Sejarah Perkembangan Taoisme di Indonesi

 0  0  17  2018-08-10 22:08:51 Report infringing document
Informasi dokumen

  

PERKEMBANGAN AGAMA TAO

DI INDONESIA

  

ABSTRAK

  Taoisme adalah agama yang lahir di Tiongkok dan memiliki perjalanan panjang dalam peradaban serta kebudayaan Tionghoa. Pengaruh Taoisme merasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat Tionghoa baik dari segi sebagai agama maupun filsafat kehidupannya. Taoisme sebagai lembaga keagamaan terbentuk pada masa Zhang Daoling di masa dinasti Han Timur dan ini berarti Taoisme sebagai agama sudah berumur 2000 tahun dan umur itu tidaklah pendek untuk memberikan pengaruh pada etnis Tionghoa dan budayanya. .

  Hampir tidak ada tulisan yang membahas perkembangan Taoisme di Indonesia padahal penyebaran orang Tionghoa ke Nusantara tentunya membawa kepercayaan dan tradisi mereka. Jejak Taoisme sebenarnya terasa, sebagai contoh adalah talisman atau yang disebut sebagai kertas “hu”

  符 adalah bentuk nyata yang sering kita lihat dalam kehidupan keseharian orang Tionghoa, perhitungan mengenai

  “ciong” (

  冲 ) dan sembahyang kepada Taisui 太 歲 adalah hal yang bisa dilihat dalam upacara yang terkait pada tahun baru Imlek. Dewa-dewi yang ada di kelenteng juga banyak yang memiliki keterkaitan dengan Taoisme, seperti misalnya Xuantian Shangdi, Taisui.

  Berdasarkan pengamatan lapangan, terasa nuansa Taoisme di banyak kelenteng, ini menandakan adanya kehadiran Taoisme yang seiring sejalan dengan kehadiran Tionghoa di Nusantara. Pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan diri dan mengusung semangat keagamaan dalam dasar negaranya kemudian dibentuklah departemen agama yang mendapat wewenang dalam pengurusan kepercayaan masyarakat Indonesia dan adanya agama-agama yang diakui oleh negara. Akibat dari hal itu, adanya pembatasan-pembatasan terhadap agama dan perlunya pengakuan negara agar keberadaannya menjadi sah secara hukum legal formal. Keywords : Taoism, kepercayaan, kelenteng, Tionghoa, tridharma, dewa.

1 Mahasiswa fakultas filsafat Universitas Katolik Parahyangan Bandung, juga murid sekte Longmen Quanzhen 龍 門全真弟子 dengan nama Taoist Zhang Libi 道名 張理彼.

  Pendahuluan

  Manusia memerlukan satu sisi yang “tidak terlihat” yang menjadi idea untuk menjadi landasan dalam kehidupan mereka sehingga unsur kepercayaan pasti terbawa dalam cara mereka menapaki hidup di tempat baru. Disanalah mereka menggenggam “idea” itu untuk menjadi cara bertahan dan menyesuaikan dengan kondisi tempatnya yang baru. Sehingga ada perbedaan-perbedaan dengan tempat asalnya. Perbedaan itu bisa disebabkan karena adanya interaksi dengan penduduk setempat di berbagai bidang, adanya perlengkapan atau bahan-bahan yang tidak didapat di tempat mereka tinggal. Hal ini menyebabkan adanya penyesuaian yang harus dimaklumi dan dihargai. Begitu pula kedatangan Tionghoa di Nusanatara sudah berjalan sejak ribuan tahun lamanya memerlukan unsure yang tidak “terlihat” baik budaya maupun kehidupan religiusitas mereka. Catatan terawal ada di “Buku Han Kemudian (

  後漢書

  

  ) . Karena itu orang Tionghoa ke Nusantara membawa juga budaya, kepercayaan serta pengetahuan mereka. Seperti pengetahuan pertukangan, pertanian bahkan yang menjadi unik adalah permainan “jaelangkung” (

  菜 籃 神 / 菜 籃 公 ) dan kata “jaelangkung” menjadi kata serapan dalam bahasa Indonesia. Permainan ini meluas di banyak kalangan, bahkan menjadi judul fim Indonesia. Dalam hal ini, permainan “jelangkung” adalah permainan rakyat yang berasal dari kepercayaan purba orang Tionghoa dalam melakukan komunikasi dengan para mahluk adikodrati. Fuji

  扶乩 sebagai cikal bakal lahirnya “jelangkung” adalah istilah yang dikenal dalam Taoisme, baik mainstream maupun Taoisme rakyat. Dalam hal ini kita bisa melihat bahwa yang terkait dengan “spritualisme” juga ada interaksinya.

