ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) (STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

Gratis

0
0
151
7 months ago
Preview
Full text

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) (STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

  ASEP FAIZ MUIZ 106051001787 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM JAKARTA 1431 H/ 2010 M

  

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN

  Skripsi yang berjudul

  “ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK

ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN

PEMBANGUNAN (STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM

TAHUN 2009)” Telah di ujikan pada sidang Munaqosah Fakultas Ilmu Dakwah

  dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada tanggal 23 Juli 2010 . Skripsi ini telah diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata 1 (S.1) pada Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

  Jakarta, 23 Juli, 2010

  

Sidang Munaqosah

  Ketua Sidang Sekretaris Sidang Drs. Wahidin Saputra, MA Umi Musyarofah, MA

  NIP. 19700903 199603 1 001 NIP.19710816 199703 2 002 Anggota,

  Penguji I Penguji II Gun Gun Heryanto, M.Si Drs. Jumroni, M.Si

  NIP. 19760812 200501 1 005 NIP. 19630515 199203 1 006 Pembimbing

  Drs. Tarmi, MM NIP. 19460824 196510 1 001

  

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI

GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP)

(STUDI KASUS PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

SKRIPSI

  Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

  

Oleh:

ASEP FAIZ MUIZ

106051001787

Di bawah Bimbingan :

  

Drs. Tarmi, MM

NIP. 19460824 196510 1 001

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

JAKARTA

  

1431 H/ 2010 M

LEMBAR PERNYATAAN

  Dengan ini saya menyatakan bahwa : 1.

  Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata Satu (S1) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2. Semua Sumber yang penulis gunakan dalam penulisan ini telah penulis cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif

  Hidayatullah Jakarta 3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli penulis atau merupakan hasil jiplakan karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  Jakarta, 28 Juni 2010 Asep Faiz Muiz

  

ABSTRAK

Bismillahirahmanirahim

  Kehidupan perpolitikan di Indonesia telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, sehingga membuat para politisi dan tokoh-tokoh politik berlomba untuk membuat suatu organisasi atau partai politik. Perbedaan ideologi, konsep dan karakteristik menjadi sebuah polemik tersendiri dalam merebut serta mencapai suara dan pendukung terbanyak. Munculnya partai-partai baru menambah makin luasnya dinamika politik bangsa ini. Tetapi justru membuat partai-partai lama harus memutar otak agar tidak mudah tersaingi dari partai- partai baru.

  Pencapaian tersebut perlu ditelaah dan dikaji agar masyarakat jangan mudah terjebak oleh rayuan-rayuan manis yang dikeluarkan oleh masing-masing partai politik. Penjelasan tersebut akan kita dapatkan setelah menelaah marketing politik dari tiap-tiap partai yang dalam hal ini partai yang penulis angkat adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

  Kunci kesuksesan mengapa Partai Gerindra yang boleh dikatakan partai ingusan tapi dalam realitas pada pemilu 2009 yang lalu masuk dalam lima partai besar, adalah bahwa memang partai tersebut berusaha untuk menyakinkan publik bahwa partai ini memang memusatkan perjuangan politiknya demi dan atas nama rakyat. Sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebagai partai yang masuk dalam salah satu partai tertua di Indonesia lebih banyak memusatkan perjuangan politiknya pada para kader-kader militannya serta tanpa melupakan perhatiannya untuk merebut hati calon-calon kader yang baru.

  Penulis merasa tertarik melakukan penelitian ini untuk mengetahui lebih jelas bagaimana sebuah partai baru (Partai Gerindra) bisa masuk dalam lima partai besar. Sedangkan PPP sebagai salah satu partai tertua di Indonesia belum pernah merasakan kemenangna secara mutlak. Inilah mengapa penulis mengkomparasikan keduanya dalam sebuah analisi komparatif marketing politik. Sebab yang penulis angkat dalam hal ini adalah seputar tentang marketing politik dari kedua partai tersebut.

  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan cara analisis komparatif yang digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau realitas konsep, perjuangan politik serta karakteristik dari masing-masing partai tersebut. Agar memperoleh penjelasan yan lebih jelas dan mengena dalam penjabarannya komparasi tersebut dibatasi pada tahun 2008.

  Berangkat dari hasil penelitian diketahui bahwa, masing-masing partai mempunyai aspek-aspek bisa diunggulkan serta kekurangannya. Seperti Partai Gerindra yang mengemas kampanye politiknya dengan mengumandangkan haluan dasar perjuangannya yaitu “Ekonomi Kerakyatan”. Sedangkan PPP lebih banyak mengemas kampanye politiknya melalui jalur hubungan kader-kader militan tanpa melupakan pencarian kader-kader baru.

KATA PENGANTAR

  Syukur al-Hamdulillah segala puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada hamba- hamba-Nya, sehingga, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul :

  

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI

GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP)

(STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

  Sholawat serta salam, semoga tetap dilimpahkancurahkan kepada sang pemimpin dan proklamator Islam yaitu : Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, pengikutnya, dan umatnya.

  Penulis menyadari bahwa berbagai kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh sebab itu, tanpa bantuan dari pihak yang turut serta dalam proses penulisan skripsi ini, maka penulis tidak akan mungkin dapat menyelesaikannya untuk menda patkan gelar “Sarjana Komunikasi Islam” (S.Kom.I). untuk itu, dengan segala hormat dan kerendahan hati, penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada : 1.

  Ayahanda tercinta KH. Ishaq Abdul Aziz dan Ibunda tersayang Hj. yang telah berjuang keras untuk melahirkan seorang anak yang

  Sukaesih,

  selalu melakukan kesalahan ini, dengan tanpa henti-hentinya untuk mendoakan agar menjadi anak yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan agama.

  2. Dr. Arief Subhan M.A sebagai Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, beserta segenap jajarannya yang tanpa bosan-bosannya membimbing kami dalam melaksanakan segala aktivitas perkuliahan.

  3. Drs. Tarmi, MM selaku dosen pembimbing, yang selalu memberikan pengarahan pada penelitian skripsi ini, guna kelancaran dan kesuksesan penyelesaian tugas akhir ini.

  4. DPP Partai Gerindra, Ibu Any selaku Kepala Divisi Pemberdayaan Kewanitaan, DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Bapak Jojo selaku bagian penelitian dan pengembangan harian, yang sudah bersedia membantu secara sukarela dan penuh semangat memberikan bimbingan serta kemudahan kepada peneliti dalam merampungkan tugas akhir ini.

  5. Drs. Jumroni, M.Si selaku ketua Jurusan Komunikasi Pemyiaran Islam (KPI), Ibu Umi Musyarafah, M.Ag selaku sekretaris Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, yang tidak pernah bosan membimbing peneliti dan kawan- kawan yang lain dalam segala urusan perkuliahan. Semoga kedepan jurusan KPI menjadi semakin berkembang baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

  6. Seluruh Dosen dan Civitas Akademik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

  komunikasi, atas segala ilmu yang telah diberikan sehingga dapat membentuk kesadaran peneliti dalam bentuk intelektualitas dan spiritualitas.

  7. Seluruh Keluarga Besarku, Lely Zaenab S.Pd, Jamilah AMK, Vivih

  Sofiah S.Pd.I serta para kakak-kakak iparku H. Dayat S.Ag, Dedy Hidayat

  semoga tetap menjadi keluarga yang utuh dan bahagia hingga akhir

  S.Pd.I hayatnya. Keponakanku yang tercinta Rifky, Safwa Audya, Adzka, Aufa

dan Nahwan semoga selalu rajin belajar dan nurut sama Bapak dan Ibu.

  8. Kawan-kawan pada Jurusan KPI angkatan 2006, wa bil khusus kawan- kawan kelas B, yang selama kurang lebih 4 tahun kita belajar, diskusi dan tertawa bersama. Semoga kebersamaan ini dapat terus terjalin hingga seterusnya. Kawan-kawan di HMI dan kawan- kawan “LogiKa”, kita akan bertemu dalam perjuangan yang lebih luas lagi kawan!!!! God Bless You

  All…….

  9. Drs. KH. Nuruddin Munawar Pesantren “Tapak Sunan” atas bekal iman dan ilmu yang telah diberikan.

  10. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu, yang telah membantu peneliti merampungkan tugas akhir ini.

  Tanpa bosan-bosannya peneliti haturkan terima kasih banyak kepada orang-orang hebat yang terlibat dalam pengerjaan skripsi ini, semoga Allah SWT memberikan rizki dan kasih saying yang berlimpah untuk mereka. Harapan peneliti mudah-mudahan skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi khalayak luas sekaligus menjadi bukti eksistensi peneliti di dunia ini.

  Jakarta, 28 Juni 2010 Asep Faiz Muiz

  

OUTLINE

Analisis Komparatif Marketing Politik Antara

Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

  

(Studi Pada Kampanye Pemilihan Umum Tahun 2009)

LEMBAR PERNYATAAN ......................................................................... ii

ABSTRAK .................................................................................................... iii

KATA PENGANTAR .................................................................................. v

DAFTAR ISI ................................................................................................. viii

  BAB I PENDAHULUAN A.

  1 Latar Belakang Masalah ...................................................

  B.

  5 Batasan dan Perumusan Masalah .....................................

  1.

  5 Pembatasan Masalah ...................................................

  2.

  5 Perumusan Masalah ....................................................

  C.

  6 Tujuan dan Manfaat Penelitian ........................................

  1.

  6 Tujuan Penelitian ........................................................

  2.

  6 Manfaat Penelitian ......................................................

  D.

  6 Metodologi Penelitian ......................................................

  1.

  7 Teknik Pengumpulan Data .........................................

  a.

  7 Observasi ................................................................

  b.

  8 Wawancara .............................................................

  c.

  8 Dokumentasi ..........................................................

  d.

  8 Teknik Analisa Data` .............................................

  E.

  9 Tinjauan Pustaka ..............................................................

  F.

  10 Sistematika Penulisan ......................................................

  BAB II LANDASAN TEORITIS A.

  12 Partai Politik .....................................................................

  1. Pengertian Partai Politik Nasionalisme dan Partai Politik Islam ................................................................

  12 2.

  16 Teori Umum Mengenai Politik ...................................

  a.

  16 Pola Pikir Partai Politik ..........................................

  b.

  17 Kesadaran Politik ...................................................

  c.

  19 Perjuangan Politik ..................................................

  d.

  20 Karakteristik Partai Politik .....................................

  e.

  21 Fungsi Partai Politik ...............................................

  B.

  22 Komunikasi Politik ..........................................................

  1.

  22 Pengertian Komunikasi Politik ...................................

  2.

  25 Persuasi Politik ...........................................................

  3.

  28 Marketing Politik ........................................................

  a.

  30 Pemasaran Politik ...................................................

  b.

  31 Kampanye Politik ...................................................

  c.

  33 Media Massa ..........................................................

  

BAB III PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (GERINDRA) DAN

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) A.

  37 Sejarah Berdirinya Partai .................................................

  1.

  37 Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) ..........

  2.

  40 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ........................

  B.

  42 Visi dan Misi Partai ..........................................................

  1.

  42 Visi dan Misi Partai GERINDRA...............................

  2.

  43 Visi dan Misi Partai PPP ............................................

  C.

  46 Prinsip Dasar Partai ..........................................................

  1.

  46 Prinsip Dasar Partai GERINDRA ...............................

  2.

  48 Prinsip Dasar Partai PPP .............................................

  D.

  51 Karakteristik Partai...........................................................

  1.

  51 Karakteristik Partai GERINDRA ...............................

  2.

  53 Karakteristik Partai PPP .............................................

  BAB IV ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) A.

  58 Marketing Mix Dalam Politik ..........................................

  1.

  58 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) .................

  1.1 Program Pemasaran Partai Gerindra ...............

  69 a. Kekayaan Negara untuk Kemakmuran Rakyat .............................................................

  69 b. Mencapai Perekonomian yang Berdaulat, Adil dan Makmur ....................................................

  70 c.

  70 Melaksanakan Ekonomi Kerakyatan ..............

  d.

  71 Membangun Kedaulatan Pangan dan Energi ..

  e.

  Menyelenggarakan Pemerintahan yang Tegas dan Efektif .......................................................

  72 f.

  72 Pendidikan, Kesehatan dan Kebudayaan ........

  g.

  Membangun Infrastruktur untuk Rakyat di Pedesaan Melalui Delapan Progran Desa .......

  73 2.

  74 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ........................

  A.

  84 Penguatan fungsi kelembagaan.......................

  B.

  84 Menentukan prioritas program .......................

  C.

  85 Ideologisasi dalam gerakan partai ..................

  D.

  85 Silaturrahmi sebagai model pergerakan..........

  E.

  Kepemimpinan dan pola pengendalian pelaksanaan program ......................................

  86 F. Kerjasama dengan kelompok-kelompok Strategis ..........................................................

  86

  B.

  Persamaan dan Perbedaan dalam Komparatif Marketing Politik .............................................................

  87 A.

  88 Persamaan ...................................................................

  B.

  91 Perbedaan ....................................................................

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.

  96 Kesimpulan ......................................................................

  B.

  97 Saran .................................................................................

  DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Pada dasarnya Islam merupakan agama yang memudahkan bagi

  umatnya untuk melakukan semua hal-hal kebajikan, serta mewajibkan umatnya untuk terus melakukan kegiatan dakwah kepada manusia yang meyakini, memahami dan mengamalkannya. Dengan demikian ajaran Islam tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan dakwah, baik itu dakwah melalui pendidikan, sosial, politik, atau pun budaya. Sesuai dengan ungkapan Mahmud Y unus bahwa : “Dakwah itu merupakan sesuatu hal yang sangat penting sekali untuk kehidupan suatu agama tidak akan tersebar satu aliran atau ideologi kecuali dengan dakwah, lenyaplah suatu mazhab disebabkan

  1

  menga baikan dakwah”.

  Kitab suci Al- Qur’an menyebutkan bahwa umat Islam sebagai penda’i dengan istilah lain, yaitu khairul ummah (umat pilihan dan paling baik). Hal ini disebabkan oleh posisi umat Islam sebagai penyeru, pengajak, dan pelopor pada kebajikan serta mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar (amar

  ma’ruf nahi mungkar). Untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar,

  dakwah memerlukan media atau sarana penunjang, baik lisan, tulisan bahkan politik. Melalui media ini dakwah akan dapat disebarkan secara luas, selain 1 juga dapat menerjemahkan perilaku kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai

Mahmud Yunus, Pedoman Dakwah Islam, Jakarta; Hida Karya Agung, 1979, hlm. 7.

  1 dengan apa yang dikatakan oleh Endang Saifuddin Ansari bahwa dengan cara-

  2 cara ini Islam dapat diterjemahkan secara lebih leluasa termasuk soal politik.

  Berangkat dari apa yang sudah kita ketahui bahwa politik merupakan suatu kegiatan penting, karena suatu masyarakat hanya bisa hidup secara teratur kalau ia hidup dan tinggal dalam sebuah Negara dengan segala perangkat kekuasaannya. Sedemikian peranan politik dalam masyarakat modern, sehingga banyak orang berpendapat bahwa politik dalam arti yang luas adalah panglima, artinya politik sangat menentukan corak sosial ,

  3 ekonomi, budaya, hukum, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

  Seiring dengan dinamika politik yang berkembang di Indonesia, semakin memanas realitas politik bangsa ini, yang menjadikan para pelaku- pelaku dan aktor politik mudah sekali terjebak dalam pragmatisme politik. Dalam hal ini, pragmatisme politik didefinisikan sebagai orientasi jangka pendek dari para pelaku-pelaku politik untuk dapat memenangkan persaingan politik. Seringkali orientasi jangka pendek ini membawa para aktor politik ke arah sikap yang lebih mementingkan tujuan untuk “berkuasa” ketimbang apa saja yang akan dilakukan setelah berkuasa.

  Disamping itu pula, komunikasi politik yang menjadi landasan hierarki berperan aktif dalam memainkan proses penyampain pesan yang bercirikan politik. Komunikasi politik sendiri berfungsi untuk menyalurkan aspirasi dan 2 kepentingan masyarakat yang menjadi masukan bagi sistem politik. Disisi

  

H.Endang Saifuddin Ansari, Wawasan Islam; Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam dan

, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1993), Cet. Ke-4, hal. 178.

  Umatnya 3 Abdul Munir Mulkhan, Ideologi Gerakan Dakwah Episode Kehidupan M.Natsir dan Azhar Bashir, (Yogyakarta; Sipress, 1996) Cet. Ke-1, hal. 192.

  2 lain, komunikasi politik berfungsi menyalurkan kebijakan untuk

  4 menumbuhkan partisipasi produktif demi mencapai tujuan politik yang sama.

  Melalui proses tersebut, sosialisasi politik berfungsi menyampaikan informasi tentang berbagai agenda politik, melakukan internalisasi sesuai dengan cita-cita politik, dan melakukan transformasi sosial. Untuk itu, komuniasi politik merupakan bagian dari partai politik yang digunakan untuk

  5 menarik simpati masyarakat melalui jalan kampanye politik .

  Berbagai strategi kampanye yang digunakan partai politik pun beragam, baik secara langsung ataupun menggunakan media massa. Strategi dengan menggunakan media massa dianggap sebagai jalan yang paling efektif untuk memperoleh dukungan suara dari masyarakat karena lebih bersifat persuasif dan masif.

  Pemilu yang diadakan pada tahun 2009 ini, merupakan pemilu yang telah dilakukan oleh bangsa ini untuk yang kesepuluh kalinya sejak Indonesia merdeka. Seperti yang sudah disebutkan, pemilu yang pertama kalinya diadakan pada tahun 1955. Semenjak pemilu 1977, pelaksanaan Pemilu mulai teratur semalam 5 tahun sekali. Pada tahun 1945-1955, bangsa Indonesia sangat disibukkan dengan perang kemerdekaan dan konsolidasi fisik administrasi negara. Ketidakpastian perangkat perundang-undangan, 4 administrasi, dan birokrasi juga menjadi penyebab mengapa pemilu baru

  Asep Saeful Muhtadi, Komunikasi Politik Indonesia. (Bandung: Rosdakarya, 2008). Cet. Ke- 1 hal. 44 5 Kampanye Politik adalah sebuah upaya yang terorganisir yang bertujuan untuk

mempengaruhi proses pengambilan keputusan para pemilih. Baca.

olitik.

  3 diadakan untuk pertama kalinya pada tahun 1955. Oleh karna itu, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman keadaan politik mulai mengalami perubahan dan kemajuaan yang sangat pesat.

  Banyak aktor politik yang seolah

  • –olah berlomba untuk meramaikan pesta demokrasi tersebut. Mereka berlomba dengan menggunakan partai sebagai kendaraan politiknya. Ada yang menggunakan partai politik yang berideologikan agama (Islam) tetapi banyak juga yang menggunakan kendaraan politiknya dengan partai yang berideologikan Nasionalism.

  Perbedaan yang sering kita jumpai dimana setiap karakteristik dari setiap partai politik yang ada di Indonesia (khususnya), memiliki karismatik dan pengaruh yang cukup kuat bagi setiap kader-kader partai politik tersebut. Baik itu dari visi dan misi, tujuan politik, hingga jati diri partai politik tersebut. Berangkat dari persoalan tersebut, munculnya partai-partai politik muda tetapi dilihat dari kekuatan pengaruh dan daya effektifitasnya mampu mengalahkan partai-partai yang sudah lama berkecimpung dalam dunia politik negeri ini, membuat seolah-olah partai yang sudah berdiri puluhan tahun seakan-akan hanya sebatas partai pelengkap saja. Untuk itu, alangkah sangat menarik apabila partai-partai yang memang masuk dalam kategori tersebut perlu kita analisis dan dibandingkan tentang kekuatan politiknya.

  Oleh sebab itu, penulis membahasnya dalam sebuah judul penelitian

  

Analisis Komparatif Marketing Politik Antara Partai Gerindra dan

Par tai Persatuan Pembangunan (PPP)”.

  4

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas, tentang banyak permasalahan yang menyangkut persoalan tersebut yaitu, banyaknya partai-partai politik baru yang muncul dalam kehidupan politik negeri ini. Perbedaan tentang ideologi yang menjadi sumber perjuangan disetiap partai politik, serta tujuan dan dasar pergerakan disetiap partai politik antara partai politik muda dan partai politik lama. Agar lebih terarah, penulis membatasi dengan Marketing Politik Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada periode 2008 hingga sekarang.

2. Perumusan Masalah

  Melihat dari pembahasan dalam penelitian ini sangatlah luas dan kompleks, maka pembahasan skripsi ini lebih fokus dan dibatasi pada beberapa hal, yaitu: a.

  Bagaimana Marketing Politik Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)? b. Strategi Politik apa yang digunakan oleh Partai Gerindra dengan Partai

  Persatuan Pembangunan (PPP)? c. Tujuan Politik Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan

  (PPP)?

  5

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian a.

  Untuk mengetahui bagaimana Marketing Politik yang dilakukan oleh Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

  b.

  Untuk mengetahui Strategi apa yang direncanakan oleh Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

  c.

  Untuk mengetahui Tujuan politik kedua partai politik tersebut, yaitu Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

2. Manfaat Penelitian a.

  Sebagai kontribusi pengetahuan penulis mengenai Marketing Politik Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

  b.

  Untuk menambah khazanah keilmuan mengenai komunikasi politik dimana penelitian-penelitian seperti ini jarang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

D. Metodologi Penelitian

  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu penelitian yang berupaya menghimpun data, mengolah dan menganalisa secara kualitatif. Untuk itu data-data yang dikumpulkan dalam wujud konsep.

  Bagdan dan Taylor dalam buku penelitian kualitatif mendefinisikan “Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data

  6 deskriptif berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang dan perilaku

  6

  yang dapat diamati.” Dean J. Champion dalam bukunya mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berfungsi untuk mendata atau mengelompokkan sederet unsur yang terlihat sebagai pembentukan suatu

  7 bidang persoalan yang ada.

1. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah:

a. Observasi

  Observasi adalah metode ilmiah yang biasa digunakan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan statistic fenomena-fenomena yang diselidiki.

  Observasi juga diartikan suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengamati langsung terhadap objeknya atau penggantinya (misalnya: film, video, rekontruksi, atau sejenisnya).

  Menurut Irawati Singarimbun dalam buku Metode Penelitian Survey bahwa manfaat dari observasi adalah: 1) menggali teori-teori dasar dan konsep yang telah ditemukan oleh para ahli terdahulu, 2) mengikuti perkembangan penelitian dalam bidang yang akan diteliti, 3) memperoleh orientasi yang lebih

  6 Lexy J. Moeloeng, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : PT. Remaja Rosyda Karya, 1993, Cet. Ke-10, hlm. 3. 7 Dean J. Champion, Metode dan Masalah Penelitian, Bandung; Refika Aditama, 1998, hlm. 6.

  7 khas mengenai topik yang dipilih, 4) memanfaatkan data sekunder, 5)

  8 menghindari duplikasi penelitian.

  Dalam penulisan skripsi ini pun penulis melakukan observasi yakni dengan terjun langsung kepada objek penelitian yaitu pada kantor pusat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra dan DPP Partai Persatuan Pembangunan di Jakarta.

  b. Wawancara

  Menurut Denzin (1970), wawancara ialah pertukaran percakapan dengan

  9

  tatap muka dimana seseorang memperoleh informasi dari yang lain. Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan salah satu pengurus Partai Gerindar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

  c. Dokumentasi

  Penelitian ini juga menggunakan penelitian dokumentasi yang mana data yang didapatkan dari hasil wawancara tersebut, kemudian penulis mentranskripkan dalam sebuah data uraian agar lebih mudah dipahami dalam memaparkan hasil penelitian ini.

  d. Teknik Analisa Data Analisa data menurut Patton (1980), adalah proses mengatur uraian data.

  Mengorganisasikannya ke dalam suatu bentuk pola, kategori dan saru uraian dasar. Ia membedakannya dengan penafsiran, yaitu memberikan arti yang

  8 Masri Singarimbun & Sofyan, Metode Penelitian Survey, Jakarta, PT. Pustaka IP3 ES Indonesia. 9 Denzin, Norman K. The Research Art, Chicago, Aldine, 1970, hlm. 306. Penulis mengutipnya dari buku penelitian Sosial karya Dean J. Champion, hlm. 45.

  8 signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari hubungan

  10 diantara dimensi-dimensi uraian.

  Dalam skripsi ini teknik analisis data yang digunakan adalah dengan merecording data yang diperoleh dalam sebuah type recording dan beberapa dokumen-dokumen penting yang didapat dari hasil interview atau wawancara.

E. Tinjauan Pustaka

  Pada kemunculannya yang fenomenal membuat banyak orang ingin mengkaji lebih dalam tentang Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sehingga banyak kalangan buku dan tukisan-tulisan, serta beragam komentar dilontarkan oleh kalangan pengamat terhadap kedua Partai tersebut.

  Dalam penelitian ini, penulis juga menelusuri perpustakaan- perpustakaan yang terdapat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah judul yang telah ditulis oleh orang lain, sama atau hamper sam dengan judul atau materi yang saya tulis. Dari penelusuran yang penulis lalukan, ternyata ditemukan sebuah skripsi dengan judul :

  “Dakwah Politik Partai Persatuan Pembangunan” oleh Sa’roni

  . Skripsi tersebut lebih cenderung mengangkat atau membahas

  Mubarok

  tentang dakwah yang dilakukan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam ranah politiknya.

10 Lexy J. Moeloeng, Metode Penelitian Kualitatif, 1993, hlm. 103.

  9 Dari hasil penelusuran tersebut, terlihat jelas bahwa objek penelitian berbeda, kendati pun masih dalam satu partai yang sama. Dalam hal ini, penulis meneliti pada Marketing Politik antara Partai Baru yang berideologikan Nasionalism dengan Partai lama yang berideologikan dan Berazaskan Islam.

F. Sistematika Penulisan

  Dalam penulisan ini akan dibahas lima bab dan masing-masing terdiri dari sub bab, yaitu :

  BAB I PENDAHULUAN merupakan bab Pendahuluan yang mencakup Latar Belakang, Pembatasan dan Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian, Tinjauan Pustaka dan Sistematika Penulisan.

  merupakan bab Landasan teoritis yang

  BAB II LANDASAN TEORI

  mencakup tentang partai politik dengan rinciannya, pengertian partai politik Nasionalism dan Partai Politik Islam. Dilanjutkan tentang komunikasi politik yang berisi uraian mengenai, pengertian komunikasi politik, marketing politik, pemasaran politik, iklan politik, strategi politik dan media massa.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN merupakan bab yang

  menjelaskan tentang profil partai gerindra dan partai persatuan pembangunan (PPP), sejarah, tujuan, prinsip dasar, visi dan misi

  10 serta karakteristik partai gerindra dan partai persatuan pembangunan (PPP).

