Analisis kesalahan dan kesulitan siswa kelas X SMA Imannuel Kalasan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat pada pokok bahasan logaritma.

Gratis

1
10
111
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji Tuhan penulis mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan berkatNya sehingga skripsi yang berjudul “Analisis Kesalahan dan Kesulitan Siswa Kelas X SMA Immanuel Kalasan dalamMengubah Bentuk Akar menjadi Bentuk Pangkat pada Pokok Bahasan Logaritma “ ini dapat penulis selesaikan. Penulis menyadari bahwa tersusunnya skripsi ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak yang dengan tulus membantu penulis dalammengatasi segala rintangan maupun kesulitan yang penulis hadapi.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkandalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Kategori dan Sub Kategori Data Kesalahan Subyek Livi dalam Mengubah Bentuk Akar menjadi Bentuk Pangkat…………………...40 Tabel 10 .

DAFTAR LAMPIRAN

  Analisis Kesalahan dan Kesulitan Siswa Kelas X SMA Immanuel Kalasan dalam Mengubah Bentuk Akar menjadi Bentuk Pangkat pada Pokok Bahasan Logaritma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan – kesalahan dan kesulitan – kesulitan yang dialami oleh siswa kelas X SMA Immanuel Kalasandalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat pada pokok bahasan logaritma.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bukan merupakan suatu hal yang mengherankan lagi jika sebagian

  Penulis memilih mengetahui kesalahan - kesalahan dan kesulitan - kesulitan siswa dalammengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat karena mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat merupakan langkah awal dalam menyelesaikan soallogaritma yang memuat bentuk akar. Bagi SiswaPenelitian ini dapat membantu siswa mengetahui letak kesalahan dan kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat padapembelajaran materi logaritma sehingga siswa dapat memperbaiki kesalahannya dan diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

F. Sistematika Penulisan

  BAB IV ANALISIS DATA Dalam bab IV akan diuraikan mengenai analisis data yang meliputi transkrip data, menentukan topik data kesalahan dan kesulitan BAB V HASIL PENELITIAN Dalam bab V penulis menyajikan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. BAB VII PENUTUP Dalam bab VII akan diuraikan kesimpulan mengenai hasil yang diperoleh dari penelitian serta saran – saran yang dapat diberikan.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Kesalahan Pengertian kesalahan secara umum adalah sesuatu yang menyimpang

B. Kategori Jenis Kesalahan

  Kesalahan dalam Matematika bisa berarti, sebagai pemahaman yang tidak tepat atau tidak rasional dalam mempelajari suatu masalah, sehingga banyakkesulitan yang dihadapi, bahkan masalah tidak dapat diselesaikan. Marpaungmengatakan kognitif berarti proses dalam pikiran seseorang (tidak dapat diamati secara langsung tetapi dapat diteliti dengan menyusun model-modeldengan menggunakan kemampuan interpretasi terhadap data yang dikumpulkan melalui cara - cara atau metode tertentu) dari saat menerimadata, mengolahnya lalu menyimpan dalam bentuk informasi di dalam ingatan dan memanggilnya kembali saat dibutuhkan dalam rangka pengolahanselanjutnya.

D. Pengertian Kesulitan Belajar

  Kelemahan - kelemahan secara mental (sejak lahir atau karena pengalaman) yang sukar diatasi oleh individu yang bersangkutan danjuga oleh pendidikan, antara lain :1) Kelemahan mental ( taraf kecerdasan kurang )2) Faktor - faktor afektif yang kurang optimal, seperti kekurangan minat, kebimbangan, kurang usaha, kurang semangat, cara belajaryang keliru dan lain - lain c. Tidak memiliki ketrampilan - ketrampilan dan pengetahuan dasar yang diperlukan seperti : ketidakmampuan membaca, berhitung,kurang menguasai pengetahuan dasar untuk sesuatu bidang studi yang sedang diikutinya, kurang menguasai bahasa asing yang diperlukan.

F. Gejala - Gejala Kesulitan Belajar

  Beberapa gejala yang dapat menimbulkan kesulitan belajar menurut Abu Ahmadi (1991) adalah : 1. Lamban dalam melakukan tugas - tugas belajar, seperti dalam mengerjakan soal - soal, dalam menyelesaikan tugas - tugas, dansebagainya.