  Seringkali para peneliti tentang keTionghoaan itu luput meneliti masalah kepercayaan Taoisme yang menjadi salah satu pilar utama dalam kepercayaan Tionghoa, hal ini juga menyulitkan saya dalam membuat tulisan sejarah Taoisme di Indonesia. Untuk memahami itu perlu mengkaji latar belakang kepercayaan sub etnis orang Tionghoa yang datang ke Nusantara ini dan memilah-milah aliran-aliran Taoisme yang mengikuti gelombang kedatangannya. Dan dari sisi lainnya, dengan melihat ragam ritual yang dilakukan, penamaan tempat ibadah dan klasifikasinya serta dewata-dewatanya yang menjadi pusat di tempat ibadah orang Tionghoa. Dengan cara seperti itu, memungkinkan merangkai sejarah Taoisme di Indonesia dan

2 Buku Sejarah dinasti Han atau yang disebut Hanshu 漢書 merupakan salah satu bagian dari 24 buku catatan

  范曄 ( 398-445 CE ) yang menuliskan sejarah Tiongkok dan “Buku Han Kemduian” dikompilasi oleh Fan Ye bahwa pada masa dinasti Han Timur tahun pemerintahan Yongjian 永建 ke 6 ( 131 CE ) datang utusan dari kerajaan Yetiao atau Java Dvipa . Sedangkan “Buku Catatan Geografis Han” 漢書地理志 menulis hubungan antara Tiongkok dengan kerajaan-kerajaan hingga semenanjung Melaya dan adanya pejabat perdagangan kerajaan Han yang ikut dengan kapal-kapal dagang. perkembangannya sejak jaman Nusantara hingga Republik Indonesia. Gelombang- gelombang yang dialami oleh orang Tionghoa juga tidak luput dari pasang surut tentunya memiliki pengaruh juga pada kepercayaan mereka.

  Semoga paper yang jauh dari sempurna ini bisa menjadi pemicu para peneliti untuk menggali Taoisme di Indonesia dan memperkaya khazanah pengetahuan bagi masyarakat Indonesia khususnya.

  Jalan Langit tiada perasaan Abadi bersama manusia yang berkebajikan

  天道無情常與善人 Daode Jing bab 79

KEPERCAYAAN SUKU TIONGHOA DI INDONESIA

  Kepercayaan orang Tionghoa di Indonesia itu pada umumnya bersifat tiga agama 三教 yang melebur ditambah dengan kepercayaan Wu 巫教, dibeberapa tempat bisa dilihat adanya interaksi atau peleburan dengan kepercayaan setempat. Hal ini wajar karena dasar kepercayaan Tionghoa itu adalah : polytheisme, penghormatan

  

  pada leluhur dan bersifat pragmatiPolytheismenya orang Tionghoa bersifat terbuka dan tidak sempit hanya pada kesukuan saja atau terikat pada dogma-dogma agama. Jadi tidak perlu aneh melihat adanya penghormatan pada Eyang Suryakencana di beberapa kota Jawa Barat seperti : Bogor, Sukabumi, Cibinong. Datuk yang dihormati juga fenomena umum di Sumatra. Bahkan ada beberapa orang Tionghoa mengangkat dewa yang non Tionghoa, misalnya Baron Skeder seorang Spanyol yang ada di kelenteng Weleri, Jawa Tengah. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan orang Tionghoa juga sudah lintas etnis.

  Umumnya orang Tionghoa Indonesia berasal dari provinsi Fujian 福建 dan menjadi mayoritas diantara orang Tionghoa itu sendiri, kemudian diikuti oleh sub suku lainnya seperti Hakka

  客 家 , Tiociu 潮 州 , Konghu 廣 夫 / 粵 , Hubei 湖 北 ,

4 Shandong . Mereka pada umumnya membawa kepercayaan yang

  山東, Hainan 海 berasal dari kampung halaman mereka yang bersifat cult dan memiliki konsep

3 Secara umum disebut agama rakyat

  4 Hampir 90% lebih etnis Tionghoa di Indonesia beretnis Han 漢族 dan biasanya mereka lebih

menyebut daerah asal mereka dibandingkan dengan menyebutnya sebagai sub etnis, tapi untuk orang

Hakka itu tidak berlaku karena diaspora Hakka di Tiongkok juga menyebar.