  

BAB IV PEMBAHASAN membahas tentang analisis komparatif marketing

  politik partai gerindra dan partai persatuan pembangunan (PPP), konsep marketing dalam domain politik serta marketing mix dalam politik dan strategi politik partai gerindra dan partai persatuan pembangunan (PPP) meliputi persamaan dan perbedaannya.

  

BAB V PENUTUP merupakan bab penutup yang mencakup kesimpulan

  dan saran-saran dari semua permasalahan yang ada dalam skripsi ini, juga dilengkapi dengan daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

  11

BAB II LANDASAN TEORITIS A. Partai Politik 1. Pengertian Partai politik Nasionalisme dan Partai Politik Islam Kelahiran partai politik sedianya adalah buah dari pertarungan

  ideologi antarkekuatan yang ada dalam masyarakat ia muncul sebagai representasi kepentingan warga Negara. Di Barat, partai politik pertama- tama lahir mewakili setidaknya tiga golongan masyarakat. Partai politik di Barat terutama muncul setelah adanya perlawanan yang begitu kuat kepada dominasi agama (gereja). Yang pertama adalah kekuatan Liberal yang melawan kekuatan gereja untuk selanjutnya lahirlah partai-partai konvensional. Ketiga aktor politik yang akhirnya bermuara kepada pengelompokan politik dalam bentuk partai politik saat itu adalah gereja, politisi konservatif, politisi liberal. Yang dalam ketiga kelompok politik tersebut merupakan perwakilan semangat pada zaman yang ada pada saat itu. Partai politik lahir sebagai wadah bagi ekspresi kebebasan individu

  1 untuk terlibat dalam proses pengambilan kebijakan publik.

  Partai politik merupakan lembaga untuk mengemukakan kepentingan, baik secara sosial maupun ekonomi, moril maupun materiil.

  Cara mengemukakan keinginan rakyat melalui partai politik ini 1 mengandung pengertian adanya demokrasi. Maurice Duverger : Partai Firman Subagyo. Menata Partai Politik Dalam Arus Demokratisasi Indonesia, (Jakarta: PT.

  Wahana Semesta Intermedia. 2009) cet. Ke-1. Hal. 57-58. politik adalah sekelompok manusia yang mempunyai doktrin yang sama. Miriam Budiardjo : Partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir, yang anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.

  Tujuan kelompok ini adalah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik dengan cara konstitusional untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka. Carl J. Friedrich : Partai politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintah bagi pimpinan partainya, dan berdasarkan penguasaan ini ia memberikan manfaat yang bersifat idiil maupun materiil kepada para anggotanya. Sigmund Neuman : Partai politik adalah persekutuan yang membedakan

  2 dirinya dari organisasi-organisasi lainnya dengan suatu program khusus.

  Partai politik modern seperti yang kita kenal saat ini merupakan fenomena baru dalam sistem politik. Max Weber dapat dikategorikan sebagai penggagas munculnya politik modern yang melahirkan partai politik, dalam bukunya yang berjudul Economie et Societe (1959). Partai politik kemudian didefinisikan sebagai organisasi publik yang bertujuan untuk membawa pemimpinnya berkuasa dan memungkinkan para pendukungnya (politisi) untuk mendapatkan keuntungan dari dukungan

  3 tersebut.

  Selain itu, partai politik pula didefinisikan sebagai organisasi yang 2 mempunyai kegiatan yang berkesinambungan. Artinya, masa Philipus, Ng., dan Nurul Aini. Sosiologi dan Politik, (Jakarta : PT. Rajawali Pers, 2009). h.

  121-122. 3 Firmanzah, Mengelola Partai Politik, 2008, h. 66.

  kehidupannya tak bergantung pada masa jabatan dan hidup pemimpinnya. Organisasi yang terbuka dan permanen tidak hanya ditingkat pusat, tetapi

  4 juga ditingkat lokal.

  Dalam pemahaman partai yang berlandaskan ideologi Islam. Hizb secara bahasa memiliki pengertian : 1). Jamaah yang memiliki kekuatan dan solidaritas, 2). Suatu komunitas yang memiliki kesamaan

  5

  kecenderungan aktivitas, 3). Kader beserta para pendukungnya. Dalam kehidupan saat ini, Partai politik didefinisikan sebagai kelompok orang yang mengemban ideologi (pemikiran tertentu) sekaligus berjuang

  6

  mewujudkannya ditengah-tengah masyarakat. Partai politik juga berupaya untuk meraih kedudukan dan kekuasaan dalam masyarakatnya.

  Hal yang hamper sama juga diungkapkan oleh Carl Freidrich sebagaimana yang dikutip oleh Umar Masdar, bahwa partai politik adalah : “Kelompok manusia yang terorganisirkan secara stabil dengan tujuan untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam memerintah bagi pemimpin partai dan berdasarkan kekuasaan itu akan memberikan

  7 kegunaan materiil dan idiil pada para anggotanya.

  Standar suatu partai merupakan sarana berdakwah atau tidak bisa kita lihat visi, misi, tujuan dan sarana dibentuknya suatu partai. Adapun

  4 Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik, (Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992), h. 114. 5 6 Syamsul Balda, dkk. Politik Dakwah PKS, h. 43. 7 Abu Fuad, Menimbang Lagi Partai Islam, dalam file 22-al- Wale Online.

  

Ummarudin Masdar, Mengasah Naluri Publik Memahami Nalar Politik, (Yogyakarta : LKiS, 1999), h. 107. visi suatu partai dakwah adalah : “Menghidupkan kembali nilai-nilai luhur

  8 Islam dan menaklukkan hegemoni faham materialisme”.

  Dari definisi diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa partai politik Islam adalah sekelompok manusia yang terorganisir dalam suatu wadah yaitu partai, yang memiliki tujuan yang sama yaitu memperjuangkan nilai-nilai Islam. Sedangkan Partai politik yang berideologikan Nasionalism adalah partai politik yang menjadikan nilai- nilai ideologi kerakyatan (Pancasila) sebagai landasan perjuangan politik partai tersebut. Partai politik tersebut tidak hanya mementingkan perjuangan dalam satu sisi saja (Agama), tetapi lebih menitik beratkan bagaimana memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, kebutuhan ekonomi yang seimbang dan pemberdayaan sumber daya manusia yang merata.

  Partai politik nasionalisme adalah organisasi politik yang terbuka untuk semua warga Negara Indonesia tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kedudukan, sosial, dan gender serta berwatak Kebangsaan Indonesia, Kerakyatan dan Keadilan Sosial yang perjuangannya

  9 berlandaskan Pancasila.

  Dalam hal ini partai tersebut mempunyai nilai-nilai perjuangan yaitu Kedaulatan rakyat. Yang menjadi ciri oleh adanya pengakuan dan penghargaan terhadap demokrasi kebangsaan dan keadilan sosial. Demokrasi menempatkan kekuasaan tertinggi ditangan rakyat yang 8 diwujudkan melalui kedaulatan anggota partai dan diselenggarakan 9 Syamsul Balda, dkk. Politik Dakwah PKS, h. 53.

  

Partai-partai Politik Indonesia Ideologi dan Program 2004-2009. (Jakarta : PT. Kompas Media Nusantara, 2004).cet. ke-1. sepenuhnya melalui kongres partai. Kebangsaan menempatkan prinsip kewarganegaraan yang mengakui adanya kesamaan hak dan kewajiban warga Negara tanpa kecuali sebagai dasar satu-satunya dalam pengelolaan partai. Keadilan sosial mengungkapkan komitmen partai tersebut untuk senantiasa mengarahkan semua aktivitas bagi kepentingan rakyat banyak.

2. Teori Umum Mengenai Politik a. Pola Pikir Partai politik

  Menurut sejarah, sebenarnya fenomena partai politik adalah perkembangan terkini dari pergulatan politik. Munculnya partai politik dapat ditemukan di awal abad ke 19 (Ostrogorski, 1979; O’Gorman & fraser, 1987). Partai politik yang dimaksud disini tentu saja memiliki pengetahuan yang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan pemikiran politik yang telah lama dimulai sejak peradaban Yunani kuno. Demikian juga dengan yang mungkin terjadi dalam interaksi politik jauh sebelum itu, pada kebudayaan Cina kuno, Hindu-India, dan Babylonia.

  Bentuk partai politik yang kita kenal pada saat ini muncul dari semangat modernitas dalam dunia politik. Kepentingan dan perjuangan politik perlu diorganisasi dan tidak dapat dibiarkan tercerai-berai tanpa organisasi. Semakin terangkai semangat kolektifnya, semakin meningkat pula posisi tawar-menawar terhadap lawan politik. Pengorganisasian kepentingan inilah yang melahirkan organisasi partai politik.

  Organisasi partai politik tidak hanya bertujuan untuk mengorganisasi beragam ide, gagasan, kepentingan dan tujuan politik yang sama. Partai politik didesain untuk mengisi parlemen yang dapat mengontrol eksekutif. Ternyata, dalam perkembangannya kemudian seiring dengan semangat penghapusan institusi monarki, eksekutif juga perlu dikompetisikan. Sehingga partai politik dibentuk tidak hanya untuk memberikan wadah bagi kepentingan ideologis yang terdapat dalam segmen masyarakat, melainkan juga ditujukan untuk menempatkan wakil-wakilnya dalam struktur legislatif dan eksekutif. Inilah dasar dalam sistem demokrasi, dimana masing-masing ideologi dalam masyarakat memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk

  10 menempatkan wakil-wakilnya di jajaran legislatif dan eksekutif.

b. Kesadaran Politik

  Demokrasi seyogyanya adalah seperangkat sistem dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup warga Negara. Demokrasi pada dasarnya, adalah sistem politik modern yang dibangun untuk pemilih rasional. Demokrasi mengandalkan bahwa perbaikan taraf hidup masyarakat adalah terus berubah karena para pemimpin yang tidak 10 mampu dalam mengurusi kepentingan rakyat. Maka dari itu, adanya

  Firmanzah. Mengelola Partai Politik Komunikasi dan Positioning Ideologi Politik di Era , (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2008). ed. Ke-1. h. 55-57.

  Demokrasi nilai-nilai demokrasi yang sedang berjalan ini hendaknya menjadi pelajaran penting dimana setiap warga Negara berhak untuk menentukan pilihannya. Disamping itu, dalam kesadaran politik yang masih banyak kita jumpai banyak yang sering melanggar hal tersebut haruslah dihindari dan dihilangkan agar dalam menjalani proses demokrasi berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan dengan sehat,adil dan jujur.

  Saiful Mujani merumuskan budaya demokrasi dengan mengacu kepada beberapa pilar. Pertama, adanya rasa saling percaya kepada orang lain. sikap salimg percaya ini sangat penting bagi munculnya tindakan kolektif. Tidak bisa dipungkiri bahwa demokrasi mengandalkan adanya tindakan kolektif untuk menggolkan sebuah kepentingan publik tertentu. Kedua, jaringan keterlibatan warga yang bersifat sekuler (seculer civil engagement). Keterlibatan warga dalam organisasi-organisasi sekuler ini juga sangat penting sebab dari sana aspirasi tersalurkan melalui gerakan-gerakan warga. Ketiga, toleransi politik. Masyarakat demokratis harus memiliki toleransi politik yang ditafsirkan sebagai bentuk kesediaan menerima keragaman yang ada. keterlibatan politik. Keterlibatan politik bisa muncul dalam

  Keempat,

  bentuk ketertarikan politik, diskusi politik dan semacamnya. Kelima, kepercayaan kepada institusi politik. Percaya kepada institusi politik akan membuat warga rela menjalani semua proses politik demokratis yang ada dengan melimpahkan wewenang politik kepada lembaga- lembaga demokratis (Eksekutif, parlemen, lembaga peradilan dan lembaga keamanan). Keenam, kepuasan terhadap kinerja demokrasi.

  Kepuasan ini begitu penting untuk tidak memalingkan warga Negara dari mempercayai demokrasi sebagai satu-satunya sistem aturan didalam Negara. Ketujuh, dukungan terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Dukungan tersebut dimanifestasikan dalam bentuk sikap dan opini bahwa demokrasi adalah sistem terbaik. Kedelapan, dukungan terhadap komunitas politik. Apatisme terhadap komunitas

  11 politik akan membuat partisipasi warga menurun.

c. Perjuangan Politik

  Pada awalnya masyarakat dibentuk dengan adanya hubungan yang terjadi kesetiap warganya. Hubungan tersebut diatur dengan pemikiran dan hukum tertentu yang diperlakukan kepada seluruh warganya.

  Dalam dinamika politik yang terjadi, sering ditemui berbagai permasalahan yang menimbulkan konflik, kerusakan dan kehancuran.

  Hal itu disebabkan adanya ketidaksesuaian komunikasi dan hubungan antara pemerintah dan warganya. Untuk itu, perjuangan politiik yang sesungguhnya bukan hanya dari bagaimana seorang aktor politik ataupun golongan tertentu berteriak bersuarakan dengan lantang 11 didepan publik. Tetapi, bagaimana diantara kedua belah bisa sama-sama Firman Subagyo. Menata Partai Politik Dalam Arus Demokratisasi Indonesia, (Jakarta: PT.

  Wahana Semesta Intermedia. 2009) cet. Ke-1. Hal. 87-88. memperbaiki berbagai kerusakan dalam masyarakat dan Negara. Perjuangan politik adalah mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan mengoreksi penguasa.

d. Karakteristik Partai Politik

  Menurut La Palombara dan Weiner (1966) mengidentifikasi empat karakteristik dasar yang menjadi cirri khas partai politik.

  Diantaranya: 1.

  Organisasi jangka panjang. organisasi partai politik berjangka panjang, meskipun pendirinya sudah tidak ada. Partai politik akan berfungsi dengan baik apabila ada sistem dan prosedur yang berjalan dan berfungsi dengan baik.

  2. Struktur organisasi. Partai politik hanya akan dapat menjalankan fungsi politiknya apabila didukung oleh organisasi, mulai dari tingkat lokal sampai pada tingkat nasional.

  3. Tujuan berkuasa. Partai politik didirikan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan.

  4. Dukungan publik luas adalah cara untuk mendapatkan kekuasaan.

  Partai politik perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat. Dukungan inilah yang menjadi sumber legitimasi untuk berkuasa.

  12

12 Firmanzah, Mengelola Partai Politik, 2008, h. 68.

  Inti dari karakteristik partai politik pada prinsipnya adalah kegiatan secara terus menerus, berusaha dan mempertahankan kekuasaan pemerintah, dan ikut serta secara aktif dalam pemilihan umum.

e. Fungsi Partai Politik

  Fungsi utama partai politik adalah mencari dan mempertahankan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. Fungsi-fungsi partai antara lain : 1.

  Sosialisasi politik.

  Proses pembentukan sikap dan orientasi politik oleh para anggota masyarakat.

  2. Rekrutmen politik Seleksi dan pemilihan atau seleksi dan pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik pada umumnya dan pemerintah pada khususnya.

  3. Partisipasi politik Kegiatan warga Negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijaksanaan umum dan dalam ikut menentukan pemimpin pemerintahan.

  4. Pemandu kepentingan Menstimulasi, menunjukan arah kepentingan politik yang semestinya menjadi perhatian publik.

  5. Komunikasi politik Kegiatan menyampaikan pesan bercirikan politik guna mempengaruhi pihak lain agar dapat meraih kekuasaan yang diinginkan.

  6. Pengendalian konflik Kegiatan untuk mengendalikan proses politik yang berlangsung agar sesuai dengan kepentingan yang diinginkan.

  7. Kontrol politik Kegiatan untuk menunjukan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isu suatu kebijakan atau dalam pelaksanaan

  13 kebijakan yang dibuat dan dilaksanakan oleh pemerintah.

B. Komunikasi Politik 1. Pengertian Komunikasi Politik.

  Pada dasarnya komunikasi merupakan proses interaksi sosial dimana seseorang melakukan proses interaksi dengan lawannya yaitu antara seorang komunikator dengan komunikan dengan sesuatu pesan atau hal yang disampaikan yaitu message, pesan komunikasi terdiri dari dua 13 aspek yaitu pertama isi dari pesan (content of message) dan kedua Gun Gun heryanto.

  “Handout Perkuliahan Komunikasi” dalam keseimbangan sesuatu hal lambang atau symbol pesan tersebut. yang berkaitan dengan yang lain dalam hal saling berhubungan sebab akibat.

  Dalam perkembangan jaman yang semakin maju ini seiring dengan perkembangan kemajuan khazanah keilmuan, definisi komunikasi seolah- olah diobral. Bergantung pada titik pandangnya, komunikasi adalah pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan, pengoordinasian makna antara seseorang dengan khalayak, saling berbagi informasi, gagasan, atau sikap, saling berbagi unsur-unsur perilaku, atau modus kehidupan, melalui perangkat-perangkat aturan. Bahkan ada yang mengatakan yang lain dalam buku yang dikarang oleh Dan Nimmo bahwa komunikasi bukan sekedar penerusan informasi dari suatu sumber kepada publik, ia lebih mudah dipahami sebagai penciptaan kembali gagasan- gagasan informasi oleh publik jika diberikan petunjuk dengan symbol, slogan, atau tema pokok.

  Sedangkan politik menurut ilmuan Mark Roelofs mengatakan dengan cara sederhana, “Politik adalah pembicaraan, atau lebih tepat kegiatan politik (berpolitik) adalah berbicara”. Ia menekankan bahwa politik tidak hanya pembicaraan, juga tidak semua pembicaraan adalah politik. Akan tetapi, “hakikat pengalaman politik, dan bukan hanya kondisi dasarnya, ialah bahwa ia adalah kegiatan komunikasi antara orang- orang”. Titik pandang Roelofs sesuai dengan persfektif buku tersebut. Komunikasi meliputi politik. Bila orang mengamati politik, mereka menurunkan makna perselisihan melalui komunikasi. Bila orang menyelesaikan perselisihan mereka, penyelesaian itu adalah hal-hal yang diamati, diinterpretasikan, dan dipertukarkan melalui komunkasi.

  Oleh sebab itu, terkait dengan penjelasan tersebut makna akan komunikasi politik yaitu (kegiatan) komunikasi politik yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensi-konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia di dalam kondisi-

  14

  kondisi konflik. Secara etimologi komunikasi (Communication) berasal dari kata latin communis yang berarti “sama” (William I Gordon, 1978:

  28) atau communicare (Judy Pearson, 1979: 3) yang berarti membuat sama

  (to make common) . Definisi komunikasi secara sederhana mengacu pada

  pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan (Jl Aranguren, 1967 :11) atau saling berbagi informasi, gagasan dan sikap (Wilbur Schramm, 1974) sementara politik diambil ari kata latin politicus dan bahasa Yunani (greek) politicos yang berarti relating to a citizen, kedua kata tersebut berasal dari kata polis yang bermakna city (kota).

  Disamping itu pula, banyak sekali para tokoh-tokoh politik yang mengataka bahwa komunikasi politik sebagai kegiatan politik merupakan penyampain pesan-pesan yang bercirikan politik oleh aktor-aktor politik kepada pihak lai n (Maswadi Ra’uf, 1993 : 32). Dengan demikian, inti komunikasi politik adalah komunikasi yang diarahkan kepada pencapaian 14 suatu pengaruh sedemikian rupa, sehingga masalah yang dibahas oleh jenis Dan Nimmo. Komunikasi Politik, (PT. Remaja Rosdakarya. 2005) cet. ke-6 hal. 5-8. kegiatan komunikasi tersebut dapat mengikat suatu kelompok atau warga tertentu. Komunikasi politik dengan demikian adalah upaya sekelompok manusia yang mempunyai orientasi, pemikiran politik atau ideologi

  15 tertentu dalam rangka menguasai atau memperoleh kekuasaan.

2. Persuasi Politik

  Ada beberapa pendekatan cara utama berfikir tentang persuasi politik seperti yang dikatakan oleh Dan Nimmo, yaitu : propaganda, periklanan, dan retorika. Dalam dimensi persuasi politik propaganda ini, Dan Nimmo mendefinisikan bahwa “Propaganda merupakan komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok terorganisir yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu, dipersatukan secara psikologis melalui

  16 manipulasi psikologis dan digabungkan di dalam suatu organisasi”.

  Propaganda juga tidak hanya sebatas untuk menghancurkan peta kekuatan lawan, tetapi diperuntukkan juga untuk menghimpun kekuatan personal atau internal partai serta basis massanya. Dalam propaganda politik biasanya beroperasi melalui imbauan-imbauan kahs jangka pendek.

  Biasanya melibatkan usaha-usaha pemerintah, partai atau golongan yang berpengaruh untuk mencapai tujuan strategis dan taktis.

  Disamping itu pula, periklanan juga menjadi sektor penting dalam 15 persuasi politik. Dimana dalam kemajuan teknologi seperti sekarang ini, Gun Gun heryanto. 16 “Handout Perkuliahan Komunikasi Politik”.

  Ibid. iklan bahkan menjadi media kampanye politik yang cukup diperhitungkan karena dapat mempengaruhi secara global dan dapat diterima oleh kalangan manapun baik itu kalangan bawah, menengah dan kalangan para konglomerat. Dalam kategorisasi yang disampaikan oleh Gun Gun Heryanto dalam buku Handout perkuliahan komunikasi politiknya dikatakan bahwa : kategorisasi iklan politik bila dilihat berdasarkan bentuknya: 1.

  Iklan Isu Iklan yang isinya mengungkapkan suatu program atau kebijakan suatu partai (baik program partai itu sendiri ataupun partai lawan). serta membahas topik-topik yang menjadi perhatian publik.

  2. Iklan citra Iklan yang berisi simbol-simbol mengenai sifat partai tersebut, tetapi tidak secara langsung mengatakan bagaimana partai tersebut. Dalam hal ini lebih menitik beratkan kepada isi tentang bagaimana ketegaran partai dan kemegahan partai tersebut.

  3. Iklan slogan Iklan yang tidak berisi statement politi apapun. Hanya berisi slogan partai atau ajakan untuk memilih/ mencoblos partai tersebut.

4. Iklan kombinasi

  Iklan yang memuat bentuk iklan isu sekaligus citra. Contohnya iklan politik partai X yang berjudul krisis ekonomi yang merupakan bentuk

  17 iklan kombinasi yang memuat iklan isu sekaligus iklan citra.

  Sedangkan retorika yang merupakan “Art of Speech” menjadi point penting pula dalam persuasi politik, adalah untuk menggambarkan suatu bentuk komunikasi dimana komunikasi yang disampaikan tersebut dapat memberikan kontribusi yang kuat dalam membentuk basis massa partai tersebut. Retorika pada dasarnya merupakan suatu bentuk komunikasi yang diarahkan pada penyampaian pesan dengan maksud mempengaruhi khalayak agar dapat memperhatikan pesan yang disampaikan secara baik.

  Dalam teknik yang ada pada retorika itu sendiri pada prinsipnya retorika menggabungkan antara argumentasi pesan, cara penyampaian yang menarik serta kreadibilitas diri pembicara. Dengan demikian retorika politik merupakan seni berbicara kepada khalayak politik, dalam upaya mempengaruhi khalayak tersebut agar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator politik.

  Jadi bila kita lihat dari persamaan ketiga point tersebut adalah sama-sama berupaya untuk mempengaruhi khalayak, terdiri dari hubungan timbal balik dan menghasilkan perubahan dalam persepsi pribadi, keyakinan, nilai-nilai dan ekspektasi. Sedangkan perbedaannya adalah 17 dalam penyampaian pesannya terjadi antara satu orang kepada banyak Gun Gun heryanto.

  “Handout Perkuliahan Komunikasi Politik”.. orang atau penekanan dua arah, masing-masing pendekatannya berbeda dan fokus yang berbeda-beda.

3. Marketing Politik

  Berbicara mengenai politik pasti tidak akan pernah lepas dari marketing politik. Bagaimanapun juga saat proses komunikasi terjadi di publik, selalu ada pertukaran pasar (exchange market) dan pertukaran nilai (exchange value). Marketing menurut Bruce I. Newman (1999: 3) adalah proses dimana perusahaan memilih customer, menganalisa kebutuhan mereka dan kemudian mengembangkan inovasi produk, advertising, harga dan strategi distribusi dalam basis informasi. Marketing dalam pengertian Bruce bukan dalam pengertian marketing biasa, melainkan produk politik berupa image politisi, platform, pesan politik dan lain-lain yang dikirim ke

  18 audiens yang diharapkan menjadi konsumen tepat.

  Marketing sebagai suatu cabang ilmu yang merupakan kontruksi sosial. Banyak sekali institusi (marketing club) dan peneliti yang secara

  19

  aktif mengembangkan marketing. Marketing telah berkembang secara luas dan bukan hanya milik para tatanan akademisi tetapi hampir di setiap aspek aktivitas kehidupan pasti tidak terlepas dari marketing.

  Berangkat dari sini, Bagozzi (1974; 1975) melihat bahwa

  marketing adalah proses yang memungkinkan adanya pertukaran

  antara dua belah pihak atau lebih. Aktivitas marketing akan 18 (exchange) Gun Gun heryanto. 19

“Handout Perkuliahan Komunikasi Politik”.

  Firmanzah. Marketing Politik Antara Pemahaman dan Realitas, (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 2008). h. 133. selalu ditemui dakam proses pertukaran. Dalam pertukaran terdapat proses hubungan (relation) yang memungkinkan interaksi, dimana dalam prosesnya masing-masing pihak ingin memaksimalkan dan menjamin bahwa kepentingannya sendiri akan terpenuhi. Dalam proses interaksi juga terjadi proses tukar-menukar. Dalam proses ini satu pihak bersedia memberikan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. proses tukar- menukar ini melibatkan negoisasi dan tawar-menawar yang merupakan mekanisme untuk mengusahakan maksimalisasi kepentingan masing- masing pihak.

  Marketing adalah hubungan dan pertukaran. Selain itu, keberadaan marketing sebagai suatu konsep menjadi penting ketika adanya Dimana terdapat dua pihak atau lebih yang berkompetisi persaingan. untuk memperebutkan “prestasi” tertentu. Ketika persaingan menjadi intens, maka pada saat itu juga semakin tinggi kebutuhan akan marketing

  20 sebagai alat untuk memenagkan persaingan.

