Tingkat penyesuaian diri siswa di sekolah (studi deskriptif pada siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial).

Gratis

0
2
97
2 years ago
Preview
Full text

TINGKAT PENYESUAIAN DIRI SISWA DI SEKOLAH

  ABSTRAK SKRIPSI TINGKAT PENYESUAIAN DIRI SISWA DI SEKOLAH(Studi Deskriptif Pada Siswa Kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran 2016/2017 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi Sosial) Margaretha Liberti NonaUniversitas Sanata Dharma Yogyakarta2016 Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat penyesuaian diri siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran2016/2017. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: tidak ada siswa (0%) yang penyesuaian dirinya sangat kurang baik, tidak ada siswa (0%) yang penyesuaiandirinya kurang baik, tidak ada siswa (0%) yang penyesuaian dirinya cukup baik, terdapat 6 siswa (15,79%) yang penyesuaian dirinya dirinya baik, artinya siswamampu menyesuaiakan diri, Sebanyak 32 siswa (84,21%) yang penyesuaian sangat baik, artinya siswa sangat mampu menyesuaiakan diri.

KATA PENGANTAR

  Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan anugerah dan rahmat perlindungan, pendampingan, serta kesehatankepada penulis dalam menyelesaikan skripsi berjudul Tingkat Penyesuaian Diri (Studi Deskriptif Pada Siswa Kelas X SMA Santo Mikael Sleman Siswa Di Sekolah Tahun Ajaran 2016/2017 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi Sosial). 48 Tabel 4.1 Kategori Tingkat Penyesuaian Diri Siswa Kelas X SMA SantoMikael Sleman Tahun Ajaran 2016/2017 ………………………………… 49 Tabel 4.2 Kategori Item dan Instrumen Penyesuaian Diri Siswa Kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran 2016/20 ………………………………..

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Koesioner Penyesuaian Diri ……………………………………… 63 Lampiran 2 Tabulasi Data …………………………………………………….. 75 Lampiran 4 Hasil Uji Validitas ………………………………………………...

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisi uraian tentang latar belakang masalah, identifikasi

A. Latar Belakang Masalah

  Aspek intelektual mencakup kemampuan mencapai wawasan diri sendiri, kemampuanmemahami orang lain dan keragamannya, kemampuan mengambil keputusan, Setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan barunya, ada siswa yangdapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru, tetapi ada pula yang lambat dalam menyesuaikan diri. Banyak siswa yang sulit menyesuaikan diri dengan kehidupan di sekolah seperti, seringmelanggar tata tertib sekolah , adanya kelompok/”geng” antar siswa misalnyadalam memilih teman belajar untuk mengerjakan tugas kelompok, dan juga dalam memilih teman bermain ada yang hanya bermain dengan teman satudaerah atau yang dekat saja, dll.

B. Identifikasi Masalah

  Mengidentifikasikan item-item penyesuaian diri yang terindetifikasi sedang untuk diusulkan sebagai topik-topik bimbingan pribadi-sosialdalam meningkatkan penyesuaian diri siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2016/2017. Manfaat Teoritis Penelitian ini dapat memberikan informasi dan sumbangan bagipengembangan pengetahuan dalam bidang bimbingan dan konseling, khususnya yang berhubungan dengan penyesuaian diri.

2. Manfaat Praktis a

  Bagi guru pembimbing di sekolah, dapat digunakan untuk pengembangan topik-topik pelayanan bimbingan khususnyamengenai penyesuaian diri di sekolah. Bagi peneliti, dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan mengungkapkan penyesuaian diri siswa.