G. Bentuk Pangkat

  Definisi Pangkat Bulat PositifJika a adalah bilangan real ( a ∈ R ) dan n adalah bilangan bulat n positif lebih dari 1, maka a dipangkatkan dengan n ( = a ) ditetapkan sebagai perkalian n faktor dengan tiap faktornya adalah a. Definisi ini dituliskan secara sederhana sebagai : n a = a × a × a × … × a × a × a n buah faktordimana a disebut bilangan pokok atau basis dan n ( bilangan asli > 1 ) disebut pangkat atau eksponen.

3 Jadi, 2 × 2 × 2 = 2

  Dengan menggunakan sifat perkalian bentuk – bentuk akar c c sekawan, penyebut pecahan yang berbentuk atau dapat dirasionalkan dengan melakukan manipulasi aljabar sebagai berikut : Penyebut pecahan yang berbentuk b a c 3 3− × 2 3 2 3 = 1 2) 2 3 ( 3− 3) Pecahan Berbentuk b a c − ± = − = b a b a c × b a b a − = b a c a + b ), menjadi : b a c− pembilang dan penyebut dikalikan dengan ( 2. Jika b = a, maka b = a atau b = a , dengan a≥ 0 dan b ≥ 0 Berdasarkan proses penarikan akar di atas, akar pangkat n dari suatu bilangan a dapat didefinisikan sebagai berikut :Misalkan n bilangan bulat positif, a dan b bilangan – bilangan real sehingga berlaku hubungan b 8− = -2, a = -8 dan n = 3 3.

1 Hubungan a dengan a :

  m n b) Pangkat Pecahan a m n n1 m a = a , menggunakan sifat pangkat bulat positif n n m ( ) mn n1 = a , menggunakan definisi pangkat pecahan a = a⇔ am n ( ) n m a , menggunakan sifat perkalian bentuk akar ⇔ a = n mDengan demikian, pangkat pecahan a dapat didefinisikan sebagai berikut :Misalkan a bilangan real, m bilangan bulat dan n bilangan asli m ≥ 2, makan m pangkat pecahan a sama dengan akar pangkat n dari bilangan a . Berdasarkan uraian di atas, logaritma suatu bilangan dapat didefinisikan sebagai berikut :Misalkan a adalah bilangan positif ( a > 0 ) dan g adalah bilangan positif yang tidak sama dengan 1 ( 0 < g < 1 atau g > 1 ).

10 Jadi, log 2 ditulis log 2

  e b) Jika g = e ( e log a ditulis sebagai ln a≈ 2,7128… ) maka ( dibaca : logaritma natural dari a ), yaitu logaritma dengan bilangan pokok e.2) a disebut numerus, yaitu bilangan yang dicari logaritmanya, dengan ketentuan a > 0.3) x disebut hasil logaritma, nilainya dapat positif, nol, atau negatif. x g 4) Bentuk g = a dan x = log a merupakan pernyataan yang ekuivalen x g ( setara ), g = a disebut eksponensial dan x = log a disebut bentuk logaritmik dalam hubungan itu.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, penulis menggunakan penelitian dengan

B. Subyek dan Obyek Penelitian

  Nama : Livi ( bukan nama sebenarnya )Umur : 17 tahunAlamat : Kaliajir Lor RT 03 / RW 02, Kalitirto, Berbah, SlemanAnak ke : 1 ( satu )Jumlah Saudara Kandung : 1 ( satu )Pendidikan / Pekerjaan Ayah : D3 / SwastaPendidikan / Pekerjaan Ibu : SMP / Swasta 2. Nama : Nuno ( bukan nama sebenarnya )Umur : 17 tahunAlamat : Sumber Lor RT 05 / RW 28, Kalitirto, Berbah, SlemanAnak ke : 2 ( dua )Jumlah Saudara Kandung : 1 ( satu )Pendidikan / Pekerjaan Ayah : STh / Guru KesenianPendidikan / Pekerjaan Ibu : STh / Pendeta 4.

D. Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan yaitu instrumen untuk menggali kesalahan dan kesulitan siswa dalam mengubah bentuk akar menjadibentuk pangkat meliputi pembuatan LKS dan pertanyaan – pertanyaan yang akan diajukan untuk melakukan wawancara. Pertanyaan untuk Melakukan WawancaraPertanyaan – pertanyaan yang akan diajukan meliputi : (1) alasan siswa menentukan penyelesaian soal dengan cara yang digunakannya, (2) dari mana penyelesaian tersebut berasal, dan (3) apakah ada penyelesaian yang lain untuk menjawab soal tersebut.