  Seiring dengan gelombang demokratisasi di seluruh dunia konsekuensi yang muncul adalah semakin ditekankannya aspek transparansi dan kebebasan untuk terikat dan mengikat diri dari pada suatu partai politik atau kontestan individu tertentu. Persaingan yang sehat merupakan fenomena yang tidak dapat dihindarkan dalam iklim demokrasi. Untuk dapat memgang kekuasaan, partai politik atau seorang 20 kandidat harus memenangkan pemilihan umum dengan memperoleh suara

  Firmanzah. Marketing Politik Antara Pemahaman dan Realitas, (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 2008). h. 137-138. terbanyak di antara kontestan-kontestan lainnya. Dilepaskannya keberpihakkan kekuatan formal Negara dan institusinya membuat para kontestan harus mampu memenangkan persaingan dalam koridor ketentuan pemilihan umum. Semakin bertambahnya partai politik membuat persaingan semakin tinggi pula.

  Masyarakat juga dihadapkan pada lebih banyak alternatif pilihan selama periode pemilihan umum. Kenyataan bahwa suatu partai politik memiliki massa tradisional bukanlah jaminan bahwa massa tradisionalnya itu tidak akan pindah dan migrasi ke partai politik lain. Tuntutan masyarakat akan kinerja partai politik atau seorang kontestan pun menjadi semakin tinggi seiring dengan meningkatnya pilihan yang ada. Masing- masing kontestan harus mampu menunjukan bahwa merekalah yang paling

  21 mampu untuk memecahkan permasalahan bangsa dan Negara.

a. Pemasaran Politik

  Dunia politik pada dasarnya terbagi menjadi dua bagian yaitu ada produsen politik dan konsumen politik layaknya dalam dunia bisnis politik pun tidak ada bedanya dalam pasar. Sebagai produsennya adalah partai- partai atau kontestan individu yang menjadi pihak penghasil produk politik, dan masyarakat yang menjadi konsumen politiknya. Dalam dunia marketing sering kita menemukan suatu proses interaksi antara pedagang

21 Firmanzah. Marketing Politik Antara Pemahaman dan Realitas, (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 2008). h. 143-147.

  dan pembeli, proses interaksi tersebut dinamakan proses jual beli atau tawar menawar.

  Tujuannya adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya. Dalam kaitan dunia politik, para aktor-aktor politik juga melakukan hal yang sama. Tetapi, dinamika konsepnya yang berbeda. Dalam membangun basis massa yang besar hendaknya perlu memperhatikan beberapa aspek dan kultur masyarakat kita yang berbeda-beda. Karena hal itu sangatlah berpengaruh untuk menghindari pailed yang dapat merusak atau menghancurkan konsep politik serta program kerja yang sudah dibangun oleh partai itu sendiri. Dan juga diperlukan penawaran yang dilakukan oleh partai kepada publik dengan terlebih dahulu melakukan survey dan menggaris bawahi bahwa produk yang ditawarkan tersebut hendaknya lebih banyak meyangkut keinginan masyarakat, tujuannya agar program kerja ataupun produk politik tersebut dapat diterima oleh masyarakat secara global.

b. Kampanye Politik

  Dalam kehidupan berpolitik, kampanye merupakan sebuah rutinitas penting yang terdapat didalam kehidupan berpolitik pada umumnya. Hal ini disebabkan karena memang didalam mensosialisasikan visi serta misi program partai diperlukan bentuk aplikasi yaitu dengan melakukan kampanye politik. Maka dari itu hendaknya dalam melakukan kampanye politik harus dilakukan dalam sistem atau penerapan yang terbuka.

  Kampanye politik yang dikatakan oleh Arnold Steinberg dalam bukunya mengatakan bahwa “Kampanye politik adalah suatu sistem terbuka yang berorientasi dengan suprasistem lingkungannya”. Oleh Karena itu lingkungan politik itu terus berubah-ubah dan tidak menentu, maka organisasi yang melakukan kampanye hendaknya harus terbuka dan

  22 tidak tertutup agar dapat hidup langsung serta memenagkan pemilihan.

  Biasanya dalam hal ini, para organisatoris sering melakukan tindak-tanduk kegiatan kampanye politik tersebut. Karena hal ini merupakan bagian dari strategi politik yang tujuannya adalah untuk memenangkan pemilihan partai mereka. Disamping itu pula, orang-orang yang berusaha untuk mengumulkan data dan mencari informasi-informasi yang ada dengan maksud mengangkat dan mensukseskan partai serta para kandidat-kandidatnya dalam hal ini Tim sukses partai. Menganggap bahwa kampanye politik adalah jantung politik dalam pemilihan. Sebab, jika dalam kondisi pemilihan umum misalnya suatu partai dalam mengikuti pemilihan, ketika membaca peta kekuatan partai tersebut didalam kampanyenya gagal. Maka hal itu akan berakibat fatal dan akan menjalar hingga ke tubuh partai itu sendiri. Maka dari itu, konsep kampanye politik haruslah di merger semaksimal mungkin, agar kampanye partai tersebut 22 berhasil dan sukses dalam pemilihan tersebut.

  Arnold Steinberg. Kampanye Politik Dalam Praktek, (Jakarta : PT. Intermasa, 1981). Cet. ke-1 h. 128

c. Media Massa

  Transformasi global yang terjadi di jaman modern seperti sekarang ini, menuntun kita ikut ke dalam konsumen dari praktek teknologi yang serba canggih. Hal ini sering kita lakukan tanpa kita sadari terlebih dahulu, dimana dunia apabila kita telaah secara seksama mengalami perubahan yang cukup signifikan, baik itu untuk kebutuhan hidup kita sehari-hari maupun kegiatan kita dalam dunia kerja. Peran serta media massa dalam mengarahkan dan menemani kita hingga sekarang ini adalah kemajuan yang perlu diacungkan jempol. Hal inilah yang menjadikan semua bentuk informasi dalam proses dinamika kehidupan sangat dibutuhkan publik, baik itu masyarakat apatis, spektator hingga masyarakat gladiator politik yang turun secara aktif dalam kehidupan berpolitik dalam negeri ini. Hal tersebut disebabkan karena media massa mempunyai dan memiliki “The power of effect” yang dapat mempengaruhi khalayak secara universal.

  Arti penting media massa dalam komunikasi politik membuat medan pertempuran dan persaingan politik untuk membentuk opini publik terfokus pada media. Masing-masing partai politik akan terus berusaha tampil dan diliput oleh media massa. Setiap aktivitas partai pasti akan melibatkan media massa. Hal ini dilakukan agar aktivitas mereka dapat disaksikan dan dimengerti oleh masyarakat luas. Masing-masing partai politik akan berusaha mendekati media massa tertentu yang memiliki jangkauan luas dalam masyarakat. Wilayah pertempuran politik tidak hanya terjadi dari image-image politik yang ditampilkan, tetapi juga lobi- lobi politik dengan media massa. Keberpihakan mereka terhadap suatu partai politik bisa menguntungkan dan merugikan image di mata masyarakat. Menguntungkan, karena masyarakat dapat dengan mudah mengidentifikasi ideologi yang dikeluarkan oleh media massa tersebut.

  Merugikan, karena hal ini dapat mengurangi bursa pasar mereka. Sementara itu, media massa juga bisa bersikap netral. Dalam hal ini, mereka menerima dan mempublikasikan siapa pun yang dianggap layak

  23 untuk dipublikasikan.

  Dari kekuatan yang dimiliki oleh media itulah mengundang para elit-elit politik atau politisi partai sendiri tertarik untuk menggunakan media sebagai sarana politik tersebut. Mereka menilai bahwa media mempunyai kekuatan yang cukup baik untuk mempengaruhi publik agar tertarik dan masuk ke dalam partai yang mereka usung. Dalam pemilihan umum tahun 2009 kemarin misalnya hampir disetiap media massa baik itu media cetak maupun elektronik terdapat banyak sekali kampanye- kampanye politik yang dipajang secara megah dengan memapangkan slogan-slogan atau konsep-konsep politik para kandidat partai.

  Media memiliki effek politik dalam suatu kelangsungan sistem politik paling tidak kekuatan media ini bersumber pada tiga hal :

1. Struktural

  Bersumber dari kemampuannya menyediakan khalayak bagi para 23 politisi.

  Firmanzah. Mengelola Partai Politik Komunikasi dan Positioning Ideologi Politik di Era , (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2008). ed. Ke-1. h. 33.

  Demokrasi

  2. Psikologis Akar psikologis bersumber pada hubungan kepercayaan (creadibility) dan keyakinan yang diperoleh oleh organisasi media dari khalayak.

  3. Normatif Bersumber pada prinsip-prinsip demokrasi mengenai kebebasan

  24 menyatakan pendapat.

  Kemampuan untuk membentuk opini publik ini membuat media massa memiliki kekuasaan publik. Paling tidak, media memiliki kekuasaan untuk membawa pesan politik dan membentuk opini publik. Kemampuan ini dapat dijadikan sumber bagi media massa untuk proses tawar-menawar dengan institusi politik. Kesulitan untuk bernegoisasi dengan media massa seringkali terjadi karena ideologi politik tertentu memiliki media sendiri.

  Tidak jarang juga media massa mengambil sikap independent dan menjadi kekuasaan politik penyeimbang dari kekuataan politik. Dalam hal ini, media massa menjadi kekuatan kritis dan alternatif.

  Karena itu, tidak mengherankan kalau kemunculan media massa di Indonesia juga tidak dapat dijelaskan oleh rasionalitas ekonomis saja. Hal ini terkait erat dengan keinginan untuk berkuasa. Ide, gagasan, dan isu politik akan dapat dengan mudah ditransfer dan dikomunikasikan melalui media massa. Hal ini membuat kekuasaan politik tidak hanya ada ditangan

24 Gun Gun heryanto.

  “Handout Perkuliahan Komunikasi Politik”. partai politik, tetapi juga siapapun yang memiliki kemampuan untuk

  

25

mempengaruhi kebijakan publik.

25 Firmanzah. Mengelola Partai Politik Komunikasi dan Positioning Ideologi Politik di Era , (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2008). ed. Ke-1. h. 30.

  Demokrasi

BAB III PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (GERINDRA) DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) A. Sejarah Berdirinya Partai 1. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Gerindra didirikan pada tanggal 6 februari 2008. Diantara

  partai-partai baru, partai Gerindra adalah partai yang paling termuda. Para pendiri dan inisiator partai Gerindra merasa terpanggil melihat kondisi bangsa Indonesia yang pada saat itu dimana mayoritas rakyatnya masih berkubang dalam penderitaan akan kebutuhan ekonomi yang melilit, sistem politik yang tak kunjung mampu merumuskan dan melaksanakan perekonomian nasional untuk mengangkat harkat dan martabat mayoritas rakyat bangsa Indonesia dari kemelaratan.

  Bahkan dalam upaya membangun bangsa, dalam perjalanannya dimana hampir masyarakat kita justru terjebak ke dalam sistem ekonomi pasar yang memporak-porakkan bangsa, yang menyebabkan situasi yang sulit menjadi semakin sulit bagi kehidupan rakyat dan bangsa. Pada situasi yang demikian, partai gerindra ingin memberikan sumbangsih kepada bangsa dan Negara sehingga tercipta Indonesia Raya yang makmur dan sejahtera.

  Disamping itu pula, melihat para leader-leader anak bangsa ini partai Gerindra menilai leader-leader tersebut kurang berkompeten dalam membangun citra serta kemakmuran dan kesejahteraan bangsa. Maka dari itu kehadiran partai gerindra setidaknya ingin memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa ini, dengan mempunyai motto :

  “Haluan Baru, Pemimpin Baru Bagi Indonesia Raya”.

  Maksud dari haluan baru tersebut ialah partai Gerindra mengajukan 5 (lima) Haluan Baru bagi bangsa Indonesia, yaitu :

  1. Koreksi total terhadap sistem politik dan ketatanegaraan yang liberal yang hanya menciptakan kebebasan sebebas-bebasnya tanpa bisa mensejahterakan rakyat. Sistem pemerintahan presidensial murni dan sistem politik yang berdasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila menjadi haluan baru politik Indonesia.

  2. Koreksi total terhadap sistem perekonomian yang terlalu liberal dan terbukti gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat. Koperasi sebagai toko guru perekonomian nasional dan sistem ekonomi kerakyatan dengan prioritas pembangunan disektor pertanian merupakan haluan ekonomi baru Indonesia.

  3. Pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dengan tindakan hukum yang tegas dan tidak tebang pilih, penegakkan hukum yang berkeadilan dan berkepastian hukum, yang didukung oleh parat penegak hukum yang bersih serta keutuhan UUD 1945 sebagaimana naskah UUD 1945 sebelum diamandemen menjadi haluan baru hukum Indonesia.

  4. Politik luar negeri yang progresif yang diabdikan untuk kepentingan nasional dengan berlandaskan pada kekuatan dan penentuan sikap sendiri serta menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang disegani, dihormati dan diperhitungkan dalam kancah pergaulan internasional adalah haluan baru politik luar negeri Indonesia.

5. Reaktualisasi sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta

  (Sishankamtara) yang didukung dengan perthanan progesionalisme dan keandalan TNI dan Polri, kerjasama yang erat antara TNI dan Polri, serta modernisasi alutsista menjadi alat utama dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan nasional adalah haluna baru

  1 pertahanan dan keamanan Indonesia.

  Untuk itu, partai Gerindra menilai dalam mensukseskan motto tersebut dibutuhkan pemimpin baru yang ideal. Pemimpin baru tersebut adalah seorang sosok pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan kemampuan memimpin yang handal. Sosok pemimpin yang cerdas, tegas, kuat, visioner, berjiwa nasionalisme tinggi, memiliki kemampuan bertindak dan cepat dalam mengambil keputusan, peduli dan tanggap atas permasalahan yang dihadapi rakyat, serta mampu memimpin bangsa Indonesia menuju kesejahteraan adalah pemimpin baru yang diusung oleh partai Gerindra. Dan menurut partai Gerindra sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan kemampuan memimpin yang handal ada pada 1 “Prabowo Subianto”.

  Company Profil “Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)”. Data ini didapatkan dengan melakukan wawancara khusus dan langsung kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai , Jl. Brawijaya IX no. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Pada tanggal 22 Maret 2010.

  Gerindra

2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan hasil fusi politik Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) yang dideklarasikan pada tanggal 5 januar 1973 bertepatan dengan 30 Dzulqa’dah 1392 Hijriyah merupakan partai politik penerus estapeta empat partai islam dan wadah penyelamat aspirasi umat islam, serta cermin kesadaran dan tanggung jawab tokoh- tokoh ummat islam dan Pimpinan partai untuk bersatu, bahu-membahu membina masyarakat agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan

  2

  kepada Allah Subhanahu Wa T‟a‟ala melalui perjuangan politik.

  Sejak berdirinya 5 Januari 1973, PPP terus berjuang untuk membawa aspirasi dan kepentingan ummat dan bangsa, terutama dalam menjaga agar produk-produk peraturan perundang-undangan tetap berada dalam nafas dan tidak bertentang dengan ajaran Islam. Ini tercermin misalnya dalam gigihnya PPP berjuang dalam proses pembuatan Undang- undang Perkawinan, undang-undang Peradilan Agama, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Perfilman, Undang-undang Pangan, Undang-undang Perbankan, Undang-undang Pengadilan Anak, Undang-undang Kepariwisataan, Undang-undang Pengelolaan Zakat, Undang-undang Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Undang-undang 2 Keistimewaan Aceh, Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi

  

Ketetapan Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Khittbah dan Program Partai

. Jakarta : 2007. h. 5 Persatuan Pembangunan

  (APP) dan masih banyak lagi undang-undang yang lain. itu semua adalah supaya PPP agar berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran islam yang sudah tertanam dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

  Partai Persatuan Pembangunan juga berada di garis depan dalam menghadap bulldozer rezim Orde Baru yang ingin melakukan depolitasasi kampus, depolitasasi desa, dan monoloyalitas pegawai negeri. Sudah sejak lama Partai Persatuan Pembangunan tidak kenal lelah memperjuangkkan kehidipan politik yang lebih sehat dan demokratis, melalui penyelenggaraan pemilihan umum yang jujur dan adil, yang akhirnya berhasil diterima dalam Era Reformasi, setelah sejak awal 1980-an diperjuangkan secara terus-menerus.

  Pengembangan ekonomi kerakyatan, penegakan hukum dan keadilan, pemberantasan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), otonomi daerah, pemerataan, pembangunan dan hasil-hasilnya, pemberantasan perjudian (SDSB), penghapusan asas tunggal dan induktrinasi P4 adalah isu-isu penting yang merupakan penjabaran dari platform perjuangan PPP yang secara gigih terus disuarakan oleh kader-kader partai di berbagai forum resmi maupun tidak resmi. Saat ini dan ke depan, PPP akan terus merumuskan dan merevitalisasi program perjuangannya sesuai dengan kecenderungan perkembangan ke depan, tidak lain untuk kepentingan Indonesia yang maju, sejahtera, makmur dan berkeadilan dalam panduan

  3 moral, nilai dan ajaran islam.

B. Visi Dan Misi Partai 1. Visi dan Misi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

  Visi partai Gerindra adalah menjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik Negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam menciptakan suatu tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial (masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan kesetaraan gender). Keadilan sosial harus didasari atas persamaan hak, pemerataan dan penghargaan terhadap “Hak azasi manusia”.

  Sedangkan misi yang diemban oleh partai Gerindra, yaitu dengan memiliki 5 (lima) misi diantaranya :

1. Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

  2. Mendorong pembangunan nasional yang menitik beratkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh 3 bangsa dengan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing.

  

Ketetapan Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Khittbah dan Program Partai

Persatuan Pembangunan . Jakarta : 2007. h. 9-10.

  3. Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat.

  4. Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan praduga tak bersalah dan persamaan hak di depan hukum.

  5. Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusional melalui Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden untuk mencapai lapisan kepemimpinan

  4 nasional yang kuat.

2. Visi dan Misi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

  Visi PPP berdasarkan perjuangan dan jatidiri yang telah dipaparkan sebelumnya adalah “Terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan Negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Azasi Manusia (HAM), serta menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai-nilai keislaman.

  Dibidang agama, platform PPP menegaskan tentang :1) perlunya penataan kehidupan masyarakat yang Islami dan berakhlakul karimah dengan prinsip

  amar ma‟ruf nahi mungkar, 2) pentingnya peran agama

  (Islam) sebagai penduan moral dan sumber inspirasi dalam kehidupan bernegara, 3) paradigm hubungan antara Islam dan Negara yangbersifat 4 simbolik, sinergis serta saling membutuhkan dan memelihara, yang

  Company Profil “Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)”. Data ini didapatkan dengan melakukan wawancara khusus dan langsung kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai , Jl. Brawijaya IX no. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Pada tanggal 22 Maret 2010.

  Gerindra berpegang pada prinsip haomoni antara unversalitas Islam dan lokalitas keindonesiaan, dan 4) komitmen pada prinsip dan sikap toleransi antar umat beragama. Sementara dibidang politik, PPP berkomitmen untuk meingkatkan kualitas kehidupan demokrasi di Indonesia, terutama pada aspek penguatan kelembagaan, mekanisme dan budaya politik yang demokratis dan berakhlakul karimah. PPP menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia (HAM), menghargai kebebasan berekspresi, berpendapat dan berorganisasi, terwujudnya Good and clean Government, dan upaya mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

  PPP berkomitmen pada terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang memadai serta kesehatan yang baik. Program pembangunan kesejahteraan hendaknya diarahkan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pelayanan umum seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial yang adil dan merata serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat. PPP bertekad menjadikan bidang pendidikan sebagai prioritas dan titik tolak pembangunan kesejahteraan, yang darinya diharapkan lahir manusia Indonesia yang cerdas, terampil, mandiri dan berdaya saing tinggi.

  Visi politik luar negeri PPP diorientasikan pada upaya mengembangkan politik luar negeri yang bebas dan aktif, dalam arti bahwa Indonesia ikut aktif memajukan perdamaian dunia dan menentang segala bentuk penjajahan, menolak ketergantungan terhadap pihak luar manapun yang dapat mengurangi kedaulatan Indonesia, memelihara persahabatan antara Indonesia dengan Negara-negara lain atas dasar saling menghormati dan kerjasama menuju terwujudnya perdamaian dunia yang adil, beradab dan dengan prinsip keseimbangan.

  Sedangkan Misi PPP (Khidmat Perjuangan) adalah : 1.

  PPP berkhidmat untuk berjuang dalam mewujudkan dan membina manusia dan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, meningkatkan mutu kehidupan beragama, mengembangkan

  (persaudaraan sesama muslim). Dengan demikian

  ukhuwah islamiyah

  PPP mencegah berkembangnya faham-faham atheism, komunisme/marxisme/leninisme, serta sekulerisme dan pendangkalan agama dalam kehidupan bangsa Indonesia.

  2. PPP berkhidmat untuk memperjuangkan hak-hak azasi manusia dan berkewajiban dasar manusia sesuai harkat dan martabatnya dengan memperhatikan nilai-nilai agama terutama nilai-nilai ajaran Islam, dengan mengembangkan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Dengan demikian PPP mencegah dan menentang berkembangnya neofeodalisme, faham-faham yang melecehkan martabat manusia, proses dehumanisme, diskriminasi, dan budaya kekerasan.

  3. PPP berkhidmat untuk berjuang memelihara rasa aman, mempertahankan dan memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengembangkan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa). Dengan demikian PPP mencegah dan menentang proses disinterasi, perpecahan dan konflik sosial yang membahayakan keutuhan bangsa Indonesia yang berbhineka tunggal ika.

  4. PPP berkhidmat untuk berjuang melaksanakan dan mengembangkan kehidupan politik yang mencerminkan demokrasi dan kedaulatan rakyat yang sejati dengan prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat. Dengan demikian PPP mencegah dan menentang setiap bentuk otoritarianisme, fasisme, kediktatoran, hegemoni serta kesewenag-wenangan yang mendzalimi rakyat.

  5. PPP berkhidmat untuk memperjuangkan berbagai upaya dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT, Baldatun thayyibatun Wa rabbun ghofur. Dengan demikian PPP mencegah berbagai bentuk kesenjangan sosial, kesenjangan ekonomi, kesenjangan budaya, pola kehidupan yang konsumeristis, materialism, permisif, dan hedonism ditengah-tengah kehidupan

  5 rakyat banyak yang masih hidup dibawah garis kemiskinan.

C. Prinsip Dasar Partai 1. Prinsip Dasar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

  Dalam menjalankan fungsi dan tugas dalam rangka mencapai 5 tujuan yang dicita-citakan dengan berazaskan pada Pancasila dan UUD

  

Ketetapan Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Khittbah dan Program Partai

Persatuan Pembangunan . Jakarta : 2007. h. 12-15.

  1945, partai Gerindra berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar sebagai berikut :

1. Prinsip Disiplin, partai Gerindra senantiasa mengedepankan disiplin dalam setiap gerak dan langkah.

  2. Prinsip Kedaulatan, partai Gerindra bersikap dan bertindak berdasarkan penghormatan dan penghargaan terhadap kedaulatan setiap individu serta menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

  3. Prinsip Kemandirian, partai Gerindra bersikap dan bertindak berdasarkan kemampuan yang dimiliki serta menghargai kemandirian setiap individu.

  4. Prinsip Persamaan Hak, partai Gerindra bertindak dan bersikap dengan mengedepankan persamaan hak setiap individu dan mengembangkan sikap anti diskriminasi.

  5. Prinsip Kerjasama dan Gotong Royong, partai Gerindra sangat menyadari pentingnya kerjasama, karena itu dalam setiap bertindak dan bersikap, partai Gerindra mengedepankan dan mengembangkan kerjasama dan gotong royong engan entitas masyarakat lainnya sebagai landasan pergaulan berbangsa dan bernegara.

  6. Prinsip Musyawarah, partai Gerindra menjadi garda terdepan dalam pelestarian nilai-nilai musyawarah dengan mengembangkan musyawarah

  6 6 dalam penyelesaian permasalahan bangsa.

  Company Profil “Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)”. Data ini didapatkan dengan melakukan wawancara khusus dan langsung kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai , Jl. Brawijaya IX no. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Pada tanggal 22 Maret 2010.

  Gerindra

2. Prinsip Dasar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1.

   Prinsip Ibadah : PPP senatiasa berupaya mendasari perjuangannya

  dengan prinsip ibadah, dalam arti yang seluas-luasnya yaitu untuk mencapai keridhoan Allah SWT. Oleh karena itu, seluruh kegiatan berpolitik jajaran partai adalah merupakan keterpanggilan untuk beribadah.

  2. Prinsip Amar Ma’ruf Nahi Mungkar : PPP mendasarkan

  perjuangannya atas prinsip menyeru dan mendorong melaksanakan segala perbuatan yang baik serta mencegah segala perbuatan yang tercela (mungkar). Prinsip ini juga melandasi segala landasan perjuangan dalam melaksankan fungsi untuk menyerap, menampung, menyalurkan, memperjuangkan dan membela aspirasi rakyat dan melaksanakan pengawasan atau kontrol sosial. Dengan prinsip ini partai berusaha mendorong budaya kritis dalam kehidupan masyarakat keseluruhan sehingga tidak terjadi political decay (pembusukan politik) yang mengakibatkan kemungkaran yang lebih jauh oleh sikap tatanan masyarakat secara keseluruhan. Prinsip ini juga menumbuhkan keberanian dalam menegakkan kebenaran.

  3. Prinsip Kebenaran, Kejujuran dan Keadilan : Perjuangan PPP

  selalu didasarkan pada penegakkan dan pembelaan prinsip kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat. Perjuangan partai mengarah pada perlawanan terhadap kebatilan karena kebenaran berhadapan secara diametral dengan kebatilan. Meskipun begitu kebenaran yang mutlak hanya Allah SWT yang Maha Benar. Karena itu sepanjang kebenaran itu masih bersifat manusiawi kebenaran itu bukanlah monopoli siapapun. Sementar itu, prinsip kejujuran atau amanah bersifat sentral dan esensial dalam perjuangan PPP. dengan prinsip kejujuran ini perjuangan dalam bentuk apapun akan menjamin tegaknya saling pengertian, keharmonisan, keserasian dan ketentraman. Prinsip kejujuran merupakan penunaian amanah dan kepercayaan rakyat yang perlu terus dijaga sehingga terhindar dari perbuatan yang mengkhianati amnah rakyat. PPP juga akan terus mempertahankan prinsip keadilan didalam setiap gerak langkah perjuangannya. Tegaknya keadilan

  (justice) adalah esensial dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan

  Negara. Dengan prinsip keadilan maka segala aturan dapat terlaksana dan berjalan baik sehingga menimbulkan keharmonisan, keselarasan, ketentraman dan sekaligus akan menghilangkan kedzaliman, kesenjangan, keresahan dan konflik.