G. Definisi Operasional 1

  Penyesuaian diri adalah perilaku yang menunjukan bahwa siswa mampu mencapai kematangan emosional, kematangan intelektual, kematangansosial, dan tanggung jawab sesuai dengan harapan masyarakat sehingga siswa mampu menjalani hidupnya secara harmonis seperti yangdimaksud dalam butir-butir kuesioner. Siswa adalah semua peserta didik yang terdaftar pada kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran 2016/2017.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini berisi uraian tentang pengertian penyesuaian diri, aspek-aspek

A. Penyesuaian Diri 1. Pengertian Penyesuaian Diri

  Selain itu Schneider dalam (Yusuf, 2011: 210) mengemukakan bahwa penyesuaian diri adalah proses yang melibatkan respon-respon mental danperbuatan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan, konflik dan frustrasi secara sukses, serta keseuaian antarakebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan tempatnya hidup. Penyesuaian diri yangbaik ditandai dengan kematangan emosional yang baik yang akan mempermudah siswa dalam menyesuaikan diri, dan kematangan emosionalyang kurang baik akan menghambat siswa dalam menyasuaikan diri di lingkungan sekolah Desmita (2009).

2. Ciri-ciri Penyesuaian Diri di Sekolah

  Ciri-ciri Penyesuaian Diri yang Baik di SekolahPenyesuaian diri yang baik berati orang yang bersangkutan dapat memenuhi hasrat, keperluan, keinginan, serta tuntutan dari lingkungansecara wajar dan dapat mendekatkan orang tersebut pada tujuan dan maksud yang sebenarnya. Ciri-ciri penyesuaian diri siswa yang baik (Hartinah, 2008: 186; Yusuf, 2011: 130) adalah sebagai berikut :1) Relasi interpersonal yang baik Siswa mampu menjalin hubungan yang baik dengan teman sebaya, guru dan para pegawai yang ada di lingkungan sekolah.

b. Ciri-ciri Penyesuaian Diri yang Salah di Sekolah

  Kegagalan dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, dapat mengakibatkan individu melakukan penyesuaian diri yang salah. Menurut Hartinah (2008) ada tiga bentuk reaksi dalam penyesuaian diri yang salah, yaitu:1) Reaksi Bertahan (defence reaction), sebuah reaksi dimana individuberusaha untuk mempertahankan dirinya, seolah-olah tidak mengahdapi kegagalan.

d) Sour grapes, yaitu suka memutarbalikan fakta

f) Bersikap balas dendam

  Reaksi yang sering muncul antara lain: g) Marah secara sadis3) Reaksi Melarikan Diri (escape reaction), sebuah reaksi dimana orangyang mempunyai penyesuaian diri yang salah akan melarikan diri dari situasi yang menimbulkan kegagalannya. Reaksi yang muncul antaralain: a) Memuaskan keinginan yang tidak tercapai dalam bentuk angan-angan (seolah-olah sudah tercapai) b) Banyak tidurc) Suka minum-minuman kerasd) Menjadi agresif yaitu kembali kepada tingkah laku yang sesuaidengan tingkat perkembangan yang lebih awal (misalnya orang dewasa yang bersikap dan berwatak seperti anak kecil).

3. Aspek-aspek Penyesuaian Diri

  2) Kemampuan memahami orang lain dan keragamannyaKemampuan memahami orang lain dan keragamannya yang mencakup, mampu mengenal dan memahami sikap, sifat, dan watakorang lain yang berbeda-beda.3) Kemampuan mengambil keputusan Kemampuan mengambil keputusan mencakup, memikirkan akibat dari apa yang akan dilakukan sebelum mengambil keputusan, mampumemecahkan masalah dan mencari alternatif saat menghadapi masalah. Tanggung jawab 1)Sikap produktif dalam mengembangkan diri Sikap produktif dalam mengembangkan diri yang mecakup; mampumenjaga dan memelihara hidup dengan baik, dan melakukan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan yang ada dalam diri (Fisik).

