TUGAS UTS PERILAKU KONSUMEN ANALISIS BUK

 0  1  11  2018-09-28 13:41:40 Report infringing document

  

TUGAS UTS PERILAKU KONSUMEN

ANALISIS BUKU WHY WE BUY DAN PENERAPANNYA

PADA TOKO RETAIL : TOKO BUKU GRAMEDIA

  

BY: IQBAL RAHMANUEL

041112143

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

  

2014

I. Profil Toko Buku Gramedia

  

Gramedia Asri Media adalahyang menyediakan

  jaringandengan diawali dari satu toko buku kecil berukuran 25m² di daerah Jakarta Barat dan sampai tahun 2002 telah berkembang menjadi lebih dari 50 toko yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain menyediakan buku, Toko Buku Gramedia juga menyediakan berbagai produk lain sepertil.

  Perusahaan ini bekerja sama dengan l. Di Surabaya Toko Buku Gramedia ada di Basuki Rachmat, Manyar, Royal Plaza, Tunjungan Plaza. Yang saya bahas di sini lebih kepada gramedia yang berletak di Tunjungan Plaza walaupun sistem yang di terapkan di setiap gramedia semuanya sama.

II. Analisis Buku Why We Buy dan Penerapanya Pada Toko Buku Gramedia

1. The Mechanic of Shopping

  Aspek yang di bahas pertama kali dalam buku untuk memahami mekanisme dan cara belanja pelanggannya, mulai dari masuk toko, sampai penataan tata letaknya, dalam buku ini ada 5 yaitu The twilight zone, you need hands, how to read signs, shoppers move like people, dan dynamic. Namun seperti yang di terapkan gramedia ada 3 point yang akan saya ulas yaitu The twilight zone, You need hands, dan Shoppers moves like people.

i. The Twilight Zone

  Dimulai dari pencahayaan toko penting dalam pandangan atau presepsi konsumen sebelum masuk ke dalam toko dengan pencahayaan yang terang tentu lebih baik dari pada yang remang – remang, dan juga penataan toko sangatlah penting karena pengunjung sudah langsung menilai toko saat melihatnya dari luar, dan gramedia sudah memenuhi semua kategori itu di mana gramedia mempunyai pencahayaan yang terang dan semuanya penataannya yang rapi dan baik terlihat dari luar melalui pintu masuknya yang besar maupun melalui kaca yang tembus, dan beberapa buku best seller yang di pajang di depan yang tentunya membuat konsumen tertarik untuk masuk dan melihat lebih jelas dan mencoba melihat lebih jauh dengan melihat resensi buku best seller tersebut di dalam toko buku gramedia tersebut. Dan begitu orang memasuki toko, konsumen perlu menyesuaikan diri. Pupil mata perlu penyesuaian, sehingga jangan mencoba memberi penawaran produk pada detik-detik rawan ini. Biarkan beberapa saat konsumen masuk dan melihat sekelilingnya atau penawaran Anda akan ditolak mentah dan

ii. You Need Hands

  Dalam kondisi apa, pengunjung toko perlu ‘tangan’ tambahan? Pengetahuan tentang hal ini akan membantu meningkatkan penjualan. Apa yang dilakukan oleh orang yang sudah memegang tas belanjaan namun memasuki toko Anda? Bantulah mereka dengan menyediakan ‘tangan’ tambahan dalam bentuk adanya tempat penitipan atau memberi tas jika tangan mereka sudah kelebihan beban atau tidak sanggup lagi memegang. Gramedia sudah menerapkannya dengan adanya tempat penitipan barang sehingga walaupun konsumen sudah belanja di tempat lain dan mem bawa banyak barang dia masih bias menitipkannya dan leluasa dalam menulusuri gramedia dengan nyaman dan juga adanya tas belanja untuk membantu membawa buku sehingga konsumen tidak kerepotan dalam membeli dalam jumlah yang banyak dan ini memungkinkan konsumen manambah jumlah pembeliannya.

iii. Shoppers Moves Like People Perlu tanda - tanda yang jelas agar dapat menuntun mereka menjelajahi seluruh bagian toko.