4. Prinsip Musyawarah : PPP berpendirian bahwa musyawarah untuk

  mencapai mufakat merupakan dasar dalam proses pengambilan keputusan. Dengan musyawarah dapat dipelihara sikap saling pengertian, saling menghargai dan menjamin kemantapan hasilnya serta menumbuhkan tanggung jawab bersama sehingga demokrasi yang sejati dapat terwujud dengan baik dan nyata. Disamping itu keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Allah SWT. Apabila dengan musawarah tidak tercapai mufakat maka tidak tertutup kemungkinan pengambilan keputusan ditempuh dengan suara terbanyak dengan mencegah munculnya diktator mayoritas.

  5. Prinsip Persamaan, Kebersamaan dan Persatuan : PPP

  mendasarkan perjuangan atas dasar prinsip persamaan derajat manusia dihadapan Allah SWT. Ini adalah keyakinan yang mendasar, yang dapat memberikan motivasi perjuangan kepada seluruh jajaran partai sehingga terhindar dari bahaya kultus individu dan neo-feodalisme yang dapat memerosotkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. PPP berjuang untuk mengembangkan nilai- nilai kebersamaan dalam memikul beban dan tanggung jawab kenegaraan, pemerintahan, dan kemasyarakatan secara proporsional sehingga terhindar dari dominasi, perasaan ditinggalkan, dan dikucilkan. Disamping itu, perjuangan PPP juga didasarkan atas prinsip menegakkan dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga terhindar dari bahaya disintegrasi dan perpecahan.

  6. Prinsip Istiqomah : PPP menjadikan prinsip istiqomah atau konsisten

  sebagai prinsip perjuangan. Artinya, PPP sebagai institusi dan kader- kadernya harus gigih, kokoh, teguh pendirian dan selalu konsisten dalam memperjuangkan aspirasi rakyat berdasarkan nilai-nilai kebenaran. Atas dasar istiqomah sebagai nilai-nilai dasar perjuangan partai, maka keberhasilan akan dapat ditegakkan dan kemantapan dalam perjuangan partai dalam konteks perjuangan bangsa untuk

  7 mencapai cita-cita nasional.

  Disamping itu pula, prinsip yang sangat mendasar yang ada pada PPP adalah nilai-nilai ajaran Islam yang merupakan ideologinya sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan sikap kebijakan yang akan dihadapai dalam memperoleh suatu keputusan. Serta ideologi merupakan penanaman motivasi dan semangat serta internalisasi nilai-nilai perjuangan dalam pelaksanaan program-program partai disemua aspeknya.

D. Karakteristik Partai 1. Karakteristik Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

  Partai Gerindra memliki watak demokratis, merdeka, pantang menyerah, berpendirian dan terbuka. Disamping itu, partai Gerindra juga mempunyai jati diri yang mungkin tidak bisa disamakan oleh partai-partai yang lain yaitu : kebangsaan, kerakyatan, religious dan keadilan sosial.

  Maksud dari partai yang berwawasan kebangsaan adalah partai yang berpegang teguh pada karakter nasionalisme yang kuat. Wawasan kebangsaan ini menjadi jiwa dalam segala aspek kehidupan berbangsa, baik kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya maupun keagamaan.

  Sedangkan maksud dari kerakyatan adalah partai yang memang dibentuk oleh, dari dan untuk rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang sah atas 7 Republik Indonesia. Lalu maksud dari religious adalah partai yang

  

Ketetapan Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Khittbah dan Program Partai

. Jakarta : 2007. h. 15-17.

  Persatuan Pembangunan memegang teguh akan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kebebasan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing serta menjadikan nilai-nilai religious tersebut senantiasa menjadi landasan bagi setiap jajaran pengurus, anggota dan kader partai Gerindra dalam bersikap dan bertindak. Sedangkan maksud dari keadilan sosial adalah menciptakan suatu tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial, yakni masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan kesetaraan gender. Keadilan sosial harus didasari atas persamaan hak, pemerataan, dan penghargaan terhadap hak azasi manusia.

  Dalam makna lambang yang terdapat dalam partai Gerindra. Kotak persegi panjang bergaris hitam, dasar warna putih yang melambangkan kesucian dan keikhlasan. Ditengah terdapat lima persegi bergaris hitam dengan dasar merah, melambangkan pengorbanan dan keberanian.

  Ditengahnya terdapat gambar kepala burung Garuda dengan warna kuning keemasan, melambangkan kemakmuran. Menghadap ke kanan, melambangkan ketegasan dalam bersikap dan bertindak. Kepala burung Garuda pada lehernya terdapat sisik yang berjumlah 17, terdapat jengger dan berjambul 8, bulu telingga yang berjumlah 4, bingkai gambar kepala burung Garuda persegi 5 yang menyimbulkan tanggal kemerdekaan

  8 Indonesia, 17-8-1945.

  8 Bisa dibaca dalam buku saku “Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga” Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

2. Karakteristik Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

  Sebagai salah satu partai besar yang memiliki sejarah paling panjang disbanding partai-partai lain, PPP memiliki keunggulan sebagai modal dasar perjuangan, yaitu latar belakang historis sebagai hasil fusi politik penerus perjuangan emapt partai Islam, yang bukan sebagai dokumen historis tapi merupakan kekuatan strategis yang tetap actual untuk menyatukan sikap perjuangan politik umat. Disamping itu hak hidup partai dijamin oleh undang-undang, sehingga partai dapat berperan sebagai sarana penyalur aspirasi dan perjuangan umat.

  Sejak reformasi bergulir, PPP sudah berusaha melakukan pembenahan diri dengan merumuskan paradigm baru yang diputuskan dalam Musyawarah Kerja Nasional PPP tahun 2000. Paradigm baru tersebut setidaknya mencakup beberapa aspek strategis, yakni; kemabli ke jati dirinya semula sebagai partai yang berazaskan Islam, menegaskan diri sebagai partai Islam yang berpijak pada prinsip ummatan wasthan ( menghindari sikap ekstrim kanan maupun ekstrim kiri), dan konsolidasi partai yang mengedepankan prinsip kebersamaan, persatuan dan jalur konstitusional untuk menghindari konflik dan perpecahan partai yang berkepanjangan.

  Kekuatan PPP yang lain adalah telah terbentuknya jaringan organisasi partai di seluruh Indonesia, yang ditopang dengan kepemimpinan yang tumbuh serta berakar dari bawah yang dipilih secara demokratis dalam forum permusyawaratan, serta keteguhan sikap politik partai sebagai cermin kemandirian dalam memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi umat.

  Begitu juga, proses reformasi memberikan kesempatan kepada kader-kader partai untuk duduk dalam pemerintahan, meskipun belum maksimal seperti yang diharapkan. PPP, sebagai hasil akhir pemilu yang lalu, tetap memperoleh dukungan rakyat, termasuk dari kalangan ulama, cendekiawan, generasi muda, dan kaum pekerja.

  Sebagai partai Islam yang berorientasi keindonesiaan dan keummatan, PPP memiliki daya tarik dengan kemungkinan masuknya beberapa kalangan di luar empat unsur fusi. Begitu juga, sejumlah organisasi sayap partai dari kalangan ulama, pemuda (Generasi Muda Pembangunan Indonesia

  , Angkatan Muda Ka’bah, Gerakan Pemuda Ka’bah) dan kaum perempuan (Wanita Persatuan Pembangunan) juga aktif

  9 mendinamisir partai.

  Selain itu pula, banyak sekali karakteristik-karakteristik lainnya yang menjadi cirri khas dari PPP itu sendiri yaitu Agama antara lain adalah : 1.

  PPP meyakini Islam sebagai agama paripurna yang mengemban missi transformatif disemua aspek kehidupan dalam rangka merahmati semesta alam. PPP menempatkan agama sebagai sumber kekuatan rohani dan sekaligus sumber kesadaran akan makna, hakekat dan tujuan 9 hidup manusia. Agama merupakan sumber moral, etika, inspirasi dan

  

Ketetapan Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Khittbah dan Program Partai

. Jakarta : 2007. h. 22-24.

  Persatuan Pembangunan motivasi sebgai pedoman untuk membedakan yang benar dan yang salah. Agama adalah pendorong manusia untuk keluar dari kegelapan dan meriah cahaya kebenaran.

  2. PPP berpandangan bahwa hubungan Islam dan Negara bersifat simbolik, sinergis serta saling membutuhkan dan memelihara, yang berpegang pada prinsip harmoni antara universalitas Islam dan lokalitas keindonesiaan demi terwujudnya Negara Indonesia yang damai, makmur, sejahtera, religious dan bermoral. Dengan demikian, PPP menentang hubungan yang bersifat integralistik yang mensubordinasikan kepentingan Negara Indonesia kepada agenda universal Islam semata, juga menolak pola hubungan yang sekularistik yang menjauhkan peran agama dalam kehidupan kenegaraan.

  3. PPP menjadikan Islam Indonesia sebagai sendi-sendi ajaran dan basis paradigmatik bagi cita-cita, model strategis dan kode etik partai dalam ber- amar ma’ruf nahi mungkar, melalui upaya : a.

  Mengejawantahkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan secara terpadu, seimbang, selaras, serasi, harmonis, otentik dan utuh menyeluruh.

  b.

  Berikhtiar agar nilai-nilai itu tertanam, hidup dan mengakar di masyarakat, menjiwai perikehidupan bangsa serta tumbuh berkembang di atas kesadaran kemanusiaan dan keinsafan akan rahmat dan mashlahah yang terkandung didalamnya.

  c.

   Mendorong penyelenggaraan perikehidupan politik yang sehat dan

  santun (akhlaq al-karimah) serta dijiwai semangat tasawuf, tasamuh, tawasuth, tawazun, ta‟awwun dan I‟tidal.

  4. PPP senatiasa akan mengarahkan perjuangan (jihad) Li- „I‟la-I

  kalimatILLah dalam rangka membentuk umat terbaik (mabadi khairu ummah) dan terwujudnya baldatun thayyibatun warabbun ghofur yang

  hakiki sebagai implementasi rahmatan lil alamin.

  Syari’at yang diperjuangkan oleh PPP adalah syari’at yang hakiki bukan sekedar simbolik, apalagi kebanggaan simbolis dengan cara : a.

  Menempatkan seluruh geraknya dalam kerangka mujahadah, baik secara lahiriah maupun bathiniah. Komitmen tersebut secara

  inherent

  di dalam cita-cita, pilihan strategis, program, sikap dan kerja partai.

  b.

  Menempatkan ulama sesuai peran dan fungsinya secara maksimal sebagai penerus misi kenabian (risalah nabawiyah) dan panutan yang membimbing umat kearah penyempurnaan akhlak, termasuk etika berpolitik, ke jalan keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup yang hakiki duniawi ukhrawi.

  5. Dengan prinsip “lakum diinukum waliyadiin…” dan disemangati oleh

  “kebebasan untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan- nya itu” seperti dimaksudkan oleh

  pasal 29 UUD 1945, maka PPP selalu berjuang untuk : a.

  Mendorong pengembangan kualitas kehidupan beragama serta hubungan internal dan antar ummat beragama yang harmonis dengan dilandasi nilai-nilai akhlak mulia.

  b.

  Mendorong apresiasi kepentingan umat beragama dengan akses yang adil dan proporsional, peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama, serta penataan dan pengelolaan fasilitas ibadah, termasuk fasilitas perayaan hari besar kegamaan.

  c.

  Mendorong pengembangan kesadaran moral dan etika, pemantapan nilai-nilai kehidupan keluarga, penyediaan ruang publik, pembelajaran terbuka dan dialogis, sosialisasi pentingnya kualitas

  10 kehidupan keluarga.

10 Ketetapan Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Khittbah dan Program Partai . Jakarta : 2007. h. 25-27.

  Persatuan Pembangunan

BAB IV ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) A. Marketing Mix Dalam Politik 1. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Paradigma politik yang terjadi khususnya di Indonesia dewasa ini

  semakin canggih, hal ini merupakan hasil buah perkembangan jaman yang selalu meningkat dari masa ke masa. Ia muncul sebagai representasi dari kehidupan politik yang terduhulu sebagai perwujudan dalam dinamika politik konseptual yang baru. Perubahan tersebut memang dialami dari menggesernya perspektif dari orientasi internal partai ke orientasi pasar politik, serta tuntutan suara rakyat dan kepentingan nasional sebagai dasar motivasi pergerakan dan perjuangan politik dalam aklamasi konsep partai politik itu sendiri. Perubahan tersebut adalah strukturalisme dalam dunia politik melihat bahwa perilaku politik akan sangat ditentukan oleh struktur dan pranata yang mengkondisikannya.

  Dalam hal ini, ideologi dan konsep politik menjadi satu peranan penting dalam mempublikasikan dialog khusus kepasa publik dalam mengeneralisasikan tujuan dan maksud dasar perjuangan dari partai itu sendiri. Baik itu secara agamis ataupun nasionalisme. konsep marketing politik yang ditawarkan oleh Partai Gerakan Indonesia raya (Gerindra) adalah partai yang berbasis ideologi Pancasila. Sebab dari jati dirinya pun dikatakan bahwa partai Gerindra adalah merupakan partai yang berwawasan kebangsaan yang berpegang teguh pada karakter nasionalisme yang kuat, tangguh dan mandiri. Wawasan kebangsaan ini menjadi jiwa dalam segala aspek kehidupan berbangsa, baik kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya maupun agama. Sebab partai ini dibentuk dari, oleh dan untuk rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang sah atas Republik Indonesia. Keberpihakkan pada kepentingan rakyat merupakan aspek utama dari partai ini.

  Partai tersebut berusaha menyakinkan publik akan jati diri mereka yaitu dengan mencita-citakan suatu tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial, yakni masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan kesetaraan gender. Keadilan sosial didasari atas persamaan hak, pemerataan dan penghargaan terhadap hak azasi manusia.

  Tentu saja, sebagai partai modern, partai Gerindra memiliki pokok- pokok perjuangan (platform) yang jelas disetiap bidang kehidupan yang bermaktub dalam setiap manivesto perjuangan Partai Gerindra. Partai ini berusaha akan memperjuangkan tatanan politik nasional yang sesuai dengan UUD 1945. Penerapan sistem pemerintahan dan keterkaitan presidensil murni, kemandirian dan keterkaitan fungsional antara lembaga tinggi Negara yang sehat dan tidak saling menjatuhkan, serta pembenahan lembaga, badan, atau komisi yang dibentuk dan tidak sesuai dengan UUD 1945. Dalam pandangan Partai Gerindra, sistem dan tatanan politik yang paling tepat untuk bangsa Indonesia adalah sistem dan tatanan politik yang diamanatkan oleh UUD 1945 yang dilaksanakan secara konsekuen.

  Terkait dengan pelaksanaan demokrasi yang memberikan kebebasan yang sebebas-bebasnya, kini bangsa ini tengah menghadapi pilihan, mana yang diutamakan, kemakmuran rakyat atau kebebasan yang sebebas-bebasnya. Menghadapi itu, partai Gerindra akan mengutamakan kemakmuran rakyat sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945. Demokrasi dan kebebasan hanya merupakan salah satu alat, sedangkan tujuan utama kita berbangsa dan bernegara adalah kemakmuran rakyat.

  Dalam meperjuangkan ekonomi kerakyatan, dimana kebijakan perekonomian harus sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat (1), (2), (3), sebagai ruh dari setiap kebijakan ekonomi. Sistem ekonomi liberal- kapitalik yang selama ini diterapkan di Indonesia harus dikoreksi karena gagal mensejahterakan rakyat. Partai Gerindra akan mengembangkan koperasi sebagai bangunan ekonomi yang ideal pada dataran mikro dan makro. Koperasi merupakan soko guru perekonomian, sebagai prinsip dasar susunan perekonomian Indonesia. Koperasi merupakan bentuk nyata dari usaha bersama yang berdasarkan atas azas kekeluargaan. Koperasi harus dihidupkan dan digerakkan sebagai usaha bersama untuk kesejahteraan bersama. Partai Gerindra menempatkan koperasi sebagai model ideal susunan perekonomian Indonesia dengan sebuah harapan yang kuat untuk menghilangkan corak individualistic dan kapitalistik dari wajah perekonomian Indonesia.

  Sebagai Negara agraris, prioritas pembangunan ekonomi harus lebih banyak dicurahkan pada sektor pertanian, sebagai sektor profesi terbesar bangsa ini. Dalam konteks ini diperlukan penataan untuk menyelesaikan masalah-masalah klasik disektor pertanian seperti pengadaan pupuk, benih, lahan, infrastruktur, modal dan pemasaran hasil pertanian. Selain itu, Partai Gerindra akan menolak sistem perekonomian yang merugikan dan menyengsarakan rakyat, menolak segala bentuk liberalisasi perdagangan dan mengedepankan proteksi, menolak kebijakan privatisasi (penjualan) BUMN kepada asing, dan akan mendorong upaya penghapusan utang luar negeri, partai Gerindra menggunakan dan penyusunan kembali GBHN sebagai acuan pembangunan nasional.

  Dalam bidang kesejahteraan rakyat, partai Gerindra memandang kemiskinan dan pengangguran merupakan permasalahan besar bagi bangsa ini. Bahkan di era reformasi, kemiskinan sudah berubah wujud menjadi bentuk kemiskinan yang sistemik. Dalam hal ini kemiskinan adalah hasil dari kegagalan pemerintahan dalam mengatur Negara. Kesejahteraan rakyat masih jauh dari harapan. Penciptaan lapangn kerja harus ditingkatkan sehingga tingkat pengangguran dapat ditekan. Penurunan angka pengangguran dan kemiskinan merupakan komitmen dan kerja bersama seluruh komponen bangsa. Partai Gerindra menjadi garda terdepan dalam upaya penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Karena bagian terbesar kelompok miskin adalah petani dan nelayan, Partai gerindra akan secara maksimal dan sungguh-sungguh meningkatkan harkat dan martabat petani dan nelayan dari kubangan kemiskinan dengan menyediakan akses permodalan yang bersahabat dengan petani-nelayan mendukung modernisasi teknologi pertanian dan penangkapan ikan.

  Partai Gerindra juga akan memperjuangkan kelompok masyarakat yang terpinggirkan seperti PNS honorer, guru bantu dan para buruh pabrik yang penghasilannya masih dibawah upah minimum. Bagi PNS honorer dan guru bantu. Kejelasan statusdan peningkatan pendapatan merupakan agenda utama yang harus dilaksanakan. Sementara bagi para buruh, jaminan pendapatan diatas upah minimum serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi kepedulian utama oleh partai Gerindra.

  Selanjutnya kelompok fakir miskin, penyandang cacat, anak terlantar dan lanjut usia, merupakan kelompok masyarakat yang harus mendapatkan oerhatian dan perlindungan Negara. Partai Gerindra memandang bahwa kelompok masyarakat dimaksud bukan merupakan beban tetapi tenaga potensial yang harus diberdayakan secara sosial dan ekonomi sehingga berdaya guna bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

  Komitmen partai Gerindra untuk menjamin hak-hak individu dan keluarga untuk memperoleh pendapatan minimum dan jaminan sosial serta jaminan perlakuan yang sama untuk memperoleh akses pelayanan sosial dasar. Keluarga berencana (KB) sebagai instrument pengendalian penduduk juga akan dikembangkan oleh partai Gerindra.

  Selain itu, konsep politik yang ditawarkan oleh partai Gerindra lebih banyak membahas tentang bagaimana manusai Indonesia (khususnya) bisa menjadi manusia yang mandiri dalam membangun jati dirinya baik dalam interbal keluarga maupun kepada bangsanya. Selain itu pula, partai gerindra lebih membaca konsep tersebut dalam haluan dasar mereka yaitu “Ekonomi Kerakyatan” sebab mereka menganggap bahwa dengan haluan tersebutlah seluruh institusi kalangan rakyat Negara ini dapat berperan secara aktif baik itu dalam tatanan politik, ekonomi maupun hukum.

  Gejolak sosial yang sering yang sedang terjadi dalam hal ini seperti maraknya kasus korupsi, kolusi dan nepotisme, menjadi salah satu dasar perjuangan mereka dalam memberantas dan menumpas kasus tersebut. Mereka menilai bahwa hal tersebut bisa saja dihentikan apabila dalam penanganannya didasari dengan jiwa nasionalisme yang kuat sehingga kesadaran akan pentingnya memperhatikan jiwa-jiwa rakyat kecil yang menderita, karnanya bisa dikurangi dan dihentikan apabila tidak mementingkan kepentingan individual saja tetapi berusaha untuk selalu berkiblat kepada rakyat.

  Mereka berusaha untuk sekali lagi mencoba meyakinkan publik bahwa walaupun partai Gerindra adalah partai muda tapi bentuk perjuangan politik mereka adalah cita-cita lama yang sudah ada sejak bangsa ini terlepas dari penjajah. Tujuan politik merupakan salah satu elemen penting dalam perjuangan politik. Inilah kenapa banyak para aktor- aktor politik yang sering melupakan apa yang menjadi tujuan utama dalam memperjuangkan politik tersebut.

  Dalam tujuan politik yang menjadi pokok perjuangan partai Gerindra adalah partai Gerindra akan memperjuangkan “ekonomi kerakyatan”, dimana kebijakan perekonomian harus berdasarkan pada UUD 1945 pasal 33 ayat 1-3, sebagai ruh dari setiap kebijakan ekonomi.

  Tujuan didirikan partai Gerindra pada dasarnya partai Gerindra mempunyai 5 (lima) tujuan utama. Yaitu :

1. Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta menegakkan

  Undang-undang Dasar 1945, sebagaimana ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945.

  2. Berjuang memperoleh kekuasaan politik secara konstitusional guna mewujudkan pemerintahan, sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD 1945, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.

  3. Menciptakan masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia.

  4. Mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi, yang menjunjung tinggi dan menghormati kebenaran, hukum, dan keadilan.

5. Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada kekuatan

  1 bangsa, yang mengarahkan pada kedaulatan dan kemandirian bangsa.

  Partai Gerindra merupakan partai yang berwawasan kebangsaan yang berpegang teguh pada karakter nasionalisme yang kuat, tangguh dan mandiri. Wawasan kebangsaan ini menjadi segala aspek kehidupan berbangsa, baik kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya maupun keagamaan. Sebab itu, partai ini selalu lantang berasumsi bahwa partai Gerindra adalah partai yang dibentuk dari, oleh dan untuk rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang sah atas Republik Indonesia. Keberpihakan pada kepentingan rakyat merupakan sebuah keniscayaan serta memgang teguh nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kebebasan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing, dengan menjadikan nilai-nilai religious sebagai landasan bagi setiap jajaran, pengurus, anggota dan kader partai Gerindra dalam bersikap dan bertindak.

  Partai Gerindra akan mengarahkan pembangunan pertanian ditujukan untuk meningkatkan pelayanan penyuluhan, penyediaan infrastruktur yang memadai, kebijakan pertanahan yang berkeadilan, kemudahan akses permodalan, serta upaya pemerataan nilai tambah sebagai upaya meningkatkan nilai tukar petani menuju kemakmuran petani.

  Sementara itu, pembangunan sektor perikanan dan kelautan 1 difokuskan dengan membangun nelayan sebagai subyek utama. Partai

  Company Profil “Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)”. Data ini didapatkan dengan melakukan wawancara khusus dan langsung kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai , Jl. Brawijaya IX no. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Pada tanggal 22 Maret 2010.

  Gerindra

  Gerindra menilai pembangunan kedua sektor akan berhasil dengan memberdayakan kelompok nelayan. Pemberdayaan nelayan dilakukan dengan memberikan akses permodalan yang memadai dan memahami karakteristik nelayan serta memodernisasi teknologi penangkapan ikan.

  Selanjutnya partai Gerindra akan memperjuangkan perlindungan petani dan nelayan beserta komoditinya. Perlindungan dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pentingnya keberadaan petani dan nelayan. Bagi partai Gerindra, profesi petani dan nelayan adalah profesi mulia yang menjadi tulang punggung ketahan pangan dan kedaulatan nasional.

  Dalam bidang lingkungan hidup, partai Gerindra menilai kurangnya infrastruktur serta lemahnya kesadaran atas kelestarian alam, telah menjadikan Indonesia sebagai Negara penyumbang kerusakan hutan tercepat didunia. Untuk itu, pengelolaan hutan, laut dan seisinya harus dengan tata rencana yang baik dan berkelanjutan untuk menghindari unsur-unsur eksploitatif yang memicu kerusakan alam. Partai Gerindra mendukung kebijakan disiplin pengelolaan hutan dan sumberdaya alam lainnya secara sistemik sebagai antisipasi degradasi lingkungan hidup.

  Partai Gerindra juga akan mendorong diberlakukannya sistem kehutanan rakyat. Yakni sebuah sistem yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang didasarkan aturan-aturan lokal yang disepakati bersama oleh rakyat sendiri.

  Dalam bidang sosial dan budaya partai ini juga akan memperjuangkan, dalam menghadapi globalisasi budaya yang ditandai arus masuknya budaya bangsa lain, maka kita harus memperkokoh budaya bangsa. Warisan nilai-nilai budaya perlu dikembangkan dan diperbaharui agar dapat menjadi penuntun menuju masa depan.

  Dalam bidang pendidikan secara sistematik, partai gerindra akan memperjuangkan pembangunan sistem pendidikan yang humanis, bukan sistem pendidikan yang liberalis kapitalistik. Partai gerindra menolak liberalisasi di bidang pendidikan yang dapat menjadikan pendidikan sebagai awal dari stratifikasi sosial. Pendidikan merupakan hak dasar masyarakat. Pendidikan bukanlah komoditas perdagangan yang diperjualbelikan, namun merupakan tanggung jawab Negara untuk mencerdaskan rakyatnya. Partai Gerindra mendukung peningkatan anggaran pendidikan nasional hingga 20%. Peningkatan anggaran merupakan konsekuensi logis dalam menciptakan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat sekaligus sebagai sebuah bentuk realisasi dari tanggung jawab konstitusi.

  Partai Gerindra juga akan memperjuangkan wajib belajar 12 tahun sebagai kelanjutan wajib belajar 9 tahun. Persaingan global yang terjadi menuntut sumberdaya manusia yang handal, tidak hanya secara kuantitas, tetapi secar kualitas. Selain mengusung wajib belajar 12 tahun, partai Gerindra akan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan tenaga didik untuk memajukan kualitas pembangunan pendidikan di Indonesia. Selain itu, partai Gerindra akan mendorong pembangunan perpustakaan daerah dengan standar internasional di setiap kabupaten, sebagai upaya sistemik membangun minat serta karakter akademis masyarakat Indonesia.