  

  “membagi abu “ fenxiang dengan membawa abu dari kelenteng kampung 分 香 halaman mereka. Menurut Jean deBenardi, pendupaan selain merepresentasikan

  

  sebuah kontak dengan dewata juga sebagai sebuah identitas kolekti Ini menjadi suatu bentuk “cult” pada dewata-dewata tertentu juga adanya konsep kedaerahan dan marga sehingga ada beberapa kelenteng yang mengusung semangat primodialisme

  

  dan cla Ini yang tampak dipermukaan, tapi jauh di dalamnya terasa nuansa Taoisme yang amat kental selain pengaruh Buddhisme dan juga Ruisme dalam kepercayaan orang Tionghoa.

  Orang Minnan sebagai mayoritas subetnis diantara orang Tionghoa memiliki keterkaitan sejarah yang panjang dengan Taoisme. Pada masa periode tiga negara ( 三

  國時期 ) banyak daoshi yang ke daerah Fujian untuk menghindari bencana, antara

  

  lain yang terkenal adalah Zuo Ci

  左慈, Ge Xuan 葛玄, Jie Yan 介琰 dan lain-lai Aliran Taoisme yang memberikan pengaruh pada rakyat Minnan adalah : Tianshidao 天師道, Waidan sect 外丹派, Maoshan sect 茅山宗, Neidan sect 內丹派, Shenxiao sect

  神霄派, Qingwei sect 清微派 , Lingbao sect 靈寶派 , Lvshan sect 閭山派,

9 Wudang Xuanwu sect . Selain orang Minnan, juga orang Hakka yang

  武當玄武派 banyak dipengaruhi oleh Taoisme terutama dalam pengamatan saya beberapa kali berinteraksi adalah Taoisme sekte Maoshan. Penghormatan Yuhuang Shangdi yang menjadi dewata utama di Taoisme juga ternyata menyebar di kalangan orang Minnan dengan merayakan hari lahir Yuhuang Shangdi dengan sebutan Tian Gong / Thi Kong

  

  (

  天 公 ) yang dikaitkan dengan bencana peperangan yang mereka alam

   ZhengYong

   walau Yuhuang 鄭 鏞 mengistilah dewata Taoisme yang merakya

  Shangdi tidak dimasukkan kategori itu oleh Zheng Yong, tapi dengan melihat betapa meluasnya penghormatan dan perayaan Yuhuang Shangdi di kalangan orang Tionghoa terutama mereka yang ke kelenteng, maka saya bisa mengatakan bahwa Yuhuang Shangdi yang asal muasalnya adalah dewata utama Taoisme sudah merakyat dalam artian penyebarannya sudah melampaui batasan-batasan Taoisme itu sendiri.

  Sering berjalannya dengan waktu dan tekanan politik pada masa Orba, agama-agama orang Tionghoa menghadapi masalah besar terutama pada kepercayaan

  5 Fenxiang menurut saya merupakan suatu cara cloning kebudayaan. Lih : Ardian Cangianto, “ Menghayati Kelenteng Sebagai Ekspresi Masyarakat Tionghoa”

  6 Jean deBenardi, The Way That Lives in The Heart, hal.20 7 Bdk. Kenneth Dean “Taoist Ritual and Popular Cults of South East China”.

  8 Chen Zhiping 陳支平, Agama Minnan ( 閩南宗教 ), hal 20

  9 Ibid hal.36-46 10 http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3542-tian-gong--thi-kong-%E5%A4%A9%E5%85%AC-dan- legenda-rakyat-minnan

  11 Lih. Zheng Yong 鄭鏞 ,Mencari Dewata Rakyat Minan ( 閩南民間諸神探尋 ),hal.63

  

  

  yang tidak diakui oleh negarmerupakan pukulan keras terhadap kepercayaan dan tradisi Tionghoa sehingga selama 30 tahun lebih menghadapi hambatan dan represi. Taoisme juga tidak luput dari hal itu dan menghambat perkembangannya di Indonesia.

  Yang perlu ditekankan di sini, orang Tionghoa pada umumnya tidak menggunakan agama sebagai identitas utama, karena itu mereka bisa terlihat lebih secular dan toleran terhadap agama lain. Yang menyolok di Indonesia adalah mayoritas tempat ibadah agama Tionghoa merangkul ke semua unsur agama yang

  

  三 教 Sehingga sudah selayaknya dan sewajibnya kaum agamawan dari tiga agama itu mengajarkan secara berimbang dan menjadikan tiga agama itu sebagai landasan kehidupan orang Tionghoa. Dan yang perlu dingat lagi selain hal di atas adalah agama-agama rakyat

  民間信仰 yang tidak terikat pada organisasi keagamaan apapun secara institusional. Mayoritas kepercayaan orang Tionghoa bersifat kerakyatan dan cult, ini yang perlu juga dihargai dan dilindungi.