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri

  Iklim emosional dalam keluarga juga dibutuhkan karena dalam ikatan emosional orangtua dan anak akan terjalin komunikasi yang baik yangmencakup, identitas kehadiran orangtua dalam keluarga, hubungan persaudaraan dalam keluarga, dan kehangatan hubungan ayah-ibu. Tingkat religiusitas dan kebudayaan, religiusitas merupakan faktor yang memberikan suasana psikologis yang dapat digunakan untuk mengurangikonflik, frustasi dan ketegangan psikis lainnya.

5. Penyesuaian Diri di Sekolah

  Wilis (1981) mengatakan bahwa hal-hal penying yang harus diperhatikan dalam penyesuaian diri disekolah mencakup: Penyesuaian Diri dengan Guru Penyesuaian diri siswa dengan guru tergantung pada sikap gurudalam menghadapi murid-muridnya yang mecakup; mampu bersahabat dengan siswa, menunjukan sikap yang terlalu keras, dan juga pilih kasih. Penyesuaian Diri terhadap Lingkungan Sekolah Siswa dapat mengenal dengan baik keadaan dan fasilitas yang adadi sekolah seperti: ruang kelas, WC, perpustakaan, halaman dan lapangan sekolah yang mendukung proses belajar mengajar, sehingga siswa merasanyaman dan tenang pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

B. Siswa sebagai Remaja 1. Pengertian Remaja

  Masa remaja menurut Mappiare (Hartinah 2008) berlangsung antara umur 12 sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 sampai 22 tahun bagipria. Rentang usia remaja tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu usia 12/13 sampai 17/18 tahun adalah masa remaja awal dan usia 17/18 sampai21/22 tahun adalah masa remaja akhir.

2. Karakteristik Remaja

  Terdapat sejumlah karakteristik yang penting pada usia remaja, antara lain: Mencapai hubungan yang matang dengan teman sebaya. Memilih dan mempersiapkan karir di masa depan sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimilikinya.

3. Perkembangan Sosial Remaja Awal

  Menurut Hurlock (1991) salah satu tugas perkembangan yang perlu dipenuhi oleh remaja awal adalah mencapai hubungan yang matang denganteman sebaya. Santrock dalam (Desmita, 2007) menyatakan bahwa studi-studi kontemporer tentang remaja menunjukan bahwa hubungan yang positifdengan teman sebaya diasosiasikan dengan penyesuaian sosial yang positif.

C. Bimbingan Pribadi-Sosial 1. Pengertian Bimbingan Pribadi-Sosial

  Menurut Winkel & Sri Hastuti (2004: 118) bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasiberbagai pergumulan dalam batinnya sendiri. Adapun yang tergolong masalah pribadi-sosial adalah hubungan dengan sesama teman, guru, pemahaman sifatdan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat tinggal, serta penyelesaian konflik.

2. Unsur-unsur Bimbingan Pribadi-Sosial di Jenjang Pendidikan Menengah Atas

  Informasi tentang fase atau tahap perkembangan yang sedang dilalui oleh siswa remaja, antara lain tentang konflik batin yang dapat timbul dantentang cara bergaul yang baik. Pengumpulan data yang relevan untuk mengenal kepribadian siswa, misalnya sifat-sifat kepribadian yang tampak dalam tingkah laku, latarbelakang kelurga dan keadaan kesehatan.

3. Tujuan Bimbingan Pribadi-Sosial

  Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan terhadap TUhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupanpribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan, baik fisikmaupun psikis.

4. Fungsi Bimbingan Pribadi-Sosial

  Individu memahami kelamahan dan kekuatan yang ada dalam dirinya, serta kesempatan dan tantangan c. Melalui bimbingan pribadi-sosial diharapkan individu dapat bertahan dengan keadaan masa kini, dapat menerimakeadaan dengan lapang dada, dan mengatur kembali kehidupannya dengan kondisi yang baru.