  Sementara itu, pemberdayaan perempuan menjadi prioritas utama dalam tujuan politik partai Gerindra. Hal ini dikarnakan kurangnya SDM perempuan di Negara Indonesia. Marjinalisasi dan diskriminasi terhadap perempuan masih terus saja terjadi. Perempuan bukan warga Negara kelas dua yang dipinggirkan dan didiskriminalisasikan. Partai Gerindra memperjuangkan pemberdayaan perempuan untuk ikut dalam memajukan bangsa Indonesia dan terbebas dari diskriminasi, ketidakadilan serta marjinalisasi. Serta memperjuangkan perlindungan terhadap kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga dan perdagangan perempuan dan anak (trafiking). Dan juga akan membantu hak-hak tenaga kerja perempuan yang bekerja diluar negeri untuk diperlakukam secara manusiawi dan adil, mendukung kebijakan anggaran pro perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia.

  Melihat dari Pemilihan Umum tahun 2009 kemaren perlu kita ketahui bahwa angka publikasi yang dilakukan oleh partai Gerindra sangat layak untuk diacungkan jempol. Hal ini karena suksesnya para Tim sukses, para pendukung serta simpatisan partai yang sangat baik dalam menjalankan tugasnya serta dalam memanagement dalam langkah strategi pemasaran politik yang ditawarkan kepada publik.

  Langkah yang diambil oleh partai Gerindra dalam mensosialisasikan partainya adalah dengan melakukan proses tersebut kedalam dunia teknologi yaitu iklan partai. Kita tahu bahwa media elekronik sangat mempunyai kekuatan daya tarik tersendiri dimana kekuatan tersebut sangat mampu mempengaruhi khalayak secara universal dengan kekuatan audio visualnya.

  Sebagai partai yang bisa dibilang partai muda, partai ini mecoba untuk menyakinkan publik dimana langkah-langkah stategis dan dinamisnya bisa dilakukan dengan perantara media elektronik. Ini ditujukan sebab media elektronik bisa menembus batas strata-strata atau kalangan-kalangan masyarakat yang ada di Indonesia, baik itu kalangan rakyat menengah kebawah hingga kalangan masyarakat ekonomi keatas.

1.1 Program Pemasaran Partai GERINDRA

  Untuk memenuhi pasar politik, partai Gerindra menciptakan program pemasaran dengan nama program

  “Membangun kembali Indonesia Raya, Delapan Program aksi untuk kemakmuran rakyat”

  2

  yaitu: a.

   Kekayaan Negara untuk kemakmuran rakyat 1.

  Menjadwalkan kembali utang luar negeri dan mengalihkannya untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, pangan dan 2 energy yang murah serta ramah lingkungan.

  Company Profil “Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)”. Data ini didapatkan dengan melakukan wawancara khusus dan langsung kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai , Jl. Brawijaya IX no. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Pada tanggal 22 Maret 2010.

  Gerindra

  2. Menyelamatkan kekayaan Negara dengan meninjau kembali kontrak pemerintah yang merugikan kepentingan nasional.

  3. Menghentikan penjualan asset Negara yang strategis dan atau yang menguasai hajat hidup orang banyak.

  4. Mewajibkan eksportir nasional yang menikmati fasilitas pembiayaan ekspor impor dari Negara untuk menyimpan dana hasil ekspornya di bank dalam negeri.

  5. Melarang penyaluran kredit bank pemerintah untuk pembangunan perumahan dan apartemen mewah, mall serta proyek-proyek mewah lainnya.

b. Mencapai perekonomian yang berdaulat, adil dan makmur 1.

  Menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.

  2. Membangun industry pengolahan untuk memperoleh nilai tambah.

  3. Membangun sarana dan prasarana transportasi missal.

  4. Meningkatkan pendapatan per kapita dari US $ 2.000 menuju US $ 4.000.

c. Melaksanakan ekonomi kerakyatan 1.

  Prioritas penyaluran kredit perbankan kepada petani, nelayan, pedagang tradisional dan pedagang kecil.

  2. Memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi rakyat kecil.

  3. Melindungi pedagang pasar tradisional dengan melarang pembangunan pasar swalayan berskala besar yang tidak sesuai dengan undang-undang.

  4. Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh, termasuk buruh migrant (TKI & TKW).

  5. Modernisasi pasar tradisional untuk pedagang tradisional dan pedagang kecil.

  6. Meningkatkan anggaran untuk petani, nelayan, buruh, pedagang pasar tradisional dan pedagang kecil.

  7. Memberikan jaminan sosial untuk fakir miskin, penyandang cacat dan rakyat terlantar.

d. Membanguna kedaulatan pangan dan energi 1.

  Mencetak 2 juta hektar lahan baru untuk meningkatkan produksi beras, jagung, kedelai, tebu yang dapat mempekerjakan 12 juta orang.

  2. Membangun pabrik pupuk urea dan NPK milik petani dengan total kapasitas 4 juta ton.

  3. Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air (10.000MW).

4. Mendirikan kilang-kilang minyak pabrik bioetanol dan pabrik DME (pengganti LPG).

  5. Mencetak 4 juta hektar lahan untuk aren (bahan baku bioetanol) yang dapat mempekerjakan 24 juta orang. Pembukaan lahan ini akan menjadikan Indonesia sebagai Negara pengekspor bahan nabati setelah 7 tahun masa tanam (4 juta hektar hutan aren menghasilkan sekitar 56 juta MT etanol/tahun).

e. Menyelenggarakan pemerintahan yang tegas dan efektif 1.

  Meningkatkan kesejahteraan aparatur Negara.

  2. Mempercepat reformasi birokrasi.

  3. Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

f. Pendidikan, kesehatan dan kebudayaan 1.

  Wajib belajar 12 tahun dengan biaya Negara.

  2. Mencabut undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP).

  3. Menghapus pajak buku pelajaran dan menghentikan model buku pelajaran setiap tahun.

  4. Membagi sedikitnya 1 juta laptop kepada mahasiswa, guru dan pelajar.

  5. Memberikan beasiswa serta fasilitas kredit bank untuk membiayai mahasiswa potensial yang kurang mampu.

  6. Meningkatkan peran PKK, posyandu dan puskemas.

  7. Menempatkan sarjana dan dokter baru melalui program pemerintah terutama dikantong-kantong kemiskinan.

  8. Menggerakkan revolusi putih dengan menyediakan susu untuk anak-anak miskin.

  9. Mengembangkan karakter bangsa yang berkepribadian dalam bidang kebudayaan dan melestarikan peninggalam serta warisan budaya bangsa.

g. Membangun infrastruktur untuk rakyat di pedesaan melalui delapan program desa 1.

  Listrik dan air bersih desa.

  2. Bank dan lembaga keuangan desa.

  3. Koperasi desa, lumbung desa, pasar desa.

  4. Klinik desa.

  5. Pendidikan desa.

  6. Infrastruktur pedesaan dan daerah pesisir.

  7. Rumah sehat pedesaan.

  8. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

  Dari delapan aksi program kerja untuk kemakmuran rakyat inilah, yang nantinya menjadi sebuah strategi politik khusus yang akan ditawarkan kepada publik dari partai Gerindra. Dengan tujuan agar seluruh rakyat bangsa Indonesia dapat diberdayakan dengan selayak-layaknya, tanpa pandang bulu baik itu dari kalangan orang-orang kelas menengah kebawah sampai rakyat yang tergolong dalam kelas ekonomi menengah keatas.

2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

  Lain halnya dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berideologikan Islam. Dalam mewujudkan cita-cita dan konsep politik mereka, PPP menawarkan konsep politik yang dalam perjuangannya selalu senantiasa berpegang pada khittbah dan program perjuangan partai sebagai pedoman bagi para pimpinan dan kader partai tersebut dalam menampung menyalurkan, memperjuangkan dan membela aspirasi rakyat dan mewujudakn cita-cita bangsa dengan selalu memelihara akidah dan syariah Islam. Khittbah dan program perjuangan partai merupakan dasar- dasar yang memuat haluan perjuangan partai, cita-cita politik baik itu dari segi visi dan misi partai, harus diyakini dan dihayati oleh seluruh jajaran partai dalam melaksanakan usaha dan kegiatan partai dalam hal internal.

  Perjuangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam upaya mencapai tujuan nasional tidak dapat dilepaskan dari latar belakang sejarah perjuangan bangsa. Sebagaimana telah diketahui bersama, sejarah perjuangan bangsa Indonesia adalah sejarah perjuangan dari satu bangsa yang tertindas yang berjuang melawan penjajah dan penindasan dalam segala bentuk manivestasi. Berabad-abad lamanya bangsa Indonesia berjuang untuk merebut kemerdekaan, menegakkan kedaulatan, memperjuangkan keadilan, membela kebenaran, serta meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Perlawanan yang tak kenal menyerah terhadap penjajah dengan pengorbanan jiwa dan raga gugurnya para

  syuhada‟ telah memberikan bukti nyata, betapa tingginya semangat perjuangan bangsa Indonesia yang sebagian besar adalah umat Islam.

  Sebagai partai yang merupakan hasil fusi ketika jaman Orde Baru berkuasa, bukan berarti partai ini tunduk akan kebijakan-kebijakan yang menyimpang kala itu. Tetapi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berada digaris depan dalam menghadang bulldozer rezim Orde Baru yang ingin melakukan depolitisasi kampus, depolitisasi desa, dan monoloyalitas pegawai negeri. Partai Persatuan pembangunan senantiasa berkomitmen dan bertekad untuk meningkatkan kualitas kehidupan demokrasi di Indonesia, terutama pada aspek penguatan kelembagaan, mekanisme dan praktek politik yang demokratis melalui upaya:

1. Mengembangkan pendidikan kewarganegaraan dan bela Negara, 2.

  Pendidikan demokrasi tentang kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul, dan berorganisasi, termasuk kebebasan pers yang bertanggung jawab, 3. Peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan publik termasuk peningkatan wawasan, keterampilan dan kesejahteraan aparatur Negara dan pelayanan publik, serta reformulasi otonomi daerah untuk mencapai pelayanan publik yang memuaskan,

  4. Mendorong pembuatan berbagai peraturan perundang-undangan yang memberikan akses yang sama terhadap berbagai sumber daya ekonomi dan produksi bagi rakyat, menjamin pengakuan dan penghargaan terhadap demokrasi, kebangsaan dan keadilan sosial, persamaan dan perlindungan hak politik warga Negara, dan kesempatan yang sama bagi semua warga Negara dalam menempati jabatan-jabatan publik di seluruh wilayah RI, 5. Reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik.

  Partai Persatuan Pembangunan juga memaknai kekuasaan sebagai

  

amanah untuk mewujudkan kemaslahatan sebagai implementasi rahmatan

lil alamin, yang dilakukan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,

  dilandasi nilai-nilai akhlak mulia, serta dipertanggung jawabkan kepada pihak pemberi amanah. PPP memaknai dan sekaligus mendorong pencapaian tujuan nasional bangsa Indonesia sebagai bagian dari perwujudan baldatun thoyyibatun warobbun ghofur serta meniatkan ikhtiar berpolitik sebagai bagian dari ibadah.

  PPP mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang maslahatir

  

roiyyah, yakni mampu menjamin perwujudan kesejahteraan dan

  pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, memberikan rasa aman dan tentram, melindungi dan mengayomi rakyat, menjaga persatuan nasional, kebutuhan wilayah dan kelangsungan Negara, menegakkan hukum, nilai- nilai kemerdekaan dan kedaulatan rakyat yang hakiki, serta melangsungkan perikehidupan politik yang cerdas, sehat, santun, adil, beradab dan demokrasi yang memungkinkan seluruh warga Negara mengontrol jalannya pemerintahan. PPP memahami keberadaan Negara sebagai salah satu pilar yang menjamin terlaksananya kehidupan beragama yang sebaik-baiknya serta kemerdekaan dan NKRI sebagai hasil perjuangan sekaligus kesepakatan yang sah dan mengikat seluruh masyarakat Indonesia. Dengan komitmen tersebut, maka ikhtiar

  „izzul

  oleh PPP selalu terintegrasi

  islam wal muslimin dan mabadi khairu ummah

  dengan perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta memelihara persatuan keutuhan bangsa dan kelangsungan NKRI.

  Dalam kultur kemajemukan bangsa ini, PPP memahami bahwa hal tersebut merupakan hukum alam (sunnatullah) sekaligus keniscayaan sejarah yang diakui keberadaannya sejak jaman Rasulullah SAW, serta menyadari bahwa sesama manusia berkedudukan sederajat, tiada kelebihan antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam kemajemukan terkandung potensi untuk saling mengenal, menghormati, bekerja sama, tolong menolong, nasehat-menasehati, berlomba dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran guna meningkatkan amal ibadah serta ikhtiar meraih kedamaian, kemaslahatan dan kerahmatan. Dengan memaknai Indonesia sebagai kawasan damai, lahan amal dan arena dakwah. PPP selalu mengakui kemajemukan, menjunjung tinggi oersatuan dan mengembangkan persaudaraan yang diantaranya termanifestasikan dalam ikatan keagamaan (ukhuwwah islamiyah), kebangsaan dan kemanusiaan.

  Partai Persatuan Pembangunan bertekad dan berjuang untuk menjadikan dirinya sebagai pioneer dan pemersatu gerakan politik Islam sebagai alat perjuangan (jihad) nilai-nilai dan aspirasi umat Islam Indonesia dalam kehidupan kenegaraan, agar bangsa Indonesia berjalan sesuai dengan panduan ajaran Islam.

  Dalam mendorong penguatan sistem pertahanan nasional konsep politik Partai Persatuan Pembangunan adalah :

  1. Menegakkan kesatuan dan keutuhan wilayah Negara, melalui kerjasama internasional dan penegasan batas wilayah nasional

  2. Meningkatkan profesionalisme aparat pertahanan baik TNI maupun badan intelijen berikut kelayakan peralatannya dan tingkat kesejahteraan anggotanya 3. Meningkatkan efektifitas pelaksanaan subsidi langsung dan jaminan sosial kepada penduduk miskin sehingga terjamin ketersediaan kebutuhan pokok, layanan pendidikan dan kesehatan serta perumahan kepada penduduk miskin.

  PPP memahami bahwa perekonomian nasional dalam era globalisasi memiliki dinamika yang kompleks, diwarnai oleh berbagai tarik menarik berbagai kepentingan aktor dan ideologi berikut dampaknya, sehingga pembangunan ekonomi memerlukan pendekatan antar bidang, bukan saja bidang ekonomi tetapi juga sosial, politik dan budaya. Karena demokrasi memiliki dimensi yang luas, bukan saja dalam bidang pemerintahan tetapi juga bidang ekonomi, maka pembangunan ekonomi harus dibarengi pengejawantahan nilai-nilai demokrasi dan kedaulatan rakyat diantaranya melalui penegakan asas demokrasi ekonomi dan pengembangan sistem kerakyatan.

  PPP juga bertekad mewujudkan kemakmuran yang berkeadilan rakyat secara keseluruhan bukan hanya kemakmuran orang-seorang melalui pembangunan ekonomi yang bertumpu pada kemandirian dan kekuatan nasional, mengutamakan pemenuhan kepentingan umum (al-

  

maslahah al-ammah) yang dibarengi pemenuhan kebutuhan individu

  dengan : 1.

  Mendorong ikhtiar-ikhtiar yang cerdas dan tegas memastikan kebijakan ekonomi berikut pelaksanaannya dilapangan benar- benar efisien sekaligus adil, memperhatikan visi jangka panjang, mampu menghapus ketimpangan dan kemiskinan, serta memastikan tidak bertentangan dengan ajaran agama 2. Mendorong agar Negara berperan signifikans dalam penanganan/penguasaan cabang-cabang perekonomian yang menguasai hidup orang banyak serta pemanfaatan yang sebaik- baiknya yang dimiliki oleh Negara.

  3. Mendorong pemaksimalan peranan BUMN dan koperasi dalam kegiatan ekonomi serta meminimalkan privatisasi BUMN/BUMD berdasarkan derajat strategis, utilitas publik dan orientasi komersialnya termasuk mencegah terjadinya

  PHK, teranulirnya hak kontrol masyarakat dan terbatasinya aksesibilitas masyarakat miskin.

  4. Mendorong peningkatan peluang dan kapasitas pelaku ekonomi nasional dan lokal dalam kegiatan ekonomi penguasaan unit-unit usaha ekonomi agar bangsa Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri.

  5. Mendorong pemanfaatan sumberdaya alam dengan pengelolaan secara mandiri dan berkelanjutan termasuk diversifikasi produksi dan peminimalan ekspor bahan mentah primer agar sebagian besar pendapatan Negara serta sumber-sumber energy

  non renewable bisa terjamin kelangsungannya.

  6. Mendorong peningkatan keswadayaan nasional yang bermuara pada peningkatan daya saing termasuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, pemantapan kesinambungan fiscal.

  Sedangkan yang menjadi tujuan politik oleh Partai Persatuan Pembangunan adalah lebih menitik beratkan bagaimana “terwujudnya masyarakatyang bertaqwa kepada Allah SWT dan Negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Azasi Manusia serta menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

  Dalam rangka membangun bangsa dan mengisi kemerdekaan, banyak sekali partai-partai islam yang hidup dan tumbuh ditengah-tengah rakyat serta merupakan mata rantai yang penting di dalam menghimpun potensi dan pemusatan kekuatan rakyat dalam bermasyarakat dan bernegara adalah wahana yang secara bersama-sama memikul tanggung jawab melaksanakan Undang-undang Dasar dan amanat penderitaan rakyat, serta bersama-sama berkiprah dalam kehidupan politik yang demokratis, mengembangkan kehidupan beragama, melaksanakan pendidikan politik, dan meningkatkan kesadaran berpolitik dikalangan rakyat.

  Oleh karena itu Partai Persatuan Pembangunan merumuskan jati dirinya dalam uraian sebagai berikut :

  1. Secara historis, keberadaan PPP merupakan penerus estapeta perjuangan politik umat islam di Indonesia. Sejak berdirinya sampai reformasi bergulir tahun 1998, PPP adalah satu-satunya wadah perjuangan aspirasi politik umat Islam yang terus berjuang untuk membawa aspirasi dan kepentingan umat dan bangsa, terutama dalam menjaga agar produk-produk peraturan perundang-undangan tetap berada dalam nafas dan tidak bertentangan dengan nilai dan ajaran Islam. Dari latar belakang kelahirannya, PPP yang dideklarasikan pada tanggal 5 Januari 1973 merupakan hasil fusi politik partai-partai Islam yang ada saat itu, sekaligus sebagai kelanjutan dari perjuangan politik

  Islam sejak masa kemerdekaan, yakni sejak lahirnya organisasi pergerakan Islam modern seperti Syarikat Dagang Islam (1905) yang kemudian menjadi Partai Syarikat Islam, Muhammadiyah (1912), Nadlatul Ulama (1926), MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia), Masyumi dan lain-lain.

2. PPP menegaskan dirinya sebagai partai Islam yang berorientasi

  keindonesiaan dan keummatan. Artinya PPP berbeda dengan partai-partai sekuler yang tidak berazaskan Islam dan cenderung memisahkan secara diametral antara Islam dan Negara, serta menjauhkan peran-peran Islam dalam kehidupan bernegara. Sebagai partai Islam, PPP menegaskan perbedaan dirinya dengan partai-partai Islam lain yang berfaham fundamentalis radikal, yang lebih menonjolkan symbol dan agenda universal Islam diatas kepentingan bangsa dan Negara Indonesia. Identitas Islam PPP mencerminkan corak “Islamnya orang Indonesia atau Islam keindonesiaan”, yang berpegang pada prinsip harmoni antara universalitas Islam dan lokalitas keindonesiaan. Dalam hal ini, hubungan Islam dan Negara bersifat simbolik, sinergis, serta saling membutuhkan dan memelihara. Ini sesuai dengan tujuan politik PPP yang diorientasikan bagi terwujudnya Negara Indonesia yang damai, makmur, sejahtera serta religious dan bermoral. Dalam perjuangannya, PPP berpegang pada pemahaman Islam yang inklusif, moderat, santun, serta anti kekerasan dan anti redikalisme, sebagai penjabaran dari Islam yang Rahmatan Lil

  Alamin.

3. Orientasi perjuangan politik PPP adalah terwujudnya

  masyarakat yang religious dan berakhlakul karimah, serta bangsa dan Negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera lahir dan batin, menjunjung tinggi nilai dan prinsip-prinsip demokrasi yang diridhoi Allah SWT (Baldatun Thayyibatun dalam wadah Negara Kesatuan Republik

  Wa Rabbun Ghafur) Indonesia (NKRI) yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945.

  Dalam mempertahankan kenegaraan yang demokratis dan tegaknya supremasi hukum. Pada saat yang bersamaan, PPP bertekad menjadikan nilai-nilai ajaran Islam sebagai landasan dan sumber inspirasi dalam menata kehidupan bermasyarakat,

  3 berbangsa dan bernegara.

  Untuk melaksanakan seluruh program perjuangan PPP, diperlukan strategi implementasi yang sesuai dengan kondisi objektif di lapangan dan kecenderungan perkembangan ke depan. Oleh Karena itu, diperlukan beberapa langkah strategis yang perlu dijadikan acuan, yaitu:

3 Ketetapan Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Khittbah dan Program Partai . Jakarta : 2007. h. 11-12.

  Persatuan Pembangunan

  A. Penguatan fungsi kelembagaan

  Yang dimaksud disini adalah penyiapan perangkat-perangkat organisasi partai sebagai instrument dan sarana gerak partai dalam mencapai tujuannya. Dalam konteks ini, perlu diupayakan maksimalisasi peran dan tugas kelembagaan partai seperti fraksi, majelis-majelis, lembaga dan badan otonom PPP. yang tak kalah pentingnya adalah pengutan pada lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), lembaga kajian kebijakan strategis dan lembaga advokasi dan bantuan hukum.

  B. Menentukan prioritas program

  Yakni kemampuan proyeksi dan kalkulasi tentang program- program prioritas berdasarkan kondisi objektif internal partai dan kecenderungan eksternal, baik dalam rangka pengembangan untuk kebesaran partai maupun peningkatan peran kenegaraan PPP dalam menyikapi dan mengambil bagian dalam proses pengambilan kebijakan- kebijakan pemerintah. Dalam hal ini, PPP harus mampu melakukan pembacaan secara tepat terhadap realitas kebutuhan dan kegelisahan masyarakat sebagai referensi menentukan prioritas. Secara internal, pelaksanaan program harus menggunakan prioritas dengan logika piramida tegak yang memulai dari penyiapan perangkat dan sumberdaya partai dan bermuara pada pemenangan pemilu dan besarnya pengaruh PPP dalam kehidupan kenegaraan.

  C. Ideologisasi dalam gerakan partai

  Ideologisasi yang dimaksud disini adalah penanaman motivasi dan semangat perjuangan serta internalisasi nilai-nilai perjuangan dalam pelaksanaan program-program partai disemua aspeknya. Dengan ideologisasi, semua kader dan komponen partai merupakan parat ideologi partai (ideological party apparatus) untuk mencapai tujuan dan cita-cita kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan visi dan misi PPP. dengan motivasi dan semangat perjuangan yang berlandaskan ideologi tersebut, maka akan dengan udah melakukan pengerahan dan mobiilisasi semua organ partai dalam melaksanakan program-program perjuangan partai.

  D. Silaturahmi sebagai model pergerakan

  PPP harus menjadikan “silaturahmi” sebagai model pergerakan yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan, dari struktur atas ke struktur bawah dan sebaliknya, serta kepada kelompok-kelompok masyarakat lain secara horizontal seperti ulama, kalangan pesantren, oraginsasi kemasyarakatan, LSM dan organisasi kepentingan, khususnya dalam rangka membangun jaringan dan basis konstituen demi kebesaran partai. Dalam konteks ini, dalam berbagai gerakannya PPP harus melibatkan partisipasi masyarakat yang menjangkau kalangan luas, terutama dari kalangan perempuan, pemuda dan golongan yang terpinggirkan, tersisih, rentan dan tertinggal.

  E. Kepemimpinan dan pola pengendalian pelaksanaan program

  PPP harus dikelola dengan sistem kepemimpinan (leadership) yang visioner, yang mampu membuat kalkulasi dan proyeksi tentang keberhasilan pelaksanaan program partai kedepan. Oleh karena itu, pemimpin PPP dituntut tanggap dan responsive terhadap perubahan, trend dan dinamika sosial, ekonomi, politik, kebudayaan serta perkembangan global. Yang tidak kalah pentingnya adalah pemimpin yang mempunyai integritas dan moralitas politik tinggi, tegas dan berkarakter, tidak gamang dan bersikap abu-abu, serta piawai dan mumpuni mengelola momentum politik. Semangat dan karakter kepemimpinan semacam itu perlu diinternalisasi keseluruh jaringan pengurus dan kader partai.

  Dibawah kepemimpinan seperti diatas, maka usaha-usaha pencapaian tujuan pelaksanaan program perjuangan PPP dapat dikendalikan dan diarahkan secara efektif dan efisien melalui tindakan- tindakan pengawasan, pengendalian, supervise dan evaluasi. Dengan cara ini, pelaksanaan program perjuangan PPP dapat menemukan dan menerapkan cara dan strategi yang tepat untuk menjamin bahwa program tersebut berjalan sesuai rencana yang diterapkan. Dengan cara ini juga dapat dilakukan pengukuran terhadap hasil yang diperoleh sesuai dengan standard an criteria keberhasilan yang telah diterapkan.

  F. Kerja sama dengan kelompok-kelompok strategis

  Program perjuangan PPP akan berhasil apabila dilakukan kerja sama dengan kelompok-kelompok strategis sesuai dengan bidangnya yang terkait. Oleh Karen itu, perlu dilakukan sosialisasi baik dikalangan pemimpin maupun tokoh-tokoh masyarakat serta kaum cendikiawan.