JEJAK TAOISME DI INDONESIA

  Tidak ada catatan resmi kapan Taoisme masuk ke Nusantara, selain hanya diperkirakan masuk seiring dengan kedatangan orang Tionghoa. Bangunan-bangunan kelenteng dan dewa-dewa utama bisa menunjukkan pengaruh Taoisme, seperti penggunaan istilah ‘gong/ kiong

  宮’, dewata utamanya seperti Xuantian Shangdi 玄天 上帝, Tianshang Shengmu 天上聖母 dan lain-lain. Jejak-jejak keberadaannya terasa terutama dari aliran Zhengyi sekte Maoshan

  茅

  

   山 dan Lvshan 閭山, Liuren 六壬. Penyebarannya di berbagai penjuru Nusanta dan juga dikunjungi oleh daoshi dari luar negri, antara lain :

  • berjalannya dengan waktu, tapi kemudian bangkit lagi dengan kedatangan

  Jakarta, di Jakarta istilah saikong ( sigong 司 公 ) melenyap seiring dengan

  12 Agama yang diakui oleh negara pada masa Orde Baru adalah : Islam, Kristen, Buddha, Katolik, Hindu. Masa

sekarang ini ditambah dengan agama Khonghucu. Hal ini tidak saja menimpa pada kepercayaan orang Tionghoa

tapi juga menimpa para penganut agama yang tidak diakui oleh negara, bahkan agama asli orang Indonesia juga

menghadapi permasalahan serupa.

  

13 Instruksi presiden yang melarang semua kepercayaan dan tradisi orang Tionghoa untuk ditampilkan di muka

umum.

  14 Tridharma itu adalah Buddhisme Mahayana, Ruisme ( agama Khonghucu ) dan Taoisme.

  15 Apa yang ditulis berdasarkan dari pengamatan lapangan dan informasi dari beberapa orang, dan yang jelas mengusung Taoisme. para pendatang dari luar pulau Jawa. Umumnya mereka beraliran Maoshan atau Lvshan. Kelenteng Jiulidong 九鯉洞 memiliki perlengkapan untuk fuji

  扶 乩 dan pernah mengundang para daoshi aliran Quanzhen dari Singapore

  

  untuk melakukan upacara ritua Dalam suatu kesempatan di satu kelenteng Jakarta, penulis menemukan satu tablet (

  神位 ) yang diperuntukkan Wang Chongyang

  王 重 陽 tapi sayangnya dicat ulang dengan tulisan lain, walau demikian jika diperhatikan, masih tetap terbaca tulisan guru sesepuh Wang Chongyang. Kota Bogor, di jalan Mantarena, ada aula Sanqing

  三 清 殿 yang didirikan

  oleh almarhum Huang Nanxing 黃南星 seorang taoist dari aliran Maos dan setiap tahunnya merayakan hari kebesaran Taishang Laojun pada tanggal

  15 bulan 2 penanggalan Imlek. Kota Bandung, ada kelompok aliran Liuren

  六壬派, selain itu aliran Maoshan

  • 茅山 ada kelentengnya di jalan Lengkong. Menurut bapak Andreas Santoso, dulu di Bandung ada saikong ( sigong

  司公 ) Tegal, sekarang ini Chen Liwei daozhang

  陳 理 為 道 長 , daoshi dari aliran

  • Quanzhen yang melayani umat dan berafiliasi dengan kelenteng Tekhai Kiong 澤 海 宮 . Obyek penghormatannya adalah Zehai zhenren 澤 海 真 人 dan menurut kepercayaan masyarakat, gelar zhenren diberikan oleh kaisar Qianlong ( 1711-1799 ).

  Medan, nuansa Taoisme aliran Zhengyi terasa amat kental di Medan terutama - adanya saikong dan banyak orang Tionghoa di Medan meminta tolong pada mereka. Bahkan para daoshi aliran Zhengyi di Singapore, antara lain Li Luoming daozhang

  李羅明道長 sering ke Medan, Batam , Jakarta. Khusus Sumatra, seperti kota Palembang yang pernah dikunjungi, banyak yang beraliran Maoshan(

  茅山) dan Lvshan( 閭山) di sana. Sulawesi, terutama Gorontalo dan Menado, mayoritas dari mereka beraliran - Lvshan dan ada beberapa dari aliran Maoshan. Salah satu yang terkenal dari Menado adalah para medium (

  乩童) yang melakukan upacara pengobatan dan pelayanan umat di kelenteng Nezha miao 哪 吒 廟 , Jakarta. Salah satu tokohnya adalah bapak Eddy Loho.