E. Teknik Analisis Data

  Transkripsi data rekaman video yakni data yang diperoleh dari lapangan ditulis dalam bentuk uraian atau laporan terperinci. Dari hasil koreksi tersebut peneliti menemukan berbagai kesalahan yang dilakukan siswa dalammenyelesaikan soal, sehingga dapat ditentukan kesalahan dan kesulitan siswa dalam mengubah bentuk ara menjadi bentuk pangkat.

BAB IV ANALISIS DATA A. Hasil Observasi Penelitian dilakukan tanggal 6 sampai dengan tanggal 10 Maret

  2 Kesalahan dalam mengubah bilangan bulat (1/7-8) menjadi bentuk pangkat pada bentuk logaritma,444 yaitu : log 16 = log 4 , dengan cara mengubah4 bilangan 16 menjadi 4 yang diperoleh dari4 4 = 4×4 = 16. 7 Kesalahan dalam menyatakan argumen terhadap (1/57-64) hasil penarikan akar bilangan real, yaitu :menjelaskan 8 = 4 dan 16 = 4, yang diperoleh berdasarkan penjelasan siswa bahwa setengah dari 16 adalah 8 dan setengah dari 8 16 8 adalah 4, maka = = 4.

8 KH 1. Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi (1/65-66)

  11 Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi (1/89), (1/91-94)4 bentuk pangkat, yaitu : 64 = 4 yang diperoleh berdasarkan pengertian siswa tentang tanda akar yaitu tanda akar sama artinya dengan pangkat 4. 13 Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi (1/101-102)4 bentuk pangkat, yaitu : a = a , yang diperolehberdasarkan pengertian siswa tentang tanda akar yaitu tanda akar sama artinya dengan pangkat 4.

1.18 Kesalahan dalam memangkatkan bilangan real (1/119-120)

  1 Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi (2/9-10)33 27 bentuk pangkat, yaitu : = 27 diperoleh dengan cara memindahkan angka 3 pada tandaakar ke bilangan 27, sehingga bilangan 3 pada tanda akar menjadi pangkat dari bilangan 27. 5 Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi (2/45-46), 4 (2/59-60) bentuk pangkat, yaitu : 4 = 4 yang diperoleh berdasarkan pengertian siswa tentang tanda akar yaitu tanda akar sama artinya dengan pangkat 4.

14 KS 1. Kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi (1/3)

  1 Kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi (2/6-8) bentuk pangkat pada bentuk logaritma, yaitu :3 3 ...3 log 27 = log 27 . 5 Kesulitan dalam memberikan penjelasan terhadap (2/32-36) hasil perubahan bentuk akar menjadi bentuk2 pangkat, yaitu : menjelaskan4 = 4 = 8.

10 KS 2

  10 Kesulitan dalam menginterpretasikan pangkat (2/55-56) suatu bilangan yang berbentuk bilangan pecahan,yaitu : menentukan ada atau tidaknya pangkat bilangan yang berbentuk bilangan pecahan. 1 Kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi (3/7), (3/21-22) ...

1 KS 4. Kesulitan dalam melakukan operasi aljabar pada (4/2-6)

  2 Kesulitan dalam melakukan penarikan akar bilangan (/7), (4/9-10), (4/15-16)real, yaitu : menghitung hasil dari 64 . 3 KS 4.3 Kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi (4/21-22) ...bentuk pangkat, yaitu : 64 = 64 .

D. Kategori Data

  Berikut disajikan kategori - kategori kesalahan dan kesulitan siswa dalam mengubahbentuk akar menjadi bentuk pangkat pada pembelajaran materi logaritma dalam bentuk : 1. Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk KH 1.17 pangkat dikarenakan oleh pengertian subyek bahwa 92 merupakan hasil dari bentuk kuadrat 3 .

KH 3.1, KH 3.2

  Kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat Kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkatdikarenakan subyek tidak mengerti definisi bentuk akar. Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkatdikarenakan oleh pegertian subyek bahwa tanda akar berarti pangkat dua.

3. Kesulitan dalam membuat suatu pernyataan ( alasan )

  a. Kesulitan dalam membuat suatu pernyataan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat dikarenakan subyekmengerjakan soal tidak menggunakan cara yang tepat.

KS 1.5, KS 1.8

  Kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat Kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkatdikarenakan subyek tidak mengerti definisi bentuk akar. Diagram Pohon Kategori dan Sub Kategori Data Kesalahan Subyek Livi Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk KH 1.1, KH 1.4, KH 1.8, pangkat dengan cara memangkatkan 4 suatu bilangan KH 1.13Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk KH 1.3, KH 1.15pangkat dengan cara mengkuadratkan bilangan Kesalahan dalam mengubah bentuk Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat dikarenakan KH.