  Program-program yang berkaitan dengan kemiskinan, kesejahteraan rakyat dan pelestarian lingkungan, misalnya, akan efektif jika melibatkan buruh atau pekerja, petani, nelayan, perempuan, pemuda dan lain-lain. demikian halnnya, program yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi hendaknya melibatkan wirausahawan baik besar maupun kecil. Secara garis besar, dalam semua program perjuangannya, PPP harus membangun kerja sama yang strategis dan mutualis dengan kekuatan-kekuatan strategis seperti organisasi kerakyatan, organisasi profesi, kalangan media,

  4 kelompok kepentingan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

B. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN DALAM KOMPARATIF MARKETING POLITIK

  Dalam kehidupan berpolitik entah itu secara individual, kelompok maupun dengan lembaga dan kepartaian, pada dasarnya mempunyai kesamaan dalam bidang visi dan misi mereka. Apalagi khususnya di Negara Indonesia yang notabete adalah Negara kesatuan yang terdiri atas beberapa pulau dan berbagai suku dan budaya, hal itulah yang seharusnya menjadi tolok ukur perjuangan bagi setiap para aktor-aktor politik.

4 Ketetapan Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Khittbah dan Program Partai . Jakarta : 2007. h. 52-55.

  Persatuan Pembangunan

A. Persamaan

  Melihat hal tersebut penulis menyimpulkan bahwa dalam penelitian yang dikaji pada Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai secara deskriptif bahwa kedua partai atau organisasi tersebut mempunyai kesamaan dalam hal :

  1. Perjuangan Politik

  Kedua partai tersebut mempunyai kesamaan dalam perjuangan politik yaitu mereka sama-sama berusaha untuk bagaimana memperjuangkan kepentingan rakyat khususnya rakyat miskin. Disamping itu pula, perjuangan lainnya adalah menyambung dan menyampaikan aspirasi-aspirasi yang keluar dari mulut rakyat Indonesia untuk mestinya disampaikan kepada pemerintah yang mempunyai kehendak penuh dengan tanpa mementingkan kepentingan individual saja. Perjuangan dari kedua partai tersebut sama-sama berorientasi kepada kerakyatan yang berdaulat, adil dan makmur.

  2. Visi dan Misi

  Sangatlah penting kiranya ketika sebuah lembaga perpolitikan ataupun organisasi yang berkecimpung didunia politik harus mempunyai visi dan misi politik. Hal itu dikarnakan bahwa ketegasan dan kejelasan untuk perjuangan politik mereka sendiri. Kesamaan dari kedua partai politik tersebut (Gerindra dan PPP) mengenai visi dan misi mereka yaitu : a.

  Sama-sama berkomitmen menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik, serta menciptakan terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral dan demokratis serta tegaknya supremasi hukum, menghargai Hak Azasi Manusia (HAM) bagi Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

  b.

  Sama-sama berkomitmen dalam perekonomian Indonesia dengan cara mempertegas keberpihakan kepada rakyat terwujudnya keadilan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, penguasaan Negara terhadap cabang-cabang ekonomi yang mengusasi hajat hidup orang banyak, memaksimalkan BUMN/BUMD dan menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.

  c.

  Sama-sama berkomitmen dalam bidang sosial dan kebudayaan dengan sama-sama memperjuangkan moralitas bangsa yang toleran dan menjunjung tinngi persatuan dan kesatuan bangsa. Mencegah segala bentuk marjinalisasi dan kolonisasi budaya baik atas nama agama maupun modernitas pembangunan. Disamping itu, sama- sama mewujudkan wajib belajar 12 tahun untuk mencerdaskan para anak-anak bangsa sebagai bentuk memajukan standarisasi pendidikan internasional. d.

  Sama-sama berkomitmen pada hukum dan pertahanan nasional dengan menegakkan supremasi hukum, penegakan HAM, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Terciptanya rasa aman bagi semua masyarakat tanpa adanya intimidasi terror dari penjahat dunia (Teroris), serta penguatan institusi dan intrumen penegak hukum.

  e.

  Sama-sama berkomitmen pada nilai-nilai spiritual (Agama) yaitu dengan menjamin kebebasan beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing sesuai dengan agama yang telah diakui oleh UUD 1945. Sama-sama memperjuangkan tuntutan kepada Negara untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui oleh Negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan agama, serta menjaga kerukunan antar umat beragama.

3. Prinsip Dasar Politik Partai

  Dalam hal ini kedua partai antara partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sama-sama berkomitmen untuk berprinsip dan memegang teguh pada nilai-nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan. Serta nilai-nilai moral dimana persamaan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan menjadi landasan utama prinsip politik keduanya.

B. Perbedaan

  Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontrusi yang menjadi tujuan utama oleh semua partai baik itu partai yang notabenenya adalah partai nasionalis dan juga partai dengan background agamis. Melihat penjelasan tersebut perlu kita lihat dari segi perbedaannya, penulis mencoba untuk memaparkan perbedaan-perbedaan apa saja yang menjadi cirri dan karakter kedua partai. Yaitu : 1.

   Ideologi Partai

  Partai Gerindra jelas memiliki perbedaan dengan Partai Persatuan Pembangunan, dimana partai Gerindra berideologikan Nasionalis sedangkan PPP berideologikan agamis. Partai gerindra lebih banyak menyinggung tentang persamaan dan kesetaraan sosial serta kedaulatan kebangsaan. Sedangkan PPP lebih banyak berbicara tentang masalah-masalah keagamaan (Islam) yang dimana dasar perjuangan utama mereka adalah “Amar makruf nahi mungkar”.

2. Konsep Politik

  Konsep politik yang ditawarkan oleh kedua partai tersebut banyak sekali perbedaannya. Partai gerindra lebih banyak membicarakan perjuangan bagaimana kaum minoritas seperti para petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, pedagang pasar dan rakyat miskin. Partai Gerindra melihat bahwa kaum-kaum seperti itu sangatlah perlu diperhatikan dan dibela dengan sepenuh hati sebab, mereka juga adalah warga dan rakyat bangsa Indonesia yang mesti diperhatikan nasibnya. Partai Gerindra menilai bahwa profesi petani dan nelayan adalah profesi yang mulia yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan dn kedaulatan pangan nasional. Hal tersebut sesuai dengan nilai-nilai perjuangan dari partai Gerindra itu sendiri yaitu dengan haluan

  “Ekonomi Kerakyatan” serta watak ideologi partai

  Gerindra dengan slogan kampanyenya bahwa partai Gerindra memiliki watak demokratis, merdeka, pantang menyerah, berkepribadian dan terbuka.

  Sedangkan Partai Persatuan Pembangunan dalam konsep politik yang ditawarkan kepada publik bahwa partai ini lebih banyak membicarakan tentang partai ini adalah partai Islam yang berorientasi keindonesiaan dan keummatan. Artinya, PPP berbeda dengan partai- partai sekuler yang tidak berazaskan Islam dan cenderung memisahkan secara diametral antara Islam dan Negara. Sebagai partai Islam, partai ini menegaskan perbedaan dirinya dengan parai-partai islam yang lain yang berfaham fundamentalis-radikal, yang lebih menonjolkan simbol dan agenda universal Islam diatas kepentingan bangsa dan Negara Indonesia. Disampinng itu, partai ini juga lebih berorientasi tentang permasalahan-permasalahan nilai dan azas-azas Islam. Mereka juga mengaplikasikan nilai-nilai religious (Islam) kedalam dunia politik, yaitu dengan memasukkan unsur-unsur islam kedalam tatanan-tatanan kebijakan pemerintah dan Negara Indonesia, yang lebih dikenal sebagai Negara dengan jumlah populasi ummat islam terbanyak didunia.

3. Karakteristik Partai Disini jelas sekali perbedaannya antara kedua partai tersebut.

  Sebab partai Gerindra adalah partai yang sangat memiliki karakter nasionalisme-nya dengan perjuangan politik lebih banyak menyinggung para petani, nelayan serta laum minoritas miskin lainnya. Simbolitas partai gerindra pun juga menjadi nilai lebih dari partai ini yaitu dengan symbol burung “Garuda”nya yang melambangkan bahwa partai ini adalah partai dengan jiwa ketegasan dalam bertindak dan bersikap serta memihak kepada rakyat. Dalam perjuangan (Platform) politik partai Gerindra, yang menarik adalah partai Gerindra dalam bidang perburuhan menyebutkan bahwa hubungan buruh pengusaha perlu ditempatkan sebagai relasi yang seimbang, saling menguntungkan, dan saling membutuhkan. Disamping itu partai Gerindra mengusung pemberdayaan buruh secara sistemik, untuk memberikan akomodasi politik sebagai saluran aspirasi. Partai Gerindra juga mendukung partisipasi buruh dalam managemen, buruh tidak lagi menjadi objek manajemen tetapi menjadi subjek manajemen.

  Sedangkan karakteristik dari Partai Persatuan Pembangunan itu sendiri adalah partai ini mencitrakan bahwa Partai Persatuan Pembangunan merupakan partai dengan jiwa Islamisasi yang kental. Sebab, partai ini adalah buah hasil fusi politik dari 4 partai yaitu Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Partai ini lebih banyak menyinggung bagaimana persoalan-persoalan keislaman serta partai juga mempublikasikan sebagai partai yang beridentitas Islam PPP mencerminkan corak “Islamnya orang Indonesia” atau Islam Keindonesiaan”. Dalam hal ini, hubungan islam dan Negara bersifat simbolik, sinergis, serta saling membutuhkan dan memelihara. Ini sesuai dengan tujuan politik PPP yang diorientasikan bagi terwujudnya Negara Indonesia yang damai, makmur, sejahtera serta religious dan bermoral. Dalam perjuangannya, PPP berpegang teguh pada pemahaman Islam yang inklusif, moderat, santun, serta anti kekerasan dan anti radikalisme, sebagai penjabaran dari Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

4. Marketing Politik

  Pada pemilihan umum tahun 2009 kemaren target operasional dari kedua partai jelas sangat berbeda. Target publisitas dari partai Gerindra yang menjadi buah bibir pembicaraan dari para partai-partai pesaingnya dalam tandem politik mereka memilih lewat jalur media elektronik yaitu “Iklan politik” secara besar-besaran . Sebagai partai yang boleh dikatakan partai

  “ingusan” (partai yang baru muncul),

  sangatlah penting sekali melakukan gebrakan-gebrakan sebagai langkah manuver dalam proses pengenalan mereka. Iklan politik dijadikan sebagai senjata yang paling handal dalam melancarkan proses sosialisasi tersebut. Karena kita tahu bahwa media mempunyai kekuatan lebih untuk mempengaruhi konsumen (masyarakat). Karena itulah partai Gerindra bisa mensejajarkan kedudukannya dalam dinamika politik negeri ini, serta mengangkat nama partai tersebut sebagai partai yang baru muncul setara dengan partai-partai besar dan mempunyai kekuatan hebat.

  Sedangkan PPP yang mempunyai basis kader militannya memilih melakukan proses tersebut dengan menghimpung para kader, pendukung serta simpatisan untuk merapatkan barisan. Partai tersebut juga melakukan manuver-manuver pergerakan dalam mensosialisasikan partainya kepada publik. Hal itu ditujukan agar meraih para pendukung-pendukung yang baru dan mempertahankan para pendukung-pendukung yang lama agar tidak berpindah ke partai yang lain.

  Tak perlu diragukan lagi bahwa PPP adalah partai yang besar dan merupakan salah satu partai Islam tertua yang ada di kancah perpolitikan Indonesia.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Dari uraian pada bab empat di atas, maka dapat diambil kesimpulan mengenai pemasaran partai politik yang dilakukan oleh kedua partai tersebut. Setidaknya, beberapa hal penting dapat merumuskan perbedaan cara dan

  program politik. Sebagai partai baru, partai Gerindra tidak memiliki kelebihan menonjol dibandingkan dengan partai PPP yang lebih dulu tumbuh dan berkembang di Indonesia. Satu hal yang mencolok ialah iklan politik. Partai Gerindra menyadari perkembangan teknologi, juga kemampuan financial yang memadai memberikan ide baru dalam hal pemasaran, yaitu publisitas media dan iklan politik di media massa.

  Berbeda dengan PPP, sebagai partai lama dan memenuhi banyak aspek pengalaman, ia lebih menekankan pada prosesi penguatan loyalitas kader. Mengambil tema ke-Islaman menjadikan PPP tetap mampu bertahan sebagi partai dominator. Terbukti, posisi PPP tidak pernah melampauai batas minimal.

  Terkait dengan 2 partai politik seperti yang telah dibahas sebelumnya adalah walaupun berbeda sejarah, background dan ideologi mereka.

  Semestinya sebuah bentuk perjuangan mereka adalah sama yaitu sama-sama berkiblat kepada rakyat. Tetapi, yang menjadi permasalahannya adalah semoga konsep politik, strategi politik dan tujuan politik mereka yang terangkum dalam marketing politik hendaknya bisa direalisasikan dan dibuktikan kepada masyarakat Indonesia khususnya. Perbaikan-perbaikan kelas menengah kebawah adalah dasar perjuangan yang tidak boleh dicampakkan begitu saja. Dalam menghidupkan kembali politik yang sehat hendaknya kita lebih bersikap secara lebih sportif tanpa memilikirkan pihak- pihak yang menang dan yang kalah. Tetapi lebih memilkirkan bagaimana menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran secara bersama-sama tanpa membedakan status dan latar belakang keduanya.

B. SARAN

  Diatas segalanya, karya nyata adalah sesuatu yang paling penting bagi pengembangan masyarakat. Sudah terlalu lama rakyat Indonesia hidup dalam sebuah mimpi. Satu-satunya alasan kenapa reformasi digulirkan adalah untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu adalah kesejahteraan dan kemakmuran. Orde Baru pernah memenuhi mimpi tersebut, tetapi kemudian lenyap oleh perilaku elit yang tidak bertanggung jawab. Indonesia pernah meraih kemakmuran itu hanya menjadi milik segelintir orang, tidak terdistribusi dengan baik kepada seluruh masyarakat.

  Kini, masyarakat yang sudah terlalu lama dibuai janji mulai sadar dan mengerti membedakan antara janji dan bukti nyata antara mimpi dan karya nyata. Itulah yang tampak dalam fenomena fluktuasi politik yang terus berubah. Dengan kondisi perubahan sosial yang semacam ini, terlalu sulit bagi para politisi untuk bermain-main dengan kekuasaan. Mata-mata rakyat ada dimana-mana. Sekali seorang politisi terjerumus ke dalam kegagalan dan korupsi maka itu adalah alamat kematian abadi bagi dirinya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

  Ansari Saifuddin, H.Endang. Wawasan Islam; Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam dan Umatnya , Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1993. Denzin, Norman K. The Research Art, Chicago, Aldine, 1970, hlm. 306. Penulis mengutipnya dari buku penelitian Sosial karya Dean J. Champion, hlm.

  45. Champion, Dean J. Metode dan Masalah Penelitian, Bandung; Refika Aditama, 1998.

  Kampanye Politik adalah sebuah upaya yang terorganisir yang bertujuan untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan para pemilih. Baca. tik. Mahmud Yunus. Pedoman Dakwah Islam, Jakarta; Hida Karya Agung, 1979. Masri Singarimbun & Sofyan, Metode Penelitian Survey, Jakarta, PT. Pustaka IP3 ES Indonesia. Munir, Abdul Mulkhan. Ideologi Gerakan Dakwah Episode Kehidupan M.Natsir dan Azhar Bashir, Yogyakarta; Sipress, 1996. Cet ke-1. Muhtadi, Asep Saeful. Komunikasi Politik Indonesia. (Bandung: Rosdakarya, 2008). Cet. Ke-1. Moeloeng, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : PT. Remaja Rosyda Karya, 1993, Cet. Ke-10.

  

Subagyo, Firman. Menata Partai Politik Dalam Arus Demokratisasi Indonesia, (Jakarta:

PT. Wahana Semesta Intermedia. 2009) cet. Ke-1.

Philipus, Ng., dan Nurul Aini. Sosiologi dan Politik, (Jakarta : PT. Rajawali Pers, 2009.

Firmanzah. Mengelola Partai Politik Komunikasi dan Positioning Ideologi Politik di Era

Demokrasi , (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2008). ced. Ke-1.

Firmanzah. Marketing Politik Antara Pemahaman dan Realitas, (Jakarta : Yayasan Obor

Indonesia. 2008).

  Fredrich Nauman-Stiftung Fuer Die Freiheit. Edisi Bahasa Indonesia. Peter Schroder, Strategi Politik Edisi Revisi Untuk Pemilu 2009, (Jerman : Nomos, Baden-baden.

  2000). Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik, (Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992).

  Syamsul Balda, dkk. Politik Dakwah PKS, Abu Fuad, Menimbang Lagi Partai Islam, dalam file 22-al- Wale Online.

  Ummarudin Masdar, Mengasah Naluri Publik Memahami Nalar Politik, (Yogyakarta : LKiS, 1999). Kompas Group. Partai-partai Politik Indonesia Ideologi dan Program 2004-2009.

  (Jakarta : PT. Kompas Media Nusantara, 2004).cet. ke-1. Gun Gun heryanto.

  “Buku Handout Perkuliahan Komunikasi”.

  Dan Nimmo. Komunikasi Politik, (PT. Remaja Rosdakarya. 2005) cet. ke-6.

Arnold Steinberg. Kampanye Politik Dalam Praktek, (Jakarta : PT. Intermasa, 1981). Cet.

ke-1.

  Company Profil

  “Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)”. Data ini

  didapatkan dengan melakukan wawancara khusus dan langsung kepada

  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra , Jl. Brawijaya IX no. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Pada tanggal 22 Maret 2010.

  Ketetapan Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Khittbah dan Program Partai Persatuan Pembangunan . Jakarta : 2007.

DAFTAR ITEM-ITEN PERTANYAAN 1.

  Bagaimana sejarah tentang berdirinya Partai ini? Jawab :

  Partai Gerindra didirikan pada tanggal 6 februari 2008. Diantara partai-partai baru, partai Gerindra adalah partai yang paling termuda. Para pendiri dan inisiator partai Gerindra merasa terpanggil melihat kondisi bangsa Indonesia yang pada saat itu dimana mayoritas rakyatnya masih berkubang dalam penderitaan akan kebutuhan ekonomi yang melilit, sistem politik yang tak kunjung mampu merumuskan dan melaksanakan perekonomian nasional untuk mengangkat harkat dan martabat mayoritas rakyat bangsa Indonesia dari kemelaratan. Bahkan dalam upaya membangun bangsa, dalam perjalanannya dimana hampir masyarakat kita justru terjebak ke dalam sistem ekonomi pasar yang memporak-porakkan bangsa, yang menyebabkan situasi yang sulit menjadi semakin sulit bagi kehidupan rakyat dan bangsa. Pada situasi yang demikian, partai gerindra ingin memberikan sumbangsih kepada bangsa dan Negara sehingga tercipta Indonesia Raya yang makmur dan sejahtera.

2. Berdasarkan apa ideologi partai ini lahir?

  Jawab : Terutama yaitu kegalauan atau kegelisahan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai kurang kompeten. Sebab dari analisis yang kami dapatkan, banyak sekali partai-partai yang berideologikan nasionalism sama seperti kami. Tetapi, dalam tatanan praktisnya sangatlah berbeda. Seperti pengambilan keputusan kebijakan pemerintah yang dilakukan belakangan ini kurang demokratis. Apabila hal tersebut harus dirubah sekiranya perubahan itu harus berjalan dengan revolisi yang demokratis dan disepakati secara bersama.

3. Bagaimana visi dan misi partai tersebut?

  Jawab : Visi partai Gerindra adalah menjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik Negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam menciptakan suatu tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial (masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan kesetaraan gender). Keadilan sosial harus didasari atas persamaan hak, pemerataan dan penghargaan terhadap “Hak azasi manusia”.

  Sedangkan misi yang diemban oleh partai Gerindra, yaitu dengan memiliki 5 (lima) misi diantaranya : 1.

  Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

  2. Mendorong pembangunan nasional yang menitik beratkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh bangsa dengan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing.

  3. Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat.

  4. Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan praduga tak bersalah dan persamaan hak di depan hukum.

5. Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusional melalui Pemilu

  Legislatif dan Pemilu Presiden untuk mencapai lapisan kepemimpinan nasional yang kuat.

4. Bagaimana prinsip dasar partai ini?

  Jawab : Dalam menjalankan fungsi dan tugas dalam rangka mencapai tujuan yang dicita- citakan dengan berazaskan pada Pancasila dan UUD 1945, partai Gerindra berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar sebagai berikut : 1.

  Prinsip Disiplin, partai Gerindra senantiasa mengedepankan disiplin dalam setiap gerak dan langkah.

  2. Prinsip Kedaulatan, partai Gerindra bersikap dan bertindak berdasarkan penghormatan dan penghargaan terhadap kedaulatan setiap individu serta menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

3. Prinsip Kemandirian, partai Gerindra bersikap dan bertindak berdasarkan kemampuan yang dimiliki serta menghargai kemandirian setiap individu.

  4. Prinsip Persamaan Hak, partai Gerindra bertindak dan bersikap dengan mengedepankan persamaan hak setiap individu dan mengembangkan sikap anti diskriminasi.

  5. Prinsip Kerjasama dan Gotong Royong, partai Gerindra sangat menyadari pentingnya kerjasama, karena itu dalam setiap bertindak dan bersikap, partai Gerindra mengedepankan dan mengembangkan kerjasama dan gotong royong dengan entitas masyarakat lainnya sebagai landasan pergaulan berbangsa dan bernegara.

  6. Prinsip Musyawarah, partai Gerindra menjadi garda terdepan dalam pelestarian nilai-nilai musyawarah dengan mengembangkan musyawarah dalam penyelesaian permasalahan bangsa.

  5. Bagaimana karakteristik partai ini? Jawab :

  Partai Gerindra memliki watak demokratis, merdeka, pantang menyerah, berpendirian dan terbuka. Disamping itu, partai Gerindra juga mempunyai jati diri yang mungkin tidak bisa disamakan oleh partai-partai yang lain yaitu : kebangsaan, kerakyatan, religious dan keadilan sosial. Maksud dari partai yang berwawasan kebangsaan adalah partai yang berpegang teguh pada karakter nasionalisme yang kuat. Wawasan kebangsaan ini menjadi jiwa dalam segala aspek kehidupan berbangsa, baik kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya maupun keagamaan. Sedangkan maksud dari kerakyatan adalah partai yang memang dibentuk oleh, dari dan untuk rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang sah atas Republik Indonesia. Lalu maksud dari religius adalah partai yang memegang teguh akan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kebebasan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing serta menjadikan nilai- nilai religious tersebut senantiasa menjadi landasan bagi setiap jajaran pengurus, anggota dan kader partai Gerindra dalam bersikap dan bertindak. Sedangkan maksud dari keadilan sosial adalah menciptakan suatu tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial, yakni masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan kesetaraan gender. Keadilan sosial harus didasari atas persamaan hak, pemerataan, dan penghargaan terhadap hak azasi manusia.

  6. Bagaimana strategi politik yang diterapkan dalam mengkampanyekan partai tersebut? Jawab :

  Pertama-tama adalah figur seorang pemimpin, yang dinilai pro terhadap rakyat khususnya rakyat kecil. Lalu program kerja yang ditawarkan kepada rakyat mampu direspon dan diterima dengan baik oleh rakyat. Sebab, dalam program kerja yang Partai Gerindra tawarkan adalah hampir semuanya bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Mengenai masalah general yaitu penghentian utang pemerintah kepada Negara lain. Artinya apabila rakyat terus dibebani dengan utang luar negri, maka rakyat akan semakin tidak sejahtera dengan cara mengalokasikan anggaran kembali yang sudah terjadwalkan. Lalu yang terakhir adalah dengan merevisi kembali kebijakan politik yang sudah dikeluarkan dari pemerintahan yang sekarang.

  7. Dalam Mekanisme marketing politik tujuan utamanya adalah memasarkan produk atau sesuatu hal yang ditawarkan dari suatu lembaga atau organisasi yang terkait. Hal-hal apa yang yang menjadi produk utama dalam partai ini sehingga layak dan menjanjikan untuk dipasarkan? Jawab : Hal tersebut ada pada delapan program aksi partai yaitu :

  1) Kekayaan Negara untuk kemakmuran rakyat

  a) Menjadwalkan kembali utang luar negeri dan mengalihkannya untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, pangan dan energi yang murah serta ramah lingkungan.

  b) Menyelamatkan kekayaan Negara dengan meninjau kembali kontrak pemerintah yang merugikan kepentingan nasional.

  c) Menghentikan penjualan asset Negara yang strategis dan atau yang menguasai hajat hidup orang banyak.

  d) Mewajibkan eksportir nasional yang menikmati fasilitas pembiayaan ekspor impor dari Negara untuk menyimpan dana hasil ekspornya di bank dalam negeri.

  e) Melarang penyaluran kredit bank pemerintah untuk pembangunan perumahan dan apartemen mewah, mall serta proyek-proyek mewah lainnya.

  2) Mencapai perekonomian yang berdaulat, adil dan makmur a) Menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.

  b) Membangun industry pengolahan untuk memperoleh nilai tambah.

  c) Membangun sarana dan prasarana transportasi massal.

  d) Meningkatkan pendapatan per kapita dari US $ 2.000 menuju US $ 4.000. 3)

  Melaksanakan ekonomi kerakyatan

  a) Prioritas penyaluran kredit perbankan kepada petani, nelayan, pedagang tradisional dan pedagang kecil.

  b) Memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi rakyat kecil.

  c) Melindungi pedagang pasar tradisional dengan melarang pembangunan pasar swalayan berskala besar yang tidak sesuai dengan undang-undang.

  d) Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh, termasuk buruh migrant (TKI & TKW).

  e) Modernisasi pasar tradisional untuk pedagang tradisional dan pedagang kecil.

  f) Meningkatkan anggaran untuk petani, nelayan, buruh, pedagang pasar tradisional dan pedagang kecil.

  g) Memberikan jaminan sosial untuk fakir miskin, penyandang cacat dan rakyat terlantar.