  Surabaya ada kelenteng dengan nama yang agak unik yaitu Beiji miao / Pakik - Bio ( 北 極 廟 ) dewa utamanya adalah Xuantian Shangdi 玄 天 上 帝 .

  16 Kelenteng Jiuli dong saya masukkan ke dalam kelenteng Taoisme selain adanya fuji 扶乩 ( pengundangan dewata menggunakan batang kayu ) yang masih dilakukan hingga sekarang juga karena mereka menyadari dasarnya adalah Taoisme. Lihat Zheng Yong 鄭鏞 ,Mencari Dewata Rakyat Minan (

  閩南民間諸神探尋) ,hal.66

  

17 Berdasarkan informasi yang saya dengar, Huang Nanxing daoshi sempat mengambil lu 受錄 dari Longhu Shan

龍虎山.

   Yang menarik dari kelenteng itu

  

  武當進 Sayangnya tidak memiliki waktu untuk bertanya dan tidak sempat memfotonya. Disini menunjukkan adanya kemungkinan kelenteng tersebut memiliki kaitan dengan gunung Wudang

  武 當 , memiliki nuansa Taoisme yang amat kental. Selain itu ada daoshi ( 道士 ) dari aliran Quanzhen ( 全 真 )dengan nama Taoist Wu Maofu 吳懋福 道長 yang melayani umat Tao.

  • dengan karakteristik aliran Lvshan, dengan adanya cambuk dharma

  Solo, kelenteng Baoan gong ( 保 安 宮 ) memiliki jejak adanya medium

  法 索 ,

  

   Cirebon, kelenteng Chaojue si (

  朝覺寺 ) awal muasalnya adalah dari satu

  • kelenteng kecil yang berada di belakang aula utama sekarang ini. Fokus penghormatan pada aula kecil yang berada di belakang sekarang ini adalah Xuantian Shangdi ( 玄天上帝) dan ada pedang pusaka ( 寶劍 ) yang digunakan oleh medium beserta tambur dan simbal. Kalimantan, selain terkenal dengan tatung ( medium ) juga dikenal para - saikong yang beraliran Maoshan. Dari pengalaman mengunjungi Singkawang, ada foto yang sangat tua, dalam foto itu ada seorang daoshi yang sedang duduk. Kelenteng Gi Hap bio Palembang ada altar untuk jendral 5 tangsi lengkap - dengan jarumnya. Semarang, pada tahun 2006, Li Zhiwang daozhang
  • Singapore datang ke Semarang untuk berbagi pengetahuan tentang Taoisme yang berkesinambungan hingga sekarang. Tan Enghing, seorang daoshi dari sekte Qingwei, tahun 2012 datang ke Semarang untuk berdiskusi tentang medium.

  李 至 旺 道 長 dari

  Masih banyak lagi jejak keberadaan Taoisme di Indonesia jika mau diteliti lebih mendalam semua tempat ibadah agama Tionghoa. Misalnya tokoh yang terkenal di pulau Jawa adalah Tan Tiksiu

  陳德 修 ( 1884-1929 ) yang kemudian oleh banyak orang digelari xian 仙. Banyak orang yang memasang foto beliau yang mengenakan jubah Dao

  道袍 yang berwarna gelap dengan gambar bagua 八卦圖. Selain yang bersifat fisik yang ada di kelenteng, pada tahun 1937 Daodejing 道 德 經 dalam

  

18 , diakses pada tanggal 16 Febuari 2014,

jam 01:05

  

19 Penyatuan abu ke gunung Wudang. Papan seperti itu tidak pernah saya lihat di kelenteng manapun di pulau

Jawa.