KH 1.10, KH 1.18, KH 1.21

pemangkatan bilangan realKH 1.24 Kesalahan dalam melakukan Kesalahan dalam melakukan operasi aljabar terhadap KH 1.16, KH 1.19, KHoperasi aljabar pembagian 1.20, KH 1.21, KH 1.24 Kesalahan dalam melakukan operasi aljabar pada bentuk KH 1.14logaritma Kesalahan dalam melakukan operasi aljabar terhadap KH 1.6 penarikan akar suatu bilanganKesalahan dalam membuat suatu pernyataan terhadap hasil Kesalahan dalam membuat suatu KH 1.7 penarikan akar suatu bilanganpernyataan (alasan) Kesalahan dalam membuat suatu pernyataan terhadap hasil

KH 1.16, KH 1.19, KH 1.21

  pemangkatan bilangan real 44 45 Gambar 2. Diagram Pohon Kategori dan Sub Kategori Data Kesalahan Subyek Renata Kesalahan dalam memahami Kesalahan dalam memahami pangkat pecahan dimana KH 4.2konsep bentuk pangkat pangkat suatu bilangan yang berbentuk bilangan pecahan adalah tidak ada Kesalahan Siswa Kesalahan dalam melakukan Kesalahan dalam melakukan operasi aljabarKH 4.1 operasi aljabar terhadap penarikan akar suatu bilangan 47 48 Gambar 5.

KS 2.1, KS 2.2, KS 2.8

akar menjadi bentuk pangkat pangkat dikarenakan subyek tidak mengerti definisi bentuk akarKesulitan dalam memahami konsep bentuk akar yang KS 2.7mengakibatkan subyek tidak mampu mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat Kesulitan dalam memahami konsep Kesulitan dalam memahami konsep bentuk pangkat yangbentuk akar dan bentuk pangkat mengakibatkan subyek tidak mampu mengubah bentuk KS 2.10akar menjadi bentuk pangkat Kesulitan SiswaKesulitan dalam melakukan operasi aljabar terhadap KS 2.4penarikan akar suatu bilangan dikarenakan subyek tidak Kesulitan dalam melakukan operasipaham terhadap bentuk akar aljabarKesulitan dalam melakukan operasi aljabar pada pemangkatan bilangan real dikarenakan subyek tidak paham terhadap bentuk pangkatKesulitan dalam membuat suatu pernyataan terhadap Kesulitan dalam membuat suatu penarikan akar suatu bilangan dikarenakan subyek pernyataan (alasan)mengerjakan soal dengan sembarangan 49 50 Gambar 7. Diagram Pohon Kategori dan Sub Kategori Data Kesulitan Subyek Nuno Kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk Kesulitan dalam mengubah bentuk akarKesulitan Siswa KS 3.1 pangkat dikarenakan subyek tidak mengerti definisi bentukmenjadi bentuk pangkat akar Gambar 8. Diagram Pohon Kategori dan Sub Kategori Data Kesulitan Subyek RenataKesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi Kesulitan dalam mengubah bentukbentuk pangkat dikarenakan subyek tidak mengerti KS 4.3 akar menjadi bentuk pangkatdefinisi bentuk akar Kesulitan Siswa Kesulitan dalam melakukan operasi aljabar pada bentuk logaritma dikarenakan subyek tidak paham KS 4.1terhadap materi logaritma Kesulitan dalam melakukan operasialjabar Kesulitan dalam melakukan operasi aljabar terhadappenarikan akar suatu bilangan dikarenakan subyek KS 4.2 tidak paham terhadap bentuk akar 50

BAB V HASIL PENELITIAN Pada bab ini diuraikan kesalahan – kesalahan dan kesulitan – kesulitan

  Kesalahan dalam memahami konsep akar Kesalahan subyek dalam menyelesaikan soal - soal Matematika, khususnya dalam menyelesaikan soal-soal logaritma yang memuat bentuk akardapat dikategorikan sebagai berikut : , menurut subyek 4 mempunyai nilai yang sebanding dengan 4 2 4 = 4 1. Kesulitan memberikan penjelasan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkatKesulitan yang dialami subyek terjadi ketika subyek diminta 4 2 menjelaskan 16 = 16 dan 8 = 8 , yaitu subyek memberikan penjelasan terhadap asal pangkat dari bilangan 16 dan bilangan 8 tersebut.