D. Kajian Penelitian yang Relevan

  Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 4 orang memiliki tingkat penyesuaian diri dengan kategorisangat tinggi yaitu 1,78%, 50 orang memiliki tingkat penyesuaian diri dengan kategori tinggi yaitu 22,32%, 12 orang memiliki tingkat penyesuaian diri denganketegori rendah yaitu 5,35%, dan tidak terdapat siswa SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang memiliki tingkat penyesuaian diri sangat rendah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 13 orang memilikitingkat penyesuaian diri dengan kategori sangat baik yaitu 24,07%, 35 orang memiliki tingkat penyesuaian diri dengan kategori baik yaitu 64,83%, 5 orangmemiliki tingkat penyesuaian diri dengan kategori cukup baik yaitu 59,26%, 1 orang memiliki tingkat penyesuaian diri kurang baik yaitu 1,85%, dan tidak adayang memiliki penyesuaian diri sangat kurang baik.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi uraian tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penenlitian

A. Jenis Penelitian

  Menurut Sugiyono (2000) penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untukmemberikan gambaran terhadap satu objek yang diteliti melalui data sampel dan populasi sebagaimana adanya dengan melakukan analisis dan membuatkesimpulan yang berlaku secara umum. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan tingkat penyesuaian diri siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran 2016/2017, dantopik-topik bimbingan mana yang sesuai dengan keadaan para siswa.

D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan DataPenelitian

  Instrumen yang digunakandalam penelitian ini berupa kuesioner penyesuaian diri siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman dengan berdasarkan keempat aspek yang sudahdipaparkan. Dalam kuesioner ini sudah disediakan alternatif jawaban yang sesuai dengan keadaan yang sedang mereka alami, sehingga responden tinggal memilihalternative jawaban yang sesuai dengan memberikan tanda check (√).

2. Reliabilitas

  Adapun rumus Cronbach’s alpha sebagai berikut : [ ] Keterangan rumus :: Varian skor belahan 1 dan 2 : Varian skor skala Hasil perhitungan indeks realibilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford (Masidjo, 1995) dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 3.6 Kriteria Guilford No Koefisien Korelasi Kualifikasi 1. Negatif – 0,20 Sangat Rendah Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items0,844 84 Berdasarkan hasil hitung SPSS menunjukan reliabilitas sebesar 0,844 yang termasuk kategori tinggi, sehingga kuesioner penelitian inireliable atau dapat dipercaya.

F. Pengumpulan Data a

  Pengumpulan Data Penelitian Sedangkan penelitiannya dilakukan pada tanggal 28 November dikelas XA dan XC dengan jumlah 38 siswa. Beberapa siswa/i yang tidak masuk sekolah peneliti tidak menitipkan kuisioner kepada teman laindikarenakan peneliti merasa data yang didapatkan sudah cukup, karena dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil sampel dari siswa/i kelastersebut.

G. Teknik Analisis Data

  Analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data, menyajikan data dari tiapvariabel yang diteliti, dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah (Sugiyono, 2010). Kontinum jenjang skor tingkat penyesuaian diri yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rendah, sedang, tinggi dan sangattinggi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan, penyajian hasil

  Tingkat penyesuaian diri siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran 2016/2017. Sebanyak 6 siswa (15,79%) yang penyesuaian dirinya dirinya baik, artinya siswa mampu menyesuaiakan diri.

2. Item Terendah dari Instrumen Penelitian Penyesuaian Diri Siwa

Dari keseluruhan 84 butir item instrumen penelitian tingkat penyesuaian diri siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran2016/2017, telah dilakukan pengujian dan didapatkan hasil seperti pada tabel berikut : Tabel 4.2 Kategori Item Instrumen Penyesuaian Diri Siswa Kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran 2016/2017 Rerata Skor Frekuensi Kategori No. ItemX>123,5 42 1,4,5,8,11,17,18,19,20,21, 26,28,29,30,31,32,40,42,48, Sangat 49,51,52,53,54,55,56,57,58,Tinggi 59,60,61,63,65,70,71,72,75,76, 81,82,83,84 104,536 2,3,7,9,10,12,13,14,15,16,22,23, <X≤123,5 24,25,27,33,34,35,36,37,39,41,4 Tinggi3,46,50,62,64,67,68,69,73,74,77, 78,79,80 85,5 5 Sedang 6,44,45,47,66 ≤X≤104,566,5