  Penataan barang pada rak yang terletak diantara mata dan lutut kaki amatlah penting karena mereka sulit untuk melihat di luar jangkauan itu. konsumen, di gramedia sudah di terapkan dengan jelas di mana letak buku buku dengan tipe yang berbeda dan sudah ada papan penjelasan di mana letak buku untuk umum, bisnis, motivasi, ekonomi, psikologi, agama, masakan, pelajaran, anak – anak, majalah, dsb. Biasanya orang ke suatu toko karena suatu tujuan dan terkadang sudah ada di listnya, namun saat masuk, gramedia memaksimalkan peluangnya konsumen yang awalnya hanya ingin membeli yang di list jadi tertarik membeli yang lainnya, selain itu di depan juga di taruh bagian selain buku yaitu aksesoris dan peralatan alat tulis kantor sehingga mau tidak mau sebelum menuju tempat tujuan si pembeli merelakan diri harus melihat produk – produk lainnya sehinnga kemungkinan membeli produk yang lain selain di tuju jadi besar. Letak stand/Toko di mall di sebelah kanan lebih mahal dari pada di kiri di karenakan pandangan orang yang lebih luas ke kanan sehingga stand / toko yang berletak di bagian kanan akan lebih terlihat lebih dahulu, dan gramedia kebanyakan menruh tokonya di mall adalah di bagian kanan mall dan bagian pojok kanan mal, begitu juga di gramedia tunjungan plaza yang terletak di pojok kanan.

  Di bagian ini menyoroti perbedaan perilaku pria, wanita, orang tua dan anak-anak ketika mengunjungi toko. Berbelanja adalah pengalaman berbeda untuk orang yang berbeda di tempat yang berbeda pula. Ada 4 point yang di jelaskan dalam buku ini Shop like a man, What women want, If you can read this you’re too young, dan Kids. Namun yang akan yang saya bahas di sini lebih ke 2 point yaitu shop like a man dan Kids.

i. Shop Like a Man

  Pria berbelanja sudah lazim. Mereka akan langsung menuju ke lokasi barang yang dibeli. Setelah mendapatkan, cepat-cepat membayar dan pergi. Tidak bertanya adalah cirinya, semua dilakukan dengan mencari rambu dan membaca petunjuk. Harap diingat, adalah kesalahan menawarkan bantuan begitu pria masuk toko. Jika tidak segera menemukan apa yang dicari, setelah berputar satu atau dua kali segera meninggalkan toko, karena menyerah. Statistik menyebut bahwa 65% kebanyakan wanita yang sudah berkeliling dan membaca banyak buku tidak membeli satupun buku di banding pria yang hanya sebentar berkeliling dan membaca buku di tempat, di gramedia perempuan di manjakan dengan fancy – fancy dan aksesoris dengan banyak variasinya. Toko lebih suka kedatangan konsumen pria karena kebanyakan sudah di pastikan beli dan kebanyakan pun pria hanya membutuhkan waktu yang sedikit untuk langsung segera bertransaksi di gramedia ini ketimbang perempuan. Sehingga di depan sebelum masuk ke bagian barang utama yaitu buku banyak di tawarkan seperti aksesoris computer, peralatan outdoor buat hiking seperti eiger, peralatan olah raga, cd dan kaset music maupun film, dan bolpoin untuk esekutif seperti parker, yang kebanyakan usernya adalah pria sehingga menjadi daya tarik tersendiri buat pria sehingga juga walaupun wanita yang bertujuan membeli di gramedia dan pria menunggu maka pria dapat menunggu dengan melihat ke bagian seperti aksesoris computer, peralatan olah raga, dsb seperti yang saya sebutkan tadi.

ii. Kids

  Anak – anak sangat penting sebagai target walaupun anak – anak terkadang bukanlah user ataupun yang menginginkan masuk ke toko, dan anak – anak lah yang gampang terpancing emosinya, sehingga lebih mudah di pengaruhi, Berilah perhatian pada jangkauan tangan-tangan anak dan remaja ini, dan seharusnya toko retail menyediakan kriteria dapat dicoba (bagian dari interaktif) seperti mainan anak atau pakaian untuk remaja. Perkenalan awal ini kelak membuka kesempatan, jika bersama orang tua, untuk terjadi penjualan. Dan jika anak – anak dapat pelayanan yang kurang menyenangkan maka dia akan melapor ke orang tuanya dan akan anak – anak maka otomatis orang tua akan mengikuti anaknya keluar dari toko tersebut.