BAB VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Dalam bab ini dikemukakan mengenai pembahasan hasil penelitian yaitu

  Kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkatDalam penelitian ini, kesalahan dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat yang dilakukan subyek yaitu subyek selalu mengubahbilangan bentuk akar menjadi bilangan berpangkat bilangan bulat sehingga hasil dari bentuk akar tersebut adalah bilangan rasional, sedangkanberdasarkan definisi bentuk akar, seharusnya hasil dari bentuk akar merupakan bilangan irrasional. Cara penyelesaian tersebut adalah membagi bilangan pokok dengan131 pangkat bilangan pokok tersebut, sebagai contohnya adalah 9 = 9 : = 3.3 Cara penyelesaian tersebut tentu saja tidak tepat karena tidak sesuai dengan definisi pangkat pecahan yaitu misalkan n bilangan bulat positif, a dan b n bilangan – bilangan real sehingga berlaku hubungan b = a, maka b disebut n n n n n akar pangkat n dari a ( jika b = a, maka b = a atau b = a dengan a dan b ∈ R ).

BAB VI I PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh serta hasil analisis data

  dalam penelitian ini, subyek banyak sekali melakukan kesalahan dan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal logaritma yang memuat bentuk akarterutama dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat. Berikut adalah kesalahan dan kesulitan subyek dalam mengubah bentuk akar menjadi bentukpangkat.

B. Saran

  Untuk mengurangi kesalahan dan kesulitan yang dilakukan siswa dalam mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat pada pembelajaran materilogaritma, penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut : 1. Oleh karena itu, sebelum melakukan 69 penelitian sebaiknya peneliti dibantu pihak sekolah khususnya guru,memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada subyek mengenai tujuan peneliti melakukan penelitian dan manfaat penelitian bagi subyek denganharapan subyek tidak canggung atau malu dalam memberikan jawaban beserta penjelasan terhadap pertanyaan – pertanyaan yang diajukan peneliti gunamemperoleh informasi selengkap mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

  P : “ Ya, seperti [ P menunjuk : 8 = 82 ] akar delapan sama dengan delapan pangkat dua dan [ P menunjuk : 16 = 164 ] akar enam belas sama dengan enam belas pangkat empat, padahal akarnya sama bukan ? P : “ Sedangkan yang di bawah ini [ P menunjuk : 16 ], akar sama dengan pangkat seperempat !

27. P : “ Terima kasih Renata…”

LEMBAR KERJA SISWA

  Nyatakan tiap bentuk logaritma di bawah ini dengan memakai notasi eksponen dan tentukan nilai tiap logaritma tersebut ! 2 Log 8 Penyelesaian : 3.

Dokumen baru

Download (111 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

HANDSOUT bentuk HANDSOUT bentuk HANDSOUT bentuk
2
376
8
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal fisika pokok bahasan alat optik berdasarkan taksonomi Solo :|bpada siswa kelas II Cawu 3 SLTP 9 Jember tahun pelajaran 2001/2002
0
37
67
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal fisika pokok bahasan alat optik berdasarkan taksonomi Solo: Pada siswa kelas II Cawu 3 SLTP 9 Jember tahun pelajaran 2001/2002
0
5
67
analisis kesulitan beleaar dalam mengerjakan soal-soal akutansi pokok bahasan laporan keuangan pad siswa kelas 1.3 cawu 1 man 2 jember tahun ajaran 2000/2001
0
12
64
Peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan pecahan malalui pendekatan palkam pada siswa SD
1
8
200
Analisis kesulitan menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa kelas IV MI YAPIA Parung-Bogor
1
56
82
Pengembangan sistem jaringan menjadi Vlan dalam bentuk simulasi
3
22
180
Analisis kesalahan penentuan ide pokok dalam karangan eksposisi siswa kelas x semester 1 di MA Annajah Jakarta Tahun pelajaran 2013/2014
0
38
180
Penerapan variasi stimulus untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan pendapatan nasional kelas X di SMA Negeri 12 Kota Tangerang Selatan
0
8
187
Analisis kesulitan siswa dalam pembelajaran IPS terpadu pokok bahasan pajak penghasilan di SMP Fatahillah Pondok Pinang
1
11
0
Analisis bentuk gharar dalam transaksi ekonomi
0
12
12
BAB I Perpangkatan dan bentuk akar (1)
0
9
5
Pengembangan media pembelajaran ipa terpadu interaktif dalam bentuk moodle untuk siswa smp pada tema hujan asam
0
1
19
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
10
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
25
Show more