1 Rendah

  Menurut Desmita (2009) penyesuaian diri yang baik ditandai dengankematangan emosional yang baik yang akan mempermudah siswa dalam menyesuaiakan diri, dan kematangan emosional yang kurang baik akanmenghambat siswa dalam menyasuaikan diri di lingkungan sekolah. Ketika siswa memiliki rasatanggung jawab yang tinggi, peduli terhadap sesama, bersahabat, memiliki kesadaran akan etika dan hidup jujur maka dia akan dengan mudah dalam Setiap orang memiliki tahap perkembangan yang berbeda dan juga kemampuan penyesuian diri yang berbeda-beda, ada yang dapatmenyesuikan diri dengan mudah dan ada juga yang sulit untuk menyesuikan diri.

C. Usulan Topik-Topik Bimbingan

  Tujuan dari usulan topik-topik bimbingan ini sendiri adalah untuk membantu meningkatkan penyesuaian diri siswa dan juga meningkatkanaspek-aspek dari penyesuaian diri yang memperoleh skor rendah yakni emosional, intelektual, sosial, dan tanggung jawab. Topik-topik bimbingan di buat dalam bentuk sederhana dan dalam pelaksanannya dapat disesuaikan dengan situasi dan waktu yang tepat bagipara siswa kelas X.

BAB V PENUTUP Pada bab ini disajikan kesimpulan, keterbatasan dalam penelitian dan

A. Kesimpulan

  Saran yang diberikan dalam penelitian ini didasarkan pada hasilpenelitian yang ditujukan kepada pihak yang terkait dan usulan untuk peneliti lain. Kelima butir item penyesuaian diri ini yang dijadikansebagai dasar untuk merumuskan usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa kelas XSMA Santo Mikael Sleman Tahun 2016/2017.

3. Peneliti lain

  Hendaknya teliti dalam mengembangkan indikator dari setiap aspek, agar item-item yang dibuat seimbang dalam dalam setiapaspek. Peneliti lain diharapkan mengadakan penelitian yang lebih mendalam lagi mengenai penyesuaian diri siswa agar memperolehgambaran yang lebih tepat dan menyeluruh tentang penyesusaian diri siswa.

DAFTAR PUSTAKA

  Kesehatan Mental I: Pandangan Umum MengenaiPenyesuaian Diri dan Kesehatan Mental serta Teori-teori yang terkait. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.

KUISIONER PENYESUAIAN DIRI

  PengantarTeman-teman, di bawah ini ada sejumlah pernyataan yang berkaitan dengan penyesuaian diri teman-teman ketika berada di sekolah. Jawabanyang teman-teman berikan akan diolah dan hasilnya digunakan untuk pengembangan Bimbingan dan Konseling di sekolah.

2. Isilah sesuai dengan keadaan diri anda 3. Berilah tanda ( √ ) pada alternatif jawaban yang sesuai dengan pilihanmu

  Saya hanya mau berteman dengan teman yang berasal dari daerah yang sama dengan saya 22. Saya mengikuti semua kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah yang mampu mengembangkan dan mendukung potensi diri saya 63.