  20 Saat ditanyakan kepada beberapa pengurus di kelenteng tersebut, mereka sendiri tidak tahu sejak kapan adanya medium dan menurut mereka, perlengkapan itu sudah lama sekali. bahasa Melayu diterbitkan oleh Bockhandel Tan Khoen Swie, Kediri. Selain itu penulis pernah melihat penjabaran kitab Taishanglaojun changjingjing 太上老君常

  說 清 靜 經 dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan ingatan, buku itu terbit di tahun 1960an. Buku “Ilmoe Gaib” yang diterbitkan oleh N.V Handel Mij & Drukkerij tahun

  

   Taoisme yang diluar dari kelompok orthodox atau mainstream juga ada di Indonesia, seperti misalnya Yiguan Dao (

  一貫道 ), De Jiao (德教 ), Sanyi jiao

  

  三一教 ), Taishang men ( 太上門 ),Xinsheng Fojiao Banyak kelenteng juga yang tanpa disadari melakukan upacara Taoisme, selain upacara ulang tahun Yuhuang Shangdi, upacara lainnya adalah upacara kepada Taisui

  太 歲 , baik dalam bentuk perlindungan maupun ucapan terimakasih, entah karena factor chiong / ciong 冲 . Ada beberapa vihara-vihara terutama yang berafiliasi pada

  Buddhisme Mahayana Tiongkok, sebagai contoh adalah vihara Vajrabodhi, Bogor

  

  yang melakukan upacara Lidou maupun agama-agama rakyat seperti zhai an 禮斗

  

   Hal ini tidak perlu dipertentangkan 齋庵 yang umumnya adalah para caici 齋姐 tapi harus dilihat sebagai pengaruh Taoisme dan adanya interaksi yang harmonis dalam kepercayaan yang dianut oleh orang Tionghoa.

TAOISME PASCA ORDE BARU

  Selain perlunya pengakuan negara terhadap agama, kita perlu melihat bahwa

   Taoisme sendiri dapat dibagi dua golongan besar, yaitu Taoisme rakyat

  民間道 dan Taoisme Orthodox 正 統 道 教 . Jean deBenardi menggunakan istilah “Chinese

  

popular religion” dalam sub judul buku “The Way That Living in Harmony”, bisa

  saja demikian karena yang disebut Taoisme rakyat juga pada intinya sudah terjadi peleburan diffused religion (混合宗教 ). Dengan melihat penggolongan ini, kita bisa membagi dua bagian besar dahulu Taoisme di Indonesia. Secara umum, kepercayaan orang Tionghoa itu bersifat pragmatis dan sarat symbol-simbol pemenuhan kehidupan mereka. Misalnya benda-benda yang digunakan untuk persembahan itu sering dikaitkan dengan pengharapan mereka. Yang umum bersifat homophone , contohnya adalah buah apel yang dilambangkan sebagai pengharapan

  21 Buku itu sebagian berisi ilmu Fuzhou 符咒 ( mantra dan talisman ) dan banyak “fu” dibuku itu merupakan bagian dari Zhuyuoke 祝由科.

  22 Yiguan dao, De jiao, Sanyi jiao, Xinsheng Fojiao bersifat sinkretisme tetap saya masukkan karena memiliki nuansa Taoisme yang kental.

  23 Kadang disebut baidou 拜斗, termasuk caici juga menyebutnya dengan sebutan yang sama.

  24 Caici adalah para pendeta perempuan etnis Hakka yang hidup selibat.

  25 Saya menggunakan istilah Taoisme rakyat untuk kepercayaan rakyat yang nuansa Taoismenya lebih kental. akan keselamatan 平 安 , buah srikaya agar menjadi kaya raya, buah pepaya tidak boleh untuk persembahan karena mengandung kata “paya” yang berarti payah. Ini juga menjadi masalah bagi Taoisme dan umat Taoisme itu, selain masalah pengakuan negara.

  Permasalahan hidup yang diisi dengan pragmatism spiritual juga akan mempengaruhi pola pikir yang akan selalu pragmatis, untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan kebajikan, kebijakan, pengertian-pengertian akan hidup itu akhirnya diisi oleh Buddhisme dan Ruisme. Kitab penuntun moralitas Taoisme seperti

  Taishang Ganying pian

  太上感應篇 jarang terlihat apalagi kitab-kitab lainnya. Jika ada juga banyak yang lebih membahas masalah ilmu-ilmu yang terkait dengan Taoisme atau cenderung membawa kearah kesaktian dan pola pikir seperti ini menurut saya mendegradasi nilai-nilai Taoisme. Kelenteng-kelenteng yang mengusung kata Tridharma juga jarang membahas Taoisme terutama ajaran-ajaran Taoisme dari sudut kitab-kitab Taoisme. Pada umumnya agama Taoisme yang ada di Indonesia ini adalah agama Taoisme rakyat, sehingga dasar konsep pengajarannya juga berdasarkan konsep keagamaan rakyat yang lebih ke arah pragmatism baik untuk kebutuhan fisik maupun spiritual. Yang menarik adalah buku karya bhiksu Jingkong

  淨空法師 yang menjabarkan Taishang ganying pian 太上感應篇 pernah dilihat oleh penulis, dengan cara begitu bhiksu Jingkong secara tidak langsung juga menyebarkan ajaran Taoisme.