  4) Membangun kedaulatan pangan dan energi

  a) Mencetak 2 juta hektar lahan baru untuk meningkatkan produksi beras, jagung, kedelai, tebu yang dapat mempekerjakan 12 juta orang. b) Membangun pabrik pupuk urea dan NPK milik petani dengan total kapasitas 4 juta ton.

  c) Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air (10.000MW).

  d) Mendirikan kilang-kilang minyak pabrik bioetanol dan pabrik DME (pengganti LPG).

  e) Mencetak 4 juta hektar lahan untuk aren (bahan baku bioetanol) yang dapat mempekerjakan 24 juta orang. Pembukaan lahan ini akan menjadikan

  Indonesia sebagai Negara pengekspor bahan nabati setelah 7 tahun masa tanam (4 juta hektar hutan aren menghasilkan sekitar 56 juta MT etanol/tahun). 5)

  Menyelenggarakan pemerintahan yang tegas dan efektif

  a) Meningkatkan kesejahteraan aparatur negara.

  b) Mempercepat reformasi birokrasi.

  c) Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. 6)

  Pendidikan, kesehatan dan kebudayaan

  a) Wajib belajar 12 tahun dengan biaya Negara.

  b) Mencabut undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP).

  c) Menghapus pajak buku pelajaran dan menghentikan model buku pelajaran setiap tahun.

  d) Membagi sedikitnya 1 juta laptop kepada mahasiswa, guru dan pelajar.

  e) Memberikan beasiswa serta fasilitas kredit bank untuk membiayai mahasiswa potensial yang kurang mampu.

  f) Meningkatkan peran PKK, posyandu dan puskemas. g) Menempatkan sarjana dan dokter baru melalui program pemerintah terutama dikantong-kantong kemiskinan.

  h) Menggerakkan revolusi putih dengan menyediakan susu untuk anak-anak miskin. i)

  Mengembangkan karakter bangsa yang berkepribadian dalam bidang kebudayaan dan melestarikan peninggalam serta warisan budaya bangsa.

  7) Membangun infrastruktur untuk rakyat di pedesaan melalui delapan program desa

  a) Listrik dan air bersih desa.

  b) Bank dan lembaga keuangan desa.

  c) Koperasi desa, lumbung desa, pasar desa.

  d) Klinik desa.

  e) Pendidikan desa.

  f) Infrastruktur pedesaan dan daerah pesisir.

  g) Rumah sehat pedesaan.

  h) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

  8. Bagaimana partai ini memperlakukan masyarakat sehingga masyarakat tertarik untuk menjadi pendukung ataupun simpatisan partai tersebut? Jawab : Yaitu dengan membudayakan DPC dalam BAP dari Partai Gerindra itu sendiri.

  Dari DPC, kemudian disosialisasikan tentang delapan program aksi yang sudah tertera di dalam company profil. Lalu karena masyarakat kita (Indonesia) belakangan ini sangat ingin mencari sesuatu yang baru, sebab dari hasil dan kinerja politik partai-partai yang ada di Indonesia kurang memuaskan, maka para pendiri dari Partai Gerindra tergerak untuk mendirikan partai yang baru yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dengan pengaruh sosok kepemimpinan.

  9. Dalam marketing relasional adalah bagaimana sebuah lembaga (Partai politik) mempertahankan para pendukung-pendukung yang lama yang telah ada sambil mencari pendukung-pendukung yang baru untuk partai tersebut. Lalu bagaimana cara partai ini melakukan hal tersebut? Jawab : Komunikasi menjadi dasar yang paling penting dalam menerapkan hal tersebut. Serta tanpa meninggalkan komitmen yang tinggi dalam jati diri partai.

  10. Jika dalam proses kampanye partai tersebut ditemukan suatu kendala atau permasalahan bagaimana hal tersebut ditangani? Jawab : 1.

  Internal partai Yaitu dengan menyatukan satu visi dan misi serta prinsip dasar yang menajdi tujuan utama dari partai ini.

2. Program kerja

  Yaitu dengan memformuliasikan program kerja tersebut dengan cara menjadikan hal tersebut dalam slogan partai

  3. Meyakinkan masyarakat yaitu dengan berusaha semaksimal mungkin untuk bagaimana meyakinkan hati masyarakat bahwa Partai Gerindra adalah partai yang mampu mengembang tanggung jawab dan berudaha untuk membuktikan apa yang sudah diaspirasikan rakyat kepada pemerintah melalui Partai Gerindra.

11. Lalu sampai dimana perkembangan kemajuan partai tersebut?

  Jawab : Dari target keseluruhan, Partai Gerindra cukup dapat dikatakan sukses. Sebab, mulai dari parati awal yang tidak memiliki kekuatan yang cukup besar sampai pada final masuk dalam lima partai besar pada pemilu yang lalu.

1. Dari tidak ada menjadi ada 2.

  DPC dan Ranting yang sekarang sudah meluas hampir disetiap wilayah di Indonesia 3. Para legislatif yang duduk di kursi DPR berkisar 60% sampai 40% dari 500 kursi.

  4. Masuk dalam 5 partai besar pada pemilu 2009 yang lalu.

  12. Untuk menciptakan partai yang memang berbasis dan mementingkan aspirasi rakyat.

  Hal-hal apa saja yang dilakukan oleh partai tersebut ataupun para kandidat-kandidatnya dalam proses pendekatan secara emosional? Jawab : 1.

  Menciptakan sistem koperasi 2. Pemberdayaan masyarakat (pribumi) yang kurang diprioritaskan 3. Penghapusan BLT yang dinilai kurang baik untuk rakyat karena Partai Gerindra memandang hal tersebut bukannya mencerdaskan tetapi malah memanjakan masyarakat.

  13. Bagaimana cara partai ini memposisikan dan mendistribusikan diri kepada masyarakat sebagai wujud partai yang sangat siap terhadap para pesaingnya? Jawab :

  Dalam memperjuangkan ekonomi kerakyatan, dimana kebijakan perekonomian harus sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat (1), (2), (3), sebagai ruh dari setiap kebijakan ekonomi. Sistem ekonomi liberal-kapitalik yang selama ini diterapkan di Indonesia harus dikoreksi karena gagal mensejahterakan rakyat. Partai Gerindra akan mengembangkan koperasi sebagai bangunan ekonomi yang ideal pada dataran mikro dan makro. Koperasi merupakan soko guru perekonomian, sebagai prinsip dasar susunan perekonomian Indonesia. Koperasi merupakan bentuk nyata dari usaha bersama yang berdasarkan atas azas kekeluargaan. Koperasi harus dihidupkan dan digerakkan sebagai usaha bersama untuk kesejahteraan bersama. Partai Gerindra menempatkan koperasi sebagai model ideal susunan perekonomian Indonesia dengan sebuah harapan yang kuat untuk menghilangkan corak individualistik dan kapitalistik dari wajah perekonomian Indonesia.

  14. Bagaimana sikap partai ini terhadap kehadiran partai-partai lain yang juga memiliki kekuatan yang sangat besar di negeri ini? Jawab :

  Konsisten tentang ekonomi kerakyatan, tidak khawatir terhadap hal tersebut. Bagi kami Partai Gerindra hal tersebut bukanlah kami anggap sebuah persaingan tetapi mitra (frame) kerja dalam politik. Kami menyadari bahwa Partai Gerindra bukanlah satu- satunya partai yang menjadi tuntutan harapan masyarakat. Kalau saja framenya sama dari masing-masing partai maka bukannya menjadi sebuah persaingan konflik politik, akan tetapi justru malah akan menjadi mudah dalam membangun kehidupan sejahteranya bangsa ini.

  15. Fenomena berpolitik memanglah hal yang sudah tidak asing lagi didunia ini. Tetapi hal yang paling penting adalah bagaimana menciptakan persaingan tersebut secara fair, adil, dan tanpa kolusi. Bagaimana partai ini menjalankan persaingan tersebut dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai tersebut? Jawab : 1.

  Buat pandai rakyat 2. Diajak untuk maju 3. Dibimbing tentang politik, hukum dan kepastiannya 4. Menghidupkan kembali sistem yang lama mulai dari yang terkecil.

  Contoh ; RT (rukun tetangga) Apabila hal tersebut sudah terealisasikan dan berjalan maka insya allah tidak akan nada yang namanya kolusi dan berjalan secara fair dan adil serta demokratis.

16. Persaingan dalam dunia politik tidaklah bisa ditebak baik itu terhadap teman atau lawan.

  apakah partai ini memiliki ikatan koalisi terhadap partai-partai lain lalu partai apa saja yang menjadi teman koalisi dari partai ini? Jawab :

  Kami memandang bahwa sejauh untuk menuju kebaikan dan kemaslahatan bersama, tidak mengapa. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah ketika partai-partai lama sudah mulai bergerak secara arogansi. Sebab, inti dari tugas partai adalah bersama- sama menyelesaikan tugas persoalan bangsa bukan bagaimana memperluas kekuatan internal dari partai itu sendiri.

  Dilematika yang terjadi di negeri ini adalah seperti hal tersebut. Maka dari itu, hendaknya partai-partai lama harus bersikap secara lebih dewasa lagi dalam menjalani tugas dan amanah dari rakyat walaupun berbeda ideologi.

17. Dalam praktik-praktik represi dan kriminalisasi terhadap pemilu yang demokratis banyak sekali kita jumpai unsur-unsur intrinstik yang mencederai nilai-nilai demokrasi.

  Bagaimana partai ini menanggapinya? Jawab :

  Kami menilai bahwa sebenarnya sistem yang pertama kali harus diperbaiki. Sebab kami teringat ketika pada keputusan dari KPU mengenai nomor urut menjadi suara terbanyak. Aturan tersebut menjadi berubah artinya, perilaku masyarakat menjadi berubah. Contoh ketika dalam pemilu seorang calon yang dalam hal ini seorang putra daerah asli tertentu tetapi tidak mempunyai kapasitasnya dalam berpolitik akan tetapi tertutupi oleh calon dari nomor urut sebelumnya yang cukup dikenal oleh masyarakat karena proses berubahnya aturan tersebut maka ia berhak untuk ikut dalam pencalonan legislatif.

  Inilah dampak yang ditimbulkan dari kriminalisasi dan represi yang dibuat oleh masyarakat itu sendiri yang memang kurang memahami akan aturan dan hukum yang berlaku.

  18. Dalam kehidupan berpolitik perlu memperhatikan kesadaran publik atau masyarakat dengan tanpa mementingkan individual atau kelompok dan golongan. bagaimana partai ini menjalankan nilai-nilai demokrasi dengan tanpa memaksakan kehendak dari partai tersebut kepada masyarakat? Jawab : 1.

  Kepetingan rakyat itu benar-benar diutamakan 2. Menawarkan kepada masyarakat untuk memberi mandat kepada calon-calon kepada dewan, ini untuk merubah demokrasi

3. Disegala bidang akan diperbaiki. Kalau sudah baik maka akan didorong tetapi, kalau yang belum maka akan diperbaiki. Contohnya BKKBN dan yang lainnya.

  4. Target tetap ada. Tetap apabila dalam perjalannya hanya kurang dari setengah dari yang sudah ditargetkan maka, terpaksa kami akan menunda hal tersebut. Akan tetapi kami akan tetap berjalan.

  19. Bagaimana partai ini menjalankan aspirasi, ideologi, dan tujuan dari masyarakat agar disampaikan dan dijalankan kepada pemerintah? Jawab :

  Kita sosialisasikan hal tersebut melalui media dalam hal ini iklan politik baik itu media elektronik maupun media cetak serta tim sukses kami. Tetapi ketika masa-masa itu sudah berlalu, kita sekarang bergerak dengan adanya peran DPC-DPC yang sudah kami dirikan hampir diseluruh penjuru wilayah.

  20. Bagaimana partai ini menjalankan prinsip-prinsip hak kebebasan untuk memilih terhadap masyarakat? Jawab :

  Mestinya di pola pikir calon legislatif anggota DPR RI itu sudah ada terlebih dahulu. Kepentingan untuk menjadi orang terkenal atau bersama-sama memberi kesadaran dan pendidikan kepada rakyat tentang politik. Ini yang mesti dipegang oleh para calon dalam niatan mereka. Kalau mereka hanya ingin pokoknya saja, berapa pun biaya yang dikeluarkan maka harus jadi, tetapi dengan intrik paksaan. Tetapi kalau mereka murni dan berani untuk dipilh secara demokratis dan kebebasan memilih tanpa ada paksaan-paksaan maka sampaikan. Agar hal tersebut menjadi pencerahan kepada rakyat.

  21. Bagaimana partai ini turut berpartisipasi dalam kegiatan politik jika di dalamnya berbeda maksud, tujuan, serta ideologi yang di pegang? Jawab :

  Politik itu sangat fleksibel. Kalau dalam realisasinya bertolak kepada rakyat maka harus kita tentang. Tetapi kalau realisasinyatidak bertentangan kepada rakyat maka jalankan walaupun berbeda ideologi.

  22. Bagaimana partai ini menyikapi loby-loby politik yang kadang cenderung bertentangan dengan nilai-nilai demokratis dan ideologi partai tersebut? Jawab :

  Hal tersebut sangatlah manusiawi sebab bagaimana pun juga sebuah partai atau orang lain tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Tetapi bagaimana cara kita dalam menyikapi hal tersebut, apabila bertentangan dengan tujuan perjuangan kita maka hentikan. Contohnya pada era sebelum pemilu Partai Gerindra berkoalisi dengan PKS.

23. Bagaimana metode marketing yang diterapkan partai ini dalam mempromosikan diri?

  Jawab : 1.

  Komunikasi

  • langsung
  • Sosialisasi lewat media 2.

  Seminar atau sosialisasi yang lainnya 3. Ramah tamah 24.

  Bagaimana partai ini memanage secara internal ketika dalam konvensi internal banyak ditemukan beda pendapat? Jawab :

  Perbedaan pendapat itu biasa, tetapi harus dikomandokan. Apabila dalam jajak pendapat ditemukan konflik maka haruslah disikapi dengan musyawah dan kekeluargaan agar terhindar dari hal-hal yang mengakibatkan partai ini pecah.

  25. Mengenai program kerja jangka panjang dan jangka pendk. Hal-hal apa saja yang telah dilakukan oleh partai tersebut? Jawab :

  Seperti yang sudah tertera pada delapan haluan program kerja kita. Disamping itu, Partai Gerindra akan mengarahkan pembangunan pertanian ditujukan untuk meningkatkan pelayanan penyuluhan, penyediaan infrastruktur yang memadai, kebijakan pertanahan yang berkeadilan, kemudahan akses permodalan, serta upaya pemerataan nilai tambah sebagai upaya meningkatkan nilai tukar petani menuju kemakmuran petani.

  Sementara itu, pembangunan sektor perikanan dan kelautan difokuskan dengan membangun nelayan sebagai subyek utama. Partai Gerindra menilai pembangunan kedua sektor akan berhasil dengan memberdayakan kelompok nelayan. Pemberdayaan nelayan dilakukan dengan memberikan akses permodalan yang memadai dan memahami karakteristik nelayan serta memodernisasi teknologi penangkapan ikan.

  Selanjutnya partai Gerindra akan memperjuangkan perlindungan petani dan nelayan beserta komoditinya. Perlindungan dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pentingnya keberadaan petani dan nelayan. Bagi partai Gerindra, profesi petani dan nelayan adalah profesi mulia yang menjadi tulang punggung ketahan pangan dan kedaulatan nasional.

  Dalam bidang lingkungan hidup, partai Gerindra menilai kurangnya infrastruktur serta lemahnya kesadaran atas kelestarian alam, telah menjadikan Indonesia sebagai Negara penyumbang kerusakan hutan tercepat didunia. Untuk itu, pengelolaan hutan, laut dan seisinya harus dengan tata rencana yang baik dan berkelanjutan untuk menghindari unsur-unsur eksploitatif yang memicu kerusakan alam. Partai Gerindra mendukung kebijakan disiplin pengelolaan hutan dan sumberdaya alam lainnya secara sistemik sebagai antisipasi degradasi lingkungan hidup. Partai Gerindra juga akan mendorong diberlakukannya sistem kehutanan rakyat. Yakni sebuah sistem yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang didasarkan aturan-aturan lokal yang disepakati bersama oleh rakyat sendiri.

  Dalam bidang sosial dan budaya partai ini juga akan memperjuangkan, dalam menghadapi globalisasi budaya yang ditandai arus masuknya budaya bangsa lain, maka kita harus memperkokoh budaya bangsa. Warisan nilai-nilai budaya perlu dikembangkan dan diperbaharui agar dapat menjadi penuntun menuju masa depan.

  Dalam bidang pendidikan secara sistematik, partai gerindra akan memperjuangkan pembangunan sistem pendidikan yang humanis, bukan sistem pendidikan yang liberalis kapitalistik. Partai gerindra menolak liberalisasi di bidang pendidikan yang dapat menjadikan pendidikan sebagai awal dari stratifikasi sosial. Pendidikan merupakan hak dasar masyarakat. Pendidikan bukanlah komoditas perdagangan yang diperjualbelikan, namun merupakan tanggung jawab Negara untuk mencerdaskan rakyatnya. Partai Gerindra mendukung peningkatan anggaran pendidikan nasional hingga 20%. Peningkatan anggaran merupakan konsekuensi logis dalam menciptakan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat sekaligus sebagai sebuah bentuk realisasi dari tanggung jawab konstitusi.

  Partai Gerindra juga akan memperjuangkan wajib belajar 12 tahun sebagai kelanjutan wajib belajar 9 tahun. Persaingan global yang terjadi menuntut sumberdaya manusia yang handal, tidak hanya secara kuantitas, tetapi secara kualitas. Selain mengusung wajib belajar 12 tahun, partai Gerindra akan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan tenaga didik untuk memajukan kualitas pembangunan pendidikan di Indonesia. Selain itu, partai Gerindra akan mendorong pembangunan perpustakaan daerah dengan standar internasional di setiap kabupaten, sebagai upaya sistemik membangun minat serta karakter akademis masyarakat Indonesia.

DAFTAR ITEM-ITEN PERTANYAAN 1.

  Bagaimana sejarah tentang berdirinya Partai ini? Jawab :

  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan hasil fusi politik Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) yang dideklarasikan pada ta nggal 5 januar 1973 bertepatan dengan 30 Dzulqa’dah 1392

  Hijriyah merupakan partai politik penerus estapeta empat partai islam dan wadah penyelamat aspirasi umat islam, serta cermin kesadaran dan tanggung jawab tokoh-tokoh ummat islam dan Pimpinan partai untuk bersatu, bahu-membahu membina masyarakat agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada

  Allah Subhanahu Wa T’a’ala melalui perjuangan politik.

  Sejak berdirinya 5 Januari 1973, PPP terus berjuang untuk membawa aspirasi dan kepentingan ummat dan bangsa, terutama dalam menjaga agar produk-produk peraturan perundang-undangan tetap berada dalam nafas dan tidak bertentang dengan ajaran Islam. Ini tercermin misalnya dalam gigihnya PPP berjuang dalam proses pembuatan Undang- undang Perkawinan, undang-undang Peradilan Agama, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Perfilman, Undang-undang Pangan, Undang- undang Perbankan, Undang-undang Pengadilan Anak, Undang-undang Kepariwisataan, Undang-undang Pengelolaan Zakat, Undang-undang Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Undang-undang Keistimewaan Aceh, Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) dan masih banyak lagi undang-undang yang lain. itu semua adalah supaya PPP agar berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran islam yang sudah tertanam dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

  Partai Persatuan Pembangunan juga berada di garis depan dalam menghadap bulldozer rezim Orde Baru yang ingin melakukan depolitasasi kampus, depolitasasi desa, dan monoloyalitas pegawai negeri. Sudah sejak lama Partai Persatuan Pembangunan tidak kenal lelah memperjuangkkan kehidipan politik yang lebih sehat dan demokratis, melalui penyelenggaraan pemilihan umum yang jujur dan adil, yang akhirnya berhasil diterima dalam Era Reformasi, setelah sejak awal 1980-an diperjuangkan secara terus- menerus.

2. Berdasarkan apa ideologi partai ini lahir?

  Jawab : Berdasarkan ideologi agama yaitu Islam 3. Bagaimana visi dan misi partai tersebut?

  Jawab : Visi PPP berdasarkan perjuangan dan jatidiri yang telah dipaparkan sebelumnya adalah “Terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan Negara

  Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Azasi Manusia (HAM), serta menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai- nilai keislaman.

  Dibidang agama, platform PPP menegaskan tentang :1) perlunya penataan kehidupan masyarakat yang Islami dan berakhlakul karimah dengan prinsip

  amar ma’ruf

  2) pentingnya peran agama (Islam) sebagai penduan moral dan sumber

  nahi mungkar,

  inspirasi dalam kehidupan bernegara, 3) paradigm hubungan antara Islam dan Negara yangbersifat simbolik, sinergis serta saling membutuhkan dan memelihara, yang berpegang pada prinsip haomoni antara unversalitas Islam dan lokalitas keindonesiaan, dan 4) komitmen pada prinsip dan sikap toleransi antar umat beragama. Sementara dibidang politik, PPP berkomitmen untuk meingkatkan kualitas kehidupan demokrasi di Indonesia, terutama pada aspek penguatan kelembagaan, mekanisme dan budaya politik yang demokratis dan berakhlakul karimah. PPP menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia (HAM), menghargai kebebasan berekspresi, berpendapat dan berorganisasi, terwujudnya

  Good and clean Government , dan upaya mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

  PPP berkomitmen pada terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang memadai serta kesehatan yang baik. Program pembangunan kesejahteraan hendaknya diarahkan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pelayanan umum seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial yang adil dan merata serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat. PPP bertekad menjadikan bidang pendidikan sebagai prioritas dan titik tolak pembangunan kesejahteraan, yang darinya diharapkan lahir manusia Indonesia yang cerdas, terampil, mandiri dan berdaya saing tinggi.

  Visi politik luar negeri PPP diorientasikan pada upaya mengembangkan politik luar negeri yang bebas dan aktif, dalam arti bahwa Indonesia ikut aktif memajukan perdamaian dunia dan menentang segala bentuk penjajahan, menolak ketergantungan terhadap pihak luar manapun yang dapat mengurangi kedaulatan Indonesia, memelihara persahabatan antara Indonesia dengan Negara-negara lain atas dasar saling menghormati dan kerjasama menuju terwujudnya perdamaian dunia yang adil, beradab dan dengan prinsip keseimbangan.

  Sedangkan Misi PPP (Khidmat Perjuangan) adalah : 1.

  PPP berkhidmat untuk berjuang dalam mewujudkan dan membina manusia dan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, meningkatkan mutu kehidupan beragama, mengembangkan ukhuwah

  islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Dengan demikian PPP mencegah

  berkembangnya faham-faham atheism, komunisme/marxisme/leninisme, serta sekulerisme dan pendangkalan agama dalam kehidupan bangsa Indonesia.

  2. PPP berkhidmat untuk memperjuangkan hak-hak azasi manusia dan berkewajiban dasar manusia sesuai harkat dan martabatnya dengan memperhatikan nilai-nilai agama terutama nilai-nilai ajaran Islam, dengan mengembangkan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Dengan demikian PPP mencegah dan menentang berkembangnya neofeodalisme, faham-faham yang melecehkan martabat manusia, proses dehumanisme, diskriminasi, dan budaya kekerasan.

  3. PPP berkhidmat untuk berjuang memelihara rasa aman, mempertahankan dan memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengembangkan (persaudaraan sebangsa). Dengan demikian PPP

  ukhuwah wathaniyah

  mencegah dan menentang proses disinterasi, perpecahan dan konflik sosial yang membahayakan keutuhan bangsa Indonesia yang berbhineka tunggal ika.

  4. PPP berkhidmat untuk berjuang melaksanakan dan mengembangkan kehidupan politik yang mencerminkan demokrasi dan kedaulatan rakyat yang sejati dengan prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat. Dengan demikian PPP mencegah dan menentang setiap bentuk otoritarianisme, fasisme, kediktatoran, hegemoni serta kesewenag-wenangan yang mendzalimi rakyat.

  5. PPP berkhidmat untuk memperjuangkan berbagai upaya dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT, . Dengan demikian PPP mencegah

  Baldatun thayyibatun Wa rabbun ghofur

  berbagai bentuk kesenjangan sosial, kesenjangan ekonomi, kesenjangan budaya, pola kehidupan yang konsumeristis, materialism, permisif, dan hedonism ditengah-tengah kehidupan rakyat banyak yang masih hidup dibawah garis kemiskinan.

4. Bagaimana prinsip dasar partai ini?

  Jawab : A.

  Prinsip Ibadah : PPP senatiasa berupaya mendasari perjuangannya dengan prinsip ibadah, dalam arti yang seluas-luasnya yaitu untuk mencapai keridhoan Allah SWT.

  Oleh karena itu, seluruh kegiatan berpolitik jajaran partai adalah merupakan keterpanggilan untuk beribadah.

  B.

  Prinsip Amar Ma’ruf Nahi Mungkar : PPP mendasarkan perjuangannya atas prinsip menyeru dan mendorong melaksanakan segala perbuatan yang baik serta mencegah segala perbuatan yang tercela (mungkar). Prinsip ini juga melandasi segala landasan perjuangan dalam melaksankan fungsi untuk menyerap, menampung, menyalurkan, memperjuangkan dan membela aspirasi rakyat dan melaksanakan pengawasan atau kontrol sosial. Dengan prinsip ini partai berusaha mendorong budaya kritis dalam kehidupan masyarakat keseluruhan sehingga tidak terjadi political decay (pembusukan politik) yang mengakibatkan kemungkaran yang lebih jauh oleh sikap tatanan masyarakat secara keseluruhan. Prinsip ini juga menumbuhkan keberanian dalam menegakkan kebenaran.

  C.

  Prinsip Kebenaran, Kejujuran dan Keadilan : Perjuangan PPP selalu didasarkan pada penegakkan dan pembelaan prinsip kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat.

  Perjuangan partai mengarah pada perlawanan terhadap kebatilan karena kebenaran berhadapan secara diametral dengan kebatilan. Meskipun begitu kebenaran yang mutlak hanya Allah SWT yang Maha Benar. Karena itu sepanjang kebenaran itu masih bersifat manusiawi kebenaran itu bukanlah monopoli siapapun. Sementar itu, prinsip kejujuran atau amanah bersifat sentral dan esensial dalam perjuangan PPP. dengan prinsip kejujuran ini perjuangan dalam bentuk apapun akan menjamin tegaknya saling pengertian, keharmonisan, keserasian dan ketentraman. Prinsip kejujuran merupakan penunaian amanah dan kepercayaan rakyat yang perlu terus dijaga sehingga terhindar dari perbuatan yang mengkhianati amnah rakyat. PPP juga akan terus mempertahankan prinsip keadilan didalam setiap gerak langkah perjuangannya. Tegaknya keadilan (justice) adalah esensial dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara. Dengan prinsip keadilan maka segala aturan dapat terlaksana dan berjalan baik sehingga menimbulkan keharmonisan, keselarasan, ketentraman dan sekaligus akan menghilangkan kedzaliman, kesenjangan, keresahan dan konflik.

  D.