  Gramedia sudah sadar akan peluang ini dengan bagian yang interaktif yaitu bagian film dengan menayangkan tayangan anak – anak dan mainan edukasi anak – anak yang dapat di coba dan langsung di mainkan yang di taruh di bagian paling depan toko saat masuk ke dalam toko, sehingga sang anak bias menunggu di situ saat orang tuanya belanja di gramedia, dan bahkan menjadi peluang untuk terjadinya pembelian karena keinginan anak yang besar terhadap produk yang di tawarkan karena anaknya menangis otomatis akan di belikan apalagi permainan yang di tawarkan di gramedia kebanyakan berbau edukasi walaupun anaknya tidak minta malah akan di tawarkan oleh orang tuanya untuk membelinya bahkan orang tua akan terpaksa membeli karena merasa sebuah kebutuhan untuk sang naka walaupun di awal tujuan masuk ke gramedia bukanlah membeli mainan, selain itu bagian buku anaka – anak dan komik cukup lengkap di gramedia sehingga seimbang dan merupakan daya Tarik sang anak jika di ajak ke gramedia sehingga anak tidak menolak saat di ajak ke gramedia bahkan malah menyukainya.

3. The Dynamic of Shopping

  Apakah kegiatan berbelanja itu rasional? Dalam buku ini di jelaskan Orang menggunakan printer merek Epson, namun jika ditanya mengatakan printer Hawlett-Packard yang bagus hasilnya.

  Apakah memotong rambut di salon dengan membayar Rp. 160.000,-, menjadi lebih ‘hebat’ dibandingkan memotong rambut dengan membayar Rp. 20.000,-? Pertanyaan mudah namun sulit untuk dijawab. Panca indera manusia harus diaktifkan agar sensasi yang dirasakan ketika di dalam toko maksimal. Peran mata, ada cermin, (melihat saat mencoba pakaian atau lipstick), meraba (untuk kasur, bantal bahkan pukul besi), hidung (parfum, sabun atau durian), telinga (untuk pembelian CD, kaset) maupun lidah (mencicipi snack atau juice merek baru). Dengan mengetahui karakteristik di atas, toko dapat menawarkan godaan kepada para pengunjungnya.

  Time, Cash, Magical Arts, Tapi yang saya bahas di sini ada 2 poin yaitu The Big Three dan Time.

i. The Big Three

  Toko berkaitan dengan 3 hal yaitu design, barang-barang, dan operasional seperti apa yang di kerjakan karyawan. Tampak masing-masing terpisah namun dalam praktek ketiganya saling berkaitan dan saling memengaruhi. Penjual seperti Wallmart, yang menyusun barang-barangnya dirak memberi dampak berbeda apabila perlakuan yang sama ada di Carrefour, Dalam 3 aspek penting ini gramedia menerapkannya dengan:

  Desain: Desain toko buku Gramedia berbeda dari toko buku yang biasa mereka lebih -

  mengadopsi gaya toko buku dari barat seperti Broadway Book Store yang terkesan mewah.

  Barang – Barang: Gramedia tidak hanya menjalankan dan menyediakan bisnis -

  utamanya yaitu jualan bukunya dan peralatan kantornya seperti toko buku lainnya yang ada di Indonesia tetapi juga menyediakan barang – barang aksesoris, olah raga, aksesoris computer, music, dsb seperti Broadway Book Store

  Operasional: Karyawan di toko buku Gramedia relatif banyak namun efisien dengan di -

  tempatkan di bagian dan tempat yang berbeda namun siap melayani pelanggan di bagian manapun, dan dengan ramah tamah sudah menyapa pelanggan semenjak masuk ke dalam toko buku dan membantu kita menemukan apa yang ingin kita cari jika tidak dapat kita temukan.

ii. Time

  Siapa yang suka antrian? Semua orang pasti tidak suka terutama antri di dokter. Hukum relativitas Einstein menyatakan waktu adalah relatif. Duduk satu jam bersama pacar terasa lebih cepat dibanding satu jam menunggu antrian di bank. Ketika harus menunggu, pembeli merasa tidak ada kepastian atau jemu. Ada teknik yang dapat dipakai untuk mengurangi dampak ini, yaitu: melakukan interaksi missal supervisor ikut membantu melayani nasabah atau membuka bertindak menjadi kasir tambahan, memberi kepastian dengan menyebut rentang waktu bahkan sekarang seperti PHD (pizza hut delivery) memberikan jaminan 20 menit gak sampai gratis 1 dilakukan di Bank dan pesawat. Yang di lakukan gramedia agar pelanggannya tidak protes dan selalu nyaman adalah membuat kasirnya tidak hanya di jaga 1 orang biasanya ada 2 atau lebih. Sehingga lebih efisien dan menghemat waktu karena di lihat juga pengunjung gramedia yang selalu ramai.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait

TUGAS UTS PERILAKU KONSUMEN ANALISIS BUK

Gratis

Feedback