No Jawaban 1 A 2 C 3 D 4 B 5 B 6 A 7 A 8 D 9 C Pembahasan Soal Ujicoba Ulangan Harian 1. Diagonal bidang : , �, , , , , , , , �, � , � Sehingga jumlahnya adalah 12Diagonal ruang : , , � , � Sehingga jumlahnya adalah 4 2.

8. Balok memili panjang = 15

  � x x = 15 x 10 x 7 = 1050 9. Banyak rusuk dari prisma segi- 5 = 5 x = 5 x 5 = 25 buah 10.

13. Limas dengan volume 300

  Alas prisma tersebut berbentuk segitiga siku-Sebuah prisma memiliki volume 240siku dengan panjang sisi siku-sikunya masing-masing adalah 8 dan 6 . mempunyai alas segitiga siku-siku ABC, siku- Sebuah prisma dengan tinggi 15 siku di C, dengan panjang AB = 10 , BC = 6 , dan AC = 8 .

LAMPIRAN A4

  Diagonal bidang : , �, , , , , , , , �, � , � Sehingga jumlahnya adalah 12Diagonal ruang : , , � , � Sehingga jumlahnya adalah 4 2. dengan panjang 6 dan lebar 5 Volume balok = Tinggi balok adalah:Volume balok = � x x 120 = 6 x 5 x 120 = 30== 7.

2 Volume Limas:

  Rusuk : , , �, � , , , , , , , , dan � . Titik sudut : , , , , � � LAMPIRAN A7 Paket Soal Kubus dan Balok Nama :Kelas :No : Kubus 1.

2. Jaring-jaring Balok 3

  Diagonal Ruang : , �, , , , , , , , �, � , � Unsur – unsur Balok : a. Rusuk : , , �, � , , , , , , , , dan � .

LAMPIRAN A9

  Jika ada unsur-unsur bangun ruang sisi datar pada prisma segitiga sama kaki tersebut, maka sebutkanlah! LAMPIRAN A10 Kunci dan Pembahasan Paket Soal Prisma dan Limas Prisma 1.

2. Jaring – jaring limas 3

  Titik sudut : , , , , � � b. Rusuk tegak limas : , , , � � d.

INSTRUMEN OBSERVASIINDIKATOR PROSES AKTIVITAS GURU DI KELAS

  Guru memakai alat peraga Sekolah : SMP PANGUDI LUHUR 1Kelas : VIII EJam ke : 2 – 5 (07.55 – 10.10)Mata pelajaran : MatematikaGuru : Dewintia Agnes L (121414106)Hari, tanggal : Senin, 11 April 2016 NO. Tuliskan tanda lingkaran pada skor yang sesuai dengan keadaan yang anda amati!

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  SudahSudah INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS GURU DI KELAS SECARA UMUM Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1Kelas : VIII EJam ke : 1 - 2 (07.15 – 08. 35)Mata pelajaran : MatematikaPraktikan (NIM) : Dewintia Agnes L (121414106)Hari, tanggal : Sabtu, 16 April 2016PETUNJUK ! Tuliskan tanda lingkaran pada skor yang sesuai dengan keadaan yang anda amati!

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan mendiagnosis kesalahan dan pembelajaran remedial Kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada materi bangun ruang sisi datar.
0
0
2
Kemampuan komunikasi Matematika dan hasil belajar siswa pada proses pembelajaran dengan model pembelajaran advance organizer yang mengakomodasi pemanfaatan macromedia flash pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Pangudi Luhur Moyudan tahun aja
0
5
310
Analisis pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013 di kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada materi bangun ruang sisi datar.
0
1
157
Upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mendiagnosis kesulitan belajar dan pembelajaran remediasi kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Moyudan pada materi bangun ruang sisi datar.
0
2
229
Pengembangan perangkat pembelajaran mengakomodasi teori van hiele materi bangun ruang sisi datar dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang.
0
7
258
Upaya membangun aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.
0
1
266
Penerapan model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten.
0
4
322
Peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dengan metode pembelajaran penemuan terbimbing dan pemberian kuis pada sub pokok bahasan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Klaten.
0
1
297
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran matematika topik luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar ditinjau dari sikap dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Gantiwarno.
4
29
178
Penggunaan media powerpoint dalam pembelajaran remedial pada materi bangun ruang sisi datar siswa kelas VIII D SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
0
30
237
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVINGUNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SISWA SMP KELAS VIII.
0
1
59
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Matematika Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar untuk Siswa SMP Kelas VIII.
0
0
3
DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH TAMBAK PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
0
0
16
PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT DALAM PEMBELAJARAN REMEDIAL PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SISWA KELAS VIII D SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ma
0
0
235
Upaya membangun aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar - USD Repository
0
11
264
Show more