VAR00060 246,5000 321,230 -,069 ,848

VAR00069 247,0526 310,430 ,220 ,843 VAR00083 246,3684 316,725 ,115 ,844 VAR00082 246,4474 308,254 ,412 ,840 VAR00081 246,5789 312,899 ,232 ,843 VAR00079 246,6316 303,698 ,497 ,838 VAR00078 246,8421 317,164 ,072 ,845 VAR00077 246,7368 308,091 ,319 ,841 VAR00076 246,4737 312,526 ,216 ,843 VAR00075 246,3684 307,212 ,502 ,839 VAR00074 247,0789 307,858 ,337 ,841 VAR00073 246,7895 314,117 ,164 ,844 VAR00072 246,4474 311,173 ,301 ,842 VAR00071 246,5000 305,500 ,523 ,839 VAR00070 246,5789 307,926 ,418 ,840 VAR00068 247,0000 308,757 ,364 ,841 VAR00051 246,3947 312,029 ,379 ,841 VAR00067 246,9737 306,188 ,394 ,840 VAR00052 246,2895 311,292 ,357 ,841 VAR00053 246,4211 304,683 ,577 ,838 VAR00054 246,5263 309,175 ,365 ,841 VAR00055 246,5789 308,845 ,335 ,841 VAR00056 246,5263 310,905 ,317 ,842 VAR00057 246,3421 314,123 ,200 ,843 VAR00058 246,3684 310,455 ,366 ,841 VAR00059 246,1053 316,529 ,174 ,844 VAR00061 246,2105 318,225 ,047 ,845 VAR00062 246,7895 304,765 ,503 ,839 VAR00063 246,5526 311,119 ,331 ,842 VAR00064 246,6316 316,725 ,082 ,845 VAR00065 246,5789 313,548 ,208 ,843 VAR00066 247,3421 308,610 ,288 ,842

VAR00080 246,7368 320,902 -,060 ,847

VAR00084 246,5526 319,497 -,016 ,847

  Pertanyaan yang dijawab adalah: 1) Seberapa tinggi tingkat penyesuaian diri siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran2016/2017?2)Berdasarkan capaian skor item yang teridentifikasi sedang, topik- topik bimbingan manakah yangbisa diusulkan sebagai topik-topik bimbinganpribadisosialbagi para siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran 2016/2017? Hasil penelitianini adalah sebagai berikut: tidak ada siswa (0%) yang penyesuaian dirinya sangat kurang baik, tidak ada siswa (0%) yang penyesuaiandirinya kurang baik, tidak ada siswa (0%) yang penyesuaian dirinya cukup baik, terdapat 6 siswa(15,79%)yang penyesuaian dirinya dirinya baik, artinya siswamampu menyesuaiakan diri, Sebanyak 32 siswa (84,21%) yang penyesuaian sangat baik, artinya siswa sangat mampu menyesuaiakan diri.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Identifikasi kesalahan konsep fisika tentang suhu dan kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas I5 cawu III SMU Negeri Rambipuji Jember tahun ajaran 2000/2001
0
6
55
Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004
2
6
94
pengaruh model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDIT Al-Mubarak Jakarta pusat tahun ajaran 2014/2015
1
21
258
Pengaruh konsep diri akademik dan attachment style terhadap motivasi berprestasi siswa kelas 1X MTs. Al-Ghazaly Bogor
1
29
91
Campur kode dan gejala bahasa pada cerpen siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 19 Jakarta tahun pelajaran 2012/2013
1
19
121
Peranan orang tua terhadap anak dalam memilih sekolah keagamaan (studi kasus siswa kelas 111 MAK Darunnajah Jakarta)
0
4
96
Penerimaan diri dan penyesuaian sosial siswa berbakat pada kelas akselerasi
0
5
148
Hubungan antara persepsi siswa terhadap bimbingan konseling dan intensitas pemanfaatan layanan bimbingan konseling di SMA PGRI 109 Tangerang
2
14
105
Minat siswa terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan pada siswa kelas v min di tangerang selatan
0
13
117
Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan abstraksi siswa di kelas VII SMPN 01 Kalidawir Tulungagung tahun ajaran 20172018
0
0
6
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi himpunan pada siswa kelas vii smp swasta Al-Washliyah 8 Medan tahun ajaran 2017/2018 - Repository UIN Sumatera Utara
1
2
153
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
10
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
28
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
25
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
29
Show more