  Sejak kejatuhan Orde Baru dan dicabutnya Inpres 14/1967 oleh almarhum Abdulrahman Wahid saat menjabat sebagai presiden membawa angin segar bagi budaya Tionghoa dan juga Taoisme. Sejak itu banyak sekali daoshi dari luar negri yang datang ke Indonesia untuk mengembangkan Taoisme di Indonesia. Sayangnya buku-buku Taoisme sebagai agama tidak banyak beredar di masyarakat, hal ini karena disebabkan pada umumnya buku-buku tersebut beraksara Tionghoa. Momentum ini sebaiknya dimanfaatkan karena Taoisme baik sebagai agama maupun filsafat mengandung unsur-unsur kebajikan dan memiliki nilai-nilai positif bagi masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia. Sekarang ini semakin banyak buku-buku “Daode Jing” dalam bahasa Indonesia, selain itu adalah buku karya Zhuang Zi, Lie Zi. Minat masyarakat Indonesia terhadap filsafat Taoisme juga semakin tinggi. Perkumpulan Theosofi Bandung adalah salah satu kelompok yang mempelajari filsafat Taoisme.

  Yang patut disayangkan adalah adanya gesekan-gesekan di antara masyarakat penganut kepercayaan Tionghoa. Dalam jangka panjang akan merugikan semua umat termasuk umat Taoisme sendiri dan berujung mengganggu keharmonisan dalam hidup di masyarakat. Taoisme sendiri mengajarkan “harmonis” 和 諧 , “sifat menerima”

  包容, “kebajikan” 德 , “ non intensi “ 無為, sehingga selayaknya sebagai umat Taoisme menjunjung ajaran-ajaran Taoisme dengan menjaga keharmonisan dan sikap menghormati yang lain. Dengan demikian kemungkinan gesekan itu semakin kecil dan menuju keharmonisan sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”.

  KESIMPULAN

  Perkembangan Taoisme di Indonesia melalui proses jalan yang panjang hanya saja karena adanya keterputusan pengajaran, baik karena factor politik, geografis sehingga terasa melambat. Walau demikian pengaruh Taoisme tetap memasuki sendi- sendi kepercayaan di komunitas Tionghoa maupun non Tionghoa. Taoisme sebagai agama yang mengutamakan De

  德 ( kebajikan yang berkekuatan ) pastinya bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dunia. Tapi perlu diingat bahwa Indonesia juga memiliki kekhasan tersendiri yang mana kekhasan itu mempengaruhi juga orang Tionghoa di Indonesia. Sehingga perlu kearifan para daoshi di dunia untuk memahami kekhasan itu dan mengembangkan Taoisme yang juga memiliki sendi kekhasan Indonesia itu.

  Dengan adanya percepatan informasi dan transportasi, sekarang ini untuk mempelajari Taoisme menjadi lebih mudah. Untuk mengisi kekosongan pengetahuan, perlu dihadirkan para daoshi yang berpengetahuan luas, baik dari sekte Zhengyi maupun Quanzhen untuk membabarkan ajaran Taoisme kepada masyarakat Indonesia. Selama ratusan tahun, orang Tionghoa di Indonesia tidak mempertentangkan agama-agama yang dianut oleh mayoritas orang Tionghoa, yang dikenal dengan sebutan tridharma, sehingga sikap ini perlu dihargai sebagai landasan keharmonisan dalam bermasyarakat. Jika di Indonesia, kearifan luhurnya dituangkan dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, maka orang Tionghoa juga memiliki kearifan yang luhur dan sejiwa dengan “Bhinneka Tunggal Ika”, yaitu “harmonis walau tidak sama” ( 和而不同 ).

  Daftar pustaka : Chen Zhiping

  陳支平 , Agama Minnan ( 閩南宗教 ),2007, Fuzhou 福州: Fujian

  People’s Publisher 福建人民出版社 deBenardi, Jean, The way that lives in the heart : Chinese popular religion and spirit

  medium in Penang, 2006, Stanford : Stanford University Press

  Zheng Yong 鄭鏞 , Mencari Dewata Rakyat Minan ( 閩南民間諸神探尋), 2009,

  Zhengzhou 鄭州 : Hunan People’s Publisher 湖南人民出版社.