  Prinsip Musyawarah : PPP berpendirian bahwa musyawarah untuk mencapai mufakat merupakan dasar dalam proses pengambilan keputusan. Dengan musyawarah dapat dipelihara sikap saling pengertian, saling menghargai dan menjamin kemantapan hasilnya serta menumbuhkan tanggung jawab bersama sehingga demokrasi yang sejati dapat terwujud dengan baik dan nyata. Disamping itu keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Allah SWT. Apabila dengan musawarah tidak tercapai mufakat maka tidak tertutup kemungkinan pengambilan keputusan ditempuh dengan suara terbanyak dengan mencegah munculnya diktator mayoritas.

  E.

  Prinsip Persamaan, Kebersamaan dan Persatuan : PPP mendasarkan perjuangan atas dasar prinsip persamaan derajat manusia dihadapan Allah SWT. Ini adalah keyakinan yang mendasar, yang dapat memberikan motivasi perjuangan kepada seluruh jajaran partai sehingga terhindar dari bahaya kultus individu dan neo-feodalisme yang dapat memerosotkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. PPP berjuang untuk mengembangkan nilai-nilai kebersamaan dalam memikul beban dan tanggung jawab kenegaraan, pemerintahan, dan kemasyarakatan secara proporsional sehingga terhindar dari dominasi, perasaan ditinggalkan, dan dikucilkan. Disamping itu, perjuangan PPP juga didasarkan atas prinsip menegakkan dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga terhindar dari bahaya disintegrasi dan perpecahan.

  F.

  Prinsip Istiqomah : PPP menjadikan prinsip istiqomah atau konsisten sebagai prinsip perjuangan. Artinya, PPP sebagai institusi dan kader-kadernya harus gigih, kokoh, teguh pendirian dan selalu konsisten dalam memperjuangkan aspirasi rakyat berdasarkan nilai-nilai kebenaran. Atas dasar istiqomah sebagai nilai-nilai dasar perjuangan partai, maka keberhasilan akan dapat ditegakkan dan kemantapan dalam perjuangan partai dalam konteks perjuangan bangsa untuk mencapai cita-cita nasional.

5. Bagaimana karakteristik partai ini?

  Jawab : Sebagai salah satu partai besar yang memiliki sejarah paling panjang disbanding partai-partai lain, PPP memiliki keunggulan sebagai modal dasar perjuangan, yaitu latar belakang historis sebagai hasil fusi politik penerus perjuangan emapt partai Islam, yang bukan sebagai dokumen historis tapi merupakan kekuatan strategis yang tetap actual untuk menyatukan sikap perjuangan politik umat. Disamping itu hak hidup partai dijamin oleh undang-undang, sehingga partai dapat berperan sebagai sarana penyalur aspirasi dan perjuangan umat.

  Sejak reformasi bergulir, PPP sudah berusaha melakukan pembenahan diri dengan merumuskan paradigm baru yang diputuskan dalam Musyawarah Kerja Nasional PPP tahun 2000. Paradigm baru tersebut setidaknya mencakup beberapa aspek strategis, yakni; kemabli ke jati dirinya semula sebagai partai yang berazaskan Islam, menegaskan diri sebagai partai Islam yang berpijak pada prinsip ummatan wasthan ( menghindari sikap ekstrim kanan maupun ekstrim kiri), dan konsolidasi partai yang mengedepankan prinsip kebersamaan, persatuan dan jalur konstitusional untuk menghindari konflik dan perpecahan partai yang berkepanjangan.

  Kekuatan PPP yang lain adalah telah terbentuknya jaringan organisasi partai di seluruh Indonesia, yang ditopang dengan kepemimpinan yang tumbuh serta berakar dari bawah yang dipilih secara demokratis dalam forum permusyawaratan, serta keteguhan sikap politik partai sebagai cermin kemandirian dalam memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi umat.

  Begitu juga, proses reformasi memberikan kesempatan kepada kader-kader partai untuk duduk dalam pemerintahan, meskipun belum maksimal seperti yang diharapkan. PPP, sebagai hasil akhir pemilu yang lalu, tetap memperoleh dukungan rakyat, termasuk dari kalangan ulama, cendekiawan, generasi muda, dan kaum pekerja.

6. Bagaimana strategi politik yang diterapkan dalam mengkampanyekan partai tersebut?

  Jawab : A.

  Penguatan fungsi kelembagaan Yang dimaksud disini adalah penyiapan perangkat-perangkat organisasi partai sebagai instrument dan sarana gerak partai dalam mencapai tujuannya. Dalam konteks ini, perlu diupayakan maksimalisasi peran dan tugas kelembagaan partai seperti fraksi, majelis-majelis, lembaga dan badan otonom PPP. yang tak kalah pentingnya adalah pengutan pada lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), lembaga kajian kebijakan strategis dan lembaga advokasi dan bantuan hukum.

  B.

  Menentukan prioritas program Yakni kemampuan proyeksi dan kalkulasi tentang program-program prioritas berdasarkan kondisi objektif internal partai dan kecenderungan eksternal, baik dalam rangka pengembangan untuk kebesaran partai maupun peningkatan peran kenegaraan PPP dalam menyikapi dan mengambil bagian dalam proses pengambilan kebijakan- kebijakan pemerintah. Dalam hal ini, PPP harus mampu melakukan pembacaan secara tepat terhadap realitas kebutuhan dan kegelisahan masyarakat sebagai referensi menentukan prioritas. Secara internal, pelaksanaan program harus menggunakan prioritas dengan logika piramida tegak yang memulai dari penyiapan perangkat dan sumberdaya partai dan bermuara pada pemenangan pemilu dan besarnya pengaruh PPP dalam kehidupan kenegaraan.

  C.

  Ideologisasi dalam gerakan partai Ideologisasi yang dimaksud disini adalah penanaman motivasi dan semangat perjuangan serta internalisasi nilai-nilai perjuangan dalam pelaksanaan program- program partai disemua aspeknya. Dengan ideologisasi, semua kader dan komponen partai merupakan parat ideologi partai (ideological party apparatus) untuk mencapai tujuan dan cita-cita kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan visi dan misi PPP. dengan motivasi dan semangat perjuangan yang berlandaskan ideologi tersebut, maka akan dengan udah melakukan pengerahan dan mobiilisasi semua organ partai dalam melaksanakan program-program perjuangan partai.

  D.

  Silaturahmi sebagai model pergerakan PPP harus menjadikan “silaturahmi” sebagai model pergerakan yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan, dari struktur atas ke struktur bawah dan sebaliknya, serta kepada kelompok-kelompok masyarakat lain secara horizontal seperti ulama, kalangan pesantren, oraginsasi kemasyarakatan, LSM dan organisasi kepentingan, khususnya dalam rangka membangun jaringan dan basis konstituen demi kebesaran partai. Dalam konteks ini, dalam berbagai gerakannya PPP harus melibatkan partisipasi masyarakat yang menjangkau kalangan luas, terutama dari kalangan perempuan, pemuda dan golongan yang terpinggirkan, tersisih, rentan dan tertinggal.

  E.

  Kepemimpinan dan pola pengendalian pelaksanaan program PPP harus dikelola dengan sistem kepemimpinan (leadership) yang visioner, yang mampu membuat kalkulasi dan proyeksi tentang keberhasilan pelaksanaan program partai kedepan. Oleh karena itu, pemimpin PPP dituntut tanggap dan responsif terhadap perubahan, trend dan dinamika sosial, ekonomi, politik, kebudayaan serta perkembangan global. Yang tidak kalah pentingnya adalah pemimpin yang mempunyai integritas dan moralitas politik tinggi, tegas dan berkarakter, tidak gamang dan bersikap abu-abu, serta piawai dan mumpuni mengelola momentum politik. Semangat dan karakter kepemimpinan semacam itu perlu diinternalisasi keseluruh jaringan pengurus dan kader partai.

  Dibawah kepemimpinan seperti diatas, maka usaha-usaha pencapaian tujuan pelaksanaan program perjuangan PPP dapat dikendalikan dan diarahkan secara efektif dan efisien melalui tindakan-tindakan pengawasan, pengendalian, supervisi dan evaluasi. Dengan cara ini, pelaksanaan program perjuangan PPP dapat menemukan dan menerapkan cara dan strategi yang tepat untuk menjamin bahwa program tersebut berjalan sesuai rencana yang diterapkan. Dengan cara ini juga dapat dilakukan pengukuran terhadap hasil yang diperoleh sesuai dengan standarisasi dan kriteria keberhasilan yang telah diterapkan.

  F.

  Kerja sama dengan kelompok-kelompok strategis Program perjuangan PPP akan berhasil apabila dilakukan kerja sama dengan kelompok-kelompok strategis sesuai dengan bidangnya yang terkait. Oleh Karen itu, perlu dilakukan sosialisasi baik dikalangan pemimpin maupun tokoh-tokoh masyarakat serta kaum cendikiawan. Program-program yang berkaitan dengan kemiskinan, kesejahteraan rakyat dan pelestarian lingkungan, misalnya, akan efektif jika melibatkan buruh atau pekerja, petani, nelayan, perempuan, pemuda dan lain- lain. demikian halnnya, program yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi hendaknya melibatkan wirausahawan baik besar maupun kecil. Secara garis besar, dalam semua program perjuangannya, PPP harus membangun kerja sama yang strategis dan mutualis dengan kekuatan-kekuatan strategis seperti organisasi kerakyatan, organisasi profesi, kalangan media, kelompok kepentingan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

  7. Dalam Mekanisme marketing politik tujuan utamanya adalah memasarkan produk atau sesuatu hal yang ditawarkan dari suatu lembaga atau organisasi yang terkait. Hal-hal apa yang yang menjadi produk utama dalam partai ini sehingga layak dan menjanjikan untuk dipasarkan? Jawab :

  Partai Persatuan pembangunan senantiasa berkomitmen dan bertekad untuk meningkatkan kualitas kehidupan demokrasi di Indonesia, terutama pada aspek penguatan kelembagaan, mekanisme dan praktek politik yang demokratis melalui upaya : A.

  Mengembangkan pendidikan kewarganegaraan dan bela Negara, B. Pendidikan demokrasi tentang kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul, dan berorganisasi, termasuk kebebasan pers yang bertanggung jawab, C.

  Peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan publik termasuk peningkatan wawasan, keterampilan dan kesejahteraan aparatur Negara dan pelayanan publik, serta reformulasi otonomi daerah untuk mencapai pelayanan publik yang memuaskan,

  D.

  Mendorong pembuatan berbagai peraturan perundang-undangan yang memberikan akses yang sama terhadap berbagai sumber daya ekonomi dan produksi bagi rakyat, menjamin pengakuan dan penghargaan terhadap demokrasi, kebangsaan dan keadilan sosial, persamaan dan perlindungan hak politik warga Negara, dan kesempatan yang sama bagi semua warga Negara dalam menempati jabatan-jabatan publik di seluruh wilayah Republik Indonesia, E. Reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik 8. Bagaimana partai ini memperlakukan masyarakat sehingga masyarakat tertarik untuk menjadi pendukung ataupun simpatisan partai tersebut?

  Jawab : Yang pertama kami lakukan adalah dengan proses pengkaderan. Dimana partai ini cukup memiliki banyak para kader-kader militant serta mensosialisasikan kepada para calon kader-kader baru untuk ikut kedalam partai kami tanpa adanya paksaan. Sudah sedari dulu partai ini memperlakukan masyarakat dengan apa adanya. Maka dari itu, kami bisa bertahan sampai sekarang.

  9. Dalam marketing relasional adalah bagaimana sebuah lembaga (Partai politik) mempertahankan para pendukung-pendukung yang lama yang telah ada sambil mencari pendukung-pendukung yang baru untuk partai tersebut. Lalu bagaimana cara partai ini melakukan hal tersebut? Jawab :

  Dengan proses komunikasi dan hubungan silaturahmi yang sampai sekarang tetap kami jaga dengan baik.

  10. Jika dalam proses kampanye partai tersebut ditemukan suatu kendala atau permasalahan bagaimana hal tersebut ditangani? Jawab : 1.

  Internal partai Yaitu dengan menyatukan satu visi dan misi serta prinsip dasar yang menjadi tujuan utama dari partai ini.

  2. Program kerja Yaitu dengan memformuliasikan program kerja tersebut dengan cara sosialisasi kepada masyarakat dengan keputusan secara musyawarah

  3. Meyakinkan masyarakat Bahwa PPP adalah salah satu partai yang berkomitmen kepada rakyat dan mampu bertahan hingga sekarang.,

  11. Lalu sampai dimana perkembangan kemajuan partai tersebut? Jawab :

  Kemajuan yang kami peroleh hingga saat ini, cukup signifikan yaitu ; a.

  Kami mampu bertahan dan berjalan dengan baik hingga sekarang b.

  Kami mampu menempatkan para kader-kader terbaik kami kejajaran kabinet yang baru c.

  Mempunyai basis kader militan yang sangat luas hingga di seluruh pelosok wilayah.

  12. Untuk menciptakan partai yang memang berbasis dan mementingkan aspirasi rakyat.

  Hal-hal apa saja yang dilakukan oleh partai tersebut ataupun para kandidat-kandidatnya dalam proses pendekatan secara emosional? Jawab : 1.

  Sosialisasi dan komunikasi itu yang terpenting 2. Tetap menanamkan ajaran agama sebagai modal dasar perjuangan kami 3. Silaturahmi 4. Merangkul kembali para kader-kader kami.

  13. Bagaimana cara partai ini memposisikan dan mendistribusikan diri kepada masyarakat sebagai wujud partai yang sangat siap terhadap para pesaingnya? Jawab :

  Kami lebih memperbanyak melakukan manuver-manuver pergerakan dalam menghadapi orientasi persaingan, orientasi pasar, orientasi konsumen dan orientasi pesaing adalah dengan merapatkan barisan. Sebab, partai ini sudah mempunyai basis kader yang sangat militan. Disamping itu pula, partai persatuan pembangunan juga lebih banyak melakukan kegiatan politiknya dengan syiar-syiar Islam dengan mendirikan berbagai Side wings atau organisasi dibawah kontrol dari partai persatuan pembangunan (PPP) sendiri.

  14. Bagaimana sikap partai ini terhadap kehadiran partai-partai lain yang juga memiliki kekuatan yang sangat besar di negeri ini? Jawab : Kami memandang bahwa mereka bukanlah sebuah musuh yang harus ditakuti. Sebab, apabila kita selalu memandang dan bertuju pada hal tersebut, bukannya menjadikan bangsa ini tentram, malah akan memperburuk keadaan. Akan tetapi jadikan mereka teman seperjuangan, dimana saling bersama-sam komitmen dalam membangun negeri tercinta ini.;

  15. Fenomena berpolitik memanglah hal yang sudah tidak asing lagi didunia ini. Tetapi hal yang paling penting adalah bagaimana menciptakan persaingan tersebut secara fair, adil, dan tanpa kolusi. Bagaimana partai ini menjalankan persaingan tersebut dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai tersebut? Jawab : 1.

  Tanamkan nilai-nilai keagamaan 2. Sama-sama saling mengoreksi diri 3. Bimbingan terhadap dunia politik 4. Ikut andil dalam proses pemilihan agar terhindar dari KKN.

  16. Persaingan dalam dunia politik tidaklah bisa ditebak baik itu terhadap teman atau lawan. apakah partai ini memiliki ikatan koalisi terhadap partai-partai lain lalu partai apa saja yang menjadi teman koalisi dari partai ini? Jawab :

  Dalam kehidupan berpolitik hal tersebut sangatlah wajar. Karena hal tersebut apabila dijalankan dengan baik maka akan memberikan kebaikan buat kita. Semisal Pada pemilu yang lalu PPP banyak melakukan koalisi kepada partai-partai lain diantaranya Partai Demokrat.

  17. Dalam praktik-praktik represi dan kriminalisasi terhadap pemilu yang demokratis banyak sekali kita jumpai unsur-unsur intrinstik yang mencederai nilai-nilai demokrasi.

  Bagaimana partai ini menanggapinya? Jawab :

  Kami menilai bahwa hal tersebut dapat memberikan dampak yang sangat negatif bagi nilai-nilai demokrasi. Sebab sudah dari dahulu agama mengatakan bahwa yang namanya menghalalkan secara cara adalah sesuatu yang tidak akan bertahan lama, dan pasti sesuatu tersebut akan termakan sendiri oleh perbuatannya. Maka dari itu, kami akan menghindari betul hal tersebut.

  18. Dalam kehidupan berpolitik perlu memperhatikan kesadaran publik atau masyarakat dengan tanpa mementingkan individual atau kelompok dan golongan. bagaimana partai ini menjalankan nilai-nilai demokrasi dengan tanpa memaksakan kehendak dari partai tersebut kepada masyarakat? Jawab :

  Boleh jujur, kami adalah salah satu partai yang sangat berkomitmen dengan nilai- nilai demokrasi. Sebab dari itu, para kader, simpatisan dan organisasi-organisasi dibawah naungan kami masih bertahan hingga sekarang walaupun sekarang banyal sekali bermunculan partai atau organisasi-organisasi baru yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. Tetapi dalam realitasnya, nihil.

  19. Bagaimana partai ini menjalankan aspirasi, ideologi, dan tujuan dari masyarakat agar disampaikan dan dijalankan kepada pemerintah? Jawab :

  Kami bersosialisasi dengan masyarakat adalah dengan memperkuat basis militansi kami, dengan perantara DPC-DPC maupun DPD-DPD setempat agar para kader, simpatisan dan pendukung kami dapat kami rangkul kembali. Disamping itu kami juga melakukan proses tersebut dengan bantuan media tetapi mungkin tidak seheboh partai lain. Satu hal lagi yang mesti diketahui bahwa, kami bukanlah partai yang mudah mengubar janji. Sebab kami melihat bahwa sosialisasi yang apa adanya justru membawa kebaikan terhadap kami. Inilah kami untuk semua rakyat Indonesia.

  20. Bagaimana partai ini menjalankan prinsip-prinsip hak kebebasan untuk memilih terhadap masyarakat? Jawab :

  Mengenai prinsip kebebasan, kalau boleh jujur. PPP bukanlah partai yang kaya akan materi. Sebab itu kami lebih mengedepankan bagaimana kami menjalankan dan mendidik para kader-kader kami agar menjadi kader yang terbaik. Karena itu kami lebih mengedepankan tentang kemampuan skill kami yang natural murni apa adanya.

  21. Bagaimana partai ini turut berpartisipasi dalam kegiatan politik jika di dalamnya berbeda maksud, tujuan, serta ideologi yang di pegang? Jawab :

  Begini ideologi tekadang menjadi sebuah polemik besar yang sangat berpengaruh dalam realitas masyarakat kita. Pada hal, hal tersebut bukanlah point penting dalam pengambilan putusan.inilah yang mestinya kita ketahui bersama bahwa, dalam kehidupan politik hal tersebut merupakan sebuah pandangan yang biasa tetapi bagaimana inti tujuan perjuangannya. Tujuan perjuangan yang hakiki adalah untuk membangun bangsa dan rakyat adil, makmur sentosa.

  22. Bagaimana partai ini menyikapi loby-loby politik yang kadang cenderung bertentangan dengan nilai-nilai demokratis dan ideologi partai tersebut? Jawab : Hal tersebut biasa, asal jangan bertentangan dengan tujuan perjuangan kita saja.

23. Bagaimana metode marketing yang diterapkan partai ini dalam mempromosikan diri?

  Jawab : 1.

  Komunikasi 2. Seminar atau sosialisasi yang lainnya

3. Silaturahmi 4.

  Ramah tamah 24.

  Bagaimana partai ini memanage secara internal ketika dalam konvensi internal banyak ditemukan beda pendapat? Jawab :

  Kami sering mengalami hal tersebut, tetapi tanggapilah dengan dewasa dan demokratis itu yang terpenting.

  25. Mengenai program kerja jangka panjang dan jangka pendek. Hal-hal apa saja yang telah dilakukan oleh partai tersebut? Jawab :

  Partai Persatuan Pembangunan juga memaknai kekuasaan sebagai amanah untuk mewujudkan kemaslahatan sebagai implementasi rahmatan lil alamin, yang dilakukan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, dilandasi nilai-nilai akhlak mulia, serta dipertanggung jawabkan kepada pihak pemberi amanah. PPP memaknai dan sekaligus mendorong pencapaian tujuan nasional bangsa Indonesia sebagai bagian dari perwujudan serta meniatkan ikhtiar berpolitik sebagai bagian

  baldatun thoyyibatun warobbun ghofur dari ibadah.

  PPP mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang maslahatir roiyyah, yakni mampu menjamin perwujudan kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, memberikan rasa aman dan tentram, melindungi dan mengayomi rakyat, menjaga persatuan nasional, kebutuhan wilayah dan kelangsungan Negara, menegakkan hukum, nilai-nilai kemerdekaan dan kedaulatan rakyat yang hakiki, serta melangsungkan perikehidupan politik yang cerdas, sehat, santun, adil, beradab dan demokrasi yang memungkinkan seluruh warga Negara mengontrol jalannya pemerintahan. PPP memahami keberadaan Negara sebagai salah satu pilar yang menjamin terlaksananya kehidupan beragama yang sebaik-baiknya serta kemerdekaan dan NKRI sebagai hasil perjuangan sekaligus kesepakatan yang sah dan mengikat seluruh masyarakat Indonesia. Dengan komitmen tersebut, maka ikhtiar

  ‘izzul islam wal muslimin dan mabadi khairu oleh PPP selalu terintegrasi dengan perjuangan mempertahankan dan mengisi

  ummah kemerdekaan serta memelihara persatuan keutuhan bangsa dan kelangsungan NKRI.

  Dalam kultur kemajemukan bangsa ini, PPP memahami bahwa hal tersebut merupakan hukum alam (sunnatullah) sekaligus keniscayaan sejarah yang diakui keberadaannya sejak jaman Rasulullah SAW, serta menyadari bahwa sesama manusia berkedudukan sederajat, tiada kelebihan antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam kemajemukan terkandung potensi untuk saling mengenal, menghormati, bekerja sama, tolong menolong, nasehat-menasehati, berlomba dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran guna meningkatkan amal ibadah serta ikhtiar meraih kedamaian, kemaslahatan dan kerahmatan. Dengan memaknai Indonesia sebagai kawasan damai, lahan amal dan arena dakwah. PPP selalu mengakui kemajemukan, menjunjung tinggi oersatuan dan mengembangkan persaudaraan yang diantaranya termanifestasikan dalam ikatan keagamaan (ukhuwwah islamiyah), kebangsaan dan kemanusiaan.

  Partai Persatuan Pembangunan bertekad dan berjuang untuk menjadikan dirinya sebagai pioneer dan pemersatu gerakan politik Islam sebagai alat perjuangan (jihad) nilai- nilai dan aspirasi umat Islam Indonesia dalam kehidupan kenegaraan, agar bangsa Indonesia berjalan sesuai dengan panduan ajaran Islam.

  Dalam mendorong penguatan sistem pertahanan nasional konsep politik Partai Persatuan Pembangunan adalah : 1.

  Menegakkan kesatuan dan keutuhan wilayah Negara, melalui kerjasama internasional dan penegasan batas wilayah nasional

  2. Meningkatkan profesionalisme aparat pertahanan baik TNI maupun badan intelijen berikut kelayakan peralatannya dan tingkat kesejahteraan anggotanya

  3. Meningkatkan efektifitas pelaksanaan subsidi langsung dan jaminan sosial kepada penduduk miskin sehingga terjamin ketersediaan kebutuhan pokok, layanan pendidikan dan kesehatan serta perumahan kepada penduduk miskin.

Dokumen baru

Download (151 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

SIARAN DENGAN CONTENT POSITIF DAN EDUKATIF Surianor UIN Antasari Banjarmasin Abstract - SIARAN DENGAN CONTENT POSITIF DAN EDUKATIF
0
0
19
BIMBINGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK MELALUI KISAH-KISAH ISLAMI PADA SISWA-SISWI SD ISLAM SABILINA CIBUBUR
0
0
76
ELIT AGAMA DAN HARMONISASI SOSIAL DI PALANGKA RAYA
0
0
20
KEKERABATAN DAN INTERAKSI SIMBOLIK BIDAN KAMPUNG DENGAN URANG HALUS DALAM MASYARAKAT BANJAR
0
0
22
FENOMENA JILBAB DALAM MASYARAKAT KOSMOPOLITAN: INTERPRETASI TEKS DAN KONTEKS ATAS AYAT JILBAB
0
0
24
LESBIAN GAY BISEXUAL TRANSGENDER (LGBT) SEBAGAI COSMOPOLITAN PARADOX LIFE STYLE DAN PENANGANANNYA MELALUI PENDIDIKAN TINGGI
0
0
25
SPIRITUALITAS, TRANSENDENSI FAKTISITAS, DAN INTEGRASI SOSIAL
0
0
31
ALTERNATIF MENANGANI INDIVIDU GELANDANGAN DAN BERISIKO BERSUMBERKAN AL-QURAN DAN HADIS
0
0
18
ANALISIS MODEL PENDALILAN GOLONGAN HABIB: AMALAN TAWASSUL DENGAN ORANG MATI DAN TAWASSUL DENGAN PERKATAAN MADAD
0
1
22
MEMBACA FENOMENA ZIARAH WALI DI INDONESIA: MEMAHAMI TRADISI TABARRUK DAN TAWASSUL
0
0
28
Kata Kunci: Penetapan Margin Pembiayaan Taqsith Pendahuluan - ANALISIS PENETAPAN MARGIN PEMBIAYAAN TAQSITH PADA KOPERASI SYARIAH ARRAHMAH BANJARMASIN
1
2
14
Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio; Non Performing Financing; Operational Effeciency Ratio; Return On Asset Pendahuluan - EFEK CAPITAL ADEQUACY RATIO, NON PERFORMING FINANCING, DAN OPERATIONAL EFFECIENCY RATIO ATAS RETURN ON ASSET PADA BANK UMUM SYARIAH M
0
0
8
Kata kunci: Functional Quality, Technical Quality, Kepuasan Konsumen, Word of Mouth Communication. Pendahuluan - PENGARUH FUNTIONAL QUALITY, TECHNICAL QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN WORD OF MOUTH COMMUNICATION KONSUMEN LAUNDRYNESIA
0
0
9
PELUANG DAN TANTANGAN BISNIS HOTEL SYARIAH PADA MASYARAKAT KOSMOPOLITAN
0
0
13
Kata Kunci: Culture; Cosmopolitanism; Buying and selling; Floating Market. Pendahuluan - BUDAYA KOSMOPOLITANISME DALAM PRAKTIK JUAL BELI DI PASAR TERAPUNG PADA KALIMANTAN SELATAN
0
1
7
Show more