  Situs internet :

  akses pada

  tanggal 16 Febuari 2014, jam 01:05 http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3542-tian-gong--thi-kong- %E5%A4%A9%E5%85%AC-dan-legenda-rakyat-minnan Photo : Foto

  Lokasi Keterangan

  Vihara Foto itu sudah amat Maha tua, menunjukkan Karuna, seorang daoshi Singkawan yang berumur tua g sedang duduk dan memegang kipas. Sayangnya pengurus vihara yang saya tanya, tidak tahu menahu soal foto itu

  Vihara Persiapan dalam Yasodara, merayakan Jakarta

  Chongyang 重陽節 dan Jiuhuang ye

  九 皇 爺 . Vihara Yasodara adalah zhai an

  齋 庵 , tempat tinggal para caici 齋姐. Bio Altar Sanqing Fazhugong Tianzun, Taiyijiuku

  Tianzun dan 法 主 公 廟 . Leisheng Puhua

  Jakarta Tianzun didirikan untuk menyambut ulang tahun Fazhugong pada tahun 2012.

  Nanjing Altar untuk jendral gong lima tangsi 南 靖 五營將 lengkap dengan

  宮, Cilacap. jarum dan cambuk dharma

  法索. Nezha miao Mediumship. 哪 吒 廟 , Jakarta Jiulidong Perlengkapan untuk fuji 九 鯉 洞 , 扶乩. Jakarta Beberapa tahun yang lampau pernah mengundang daoshi dari Singapore untuk melakukan ritual.

  Fuan gong Altar untuk jendral lima tangsi 福 安 宮 , 五營將, Cilacap lengkap dengan fasuo, jarum dan pedang.

  Baoan gong Fashuo yang kelihatannya sudah 保 安 宮 , puluhan tahun Solo umurnya. Selain itu ada jarum lima tangsi.

  Xietian Gantang yang akan digunakan untuk gong

  協天 ritual bintang utara 宮, 禮斗. Bandung Jinde yuan Tablet dewa ini aslinya bertuliskan 金德院, sesepuh Wang Jakarta.

  Chongyang 王重陽

  祖師 dan sesepuh Song Taifeng

  宋太 峰 祖師.

  Chaojue si Tambur dan symbal serta pedang yang 朝覺寺, biasa digunakan Cirebon oleh para medium, di aula Xuantian

  Shangdi 玄天上帝. Tapi tidak terlihat adanya jarum 5 tangsi.

  Jinwangye miao 金王

  爺廟, Tanjung Balai, Karimun

  Perlengkapan medium seperti fashuo dan bola duri.

  Caishen miao 財神

  廟, Babakan Madang.

  Persiapan untuk injak bara 踏火, tahun 2009. Semarang Li Zhiwang daozhang 李至旺

  道長 dari sekte Quanzhen

  全真派 sedang memimpin upacara “Hari Taois” tahun 2009.

  Pangkal Li Luoming Pinang, daozhang

  李羅明 kepulauan 道長 dari sekte Belitung. Zhengyi

  正一派 memimpin upacara kelenteng Lifu wangye

  李府王爺 廟 tahun 1999. Sumber : Li Luoming daozhang

  Semarang. Tahun 2012, Tan Enghing

  陳榮興, murid sekte Qingwei

  清微 dari Singapore selain menjalankan prosesi medium juga mengadakan diskusi tentang medium dengan masyarakat Semarang. Singkawan Pada umumnya g medium di Singkawang tidak mengenakan baju oto

  肚兜, tapi medium ini memakai baju oto.

  Pakik bio Pada perlengkapan prosesi tertulis 北极

  “Wudang jinxiang” 武當進香. Sumber : bp.Henry Najoan

Sejarah Perkembangan Taoisme di Indonesi
Dokumen baru

Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags

Sejarah Dan Perkembangan Bahasa Indonesi

Perkembangan Ekonomi Syariah Di Indonesi

Sejarah Munculnya Pariwisata Di Indonesi

Sejarah Perjuangan Perempuan Di Indonesi

Profil Dan Sejarah Usahatani Di Indonesi

Sejarah Perkembangan Islam Di Dunia Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam Di

Sejarah Perkembangan Konstruksi Di Benua

Perkembangan Sejarah Psikologi Di Indone

Sejarah Perkembangan Sosiolpgi Di Indone

Sejarah Perkembangan Taoisme di Indonesi

Gratis

Feedback